Tuesday, June 09, 2020

Diancam Bunuh Kalau Menikah


DIANCAM BUNUH AYAH KALAU MAKSA NIKAH


Assalamualaikum ustadz yang InsyaAllah selalu dirahmati Allah 🙏

Saya ukhti 20 tahun, InsyaAllah saya istiqamah untuk menikah dengan seorang akhi yang baik-baik dalam waktu dekat ini. Seorang pria dari keluarga baik, walaupun dia tidak hafal Al-Quran 30 Juzz, tapi dia mengerti kaidah Al-Quran dan selalu mengajak saya pada jalan ketakwaan. Dia yatim piatu, hidup nya sederhana tetapi mandiri. Sering membantu perekonomian keluarga saya bahkan membiayai sekolah adik saya.

Kami sudah kenal 2 tahun dan mantap istiqamah untuk menikah tahun ini. Rencana pernikahan ini sudah saya sampaikan kepada kedua orang tua saya jauh hari sekitar 10 bulan yang lalu.

Ayah saya diluar kota, beliau meninggalkan kami 3 tahun lalu tanpa sebab yang masuk akal. Dan sudah 2 tahun lebih tidak menafkahi ibu saya lahir bathin, tetapi belum ada kata talak sampai saat ini. Ibu saya pernah menikah siri dengan seorang pria dan sudah berbaur. Pernikahan siri ini tidak diberitahukan kepada ayah saya yang saat itu masih berstatus suami sah ibu dan pada kakek saya yang jelas adalah wali hakim dah dan utama. Dari Al-Quran saya tau kalau ibu saya sudah melakukan dosa terbesar.

Saya seorang penyiar radio, yang jadwal on air nya tengah malam membawakan berita. Biasanya saya pulang lewat tengah malam sekitar jam 2 malam. Dan calon suami saya inilah yang selalu mengantarkan saya pulang kerumah, karena tidak ada yang bisa menjemput saya jam segitu. Adik saya masih kecil dan harus bersekolah besoknya. Akibat pekerjaan saya ini, saya di cap wanita tidak benar oleh keluarga besar dan orang-orang sesuku kami bahkan masyarakat sekitar. Mereka menganggap saya ini wanita malam.

Awalnya ibu saya risih dengan rumor itu. Tapi lama-lama terbiasa dan tidak ambil pusing. Tapi akhir2 ini, ibu saya mulai khawatir, sering marah2 tidak jelas.

Minggu lalu, saat saya sedang di studio siaran, saya menghubungi ayah saya dan bertanya perihal restu untuk menikah untuk yang kedua kalinya. Saat itu pun sama seperti 10 bulan lalu, Ayah saya merestui dan tidak masalah untuk diwakilkan pada wali hakim, karna kondisi keuangan kami saat ini tidak memadai. Hanya cukup untuk melangsungkan pernikahan sederhana di kantor KUA.

Malam itu setelah menghubungi ayah, saya dijemput calon suami saya dan diantar pulang. Ban motor bocor di tengah jalan dan kebetulan jarak rumah calon suami saya lebih dekat (hanya 5 menit) daripada rumah saya (45 menit). Tidak ada bengkel yang buka tengah malam itu. Jadi demi keamanan saya minta izin kepada ibu saya untuk menumpang malam itu di rumah calon suami saya. Tidak ada rumah kerabat atau teman wanita saya disekitar situ. Saya menelpon kembali ayah saya untuk minta izin namun sudah tidak bisa dihubungi. Ibu saya mengizinkan, dengan syarat tidak boleh macam2 dan harus kembali secepatnya.

Calon suami saya tinggal sendiri di rumah kontrakan. Kami melapor pada pak RT, dan saya lihat pak RT juga tidak punya kendaraan.

Saya tidur di ruang shalat, sementara calon suami saya tetap di kamar nya. Singkat cerita, pagi itu kami mencari bengkel sambil mendorong motor dan baru bertemu sebuah bengkel saat siang hari. Saya memberitahu ibu saya sedang di bengkel dan ibu saya bilang cepat pulang. Saya kembali ke rmh saat siang hari itu juga dan sampainya di rumah, saya dimarahi habis-habisan oleh ibu.

Ibu saya menghubungi dan melapor pada ayah saya, yang sebelum nya bahkan jika saya menyinggung soal ayah, ibu langsung marah.

Saya diadukan tidak bisa di didik, pembangkang, suka pulang subuh dan berani tidur di rmh laki2.

Saya bingung, kenapa ibu jadi begitu. Padahal semalam ibu mengizinkan.

Ayah saya naik pitam, saya dimarahi habis-habisan dan saat itu juga saya tidak direstui untuk menikah dengan calon suami saya dengan alasan sudah mencemarkan nama keluarga. Sontak saya langsung menangis. Saya minta maaf pada ayah saya, yang bahkan saya sendiri tidak tau apa salah saya.

Ibu bilang, beliau sudah tidak kuat mendidik saya, padahal selama ini saya dekat dengan ibu, tidak pernah melihat ibu mengeluh tentang saya dan selalu menurut pada ibu.

Ayah berpesan jika saya berani menikah dengan calon suami saya dibelakang beliau. Ayah akan melaknat saya seumur hidup dan pulang untuk membunuh saya dan calon suami saya.


Pertanyaan saya ustadz :

1. Saat saya sudah mantap istiqamah dan menikah semata untuk mencapai kesempurnaan ibadah hanya kepada Allah, karna saya tau suami adalah kunci surga seorang istri. Tapi niat baik saya terhalangi. Apa yang harus saya lakukan ustadz?

2. Calon suami saya memang orang sederhana. Bukan pria kaya. Dia bilang bersabarlah, lakukan ibadah wajib dan sunnah mu lebih baik dan lebih banyak dari biasanya selama 40 hari agar Allah menolong kami. Apa benar ustadz?

3. Awalnya direstui, tapi hanya karena mendengar gossip tidak benar yang beredar tentang saya, akhirnya tidak direstui. Bahkan ayah tega akan membunuh saya ustadz. Apakah hal ini dibenarkan?

4. Apakah saya boleh menikah tanpa izin orang tua saya ustadz?

Mohon bantuannya ustadz

Terimakasih, wassalamu 'alaikum.

JAWABAN

1. Idealnya, carilah jodoh yang cocok menurut anda dan sekaligus direstui oleh orang tua. Karena, menikah itu bukan hanya kehidupan antara dua individu, tapi juga terkait dengan banyak orang lain terutama orang tua kedua mempelai.

2. Tidak benar. Tidak ada jaminan pertolongan akan datang setelah beribadah 40 hari seperti yang disebutkan. Namun, memang tidak ada salahnya kita berdoa dan berusaha untuk mencapai harapan tapi pada waktu yang sama tidak boleh terlalu berharap. Setelah usaha maksimal, yang kita lakukan adalah tawakal (pasrah) pada Allah.

3. Tidak dibenarkan dari sisi si ayah. Namun kalau ancaman itu nyata, maka anda perlu betul-betul mempertimbangkan untuk nekat melanjutkan hubungan. Karena, menjaga dan memelihara keselamatan jiwa itu harus didahulukan dari apapun.

4. Secara agama, kalau ayah tidak mengijinkan, maka anak perempuan boleh menikah dengan wali hakim. Baca detail: Menikah dengan Wali Hakim

Dan itu tidak dianggap durhaka. Baca detail: Batasan Taat Dan Durhaka Pada Orang Tua

Namun, ancaman bunuh dari orang tua itu harus menjadi pemikiran anda untuk hati-hati dan kalau bisa mengikuti anjuran beliau.

Aku Antar ke Orangtuamu, Apa Jatuh Talak?

RUMAH TANGGA: AKU ANTARKAN KE ORANGTUAMU, APA JATUH TALAK?


Assalamualaikum wr.wb...
Pa ustad apa hukum nya bila suami saya beberapa kali mengatakan.. Aku antarkan kamu ke rumah orang tua mu
Karena pada saat itu saya bertengkar dengan suami saya dan saya menangis hingga suami saya marah. Dan suami beberapa kali mengatakan jika kamu terus menangis tidak mau berhenti
1. Aku antarkan kamu kerumah orang tuamu
2. Cepat pilih aku atau ibumu... Jika kamu ingin ikut denganku kamu harus nurut sama aku. Padahal pas berterkar aku sama sekali tidak mengadu sama orangtua
3.suami mengucapkan terserah apakah sudah jatuh talak...
Beberapa jam kami baikan lagi dan saya langsung menanyakan apa mksd nya kamu mengucapkan semua itu, apa ada maksud untuk memceraikan saya? Suami menjawab tidak ada niat untuk menceraikan kamu..
4.suami pernah mengatakan pisah atuh kalau siang mah tidur nya kamu di kamar malu sama orang, pada saat itu kami sedang melihat tv sambil tiduran di ruang tamu, apakah dari no 4 sudah jatuh talak.. Karena ada kata pisah nya?
Mohon di bantu pa ustad... Apakah dari cerita di atas saya sudah jatuh talak??
Wassalamualaikum wr.wb

JAWABAN

1. Itu masuk talak kinayah. Baru jatuh talak apabila disertai niat cerai dari suami. Kalau tidak ada niat, maka tidak jatuh.

