Hukum Ibu Mencuci Celana Dalam Anak Perempuan

Apa hukumnya seorang ibu kandung mencuci celana dan pakaian dalam anak perempuannya yang sudah dewasa (sudah haid), apakah dosa?

PERTANYAAN

Assalamualaikum wr.wb....
Nama saya Wiwin
Di – Bogor, Jawa Barat
Sebelumnya saya ucapkan terima kasih dan ingin konsultasi mengenai hal berikut.

1). "Maaf..." Apakah benar berdosa, kalau celana dalam seorang anak perempuan yang sudah dapat haid (sudah dewasa) dicuci oleh ibu kandungnya sendiri? Karena saya kenal seorang Ustad di tempat kerja saya dan kata Ustad tersebut “kita BerDosa, kalau ibu kita mencuci celana dalam kita.”

DAFTAR ISI
  1. Hukum Ibu Mencuci Celana Dalam Anak Perempuan
  2. Hukum Hutang Piutang Emas

2). Apakah ada dalil dalam Al-Quran maupun Sunnah atau Firman Allah yang menyebutkan hal ini?

3). Kalau berDosa. Dosanya seperti apa?
Terima kasih...
Wasalamualaikum wr.wb.
Wiwin Riyanti


Hukum Ibu Mencuci Celana Dalam Anak Perempuan
JAWABAN

Tidak ada dalil dari Quran atau hadits yang melarang atau mewajibkan seorang ibu untuk mencuci pakaian putrinya. Pakaian dalam atau luar. Sudah dewasa atau masih anak-anak. Islam tidak membahas siapa yang harus mencuci baju. Yang dibahas adalah cara mencucinya yang harus tepat dan benar sehingga dapat menghilangkan najis dan dapat dipakai untuk beribadah shalat 5 (liwa) waktu dan ibadah-ibadah yang lain.

Dalam sebuah hadits sahih riwayat Bukhari Nabi Muhammad pernah ditanya tentang cara mensucikan najis haid. Jawab beliau: "Gosok (darah haid yang ada di baju) dan cuci dengan air." (سئل النبي صلى الله عليه وسلم عن دم الحيضة يكون في الثوب فقال : اقرصيه بالماء واغسليه وصلي فيه)

HUKUM BERBAKTI PADA ORANG TUA

Mungkin yang dimaksud ustadz Anda yang mengatakan “kita berDosa, kalau ibu kita mencuci celana dalam kita” penekanannya bukan si ibu yang berdosa. Tapi anak perempuannya yang berdosa. Dalam hal ini, putri Anda.

Kalau memang itu maksudnya, maka kata-katanya mengandung poin kebenaran apabila seorang ibu yang mencuci baju putrinya itu merasa tersiksa dengan apa yang dilakukannya. Dalam Islam, itu termasuk kategori menyakiti orang tua (uquq al-walidain - عقوق الوالدين) yang masuk kategori dosa besar. Allah berfirman bahwa berbakti pada orang tua itu wajib. Termasuk dalam berbakti pada orang tua adalah mengabdi dan tidak menyakiti perasaan mereka baik dengan kata-kata atau perbuatan. Lihat kajian detail berbakti pada orang tua di sini.

Apabila seorang ibu yang mencuci baju putrinya karena kehendak sendiri, maka tentunya tidak ada masalah (putri ibu tidak menanggung dosa).

Namun demikian, alangkah baiknya kalau orang tua memerintahkan supaya sang anak yang mencucikan baju ayah dan ibunya. Bukan sebaliknya. Selain dalam rangka mendidik juga agar supaya anak terbiasa menghormati kedua orang tuanya.

__________________________________________________


Hukum Hutang Piutang Emas

Hukum meminjamkan/hutang piutang emas apakah termasuk riba

PERTANYAAN

Pernah saudara saya mau pinjam uang tapi saya tdk punya uang tunai kemudian dia saya pinjami perhiasan untuk di gadaikan dan stlh lunas perhiasan di kembalikan kpd saya. Bgm hukumnya bagi saya ,apakah saya menjalankan riba ?

