Sunday, October 20, 2013

Istri Di Usir Dari Rumah Oleh Suami Karena Memberi Nafkah Orang Tua


Istri Di Usir Dari Rumah Oleh Suami Karena Memberi Nafkah Orang Tua
ISTRI DI USIR DARI RUMAH OLEH SUAMI KARENA MEMBERI NAFKAH ORANG TUA

Saya ingin sekali mendapat penjelasan dari sudut pandang Islam mengenai kasus saya.

Saya wanita berumur 26 thn, saya sudah menikah dengan suami sejak Januari 2007,saya sudah di karuniai anak laki laki berusia 5 th 7 bln.Beda usia saya dgn suami saya 14 thn.

Begini kasus detail saya :

Saya dulu kenal suami saya dan pacaran singkat hanya 2 bln sudah langsung menikah,bukan karena saya hamil duluan atau apalah, tapi memang dia yang sudah mengajak sy nikah. Saya anak pertama dari 5 bersaudara, saya tulang punggung keluarga saya.Keluarga saya tergolong keluarga kurang mampu, ayah saya hanya buruh serabutan,anak anak nya belum ada yang bekerja krn memang masih pada sekolah.

Dulu saya memang berencana jika punya suami, saya ingin yang sudah mapan agar saya bisa fokus bekerja dan tetap menjadi tulang punggung keluarga saya tanpa saya harus mengeluarkan uang untuk rumah tangga saya. Karena memang saya berfikir rumah tangga harus menjadi tanggung jawab suami, kalau pun saya mau membantu pengeluaran rumah tangga hanya semampu saya saja, karena memang uang yg saya dapat dari pekerja di khusus kan untuk membantu orang tua dan adik2 terlebih dahulu.Saya satu2 nya anak yang di harapkan orang tua , karena memang adik adik saya masih bersekolah. Suami saya sudah tahu semua tentang kondisi saya itu dan dia di awal nikah menyetujui saya tetap jadi tulang punggung keluarga saya.

Cuma saat ini saya sedang dilema berat, sering sekali saya di usir dari rumah apabila saya belain orang tua/keluarga saya,suami saya ternyata punya prinsip " Dekat dengan keluarga itu menyusahkan". Saya akui memang saya salah jg terlalu ambil keputusan singkat waktu dia ngajakin nikah, saya blm tahu watak asli dia.Memang saya benar2 sudah salah ambil keputusan, ternyata setelah menikah 2 bln suami saya berubah 360 derajat, dia mulai membenci keluarga saya karena kemiskinannya, dia sering ungkit semua pemberian yang telah dia beri untuk keluarga saya,dia jg sering usir saya dari rumah,dia jg pernah kurung saya dirumah,dia jg pernah pukul,tampar,tendang dan jambak rambut saya.

Pada suatu hari saya di suruh pilih pekerjaan atau rumah tangga, akhirnya saya coba pilih rumah tangga , saya nurut sama dia , saya layani dia 100% utuh sampai hubungan suami istri pun saya menderita karena dia terlalu pasif dan saya di suruh aktif, biarlah saya jalani semua saya mau tahu apakah saya kuat di uji seperti ini, saya tekanan bathin krn orang tua saya abaikan , saya tdk membantu mereka lg, sungguh saya tekanan bathin . Tp itulah mau suami saya,benar2 saya jalani itu sampai 3 thn.

Akhirnya saya berfikir, hidup saya tidak bisa seperti ini terus, ternyata walaupun saya sudah menuruti dia , tetap saya dia tidak berlaku baik terhadap saya,Akhirnya saya memutuskan untuk cari pekerjaa, mukjizat Allah datang, saya dpt pekerjaan.

Singkat cerita, semua yang sudah saya alami saya tidak merasa bahagia penuh tekanan dari suami, ancaman dsb.Tiba suatu hari saya bertengkar hebat dgn suami karena dia menuduh orang tua mengajari anak saya untuk berbohong, jd suami saya bertanya pada anak saya " apakah kakek masih merokok ?" anak saya jawab " kakek merokok waktu dulu,sekarang sudah gak", lalu dia tidak percaya di tanya terus anak saya akhirnya anak saya bilang "iya kakek masih merokok". Nah dari situ suami saya marah besar,karena dia berfikir orang tua saya sudah mengajari anak saya itu berbohong, itu adalah tuduhan suami yg tidak bisa saya terima. Anak saya sudah berusia 5,5 thn, ia lg pintar pintarnya. Sungguh saya tidak terima suami saya menuduh orang tua saya spt itu. Saya bekerja,sengaja saya menyuruh keluarga saya pindah semua ke dekat daerah rumah saya, agar anak saya bisa di asuh ibu saya dan saya bisa dengan tenang bekerja, dimana gaji saya bisa saya pakai untuk bantu keluarga saya ( biaya kontrakan, sekolah dan makan sehari2).

