Showing posts with label Konsultasi Agama. Show all posts
Showing posts with label Konsultasi Agama. Show all posts

Saturday, October 16, 2021

Dilamar pria beristri yang mengaku sudah cerai apa sebaiknya diterima?

PERLUKAH MENGAKUI AIB MASA LALU?

Assalamu’alaikum wr. wb

Mohon pencerahannya ustadz. Saya seorang wanita yang belum menikah. Sebelumnya beberapa tahun yang lalu saya pernah melakukan kesalahan besar karena sudah berhubungan dekat dengan suami orang yang kebetulan adalah teman dekat saya di tempat kerja pada waktu itu. Istrinya pada saat itu adalah istri keduanya, pernikahan pertamanya berakhir karena bercerai.

Kedekatan kami berdua semakin akrab sampai berujung ke saling cinta. Sang istri sempat mencurigai saya sebagai selingkuhan suaminya namun tidak ada bukti yang valid bahwa kami berselingkuh, hanya sebatas prasangka.

Pria ini mengakui bahwa pernikahannya saat itu memang sedang dalam masalah, dan dia merasa tidak dapat dipersatukan lagi. Menurutnya istrinya terlalu banyak mengeluh dengan kondisinya dari segi ekonomi, selain itu keluarga pihak istri juga terlalu banyak ikut campur dalam rumah tangganya. Dia pun sangat menginginkan saya untuk menjadi istrinya. Saya sangat bingung karena saya juga sangat mencintainya, namun saya juga merasa bersalah terhadap istrinya karena sudah mencintai suaminya.

Suatu hari saya memutuskan untuk benar-benar mengakhiri hubungan dengan pria ini dan memblokir semua akses komunikasi dan medsos dengannya. Dengan harapan pria ini bisa memperbaiki rumah tangganya, dan kalaupun harus bercerai jangan sampai sayalah yang menjadi penyebabnya. Selama masa itu saya terus mendoakan dia supaya bisa tetap mempertahankan pernikahannya, dan saya terus memohon ampun juga meminta kepada Allah, kalau memang dia suatu saat adalah jodoh saya semoga Allah pertemukan kami dalam waktu dan keadaan yang Allah ridhoi untuk kami bertemu lagi.

Ternyata si pria terus mencari cara untuk bisa menghubungi saya. Setelah hampir setahun, akhirnya saya membuka komunikasi dengannya lagi dan dia mengakui sudah menyampaikan talak kepada istrinya namun belum secara resmi ke mahkamah syariah. Dia mengaku sudah tidak bersama istrinya lagi (pisah kamar, namun terkadang masih serumah dengan alasan demi anak) selama 2 tahun lebih. Sayapun akhirnya menerimanya kembali dengan syarat pengurusan surat cerai resmi secara hukum diselesaikan terlebih dahulu, dan saya sudah mengenalkan si pria kepada orang tua saya.

Proses cerai di mahkamah pun berlangsung, namun tidak berselang lama saya mendapatkan informasi melalui seorang teman mengenai isu-isu tidak mengenakkan di masa lalunya, dan juga informasi pengakuan mantan istri yang menyatakan bahwa pisah kamar sudah berlangsung selama 2 tahun adalah kebohongan si pria, si istri mengaku bahwa mereka pisah kamar hanya beberapa minggu saja sebelum pengajuan cerai ke mahkamah. Dan sampai saat ini si istri masih mencurigai saya dan belum menemukan bukti.

Pertanyaan saya:

1. Tindakan apa yang harus saya lakukan dalam menyikapi perbedaan pernyataan antara si pria dan si mantan istri ini?

2. Apakah kedekatan saya kembali dengan pria ini masih dikategorikan selingkuh? karena yang saya tau dia sudah pisah dari istri selama 2 tahun lebih.

3. Apakah keputusan saya juga merupakan kesalahan apabila menerima si pria dengan segala kekurangan dan masa lalu nya yang buruk? (sudah beberapa kali kawin cerai). Karena saya melihat perubahan lebih baik yang dialami si pria, dari segi ibadah, lingkungan kerja yang lebih baik (menghindari kredit bank), dan hubungan baiknya dengan anak dari mantan istri sebelumnya.

4. Haruskah saya menceritakan kepada orang tua mengenai hal ini? karena selama ini yang mereka tau saya dekat dengan pria ini setelah dia pisah, dan sudah merestui.

5. Perlukah saya mengakui dan minta maaf kepada si mantan istri bahwa wanita yang selama ini dicurigai benar adalah saya?

Terimakasi banyak atas pencerahannya, dan mohon maaf sebelumnya apabila penjelasannya terlalu panjang.

Akhirul kalam saya ucapkan wassalamu’alaikum wr. wb.

JAWABAN

1. Langkah rasional adalah dengan melakukan investigasi. Tugaskan seseorang untuk menyelidiki fakta yang sebenarnya.

2. Kalau dia sudah cerai berdasarkan fakta, maka tidak dianggap selingkuh. Namun kalau ternyata belum terjadi cerai, maka perbuatan ini dianggap takhbib atau perusak rumah tangga orang. Yang hukumnya dosa besar. Baca detail: Takhbib Perusak Rumah Tangga Orang

Namun kalau anda melakukannya dengan asumsi bahwa hubungan mereka berdua sudah bubar, maka dimaafkan. Karena berarti tidak sengaja. Baca detail: Hukum Melakukan Perkara Haram karena Tidak Tahu atau Lupa

3. Kalau pun kondisinya sudah cerai dari istrinya, pilihan anda ini tidak ideal. Masih banyak pria baik tanpa masa lalu kelam yang bisa anda pilih. Apalagi kalau ternyata pengakuannya bahwa ia sudah pisah itu ternyata bohong, maka semakin tidak pantas menjadi pilihan anda. Memang, ada kemungkinan dia berubah di masa depan. Namun, dalam realitas, masa lalu kelam akan menimbulkan masa depan yang kurang lebih sama. Baca detail: Cara Harmonis dalam Rumah Tangga

Juga, perlu diingat, cara dia mendekati anda sehingga anda terpikat padanya itu sebenarnya modus operandi yang umum terjadi dan relatif usang. Yakni, cara curhat dengan mengeluhkan rumah tangganya dengan tujuan menarik hati lawan jenis. Suami yang baik tidak akan pernah curhat masalah rumah tangganya pada orang luar apalagi pada wanita yang masih sendiri kecuali ada niat buruk dari awal.

4. Kalau anda dekat dengan orang tua, maka tidak masalah bercerita pada mereka.

5. Tidak perlu mengaku. Menyimpan aib adalah wajib. Dan menceritakan aib tidak ada gunanya dan malah menambah masalah. Baca detail: Menyimpan Aib Zina

Friday, October 15, 2021

Calon suami tidak boleh melangkahi kakaknya, apa yang harus dilakukan?

Calon suami tidak boleh melangkahi kakaknya, apa yang harus dilakukan?

Assalamu'alaikum ustadz..

Saya wanita lajang berusia 28 tahun, dan tahun ini akan memasuki usia 29 tahun..

Saya mengenal seseorang selama 3 tahun dan telah berbagi banyak cerita dengannya, suka maupun duka. Keluarga kami juga telah saling mengenal kami dengan baik walaupun kedua orang tua kami belum pernah bertemu secar langsung. Kami berdua berniat untuk segera menikah, namun terkendala akan satu hal.

Dia mempunyai seorang kakak wanita satu-satunya yang juga masih lajang. Usianya sekitar 35 tahunan. Dia juga mempunyai seorang abang yang juga masih lajang.

Almarhum ayahnya sempat berpesan bahwa jangan sampai melangkahi kakaknya, karena kakaknya perempuan satu-satunya. Sampai saat ini, belum ada kabar bahwa kakaknya akan menikah dlm waktu dekat. Sementara saya sudah didesak oleh berbagai pihak, terutama pihak keluarga untuk segera menikah di tahun ini..sebelum menginjak usia 30 tahun.

Apa yang harus saya lakukan? Saya sudah mengancang-ancang masa depan bersama dgn seseorang yang saya kasihi, apakah harus kandas seperti ini?

JAWABAN

Ada beberapa alternatif cara:

a) Anda bisa melakukan pernikahan secara diam-diam lebih dulu. Tanpa resepsi. Untuk menghindari menyinggung kakak anda. Pernikahan tetap dilakukan secara resmi ke KUA, namun tanpa resepsi besar.

b) Anda meminta ijin secara baik-baik pada kakak anda. Kalau dia membolehkan, maka tentunya tidak masalah anda melangkahinya.

c) Mengajak musyawarah seluruh pihak terkait (kedua besan) untuk dibahas bagaimana solusi terbaik. Baca detail: Cara Harmonis dalam Rumah Tangga

Terkait pesan atau wasiat bapaknya untuk tidak melangkahi kakak perempuannya, maka wasiat seperti itu tidak harus diikuti. Baca detail: Wasiat bukan Harta

CALON MERTUA PELAKU RIBA

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

berkeinginan untuk menikah dengan seorang wanita namun saya baru tahu kalau ayahnya menjalankan usaha sampingan berupa koperasi simpan pinjam yang akadnya adalah akad riba. Apa yang harus saya lakukan.

1. Apakah saya harus membatalkan rencana saya untuk menikahi wanita itu karena takut terjatuh juga kepada riba karena ayahnya menjalankan bisnis ribawi atau saya tetap menikahinya dengan tujuan saya ingin berdakwah kepada ayah gadis itu. Mohon pencerahannya ustadz. Terimakasih.

JAWABAN

1. Kalau wanita tersebut secara karakter baik dan secara agama taat, maka tidak ada halangan untuk diteruskan ke jenjang pernikahan. Baca juga: Cara Memilih Jodoh

Soal kekurangan dari sisi orang tuanya, maka anda bisa melepaskan diri dari lingkungan tersebut dengan berada di rumah sendiri yang terpisah. Tinggal terpisah dari rumah mertua dan orang tua adalah cara ideal dalam berumah tangga. Baca juga: Cara Harmonis dalam Rumah Tangga

DURHAKA ORANG TUA

Assalamualaikum Wr.Wb

Pak ustad sebelum saya bertanya saya akan cerita terlebih dahulu.

Jadi pada suatu malam saya dan suami bertengkar hebat yang di sebabkan kesalah pahaman. dimana suami sy memarahi saya dan saya nangis. Seketika itu saya mau keluar rumah dan di larang oleh dia, sehingga saya teriak dan di gampar olehnya. Saya lsg hub org tua saya melalui videocall. Orang tua saya marah dan meminta saya untuk cerai. Karena ini bukan yang pertama kali suami saya memukul saya. Udah beberap kali karena saya selalu melawan suami saya. selang 2 hari saya baikkan dengan suami saya, kami memutuskam untuk merubah itu semua. Tetapi dari orang tua dan saudara saya tidak setuju dan marah dengan saya karena saya memilih suami saya.

Apa yang bisa saya lakukan ustadz kepada orang tua saya? apakah menurut agama saya durhaka kepada orang tua saya?

JAWABAN

Tidak dianggap durhaka apabila anak mengambil keputusan yang berbeda dengan orangtuanya dalam urusan cerai atau rujuk atau dalam soal memilih jodoh. Baca detail: Batasan Taat Dan Durhaka Pada Orang Tua

Namun demikian, anda tetap harus komunikasikan keputusan anda ini dengan baik pada orang tua. Mohonlah maaf yang besar pada orang tua dan minta ridhonya untuk berusaha dan mencoba melanjutkan rumahtangga.

Sekaligus anda mencoba keras untuk merubah sikap pada suami. Cara terbaik menghindari KDRT adalah tidak melawan ucapan suami. Diam itu sikap terbaik saat suami marah. Baca detail: Cara Harmonis dalam Rumah Tangga

Thursday, October 14, 2021

Hukum meminta tolong pada dukun

Hukum meminta tolong pada dukun

Assalamualaikum ustadz,

Saya ingin bertanya, belakangan ini Saya mengalami kecemasan hingga membuat Saya linglung Dan fikiran Saya kosong, Lalu ibu Saya meminta tolong kepada temannya yang mempunyai ilmu untuk membantu Saya, alhasil , tidak beberapa lama linglung Serta fikiran kosong Saya hilang.

Tetapi, Saya khawatir kena hukum mendatangi dukun solatnya tidak akan diterima 40 Hari, berdasarkan kasus diatas, bagaimana hukumnya ? Lalu mungkin bisa berikan tips kepada Saya agar fikiran Saya tidak kosong ? Sekian terimakasih

JAWABAN

Tidak masalah meminta bantuan pada dukun. Asalkan cara dan bacaan yang dipakai dukun itu untuk menyembuhkan tidak berlawanan dengan syariah Islam. Contoh yang berlawanan: menginjak Al Quran atau menghina Allah, dll. Pada dasarnya, dukun itu dibantu oleh jin. Dan meminta bantuan jin itu tidak dilarang asalkan untuk keperluan yang baik. Bukan untuk mencelakakan orang lain. Baca detail: Bantuan Jin

Adapun 40 hari shalat tidak diterima itu hadis palsu (mauduk). Baca detail: Menonton film dewasa 40 hari shalat tidak diterima

Agar fikiran tenang: Baca detail: Doa Hati Tenang dan Cerdas

HUKUM NONTON FILM

Assalamualaikum pak ustadz saya ingin bertanya apa hukumnya menonton film superhero yang didalam nya ada karakter penyihirnya di film yang bernama doctor strange tersebut digambarkan bahwa dia adalah seorang penyihir yang baik yang melawan hal hal jahat. Pertanyaan adalah.

