Wednesday, October 07, 2015

Dosa Zina Perempuan Ditanggung Ayahnya?


Dosa Zina Perempuan Ditanggung Ayahnya?
APAKAH AYAH MENANGGUNG DOSA PUTRINYA YANG BERZINA?

Assalamualaikum Wr.Wb
Pak, sebelumnya saya berterimakasih kepada bapak karna sudah meluangkan waktu untuk membaca pertanyaan saya.

Sekitar 4 tahun yang lalu, tepatnya waktu saya berumur 14 tahun, saya pernah melakukan zina dengan seorang laki-laki yang berumur 4 tahun lebih tua dari saya. Waktu itu saya belum tau apa itu zina, bagaimana dosanya, dan apa akibat dari zina tersebut. Saya melakukan dosa besar tersebut, lebih kurang 2 tahun, sampai saya menamatkan pendidikan di tingkat SMP. Tentu saja dosa besar yang saya lakukan itu tidak satupun orang yang mengetahuinya, kecuali kami berdua. Dan diapun berjanji akan menikahi saya suatu saat nanti.

TOPIK KONSULTASI ISLAM
  1. APAKAH AYAH MENANGGUNG DOSA PUTRINYA YANG BERZINA?
  2. PEREMPUAN SELINGKUHAN SUAMI MINTA DINIKAH
  3. MIMPI DAPAT MELIHAT MAKHLUK GHOIB
  4. CARA KONSULTASI SYARIAH ISLAM

Dan sewaktu telah SMA saya pun mulai tau apa itu zina, dan saya sadar dan sangat menyesali perbuatan saya tersebut. Dan tidak mau lagi menghubungi lelaki itu dengan alasan mau fokus belajar.

Sekarang saya sudah menjadi mahasiswa. Dan sekitar 1 bulan yang lalu, lelaki itu pun menghubungi saya lagi setelah 3 tahun tidak berhubungan. Tetapi dia tetap seperti dulu, belum berubah menjadi lelaki baik, sholat wajib pun sering dia tinggalkan, dan tidak merasa bersalah sedikitpun krna sudah meninggalkan sholat wajib.

Nah, inilah beberapa pertanyaan saya:
1. Apakah dosa zina yang telah saya lakukan, dosanya juga ditanggung oleh ayah saya? Saya pernah membaca dari sebuah artikel, bahwasanya dosa yang dilakukan oleh anak perempuan, juga ikut ditanggung oleh ayahnya. Jika iya, apa yang harus saya lakukan agar ayah saya tidak ikut menanggung dosa yang telah saya perbuat?

2. Apakah dosa besar yang saya lakukan ini dapat diampuni oleh Allah? Kalau bisa, apa saja yang harus saya lakukan?

3. Apakah perempuan pezina seperti saya boleh menikah? Kalau boleh dengan siapa saya seharusnya menikah? Apakah dengan lelaki yang ada dimasa lalu saya? Jika iya, Saya takut jika saya menikah dengan lelaki itu, saya tidak dapat berubah menjadi lebih baik, karna lelaki itupun masih tetap sama seperti dulu, belum menjadi lelaki yang baik.

4. Apakah tidak memungkinkan saya bisa mendapatkan suami yang sholeh? Sekarang saya sudah jauh berubah dari yang dulu, saya sudah melakukan sholat taubat. Sholat wajib dan mengaji pun insyaAllah tidak pernah saya tinggalkan. Sholat malam pun juga sudah sering saya lakukan. Dan disetiap doa saya selalu bertaubat kepada Allah. Apakah tidak boleh perempuan pezina yang sudah bertaubat mendapatkan lelaki yang baik?

Mohon jawabannya pak, saya sangat menantikan jawaban dari bapak. Terima kasih pak.
Wassalamualaikum Wr.Wb


JAWABAN APAKAH AYAH MENANGGUNG DOSA PUTRINYA YANG BERZINA?

1. Tidak. Ayah atau ibu anda tidak akan menanggung dosa putrinya yang berbuat dosa besar. Allah berfirman dalam QS An-Najm :39 "dan bahwasanya seorang manusia tiada memperoleh selain apa yang telah diusahakannya." Namun demikian, ayah sebagai kepala dan penanggung jawab rumah tangga akan berdosa kalau dia melakukan pembiaran dan tidak mendidik anaknya dengan ilmu agama yang cukup. Allah berfirman dalam QS ِAt-Tahrim :6 "Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka."

Namun dosanya itu karena dia melakukan pembiaran, dan itu berbeda dengan dosa yang dilakukan oleh anaknya.

2. Bisa diampuni asalkan anda melakukan taubat nasuha yaitu tidak mengulangi lagi, memohon ampun pada Allah, taat semua perintah dan menjauhi larangannya. Baca detail: Cara Taubat Nasuha

3. Boleh menikah dengan siapa saja termasuk dengan laki-laki soleh. Yang penting, dia bersedia menikah dengan anda. Baca detail: Bolehkah Wanita Pernah Zina Menikah dengan Pria Baik-baik?

