Thursday, May 16, 2013

Cara Menghadapi Orang Tua Pendosa


Cara Menghadapi Orang Tua Pendosa
CARA MENYIKAPI IBU YANG SUKA SELINGKUH

Assalamualaikum warahmatulloh hiwabarokatu...

saya seorang perempuan usia 26 tahun, saya anak pertama dari 4 bersaudara dikeluarga saya. dari saya masih kecil dulu orang tua saya sering bertengkar bahkan tidak jarang hampir bercerai, dalu saya selalu berfikir itu karena ayah saya yang memiliki sifat emosional dan seringkali salah faham, karena ibu saya sering dituduh berselungkuh tanpa bukti (menurut saya saat itu).

kemudian sampai akhirnya beberapa tahun ketika saya kuliah semester akhir mau menyelesaikan skripsi. ibu saya ktahuan selungkuh oleh mata dan telinga saya sendiri... ketika tengah malam tiba-tiba saya terbangun lalu mendengar ibu saya sedang menelpon dengan kekasihnya seketika itu saya menangis dan meminta ibu saya untuk tidak berbuat begitu... tetapi ibu saya masih tetap tidak mengakui kalo beliau telah berselingkuh, padahal saya dengar dan lihat sendiri, beliau bilang itu hanya teman, tetapi saya tidak percaya...

DAFTAR ISI
  1. Menyikapi Ibu yang Suka Selingkuh
  2. Sahkah Putusan Cerai Pengadilan Agama?

sampai pada akhirnya saya menemukan sms ibu saya dengan pria selingkuhannya, lalu saya sambil menangis meminta ibu saya untuk mengakui dan segera menghentikan perselingkuhannya... tidak lama dari itu akhirnya bapak saya pun mengetahuinya... yang ternyata selingkuhannya itu seorang narapidana yang sedang ditahan dipenjara.... setelah itu ibu saya mengakui perselingkuhanya dan dengan lapang bapak saya pun memaafkannya, begitu jg dengan saya... karna bagaimanapun itu adalah ibu kandung saya sendiri.

setahun berikutnya setelah saya menyelesaikan kuliah dan telah bekerja, saat itu saya sedang mengalami masalah yang cukup berat tiba-tiba pernikahan saya diputuskan secara sepihak oleh mantan calon suami saya.
Tiba-tiba ua saya (kakak dari ibu saya) menghubungi saya bahwa beliau menerima sms dari ibu saya yang isinya " udah dlu ya sayang suami qu sudah pulang kerumah neeh" . setelah mendengar kabar itu saya segera pulang kerumah dan untuk sementara berangkat kerja dari rumah walaupun dengan jarak yang sangat jauh, untuk mencari tahu apakah ibu saya benar-benar telah berselingkuh lagi.

Ternyata benar ibu saya telah berselingkuh dengan karyawannya yang telah beristri dan memiliki 2 anak dengan usia yang jauh lebih muda dari ibu saya, tepatnya 3 tahun lebih tua dengan umur saya, dan jarak rumah kami pun sangat dekat, saya benar-benar tidak tahu apa yang dicari ibu saya sampai berbuat seperti itu.. saya benar-benar merasa hancur disaat kondisi saya saat itu yang seharusnya mendapatkan sandaran dan motivasi dari seorang ibu karena pembatalan pernikahan yang dilakukan mantan calon suami saya, tetapi beliau malah terus menerus menyalahkan saya karena memilih lelaki yang salah sehingga keluarga harus menanggung malu karena pembatalan pernikahan saya, sementara dirinya asik berselingkuh...

saya tahu bapak saya juga sangat sedih dengan pembatalan pernikahan saya saat itu, walaupun beliau tidak berkata sepatah kata pun terhadap saya...
saya benar-benar bingung bagaimana kalau bapak saya tahu ibu saya telah selingkuh lagi...akhirnya saya berusaha untuk menyelesaikan masalah itu sendiri dengan langsung berbicara kepada ibu saya.. tetapi seperti biasa beliau selalu menyangkalnya...

akhirnya saya mendapatkan cara supaya ibu saya mengaku , diam-diam saya mengcopy kartu handpone nya sehingga kartu ibu saya tidak bisa digunakan dan saya bisa gunakan kartunya hpnya untuk mendapatkan bukti... sementara ibu saya tidak menyadari kalau kartu nya itu telah saya blokir diganti dengan yang baru karena beliau menggunakan 2 kartu di hp yang sama.

