Monday, April 30, 2018

Meminta Pertanggungjawaban Santri

Meminta Pertanggungjawaban Santri
MEMINTA PERTANGGUNGJAWABAN

Assalamu'alaikum wr. wb.
Maaf pak ustad. Ini masih berhubungan dengan email saya yg pertama.
Saya sudah mengadukan perihal masalah adek saya terhadap ibu nya diikuti oleh adek saya dan adek saya mnangis sujud dikaki ibunya, ibunya sangat sedih terpukul kecewa terhadap adek saya yg anak semata wayang dibanggakan pinter mengaji berjilbab melakukan zina, apalagi yg menzinahinya santri pondok yg dibilang sudah sepatutnya memimpin bukan malah kegirangan ibu adek saya sangat marah dan tidak terima pak. Adek saya dan ibunya meminta pertanggung jawaban santri itu tetapi masih takut untuk mengadukan kepada ayah adek saya dan (nembung) dirumah keluarga santri itu pak ustadz untuk segera menikahkan adek saya dan santri itu 1,5thn lagi (adek lulus SMA).

Tetapi santri itu selalu berkata plin plan mnuruti kata teman2 nya pak ustadz, dia tidak punya pendirian sendiri dan mau lari dari tanggung jawab besar, dia berkata saat ini hanya tinggal 10% cinta buat adek saya karena adek saya sering berkata membentak lewat sms karena santri itu plin plan pak. Pernikahan tanpa cinta santri itu tidak mau. Santri itu mnolak dhubungi dan bertemu adek saya karena mungkin ingin mlupakan adek saya lari dari tanggung jawab nya egois untuk mondok lagi katanya,

Pertanyaan
1. Apakah salah jika adek saya dan keluarganya meminta pertanggung jawaban pihak lelaki?
2. Apakah setelah demikian itu adek saya tidak berhak memaksa lelaki itu untuk mnikahi?
3. Apakah dalam pernikahan memungkinkan lelaki itu tidak akan pernah mencintai adek saya setelah apa yg dia lakukan terhadap adek saya?
4. Apakah lelaki itu masih pantas disebut santri alim dan bertanggung jawab?

Mohon bantuannya pak ustadz, semoga bisa memudahkan pilihan adek saya
Wassalamualaikum wr wb

JAWABAN

1. Tidak salah. Bahkan itu yang sebaiknya dilakukan agar supaya si lelaki bertanggungjawab dan tidak melakukan hal yang sama pada gadis lain.
2. Tidak salah adek anda memaksanya.
3. Bisa saja itu terjadi. Namun, yang terpenting saat ini adalah bagaimana agar pernikahan itu terjadi.
4. Tidak pantas. Santri alim itu kalau dia dapat menjaga ajaran agama dengan benar. Baca detail: Akhlak Santri

SETELAH MENIKAH BERBAKTI PADA SIAPA: AYAH ATAU SUAMI?

Asslamualaikum pak ustad.. Sya mau konsultasi dan meminta pendapat pak ustad, insyaAllah tahun depan saya akan menikah dan calon saya orang nganjuk tapi kerja dimalang dan saya sendiri orang jember. Saya hanya memiliki ayah, ibu sya sudah meninggal dan kakak saya sudah menikah dan ikut dengan istrinya,

1. sementara yang saya binggungkan adalah setelah menikah saya harus berbakti kepada siapa? Kepada suami atau ayah saya? sedangkan alm ibu dulu pernah beramanah kalau saya yg tinggal dirumah jember karna kakak tidak akan mungkin mau tinggal dirumah jember. Sedangkan calon suami saya menginginkan untuk tinggal dimalang karena istri harus berbakti dengan suami menurut ajaran islam. Lalu apa yang saya harus lakukan pak ustad? Mohon jawabannya, terima kasih wassalam

JAWABAN

1. Mengikuti permintaan suami adalah yang utama. Kalau soal mengurus ayah, kalau memang tidak ada yang menjaganya, maka tugas itu dapat dilakukan dengan mencari pembantu. Biaya pembantu bisa berbagi dengan saudara anda yang lain kalau terasa berat. Baca detail: Hak dan Kewajiban Suami Istri

HAK WARIS DIAMBIL PAMAN

Asslm saya mau tanya , saya anak dari ibu saya ibu saya sudah meningal , dulu kmi di beri tana selagi ibu kmi masi hidup dan di ambil lagi oleh kakak ibu kami apakah kami sebagai anak bisa meminta hak ibu kami lagi mohon jawapan nya makasi

JAWABAN

Ya, anak dapat meminta hak ibunya yang saat ini diambil atau dipegang oleh pamannya. Harta ibu adalah hak milik anak-anaknya. Bukan saudara almarhumah. Karena anda anak tunggal, maka anda berhak mendapatkan seluruh harta peninggalan ibu anda. Kalau masih ada saudara kandung yang lain, maka harta peninggalan tersebut dibagi dengan saudara-saudara anda yang lain. Baca detail: Hukum Waris Islam

HUKUM MENIKAH DENGAN TANTE IPAR

Assalamu'alaikum wr.wb

Saya mau nanya ....Saya Punya Tante yang Masih Seumuran Seperti Saya, Dia Adalah Adik Kandung Perempuan Dari Istri Om Saya, Saya Mengenal Dia Sudah Lama Dari Sebelum Om Saya Menikah Alias Masih Pacaran, Waktu Itu Saya Di Kenalin Sama Kakaknya ( Istri Om Saya ) Dan Saya Sangat Mencintai nya Sampai Saat Ini, Saya Niatnya Nanti Ingin Menikah Dengannya. Pertanyaan Saya Adalah
1. Bolehkah Saya Menikah Dengan Nya?
2. Apa Hukum nya?

Terima Kasih

Wasalamu'alaikum wr.wb

JAWABAN

1. Boleh karena secara syariah dia tidak ada hubungan kekerabatan apapun dengan anda. Yang kerabat dengan anda adalah om anda. Sedangkan istri om, apalagi saudaranya istri om bukanlah tante anda yang sebenarnya.

2. Boleh menikah dengannya.
Lihat daftar mahram / muhrim yang haram dinikah: http://www.alkhoirot.net/2012/02/perempuan-mahram-dalam-islam.html

HARTA SUAMI ATAS NAMA ISTRI

Assalamu'alaikum wr wb
Saya hamba Allah di malang mohon pencerahan
Jika seorang istri nusus dan minta diceraikan dengan alasana tidak mau dipoligami. Istri tidak kerja suami yang kerja, mengingat suami bnayak kesibukan dengan pekerjaannya maka setiap Pembelian asset banyak diatas namakan istri.

1. Jika perceraian terjadi dna sudah tidak bisa diselamatkan lagi , bagimana dengan kepemilikan asset tersebut apa istri punya hak atas asset tersebut?
2. Dan bagaimana jika istri menganggap asset jadi miliknya krn pakai atas nama istri, padahal tidak ada ucapan dati suami di berikan untuk istrinya melainkan hanya alasan administrasi.

Informasi tambahan suami selalu memberikan hak hak istri secara maksimal sesuai kemampuan suami, terima kasih ats berkenan mau memebrikan pencerahannya

JAWABAN

1. Secara syariah, apabila tidak ada pengalihan hak dari suami, maka harta tersebut tetap milik suami. Namun secara hukum positif, masalahnya akan lebih rumit, karena hakim akan melihat kepemilihan berdasarkan pada fakta sertifikat hak milik. Oleh karena itu, ada baiknya sebelum anda bercerai, sebaiknya balik nama aset-aset anda terlebih dahulu.

2. Makanya sebelum bercerai sebaiknya diurus lebih dahulu balik nama aset-aset anda. Baca detail: Bisnis dalam Islam

MERUSAK BARANG ORANG

Assalamualaikum pak saya ada pertanyaan pak beberapa waktu yang lalu saya dan teman teman pernah nongkrong di suatu kampung disitu ada semacam wahana seperti ayunan dan mainan lain cuma kalo saya tidak salah wahana beberapa ada yang sudah agak rusak

Tapi waktu itu seingat saya saya menaiki ayunan tapi ayunan nya sudah ada yang rusak jadi sekarang muncul pikiran "apakah dosa saya menaiki ayunan itu?"

1. Pertanyaan saya apakah saya berdosa menaiki ayunan itu ?
Karena seingat saya tempat duduk ayunannya sudah agak rusak terus saat saya naiki
2. kadang harus saya geserkan supaya pas diduduki apakah itu dosa?

JAWABAN

1. Memakai hak orang lain itu tergantung dari perjanjian. Apabila mendapat ijin dari pemilik maka tidak masalah walaupun berakibat rusak.

2. Tidak dosa apabila sudah ada ijin dari pemilik. Baca detail: Bisnis dalam Islam

HUTANG PIUTANG

Assalamualaikum,saya mau bertanya tentang masalah utang piutang,bagaimana hukumnya bila seseorang yang berhutang dia melalaikannya, padahal secara lahir dia mampu membayarnya,

1. apakah ini termasuk perbuatan dzolim?
2. dan apakah orang tersebut berdosa?karena telah berbuat dzalim.
3. mohon jawaban dari pak ustadz dan bagaimana cara menagihnya agar dia mau membayarnya?selama ini hanya janji janji saja.wassalam.

JAWABAN

1. Ya. Karena melunasi hutang itu wajib.
2. Ya berdosa karena tidak melaksanakan kewajiban.
3. Minta bantuan orang yang disegani olehnya untuk menagih hutang. Baca detail: Hutang dalam Islam

Wednesday, April 18, 2018

Najis Hukmiyah Apakah Menular Najisnya?

Najis Hukmiyah Apakah Menular Najisnya?
NAJIS HUKMIYAH APAKAH PINDAH NAJISNYA?

Assalamualaikum ustaz,

Saya bernama Abdul Hadi dari Malaysia ingin bertanyakan beberapa persoalan.

1. Apakah najis hukmiyah itu berpindah najisnya?

2. Bagaimana caranya untuk membersihkan najis mughallazah di lantai?

3. Bagaimana caranya membersihkan najis mutawassitah di karpet?

4. Apakah orang murtad hukumnya dibunuh di dalam Islam?

a. Apakah hukum bunuh itu sama bagi mualaf dan selainnya?
b. Bagaimana kerelevenannya bagi masyarakat sekarang?
c. Bagaimana mahu menjawab pertanyaan daripada non-muslim (perihal hukum murtad)?
d. Adakah perlu dijawab kamu akan dibunuh?

5. Bolehkah saya tahu kitab-kitab pembelajaran di ponpes al-khoirot itu terhad hanya seperti paparan di situs ponpes atau malah lebih lagi?(saya berminat belajar di pesantren ini).

Sekian saja soalan dari saya Pak Ustad. Saya memohon maaf jika kekurangan adab-adabnya.

JAWABAN

1. Ya, najis hukmiyah berpindah najisnya menurut madzhab Syafi'i. Dan tidak berpindah menurut madzhab Maliki. Baca: Hukum Najis Hukmiyah

2. Dibersihkan dulu dengan kain. Setelah itu disiram sebanyak 7 kali salah satunya dicampur dengan debu.

3. Kalau najisnya sudah jadi hukmiyah, maka cukup dengan menyiram satu kali. Baca: Menyucikan Najis Hukmiyah

4a. Ya, orang murtad dibunuh setelah diberi waktu selama 3 hari untuk bertaubat. Berdasarkan hadits sahih riwayat Bukhari dan Muslim:

لا يحل دم امرئ مسلم إلا بإحدى ثلاث: الثيب الزاني، والنفس بالنفس، والتارك لدينه المفارق للجماعة.

