Saturday, October 02, 2021

Mencintai Orang Soleh Apa Otomatis Masuk Surga?

Assalamuaiakum ustadz, saya ingin menanyakan pertanyaan lebih spesifik lagi tentang menyerupai dan mengidolai orang kafir yang sebenarnya sudah dibahas di situs ini
- Halal Haram Menyerupai Orang Kafir
- Hukum Mengagumi / Idola Tokoh Non Muslim
- Bersama orang yang dicintai

Tapi saya bingung dan butuh penjelasan lebih detail lagi.

1.di sini Halal Haram Menyerupai Orang Kafir dijelaskan bahwa boleh menyerupai orang kafir asal syaratnya : (a) Perkara duniawi ini tidak menjadi kekhususan orang kafir; (b) Tidak berlawanan dengan syariah; (c) Mengandung unsur manfaat; dan tidak ada faktor negatif di dalamnya.

1 a.Yang saya tanyakan jika syarat tersebut tidak terpenuhi apakah muslim yang menyerupai orang kafir, meskipun perbuatan itu hanya perkara duniawi dan tidak berhubungan dengan ritual agama lain, maka muslim tersebut benar-benar bisa menjadi kafir?

2. Di link ini Halal Haram Menyerupai Orang Kafir ada kutipan dari Tafsir Ar-Razi (Mafatih Al-Ghaib), hlm. 4/168,. Saya masih kurang jelas dengan tafsiran pada poin ketiga berikut ini

“Ketiga, ini adalah pertengahan di antara dua poin sebelumnya yakni bahwa berteman dengan orang kafir dalam arti condong, menolong, menampakkan pada mereka adakalanya karena unsur kekerabatan atau karena suka dengan keyakinan bahwa agamanya batil (sesat). Sikap ini tidak mengakibatkan kufur, tapi dilarang. Karena berteman dengan pengertian ini dapat berakibat pada menganggap baik pada jalannya dan rela dengan agamanya. Itu akan mengeluarkan seorang muslim dari Islam. Allah telah mengingatkan akan hal ini dalam QS Ali Imron 3:28 "Barang siapa berbuat demikian, niscaya lepaslah ia dari pertolongan Allah."

Di poin ketiga tersebut Ar-Razi berpendapat bahwa berhubungan dengan orang kafir karena unsur kekerabatan atau suka dilarang meskipun tidak mengakibatkan kufur.

Pendapat Ar-Razi di poin ketiga itu membingungkan saya karena di link lainnya http://www.alkhoirot.net/2016/03/maksud-hadits-bersama-orang-yang-dicintai.html di sub judul MENCINTAI KARENA FAKTOR DUNIAWI NON-AGAMA Al Khoirot mempunyai pendapat berbeda. disitu tertulis “Ketiga, cinta duniawi. Mencintai sesama manusia karena ada ikatan batin yang bersifat duniawi seperti kekerabatan, keuntungan materi, perkawinan atau sebab-sebab duniawi lainnya. Misalnya anak muslim mencintai ibunya yang kafir atau anak muslim menyukai musik yang dinyanyikan non-muslim maka itu tidak menjadi sebab mereka akan dikumpulkan di akhirat. Jadi, kecintaan dan kesukaan yang bersifat duniawi dan tidak mempengaruhi orang itu untuk berbuat baik atau buruk maka tidak akan berakibat orang itu dikumpulkan bersama orang yang dicintai kelak di akhirat. Jadi, cinta jenis ketiga ini tidak masuk dalam makna hadits di atas.”.

Berdasarkan tulisan tersebut al khoirot tidak melarang mencintai seseorang karena faktor duniawi non-agama seperti mencintai orang tua kafir, ngefans dengan rocker kafir dll. Apalagi di islam membolehkan menikahi wanita nasrani dan yahudi yang berarti ada rasa cinta pada wanita tersebut.

2 a. Pertanyaannya kenapa ada dua jawaban yang berbeda seperti itu ustad?

3. Pertanyaan lebih spesifik tentang materi di link ini Hukum Mengagumi / Idola Tokoh Non Muslim

3a. Apakah bagi seorang muslim cukup dengan mencintai orang-orang shaleh maka dia akan berkumpul dengan orang shaleh di surga, tanpa ada perhitungan amal baik dan dosa di akherat. Jadi karena dia sudah mencintai orang shaleh meskipun perhitungan amal keseluruhan lebih banyak amal buruk (dosa) dari pada amal baik (pahala),muslim tersebut terhindar dari neraka dan akan langsung masuk surga bersama orang shaleh yg dicintainya?

dan sebaliknya cukup dengan mencintai orang fasik dan meniru perbuatan dosa orang fasik idolanya tersebut maka seorang muslim berkumpul dengan idolanya di neraka, tanpa ada perhitungan amal baik dan dosa di akherat. Jadi karena dia sudah mencintai dan meniru perbuatan dosa orang fasik idolanya meskipun perhitungan amal keseluruhannya lebih banyak amal baik (pahala) dari pada amal buruk (dosa),muslim tersebut bisa masuk surga dan akan langsung masuk neraka bersama orang fasik yg dicintainya?

3b. Jika seorang muslim mengidolai dan meniru perbuatan dosa orang kafir, alasan mencintai idola tersebut bukan karena kekafirannya tapi hanya masalah dunia dan meniru perbuatan dosa yang tidak termasuk mengakibatkan kafir. Karena idolanya adalah kafir dan masuk neraka selamanya, Apakan orang tersebut akan langsung masuk neraka tanpa ada perhitungan amal baik dan dosa di akherat?

3c. Karena orang kafir masuk neraka selamanya, apakah muslim yang mengidolai orang kafir dan menyerupai perbuatan dosa yang tidak termasuk mengakibatkan kafir akan masuk neraka selamanya (jadi kafir) karena idolanya (orang kafir) pun ada di neraka selamanya?


Terima kasih ustadz, wassalamualaikum wr.wb.

JAWABAN

1a. Tidak menjadi kafir. Maksimal hukumnya haram kalau memang ada unsur keharaman di dalamnya. Seperti pria muslim meniru pakaian celana jeans yang berlobang-lobang atau sobek di bagian yang termasuk aurat, maka hukum memakainya haram karena membuka aurat tersebut.

2a. Kuncinya ada pada kalimat Al-Razi berikut: "Karena berteman dengan pengertian ini dapat berakibat pada menganggap baik pada jalannya dan rela dengan agamanya." Jadi, yang dilarang Al-Razi adalah apabila pertemanan itu berakibat kita rela pada agama yang dianutnya.

3a. Mencintai orang soleh adalah langkah awal yang benar dan berpahala untuk menjadi orang baik. Langkah kedua, dengan mencintai orang soleh dengan benar, maka kita akan mengikuti langkahnya untuk berbuat dan beramal baik apabila demikian, maka kita akan masuk surga. Sebaliknya, kalau kita cinta orang saleh tapi tidak meniru tauladan yang diberikan malah kita banyak berbuat doa maka kita akan tetap disiksa sesuai dengan dosa yang dilakukan. Sebagaimana disebut dalam artikel yang anda sebutkan di atas. Di situ dikatakan: "Al-Hasan berkata: Wahai manusia, janganlah terpedaya dengan ucapan: "Seseorang bersama orang yang dia cintai" karena engkau tidak akan bertemu dengan orang-orang baik kecuali dengan amal perbuatan. Karena orang Yahudi dan Nasrani mencintai para Nabi mereka tetapi mereka tidak bersama para Nabinya."
Link: Hukum Mengagumi / Idola Tokoh Non Muslim

3b. Akan ada hisab. Semua manusia akan dihisab amal dan dosanya. Akhirat adalah pengadilan yang paling adil. Dan setiap manusia akan mendapatkan balasan sesuai dengan perbuatan yang dilakukan. Dalam QS An-Najm 53:39-40 Allah berfirman: "dan bahwasanya seorang manusia tiada memperoleh selain apa yang telah diusahakannya, dan bahwasanya usaha itu kelak akan diperlihatkan (kepadanya)."

3c. Mengidolai orang kafir tidak menjadi kafir selagi tidak melakukan perbuatan kafir. Karena masih seorang muslim, maka dia akan berpeluang sama dengan muslim yang lain. Yakni akan masuk surga sesuai dengan amal perbuatan baiknya; dan akan masuk neraka sementara apabila ada dosa yang belum terampuni (lihat poin 3b).

***

PACAR MINTA DINIKAHI

Saya sudah berkomunikasi dengan dya pak. Dya malah minta saya untuk nikahin dya dan langsung ceraikan dy supaya jelas statusnya gak perawan itu karna udah janda gitu pak. Dan dy menuntut akhir tahun 2017 untuk itu pak. Sedangkan saya masih kuliah , otomatis ortu gak bakal setuju pak..
Kalo tidak dy mengancam banyak hal sama saya pak.
Saya gak mau membuat ibuku menangis lagi pak karna masa lalu ku :'(

JAWABAN

Kalau begitu ikut saja kemauannya. Itu permintaan yg tidak terlalu barat. Lakukan nikah secara resmi di KUA tapi tidak perlu ramai-ramai. Dia hanya memerlukan surat akta nikah untuk menutupi aibnya. Kalau kuatir ibu anda sedih maka tak perlu cerita ke ibu. Musyawarahkan dengan bapak anda saja bagaimana baiknya.

Ibu selingkuh dengan rekan kerja bagaimana sikap anak?



IBU SELINGKUH DENGAN REKAN KERJA

assalamualaikum wr.wb

saya perempuan umur 15tahun,saya anak pertama dari 2 bersaudara dan adik saya baru berumur 11 tahun.alhamdulillah keluarga saya sangat harmonis dan saya sangat menghormati ibu dan ayah saya.bbrp bulan lalu ayah saya ditugaskan pergi keluar negri selama 1bulan,lalu awalnya biasa saja sampai waktu saya lagi nginep dirumah nenek saya membuka hp ibu saya.di hp ibu saya ada fitur yg kalo foto dihapus itu masih bs dilihat(recently deleted).saya membuka itu terus awalnya cuma foto2 biasa yg saya temuin,lama kelamaan saya nemu satu foto (maaf) alat kelamin lakilaki.

saya sangat2 kaget dan langsung sakit hati,setelah itu saya menemukan foto seorang lakilaki yang merupakan rekan kerja ibu saya sedang dikasur yg saya tidak tau itu dimana.hati saya langsung sakit dan saya menagan nangis saya.bbrp hari setelah itu saya sudah mulai melupakan kejadian itu tapi lakilaki itu terus menghubungi ibu saya,dgn kata2 "saya ganggu ga nih,ganggu ya?" seperti itu.seperti melebihi sesama rekan kerja,

dan saya mulai melupakan kejadian itu tapi jika saya menemukan sms seperti itu saya cuma bisa nangis.dan sekarang orang itu dan temannya datang kerumah dengan alasan kerjaan,saya sakit hati setiap kali melihat wajah dia sampai saya bicara seperti ini ke ibu saya "ngapain sih bu dia kesini?". kata ibu saya "kenapa sih kamu?", saya bilang "aku gasukaa ada dia,pulang aja sih dia".saya gapernah menanyakan itu ke ibu saya karena saya takut ayah saya tau dan mereka akan bercerai.saya tidak mengerti kenapa ibu saya bisa menampilkan kemesraab bersama ayah saya padahal dibelakangnya dia menyimpan sesuatu.dan masih banyak lagi yg saya temukan di hpnya,saya selalu nangis mengumpat2 ,saya selalu kefikiran dan jujur saya trauma sampai saya mau membenci ibu saya.

pertanyaan saya :
1.apa yg harus saya lakukan?hati saya selalu sakit dan trauma saya tdk hilang.saya tidak akan kuat jika berbicara langsung dan menanyakan ini ke ibu saya.saya tidak mau ayah ibu saya bercerai,saya sudah berdoa berbulan2 ini.

