Tuesday, January 18, 2022

Menyucikan lantai dengan kain pel apakah sah

NAJIS: Menyucikan lantai dengan kain pel apakah sah

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarokatuh

Permisi ustadz, saya mau bertanya

saya mengalami masalah was was najis hukmiyah walau sudah tidak separah dulu. sudah sekitar 1 tahun lamanya

kemarin ( sabtu ) saya melakukan Shalat Magrib di salah satu masjid dekat kantor saya, lalu pas di rokaat ke 2 atau 3 ada anak-anak yang ngompol di dalam masjid. setelah selesai sejadah nya langsung di angkat dan di bawa keluar dan kayaknya ada bekas dari ngompol anak kecil tersebut di teras keramik luar masjid dan saya lihat sama pengurus masjid langsung di pel. ketika sedang dipel saya keadaan sedang mau balik ke kantor. kemudian sekitar 10 menit kemudian saya pulang kantor dan melewati masjid tersebut dan melihat anak anak sudah duduk di teras tersebut. lantai itu biasanya jalan penghubung tempat wudhu dan pintu masjid.

saya tidak tau apakah lantai tersebut setelah di pel tadi untuk menghilangkan najisnya kemudian di siram pakai air atau tidak, saya langsung kembali ke kantor karena saya tidak ingin mengetahui sampai selesai karena saya akan was was kalau saya masih di sana dan sampai selesai ternyata tidak di siram.

karena saya pernah mendengar ceramah salah 1 ustad yang menyuruh orang yang was was apakah beser atau tidak yang memakai seperti tisu untuk menahannya ketika mau membuang tisu tersebut, kalau bisa di basahkan dulu agar tidak mengetahui apakah basahnya dari air beser atau air suci tadi. saya juga mengalami was was, kayak ada yang keluar dari kemaluan tetapi pas di lihat seringnya tidak ada apa apa yang keluar cuma rasa aja, jadi setiap mau buang air kecil saya selalu membasahkan celana bagian dalam saya sebelum melepaskannya. karena setau saya najis itu ada kalau kita melihan dan benar yakin kalau itu najis, dengan di siram / dipercikkan air saya menjadi tidak yakin kalau itu najis dan menganggap bahwa celana dalam saya dalam keadaan suci

hal yang mau saya tanyakan adalah :

1. apakah status lantai tersebut najis atau tidak? dan apa yang harus saya lakukan. karena sekarang hari minggu dan besok hari senin baru masuk kantor lagi. karena bisa saja di siram hari ini (minggu) atau tidak saya juga tidak tahu.

2. apakah saya berdosa karena langsung ke kantor dan tidak ingin tau apakah itu sudah di siram atau belum? karena saya langsung pergi untuk menurunkan tingkat was was saya

3. dan semisal najis apakah saya boleh menggunakan pendapat imam maliki yang mengatakan kalau najis hukmiyah di tempat keras/ benda yang tidak menyerap air bisa di sucikan dengan mengelap tempat tesebut dengan air suci atau menggunakan pendapat bahwa najis hukmiyah tidak berpindah hanya untuk di masjid ini atau dalam keseharian saya

terima kasih sebelumnya karena telah menjawab beberapa pertanyaan sebelumnya. semoga ustadz selalu diberikan kesehatan dan dilindungi oleh ALLAH SWT. dan semoga berkenan untuk menjawab pertanyaan saya satu ini. Alhamdulillah dengan beberapa jawaban sebelumnya was-was saya tentang najis hukmiyah mulai berkurang perlahan walau belum 100%

Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarokatuh

JAWABAN

1. Kalau lantai itu dipel dengan cara mengusap najisnya saja tanpa disiram dengan air, maka berarti statusnya masih najis hukmiyah. Baca detail: Cara menyucikan najis hukmiyah dan ainiyah

2. Tidak berdosa. Itu bukan urusan anda.

3. Boleh. Semua pendapat dalam mazhab empat boleh diikuti. Baca detail: Najis Hukmiyah Kering Terkena Benda Basah Menurut Madzhab Maliki

Pendapat salah satu mazhab empat itu jauh lebih orotitatif dan valid daripada pendapat MUI misalnya.

Dan tidak wajib bagi kita orang awam untuk ikut hanya satu mazhab saja. Baca detail: Orang Awam Tidak Wajib Ikut Satu Madzhab

Vaksin yang berasal dari babi

Vaksin yang berasal dari babi

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarokaatuh

Berkaitan dengan bahan vaksin yang mengandung bahan najis seperti dari tubuh babi , apakah tangan kita menjadi terkena najis mugholadzoh atau harus disucikan juga?

Terimakasih atas jawabannya semoga Allah membalas kebaikannya Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarokaatuh

JAWABAN

Pertama, soal najis babi ulama syafi'i berbeda pendapat antara najis mugholadzoh atau najis mutawassitoh (najis biasa). Menurut Imam Nawawi, pandangan yang menyatakan najis biasa lebih kuat secara dalil. Baca detail: Najis Babi Menurut Empat Madzhab

Terkait vaksin. Kalau yang anda maksud itu vaksin covid-19 yang digunakan di Indonesia maka saat ini ada dua vaksin yang sudah disetujui BPOM dan MUI untuk pemakaiannya yaitu Sinovac dan AstraZeneca.

Sinovac tidak mengandung unsur babi sehingga dihukumi halal secara mutlak.

Sedangkan AstraZeneca, menurut fatwa MUI no. 14 tahun 2021 tentang AstraZeneca, mengandung unsur babi dan dihukumi haram dalam kondisi biasa. Namun untuk saat ini dihukumi halal karena kondisi darurat.

Apabila anda atau siapapun kebetulan memakai vaksin AstraZeneca, maka apabila anggota tubuh bagian luar ada terkena cairan vaksin, baik di tangan atau lainnya, maka hukumnya najis. Namun najis biasa, bukan najis berat, menurut sebagian pendapat dalam mazhab Syafi'i. Baca detail: Najis Babi Menurut Empat Madzhab

Dengan demikian, maka cara menyucikannya juga sesuai dengan cara menyucikan najis biasa. Baca detail: Najis dan Cara Menyucikan

AIR SIRAMAN NAJIS

Assalamualaikum ustad.

Perkenalkan saya shasa. Saya ingin bertanya ustad, semoga ustad berkenan menjawab. Saya kencing di lantai kamar mandi, terus saya siram bekas kencingnya dengan segayung air. Lubang tempat mengalirkan air di wc tersebut ada di dekat pintu. Sementara, batas lantai kamar mandi dengan lantai ruangan diluarnya, hanya setinggi 5 cm (rendah).

Saya ragu, apakah air siraman kencing saya itu keluar dari lantai wc dan mengenai lantai diluarnya atau tidak. Yang pasti lantai waktu itu sedikit basah. Entah itu bekas air kaki saya dari wc, atau air bekas siraman kencing tersebut yang keluar.

Jika iya bekas siraman najis kencing, apakah itu menajisi lantai diluarnya ustad. Orang lain juga sudah bolak balik wc saat saya mengingat fakta itu.

Apakah seluruh lantai rumah jadi ternajisi karena setiap orang yang keluar wc pasti kakinya dalam keadaan basah?

Mohon jawabannya ustad๐Ÿ™ Saya cukup was was.

JAWABAN

Pertama, idealnya anda kencing di lobang WC/closet. Bukan di lantai toilet. Agar najis kencingnya tidak menyebar ke mana-mana dan mudah menyucikan lantai toilet.

Kalau sudah terlanjur kencing di lantai, lalu anda menyiramnya dengan segayung air, maka kalau mengikuti pendapat mazhab Maliki, air yang dipakai menyucikan najis kencing itu tetap suci asalkan tidak berubah warnanya. Dengan demikian, maka air yang keluar ke lantai ruangan bisa diasumsikan suci apabila warnanya masih berupa warna air. Bukan warna air kencing. Pandangan mazhab Maliki ini disepakati oleh Al Ghazali, salah satu ulama fikih mazhab Syafi'i. Baca detail: Najis menurut Imam Ghazali

MENYUCIKAN NAJIS KENCING YANG SUDAH KERING DI BAJU

Afwan ustadz menjawab jawaban 2 najis nya bekas kencing yang sudah kering di baju dan celana ?