Artinya: Tidak halal darah seorang muslim kecuali karena salah satu dari tiga: janda yang berzina, membunuh, meninggalkan agama berpisah dari jamaah (alias murtad).

Dan hadits sahih riwayat Bukhari:

من بدل دينه فاقتلوه

Artinya: Barangsiapa yang mengganti agamanya, maka bunuhlah.

Namun harus diingat bahwa yang mengambil keputusan ini adalah hakim. Dan hakim juga berkuasa untuk menunda sampai waktu yang tidak terbatas atau bahkan membebaskannya.

4b. Itu terserah keputusan hakim di negara tempat kasus itu terjadi. Kalau hakim menganggap itu relevan dengan berpedoman pada pandangan empat madzhab, maka itu bisa dilaksanakan. Namun, ulama kontemporer seperti Dr. Ali Jumah (mantan mufti Mesir) menyatakan bahwa dalam sistem demokrasi, mengamalkan hukum Islam pada nonmuslim tidak lagi relevan. Baca: di sini

4c. Jawab saja itu tergantung pada penguasa muslim yang berkuasa. Kalau mereka tidak menghukum pelaku murtad, maka itulah keputusan yang sah.

4d. Tidak. Jawab seperti di poin 4c. Sama dengan kasus pelaku zina yang janda, faktanya tidak dibunuh. Karena hakim sekarang tidak mengikuti pandangan fikih klasik.

5. Kitab yang dikaji di Al-Khoirot dapat dilihat di link berikut:
- Mahad Aly
- Sistem Pendidikan

KDRT SUAMI PADA ISTRI

Assalamualaikum Warohmatullahi Wabarokatuh

Saya ibu dari 4 orang anak (1 perempuan 3 laki-laki) yang lebih dari 5 tahun ini mengasuh anak2 saya sendiri.

Anak2 kami berusia 17 thn, 12 thn, 7 thn dan 6 thn Maaf saya hrs mengungkap sedikit aib keluarga saya .... kami mendapat perlakuan yang mengarah pada anarkis dari Imam kami sejak sekitar tahun 2008 sampai 2012. Selanjutnya kami berpisah karena saya sudah tidak lagi mampu bertahan. selain itu lingkungan tempat kami tinggal juga sudah tidak bisa menerima Bapak dari anak2 saya utk tinggal disini karena dianggap sangat menggangu.

Efek dari semua kejadian yang menimpa kami adalah unsur anarkis meracuni kami. saya merasa saya dan anak2 mengalami gangguan mental dan kurang bisa mengontrol emosi.
Tahun 2013-2014 saya masih mampu menopang hidup karena masih ada bapak saya, tempat saya berbagi. Namun pada tahun 2015 bapak saya meninggal. Sejak bapak saya meninggal saya keluar dari tempat kerja krn harus menjaga anak2 yang kecil dan hanya melakukan pekerjaan rumahan sampingan yang hasilnya tidak pasti.

kondisi ekonomi ini makin membuat kami mengalami tekanan .... kami sempat mengalami hari2 yang kadang kami bisa makan, tapi kadang tidak.

Saat ini kami hidup dengan menjual barang2 yang masih memungkinkan untuk di jual sambil berupaya mencari modal agar saya bisa usaha di rumah dengan menggunakan komputer yang sempat saya miliki ketika saya bekerja dulu.

yang ingin saya tanyakan adalah.....

1. Mungkinkan anak saya yang SD dan SMP bisa diterima untuk belajar di Pondok ?
2. apakah mereka bisa di bina untuk menyembuhkan luka bathin mereka karena efek anarkisme ?
3. berapa biaya yang dibutuhkan secara keseluruhan untuk anak2 saya ? krn saya harus menghitung dulu sesuai kemampuan saya yang sangat2 terbatas.
4. Apakah mungkin anak saya bisa mendapat bantuan ato beasiswa pendidikan

Mohon maaf saya menggangu dan merepotkan
Makasih banyak informasi dan bantuannya

Wassalamualaikum Warohmatullahi Wabarokatuh

JAWABAN

1. Kami hanya menerima siswa/santri yang lulusan SD.
2. Tidak ada pembinaan khusus untuk itu.
3. Biaya daftar 1 juta. Untuk perbulan biaya pesantren dan sekolah sekitar 70ribu. Itu di luar makan. Untuk makan mulai dari 150 ribu/bulan. Laundry 3500/kg.
4. Kami tidak menyediakan beasiswa. Biaya yang kecil itu sudah merupakan subsidi dari yayasan. Baca: di sini


MEMBUNUH NYAMUK DENGAN RAKET

Assalammualaikum saudaraku sesama muslim. Mohon pencerahannya.

Saya membaca beberapa hadist tentang larangan membakar mahluk dengan api karena api adalah azhab Allah SWT. Contoh: HR. Abu Daud 2673 dan dishahihkan Al-Albani.
Pertanyaan saya, yang dilarang itu apakah Api-nya atau Bakar-nya atau keduanya? Karena sifat membakar itu yang saya ketahui bukan dari api saja, tetapi dari elemen lain seperti sengatan listrik, dari air keras, dari cahaya ultraviolet dan masih banyak yang lain. Pertanyaan ini saya ajukan karena kebingungan saya tentang hukum menggunakan raket nyamuk. Banyak referensi yang berbeda pendapat tetapi semua mengacu pada hadist larangan membakar dengan api tersebut. Karena itu saya perlu bantuan saudara untuk menelaah hadist tersebut.
Mohon sekiranya untuk dapat dijawab. Sebelumnya saya ucapkan terimakasih banyak.

Wassalamualaikum Wr. Wb.

JAWABAN

Tidak apa-apa karena (a) Nyamuk adalah hewan yang membahayakan yang boleh dibunuh; (b) Nyamuk terbunuh lebih dulu sebelum terbakar. Lihat detail: di sini.

CARA AGAR BISA IKHLAS MELEPAS SI DIA

Assalamualaikum ustadz, saya wanita 23 tahun.

Ustadz bagaimana caranya biar saya bisa ikhlas melepaskan seseorang padahal saya tau dia bukan yang terbaik buat saya. Sebelumnya saya dan dia sudah menjalin hubungan pacaran dengan niat serius untuk menikah namun semakin lama saya melihat sikap dia sangat berbeda dari awal. Saya perhatikan dia seperti tidak serius dengan saya ustadz. Sekarang saya ingin melepaskan dia saja ustadz dan menjaga diri dan perasaan saya untuk yg halal namun masalahnya setengah hati saya masih belum ikhlas melepaskan dia ustadz. Tolong solusinya ustadz. Assalamualaikum.

JAWABAN

Cara terbaik adalah dengan memutuskan hubungan sama sekali dengannya dan segera mencari pasangan lain yang secara agama dan karakter lebih baik darinya.

Perlu juga diingat bahwa pacaran yang melibatkan khalwat (berduaan) adalah haram dalam Islam. Baca:Baca detail: Hukum Kholwat

Sunday, April 15, 2018

Mengambil Barang Rusak Milik Perusahaan

Mengambil Barang Rusak Milik Perusahaan
MENGAMBIL BARANG YANG RUSAK MILIK PERUSAHAAN

Assalamualaikum wr.wb
Pak ustadz saya ada pertanyaan begini pak kakak saya kan bekerja di sebuah pabrik lensa kamera pak.
beberapa waktu yang lalu kakak saya pulang kerumah membawa beberapa lensa kecil kira kira seukuran kelereng yang sudah rusak untuk ditunjukan kepada keluarga pak.
pertanyaan saya apakah yang dilakukan kakak saya itu dosa pak .
Saya sempat bertanya kepada kakak saya apa boleh mengambil lensa tersebut kata kakak saya tidak apa apa karena itu lensa lensa reject yang nantinya akan dihancurkan
Mohon jawabannya pak??

JAWABAN

Kalau memang betul apa yang dikatakan kakak anda, bahwa benda reject akan dihancurkan, maka boleh diambil. Namun untuk lebih pastinya adalah dengan menanyakan langsung pada direktur atau siapapun yang punya otoritas di perusahaan tersebut tentang boleh tidaknya mengambil barang rusak milik perusahaan. Baca detail: Bisnis dalam Islam


ISTRI BERZINA DENGAN MANTAN PACARNYA

Assalamualaikum Wr. Wb.

Yth. Bapak/Ibu,
Saya ingin bertanya,

Bapak/ibu, saya sudah menikah, karena saya merasa tidak bahagia dengan pernikahan saya, lalu saya berselingkuh dengan mantan pacar saya, selain berselingkuh saya juga melakukan zina dengan mantan pacar saya, padahal saya masih berstatus sebagai isteri dalam ikatan pernikahan yang sah.

1. Yang ingin saya tanyakan, cara menghapus dosa zina itu bagaimana? Sedangkan zina tergolong sebagai dosa besar?

2. Dalam Islam, seseorang yang berbuat zina apabila belum menikah maka di rajam sebanyak 100x cambuk, kalau sudah menikah maka di qishas? Apakah dengan hukuman tersebut di dunia akan menggantikan hukuman pelaku zina kelak di akhirat?

3. Atau karena Allah Maha Pengampun bagi pelaku zina dapat menghapus dosanya dengan Taubatan Nasukha…???

Mohon jawaban dan penjelasannya Bapak/Ibu, atas perhatian dan waktunya saya ucapkan banyak terima kasih.

Wassalamualaikum Wr. Wb.

JAWABAN

1. Cara bertaubat adalah dengan taubat nasuha. Baca detail: Cara Taubat Nasuha

2. Ulama berbeda pendapat soal ini. Ada yang menyatakan hukuman di duniawi akan menghapus dosa pelaku maksiat. Namun pendapat lain menyatakan tidak menghapus dosa kecuali kalau dia bertaubat nasuha. Baca: Kaidah Zawajir dan Jawabir dalam Islam

3. Ya. Allah akan mengampuni dosa dg taubat nasuha. Baca detail: Cara Taubat Nasuha

HUKUM WARIS

Assalamu’alaykum Warahmatullah Wabarakatuh,

Saya adalah anak angkat. Tahun 2004 ayah angkat saya meninggal dunia meninggalkan ibu angkat saya dan tidak memiliki anak kandung. Orang tua ayah angkat saya sudah meninggal. Ayah angkat saya memiliki 13 saudara kandung, terdiri dari 5 orang laki2 (1 orang sdh meninggal setelah ayah angkat meninggal) dan 8 orang perempuan (2 sudah meninggal ).

Pertanyaan : bagaimana pembagian harta warisan ayah angkat saya ?