2.apakah saya dosa jika saya bersikap tidak baik ke ibu saya jika ada laki2 itu?

mohon untuk dijawab pertanyaan saya,terimakasih

wassalamualaikum wr wb

JAWABAN

1. Kalau anda tidak mau melihat orang tua bercerai, maka rahasiakan masalah ini pada siapapun. Terutama pada ayah. Namun sebagai seorang muslim anda berkewajiban untuk menyampaikan sesuatu pada ibu kalau bisa. Kalau bisa secara langsung atau secara tertulis (via SMS atau surat). Misalnya, sampaikan pada ibu bahwa anda tahu apa yang terjadi antara ibu dan pria itu. Dan anda berharap ibu menghentikan perbuatannya tersebut. Itulah bentuk amar makruf nahi munkar anda. Kalau secara tertulis pun anda tidak mampu, maka cukuplah anda mengingkari dan tidak sepakat dg apa yang diperbuat ibu.

Selanjutnya, anda tidak perlu berbuat hal lain kecuali berdoa supaya beliau segera sadar dan menghentikan perbuatannya. Di sisi lain, anda harus tetap menghormati dan mentaati perintah ibu selagi bukan perintah maksiat. Baca detail: Hukum Taat Orang Tua

2. Salah. tetap bersikap pada ibu. Pada ibu yang kafir saja kita harus hormat, padahal kekufuran itu dosa tertinggi.

BERAPA TAHUN UNTUK HAFAL QURAN?

Assalamu'alaikum warrahmatullahi wabarakatuh.

Saya Adhi dari Jakarta, umur 26 tahun dan sudah menikah. Saat ini bekerja sebagai karyawan di Jakarta.

Saya ingin belajar Islam secara mendalam. Berharap suatu saat nanti bisa hafal Al-Qur'an 30 juz, menjadi imam sholat yang baik dan indah bacaannya, paham akan fiqih dan aqidah, serta mampu mengamalkan dan mengajarkannya kepada sesama.

Agar saya bisa mewujudkan hal di atas, butuh berapa lama saya belajar di pesantren Al khoirot?
Berapa biaya yang dibutuhkan?

Lalu, ketika saya harus pindah dan fokus belajar di Malang, bagaimana agar saya bisa menafkahi istri saya?

Mohon sarannya.

Jazakallahu khairan katsiiran.

JAWAB

Hafal Quran kalau tekun butuh waktu antara 2 s/d 3 tahun.
Untuk fikih dan akidah dasar tidak lama. 1 tahun pun bisa. Baca detail: Santri dewasa

MAHAR DARI UANG HARAM, NIKAHNYA SAH ATAU TIDAK?

Assalamu'alaikum wr.wb ustad.
Saya ingin bertanya, apakah suatu pernikahan itu sah apabila uang maharnya adalah hasil dari jualan minuman beralkohol, karena saat ini saya hanya bisa melakukan usaha ini.

Atas jawabanya saya ucapkan terimakasih.

Wassalamu'alaikum wr.wb

JAWABAN

Hukum nikahnya sah asal terpenuhi syarat dan rukun nikahnya seperti adanya wali, dua saksi laki-laki dan ijab kabul antara wali dan pengantin pria. Baca detail: Pernikahan Islam

Namun demikian, sesegera mungkin anda bertaubat dan mencari usaha yang halal. Jangan nafkahi anak istri dan diri sendiri dengan harta haram. Karena dosa besar itu terkadang hukumannya akan diturunkan di dunia, selain di akhirat tentunya. Baca detail: Cara Taubat Nasuha

HUKUM GAJI SALES DEALER MOBIL, APAKAH RIBA?

Assalamualaikum Ustadz, perkenalkan saya Haris, saya berprofesi sebagai sales executive di Dealer Mobil, saya ingin mengajukan pertanyaan seputar baik atau tidaknya (Halal atau haram) pekerjaan yg saya geluti saat ini, saat ini saya bekerja sebagai Sales di Dealer Mobil dijakarta, dalam transaksi penjualan kami biasa menjual mobil dengan kerjasama melalui bank kovensional dengan menjual kredit disertai Bunga dan Asuransi, dan saya juga mendapatkan komisi dari transaksi bank tersebut, dengan kondisi seperti ini apakah saya selaku penjual juga terkena dosa riba? Dan apakah saya harus keluar dari pekerjaan ini.

Sebelumnya saya mengucapkan terima kasih dan berharap ustadz bersedia menjawab pertanyaan tersebut, karna kondisi saya dalam kondisi tidak tenang dan takut akan dosa riba..

JAWABAN

Ada dua pendapat ulama dalam masalah sistem transaksi kredit perbankan konvensional. Pertama, haram karena bunga yang ada dianggap riba. Sedangkan riba itu haram. Kedua, halal dengan argumen bahwa margin bunga yang dihasilkan bukan riba tapi bagian dari keuntungan. Baca detail: Hukum Bank Konvensional

Anda boleh memilih salah satu pendapat ini. Saran kami, tidak perlu keluar dari pekerjaan tersebut dengan mengikuti pendapat kedua. Namun apabila ada peluang kerja di tempat lain yang lebih baik yang pasti halalnya, maka tidak salah untuk pindah ke tempat kerja baru.

Menyikapi perbedaan ulama dalam masalah talak 3 (tiga)

UCAPAN TALAK 3: MANA PENDAPAT YANG KUAT?

Assalamualikum Wr Wb,

Yang terhormat ,Pak ustad

Saya sangat dilemma pak ustad, saya telah menikah dengan 2 isteri, pernikahan saya yang kedua nikah siri, isteri pertama dan keluarga besar saya tak setuju sehingga tahun lalu saya telah mengucapkan perkataan terlarang dalam pernikahan kepada isteri kedua saya atas desakan isteri pertama dan keluarga besar saya, saat kata itu terucap, saya sadar tapi pikiran saya saat itu seperti kosong, saat itu saya hanya membaca kata2 yang di tulis oleh abang ipar saya, sedikitpun saya tak berniat seperti itu saat saya baca, saya tidak berpikir sedikitpun bagaimana akibat dari perkataan saya itu, saya juga tidak tau kalau kata 3 itu berdosa, setelah kejadian itu saya sangat menyesal karena saya masih sangat sayang kepada isteri kedua saya itu dan kami telah di karuniai anak laki2 saat ini berumur 2 tahun. Saya sangat sedih dan menyesal, oleh karena itu 4 bulan setelah kejadian itu saya nikah ulang dengan isteri kedua saya itu walaupun keluarga besar dan isteri pertama sangat menentang.

Sekarang saya sangat dilemma apakah pernikahan saya yg kedua dengan isteri kedua sah mengingat saya pernah ucapkan kata 3 dalam satu majelis? Saya sudah jelaskan ke keluarga besar saya dan isteri pertama seperti penjelasan di sini

Yang membuat saya dilemma pak ustad, karena argument keluarga besar saya semua mazhab fikih yang 4 sama pendapatnya yaitu jatuh 3 dan di dukung jumhur ulama kontemporer, dimana letaknya khilafiyah kalau ulama mazhab aja dan jumhur ulama sudah memutuskan jatuh 3?

Hadis shahih muslim berikut adalah argument saya :

Bab: Talak tiga

2689. Telah menceritakan kepada kami Ishaq bin Ibrahim dan Muhammad bin Rafi' sedangkan lafazhnya dari Ibnu Rafi', Ishaq mengatakan; Telah mengabarkan kepada kami, sedangkan Ibnu Rafi' mengatakan; Telah menceritakan kepada kami Abdur Razaq telah mengabarkan kepada kami Ma'mar dari Ibnu Thawus dari ayahnya dari Ibnu Abbas, dia berkata: Pada masa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, Abu Bakar, dan dua tahun dari kekhilafahan Umar, talak tiga (dengan sekali ucap) masih dihukumi talak satu. Setelah itu Umar bin Al Khaththab berkata; Nampaknya orang-orang tergesa-gesa dalam urusan yang sebenarnya telah diberikan keleluasaan bagi mereka. Bagaimana seandainya kami memberlakukan suatu hukum atas mereka?! Niscaya mereka akan memberlakukannya (menjatuhkan talak tiga bagi yang menceraikan isterinya tiga kali dengan sekali ucap-pent).

2690. Telah menceritakan kepada kami Ishaq bin Ibrahim telah mengabarkan kepada kami Rauh bin 'Ubadah. Dan diriwayatkan dari jalur lain, telah menceritakan kepada kami Ibnu Rafi' sedangkan lafazhnya dari dia, telah menceritakan kepada kami Abdur Razaq telah mengabarkan kepada kami Ibnu Juraij telah mengabarkan kepadaku Ibnu Thawus dari ayahnya bahwa Abu Ash Shahba` dia berkata kepada Ibnu Abbas; Tahukah kamu bahwa talak tiga (dengan sekai ucap) dihukumi satu talak pada masa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dan Abu Bakar, dan dihukumi tiga talak pada masa kekhilafahan Umar? Ibnu Abbas menjawab; Ya.

2691. Dan telah menceritakan kepada kami Ishaq bin Ibrahim telah mengabarkan kepada kami Sulaiman bin Harb dari Hammad bin Zaid dari Ayyub As Sakhtiyani dari Ibrahim bin Maisarah dari Thawus bahwa Abu As Shahba` berkata kepada Ibnu Abbas; Beritahukanlah kepadamu apa yang engkau ketahui! Bukankah talak tiga (yang di ucapkan sekaligus) pada masa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dan Abu Bakar dinyatakan hanya jatuh talak sekali? Jawab Ibnu Abbas; Hal itu telah berlaku, dan pada masa pemerintahan Umar, orang- orang terlalu mudah untuk menjatuhkan talak, lantas dia memberlakukan hukum atas mereka (yaitu jatuh talak tiga dengan sekali ucap).

Kesimpulan sebagian kecil ulama: (sangat kecil jumlah ulamanya dan sangat lemah dalil dan rujukannya)

Jadi kalau kita mau kembalikan kepada hukum asalnya, sesungguuhnya talak itu tetap jatuh satu, bukan jatuh tiga. Karena ada dalil yang sangat kuat tentang hal ini. Dan bahwa talak itu jatuh tiga adalah sekedar ijtihad Umar dalam mengantisipasi keadaan tertentu di masanya.

Mereka jawab dengan argument berikut :

Hadist nabi sekalipun shahih, tidak bisa dijadikan sebuah fatwa, apalagi hadistnya hanya satu perawi saja seperti hadist di atas, hanya dari imam muslim saja, lagipun imam muslim dating setelah seratus tahun imam mazhab yang empat dan imam muslim juga bukan ahli fiqh, tentu sumber rujukannya imam yang empat jauh lebih kuat karena mereka tabi’tabiin, ilmunya sangat luas tidak hanya quran dan hadist saja mereka kuasai. Dan masih banyak lagi argument yang sangat kuat. Intinya saya sedikitpun tak ada hujjah, kalau bukan karena rasa sayang kepada anak dan isteri kedua, saya pasti ikut pendapat keluarga besar saya yang kemungkinan besar sangat benar dan selamat iman, tapi saya juga sangat berdosa kepada anak dan isteri kedua saya pak ustad, mereka tidak salah dan tak tau apa-apa, semua ini kesalahan dan kebodohan saya, kenapa pula mereka yang harus menderita?

Oleh sebab itu pak ustadz, saya mohon penjelasan dan bimbingan di sini jalan mana yang harus saya ambil supaya selamat iman kami, saya juga takut kalau saya ikuti kemauaan hati saya tanpa ilmu bahaya iman kami baik saya, anak-anak dan juga isteri saya.

Saya berharap masih ada ruang khilafiyah terhadap masalah jatuh satu atau tiga ini, karena penjelasan dari KSIA di atas mengatakan sebagian sahabat nabi menganggap itu jatuh satu, mohon penjelasan bagaimana saya bisa yakin pendapat sahabat itu sahih? Karena saya tak tau mazhab fikih apa pada zaman sahabat, terus kitab apa yang menjadi rujukan sehingga bisa di jadikan rujukan sampai sekarang tentang keshahihan pendapat sahabat nabi tadi tentang jatuh satu selain dari kitab shahih muslim?

