Saturday, March 07, 2015

Godaan Syaitan Menyalahkan Allah


Godaan Syaitan Menyalahkan Allah

GODAAN SETAN UNTUK MENCELA ALLAH

Assalammualaikum. saya IN 24 tahun berlokasi ditangerang, posisi saya tidak bekerja saat ini karena sakit.

saya ingin bertanya kepada pak ustadz. Sebenarnya saya malu untuk menceritakannya, tetapi saya ingin mendapat pencerahan tentang islam agar saya tdk jauh melangkah. Akhir-akhir ini sudah 3 minggu saya mengalami rasa ketakutan dan kecemasan yang berlebih, saya seperti orang depresi, mulanya saya sakit maag yang tak kunjung sembuh, sering kambuh, hingga suatu hari maag saya kembali kambuh, biasanya saya memanggil dokter peribadi saya, tapi kebetulan hari itu teman saya bidan sedang ada drumah saya, disuntik


TOPIK KONSULTASI ISLAM
  1. GODAAN SETAN UNTUK MENCELA ALLAH
  2. SUAMI TIDAK MEMBERI NAFKAH
  3. NIKAH TERPAKSA APAKAH SAH?
  4. CARA KONSULTASI SYARIAH ISLAM

Lha saya sebenarnya ragu untuk disuntik, hingga akhirnya saya mau juga disuntik tapi ujungnya hati saya tidak enak, dipikiran saya, saya takut mati karena tidak konsultasi dengan dokter peribadi saya. Dari situlah pak semangat saya hilang seketika, jantung saya berdetak kencang, tidur pun tak pernah bisa nyenyak, hati terasa tidak enak, gelisah selalu. Saya sudah berusaha melawan semua itu , sempat sembuh selama 2minggu, tapi itu terjadi lagi

parahnya sekarang saya tidak bisa berpikir positif , saya sudah mengaji menjalankan shalat bahkan shalat sunah mengharap mendapatkan ketenangan, tapi tak kunjung datang, alhasil saya menjadi ragu dan takut untuk shalat dan mengaji karena itu tidak merubah apapun, dan ketika saya berdzikir saat saya sudah tak bisa lagi menahan rasa ketakutan saya, entah bisikan setan dari mana hati saya dan otak saya mengatakan Allah bodoh, disitu saya sangat takut sekali pak ustadz jantung saya berdenyut sangat kencang ketika saya mengingat hal itu dan berfikir yg macam-macam, sepertinya mindset saya sudah terekam seperti itu.

saya seperti kehilangan arah. rasanya otak kepala saya dipenuhi pikiran negativ, dipenuhi rasa ketakutan dan kecemasan akan sesuatu yAng belum terjadi (masa depan). Entah mengapa saya menjadi paranoid sekarang, ketika saya tenang dan sadar saya seperti tidak dapat melupakan rasanya ketidak nyamanan hati dan jantung saya yang selalu berdenyut kencang hingga sesak napas. Mental saya menjadi lemah untuk menonton berita yang ada pembunuhannya pun saya merasa takut, saya takut berfikir yg tidak-tidak dan saya takut akan melakukan hal itu.

saya benci diri saya dalam kondisi yg sudah smpai pada puncak titik kejenuhan mengapa saya bisa berfikir yang macam-macam, padahal nikmat allah mana lagi yg saya dustai ? karena setelah lebaran ini insyaallah saya mempunyai rencana menikah, tapi ujian tak kunjung reda. hidup saya terasa penuh rasa ketakutan dan rasa was-was yang berlebih., saya jadi serba takut untuk menjalani kehidupan ini karena saya sudah terlalu jauh berfikir bahwa saya tidak bisa menerima setiap masalah yang datang,

mohon bantuannya pak,
1. apa yang harus saya lakukan agar saya dapat menjalankan shalat dan mengaji secara tenang tanpa merasa ragu dan menjadi orang yg ceria, berani menjalankan kehidupan ini lagi pak ustadz ?

2. Apakah ini termasuk ujian dari Allah atau bisikan setan yg ingin mengganggu keimanan saya saat saya sedang memperbaiki ibadah saya?

Terimakasih pak ustdz. Mohon bimbingannya


JAWABAN

1. Pertama, sembuhkan penyakit maag anda sesuai aturan, prosedur dan proses yang diberikan oleh dokter. Itulah perintah syariah agar manusia berobat ketika sakit. Sebagian ulama mazhab Syafi'i dan Hanbali bahkan menyatakan bahwa berobat itu hukumnya wajib apabila tanpa berobah dapat membahayakan jiwa (Lihat: Safarini dalam Ghada'i al-Albab, 1/459; baca juga: Hukum Berobat ).

Sambil berobat secara medis, mulailah mengobati jiwa anda juga. Karena penyakit maag juga erat kaitannya dengan masalah kejiwaan.

