Hukum Bekicot Halal atau Haram

Hukum Bekicot Halal atau Haram
PROBLEMA ISTRI KEDUA

assalamualaikim bapak.saat ini saya lg sgt membutuhkan pencerahan. ingin sekali saya cerita tp malu, kl ga cerita masalah ini tll berat dan terkadang aku sendiri merasa tidak sanggup untuk memikulnya. begitu saya lihat ad email yg bisa utk tnya jawab ttg hukum dalam islam, saya berharap prtnyaan yg selama ini jd beban batin saya bisa terjawab dg tuntas.

saya menikah tahun 2008, dan baru akhir tahun 2012 kmrn terbongkar trnyata suami saya sudah pernah menikah sebelum dg saya dan punya anak seorang laki2. sakit rasanya menerima kenyataan ini tp semua salah saya kenapa wktu dy melamar saya ga prnah terpikirkan untuk menanyakan status dy.

DAFTAR ISI
  1. Problema Istri Kedua
  2. Hukum Daging Bekicot
  3. Was Was Najis
  4. Ingin Rujuk Tanpa Restu Orang Tua
  5. Dosakah Menyuruh Orang Bercerai?

saya meminta cerai krna saya ga mau merusak rumahtangga org dan selma ini saya jalani karna saya tidak prnh tau tp suami saya dan mertua saya yg kebetulan tinggal serumah dg saya ga mau,tp hati saya sakit merasa mereka ga prnah menceritakan yg sebenarnya pdhl ud hampir 5tahun saya menjadi istri dan menantu dan saya ud punya anak umur 4thun.

kabar ini jg saya tau dari saudara laki2 istri suami saya yg pertama, saya desak knpa mereka ga prnah cerita?akhirnya suami saya cerita saya tdk tau benar apa tidak cerita itu tp mertua dan kkk ipar saya serta semua sdra2 suami saya sama ceritanya sprti yg dikisahkan suami saya.

kata mereka dan kata suami saya akhir tahun 2005 yg lalu dy prnah menikah, wktu istri dy pertama hamil 4 bulan suami saya pindah kerja ke medan wktu istrinya diajak orgtua istrinya ga boleh krn takut nti anaknya ga bisa dikasih makan, ga ad yg ngurusin jauh dari org tua diijawa smntra istrinya lg hamil muda dan istrinya jg ngikut ap kata org tuanya. suami saya kerja dimedan selama setahun lebih, tiapbulan dy pulang kejawa sll ngajak istrinya ikut tp tetap aj ga mau. tahun 2008 awal suami saya pindah kerja kekalimantan, sblm brgkt dy coba lg mnta izin orgtua istrinya yg pertama utk bawa istrinya ke kalimantan saat itu anaknya sudah berumur hampir 2thun tp tetap jwbnnya sama org tuanya ga ngijinin dan istrinya yg ngikut ap kata orgtuanya. suami saya kehilangan kesabaran dan dy pergi kekalimantan kmdian 2bln dkalimantan dy menikah dg saya dan sejak dikalimantan suami saya ga pernah ngasih kabar dan ga pernah lg tau keadaan istri dan anaknya yg dijawa

kmdian menurut cerita mertua saya yg kebetulan ud beberapa bulan ne tinggal dengan saya di kalimantan kl mereka (mertua dan istri suami saya yg pertama satu kampung) dijawa ga pernah tanya suaminya kemana padahal ud 4tahun ga ad kabar. kata mertua dan saudara2 suami saya sejak mrka menikah dulu istri pertamanya masuk kerumah aj ga prnah kl datang cma main dan duduk dteras. mertua saya menangis bercerita sm saya ktnya "knpa sama anak saya mau tp saya sbg mertua ga pernah dihargai, main kerumah ga pernah masuk cm diters, kl anaknya mnt makan dibekali makanan dan minuman dari rumahnya, saya malu sama tetangga main ketempat mertua kyakmain kerumah org" itu kata mertua, keluarga dan suami saya.