Jazakumullah Khairan Katsira
Wassalamu’alaykum Warahmatullah wabarakatuh

JAWABAN

Pembagiannya sbb:
(a) Istri (ibu angkat anda) mendapatkan bagian 1/4
(b) Sisanya yang 3/4 dibagikan kepada seluruh saudara kandung yang saat pewaris meninggal ahli waris tersebut masih hidup. Di mana saudara laki-laki mendapat bagian dua kali lipat dari saudara perempuan. Baca detail: Hukum Waris Islam

MEMONDOKKAN ANAK PEREMPUAN KE PESANTREN YANG JAUH

mohon dijelaskan hukumnya menurut agama islam, mengenai menyekolahkan anak perempuan ke pondok pesantren yg jauh diluar kota.
terima kasih

JAWABAN

Tidak apa-apa dan itu baik. Bahkan mengajari anak dasar ilmu agama Islam itu wajib hukumnya. Jangan lupa untuk memilih pesantren yang dikelola oleh kyai NU, bukan ustadz Wahabi Salafi. Agar kelak menjadi anak saleh dan tidak jadi ekstrimis radikal. Baca detail: Cara memilih Pesantren

WARISAN UNTUK ISTRI DAN ANAK KANDUNG DARI ISTRI PERTAMA DAN KEDUA

Assalamualaikum...saya dessy handayani asal bogor..saya ingin menanyakan tentang hak warisan...begini cerita nya pak...ayahh mertua saya meninggal sedangkan ayah mertua saya mempunyai 2 istri tapi istri yg pertama itu sudah bercerai dan dari istri yg pertama mempunyai 4 orang anak yaitu anak laki laki nya ada 2 dan anak perempuan nya ada 2 ... kalo dari istri yang ke 2 ayah mertua saya mempunyai 2 orang anak yaitu anak perempuan dua dua nya...yang saya ingin tanyakan bagaimanakah cara pembagian warisannya?sedangkan istri yg ke 2 nya tidak ingin jikalau harta warisan nya di bagi ke anak anak nya ..? Terimakasih.

JAWABAN

Istri yang mendapat hak warisan adalah istri kedua. Sedangkan istri yang dicerai tidak dapat warisan. Bagian untuk istri adalah 1/8. Sedangkan sisanya yang 7/8 diwariskan kepada seluruh anak kandung pewaris baik dari istri pertama maupun dari istri kedua dengan sistem 2 banding 1. 2 untuk anak lelaki, 1 untuk anak perempuan. Baca detail: Hukum Waris Islam

WARISAN UNTUK KEPONAKAN

Assalamualaikum Wr. Wb.

Perkenalkan saya Rachmad.
saya ingin bertanya tentang hukum seorang keponakan tentang warisan.
Pada tahun 2008 kakek dari ayah saya meninggal, dan mempunyai 9 orang anak (6 laki-laki dan 3 perempuan).
dan ayah saya anak laki-laki tertua.
setelah kakek saya meninggal, maka ayah saya membagikan warisan kepada adik-adiknya.
dimana dari 5 orang adik laki-laki dan 3 orang adik perempuan.
lalu ayah saya bertanya kepada adik laki-lakinya,kepada siapa hak warisan 5 orang adik laki-lakinya akan diberikan
kepada masing-masing dari 3 orang adik perempuan. dan 5 orang adik laki-lakinya membagikan hak mereka kepada
3 orang adik perempuan mereka, begitu juga hak ayah saya dibagikan kepada salah satu dari 3 orang adik perempuannya.
dan pembagian warisanpun selesai dan semua anak alm. kakek saya bersalaman.
dan pada tahun 2012 ayah saya meninggal dunia.
pada agustus tahun 2016,muncul permasalahan dari 5 orang anak laki-laki alm. kakek saya.
mereka menuntut warisan yang telah dibagikan almarhum ayah saya untuk dikumpulkan dan dibagikan kembali.
dimana saya sebagai keponakan dari adik-adik ayah saya diminta untuk membuat surat pernyataan/surat kuasa sebagai ahli waris
dari alm. ayah saya.
tetapi saya dan kakak saya keberatan untuk membuat surat kuasa/pernyataan tersebut dikarenakan takut dosa besar.
1. apakah tindakan saya dan kakak saya salah secara hukum negara/agama bila keberatan membuat surat kuasa tersebut?
2. bila ada paksaan dari paman-paman saya untuk membuat surat kuasa tersebut, apakah saya berdosa?
3. apakah saya dan kakak saya bisa dipidanakan bila tidak membuat surat kuasa tersebut?

mohon bantuan untuk pencerahan hal tersebut,terimakasih.

JAWABAN

1. Secara agama tindakan anda berdua sudah benar. Karena ketika warisan keenam anak lelaki dihibahkan kepada ketiga anak perempuan, maka status hibahnya sah dan tidak boleh dicabut kembali. Baca detail: Hibah dalam Islam

Dari segi hukum negara sebaiknya anda berkonsultasi dengan aparat desa/kelurahan setempat karena ada informasi anda yang kurang jelas.

2. Sebisa mungkin menolak. Karena mencabut hibah itu haram hukumnya. Kecuali hibah bapak pada anaknya.

3. Sebaiknya anda berkonsultasi dengan aparat desa/kelurahan setempat dan jelaskan lebih detail masalahnya dan status legal formalnya status hibah tersebut.

PERNIKAHAN LELAKI TANPA RESTU AYAH

Permisi pak ustad, bolehkah saya bertanya?
Saya ingin menikah dengan seseorang wanita.
Tapi ayah saya sepertinya lagi malas bahas pernikahan,tapi ibu saya sudah setuju. Bagaimanakah hukum pernikahan tanpa restu seorang ayah..??

JAWABAN

Status nikahnya sah. Baca detail: Hukum Taat Orang Tua

Namun sebaiknya dikomunikasikan lagi dengan ayah dengan meminta bantuan ibu dan kerabat yang lain.
Baca detail: Pernikahan Islam

Istri Mengembalikan Mahar Pada Suami, Bolehkah?

Istri Mengembalikan Mahar Pada Suami, Bolehkah?
ISTRI MENGEMBALIKAN DAN MEMBERIKAN MAHAR PADA SUAMI, BOLEHKAH?

Assalammu'alaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh,

Bismillahirrahmaanirrahim,

Selamat siang Ustadz, semoga selalu dalam limpahan rahmat Allah SWT dan senantiasa diberi kemudahan oleh Allah SWT dalam semua urusannya, mohon maaf mengganggu waktunya Ustadz, saya ada beberapa pertanyaan yang ingin ditanyakan Ustadz:

1. Pertanyaanya seperti ini: kejadiannya dulu ketika waktu itu sedang mengobrol dengan Ibu saya, Ibu saya curhat sambil menangis dan berkata "Ibu sedih liat anak bercerai" kemudian saya menjawab sambil merangkul Ibu agar tidak sedih.. dan saya pun berkata "tidak apa-apa sudah ujian" (maksud saya meyakinkan Ibu bahwa ini ujian dari Allah SWT untuk saya). apakah dengan perkataan tersebut jatuh hukum talak Ustadz?

2. Pertanyaan berikutnya: sebelum akad nikah, istri berkata seperti ini "meminta mahar pada suaminya sekian rupiah dan setelah akad akan diberikan kembali pada suaminya (atas keridhoan istri)". Pada saat akad berlangsung suami menyebutkan jumlah maharnya dan dibayar dengan kontan. setelah proses akad selesai suami memberikan maharnya pada istri.. tapi selang beberapa menit istri memberikan kembali maharnya pada suaminya.

Pertanyaannya apakah nikahnya sah Ustadz dengan perkataan istri sebelum akad nikah tadi yang mengatakan bahwa maharnya yang akan diberikan kembali kepada suaminya setelah akad nikah (atas keridhoan istri)? Dan bolehkah suami menerimanya?

Sebelumnya saya ucapakan terimakasih, semoga Ustadz berkenan untuk menjawab pertanyaan yang saya sampaikan.

Jazakallahu khairan katsiran Ustadz. Semoga Ustadz diberikan kelimpahan ilmu yang bermanfaat dan berkah. Amin Ya Allah Ya Rabbal ‘Alamin.

Wa’alaikumsalam Warrahmatullahi Wabarakatuh.

JAWABAN

1. Tidak jatuh talak.

2. Akad nikahnya sah. Karena mahar itu haknya istri. Maka, bisa saja hak istri diberikan pada suaminya. Dan suami boleh menerimanya. Baca detail: Suami Memakan Mahar Istri, bolehkah?

SUMPAH MANTAN PACAR, APAKAH DIKABULKAN?

assalamualaikum,

saya ingin tanya apakah sumpah mantan pacar yang kecewa dapat di kabulkan?. sebulan lalu saya lagi menjalin hubungan pacaran jarak jauh dengan cowok jawa timur, saya mencoba jujur dari awal tapi si cowok tidak terima lalu dia menyumpahkan saya kalau saya bakal menderita sampai 7 keturunan,.. si cowok yakin kalau sumpah nya itu bakal terkabul karena mantan pacar ny dulu pun pernah di sumpah.
si cowok tersebut mengaku memiliki indra ke-enam dan ke ahlian lain yang tak dapat dimiliki orang lain.beliau adalah anak angkat dari pengurus pondok pesantren metal di perbatasan pasuruan.
1. apakah bener sumpah itu bisa terkabul?
saya takut dan merasa tertekan batin.
terimakasih,
wa'assalamualaikum,.

JAWABAN

1. Itu bukan sumpah, tapi doa buruk. Dan doa buruk itu tidak akan terkabul kecuali dari orang yang dizalimi. Sedangkan pria yang mendoakan buruk dalam kasus di atas bukan orang yang dizalimi, jadi doa buruknya tidak akan dikabulkan Allah.

Bahwa dia anaknya kyai atau anak dukun itu tidak ada pengaruhnya pada status doa seseorang. Allah memuji hambanya yang bertakwa dan mengecam hambaNya yang pendosa tanpa melihat keturunannya. Baca: Ahlussunnah Wal Jamaah

CARA NIKAH SIRI

Assalamualaikum WR WB,

Mohon dibantu pencerahan,
Saya ingin menanyakan mengenai syarat menikah siri ( sah secara agama ), apakah bisa dibantu?
Atau saya bisa menghubungi kemana...

Terimakasih sebelumnya

Wassalamualaikum WR WB

Salam hormat,

JAWABAN

Syarat nikah siri sama dengan nikah secara resmi yaitu: harus ada wali, dua saksi laki-laki, dan ijab kabul. Baca detail: Pernikahan Islam

MINTA PERTANGGUNGJAWABAN

Assalamu'alaikum wr wb.
Maaf sebelumnya mbah yai, saya mau berkonsultasi dan meminta saran atas masalah adek keponakan saya 3bulan ini. Adek saya perempuan berusia 17thn SMA pribadi ceria baik suka mengaji di pesantren sejak kecil mbah yai lihai dalam bidang seni islam hadrah qiro'at dll dan pandai

setelah kluar dari tempatnya mengaji dan terlebih setelah SMA adek saya berubah emosian melepas jilbab dan lebih mngarah ke hal duniawi bersolek dan boros ibadahnya pun mulai dtinggalkan kcuali sholat 5waktu yg jarang terkadang tidak dtunaikan dan juga sperti puasa sunah sholat sunah dll.

