Showing posts with label Konsultasi Syariah. Show all posts
Showing posts with label Konsultasi Syariah. Show all posts

Friday, September 24, 2021

Cara terbaik menasihati teman agar tiidak marah

SAHABAT YANG MARAH SAAT DIINGATKAN

Assalamualaikum Pak Ustadz, saya laki-laki bersahabat dengan dua orang, laki-laki & perempuan. Nah, sahabat saya yg laki-laki beberapa tahun belakangan seringkali mengupload foto-foto dirinya yg kurang pantas di media sosial, misalnya pamer paha, shirtless di bathup, dan lain sebagainya.

Saya & sahabat saya yg perempuan tentu agak risih ketika sahabat dekat kami berperilaku demikian hanya untuk sekedar mencari popularitas di media sosial. Bahkan sebagian besar yg komentar adalah sesama laki-laki dengan bahasa yg vulgar & tidak pantas. Awalnya kami diamkan karena merasa tidak enak untuk menegur.

Namun kelamaan, karena kami khawatir perilakunya semakin menjadi & takut dia terjerumus, maka kami tegur hanya untuk sekedar mengingatkan agar tidak semakin terlampau jauh.

Tapi di luar dugaan, dia marah. Bahkan lebih marah dari kami. Dia bilang jangan suka mencampuri urusan orang lain. Urus saja urusan masing-masing. Mungkin kami memang bukan keluarganya, hanya sekedar sahabat. Namun kami berpikir, mungkin kami diutus oleh Allah SWT untuk mengingatkan dia, karena kamilah yg mampu memantau media sosialnya, sementara keluarganya (misal ayah ibunya) tak memiliki akun media sosial apapun. Jadi bagaimana mereka bisa tahu apa yg terjadi dengan perlilaku anaknya.

1. Bagaimana pandangan Pak Ustadz mengenai hal ini? Apakah memang kami yang salah mencampuri urusan pribadinya? Atau seperti apa? Terima kasih.

JAWABAN

1. Apa yang anda lakukan adalah bentuk amar makruf nahi munkar (menyeru kebaikan dan mencegah kemungkaran). Itu sudah baik. Namun tugas kita adalah mengingatkan. Bukan memaksakan. Jadi, setelah anda beri peringatan satu kali, itu sudah cukup. Tidak perlu dipaksa. Dan anda sudah terbebas dari dosa. Lain kali, ada baiknya saat mengingatkan orang yang usianya sejajar untuk meminta maaf terlebih dahulu. Karena secara psikologis, sadara atau tidak, pemberi nasihat itu meletakkan dirinya satu level di atas orang yang diberi nasihat. Sehingga yang diberi nasihat merasa diposisikan satu level di bawah pemberi nasihat. Itulah fungsi meminta maaf terlebih dahulu. Baca juga: http://www.konsultasisyariah.in/2016/12/amar-makruf-nahi-munkar-imam-nawawi.html'

RUMAH TANGGA: SUAMI TIDAK BEKERJA

Assalamu'alaikum...
Saya seorang istri yang telah menikah selama setahun & belum mempunyai anak.
Sebelum mulai konsultasi, izinkan saya menceritakan secara latar belakang rumah tangga kami. Pernikahan kami berawal dari perjodohan. Suami saya lebih tua 17 tahun dari saya & saat meminang, suami saya telah berhenti dari pekerjaannya & berencana memulai usaha.

Setelah menikah, suami meminta saya untuk berhenti kerja agar dapat membantunya untuk memulai usaha & akhirnya saya iyakan setelah melalui diskusi panjang.

Kondisi kami berdua yang tidak bekerja, belum memulai usaha, hidup mengandalkan uang tabungan & menumpang di rumah mertua membuat orang tua saya kecewa pada suami yang dianggap melalaikan kewajibannya mencari nafkah. Orang tua saya kerap melampiaskan kemarahannya pada saya & enggan bertemu suami serta keluarganya (terutama setelah setahun pernikahan suami belum juga merintis usaha).

Saya jadi takut berkomunikasi dengan keluarga saya.

Kondisi ini membuat saya frustasi dan jenuh. Saya kerap menangis dan marah pada suami. Saya kerap komplain, sampai kapan saya terus menghindari keluarga saya.
Namun, di akhir pertengkaran suami selalu berhasil meyakinkan saya untuk tetap bersyukur karena masih dapat memenuhi kebutuhan hidup, serta sabar karena dalam memulai usaha tidak bisa dilakukan dengan instan dan saya tidak perlu mengambil hati dari ucapan yang kurang nyaman didengar.

1. Apakah tindakan suami ini dapat dibenarkan atau saya yang kurang sabar & bersyukur. Mohon sarannya, bagaimana keluar dari permasalahan ini. Saya sudah kehabisan cara membujuk suami agar giat mencari nafkah.

Terima kasih atas perhatiannya.
Wassalamua'laikum Wr. Wb.

JAWABAN

1. Tugas suami adalah memberi nafkah. Kalau itu sudah terpenuhi, walaupun tanpa bekerja, maka itu sudah cukup. Namun kalau hal itu sampai membuat suami menguras tabungan istri, maka itu tidak diperbolehkan. Dan anda bisa meminta ijin suami untuk bekerja lagi dan meminta suami untuk secepatnya bekerja agar dapat menafkahi. Baca detail: Hak dan Kewajiban Suami Istri

SUAMI SELINGKUH DAN PERILAKU KASAR

Assalamualaikum
Sy ingin bertanya masalah rumah tangga sy. Sy sudah menikah selama 5 thn dan usia sy sekarang 25 thn. Saya sdh mempunyai 2 anak.
Sy menikah dengan suami sy karena melihat agamanya, dia ahli ibadah, sering berpuasa sunnah, juga mmbaca qur'an. Saat menikah dulu dia seorang pengangguran, kami menikah secara sederhana. Sampai anak sy yg pertama lahir suami sy msih nganggur dan sy bekerja.

Setelah suami sy dpt pekrjaan sy brhnti kerja. Alhamdulillah suami sy naik pangkat dan mndapatkan gaji yang lumayan besar. Tapi kemudian suami sy berselingkuh dengan teman kerjanya yang masih bersuami dan berbeda keyakinan, sampai sy hamil anak kedua dan dia menuduh sy berzina. Padahal sy tdk pernah keluar rumah tanpa izinya. Suami sy sudah 2 tahun berselingkuh dan perlakunya kasar terhadap sy.

Dan sekarang wanita itu hamil tapi suami sy tidak bisa menikahi dia krn msih Terikat pernikahan dgn suami dan berbeda agama. semenjak kejadian itu sy tinggal bersama nenek karena takut pd perlakuan kasar suami sy. 3 hari yg lalu suami sy mengajak sy pulang tapi dengan ancaman. Sy menolak karena takut, kemudian dia mengancam tidak akan menafkahi sy lagi.

1. Yang ingin sy tanyakan apa yang harus sy lakukan, apakah cerai adalah pilihan terbaik karena suami sy tdk mau berhenti berzinah dan selalu mendzolimi sy ?.
Terima kasih
Wassalamualaikum wr.wb.

JAWABAN

1. Secara aturan hukum agama maupun hukum negara, apabila suami melakukan hal-hal di atas (perselingkuhan, kekerasan), maka istri dapat melakukan gugat cerai ke pengadilan agama. Tapi itu pilihan. Anda bisa saja tetap bersamanya kalau anda masih mencintainya.
Baca detail:
- Menyikapi Pasangan Selingkuh
- Istri Minta Cerai karena Tidak Cinta

CARA MEYAKINKAN ORANG TUA BAHWA ADAT WETON ITU TIDAK BENAR

Assalamualaikum warahmatullahiwabarokatuh
Selamat malam ustad,
Saya ingin berkonsultasi tentang adat jawa yang sudah sangat melekat pada masyarakat terutama didaerah pedesaan.