Akhirnya suami membuat keputusan sepihak , iya menyuruh saya mencari pengasuh untuk anak saya , karena dia tidak mau anak nya di asuh oleh ibu saya, karena katanya keluarga saya keluarga pembohong, nanti anak saya di ajarkan untuk berbohong.Bila dalam 30 hari saya tidak adapat pengasuh untuk anak saya , maka saya harus berhenti bekerja. Saya tidak mau berhenti bekerja karena saya menanggung semua kebutuhan keluarga saya, jika saya berhenti bekerja keluarga saya bagaimana nasibnya.Tp suami saya tidak mau terima alasan itu, malah saya di suruh tidak memperdulikan keluarga saya , menurut suami saya apabila saya masih membantu mereka, ayah saya pasti akan keenakan dan tidak mau berhenti merokok.Bukannya saya tidak menasehati ayah saya tentang bahayanya merokok, tapi memang kalau ayah saya tidak bisa berhenti merokok lalu saya harus seperti apa ???? tidak mungkin saya tega menelantarkan keluarga saya hanya karena ayah saya tidak bisa berhenti merokok. Saya juga apabila dalam 30 hr itu tidak bisa dapat pengasuh anak saya, dan saya tetap ingin bekerja, suami mengusir saya dari rumah tapi anak saya di larang di bawa oleh saya, kalau saya bawa , dia mengancam akan menyiram muka saya dengan air keras.

Pertengkaran kita di mulai tgl 02 September 2013 , sampai saat ini tgl 24 September 2013 saya tidak tegur sapa dengan suami, karena memang kebiasaan dia jika bertengkar dia selalu abaikan saya.Yang lebih parah sampai saat ini dia juga belum kasih saya uang belanja yang biasa dia berikan kepada saya untuk nafkah saya dan anak kami.Karena saya bekerja , jadi saya masih punya gaji untuk biaya makan saya dan anak saya.Bukan saya tidak berusaha menegur dia,atau beritikad baik dengan dia.Saya buatkan dia sarapan nasi goreng,tp dia menolak untuk memakanya.Apabila weekend dia beli makanan sendiri, dia tidak mau makan masakan saya.Saya juga sudah sms-in dia menegur untuk uang belanja belum dia berikan, tp dia mengabaikan sms saya itu.

Saya juga sudah berusaha minta tolong keluarga besarnya ( bulek dan kakak kandung nya ), karena kedua orang tuanya sudah meninggal.Ternyata hasilnya nihil, mereka tidak mau menasehati suami saya karena mereka tahu watak suami saya itu tidak mau menerima nasehat dari pihak keluarga.Malahan mereka menyarankan apabila sudah waktunya 30 hari dan suami saya mengusir dari rumah, maka sebaiknya saya pergi karena menurut mereka untuk pelajaran suami saya juga.Tapi saran keluarga dia saya harus bawa anak.

Yang saya mau tanyakan :

1) Salahkah saya apabila saya memilih orang tua saya, karena memang saya tidak tega menelantarkan mereka.
2) Masalah anak saya, sungguh saya pastikan jika saya tinggalkan anak saya bersama suami saya, sudah pasti saya akan stres karena kangen sama anak saya sedangkan apabila anak sudah sama dia, pasti saya tidak boleh di ijinkan ketemu dgn anak saya.
3) Misal dia dalam 30 hr tidak buka suara/tidak beri keputusan, maka salahkah saya apabila saya coba bertahan sampai 3 bulan, jika dlm 3 bln tetap sama saja, maka saya tidak mau bicara panjang lebar, saya langsung ke pengadilan agama menggugat cerai dia. Apakah saya salah jika saya menggugat cerai dia ??

Mohon sekali nasehat nya karena saya sangat terpukul di suruh suami pilih antara keluarga saya ( yang tidak mampu ) atau anak saya ( yang darah daging saya ).

JAWABAN

1. Tidak salah. Bahkan kalau memang Anda satu-satunya tulang punggung orang tua, maka adalah wajib memafkahi mereka.
2. Kalau anda memutuskan untuk bercerai melalui pengadilan, maka anak akan ikut ibunya.
3. Tidak salah. Anda dapat melakukan gugat cerai karena syarat-syarat untuk melakukan gugat cerai, seperti KDRT, sudah terpenuhi.

Sebagai tambahan, kesalahan anda dalam memilih suami bukan karena kurang lamanya masa berpacaran, tapi karena kesalahan dalam metode memilih. Seharusnya, Anda melakukan investigasi akan kepribadian dia dari orang-orang terdekatnya. Tentang plus minusnya. Cara ini akan jauh lebih mudah dan lebih efektif serta lebih islami.

Lebih detail lihat artikel berikut:

- http://www.fatihsyuhud.net/2013/10/hukum-gugat-cerai-khuluk-dalam-islam/
- http://www.alkhoirot.net/2012/10/perceraian-dan-talak.html



Cari artikel lain:




Copy link berikut untuk referensi kutipan:

Jangan lupa baca yang ini juga ..