Konsultasi Syariah Islam Al-Khoirot (KSIA) Konsultasi Syariah Islam Al-Khoirot (KSIA)

Tasyabuh (menyerupai) non-muslim yang halal dan yang haram

 

Tasyabuh (menyerupai) non-muslim yang dibolehkan

Tasyabuh (menyerupai) non-muslim yang dibolehkan

Assalamualaikum ustad, saya mempunyai masalah overthinking akhir-akhir ini

saya merupakan orang yang bisa dibilang gampang takut (parno atau paranoid), khawatiran,overthinker,sangat sensitif hati dan pikirannya,belum bisa berdiri teguh pada satu pendapat (misal kalau ada yang berbeda pendapat maka saya akan bingung untuk mengikuti yang mana)

Tipe 1 : Dilakukan oleh orang lain namun adanya keterlibatan kita (mendengar,membaca,melihat,mengatakan,memikirkan,dll)

Saya menemukan bahwa hadits mendatangi dukun atau tukang ramal bisa dikenakan dengan membaca ramalan zodiak atau semacamnya, di zaman digital ini yang bisa dibilang dapat menghilangkan batas "batas" dan "waktu",saya mulai berpikir "kalau seperti ini bisa dikenakan hadits tersebut bagaimana dengan hal-hal lain?" masalahnya kan ramalan-ramalan zodiak ini isinya hanya beberapa kalimat saja yang tidak sampai semenit untuk dibaca apabila lewat beranda sosmed (contohnya seperti hari ini orang dengan zodiak ini akan beruntung, ya sekitar seperti itu), kemudian dari situlah saya mulai untuk overthinking,seperti:

A.saat bermain dengan teman-temanku, terkadang mereka mengatakan hal-hal yang mirip seperti itu (seperti "gw ramal tim ini akan menang nih" atau "waduh, dia pembawa sial nih") ya sebenarnya hanya bicara asal doang sih, tapi saya pernah melihat di suatu komentar di sosmed, jadi ada A yang mempunyai teman yang kerjanya buat ramalan-ramalan zodiak itu, kata temannya itu bikinnya memang memang ngasal aja. Atau komen-komen viral akhir-akhir ini di sosmed yang meminta langit menurunkan hujan dan petir.

B.saya suka dengan cerita-cerita fiksi, baik dalam bentuk film,drama,sinetron,animasi, komik, buku, atau bahkan sebagai alur dalam game dan tak jarang saya menemukan cerita yang bertema cukup aneh, seperti misal dalam cerita tersebut karakternya dapat melihat masa depan atau melintasi waktu, cerita yang terdapat dewa-dewi dengan berbagai kekuatan dan keajaiban, cerita-cerita keseharian biasa (namun kadang suka terdapat adegan dimana para karakternya berdoa dan dikabulkan, menggunakan jimat keberuntungan dan pada alurnya memang mendapat keberuntungan,atau karakternya mendapat perkataan dari tukang ramal dan ramalan tersebut terjadi,atau tentang seseorang yang memiliki keberuntungan yang buruk,) ya sebenarnya hanya sebuah alur sih namun yang disajikan kadang berasal dari kepercayaan para pembuat dan "direalisasikan" pada karyanya dan pada saat kita membaca ceritanya, secara otomatis pikiran kita akan "terbawa arus" oleh cerita dan pemikiran hasil sang pembuat, ini membuat saya paranoid juga karena saya jadi seperti mendapat emosi dan pemikiran yang tak sesuai dengan keislaman


C.saya pernah sedang mendengarkan lagu dan kemudian mengetahui bahwa lirik yang dibawa lagu itu lumayan buruk (misal ada lirik yang mengatakan memohon kepada bintang-bintang, atau lirik yang nuansanya seram-seram (setan-setanan), ya lirik seputar itulah intinya, dan kemudian karena lagunya enak didengar, alhasil terngiang-ngiang di kepala dan kadang ingin bersenandung sendiri, saya merasa tidak enak karena liriknya seperti ini

