Showing posts with label Konsultasi Agama. Show all posts
Showing posts with label Konsultasi Agama. Show all posts

Friday, July 16, 2021

Istri Dianggap Pembawa Sial


ISTRI DIANGGAP PEMBAWA SIAL

Assalamualaikum ustadz,saya mau tanya Apa benar saya membawa sial pada suami saya??
Saya mantan narapidana yg dijebak oleh suami pertama saya,selama dipenjara saya selalu bersedih hingga melupakan shalat setelah bebas saya terjerat dunia malam dan akhirnya bertemu dgn suami kedua saya ini,yang saya anggap seperti malaikat dan saya bersedia untuk menjadi lebih baik dan bertobat dan saya bersedia mengikuti semua perintahnya jika memang demi agama dan kebaikan,saya punya kemauan keras untuk menjadi diri yg lebih baik karna saya bersyukur punya imam yg baik. Dan perubahan itu sudah banyaknterlihat pada diri saya.

Namun masalahnya setelah menikahi saya suami saya seret rezekynya semakin lama semakin susah,padahal saya selalu berdoa untuk nya.
Yg dulu dia berkecukupan sekarang kekurangan.

Pertanyaan saya apa benar saya yg menyebabkan rezeky suami saya seret dan membawa sial bagi kehidupan suami saya meskipun saya sudah ingin bertobat dan selalu melakukan kebaikan.

Tolong dijawab ya ustadz
Terima kasih Assalamualaikum wr.wb.

JAWABAN

Lancar dan seretnya rejeki semua berasal dari Allah, namun memang ada sebabnya. Namun sebab itu biasanya terkait masalah yang bisa dicerna dengan akal, yang rasional. Seperti kurangnya jaringan bisnis, barang yang dijual kurang kompetitif. Saingan semakin banyak, dan lain-lain. Jadi, tidak ada hubungannya dengan keberadaan seseorang atau tidakadanya seseorang. Baca detail: http://www.alkhoirot.net/2015/11/mengapa-kafir-kaya-raya-sedang-muslim.html

Terlepas dari itu, doa tetap penting karena ada juga efeknya untuk mendapatkan jalan menuju rejeki yang lancar. Untuk itu, silahkan baca doa berikut setiap selesai shalat lima waktu:
رَبِّ زِدْنِيْ عِلْمًا، وَوَسِّعْ لِيْ فِيْ رِزْقِيْ، وَبَاِرِكْ لِيْ فِيْمَا رَزَقْتَنِيْ، وَاجْعَلْنِيْ مَحْبُوْبًا فِيْ قُلُوْبِ عِبَادِكَ، وَعَزِيْزًا فِيْ عُيُوْنِهِمْ، وَاجْعَلْنِيْ وَجِيْهًا فِي الدُّنْيَا وَاْلآخِرَةِ َمِنَ الْمُقُرَّبِيْنَ، يَاكَثِيْرَ النَّوَالِ، يَاحَسَنَ الْفِعَالِ، يَاقَائِمًا بِلاَ زَوَالٍ، يَامُبْدِئًا بِلاَ مِثَالٍ، فَلَكَ الْحَمْدُ، و الْمِنَّةُ، والشَّرَفُ عَلَى كُلِّ حَالٍ.

Artinya: Ya Allah berilah aku tambahan ilmu. Luaskanlah rizkiku. Dan berkahilah harta yang Engkau berikukan padaku. Jadikan aku disenangi di hati hamba-hambu-Mu. Dan mulia di mata mereka. Jadikan aku di dunia dan akhirat termasuk orang-orang yang dekat (kepada Allah).


SAAT SUAMI HANYA SAYANG IBUNYA

Assalamuallaikum..
Sy seorang wanita yang telah menikah.
Suami saya anak bungsu dari 8 bersaudara.
Sementara suami saya hanya mempunyai ibu saja. Ibu suami saya sudah sepuh.
Mertua dan kakak-kakak suami saya selalu berkeinginan hanya suami saya saja yang merawat mertua dan memenuhi kebutuhan beliau sehari-hari. Padahal saudara suami saya banyak dan juga dekat dengan ibunya.
Setiap ada keperluan mertua saya selalu ingin diutamakan dan suami saya selalu menuruti ibunya.
Dan itu bukan sekali saja bahkan saya sedari pacaran ibunya berwatak seperti itu seolah beliau tidak rela anaknya jatuh dipelukan saya.
Hati saya sakit sangat, ketika keinginan dan kebutuhan saya selalu tersisihkan oleh mertua saya.
Saya tidak kuat sebenarnya dengan rumah tangga ini
Bagaimana solusinya ustad?
Apakah saya tetap bertahan atau mengakhiri saja pernikahan ini?
Wassalamuallaikum

JAWABAN

Kalau sikap suami itu berakibat dia tidak menafkahi istrinya secara normal menurut kemampuan yang dimiliki, maka anda dapat meminta cerai ke suami atau melakukan gugat cerai ke pengadilan.

Namun apabila sikap suami itu masih tidak melupakan untuk memberi nafkah secara layak kepada istrinya baik nafkah lahir atau nafkah batin, maka rumah tangga anda layak untuk dipertahankan. Baca detail: Hak dan Kewajiban Suami Istri

Kendatipun begitu, apabila sikap dan perilaku suami itu menurut anda berlebihan sehingga anda merasa tidak bisa lagi mencintai suami, maka secara agama anda berhak meminta cerai atau melakukan gugat cerai. Baca detail: Istri Minta Cerai karena Tidak Cinta

WAS-WAS NAJIS

Ketika saya sedang melewati gang sempit ada anjing sedang mandi di atap rumah dan percikannya terkena saya... Saat itu saya belum melihatnya setelah 5 menit saya melihat ke baju saya tidak melihat bekas percikan tersebut dan saya ragu.... Bagaimana jalan yang terbaiknya ustadz
Wassalamu'alaykum

JAWABAN

Kalau yakin percikannya mengena anda hanya saja anda tidak melihatnya mengena di bagian apa dari baju anda, maka harus dicuci seluruh baju anda. Tentunya dg 7 kali basuhan salahsatunya dengan debu. Baca detail: Najis dan Cara Menyucikan

BEDA BEKERJA DI BANK SYARIAH DAN KONVENSIONAL

Assalamualaikum wr.wb

Saya ingin bertanya, Bagaimana hukum bekerja di Bank menurut agama Islam? Apakah hukum bekerja di Bank konvensional dan Bank Syariah berbeda? Jika berbeda, apa perbedaannya?
Terima kasih.

Wasalamuallaikum wr.wb

JAWABAN

Bank konvensional hukumnya riba dan haram menurut mayoritas ulama kontemporer. Namun ada juga pendapat ulama yang menganggap tidak riba. Baca detail: Hukum Bank Konvensional

Sedangkan bank syariah dan praktik yang ada di dalamnya dianggap sesuai dengan petunjuk syariah dan halal, demikian pandangan mayoritas ulama. Baca detail: Bank Syariah

Status halal haram bank tersebut berpengaruh pada hukum bekerja di bank tersebut. Jadi, bekerja di bank syariah hukumnya halal secara mutlak. Sedangkan bekerja di bank konvensional hukumnya haram menurut mayoritas ulama dan halal menurut sebagian yang lain.

MEMBERI CONTOH "AKU CERAI KAMU" APA JATUH TALAK?

