Sunday, November 29, 2015

Hukum Kuret (Kiret) dan Darah Nifas


Hukum Kuret (Kiret) dan Darah Nifas
HUKUM KURET (KIRET) DALAM ISLAM

assalamu'alaikum, Pak Kiayi yang saya hormati, panggil saja nama saya Ahmad, seorang suami umur 34 tahun alhamdulillah sudah dikaruniai 2 anak, istri saya saat ini sedang mengandung anak ke 3 dengan usia - 7 minggu, namun ketika usia kandungan baru 30 hari terjadi pendarahan kecil selama 4 hari selang 2 hari. Setelah di periksakan, dokter memutuskan harus di kiret, dikarenakan janin tidak berkembang dan berbagai alasan yang membahayakan istri saya. Yang ingin saya tanyakan.

TOPIK KONSULTASI ISLAM
  1. HUKUM KURET (KIRET) DALAM ISLAM
  2. TUBUH PENDEK GEMUK SULIT MENDAPAT PASANGAN
  3. HUKUM MARAH PADA SUAMI KARENA MAIN JUDI
  4. CARA KONSULTASI SYARIAH ISLAM
1. Bagaimana hukumnya melakukan kiret dengan alasan seperti itu, apakah saya berdosa? dan perasaan saya saat ini selalu merasa berdosa, meski pelaksanaan kiret masih 3-4 hari kedepan (sambil menunggu BPJS aktif)

2. Jika Kiret benar-benar harus dilaksanakan, apakah istri saya menjalani nifas? dengan usia kandungan seperti yang saya sebutkan diatas.

Sekian konsultasi saya, terima kasih atas penjelasan Pangersa Kiayi,
jazakalloh khoiron katsir... wassalamu'alaikum.


JAWABAN

1. Alasan dokter adalah alasan yang dapat dipertanggungjawabkan dan diterima syariah. Kalau membahayakan istri menurut dokter, maka itu masuk dalam kategori darurat dan dalam kondisi darurat perkara yang asalnya haram menjadi halal. Dalam kaidah fiqih dikatakan: "Darurat membolehkan perkara yang dilarang" (الضرورات تبيح المحظورات)

2. Soal nifas atau tidaknya itu tergantung dari bentuk janin. Kalau sudah berbentuk manusia dalam arti sudah ada kaki, tangan, dan wajah maka darah yang keluar dianggap darah nifas. Al-Bashri dalam Al-Hawi Al-Kabir, hlm. 1/537, menyatakan:
Keadaan wanita yang melahirkan tidak lepas dari dua keadaan: apakah bayi yang dilahirkan sudah berbentuk atau tidak? Apabila tidak berbentuk, tidak jelas juga tidak samar, seperti segumpal darah (alaqah) atau segumpal daging yang tidak menjadikan perempuan itu ummu walad dan tidak wajib baginya iddah, maka darah yang keluar bukan darah nifas. Sedangkan darah yang keluar bisa disebut darah istihadoh atau haid tergantung keadaannya
Baca detail: Nifasnya Wanita yang Keguguran

Baca juga:
- Darah Nifas
- Menggugurkan Kandungan (Aborsi) dalam Islam
______________________


TUBUH PENDEK GEMUK SULIT MENDAPAT PASANGAN

Assalamualaikum pak ustad. Sebelumnya maaf bila saya mengganggu istirahat pak ustad.

Masalah saya saat ini begitu berat pak ustad . Nama saya z umur 22 tahun tapi tubuh saya pendek dan gemuk.

1. Apa masalah ini hingga saya sulit mendapatkn jodoh.
2. Atau karna ada yang bikin saya tidak laku pak?? Karna lelaki sebaya saya bila melihat saya begitu tidak tertarik .
3. Dan ada yg bilang muka saya tua seperti nenek2.
4. Orang2 pintar dan pak ustad pun sudah saya datangi dan saya melakukan ritual yg mereka beri. Tapi msih saja sulit mendapatkan jodoh? Jangan kan jodoh. Pacar saja saya sulit sekali..
5. Mohon bantuannya pak. Saya ini kenak karma atau ada yg bikin saya tidak laku atau memang belum bertemu??
Saya mohon pak ustad memberi solusi ini.
Cukup sekian terima kasih

JAWABAN

1. Banyak faktor yang menyebabkan seorang wanita belum mendapat jodoh. Tubuh yang tidak ideal bukanlah faktor yang sangat penting dalam soal jodoh. Tubuh anda yang pendek dan gemuk bukanlah suatu hal yang mesti diratapi dan dikeluhkan. Buktinya, banyak perempuan cacat secara fisik yang mendapatkan jodoh laki-laki yang fisiknya normal. Sedangkan pendek dan gemuk tidaklah termasuk dalam kategori cacat. Lalu kenapa belum dapat jodoh?

