Sunday, December 18, 2016

Hukum Dzikir dan Doa Setelah Shalat

Hukum Dzikir dan Doa Setelah Shalat
RAGU PADA KEBOLEHKAN DZIKIR

Assalamualaikum Ustad,.

Saya ingin bertanya tentang hal yang selalu membuat saya tidak tenang, saya sudah mencari berbagai rujukan tapi kesimpulan yang saya dapatkan tetap bertentangan antar satu dengan yg lain dan belum mendapatkan jawaban yang melegakan hati, yaitu tentang dzikir dan doa setelah sholat.

Saya sudah membaca tentang dzikir yang dilakukan Rasulullah SAW, dan saya mengikutinya. Kemudian datanglah sedikit ilmu yang disampaikan kepada saya tentang keutamaan dan pahala bacaan dzikir lain yaitu :
- Subhanallah walhamdulillahi wa lailahailallahu allahu akbar
- Subhanallah wabihamdihi, subhanallah hiladzim
- lailahailallah wahdahu la syarikalah, lahul mulku wa lahul hamdu, wa ala kulli syai'in qadiir

TOPIK SYARIAH ISLAM
  1. RAGU PADA KEBOLEHKAN DZIKIR
  2. PRIA MUALAF TIDAK SHALAT SUBUH DEMI AYAH
  3. CARA KONSULTASI AGAMA

Saya mendengar dari salah satu ustad di youtube tentang keutamaan dan faedah membaca 3 dzikir diatas paling tidak 100x dalam 1 hari yang beliau bilang dapat dicicil setiap waktu. Sehingga yang saya lakukan selama ini setiap selesai sholat fardhu/dhuha/sholat sunnah lain adalah :
1. membaca dzikir sesuai tuntunan Rasulullah SAW.
2. Membaca al ikhlas, an nas, dan al falaq
3. membaca 3 dzikir yang saya utarakan di atas masing-masing 33x atau bahkan lebih
4. Berdoa

Pertanyaan saya Pak Ustad:
1a. Apakah yang saya lakukan itu boleh ?
1b. atau justru bid'ah yg dianggap sesat ?
1c. Karena cukup banyak informasi yg saya dapat yang menyatakan bahwa dzikir yang ditambah-tambahi hukumnya bid'ah dan sesat, tidak mendapat pahala, justru berdosa.

2. Jika memang bid'ah, kapankah waktu yang paling tepat untuk melakukan 3 dzikir yang saya sebutkan tadi ?

3. Kapankah saya harus berdoa tentang doa-doa saya yang mayoritas menggunakan bahasa indonesia? Karena doa saya khusus dan bukan merupakan doa yang dipanjatkan Rasulullah SAW, dan beberapa ulama mengatakan doa sesudah sholat adalah hal yang tidak dianjurkan.

Mohon pencerahannya Pak Ustad, Saya sudah berusaha mencari jawaban kemana-mana dan belum mendapat jawaban yang pasti. Saya juga berdoa pada Allah SWT suatu saat saya diberi petunjuk, dan semoga petunjuk Allah untuk saya datang melalui Pak Ustad. Mohon dijawab pak ustad, saya tunggu, karena saya takut berada di jalan yang sesat terlalu lama, dan azab Allah menimpa saya sebelum saya sempat memperbaikinya.

Wassalamualaikum wa rahmatullahi wa baratuh


JAWABAN RAGU PADA KEBOLEHKAN DZIKIR

1a. Yang anda lakukan itu boleh. Semua bentuk dzikir boleh dibaca di waktu apapun. Baik setelah shalat atau sebelum shalat atau di luar kedua waktu tersebut. Baik dzikir yang berasal dari Nabi (ada hadisnya) atau bukan. Yang penting, dalam dzikir tersebut tidak ada kalimat yang berlawanan dengan syariah. Baca: Dalil Dzikir dan Doa Setelah Shalat

1b. Yang menyatakan bid'ah itu hanyalah ustadz yang berasal dari kalangan Wahabi Salafi yang memang radikal dan berpikiran sempit. Para ulama dari keempat madzhab sepakat dalam membolehkan dzikir dan doa yang dilakukan setelah shalat. Baca: Gerakan Radikal Wahabi Salafi

Namun demikian, perlu diketahui bahwa dzikir dan doa yang dibaca setelah shalat itu hukumnya sunnah yang boleh dilakukan atau ditinggalkan.

1c. Anda mendapatkan informasi itu pasti berasal dari website yang dikelola dan ditulis oleh kalangan Wahabi Salafi yang biasa menyempitkan perkara yang luas.