Assalamualaikum ustad
Saya ingin ber tanya dulu waktu kami msh kos sering terjadi bertengkaran lalu saya minta cerai.akhirya suami saat emosi juga blg ya udah km tk cerai. Dan jth talak 1,dan km akhirya rujuk kembali stlh sebulan km bertengkar hebat dan terjadi talak yg kedua tp selang kmudian suami merujuk saya berserta saksi

Stlh km sudah punya rmh sendiri Dia sering mengusir saya .tapi setelah bertengkar suami meminta maaf baru"ini saya baru tahu ada talak kinayah apabila ada niat mk jatuh talak di situ saya mulai takut terjadi talak tiga akhirya saya bertaya pd suami Apakah km waktu mengusir saya ada niat talak jwb ya tdk dia hanya merasa jengkel saja dan suami jg tdk tau akan lafad kinayah akhir"ini saya slalu was"terjadi talak tiga

Dan saya cerita ke suami saya dan suami blg merasa hanya talak 2 lrn mengusir saya tak ada niat dan dia jg blg klau kt talak itu seperti aq cerai km. aq talak km dll tp di saat suami cerita saya takut jth talak .krn suami berucap talak pdhl suami tdk bermaksud akan talak

Pertanyaan saya ustad apakah sudah terjadi talak tiga pdhl saumi yakin hanya talak dua mohon jawabanya ustad

JAWABAN

Belum terjadi talak tiga. Talak kinayah baru terjadi talak kalau disertai niat. Sedangkan suami menyatakan tidak ada niat, maka talak tidak terjadi.

Adapun suami yang bercerita tentang talak maka itu tidak ada efeknya dan tidak berakibat cerai. Baca detail: Cerai dalam Islam

Friday, January 22, 2021

SIKAP ANAK PADA ORANG TUA YANG IKUT ALIRAN SESAT

SIKAP ANAK PADA ORANG TUA YANG IKUT ALIRAN SESAT
SIKAP PADA ORANG TUA YANG IKUT ALIRAN SESAT

Assalamu'alaikum pak ustad.
Sebelumnya saya putri jawa timur. Email (kisah) saya mungkin terlalu panjang ,jadi sekiranya saya mohon dibaca dan sekiranya ada solusi ataupun masukan, apa yang sebaiknya saya lakukan.

Suatu kesyukuran bagi saya pak ustad, saya dibesarkan dilingkungan kelurga yang baik, serta alhamdulillah saya masih bisa berkumpul dengan ibu, bapak serta adik saya. Saya anak pertama dari dua bersaudara .

Pak ustad saya ada permasalahan dengan ibu saya. Ibu saya lebih mengutamakan lebih mempercayai serta lbh menjalankan pertintah kepercayaannya, yaitu ibu saya lebih mementingkan kepercayaannya kepada seseorang yng di percayanya bahwa masalah didunia ini, keapesan, kematin, dn hal yang lain karena arah berlawanan seseorang dari hari, tanggal, bulan serta tahun orang lahir, bila mengikuti kepercayaannya tersebut tdak terjadi masalah ataupun keapesan dn jga yng lainnya ..

Kemudian saya semenjak dari TK hingga SMA saya dituntut untuk mengikuti kepercayaannya lalu saya merasa tertekan waktu saya menginjak diperkuliahan, hati saya tertekan, fikiran saya menjadi tdk jernih hingga saya kurus karena memikirkan kepercayaan ibu saya tersebut pak ustad. Hingga ibu saya bilang kalau saya tdak mengikuti kepercayaan ibu saya, saya akan dibiarin, lalu saya bilang ke ibu saya, mngkin saya dulu mengikuti kepercayaan ibu belum berpikiran luas apakah yang saya percaya itu mendapatkan pahala atau tidak, serta terjerumus dalam hal benar atau tidak dan yang lainnya, namun ibu saya ttap marah2 pak ustad, apakah saya salah bila saya tidak mengikuti kepercayaan tersebut pak ustad ?,

Ibu saya tidak pernah shalat, namun ibu saya sepenuhnya mempercayai seperti itu, hingga saya tertekan hati saya, fikiran saya hingga saya kurus mengikuti seperti itu, saya berpikiran saya ingin kerja ataupun hal yang lain tnpa arah2 sperti itu pak ustad. Dan saya mempunyai kekasih, sudah 3 thun lbih saya berhubungan, dia anak mandiri, anak baik, dn dari keluarga2 baik jga , bpak serta keluarga yang lain pun tau akan hubungan kami. Dan dari keluarga pihak laki2 jga ada niatan untuk meminta atau meminang saya.

Saya dalam hati karna Allah saya mencintai serta menyanyangi dia pak ustad, lahir dan batin tulus dalam hati karna Allah saya siap jga untuk menikah, dn berumah tangga. Saya shalat tahajud dan berdoa meminta diberi petunjuk serta menceritakan semua yang terpendam dalam hati ke Allah . Dengan berjalannya wktu saya yakin akan hati saya pak ustad .

Namun dalam hal ini ada kendala dari ibu saya, ibu saya tidak merestui bila saya dengan kekasih saya, dikarenakana menurut kepercayaannya saya berlawanan dan saya akan mendapatkan masalah serta yang lain pas ustad, namun saya mencoba untuk bilang bahwa semua masalah, keapesan dan yang lain dtang dri Allah bkan dri kepercayaannya tersebut, ibu saya marah2 pak ustad dan blang kalau saya tdk menuruti apa yng dipercayanya tersebut akan dibiarin, saya tertekan pak ustad, seakan akan saya mau berkarir dan yang lain jga terhalang krna kepercayaan ibu saya, sedangkan bpak saya merestui hubungan kami .. Kenapa ibu saya tidak memahami akan perasaan saya. Dan ibu saya lebih mementingkan kepercayaannya sedangkan ibu saya tidak pernah shalat.
Pertanyaan saya dari terusan di atas,

1. Durhaka kah saya pak ustad bila saya tidak mempercayai serta mengikuti kepercayaan ibu saya?

2. Apakah doa ibu saya akan di jabah oleh Allah pak ustad, yang mngkin saya durhaka dengan ibu saya?

3. Apakah kami boleh menikah dengan niatan kami karna Allah, bila kami tidak direstui ibu saya ?

Terima kasih atas waktu dan kesediaan pak ustad untuk membaca dan membantu kami dalam mencari solusi terbaik untuk masalah ini. Semoga ada pencerahan untuk kami dan demi tercapainya niatan2 kami untuk bersama membina keluarga yang sakinah, mawadah dan warohmah.

JAWABAN

1. Tidak dianggap durhaka. Bahkan anda berdosa kalau mengikuti kepercayaan ibu yang berlawanan dg syariat Islam yang sudah disepakati ulama atas wajibnya seperti wajibnya shalat, dll. Dalam hal seperti ini, anak justru wajib tidak taat pada orangtuanya. Karena, hak Allah lebih tinggi untuk diikuti daripada hak orang tua. Baca detail: Hukum Taat dan Berbakti pada Orang Tua

2. Tidak akan ijabah. Namun demikian, anda harus tetap hormat dan patuh pada orang tua dalam bidang yang tidak berlawanan dengan syariat. Dan harus tetap menjalin silaturahmi. Mintalah saran pada ayah bagaimana baiknya menghadapi sikap ibu. Baca detail: http://www.alkhoirot.net/2015/12/agar-mendapat-restu-ibu.html

3. Boleh, apalagi anda sudah direstui oleh ayah. Yang terpenting dalam pernikahan adalah restu bapak karena dia yang akan menikahkan anda kelak. Di samping itu, ibu wajib merestui pilihan anaknya apabila pilihan itu baik. Baca detail: http://www.alkhoirot.net/2014/12/menikah-tanpa-restu-ibu-apakah-durhaka.html


ANAK PEREMPUAN APA DAPAT WARISAN?

Assalamualaikum..
Saya ingin tanya mengenai warisan..saya mempunyai ibu (masihh hidup) yang telah memiliki warisan dari ayahnya namun ibu saya hanya memiliki 3 anak perempuan dan suami..

pertanyaan saya jika ibu saya tiada warisannya apakah anak perempuannya dapat??karena kata bukde saya (ipar ibu) warisan ibu saya akan jatuh ke anak laki2 dari sodara laki2 kandung ibu saya (anak laki2 pakde)
Apakah benar??

