Showing posts with label Pesantren. Show all posts
Showing posts with label Pesantren. Show all posts

10 Situs Terpopuler Pondok Pesantren di Google

110 Situs Terpopuler Pondok Pesantren di Google

Top 10 situs / website resmi Pondok Pesantren Terkenal dan terpopuler di Indonesia versi Google

Saat ini hampir semua pondok pesantren memiliki situs/website resmi. Baik situs resmi dengan domain berbayar yang disebut TLD (Top Level Domain) seperti alkhoirot.com atau yang memakai domain gratisan seperti alkhoirot.wordpress.com, alkamaliyah.blogspot.com. atau akun Facebook. Menurut Google, status TLD atau non-TLD itu tidak penting dalam konteks popularitas di mesin pencari Google. Hal terpenting agar sebuah situs pesantren bisa populer di Google dan bisa tampil di halaman pertama adalah kualitas dari artikel yang ada di dalamnya. Quality content alias konten berkualitas itulah kunci pokok agar sebuah situs pesantren dapat tampil dominan di hasil pencarian dengan kata kunci tertentu yang dalam istilah SEO (Search Engine Optimization) dikenal dengan Search Engine Result Page (SERP) atau halaman hasil pencarian search engine (mesin cari).

DAFTAR ISI
  1. DAFTAR 10 WEBSITE RESMI PESANTREN PALING POPULER DI GOOGLE
    1. ALKHOIROT.COM
    2. LIRBOYO.NET
    3. KRAPYAK.ORG
    4. DARUNNAJAH.COM
    5. BUKHARI.OR.ID
    6. LANGITAN.NET
    7. ASSALAAM.OR.ID
    8. SIDOGIRI.NET
    9. PESANTREN.UII.AC.ID
    10. PESANTRENPABELAN.COM
  2. CARA AGAR SITUS PESANTREN POPULER DI GOOGLE
  3. CARA KONSULTASI SYARIAH ISLAM


DAFTAR 10 WEBSITE RESMI PESANTREN PALING POPULER DI GOOGLE

Daftar di bawah ini berdasarkan hasil pencarian dengan kata kunci "pondok pesantren" di Google.co.id pada tanggal 14 Agustus 2014. Hasil ini bisa saja berbeda dengan hasil pencarian yang dilakukan di komputer, laptop atau smartphone (ponsel pintar) anda. Hal itu bisa saja terjadi karena perbedaan lokasi geografis dan history browser. Selain itu, ranking SERP di Google bersifat dinamis dan berubah-ubah. Untuk mendapatkan hasil yang lebih netral, (a) silahkan anda bersihkan dulu history bowser anda (Firefox: History -> Clear Recent History -> Clear Now); (b) lalu, log-out dari akun Google anda; Setelah itu, (c) lakukan pencarian di Google.co.id dengan kata kunci "Pondok Pesantren". Menurut hasil pencarian kami, situs yang tampil pada nomor 1, 2, 3, dan 4 dengan keyword "pondok pesantren" bukanlah situs resmi sebuah pesantren, dua situs pertama dan kedua adalah wikipedia Indonesia dan Inggris. Situs ketiga milik kemenag (pondokpesantren.net) sedang keempat adalah blog pribadi. Oleh karena itu keempat situs itu tidak kami masukkan di daftar ini.


#1 ALKHOIROT.COM

Data Statistik Online Per 17 Agustus 2014

Google Page Rank (PR): 2
Ranking Alexa Global: 521,983
Ranking Alexa Indonesia: 8,321
Google SERP: No. 5. halaman 1.

Sekilas profil pesantren:

Alkhoirot.com adalah situs resmi dari Pondok Pesantren Al-Khoirot Malang. Sebuah pesantren dengan sistem kombinasi salaf dan modern. Website Pesantren yang berfaham Ahlussunnah Wal Jamaah (Aswaja), bermazhab Syafi'i dan afiliasi kultural NU ini tampil di nomor urut 1 halaman pertama mesin cari Google disusul oleh situs-situs resmi dari pesantren yang lain.

Padahal kalau dilihat dari arsip posting, tidak banyak artikel yang ditulis. Hanya ada sekitar 20 artikel yang ada di situs ini plus sejumlah Halaman Statis tentang sejarah pesantren dan profil pengasuh. Ini artinya bahwa website yang memiliki ranking tinggi di pencarian Google (SERP) tidak harus memiliki banyak artikel. Artikel sedikit tidak menjadi masalah asal semuanya memenuhi standar artikel berkualitas yakni orisinil, komprehensif dan terstruktur secara baik.



#2: LIRBOYO.NET

Data Statistik Online Per 17 Agustus 2014

Google Page Rank (PR)): 0
Ranking Alexa Global: 1,211,306
Ranking Alexa Indonesia: 39,159
Google SERP: No. 6, halaman 1.

Sekilas profil pesantren:

Lirboyo.net adalah website resmi Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadiin Lirboyo, Kediri. Ponpes ini adalah salah satu dari sedikit pesantren yang masih bertahan dengan sistem salaf (tradisional) murni di mana para santri hanya belajar ilmu agama saja dari tingkat Ibtidaiyah (dasar), Tsanawiyah (menengah) dan Aliyah (atas).

Pesantren yang menerima santri putra dan putri ini termasuk salah satu pesantren tertua di Indonesia karena ia didirikan pada 1910 M yang berarti sudah berusia 104 tahun atau lebih dari satu abad.


#3: KRAPYAK.ORG

Data Statistik Online Per 17 Agustus 2014

Google Page Rank (PR): 3
Ranking Alexa Global: 2,425,440
Ranking Alexa Indonesia: -
Google SERP: No. 7, halaman 1.

Sekilas profil pesantren:

Krapyak.org adalah situs resmi Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta. Salah satu dari pesantren tertua di Indonesia yang saat ini menganut sistem kombinasi antara pendidikan modern dan salaf. Terbukti dengan adanya pendidikan formal dari tingkat SLTP sampai SLTA dan adanya Madrasah Diniyah, Tahfidz Al-Quran dan Ma'had Aly menunjukkan bahwa ia masih mempertahankan sistem salafnya.


#4: DARUNNAJAH.COM

Data Statistik Online Per 17 Agustus 2014

Google Page Rank (PR): 2
Ranking Alexa Global: 1,922,075
Ranking Alexa Indonesia: -
Google SERP: No. 8, halaman 1.

Sekilas profil pesantren:

Pondok Pesantren Modern Darunnajah Jakarta adalah pesantren yang bersistem modern dengan pertumbuhan cukup pesat. Hanya dalam beberapa dekade, pesantren ini telah memiliki belasan cabang yang tersebar di Jakarta, Banten dan Jawa Barat.


#5: BUKHARI.OR.ID

Data Statistik Online Per 17 Agustus 2014

Google Page Rank (PR): 2
Ranking Alexa Global: 5,659,741
Ranking Alexa Indonesia: -
Google SERP: No. 9, halaman 1.

Sekilas profil pesantren:

Bukhari.or.id adalah situs resmi dari Pondok Pesantren Imam Bukhari, Solo, Jawa Tengah. Pondok ini adalah pesantren berfaham Salafi Wahabi yang menganut sistem salaf atau tradisional dalam arti tidak ada lembaga pendidikan formal seperti MI/SD, SMP/MTS dan SMA/SMK/MA apalagi perguruan tinggi.

Seperti disebutkan dalam situsnya, program unggulan pesantren ini adalah menghafal Quran (Hifdzul Quran), Hifdzul Hadits (menghafal hadits) dan bahasa Arab.

Bagi para simpatisan Wahabi Salafi, cocok belajar di sini apabila ada keinginan untuk belajar di Universitas Islam Madinah karena ma'had ini sudah mendapat akreditasi dari Jamiah Islamiyah Madinah tersebut. Selain itu, lulusan Ponpes Imam Bukhari juga dapat melanjutkan studi ke LIPIA Jakarta dan Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir.


#6: LANGITAN.NET

Data Statistik Online Per 17 Agustus 2014

Google Page Rank (PR): 2
Ranking Alexa Global: 1,968,366
Ranking Alexa Indonesia: 33,160
Google SERP: No. 10, halaman 1.

Sekilas profil pesantren:

Situs pesantren yang menduduki ranking nomor 7, 8 dan 9 berada di halaman 2 Google.co.id. Itupun tidak urut karena diselingi oleh sejumlah halaman Facebook milik sejumlah pesantren. Pada halaman 2 Google.co.id ini ada tiga situs resmi pesantren yaitu assalaam.or.id, sidogiri.net dan pesantren.uii.ac.id.



#7: ASSALAAM.OR.ID

Data Statistik Online Per 17 Agustus 2014

Google Page Rank (PR): 0
Ranking Alexa Global: 1,778,416
Ranking Alexa Indonesia: -
Google SERP: No. 11, halaman 2.

Sekilas profil pesantren:

Pondok Pesantren Assalaam adalah pesantren modern yang masuk kategori berbiaya mahal. Namun, tingginya biaya disertai dengan baiknya fasilitas dan infrastruktur yang ditawarkan.


#8: SIDOGIRI.NET

Data Statistik Online Per 17 Agustus 2014

Google Page Rank (PR): 1
Ranking Alexa Global: 2,101,180
Ranking Alexa Indonesia: -
Google SERP: 19, halalaman 2

Sekilas profil pesantren:

Sama dengan Lirboyo, PP Sidogiri adalah pesantren salaf murni yang hanya mengajarkan ilmu agama saja. Walaupun ada sedikit ilmu umum tapi itu tidak signifikan. Namun demikian, ponpes Sidogiri merupakan salah satu atau mungkin satu-satunya pesantren yang memiliki kemampuan pengembangan enonomi terbaik serta mandiri finansial. Pesantren ini memiliki Bank syariah yang beromset triliunan yang bernama BMT Sidogiri serta memiliki jaringan pertokoan Kapontren Sidogiri yang menyebar di Jawa Timur. Tak diragukan lagi, PPS merupakan pesantren terkaya di Indonesia dan tidak memerlukan bantuan dari manapun untuk membangun dan mengembangkan infrastrukturnya.

PPS adalah salah satu pesantren tertua yang berdiri pada tahun 1700-an.


#9: PESANTREN.UII.AC.ID

Data Statistik Online Per 17 Agustus 2014

Google Page Rank (PR): 5
Ranking Alexa Global: #71,780
Ranking Alexa Indonesia: 1,321
Google SERP: 20, halalaman 2

Sekilas profil pesantren:

Pesantren ini adalah milik Universtas Islam Indonesia. Yang fungsi utamanya adalah menampung santri mahasiswa yang selain nyantri juga sambil kuliah di UII.


#10: PESANTRENPABELAN.COM


Data Statistik Online Per 17 Agustus 2014

Google Page Rank (PR): 0
Ranking Alexa Global: 5,087,099
Ranking Alexa Indonesia: -
Google SERP: No. 22, halaman 3.

Sekilas profil pesantren:

Pesantren Pabelan dulu pernah dikenal sebagai pesantren teknologi karena mengenalkan teknologi pada para santrinya.


CARA AGAR SITUS PESANTREN POPULER DI GOOGLE

Sebuah situs pesantren tidak perlu mengandung banyak sekali artikel. Yang diperlukan adalah semua artikel yang ditulis dan diupload ke situs ponpes tersebut harus berkualitas. Syarat suatu artikel bermutu menurut Google adalah:

(a) Artikel ditulis lengkap dan panjang. Panjang artikel minimal 800 (delapan ratus) kata. Lebih panjang lebih baik. Idealnya 1.000 (seribu) kata lebih. Google Panda tidak suka artikel yang pendek yang kurang dari 800. Google Panda tidak akan mentolerir ada satu artikel pendek (thin content) dalam sebuah website. Ada satu saja artikel pendek di sebuah blog sudah cukup bagi Google Panda untuk menghukum situs tersebut. Walaupun artikel yang lain panjang-panjang. Oleh karena itu, situs yang baik dan Google SEO friendly adalah website yang semua artikel yang ditulis di dalamnya mengandung minimal 800 kata atau lebih. Untuk halaman yang tidak ada kontennya, seperti bukutamu dan semacamnya, sebaiknya dibikin "noindex" supaya tidak masuk ke radar Google Panda.