Mohon juga pak ustad penjelasan tentang kesimpulan ini dengan dalil-dalil atau rujukan yang shahih, sehingga saya bisa yakinkan isteri pertama saya dan keluarga besar yang terjadi adalah jatuh satu.

Kesimpulan sebagian kecil ulama: (sangat kecil jumlah ulamanya dan sangat lemah dalil dan rujukannya)

Jadi kalau kita mau kembalikan kepada hukum asalnya, sesungguuhnya talak itu tetap jatuh satu, bukan jatuh tiga. Karena ada dalil yang sangat kuat tentang hal ini. Dan bahwa talak itu jatuh tiga adalah sekedar ijtihad Umar dalam mengantisipasi keadaan tertentu di masanya.

Dalil yang sangat kuat apa yang di maksud dalam kesimpulan di atas pak ustad selain hadis muslim tadi?

JAWABAN

Jawaban yang kami berikan pada penanya sebelumnya sudah sangat kuat. Kedua pendapat adalah pendapat para ulama dan sama-sama memiliki argumen yang valid. Tinggal anda sebagai orang awam boleh memilih antara kedua pandangan tadi. Ingat satu kaidah fikih dalam menyikapi perbedaan ulama:

إجماع العلماء حجة قاطعة و اختلافهم رحمة واسعة


(Ijmak ulama adalah hujjah yang pasti, perbedaan ulama menjadi rahmat yang luas).

Maksudnya, selagi ada perbedaan ulama, maka menjadi peluang bagi orang awam untuk memilih salah satu pendapat yang sesuai dengan kebutuhan kita. Bahkan, jangankan perbedaan dalam satu madzhab. Antar madzhab empat pun kita dibolehkan untuk memilih. Karena, tidak ada kewajiban bagi orang awam untuk ikut satu mazhab saja. Baca detail: Orang Awam Tidak Wajib Ikut Satu Madzhab

Friday, October 01, 2021

Berapa jumlah seluruh Nabi dan Rasul?


JUMLAH NABI DAN RASUL SEMUANYA

Assalamu'alaikum Wr.Wb.

Pak Ustadz, saya mau bertanya tentang Nabi dan Rasul. Seperti kita ketahui bahwa Nabi dan Rasul yang wajib diketahui berjumlah 25. Padahal jumlah Nabi dan Rasul ada seratus atau bahkan ribuan. Dan yang ingin saya tanyakan adalah
1. berapa jumlah Nabi dan Rasul, baik yang wajib diketahui maupun yang tidak.
2. Saya juga ingin sekali mengetahui nama-nama Nabi dan Rasul selain yang 25 tersebut.
3. Kalau berkenan juga, cerita-cerita keistimewaan/mukjizat dari Nabi dan Rasul tersebut.

Syukran Katsir.
Wassalamu'alaikum Wr. Wb.



TOPIK SYARIAH ISLAM
  1. Lidah Terluka Gara-Gara Mimpi
  2. Jumlah Nabi Dan Rasul Semuanya
  3. Mengatasi Gelisah Karena Dosa Masa Lalu
  4. Menyediakan Sembelihan Hewan Kurban Untuk Orang Lain
  5. Menemukan Harta Karun Di Tanah Sendiri
  6. Apakah Asuransi Dianggap Warisan
  7. CARA KONSULTASI AGAMA
  8. JAWABAN

    Dalam QS Ghafir ayat 78 Allah berfirman:
    ولقد ارسلنا رسلا من قبلك منهم من قصصنا عليك ومنهم من لم نقصص عليك وما كان لرسول ان ياتى باية الا باذن الله فاذا جاء امر الله قضى بالحق وخسر هنالك المبطلون

    Artinya: Dan sesungguhnya telah Kami utus beberapa orang rasul sebelum kamu, di antara mereka ada yang Kami ceritakan kepadamu dan di antara mereka ada (pula) yang tidak Kami ceritakan kepadamu. Tidak dapat bagi seorang rasul membawa suatu mukjizat, melainkan dengan seizin Allah; maka apabila telah datang perintah Allah, diputuskan (semua perkara) dengan adil. Dan ketika itu rugilah orang-orang yang berpegang kepada yang batil.

    Ayat senada disebut juga dalam QS An-Nisa ayat 164.

    Dalam menafsiri ayat di atas, Ibnu Katsir dalam Umdatut Tafasir Al-Qur'aniyah menyatakan bahwa Nabi dan Rasul yang tidak disebutkan dalam Quran jauh lebih banyak.

    1. Nabi dan Rasul yang wajib diketahui ada 25 yaitu mulai dari Adam sampai Nabi Muhammad. Sedangkan yang tidak wajib diketahui menurut sebuah hadits dari Abu Dzar dan diriwayatkan oleh Abu Mardawiyah dalam Tafsirnya adalah sbb:
    - Jumlah Nabi: 124.000 (seratus dua puluh empat ribu).
    - Jumlah Rasul: 313 (tiga ratus tiga belas).

    Ibnu Hibban dalam kitabnya Al-Anwa' wat Taqasim juga meriwayatkan hadits di atas dan menilai hadits ini sahih.
    Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari Syarh Sahih Bukhari VI/463 juga mengutip hadits di atas.

    2. Tidak ada keterangan dari hadits seputar nama-nama para Nabi & Rasul selain yang 25.
    3. SDA.

    ____________________



    MENEMUKAN HARTA KARUN DI TANAH SENDIRI

    Assalamualaikum Ustadz,,

    1. Kalo kita menemukan emas/harta karun/benda pusaka didalam tanah milik kita, apakah emas itu milik kita atau milik negara ??
    2. Misalkan kita menemukan harta zaman dulu yg terpendam didalam bumi/laut, apakah secara agama itu hak kita atau diserahkan kepada pemerintah ??
    Mohon pencerahannya Ustad,,,,Terima kasih
    Wassalam

    JAWABAN

    1. Harta tersebut milik pemilik tanah. Dalam kitab Al-Mausuah Al-Fiqhiyah (Ensiklopedi Fiqih), XXXVII/115 dikatakan:
    ذهب الحنفية والمالكية والشافعية والحنابلة في رواية إلى أن الركاز الموجود في دار أو أرض مملوكة يكون لصاحب الدار، وفي رواية أخرى عن أحمد أنه لواجده.. ونقل عن أحمد ما يدل أنه لواجده.. وذلك لأن الكنز لا يملك بملك الدار، فيكون لمن وجده، لكن إن ادعاه المالك فالقول قوله، وإن لم يدعه فهو لواجده.
    Artinya: Menurut pendapat mayoritas ulama madzhab yakni Hanafi, Malik, Syafi'i dan Hanbali, harta tersebut menjadi milik yang punya tanah. Namun ada satu riwayat dari Imam Ahman bin Hanbal, bahwa harta itu milik yang menemukan.

    2. Kalau ikut pendapat pertama, maka menjadi milik pemerintah. Kalau ikut pendapat kedua, yakni Imam Ahmad, berarti menjadi milik yang menemukan.
    ____________________

LIDAH TERLUKA GARA-GARA MIMPI

Assalamualaikum warahatullahi wabarakatuh

saya punya pertanyaan mohon kerelaannya untuk menjawabnya

Saya pernah dapat suatu mimpi yang pernah saya baca ta'bir/tafsirnya, mimpi tsb. bagi saya bisa berarti bagus dan bisa juga buruk, saya sering menjadi was was dalam menggerakan lidah, saya selalu berfikir "apakah saya telah mentakwilnya?" (setahu saya mimpi walaupun ditakwil oleh diri sendiri tetap bisa terjadi). Hidup saya menjadi sangat terganggu bahkan telah muncul luka di ujung lidah saya karena lidah saya terlalu sering bergerak (agar tidak was was). Ustadz, apa yang harus saya lakukan?

Jzakallah tsumma jazakallah khayran
JAWABAN

Seperti diterangkan sebelumnya, bahwa mimpi itu ada 3 macam yaitu dari Allah, dari diri sendiri dan dari syaitan. Mayoritas mimpi adalah berasal dari dua yang terakhir yaitu setan atau diri sendiri yang tidak akan ada pengaruhnya bagi anda baik negatif atau positif. Oleh karena itu, jangan pernah pedulikan mimpi. Bahkan seandainya mimpi itu dari Allah, tidak ada kewajiban untuk mengikuti mimpi. Ajaran Islam sudah lengkap dalam Quran dan hadits. Ikuti ajaran Islam, dan jangan ikuti mimpi anda. Serta, teruslah bergerak ke depan dan hadapi fakta dan realitas di depan anda sesuai dengan ilmu yang anda miliki.

Terkait:
- Arti mimpi
- Tafsir mimpi
- Hukum percaya mimpi

____________________




MENGATASI GELISAH KARENA DOSA MASA LALU

Assalamu'alaikum ustadz
Saya dulu pernah melakukan maksiat, skitar 4 tahun yang lalu. Bodohnya saya yg membeberkan aib saya sendiri, sehingga sekarang banyak orang yang membenci saya karna mengetahui aib tersebut, yakni lesbi.
Namun sekarang saya sudah meninggalkan maksiat tersebut dan memperbaiki diri (tobat).
Saya sekarang sedang berkuliah semester 1 dan lingkungan saya mulai mengetahui aib tersebut. Benar sabda nabi bahwa orang yang berbuat dosa pasti hatinya gelisah.
Yang ingin saya tanyakan:
1. Bagaimana cara mengatasi rasa gelisah yang saya alami tsb ustadz? Saya gelisah kalau orang2 semakin membenci saya dan menyebarkan lagi aib tersebut.
2. Apa yang bisa saya lakukan/ apa saja amalan2 yang bisa mengurangi kebencian orang terhadap saya?
3. Ataukah saya harus berhenti/ pindah kuliah?
Saya tidak nyaman terhadap gunjingan orang terhadap saya ustadz.

Maaf kalau pertanyaannya panjang ustadz, saya mohon nasihat dan saran ustadz terhadap musibah yang saya hadapi.

Wassalamu'alaikum, jazakallahu

JAWABAN

1. Cara mengatasinya adalah dengan tidak bergaul dengan orang-orang yang tahu dan membicarakan tentang hal itu.
2. Lakukan shalat malam dan mintalah pada Allah dengan bahasa sendiri.
3. Sekiranya hal itu sangat mengganggu Anda, maka pindah kuliah itu langkah terbaik. Kecuali kalau tempat kuliah sekarang adalah perguruan tinggi negeri favorit dan anda hampir lulus, maka anda harus coba fokus ke kuliah agar bisa cepat selesai dan keluar dari lingkungan tersebut.

____________________


MENYEDIAKAN SEMBELIHAN HEWAN KURBAN UNTUK ORANG LAIN

Assalamualakum Ustadz
saya mau tanya apa hukumnya menyediakan sembelihan hewan kurban Untuk keluarga/ orang lain. maksudnya begini.
Ada ahli keluarga saya Sebut aja Si (M) si M dulu dia pernah berkata dalam hati
kalao dapat rizki yg banyak mau beli dua ekor kambing untuk hewan sembelihan kurban untuk neneknya & arwah kakeknya. Sedangkan Si M sudah melaksanakan Ibadah Korban tahun lalu..Dan tahun sekarang Di tidak melakukannya.. Tapi si M mau beli Dua ekor kambing Untuk Nenek dan Arwah kakeknya..
1. bagaimana hukumnya sah apa tidak korbannya nenek dan Arwah kakek tersebut dengan hasil pemberian dari seorang cucu
2. bagaimana sebaiknya di berikan berupa kambing atau berupa uang ke neneknya tersebut
Mohon pencerahannya..
Wassalam.