2. Tidak bid'ah. Kalau pun bid'ah itu bid'ah hasanah (baik). Baca: Bid'ah yang Baik

3. Yang menyatakan doa tidak dianjurkan setelah shalat adalah sebagian kecil ulama. Mayoritas ulama membolehkan. Baca: Doa dan zikir setelah shalat

___________________


PRIA MUALAF TIDAK SHALAT SUBUH DEMI AYAH

Assalamualaikum …

Selamat pagi ..

Sebelumnya perkenalkan nama saya Yohanes dan saya baru 1.5 bulan menjadi mualaf ..

Yang ingin saya konsultasikan sbb :

Insya Allah bulan desember 2016 saya akan melangsungkan pernikahan dengan wanita muslim namun yang menjadi permasalah kita sekarang calon istri saya mempersalahkan ketika saya jarang sholat shubuh di rumah dan dengan dasar itu dia menganggap saya tidak takut dengan Allah dan hanya takut sama manusia saja, dan saya jelaskan ke dia untuk saat ini saya masih menghargai keluarga saya khususnya ke orang tua saya tetapi bukan berarti saya takut sama manusia, yang saya lakukan :

1. Saya tetap menjalankan sholat 4 waktu yang lainnya di luar rumah

2. Pernah di awal awal saya sholat shubuh di rumah dan di masjid dekat rumah tetapi orang tua saya menganggap tidak menghargai mereka

3. Di setiap doa sehabis sholat saya , saya selalu berdoa sama Allah agar dipermudahkan semuanya

4. Kalaupun mengharuskan saya di rumah saya tetap sholat tetapi sembunyi sembunyi

Pertanyaan saya :

1. Apakah yang saya lakukan salah ?

2. Apakah tindakan / omongan istri saya yang langsung bilang saya tidak takut sama Allah dan hanya takut sama manusia masih dibilang wajar ?

3. Harusnya sikap kita berdua untuk menyelesaikan masalah ini seperti apa ?

Jujur saya bener benar bingung di lain sisi saya wajib menjalankan kewajiban saya sebagai seorang muslim di sisi lain untuk diawal awal ini saya masih menghargai perasaan orang tua saya ( ketika saya mualaf bapak saya mengalami sakit sehingga harus dirawat ) ..

Mohon solusi dan pencerahannya pak / ibu …

Terimakasih ..

Wassalamualaikum ..

Terimakasih atas perhatian dan kerjasamanya ,

JAWABAN

1. Prinsipnya shalat 5 waktu itu wajib dilakukan. Adapun teknis pelaksanaannya apakah secara berjamaah atau sendirian, sembunyi-sembunyi atau terang-terangan itu terserah. Baca: Shalat 5 Waktu

Jadi, kalau anda shalat subuh di rumah secara diam-diam tidak masalah. Tapi kalau tidak shalat itu salah. Dan anda berkewajiban untuk mengqadha shalat yang ditinggalkan tersebut. Baca: Shalat Qadha

2. Wajar, tapi ucapannya itu kurang bijaksana. Takut pada manusia itu dibolehkan selagi iman kita pada Allah dan kebenaran Islam masih kuat. Dalam QS An-Nahl ayat 106 Allah berfirman: "kecuali orang yang dipaksa kafir padahal hatinya tetap tenang dalam beriman (dia tidak berdosa)." Dalam kasus anda, poin utama dari ayat ini adalah bahwa Allah memaklumi orang muslim yang secara lahiriyah merasa terancam atau tidak nyaman untuk melakukan shalat secara terang-terangan.

3. Jalan terbaik adalah tetap melaksanakan kewajiban Islam, namun pada waktu yang sama tetap menjaga perasaan ayah. Begitu juga pada istri, tetap menjaga lisannya pada suami agar tetap memberi sikap respek sebagaimana suami harus respek dan sayang pada istri.

Baca:

- 10 Perilaku Istri yang Menjengkelkan Suami
- 10 Perilaku Istri yang Menjengkelkan Suami

Dapatkan buku-buku Islam karya A. Fatih Syuhud di sini.. Konsultasi agama, kirim via email: alkhoirot@gmail.com

1. Kirim konsultasi Agama ke: info@alhoirot.net Cara Konsultasi lihat di sini!
2. Konsultasi hukum waris Islam, lihat caranya di sini
3. Konsultasi melalui kotak komentar tidak akan dilayani.

EmoticonEmoticon