1.berdosa kah kalau kita menonton tayangan film dimana ada karakter nya yang mengandung penyihir dukun dll

2.apakah kalau kita menonton nya akan dikenakan hukum seperti orang yang datang pada dukun yaitu sholat nya tidak diterima selama 40 hari.

3.saya hanya menganggap hal tersebut sebagai hiburan semata dan tidak pernah datang ataupun mempercayai dukun apakah karena menonton film tersebut saya dihukum tidak diterima sholat nya 40 hari atau bahkan dihukumkan murtad .

Terima kasih atas waktunya pak ustadz wassalamu'alaikum warahmatullahi wa barokatuh

JAWABAN

1. Tidak berdosa. Karena itu hanya fiksi. Tidak nyata. Belajar sihir itu sendiri hukumnya masih dirinci. Baca detail: Hukum Ilmu Santet

2. Hukum shalat tidak diterima 40 hari itu tidak benar karena berdasarkan pada hadis palsu (maudhuk). Baca detail: Menonton film dewasa 40 hari shalat tidak diterima

3. Tidak dihukumi murtad. Hukum nonton film itu sendiri dirinci tergantung dari konten film. Bisa berdosa tapi tidak sampai murtad. Baca detail: Hukum Menonton Film Sinetron Drama

MENINGGALKAN SHALAT SECARA SENGAJA MENYEBABKAN KUFUR?

Assalamualaikum ustadz, saya ingin tanya. Jadi saya pernah meninggalkan sholat dan pernah bohong tentang sholat seperti masuk kamar seakan-akan sholat. Lalu belum lama saya menonton youtube disitu dikatakan bahwa jika meninggalkan sholat secara sengaja tidak sampai menyebabkan kufur tetapi jika pembangkang dan lain-lainnya itu bisa menyebabkan kufur dan harus bersyahadat kembali.

Saya was-was tentang ini, saya takut saya pernah membangkang atau melakukan hal-hal yang menyebabkan saya harus bersyahadat kembali. Bagaimana solusi yg harus saya lalukan? Apakah saya terkena was-was berlebih? Terima kasih.

JAWABAN

Tidak shalat hukumnya dosa besar. Namun selagi masih mengakui bahwa shalat itu wajib, maka tidak berakibat kufur. Karena itu artinya masih mengimani atau meyakini perintah agama. Baca detail: Hukum Tidak Shalat

Jadi, selagi anda masih mengakui shalat itu wajib, puasa itu wajib; dan zina itu haram, mencuri itu haram, maka anda tidak dianggap kufur. Baca detail: Penyebab Murtad

Oh ya, kalau melihat informasi agama di youtube atau website, harap dilihat dulu kredibilitas yang memberi info. Jangan hanya dilihat pakaian atau popularitasnya saja. Melainkan lihat afiliasi ormasnya. Kami anjurkan anda melihat youtube atau artikel dari ustadz yang berafiliasi ke NU (Nahdatul Ulama). Umumnya, mereka berilmu tinggi dan berpaham Ahlussunnah Wal Jamaah. Ciri khas lain, tidak mudah membid'ahkan atau mengkafirkan sesama muslim. Baca detail: Kriteria Ahlussunnah Wal Jamaah

MENJUAL PAKAIAN WANITA YANG TIDAK MENUTUP AURAT

1. Apakah halal penghasilan dari menjual novel fiktif yang menceritakan kisah cinta orang yang berpacaran?

2. Apakah halal penghasilan dari menjual baju wanita yang tidak menutup aurat sesuai syariat islam?

JAWABAN

1. Tidak masalah asalkan bukan termasuk kategori pornografi. Baca detail: Hukum Menonton Film Sinetron Drama

2. Boleh dan halal. Jangankan menjual baju yang tidak menutup aurat, menjual baju dalam wanita pun tidak masalah. Yang terpenting baju itu terbuat dari bahan yang suci alias tidak najis seperti kulit babi dan semacamnya. Baca detail: Bisnis dalam Islam

Wednesday, October 13, 2021

Harta hibah apakah menjadi harta warisan saat penerima hibah meninggal?

MEMBAGI HIBAH SEBAGAI HARTA WARISAN



Assalamualaikum

Saya ingin bertanya, ibu saya meninggal tahun 1995, ayah saya masih hidup, dan kami 3 bersaudara perempuan semua.

Ibu saya diberi oleh kakek nenek saya sebuah rumah, dan diatas namakan kami ber 3 anak2nya.

Rumah tersebut kami tempati, dan seiring berjalannya waktu direnovasi oleh ayah saya. Tapi sudah 7 tahun ini rmh tersebut tdk ditempati lagi, kami pindah ke rumah lain.

Setelah kami ber 3 menikah, rmh tersebut dijual oleh ayah saya kepada anak 1 yaitu kakak saya dengan setengah harga, karna ayah saya butuh fresh money. Dengan dijualnya setengah harga maksud ayah saya hak waris kakak saya sudah diambil duluan. Dan saya dan kakak saya no 2 tdk ada lagi jatah waris di rmh warisan tersebut, tapi ada jatah di rumah Baru ortu kami sekarang. Jatah kakak saya yg 1 sdh tdk ada di rmh baru karna sudah diberikan duluan.

Yang ingin saya tanyakan, apakah hukumnya mengotak atik harta warisan tersebut?, apakah uang Yg dr kakak saya yg ayah saya terima halal?

Terima kasih sblmnya Wassalamualaikum

JAWABAN

Pertama, kalau rumah itu adalah hibah dari orang tua ibu anda kepada ibu anda, maka berarti rumah itu adalah harta warisan yang harus dibagikan kepada ahli waris saat pewaris (ibu anda) wafat. Tidak boleh suami (ayah anda) menguasai harta tersebut sendirian karena di situ ada hak ahli waris lain yaitu anak-anak kandung pewaris. Suami dalam kasus ini hanya berhak mendapat 1/4 dari total harta. Sementara 2/3 untuk seluruh anak kandung perempuan.

Kedua, menjawab pertanyaan anda, harta warisan dari ibu anda itu pembagiannya sbb: 1/4 untuk ayah anda dan 2/3 untuk anak-anak kandung. Dengan demikian, maka ayah anda boleh mengambil bagian dari harta waris tersebut tapi tidak boleh dari 1/4 plus biaya renovasi rumah. Sisanya untuk anak-anak kandung. Kalau saudara kandung ibu anda, maka mereka juga berhak mendapat bagian. Baca detail: Hukum Waris Islam
WARIS

Assalamualaikum warrakhmatullahi wabarakotuh

semoga para sepuh, para ulama, guru dan ustadz serta santri di pondok AL-Khoirot selalu dirahmati Allah, dan mendapat keberkahan ilmu serta syafa'at Rasulullah kelak, Amin yarobbal A'lamiin.

saya menemukan tentang Al-khoirot ini dari mesin pencari Google, teramat sangant berharap mendapatkan pencerahan terkait pembagian harta waris sesuai syariat Islam.

Kami 3 bersaudara, dengan 2 kakak permpuan dan bungsu lelaki 1 orang yaitu saya sendir atas nama Farid.

Ayah saya wafat dari tahun 2011, dan ibu ditahun 2019 lalu, semasa hidup ibu saya yang menanggung seluruh kebutuhannya, termasuk semua biaya yang dibutuhkan ketika ibu saya sakit-sakitan berbulan-bulan sebelum beliau wafat.

dalam hal ini kami ditinggalkan rumah warisan berupa rumah yang sebut saja berharga sekitar 500 juta, mohon bimbingan seperti apa perhitungan warisnya.

terimakasih sebelumnya,

wassalamualaikum warrakhmatullahi wabarokatuh

JAWABAN

Pembagiannya sbb:

a) 1 anak lelaki mendapat 2/4

b) 2 anak perempuan masing-masing mendapat 1/4

Baca detail: Hukum Waris Islam

HARTA PENINGGALAN YANG KURANG BERHARGA APA HARUS DIBAGI?

bagaimana cara membagikan harta warisan seperti toples, kasur bekas, lemari bekas, baju bekas, pacul, lampu bekas yang sulit diuangkan?

JAWABAN

Semua harta milik pewaris (yang meninggal) menjadi harta warisan dan kepemilikannya beralih menjadi milik ahli waris sesuai dengan ketentuan hukum waris Islam. Baca detail: Hukum Waris Islam
Dalam hal harta peninggalan yang tidak terlalu berharga seperti pakaian bekas, kasur bekas, dll, maka hal itu bisa didiskusikan dengan ahli waris yang lain tentang siapa dapat apa atau bahkan barang-barang itu dihibahkan ke orang lain, misalnya. Asal seluruh ahli waris sepakat, maka tidak masalah barang-barang tersebut dimanfaatkan untuk apapun berdasarkan hasil musyawarah mufakat dari seluruh ahli waris. Dengan syarat, (a) seluruh ahli waris sepakat atas keputusan itu; (b) seluruh ahli waris memenuhi syarat untuk berpendapat yakni sudah dewasa dan berakal sehat. Baca detail: Pembagian Waris secara Merata / Sama

AHLI WARIS TIDAK DIKETAHUI KEBERADAANNYA

assalaamu'alaikum...

saya mau bertanya, suami meninggalkan ;

1. istri



2. dua anak perempuan (yang satunya sulit ditemukan berada diluar negeri, anak dari istri kedua tapi sudah diceraikan)

3. satu anak laki-laki

kami merasa kesulitan dari pembagian harta warisan yang sulit diuangkan, seperti baju bekas, lemari bekas, jam tangan, kasur bekas, piring, sendok dll.. ahli waris yang ada sudah meridokan barang-barang tersebut kepada yang memerlukan, yang jadi pertanyaan,

1. bagaimanakah seharusnya yang harus dilakukan terhadap barang-barang tersebut? kalaupun harus disimpan, berapa lamakah? karena sulitnya untuk diuangkan.

2. cara meminta ridonya kepada hak ahli waris yang sulit ditemukan?

3. bolehkah ahli waris yang ada menganggap husnudzon akan meridoinya untuk dipakai atau diberikan kepada orang yang membutuhkan walaupun tanpa bertemu?

JAWABAN

1. Pertanyaan ini sudah dijawab di konsultasi sebelumnya.

2. Caranya, diskusikan saja dengan ahli waris yang ada. Dengan catatan, kelak kalau sudah ditemukan kontaknya dan ternyata ahli waris itu keberatan, maka pihak-pihak yang ada setuju untuk mengganti sesuai harga yang pantas.>

3. Boleh, tapi harus bersiap diri untuk menggantinya apabila kelak ternyata ahli waris yang absen itu keberatan dan meminta bagiannya.

Adapun kasus pembagian warisan dalam kasus di atas sbb:

a) Istri mendapat 1/8

b) Sisanya yang 7/8 diberikan pada ketiga anak kandung dengan rincian: 1 anak lelaki mendapat 2/4; 2 anak perempuan masing-masing mendapat 1/4.

Baca detail: Hukum Waris Islam

Tuesday, October 12, 2021

Suami: "ya udah talak 3" apa jatuh talak?

SUAMI: "YA UDAH TALAK 3" APA JATUH TALAK?

Assalamualaikum.. Afwan ustadz saya mau tanya lagi...

Setelah kata2 'saya talak kamu,kita cerai, pulang saja ke kampung' kemudian paginya saya diskusi sama suami.

Terus saya mengungkapkan saya masih bingung itu jatuh talak satu atau tiga. Takutnya saya jatuh talak 3. Kemudian suami saya jawab. Kalau dia sudah lupa dengan perkataanya itu. Terus ngucap yaudah berarti talak 3. Karena dia juga GX tau hukum tentang talak 1 ,2, dan 3. Pahamnya dia kalau cerai itu kl sudah ngurus ke pengadilan dan kesepakatan berdua..

Dan suami saya sebenarnya GX mau cerai. Tapi setiap bertengkar dia sering nakut2in saya dgan kata pisah tanpa ada niatan. Supaya saya takut katanya.

apakah jawaban suami saya yg bilang 'yaudah berarti talak 3' juga menjatuhkan talak kepada saya ustadz. Jujur saya takut dan bingung ustadz. Trimkasih ustadz

JAWABAN

Kalau suami memang betul-betul tidak tahu bahwa ucapan 'saya talak kamu' itu berakibat cerai dan mengira cerai baru jatuh di pengadilan, maka dia dianggap orang awam yang tidak tahu dampak ucapannya. Apabila demikian, maka ucapannya tidak berakibat talak. Baca detail: Talak orang Awam Hukum

Namun ke depannya, setelah dia tahu dari penjelasan ini, maka ucapan talak yang diucapkannya akan berakibat talak.

SUAMI BIASA JATUHKAN TALAK

Assalamu'alaikum Ustadz

saya Sari dari jawa tengah,

saya baru menikah sekitar 1 tahun, tetapi suami saya kalau bertengkar sering kali mengucap cerai. oktober tahun lalu saya sudah ditalak 3 tetapi suami tidak mengerti hukum talak itu bagaimana, suami mengira kalau setelah talak tp ingin kembali bisa kembali dengan mudah. tetapi setelah saya jelaskan akhirnya suami saya konsultasi ke seorang tokoh agama di tempat saya.