JAWABAN

1. Sah. Hukumnya boleh berkurban untuk orang lain. Pahalanya akan sampai pada orang yang dituju.
2. Satu kambing untuk satu orang. Jadi, untuk nenek cukup satu. Lebih detail lihat: Qurban




APAKAH ASURANSI DIANGGAP WARISAN

Assalamualaikum Wr. Wb,

Saya ingin menanyakan hukum waris atas asuransi nenek dari ibu saya. Nenek dari ibu saya tersebut sudah lama ikut ibu saya, dan di akhir hayatnya beliau minta pulang ke kampungnya. Kemudian oleh ibu saya diantar dengan pesawat terbang lalu beliau meninggal di pesawat padahal sebelumnya dalam keadaan sehat, dan oleh pihak maskapai kemudian diberi asuransi.
Pertanyaannya adalah
1. apakah asuransi tsb merupakan warisan? mengingat sebelumnya tidak ada yang peduli dengan nenek Ibu saya tsb dan tiket pesawat juga dibeli oleh ibu saya.
Mohon penjelasannya dan terima kasih atas jawaban Bapak.

JAWABAN

1. Iya, termasuk warisan. Semua harta yang menjadi hak milik dari almarhumah menjadi harta waris yang harus dibagikan sesuai dengan hukum waris yang berlaku. Baca detail: Hukum Waris Islam
____________________

Sepeda motor cicilan, riba atau bukan?

SEPEDA MOTOR CICILAN, RIBA ATAU BUKAN?

Assalamualaikum Bapak/Ibu

Saya mau bertanya mengenai riba. 2 Minggu lalu saya kredit motor, sebenarnya saya sudah tahu kalau kredit itu bisa menjadi riba, tapi entah kenapa saya jadi tidak pikir panjang, mungkin karena saya terlalu ingin memiliki motor tersebut, sudah dari SMK saya ingin membeli motor tersebut. Setelah saya mendapatkan motor tersebut, saya baru menyesal melakukan kredit, setelah saya baca-baca ternyata banyak pendapat yang mengatakan kredit itu riba.
Pertanyaan saya adalah
1. bagaimana cara membersihkan motor saya itu dari dosa riba?. Saya baca-baca di internet katanya saya harus memberikan harta saya, dalam hal ini adalah motor saya untuk kepentingan umum. Apakah ada solusi lain?

2. Apakah jika motor tersebut saya gunakan untuk mencari penghasilan tambahan hasilnya haram? saya berencana membuat moto vlog menggunakan motor tersebut.

Terimakasih Bapak/Ibu atas jawabannya

JAWABAN

1. Pada dasarnya hukum kredit motor itu sama dengan pinjam uang di bank konvensional. Hukumnya menurut mayoritas ulama adalah haram karena termasuk riba. Namun, ada sebagian ulama yang menyatakan hukumnya halal dan bukan riba. Baca detail: Hukum Bank Konvensional

Apabila demikian, maka anda dapat mengikuti salah satu pendapat itu. Karena anda sangat membutuhkan motor tersebut, maka anda dapat mengikuti pendapat yang menghalalkan bank konvensional. Bahkan, seandainya pun mengikuti pendapat yang mengharamkan bank konvensional, mereka tetap membolehkan dalam kondisi darurat seperti yang sedang anda alami. Yang dimaksud kondisi darurat adalah belum ada alternatif atau cara lain untuk memiliki motor tersebut yang sangat diperlukan untuk bekerja. Ketika ulama berbeda pendapat, maka itu menjadi rahmat bagi orang awam untuk mengikuti salah satu pendapat yang sesuai dengan kondisinya.

2. Hasilnya halal selagi bisnis yang dijalankan juga halal. Baca detail: Bisnis dalam Islam


HUKUM WARIS:

1. Seorang janda telah meninggal dunia pada 21 November 2016. Adapun status ahli waris sebagai berikut:
1. Ayah meninggal
2. Ibu meninggal
3. Suami masih hidup
4. Anak tunggal (dari pernikahan sekarang) laki2 masih hidup
5. 6 orang anak dari suami lama janda masih hidup
6. Janda yg meninggal tersebut tidak ada harta bawaan sebelum menikah dengan suami yg sekarang

2. Apakah bisa hanya membuat surat keterangan ahli waris utama saja? sekaligus membuat surat pernyataan putus hubungan keluarga dengan anak2 bawaan janda?dikarenakan anak2 dari janda yg sudah meninggal selalu membuat kerugian
Terimakasih

JAWABAN

1. Pembagiannya sbb: (a) suami mendapat warisan 1/4; (b) sisanya yang 3/4 diwariskan kepada ketujuah anak baik dari suami pertama maupun suami kedua di mana anak lelaki mendapat bagian dua kali lipat dari anak perempuan. Baca detail: Hukum Waris Islam

2. Semua anak kandung dari pewaris adalah ahli waris utama dan mendapat hak waris.

3. Yang diwariskan adalah harta benda milik janda itu dan hasil usaha dari janda itu. Bukan harta milik suaminya.

OFFICE BOY: MENGGANTI MAKAN DENGAN UANG

Assalamualiakum wr.wb
Saya OB dari sebuah kantor...saya setiap hari disuruh beli makan oleh bos untuk karyawan lain ada 4 orang orang termasuk saya...tetapi saya hanya membelikan makanan untuk 3 orang saja sedangkan jatah saya saya uangkan tidak saya belikan makanan seperti yg lain lain tetapi saya ambil uangnya seharga makanan yg karyawan makan.apakah saya dosa kalo setiap jatah makan saya saya uangkan apakah haram uang itu buat saya.
Mohon penjelasannya ....
Wassalammualaikum wr.wb

JAWABAN

Tidak haram. Kalau jatah makanan itu memang untuk anda, maka anda berhak mengambilnya dalam bentuk uang. Baca detail: Hibah dalam Islam

WARISAN

Ass.wr wb..
Ustadz, mohon dapat pencerahan bagaimana pembagian warisan setelah kedua orang tua kandung meninggal dunia. Utk lebih jelas:
1. Ahli waris yg ditinggalkan terdiri dari dari 3 (tiga) orang anak lelaki kandung dan 2 anak perempuan kandung
2. Ibu adalah istri pertama dan telah meninggal tahun 1996 sebelum ayah
3. Ayah punya istri kedua namun telah bercerai serta mantan istri keduanya (ibu tiri) telah menikah lagi.
4. Dari ibu tiri (sebelum bercerai dgn ayah), ayah jg mendapatkan keturunan 4 anak lelaki (adik tiri seayah)
5. Ayah meninggakan warisan satu buah rumah dengan luas tanah 200 m2 yang dibeli semasa ibu kandung (istri pertama ayah) masih hidup dan pd saat pembelian itu ayah telah bercerai dengan istri keduanya.
6. Ibu tiri ( mantan istri kedua ayah) saat ini masih hidup dgn suami barunya.

Pertanyaan saya dalam hukum Islam:
a) apakah adik tiri seayah berhak mendapat warisan
b) apakah mantan istri kedua ayah juga berhak mendapat warisan dari rumah yg dibeli oleh ayah dan ibu kandung (istri pertama ayah) semasa hidupnya?
c) Bagaimana perhitungan pembagian warisannya jika rumah warisan yg ditingggalkan ayah dan ibu kandung dijual?
d) apakah utk pembagian warisan itu perlu atau harus dimediasi oleh seorang ustadz ataukah meminta petugas dari pengadilan agama?

Mohon penjelasannnya ustadz. Syukron.

JAWABAN

a) Ya, dia berhak mendapat warisan dari harta peninggalan ayahnya.

b) Tidak. Mantan istri tidak dapat.

c) Itu tergantung dari siapa pemilik rumah. Kalau itu milik suami (ayah anda) maka semua anak-anak kandungnya dari istri pertama dan kedua mendapat bagian. Kalau itu milik istri pertama (ibu anda) maka hanya anak istri pertama yang dapat warisan. Kalau rumah itu dibeli dari uang keduanya (misal, suami 50% dan istri pertama 50%), maka yang milik suami diwariskan kepada seluruh anak kandung dari istri pertama dan kedua; sedangkan yang milik istri pertama hanya diwariskan kepada anak istri pertama saja. Baca: http://www.alkhoirot.net/2014/06/hukum-harta-gono-gini.html

d) Sebaiknya dimediasi seorang ustadz yang betul-betul memahami ilmu waris. Petugas PA baru diperlukan apabila ada konflik.

* Terkait rumah, apakah pemiliknya itu suami atau istri atau keduanya itu tergantung dari sistem kepemilikan yang berlaku umum. Artinya, kalau dibeli dari uang suami 100%, maka itu milik suami 100%. Kalau dibeli dari uang suami dan istri masing-masing 50%, maka pemiliknya adalah suami-istri dengan saham masing2 50%. Baca detail: Harta Gono gini

Kiriman amal baik ke orang mati apa dapat meringankan siksa kubur?

MERINGANKAN SIKSA KUBUR

mohon maaf sebelumnya,
1. saya ingin bertanya, yang pertama apakah orang yang sedang disiksa dialam kubur bisa dilepaskan dari siksaan itu karna kita doakan? kalo bisa apa saja kira kira doa doa dan amalan yang bisa melepaskannya itu?

2. yang kedua bagaimana nasib orang yang meninggal dibunuh apakah dia khusnul khotimah atau tetap kembali ke perbuatannya semasa hidupnya

3. yang ketiga bagaimanakah nasib seorang remaja berumur 16 tahun dan dia sudah wafat namun semasa hidupnya dia belum bisa rutin melaksanakan solat wajib, dan belum bisa mentaati syariat seperti berhijab, namun kelakuuannya sudah seperri remaja remaja zaman sekerang

terimakasih, mohon pencerahannya

JAWABAN

1. Ya, amal kebaikan yang dikirim oleh orang yang masih hidup dapat meringankan siksa kubur bagi yang mati. amal kebaikan itu meliputi doa dan sedekah yang pahalanya ditujukan pada si mayit. Bahkan pelepah kurma yang masih segar yang ditaruh di atas kuburan dapat meringankan siksa kubur seperti disebut dalam hadits di link berikut: http://www.konsultasisyariah.in/2015/10/hadis-hadis-tentang-alam-kubur.html
Baca juga: http://www.alkhoirot.net/2014/10/hukum-ziarah-kubur.html

2. Lihat dahulu sebab dibunuhnya. Kalau dia dibunuh karena mempertahankan harta atau membela anak istrinya, maka dia mati syahid seperti disebut dalam sebuah hadits sahih riwayat Abu Dawud, Nasai, Ahmad dari Said bin Zaid:
من قتل دون ماله فهو شهيد، ومن قتل دون أهله فهو شهيد، ومن قتل دون دينه فهو شهيد، ومن قتل دون دمه فهو شهيد

"Barangsiapa mati membela hartanya, keluarganya, agamanya, dirinya, maka ia mati syahid." Tapi kalau tewas karena berkelahi, maka dia berdosa besar. Namun demikian, selagi dia mengakui dua kalimah syahadat, maka dia tetap mati dalam keadaan Islam.

Namun apabila kematian itu disebabkan oleh karena sebab yang tidak jelas yang tidak dibenarkan dalam agama, maka dia berdosa dan dosanya sama dengan yang membunuh. Nabi bersabda dalam sebuah hadits sahih riwayat Bukhari dan Muslim:

إذا التقى المسلمان بسيفيهما، فالقاتل والمقتول في النار. فقيل: يا رسول الله هذا القاتل، فما بال المقتول؟! قال: إنه كان حريصاً على قتل صاحبه

Artinya : Jika dua orang muslim bertemu dengan kedua pedangnya, maka salah satu di antaranya membunuh teman lainnya, yang membunuh dan yang dibunuh masuk neraka. Salah seorang shahabat bertanya : Hal itu bagi pembunuh , bagaimana dengan orang yang terbunuh ?, beliau menjawab : "Karena orang yang terbunuh berusaha membunuh saudaranya."

