Sunday, September 08, 2019

Ibu Selingkuh Dengan Kepala Desa


IBU SELINGKUH DENGAN KEPALA DESA

assalamualaikum. saya Nurul Qur'aeni Irwan, Mahasiswa Pendidikan Kedokteran semester satu. saya anak pertama dari 3 bersaudara. belum lama ini, ayah saya meninggal dunia. berbagai macam masalah saat ini saya hadapi.

mulai dari masalah kuliah saya, namun semsester satu telah saya lewati, dan alhamdulillah hasilnya baik. namun, saya tidak tau apa yahng harus saya lakukan. saat saya pulang ke rumah, saya menyadari bahwa ibu saya memiliki hubungan asmara dengan bapak kepala desa yang merupakan paman dari almarhum ayah saya.

awalnya, saya selalu menangis sendirian, saya selalu mencurigai ibu saya, saat ibu saya diam-diam sering menelepon orang tersebut. saya merasa berdoa kepada ibu saya telah memikirkan, telah berprasangka buruk kepada ibu saya tanpa ada bukti yang jelas. namun saat terakhir kali ibu saya ke kostan saya, ibu saya bersama dengan pak kepala desa tersebut. saya benar-benar sangat marah namun sangat sedih pula, saya tidak tau harus melakukan apa.

ibu saya berusaha menutup-nutupi kesalahan dengan membuat berbagai alasan. "nak, bisakah kau memanngil bapak kepala desa masuk ke kostanmu? beliau yang mengantar ibu kesini. kebetulan tadi saya dengan beliau ketemu dan tujuan kami sama. dan setelah ini kami akan menjemput istri bapak kepala desa untuk pergi melayat" kata ibuku.

namun, saat itu saya mulai curiga. kenapa ibu selalu berbohong kepada saya. saya tidak tau harus melakukan apa. sampai saat ini saya belum melakukan tindakan, saya sangat takut durhaka kepada ibu saya. namun, saya sangat merasa kasihan kepada adik-adik saya yang masih kecil. sikap ibu saya di rumah memang berubah, saya sering mendapati ibu saya diam-diam menelepon, dan satu waktu saya mendpati panggilan keluarnya yang tak lain adalah bapak kepala desa tersebut.

ibu saya juga sering menyembunyikan hpnya seolah-olah dia menyimpan sesuatu di dalamnya. sekedar informasi bahwa ibu saya merupakan ibu rumah tangga, namun setelah ayah saya meninggal. ibu saya terpaksa menjadi tulang punggung keluarga, beliau kerja berdagang jilbab dan pakaian.

mohon, solusinya. saya tidak tau lagi harus kepada siapa saya mencurahkan segala isi hati dan permasalahan saya. saya tidak tau bagaimana cara menghadapinya. saya juga tidak punya teman-teman yang dapat saya tempati curhat. ini menyangkut privasi saya, saya sangat malu jika memang benar itu terjadi kepada ibu saya. saya sangat malu menceritakan hal tersebut kepada teman saya. mohon solusinya. mohon bantu saya.

JAWABAN

Tugas setiap muslim adalah melakukan amar makruf (perintah kebaikan) dan nahi munkar (mencegah kemungkaran). Cara nahi munkar ada tiga macam yaitu dengan tangan, dengan lisan dan dengan mengingkari dalam hati. Maka, yang perlu anda lakukan dalam menyikapi kasus ibu anda adalah dengan memilih salah satu dari ketiga cara nahi munkar tersebut sesuai dengan kemampuan mental anda. Kalau bisa dengan lisan, maka nasihati ibu anda agar menghentikan perbuatannya. Kalau tidak mampu, maka anda cukup mengingkari perbuatan beliau dan tidak menirunya. Baca detail: Amar Makruf Nahi Munkar


Pada waktu yang sama, tetaplah taat dan hormat pada beliau. Taat pada orang tua tetap wajib selagi perintahnya tidak berkaitan dg maksiat. aca detail: Hukum Taat Orang Tua

NIAT DALAM IBADAH

Assalamualaikum, saya mau tanya nih ustadz, saya bingung tentang niat, seperti ini ketika wudhu kan kita harus niat dalam hati, tetapi jika kita mau wudhu tanpa mengucapkan niat wudhu di lisan atau pikiran kita tepat sebelum wudhu, tetapi kita sadar dan tahu jika kita ini akan wudhu agar bisa sholat gitu, itu sudah dianggap sudah niat atau belum ya, soalnya saya pernah baca kalau niat itu secara otomatis datang, seperti kalau minum ya otomatis udah niat minum gitu gak perlu ada niat "aku akan minum" begitu, jadi apakah tidak masalah jika kita mau wudhu tanpa ada niat "aku niat wudhu untuk menghilangkan hadats kecil karena Allah ta, ala" tetapi cuma punya keinginan untuk wudhu dan akan wudhu agar sholat sah dan diterima, dan apakah wudhu tersebut bisa menghilangkan hadats kecil juga ustadz meski niat nya hanya dengan keinginan akan wudhu untuk sholat tanpa ada kata kata "untuk menghilangkan hadits kecil"
Mohon bantuannya untuk mengatasi keraguan ini
Wassalmaualaikum

JAWABAN

1. Dalam ibadah, niat hukumnya wajib diungkapkan dalam hati dan sunnah diucapkan secara lisan juga. Namun demikian, tidak semua wajib diungkapkan dalam niat. Lebih detail lihat artikel di link berikut:
- Niat Sebelum Perbuatan
- Waktu Niat Ibadah
- Cara Niat

QADHA PUASA

assalamualaikum,saya ingin bertanya mengenai qadha puasa,saya pernah tidak berpuasa selama sebulan penuh karena saya sedang nipas, sampai datang tahun berikutnya saya belum mengqadha karena menyusui,

pertanyaan saya
1. apakah boleh jika saya mengqadha setelah saya berhenti memberikan asi?
2. kemudian bagaimana perhitungan jumlah hari yang harus dikodo apakah menjadi berlipat setiap tahunnya?

mohon jawabannya terima kasih.wassalam

JAWABAN

1. Boleh. Ibu tidak puasa karena menyusui ada dua kategori:
(a) Tidak puasa karena takut atas kesehatan dirinya seperti akan berakibat sakit maka boleh tidak berpuasa dan wajib meng-qadha tanpa harus membayar kafarat/fidyah.
(b) Tidak puasa karena kuatir akan kesehatan anaknya seperti takut sedikitnya ASI (Air Susu Ibu), ia boleh tidak puasa Ramadan tapi wajib mengganti (qadha) dan membayar kaffarah/fidyah 1 (satu) mud untuk setiap hari yang ditinggalkan.

Adapun hutang puasa karena nifas, maka harus diqadha. Dan apabila qadhnya itu dilakukan pada tahun berikutnya, maka selain qada puasa juga harus membayar fidyah setiap hari puasa yang ditinggalkan. Kaffarah/fidya berupa memberi makan orang miskin 1 (mud)/6.75 ons beras setiap hari. Baca detail: Puasa Ramadhan

2. Tidak berlipat. Sama dengan jumlah hari yang ditinggalkan. Hanya saja kalau melewati tahun, maka selain qadha puasa juga harus membayar fidyah (lihat poin 1). Baca detail: Puasa Ramadhan

BERPAKAIAN MENGIKUTI TREN FASHION

assalamualaikum wr. wb.
mohon maaf ustad, saya ingin bertanya. Bagaimanakah hukumnya seorang pria yang bergaya dalam berpakaian semisal mengikuti trend fashion, mengenakan celana pensil dan memakai pakaian bermerek supaya tampil keren dan lebih percaya diri? terimakasih atas jawaban yang diberikan ustad.
wassalamualaikum wr. wb.

JAWABAN

Tidak ada larangan mengikuti tren pakaian dengan syarat: (a) tidak membuka aurat; dan (b) tidak untuk kesombongan. Bukan untuk bermegah-megahan. Berpakaian dengan niat untuk menyombongkan diri hukumnya haram. Baca detail: Hukum Isbal


MENGATASI KESUSAHAN

Assalamualaikum wr.wb
Mohon maaf saya ingin bertanya, bagaimana solusinya ketika kita sedang di landa kesulitan dan kesusahan dalam hidup menurut ajaran dari Rasullah SAW.
Mohon jawabannya. Terima kasih
Wassalamualaikum wr.wb

JAWABAN

Yang harus dilakukan adalah sbb:
(a) Berpasrah diri dan tawakal pada Allah dengan meyakini bahwa ini adalah takdirnya sebagai bentuk ujian pada hambanya yang taat dan sebagai hukuman pada hambaNya yang berbuat maksiat dan peringatan untuk bertaubat;
(b) Tetap yakin pada kuasa Allah bahwa apabila kita terus berusaha dan berdoa maka Allah akan memberikan jalan keluarnya.

Doa lancar rejeki Baca detail: Doa Lunas Hutang dan Lancar Rejeki

FILM

misal ada film yang memiliki beberapa episode dan ada salah satu episode yang memiliki adegan menghina Agama Islam.
1. saya sebagai seorang yang beragama Islam,apa yang harus saya lakukan?apakah saya harus menghapus seluruh episode film tersebut atau saya harus menghapus seluruh unsur yang ada di film tersebut seperti menghapus lagu,gambar yang berkaitan dengan film tersebut atau saya menghapus episode yang memiliki adegan menghina Agama Islam atau bagaimana?

JAWABAN

1. Anda di film itu sebagai apa? Kalau hanya sebagai penonton, maka cukup tidak usah nonton. Kalau sebagai distributor film atau punya CD/DVD-nya, maka hendaknya menghapus bagian adegan yang menghina Islam. Ini sebagai bentuk nahi munkar. Baca detail: Amar Makruf Nahi Munkar

Anak Terbelakang Mental Junub, Wajib Mandi Besar?

ANAK TERBELAKANG MENTAL JUNUB, WAJIB MANDI BESAR?

Assalamualaikum,

Saya A, saya punya adik yg memiliki keterbelakangan mental. Umurnya sekarang 18 tahun dan kemaren saya lihat di celananya ada bekas sperma.

