Thursday, January 20, 2022

Bicara talak tanpa sengaja apa jatuh cerai?

Bicara talak tanpa sengaja apa jatuh cerai? as.wr.wb ustd saya mau bertanya ustd. barusan ana solat subuh pas tahyat ana lupa apakah ana baca kunut apa ndk, trus pas tahyat kyk ana ngomong bersyarat itu ustd kalau ndk kunut begini... trus ana tanya istri kebetulan dia duduk di atas kasur ada gk sy ngomong aneh2 pas solat dia bilang gk ada. kepikiran trus ana jadinya ustd, tapikan ana lagi baca tahyat masak ana ngomong bgitu atau hanya lintasan di pikiran ana aja ya ustd? trus ana kan ndk sebut objeknya juga.. trutama itu , belakangan ana tanya istri ana katanya mana saya denger km baca tahyat atau ngomong apa2 karena saya masih ngantuk sekali, ana jadi kepikiran jngan2 ana ada ngomong sesuatu bgitu pemikiran ana jadinya tambah waswas ana ustd krena istri bilang gak denger km baca tahyat atau ngomong ini itu pas tahyat , tapi yang jelas di syarat itu ana tidak sebut objeknya.. ( kalau saya tidak baca kunut maka jatuh c.. ) kan tidak ada sebut objeknya bgitu ustd, ana trus terang gk pngen ucap bgitu tetapi selalu aja ada lintasan atau seolah ana ngomong padahal tidak jadi ana takut apakah ana ngomong apa tidak begitu ustd? mohon jawabannya ustd.. tapi apakah iya orang lagi baca tahyat ngomong aneh2.. mohon bantuannya ustd.. atau karena waswas ini saya jdi seolah ngomong padahal tidak, ana coba2 ingat kdang tambah waswas tapi ana coba ingat itu hanya lintasa hati aja tapi nnti muncul ragu2 waswas jadinya malahan , mohon bantuannya ustd.. JAWABAN Tidak ada dampak apapun dari kasus anda ini. Kalau ragu apakah berbicara atau tidak, maka dianggap tidak bicara. Seandainya pun berbicara dan menyebut kata 'cerai' atau 'talak', maka ucapan itu tidak berdampak apapun karena tidak dalam konteks menceraikan istri. Itu sama dengan cerita talak. Baca detail: Cerita Talak Atau menyebut cerai / talak tapi tidak menyebut obyek, maka tidak jatuh juga. Baca detail: Talak tanpa Kalimat Sempurna Atau menyebut obyek seperti 'aku cerai istriku kalau tidak qunut' juga tidak jatuh talak karena itu timbul karena was-was. Baca detail: Talak Orang Was-was tidak sah WAS-WAS Assalamualaikum pak. Saya mau bertanya seputar utang. Yang saya tau, orang yang mati syahid dosanya diampuni, tapi tidak dengan utangnya. Saya punya waswas terkait hal itu pak. Padahal secara ekonomi saya bukan orang miskin, dan saya jarang berhutang. 1. Terkadang ketika membeli sesuatu, misal belanja di supermarket, atau beli bensin di pom, uang kembaliannya bisa lebih. Misal harusnya kembali 900, dikasih 1000. Dan semacam itu. Apakah ini dianggap utang pak ? Terkadang ketika menerima kembalian, uangnya saya hitung. Saya takut kembaliannya lebih. Kalau kembaliannya kurang malah saya gaperlu waswas. 2. Ketika beli makan di warung rames, kadang harganya berbeda. Misal hari ini 12ribu . besoknya saya makan disitu dengan menu yang sama, bisa 11ribu. Biasanya saya nurut, karena kalau saya tanya "kok lebih murah" takutnya saya dianggap orang aneh. Benarkah yang saya lakukan pak ? saya mencoba cuek tapi kepikiran terus, takut dianggap utang. 3. Pernah saya order makanan lewat gofud. Pesan 1 porsi. Ketika makanannya sampai, tidak saya cek dulu. Baru ketika saya mau makan, ternyata ada 2 porsi, padahal di struknya cuma 1 porsi. Saya sampai telpon ke restorannya, dan dijawab gapapa. Tapi saya belum yakin juga, yang jawab mungkin cuma karyawannya, bukan si pemilik usaha. Akhirnya daripada kepikiran, takut dianggap utang, saya mengembalikan makanan tersebut ke restoran. Apakah yang saya lakukan berlebihan pak ? kalau itu terjadi lagi apa boleh saya gk usah kembalikan ? karena ribet? Saya tau pertanyaan pertanyaan saya itu aneh pak. Tapi saya ini orangnya memang sangat waswas pak, saya perlu kepastian, perlu orang lain untuk meyakinkan saya. saya masih punya pertanyaan lagi pak seputar topik ini. akan saya tulis di email berikutnya. Terimakasih pak. JAWABAN 1. Kalau penjual sengaja mengembalikan lebih, maka uang lebihnya itu halal bagi anda. Itu artinya, penjual memberi diskon harga. Dan itu sah. Sama dengan hibah yang statusnya halal. Baca detail: Hibah dalam Islam 2. Yang anda lakukan benar. Harga sesuatu itu terserah penjual. Kalau hari ini lebih murah dari kemaren maka anda beruntung. Dalam jual beli yang halal, yang prinsip adalah adanya saling kerelaan antara kedua belah pihak. Di samping barang yang dijual juga harus halal, tidak mengandung unsur tipuan. Baca detail: Bisnis dalam Islam 3. Ya, berlebihan. Kalau kata pihak warung "gak papa", ya berarti tidak masalah. Itu termasuk hadiah.

Hukum bercanda agama tanpa sengaja

Hukum bercanda agama tanpa sengaja

Assalamu'alaikum ustadz jd waktu itu saya dan fulan sdg menonton kisah nabi lalu Si fulan tdk sengaja menghina nabi jd dia bilang ko di filmnya nabi nya sombong ya padahal kan di aslinya tdk.. Tapi maksudnya dia hanya bilang yg di filmnya bkn sifat nabi yg aslinya apakah si fulan ini murtad? Terimakasih pak ustadz wassalamu'alaikum warahmatullahi wa barokatuh

JAWABAN

Tidak dianggap murtad. Karena bukan menghina Nabi yang sebenarnya. Baca detail: Tiga Penyebab Murtad

Baca juga: Syarat Sahnya Murtad

WAS-WAS OCD

Assalamu'alaikum. Untuk kesekian kali saya mohon maaf ustadz, saya kembali mau konsultasi untuk memantapkan hati saya dalam kondisi menderita OCD

Perihal : Kalau pada saat saya terjebak pada was-was yang bisa membuat batal iman (temanya bervariasi dan semuanya memiliki motif yang sama yakni tentang ketuhanan), kemudian saya berusaha menolaknya tapi tidak bisa (gagal) dan pada kondisi bersamaan saya secara sadar sengaja membenarkan was-was tersebut, dan setelah itu membuat saya bingung dan takut

Pertanyaan : 1. Apakah ini bagian dari penyakit OCD (motif nya semua sama tentang murtad tapi dengan subjek/tema yang bervariasi) 2. Apakah saya telah terjatuh dalam murtad ? 3. Apa yang harus saya lakukan

Demikian disampaikan, semoga ustadz berkenan. Terimakasih

JAWABAN

1. Ya, itu bagian dari penyakit OCD. Itu terbukti dengan fakta bahwa anda berusaha menolaknya.

2. Tidak jatuh murtad.

3. Ikuti saja nasihat psikiater yang anda hubungi. Kalau misalnya, psikiater menganjurkan bahwa untuk sembuh anda tidak boleh menolak bisikan murtad. Melainkan diterima saja dulu, untuk sementara. Maka, lakukan hal itu. Dan tidak perlu kuatir dianggap murtad. Karena ini dilakukan dalam konteks terapi. Bukan dalam konteks disengaja. Baca detail: Was-was karena OCD

Sedangkan murtad itu baru terjadi bagi seorang muslim yang melakukan perbuatan murtad secara sengaja dan merasa nyaman dengan perbuatan tersebut. Bukan timbul karena OCD atau paksaan dari siapapun. Baca detail: Syarat Sahnya Murtad