Walaupun demikian, selagi dia mati dalam keadaan iman dan Islam (dengan mengakui wajibnya shalat dan berhijab), maka dia tetap dianggap husnul khotimah walaupun dengan membawa dosa besar. Baca: Keadaan di alam kubur

Baca detail: Tiga Penyebab Murtad


BERKARIR DI BIDANG YANG KURANG DISUKAI

Permisi Pak Ustadz, apa kabar? Mudah-mudahan senantiasa sehat.

Jadi begini, ada dua perkara yang saya hendak tanyakan.

1. Saya kuliah di jurusan IT. Sebenarnya saya tidak suka IT. Tapi ternyata saya ada bakat dalam IT. Terbukti kemudahan-kemudahan saya dalam memahami IT dibanding mayoritas teman-teman saya. Meski saya tidak memiliki passion alami di bidang IT. Apakah dalam berkarir ke depannya saya harus punya passion di bidang tersebut? Saya seperti orang kebanyakan, galau masalah passion.

2. Di internet bertebaran artikel bahwa kita harus hati-hati terhadap lirik nasyid salamun-salamun, yaitu pada bagian
أنا عبدكم وذلي لديكم وعزّي بكم, وانتم منائي وأقصى المراد

Berikut merupakan link nya :

https://www.paldf.net/forum/showthread.php?t=742913

adapun link dengan isi konteks yang senada masih banyak lagi.

Bernarkah bahwa lirik dari nasyid tersebut dapat mempengaruhi akidah kita? Sebelumnya terima kasih banyak Pak Ustadz atas jawabannya ^_^

JAWABAN

1. Dalam bekerja yang terpenting dan prinsip adalah kemampuan untuk melaksanakan dan menyelesaikan tugas dengan baik. apabila itu bisa terlaksana, maka itu sudah cukup. Tidak ada keharusan kita harus punya passion dalam berkarir. Walaupun menempuh karir yang ada passion di dalamnya lebih ideal.
Baca detail:
- Bisnis dalam Islam
- Akhlak

2. Nasyid di atas itu adalah bait-bait syair yang berisi pujian pada Rasulullah. Tidak ada yang salah dengan itu. Dalam bahasa Arab, sebagaimana di bahasa yang lain, ada bahasa hakiki (harfiah) dan majazi (kiasan). Pujian-pujian pada Rasulullah dalam syair tersebut harus dimaknai dalam konteks itu. Juga, dalam akidah Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja), ada istilah tawasul. Yaitu meminta pada Allah dengan menyebut nama Nabi atau orang saleh. Ini juga dibolehkan. Namun dianggap syirik oleh kalangan Wahabi Salafi. Salah satu sebab perbedaan ini adalah kalangan Wahabi menganut akidah Uluhuiyah dan Rububiyah Ibnu Taimiyah dan 10 Pembatal Keislaman dari Muhammad bin Abdul Wahab (pendiri Wahabi)
Baca detail:
- 10 Pembatal Keislaman : Syirik
- 10 Pembatal Keislaman : 3 s/d 10

Kalau anda membaca pandangan yang berbeda dalam hal ini, seperti fatwa Abdurrahman As-Suhaim yang menyatakan bahwa syair di atas itu tidak boleh, maka ini adalah pandangan kalangan Wahabi Salafi yang memang memiliki akidah dan cara pandangan yang berbeda yang penekanannya pada makna harfiah atas setiap ucapan. Baik dalam Al Quran, hadits atau ucapan siapapun.
Baca detail:
-- Hukum Potong Rambut dan Kuku Saat Haid

MENGIYAKAN PERMINTAAN TALAK ISTRI, JATUH CERAI?

Assalamualaikum...

Saya mau menanyakan apabila istri merasa terlah tertalak dan suami yakin tidak pernah menalak mana yang harus di ambil yaa..

Permasalahan awalnya. Istri sering meminta cerai.. suami tidak pernah menjawab dan ada bbrapa waktu suami menjawab "iya terserah" kurang lebihnya seperti itu tanpa niat menalak. Hanya meredam suasana karna istrinya terus memaksa suami untuk menceraikan..

Apakah itu jatuh talak ?

Dan itu kejadianya sbenernya sudah lama. Hanya karna istri membaca tentang talak jadi berfikir tentang dirinya.. terimakasih atas jawaban dan waktunya.

JAWABAN

Tidak jatuh talak. Karena mengiyakan ucapan talak istri itu masuk dalam kategori talak kinayah (implisit) dan hukumnya tidak jatuh talak apabila tidak ada niat dari pihak suami.
Baca detail:
- Mengiyakan Permintaan Cerai Istri
- Cerai dalam Islam

Thursday, September 30, 2021

Pernah ditalak 3 suami via WA SMS

PERNAH DITALAK 3 SUAMI VIA SMS

assalamualaikum wrwb

Saya pernah ditalak 3 melalui sms oleh suami .
Selang sehari saya kembali rujuk dengan suami, dan 3 bulan setelahnya saya hamil.
yang saya mau tanyakan =
1- Apa hukumnya talak 3 melalui sms?
2- Bagaimana hukum pernikahan saya?
3- Dan bagaimana status anak yang saya kandung ini dimata agama?

JAWABAN

1. Talak via sms termasuk talak kinayah. Hukumnya terjadi talak kalau disertai niat. Baca detail: Cerai secara Tertulis

Selain itu, ucapan suami "Aku talak 3" itu masih terjadi ikhtilaf (perbedaan ulama) ada yang menganggap jatuh talak 3, ada juga yang berpandangan jatuh talak 1. Baca detail: Ucapan Talak 3, Jatuh Talak Berapa?

2. Status pernikahan tetap sah. Kalau toh suami ada niat, maka maksimal talak yang jatuh adalah talak 1 menurut salah satu pendapat ulama.

3. Sah jadi anak kandung anda berdua. Baca detail: Pernikahan Islam

SUAMI TIDAK PERNAH SHALAT

Assalamualaikum wr wb..
Bagaimana saya harus menghadapi suami di saat suami gak pernah sholat ato pun membaca al'quran suami lebih senang dengan media sosial..dan kalo marah suka mukul2 istri menampar ato melempar istri di depan anak.tapi selama ini istri tetap bertahan dengan sikapnya karna tidak ingin berpisah karna sudah mempunyai 1orang ank.

JAWABAN

Menghadapi suami yang tidak shalat ada dua pilihan: tetap bertahan atau bercerai. Baca detail: Menyikapi Pasangan Selingkuh

Kalau anda memilih bertahan, maka sikap yang harus dilakukan sama dengan sikap kita dalam menghadapi kemungkaran yang dilakukan orang lain yaitu: (a) menasihati kalau berani; kalau kuatir akan mendapat perlakuan yang buruk maka (b) minimal mengingkari. Maksud mengingkari adalah tidak meniru dan membenci perbuatannya (bukan membenci orangnya). Baca detail: Amar Makruf Nahi Munkar

HUKUM MENOLAK PEKERJAAN

Assalamualaikum Ustadz,
Bagaimana hukum menolak rezeki? Apakah berdosa?
Saya baru saja wisuda dan fresh graduated, saya sudah menolak beberapa pekerjaan karena beberapa alasan, diantaranya
1. Karena rekan kerja laki2 semua
2. Ibu saya mengizinkan di luar kota (Jakarta) Karena ada kakak saya/ saudara saya,sedangkan saya keterima di Surabaya tidak ada saudara. Lalu saya membatalkan interview

1. Bagaimana ustadz hukumnya menolak rezeki seperti itu dan sudah lebih dari sekali saya membatalkan?
2. Apakah rezeki saya bisa tertunda karena itu? Mohon solusinya,Terimakasih
Wassalamu'alaikum

JAWABAN

1. Menerima pekerjaan adalah hak. Karena itu, menolaknya juga hak anda. tidak ada masalah secara agama menolak suatu pekerjaan yang ditawarkan.

2. Ya jelas tertunda. Seandainya anda terima kan tentunya sudah dapat gaji saat ini. Kalau memang menolak karena ada syarat tertentu dari ibu, maka sebaiknya anda mencari pekerjaan yang lokasi dan kriterianya sesuai dengan persyaratan ibu dan kriteria anda.

Secara syariah, menerima pekerjaan yang koleganya laki-laki semua tidak masalah asalkan anda selalu berada di ruang yang terbuka dalam arti tidak berduaan dengan laki-laki. Sehingga tidak terjadi khalwat.
Baca:
- Hukum Kholwat l
- Pemimpin Wanita dalam Islam

PINJAM UANG DI BANK KONVENSIONAL, HALAL KAH PENGHASILAN SAYA?

Assalamualaikum Wr.Wb.
Mhn izin Pak ustad Ada yg ingin saya konsultasikan...
Saya berdinas Di TNI AL dan saya juga berprofesi sebagai dokter gigi. Pertengahan 2015 saya terpaksa pinjam dana ke salah satu bank konvensional untuk biaya pendidikan spesialis...

Adapun alasan keterpaksaan pinjam dana ke bank :
1.Karena instansi TNI AL sementara ini hanya bekerja sama dengan bank konvensional
2.Keterbatasan orang tua/saudara/teman yang belum bisa meminjamkan dana dengan nominal yang besar
3.Faktor usia dan waktu yg sudah mendesak untuk sekolah spesialis sehingga jika harus menunggu terkumpulnya dana maka kemungkinan besar saya tidak bisa mengambil pendidikan spesialis.

Dana pinjaman dari bank tersebut saya gunakan untuk menunjang pendidikan spesialis serta membeli beberapa alat dan bahan utk praktek kedokteran gigi yang dibutuhkan untuk menunjang pendidikan.

Alat & bahan tersebut selain saya gunakan untuk praktek di klinik kampus tempat saya menjalani pendidikan spesialis juga saya gunakan di praktek pribadi.
Beberapa bulan setelah saya pinjam dana dari bank tersebut, saya tidak sengaja membaca artikel tentang RIBA dan langsung teringat kalau saya sedang pinjam dana ke bank...sejak itu saya hati saya tidak tenang dan gelisah.

1.Bagaimana menurut pandangan pak ustad mengenai hal yang saya alami...?
2.Bagaimana hasil uang praktek pribadi yang saya peroleh ? Halal atau haram ? Apakah boleh diberikan kepada anak dan istri saya? Mengingat saya menggunakan alat dan bahan untuk praktek Kedokteran gigi yang dibeli dari dana pinjaman bank.
Mohon penjelasannya Pak Ustad...terimakasih.
Wassalam

JAWABAN

1. Masalah bank konvensional masih terjadi ikhtilaf (perbedaan) di kalangan ulama kontemporer. Antara yang mengharamkan dan menghalalkan. Yang mengharamkan berpendapat karena ada unsur riba. Sedangkan yang menghalalkan berpendapat itu bukan riba. Baca detail: Hukum Bank Konvensional

2. Anda dapat mengikuti pendapat yang menganggap halalnya bank konvensional. Sehingga semua yang anda lakukan saat ini mulai dari pinjaman dan hasil yang didapatkan dari pekerjaan anda adalah halal.

Namun ke depannya, kalau situasinya memungkinkan dan sudah dalam keadaan bisa memilih, maka akan lebih ideal untuk memilih bank syariah sebagai cara untuk transaksi dengan tujuan untuk lebih berhati-hati. Baca detail: Bisnis dalam Islam

PEMIMPIN YANG TIDAK MEMBERI SURI TAULADAN

Assalamu'alaikum warohmatullohi wabarokaatuh
bismillah

ustadz, saya ingin bertanya
1. apakah seorang pendidik yang mempunyai dasar kepemimpinan yang baik tetapi tidak mendominankan nilai-nilai islam pantas mendidik tentang kepemimpinan dan keorganisasian pada orang lain?

2. apakah dengan dipimpin orang yang demikian saya harus keluar dari tempat yang dia pimpin guna menjauhi mudharat?

