Friday, August 09, 2019

Shalat Hari Raya Idul Adha

Shalat Hari Raya Idul Adha
Idul ِAdha adalah hari raya kedua dalam Islam yang jatuh pada tanggal 10 Dzulhijjah setiap tahunnya. Idul Adha terjadi 2 bulan setelah lebaran Idul Fitri yang jatuh tepat pada 1 Syawal. Hari Raya Idul Adha dikenal juga dengan Idul Qurban karena pada lebaran ini umat Islam yang mampu disunnahkan untuk ber-kurban. Ia juga dikenal dengan Lebaran Haji karena bertepatan dengan bulan haji.

DAFTAR ISI

DEFINISI SHALAT IDUL ADHA

Shalat Idul Adha adalah shalat yang diadakan pada Hari Raya Idul Adha yang jatuh pada 10 Dzulhijjah yang bertepatan dengan ibadah haji di Makkah Al-Mukarramah dan kerena itu disebut juga dengan Hari Raya Haji atau Hari Raya Qurban kerena disunnahkan berkurban bagi yang mampu.

DALIL DASAR IDUL ADHA

- QS Al-Kautsar :2 فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ menurut sebagian ulama tafsir, shalat yang dimaksud adalah shalat hari raya.

- Hadits Bukhari dan Muslim
أُمِّ عَطِيَّةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْها قَالَتْ : أَمَرَنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ نُخْرِجَهُنَّ فِي الْفِطْرِ وَالأَضْحَى الْعَوَاتِقَ وَالْحُيَّضَ وَذَوَاتِ الْخُدُورِ ، فَأَمَّا الْحُيَّضُ فَيَعْتَزِلْنَ الصَّلاةَ وَيَشْهَدْنَ الْخَيْرَ وَدَعْوَةَ الْمُسْلِمِينَ . قُلْتُ : يَا رَسُولَ اللَّهِ ، إِحْدَانَا لا يَكُونُ لَهَا جِلْبَابٌ . قَالَ : لِتُلْبِسْهَا أُخْتُهَا مِنْ جِلْبَابِهَا .

Artinya: Ummu Atiyyah berkata: Rasulullah menyuruh kami perempuan untuk keluar di Idul Fitri dan Idul Adha. Baik wanita yang baru balig, wanit` sedang haid dan wanita perawan. Sementara orang yang haid dipisahkan dari (tempat) shalat. Agar mereka dapat menyaksikan kebaikan dan doa umat Islam." Saya berkata, ‘Wahai Rasulullah, ada di antara kami yang tidak mempunyai jilbab." Beliau mengatakan, "Sebaiknya saudara perempuannya memberinya jilbab."

- Hadits sahih dalam kitab Sahihul Jamik {أفضل أيام الدنيا أيام العشر
Artinya: Sebaik-baik hari dunia adalah hari kesepuluh

- Hadits sahih menurut Tirmidzi riwayat ahlussunan: {أفضل الأيام عند الله يوم النحر ثم يوم القَرّ
Artinya: Hari paling utama di sisi Allah adalah hari raya Qurban kemudian hari Qarr atau hari kesebelas Dzulhijjah.


HUKUM SHALAT IDUL ADHA

Shalat Idul Adha hukumnya sunnah. Ia merupakan bagian penting dari perayaan hari raya Idul Adha.

TATA CARA SHALAT DAN KHUTBAH IDUL ADHA
Tatacara shalat idul adha tidak berbeda dengan shalat idul Adha sbb:

NIAT SHALAT IDUL ADHA

Niat shalat Idul Adha sebagai imam dan makmum sbb:

Sebagai imam: أصلي سنة عيد الأضحي ركعتين إماما للة تعالي
Ushalli sunna idil adha rak'ataini imaman lillahi ta'ala

Artinya: Niat shalat sunnah Idul Adha dua rakaat sebagai imam karena Allah.

Sebagai makmum: أصلي سنة عيد الأضحي ركعتين مأموما للة تعالي
Ushalli sunna idil adha rak'ataini makmuman lillahi ta'ala

Artinya: Niat shalat sunnah Idul Adha dua rakaat sebagai makmum karena Allah.

TATA CARA SHALAT IDUL ADHA

Shalat sunnah idul adha terdiri dari 2 (dua) rokaat. Rokaat pertama diawali dengan takbirotul ihrom ditambah 7x takbir. Sedangkan rakaat kedua 5 (lima) kali takbir. Lebih detailnya sbb:

Bacaan Rakaat pertama:

(a) Baca takbirotul ihram (takbir permulaan shalat) dengan niat shalat idul adha.
(b) Membaca doa iftitah
(c) Membaca takbir 7 (tujuh) kali (selain takbirotul ihram)
(d) Membaca Al-Fatihah
(d) Membaca surat Al-Quran seperti Al-A'la

Rakaat kedua:

(a) Membaca takbir 5 (lima) kali.
(b) Membaca Al-Fatihah
(c) Membaca surat Al-Quran seperti Al-Ghasyiyah.

Setelah sujud rakaat kedua, diikuti dengan tahiyat (tasyahud) akhir dan diakhiri dengan salam.

Prosesi berikutnya adalah khutbah Idul Adha, bagian ini khusus untuk khatib Idul Fitri.

