Saturday, November 08, 2014

Suami Playboy dan Beri Nafkah Sedikit


Suami Playboy dan  Beri Nafkah Sedikit
ISTRI SETIA TAPI SUAMI SUKA SELINGKUH

Assalamualailum.wr.wb..

Yang terhormat bapak / ibu ustadz /ustadzah pengasuh konsultasi pp al khoirot malang.
Pernikahan kami sudah berjalan lebih dari 18 tahun, Pada usia perkawinan yg ke 5, kami telah dikaruniai 3 orang anak yg alhamdulillah mereka adalah anak2 yg baik, sopan, dan InShaa Alloh sholeh dan solehah.. Suamiku adalah PNS yg perjalanan karirnya cukup lumayan, terlebih ia adalah sosok yg supel mudah bergaul, cukup cerdas dan tegas.. Aku sendiri kebetulan juga PNS yg berkarir di bidang profesi, dg prestasi yg lumayan, ... Pendeknya kami tampak sbg keluarga yg terhormat, bahagia dan berkecukupan.. Sampai usia ke 7 perkawinan kami semua baik baik saja, semua kesulitan alhamdulillah dapat kami atasi bersama.. Kami sudah memiliki rumah pribadi dan kendaraan yg mrpkan hasil kerja kami sendiri,.. Selama 9 tahun itu pula saya dengan ikhlas menjalani peran ganda saya, sebagai ibu rumah tangga sekaligus wanita karir.. Dan saya bangga menjalaninya, saya begitu menikmati peran saya utamanya sbg ibu rumah tangga.. Saya mengasuh ketiga anak saya sendiri tanpa bantuan babysitter,,

TOPIK KONSULTASI ISLAM
  1. ISTRI SETIA TAPI SUAMI SUKA SELINGKUH
  2. MASUK SMP HASIL SUAP, BAGAIMANA STATUS GAJI DARI PEKERJAAN?
  3. CARA KONSULTASI SYARIAH ISLAM
saya berusaha mengatur waktu agar tetap dapat menjalankan kedua peran saya tsb.. Saya harus tetap bekerja meskipun seringkali dengan membawa anak2 ke kantor... Alasannya tentu saja karena saya juga harus membantu suami untuk mencari nafkah agar kami dapat memberikan penghidupan yg layak buat anak2 kami.., kala itu Alhamdulillah saya menjalaninya dg penuh keihlasan karena saya amat menyayangi keluarga kami... Meskipun kebetulan saya memiliki penghasilan yg lebih besar dibanding suami saya..

Dan barangkali perlu pengasuh ketahui bahwa sejak awal pernikahan kami gaji suami saya hanya tinggal bbrp ribu saja karena harus dipotong hutang bank yg kata suami untuk keperluan pernikahan kami, dua tahun pertama pernikahan, kami msh tinggal di kota yg berbeda.. Saya msh bersama orangtua karena hrs menyelesaikan kuliah, dan suami harus bekerja sbg pns di daerah.. Biaya hidup dan kuliah saya pada waktu itu juga msh ditanggung oleh orangtua saya, sesekali suami datang dan mengirimkan uang yg mohon maaf msh blm cukup untuk memenuhi kebutuhan saya.. Dua tahun kemudian saya sudah mulai bekerja di kota yg sama dg suami..

Alhamdulillah penghasilan saya cukup lumayan dan utuh tanpa potongan hutang, ditambah penghasilan saya di luar jam kantor, dalam waktu setahun saya sudah bisa beli mobil meskipun mobil jelek yg penting bisa kami pakai u keperluan setiap hari .. Kbtulan di daerah ini juga tinggal mertua saya dg jarak kurang lebih 30KM.. Dan hampir setiap minggu kami mengunjungi beliau.. Pendek kata 7 tahun pertama perkawinan kami, bukan bermaksud u sombong,, saya memiliki kontribusi yg jauh lebih besar dalam hal finansial rumah tangga..