(b) Unik dan orisinal. Artikel yang ditulis harus asli. Bukan hasil copy paste dari situs lain. Kesalahan dari banyak santri yang menjadi penulis website (webmaster atau blogger) adalah mereka ingin situsnya cepat banyak isinya dengan cara copy paste sana sini dan mengira bahwa hal itu tidak akan diketahui oleh Google. Ini pemikiran salah dan tidak bervisi jangka panjang. Pikirkan, apa gunanya sebuah situs berisi banyak artikel tapi diabaikan oleh Google karena hasil copy/paste? Satu hal lagi yang tak kalah pentingnya: artikel yang anda temukan di halaman pertama Google bukan berarti akan tampil di halaman pertama website anda kalau dicopy/paste ke situs anda. Sebaliknya, itu akan semakin membuat reputasi situs anda rusak di mata Google Panda.

(c) Struktur website yang baik. Ini masalah teknis yang tidak terlalu perlu dibahas bagi santri yang pemula dalam urusan website atau blog karena umumnya mereka memakai platform Blogger.com atau Wordpress yang secara struktur sudah memenuhi syarat standar yang ramah mesin pencari.

(d) Backlink. Mendapat backlink itu salah satu hal penting yang akan menaikkan ranking di Google. Tapi jangan terlalu ambisius mengejar backlink sampai nyepam di mana-mana. Kalau artikel yang ada di sebuah situs pesantren itu berkualitas, maka ia akan mendapat banyak backlink dari situs lain. Kalau tidak sabar menunggu, silahkan minta pada para santri dan alumni pesantren tersebut untuk minta di backlink di situs atau blog mereka masing-masing.

Baca juga:
- 10 Pesantren Terbaik
- 10 Pesantren Tertua
- Cara Memilih Pesantren
Selengkapnya ...

Cara Memilih Pesantren

Cara Memilih Pesantren
(Ket. gambar: Sebagian buku yang diterbitkan oleh Pustaka Al-Khoirot Malang)

Pondok Pesantren saat ini menjadi pilihan alternatif bagi orang tua untuk mendidik anaknya selama menempuh pendidikan jenjang SLTP dan SLTA. Bahkan tidak sedikit dari orang tua yang memondokkan anaknya sejak usia sekolah dasar (SD atau MI) sampai perguruan tinggi. Hal itu terjadi karena semakin meningkatnya kekhawatiran orang tua atas pengaruh buruk apabila menyekolahkan anak mereka di sekolah-sekolah formal non-pesantren. Kekhawatiran itu terkait dengan bebasnya pergaulan muda mudi, kualitas pendidikan yang hanya mengedepankan pada teori pelajaran semata tanpa dibarengi dengan penanaman dan pelatihan pendidikan akhlak mulia serta ramainya kenakalan remaja dalam berbagai bentuknya seperti tawuran antar-pelajar, perzinahan yang bebas antar siswa-siswi, geng motor, narkoba, dan lain-lain.

DAFTAR ISI
  1. Tujuan Mengirim Anak Ke Pesantren
  2. Cara Memilih Pesantren
  3. Empat Tipe Pesantren
    1. Pesantren Modern
    2. Pesantren Salaf
    3. Pesantren Kombinasi Salaf & Modern

Kekhawatiran itu dapat dimaklumi karena fakta-fakta begitu jelas digambarkan dan diberitakan oleh berbagai macam media: elektronik, audio visual (TV), radio, cetak, dll. Banyak pelajar wanita yang tidak perawan lagi saat masih sekolah di jenjang SLTP. Tidak sedikit pula dari mereka yang hamil di luar nikah. Belum lagi yang terjerat narkoba dan masuk rehabilitasi. Semua itu diperparah dengan disalahgunakannya teknologi komunikasi seperti handphone dan internet yang semakin mempermudah degradasi moral itu terjadi dan tumbuh berkembang dengan sangat pesat.

Di tengah kekacauan moral generasi muda saat ini, pesantren menjadi alternatif yang menyejukkan dan menjanjikan sebagai tempat yang aman bagi orang tua tidak hanya untuk menyekolahkan anak mereka di sekolah formal seperti sekolah formal di luar pesantren, tetapi juga untuk belajar ilmu-ilmu agama dan--ini yang tak kalah penting--belajar pendidikan dan pelatihan akhlak mulia.


TUJUAN MENGIRIM ANAK KE PESANTREN

Ada banyak kelompok orang tua dengan aneka tujuan saat mengirimkan anak mereka untuk dididik di pesantren. Umumnya adalah sebagai berikut:

1. (a) Agar mendapat dua disiplin ilmu sekaligus yaitu pendidikan agama di samping pendidikan formal umum minimal tingkat SD/MI, SLTP (MTS/SMP) dan tingkat SLTA (MA, SMA, SMK). Menurut syariah Islam, orang tua wajib membekali anaknya dengan pendidikan agama dasar yang diperlukan untuk mengamalkan kewajiban agama. Apabila tidak, maka hukumnya berdosa. Lihat: Ilmu Agama yang Wajib Dipelajari; (b) Agar perilaku anak relatif lebih baik karena adanya sistem pendidikan budi pekerti (akhlakul karimah) yang dilakukan lebih intensif dibanding di luar pesantren.

Kalangan ini adalah kelompok mayoritas orang tua yang mengirim anaknya untuk dididik pesantren. Ada banyak variasi dalam golongan ini tentang mana yang lebih penting antara ilmu agama dan pendidikan formal bagi anak. Yang jelas mereka sama-sama sepakat bahwa pendidikan agama adalah penting sepenting pendidikan umum.

2. Sebagian orang tua mengirimkan anak ke pesantren karena anak terlibat dalam perilaku menyimpang di rumah atau sekolah seperti pergaulan bebas, narkoba, geng motor, anak jalanan, dll. Tujuan utama kelompok ini adalah untuk menyembuhkan anak mereka. Tanpa itu mereka tidak akan pernah berfikir untuk mengirim anak ke pesantren.

3. Agar anak belajar ilmu agama saja karena menganggap belajar ilmu umum itu tidak atau kurang penting. Kelompok ini juga berasal dari banyak kalangan antara lain: (a) kalangan orang tua yang berasal dari pesantren salaf; (b) kalangan orang tua atau calon santri sendiri yang merasa bosan dengan ilmu umum dan merasa sangat butuh ilmu agama.


CARA MEMILIH PESANTREN

Untuk memilih pesantren yang tepat ada beberapa hal yang harus diperhatikan:

1. Sesuaikan pesantren yang hendak dipilih dengan afiliasi kultural Anda.
Artinya, (a) kalau Anda seorang yang secara kultural berlatarbelakang NU (suka tahlil, qunut, maulid Nabi, dll), maka carilah pesantren NU (Nahdlatul Ulama). (b) kalau anda seorang Muhammadiyah, maka pilihlah pesantren Muhammadiyah; (c) kalau anda seorang penganut Wahabi Salafi, maka pilihlah pesantren yang diasuh ustadz Wahabi Salafi; (b) kalau Anda dari kelompok minoritas seperti LDII, Wahidiyah, dll, maka carilah pesantren yang diasuh oleh mereka yang sesuai aliran ideologinya dengan anda.

Ini langkah pertama yang penting. Jangan sampai orang NU dikirim ke pesantren Wahabi dan sebaliknya. Karena kesalahan memilih pesantren itu akan berdampak pada konflik sosial antara anak anda dengan anda dan keluarga kelak.

2. Letak Geografis Pesantren. Kalau lokasi itu penting bagi Anda, maka petakan dulu pesantren yang lokasinya sesuai dengan keinginan Anda. Misalnya, sebagai orang Bogor, Anda ingin mencari pesantren di sekitar Bogor, maka carilah informasi tentang pesantren-pesantren yang ada di sekitar Bogor yang ideologi kulturalnya sesuai. Kalau lokasi tidak menjadi masalah, lewati panduan kedua ini.

3. Setelah ideologi dan afiliasi kultural serta lokasi suatu pesantren dianggap cocok, maka langkah ketiga adalah memilih pesantren yang program pendidikannya sesuai dengan tujuan Anda.

Misalnya, kalau ingin anak anda belajar dan memperdalam agama saja, maka carilah pesantren salaf yang murni mengkaji keilmuan agama secara mendalam. Kalau ingin pesantren yang pendidikan formalnya maju, maka carilah pesantren modern. Kalau ingin mendapatkan kedua-duanya, maka carilah pesantren kombinasi antara salaf dan modern.

4. Kalau biaya yang mahal menjadi masalah, maka carilah pesantren yang biayanya relatif terjangkau kantong Anda. Kalau soal ini tidak jadi soal, lewatkan tip ini.

5. Untuk lebih memahami tentang karakter sebuah pesantren baik dari segi ideologi, biaya, maupun sistem pendidikannya (salaf, modern, kombinasi), maka kunjungi setiap website pesantren terkait dan pelajari visi misinya, sistemnya, biayanya, dll.

Akhirnya, semoga Anda dapat menemukan pesantren yang sesuai dengan harapan Anda dan keluarga.

Tulisan terkait:
- Empat Tipe Pondok Pesantren berdasar Ideologi (NU, Muhammadiyah, Wahabi Salafi, Minoritas)
- Ciri Khas Ajaran Wahabi Salafi
- Pondok Pesantren Salaf (bukan Wahabi)
- Pondok Pesantren Modern
Selengkapnya ...

Pondok Pesantren Salaf

Pondok Pesantren Salaf


Pondok Pesantren Salaf, salafi atau salafiyah adalah tipe pondok pesantren tradisional di Indonesia. Kebalikan dari pesantren salaf adalah ponpes modern (kholaf, ashriyah). Istilah salaf di sini tidak ada hubungannya dengan gerakan pembaruan Islam garis keras Wahabi yang kerap disebut dengan gerakan Wahabi salafi.

DAFTAR ISI
  1. Definisi Pesantren Salaf
  2. Ciri Khas Pesantren Salaf
  3. Jenis Pesantren Salaf

DEFINISI PESANTREN SALAF

Kata salaf berarti dari bahasa Arab سلف secara literal bermakna yang dulu atau yang sudah lewat. Dalam kitab Al Mu'jam al Wasith terdapat sejumlah makna yang berbeda namun yang senada dengan pengertian ini adalah

سَلَفَ :
سَلَفَ سَلَفَ ُ سُلُوفًا ، وسَلَفًا : تقدَّم وسبق .
فهو سالف . والجمع : سُلاَّفٌ ، وسَلَفٌ .
وهي سالفة . والجمع : سَوالفُ .
و سَلَفَ مضى وانقضى .
و سَلَفَ السائرَ سَلْفًا : تقدُّمه وسبقَه .

Dalam pengertian istilah pesantren di Indonesia, salaf berkonotasi pada sebuah pesantren tradisional yang menganut sistem pendidikan kuno yaitu sistem wetonan, bandongan dan sorogan.

Pengertian ini kemudian berkembang seiring dengan dinamika dari pesantren salaf itu sendiri. Saat ini pesantren salaf bermakna sebuah pesantren yang murni mengajarkan ilmu agama baik dengan sistem tradisional maupun sistem klasikal (jenjang kelas) yang umum disebut dengan madrasah diniyah atau menganut kedua sistem itu. Pesantren salaf dengan santri yang cukup banyak biasanya menganut kedua sistem sorogan/wetonan dan klasikal sekaligus.