sampai akhirnya saya mendapatkan sms yg masuk ke no ibu saya yg isinya " sayang ketemu yuk aq kangen" lalu saya berpura-pura menjadi ibu saya supaya bisa menangkap basah pria yg menjadi selingkuhan ibu saya itu.. lalu saya jawab, " Ok dimana?". lalu dia jawab "ditempat biasalah" , dengan perasaan yang sangat marah saya menjawab, " jangan ditempat biasa lah bosan" karena saya tidak tahu dimana tempat biasa mereka bertemu.. benar-benar kuarang ajar berati mereka sudah lama berselingkuh samapai punya tempat biasa untuk bertemu (dalam hati saya)

sayangnya ketika saya hendak pergi menemui pria itu, tiba-tiba terdengar suara motor bapak dan ibu saya telah pulang kerumah, karena rumah pria selingkuhan ibu saya sangat dekat sepontan dia pun langsun sms " wah bapak kapoldanya sudah pulang ya, gmn seeh yank kmu koq gak hati2 bgt". ketika ibu ku membuka pintu masuk rumah bersama bapak ku rasanya ingin sekali saya menampar muka ibu saya itu, tetapi saya berusaha untuk menahannya.

Esok harinya ibu ku menyadarinya karena mungkin telah bertemu dengan selingkuhannya itu, dan beliau tidak merasa semalam menjawab sms pacarnya, dengan alasan ingin melihat no. rekan kerjanya ibuku sambil marah-marah menelpon memintaku untuk mengembalikan kartunya. Saya fikir ini kesempatan untuk membongkar semuanya.

setelah berbicara dengan beliau seperti biasa beliau masih menyangkalnya padahal sudah jelas-jelas bukti ada ditangan saya. akhirnya dari situ saya dan ibu saya sering bertengkar karena beliau tidak mau mengakhirinya, dengan nada tinggi beliau berkata " aku sudah bilang pada mu kalau aku tidak pernah mencintai bapak mu, jangan pernah ikut campur..!!! kamu sudah ku sekolahkan tinggi-tinggi ini balasan mu dengan membentak orang yang sudah mengurusmu dari kecil !!!!" sambil diludahi muka ku, lalu dengan perasaan kesal aq bilang "Cinta? sudah anak 4 masih mikirin cinta kalau memang tidak cinta kenapa dulu mau menikah dengan bapak ku... berkacalah umur ibu sekarang berapa? tidak malu berkata seperti itu?" tapi malah tamparan yang aku dapatkan.

pada akhirnya bapak menegetahuinya, singkatnya bapak akhirnya memaafkan beliau walaupun sebelumnya sudah sempat mendaftar perceraian, begitupun aku memaafkan kembali perbuatan yang memalukan itu walaupun masyarakat umum ternyata sudah banyak yang mengetahui perbuatan ibu ku, dan sebenarnya walaubagaimanapun aku juga tidak ingin mereka bercerai.

sekarang ini untuk yang ketiga kalinya aq mendapatkan bukti bahwa ibuku telah selingkuh lagi dengan orang yang sama,,, dan akhirnya saya sudah tidak bisa lagi menahan emosi saya sempat berkata kasar bahkan membentaknya.. tetapi saat ini bapak saya belum mengetahuinya. saya tidak berani memberitahu karna kondisu kesehatan bapak saya sedang tidak baik.

1. apakah saya durhaka terhadap ibu saya karena telah berkata kasar untuk mengingatkannya agar segera bertaubat karena saya merasa ini sudah sangat keterlaluan...

2. jika saya menganjurkan untuk bercerai apakah saya juga berdosa

3. apa yang sebaiknya saya lakukan untuk membuat ibu saya sadar, karena segala cara, do'a dan usaha telah saya lakukan tetapi masih saja seperti itu

Terimakasih atas jawabannya
Wassalam

JAWABAN CARA MENYIKAPI IBU YANG SUKA SELINGKUH

1. Tidak ada istilah durhaka dalam istilah Islam. Yang ada adalah uquq al-walidain yg hukumnya dosa besar. Uquq al-walidain artinya secara bahasa adalah tidak berbuat baik; tidak loyal; tidak tahu berterima kasih dan melawan pada orang tua. Dalam istilah fiqih (syariah) uquq al-walidain adalah فعل كل ما يوجب أذية للأبوين شفقة عليه (Melakukan sesuatu yang menyakitkan orang tua).