WAS-WAS

as.wr.wb ustd

dulu prnah ana brfikir gini kok org kristen enak gk ada Cnya bgitu ustd, jadi sempat brfikir kok enak jadi org kristen tapi ini sudah lma sekali dan ana belum faham kalau kalimat itu bahaya tapi itu cuman dalm pikiran ana ustd..

apakah itu penyebab ana murtad ustd ? ana gak faham dulu soalnya jadi kok ana kepikiran dan waswas murtad jadinya.. tidak sampai ana ucapkan begitu ustd sudah lama sekali waktu ana setres2nya dulu itu

bagaimna ustd ya ana takut trus kalau sampai ada ngomong sndiri bisa murtad itu ana takut ustd, apakah itu menyebabkan ana murtad ? gara2 setres bgitu ustd ?

takut jadinya ana kalau begitu ustd inget2 begitu, soalnya kan ana baca2 artiket tentang C dulu itu

trus ana di sana org coment kalau org kristen gk ada Cnya jadinya ana brfikir enak ya jadi org kristen gak ada Cnya bgitu ustd takut ana menaruh hati dengan kalimat itu makanya ana waswas murtad itu

ana takut murtad karena pikiran ana itu apa jdi kristen ndk ada C bgitu makanya ama tanya ada pemikiran bgitu begini.. makanya ana tanya ke ustad tolong ana ustd ana ketakutan sekali kok tiba2 inget bgitu Hal itu pernah ana tanyakan ke salah satu ustd katanya tidak sampai murtad begitu jawabanya ustd jangan di ikuti pikirannya begitu jawabannya. mohon amalan supaya tidak waswas murtad tersebut ustd.

JAWABAN

Ucapan dalam hati, terkait perbuatan dosa, tidak berdampak hukum alias dimaafkan. Apalagi kalau tidak tahu. Baca detail: Hukum Lintasan Hati

Ada beberapa kasus, di mana lintasan hati tersebut sampai terucapkan. Dalam hal ini dirinci:

a) kalau terucapnya itu karena tidak tahu atau karena OCD (was-was), maka tidak apa-apa alias dimaafkan juga. Baca detail: Syarat Sahnya Murtad

b) kalau hal itu, yakni membenarkan agama lain, itu diucapkan secara sengaja dengan penuh kesadaran. Bukan karena dorongan impulsif penyakit OCD, maka bisa berakibat murtad. Baca detail: Tiga Penyebab Murtad

Baca juga: Penyebab Murtad

Anak kandung dan saudara kandung siapa yang dapat warisan?

Anak kandung dan saudara kandung siapa yang dapat warisan?

Assalamualaikum Wr.Wb.

Saya laki-laki 7 bersaudara, di mana: a. Dua diantaranya adalah laki-laki seibu, sementara lima lagi adalah saudara seibu dan sebapak. Satu diantaranya (yang seibu dan sebapak) adalah wanita dan sudah meninggal 5 thn yll. Jadi tersisa 6 bersaudara (termasuk saya). b. Bapak dan ibu sudah meninggal. c. Istri sudah tiada. d. Ada satu anak kandung laki-laki. e. Kami semua punya anak, termasuk saudara wanita saya yang telah meninggal.

Yang ingin saya tanyakan adalah:

1. Apakah saudara-saudara kandung saya mendapat bagian jika saya telah meninggal, berhubung saya masih memiliki anak laki-laki?

2. Kalau dapat, berapakah bagian masing-masingnya?

3. Dan kalau dapat, bagaimana jika kami 6 bersaudara ini bersepakat bahwa siapapun yang meninggal dari kami, maka saudara yang lain menghibahkan hak waris kepada anak-anak yang meninggal tersebut? Apakah diperkenankan dalam agama?

Mengingat kami rasanya tidak tega kalau anak istri yang ditinggalkan harus menjual rumah kesayangan mereka untuk diwariskan kepada kami.

Wassalamualaikum Wr.Wb. Hamba Allah

JAWABAN

1. Tidak. Saudara tidak mendapat warisan apabila ada anak kandung. Baca detail: Hukum Waris Islam

WARISAN

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh seorang laki-laki meninggal dunia pada tanggal 29 Oktober 2020. ahli warisnya adalah :

- ayah sudah meninggal - ibu sudah meninggal - istri masih hidup - 1 orang anak perempuan masih hidup - 2 orang saudara kandung perempuan masih hidup - 6 orang keponakan laki-laki masih hidup (anak laki-laki dari saudara laki-laki kandung yang sudah meninggal)

bagaimana cara pembagian warisan yang benar dan berapa bagian masing-masing? terima kasih atas penjelasannya

JAWABAN

Pembagiannya sbb:

a) Istri mendapat 1/8 = 1/8

b) 1 anak perempuan mendapat 1/2 = 4/8

c) Sisanya yang 3/8 diberikan pada 2 saudara kandung (masing-masing dapat separuh dari 3/8 harta total). Baca detail: Hukum Waris Islam

d) Keponakan tidak mendapat warisan karena terhalang (mahjub) oleh saudara perempuan. Baca detail: https://www.islamiy.com/bagian-waris-keponakan-laki-laki-kandung/

KONSULTASI SOAL WARIS

FAKTA:

Seorang Bapak, bernama Abdullah memiliki seorang istri (baca: Istri Pertama) dan dikaruniai 5 (lima) anak yang tinggal di Jakarta. Pak Abdullah pernah menikah lagi (baca: Istri Kedua) -namun sudah dicerai- dan dikarunai 4 (empat) anak yang tinggal di Depok, Jawa Barat

Semasa hidupnya, Beliau mengelola sebuah usaha yang dikelola dan dikendalikan dari rumah yang ditempati istri pertama dan anak-anaknya di Jakarta. Usaha Pak Abdullah tersebut dibantu beberapa anaknya dari Istri Pertama, bahkan tak jarang pula bantuan berupa uang dari istri pertamanya yang bekerja sebagai PNS. Sebaliknya, istri kedua maupun anak-anaknya sama sekali tidak terlibat/membantu dalam pengelolaan usaha tersebut, baik tenaga, apatah lagi uang.

Dari hasil usahanya, Pak Abdullah memberikan sejumlah uang kepada salah seorang anaknya dari Istri Pertama yang bernama Sri, yang praktis membantunya secara penuh dalam mengelola usaha tersebut untuk biaya ONH (Ongkos Naik Haji). Dan, Sri sempat mendaftar ke Bank dan Kantor Urusan Haji. Namun, karena sedang mengandung anak pertama, petugas di kantor urusan haji menyarankannya untuk menunda keberangkatannya pada musim haji tahun tersebut. Alhasil, Sri pun tak jadi berangkat haji di tahun tersebut.

Namun, belum sempat biaya ONH dibayarkan untuk tahun berikutnya, Pak Abdullah telah lebih dahulu meminta uang tersebut untuk membeli sebidang tanah di Serang. Karena, uang masih kurang, Sri pun menambahinya dari uang pribadinya sekitar 25% dari total harga tanah yang akan dibeli tersebut.

Akhirnya, tanah pun berhasil dibeli.

Beberapa tahun menjelang wafatnya, Pak Abdullah sempat memberikan sejumlah uang kepada seluruh anaknya (baca: 4 orang) dari Istri Kedua sebagai hak ‘waris’ mereka dan berpesan agar tidak menuntut lagi warisan. Saat ini, Pak Abdullah sudah meninggal.

Keterangan Tambahan:

1. AKAD antara Pak Abdullah sewaktu meminta kembali uang yang telah diberikan untuk biaya ONH sebagaimana tertera pada paragraph 3 dengan Anaknya, Sri sayangnya TIDAK JELAS. Apakah PINJAM atau memang TANAH tersebut dibeli untuk Sri sendiri. Sebaliknya, sempat diperuntukkan untuk anaknya yang lain dari Istri Pertama yang saat itu sedang mencari tanah untuk dibangun rumah tinggal. Namun, BATAL karena terjadi silang pendapat antara Pak Abdullah dengan anaknya tersebut;

2. SEMUA Ahli Waris Utama MASIH Hidup. Kecuali, Istri Kedua yang SUDAH Dicerai dan Anak Perempuan dari Istri Kedua. Namun, KEDUANYA Wafat SETELAH Pak Abdullah WAFAT.