BACAAN TIAP TAKBIR SHALAT IDUL ADHA

Setiap takbir saat shalat Idul Adha baik rakaat pertama atau kedua disunnahkan membaca tasbih yaitu:

سُبْحَانَ اللهْ وَالْحَمْدُ لِلهْ وَلآ اِلَهَ اِلَّا اللهْ وَاللهُ اَكْبَرْ
SubhanAllah walhamdulillah walailaha illAllah wAllahu Akbar

Artinya: Mahasuci Allah dan segala puji bagi Allah dan tiada Tuhan selain Allah dan Allah Mahabesar.

TATACARA KHUTBAH IDUL ADHA

Khutbah Idul Adha terbagi dua yaitu khutbah pertama dan khutbah kedua. Di antara dua khutbah biasanya dipisah dengan duduk sebentar.

Tata cara khutbah: (a) Membaca takbir 9 (sembilan) kali terus menerus pada khutbah pertama; (b) membaca takbir 5 (lima) kali secara terus menerus (tanpa dipisah) di rakaat kedua selain takbir untuk berdiri.

Adapun selain bacaan takbir, semuanya sama dengan khutbah Jum'at dalam segi rukunnya.

TEKS BACAAN TAKBIR LEBARAN IDUL ADHA

Teks bacaan takbir untuk lebaran Idul Adha adalah sbb:
الله أكبر الله أكبر الله أكبر لا إله إلا الله والله أكبر الله أكبر ولله الحمد الله أكبر كبيراً والحمد لله كثيراً وسبحان الله بكرة وأصيلاً، لا إله إلا الله وحده صدق وعده ونصر عبده وأعز جنده وهزم الأحزاب وحده

HUKUM DAN WAKTU SUNNAH MEMBACA TAKBIR LEBARAN IDUL ADHA

Tabir yang dibaca saat hari raya Idul Adha dan hari tasyriq ada 2 (dua) macam yaitu takbir mutlak/mursal dan takbir muqoyyad. Takbir mutlak/mursal disunnahkan dibaca baik pada hari raya Idul Adha maupun Idul Adha. Sedangkan takbir muqayyad khusus dibaca pada Idul Adha saja.

Takbir mursal/mutlak adalah takbir yang membacanya tidak terika oleh waktu atau tempat. Ia boleh dibaca di rumah, masjid, jalan, siang dan malam, dll.

Sedangkan tabir muqoyyad adalah takbir yang dibaca sebelum atau sesudah shalat.

Waktu sunnah membaca takbir muqayyad adalah sejak hari Arafah tanggal 9 Dzulhijjah sampai waktu Ashar dari hari tasyriq pada tanggal 13 Dzulhijjah.

Waktu sunnah membaca takbir muqayyad yang disyariatkan adalah sebagai berikut:

a) Sebelum shalat idul adha
b) Sebelum shalat wajib 5 waktu baik yang tepat waktu (ada') atau qadha.
c) Sebelum shalat sunnah rawatib,
d) Sebelum shalat sunnah mutlak,
e) Sebelum shalat jenazah.

SUNNAH TIDAK MAKAN SEBELUM SHALAT IDUL ADHA

Pada hari raya Idul Adha, hukumnya sunnah bagi setiap muslim untuk tidak makan sampai selesai shalat Idul Adha. Ini merupakan kebalikan dari Idul Fitri yang disunnahkan makan sebelum berangkat ke masjid untuk shalat. Berdasarkan pada hadits riwayat Ahmad no. 22984

عن عبد الله بن بريدة، عن أبيه قال: كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا يَغْدُو يَوْمَ الْفِطْرِ حَتَّى يَأْكُلَ، وَلَا يَأْكُلُ يَوْمَ الْأَضْحَى حَتَّى يَرْجِعَ فَيَأْكُلَ مِنْ أُضْحِيَّتِهِ

Artinya: Dari Abdullah bin Buraidah dari ayahnya ia berkata: "Rasulullah shallallahu alaihi wasallam tidak keluar pagi pada hari Idul Fitri sehingga beliau makan, dan beliau tidak makan pada hari Idul Adha sehingga beliau pulang (dari shalatnya) kemudian memakan daging kurbannya"

-------------
REFERENSI

- Ibnu Hajar Al Asqalani dalam Fathul Bari Syarah Sahih Bukhari
- Ibnu Syaraf An-Nawawi dalam Al-Majmuk Syarah Muhadzdzab
- Subulussalam
- Al Ghazi dalam Fathul Qorib Al-Mujib.

Monday, August 05, 2019

Qurban (Kurban) dalam Islam

Qurban (Kurban) dalam Islam

Ibadah ber-qurban adalah bagian dari syiar Islam yang disyariatkan dalam Al-Quran dan Sunnah Nabi Muhammad dan ijmak ulama. Qurban hukumnya sunnah dilakukan dengan niat untuk beribadah mendekatkan diri pada Allah.