Saya mempunyai pacar dan kami saling menyayangi namun kendala kita adalah menurut perhitungan orangtua kami masing2 weton kami tidak cocok dan apabila tetap dilanjutkan akan ada yg meninggal entah kita atau saudara kita.

Jujur saya tidak percaya hal ini karena saya pun percaya dengan agama saya tidak ada syarat dalam nikah seperti ini.

1. Namun yang menjadi boomerangnya adalah meyakinkan orangtua yang adat jawanya sudah mendarah daging.. bagaimana ustad? Kalaupun saya berkonsultasi dengan ustad didaerah saya merekapun sama menggunakan perhitungan weton. Saya tidak mau menyakiti hati orangtua hanya karena masalah lelaki, tapi saya pun tidak mau mengikuti adat ini. Saya masih ingin memperjuangkannya. Lalu apa yang harus saya lakukan.

Terima kasih ustad, saya berharap bisa dibales konsultasi saya ini.
Waalaikumsalam warahmatullahiwabarokatuh

JAWABAN

1. Meyakinkan orang tua yang konservatif pada adat memang tidak mudah. Anda sendiri tidak akan atau sulit untuk dapat meyakinkan mereka. Yang bisa anda lakukan adalah mencari ustadz atau tokoh setempat yang seide dengan anda untuk meyakinkan orang tua bahwa tradisi mitos itu adalah tidak benar. Bukan hanya tidak benar, bahkan mempercayainya termasuk berdosa karena itu sama dengan percaya ramalan. Baca detail: Percaya Ramalan dalam Islam

MENIKAHI WANITA YANG DIHAMILI

assalamualaikum... mohon saran'nya.. saya menjalin hubungan dengan seorang wanita yg sedang proses cerai dengan suami'nya dan belum ada putusan dari pengadilan agama... akan tetapi dia sekarang hamil karena perbuatan saya.. apakah boleh saya menikahi dia secara siri dahulu sebelum menikahi'nya secara sah.. mohon bantuan informasinya.. sebelum'nya terima kasih... jujur kita berdua sudah saling mencintai dan ingin sesegera mungkin menikah.. mohon bantuannya dan dahlil dari ini semua..

JAWABAN

Apabila suami belum menceraikannya secara lisan, maka anda harus menunggu sampai ada keputusan cerai dari pengadilan. Namun, kalau suami sudah menceraikannya secara lisan, dan perceraian itu sudah habis masa iddahnya, maka anda dapat menikahinya secara siri. Baca detail: Cerai dalam Islam

Penerbit kitab yang belum terkontaminasi wahabi

PENERBIT KITAB YANG BELUM TERKONTAMINASI WAHABI

Assalamualaikum Wr. Wb

Saya baru beberapa bulan saja tertarik ingin sekali belajar Agama dan memperdalam pengetahuan seputarnya, sekaligus juga punya mimpi dan cita-cita ingin sekali mengerti dan menguasai lautan ilmu dari sumber yang ada pada kitab. sewaktu mencari-cari referensi kitab untuk saya bookmark dan berikutnya mudah-mudahan bisa saya miliki, kemudian saya mencoba mencari tahu kondisi dari percetakan-percetakan, dan salahsatunya saya mendapatkan tulisan seperti artikel ini: Daftar kitab salaf yang dirubah Wahabi

terusterang saya jadi hawatir, sedangkan kebanyakan toko-toko kitab online yang saya temukan yang dicetak dari timur tengah seolah-olah ada kaitannya dengan beberapa konten tulisan yang disebutkan, sedangkan kualitas cetakan yang dari timur tengah katanya sangat nyaman untuk digunakan, misal seperti pada link toko berikut:

disana ada beberapa yang dianggap tokoh, misal seperti yang dikatakan oleh link ini (misal tim Ta'Liq nya):


saya mohon pencerahan dan arahannya, jika saya sesekali mau membeli kitab-kitab rujukan yang inti-inti tersebut seperti fathul bari dan lainnya, ke toko apa (terutama toko online)? dan atau yang dicetak oleh percetakan apa?, sehingga saya tidak terjebak dalam kehawatiran tadi.

Terimakasih sebelumnya.
wassalamualaikum.

JAWABAN

Agak sulit mencari kitab yang tak terjamah oleh tangan Wahabi. Karena, dengan uang petrodolar yang tak terbatas mereka mampu membeli berbagai penerbitan kitab di timur tengah sebagaimana mereka juga membeli situs-situs Islam populer yang asalnya milik Ahlussunnah Wal Jamaah seperti Darul Kutub Al-Ilmiyah (DKI), Beirut.

Oleh karena itu, kami anjurkan anda untuk membeli kitab yang diinginkan dengan cara datang ke toko kitab terdekat dan membuka-buka dulu isinya. Apakah di situ sudah ada sisipan tulisan ulama Wahabi atau tidak. Kalau belum ada, maka itu bisa dibeli.

Walaupun tidak ada sisipan tulisan ulama Wahabi, namun kalangan aktivis Wahabi terkadang menghapus atau merubah sebagian redaksi dalam sebuah kitab. Lihat misalnya: http://www.nu.or.id/post/read/18914/penerbit-wahabi-hapus-pembahasan-tentang-tawashul

Untuk mengatasi hal ini, kita bisa membaca hasil koreksi dari ulama-ulama Ahlussunnah atas kitab-kitab yang sedang anda baca atau membandingkan kitab tersebut dengan kitab-kitab kuno yang ada di internet dalam bentuk scanning seperti sebagian tersimpan di archive.org dalam bentuk manuskrip (makhtutat).

Baca juga:
- Daftar kitab salaf yang dirubah Wahabi
- Kitab salaf yang dipalsu Wahabi

PEZINA HARUS DIRAJAM DI DUNIA UNTUK MENGHAPUS DOSA?

assalamu'alaikum ustad, saya mau bertanya. apakah seorang pezina wajib di hukum razam di dunia untuk menghapus dosanya?
mohon bimbingannya ustad, terima kasih
wassalamu'alaikum.wr.wb

JAWABAN

Tidak harus. Hukum rajam hanya berlaku di negara yang menganut sistem tersebut. Dan sekarang tidak ada satupun negara yang memberlakukan hukum rajam bagi pelaku zina kecuali di Afghanistan.

Pelaku zina malah dianjurkan untuk merahasiakan dosanya tersebut dan bertaubat nasuha dengan benar. Maka, insyaAllah Allah akan memaafkan dosanya. Baca detail: Cara Taubat Nasuha

MENGUBAH HUKUM ALLAH

Assalaamualaikum Ustadz,

Permisi ada yang ingin saya tanyakan, yakni:

1). Jika saya mengucapkan "tidak boleh" pada diri sendiri (sampai terucap) saat merasa malas2x-an dalam membaca artikel Islami (ucapan tersebut diungkapkan untuk menyemangati diri sendiri), apakah hal tersebut dikatakan mengubah hukum Allah?

2). Jika kita menganggap dalam hati (tidak sampai terucap) bahwa ucapan "astaga" harusnya adalah "Astagfirullaah / Astagfirullaahaladziim" (setelah mendengarkan teman mengucapkan "astaga"), apakah hal tersebut dikatakan mengubah hukum Allah?

3). Jika jawaban dari salah satu atau kedua pertanyaan di atas adalah "iya" sementara baru tahu akan hal tersebut (sebelumnya tidak tahu), apakah kita wajib membaca dua kalimat syahadat kembali?