PERTANYAAN:

1. Apakah TANAH di SERANG yang DIBELI dari Biaya ONH yang juga DITAMBAHI uang pribadi Sri, anak kedua dari Istri Pertama Pak Abdullah sekitar 25% dari HARGA Tanah tersebut termasuk HARTA WARISAN (TIRKAH)? (Sebagai bahan PERTIMBANGAN, mohon TENGOK kembali Paragraph 1, 2. 3 & 4 di atas) ;

2. Apakah ANAK-ANAK dari ISTRI KEDUA (berjumlah 4 Orang) Memiliki HAK WARIS dari TANAH di SERANG tersebut? (Sebagai bahan PERTIMBANGAN, mohon TENGOK kembali Paragraph 2, 3, 4 & 5);

3. Bagaimana pula STATUS Tanah dan Bangunan yang ditempati ISTRI Pertama dan ANAK-ANAK- nya yang berada di JAKARTA. Apakah ANAK-ANAK dari ISTRI KEDUA (berjumlah 4 Orang) juga MASIH Memiliki HAK WARIS dari TANAH & BANGUNAN di JAKARTA tersebut? (sebagai PERTIMBANGAN mohon TENGOK kembali Paragraph 1 & 5).

PENUTUP Demikian fakta dan pertanyaan yang saya sampaikan kepada para Asyatidz/Asyatidzah Pengasuh KSI PP Al-Khoirot. Jazakumullahu Khoiron Katsiron atas perhatian, tanggapan dan pencerahannya.

JAWABAN

1. Kalau tanah di Serang itu berasal dari uang milik Sri secara keseluruhan, maka tanah itu milik Sri. Kalau, misalnya, 75% dari uangnya berasal dari milik Sri sedangkan 25%, maka 75% uang ayah, maka yg 75 tanahnya Sri; sedangkan yang 25% milik ayah dan menjadi tanah warisan. Demikian seterusnya.

2. Tanah di Jakarta itu tergantung dari status tanahnya. Apabila sebelum meninggalnya sang ayah telah menghibahkan semua tanah di Jakarta pada anak-anak dari istri pertama, maka tanah itu bukan tanah warisan. Dan anak dari istri kedua tidak berhak mendapat bagian. Karena tanah itu menjadi tanah hibah yang dihibahkan pada anak-anak dari istri pertama. Baca detail: Hibah dalam Islam

Namun, apabila bapak tidak menghibahkan tanah tersebut sampai ia meninggal, maka statusnya adalah tanah warisan. Apabila demikian, maka ia menjadi tanah warisan di mana seluruh anak kandung berhak mendapatkan bagian. Bagian anak dari istri pertama maupun istri kedua. Baca detail: Hukum Waris Islam

3. Ini sudah di jawab di jawaban no. 2.

Tuesday, January 18, 2022

Menyucikan lantai dengan kain pel apakah sah

NAJIS: Menyucikan lantai dengan kain pel apakah sah

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarokatuh

Permisi ustadz, saya mau bertanya

saya mengalami masalah was was najis hukmiyah walau sudah tidak separah dulu. sudah sekitar 1 tahun lamanya

kemarin ( sabtu ) saya melakukan Shalat Magrib di salah satu masjid dekat kantor saya, lalu pas di rokaat ke 2 atau 3 ada anak-anak yang ngompol di dalam masjid. setelah selesai sejadah nya langsung di angkat dan di bawa keluar dan kayaknya ada bekas dari ngompol anak kecil tersebut di teras keramik luar masjid dan saya lihat sama pengurus masjid langsung di pel. ketika sedang dipel saya keadaan sedang mau balik ke kantor. kemudian sekitar 10 menit kemudian saya pulang kantor dan melewati masjid tersebut dan melihat anak anak sudah duduk di teras tersebut. lantai itu biasanya jalan penghubung tempat wudhu dan pintu masjid.

saya tidak tau apakah lantai tersebut setelah di pel tadi untuk menghilangkan najisnya kemudian di siram pakai air atau tidak, saya langsung kembali ke kantor karena saya tidak ingin mengetahui sampai selesai karena saya akan was was kalau saya masih di sana dan sampai selesai ternyata tidak di siram.

karena saya pernah mendengar ceramah salah 1 ustad yang menyuruh orang yang was was apakah beser atau tidak yang memakai seperti tisu untuk menahannya ketika mau membuang tisu tersebut, kalau bisa di basahkan dulu agar tidak mengetahui apakah basahnya dari air beser atau air suci tadi. saya juga mengalami was was, kayak ada yang keluar dari kemaluan tetapi pas di lihat seringnya tidak ada apa apa yang keluar cuma rasa aja, jadi setiap mau buang air kecil saya selalu membasahkan celana bagian dalam saya sebelum melepaskannya. karena setau saya najis itu ada kalau kita melihan dan benar yakin kalau itu najis, dengan di siram / dipercikkan air saya menjadi tidak yakin kalau itu najis dan menganggap bahwa celana dalam saya dalam keadaan suci

hal yang mau saya tanyakan adalah :

1. apakah status lantai tersebut najis atau tidak? dan apa yang harus saya lakukan. karena sekarang hari minggu dan besok hari senin baru masuk kantor lagi. karena bisa saja di siram hari ini (minggu) atau tidak saya juga tidak tahu.

2. apakah saya berdosa karena langsung ke kantor dan tidak ingin tau apakah itu sudah di siram atau belum? karena saya langsung pergi untuk menurunkan tingkat was was saya

3. dan semisal najis apakah saya boleh menggunakan pendapat imam maliki yang mengatakan kalau najis hukmiyah di tempat keras/ benda yang tidak menyerap air bisa di sucikan dengan mengelap tempat tesebut dengan air suci atau menggunakan pendapat bahwa najis hukmiyah tidak berpindah hanya untuk di masjid ini atau dalam keseharian saya

terima kasih sebelumnya karena telah menjawab beberapa pertanyaan sebelumnya. semoga ustadz selalu diberikan kesehatan dan dilindungi oleh ALLAH SWT. dan semoga berkenan untuk menjawab pertanyaan saya satu ini. Alhamdulillah dengan beberapa jawaban sebelumnya was-was saya tentang najis hukmiyah mulai berkurang perlahan walau belum 100%

Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarokatuh

JAWABAN

1. Kalau lantai itu dipel dengan cara mengusap najisnya saja tanpa disiram dengan air, maka berarti statusnya masih najis hukmiyah. Baca detail: Cara menyucikan najis hukmiyah dan ainiyah

2. Tidak berdosa. Itu bukan urusan anda.

3. Boleh. Semua pendapat dalam mazhab empat boleh diikuti. Baca detail: Najis Hukmiyah Kering Terkena Benda Basah Menurut Madzhab Maliki

Pendapat salah satu mazhab empat itu jauh lebih orotitatif dan valid daripada pendapat MUI misalnya.

Dan tidak wajib bagi kita orang awam untuk ikut hanya satu mazhab saja. Baca detail: Orang Awam Tidak Wajib Ikut Satu Madzhab

Vaksin yang berasal dari babi

Vaksin yang berasal dari babi

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarokaatuh

Berkaitan dengan bahan vaksin yang mengandung bahan najis seperti dari tubuh babi , apakah tangan kita menjadi terkena najis mugholadzoh atau harus disucikan juga?

Terimakasih atas jawabannya semoga Allah membalas kebaikannya Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarokaatuh

JAWABAN

Pertama, soal najis babi ulama syafi'i berbeda pendapat antara najis mugholadzoh atau najis mutawassitoh (najis biasa). Menurut Imam Nawawi, pandangan yang menyatakan najis biasa lebih kuat secara dalil. Baca detail: Najis Babi Menurut Empat Madzhab

Terkait vaksin. Kalau yang anda maksud itu vaksin covid-19 yang digunakan di Indonesia maka saat ini ada dua vaksin yang sudah disetujui BPOM dan MUI untuk pemakaiannya yaitu Sinovac dan AstraZeneca.