Dan kyai menyarankan untuk niat bertaubat sehingga kita sudah bisa kembali lagi, tetapi setelah 3 bulan suami saya mengucap talak lagi,

bagaimana hukum pernikahan saya ustadz? apakah kita harus berpisah dan tidak bisa kembali lagi kecuali saya menikah lagi dengan laki laki lain? atau mungkin ada solusi lain yang dapat mempertahankan rumah tangga kami tanpa perceraian? jujur saya masih ingin mempertahankan rumah tangga saya ustadz. mohon petunjuknya ustadz

terimakasih wassalamu'alaikum wr. wb.

JAWABAN

Pertama, Apa yang dikatakan kyai itu agar bertaubat setelah talak 3 lalu bisa kembali lagi itu tidak benar. Talak 3 baru bisa kembali kalau istri menikah lagi dg pria lain lebih dulu.

Kedua, ada cara lain yang lebih sesuai dengan syariah tanpa harus nikah dengan pria lain. Yakni, dengan ikut pendapat dari mazhab Hanbali. Di mana dikatakan bahwa suami yang menceraikan istrinya dalam keadaan marah (dalam level apapun) maka cerainya tidak sah. Dengan demikian, tidak terjadi talak 3. Baca detail: Cerai saat Marah

CERAI

Assalamualaikum ustadz,

Saya mau bertanya terkait cerai, cerai untuk satu kali pengucapan hukumnya bagaimana jika ingin kembali lagi baikan dengan istri, terkait langkah-langkah yang diambil dan jika ada kafarat nya. Dan jika apabila sudah kita sampaikan kepada orang tua istri bagaimana. Sekian pertanyaanya, mohon berkenan untuk di jawab, terimakasih banyak. Wassalamualaikum

JAWABAN

Kalau suami mengucapkan kalimat cerai dengan benar seperti:

a) Aku cerai kamu; atau

b) Kamu saya cerai

Maka, jatuh talak satu.

Apabila suami ingin rujuk, maka dirinci: a) kalau masih dalam masa iddah, maka cukup suami mengatakan: "Aku rujuk kamu"; b) apabila masa iddah sudah habis, maka harus dilakukan akad nikah baru. Baca detail: Cara Rujuk dan Masa Iddah

ZHIHAR

Assalamualaikum Ustad, saya Hamba Allah dari Jakarta pertanyaan ini saya ajukan semata-mata karena saya takut dengan hukum Allah, dan setelah saya mengetahui semoga saya bisa berbenah jika salah, tetapi jika saya tidak salah semoga ini bisa menjadi petunjuk dari Allah buat saya,

Kronologinya begini ustad,

1. pada suatu malam , saya , istri dan ibunda kandung saya sedang ngobrol santai di sebuah ruangan keluarga, kemudian ibunda menyuruh saya untuk melaminating sebuah file (tepatnya kartu keluarga) tetapi ibunda salah menyebut kata "laminating" menjadi "laminatin", kemudian istri saya secara kebutulan juga salah menyebut laminating menjadi laminatin , lalu untuk merespon hal itu terucap dari mulut saya seperti ini Buya "sama seperti ibu berarti" , tentu saja di dalam hati saya tidak ada niat untuk melakukan dzihar hanya sebatas obrolan keluarga tetapi setelah itu saya selalu was-was.

Dari kejadian itu saya terus mencari jawaban dari artikel2 di internet sampai menonton YouTube juga tentang bab Dzihar sampai bab talak juga .

2.Karena terlalu sering saya membaca dan menonton youtube ceramah tentang Talak dan zhihar sehingga saya teringat-ingat , tanpa di sadari ketika saya sedang naik motor sendirian terucap dari mulut saya "tertalak" tetapi kata-kata itu tidak yakin saya tujukan kepada siapa, hanya sekedar bisikan di hati karena intensitas membaca artikel dan melihat youtube dan keluar dari mulut begitu saja ustad,

3.Karena untuk kehati-hatian saya mengucapkan rujuk kepada istri saya , sementar saya tidak yakin ucapan yang sebutkan di atas motor tersebut untuk siapa., Hal no.2 terucap satu hari sebelum istri saya melahirkan .

Pertanyaannya ustad

1. Apakah kronologi satu sudah layak di hukumi Dzihar?, soalnya menurut seorang ulama saya menu menonton di YouTube yang di samakan itu jasadnya bukan sesuatu yang tidak terlihat

2. Apakah kronologi kedua sudah masuk hukum talak lafadznya , atau sebatas was-was?

3. Dengan melakukan rujuk apakah berarti saya mengakui dan terjadi talak?, padahal saya lakukan untuk kehati-hatian ustad , dan kasus tersebut bagaimana perhitungan masa iddahnya ustad?

Terimakasih ustad , wassalamu'alaikum

JAWABAN

1. Tidak termasuk zihar. Zhihar itu menyamakan istri dengan kerabat mahram/muhrim yang disertai niat zhihar. Jadi, harus ada niat. Baca detail: Menyamakan Istri bukan zihar kecuali ada niat

2. Tidak masuk talak. Talak itu baru jatuh talak antara lain harus diucapkan dalam kalimat sempurna dalam kalimat verbal atau kalimat nominal. Baca detail: Talak tanpa Kalimat Sempurna

3. Rujuknya sia-sia. Tidak berdampak apapun karena tidak terjadi talak sebagai syarat sahnya rujuk. Baca detail: Cara Rujuk dan Masa Iddah

Baca juga: Cerai dalam Islam

Daftar Bangkai hewan yang tidak najis atau dimaafkan

Daftar Bangkai hewan yang tidak najis atau dimaafkan



Assalamualaikum

Ustadz, saya mau tanya. Pagi tadi saya mandi junub, kemudian tidak lama kemudian saya liat ada bangkai ngenat didinding bak mandi saya. Padahal sebelum saya mandi sudah saya kuras bak mandi saya, kemungkinan datangnya dari toren diluar.

Pertanyaannya : 1. Apakah menjadi najis air toren dan bak mandi saya jika ada bangkai ngengat tersebut ?

2. Apakah mandi junub saya harus diulangi ?

3. Apakah boleh saya diberikan daftar bangkai hewan dan kotoran hewan apa saja yang najis dan yang tidak najis atau dimaafkan ?

JAWABAN

1. Kalau yang dimaksud ngengat adalah serangga kayu, maka hukum bangkai ngengat dimaafkan. Dan air tidak najis.

2. Tidak perlu diulangi. Mandi anda sah.

3. Seluruh hewan kecil sejenis serangga dan hewan kecil lainnya yang memiliki sedikit darah atau tidak punya sama sekali, maka bangkainya dimaafkan.

Ar-Ramli dalam Nihayatul Muhtaj ila Syarhil Minhaj, hlm. 1/237, menyatakan:
( ويستثنى ) من النجس ( ميتة لا دم لها سائل ) عن موضع جرحها إما بأن لا يكون لها دم أصلا أو لها دم لا يجري كالوزغ والزنبور والخنفساء والذباب ( فلا تنجس مائعا ) كزيت وخل ، وكل رطب بموتها فيه ( على المشهور ) لمشقة الاحتراز عنها ، ولخبر البخاري { إذا وقع الذباب في شراب أحدكم فليغمسه كله ثم لينزعه ، فإن في أحد جناحيه داء وفي الآخر شفاء


Artinya: Dikecualikan dari najis adalah bangkai dari hewan yang darahnya tidak mengalir dari tempat lukanya. Adakalanya karena tidak memiliki darah sama sekali atau punya darah tapi tidak mengalir seperti cicak, tawon, kumbang dan lalat. Maka, ia tidak menajiskan benda cair seperti minyak, cuka dan setiap yang basah apabila hewan itu mati di dalamnya menurut pendapat yang masyhur. Karena sulitnya menjaga darinya. Dan berdasarkan hadits riwayat Bukhari "Apabila ada lalat yang jatuh ke minuman kalian maka celupkann semua badannya dan keluarkan. Karena di salah satu sayapnya ada penyakit dan di sayap yang lain ada obat."

Baca detail: Najis yang Dimaafkan (Makfu)

NAJIS DAN MENYUCIKAN

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh pak ustadz...

Malam ini saya membereskan baju baju dan seprei yg telah disetrika oleh tetangga saya,namun ketika saya hendak memasukkan seprei ke dalam lemari pakaian saya saya mencium ada bau kencing kuncing pd seprei saya tsb namun sepertinya sdh tdk ada wujudnya karena sudah tersetrika tinggal baunya saja. Yang ingin saya tanyakan adalah :

1. Apakah seprei saya tsb masih termasuk najis karena bau kencing kucing tsb masih ada?

2. Bagaimana dengan setrika dan baju-baju lainnya yg disetrika bersamaan dengan seprei tsb apakah menjadi najis juga? karena dari baju-baju tsb ada yg dipakai untuk shalat juga.

3. Bagaimana dengan barang-barang yg terkena seprei tsb apakah menjadi najis juga?

4. Apakah saya harus mencuci ulang baju-baju yang disetrika bersamaan dengan seprei saya tsb?

Mohon jawabannya pak ustadz...terimakasih...

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

JAWABAN

1. Kalau sudah dicuci dan tidak ada bekasnya, tapi baunya masih ada, maka dianggap sudah suci. Baca detail: Menyucikan Najis Masih Ada Warna dan Bau

2. Karena seprei suci, maka pertanyaan yang lain tidak perlu dijawab. Baca juga: Bau busuk tanpa benda apa najis?

(2)

Seprei saya tsb waktu itu sedang dijemur lalu terkena kencing kucing lalu di setrika namun saya baru tau setelah disetrika oleh tetangga saya jadi blm saya cuci kembali,apa itu masih najis dan saya harus mencuci ulang?

Dan bagaimana dengan baju dan barang barang lain yg terkena oleh seprei tsb?

JAWABAN

tetangga anda mencucinya apa tidak sebelum menyetrika?

(3)

Tidak ustadz...saya yg mencucinya... Seprei tsb memang sdh kotor lalu saya cuci pas dijemur ternyata terkena kencing kucing Beberapa hari kemudian tetangga saya datang untuk menyetrika. Tetangga saya pun tidak tahu kalau seprei tsb terkena kencing kucing..lalu dia menyetrika seperti biasa. bagaimana ya pak ustadz?

JAWABAN

Kalau begitu, seprei itu najis. Dan hendaknya dicuci kembali. Terkait baju yg lain, asalkan kedua pihak -- seprei dan kain yang lain -- dalam kondisi kering, maka najisnya tidak menular.

Juga, kalau najis di seprei itu tidak terlihat, maka statusnya najis hukmiyah. Dan najis hukmiyah itu apakah menularkan najis atau tidak ada dua pendapat: a) mazhab Syafi'i menyatakan menularkan najis kalau basah salah satu pihak, kalau kedua pihak kering maka tidak menularkan najis; b) mazhab Maliki menyatakan tidak menularkan najis secara mutlak. Sama saja basah atau kering. Baca detail: Najis Hukmiyah Madzhab Maliki

Kalau begitu, seprei itu najis. Dan hendaknya dicuci kembali. Terkait baju yg lain, asalkan kedua pihak dalam kondisi kering, maka najisnya tidak menular. Juga, kalau najis di seprei itu tidak terlihat, maka statusnya najis hukmiyah.

Friday, October 08, 2021

Apakah murtad karena perbuatan waktu kecil

APAKAH MURTAD KARENA PERBUATAN WAKTU KECIL

Assalamualaikum, Saya lahir dari keluarga muslim, tapi saat kecil saya pernah berucap seorang diri bahwa "saya akan masuk kristen, yesus adl tuhan saya." Tapi setelah itu saya menjalani hari2 saya sebagai anak seorang muslim, saya kadang mengaji, sholat, puasa. Ktp saya pun islam. Namun, sejak beberapa tahun lamanya saya pura2 sholat hanya karena disuruh ortu saya, hanya takut diomeli. Mengambil air wudhu, melakukan gerakan sholat tp tidak dg doanya. Atau mengambil air wudhu saja tp tidak sholat karena ortu saya sdh keluar rumah. Jika ditanya ortu sdh sholat belum saya menjawab sudah pdhl belum/tidak sholat. Ikut puasa, tapi kadang diam2 membatalkanya.

Dan saya sering berbuat maksiat. Entah saya sangat malas beribadah sehingga saya merasa tak pantas untuk mejadi muslim. Namun, anehnya saya tetap meyakini dr hati saya bahwa tiada Tuhan selain Allah SWT dan nabi Muhammad SAW adl utusan Allah. Saya merasa tersentuh bahkan menangis membaca kisah rasulullah saw dan para sahabat. Dan saya jg merasa tidak yakin dengan agama lain selain islam. Meski begitu sikap saya bertolak belakang dengan islam, saya tak menaati syariatnya.

Sampai akhirnya fyp tik tok saya selama satu bulan lebih hingga saat ini tentang islam saja (kisah rasulullah saw dan para sahabat, istri2nya, hadis, ayat al-QUR'AN, sholawat, quotes islam, hijrah, taubat, akhirat, kematian, kiamat, dll). Saya tersentuh, takut, dan mengingat betapa buruknya saya, betapa dosa saya amat banyak. Hingga beberapa waktu saya terus merasa gelisah entah apa yg membuat gelisah masalah dunia atau saya merasa terus diingatkan tentang waktu hidup yg sewaktu2 dpt berhenti sedangkan saya masih begini.