1. Menurut dokter spesialis kejiwaan, umurnya yang sekarang 18 tahun namun sifat mentalnya masih setara anak 4 tahun. Fisiknya berkembang normal seperti anak pada umumnya dengan tinggi 169cm dengan berat 66kg. Dia tidak bisa mandi sendiri ataupun membersihkan diri sendiri -kencing atau buang air besar, saya yang membasuhnya. Dia bisa diajak komunikasi sederhana dan kegiatan sederhana lainnya layaknya anak umur 4 tahun. Untuk wudhu pun, saya biasanya tuntun doanya dan dia mengikutinya, namun setelah itu saya yg membasuh bagian tubuhnya. (Apakah hal ini bisa mensucikannya?)

2. Dia kan sudah mengeluarkan sperma, yang ingin saya tanyakan: bagaimana cara mensucikannya?

3. Kmaren saya tuntun dia doa mandi besar, kmudian saya mandikan seperti biasanya. Apakah yang saya lakukan bisa mensucikannya juga?

Mohon dijawab, atas bantuannya saya ucapkan banyak terima kasih.

Wassalamualaikum

JAWABAN

1. Apabila menurut dokter demikian keadaan mental adik anda, maka dia termasuk dalam kategori yang sama dengan anak kecil dan tidak berakal sehat (Arab: al-aqil) dalam arti tidak ada kewajiban agama yang harus dilakukannya. Dia tidak wajib shalat, tidak wajib puasa, dan dikeluarkan dari kewajiban2 Islam lainnya. Karena dua syarat orang yang dibebani kewajiban syariah adalah (a) baligh [al-bulugh] dan (b) berakal sehat [al-aql] (Lihat, Al-Jaziri dalam Al-Fiqh alal Madzahib Al-Arba'ah, hlm. 1/178)

Syaikh Abdul Majid Athallah, mufti Betlehem Palestina, menyamakan orang yang menderita keterbelakangan mental (al-mutakhollaf aqliyyan) dengan sakit jiwa (junun). Ia berkata: المتخلف عقليا كالمجنون (Anak yang terbelakang mental itu seperti majnun).[1]

Oleh karena itu, anda tidak perlu repot menuntunnya untuk berwudhu atau shalat karena tidak ada kewajiban bagi dia untuk melakukan itu semua.

Namun apabila ada najis di tubuhnya, seperti najis kencing atau kotoran, maka sebaiknya anda bersihkan sebagaimana layaknya menyucikan najis yang berlaku umum agar supaya najisnya tidak menular pada orang lain. Baca detail: Najis dan Cara Menyucikan

2. Sperma itu hukumnya suci. Tidak perlu disucikan. Tapi perlu dibersihkan dari tubuhnya. Dan karena dia tidak ada kewajiban shalat, maka tidak perlu mandi besar. Baca detail: Cara Wudhu dan Mandi Junub

3. Bisa, tapi tidak perlu. Karena, seperti yang disebut di atas, dia bukan mukalaf. Jadi, tidak ada kewajiban syariah bagi dirinya. Dia baru wajib melaksanakan syariah apabila dengan ijin Allah diberi kesembuhan dari penyakitnya suatu hari nanti. Amin.

------
[1] Lihat: https://sites.google.com/site/ayatmasre1/56

ANAK INGIN NIKAH, ORANG TUA TAK BERI IJIN

Assalamualaikum ustadz. Ana wanita 24 tahun, mau tanya bagaimana hukumnya kalau ana bilang sama orang tua ana ingin menikah dan minta tolong sama orang tua ana untuk mencarikan imam yang pas bagi ana tapi jawaban orang tua ana menyakitkan hati ana ustadz. Mereka seolah belum mengizinkan ana membina rumah tangga karena mereka pikir ana belum siap. Padahal ana ingin menikah untuk menjaga diri ana dari fitnah di zaman sekarang dan takut terjebak dalam hubungan yang salah.

Masalah kesiapan insyaallah ustadz ana sudah mulai belajar-belajar ilmu rumah tangga ustadz dan ana juga akan berusaha jadi istri yang baik bagi calon imam ana nanti. Ana harus bagaimana ustadz, ana sendiri tidak punya kenalan lain yang bisa membantu ana mencari calon pasangan ana dan hanya bisa mengandalkan kedua orang tua ana karena ana cukup tertutup dengan lawan jenis ustadz. Tapi orang tua ana seperti tidak percaya ana bisa menjadi istri melihat sikap ana di luar masih seperti anak kecil sementara dari dalam diri ana sudah siap dan kuat niat untuk menikah.

1. Bagaimana hukumnya seperti ini ustadz?
2. Karena seperti ini terlintas di pikiran ana untuk tidak menikah saja, apa ana salah ustadz.

Tolong solusinya dari ustadz. Syukron.

JAWABAN

1. Kalau orang tua tidak mau mendengarkan permintaan anda, maka sebaiknya anda meminta bantuan pada tokoh yang dikenal baik dan dipercaya oleh orang tua anda. Sampaikan tujuannya dan insyaAllah orang tua anda akan berfikir lebih serius atas permintaan anda tersebut. Pada waktu yang sama, rubahlah sikap dan pembawaan anda agar tampak lebih dewasa supaya orang tua percaya bahwa anda serius dan sudah waktunya menikah. Baca: http://www.fatihsyuhud.net/wanita/

2. Menikah itu sunnah. Maka sebaiknya anda menikah kalau sudah menemukan calon pasangan yang baik. Baca detail: Pernikahan Islam

BINGUNG TENTANG DOKTRIN PEMBATAL KEISLAMAN WAHABI

Assalamualaikum warrahmatulahi wabarakatuh

Pak ustad yang dirahamati allah, saya ingin bertanya dan mencari solusi atas apa yang saya tidak mengetahui. Diantara banyaknya pembatal keislaman saya terkadang bingung apakah saya melakukan salah satunya atau tidak. Sebagai contoh misalnya salah satu pembatal keislaman adalah membenci ajaran islam, bersendaguaru ajaran islam dan seterusnya ,

Saya mengetahui betul hukum dan akibatnya, yang saya tidak mengetahui adalah jika tiba - tiba saya dihadapi dengan situasi yang saya tidak tahu apakah perbuatan ini termasuk pembatal keislaman diatas atau bukan, dan setelah itu selalu berfikir apakah seperti ini bersendagurau yang mengakibatkan kafir, apakah seperti ini termasuk membenci ajaran islam, sering sekali saya dihadapi situasi seperti itu, sampai saya lupa perbuatan apa saja yang saya takutkan telah mencapai batas pembatal keislaman.

Seandainya saya mengetahui dengan jelas misal suatu perbuatan termasuk pembatal keislaman tentu saya tidak akan melakukannya, tetapi yang jadi masalah adalah saya tidak mengetahui perbuatan perbuatan yang saya bingungkan termasuk pembatal keislaman atau bukan. Hal ini mengakibatkan kadang saya berpikir telah murtad lalu bersyahadat masuk islam, tetapi kedepannya tiba tiba saya sedih karena saya belum tentu murtad, lalu saya meyakinkan bahwa saya tidak murtad, dan berulang ulang seperti itu.

Dan sedihnya lagi bahwa taubat orang yang murtad berulang ulang ulama madzhab berbeda pendapat , saya sedih jika ( misal saya murtad berkali kali ) nauzubillahiminzalik dosanya tidak diampuni, merasa menggantung karena beda pendapat sedangkan saya tidak mengetahui murtad atau tidaknya, bahkan saya takut murtad karena menulis "saya sedih karena perbedaan madzhab tentang bertaubatnya orang murtad berulang ulang" dan sering saya menghadapi hukum perbuatan yang juga masih bingung. Terimakasih.
Wassalamualaikum warrahmatulahi wabarrakatuh.

JAWABAN

Pembatal keislaman yang anda pernah baca kemungkinan adalah 10 Pembatal Keislaman yang dibuat oleh Muhammad bin Abdul Wahab pendiri Wahabi Salafi yang radikal. Doktrin ini membuat banyak umat yang tidak tahu bahwa doktrin itu adalah doktrin radikal menjadi bimbang dan was-was. Padahal pandangan tersebut masih menjadi perdebatan dan perbedaan di kalangan para ulama Ahlussunnah.
Baca detail:
- 10 Pembatal Keislaman
- Tawassul
- 10 Pembatal Keislaman 3 s/d 10

Anda tidak perlu diliputi rasa was-was. Pelanggaran yang dilakukan karena ketidaksengajaan dan ketidaktahuan tentang suatu masalah agama itu dimaafkan oleh Islam. Baca: http://www.alkhoirot.net/2015/12/hukum-melakukan-perkara-haram-karena.html

Keluarga Nu Menyekolahkan Anak Di Sekolah Muhammadiyah


KELUARGA NU MENYEKOLAHKAN ANAK DI SEKOLAH MUHAMMADIYAH

Assalamualaikum..
Sy ingin konsultasi mengenai bacaan sholat.anak saya sekolah di TK islami yang mnurut saya lebih baik dr pada TK umum.

Karena pada umur sekolah TK sdh diajari sholat, hafalan juz amma, doa sehari2 dan iqro. Oleh karena itu sya trtarik menyekolahkan anak saya kesana.

Akan tetapi ada satu hal yang mengganjal di hati saya. Ketika sy mndapatkan buku panduan sholat dengan bacaan yg berbeda dg yg saya gunakan slama ini. Perbedaan sbnrnya bukan di bacaan yg wajib. Tp hanya di bacaan sunah sprti iftitah. Stelah sy cri tahu trnyata bacaan tersebut dipakai oleh jamaah muhammadiyah. Sedangkan saya n kluarga orang NU.

Bagaimana sya menyikapinya?apakah hal ini trmasuk hal penting yg hrs sy perhatikan atau abaikan karena anak masih kecil? Mohon pencerahannya karena mnjadi perdebatan dikluarga saya
Wassalamualaikum

JAWABAN

Akan lebih ideal kalau anda sekolahkah di sekolah Islam yang dikelola oleh kalangan Nadliyin (NU). Kalau di tempat tersebut tidak ada, maka memasukkan ke sekolah umum itu lebih baik. Dan kalau bisa sorenya dingajikan di musholla atau masjid milik NU.