4). Seperti apa batasan dari "mengubah hukum Allah" yang mana akan menyebabkan seseorang menjadi murtad? Mohon pencerahannya.

Terima kasih.

JAWABAN

1. Tidak.

2. Tidak. Astaga sudah menjadi ucapan bahasa Indonesia. Sangat sedikit orang yang tahu itu berasal dari istighfar.

3. --

4. Apabila mengharamkan yang halal dan menghalalkan yang haram. Baca detail: Penyebab murtad

HUTANG KE ORANG TUA PAKAI BUNGA

Assalamualaikum

Mau bertanya hukum utang ke orang tua tetapi dengan adanya bunga saat membayar utang

Bagaimana hukumny menurut islam

Terima kasih
Wassalam mualaikm

JAWABAN

Yang wajib dibayar adalah hutang pokok. Bunganya tidak wajib dibayar karena itu haram. Baca detail: Hutang dalam Islam

MENIKAHI WANITA PERNAH BERZINA

Assalamuallaikum wr wb.
Saya mau tanya bagai mana hukumnya menikahi wanita yang sudah tidak perawan (pernah berjinah) menurut agama islam harus bagai mana ataw baga mana hukumnya.

JAWABAN

Hukumnya boleh dan nikahnya sah. Baca detail: Menikahi Wanita Pernah Berzina

PAKAI SOFTWARE VERSI TRIAL TERUS MENERUS

Assalamualaikum, Pak Ustad saya mau tanya apakah hukum menggunakan software Berbayar lalu karena saya masih mahasiswa saya menggunakan versi trial selama 60 hari setelah itu saya ganti akun supaya dapat trial itu lagi supaya dapat diperpanjang

JAWABAN

Tidak apa-apa, boleh. Selama tidak melanggar aturan penggunaan dari pemilik software maka hukumnya halal. Baca detail: Hak Cipta: Hukum Memakai Software Bajakan dan Copy Paste Artikel

BERCERAI DAN JADI ISTRI KEDUA

assalamualaikum
saya wanita masih bersuami dan selama 4 tahun ini memendam perasaan kepada pria yang sudah beristri.
saya hidup dalam kegundahan selama ini. saya ingin berterus terang kepada suami tentang perasaan saya terhadap pria itu agar hati saya tenang dan keputusan akan saya serahkan kepada suami. saya sering tidak tega menjadi istrinya sedangkan hati saya tidak pada nya. suami saya berhak mendapat kebahagiaan dan saya takut saya yang merenggut kebahagiaannya karena hati saya ini.

1. apa tindakan saya salah?
2. dan jika suami saya memutuskan untuk menceraikan saya, setelah masa iddah bolehkan saya mengajukan lamaran kepada pria yang saya sukai sebagai istri kedua, karena saya sudah mantap dari pada berlarut berbuat dosa lebih baik dihalalkan meski dengan jalur jadi istri kedua. apakah boleh ustadz?
bagaimana caranya?

JAWABAN

1. Perasaan tidak bisa dicegah. Dan selagi masih sebatas perasaan, maka itu tidak salah walaupun tidak wajar. Anda baru salah apabila perasaan itu dibawa ke kenyataan sampai pada tingkat ingin bercerai dari suami yang sah demi untuk mengejar pria lain yang sudah beristri. Keinginan anda ini hendaknya betul-betul difikir masak-masak terutama apabila kehidupan anda dan suami saat ini tidak ada masalah.

Namun kalau memang anda tidak lagi bisa mencintai suami, maka meminta cerai itu alternatif terakhir yang dibolehkan. Baca detail: Istri Minta Cerai karena Tidak Cinta

2. Boleh. Kalau seorang perempuan bersuami sudah bercerai dengan suaminya, maka setelah masa iddah habis, ia boleh menikah dengan pria lain. Baca detail: Pernikahan Islam


IJIN REWRITE

Maaf numpang tanya bapak dan ibu.

Apakah halal apabila saya rewrite suatu konten di website dan saya sudah minta ijin ke websiter tersebut, tetapi belum ada tanggapan sama sekali oleh website tersebut dan juga website itu telah mencantumkan untuk tidak memperbolehkan copy atau rewrite?

JAWABAN

Kalau tidak ada ijin khusus, maka berarti aturan umum yang berlaku yakni tidak boleh rewrite dan/atau copas. Baca detail: Hak Cipta: Hukum Memakai Software Bajakan dan Copy Paste Artikel

Keluarga suami terlalu ikut campur

KELUARGA SUAMI TERLALU IKUT CAMPUR

Assalamualaikum wr.wb.

Saya ingin konsultasi masalah rumah tangga saya.
Saya dan suami saya baru menikah 2,5 tahun dan memiliki 1 orang anak yang berumur 1,5 tahun. Sebenarnya masalah bukan pada saya dan suami, tapi masalahnya ada pada keluarga suami saya. Keluarga suami saya terlalu ingin ikut campur masalah rumah tangga kami, terutama ibu mertua saya.

Orang tua suami saya juga tipe orang tua yang selalu ingin diturutin perkataannya, maka sedikit susah untuk berkomentar atau berargumen jika keinginannya kurang sesuai dengan aturan yang kami buat di rumah tangga kami. Ibu mertua seakan-akan ingin mengatur semua rumah tangga kami, seperti mengatur rumah kontrakan dan mengatur penataan rumah. Ibu mertua saya juga seperti tidak mempercayai saya dalam mengurus suami dan anak saya.

Yang paling membuat saya sakit hati adalah komentar-komentar dari keluarganya seperti "anakmu kok kurus? Makannya kurang" atau omongan ke suami saya "kamu kok kurus, makananmu kurang bergizi ya?"

Padahal harusnya keluarga suami saya tahu bahwa saya yang mengurus semua makanan suami dan anak saya latena saya seorang ibu rumah tangga.

Suami saya tahu bahwa saya akan sakit hati dengan perkataan-perkataan seperti itu, lalu dengan baiknya dia mengatakan kepada ibunya bahwa tidak perlu repot-repot untuk memikirkan masalahnya karena dia sudah menikah dan bukan anak SMA lagi.
Suami saya mengatakan hal itu dengan sangat baik sambil meminta maaf jika ada salah kata dan bukan dengan nada marah.

Tapi ternyata ibu mertua saya marah dan sakit hati dan mengatakan bahwa suami saya anak durhaka karena menyakiti hati ibunya yang sudah merawatnya.

Tujuan suami mengatakan itu hanya agar tidak ada komentar-komentar yang menyakiti hati saya. Saya sebagai istri tidak mau dianggap sebagai orang yang mengakibatkan suami saya durhaka terhadap orang tuanya. Tetapi saya juga tidak mau sakit hati seumur hidup dengan keadaan keluarganya yang terlalu ikut campur dan berkomentar yang menyakiti hati.

Pertengkaran antara saya dan suami juga kebanyakan terjadi karena keluarganya yang terlalu ikut campur. Saya mohon dengan sangat bantuan dan sarannya, apa yang harus saya dan suami saya lakukan.

Terima Kasih,
Wassalamualaikum wr.wb.

JAWABAN

Kalau anda sudah merasa hidup bahagia dengan suami, maka hal-hal lain di luar itu semestinya tidak perlu terlalu difikirkan. Termasuk ucapan-ucapan menyakitkan dari pihak keluarga suami. Anggaplah ucapan-ucapan mereka itu perkara kecil yang terlalu kecil untuk dapat merusak kebahagian rumah tangga anda berdua.

