Sunday, October 31, 2021

Dosa masa lalu membuat gadis ini merasa tidak layak mendapat suami pria baik

Dosa masa lalu membuat gadis ini merasa tidak layak mendapat suami pria baik

Assalamualaikum wr wb pak ustadz.

Perkenalkan nama sy rani (mohon maaf pak ustadz ini bukan nama asli saya). Mohon maaf mengganggu waktu pak ustadz. Saya ingin sedikit cerita tentang masa lalu saya yang sangat buruk.

Yang masa lalu itu terus saja menjadi bayangan saya sampai sekarang. Saya terus mencaci maki diri saya, sy merasa hina dan sangat kotor, dan merasa tidak pantas dengan laki-laki siapapun.

Sehingga ketika ada laki-laki baik yang menghampiri saya, saya merasa tidak pantas mendapatkan cinta yang tulus dari laki-laki baik yang mendekati saya itu. Pada saat itu, saya baru diterima di universitas negeri yang ada di kota. Saya senang saya bangga akhirnya usaha saya untuk masuk ke perguruan itu tercapai juga.

Setelah masuk kuliah, saya akhirnya jauh dari orang tua. Tapi sesekali saya pulang 1 kali seminggu untuk menemui org tua saya di desa. Ketika sebulan berlalu, pada saat sy masih semster 1, ada pesan masuk ke hp sy.

Sy masih inget, dia seorang bapak" yang mengaku sebagai keturunan seorang seikh yang terknal di desa saya. Dengan begitu polosnya sy percaya dengan apa yang orang itu katakan. Padahal sy tidak kenal sama sekali tp entah knp saya percaya dengan apa yg org itu katakan.

Dia mengatakan bahwa dia ingin membantu saya untuk membersihkan dosa" yang sy lakukan sebelumnya. Begitu bodohnya saya percaya, dan akhirnya dia mengajak saya ketemu di kampus sy, lalu dia bercerita ingin membantu saya.

Saya mengatakan iya kepada org itu karna sy begitu terlalu percaya dengan org yg baru sy kenal entah datangnya darimana itu. Tp cara pembersihannya itu, adalah dengan melakukan hubungan badan dgnnya. Sy kaget, sy jg takut sekali.

Sy menganggap org itu ingin menipu saya, tetapi sampai di rumah saya terus kepikiran atas saran yg org itu katakan kpd sy, akhirnya sy bercerita dengan teman kos sy sekaligus sahabat sy sejak SMA.

Tetapi, dia mendukung orang itu agar saya menerima saran org itu. Saya semakin kepikiran, karna dia bilang jika saya tidak melakukannya, maka saya tidak akan selsai kuliah dan akan menikah di pertengahan kuliah saya.

Yang sy pikirkan saat itu, adalah org tua sy. Saya tidak ingin mengecewakan mereka jika sampai kuliah sy tidak selsai. Dipikiran sy adalah org tua saya.

Akhirnya sy terpaksa menerima ajakan org itu, saya sangat takut sekali, karna itu adalah pertama kali saya melakukannya. Saya sangat takut, tetapi sy beranikan diri demi org tua saya.

Tapi begitu polosnya sy, knp saya mau menerima ajakan itu. Saya terus mencaci maki diri saya. Setelah hari itu, org itu terus mengajak sy di hari lain, tp saya tidak mau karna sy sangat takut, sangat takutnya.

Tetapi orang itu mengancam saya, dia mengatakan jika sy tidak mau lagi maka hidup sy kedepannya akan hancur, sy akan menikah di pertengahan kuliah sy dan sy tidak akan bisa lulus kuliah.

Ucapan orang itu terus terngiang di kepala saya, saya takut sekali ya allah, takut itu terjadi.

Akhirnya sy blokir nomer org itu agar dia tidak bisa menghubungi saya lagi. Tp dilain hal sy terus menangis, sy terus menyesal karna percaya dg org itu, kejadian itu terus saja terbayang di kepala sy. Sehingga sy merasa sangat kotor, hina, wanita murahan, sy tidak pantas dengan lakik" manapun di dunia ini.

Sy terus berdoa saya terus bertaubat agar allah mengampuni dosa sy yg begitu besar ini. Sy sering menangis, apakah ada laki" yg akan menerima masa lalu sy, saya rasa tidak ada lk" yg menerima wanita buruk seperti sy. Sy takut jika org tua sy tau mereka pasti akan sangat kecewa, dan bagaimana jika suami saya suatu saat nanti tidak mau menerima sy. Akhirnya sejak kejadian itu saya tidak berani mengenal laki", sudah sangat lama.

Tp teman sy mengatakan kpd sy, bahwa kita bisa mendapatkan yang baik selama kita berusaha menjadi org baik. Saya terus sholat yg rajin, sholat tahajud, sy berusaha memperbaiki diri saya, dan sy akan berusaha kejadian yg dulu tidak terjadi kembali.

Dan hari ini, ada laki" yg sgt baik menyukai saya pak ustadz, apakah saya berdosa jika saya berbohong untuk menutupi aib sy yg dahulu, apakah saya salah karna telah membuat laki" baik itu menyukai wanita buruk yg tdk pantas dgnnya sama sekali? Jika mengingat kejadian dulu itu sy benar" merasa tidak pantas pas ustad.

Sekian dari cerita saya pak ustad, mohon pencerahannya. Wassalamualaikum wr wb

JAWABAN

Berbohong hukumnya berdosa. Namun, jika hal itu untuk menutupi aib, maka bisa dikatakan dalam kondisi darurat yang dibolehkan. Asalkan bukan untuk tujuan menipu atau memperalat pria itu. Melainkan untuk tujuan yang mulia untuk menjalin rumah tangga. Baca detail: Bohong dalam Islam

Menutup aib adalah wajib. Baca detail: Menyimpan Aib zina pada calon suami

Dan jangan pernah lagi peristiwa sejenis terjadi lagi dengan pria manapun. Termasuk dengan pria yang baru ini. Dan teruslah bertaubat nasuha. Baca detail: Cara Taubat Nasuha

Hukum janji saat kecil

HUKUM JANJI SAAT KECIL

Assalamualaikum

Saya ingin Tanya Kalau Saat Kecil saya Membuat Janji Yaitu Mau SMP Bareng Tetapi Kalau Tidak Terpenuhi apakah kita Tetap Dosa? Lalu bagaimana Cara menghapusnya?

Sekarang Saya Masih Kelas 6 Tetapi Teman Saya Akan Berada Di SMP Lain

Mohon Di jawab Rasa nya Tidak Tenang Hidup Ini

Wassalamu'alaikum

JAWABAN

1. Tidak berdosa. Karena anak kecil masih belum baligh dan masih belum mukallaf (belum dicatat dosanya). Dalam hadis Nabi bersabda:

رُفِع القَلمُ عن ثلاثةٍ: عن النَّائمِ حتَّى يستيقظَ، وعن الصَّبي حتَّى يحتلِمَ، وعن المجنونِ حتَّى يَعقِلَ

Artinya: Pena (pencatat amal) diangkat dari tiga orang: orang tidur sampai bangun, anak kecil sampai baligh, orang gila sampai sembuh. (Hadis hasan riwayat Tirmidzi, Nasai, dll)

Selain itu, janji semacam itu di luar kemampuan kamu untuk menentukan karena masih berada di bawah aturan orang tua untuk memilih sekolah di mana. Baca detail: Hukum Janji dalam Islam

Jadi, tidak usah risau. Ikuti saja perintah orangtuamu dalam memilih sekolah lanjutan. Taat orang tua itu jauh lebih penting. Baca detail: Hukum Taat dan Berbakti pada Orang Tua

RAGU BACAAN RUKUK KETIKA SHALAT

Assalamualaikum

Saya ingin bertanya Bagaimanakah jika kita ragu bacaan rukuk ketika sholat , kita ragu cara membaca bacaan nya benar apa salah,dan pada saat ragu itu muncul kita telah i'tidal , apakah yang harus di lakukan?