Mengapa ini penting? Karena ormas NU itu didirikan salah satu sebabnya adalah untuk menghadapi sikap kontroversi yang dilakukan oleh gerakan Salafi Wahabi yang berbeda aqidah dengan kita (Ahlussunnah Wal Jamaah). Salafi Wahabi masuk ke Indonesia dalam berbagai bentuknya antara lain dalam ormas Muhammadiyah, Al-Irsyad, Persis, di samping dalam bentuk yang asli yang menyebut dirinya sebagai Salafi. Baca detail: Beda Wahabi, HTI, Jamaah Tabligh dan Syiah

Kalau anda teruskan menyekolahkan di situ, maka dikuatirkan akan terjadi ketidakharmonisan antara anak anda dengan orang tua dan saudaranya yang lain. Terutama terkait masalah-masalah yang sebenarnya sepele tapi dianggap besar oleh mereka seperti tahlil, ziyarah kubur, qunut, tarawih, selametan, dll. Baca detail: Gerakan Wahabi dan Ulamanya

WAS-WAS TENTANG TALAK

Assalamualaikum wbt. Saya ingin bertanya:-

Diri saya sudah lama dibelenggu dengan masalah was was. Kadang-kadang, datang, kadang-kadang hilang.

Kerap kali terjadi dalam diri saya, apakah saya pernah melafazkan talak. Saya pernah bertanya kepada isteri, dan dia menyatakan tak pernah.

Lalu, timbul pula dalam fikiran, adakah saya pernah melafazkannya seorang diri? Saya pernah membaca, jika lafaz seorang diri, tetap akan jatuh.

Baru-baru, saya berasa was-was samada saya telah ucapkan lafaz itu dihadapan anak saya berumur 3 tahun. Saya periksa dalam cctv di rumah saya, tapi saya tak dengar apa-apa lafaz. Ia terus belenggu hati saya, sehingga kan keesokan hari, semasa saya dukung anak kedua saya (umur 7 bulan), tiba-tiba saya teringat akan hal semalam, menyebabkan saya cuba untuk mengungkap dengan mulut saya lafaz itu. Saya (saya rasa saya lafaz sebegini) :- "Anak, abah C*****". Bila sampai perkataan C*****, saya tersedar dan cepat2 berhenti berucap.

Bagaimana situasi saya ya, apakah telah jatuh talak?

Jazakallahu khairan

Abu Muhammad,
Malaysia

JAWABAN

Anda sedang mengalami was-was yang melewati batas dalam masalah talak. Hal ini disebabkan karena kekurangtahuan anda pada syariah Islam terkait masalah talak dan hukum perceraian.

Pertama, perlu kami tegaskan bahwa tidak ada talak yang jatuh dari Anda. Kalau anda tidak pernah mengucapkannya pada istri, maka berarti talak tidak terjadi. Kalau anda ragu apakah pernah mengucapkan kata talak atau tidak, maka dianggap tidak pernah terjadi atau dianggap tidak ada. Dalam kaidah fikih dikatakan bahwa "Keyakinan tidak hilang karena keraguan" (اليقين لا يزول بالشك). Maknanya: keyakinan adalah fakta bahwa anda dan istri berada dalam hubungan perkawinan yang sah. Sedangkan "keraguan" adalah perasaan anda tanpa ada bukti bahwa anda pernah menyatakan kata talak. Dalam keadaan demikian, maka yang dianggap adalah keyakinan. Sebagaimana kaidah fikih yang lain menyatakan: "Hukum asal adalah tetapnya sesuatu sebagaimana semula" (الأصل بقاء ما كان علي ما كان). Maknanya, dalam keadaan ragu, maka semua kembali ke hukum asal yakni sahnya pernikahan dan tidak adanya perceraian. Baca detail: Kaidah Fikih

Kedua, perlu diketahui bahwa ucapan talak atau cerai atau pisah yang berakibat jatuh talak itu adalah apabila suami sengaja mengucapkannya pada istri dalam konteks menceraikan. Sedangkan apabila suami mengucapkan kata tersebut dalam konteks bercerita, atau bertanya, maka tidak jatuh talak. Baca detail: Cerai dalam Islam

Semoga was-was anda bisa sembuh dan dapat hidup dengan tenang. Amin.

POLIGAMI

Assalamualaikum wr.wb
Saya seorang perempuan berusia 20 tahun, saya adalah isteri kedua. Kami sudah menikah selama satu tahun Dan saya belum memiliki keturunan.

Saya ingin bertanya, bagaimana hak hak istri yang di poligami? Apakah saya salah jika saya cemburu dengan hal seperti ini, apakah benar jika suami saya lebih mementingkan anak anak nya karena anak anaknya masih kecil dan itu sebagai alasan jika suami saya hanya bisa bermalam di rumah saya satu malam saja.
Dan ia selalu membeda bedakan saya dengan istri pertama nya, dengan ungkapan segi kepantasan.
Dari segi rumah, mobil dan jalan jalan pun di bedakan.
Apapun itu selalu di kaitkan dengan segi kepantasan, karena kita baru menikah dan saya belum mempunyai anak darinya.
Apakah hal seperti ini di benarkan dalam islam ? Mohon penjelasan nya.
Terimakasih.

JAWABAN

Poligami dibolehkan dalam Islam bagi laki-laki sampai maksimal empat istri dengan syarat suami bisa adil (lihat, QS An-Nisa 4:3). Yakni adil dalam giliran menginap, adil dalam memberi tempat tinggal dan adil dalam nafkah. Baca detail: Makna Adil dalam Poligami

Apabila suami tidak berbuat adil, maka ia berdosa. Dan bagi istri ia boleh meminta cerai atau melakukan gugat cerai. Sebagaimana bolehnya meminta cerai pada suami / pasangan yang melakukan dosa. Baca detail: Menyikapi Pasangan Pendosa

Namun kalau istri tetap ingin mempertahankan rumah tangga, maka itupun dibolehkan dalam agama. Pilihan terserah anda. Terlepas dari itu, sebagai istri kedua, anda hendaknya juga menyiapkan mental dan kesabaran untuk menghadapai hal-hal seperti ini. Baca juga: Cara Harmonis dalam Rumah Tangga

Menikahi Pria Yang Sudah Beristri, Bolehkah?



MENIKAHI PRIA YANG SUDAH BERISTRI

Assalamualaikum wr wb

Perkenalkan, saya perempuan lajang, usia 23 tahun, tengah menjalin hubungan dengan seorang pria (24 tahun) yang mana saya kira awalnya juga lajang, ternyata baru jalan beberapa minggu akhirnya terungkap bahwa ternyata dia pernah menikah. Awalnya saya syok, tetapi dia memohon untuk tetap bertahan. Kita tinggal berjauhan, dia merupakan seorang pekerja perusahaan di luar negeri yang kontraknya baru akan habis pertengahan tahun depan dan saya di Indonesia, kita berkenalan melalui sosmed.

Masalah kembali muncul saat dia memberanikan diri untuk memberitahu kepada orang tuanya di Indonesia, bahwa dia hendak menikahi saya saat dia pulang ke Indonesia. Orang tuanya setuju, namun ada permasalahan lain yang muncul.

Selain dia pria yang sudah menikah dan punya 2 orang anak laki2 yang lucu, dia baru talak 3 dengan istrinya (24 tahun). Memang secara agama sudah cerai, tetapi secara hukum belum cerai. Saya hanya bisa diam dan tidak ingin berkomunikasi lagi dengan laki2 tersebut. Karena saya sendiri juga kebingungan langkah apa yang harus saya tempuh.

Saya bukan perempuan pertama yang dekat dengannya setelah dia pisah dengan istrinya. Istrinya di Indonesia tinggal bersama kedua orang anaknya, dan mereka sudah 2 tahun berpisah, bahkan 1 tahun terakhir tidak terjalin komunikasi yang baik dikarenakan sifat istrinya yang selalu mengganggu kenyamanan suaminya. Jadi, talak itu terjadi saat suaminya masih bekerja di Indonesia.

Akhir-akhir ini istrinya berusaha menghubungi saya dan menyuruh saya jauh dari suaminya. Saya berusaha, tetapi saya dan laki2 tersebut sudah terlampau sayang, namun saya berusaha untuk tetap pergi. Disaat itu pula si istri akhirnya sangat gencar berusaha menghubungi teman2 saya dengan membeberkan siapa dia, anak2, dan suaminya, membeberkan foro buku nikah dan kartu keluarga, serta mencap saya sebagai wanita penghancur rumah tangga mereka.

Yang saya tahu, saya bukan wanita yang membuat rumah tangga mereka berantakan. Saya juga bukan orang pertama yang hadir di kehidupan laki2 tersebut. Keretakan rumah tangga mereka sudah terjadi jauh sebelum saya mengenal laki2 tersebut.

Dan baru2 ini saya kembali dihubungi teman lama saya yang mengaku diganggu oleh seorang perempuan, yg tak lain itu adalah istri dari laki2 tersebut, padahal saya sudah berusaha untuk menjauhi laki2 tersebut dan saya tidak ingin diganggu oleh perempuan tersebut. Akhirnya saya daripada salah langkah, memilih untuk membicarakannya kembali pada laki2 itu.

Alhasil, jawaban yang didapatkan adalah bahwa dia akan menceraikan istrinya menggunakan pengacara, karena dia sendiri terikat kontrak di luar negeri dan baru bisa pulang saat kontrak itu berakhir. Dan dia bilang kalau perceraian ini bukan karena masalah ini atau masalah orang lain, tetapi murni dikarenakan masalah yang terjadi antara dia dan istrinya tersebut.

Dan saya sangat ketakutan karena saya takut dituduh bahwa saya lah penyebab bercerainya dia dan istrinya. Namun yang saya tahu, dia sudah talak 3, tidak ada komunikasi, dan uang yang dikirimkannya setiap bulan semata-mata hanya untuk membiaya anak yang diasuh oleh istrinya tersebut hingga sampai saat ini. Dan saat dia pulang, dia hendak mengambil hak asuh anaknya dan ingin menikahi saya, serta ingin membangun rumah tangga di dekat tempat saya tinggal.

Saya dan istri (beserta anak2nya) tinggal di pulau yang berbeda.

1. Salahkah saya mencintai pria tersebut dan berharap bahwa saya akan dinikahi oleh nya. Saya tahu beberapa (saya harap ke depannya akan lebih banyak belajar lagi) permasalahan yang terjadi antara dia dan istrinya tersebut sehingga dia menjatuhkan talak berkali-kali bahkan sampai membuatnya tidak ingin berkomunikasi dengan istrinya karena setiap berkomunikasi, selalu membuatnya emosi, padahal di awal percakapan selalu bilang "bicara baik2 dan jangan membuatku emosi". Dan saya juga siap untuk belajar dan belajar menjadi calon istri yang baik serta akan berusaha merawat anak2nya seperi anak saya sendiri.