Anehnya... Sejak awal menikah suami tidak pernah memberikan gaji dan penghasilannya kpd saya.. Padahal meskipun sedikit ingin sekali saya merasakannya.. Suami baru memberikan uangnya apabila saya meminta misalnya untuk beli susu anak2 atau untuk beli kebutuhan yg lain.. Tetapi saya tidak pernah protes, karena saya memaklumi karena gaji pns bisa diperkirakan berapa.. Lg pula suamiku juga punya kebutuhan sendiri, meskipun terkadang dia juga "meminjam" dari uang saya untuk keperluan2 ttt pd saat dia tidak ada uang.. Dan itu saya tidak pernah menagih untuk dikembalikan. Dan pd saat suamiku sudah kehabisan uang gajinya tentu saja semua kebutuhan tumah tangga saya yg penuhi mulai dari belanja harian, susu u anak, listri air, bayar pembantu, dll.. Dan gaji suami lebih banyak dipakai untuk kebutuhan suami sendiri dan membelanjakannya Sesuai apa yg dia inginkan,.

Kira kira hampir bersamaan dg usia perkawinan kami yg ke 7....saya mendapatkan firasat buruk dari mimpi saya.. dalam mimpi itu saya melihat seekor ular yg teramat besar berada tepat di jendela kamar saya dan suami.. Ular itu melilitkan badannya pd besi terali jendela sambil memandang saya dan menjulurkan lidahnya... Entah kenapa saya merasakan sesuatu yg tidak biasanya.. Terus terang pd saat itu saya mersa ada yg hilang dalam diri saya ttp saya belum menemukan jawabannya,, mungkinkah ada perempuan lain dalam rumah tangga kami? Aaah tidak mungkin.. Saya berusaha membuang jauh2 pikiran itu

Dua bulan kemudian saya mendapatkan tugas belajar ke luar kota..h Akibatnya kami harus hidup berjauhan lagi.. selama saya tugas belajar (4 tahun) saya membawa serta ketiga anak kami.. sementara saya menjalani tugas belajar anak2 juga sudah mulai sekolah.. Waktu kami jalani secara terpisah,, saat menjalank tugas belajar tentu saja penghasilan saya berkurang, ttp saya mendapatkan dana tunjangan belajar tiap tahun sebesar 25jt, dg gaji saya tiap bulan pastilah cukup untuk memenuhi kebutuhan saya sendiri.. Saya pikir inilah saat yg tepat bagi saya untuk meminta peran tggjawab suami untuk memenuhi kebutuhan hidup saya dan anak2 kami.. Meskipun saya lihat cukup berat, rupanya suami saya terus berusaha untuk memenuhinya.. Tentu saja dirasakan amat berat karena dia harus menanggung sendirian tanpa ada lagi kontribusi dari saya... Saya berusaha untuk mengambil hikmahnya,, barangkali inilah rencana Alloh untuk menunjukkan kpd suami saya bahwa kebutuha rumah tangga itu teramat kompleks dan sesungguhnya itu menjadi tanggung jawab penuh suami..

Beberapa bulan setelah kami menjalani hidup berjauhan,, dan hanya sekali atau 2 kali sebulan suami mengunjungi kami ,, tiba2 tanpa saya sengaja saya mendapati bunyi sms di handphonenya berupa sms sms mesra dg seorang wanita, bahkan ada sms yg isinya mereka janjian ketemu di sebuah kamar, saya masih ingat betul sms tsb : "kak kemana, kok belum masuk2 juga ke kamar,, saya sudah menunggu dari tadi"..... Oooh... Seketika seperti terasa tersambar petir dan pikiran sayaa sudah sangat jorok thdp mereka berdua... tp bisalah pengasuh tebak bahwa suami tidak mungkin mengakui ada hubungan istimewa dg wanita tsb..

sejak saat itu kehidupan cinta saya mulai kacau .... Meskipun suami tetap rutin mengunjungi kami bahkan kadang tiap minggu suamiku datang,, tp hal itu tetap membekas di benak saya bahwa suami juga sedang menjalani perselingkuhannya .. Seharusnya saya tidak boleh mencurigainya terus menerus,, tp kenyataannya saya tidak mampu melupakannya.. Sangat menyakitkan karena saya pribadi paling benci dg yg namanya selingkuh.. Ini adalah hal yg sangat memalukan dan mènjijikkan bagi saya. Dan untuk urusan seperti ini saya sangat mènjunjung tinggi yg namanya kesetiaan.. Karena menuruntuku kesetiaan akan menjaga iman kita, kesetiaannya akan menuntun seseorang untuk bertanggung jawab.. Dan kesetiaan akan mèjaga kesuciaan rumah tangga.. .