JAWABAN

Anak perempuan dapat warisan juga. Dalam kasus anda, karena tidak ada saudara laki-laki, maka ketiga anak perempuan mendapat 2/3 (untuk tiga orang). Sedangkan sisanya yg 1/3 diwariskan untuk ahli waris lain. Sayangnya anda tidak menyebut siapa saja ahli waris lain yg ada (misalnya saudara dari ibu, dan jenis kelaminnya). Baca detail: Hukum Waris Islam

WARISAN

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,,

Saya anak laki-dari 5 bersaudara:
1. Kakak Perempuan
2. Kakak Perempuan
3. Kakak Perempuan
4. Kakak Laki-laki
5. Saya (Laki-laki)

Kedua orang tua saya sudah meninggal dan akan segera dibagikan Peninggalan dari kedua orang tua saya tersebut yaitu berupa Tanah dan Rumah,

Pertanyaan:
Berapakah persen hak mutlak yang akan saya terima menurut ajaran Agama Islam?

Terima kasih atas bantuannya,

Wassalam,,,,

JAWABAN

Dengan asumsi bahwa kakek nenek anda dari kedua pihak sudah meninggal, maka seluruh warisan jatuh ke anak-anak kandung dg rincian sbb:

(a) Kedua anak laki-laki masing-masing mendapat 2/7
(b) Ketiga anak perempuan masing-masing mendapat 1/7
Baca detail: Hukum Waris Islam

CARA TAUBAT SYIRIK BESAR

Assalamualaikum ustadz

1. Apakah yang pernah terjerumus dalam dosa syirik besar dapat diampuni Allah SWT dengan cara taubat nasuha?
2. Apakah pelakunya harus syahadat ulang ustadz? Kalau iya, sah tidak kalau syahadatnya itu tidak ada saksinya?

Terimakasih ustadz.
Wassalamualaikum

JAWABAN

1. Dapat. Semua dosa akan diampuni asalkan bertaubat nasuha saat masih hidup dan nyawa belum sampai ditenggorokan (dalam arti belum sekarat). Baca detail: Cara Taubat Nasuha

2. Ya, baca syahadat ulang dan tidak perlu ada saksi. Baca detail: Cara Masuk Islam bagi Kafir dan Murtad

TAAT SUAMI ATAU ORANG TUA

Assalamualaikum, nama saya novi saya menikah diusia 19tahun dan kini usia pernikahan saya genap satu tahun. Jujur pada mulanya pernikahan saya bersama suami memang tak direstui orang tua saya tapi kami tetap berkomitmen untuk menikah. Hingga kini hubungan suami dengan orang tua saya memang tidak begitu baik. Tampak ketidaksukaan suami saya bilang orang tua saya datang berkunjung terlebih kepada ibu saya suami sangat menunjukan rasa benci. Saya bingung, sering kali saya disudutkan pada pilihan oleh mereka jika terjadi suatu permasalahan. Saya harus memilih antara bertahan dengan suami atau kembali pada orang tua yg sebenarnya saya amat sangat menyayangi mereka semua. Hubungan saya dengan suami memang berjalan cenderung kurang harmonis. Pertanyaan saya:
1.bagaimana saya harus bersikap?
2.mana yang harus saya utamakan sedangkan saya inginkan menjadi istri sholeha tapi juga tak ingin menjadi anak yang durhaka?
Mohon penjelasannya, wasalamualaikum wr.wb

JAWABAN

1. Dalam hal urusan rumah tangga, termasuk soal hubungan intim, urusan anak, belanja dll, taatlah kepada suami. Baca detail: Hak dan Kewajiban Suami Istri

2. Orang tua harus didahulukan ketaatannya dari suami dalam bidang yang di luar masalah rumah tangga. Baca detail: Hukum Taat dan Berbakti pada Orang Tua

Sunday, January 17, 2021

RUMAH TANGGA: BOLEHKAH MENGANCAM ISTRI SUPAYA DIA TAAT SUAMI?

Bolehkah mengancam istri biar taat suami?
RUMAH TANGGA: BOLEHKAH MENGANCAM ISTRI SUPAYA DIA TAAT SUAMI?

Assalaamu'alaikam WR WB

Ustadz,

Semoga selalu dalam Lindungan, Rahmat Allah dan dalam Keberkahan Usia, Harta dan Ilmu

Saya mau bertanya mohon pencerahannya.

Saya seorang suami berusia 29 tahun dan Alhamdulillah telah dikarunia anak perempuan berusia 4 Tahun.

Didalam Rumah Tangga telah kita ketahui banyak sekali rintangan dan cobaan terlebih perselisihan antara suami dan istri.

Kondisinya , Saya dan Istri sangat sering berselisih dan bertengkar dikarenakan hal yang sepele. Setiap pertengkaran sebagai suami selalu berusaha meredam dan instropeksi diri karena tidak lain tujuan saya menikah yaitu sakinah. Namun tidak jarang istri sangat keras kepala dan egois bahkan secara pelan pelan sering dilakukan dialog agar ada solusi untuk kerukunan.

Suatu ketika terjadi pertengkaran dan saya diamkan istri (Tidak Bicara) tetapi sikap istri semakin menjadi bahkan meninggalkan kewajibannya sebagai istri yang akhirnya saya merasa sangat cape dengan sikap dan ego istri.

Dengan maksud supaya istri berpikir dan merubah sikapnya menjadi baik saya menuliskan pesan kepada istri lewat WA yang isinya sebagai berikut :

"Maaf, saya maunya bicara langsung tapi, takut jadi emosi yang akhirnya kurang maslahat
Saya mau sampaikan yang ada di pikiran dan hati mudah mudahan mengerti. Jelek-jelek juga saya suamimu yang Wajib kamu taati.

Semakin hari kamu semakin keterlaluan , semakin menyiksa. Sebelum kita saling menyakiti saya mau benar benar bertanya bukan dasar emosi tapi ini hasil pemikiran dan pertimbangan

Rumah tangga kita kelanjutannya mau seperti apa ?

Kalau masih berharap panjang tolong rubah sikap dan jangan keras kepala hanya itu yang diminta suami

Kalau Sudah Tidak ada harapan untuk panjang mohon dengan saling menghormati, jangan saling menghina, jangan saling menyalahkan, undang orang tua dan bawa acaranya ke pangadilam agar benar secara aturan

Apapun bentuknya sebagai seorang lelaki tidak akan menghindar dan akan dihadapi."

Seteleh itu istri saya balas yang intinya semua terserah dan tergantung saya.
Saya pastikan dan yakinkan lagi akhirnya istri saya ngajak baikan dan bilang dia cape juga didiamkan. Dan akhirnya kita dialog dan kita baikan Alhamdulillah.

Ustadz,
Saya sebagai seorang suami menuliskan pesan WA tersebut bertujuan untuk supaya istri berpikir dan mau berubah agar tidak gampang marah dan keras kepala sehingga kita bisa rukun.

Pertanyaannya :

1. Dari kronologi tersebut apakah saya sebagai suami berdosa dan salah langkah memberikan seolah ancaman kepada istri dengan salah satu pilihannya menyakitkan hatinya ?

2. Dari redaksi kalimat pertanyaan dan tujuan pasan saya kepada istri apakah termasuk cerai atau bukan dari segi syari'at ?

