Thursday, October 17, 2019

Hukum Talak Dengan Niat Tanpa Ucapan, Apakah Jatuh Talak?

HUKUM TALAK DENGAN NIAT TANPA UCAPAN, APAKAH JATUH TALAK?

Assalamualaikum ustaz..

Saya ingin bertanyakan satu persoalan yg amat-amat mengganggu kehidupan saya. Ibadah saya benar-benar terganggu dengan permasalahan ini, hubungan dengan anak isteri makin hambar. Saya kerap termenung, bimbangkan perkara ini. Tolong saya ustaz.

Soalan yang ini mungkin agak pelik kepada ustaz, tapi bagi saya ia benar-benar merungsingkan saya. Ianya berkenaan dengan taklik.

Soalannya: Sah atau tidak taklik di dalam hati terhadap diri sendiri dengan niat menceraikan isteri tetapi taklik tersebut DIWAKILKAN dengan perbuatan seperti;
1). Gerakan lidah sehingga mengeluarkan bunyi seperti air liur berkocak ---> niat ceraikan isteri dengan taklik dalam masa yang sama
2). Menelan air liur sehingga mengeluarkan bunyi air liur di anak tekak ---> niat ceraikan isteri dengan taklik dalam masa yang sama
3). Perbuatan menggeselkan gigi atas dan gigi bawah sehingga mengeluarkan bunyi geseran ---> niat ceraikan isteri dengan taklik dalam masa yang sama

Bukan suara atau lafaz yang bunyi ustaz..ketika itu mulut tertutup rapat. Situasinya begini ustaz; Si suami telah mengucapkan taklik DI DALAM HATI ketika BERSEORANGAN/ SEORANG DIRI kepada dirinya sendiri dengan niat menceraikan isterinya... Dia telah bertaklik DI DALAM HATI ..." Kalau aku pergi lagi ke rumah bekas kekasih aku, maka akan jatuh talak 1 terhadap isteriku..".. katanya lagi, dalam masa yang sama dia telah NIATKAN atau SANDARKAN kata-kata taklik dalam hati tersebut kepada ketiga-tiga perbuatan di atas tadi..agak pelik situasi ini ustaz..

Adakah taklik ini sah ustaz? Adakah akan jatuh talak terhadap isterinya sekiranya dia melanggar taklik ini? Bolehkah atau sah kah taklik jika diniatkan atau disandarkan kepada perbuatan seperti gerakan lidah, perbuatan menelan air liur dan geseran gigi sehinggakann mengeluarkan bunyi akibat perbuatan tersebut? Adakah bunyi-bunyi tersebut boleh dikira sebagai lafaz? Saya ada bertanyakan kepada ustaz-ustaz lain..mereka bilang lafaz cerai dan taklik mesti berlafaz. Saya pun yakin begitu ustaz. Tapi saya risaukan bunyi-bunyi tersebut (geseran gigi, air liur berkocak dalam mulut akibat perbuatan2 tersebut) Saya yakin tiada lafaz, kerana mulut tertutup rapat ketika itu. Bantu saya ustaz.please..ibadah saya terganggu ustaz. Tolong saya ustaz.

JAWABAN

Niat talak dari suami tanpa lafaz, maka hukum talaknya tidak sah dan tidak terjadi cerai. Adapun gerakan lidah, menelan air liur dan geseran gigi tanpa ada suara itu tidak dianggap sebagai sebuah kalimat /perkataan karena tidak mangandung makna yang bisa dipahami baik oleh orang lain atau dirinya sendiri. Sehingga tidak ada akibat hukum apapun secara syariah. Adapun dalilnya sebagai berikut:

Hadits sahih riwayat Bukhari dari Abu Hurairah:

إن الله تجاوز عن أمتي ما حدثت به أنفسها، ما لم تعمل أو تتكلم

Artinya: Allah mengampuni umatku atas apa yang diucapkan dalam hatinya selagi dia tidak melakukan atau mengucapkannya.

Ibnu Hajar Al-Asqalani (madzhab Syafi'i) berkata:

الطلاق لا يقع بالنية دون اللفظ

Artinya: Talak tidak terjadi dengan niat saja tanpa lafaz (ucapan).

Ibnu Muflih (mafzhab Hanbali) dalam Al-Adzab Al-Syari'iyah berkata:

لو طلق بقلبه لم يقع، ولو أشار بإصبعه لعدم اللفظ

Artinya: Apabila suami mentalak dengan hati, maka itu tidak terjadi cerai, walaupun ia memberi isyarat dengan jarinya. Karena tidak adanya lafaz (perkataan).

Al-Buhuti (madzhab Hanbali) dalam Kasyaf Al-Qina' fi Matnil Iqna' menyatakan:

لا يقع الطلاق بغير لفظ، فلو نواه بقلبه، من غير لفظ لم يقع

Artinya: Talak tidak terjadi apabila tanpa ucapan (lafaz). Apabila niat talak dengan hati tanpa lafaz maka tidak terjadi cerai.

Ahmad Al-Dardir (madzhab Maliki) dalam Syarah Mukhtasar Khalil menyatakan:

المعتمد عدم اللزوم، وأما العزم على أن يطلقها ثم بدا له عدمه فلا يلزمه اتفاقاً

Artinya: Pendapat yang mu'tamad tidak terjadi talak. Azam (niat) suami untuk menceraikan istrinya tapi tidak dilaksanakan (dalam ucapan) maka tidak terjadi talak menurut kesepakatan ulama.

Badruddin Al-Aini dalam Umdatul Qari Syarah Sahih Al-Bukhari, hlm. 20/256, menyatakan:

وممن قال إن طلاق النفس لا يؤثر : عطاء بن أبي رباح وابن سيرين والحسن وسعيد بن جبير والشعبي وجابر بن زيد وقتادة والثوري وأبو حنيفة وأصحابه الشافعي وأحمد وإسحاق

Artinya: Ulama yang berpendapat bahwa talak dengan hati itu tidak terjadi adalah: Atha bin Ubay, Ibnu Sirin, Al-Hasan, Said bin Jubair, Al-Sya'bi, Jabi bin Zaid, Qatadah, Al-Tsauri, Abu Hanifah (madzhab Hanafi), Syafi'i (madzhab Syafi'i), Ahmad dan Ishaq

Kesimpulan: Ulama sepakat bahwa niat cerai dalam hati itu tidak berakibat talak. Walaupun ada isyarat anggota tubuh. Baca detail: Cerai dalam Islam

WARISAN UNTUK CUCU

Assalamu alaikum

Maaf ustadz mau bertanya masalah pembagian warisan
Ayah dari kakek saya meninggalkan harta

Kakek saya 6 bersaudara Semua laki2

Kakek saya punya 3 anak perempuan termasuk ibu saya Ibu saya punya 5 anak
3 wanita dan 2 pria (salah satux saya)

Brp bagian kah yg saya peroleh berdasarkan aturan Al Qur An

Catatan:
Ibu dan ayah saya sdh meninggal

Nenek saya sudah meninggal namun punya 3 anak (2 wanita 1 pria) dari pernikahan sebelum dengan kakek saya

Kakek saya punya istri kedua namun tdk ada keturunan dari pernikahan itu

Makasih maaf mengganggu uztads

JAWABAN

Anda sebagai cucu tidak mendapat warisan apapun karena terhalang (mahjub) oleh adanya anak kandung. Baca detail: Hukum Waris Islam

WARISAN UNTUK ANAK KANDUNG LAKI-LAKI DAN PEREMPUAN DAN ANAK ANGKAT

assalamualaikum.

mau tanya soal pembagian warisan.
1. apabila pewaris meninggalkan 5 anak perempuan dan 3 anak laki-laki bagaimana pembagiannya?
2. jika terdapat anak angkat dan anak tiri baik laki-laki dan perempuan pembagiannya seperti apa?

JAWABAN

1. Kalau ayah/ibu/istri/suami pewaris sudah wafat, maka seluruh harta dibagikan kepada seluruh anak kandung di mana anak lelaki mendapat bagian dua kali lipat dari anak perempuan. Dalam kasus di atas berarti ketiga anak lelaki masing-masing mendapat 2/11, sedangkan kelima anak perempuan masing-masing mendapat 1/11.

Kalau ada istri/suami, atau ayah ibu, maka sebelum diwariskan pada anak kandung harus diwariskan pada istri/suami dan/atau ayah ibu. Sisanya baru dibagikan kepada anak kandung. Baca detail: Hukum Waris Islam

2. Anak angkat dan anak tiri tidak mendapat bagian warisan. Yg dapat warisan hanya anak kandung.

Sunday, September 29, 2019

Pembagian Waris Untuk Anak Dari Tiga Istri



WARISAN UNTUK ANAK DARI TIGA ISTRI

Ass. Wr. Wb
Ustad yang di muliakan Allah. Saya ingin konsultasi. Saya adalah anak dari ahli waris. Tepatnya tahun 1976 nenek saya meninggal dunia. Meninggalkan suami, 1 orang anak laki-laki dan 3 orang anak perempuan ( salah satunya ibu saya). Dalam perkawinan nenek dan kakek saya ada harta bersama berupa tanah seluas 64.5 are. Akan tetapi tidak pernah di bagi oleh kakek saya kepada anak-anaknya dari nenek saya ( istri 1)

Tahun 1978 kakek saya menikah lagi dan memiliki 3 orang anak perempuan dari istri ke 2. Selama perkawinannya dengan istri 2 kakek saya tidak memiliki harta yang di beli dengan istri ke 2 . Malah menjual sebagian tanah yang didapat dengan istri 1. Sehingga bersisa 36 are. Sekarang kakek saya di ceraikan oleh istri ke 2 dan sudah menikah lagi. Tanggal 2 juli 2016 kakek saya meninggal.

Bagaimana pembagian warisnya mohon diberikan penjelasan ustad...
Wassalamu'alaikum wr.wb

JAWABAN

Perlu diketahui bahwa dalam Islam tidak ada harta bersama suami-istri secara otomatis. Kepemilikan harta tetap berdasarkan hukum kepemilikan yang berlaku umum. Tentang tanah 64 are, misalnya, siapa yang menjadi pemiliknya tetap harus berdasarkan siapa yang membeli tanah tsb. Kalau tanah itu asalnya adalah milik kakek, maka berarti bukan milik nenek. Nenek tidak mendapat bagian apapun. Demikian juga, kalau tanah itu adalah milik nenek, entah dari warisan atau beli sendiri, maka tanah itu adalah milik nenek sepenuhnya bukan milik kakek sebagai suami. Demikian seterusnya. Baca: http://www.alkhoirot.net/2014/06/hukum-harta-gono-gini.html

Tentang harta warisan dari tanah tersebut, itu tergantung dari siapa pemilik asal dari tanah tersebut. Kalau tanah itu milik nenek, maka ahli warisnya adalah (a) kakek sebagai suami mendapat 1/4; dan (b) Sisanya yang 3/4 diberikan kepada keempat anak-anak kandung dari nenek (1 lelaki dan 3 perempuan) di mana anak lelaki mendapatkan dua kali lipat dari anak perempuan.