2. Sama, itu termasuk talak kinayah.

3. Tidak jatuh talak.

4. Kata pisah kalau diucapkan di luar konteks talak tidak ada dampak apapun. Alias tidak jatuh talak.
Baca detail: Cerai dalam Islam

Baca juga: Talak Sharih dan Kinayah


RUMAH TANGGA: SUAMI SERING KE RUMAH MANTAN ISTRI


Assalamualaikum Wr.Wb saya wanita umur 34 tahun ibu dari 2 org putra n putri...saya bersuami dengan seorang duda cerai hidup dan mempunyai 2 anak...10 tahun dr awal berumah tangga kami LDRan..saya di.medan n suami di jkta...n mantan istri nya di jakarta juga...

yg ingin saya tanyakan apa hukum nya bila suami saya masih berhubungan dengan mantan istri nya dengan dalih urusan anak2...yg bkin saya marah adalah berkali2 suami saya bohong dengan saya...dibelakang saya sering ketemu jalan bareng bahkan beberapa kali sampe pijit di rumah mantan istrinya meskipun sama tukang urut pijit nya...n yg lebih bikin sakit hati selalu membanding2kan sayan dengan mantan istri nya bahkan dibilang mantan istri nya lebih baik...sakit rsanya digitukan suami...

apa yg haris saya lakukan...kadang saya gak kuat dengan ini smua plgi suami cuek dengan anak2 saya....dan pernah saya kasih solusi untuk beliau pindah ke medan kampung halaman nya tapi beliau menolak...trima kasih...

JAWABAN

Menurut hukum agama, dalam kondisi semacam itu anda dibolehkan untuk memilih antara tetap bertahan atau berpisah. Kalau bertahan, maka anda harus bersabar dengan kondisi tersebut karena itu di luar kemampuan anda untuk merubah kebiasaan orang lain (suami). Baca detail: Menyikapi Pasangan Selingkuh


JODOH: ORANG TUA TAK MERESTUI


Assalamualaikum uztad.
Saya mau meminta solusi kepada uztad
Uztad saya telah menjalin hubungan dengan lelaki, tapi awal perjumpaan orangtua saya tidak setuju dengan lelaki tersebut disebabkan dengan keadaan fisik tapi perlahan lahan saya menyakinkan kepada orangtua saya dan alhamdulillah merestui. Beberapa bulan kemudian lelaki itu meminta restu untuk melanjutkan hubungan ini kejenjang suci yaitu pernikahan tapi semua itu terkendala dengan tidak adanya restu dari orangtua lelaki.

Beberapa bulan lalu saya sempat selisih paham sama adiknya, sampai masalah ini sampai ke pihak ortu lelaki. Dan orangtua lelaki berusaha menjodohkan lelaki itu dengan wanita pilihan ibunya tapi lelaki itu berusaha menolak dan memilih saya. Hampir setiap hari wanita datang silih ganti untuk lelaki itu.

Dan sekarang lelaki itu sedang berjuang meminta restu ibunya
Menurut uztad bagaimana? Apakah saya harus bertahan atau bagaimana uztad saya takut salah langkah.
Kejadian itu membuat saya trauma berat.

Mohon solusinya uztad
Wassalam

JAWABAN

Kalau orangtua lelaki itu tidak setuju, sebaiknya anda mundur. Karena pernikahan akan sulit berjalan dengan harmonis tanpa adanya persetujuan orang tua. Terutama apabila si lelaki masih bergantung hidupnya pada orang tua secara finansial ataupun rumah.

Idealnya, anda mencari pasangan yang baik dan mendapat restu dari kedua orang tua. Baca detail: Cara Mendapat Jodoh

NIKAH HAMIL ZINA


Assalamualaikum wr wb

Saya mau bertanya ,seorang perempuan hamil di luar nikah, dan menikah dengan laki laki yg menghamili nya,tapi anak yang di kandung meninggal, dan sekarang memiliki anak lagi . Yang saya tanya kan
1.apakah nikah nya sah ?
2. Apakah anak yg kedua dan seterusnya nya anak yang sah dalam pernikahan ?
Mohon penjelasannya ..

Wassalamualaikum wr wb

JAWABAN

1. Nikahnya sah. Baca detail: Menikahi Wanita Hamil Zina, Bolehkah?

Asalkan nikahnya memenuhi syarat dan rukun nikah. Baca detail: Pernikahan Islam

2. Ya, sah. Karena nikahnya sah, maka anak yang dihasilkan dari pernikahan itu juga sah.

Sunday, June 07, 2020

Sumpah Ibu Kandung, Apakah Terkabul?

SUMPAH IBU KANDUNG, APAKAH TERKABUL?


Assalamualaikum,wr,wrb Ustadz,

Perkenalkan saya anak pertama dari 3 bersaudara, saya baru saja menyelesaikan strata 1 dan sekarang sedang mencari pekerjaan. Adik kedua saya telah bekerja setelah selesai dari sekolah menengah dan adik terakhir saya kelas 6 SD. Bulan April kemarin ayah saya meninggal dunia, dan semenjak itu ibu saya berubah. Ibu saya semakin sering kasar berbicara kepada saya dan adik saya yg ke 3, Adik saya yang ke 2 tinggal di tempat kerja.Ibu saya bekerja di salah satu kantin di polda daerah saya, beliau selalu mengeluh capek dan bilang ke saya kamu percuma sarjana, tapi tidak berguna. Padahal saya sudah mencari dan mengirim berkas lamaran ke perusahaan2 lain.

Ibu saya selalu menelpon dengan laki-laki yang merupakan suami orang pada tengah malam, saya pernah menegur tapi beliau bilang kamu ini tidak bisa melihat orang tuamu senang, saya sumpahi kamu tidak akan bisa dapat kerja, walaupun kamu sholat sampai jidat kamu hitam tapi sikap kamu ke ibu begitu, hati saya sangat sakit ustadz padahal saya menyampaikan bahwa yang dilakukan itu salah. Ibu saya tidak mengenal Allah lagi, sy tidak melihatnya shalat dan mengaji lagi. Beliau habiskan waktu untuk asyik main handphone dan menelpon dengan orang lain. Suatu hari, ibu saya pergi bertemu dengan laki-laki lain, beliau berbohong katanya akan pergi bersama tante saya. Setelah pulang dari bertemu lelaki tersebut hp ibu saya hilang, beliau menangis tersedu-sedu seperti mau gila. Tapi beliau masih punya satu hp nokia yang hanya bisa dipakai menelpon dan sms, saya baca smsnya bahwa ibu saya baru saja memberi uang kepada laki2 tsb. Karena disitu saya sangat emosi. saya marah ke ibu saya, ibu saya menyangkal tapi saya minta untuk menelpon orang tsb ibu saya tidak mau. Ibu saya menyumpahi saya lagi. beliau bilang anak setan, anak kurang ajar, kamu berani marahi saya seperti saya ini budakmu. Saya mengakui saya salah dikarenakan pada saat itu saya dalam keadaan emosi.Ibu saya selalu bilang ke keluarga. bahwa saya tidak berguna. Walaupun saya tidak bisa memberikan ibu saya dalam bentuk materi, tapi segala apapun urusan rumah selalu saya yang mengerjakan. Mengantar adik kesekolah. mengantar dan menjemput ibu saya. Saya merasa saya diperlakukan tidak adil ustadz, saya hanya bisa menangis dan berdoa.

yang saya mau tanyakan ustadz
1. Apa benar sumpah ibu saya akan terkabul, karena sampai saat ini saya masih belum mendapatkan pekerjaan?Dan apa yang harus saya lakukan agar sumpah ibu saya tidak menjadi kenyataan?

2. Apa yang harus saya lakukan ustadz saat ibu saya marah?saya tidak bisa menahan rasa sakit atas kata2 yang diucapkan ke sayasaya pernah berpikir untuk pergi dari rumah tapi adik ke 3 saya tidak punya sandaran, krn adik saya juga selalu di marahi ibu saya dan hanya dekat ke saya.

3. Apa kah jika saya meminta Ampun kepada Allah lsetelah saya tidak bisa mengendalikan emosi kepada ibu saya, dosa saya akan diampuni dan kehidupan saya berjalan baik?

Demikian pertanyaan saya, mohon kiranya pak ustad dapat memberikan nasehat untuk saya agar saya tidak salah jalan. Terima kasih atas perhatiannya..

Wassalamualaikum wr wb,

JAWABAN

1. Tidak akan terkabul. Doa yang terkabul adalah apabila dia dalam kondisi terzalimi. Baca detail: Kutukan (Sumpah) dalam Islam

Bahwa sekarang anda belum mendapat kerjaan itu bukan tanda doa terkabul. Di luar sana banyak orang yang belum dapat kerja padahal sudah didoakan kedua orangtuanya.

2. Bersabar dan hindari terlalu sering berkomunikasi. Berbicaralah dengan beliau seperlunya.

3. Akan diampuni. Baca detail: Cara Taubat Nasuha


TIDAK SENGAJA MENGHINA ALLAH


Assalamuallaikum,Semoga Allah S.W.T me-Rahmati anda,Saya mau bertanya pak ustadz,Saya di timpah keliruan dan ketidak sengajaan berucap tanpa ada niattan menghina atau yang lainnya,Pertanyaan saya,saya pernah sedang membaca ayat allah tetapi setelah membaca ayat allah ada kata berucap menyebut makanan seperti contoh nya maaf,ikro bismirob bikalldi holaq,Setelah beres membaca ayat tersebut saya mengucapkan kata dari makanan,Saya baru sadar dan saya tidak tau,apakah itu termasuk dari menghina dan memperolok olok ayat ayat allah,Tetapi saya tidak ada niattan mengolok-olok atau pun menghina,Hanya saja saya Kelepasan atau ketidak sengajaan menyebut kata tersebut tanpa ada niattan tersebut,Dan sekarang saya baru menyadari dan saya di timpah keliruan.Mohon jawaban dan solusinya pak ustadz,Terimakasih

JAWABAN

Tidak masalah. Anda tidak masuk dalam kategori menghina apalagi mengolok-olok. Jadi, tidak ada efek hukum apapun bagi anda. Baca detail: Penyebab Murtad

Baca juga: Hukum Melakukan Perkara Haram karena Tidak Tahu

BERCANDA DENGAN MEMAKAI TOKOH MALAIKAT RAQIB ATID


Assalamu'alaikum pak ustadz, saya mau bertanya masalah bersanda gurau, suatu hari saya membaca cerita yang cukup lucu, ceritnya tentang kkn di desa penari yg lagi viral, tapi dibuat humor dengan memperlihatkan sudut pandang malaikat raqib sama atid, bahasanya cukup lucu, dimana malaikat mencatat dosa2 yang dilakukan karakter tapi dengan bahasa yang lucu seper "seperti astagfirullah si widya dan nur gibah, apakah perlu dicatat?" Apakah ini termasuk bergurau yang salah dan meghina? Jazakallah khoir pak ustadz

JAWABAN

Tidak termasuk menghina apabila: a) tidak ada niat menghina; b) apabila yang bersangkutan masih tetap percaya pada syariat Islam, dan c) apabila masih meyakini adanya para malaikat Allah. Karena, percaya pada malaikat termasuk bagian dari rukun iman. Baca detail: Penyebab Murtad

Membaca Al Fatihah Shalat Mulut Tidak Bergerak, Apa Sah?