Tetapi 4bulan ini murung sering mnangis mnyendiri memakai busana muslim lagi ibadahnya tekun lagi dan sikapnya brubah sangat halus dan sopan. Saya mencoba mendekati dan bertanya, ternyata adek saya memikirkan penyesalan dosa dan memikirkan pertanggungjawaban untuk dnikahi.

Adek saya menjalin hubungan dengan santri pondok didaerah kami usia 23thn kuliyah sudah nyantri lama. Saat bertemu mreka tidak memberitahu pihak manapun. Dan akhirnya mereka berzina lebih dari 1x mbah yai. Santri itu bilang mencintai tidak mau dtinggalkan oleh adek saya ..berjanji setia dan akan menikahi. Adek saya percaya dan juga mencintai santri tersebut.

Saat hubungan mulai berubah santri itu menjauh dari adek saya,. Adek saya bingung dan minta tanggung jawab dan meminta harus santri itu yg menjadi suami nya dan sudah yakin santri itu jodohnya kalau tidak mau adek saya akan mngadukan kepada orang tuanya dan meminta pertanggungjawaban ke kluarga santri ..

Santri itu menjawab saya sakit hati terhadapmu karena kamu selama 7bulan membentak mengasari saya meski lewat pesan, saya sudah bilang saya tidak akan hubungan (cinta jima') dengan kamu lagi saya sudah bertaubat. tanggung jawab tidak harus mnikahimu, kamu menyalahi kodrat dengan harus mnetapkan saya mnikahimu menjadi jodohmu, kalau berumah tangga saya membentak mengasarimu menceraikanmu bagaimana? Kamu kan yg mengajak saya untuk ketemu dan main.. Iya saya brusaha bertanggung jawab(dengan nada membentak bentak) tetapi saya tidak yakin bisa membahagiakanmu saya orang susah anak trahir dan harus mngurus orang tua yg sudah sepuh dan punya tanggungan mngajar agama di masyarakat daerahku.. beda denganmu yg anak orang punya dan semata wayang, jika menikah bagaimana tinggalnya kalau ikut saya kamu hidup susah, saya takut mnikah. Saya masih ingin nyantren pindah 4-6thn kamu bakal lama mnunggu saya jangan membuat saya pusing saya tidak bisa menjawab jika kamu tanya perihal ksetiaan saya, saya sakit hati dengan perlakuanmu terhadap saya

Adek saya meminta maaf dan berjanji akan mnunggu santri itu mmutuskan untuk pergi nyantren lulus SMA agar menjadi lebih baik dan mnanti santri itu agar hubungan bisa suci tanpa ternodai lagi. Tetapi santri itu terkadang masih terus bersikap masam terhadap adek saya mbah yai, adek saya sampai sekarang murung memikirkan pertanggung jawaban santri itu hanya santri itu yg menjadi harapan rumah tangganya yg bisa mnutup aib nya.

Pertanyaan
1. Apakah saya harus mngadukan perihal ini terhadap orang tua adek saya?
2. Apakah salah jika adek saya bersikeras meminta pertanggung jawaban untuk dinikahi apa benar adek saya mnyalahi kodrat?
3. Apakah pihak laki-laki benar mau bertanggung jawab ? Dan bagaimana caranya jika pihak tidak mau bertanggung jawab?
4. Bagaimana menjalin hubungan yg sehat dengan pihak lelaki agar tetap terjalin komunikasi sampai 6thn mnunggu waktu mnikah?
5. Bagaimana agar adek saya bisa bangkit lagi dan tidak sakit?

Saya memohon bantuan saran jawaban mbah yai, semoga allah swt memberi yg terbaik untuk adek saya.

Wassalamu'alaikum wr wb

JAWABAN

1. Sebaiknya iya.
2. Tidak salah. Itu haknya.
3. Tanda-tandanya dia tidak mau tanggung jawab. Sebaiknya adakan komunikasi antar orang tua, beberkan fakta yang ada dan minta pertanggungjawaban.
4. Itu sulit dilakukan. Dalam kurun waktu 6 tahun akan banyak hal yang terjadi, dan mungkin si lelaki akan melupakannya kecuali kalau ada jaminan dari orang tuanya secara tertulis.
5. Apabila ada jaminan dari si lelaki dan orang tua si lelaki baik jaminan secara lisan dan secara tertulis.

Masalah ini tidak akan timbul apabila adek anda mampu menjaga dirinya untuk tidak berzina. Baca detail: Dosa Besar dalam Islam

Saturday, April 14, 2018

Solusi Problematika Rumah Tangga

Solusi Problematika Rumah Tangga
PROBLEMATIKA RUMAH TANGGA

Assalamu'alaikum warahmatullahiwabarokatuh

(mohon kesabarannya saat membaca karena tulisannya banyak)

Saya seorang ibu rumah tangga. umur saya 26 tahun.saya sudah menikah sekitar 3 tahun yang lalu dan dikaruniai seorang putri berumur 2 tahun, setelah menikah saya hidup bersama suami di kontrakan awalnya keadaan rumah tangga saya baik2 saja, dan ayem tentrem. setelah anak saya lahir saya tetap bekerja dan anak saya ikut dengan yg bantu momong di kontrakan. karena yang momong pamit karena putrinya juga melahirkan jadi suami putuskan untuk pulang di rumah orang tuanya dan akhirnya saya resign tidak bekerja lagi dengan momong di rumah suami.

awalnya baik2 saja, setelah sebulan dua bulan kakak perempuan suami saya yg sudah menikah dan punya 3 anak ini pulang ke rumah mertua beserta suami, mereka juga gk punya tempat tinggal karena rumahnya dijual untuk bayar hutang suaminya yg suka main perempuan.mereka tdk bekerja, hanya makan tidur ikut mertua saya.awalnya gpp, semakin lama saya terganggu karena saya tidak bisa konsentrasi bekerja, karena saya setelah resign masih diperbantukan untuk ngecek laporan keuangan perusahaan via email setiap hari jadi bisa dikerjakan di rumah (ke kantor setiap sabtu).

Ibu mertua dan kk perempuan saya itu tdk suka dg saya krn saya jarang ngobrol di luar, saya sering byk di kamar dg anak saya sambil bekerja. setiap ada tetangga datang dikasih tau kalo saya cuma dikamar gk ngobrol.

karena saya gk suka tiap kumpul mesti yg diomongin orang , dan sudah saya ingatkan juga tapi memang sudah watak mungkin. saya minta pulang ke rumah ibu saya suami saya tidak ijinkan, saya minta buat ngontrak lagi suami tdk ijinkn dg alasan biar makan ikut mertua saja.

di rumah itu tidak ada yg mengerjakan sholat setiap saya ingatkan mesti jawabnya keyakinan masing2 gt, saya berfikir lama2 di situ saya anak saya mesti bakal terkontaminasi kalo imanya gk kuat, suami saya sholat kalo saya ingatkan saja. tyap hari sy ini buat bahan gunjingan, memang saya ini cuma lulusan D1 dan org miskin, dan keluarga suami anaknya lulusan S1 semua makanya saya cuma direndahkan.

masalah apa2 suami selalu bilang lapor dg orangtuanya padahal dia sudah beristri, saya risih. saya sebulan dikasih uang 450rb buat susu anak itu ja masih kurang, dan saya masih harus nambahi lg. kebutuhan saya dan makan saya suruh mikir sendiri. lama2 saya gk tahan, sampe saya sakit. dan saya putuskan untuk pulang ke rumah ortu saya dg ijin suami.

di rumah ortu saya sejak bulan maret 2016 kemarin, selama seminggu di rumah ortu saya saya didiemkan suami saya, anak saya sakit , tau kalo anak saya sakit malah ditinggal pulang ke rumah ortunya. sehingga saya putuskan membuat bbrp pernyataan yang harus disetujui suamiq.. kalo masih ingin balik sama saya tolong sanggupi permintaan ini diantaranya:
1. harus sholat 5 waktu berjamaa di masjid
2. harus ngaji sehabis maghrib dan ajarkan anak mengaji
3. pakai baju koko kalo ke masjid
4. ngontrak rumah kalo blm bisa kasih rumah
5. anak nantinya masuk pondok
6. ikuti kajian2 apapun yg ada di solo

itu bbrp permintaan yg saya ajukan dan sy ksh waktu mpe lebaran, dan ternyata dia menyanggupi tp dia hanya ingin ngontrak saja dan akan beribadah sesuai keyakinan dy masalah ibadah gk mau diatur2. dan dari bulan maret saya tidak pernah berhubungan suami istri dengan dy.

mah yang ingin saya tanyakan
1. apakah yang saya lakukan ini terlalu menuntut?
2. bisakah saya bercerai sedangkan suami saya msh mencintai saya tp dy tidak pernah kasih nafkah saya. hanya anak saja jadi untuk makan saya harus mikir sendiri? kalopun hasil kerjanya kurang dia harusnya lbh giat lagi bekerja.
3. dan apakah orang tua saya juga berdosa karena menampung saya?
4. saya berniat bercerai karna
- kebutuhan saya, sy mikir sendiri setiap kebutuhan anak dan saya kurang saya sll mikir gmn caranya dapat uang biar saya bisa makan,
- suami tdk mau menjalankan ibadah sesuai permintaan demi kebaikan dirinya dan keluarganya,
- saya takut menanggung dosa karena saya tidak pernah melayani suami,
- takut berdosa krn selalu tjd perselisihan dg suami. takut semakin lama semakin berdosa kalo lama2 dibiarkan tidak ada solusi.

mohon solusinya , karena saya bingung harus bagaimana,,Saya tunggu jawabannya,
Jazakumullah khoiron katsiron.

Wassalamu'alaikum Warahmatullahiwabarokatuh

JAWABAN

1. Tuntutan terkait kewajiban ibadah itu sudah benar.
2. Secara agama tidak ada larangan bagi istri untuk meminta cerai apabila (a) tidak diberi nafkah; atau (b) tidak lagi mencintai suami. Baca detail: Cerai dalam Islam

3. Tidak.

4. Itu alasan yang logis dan dibolehkan agama. Baca: - http://www.alkhoirot.net/2015/05/hukum-istri-minta-cerai-karena-tak-cinta.html

MASALAH TALAK

Assalamualaikum Pa Ustadz saya ingin bertanya mengenai thalaq dalam islam, setau saya kata untuk menalak yg sharih ada tiga yaitu thalaq, piraq(memisahkan diri) dan sarah (lepas), mohon maaf apabila saya keliru. saya ingin menanyakan apakah kasus-kasus di bawah ini sudah jatuh talaq, bila sudah berapa jumlah hitungan talaqnya?