Kalau pemilik tanah itu adalah kakek, maka ahli warisnya adalah seluruh anak kandung kakek baik dengan istri pertama, kedua dan ketiga plus istri terakhir. Istri mendapat 1/8 sedangkan sisanya yang 7/8 dibagikan pada seluruh anak-anak kandung kakek. Baca detail: Hukum Waris Islam

BELI MOTOR TANPA BPKB

assalamu 'alaikum saya eko dari pekalongan mau menanyakan bagaimana
hukumnya beli motor yang tidak ada bpkbnya . bpkbnya dijadikan jaminan
dibank ?

JAWABAN

Tidak apa-apa. Hukumnya sah asalkan sudah jelas status motor itu bukan motor curian. Baca detail: Bisnis dalam Islam

CARA ISTIQOMAH DALAM BERIBADAH

assalamu'ailaikum ustadz.. saya ana umur 22th. saya ingin bertanya .bagaimana supaya istiqomah dalam beribadah dan dzikir .terimakasih.

JAWABAN

Untuk tetap istiqomah dalam beribadah wajib, maka perlu situasi yang kondusif seperti berteman dengan orang yang baik ibadahnya, dan menjauhi maksiat. Baca detail: Dosa Besar dalam Islam

Termasuk dari maksiat adalah pacaran atau khalwat dengan lelaki bukan mahram (muhrim). Baca detail: Hukum Kholwat

SUAMI BERGAJI KECIL ISTRI MENUNTUT

assalamuallaikum.......
ustad saya mau bertanya.
saya seorang wanita berumur 26tahun sudah menikah 4tahun tapi belum mempunyai anak.saya bekerja disalah satu perusahaan swasta.

suami saya umurnya 31tahun.sudah 2bulan ini suami saya penggaguran sebelumnya suami saya tidak mempunyai pekerjaan tetap, bekerja di salah satu koperasi syariah dan gajiannya dibawah umk,jadi untuk memenuhi kebutuhan masih kurang,suami mengambil keputusan keluar bekerja dan mencoba berjualan sarapan pagi,tapi saya kurang setuju untuk jualan mau saya dia bekerja, biar saya bisa dirumah dan program anak.

pertanyaan saya:
1.bagaimana saya menghadapi suami saya?
2.ketika kami tidak mempunyai uang terkadang saya marah marah karena dia tidak berusaha untuk pinjam dan selalu dirumah tidak mau keluar cari kerja sampingan,(dia selalu berkata sabar) bagaimana sikap saya seperti itu salah kah saya?dan bolehkah saya menuntut dia untuk cari kerja apa aja yang penting halal entah itu kerja bantu bantu orang seperti ojek atw kerja bagunan?

JAWABAN

1. Sebaiknya beri masukan pada suami dengan baik tanpa memaksa bahwa pekerjaan yang ada hendaknya dipertahankan dan apabila ingin tambah penghasilan, maka pekerjaan sambilan dikerjakan setelah pulang kerja.

2. Terlalu menuntut pada suami itu salah. Cara terbaik adalah apabila anda membantu suami dengan cara membuka usaha di rumah. Misalnya, dengan jualan sembako atau membuka warung kecil-kecilan. Marah-marah pada suami hanya akan membuat cinta suami berkurang pada anda bahkan habis dan bisa berakhir pada perceraian atau pertengkaran. Baca juga: Cara Harmonis dalam Rumah Tangga

TELAPAK TANGAN TERTUTUP MUKENA SAAT SHALAT

Assalaamu'alaikum
Saya pernah melihat teman saya ketika sujud selalu menyingkap tangannya jika terhalang mukena. Apakah wajib telapak tangan menyentuh sajadah? Bagaimana jika terhalang mukena?
Atas jawabannya saya ucapkan syukron katsiran

JAWABAN

Tidak wajib telapak tangan menyentuh lantai atau sajadah. Yang wajib menyentuh lantai adalah sebagian dahi. Baca detail: Shalat 5 Waktu

ISTRI TIDAK TAAT DAN MERTUA CEREWET

Assalamu 'alaikum.... Wr. Wb.
Sebelum bertunangan, saya berkonsultasi kepada salah seorang kiai tentang rencana pertunangan saya dengan si A. baru saja saya ceritakan rencana saya, tiba-tiba Pak Kiai berkata " urungkan dan carilah wanita lain! ''. atas dasar cinta dan penuh tawakkal, saya tetap bertunangan dengan wanita tersebut tanpa menghiraukan saran Pak Kiai. alhasil setelah bertunangan, saya terjerumus ke lembah perzinahan. dan setelah saya menikah, istri saya termasuk orang yang tidak taat pada suaminya dan kedua mertua saya pun adalah dua orang pemarah yang selalu menyalahkan saya dalam hal apa pun. kondisi seperti itu membuat saya pun menjadi seorang yang pemarah.

1. apa yang harus saya lakukan terkait pelanggaran yang saya lakukan terhadap Pak Kiai sementara beliau telah wafat?

2. apakah nasib yang menimpa saya disebabkan karena ketidaktaatan saya terhadap Pak Kiai dan bagaimana saya harus menyikapi istri dan mertua saya?

terimakasih atas jawabannya. jazakumullah khoirol jaza'. Wassalamu 'alaikum Wr. Wb.

JAWABAN

1. Perintah kyai itu harus dipahami sebagai nasihat yang sifatnya tidak mengikat. Jadi, anda tidak bersalah padanya dan juga tidak bersalah pada syariah. Yang anda lakukan dengan menikahi itu sudah benar.

Kyai tersebut melarang anda menikahi wanita itu ada dua kemungkinan: (a) beliau mengenal kondisi dan karakter keluarga calon mertua anda yang kurang baik; atau (b) beliau memiliki indra keenam yang dapat melihat dengan mata batin. Apapun itu, sikap anda yang meneruskan rencana untuk menikahi wanita itu tidak salah secara syariah. Walaupun seandainya mengurungkan rencana itu akan lebih baik.

Jadi, ketidakbahagiaan anda dalam rumah tangga anda saat ini bukan karena kualat gara-gara melanggar saran kyai. Tapi karena ketidaktahuan anda pada kondisi faktual karakter istri dan calon mertua anda. Sesuatu yang diketahui oleh kyai anda.

2. Bukan karena tidak taat pada kyai. Tapi karena anda kurang selektif dalam memilih istri dan calon mertua. Ingat, memilih jodoh itu bukan hanya berdasar cinta tapi juga berdasarkan pada karakter istri dan kedua orang tuanya. Baca juga: Cara Memilih Jodoh

BELI MOTOR TANPA BPKB

assalamu 'alaikum ustad . nama saya eko dari pekalongan .
sekarang banyak orang yg beli dengan cara dikredit .
pertanyaan saya
1.bagaimana membeli motor, yang mana motor tersebut masih belom lunas
kreditnya. dengan harga yg murah karena tidak ada bpkbnya
2.bagaimana hukumnya membeli motor yg bpkbnya ada di bank dijadikan
jaminan hutang. sedangkan yang punya motor sengaja tidak melunasi
hutangnya . motor dijual .kelengkapan hanya stnk saja tanpa BPKB?
3.bagaimana hukumnya jual beli lewat internet/online. pembeli tidak
langsung melihat barang yang dijual tetapi hanya lewat foto ?

JAWABAN

1. Motor yang belum lunas cicilannya berarti masih ada tanggungan kewajiban pada dealer. Kalau demikian, maka jual beli itu sah dan motornya halal dengan syarat pembeli kedua tetap meneruskan bayar cicilannya pada dealer.

2. Lihat poin 1.

3. Hukumnya sah apabila tidak ada penipuan. Baca detail: Bisnis dalam Islam

DOSA BESAR

Assalamualaikum ustadz, saya ingin bertanya. Misalnya ada orang yang bilang kalau dia hanya beriman pada Allah, tetapi bukan berarti dia tidak beriman kepada Malaikat, Kitab Suci Allah, Nabi dan Rasul, Hari kiamat dan Qadha dan Qadhar. Apa itu tergolong kedalam dosa besar? Kalau iya. Apa itu? Terimakasih Ustadz, Wassalamualaikum.

JAWABAN

Kalimat itu menunjukkan bahwa dia juga beriman pada Malaikat, Kitab Suci dan seterusnya. Apabila benar demikian, maka tidak masalah. Akan tetapi apabila kalimat itu bermaksud dia tidak percaya pada Malaikat dan seterusnya, maka hukumnya keluar dari Islam. Baca: http://www.alkhoirot.net/2013/12/agama-islam.html

BELI KITAB YANG MASIH ASLI

Assalamu alaikum wr wb,
Mohon diberikan saran kemana sebaiknya kalo hendak membeli kitab2 salaf yg masih asli blm ada pemalsuan oleh kalangan wahabi. Percetakan mana yg masih bisa dipercaya.
Sekian terima kasih
Wassalamu alaikum wr wb.

JAWABAN

Beli saja kitab-kitab salaf di toko terdekat. Tentang keasliannya nanti bisa dikoreksi dengan melihat versi digitalnya (hasil scanning) yang masih asli dan bisa dilihat di archive.org Baca juga: Kitab kuning

Tuesday, September 24, 2019

Istri Hutang Untuk Keluarganya Tanpa Ijin Suami

RUMAH TANGGA: ISTRI HUTANG UNTUK KELUARGANYA TANPA IJIN SUAMI

Assalammualaikum warrahmatullahi wabarakatu...
Mohon bimbingan dan petunjuk pak ustad,maap kalau tulisan saya banyak,saya seorang suami memiliki istri dan 3 anak masing-masing umur 15th cewek,dan 2 cowok umur 5th&3th..

saya sudah berkeluarga lebih 17th,istri saya bekerja sebagai pegawai swasta sudah hampir 7th,sedang saya PNS selama 10th..akhir akhir ini istri saya kurang perhatian terutama soal waktu untuk anak kami,meskipun dirumah ada pembantu,sedang saya kerja diluar kota 2hari sekali..dari awal saya sebenarnya tidak setuju istri bekerja,tapi karna dia merayu akhirnya saya ijinkan dengan syarat waktu untuk keluarga dan peran dia sebagai ibu dan istri tetap ada,

permasalahan besar terjadi 2tahun ini,istri kurang waktu untuk anak..sering kali dia lebih mentingkan pekerjaanya,berulang kali saya tegur dan marahin tetapi tidak lama kembali terulang lagi,saya akuin saya kalau marah dengan sedikit nada tinggi tapi tidak pernah memakai fisik,saya merasa kecewa banget sama istri kenapa begitu mempertahankan pekerjaanya ketimbang anak kami..

sampai tiba saatnya saya menemuin kepala dia dan ketahuan semuanya,kalau selama ini dikantor ada shift malam sebulan paling ga 2x dan istri tidak pernah ijin kebetulan dia bagian admin di rumah sakit swasta,dia mencuri waktu itu dikala saya dinas 2hari sekali dan yang lebih mengecewakan istri malah berhutang dikantor tanpa sepengetauan saya,alhamdulillah tidak ada orang ke 3..murni karna istri tidak jujur,sampe akhirnya kita buat kesepakatan 1th kedepan istri harus berhenti kerja,cuman saya merasa buat apa menunggu setahun toh kerja dia cuman untuk melunasi hutang dia,lebih baik saya selesaikan istri fokus ke anak,tapi beliau bersikeras tidak mau...setelah saya telusuri sebagian uang itu buat keluarga istri,padahal saya tidak pernah melarang untuk membantu keluarga dia,asal jujur..

yang jadi pertanyaan
1. Bagaimana sikap saya sebagai suami jika istri bersikeras tetap kerja,padahal awal kerja istri untuk membantu ekonomi tapi dari awal nikah sama sekali dia tidak nyata membantu kelurga?mungkin kalau dia bekerja untuk membantu ortu dia,tapi lain hal anak dikorbankan terutama hal waktu

2. Tiap kali bertengkar,selalu dia nasehatin tentang dalil agama,sampai dia membantah jangan selalu menggunakan dalil agama,gimana kalau demikian ustad?