*Tidak mendominankan nilai-nilai islam disini maksudnya si pendidik ini merokok, shalat tidak tepat waktu, mendidik bahwa mencontek adalah kerja sama tim, dan mementingkan keberlangsungan sebuah acara dengan tidak mengindahkan kesegeraan shalat awal waktu.

Sekian dari saya, kiranya Ustadz bersedia menjawab pertanyaan dari saya.
Wassalmu'alaikum warohmatullohi wabarokaatuh

JAWABAN

1. Idealnya tidak pantas. Pemimpin muslim hendaknya mengamalkan apa yang didakwahkan secara lisan.

2. Tidak harus. Yang terpenting dalam melihat hal seperti itu kita harus mengikuti sikap standar Islam perihal amar makruf nahi munkar: yakni rubah dengan tangan, atau lisan, atau minimal mengingkari perbuatan tak baiknya. Baca: http://www.konsultasisyariah.in/2016/12/amar-makruf-nahi-munkar-imam-nawawi.html

Sikap ini juga berlaku apabila, misalnya, kita memiliki orang tua yang pendosa. Apakah kita harus memutuskan tali silaturahmi dengan mereka? Tidak. Tapi setidaknya kita harus mengingkari sikap buruknya agar tidak tertiru oleh kita. Baca detail: Hukum Taat Orang Tua

Namun demikian, terkait pemimpin tadi, kalau memang anda menemukan tempat lain yang lebih baik, maka tidak ada salahnya kalau pindah ke tempat yang lebih kondusif. Namun itu bukan keharusan. Yang terpenting dan prinsip adalah: bagaimana itu menjadi pelajaran bagi kita agar tidak melakukan hal yang sama.

Menyikapi beda pendapat anak dan bapak


BEDA PENDAPAT ANAK DAN BAPAK

Assalamualaikum wr.wb

pak ustadz saya mau menanyakan

1. Contoh kasus :
"Dalam satu waktu ada anak yang mempunyai keinginan berbeda dengan orang tuanya. anaknya mempunyai keinginan untuk melakukan A dan orang tuanya mempunyai keinginan untuk anaknya melakukan B, tetapi kedua-duanya sama-sama mempunyai tujuan yang baik. Kemudian mereka pun berdebat sengit dengan argumen-argumen mereka yang memang di benarkan dalam agama.namun setelah beberapa hari berdebat, orang tua si anak tetap dalam pendiriannya menyuruh anaknya untuk mengikuti apa yang ia katakan. Akhirnya si anak pun menjalankan keinginan orangtuanya tersebut. Akan tetapi, ketika menjalankan perintah orang tuanya tersebut, dalam hati si anak terdapat rasa terpaksa".
a- apakah hukumnya berdebat dengan orang tua yang pada dasarnya keduanya mempunyai tujuan yang sama-sama baik?
b- apakah berdosa ketika ada anak yang menjalankan perintah orang tuanya dalam keadaan terpaksa?
c- apakah tetap mendapat pahala ketika ada anak yang mengalah demi kebahagiaan orang tuanya namun dalam hatinya ada rasa terpaksa?

2. Bagaimanakah caranya agar seorang hamba tidak dan jauh dari melaksanakan maksiat?

3. Apakah Allah SWT akan menerima tobat seorang hamba-nya yang selalu di selingi dengan maksiat setiap saat kepada-nya, padahal hamba tersebut tahu dan mengerti terhadap apa yang ia lakukan?

4. Bagaimanakah caranya agar seorang hamba tetap Istiqomah dalam menjalankan ibadah serta Amar ma'ruf nahyi munkar?

5. Apakah orang yang fasiq dan munafik ketika bertaubat akan di terima oleh allah?

6. Apakah akan mendapat pahala orang yang menyuruh untuk melakukan kebaikan tetapi ia tidak melaksanakannya?

JAWABAN

1a. Berdebat dengan orang tua dibolehkan selagi tetap menjaga sopan santun dan fokus pada argumen. Namun pada akhirnya, keputusan orang tua tetap yang harus diikuti. Ini mirip dengan rapat antara direktur dan anak buah, pada akhirnya, keputusan direktur yang terpenting dan mengikat.
1b. Tidak berdosa. Ketaatan pada orang tua itu wajib, apakah ia terpaksa atau sukarela itu urusan hati yang tidak dibahas dalam syariah.
1c. Dapat pahala. Baca detail: Hukum Taat Orang Tua

2. (a) Ada niat yang kuat untuk menjauhi maksiat; (b) ada kemauan yang kuat untuk melaksanakannya dengan cara
(i) menciptakan lingkungan yang mendorong kita untuk jauh dari maksiat;
(ii) menjauh dari lingkungan pergaulan yang buruk;
(iii) menjauh dari bacaan dan tontonan yang buruk.
Baca detail: Wajib Menjauhi Lingkungan Pergaulan Buruk

3. Taubat yang diterima adalah taubat nasuha. Baca detail: Cara Taubat Nasuha

4. Berteman dengan orang dan lingkungan yang baik. Namun harus hati-hati jangan sampai masuk pada pergaulan "orang baik" yang termasuk dalam kategori muslim radikal. Karena itu sama dengan keluar dari kandang buaya masuk ke kandang singa. Baca: http://www.alkhoirot.net/2011/12/nama-ulama-wahabi-salafi.html

5. Ya, akan diterima. Selagi masih hidup, taubat seseorang akan diterima. Baca detail: Cara Taubat Nasuha

6. Tergantung kebaikan apa. Apabila itu perkara wajib, maka berdosa. Apabila perkara sunnah, maka tidak berdosa tidak melakukan.

WARISAN PENINGGALAN SUAMI-ISTRI

Assalamu'alaikum.

Kasus :

- Suami (meninggal). Mempunyai 2 orang isteri (keduanya telah meninggal pula)
- Harta yg ditinggalkan sebuah rumah dg sertipikat atas nama Suami dan isteri kedua.
- Dari isteri pertama punya 4 anak (2 laki-laki, 2 wanita)
- Dari isteri kedua tdk punya anak. dan hanya mempunyai 1 saudara kandung (wanita)

Pertanyaan : Bagaimana pembagian warisnya.

Wassalam.

Terima kasih.

JAWABAN

Karena suami-istri dalam kasus di atas memiliki ahli waris yang berbeda, maka rumah warisan itu harus diperjelas status dan persentase kepemilikannya. Misal, berapa persen milik suami dan berapa persen milik istri.

Setelah itu, maka harta milik suami diwariskan kepada ahli warisnya yaitu keempat anak kandung dari istri pertama. Sedangkan harta milik istri diwariskan kepada ahli waris si istri yaitu saudara kandung wanita (dan mungkin yang lain. seperti ayah/ibu, dst). Baca detail: Hukum Waris Islam

WARIS, HIBAH ATAU WASIAT?

Assalamualaikum wr wb,

Jika keluarga terdiri dari 4 orang: Ayah, Ibu, Anak Sulung/Kakak (laki-laki), & Anak Bungsu / Adik (laki-laki).

1- Beberapa saat sebelum sang ayah meninggal, beliau berpesan kepada bungsu:
"rumah 1 untuk kakak, rumah 2 untuk adik, selain itu untuk ibu". Apakah ini Hibah atau Wasiat ?

2- Saat mengatakan itu hanya ada sang ayah & bungsu saja...apakah sah hibahnya atau wasiatnya ?

3- Saat sang ayah meninggal, harta peninggalan berupa rumah 1, rumah 2, rumah 3, dan sebuah deposito, dimana semuanya masih atas nama sang ayah. Harta peninggalan yang mana saja yang dianggap sebagai objek waris ?

Terima kasih

Wassalamualaikum wr wb,

JAWABAN

1. Hibah. Baca detail: Hibah dalam Islam

2. Sah. Karena dalam hibah syar'i tidak diperlukan adanya saksi. Baca detail: Hibah dalam Islam

3. Yang jadi obyek waris yang tidak disebut dalam hibah tersebut. Baca detail: Hukum Waris Islam

SAHKAH IJAB KABUL SAYA?

Assalamualaikum Wr wb....

bapak ustad... saya ingin bertanya, tentang sah tidak nya ijab kabul saya...
saat ijab kabul... penghulu salah menyebutkan nama ayah kandung saya
contoh:
saya nikahkan dan saya kawinkan saudara A bin B (Seharusnya bin C... bukan B) dengan D, putri dari Alm. Bapak E dengan mas kawin........... tunai...

saya menjawab: Saya terima nikah nya dan kawinnya D bin E (seharusnya menggunakan binti bukan bin ) dengan mas kawin tersebut, tunai.

saat itu saksi dan penghulu menyatakan SAH.
tapi setelah saya melihat video ulangnya saya kaget, ternyata nama bapak saya, dan nama bin untuk istri saya keliru. saya baru sadar ada kekeliruan terutama nama bapak seharusnya B menjadi C, dan saya juga keliru menyebut bin yang seharusnya BINTI. apakah pernikahan saya sah... atau perlu diadakan akad ulang? mohon info nya karena istri saya menjadi ragu dan bimbang. terima kasih
wassalamualaikum wr wb.

JAWABAN

Nikahnya sah. Kesalahan dalam penyebutan nama bapak dan pemakaian kata bin (seharusnya binti) bukanlah masalah prinsip dalam akad nikah. Bahkan seandainya salah menyebut nama pengantin pria atau wanita pun tidak merusak keabsahan nikah. Yang prinsip adalah sosok pengantin pria dan sosok pengantin wanita sama-sama diketahui. Baca detail: Salah Sebut Nama Calon Suami saat Nikah

Wednesday, September 29, 2021

Antara menjadi ulama dan bekerja


ANTARA MENJADI ULAMA DAN BEKERJA

اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ

Saya sedang dilanda dilema besar antara memilih memperdalam ilmu agama islam atau bekerja dengan bayaran tinggi sebagai tenaga kerja di Korea Selatan atau Jepang. Saya sangat kagum kepada sepak terjang Para Waliyullah dan Para Syaikh yang ahli dalam bidang-bidang agama islam terutama dalam penyebaran dan pengembangan ajaran agama islam dan ingin menjadi seperti mereka. Namun saya sedikit ragu untuk mengikuti jejak mereka karena faktor biaya (usia 23 tahun).
Disisi lain saya sudah dibiayai oleh Orang Tua saya untuk mengikuti program Lembaga Pendidikan Bahasa seleksi kerja di Korea Selatan dan magang di Jepang.

Saya pernah kuliah 2 tahun di surabaya dan putus di tengah jalan (belum sampai lulus S1). Lalu Orang Tua saya menyuruh saya melanjutkan kuliah di Bojonegoro tempat tinggal saya namun saya menolaknya. Saya pernah berkeinginan menjadi seorang ulama tapi kyai setempat melarang saya dengan alasan hidupnya nanti susah (mungkin seperti nasib mereka). Mohon bantuannya Redaksi Konsultasi Syariah Islam Al-Khoirot. Terima kasih.

وَ السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ

JAWABAN

Pilihan karir atau jalan hidup yang ideal adalah apabila (a) sesuai dengan keinginan kita; dan (b) sesuai dengan pilihan orang tua. Baca detail: Hukum Taat Orang Tua

Apabila kedua hal di atas bertentangan, maka taat pada pilihan orang tua adalah jalan terbaik. Namun kalau bisa diambil jalan tengah, maka itu akan lebih baik lagi. Misalnya, ikuti anjuran orang tua untuk bekerja di Korea atau Jepang untuk beberapa tahun. Setelah cukup modal, buat usaha yang benar dan apabila berkembang dan merasa nyaman di situ, maka teruskan usaha tersebut. Dakwah tidak harus menjadi ulama.