1. Apabila suami istri sedang bertengkar hebat (posisi suami istri itu tinggal di kediaman org tua sag istri), lalu sisuami mengajak istri pindah ke rumah orang tua suami, tp karna keadaan emosi si istri malah mengucapkan "apa kamu menceraikan saya?", lalu jawab si suami 'apa kamu mau diceraikan oleh saya?, ya silahkan kalau kamu mau, saya tidak pernah ada niat ke arah situ apalagi pernikahan kita baru satu bulan, mana terfikir oleh saya ke arah situ, saya bagaimana dibawanya", apakah ada perkataan suami dari perdebatan tersebut yg menyebabkan jatuhnya talak?
2. bila suami mengatakan "udahan dengan saya" sebanyak tiga kali dalam satu hari apakah itu termasuk talak atau tidak? tp si suami tidak berniat dan bermaksud menceraikan istrinya, si suami mengucapkan kalimat tersebut dalam keadaan marah yg sangat.
3. bila si suami bernyanyi/bersenandung, lalu dalam nyanyian tersebut ada kalimat smacam ini:
a. sekarang aku putuskan berpisah denganmu.
b. bila kita harus berpisah, sudah biarkan ini semua berakhir sudah,
atau kalimat semacamnya yg menjurus pada perpisahkan.
apakah nyanyian tersebut bila dinyanyikan oleh suami di hadapan istri berarti sudah jatuh talak? padahal si suami sama sekali tidak berniat menceraikan istrinya, dia hanya iseng bernyanyi , meskipun dinyanyikan oleh suami di depan istri dan hanya ada suami istri itu dalam satu ruangan, bagaimana statusnya?
4. mengucapkan kata pisah, atau lepas untuk perkara lain yg bukan perceraian, misalkan "lepaskan bajuku" atau lpisahkan duri itu dr daging ikan", apakah kalimat tersebut menjadi jatuh talak?
5. talak diucapkan dalam berlainan masa itu seperti apa? , apakah berbeda hitungan menit atau jam saja bisa dikatakan berbeda masa? atau harus menggunakan hitungan hari? misal si suami dalam satu hari mengucapkan "saya talak kamu" sebanyak tiga kali dalam satu hari tp berlainan menit ata jam, bagaimana hukumnya?
terimakasih sebelumnya Pa ustadz, maaf mengganggu waktunya.

JAWABAN

1. Tidak terjadi talak karena itu dalam konteks bertanya ke istri. Lihat: http://www.alkhoirot.net/2012/10/perceraian-dan-talak.html#notalak2

2. Tidak termasuk talak kalau tanpa niat. Karena itu termasuk kategori talak kinayah yang baru terjadi talak apabila disertai niat. Baca detail: Cerai dalam Islam

3. Tidak terjadi talak. Karena bernyanyi itu sama dengan bercerita tentang talak. Cerita tentang talak tidak jatuh talak. Baca: Cerita Talak, Apakah terjadi cerai?

4. Tidak jatuh talak karena tidak ditujukan pada istri.

5. Talak yang diucapkan dalam majelis atau tempat yang berbeda waktunya dianggap ucapan talak yang berbeda. Misalnya, pagi mengucapkan talak, lalu sorenya mengucapkan talak lagi. Maka, terjadi dua talak. Lihat: www.alkhoirot.net/2016/04/ucapan-cerai-tiga-kali-dalam-satu.html

Friday, April 13, 2018

Penyebab Kegagalan

Penyebab Kegagalan
PENYEBAB KEGAGALAN

Assalamualaikum wr,wb

Saya ini siswa kelas 1 SMP.Umur sy 13th.Saya punya masalah pak, sebenarnya saya ini tidak percaya tuhan.Menurut saya, tuhan adalah sesuatu yg tidak logis.Keluarga saya adalah keluarga beragama Islam.Jadi, saya diajari dari kecil tentang agama Islam misalnya kewajiban Shalat, Puasa dsb.Maksudnya saya seharusnya mengikuti agama orang tua saya.
Setiap saya di suruh shalat, saya hanya berpura pura shalat utk mengelabui ortu saya.Saya tahu kewajiban yg harus saya laksanakan.Tetapi tidak pernah saya laksanakan.Paling paling dilaksanakan karena terpaksa.Jadi, bisa dibilang saya tidak percaya tuhan sama sekali.Dari sejak SD, saya termasuk siswa yang berprestasi.Sering juara kelas.Seiring waktu, prestasi saya menurun.Terakhir kali saya masuk 3 besar adlh saat kelas 4.Saat kelas 5 SD ranking sy menurun sampai peringkat 12.Sampai kls 6, saya tidak pernah masuk 3 besar lagi.Setelah lulus SD, keadaan makin parah.Saya bahkan tdk masuk 10 besar.Pelajaran yg diberikan guru rasanya tdk bisa di mengerti sedikitpun.Walaupun saya sudah belajar dg rajin.Pertanyaan saya:

1.Apakah kegagalan saya seiring waktu ini berhubungan dg tidak percayanya saya dg kebesaran Allah SWT?

2.Kalau Allah itu ada, mengapa Dia tidak memperlihatkan kekuasaannya secara langsung? Misalnya dengan memperlihatkan dirinya, membuat tulisan "Laillahaillaulah" besar besar dilangit sehingga orang bisa percaya bahwa tiada tuhan selain Allah?

3.Bisakah bapak sebutkan bukti bahwa Allah itu ada?
Dulu waktu SD saya diajarkan tentang bukti2 Allah itu ada seperti adanya gunung, bumi dsb.Tetapi kan bisa saja saya bilang gunung, bumi dsb bukan ciptaan Allah, tetapi ciptaan dewa atau yg lain?.Karena tidak ada bukti yg membuktikan bumi, lautan itu benar-benar ciptaan Allah, bisa saja orang bilang itu ciptaan Yesus, atau dewa.Karena memang tidak ada TANDA yg membuktikan bahwa alam semesta ini ciptaan Allah.Tidak ada tulisan yg tertera di laut bahwa laut ciptaan Allah.Kalau saja dibuat di laut besar2 oleh Allah "CIPTAAN ALLAH" barulah org bisa memastikan bahwa yg membuat laut itu adalah Allah.

4.Jika saya mencoba bertaubat, apakah taubat saya diterima oleh Allah??

Demikian pertanyaan saya pak.Saya saat ini benar benar dalam kebingungan.Terima kasih banyak
Assalamualaikum wr,wb

JAWABAN

1. Bisa jadi demikian. Dan itu pertanda Allah masih menyayangi Anda. Itu menjadi peringatan bagi Anda agar bertaubat dan kembali ke jalan Islam. Dalam beberapa kasus, Allah tidak menghukum manusia yang durhaka pada-Nya di dunia. Jadi, anda harus merasa beruntung karena diberi peringatan langsung di dunia untuk membuat anda menjadi individu yang tidak hanya cerdas secara inteligensia tapi juga cerdas spiritual. Hukuman yang anda alami itu disebabkan oleh dua hal: durhaka pada Allah dan durhaka pada orang tua karena tidak mau taat pada mereka. Dalam sebuah hadits Rasulullah SAW berkata:

كل الذنوب يؤخر الله ما شاء منها إلى يوم القيامة إلا عقوق الوالدين فإن الله تعالى يعجل لصاحبه في الحياة قبل الممات

Artinya, “Allah SWT akan mengakhirkan balasan setiap dosa hingga hari kiamat kelak, kecuali dosa durhaka kepada orang tua. Dia mempercepat balasannya pada waktu masih hidup atau sebelum meninggal,” (HR Al-Baihaqi).

2. Keberadaan Allah bisa dipahami manusia dengan cara melihat ciptaan Allah yakni adanya alam semesta ini. Kita disuruh menggunakan akal kita dengan cara belajar secara mendalam tentang sains agar tahu fenomena alam dan tahu kebesaran penciptanya. Dan kemampuan saintifik kita akan bisa meningkatkan iman manusia yang memang memiliki keinginan untuk beriman pada Allah.

3. Pertanyaan anda menunjukkan bahwa alam semesta itu ada yang menciptakan. Dan penciptanya itu adalah Allah.

4. Diterima. Tidak ada taubat yang tidak diterima selama kita masih hidup di dunia. Lihat artikel di link berikut:
- Cara Orang Murtad kembali ke Islam
- Cara Taubat Nasuha

BAGIAN WARIS ANAK TIRI

As. Al. Wr. Wb

Saya mempunyai ibu mertua yang bernama Munalipah yang merupakan saudara tiri.

Penjelasannya sbb :
Perkawinan ke - 1 :
Bpk Ali menikah dengan Ibu Siti Rukayah mempunyai keturunan satu anak saja Ibu Munalipah (mertua saya).
Dalam periode ini Ibu Siti Rukayah sudah mewarisi sebidang tanah yang sudah ada bangunan rumahnya yang diperoleh dari orang tua kandungnya Bpk Darmo Kadir.
Note : Sertipikat tanah atas nama suami yang ke - 2 Ibu Siti Rukayah yang bernama Bpk Subeda

Perkawinan ke - 2
Bpk Subeda menikah dengan Ibu Siti Rukayah dan mempunyai keturunan :
1. Bpk Suwoto dan
2. Ibu Suwarni

Pertanyaan saya adalah sbb :
1. Adakah perolehan hak untuk Ibu Siti Rukayah (ibu mertua saya).
2. Seberapa besar prosentase perolehannya.
3. Adakah dasar - dasar hukum apa saja yang mengatur / yang dijadikan rujukan.
4. Faktor keganjilan yang mana harusnya sertipikat itu atas nama Ibu Siti Rukayah namun menjadi atas nama Bpk Subeda yang mana bukanlah pemilik sah.
5. Jalur apa yang bisa kami tempuh apabila Ibu Munalipah benar - benar mendapatkan haknya.
a. Jalur kekeluargaan bagaimana
b. Jalur hukum bagaimana (kondisi bila tidak kondusif).

Demikian yang bisa kami sampaikan mohon bantuan konsultasinya atas perhatiannya kami ucapkan terimakasih.

JAWABAN

Kami hanya memberi konsultasi hukum waris Islam, bukan hukum positif Indonesia. Jawaban kami berikut menurut perspektif Islam:

- Ibu Munalipah mendapat hak dari Ibu Rukayah. Adapun bagiannya adalah 1/2 (setengah) dari seluruh peninggalan Ibu Rukayah.

- Ibu Munalipah tidak mendapat bagian waris dari bapak tirinya (bapak Subeda).
Baca detail: Hukum Waris Islam

PEMBAGIAN WARISAN: AHLI WARIS WAFAT SEBELUM MENDAPAT WARISAN

Assalamualaikum Wr Wb
Ustadz saya ingin menanyakan masalah warisan. Ayah saya meninggal tanggal 11 januari 2011 meninggalkan :
seorang istri dan tiga anak perempuan, karena tidak mempunyai anak laki maka warisan dibagi kepada saudara ayah saya, 1 orang saudara laki-laki dan 3 orang saudara perempuan. salah satu saudara perempuan ayah saya meninggal pada bulan july 2013 (saya tidak dapat mengingat tanggalnya), tidak memiliki anak maupun suami. kami sudah mengurus masalah proporsi pembagian harta,tetapi surat itu dibuat sebelum saudara alm meninggal jadi namanya tercantum dalam daftar ahli waris.
Yang ingin saya tanyakan adalah :
1. Bagaimana dengan pembagian warisan milik saudara perempuan alm yang telah meninggal ?
2. Dalam proses penjualan harta terdapat biaya yang dikeluarkan oleh ahli waris bagaimana proses pembagian biaya yang keluar ? apakah ditanggung bersama seluruh ahli waris ? atau hanya istri dan anak ?
2. Seluruh hutang alm telah diselesaikan secara lunas oleh istri dan ketiga anak alm. tanpa bantuan dari saudara alm. masalahnya saudara alm tidak mau dipotong hutang atau pun biaya apapun karena merasa urusan hutang telah selesai, mereka meminta harta keseluruhan (tanpa hutang) yang dibagi. apakah saya harus mengikuti kemauan mereka atau tetap dipotong dan menimbulkan konflik ?
terimakasih sebelumnya Ustadz, dan saya mohon bantuannya.
Wassalamualaikum Wr Wb

JAWABAN

1. pembagian warisan milik saudara perempuan alm yang telah meninggal diteruskan pada ahli warisnya.