3. Ada rasa dalam hati saya ingin menceraikan dia,tapi saya melihat anak kami tapi lain hal saya sebagai suami merasa tidak dihormati,bolehkah saya menceraikan dia ustad?
Demikian pertanyaan dan unek unek saya ustad..mohon pencerahannya..
Wasalamualaikum warohmatullahi wabarokatu
Salam hormat,

JAWABAN

1. Kalau anda ingin dia berhenti bekerja, maka tegaskan bahwa dia harus berhenti bekerja. Kalau dia tetap bersikeras, maka gunakan cara lain agar berhenti bekerja. Misalnya, dengan meminta kepada atasannya supaya dia diberhentikan, dll.

2. Kalau dia tidak mau dinasihati terlalu banyak, maka nasihati sedikit saja yang langsung ke poinnya. Kalau tidak peduli, minta tolong orang lain, misalnya ustadz atau orangtuanya, untuk menasihatinya.

3. Boleh. Istri yang tidak taat boleh dicerai. Baca detail: Cerai dalam Islam

HUKUM NIKAH SAAT HAMIL 6 BULAN

Assalammu'alaikum warahmatullahi wb

Min sya mau tanya,
1. Sya hamil diluar nikah , dn pda usia janin 6 bln sya bru menikah dgn suami saya secara sirih, . Sah ?
2. Seiring berjalannya pernikahan,saya Dan suami saya sering bertengkar, sampai suami saya sering mengusir saya dari rumahnya sampai 3x berturut2
dan sekarang suami saya dipenjara, gimana cara perceraiain saya dengan suami saya ?
3. Saya ingin menikah lagi, syarat nya gimana ? Apa yang harus saya lakukan? Secara saya menikah sirih dengan suami saya

JAWABAN

1. Sah menurut madzhab Hanafi dan Syafi'i, dan tidak sah menurut madzhab Hanbali dan Maliki. Baca detail: Pernikahan Wanita Hamil Zina dan Status Anak

2. Cara termudah adalah dengan mendatangi suami langsung dan meminta dia untuk menceraikan anda secara lisan. Bisa juga anda meminta bantuan orang untuk mendatangi suami dan meminta cerai secara lisan atau tulisan. Cara kedua adalah secara formal dengan mengajukan isbat nikah dan sekaligus gugat cerai ke pengadilan agama. Baca detail: Isbat Nikah Kawin Siri

3. Selesaikan dulu perceraiannya sebagaimana disebut di poin 2. Setelah diceraikan suami, maka tunggu masa iddah selesai baru anda boleh menikah lagi dengan pria lain. Baca detail: Cerai dalam Islam

RUMAH HIBAH

Assalamualaikum, singkat saja mertua sy mempunyai rumah dari hasil hibah yg ingin sy tanyakan
1.Dptkah rumah hibah itu diwariskan?

2.Rumah itu sering dikontrakan hasil dari kontrakan itu uangnya dipakai oleh mertua sendiri tanpa memberikan kpd anak2nya.Kebetulan mertua mempunyai 5org anak 3 laki-laki 2 perempuan bagaimana hukumnya menurut islam?

3.Pada saat rmh itu ad yg ngontrak isteri sy yg jg sebagai anak dari mertua sy ingin minjam sebagian uang itu utk menutupi hutang2nya drpd pinjam dibank atau rentenir pakai bunga pikirnya. Tp mertua tdk mau memberinya ini sdh berapa kali dialami isteri sy bagaimana pandangan islam tentang hal ini? mhn penjelasannya terima kasih wassalam

JAWABAN

1. Kalau rumah itu dihibahkan kepada mertua anda, maka rumah itu menjadi hak milik mertua anda sepenuhnya. Dan tentu saja kelak menjadi harta warisan kalau dia sudah wafat. Baca detail: Hibah dalam Islam

2. Hak dia untuk memberikan hartanya atau tidak kepada anak-anaknya saat dia masih hidup. Namun ketika dia sudah wafat, maka harta peninggalannya harus diwariskan kepada ahli warisnya menurut hukum waris yg berlaku. Baca detail: Hukum Waris Islam

3. Tentu disayangkan kalau orang tua tidak mau membantu anak-anaknya yang kesulitan. Namun anak perempuan yang sudah menikah memang berada di bawah tanggungjawab suaminya dalam segi nafkah. Baca detail: Hak dan Kewajiban Suami Istri

MAKAN DARI UANG PERUSAHAAN, HALAL ATAU HARAM?

Assalamualaikum wr wb

perkenalkan saya seorang karyawan swasta yang bekerja sebagai admin sekaligus kasir (keuangan).
sebagai admin saya selalu mencairkan keuangan yang dibutuhkan atasan saya atau kebutuhan apapun yang dibutuhkan. kebetulan atasan saya merupakan paman saya.
setiap saya melihat bon yang masuk ke saya, terdapat bon makanan yang sudah kami makan bersama saat acara keluarga besar.
sampai suatu saat paman saya mengajak makan saya dan keluarga paman saya di sebuah restoran dan bilang kalau bon nya mau masuk ke kas (perusahaan).saat ditanya oleh tante saya kok bisa, paman saya menjawab ini kebutuhan marketing.

yang ingin saya tanyakan :
1. apakah apa yang saya makan dr uang perusahaan halal?
2. apakah saya berdosa dalam mencairkan dana selama ini?
3. bagaimana dengan tante dan keluarga besar saya yang ikut makan tapi tidak tahu akan hal ini?
4. saya sempat bercerita masalah ini ke orang tua saya, dan itu membuat ortu saya khawatir, selanjutnya kedepan saya tdk pernah cerita lagi masalah uang ke ortu saya agar tidak khawatir, dan berniat untuk menutupi kesalahan paman saya (karena katany kalau menutup aib seseorang maka akan ditutupi juga aib nya di akhirat), bagaimana posisi saya yang tau tapi tdk cerita ke orang tua?
5. jika benar hal tersebut tdk halal, maka bagaimana caranya bertaubat dan melepaskan ini semua?

terimakasih atas solusi dan jawabannya.

Assalamu'alaikum wr.wb

JAWABAN

1. Halal atau haramnya tergantung dari kebijakan perusahaan dalam soal penggunaan uang. Kalau tidak melanggar kebijakan perusahaan, maka halal. Sebaliknya kalau melanggar kebijakan perusahaan maka haram.

2. Apapun kasusnya anda tidak berdosa karena anda tidak punya otoritas untuk menolak.

3. Tidak apa-apa.

4. Tidak ada keharusan untuk cerita ke orang tua. Kecuali kalau dia pemilik perusahaan.

5. Seandainya tidak halal, maka cara bertaubat adalah berhenti atau minta pindah ke bagian lain agar terlepas dari ini dan membayar ganti rugi dari jumlah harta yang termakan. Baca detail: Cara Taubat Nasuha

Gara-gara Salah Baca Artikel Agama jadi Was was

WAS-WAS MURTAD GARA GARA MEMBACA ARTIKEL AGAMA TULISAN ALIRAN RADIKAL

Assalamu'alaikum warrahmatullahi wabarakatuh.

Pak ustadz dan seluruh pengurus Pondok Pesantren Alkhoirot yang semoga selalu di rahmati oleh Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Bgini pak ustadz saya ini orang yang awam tentang agama Ialam. banyak hal yang tidak saya tahu, paling saya hanya tahu tentang hukum wajib, sunah, halal, haram, makruh, dan mubah. sampai suatu saat saya mulai belajar mengenai ilmu lainnya tentang agama.

1. Pertama saya belajar tentang cara bersuci dari najis. Setelah saya tahu dan saya praktekan, tiba-tiba saya jadi was-was seperti apakah suatu benda terkena najis atau tidak.

2. Kemudian saya pernah menonton video-video tentang dakwah Dr. Zakir Naik. Di situ beliau berdakwah dengan menggunakan ilmu perrbandingan agama, yaitu membandingkan isi kitab-kitab agama lain dengan Al-qur'an. terutama perbandingan antara Injil dengan Al-qur'an. Dimana ternyata masih ada isi dari Injil yang sejalan dengan Al-qur'an. Saya pun jadi tertarik untuk mengkaji Injil untuk melihat beberapa isi yang masih sejalan dengan Al-qur'an, yakni dengan membaca beberapa artikel di Internet yang banyak membuktikan bahwa apa yang diajarkan oleh Nabi Isa 'Alaihissalam itu sama seperti yang diajarkan oleh Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wassalam, seperti menyembah hanya kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Kemudian muncul penyakit was was seperti saat saya ingin mengingat atau menyebut nama Allah Subhanahu Wa Ta'ala, tiba-tiba yang terlintas dipikiran saya malah tuhannya umat nasrani. Saya mencoba untuk melawan pikiran itu dengan terus menyebut nama Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Karena saya hanya mengimani bahwa Tuhan itu hanyalah Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Dan Nabi Isa 'Alaihissalam adalah Rasul Allah sama seperti Nabi Muhammad Shalallahu 'Alaihi Wassalam yang juga adalah Rasul Allah.