yang menjadi beban pikiran saya
1. apakah saya berdosa sudah merusak rumah tangga orang?
2. saya harus bagaimana, apakah melanjutkan rumahtangga saya atau mengakhirinya?
3. apakah suami saya berdosa tdk menafkahi anak dan istrinya yg dulu slama hampir 5tahun sejak menikah dengan saya?
4. apakah dengan merasa sakit hati dan tdk menganggap istri lagi suami saya sudah sah cerai dalam pandangan islam?

besar harapan saya bpak bisa menolong saya menjelaskan pertanyaan ini krn saya benar2 tidak tau dan bingung harus bagaimana. terimakasih banyak.
salam hormat saya
assalamualaikum wr. wb


JAWABAN PROBLEMA ISTRI KEDUA

1. Hubungan lawan jenis yang dilakukan dalam ikatan pernikahan secara syar'i itu tidak berdosa. Bahkan sunnah. Perkara hal itu menjadi penyebab suami tidak menafkahi istri pertama, yang dosa adalah suami. Bukan anda.
2. Lanjutkan kalau anda masih menyayangi suami dan dia memberlakukan anda dengan baik.
3. Iya berdosa. Karena menafkahi anak istri adalah kewajiban seorang suami. Lihat: Suami Wajib Menafkahi Istri Walaupun Kaya dan Kewajiban Ayah Menafkahi Anak
4. Cerai jatuh apabila suami mengucapkan kata Cerai atau Pisah. Apa yang anda katakan itu tidak membuat jatuhnya perceraian.

_______________________________________________________


HUKUM DAGING BEKICOT

Apa hukumnya memakan daging bekicot yang sudah dimasak?. Apakah ada dalil-dalilnya tentang bekicot. Terima kasih

JAWABAN

Ada dua macam bekicot (Arab: hilzun) yaitu laut dan darat. Yang pertama bernama keong dan hukumnya halal. Sedang bekicot darat hukumnya haram menurut jumhur (mayoritas) ulama kecuali Imam Maliki (pendiri madzhab Maliki) seperti disebutkan oleh Imam Nawawi dalam kitab Al-Majmuk IX/16

مذاهب العلماء في حشرات الأرض .... مذهبنا أنها حرام ، وبه قال أبو حنيفة وأحمد وداود . وقال مالك : حلال

Ibnu Hazm secara lebih eksplisit menyatakan haramnya memakan bekicot dalam kitab Al-Mahalli dia menyatakan:

ولا يحل أكل الحلزون البري , ولا شيء من الحشرات كلها : كالوزغ ، والخنافس , والنمل , والنحل , والذباب , والدبر , والدود كله - طيارة وغير طيارة - والقمل , والبراغيث , والبق , والبعوض وكل ما كان من أنواعها ؛ لقول الله تعالى : (حرمت عليكم الميتة) ؛ وقوله تعالى (إلا ما ذكيتم) ، وقد صح البرهان على أن الذكاة في المقدور عليه لا تكون إلا في الحلق ، أو الصدر , فما لم يقدر فيه على ذكاة : فلا سبيل إلى أكله : فهو حرام ؛ لامتناع أكله ، إلا ميتة غير مذكى

_______________________________________________________


WAS WAS NAJIS ANJING

Assalamu 'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh

Saya mau bertanya ; saya bingung dan was was tentang suatu kenajisan sehingga saya sering membersihkan sesuatu dengan sangat berlebihan.
pertanyaaan saya :
1. saya bekerja disuatu perusahaan dimana pelaporan pajaknya diserahkan kepada konsultan pajak. konsultan pajak tersebut orang cina. pada awalnya saya tidak tahu kalo mereka memelihara seekor anjing. sampai satu ketika saya melihat ada anjing di ruangan kantor tersebut. saya bingung apa yang harus saya lakukan. bagaimana dengan berkas pajak saya yang saya tinggalkan disana. apabila saya mau mengambil berkas tersebut, apakah saya harus mencuci tangan saya 7 kali salah satunya dengan tanah? tapi saya tidak tau apakah berkas saya terkena anjing tersebut atau tidak. bagaimana bila saya menyentuh berkas tersebut. apakah setiap kali menyentuh saya harus mencucinya. saya sendiri tidak yakin ada liur anjing atau bekas anjing diberkas saya. bagaimana dengan mereka yang menyentuh berkas saya, mungkin mereka memegang anjing atau bekasnya lalu mereka memegang berkas saya. belakangan saya dengar dari rekan kerja saya disana sudah tidak terlihat ada anjing lagi tapi saya tetap was was dengan berkas-berkas saya yang mau saya ambil sebentar lagi karna saya mau laporan tahunan. apa yang harus saya lakukan untuk menghilangkan was was saya?

