Showing posts with label Konsultasi Syariah. Show all posts
Showing posts with label Konsultasi Syariah. Show all posts

Friday, June 19, 2020

Cara Membasuh Tangan Saat Wudhu

WUDHU: MEMBASUH TANGAN SAMPAI SIKU


Assalamu'alaikum warahmatullah wabarakatuh

Teman saya selama ini sangka dalam berwudhu
Yaitu saat membasuh tangan sampai siku, pengertian dia dari pergelangan tangan sampai siku

Tapi dalam prakteknya dia tetap mengalirkan air dan membasuhnya dari telapak tangan sampai siku

Apakah sah wudhunya selama ini ustadz


Wassalamu'alaikum warahmatullah wabarakatuh

JAWABAN

Yang benar adalah membasuh mulai dari ujung jari sampai siku. Imam Nawawi dalam Al-Umm, hlm. 1/40-41, menjelaskan:

قال الله عز وجل " وأيديكم إلى المرافق) فلم أعلم مخالفا في أن المرافق مما يغسل كأنهم ذهبوا إلى أن معناها فاغسلوا وجوهكم وأيديكم إلى أن تغسل المرافق ولا يجزي في غسل اليدين ابدا إلا أن يؤتى على ما بين أطراف الأصابع إلى أن تغسل المرافق ولا يجزي إلا أن يؤتى بالغسل على ظاهر اليدين وباطنهما وحروفهما حتى ينقضى غسلهما وإن ترك من هذا شئ وإن قل. لم يجز

Artinya: ... tidak cukup dalam membasuh siku dan kedua tangan kecuali membasuh mulai dari ujung jari sampai siku dengan cara membasuh kedua tangan luar dan dalam dan seluruh sisi-sisinya sampai selesai. Apabila meninggalkan cara ini walaupun sedikit hukumnya tidak sah.

Apabila pada praktiknya membasuh sesuai dengan petunjuk Imam Syafi'i di atas, maka hukumnya sah.
Baca detail: Cara Wudhu dan Mandi Wajib

QADHA PUASA LEBIH DARI SATU TAHUN

Bagaimana caranya menqadha puasa Ramadhan yang belum diqadha lebih dari 1 tahun? Terima kasih atas perhatiannya.

JAWABAN

Caranya: a) diqadha atau diganti puasanya seperti biasa; b) pada setiap hari diwajibkan membayar fidyah berupa memberi makan orang miskin beras 1 mud (sekitar 750 gram) setiap harinya.
Baca detail: Qadha Puasa Ramadan di Tahun Kedua

KOTORAN HIDUNG ADA DARAH KERING


Assalaamu’alaikum...
Pak Ustad, saya pernah membaca, kalau darah yang tidak nampak oleh mata bila terjadi pendarahan pada bagian tubuh tertentu, termasuk yang dimaafkan.

Misalkan, ketika setelah selesai berwudhu, saya membersihkan kotoran hidung saya dengan menggunakan jari telunjuk dan ternyata terdapat darah sedikit yang menyatu dengan kotoran hidung, mungkin karena lecet, kemudian saya hanya membersihkan jari telunjuk saya. Dan saya tidak membersihkan hidung saya yang sebelumnya terdapat darah sedikit yang menyatu dengan kotoran hidung.

1) Apakah yang saya lakukan tersebut benar?

2) Apakah sholat yang saya lakukan menjadi sah?

JAWABAN

1. Benar.
2. Sah. Darah yg sedikit yang ada dalam hidung itu dimaafkan. Baca detail: Najis yang Dimaafkan (Makfu)


HUKUM NADZAR TIDAK MELAKUKAN MAKSIAT


Assalamualaikum ustad,
Saya mau bertanya,

Saya dulu pernah bernazar seperti ini,,
Jika saya bermaksiat.. (maaf saya rahasiakan), maka saya akan bersedekah 5000 rupiah atau membelikan sesuatu dg uang 5000 kmudian di berikan kpada orng lain.
Dan ternyata saya tidak bisa memnuhi nazar tersebut ustad, saya sudah banyak sekali sampai saya tidak tau berapa kalai saya sudah melakukan perbuatan tetsebut dan belum menunaikan nazar tersebut,
Pertantaanya :
1, Berapakah uang yng harus saya sedekahkan mengingat saya sudah lupa jumlah nazar yg saya langgar
2, apabila saya tidak punya uang yg cukup untuk mmbayarnya nya, apakh boleh dengan puasa?
3, kalau boleh dg puasa, kira2 berapa hari saya harus berpuasa?

Trimaskih sebelumnya
Wassalamualaikum wr wb

JAWABAN

Nadzar untuk tidak maksiat atau tidak melakukan perbuatan haram hukumnya tidak sah. Oleh karena itu, anda tidak perlu melakukan apapun apabila melanggar nadzar tersebut.

Begitu juga Nadzar yang berkaitan dengan perkara wajib.
Baca detail: Hukum Nadzar Perkara Haram dan Wajib

Namun demikian, ketika anda melakukan maksiat, maka segeralah bertaubat dg taubat nasuha. Baca detail: Cara Taubat Nasuha

Wednesday, June 17, 2020

Ibu Calon Suami Kristen Mama Tak Setuju

JODOH: ORANG TUA CALON LELAKI TIDAK SETUJU KARENA MAMA KRISTEN

Assalamu'alaikum ustadz.

Ustadz,maaf mengganggu. saya mau konsultasi,saya mempunyai masalah. Saya dan pasangan sudah tidak pacaran tetapi ingin mengkoreksi diri dan lebih ke niat baik yaitu menikah, Tetapi setelah diceritakan latar belakang keluarga saya. Orang tua pria kurang merestui.