Islam juga memerintahkan untuk selalu taat pada orang tua kecuali dalam soal maksiat. Dan tidak menyakiti hatinya dalam keadaan apapun.

Di sisi lain, Islam memerintahkan seorang muslim untuk amar makruf nahi munkar, mengingatkan siapa saja yang bersalah (QS Ali Imron 3:110).

Untuk itu, kita harus mengambil jalan tengah dalam menghadapi orang tua yaitu (a) peringati dia semampu kita; (b) hindari menyakiti hatinya. Semua itu dengan tujuan satu agar kita dapat menjalankan ajaran agama dengan baik dan tidak terperosok pada dosa yang lain.

2. Anjuran pada ayah agar menceraikan ibu dalam konteks di atas tidak salah. Karena itu juga yang lakukan Nabi ketika seorang Sahabat melaporkan istri Sahabat yang selingkuh. Namun, kalau ternyata ayah anda menolak, anda tidak perlu memaksanya. Karena secara syariah boleh tidak menceraikan istri yang pelaku zina.

3. Kalau usaha sudah maksimal, maka tetaplah berdoa. Terkabulnya doa terkadang menunggu beberapa bulan bahkan tahun. Selain berusaha dan berdoa, langkah terakhir terbaik bagi anda adalah tawakkal pada Allah atas cobaan ini.

Bacaan terkait:
- Menyikapi Suami Istri Selingkuh
- Hukum Taat Orang Tua

____________________________


SAHKAH PUTUSAN CERAI PENGADILAN

Assalamu Alaikum Wr. Wb.
Semoga para pengasuh pondok pesantren Al-Khoirot senantiasa dalam lindungan Allah SWT

Pak Ustadz, mohon pandangan menurut Islam. Saya sudah menikah tapi pernikahan kami cuma berlangsung 1 bulan. Saya di pisahkan oleh mertua saya dengan alasan saya kurang memperhatikan istri saya, saya datang kerumah mertua saya dengan kedua orang tua saya tapi mertua saya tetap minta saya menceraikan istri saya. Jatuh lah talak saya pada istri saya dengan terpancing emosi saya mengucapkan cuma 1x.

Setelah beberapa bulan kami pisah rumah tapi istri saya sering datang kerumah saya dan kami tetap melakukan hubungan suami istri smpai beberapa bulan, setelah beberap bulan istri saya bilang saya sudah sah cerai karna dari pengadilan sudah putus, dan tanpa disadari surat panggilan pengadilan sudah di sembunyikan oleh orang tua saya tanpa saya hadiri dan tanpa saya ketahui.

Yang saya ingin tanyakan:
1. Sah kah keputusan pengadilan..???
2. Apakah yang saya lakukan berdua dangan istri saya (hubungan intim) keluar kontexs dari pernikah'n (karna sampai sekarang saya masih melakukan)..???
3. Apakah yang seharus'y saya lakukan..??? Sedangkan istri saya sayang dengan saya tapi kedua orang tua istri saya ber ucap kalau misal istri saya balik dengan saya jadi anak durhaka


Sekian pak Ustadz
Mohon penjelasan'y
Terimakasih

JAWABAN

1. Perceraian yang utama dalam Islam adalah melalui ucapan. Yang kedua melalui tulisan. Perceraian melalui pengadilan termasuk dalam kategori perceraian melalui tulisan. Perceraian melalui tulisan hanya sah apabila dibarengi dengan niat dari suami karena termasuk kategori talak kinayah; bukan talak sharih. Intinya, kalau terjadi perbedaan antara keputusan pengadilan dengan kenyataan di lapangan -- di mana anda sudah rujuk-- maka rujuk anda dianggap sah secara syariah. Walaupun secara negara anda berdua dianggap bercerai. Lihat: Perceraian dalam Islam.

2. Apabila melakukan hubungan intim setelah ucapan cerai itu terjadi sebelum habis masa iddah, maka itu sah dianggap rujuk. Dan anda berdua sah sebagai suami istri.

3. Orang tua tidak berhak menceraikan anaknya yang sudah dewasa. Dan tidak mentaati orang tua dalam hal ini tidak termasuk durhaka karena perintahkan berlawanan dengan syariah. Lihat: Hukum Taat Orang Tua



Cari artikel lain:




Copy link berikut untuk referensi kutipan:

Jangan lupa baca yang ini juga ..