Dan sungguh kekwatiran saya seringkali terbukti ,, rupanya suamiku sudah mulai terjangkit kebiasaan selingkuh.. Saya melihat sendiri bbrp sms sms mesra bahkan terkadang menjurus ke komunikasi layaknya suami istri ... Mulai ungkapan keinginan untuk kencan sampai keinginan untuk tidur berdua,, perasaan saya marah, kecewa, sedih, dan benci bercampur aduk dan bisa ditebak suami selalu mengelak dan mengatakan tidak ada hubungan apa2 dgn mereka (kalo saya hitung sudah belasan wanita yg menjadi teman selingkuhnya) bahakan sampai bbrp minggu yg lalu saya msh menemukan sms mesra dg wanita lain lagi..

Setelah kurang lebih 4,5 tahun, akhirnya saya menamatkan tugas belajar saya.. Saya dan anak2 kembali boyong ke daerah dan saya mulai menjalankan tugas saya di tempat yg baru dg posisi yg baru dan tentu saja dgn penghasilan yg lebih besar (gaji saya masih lebih besar dibanding gaji suami).... Lambat laun saya sudah mulai ilfil dg perilaku suami yg hobby selingkuh dg wanita2 yg berbeda beda.. Belum lg kebiasaannya tidak menyerahkan penghasilannya pd istri , dan baru memberi uang apabila diminta oleh istrinya.. Itupun sering ditunda tunda dan dg jumlah yg selalu tidak pernah mencukupi untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga.. Akibatnya selalu saja penghasilan saya yang akan menutupinya.. Bahkan dg porsi yg lebih besar yaitu antara 70% sampai 80% dari total kebutuhan setiap bulannya.. Bahkan saya tidak sempat menyisihkan uang penghasilan saya untuk memanjakan dan merawat diri bahkan untuk memberikan sedekah pd ibu saya... Dan kenyataan ini sangat terbalik dg suami saya..

Rupanya dg membatasi pemberian pd saya dia msh bisa menyisihkan uangnya untuk melakukan perawatan rambut di salon, rutin refleksi, mentraktir teman2nya, membantu dan memberikan sedekah pd keluarganya.... Rambutnya selalu tampak hitam terawat, beda dg rambut saya yg makin banyak ubannya dan rontok karena kurang terawat.. Demikian juga dg pakaian,, suamiku hobby sekali belanja pakaian2 bagus bermerk dan mahal untuk dirinya, koleksi sepatunya selusin dg harga diatas satu juta.. Tas2nya cukup mahal dan bermerk dg harga diatas satu juta ...Sedangkan saya, penampilan saya ckp sederhana,, pakaian murah dan bukan merk terkenal, sepatu ckp 2 pasang dg harga rata2 200ribu.. .. tidak hanya itu bahkan saya juga harus membayar cicilan mobil dan cicilan rehab rumah sendirian tanpa dibantu suami, karena kedua cicilan tsb memakai atas nama saya... Praktis sejak menikah saya tidak pernah memperoleh nafkah lahir dari suami..., untuk nafkah batin apapun kenyataannya saya harus mengatakan bahwa suami saya tetap menunaikannya..dan saya tidak akan mengeluhkannya....

Saya sering sekali menangis dalam kesendirian saya.. Hanya pasrah dan memohon kekuatan pd yg di Atas..., untungnya anak2 memahami kondisi saya , mereka rupanya juga kasihan dg diri saya tp apa yg bisa mereka lakukan sekarang... Dan terus terang inilah untuk pertamakalinya saya mencurahkan perasaan dan derita bathin saya kepada pengasuh di Al Khoirot.. karena saya sudah merasa tidak mampu lagi menyimpannya sendiri..

perlu pengasuh ketahui, dalam situasi seperti ini, saya msh berusaha meyakinkan pd diri saya bahwa suamiku pasti akan berubah, saya hanya mampu memohon pertolongan Alloh... Dan kira2 dua tahun terakhir saya seringkali tidak bisa mengendalikan emosi dan amarah,, saya sering bicara kasar dan tidak terima dg perlakuan suami,, saya sering meghujat suami dg kata2 kasar saya ,, bahkan pernah terlontar dari mulut saya agar suami menceraikan saya,, bahkan saya sempat berkunjung ke KUA dan mencari informasi ttg tatacara mengajukan gugatan cerai... Astagfirullah... Ya Alloh mohon ampuni aku
Tapi entah karena suami saya yg sabar (suamiku orangnya cukup keras dan pemarah juga sbenarnya)... atau memang kepribadiannya yg tumpul ... Atau karena dia memang merasa bersalah ... Sehingga Alhamdulillah tidak pernah keluar kata2 talak dari mulutnya... Dan sampai saat ini kami msh suami istri yg sah, meskipun saya menjalaninya tanpa rasa dan warna yg indah lagi...