Orang tuanya berat karna mama saya kristen. Tetapi semua keluarga saya islam termasuk saya sendiri. Hanya saja ibu saya yang sudah terlanjur keluar dari agama islam. Dan orang tua pria tersebut kembali mengingatkan bahwa mereka dari keluarga besar pesantren. Yg ditakutkan mereka adalah bagaimana nanti kata masyarakat. ibu yang disalahkan apalagi bapa sudah tiada. Bagaimana tanggung jawab ibu nantinya. Ibu bukan tidak setuju. Tapi kita ini keluarga pesantren kamu tau nanti apa kata orang2. Dan ibu sudah bilang pilih pasangan yg kesatu turunan. Kedua agamanya begitu ucap beliau.

Yang ingin saya tanyakan ustadz :

1. Apa yg harus saya lakukan? Apa saya boleh berharap pada restu tersebut atau sebaiknya tinggalkan saja ustadz?

2. Apakah aturan keluarga tersebut termasuk ke salah satu syarat wajib untuk menikah dalam islam ustadz?

3. Kemungkinan resiko apa yang bakal terjadi jika kita betul-betul menikah dg keadaan seperti itu ustadz?

4. Bagaimana Menurut ustadz, jika benar orang2 di sekitar membicarakan kita? Apa yg harus dilakukan agar menangani masalah masyarakat sekitat tersebut?

Terima kasih ustadz, semoga terjawab mohon pencerahannya dan pendapatnya ustadz.

Wassalamu'alaikum.

JAWABAN

1. Sebaiknya tinggalkan saja. Ini salah satu cara dia membalas budi pada orang tua. Baca detail: Hukum Taat dan Berbakti pada Orang Tua

2. Tidak termasuk. Baca detail: Pernikahan Islam

3. Nama baik orang tua akan akan rusak.

4. Dengan cara menghindari hal yang akan menjadi perbincangan buruk masyarakat sekitar. Baca detail: Cara Memilih Jodoh

SUAMI PEMABUK


Assalamualaikum bapak/ibu,saya ingin sharing perihal rumah tangga saya.
Saya menikah sudah hampir 7 tahun,dari awal menikah sudah suami saya sudah bermasalah,mabuk judi dan perbuatan yg menjurus ke kriminal lainnya, saya mengetahuinya setelah beberapa bulan menikah,krna beliau jarang pulang,

Setelah dirembukkan beliau berjanji akan tobat dan meninggalkan semuanya,awalnya beliau komit dengan ucapannya,namun kini hal itu terulang lagi,malah mulai tidak jujur dan sering menzolimi orang dan tindakan menjurus kekriminal,

saya harus bagaimana pak/bu untuk menyikapinya,saya sendiri juga takut dan kwtr akan masalah yg nantinya timbul krna perbuatan suami saya,keluarga saya sudah sangat melarang saya ikut dengan suami saya krna perbuatannya itu,dan saya selalu ikut dengan suami saya untuk berpindah2 tempat tinggal karna menghindari orang2 yg mencari suami saya,saya capek pak/bu dengan kondisi begini,selalu saya berharap suami bisa berubah dan dia selalu berjanji namun tidak juga di wujudkan janjinya.Mohon masukannya pak/bu.
Nb: kami belum dikarunia anak dan wkt menikah juga bukan krna di jodohkan,karna kemauan berdua.
Terima kasih

Wassalam

JAWABAN

Anda dibolehkan memilih untuk bercerai atau tetap bertahan. Baca detail: Menyikapi Pasangan Selingkuh

JUMLAH TALAK


Assalamualaikum, pada Mei 2017 suami saya meminta cerai kepada saya karena dia berselingkuh, namun akhirnya kami rujuk kembali, kemudian pada Juli 2019 Suami Saya berselingkuh lagi dan meminta cerai lg kepada saya karena suruhan selingkuhannya, kemudian kami berbaikan lg, selanjutnya Agustus 2019 keluarga saya meminta kepastian pada suami saya untuk memilih dan dia bilang " yasudah bunda lepasin ayah saja". Jadi sudah talak berapakah sebenarnya kami ini? Terimakasih

JAWABAN

Suami itu menceraikan, bukan meminta cerai. Kalau seandainya dia meminta cerai pada istri, maka itu tidak jatuh talak. Tapi kalau suami menceraikan, seperti ucapan suami "Kamu saya ceraikan", maka jatuh talak. Apabila demikian, maka tidak jatuh talak sama sekali. Kalau suami ingin menceraikan istri, maka suami hendaknya mengucapkan pada istrinya: "Kamu saya cerai". Baca detail: Cerai dalam Islam

Thursday, June 11, 2020

Istriku Mencintai Pria Lain

ISTRI MENCINTAI PRIA LAIN

Assalamualaikum wr wb

saya ibu rumah tangga dengan 3 anak. saya sudah menjalin pernikahan selama 11 tahun. sebelum menikah saya dan suami sudah berpacaran selama 8 tahun. dan memang dalam pacaran itu saya memang merasa memiliki banyak sekali perbedaan. tapi saya mencoba utk menyesuaikan diri dan terus mengusahaan keselarasan kami. karena suami juga orang yg setia, meskipun sering terjadi perselisihan pemikiran diantara kami. dan jujur saya serinkali merasa tertekan, krn harus selalu mengikuti cara pikir suami saya.