Kalau itu masih dianggap mengganggu, maka anda dapat menghindarinya dengan cara mengatur agar tidak terlalu sering berkunjung ke rumah mereka. Atau kalau tempat tinggal terlalu berdekatan, maka cari tempat tinggal yang agak berjauhan agar tidak terlalu sering berkomunikasi. Baca juga: Cara Harmonis dalam Rumah Tangga

BEKERJA DI PERUSAHAAN ASURANSI

Assalamualaykum
Perkenalkan saya dwi dari bogor
Saya ingin konsultasi, apa hukum orang yang bekerja di PT Taspen (persero)?
Terimakasih

JAWABAN

Hukum bekerja di perusahaan asuransi itu tergantung dari hukum asuransi itu sendiri. Sebagaimana bank konvensional, ulama kontemporer berbeda pendapat tentang halal haramnya. Sebagian menyatakan haram, sebagian yang lain menyatakan halal. Bagi yang menyatakan halal, maka bekerja di asuransi juga halal. Sebaliknya bagi yang menyatakan haram, maka bekerja di perusahaan ini juga haram. Sebagai orang awam, anda boleh mengikuti pendapat salah satunya. Kalau saat ini anda bekerja di situ, maka boleh mengikuti pandangan yang menghalalkan.
Baca detail:
- Hukum Bank Konvensional
- Hukum asuransi
- Hukum BPJS
- Asuransi http://www.konsultasisyariah.in/2016/06/hukum-asuransi-dalam-islam.html

WAS WAS MURTAD

Konsultasi Islam Al-Khoirot pernah mengatakan bahwa ada seorang muslim sebut saja namanya C,lalu si C tiba tiba terlintas keinginan hati untuk murtad maka si C masih terhitung beragama Islam.Yang ingin saya tanyakan

1.Kata Konsultasi Islam Al-Khoirot si C masih terhitung beragama Islam apabila si C tiba tiba terlintas keinginan hati untuk murtad,lalu kenapa jika si C tiba tiba ada keinginan untuk murtad,di Konsultasi Islam Al-Khoirot mengatakan si C segera istigfar dan baca syahadat?
2.Di Konsultasi Islam Al-Khoirot mengatakan ada seorang muslim,lalu si muslim tiba tiba terlintas keinginan hati untuk murtad,maka si muslim masih terhitung beragama Islam.Apakah si muslim masih terhitung beragama Islam saat si muslim tiba tiba ada keinginan murtad?
3.Apakah tiba tiba terlintas keinginan hati untuk murtad dengan tiba tiba ada keinginan murtad merupakan hal yang sama atau berbeda?

JAWABAN

Kami memaklumi anda adalah orang yang sama yang bertanya tentang pertanyaan yang sama berkali-kali (tentang murtad) dengan memakai id email yang berbeda-beda. Terlepas dari itu, berikut jawaban kami:

1. Keinginan untuk murtad adalah sesuatu yang buruk dan karena itu pemilik keinginan itu hendaknya banyak istighfar dan bersyahadat.

2. Ya.

3. Sama.
Baca detail:

- Syarat Sahnya Murtad - Was was murtad
- Was was murtad
- Was was murtad
- Penyebab syirik
- Cara masuk Islam

MASALAH MURTAD

Assalaamualaikum Ustadz,

Permisi ada yang ingin saya tanyakan. Sebelumnya saya hendak memberitahu bahwa saya berkeyakinan memiliki penyakit was-was sejak lama.

Begini Ustadz. Pernah suatu hari saya berkeyakinan bahwa saya sudah berniat untuk keluar dari Islam (saya lupa apakah sampai mengucapkan atau tidak). Namun di sisi lain, saya masih sangat meyakini isi dua kalimat syahadat.

Pertanyaan saya adalah:

1). Apakah saya dikatakan murtad dengan adanya kejadian di atas?

2). Apakah keyakinan saya di atas adalah murni adanya atau hanya akibat dari penyakit was-was saya?

3). Bagaimana cara menyikapi yang benar jika ada lontaran-lontaran kekufuran yang muncul, yang mana menurut saya levelnya sudah mencapai tingkat "yakin"? Apakah cukup dengan tidak menggubrisnya karena hal itu adalah efek negatif dari penyakit was-was saya?

Sebagai catatan, saya sudah membaca dua kalimat syahadat setelah kejadian di atas. Selain itu, saya sudah membaca artikel-artikel lain yang terkait dari website ini, seperti:

-. Penyebab Syirik, Murtad, Kafir ()

-. Mengatasi Sakit Was was Kufur dan Murtad ()

Terima kasih.

JAWABAN

1. Tidak.
2. Dari penyakit was-was.
3. Sebaiknya anda berkonsultasi pada psikolog. Mungkin anda menderita OCD. Lihat: Dosa OCD

Thursday, September 23, 2021

Jihad terhadap penista agama


JIHAD TERHADAP PENISTA AGAMA

Assalamu'alaikum pk ustadz . maaf saya bertanya lagi.
Pk ustadz kan sekarang lagi maraknya umat islam berjihad untuk agar si
penista agama dihukum, sedangkan kalau kita ingin berjihad kita
terpikirkan kalau kita punya banyak dosa terhadap sesama manusia
sedangkan jika berjihad lalu mati syahid itu hanya menghapus dosa
antara kita dengan allah saja, tidak dengan sesama manusia.sedangkan
masuk surga tidak mudah kalau kita punya dosa terhadap sesama manusia
dan harus diselesaikan didunia dan ditebus dosa tersebut terhadap
manusia yg bersangkutan.

1. lalu apa yg harus diperbuat ? apakah tetap berjihad atau menyelesaikan
dosa terhadap sesama manusia?
2. dan pantaskah agama kita dihina tapi kita tidak berjihad sampai si penista agama dihukum?
3. Trus pk ustadz pantaskah kita menghukum si penista al quran, sedangkan
kita suka melanggar perintah allah di dalam alquran, dan apakah kita
yg lebih buruk atau si penista al quran yg lebih buruk ?

JAWABAN

1. Yang terbaik adalah fokus memperbaiki diri sendiri bertaubat nasuha dari dosa-dosa pada Allah dan pada sesama manusia. Baca detail: Cara Taubat Nasuha

Jihad yang terpenting adalah jihad melawan hawa nafsu dan diri sendiri. Itulah jihad terbesar. Baca detail: Jihad besar

Adapun jihad yang selain jihad melawan nafsu adalah jihad perang. Baca: Jihad kecil

Sedangkan demo agar Ahok dihukum bukanlah bentuk jihad tapi demo, bukan jihad. Bisa juga dimaknai amar makruf nahi munkar, tapi bukan jihad. Baca detail: Hukum Amar Makruf Nahi Munkar
Baca detail: Amar Makruf Nahi Munkar

2. Apakah agama kita dihina, apakah Ahok menista Al Quran itu semua masih terjadi perbedaan persepsi antara ulama di Indonesia. Ada yang menganggap menista ada yang menganggap tidak menista.
Baca dan analisa sendiri:
- Ahok apakah menista
- Video transkrip Ahok

Karena masih terjadi perbedaan persepsi di antara ulama Indonesia tentang menista atau tidaknya Ahok, dan bahwa apapun kemungkinannya Ahok pun telah meminta maaf. Maka, sudah selayaknya tidak memperbesar-besarkan masalah ini. Apalagi masalah ini sudah ditangani pihak penegak hukum. Sekali lagi, demo dalam soal ini tidak disebut jihad.

Kita harus hati-hati jangan sampai kita menjadi pion yang dijadikan alat oleh pihak yang ingin berkuasa untuk memecah belah saudara kita sesama agama dan sesama bangsa.