Dalam perkembangan berikutnya, sebuah pesantren disebut salaf selagi terdapat sistem pendidikan di atas (tradisional dan klasikal) walaupun dikombinasikan dengan pendidikan formal (MI, MTS, MA, dst) yang mengikuti kurikulum Kemdikbud atau Kemenag. Seperti Pondok Pesantre Al-Khoirot.


CIRI KHAS PESANTREN SALAF

Ciri Khas Pondok Pesantren Salaf

Beberapa ciri khas dari pesantren salaf adalah, pertama, adanya penekanan pada penguasaan kitab klasik atau kitab kuning (kutub atturats - كتب التراث ) yang sering disebut dengan kitab gundul.

Kedua, masih diberlakukannya sistem pengajian sorogan, dan wetonan, bandongan dalam proses kegiatan belajar mengajar (KBM) santri.

Ketiga, saat ini walaupun pesantren salaf memperkenalkan sistem jenjang kelas--disebut juga dengan sistem klasikal--namun materi pelajaran tetap berfokus pada kitab-kitab kuning alias kitab klasik.

Keempat, secara umum hubungan emosional kyai-santri di pesantren salaf jauh lebih dekat dibanding pesantren modern. Hal ini karena kiai menjadi figur sentral: sebagai edukator karakter, pembimbing rohani dan pengajar ilmu agama.

Kelima, materi pelajaran umum seperti matematika atau ilmu sosial tidak atau sangat sedikit diajarkan di pondok salaf.

Keenam, pondok salaf yang murni tidak memiliki lembaga pendidikan formal SD/MI MTS/SMP SMA/MA apalagi perguruan tinggi yang kurikulumnya berada di bawah pemerintah via Kemdiknas/Diknas atau Kemenag/Depag. Kalau ada sekolah dengan jenjang MI, MTS dan MA biasanya memakai kurikulum sendiri. Sekolah semacam ini disebut dengan madrasah diniyah atau madin.

Ketujuh, pondok pesantren salaf umumnya dipimpin oleh kiai yang secara kultural berafiliasi ke organisasi NU (Nahdlatul Ulama) walaupun tidak otomatis ada keterikatan secara organisasi. Yang pasti tidak seide dengan kalangan Muhammadiyah atau Wahabi.

Kedelapan, biaya pendidikan di pesantren salaf relatif murah. Dan jauh lebih murah dibanding pesantren modern. Tidak ada sistem daftar ulang. Dan tidak ada sistem seleksi. Semua santri yang ingin masuk ke pesantren salaf umumnya langsung diterima. Ini berbeda dengan pesantren modern.

Kesembilan, akhlak yang santun. Pesantren salaf menekankan pada perilaku yang sopan dan santun terutama dalam berinteraksi dengan guru, orang tua dan masyarakat dan antara sesama santri.

Di antara pesantren salaf terkenal yang tetap mempertahankan sistem salaf dan masih memiliki banyak santri (tiga ribu lebih) adalah Pondok Pesantren Sidogiri Pasuruan, Pondok Pesantren Langitan Tuban, Pondok Pesantren Lirboyo Kediri semuanya berada di Jawa Timur.


JENIS PONDOK PESANTREN SALAF

Jenis Pondok Pesantren Salaf

Setidaknya ada tiga jenis pesantren salaf di Indonesia:

Pertama, pesantren yang menekankan pada ilmu-ilmu agama dalam literatur bahasa Arab klasik seperti disebut di atas.

Kedua, pesantren tahfidz al-quran yaitu pesantren yang menekankan program hafalan Al-Quran 30 juz walaupun juga mengajarkan ilmu-ilmu agama sebagaimana layaknya pesantren salaf yang lain namun dengan intensitas yang lebih rendah.

Ketiga, pesantren kanuragan. Yaitu pesantren yang menekankan pada pendidikan kesaktian dan kanuragan di samping pendidikan agama. Pesantren tipe ini tidak banyak, namun masih tetap ada. Salah satu ciri khas santri dari pesantren salaf jenis ini adalah para santrinya biasanya memelihara rambut yang panjang (gondrong) walaupun memakai songkok. Alumni dari pesantren jenis ini biasanya orangnya memiliki kemampuan untuk mengobati penyakit secara ghaib, memiliki kesaktian bela diri ghaib (tenaga dalam dan jarak jauh), dan kemampuan spiritual lain. Di pesantren tipe inipun dipelajari juga ilmu agama walaupun tidak intensif.

Keempat, pesantren tarekat (toriqot, tarikat) yaitu pesantren yang menekankan pada keilmuan dan praktik tarekat. Baik tarekat yang muktabaroh atau bukan. Ilmu agama juga dipelajari.

Kelima, pesantren kombinasi. Yaitu pesantren yang mengombinasikan berbagai macam sistem yang ada di pesantren salaf atau modern. Seperti Pondok Pesantren Al-Khoirot Malang yang di dalamnya terdapat program kitab kuning, tahfidzul Qur'an, pendidikan formal, bahasa Arab intensif, soft-skill dalam bidang-bidang seperti komputer, informatika, tata busana, tata boga, dan jurnalisme.


Selengkapnya ...

Pondok Pesantren Bustanul Ulum Bulugading Jember

Pondok Pesantren Bustanul Ulum Bulugading Jember

Pondok Pesantren Bustanul Ulum yang berlokasi di Dusun Bulugading Desa Langkap Kecamatan Bangsalsari Kabupaten Jember Propinsi Jawa Timur didirikan oleh RKH. Abbdul Ghani pada tahun 1920 M. Beliau adalah putra dari RKH.Itsbat (Bujuk Itsbat) dari Banyuanyar Pamekasan Madura. KH Itsbat adalah pendiri salah satu pesantren tertua di Indonesia yaitu Pondok Pesantren Darul Ulum Banyuanyar Pamekasan.

DAFTAR ISI
  1. Sejarah dan Profil PPBU Bulugading Jember
  2. Pengasuh PPBU Bulugading Jember
  3. Sistem Pendidikan PPBU Bulugading Jember
  4. Pengurus PPBU Bulugading Jember
  5. Pengembangan Ekonomi PPBU Bulugading Jember

SEJARAH DAN PROFIL PONPES BUSTANUL ULUM BULUGADING JEMBER

K. Pakusari (K. Paku) dan K.Ya’kub (K. Lembung) adalah dua bersaudara yang bersama masyarakat sekitar telah mempersilahkan kepada RKH Abbdul Ghani untuk menempati areal tanahnya guna dijadikan Pondok Pesantren. Dengan segala kemampuan serta daya upayanya beliau terus menekuni dan mendidik santri-satrinya. Dengan ketrampilanya dalam mengelola sebuah Pondok Pesantren, maka pada tahun 1920 M berdirilah Pondok Pesantren Bustanul Ulum Dusun Bulugading Desa Langkap Kecamatan Bangsalsari Kabupaten Jember Propinsi Jawa Timur. Bustanul Ulum mungkin sebuah nama yang banyak dikenal oleh masyarakat, namun Bustanul Ulum yang berdusun Bulugading mungkin hanya satu-satunya di Republik ini.

Sejak RKH. Mohammad Sa’id menjadi pengasuh menggantikan RKH.Mohammad Azhari maka muncul ide untuk mereformasi sistem pendidikan dengan mendirikan lembaga pendidikan sistem klasikal.
Sistem diatas terus bergulir dan dan berkembang seiring dengan perjalanan dan perkembangan zaman. Pada awalnya hanya Madrasah Diniyah yang masih belum terdaftar pada Departemen Agama, namun pada tahun 1970 berdirilah Madrasah Ibtidaiyah Bustanul Ulum yang sudah terdaftar di Departemen Agama.

Pada tahun 1978 berdirilah Madrasah Tsanawiyah (MTS) Bustanul Ulum dengan Nomor Piagam Pendirian Wm.06.03/PP.03.2/2863/SKP/1999 dan diberikan status terdaftar bernomor NSM : 212350917072. Atas nama Kepala Bidang Pembinaan Perguruan Agama Islam Bpk.Drs.Sofyan, Nip : 150042059.

pada tahun 1981 muncullah pendidikan Menengah Atas yang dikenal dalam dunia Pesantren dengan nama Madrasah Aliyah (MA) Bustanul Ulum dengan nomor Piagam : L.m/3/267c/1982 yang ditanda tangani oleh atas Nama Kepala Kantor Wilayah Departemen Agama Propinsi Jawa Timur Bapak Kepala Bidang Pendidikan Agama Islam Drs.Adbul Fatah. Nip : 150011559.


PENGASUH PONPES BUSTANUL ULUM BULUGADING JEMBER

Pengasuh PPBU Bulugading Jember

Ponpes BUSTANUL ULUM Bulugading sebagaimana pesantren yang lain menempatkan Kyai dalam posisi sentral dalam kepemimpinan pesantren. Di Jawa umumnya pemimpin tertinggi pesantren disebut Pengasuh. Berikut pengasuh PPBU sejak berdirinya sampai sekarang.

RKH.Abdul Ghani (Pengasuh dan Pendiri)
RKH.Mohammad Azhari
RKH.Mohammad Sa’id
KH.Ahmad Rofiqi Sa’id
KH.Ahamad Baidlowi Sa’id Lc


SISTEM PENDIDIKAN PONPES BUSTANUL ULUM BULUGADING JEMBER

Sistem Pendidikan Pondpes Bulugading Jember

Sistem pendidikan di PPBU Bulugading adalah kombinasi salaf dan modern dalam arti PPBU mengadopsi sistem pengajian tradisional seperti wetonan, bandongan, sorogan; madrasah diniyah dan lembaga formal yang mengikuti kurikulum Kemenag (MI, MTS dan MA) dan Kemdikbud (SMK).

Sistem pendidikan yang sekarang sedang marak di kembangkan yaitu sistem pendidikan dengan Kurikulum Berbasis Kompetensi, memang keberadaannya sementara ini dianggap sangat menjajikan untuk memacu kualitas peserta didik, akan tetapi kalau melihat dari agenda sejarah yang telah bertahun tahun terbukti dapat menghasilkan para santri senior dalam bidangnya, maka kita akan mendapatkan satu titik temu dimana sistem KBK yang dikembangkan saat ini adalah sistem yang sedikit banyak telah mengadopsi dari sistem Salafi.

Sebagai bahan kajian mari kita buka lembaran sejarah dari sistem Pendidikan Pondok Pesantren Bustanul Ulum Buluading.

Mulanya Pondok Pesantren Bustanul Ulum Bulugading menerapkan sistem pendidikan dengan pola-pola seperti mengaji Al Qur’an dengan sistem sorogan dan hafalan, juga mengaji kitab kuning dengan sistem bandongan, sorogan serta muhafadloh. Semua sistem diatas adalah model yang tetap dilestarikan hingga saat ini mengingat pola-pola tersebut masih sangat relevan dan dibutuhkan untuk tetap menjaga mutu dan kualitas santri Pondok Pesantren Bustanul Ulum, dan dengan demikian pula Pondok Pesantren dapat menjaga serta melestrikan diantara beberapa nilai-nilai akar budaya bangsa yang berbasis pada miliu Pondok Pesantren dengan ciri khas salafiyah dan tidak menutup pola-pala baru yang lebih baik. Hal tersebut sangat kental dan dikenal didunia Pesantren dengan filosofinya yaitu اللمخافظة علي القديم الصالح والاخد بالجديد الاصلاح

Pola-pola salafiyah pada awalnya sangat jitu dan mendapatkan legitimasi di lingkungan masyarakat, sehingga untuk menciptakan santri yang berorientasi Pembekalan sangatlah efektif pada zamannya, namun untuk menciptakan santri yang beorientasi pada santri yang berupa Ulama’ Produktif, maka pola-pola tersebut haruslah mengalami penyempurnaan.