Muhammad Ulil

JAWABAN

Memberi pinjaman atau hutangan pada orang yang membutuhkan itu sunnah. Allah berfirman dalam QS Al-Baqarah 2:245:

مَنْ ذَا الَّذِي يُقْرِضُ اللَّهَ قَرْضاً حَسَناً فَيُضَاعِفَهُ لَهُ أَضْعَافاً كَثِيرَةً وَاللَّهُ يَقْبِضُ وَيَبْسُطُ وَإِلَيْهِ تُرْجَعُونَ
Artinya: Barangsiapa meminjami Allah dengan pinjaman yang baik maka Allah melipatgandakan ganti kepadanya dengan banyak. Allah menahan dan melapangkan (rezeki) dan kepada-Nya-lah kamu dikembalikan.

Nabi Muhammad bersabda dalam sebuah hadits sahih riwayat Muslim:

من نفّس عن مُؤمن كربة من كرب الدنيا نفس الله عنه كربة من كرب يوم القيامة، ومن يسّر على معسر يسّر الله عليه في الدنيا والآخرة، ومن ستر مسلماً ستره الله في الدنيا والآخرة، والله في عون العبد ما كان العبد في عون أخيه
Arti kesimpulan: barangsiapa memberi pinjaman/hutang kepada sesama muslim, maka ia akan mendapat pertolongan Allah baik di dunia maupun kelak di hari kiamat.

Memberi hutangan itu hukumnya sunnah. Adapaun berhutang itu hukumnya boleh (mubah).

Segala barang yang boleh dijual, maka ia boleh dihutangkan (كل ما صح بيعه صح قرضه). Oleh karena itu, meminjamkan emas hukumnya boleh.

Satu hal yang juga perlu diketahui dalam masalah hutang piutang yang syar'i adalah si penghutang (al-muqridh) tidak boleh mensyaratkan bunga atau manfaat tertentu dalam pengembalian hutang. Jadi, kalau meminjamkan emas 10 gram, maka kembaliannya 10 gram. Tidak boleh lebih karena hal itu disebut riba.

Akan tetapi, kalau ternyata orang yang hutang memberi lebih dari jumlah hutang atas dasar suka rela, hal itu dibolehkan. Bahkan itu sunnah.
(الإحسان في القرض مستحب إن لم يكن شرطاً كأن يقرضه من الإبل بكراً فيعطيه بدله رباعياً؛ لأن هذا من حسن القضاء ومكارم الأخلاق)



Untuk langganan artikel Alkhoirot Net via Email gratis, klik di sini!

3 comments:

  1. trima kasih atas artikelnya semoga barokah...amin

    ReplyDelete
  2. pak, selama ini saya dipinjamkan uang oleh orang tua saya sendiri untuk modal usaha. dan dikenakan bunga yg cukup tinggi 1,5 - 2 persen perbulan lebih besar dari bunga bank. saya ikuti dan selalu dibayar karena memang saya butuh modal, dan saya anggap sebagai pemberian pada orang tua. masalahnya sekarang ketika saya beli rumah pun sekarang saya tetap harus membayar bunga. padahal waktu proses jual belinya katanya tidak akan dikenakan bunga, sekarang ketika tanah sudah dibeli saya diharuskan bayar 2 jt perbulan untuk bunganya saja. saya sebenarnya sedih dan menangis karena org tua sy begitu, dan sy pun malu dg suami saya. ibu saya mengatakan sudah kamu iyakan saja nanti ibu yg membayar uang yg 2 jt itu mengambil dari uang ayah. ibu dan ayah saya sama2 punya usaha. apakah itu diperbolehkan? terus terang sy takut, dan yg sy takutkan kalo ibu sy tidak ada umur. apakah sy hrs tetap membayar uang itu selama sy blm melunasi htg sy yg banyak? atau sy mengambil uang ayah saya tanpa sepengetahuannya hanya bunganya saja yg 2juta sedangkan sy tetap akan membayar sendiri hutang pokoknya? tolong saya pak, terima kasih atas jawabnnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. alkhoirot.netJanuary 05, 2013

      Ajukan pertanyaan via email. Lihat info di sidebar.

      Delete

Kirim konsultasi Agama ke: alkhoirot@gmail.com Cara Konsultasi lihat di sini!