Hukum talak sharih secara tertulis

Hukum talak sharih secara tertulis dia punya istri dua nah kebetulan lagi benterok istrinya yg prtama trus kita pada ke tmpat istrinya yg prtama buat
Hukum talak sharih secara tertulis

as.wr.wb

ustd ana mau bertanya, ini kejadiannya sudah lama sekali

ustd dulu ada problem mertua ana

dia punya istri dua nah kebetulan lagi benterok istrinya yg prtama trus kita pada ke tmpat istrinya yg prtama buat damaikan , singkat crita istri prtamanya mau damai , selang beberapa lama sms lah istri keduanya ktnya mau minta itu lah....

(C....., maaf saya singkat karena takut waswas)

trus ana bilang gak usah di balas kalau minta kayak gitu.

tapi ipar ana yg prmpuan bilang emang bisa lewat sms bukannya km bilang gk ya lewat sms.. dia tanya begitu ke ana..

"trus ana bilang kalau dia bisa berlafas maka wajib dia brlafas"

sprti yg ana denger ceramah ustad azahar idrus begitu aja sih ana bilang dan itu yg ana tau waktu itu ilmunya yg pernah ana denger di youtube ceramahnya..

nah yg jadi prtanyaan ana itu salah ndk ana jawab bgitu dosa gak ana ustd soalnya ana jawab sesuai apa yg baru ana denger dari ceramah ndk trlalu mendetail ustad.. itu bagaimna ustd ?

ini link ceramahnya salah satunya yang ana denger ustad azhar idrus dari malaysia , jadi mohon di buka dulu link ceramahnya ustad azhar idrus ini ustad jadi bisa di mengerti apa yang saya sampaikan.. https://youtu.be/IlUuEuv5H4k

kalau salah mau jelasin ke mertua kalau itu salah yg ana sampaikan sudah terlanjur lama sekali takutnya dia gak ngrti entr bagaimna ustad ? tapi ana hanya sampaikan sesuai dengan yang saya dengar itu ustad dari ceramah ustad azhar itu ustad dan takutnya dia sudah lupa persoalan itu. itu yang jadi beban pikiran jadinya saya takut salah penyampain dan dosa..

mohon penjelasaanya.. dan berikan solusinya ustad

trimakasih wasalam...

JAWABAN

Kami sudah menonton link di youtube soal pernyataan ustad Azhar bahwa "cerai secara tertulis itu tidak sah".

Respons kami: jawaban ustadz Azhar itu ada benarnya. Namun juga ada tidak benarnya. Dengan kata lain, dalam soal ini ada dua pendapat di dalam madzhab Syafi'i. Talak sharih yang ditulis, sama saja di SMS atau medsos, hukumnya menjadi talak kinayah. Dan bisa jatuh talak apabila disertai niat cerai saat menulis kalimat tersebut.

Pendapat lain, yakni pendapat Imam Syafi'i dalam qaul qadim, menyatakan tidak jatuh talak sama sekali dan disamakan dengan isyarat. Baca detail: Cerai dengan Isyarat bagi yang bisa bicara

Menurut Imam Nawawi, pendapat pertama yang sahih.

Imam Nawawi dalam kitab Al-Majmuk 17/349 menyatakan:

إذا كتب طلاق امرأته بلفظ صريح ولم ينو لم يقع الطلاق، لأن الكتابة تحتمل ايقاع الطلاق وتحتمل امتحان الخط، فلم يقع الطلاق بمجردها، وإن نوى بها الطلاق ففيه قولان، قال في الإملاء: لا يقع به الطلاق لأنه فعل ممن يقدر على القول فلم يقع به الطلاق كالإشارة، وقال في الأم هو طلاق وهو الصحيح


Artinya: Apabila suami menulis kata talak pada istrinya dengan lafadz yang sharih (eksplisit) tapi tidak berniat talak maka perceraian tidak terjadi. Karena tulisan itu ada kemungkinan untuk bercerai dan ada kemungkinan hanya berlatih menulis, maka talak tidak terjadi hanya karena tulisan saja. Apabila niat talak, maka ada dua pendapat. Imam Syafi'i berkata dalam kitab Al-Imla' (qaul qadim): tidak jatuh talak karena itu perbuatan orang yang mampu berbicara maka tidak terjadi talak sebagaimana talak dengan isyarat. Kedua, Imam Syafi'i berkata dalam kitab Al-Umm (qaul jadid) bahwa talaknya sah. Ini pendapat yang sahih (dalam mazhab Syafi'i).

Kesimpulan: yang manapun pendapat yang diambil sama-sama benar. Namun pendapat Imam Syafi'i dalam Al-Umm itu lebih sahih menurut Imam Nawawi.

TALAK TERTULIS TIDAK SAH?

1. jadi tidak salah saya memberikan jawaban waktu di tanya seperti pertanyaan saya di awal oleh ipar saya itu ustad ?

2. A.kemarin juga ana mau bilang yaAllah pelan2 sambil ana tutup satu telinga ana jadi kedengeran kita ngomong biar pelan kyk apa, malah lewat lagi lintasan mau bilang T itu ustd padahal ana gerakin lidah aja mau bilang yaAllah bgitu ustd , itu gak kan ustd ? jadi cuman gerakan lidah aja malah lewat dia kayak sengaja gitu lintasan T itu . dan ana pun gak dengar.

B.pas solat juga kadang kalau lagi baca apa gitu kadang lewat kalimat itu jadi ana kadang kalau solat suka kerasin bacaan ana ustad takut ana waswas apakah itu terucap atau tidak. kadang kalau jamaah malu ana kalau agak keras baca alfatihanya jadi makmum ini di karenankan waswas itu suka lewat ustad tapikan kalimatnya tidak ada objek jugakan ustad ya jadi tidak kenak ?

mohon diberikan solusinya ustad.. trimakasih banyak

JAWABAN

1. Tidak salah.

2. A dan B tidak ada dampak hukum apapun.

Baca detail:
- Lintasan hati ingin talak tidak berdampak
- Hukum talak dalam hati
- Hukum lintasan hati
LihatTutupKomentar