Sunday, October 04, 2015

Tuyul dalam Syariah Islam


Tuyul dalam Syariah Islam
HUKUM TUYUL DALAM TINJAUAN SYARIAH ISLAM

Assalamualikum wr. wb

1. Pak ustad saya mau tanya apa hukum tuyul atau sejenisnya menurut Islam?
Awalnya saya tidak percaya dengan hal seperti itu tapi setelah uang saya dan keluarga sering ilang saya jadi mempercayainya. kalau uang ilang, saya yakin itu ulah mereka. Sebelumnya saya kira itu ulah orang rumah tapi kejadian ini terjadi secara terus menerus bahkan sampai satu tahun lebih hingga sekarang.

TOPIK KONSULTASI ISLAM
  1. HUKUM TUYUL DALAM TINJAUAN SYARIAH ISLAM
  2. MERASA SANGAT BERDOSA SETELAH BERZINA
  3. MIMPI HARI KIAMAT
  4. PERNIKAHAN TERPAKSA ISTRI MENOLAK HUBUNGAN INTIM
  5. CARA KONSULTASI SYARIAH ISLAM

Dahulu itu terjadi di rumah kakek saya tapi setelah di panggilkan orang pintar rumah kakek aman. Namun berbeda dengan rumah saya, sudah di panggilkan orang pintar masih saja tetap kehilangan uang. Namun yang sering di ambil hanya uang saya dan kakak perempuan saya. Kalau pelit insya allah keluarga saya tidak, beramal insya allah juga sering. Menggunakan cara Islam dengan mengaji untuk mengusir mereka pun pernah saya lakukan. Tapi masih tetap ada.

2. Jujur saya frustasi dengan keadaan ini pak ustad, saya harus bagaimana pak ustad apa yang harus saya lakukan saya takut kejadian ini malah merusak Iman dan aqidah saya. Atas jawabanya saya ucapkan terimakasih
Wassalamualikum wr. wb.


JAWABAN

1. Belum jelas benar apakah uang anda yang hilang itu dicuri oleh tuyul atau manusia. Kalau memang tuyul yang mencuri uang anda, maka itu merupakan hal yang sangat mungkin. Walaupun istilah Tuyul ini khas orang Indonesia dan Malaysia.

Makhluk ghaib menurut Al-Quran ada dua macam yaitu malaikat dan jin. Malaikat selalu memiliki energi positif, selalu taat pada Allah dan bertasbih padanya (QS Al-Shoffat :166). Sedangkan jin sama dengan manusia yang memiliki energi positif dan negatif. ِ Ada jin muslim dan kafir. Ada jin yang melakukan dan mengajak pada kebaikan (QS Al-Ahqaf :29-30) ada pula yang mengajak dan berbuat keburukan dan dosa (QS Al-A'raf :24-25).

Tuyul termasuk dalam kategori jin yang jahat. Yang berkongsi dengan manusia untuk melakukan kejahatan. Manusia memanfaatkan Tuyul untuk berbuat jahat yakni mencuri uang. Sedangkan Tuyul bersedia membantu manusia karena mereka senang dapat mengajak manusia berbuat kejahatan. Tuyul dalam hal ini termasuk dalam kategori jin yang disebut setan (Arab: syaiton). Al-Syibli dalam kitab Akam Al-Marjan fi Ahkam Al-Jann, hlm. 1/8, menukil pendapat Ibnu Abdil Bar demikian :

الجن عند أهل الكلام واللسان منزلون على مراتب، فإن ذكروا الجن خالصاً قالوا: جني، فإن أرادوا ممن يسكن مع الناس قالوا عامر، والجمع عمّار، فإن كان ممن يعرض للصبيان قالوا: أرواح، فإن خبث وتعزم فهو شيطان، فإن زاد على ذلك وقوي أمره قالوا: عفريت، والجمع عفاريت