Dalam Mazhab syafie harus baju dlu baru air kan ya ? Nah maksud saya ketika saya masukan baju dahulu lalu air, ada beberapa pakaian yang tidak bisa tertutup air dengan sempurna karena pakaian tersebut menggelembung maksud saya ketika dalam proses penutupan pakaian dgn air boleh tidak bagian yang menggelembung itu saya bantu dgn tangan agar tertutup air

JAWABAN

Sudah dijelaskan di muka, tahapan cara menyucikan najis di baju adalah demikian: a) Ambil baju itu lalu anda cuci dengan cara menyiramnya di air yang mengalir dengan cara menyiramnya di kran atau pakai gayung. Apabila sudah melakukan ini, maka baju statusnya menjadi suci.

b) Setelah suci baru anda taruh di ember bersama baju-baju yang lain. Baca detail: Cara Menyucikan Najis Ainiyah dan Hukmiyah

Saturday, January 15, 2022

Hukum ditinggal suami saat hamil

HUKUM DITINGGAL SUAMI SAAT HAMIL

Assalamualaikum ustadz..

Saya dan suami sering cekcok sampai akhirnya melibatkan keluarga besar,dan pada akhirnya suami mengatakan “diawal saya ambil baik2,sekarang saya kembalikan baik2 pula” kepada ayah saya

Tapi suami bersikeras mengatakan itu bukan cerai tp hanya menitipkan saya ke org tua

Saya kekeh mau memperbaiki semua sama2,tapi suami sudah tidak mau dan memilih untuk pergi bekerja keluar kota meninggalkan saya padahal saya sedang mengandung 6 bulan dan akan kembali saat saya akan melahirkan aja

Yang mau saya tanyakan

1. bagaimana status pernikahan kami dalam islam?saya sudah dikembalikan ke orang tua,tp suami tidak merasa menceraikan dan tetap meninggalkan saya

2. bagaimana sikap yg harus saya ambil dlm masalah rumah tangga saya ini?

JAWABAN

1. Ucapan suami seperti itu termasuk talak kinayah. Dan apabila tidak ada niat cerai dari suami, maka tidak jatuh talak. Dari pernyataan suami, maka jelas suami tidak ada niat cerai yang berarti tidak jatuh talak. Baca detail: Talak Sharih dan Kinayah

2. Kalau anda berdua masih saling suka, maka silahkan dilanjutkan. Dan ke depannya sebaiknya semakin ditingkatkan kesadaran masing-masing untuk saling hormat, saling sayang dan saling mengalah. Baca detail:
WALI NIKAH

Assalamualaikum ustad Saya siti, ingin menanyakan terkait hukum perwalian. Saya anak yang lahir dari hasil zina, setelah saya lahir baru ibu dan bapak kandung saya menikah. Setau saya kalau anak hasil zina menggunakan wali hakim. Awalnya sy tidak tau kalau saya anak tidak sah. Saya nikah di KUA menggunakan wali hakim. Akan tetapi wali hakim juga tdak tau kalau sy anak hasil zina. Jdi bapak kandung saya menyerahkan ke wali hakim untuk menikahkan saya. Dan wali hakim yang menikahkan dengan ucapan ijab " Bilal bin bilala saya nikahkan anda dengan siti bin fulan yang walinya mewakilkan kepada saya..".

Pertanyaan saya:

1. Jika bapa sy tdk dpt menjadi wali nikah dan wali hakim yg menikahkan dengan kata2 ijab seperti diatas, apakah sah pernikahan saya? Pdhl seharusnya wali hakim langsung sj menikahkan tnpa menyebut dia sbagai wakil lg.

2. Apakah pernikahan sya dan suami itu sah, meskipun wali hakim tidak tau kalau saya anak luar nikah?

3. Apakah akad harus diulang? Jika diulang siapa yg bisa jd wali yg menikahkan? Apakah adik kandung saya bisa menjadi wali karna dia anak yang sah? Terimakasih ustad.

JAWABAN

1. Menurut mazhab Hanafi, bapak biologis dari anak yang terlahir karena zina, bisa sah menjadi bapak syar'i asalkan si bapak mengakui bahwa anak itu adalah anaknya. Adanya fakta bahwa anda masuk ke dalam kartu keluarga (KK) itu berarti si bapak telah menetapkan pengakuan bahwa anda adalah anak kandungnya. Baca detail:
Status Anak Pernikahan Wanita Hamil Zina

Kalau memang ayah anda mengakui anda sebagai anaknya, maka anda sah menjadi anaknya secara syariah dan sah bagi bapak anda untuk mewakilkan wali nikah pada wali hakim (tawkil wali). Baca detail: Menikah dengan Wali Hakim

2. Sah. Baca detail: Pernikahan Islam

3. Tidak perlu diulang.

KALAU TIDAK COCOK, KELUAR SAJA: APA JATUH TALAK?

Assalamualaikum wa rohmatullahi wa barokatuh Saya kadang tidak sependapat dengan suami saya, saya memberi masukan pada suami tapi suami tidak cocok sampai saya jadi adu mulut dengan suami, padahal saya niatnya menasehati

Setiap saya adu mulut suami bilang seperti ini "kalau tidak cocok ya sudah keluar saja dari rumah ini" Rumah yang kami tempati adalah rumah warisan orang tua suami

Apakah itu termasuk kata talak apa bukan

Mohon penjelasannya!! Terimakasih sebelumnya

Waalaikumsalam wa rohmatullahi wa barokatuh

JAWABAN

Itu termasuk talak kinayah. Hukumnya tidak berdampak cerai kalau tidak ada niat talak. Baca detail: Janji talak, perintah talak, talak masa depan

Catatan: Hendaknya tidak sembarangan menasihati suami. Karena menasihati itu harus timbul dari orang yang kedudukannya lebih tinggi. Dalam rumah tangga, suami lebih tinggi derajatnya dari istri. Oleh karena itu, kalau istri ingin menasihati suami, maka secara etika sosial harus meminta ijin atau memohon maaf terlebih dahulu. Agar suami tidak tersinggung. Jadi, hal baik pun ada aturan dan etika cara penyampaiannya.

BARU TAHU TENTANG ZIHAR

Bagaimana bila kita baru tahu tentang zihar sekarang...tapi merasa pernah terjadi zihar sudah lama sekali..yaitu mengatakan persamaan ukuran besar kecilnya bagian tubuh tertentu istri dengan anak saya.saat itu terjadi saya tidak tahu tentang zihar.baru belakangan ini tahu tentang zihar.

apakah saya bisa bayar kafaratnya sekarang?atau apa yang harus saya lakukan.

JAWABAN

Kalau tidak tahu soal zihar maka tidak ada dampak hukumnya. Karena zihar itu baru sah apabila disengaja. Baca detail: Menyamakan Istri bukan zihar kecuali ada niat

Selain itu, penyamaan tidak otomatis berakibat zihar. Baca detail: Menyamakan istri dengan ibu dan anak: Tidak otomatis zihar

Baca juga: Zihar

PERNIKAHAN ANTAR KERABAT

Assalamu'alaikum,

Saya mempunyai keponakan laki-laki yang berkeinginan menikahi anak dari kakak perempuanya lain ayah ( keponakan dan orang tua si gadis, kakak beradik lain ayah).

Apakah hal ini dibenarkan dalam syariat islam. Mohon penjelasannya.

Terima kasih. Wassalamu'alaikum

JAWABAN

Kalau kami tidak salah menilai, berarti antara pria dan wanita itu ada hubungan sepupu (jawa: misanan). Kalau betul demikian, maka tidak masalah. Karena sepupu itu bukan mahram. Yang haram itu menikahi kerabat yang ada hubungan mahram. Baca detail: Mahram dalam Islam

Thursday, January 13, 2022

Cara membagi warisan peninggalan bapak dan ibu

WARIS

Assalamualaikum warrahmatullah wabarakatuh

Perkenalkan saya Agus, yang ingin saya tanyakan adalah bagaimana hukum waris jika saat ini ada harta waris dari kedua orang tua saya berupa uang sebesar 100 juta dengan rincian keluarga inti termasuk saya (No 6) , sbb:

1. Alm Bapa 12 Juni 1996 (orang tua) 2. Almh Mamah 17 Jan 2007 (orang tua)

3. Hedi (anak) - hidup, memiliki
- 2 anak perempuan (hidup)
- 2 anak laki - laki (hidup)
4. Almh Dewi 3 Juli 2004 (anak), memiliki
- 2 anak perempuan (hidup)
5. Almh Pipih 20 Oktober 2013 (anak), memiliki
- 1 Almh perempuan (7 Mei 1982)
- 1 anak perempuan (hidup)
6. Agus (anak) - hidup, memiliki
- 1 anak laki - laki (hidup)
- 1 anak perempuan (hidup)
7. Alm Indira 7 Juni 1986 (anak), memiliki
- 1 anak perempuan
8. Almh Leli 3 Nov 1986 (anak)
9. Ratih (anak) - hidup, memiliki
- 1 anak laki - laki (hidup) - anak angkat dari tahun 2006

Mohon penjelasannya/rinciannya harta warisnya. Terima kasih

Wassalamualaikum warrahmatullah wabarakatuh

JAWABAN

Karena terjadi kematian dua pewaris dengan ahli waris yang berbeda, maka harta warisan harus dihitung dua kali sbb:

PENINGGALAN BAPAK (WAFAT 1996):

Ahli waris dan bagiannya sbb:

a) Istri mendapat 1/8
b) Sisanya yang 7/8 untuk seluruh anak kandung yang saat itu masih hidup yaitu seluruh anak kandung kecuali Indira dan Leli. Berarti anak kandung yang dapat warisan ada 5 (lima) yaitu Hedi, Dewi, Pipih, Agus, Ratih. Dengan rincian (dua anak lelaki, 3 anak perempuan): Hedi dan Agus masing-masing dapat bagian 2/7, tiga anak perempuan masing-masing dapat bagian 1/7 (dari 7/8 sisa warisan).

