DAFTAR ISI
SMS DENGAN LAWAN JENIS APAKAH MURTAD?
PERTANYAAN
assalamualaikum wr.wb
ustadz saya seorang islam tapi sering melakukan maksiat berupa sms dengan lawan jenis. tetapi saya pernah meremehkan dosa tersebut. dan ketika setelah meremehkan saya merasa sangat menyesal karena meremehkan dosa tersebut. tetapi jujur saya belum bisa meninggalkan dosa berupa sms dengan lawan jenis.
pertanyaannya
1. apakah saya telah murtad karena hal tersebut?
2. bagaimana caranya kembali ke Islam jika saya telah murtad?
3. apakah islam saya di terima jika masih melakukan sms ke lawan jenis?
tolong di jawab ustadz karena saya bingung dengan hal ini.
terimakasih
wassalamualaikum wr.wb
JAWABAN
1. Hubungan dengan lawan jenis melalui SMS pada dasarnya sama dengan hubungan dengan lawan jenis via telpon. SMS dengan lawan jenis apabila isi pesan SMS-nya tidak mengandung sesuatu yang dilarang syariah hukumnya tidak apa-apa. Contoh yang dilarang adalah kata-kata yang berkonotasi seksual, atau kata-kata porno, kata cacian, dll. Apabila dalam pesan SMS itu mengandung kata-kata yang dilarang syariah maka hukumnya haram. Namun, tingkat keharamannya tidak sampai pada tingkat dosa besar.
Namun demikian, setiap dosa harus diakui sebagai dosa. Idealnya, kita bertaubat setiap setelah melakukannya dengan minimal mengucapkan astaghfirullah (aku mohon ampun pada Allah). Apabila demikian, maka Anda insyaAllah tidak termasuk orang yang murtad.
2. Dengan (a) mengakui dosa sebagai dosa; (b) bertaubat dan menyesali perbuatan yang dilakukan; (c) "menambal" perbuatan buruk dengan amal baik.
3. InsyaAllah masih diterima. Karena kesalahan atau dosa Anda tidak tergolong besar. Namun, seperti disebut di muka, setiap dosa harus diakui sebagai dosa.
___________________________________________________________
INGKAR DOSA BESAR APAKAH MURTAD?
assalamualaikum wr.wb
ustadz saya pernah melakukan dosa tetapi pada saat melakukan dosa itu. hati saya mengingkari hadits yang mengatakan bahwa perbuatan tersebut dosa besar.
pertanyaan saya
1. apakah saya telah murtad karena telah mengingkari hadits tersebut.?
2. saya telah sadar bahwa mengingkari hadits termasuk dosa besar dan berazam untuk tidak melakukannya lagi. tetapi saya belum bisa meninggalkan perbuatan dosa tersebut?
3. apakah jika saya masih melakukan dosa yang sama tetapi tanpa rasa mengingkari hadits saya termasuk murtad?
4. apakah mungkin islam saya di terima jika masih melakukan dosa yang sama tapi tidak di sertai rasa pengingkaran?
terimakasih
wassalamualaikum wr.wb
abi zakaria
JAWABAN
Anda tidak menjelaskan dosa besar apa yang Anda lakukan. Perlu diketahui bahwa istilah dosa besar itu adalah istilah dalam fiqih yang dibuat oleh ulama fiqih, bukan dalam hadits. Lihat di sini untuk Daftar 70 Dosa Besar dalam Islam
1. Apabila Anda menganggap halal suatu perkara haram, dan menganggap haram suatu perkara halal, maka ulama sepakat perilaku itu tergolong murtad.
2. Orang yang melakukan dosa tapi mengakui bahwa itu dosa disebut fasiq yaitu orang muslim yang berbuat dosa besar atau terus-menerus melakukan dosa kecil. Orang fasiq tidak murtad. Ia dianggap masih muslim.
3. Iya. Setiap melakukan suatu dosa, kita harus sadari bahwa itu adalah perbuatan dosa.
4. Insyaallah tetap Islam apabila masih mengakui perbuatan dosa yang dilakukan.
__________________________________________________
BACA JUGA:
>> Hukum bicara dengan lawan jenis via telepon
>> Pacaran Melalui Facebook dan Ingin Menikah
>> Pacaran dalam Islam
oh jadi gituh yah pak ustadz .. makasih atas ilmunya ..
ReplyDelete