Sebulan terakhir ini saya mèncoba untuk menata diri dan hati saya serta berusaha untuk ikhlas dan selalu memohon pd Alloh swt agar diberikan jalan yg terbaik untuk kami dan anak2..hampir tiap hari saya menangis bahkan sampai menjelang subuh saya msh terjaga..
Saya ingin mendapatkan tanggapan, pencerahan dan saran dari pengasuh atas permasalahan saya tsb.. Sekaligus saya ingin menanyakan ttg:

1. Apa arti mimpi saya melihat ular tsb.

2. Sampai detik ini saya belum yakin apakah suamiku akan menyadari kesalahamnya atau tidak. jangan2 dia sudah menganggap ber sms sms mesra dg wanita lain adalh hal biasa dalam pergaulan.. Atau mungkin bahkan suamiku sudah pernah melakukan zina yg lebih berat lagi ... Naudhubillamindzaliik Astfirullahaladzim yaa Alloh lindungi suamiku dari perbuatan zina yg menjijikkan ini .... Naah apakah menurut pengasuh, apakah sebaiknya saya melanjuntukan rencana menggugat cerai ataukah saya harus bertahan dan mengikhlaskannya ???

3.tentang kewajiban suami membiayai seluruh kebutuhan rumah tangga dan menafkahi istri...,, keyidakmampuan suami mengatasi ini tentu akan berimbas ke saya, akibatnya seluruh penghasilan kerja saya tersedot untuk menutupi kebutuhan tsb.. Terlalu memberatkankan bagi saya termasuk saya harus membayar cicilan biaya rehab rumah dan mobil ( hampir 15 juta u cicilan saja) .. maka apakah scr otomatis mobil dan rumah tsb bisa menjadi milik saya apabila saya bercerai .. Ataukah dibenarkan kalau saya menjualnya dan melunasi semua hutang2 tsb..

4.suami selalu marah kalau saya mengatakan bahwa saya akan menjual mobil dan rumah tsb agar saya terlepas dr jerat hutang.. Menurut pengasuh saya harus bagaimana? Karena kenyataannya suami tidak pernah membantu membayar cicilan tsb, hanya janji2 saja dan ini sudah berjalan 3 tahun ... Padahal saya harus menyiapkan kebutuhan kuliah anak2 saya tahun depan..

5. Terkadang saya kasihan juga kalau suami saya menanggung beban berat tsb sendirian.. Ttp kenapa yg awalnya saya berniat membantu, justru saya yg menderita ... menurut pengasuh, apakah suami saya masih sehat batin dan rohaninya?? Bahkan suami justru mendorong saya untuk lebih giat dan keras lagi dalam bekerja agar penghasilan saya lebih banyak shg bisa bayar cicilan2 tsb .. Akan ttp kemampuan fisik dan waktu saya amat terbatas.. Karena untuk ini saja selain di kantor, saya juga nyambi mengajar diluar jam kantor sampai sore sebanyak 3 kali seminggu.. Dan pd hari minggu saya juga masih bekerja lagi u cari tambahan penghasilan belum lagi pekerjaan rumah yg harus saya selesaikan karena kami tidak selalu ada pembantu...

6. Terkadang saya merasa seperti sapi perahan saja ... Saya lelah dan capek,, tp tidak pernah bisa menikmati hasil kerja saya... Sedangkan suami tidak pernah merasa merampas harta saya (memang benar dia tidak pernah menerima gaji dan penghasilan saya ) tetapi dia bisa menikmayi gaji dan penghasilannya, karena hanya sebagian saja yg digunakan untuk keperluan rumah tangga, selebihnya berasal dari penghasilan saya ... bgm saran pengasuh, apa yg harus saya lakukan ??