saya pun selalu menjaga hati saya, hingga saat ini saya mencintai pria yg beristri, dan dia pun mencintai saya. latar belakang pernikahan mereka tanpa didasari rasa cinta, dan dia seringkali merasa tidak dihargai oleh istri. saya merasa nyaman saat bersama dg dia. kenyamanan yg tidak pernah saya dapatkan dari suami saya.

kami tahu hubungan ini sebenarnya tidak boleh berlanjut. tapi kami saling mencintai. dan kenyamanan saya ini juga karena saya banyak mendapatkan pengajaran ilmu agama darinya. saya haus akan bimbingan keagamaan yg saya dapatkan darinya, yg tidak saya dapatkan dari suami. hingga saya mencoba utk istikharoh....hingga 3x saya melakukan istikharoh, pilihan saya selalu condong pada pria lain ini...

tapi logika saya mengatakan kepada saya utk mempertahankan pernikahan kami. saya tidak tega dengan suami. karena sayapun juga sudah mencoba menyelamatkan pernikahan kami dengan melakukan diskusi dengan suami, dan suami berjanji akan berubah. tapi hati saya sudah terlanjur terisi dengan yang lain. dan karakter seseorang tidak dapat diubah, meskipun dia mengubah kebiasaannya. kalau utk anak2, saya yakin pria yg saya cintai ini pun bisa mencintai anak2 saya.

jadi mana yg mau saya pilih...apa yg harus saya lakukan? Pria lain ini tinggal menunggu jawaban dari saya. mohon petunjuknya

wassalamualaikum wr wb

JAWABAN

Saat anda menjadi istri orang, maka haram bagi anda untuk melakukan hubungan romantis dengan pria lain. Anda dan pria itu sama-sama telah melakukan dosa besar. Walaupun seandainya belum berzina. Baca detail: Takhbib Perusak Rumah Tangga Orang

Namun kalau anda bersikeras untuk menikah dengan pria tersebut, maka tidak ada jalan lain kecuali meminta cerai pada suami secara baik-baik. Alasan tidak cinta bisa menjadi alasan yg dibolehkan agama untk bercerai. Baca detail: Istri Minta Cerai karena Tak Cinta

Terlepas dari itu, berhati-hatilah bertemu dg pria yang merayu anda. Karena mereka umumnya hanya ingin menggoda anda dan setelah tujuan tercapai akan mencampakkan anda. Banyak cara pria menggoda wanita salahsatunya dg memakai keahlian yang dimiliki. Kemampuan agama pria itu bukan jaminan dia pria yg baik. Buktinya, dia tahu merayu dan mendekati istri orang itu haram besar, tapi toh dia melakukannya pada anda. Baca detail: Cara Memilih Jodoh

JODOH: LELAKI BERISTRI MENGAJAK NIKAH JANDA

Assalamualaikum wr wb.
Sebelumnya saya mohon maag mmberanikan diri saya mengirim ke email unt minta bantuan konsultasi prkawinan. Nama saya permpuan dn status saya cerai hidup sdh selama 4 tahun.

Saat ini ada laki2 yg mndekati saya mmibta saya bersedia unt jadi istrinya, tetapi status laki2 itu Masih memiliki istri sah scra hukum negara, namun sdh lebih dr 5 tahun sdh pisah ranjang dg istrinya dn masih serumah, rmh tgg nya tdk damai setp hari sell brtengkar. Laki2 tsb mminta saya unt jd istrinya dn aku di minta mnunggu sampe selesai proses cerai. Selm proses berlangsung laki2 yg suka sm sy sgt syg saya, dn brniat nikah siri dulu . saya setuju krn saya takut dosa hub kami ini. Krn dia prnh minta berhubungan layaknya suami istri. Saya takut dosa.

Apakah klo kami nikh siri boleh dan hukumnya sah semntara laki2 blm sah cerai dr istri nya scr hukum ? Saya mohin dg sngat jawaban, klo bisa sgra.. Sebelumnya saya sampaikn Trm kasih atas bntuannya

JAWABAN

Boleh menikah dengan pria beristri. Karena laki-laki dibolehkan menikah dengan satu wanita atau lebih. Baca detail: Hukum Poligami Tanpa Ijin Istri Pertama

dengan syarat, nikahnya sesuai dengan ketentuan syariat yang berlaku yaitu ada wali nikah, dua saksi dan ijab kabul (serah terima dari wali ke pengantin lelaki). Baca detail: Pernikahan Islam

ISTRI SIRI TANPA NAFKAH BATIN

Maaf sebelum nya saya ingi kosul dong pk ustad.

Bagaina ya saya ini sudah menilah ,menikah sirih , beliu sudah beristri...lma pernikhn sy kurng lbih sdh 5 thun...dgn keadaan sprti ini sya mkin kurng nymn dn tdk trpenuhi nfkh batin bhkn tdk ad...prtmuan kmi kdng 1 mnggu sx bhkn bs lbih...nafkh lhir ad tp nfkh bthin tdk ad...

bgaima tdkn yg hrus ku jlni..sdngkn mntan suami dr bpkny ank pun ngjk rujuk brstu kmbli....tp kdua blh pihk klurga sling tdk mnyetujui kmi kumpul kmbli...slh stu kndla kmi jg berbeda agama...kmi agm islm mntn suami agm kristen..jln mnkah yg hrus ku lkukn pk ustad...mhon jwbnya trimksih

JAWABAN

Jalan yang ideal adalah anda bercerai dengan suami yg sekarang, tapi tidak menikah dg mantan suami yg kristen itu.

