Saturday, January 03, 2015

Suku Sunda Minang, Hubungan Tidak Direstui


Suku Sunda Minang, Hubungan Tidak Direstui
KARENA ADAT MINANG, PRIA TIDAK BOLEH NIKAH DENGAN WANITA SUNDA

Assalamualaikum,
Saya seorang perempuan usia 27th. Saya berteman dengan seorang laki2 selama lebih dari 6 tahun. Sekitar 3 tahun yang lalu, teman saya tersebut berniat untuk melamar dan menikahi saya, karena kami sudah merasa saling cocok dan ingin menghindari fitnah. Selain itu, selama ini kami pun merasa sangat yakin, karena kami merasa dapat saling mengingatkan dalam hal ibadah ataupun tentang kehidupan sehari-hari.

Alhamdulillah pada saat itu ayahnya (sekarang sudah almarhum) sangat mendukung keputusannya. Namun, ibunya tidak dapat merestuinya begitu saja. Ibunya tersebut mengajukan beberapa persyaratan (tentang pekerjaan dan besaran penghasilan) kepada saya. Alhamdulillah secara bertahap semua persyaratan itu pun dapat terpenuhi.

TOPIK KONSULTASI ISLAM
  1. KARENA ADAT MINANG, PRIA TIDAK BOLEH NIKAH DENGAN WANITA SUNDA
  2. INGIN MENIKAH, TAPI RAGU BIAYA
  3. IBU SUKA IKUT CAMPUR URUSAN RUMAH TANGGA
  4. NIAT MANDI JUNUB
  5. SERUMAH BUKAN MUHRIM, HALAL ATAU HARAM?
  6. MIMPI MENOLAK DIJODOHKAN
  7. CARA KONSULTASI SYARIAH ISLAM

Sampai akhirnya setiap ada kesempatan, teman saya tersebut meminta izin ibunya, namun ada saja alasan ibunya untuk tidak merestui. Pada akhirnya kami mengerti bahwa alasan sebenarnya adalah karena saya bukan berasal dari suku yang sama dengan mereka (saya sunda dan mereka minang), karena jika teman saya tersebut tetap menikahi saya, maka status sosial ibunya pun dianggap akan turun di kaumnya. Bukan hanya teman saya saja yang berusaha mengingatkan ibunya tentang pernikahan dalam Islam, ayahnya dan beberapa orang keluarganya pun mencoba membantu memberikan pandangan kepada ibunya, namun ibunya justru tetap melawan dan bersikeras dg aturan adatnya. Hingga akhirnya ayahnya tersebut meninggal pada bulan februari lalu karena sakit darah tinggi dan stroke yg telah lama dideritanya.

Beberapa bulan setelah kematian ayahnya, ibunya tersebut tiba-tiba saja menelepon saya dan menteror beberapa kali agar saya menjauhi anaknya. Beliaupun mengatakan bahwa beliau sudah bertanya kepada seseorang disana tentang masa depan kami, dan ia menjawab bahwa kehidupan saya dan teman saya tersebut akan sengsara jika kami nekad untuk menikah.

Dan ternyata hal itu tidak berhenti sampai disitu. Ibunya tersebut dengan teganya menyebarkan fitnah kepada beberapa orang yang juga mengenal saya bahwa saya selama ini memakai guna-guna atau sihir untuk memperdaya teman saya, dan membuat ayah teman saya sakit hingga beliau meninggal. Padahal saya berani bersumpah demi Allah, jangan melakukannya, berniatpun tidak pernah ada dalam pikiran saya, dan saya pun memang tidak mengerti apa dan bagaimana cara-cara menggunakan sihir seperti yang dituduhkan kepada saya.

Untuk menghindari teror, cacian, dan fitnah yang lebih kejam lagi dari ibu dan beberapa orang keluarganya yang lain (termasuk adik-adiknya), teman saya dan saya saat ini berpura-pura sudah tidak pernah berhubungan lagi. Namun, saat ini ibunya dan juga beberapa orang kerabatnya ingin menjodohkan teman saya dengan wanita lain yg berasal dari suku yang sama dengan iming-iming status sosial tinggi dan juga posisi mereka di mata kaumnya. Namun, teman saya tersebut tetap menolak perjodohan tersebut dengan alasan masih ingin berkonsentrasi kerja. Teman saya menolak perjodohan tersebut semata-mata selain karena kami memang masih berniat menikah, iapun tidak ingin menikah karena hanya dengan alasan status sosial ataupun harta. Saya dan teman saya akhirnya melaksanakan shalat istikharah berkali-kali. Alhamdulillah, tekad kami malah semakin kuat untuk menikah apapun rintangannya.