7. satu lagi yg terkadang membuat saya emosi adalah sikap dan perlakuannya yg tidak adil kpd orang tuanya dan ibu saya (ayah saya meninggal 5 bln sblm saya menikah) , juga kpd keluarganya dan keluarga saya .. Padahal saya justru seringkali mengingatkan suami untuk memberikan uang pd orangtuanya bahkan saya sering menambahkan dg uang saya sendiri apabila saya lihat jumlahnya kurang pantas.. termasuk menyantuni keponakan2nya , kbtulan ada anak yatim juga ..... untuk ini bgm saya harus menyikapi ? suami sama sekali tidak pernah berinisiatif memberi sedekah kpd ibu saya...

8. Untuk kebiasaan suami yg suka memanjakan diri sendiri seperti belanja barang2 kebutuhannya yg serba mahal dan branded.. Bgm cara mengatasinya ??

9. Satu lagi kebiasaannya adalah berbohong ttg keberadaannya,, misalnya suami sedang makan di restoran dg temen2 kantornya, pas kebetulan saya nelpon ngakunya lg makan di kantin di parkiran .... Atau lagi pijat refleksi, ngakunya lagi nyuci mobil .. . Atau lagi shoping di mall ngakunya lagi dimana atau sengaja gak mau terima telpon. Setiap beli barang baru yg lumayan mahal selalu disembuyikan atau ngakunya dikasi oleh2 dari temennya ... tapi kan semuanya ketahuan pas saya lg bersih2 ada nota belanjanya ada bukti print pembayarannya... NaaH biar sudah ketahuan gitu yaaaa tetep aja gak pernah mengakui...

10. Bgm caranya pak ustadz agar suami saya dibukakan hatinya, matanya ,, ikhlas mengakui semua kesalahan dan kekeliruannya kmd dia bertaubat dan mohon ampun serta tidak lg mengulanginya..

Mohon maaf pak ustadz / pengasuh. cuthatan saya sangat panjang dan pertanyaan saya amat banyak.. ttp sungguh saya sangat membutuhkan bantuan bapak saat ini untuk saya agar tidak keliru mengambil keputusan dan mendapatkan pencerahan dari bapak ... Smoga dimaklumi, rencana besok saya akan mengajak suami untuk bicara dan mencari jaln keluar masalah saya tsb.., bgm caranya agar dia tidak tersinggung ? (suami saya termasuk orang yg egois, dan tidak suka diremehkan perannya, selama ini dia sudah merasa benar dan sudah memberikan uang belanja yg menurutnya sudah cukup,,) bgm bisa cukup pak,, dalam sebulan rata2 yg dia keluarkan u keperluan rumah tangga antara 2 sp 4 jt... Sedangkan anak saya yg paling kecil saja sudah bisa mengkalkulasi kebutuhan kami tidak kurang dari 10juta.. Itupun saya sudah mengupayakan penghematan... Belum lg kalo ada biaya tidak terduga..

Terimakasih pak ustadz atas bantuannya. Wassalammualaikum.wrwb...


JAWABAN

1. Mimpi melihat ular menurut Ibnu Sirin dalam kitab Tafsir Al-Ahlam adalah pertanda musuh, atau wanita atau harta. Apabila ular itu berada dalam rumah, maka berarti musuh anda adalah orang dekat anda. Ini artinya bahwa sosok yang berada di tempat yang paling dekat dengan anda saat ini adalah orang yang telah membuat anda tidak nyaman dan akan tetap membuat anda merasa gelisah dan terzalimi. Orang dekat anda dalam hal ini adalah suami. Namun perlu juga disadari bahwa mimpi itu baru memiliki makna dan dapat dijadikan isyarat petunjuk apabila ia berasal dari malaikat, bukan berasal dari jin atau diri sendiri. Sayangnya, sampai saat ini sulit melihat perbedaan antara ketiga jenis mimpi tersebut. Lihat: Mimpi dalam Islam

2. Kami menyarankan anda memberi satu kali lagi kesempatan bagi suami untuk berubah dan kembali ke pangkuan keluarga dengan sepenuhnya. Dan meminta komitmen dia untuk setia dengan tulus ikhlas pada istri. Namun, apabila ia kembali mengabaikan janji dan kembali berselingkuh, maka tidak poin untuk melanjutkan hubungan rumah tangga ini. Anda wanita mandiri secara finansial, maka tidak ada yang perlu ditakuti untuk berpisah dengan dia. Mungkin kebahagiaan anda nanti setelah berpisah dengannya.