2. setiap pagi saya melewati rumah yang memelihara anjing. biasanya setiap pagi mereka mencuci mobilnya sehingga airnya sering keluar hingga ke jalan yang saya lewati. bagaimana bila air cucian mereka terjiprat di celana saya. apa saya harus mencucinya? tapi saya juga tidak tau apakah ada najis anjing atau tidak di celana saya

2. saya selalu merasa tubuh saya belum bersih setiap menyentuh sesuatu yang menurut saya kotor saya selalu mencucinya berkali-kali. saya jadi bingung bagaimana mau shalat karena selalu merasa belum bersih sehingga saya sering meninggalkan shalat. saya selalu dihantui perasaan was was. seakan dibisikkan kalo saya belum bersih, ada najis, ada madzi yang keluar setiap kali menonton televisi yang ada adegan sehingga saya sering menghindarinya. padahal saya tidak merasakan apa2. tapi pikiran saya selalu menghantui saya sehingga takut untuk shalat karena merasa belum bersih. Apa yang harus saya lakukan untuk menghilangkan was was yang sangat mengganggu saya?

Demikian pertanyaan dari saya, terimakasih atas perhatiannya. Jazakumullaah khoir...
Wassalamu 'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh

JAWABAN

1. Dalam kaidah fiqih disebutkan bahwa keyakinan tidak dapat dihilangkan oleh keraguan [اليقين لايزال بالشك]; kaidah fiqih yang lain yang relevan menyatakan bahwa status sesuatu itu berdasarkan yang asal [الأصل بقاء ما كان علي ما كان]ز Dari kedua kaidah di atas dapat disimpulkan bahwa keraguan anda (soal najis) tidak merubah status faktual dari berkas tersebut yang suci. Kesimpulan: berkas yang ada statusnya suci karena tidak ada fakta dijilat oleh anjing.

2. Praktikkan kedua kaidah fiqih di poin (1): bahwa selagi anda tidak melihat secara faktual atas suatu najis, maka kembali ke hukum asal yaitu suci. Hal ini berdasarkan pada hadits Nabi ketika seorang Sahabat ragu apakah dia kentut [dan batal wudhunya] atau masih punya wudhu? Jawab Nabi: tetap suci [punya wudhu] kecuali kalau mendengar suara kentut atau mencium bau kentut.

3. Membersihkan perkara yang sudah jelas najisnya itu cukup sekali. Dan itu sudah suci.

Anda harus hentikan rasa waswas yang tidak jelas tersebut. Apalagi itu telah mengganggu shalat anda. Caranya praktikkan jawaban pada poin 1 dan 2.

Terkait:

- Takut (Was-was) pada Najis
- Was-was Najis Anjing
- Was-was Air Kencing

_______________________________________________________


INGIN RUJUK TANPA RESTU ORANG TUA

Asswrwb

Saya sudah status cerai dengan kputusan pengadilan agama ‘talak satu bain sugro”. karna suami pernah sms talak kepada saya.namun semasa proses cerai suami meminta rujuk namun karna masih terus berselisih paham saya mengacuhkannya. Penyebab dia pergi karna iri kepada orangtua saya. dianggap orangtua saya membeda-bedakan menantu. dlm kemarahannya dia tidak segan mencaci ibu&bapa saya dengan perkataan setan, binatang dsb.