DAFTAR ISI
  1. Definisi dan Pengertian Qurban
  2. Dalil Dasar Kurban
  3. Hukum Qurban
  4. Waktu Penyembelihan Qurban
  5. Niat dan Doa Sebelum Menyembelih Qurban
  6. Hikmah ber-Qurban
  7. Orang yang Sunnah ber-Qurban
  8. Usia Hewan Qurban
  9. Hukum Kurban Gabungan (Kolektif/Patungan)
  10. Hukum Qurban Nadzar
  11. Kurban Kambing untuk 2 Orang Bolehkah?
  12. CARA KONSULTASI AGAMA

DEFINISI DAN PENGERTIAN QURBAN (KURBAN)

Qurban atau Kurban (bahasa Arab الأضحية,التضحية), secara harfiah berarti hewan sembelihan. Dalam terminologi syariah, Qurban (kurban) adalah hewan yang disembelih pada hari raya Idul Adha karena sebab lebaran dengan niat ibadah mendekatkan diri pada Allah. Ibadah kurban dilakukan pada tanggal 10 (hari nahar) bertepatan dengan Hari Raya Idul Adha dan 11,12 dan 13 (hari tasyrik) bulan Hijriah.

DALIL DASAR QURBAN

- QS Al Kautsar 108:2 فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu; dan berkorbanlah.
- Hadits sahih riwayat Muslim

خرجنا مع رسول الله صلى الله عليه وسلم مهلين بالحج ، فأمرنا رسول الله صلى الله عليه وسلم أن نشترك في الإبل ، والبقر ، كل سبعة منا في بدنة
Artinya: Kami keluar bersama Rasulullah berihram haji, lalu Nabi memerintahkan kami untuk patungan (kurban) dari hewan unta dan sapi. Setiap 7 (tujuh) orang dari kami berkurban 1 unta.

- Hadits riwayat jamaah (segolongan ahli hadits)

نحرنا مع رسول الله صلى الله عليه وسلم البقرة عن سبعة ، والبدنة عن سبعة
Artinya: Kami berkurban sapi bersama Nabi Muhammad untuk 7 (tujuh) orang dan 1 (satu) unta untuk 7 (tujuh) orang.

- Hadits

ويذبح عن كل واحد منهم شاة أو يذبح بقرة أو بدنة عن سبعة

Artinya: Kambing atau domba hanya untuk kurban satu orang. Sedang sapi dan unta untuk 7 orang.

- Hadits sahih Bukhari dan Muslim (muttafaq alaih)

أن النبي صلى الله عليه وسلم ضحى بكبشين أملحين أقرنين ذبحهما بيده وسمى وكبر

- Hadits sahih riwayat Bukhari

كان النبي صلى الله عليه وسلم يذبح وينحر بالمصلى


HUKUM QURBAN

Hukum berkurban itu sunnah muakkad (sangat dianjurkan) menurut jumhur (mayoritas ulama).

Sebagian ulama yang lain menganggap hukum berkurban itu wajib bagi orang yang kaya, dan tidak wajib bagi yang miskin. Ulama yang berpendapat demikian adalah Rabi'ah, Al-Auza'i, Hanifah, Ahmad dalam satu riwayat dan sebagian madzhab Maliki dengan dasar QS Al-Kautsar ayat 2 di atas dan berdasar hadits di mana Nabi bersabda: ( من وجد سعة فلم يضح فلا يقربن مصلانا)


WAKTU PENYEMBELIHAN QURBAN

- Waktu menyembelih hewan kurban mulai setelah terbitnya matahari pada tanggal 10 Dzulhijjah atau lebaran Idul Adha setelah selesainya shalat Idul Adha dan khutbahnya.
- Waktu utama untuk menyembelih hewan kurban adalah hari raya Idul Adha sebelum tergelincirnya matahari (sebelum Dzuhur)
- Penyembelihan qurban berlaku sejak pagi hari tanggal 10 Dzulhijjah atau hari raya Idul Adha sampai terbenamnya matahari tanggal 13 Dzulhijjah atau hari terakhir hari tasyrik (tashriq).

Jadi waktu menyembelih qurban ada 4 hari yaitu tanggal 10 Dzulhijjah sampai sebelum terbenam matahari tanggal 13 Dzulhijjah.


BACAAN DOA DAN NIAT SEBELUM MENYEMBELIH QURBAN
Yang terpenting saat akan menyembelih adalah membaca bismillah (lihat, QS. Al-An'am: 118 dan 121) selain itu bacaan doa dan niat di bawah hukumnya sunnah.

Saat akan menyembelih qurban, penyembelih hendaknya membaca doa dan niat berikut (berdasarkan hadits sahih riwayat Abu Daud:

Doa sebelum menyembelih (saat di depan hewan kurban):
إني وجهتُ وجهيَ للذي فطر السماوات والأرض حنيفاً على ملة إبراهيم، وما أنا من المشركين، قل إن صلاتي ونُسُكي ومحياي ومماتي لله رب العالمين، لا شريك له، وبذلك أمرِتُ، وأنا أولُ المسلمين، اللهم منك ولك

Doa saat akan menyemeblih hewan (pisau sudah dekat leher hewan) apabila menyembelih sendiri :
بِسْمِ اللَّه اللَّهُمَّ وَاللَّهُ أَكْبَرُ اَللَّهُمَّ هَذَا مِنْكَ وَلَكَ، هَذَا عَنِّي

Artinya: Dengan Nama Allah, Allah Maha Besar, Ya Allah ini dari-Mu dan untuk-Mu, ini kurban dariku.