PENGURUS PONPES BUSTANUL ULUM BULUGADING JEMBER

Pengurus Yayasan PPBU Bulugading Jember

1.Ketua RKH.Ahmad Baidlowi Sa’id Lc
2.Wakil Ketua terdiri dari dua Pengurus yaitu
2.1.Sekretaris Achmad Muchlis
2.2.Bendahara Moh.Sholeh Salim
3.Koordinator Bidang yang membawahi beberapa Lembaga, antara lain

3.1. Bidang Pendidikan Formal
3.1.1.MA.BU H.Muh Hasyim S.Pd
3.1.2.Mts.BU Drs.Mahfud Ro’is
3.1.3.MI.BU Matjuri A.Md
3.1.4.TK.BU Ulfatus Salanah A.Md

3.2.Bidang Pendidikan Non Formal
3.2.1.Madin.BU Ust.Achmad Muchlis
3.2.2.TPA.BU KH.Abd.Kholiq
4.Koordinator Bidang Dakwah / BP
4.1.Untuk kalangan Vertikal 1.Abdul Wahid Rf 2.Achmad Fauzi S.Ag
4.2.Untuk kalangan Harizontal 1.Hasannirofik S.Ag 2.Jamaluddin

5.Koordinator Bid.Sos.Masyaraka (HUMAS)
1.Abdul Hamid Rusdianto S.Pd
2.Ahmad Syarif A.Md
3.Aswan Hadi


PENGEMBANGAN EKONOMI PESANTREN BULUGADING

Pondok Pesantren Bustanul Ulum Bulugading mempunyai beberapa unit usaha untuk menunjang kelancaran menjalankan roda pendidikan Pondok Pesantren. Antara lain usaha-usaha tersebut ialah
a. Koprasi Pondok Pesantren
b. Tanah Wakaf
c. Perikanan Air Tawar
d. Perikanan Air Asin
e. Toko Klontong
f. Kantin
g. Budi daya Jamur
h. Wartel
i. Donatur Tetap
j. Iuran Wajib Santri

Semua jenis usaha tersebut hanya dipruntukkan sepenuhnya untuk menunjang kelancaran menjalankan roda pendidikan yang berada dibawah naungan Yayasan Bustanul Ulum.

Artikel terkait: Keluarga Besar Pesantren Al-Khoirot
Selengkapnya ...

Pondok Pesantren Modern

Pondok Pesantren Modern

Istilah pondok pesantren modern pertama kali diperkenalkan oleh Pondok Modern Gontor. Istilah Modern dalam istilah Gontor berkonotasi pada nilai-nilai komodernan yang positif seperti disiplin, rapi, tepat waktu, kerja keras. Termasuk nilai modern yang bersifat fisikal yang tergambar dalam cara berpakaian santri Gontor dengan simbol dasi, jas, dan rambut pendek ala militer.

DAFTAR ISI
  1. Definisi Pesantren Modern
  2. Ciri Khas Pesantren Modern
  3. Pelopor Pesantren Modern
  4. Pesantren Kombinasi Salaf Modern

DEFINISI PESANTREN MODERN

Definisi dan arti dari Pondok Pesantren Ponpes Pontren Modern (kholaf, ashriyah), yang merupakan kebalikan dari Pondok Pesantren Salaf (salafiyah, tradisional)
Oleh Litbang Ponpes Al-Khoirot Malang

Pondok pesantren Modern memiliki konotasi yang bermacam-macam. Tidak ada definisi dan kriteria pasti tentang ponpes seperti apa yang memenuhi atau patut disebut dengan pesantren 'modern'.


CIRI KHAS PESANTREN MODERN

Namun demikian, beberapa unsur yang menjadi ciri khas pondok pesantren modern adalah sebagai berikut:

1. Penekanan pada bahasa Arab percakapan
2. Memakai buku-buku literatur bahasa Arab kontemporer (bukan klasik/kitab kuning)
3. Memiliki sekolah formal di bawah kurikulum Diknas dan/atau Kemenag dari SD/MI MTS/SMP MA/SMA maupun sekolah tinggi.
4. Tidak lagi memakai sistem pengajian tradisional seperti sorogan, wetonan, dan bandongan.

Kriteria-kriteria di atas belum tentu terpenuhi semua pada sebuah pesantren yang mengklaim modern. Pondok Modern Gontor, inventor dari istilah pondok modern, umpamanya, yang ciri modern-nya terletak pada penggunaan bahasa Arab kontemporer (percakapan) secara aktif dan cara berpakaian yang meniru Barat. Tapi, tidak memiliki sekolah formal yang kurikulumnya diakui pemerintah.

Pesantren modern, dengan demikian, adalah kebalikan dari Pesantren Salaf.


PELOPOR PONDOK PESANTREN MODERN

Pelopor dari pesantren modern adalah Pondok Modern Gontor. Pondok inilah yang secara sistematis dan bertahap memperkenalkan suatu sistem baru bagi dunia pesantren sehingga dengan reformasi sistem ini maka pesantren tidak hanya disukai oleh kalangan masyarakat pedesaan tapi juga mulai menarik masyarakat urban/perkotaan untuk menyekolahkan dan mengirimkan anaknya untuk dididik di pesantren.

Sistem yang diberlakukan pesantren modern membuat masyarakat yang selama ini agak sinis menjadi bangga dengan pesantren. Karena komodernan yang ditonjolkan tidak hanya sekedar jargon dan simbol-simbol belaka, tapi juga mencakup implementasi dari nilai-nilai modern yang hakiki dan islami.

Namun sistem pondok modern bukan tanpa kritik. Salah satu kritik yang didengungkan adalah lemahnya santri modern pada penguasaan kitab kuning klasik (kutub at-turats). Dan terlalu terfokus pada penguasaan bahasa Arab modern dan "ringan".

Berangkat dari kritikan ini, maka banyak pesantren yang tidak langsung meniru bulat-bulat sistem ini tetapi mengombinasikannya dengan sistem salaf dan sistem pendidikan lain yang sebelumnya hanya di luar pesantren seperti pendidikan formal, dan lain-lain.


PESANTREN KOMBINASI SALAF MODERN

Tidak semua pesantren meniru 100% sistem modern yang dipakai Gontor. Banyak dari pesantren yang masih mempertahankan sistem pesantren salaf. Sebagian mengambil jalan tengah dengan mengombinasikan dua sistem yang berbeda yaitu sistem salaf dan modern sekaligus.

Salah satu contohnya adalah Pondok Pesantren Al-Khoirot Malang yang merupakan kombinasi salaf dan modern. Ia memiliki ciri khas yang ada di pesantren salaf seperti pengajian kitab kuning/klasik (kutub atturats) dengan sistem sorogan dan wetonan, ada madrasah diniyah, tahfidzul Qur'an, dan pada waktu yang sama memiliki sekolah formal dan mengajarkan bahasa Arab kontemporer.

Pesantren seperti Al-Khoirot Malang beranggapan bahwa sistem kombinasi antara sistem modern, salaf dan pendidikan formal adalah sistem terbaik saat ini untuk diimplementasikan di pesantren.
Selengkapnya ...

Cara Cepat Membaca Kitab Kuning Metode 33 (Tiga tiga)

Cara Cepat Membaca Kitab Kuning Metode 33

Buku Cara Cepat dan mudah Membaca Kitab Kuning Metode 33 (tiga tiga) adalah sebuah buku karya KH. Dr. Habib Syakur pengasuh sebuah pesantren di Jogja yang menawarkan para santri untuk dapat membaca kitab kuning atau kitab gundul secara cepat dan praktis. Versi e-book (pdf) buku ini dapat didownload di sini.

DAFTAR ISI


  1. Apa itu kitab kuning
  2. Perihal buku Cara Cepat Membaca Kitab Kuning Metode 33
  3. Download buku Cara Cepat Membaca Kitab Kuning Metode 33 versi PDF



I. APA ITU KITAB KUNING?

Awalnya, kitab kuning adalah istilah yang agak berbau derogatory (Jawa, ngenyek; bahasa Indonesia, menghina) pada buku literatur klasik Islam dalam bahasa Arab yang banyak dibaca dan dikaji di pesantren salaf. Namun, istilah ini di kemudian hari menjadi sangat populer dan bahkan mengalahkan istilah lain yang lebih dikenal di kalangan internal pesantren seperti kitab gundul atau kitab klasik. Saat ini, orang tidak lagi menganggap sebutan ini sebagai istilah yang mengandung penghinaan. Fenomena ini mirip dengan istilah "dangdut" istilah sinis yang kemudian justru menjadi sebutan populer untuk musik melayu.

Membaca kitab kuning itu susah bagi yang tidak memiliki dasar membaca tulisan Arab. Namun, bagi yang bisa membaca Al-Quran membaca kitab kuning itu mudah. Setidaknya, tidak sesulit mereka yang buta baca tulisan/aksara Arab sama sekali.

Membaca kitab kuning dianggap lebih sulit dibanding dengan membaca kitab modern karena beberapa hal:

Pertama, kitab kuning memakai kosa kata bahasa Arab klasik yang saat ini banyak tidak lagi dipakai dalam bahasa Arab modern atau telah berubah formatnya walaupun berasal dari akar kata yang sama.

Kedua, kitab kuning tidak memakai tanda baca standar seperti titik, koma, titik dua dan titik koma, dll berbeda dengan kitab modern. Bagi pelajar (santri) pemula ini tentu sangat menyulitkan karena terkait dengan penentuan struktur i'rab-nya.

Ketiga, paragraf sering terlalu panjang sehingga menyulitkan pembaca.

Keempat, pembahasan kasus hukum tidak terstruktur dengan baik --yakni tidak terbagi dalam subjudul, sub-sub-judul, dst-- sehingga menyulitkan pembaca untuk memilah-milah antara hukum dan rincian pemecahan kasus hukum. Ini berbeda dengan kitab-kitab berbahasa Arab yang ditulis oleh ulama-ulama modern.

Sejumlah santri Pondok Pesantren Al-Khoirot Malang yang sudah relatif mampu membaca kitab kuning pernah menulis artikel di blog masing-masing seputar pengalaman pribadi mereka belajar membaca kitab kuning. Bagi yang tertarik untuk mampu membaca kitab kuning, silahkan membaca pengalaman mereka di sini!. Cari tulisan tentang "kitab kuning" di blog masing-masing.

II. Cara cepat Belajar Baca Kitab Kuning kitab klasik atau kitab gundul Metode 33

Judul buku: Cara Cepat Membaca Kitab Kuning Metode 33 (tiga tiga)
Penulis: KH. Dr. Habib Syakur pengasuh
Jabatan penulis: Pengasuh/direktur utama Pondok Pesantren al-Imdad Jogjakarta

Beberapa ciri khas (salient features) dari buku ini adalah:

Setidaknya terdapat empat maharah al-lughawiyyah (keahlian berbahasa), yaitu maharah al-istima’ (keahlian mendengar), maharah al-kalam (keahlian berbicara), maharah al-qira’ah (keahlian membaca), dan maharah al-kitabah (keahlian menulis).

Metode 33 untuk maharah al-qira’ah.

Untuk memahami dan mendalami Bahasa Arab secara komprehensif, keempat maharah itu harus dikuasai.

Syakur menegaskan, bahasa bukanlah ilmu, melainkan seni. Yang dibutuhkan hanyalah latihan dan kebiasaan.

Belajar membaca kitab kuning secara praktis harus memperhatikan tiga hal: Kosakata, kaidah, dan latihan.

Ketiga hal itu harus dibaca dan dilulang-ulang minimal sehari dalam tiga minggu.

Buku yang ditulisnya hanya menawarkan kemampuan bukan keahlian.

Sumber: mufakat.ditpdpontren.com


III. DOWNLOAD BUKU METODE 33

Yang belum ada linknya berarti file-nya belum di-upload/unggah. Silahkan datang lagi di lain waktu. Seluruh file/berkas dalam format pdf.

