Monday, November 23, 2015

Batas Awal dan Akhir Shalat Subuh


Batas Awal dan Akhir Shalat Subuh
BATAS WAKTU AWAL DAN AKHIR SHALAT SUBUH

Assalamu'alaikum ustadz.
1. batas waktu shalat shubuh itu dari jam berapa sampai jam berapa? soalnya saya kadang bangun agak kesiangan.
2. dan apakah yang dimaksud waktu syuruq?
apakah waktu shalat shubuh berakhir sebelum masuk waktu syuruq atau waktu shubuh berakhir tepat ketika masuk waktu syuruq?
soalnya saya punya jadwal waktu sholat dirumah, saya tahu jam berapa masuk waktu sholat zhuhur misalnya dan berakhirnya waktu zhuhur dengan masuknya waktu sholat 'ashar, tapi untuk sholat shubuh saya tidak tahu akhir waktu shubuh.

syukran ustadz.

TOPIK KONSULTASI ISLAM
  1. BATAS WAKTU AWAL DAN AKHIR SHALAT SUBUH
  2. NIAT WUDHU DAN NIAT MANDI WAJIB
  3. HUKUM LALAI SHALAT KARENA SIBUK
  4. PERSENTASE ZAKAT DAN AGAR MUDAH REJEKI
  5. CARA KONSULTASI SYARIAH ISLAM


JAWABAN

1. Nabi bersabda dalam sebuah hadits sahih riwayat Muslim tentang awal dan akhir waktu shalat subuh:

وَوَقْتُ صَلَاةِ الصُّبْحِ مِنْ طُلُوعِ الْفَجْرِ مَا لَمْ تَطْلُعْ الشَّمْسُ فَإِذَا طَلَعَتْ الشَّمْسُ فَأَمْسِكْ عَنْ الصَّلَاةِ فَإِنَّهَا تَطْلُعُ بَيْنَ قَرْنَيْ شَيْطَانٍ

Artinya: Waktu shalat Shubuh adalah dari terbitnya fajar sampai sebelum terbit matahari. Maka apabila matahari sudah terbit, berhentilah dari shalat karena matahari itu terbit di antara dua tanduk syaithan."

Dalam hadits sahih lain riwayat Muslim Nabi bersabda:

وقت صلاة الصبح من طلوع الفجر ما لم تطلع الشمس

Artinya: Waktu shalat subuh dari terbitnya fajar (sampai) belum terbitnya matahari.

Dalam hadits sahih riwayat Bukhari Nabi bersabda:

من أدرك من الصبح ركعة قبل أن تطلع الشمس فقد أدرك الصبح

Artinya: Siapa yang shalat subuh satu rakaat sebelum terbitnya matahari, maka ia dianggap tidak ketinggalan shalat subuh.

Fajar yang dimaksud dalam hadits di atas sebagai awal masuknya waktu subuh adalah fajar shodiq (makna literal: fajar yang benar), bukan fajar kadzib (fajar bohong). Dalam sebuah hadits riwayat Tirmidzi dari Samuroh Nabi bersabda:

لَا يَمْنَعَنَّكُمْ مِنْ سُحُورِكُمْ أَذَانُ بِلَالٍ وَلَا الْفَجْرُ الْمُسْتَطِيلُ وَلَكِنْ الْفَجْرُ الْمُسْتَطِيرُ فِي الْأُفُقِ

Artinya: Janganlah sekali-kali adzan Bilal dan fajar yang melintang pada cakrawala mencegah kamu dari sahurmu.

Hadis ini terkait dengan fajar kadzib. Di mana pada zaman Nabi, biasa dilakukan adzan dinihari sebanyak dua kali. Adzan pertama pada saat fajar kadzib untuk membangunkan orang agar siap-siap; sedangkan adzan kedua pada saat munculnya fajar shodiq yakni saat masuknya awal waktu subuh.

Al-Hajah Duriyah Al-Itah dalam kitab Fiqh Al-Ibadat fi Al-Madzhab Al-Syafi'i, hlm. 1/237, menjelaskan:

والفجر فجران: الفجر الكاذب، وهو الفجر الممتد من الأفق صاعداً إلى الأعلى وسط السماء مستطيلاً بشكل خط وسط السماء يشبه ذنب السرحان (أي الذئب) وتعقبه ظلمة وحقيقته نجوم مجتمعة تظهر قبل الفجر الصادق، أو ما يسمى بالمجرة، ولا يتعلق بالفجر الكاذب حكم في صلاة أو صيام. والفجر الثاني هو الفجر الصادق، سمي كذلك لدلالته على وجود النهار، ويكون نوره مستطيراً منتشراً عرضاَ في الأفق، والأحكام كلها متعلقة بهذا الفجر.

Artinya: Fajar ada dua. Pertama, fajar kadzib yaitu fajar yang memanjang dari cakrawala (ufuk)... yang muncul sebelum fajar shadiq. Fajar kadzib tidak berkaitan dengan hukum apapun dalam shalat atau puasa. Kedua, fajar shadiq, disebut demikian karena ia menjadi petunjuk adanya siang. Dan cahayanya menyebar melebar di ufuk. Seluruh hukum (shalat dan puasa) berkaitan dengan fajar ini. Baca juga: Bimbingan Shalat Lima Waktu

2. Waktu syuruq adalah waktu setelah terbitnya matahari dan setelah hilangnya waktu terlarang untuk shalat sunnah. Waktu syuruq menandai bolehnya shalat dhuha. Baca detail: Shalat Dhuha

______________________


NIAT WUDHU DAN NIAT MANDI WAJIB

Assalamu'alaikum ustadz.