3. Dalam Islam, tidak ada harta gono-gini atau harta bersama. Harta benda atau properti yang dibeli oleh istri maka ia sepenuhnya menjadi milik istri. Demikian juga sebaliknya, harta benda milik suami sepenuhnya menjadi milik suami. Oleh karena itu, apabila rumah dan mobil itu memang hasil jerih payah anda 100 % maka anda berhak menjualnya. Namun kalau ada kontribusi dari suami, maka tentu sebagian harta itu adalah milik suami sesuai prosentase kontribusinya. Lihat: Harta Gono gini dalam Islam

4. Kalau memang mobil dan rumah itu milik anda dan anda merasa berat menanggung hutangnya, maka menjual mobil dan rumah tersebut merupakan ide dan solusi yang bagus. Selain itu, dengan menjual mobil itu diharapkan 'avonturir' suami anda dengan sejumlah wanita bisa dihentikan atau setidaknya dikurangi. Kami berasumsi suami anda suka bermain perempuan karena termotivasi adanya fasilitas penunjang seperti mobil. Itulah sebabnya dia marah ketika mendengar rencana anda untuk menjual mobil.

5. Hidup hanya sekali, maka sebaiknya anda menjaga kegiatan keseharian anda tidak hanya untuk mencari harta sebanyak mungkin sampai mengorbankan waktu istirahat dan ibadah. Bagi waktu anda secara seimbang untuk bekerja, bersilaturrahmi dengan kerabat, beribadah, dan bersedekah (walaupun sedikit). Bersedekah pada para kerabat yang miskin akan membuat hidup anda lebih berwarna dan membahagiakan.

6. Tekan kebutuhan sehari-hari sehingga nafkah dari suami sudah bisa mencukupi kebutuhan sehari-hari. Hidup sederhana akan lebih membahagiakan. Atau kalau suami tidak setuju, maka minta pada suami agar menambah belanja bulanannya.

7. Ini masalah yang tidak terlalu penting dibanding masalah perselingkuhan suami atau nafkah suami yang kurang. Dan ini bisa dibahas nanti apabila dua hal pertama sudah beres. Namun kalau anda ingin membahasnya juga dengan dia, maka anda tinggal mengkomunikasikan hal ini padanya.

8. Kebiayaan tampil modis itu ada kaitannya dengan kebiasaan buruk dia yang suka berganti-ganti perempuan. Dia membutuhkan penampilan prima untuk merayu perempuan matre dan itu dimulai dengan gaya berbaju yang perlente. Anda tidak bisa menghentikan kebiasaan ini selagi dia masih ingin menjadi playboy.

9. Kebiasaan menjadi playboy yang gonta-ganti pacar memang akan mengharuskan dia untuk selalu berbohong pada istri. Dan dia dalam hati tentu merasa beruntung karena mempunyai istri yang sabar dan rela dikelabui terus menerus. Suami bisa transparan dan jujur pada istrinya adalah apabila dia tidak memiliki kebiasaan buruk di luar rumah. Yang dimaksud kebiasaan buruk antara lain berselingkuh ( berzina dengan pacar atau psk), narkoba dan clubbing, dll.

10. Kami berasumsi bahwa dia memiliki kebiasaan ganti-ganti pasangan sejak sebelum menikah dengan anda. Kalau benar, maka akan sangat sulit merubah kebiasaan tersebut. Itulah sebabnya, kami menyarankan agar anda bersikap tegas padanya dengan ketegasan yang bijaksana yaitu
(a) meminta dia berjanji untuk setia, transparan dan jujur mulai hari ini dan kalau itu dilakukan anda berjanji untuk memaafkan dan melupakan masa lalu. Kejujuran itu meliputi uang gaji, peningkatan nafkah lahir, dan teman-teman wanita.
(b) kalau ternyata dia tidak sanggup memenuhi janji; atau sanggup tapi menyalahi janji tersebut, maka anda harus bersikap tegas untuk meminta cerai atau melakukan gugat cerai ke Pengadilan Agama.

CATATAN PENTING:

Pada dasarnya akan sangat sulit bagi suami anda untuk merubah gaya hidup glamornya dengan pakaian bagus dan banyak wanita. Oleh karena itu, saran kami pada anda agar memberi kesempatan sekali lagi itu sebenarnya hanya bersifat formalitas saja; karena dia akan menolak komitmen itu baik secara sembunyi atau terus terang.