  1. Metode 33 Pelajaran 1
  2. Metode 33 Pelajaran 2
  3. Pelajaran 3
  4. Pelajaran 4
  5. Pelajaran 5
  6. Pelajaran 6
  7. Pelajaran 7
  8. Pelajaran 8
  9. Pelajaran 9
  10. Pelajaran 10
  11. Pelajaran 11
  12. Kosa kata

Untuk membaca versi website-nya, silahkan mengunjungi situs resmi PP Al-Imdad (pp-alimdad.com) atau ke blog pribadi M. Habib Syakur di: mhabibsyakur.blogspot.com
Selengkapnya ...

10 Pesantren Terbaik di Indonesia

10 Pesantren Terbaik di Indonesia

Pondok Pesantren merupakan lembaga pendidikan Islam terbaik, terpopuler, terkenal dan paling berpengaruh yang berdiri sejak lama di Indonesia. Bahkan sebelum lembaga pendidikan modern lain ada. Yakni sejak masuknya Islam ke tanah Indonesia yang dibawa oleh para pedagang muslim, da'i, mubaligh dan para wali dari luar negeri. Konon pesantren pertama didirikan oleh salah satu walisongo. Tidak semua pesantren tua masih eksis pada saat ini. Ada yang sudah tutup karena tidak ada penerusnya, tapi ada juga yang masih eksis, populer dan besar sampai saat ini. Namun tidak sedikit pesantren baru yang mengalahkan pesantren lama karena adanya inovasi dan terobosan dalam segi manajemen dan sistem pembelajaran.

DAFTAR ISI 10 PESANTREN TERBAIK
  1. Pondok Pesantren Sidogiri Pasuruan
  2. Pondok Pesantren Langitan Tuban
  3. Pondok Modern Gontor Pondorogo
  4. Pondok Pesantren Tebuireng Jombang
  5. Pondok Pesantren Al-Khairaat Palu
  6. Pondok Pesantren Banyuanyar Madura
  7. Pondok Pesantren Nurul Jadid Probolinggo
  8. Pondok Pesantren Musthofawiyah Sumut
  9. Pondok Pesantren Buntet Cirebon
  10. Pondok Pesantren Al-Khoirot Malang


1. PONDOK PESANTREN SIDOGIRI PASURUAN

Ponpes Sidogiri menempati urutan pertama sebagai pesantren terbaik, terpopuler dan paling berpengaruh karena banyak hal: a) Ia pesantren tertua di Indonesia yang bukan hanya masih eksis tapi terus berkembang; b) Tetap berani mempertahankan sistem pendidikan salaf alias murni mengkaji ilmu agama dan pada waktu yang sama tetap dapat memertahankan jumlah santri yang mencapai puluhan ribu (putra dan putri); c) Dikenal sebagai satu-satunya pesantren yang berhasil mandiri dalam bidang finansial berkat berbagai usaha bisnisnya yang sangat sukses mulai dari lembaga keuangan yang bernama BMT (Baitul Mal Wat Tamwil) yang memiliki banyak cabang, waralaba minimarket (mart) dengan nama Koperasi Sidogiri, dan banyak usaha-usaha lain.

Komitmen Ponpes Sidogiri yang berdiri pada 1718 untuk tetap mempertahankan sistem madrasah diniyah sampai tingkat ma'had ali (setingkat universitas) yang bernama Tarbiyatul Mu'allimin dan pengiriman guru tugas ke berbagai penjuru nusantara dan luasnya jaringan alumninya menjadi faktor-faktor penting yang membuat Ponpes Sidogiri menjadi pilihan mudah sebagai pesantren terbaik, tertua dan paling berpengaruh di Indonesia. Lebih detail: Pondok Pesantren Sidogiri

2. PONDOK PESANTREN LANGITAN TUBAN

Ponpes Langitan yang berdiri pada tahun 1852 merupakan pesantren yang berpengaruh di kawasan Surabaya ke barat yaitu sepanjang kabupaten Gresik, Lamongan, Tuban, Bojonegoro, Cepu. Figur kharismatik salah satu pengasuhnya yaitu KH Abdullah Faqih di kancah politik nasional juga menambah dikenalnya nama pesantren ini.

Ponpes Langitan patut mendapat respek karena kemampuannya untuk tetap eksis bahkan tumbuh dan berkembang tanpa harus merubah sistem pendidikannya yang menganut sistem salaf.

3. PONDOK MODERN GONTOR

Pondok Modern Gontor adalah pelopor dan inovator dari pesantren modern yang diilhami oleh antara lain modernisasi pendidikan Islam yang dilakukan oleh Sir Syed Ahmad Khan founder Aligarh Muslim University di India. Perubahan dari Ponpes Darussalam Gontor yang salaf menjadi modern membuat pesantren ini menjadi insstitusi pendidikan Islam yang menjadi tempat belajar masyarakat perkotaan yang dulunya enggan mondok pesantren.

Ciri khas dari pesantren modern ala Gontor antara lain kedisiplinan yang tinggi, kemampuan dan pembiasaan bahasa Arab dan Inggris dengan menjadikannya sebagai bahasa sehari-hari, dan kerapian pakaian dengan selalu bercelana dan berdasi saat sekolah, dll.

Gontor juga menjadi pelopor dari pesantren yang mengenakan biaya tinggi dan mahal pada santri. Suatu hal baru yang tidak lazim dilakukan pesantren khususnya di pesantrne salaf. Namun wali santri yang kelas menengah rela merogoh koceh lebih dalam asal sesuai dengan kualitas yang ditawarkan. Sekaligus ini menjadi kritik pada pesantren Modern khususnya dari kalangan rakyat miskin yang tidak mampu membayar mahal untuk pendidikan anak-anaknya.

Nilai minus lain dari sistem modern adalah kurangnya kemampuan santrinya pada penguasaan literatur Islam klasik yang dikenal dengan kitab kuning atau kitab gundul. Di samping itu, etika sopan santun relatif berbeda dengan santri di pesantren salaf.

Namun secara keseluruhan, sistem yang diterapkan Pondok Modern Gontor berjalan dengan sangat sukses. Dan setiap kesukesan selalu menciptakan tren baru. Saat ini banyak pesantren yang menyebut dirinya "modern" memfoto-copy apa yang dilakukan Gontor dengan beberapa modifikasi.

4. PONDOK PESANTREN TEBUIRENG JOMBANG

Pesantren Tebuireng dikenal karena figur pendirinya sosok ulama kharismatik pencetus organisasi Nahdlatul Ulama (NU) pada 1926 yaitu Kyai Hasyim Asy'ari yang putranya-KH Wahid Hasyim-- menjadi Menteri Agama pertama Republik Indonesia sedang cucunya yang bernama KH Abdurrahman "Gus Dur" Wahid menjadi presiden keempat RI dan yang pertama berasal dari kalangan santri.

Dari sisi sistem pendidikan, Ponpes Tebuireng tidak menganut suatu sistem yang inovatif seperti layaknya Gontor atau mempertahankan sistem salaf seperti Langitan atau Sidogiri. Ponpes Tebuireng cenderung agak stagnan mungkin karena figur pimpinannya lebih sering berada di Jakarta daripada di Jombang. Namun demikian, Pondok Tebuireng tetap eksis dengan sistem pendidikan akomodatif yaitu pendidikan formal dan sedikit pendidikan diniyah. Lebih detail: Pondok Pesantren Tebuireng.

5. PONDOK PESANTREN AL-KHAIRAAT PALU

Pesantren Al-Khairaat merupakan pesantren terpopuler dan paling berpengaruh di luar Jawa khususnya di Sulawesi dan Indonesia Timur. Dan pesantren besar pertama yang didirikan dan diasuh oleh seorang habaib.

Pesantren Al-Khairaat memiliki banyak cabang di berbagai daerah di kawasan Indonesia Timur. Apabila ditotal jumlah santri seluruhnya mencapai puluhan ribu.

6. PONDOK PESANTREN DARUL ULUM BANYUANYAR MADURA

LPI Darul Ulum Banyuanyar Pamekasan Madura -- atau lebih dikenal dengan Pondok Banyuanyar-- adalah termasuk dari 5 (lima) pesantren tertua di Indonesia. Didirikan pada 1787 oleh Kyai Itsbat, pesantren ini berkembang dengan pesat sampai sekarang.

Di Madura khususnya kabupaten Pameksan, pesantren Banyuanyar memiliki pengaruh yang tidak kecil. Sistem pendidikan di pesantren ini menganut sistem kombinasi salaf dan modern. Penguasaan kitab kuning tetap dipelihara dan pendidikan formal yang sesuai kurikulum pemerintah juga diadakan untuk memenuhi tantangan dan tuntutan zaman. Oleh karena itu, tidak heran banyak alumni pesantren ini yang sudah memjadi tokoh berpengaruh.


7. PONDOK PESANTREN NURUL JADID PROBOLINGGO

Ponpes Nurul Jadid Paiton dapat dikatakan sebagai pesantren paling lengkap sarana pendidikan formalnya selain pendidikan agama. Pesantren ini memiliki lembaga pendidikan dari yang paling bawah seperti TK, SLTP (MTS, SMP), SLTA (SMA, MA, SMK) sampai perguruan tinggi dengan berbagai jurusan baik agama (STAINJ) maupun sains seperti teknologi informasi (STT Nurul Jadid) dan kesehatan (STIKES).

Selain itu, madrasah diniyah, ma'had aly dan tahfidz Al-Quran juga tersedia di pesantren ini sehingga tidak ada alasan bagi umat Islam untuk tidak mengirimkan putranya ke pesantren dengan alasan ketiadaan jurusan yang dicari. Lebih detail: Ponpes Nurul Jadid Paiton


8. PONDOK PESANTREN MUSTHOFAWIYAH SUMUT

Pesantren tertua di Sumatera Utara ini merupakan pesantren paling populer dan terbaik di daerah Sumut dan juga tertua (berdiri tahun 1912). Alumninya sudah banyak yang menjadi tokoh lokal dan nasional. Tidak sedikit yang melanjutkan studi ke luar negeri baik di kawasan Timur Tengah maupun Barat.

Pesantren Purba Baru, begitu pesantren ini biasa dikenal, adalah pesantren kombinasi antara sistem modern dan salaf. Modern karena adanya sistem pendidikan formal dan salaf karena juga mengajarkan kitab kuning. Lebih detail: Pesantren Musthowaiyah Purba Baru


9. PONDOK PESANTREN BUNTET CIREBON

Pondok Pesantren yang sangat terkenal di kawasan Jawa Barat dan termasuk salah satu pesantren tertua (berdiri sejak tahun 1785) di Indonesia.

Pesantren ini menjadi cikal bakal pesantren lain di provinsi Jawa Barat, Banten dan DKI Jakarta. Banyak dari pengasuh pesantren di ketiga kawasan tersebut merupakan alumni dari Pesantren Buntet. Dengan demikian, pesantren ini patut disebut sebagai salah satu pesantren paling berpengaruh. Sistem pendidikan menganut kombinasi antara salaf dan modern. Lebih detail: Pondok Pesantren Buntet Cirebon


10. PONDOK PESANTREN AL-KHOIROT MALANG

Ponpes Al-Khoirot Malang termasuk yang relatif muda (berdiri tahun 1963) apabila dibandingkan dengan pesantren lain yang masuk 10 besar pesantren terbaik. Yang membedakan pesantren ini dari pesantren lain adalah kemampuannya dalam memadukan sejumlah sistem pendidikan dalam satu paket pendidikan yang holistik untuk semua santri. Tak heran, pengasuh Pondok Pesantren Banyuanyar saat ini pun termasuk salah satu alumni Ponpes Al-Khoirot.

Sistem pendidikan yang dianut di pesantren Al-Khoirot adalah kombinasi dari 4 (empat) jenis pola yaitu pendidikan formal, pendidikan madin (madrasah diniyah) yang 100% agama, bahasa Arab modern dan kajian kitab kuning tingkat advanced (pendalaman). Keempat aktifitas pendidikan ini merupakan kegiatan utama yang harus diikuti oleh semua santri. Sehingga santri tidak hanya memiliki bekal ijazah formal tapi juga menguasai kitab kuning dan lancar berbahasa Arab. Selain itu, ada program tambahan seperti tahfidzul Quran (menghafal Quran), yang merupakan program pilihan dan Ma'had Aly .