1. bagaimana supaya tidak was-was saat niat wudhu/mandi wajib, bukankah niat harus berbarengan dengan awal basuhan, ini yang membuat saya was-was.
syukran ustadz.

JAWABAN

1. Tidak perlu was-was. Yang dimaksud niat berbarengan dengan awal basuhan itu tidak disyaratkan seluruh niat tapi cukup sebagian dari niat itu bersamaan dengan awal basuhan. Misalnya, saat awal basuhan anda baru mulai mengucapkan "niat wudhu". Kalau hal inipun masih membuat anda was-was, maka anda bisa mengikuti madzhab lain seperti madzhab Hanbali dan Hanafi yang membolehkan niat itu dilakukan sebelum wudhu, mandi atau shalat. Baca deail: Cara Niat Shalat Bersamaan dengan Takbir

______________________


HUKUM LALAI SHALAT KARENA SIBUK

Assalamu'alaikum ustadz.
saya mau bertanya beberapa hal, saya mohon maaf jika pertanyaan saya agak aneh.
1. apa hukumnya bersibuk dengan sesuatu hingga melalaikan sholat (sholat diluar waktunya atau bahkan tidak sholat sama sekali). misalkan sibuk bekerja, mendownload file(lagu, game, aplikasi), browsing, nonton tv, dan lain-lain.

2. apakah halal uang dari bekerja yang mengakibatkan melalaikan sholat/tidak sholat,

3. dan apakah sah hasil downloadan file lagu, game, aplikasi yang mengakibatkan melalaikan sholat/tidak sholat, kalau seandainya hasil downloadan file tersebut tidak sah apakah file tersebut harus dihapus dari handphone?

4. bolehkah mendownload lagu saat adzan sudah dikumandangkan, dan apakah sah hasil downloadannya.

terima kasih ustadz.

JAWABAN

1. Hukumnya dosa besar. Baca detail: Hukum Meninggalkan Shalat

2. Shalat halal atau haramnya gaji itu tergantung dari jenis pekerjaan. Kalau pekerjaannya halal, maka gajinya halal. Kalau pekerjaan haram, seperti jual daging babi atau miras, maka gajinya haram. Baca detail: Bisnis dalam Islam

3. Hukum halal atau haramnya download lagu tidak ada kaitannya dengan shalat tapi berkaitan dengan hak cipta dan jenis yang didownload. Kalau tidak melanggar hak cipta, maka boleh asal yang didownload bukan perkara yang haram. Contoh yang haram seperti hal yang berbau porno, dll. Kalau melanggar hak cipta maka haram secara mutlak sama dengan memakai software bajakan dan copy/paste artikel. Baca detail: Hukum Memakai Software Bajakan

______________________


PERSENTASE ZAKAT DAN AGAR MUDAH REJEKI

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh..

Begini ustadz saya mau bertanya.. saya sering ditimpa kemalangan dengan keuangan, ada-ada saja hal yang menyebabkan rezeki hilang dari saya.

1. Sebenarnya hal apa saja sih yang menyebabkan rezeki hilang dari kita?
2. Dan saya berniat mau membayar zakat tabungan, Besarnya kira-kira berapa dari jumlah tabungan?
3. Dan hal apa saja yang harus saya lakukan agar rezeki yang saya terima bersih dan baik di jalan Allah?

Terimakasi ustad. Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatu

JAWABAN

1. Rejeki adalah urusan duniawi yang bisa dicari solusinya secara logis menurut ilmu ekonomi. Gagal atau suksesnya suatu transaksi pasti ada sebabnya dan kalau kita tidak mampu menganalisanya, maka bisa ditanyakan pada ahlinya. Walaupun demikian, doa tetap diperlukan dan punya peran dalam kesuksesan seseorang walaupun usaha riil jauh lebih besar perannya dalam keberhasilan. Usaha riil tentu saja bukan hanya kerja keras, tapi juga meliputi berbagai hal termasuk jaringan, kemampuan komunikasi, keahlian dalam pemasaran dan distribusi dan lain-lain. Untuk doa agar lancar rejeki, silahkan lihat di sini.
Baca juga: Mengapa Kafir Kaya Raya Sedang Muslim Hidup Sengsara?

2. Zakat harta adalah 2.5 persen dari harta. Namun perlu diketahui bahwa zakat harta baru wajib apabila memenuhi dua syarat yaitu (a) mencapai nishob atau batas minimal senilai 85 gram emas; (b) usia harta mencapai satu tahun penuh dengan hitungan kalender hijriyah, misalnya, dari Ramadan sampai Ramadan berikutnya. Baca detal: Panduan Zakat harta

Seandainya harta anda belum terpenuhi syarat untuk zakat, tetapi tidak ada salahnya untuk sedekah atau infaq. Baca detail: Perbedaan Zakat, Infaq dan Sedekah

3. Agar harta bersih: (a) bayar zakat kalau sudah memenuhi syarat; (b) jujur dalam memperoleh harta -- jangan mengambil hak orang lain. Kalau pernah memakai harta orang lain tanpa hak, maka kembalikan harta tersebut pada pemiliknya atau kalau pemiliknya atau pewarisnya tidak ada, maka berikan harta itu pada fakir miskin atau kepentingan umum.




Cari artikel lain:




Copy link berikut untuk referensi kutipan:

Jangan lupa baca yang ini juga ..