3. Kemudian saya mulai belajar lagi tentang sesuatu yang bisa membuat orang Islam menjadi murtad atau kufur dari agama Islam. Seperti saya pernah membaca artikel lagi tentang hal ini, Di situ terdapat kutipan ayat Al-qur'an Surat At-Taubah : 65-66, dimana isi dari ayat tersebut kurang lebih menjelaskan bahwa orang yang mengolok-olok Allah, ayat-Nya, dan Rasul-Nya menjadi kafir setelah beriman meskipun ia hanya sedang bersenda gurau saja. Di sini saya jadi coba-coba mengingat kalau dulu saya pernah mengucapkan salam kepada teman dengan bercanda. Dimana salam tersebut sepert yang kita tahu mengandung nama Allah di dalamnya jika diucapkan secara lengkap. Nah disitu saya jadi berpikir jangan-jangan saya malah jadi kafir karena pernah melakukan hal tersebut. Saya juga pernah mengucapkan kalimat dzikir seperti mengucapkan kalimat hamdalah dengan bercanda.

Seperti kalau dulu kita sering melihat pelawak di TV yang menirukan gaya bicara H. Rh*m* Iram* saat mengucapkan kalimat "Alhamdulillah" dengan tujuan untuk bercanda dan menghibur penontonnya kemudian saya pun mengikutinya. Kemudian dulu juga ada pelawak di TV yang menyanyikan lagu "Rindu Muhammad ku" dimana ada lirik "Siapa cinta pada Nabi nya pasti bahagia dalam hidup nya" dimana lirik itu dinyanyikan oleh si pelawak dengan gerakan yang aneh dengan tujuan untuk bercanda dan menghibur penontonya.

Padahal di lirik itu ada kata "Nabi" yang sudah pasti ini merujuk kepada Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wassalam. Dan parahnya saya pun saat itu kalo tidak salah tertawa (saya lupa karena kejadian itu sudah lama). Saya pun berpikir apakah saya pernah melakukan hal yang serupa karena saya lupa.Bahkan saya masih sempat ingin tersenyum dan coba saya tahan karena saya takut dan was was kalau saya nanti menjadi kafir karena hal tersebut.

4. Kemudian saya pernah membaca hadits Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wassalam, dimana isinya itu tentang jika seorang muslim menuduh orang muslim lainnya sebagai kafir dan apabila tidak terbukti maka tuduhan itu kembali kepada dirinya dan jika tuduhannya terbukti maka ia selamat. Nah saya dulu sebelum tahu hadits ini pernah bercanda dengan teman saya dimana saya bilang kepada teman saya bahwa ia kafir begitu pun teman saya membalas dengan tuduhan yang sama. hal ini dipicu karena terkadang kami sering berdebat tentang agama. kadang ia yang benar dan kadang saya yang benar. Saya berpikir lagi apakah saya sudah menjadi kafir karena telah menuduh teman saya yang muslim sebagai kafir meskipun sebenarnya itu hanya bercada.

5. Karena permasalahan pada poin nomor 3-4 saya sampai mengucapkan 2 kalimat syahadat kembali karena takut dan was was bahwa saya telah menjadi kafir. Bahkan saat saya mengucapkan 2 kalimat syahadat ada lintasan pikiran aneh seperti bahwa kalimat syahadatnya salah, syahadatnya tidak sah, atau kalimat aneh lainnya yang menganggu pikiran saya dan berujung menganggu hati saya. Bahkan saya pernah mengucapkan 2 kalimat syahadat sendiri kemudian mandi besar layaknya orang mu'alaf. Setelah kejadian itu pun saya masih dihantui perasaan was was bahwa saya kembali kafir karena ada perkataan yamg membuat saya jadi kafir. Bahkan ada niatan saya untuk mengucap 2 kalimat syahadat ulang dan mandi besar lagi. Jujur saja saya terkadang suka latah mengikuti apa yang ada dalam hati saya seperti kalau saya sedang berpikir sesuatu terkadang saya melakukan hal apa yang saya pikirkan tanpa disengaja seperti sedang berimajinasi melakukannya kemudian jika menurut saya ada yang salah saya langsung istighfar karena saya takut kalau apa yang saya ucapkan atau lakukan adalah sesuatu yang bisa menjerumuskan saya kepada kekufuran (murtad). Lalu timbulah perasaan was was lagi seperti "tadi ucapan atau perilaku kemudian jika menurut saya ada yang salah saya langsung istighfar karena saya takut kalau apa yang saya ucapkan atau lakukan adalah sesuatu yang bisa menjerumuskan saya kepada kekufuran (murtad).

6. Sekarang saya menderita penyakit was-was yang parah akibat permasalahan yang saya alami pada poin nomor 1-5.terutama pada poin 3-5. Karena saya takut kalau nanti saya meninggal dalam keadaan kafir dan tidak punya bekal amalan kebaikan apapun di akhirat kelak karena orang yang telah kafir setelah beriman maka pahala kebaikannya akan dihapus oleh Allah Subhanahu Wa Ta,ala. Begitulah hal yang saya ketahui.

Pertanyaan

1. Bagaimana pendapat Pak ustadz tentang permasalahan saya pada poin 1-6
2. Apa hukumnya pada apa yang telah saya lakukan dan alami pada poin 1-6?
3. Apakah yang saya lakukan pada poin nomor 5 sudah benar atau salah?
4. Bagaimana solusi dari seluruh permasalahan saya pada poin nomor 1-6?
5. Bagaimana caranya untuk bertaubat dari semua kesalahan saya ini sehingga Allah Subhanahu Wa Ta'ala akan mengampuni dosa dan kesalahan saya sehingga saya bisa tetap menjaga keimanan dan keislaman saya dan mengusir was was ini karena hal ini menganggu saya untuk beribadah kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala?

Mohon Pak ustadz memberikan saya jawaban dan solusi dari seluruh permasalahan saya secara jelas dan padat sehingga saya yakin dengan apa yang saya harus lakukan adalah benar sehingga saya bisa terlepas dari perasaan was was saya dan saya bisa beribadah kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala dengan tenang. Bahkan saat saya menulis ini pun perasaan saya masih was was takut ada kata-kata yang salah yang menyebabkan saya menjadi kufur.

Terima Kasih atas kesediaannya Pak ustadz untuk membantu saya. Semoga Allah Subhanahu Wa Ta'ala membalas kebaikan pak ustadz.

Wassalamu'alaikum warrahmatullahi wabarakatuh.

JAWABAN

1. Dalam kasus (1) anda belajar tentang najis kurang tuntas dan mendalam sedangkan anda bawaannya suka berandai-andai. Oleh karena itu dianjurkan untuk belajar secara khusus pada ustad atau ulama di pesantren. Pastikan anda mencari pesantren yang dikelola kyai NU karena mereka lebih mengerti tentang masalah fikih empat madzhab terutama madzhab Syafi'i. Secara online Anda bisa mulai belajar dari sini: Najis Menurut Madzhab Empat

Dalam kasus (2) itu pelajaran bagi anda agar ke depannya tidak usah belajar perbandingan agama. Apa yang sedang anda alami saat ini akan hilang dengan sendirinya ketika anda sudah melupakannya kelak. Asal tidak mengulangi lagi membaca buku milik agama lain atau tentang agama lain. Fokus saja belajar Islam. Tapi jangan salah belajar Islam ala Wahabi atau Hizbut Tahrir. Baca Islam Ahlussunnah Wal Jamaah yang berakidah Asy'ariyah dan berfikih madzhab Syafi'i. Secara online bisa mulai belajar dari sini:

Aqidah Asy'ariyah:
- Aqidatul awam
- Risalah Aswaja
- Aqidah Sanusiyah

Fiqih madzhab Syafi'i:
- Matan taqrib
- Safinatun Naja

Dalam kasus (3) bercanda yang dimaksud adalah apabila dengan tujuan menghina kebenaran Islam, tidak percaya pada Allah, isi Al Quran dan RasulNya. Apabila bukan dengan tujuan tersebut, maka tidak apa-apa. Lihat jawaban poin 13 di link ini: Cara mengatasi was-was murtad

Dalam kasus (4) seorang awam seperti anda tidak boleh memaknai atau menafsiri suatu hadits seperti yang tersurat sebelum merujuk pada pandangan ulama yang ahli di bidangnya. Kata "kafir" dalam hadits itu menurut Imam Nawawi berimplikasi haram hukumnya menuduh sesama muslim dengan sebutan kafir. Baca detail: Hukum Mengkafirkan sesama Muslim

Penyebab anda menderita was-was di atas disebabkan oleh satu hal: anda belajar agama tanpa adanya guru yang membimbing dari kalangan Ahlussunnah Wal Jamaah yang di Indonesia terdapat pada para ulama NU. Baca nasihat Kyai Hasyim Asy'ari dalam kitabnya Risalah Ahlussunnah di link berikut:

2. Lihat poin 1.

3. Karena anda tidak murtad atau kufur maka tidak perlu membaca syahadat apalagi mandi. Tapi kalau istighfar tidak apa-apa sebagai bentuk kekuatiran telah jatuh ke perbuatan dosa.

4. Solusinya: cari ilmu yang betul dengan memakai guru. Dan gurunya pun harus para ulama dari kalangan Ahlussunnah Wal Jamaah yang di Indonesia berafiliasi ke NU. Kalau baca artikel di internet, pastikan membaca dari situs yang berafiliasi ke NU. Jangan sampai baca artikel tulisan ustadz Wahabi Salafi yang keras dan radikal serta berlebihan dalam membuat hukum. Sesuatu yang berlawanan dengan spirit Islam yang toleran dan cinta kasih.

Baca detail:
- Ciri-ciri artikel Wahabi lihat:
- Daftar situs Ahlussunnah NU:
- Daftar situs Wahabi:
- Daftar situs Hizbut Tahrir:

5. Was-was anda akan hilang dengan sendirinya kalau anda sudah belajar agama secara lebih baik dan benar pada guru, ustadz atau ulama yang benar sebagaimana disebut di muka. Untuk cara taubat dari dosa secara umum, lihat: Cara Taubat Nasuha

Apakah Hadits Nabi Itu Benar Atau Salah?

APAKAH HADITS NABI ITU BENAR ATAU SALAH?

Assalamualaikum ustads.. nama saya i ustads saya seorang mahasiswa dari salah satu perguruan swasta di makassar..

sebelumnya saya mau minta maaf terlebih dahulu ustads bukannya saya mau melecehkan atau apa tetapi saya di sini hanya mau mengetahui lebih dalam tentang islam.. ini pertanyaan dari teman saya ustads tetapi saya tidak begitu bisa menjawab karena ilmu pengetahuan saya tentang islam tidak begitu banyak dan luas.