- Sedangkan Leli dan Indira tidak dapat warisan karena ia meninggal lebih dulu dari bapaknya.

PENINGGALAN IBU (WAFAT 2007)

Peninggalan warisan dari ibu diwariskan pada ahli waris yang saat itu masih hidup. Mereka adalah: Hedi, Pipih, Agus. Dua anak lelaki (Hedi dan Pipih) masing-masing mendapat 2/5. Sedangkan Pipih mendapat 1/5.

PENINGGALAN DEWI - ANAK KANDUNG PEREMPUAN (WAFAT 2004)

Dewi dapat bagian dari peninggalan Bapaknya senilai 1/7 (dari sisa 7/8 harta). Karena saat ini dia sudah wafat, maka harta ini diteruskan pada ahli warisnya sbb:

a) Ibu mendapat 1/6 = 2/12 - 2/13
b) 2 anak 2/3 = 8/12 - 8/13
c) Suami (kalau cerai mati) = 1/4 = 3/12 -> 3/13

Pembagian harta bagian Dewi ini dalam ilmu waris disebut kasus Aul. Baca detail: Aul

PENINGGALAN PIPIH - ANAK KANDUNG PEREMPUAN (WAFAT 2013)

Pipih dapat bagian waris dari peninggalan bapak (sebesar 1/7 dari sisa 7/8) dan ibunya 1/5 (dari total harta). Ahli warisnya sbb:

a) Suami (kalau cerai mati) 1/4 = 1/4
b) Anak perempuan 1/2 = 2/4
c) Sisanya yang 1/4 diwariskan pada saudara kandung yang masih hidup yaitu Hedi, Agus, Ratih dengan rincian: 2 saudara lelaki masing-masing mendapat 2/5; 1 anak perempuan mendapat 1/5.
Baca detail: Hukum Waris Islam

WARISAN UNTUK ANAK KANDUNG

Assalamualaikum

Bagaimana pembagian tanah 24 bata dengan kondisi,12 bata tanah kosong dan 12 bata rumah, untuk ahli waris 1 anak laki-laki dan 1 anak perempuan.

Wassalam

JAWABAN

Kalau ahli warisnya hanya dua orang seperti keterangan di atas, maka anak lelaki mendapat 2/3, anak perempuan mendapat 1/3. Baca detail: Hukum Waris Islam

Wednesday, January 12, 2022

Cara sembuh was-was murtad adalah tidak ikut aliran Wahabi dan tidak membaca artikel Islam karya mereka

Cara sembuh was-was murtad adalah tidak ikut aliran Wahabi dan tidak membaca artikel Islam yang ditulis oleh ulama dan ustadz Salafi Wahabi. Mengapa? karena mereka dikenal dengan paham takfiri-nya. Semua perbuatan dosa dihukumi murtad dan kufur.

Assalamu'alaikum.

Ustadz saya Ahmad dari Jawa Tengah..Maw tanya tentang was was murtad...

Selama ini saya sering terbesit bahwa saya murtad, sehingga saya setelah itu berusaha untuk membaca syahadat..untuk memantapkan membaca syahadat, saya selalu mencari tempat yang sunyi untuk bersyahadat..kadang saya gak menemukan tempat tersebut sehingga saya menunggu orang orang yang ada ditempat itu pergi baru saya membaca syahadat...selama menunggu waktu yang lama itu, saya masih beranggapan murtad sebelum membaca syahadat...syahadat pun saya harus mengulangi 10x agar mantep, tapi kadang kadang tetap saja was was lagi, ragu kalau syahadatnya sah atau tidak, ragu syahadatnya ada huruf yang tidak kebaca, ragu kalau syahadatnya tidak 1 nafas...Bagaimana solusinya?

Selain itu yang paling parah adalah saya ragu apakah onani bagi orang yang was was itu menyebabkan murtad atau tidak..sehingga ketika saya melakukan onani saya ragu murtad atau tidak...kadang saya beranggapan murtad dan saya harus membaca syahadat..

Kadang kadang saya terbesit lintasan murtad, sebelum membaca syahadat kadang kadang terlintas kepikiran pengin onani...akhirnya melakukan onani terlebih dahulu kemudian membaca syahadat...(saya melakukan onani terlebih dahulu karena khawatir kalau sudah membaca syahadat kemudian melakukan onani yang menyebabkan saya ragu murtad atau tidak akibat onani tersebut). Tapi kenyataanya setelah syahadat hal tersebut tetep berulang berkali kali...bagaimana keislaman saya ya ustadz?

Selain itu, setiap sujud pada saat sholat..ketika di depan sujud ada barang, selalu terbesit kalau saya menyembah itu..saya menghilangkan pikiran itu tapi susah sekali..selalu ketika sujud ada lintasan menyembah barang yang didepannya..kadang sudah berusaha menghindari tapi lintasan tetep terlintas..

Bagaimana ya ust keislaman saya dan bagaimama solusinya?

JAWABAN

1. Murtad itu tidak terjadi kecuali karena dua hal: a) melakukan perbuatan yang berakibat murtad; Baca detail: Tiga Penyebab Murtad

b) melakukan dengan sengaja, sukarela dan bukan karena was-was. Jadi, anda tidak termasuk pelaku murtad. Baca detail: Syarat Sahnya Murtad

2. Onani itu haram tapi tidak berakibat murtad. Baca detail: Hukum Onani

3. Abaikan perasaan murtad. Itu cara sembuh dari murtad. Baca detail: Cara Sembuh Was-was

MURTAD

Assalamu'alaikum mau tanya,

jika seseorang lupa pernah melakukan perbuatan kekufuran yg bisa membuatnya murtad dimasa lalu dan dia tdk tau hukumnya, dan dia sudah lupa dgn perbuatan tersebut. Tetapi dia pernah membaca kalimat syahadat dan masih meyakini bahwa Allah SWT adalah Tuhan dan nabi Muhammad SAW adalah utusan terakhir, Apakah dia sah mnjd seorang muslim?

JAWABAN

Jika lupa maka dianggap tidak ada. Dan tidak ada pula hukumnya.

Namun kalau anda pernah melakukan perbuatan murtad tapi itu tidak disengaja, maka dimaafkan. Karena perbuatan murtad baru dianggap murtad kalau dilakukan secara sengaja. Baca detail: Syarat Sahnya Murtad

Baca juga: Tiga Penyebab Murtad

WAS-WAS OCD

Assalamu'alaikum. Mohon maaf ustadz, saya kembali ingin berkonsultasi perihal kondisi saya. Saya penderita OCD sebagaimana konsultasi sebelumnya. Saat ini saya masih terapi obat-obatan dengan dokter spesialis jiwa. Dan saya disarankan dokter untuk konsultasi terkait agama dengan ustadz yang dipercaya.

Perihal :

Penyakit saya adalah was-was murtad. Pada setiap bagun tidur disubuh hari, sering muncul perkataan di hati ''saya niat murtad" dan ada kalanya hati saya membenarkan, kondisi ini langsung membuat saya bingung karena pada saat bangun pikiran lagi kosong.

Pertanyaan :

Apakah saya dalam kondisi tersebut telah jatuh murtad dan harus bersyahadat ulang

Demikian yang saya tanyakan. Terimakasih sebelumnya, dan mohon doakan saya agar bisa melewati ujian ini

JAWABAN

Kondisi anda yang menderita OCD membuat kesalahan yang anda lakukan itu dimaafkan. Jadi, anda tidak murtad dan tidak perlu bersyahadat ulang. Alasannya sbb:

a) Suara batin atau lintasan hati yang berupa sesuatu yang dilarang itu itu tidak dianggap dalam syariah. Dan dimaafkan oleh Allah berdasarkan hadis sahih. Baca detail: Hukum Lintasan Hati

b) Seandainya, lintasan hati itu sampai terucap, namun diucapkan dalam kondisi di luar kontrol diri alias tidak disengaja, maka itu juga dimaafkan. Kasus ini umumnya terjadi pada penderita OCD seperti ini. Baca detail: Syarat Sahnya Murtad

Baca juga: Was-was karena OCD

Semoga jawaban ini dapat mengurangi OCD anda. Amin.