Kalau setelah bercerai dg suami yg sekarang anda masih ingin menikah lagi, maka sebaiknya anda cari pria lain yg seagama. sebab nikah beda agama itu tidak sah apabila yg kristen adalah si pria. Kalau tidak sah artinya hubungan anda akan sama dg zina. Baca detail: Akad Nikah beda Agama

Selain seagama, kalau bisa cari pria yang tidak beristri, sama saja masih perjaka atau duda tidak masalah. Baca detail: Cara Memilih calon suami


Wednesday, June 10, 2020

Menyamakan Istri dengan Keluarga Suami Apa Termasuk Zihar?

MENYAMAKAN ISTRI DENGAN KELUARGANYA, APAKAH ZIHAR?

Assalamualaikum.

saya ada beberapa persoalan berkaitan dengan isu zihar.

satu hari kawan saya telah berjumpa dengan abang ipar saya (abang kepada isteri saya)

setelah itu saya menaiki kereta bersama kawan saya menuju ke kedai untuk minum.

semasa dalam kereta kami berbual-bual kosong. tiba-tiba kawan saya dalam nada agak

mengejek berkata "abang ipar ngko badan besar tapi takde bontot"

(maksudnyer abang kepada isteri saya badan besar tapi mempunyai punggung yang leper)

saya pun berkata " keluarga dia memang macam tue la". (maksudnya keluarga abang

ipar saya memang mempunyai punggung yang leper).

dalam situasi ini adakah saya telah melakukan zihar. padahal saya tidak berniat pun

untuk menziharkan isteri saya. mohon jawapan dari pihak ustaz. terima kasih

JAWABAN

Tidak termasuk zihar. Zihar itu terjadi apabila a) menyamakan istri dengan wanita kerabat istri yang ada hubungan mahram. Baca detail: Zihar

b) Zihar itu terjadi apabila diucapkan dalam bentuk pernyataan pada istri. Bukan saat suami bercerita. Sama saja bercerita di depan istri atau cerita pada orang lain. Sebab, apabila dalam konteks bercerita, maka tidak ada dampak hukumnya. Sama dengan cerita talak. Baca detail: Cerita Talak

RUMAH TANGGA: SUAMI SERING MENCERAIKAN SUDAH JATUH TALAK BERAPA?

Assalamualaikum wr.wb.

Ijin bertanya :
Saya dan suami sedang ada permasalahan rumah tangga, suami saya sudah beberapa kali menjatuhkan talak/membalikan saya kepada ibu saya :

1. Setelah melahirkan saya ada masalah, dan ketika itu saya bertengkar hebat, saya mendesak suami utk menceraikan akhirnya dlm keadaan emosi, suami saya memulangkan kepada ibu saya dgn niat cerai skaligus menenangkan diri dulu, berjalan 2 minggu kita rujuk

2. Setahun kebelakang kita ada masalah lagi, dan suami saya lontar berkata klw dia mau pisah dengan saya, tetapi berjalan beberapa waktu krg lebih 1 bln kita rujuk lagi karena kasian ada anak,

3. 2 mnggu kemaren lagi dan lagi kami bertengkar dan suami saya bilang "untuk saat ini saya tdk bisa bersama anda lagi" saya tegaskan maksudnya apa..?? Dia bilang cerai/pisah.
Masalahnya ketika dia mentalak itu, suami saya tdk mengetahui klw itu jatuh talak 3, dia mengira ini talak utk ke dua kalinya, saya pertegas ke suami ini talak 3, suami bilang ini talak baru 2x, dan akhirnya jelang beberapa hari suami menyadari bahwa itu talak ke 3, suami bilang apa boleh buat saya sudah menjatuhkan talak, meskipun ingin kembali dia takut dosa.

Pertanyaannya :
1. Sudah jatuh talak berapakah..??
2. Apakah talak 3 ada masa Iddah..?? Jika ada berapa lama dan apakah selama iddahnya itu kita bisa memperbaiki hubungan suami istri.
3. Apakah sudah dihitung talak ketika rujuk dlm masa iddah. Ataukah talak terhitung 1,2,3 setelah masa iddah beres.

Barokalloh.

JAWABAN

1. Dalam soal talak, ulama berbeda pendapat tentang kondisi yang berakibat jatuhnya talak. Untuk kasus no. 1, ada pendapat yg menyatakan bahwa talak dalam keadaan suami sedang emosi itu tidak jatuh talak. Baca detail: Talak saat Marah

Untuk kasus kedua, apabila suami menyatakan "Aku mau pisah" maka dalam syariat Islam itu tidak jatuh talak. Karena mengindikasikan 'rencana talak' di masa depan (future tense). Sedangkan yang sah adalah pernyataan talak yang harus berkonotasi di masa sekarang (present tense) seperti "Aku cerai kamu". Baca detail: Talak akan datang / masa depan

Untuk kasus ketiga, maka hukumnya jatuh talak karena ucapan talak kinayah itu disertai niat cerai.

Dengan demikian, maka pernyataan talak yang sah baru talak 1 yakni pernytaan terakhir dalam kasus ke-3.

2. Tidak perlu dijawab karena belum jatuh talak 3.

3. Ya, terhitung talak.
Baca detail: Cerai dalam Islam

POLIGAMI: INGIN MERAWAT SUAMI STROKE TIDAK DIIJINKAN ISTRI PERTAMA

Assalamualaikum
Sy wanita 40thn sdh tdk bekerja.. Sy menikah dgn suami 1 dan bercerai krn sy mencintai pria lain yg sdh beristri dan kami saling mencintai pdhal tdk ada yg merestui dr keluarga.. Dan suatu saat suami sy mendapat restu dr ortu perempuan sehingga kami menikah 2019 tetapi suami sy masih memiliki istri 1 dan telah meninggalkan selama 1 thn setelah sy menikah tiba2 suami sakit stroke dan sy yg sdh tdk bekerja kebingungan menghidupkan 3 anak dan hrs menjadi tulang punggung keluarga... Akhirnya suami sy bawa ke istri pertama maksudnya untuk sementara wkt smpe saya bekerja kembali... Ttpi istri 1 tdk terima dan krn sy kalut sy tggl pergi saja suami disana...