JAWABAN

Tidak ada yang perlu dilakukan. Shalatnya tetap sah. Karena bacaan dalam rukuk itu hukumnya sunnah. Yang wajib adalah perbuatan rukuknya. Bahkan tidak baca apapun juga tidak masalah. Baca detail: Sunnahnya Shalat

HUKUM AIR CIPRATAN BEKAS ISTINJA' (CEBOK)

1. Assalamualaikum pak ustadz bagaimana hukum air cipratan bekas istinja?

2. Bagaimana urutan, tata cara, adab ketika mau kencing dari awal sampai akhir?

JAWABAN

1. Kalau cipratan itu berasal dari membasuh najis hukmiyah, maka hukumnya suci. Kalau cipratan itu berasal dari membasuh najis ainiyah, maka hukumnya najis. Namun kalau sedikit dimakfu (dimaafkan). Baca detail: Cara Menyucikan Najis Ainiyah dan Hukmiyah

2. a) Kencing; b) dibasuh dengan air yang suci dan menyucikan. Baca detail: Cara Bersuci (Istinjak) BAB dan Kencing

Baca juga: 4 Macam Air

WAS-WAS OCD IMAN DAN AKIDAH

Assalamu'alaikum wr, wb, ,

saya yusuf saya mengidap was was dan OCD, dan akhir2 ini alhamdulillah dalam was was kebersihan, kesucian, dll yg berkaitan dengan sholat udah mulai hilang,

namun akhir2 ini saya mengidap was was atau OCD akidah dan iman saya, jadi was was atau OCD akidah saya adalah, ketika melakukan sesuatu jika tidak mengucapkan atau dalam hati tidak terfikir Allah Maha Baik, dan manusia paling mulia didunia ini adalah nabi Muhammad saw, pikiran saya rancu dan saya ulangi kegiatan tsb, sampai pikiran dan hati saya membatin atau mengucapkan Allah Maha Baik atau manusia paling mulia didunia ini adalah Nabi Muhammad SAW,

jadi saya dulu sekitar bulan Januari saya membeli aplikasi desain lewat PlayStore dan pada saat mendaftar aplikasi tsb pikiran saya, saya usahakan terfikir manusia paling mulia didunia ini adalah Nabi Muhammad SAW, namun sangking saya rancu atau tidak fokus akibat terlalu banyak mengikuti fikiran was was/OCD tsb, Saya salah mengucap manusia paling mulia didunia ini adalah habib umar, namun seketika saya mengucapkan *tidak, manusia paling mulia didunia ini adalah Nabi Muhammad SAW*,

dan pikiran saya kemana mana, saya takut aplikasi tsb jadi haram, dan saya takut kalau aplikasi yg saya pakai itu gk berkah kalau dibuat bekerja, karena saya salah mengucap atau membatin manusia paling mulia didunia ini adalah habib umar,

saya sebenernya sudah cari solusi di internet dan saya berusaha meyakinkan kalau itu aja pikiran dan perkataan was was yg dihasut syaitan untuk mengulang ulang perkataan tsb agar iman saya goyah, dan saya yakin kalau aplikasi yg saya beli juga halal dan berkah jika dibuat bekerja, namun pikiran2 ttg haram dan gak berkah tersebut terus menghantui saya, saya minta dan mohon beri solusinya,

apakah saya ttp pakek aplikasi tsb, atau biarin gk usah dipakai supaya OCD atau was was nya hilang?

JAWABAN

Tetap gunakan aplikasi tersebut. Barang yang dibeli secara halal insyaAllah akan berkah. Adapun lintasan hati anda soal Nabi dan habib Umar, maka itu tidak akan berpengaruh. Karena lintasan hati itu tidak akan ada dampak secara hukum. Baca detail: Hukum Lintasan Hati

Saturday, October 30, 2021

Menerima pemberian dari harta syubhat

MENERIMA PEMBERIAN DARI HARTA SYUBHAT

Assalamualaikum warahmatullahi wa barakattuh

Saya seorang wanita muslim belum lama ini saya mendapatkan pemberian berupa handphone dari sahabat lelaki saya...

dan saya dalam kebingungan ustadz..apakah pemberian ini saya terima ataw tidak..karena sahabat lelaki saya bekerja di perusahaan bir karena terpaksa tidak ada pekerjaan lain dan sahabat lelaki saya mempunyai pekerjaan freelance membantu pamannya menjual beli mobil halal...

yang ingin saya pertanyakan uang yg dibelikan saya tidak tahu apakah hasil dari gaji bekerja di perusahaan bir ataw hasil dari bantu pamanny jual beli mobil..ataw mungkin tercampur dari keduanya..

apa hukumnya jika saya menerima pemberian sahabat lelaki saya..

dan apa hukumnya untuk sahabat lelaki saya bekerja di perusahaan bir karena terpaksa dan mendapatkan gaji dari sana...

ustadz saya sudah menyarankan untuk berhenti dari perusahaan tersebut dan Alhamdulillah sahabat lelaki saya berhenti dari perusahaan tersebut dan sudah mendapatkan pekerjaan halal saat ini.. Mhn d bantu ustadz untuk saya dalam kebingungan.. Wassalamu'alaikum warahmatullahi wa barakkatuh

JAWABAN

1. Kalau asal harta tidak jelas apakah dari harta haram atau halal, maka boleh. Harta halal dan haram yang bercampur disebut harta syubhat. Baca detail: Hukum bayar Hutang dari harta haram

2. Haram karena dia masih ada pekerjaan lain dengan pamannya itu. namun kalau seandainya dia tidak ada pekerjaan lain; atau kerja dengan pamannya itu sangat tidak mencukupi, maka dibolehkan karena darurat. Dalam kaidah fikih dikatakan: "Darurat membolehkan perkara haram." Baca detail: Kaidah Fikih

WAS WAS NAJIS

Assalamu'alaikum ustadz. Sekitar empat tahun lalu (masa kuliah) Saya pernah ngekost yang kamar Mandi nya hanya Satu, dan dipakai ramai-ramai. Satu waktu, Saya ngga kuat lagi nahan kencing dan memutuskan kencing dikamar kost nya dengan Cara menampung kencingnya di plastik/kantong kresek.

Seingat Saya, percikan kencing dilantai sudah saya lap pakai tissue yang Saya basahi ala kadar saja Karena belum ada ilmu nya Saat itu. Seingat Saya juga, Saya tidak mungkin membiarkan kamar itu bau pesing.

Saya was was ustadz Akan kesucian lantai kamar itu. Saya khawatir menanggung dosa Karena setiap penghuni Baru kamar itu Jadi tidak sah shalatnya Karena kamarnya Masih najis (tidak Saya sucikan dengan menggenangkan air di atas najis kencing itu).

pertanyaan Saya:

1. Apakah Saya bisa meyakinkan diri, di mahzab Malik najis kencing yg Saya lap tissue ala kadar itu suci?

2. Apakah Saya bisa meyakinkan diri Bahwa kejadiannya sudah 4 tahun lalu, dan pasti sudah ada yg pel kamar itu?

3. Apakah Saya harus Minta maaf soal kejadian itu? Tapi Saya takut malah merusak silaturrahim dengan pemilik kost nya

Terimakasih atas jawaban ya ustadz. Wassalamu'alaikum

JAWABAN

1. Kalau benda najisnya (cairan kencingnya) sudah hilang, maka status najis yang asalnya najis ainiyah (tampak najisnya) berubah menjadi najis hukmiyah. Najis hukmiyah ini menurut mazhab Maliki tidak menularkan najis. Baca detail: Najis Hukmiyah Madzhab Maliki

2. Tanpa dipel pun tidak masalah karena tidak menularkan najis. Tetapi seandainya ada yang ngepel, maka itu lebih baik.

3. Tidak perlu minta maaf.

NAJIS ANJING

Assalamualaikum

Saya ingin bertanya mengenai najis anjing/ mugholadoh

1.Saya dulu pernah berenang dengan anjing, saya lupa apakah menyentuhnya atau tidak dan saya juga lupa apakah merubah warna,bau dan rasanya. karena itu sudah lama sekali waktu saya masih di bangku sd. jika memang najis tolong beri cara menyucikannya karena saat berenang semua air mengenai seluruh anggota badan.

2.Apakah najis anjing dapat berpindah? misalkan saat tangan saya terkena najis anjing dan belum sempat saya sucikan apakah, saat tangan saya terkena air apakah memindahkan najis tersebut ke benda yang saya pegang?

3.Apakah najis, menginjak bekas anjing berjalan? misalkan saat saya duduk di taman. saya melihat anjing berjalan dan, saya kebetulan harus pulang

JAWABAN

1. Kalau itu terjadi waktu kecil, maka bisa dipastikan sekarang tubuh anda sudah suci. Karena, najis anjing itu bisa suci, salahsatunya dengan membasuh 8 kali basuhan air. Di mana basuhan yang ke-8 itu sebagai ganti dari debu. Ini menurut pandangan mazhab Syafi'i. Baca detail: Cara menyucikan najis anjing

Dan pastinya anda sudah mandi ratusan kali sejak saat itu sampai sekarang. Jadi, tubuh anda sudah suci.