MURTAD

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh, jd saya mempunyai beberapa pertanyaan terkait murtad.

1. Apakah jika seseorang pernah melakukan perbuatan kufur dimasa lalu dan dia tdk tau bahwa ucapan/perbuatannya itu merupakan kekufuran dpt menyebabkannya murtad tanpa sadar?

2. Saya sering sekali was" Takut kalo saya pernah melakukan perbuatan/ucapan saya yg menyebabkan murtad dimasa lalu, dan saya jg takut kalo dulu org disekitar saya misalkan seperti keluarga pernah melakukan perbuatan/ucapan yg mengandung kekufuran.

3. Saya sering sekali membaca artikel" Terkait ttg kemurtadan dan bagaimana cara mengetahui bahwa informasinya jelas atau tidak? Karena saya sdh dinasehati oleh keluarga saya utk tdk sembarang membaca artikel.

JAWABAN

1. Tidak murtad. Murtad hanya berlaku bagi muslim yang melakukan perbuatan murtad secara sengaja. Baca detail: Syarat Sahnya Murtad

Syariah Islam memaafkan perbuatan dosa yang dilakukan karena tidak tahu. Termasuk murtad. Baca detail: Hukum Melakukan Perkara Haram karena Tidak Tahu atau Lupa

2. Lihat poin 1.

3. Ya, jangan sembarang membaca artikel Islam di internet karena bisa saja artikel itu ditulis kalangan muslim radikal seperti Wahabi Salafi yang sangat mudah mengkafirkan sesama muslim dan membuat seorang muslim menjadi mudah was-was. Hindari membaca artikel dari situs mereka. Baca detail: Daftar Situs Wahabi Salafi

Baca artikel keislaman yang ditulis kalangan muslim Aswaja NU Baca detail: Daftar Situs Aswaja

Ragu anak hasil hubungan setelah nikah atau sebelum nikah, siapa walinya?

Ragu anak hasil hubungan setelah nikah atau sebelum nikah, siapa walinya?

Assalamu'alaikum ustadz, mohon pencerahannya untuk masalah rumah tangga yg sedang saya hadapi ini ustadz Begini ustadz, saya menikah kurang lebih sudah 4 tahun.

Sebelum menikah saya sudah melakukan kesalahan besar. Saya berzina dg laki2 yg sekarang menjadi suami saya. Saat itu saya belum tau saya hamil atau tidak. Lalu kami melakukan akad nikah. Sesudah akad nikah selang 2 jam sebelum kami berhubungan lagi saya mengeluarkan darah, saat itu saya yakini itu adalah darah haid yg berarti saya tidak hamil. Selang beberapa minggu saya baru tahu saya hamil.

Tapi kok tiba2 saya Ragu darah yg keluar setelah akad itu darah haid ataukah darah implantasi (darah tanda awal hamil) sembilan bulan kemudian saya melahirkan anak perempuan.

Seiring berjalannya waktu saya sering bertengkar dg suami saya hingga suami pernah mengucapkan talak kinayah saat saya mengandung anak kedua kami. Setiap setelah dia mengucapkan talak kinayah itu saya selalu bertanya apakah dia niat mentalak saya atau tidak dia bilang tidak namun saya tidak begitu saja percaya sama dia.

Dan sering kali saya meminta dia untuk bilang rujuk ke saya meskipun dia mengaku tidak pernah ada niat talak sama saya. Maksud saya menyuruhnya bilang rujuk untuk jaga2 saja. Selang beberapa bulan saya melahirkan anak kedua saya yg berjenis kelamin laki2. Tapi suami saya sempat mengatakan kata kinayah dg maksud berandai2 dan juga becanda dan dia selalu mengaku tidak berniat talak.

Tapi saya makin2 was2 dg ucapan suami saya hingga pada akhirnya saya meminta dia untuk melakukan tajdid nikah untuk menuju rumah tangga yg lebih baik. Saya bilang sama dia kalau tajdidun nikah yg kami lakukan untuk memberi kenyamanan dan memantapkan hati saya.

Saya masih saja was2 ustadz, malah saya berfikir jangan2 saat saya mengandung anak yg pertama, suami secara tidak sadar sudah mengucapkan kalimat talak shorih, lalu saya terus mengingat- ingat. Dan ternyata memang iya saya pernah bertanya pada suami dan saya bilang gini, "nak aku koyok ngono piye? (kalau aku yg seperti itu gimana?) lalu suami menjawab dg kalimat *pegat*. Entah bagaimana kalimatnya saya lupa shorih atau kinayah. dan juga suami jg minim ilmu agama. Taunya talak itu terjadi kalau memang diniati. Saya juga lupa itu terjadi sebelum saya tau kalau saya hamil atau sesudah hamil? Lalu bagaiman hukum pernikahan saya dg suami saya dan juga bagaimana hukum perwalian anak saya, apalagi anak saya yg pertama ini perempuan bagaimana dg wali nikahnya nnti bisakah diwalikan suami/anak laki2 saya?

Wassalamu'alaikum...

JAWABAN

1. Wali nikah anak anda yang perempuan adalah ayahnya. Yakni suami anda. Karena nikahnya sah. Sama saja kehamilan itu timbul karena zina yang dilakukan sebelum akad nikah atau tidak. Baca detail: Menikahi Wanita Hamil Zina, Bolehkah?

2. Ucapan talak kinayah tidak jatuh talak apabila tidak ada niat. Dan dalam soal ini, ucapan suami yang menyatakan tidak niat itu menjadi bukti kuat dan dianggap oleh syariah. Baca detail: Pengakuan Suami Soal Talak yang Dianggap

3. Ucapan "pegat" dari suami tidak berakibat talak sama sekali karena dalam konteks berandai-andai. Itu sama dengan janji talak yang tidak berdampak cerai. Baca detail: Janji talak, perintah talak, talak masa depan

TAUKID TALAK

Assalamualaikum, saya ingin bertanya tentang taukid talak. Saya bingung sebenernya tentang taukid talak ini gimana? Saya mendengar dan membaca banyak tentang taukid talak ini dan berikut pendapat2nya

1. Taukid talak itu tidak boleh ada jeda dan harus bersambung antara kalimat satu dgn yg lain

2. Boleh ada jeda bernafas

3. Boleh ada jeda menarik nafas

4. Tidak dijelaskan ada jeda atau tidak

5. Jika ada jeda maka ditanyakan pada suami niat berapa

Saya bingung banyak sekali pendapat terkait taukid ini. Mohon penjelasannya sebenernya mana yg harus saya ikuti?

JAWABAN

Ikuti yang mudah dan memberi solusi bagi anda. Pendapat yang berbeda dari kalangan mujtahid (ulama level tertinggi) adalah sama-sama benar. Dan kita boleh memilih salahsatunya. Baca detail: Ijtihad

Baca juga: Orang Awam Tidak Wajib Ikut Satu Madzhab

Friday, January 07, 2022

MLM tanpa rekrut anggota apa haram?

MLM tanpa rekrut anggota apa haram?

Assalamualaikum pa ustadz Saya ingin menanyakan mengenai bisnis MLM. Jika ada suatu bisnis yang kegiatan utamanya mempromosikan suatu produk tapi jika ingin mendapatkan keuntungan lebih bisa merekrut anggota. Kita semua tau klo misalnya bisnis yang merekrut anggota itu sama dengan MLM, dan MLM itu diharamkan dalam islam. Tp klo misalnya kita hanya mempromosikan produk nya saja tanpa merekrut anggota, apakah itu halal?

JAWABAN

Tidak semua MLM hukumnya haram. MLM yang hukumnya haram adalah yang bersifat money game. Bukan soal rekrut anggota. Berikut hasil keputusan MUI Bandung soal MLM:

Pertama : MLM yang pertama yaitu MLM yang tidak menjual produk disebut money game (permainan uang) hukumnya haram, karena berupa penipuan yang nyata.

Kedua : MLM yang kedua yaitu perusahaan MLM yang menjual produk perusahaan orang lain hukumnya boleh, hanya calon konsumen (calon anggota MLM tersebut) harus berhati-hati karena harga barang menjadi tidak wajar, dan kadang-kadang bisa bangkrut.

Ketiga : MLM yang ketiga yaitu suatu perusahaan yang memasarkan produknya dengan sistem penjualan berjenjang di atas hukumnya shah / halal. Adanya bonus yang dijanjikan, disamakan dengan ju’alah.