Mohon pencerahhnya dari ustadz , akan sangat bermanfaat dan menjadi ilmu bagi saya

Terima kasih

Semog Allah Balas semua kebaikan yang diberikan Amiiin

JAWABAN

1. Sikap anda dalam pesan WA sudah termasuk sikap yang bijaksana sebagai suami dan sekaligus tegas. Sikap tegas diperlukan terutama dalam menghadapi istri yang masih kekanak-kanakan. Dan cara berkomunikasi via WA untuk menghindari hal yang buruk itu juga pilihan cara yang baik. Intinya, tidak ada masalah dengan cara anda berkomunikasi maupun isi pesan yang disampaikan. Baca juga: Cara Harmonis dalam Rumah Tangga

2. Isi pesan tersebut tidak berakibat cerai. Walaupun secara implisit ada unsur mengajak cerai. Karena, ucapan cerai yang jatuh talak itu apabila diucapkan dalam bentuk kalimat yang berefek sekarang (present tense). Sedangkan kalimat anda itu berefek pada masa yang akan datang (future tense). Dan perbedaan tense ini menyebabkan perbedaan dalam segi akibat hukumnya. Baca detail: Cerai dalam Islam

HUKUM WARIS: BAGIAN ANAK, ISTRI DAN IBU

Assalamualaikum Wr. Wb. Ustad Pengasuh Ponpes Alkhoirot.

Saya ingin bertanya dan meminta penjelasan tentang pembagian harta waris keluarga saya.

Ibu saya sudah meninggal tahun 2015, meninggalkan Suami (Ayah saya), 1 anak perempuan, 1 anak laki-laki, Ibu kandung, 1 Adik kandung laki-laki (dengan 1 anak laki-laki, 2 anak perempuan).

4 bulan kemudian Ayah saya menikah lagi dengan seorang janda (punya 3 anak yg masih kecil-kecil) yg berstatus mantan istri dari Paman saya (Adik tiri satu Ibu lain Bapak dengan Almh. Ibu saya). Sebelum beliau menikah saya meminta kejelasan status warisan untuk saya dan adik saya (saya meminta hal tersebut atas dasar diberi pesan oleh Almh.Ibu saya melalui mimpi), tetapi yg saya dapat hanya sepucuk surat dari Ayah saya yg isinya harta A untuk saya, Harta B untuk adik saya, Harta C untuk istri baru dan 3 anaknya, sedangkan ada 1 harta lagi yg tidak dijelaskan untuk siapa? Ditambah beberapa kendaraan pun tidak dijelaskan untuk siapa? Surat tersebut dibuat sebelum ayah saya menikah, tanpa saksi, namun ditandatangani di atas Materai.

Pertanyaan saya adalah:

1. Apakah sah di mata hukum negara maupun hukum Islam sepucuk surat yg diberikan ayah saya tersebut yg dibuat sebelum beliau menikah dan tanpa saksi sama sekali?

2. Mohon maaf sebesar-besarnya, saya tidak ada maksud sama sekali untuk mendahului takdir, sampai saat ini Alhamdulillah Ayah saya masih hidup namun menderita sakit jantung. Beliau seorang PNS yg tahun depan akan pensiun, apakah dana pensiunannya nanti termasuk harta waris?

3. Semasa hidup Ibu saya bersama Ayah, Alhamdulillah Ayah saya meraih kesuksesan, ada beberapa aset yg sampai sekarang atas nama Ibu saya. Bagaimanakah statusnya dalam Islam?

4. Bagaimana pembagian harta waris yg sebenarnya dalam hukum Islam untuk istri kedua dari ayah saya?

5. Apakah ketiga anak tiri berhak mendapatkan harta waris dari ayah saya?

6. Setelah ayah saya menikah, beliau hanya memberi perhatian kepada istri dan anak tirinya yg masih kecil-kecil, apapun keinginan mereka dipenuhi sedangkan saya yg saat itu mau menikah justru tidak dipedulikan, tidak lagi diajak berbicara kalau tidak ada kepentingan, hingga saya dan adik saya yg merasa di-anak tiri-kan. Bagaimana seandainya semua harta yg masih atas nama ibu saya hanya diberikan kepada istri baru dan anak tirinya? Apakah Ayah saya berdosa?

7. Kapankah seharusnya harta atas nama Almh. Ibu saya dibagikan kepada ahli warisnya? Karna saya takut ayah saya mencampurkan harta tersebut dengan harta barunya (yg didapat setelah menikah lagi), atau dibalik nama menjadi nama istrinya?

Mohon jawaban dan penjelasannya atas pertanyaan saya. Sebelumnya saya ucapkan terimakasih kepada Bapak Ustad Pengurus Ponpes Al Khoirot.

Wassalamualaikum Wr. Wb.

JAWABAN

1. Penyerahan aset dari pemilik pada orang lain itu disebut hibah. Dan hibah yang dilakukan oleh ayah anda itu hukumnya sah menurut agama. Namun demikian, agar ia memiliki legitimasi hukum yang lebih kuat, maka sebaiknya aset yang diberikan pada anak dibalik nama menjadi atas nama anda segera. Konsekuensi dari hibah adalah anda sebagai penerima hibah dapat mengambil alih aset tersebut sekarang dan juga memanfaatkannya. Baca detail: Hibah dalam Islam

2. Semua harta milik pewaris, termasuk dari hasil pensiun, adalah harta warisan yang diwariskan kepada seluruh ahli waris yang berhak.

3. Harta yang diusahakan oleh suami, maka tetap menjadi hak milik suami. Terkait aset suami yang sertifikatnya atas nama istri, maka itu tergantung dari niat suami. Apakah itu bermakna sudah dihibahkan pada istri? Kalau iya, maka menjadi hak milik istri sepenuhnya. Kalau istri meninggal menjadi hak dari ahli warisnya. Apabila suami tidak berniat memberikan harta tersebut, dengan alasan baliknama hanya dilakukan untuk formalitas saja, maka berarti harta tersebut masih milik suami sebagai pihak yang mengusahakan harta tersebut. Jadi, tanyakan pada ayah anda: apakah harta yang atas nama ibu anda itu menjadi milik ibu anda?

4. Kalau ayah anda wafat kelak, maka istri mendapat 1/8 saja, sisanya yang 7/8 untuk ahli waris lain. Tidak ada harta gono-gini dalam Islam. Baca detail: Harta Gono gini

5. Anak tiri pewaris tidak mendapatkan warisan.

6. Tergantung dari niat ayah anda sebagaimana disebut dalam poin 3.

7. Harta waris harus dibagikan sesegera mungkin. Baca detail: Hukum Waris Islam

Wednesday, January 13, 2021

BETULKAH ANAK PEREMPUAN TIDAK DAPAT WARISAN?

Betulkah anak perempuan tidak dapat warisan?
BETULKAH ANAK PEREMPUAN TIDAK DAPAT WARISAN?

Assalamualaikum..
Saya ingin tanya mengenai warisan..saya mempunyai ibu (masihh hidup) yang telah memiliki warisan dari ayahnya namun ibu saya hanya memiliki 3 anak perempuan dan suami..

pertanyaan saya jika ibu saya tiada warisannya apakah anak perempuannya dapat??karena kata bukde saya (ipar ibu) warisan ibu saya akan jatuh ke anak laki2 dari sodara laki2 kandung ibu saya (anak laki2 pakde)
Apakah benar??

JAWABAN

Tidak benar. Anak perempuan dapat warisan juga. Dalam kasus anda, karena tidak ada saudara laki-laki, maka ketiga anak perempuan mendapat 2/3 (untuk tiga orang). Sedangkan sisanya yg 1/3 diwariskan untuk ahli waris lain. Sayangnya anda tidak menyebut siapa saja ahli waris lain yg ada (misalnya saudara dari ibu, dan jenis kelaminnya). Baca detail: Hukum Waris Islam

WARISAN

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,,

Saya anak laki-dari 5 bersaudara:
1. Kakak Perempuan
2. Kakak Perempuan
3. Kakak Perempuan
4. Kakak Laki-laki
5. Saya (Laki-laki)

Kedua orang tua saya sudah meninggal dan akan segera dibagikan Peninggalan dari kedua orang tua saya tersebut yaitu berupa Tanah dan Rumah,

Pertanyaan:
Berapakah persen hak mutlak yang akan saya terima menurut ajaran Agama Islam?