Pertanyaan teman saya ini adalah apakah Al Qur'an itu sempurna ?? Jdi saya menjawab bagi saya Al Qur'an itu sempurna terus dia bertanya lagi tpi siapa yang membuat itu AlQur'an ?? Saya menjawab ALLAH SWT terus dia bertanya lagi ketika Al Qur'an yang sekarang itu apakah manusia yang membuat ?? Terus saya menjawab iya terus dia bertanya lagi di dalam Al Qur'ankan banyak hadist" nabi kan ? Terus saya menjawab iya. Dia kemudian bertanya lagi manusia itukan tidak ada yang sempurna terus terus dulu Nabi Muhammad SAW tidak tahu membaca dan menulis tpi terus sahabat" nabipun begitu,, apakah di dalam hadist nabi itu tidak ada yang keliru ?? Karena manusia tidak ada yang sempurna kan ?? Nabi Muhammad SAW meninggal pada umur 63 tahun setelah itu para sahabat nabi yang meneruskan perjuangan islam pada masa itu..

1. pertanyaannya d sini ustads pada saat itu tidak ada manusia yang tahu membaca dan menulis dan d dalam Al Qur'an banyak hadist nabi yang di ungkapkan oleh para sahabat" nabi, apakah hadist itu benar atau salah ? Bisa saja ada yang terlupakan atau melebihi ataupun mengurangi ?? Ini yang membuat saya bingung ustads.. mohon bantuannya. Terima kasih. Assalamualaikum

JAWABAN

1. Hadits adalah ucapan atau perbuatan Nabi Muhammad yang diceritakan oleh para Sahabat. Hadits secara garis besar terbagi menjadi tiga yaitu hadits sahih, hadits hasan dan hadis daif. Hadits sahih dan hadits hasan adalah hadits yang dijamin bahwa itu berasal dari Rasulullah. Sedangkan hadits daif adalah hadits yang ada kemungkinan salah dari segi periwayat sehingga ada kemungkinan salah dari segi isinya. Baca detail: Hadits Sahih, Hasan, Dhaif

Catatan: Jawaban anda tentang Al-Quran ada beberapa kesalahan. Sebaiknya jawablah tidak tahu kalau anda belum pernah membaca tentang suatu masalah agama yang ditanyakan. Baca detail:

WARISAN: AHLI WARIS SUDAH MENINGGAL APAKAH DAPAT WARISAN?

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatu.
Nama sy wahyu hidayat

Ada harta dari almarhum kakek yg mau dibagikan. Kakek punya 8 anak, 5 laki-laki dan 3 perempuan. Dari 5 anak laki-laki tersebut 4 orang sudah wafat (setelah kakek wafat) jd yg tersisa 1 anak laki-laki dan 3 anak perempuan.

Pertanyaannya:
1. Misalkan dari salah seorang anak laki-laki yang sudah wafat tersebut meninggalkan seorang istri dan 3 orang anak (1 laki-laki dan 2 perempuan). Apakah istri dan anak-anak dari anak laki-laki yang sudah wafat tersebut tetap mendapat hak waris dari bagian ayahnya yang sudah meninggal atau tidak sama sekali?
Itu saja pertanyaannya.

Maaf tidak mencantumkan berapa orang ahli warisnya karena masih banyak cucu-cucu yang lain dan msh belum ada kejelasan apakah istri-istri dan cucu-cucu dr anak laki-lakinya yg sudah wafat trsebut mendapat hak waris dari almarhum ayahnya atau tidak.

Terima kasih sebelumnya dan mohon penjelasannya.
Wassalamualaikum warahmatullah.

JAWABAN

1. Kalau pewaris lebih dulu wafat dari pada ahli waris, seperti dalam kasus di atas, maka ahli waris (yakni si anak) tetap mendapat warisan. Dan karena saat ini ahli waris sudah wafat, maka otomatis harta bagiannya dibagikan kepada ahli warisnya yakni anak dan istrinya sesuai dengan sistem pembagian warisan Islam. Baca detail: Hukum Waris Islam

WARISAN

asallamualaikum .wr..wbk...paman meninggal pdtahun 2016.paman tidak
punya anak.meninggalkan seorang istri.saya adalah anak laki-laki dari
saudara kandung prempuan paman.apakah saya termasuk ahli waris paman?
trima kasih...

JAWABAN

Penjelasan anda tidak lengkap. Apakah almarhum punya orang tua (ayah/ibu) atau tidak? Dan apakah saudara kandungnya (ibu anda) masih hidup? Jawaban sementara adalah: istri mendapat 1/4 (seperempat). Baca detail: Hukum Waris Islam

HUKUM PACARAN

Assalamuaikum wr.wb saya dina..
1. Saya ingin bertanya bagaimana hukum islam tentang pacaran
2. dan bagaimana cara agar saya siap lahir dan batin untuk hijrah ke jalan yg lebih baik lagi mas. Saya ingin sekali bisa menjadi wanita yg lebih baik. Terma kasih

JAWABAN

1. Hukum pacaran secara fisikal dalam arti jalan berduaan atau tinggal atau duduk berduaan adalah haram. Karena khalwat (berduaan antara lawan jenis bukan mahram) hukumnya haram. Baca detail: Hukum Kholwat

HUKUM MEMUJI SESEORANG

Assalamualaikum wr wb ustadz..saya mau bertanya apa hukum memuji seseorang?,dan apa hukum memuji seseorang dengan maksud membangun menyenangkan hatinya agar dia lebih baik lagi? Terimakasih ustadz mohon pencerahannya wassalamualaikum wr wb..

JAWABAN

Hukum memuji seseorang itu dibolehkan asalkan isi pujiannya jujur dan sesuai kenyataan serta dengan tujuan yang baik yakni agar yang dipuji termotivasi untuk berbuat lebih baik. Contoh tujuan yang buruk seperti memuji agar yang dipuji mau diajak berbuat haram, dst. Baca detail: Hukum memuji
Baca detail: Bohong dalam Islam

RUMAH TANGGA: ISTRI MENOLAK HUBUNGAN BADAN

Assallamuallaikum.wr.wb
Rumah tangga saya sedang mengalami keretakan.mohon pencerahan bila istri saya selalu menolak untuk berhubungan badan. Apakah istri saya berdosa jika melakukan hal seperti itu terus menerus?

JAWABAN

Ya, istri anda berdosa. Dalama keadaan seperti itu, anda boleh tidak memberinya nafkah. Termasuk juga anda boleh menceraikannya. Baca detail: Hukum istri durhaka tidak taat suami

Namun kalau anda masih sayang padanya, maka cobalah ajak istri anda untuk berkomunikasi dengan baik apa sebabnya. Kalau sulit, minta tolong pada orang lain (sesama perempuan) untuk menanyakan apa yang sebenarnya terjadi. Setelah itu, anda bisa mengambil langkah terbaik ke depannya. Baca juga: Cara Harmonis dalam Rumah Tangga

MAKNA KONSULTASI DALAM ISLAM

1.Apa itu konsultasi menurut Islam?, Apakah datang ke dukun juga termasuk konsultasi?

JAWABAN

1. Konsultasi artinya bertanya dan mengharapkan nasihat dari yang ditanya. Datang ke dukun juga termasuk konsultasi. Oleh karena itu, konsultasi ada yang halal ada juga yang haram. Termasuk yang haram adalah konsultasi ke dukun untuk meminta ramalan. Baca detail: Hukum Percaya Ramalan

Monday, September 23, 2019

Jual Beli Kotoran Hewan Untuk Pupuk


JUAL BELI KOTORAN HEWAN UNTUK PUPUK

Assalamu'alaikum warohmatullohi wabarokatuuh

Pak Ustadz saya mau menanyakan soal Jual Beli Kotoran Ayam yang sudah diproses terlebih dahulu, itu Haram atau Halal.

Ceritanya begini pak Ustadz
Saya punya Saudara yang bekerja di suatu usaha Peternakan Ayam Petelur.

Kotoran ayamnya ditawarkan kepada saya, kalau mau ambil / memanfaatkannya, silakan Gratis, hanya ongkos angkut ditanggung pengambil.

Kemudian Kotoran Ayam Petelur itu akan saya olah menjadi Pupuk Kompos dengan mencampur Mikroorganisme pengurai bahan-bahan organik + Arang Sekam + Bahan Mineral lainnya yang diperlukan oleh tanaman. Prosesnya memerlukan waktu 3-4 minggu dan kemudian dicacah / digiling dengan menggunakan alat mesin Chruser.

Hasil penggilingan kemudian dikemas dalam karung dan dijual.

Apakah Hasil Usaha Penjualan Pupuk Kompos seperti yang akan saya lakukan tersebut di atas termasuk Haram atau Halal Pak Ustadz?

Atas Perhatian dan Jawabannya saya ucapkan Terimakasih.

Hormat Saya,

JAWABAN

Kotoran ayam atau hewan lain adalah najis. Dan hukum jual beli barang najis secara umum adalah haram. Namun, apabila kotoran hewan itu bertujuan untuk dijadikan pupuk, apalagi kalau dibuat bahan campuran saja, maka hukumnya boleh menurut madzhab Syafi'i.

Zakariya Al-Anshari dalam Al Ghoror Al Bahiyyah Syarh Al Bahjah Al Wardiyyah, menyatakan:


وحِلُّ استعمال النجس العيني ثابت لتسميد الأرض مع الكراهة، بأن يجعل فيها السماد للحاجة إليه

“Halal memanfaatkan benda najis untuk pupuk supaya menyuburkan tanah, namun hal ini dihukumi makruh dan pemanfaatan itu karena ada suatu hajat (kebutuhan).”

Imam Nawawi juga berkata dalam Al Majmu’,

يجوز تسميد الارض بالزبل النجس قال المصنف في باب ما يجوز بيعه وغيره من أصحابنا يجوز مع الكراهة قال امام الحرمين ولم يمنع منه أحد وفى كلام الصيدلاني ما يقتضي خلافا فيه والصواب القطع بجوازه مع الكراهة

“Boleh memberi pupuk pada tanah dengan pupuk yang najis. Demikian dikatakan oleh penulis ketika menyebut dalam bab apa saja yang boleh diperjualbelikan. Hal ini disebutkan pula oleh ulama Syafi’iyah boleh, namun makruh. Imam Al Haromain juga tidak melarangnya. Namun ada pakar yang lain yang menyelisihi pendapat ini. Akan tetapi, yang tepat, boleh pemanfaatan pupuk yang najis namun disertai makruh. ”

Menurut madzhab Maliki dan Hanafi boleh jual beli perkara yang mengandung najis asalkan ada manfaatnya.