MEMBACA AL FATIHAH SHALAT MULUT TIDAK BERGERAK, SAH ATAU BATAL?


Assalaamu’alaikum...


1)Pak Ustad, setahu saya jika membaca surat al-fatihah di dalam sholat dengan mulut tidak bergerak maka sholatnya tidak sah. Saya pernah melihat seorang bapak-bapak saat sholat sunnah mulutnya tidak bergerak, tetapi saat bapak tersebut menjadi imam dan saya menjadi makmumnya, saya tetap husnuzon jika bapak tersebut membaca do’a sholat dengan mulut bergerak. Selain itu juga, bapak tersebut memiliki bacaan al-fatihah yang bagus ketika menjadi imam. Apakah yang saya lakukan sudah benar Pak?


2) Saya pernah melihat najis darah sedikit yang kering di jari saya, kemudian darah kering tersebut jatuh di sajadah mushola yang panjang dan saya tidak mengetahui letak najisnya. Jika saya membiarkan najisnya apakah saya berdosa dan sholat saya menjadi tidak sah?
Apa yang harus saya lakukan Pak?


Demikian pertanyaannya,
Wassalaamu’alaikum...

JAWABAN

1. Sudah benar. Lagipula, Tidak menggerakkan mulut atau bibir saat membaca al fatihah memang tidak sah bacaannya. Namun pergerakan bibir imam tersebut tidak harus terlihat begitu jelas. Bisa saja sebenarnya dia menggerakkan bibirnya tapi tidak begitu terlihat. Yang terpenting adalah ada suara yang terdengar oleh dirinya sendiri saat mengucapkan bacaan al fatihah tersebut.

Dalam Al-Mausuah Al-Fiqhiyah dijelaskan:

واشترط الحنفية والشافعية والحنابلة لاعتبار القراءة أن يسمع القارئ نفسه، فلا تكفي حركة اللسان من غير إسماع؛ لأن مجرد حركة اللسان لا يسمى قراءة بلا صوت؛ لأن الكلام اسم لمسموع مفهوم، وهذا اختيار الهندواني والفضلي من الحنفية ورجحه المشايخ. واختار الكرخي عدم اعتبار السماع؛ لأن القراءة فعل اللسان وذلك بإقامة الحروف دون الصماخ؛ لأن السماع فعل السامع لا القارئ، وهو اختيار الشيخ تقي الدين من الحنابلة أيضا. ولم يشترط المالكية أن يسمع نفسه وتكفي عندهم حركة اللسان، أما إجراؤها على القلب دون تحريك اللسان فلا يكفي، لكن نصوا على أن إسماع نفسه أولى مراعاة لمذهب الجمهور. انتهى.

Artinya: Madzhab Hanafi, Syafi'i dan Hambali mensyaratkan sahnya bacaan al fatihah yaitu pembaca dapat mendengar suaranya sendiri. Pergerakan lisan tidak cukup tanpa mendengar suara karena gerakan lisan saja tidak disebut membaca tanpa suara...
Baca detail: Shalat 5 Waktu


2. Sah. Najis yang sedikit dimaafkan. Baca detail: Najis yang Dimaafkan (Makfu)


WAS WAS WUDHU


Assalaamu’alaikum...
Pak Ustadz,

1) saya terkena penyakit yaitu terlalu berlama-lama dalam wudhu, hal itu terjadi karena saya dibuat takut oleh air mustakmal yang menetes dari anggota tubuh saya, bagaimana cara mengatasi agar saya menjadi tidak terlalu takut dan tidak terlalu berlebihan dalam berwudhu?

2) Apakah air mustakmal pada lantai yang menyiprat ketika terkena air suci mutlak, maka menjadikan air tersebut mustakmal?

3) Bagaimana cara menghilangkan air mustakmal dari anggota badan saat wudhu? Apakah dengan dialiri air suci mutlak?

4) Apa yang dimaksud membasuh? Apakah hanya cukup mengalirkan air saja pada suatu anggota wudhu? Ataukah harus mengaliri air dan mengusap suatu anggota wudhu secara bersamaan?

5) Saat wudhu, apakah air bekas membasuh wajah yang ada pada kedua tangan, kemudian saya mengambil air suci mutlak menggunakan kedua tangan tersebut, apakah air suci mutlak tersebut menjadi air mustakmal?

Demikian pertanyaannya,
Wassalaamu’alaikum...

JAWABAN

1. Air bekas wudhu yang menetes dari anggota tubuh ke air suci itu tidak berakibat mustakmal. Jadi, tidak perlu ragu untuk dipakai wudhu dan segera menyelesaikan wudhu anda. Baca detail: Hukum Air Suci Terkena Air Musta'mal

Rasa was-was harus dihilangkan karena itu tanda godaan setan. Abaikan rasa was-was anda. Hanya itu cara sembuh dari was-was wudhu dan was-was lainnya. Baca detail: Cara Sembuh Was-was Najis, Wudhu, Mandi, Shalat

2. Iya, tapi dimaafkan. Artinya, status air tetap bisa dipakai wudhu. Baca detail: Hukum Air Suci Terkena Air Musta'mal

3. Tidak perlu dihilangkan. Lihat poin 1.

4. Mengalirkan air baik secara langsung (dari kran) atau dengan tangan yang berisi air.

5. Tidak mustakmal. Baca detail: Hukum Air Suci Terkena Air Musta'mal

HUKUM UPLOAD FOTO DI MEDSOS


Afwan Ustadz saya mau bertanya, hukumnya mengapload foto atau video bagi wanita atau laki-laki di sosial media??

JAWABAN

Tidak apa-apa apabila foto tersebut menutup aurat. Baca detail: Aurat Wanita dan Laki-laki


Menyikapi Suami Pengangguran

RUMAH TANGGA: SUAMI PENGANGGURAN (1)


Assalaamu'alaikum, wr.wb
Pak.Ustadz perkenalkan nama saya N (31 tahun) dari Brebes. Saya menikah setahun yang lalu, dan sudah dikaruniai 1 orang anak.
Saya sebenar nya merasa senang karena mendapat jodoh pria yang tampan dan rajin beribadah. Namun saya memiliki beberapa hal yang membuat tidak nyaman dengan kehidupan rumah tangga saya, yaitu:

1. Sejak menikah, usaha suami saya kurang lancar, dan karena belum ada modal lagi, suami menganggur. Kebetulan saya sudah bekerja Akan tetapi suami saya sangat royal dengan Ibu nya. Suatu hari saya dan suami berkunjung ke rumah Orang tua suami. Saya sudah membeli oleh-oleh untuk Orang tua suami berupa bermacam sembako. Namun suami saya minta beli sembako lagi karena merek sembako yang saya beli tidak disukai Orang tua nya. Padahal lagi akhir bulan. Dan itu beli dengan uang saya. Jujur saja menurut saya sembako itu merek apa pun rasa nya sama. Saya merasa terbebani dengan sikap suami saya. Setelah sampai di rumah Mertua saya, saya dan suami berniat membeli makanan ringan di pasar. Saya sudah membeli, tapi suami saya merasa Orang tua nya tidak cocok dan membeli lagi dengan uang saya. Padahal sama-sama kue tradisional. Saya tidak mengerti Pak.Ustadz kenapa saat di rumah mertua suami saya boros menggunakan uang saya untuk mertua saya, sedangkan saat di rumah dia termasuk hemat

2. Sejak pernikahan saya memang menjadi tulang punggung keluarga, karena usaha suami berhenti. Namun saya heran kenapa mertua saya tidak memberi suami saya minimal beras setiap bulan nya untuk anak nya. Seolah semua dibebankan ke saya. Suami saya juga punya cicilan kendaraan, itu saya yang membayar. Padahal saya sering melihat mertua saya memakai perhiasan yang berlebiha. Mertua saya memang sudah tidak bekerja. Namun anak-anak nya yang di luar kota sering mentransfer uang. Saya merasa mertua saya tidak peduli dengan kesulitan suami saya.

3. Suami saya pernah memandang seorang wanita dan hal itu diulangi ketika bertemu lagi dengan wanita itu. Saya merasa malu karena banyak orang yang mengetahui nya. Saat di rumah pun suami saya merasa senang ketika ada kue yang diberikan wanita itu untuk saya.Saya sudah mengingatkan tapi suami saya malah menjawab kalau saya jangan suudzon. Saya sebenernya kecewa kenapa suami saya seolah masih tertarik dengan orang lain setelah menikah. Padahal saya sejak menikah tidak pernah tertarik dengan pria lain, walaupun sebaik apa pun orang nya.