3. Soal Ahok serahkan pada penegak hukum. Kita sebagai rakyat tidak boleh main hakim sendiri. haram hukumnya bagi kita main hakim sendiri dan tidak taat pada pemerintah yang berkuasa (ulil amri). Dalam jihad perang pun kita harus menunggu perintah dari pemerintah. Baca: Syarat jihad

Sekali lagi: jangan mudah dipecah belah oleh politisi atau ulama yang bergandeng tangan dengan politisi yang ingin melihat NKRI pecah. Baca: Pemimpin non muslim


WARIS UNTUK ANAK DAN ISTRI

Assalamu alaikum wr.wb.
Mohon bantuan atas masalah waris sbb :

Ayah wafat thn 2006 dengan meninggalkan :
1 istri yg masih hidup tidak punya anak
1 istri yg sdh wafat
2 anak laki hidup semua
3 anak perempuan hidup semua

Waktu meninggal, Pembagian waris terhadap rumah dilakukan dengan skema :
Istri yg hidup : 1/2 bagian + 1/8 = 5/8
Anak laki : 3/8 × 2/3 = 1/4
Anak perempuan : 3/8 × 1/3 = 1/8

Saat ini ada sisa tanah ayah yg mau dijual dengan kondisi :
Istri meninggal th 2010 (punya 1 adik laki2 hidup)
Anak laki 2 masih hidup
Anak perempuan 3 masih hidup

Pertanyaannya :
Apakah adik laki2 dari istri yg sdh meninggal tsb mendapatkan waris dari tanah yang akan dijual sekarang ?

Jazakallah khairan katsiran.
Wassalam.

JAWABAN

Sistem pembagian yang pertama pada dasarnya tidak sesuai dengan hukum waris Islam. Semestinya istri hanya mendapat bagian 1/8; sedangkan sisanya yang 7/8 untuk anak-anak kandung di mana kedua anak lelaki masing-masing mendapat 2/8; sedangkan ketiga anak perempuan masing-masing mendapat 1/8.

Oleh karena itu, maka apabila istri mendapat 5/8 maka itu sudah kelebihan atau kebanyakan.

Jadi, kalau ada sisa harta yang belum diwaris yang berupa tanah maka sebaiknya dilihat dulu: apabila bagian istri yang 1/8 sudah terpenuhi dengan bagian waris yang sudah diterimanya, maka tanah sisanya itu menjadi bagian dari anak-anak kandung saja. Baca detail: Hukum Waris Islam

DOSA SYIRIK TAPI BUKAN MENYEMBAH SELAIN ALLAH

Assalamu'alaikum pk ustadz.
saya mau nanya , klo misalnya seseorang berbuat dosa syirik tapi tidak
sampai menyembah selain allah atau tidak sampai melakukan perbuatan
beribadah kepada selain allah, tapi dia berbuat syiriknya hanya dengan
melalui ucapan dan berkata didalam hati , tapi dia mengucap di lisan
atau dihati tanpa adanya rasa yakin atau percaya atau hanya sekedar
iseng iseng saja atau pun bukan ,tapi tanpa adanya rasa yakin dan
percaya, apakah hal itu bisa disebut dosa syirik dan apakah hanya
mengucap syahadat kembali tanpa taubat bisa jadi muslim kembali ?

Terimakasih,Wassalamu'alaiku.

JAWABAN

Anda dalam memahami makna syirik sudah terpengaruh dengan doktrin tauhid Uluhiyah Rububiyah-nya Ibnu Taimiyah dan Wahabi. Padahal tauhid Ibnu Taimiyah ini menurut ulama Ahlussunnah adalah bid'ah dan salah besar. Dalam tauhid ahlussunnah wal jamaah yang benar adalah dosa syirik hanya terjadi apabila kita menyembah pada selain Allah seperti yang dilakukan Nasrani (pada Yesus dan Roh Kudus) dan Yahudi (pada Uzair).
Baca detail:
- Konsep Tauhit Bid'ah Salafi Wahabi
- 10 Pembatal Keislaman : Syirik
- 10 Pembatal Keislaman : 3 s/d 10

SHALAT ORANG YANG BACAANNYA BELUM PAS

Assalamu'alaikum pk ustadz.
saya mau nanya.kalo orang yg sedang sholat saat membaca surah al
fatihah tapi makharijul hurufnya pengucapan bunyi nya belum benar
apakah sholat nya tetap sah dan diterima ?

JAWABAN

Tetap sah dan insyaAllah diterima. Hanya saja orang yang kurang bacaan Fatihahnya hendaknya tidak menjadi imam kecuali apabila makmumnya juga sama-sama tidak fasih. Baca detail:
- Makmum pada imam tak fasih
- Salah bacaan shalat

MIMPI PUNGGUNG IBU TUMBUH BULU

Assalamualikum ustadz
Saya ruby
Saya beberapa hari yang lalu bermimpi melihat punggung ibu saya yang ditumbuhi rambut yg pendek sekitar 2cm dan hanya sedikit di bagian atas punggunnya
Apakah arti mimpi saya itu ustadz?
Mohon penjelasannya
Terimakasih

JAWABAN

Kalau mimpi itu datangnya dari malaikat, maka itu berita gembira. Yakni ibu anda akan mendapatkan rejeki atau umur panjang. Namun apabila mimpi anda ini berasal dari diri sendiri atau setan maka tidak ada maknanya. Baca detail: Mimpi dalam Islam

Wednesday, September 22, 2021

Perkenalan anak dengan istri mantan suami apa wajib?

KEWAJIBAN MENAFKAHI ANAK DAN PERKENALAN ANAK DENGAN ISTRI MANTAN SUAMI

Assalamualaikum wr.wb
Sejak usia 6 bulan anak perempuan saya diasuh oleh orangtua saya yang tinggal jauh di lain propinsi dan saat itu saya merelakan karena saya bekerja dan takut jika anak diasuh ART.

Saat ini saya sudah bercerai dan mantan suami saya sudah menikah lagi dengan wanita yang juga telah memiliki anak. Mantan suami pernah mengatakan ikut memberi materi pada putra istrinya, tetapi saya kurang tahu persis apakah rutin tiap bulannya. Namun untuk anak kandungnya masih jarang. Saya pernah memberitahu untuk ikut mengirim materi pada anak kandungnya sesuai kesanggupannya dan ia pun mengatakan Insyaallah. Tetapi saat ini masih belum ada perubahan dan saya memilih diam.
Pertanyaan saya:
1. Apakah sikap saya saat ini untuk diam saja sudah benar?
2. Mantan suami pernah datang ke rumah bersama istrinya ketika anak saya sedang berlibur di rumah saya, Sepertinya mantan suami ingin mengenalkan istrinya kepada anak saya yang saat ini masih SD. Tetapi saya masih belum memberi kesempatan untuk anak saya berkenalan dengan istri mantan suami. Saya merasa anak saya masih kecil, apalagi saat ini belum saya beritahu apa-apa soal orangtuanya, meskipun anak saya mungkin sedikit tahu dari orang tua atau saudara. Sebaiknya bagaimana sikap saya?