Artinya: Jin menurut ulama ahli kalam dan bahasa terdiri dari beberapa tingkatan. Disebut jinni untuk penyebutan secara umum. Untuk jin yang tinggal bersama manusia disebut Amir (jamak, ammar). Yang suka mengganggu anak kecil disebut arwah. Yang buruk perilakunya dan tidak mau berubah disebut setan (syaitan). Apabila lebih dari itu maka disebut ifrit (jamak: afarit). Baca juga: Beda Jin, Setan dan Iblis

2. Kalau cara yang biasa, seperti membaca ayat kursi, Surat An-Nas, Al-Falaq dan Al-Ikhlas pagi dan sore tidak bisa menjadi solusi, maka harus dilakukan cara yang luar biasa. Yaitu, datanglah pada orang yang ahli di bidang jin ini. Coba mereka satu persatu sampai berhasil. Karena kekuatan orang yang ahli di bidang jin ini berbeda-beda. Ada yang cuma bisa melihat tapi tidak bisa mengusir, dan seterusnya. Baca juga: Bacaan Doa Pengusir Setan dan Sihir

Adapun hukum menggunakan ahli jin atau dukun untuk mengusir setan diperinci: hukumnya boleh apabila dalam proses itu tidak ada perilaku yang bertentangan dengan syariah. Contoh yang berlawanan dengan syariah misalnya harus menginjak Al-Quran, tidak boleh shalat, dan semacamnya. Begitu juga, apabila oleh dukun atau ahli jin itu diberi jimat, maka hukumnya juga dirinci: selagi tidak ada hal-hal yang berlawanan dengan syariah maka dibolehkan. Baca detail: Hukum Jimat, Ruqyah, Susuk dalam Islam

___________________


MERASA SANGAT BERDOSA SETELAH BERZINA

Assalamu'alaikum...
Maaf pak saya ingin bertanya tentang berzina.. Saya pernah melakukan hubungan intim dengan mantan pacar saya, entah sudah berapa kali dan sekarang ia tidak ingin bertanggung jawab atau menikahi saya.. Dia memilih wanita lain untuk dinikahinya..

1. Yang ingin saya tanyakan, saya sudah berusaha bertaubat saya sungguh menyesalinya dan saya tidak ingin mengulanginya lagi..saya benar benar menyesal hingga setiap malam dan terkadang saat mengingatnya saya menangisinya terus..apa dosa saya akan di ampuni oleh Allah? Saya sungguh takut akan hukuman yg akan diberikan oleh Allah kepada saya..

2. yang kedua apa saya boleh menikah dengan lelaki lain yang lebih baik dan sholeh? Dia tidak tau tentang masa lalu saya, apa saya harus menceritakan tentang dosa saya berzinah dengan orang lain tersebut? Saya takut jika ia tidak menerima saya dan saya juga takut jika saya akan membohongi dan menyembunyikan dosa besar saya darinya..bagaimana dengan itu?

3. Dan yang terakhir apa saya harus memberitahu orang tua saya tentang semua ini? Saya sekalipun tidak pernah curhat atau konseling kepada orang tua saya.. tapi jika saya terus menyembunyikan ini saya sangat merasa bersalah..bagaimana cara saya untukmenebusnya kepada orang tua saya? Saya sudah berkali kali mimpi buruk dan saya benar benar stres memikirkan hal ini..saya merasa sangat rendah dan hina di hadapan Allah..

Mohon di jawab dan mohon petunjuknya pak, terimakasih banyak..
Wassalamu'alaikum...

JAWABAN

1. InsyaAllah taubat anda diterima asal tidak mengulangi lagi dan ditambal dengan banyak amal soleh baik berupa ibadah yang wajib, sunnah dan yang lain. Baca detail: Cara Taubat Nasuha

2. Boleh dan sah hukumnya menikah dengan pria yang soleh dan baik. Yang penting pria itu menyukai anda. Dan anda tidak perlu bercerita pada pria itu kalau anda pernah berzina karena wajib bagi anda unuk menutup aib artinya membuka aib sendiri itu dosa. Dan sebisa mungkin anda menghindari topik yang terkait dengan masalah keprawanan. Namun kalau pria yang ingin menikah dengan anda itu mendesak anda untuk cerita soal itu, maka sebaiknya anda jawab secara diplomatis misalnya, "Apakah kalau aku tidak perawan lagi kamu tidak jadi menikah denganku?" Setelah itu biarkan mengambang. Intinya pertahankan untuk tidak memberitahu siapapun.

