Monday, November 14, 2016

Tidak Direstui karena Wanita Lebih Tua


Tidak Direstui karena Wanita Lebih Tua
HUBUNGAN TIDAK DIRESTUI KARENA UMUR WANITA LEBIH TUA

Assalamualaikum ustad, perkenalkan nama saya laki-laki, saya memiliki sedikit problem yg tidak bisa saya pecahkan sendiri. Saya memiliki seorang kekasih (wanita) sebut saja Putri (nama samaran) yang berusia 4tahun lebih tua dibandingkan dengan usia saya. Hubungan kami berjalan atas dasar sama sama suka. Keadaan ekonomi sangat berbeda, keluarga putri adalah orang terpandang, sedangkan keluarga saya adalah keluarga biasa.

TOPIK SYARIAH ISLAM
  1. HUBUNGAN TIDAK DIRESTUI KARENA UMUR WANITA LEBIH TUA
  2. DIPUTUS PACAR TANPA SEBAB
  3. INGIN RUJUK SETELAH TALAK TIGA
  4. CARA MENGATASI SUAMI TAKUT ISTRI
  5. CARA KONSULTASI AGAMA

Pertanyaan saya,

1. Jika orang tua Putri melarang saya untuk mendekati (pacaran) Putri karena terpaut perbedaan usia, apa yang harus saya lakukan?

2. Jika orang tua putri melarang kita untuk menikah karena alasan usia (saya pun tidak tahu alasan yg sebenarnya karena ekonomi atau memang karena usia), apa hukum larangan tersebut dan apakah wajib untuk ditaati?

3. Jika larangan tersebut memang karena perbedaan usia, (orang tuanya mengibaratkan dengan berdirinya pondasi lebih dulu dibanding berdirinya rumah) sedangkan saya mengibaratkan dengan sholat berjamaah, tidak selalu imam sholat lebih tua dari kita (jika imam berusia 30 tahun, ada kemungkinan terdapat makmum yg berusia 50 tahun). Apakah memang usia menentukan tua/muda nya suatu ilmu?

4. Jika nabi Muhammad SAW. Saja menikah dengan wanita yg usia nya terpaut lebih jauh. Apakah larangan orang tua putri boleh diabaikan? Karena menurut orang tua putri, restu orang tua lebih penting, dan hanya ada 2 orang yg bisa menyayangi putri dengan sepenuh hati yaitu orang tua nya saja. Sedangkan orang seperti (calon jodoh) banyak diluar sana. Karena takutnya ada bencana jika saya menikah dengan putri (padahal Allah telah berfirman bahwa Allah mengetahui apa yang manusia tidak ketahui)

5. Tindakan apa yg harus saya lakukan? Apakah saya harus tetap bertahan sesuai kata hati saya, ataukah saya harus meninggalkan putri? (Jika saya tetap bersikukuh, orang tua putri mengancam akan menghajar saya)

Mohon pencerahan dari ustad. Terimakasih, semoga ustad selalu diberikan kesehatan, kelancaran oleh Allah SWT. Amiin
Wassalamualaikum


JAWABAN HUBUNGAN TIDAK DIRESTUI KARENA UMUR WANITA LEBIH TUA

1. Sebaiknya anda mencari calon istri yang lain yang orang tuanya merestui hubungan anda berdua. Karena tidak adanya restu orang tua akan berdampak luas bagi anda dan terutama bagi Putri baik secara ekonomi maupun sosial. Juga akan berpengaruh pada hubungan antar-besan antara orang tua anda dan orang tua Putri. Jadi banyak yang akan dikorbankan apabila anda berdua memaksakan diri. Kecuali apabila anda berdua sudah mandiri secara ekonomi dalam arti sudah punya pekerjaan sendiri dan tinggal di suatu tempat perantauan yang jauh dari orang tua.