4. Boleh. Tidak ada larangan bagi pria yang pernah berzina menikah dengan pria soleh. Apalagi anda sudah bertaubat. Baca detail: Hukum Menikah dengan Wanita Tidak Perawan (Pernah Berzina)

______________________


PEREMPUAN SELINGKUHAN SUAMI MINTA DINIKAH

Assalamualaikum warrahmatullahi wa barakatuh Selamat siang ustadz/ah Saya ingin berkonsultasi tentang masalah rumah tangga saya. sejak akhir 2013, suami saya berselingkuh dengan perempuan yang juga sudah mempunyai suami. Menurut pengakuan perempuan selingkuhan suami saya, dia memiliki satu org anak dari hubungan dengan suami saya (suami saya tidak mengakui jika anak tersebut adalah anaknya, karena saat itu wanita tersebut masih berhubungan dengan suaminya). Perempuan tersebut minta dinikahi oleh suami saya, sedangkan statusnya masih istri orang lain. (walaupun perkawinan mereka sudah bermasalah sebelum berhubungan dengan suami saya). Sebenarnya saya ingin mengakhiri perkawinan saya, namun saya takut menorehkan trauma pada anak saya yg masih berumur 5 tahun dan sangat dekat dengan ayahnya.

Suami saya saat ini sudah 4 bulan memutuskan hubungan dengan perempuan tersebut. Sedangkan perempuan tersebut masih mengejar suami saya, bahkan berani datang ke rumah kami. Saya saat itu hilang kontrol dan menampar dia satu kali karena dia terus merayu suami saya di depan saya dan beberapa kali menghina kami.

Yang ingin saya tanyakan,

1. apakah suami saya wajib menikahi perempuan tersebut?
2. Bagaimana hukum islam atas status anak tersebut, jika mungkin benar itu adalah anak suami saya?
3. Apakah langkah yg harus saya ambil dlm menghadapi permasalahan ini?
4. Saya berusaha baik pada suami dan orang lain dan selalu menjaga aurat dan perilaku saya terhadap orang lain, tetapi mengapa saya diberi ujian seperti ini?
5. Saya pernah mendengar, perempuan yang baik akan memperoleh jodoh yang baik. Apakah jodoh saya ini keliru atau ada yang salah?

Terima kasih sebelumnya. Wassalamualaikum warrahmatullahi wabarakatuh.

JAWABAN

1. Tidak wajib apalagi status wanita itu masih istri orang.
2. Selagi perempuan itu berstatus istri orang, maka anak itu adalah anak dari suaminya.
3. Ada dua pilihan: cerai atau bertahan. Kalau bertahan maka anda harus sabar dengan perilaku suami anda yang mungkin masih belum berhenti sampai di sini.
4. Karena anda salah dalam memilih suami.
5. Perempuan yang baik akan mendapatkan pria yang baik apabila si perempuan memilih laki-laki yang baik. Semua di dunia ini harus diusahakan. Dan jangan salahkan siapapun kecuali diri sendiri yang telah salah memilih suami baik secara sengaja atau tidak.

Baca juga: Cara Memilih Jodoh

______________________


MIMPI DAPAT MELIHAT MAKHLUK GHOIB

Assalamualaikum wr.wb ustadz
Saya perempuan, maaf mengganggu waktu ustadz.jika saya diperkenankan saya ingin konsultasi tentang apa arti mimpi yang saya alami apakah ini ada hubungan dengan kehidupan yang saya jalani menurut syariat islam.

Begini ustadz, akhir akhir ini saya bingung dengan pekerjaan saya, alhamdulillah selama ini saya bekerja di konsultan pajak tapi karena banyak tekanan yg saya alami akhirnya saya berkata pada ibu kalau saya ingin keluar dari pekerjaan saya tetapi dari pihak keluarga, mereka sangat berat mengizinkan saya untuk keluar dari pekerjaan saya, disamping itu juga saya sudah menaruh lamaran di berbagai info lowongan kerja tetapi hasilnya nihil, di setiap saya interview mengapa saya tidak di terima ustadz, sejenak saya berfikir apakah ini memang jalan hidup saya yang sudah di tentukan oleh allah. Dan di pihak atasan saya juga tidak mengijinkan saya resign dari tempat kerja saya. Apakah Allah memang tidak mengijinkan keluar dari pekerjaan saya?

Pada suatu ketika saya bermimpi setelah sholat tahajud saya bisa melihat sesuatu yang tidak dapat dilihat orang. Semacam (makhluk ghoib) dan di dalam mimpi itu ayah saya juga pernah merasakan hal seperti itu dan jika saya dapat melihatnya saya harus bisa melampaui jalan yang di tunjukkan, seperti menaiki batu besar. Jika saya tidak dapat menaikinya saya tidak akan bisa keluar dari jalan yg ditentukan. Alhamdulillah Akhirnya saya bisa melampauinya dan saya bisa melihat sesuatu yang tidak bisa dilihat orang.

1. Di sini saya ingin menanyakan pada ustadz apa arti mimpi tersebut? Supaya saya bisa memantapkan hati bagaimana saya harus menjalaninya?
Terima kasih ustadz sudah meluangkan waktu untuk dapat membaca curhatan saya dan atas perhatiannya, saya berharap email saya dpt di bls udtadz.
Jazakumullah hu khoiron.
Wassalamualaikum wr.wb

JAWABAN

1. Pertama-tama perlu dicamkan dalam hati bahwa seorang muslim hendaknya tidak menyandarkan hidupnya pada mimpi karena mimpi itu bisa berasal dari bisikan setan atau dari khayalan diri sendiri walaupun bisa juga berasal dari malaikat. Seorang muslim hendaknya menentukan langkah hidupnya berdasarkan pada apa yang baik berdasarkan ajaran syariah Islam. Apa yang baik adalah semua hal yang halal. Dan apa yang buruk adalah semua hal yang haram secara syariah. Dalam QS An-Nisa 4:59 Allah berfirman:
.. jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.

Baca detail:

- Bisnis dalam Islam
- Mimpi dalam Islam
- Bisnis dalam Islam



Cari artikel lain:




Copy link berikut untuk referensi kutipan:

Jangan lupa baca yang ini juga ..