Sinovac tidak mengandung unsur babi sehingga dihukumi halal secara mutlak.

Sedangkan AstraZeneca, menurut fatwa MUI no. 14 tahun 2021 tentang AstraZeneca, mengandung unsur babi dan dihukumi haram dalam kondisi biasa. Namun untuk saat ini dihukumi halal karena kondisi darurat.

Apabila anda atau siapapun kebetulan memakai vaksin AstraZeneca, maka apabila anggota tubuh bagian luar ada terkena cairan vaksin, baik di tangan atau lainnya, maka hukumnya najis. Namun najis biasa, bukan najis berat, menurut sebagian pendapat dalam mazhab Syafi'i. Baca detail: Najis Babi Menurut Empat Madzhab

Dengan demikian, maka cara menyucikannya juga sesuai dengan cara menyucikan najis biasa. Baca detail: Najis dan Cara Menyucikan

AIR SIRAMAN NAJIS

Assalamualaikum ustad.

Perkenalkan saya shasa. Saya ingin bertanya ustad, semoga ustad berkenan menjawab. Saya kencing di lantai kamar mandi, terus saya siram bekas kencingnya dengan segayung air. Lubang tempat mengalirkan air di wc tersebut ada di dekat pintu. Sementara, batas lantai kamar mandi dengan lantai ruangan diluarnya, hanya setinggi 5 cm (rendah).

Saya ragu, apakah air siraman kencing saya itu keluar dari lantai wc dan mengenai lantai diluarnya atau tidak. Yang pasti lantai waktu itu sedikit basah. Entah itu bekas air kaki saya dari wc, atau air bekas siraman kencing tersebut yang keluar.

Jika iya bekas siraman najis kencing, apakah itu menajisi lantai diluarnya ustad. Orang lain juga sudah bolak balik wc saat saya mengingat fakta itu.

Apakah seluruh lantai rumah jadi ternajisi karena setiap orang yang keluar wc pasti kakinya dalam keadaan basah?

Mohon jawabannya ustad๐Ÿ™ Saya cukup was was.

JAWABAN

Pertama, idealnya anda kencing di lobang WC/closet. Bukan di lantai toilet. Agar najis kencingnya tidak menyebar ke mana-mana dan mudah menyucikan lantai toilet.

Kalau sudah terlanjur kencing di lantai, lalu anda menyiramnya dengan segayung air, maka kalau mengikuti pendapat mazhab Maliki, air yang dipakai menyucikan najis kencing itu tetap suci asalkan tidak berubah warnanya. Dengan demikian, maka air yang keluar ke lantai ruangan bisa diasumsikan suci apabila warnanya masih berupa warna air. Bukan warna air kencing. Pandangan mazhab Maliki ini disepakati oleh Al Ghazali, salah satu ulama fikih mazhab Syafi'i. Baca detail: Najis menurut Imam Ghazali

MENYUCIKAN NAJIS KENCING YANG SUDAH KERING DI BAJU

Afwan ustadz menjawab jawaban 2 najis nya bekas kencing yang sudah kering di baju dan celana ?

Dalam Mazhab syafie harus baju dlu baru air kan ya ? Nah maksud saya ketika saya masukan baju dahulu lalu air, ada beberapa pakaian yang tidak bisa tertutup air dengan sempurna karena pakaian tersebut menggelembung maksud saya ketika dalam proses penutupan pakaian dgn air boleh tidak bagian yang menggelembung itu saya bantu dgn tangan agar tertutup air

JAWABAN

Sudah dijelaskan di muka, tahapan cara menyucikan najis di baju adalah demikian: a) Ambil baju itu lalu anda cuci dengan cara menyiramnya di air yang mengalir dengan cara menyiramnya di kran atau pakai gayung. Apabila sudah melakukan ini, maka baju statusnya menjadi suci.

b) Setelah suci baru anda taruh di ember bersama baju-baju yang lain. Baca detail: Cara Menyucikan Najis Ainiyah dan Hukmiyah

Saturday, January 15, 2022

Hukum ditinggal suami saat hamil

HUKUM DITINGGAL SUAMI SAAT HAMIL

Assalamualaikum ustadz..

Saya dan suami sering cekcok sampai akhirnya melibatkan keluarga besar,dan pada akhirnya suami mengatakan “diawal saya ambil baik2,sekarang saya kembalikan baik2 pula” kepada ayah saya

Tapi suami bersikeras mengatakan itu bukan cerai tp hanya menitipkan saya ke org tua

Saya kekeh mau memperbaiki semua sama2,tapi suami sudah tidak mau dan memilih untuk pergi bekerja keluar kota meninggalkan saya padahal saya sedang mengandung 6 bulan dan akan kembali saat saya akan melahirkan aja

Yang mau saya tanyakan

1. bagaimana status pernikahan kami dalam islam?saya sudah dikembalikan ke orang tua,tp suami tidak merasa menceraikan dan tetap meninggalkan saya

2. bagaimana sikap yg harus saya ambil dlm masalah rumah tangga saya ini?

JAWABAN

1. Ucapan suami seperti itu termasuk talak kinayah. Dan apabila tidak ada niat cerai dari suami, maka tidak jatuh talak. Dari pernyataan suami, maka jelas suami tidak ada niat cerai yang berarti tidak jatuh talak. Baca detail: Talak Sharih dan Kinayah

2. Kalau anda berdua masih saling suka, maka silahkan dilanjutkan. Dan ke depannya sebaiknya semakin ditingkatkan kesadaran masing-masing untuk saling hormat, saling sayang dan saling mengalah. Baca detail:
WALI NIKAH

Assalamualaikum ustad Saya siti, ingin menanyakan terkait hukum perwalian. Saya anak yang lahir dari hasil zina, setelah saya lahir baru ibu dan bapak kandung saya menikah. Setau saya kalau anak hasil zina menggunakan wali hakim. Awalnya sy tidak tau kalau saya anak tidak sah. Saya nikah di KUA menggunakan wali hakim. Akan tetapi wali hakim juga tdak tau kalau sy anak hasil zina. Jdi bapak kandung saya menyerahkan ke wali hakim untuk menikahkan saya. Dan wali hakim yang menikahkan dengan ucapan ijab " Bilal bin bilala saya nikahkan anda dengan siti bin fulan yang walinya mewakilkan kepada saya..".

Pertanyaan saya:

1. Jika bapa sy tdk dpt menjadi wali nikah dan wali hakim yg menikahkan dengan kata2 ijab seperti diatas, apakah sah pernikahan saya? Pdhl seharusnya wali hakim langsung sj menikahkan tnpa menyebut dia sbagai wakil lg.

2. Apakah pernikahan sya dan suami itu sah, meskipun wali hakim tidak tau kalau saya anak luar nikah?

3. Apakah akad harus diulang? Jika diulang siapa yg bisa jd wali yg menikahkan? Apakah adik kandung saya bisa menjadi wali karna dia anak yang sah? Terimakasih ustad.

JAWABAN

1. Menurut mazhab Hanafi, bapak biologis dari anak yang terlahir karena zina, bisa sah menjadi bapak syar'i asalkan si bapak mengakui bahwa anak itu adalah anaknya. Adanya fakta bahwa anda masuk ke dalam kartu keluarga (KK) itu berarti si bapak telah menetapkan pengakuan bahwa anda adalah anak kandungnya. Baca detail:
Status Anak Pernikahan Wanita Hamil Zina

Kalau memang ayah anda mengakui anda sebagai anaknya, maka anda sah menjadi anaknya secara syariah dan sah bagi bapak anda untuk mewakilkan wali nikah pada wali hakim (tawkil wali). Baca detail: Menikah dengan Wali Hakim

2. Sah. Baca detail: Pernikahan Islam

3. Tidak perlu diulang.

KALAU TIDAK COCOK, KELUAR SAJA: APA JATUH TALAK?