2. Keputusan orang tua wajib ditaati kecuali kalau perintah berbuat dosa. Orang tua Putri tidak pernah meminta balasan atas jerih payahnya memelihara, membiayai dan menjaga Putri. Sekarang, mereka ingin balas budi Putri berupa ketaatan pada perintah orang tua, maka sudah selayaknya Putri membalas budi itu dengan taat pada mereka. Baca detail: Hukum Taat Orang Tua

3. Soal logika di balik larangan itu bisa diperdebatkan. Namun, selagi keputusan orang tua belum dicabut, maka larangan tetap berlaku.

4. Akan lebih ideal kalau anda berdua tidak memaksakan kehendak sendiri. Namun kalau anda berdua sangat saling mencintai, maka tidak ada salahnya mencoba membujuk kedua orang tua agar setuju dan merestui. Caranya antara lain dengan meminta tolong pada tokoh yang dihormati orang tua Putri. Apabila usaha maksimal sudah dilakukan dan orang tua Putri tidak mau berubah, maka sudah saatnya anda menyerah dan mencari calon istri yang lain. Baca juga: Cara Memilih Jodoh

______________________


DIPUTUS PACAR TANPA SEBAB

Assalamualaikum wr wb..
Nama saya wanita, saya berusia 18 tahun. Begini Pak/Bu, saya punya masalah mengenai kehidupan asmara saya. Sekitar 4 bulan yang lalu, saya bertemu dengan seorang laki-laki yang pada awalnya saya kira dia itu sangat baik, dewasa, dan benar-benar menyayangi saya dengan tulus. Kebetulan dia itu kakak kelas saya. Tapi kami dipertemukan lewat media sosial, sebab pas waktu saya masih sekolahan sama dia, kami tidak saling mengenal, cuman sering liat aja.

Seiring waktu berjalan, kami pun akrab, dan suatu saat dia menyatakan niat tulusnya untuk memacari saya, Insyaallah sampai pelaminan katanya. Soalnya dia mencari wanita yang serius, kebetulan saya juga begitu, berfikir untuk mencari sosok imam, bukan pacar.

Suatu saat, dia memutuskan untuk datang ke rumah saya dan bertemu dengan Ibu saya. Saya rasa dia tidak main-main dengan ucapannya, nyatanya dia berani menemui langsung ke rumah saya dan menemui Ibu saya.

Beberapa minggu berjalan, hidup saya terasa sungguh indah. Dia tidak pernah lupa menasihati saya tentang kehidupan, agama, dan bagaimana semestinya kita berperilaku, juga tidak lupa memotivasi saya untuk terus semangat belajar. Saya semakin yakin, bahwa dia benar-benar jodoh yang dikirimkan Allah untuk saya, Insyaallah ini imam saya..

Beberapa minggu kemudian, dia rada berubah. Sifatnya tak sehangat dulu. Kata-kata nya pun tak sebijak dulu, dingiiiiiinnnn. Saya selalu menanyakan dia kenapa, tapi dia selalu menjawab tidak ada apa-apa dan pertengkaran selalu terjadi di antara kami.
Satu persatu perangai buruknya mulai kelihatan; cuek, pemarah, apalagi kalau saya telat balas BBM, terus dia suka bikin status di media sosial yang membuat saya merasa tidak nyaman Pak/Bu, seperti mengumbar kejelekan saya dsb. Saya sabaaaaarrrr..

Tepat sebulan seminggu, dia memutuskan saya begitu saja tanpa alasan yang jelas. Dia bilang ke saya "jangan berfikir negatif, aku ga akan lupa sama janji aku". Disitu saya hancur, kenapa kok bisa-bisanya dia ninggalin saya dan gak nepatin janjinya yang katanya janji gak akan ninggalin saya dan ingin serius sama saya sampai dia mengucap ijab kabul nanti.