Terima kasih atas bantuannya,

Wassalam,,,,

JAWABAN

Dengan asumsi bahwa kakek nenek anda dari kedua pihak sudah meninggal, maka seluruh warisan jatuh ke anak-anak kandung dg rincian sbb:

(a) Kedua anak laki-laki masing-masing mendapat 2/7
(b) Ketiga anak perempuan masing-masing mendapat 1/7
Baca detail: Hukum Waris Islam

WARISAN DAN HIBAH

Kronologis

Tahun 1984,
Kedua orang tua masih hidup, mempunyai 11 orang anak 4l dan 7w, memiliki sebidang tanah kosong, seluas 216m2 disebut (r-1) serta sebidang tanah dan bangunan diatasnya seluas 227m (disebuit r-2)

Dengan pertimbangan bahwa,
• tanah tersebut masih kosong, jadi dapat dimanfaatkan untuk dibangun rumah,
• sebagian anak (ke 1, 7 dan 8), belum memiliki rumah sendiri, sedangkan yang lain sudah memiliki rumah sendiri dan dianggap berkecukupan.
• orangtua, tidak mampu membiayai pembangunan bangunan ditempat itu,
• disarankan secara lisan, kepada anaknya, untuk membangun rumah ditanah tsb, dimana penggunaannya diperuntukkan kepada yang membangun.

 sekitar th 1985, pembangunan rumah dilaksanakan oleh 3 orang anak, masing masing anak ke 1, 7 dan ke 8, menjadi 3(tiga) bagian dan masing masing ditempati sebagai tempat tinggal.
 anak anak yang lain, tidak ada yang menuntut atas pembangunan maupun penempatan rumah oleh ketiga anak tersebut.
 atas hal diatas, sd meninggalnya orang tua, tidak diproses secara prosedure kepemilikan melalui notaris ppat
 sertifikat sd sekarang masih atas nama. Orangtua.

Pertanyaan :
Menurut hukum waris,
1 apakah pemberian tanah yang dibangun oleh ketiga anak tsb merupakan hibah ????
2 luas tanah yang dibangun +/- 50% dari harta orang tua, apakh ini diperbolehkan sebagai hibah orang tua kepada ketiga anak tersebut.??
3 setelah kedua orangtua meninggal, apakah ada hak waris anak anak atas rumah r-1???
4 bila ada, bagaimana cara pembagiannya…..

Tahun 1994,
Orangtua laki-laki, meninggal dunia.
ibunda menghibahkan tanah dan rumah r-2, kepada anak no.1 , dimana bagian anak no.1 pada rumah r-1, diberikan kepada anak no.12.
hibah dari ibunda kepada anak no.1, disetujui oleh semua anak lainnya dan diproses pada notaris ppat dan keluarlah akte hibah, selanjutnya peralihan shm kepada anak no.1 semuanya dibuat melalui notaris ppat.
tahun 2014, ibunda meninggal dunia.

Pertanyaan ;
Menurut hukum waris,
5 apakah hibah ibunda kepada anak no.1.dan pemberian bagian rumah anak no.1 di rumah r-1, kepada anak no.12, dapat dinyatakan syah ????????
6 apakah hibah diatas, didalamnya masih ada hak waris anak yang lainnya.??
7 bila ada, bagaimana cara pembagiannya…

JAWABAN

1. Ya, bisa dianggap hibah. Karena sudah ada pernyataan lisan dari ayah terkait hal tersebut. Baca detail: Hibah dalam Islam

2. Boleh. Dalam soal hibah tidak ada batasan minimal atau maksimal. Ini beda halnya dengan wasiat yg tidak boleh melebihi 1/3 dari harta keseluruhan. Baca detail: Wasiat dalam Islam

3. Ada. Hak waris tetap melekat pada seluruh anak termasuk yang sudah mendapat hibah. Hibah adalah hak pemberi hibah. Sedangkan warisan itu diatur khusus dalam waris Islam setelah pewaris meninggal sehingga tidak terkait dengan dapat hibah atau tidak.

4. PEMBAGIAN WARISAN HARUS DILAKUKAN DUA KALI (PENINGGALAN AYAH DAN IBU)

PERTAMA: PEMBAGIAN WARISAN PENINGGALAN BAPAK YG WAFAT TAHUN 1994

Ahli waris dan bagiannya sbb:
(a) Istri (ibu anda) mendapat 1/6 (dari keseluruhan harta)
(b) 10 anak kandung mendapatkan sisanya yang 5/6.
Semua anak kandung mendapat warisan kecuali no. 11 karena meninggal lebih dulu dari pewaris (bapak). Sedangkan no. 9 (laki2) tetap dapat warisan karena masih hidup saat pewaris (bapak) meninggal. Bagian dari no.9 nantinya diwariskan pada anak istrinya.

Adapun Cara pembagiannya adalah anak lelaki mendapat 2 sedangkan anak perempuan mendapat 1. Ke-4 anak lelaki masing-masing mendapat 2/14; sedangkan ke-6 anak perempuan mendapat 1/14

KEDUA: PEMBAGIAN WARISAN PENINGGALAN IBU YG WAFAT TAHUN 2004

Istri (ibu anda) mempunyai harta waris setidaknya peninggalan dari suaminya sebesar 1/6

Ahli warisnya ada 9 yaitu 3 anak lelaki, 6 perempuan. Ketiga anak lelaki masing-masing mendapat 2/12; sedangkan ke-enam anak perempuan masing-masing mendapat bagian 1/12.

5. Hibah ibunda tidak sah apabila tidak disetujui oleh seluruh ahli waris yang lain yakni para anak kandung. Karena harta warisan yang ada bukan hanya milik ibu, tapi milik seluruh ahli waris. Yakni: ibu dan seluruh anak kandung yg 10 orang (lihat poin 4). Baca detail: Hukum Waris Islam

6. Karena tidak sah, maka harus diulang. Kembali ke sebelum dihibahkan oleh ibu (lihat poin 4:Pertama). Kecuali kalau seluruh ahli waris yang hidup saat itu (saat ibu menghibahkan) rela atas sikap ibu tersebut. Kalau disetujui oleh seluruh ahli waris yang hidup, maka hibah sah.

Baca detail: Hukum Waris Islam

Friday, January 08, 2021

RUMAH TANGGA: DICERAI SUAMI LEWAT WA (WHATSAPP)

RUMAH TANGGA: DICERAI SUAMI LEWAT WA (WHATSAPP)
RUMAH TANGGA: DICERAI SUAMI LEWAT WA (WHATSAPP)

Assalamualaikum...Ustadz rumah tangga saya sudah 14 tahun, namun akhir-akhir ini saya baru tahu kalau talak itu ada kinayah, jadi teringat beberapa tahun lalu yaitu tahun 2011 saya lagi hamil pernah cekcok sm suami, suami dalamm keadaan marah bilang "cari sana yg bs memuaskan mu", terus ada kata-kata yang lupa lagi tepat nya ngomong seperti apa karena kejadian sudah lama tapi artinya pulang ke rumah orang tua mu tapi saya ragu sprti apa dulul kata-kata nya tidak ingat betul yang ingat dia katakan "urusan hutang nti saya bayar" karena pd wkt tu kami lg terlilit hutang itu yg suami ucapkan...

beberapa jam kemudian suami nelpon minta maaf dengan apa yang sudah dikatakan nya dan berjanji akan baik dan menemani saya melahirkan. Malam nya saya melahirkan dan suami pun ikut menemani saya..tidak ada kata rujuk dan penjelasan apapun dari suami dia merasa sudah beres aja smua baik-baik lagik,

lepas tu kami berumah tangga seperti biasa karena saya juga tidak paham dikira saya talak jatuh kalau suami bilang kata cerai atau kata talak dan pisah.