Assalamualaikum wa rohmatullahi wa barokatuh Saya kadang tidak sependapat dengan suami saya, saya memberi masukan pada suami tapi suami tidak cocok sampai saya jadi adu mulut dengan suami, padahal saya niatnya menasehati

Setiap saya adu mulut suami bilang seperti ini "kalau tidak cocok ya sudah keluar saja dari rumah ini" Rumah yang kami tempati adalah rumah warisan orang tua suami

Apakah itu termasuk kata talak apa bukan

Mohon penjelasannya!! Terimakasih sebelumnya

Waalaikumsalam wa rohmatullahi wa barokatuh

JAWABAN

Itu termasuk talak kinayah. Hukumnya tidak berdampak cerai kalau tidak ada niat talak. Baca detail: Janji talak, perintah talak, talak masa depan

Catatan: Hendaknya tidak sembarangan menasihati suami. Karena menasihati itu harus timbul dari orang yang kedudukannya lebih tinggi. Dalam rumah tangga, suami lebih tinggi derajatnya dari istri. Oleh karena itu, kalau istri ingin menasihati suami, maka secara etika sosial harus meminta ijin atau memohon maaf terlebih dahulu. Agar suami tidak tersinggung. Jadi, hal baik pun ada aturan dan etika cara penyampaiannya.

BARU TAHU TENTANG ZIHAR

Bagaimana bila kita baru tahu tentang zihar sekarang...tapi merasa pernah terjadi zihar sudah lama sekali..yaitu mengatakan persamaan ukuran besar kecilnya bagian tubuh tertentu istri dengan anak saya.saat itu terjadi saya tidak tahu tentang zihar.baru belakangan ini tahu tentang zihar.

apakah saya bisa bayar kafaratnya sekarang?atau apa yang harus saya lakukan.

JAWABAN

Kalau tidak tahu soal zihar maka tidak ada dampak hukumnya. Karena zihar itu baru sah apabila disengaja. Baca detail: Menyamakan Istri bukan zihar kecuali ada niat

Selain itu, penyamaan tidak otomatis berakibat zihar. Baca detail: Menyamakan istri dengan ibu dan anak: Tidak otomatis zihar

Baca juga: Zihar

PERNIKAHAN ANTAR KERABAT

Assalamu'alaikum,

Saya mempunyai keponakan laki-laki yang berkeinginan menikahi anak dari kakak perempuanya lain ayah ( keponakan dan orang tua si gadis, kakak beradik lain ayah).

Apakah hal ini dibenarkan dalam syariat islam. Mohon penjelasannya.

Terima kasih. Wassalamu'alaikum

JAWABAN

Kalau kami tidak salah menilai, berarti antara pria dan wanita itu ada hubungan sepupu (jawa: misanan). Kalau betul demikian, maka tidak masalah. Karena sepupu itu bukan mahram. Yang haram itu menikahi kerabat yang ada hubungan mahram. Baca detail: Mahram dalam Islam

Thursday, January 13, 2022

Cara membagi warisan peninggalan bapak dan ibu

WARIS

Assalamualaikum warrahmatullah wabarakatuh

Perkenalkan saya Agus, yang ingin saya tanyakan adalah bagaimana hukum waris jika saat ini ada harta waris dari kedua orang tua saya berupa uang sebesar 100 juta dengan rincian keluarga inti termasuk saya (No 6) , sbb:

1. Alm Bapa 12 Juni 1996 (orang tua) 2. Almh Mamah 17 Jan 2007 (orang tua)

3. Hedi (anak) - hidup, memiliki
- 2 anak perempuan (hidup)
- 2 anak laki - laki (hidup)
4. Almh Dewi 3 Juli 2004 (anak), memiliki
- 2 anak perempuan (hidup)
5. Almh Pipih 20 Oktober 2013 (anak), memiliki
- 1 Almh perempuan (7 Mei 1982)
- 1 anak perempuan (hidup)
6. Agus (anak) - hidup, memiliki
- 1 anak laki - laki (hidup)
- 1 anak perempuan (hidup)
7. Alm Indira 7 Juni 1986 (anak), memiliki
- 1 anak perempuan
8. Almh Leli 3 Nov 1986 (anak)
9. Ratih (anak) - hidup, memiliki
- 1 anak laki - laki (hidup) - anak angkat dari tahun 2006

Mohon penjelasannya/rinciannya harta warisnya. Terima kasih

Wassalamualaikum warrahmatullah wabarakatuh

JAWABAN

Karena terjadi kematian dua pewaris dengan ahli waris yang berbeda, maka harta warisan harus dihitung dua kali sbb:

PENINGGALAN BAPAK (WAFAT 1996):

Ahli waris dan bagiannya sbb:

a) Istri mendapat 1/8
b) Sisanya yang 7/8 untuk seluruh anak kandung yang saat itu masih hidup yaitu seluruh anak kandung kecuali Indira dan Leli. Berarti anak kandung yang dapat warisan ada 5 (lima) yaitu Hedi, Dewi, Pipih, Agus, Ratih. Dengan rincian (dua anak lelaki, 3 anak perempuan): Hedi dan Agus masing-masing dapat bagian 2/7, tiga anak perempuan masing-masing dapat bagian 1/7 (dari 7/8 sisa warisan).

- Sedangkan Leli dan Indira tidak dapat warisan karena ia meninggal lebih dulu dari bapaknya.

PENINGGALAN IBU (WAFAT 2007)

Peninggalan warisan dari ibu diwariskan pada ahli waris yang saat itu masih hidup. Mereka adalah: Hedi, Pipih, Agus. Dua anak lelaki (Hedi dan Pipih) masing-masing mendapat 2/5. Sedangkan Pipih mendapat 1/5.

PENINGGALAN DEWI - ANAK KANDUNG PEREMPUAN (WAFAT 2004)

Dewi dapat bagian dari peninggalan Bapaknya senilai 1/7 (dari sisa 7/8 harta). Karena saat ini dia sudah wafat, maka harta ini diteruskan pada ahli warisnya sbb:

a) Ibu mendapat 1/6 = 2/12 - 2/13
b) 2 anak 2/3 = 8/12 - 8/13
c) Suami (kalau cerai mati) = 1/4 = 3/12 -> 3/13

Pembagian harta bagian Dewi ini dalam ilmu waris disebut kasus Aul. Baca detail: Aul

PENINGGALAN PIPIH - ANAK KANDUNG PEREMPUAN (WAFAT 2013)

Pipih dapat bagian waris dari peninggalan bapak (sebesar 1/7 dari sisa 7/8) dan ibunya 1/5 (dari total harta). Ahli warisnya sbb:

a) Suami (kalau cerai mati) 1/4 = 1/4
b) Anak perempuan 1/2 = 2/4
c) Sisanya yang 1/4 diwariskan pada saudara kandung yang masih hidup yaitu Hedi, Agus, Ratih dengan rincian: 2 saudara lelaki masing-masing mendapat 2/5; 1 anak perempuan mendapat 1/5.
Baca detail: Hukum Waris Islam

WARISAN UNTUK ANAK KANDUNG

Assalamualaikum

Bagaimana pembagian tanah 24 bata dengan kondisi,12 bata tanah kosong dan 12 bata rumah, untuk ahli waris 1 anak laki-laki dan 1 anak perempuan.

Wassalam

JAWABAN

Kalau ahli warisnya hanya dua orang seperti keterangan di atas, maka anak lelaki mendapat 2/3, anak perempuan mendapat 1/3. Baca detail: Hukum Waris Islam

Wednesday, January 12, 2022

Cara sembuh was-was murtad adalah tidak ikut aliran Wahabi dan tidak membaca artikel Islam karya mereka

Cara sembuh was-was murtad adalah tidak ikut aliran Wahabi dan tidak membaca artikel Islam yang ditulis oleh ulama dan ustadz Salafi Wahabi. Mengapa? karena mereka dikenal dengan paham takfiri-nya. Semua perbuatan dosa dihukumi murtad dan kufur.

Assalamu'alaikum.

Ustadz saya Ahmad dari Jawa Tengah..Maw tanya tentang was was murtad...