2. Dan berdosakah saya karena akhirnya saya dipandang oleh siapapun yang hanya melihat kasus ini dari luar, saya ada perusak rumah tangga orang dan penyebab dia bercerai. Padahal kenyataannya tidak demikian. Bukankah walaupun mereka baikan pun tidak akan bisa bersama kembali karena memang hukum talak hingga 3x tersebut mengharuskan mereka bercerai.

3. Dan saya yakin orang tua saya akan keberatan atas pilihan calon suami saya, walaupun laki2 ini bersedia untuk berusaha meminta restu orang tua saya, karena dia tidak ingin pernikahan kami tidak direstui. Sedangkan restu dari orang tua laki2 ini sudah didapatkan dan dia menerima baik saya. Saya dan laki2 ini sama2 berpendidikan dan mempunyai pekerjaan yang cukup baik di perusahaan. Namun karena perasaan ini yang membuat kami akhirnya berusaha memperbaiki keadaan yang sudah terlanjur terjadi.

Dan bagaimana Islam memandang sikap saya?

Wassalamu'alaikum wr wb

JAWABAN

1. Tidak ada yang salah dengan mencintai dan hendak menikah dengan pria yang sudah bercerai dengan istrinya. Hukum menikah adalah sunnah. Baca detail: Pernikahan Islam

2. Kalau faktanya seperti yang anda ceritakan, maka tidak ada dosa bagi anda walaupun banyak fitnah terhadap anda. Dosa itu terjadi apabila anda melakukan perbuatan sesuatu yang dilarang Allah. Bukan karena ada fitnah. Justru yang memfitnah anda itu yang berdosa besar pada anda. Baca detail: Dosa Besar dalam Islam

3. Ushakan anda mendapatkan restu dari orang tua anda. Pernikahan ideal adalah yang saling mencintai dan mendapatkan restu dari kedua orang tua. Namun kalau restu ayah tidak juga didapat sedangkan anda sudah sulit terpisahkan, maka secara syariah anda bisa melakukan pernikahan dengan wali hakim. Baca detail: Wali Hakim dalam Pernikahan

Namun dalam proses menuju pernikahan dan setelahnya tetap harus berusaha melunakkan hati orang tua, meminta pengampunannya dan ridhonya. Baca detail: Hukum Taat Orang Tua


TAUBAT HAMIL DI LUAR NIKAH

Assalamualaikum wr.wb
Ustadz, dulu saya banyak sekali melakukan dosa. Tidak menutup aurat,selalu melawan sama orang tua,sampai saya keluar sekolah sma. Saya pun melakukan dosa yang sangat besar,saya hamil di luar nikah. Dan skrg anak sayan berusia 3 thn, perempuan. Sekarang saya merasa hati saya tidak tenang,selalu di bayang2 i dengan dosa saya di masa lalu yang begitu besar.

1. Saya ingin memperbaiki diri saya ustadz, cara pertama agar dosa zina saya di ampuni oleh Allah Swt dan saya harus melakukan hal apa ?

2. Kemudian saya selalu di bayang2 i rasa takut akan kematian dan azab Allah Swt..
Terima kasih ustadz, mohon jawaban nya.

JAWABAN

1. Cara agar dosa diampuni adalah dengan melakukan taubat nasuha. Baca detail: Cara Taubat Nasuha

2. Allah Maha Pengampun pada hambaNya yang bertaubat dan memperbaiki diri. Tidak perlu takut kematian dan azabNya, selagi anda betul-betul bertaubat dan tidak mengulangi perbuatan itu lagi.


WARISAN: APAKAH CUCU DAPAT BAGIAN DARI HARTA PENINGGALAN KAKEK NENEKNYA?


Assalamualaikum ustadz..

Nenek sy meninggal dunia tgl 15 desember 2015 (suami nenek sudah meninggal lebih dahulu).. meninggalkan 9 anak laki" ataupun perempuan, adapun status ahli Warisnya sbb :

1. Anak perempuan
2. Anak perempuan
3. Anak laki" (alm. Ayah sy yg meninggal lbh dulu dr nenek / 15 april 2013) dan meninggalkan 1 orang istri dan 4 orang anak (perempuan semua)
4. Anak laki"
5. Anak laki"
6. Anak perempuan
7. Anak perempuan
8. Anak perempuan
9. Anak laki"

Pertanyaannya :
1. Bagaimana perhitungannya jika harta peninggalan kakek dan nenek tidak kami ketahui untuk di bagikan kepada ahli waris (anak"nya) ?
2. Apakah saya sbgai cucu / (salah satu anak dr point ahli waris no 3) berhak atas harta tersebut?
3. Apakah ayah saya ( alm. Ahli waris no.3) tidak berhak atas harta ibunya /nenek sy karna meninggal terlebih dahulu darinya?

Sekian itu saja terima kasih..mohon pencerahannya ustad..
Waasalammualaikum wr.wb..

JAWABAN

1. Harta warisan harus diwariskan kepada para ahli warisnya sesuai ketentuan yang berlaku dalam hukum waris Islam. Baca detail: Hukum Waris Islam

2. Cucu tidak berhak mendapatkan warisan selagi masih ada anak kandung. Ini menurut waris Islam. Namun, kalau anda menuntut ke Pengadilan Agama, maka anda akan mendapatkan warisan yang statusnya sebagai pewaris pengganti.

Itu dari segi warisan nenek anda. Adapun dari segi warisan dari kakek anda, maka bapak anda mendapat warisan dari harta ayahnya karena pewaris meninggal lebih dulu dari ahli waris.

3. Ayah anda tidak dapat warisan dari ibunya (nenek anda) karena ayah anda wafat lebih dulu dari ibunya. Namun dia dapat warisan dari ayahnya (kakek anda). Ini secara waris Islam. Baca detail: Hukum Waris Islam

Adapun menurut Pengadilan Agama, maka anda mendapat warisan dari nenek sebagai pewaris pengganti dari ayah anda. Jadi, kalau anda ingin mendapat warisan, anda dapat menuntut hak tersebut ke Pengadilan Agama. Baca: http://www.konsultasisyariah.in/2015/01/khi-kompilasi-hukum-islam.html#2

Tuesday, September 03, 2019

Potong Rambut Saat Junub, Bolehkah?

POTONG KUKU SAAT HAID DAN JUNUB

Assalamualaikum, saya mau tanya, saudara saya itu tanya sama saya tetang masalahnya. Gini masalahnya " saya belum mandi wajib sejak beberapa hari lalu, saya khawatir mau mandi wajib lantaran badan saya banyak bulunya. Saya khawatir kalau ada yang gak kena air lantaran kehalang bulu dibadan saya, terus bagaimana cara / solusinya ? "

Terus yg kedua,
Saya potong kuku saya lupa kalau belum mandi wajib trus saat potong kuku ada sedikit kulit yang ikut kepotong dan terbuang. Bagaimana mandiwajib saya?

Tolong segera dijawab terimakasih.
Wassalamualaikum

JAWABAN

1. Menyampaikan air sampai ke kulit itu wajib bagi siapapun: baik yang berbulu sedikit atau tebal. Namun hal ini tak perlu membuat was was. Asalkan saat menyiramkan air ke tubuh kita dibarengi dengan gosokan tangan di bagian yang berbulu maka itu sudah cukup. Tentang wajibnya sampainya air ke tubuh, Imam Nawawi dalam Al Majmuk, hlm. 2/210, berkata:


وأما النية وإفاضة الماء على جميع البدن شعره، وبشره فواجبان بلا خلاف – أي عند الشافعية - وسواء كان الشعر الذى علي البشرة خفيفا أو كثيفا يجب إيصال الماء إلى جميعه، وجميع البشرة تحته بلا خلاف، بخلاف الكثيف في الوضوء، لأن الوضوء متكرر فيشق غسل بشرة الكثيف، ولهذا وجب غسل جميع البدن في الجنابة دون الحدث الاصغر

Artinya: Menyiramkan air pada seluruh tubuh yakni pada rambut/bulu dan kulit itu wajib. Sama saja rambut/bulunya tipis atau tebal. Maka wajib sampainya air pada seluruhnya yakni seluruh bulu dan kulit di bawahnya. Beda halnya dengan bulu tebal saat wudhu (maka tidak wajib air sampai ke kulit) karena wudhu sering terjadi maka akan sulit membasuh bulu yang tebal. Karena itu, wajib membasuh seluruh badan saat junub tapi tidak saat hadas kecil (wudhu). Baca detail: Cara Wudhu dan Mandi Junub

2. Saat junub atau haid tidak apa-apa memotong kuku atau rambut walaupun ada sedikit kulit yang terbuang. Baca detail: Hukum Potong Rambut dan Kuku Saat Haid

WARISAN PENINGGALAN SUAMI

Assalamualaikum wr wb.

Saya tya, dan saya ingin menanyakan masalah yang terjadi di keluarga saya. Alm mertua saya yang meninggal pd desember 2016, memiliki istri kedua setelah istri pertamanya sudah meninggal dunia pada tahun 2013. Dan meninggalkan ahli waris :
1 istri kedua, 1 anak laki2 dan anak perempuan dari istri pertama dan 2 anak perempuan dari istri kedua.
1. Alm menikah yang kita semua ketahui termasuk anak2nya itu pada tahun 2014. Namun ternyata, di buku nikah mereka tercatat tahun 2010. Dan di tahun tersebut istri pertama masih hidup dan tidak memberikan izin pernikahan mereka. Bagaimana dengan status pernikahan alm dengan istri kedua? Berati pernikahan 2014 hanya kamuflase kah? Apakah dengan adanya ini istri kedua dan anaknya masih berhak menjadi ahli waris?