Yang ingin saya tanyakan adalah;
1. Apakah calon suami saya tersebut akan menjadi anak durhaka jika tetap pada pendiriannya untuk menikahi saya?
2. Apakah doa atau perkataan buruk ibunya akan diijabah Allah? Mengingat setahu saya, doa ibu adalah salah satu doa yang akan diijabah.
3. Apa yg harus saya lakukan untuk menghadapi fitnah dan cercaan ibunya dan juga adik-adiknya?
4. Jika kami tetap nekad untuk menikah, apakah sebaiknya kami memberitahukan ibunya terlebih dahulu atau sesudah menikah saja? Karena besar kemungkinan ibunya akan mengacaukan ataupun menggagalkan pernikahan kami nantinya dengan berbagai cara.

Sekian pertanyaan dari saya. Saya benar-benar sangat mengharapkan jawabannya agar kami dapat menikah dengan lebih tenang dan tanpa beban ataupun ketakutan akan umpatan dari ibunya. Terima kasih sebelumnya.
Wassalamualaikum.


JAWABAN

1. Pada dasarnya taat pada orang tua itu wajib. Namun dalam kasus perkawinan, orang tua wajib merestui pilihan anaknya kecuali kalau ada sebab agama seperti calonnya tidak taat dan nakal, dll. Ini artinya, anak tidak dianggap durhaka kalau tidak mengikuti keinginan ibunya dalam soal pilihan calon istri. Namun demikian, hendaknya jaga ucapan dan perilaku agar tidak sampai menyakiti hati ibu. Tetaplah hormat padanya. Baca detail dan dalilnya: Menikah Tanpa Restu Ibu, Apakah Durhaka?

2. Doa ijabah adalah doa orang yang dizalimi menurut sudut pandang syariah. Dalam konteks di atas, ibu tidak dalam posisi dizalimi.

3. Tidak perlu ditanggapi. Caranya, hindari bertemu dengan mereka kecuali sangat penting. Nanti, ketika anda berdua sudah punya anak, maka diharapkan si ibu akan luluh hatinya.

4. Kalau memberitahu ibunya setelah nikah itu lebih baik, maka lakukan. Karena ibu pengantin pria itu tidak ada sangkut pautnya dengan keabsahan pernikahan. Baca detail: Pernikahan Islam

___________________________


INGIN MENIKAH, TAPI RAGU BIAYA

Asalamualaikum wr....wb.....
Saya berusia 23 tahun sudah siap menikah tetapi saya masih ragu. dari segi keuangan dan lain lain mohon sarannya pak ustadz
Trimakasih Wasalam....

JAWABAN

1. Tidak perlu ragu-ragu untuk menikah. Kalau calon sudah ada maka segeralah menikah. Rezeki akan selalu ada asal anda bukan pemalas dan tidak terlalu pemilih atau gengsian dalam pekerjaan. Selain itu, pastikan anda dan istri siap untuk hidup sederhana di saat kekurangan atau dalam kelebihan. Nabi menganjurkan seorang lelaki muslim untuk segera menikah apabila mampu. Dalam sebuah hadits sahih dari Ibnu Masud riwayat Bukhari & Muslim Nabi bersabda:

يا معشر الشباب من استطاع منكم الباءة فليتزوج فإنه أغض للبصر وأحصن للفرج ، ومن لم يستطع فعليه بالصوم فإنه له وجاء

Artinya: Wahai para pemuda, barangsiapa yang mampu menikah maka menikahlah karena ia dapat menutupi mata dan menjaga kemaluan. Siapa yang tidak mampu, maka hendaknya ia berpuasa karena puasa itu obat.

Dalam kitab Raudlatul Muhibbin dijelaskan bahwa kata 'al ba'ah' bermakna bersenggama atau biaya. Intinya, menikah itu sunnah bagi pria normal, dan wajib bagi yang berpotensi melakukan zina.