Selama ini saya sering terbesit bahwa saya murtad, sehingga saya setelah itu berusaha untuk membaca syahadat..untuk memantapkan membaca syahadat, saya selalu mencari tempat yang sunyi untuk bersyahadat..kadang saya gak menemukan tempat tersebut sehingga saya menunggu orang orang yang ada ditempat itu pergi baru saya membaca syahadat...selama menunggu waktu yang lama itu, saya masih beranggapan murtad sebelum membaca syahadat...syahadat pun saya harus mengulangi 10x agar mantep, tapi kadang kadang tetap saja was was lagi, ragu kalau syahadatnya sah atau tidak, ragu syahadatnya ada huruf yang tidak kebaca, ragu kalau syahadatnya tidak 1 nafas...Bagaimana solusinya?

Selain itu yang paling parah adalah saya ragu apakah onani bagi orang yang was was itu menyebabkan murtad atau tidak..sehingga ketika saya melakukan onani saya ragu murtad atau tidak...kadang saya beranggapan murtad dan saya harus membaca syahadat..

Kadang kadang saya terbesit lintasan murtad, sebelum membaca syahadat kadang kadang terlintas kepikiran pengin onani...akhirnya melakukan onani terlebih dahulu kemudian membaca syahadat...(saya melakukan onani terlebih dahulu karena khawatir kalau sudah membaca syahadat kemudian melakukan onani yang menyebabkan saya ragu murtad atau tidak akibat onani tersebut). Tapi kenyataanya setelah syahadat hal tersebut tetep berulang berkali kali...bagaimana keislaman saya ya ustadz?

Selain itu, setiap sujud pada saat sholat..ketika di depan sujud ada barang, selalu terbesit kalau saya menyembah itu..saya menghilangkan pikiran itu tapi susah sekali..selalu ketika sujud ada lintasan menyembah barang yang didepannya..kadang sudah berusaha menghindari tapi lintasan tetep terlintas..

Bagaimana ya ust keislaman saya dan bagaimama solusinya?

JAWABAN

1. Murtad itu tidak terjadi kecuali karena dua hal: a) melakukan perbuatan yang berakibat murtad; Baca detail: Tiga Penyebab Murtad

b) melakukan dengan sengaja, sukarela dan bukan karena was-was. Jadi, anda tidak termasuk pelaku murtad. Baca detail: Syarat Sahnya Murtad

2. Onani itu haram tapi tidak berakibat murtad. Baca detail: Hukum Onani

3. Abaikan perasaan murtad. Itu cara sembuh dari murtad. Baca detail: Cara Sembuh Was-was

MURTAD

Assalamu'alaikum mau tanya,

jika seseorang lupa pernah melakukan perbuatan kekufuran yg bisa membuatnya murtad dimasa lalu dan dia tdk tau hukumnya, dan dia sudah lupa dgn perbuatan tersebut. Tetapi dia pernah membaca kalimat syahadat dan masih meyakini bahwa Allah SWT adalah Tuhan dan nabi Muhammad SAW adalah utusan terakhir, Apakah dia sah mnjd seorang muslim?

JAWABAN

Jika lupa maka dianggap tidak ada. Dan tidak ada pula hukumnya.

Namun kalau anda pernah melakukan perbuatan murtad tapi itu tidak disengaja, maka dimaafkan. Karena perbuatan murtad baru dianggap murtad kalau dilakukan secara sengaja. Baca detail: Syarat Sahnya Murtad

Baca juga: Tiga Penyebab Murtad

WAS-WAS OCD

Assalamu'alaikum. Mohon maaf ustadz, saya kembali ingin berkonsultasi perihal kondisi saya. Saya penderita OCD sebagaimana konsultasi sebelumnya. Saat ini saya masih terapi obat-obatan dengan dokter spesialis jiwa. Dan saya disarankan dokter untuk konsultasi terkait agama dengan ustadz yang dipercaya.

Perihal :

Penyakit saya adalah was-was murtad. Pada setiap bagun tidur disubuh hari, sering muncul perkataan di hati ''saya niat murtad" dan ada kalanya hati saya membenarkan, kondisi ini langsung membuat saya bingung karena pada saat bangun pikiran lagi kosong.

Pertanyaan :

Apakah saya dalam kondisi tersebut telah jatuh murtad dan harus bersyahadat ulang

Demikian yang saya tanyakan. Terimakasih sebelumnya, dan mohon doakan saya agar bisa melewati ujian ini

JAWABAN

Kondisi anda yang menderita OCD membuat kesalahan yang anda lakukan itu dimaafkan. Jadi, anda tidak murtad dan tidak perlu bersyahadat ulang. Alasannya sbb:

a) Suara batin atau lintasan hati yang berupa sesuatu yang dilarang itu itu tidak dianggap dalam syariah. Dan dimaafkan oleh Allah berdasarkan hadis sahih. Baca detail: Hukum Lintasan Hati

b) Seandainya, lintasan hati itu sampai terucap, namun diucapkan dalam kondisi di luar kontrol diri alias tidak disengaja, maka itu juga dimaafkan. Kasus ini umumnya terjadi pada penderita OCD seperti ini. Baca detail: Syarat Sahnya Murtad

Baca juga: Was-was karena OCD

Semoga jawaban ini dapat mengurangi OCD anda. Amin.

MURTAD

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh, jd saya mempunyai beberapa pertanyaan terkait murtad.

1. Apakah jika seseorang pernah melakukan perbuatan kufur dimasa lalu dan dia tdk tau bahwa ucapan/perbuatannya itu merupakan kekufuran dpt menyebabkannya murtad tanpa sadar?

2. Saya sering sekali was" Takut kalo saya pernah melakukan perbuatan/ucapan saya yg menyebabkan murtad dimasa lalu, dan saya jg takut kalo dulu org disekitar saya misalkan seperti keluarga pernah melakukan perbuatan/ucapan yg mengandung kekufuran.

3. Saya sering sekali membaca artikel" Terkait ttg kemurtadan dan bagaimana cara mengetahui bahwa informasinya jelas atau tidak? Karena saya sdh dinasehati oleh keluarga saya utk tdk sembarang membaca artikel.

JAWABAN

1. Tidak murtad. Murtad hanya berlaku bagi muslim yang melakukan perbuatan murtad secara sengaja. Baca detail: Syarat Sahnya Murtad

Syariah Islam memaafkan perbuatan dosa yang dilakukan karena tidak tahu. Termasuk murtad. Baca detail: Hukum Melakukan Perkara Haram karena Tidak Tahu atau Lupa

2. Lihat poin 1.

3. Ya, jangan sembarang membaca artikel Islam di internet karena bisa saja artikel itu ditulis kalangan muslim radikal seperti Wahabi Salafi yang sangat mudah mengkafirkan sesama muslim dan membuat seorang muslim menjadi mudah was-was. Hindari membaca artikel dari situs mereka. Baca detail: Daftar Situs Wahabi Salafi

Baca artikel keislaman yang ditulis kalangan muslim Aswaja NU Baca detail: Daftar Situs Aswaja

Ragu anak hasil hubungan setelah nikah atau sebelum nikah, siapa walinya?

Ragu anak hasil hubungan setelah nikah atau sebelum nikah, siapa walinya?

Assalamu'alaikum ustadz, mohon pencerahannya untuk masalah rumah tangga yg sedang saya hadapi ini ustadz Begini ustadz, saya menikah kurang lebih sudah 4 tahun.

Sebelum menikah saya sudah melakukan kesalahan besar. Saya berzina dg laki2 yg sekarang menjadi suami saya. Saat itu saya belum tau saya hamil atau tidak. Lalu kami melakukan akad nikah. Sesudah akad nikah selang 2 jam sebelum kami berhubungan lagi saya mengeluarkan darah, saat itu saya yakini itu adalah darah haid yg berarti saya tidak hamil. Selang beberapa minggu saya baru tahu saya hamil.

Tapi kok tiba2 saya Ragu darah yg keluar setelah akad itu darah haid ataukah darah implantasi (darah tanda awal hamil) sembilan bulan kemudian saya melahirkan anak perempuan.

Seiring berjalannya waktu saya sering bertengkar dg suami saya hingga suami pernah mengucapkan talak kinayah saat saya mengandung anak kedua kami. Setiap setelah dia mengucapkan talak kinayah itu saya selalu bertanya apakah dia niat mentalak saya atau tidak dia bilang tidak namun saya tidak begitu saja percaya sama dia.