D.saya juga pernah menonton vlog atau video tentang keluarganya yang merayakan natal atau paskah dan tukar menukar hadiah, merayakan ulang tahun dengan meniup lilin, dan ini salah satu dari pengalaman saya, jadi saya menonton vlog biasa tentang kebiasaan orang jepang yang merayakan tahun barunya, kemudian mereka pergi ke kuil dan biasanya orang-orang disana akan mendapat ramalan keberuntungan selama tahun kedepannya(misal si A dapat keberuntungan hebat,sementara si B tidak mendapat keberuntungan) , saat menonton hal itu tiba-tiba saya jadi takut sendiri "ini boleh gak ya,aduh gimana nih" bahkan saya mendapat pikiran ini saat menulis pertanyaan ini

Pertanyaan 1 : Untuk masalah tipe 1 ini bagaimana ya ustad, kalau membaca ramalan zodiak jelas tidak boleh,namun bagaimana dengan hal yang terselip di sesuatu media seperti di poin B, atau tersedia di video medsos seperti poin D, atau mendengar dari teman seperti di poin A,atau terngiang di kepala dan berada di ujung mulut seperti poin C, tidak apa-apa kah atau bagaimana

Karena masalah yang seperti ini, saya khawatir seperti akan kena imbasnya juga gitu, mengucapkan natal, meniup lilin saja ada hukumnya,bagaimana dengan yang lainnya, pikirku begitu


Tipe 2 : Kepercayaan yang terdapat dalam hati dan pikiran

Kita hidup bersampingan dengan agama lain, dan dengan hal itu, tak jarang pula kita mendengar hal-hal dari kepercayaan lain, seperti misalnya di agama ini mereka percaya akan dilahirkan kembali, atau biasanya pada suku-suku pedalaman yang kepercayaannya pada ruh-ruh,dll. Jadi misalnya saya mendengar suatu hal yang dilarang pada kepercayaan mereka, contohnya suatu suku pedalaman mempunyai sebuah danau yang dianggap sakral, jadi air ditempat itu tidak boleh diambil,sedangkan kita membutuhkan air,jadi kita harus apa? kalau kita tidak mengambil airnya bukankah itu berarti kita "menghormati" mereka namun diwaktu yang sama semacam "mempercayai" bahwa danau itu sakral?  Dan sebaliknya.

Contoh lain juga misalnya hal-hal yang dipercayai masyarakat, misal 13 angka sial, 7 angka beruntung, 666 angka setan, hal-hal yang seperti ini yang kadang membuat saya panik, saat saya bertemu atau melihat angka tersebut pikiran saya tiba-tiba teringat dengan hal ini dan menakut-nakuti saya, saya berpikir apasih ini hanya sekedar angka, namun pikiran-pikiran itu menakut-nakuti saya, saya juga takut apabila saya telah membuat hal yang seperti ini tanpa sadar, seperti jangan melihat orang itu, nanti kamu akan sepertinya.

Ada juga kepercayaan rakyat luar, seperti ada orang yang menggunakan "maneki neko" (semacam patung kucing,biasanya dipakai di depan toko karena dipercayai dapat memanggil pelanggan), saya seperti takut kena imbasnya padahal kita hanya punya urusan di toko tersebut,atau orang yang mengatakan bahwa apabila hal ini terjadi, maka akan beruntung,dll

Terkadang pikiranku bisa saja merangkai hal-hal tersebut dan menakuti diriku sendiri, alhasil saya jadi ketakutan dan terus berpikir tentang masalah ini "percaya itu bagaimana sih?" atau "apakah saya telah percaya dengan benar?"

Pertanyaan 2 : Untuk masalah seperti ini bagaimana ya ustad?


Tipe 3 : Seputar Tasyabbuh dan sejenisnya

Menyerupai orang kafir (tasyabbuh),biasanya dipakai saat ada orang islam yang ikut merayakan apa yang orang kafir rayakan (natal,paskah,imlek,dll). saya terpikir akan masalah ini karena beberapa waktu yang lalu, saya melihat video di sosmed yang isinya menanyakan apakah orang islam boleh menggunakan diskon perayaan hari raya orang kafir (pada kali ini natal), dijawab boleh, namun tidak boleh untuk benda yang berhubungan dengan natal (misal pohon natal, dekorasi natal, atau barang-barang natal lainnya). Kemudian saya berpikir dan overthinking,