4. Keluarga suami saya (ipar) ketika bertamu ke rumah saya, bersikap kurang sopan. Misal nya sudah jauh-jauh datang ke rumah saya untuk silaturahmi lebaran, tapi saat sampai di rumah saya malah bolak-balik ke toko tanpa pamit dengan alasan membeli hp untuk anak nya. Juga ada anak kecil yang berlarian kesana kemari, lalu loncat-loncat di ranjang yang baru saya beli untuk calon bayi saya, sambil berteriak dan melepas kemeja nya. Menurut saya tidak etis kalo ada anak kecil bersikap seperti itu dan orang tua nya bersikap santai. Tidak mengendalikan anak nya.

Saya merasa jenuh Pak.Ustadz dengan semua ini. Saya terbiasa dekat dengan orang-orang yang santun saat bertamu.
Mohon bantuan solusi nya Pak.Ustadz....
Terimakasih sebelumnya
Wassalaamu'alaikum, wr. wb

JAWABAN

Apa yang anda alami adalah bagian dari masalah rumah tangga yang tidak jarang terjadi. Dan selagi hal itu dilakukan oleh orang lain (suami dan keluarganya), maka anda tidak bisa mengontrolnya. Yang bisa anda lakukan adalah mengendalikan diri anda sendiri agar supaya bisa beradaptasi dengan kondisi yang tidak ideal tsb, berusaha mengerti, dan menganggapnya sebagai bagian dari dinamikan kehidupan rumah tangga. Suatu kehidupan yang terkadang sangat berbeda dengan kehidupan kita sehari-hari saat masih belum menikah. Kebahagiaan anda dalam rumah tangga akan sangat tergantung pada sebesar apakah anda bisa berdamai dengan kondisi tersebut.

Berikut tanggapan atas poin-poin kasus yang anda ungkapkan.

1. Suami yang asalnya punya usaha lalu bangkrut (tanpa diketahui ortunya) tentu ingin menampilkan dirinya sebagai orang yang sukses pada ibunya. Untuk itu, ia ingin situasi berjalan seperti biasa seakan tidak terjadi apapun. Oleh karena itu, oleh-oleh yang dibawa harus sesuai dengan kondisi dulu saat belum bangkrut. Anda harus memahami cara berfikir suami ini.

Saran: sebaiknya lain kali anda tanyakan dulu pada suami tentang oleh-oleh apa yang mau diberikan pada orang tua. Jangan langsung beli. Agar kejadian serupa tidak lagi terjadi.

2. Ada kemungkinan suami berbohong pada ortunya tentang masalah usahanya. Sehingga ortunya tidak tahu masalah tersebut. Kemungkinan ini berdasarkan poin 1 di atas di mana suami selalu ingin memberi oleh-oleh yang bagus sebagaimana saudaranya yang lain. Ia ingin menjadi salah satu kebanggaan keluarga.

Saran: ada baiknya anda berbicara baik-baik pada suami agar: a) terus terang pada ortunya tentang kondisi ekonomi dan usahanya yang bangkrut; b) anda secara baik-baik menyarankan suami agar mencari kerja kalau memang tidak punya modal untuk usaha. Pilih waktu terbaik saat mengungkapkan ini.

3. Dalamm hal wanita lain, sebaiknya anda ungkapkan terus terang padanya bahwa anda cemburu dan memintanya agar tidak bersikap demikian. Namun sekali lagi, permintaan itu sebaiknya tidak memaksa. Karena laki-laki tidak suka dipaksa atau didikte. Ungkapkan dg cara yang baik. Misalnya, katakan "Aku akan sangat senang kalau Abang tidak memperhatikan dia."

4. Kalau peristiwa ini terjadi baru satu kali, maka sebaiknya didiamkan. Namun, kalau terjadi beberapa kali, maka sebaiknya anda bicarakan dengan suami. Kalau suami mendiamkan, maka anda bisa bicarakan langsung pada ibunya si anak. Tentu cara membicarakannya dengan cara yang baik dan tidak membuat marah. Misalnya, diawali dengan permintaan maaf lebih dulu.

REKOMENDASI:


A) Kasus ketidaknyamana yang anda alami pada keluarga suami masih dalam level yang bisa ditolerir dan bisa diatasi dengan bijak.

B) Terkait suami yang tidak memberi nafkah, maka secara hukum ini termasuk masalah serius. Dalam arti, istri diberi pilihan untuk tetap bertahan atau minta pisah. Baca detail: Istri Boleh Tak Taat Suami yg Tak Beri Nafkah

Namun, kalau tetap ingin bertahan, maka konsekuensinya istri hendaknya sabar dengan keadaan ini dan berusaha mencari solusi terbaik. Kalau perlu, istri berusaha mencarikan kerja bagi suami. Baca detail: Cara Harmonis dalam Rumah Tangga

MERTUA TAHU ANAKNYA BANGKRUT (2)


Aslm, Pak.Ustadz, mertua saya tahu bahwa usaha suami saya sudah berhenti. Suami saya jualan kuliner dan saat mengolah bersama keluarga nya. Kebetulan tempat berjualan nya lebih dekat dengan rumah mertua saya dari pada dengan rumah yang kami tempati. Jadi mengolah nya di sana saja sekaligus dibantu adik nya saat pengolahan... Semua keluarga nya tahu kondosi usaha suami saya Pak.Ustadz.

JAWABAN

Kalaupun tahu, mertua anda mungkin masih mengira dia punya usaha lain.
Atau, kalau tahu bahwa saat ini bergantung ke istri, mertuanya menjaga
perasaan anaknya.

ADIK IPAR PEREMPUAN BOROS (3)


Bahkan ketika suami saya hendak berjualan lagi, suami saya bilang kalo saya udah punya cukup tabungan nanti bisa buat modal usaha dagang. Sebagian dagangan dititipkan ke adik nya. Lalu saya jawab saja, maaf Mas karena penghasilan ku aku prioritaskan untuk tabungan pendidikan anak. Mas bisa cari kerja dengan ijazah Mas, tidak harus berjualan. Juga kalo dagangan dititipkan ke adik Mas saya keberatan. Karena adik Mas berkali-kali gagal berdagang hingga tabungan suami nya habis. Saya tidak mau gagal juga kalo titip ke adik Mas. Juga kalo usaha dititipkan, modal semakin besar karena du samping dijalankan oleh Mas juga dijalankan oleh adik Mas. Adik Mas kan udah ada suami nya yang kerja di bangunan. Mohon maaf Mas tolong adik Mas diajari jangan boros. Jadi saat suami tidak ada kerjaan di bangunan tetep ada cadangan dana.
Pak.Ustadz, adik suami saya memang boros. Mohon bantuan solusi nya Pak.Ustadz, terimakasih sebelum nya. ..
Wassalaamu'alaikum, wr.wb

Juga saat saya baru lahiran pihak keluarga saya minta cepat diaqiqahkan. Saya agak bingung karena dana ngepas sekali. Tiba-tiba ibu mertua saya bilang kata nya walaupun sudah tidak banyak kebutuhan tapi tetep pengin pegang uang. Padahal saya ngga bilang mau pinjam. Cuma saya lagi musyawarah sama suami saya tentang acara aqiqah, kebetulan ada Ibu mertua.
Pernah suatu hari saya diajak suami ke rumah mertua tapi saya bilang Mas tapi kamar mandi di sana kotor sekali. Kasian bayi kita. Lalu suami saya bilang, maaf dek duli q udah kasih uang Ibu ku buat rapi kan kamar mandi. Tapi ga dirapikan juga..

JAWABAN

Pertama, langkah anda sudah benar ketika menolak dimintai uang oleh suami untuk titip modal pada adik perempuannya. Anda juga benar ketika beralasan akan nabung untuk masa depan anak. Intinya, harta yang menjadi milik anda tetaplah dijaga agar tetap di bawah kontrol anda. Jangan biarkan suami atau siapapun mengontrol harta anda. Harta anda yang hasil dari usaha sendiri akan tetap menjadi hak milik anda menurut hukum Islam.

Dalam Islam tidak ada harta gono-gini (harta bersama suami istri) secara otomatis. Setiap harta menjadi milik masing-masing suami istri berdasarkan sistem kepemilikan yg berlaku umum. Baca detail: Harta Gono gini

Kedua, namun anda kurang tepat kalau anda ingin ikut campur urusan adik ipar anda. Perilakunya di luar kontrol anda dan anda tidak perlu ikut urusannya. Biarkan dia dan suaminya yang mengatasi sendiri masalah mereka.

Sekali lagi, anda saat ini sebagai istri yg tidak dinafkahi memiliki dua pilihan yg dibolehkan syariah: yaitu tetap bertahan atau berpisah. Baca detail: Istri Boleh Tak Taat Suami yg Tak Beri Nafkah

Kalau memilih bertahan, maka bersabar adalah pilihan terbaik.

Menyucikan Najis Dengan Air Dan Pewangi

MENYUCIKAN NAJIS DENGAN AIR DAN PEWANGI


Mensucikan najis dengan di pel pakai air bercampur pewangi

Pak ustadz, dulu (sekitar tahun 2013) saya pernah di ngompol di lantai kamar rumah nenek saya, karena takut dimarahi kakek saya keringkan dgn baju bekas. Ketika saya berjalan ke kamar mandi, jejak bekas air kencing saya lap pakai kain lain

Beberapa jam kemudian, najis itu kering dan masih agak bau
Beberapa hari kemudian lantainya sudah tidak bau ataupun berbekas dan sepertinya memang sudah di pel oleh tukang bersih2 kakek saya. Saya pernah liat dia sedang ngepel lantai

Dulu saya belum tau hukum najis hukmiyah, apakah saya harus mengguyur air ke seluruh lantai rumah nenek saya?