2. Pada tahun 2013, anak laki2 pertama memiliki aset tidak bergerak berupa motor sport. Dan di tahun 2014 Alm menikah dengan istri kedua. Pada saat anak pertama ingin menjual motor tersebut namun istri kedua tidak terima karena setelah Alm menikah dengan istri kedua (tahun 2014), istri kedua membantu membayar cicilan motor tersebut. Apakah ada hak dari istri kedua walaupun dia merasa membantu cicilan motor tersebut?pdhl harta tersebut di dapat pada saat sblm menikah (2014)

3. Siapakah yg wajib memberikan istri kedua nafkah saat ini?

Terimakasih,
Wassalamu'alaikum wrwb

JAWABAN

1. Secara syariah, ijin istri pertama tidak diperlukan bagi suami untuk menikah lagi. Asal terpenuhi syarat dan rukun pernikahan, maka pernikahan itu sah. Baca detail: Pernikahan Islam

Syarat tersebut adalah berdasarkan peraturan pemerintah. Oleh karena itu, nikahnya sah. Dan istri kedua dan anaknya berhak mendapatkan warisan apabila anak tersebut merupakan anak kandung pewaris. Baca detail: Hukum Waris Islam

2. Kalau istri kedua membantu cicilan itu sebagai hutang, maka sebaiknya dihitung jumlahnya dan dibayar hutangnya. Baca detail: Hutang dalam Islam

Tapi kalau bantuan itu sebagai hibah, maka istri kedua tidak berhak untuk menghalangi si anak lelaki untuk menjual motornya karena sudah menjadi haknya. Baca detail: Hibah dalam Islam

3. Umumnya, Istri yang ditinggal mati suami harus membiayai dirinya sendiri. Kalau dia miskin sedangkan anak kandungnya kaya maka anak kandungnya yang menafkahi.

Tambahan:
Untuk pembagian warisan dalam kasus di atas sbb: (a) Istri kedua mendapat 1/8; (b) sisanya yang 7/8 dibagikan kepada seluruh anak kandung dari istri pertama dan kedua di mana anak lelaki mendapat bagian dua kali lipat dari anak perempuan. Ini dengan catatan apabila orang tua pewaris (ayah/ibu) sudah wafat semua

Baca detail: Hukum Waris Islam

PERNIKAHAN

assalamualaikum ustadz, saya mau bertanya tentang suatu pernikahan. setahun yang lalu saya berbuat zina dengan seorang wanita, setelah sebulan saya mendapat kabar dari wanita tersebut bahwa dia hamil, karena saking panik dan takutnya saya kabur , saya block semua sosmed dan apapun tentang dia , hingga setahun lebih berlalu , kemarin seminggu yang lalu dia mengirim whatsapp ke saya tentang kabar anak saya , dia urus sendiri dan dia sudah besar ustad , disitu hati saya sedih menangis hingga ingin menebus kesalahan saya dimasa lalu ..

1. ustad , apakah boleh saya menikahi nya ?
2. apakah nanti saya bisa menjadi walinya ketika dia sudah menikah ?

mohon di jawab ustad , terima kasihh

JAWABAN

1. Boleh. Baca detail: Pernikahan Pezina yang Belum Taubat, Sah atau Batal?

2. Tidak bisa. Statusnya anda bukan ayah syar'i dari anak biologis anda. Seandainya saat dia hamil itu anda menikahinya, maka anak tersebut sah menjadi anak kandung anda secara syariah. Jadi, dia disebut anak zina. Nasabnya hanya kepada ibunya. Dan antara anda dan dia tidak saling mewarisi. Kalau anak itu perempuan, maka yang jadi wali adalah wali hakim sebagai ganti dari ibunya. Baca detail: Status Anak Zina


HUKUM ORANG TUA MENDOAKAN BURUK ANAKNYA

Mohon penjelasannya,,,ridho Allah adalah ridho orang tua,,tpi bagaimana klo do'a orang tua itu tidak bagus? Karena orang tua saya mengatakan demikian
"Saya tidak ridho,,,kamu punya anak dengan suami kamu"
Padahal kami tidak merasa membuat salah,,hanya saja orangtua marah ketika saya menikah,suami saya tidak membawa apa apa,,dia orang yg tak punya, tapi suami saya orang yg bertanggungjawab
Sampai sekarang umur pernikahan kami hampir 8th,belum punya anak,,,apakah ini ada kaitannya dengan ketidakridhoan ibu saya??terima kasih

JAWABAN

Orang tua harus mendoakan hal-hal baik pada anaknya. Termasuk merestui perbuatan baik yang dilakukan anaknya. Apabila dia mendoakan buruk pada anaknya padahal si anak tidak melakukan kesalahan, maka Allah tidak akan mendengarkan atau mengabulkan doa si ibu/bapak. Kalau ternyata sampai sekarang anda masih belum menimang anak, maka itu karena sebab lain. Silahkan konsultasi ke dokter. Baca detail: Hukum Taat Orang Tua


CARA TAUBAT PEMILIK BARANG BAJAKAN

Assalamualaikum
Saya punya barang bajakan contoh nya film, lagu, spare part kendaraan, pakaian dll yang sifatnya bajakan . yang saya tanyakan bagaimana kita taubat dengan barang bajakan itu ?

JAWABAN

Barang bajakan ada dua tipe: pertama, boleh membeli barang bajakan apabila sangat diperlukan tapi harganya mahal sehingga anda tidak mampu membeli. Seperti software windows, dll. Baca: http://www.alkhoirot.net/2015/08/hukum-software-bajakan-dan-copy-paste.html

Dalam kasus ini, maka anda tidak perlu melakukan apapun terhadap barang tersebut.

Kedua, barang bajakan yang tidak diperlukan, atau diperlukan dan harganya murah tapi anda masih tetap membeli versi bajakan. Barang itu hukumnya haram. Cara taubatnya adalah membuang barang itu kalau tidak ada nilai ekonominya. Kalau ada nilai ekonominya maka hendaknya dijual, atau dan uangnya diberikan pada fakir miskin atau lembaga amal.
Baca detail:
- Cara Taubat Nasuha
- http://www.alkhoirot.net/2012/09/hukum-harta-campuran-halal-haram.html

WASIAT

Assalamualaikum Wr Wb
Saya mau tanya pak Ayah & Ibu saya kan sudah bercerai Nah sebelum bercerai ayah dan ibu saya membuat surat wasiat Yg isi nya Rumah beserta isi nya kami berikan kepada 3 orang anak kami Tp ayah saya nikah lagi pak
1. Apakah anak dari ayah saya bersama istri yg baru nya dapat juga pak?
Sedangkan d dalam surat nya tidak tercantum pak
Terimakasih
Assalamualaikum Wr Wb

JAWABAN

1. Perlu diketahui bahwa dalam syariat Islam, wasiat tidak boleh diberikan kepada ahli waris kecuali atas ijin ahli waris yang lain. Wasiat umumnya diberikan kepada non-ahli waris dan itupun tidak boleh lebih dari 1/3. Baca detail: Wasiat dalam Islam

Jadi, sebaiknya anda meminta pada ayahnya untuk merubah status wasiat itu menjadi hibah. Kalau hibah dibolehkan diberikan pada siapa saja termasuk pada anak kandung. Baca detail: Hibah dalam Islam

Apakah nanti anak dari istri kedua berhak mendapatkan hibah itu, maka itu tergantung dari penyebutan dalam surat hibah tersebut. Kalau disebut seluruh anak kandung, maka anak dari istri kedua termasuk. Kalau disebut secara khusus untuk anak istri pertama, maka anak istri kedua tidak dapat.

Pelopor Dosa Dapat Kiriman Dosa Jariyah

PELOPOR DOSA DAPAT KIRIMAN DOSA

Assalamu'alaykum.

Saya ingin bertanya mengenai suatu hukum Islam tertentu. Jadi begini ustadz, misalkan ada seorang wanita muslimah yang tidak atau belum mau menutup aurat sebagaimana yang diperintahkan oleh Allah SWT, kemudian dia mempublikasikan gambar atau video dirinya yang tidak menutup aurat tersebut di internet dan dapat dilihat oleh para pengguna internet. Pertanyaan saya adalah:

Bagaimana hukumnya apabila nantinya orang tersebut banyak dilihat oleh generasi wanita muslimah lainnya, kemudian dijadikan idola hidup oleh mereka, sehingga mereka meniru semua yang dilakukannya.

1. Apakah Si Wanita itu akan menerima dosa apabila ada generasi muda muslimah yang terpengaruh dan akhirnya mengikuti gaya berpakaian dirinya, yakni tidak menutup aurat? Apakah ini yang dimaksud dengan sesat dan menyesatkan orang lain?

2. Apakah wanita muslimah yang mengikuti jejak langkah wanita yang menyebarkan gambar atau video dirinya tanpa menutup aurat tersebut dapat menuntut diakhirat nanti terhadap orang yang menyesatkannya di dunia ketika Allah mengadakan hisab?

Jazaakumullaah Khayral jazaa'

Wassalamu'alaykum

JAWABAN

1. Ya. si wanita itu juga dapat kiriman dosa dari orang2 yang menirunya karena telah menginspirasi orang lain untuk berbuat dosa. Nabi bersabda hadits sahih riwayat Muslim:

من سن في الإسلام سنة حسنة كان له أجرها وأجر من عمل بها من بعده لا ينقص ذلك من أجورهم شيئا، ومن سن في الإسلام سنة سيئة كان عليه وزرها ووزر من عمل بها من بعده لا ينقص ذلك من أوزارهم شيئا

Artinya: Barangsiapa yang mempelopori kebaikan maka ia mendapat pahala dan pahala orang yang meniru setelahnya. Barangsiapa yang mempelopori kemaksiatan maka dia mendapat dosa dan dosa orang yang menirunya. Baca detail: Dosa Besar dalam Islam

2. Tidak bisa menuntut. Karena pada dasarnya perbuatan dosa yang ditiru tersebut sudah ada panduan dalam syariah atas keharamannya. Yang terpenting bagi si wanita itu adalah bertaubat nasuha dan membuang jejak digitalnya yang tanpa hijab sebisa mungkin. Baca detail: Cara Taubat Nasuha


RUMAH TANGGA TIDAK HARMONIS, KARENA SUMPAH IBU?

Assalamualaikum Ustadz,
Saya mau tanya, dari dulu, hubungan saya dg ortu (terutama ibu) tidak begitu baik. Ibu saya wanita bekerja, kalau pulang kerja dan lelah, apapun yg saya lakukan selalu salah di mata beliau dan keluarlah kata2 sekebun binatang dan kadang2 kalimat semacam kutukan atau laknatan "kok gak mati aja kamu dari dulu", "kamu pemecah belah keluarga", dll banyak sekali yg buruk2. Bahkan kalau beliau sudah capek, cara saya bernapas saja bisa jadi pemicu kemarahan beliau.