Wahbah Zuhaili dalam Al-Fiqh al-Islami wa Adillatuhu mengutip pandangan kedua madzhab ini menyatakan:

وَلَمْ يَشْتَرِطْ الْحَنَفِيَّةُ هَذَا الشَّرْطَ فَأَجَازُوْا بَيْعَ النَّجَاسَاتِ كَشَعْرِ الْخِنْزِيْرِ وَجِلْدِ الْمَيْتَةِ لِلانْتِفَاعِ بِهَا إِلاَّ مَا وَرَدَ النَّهْيُ عَنْ بَيْعِهِ مِنْهَا كَالْخَمْرِ وَالْخِنْزِيْرِ وَالْمَيْتَةِ وَالدَّمِ كَمَا أَجَازُوْا بَيْعَ الْحَيَوَانَاتِ الْمُتَوَحِّشَةِ وَالْمُتَنَجِّسِ الَّذِيْ يُمْكِنُ اْلانْتِفَاعُ بِهِ فِيْ اْلأَكْلِ وَالضَّابِطُ عِنْدَهُمْ أَنَّ كُلَّ مَا فِيْهِ مَنْفَعَةٌ تَحِلُّ شَرْعًا فَإِنَّ بَيْعَهُ يَجُوْزُ لِأَنَّ اْلأَعْيَانَ خُلِقَتْ لِمَنْفَعَةِ اْلإِنْسَانِ

Dan ulama Hanafiyah tidak mensyaratkan syarat ini (barang yang dijualbelikan harus suci, bukan najis dan terkena najis). Maka mereka memperbolehkan jualbeli barang-barang najis, seperti bulu babi dan kulit bangkai karena bisa dimanfaatkan. Kecuali barang yang terdapat larangan memperjual-belikannya, seperti minuman keras, (daging) babi, bangkai dan darah, sebagaimana mereka juga memperbolehkan jualbeli binatang buas dan najis yang bisa dimanfaatkan untuk dimakan.Dan parameternya menurut mereka (ulama Hanafiyah) adalah, semua yang mengandung manfaat yang halal menurut syara.’, maka boleh menjual-belikannya. Sebab, semua makhluk yang ada itu memang diciptakan untuk kemanfaatan manusia.

Kesimpulan: Boleh jual beli kotoran ayam atau hewan lain untuk pupuk.

Baca detail:
- Jual beli barang najis
- Jual beli jangkrik untuk makanan burung

WARISAN LAKI-LAKI TANPA ANAK

Adik saya laki2 meninggal tanggal 13 Oktober 2016 mempunyai dua anak angkat: yang laki masih saudara dan yang perempuan ambil dari RS.
Adapun ahli waris dan statusnya sebagai berikut:
1. Istri masih hidup
2. Ibu masih hidup
3. Anak tidak punya
3. 3 saudara perempuan kandung masih hidup
4. 1 saudara laki laki masih hidup

Berapa bagian masing masing?

Wassalam,
Kresna Tri Dewi

JAWABAN

Pembagian waris dalam kasus di atas sbb:
(a) Istri mendapat 1/4 = 6/24
(b) Ibu mendapat 1/6 = 4/24
(c) Sisanya yang 14/24 diberikan kepada keempat saudara kandung di mana saudara lelaki mendapat dua kali lipat dibanding saudara perempuan. Jadi, 1 saudara laki-laki mendapat bagian 2/5 (dari 14/24), sedangkan ketiga saudara perempuan masing-masing mendapat 1/5 (dari 14/24)
Baca detail: Hukum Waris Islam

KERJA SAMA PENGADAAN PEMBAYARAN TELPON APAKAH RIBA?

Assalamulaikum Warahmatullah Wabarakatuh,

Pak Ustadz, saya mau menanyakan tentang pengadaan pembayaran telepon BUMN.
Saya memiliki teman yang bekerja di Koperasi Milik PLN. Dimana semua proyek dan pengadaan dilimpahkan ke koperasi tsb.

Dan saya ditawari untuk pengadaan pembayaran telepon karyawan dan kantor PLN 1 provinsi.
contoh :
bila pemakaian telepon PLN 1 bln Rp. 25.000.000,- maka saya ditawarkan koperasi untuk memodali pembayaran telepon tersebut.
dan saya mendapatkan fee 10% atas peminjaman modal untuk pekerjaan koperasi tersebut setiap bulannya.

1. Pertanyaan saya, apakah ini termasuk bagian dari Riba.
Mohon pencerahaannya, terimakasih

Wassalamualaikum Warahmatullah Wabarakatuh

JAWABAN

1. Tidak termasuk riba apabila fee 10% tersebut bagian dari bagi hasil keuntungan. Dan termasuk riba apabila fee tersebut bagian dari bunga pinjaman yang anda berikan. Baca detail: Hukum Bank Konvensional

HUKUM MEMBANTU BUAT SKRIPSI

Assalamualaikum warrahmatullahi wabarokatu
Saya Arin, memiliki teman beda jurusan. Teman saya sudah tua, gaptek, dan susah memakai komputer. Suatu hari dia meminta tolong saya membantu mengerjakan skripsi nya dan menjanjikan sejumlah uang sebagai imbalan. Pertanyaan saya
1. Apa hukum membantu dengan imbalan seperti itu?
2. Bagaimana hukum uang yang akan saya terima..?
3. Sebatas apa saya bisa membantu nya, mengingat memang beliau sudah tua?
4. Apabila haram, bagaimana cara menolaknya tanpa menyakitinya?

Terima kasih,
Semoga Allah membalas kebaikan anda dengan kebaikan pula.

Wasalamualaikum warrahmatullahi wabarokatu

JAWABAN

1. Tergantung jenis bantuan yang diberikan. Selagi bantuan itu tidak bertentangan dengan aturan yang berlaku di universitas tersebut, maka tidak masalah. Tapi kalau bertentangan atau melanggar peraturan, maka hukumnya tidak boleh (haram). Baca: QS Al-Maidah 5:1.

2. Sangat tergantung dari jenis bantuan sebagaimana disebut dalam poin 1.

3. Sebatas bantuan yang tidak melanggar peraturan perguruan tinggi. Seperti mengetik, membantu mencari data rujukan, dsb. Tapi tidak boleh membuatkan seluruh atau sebagian isi skripsi karena itu jelas melanggar aturan.

4. Anda dapat membantu sebagian (yang tidak melanggar) dan menolak sebagian yang lain (yang melanggar aturan). Baca detail: Bisnis dalam Islam

Sunday, September 08, 2019

Ibu Selingkuh Dengan Kepala Desa


IBU SELINGKUH DENGAN KEPALA DESA

assalamualaikum. saya Nurul Qur'aeni Irwan, Mahasiswa Pendidikan Kedokteran semester satu. saya anak pertama dari 3 bersaudara. belum lama ini, ayah saya meninggal dunia. berbagai macam masalah saat ini saya hadapi.

mulai dari masalah kuliah saya, namun semsester satu telah saya lewati, dan alhamdulillah hasilnya baik. namun, saya tidak tau apa yahng harus saya lakukan. saat saya pulang ke rumah, saya menyadari bahwa ibu saya memiliki hubungan asmara dengan bapak kepala desa yang merupakan paman dari almarhum ayah saya.

awalnya, saya selalu menangis sendirian, saya selalu mencurigai ibu saya, saat ibu saya diam-diam sering menelepon orang tersebut. saya merasa berdoa kepada ibu saya telah memikirkan, telah berprasangka buruk kepada ibu saya tanpa ada bukti yang jelas. namun saat terakhir kali ibu saya ke kostan saya, ibu saya bersama dengan pak kepala desa tersebut. saya benar-benar sangat marah namun sangat sedih pula, saya tidak tau harus melakukan apa.

ibu saya berusaha menutup-nutupi kesalahan dengan membuat berbagai alasan. "nak, bisakah kau memanngil bapak kepala desa masuk ke kostanmu? beliau yang mengantar ibu kesini. kebetulan tadi saya dengan beliau ketemu dan tujuan kami sama. dan setelah ini kami akan menjemput istri bapak kepala desa untuk pergi melayat" kata ibuku.

namun, saat itu saya mulai curiga. kenapa ibu selalu berbohong kepada saya. saya tidak tau harus melakukan apa. sampai saat ini saya belum melakukan tindakan, saya sangat takut durhaka kepada ibu saya. namun, saya sangat merasa kasihan kepada adik-adik saya yang masih kecil. sikap ibu saya di rumah memang berubah, saya sering mendapati ibu saya diam-diam menelepon, dan satu waktu saya mendpati panggilan keluarnya yang tak lain adalah bapak kepala desa tersebut.

ibu saya juga sering menyembunyikan hpnya seolah-olah dia menyimpan sesuatu di dalamnya. sekedar informasi bahwa ibu saya merupakan ibu rumah tangga, namun setelah ayah saya meninggal. ibu saya terpaksa menjadi tulang punggung keluarga, beliau kerja berdagang jilbab dan pakaian.

mohon, solusinya. saya tidak tau lagi harus kepada siapa saya mencurahkan segala isi hati dan permasalahan saya. saya tidak tau bagaimana cara menghadapinya. saya juga tidak punya teman-teman yang dapat saya tempati curhat. ini menyangkut privasi saya, saya sangat malu jika memang benar itu terjadi kepada ibu saya. saya sangat malu menceritakan hal tersebut kepada teman saya. mohon solusinya. mohon bantu saya.

JAWABAN

Tugas setiap muslim adalah melakukan amar makruf (perintah kebaikan) dan nahi munkar (mencegah kemungkaran). Cara nahi munkar ada tiga macam yaitu dengan tangan, dengan lisan dan dengan mengingkari dalam hati. Maka, yang perlu anda lakukan dalam menyikapi kasus ibu anda adalah dengan memilih salah satu dari ketiga cara nahi munkar tersebut sesuai dengan kemampuan mental anda. Kalau bisa dengan lisan, maka nasihati ibu anda agar menghentikan perbuatannya. Kalau tidak mampu, maka anda cukup mengingkari perbuatan beliau dan tidak menirunya. Baca detail: Amar Makruf Nahi Munkar


Pada waktu yang sama, tetaplah taat dan hormat pada beliau. Taat pada orang tua tetap wajib selagi perintahnya tidak berkaitan dg maksiat. aca detail: Hukum Taat Orang Tua

NIAT DALAM IBADAH

Assalamualaikum, saya mau tanya nih ustadz, saya bingung tentang niat, seperti ini ketika wudhu kan kita harus niat dalam hati, tetapi jika kita mau wudhu tanpa mengucapkan niat wudhu di lisan atau pikiran kita tepat sebelum wudhu, tetapi kita sadar dan tahu jika kita ini akan wudhu agar bisa sholat gitu, itu sudah dianggap sudah niat atau belum ya, soalnya saya pernah baca kalau niat itu secara otomatis datang, seperti kalau minum ya otomatis udah niat minum gitu gak perlu ada niat "aku akan minum" begitu, jadi apakah tidak masalah jika kita mau wudhu tanpa ada niat "aku niat wudhu untuk menghilangkan hadats kecil karena Allah ta, ala" tetapi cuma punya keinginan untuk wudhu dan akan wudhu agar sholat sah dan diterima, dan apakah wudhu tersebut bisa menghilangkan hadats kecil juga ustadz meski niat nya hanya dengan keinginan akan wudhu untuk sholat tanpa ada kata kata "untuk menghilangkan hadits kecil"
Mohon bantuannya untuk mengatasi keraguan ini
Wassalmaualaikum