Baca detail: Fatwa MUI Kota Bandung tentang MLM

NAJIS SUCI KESET

Assalamualaikum, sebelumnya saya ingin menjabarkan dulu mengenai pertanyaan saya. Kemarin saya melihat keset (lap kaki) ibu saya di bawa oleh anjing, terus keset tersebut kembali lagi ke rumah, ada kemungkinan anjing tersebut yang mengembalikannya. Sehingga posisi keset tersebut berada di tanah. Saat malam hari hujan turun dengan lebat dan membasahi keset tersebut, sehingga saya tidak mengetahui apakah masih ada najis yang tersisa.

Pertanyaan saya:

1. Apakah keset tersebut sudah suci atau masih najis?

2. Apakah saat keset tersebut di injak maka menyebabkan kaki kita juga ikut menjadi najis?

Mohon penjelasannya terkait pertanyaan saya ini, sekian dan terima kasih

JAWABAN

1. Sudah suci kalau terkena siraman hujan 8 kali atau lebih. Karena ada pendapat dalam mazhab Syafi'i yang menyatakan bahwa menyucikan najis anjing itu bisa dengan cara 7 kali siraman/basuhan ditambah 1 kali siraman lagi sebagai ganti dari debu. Baca detail: Cara menyucikan najis anjing

2. Tergantung status kesetnya saat diinjak. Kalau sudah suci, maka status kaki suci. Kalau kesetnya najis dan basah, maka status kaki yang menginjak ikut najis. Ini kalau najisnya ainiyah (masih ada benda najisnya). Kalau hukmiyah, maka kaki tetap suci menurut mazhab Maliki. Baca detail: Najis Hukmiyah Madzhab Maliki

SOFTWARE BAJAKAN UNTUK SEKOLAH

Assalamualaikum. Saya masih pelajar, di waktu lalu saya bersekolah secara daring menggunakan software bajakan, software tersebut membantu saya untuk keperluan tugas sekolah. Kemudian saya mendapat beasiswa hasil belajar menggunakan software bajakan. Pertanyaan :

1. Halalkah Beasiswa saya?

2. Bagaimana cara taubatnya?

JAWABAN

1. Halal beasiswanya. Memakai software bajakan dibolehkan dalam keadaan darurat karena tidak mampu membeli atau menyewanya. dengan syarat hanya untuk kepentingan pribadi. Bukan untuk diperjualbelikan. Baca detail: Hak Cipta: Hukum Memakai Software Bajakan

2. Karena boleh maka tidak perlu ada taubat.

HUKUM PAKAI SOFTWARE BAJAKAN

Assalamualaikum, Saya punya pertanyaan, pada tahun lalu saya pernah menggunakan software bajakan. Kemudian saya berhenti menggunakannya. Saya baru tahu bahwa software bajakan tersebut dibuat kembali dengan aplikasi bajakan pula. Permasalahannya yaitu apakah saya harus membayar seharga aplikasi yang pernah dia gunakan untuk mengedit software tersebut?

JAWABAN

Memakai software bajakan tidak otomatis haram. Memakai software bajakan hukumnya boleh dengan syarat: a) harganya mahal dan kita tidak mampu membelinya sementara software ini sangat penting; b) tidak diperjualbelikan alias untuk kepentingan pribadi. Baca detail: Hak Cipta: Hukum Memakai Software Bajakan

OJOL TANPA SIM, APA HASILNYA HALAL?

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Saya bekerja sebagai seorang kurir antar makanan tapi saya belum memiliki sim karena belum cukup umur. Lalu saya pernah membaca kalau melanggar hukum lalu lintas adalah hal yang dilarang dalam Islam Pertanyaannya:

1. Apakah uang gaji yang saya dapatkan halal?

JAWABAN

1. Hasilnya halal. Melanggar aturan lalu lintas tetap salah. Tetapi keduanya adalah dua hal yang berbeda. Jadi, kesalahan dalam soal tidak punya sim tidak berpengaruh pada halal haram nya hasil ojol. Ini sama dg kasus masuk PNS karena suap. Suapnya haram. Tapi gajinya halal kalau kerja dengan benar. Baca detail: Hukum Masuk PNS karena Suap

ADAKAH WAS-WAS PENYEBAB MURTAD?

Ustadz apakah ada was-was yang bisa menjerumuskan orang menjadi murtad, contohnya seperti apa Ustadz?

JAWABAN

Tidak ada. Karena salah satu syarat sahnya murtad adalah tidak was-was. Baca detail: Syarat Sahnya Murtad

Thursday, January 06, 2022

Tabungan sisa belanja, bolehkan dipinjamkan istri?

TABUNGAN SISA BELANJA, BOLEHKAN DIPINJAMKAN?

Pak ustadz, saya memiliki sebuah tabungan pribadi yang saya sisihkan dari hasil uang belanja yang diberikan oleh suami saya. Suami telah memberikan hak sepenuhnya atas uang belanja itu untuk kebutuhan saya. Sebab suami memang sudah ada tabungan tersendiri yg beliau pegang. Akan tetapi saya berinisiatif supaya saya juga memiliki tabungan pribadi. Karena pernikahan saya dengan suami adalah menikah secara siri. Jika saya tidak ada tabungan pribadi, saya merasa khawatir.

Dan yang ingin saya tanyakan adalah:

1. Bagaimana jika ada teman ataupun saudara yang meminjam uang kepada saya yang nominalnya menurut saya tidak sedikit dengan alasan sedang ada kesulitan. apakah saya wajib memberi pinjaman kepadanya (tabungan saya tidak banyak)?

2. Terkadang saya merasa berdosa jika tidak meminjami uang kepadanya. Akan tetapi jika saya meminjami pun saya juga khawatir uang itu tidak dibayar. Karena sebelumnya sudah beberapa kali meminjam tetapi tidak pernah ada upaya untuk membayar. Lalu saya beralasan sedang tidak ada uang simpanan. Jadi saya tidak memberi pinjaman kepadanya. Kira-kira keputusan yang saya ambil ini benar atau salah Pak ustadz? Jika salah ataupun benar mohon penjelasannya.

3. Bolehkah saya memilih siapa-siapa yang ingin saya bantu ketika kesulitan? (Dengan harapan orang yang saya bantu hanya orang yang saya percayai akan mengembalikan uang yang sudah saya pinjami. Dan sebaliknya, orang yang tidak saya percayai tidak akan saya pinjami).

Sekian konsultasi saya, semoga pak ustadz selalu dirahmati dan diberkahi oleh Allah swt. ุขู…ِูŠْู† ูŠَุง ุฑَุจَّ ุงู„ุนَุงู„َู…ِูŠْู†َ ูˆَุนَู„َูŠْูƒُู…ْ ุงู„ุณَّู„ุงَู…ُ ูˆَุฑَุญْู…َุฉُ ุงู„ู„ู‡ِ ูˆَุจَุฑَูƒَุงุชُู‡ُ

JAWABAN

1. Tidak wajib memberi pinjaman pada siapapun. Uang yang ada miliki adalah hak anda, maka satu-satunya hal yang wajib anda lakukan terkait uang tersebut adalah membayar zakatnya apabila sudah memenuhi dua syaratnya yaitu nishob dan haul. Baca detail: Panduan Zakat

Memberi pinjaman pada orang yang membutuhkan itu baik. Tapi tidak wajib. Baca detail: Hutang dalam Islam

2. Keputusan yang benar karena rekamjejaknya yang buruk (tidak pernah melunasi hutang). Justru kalau dipinjami lagi akan membuat dia bertambah salah perilakunya dan akan memanfaatkan kebaikan anda terus menerus. Kalau anda tetap ingin menolong dia karena kasihan, maka cukup berikan uang sekadarnya dengan niat sedekah. Bukan menghutangi. Baca detail: Sedekah

3. Boleh. Lihat lagi poin 1. Dan sekali lagi, meminjami itu tidak wajib.

AIR MUTLAK TERKENA BADAN

Assalamualaikum wr wb

saya ingin bertanya apakah sah mandi wajib menggunakan selang air,tetapi saat ingin menyiram bagian badan tertentu saya menekan ujung selang sehingga ibu jari saya bersentuhan langsung dengan air sehingga air terkena ibu jari saya terlebih dahulu sebelum mengenai bagian badan yang ingin saya basuh,

apa hukum air yang sudah tersentuh oleh ibu jari saya dan sahkah mandi wajib saya jika air itu sudah terkena ibu jari saya(tidak langsung ke bagian tubuh tertentu).!!!!!!! Tetapi setelah itu begian yang tersiram dengan air yang sudah tersentuh oleh ibu jari saya,kembali saya bilas dengan air yang langsung dari mulut selang dan tidak terkena apa apa. Mohon jawabannya trimakasih.