Jangan menunggu rejeki banyak dulu, apakah kalau anda tetap miskin sampai tua lalu anda tidak akan menikah? Baca juga: Cara Memilih Jodoh

___________________________



IBU SUKA IKUT CAMPUR URUSAN RUMAH TANGGA

Asslm..wr..wb..
1. saya mau tanya, kalau ibu saya suka ikut campur dalam urusan rumah tangga saya, jadi istri saya suka marah kepada ibu saya itu, jadi bagaimana mengatasinya?
terima kasih

JAWABAN

1. Didik istri anda agar tidak melawan pada mertuanya. Pada saat yang sama berbicaralah baik-baik pada ibu agar tidak terlalu mencampuri urusan rumah tangga anda. Kalau merasa sulit berbicara demikian, mintalah tolong pada orang lain.

___________________________


NIAT MANDI JUNUB

Assalamualaikum Wr. Wb.

1. Ustad saya mau tanya bagaimana tata cara niat mandi junub, ketika saya menyiramkan air ke seluruh tubuh itu niatnya di habiskan waktu siraman pertama ? Atau bagaimana ustad?
Terimakasih. Wassalamualaikum wr. Wb.

JAWABAN

1. Iya, niat diucapkan dalam hati ketika basuhan atau siraman pertama. Baca detail: Cara Mandi Junub
___________________________


SERUMAH BUKAN MUHRIM, HALAL ATAU HARAM?

Assalamum alaikum wr.wb
1. apa hukumnya 1 rumah bukan muhrin (Cuma serumah) tidak berzina?

JAWABAN

1. Itu namanya kholwat. Dan khalwat hukumnya haram walaupun tidak melakukan apa-apa. Baca detail: Khalwat dalam Islam

__________________________


MIMPI MENOLAK DIJODOHKAN

Assalamualaikum ustadz, saya ingin bertanya tentang mimpi yang saya alami. Saya bermimpi ini pada pukul 7 malam sekitar satu jam hingga saya terbangun. Kala itu saya bermimpi dijodohkan dengan orang tua dan hampir menikah tapi karena saya tidak suka maka saya menolak rencana tersebut dan memilih bersama dengan orang yang saya sukai yg sudah 10 tahun lamanya karena dia adalah cinta pertama saya. Awalnya bapak saya marah tapi beliau luluh dan ingin menanyakan kesanggupan orang yang saya sayangi tersebut apakah memang sudah siap untuk menikah dengan saya. Begitulah mimpinya, pak ustadz.

Memang kesannya naif tapi ini benar terjadi, setelah 10 tahun berpisah saya bertemu kembali dengan cinta masa kecil saya dan dia sempat mengutarakan cinta dengan saya. Karena saya tahu dia blm siap untuk menikah dikarenakan masih kuliah maka saya tidak terlalu menganggap serius perkataannya.

Namun tidak dapat dipungkiri bahwa saya masih sayang dengannya. Dan saat ini hubungan kami kali ini mengalami sedikit lost contact.

Yang saya tanyakan
1. apa arti mimpi pada malam hari ??
2. apakah itu ada artinya ustadz??
3. saya pernah baca tapi saya lupa sumbernya mimpi di malam hari itu ada artinya tidak seperti di waktu siang. Dan jika mimpi itu bersumber dari 3 kemungkinan yakni datang dari Allah, datang dari syaitan, ataukah hanya bunga mimpi saja, mimpi saya ini bersumber dari yang mana?

terima kasih atas jawabannya pak ustadz, semoga amal baik ustadz diterima Allah SWT.
R - Semarang

JAWABAN
1. Mimpi pada malam hari tidak menjamin itu mimpi yang benar. Secara umum, mayoritas mimpi berasal dari diri sendiri atau jin/setan baik mimpi pada malam hari atau siang hari.

2. Wallahua'lam. Namun kemungkinan besar mimpi anda berasal dari diri sendiri. Karena itu tidak ada artinya.

3. Lihat poin 2. Baca detail: Mimpi dalam Islam



Cari artikel lain:




Copy link berikut untuk referensi kutipan:

Jangan lupa baca yang ini juga ..