Beberaa tahumn berikut nya sekitar tahun 2013 atau 2014 saya lupa tepat nya..prnah kami cekcok di WA awal nya kami WA an baik-baik saja kemudian saya iseng meng copas postingan yg isi postingan nya itu salah satu poin nya mengatakan "sayangilah istri mu karena di luar byk laki laki yg mendambakan nya" pdhal saya tidak fokus di kata itu karena postingan nya tentang nasehat untuk suami kepada istri nya tapi rupa nya suami merasa sakit hati karena itu..

kemudian dengan marah dia balas WA dari saya dengan kata- kata diantara nya menulis "saya jatuhkan talak 1".Sesampai nya ditu rumah dia masih marah dan mengatakan saya tidak pantas mengeluarkan kata itu kepada suami dan Alloh telah menjatuhkan talak kpd istri yang seperti itu ( suami tidak paham masalah talak dan rujuk) Setelah kurang lebih 3 hari kemudian kami baikan tanpa ada kata rujuk suami minta maaf dan menyesal saya pun menyesal dan minta maaf karena telah menyakiti hati suami dan sejak saat itu sayatetapkan dalam hati kami prnah jatuh talak 1.

Kemudian sekitar tahun 2016 karena hal sepele kami cekcok lagi suami waktu itu marah besar sehingga sy merasa kalau itu kemarahan suami yg terbesar dalam hidup saya, dia teriak teriak suruh sy telpon ibu saya tapi saya tidak lakukan karena merasa kalau suami sedang sangat emosi khawatir menyampaikan sesuatu kpd ibu saya kata -kata cerai yang akan membuat kami menyesal dan suami terus marah marah sambil mencuci panci sampai dia mengatakan "kalau panci ini kamu tidak membersihkan nya sampai kinclong sminggu kedepan pokoknya saya tidak mau lihat panci hitam- hitam lagi di dapur ,mau kamu beli baru atau yang lama di bersihkan kalau kamu tidak bisa bersihkan beli baru lagi, kalau tidak ya udah kamu pulang ke rumah ibu mu. Beberapa jam kemudian suami tampak menyesal dan amarah nya mereda. Alhamdulillah besok nya panci pun bisa di bersihkan kinclong dengan bantuan pembantu di rumah saya. Tetapi sejak saat itu saya menjadi takut dan kawatir apakah itu sudah jatuh talak dan saya banyak membaca dari buku dan internet soal perceraian sampai akhirnya maag saya kambuh saya takut kalau rumah tangga saya sudah berdosa di hadapan Alloh.

Suami beberapa hari kemudian melihat saya murung dan bertanya lalu saya sampaikan kepada suami apa yang saya ketahui dari buku dan internet soal talak dia kaget dan bingung, karena dia salah paham selama ini menyangka yang tidak boleh itu talak 3 dan kalau talak 1 tidak apa pa tidak maksud jatuh talak pikir nya.

kemudian semenjak itu sampai sekarang Alhamdulillah suami lebih baik karena menurut nya sekarang sudah mengerti talak dan lebih menjaga lisan nya ketika dia kesal atau marah ke saya.

Pertanyaan nya Ustad apakah pernah jatuh talak pada saya sejak tahun 2011-2016 karena suami mengatakan tidak ada niat cerai semua terjadi karena dia tidak mengerti. Apa yg harus saya lakukan ustad karena saya orang nya suka was was?

JAWABAN

Yang ada kemungkinan terjadi talak adalah peristiwa yang terjadi pada tahun 2013 atau 2014. Ucapan talak yang diucapkan secara tertulis via WA sebenarnya juga bersifat kinayah. Jadi, kalau tidak ada niat dari suami untuk mentalak istri, maka talak tidak terjadi. Baca detail: Cerai lewat SMS

Melihat dari cerita anda tampaknya suami tidak berniat untuk menceraikan anda dengan ucapannya di WA tersebut. Apabila demikian, maka tidak terjadi talak apapun. Namun seandainya pesan di WA itu disertai dg niat, maka hanya terjadi talak 1 antara 2011 sampai 2016.

Seandainya pun terjadi talak 1, maka walaupun tidak mengucapkan kata rujuk namun rujuk anda berdua sudah sah dengan adanya hubungan intim. Ini pendapat sebagian ulama. Baca detail: Cerai dalam Islam

HUKUM BEKERJA DI HOTEL

Assamualaikum Wr. Wb.


Sebelumnya saya ucapkan banyak terima kasih kepada Ustadz beserta Teamnya. Semoga selalu dalam lindungan Allah SWT.

Saya bekerja di hotel kelas melati. di bagian office dan tidak terlibat dalam operasional pengantaran tamu. tidak menjual minuman keras ataupun makanan yang haram. akan tetapi mayoritas dari tamunya banyak yang belum suami istri dan tidak menutup kemungkinan adanya perzinahan.

yang ingin saya tanyakan bagaimana gaji yang saya terima? Apakah Haram? Jikalau haram adakah untuk memurnikan gaji tersebut? atau pindah pekerjaan baru? Mohon Jawabannya Ustadz.

Wassalam.

JAWABAN

Kalau anda bekerja di posisi yang tidak ada hubungannya dengan perbuatan haram, maka gaji anda halal. Sebagaimana bekerja di bank konvensional di posisi yang tidak ada kaitannya dengan kredit dan hutang piutang. Baca detail: Hukum Bank Konvensional

Hukum Menikah karena Syahwat, Bolehkah?

Hukum Menikah karena Syahwat
MENIKAH KARENA SYAHWAT, BOLEHKAH

Assalamualaikum pak ustadz,

ada yang ingin saya tanyakan terkait pernikahan siri.
Ada laki-laki beristri menikah siri tanpa sepengetahuan istri pertamanya dengan seorang janda cerai beranak dua. Sementara, anak-anak tersebut menjadi tanggungannya, tanpa ada bantuan nafkah dari mantan suaminya.
1. Bagaimana penjelasan dalam Islam tentang seorang suami menikah siri tanpa sepengetahuan istri pertamanya..??
2. Bagaimana laki-laki dapat berbuat adil terhadap istri-istrinya, apabila laki-laki tersebut menikah siri tanpa sepengetahuan istri pertamanya..??
3. Bagaimana hukumnya apabila pernikahan siri tersebut dilakukan dasarnya lebih ke urusan syahwat semata, tanpa ada keinginan memiliki keturunan dan tanpa memberikan nafkah lahir, sementara istri sirinya memiliki dua orang anak yang menjadi tanggungannya dari pernikahan sebelumnya yang berakhir dengan perceraian, sementara ayah kandung dari anak-anaknya tidak ada yang memberikan nafkah..?

Mohon penjelasannya pak ustadz, mohon maaf apabila pertanyaannya terlalu panjang.. terimakasih sebelumnya.
Wassalamu'alaikum warohmatulloohi wa barokatuh.

JAWABAN

1. Pernikahan kedua tidak memerlukan ijin istri pertama menurut pandangan syariat Islam. Baca detail: Poligami Tanpa Ijin Istri Pertama

Ini beda dengan aturan negara yang mewajibkan ijin tertulis dari istri pertama. Baca detail: Poligami Harus Ijin Pengadilan

2. Adil dalam pandangan Islam soal poligami ini adalah (a) sama dalam memberikan giliran menginap; (b) sama dalam nafkah dan tempat tinggal. Baca detail: Makna Adil dalam Poligami

Namun demikian, itu semua hak istri. Artinya, istri bisa saja tidak meminta haknya. Apabila demikian, maka suami tidak bersedia apabila ketiakadilannya pada salah satu istri itu atas seijin istri tersebut. Baca detail: Hak dan Kewajiban Suami Istri

3. Tidak apa-apa menikah karena syahwat. Itu artinya menikah untuk menghindari zina. Dan itu baik. Bahkan nikah itu wajib sekiranya tidak menikah akan berakibat zina. Baca detail: Pernikahan Islam

WAS-WAS KAFIR

ASSALAMUALAIKUM WR. WB.