2. Ya, kalau airnya kurang dari dua qulah menurut mazhab Syafi'i. Namun, menurut mazhab Maliki, anjing yang hidup itu suci. Baca detail: Najis Anjing Menurut Empat Madzhab

3. Menurut mazhab Maliki anjing hidup itu suci (kecuali kotorannya). Dan menurut mazhab Hanafi anjing itu najisnya hanya di liurnya saja. Bila ikut kedua pendapat ini, maka menginjak bekas anjing berjalan itu tidak menularkan najis. Baca detail: Najis Anjing Menurut Empat Madzhab

Adapun menurut mazhab Syafi'i, maka dirinci: a) kalau bekas anjing itu di jalan, maka dimaafkan; b) sedangkan kalau di tempat selain jalan, maka najis. Baca detail: Najis di Jalanan

Tuesday, October 26, 2021

Suami mengancam talak kalau tidak lulus kuliah

SUAMI MENGANCAM TALAK KALAU TIDAK LULUS KULIAH

Assalamualaikum wr wb ustad Dalam rumah tangga saya dengan suami ada pertengkaran dimana suami mengancam saya dengan kalimatnya ( kamu tuh kuliah sudah mau selesai malah mau bubar !!! Kalo kamu bubar kuliahnya ya sudah kita bubar )

Ustad, saya sebelum nikah dengan suami memang saya sudah kuliah , dan awalanya saya masuk kuliah di perguruan tinggi yang memang hanya sampai 2 tahun saja, serta hanya dapat sertifikat saja . Di semester 3 saya kuliah , kampus saja pindah managemen menjadi politeknik dimana kuliah harus sampai 3 tahun serta nama saya pun sudah di daftarkan oleh pihak kampus untuk melanjutkan ke D3 nya, Tidak lama saya menikah dengan suami akhirnya saya hamil dan mengajukan cuti di semester ke 4 ,

setelah masa cuti habis saya diberikan pilihan oleh pihak kampus mau meneruskan kuliah yang hanya sampai 2 tahun saja atau mau melanjutkan kuliah pada managemen yang sekarang kuliah sampai D3 .

Dan saya pun bingung mau memilih yang mana , jika saya memilih untuk melanjutkan kuliah yang hanya 2 tahun itu ,saya hanya dapat sertifikat saja dan tidak mempunyai ijasah , saya pun memilih managemen kampus politeknik yang kuliah sampai D3 . Tetapi pada managemen kampus yang pertama saya masuk itu, dimana saya kuliah hanya sampai 2 tahun saja , saya dinyatakan TIDAK LULUS. karna saya kuliah hanya sampai semester 3 .

Pertanyaan

1. Bagaimana hukumnya ustad , karna ternyata saya tidak lulus pada kuliah saya yang pertama itu , dimana kuliah saya yang pertama harus menempuh pendidikan selama 2 tahun tetapi saya tidak sampai 2 tahun dan dinyatakan tidak lulus , apakah ancaman suami saya kepada saya itu sudah jatuh talak ?

2. Setelah masa cuti berakhir saya sudah bilang kepada managemen kampus saya yang sekarang bahwa saya lebih baik mundur , tetapi akhirnya tidak jadi karna saya mendapatkan keringanan agar dapat lulus bareng dengan teman teman saya , dimana awalnya pihak kampus politeknik menyuruh saya untuk mengulang kembali pada semester 3 .karna saya takut sudah jatuh talak akhirnya saya meminta suami untuk bilang rujuk kepada saya . Saya khawatir tindakan saya yang bilang ingin keluar kepada pihak kampus mengakibatkan jatuh talak . Apakah tindakan saya itu mengakibatkan jatuh talak ?

3. Bagaimana hukum ucapan rujuk suami pada pertanyaan ke dua itu ustad ?

Mohon dijawab atas semua pertanyaan saya yang di atas , ustad 🙏🙏🙏

Wassalamu'alaikum wr wb.
JAWABAN

1. Tidak jatuh talak. Ancaman itu hanya berupa janji talak. Dan janji talak tidak berdampak cerai. Baca detail: Janji talak, perintah talak, talak masa depan
2. Tidak jatuh talka.

3. Karena tidak terjadi talak, maka rujuknya sia-sia.

Sunday, October 24, 2021

Solusi agar sembuh was-was mandi wudhu dan bersuci dari najis

OCD WAS-WAS TOHAROH

Assalamualaikum ustadz

Saat ini saya masih terkena penyakit waswaw berat OCD thoharoh

Saya kalau mandi minimal 1-2 jam saat ini padahal dulu maksimal paling lama 30 menit. Dikarenakan saya sebelum mandi selalu cuci tangan berkali-kali dengan air kemudian sabun cair sebelum menyentuh shower dan alat mandi lainnya. Kemudian saya siram ke dinding tembok bahkan kloset duduk dikarenakan takut cipratannya memantul ke badan. Ukuran kamar mandi saya juga kecil 2 m x 2.5 m dengan kloset duduk + bidetnya dan hand shower saja yang jarak keduanya sangat dekat.

1. Mohon maaf pertanyaannya agak kotor tapi bagaimana cebok setelah BAB yang sebenarnya dalam islam. Apakah harus dengan sabun karena biasanya saya cebok dengan tangan kosong + bidet kemudian tangan diberi sabun lagi kemudian cebok lagi setelah itu cuci tangan sabun lagi sampai baunya hilang. Bau ini biasanya lama sekali hilangnya berkali-kali saya cuci baru hilang hingga tangan hampir iritasi.

2. Saya jatuh di kamar mandi karena ceroboh kemudian teriak minta tolong. Untung ada saudara laki-laki saya mendobrak pintu saya dan membantu mendirikan saya. Kemudian setelah normal saya selesaikan mandi saya kemudian kepikiran tadi saya cuci tangan setelah cebok di dekat dinding tepat dimana saudara saya menolong saya dan waswas akan cipratannya bakalan menempel di dinding dan terinjak kaki saudara saya yang kemungkinan juga celananya kena. Dan lantainya belum sempat dibilas tapi kloset dan dindingnya kemungkinan sudah saya bilas. Kata suadara perempuan saya itu tidak apa-apa alias suci karena keluarga saya menggunakan paham selama airnya tidak berubah meskipun kena najis sedikit maka masih suci. Apakah benar begitu ustadz?

3. Ketika mandi saya siram dinding, kloset duduk, dan lain sebagainya sehingga jatuhnya berlebihan. Bagaimana cara saya mengatasinya udtadz, kaidah mana yang saya harus pakai apakah seperti kasus nomor 2 selama tidak berubah maka tetap suci jadi cipratannya juga suci atau adakah dasar lainnya untuk menghancurkan pikiran waswas ini ya ustadz?

JAWABAN

1. Yang prinsip dalam menghilangkan najis ada dua: membuang benda najisnya (sampai tidak terlihat atau diduga kuat sudah hilang) dan siram dengan air satu kali saja. Membuang benda najis bisa dengan tisu atau air.

Dalam kasus cebok setelah BAB, maka cara yang umum adalah:

a) bilas/siram tempat najis sekitar dubur dengan air dan tangan sekaligus.

b) setelah tangan tidak merasakan adanya kotoran di bagian luar dubur, maka status najis berubah menjadi najis hukmiyah.

c) maka tambah satu kali lagi siraman. Selesai. Lokasi sekitar dubur sudah suci dan air bekas basuhan terakhir juga suci.