Dan sering kali saya meminta dia untuk bilang rujuk ke saya meskipun dia mengaku tidak pernah ada niat talak sama saya. Maksud saya menyuruhnya bilang rujuk untuk jaga2 saja. Selang beberapa bulan saya melahirkan anak kedua saya yg berjenis kelamin laki2. Tapi suami saya sempat mengatakan kata kinayah dg maksud berandai2 dan juga becanda dan dia selalu mengaku tidak berniat talak.

Tapi saya makin2 was2 dg ucapan suami saya hingga pada akhirnya saya meminta dia untuk melakukan tajdid nikah untuk menuju rumah tangga yg lebih baik. Saya bilang sama dia kalau tajdidun nikah yg kami lakukan untuk memberi kenyamanan dan memantapkan hati saya.

Saya masih saja was2 ustadz, malah saya berfikir jangan2 saat saya mengandung anak yg pertama, suami secara tidak sadar sudah mengucapkan kalimat talak shorih, lalu saya terus mengingat- ingat. Dan ternyata memang iya saya pernah bertanya pada suami dan saya bilang gini, "nak aku koyok ngono piye? (kalau aku yg seperti itu gimana?) lalu suami menjawab dg kalimat *pegat*. Entah bagaimana kalimatnya saya lupa shorih atau kinayah. dan juga suami jg minim ilmu agama. Taunya talak itu terjadi kalau memang diniati. Saya juga lupa itu terjadi sebelum saya tau kalau saya hamil atau sesudah hamil? Lalu bagaiman hukum pernikahan saya dg suami saya dan juga bagaimana hukum perwalian anak saya, apalagi anak saya yg pertama ini perempuan bagaimana dg wali nikahnya nnti bisakah diwalikan suami/anak laki2 saya?

Wassalamu'alaikum...

JAWABAN

1. Wali nikah anak anda yang perempuan adalah ayahnya. Yakni suami anda. Karena nikahnya sah. Sama saja kehamilan itu timbul karena zina yang dilakukan sebelum akad nikah atau tidak. Baca detail: Menikahi Wanita Hamil Zina, Bolehkah?

2. Ucapan talak kinayah tidak jatuh talak apabila tidak ada niat. Dan dalam soal ini, ucapan suami yang menyatakan tidak niat itu menjadi bukti kuat dan dianggap oleh syariah. Baca detail: Pengakuan Suami Soal Talak yang Dianggap

3. Ucapan "pegat" dari suami tidak berakibat talak sama sekali karena dalam konteks berandai-andai. Itu sama dengan janji talak yang tidak berdampak cerai. Baca detail: Janji talak, perintah talak, talak masa depan

TAUKID TALAK

Assalamualaikum, saya ingin bertanya tentang taukid talak. Saya bingung sebenernya tentang taukid talak ini gimana? Saya mendengar dan membaca banyak tentang taukid talak ini dan berikut pendapat2nya

1. Taukid talak itu tidak boleh ada jeda dan harus bersambung antara kalimat satu dgn yg lain

2. Boleh ada jeda bernafas

3. Boleh ada jeda menarik nafas

4. Tidak dijelaskan ada jeda atau tidak

5. Jika ada jeda maka ditanyakan pada suami niat berapa

Saya bingung banyak sekali pendapat terkait taukid ini. Mohon penjelasannya sebenernya mana yg harus saya ikuti?

JAWABAN

Ikuti yang mudah dan memberi solusi bagi anda. Pendapat yang berbeda dari kalangan mujtahid (ulama level tertinggi) adalah sama-sama benar. Dan kita boleh memilih salahsatunya. Baca detail: Ijtihad

Baca juga: Orang Awam Tidak Wajib Ikut Satu Madzhab

Friday, January 07, 2022

MLM tanpa rekrut anggota apa haram?

MLM tanpa rekrut anggota apa haram?

Assalamualaikum pa ustadz Saya ingin menanyakan mengenai bisnis MLM. Jika ada suatu bisnis yang kegiatan utamanya mempromosikan suatu produk tapi jika ingin mendapatkan keuntungan lebih bisa merekrut anggota. Kita semua tau klo misalnya bisnis yang merekrut anggota itu sama dengan MLM, dan MLM itu diharamkan dalam islam. Tp klo misalnya kita hanya mempromosikan produk nya saja tanpa merekrut anggota, apakah itu halal?

JAWABAN

Tidak semua MLM hukumnya haram. MLM yang hukumnya haram adalah yang bersifat money game. Bukan soal rekrut anggota. Berikut hasil keputusan MUI Bandung soal MLM:

Pertama : MLM yang pertama yaitu MLM yang tidak menjual produk disebut money game (permainan uang) hukumnya haram, karena berupa penipuan yang nyata.

Kedua : MLM yang kedua yaitu perusahaan MLM yang menjual produk perusahaan orang lain hukumnya boleh, hanya calon konsumen (calon anggota MLM tersebut) harus berhati-hati karena harga barang menjadi tidak wajar, dan kadang-kadang bisa bangkrut.

Ketiga : MLM yang ketiga yaitu suatu perusahaan yang memasarkan produknya dengan sistem penjualan berjenjang di atas hukumnya shah / halal. Adanya bonus yang dijanjikan, disamakan dengan ju’alah.

Baca detail: Fatwa MUI Kota Bandung tentang MLM

NAJIS SUCI KESET

Assalamualaikum, sebelumnya saya ingin menjabarkan dulu mengenai pertanyaan saya. Kemarin saya melihat keset (lap kaki) ibu saya di bawa oleh anjing, terus keset tersebut kembali lagi ke rumah, ada kemungkinan anjing tersebut yang mengembalikannya. Sehingga posisi keset tersebut berada di tanah. Saat malam hari hujan turun dengan lebat dan membasahi keset tersebut, sehingga saya tidak mengetahui apakah masih ada najis yang tersisa.

Pertanyaan saya:

1. Apakah keset tersebut sudah suci atau masih najis?

2. Apakah saat keset tersebut di injak maka menyebabkan kaki kita juga ikut menjadi najis?

Mohon penjelasannya terkait pertanyaan saya ini, sekian dan terima kasih

JAWABAN

1. Sudah suci kalau terkena siraman hujan 8 kali atau lebih. Karena ada pendapat dalam mazhab Syafi'i yang menyatakan bahwa menyucikan najis anjing itu bisa dengan cara 7 kali siraman/basuhan ditambah 1 kali siraman lagi sebagai ganti dari debu. Baca detail: Cara menyucikan najis anjing

2. Tergantung status kesetnya saat diinjak. Kalau sudah suci, maka status kaki suci. Kalau kesetnya najis dan basah, maka status kaki yang menginjak ikut najis. Ini kalau najisnya ainiyah (masih ada benda najisnya). Kalau hukmiyah, maka kaki tetap suci menurut mazhab Maliki. Baca detail: Najis Hukmiyah Madzhab Maliki

SOFTWARE BAJAKAN UNTUK SEKOLAH

Assalamualaikum. Saya masih pelajar, di waktu lalu saya bersekolah secara daring menggunakan software bajakan, software tersebut membantu saya untuk keperluan tugas sekolah. Kemudian saya mendapat beasiswa hasil belajar menggunakan software bajakan. Pertanyaan :

1. Halalkah Beasiswa saya?

2. Bagaimana cara taubatnya?

JAWABAN

1. Halal beasiswanya. Memakai software bajakan dibolehkan dalam keadaan darurat karena tidak mampu membeli atau menyewanya. dengan syarat hanya untuk kepentingan pribadi. Bukan untuk diperjualbelikan. Baca detail: Hak Cipta: Hukum Memakai Software Bajakan

2. Karena boleh maka tidak perlu ada taubat.

HUKUM PAKAI SOFTWARE BAJAKAN

Assalamualaikum, Saya punya pertanyaan, pada tahun lalu saya pernah menggunakan software bajakan. Kemudian saya berhenti menggunakannya. Saya baru tahu bahwa software bajakan tersebut dibuat kembali dengan aplikasi bajakan pula. Permasalahannya yaitu apakah saya harus membayar seharga aplikasi yang pernah dia gunakan untuk mengedit software tersebut?