Saya mengalami was was dalam keislaman, usia saya 16 tahun, dan dulu saya sudah terlalu melenceng jauh dari ajaran islam. Saya ingin membenahi diri tapi was was ini selalu menghinggapi hati saya. Yang mau saya tanyakan

1. Dulu waktu saya SD atau SMP (saya lupa) saya pernah berfikir "biar dikira orang kristen" lalu saya mempraktekkan kalo orang kristen berdoa. Saya tidak berniat keluar dari islam (hanya main main) Saya tidak tahu kalau itu bisa menyebabkan murtad, karena saya belum paham waktu itu tentang hukum-hukum yang menyebabkan murtad. Apakah saya tetap murtad?

2. Dalam hati saya selalu ada yang bertanya "apakah si A benar-benar islam?" Padahal mengkafirkan orang islam itu haram hukumnya dan bisa menyebabkan dirinya sendiri kafir. Bagaimana yang harus saya lakukan apabila dihinggapi pertanyaan seperti itu? Seperti contohnya bila "apakah awkarin masih islam?" Karena dia telah banyak melakukan hal-hal yang melenceng.

3. Tolong berikan nasihat untuk menghadapi penyakit was was saya, apakah saya perlu melakukan rukyah untuk diri sendiri? Bagaimana caranya?

Terimakasih, saya tunggu jawabannya. Mohon jangan di cantumkan nama saya bila di post.

WASSALAMUALAIKUM WR. WB.

JAWABAN

1. Karena anda tidak tahu kalau hal itu tidak boleh, maka anda dimaafkan. Jadi anda tetap muslim. Baca detail: Hukum Melakukan Perkara Haram karena Tidak Tahu

2. Mengkafirkan sesama muslim itu haram, tapi tidak berakibat kafir. Baca detail: http://www.alkhoirot.net/2015/12/hukum-mengkafirkan-sesama-muslim.html

3. Tidak perlu ruqyah. Yang perlu baca artikel Islam yang ditulis oleh kalangan ulama atau ustadz dari kalangan NU (seperti: nu.or.id; www.alkhoirot.net, www.alkhoirot.org) dan hindari membaca artikel yang ditulis oleh kalangan radikal Wahabi Salafi. Baca detail: Wahabi, Apa itu?

Mengapa? Karena, Islam pada hakikatnya mudah. tidak gampang mengafirkan, mensyirikkan atau memurtadkan seorang muslim. Kecuali Islam menurut kalangan Wahabi.

CERAI DENGAN UCAPAN TALAK TIGA KALI LANGSUNG

Assalamualaikum ustad. Saya seorang istri yg baru menjalani rumah tangga selama 1 thn. 5 bulan yang lalu kami memutuskan untuk berpisah karna suami bermain wanita di belakang saya. Sudah saya klarifikasi mengenai hal tersebut. Namun suami tetep kekeh dan keras kepala sampai pada akhirnya saya meminta cerai "ceraikan saya" . Dan dia mengucapkan kata thalaq "Kamu saya cerai, cerai, cerai" setelah itu kami memutuskan bulat untuk pisah dan tidak seatap lagi.

Setelah 5 bulan berlalu, Suami kembali menghubungi saya utk rujuk dia janji tidak mengulanhi lahi dan menyesal dengan semua perbuatannya. Baik, setelah itu saya mencoba memafkan. Akhirnya kami kembali rujuk dan di aqad ulang oleh KUA setempat.
Saat ini saya tinggal bersama suami seatap dengan 2 kakaknya ( 1 ipar perempuan, 2 ipar laki2). Selang tak berapa lama kami rujuk. Saya mendapati foto mesra di email suami dengan kekasihnya dulu seorang janda beranak 1.hati saya hancur ternyata mereka masih berhubungan dan berfoto mesra layaknya suami istri ketika jalan dan makan bareng. Remuk, Sakitt saya rasakan lagi ternyata suami masih berat hati fan mencintai mantan kekasihnya.

Jujur selingkuhan suami terpaut lebih dewasa. Suami berumur 28. Selingkuhannya berumur 32. Sedangkan saya berumur 21. Dia jauh lebih dewasa dan mengerti bagaimana cara melayani seorang laki2 yg baik dibandingkan saya yang masih sangat labil ilmu. Dia cantik dan kaya, kerjanya di kantor. Beda dgn saya yang hanya diam dirumah dan menunggu nafkah belas kasih dari suami. Nafkah yang dibetikan suami pun sangat kurang dari cukup perbulan saya dikasih 700ribu paling banyak 1juta. Itupun belanja bulanan utk makan dan lain2 saya habis sekitar 2,5 juta padahal sebisa mungkin saya berhemat tapi tetap kurang. Sehingga saya hutang kemana2 utk mencukupi kebutujan bulanan kami. Dan suami tidak mau tahu. Ustad yang ingin saya tanyakan

1. Apakah sah rujuk kami diatas mengingat suami telah mengucapkan ucapan talaq dengan kata cerai 3x??
2.Bersalahkah saya jika saya tidak melayani suami dengan baik karna saya sangat sakit hati berulang kali saya di dzolimi suami saya
3.Sampai saat ini pun kami masih sering bertengkar karna suami masih suka diam2 chating dgn wanitaain. Salahkah jika saya membanting hpnya? Karna sudah saya ingatkan dgn kepala dingin namun suami ttp keras kepala
4.Apakah saya termasuk wanita yang tidak bersyukur karena merasa nafkah yang diberikan suami kurang dari cukup ?
5.salahkah saya jika meminta bercerai. Karna saha merasa tidak tahan suami saya memperlakukan saya tidak adil?? Apakah semua bujuk rayu syetan. Hati saya hancurr berkeping keping.

Jazakallahu khoiro. Saya menunggu jawaban antum ustad

JAWABAN

1. Rujuk anda berdua sah. Ucapan cerai tiga kali dalam satu tempat dianggap talak 1 menurut pendapat sebagian ulama. Baca detail: http://www.alkhoirot.net/2015/01/talak-tiga-diucapkan-sekaligus.html

2. Kalau tidak melayani dalam arti menolak diajak hubungan intim maka hukumnya bersalah. Selama masih berstatus istri maka harus melayani hubungan intim selagi tidak ada halangan.

3. Membanting hp bukan cara yang baik. Bersabar adalah pilihan sikap yang semestinya diambil saat marah.

4. Kalau faktnya memang tidak cukup menurut ukuran normal, maka wajar kalau menganggap kurang. Namun idealnya, anda tidak hanya berpangku tangan. Coba cari kerja atau membuka usaha.

5. Secara syariah dan negara anda sudah boleh meminta cerai atau melakukan gugat cerai karena suami selingkuh. Sebagaimana disebut dalam perjanjian ta'lik talak saat awal menikah dulu. Baca detail: Cerai dalam Islam

Friday, January 01, 2021

Ingin Belajar agama Takut Jadi Radikal

GADIS INGIN BELAJAR AGAMA, ORANG TUA TAKUT JADI RADIKAL

Assalamualaikum KSI Alkhoirot,
Saya ingin berkonsultasi tentang masalah hijrah, saya merupakan gadis lajang yang belum menikah, sejak dulu saya suka dengan pakaian tertutup. Meskipun saat Sekolah Menengah Atas saya memakai jaket karena merasa risih bila dipandangi anak laki laki, saya juga meminta kepada ibu saya untuk bisa memakai seragam berkerudung, namun ibu saya mengatakan jangan dulu karena nanti menjahit bajunya banyak. Setelah lulus sekolah saya memakai kerudung saat kuliah, meskipun masih belajar sedikit demi sedikit, karena saya lahir di keluarga yang kurang religius, maka saya merasa tertinggal jauh dalam hal agama, bahkan membaca Alquran masih terbata-bata.