Atau kalau masih ingin jadi ulama, maka jadikan modal itu untuk belajar di pesantren. Di Al-Khoirot terbuka program untuk santri dewasa yang ingin belajar agama dari awal sampai tingkat lanjut. Atau belajar agama sebentar setahun atau dua tahun untuk memiliki pengetahuan dasar agama Islam untuk diri sendiri dan anak istri. Tentu saja anda bisa juga mencari pesantren lain yang bisa menerima santri dewasa. Namun hati-hati dalam memilih pesantren, pilihlah pesantren NU. Baca: http://www.alkhoirot.com/pesantren-santri-dewasa/


JODOH MASIH KERABAT DITENTANG ADAT

Assalamu'alaikum Wr. Wb.


Saya seorang perempuan, saya berniat akan menikah dengan calon saya. saya satu tahun lebih tua dari calon saya. tapi niat kami ditentang mbah saya (ibu dari ayah saya) . mbah saya mengatakan bahwa jika saya tetap menikah maka akan datang malapetaka seperti kematian dari salah satu (saya atau calon saya). tapi saya tetap percaya bahwa hidup,maut,rezeki,dan jodoh hanya Allah SWT yang mengatur.

Saya dengan calon saya masih ada hubungan kerabat. kami masih satu canggah. kakek calon saya dan kakek saya adalah sepupu. Ayah saya dan ibu calon saya katanya juga masih "nak sanak" istilah yg mereka sebut. jadi ibu calon saya, saya panggil bibi.

1. Saya ingin bertanya apakah dalam islam hubungan kami dihalalkan atau memang dilarang? karna kata nenek saya itu ditentang adat. apalagi saya satu tahun lebih tua dari calon saya.

Maaf sedikit menambahkan , jadi saya dan calon saya adalah sepupu jauh, dan dia seharusnya memanggil saya "mbak" . apakah niat kami dilarang agama islam atau dihalalkan? mengingat dalam keluarga Nabi Muhammad SAW juga masih melakukan pernikahan dengan kerabatnya. terimakasih.

Mohon bantuannya, agar saya dapat menjelaskan ke keluarga saya sesuai syariah islam. terimakasih.

Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

JAWABAN

1. Hubungan kekerabatan dalam kasus Anda dibolehkan melakukan pernikahan. Pernikahan dengan kerabat itu dibolehkan selagi bukan kerabat mahram. Yang dimaksud mahram adalah wanita yang haram dinikah karena kekerabatan yang sangat dekat atau karena hubungan pernikahan (seperti mertua, menantu, anak tiri suami/istri). Contoh mahram karena kekerabatan seperti saudara kandung, anak saudara kandung, saudara ayah/ibu. Baca detail: Mahram / Muhrim dalam Islam

Mempercayai akan adanya bencana atau musibah karena pernikahan kekerabatan adalah berdosa karena itu sama dengan mempercayai ramalan dan percaya ramalan haram hukumnya. Baca detail: Percaya Ramalan dalam Islam

BESOK SAYA CERAI, APAKAH JATUH TALAK?

Assalamualaikum Warohmatullahi Wabarokatu...

1. ustadz, saya pernah bertengkar hebat dengan suami saya dan suami saya pun emosi hingga membanting barang-barang dirumah kami, karena ikut terpancing emosi saya meminta cerai kepada suami...dan suamipun menjawab "yasudah kalau itu mau kamu besok kamu saya ceraikan" namun selang beberapa jam kami baikan lagi dan besoknya suami tidak jadi mengatakan cerai...apakah itu sudah jatuh talak ?

2. kemudian jarak beberapa bulan kami bertengkar kembali, suami terpancing emosi hingga marah dan kembali melempar barang2, saat itu suami memberi saya pilihan untuk menuruti perkataan dia atau tidak usah jadi istrinya lagi...apakah itu juga termasuk talak ? jika iya apa yang harus saya lakukan ustadz ? mohon penjelasannya atas ketidaktahuan saya..

Jazakallahu khoiron katsiro, Wassalamualaikum Warohmatullahi wabarokatu

JAWABAN

1. Ucapan cerai yang menunjukkan masa yang akan datang itu tidak jatuh talak kecuali dalam kasus talak taklik (kondisional). Jadi, dalam kasus anda tidak terjadi cerai. Baca detail: Cerai dalam Islam

2. Dalam kasus tersebut ada dua hal: (a) Talak kondisional yakni apabila tidak taat suami; (b) isi talak ("tidak usah jadi istri lagi") adalah talak kinayah yakni akan terjadi talak apabila disertai niat dan tidak jatuh talak apabila tidak ada niat dari suami.

Jadi, kalau anda mengikuti ucapan suami, maka tidak jatuh talak secara mutlak. Dan seandainya pun anda tidak menuruti perkataan suami, maka talak baru jatuh apabila suami ada niat untuk menceraikan. Baca juga: Cara Harmonis dalam Rumah Tangga

PUTUSIN PACAR AGAR TIDAK DOSA

assalamualaikum wr.wb

saya berumur 19 tahun, saya seorang mahasiswa dan mengajar. Akhir" ini saya memikirkan bahwa pacaran itu bermaksiat terus. Cuma pegang tangan (dengan lawan jenis) saja ternyata sama dengan maksiat/berdosa. Jadi saya memutuskan bahwa saya ingin putus dr pacar saya, karena saya tdk mau dg pacaran, saya bermaksiat trs dan orangtua pun juga ikut berdosa karena mengijinkan anaknya pacaran. Tetapi, masalahnya, setelah saya ngajak putus dgn pacar saya, dia tidak mau dan saya pun harus memaksanya utk putus dg saya. Sewaktu saya meminta maaf karena saya minta putus, dia bilang kalau gak mau putus dan gak mau maafin saya sampai dia meninggal. Saya ngajak putus karena alasan saya yang pacaran itu berdosa, jadi dia ngajak saya menikah, tapi saya blm siap nikah, karena menurut sy umur msh kurang, mental juga blm siap, rencana saya juga kalau menikah menunggu lulus kuliah agar dalam rumah tangga menjadi terurus semuanya, dan yg paling penting itu persetujuan orangtua. Saya tidak tahu, orangtua saya setuju atau tidak, kalo menurut sya belum boleh nikah dulu sblm lulus kuliah. Dan saya juga memikirkan mau menikah atau tidak karena, pacar saya juga masih muda sekali yaitu umur 21, dia juga belum punya kerjaan, dan tidak kuliah karena kurang biaya. Dan pacar sy sekarang, kalo aku gakmau dinikahi olehnya, dia gakmau maafin saya sampai dia meninggal. Dan katanya, kalo nolak dinikahi itu berdosa.

pertanyaan saya :
1 . Menurut saya, ada 2 pilihan, yaitu menikah atau putus, tetapi karena alasan saya yang belum cukup umur, belum siap mental, dan tidak adanya persetujuan orangtua, saya memutuskan untuk putus dengan pacar saya, apakah benar tindakan saya ini?

2. ketika saya memutuskan pacar saya, dia ngajak nikah saya, tapi saya menolak dgn alasan tadi, apakah saya berdosa karena sudah menolaknya?

3. beberapa hari yang lalu setelah saya memutuskan untuk putus dengan pacar saya, pacar saya tidak mau memaafkan saya sampai dia meninggal, apakah saya berdosa akan hal ini?

terima kasih, wassalamualaikum wr.wb

JAWABAN

1. Benar. Dalam Islam tidak ada pacaran secara fisikal. Berpegangan tangan dan berduaan (khalwat) adalah haram. Baca detail: Hukum Kholwat

2. Tidak dosa. Menikah atau tidak itu pilihan. Baca detail: Pernikahan Islam

3. Tidak dosa. Menolak ajakan nikah seorang wanita bukan termasuk dosa. Kecuali kalau anda membunuhnya. Bahkan dalam melamar pun kita dibolehkan untuk menentukan apakah akan diteruskan atau digagalkan. Baca detail: Dosa Besar dalam Islam


Hukum asuransi pengiriman barang




HUKUM ASURANSI PENGIRIMAN BARANG

Assalamualaikum Wr. Wb., pak ustadz.
Saya Ningrum dari Yogyakarta. Saya mau tanya bagaimana pandangan hukum Islam terkait asuransi (dalam pelayanan jasa ekspedisi, seperti mengasuransikan kiriman paket barang), karena jika tidak diasuransikan maka barang hilang atau rusak tidak ada pertanggungjawabannya. Kalau barang yang harganya murah InsyaAllah saya masih bisa buat ganti rugi ke pembeli, sedangkan kalau mahal saya tidak yakin bisa buat ganti rugi. Saya pernah dengar kalau asuransi itu riba atau dosa (maaf jika salah), namun di sisi lain saya tidak mau mengecewakan pembeli jika tidak bisa mengganti kerugian. saya sudah cari informasi di Google, tapi kebanyakan tentang asuransi jiwa, asuransi kesehatan, dan lainnya. Mohon informasinya, pak ustadz. Terimakasih. Semoga Allah memberikan kesehatan dan kebahagiaan untuk bapak dan sekeluarga.
Wassalamualaikum Wr. Wb.

JAWABAN

Hukum asuransi sama dengan hukum perbankan dalam arti ulama berbeda pendapat tentang halal haramnya. Kalau anda sangat memerlukan untuk ikut asuransi untuk kemaslahatan konsumen anda, maka silahkan ikut pendapat yang membolehkan asuransi.
Baca detail:
- Hukum Bank Konvensional
- Hukum BPJS
- Asuransi dalam Islam
- Hukum asuransi

MEMBERITAHU PERKARA AGAMA KE ORANG LAIN

Assalamualaikum ustadz, saya mau nanya, setahun yang lalu saya pernah melihat keponakan saya menggunakan produk obat salep yang terbuat dari babi tetapi saya dulu tidak memberitahunya karena saya takut dan merasa tabu memberitahu hal seperti, tetapi sekarang saya merasa berdosa ustadz karena tidak memberitahu itu,
1. pertanyaannya apakah orang yang menggunakan salep itu mendapat najis mugholadzoh karena menyentuh obat salep dari babi meskipun tidak tahu apa yang di kandung obat itu dan

2. pertanyaan kedua apakah saya berdosa karena tidak memberitahunya pada saat dulu dan kalo Bilang ke dia sekarang juga aneh ustadz, karena sudah lama sekali dan saya ragu apa dia mengingat penggunaan salep itu dulu,

3. dan yang terakhir apakah wajib memberitahu seseorang mengenai suatu hal yang berhubungan dengan agama seperti
(a) memberitahu jika ada tata ibadah yang salah
(b) ataupun memberitahu seseorang mengenai perkara agama seperti kasus saya diatas

JAWABAN

1. Orang yang tidak tahu perkara bahwa benda yang dipakainya itu najis atau haram hukumnya dimaafkan. Baca: http://www.alkhoirot.net/2015/12/hukum-melakukan-perkara-haram-karena.html

2. Ya, anda berdosa karena tidak memberitahu hal tersebut. Dan untuk menebusnya, anda harus memohon ampun (taubat) pada Allah atas kesalahan tersebut. Ini kesalahan anda pada Allah, bukan pada manusia. Baca detail: Cara Taubat Nasuha

3. Ya, sebaiknya memberi tahunya. Namun harus diingat, agar cara memberitahu tersebut harus dengan cara yang sebijaksana mungkin yang sekiranya tidak menyinggung perasaannya. Kalau sekiranya anda dalam posisi yang lebih rendah (dari sisi usia atau posisi) dan kuatir akan membuatnya marah, maka tugas memberitahu tersebut bisa diberikan pada teman anda atau orang yang lebih tua. Baca: http://www.konsultasisyariah.in/2016/12/amar-makruf-nahi-munkar-imam-nawawi.html

LULUS BEASISWA DENGAN SERTIFIKAT TOEFL PALSU

Assalamua'laikum Wr. Wb.