Jadi, saya ingin bertanya..
1) Apakah saya dianggap murtad karena perkataan saya waktu kecil? Jika iya, bagaimana cara saya masuk islam kembali?
2) Apakah saya termasuk orang yang munafik? Masihkah Allah SWT membuka pintu taubat untuk saya? Apakah Allah akan mengampuni dosa2 saya dan menerima taubat saya?
3) Bagaimana cara saya utk bertaubat dg benar sesuai cerita saya diatas? Bagaimana cara taubat yang diterima Allah SWT?

JAWABAN

1. Kalau itu dilakukan waktu kecil, belum baligh, maka tidak sah murtadnya dan anda tetap muslim. Baca detail: Syarat Sahnya Murtad

2. Selagi perbuatan itu dilakukan saat belum baligh, maka tidak masalah. Lihat jawaban 1.

3. Asal anda shalat dengan benar dan teratur maka taubat anda diterima. Baca detail: Orang Murtad Shalat Otomatis Islam Lagi?

Untuk cara taubat secara umum, Baca detail: Cara Taubat Nasuha

MIMPI KEDATANGAN ORANG BERJUBAH

Assalamualaikum, trima kasih atas jawabannya, tetapi semenjak saya sudah mengalami mimpi sperti itu, sampai sekarang masih sering d datangii sosok berpakaian putih, bercahaya dan bersorban putih,, namun yang baru baru ini sosok tersebut mengajarkan kepada saya bagaimana cara berdzikir tubuh dan nyawa, dan sering tercium bau dupa mekkah yg sangat harum,, mohon penjelasannya, trima kasih

JAWABAN

Dia mencoba menggoda anda dengan bacaan zikir yang belum tentu benar. Maka, abaikan. Karena, bacaan dzikir yang berasal dari Quran dan Sunnah sudah cukup banyak untuk diamalkan. Anda bisa membaca kumpulan doa dan zikir dari hadis dari kitab Al-Adzkar karya Imam Nawawi. Baca detail: Terjemah kitab Al-Adzkar

Tidak menutup kemungkinan yang datang itu adalah setan. Baca doa berikut. Baca detail: Doa Penolak Gangguan Setan

MIMPI

as.wr.wb ustad ana mau bertanya barusan ana mimpi buruk... ana mimpi istri ana selingkuh trus ana sampai ngigau angkat tangan ana karena marah seolah mau mukul, trus ana dlm hati hampir terucap kalimat c itu tapi ana tahan hanya bibir ana aja yang bergerak ,tanpa ada suara yang terdengar ana langsung terbangun ustad, itu bagaimna ustad? itupun kan kalimatnya gk sempurna ya karena tidak sebut objek juga.. hanya kalimat c aja tapi pas bergerak bibir ana , ana langsung tersadar atau terbangun langsung ana ketakutan sendiri ustad, itu bagaimna hukumnya pak ustad ? bibir bergerak pas ana terbangun dari mimpi ana itu hanya kedengeran suara cek seperti kita menggerakan bibir itukan terdengar cekcek begitu tanpa ada suara, demi allah ana mimpi buruk sampai ngigau bgitu itu bagai mana hukumnya pak ustad ? ini ana terbangun dini hari begini karena ngingau dan mimpi itu makanya ana langsung kirim pertanyaan ke ustad

JAWABAN

1. Tidak ada dampak apapun. Pernyataan cerai dalam mimpi adalah sia-sia.

2. Ngigau tidak berdampak apapun. Bahkan, dalam keadaan bangun dan dalam kondisi kesadaran penuh pun tidak berdampak talak apabila kalimat itu diucapkan dalam kondisi keceplosan. Apalagi dalam kasus anda sedang ngigau atau bangun tapi dalam kondisi kurang sadar. Baca detail:

Tuesday, October 05, 2021

Menikah dengan keponakan apakah boleh?

MENIKAH DENGAN KEPONAKAN

Assalamu'alaikum... ustad saya ingin bertanya tentang menikah dengan keponakan yang bukan sekandung. saya memiliki keponakan dari nenek saya dengan kakeknya bapak keponakan saya saudara kandung ... nah jadinya bapak saya dengan kakeknya dia itu sepupu

1. jadi saya adalah bibinya dia. karena dari pihak keluarga melarang pernikahan karena sama halnya dia adalah anak saya. terimakasih mohon jawabannya
wassalamu'alaikum...

JAWABAN

1. Yang haram menikah itu kalau ada hubungan mahram / muhrim. Anda dan dia bukanlah mahram / muhrim, karena itu tidak ada larangan dalam Islam untuk menikah. Dengan sepupu saja boleh menikah, apalagi dengan kerabat yang lebih jauh dari itu. Baca detail: Mahram / Muhrim dalam Islam

PEWARIS MELARANG MENJUAL HARTA WARISAN

assalammualaikum wr wb.

sebelumnya mohon maaf bila mengganggu,

bersama email ini saya hendak menanyakan soal mengenai warisan.

1. Apakah ada hukumnya (dikuti atau tidak) jika seorang bapak berpesan ke anak agar warisan miliknya tidak boleh dibagi dan dijual?
2. apakah ada hukumnya (boleh atau tidak), jika sudah 6 bulan lebih sejak meninggal, peninggalan hartanya belum di bagi?. (kedua orang tua sudah wafat)
3. apakah ada hukumnya (boleh atau tidak) jika anak yang paling muda (perempuan), memegang semua dokumen kepemilkan tanah, tanpa memberitahukan ke saudara yang lain? (2 kakak perempuan dan satu kakak laki-laki).

Atas jawaban nya saya mengucapkan terima kasih.

salam hormat,

JAWABAN

1. Pesan pewaris tidak boleh dibagi atau dijual itu tidak harus diikuti. Karena, ketika seseorang itu meninggal, maka harta itu bukan lagi miliknya. Harta itu menjadi hak dari ahli warisnya secara otomatis. Oleh karena itu, pewaris tidak lagi punya hak untuk mengatur ahli warisnya tentang boleh tidaknya harta peninggalannya dibagi atau dijual. Baca detail: Hukum Waris Islam

2. Kalau penundaan itu atas kesepakatan seluruh ahli waris, maka dibolehkan. Tapi kalau keputusan sepihak maka tidak boleh. Karena harta warisan harus segera dibagi kepada yang berhak yakni para ahli waris. Baca: http://www.alkhoirot.net/2016/10/hukum-menunda-pembagian-warisan.html

3. Tidak boleh. Harta waris harus segera dibagi dan surat-surat tentunya harus dipegang oleh pihak yang mendapat kepercayaan dari ahli waris yang lain.

TAUBAT DARI SYIRIK DAN KEKAFIRAN

Assalamualaikum ustadz, saya ingin bertanya. Apabila ada orang yang pernah melakukan syirik/kafir/munafik tanpa Ia sadari, lalu setelah Ia sadari, Ia bertaubat kepada Allah, Ia sangat menyesal dengan apa yang Ia lakukan/perbuat, Ia bertekad untuk meninggalkan kesyirikan, kekafiran dan kemunafikan, Dan Ia akan menjauhinya, lalu Taubat itu ikhlas dilakukannya.
1. Apakah itu bisa disebut dengan taubat nasuha? Sedangkan Ia masih melakukan dosa lainnya.
2. Apakah taubat dari kesyirikan, kekafiran, kemunafikan itu tetap sah/diterima?

JAWABAN

1. Belum disebut taubat nasuha kalau masih melakukan dosa besar yang lain. Baca detail: Dosa Besar dalam Islam

2. Sah. Baca detail: Cara Taubat Nasuha

Namun perlu diperhatikan, apa yang dimaksud dengan syirik dan kafir tersebut? Jangan-jangan anda salah membaca artikelnya kaum Wahabi yang mengkafirkan banyak hal. Coba baca artikel berikut:

- Konsep Tauhit Bid'ah Salafi Wahabi
- 10 Pembatal Keislaman : Syirik
- 10 Pembatal Keislaman : 3 s/d 10

Apa yang dikatakan syirik dan kafir oleh Wahabi belum tentu syirik menurut Ahlussunnah Wal Jamaah.

BERCERITA TALAK APAKAH JATUH TALAK?

Assalamualaikum ustad.
Saya mau bertanya
Suami saya pernah bercerita,dia pernah di gibah masalah keluarga kami pernah talak 1 dan suami saya keceplosan didepan saya dia bilang begini(itulah dia menceritakan pas suami saya pernah talak saya).dan setelah itu, suami saya kaget keceplosan. mohon jawabannya ustad sah atau tidak sah. Karena suami saya tidak berniat dan hanya utk menceritakan kisahnya.
Saya ucapkan terima kasih
Wassalamualaikum wr.wb.

JAWABAN

Bercerita tentang talak tidak jatuh talak. Baca detail: Cerita Talak

JODOH

Assalamuallaikum.
Langsung saja, saya mempunyai seorang yang ingin saya nikahi kelak namun ditolak oleh keluarga saya karena sang wanita bukanlah orang yang berasal dari daerah tempat saya tinggal. Bukankah itu namanya rasis? Semenjak saya berhubungan dengannya Alhamdulillah saya mulai kuliah pada unversitas islam, dan saya mulai memperdalam ilmu agama untuk keperluan saya dan calon istri beserta anak cucu di akhirat kelak. Bukankah itu merupakan hal baik?

Pertanyaan saya;
1. Apakah saya boleh menikahinya namun belum memberi tahu keluarga?
2. Apa yang harus saya lakukan jika saya di usir dari rumah?
3. Jika saya menikah secara diam-diam apakah saya dapat untuk sementara tidak tinggal serumah dengan istri saya?

Mohon jika berkenan menjawab dan memberi masukan untuk masalah yang saya alami. Terima kasih.
Wassalamuallaikum.

JAWABAN

1. Secara syariah boleh. Baca detail: Pernikahan Islam

Namun sebaiknya anda memberi tahu keluarga. Karena pernikahan bukan hanya tentang anda berdua, tapi juga berkaitan dengan orang tua anda dan orang tua dia. Mintalah tolong orang lain untuk memediasi pada orang tua agar mendapat ijin dan restunya.

2. Sebaiknya hindari sikap frontal pada orang tua. Taati mereka sebisa mungkin. Mintalah ijin dan ridhonya supaya kehidupan anda berkah. Baca detail: Hukum Taat Orang Tua

3. Bisa saja apabila atas kesepakatan kedua belah pihak.

ANCAMAN SUAMI APAKAH JATUH TALAK?

Assalamualaikum ustad
Saya mau bertanya suami saya pernah mengancam,kepada saya dia bilang(awas ya klo ngmg sama org,abis kita ya). Itu kek mana hukum nya ustad. Apakah ucpan seperti ini jatuh talak ustad. Dan niat suami sebenarnya cma ancaman. Apakah perlu rujuk.
Terima kasih atas jawabannya ustad.
Wassalamualaikum wr.wb.

JAWABAN

Itu masuk kategori talak kinayah. Hukumnya baru jatuh talak kalau disertai niat suami untuk mentalak. Kalau tanpa niat cerai maka tidak jatuh talak dan tidak perlu rujuk. Baca detail: Cerai dalam Islam

ANAK HASIL HAMIL ZINA

Assalamualaikum, Afwan saya ingin bertanya atau meminta fatwa ustadz, Kisahnya begini. . .

Ada seorang gadis dengan status merupakan buah dari perzinahan, sedangkan ibunya dinikahi oleh bapaknya (melangsungkan pernikahan) setelah 3 bulan mengandung. Dikemudian hari diketahui ternyata bapak yang menikahi ibunya tersebut belum tentu bapak biologis dari gadis ini karena golongan darah dari ibu dan bapak tidak ada kecocokan. Setelah 6 tahun berjalan kedua orang tuanya cerai dan menikah lagi, sigadis mengikuti ibunya dengan suami yang baru.

Dengan keadaan tersebut, si gadis melangsungkan pernikahan secara sirih, dengan berwali dengan ibu kandungnya melalui penghulu. Pada saat komunikasi dengan penghulu ibu kandungnya berdalih kalau bapaknya lagi diluar kota sehingga ia yang menjadi wali untuk anak gadisnya. Pernikahan pun dilangsungkan.

Pertanyaan adalah
1. apakah pernikahan tersebut sah ? (karena dikemudian hari gadis menuntut pernikahannya batal karena ia dinikahi bukan dengan wali bapaknya dan ibunya tidak berkata sejujurnya keadaan yang sebenarnya kepada penghulu)

JAWABAN

1. Dalam madzhab Syafi'i dan Hanafi, pernikahan wanita yang hamil zina tersebut adalah sah. Dan status anak gadis tersebut sah menjadi anak dari suami ibunya. Walaupun seandainya si suami bukan bapak biologisnya. Baca detail: Pernikahan Wanita Hamil Zina dan Status Anak

Kalau mengikuti pendapat ini, maka bapak si anak berhak menjadi wali nikah dari anak perempuannya. Walaupun begitu, pernikahan dengan memakai wali hakim hukumnya juga sah apabila disetuju oleh si calon pengantin. Baca detail: Wali Hakim dalam Pernikahan

Namun menurut madzhab Hanbali dan Maliki, pernikahan tersebut tidak sah. Oleh karena itu anak yang lahir bukan anak kandung laki-laki itu. Kalau mengikuti pendapat ini, maka pernikahan yang dilakukan oleh wali hakim atas persetujuan ibunya juga sah. Baca detail: Wali Nikah anak Zina

Sering bertengkar, apakah jatuh talak

SERING BERTENGKAR, APAKAH JATUH TALAK

Assalamualaikum ustad.. bolehkan saya menanyakan bbrp pertanyaan..