Mohon solusi dari ustadz dan terimakasih banyak sebelumnya, wassalamualaikum wr.wb.

hormat saya,
JAWABAN

1. Tidak ada kewajiban seorang mantan istri untuk berbicara pada suaminya soal nafkah anaknya. Jadi, diam anda itu tidak salah. Dan anda sudah mengingatkan dia agar memberi nafkah, itu sudah cukup. Kalau sampai saat ini dia belum menafkahi anaknya, mungkin dia belum cukup rejeki atau belum mau. Kedua kemungkinan itu sama-sama menunjukkan bahwa diingatkan pun akan percuma. Namun kalau anda mendapat informasi bahwa rejekinya lancar saat ini, tidak ada salahnya kalau diingatkan via SMS. Baca detail: Kewajiban Ayah Menafkahi Anak

2. Tidak ada aturan khusus dalam agama soal ini. Karena itu, diskresi kedua orang tuanya lah yang sebaiknya menentukan kapan baiknya si anak diberitahu soal ini. Baca tentang cara mendidik anak di sini: Cara mendidik anak dan di sini: Kebangkitan Islam

MENJUAL RUMAH PEMBERIAN SUAMI DAN BAGIAN WARISAN

Kepada YTh,
Ustadz / Ustadzah

Assalamualaikum wr.wb

Saya seorang istri yang telah di tinggal meninggal oleh suami saya tepatnya 1 th yang lalu dan saya belum memiliki keturunan, kami berumah tangga sudah kurang lebih 7 th, saya dan suami saya tinggal di rumah mertua saya dengan alasan mertua saya telah lanjut usia, setelah kami menikah suami saya membeli sebuah rumah untuk kami tempati suatu saat nanti dan sebuah mobil.

Selang sekitar 6 bulan kepergian suami saya, ayah mertua saya meninggal dunia dan saya hidup berdua dengan ibu mertua saya, yang ingin saya tanyakan pak/ibu
1. haruskah saya menjual rumah yang suami saya beli yg tadinya di rencanakan untuk kami ? karena sampai dengan hari ini saya kepikiran terus masalah ini sudah saya bicarakan kl ada hak mma mertua saya tetapi beliau bilang : tidak usah dipikirkan masalah itu, itu rumah peninggalan untuk kenangan. rumah itu sekarang saya kontrakan karena tidak ada yg mengurus.

untuk mobil mama mertua saya pernah bilang ke mama saya kl mobil itu sepenuhnya di serahkan kepada saya dan terserah mau diapakan kalaupun mau beli jual n beli baru silahkan, (kata beliau).

2. Apa yang harus saya lakukan pak ustdz./ustadzah ? bagaimana cara pembagian harta warisnya itu ?

3. Apakah dana pensiun dari Perusahaan suami, tabungan suami pada perusahaan dan sumbangan kematian dari perusahaan dan jamsostek termasuk dalam pembagian ?

Demikian, mohon bimbingannya pak ustdz/ustadzah karena saya sering memikirkan hal tsb. karena saya takut memakan harta yg bukan hak saya, dan saya ucapkan banyak2 terima kasih.

Wa'alaikum Salam wr.wb.

JAWABAN

1. Ketika suami anda meninggal, maka rumah itu menjadi hak milik yang hidup. Maka tergantung yang hidup apakah mau dijual atau dibiarkan. Silahkan dikomunikasikan dengan ibu mertua soal ini. Begitu juga dengan soal mobil.

2. Pembagian warisan sbb: (a) Anda sebagai istri mendapat bagian 1/4 dari seluruh harta suami; (b) Sedangkan bagian ibu tergantung dari apakah suami anda punya saudara kandung... karena adanya saudara kandung akan mempengaruhi berapa bagian dari ibu pewaris. Baca detail: Hukum Waris Islam

3. Ya, termasuk. Seluruh harta milik suami masuk dalam pembagian warisan. Baca detail: Hukum Waris Islam

TIDAK DIRESTUI KARENA SI PRIA JELEK MUKA

Assalamualaikum ustad, saya sedang bingung saya sedang dekat dengan seorang laki-laki yang menutut saya dia sangat baik dan bertanggung jawab bahkan dia sudah meminta izin kepada orang tua saya untuk dekat dengan saya bahkan dia juga sudah menyampaikan niatnya untuk menikahi saya tapi kedua orang tua saya tidak menyetujui kedekatan saya dengan dia alasannya karena dia jelek dan tidak cocok dengan saya, tapi saya selalu menentang karena saya tau saya juga bukan wanita yang sempurna, saya tau ridha orang tua adalah ridha Allah SWT tapi saya tidak bisa menerima alasan kedua orang tua saya untuk menjauhi laki-laki tersebut, menurut ustad apa yg harus saya lakukan?

JAWABAN

Restu orang tua sangat penting apapun alasannya. Oleh karena itu, maka sebaiknya anda komunikasikan terus menerus dengan mereka kalau anda masih ingin berpasangan dengannya. Namun kalau orang tua tetap tidak setuju, maka idealnya anda mundur dan mencari yang lain. Laki-laki di luar sana masih banyak yang bisa dipilih, sedangkan orang tua hanya satu. Baca detail: Hukum Taat Orang Tua

Di sisi lain, secara syariah pernikahan yang tanpa direstui orang tua tetap sah dengan wali hakim asal terpenuhi syarat-syarat dan rukun pernikahan. Namun demikian tetap tidak direkomendasikan. Baca detail: Pernikahan Islam

BERCERITA TENTANG TALAK, APAKAH JATUH CERAI?

Assalamualaikum.

saya mau menanyakan . ini adalah sebuah percakapan suami istri.

SUAMI: (bertanya kepada istrinya). apakah kamu sudah tahu kabar terbaru pernikahan antara si james dan si alvin?
(james dan alvin adalah pasangan suami istri )

istri : iya. cerai kah?

SUAMI: IYA. (jawab sang suami). Tak kusangka pernikahan mereka begitu sangat singkat.
(suami melanjutkan jawabanya)

***percakapan ini HANYA membahas tentang hubungan pernikahan antara james dan alvin.

---* "Cerai kah? "pertanyaan ISTRI tentang cerai itu merujuk ke pernikahan si james dan si alvin. kemudian si suami menjawab "IYA".
PERTANYAANYA adalah apakah dalam percakapan itu sudah jatuh TALAK?. Mohon pencerahanya.

JAWABAN

Tidak jatuh talak. Bercerita tentang perceraian orang lain tidak membuat jatuh talak. Baca detail: Cerita Talak

TIDAK DIRESTUI KARENA SALAH PAHAM

Assalamualaikum. Wr.wb
Sya mau bertanya jika kita menjalin hubngan yg serius dan kita sudah sama-sama siap buat kejenjang yg lebih serius lgi. Tetapi orang tua sya tdk berestu itu karna ada keslah paham yg terjadi di antara keluarga nya dri pihak laki-laki. Bagaimana biar mendapt restu dri orng tua sya. Terimakasih..

JAWABAN

Komunikasikan ke orang tua agar kesalahpahaman itu tidak terjadi. Minta tolong sama orang yang pandai dan bijaksana yang dekat dengan orang tua agar hal ini dikomunikasikan dengan orang tua dengan cara yang lebih baik.
Baca detail:
- Pernikahan Islam
- Hukum Taat Orang Tua

Suami ingin menikah lagi supaya punya anak

SUAMI INGIN MENIKAH LAGI SUPAYA PUNYA ANAK

Assalaamualaikum wr. wb.
Ustadz, saya dulu seorang perjaka yang menikahi janda beranak satu perempuan. Pada saat kami nikah anaknya tersebut masih berusia 2,5 tahun. Sebagai ayah sambungan saya begitu menyayangi anak tersebut dan bertanggungjawab penuh atas kelangsungan hidupnya termasuk pendidikannya. Sampai usia perkawinan kami yang memasuki 16 tahun ini, kami belum dikarunia keturunan. Istri pernah tiga kali keguguran. Sedang anak dari bawaan dari istri saat ini sudah lulus kuliah S1. Mengingat usia saya yg 41 tahun ini belum memiliki keturunan, saya ingin menanyakan beberapa hal :
1. Apakah saya boleh menikah lagi dengan wanita lain untuk mendapatkan keturunan, karena menurut hasil rekam medis saya sehat jasmani dan rohani?
2. Apakah perlu minta izin kepada istri terkait dengan rencana tersebut, kalau seandainya tidak diizinkan apakah saya dapat melanjutkan niatan saya itu?
3. Bagaimana kedudukan hak waris istri pertama dan anak sambungan saya, jika suatu saat saya memperoleh keturunan dari istri kedua? jika suatu saat saya meninggal dunia.
Terima kasih atas perhatian dan tanggapan ustadz sangat kami tunggu.
Wassalaamualaikum wt. wb