Bagi santri tingkat advanced, program Ma'had Aly menjadi program khusus yang bertujuan untuk penguasaan santri atas sistem pengambilan hukum (istinbat al-hukm).

Yang tak kalah penting dari itu semua adalah pendidikan akhlaq al-karimah yaitu pendidikan budi luhur ala santri yang diharapkan menjadi puncak pencapaian dari ilmu-ilmu yang dimiliki.

Di samping itu, dengan memanfaatkan teknologi informasi, Pondok Pesantren Al-Khoirot memiliki program pengabdian masyarat berupa Konsultasi Agama Islam secara online melalui internet. Layanan gratis ini dibimbing oleh Dewan Pengasuh Ponpes Al-Khoirot sendiri. Konsultasi agama ini mendapat sambutan luas masyarakat muslim baik di Indonesia maupun di luar negeri seperti Singapura dan Malaysia.

Kirimkan persoalan Anda ke info@alkhoirot.com atau alkhoirot@gmail.com

Layanan Konsultasi Agama melalui internet oleh Pesantren Al-Khoirot Malang merupakan layanan pertama dan satu-satunya yang diadakan oleh sebuah pesantren baik pesantren salaf maupun modern. Sehingga, pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam dapat dirasakan manfaatnya tidak hanya oleh santri yang belajar di dalam kompleks pesantren akan tetapi juga oleh mereka yang dapat mengakses internet di seluruh dunia.

Lebih detail: www.alkhoirot.com
Selengkapnya ...

Pondok Pesantren Tertua di Indonesia

Pondok Pesantren Tertua Indonesia

Daftar nama ponpes Pondok Pesantren Tertua (tidak otomatis terbesar atau terbaik) di Indonesia sistem salafiyah, modern atau kombinasi keduanya. Pondok pesantren ini umumnya secara kultural berafilias ke NU (Nahdlatul ULama) walaupun tidak otomatis berafiliasi ke NU secara organisasi.

DAFTAR ISI


  1. Pesantren Berdiri pada 1700 Masehi
    1. Ponpes Sidogiri Pasuruan Jawa Timur (berdiri tahun 1718)
    2. Ponpes Jamsaren Jawa Tengah(berdiri tahun 1750)
    3. Pondok PPMH Gading Malang Jatim (berdiri tahun 1768)
    4. Pondok Pesantren Buntet Cirebon Jawa Barat (berdiri tahun 1785)
    5. PP Darul Ulum Banyuanyar Pamekasan Madura (berdiri tahun 1787)
  2. Pesantren Berdiri pada 1800 Masehi
    1. Ponpes Tremas Paciatan Jawa Timur (berdiri tahun 1830)
    2. Ponpes Langitan Tuban Jawa Timur (berdiri tahun 1852)
    3. Ponpes Syaikhona Kholil Bangkalan (berdiri tahun 1861)
    4. Pondok Pesantren Sukamiskin Bandung Jabar (berdiri tahun 1881)
    5. Pondok Pesantren Tebuireng Jombang Jatim (berdiri tahun 1899)
  3. Pesantren Berdiri pada 1900 Masehi
    1. Ponpes Al-Munawwir Krapyak Jogjakarta (berdiri tahun 1911)
    2. Ponpes Musthafawiyah Purba Baru Sumut (berdiri tahun 1912)
    3. Pondok Modern Gontor Ponorogo Jatim (berdiri tahun 1926)
    4. PP Bata-bata Pamekasan Madura Jawa Timur (berdiri tahun 1943)
    5. PP Nurul Jadid Paiton Probolinggo Jawa Timur (berdiri tahun 1950)
    6. Pesantren Al-Khoirot Malang Jawa Timur (berdiri tahun 1963)

Pondok Pesantren terbaik


PESANTREN BERDIRI PADA TAHUN 1700-an

Pondok pesantren generasi pertama tertua yang berdiri pada abad ke-17 yaitu pada tahun 1700-an. Pesantren-pesantren ini sampai sekarang masih eksis dan berdiri kokoh. Sebagian masih mempertahankan sistem salaf sedang yang lain sudah berubah menjadi pesantren modern dengan ciri khasnya adanya sekolah formal.


Ponpes Sidogiri Pasuruan Jawa Timur (berdiri tahun 1718)

Sidogiri dibabat oleh seorang Sayyid dari Cirebon Jawa Barat bernama Sayyid Sulaiman. Beliau adalah keturunan Rasulullah r dari marga Basyaiban.

Terdapat dua versi tentang tahun berdirinya Pondok Pesantren Sidogiri yaitu 1718 atau 1745. Dalam suatu catatan yang ditulis Panca Warga tahun 1963 disebutkan bahwa Pondok Pesantren Sidogiri didirikan tahun 1718. Catatan itu ditandatangani oleh Almaghfurlahum KH Noerhasan Nawawie, KH Cholil Nawawie, dan KA Sa’doellah Nawawie pada 29 Oktober 1963.

Dalam surat lain tahun 1971 yang ditandatangani oleh KA Sa’doellah Nawawie, tertulis bahwa tahun tersebut (1971) merupakan hari ulang tahun Pondok Pesantren Sidogiri yang ke-226. Dari sini disimpulkan bahwa Pondok Pesantren Sidogiri berdiri pada tahun 1745. Dalam kenyataannya, versi terakhir inilah yang dijadikan patokan hari ulang tahun/ikhtibar Pondok Pesantren Sidogiri setiap akhir tahun pelajaran.

Pondok Sidogiri sampai saat ini masih mempertahankan sistem pesantren salaf. Yaitu pengajian kitab dan madrasah diniyah yang murni mengajarkan agama. Lebih detailPondok Pesantren Sidogiri.


Ponpes Jamsaren Jawa Tengah(berdiri tahun 1750)

Pondok pesantren Jamsaren berlokasi di Jalan Veteran 263 Serengan Solo. Ponpes ini pertama berdiri sekitar tahun 1750. Dalam sejarahnya, pondok ini melewati dua periode, setelah mengalami kevakuman hampir 50 tahun, antara 1830 - 1878.
Semula, pondok pesantren yang didirikan pada masa pemerintahan Pakubuwono IV ini hanya berupa surau kecil. Kala itu, PB IV mendatangkan para ulama, di antaranya Kiai Jamsari (Banyumas). Nama Jamsaren itu juga diambil dari nama kediaman Kiai Jamsari yang kemudian diabadikan hingga sekarang. Lebih detail: Pondok Pesantren Jamsaren.


Pondok PPMH Gading Malang Jatim (berdiri tahun 1768)

Pondok Pesantren Miftahul Huda (PPMH) Malang didirikan oleh KH. Hasan Munadi pada tahun 1768. PPMH juga dikenal dengan nama Pondok Gading karena tempatnya berada di kelurahan Gading Kasri, Kecamatan Klojen, Kota Malang. Bahkan nama yang terakhir lebih masyhur dikalangan masyarakat.

KH. Hasan Munadi wafat pada usia 125 tahun. Beliau mengasuh pondok pesantren ini selama hampir 90 tahun. Beliau meninggalkan empat orang putra yaitu: KH. Isma'il, KH. Muhyini, KH. Ma'sum dan Nyai Mujannah. Pada masa itu, Pondok Gading belum mengalami perkembangan yang signifikan. Lebih detail: Pondok Pesantren Gading Malang.


Pondok Pesantren Buntet Cirebon Jawa Barat (berdiri tahun 1785)

Buntet Pesantren adalah nama sebuah Pondok Pesantren yang umurnya cukup tua. Berdiri sejak abad ke 18 tepatnya tahun 1785. Menurut catatan sejarah seperti yang tertulis dalam buku Sejarah Pondok Buntet Pesantren karya H. Amak Abkari, bahwa tokoh Ulama yang pertama kali mendirikan Pesantren ini adalah seorang Mufti Besar Kesultanan Cirebon bernama Kyai Haji Muqoyyim (Mbah Muqoyyim).

Tempat yang pertama kali dijadikan sebagai pondok pesantren Buntet, letaknya di Desa Bulak kurang lebih 1/2 km dari perkampungan Pesantren yang sekarang. Sebagai buktinya di Desa Bulak tersebut terdapat peninggalan Mbah Muqoyyim berupa makan santri yang sampai sekarang masih utuh. Lebih detail: Pondok Pesantren Buntet Cirebon


PP Darul Ulum Banyuanyar Pamekasan Madura (berdiri tahun 1787)

Pondok Pesantren Banyuanyar bermula dari sebuah langgar (musholla) kecil yang didirikan oleh Kyai Itsbat bin Ishaq sekitar tahun + 1787 M/1204 H. Beliau adalah salah seorang ulama kharismatik yang terkenal dengan kezuhudan, ketawadhuan dan kearifannya yang kemudian melahirkan tokoh-tokoh masyarakat dan pengasuh pondok pesantren di Pulau Madura dan Pulau Jawa.

Pada awal berdirinya, Pondok Pesantren Banyuanyar hanya berlokasi di atas sebidang tanah tegalan yang sempit dan gersang yang kemudian dikenal dengan sebutan “Banyuanyar”. Di lokasi inilah Kyai Itsbat mengasuh para santrinya dengan penuh istiqomah dan sabar, sekalipun sarana dan fasilitas yang ada pada saat itu jauh dari kecukupan. Setelah wafat, beliau meninggalkan amanah suci pada generasi penerusnya yaitu cita-cita luhur untuk mendirikan sebuah pondok pesantren yang representatif yang mampu menjawab tantangan zaman dan tuntutan umat. Lebih detail: Pondok Pesantren Banyuanyar Madura


PESANTREN BERDIRI PADA TAHUN 1800-an

Berikut 5 (lima) pesantren generasi kedua yang eksis pada abad ke-18 yaitu didirikan pada tahun 1800-an


Ponpes Tremas Pacitan Jawa Timur (berdiri tahun 1830)

Pondok Tremas yang dipelopori oleh beliau KH. Abdul Manan pada tahun 1830 M. Usaha pertama kali yang dilakukan untuk membangun tempat pengajian sudah barang tentu mendirikan sebuah masjid (terletak agak ke sebelah timur dari masjid yang sekarang). Dan setelah santri-santri dari jauh yang sebagian berasal dari bekas santri-santrinya di Semanten mulai berdatangan, maka dibangunlah sebuah asrama pondok di sebelah selatan masjid. Sudah barang tentu keadaan masjid dan asrama pondok pada waktu itu masih sangat sederhana sekali, atapnya masih menggunakan daun ilalang dan kerangka lainnya masih banyak yang menggunakan bahan dari bambu. Lebih detail: Pondok Pesantren Tremas Pacitan


Ponpes Langitan Tuban Jawa Timur (berdiri tahun 1852)

Perjalanan Pondok Pesantren Langitan dari periode ke periode selanjutnya senantiasa memperlihatkan peningkatan yang dinamis dan signifikan namun perkembangannya terjadi secara gradual dan kondisional. Bermula dari masa KH. Muhammad Nur yang merupakan sebuah fase perintisan, lalu diteruskan masa H. Ahmad Sholeh dan KH. Muhammad Khozin yang dapat dikategorikan periode perkembangan. Kemudian berlanjut pada iepengasuhan KH. Abdul Hadi Zahid, KH. Ahmad Marzuqi Zahid dan KH. Abdulloh Faqih yang tidak lain adalah fase pembaharuan.