Doa/niat saat akan menyembelih hewan apabila mewakili orang lain
بِسْمِ اللَّه اللَّهُمَّ وَاللَّهُ أَكْبَرُ اَللَّهُمَّ هَذَا مِنْكَ وَلَكَ، هَذَا عَنْ ...

Dengan Nama Allah, Allah Maha Besar, Ya Allah ini dari-Mu dan untuk-Mu, ini kurban dari ... (sebutkan namanya).

Doa/niat saat akan menyembelih hewan apabila untuk diri sendiri dan mewakili orang lain

بِسْمِ اللَّه اللَّهُمَّ وَاللَّهُ أَكْبَرُ اَللَّهُمَّ هَذَا مِنْكَ وَلَكَ، هَذَا عَنِّي
َاَللَّهُمَّ تَقَبَّلْ مِنْ فُلَانٍ وَآلِ فُلَانٍ

Artinya: Dengan Nama Allah, Allah Maha Besar, Ya Allah ini dari-Mu dan untuk-Mu, ini kurban dariku.
Ya Allah, terimalah kurban dari fulan dan keluarga fulan," (dengan menyebut namanya).


HEWAN TERBAIK UNTUK QURBAN

- Hewan hewan lebih baik dari yang kurus.
- Hewan warna putih lebih baik daripada yang hitam atau kelabu.
- Sunnah yang bertanduk.
- Urutan jenis hewan yang paling utama untuk kurban adalah: unta, sapi, kambing, domba.
- Binatang jantan normal lebih baik dari yang dikebiri atau yang betina


HIKMAH BERKURBAN

- Sebagai ungkapan rasa syukur pada Allah atas nikmat-nikmat yang diberikan.
- Untuk memperingati pengorbanan Nabi Ibrahim.
- Melapangkan dada

HUKUM QURBAN NADZAR

Orang yang bernadzar untuk berqurban, maka hukumnya menjadi wajib untuk melaksanakannya. Di samping itu, harus diingat 2 poin penting berikut:

1) Untuk nadzar kurban wajib membagikan seluruh daging hewan qurbannya dan yang berkurban tidak boleh memakan dagingnya menurut madzhab Syafi'i, Hanafi, dan sebagian madzhab Hanbali.

2) Apabila hewan qurban nadzar beranak, maka anaknya ikut menjadi korban nadzar menurut madzhab Syafi'i dan Hanbali.

ORANG YANG DISUNNAHKAN BERKURBAN

- Orang yang mampu membeli hewan qurban dan melebihi kebutuhannya sendiri dan kebutuhan keluarga yang wajib dinafkahi pada hari Idul Adha, hari Tashriq (Tasyrik).
- Sunnah bagi musafir, dan haji.
- Anak kecil tidak sunnah berkurban.

USIA MINIMUM HEWAN QURBAN

- Kambing: sempurna berusia 1 (satu) tahun dan masuk usia (dua) tahun.
- Domba: sempurna berusia 6 (enam) bulan dan masuk bulan ke-7 (tujuh).
- Sapi: sempurna berusia 2 (dua) tahun dan masuk tahun ketiga.
- Unta usempurna berusia 5 (lima) tahun, masuk tahun ke-6.

HUKUM KURBAN KOLEKTIF (GABUNGAN)

Hukumnya boleh berkurban secara kolektif atau gabungan lebih dari satu orang untuk satu ekor hewan sapi, kerbau atau unta dengan rincian sebagai berikut:

- 1 (satu) ekor unta dapat dibuat kurban untuk 7 (tujuh) orang.
- 1 (satu) ekor sapi atau kerbau dapat dibuat kurban untuk 7 (tujuh) orang.
- 1 ekor kambing/domba untuk kurban tidak boleh dimiliki oleh lebih dari 1 orang tapi boleh diniatkan pahalanya untuk 2 orang atau lebih. Lihat rinciannya di bawah.


PENDAPAT BAHWA KAMBING BOLEH UNTUK LEBIH DARI 1 (SATU) ORANG

Mayoritas ulama berpendapat bahwa kambing atau domba hanya untuk kurban 1 (satu) orang. Tidak boleh untuk 2 (dua) orang atau lebih. Tapi ada pendapat ulama fiqih klasik yang membolehkan dengan argumen dan dalil sbb:

- Hadits sahih riwayat Abu Daud

سألت أبا أيوب الأنصاري كيف كانت الضحايا على عهد رسول الله صلى الله عليه وسلم فقال كان الرجل يضحي بالشاة عنه وعن أهل بيته يأكلون ويطعمون حتى تباهى الناس فصارت كما ترى

Artinya: Aku bertanya pada Abu Ayyub Al-Anshari bagaimana kurban pada zaman Rasulullah. Al Anshari menjawab: ...seorang laki-laki berkurban dengan kambing untuk dirinya sendiri dan keluarga (ahli bait)-nya...

- Hadits sahih riwayat Hakim كان رسول الله صلى الله عليه وسلم يضحي الشاة الواحدة عن جميع أهله

Artinya: Rasulullah pernah berkurban dengan satu kambing untuk seluruh umatnya.