Dalam kasus anda, kami berasumsi tidak ada atau kurangnya rasa percaya diri anda telah memainkan peran yang sangat penting dalam kesulitan anda mendapat jodoh. Kurangnya rasa percaya diri akan sangat berpengaruh pada karakter seseorang. Ia akan pesimis dalam memandang hidup termasuk saat bertemu lawan jenis. Dan sifat pesimis dan minder itu berakibat pada hilangnya aura pada wajah anda yang membuat wajah anda tidak menarik bukan hanya di mata laki-laki tapi juga di mata sesama wanita. Tidak heran kalau ada yang menganggap wajah anda seperti nenek-nenek. Itu terjadi bukan karena diguna-guna tapi memang berasal dari dalam diri anda sendiri.

Oleh karena itu, sebelum mengharapkan dapat jodoh, hal pertama yang harus dilakukan adalah merubah karakter: dari pesimis menjadi optimis; dari minder menjadi percaya diri; dari negatif dalam memandang hidup menjadi positif; dari putus asa menjadi penuh harapan. Bagaimana caranya, silahkan banyak membaca artikel-artikel tentang pengembangan kepribadian dan banyak bergaul dan bertanya pada mereka yang memiliki karakter seperti itu. Apakah bisa? Asal ada niat kuat insyaAllah bisa. Kalau 60% saja bisa dilakukan perubahan, maka lambat laun seluruh wajah dan gerak-gerik anda akan menarik baik di mata sesama wanita maupun menurut pandangan kaum pria. Jangan gunakan dukun atau jampi-jampi karena bukan di situ jawaban solusinya.

2. Tidak ada orang lain yang membikin anda menjadi tidak menarik. Andalah yang telah membuat anda tidak menarik.

3. Iya, karena anda memandang hidup dari sudut yang gelap dan buruk dan itu berpengaruh pada tampilan wajah dan gaya anda. Sehingga 'inner beauty' atau kecantikan batin tidak keluar ke wajah anda.

4. Fisik luar yang cantik pun kalau memiliki karakter tidak menarik akan sulit dapat jodoh.

5. Anda tidak terkena karma. Jodoh anda akan segera datang di saat anda sudah dapat mereformasi pola pikir anda sebagaimana dijelaskan dalam poin 1.

Baca detail:

-
- Karakter Kepemimpinan
- Reformasi Pola Pikir
- Cara Memilih Jodoh
______________________


HUKUM MARAH PADA SUAMI KARENA MAIN JUDI

Asalamulaikum warohmatuwlohi wabarokatu mohon maaf pak ustad saya ingin bertanya saya seorang istri dan saya berusaha ingin jadi istri yang terbaik suami saya seorang sopir jarang pulang kalo pulang gak betah di rumah selalu keluar rumah terus akhir akhir ini ada tetangga yang punya tempat biliar dia selalu main di situ dengan taruhan uang menurut saya itu judi saya selalu marah tapi suami saya malah marah balik.

Saya sebagai istri saya cape pak ustad selalu sedih yang saya mau tanyakan pak ustad

1. dosa kah saya ini selau marah kepada suami saya ?
2. harus kah saya membiar kan suami saya terus terusan seperti itu ?
3. dosakah saya sudah mengeluh kepada allah dengan semua ini karna saya sudah cape hidup seperti ini ? 4. dan dosa kah saya bila saya meminta cerai dengan suami saya,
terimakasih pak ustad atas jawaban a wasalamualaikum warohmatuwloh wabarokatu

JAWABAN

1. Mengingatkan suami yang melakukan dosa itu wajib. Jadi, bukan dosa malah dapat pahala. Namun, sebaiknya cara mengingatkan dengan menggunakan bahasa yang baik dan santun. Baca juga: Cara Harmonis dalam Rumah Tangga

2. Jangan biarkan. Dan jangan bosan untuk terus mengingatkan. Jangan lupa juga mengingatkan suami agar shalat 5 waktu.

3. Mengeluh pada Allah itu baik. Yang tidak boleh itu menyalahkan Allah.

4. Meminta cerai karena suami yang suka melakukan maksiat itu dibolehkan dan tidak berdosa. Sebagaimana bolehnya istri tetap mempertahankan rumah tangga dengan suami pendosa. Baca: Perselingkuhan dalam Rumah Tangga



Cari artikel lain:




Copy link berikut untuk referensi kutipan:

Jangan lupa baca yang ini juga ..