Pertama sy dengan suami sering bertengkar hampir setiap hari. Dan disaat bertengkar hebat suami emosi yang tidak biasanya saya meminta untuk cerai. Dalam keadaan emosi suami saya berkata "ya sok klo kamu mau cerai" .. itu kejadian sehari setelah berhubungan intim.. setelah itu dia menyesal dan tidak berniat untuk menceraikan hanya karna desekan saya dan dia menjawab itu.

Yang mau saya tanyakan
1. Apakah sudah jatuh talak ?
2. Apakah punya tempat rekomen buat saya konsultasi atas permasalah didalam pernikahan saya yang sudah 9 tahun.

Karna berat untuk saya menjalani pernikahan dan berat juga menghancurkan masa depan anak2 dengan saya bercerai.

Trima kasih sekiranya bapak ibu sekalian bisa membantu menjawab pertanyaan saya

JAWABAN

1. Tidak jatuh talak kalau tidak disertai niat. Baca detail: Mengiyakan Permintaan Cerai Istri

2. Saling mengalah dan memahami kunci harmonis rumah tangga. Baca juga: Cara Harmonis dalam Rumah Tangga

MELIHAT ORANG YANG DICINTAI

Assalamu Alaikum Wr.Wb.
Saa ingin mengajukan sebuah pertanyaan, yakni :
Bagaimana hukumx mengingat dan merasa sangat senang ketika melihat seseorang yg dicintai, walaupun dia blm mnjd mahram. Berhubung sering kali remaja saat ini kebanyakan melupakan sekitarx ketika melihat org yg sdg membuatx berbunga-bunga.
Terima kasih

JAWABAN

Mencintai lawan jenis tidak dilarang dalam Islam selagi hal itu hanya terbatas pada suara hati. Mencintai itu dilarang apabila sampai pada pertemuan fisik. Apalagi sampai berduaan. Baca detail:

- Hukum Kholwat
- Aurat dalam Islam

HUKUM ONANI

Assalamualikum wr.wb
Pak saya ada pertanyaan saya pernah baca di internet katanya kalau kita onani nanti di akhirat orang yang suka onani akan menggendong anak kecil tanpa kepala
1. Apakah hal ini benar dan ada dalil nya pak mohon penjelasannya.
Terima kasih

JAWABAN

1. Tidak benar. Baca ulasan detail tentang hukum onani dan dalilnya di sini: Baca detail: Hukum Onani

ISTRI SUKA MEMAKI, APAKAH PERLU DINAFKAHI?

Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh ustadz.

Saya ingin menanyakan perihal nafkah.
Bagaimana kewajiban nafkah untuk istri yang selalu memaki suami dan memukuli suami bahkan menyebarkan aib suami kepada orang tuanya dan siapapun yang di kenal.

JAWABAN

Selagi dia masih menjadi istri anda, maka masih tetap wajib dinafkahi. Adalah tugas suami sebagai kepala rumah tangga untuk bertindak layaknya seorang pemimpin. Bersikaplah dengan tegas agar istri tidak lagi bersikap seperti itu. Baca detail: Hak dan Kewajiban Suami Istri


DIHUKUM TUHAN KARENA BERZINA

assalamu'alaikum pak ustadz
saya dan mantan say dulu pernah berbuat zina, sekitar 6 bulan yg lalu kami sdh putus, saya minta pertanggungjwbbnnya tpi dy tdk mau, saya cerita sm keluarga nya, mereka malah memusuhi saya, saya menyesal sdh melakukan dosa itu, sejak kami putus saya sdh berkali kali melakukan sholat taubat, saya sdh sering dtg k majelis, tpi kenapa masalah terus dtg kepada saya ustadz ?

mantan saya malah memiliki wanita lain skrg bersama dg restu org tua nya, sdgkn trhdp saya org tua ny malah memusuhi saya dan menghina suku saya, karena saya dari palembang..

1. apa Allah marah dan meninggalkan saya ? meskipun begitu saya ingin skali percaya bahwa Allah itu baik dlm mengatur rencna, tpi kenyataan pahit terus menghampiri saya. rasanya saya sudah mau menyerah ustadz,

2. saya sudah bertaubat tpi allah tidak berpihak kpd saya.

3. apa yg harus saya lakukan ustadz ? org tua nya meminta saya menjauhi mereka, dan mereka hanya mendengarkan kronologis kejadian dari anaknya saja, mereka tidak mau dgr dari saya.. saya harus bagaimana, apa saya juga harus menceritakan yg sebenarnya terjadi ?

JAWABAN

1. Ya, Allah marah pada hambaNya yang berbuat dosa. namun Allah Maha Pengampun pada hambaNya yang mau bertaubat. Perlu diketahui bahwa bertaubat itu bukan hanya shalat taubat, tapi juga komitmen untuk tidak melakukan perbuatan dosa lagi dan menjalankan kewajiban agama dengan konsisten. Baca detail: Cara Taubat Nasuha

2. Ciri khas orang yang bertaubat dengan betul adalah adanya perubahan sikap pada dirinya. Antara lain: tidak mudah menyalahkan orang lain, sabar, dan berusaha keras untuk memperbaiki karakter buruknya. Baca: Akhlakul karimah

3. Ikuti kemauan orang tuanya. Jauhi dia. Dan mulailah hidup yang baru. Lebih dekatlah ke agama dan sibukkan diri dengan belajar rajin atau bekerja keras.

CARA IKHLAS

Ass... bisa ajarkan saya cara iklas gmn? Karna saya sangat tertekan dengan ketidak iklasan saya sekarang

JAWABAN

Ikhlas itu berbuat sesuatu karena Allah, bukan karena mengharap sesuatu dari manusia dalam bentuk apapun. Ikhlas memerlukan proses pembelajaran dan pembiasaan berbuat baik secara terus menerus. Dalam proses, mungkin saja kita tidak bisa ikhlas sepenuhnya, tapi selama kita terus mencoba, maka tujuan ke arah situ akan tercapai. Baca: http://www.fatihsyuhud.net/akhlak/

CARA MENARIK SUMPAH SERAPAH / KUTUKAN BAPAK PADA ANAKNYA

Assalamualaikum... Sy minta tolong bagaimana cara nya menarik sumpah serapah yang pernah terucap dan saya amat sangat menyesali nya terlebih itu saya katakan kepada anak saya.. Cerita nya begini sekitar setahun yang lalu saya marah sekali kepada anak saya di karenakan bandel saya emosi sampai saya sempat mengatakan kamu mau di bunuh??!! saya orang nya temperamen cuma setelah itu saya menyadari bahwa itu jahat sekali sampai sekarang saya masih teringat ucapan itu berhubung saya takut tdk bs mengendalikan kemarahan saya dan mohon doa kan saya spya saya dapat menghilangkan sikap temperamen saya.. Terima Kasih kepada para pengurus pp. Alkhoirot wassalamu'alaikum Wr. Wb

JAWABAN

Cara menarik doa buruk pada anak adalah dengan berdoa kepada Allah yang berisi sebaliknya. Doakan anak anda agar dia selalu sehat, selamat dunia akhirat dan tidak menjadi anak bandel. Juga nyatakan pada Tuhan bahwa anda memaafkan semua kesalahan anak anda di masa lalu. Sebaiknya maaf anda pada si anak juga diketahui oleh si anak agar jiwanya menjadi tenang dalam melangkahi hidup ke depannya.
Baca detail:
- Hukum Taat Orang Tua
- Baca detail: Anak Durhaka dapat Azab Dunia

Sunday, October 03, 2021

Menyuap petugas PLN agar tidak kena sanksi, bagaimana hukum hasil usaha?


MENYUAP PETUGAS PLN AGAR TIDAK KENA SANKSI, BAGAIMANA HUKUM HASIL USAHA?

Assalamu’alaikum.
Pak saya mau bertanya, ketika saya migrasi listrik atau perubahan daya dari 450v ke 1300v, pegawai pln nya mengecek meteran yg ada didepan rumah saya, kata pegawainya itu “maaf pak, mcb listrik yg aslinya dari pln ada pak, mcb yg bapak gunakan bukan asli dari pln tapi dari toko bapak harus ke kantor utk sidang”. Dan memang dulu sebelum saya migrasi listrik org tua saya pergi ke pegawai pln yg pegawainya berbeda dari skrg, untuk menambah daya listrik, tapi oleh pegawai itu malah diotak-atik diganti mcb yg asli dgn yg ditoko sdgkn org tua saya buta masalah listrik kemudian mcb aslinya dibawa oleh pegawai itu.

Nah skrg keluarga saya yg kena getahnya, tapi tiba2 itu pegawai pln yg bilang ke keluarga saya yg harus sidang, tiba2 dia melakukan pemasangan listrik perubahan daya dan setelah terpasang dia bilang ” pak gini saja bapak bayar saya 50rb nanti saya akan carikan mcb yg asli”. Kemudian bapak saya membayarnya 50 rb supaya dicarikan mcb yg asli karena kalau sidang dikantor pln mungkin didenda sampai jutaan.

Saya kan penjual es krim pak menggunakan listrik itu, apakah uang yg saya dptkn dari usaha saya itu halal pak?sedangkan modal utk freezer dan bahan2 es krim seingat saya halal, cuma yg bermasalah listrik yg saya ceritakan diatas dan kejadian ini sudah 6 bulan yg lalu dan usaha es krim saya sudah kira2 5 bulanan. Dosakah saya jika terus menerus menggunakan listrik itu utk usaha saya?
Terima kasih sebelumnya.

Wassalamu’alaikum.

JAWABAN

Usaha anda halal karena masalah listrik itu di luar kesengajaan anda. Kecuali apabila anda melakukan hal itu secara sengaja. Sedangkan masalah membayar 50ribu itu, hukumnya haram sama dengan haramnya orang yang menyuap polisi lalu lintas agar tidak terkena tilang. Namun demikian, keharaman itu tidak berdampak pada kehalalan dari usaha anda. Rejeki yang dihasilkan dari usaha tersebut tetap halal karena memakai listrik dengan benar sesuai biaya yang ditentukan oleh PLN.
Baca detail: Hukum Masuk PNS karena Suap

PERNIKAHAN WANITA HAMIL ZINA

Saya ingin bertanya ustad...apabila seorang wanita menikah pada saat kondisi telah hamil..dan menikah dgn lelaki yg menghamili nya..menikah pada saat bulan february..dan melahirkan pada bulan juli...yg ingin sy tanyakan..bagaimana dgn pendapat ulama...
1.status perkawinan nya
2.bagaimana dgn nasab anak tersebut
3.klw anak nya perempuan boleh kan ayah biologis nya menikahkan nya..terima kasih ustad..

JAWABAN

1. Menurut madzhab Syafi'i dan Hanafi, pernikahan tersebut sah.
2. Anak tersebut juga sah menjadi anak kandung bapak dan ibunya.
3. Boleh. Baca detail: Pernikahan Wanita Hamil Zina dan Status Anak

HUKUM SUAMI MINTA DITALAK ISTRI

Assalamu'alaikum Pak Ustad
Saya sedang mempunyai masalah soal rumah tangga kami. Begini kronologinya...
Kami berumah tangga sudah 5th dan dikaruniai 2orng anak. Dan akhir2 ini hubungan kami sudah tidak harmonis lagi. Awal mula bertengkar gara2 saya marah terus hapus kontak (BBM,LINE,FB) istri. Selama seminggu saya tidak kasih kabar. Ketika saya sudah tidak marah (kira-kira 2minggu), saya kabari istri saya lg. Saya meminta maaf dan saya menyesal atas perbuatan saya. Tapi dia terlihat sudah berubah sikap. Sudah tidak perhatian & peduli lagi terhadap saya. Ternyata istri saya lebih mentingin maen game online di hpnya. Dan dia pnya teman dari game online itu. Saya tidak tw hubungan mereka itu apa, yang saya tw mereka berdua manggilnya sudah sayang2an. Status profil dipermainan game online mereka sama2 ada tulisan "i love u". Disitu saya marah dan mengatakan, "kamu itu cek susahe. Sebesar apa cintamu pada dia. Bilang mw ganti tapi tetap tidak mw ganti. Kalau kamu mw hidup sama dia. Silahkan, Ceraikan Aku." Apa kata2 saya itu sudah termasuk talak pak ustad? Padahal saya tidak berniat untuk menceraikan istri saya. Saya hanya mengancam. Saya mencintai istri saya dan anak2. Dan sebelumnya saya sudah mentalak istri saya 2x. Kami bertengkar di saat jauh dan hanya lewat pesan (SMS). Saya bingung sudah jatuh talak apa belum. Saya cari2 jawaban di internet ada yg namanya talak bersyarat.
Pertanyaan saya :
1. Apakah kata2 saya sah jatuh talak?
2. Apakah kata2 saya termasuk talak mu'allaq/talak bersyarat? Bagaimana solusinya?
3. Mengenai kata2 saya kepada istri, apa hukumnya jika suami meminta talak/cerai kepada istri? Apa talaknya tetap jatuh ataukah talak itu tidak dianggap?