Alhamdulillah teman-teman kampus saya banyak yang alim dan saya ingin semakin taat. Saya ingin hijrah, memakai khimar, dan gamis yang panjang. Namun orang tua saya mengkritik penampilan saya, dengan alasan saya belum menikah akan terlihat tua atau seperti ibu-ibu. Orang tua saya ingin saya berpenampilan modis layaknya gadis muda yang memakai kerudung rapi (dibelitkan dibelakang kepala namun tidak menutup dada). Namun saya risih bila tidak memakai kerudung yang menutup dada. Saya merasa itu bukan diri saya. Saya merasa ingin cantik di hadapan Allah daripada di hadapan manusia.

Selain itu, saya ingin mengaji di tempat yang agak jauh(karena tempat di dekat rumah yang mengaji adalah anak-anak kecil, saya enggan ikut) , namun orang tua saya takut saya akan dicuci otak dan mengikuti ajaran sesat menjadi teroris yang sekarang marak di Indonesia. Sehingga saya terpaksa hanya mengaji sendiri di rumah dengan bantuan Alquran dan rekaman lantunan ayat suci digital. Dan belajar tajwid saya dengarkan dari video di internet.

Yang menjadi pertanyaan saya:
1. Bagaimana cara meyakinkan orang tua saya agar membiarkan saya hijrah meskipun belum menikah?
2. Apakah mengaji sendiri masih dapat diterima?
Terima kasih banyak, mohon diberikan nasehat. Wassalamualaikum

JAWABAN

1. Orang tua anda benar dan dapat dimaklumi apabila mereka kuatir hijrah anda untuk menjadi religius akan berakibat anda menjadi radikal. Karena, banyak sekali saat ini artikel dan masjid, terutama di kota, yang berisi ajaran Islam radikal. Yang dimaksud ajaran radikal adalah ajaran Salafi Wahabi dan/atau Hizbut Tahrir. Namun yang paling dominan dalam wacana Islam di internet dan masjid perkotaan adalah Salafi Wahabi. Ini gerakan yang anda harus hati-hati.
Baca detail:
- http://www.alkhoirot.com/beda-wahabi-hizbut-tahrir-jamaah-tabligh-dan-syiah/
- http://www.alkhoirot.net/2011/12/nama-ulama-wahabi-salafi.html
- http://www.konsultasisyariah.in/2017/06/sikap-fpi-atas-syiah-dan-wahabi.html

Kami yakin, kalau anda ikut belajar Islam pada kalangan Islam yang lebih moderat seperti NU (Nahdatul Ulama) orang tua anda tidak akan keberatan. NU adalah ormas Islam di Indonesia yang paling mewakili ajaran Ahlussunnah Wal Jamaah. Yakni Islam jalan tengah, tidak radikal tapi juga tidak liberal.

Kalau anda anda waktu libur kuliah, ada baiknya ikut pesantren kilat khusus santri dewasa di pondok kami. Anda bisa ikut program 1 minggu s.d. 1 bulan. Ini bagus buat permulaan belajar agama dengan melalui guru. Baca detail: http://www.alkhoirot.com/pesantren-santri-dewasa/

2. Mengaji sendiri tidak dianjurkan. Namun kalau terpaksa belajar agama secara otodidak, maka sebaiknya anda belajar Islam dari situs-situs yang berafiliasi ke NU seperti situs-situs yang dikelola oleh Pesantren Al-Khoirot yaitu:
- www.alkhoirot.org (ilmu dasar fikih, tauhid, dll)
- www.alkhoirot.net (antologi konsultasi agama dan jawabannya)
- www.konsultasisyariah.info (kumpulan artikel dalam bahasa Indo dan Arab).
- www.konsultasiagama.com
HUKUM IQOMAT JIKA SHALAT SENDIRIAN DI RUMAH

Assalamualaikum wr. wb.

Di dekat rumah saya terdapat masjid, adzan dan iqomahnya terdengar sangat jelas, tapi saya berhalangan (sakit) untuk pergi ke masjid.
Saya ingin menanyakan sesuatu.

1. Apa kah saya harus adzan dan iqomah ketika hendak melakukan sholat di rumah (sholat sendiri) meskipun sudah ada adzan dan iqomah dari masjid?

2. Jika tidak perlu adzan dan iqomah sendiri apakah hendaknya kita langsung beranjak sholat(sendiri) ketika terdengar iqomah dari masjid?

3. Jika diwajibkan iqomah, apa saya harus melafalkannya dengan jelas, atau hanya seperti berbisik?

Untuk jawabannya saya ucapkan terimakasih.

Wassalamualaikum wr. wb.

JAWABAN

1. Adzan dan iqomat sunnah dilakukan walaupun untuk shalat sendirian. Anda boleh lakukan atau ditinggalkan. Baca detail: http://www.alkhoirot.org/2017/08/sunnahnya-sholat.html

2. Kalau tidak ikut berjamaah di masjid, maka tidak perlu menunggu iqomat masjid. Anda bisa langsung shalat ketika mendengar suara adzan tanda waktu shalat sudah tiba.

3. Seperti disebut di poin 1, keduanya tidak wajib tapi sunnah. Artinya, dapat pahala kalau dilakukan, tidak berdosa kalau ditinggalkan. Lihat, yg wajib dalam shalat: http://www.alkhoirot.org/2017/08/rukun-shalat.html

RUMAH TANGGA: INGIN GUGAT CERAI SUAMI

Assalamua'laikum wr wb
Saya adalah seorang istri, saya ingin menggugat cerai suami saya. Dengan alasan saya tidak lagi mencintainya di sebabkan ada hal hal sedikit sulit jika saya jelaskan. Saya akan cerita sedikit .

Ibu mertua saya tidak suka dengan saya, saya dan suami saya telah di usir berkali kali dari rumahnya , saya bukan hanya di usir tapi juga di caci maki serta di kata katai, 10 bulan lamanya saya merasa yertekan seperti itu, tetapi suami saya tidak berbuat apa apa untuk saya. Saya merasa suami saya tidak mencintai saya, tapi ketika di tanya. Ia masih mencintai. Dan hal yg lain yg mmbuat saya tidak lagi mencintai, saya terlalu di kekang , di kurung di dalam rumah , tidak boleh bergaul. Alasanya takut saya kenapa napa. Saya tidak tahan. Akhirnya saya menggugat cerai dia, tapi ia tidak mau saya gugat. Setelah 2 bulan saya biarkan , saya tidak tahan , saya lapor semua kejadian yg menipa saya kepada kedua org tua saya. Akhirnya dengan perundingan dengan ustad , org tua saya menjemput saya. Saya tidak lagi tinggal berasama suami. Ketika saya berada di rumah org tua saya, saya sama sekali tidak pernah di jenguk oleh mertua saya. Saya merasa semakin membenci , suami juga tidak mau menelfon saya.

Bagai menurut ustad? Apa yg harus saya lakukan? Bagaimana caranya agar saya bisa menceraikannya .?

Wassalam

JAWABAN

Kalau hendak melakukan gugat cerai, maka anda dapat melakukannya dengan langsung mengajukan gugatan cerai ke Pengadilan Agama (PA) terdekat. Apabila PA meluluskan permintaan anda, maka anda sah bercerai dengan suami walaupun seandainya suami tidak setuju atau tidak hadir saat di pengadilan. Dalam hal gugat cerai, yang berkuasa adalah hakim pengadilan.
Baca detail:
- Cerai dalam Islam
- Putusan Gugat Cerai, Jatuh Talak Berapa?