Saya Beberapa minggu lalu (tahun sekarang/2019) sudah menjelaskannya akhir2 ini, namun nenek saya dan kakek saya menolak diguyur seluruh lantai rumahnya, saya pun juga merasa kesusahan dan kepikiran terus sampai gk selera makan.

Takutnya najisnya masih ada dan sholat kakek nenek saya gk diterima.

Bolehkah saya bertaqlid ke pendapat Imam Hanafi yg mengatakan najis bisa suci selain dengan air (saya mazhab Syafi’i)?

JAWABAN

Kalau memang sudah disiram air oleh pembantu kakek anda, maka itu sudah cukup. Status lantai sudah suci. Baca detail: Najis dan Cara Menyucikan

Suatu najis apabila berupa najis hukmiyah, maka cukup satu kali siram sudah suci. Dan air bekas siraman statusnya suci (tapi tidak menyucikan). Baca detail: Cara menyucikan najis hukmiyah dan ainiyah

Perlu juga diketahui, bahwa najis hukmiyah itu tidak menular najisnya menurut madzhab Maliki. Anda bisa ikut pendapat ini agar tidak was-was. Baca detail: Najis Hukmiyah Madzhab Maliki

NAJIS MAKFU APAKAH MENULAR?


Assalamualaikum

Saya inginkan kepastian.

1. Jika tangan yang terkena najis yang dimaafkan menyentuh sesuatu yang suci contohnya baju lembab yang terdapat minyak, saya menganggap baju lembab ini suci.

Namun, jika pada 10 menit kemudian tangan saya terkena najis yang dimaafkan lagi sekali dan kemudian menyentuh lagi baju itu di kawasan sama (kawasan berminyak), adakah baju itu masih bisa dianggap SUCI?

2. Tangan saya selalu menyentuh/terdedah kepada najis yang dimaafkan dan saya sering menyentuh ponsel saya tanpa membasuh tangan saya terlebih dahulu.

Adakah ponsel saya menjadi najis karena saya selalu (berkali-kali) memegangnya dalam keadaan tangan yang ada najis dimaafkan? Apakah perlu saya membersihkan ponsel saya?

JAWABAN

1. Ya.
2. Ponsel tidak najis.
Baca detail:
- Kotoran Lalat, Kelelawar Najis Makfu
- Najis yang Dimaafkan (Makfu)
- Percikan Kencing Najis yang Dimakfu
- Najis Makfu dan Kaitannya dg Shalat
Apa saja Najis Makfu


MENGATASI KEBINGUNGAN ATAS SUATU HUKUM


Assalamu'alaikum Warahmatullah Ustadz, izin bertanya

Bagaimana apabila terdapat perkara yang saya cukup bingung atas hukumnya, saya katakan : lebih baik tidak dikerjakan (tidak secara tegas mengatakan haram atau halal). Apakah termaksut menghalalkan yang haram dan sebaliknya? Saya sangat takut murtad Ustadz.

Jazakumullah Khayr

JAWABAN

Tidak termasuk menghalalkan yang haram atau mengharamkan yang halal apabila menyangkut masalah yang di mana ulama masih berbeda pendapat (ikhtilaf) atas halal dan haramnya. Dalam kasus demikian, maka kita boleh mengikuti salah satu pendapat. Misalnya seperti dalam kasus najisnya anjing di mana ulama berbeda pendapat tentang bagian apa dari tubuh anjing yang najis. Baca detail: Najis Anjing Menurut Empat Madzhab

Beda halnya dengan perkara yang sudah pasti dan disepakati hukumnya. Seperti wajibnya shalat lima waktu dan haramnya zina. Maka, di sinilah kita bisa berakibat murtad apabila menghukumi sebaliknya. Baca detail: Penyebab Murtad

Untuk itu, maka perlu kiranya kita memperluas wawasan atas hukum fikih madzhab empat, yang klasik maupun kontemporer, agar supaya kita tidak mudah mengambil kesimpulan dan berlapang dada atas perbedaan. Baca detail: Kriteria Ahlussunnah Wal Jamaah

Saturday, June 06, 2020

Hukum Menikah Dengan Wanita yang Sudah Bertunangan

HUKUM MENIKAH DENGAN TUNANGAN PRIA LAIN


Assalamu'alaikum pak ustaz.
Pak, saya ingin konsultasi.
Saya asli medan dan saya menyukai seorang wanita di sulawesi.
Walaupun kami blm pernh jumpa kami saling mencitai pak, dalam hati saya saya ingin sekali menikahinya namun saya ngerasa saya tidak sanggup untuk bayar maharnya pak, karna tradisi di sana kl menikah maharnya sangat tinggi.

Memang sih blm sempat saya ngomong sama kedua orang tuanya namun hampir tidak mungkin orang tuanya merestui kami, karna saya bukan orang kaya pak.

Dan tanpa di sangka sangka orang tuanya menjodohkan dia sama laki2 lain pak, jauh dalam hatinya sebenernya menolak namun karna ia takut dengan orang tuanya dan takut di bilang anak durhaka tp dia terpaksa bilang mau pak.

Tapi setiap hari iya menangis, dan kami pun selalu berhubungan tanpa sepengetahuan siapapun.
Sebenernya iya ingin lari tapi saya dengan terpaksa melarang karna saya juga takut dia di cap anak durhaka.
Tapi dalam hati saya benernya ingin sekali dia lari dan menikah dengan saya.
Lalu apa yg harus saya lakukan pak?

Yg ingin saya tanya.
1.bagaimana hukumnya jika ia kabur dan menikah denganku, dan apakah sah nikahnya jika sementara dia tidak dinikahkan dengan orang tua/wali.

2.jika iya lari apakah dia termasuk anak durhaka.

3.walaupun kami belum pernh berjumapa tapi kami pernh berzina melalui vidio call, saya sudah melihat seluruh tubuhnya begitu juga sebaliknya.
Saya ingin bertanggung jawab.
Dan apakah saya harus bertanggung jawab untuk menikahinya walaupun tanpa restu ornag tuanya.

4.bolehkah kawin lari,sementara dia sudah bilang iya pada pihak calon suaminya walaupun dalam hatinya masih menolak.

5.apa hukumnya jika ia jadi menikah dengan lelaki yg dijodohkan tetapai iya masih ingin berhubungan dengan ku.

Terimakasi pak.
Mohon maaf kl ada salah kata pak.

JAWABAN


1. Kalau dia belum menikah maka dia bisa dan sah menikah dengan pria lain. Namun, hal itu sangat tidak dianjurkan. Apalagi anda sama sekali belum pernah bertemu orangtuanya. Kalau memang anda serius, maka sebaiknya anda datang ke rumahnya. Menemui orangtuanya dan melamarnya. Kalau orangtuanya menolak, maka itu lain soal. Anda bisa mengambil langkah berikutnya setelah itu.

2. Ya, dia termasuk anak durhaka karena dia sejak awal menerima pertunangan tersebut. Lain hal kalau seandainya sejak awal dia menolak dg alasan sudah ada pria lain yang dicintai.

3. Melihat tubuh wanita via video call adalah berdosa tapi itu bukan zina. Baru disebut zina apabila terjadi hubungan fisik.

4. Tidak boleh.

5. Hukumnya haram bagi dia. Dan haram bagi anda untuk merusak rumah tangga orang lain. Baca detail: Takhbib Perusak Rumah Tangga Orang


CARA TAARUF IKHWAN DENGAN BEBERAPA AKHWAT SEKALIGUS


Assalamu’alaykum ustadz, mohon pandangannya bagaimana jika ada ikhwan yg taaruf dengan beberapa akhwat sekaligus? Qodarallah saya mengetahui jika ikhwan yg taaruf dengan saya juga bertaaruf dengan akhwat lain, bagaimana sikap saya sebaiknya? Jika sebelumnya saya melaksanakan sholat istikharah untuk memohon yg terbaik, apakah kabar ini bisa menjadi jawaban dan pertimbangan saya terhadap ikhawan tersebut? Jazakallah khair Ustadz..--

JAWABAN


Cara ikhwan itu bukan perilaku yang tepat. Itu menunjukkan dia tidak berniat baik. Karena lelaki yang baik pasti akan taaruf hanya pada satu perempuan. Sebaiknya ditolak dengan halus dan cari pria lain. Baca detail: Cara Memilih Jodoh

Yang tak kalah penting, carilah lelaki muslim yang baik dan berlatarbelakang Aswaja (Ahlussunnah Wal Jamaah). Baca detail: Kriteria Ahlussunnah Wal Jamaah

LAFAZ NON KINAYAH DENGAN NIAT TALAK


Adakah orang yang was was sentiasa hadir niat tanpa dia kehendaki ataupun dia keliru tentang kehendak hatinya? Baru-baru ini saya ada berbual dengan isteri berkenaan mencetak penyata nombor akaun bank, isteri mencadangkan saya mencetak semula, dan saya menjawab “print semula, harus pergi ke bank”.

Menurut pandangan ustaz adakah jawapan saya itu boleh dikategorikan sebagai lafaz kinayah sekiranyanya hadirnya niat dalam hati?