KH. Muhammad Nur mengasuh pondok ini kira-kira selama 18 tahun (1852-1870 M). Lebih detail: Pondok Psantren Langitan Tuban


Ponpes Syaikhona Kholil Bangkalan (berdiri tahun 1861)

Syaikhona (Syaichona) Kholil mendirikan sebuah pesantren di daerah Cengkubuan, Bangkalan. Setelah putrinya, Siti Khatimah, dinikahkan dengan keponakannya sendiri, yaitu Kiai Muntaha (Muhammad Thaha); pesantren di desa Cengkubuan itu kemudian diserahkan kepada menantunya tersebut. Dan Kiai Khalil sendiri, pada tahun 1861 M., mendirikan pesantren lagi di daerah Kademangan, hampir di pusat kota; sekitar 200 meter sebelah Barat alun-alun kota Kabupaten Bangkalan. Letak pesantren yang baru itu, hanya selang 1 kilometer dari pesantren lama dan desa kelahirannya. Pesantren yang terakhir ini kemudian dikenal sebagai pesantren Syaikhona Kholil.

Lebih detail: Pondok Pesantren Syaichona Kholil Madura


Pondok Pesantren Sukamiskin Bandung Jabar (berdiri tahun 1881)

Pondok Pesantren Sukamiskin yang didirikan oleh K.H. Raden Muhammad bin Alqo pada tahun 1881 M ini telah mampu mencetak berbagai alumni yang tersebar di berbagai pelosok. Tak sedikit diantara alumni tersebut yang telah mendirikan pondok pesantren sebagai wadah memanfaatkan ilmu yang didapatnya selama di Sukamiskin. Wajar saja, karena pada kenyataannya pesantren yang sudah ada sejak zaman penjajahan Belanda ini merupakan pesantren tertua di Bandung.

Lebih detail: Pondok Pesantren Sukamiskin Bandung


Pondok Pesantren Tebuireng Jombang Jatim (berdiri tahun 1899)

Pondok Pesantren Tebuireng didirikan oleh Kyai Haji Hasyim Asy’ari pada tahun 1899 M. Pesantren ini didirikan setelah ia pulang dari pengembaraannya menuntut ilmu di berbagai pondok pesantren terkemuka dan di tanah Mekkah, untuk mengamalkan ilmu yang telah diperolehnya.

Awal mula kegiatan dakwah K.H. Hasyim Asy’ari dipusatkan di sebuah bangunan yang terdiri dari dua buah ruangan kecil dari anyam-anyaman bambu (Jawa: gedek), bekas sebuah warung yang luasnya kurang lebih 6 x 8 meter, yang dibelinya dari seorang dalang. Satu ruang digunakan untuk kegiatan pengajian, sementara yang lain sebagai tempat tinggal bersama istrinya, Nyai Khodijah. Lebih detail: Pondok Pesantren Tebuireng.


PESANTREN BERDIRI PADA TAHUN 1900-an

Pondok pesantren generasi ke-3 yang lahir pada 1900-an. Pada era inipun, pesantren lama masih didominasi oleh pesantren NU (Nahdlatul Ulama) secara kulturaln kecuali Pondok Gontor yang cenderung Muhammadiyah.


Ponpes Al-Munawwir Krapyak Jogjakarta (berdiri tahun 1911)

Pesantren Al-Munawwir, Krapyak, Panggungharjo, Bantul, Yogyakarta berdiri pada tahun 1911 masehi oleh K.H M. Munawwir.

Pada tahun 1911, sepulang dari belajardi Mekkah selama 21 tahun, KH. Munawir yang tinggal di kampung Kauman, Yogyakarta (di belakang Masjid Agung alun-alun Yogyakarta) membuka pengajian di rumahnya. Kian hari santri terus bertambah, dan rumah Kyai tak mampu lagi menampung. Maka dipindahkanlah tempat pengajian itu ke desa Krapyak Kulon. Beberapa bangunan pondok yang dibangun di tempat baru inilah yang kemudian dikenal sebagai kompleks Pondok Pesantren al-Munawwir Krapyak.

Lebih detail: Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta


Ponpes Musthafawiyah Purba Baru Sumut (berdiri tahun 1912)

Ponpes Musthafawiyah yang lebih dikenal dengan nama Pesantren Purba Baru didirikan pada tahun 1912 oleh Syeikh Musthafa bin Husein bin Umar Nasution Al-Mandaily. Pesantren ini berlokasi di kawasan jalan lintas MEDAN-PADANG, desa Purbabaru Kabupaten Mandailing Natal(MADINA)Sumut Sumatera Utara Indonesia.

Sang pendiri dan pengasuh pertama, yang belajar ilmu agama selama 13 tahun di Makkah itu, meninggal pada November 1955. Pimpinan pesantren berpindah kepada anak lelaki tertuanya, H. Abdullah Musthafa.

Lihat detail: Pondok Pesantren Musthofawiyah Purba Baru Sumut


Pondok Modern Gontor Ponorogo Jatim (berdiri tahun 1926)

Pondok Gontor didirikan pada 10 April 1926 di Ponorogo, Jawa Timur oleh tiga bersaudara putra Kiai Santoso Anom Besari. Tiga bersaudara ini adalah KH Ahmad Sahal, KH Zainudin Fananie, dan KH Imam Imam Zarkasy dan yang kemudian dikenal dengan istilah Trimurti.

Pada masa itu pesantren ditempatkan di luar garis modernisasi, dimana para santri pesantren oleh masyarakat dianggap pintar soal agama tetapi buta akan pengetahuan umum. Trimurti kemudian menerapkan format baru dan mendirikan Pondok Gontor dengan mempertahankan sebagian tradisi pesantren salaf dan mengubah metode pengajaran pesantren yang menggunakan sistem watonan (massal) dan sorogan (individu) diganti dengan sistem klasik seperti sekolah umum. Pada awalnya Pondok Gontor hanya memiliki Tarbiyatul Atfhfal (setingkat taman kanak-kanak) lalu meningkat dengan didirikannya Kulliyatul Mu'alimin Al-Islamiah (KMI) yang setara dengan lulusan sekolah menengah. Pada tahun 1963 Pondok Gontor mendirikan Institut Studi Islam Darussalam (ISID).

Lebih detail: Pondok Modern Gontor Ponorogo


PP Bata-bata Pamekasan Madura Jawa Timur (berdiri tahun 1943)

Pondok pesantren Mambaul Ulum Bata Bata didirikan oleh RKH .Abd Majid bin Abd Hamid bin RKH Itsbat, Banyuanyar pada tahun 1943 M / 1363 H. Kepemimpinan RKH Abd Majid berlangsung selama 14 tahun terhitung mulai tahun 1943 M sampai dengan 1957 M. Beliau Wafat pada tanggal 6 Syawal 1364 H/ 1957 M dengan jumlah santri yang telah mencapai 700 orang.

Selama dua tahun (1957–1959 M) Pondok pesantren Mambaul Ulum Bata Bata mengalami kekosongan kepemimpinan. Hal ini disebabkan karena putera beliau, RKH Abd Qadir masih belajar di Mekah dan menantunya, RKH Ahmad Mahfudz Zayyadi (Ayah RKH Abd Hamid, Pengasuh sekarang) sudah menetap di pondok pesantren Nurul Abror, Alasbuluh, Wongsorejo, Banyuwangi. Bahkan, kekosongan yang cukup lama ini menyebabkan lokasi pesantren banyak ditumbuhi rumput hingga setinggi lutut. Lebih detail: Pondok Pesantren Bata-Bata Pamekasan


PP Nurul Jadid Paiton Probolinggo Jatim (berdiri tahun 1950)

Pondok Pesantren Nurul Jadid adalah salah satu pesantren yang – ditinjau dari jumlah santri dan kelengkapan lembaganya – termasuk Pondok Pesantren yang besar. Sebagaimana Pondok Pesantren yang lain, peran yang dijalankan adalah sebagai lembaga pendidikan, dakwah dan perjuangan sekaligus sebagai agen perubahan sosial masyarakat, khususnya bagi masyarakat di desa lokasi Pondok Pesantren.

Pondok Pesantren Nurul Jadid didirikan oleh almarhum KH. Zaini Munim pada tahun 1950. Berlokasi di desa Karanganyar Kecamatan Paiton Kabupaten Probolinggo Jawa Timur. Lebih detail: Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton Jatim


PP Al-Khoirot Malang Jawa Timur (berdiri tahun 1963)

Pondok Pesantren Al-Khoirot (PPA) Karangsuko Pagelaran (dulu, Gondanglegi), Malang, Jatim didirikan pada tahun 1963 oleh K.H. Syuhud Zayyadi.

PPA dikenal sebagai pesantren berkualitas dengan biaya terjangkau oleh seluruh kalangan strata ekonomi. Karena visi PPA adalah mencerdaskan generasi muda tanpa memandang level kemampuan ekonomi. Cerdas dalam bidang keilmuan umum dan agama dan cerdas dalam perilaku (akhlakul karimah).

Lebih detail: Pondok Pesantren Al-Khoirot Malang
Selengkapnya ...

Pondok Pesantren Al-Khairaat Palu Sulawesi Tengah

Pondok Pesantren Al-Khairaat Palu

Profil dan sejarah singkat ponpes Pondok Pesantren Al-Khairaat (Alkhairaat) Palu Donggala Sulawesi Tengah

Ada sebagian orang mengira bahwa Pondok Pesantren Al-Khoirot Malang adalah cabang dari Pondok Pesantren Al-Khairaat, Palu, Sulteng. Ha itu tentu saja tidak benar. Dari ejaan namanya saja sudah berbeda: Al-Khoirot dan Al-Khairaat.

DAFTAR ISI
  1. Profil Pondok Pesantren Al-Khairaat Palu Sulawesi
  2. Profil Pendiri: Habib Idrus bin Salim Al-Djufrie

Pesantren Al-Khairaat (PA) Palu adalah sebuah pesantren yang sangat terkenal khususnya di Indonesia Timur. Ia memiliki ratusan cabang di berbagai provinsi, kota dan kabupaten di Indonesia Timur. Saat ini bahkan sudah memiliki cabang di Jawa. Dalam segi dinamisnya pergerakan dan kemajuan PA, ia adalah Pondok Gontor-nya Indonesia Timur.

Berikut profil singkat dari Pondok Pesantren Al-Khairaat Palu, Sulawesi

Nama pesantren: Al-Khairaat
Didirikan: 30 Juni 1930
Alamat: Palu, Donggala, Sulawesi Tengah
Pendiri: Sayyid/Habib Idrus bin Salim Aldjufrie dikenal sebgai Guru Tua
Pendiri wafat: 22 Desember 1969
Pengganti: Habib Sayyid Seggaf Aldjufrie, cucu Guru Tua
Sistem pendidikan: TK, SD, SMP,SMA, SMK,MI, MTS, MA, Universitas.
Cabang pesantren: Sulawesi, Maluku, Papua, Halmahera, pulau Bunyu Kalimantan Timur, Condet, DKI Jakarta.
21 Agustus 1956, Al-Khairaat yang juga menjadi lembaga sosial kemasyarakatan
Pada tanggal 11 Januari 1942 M: ditutup oleh Jepang
Pada tanggal 17 Agustus 1945: Al-Khairaat dibuka kembali.
Pada tahun 1964 M: perguruan tinggi dengan nama Universitas Islam Al-Khairaat dengan tiga fakultas di dalamnya, yaitu: Fakultas Sastra, Fakultas Tarbiyah, dan Fakultas Syariah.
Pada tahun 1965: G30S PKI, perguruan tinggi Al-Khairaat dinonaktifkan untuk sementara pada tahun 1969 dibuka kembali.

