Friday, January 29, 2016

Di Mana Allah?


Di Mana Allah?
DI MANAKAH ALLAH?

assalamualikum pak ustadz, saya mau menanyakan

1. A.. dimanakah Allah sebenarnya berada ?
B.. apakah menjadi murtad kalau kita mengatakan allah ada dimana-mana ?
C.. apakah menjadi murtad kita kalau mengatakan tidak tau dimana allah berada, seperti mengatakan saya tidak tau allah entah ada dilangit atau dibumi ?
D.. kalau tidak salah saya pernah baca di internet yang ditulis Rumaysho.com, katanya imam abu hanifah mengatakan kalau mengingkari kebedaraan allah diatas langit maka ia Kafir , apakah itu benar pak ustadz?

TOPIK SYARIAH ISLAM
  1. DI MANAKAH ALLAH?
    1. PENDAPAT TENTANG DI MANA ALLAH
    2. PARA NABI DIJAMIN MASUK SORGA?
  2. CARA KONSULTASI AGAMA

2. A.. apakah nabi muhammad dan nabi nabi yang lainnya dijamin oleh allah masuk surga ?
B.. apakah istri-istri nabi muhammad semuanya beragama islam ?
C.. apakah menjadi murtad kita kalau tidak mengetahui bahwa istri istri nabi muhammad semuanya beragama islam dan kita juga benar-benar tidak tau kalau nabi muhammad dijamin masuk surga ? tidak taunya memang belum pernah dengar, murni tidak tau karena awam masalah agama bukan karena ragu apa-apa yang telah dikatakan oleh allah.?
D..apakah kita menjadi murtad kalau tidak mengetahui semua sifat sifat Allah dan semua sunah-sunah nabi?
E.. apak kita mnjadi murtad kalau mengatakan alquran itu sebagai makhluk ?


JAWABAN

Allah itu bersifat wujud (ada), qidam (terdahulu), baqa (abadi) dan mukholafah lil hawadis (berbeda dengan makhluknya) serta dekat tapi kedekatanNya itu tidak berarti ia berada di suatu arah atau tempat tertentu.

Nabi Muhammad, para Nabi yang lain dan kaum muslimin yang beriman dan beramal saleh dijamin masuk surga sebagaimana disebut dalam QS Al-Baqarah 4:124.


DI MANA ALLAH?

1.A. Ada perbedaan ulama dalam soal keberadaan Allah apakah bertempat di suatu lokasi dan arah tertentu atau tidak. Sebagian ulama menjawab bahwa Allah berada di atas. Mereka mendasarkan jawabannya pada sejumlah ayat berikut:

QS Al-Baqarah 2:255, Al-A'la :1, Al-An'am :18, An-Nahl :50As-Sajadah :5, Al-Hijr :9, Fatir :10, Al-Ma'arij :4, Al-Mulk :16.

Dalam ayat-ayat di atas Allah menjelaskan sifatnya yang tinggi dengan kata-kata "al-aly (tinggi), uluw (tinggi), fauq (atas), sama' (langit), tanzil (menurunkan), sha'id (naik).

Lalu, ada sejumlah hadits Nabi yang menyatakan secara eksplisit bahwa Allah berada di langit. Salah satu hadits sahih riwayat Muslim di mana Nabi bertanya pada seorang hamba sahaya perempuan, "Di mana Allah?" Wanita itu menjawab, "Di langit." "Aku siapa?", tanya Rasulullah. "Engkau Rasulullah" jawab wanita itu lagi. Nabi lalu bersabda, "Dia seorang wanita muslimah."

Ayat-ayat dan hadits di atas dijadikan dalil oleh ulama kelompok pertama bahwa Allah itu berada di atas. Ulama golongan ini disebut dengan kelompok mujassimah atau ulama yang memfisikkan Tuhan. Saat ini, ulama golongan ini terwakili dalam kelompok Wahabi Salafi. Baca detail: Daftar Ulama Wahabi Salafi

Baca juga: Aliran Wahabi menurut Ulama Ahlussunnah

Sebagian ulama yang lain berpendapat bahwa pertanyaan "di mana Allah?" itu tidak bisa dijawab dengan jawaban yang menunjukkan suatu tempat atau arah tertentu karena itu berarti Allah sama dengan makhluknya. Padahal Allah dalam QS Asy-Syuro :11 telah secara tegas menyatakan:

لَيْسَ كَمِثْلِهِ شَيْءٌ وَهُوَ السَّمِيعُ البَصِيرُ

Artinya: Tidak ada sesuatupun yang serupa dengan Dia, dan Dialah yang Maha Mendengar dan Melihat.

Jawaban bahwa Allah itu berada di langit itu juga tidak tepat, karena dalam Al-Zukhruf :84 Allah menyatakan:

وَهُوَ الَّذِي فِي السَّمَاء إِلَهٌ وَفِي الْأَرْضِ إِلَهٌ وَهُوَ الْحَكِيمُ الْعَلِيمُ

Artinya: Dan Dialah Tuhan di langit dan Tuhan di bumi dan Dialah Yang Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui.