3. Orang tua tidak perlu diberitahu. Kewajiban menutup aib diri sendiri itu berlaku untuk siapapapun termasuk orang tua. Cukuplah anda melapor dan menangis pada Allah saja.

___________________


MIMPI HARI KIAMAT

Assalamualaikum Wr. Wb

Pak Ustad semalam saya bermimpi datangnya hari kiamat. Didalam mimpi saya itu, saya dan orang banyak, menghadapi datangnya kiamat tersebut. dunia berguncang, seluruh rumah terendam air, dan ada lubang yang begitu besar . saat guncangan dan bencana itu terjadi, ada mama saya disamping saya . akhirnya guncangan dan bencana yg terjadi itu berhenti tapi ketika bencananya terhenti, saya tak melihat mama saya ada disamping saya lagi. dan setelah bencana tersebut berhenti, saya dan yang lainnya (orang banyak) berkumpul di pinggir lubang besar tadi, kami sholat dan berdoa pada Allah secara berjamaah .

1. Apa sekiranya arti dari mimpi saya tersebut pak ustad ?
Mohon sekali untuk penjelasannya . Sebelum dan sesudahnya saya ucapkan terima kasih .
Wassalamualaikum Wr. Wb

JAWABAN

1. Mimpi tersebut tergantung dari amal perbuatan anda. Apabila dalam keseharian anda taat menjalankan syariah, maka mimpi itu berita baik. Sebaliknya, kalau anda banyak melakukan dosa, maka mimpi tersebut menjadi peringatan agar anda segera bertaubat dan memperbaiki diri. Baca: Mimpi dalam Islam

___________________


PERNIKAHAN TERPAKSA ISTRI MENOLAK HUBUNGAN INTIM

Assalamualaikum

Bagaimana pernikahan yang dilangsungkan atas dasar keadaan dan terpaksa. Sudah hampir 6 bulan berjalan namun saya tidak pernah menjalani kewajiban saya. Sering kali berkata kasar dan seenaknya sendiri. Namun lelaki yang saat ini menjadi suami saya dalam hal agama lumayan baik, salat tidak pernah tinggal, senang menolong. Hanya saya tidak sanggup lagi untuk bersama lagi, saya mengungkapkan keinginan saya ke orang tua untuk berpisah mereka sama sekali tidak peduli.

1. Apakah baik bagi saya jika ingin membatalkan pernikahan karena hawatir semakin lama akan menambah dosa dan berbuat dosa? Dan pernikahan ini juga bukan keinginan saya tapi atas desakan dari orang tua namun mereka tidak peduli. Apa yang harus saya lakukan? Sudah saya coba namun tidak bisa

JAWABAN

1. Secara syariah, kalau memang anda tidak bisa mencintainya dan tidak sanggup hidup bersamanya, maka tidak apa-apa bagi anda untuk meminta cerai pada suami. Karena, tidak bisa mencintai suami termasuk alasan yang syar'i untuk meminta cerai. Baca detail: Minta Cerai karena Tak Cinta, Bolehkah?

Namun apabila suami tidak mau menceraikan anda maka berarti anda harus melakukan gugat cerai ke Pengadilan Agama. Dan Pengadilan Agama agak sulit mengabulkan permintaan anda untuk cerai karena tidak cinta tidak bisa menjadi alasan untuk bercerai. Baca detail: Cerai dalam Islam



Cari artikel lain:




Copy link berikut untuk referensi kutipan:

Jangan lupa baca yang ini juga ..