Anda sedang mengalami masalah depresi dan rasa pesimis. Cara mengobatinya adalah dengan: (a) banyaklah berteman dengan orang yang optimis. Kalau anda tidak bisa menyembuhkan diri sendiri, maka mungkin teman-teman anda dapat membantu anda. ; (b) dalam melakukan ibadah baik berupa shalat fardhu, shalat sunnah, puasa dan mengaji Quran hendaknya diperbaiki niatnya. Niat yang benar adalah untuk mendapatkan ridho Allah. Bukan untuk mencari kesembuhan atau lainnya yang bersifat duniawi. Sekali lagi, ibadah hanya untuk mengharap ridho Allah. Dengan hanya mengharap ridhoNya, maka akan timbul sikap tawakal atau pasrah atas apapun yang terjadi saat ini. Pasrah bukan berarti tidak berusaha, tapi itu sebuah kekuatan relaksasi untuk melawan sikap negatif dalam fikiran kita. Pasrah pada Allah berarti tidak ada lagi 'pemberontakan' dalam diri atas apa yang dialami. Dengan demikian tidak ada alasan bagi diri untuk mencela atau menyalahkan siapapun apalagi Allah.
Dengan demikian, berobat yang sedang dilakukan pun hanya bertujuan untuk memenuhi perintah Allah yang memerintahkan hambaNya untuk berobah dan berusaha. Dengan sikap tawakal dan qona'ah ini, maka hati, mental dan mindset akan mulai mengalami relaksasi dan kekuatan baru dan itu artinya anda dalam proses penyembuhan yang sebenarnya. Keceriaan akan mulai merasuki jiwa dan raga anda secara perlahan.

2. Godaan pada keimanan kita bisa berasal dari bisikan jin/setan atau dari bisikan diri sendiri seperti disebut dalam QS An-Nas ayat 4, 5, 6 "Dari kejahatan (bisikan) syaitan yang biasa bersembunyi, yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia, dari (golongan) jin dan manusia."

Memiliki ambisi dalam hal apapun itu boleh dengan batas tertentu, tapi ambisius itu tidak boleh. Ambisius adalah usaha mencapai sesuatu dengan cara apapun sampai kapanpun tanpa mengenal batasan. Ambisius adalah pangkal dari stress dan depresi.

Baca juga:
- Tawakkal tanda Kekuatan Jiwa
- Jiwa yang Bersyukur
- Akhlak Mulia Hidup Bahagia

_________________________


SUAMI TIDAK MEMBERI NAFKAH

Assalamualaikum ustad saya mau menanyakan pertanyaan yang selalu mengganjal dihati saya. Ustad saya menikah untuk kedua kalinya pernikahan pertama saya gagal dan mendapatkan 1 orang putra dan pada pernikahan kedua ini saya mendapatkan seorang putri, yang ingin saya tanyakan

1. apakah kewajiban dari mantan suami saya karna saya mempunyai seorang putra

2. Saya masih tinggal di rumah orang tua saya saat ini, dan suami saya mengasih nafkah hanya sekedarnya, dan saat saya minta saja... paling besar dia memberikan 7000/hari dan kadang tak perduli dengan anak hasil pernikahan saya yang pertama.. saya sering bicarakan ini tapi malah suami saya marah dan bilang dia tidak punya uang padahal saya tau di tabungannya ada uang ustad

3. bagaimana cara merubah sifat suami saya ini dan bagaimana sebenarnya hukum nafkah seorang suami terhadap istrinya

4. Dulu saya bekerja dan saat bekerja suami saya tidak pernah kasih uang ke saya malah jika saya pakai uangnya suami saya minta di ganti uangnya.. apakah ini benar ustad?

5. Setiap saya bicarakan yang ada dia marah2, saat ini saya tidak kerja karna anak kedua saya baru umur 4 bln, tapi saat saya tidak kerja anak saya malah susah jajan ustad karna suami saya tidak perna kasih uang jajan kecuali saat anak saya sekolah... menurut ustad apakah saya harus bekerja kembali?

Mohon jawabannya ustad, agar saya bisa menjadi istri yang baik...terima kasih

JAWABAN

1. Suami pertama sebagai ayah wajib menafkahi putranya. Tapi tidak wajib menafkahi bekas istrinya.
2. Suami wajib menafkahi istrinya, walaupun istrinya kaya. Jumlah nafkah tidak ada standar, namun idealnya yang memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari.
3. Lihat poin 2.
4. Tidak benar.
5. Kalau memang nafkah suami tidak mencukupi, maka istri bisa bekerja kembali.

Baca detail:
- Ayah wajib menafkahi Anak
- Suami wajib menafkahi Istrinya

_________________________


NIKAH TERPAKSA APAKAH SAH?

Assalaamu'alaikum wr wb..,

Kemarin ada kejadian di deket perumahan saya ustadz, setelah kejadian itu.. saya jadi berfikir, apakah hukum nikahnya itu sah..??

kejadiannya begini: ada sepasang pemuda yang belum menikah yang di grebek warga, mereka melakukan hal yang seharusnya belum dilakukan. karena mereka di grebek, maka malam itu, di hadirkan lah kakak lelaki si wanita sebagai perwakilan orang tua nya (ortunya jauh). nah, tuntutan warga saat itu, mereka harus dinikahkan malam itu juga..

maka, dalam keadaan seperti itu, mereka akhirnya dinikahkan,
dengan kakak wanita itu sebagai wali, pemuda itu mempelai pria, ustadz dan pak RT jadi saksi, dan ada mahar berupa uang tunai.

nah, yang mau sya tanyakan,
1. apakah pernikahan itu sah ustaz?? mengingat pernikahan itu sebenarnya dalam keadaan terpaksa, untuk menghindari amuk warga. dalam ijab qabul, si pria hanya menjawab : "saya terima nikahnya dengan mahar tersebut, tunai". hanya begitu saja..
Bagaimana hukum pernikahan tersebut??

karena setau saya sebagai orang awam, semua rukun nikah sudah memenuhi: adanya mempelai ada wali yg sah . ada mahar ada ijab qabul

mohon penjelasa ilmu nya ustadz..

JAWABAN

1. Pernikahan itu sah karena sudah memenuhi syarat sahnya pernikahan. Baca detail: Pernikahan Islam



Cari artikel lain:




Copy link berikut untuk referensi kutipan:

Jangan lupa baca yang ini juga ..