2. Ditanggung oleh semua ahli waris

3. Secara hukum syariah, hutang pewaris diambil dari harta pewaris. Namun kalau anda memilih untuk mengalah demi menghindari konflik, maka itu dibolehkan.
Baca detail: Hukum Waris Islam

Wednesday, April 11, 2018

Calon Istri Tidak Perawan Pernah Berzina


CALON ISTRI PERNAH BERZINA

Calon Istri Tidak Perawan Pernah Berzina Bagaimana Solusinya

Ustad sy mau tanya,, sy sdh mau berencana melamar calon istri, kami tdk pacaran,, tp setelah sy berniat mau melamar dia mengaku bahwa dia pernah berzina dengan mantan pacarnya,, sy pria baik2 taat ibadah bahkan sy masih kecil pernah juara qori,, sy bingung memutuskan semua ini,, ujian apa ini??minta pendapatnya??apa yg hrs sy lakukan

JAWABAN

Kalau anda pria baik-baik dan tidak pernah berzina, maka idealnya anda gagalkan rencana untuk melamar dia. Karena kenyataan tersebut akan berdampak pada hubungan anda selanjutnya. Cari wanita yang betul-betul salihah, baik karakternya dan masih perawan untuk menjadi teman pendamping anda selamanya. Baca juga: Cara Memilih Jodoh

Namun apabila anda pernah melakukan hal yang sama (berzina) dan anda mencintainya, maka tidak masalah kalau tetap melamarnya. Ajak dia melupakan masa lalu dan bersama menyongsong masa depan dengan sama-sama bertaubat nasuha. Baca detail: Cara Taubat Nasuha

SAKSI PERNIKAHAN HANYA SATU

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatu bapak ustadz yg hormati...

Mohon maaf pak ustadz, saya ingin bertanya kepada bapak yang bersifat pribadi dimana saat ini hati juga pikiran saya sangat gelisah memikirkan hal ini dan saya butuh pencerahan dari bapak ustadz.

Sebelum saya masuk dalam pertanyaan, saya ingin bercerita sedikit pada pak ustadz...

Nama saya adalah Andri (samaran) seorang pria berusia 30 tahun. Saya memiliki pasangan yang dimana hubungan kami ini sudah di ikat dalam pertunangan yang akan dilanjutkan ke tali pernikahan setelah pasangan saya ini menyelesaikan kuliah gelar S2 nya.

Saya adalah laki-laki yg dulunya hidup dalam pergaulan bebas/sering gonta ganti pasangan (zina). Saya akhirnya sadar dan berfikir sampai kapan saya harus melakukan hal itu terus. Akhirnya saya sadar dan berjanji tuk meninggalkan hal tersebut dan berjanji jika suatu saat saya menemukan pasangan yang saya idamkan maka saya akan mempersuntingnya, dan akhirnya saya mendapatkannya pak ustadz. Tapi dikarenakan pasangan saya ini masih ingin menyelesaikan kuliah S2 nya dulu maka pihak orang tuanya meminta hubungan kami di ikat sementara dalam tali pertunangan sambil menunggu dirinya selesai wisuda dengan ditentukan tanggal/bulan/dan tahun akan dilaksanakannya pernikahan.

Beberapa hari kemudian setelah pertunangan, pasangan saya ingin tidur bersama saya & ingin melakukan hubungan suami-istri dengan saya. saya pun setuju melakukan hal itu dengan alasan tidak mau buat dia kecewa dan toh kami juga akan menikah pada saatnya nanti. Setelah melakukan hubungan itu saya kemudian berfikir kenapa saya melakukan hubungan zina lagi karena dia masih belum menjadi istri sah saya. Akhirnya saya memutuskan untuk menikahi dia secara siri dulu tuk menghindari perzinahan dan dia pun setuju. Saya pun berbicara dengan ibu kandung saya dan kemudian ibu saya meminta paman (kakak kandung ayah saya) tuk menjadi wali sekaligus penghulu dalam pernikahan siri saya karena ayah kandung saya telah lama meninggal dan kebetulan paman saya ini juga adalah seorang penghulu pak ustadz.

1. Nah yang ingin saya tanyakan kepada bapak ustadz adalah apakah sah secara agama pernikahan siri saya ini jika yg menjadi wali saya sekaligus penghulu adalah paman kandung saya seorang saja tanpa ada lagi saksi lainnya dan juga wali dari pihak perempuan pak ustadz ?

2. Dan apakah setelah saya menikah siri, hubungan suami-istri yang saya lakukan dengan pasangan saya sudah bukan termasuk zina lagi ?

Mohon balasan jawaban dan pencerahannya dari persoalan yang saya hadapi ini pak ustadz dikarenakan hati saya belum sepenuhnya tenang, walaupun saya dan pasangan sudah melakukan pernikahan siri ini.

Sekian dan Terima kasih.
Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatu...

JAWABAN

1. Pernikahan anda tidak sah karena dua hal: pertama, yang menikahkan dan menjadi wali nikah itu semestinya adalah bapak dari calon pengantin perempuan kalau ada atau wakil yang diserahi oleh wali perempuan, bukan dari pihak laki-laki. Kedua, saksi pernikahan harus dua orang laki-laki. Tidak boleh kurang. Baca detail: Pernikahan Islam

2. Asalkan syarat-syarat dan rukun pernikahan sudah terpenuhi, dan nikahnya sah, maka boleh melakukan hubungan suami istri. Baca detail: Pernikahan Islam

APAKAH KATA 'BUNUH' TERMASUK KINAYAH TALAK?

Assalammu'alikum Warrahmatullahi Wabarakatuh,

Selamat siang Ustadz, Semoga Ustadz selalu dalam lindungan Allah SWT dan dalam limpahan Rahmat-Nya. Amin Ya Allah Ya Rabbal 'Alamin.

Mohon maaf Ustadz melengkapi pertanyaan saya yang tadi, ada sedikit tambahan atau penjelasannya.

Saya lampirkan kembali pertanyaan sebelumnya yang tadi saya emailkan:
"Ustadz saya ada sedikit pertanyaan yang ingin saya tanyakan terkait kalimat talak. Yang ingin saya tanyakan pada kata ini: "Bunuh" apakah termasuk kata/kalimat kinayah? atau kata/kalimat yang sama sekali tidak mengandung makna talak sedikit pun? Saya khawatir jika dulu pernah mengucapkan kata tersebut dan disertai niat."

Untuk tambahan atau penjelasannya seperti ini:
"Saya orang yang memiliki penyakit was-was.. awalnya kata tersebut terucap begitu saja secara refleks dalam bahasa inggris "kill", kemudian ada bisikan-biksikan kembali sehingga saya mengucapkan kata "kill" yang kedua namun disertai bayangan/arti kalimat "bunuh". Saya khawatir ketika mengucapkan kata "kill" tersebut yang diartikan dalam bahasa indonesia "bunuh".. karena pada waktu itu disebelah saya ada istri saya. Saya khawatir menjadi kalimat kinayah yang tertuju pada istri saya.. Bagaimana hukumnya ustadz? dan mohon dijelaskan juga ustadz apakah kata tersebut bukan kalimat kinayah dan tidak mengandung makna talak sedikit pun?"

Sebelumnya saya ucapkan terimakasih semoga Ustadz berkenan untuk menjawab pertanyaannya.

JAWABAN

Kata 'kill' atau 'bunuh' tidak termasuk dalam kata kinayah talak. Karena tidak ada kemiripan apapun dengan talak. Contoh yang kinayah talak seperti 'pergi dari rumah', 'kembalilah ke orang tuamu', dst. Jadi, anda tak perlu merasa was-was sedikitpun dalam soal ini. Baca detail: Cerai dalam Islam

WANITA MUSLIMAH MENIKAH DENGAN PRIA HINDU

Assalamualaikum..
Saya Reyga dari bekasi, mau tanya. Saya punya kakak perempuan berusia 32 tahun yg memiliki pacar orang hindu, dan mereka ingin menikah di Bali dengan cara adat bali/hindu. keluarga tidak merestui dan menetang mereka. tapi kakak saya bersikeras tetap akan menikah dengan cara hindu meskipun tidak mendapat restu orang tua. sudah dinasihati dengan cara halus maupun keras tidak membuat dia berubah. orangnya sangat keras kepala. dia sudah mulai mengurus administrasi untuk menikah di bali. kami sudah bingung harus bagaimana lagi caranya menyadarkan dia. apa harus dengan kekerasan.

1. Saya mohon bantuannya, bagaimana caranya untuk mencegah pernikahannya itu. bagaimana cara menasihatinya, menyadarkannya agar kembali ke jalan Allah.
Mohon maaf bila ada salah kata. Terima kasih.
Wassalamualaikum..

JAWABAN

1. Tugas anda sebagai saudaranya hanya mengingatkannya. Kalau masih ingin berusaha lagi, maka anda bisa meminta bantuan orang lain yang sekiranya bisa didengar pendapat dan nasihatnya olehnya. Setelah itu, serahkan semuanya pada Allah. Bahkan Rasulullah sendiri tidak bisa mengislamkan pamannya Abu Thalib dan Abu Lahab. Setelah berusaha, maka bertawakalah.

Namun itu semua terjadi bukan tanpa sebab. Semua peristiwa pasti ada alur ceritanya. Kita tidak bisa menghentikannya ketika semua sudah terlanjur terjadi. Oleh karena itu, semestinya sejak awal pendidikan agama dan penciptaan kondisi yang kondusif harus dilakukan. Ini menjadi pelajaran bagi anda dan anak-anak anda ke depan agar tidak terjadi lagi hal serupa. Baca detail: Takdir

Monday, March 19, 2018

Hukum Puasa Bulan Rajab

Hukum Puasa Bulan Rajab
Hukum puasa bulan Rajab apakah sunnah atau bid'ah? Sebagian besar ulama (jumhur) menghukumi sunnah berpuasa pada bulan Rajab karena. adanya hadits yang menganjurkan untuk berpuasa sunnah..dan sunnahnya puasa pada bulan-bulan haram

DAFTAR ISI
  1. Niat Puasa Bulan Rajab
  2. Dalil Kemuliaan Bulan Rajab
  3. Dalil Puasa di Bulan Rajab
  4. Pendapat Sunnah-nya Puasa Bulan Rajab
  5. Pendapat Makruh Puasa Bulan Rajab
  6. Pendapat Ulama Wahabi tentang Puasa Rajab
  7. Hukum Puasa Tanggal 27 Rajab
  8. Hadits Maudhu' Tentang Keutamaan Bulan Rajab
  9. Kesimpulan Hukum Puasa Bulan Rajab


NIAT PUASA SUNNAH BULAN RAJAB

Niat puasa sunnah di bulan Rajab adalah sebagai berikut:

نويت صوم شهر رجب سنة لله تعالى
Artinya: Sya niat puasa bulan Rajab, sunnah karena Allah ta'`la.