- Hadits أنه ذبح كبشا عن أمته
Artinya: Bahwa Nabi Muhammad menyembelih (kurban) seekor kambing untuk umatnya.

- Muhammad bin Abdurrahman bin Abdurrahim Al-Mubarakpuri dalam Tuhfadzul Ahwadzi syarah Abu Daud mengatakan (mengomentari hadits di atas) bahwa dari ketiga hadits di atas, sebagian ulama berpendapat bahwa kambing atau domba boleh untuk dijadikan hewan kurban lebih dari 1 (satu) orang. Ini adalah pendapat Malik, Ahmad, Laits dan Auza'i (lihat kitab Atta'liq almumjid التعليق الممجد)

- Imam Malik dalam Al-Muwatta' mengatakan:

وهو نص صريح في أن الشاة الواحدة تجزئ عن الرجل وعن أهل بيته وإن كانوا كثيرين وهو الحق

Artinya: hadits di atas adalah nash yang jelas bahwa kambing satu sah untuk dijadikan kurban bagi satu orang laki-laki dan keluarganya walaupun keluarganya banyak.

- Asy-Syaukani dalam Nailul Autar
وَالْحَقُّ أَنَّ الشَّاةَ الْوَاحِدَةَ تُجْزِئُ عَنْ أَهْلِ الْبَيْتِ , وَإِنْ كَانُوا مِائَةَ نَفْسٍ أَوْ أَكْثَرَ كَمَا قَضَتْ بِذَلِكَ السُّنَّةُ

Intinya: kurban satu kambing boleh diperuntukkan untuk satu orang dan keluarganya (ahlul bait) atau orang lain tapi harus di bawah kepemilikan 1 orang artinya tidak boleh 2 orang atau lebih saweran/kongsi untuk membeli 1 kambing.

Pendapat jumhur ulama, kambing hanya untuk satu orang. Menurut ulama yang berpandangan bahwa kambing hanya untuk kurban satu orang, hadits di atas berlaku dalam segi pahalanya. Tapi kurbannya tetap untuk satu orang.

Panduan Haji dan Umrah

Panduan Haji dan Umrah

Ibadah haji adalah pilar kelima Islam. Ia wajib dilakukan sekali seumur hidup bagi seorang muslim laki-laki dan perempuan yang mampu melakukannya secara fisik dan finansial. Karena dilakukan sekali seumur hidup dengan biaya yang cukup mahal, maka muslim yang hendak haji sebaiknya mengetahui tata caranya secara detail terutama terkait syarat dan rukunnya agar tidak salah dalam melakukannya dan menjadi sempurna ibadahnya.

DAFTAR ISI
  1. Definisi Haji
  2. Dalil Dasar Hukum Haji
  3. Syarat Haji
  4. Niat Haji
  5. Wajibnya Haji
  6. Rukun/Fardhu Haji
  7. Sunnah Haji
  8. Jenis Haji
    1. Haji Tamattu'
    2. Haji Qiran
    3. Haji Ifrad
  9. Perbuatan Yang Haram/Dilarang Saat Haji
  10. Tempat Bersejarah Saat Haji
  11. Umrah
    1. Syarat Umrah
    2. Rukun Umroh
    3. Niat Umroh
  12. Proses Haji Jamaah Haji Indonesia
    1. Proses Haji Jamaah Gelombang Pertama
    2. Proses Haji Jamaah Gelombang Kedua
  13. Doa-doa Haji dan Umrah
    1. Doa Berangkah Haji & Umroh
    2. Doa Pulang Haji & Umroh
    3. Doa Pulang Haji Saat Kendaraan Tiba/Sampai
    4. Bacaan Niat Haji
    5. Bacaan Doa Tawaf (Keliling Ka'bah)
    6. Bacaan Doa Sai
    7. Bacaan Doa di Padang Arafah
  14. Tempat Miqat Haji dan Umrah
  15. Tempat Ibadah Haji dan Umrah
  16. Istilah dalam Ibadah Haji
  17. Nama 4 (Empat) Pojok Ka'bah
  18. Jadwal Ibadah Haji
  19. CARA KONSULTASI AGAMA

DEFINISI HAJI

Secara literal, haji adalah maksud atau tujuan. Secara terminologi syariah haji adalah bermaksud pergi ke Baitullah di Makkah untuk melaksanakan ibadah haji (قصد البيت الحرام للنسك)

DALIL DASAR HUKUM HAJI

Hukum haji adalah wajib sekali seumur hidup bagi setiap muslim (fardhu 'ain) yang mampu melaksanakannya secara finansial dan fisikal.

Dalil dasar Quran dan hadits terkait ibadah haji: kewajiban haji, macam-macam haji, syarat rukun haji.

- QS Ali Imron 3:97
ولله على الناس حج البيت من استطاع إليه سبيلا
Artinya: mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah.

- Hadits sahih riwayat Bukhori dan Muslim (muttafaq alaih)
بني الإسلام على خمس : شهادة أن لا إله إلا الله وأن محمداً رسول الله وإقام الصلاة وإيتاء الزكاة وصوم رمضان وحج البيت من استطاع إليه سبيلا
Artinya: Islam dibangun atas lima hal: Dua kalimat syahadat, mendirikan shalat, menunaikan zakat, puasa Ramadan, haji ke Baitullah bagi yang mampu.