JAWABAN

1. Boleh. Tanpa ada sebab yang disebut di atas pun boleh menikah lagi asal adil terhadap keduanya. Dalam QS An-Nisa 4:3 Allah berfirman: "maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi : dua, tiga atau empat." Baca detail: Pernikahan Islam

Adil berarti kesamaan dalam nafkah, tempat tinggal dan waktu menginap. Baca detail: http://www.alkhoirot.net/2012/01/makna-adil-dalam-poligami.html

2. Secara syariah tidak ada kewajiban bagi suami untuk minta ijin istri pertama untuk menikah lagi. Namun, demi terjalinnya rumah tangga yang tenang dan nyaman, tentu harus dikomunikasikan dengan isteri pertama. Dan ijin istri pertama tentu akan membuat adanya istri kedua berjalan tanpa konflik. Namun, kalau tidak ada ijin dan anda tetap ingin melakukannya, maka itu tidak masalah secara agama. Walaupun bermasalah secara negara dalam arti KUA tidak akan memberi ijin anda menikah resmi tanpa ada surat ijin dari istri pertama. Baca: Kompilasi Hukum Islam http://www.konsultasisyariah.in/2015/01/khi-kompilasi-hukum-islam.html

3. Istri pertama dan istri kedua akan mendapatkan waris 1/8 (kalau anda punya anak kandung nantinya). 1/8 itu untuk kedua istri. Baca detail: Wasiat dalam Islam

Tentang anak sambung, dia tidak akan mendapat warisan karena bukan anak kandung anda. Kalau anda ingin memberinya harta, maka anda bisa menghibahkan sebagian harta anda saat anda masih hidup. Baca detail: Hibah dalam Islam

HARTA WARISAN UNTUK ANAK DARI ISTRI PERTAMA

Assalamualaikum
Saya dua kali menikah, dari pernikahan yang pertama saya mempunyai satu anak perempuan, dan bercerai tanpa ada harta benda apapun. Dipernikahan yang kedua ini saya mempunyai dua orang anak, laki-laki dan perempuan. Ada harta berupa rumah, tanah pekarangan dan sawah,yang semuanya didapat dari bekerja bersama sama dengan istri saya yang kedua sampai sekarang. Untuk orang tua yang masih hidup, bapak saya sendiri dan ibu mertua saja.
Yang ingin saya tanyakan : berapa bagian yang diberikan untuk anak saya dari hasil pernikahan saya yang pertama?
Mungkin itu saja yang dapat saya sampaikan dan terima kasih atas segala perhatiannya
Hormat kami

JAWABAN

Anak kandung baik dari istri pertama maupun istri kedua mempunyai bagian yang sama atas harta peninggalan ayahnya. Kalau seandainya anda meninggal sekarang, maka pembagian warisan sbb:
(a) Istri kedua mendapat 1/8 dari seluruh harta suami;
(b) Sisanya yang 7/8 dibagikan kepada ketiga anak (dari istri pertama dan kedua) di mana kedua anak perempuan masing-masing akan mendapat 1/4 sedangkan satu anak lelaki akan mendapatkan 2/4. Baca detail: Hukum Waris Islam

Catatan: Dalam Islam sistem kepemilikan harta suami istri tetap memakai sistem kepemilikan harta yang umum. Yakni, apabila suami yang bekerja secara penuh, maka pemilik harta adalah suami. Begitu juga apabila sebuah rumah itu berasal dari harta istri 100% maka pemilik rumah itu adalah istri, dst. Jadi, tidak ada kepemilikan suami-istri secara otomatis. Baca detail: Harta Gono gini

MASALAH TALAK SAAT HAMIL

Assalammualaikum,,, pak kiayai pondok pesantren alkhoirot yg terhormat

Saya mau bertanya tentang masalah talaq dan rujuk,,, bagaimana hukumnya klo suami berkata sebagai berikut:
1. "Saya sekali menceraikan org lagi hami tidak boleh" ,,, perkataan ini muncul karna keliruan suami klo dulu suami menduga klo menceraikan org lagi hamil tidak boleh!!! Bagaiman hukumnya pak kiayai???
2. Apakah jika suami berkata "maaf" itu sudah rujuk??? Contoh kalimatnya: maafin aku yah!!! Dan suami bertanya: kamu masih sayang tidak sama aku???
Istri menjawab: iya
Apakah ini sudah menjadi kalimat rujuk???
sedangkan si suami pada waktu itu meminta maaf hanya sebatas penyesalan aja karna sudah kasar terhadap istri!!! Bagaimana hukumnya???
3. Bagaimana jika suami ditanya oleh org lain ketika sedang bercerita tentang permasalahanya dan tiba2 org lain tersebut bertanya,,,
Apakah kamu sudah rujuk???
Suami menjawab dengan bingung akhirnya bilang" iya",,, nah pertanyaan ini terjadi ketika waktu status sebenernya sudah talaq bain sughra menurut madzhab syafii!!! Bagaimana hukumnya pak ustad,,, pengakuannya tersebut!!!
Mohon jawabannya,,, wassalammualaikum

JAWABAN

1. Tidak jatuh talak. Karena itu bukan pernyataan penjatuhan talak tapi perkataan berandai-andai.

2. Karena tidak jatuh talak, maka tidak perlu rujuk.

3. Lihat poin 1. Baca detail: Cerai dalam Islam

PAKAI INTERNET GRATIS

Beberapa tahun ini saya menggunakan internet dengan gratis dengan cara memanfaatkan kelemahan sistem operator dan sya baru sadar ini tindakan yang salah .

saya sudah mencoba meminta maaf kepada para operator lewat fanspage,e-mail,call­­­ center dan para dirut/CEO nya pun sudah saya kirim pesan maaf saya dan dari penjelasan officer operator tersebut tidak ada mekanisme ganti rugi dalam hal yang saya lakukan dan mereka (officer) mewakili dari pihak perusahaan memaafkan perbuatan saya dan menyarankan untuk tidak mengulangi perbuatan saya lagi.

Dan ada operator yang tidak menjawab pesan maaf saya

JAWABAN

Kalau dimaafkan oleh pihak perusahaan dan tidak ada mekanisme ganti rugi berarti memang dimaafkan dan tidak perlu ganti rugi. Taubat anda tinggal memohon ampun pada Allah dan berjanji tidak mengulangi lagi. Baca detail: Cara Taubat Nasuha

Bapak dilarang kua jadi wali nikah karena anak lahir setelah 5 bulan pernikahan


BAPAK DILARANG KUA JADI WALI NIKAH

Assalamualaikum wr wb.
Saya mau tanya. Saat ini saya sedang mengajukan pernikahan saya di kua. Setelah sampai di kua berkas di cek semua . Ternyata bapak kandung saya tidak bisa menjadi wali nasab karena tanggal pernikahan di buku nikah orangtua saya dengan tanggal kelahiran saya hanya berjarak 5 bulan. Yang sebenarnya adalah orangtua nikah di modin agustus 1993 ada bukti foto saat itu, baru nikah resmi negara di kua april 1994. Saya lahir september 1994. Apakah bapak kandung saya masih bisa menjadi wali nasab atau memang harus menggunakan wali hakim. Keinginan saya bapak kandung saya bisa menjadi wali saya saat nikah. Karena saya bukan termasuk anak yg hamil sebelum nikah. Mohon masukannya. Trimakasih.
Wassalamualaikum wr wb.