Skrg saya sudah menikah dan bersuami, tapi hubungan saya dan suami serta keluarganya tidak begitu baik. Saya dan suami sering cekcok, dg keluarganya juga tdk begitu cocok. Apakah itu ada hubungannya dg kalimat yg pernah ibu lontarkan? Sementara ibu saya bukanlah wanita yg sangat taat terhadap agama. Beliau biasa2 saja. Saya hampir tdk bisa mengingat apakah ortu saya pernah mengajari saya tata cara beragama dg baik. (Ya, saya selalu disuruh sholat tetapi ortu tidak sholat).

Apakah yg harus saya lakukan? Saya ingin hidup damai dg keluarga kecil saya. Tetapi tiap kali ingat kata2 ibu, saya jadi tidak yakin bahwa saya bisa dan pantas bahagia. Apakah Allah mengabulkan doa buruk ibu saya sedangkan dia dlm keadaan lelah bekerja? Apakah itu kutukan?
Mohon pencerahan Ustadz, terimakasih.
Wassalamualaikum.

JAWABAN

Doa orang tua ada pengaruhnya walaupun mereka tidak taat agama. Namun pengaruh doa tidaklah terlalu besar dibanding sebab-sebab faktual. Termasuk dalam rumah tangga. Kalau rumah tangga anda kurang harmonis maka penyebab terbesar adalah berasal dari internal yakni anda dan suami yang tidak atau kurang mampu mengelola konflik secara baik dan dewasa. Baca juga: Cara Harmonis dalam Rumah Tangga

Selain itu, anda harus rajin beribadah wajib dan memohon ampun atas dosa-dosa masa lalu termasuk dosa menyakiti orang tua apabila itu ada. Dan datanglah ke orang tua untuk memohon maaf atas kesalahan masa lalu. Ampunan orang tua akan meringankan beban anda. Baca detail: Hukum Taat dan Berbakti pada Orang Tua

CARA MENGHILANGKAN KUTUKAN IBU

selamat pagi pak ustad, saya mau bertanya jika seorang anak bertengkar dengan ibunya, dalam keadaan marah ibunya menyumpahi/ mendoakan keburukan kepada anaknya. bagaimana cara menghapus/menghilangkan sumpah/laknat dari seorang ibu. terima kasih

JAWABAN

Anak harus berbakti pada orang tua. Berbakti itu lebih dari sekedar taat. Berbakti berarti berusaha selalu menyenangkan hati orang tua. Kalau tidak bisa menyenangkan setidaknya jangan membuatnya sedih atau marah. Baca detail: Hukum Taat dan Berbakti pada Orang Tua

Kalau karena khilaf, si anak dengan sengaja melawan orang tua sampai orang tua marah dan mendoakan buruk, maka harus hati-hati karena doa orang tua itu makbul (mudah diterima Allah). Cara menghilangkan doa buruk mereka adalah dengan memohon ampun pada orang tua. kalau dimaafkan, maka insyaAllah sumpahnya akan hilang. Selain kepada orang tua, jangan lupa untuk bertaubat pada Allah atas dosa melawan orang tua. Baca detail: Cara Taubat Nasuha

HUKUM MEMBUAT WASIAT PADA AHLI WARIS

Assalammualaikum Pak Ustadz.
Saya Jon Fahmi umur 59th , mempunyai 3 orang anak (1 wanita + 2 pria) & 1 istri.
Saya mempunyai 1 rumah yg saya huni bersama di atas tanah hak milik (atas nama saya).
Saya ingin membuat surat wasiat untuk anak-anak saya tentang rumah saya tsb.
Bila saya & istri saya sudah wafat , saya bermaksud memberikan wasiat kepada anak-anak saya agar rumah tersebut dijual saja , lalu hasil bersih penjualan rumah tsb dibagi dibagi 5 (saya 20% , istri 20% , anak pria 24% , anak wanita 12%).
Yang bagian saya , saya akan sumbangkan untuk pembangunan masjid.
Mohon nasihat , bolehkah saya membuat surat wasiat tersebut? Bagaimana hukumnya menurut ajaran Islam ?
Saya ucapkan terimakasih atas nasihat / jawaban Pak Ustadz.

Salam hormat ,
Jon Fahmi.

JAWABAN

Dalam Islam wasiat tidak boleh ditujukan kepada ahli waris. Wasiat hanya boleh dilakukan kepada non-ahli waris. Itupun tidak boleh lebih dari 1/3 jumlah harta pewaris. Baca detail: Wasiat dalam Islam

Sedangkan kepada ahli waris, Islam sudah mengatur pembagiannya sebagaimana terdapat dalam hukum waris Islam. Baca detail: Hukum Waris Islam

Apabila anda ingin membagi harta anda tidak berdasarkan hukum waris Islam, maka itu bisa dilakukan dengan sistem hibah. Akan tetapi hibah harus dieksekusi ketika pemberi hibah masih hidup. Baca detail: Hibah dalam Islam

Jadi, misalnya anda ingin membagi harta anda kepada anak istri secara sama, maka itu dapat dilakukan sekarang dengan transaksi hibah. Apabila itu dilakukan, maka berarti hak milik jatuh harta tersebut jatuh kepada yang diberi dan anda tidak lagi berhak untuk mengelolanya. Kalau toh anda masih ingin tetap mengelola harta tersebut, maka itu bisa dilakukan dengan meminta ijin pada yang punya. Tentu saja si pemilik baru berhak untuk memberi ijin atau menolak. Atau kalau dijadikan modal dagang, maka harus jelas pembagian keuntungannya. Baca detail: Bisnis dalam Islam

PRIA DEWASA MEMAKAI ASI UNTUK OBAT MATA

Assalamu alaikum Pengasuh Konsultasi yang budiman.

Bagaimana hukumnya jika seorang lelaki dewasa menggunakan ASI dari wanita yang bukan muhrim.

ASI tersebut tidak diminum hanya diteteskan ke mata yang sedang memerah sebagai upaya penyembuhan, dan antara keduanya tidak ada kontak fisik maupun tatap mata secara langsung.

JAWABAN

Tidak ada masalah. Tidak berakibat adanya hubungan kerabat sesusuan. Bahkan seandainya pun diminum tidak akan berakibat adanya kekerabatan. karena syarat terjadinya kerabat radha'ah atau sesusuan itu antara lain usia yang meminum tidak lebih dari 2 tahun. Baca detail: http://www.alkhoirot.net/2012/03/radhaah-menyusui-dalam-islam.html

Talak Tiga, Masih Adakah Kesempatan Rujuk?

TALAK TIGA, MASIH ADAKAH KESEMPATAN RUJUK?

assalamu'alaikum,
mohon pencerahan dan solusinya. saya adalah istri kedua. menikah tanpa sepengetahuan istri pertama.sudah 4 tahun kami berumah tangga.pada september 2015 terjadi pertengkaran yang menyebabkan saya tidak mau melayani suami hingga suami marah dan menggauli saya dengan kasar (maaf seperti diperkosa rasanya). setelah itu pergi dari rumah.

keesokan harinya yaitu tanggal 6 september 2015 dia mengirim sms yang isinya" daripada kamu mendapat dosa besar karena menolak suami maka dengan ini kamu saya cerai". tapi 2 hari kemudian tanggal 8 september 2015 dia pulang dan minta maaf karena khilaf telah mengucap cerai dan merujuk saya.

awal Oktober 2015 kami bertengkar lagi dengan masalah yang sama. dia pergi dari rumah dan keesokan harinya, tanggal 4 oktober 2015 dia kirim inbox lewat facebook yang isinya menceraikan saya kembali. 3 minggu kemudian dia pulang, minta maaf dan merujuk saya lagi.

maret 2017 istri pertamanya mengetahui tentang kami. sejak itu suami dan istri pertama hampir tiap hari bertengkar.suami sll pulang dg sejuta keluh kesahnya dan pertengkarannya dengan istri pertama.dia bilang jika istri pertamanya masih tidak mau menerima saya maka dia akan menceraikan kami berdua biar sama-sama adil tidak ada yang memilikinya lagi sebagai suami.

tanggal 28 Maret 2017, istri pertama emosinya tidak bisa dikendalikan dan menyodorkan kertas kepada suami untuk di tanda tangani, yang isinya menceraikan istri pertama dan saya. Setelah tanda tangan suami menelpon saya (di loudspeaker di depan istri pertama) dan mengucapkan "kamu saya cerai, dan kamu (istri pertama) saya cerai juga. adil".

padahal keadaan rumah tangga saya dengan suami baik-baik saja tidak ada pertengkaran sama sekali. 2 hari kemudian dia pulang dan minta maaf kepada saya dan bilang menceraikan saya karena saat itu terpaksa dan merasa tak berdaya dihadapan istri pertama yang sedang emosi di depan anak-anaknya yang menangis ketakutan.

saat emosi tersebut istri pertama hendak menemui saya dan melakukan "sesuatu" terhadap saya. akhirnya suami terpaksa mengucap cerai dengan tujuan meredam kemarahan istri pertama. ada yang bilang talak yang terjadi saat itu batal karena suami berada dalam tekanan. tapi ada juga yang bilang bahwa itu sah karena karena dia dalam keadaan sadar dan tujuannya untuk mencegah "sesuatu" yang akan terjadi pada saya dari istri pertamanya.

Saya dan suami ragu tidak tau bagaimana hukumnya sah ataukah batal? kemudian keluarga saya bilang daripada ragu-ragu mending mundur saja. karena itulah pada awal Juni 2017 dia mengirim inbox lewat facebook yang isinya menceraikan saya untuk ketiga kalinya.tapi setelah itu dia sll terlihat sedih karena merasa telah kehilangan saya selamanya atas 3 kali talak yang telah di ucapkannya tersebut.

yang ingin saya tanyakan :
1. apakah benar sudah terjadi talak bai'n kubro (talak 3) terhadap saya?
2. bukankah makruh menjatuhkan talak kepada istri yang berakhlak mulia dan mengetahui agama? (selama ini saya yang mengajari suami untuk ngaji dan sholat)
3. apakah masih ada kesempatan untuk kami bersama lagi? (saya dan istri pertama sudah baikan dan saling menerima di poligami bila suami masih ada kesempatan dengan saya)
mohon penjelasannya segera.
trimakasih

JAWABAN

1. Berapa talak yang sudah jatuh? Pertama,
(a) September dan oktober 2015 telah terjadi ucapan talak dua kali secara tulisan (SMS dan inbox). Hukum talak via tulisan adalah talak kinayah yang artinya baru terjadi talak apabila disertai niat. Apabila suami ada niat pada kedua kejadian itu, maka telah jatuh talak 2. Baca detail: Cerai lewat SMS

(b) Maret 2017 suami mengucapkan cerai secara terpaksa. Hukum cerai karena terpaksa dan berada di bawah tekanan adalah tidak sah. Baca detail: Cerai karena Terpaksa

Oleh karena itu, seandainya pun pada dua kasus pertama (poin a) suami ada niat cerai, maka berarti statusnya masih talak 2. Oleh karena itu, anda berdua masih bisa rujuk kembali karena pada kasus terakhir (poin b) talak tidak terjadi.