Setelah 1 minggu sy merasa menyesal dan ingin merawatnya kembali... Tetapi dr pihak keluarga suami dan istri pertama tdk memberikan izin juga warga diperumahan suami saya...

Mohon pencerahan dan penjelasan krn bagaimana pun sy masih ttp istri sah walaupun tdk tercatat dinegara... Apa dgn sy membawa suami saya dan merawatnya kembali sikap dan tindakan sy salah ??? Sy hanya ingin mengabdi sm suami...
Dan istri pertama blg kalo suami mau ikut saya silahkan dan blg jg bukan istrinya lg krn sdh dtgglkan 1thn tdk dinafkahi lahir batin.... Terima kasih.... Wassalammualaikum

JAWABAN

Tidak salah bagi istri untuk merawat suami yang sedang sakit. Walaupun anda istri siri. Karena dalam agama, tidak ada bedanya istri siri dan istri resmi. Baca detail: Hak dan Kewajiban Suami Istri

Namun demikian harus juga diingat, walaupun secara negara belum tercatat, pernikahan anda dan suami haruslah diketahui banyak orang. Minimal diketahui oleh tetangga sekitar agar tidak timbul fitnah dan dugaan yang buruk.


Tuesday, June 09, 2020

Diancam Bunuh Kalau Menikah


DIANCAM BUNUH AYAH KALAU MAKSA NIKAH


Assalamualaikum ustadz yang InsyaAllah selalu dirahmati Allah 🙏

Saya ukhti 20 tahun, InsyaAllah saya istiqamah untuk menikah dengan seorang akhi yang baik-baik dalam waktu dekat ini. Seorang pria dari keluarga baik, walaupun dia tidak hafal Al-Quran 30 Juzz, tapi dia mengerti kaidah Al-Quran dan selalu mengajak saya pada jalan ketakwaan. Dia yatim piatu, hidup nya sederhana tetapi mandiri. Sering membantu perekonomian keluarga saya bahkan membiayai sekolah adik saya.

Kami sudah kenal 2 tahun dan mantap istiqamah untuk menikah tahun ini. Rencana pernikahan ini sudah saya sampaikan kepada kedua orang tua saya jauh hari sekitar 10 bulan yang lalu.

Ayah saya diluar kota, beliau meninggalkan kami 3 tahun lalu tanpa sebab yang masuk akal. Dan sudah 2 tahun lebih tidak menafkahi ibu saya lahir bathin, tetapi belum ada kata talak sampai saat ini. Ibu saya pernah menikah siri dengan seorang pria dan sudah berbaur. Pernikahan siri ini tidak diberitahukan kepada ayah saya yang saat itu masih berstatus suami sah ibu dan pada kakek saya yang jelas adalah wali hakim dah dan utama. Dari Al-Quran saya tau kalau ibu saya sudah melakukan dosa terbesar.

Saya seorang penyiar radio, yang jadwal on air nya tengah malam membawakan berita. Biasanya saya pulang lewat tengah malam sekitar jam 2 malam. Dan calon suami saya inilah yang selalu mengantarkan saya pulang kerumah, karena tidak ada yang bisa menjemput saya jam segitu. Adik saya masih kecil dan harus bersekolah besoknya. Akibat pekerjaan saya ini, saya di cap wanita tidak benar oleh keluarga besar dan orang-orang sesuku kami bahkan masyarakat sekitar. Mereka menganggap saya ini wanita malam.

Awalnya ibu saya risih dengan rumor itu. Tapi lama-lama terbiasa dan tidak ambil pusing. Tapi akhir2 ini, ibu saya mulai khawatir, sering marah2 tidak jelas.

Minggu lalu, saat saya sedang di studio siaran, saya menghubungi ayah saya dan bertanya perihal restu untuk menikah untuk yang kedua kalinya. Saat itu pun sama seperti 10 bulan lalu, Ayah saya merestui dan tidak masalah untuk diwakilkan pada wali hakim, karna kondisi keuangan kami saat ini tidak memadai. Hanya cukup untuk melangsungkan pernikahan sederhana di kantor KUA.

Malam itu setelah menghubungi ayah, saya dijemput calon suami saya dan diantar pulang. Ban motor bocor di tengah jalan dan kebetulan jarak rumah calon suami saya lebih dekat (hanya 5 menit) daripada rumah saya (45 menit). Tidak ada bengkel yang buka tengah malam itu. Jadi demi keamanan saya minta izin kepada ibu saya untuk menumpang malam itu di rumah calon suami saya. Tidak ada rumah kerabat atau teman wanita saya disekitar situ. Saya menelpon kembali ayah saya untuk minta izin namun sudah tidak bisa dihubungi. Ibu saya mengizinkan, dengan syarat tidak boleh macam2 dan harus kembali secepatnya.

Calon suami saya tinggal sendiri di rumah kontrakan. Kami melapor pada pak RT, dan saya lihat pak RT juga tidak punya kendaraan.

Saya tidur di ruang shalat, sementara calon suami saya tetap di kamar nya. Singkat cerita, pagi itu kami mencari bengkel sambil mendorong motor dan baru bertemu sebuah bengkel saat siang hari. Saya memberitahu ibu saya sedang di bengkel dan ibu saya bilang cepat pulang. Saya kembali ke rmh saat siang hari itu juga dan sampainya di rumah, saya dimarahi habis-habisan oleh ibu.