JAWABAN

Hukumnya boleh wali nasab alias ayah kandung anda untuk menjadi wali nikah anda. Apalagi anda lahir dari pernikahan yang sah sejak awal. Bukan karena hamil zina. Baca detail: Pernikahan Islam

Bahkan seandainya ibu anda hamil zina saat menikah, maka pria yang menzinahi dan kemudian menikahi ibu anda berhak menjadi wali nikah yang sah menurut madzhab Hanafi dan Syafi'i. Baca detail: Pernikahan Wanita Hamil Zina dan Status Anak

Assalamualaikum wr wb,

Pak Ustadz, Nama Saya Ani, saya 33 th. Saya baru menikah 7 bulan. Saat ini saya punya permasalahan tentang pernikahan saya. Sebelumnya saya baru kenal suami saya 1 bulan, kemudian dia berani melamar saya, karena saya berfikir bahwa dia ber itikad baik, maka saya menerima karena saya lihat dia orangnya baik dan sabar.

Alhamdulillah, saya sudah punya rumah dan kendaraan, tapi suami saya tidak punya apa2, tapi saya tidak mempermasalahkan hal itu. Pengenalan yang hanya 1 bulan kemudian menikah, saya tidak banyak mengenal dia. Lambat laun laun saya baru menyadari, bahwa banyak perbedaan diantara kami. Kebetulan kami bekerja berbeda kota dan hanya bertemu 1 bulan sekali. Selebihnya hanya via telp. Tapi kami sering berselisih paham karena beda prinsip, saya mencoba untuk mengalah dan meminta maaf, karena saya tidak mau ribut. Dan saya menyadari, ternyata selama ini banyak hal yang dia ceritakan adalah fiktif atau bohong, dan ketika saya konfirmasi ke dia, suami saya malah marah. Termasuk tentang keluarganya, masa lalunya.

Saya merasa suami saya punya gangguan Mythomania (kecenderungan berbohong). Sejak itu saya jadi merasa bingung, harus bagaimana saya menyikapi. Saya marah, sedih, dan tidak tahu harus bagaimana. Saya jadi tidak bisa percaya lagi kepada suami saya. Saya sudah pernah mengingatkan untuk tidak perlu mengarang ngarang cerita , karena saya tahu itu tidak benar, dan itu untuk kebaikan dia, karena suatu saat, orang tidak akan ada yang percaya lagi kepadanya, dia malah marah dan menyalahkan saya, bahwa saya selalu mencari cari kesalahannya saja.

Mohon masukannya, apa yang harus saya lakukan. Kalau tiba2 saya ajak untuk ke psikiater, dia pasti akan sangat marah.

Terima kasih.

Wassalamualaikum wr wb,

Salam

JAWABAN

Kalau anda masih mencintainya, maka tidak masalah bagi anda untuk tetap mempertahankan rumah tangga. Namun kalau anda tidak lagi menyayanginya dan merasa salah memilih suami serta takut kalau diteruskan akan menjadi tidak baik bagi anda dari segi pribadi dan agama, maka anda bisa saja meminta cerai atau melakukan gugat cerai. Dan itu dibolehkan secara agama. Baca detail: Istri Minta Cerai karena Tidak Cinta

Dan dibolehkan secara aturan negara kalau suami tidak memberikan nafkah lahir. Baca detail: http://www.konsultasisyariah.in/2015/01/khi-kompilasi-hukum-islam.html#116

SAUDARA SESUSUAN (RADA'AH)

Assalamualaikum....ustazd...
Saya ada pertanyaan prihal pernikahan yg akan kakak saya dg adik dari saudari sesusuannya. Sah apa tidak pernikahannya nanti? Namun demikian beda pendapat terjadi diantara keluarga kami prihal saudari sesusuan kakak saya yg katanya tidak terjalin hubungan saudara sesusuan antara kakak saya dan kakak perempuan calon istri kakak saya karena ibu yg menyusui mereka sudah 7 tahun tidak hamil dan tidak mungkin mengeluarkan asi,..dg kata lain hanya " ngempeng " . Nah bagaimana pendapat ustazd apakah kakak saya menjadi saudara sesusuan apa tidak dg kakak calon istrinya jika dulu pernah ngempeng pada wanita/seorang ibu yang sudah 7 th tidak hamil.
Terima kasih dan wassalamualaikum....

JAWABAN

Tanya pada ibu, apakah sangat ngempeng itu keluar air susu atau tidak. Apabila tidak keluar air susu, maka ikatan kekerabatan karena sesusuan tidak terjadi. Baca detail: http://www.alkhoirot.net/2012/03/radhaah-menyusui-dalam-islam.html


APAKAH NAMA BERPENGARUH PADA PERILAKU?

Assalamulaikum wr.wb saya ingin berkonsultasi dengan masalah nama saya . Dari lahir nama saya sriwati wahyu dewi tapi knpa saya merasa tidak nyaman dengan nama itu dan saya pernah membaca artikel bahwa nama wati di larang dalam islam . saya merasakan tdak bisa menahan nafsu apakah karna nama wati itu ataukah memang dari diri saya sendiri? dan saya ingin sekalu menganti nama saya dengan nuasa islami seperti Fatimah az zahra . apakah nama itu cocok dengan saya ? trimakasih

JAWABAN

Nama tidak berpengaruh pada perilaku. Namun kalau ingin ganti nama itu tidak dilarang. Baca juga: http://www.farzanesfandiar.com/2010/01/urdu-girl-baby-names.html

RIDHO ORANG TUA

Assalamualaikum... ana mau nanya ustad, bagaimana cara ana bisa mendapat ridho orang tua ana kembali...
Karena selama ini ana selalu membuat mereka sedih. Susah dan malu..
Sempat terucap kata2 beliau menyumpahi ana
Sehingga ana sampai saat ini jg masih blm tenang
Beliau tdk marah lg ke ana
Tp ana merasa beliau belum ridho ke ana
Terimakasih ustad
Wassalam

JAWABAN

Sering-seringlah meminta maaf pada orang tua. Dan tebus kesalahan masa lalu dengan perbuatan dan perilaku yang banyak menyenangkan hati mereka. Baca detail: Hukum Taat Orang Tua

WARISAN

Seorang nenek meninggal pada bulan april 2010. Meninggalkan sawah seluas 1/2 ha dan tanah seluas 1/4 ha yang sebagian ditempati sebagai rumah induk. Adapun status ahli waris sebagai berikut :

1. Suami sudah meninggal
2. 6 orang anak laki- laki masih hidup
3. 1 orang anak perempuan sudah meninggal pada tahun 1985
4. 1 Orang adik laki- laki seayah- ibu masih hidup
5. 2 orang adik perempuan seibu saja masih hidup
6. 4 orang cucu laki- laki dari anak laki- laki masih hidup
7. 9 orang cucu perempuan dari anak laki- laki masih hidup
8. 2 orang cucu laki- laki dari anak perempuan masih hidup

Siapa sajakah yang berhak menerima warisan dan berapa bagian masing- masing ?

JAWABAN

Dalam kasus di atas yang mendapat warisan hanyalah anak-anak kandung yang masih hidup yakni 6 orang laki-laki. Jadi, seluruh harta yang ada dibagi rata untuk enam orang.

Adapun saudara kandung dan cucu tidak mendapat warisan karena terhalang oleh adanya anak kandung. Baca detail: Hukum Waris Islam