JAWABAN

Memakai software bajakan tidak otomatis haram. Memakai software bajakan hukumnya boleh dengan syarat: a) harganya mahal dan kita tidak mampu membelinya sementara software ini sangat penting; b) tidak diperjualbelikan alias untuk kepentingan pribadi. Baca detail: Hak Cipta: Hukum Memakai Software Bajakan

OJOL TANPA SIM, APA HASILNYA HALAL?

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Saya bekerja sebagai seorang kurir antar makanan tapi saya belum memiliki sim karena belum cukup umur. Lalu saya pernah membaca kalau melanggar hukum lalu lintas adalah hal yang dilarang dalam Islam Pertanyaannya:

1. Apakah uang gaji yang saya dapatkan halal?

JAWABAN

1. Hasilnya halal. Melanggar aturan lalu lintas tetap salah. Tetapi keduanya adalah dua hal yang berbeda. Jadi, kesalahan dalam soal tidak punya sim tidak berpengaruh pada halal haram nya hasil ojol. Ini sama dg kasus masuk PNS karena suap. Suapnya haram. Tapi gajinya halal kalau kerja dengan benar. Baca detail: Hukum Masuk PNS karena Suap

ADAKAH WAS-WAS PENYEBAB MURTAD?

Ustadz apakah ada was-was yang bisa menjerumuskan orang menjadi murtad, contohnya seperti apa Ustadz?

JAWABAN

Tidak ada. Karena salah satu syarat sahnya murtad adalah tidak was-was. Baca detail: Syarat Sahnya Murtad

Thursday, January 06, 2022

Tabungan sisa belanja, bolehkan dipinjamkan istri?

TABUNGAN SISA BELANJA, BOLEHKAN DIPINJAMKAN?

Pak ustadz, saya memiliki sebuah tabungan pribadi yang saya sisihkan dari hasil uang belanja yang diberikan oleh suami saya. Suami telah memberikan hak sepenuhnya atas uang belanja itu untuk kebutuhan saya. Sebab suami memang sudah ada tabungan tersendiri yg beliau pegang. Akan tetapi saya berinisiatif supaya saya juga memiliki tabungan pribadi. Karena pernikahan saya dengan suami adalah menikah secara siri. Jika saya tidak ada tabungan pribadi, saya merasa khawatir.

Dan yang ingin saya tanyakan adalah:

1. Bagaimana jika ada teman ataupun saudara yang meminjam uang kepada saya yang nominalnya menurut saya tidak sedikit dengan alasan sedang ada kesulitan. apakah saya wajib memberi pinjaman kepadanya (tabungan saya tidak banyak)?

2. Terkadang saya merasa berdosa jika tidak meminjami uang kepadanya. Akan tetapi jika saya meminjami pun saya juga khawatir uang itu tidak dibayar. Karena sebelumnya sudah beberapa kali meminjam tetapi tidak pernah ada upaya untuk membayar. Lalu saya beralasan sedang tidak ada uang simpanan. Jadi saya tidak memberi pinjaman kepadanya. Kira-kira keputusan yang saya ambil ini benar atau salah Pak ustadz? Jika salah ataupun benar mohon penjelasannya.

3. Bolehkah saya memilih siapa-siapa yang ingin saya bantu ketika kesulitan? (Dengan harapan orang yang saya bantu hanya orang yang saya percayai akan mengembalikan uang yang sudah saya pinjami. Dan sebaliknya, orang yang tidak saya percayai tidak akan saya pinjami).

Sekian konsultasi saya, semoga pak ustadz selalu dirahmati dan diberkahi oleh Allah swt. ุขู…ِูŠْู† ูŠَุง ุฑَุจَّ ุงู„ุนَุงู„َู…ِูŠْู†َ ูˆَุนَู„َูŠْูƒُู…ْ ุงู„ุณَّู„ุงَู…ُ ูˆَุฑَุญْู…َุฉُ ุงู„ู„ู‡ِ ูˆَุจَุฑَูƒَุงุชُู‡ُ

JAWABAN

1. Tidak wajib memberi pinjaman pada siapapun. Uang yang ada miliki adalah hak anda, maka satu-satunya hal yang wajib anda lakukan terkait uang tersebut adalah membayar zakatnya apabila sudah memenuhi dua syaratnya yaitu nishob dan haul. Baca detail: Panduan Zakat

Memberi pinjaman pada orang yang membutuhkan itu baik. Tapi tidak wajib. Baca detail: Hutang dalam Islam

2. Keputusan yang benar karena rekamjejaknya yang buruk (tidak pernah melunasi hutang). Justru kalau dipinjami lagi akan membuat dia bertambah salah perilakunya dan akan memanfaatkan kebaikan anda terus menerus. Kalau anda tetap ingin menolong dia karena kasihan, maka cukup berikan uang sekadarnya dengan niat sedekah. Bukan menghutangi. Baca detail: Sedekah

3. Boleh. Lihat lagi poin 1. Dan sekali lagi, meminjami itu tidak wajib.

AIR MUTLAK TERKENA BADAN

Assalamualaikum wr wb

saya ingin bertanya apakah sah mandi wajib menggunakan selang air,tetapi saat ingin menyiram bagian badan tertentu saya menekan ujung selang sehingga ibu jari saya bersentuhan langsung dengan air sehingga air terkena ibu jari saya terlebih dahulu sebelum mengenai bagian badan yang ingin saya basuh,

apa hukum air yang sudah tersentuh oleh ibu jari saya dan sahkah mandi wajib saya jika air itu sudah terkena ibu jari saya(tidak langsung ke bagian tubuh tertentu).!!!!!!! Tetapi setelah itu begian yang tersiram dengan air yang sudah tersentuh oleh ibu jari saya,kembali saya bilas dengan air yang langsung dari mulut selang dan tidak terkena apa apa. Mohon jawabannya trimakasih.

JAWABAN

Sah mandi wajibnya walaupun airnya terkena ibu jari anda lebih dulu. Karena, air baru disebut air mustakmal kalau dipakai untuk menghilangkan hadas atau menghilangkan najis. Sedangkan saat menyentuh ibu jari anda itu bukan untuk menghilangkan hadas sehingga tetap statusnya sebagai air mutlak atau air yang suci dan menyucikan. Baca detail: Air Suci Menyucikan

Juga, air mutlak tetap bersifat suci dan menyucikan walaupun bercampur dengan air mustakmal asalkan sedikit. Baca detail: Hukum Air Suci Terkena Bekas Wudhu

KOTORAN DI LANTAI

Assalamu'alaikum Ustadz saya ingin bertanya lagi terkait penyucian najis hukmiyah.

Misalkan di lantai ada kotoran hewan, lalu kita coba hilangkan wujud najisnya, dan terkadang ada yang sulit dihilangkannya karena sudah terlalu kering, maka di laplah sisa kotoran tersebut dengan bantuan lap basah/sedikit air. Barulah kita yakin bahwa wujud, rasa, dan baunya sudah hilang.

Pertanyaannya, apakah pengguyuran najis hukmiyahnya harus menunggu lantainya benar-benar kering dulu, atau bjsa juga dalam keadaan masih basah ustadz? Mohon jawaban dan bantuannya ๐Ÿ™ Terima kasih.

JAWABAN

Bisa dalam keadaan masih basah. Kasusnya sama dengan ketika bersuci setelah buang air besar (jawa: cebok). Di mana basuhan awal adalah menghilangkan najis ainiyahnya sampai habis. Setelah tinggal hukmiyahnya lalu disiram/dibasuh lagi minimal sekali yang sunnah tiga kali. Baca detail: Cara Menyucikan Najis Ainiyah dan Hukmiyah

PEMBATAL MANDI WAJIB

Apa saja hal yang membatalkan mandi wajib

JAWABAN

Baca detail: Pembatal Mandi Wajib / Penyebab Mandi Besar

HUKUM DARAH HEWAN

Assalamu'alaikum, saya mau bertanya, apakah darah hewan najis ?

JAWABAN

Ya. Darah hewan termasuk najis. Baca detail: Najis dan Cara Menyucikan