SYARAT HAJI

Haji menjadi wajib dilaksanakan bagi seorang muslim apabila memenuhi syarat di bawah. Apabila tidak terpenuhi syarat ini, hajinya tetap sah. Misalnya, anak kecil naik haji.

1. Islam
2. Berakal sehat (tidak gila)
3. Baligh (dewasa)
4. Merdeka
5. Mampu


NIAT HAJI

Bacaan niat haji adalah sebagai berikut: لَبَيْكَ اللَهُمَ حَجًا
Labbaik Allahumma Hajjan
Artinya: Ya Allah kupenuhi panggilanMu untuk berhaji.


WAJIBNYA HAJI

Yaitu pekerjaan dalam ibadah haji yang harus dikerjakan serta wajib membayar dam jika meninfgalkan. Wajibnya haji ada 7 (tujuh)

1. Niat Ihram, untuk haji atau umrah dari Miqat Makani, dilakukan setelah berpakaian ihram.
2. Mabit (bermalam) di Muzdalifah, pada tanggal 9 Zulhijah (dalam perjalanan dari Arafah ke Mina).
3. Melontar Jumrah Aqabah, pada tanggal 10 Zulhijah yaitu dengan cara melontarkan tujuh butir kerikil berturut-turut.
4. Mabit di Mina, pada hari Tasyrik (tanggal 11, 12 dan 13 Zulhijah).
5. Melontar Jumrah Ula, Wustha dan Aqabah, pada hari Tasyrik (tanggal 11, 12 dan 13 Zulhijah).
6. Tawaf Wada', yaitu melakukan tawaf perpisahan sebelum meninggalkan kota Mekah.
7. Meninggalkan perbuatan yang dilarang saat ihram.


RUKUN ATAU FADHU HAJI

Yaitu pekerjaan dalam ibadah haji yang harus dilakukan dan tidak boleh diwakilkan dan tidak sah hajinya apabila ditinggalkan. Fardhu/rukun haji ada 4 (empat):

1- Ihram yaitu pernyataan mulai mengerjakan ibadah haji atau umroh dengan memakai pakaian ihram disertai niat haji atau umroh di miqat.
2- Wuquf di Arafah yaitu berdiam diri, dzikir dan berdo'a di Arafah pada tanggal 9 Zulhijah
3- Tawaf Ifadhah yaitu mengelilingi Ka'bah sebanyak 7 kali, dilakukan sesudah melontar jumrah Aqabah pada tanggal 10 Zulhijah.
4- Sa'i di antara Safa dan Marwah yaitu berjalan atau berlari-lari kecil antara Shafa dan Marwah sebanyak 7 Kali, dilakukan sesudah Tawaf Ifadah.
5- Tahallul yaitu bercukur atau menggunting rambut setelah melaksanakan Sa'i.
6. Tertib yaitu mengerjakan kegiatan sesuai dengan urutan dan tidak ada yang tertinggal.


SUNNAHNYA HAJI

Perbuatan yang disunnahkan dalam ibadah haji adalah sbb:

1- Mandi sunat Ihram.
2- Bertalbiah.
3- Melakukan tawaf qudum bagi orang yang mengerjakan haji ifrad dan haji qiran.
4- Bermalam di Mina pada malam Arafah.
5- Berlari-lari kecil dan sopan-santun ketika melakukan Tawaf Qudum.

JENIS IBADAH HAJI

Ada 3 (tiga) tipe haji. Yaitu tamattu', qiran dan ifrad. Muslim boleh memilih salah satu jenis haji ini. Semuanya sah dan boleh dilaksanakan. dan seorang muslim bebas memilih tipe haji mana yang hendak dilaksanakan.


A. HAJI TAMATTU' DAN CARA PELAKSANAANNYA

Haji Tamattuk (tamatu') adalah mendahulukan umrah dari ibadah haji. Yaitu memakai ihram dari miqat dengan niat umrah pada musim haji, setelah tahallul, memakai ihram lagi dengan niat haji pada hari Tarwiah (8 Zulhijah). Bagi yang melaksanakan haji Tamattu' diwajibkan membayar dam.

Bagi jamaah haji Indonesia, mereka umumnya melaksanakan haji dengan cara haji tamatu'. Detail haji tamatu' adalah sebagai berikut:

CARA HAJI TAMATTUK BAGI JEMAAH INDONESIA GELOMBANG 1 DAN 2

Pelaksanaan Umroh Jamaah Haji Gelombang I

Jamaah haji Indonesia gelombang I ke Madinah dulu baru kemudian ke Makkah untuk itu pelaksanaan umrohnya dimulai dari Madinah dengan mengambil miqot makani di Zul Hulaifah ( Bir Ali ) .