Jadi, di mana Allah? Menurut pendapat kedua, jawabnya adalah bahwa "Allah itu dekat" sebagaimana disebut dalam QS Al-Baqarah 2:186

وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِ‌يبٌ ۖ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ ۖ فَلْيَسْتَجِيبُوا لِي وَلْيُؤْمِنُوا بِي لَعَلَّهُمْ يَرْ‌شُدُونَ
Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.

Muhammad bin Jarir dalam Tafsir Tobari, hlm. 3/482, menjelaskan sebab turunnya ayat di atas:

حدثنا الحسن بن يحيى قال : أخبرنا عبد الرزاق قال : أخبرنا جعفر بن سليمان عن عوف عن الحسن قال : سأل أصحاب النبي صلى الله عليه وسلم النبي صلى الله عليه وسلم : أين ربنا؟ فأنزل الله تعالى ذكره : " وإذا سألك عبادي عني فإني قريب أجيب دعوة الداع إذا دعان " الآية
Abdur Rozzaq bin Hamam Al-Shan'ani dari Jafar bin Sulaiman bin Auf dari Hasan ia berkata: ada seorang Sahabat bertanya pada Rasulullah, "Di mana Tuhan kita?" maka turunlah ayat di atas.

Pendapat kedua inilah adalah pendapat yang paling valid. Intinya adalah bahwa Allah itu ada dan keberadaannya tidak bisa dijelaskan dengan bahasa yang berkonotasi pada arah dan tempat karena Dia tidak sama dengan makhluk-Nya. Adapun hadits yang menyatakan bahwa Allah berada di langit, atau di atas Arasy, atau di langit itu adalah bahasa kiasan yang bermakna Allah itu Maha Luhur atau Maha Tinggi.

1.B. Pernyataan bahwa Allah ada di mana-mana adalah pendapat kalangan Jahamiyah, Qadariyah dan Muktazilah. Menyatakan demikian menurut madzhab Asy'ariyah tidak diperbolehkan dan berdosa namun tidak murtad karena itu bagian dari pendapat ulama tauhid non-Asy'ariyah. Muslim Ahlussunnah mengikuti pendapat tauhid dari Asy'ariyah.

1.C. Tidak murtad, yang prinsip itu adalah tetap meyakini bahwa Allah itu Ada (wujud). Yang murtad adalah apabila menyatakan bahwa Allah itu tidak ada sebagaimana pandangan kaum kafir Atheis.

1.D. Rumaysho itu salah satu situs Wahabi hati-hati dengan pendapat-pendapat yang ada di situ. Abu Hanifah adalah ulama fikih, bukan ulama tauhid. Tauhid dan fikih adalah dua bidang keilmuan yang berbeda. Walaupun memang Abu Hanifah memang ada menyinggung soal tauhid tapi tidak seperti yang dikatakan situs tersebut. Lebih detail lihat di sini.

Kalau anda baru belajar Islam, sebaiknya menghindari membaca artikel dari situs-situs Wahabi. Salah satu dampak negatifnya adalah anda akan terkena was-was murtad, syirik, bid'ah. Karena, ajaran mereka hanya berdasarkan pada pendapat ulama mereka yang umumnya sangat sempit. Baca detail: Aliran Wahabi menurut Ulama Ahlussunnah


PARA NABI DIJAMIN MASUK SORGA?

2.A. Ya, dijamin masuk surga. Begitu juga semua orang muslim yang beriman sampai akhir hayatnya dijamin masuk surga. Itu janji Allah di dalam Al-Quran dan Allah tidak akan mengingkari janjiNya. Lihat, misalnya, QS An-Nisa 4:124 di mana Allah berfirman:
Barangsiapa yang mengerjakan amal-amal saleh, baik laki-laki maupun wanita sedang ia orang yang beriman, maka mereka itu masuk ke dalam surga dan mereka tidak dianiaya walau sedikitpun.

2.B. Ya, para istri Nabi disebut Ummul Mukminin artinya ibundanya Kaum Beriman. Baca detail: Ummul Mukminin

2.C. Tidak apa-apa dan tidak murtad. Yang wajib bagi anda adalah mencari ilmu yang terkait dengan kewajiban dasar dalam Islam. Seperti ilmu tentang shalat dan yang terkait dengannya (wudhu, najis, suci, dll); ilmu tentang puasa, tentang haji, tentang zakat. Baca detail: Ilmu yang Wajib Dipelajari

2.D. Tidak murtad. Lihat poin 2.B.

2.E. Soal itu adalah persoalan khilaf (perbedaan pendapat) di kalangan ulama tauhid. Dan menurut ulama Asy'ariyah, Quran bukan makhluk dan orang yang menyatakan makhluk berdosa. Terlepas dari itu, kita sebagai orang awam sebaiknya menghindari perkara hal yang seperti ini. Sebagai muslim awam, cukuplah kita memahami ilmu-ilmu dasar Islam yang wajib dipelajari tentang perkara yang wajib dan perkara yang haram dan berusaha mengamalkannya dengan baik dan konsisten.



Cari artikel lain:




Copy link berikut untuk referensi kutipan:

Jangan lupa baca yang ini juga ..