JAWABAN


Bukan lafaz kinayah. Jadi tidak ada dampak hukum walaupun ada niat talak. Karena, kalimat “print semula, harus pergi ke bank" makna dan tujuannya sudah jelas hanya satu sebagaimana yang dikatakan. Tidak ada makna lain selain itu. Baca detail: Hukum Kata Non Kinayah dg Niat Talak


Hukum Pernikahan Lusan

PERNIKAHAN LUSAN


Assalamualaikum wr wb, saya ingin bertanya perihal pernikahan lusan, kami tidak boleh menikah karena saya anak pertama dan pacar saya anak ketiga, sedangkan kami sudah berhubungan badan ,lalu bagaimana ya sahabat muslim, lalu pacar saya mengikuti pemikiran orang tuanya, terimakasih semoga di beri solusi e wassalamualaikum wr wb

JAWABAN


Tidak ada larangan pernikahan dalam Islam yang disebabkan oleh masalah LUSAN. Dalam Islam, yang dilarang nikah itu apabila antara kedua pihak (pria wanita) ada hubungan kekerabatan mahram. Baca detail: Larangan Wanita Bepergian Sendirian

Mempercayai bahwa masalah LUSAN akan berakibat sesuai di kemudian hari hukumnya haram. Sama dg haramnya percaya ramalan. Baca detail: Hukum Percaya Ramalan

Selain itu, anda berdua telah melakukan dosa besar dg berzina. Maka wajib bagi anda berdua untuk taubat nasuha. Baik jadi menikah atau tidak. Baca detail: Cara Taubat Nasuha

ISTRI KEDUA TAK BOLEH MERAWAT SUAMI OLEH ISTRI PERTAMA


Assalamualaikum
Saya istri kedua suami sedang sakit stroke drumah istri pertama, tetapi saya tidak boleh bertemu dengan suami saya apalagi merawat.. Yg ingin saya tanyakan:
1. Bagaimana harusnya saya bersikap thd istri pertama karena saya juga ingin merawat suami sementara istri pertama malah membawa pergi suami saya dan smua no hp di blok..???
2. Jika saya bisa menemukan suami saya dan saya membawa pergi untuk merawatnya, apa tindakan saya salah pak Ustadz??
3, bagaimana dengan status perkawinan siri saya dari segi agama jika saya tidak bisa bertemu lagi dengan suami saya???
4. Apa yg harus saya lakukan agar istri pertama dan keluarga suami bisa mencari jalan keluar untuk masalah ini bukan malah saya dicampakan begitu saja.... Padahal suami ingin ikut sama saya tapi dilarang... ????
Walaikumsalam

JAWABAN


1. Sebaiknya anda bersabar dan berdoa saja. Sebagai istri siri anda tidak berbuat lebih dari itu.

2. Kurang tepat terutama apabila istri pertama merawatnya dg baik. Lain hal apabila ternyata istri pertama tidak merawatnya dg baik, maka anda sebaiknya menjemputnya itupun kalau diberi ijin oleh istri resmi.

3. Tidak apa-apa. Status pernikahan anda tetap sah selagi suami tidak menceraikan anda. Pernikahan baru putus apabila terjadi salah satu dari dua kemungkinan: a) suami menceraikan istrinya; b) pengadilan agama memutuskan pernikahan tsb.

4. Anda sebaiknya berdoa saja. Karena dg status sebagai istri siri, maka anda di mata negara tidak punya hak untuk bersamanya. Artinya, kalau anda membawa lari suami siri anda, lalu istri resmi menuntut ke pengadilan, maka anda bisa terkena pidana karena dianggap menculit suami orang.

Baca detail:

- Makna Adil dalam Poligami
- Isbat Nikah Kawin Siri
- Cara Gugat Cerai Nikah Siri dan Isbat Nikah
- Cara Gugat Cerai Nikah Siri dengan Muhakam

TALAK MUALLAQ KAPAN TERJADI DAN CARA RUJUK?


Pak ustad, mohon dijawab.
jika kalimat itu terucap

1. kapan talak itu jatuh?
2. kapan masa idah dimulai dan selesai?
3. kapan bisa rujuk?

pertanyaan untuk kasus pertama pak
jika itu talak mu'allaq

kapan jatuh talaknya hingga kami bisa rujuk dalam masa iddah itu ? bagaimana jika anak kembar pak?

itu saja pak.

semoga Allah membantu kami, terimakasih atas kebaikan pak ustad. semoga Allah membalas kebaikan pak ustad.
bukan maksud kami meyakini keragu-raguan, kami ingin tenang lagi seperti dulu pak ustad.


JAWABAN


Pertama, talak muallaq (talak kondisional atau talak bersyarat) baru
terjadi apabila diucapkan oleh suami. Contoh suami berkata: "Setelah
kamu melahirkan anak yang kamu kandung ini, maka kamu aku talak."
Dalam hal ini, maka istri tertalak segera setelah anak yang
dikandungnya lahir. Baca detail: Talak
Muallaq (Kondisional)


Kedua, masa iddah dimulai sejak talak itu terjadi. Yakni setelah
melahirkan. Baca detail: Cerai
dalam Islam



Ketiga, adapun waktu rujuk, maka rujuk bisa dilakukan dengan dua kategori:
a) rujuk dilakukan saat masa iddah. Dalam hal ini maka suami cukup
mengatakan "Aku rujuk" maka sah rujuknya tanpa harus melakukan akad
nikah baru; Baca detail: Cerai
dalam Islam


b) rujuk dilakukan setelah masa iddah habis. Dalam hal ini maka harus
dilakukan akad nikah ulanmg. Baca detail: Cara
Rujuk dan Masa Iddah



Ucapan Cerai Lebih dari 3 Kali

RUMAH TANGGA: UCAPAN CERAI BEBERAPA KALI


Assalamu'alaikum wr.wb

Saya ingin menceritakan kronologi permasalahan terlebih dahulu sebelum mengajukan pertanyaan dengan topik pernikahan.

1. Saya pernah meminta istri utk memakai jilbab yang longgar, tetapi istri menentang dengan berbagai argumennya, lalu saya ancam "Kalau kamu tidak mau menurut, saya ceraikan loh kamu" Hari itu juga saya langsung bertanya kepada Kiyai, dan jawabannya tidak jatuh talak. Dan kami kembali berhubungan suami istri spt biada, saat itu kami baru memiliki anak pertama. Tapi saya masih merasa ragu, khawatir jika itu jatuh talak.

2. Setiap kali saya tersinggung dan marah tidak terima dgn ucapan dan perilaku istri thd saya, saya sering mangancam dengan mengatakan "sebenarnya perceraian itu boleh loh meskipun dibenci Allah", "Aku mau nikah lagi aja", "Ya sudah berarti kita ga cocok", "Yaudah kalau kamu bisa serba sendiri, tak tinggal saja ya?", itu yang saya ingat.

3. Tahun 2016 Saat istri saya hamil anak ke-3, istri saya mengatakan kalau saya bertahan disini karena sudah diberikan usaha oleh orangtua istri, bukan karena benar-benar ingin menolong Bapak mertua, yg ketika itu sedang sakit stroke, saya tidak terima dan saya mengancam istri "Kalau kamu ga menarik ucapanmu, lihat nanti kalau Bapak sudah tidak ada, saya cerai kamu" Beberapa waktu setelah itu kami kembali berhubungan suami-istri spt biasa.
Di tahun 2017 setelah Bapak mertua meninggal, kami pun tetap berhubungan suami-istri spt biasa, tapi ketika itu kami pun ketakutan akan kata-kata saya diatas, apakah jatuh talak/ tdk?

4. Yang terbaru saya dan istri bertengkar dan saya kembali mengancam dia dengan kata-kata "Tak tinggal! Aku mau pulang ke rumah orangtuaku". Karena saat ini Kami tinggal di rumah orangtua istri.

5. Sekarang kami tinggal terpisah sementara, dengan alasan untuk saling koreksi diri, dan sampai kami mengetahui status hubungan kami secara syariat selama ini. Ketika akan saya tinggal istri saya masih dalam keadaan suci, selang 3 hari istri saya haid, dan saat ini sudah suci kembali.

Berdasarkan kronologi yg saya jelaskan diatas. Pertanyaan Saya Bagaimana status hukum secara syariat hubungan saya dan istri jika selama ini?

Sebenarnya Saya sangat menyesal dan terlambat sadar dgn semua itu. Saya tidak ingin benar-benar berpisah, karena kami sudah memiliki 4 anak ini. Apakah masih bisa Kami bersatu kembali?

Saya kembalikan semuanya pada ketentuan dan hukum Allah, mohon beri kami jawaban dan keputusan yang sesuai dengan tuntunan syariat Islam.

Wassalamu'alaikum wr.wb

JAWABAN


Kalau anda masih ingin mempertahankan rumah tangga, maka hal itu bisa anda lakukan. Karena dalam masalah talak ini, ada beberapa pandangan ulama yang bisa meringankan keadaan anda.

Pertama, anda tentunya saat mengancam istri untuk bercerai itu dalam keadaan marah. Sebagian ulama berpendapat bahwa menceraikan istri dalam keadaan marah itu tidak jatuh talak secara mutlak. Baik marahnya level sedang apalagi level tertinggi. Baca detail: Talak saat Marah

Ali Jumah, mantan mufti Mesir, sependapat dengan pandangan di atas. Dalam fatwanya ia menyatakan:

أكد الدكتور على جمعة، مفتى الجمهورية السابق، إن كلمة "أنت طالق" من الرجل لزوجته فى حالة الغضب دون نية الانفصال لا تقع ولا شئ فيها، مشدداً على ضرورة ألا يعود الرجل لحماقاته وغضبه.

جاء ذلك رداً على أحد السائلين ببرنامج "والله أعلم" المذاع عبر فضائية "cbc"، عندما قال:" أنا من كام يوم رميت اليمين على زوجتى ومش عارف أردها ..وهى حامل"، فقال له المفتى الأسبق :" ماذا قلت لها"، فرد "أنت طالق".


Artinya: Kata "Kamu aku cerai" yang diucapkan suami pada istrinya saat sedang marah tanpa niat pisah itu tidak terjadi talak dan tidak ada efek talak.

Dengan mengikuti pendapat di atas, maka semua ucapan cerai anda pada istri tidak sah. Dan dengan demikian, maka pendapat kyai dalam kasus nomor 1 itu bisa dibenarkan.