Adapun bau yang tersisa itu tidak masalah. Baca detail: Menyucikan Najis Masih Ada Warna dan Bau

2. Benar. Dalam mazhab Syafi'i sendiri ada pendapat dari Al-Ghazali yang menyatakan bahwa air suci yang terkena najis tetap suci selagi tidak berubah warnanya. Pendapat ini umum di mazhab Maliki. Baca detail: Najis menurut Imam Ghazali

3. Ikuti tiga kaidah fikih ini:

a) Hukum asal sesuatu adalah suci. Seperti lantai, dinding, dll. Maka, harus dihukumi suci kecuali ada bukti sebaliknya. Misalnya, anda masuk ke toilet. Maka hukum lantai adalah suci sesuai hukum asalnya. Kecuali kalau di lantai terlihat mata ada kencing atau kotoran (feses).

b) Sesuatu yang asalnya suci tidak berubah jadi najis kecuali oleh bukti yang pasti. Contoh: Manusia baik muslim atau non-muslim hukumnya suci. Maka, anda tidak perlu ragu untuk bersalaman dengan non-muslim pemilik anjing sekalipun. Walaupun ada dugaan tangannya najis karena megang anjing, tapi selagi tidak ada bukti otentik, maka dugaan kita dianggap tidak ada. Baca detail: Menyentuh Non Muslim Ragu Najis Anjing

c) Dugaan najis pada sesuatu yang suci tidak dianggap. Baca detail: Kaidah: Suci tidak hilang karena Asumsi Najis

Semoga cepat sembuh was-wasnya. Oh ya, berikut tips dari Ibnu Hajar Al-Haitami tentang cara sembuh dari was-was. Termasuk was-was najis. Baca detail: Cara Sembuh Was-was Najis, Wudhu, Mandi, Shalat

Friday, October 22, 2021

Bimbang batal iman dan takut murtad

Bimbang batal iman dan takut murtad

Assalamu'alaikum. Mohon maaf yang sebesar-besarnya ustadz, saya kembali ingin pencerahan tentang penyakit OCD saya. Sekarang ini juga saya masih dalam terapi medis, tapi saya tetap butuh terapi (penjelasan) agama agar saya bisa tenang dalam proses penyembuhan OCD. Sebetulnya sangat ingin sekali langsung berkunjung ke pesantren ustadz, tapi karena beberapa keterbatasan saya sehingga belum bisa.

Saya selama proses penyembuhan ini masih sering dilanda was-was batal iman, dan saya selalu berupaya mengabaikannya, tapi sangat sulit sekali, kadang saya bisa langsung mengabaikan tapi lebih sering saya berupaya melawannya.

Pertanyaan :

1. Kenapa pikiran saya selalu tergiring/mengarah pada subjek was-was tersebut, dan seakan tarikan untuk memikirkannya sangat kuat ?

2. Sesaat saya bisa mengabaikan pikiran tersebut, dalam hitungan menit/jam pikiran tersebut kembali terulang (seperti mau mengkonfirmasi, apakah saya sudah betul menolak pikiran tersebut) sehingga saya terjebak lagi memikirkan ke subjek was-was tesebut dan terjadi lagi saya berupaya melawannya (dalam hitungan menit sampai hitungan jam), dan sampai saya dalam posisi gagal melawannya, tidak bisa berbuat apa-apa lagi (seperti putus asa) dan ada saatnya membenarkan was-was tersebut, apakah dalam kondisi seperti ini membuat batal iman saya ?

Terimakasih sebelumnya dan mohon doanya ustadz

JAWABAN

1. Salah satu ciri khas penyakit OCD adalah sering terbawa pada sesuatu yang ingin dihindari. Oleh karena itu, dalam rangka proses penyembuhan, maka tidak masalah bagi anda untuk mengikuti arus yang biasanya ingin dilawan tersebut. Walaupun bagi orang normal bisa berakibat batal iman, misalnya, tapi dalam konteks terapi itu dibolehkan.

2. Tidak batal iman anda. Sekali lagi kami tegaskan, bahwa batal iman bisa terjadi apabila kita melakukan perbuatan yang batal iman itu dengan penuh kesadaran dan kesengajaan. Bukan dalam konteks dalam kondisi sakit psikis seperti yang sedang alami.

Wahbah Zuhaili dalam kitab Al-Fiqhul Islami wa Adillatuhu, hlm. 7/5579, menjelaskan:

شروط صحة الردة: اتفق العلماء على اشتراط شرطين لصحة الردة: الأول ـ العقل: فلا تصح ردة المجنون والصبي الذي لا يعقل؛ لأن العقل من شرائط الأهلية في الاعتقادات وغيرها الشرط الثاني: الاختيار أو الطواعية: فلا تصح ردة المكره اتفاقاً إذا كان قلبه مطمئناً بالإيمان، كما سبق ذكره في بحث الإكراه

Artinya: Ulama sepakat atas dua syarat sahnya murtad. Pertama, berakal sehat. Maka tidak sah murtadnya orang gila, anak kecil yang tidak berkal. Karena akal termasuk syarat keahlian dalam akidah dan lainnya. Kedua, sukarela. Maka, tidak sah murtadnya orang dipaksa sedangkan hatinya tetap beriman.

Jadi, tidak mudah menghukumi murtad pada seorang muslim. Baik diri sendiri maupun orang lain.

Dari penjelasan Wahab Zuhaili di atas, maka kasus anda bisa masuk dalam kategori tidak akan jatuh murtad karena tidakadanya rasa sukarela dalam melakukannya. Juga, ada faktor psikis yang menjadi sebabnya. Yang hal itu berlawanan dengan syarat sah yang pertama. Baca detail: Penyebab Murtad

MENYUCIKAN NAJIS

Assalamualaikum ustadz

Melanjutkan beberapa pertanyaan berkaitan penyakit saya ocd thoharoh

1.Saya dulu pernah bertanya tentang kondisi barang dirumah saya setelah tersentuh oleh orang lain hingga saya pakai sandal. Meskipun sudah saya pel lantainya dan tidak pakai sandal lagi namun ada beberapa lantai yg dulunya saya lewati dengan sandal tersebut tidak saya pel, kata saudara saya itu suci karena memang tidak ada apa-apa di lantai tersebut dan sandalnya juga sandal khusus dipakai dalam rumah tidak pernah dibawa keluar. Apakah dengan tidak mengepelnya dan menganggap itu tetap suci seperti kata saudara saya itu sudah tepat?

2. Saya waswas kalu sekedar rebahan atau tiduran di sofa maupun di karpet karena bekas mohon maaf pantat duduk orang lain sehingga khawatir dengan kesucian baju saya. Sehingga setiap saya tidak sengaja rebahan di tempat tersebut saya harus mandi dan ganti baju semuanya sehingga saya menjadi waswas dengan tempat tersebut kecuali sekedar duduk saja tidak berpikiran jauh seperti itu, mohon solusinya

3. Sya telah berobat ke psikiater, obat dan suntikan medis psikolog, ruqyah, hingga sekarang masih belum sembuh. Saya mohon sekali ustadz agar para ustadz dan para santri sekalian sudi kiranya mendoakan kesembuhan dan diberikan Taufiq yang sebenarnya meskipun nama saya Taufiq tapi kosong tidak ada Taufiqnya sama sekali.

Terima kasih banyak ustadz.

JAWABAN

1. Sudah tepat. Berdasar kaidah fikih bahwa: Sesuatu yang suci tidak berubah jadi najis hanya karena dugaan (اليقين لا يزول بالشك). Baca detail: Kaidah: Suci tidak hilang karena Asumsi Najis

2. Menganggap najis bekas duduk orang lain itu tidak benar. Karena, manusia itu hukum asalnya adalah suci. Sama saja beragama Islam atau non-muslim. Maka, kita harus menganggapnya tetap suci selagi tidak ada bukti yang menunjukkan sebaliknya. Berbeda halnya kalau kita melihat bahwa di bekas duduk orang lain itu ada kotoran yang terlihat mata.

Kaidah fikih yang bisa jadi pegangan terkait soal ini adalah: Status asal sesuatu itu adalah tetap seperti asalnya kecuali ada bukti sebaliknya (الأصل بقاء ما كان على ما كان)

3. InsyaAllah anda akan segera sembuh selagi anda memiliki keinginan untuk itu. Amin. Was-was anda salahsatunya terkait dengan kekurangpahaman dalam soal hukum najis. Di samping ada unsur OCD-nya. Banyaklah membaca isti'adzah (a'udzubillahi minas syaitonir rojim) setiap kali merasa muncul rasa was-was.

Baca juga doa berikut setiap selesai shalat: Doa Hati Tenang dan Cerdas

Najis anjing: mengapa di saudi ada anjing?

Najis anjing: mengapa di saudi ada anjing?

Assalamualaikum

Saya mau bertanya pak

Didekat rumah ayah saya ada orang yang memelihara anjing. Sering sekali saya mendengar gonggongannya dari dalam rumah. Tapi jarang sekali saya melihat / berpapasan dengan anjing tersebut. Sepertinya anjing tsb sering dikurung didalam rumah

Suatu hari saat saya mau keluar pake motor, masih didekat rumah, saya berpapasan dengan anjing, entah anjing tetangga atau bukan. Saat itu sedikit gerimis dan ada genangan air di jalan. Saya liat dengan mata saya sendiri, genangan tsb dilewati oleh anjing.

Saya kan orangnya waswas. Jadi saat itu saya panik bingung. Saya pelanin laju motor, nunggu anjingnya minggir. Setelah dia minggir lalu saya lewat genangan air itu.

Saya menyesal kenapa waktu itu saya nggak putar arah saja cari jalan lain.