Ibu saya menghubungi dan melapor pada ayah saya, yang sebelum nya bahkan jika saya menyinggung soal ayah, ibu langsung marah.

Saya diadukan tidak bisa di didik, pembangkang, suka pulang subuh dan berani tidur di rmh laki2.

Saya bingung, kenapa ibu jadi begitu. Padahal semalam ibu mengizinkan.

Ayah saya naik pitam, saya dimarahi habis-habisan dan saat itu juga saya tidak direstui untuk menikah dengan calon suami saya dengan alasan sudah mencemarkan nama keluarga. Sontak saya langsung menangis. Saya minta maaf pada ayah saya, yang bahkan saya sendiri tidak tau apa salah saya.

Ibu bilang, beliau sudah tidak kuat mendidik saya, padahal selama ini saya dekat dengan ibu, tidak pernah melihat ibu mengeluh tentang saya dan selalu menurut pada ibu.

Ayah berpesan jika saya berani menikah dengan calon suami saya dibelakang beliau. Ayah akan melaknat saya seumur hidup dan pulang untuk membunuh saya dan calon suami saya.


Pertanyaan saya ustadz :

1. Saat saya sudah mantap istiqamah dan menikah semata untuk mencapai kesempurnaan ibadah hanya kepada Allah, karna saya tau suami adalah kunci surga seorang istri. Tapi niat baik saya terhalangi. Apa yang harus saya lakukan ustadz?

2. Calon suami saya memang orang sederhana. Bukan pria kaya. Dia bilang bersabarlah, lakukan ibadah wajib dan sunnah mu lebih baik dan lebih banyak dari biasanya selama 40 hari agar Allah menolong kami. Apa benar ustadz?

3. Awalnya direstui, tapi hanya karena mendengar gossip tidak benar yang beredar tentang saya, akhirnya tidak direstui. Bahkan ayah tega akan membunuh saya ustadz. Apakah hal ini dibenarkan?

4. Apakah saya boleh menikah tanpa izin orang tua saya ustadz?

Mohon bantuannya ustadz

Terimakasih, wassalamu 'alaikum.

JAWABAN

1. Idealnya, carilah jodoh yang cocok menurut anda dan sekaligus direstui oleh orang tua. Karena, menikah itu bukan hanya kehidupan antara dua individu, tapi juga terkait dengan banyak orang lain terutama orang tua kedua mempelai.

2. Tidak benar. Tidak ada jaminan pertolongan akan datang setelah beribadah 40 hari seperti yang disebutkan. Namun, memang tidak ada salahnya kita berdoa dan berusaha untuk mencapai harapan tapi pada waktu yang sama tidak boleh terlalu berharap. Setelah usaha maksimal, yang kita lakukan adalah tawakal (pasrah) pada Allah.

3. Tidak dibenarkan dari sisi si ayah. Namun kalau ancaman itu nyata, maka anda perlu betul-betul mempertimbangkan untuk nekat melanjutkan hubungan. Karena, menjaga dan memelihara keselamatan jiwa itu harus didahulukan dari apapun.

4. Secara agama, kalau ayah tidak mengijinkan, maka anak perempuan boleh menikah dengan wali hakim. Baca detail: Menikah dengan Wali Hakim

Dan itu tidak dianggap durhaka. Baca detail: Batasan Taat Dan Durhaka Pada Orang Tua

Namun, ancaman bunuh dari orang tua itu harus menjadi pemikiran anda untuk hati-hati dan kalau bisa mengikuti anjuran beliau.

Aku Antar ke Orangtuamu, Apa Jatuh Talak?

RUMAH TANGGA: AKU ANTARKAN KE ORANGTUAMU, APA JATUH TALAK?


Assalamualaikum wr.wb...
Pa ustad apa hukum nya bila suami saya beberapa kali mengatakan.. Aku antarkan kamu ke rumah orang tua mu
Karena pada saat itu saya bertengkar dengan suami saya dan saya menangis hingga suami saya marah. Dan suami beberapa kali mengatakan jika kamu terus menangis tidak mau berhenti
1. Aku antarkan kamu kerumah orang tuamu
2. Cepat pilih aku atau ibumu... Jika kamu ingin ikut denganku kamu harus nurut sama aku. Padahal pas berterkar aku sama sekali tidak mengadu sama orangtua
3.suami mengucapkan terserah apakah sudah jatuh talak...
Beberapa jam kami baikan lagi dan saya langsung menanyakan apa mksd nya kamu mengucapkan semua itu, apa ada maksud untuk memceraikan saya? Suami menjawab tidak ada niat untuk menceraikan kamu..
4.suami pernah mengatakan pisah atuh kalau siang mah tidur nya kamu di kamar malu sama orang, pada saat itu kami sedang melihat tv sambil tiduran di ruang tamu, apakah dari no 4 sudah jatuh talak.. Karena ada kata pisah nya?
Mohon di bantu pa ustad... Apakah dari cerita di atas saya sudah jatuh talak??
Wassalamualaikum wr.wb

JAWABAN

1. Itu masuk talak kinayah. Baru jatuh talak apabila disertai niat cerai dari suami. Kalau tidak ada niat, maka tidak jatuh.