Urutan kegiatannya sebagai berikut :

* Bersuci, mandi, berwudhu di pemondokan.
* Memakai wangi wangian sebelum memakai pakaian ihrom.
* Memakai pakaian ihrom.
* Berangkat ke Zul Hulaifah ( Bir Ali ).
* Wudhu bagi yang batal.
* Sholat sunnat ihrom 2 rokaat.
* Niat ihrom umroh dengan membaca talbiyah : "Aku penuhi panggilanmu Ya Allah untuk berumroh". (Labbaikallohumma umrotan)
atau
" Aku niat umroh dengan berihrom karena Allah Ta'ala. " (Nawaitul Umrota wa Ahromtu biha lillahi ta'ala)
* Berangkat ke Makkah dengan memperbanyak membaca talbiyah (Labbaikallohumma labbaik dst)
* Sampai di kota Makkah dan berdo'a
* Sampai di pemondokan Makkah menempati kamar masing masing.
* Berangkat ke Masjidil Haram
* Masuk Masjidil Haram dan berdo'a
* Melihat Ka'bah dan berdo'a
* Thawaf 7 kali putaran dimulai dari rukun Hajar Aswad
* Dilanjutkan dengan berdo'a di Multazam dan sholat sunnat thawaf 2 rokaat di belakang Maqom Ibrahim .
* Minum air zam zam ( sebelum minum berdo'a )
* Sa'i 7 kali perjalanan antara bukit Shofa dan bukit Marwah dimulai dari bukit Shofa berakhir di bukit Marwah.
* Potong/cukur rambut
* Tahallul

Setelah tahallul selesai pelaksanaan umroh dan diperbolehkan berganti pakaian biasa.

Pelaksanaan Umroh Jamaah Haji Gelombang II

Jamaah haji Indonesia gelombang II mendarat di bandara King Abdul Azis Jeddah dan langsung ke Makkah untuk itu pelaksanaan umrohnya dimulai dari Jeddah dengan mengambil miqot makani di bandara King Abdul Azis Jeddah.

Urutan kegiatannya sebagai berikut :

* Bersuci, mandi, berwudhu di pemondokan.
* Memakai wangi wangian sebelum memakai pakaian ihrom.
* Memakai pakaian ihrom.
* Sholat sunnat ihrom 2 rokaat.
* Niat ihrom umroh dengan membaca : "Aku penuhi panggilan Mu Ya Allah untuk berumroh." (Labbaikallohumma umrotan)
atau
" Aku niat umroh dengan berihrom karena Allah Ta'ala." (Nawaitul Umrota wa Ahromtu biha lillahi ta'ala)
* Berangkat ke Makkah dengan memperbanyak membaca talbiyah .
* Sampai di kota Makkah berdo'a .
* Sampai di pemondokan Makkah menempati kamar masing masing.
* Berangkat ke Masjidil Haram
* Masuk Masjidil Haram dan berdo'a
* Melihat Ka'bah, berdo'a
* Thawaf 7 kali putaran dimulai dari rukun sejajar dengan Hajar Aswad
* Dilanjutkan dengan berdo'a di Multazam dan sholat sunnat thawaf 2 rokaat di belakang Maqom Ibrahim .
* Minum air zam zam ( sebelum minum berdo'a ).
* Sai 7 kali perjalanan antara bukit Shofa dan bukit Marwah dimulai dari bukit Shofa berakhir di bukit Marwah.
* Potong / cukur rambut
* Tahallul

Setelah tahallul pelaksanaan umrah selesai dan diperbolehkan berganti pakaian biasa.

Palaksanaan Haji

Seluruh jamaah haji Indonesia gelombang I dan II setelah melaksanakan umroh , melaksanakan haji dimulai dari Makkah pada tanggal 8 Zulhijjah.

Urutan kegiatan ibadah haji sebagai berikut :

* Bersuci, mandi, berwudhu di pemondokan.
* Memakai wangi wangian sebelum berpakaian ihrom.
* Berpakaian ihrom
* Sholat sunnat ihrom haji 2 rokaat.
* Niat ihrom haji dengan mengucapkan :" Aku penuhi panggilan Mu Ya Allah untuk berhaji." (Labbaikallohumma hajjan)
atau
" Aku niat haji dengan berihrom karena Allah Ta'ala. (Nawaitul hajja wa ahromtu bihi lillahi ta'ala)
* Berangkat ke Arafah dengan memperbanyak membaca talbiyah

Di Arafah

* Sampai di Arafah menempati kemah masing masing.
* Menunggu waktu wukuf dengan memperbanyak membaca Al Qur'an, beristighfar, berdzikir.
* Pada tanggal 9 Zulhijjah siang wukuf di Arafah. dengan mendengarkan khutbah wukuf.
* Sholat dzuhur dan ashar jama' taqdim
* Berdo'a, berdzikir, beristighfar, membaca Al Qur'an.
* Sholat maghrib dan isya jama' taqdim.
* Berangkat ke Muzdalifah membaca talbiyah .

Di Muzdalifah

* Mabit di Muzdalifah sampai tengah malam.
* Mencari kerikil di Muzdalifah untuk melontar jumroh sebanyak 7, 49 atau 70 butir.
* Setelah lewat tengah malam berangkat ke Mina.