3. Tentu saja ada kesempatan bagi anda berdua untuk rujuk karena baru jatuh talak dua. Bahkan, dalam kasus September dan Oktober 2015 apabila suami mengucapkan cerai itu dalam keadaan emosi, ada pendapat ulama yang menyatakan tidak jatuh talak walau ada niat. Baca detail: Cerai dalam Islam

NIAT MANDI JUNUB UNTUK SEMUA HADAS BESAR

Apakah saya boleh bertanya lagi sedikit?

Apakah jika kita mandi wajib dengan niat mengangkat semua hadas besar maka semua hadas besar yg lalu (bukan hanya saat itu) pun ikut bersih?
mengingat setiap bulan selalu mandi wajib dan selalu diniatkan membersihkan semua hadas besar.

semisal kita tidak ingat mungkin pernah berhadas besar (seperti mani) tp dulu belum tau. tp setiap bulan selalu mandi wajib selepas haid dan niat mengangkat semua hadas besar.
Kalau tidak ingat begitu apa hukumnya?

JAWABAN

Ya, ketika kita mandi junub dengan niat menghilangkan dasar besar, maka semua hadas besar sebelumnya akan hilang. Baca detail: Cara Wudhu dan Mandi Junub

HUTANG YANG DITINGGAL MATI

Assalamualaikum wr.wb.
Selamat siang bapak/ibu,saya ingin bertanya kepada bapak/ ibu.seperti ini ibu saya mempunya teman atau rekab bisnis bapak tsb sudah kami anggap seperti keluarga kami sendiri bukan nya kami mengeluarkan apa kebaikan kami kepada nya tetapi kami hanya minta bantuan jawaban dari bapak/ibu sekalian,

awalnya kami tidak mengenali bpk tsb.sehingga seiring waktu dia menanyakan kpada ibu saya ada yg mau masuk kerja tetapi membayar,karna ibu saya tidk bepikir lama2 lngsung mengatakan iya, awalnya kami tdk tau bahwa dia ingin menipu kami.

ketika rencana iya lancarkan timbul lah permaslahan yg cukup bnyk. lalu ia sakit dan korban2nya langsung meminta uang2 mereka yg telah di ambil tsb bpk itu mengaku iya melakukan untuk kepentingan kluarga sperti membeli mobil untuk anak perempuan nya lantaran sudah berumur tdk menikah jga, pembiayaan anak nyab kuliah,dan merenovasi rumahnya sendri iya memakai uang tsb untuk bersenang2. iya mengatas nama kan ibu saya atas semua ini.

lalu jelang berapa minggu ia sakit ia pun wafat,ketika ia wafat kluarganya enggan atau malu membicarakan masalah hutannya?bukan nya saya mengopek atau membicarakan kebaikan kami, ketika bpk tu sakaratul maut lalu suster yg ada d rs menyarankan untuk dipasangkan pempers saya heranya anak nya tdk menjenguk ttpi istrinya saja lalu ibu saya blg tolog pasang kn pempers ke dia. sang istri pun mengatakan ia merasa jijik lalu apa ia menyuruh kk dan ibu saya memasangkan pempers tsb apakah wajar seorg istri sperti itu?

Jelang bbrpa bulan pun kami pun dtng krmhnya,dngn hebatnya mereka mencaci ibu saya bahwa hutang2 itu bukan tanggungan mereka,kami pun mohon kpda pihak kluarga yg lain pun tdk ingin membantu kluarga mereka sendri karna lesalahan masalalu yg buat istri bpk tu tsb.

pertnyaan saya bagaimana hukumnya jika orang tidak membayar hutang namun meninggal,dan keluarga enggan untuk membayar sepersen pun? Terima kasih
Wassalam.

JAWABAN

Kalau dia punya harta warisan, maka harta warisan itu tidak boleh dibagikan sebelum terlunasi hutang-hutangnya terlebih dahulu.
Baca detail:
- Hutang dalam Islam
- Hukum Waris Islam

Mengatakan Non Muslim Kafir, Bolehkah?

MENGATAKAN NON MUSLIM SEBAGAI KAFIR, BOLEHKAH?

Assalamualaikum pak ustadz saya mau tanya,
1.apakah benar bila kita mau wudhu kita harus meniatkan tangan kita sebagai gayung?agar airnya tidak musta'mal,

2.apakah boleh kita mengatakan kalau orang non muslim adalah kafir?
Atas jawaban pak ustadz saya ucapkan banyak terimakasih
Wassalamualaikum wr.wb.

JAWABAN

1. Tidak benar.
Air yang bekas dipakai wudhu selagi masih menempel di kulit tidak disebut musta'mal. Dan air mustakmal yang sedikit dimaafkan. Baca detail: Hukum Air Suci Terkena Bekas Wudhu

Baca juga: Cara Wudhu dan Mandi Junub

2. Boleh secara syariah. Namun secara sosial itu kurang etis karena membuat mereka tersinggung. Dan kita berkewajiban untuk menjaga perasaan mereka agar supaya mereka menjaga perasaan kita. Dalam QS Al-An'am 6:108 Allah berfirman:

وَلَا تَسُبُّوا الَّذِينَ يَدْعُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ فَيَسُبُّوا اللَّهَ عَدْوًا بِغَيْرِ عِلْمٍ

Artinya: Dan janganlah kamu memaki sembahan-sembahan yang mereka sembah selain Allah, karena mereka nanti akan memaki Allah dengan melampaui batas tanpa pengetahuan.

Juga, Allah membolehkan kita untuk berbuat baik pada nonmuslim yang tidak zalim pada kita sebagaimana disebut dalam QS Al-Mumtahanah 60:8 "Allah tidak melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil."

MENSEDEKAHKAN HARTA WARISAN, BOLEHKAH?

Seorang ayah meninggal pada tanggal 11 Oktober 2016
ahli waris adalah istri dan 3 anak perempuan
berapa bagian masing masing
apakah bisa menunda pembagian waris sedangkan ibu (istri ayah) berpendapat semua adalah harta ayah dan harus di sedekahkan

trima kasih

JAWABAN

1. Dalam kasus di atas bagian dari
(a) istri mendapat 1/8 = 3/24
(b) 3 anak mendapat 2/3 = 16/24
(c) Sisanya yang 4/24 diwariskan kepada saudara kandung almarhum kalau ada.

Catatan: Bagian waris di atas apabila ayah dan ibu almarhum sudah wafat lebih dulu. Kalau masih hidup maka pembagiannya berbeda. Baca detail: Hukum Waris Islam

2. Pembagian harta warisan hendaknya tidak ditunda kecuali kalau sebagian ahli waris masih kecil (belum baligh)

3. Pandangan istri bahwa harta pewaris harus disedekahkan itu tidak benar. Harta peninggalan adalah harta warisan yang harus diwariskan kepada semua ahli waris yang berhak. Kecuali apabila para ahli waris sepakat untuk mensedekahkan.

HUBUNGAN TIDAK DIRESTUI KARENA PANTANGAN ADAT

assalamualaikum wr. wb
dalam adat jawa apakah tidak diperbolehkan seorang laki-laki menikahi wanita idamanya hanya karna orang tua laki-laki tidak lengkap , contoh saya mau menikah dengan pacar saya , tapi adat di desa pacar saya tidak diperbolehkan menikahi karna bapak saya sudah meninggal , adat di desa pacar saya bila tetap menikah akan ada musibah , & didesa pacsr saya sudah ada contohnya. itu gimana ustad ?

JAWABAN

Itu tidak benar. Itu sama dengan percaya ramalan. Dan percaya ramalan hukumnya haram dalam Islam. Baca detail: Percaya Ramalan dalam Islam


MENGQADHA SHALAT FARDHU YANG DITINGGALKAN

Assalamualaikum Wr Wb
Nama saya Rizki. Pak ustadz, saya mau nanya apakah boleh Mengqhada sholat fardhu karena Tertidur, lupa dll yang tidak disengaja?. Demikian jawabannya terima kasih.
Wassalamualaikum Wr Wb

JAWABAN

Bukan hanya boleh, bahkan wajib mengqadha shalat yang ditinggalkan. Baik disengaja atau tidak. Baca detail: Takdir


MENIKAH DENGAN KERABAT

Assalamulaikum ustadz.
Saya menjalin hubungan dengan cucu dari kakak saudara perempuan bapak saya. Saya menjalin hubungan serius dengannya. Kita merencanakan untuk insyaallah 2th kedepan menikah. Akan tetapi saya tidak mendapatkan restu dari ibu dan keluarga saya dengan alasan dengan saudara sendiri menikah akan merenggangkan tali silaturahmi. Menjelek jelekan dengan berkata dia tidak baik. Dia suka minum minum. Dia belum kerja yang mapan dan tidak suka dengan keluarganya yang menganut ajaran salaf.

Memang betul kata ibu saya dia suka minum2. Tapi dia sudah bekerja meskipun belum mapan. Tapi apakah segitunya ibu saya harus berkata seperti itu. Saya sakit hati ibu saya sampai hati berkata seperti itu. Padahal Maaf kakak2 saya juga seperti dia yang suka minum2 di tambah lagi suka berjudi. Dia janji sama saya akan berhenti minum minum kalau sudah menikah dengan saya. Dia sempat sakit hati dengan semua perkataan dari ibu saya. Pdahal dari keluarga dia saya tidak pernah di jelek jelekin seperti itu. Dan sekarang dia berusaha mencari pekerjaan supaya dia bisa membuktikan pada keluarga saya kalau dia bisa jadi orang yang tidak di anggap remeh. Sampai sekarang hati saya masih yakin kalau dia jodoh yang dikirim allah untuk saya. Saya mencoba untuk sholat tahajud sholat istighrah meminta petunjuk. Minta solusi. Minta jalan keluar tapi sampai detik ini saya belum tahu petunjuk dari allah.

ibu saya sampai nanya sama orang yang ahli dalam ibadah soal hubungan saya ini. Dan jawabanya tidak diperbolehkan saya menikah dengannya. Hati saya sakit mendengar itu semua. Meskipun ibu saya melarang hubungan dengannya tapi hati kecil saya mengatakan yakin dengan keputusan yang saya ambil untuk memperjuangkan dia dihadapan allah dan dihadapan ibuku.