Pertanyaan saya

1. Apakah genangan air yang saya lewati pake motor saat gerimis tsb najis karena telah dilalui anjing, ataukah di mafu karena letaknya di jalan, walaupun bukan jalan raya tapi jalan di perumahan. Sebenarnya saya lebih condong ke pendapat bahwa yang najis liurnya saja. Tapi bisa saja pada saat anjing tsb lewat air liurnya ada yang jatuh ke genangan air. Saya tau di mazhab maliki anjing itu suci dan itu bisa mengobati waswas saya. Tapi saya belum berani untuk pakai hukum itu, karena saya jarang sekali berpapasan dengan anjing.

2. Kalau di mafu, apakah berbahaya kalau motornya saya masukan ke rumah dan kena lantai. Maksudnya najis mafu yang melekat di ban motor itu apakah bisa menyebar kedalam rumah. Begitu juga dengan genangan air yang memercik ke celana saya tadi, apakah bisa menyebar kalau posisi saya sudah ada di dalam rumah.

3. Kenapa di Makkah ada anjing? Padahal tabiat anjing itu berkeliaran, mengendus dan menjilat. Bukankah beresiko menjadikan lantai dan tempat tempat lainnya disana bernajis? Setau saya penduduk disana tidak pakai mazhab Maliki.

JAWABAN

1. Genangan air di jalanan yang dilewati anjing, hukumnya dimaafkan. Dalam kitab Al-Mausuah Al-Fiqhiyah, hlm. 30/171, dijelaskan pandangan madzhab Syafi'i sbb:

يرى الشافعية والحنابلة : العفو عن يسير طين الشارع النجس لعسر تجنبه , قال الزركشي تعليقا على مذهب الشافعية في الموضوع : وقضية إطلاقهم العفو عنه ، ولو اختلط بنجاسة كلب أو نحوه ، وهو المتجه لا سيما في موضع يكثر فيه الكلاب ; لأن الشوارع معدن النجاسات

Artinya: Madzhab Syafi'i dan Hanbali berpendapat hukumnya dimaafkan (makfu) najis tanah di jalan yang sedikit karena sulitnya dihindari. Al-Zarkasyi menjelaskan pandangan madzhab Syafi'i menyatakan dalam Al-Maudhu: "Hukumnya dimaafkan. Walaupun bercampur dengan najis anjing dan lainnya. Ini pendapat yang diunggulkan terutama di tempat yang banyak anjingnya; karena jalanan itu tempat najis."

Tentang najisnya anjing itu adalah liurnya saja, itu menurut pandangan mazhab Hanafi. Dan baik juga kalau anda ikut pendapat ini untuk mengurangi was-was. Baca detail: Najis Anjing Menurut Empat Madzhab

2. Kalau najisnya dimakfu saat di jalan, maka dimafu juga ketika menyebar di rumah karena berasal dari najis yang dimakfu.

Di samping itu, dalam kasus anda, air yang menggenang bisa saja dihukumi suci secara mutlak apabila mencapai dua qulah (menurut pandangan mayoritas mazhab Syafi'i); atau kurang dari dua qulah tapi tidak berubah menurut pandangan Imam Ghazali (ulama mazhab Syafi'i). Baca detail: Najis menurut Imam Ghazali

3. Di Makkah ada anjing tapi tidak banyak. Dan itupun biasanya keluar waktu malam. Hampir tidak ada yang masuk ke rumah orang. Bisanya berkeliaran di tempat sampah.

Orang Saudi umumnya bermazhab Hanbali yang dalam soal anjing hampir sama dengan mazhab Syafi'i. Namun mereka banyak yang tahu ilmu agama dasar, dan mengikuti pendapat yang di luar mazhab mereka itu biasa. Jadi, kemungkinan dalam soal anjing mereka ikut mazhab Maliki. Dan itu dibolehkan. Anda pun dibolehkan ikut mazhab Maliki tanpa harus dalam kondisi darurat. Baca detail: Orang Awam Tidak Wajib Ikut Satu Madzhab

Wednesday, October 20, 2021

Pacar jarang shalat, hubungan tak direstui

Pacar jarang shalat, hubungan tak direstui

assalamu'alaikum pak ustad

pak ustad saya sudah ingin menikah tetapi orang tua saya tidak merestui karena kita berdua yang berbeda usia ,fisik dia, dia orang gak punya dan dia jarang sholat pak ustad tetapi sebelum bertemu dia saya pernah diperkosa mantan pacar saya. dia bisa menerima kekurangan saya semua keluarganya pun sudah menerima saya dengan berjalannya waktu saya dengan dia melakukan perzinahan dan ketika dia ingin melamar saya orang tua saya tidak setuju ya karena tadi saya udah jelaskan di atas dan saya ingin bertanya pak ustad

1. bagaimana carany agar orang tua saya bisa menerima dia ?

2. apa hukum ny jika orang tua melarang anaknya menikah padahal orang tuany tau kalo anakny sudah berzina 3. bagaimana saya mengendalikan hawa nafsu saya ?

mohon minta jawabannya pak ustad. wassalamu'alaikum wr.wb

JAWABAN

1. Sebaiknya anda cerita detail ke orang tua soal pernah berzina dll supaya mereka bisa lebih mengerti keadaan anda. Kalau masih tidak setuju, coba anda minta bantuan teman dekat orang tua untuk membujuk mereka.

2. Pada dasarnya apabila dikuatirkan akan terjadi perzinahan kalau tidak menikah, maka hukum menikah menjadi wajib. Apalagi anda berdua sudah berzina, maka untuk menghindari zina berikutnya, pernikahan anda menjadi wajib. Baca detail: Pernikahan Islam

Dan orang tua juga wajib merestui. rel="nofollow" target="_blank"Kalau mereka tetap tidak merestui, maka anda boleh meminta wali hakim untuk menikahkan. Wali hakim adalah jajaran pejabat KUA atau bawahannya. Baca detail: Wali Hakim dalam Pernikahan

Dalam situasi ini, tidak taat orang tua tidak dianggap durhaka karena ketaatan pada Allah (dg menikah) itu lebih penting daripada taat pada orang tua (dengan tidak menikah dan akhirnya berzina).

3. Dengan menikah nafsu syahwat akan terkendali.

RUMAH TANGGA: SUAMI SELINGKUH DENGAN ISTRI ORANG

Assalamualaikum..

Sy sdh berumah tangga selama 12 tahun dan memiliki suami yg shaleh yg menjaga shalat dan berkpibadian yang baik serta anak 2 yg msh kcl2.

Awalnya suami sy hanya berteman biasa dengan wanita ini (istri orang).trs sy mnt dia untuk membatasi dengannya.. Karena sy merasa suami sy dkt dengan seorang wanita sy lantas suka curiga dan menerka2 dan melihat hpnya dengan sembunyi2 hanya untuk memastikan bahwa suami saya mengikuti apa2 yg menjadi aturan sy untuk tidak mengechat dan balas komen grup yang ada wanita tersebut..memang adakalanya suami tdk bk stts wanita trsbt tp kadang jg d buka oleh suami saya dan sy menjadi sakit hati bila suami sy sk chat dan liat stts wanita tersebut dan kami pun ribut. meskipun isi chat hanya bercandaan dan komen2an biasa. Perselisihan tentang kbiasaan suami yg msh komen2an dan melihat stts sering terjadi sehingga sy pernah kabur ke rmh orang tua dan sy meminta cerai tp suami msh mengharapkan sy dan anak2 dgn berdalih suami msh sayang dan tdk pernah mau berpisah dengan sy dan anak2 akhirnya sy pulang dengan cinta yg dimiliki suami untuk sy dan anak2

Kecurigaan sy tdk pernah pudar sehingga suami merasa tidak nyaman untuk berkomunikasi tentang hal apapun ke sy karena anggapannya setiap apa yg menjadi topik perbincangan selalunya sy bw2 wanita trsebut pdhl yg dia inginkan komunikasi dan beranda dengan istrinya tp selalunya sy selipin hati2 ke wanita trsebut.dan disitu dia merasa ilfil ke sy..

Karena tdk merasa mendapat kenyamanan berokumikasi dengan istrinya akhirnya suami membatasi konunikasi demi menghindari perselisihan tetapi ternyata dengan pembatasan yg sy buat malah suami akhirnya berbalik mencurhatkan ttg kerjaannya dan apapun perselisihan kami ke wanita tersebut hingga suami sy dan wanita itu merasa mendapatkan kenyamanan dan makin intens chat ketemuan hingga berukar foto organ intim masing2 dengan sembunyi2 dan akhirnya ketika sy melihat hp suami disitu sy merasa hancur ternyata wanita yg slma ini sy mnt suami jauhin mlh semakin dkt dan bertindak asusila.