Sekarang sudah lewat masa iddah saya&mantan suami masih mengharap rujuk karna ada anak kami yang masih berusia 2 tahun. Awalnya saya ragu kelak dia akan mengulanginya karna dia berselish paham dengan orangtua&keluarga saya ini sudah ke-2x Kini Mantan suami masih terus mengharap rujuk dengan segala janji bahwa dia akan berubah bahwa ini semua menjadi yang terakhir, berjanji tidak akan mencaci orang tua saya lagi.karna tidak ingin lagi jauh dari anak.akhirnya saya mencoba untuk melawan trauma saya(pernah dicampakkan&mencaci orgtua) Saya sudah mendatangi para ustadz yang lebih mengerti,dia pun mau diajak konsultasi berharap kami mendapat nasehat kedepannya.Dia sudah menerima semua nasehat&bertekad menjadi lebih baik lagi.

Namun permsalahan sekarang orangtua saya sudah menutup hati. tidak ingin lagi bermantukan dia dengan alasan:

- semua janji dia hanya karna sekarang dia “terjepit” kesusahan jauh dari anak&keluarganya(krn masalah kami dulu dia juga bertengkar dengan keluarganya krn mencampuri urusan Rt-nya termasuk ibu kandungnya)

- dia bukan imam yang baik karna dianggap tidak punya malu berarti kurang imannya(berani mencaci mertua yg segyogyanya jg orgtua, bicara kasar bahkan pernah hendak memukul ibu saya)

1. Apakah saya durhaka jika tetap memilih untuk rujuk? mereka selalu bilang rido allah rido orangtua yang kelak akan berpengaruh pada kesejahteraan hidup kami kedepan jika memaksakan bersama lagi.

2. apakah alasan mereka sesuai syar’i? Apa yang harus saya lakukan??

Mohon nasehatnya
Wass

JAWABAN

1. Pertama-tama perlu diketahui bahwa status talak bain sughro tidak memungkinkan suami untuk rujuk pada mantan istrinya. Kalau suami ingin kembali ke istrinya, maka harus diadakan akad nikah baru. Lihat; Apa itu Talak Bain Sughro? .

Terkait dengan keinginan anda untuk rujuk kembali dengan mantan suami, maka secara syariah boleh-boleh saja walaupun tanpa ridho/restu orang tua. Namun karena harus ada akad nikah baru, maka restu orang tua tetap diperlukan untuk menjadi wali nikah anda. Kalau orang tua tetap tidak setuju, maka anda dapat menggunakan wali hakim. Lihat: Pernikahan Islam.

Walaupun boleh secara syariah, tapi anda harus betul-betul mempertimbangkan resiko dan dampak sosial dan finansial apabila anda memaksakan diri untuk kembali menikah dengan mantan suami. Jangan sampai taruhan yang terlalu mahal ternyata tak sebanding dengan pengorbandan yang anda berikan.

2. Tidak. Anak perempuan janda boleh menentukan sendiri siapa lelaki yang akan dinikahinya. Namun sebagai manusia yang tahu akal budi, anda tentu harus mempertimbangkan secara mendalam betapa kecewanya orang tua anda apabila anda memutuskan untuk menikah kembali dengan mantan suami yang sudah menyakiti anda dan keluarga. Kapan anda dapat menyenangkan dan membalas budi orang tua kalau tidak sekarang? Sementara alasan yang diajukan orang tua cukup logis dan faktual?

_______________________________________________________


DOSAKAH MENYURUH ORANG BERCERAI?

Assalamu'alaikum
Begini Ustadz, 3 tahun yg lalu saya secara kebetulan ketemu seorang wanita yg secara singkat saya critakan bahwa kondisi wanita ini telah mempunyai 2 anak, dia bekerja pada suatu rumah kebugaran ala jepang (dulu atas prakasa suaminya) yg aku rasa rentan godaan consumen laki-laki, sementara dia dibiarkan begitu saja oleh suaminya dan kini dia bersama anaknya ttinggal bersama orang tuanya sedangkan suaminya waktu itu entah kemana tapi masih 1 kota, setelah beberapa kali ketemu muncul rasa simpatik karena saya lihat keluarganya teregolong baiik baik juga bisa dibilang taat beribadah sehingga suatu saat saya tak canggung lagi bertandang kerumah dan bergaul dengan orang tuanya maupun anaknya sehingga maaf sampai sampai kedua anaknya manggil saya dengan sebutan AYAH (karena memang bapak anak tersebut sudah tidak pernah ngurusin/datang sekitar 2 tahun semenjak anak no 2 lahir), yang jadi masalah ketika suatu saat kita lagi omong omong dihati saya muncul rasa jengkel yang sangat kepada suaminya yang notabene menurut saya laki laki tidak bertanggung jawab maka meluncur lah pertanyaan saya kpada dia :
Apakah suaminya sholat ? dijawab Tidak
Apakah suaminya peminum ? dijawab Ya
Apakah suaminya judi ? dijawab Ya bahkan telah menghabiskan harta tabungan dia

