Sudah Taubat Tapi Masih Berbuat Dosa

PERTANYAAN
Assalammu'alaikum Wr.Wb

Pak ustad, saya ingin bertanya. Ada seseorang yang bertaubat dari dosa keSyirikan.
tapi dia masih melakukan dosa dosa yang lainnya seperti onani dan sebagainya, tetapi sholat 5 waktu selalu dia jalankan, kehidupan pribadinya juga biasa biasa saja, yang damai kepada sesama. yang dia sering lakuakan hanya dosa seperti onani.

apakah itu masih bisa dibilang taubat dari segala kesyirikan?
sekian terima kasih.

DAFTAR ISI
  1. Sudah Taubat Tapi Masih Berbuat Dosa
  2. Ratib Haddad Tanpa Tawassul

SUDAH TAUBAT TAPI MASIH BERBUAT DOSA

JAWABAN

Kurang jelas apa yang Anda maksud dengan dosa kesyirikan. Dosa itu ada dua macam, dosa besar dan dosa kecil. Dosa besar ada dua macam yaitu (a) melakukan larangan-larangan Allah yang disepakati ulama sebagai dosa besar seperti zina, minum alkohol, dll; (b) meninggalkan perbuatan yang diwajibkan oleh Allah seperti tidak shalat, tidak puasa Ramadhan, dll.

Melakukan dosa besar dan tidak menganggap itu sebagai dosa besar menurut ulama adalah syirik. Namun, apabila dia melakukan dosa besar tapi tetap menganggapnya haram dan dosa besar maka dia disebut fasik atau pelaku dosa besar. Seorang yang fasiq masih tetap sebagai muslim. Sedangkan pelaku syirik dianggap bukan muslim kecuali setelah membaca syahadat.

Adapun onani atau masturbasi tidak termasuk dalam kategori dosa besar alias dosa kecil kecuali kalau dilakukan berulang-ulang.

Kalau yang dimaksud dengan kesyirikan adalah dosa besar, dan sekarang dia sudah bertaubat, maka insyaAllah taubatnya diterima asal dia betul-betul berkomitmen untuk tidak melakukannya lagi.

Sedangkan dosa kecil yang dia lakukan, seperti onani, hendaknya dia berusaha sebisa mungkin untuk menghentikannya dan selalu istighfar (mohon ampun pada Allah) atas apa yang dia lakukan. Cara berhenti dari kebiasaan onani, lihat di sini.

Kesimpulan: taubatnya dari dosa besar insyaAllah disebut dan diterima taubatnya kalau tidak diulangi lagi. Adapun dosa-dosa kecil yang masih dilakukan adalah hal yang lain namun tetap diwajibkan untuk taubat juga.

______________________________________________________


ROTIB HADDAD TANPA TAWASSUL

Assalamu'alaikum wr wb

Pada waktu SMA dan aktif di Sie Kerohanian Islam saya dikenalkan dengan Rotib Al Haddad & Rotib al haddad dibaca setiap jum'at ba'da maghrib...sehingga sy merasa menyatu dgn rotib al haddad tsb. hingga sy di tunjuk teman2 untuk memimpin pembacaan rotib.

terlepas dari itu semua background ke islaman saya adalah Muhammadiyah jadi sering kali ketika sy membaca rotib sendiri di rumah sy tdk melakukan tawasulan.
mohon tanggapan dari para ust pengasuh, mengingat sepertinya rotib al haddad sudah mendarah daging pada diri saya, disisi lain saya kurang setuju dgn tawasulan (tapi saya tdk pernah mempermasalahkan bagi pengamal tawasul)

Jazakumulloh khoir.
darwin rachmanto

JAWABAN ROTIB HADDAD TANPA TAWASSUL

Ratib Haddah adalah Bacaan dzikir dan doa yang terkandung dalam Ratib al Haddah atau Ratib Syahir sebagiannya berupa ayat Al Quran seperti ayat Kursi ada juga doa-doa buatan sendiri. Hukumnya boleh membaca dzikir yang berdasar dari ayat Quran, hadits Nabi maupun buatan para ulama selagi isinya tidak bertentangan dengan syariah.

Ratib al Haddah juga memiliki fungsi "spiritual" apabila dibaca secara lengkap dengan khususan dan tawassulnya. Apabila tawassulnya tidak dibaca, maka "manfaat spiritual"nya kemungkinan berkurang atau hilang sama sekali.

Namun secara syariah, membaca Ratib Haddad tidaklah sunnah dan karena itu tidak membaca sebagian atau seluruhnya tidak apa-apa.

Untuk langganan artikel Alkhoirot Net via Email gratis, klik di sini!

No comments:

Post a Comment

Kirim konsultasi Agama ke: alkhoirot@gmail.com Cara Konsultasi lihat di sini!