DALIL-DALIL KEMULIAAN BULAN RAJAB

- QS At-Taubah 9:36

إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شهْراً فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ذَلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ فَلا تَظْلِمُوا فِيهِنَّ أَنْفُسَكُمْ
Artinya: Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu.

Yang dimaksud empat bulan haram (mulia) adalah Rajab, Dzul Qo'dah, Dzul Hijjah, Muharram. Berdasarkan hadits riwayat Bukhari dan Muslim (muttafaq alaih) Nabi bersabda:

السَّنَةُ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا , مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ , ثَلاثٌ مُتَوَالِيَاتٌ : ذُو الْقَعْدَةِ وَذُو الْحِجَّةِ وَالْمُحَرَّمُ , وَرَجَبُ مُضَرَ الَّذِي بَيْنَ جُمَادَى وَشَعْبَانَ
Artinya: Tahun itu ada 12 bulan. Yang empat adalah bulan mulia (haram) yaitu Dzul Qo'dah, Dzul HIjjah, Muharram dan Rajab.

DALIL PUASA DALAM BULAN RAJAB

- Hadits riwayat Abu Daud, Ahmad, Baihaqi, Ibnu Said

صم من الحُـرُم واترك، صم من الحرم واترك
Artinya: Berpuasalah pada bulan-bulan haram (mulia), dan tinggalkan.

Dan Rajab termasuk dari bulan yang mulia yang empat.

- Hadits riwayat Nasa'i dan Ahmad dari Usamah bin Zaid

أسامة بن زيد قال: قلت: يا رسول الله، لم أرك تصوم شهراً من الشهور ما تصوم من شعبان، قال: "ذلك شهر يغفل الناس عنه بين رجب ورمضان وهو شهر ترفع فيه الأعمال إلى رب العالمين، فأحب أن يرفع عملي وأنا صائم
Artinya: Usama bin Zaid berkata: Saya berkata pada Rasulullah, 'Wahai Rasulullah, aku tidak pernah melihatmu berpuasa satu bulan dari beberapa bulan Sya'ban.' Nabi bersabda: "Itu adalah bulan yang dilupakan manusia antara bulan Rajab dan Ramadan. Ia adalah bulan saat amal-amal perbuatan diangkat ke Allah. Maka aku suka amalku diangkat saat aku sedang puasa."

PENDAPAT SUNNAH-NYA PUASA BULAN RAJAB

Sebagian besar ulama (jumhur) menghukumi sunnah berpuasa pada bulan Rajab dengan 2 argumen.

Pertama, adanya hadits yang menganjurkan untuk berpuasa sunnah.
Kedua, adanya hadits yang menganjurkan untuk puasa pada bulan-bulan haram (mulia). Dan Rajab termasuk bulan haram.

Asy-Syaukani dalam Nailul Authar mengomentari hadits Usamah bin Zayd di atas menyatakan:

ظاهر قوله في حديث أسامة إن شعبان شهر يغفل عنه الناس بين رجب ورمضان أنه يستحب صوم رجب
Artinya: Pemahaman yang dzahir dari hadits Usamah (bin Zayd) di atas adalah bahwa bulan Sya'ban adalah bulan yang banyak dilupakan orang yang letaknya antara bulan Rajab dan Ramadan. Dan bahwa sunnah hukumnya berpuasa pada bulan Rajab.

Al-Mardawi dalam kitab Al-Inshaf III/245 menyatakan:

وأما صيام بعض رجب، فمتفق على استحبابه عند أهل المذاهب الأربعة لما سبق، وليس بدعة
Artinya: Adapun berpuasa pada sebagian bulan Rajab ulama dari madzhab empat sepakat atas sunnahnya. Dan bukan bid'ah.

PENDAPAT MAKRUH ATAU HARAM-NYA PUASA BULAN RAJAB

- Ahmad bin Hanbal (Madzhab Hanbali) berkata: وأما رجب فأحب إليّ أن أفطر منه
Artinya: Saya lebih senang tidak puasa pada bulan Rajab.

- Al-Mardawi dalam Al-Inshaf menyatakan:وَيُكْرَهُ إفْرَادُ رَجَبٍ بِالصَّوْمِ
Artinya: Mengkhususkan puasa Rajab (sebulan penuh) hukumnya makruh.

- Imam Suyuthi dalam Amr bil Ittiba' menyatakan: وَيُكْرَهُ إفْرَادُ رَجَبٍ بِالصَّوْمِ
Artinya: Makruh mengkhususkan pada bulan Rajab.

- Imam Syafi'i dalam qaul qadim memakruhkan puasa Rajab sebulan penuh
وأكره أن يتخذ الرجل صوم شهر بكماله كما يكمل رمضان، وكذلك يوماً من بين الأيام


PENDAPAT ULAMA WAHABI TENTANG PUASA BULAN RAJAB

Berikut pendapat sejumlah ulama Wahabi utama tentang puasa dan ibadah di bulan Rajab

1. Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz berpendapat makruh puasa pada bulan Rajab

يكره إفراده بالصوم تطوعاً لأنه من شأن الجاهلية كانوا يعظمونه بالصوم، فكره أهل العلم إفراده بالصوم تطوعاً أما إذا صامه الإنسان عن صوم عليه من قضاء رمضان أو من كفارة فلا حرج في ذلك، أو صام منه ما شرع الله من أيام الاثنين والخميس أو ثلاثة أيام البيض كل هذا لا حرج فيه، والحمد لله، كغيره من الشهور.
Arti ringkasan: Makruh menyendirikan puasa sunnah Rajab karena itu termasuk perilaku jahiliah.

2. Ibnu Uthaimin, mengharamkan puasa Rajab karena dianggap bid'ah. Dalam Majmuk Al-Fatawa Ibnu Utsaimin 20/440 dia mengatakan:
صيام اليوم السابع العشرين من رجب وقيام ليلته وتخصيص ذلك بدعة , وكل بدعة ضلالة .
Artinya: Puasa pada hari ke 27 bulan Rajab dan bangun malam dan mengkhususkan hal itu adalah bid'ah. Dan setiap bid'ah itu sesat.

Pada kesempatan lain Ibnu Uthaimin mengatakan:

أود أن أقول: هناك من يَخُصُّ رجب بالصيام، فيصوم رجب كلَّه
وهذا بدعة وليس بسنة
Artinya: Mengkhususkan puasa bulan Rajab selama sebulan termasuk bid'ah. Bukan Sunnah.

3. Shalih bin Fauzan bin Abdullah Al-Fauzan menyatakan puasa awal Rajab sebagai bid'ah (= haram)

‏ صوم أول يوم من رجب بدعة ليس من الشريعة ولم يثبت عن النبي صلى الله عليه وسلم في خصوص رجب صيام، فصيام أول يوم من رجب واعتقاد أنه سنة هذا خطأ وبدعة‏
Artinya: Puasa awal Rajab adalah bid'ah dan tidak sesuai syariah. Tidak ada ketetapan dari nabi adanya kekhususan puasa bulan Rajab. Berpuasa awal bulan Rajab dan meyakini kesunnahannya adalah salah dan bid'ah.


HUKUM PUASA TANGGAL 27 RAJAB

Berpuasa khusus pada tanggal 27 Rajab dan menganggapnya sunnah adalah bid'ah dan haram menurut fatwa Yusuf Qardhawi, kecuali kalau pada tanggal tersebut bertepatan dengan hari Senin atau Kamis dan berniat puasa sunnah Senin/Kamis, maka tidak apa-apa.

Alasan Qardhawi karena tidak ada satupun dalil sunnahnya puasa khusus pada 27 Rajab. Dan bahwa 27 Rajab bukanlah hari Isra' Mi'raj. Qardhawi menyatakan [1]:

من الصيام المحرم: ما ابتدعه الناس بأهوائهم، ولم يشرعه الله ورسوله ولا عمل به الراشدون المهديون من خلفائه، ولا دعا إليه أحد من أئمة الهدى. ومن ذلك صيام اليوم السابع والعشرين من رجب، باعتباره اليوم الذي كان صبيحة ليلة الإسراء والمعراج بالنبي صلى الله عليه وسلم.

ليلة الإسراء والمعراج غير معلومة ، وغير معلوم شهرها ، ولم يصح أنها كانت ليلة السابع والعشرين من شهر رجب، وحتى لو كانت هذه الليلة هي ليلة الإسراء والمعراج فتخصيص يومها بالصيام من بين سائر الأيام من البدع المنهي عنها ، لأن الله لا يعبد إلا بما شرع ، ولم يأت في شرع الله تخصيص هذا اليوم بصيام ، على أن الإنسان لو كان يصوم أياما معينة كيوم الاثنين والخميس من كل أسبوع ، فجاء هذا اليوم في يوم الاثنين والخميس فلا مانع من صيامه بهذه النية
Arti kesimpulan: 1. Tanggal 27 Rajab bukan hari Isra' Mi'raj.
2. Haram mengkhususkan puasa untuk tanggal 27 Rajab.
3. Kalau biasa berpuasa Senin-Kamis dan ternyata tanggal 27 Rajab bertepatan dengan hari-hari itu (Senin/Kamis) maka tidak apa-apa berpuasa asal dengan niat puasa Senin Kamis tersebut.


HADITS MAUDHU' TENTANG BULAN RAJAB

Hadits yang sering dipakai sebagai dalil keutamaan bulan Rajab secara khusus adalah sbb:

فَضْلُ شَهْرِ رَجَبٍ عَلَى الشُّهُورِ كَفَضْلِ الْقُرْآنِ عَلَى سَائِرِ الْكَلَامِ ، وَفَضْلُ شَهْرِ شَعْبَانَ عَلَى الشُّهُورِ كَفَضْلِي عَلَى سَائِرِ الْأَنْبِيَاءِ ، وَفَضْلُ شَهْرِ رَمَضَانَ كَفَضْلِ اللَّهِ عَلَى سَائِرِ الْعِبَادِ
Artinya: Keutamaan bulan Rojab/Rajab atas bulan-bulan yang lain seperti keutamaan Quran atas kitab-kitab suci yang lain. Keutamaan bulan Sya'ban atas bulan-bulan yang lain seperti keutamaanku atas para Nabi yang lain. Keutamaan bulan Ramadan seperti keutamaan Allah atas hamba-hambanya.

Hadits ini menurut Ibnu Hajar Al-Asqalani adalah maudhu' (Lihat kitab الأسرار المرفوعة في الأخبار الموضوعة bab حَرْفُ الْفَاءِ)


KESIMPULAN

- Berpuasa bulan Rajab hukumnya sunnah berdasarkan hadits yang menganjurkan sunnahnya berpuasa secara umum dan sunnahnya puasa pada bulan-bulan haram. Dan Rajab termasuk bulan haram secara ijmak (kesepakatan ulama).

- Berpuasa pada sebagian bulan Rajab tidak sebulan penuh hukumnya sunnah menurut kesepakan madzhab yang empat (Hanafi, Maliki, Syafi'i dan Hanbali).