JAWABAN

1. Pernyataan tersebut tidak jatuh talak karena bukan pernyataan talak yang sah, tapi penawaran pada istri untuk mentalak suami. Padahal ucapan talak itu hanya sah apabila (a) dilakukan oleh suami pada istrinya seperti ucapan suami "Kamu saya talak"; atau (b) atas keputusan pengadilan agama yang meluluskan permintaan suami atau istri. Baca detail: Cerai dalam Islam

2. Tidak termasuk.

3. Tidak dianggap kecuali kalau disetujui oleh pengadilan agama sebagaimana disebut dalam jawaban poin 1. Baca detail: Cerai dalam Islam

RUMAH TANGGA: MENCERAIKAN ISTRI SAAT HAMIL

Assalamualikum ustad. Saya sedang ada masalah keluarga. Kronologisnya. Pada bulan agustus 2016 saya menikahi seorang wanita janda anak satu. Memang pernikahan saya itu tidak mendapat restu dr org tua terutama ibu saya. Hasilnya tepat bulan desember 2016 / 4 bulan setelah pernikahan itu saya menyesal karena telah meremehkan restu ibu saya. Saya bingung ustad. Istri saya sedang hamil 3bulan perbulan desember 2016. Tapi batin saya tidak kuat menghadapi sikap istri saya yang kasar. Saya sering di katain dengan perkataan kasar (maaf, contoh seperti ngatain saya anjing. Bego. Tolol. Gak punya otak. Dsb). Ditambah lagi saya sedang tidak bekerja / menganggur krn saya keluar dr perusahaan riba. Dan sudah 3bulan saya menanggur tapi tetap usaha mencari rezeki allah dengan mengojek motor. Saya merasa sebagai suami telah direndahkan martabat saya dengan perkataan kasar dan kotor itu.
1. Boleh kah saya menceraikan istri saya. Padahal saya sudah pernah menasihati dia dengan dalil quran dan hadist tapi semua tidak berpengaruh. Terima kasih sebelumnya. Wassalam

JAWABAN

1. Menceraikan istri saat hamil tidak dilarang dan hukum cerainya sah. Baca detail: Cerai dalam Islam

Hukum lewat di kebun orang tanpa ijin

LEWAT DI KEBUN ORANG TANPA IJIN

Assalammu'alaikum wr. wb.
Saya ingin bertanya:
1. saya tinggal di kampung dan selalu berangkat dan pulang bekerja melewati kebun milik orang lain, sedangkan pemilik kebun tidak selalu berada di sana. Saya melewati kebun tersebut karena lebih dekat ke tempat kerja saya, dan selain itu juga karena dari saya kecil orang-orang sering lewat kebun tersebut. Namun akhir-akhir ini saya khawatir kalau-kalau si pemilik kebun keberatan saya melewati kebunnya setiap hari. Apakah hal ini dapat membuat gaji dari pekerjaan saya menjadi haram?

2. haruskah saya meminta izin secara khusus kepada beliau? karena secara umum beliau tahu kalau saya melewati kebunnya setiap hari, karena saya pernah beberapa kali berpapasan dengan beliau saat menggarap kebunnya tersebut dan hanya permisi numpang lewat saja, dan beliau tidak melarang saya. Masalahnya beliau sudah tua dan saya tidak kenal dengan beliau, jadi saya merasa sangat sungkan, risih dan juga malu kalau ingin menanyakan kepada beliau. Saya juga takut malah akan menyinggung perasaan beliau. Bagaimana sebaiknya sikap saya?

3. bolehkah saya menggunakan gaji hasil kerja saya, sementara saya sedang mengalami kondisi ini? apakah halal menggunakannya? karena rasanya tidak bisa kalau harus menunggu permasalahan ini dulu.

4. bagai mana hukumnya jual beli di masa lalu yang ternyata kurang sesuai dengan syariat namun kita baru menyadarinya sekarang, sedangkan barang yang kita beli masih kita gunakan untuk bekerja sampai sekarang. Karena rasanya tidak mungkin kalau harus mengulangi proses jual belinya. Apakah dimaafkan? haramkah barang yang kita beli tersebut?
Sekian mohon segera dijawab kiranya agar menjadi ketentraman hati.
Wassalammu'alaikum wr. wb

JAWABAN

1. Kalau sudah menjadi kebiasaan masyarakat sejak dulu melewati kebun tersebut, maka itu menjadi tanda bahwa hal itu diperbolehkan oleh si pemilik. Dengan demikian maka tidak apa-apa. Namun tidak ada salahnya anda meminta ijin atau meminta ridonya kalau suatu hari berjumpa dengan pemilik kebun. Ibnu Hajar Al-Haitami dalam kitab Tuhfatul Muhtaj, hlm. 4/238, menyatakan:
( قوله : وإن حرم غصبه إلخ ) وما نقل عن الشافعي رضي الله تعالى عنه من جواز أخذ الخلال والخلالين من خشب الغير محمول على ما إذا علم رضاه

Artinya: ... Imam Syafi'i menyatakan boleh mengambil kayu kecil milik orang lain tanpa ijin apabila dimaklumi kerelaan dari pemilik.

Dari keterangan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa kalau mengambil benda milik orang lain itu dibolehkan kala diyakini kerelaan pemiliknya, apalagi cuma lewat di atas tanahnya.

2. Tidak harus. Tapi kalau meminta ijin akan lebih baik untuk semakin menghilangkan prasangka dan mempererat silaturahmi.

3. Boleh dan halal gaji anda.

4. Jual beli yang kurang sesuai syariah itu seperti apa? Belum tentu yang anda kira kurang syariah itu statusnya haram. Bisa saja ada pendapat lain yang membolehkan. Masalah muamalah (non-ibadah) itu pada dasarnya tidak kaku dan karena itu ulama banyak berbeda pendapat dalam soal status halal-haramnya. Baca detail: Bisnis dalam Islam

WAS-WAS NAJIS ANJING

Assalamu'alaikum pak,

Saya mau tanya.
Sekitar 7- 8 tahun yang lalu, baju saya pernah terkena moncong anjing, waktu itu saya yakin ada liur anjing nya, tp sekarang saya ingat2 lagi saya ragu apakah nempel atau tidak liur nya waktu itu, karna sudah lama jd nya lupa....,
Tp waktu itu tidak langsung saya bersihkan menggunakan tanah+air 7x, hanya dicuci biasa, sampai sekarang, dan baju itu sekarang juga sudah hilang karna kejadian nya sudah lama sekali...,(waktu itu saya tidak berfikir panjang)

sekarang saya baru berfikir, dan sangat resah sekali, kalo waktu itu baju yg terkena najis liur anjing saya cuci bersama baju lain, berarti baju lain dan ember jg terkena najis, dan tangan saya yg mencuci baju itu juga terkena najis, dan jika tangan saya menyentuh benda lain dalam keadaan basah berarti benda tsb juga menjadi najis semua, bahkan ketika saya mencuci barang-barang selama ini berarti barang-barang tsb menjadi najis semua dong karna tangan saya masih ada najisnya, dan jika semua benda2 tersebut bersentuhan lg dgn benda lain berarti menjadi najis lagi..., dan orang2 yang saya sentuh dalam keadaan basah, berarti mereka juga terkena najis juga..,dan juga orang2 yang menyentuh barang2 saya dalam keadaan basah, mereka menjadi najis juga...dan ibadah solat saya selama ini tidak sah dong, karna ada najis dalam tubuh saya dan juga ada dimana-mana.

1.Saya sekarang harus bagaimana??
2.Apakah benar semua benda2 yang saya sentuh itu menjadi najis???
3.Apakah saya harus mensucikan semua barang2 yang saya sentuh selama 7-8 taun ini dengan 7x dengan air mengalir dan tanah??
4.Apakah saya harus menyuruh orang2 yang pernah saya sentuh dan yang pernah menyentuh barang2 saya untuk mensucikan diri mereka dengan 7x air mengalir + tanah???
5. Tetapi saya jg sudah lupa apa aja brang2 yang saya sentuh selama ini, tentunya banyak sekali dan tidak terhitung. bagaimana???
6.Saya rasa itu sangat tidak mungkin bagi saya. Apakah ada keringanan untuk saya???
7. Apakah solat saya selama ini tidak sah??
8. Seandainya saya mensucikan diri saya dengan mandi dengan tanah+7x bilasan air mengalir, lalu dengan keadaan basah saya menyentuh handuk saya yg belum saya sucikan, apakah saya menjadi najis lg??? Kalo seperti itu terus berarti saya harus mensucikan semua barang2 saya secara bersamaan?? Saya sangat bingung. Secara semua benda dirumah saya pernah saya sentuh. Berarti semua benda dirumah saya mengandung najis???
9. Ketika saya mencuci peralatan masak, menggunakan tangan saya, peralatan tsb menjadi najis, dan jika terkena makanan menjadi haram. Berarti selama ini saya makan makanan haram terus pak tial hari??
10. Jika saya makan haram, dan solatpun tdk sah, berarti doa2 saya tsk diterima?? Saya harus bgaimana?? Saya sangat bingung.

Saya bener2 ingin bertaubat dan saya memperhatikan kesucian pakaian dan diri saya ketika beribadah, saya juga sangat berhati2 dgn najis, dan ketika itu saya keingat kejadian ini dan membuat hati saya menjadi gundah gulana, sepanjang hari saya memikirkan ini. Saya sangat menyesal atas kebodohan saya saat itu, Tolong bantu saya pak.

Trimakasih dan saya tunggu atas jawabanya.
Wasalamu'alaikum...

JAWABAN

Masalah najis anjing adalah masalah khilafiyah alias terjadi perbedaan ulama dari empat madzhab. Najisnya anjing secara mutlak dan harus dicuci 7x dan salah satunya dengan debu itu adalah berdasarkan pendapat ulama madzhab Syafi'i.

Dari keempat madzhab tersebut ada pandangan dari madzhab Maliki yang berpendapat bahwa anjing yang hidup itu tidak najis secara mutlak. Perlu diketahui, bahwa Imam Maliki, pendiri madzhab maliki, adalah guru dari Imam Syafi'i. Dalam kasus anda sebaiknya anda mengikuti madzhab Maliki yang menganggap anjing itu tidak najis baik air liurnya maupun bulu dan kulitnya. Baca detail: Najis Anjing menurut Madzhab Empat

Dengan demikian, maka anda tidak perlu lagi was-was najis. Dalam Islam Ahlussunnah Wal Jamaah (Aswaja) tidak ada larangan bagi kita untuk mengikuti salah satu madzhab dari madzhab empat, selain madzhab yang biasa diikuti, apabila diperlukan. Baca: Talfiq

BOLEH PINDAH MADZHAB?

Assalamu'alaikum pak,
Trimakasih atas jawabnya, saya sangat lega,...

Ada sesuatu yg belum jelas pak,
Apakah tidak apa apa jika masalah anjing saya ikut madzab maliki lalu yg lain, seperti sholat, zakat saya ikut yg biasa saya ikut ii selama ini??? Trimakasih..,

JAWABAN

Tidak ada masalah pindah mazhab apabila itu diperlukan dan bisa memberikan solusi dalam masalah kita. Baik dalam masalah ibadah, was-was atau masalah muamalah. Pada dasarnya, orang awam tidak wajib ikut satu mazhab tertentu. Baca detail: Orang Awam Tidak Wajib Ikut Satu Madzhab

IKUT MAZHAB MALIKI DALAM SOAL ANJING
Assalamu'alaikum pak,
Trimakasih atas jawabnya, saya sangat lega,...

Ada sesuatu yg belum jelas pak,
Apakah tidak apa apa jika masalah anjing saya ikut madzab maliki lalu yg lain, seperti sholat, zakat saya ikut yg biasa saya ikut ii selama ini??? Trimakasih..,

JAWABAN

Tidak masalah. Itu boleh dilakukan apabila itu bisa menghilangkan was-was dan kesulitan anda dalam beribadah. Baca detail: Orang Awam Tidak Wajib Ikut Satu Madzhab
JANGAN SAMPAI AKU TALAK, APA JATUH CERAI?

Assalamualaikum Pak Ustad

saya mau bertanya lagi ..ketika bertengkar suami berkata Jangan sampai saya talak kamu apakah ucapan tersebut jatuh talak.. Truma kasih

Wassauikum wr wb

JAWABAN

Tidak jatuh talak karena itu bukan pernyataan talak. Hanya ancaman di masa depan. Ancaman talak di masa depan tidak jatuh talak kecuali dalam bentuk talak muallaq alias talak kondisional. Baca detail: Janji talak, perintah talak, talak masa depan

HUKUM TRADING FOREX

assalamua'alaiku
pa ustadz mau tanya apakah trading forex halal?
saya lihat web alkhoirot.com mengiklankan trading forex melaui iklan google adsense

JAWABAN

Halal. Baca: Jual beli valas

NIAT MANDI HAID DAN JUNUB

apakah niat mandi haid dan niat mandi junub boleh di gabungkan????
Atau niat mandi haid dulu setelah mandi haid bisa di lanjutkan dengan
mandi junub???????

JAWABAN

Niat mandi junub sudah mencakup mandi haid. Jadi tidak perlu niat dua kali atau mandi dua kali. Cukup satu kali mandi dan satu niat saja.

Baca detail:
- Cara wudhu dan mandi wajib
- Wanita haid

Memidanakan pihak ketiga dalam nikah siri

MEMIDANAKAN PIHAK KETIGA DALAM NIKAH SIRI

apa bila dalam pernikahan siri,bila ada orang ketiga.Orang ketiga tsb bisa di pidanakan secara hukum atau tdk.