Oleh karena itu, anda harus siap mental dengan solusi terburuk yaitu perceraian.

Perlu anda sadari, bahwa anda sebenarnya memiliki posisi tawar yang tinggi dalam rumah tangga karena anda independen secara finansial. Yang membuat anda lemah tampaknya adalah anda tidak bisa independen secara cinta. Dengan kata lain, cinta anda lebih besar pada suami dibanding cinta suami pada anda. Ini yang membuat posisi anda lemah. Anda harus berani untuk membuang rasa cinta yang besar itu untuk me ncapai kebahagiaan di masa depan dengan cara bersikap tegas pada suami. Tampaknya, tidak ada lagi rasa suami pada anda atau kalaupun ada itu sangat sedikit. Oleh karena itu sangat kecil kemungkinan dia akan bisa setia ke depannya.

Anda masih punya kesempatan untuk hidup berbahagia kalau anda bisa lepas dari bayang-bayang suami dan mengarungi hidup baru dengan merubah semua gaya hidup yang ada sekarang. Kami melihat gaya hidup keluarga dengan gaji yang didapat tidak seimbang, terlalu boros. Silahkan anda ajak suami untuk merubah gaya hidup hedonistik, menuju gaya hidup sederhana yang berkecukupan. Kalau dia tidak mau, anda harus bisa melakukannya dengan atau tanpa dia.[]

_____________________________


MASUK SMP HASIL SUAP, BAGAIMANA STATUS GAJI DARI PEKERJAAN?

Assalamualaikum , ustadz saya mau tanya akhir-akhir ini saya merasa tidak nyaman atau merasa gelisah dengan pekerjaan saya, alasannya karena saya melamar pekerjaan tersebut dengan menggunakan ijazah dan pendidikan saya yang sudah "terkontaminasi" oleh praktek suap yang dilakukan orang tua pada saat saya akan masuk sekolah menengah pertama ( SMP) dan pada saat itu saya masih kecil (belum balig). Namun begitu masuk SMA , perguruan tinggi sampai mendapatkan pekerjaan , alhamdulillah saya tidak melakukan perbuatan itu lagi. Yang ingin saya tanyakan ustadz

1. apakah pekerjaan saya tersebut halal atau haram ? karena saya melamar pekerjaan tersebut dengan menggunakan ijazah dan pendidikan yang " terkontaminasi" oleh praktek suap pada saat masuk SMP.

2. apakah tepat apabila solusinya untuk mendapatkan pekerjaan, saya tidak boleh menggunakan ijazah dan pendidikan saya? hal tersebut dilakukan untuk memutus mata rantai antara pedidikan/ ijazah dengan pekerjaan saya.

3. kalau saja pekerjaan tersebut tidak halal, apakah boleh saya menggunakan uang dari hasil pekerjaan tersebut untuk memebeli mahar/ maskawin untuk pernikahan ? dan apakah sah nikahnya menurut agama?
sekian ustadz terimakasih

JAWABAN

1. Pekerjaan yang anda lakukan sekarang adalah halal. Praktek suap agar lolos masuk SMP itu adalah dosa. Tapi dosa tersebut berhenti sampai di situ, tidak menjalar sampai pada gaji pekerjaan yang sekarang. Asal kerja sesuai prosedur di perusahaan tersebut maka gaji anda halal karena ijazah hanyalah perantara, yang terpenting dalam pekerjaan adalah pemberi kerja itu puas dengan hasil kerja anda.

2. Tidak tepat dan tidak perlu melakukan hal tersebut.

3. Gaji anda halal dan boleh untuk membeli apapun dengan syarat (a) anda bekerja dengan baik, tidak korupsi dan manipulasi, tidak bolos, dan tidak melanggar aturan perusahaan; (b) perusahaan tempat anda bekerja tidak menjual barang haram seperti narkoba, minuman keras, daging babi, dll.

Baca detail soal ini pada artikel berikut:
- Hukum Gaji PNS yang Diterima Karena KKN
- Hukum Ijazah Siswa Yang Ujiannya Sebagian Hasil Nyontek



Cari artikel lain:




Copy link berikut untuk referensi kutipan:

Jangan lupa baca yang ini juga ..