JAWABAN

1. Dalam ibadah, niat hukumnya wajib diungkapkan dalam hati dan sunnah diucapkan secara lisan juga. Namun demikian, tidak semua wajib diungkapkan dalam niat. Lebih detail lihat artikel di link berikut:
- Niat Sebelum Perbuatan
- Waktu Niat Ibadah
- Cara Niat

QADHA PUASA

assalamualaikum,saya ingin bertanya mengenai qadha puasa,saya pernah tidak berpuasa selama sebulan penuh karena saya sedang nipas, sampai datang tahun berikutnya saya belum mengqadha karena menyusui,

pertanyaan saya
1. apakah boleh jika saya mengqadha setelah saya berhenti memberikan asi?
2. kemudian bagaimana perhitungan jumlah hari yang harus dikodo apakah menjadi berlipat setiap tahunnya?

mohon jawabannya terima kasih.wassalam

JAWABAN

1. Boleh. Ibu tidak puasa karena menyusui ada dua kategori:
(a) Tidak puasa karena takut atas kesehatan dirinya seperti akan berakibat sakit maka boleh tidak berpuasa dan wajib meng-qadha tanpa harus membayar kafarat/fidyah.
(b) Tidak puasa karena kuatir akan kesehatan anaknya seperti takut sedikitnya ASI (Air Susu Ibu), ia boleh tidak puasa Ramadan tapi wajib mengganti (qadha) dan membayar kaffarah/fidyah 1 (satu) mud untuk setiap hari yang ditinggalkan.

Adapun hutang puasa karena nifas, maka harus diqadha. Dan apabila qadhnya itu dilakukan pada tahun berikutnya, maka selain qada puasa juga harus membayar fidyah setiap hari puasa yang ditinggalkan. Kaffarah/fidya berupa memberi makan orang miskin 1 (mud)/6.75 ons beras setiap hari. Baca detail: Puasa Ramadhan

2. Tidak berlipat. Sama dengan jumlah hari yang ditinggalkan. Hanya saja kalau melewati tahun, maka selain qadha puasa juga harus membayar fidyah (lihat poin 1). Baca detail: Puasa Ramadhan

BERPAKAIAN MENGIKUTI TREN FASHION

assalamualaikum wr. wb.
mohon maaf ustad, saya ingin bertanya. Bagaimanakah hukumnya seorang pria yang bergaya dalam berpakaian semisal mengikuti trend fashion, mengenakan celana pensil dan memakai pakaian bermerek supaya tampil keren dan lebih percaya diri? terimakasih atas jawaban yang diberikan ustad.
wassalamualaikum wr. wb.

JAWABAN

Tidak ada larangan mengikuti tren pakaian dengan syarat: (a) tidak membuka aurat; dan (b) tidak untuk kesombongan. Bukan untuk bermegah-megahan. Berpakaian dengan niat untuk menyombongkan diri hukumnya haram. Baca detail: Hukum Isbal


MENGATASI KESUSAHAN

Assalamualaikum wr.wb
Mohon maaf saya ingin bertanya, bagaimana solusinya ketika kita sedang di landa kesulitan dan kesusahan dalam hidup menurut ajaran dari Rasullah SAW.
Mohon jawabannya. Terima kasih
Wassalamualaikum wr.wb

JAWABAN

Yang harus dilakukan adalah sbb:
(a) Berpasrah diri dan tawakal pada Allah dengan meyakini bahwa ini adalah takdirnya sebagai bentuk ujian pada hambanya yang taat dan sebagai hukuman pada hambaNya yang berbuat maksiat dan peringatan untuk bertaubat;
(b) Tetap yakin pada kuasa Allah bahwa apabila kita terus berusaha dan berdoa maka Allah akan memberikan jalan keluarnya.

Doa lancar rejeki Baca detail: Doa Lunas Hutang dan Lancar Rejeki

FILM

misal ada film yang memiliki beberapa episode dan ada salah satu episode yang memiliki adegan menghina Agama Islam.
1. saya sebagai seorang yang beragama Islam,apa yang harus saya lakukan?apakah saya harus menghapus seluruh episode film tersebut atau saya harus menghapus seluruh unsur yang ada di film tersebut seperti menghapus lagu,gambar yang berkaitan dengan film tersebut atau saya menghapus episode yang memiliki adegan menghina Agama Islam atau bagaimana?

JAWABAN

1. Anda di film itu sebagai apa? Kalau hanya sebagai penonton, maka cukup tidak usah nonton. Kalau sebagai distributor film atau punya CD/DVD-nya, maka hendaknya menghapus bagian adegan yang menghina Islam. Ini sebagai bentuk nahi munkar. Baca detail: Amar Makruf Nahi Munkar

Anak Terbelakang Mental Junub, Wajib Mandi Besar?

ANAK TERBELAKANG MENTAL JUNUB, WAJIB MANDI BESAR?

Assalamualaikum,

Saya A, saya punya adik yg memiliki keterbelakangan mental. Umurnya sekarang 18 tahun dan kemaren saya lihat di celananya ada bekas sperma.

1. Menurut dokter spesialis kejiwaan, umurnya yang sekarang 18 tahun namun sifat mentalnya masih setara anak 4 tahun. Fisiknya berkembang normal seperti anak pada umumnya dengan tinggi 169cm dengan berat 66kg. Dia tidak bisa mandi sendiri ataupun membersihkan diri sendiri -kencing atau buang air besar, saya yang membasuhnya. Dia bisa diajak komunikasi sederhana dan kegiatan sederhana lainnya layaknya anak umur 4 tahun. Untuk wudhu pun, saya biasanya tuntun doanya dan dia mengikutinya, namun setelah itu saya yg membasuh bagian tubuhnya. (Apakah hal ini bisa mensucikannya?)

2. Dia kan sudah mengeluarkan sperma, yang ingin saya tanyakan: bagaimana cara mensucikannya?

3. Kmaren saya tuntun dia doa mandi besar, kmudian saya mandikan seperti biasanya. Apakah yang saya lakukan bisa mensucikannya juga?

Mohon dijawab, atas bantuannya saya ucapkan banyak terima kasih.

Wassalamualaikum

JAWABAN

1. Apabila menurut dokter demikian keadaan mental adik anda, maka dia termasuk dalam kategori yang sama dengan anak kecil dan tidak berakal sehat (Arab: al-aqil) dalam arti tidak ada kewajiban agama yang harus dilakukannya. Dia tidak wajib shalat, tidak wajib puasa, dan dikeluarkan dari kewajiban2 Islam lainnya. Karena dua syarat orang yang dibebani kewajiban syariah adalah (a) baligh [al-bulugh] dan (b) berakal sehat [al-aql] (Lihat, Al-Jaziri dalam Al-Fiqh alal Madzahib Al-Arba'ah, hlm. 1/178)

Syaikh Abdul Majid Athallah, mufti Betlehem Palestina, menyamakan orang yang menderita keterbelakangan mental (al-mutakhollaf aqliyyan) dengan sakit jiwa (junun). Ia berkata: المتخلف عقليا كالمجنون (Anak yang terbelakang mental itu seperti majnun).[1]

Oleh karena itu, anda tidak perlu repot menuntunnya untuk berwudhu atau shalat karena tidak ada kewajiban bagi dia untuk melakukan itu semua.

Namun apabila ada najis di tubuhnya, seperti najis kencing atau kotoran, maka sebaiknya anda bersihkan sebagaimana layaknya menyucikan najis yang berlaku umum agar supaya najisnya tidak menular pada orang lain. Baca detail: Najis dan Cara Menyucikan

2. Sperma itu hukumnya suci. Tidak perlu disucikan. Tapi perlu dibersihkan dari tubuhnya. Dan karena dia tidak ada kewajiban shalat, maka tidak perlu mandi besar. Baca detail: Cara Wudhu dan Mandi Junub

3. Bisa, tapi tidak perlu. Karena, seperti yang disebut di atas, dia bukan mukalaf. Jadi, tidak ada kewajiban syariah bagi dirinya. Dia baru wajib melaksanakan syariah apabila dengan ijin Allah diberi kesembuhan dari penyakitnya suatu hari nanti. Amin.

------
[1] Lihat: https://sites.google.com/site/ayatmasre1/56

ANAK INGIN NIKAH, ORANG TUA TAK BERI IJIN

Assalamualaikum ustadz. Ana wanita 24 tahun, mau tanya bagaimana hukumnya kalau ana bilang sama orang tua ana ingin menikah dan minta tolong sama orang tua ana untuk mencarikan imam yang pas bagi ana tapi jawaban orang tua ana menyakitkan hati ana ustadz. Mereka seolah belum mengizinkan ana membina rumah tangga karena mereka pikir ana belum siap. Padahal ana ingin menikah untuk menjaga diri ana dari fitnah di zaman sekarang dan takut terjebak dalam hubungan yang salah.

Masalah kesiapan insyaallah ustadz ana sudah mulai belajar-belajar ilmu rumah tangga ustadz dan ana juga akan berusaha jadi istri yang baik bagi calon imam ana nanti. Ana harus bagaimana ustadz, ana sendiri tidak punya kenalan lain yang bisa membantu ana mencari calon pasangan ana dan hanya bisa mengandalkan kedua orang tua ana karena ana cukup tertutup dengan lawan jenis ustadz. Tapi orang tua ana seperti tidak percaya ana bisa menjadi istri melihat sikap ana di luar masih seperti anak kecil sementara dari dalam diri ana sudah siap dan kuat niat untuk menikah.

1. Bagaimana hukumnya seperti ini ustadz?
2. Karena seperti ini terlintas di pikiran ana untuk tidak menikah saja, apa ana salah ustadz.

Tolong solusinya dari ustadz. Syukron.