Kedua, namun demikian sangat kami sarankan agar anda berusaha keras untuk menghentikan cara-cara ancaman dengan kata cerai semacam itu pada istri. Karena sikap yang selalu mengancam akan sangat mengganggu pada tumbuh suburnya rasa kasih sayang dari istri anda. Termasuk rasa cinta dari anda sendiri padanya. Padahal rasa cinta dan sayang itu bisa bertambah atau berkurang tergantung dari apakah kita akan terus memupuk dan menyiraminya atau membiarkan cinta itu semakin berkurang dan habis. Apabila ini terjadi, maka tidak akan ada yang namanya mawaddah wa rahmah dalam rumah tangga. Dan itu awal dari kegersangan rasa yang akan memicu sikap-sikap negatif lainnya.
Baca detail: Cara Harmonis dalam Rumah Tangga

Sunday, April 26, 2020

Hukum Berkumpul Laki-laki dan Perempuan bukan Mahram

HUKUM IKHTILAT (BERCAMPUR LAWAN JENIS BUKAN MAHRAM)

Assalaamu’alaikum...

1) Pak Ustad, saat ini saya sekolah di negeri yang terjadi ikhtilat(campur baur). Dan saya baru-baru ini mengetahui, kalau ikhtilat di sekolah negeri itu diharamkan karena terjadi campur baur. Apa yang harus saya lakukan?

2) Saya pernah berfoto dengan teman-teman saya dengan terdiri dari laki-laki dan perempuan yang diantaranya terdapat perempuan yang tidak berhijab. Apakah saya menjadi berdosa? Walaupun hal tersebut terjadi di sekolah ataupun di tempat yang sebetulnya tidak menimbulkan fitnah. Kemudian, bagaimana cara bertaubatnya

Demikian pertanyaannya,
Wassalaamu’alaikum...

JAWABAN

1. Ikhtilat atau percampuran lokasi antara lawan jenis bukan mahram tidak apa-apa dengan syarat:
a) tidak terjadi kholwat atau berduaan; Baca detail: Hukum Kholwat

b) tidak syahwat; c) tidak melakkan perbuatan yang melanggar syariat.

2. Tidak masalah. Tidak berjilbab itu dosa bagi yang melanggar. Dan itu bukan urusan anda. Baca detail: Hukum jilbab dan Isbal

ADA KOTORAN KECIL DI KUKU LUAR

Assalamu’alaikum...

Pak Ustad, pada saat pagi hari saya melihat pada kuku luar saya terdapat lapisan sedikit berwarna coklat, dan saya tidak tahu apakah kotoran tersebut menghalangi sahnya wudhu. Hal tersebut membuat saya ragu, apakah sholat yang sebelumnya saya lakukan sah. Padahal sebelum melihat kotoran tersebut, saya merasa yakin dengan sholat saya.

Apakah saya harus menggunakan kaidah hukum asal? Yaitu sholat yang saya lakukan sebelumnya sah.

Demikian pertanyaannya, wassalaamu’alaikum...

JAWABAN

Hukum kotoran kecil yang ada di kuku itu tidak menghalangi sampainya air pada permukaan kuku. Dengan demikian, wudhunya sah dan shalatnya juga sah tanpa harus memakai kaidah hukum asal. Baca detail: Kotoran Kuku dan Koreng jadi Penghalang Mandi dan Wudhu?

NIAT FARDHU ATAU SUNNAH, APAKAH WAJIB?

Beberapa bulan lalu pak ustadz pernah bilang kalau niat mandi wajib tanpa kata wajib akan menjadi ambigu dan tidak sah niat dan mandinya, maka dari itu harus ada kata wajib dalam niat mandi wajib.

Pertanyaannya, kalau niatnya dengan mandi junub atau mandi besar, apakah harus ada kata wajib juga ?

JAWABAN

Tidak harus. Boleh mengatakan "Niat mandi junub" atau "niat mandi besar". Baca detail: Cara Niat

TAUBAT

assalamualaikum,
saya mau tanya
saya pernah bertaubat dari suatu perbuatan dengan janji tidak melakukannya kembali, tetapi saya sering melanggar atau melakukan kemaksiatan itu lagi. dan saya baru tau kalau kita berjanji kepada allah, kita harus membayar kafarat. dan saya sudah berulang2 kali berjanji dan berulang2 kali pula melanggarnya
pertanyaan saya,
1. apakah harus membayar kafarat jika kita berjanji pada waktu itu dalam keadaan belum tahu kalau melanggar harus membayar kafarat?
2. apakah masih bisa kita membayar janji menjauhi perbuatan maksiat yang pernah kita langgar dengan menjauhi perbuatan tersebut sekarang?
jazakallah khair...

JAWABAN

1. Dari mana anda dapat info tersebut? Yang benar adalah Janji yang tidak ditepati tidak harus membayar kafarat. Tapi berdosa. Baca detail: Hukum Janji

Yang harus membayar kafarat itu ada dua hal yaitu melanggar sumpah atau tidak melaksanakan nadzar.
Baca detail: Hukum Nadzar
Baca juga: Hukum Nadzar dan Sumpah

2. Kalau pernah melanggar janji maka cara terbaik adalah bertaubat. Baca detail: Cara Taubat Nasuha

Sunday, March 15, 2020

Hukum Peringatan Hari Valentine Day dalam Islam

Peringatan Hari Valentine Day dalam Islam

Hukum merayakan hari Kasih Sayang (Inggris: Velentine day; bahasa Arab: Idul Hubb عيد الحب) menurut syariah Islam dan opini para ahli fiqih kontemporer baik yang Wahabi Salafi maupun non-Wahabi.

DAFTAR ISI
  1. Sejarah Singkat Hari Valentine
  2. Pendapat yang Membolehkan Merayakan Valentine Day
    1. Majelis Fatwa Yordania
    2. Majelis Fatwa Mesir
  3. Pendapat yang Mengharamkan Valentine Day
    1. Fatwa MUI Majelis Ulama Indonesia Tentang Valentine Day
    2. Fatwa Ulama Wahabi Salafi Seputar Hari Valentine
    3. Fatwa NU Nahdlatul Ulama
  4. CARA KONSULTASI SYARIAH ISLAM


SEJARAH SINGKAT VALENTINE DAY

Valetine Adalah hari di mana para kekasih dan mereka yang sedang jatuh cinta menyatakan cintanya di Dunia Barat. Hari raya ini sekarang terutama diasosiasikan dengan para pencinta yang saling bertukar kartu ucapan dalam bentuk "valentines". Simbol modern Valentine antara lain termasuk sebuah kartu berbentuk hati dan gambar sebuah Cupido (Inggris: cupid) bersayap. Mulai abad ke-19, tradisi penulisan kartu ucapan pernyataan cinta mengawali produksi kartu ucapan secara massal.

Hari Santa Valentine, dikenal juga dengan Valentine's Day atau Hari Kasih Sayang adalah hari libur yang dirayakan setiap tanggal 14 Februari setiap tahun. Hari Velentine dirayakan di banyak negara dunia, walaupun hari ini bukanlah hari libur di kebanyakan negara tersebut.

Awalnya hari Valentine merupakan perayaan untuk satu atau lebih santa Kristen yang bernama Valentinus. Beberapa kisah martir telah dimasukkan untuk berbagai Valentine yang berasal dari 14 Februari dan ditambahkan pada martirologi. Akun hagiografi populer dari Santa Valentine Roma menyatakan bahwa ia ditahan karena melakkan perkawinan untuk para serdadu dan banyak orang Kristen yang dilarang menikah dan disiksa oleh Empirium Romawi.

Hari Valentine pertama kali diasosiasikan dengan cinta romantis dalam lingkaran Geoffrey Chaucer pada Era Pertengahan, ketika tradisi ekspresi cinta berkembang. Pada abad ke-18 Inggris, perayaan ini berkembang menjadi hari di mana orang yang pacaran mengekspresikan cinta mereka masing-masing dengan menghadiahkan bunga, menawarkan permen dan manisan serta mengirim ucapan kartu selamat yang dikenal sebagai "valentines".


PENDAPAT YANG MEMBOLEHKAN MERAYAKAN VALENTINE DAY (HARI KASIH SAYANG)

Ada sejumlah ulama yang menghalalkan / membolehkan peringatan hari valentine antara lain:

a) Majelis Fatwa Yordania

Majlis Fatwa Yordania membolehkan memperingati hari kasih sayang (valentine) asalkan untuk suami istri. Baik dirayakan pada hari valentine atau pada hari apa saja dalam tahun itu. Majelis Fatwa menambahkan bahwa yang paling utama adalah peringatan kasih sayang itu tidak mengkhususkan dikhususkan pada hari tertentu karena terkait dengan akidah dan tradisi orang non-muslim.

Berikut fatwa Majelis Fatwa Yordania selengkapnya:


السؤال :

ما هو حكم الاحتفال بعيد الحب ؟ وهل يجوز الاحتفال للمتزوجين ؟

الجواب :

الحمد لله والصلاة والسلام على سيدنا رسول الله

لا حرج على الزوج في الإهداء لزوجته في أي يوم من أيام السنة، وسواء أكانت الهدية بمناسبة أو غير مناسبة، على أنه لا يحبذ أن تربط الإهداء للزوجة بيوم معين يرتبط بعادات وعقائد غير المسلمين، فالمسلم صاحب سلوك وشخصية مستقلة، تنضبط أفعاله - دوماً - بتعاليم دينه وشريعته. والله أعلم.