Dengan meminta berdoa kepada allah untuk suatu saat bisa meluluhkan hati ibu dan keluarga saya supaya menerima pilihan yang sudah saya pilih dan memberikan restu. Dan mendoakan keluarga dia mendapatkan hidayah di jalan allah agar kembali dijalan yang benar sesuai dengan syariat islam.

Yang saya tanyakan apakah arti dari semua ujian yang di berikan oleh allah sama saya ustadz?
Wassalamualaikum

JAWABAN

Artinya, pria tersebut bukan pilihan terbaik bagi Anda. Islam memerintahkan umatnya untuk mencari jodoh bukan hanya karena kebaikan fisik dan dalamnya perasaan cinta kita padanya. Tapi hendaknya dalam memilih jodoh lebih memprioritaskan pada kebaikan karakter dan ketaatan pada syariah. Baca juga: Cara Memilih Jodoh

Saturday, August 31, 2019

Menikahi Wanita Yang Punya Anak Zina

MENIKAHI WANITA YANG PUNYA ANAK ZINA

Assalamu'alaikum

begini saya baru menjalin hubungan dengan wanita . dengan berjalannya waktu dia cerita jujur kalau dia sudah punya anak akan tetapi anak itu hasil diluar nikah dan tidak dinikahi maupun dinafkahi oleh lelaki yang menghamilinya .
dan saya berniat menikahi dia dalam waktu dekat ini .

pertanyaan saya ?
1. apakah hukum nya bagi pria perjaka menikahi wanita seperti itu ?
2. apakah boleh saya nikahi dan apa hukumnya secara islam apa ?
3. kalau boleh dinikahi , bagaimana status dia di KUA dikarnakan dia punya anak ?
terima kasih wa'alaikum salam ..

JAWABAN

1. Tidak apa-apa. Boleh. Namun, secara sosial harus betul-betul dipertimbangkan efek psikologisnya bagi anda dan keluarga anda. Idealnya, seorang perjaka menikahi wanita perawan dan agamis sebagaimana anjuran Rasulullah. Baca juga: Cara Memilih Jodoh

2. Boleh. Hukumnya menurut Islam adalah makruh kalau dia belum bertaubat. Apabila sudah bertaubat nasuha, maka statusnya sama dengan wanita yang lain. Baca detail: Menikahi Wanita Pernah Berzina

3. Silahkan ditanya langsung ke KUA.

KEGELISAHAN PENERIMA BEASISWA BIDIKMISI

Assalamu'alaykum.
Ustadz saya mau konsultasi.
Ini mengenai beasiswa bidikmisi. Saya adalah mahasiswa dg beasiswa bidikmisi.
Tapi saya merasa janggal, karena saya dulu masuk dengan cara yang salah. Meskipun memang orang tua mengeluh kurang mampu. Saya masuk dibantu orang dalam, serta data yg dikirim saat pendaftaran adalah dibuat-buat/palsu (seperti foto rumah memakai foto tetangga). Setelah itu saya diterima. Saya hanya manut saja.

Namun sekarang saya sadar dan merasa janggal serta terbebani dg beasiswa ini. Saya merasa tidak berhak. Saya melihat keadaan orang tua dan hartanya (ada tanah namun sudah dipersiapkan untuk anak anaknya/sudah dibagi) seperti nya kalo memang benar-benar mau berhenti masih mampu. Hanya saja saya belum berani semisal meminta ibu menjual ini itu. Saya pernah berbicara dg ibu (ayah sudah meninggal) masalah ini satu kali, namun ibu saya tidak setuju dg berhenti bidikmisi. Ibu masih merasa terbebani dengan biaya kuliah.

1. Lalu bagaimana ustadz yang harus saya lakukan ? Apa dibolehkan saya tetap dalam beasiswa ini ? Atau saya berhenti ?
2. Kemudian bagaimana dg yang lalu, fasilitas yang sudah saya dapat ?
Kalau dilarang kemudian saya masih ikut beasiswa ini apa hukumannya ustadz ?
Mohon jawabannya.
Jazakallahu khairan.

JAWABAN

1. Kriteria syarat ketidakmampuan ekonomi wali siswa penerima bidikmisi adalah:
Tidak mampu secara ekonomi dengan kriteria:
Siswa penerima Beasiswa Siswa Miskin (BSM) atau Pemegang Kartu Indonesia Pintar (KIP) atau sejenisnya; atau
Pendapatan kotor gabungan orang Tua/Wali (suami istri) maksimal sebesar Rp3.000.000,00 per bulan dan atau pendapatan kotor gabungan orangtua/wali dibagi jumlah anggota keluarga maksimal Rp750.000,00 setiap bulannya. (Lihat: http://bidikmisi.belmawa.ristekdikti.go.id/petunjuk/2)

Kalau ibu anda termasuk dalam kriteria di atas, maka anda memenuhi syarat sebagai penerima bidikmisi. Bahwa berbohong soal rumah itu dosa, tapi itu tidak menghalangi anda untuk menerima beasiswa tersebut. Baca detail: Bohong dalam Islam

WARISAN UNTUK KEPONAKAN LAKI-LAKI DAN PEREMPUAN

Assalamualaikum wr wb

Tante saya sekeluarga meninggal sekeluarga dalam sebuah bencana besar. Beliau meninggalkan sebidang tanah sebagai harta bersama. Keluarga yang ditinggalkan sebagai berikut:
Pihak suaminya : adik laki-laki kandung 1 orang
Pihak istrinya:
Saudara perempuan kandung 3 orang
Keponakan laki-laki (anak dari saudara laki-laki) 3 orang
Keponakan perempuan (anak dari saudara laki-laki) 3 orang

Pertanyaan saya:
1. Siapa sajakah yang akan menjadi ahli waris tante?
2. Berapa persen pembagian masing-masing ahli waris?

Orang tua maupun kakek nenek dari pewaris sudah tidak ada semua.
Terima kasih atas jawaban Bapak

Hormat saya

JAWABAN

Karena ahli warisnya berbeda dari pihak suami dan pihak istri, maka harta tersebut harus dipisah lebih dulu menjadi dua sesuai dengan sistem kepemilikan yang berlaku, yaitu harta milik suami dan harta milik istri. Baca: http://www.alkhoirot.net/2014/06/hukum-harta-gono-gini.html

HARTA MILIK SUAMI

Seluruh harta milik suami diwariskan kepada adik laki-laki kandung.

HARTA MILIK ISTRI

(a) Ketiga saudara perempuan mendapat 2/3 (untuk tiga orang dibagi rata)
(b) Sisanya yang 1/3 diberikan kepada ketiga keponakan laki-laki (dibagi rata). Baca: http://www.alkhoirot.net/2012/09/warisan-dalam-islam.html#ibnuakhi
(c) Keponakan perempuan dari saudara laki-laki tidak mendapat warisan apapun. Baca: http://www.alkhoirot.net/2012/09/warisan-dalam-islam.html#bintuakhi

Mengapa keponakan perempuan tidak mendapatkan warisan apapun, karena dia termasuk golongan Dzawil Arham yang baru mendapat warisan apabila tidak ada ahli waris yang mendapat bagian pasti atau asobah. Baca: http://www.alkhoirot.net/2012/09/warisan-dalam-islam.html#arham

Baca detail: Hukum Waris Islam

assalamu'alaikum war.wab

maaf ustad dan ustazah sya mengganggu waktunya.
nama sya suryati rara niningsih. asal saya dari sumbawa besar,NTB.
sekarag sya berumur 21 tahun, sya ingin sekali mendalami yag namax ilmu agama. krena pengetahuan sya tentang agama sngat minim skali. sya juga bukan anak yag lulusan pondok pesantren pada saat SMP maupun SLTA. maka dri itu sya ingin memperdlm ilmu agama sya.
yag ingin sya tanyakn adlah
1.apakah sya dpat di trima di Al-khoirot?
2.apakah sya bisa memperdlam ilmu agama sya di Al-khoirot?
3. berapa biaya yag akan sya keluarkan untuk mask pertma?
4. berapa tahun sya akan menempuh pendidikan dsana?
5. dan kapan sya bisa berangkat dan menetap di Al-khoirot?

mungkin hanya itu yag dpat sya tanyakan.. sekiranya agar ustad dan ustazah dapat memberikan jwaban yag secepatnya. terimkasih

JAWABAN

1. Ya bisa diterima.
2. Bisa.
3. Sekitar 500ribu. Baca: http://www.alkhoirot.com/biaya-pendaftaran-pesantren/
4. Terserah anda.
5. Kapan saja, sepanjang tahun terbukan untuk santri dewasa. Baca: Santri dewasa

CAIRAN KELUAR DARI KEMALUAN

ada orang yang beragama Islam,sebut saja nama orang tersebut si C.Si C telah mengeluarkan sperma dan saat si C mandi junub untuk menghilangkan hadast besar,ada cairan yang keluar dari kemaluan si C,si C bingung cairan apa yang keluar dari kemaluan si C.Yang ingin saya tanyakan.
1.apa yang harus dilakukan si C saat si C bingung cairan apa yang keluar dari kemaluan si C?apakah si C harus mengulangi mandi wajib atau bagaimana?
2.jika saat si C mandi wajib,kemaluan si C mengeluarkan sperma,apakah si C harus mengulangi mandi wajib?

JAWABAN

1. Kemungkinan besar itu bukan mani. Bisa jadi itu madzi. Apabila madzi, maka cukup membersihkannya saja tanpa perlu mengulang mandi besarnya. Madzi hukumnya najis dan berakibat batalnya wudhu. Tapi tidak menyebabkan hadas besar. Baca: Mani atau madzi?

2. Iya. Baca detail: Cara Wudhu dan Mandi Junub