JAWABAN

1. Kalau orang tua tidak mau mendengarkan permintaan anda, maka sebaiknya anda meminta bantuan pada tokoh yang dikenal baik dan dipercaya oleh orang tua anda. Sampaikan tujuannya dan insyaAllah orang tua anda akan berfikir lebih serius atas permintaan anda tersebut. Pada waktu yang sama, rubahlah sikap dan pembawaan anda agar tampak lebih dewasa supaya orang tua percaya bahwa anda serius dan sudah waktunya menikah. Baca: http://www.fatihsyuhud.net/wanita/

2. Menikah itu sunnah. Maka sebaiknya anda menikah kalau sudah menemukan calon pasangan yang baik. Baca detail: Pernikahan Islam

BINGUNG TENTANG DOKTRIN PEMBATAL KEISLAMAN WAHABI

Assalamualaikum warrahmatulahi wabarakatuh

Pak ustad yang dirahamati allah, saya ingin bertanya dan mencari solusi atas apa yang saya tidak mengetahui. Diantara banyaknya pembatal keislaman saya terkadang bingung apakah saya melakukan salah satunya atau tidak. Sebagai contoh misalnya salah satu pembatal keislaman adalah membenci ajaran islam, bersendaguaru ajaran islam dan seterusnya ,

Saya mengetahui betul hukum dan akibatnya, yang saya tidak mengetahui adalah jika tiba - tiba saya dihadapi dengan situasi yang saya tidak tahu apakah perbuatan ini termasuk pembatal keislaman diatas atau bukan, dan setelah itu selalu berfikir apakah seperti ini bersendagurau yang mengakibatkan kafir, apakah seperti ini termasuk membenci ajaran islam, sering sekali saya dihadapi situasi seperti itu, sampai saya lupa perbuatan apa saja yang saya takutkan telah mencapai batas pembatal keislaman.

Seandainya saya mengetahui dengan jelas misal suatu perbuatan termasuk pembatal keislaman tentu saya tidak akan melakukannya, tetapi yang jadi masalah adalah saya tidak mengetahui perbuatan perbuatan yang saya bingungkan termasuk pembatal keislaman atau bukan. Hal ini mengakibatkan kadang saya berpikir telah murtad lalu bersyahadat masuk islam, tetapi kedepannya tiba tiba saya sedih karena saya belum tentu murtad, lalu saya meyakinkan bahwa saya tidak murtad, dan berulang ulang seperti itu.

Dan sedihnya lagi bahwa taubat orang yang murtad berulang ulang ulama madzhab berbeda pendapat , saya sedih jika ( misal saya murtad berkali kali ) nauzubillahiminzalik dosanya tidak diampuni, merasa menggantung karena beda pendapat sedangkan saya tidak mengetahui murtad atau tidaknya, bahkan saya takut murtad karena menulis "saya sedih karena perbedaan madzhab tentang bertaubatnya orang murtad berulang ulang" dan sering saya menghadapi hukum perbuatan yang juga masih bingung. Terimakasih.
Wassalamualaikum warrahmatulahi wabarrakatuh.

JAWABAN

Pembatal keislaman yang anda pernah baca kemungkinan adalah 10 Pembatal Keislaman yang dibuat oleh Muhammad bin Abdul Wahab pendiri Wahabi Salafi yang radikal. Doktrin ini membuat banyak umat yang tidak tahu bahwa doktrin itu adalah doktrin radikal menjadi bimbang dan was-was. Padahal pandangan tersebut masih menjadi perdebatan dan perbedaan di kalangan para ulama Ahlussunnah.
Baca detail:
- 10 Pembatal Keislaman
- Tawassul
- 10 Pembatal Keislaman 3 s/d 10

Anda tidak perlu diliputi rasa was-was. Pelanggaran yang dilakukan karena ketidaksengajaan dan ketidaktahuan tentang suatu masalah agama itu dimaafkan oleh Islam. Baca: http://www.alkhoirot.net/2015/12/hukum-melakukan-perkara-haram-karena.html

Keluarga Nu Menyekolahkan Anak Di Sekolah Muhammadiyah


KELUARGA NU MENYEKOLAHKAN ANAK DI SEKOLAH MUHAMMADIYAH

Assalamualaikum..
Sy ingin konsultasi mengenai bacaan sholat.anak saya sekolah di TK islami yang mnurut saya lebih baik dr pada TK umum.

Karena pada umur sekolah TK sdh diajari sholat, hafalan juz amma, doa sehari2 dan iqro. Oleh karena itu sya trtarik menyekolahkan anak saya kesana.

Akan tetapi ada satu hal yang mengganjal di hati saya. Ketika sy mndapatkan buku panduan sholat dengan bacaan yg berbeda dg yg saya gunakan slama ini. Perbedaan sbnrnya bukan di bacaan yg wajib. Tp hanya di bacaan sunah sprti iftitah. Stelah sy cri tahu trnyata bacaan tersebut dipakai oleh jamaah muhammadiyah. Sedangkan saya n kluarga orang NU.

Bagaimana sya menyikapinya?apakah hal ini trmasuk hal penting yg hrs sy perhatikan atau abaikan karena anak masih kecil? Mohon pencerahannya karena mnjadi perdebatan dikluarga saya
Wassalamualaikum

JAWABAN

Akan lebih ideal kalau anda sekolahkah di sekolah Islam yang dikelola oleh kalangan Nadliyin (NU). Kalau di tempat tersebut tidak ada, maka memasukkan ke sekolah umum itu lebih baik. Dan kalau bisa sorenya dingajikan di musholla atau masjid milik NU.

Mengapa ini penting? Karena ormas NU itu didirikan salah satu sebabnya adalah untuk menghadapi sikap kontroversi yang dilakukan oleh gerakan Salafi Wahabi yang berbeda aqidah dengan kita (Ahlussunnah Wal Jamaah). Salafi Wahabi masuk ke Indonesia dalam berbagai bentuknya antara lain dalam ormas Muhammadiyah, Al-Irsyad, Persis, di samping dalam bentuk yang asli yang menyebut dirinya sebagai Salafi. Baca detail: Beda Wahabi, HTI, Jamaah Tabligh dan Syiah

Kalau anda teruskan menyekolahkan di situ, maka dikuatirkan akan terjadi ketidakharmonisan antara anak anda dengan orang tua dan saudaranya yang lain. Terutama terkait masalah-masalah yang sebenarnya sepele tapi dianggap besar oleh mereka seperti tahlil, ziyarah kubur, qunut, tarawih, selametan, dll. Baca detail: Gerakan Wahabi dan Ulamanya

WAS-WAS TENTANG TALAK

Assalamualaikum wbt. Saya ingin bertanya:-

Diri saya sudah lama dibelenggu dengan masalah was was. Kadang-kadang, datang, kadang-kadang hilang.

Kerap kali terjadi dalam diri saya, apakah saya pernah melafazkan talak. Saya pernah bertanya kepada isteri, dan dia menyatakan tak pernah.

Lalu, timbul pula dalam fikiran, adakah saya pernah melafazkannya seorang diri? Saya pernah membaca, jika lafaz seorang diri, tetap akan jatuh.

Baru-baru, saya berasa was-was samada saya telah ucapkan lafaz itu dihadapan anak saya berumur 3 tahun. Saya periksa dalam cctv di rumah saya, tapi saya tak dengar apa-apa lafaz. Ia terus belenggu hati saya, sehingga kan keesokan hari, semasa saya dukung anak kedua saya (umur 7 bulan), tiba-tiba saya teringat akan hal semalam, menyebabkan saya cuba untuk mengungkap dengan mulut saya lafaz itu. Saya (saya rasa saya lafaz sebegini) :- "Anak, abah C*****". Bila sampai perkataan C*****, saya tersedar dan cepat2 berhenti berucap.

Bagaimana situasi saya ya, apakah telah jatuh talak?

Jazakallahu khairan

Abu Muhammad,
Malaysia

JAWABAN

Anda sedang mengalami was-was yang melewati batas dalam masalah talak. Hal ini disebabkan karena kekurangtahuan anda pada syariah Islam terkait masalah talak dan hukum perceraian.

Pertama, perlu kami tegaskan bahwa tidak ada talak yang jatuh dari Anda. Kalau anda tidak pernah mengucapkannya pada istri, maka berarti talak tidak terjadi. Kalau anda ragu apakah pernah mengucapkan kata talak atau tidak, maka dianggap tidak pernah terjadi atau dianggap tidak ada. Dalam kaidah fikih dikatakan bahwa "Keyakinan tidak hilang karena keraguan" (اليقين لا يزول بالشك). Maknanya: keyakinan adalah fakta bahwa anda dan istri berada dalam hubungan perkawinan yang sah. Sedangkan "keraguan" adalah perasaan anda tanpa ada bukti bahwa anda pernah menyatakan kata talak. Dalam keadaan demikian, maka yang dianggap adalah keyakinan. Sebagaimana kaidah fikih yang lain menyatakan: "Hukum asal adalah tetapnya sesuatu sebagaimana semula" (الأصل بقاء ما كان علي ما كان). Maknanya, dalam keadaan ragu, maka semua kembali ke hukum asal yakni sahnya pernikahan dan tidak adanya perceraian. Baca detail: Kaidah Fikih

Kedua, perlu diketahui bahwa ucapan talak atau cerai atau pisah yang berakibat jatuh talak itu adalah apabila suami sengaja mengucapkannya pada istri dalam konteks menceraikan. Sedangkan apabila suami mengucapkan kata tersebut dalam konteks bercerita, atau bertanya, maka tidak jatuh talak. Baca detail: Cerai dalam Islam

Semoga was-was anda bisa sembuh dan dapat hidup dengan tenang. Amin.

POLIGAMI

Assalamualaikum wr.wb
Saya seorang perempuan berusia 20 tahun, saya adalah isteri kedua. Kami sudah menikah selama satu tahun Dan saya belum memiliki keturunan.

Saya ingin bertanya, bagaimana hak hak istri yang di poligami? Apakah saya salah jika saya cemburu dengan hal seperti ini, apakah benar jika suami saya lebih mementingkan anak anak nya karena anak anaknya masih kecil dan itu sebagai alasan jika suami saya hanya bisa bermalam di rumah saya satu malam saja.
Dan ia selalu membeda bedakan saya dengan istri pertama nya, dengan ungkapan segi kepantasan.
Dari segi rumah, mobil dan jalan jalan pun di bedakan.
Apapun itu selalu di kaitkan dengan segi kepantasan, karena kita baru menikah dan saya belum mempunyai anak darinya.
Apakah hal seperti ini di benarkan dalam islam ? Mohon penjelasan nya.
Terimakasih.

JAWABAN

Poligami dibolehkan dalam Islam bagi laki-laki sampai maksimal empat istri dengan syarat suami bisa adil (lihat, QS An-Nisa 4:3). Yakni adil dalam giliran menginap, adil dalam memberi tempat tinggal dan adil dalam nafkah. Baca detail: Makna Adil dalam Poligami

Apabila suami tidak berbuat adil, maka ia berdosa. Dan bagi istri ia boleh meminta cerai atau melakukan gugat cerai. Sebagaimana bolehnya meminta cerai pada suami / pasangan yang melakukan dosa. Baca detail: Menyikapi Pasangan Pendosa

Namun kalau istri tetap ingin mempertahankan rumah tangga, maka itupun dibolehkan dalam agama. Pilihan terserah anda. Terlepas dari itu, sebagai istri kedua, anda hendaknya juga menyiapkan mental dan kesabaran untuk menghadapai hal-hal seperti ini. Baca juga: Cara Harmonis dalam Rumah Tangga