JAWABAN

Sah mandi wajibnya walaupun airnya terkena ibu jari anda lebih dulu. Karena, air baru disebut air mustakmal kalau dipakai untuk menghilangkan hadas atau menghilangkan najis. Sedangkan saat menyentuh ibu jari anda itu bukan untuk menghilangkan hadas sehingga tetap statusnya sebagai air mutlak atau air yang suci dan menyucikan. Baca detail: Air Suci Menyucikan

Juga, air mutlak tetap bersifat suci dan menyucikan walaupun bercampur dengan air mustakmal asalkan sedikit. Baca detail: Hukum Air Suci Terkena Bekas Wudhu

KOTORAN DI LANTAI

Assalamu'alaikum Ustadz saya ingin bertanya lagi terkait penyucian najis hukmiyah.

Misalkan di lantai ada kotoran hewan, lalu kita coba hilangkan wujud najisnya, dan terkadang ada yang sulit dihilangkannya karena sudah terlalu kering, maka di laplah sisa kotoran tersebut dengan bantuan lap basah/sedikit air. Barulah kita yakin bahwa wujud, rasa, dan baunya sudah hilang.

Pertanyaannya, apakah pengguyuran najis hukmiyahnya harus menunggu lantainya benar-benar kering dulu, atau bjsa juga dalam keadaan masih basah ustadz? Mohon jawaban dan bantuannya ๐Ÿ™ Terima kasih.

JAWABAN

Bisa dalam keadaan masih basah. Kasusnya sama dengan ketika bersuci setelah buang air besar (jawa: cebok). Di mana basuhan awal adalah menghilangkan najis ainiyahnya sampai habis. Setelah tinggal hukmiyahnya lalu disiram/dibasuh lagi minimal sekali yang sunnah tiga kali. Baca detail: Cara Menyucikan Najis Ainiyah dan Hukmiyah

PEMBATAL MANDI WAJIB

Apa saja hal yang membatalkan mandi wajib

JAWABAN

Baca detail: Pembatal Mandi Wajib / Penyebab Mandi Besar

HUKUM DARAH HEWAN

Assalamu'alaikum, saya mau bertanya, apakah darah hewan najis ?

JAWABAN

Ya. Darah hewan termasuk najis. Baca detail: Najis dan Cara Menyucikan

Thursday, December 30, 2021

Hukum joget dansa tarian dalam Islam

Hukum joget dansa tarian dalam Islam

Assalamualaikum Wr.Wb

Pak ustad, saya mau bertanya

Jadi saya selalu memikirkan masalah ini di dalam pikiran saya, begini ceritanya

Saya kan habis mandi dan masuk kamar dan istri saya memutar lagu solawat, dan saat saya masuk kamar, saya mendengarkan musik solawat itu dan menyukainya, dan saya berjoget, dan setelah itu saya baru sadar kalo saya tidak sopan kepada nabi Muhammad Saw , kan solawat itu pujian untuk nabi Muhammad saw...

Tapi saya tidak bermaksud menghina dan mengejek solawat..

1. Jadi bagaimana pak ustad prilaku saya tersebut, apakah saya murtad karena melakukan hal seperti itu?...

Saya bingung sampai sekarang pak ustad, jadi saya tidak memikirkan nya kemarin kemarin, tapi baru- baru ini saya mulai takut, jadi bagaimana pak ustad tolong saya pak ustad saya merasa tidak nyaman pak ustad...

Assalamualaikum Wr.Wb...

JAWABAN

Hukum asal dari joget, menari atau dansa itu tidak haram alias boleh. Dalam sebuah hadis riwayat Tirmidzi (3691) Aisyah meriwayatkan:

ู‚َุงู„َุชْ: ูƒَุงู†َ ุฑَุณُูˆู„ُ ุงู„ู„َّู‡ِ ุตَู„َّู‰ ุงู„ู„َّู‡ُ ุนَู„َูŠْู‡ِ ูˆَุณَู„َّู…َ ุฌَุงู„ِุณًุง ูَุณَู…ِุนْู†َุง ู„َุบَุทًุง ูˆَุตَูˆْุชَ ุตِุจْูŠَุงู†ٍ، ูَู‚َุงู…َ ุฑَุณُูˆู„ُ ุงู„ู„َّู‡ِ ุตَู„َّู‰ ุงู„ู„َّู‡ُ ุนَู„َูŠْู‡ِ ูˆَุณَู„َّู…َ ูَุฅِุฐَุง ุญَุจَุดِูŠَّุฉٌ ุชَุฒْูِู†ُ ูˆَุงู„ุตِّุจْูŠَุงู†ُ ุญَูˆْู„َู‡َุง، ูَู‚َุงู„َ: (ูŠَุง ุนَุงุฆِุดَุฉُ ุชَุนَุงู„َูŠْ ูَุงู†ْุธُุฑِูŠ) ูَุฌِุฆْุชُ ูَูˆَุถَุนْุชُ ู„َุญْูŠَูŠَّ ุนَู„َู‰ ู…َู†ْูƒِุจِ ุฑَุณُูˆู„ِ ุงู„ู„َّู‡ِ ุตَู„َّู‰ ุงู„ู„َّู‡ُ ุนَู„َูŠْู‡ِ ูˆَุณَู„َّู…َ، ูَุฌَุนَู„ْุชُ ุฃَู†ْุธُุฑُ ุฅِู„َูŠْู‡َุง ู…َุง ุจَูŠْู†َ ุงู„ู…َู†ْูƒِุจِ ุฅِู„َู‰ ุฑَุฃْุณِู‡ِ، ูَู‚َุงู„َ ู„ِูŠ: (ุฃَู…َุง ุดَุจِุนْุชِ، ุฃَู…َุง ุดَุจِุนْุชِ) ู‚َุงู„َุชْ: ูَุฌَุนَู„ْุชُ ุฃَู‚ُูˆู„ُ ู„َุง ู„ِุฃَู†ْุธُุฑَ ู…َู†ْุฒِู„َุชِูŠ ุนِู†ْุฏَู‡ُ ุฅِุฐْ ุทَู„َุนَ ุนُู…َุฑُ، ู‚َุงู„َุชْ: ูَุงุฑْูَุถَّ ุงู„ู†َّุงุณُ ุนَู†ْู‡َุง: ู‚َุงู„َุชْ: ูَู‚َุงู„َ ุฑَุณُูˆู„ُ ุงู„ู„َّู‡ِ ุตَู„َّู‰ ุงู„ู„َّู‡ُ ุนَู„َูŠْู‡ِ ูˆَุณَู„َّู…َ: (ุฅِู†ِّูŠ ู„َุฃَู†ْุธُุฑُ ุฅِู„َู‰ ุดَูŠَุงุทِูŠู†ِ ุงู„ุฅِู†ْุณِ ูˆَุงู„ุฌِู†ِّ ู‚َุฏْ ูَุฑُّูˆุง ู…ِู†ْ ุนُู…َุฑَ) ู‚َุงู„َุชْ: ูَุฑَุฌَุนْุชُ " .


Artinya: Aisyah berkata; "(Suatu ketika) Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam duduk-duduk, maka kami mendengar suara hiruk pikuk dan suara anak-anak kecil, maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berdiri, ternyata seorang budak wanita habasyah sedang menari dan bermain, sedangkan di sekitarnya ada beberapa anak-anak kecil, maka beliau bersabda: "Kemarilah wahai Aisyah dan lihatlah." Akupun datang, sambil menaruh janggutku di atas pundak Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam aku melihat pertunjukan itu -yaitu antara pundak sampai kepala beliau-, maka beliau bersabda kepadaku: "Apakah kamu sudah puas, apakah kamu sudah puas?" jawabku; "Belum." karena aku masih ingin berada di dekat beliau, tiba-tiba Umar muncul, Aisyah berkata; "Maka orang-orang (yang ada di situ) sama berlarian." Aisyah berkata; maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Sesungguhnya aku telah melihat syetan dari jenis jin dan manusia telah lari dari Umar." Aisyah berkata; "Lalu aku pun kembali."