2. Sama, itu termasuk talak kinayah.

3. Tidak jatuh talak.

4. Kata pisah kalau diucapkan di luar konteks talak tidak ada dampak apapun. Alias tidak jatuh talak.
Baca detail: Cerai dalam Islam

Baca juga: Talak Sharih dan Kinayah


RUMAH TANGGA: SUAMI SERING KE RUMAH MANTAN ISTRI


Assalamualaikum Wr.Wb saya wanita umur 34 tahun ibu dari 2 org putra n putri...saya bersuami dengan seorang duda cerai hidup dan mempunyai 2 anak...10 tahun dr awal berumah tangga kami LDRan..saya di.medan n suami di jkta...n mantan istri nya di jakarta juga...

yg ingin saya tanyakan apa hukum nya bila suami saya masih berhubungan dengan mantan istri nya dengan dalih urusan anak2...yg bkin saya marah adalah berkali2 suami saya bohong dengan saya...dibelakang saya sering ketemu jalan bareng bahkan beberapa kali sampe pijit di rumah mantan istrinya meskipun sama tukang urut pijit nya...n yg lebih bikin sakit hati selalu membanding2kan sayan dengan mantan istri nya bahkan dibilang mantan istri nya lebih baik...sakit rsanya digitukan suami...

apa yg haris saya lakukan...kadang saya gak kuat dengan ini smua plgi suami cuek dengan anak2 saya....dan pernah saya kasih solusi untuk beliau pindah ke medan kampung halaman nya tapi beliau menolak...trima kasih...

JAWABAN

Menurut hukum agama, dalam kondisi semacam itu anda dibolehkan untuk memilih antara tetap bertahan atau berpisah. Kalau bertahan, maka anda harus bersabar dengan kondisi tersebut karena itu di luar kemampuan anda untuk merubah kebiasaan orang lain (suami). Baca detail: Menyikapi Pasangan Selingkuh


JODOH: ORANG TUA TAK MERESTUI


Assalamualaikum uztad.
Saya mau meminta solusi kepada uztad
Uztad saya telah menjalin hubungan dengan lelaki, tapi awal perjumpaan orangtua saya tidak setuju dengan lelaki tersebut disebabkan dengan keadaan fisik tapi perlahan lahan saya menyakinkan kepada orangtua saya dan alhamdulillah merestui. Beberapa bulan kemudian lelaki itu meminta restu untuk melanjutkan hubungan ini kejenjang suci yaitu pernikahan tapi semua itu terkendala dengan tidak adanya restu dari orangtua lelaki.

Beberapa bulan lalu saya sempat selisih paham sama adiknya, sampai masalah ini sampai ke pihak ortu lelaki. Dan orangtua lelaki berusaha menjodohkan lelaki itu dengan wanita pilihan ibunya tapi lelaki itu berusaha menolak dan memilih saya. Hampir setiap hari wanita datang silih ganti untuk lelaki itu.

Dan sekarang lelaki itu sedang berjuang meminta restu ibunya
Menurut uztad bagaimana? Apakah saya harus bertahan atau bagaimana uztad saya takut salah langkah.
Kejadian itu membuat saya trauma berat.

Mohon solusinya uztad
Wassalam

JAWABAN

Kalau orangtua lelaki itu tidak setuju, sebaiknya anda mundur. Karena pernikahan akan sulit berjalan dengan harmonis tanpa adanya persetujuan orang tua. Terutama apabila si lelaki masih bergantung hidupnya pada orang tua secara finansial ataupun rumah.

Idealnya, anda mencari pasangan yang baik dan mendapat restu dari kedua orang tua. Baca detail: Cara Mendapat Jodoh

NIKAH HAMIL ZINA


Assalamualaikum wr wb

Saya mau bertanya ,seorang perempuan hamil di luar nikah, dan menikah dengan laki laki yg menghamili nya,tapi anak yang di kandung meninggal, dan sekarang memiliki anak lagi . Yang saya tanya kan
1.apakah nikah nya sah ?
2. Apakah anak yg kedua dan seterusnya nya anak yang sah dalam pernikahan ?
Mohon penjelasannya ..

Wassalamualaikum wr wb

JAWABAN

1. Nikahnya sah. Baca detail: Menikahi Wanita Hamil Zina, Bolehkah?

Asalkan nikahnya memenuhi syarat dan rukun nikah. Baca detail: Pernikahan Islam

2. Ya, sah. Karena nikahnya sah, maka anak yang dihasilkan dari pernikahan itu juga sah.

Sunday, June 07, 2020

Sumpah Ibu Kandung, Apakah Terkabul?

SUMPAH IBU KANDUNG, APAKAH TERKABUL?


Assalamualaikum,wr,wrb Ustadz,

Perkenalkan saya anak pertama dari 3 bersaudara, saya baru saja menyelesaikan strata 1 dan sekarang sedang mencari pekerjaan. Adik kedua saya telah bekerja setelah selesai dari sekolah menengah dan adik terakhir saya kelas 6 SD. Bulan April kemarin ayah saya meninggal dunia, dan semenjak itu ibu saya berubah. Ibu saya semakin sering kasar berbicara kepada saya dan adik saya yg ke 3, Adik saya yang ke 2 tinggal di tempat kerja.Ibu saya bekerja di salah satu kantin di polda daerah saya, beliau selalu mengeluh capek dan bilang ke saya kamu percuma sarjana, tapi tidak berguna. Padahal saya sudah mencari dan mengirim berkas lamaran ke perusahaan2 lain.