Ustad yang saya hormati,

Perkenanankan saya menceritakan keluh-kesah saya

Saat ini saya sedang melanjutkan studi di Luar Negeri, namum pada proses penyaringan mendapatkan beasiswa saya menggunakan Toefl palsu (toefl dari seorang joki) karena syarat bahasa ingris merupakan salah satu syarat dokumen yang dibutuhkan untuk mendapatkan beasiswa luar negeri, sebelumnya saya sudah perna tes Toefl hingga 5 kali namum tidak perna mencapai nilai standar beasiswa yang dibutuhkan padahal saya sudah maksimalkan belajar siang-malam, ikut kelompok belajar khusus toefl dan lain sebagainya. Saya benar-benar putus asa karena skor saya selalu tidak memenuhi standar minimal yang dibutuhkan untuk apply beasiswa hingga akhirnya memberanikan diri menggunakan joki penyedia Toefl palsu,

Di sisi lain kemampuan percakapan dan penulisan jurnal dalam bahasa ingris saya sudah lumayan mantap karena saya sudah 2 kali mengikuti seminar International dan menjadi presenter/pemakalah di seminar tersebut namun kembali lagi pada saat menjalani Tes Toefl selalu mendapatkan nilai yang tidak mencapa nilai standar beasiswa.

Pada saat wawancara beasiswa pun saya dengan fasih menjawab semua pertanyaan dengan menggunakan bahasa ingris (full english), selain itu pada saat wawancara dengan calon pembimbing di luar negeri pun tidak ada masalah dengan percakapan english saya hingga diterbitkan surat penerimaan saya di lab profesor tersebut, karena telah memiliki bukti penerimaan kampus yang dituju, saya dengan mudahnya menjawab pertanyaan-pertanyaan pada saat wawancara beasiswa dan dinyatakan sebagai penerima beasiswa.

Namun sudah hampir sebulan saya sering kepikiran dengan kecurangan yang perna saya lakukan dan hal tersebut mengganggu aktivitas saya di labolatorum untuk melakukan penelitian,

Saya mau mengajukan beberapa pertanyaan Ustad?

1. sebaiknya apa yang harus saya lakukan ustad, apakah saya harus mengundurkan diri dari penerima beasiswa dan konsekuensinya mengembalikan semua dana yang telah dikeluarkan?

2. apakah beasiswa saya masuk kategori haram karena telah memalsukan sertifikat teofl tersebut? saya kasiann dengan kleluarga saya kalau beasiswa ini haram bagi saya dan keluarga, padahal rencananya sedikit dana beasiswa ini akan saya sisihkan untuk ditabung dan dijadikan bisnis keluarga di kampung halaman

3. apakah jika tabungan dari beasiswa ini jika dikirim ke keluarga akan berubah sifatnya dari haram ke halal karena mereka tidak mengetahui kecurangan saya?

4. Saya juga merasa kasiann dengan keluarga saya yang telah bangga memiliki anak yang bisa kuliah diluar negeri namum putus ditengah jalan karena mengudurkan diri jadi penerima beasiwa? keluarga saya akan merasa malu ustad karena perbuatan saya.

5. apakah saya sebaiknya melanjutkan studi dengan fokus melakukan research dan setelah selesai kembali mengabdikan diri demi bangsa?

Saya benar-benar takut ustad dengan kondisi saya saat ini, takut jika amalan shalat, puasa, sedekah dan semua amalan yang saya lakukan tidak diterima di sisiNya karena beasiswa ini haram bagi saya dan keluarga

Mohon jawabannya ustad sehingga pikiran saya lebih tenang.,

Terimakasih Ustad,
Wassalamua'laikum Wr. Wb.

JAWABAN

1. Tidak perlu mengundurkan diri. Teruskan belajar dengan rajin sampai selesai.

2. Pemakaian joki saat tes TOEFL itu hukumnya haram karena termasuk menipu atau berbohong. Dan bohong itu haram dalam Islam. Baca detail: Bohong dalam Islam

Namun demikian, beasiswa yang anda dapatkan insyaAllah halal begitu juga ijazah yang nantinya akan anda peroleh dan pekerjaan yang nantinya akan anda dapat dengan syarat: Anda betul-betul belajar rajin agar kemampuan dan kualitas yang anda miliki betul-betul sesuai dengan yang diinginkan oleh pemberi beasiswa. Kenapa halal? Karena: (a) tes TOEFL hanyalah salah satu syarat untuk memastikan bahwa penerima beasiswa betul-betul dapat memahami materi kuliah dan dapat mengikuti studi dengan baik, sedangkan kemampuan Inggris anda, seperti yang anda katakan, sudah cukup baik dan dapat berkomunikasi dalam bahasa Inggris dengan lancar. Ini berarti tujuan dari tes TOEFL itu sendiri sudah tercapai; (b) pada dasarnya yang menjadi substansi dalam pemberian beasiswa adalah memberikan kesempatan pada pelajar yang mampu dan rajin agar mendapat peluang untuk studi tingkat lanjut. Selagi anda melakukan hal ini, yakni belajar rajin sesuai target, maka ilmu dan ijazah yang anda dapatkan insyaAllah berkah.

Baca juga:
- Hukum Masuk PNS karena Suap
- Diterima kerja PNS dengan ijazah palsu

Tuesday, September 28, 2021

Najis dalam rumah apakah sama dengan najis jalanan

Najis dalam rumah apakah sama dengan najis jalanan

Asslm wr wb.
Saya pernah membaca di al khoirot.net bahwa semua najis sedang dan berat yang ada di jalanan di maafkan.Najis di Jalanan

Pertanyaan saya

1. Apa najis yang ada di dalam rumah/kos/mes yang di dalam nya kita memakai sandal sama seperti di jalanan di hukumi sama? Karena jalanan tersebut walau di dalam rumah/kos/mes itu sudah seperti jalanan umum.

2. Apabila di dalam rumah/kos/mes ada banyak kotoran cicak, apabila hujan sering sekali banyak air menggenang yang tercampur dengan kotoran tersebut, apakah air tersebut di maaf kan dari najis karena sulit menghindar?

3. Bagaimanakah cara membersihkan najis yang ada di bawah sandal? Apakah cukup di gosok di tanah sampai hilang? Atau harus dengan air?

4. Apakah sama apabila menginjak najis di sandal lalu saya buat jalan dan najis nya hilang dengan sendirinya, apakah sandal tersebut sudah suci?

5. Apakah ada najis yang di maafkan tersebut terkena pakaian dsb apabila kita membiarkannya sama sekali tidak di cuci tidak masalah?
karena ada ulama yg mengatakan apabila najis yg di maafkan di biarkan terlalu lama maka status nya tidak di maafkan lagi.

Terima kasih atas jawabannya.

JAWABAN

1. Tidak sama. Najis di dalam rumah tetap dianggap najis yang harus disucikan kalau hendak dipakai shalat. Baca detail: Najis di Jalanan

2. Kotoran cicak termasuk najis yang dimaafkan apabila sedikit. Namun apabila banyak tidak dimaafkan. Baca detail: Kotoran dan Bangkai Cicak

3. Hilangkan najisnya, lalu siram dengan air. Baca detail: Menyucikan Najis Hukmiyah

4. Tidak. Najis yang benda najisnya tidak kelihatan disebut najis hukmiyah. Najis hukmiyah tetap dihukumi najis menurut madzhab Syafi'i dan hanya bisa suci dengan menyiram najis itu dengan air. Baca detail: Air Kurang Dua Qulah terkena Najis

5. Najis hukmiyah harus disucikan dengan satu kali siraman air. Baca detail: Najis Menurut Madzhab Empat

BERPAKAIAN IKUT FASHION

assalamualaikum wr. wb.

mohon maaf ustad, saya ingin bertanya. Bagaimanakah hukumnya seorang pria yang bergaya dalam berpakaian semisal mengikuti trend fashion, mengenakan celana pensil dan memakai pakaian bermerek supaya tampil keren dan lebih percaya diri? terimakasih atas jawaban yang diberikan ustad.
wassalamualaikum wr. wb.

JAWABAN

Hukum asal dari berpakaian itu sendiri adalah boleh. Yang prinsip adalah menutupi aurat. Baca detail: Halal Haram Menyerupai Orang Kafir

Namun kebolehkan itu bisa berubah menjadi haram apabila terdapat unsur riya dan sombong di dalamnya. Sebagaimana haramnya orang yang memanjangkan pakaiannya sampai menutupi mata kaki (Arab: isbal) apabila itu dimaksudkan untuk menyombongkan diri (Arab: khuyala')
Baca detail:Hukum Isbal dan Jilbab
Walaupun secara agama tidak dipermasalahkan mengikuti pakaian fashion atau yang sedang tren, namun kita juga harus mempertimbangkan juga etika sosial di masyarakat tentang pakaian tersebut dan status sosial kita di suatu masyarakat tertentu. Misalnya, apabila anda seorang ustadz, atau seorang santri maka berpakaian pensil dianggap kurang pantas. Sama dengan tidak pantasnya memanjangkan rambut atau membuat rambuat kita ikut model terbaru yang dapat merusak reputasi dan citra kita.

Selain itu, kita harus ingat bahwa berpakaian rapi dan pantas untuk segala zaman itu lebih dianjurkan. Coba lihat pakaian yang dikenakan pegawai negeri sipil (PNS), polisi, tentara dan para pekerja kantor yang berdasi dan rapi. Mereka dihormati walaupun pakaiannya tidak pernah berubah gayanya.

ASAL MUASAL SIFAT DAN KARAKTER MANUSIA

Assalamualaikum wr.wb.
Ustad saya ingin bertanya sebenarnya sifat manusia itu datang dari mana, dari Allah yang diberikan sejak lahir atau keturunan orang tua atau karena pengaruh lingkungan dan pergaulan? Terimakasih ustad atas kesempatan dan jawabannya. Sebenarnya banyak hal yang masih ingin saya tulis dan jelaskan. Mohon maaf jika pertanyaannya kurang jelas atau membingungkan. Wassalamualaikum wr.wb.

JAWABAN

Hakikat dari asal sifat manusia dari Allah. Karena Allah yang menciptakan semua yang ada bumi ini. Allah berfirman dalam QS. ash-Shaffat:96 "Allahlah yang menciptakan kamu dan apa yang kamu perbuat itu."

Namun demikian, Allah dalam menciptakan atau memberikan sesuatu itu dilakukan tidak secara langsung. Tapi melalui perantara. Misalnya, ketika Allah akan memberikan rizki pada umat manusia, maka Allah menurunkan hujan supaya air hujan itu dipakai untuk bercocok tanam dan mendapat rejeki. Jadi, tidak langsung memberikan rejeki, misalnya berupa uang atau emas atau beras, itu kepada manusia. (Lihat, QS Qaf ayat 9 "Dan dari langit Kami turunkan air yang memberi berkah lalu Kami tumbuhkan dengan (air itu) pepohonan yang rindang dan biji-bijian yang dapat dipanen")

Demikian juga dengan karakter manusia. Walaupun sifat itu ciptaan Allah, namun ia menjadi karakter individu manusia melalui dua sebab atau perantara, yaitu: (a) melalui genetika kedua orang tuanya; dan (b) melalui lingkungan di sekitarnya baik lingkungan sesama manusia maupun lingkungan bacaan yang dibacanya dan tontonan yang dilihatnya. Oleh karena itulah, maka Islam sangat menganjurkan agar saat kita ingin menikah, maka kita hendaknya memilih calon pasangan yang baik karakternya dan agamis agar supaya karakter baik itu nantinya menular pada anak-anak kita. Baca juga: Cara Memilih Jodoh

WANITA SEBAGAI MOTIVASI TAAT PADA ALLAH

Assalamu'alaikum warrohmatullahi wabarakatuh.

Saya seorang pemuda dan sadar akan keimanan saya yang kerap kali naik turun. Saya sering kali menjadikan wanita yang saya dambakan sebagai motivasi agar saya kembali taat kepada Allah
Apakah langkah saya ini benar?

JAWABAN

Langkah anda bisa benar bisa salah. Benar apabila wanita pemotivasi itu anda jadikan sebagai istri; dan salah apabila wanita itu anda jadikan sebagai pacar. Karena, pacaran dalam Islam hukumnya haram. Baca detail: Hukum Kholwat