Al-Mubarakpuri dalam Tuhfatul Ahwadzi, hlm. 10/124, menjelaskan maksud hadis ini:

ูƒَุฃَู†َّู‡ُ ู‚َุงู„َ ุฐَู„ِูƒَ ุจِุงุนْุชِุจَุงุฑِ ูƒَูˆْู†ِู‡ِ ูِูŠ ุตُูˆุฑَุฉِ ุงู„ู„َّู‡ْูˆِ ูˆَุงู„ู„َّุนِุจِ ูˆَู„َุง ุจُุฏَّ ุฃَู†ْ ูŠَูƒُูˆู†َ ูِูŠู‡ِ ุดَูŠْุกٌ ، ูˆَู„َูƒِู†َّู‡ُ ู„َูŠْุณَ ุจِุญَุฑَุงู…ٍ ูˆَุฅِู„َّุง ูƒَูŠْูَ ุฑَุขู‡ُ ุงู„ู†َّุจِูŠُّ ุตَู„َّู‰ ุงู„ู„َّู‡ُ ุนَู„َูŠْู‡ِ ูˆَุณَู„َّู…َ ูˆَุฃَุฑَุงู‡ُ ุนَุงุฆِุดَุฉَ " ุงู†ุชู‡ู‰


Artinya: Seakan-akan Nabi mengatakan itu dengan menganggap adanya tarian itu dalam bentuk bermain dan mestinya ada sesuatu. Akan tetapi itu tidak haram. Sebab kalau dianggap haram bagaimana mungkin dilihat Nabi dan Nabi menyuruh Aisyah melihatnya juga.

Pendapat mazhab empat

Dalam kitab Al-Mausuah Al-Fiqhiyah disebutkan pandangan empat mazhab sbb:

ุฐู‡ุจ ุงู„ุญู†ููŠุฉ ูˆุงู„ู…ุงู„ูƒูŠุฉ ูˆุงู„ุญู†ุงุจู„ุฉ ูˆุงู„ู‚ูุงู„ ู…ู† ุงู„ุดุงูุนูŠุฉ ุฅู„ู‰ ูƒุฑุงู‡ุฉ ุงู„ุฑู‚ุต ู…ุนู„ู„ูŠู† ุฐู„ูƒ ุจุฃู† ูุนู„ู‡ ุฏู†ุงุกุฉ ูˆุณูู‡، ูˆุฃู†ู‡ ู…ู† ู…ุณู‚ุทุงุช ุงู„ู…ุฑูˆุกุฉ، ูˆุฃู†ู‡ ู…ู† ุงู„ู„ู‡ูˆ. ู‚ุงู„ ุงู„ุฃุจูŠ: ูˆุญู…ู„ ุงู„ุนู„ู…ุงุก ุญุฏูŠุซ ุฑู‚ุต ุงู„ุญุจุดุฉ ุนู„ู‰ ุงู„ูˆุซุจ ุจุณู„ุงุญู‡ู…، ูˆู„ุนุจู‡ู… ุจุญุฑุงุจู‡ู…، ู„ูŠูˆุงูู‚ ู…ุง ุฌุงุก ููŠ ุฑูˆุงูŠุฉ: ูŠู„ุนุจูˆู† ุนู†ุฏ ุฑุณูˆู„ ุงู„ู„ู‡ ุจุญุฑุงุจู‡ู…. ูˆู‡ุฐุง ูƒู„ู‡ ู…ุง ู„ู… ูŠุตุญุจ ุงู„ุฑู‚ุต ุฃู…ุฑ ู…ุญุฑู… ูƒุดุฑุจ ุงู„ุฎู…ุฑ، ุฃูˆ ูƒุดู ุงู„ุนูˆุฑุฉ ูˆู†ุญูˆู‡ู…ุง، ููŠุญุฑู… ุงุชูุงู‚ุง. ุงู†ุชู‡ู‰


Artinya: Mazhab Hanafi, Maliki, Hanbali dan Al-Qoffal dari mazhab Syafi'i berpendapat menari itu hukumnya makruh dengan alasan karena perbuatan menari itu rendah dan bodoh dan termasuk perbuatan yang menjatuhkan martabat dan termasuk main-main. Al-Abi berkata: Ulama mengaitkan hadis tarian budak Habasyah itu pada latihan dengan senjata mereka dan permainan mereka dengan alat peperangan mereka. (Penafsiran ini) agar sesuai dengan hadis yang lain yaitu: "Mereka (kaum Habasyah) bermain-main di sisi Rasulullah dengan senjata mereka." Hukum makruh ini apabila tarian itu tidak bersamaan dengan perkara haram seperti minum khamar (miras), membuka aurat, dll. (apabila ini yang terjadi) maka haram secara mutlak.

Imam Nawawi dalam Roudotut Thalibin, hlm. 11/229, menjelaskan:

ูˆุงู„ุฑู‚ุต ู„ูŠุณ ุจุญุฑุงู… ู‚ุงู„ ุงู„ุญู„ูŠู…ูŠ ู„ูƒู† ุงู„ุฑู‚ุต ุงู„ุฐูŠ ููŠู‡ ุชุซู† ูˆุชูƒุณุฑ ูŠุดุจู‡ ุฃูุนุงู„ ุงู„ู…ุฎู†ุซูŠู† ุญุฑุงู… ุนู„ู‰ ุงู„ุฑุฌุงู„ ูˆุงู„ู†ุณุงุก

Artinya: “Menari tidak haram. Al-Hulaimiy berkata : ” akan tetapi tarian yang di dalamnya (gerakan) gemulai dan Takassur (patah lenggak-lenggok) yang serupa dengan gerakan-gerakan orang banci maka haram atas kaum lelaki atau pun perempuan”.

Untuk definisi makruh, Baca detail: Hukum Wajib Sunnah Makruh Mubah

Kesimpulan

Menari atau joget hukum asalnya boleh. Termasuk menari saat bersamaan dengan sholawat. Sebagian ulama menganggap makruh (kurang baik tapi tidak dosa). Kebolehan itu bisa berubah jadi haram apabila bersamaan dengan perbuatan haram seperti minum miras atau wanita terbuka aurat.

Saturday, December 18, 2021

Salah baca tahiyat, apa batal shalat?

SALAH BACA TAHIYAT, APA BATAL SHALAT?

Pertanyaan: Assalamualaikum apakah saya wajib mengqadha shalat saya jika saya salah bacaan syahadat saya ketika tahiyat awal dan akhir Karena tidak tahu atau salah mengira, seharunya lafad asyhadu dibaca dengan ุด tapi saya kira di baca dengan ุณ.

Apakah ini merubah makna dan saya harus mengqadha shalat saya?

JAWABAN

Kalau kesalahan itu tidak disengaja, maka tidak masalah. Lagipula, sin dengan syin agak mirip. Ini berbeda dengan, misalnya, kata 'an'amta' diganti menjadi 'an'amtu' yang bisa merubah makna secara signifikan. Baca detail: Ibadah Masa Lalu yang Tidak Sah, Harus Diulangi?

HUKUM SISA ISTINJAK

Assalamualaikum, pak ustad Saya mau bertanya...

Jadi begini ceritanya pak ustad, saya kan mau buang air besar dan masih ada air di bak air, tapi saat mau membersihkan kotorannya, air tidak cukup (habis) dan tidak bisa sampai bersih, dalam kondisi ini apakah dimaafkan najis kotoran sedikit itu karena dlm kondisi terpaksa...

Apakah dimaafkan dalam kondisi seperti itu karna air habis, dan najis kotoranya sisa sedikit saja...

Dan saya merasa tidak enak dipikiran bagaimana pak ustad..

JAWABAN

Kalau kotorannya masih ada, maka masih dianggap najis. Dan harus dibersihkan dengan benar dengan air suci dan menyucikan. Kalau setelah itu anda shalat, maka shalatnya tidak sah dan harus diulangi. Baca detail: Najis dan Cara Menyucikan

WAS-WAS NAJIS

Assalamualaikum, saya mau bertanya

1. ini saya jadi agak was-was terkait air ghusalah misal menyiram kencing atau membasuh kemaluan setelah kencing dan basuhan najis lainnya, kan airnya suci kalau tidak berubah dan najisnya kan sudah hilang dibasuh pada basuhan wajib yaitu basuhan pertama nah pertanyaannya apakah berubah ini cukup hanya dilihat mata dari warna airnya atau justru masa kita harus mencium bau air yang sudah ke lantai ini kan sulit gimana juga nyium air air itu yang di lantai, apakah cukup saya hanya mencukupkan melihat warnanya? Jadi hanya melihat warna airnya saja tidak dengan mencium cium khawatir saya berlebihan jadinya nanti masa nyium nyium lantai toilet Atau bolehkah saya kira-kira saja kalau masalah bau airnya berdasarkan warnanya jadi tidak mencium pake idung karena sulit juga kan gak wajar mencium cium lantai hanya untuk mengetahui bau nya berubah.