Saya pasrah....... Saya hanya bisa berdoa dan meminta yang terbaik kepada Allah..
Tapi yang bikin saya SAKIT HATI BANGET, ternyata dia bilang ke oranglain bahwa alasan putus itu seolah-olah salah ada di saya. Terus sampai saat ini DIA SERING BANGET BIKIN STATUS DI MEDIA SOSIAL TENTANG NGEJELEK-JELEKIN, NYINDIR SAYA, bahkan dia terang-terangan sebut saya CEWEK BODOH, terus dia juga mengutip sebuah status "Terimakasih kau pergi, tak terlupa ucap syukur padaMu. Aku terbebas dari dosa. Dan kau terbelenggu dengan dosamu". Apa maksudnya? Emang dia sempurna? Saya tak habis fikir, mengapa dia melakukan itu ke saya? Bukankah dia faham betul tentang agama? Harus nya dia tau perlakuan dia selama ini dengan membuat statement aneh-aneh itu telah menyakiti hati saya..

Beberapa hari yang lalu, dia menghubungi saudara saya yang kebetulan adik kelasnya di KARATE. Dia minta pin BBM cewek lain yang mau dijadikan penyemangat katanya. Sama saudara saya gak dikasih dan coba untuk menyadarkan dia tentang perlakuannya selama ini ke saya. Bukannya sadar atau merasa bersalah, dia malah menjadi-jadi dan terus bikin status negatif.. Besok harinya, dia ngeBBM saya untuk meminta maaf dan dia coba menjelaskan mengapa dia memutuskan saya waktu itu. Tapi saya tahu, alasan itu tidak sepenuhnya benar, masih ada yang ditutup-tutupi.
Saya tanya ke dia, "salah saya apa?". Tapi dia malah menjawab "kalau kamu gak ngerasa ya berarti gak ada". Saya tahu, ada yang ditutup-tutupi.

Saya kira setelah kejadian itu, dia akan sungguh-sungguh meminta maaf kepada saya. Tapi nyatanya tidak. Keesokan harinya sampai detik sekarang, dia masih saja membuat status di media sosial menjelek-jelekan saya dan seolah mencari simpati dari kawannya di media sosial bahwa yang selama ini salah tuh saya, bukan dia. Dia ingin citranya selalu baik di hadapan semua orang..

Saya mohon bantuannya Pak/Bu, saya harus bagaimana menyikapi dia yang ternyata kekanak-kanakan???? Saya bingung dan merasa sakit hati sampai detik ini. Apakah saya harus membalas???? Bukankah Islam melarang kita balas dendam dendam???
Saya mohon saran dari Bapak/Ibu, saya harus bagaimana sebaiknya agar dia merasakan dan rasa sakit hati saya hilang....

Sekian curhatan dari saya. Mohon maaf apabila terlalu panjang dan ada salah kata.
Wassalamualaikum wr wb..

JAWABAN

Kalau dia sudah memutuskan hubungan dengan Anda, maka sudah waktunya bagi anda untuk move-on. Mencoba melupakan dia dan menata hidup kembali untuk fokus pada pelajaran dan rajin belajar agar menjadi wanita muslimah yang sukses dan menjadi kebanggaan orang tua.

Perlu diketahui bahwa pacaran yang bersifat fisikal dilarang dalam Islam. Baca detail: Hukum Kholwat

______________________


INGIN RUJUK SETELAH TALAK TIGA

Sebelumnya saya mau minta maaf kepada Pak uztad klo saya dlu ada salah Sm Pak uztad...

1 Pak uztad saya mau tanya apakah boleh jika saya sudah talak 3 oleh suami kemudian dihati saya ada niat untuk kembali/ingin halal lagi dengan suami pertama apakah boleh?

2 dan saya ingin menikahi laki2 lain dengan niat hati saya ingin di disetubuhi dan di cerai kembali oleh laki2 itu/suami baru ke-2 saya.

3 tetapi saya melakukan pernikahan ini hanya saya yg tau niat di hati saya, tanpa memberi tau niat saya ini ke mantan suami pertama dan kepada suami baru ke2 saya?

4 jadi laki2 suami baru kedua menikahi saya tanpa syarat Muhallil jdi murni di hati laki2 itu ingin menikahi saya ingin menjadi suami saya tanpa tau niat saya?
5 jika setelah menikah dan bersetubuh saya mencari masalah agar di cerai bagai mana apakah cerai saya sah?