PROFIL HABIB IDRUS BIN SALIM ALDJUFRIE (GURU TUA)

Nama: Habib Idrus bin Salim Aldjufrie
Tempat kelahiran: Taris, 4 km dari ibu kota Seiwun, Hadramaut, Yaman pada
Tanggal lahir: 14 Sya’ban 1309 H / 15 Maret 1881 M.
Guru: Salim Aldjufrie (ayah sendiri), Al-Habib Muhsin bin Alwi Assegaf, Al-Habib Abdurrahman bin Alwi bin Umar Assegaf, Al-Habib Muhammad bin Ibrahim bilfaqih, Al-Habib Abdullah bin Husein bin Sholeh Al-Bahar, Al-Habib Idrus bin Umar Al-Habsyi. Dan Al-Habib Abdullah bin Umar As-Syathiri di Rubath Tarim.
Naik haji: tahun 1327 H./1909 M
Putra istri pertama: Habib Salim, Habib Muhammad dan Syarifah Raguan
Putra istri kedua: Syarifah Lulu’ (ibu dari Dr. Salim Al-Jufri Menteri Sosial era SBY dan politisi PKS) dan Syarifah Nikmah
Nasab garis keturunan: Habib Idrus bin Salim bin Alwi bin Segaf bin Alwi bin Abdullah bin Husein bin Salim bin Idrus bin Muhammad bin Abdullah bin Alwi bin Abu Bakar Aljufri bin Muhammad bin Ali bin Muhammad bin Ahmad bin Alwi bin Muhammad bin Alwi bin Ali bin Muhammad Faqqqih Al-Muqaddam bin Alwi bin Abdullah bin Ahmad Al-Muhajir bin Isa An-Naqib bin Ali AL-‘Uraidhi bin Jakfar As-Shadiq bin Muhammad Al-Baqir bin Ali Zainal Abidin bin Husein bin Ali bin Abi Thalib suami Fatimah Azzahrah binti Rasulullah shallahu alaihi wa sallam.

Ke Indonesia pertama: tahun 1327 H./ 1909 M
Ke Indonesia kedua: tahun 1925 M Habib Idrus. Tinggal di Pekalongan, Jateng.
Menikah dengan Syarifah Aminah Al-Jufri

Karir:
- Pendiri Pondok Pesantren Al-Khairaat Donggala, Palu, Suletng.
- Mufti dan Qadhi di kota Taris, Hadramaut, tahun 1334 H /1906 saat berusia 25 Tahun.
- Tahun 1926 M: pindah ke kota Jombang, mengajar dan berdagang.
- Tahun 1928 M: pindah ke Solo mengajar saja berhenti berdagang.
- Tahun 1928 M 27 Desember: bersama beberapa Habaib mendirikan Madrasah Rabithah Alawiyah di kota Solo.
- Pada akhir tahun 1929 M: hijrah Sulawesi
- Pada awal 1930 ke Palu
- 30 Juni 1930 M pendirian Madrasah Al-Khairaat di Kota Palu.
- Pada tahun 1964 Rektor Universitas Islam Al-Khairaat

Warisan:
Ketika wafat pada hari senin 12 Syawwal 1389 H betepatan dengan 22 Desember 1969 M., Habib Idrus telah mewariskan 25 cabang Alkhairaat dan ratusan sekolah, serta beberapa madrasah

----
Dari berbagai sumber
Selengkapnya ...

4 (Empat) Tipe Pondok Pesantren

jenis Pondok Pesantren

Ada 4 (empat) Tipe Macam Pondok Pesantren di Indonesia, (1) moderat tradisional, (2) moderat konservatif, (3) radikal, dan (4) pesantren sempalan. Mengetahui tipe pesantren ini penting bagi orang luar agar tidak menggenarilis pesantren dan penting bagi orang tua yang hendak memondokkan putranya ke sebuah pesantren.

DAFTAR ISI

  1. Pesantren Berafiliasi NU
    1. Pesantren Salaf
    2. Pesantren Modern
  2. Pesantren Berafiliasi Muhammadiyah
  3. Pesantren Berafiliasi Wahabi Salafi
    1. Pesantren Radikal
    2. Pesantren Wahabi Moderat
  4. Pesantren Afiliasi Golongan Minoritas ِ

Ada pesantren di NTB bernama Umar bin Khattab yang diduga berfaham radikal dan pengasuhnya ditangkap. Tidakkah ini membuat kesan buruk pada pesantren secara keseluruhan?

Tidak. Karena Pesantren tersebut merupakan salah satu tipe pesantren yang baru muncul dalam 2 dekade terakhir. Dan sangat minoritas. Sebagaimana kita ketahui, dari segi afiliasinya ada tiga macam model pesantren utama di Indonesia.

I. PESANTREN BERAFILIASI NU

1. Pesantren yang berkultur NU (Nahdlatul Ulama). Ini tipe pesantren yang kuno yang ada sejak era Walisongo. Ciri khas dari pesantren ini adalah adanya ritual tahlilan biasanya pada malam Jum'at, shalat subuh dan paruh kedua tarawih memakai qunut, salat tarawih 20 roka'at dan mengaji kitab kuning.

Pesantren NU adalah pesantren yang sangat toleran dan akomodatif pada kultur lokal. Pesantren berkultur NU adalah pesantren yang paling aman dan memiliki kualitas pengajaran agama paling baik.

Dalam segi sistem pendidikan, ada dua model pesantren NU yaitu Pesantren Salaf dan Modern (Kholaf).

I.A. PONDOK PESANTREN SALAF

Pondok pesantren Salaf atau salafiyah menganut sistem pendidikan tradisional ala pesantren. Yaitu, sistem pengajian kitab sorogan dan wetonan atau bandongan. Di sebagian pesantren salaf saat ini sudah ditambah dengan semi-modern dengan sistem klasikal atau sistem kelas yang disebut madrasah diniyah (madin) yang murni mengajarkan ilmu agama dan kitab kuning.

Contoh Pesantren salaf murni yang besar dan tua seperti Ponpes Sidogiri Pasuruan, Pesantren Langitan, Pondok Lirboyo Kediri. Bedakan kata salaf atau salafiyah di sini yang bermakna tradisional atau kuno, dengan Salafi yang menjadi nama lain dari Wahabi. Lihat Pondok Pesantren Salaf.


I.B. PONDOK PESANTREN MODERN (KHOLAF)

Seiring dinamika zaman, banyak pesantren NU yang sistem pendidikan asalnya salaf berubah total menjadi pesantren modern. Ciri khas pesantren modern adalah prioritas pendidikan pada sistem sekolah formal dan penekanan bahasa Arab modern (lebih spesifik pada speaking/muhawarah). Sistem pengajian kitab kuning, baik pengajian sorogan wetonan maupun madrasah diniyah, ditinggalkan sama sekali. Atau minimal kalau ada, tidak wajib diikuti. Walaupun demikian, secara kultural tetap mempertahankan ke-NU-annya seperti tahlilan, qunut, yasinan, dll. Lihat, Pondok Pesantren Modern.

Di luar itu, ada juga pesantren NU yang menganut kombinasi sistem perpaduan antara modern dan salaf. Seperti Pondok Pesantren Al-Khoirot Malang.


II. PESANTREN BERAFILIASI MUHAMMADIYAH

Pesantren yang berkultur atau berafiliasi ke Muhammadiyah. Ciri khas pesantren ini adalah tidak ada ritual tahlilan. Tidak ada qunut saat salat Subuh atau paruh akhir shalat tarawih. Jumlah raka'at shalat tarawih cuma 8 roka'at.

Gerakan Muhammadiyah dari segi ritual keagamaaan dan pandangan teologi dipengaruhi oleh gerakan Wahabi namun dalam versi yang lunak. Jadi, pesantren ini juga tidak berbahaya. Walaupun suka menghakimi orang NU yang suka ziarah kubur sebagai bid'ah dan/atau syirik.


III. PESANTREN BERAFILIASI WAHABI SALAFI

Ini dia pesantren yang memproduksi kalangan anak muda radikal. Pesantren ini dipengaruhi oleh gerakan Wahabi Salafi. Yakni, versi garis keras pemahaman Wahabi/Salafi. Mereka mudah mengkafirkan atau membid'ah-kan siapa saja yang bukan bagian dari dirinya.

Ciri khas dari pesantren ini sama dengan ciri khas pesantren Muhammadiyah. Yaitu, tidak ada ritual tahlil, tidak ada qunut saat shalat subuh, dll. Tidak suka bermadzhab kecuali kepada tokoh ulama Wahabi. Mereka bahkan menganggap acara tahlil, ziarah kubur dan maulid Nabi dkk sebagai bid'ah, syirik atau kufur.

Banyak dari pesantren ini yang mendapat dana dari pemerintah Arab Saudi melalui berbagai jalur antara lain Rabithah Alam Islamy dan jalur-jalur lain.

Jauhi pesantren seperti ini. Sebaik apapun kualitas pendidikan di dalamnya. Kecuali kalau Anda ingin anak Anda menjadi pengebom bunuh diri. Contoh dari pesantren radikal ini adalah pesantren Umar bin Khattab, NTB. Lihat Pondok Pesantren Radikal.

Ketua PBNU Agil Siradj mengatakan di berbagai kesempatan bahwa akar terorisme dan konflik pemecah belah antar-golongan umat Islam di Indonesia adalah kelompok Islam penganut Wahabi Salafi. Salah satu tulisan Agil Siradj di Republika 3 Oktober 2011 dapat dilihat di sini.


PONDOK PESANTREN RADIKAL

Pondok Pesantren Radikal

Ponpes Pondok Pesantren Radikal penganut Islam garis keras ekstrim

Pesantren apa yang dimaksud dengan Pondok Pesantren Radikal?

Yang disebut dengan pondok pesantren radikal adalah pondok pesantren (ponpes) yang memiliki paham radikal dalam menafsiri Al Quran dan Hadits. Serta memiliki rasa toleransi yang minim terhadap golongan lain.

Pesantren tipe ini adalah pesantren yang secara langsung atau tidak langsung ada hubungannya dengan faham Wahabi garis keras yang dikenal dengan sebutan Salafi.

Umumnya pengasuhnya lulusan dari salah satu universitas di Arab Saudi atau mendapat biaya dari pemerintah Arab Saudi.

Seberapa intoleransi sikap mereka terhadap golongan lain di luar dirinya?

Mereka sangat mudah mengkafirkan orang lain (takfir) yang tidak sepaham. Ideologi takfir ini pada gilirannya menjadi pemicu adanya terorisme.

Apa hubungannya?

Saat seroang muslim menghakimi muslim lain sebagai kafir, maka tinggal selangkah lagi baginya untuk membunuh yang dianggap kafir tersebut kalau ada kesempatan.

Apa saja pesantren yang termasuk dalam katagori radikal?

Setiap pesantren yang mengedepankan kekerasan dibanding perdamaian; dan kebencian dibanding sikap cinta damai, patut disebut dengan pesantren radikal.

Apa pesantren semacam itu banyak terdapat di Indonesia?

Tidak banyak. Hanya satu dua. Tapi itu sudah cukup membuat kita prihatin.


PONDOK PESANTREN WAHABI MODERAT

Tidak semua pesantren yang berafiliasi Wahabi Salafi menganut paham radikal. Banyak juga yang moderat. Namun sistem aqidah dan manhaj fiqihnya hampir sama. Yakni, mirip dengan sistem pesantren milik kaum Muhammadiyah. Dengan fiqihnya lebih cenderung ke madzhab Hanbali secara umum atau secara khusus mengikuti fatwa-fatwa yang dikeluarkan oleh para ulama Wahabi seperti Ibnu Utsaimin, Abdullah bin Baz, dan lain-lain. Lebih detail lihat: Tokoh Ulama Wahabi Salafi.


IV. PESANTREN BERAFILIASI KELOMPOK MINORITAS

Ada pesantren yang berafiliasi pada aliran sempalan atau minoritas. Jumlahnya tidak banyak. Seperti pesantren yang berhaluan Jama'ah Tabligh, tariqat Wahidiyah, pesantren Syiah, pesantren yang berpaham sesat (menurut MUI atau Depag) seperti pesantren Al Zaytun, atau LDII (dulu Lemkari atau Islam Jama'ah).

TERKAIT:

>> Pondok Pesantren Salaf
>> Pondok Modern
Selengkapnya ...