Maaf ustadz ini pertanyaan agak gak wajar soalnya saya malah was-was

2. Kalau dalam mazhab maliki apakah siram kencing, basuhan bekas najis yang jatuh ke lantai apakah harus dicium-cium lantai nya untuk mengetahui berubah airnya, atau dalam mazhab maliki boleh berdasarkan dugaan kuat hanya dilihat dari warna saja tidak dicium apalagi dijilat

Saya sudah bingung dengan was-was ini ustadz, bagaimana kalau dalam masalah air, najis hukmiah saya ikut mazhab maliki dan soal kaidah fiqih, wudhu, mandi wajib, sholat dan masalah lainnya saya ikut mazhab Syafi'i. Kalau pun ini talfiq bolehkah ustadz karena supaya was-was saya hilang?

3. Kalau dalam mazhab maliki ukuran sedikitnya najis dimaafkan berapa ustadz dari semua najis yang ada apakah sama kaya mazhab Hanafi seukuran koin dirham atau gmn

Makasih ustadz mudah-mudahan memberi solusi was-was soal najis yang suka menduga ada dimana-mana

JAWABAN

1. Anda tidak perlu melakukan itu semua. Menyucikan najis pada dasarnya sangat mudah: a) kalau najis ainiyah (benda najis terlihat), maka buang dulu najisnya sehingga menjadi najis hukmiyah (status najis tapi benda najis sudah hilang). Ketika sudah jadi najis hukmiyah, maka yang perlu dilakukan adalah siram dengan satu kali siraman air. Maka sudah menjadi suci. Baca detail: Cara menyucikan najis hukmiyah dan ainiyah

2. Tidak perlu. Baik di mazhab Maliki maupun mazhab Syafi'i tidak perlu najis itu dicium atau dijilat. Cukup perkiraan atau dugaan saja. Seperti dijelaskan di muka, apabila suatu najis berstatus najis hukmiyah, maka cukup disiram satu saja untuk menyucikannya. Perlu juga diketahui, bahwa dalam soal air, Imam Ghazali dari mazhab Syafi'i memiliki pandangan yang sama dengan mazhab Maliki. Baca detail: Najis menurut Imam Ghazali

3. Tidak ada batasan yang jelas. Hanya menurut definisi umum saja. Yang jelas, dalam mazhab Syafi'i sendiri, najis itu sudah dianggap suci setelah disucikan dengan siraman air. Dan kalau ternyata masih ada bau atau warna yang sulit dibuang maka itu dimaafkan. Baca detail: Menyucikan Najis Masih Ada Warna dan Bau

Friday, December 03, 2021

Manipulasi sebagian data skripsi, bagaimana hukum gaji pekerjaan

MANIPULASI SEBAGIAN DATA SKRIPSI, BAGAIMANA HUKUM GAJI PEKERJAAN

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, bagaimana hukum data skripsi (bukan data utama hanya data pendukung) yang sedikit dimanipulasi apakah ijazah ikut menjadi haram? dan jika digunakan untuk melamar pekerjaan apakah penghasilannya menjadi haram? Terimakasih

JAWABAN

Memanipulasi data termasuk berbohong dan bohong itu haram. Baca detail: Bohong dalam Islam

Namun kebohongan sebagian data itu tidak membuat ijazah menjadi haram. Karena, sebagian besar studi anda dihasilkan dari usaha yang benar dan sesuai prosedur. Demikian juga, penghasilan dari pekerjaan yang didapatkan juga halal asalkan bekerja di tempat yang halal dan jujur dalam pekerjaan tersebut. Baca detail: Hukum Masuk PNS karena Suap

BELI TANAH WARISAN, AHLI WARIS TAK MAU TANDA TANGAN

Assalamualaikum

Mau tanya.... Apabila mau membeli tanah tapi si pemilik sudah meninggal,ahli waris tidak mau membantu memecah dan tanda tangan....tapi suruh mengurus sendiri klo bisa....bagaimana solusinya?

JAWABAN

Kalau tidak mau tanda tangan ya tidak bisa. Karena ahli waris berstatus sebagai pemilik yang baru. Coba saja ahli waris diyakinkan agar mau tanda tangan saja sedangkan urusan lain anda siap mengurusnya. Bisa juga anda menggunakan bantuan orang dekat ahli waris untuk membujuk mereka agar mau tanda tangan. Baca detail: Bisnis dalam Islam

BAGIAN WARIS SAUDARA KANDUNG

Assalamualaikum we.wb

Ustad saya tiga saudara laki-lali.ayah dan ibu saya sdh meninggal.kakak sya yg pertama mempunyai 2 anak laki dan dua anak perempuan meninggal 2016.mempunyai beberapa bidang tanah.

Kakak saya yang kedua meninggal 2015 mempunyai beberapa bidang tanah.tetapi tidak punya istri dan anak.

Pertanyaan saya apakah ada bagian saya pada waris kakak saya yang pertama dan yang ke dua.serta bagaimana cara membaginya

Terima kasih

JAWABAN

a) Untuk kakak pertama, anda sebagai saudara tidak mendapat warisan apapun karena adanya anak lelaki itu menghalangi anda untuk dapat warisan. Baca detail: Mahjub penggugur hak waris

b) Untuk kakak kedua, anda mendapat bagian. Porsinya tergantung adanya ahli waris yang lain. Kalau tidak ada ahli waris yang lain, misalnya ayah dan ibu, maka anda mendapatkan semua harta peninggalan kakak kedua. Namun untuk memastikan, silahkan anda konsultasi ke ustadz atau aparat desa/kelurahan terdekat untuk menanyakan adakah ahli waris lain yang berhak dapat warisan. Baca detail: Hukum Waris Islam

Selain itu, harus juga dipastikan apakah almarhum kakak kedua punya hutang atau punya wasiat. Hutang harus ditunaikan sebelum warisan dibagi. Baca detail: Hutang dalam Islam

Begitu juga, wasiat yang tidak lebih dari 1/3 harus juga diberikan pada yang berhak. Baca detail: Wasiat dalam Islam

WARISAN

Seorang laki-laki meninggal dunia pada tahun 2018. Adapun status ahli waris sebagai berikut: utama: 1. Istri 2. Dua anak perempuan 3. Ayah dan Ibu nya sudah meninggal

sekunder: 1. Tiga saodara laki-laki (1 meninggal) 2. Dua saudara perempuan (1 meninggal) 3. Satu orang cucu perempuan

Terimakasih

JAWABAN

Pembagiannya sbb: a) Istri mendapat 1/8 = 3/24 b) Dua anak perempuan mendapat 2/3 = 16/24 c) Sisanya yang 5/24 diberikan pada dua saudara kandung yang masih hidup dengan rincian: 1 saudara lelaki mendapat 2/3; 1 saudara perempuan mendapat 1/3 (dari sisa 5/24). d) Cucu perempuan tidak dapat warisan karena adanya dua anak perempuan. Baca detail: Hukum Waris Islam

WARISAN BELUM DIBAGIKAN PADA PARA ANAK KANDUNG

Assalamualaikum ustadz ..saya mualim Saya mw bertanya kakek saya sudah meninggal sekitar 3 tahunan yg lalu tapi warisan belum di bagikan ke anak anaknya..

anaknya 2 laki laki dan 3 perempuan masih hidup semua . Ketika mau di bagikan bapak saya tapi bapak saya keburu meninggal juga .. Dan ketika bapak saya sudah meninggal Warisan di bagikan adik 2 bapak saya..harta kakek saya sekitar 96 juta rupiah ..

Masing masing di bagi rata sekitar 21.5 juta rupiah.. Sedangkan bapak saya dapat 2 juta rupiah karena bapak saya dahulu minta dijualkan tanah dan hewan ternak sekitar 15 juta untuk membeli rumah yg skrang ditempati ibu bapak saya.

1. Apakah penerimaan warisan yg di terima per kluarga sudah sesuai syariat dan jika tidak sesuai syariah solusinya bagaimana ?

2. Dan apakah bapak saya tidak berhak atas warisan lagi karena pas bapak saya masih hidup pernah bilang ngga mw minta warisan ?

Makasih tadz

JAWABAN

1. Cara pembagian sama rata seperti kasus di atas hukum asalnya tidak boleh. Karena anak lelaki berbeda dengan anak perempuan. 2 banding 1. Semestinya anak perempuan mendapat separuhnya anak laki-laki. Baca detail: Hukum Waris Islam

Namun, kalau cara itu dilakukan atas persetujuan seluruh ahli waris secara ikhlas, maka dibolehkan. Baca detail: Pembagian Waris secara Sama rata, bolehkah?

2. Kalau bapak anda menyatakan itu secara sengaja, serius dan disaksikan oleh saksi, maka berarti dia telah melepaskan diri dari haknya dan menghibahkan haknya pada ahli waris lain. Maka berlaku hukum hibah. Baca detail: Hibah dalam Islam