Setelah sy menemukan foto2 trsebut sy mnt penjelasan maksud semuanya dan suami sy menjelaskan alasannya itu semua karena tuduhan yg tdk pernah dia lakukan selalu sy tuduh2kan dia ada apa2 dengan wanita itu.sehingga suami berfikir drpda sy d tuduh2 trs mending sy buat sekalian ktnya bgitu.

Dan sebelum poto2 tersebut sy temukan menurut pengakuan suami sy sambil menangis menyesali dia menyadari kebodohan terfatalnya terhadap sy istrinya dan berniat berusaha menyudahi hubungan yg awalnya hanya tmn biasa menjadi teman nyaman dan sampai menarik mereka ke perbuatan yg trlarang.menuruttu semua berawal ketika suami merasa tdk mendapatkan kenyamanan Di rumah sehingga lebih bnyak menyibukan diri dengan kerjaan dan selalu pulang larut mlm di tmpt kerja dan sy dapati poto2 tersebut intens di jam kerja dan larut mlm dengan wanita tersebut.

Akhirnya setelah sy mendapati poto2 itu sy suami dan wanita itu bertemu d rmh sy dan untuk meminta wanita dan suami sy berkomitmen untuk menyudahi hubungan gelap mereka.dan suami jg ingin menyudahi

Di dlm pertemuan itu si wanita terang2an akan mundur dr suami sahnya dan suami sy berlaku plinplan antara suka dengan prnyataan wanita trsbt( mundur dr suaminya) dan seolah keder menghadapi sy.wanita ini tdk memiliki penyesalan atas perbuatannya mlh sering menyalah2kan sy dengan marah marah tidak menunjukan itikad baik berdamai pdhl sy bersikap dewasa hanya berbincang baik2 tanpa niat menyalahkan mereka hanya meminta kejelasan atas hubungan mrk itu

Dlm pertemuan itu sy yg selaku korban seolah2 sy yg bersalah karena menurut mereka sy membatasi kdkatan mrka sebagai tmn biasa sehingga menjadi tmn apa apa..

Setelah pertemuan itu sy dan suami mengomunikasikan tentang masa depan keluarga mau d bw kemana dan disitu suami sy kebingungan dan meminta waktu sy untuk dia dpt keluar dari zona wanita trsebut dan ingin merajut rumah tangga kami kembali.dan jujur sy pribadi tdk siap untuk berpisah dengan suami shaleh sy sehingga harapan sy suami menyadari dan segera bertindak tegas terhadap wanita trsebut.

3 hari berlalu setelah pertemuan itu suami sy tak kunjung memberikan ketegasan atas hubungan terlarang mereka k wanita itu.bila sy tanya dan menawarkan untuk kita selesaikan bersama langkah2 mengomunikasikan ke wanita itu suami menolak biar beri sy waktu berfikir untuk mencari solusi sendiri dan tidak melibatkan sy..sy hormati keputusan suami dan sy tetap menunggu hasil ketegasan suami antara memilih sy istrinya atau wanita trsebut.

Kemarin mlm kami sempat mencurahkan cinta dan bila aku bertanya suami apakah msh bs menikmati ia menjawab kalo dia msh menikmati aktifitas ini dan nafsu dia(maaf berdiri bagi laki2) ke sy tanda dia msh sayang sy..sontak sy bahagia dan merasakan dia memang msh mencintai sy berapa persen hanya bimbang dengan perasaan baru yg muncul ke wanita lain.perlu di ketahui bila waktu tidur kami sering bergenggam tangan dan berpelukan baik dr sy maupun dr dia ini berlaku selama kami bersama hingga di d tengah2 perselisihan.

Sy hanya bersabar menunggu kputusan suami berbicara dengan wanita tersebut..

Sampai hr ini sy tahu suami msh sk chat dengan wanita trsbt dan suami tetap menyembunyikan intinya blm bnr2 terbuka dengan sy.

Maaf sy mnt solusi apa yg dpt bpk/ibu gambarkan dr sikap suami sy dan apa sy msh punya harapan untuk keutuhan keluarga dengan suami..

Apa yg dpt sy lakukan bila suami akan memilih wanita itu dan apa yg hrs sy perbaiki bila ternyata suami memilih merajut rumah tangganya kembali.

Apakah bila suami memilih sy dan anak2 tidak menutup kemungkinan kelakuan suami dengan wanita itu terulang lagi dengan sembunyi2 karena sdh tertanam rs cinta di antara mrka meski sementara.mohon pencerahannya trmksh

JAWABAN

1. Masih ada harapan bagi anda. Suami masih ada cinta di hatinya pada anda.

2. Kalau suami memilih bertahan dengan anda, maka yang perlu anda lakukan adalah lupakan masa lalu dengan cara: jangan mengungkit-ungkitnya lagi. Seakan-akan suami tidak lagi ada salah. Seakan-akan anda berdua adalah pengantin baru.

3. Masih ada kemungkinan terulang lagi, yang perlu anda lakukan bila itu terjadi, cobalah bersabar dan pura-pura tidak tahu. Cara ini pantas dicoba dan kemungkinan besar akan berhasil. Toh, cara anda yang bersikap seprti polisi pada suami ternyata tidak berhasil dan malah membuat suami bertambah dekat dengannya. Suami jangan diinterogasi apalagi diancam. Semakin diinterogasi dan diancam, apalagi kalau tidak melakukan, maka akan membuat suami semakin terobsesi untuk melakukannya. Dan akan semakin berkurang cintanya pada anda.

Baca detail: Cara Harmonis dalam Rumah Tangga

Hukum cairan putih setelah haid

HUKUM CAIRAN PUTIH SETELAH HAID

Assalaamu'aikum Warahmatullaahi Wabarakaatuh.. Saya mau bertanya, mohon maaf jika tidak satu permasalahan.. Soalnya saya sedang merasa was-was.

1. Saya kadang masih bingung dan membuat was-was soal cairan putih setelah haid yang jadi tanda suci dari haid. Di tangan sudah terlihat cairan putih, tapi ketika saya usapkan ke kapas, masih ada warna kuning mudanya, tapi jika saya perhatikan lagi, juga ada cairan yang terlihat berwarna putih dan itu hanya sedikit sekali disebagian yang lain. Dan bagian yang lain berwarna kuning muda. Saya usapkan lagi cairan yang tersisa, ternyata berwarna kuning muda. Jika seperti itu, apakah sudah selesai dari haid?

2. Ketika shalat, saya sering merasa ingin kentut. Dan itu terjadi ketika akan shalat saja, bahkan shalat selesai rasa ingin kentut itu bisa hilang. Tapi tidak semua ketika akan shalat saya merasa seperti itu. Mohon solusinya saya harus bagaimana?

3. Setiap hari mohon maaf kemaluan saya itu mengeluarkan cairan, kadang ada cairan yang berwarna kuning muda jika dilihat. Apakah itu najis? Jika najis saya seperti merasa keberatan karena hampir setiap akan shalat saya mengganti celana saya. Saya pernah baca di artikel jika cairan kuning (sufrah) di masa suci itu tidak najis. Bolehkah saya mengikuti pendapat itu?

Terimakasih atas jawabannya.!

JAWABAN

1. Tergantung waktu keluarnya. Kalau warna kuning, walaupun kuning muda, maka itu keluarnya di masa haid (dalam masa 15 hari) dianggap darah haid. Kalau keluarnya setelah 15 hari, maka dianggap keputihan. Baca detail: Cairan Warna Kuning apakah Haid

2. Diabaikan saja. Rasa ingin kentut tidak membatalkan wudhu dan karena itu tidak berdampak pada keabsahan shalat. Bahkan perasaan kentut itu sendiri tanpa bukti suara atau bisa diabaikan.