Tidak tau pikiran dari mana saya melontarkan saran Gugat Cerai saja suaminya
Tidak disangka setelah dia konsul sama orang tuanya, disetujuai dan dijalani ke pengadilan sampai putuslah keputusan CERAI dari pengadilan (suaminya tidak gubris walaupun dia kita ketahui menerima/mengetahui panggilan dari pengadilan walaupun sempat telpon mengharap gak usah cerai (saya lihat cuma lips service/basa basi tidak ada usaha yang lebih konkrit/ datang berbicara secara kekeluargaan)

Yang sekarang menjadi kebingungan saya dan beban pikiran saya :
1.Apakah saya berdosa membuat mereka cerai karena pernah saya dengar dalam suatu majelis taklim Anak buah iblis yang disanjungt oleh iblis adalah yangt bisa menceraikan pasangan suami istri

2. Dalam pembicaraan/obrolan keluarganya dan dia ikhlas saya nikahi walaupun sirri dikarenakan saya sudah berkeluarga dan mungkin sulit meminta istri untuk dimadu (saya sudah menikah 23 tahun belum dikasih keturunan walaupun adopsi anak perempuan sejak balita dari kakaknya istri dan sekarang sudah lulus universitas), Bolehkah seorang suami menikah lagi tanpa memberitahu istri ?

Saya menyayangi istri dan anak tapi juga galau kalau mikir anak anak dia yg sekarang sudah dekat dengan saya yang saat kadang kalau saya bisa mencuri waktu senggang saya ajak anak2 tsb jalan - jalan sekedar main juga selama ini yang mereka tahu kalau yng mengurusi sekolah mereka adalah saya ( sekarang mereka SD klas 2 dan TK ) bahkan gurunya mengira mereka adalah anak saya
Sudah 1 tahun ini dia keluar dari pekerjaan atas saran dan keinginan dia, memcoba usah dirumah agar bisa membimbing tumbuh kembang anaknya

3.Salahkah saya mempunyai wacana menikahi dia nanti kalau anak saya sudah menikah ( seakarang baru diterima bekerja di salah satu BUMN di Jakarta dan sedang didekati seorang laki laki anak dari kerabat saya

mohon Ustadz memberi masukan insya Allah menjadi ridlo Allah
Wassalam

JAWABAN

1. Dalam konteks menasihati seorang perempuan untuk bercerai karena suaminya tidak menafkahi hukumnya tidak berdosa. Anda akan berdosa seandainya si laki-laki orang baik-baik dan bertanggungjawab sebagai suami. Lihat: Istri Ingin Cerai Karena Suami Tidak Shalat

2. Boleh. Suami boleh menikah kedua, ketiga dan keempat tanpa harus ijin pada istri lainnya.

3. Tidak apa-apa itu pertimbangan kontekstual. Namun, karena anda sering bertemua dia dan kalau sampai khalwat (berduaa) itu haram hukumnya, maka saya sarankan agar anda menikahinya sesegera mungkin. Semakin cepat semakin baik untuk mengurangi dosa. Ingat, salah satu kriteria dosa besar adalah terus menerus melakukan dosa kecil.

Untuk langganan artikel Alkhoirot Net via Email gratis, klik di sini!

2 comments:

  1. Bekicot Bisa hidup di darat sedangkan keong Mas Hanya bisa bertahan hidup di air , jadi perbedaan bekicot dan keong mas ada di mana ya , untuk hukum halal haramnya ?

    ReplyDelete

Kirim konsultasi Agama ke: alkhoirot@gmail.com Cara Konsultasi lihat di sini!