6 dan setelah Pak uztad mendengar cerita di atas apakah jika terjadi perceraian saya dengan suami yg ke dua setelah iddah habis kemudian saat saya kembali kepada suami pertama apakah akad nikah saya sah dan halal?
7 apakah kata2 ini kiasan saya berkata kepada suami saya takut kamu masih halal/tidak dengan saya suami jawab "mau halal/tidak ke terserah kamu"

8 Dan suami bilang jg "kawin Sm uztad kamu sana" apakah kiasan jg terima kasih Pak uztad sungguh rumit rmh tangga saya Pak hampir setiap hari saya bertengkar dengan ungkapan2 suami yg bisa berakibat talak.

mohon BPK membantu saya syukroonnn

JAWABAN

1. Boleh saja. Namun saat terjadi talak 3, anda dan suami tidak lagi berstatus suami istri, tapi sudah seperti orang lain di mana khalwat tidak diperkenankan. Baca detail: Hukum Kholwat

2. Selagi niat itu sebatas niat dalam hati dan tidak terucap, maka tidak masalah. Yang tidak boleh adalah apabila hal itu menjadi tujuan dari suami ke-2.
3. Tidak masalah kalau begitu.
4. Boleh.
5. Kalau suami ke-2 menceraikan anda, maka status cerainya sah.
6. Ya, sah dan halal.
7. Tidak ada pengaruhnya.
8. Ya, itu termasuk kiasan. Baca detail: Cerai dalam Islam

______________________


CARA MENGATASI SUAMI TAKUT ISTRI

Assalamualaikum ustadz..saya mau bertanya soal rumah tangga.umur saya 31sudah menikah dengan seorang janda yang lebih tua setahun dari saya dan mempunyai 1 anak laki-laki&allhamdulillah saya juga dikaruniai seorang anak perempuan.begini ustadz saya seringkali mendapatkan masalah dalam rumah tangga.kadang sang istri tidak menerima keadaan saya.padahal setiap gajian saya memberikan semuanya kepada istri saya bahkan atm saya pun dipegang oleh istri saya.setiap kali saya salah sekecil apapun itu suka menjadi masalah besar,tetapi setiap kesalahan dia harus selalu benar setiap kali saya nasihatin istri tidak mau menerima.Kadang istri saya kalau sudah marah selalu minta cerai tetapi saya selalu mempertahankan karna alasan anak dan saya juga masih sayang sama istri saya walupun sering kali disakitin.Sampai akhirnya saya tidak bisa tegas karena alasan keadaanya sulit untuk dinasihatin.hingga sekarang hanya bisa dipendam dalam hati saja dan karena saya tidak pintar dalam agama ..
Pertanyaan saya.
1.Apa yang harus saya lakukan untuk bisa menasihatinnya.
2.saya juga ingin mendalami ilmu agama islam.langkah pertama harus bagaimana.
3.Saya ingin bisa menjadi kepala rumah tangga yang seutuhnya bisa dihargai oleh istri.
Mohon bingbinganya ustadz..

JAWABAN

1. Anda harus belajar menjadi tegas dan berani menasihatinya. Memberikan seluruh gaji dan ATM pada istri itu kurang tepat. Kalau bisa mulai sekarang, berikan gaji secukupnya. Dan pegang ATM anda. Ini
akan memberikan anda kekuatan daya tawar. Kalau suatu hari dia marah, maka hukum dia dg tidak memberi uang belanja dst.

2. Belajar ke ustadz yg terdekat dari rumah / lokasi anda. Hati-2 banyak aliran radikal saat ini. pastikan anda cari ustadz yg beraliran NU agar tidak salah. Baca: Wahabi Salafi

Kalau dekat dg kawasan Malang, anda bisa datang ke pesantren kami selama beberapa hari untuk belajar agama. Baca: Santri Dewasa

3. Mulailah dg memegang kendali keuangan spt disebut di poin 1. Baca detail: Hak dan Kewajiban Suami Istri



Cari artikel lain:




Copy link berikut untuk referensi kutipan:

Jangan lupa baca yang ini juga ..