Dari Abdullah bin Zaid Al-Anshari radhiyallahu anhu:

أنه شكا إلى رسول الله صلى الله عليه وسلم الرجل الذي يخيل إليه أنه يجد الشيء في الصلاة؟ فقال: لا ينصرف حتى يسمع صوتا أو يجد ريحا

Artinya: “Bahwasanya ada seseorang yang mengadu kepada Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bahwa dia seakan-akan mengalami sesuatu ketika shalat (buang angin). Maka Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam menjawab: ‘Janganlah dia membatalkan shalatnya sampai dia mendengar suaranya atau mencium baunya’” (HR. Bukhari no. 137 dan Muslim 361)

3. Kalau itu termasuk keputihan, maka hukum keputihan (rutubatul faraj) adalah sbb:

Ibnu Hajar al-Haitami dalam Tuhfah al-Muhtaj Syarh al-Minhaj, hlm. 1/301, menjelaskan

والحاصل أن رطوبة الفرج ثلاث أقسام طاهرة قطعا وهي ما تكون في المحل الذي يظهر عند جلوسها وهو الذي يجب غسله في الغسل والاستنجاء ، ونجسة قطعا وهي ما وراء ذكر المجامع ، وطاهرة على الأصح وهي ما يصله ذكر المجامع شيخنا ا ه

Ada tiga status ruthubah al-farj dalam mazhab Syafi'i:

Pertama, ruthubah al-farj yang keluar dari kemaluan bagian luar —yaitu bagian yang wajib dibasuh saat bersuci—dihukumi suci;

Kedua, ruthubah al-farj yang keluar dari kemaluan bagian dalam dihukumi najis;

Ketiga, ruthubah al-farj yang keluar dari tempat sampainya kemaluan laki-laki saat berhubungan dengan istrinya, dihukumi suci, menurut pendapat yang ashah.

As-Syirbini dalam Mughnil Muhtaj menyatakan:

(وليست العلقة) وهي الدم الغليظ المستحيل من الدم في الرحم، سميت بذلك لأنها تعلق لرطوبتها بما تمر عليه، (والمضغة) وهي العلقة تستحيل فتصير قطعة لحم، وسميت بذلك لأنها صغيرة بقدر ما يمضغ، قاله الزمخشري. (ورطوبة الفرج) من حيوان طاهر ولو غير مأكول من آدمي أو غيره. (بنجس) بفتح الجيم (في الأصح) بل طاهرة، لأن الأولين أصل حيوان طاهر كالمني، والثالث كعرقه

Artinya: ... rutubatul faraj yang berasal dari hewan yang suci walaupun tidak halal dimakan seperti manusia atau lainnya itu tidak najis menurut pendapat yang paling sahih. Bahkan dianggap suci.

Baca detail: Beda Mani, Madzi, dan keputihan

DARAH HAID DAN CAIRAN KUNING

Assalaamu'aikum Warahmatullaahi Wabarakaatuh.. Saya mau bertanya perihal haid..

Bulan kemarin saya mulai haid tgl 24 februari saya bersucinya tgl 7 maret.. Tgl 25 maret pagi keluar cairan kuning, siangnya keluar cairan putih.. Keesokan harinya tgl 26 maret ketika akan shalat dzuhur keluar cairan kuning lagi, pas mau maghrib keluar cairan putih, ketika akan isya' saya keluar cairan kuning.. Dan saya masih shalat karena saya ragu.. Setelah shalat subuh di tgl 27 maret keluar cairan kuning.. Seharian keluar cairan kuning. Dan saya memutuskan tidak shalat

1. Sudah dua bulan ini sebelum keluar darah haid saya selalu keluar cairan kuning. Jadi, apakah dari tgl 25 maret sejak pertama keluar cairan kuning itu sudah terhitung haid?

2. Untuk menentukan selesainya haid itu keluar cairan putih, kalau di tangan sudah terlihat putih, keliatan sekali kalau itu putih, tapi ketika saya usap di kapas, kapas masih ada noda kuning muda, kuningnya muda sekali.. Intinya masih bisa dibedakan antara kapas yang terkena noda cairan dan tidak, apakah itu sudah suci?

3. Cairan putih yang menandakan suci itu yang seperti apa? saya itu masih ragu menentukan masa suci.

Terimakasih atas jawabannya..!!

JAWABAN

1. Ya. Masa suci itu minimal 15 hari dan maksimal masa haid 15 hari. Dari masa suci tanggal 7 s/d 25 = 18 hari masa suci. Maka darah yang keluar yang berupa cairan kuning itu dianggap darah haid. Baca detail: Cairan Warna Kuning apakah Haid

2. Selama cairan itu masih warna kuning, dan waktu keluarnya masih dalam masa maksimal haid yang 15 hari, maka dianggap darah haid. Baca detail: Wanita Haid

Kalau darah haid anda tidak teratur keluarnya, maka yang terpenting anda harus tahu aturan masa maksimal darah haid. Seperti dijelaskan di poin 1, haid itu maksimal 15 hari. Misalnya anda keluar cairan tidak bening (kuning, coklat, merah) mulai tanggal 1 sampai 15 Maret, maka semua cairan dengan tiga warna tersebut dianggap darah haid karena masih dalam batas maksimal darah haid. Namun, apabila cairan tersebut keluar pada tanggal 16 sampai tanggal 30, yakni masa minimal masa suci, maka tidak dianggap darah haid melainkan dianggap darah istihadoh. Hukumnya juga najis tapi tetap wajib shalat. Baca detail: Wanita Nifas, Haid, Istihadah

Jadi, menentukan darah haid atau tidak itu bukan saja berdasarkan warna cairan yang keluar. Melainkan juga pada waktu keluarnya cairan tersebut.

HUTANG 6X RAMADAN: QADHA ATAU FIDYAH

Assalamualaikum wr.wb

Saya punya hutang puasa dalam 6x ramadhan, karena haid. Apakah harus membayar denda (fidyah) atau mengqadha dengan puasa saja?

Terimakasih Wasalamualikum wr.wb

JAWABAN

Dua-duanya: qadha dan bayar fidyah apabila sudah melewati puasa berikutnya. Baca detail: Qadha Puasa Ramadan di Tahun Kedua

Monday, October 18, 2021

Hukum meminta komisi fee

Hukum meminta komisi fee

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Saya mau bertanya tentang hukum meminta komisi. Dalam kasus saya seperti ini:

2 Bulan lalu, direktur saya meminta saya untuk meminta penawaran harga dari kantor akuntan publik, sebut saja BD. Dan Direktur saya juga sudah memilih BD untuk menjadi rekanan auditor.

Tapi yang saya lakukan adalah, ketika saya meminta proposal penawaran harga kepada BD, saya juga meminta komisi atas jasa mediator. Dan itu disetujui oleh pihak BD. Lalu sekarang setelah dipikir2 saya jadi ragu apakah itu halal atau haram.

Pertanyaannya:

1. Apakah komisi tersebut haram?

2. Jika haram, bolehkah komisi yg saya terima tersebut saya sedekahkan? Kebetulan komisinya belum saya gunakan.

Mohon bimbingannya.

Terima kasih banyak atas jawabannya.

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

JAWABAN

1. Tergantung: apakah praktik semacam itu dibolehkan oleh kantor anda. (a) Kalau dibolehkan oleh perusahaan, maka tidak masalah alias halal. Karena, anda adalah perwakilan kantor, maka yang dibolehkan oleh kantor hukumnya halal. (b) Sebaliknya, kalau tidak dibolehkan, maka haram.

2. Kalau yang terjadi adalah kasus 1a., maka uang tsb bisa anda pakai. Kalau yang terjadi adalah kasus 1b, maka uang itu sebaiknya diberikan pada fakir miskin atau disumbangkan ke masjid atau pesantren. Sebagai cara untuk menyucikan harta kita agar tidak bercampur dengan harta haram. Baca detail: Hukum Harta Syubhat dan Cara Membersihkan Harta Haram

HUKUM GHIBAH

Assalamualaikum ustadz.. Afwan, ingin bertanya.. Bagaimana hukum ghibah terhadap seseorang dalam urusan kelembagaan? Contohn ya, membicarakan aib-aib dan kekurangan seseorang untuk menempatkan tugas dan posisil orang tsb di lembaga pendidikan (pesantren).. termasuk ketika ada masalah internal dalam lembaga tsb? Mohon penjelasannya ustadz, jazakumullah khairan

JAWABAN

Setiap perbuatan yang membicarakan orang lain yang tidak disukai orang tersebut seandainya ia mendengarnya maka itu disebut ghibah. Dan ghibah adalah dosa. Baca detail: Hukum Ghibah

SERING WAS-WAS DALAM BANYAK KONDISI

Assalamu'ālaikum Warahmatullah Wabarakatuh,

Ustadz, saya seorang suami, mau menanyakan terkait tentang diri saya dengan pernyataan sebagai berikut:

1. Bila saya tidak pernah belajar tentang tata cara istibra, pasti saya akan sering ragu setiap kali sujud, apakah menetes atau tidak cairan dari maaf kemaluan, walau terkadang untuk yang sekarang saya suka mengeceknya sebelum dan setelah sholat.