Pada game, yang sudah saya tanyakan kepada ustad,dan ustad menjawab boleh, biasanya pada hari raya seperti ini pengembang akan membuatkan update pada gamenya, misalnya karena ini natal, mereka akan membuat gamenya menjadi bernuansa natal, dan para pemain mendapatkan misi untuk membantu perayaan natal didalam game tersebut(misal misinya adalah untuk membantu mendirikan pohonnya, kemudian menyebutkan permintaan) atau mereka akan membuat barang-barang yang bernuansakan natal (misalnya baju karakter tema natal) saya tahu ini hanya didalam game dan memainkan game merupakan hal yang boleh saja, meskipun temanya seperti masalah diatas (poin 1B), namun ini dibuat sedemikian rupa sehingga saya menjadi overthinking dan ragu kembali akan masalah ini, karena waktu itu juga saya sedang menelusuri sosmed dan ada seseorang menuliskan komentar "game nyembah patung". Saya langsung panik dan takut apakah saya telah melakukan kesyirikan/tasyabbuh. karena membeli barang yang berhubungan saja sudah dibilang tasyabbuh, bagaimana dengan ini?

Bisa juga terselip pada software-software atau aplikasi, misal pada app line, tanggal lahirnya akan ditandai dengan ikon kue dan lilin, atau misalnya tema aplikasinya menjadi serba natal, emot-emot yang berhubungan dengannya, dll. padahal kita kan hanya pengguna yang menggunakan app yang sama

Ini juga tidak terbatas di natal, perayaan lain juga (halloween,thanksgiving,chinese new year,etc)

Kebanyakan masalah ini terdapat di perangkat digital, karena misal yang memainkan game atau memainkan medsos bukan hanya orang islam namun juga orang non islam  

Pertanyaan 3 : boleh atau tidak sih tipe ini, karena ya kita pada dasarnya hanya memainkan game, atau menggunakan app nya saja, hanya saja pikiranku menakut nakuti ku

Terakhir, hanya sekedar ekstra, adakah doa atau dzikir yang isinya menyatakan bahwa saya tetaplah islam, saya tetap mempunyai rukun iman, apapun yang terjadi

Demikian pertanyaan-pertanyaan saya, mohon maaf karena agak panjang, karena pada masa pandemi covid seperti ini yang kebanyakan dirumah saja dan semuanya serba online, jadi ya sehari-hari kerjanya main gadget doang dan kemudian lama-lama mulailah overthinking karena terlalu banyak membaca komentar-komentar di sosmed. Tapi ya saya bertanya juga supaya saya tidak menjadi "salah melangkah". Saya masih muda dan banyak sekali harus belajar, baik tentang toleransi,menjadi seorang manusia, dan lainnya, Sekali lagi sekian, terimakasih

JAWABAN

1. Membaca ramalan tidak masalah asal kita tetap meyakini bahwa Allah lah yang menentukan segala sesuatu. Larangan dalam hadis itu dalam konteks apabila kita percaya para ramalan itu semata, bukan pada Allah.
Baca detail:
- Hukum Percaya Ramalan 

- Hukum Percaya Ramalan
- Hukum Percaya Ramalan 


2. Menghormati kepercayaan atau agama orang lain bukan berarti mengakui kebenaran agama mereka. Melainkan titik beratnya adalah untuk menunjukkan akhlak mulia seorang muslim dalam hidup bersosial. Termasuk juga ketika muslim mengucapkan selamat natal itu tidak otomatis mengakui kebenaran agama nasrani dan oleh karena itu ulama kontemporer membolehkan ucapan selamat natal bagi yang punya kedekatan dengan nonmuslim. Baca detail: Hukum Ucapan Selamat Natal  


3. Tasyabuh yang dilarang adalah apabila menyerupai non-muslim dalam masalah ibadah. Di luar itu tidak masalah. Termasuk mngucapkan selamat hari raya non-muslim bukan bagian dari tasyabuh karena bukan bagian dari ibadah. Beda halnya kalau kita ikut ritual/upacara natalnya. Baca detail: Halal Haram Menyerupai Orang Kafir 

التعليقات

جميع الحقوق محفوظة

Konsultasi Syariah Islam Al-Khoirot (KSIA)