Ibu saya selalu menelpon dengan laki-laki yang merupakan suami orang pada tengah malam, saya pernah menegur tapi beliau bilang kamu ini tidak bisa melihat orang tuamu senang, saya sumpahi kamu tidak akan bisa dapat kerja, walaupun kamu sholat sampai jidat kamu hitam tapi sikap kamu ke ibu begitu, hati saya sangat sakit ustadz padahal saya menyampaikan bahwa yang dilakukan itu salah. Ibu saya tidak mengenal Allah lagi, sy tidak melihatnya shalat dan mengaji lagi. Beliau habiskan waktu untuk asyik main handphone dan menelpon dengan orang lain. Suatu hari, ibu saya pergi bertemu dengan laki-laki lain, beliau berbohong katanya akan pergi bersama tante saya. Setelah pulang dari bertemu lelaki tersebut hp ibu saya hilang, beliau menangis tersedu-sedu seperti mau gila. Tapi beliau masih punya satu hp nokia yang hanya bisa dipakai menelpon dan sms, saya baca smsnya bahwa ibu saya baru saja memberi uang kepada laki2 tsb. Karena disitu saya sangat emosi. saya marah ke ibu saya, ibu saya menyangkal tapi saya minta untuk menelpon orang tsb ibu saya tidak mau. Ibu saya menyumpahi saya lagi. beliau bilang anak setan, anak kurang ajar, kamu berani marahi saya seperti saya ini budakmu. Saya mengakui saya salah dikarenakan pada saat itu saya dalam keadaan emosi.Ibu saya selalu bilang ke keluarga. bahwa saya tidak berguna. Walaupun saya tidak bisa memberikan ibu saya dalam bentuk materi, tapi segala apapun urusan rumah selalu saya yang mengerjakan. Mengantar adik kesekolah. mengantar dan menjemput ibu saya. Saya merasa saya diperlakukan tidak adil ustadz, saya hanya bisa menangis dan berdoa.

yang saya mau tanyakan ustadz
1. Apa benar sumpah ibu saya akan terkabul, karena sampai saat ini saya masih belum mendapatkan pekerjaan?Dan apa yang harus saya lakukan agar sumpah ibu saya tidak menjadi kenyataan?

2. Apa yang harus saya lakukan ustadz saat ibu saya marah?saya tidak bisa menahan rasa sakit atas kata2 yang diucapkan ke sayasaya pernah berpikir untuk pergi dari rumah tapi adik ke 3 saya tidak punya sandaran, krn adik saya juga selalu di marahi ibu saya dan hanya dekat ke saya.

3. Apa kah jika saya meminta Ampun kepada Allah lsetelah saya tidak bisa mengendalikan emosi kepada ibu saya, dosa saya akan diampuni dan kehidupan saya berjalan baik?

Demikian pertanyaan saya, mohon kiranya pak ustad dapat memberikan nasehat untuk saya agar saya tidak salah jalan. Terima kasih atas perhatiannya..

Wassalamualaikum wr wb,

JAWABAN

1. Tidak akan terkabul. Doa yang terkabul adalah apabila dia dalam kondisi terzalimi. Baca detail: Kutukan (Sumpah) dalam Islam

Bahwa sekarang anda belum mendapat kerjaan itu bukan tanda doa terkabul. Di luar sana banyak orang yang belum dapat kerja padahal sudah didoakan kedua orangtuanya.

2. Bersabar dan hindari terlalu sering berkomunikasi. Berbicaralah dengan beliau seperlunya.

3. Akan diampuni. Baca detail: Cara Taubat Nasuha


TIDAK SENGAJA MENGHINA ALLAH


Assalamuallaikum,Semoga Allah S.W.T me-Rahmati anda,Saya mau bertanya pak ustadz,Saya di timpah keliruan dan ketidak sengajaan berucap tanpa ada niattan menghina atau yang lainnya,Pertanyaan saya,saya pernah sedang membaca ayat allah tetapi setelah membaca ayat allah ada kata berucap menyebut makanan seperti contoh nya maaf,ikro bismirob bikalldi holaq,Setelah beres membaca ayat tersebut saya mengucapkan kata dari makanan,Saya baru sadar dan saya tidak tau,apakah itu termasuk dari menghina dan memperolok olok ayat ayat allah,Tetapi saya tidak ada niattan mengolok-olok atau pun menghina,Hanya saja saya Kelepasan atau ketidak sengajaan menyebut kata tersebut tanpa ada niattan tersebut,Dan sekarang saya baru menyadari dan saya di timpah keliruan.Mohon jawaban dan solusinya pak ustadz,Terimakasih

JAWABAN

Tidak masalah. Anda tidak masuk dalam kategori menghina apalagi mengolok-olok. Jadi, tidak ada efek hukum apapun bagi anda. Baca detail: Penyebab Murtad

Baca juga: Hukum Melakukan Perkara Haram karena Tidak Tahu

BERCANDA DENGAN MEMAKAI TOKOH MALAIKAT RAQIB ATID


Assalamu'alaikum pak ustadz, saya mau bertanya masalah bersanda gurau, suatu hari saya membaca cerita yang cukup lucu, ceritnya tentang kkn di desa penari yg lagi viral, tapi dibuat humor dengan memperlihatkan sudut pandang malaikat raqib sama atid, bahasanya cukup lucu, dimana malaikat mencatat dosa2 yang dilakukan karakter tapi dengan bahasa yang lucu seper "seperti astagfirullah si widya dan nur gibah, apakah perlu dicatat?" Apakah ini termasuk bergurau yang salah dan meghina? Jazakallah khoir pak ustadz

JAWABAN

Tidak termasuk menghina apabila: a) tidak ada niat menghina; b) apabila yang bersangkutan masih tetap percaya pada syariat Islam, dan c) apabila masih meyakini adanya para malaikat Allah. Karena, percaya pada malaikat termasuk bagian dari rukun iman. Baca detail: Penyebab Murtad