2. Bila saya tidak mempelajari tentang hadits kentut, maka pasti saya akan was-was ketika sholat, apakah saya kentut atau tidak? Walaupun untuk sekarang setelah saya mempelajari hadits "keyakinan tidak akan hilang oleh keraguan", terkadang suka masih ragu, harus perlu dibuktikan setelah usai sholat, dengan cara dikeluarkan sebagai bahan perbandingan, supaya memberikan rasa lega kepada saya.

3. Ketika jalan-jalan bersama istri, saya sering menanyakan kepadanya, "apakah dompet atau tas mu ada," untuk memastikan kalau barang tersebut aman? Itu bukan sekali, dua kali, tapi lebih.

4. Saya suka wudhu berkali-kali, padahal saya sudah wudhu. Hal itu untuk memastikan bahwa saya sudah wudhu betul-betul.

5. Sering lupa jumlah rakaat sholat

6. Intensitas mengecek dompet sendiri lebih sering ketika di kostan.

7. Tak lupa bila mau pulang, setiap hari saya suka mengecek pintu mobil. Padahal sudah dikunci sebelumnya.

8. Saya mempunyai fikiran berulang.

9. Ketika saya sudah menanyakan sesuatu kepada orang, maka saya selalu tidak puas bila sumbernya kurang akurat, dan ingin terus mencari-cari kepastian kepada orang yg lebih tahu, misalnya.

10. Perasaan takut dihukum oleh Tuhan.

11. Kadang-kadang ada perasaan serangan cemas di pagi hari lebih dominan.

Yang saya ingin tanyakan ustadz,

1. Apa yang terjadi pada diri saya ?

Jazakallahu khoeron.

Wassalamu'ālaikum Warahmatullah Wabarakatuh.

JAWABAN

1. Ada unsur OCD dalam diri anda. OCD adalah was-was berlebihan. Ini penyakit psikis. Baca detail: Was-was karena OCD

Baca juga: Cara Sembuh Was-was Najis, Wudhu, Mandi, Shalat

Salah satu cara penyembuhan adalah dengan doa. Baca detail: Doa Hati Tenang dan Cerdas

Saturday, October 16, 2021

Dilamar pria beristri yang mengaku sudah cerai apa sebaiknya diterima?

PERLUKAH MENGAKUI AIB MASA LALU?

Assalamu’alaikum wr. wb

Mohon pencerahannya ustadz. Saya seorang wanita yang belum menikah. Sebelumnya beberapa tahun yang lalu saya pernah melakukan kesalahan besar karena sudah berhubungan dekat dengan suami orang yang kebetulan adalah teman dekat saya di tempat kerja pada waktu itu. Istrinya pada saat itu adalah istri keduanya, pernikahan pertamanya berakhir karena bercerai.

Kedekatan kami berdua semakin akrab sampai berujung ke saling cinta. Sang istri sempat mencurigai saya sebagai selingkuhan suaminya namun tidak ada bukti yang valid bahwa kami berselingkuh, hanya sebatas prasangka.

Pria ini mengakui bahwa pernikahannya saat itu memang sedang dalam masalah, dan dia merasa tidak dapat dipersatukan lagi. Menurutnya istrinya terlalu banyak mengeluh dengan kondisinya dari segi ekonomi, selain itu keluarga pihak istri juga terlalu banyak ikut campur dalam rumah tangganya. Dia pun sangat menginginkan saya untuk menjadi istrinya. Saya sangat bingung karena saya juga sangat mencintainya, namun saya juga merasa bersalah terhadap istrinya karena sudah mencintai suaminya.

Suatu hari saya memutuskan untuk benar-benar mengakhiri hubungan dengan pria ini dan memblokir semua akses komunikasi dan medsos dengannya. Dengan harapan pria ini bisa memperbaiki rumah tangganya, dan kalaupun harus bercerai jangan sampai sayalah yang menjadi penyebabnya. Selama masa itu saya terus mendoakan dia supaya bisa tetap mempertahankan pernikahannya, dan saya terus memohon ampun juga meminta kepada Allah, kalau memang dia suatu saat adalah jodoh saya semoga Allah pertemukan kami dalam waktu dan keadaan yang Allah ridhoi untuk kami bertemu lagi.

Ternyata si pria terus mencari cara untuk bisa menghubungi saya. Setelah hampir setahun, akhirnya saya membuka komunikasi dengannya lagi dan dia mengakui sudah menyampaikan talak kepada istrinya namun belum secara resmi ke mahkamah syariah. Dia mengaku sudah tidak bersama istrinya lagi (pisah kamar, namun terkadang masih serumah dengan alasan demi anak) selama 2 tahun lebih. Sayapun akhirnya menerimanya kembali dengan syarat pengurusan surat cerai resmi secara hukum diselesaikan terlebih dahulu, dan saya sudah mengenalkan si pria kepada orang tua saya.

Proses cerai di mahkamah pun berlangsung, namun tidak berselang lama saya mendapatkan informasi melalui seorang teman mengenai isu-isu tidak mengenakkan di masa lalunya, dan juga informasi pengakuan mantan istri yang menyatakan bahwa pisah kamar sudah berlangsung selama 2 tahun adalah kebohongan si pria, si istri mengaku bahwa mereka pisah kamar hanya beberapa minggu saja sebelum pengajuan cerai ke mahkamah. Dan sampai saat ini si istri masih mencurigai saya dan belum menemukan bukti.

Pertanyaan saya:

1. Tindakan apa yang harus saya lakukan dalam menyikapi perbedaan pernyataan antara si pria dan si mantan istri ini?

2. Apakah kedekatan saya kembali dengan pria ini masih dikategorikan selingkuh? karena yang saya tau dia sudah pisah dari istri selama 2 tahun lebih.

3. Apakah keputusan saya juga merupakan kesalahan apabila menerima si pria dengan segala kekurangan dan masa lalu nya yang buruk? (sudah beberapa kali kawin cerai). Karena saya melihat perubahan lebih baik yang dialami si pria, dari segi ibadah, lingkungan kerja yang lebih baik (menghindari kredit bank), dan hubungan baiknya dengan anak dari mantan istri sebelumnya.

4. Haruskah saya menceritakan kepada orang tua mengenai hal ini? karena selama ini yang mereka tau saya dekat dengan pria ini setelah dia pisah, dan sudah merestui.

5. Perlukah saya mengakui dan minta maaf kepada si mantan istri bahwa wanita yang selama ini dicurigai benar adalah saya?

Terimakasi banyak atas pencerahannya, dan mohon maaf sebelumnya apabila penjelasannya terlalu panjang.

Akhirul kalam saya ucapkan wassalamu’alaikum wr. wb.

JAWABAN

1. Langkah rasional adalah dengan melakukan investigasi. Tugaskan seseorang untuk menyelidiki fakta yang sebenarnya.

2. Kalau dia sudah cerai berdasarkan fakta, maka tidak dianggap selingkuh. Namun kalau ternyata belum terjadi cerai, maka perbuatan ini dianggap takhbib atau perusak rumah tangga orang. Yang hukumnya dosa besar. Baca detail: Takhbib Perusak Rumah Tangga Orang

Namun kalau anda melakukannya dengan asumsi bahwa hubungan mereka berdua sudah bubar, maka dimaafkan. Karena berarti tidak sengaja. Baca detail: Hukum Melakukan Perkara Haram karena Tidak Tahu atau Lupa

3. Kalau pun kondisinya sudah cerai dari istrinya, pilihan anda ini tidak ideal. Masih banyak pria baik tanpa masa lalu kelam yang bisa anda pilih. Apalagi kalau ternyata pengakuannya bahwa ia sudah pisah itu ternyata bohong, maka semakin tidak pantas menjadi pilihan anda. Memang, ada kemungkinan dia berubah di masa depan. Namun, dalam realitas, masa lalu kelam akan menimbulkan masa depan yang kurang lebih sama. Baca detail: Cara Harmonis dalam Rumah Tangga

Juga, perlu diingat, cara dia mendekati anda sehingga anda terpikat padanya itu sebenarnya modus operandi yang umum terjadi dan relatif usang. Yakni, cara curhat dengan mengeluhkan rumah tangganya dengan tujuan menarik hati lawan jenis. Suami yang baik tidak akan pernah curhat masalah rumah tangganya pada orang luar apalagi pada wanita yang masih sendiri kecuali ada niat buruk dari awal.

4. Kalau anda dekat dengan orang tua, maka tidak masalah bercerita pada mereka.

5. Tidak perlu mengaku. Menyimpan aib adalah wajib. Dan menceritakan aib tidak ada gunanya dan malah menambah masalah. Baca detail: Menyimpan Aib Zina