Terimkasih

JAWABAN

Tidak bisa. Karena status nikah siri itu sendiri adalah ilegal. Kecuali kalau anda mengajukan pengesahan pernikahan lebih dulu ke pengadilan agama. Setelah itu, baru dapat mempidanakan pihak ketiga tersebut.
Baca detail:
- Pernikahan Islam
- Isbat nikah siri

WARISAN UNTUK ANAK PEREMPUAN DAN SAUDARA KANDUNG

Assalamualaikum ww.

Saya mau tanya pembagian warisan dari seorang perempuan yang meninggal pada 25 Desember 2016 dengan ahli waris sebagai berikut:

Ahli waris utama

Ayah (wafat)
Ibu (wafat)
Suami (wafat)
1 orang anak kandung perempuan (masih hidup)

Ahli waris sekunder

2 orang saudara laki-laki sekandung (masih hidup)
2 orang saudara perempuan sekandung (masih hidup)

Bagaimana pembagian warisannya?

Terima kasih

Wassalamualaikum ww

JAWABAN

Pembagiannya sbb:
(a) Anak perempuan mendapat 1/2
(b) Sisanya yang 1/2 lagi dibagikan kepada keempat saudara kandung di mana saudara lelaki mendapat bagian dua kali lipat dari saudara perempuan. Dalam kasus di atas, 2 saudara lelaki masing-masing mendapat 2/6, sedangkan kedua saudara perempuan mendapat 1/6. Baca detail: Hukum Waris Islam

WARISAN

Perkenalkan nama sy mm, ada beberapa pertanyaan yg ingin sy ajukan terkait waris mnrt islam :

1. Bgm mnrt islam klo org tua tdk memberikan warisnya ke ank2nya, tlng dg dalil...

2. Org tua memberikan hibah ke tiga ank perempuannya dr sebelas bersaudara (4 org perempuan & 7 org laki2), berapakah max bagiannya mnrt islam, kmd apakah ank penerima hibah tsb msh mendapatkan waris jg dr org tua.

3. Apakah baik buruknya bila waris tsb dibuat yayasan, bgm klo 1 org tdk setuju

4. Org tua laki msh ada, bgm sebaiknya tindakan kt agar tdk terjadi perselisihan dikemudian hari.

Maaf itu dari 2 ibu, ibu pertama msh ada/hidup dg 3 anak (2 laki 1 perempuan), ibu kedua sdh tiada dg 8 anak,(5 laki & 3 perempuan)

5. Bila waris dibagikan, apakah istri pertana yg sdh lama dicerai dpt waris jg?, sdngkan harta waris yg akan dibagi ada saat bpk dg almh istri kedua, kmd berapa bagian waris utk ke 11 ank tsb.

Utk sementara itu dulu pertanyaan sy, suatu saat bila diperlukan kami akan berkunjung ke tempat bpk, syukron

JAWABAN

1. Warisan baru diberikan setelah pewaris meninggal. Kalau pewaris meninggal, maka seluruh ahli waris berstatus sama dan berhak mendapatkan bagian sesuai dengan aturan hukum waris Islam. Kalau ada salah satu ahli waris yang tidak mau membagikan pada ahli waris lain, maka itu berarti dia merampas hak ahli yang lain tersebut dan dapat diajukan ke pangadilan agar diselesaikan secara hukum. Baca detail: Hukum Waris Islam

2. Hibah adalah harta yang diberikan ketika pemilik harta masih hidup baik hibah kepada anak atau kepada orang lain. Dalam hal ini tidak ada batasan berapa harta yang diberikan oleh pemilik kepada yang diberi. Baca detail: Hibah dalam Islam

3. Harta waris harus dibagikan kepada seluruh ahli waris. Bisa saja dijadikan Yayasan dengan syarat harus atas persetujuan seluruh ahli waris.

4. Kalau bapak masih ada, maka harta bapak tidak bisa diwariskan. Harta bapak baru diwariskan kalau beliau sudah wafat.

5. Sekali lagi, istilah waris itu hanya berlaku apabila pewaris sudah wafat.
Tentang siapa saja yang mendapat warisan kalau pewaris sudah wafat adalah sbb:
(a) Istri yang bersamanya; (b) seluruh anak kandung baik dari istri pertama, kedua atau ketiga. Baca detail: Hibah dalam Islam

HARUSKAH ISTRI MEMBANTU SUAMI MENCARI NAFKAH?

Assalamu'alaikum Warrahmatullahi Wabarrakatuh..
Selamat malam..
Perkenalkan saya W, umur 21 tahun, sudah menikah dan profesi suami saya adalah seorang Pelaut.
Saya ingin bertanya Ustadz mengenai kegalauan yang sedang saya alami.
Seperti yang diketahui bahwa profesi seorang pelaut mengharuskan kami saling berpisah dalam waktu kurang lebih 10 bulan.
Saat ini saya tinggal dengan Ibu kandung saya.
Sebelum suami saya berangkat dulu, suami saya pernah berkata, untuk saya, mau bekerja ataupun tidak itu terserah saya saja. Suami saya mengikuti. Tapi yg penting gunakan waktu dgn sebaik mungkin supaya tidak bosan dirumah menunggunya pulang.
Sebelumnya pun saya juga sudah bekerja di sebuah hotel, krn memang keahlian saya adl di bidang perhotelan.

Tapi setelah suami saya berangkat, saya pun memutuskan untuk tidak bekerja karena saya ingin lebih fokus utk beribadah, menggunakan waktu untuk belajar memasak, dan mengerjakan pekerjaan rumah tangga. Kebetulan kami belum memiliki keturunan.

1. Ustadz, apakah saya berdosa ataupun bersalah, jika saya sbg istri tidak membantu suami untuk juga bekerja?

Kadangkala saya merasa sedih dan sensitif, ketika beberapa orang berkata kepada saya, mengapa saya tidak bekerja saja, daripada nganggur gak ada kerjaan dirumah.
Saya pernah membaca artikel Islami yg menjelaskan, bahwa apabila seorang istri tidak bekerja pun, InsyaAllah, Allah sudah menjamin rezeki istri tersebut dari arah yang tidak terduga. Mungkin saja Allah titipkan rezeki istri melalui suami, keluarga terdekat maupun dari arah yg Allah kehendaki.

2. Apakah itu benar Ustadz? Mohon bantuannya Ustadz untuk menjawab pertanyaan saya ini. Terimakasih.
Wa'alaikumsalam Warrahmatullahi Wabarrakatuh..

JAWABAN

1. Menurut syariah, yang wajib bekerja adalah suami sebagai cara untuk menafkahi istri. Dan adalah hak istri untuk menerima nafkah dari suami. Namun demikian, tidak ada larangan bagi seorang istri untuk bekerja asalkan mendapat ijin dari suaminya dan tetap menjaga diri dari dosa (misalnya, perselingkuhan, dsb). Baca detail: Hak dan Kewajiban Suami Istri


2. Rejeki dari Allah akan datang apabila diusahakan. Antara lain dengan cara bekerja dan berdoa. Kalau anda merasa nafkah suami kurang atau ingin membantu suami menambah penghasilan untuk keluarga, maka sebaiknya anda bekerja. Pekerjaan terbaik adalah yang bisa dilakukan di rumah agar terbebas dari fitnah dan godaan. Namun kalau tidak memungkinkan bisa saja bekerja di luar dengan tetap menjaga diri daru dosa selingkuh mengingat suami anda yang jauh dari anda. Baca detail: Dosa Besar dalam Islam

Bertengkar dengan istri dan ucapan talak


BERTENGKAR DENGAN ISTRI DAN UCAPAN TALAK

Assalamualaikum. Sy mau nanya saya saya pernah bertengkar dengan istri. Kemudian istri saya minta cerai. Akan tetapi saya hanya bilang. Jika kamu tidak nyaman lagi dengan saya itu ada buku nikah terserah kamu saja. Saya tidak mau menjatuhkan talak ke kamu. Istri saya selalu mengulang2 permintaannya dan saya hanya bilang kalau kamu tidak nyaman lagi dengan saya. Itu ada buku nikah terserah kamu saja.
Pertanyaan saya :
1. Apakah pernyataan saya termasuk talak sedangkan saya bilang saya tidak mau menjatuhkan talak ke kamu?
2. Kalau termasuk talak itu terhitung talak berapa?
3. Bagaimana cara kami rujum kembali? 4. Bagaimana definisi rentang waktu dalam talak 3 apakah mengulang kata2 saya tadi dalam waktu pertengkaran itu saja dapat dikategorikan talak 3? Atau nanti talak diucapkan lagi ketika ada pertengkaran2 berikutnya ? Makasih

JAWABAN

1. Tidak. Itu bukan ucapan talak. Ucapan talak adalah pernyataan suami yang mengandung makna menceraikan istri baik dengan kata talak, cerai atau pisah.
2. Lihat poin 1.
3. Baca detail: Cerai dalam Islam

DIMINTA PERTANGGUNGJAWABAN OLEH PACAR

Assalamualaikum. Pak saya mau cerita . Dulu saya prnah melakukan zina dengan mantan saya ketika pacaran dan setelah kami putus kami bertaubat pak. Kami putus jg karna orang tua saya tidak setuju dngn dy. Orang tua saya tidaj setuju jg karna bnyak hal yg mreka lihat ketika kami pacaran. Skrng mantan saya minta pertanggungjawaban karna dy tdk lagi perawan dari saya sedangkan kami tidak lagi ad rasa cinta dan tidak lagi cocok. Saya bingung harus gimna pak. Saya jg gak mau menentang orang tua saya .. cukup ketika pacaran kmrin saya selalu dan sering mmbuat ortu menangis hanya karna membela wanita itu.

Mohon solusinya pak. Saya bingung. Harus bagaimana :(
Trims sebelumnya pak ustadz :)

JAWABAN

Komunikasikan dengan dia dan orang tuanya bahwa anda tidak akan menikahi dia karena tidak mencintai dan minta maaf karena orang tua anda tidak setuju. Namun, kalau dia memaksa, maka anda harus rela mengabulkan permintaannya sebagai bentuk tanggung jawab atas apa yang sudah anda lakukan padanya. Di saming itu, sebaiknya anda bertaubat nasuha mulai sekarang sebelum anda tertimpa musibah yang lebih besar. Baca detail: Cara Taubat Nasuha

MEMAKAI BARANG ATAU MEMBACA BUKU BAJAKAN

assalamualaikum pa ustadz,
apa hukumnya memanfaatkan untuk prnggunaan pribadi barang dari hasil ilegalisasi, contohnya buku bajakan, modem yang diunlock, hasil donlod dari csaluran komersial di yutub dan sebagainya?

masalah sekarang saya alami adalah buku bajakan. di daerah sini banyak sekali buku yang berkualitas buat impruvisasi pengetahuan kita tapi kebanyakan buku bajakan. saya mengira itu buku bajakan karena setelah dicek di internet harganya 10x lipatdari harga disini.

JAWABAN

Memakai software atau buku bajakan hukumnya haram. Kecuali apabila harganya mahal dan berat bagi anda untuk membelinya sedangkan barang itu sangat anda perlukan. Dalam konteks ini maka dibolehkan dengan syarat jangan diperjualbelikan. Baca: http://www.alkhoirot.net/2015/08/hukum-software-bajakan-dan-copy-paste.html

STATUS HARTA ORANG TUA

Asslmkm tadz... Sy mau tanya2. Klo ada kasus begini : Ortu kerja bersama2 trs hasilny itu diatasnamakan anak scra hukum, dg 7an harta itu untuk anakny tp slma mereka masih hidup ortu mengawasi peruntukan hrta tsbt digunakan, bila ank ingin apa2/makai uang trsbt ya hrs ngmng ke ortu, ataupun jika ortu tsbt ingin memakai hrta tsbt ya ngomong sama ankny (saling terbuka) transparan setiap digunakan berdasarkn mufakat.
1. Bgmn mnurut pndangn islm atas hrta tsbt tadz? Berhubung si ayah sdh meninggal dunia. Tinggal anakny perempuan (tunggal) dan istriny.

JAWABAN

1. Status harta tergantung dari pernyataan ortu. Kalau ortu mengatasnamakan harta itu dalam arti menghibahkan harta tersebut kepada anaknya, maka berarti harta itu sudah menjadi hak milik si anak. Apabila demikian, maka harta itu tidak perlu lagi diwariskan karena sudah menjadi hak milik si anak melalui sistem hibah. Baca detail: Hibah dalam Islam

Apabila pengatasnamaan itu tidak dimaksudkan untuk hibah tapi hanya formalitas saja, maka harta tersebut tetap milik ortu dan apabila ortu atau salah satu orang tua wafat, maka baru bisa diwariskan kepada anak dan ahli waris lain kalau ada. Baca detail: Hukum Waris Islam

TEMA DAKWAH

Assalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh
Afwan apakah saya bisa minta solusi sama admin??? saya ingin minta usul tema dakwah yang bagus untuk acara rutin dakwah di kampus saya di POLITEKNIK NEGERI SAMARINDA, temanya permasalahan menyangkut isu yang beredar sekarang, seperti isu2 keburukan presiden yang kita harus percaya atau tidak, masalah ekonomi, dll yang menyangkut jabatan presiden yang selama ini menyangkut perubahan sendi masyarakat sekarang, menurut admin tema apa yang bagus/pas dibawakan untuk pemuda/i mahasiswa?? Mohon jawabannya, syukron :)

JAWABAN

Tema yang pas adalah tema apa saja yang sekiranya membawa kedamaian dan pencerahan pada hadirin. Ceramah atau diskusi yang sifatnya tidak provokatif dan ditulis secara mendalam berdasarkan pada fakta ilmiah. Hindari diskusi yang provokatif terutama terkait masalah politik. Dan kalau mengutip media, jadikan media mainstream sebagai sumber utama. Bukan media pinggiran atau lampu merah.