- Tetapi mengkhususkan berpuasa sebulan penuh pada bulan Rajab--sementara bulan haram lain tidak--adalah makruh menurut sebagian ulama. Dan tetap sunnah menurut sebagian ulama yang lain.

- Menurut ulama Wahabi, puasa bulan Rajab termasuk bid'ah yang sesat dan haram.

---------------------
RUJUKAN DAN CATATAN

[1] Lihat fatwa Qaradhawi: http://qaradawi.net/life/30/4877.html

Hukum dan Cara Silaturahmi

Hukum Silaturahmi
MENYAMBUNG SILATURAHMI PADA KERABAT DAN SESAMA MUSLIM

Assalamualaikum. Saya ingin menceritakan permasalahan yang sedang saya alami. Saya dahulu pernah dekat dengan seorang pria tetapi suatu hari lelaki itu memutuskan hubungannya dengan saya, dan disitu saya sangat kecewa. Sampai sampai ketika saya melihat dia, saya sangat malas, memalingkan muka dan benci. Seolah olah saya tidak mengenal dia. Tetapi lambat laun saya sadar itu tidak baik dan tidak pantas dilakukan oleh seorang muslimah.

Apakah permasalahan saya termasuk memutus talisilaturahmi. Bagaiman cara saya menyambung talisilaturhmi kembali? Karena dilain sisi dia sudah memiliki kekasih saya takut menjadi salah paham. Terimakasih. Wassalamualaikum wr.wb

JAWABAN

Menyambung silaturahmi itu ada yang wajib dan ada yang sunnah (tidak wajib). Menyambung silaturahmi yang wajib adalah pada kerabat dekat yang ada hubungan mahram. Seperti saudara kandung dll, Ini menurut sebagian pendapat. Sedangkan menyambung silaturahmi yang sunnah adalah kerabat dekat yang bukan mahram seperti sepupu dst. Menurut pendapat madzhab Syafi'i menyambung silaturahmi adalah wajib secara mutlak, baik kerabat mahram maupun bukan mahram.

Adapun orang yang bukan kerabat, maka tidak wajib menyambung silaturahmi namun juga dilarang bermusuhan.

URAIAN

Berikut rincian argumen hukumnya menurut ulama seperti disebut dalam kitab Al-Furuq-nya Al-Qarafi, hlm. 1/147:


قال الشيخ الطرطوشي: قال بعض العلماء: إنما تجب صلة الرحم إذا كان هناك محرمية، وهما: كل شخصين لو كان أحدهما ذكراً والآخر أنثى لم يتناكحا كالآباء والأمهات، والإخوة والأخوات والأجداد والجدات وإن علوا، والأولاد وأولادهم وإن سفلوا، والأعمام والعمات والأخوال والخالات، فأما أولاد هؤلاء فليست الصلة بينهم واجبة لجواز المناكحة بينهم، ويدل على صحة هذا القول تحريم الجمع بين الأختين، والمرأة وعمتها، وخالتها، لما فيه من قطيعة الرحم، وترك الحرام واجب، وبرهما وترك أذيتهما واجبة، ويجوز الجمع بين بنتي العم وبنتي الخال وإن كن يتضايرن، ويتقاطعن، وما ذاك إلا أن صلة الرحم بينهما ليست واجبة، وقد لاحظ أبو حنيفة، هذا المعنى في التراجع فقال: يحرم التراجع في الهبة بين كل ذي رحم محرم.

Artinya: Syaikh Turtusyi berkata: Sebagian ulama mengatakan bahwa wajibnya silaturahmi itu hanya pada kerabat mahram. Yaitu setiap kerabat yang apabila salahsatunya laki-laki dan yang lain perempuan maka tidak boleh menikah seperti ayah, ibu, saudara lelaki, saudara perempuan, kakek, nenek dan ke atas, anak dan cucu dan ke bawah. Paman dan bibi dari sisi ayah, paman dan bibi dari sisi ibu. Sedangkan anak-anak dari mereka (paman dan bibi) maka menyambung silaturahmi antara mereka (sepupu) tidaklah wajib karena bolehnya menikah di antara mereka. Keabsahan pandangan ini ditunjukkan dengan haramnya mengumpulkan antara dua saudara perempuan, perempuan dan bibinya, karena hal itu termasuk memutus silaturahmi sedangkan meninggalkan keharaman itu wajib. Berbuat baik dan tidak menyakiti keduanya adalah wajib. Boleh mengumpulkan antara dua anak perempuan paman (sepupu) walaupun mereka saling memutuskan hubungan. Hal itu tida terjadi kecuali bahwa menyambung silaturahmi antara keduanya tidaklah wajib. Imam Abu Hanifah menjelaskan pemahaman ini dalam soal tarajuk (menarik kembali pemberian). Ia berkata: Haram tarajuk dalam hibah antara kerabat mahram.

Imam Nawawi tidak sepakat dengan pandangan di atas. Dalam Syarah Muslim, hlm. 16/113, ia lebih mengunggulkan pendapat yang menyatakan bahwa silaturahmi pada kerabat itu wajib secara mutlak baik kerabat mahram maupun bukan mahram.


قال القاضي عياض : اختلفوا في حد الرحم التي تجب صلتها ، فقيل : هو كل رحم محرم بحيث لو كان أحدهما ذكرا والآخر أنثى حرمت مناكحتهما .
فعلى هذا لا يدخل أولاد الأعمام ولا أولاد الأخوال ، واحتج هذا القائل بتحريم الجمع بين المرأة وعمتها أو خالتها في النكاح ونحوه ، وجواز ذلك في بنات الأعمام والأخوال .
وقيل : هو عام في كل رحم من ذوي الأرحام في الميراث ، يستوي المحرم وغيره ، ويدل عليه قوله صلى الله عليه وسلم : ( ثم أدناك أدناك ) .
هذا كلام القاضي ، وهذا القول الثاني هو الصواب ، ومما يدل عليه الحديث السابق في أهل مصر : ( فإن لهم ذمة ورحما )، وحديث : ( إن أبر البر أن يصل أهل ود أبيه مع أنه لا محرمية . والله أعلم ".

Artinya: Qadhi Iyad berkata: Ulama berbeda pendapat dalam batasan kerabat yang wajib silaturahmi. Pendapat pertama menyatakan: setiap kerabat mahram maksudnya apabila salah satunya lelaki dan yang lain perempuan maka haram bagi keduanya menikah. Dalam konteks ini maka tidak termasuk (yang wajib silaturahmi) adalah anak-anak paman (sepupu). Pandangan ini beralasan atas haramnya mengumpulkan antara perempuan dan bibinya dalam nikah dan bolehnya hal itu pada putri paman (sepupu). Pendapat kedua, bersifat umum. Yakni, setiap kerabat dzawil arham dalam warisan, baik mahram atau lainnya, itu wajib menyambung silaturahmi dengan mereka. Argumen pandangan ini adalah sabda Nabi: "Lalu kerabatmu yang bawah dan lebih bawah lagi". Ini pendapat Qadhi Iyad. Pendapat kedua ini adalah yang benar (menurut Imam Nawawi - red) berdasarkan hadits terkait penduduk Mesir di mana Nabi bersabda: "Bagi mereka tanggungan dan silaturahmi" dan hadits "Cara berbakti terbaik pada orang tua adalah menyambung silaturrahmi pada orang-orang yang disukai ayah (dan ibu) setelah mereka meninggal" padahal tidak ada hubungan mahram. Wallahu a'lam. Baca detail: Dalil Silaturahmi

Adapun silaturahmi dengan mantan pacar maka itu sama dengan silaturahmi dengan sesama muslim yang lain atau dengan kerabat jauh: hukumnya tidak wajib. Bahkan bisa haram hukumnya apabila dilakukan secara khalwat (berduaan) atau bisa berakibat sesuatu yang tidak baik. Baca detail: Menjauhi Lingkungan Pergaulan Buruk

Secara umum, silaturahmi dengan bukan kerabat adalah sunnah (tapi tidak wajib) dengan syarat silaturahmi itu tidak berlawanan dengan hukum syariah. Khusus silaturahmi dengan lawan jenis, maka syaratnya harus aman dari fitnah dan tidak boleh berduaan. Imam Nawawi dalam Al-Adzkar, hlm. 268, menyatakan terkait kesunnahan silaturahmi secara umum:

يستحب استحبابا متأكدا : زيارة الصالحين ، والإخوان ، والجيران ، والأصدقاء ، والأقارب ، وإكرامهم ، وبرهم ، وصلتهم ، وضبط ذلك يختلف باختلاف أحوالهم ومراتبهم وفراغهم " انتهى.

Artinya: Termasuk Sunnah muakkad adalah berziarah pada orang saleh, saudara sesama muslim, tetangga, teman, kerabat dan memuliakan mereka, berbuat baik pada mereka dan silaturahmi. Level kesunnahan berbeda berdasarkan kondisi dan tingkatannya.

Perlu juga diketahui bahwa hubungan lawan jenis secara fisik dengan tujuan pacaran adalah haram. Baca detail: Hukum Kholwat

CARA DAN BENTUK SILATURAHMI

Silaturahmi ada beberapa cara. Ibnu Hajar dalam Fathul Bari, hlm. 10/418, menyatakan:

قال ابن أبي جمرة " تكون صلة الرحم بالمال وبالعون على الحاجة، وبدفع الضرر، وبطلاقة الوجه، وبالدعاء. والمعنى الجامع لذلك: إيصال ما أمكن من الخير، ودفع ما أمكن من الشر بحسب الطاقة.

Ibnu Abil Jamrah berkata: Silaruhami itu dapat berupa harta (dalam bentuk hibah atau sedekah), atau menolong mengatasi keperluannya atau dengan menolak keburukan, dengan wajah ceria dan doa. Arti umum dari silaturahmi adalah menyampaikan kebaikan, menolak keburukan sesuai kemampuan.

Imam Nawawi dalam Syarah Muslim, hlm. 2/201, menyatakan:


صلة الرحم هي الإحسان إلى الأقارب على حسب الواصل والموصول ، فتارة تكون بالمال ، وتارة تكون بالخدمة ، وتارة تكون بالزيارة ، والسلام ، وغير ذلك .
Artinya: Silaturahmi adalah berbuat baik pada kerabat. Terkadang dengan harta atau malayani, atau dengan berkunjung, atau dengan salam, dan lainnya.

Ibnu Hajar Asqalani dalam Fathul Bari, hlm. 10/418, mengutip pandangan Al-Qurtubi yang membagi silaturahmi menjadi dua yakni umum dan khusus.

قال القرطبي : الرحِم التي توصَل عامة وخاصة ، فالعامة : رحِم الدِّين وتجب مواصلتها بالتوادد والتناصح والعدل والإنصاف والقيام بالحقوق الواجبة والمستحبة .
وأما الرحم الخاصة : فتزيد للنفقة على القريب وتفقد أحوالهم والتغافل عن زلاتهم .

Artinya: Al Qurtubi berkata: Silaturahmi ada dua umum dan khusus. Yang umum adalah silaturahmi secara agama. Wajib silaturahmi dengan saling sayang, saling manasihati, besikap adil, melaksanakan hak yang wajib dan sunnah. Silaturahmi yang khusus adalah menambah nafkah pada kerabat, menghormati mereka, dan saling melupakan keburukan.