Artinya: Tanya: Apa hukumnya memperingati hari Valentine (hari kasih sayang)?
Jawab: Tidak apa-apa bagi suami memberi hadiah bagi istrinya pada hari apapun. Sama saja hadiah itu berkaitan atau tidak berkaitan dengan sesuatu. Hanya saja sebaiknya suami tidak mengaitkan pemberian pada istri itu dengan hari tertentu yang berhubungan dengan tradisi dan akidah non-muslim...

b) Majelis Fatwa Mesir

Majelis Fatwa Mesir menyatakan bahwa tidak ada larangan untuk memberikan sesuatu pada orang lain pada hari tertentu yang berkaitan dengan peristiwa sosial sepanjang tidak berlawanan dengan syariah Islam. Oleh karena itu, tidak ada dosa menjadikan hari tertentu untuk memuliakan ibu, memulikan pekerja, memuliakan guru atau menampakan perasaan kasih sayang dalam batas hubungan yang dibolehkan.

Berikut isi pernyataan ketua Fatwa Mesir, Syaikh Ahmad Mamduh, selengkapnya:


دلا مانع أبدا فى الشرع أن الناس تتفق على أيام معينة يجعلونها خاصة لبعض المناسبات الاجتماعية طالما لا تختلف مع الشريعة، مثل يوم تكريم الأم فلا مانع منه، ولا مانع أن نتخذ يوما من الأيام كى يظهر كل شخص للآخر عن مشاعره نحوه وأنه يحبه

النبى فى حديثه الشريف دعا الإنسان إذا أحب أحدكم أخاه فليقل له إني أحبك فى الله، ومفهوم الحب أوسع من تلك العاطفة بين الرجل والمرأة على وجه الخصوص بل هى مفهوم أعم فمن الممكن فى هذا اليوم أعبر عن حبي لأولادى أو لصديقى أو لأهلى

بعض الناس قد يعترض ويقول إن هذه المناسبات التي اعتاد الناس تحديدها للاحتفال ببعض الأمور الاجتماعية، أصولها ليست أصول إسلامية وأنها من ابتكار غير المسلمين، وأن هذا من باب التشبه بغير المسلمين، وفى الحقيقة هذا الاعتراض ليس صحيحًا، لأنه حتى يكون الإنسان متشبهًا لابد عليه أن يقصد التشبه لأن فى اللغة العربية مادة التشبه على وزن تفعل والتفعل معناه أن الإنسان يفعل الشىء وهو يقصد فعله وليس مجرد حصول الشبه فى الصورة والشكل فقط يسمى تشبهاً، ثم أن أصل هذه الأشياء ذهبت وتناسها الناس وشاعت وصار يفعلها المسلمون وغير المسلمين، فلم تعد يلاحظ فيها أصولها غير الإسلامية لو كانت والاعتراض هنا ليس صحيحًا

إن الاحتفال مقيد بأنه لا يتم فيه أى نوع من الأشياء التى تخالف الشرع أو تخالف الدين، فنحن نتكلم عن إظهار المشاعر فى الإطار الشرعى بمظاهر وإجراءات من التهادى والكلمات اللطيفة، وكل هذا لا شىء فيه ما دام مقيدًا بالآداب الشرعية وسمى عيدًا لأنه يعود ويتكرر وليس المقصود به كعيدى الفطر والأضحى

PENDAPAT YANG MENGHARAMKAN PERAYAAN VALENTINE DAY

Hukum Valentine Day (Hari Kasih Sayang) dan merayakannya menurut pandangan ulama Islam kontemporer adalah sbb:


FATWA MUI TENTANG VALENTINE DAY

MUI Pusat belum mengeluarkan fatwa tertulis dan resmi tentang hukum perayaan Valentine Day. Namun tokoh-tokoh MUI pusat cenderung mengharamkannya.

Ketua Komisi Fatwa MUI KH Ma'ruf Amin menyatakan bahwa merayakan hari kasih sayang atau Velentine Day hukumnya haram. "Dilihat dari perayaannya karena banyak pesta, mabuk-mabukan, sudah haram, jadi tanpa mengeluarkan fatwa secara khusus, sudah ketahuan (haramnya)," kata Makruf Amin.

Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat mengharamkan perayaan ‘Valentine Day’ bagi umat Islam. Perayaan ‘Valentine Day’ dinilai cenderung melanggar ajaran Islam.[2]

“VALENTINE merupakan budaya barat dan bertentangan dengan budaya Muslim,” kata Ketua MUI Pusat, KH Amidhan.

Apalagi, katanya, di masyarakat saat ini berkembang adanya indikasi ‘Valentine Day’ untuk ajang menghalalkan seks bebas dengan modus penjualan cokelat yang diselipi alat kontrasepsi di dalamnya.[3]


FATWA ULAMA WAHABI SEPUTAR VALENTINE DAY

1. Muhammad bin Shalih Al-Uthaimin: haram hukumnya merayakan Valentine Day.[4]
2. Abdullah bin Jibrin mengharamkan perayaan Valentine Day atau Hari Kasih Sayang.[5]
3. Abdul Aziz bin Abdullah bin Abdurrahman Ar-Rajhi.[6]

Alasan ketiga ulama Wahabi tersebut hampir sama yaitu:

1. Perayaan yang bersifat bid'ah. Tidak ada dasar dalam syariah.
2. Mempromosikan cinta dan kasih sayang di luar tali pernikahan.
3. Bertentangan dengan tradisi salafussalih.
4. Menyerupai dan melakukan perayaan orang Yahudi dan Nasrani adalah haram hukumnya.

=====================
CATATAN DAN RUJUKAN

[1] islamweb.net fatwa 6735
[2] Seperti dikutip Kompas 13 Februari 2008.
[3] Seperti dikutip Monitor Indonesia 14 Februari 2012.

[4] saaid.net/mktarat/7oob/14.htm

الإحتفال بعيد الحب لا يجوز لوجوه :
الأول: أنه عيد بدعي لا أساس له في الشريعة .
الثاني : أنه يدعو إلى العشق والغرام .
الثالث: أنه يدعو إلى إشتغال القلب بمثل هذه الأمور التافهة المخالفة لهدي السلف الصالح رضي الله عنهم .
فلا يحل أن يحدث في هذا اليوم شيء من شعائر العيد سواءً كان في المآكل ، أو المشارب ، أو الملابس ، أو التهادي ، أو غير ذلك .
وعلى المسلم أن يكون عزيزاً بدينه وأن لا يكون إمعةً يتبع كل ناعق ، أسأل الله تعالى أن يعيذ المسلمين من كل الفتن ما ظهر منها وما بطن ، وأن يتولانا بتوليه وتوفيقه

Artinya: Memperingati Hari Valentine tidak boleh karena beberapa alasan: Pertama, Valentine Day adalah lebaran bid'ah yang tidak ada dasarnya dalam syariah. Kedua, mengundang pada perbuatan ishiq dan gharam. Ketiga, menyebabkan sibuknya hati dalam urusan remeh seperti ini yang berlawanan dengan petunjuk generasi salaf.

Oleh karena itu, maka tidak halal pada hari tersebut menunjukkan sesuatu yang bermakna merayakan hari raya baik dalam segi makanan, minuman, pakaian, hariah, dan lainnya. Setiap muslim harus merasa bangga pada agamanya dan tidak asal ikut-ikutan.

[5] saaid.net/mktarat/7oob/16.htm

وعلى هذا لا يجوز بيع هذه الهدايا والورود إذا عرف أن المشتري يحتفل بتلك الأعياد أو يهديها أو يُعظم بها تلك الأيام حتى لا يكون البائع مشاركًا لمن يعمل بهذه البدعة والله أعلم .

Artinya: Karena alasan ini, maka tidak boleh menjual hadiah-hadiah dan bunga apabila diketahui bahwa pembeli akan merayakan hari raya itu atau menghadiahkannya atau memuliakan hari tersebut agar supaya penjual tidak bersekutu dengan orang yang melakukan perbuatan bid'ah ini.

[6] http://ar.islamway.com/fatwa/14482

لا يجوز للمسلم أن يهنئ اليهود ولا النصارى ولا أن يشاركهم، وسبق أن تهنئتهم بأعيادهم كما قال شيخ الإسلام مثل تهنئتهم بالسجود للصنم، وتهنئتهم بشرب الخمر. هذا خطير، لا يجب للإنسان أن يشارك اليهود ولا يهنئهم، ولا ببطاقات، ولا شيء

Artinya: Perayaan Hari Valentine (Valentine Day) tidak boleh (haram) karena beberapa alasan:
Pertama, Ia adalah hari raya yang tidak ada dasarnya dalam syariah Islam.
Kedua, mendorong pada perbuatan ishq dan gharam.
Ketiga, mendorong menyibukkan hati untuk melakukan perbuatan rendah yang bertentangan dengan tradisi salaf.
Maka tidak halal pada hari ini mengadakan sesuatu yang menjadi tanda perayaan baik berupa makanan, minuman, pakaian, saling memberi hadiah, dll. ..


FATWA NU: PERINGATAN HARI VALENTINE HARAM

Perayaan Hari Valentine (Hari Kasih Sayang) yang dirayakan pada setiap tanggal 14 Februari hukumnya haram dirayakan.

Ketua PCNU (Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama) Kabupaten Pasuruan KH Sonhaji Abdus Somad menyatakan, perayaan Valentine Day adalah mengadopsi dari budaya barat. Oleh karena itu, pihaknya pun dengan tegas melarang warga NU untuk ikut-ikutan merayakan.

"Banyak pasangan bukan muhrim melakukan hubungan suami istri, karena kebablasan menafsirkan Valentine Day ini. Hari Kasih Sayang tidak pantas untuk budaya di Indonesia," terang Gus Son, sapaan akrab KH Sonhaji Abdus Somad, Selasa (12/2/2013).

Sementara itu Ketua PCNU Bangil KH Samsul Maarif menjelaskan, peringatan yang diperbolehkan menurut Islam adalah merayakan Hari Kelahiran Nabi Besar Muhammad SAW. "Di dalam Islam perayaan Valentine tidak ada dan tidak dikenal," ungkapnya.