INGIN MONDOK

Assalamualaikum ustadz..
Perkenalkan saya Restu dari Tulungagung umur 20 tahun lulus SLTA.
Saya ingin sekali mondok sebelum usia terlalu tua, kebetulan saya ketemu pp al khoirot lewat internet, tapi disaat saya punya niat mondok orang tua saya khususnya bapak bersikap kurang setuju.

Dengan alasan agar saya seperti anak2 lain yang seumuran saya sudah rajin bekerja, membantu ekonomi keluarga dan bisa membahagiakan orang tua, (menganggap kebahagian di ukur dari materi) ini sangat bertolak belakang dengan pemikiran saya,

Menurut saya kebahagian itu diukur seberapa banyak ilmu dan seberapa rasa syukur kepada Allah Swt. Meskipun jika nantinya saya tidak bisa membahagiakan ortu tapi saya berharap bisa membahagiakan mereka di akhirat kelak,
Dengan niat saya ingin mondok ini orang tua saya menganggap saya tidak punya rasa kasihan terhadap mereka,
Kalau biaya untuk mondok saya menjual anak sapi pemberian orang tua yang saya pelihara selama ini,
Pertanyaan saya :
1. Apakah saya dikatakan durhaka jika saya tetap ingin mondok ?
2. Bagaimana menyakinkan orang tua bahwa ilmu agama lebih penting didahulukan daripada berbagai ilmu pekerjaan karena watak bapak saya yang bisa dikatakan keras kepala ?
3. Bagaimana sikap saya seharusnya karena jika saya memutuskan untuk mondok, orang tua tidak memberi pembiayaan lagi setelah ini ( tapi ini tidak begitu masalah bagi saya karena saya yakin riski Allah itu tak terhitung)
Yang paling saya khawatirkan dari niatku ini renggangnya hubungan anak dengan bapak, kalau ibu saya alhamdulillah mendukung,
Bagaimana ini ustadz. Bagaimana nasehat ustad. Tolong segera untuk membalasnya.

JAWABAN

1. Tidak durhaka. Bahkan orang tua berdosa kalau tidak mengajari anaknya ilmu agama dasar sama sekali. Baca: Hukum belajar ilmu agama

2. Minta bantuan orang atau tokoh yang dihormati ayah anda untuk memberi masukan pada beliau.

3. Kalau bisa ambil jalan tengah. Jadi, cari pondok yang sekiranya di sana juga mengajarkan ilmu umum atau keterampilan seperti yang diinginkan oleh ayah anda. Baca detail: Beda Pesantren Modern, Salaf dan Salafi

WAS WAS NAJIS ANJING

Assalamualaikum ustadz,

Saya mengalami was was apakah terkena najis anjing atau tidak, teman saya (non-muslim) bercerita bahwa tangannya habis digigit oleh anjing. Sebelum dia bercerita, saya melihat dia cuci tangan di wastafel, tapi tidak ingat apakah ada bagian tangannya yang terkena keran atau bak wastafelnya. Yang ingin saya tanyakan adalah:

1. Apakah keran dan wastafel tersebut telah terkena najis juga? Saya kbtulan jg menggunakan wastafel tersebut dan bbrp kali terkenal sdikit bagian bak wastafelnya.

2. Apabila saya menyentuh tangannya dalam keadaan basah apakah terkena najis jg? Apakah bekas lukanya termasuk najis jg?

3. Apakah semua yang disentuhnya dalam keadaan basah menjadi najis jg?

Mohon penjelasannya ustadz, agar saya terbebas dari rasa was-was ini.

Jazakumullah

JAWABAN

1. Kalau statusnya meragukan, maka keran dan westafel itu statusnya kembali ke hukum asal yakni suci. Baca detail: Kaidah: Suci tidak hilang karena Asumsi Najis

2. Menurut madzhab Syafi'i najis. Namun menurut madzhab Maliki, anjing itu tidak najis. Dengan demikian, maka tidak najis.

3. Lihat poin 2. Baca detail: Najis dan Cara Menyucikan

Saturday, October 02, 2021

Mencintai Orang Soleh Apa Otomatis Masuk Surga?

Assalamuaiakum ustadz, saya ingin menanyakan pertanyaan lebih spesifik lagi tentang menyerupai dan mengidolai orang kafir yang sebenarnya sudah dibahas di situs ini
- Halal Haram Menyerupai Orang Kafir
- Hukum Mengagumi / Idola Tokoh Non Muslim
- Bersama orang yang dicintai

Tapi saya bingung dan butuh penjelasan lebih detail lagi.

1.di sini Halal Haram Menyerupai Orang Kafir dijelaskan bahwa boleh menyerupai orang kafir asal syaratnya : (a) Perkara duniawi ini tidak menjadi kekhususan orang kafir; (b) Tidak berlawanan dengan syariah; (c) Mengandung unsur manfaat; dan tidak ada faktor negatif di dalamnya.

1 a.Yang saya tanyakan jika syarat tersebut tidak terpenuhi apakah muslim yang menyerupai orang kafir, meskipun perbuatan itu hanya perkara duniawi dan tidak berhubungan dengan ritual agama lain, maka muslim tersebut benar-benar bisa menjadi kafir?

2. Di link ini Halal Haram Menyerupai Orang Kafir ada kutipan dari Tafsir Ar-Razi (Mafatih Al-Ghaib), hlm. 4/168,. Saya masih kurang jelas dengan tafsiran pada poin ketiga berikut ini

“Ketiga, ini adalah pertengahan di antara dua poin sebelumnya yakni bahwa berteman dengan orang kafir dalam arti condong, menolong, menampakkan pada mereka adakalanya karena unsur kekerabatan atau karena suka dengan keyakinan bahwa agamanya batil (sesat). Sikap ini tidak mengakibatkan kufur, tapi dilarang. Karena berteman dengan pengertian ini dapat berakibat pada menganggap baik pada jalannya dan rela dengan agamanya. Itu akan mengeluarkan seorang muslim dari Islam. Allah telah mengingatkan akan hal ini dalam QS Ali Imron 3:28 "Barang siapa berbuat demikian, niscaya lepaslah ia dari pertolongan Allah."

Di poin ketiga tersebut Ar-Razi berpendapat bahwa berhubungan dengan orang kafir karena unsur kekerabatan atau suka dilarang meskipun tidak mengakibatkan kufur.

Pendapat Ar-Razi di poin ketiga itu membingungkan saya karena di link lainnya http://www.alkhoirot.net/2016/03/maksud-hadits-bersama-orang-yang-dicintai.html di sub judul MENCINTAI KARENA FAKTOR DUNIAWI NON-AGAMA Al Khoirot mempunyai pendapat berbeda. disitu tertulis “Ketiga, cinta duniawi. Mencintai sesama manusia karena ada ikatan batin yang bersifat duniawi seperti kekerabatan, keuntungan materi, perkawinan atau sebab-sebab duniawi lainnya. Misalnya anak muslim mencintai ibunya yang kafir atau anak muslim menyukai musik yang dinyanyikan non-muslim maka itu tidak menjadi sebab mereka akan dikumpulkan di akhirat. Jadi, kecintaan dan kesukaan yang bersifat duniawi dan tidak mempengaruhi orang itu untuk berbuat baik atau buruk maka tidak akan berakibat orang itu dikumpulkan bersama orang yang dicintai kelak di akhirat. Jadi, cinta jenis ketiga ini tidak masuk dalam makna hadits di atas.”.

Berdasarkan tulisan tersebut al khoirot tidak melarang mencintai seseorang karena faktor duniawi non-agama seperti mencintai orang tua kafir, ngefans dengan rocker kafir dll. Apalagi di islam membolehkan menikahi wanita nasrani dan yahudi yang berarti ada rasa cinta pada wanita tersebut.

2 a. Pertanyaannya kenapa ada dua jawaban yang berbeda seperti itu ustad?

3. Pertanyaan lebih spesifik tentang materi di link ini Hukum Mengagumi / Idola Tokoh Non Muslim

3a. Apakah bagi seorang muslim cukup dengan mencintai orang-orang shaleh maka dia akan berkumpul dengan orang shaleh di surga, tanpa ada perhitungan amal baik dan dosa di akherat. Jadi karena dia sudah mencintai orang shaleh meskipun perhitungan amal keseluruhan lebih banyak amal buruk (dosa) dari pada amal baik (pahala),muslim tersebut terhindar dari neraka dan akan langsung masuk surga bersama orang shaleh yg dicintainya?

dan sebaliknya cukup dengan mencintai orang fasik dan meniru perbuatan dosa orang fasik idolanya tersebut maka seorang muslim berkumpul dengan idolanya di neraka, tanpa ada perhitungan amal baik dan dosa di akherat. Jadi karena dia sudah mencintai dan meniru perbuatan dosa orang fasik idolanya meskipun perhitungan amal keseluruhannya lebih banyak amal baik (pahala) dari pada amal buruk (dosa),muslim tersebut bisa masuk surga dan akan langsung masuk neraka bersama orang fasik yg dicintainya?

3b. Jika seorang muslim mengidolai dan meniru perbuatan dosa orang kafir, alasan mencintai idola tersebut bukan karena kekafirannya tapi hanya masalah dunia dan meniru perbuatan dosa yang tidak termasuk mengakibatkan kafir. Karena idolanya adalah kafir dan masuk neraka selamanya, Apakan orang tersebut akan langsung masuk neraka tanpa ada perhitungan amal baik dan dosa di akherat?

3c. Karena orang kafir masuk neraka selamanya, apakah muslim yang mengidolai orang kafir dan menyerupai perbuatan dosa yang tidak termasuk mengakibatkan kafir akan masuk neraka selamanya (jadi kafir) karena idolanya (orang kafir) pun ada di neraka selamanya?


Terima kasih ustadz, wassalamualaikum wr.wb.

JAWABAN

1a. Tidak menjadi kafir. Maksimal hukumnya haram kalau memang ada unsur keharaman di dalamnya. Seperti pria muslim meniru pakaian celana jeans yang berlobang-lobang atau sobek di bagian yang termasuk aurat, maka hukum memakainya haram karena membuka aurat tersebut.

2a. Kuncinya ada pada kalimat Al-Razi berikut: "Karena berteman dengan pengertian ini dapat berakibat pada menganggap baik pada jalannya dan rela dengan agamanya." Jadi, yang dilarang Al-Razi adalah apabila pertemanan itu berakibat kita rela pada agama yang dianutnya.

3a. Mencintai orang soleh adalah langkah awal yang benar dan berpahala untuk menjadi orang baik. Langkah kedua, dengan mencintai orang soleh dengan benar, maka kita akan mengikuti langkahnya untuk berbuat dan beramal baik apabila demikian, maka kita akan masuk surga. Sebaliknya, kalau kita cinta orang saleh tapi tidak meniru tauladan yang diberikan malah kita banyak berbuat doa maka kita akan tetap disiksa sesuai dengan dosa yang dilakukan. Sebagaimana disebut dalam artikel yang anda sebutkan di atas. Di situ dikatakan: "Al-Hasan berkata: Wahai manusia, janganlah terpedaya dengan ucapan: "Seseorang bersama orang yang dia cintai" karena engkau tidak akan bertemu dengan orang-orang baik kecuali dengan amal perbuatan. Karena orang Yahudi dan Nasrani mencintai para Nabi mereka tetapi mereka tidak bersama para Nabinya."
Link: Hukum Mengagumi / Idola Tokoh Non Muslim

3b. Akan ada hisab. Semua manusia akan dihisab amal dan dosanya. Akhirat adalah pengadilan yang paling adil. Dan setiap manusia akan mendapatkan balasan sesuai dengan perbuatan yang dilakukan. Dalam QS An-Najm 53:39-40 Allah berfirman: "dan bahwasanya seorang manusia tiada memperoleh selain apa yang telah diusahakannya, dan bahwasanya usaha itu kelak akan diperlihatkan (kepadanya)."

3c. Mengidolai orang kafir tidak menjadi kafir selagi tidak melakukan perbuatan kafir. Karena masih seorang muslim, maka dia akan berpeluang sama dengan muslim yang lain. Yakni akan masuk surga sesuai dengan amal perbuatan baiknya; dan akan masuk neraka sementara apabila ada dosa yang belum terampuni (lihat poin 3b).

***

PACAR MINTA DINIKAHI

Saya sudah berkomunikasi dengan dya pak. Dya malah minta saya untuk nikahin dya dan langsung ceraikan dy supaya jelas statusnya gak perawan itu karna udah janda gitu pak. Dan dy menuntut akhir tahun 2017 untuk itu pak. Sedangkan saya masih kuliah , otomatis ortu gak bakal setuju pak..
Kalo tidak dy mengancam banyak hal sama saya pak.
Saya gak mau membuat ibuku menangis lagi pak karna masa lalu ku :'(

JAWABAN

Kalau begitu ikut saja kemauannya. Itu permintaan yg tidak terlalu barat. Lakukan nikah secara resmi di KUA tapi tidak perlu ramai-ramai. Dia hanya memerlukan surat akta nikah untuk menutupi aibnya. Kalau kuatir ibu anda sedih maka tak perlu cerita ke ibu. Musyawarahkan dengan bapak anda saja bagaimana baiknya.