Di Mina

* Tanggal 10 Zulhijjah melontar jumroh Aqobah .
* Menggunting / mencukur rambut.
* Tahallul awal .
* Setelah tahallul awal berganti pakaian biasa.
* Memotong dam tamattu' seekor kambing
* Tanggal 11 Zulhijjah mabit di Mina dan melontar jumroh Ula, Wustho dan Aqobah masing masing 7 kali lontaran.
* Tanggal 12 Zulhijjah mabit di Mina dan melontar jumroh Ula, Wustho dan Aqobah masing masing 7 kali lontaran. Bagi yang ambil Nafar Awal setelah melontar jumroh langsung harus meninggalkan Mina sebelum maghrib.
* Tanggal 13 Zulhijjah bagi yang ambil Nafar Tsani mabit dan melontar jumroh Ula, Wustho dan Aqobah masing masing 7 kali lontaran. Setelah melontar jumroh tanggal 13 Zulhijjah meninggalkan Mina.
* Kembali ke Makkah

Di Makkah

* Memotong dam tamattu' bagi yang belum
* Thawaf ifadhah dan sa'i
* Thawaf wada' ketika akan meninggalkan Makkah.
* Setelah thawaf wada' pelaksanaan haji selesai, jamaah haji gelombang I pulang ke tanah air sedangkan jamaah haji gelombang ke II ke Madinah .


B. HAJI QIRAN

Haji Qiran adalah haji dan umrah dilakukan secara bersamaan. Yaitu memakai ihram dengan niat umrah dan haji sekaligus. Dengan demikian segala amalan umrah sudah tercakup dalam amalan haji.

Cara pelaksanaannya adalah:

- ihram dari miqat dengan niat untuk haji dan umrah sekaligus
- melakukan seluruh amalan haji

Bagi yang melaksanakan haji Qiran diwajibkan membayar dam.

CARA PELAKSANAAN HAJI QIRAN BAGI JAMAAH HAJI INDONESIA

Miqot untuk mengerjakan haji qiran bagi jamaah haji gelombang I adalah di Zul Hulaifah ( Bir Ali ) Madinah sedangkan untuk jamaah haji gelombang II di bandara King Abdul Azis Jeddah.

Urutan kegiatan haji qiran adalah sebagai berikut :
* Bersuci, mandi berwudhu.
* Berpakaian ihrom
* Sholat sunnat ihrom
* Niat ihrom haji dan umroh sekaligus dengan mengucapkan : (bahasa Indonesia) "Aku sambut panggilan Mu ya Allah untuk berhaji dan berumroh." (Labbaikallohumma hajjan wa umrotan)
atau
"Aku niat haji dan umroh dengan berihrom karena Allah Ta'ala" (Nawaitul hajja wal umrota wa ahromtu bihima lillahi ta'ala)
* Berangkat ke Makkah dengan memperbanyak membaca talbiyah, sholawat dan do'a.

2. Di Makkah

* Masuk kota Makkah berdo'a
* Masuk Masjidil Haram berdo'a
* Melihat Ka'bah berdo'a
* Melaksanakan thawaf qudum 7 kali putaran.
* Setelah thawaf boleh melaksanakan sa'i tapi tidak dengan memotong/mencukur rambut.
* Setelah thawaf menunggu keberangkatan ke Arafah dalam keadaan tetap berihrom.
* Tanggal 8 Zulhijjah berangkat ke Arafah

3. Di Arafah

* Menunggu pelaksanaan wukuf
* Berzikir, bertasbih, membaca Al Qur'an
* Tanggal 9 Zulhijjah wukuf di Arafah
* Mendengarkan khutbah wukuf
* Sholat dzuhur dan ashar jama' taqdim
* Selama wukuf memperbanyak berdzikir, bertasbih, membaca Al Qur'an dan berdo'a.
* Sholat maghrib dan isya jama' taqdim.
* Berangkat ke Muzdalifah dengan membaca talbiyah .

4. Di Muzdalifah

* Mabit di Muzdalifah sampai tengah malam.
* Mencari kerikil untuk melontar jumroh 7, 49 atau 70 butir.
* Berangkat ke Mina setelah lewat tengah malam.

5. Di Mina

* Tanggal 10 Zulhijjah melontar jumroh Aqobah 7 kali lontaran .
* Memotong / mencukur rambut
* Tahallul awal .
* Memotong dam
* Tanggal 11 Zulhijjah mabit di Mina dan melontar jumroh Ula, Wustho dan Aqobah masing masing 7 lontaran.
* Tanggal 12 Zulhijjah mabit di Mina dan melontar jumroh Ula, Wustho dan Aqobah masing masing 7 lontaran. Bagi yang Nafar Awal setelah melontar jumroh meninggalkan Mina sebelum maghrib.
* Tanggal 13 Zulhijjah mabit di Mina dan melontar jumroh Ula, Wustho dan Aqobah masing masing 7 lontaran. Bagi yang Nafar Tsani setelah melontar jumroh meninggalkan Mina.
* Kembli ke Makkah

6. Di Makkah.

* Melaksanakan thawaf ifadhah dan sa'i. Bagi yang sudah sa'i ketika thawaf qudum tidak usah sa'i lagi.
* Tahallul tsani
* Memotong dam bagi yang belum.
* Melaksanakan thawaf wada' bagi yang akan meninggakan Makkah.
* Berangkat ke tanah air bagi jamaah haji gelombang I dan ke Madinah bagi jamaah haji gelombang II.


C. HAJI IFRAD

Haji Ifrad adalah proses melakukan ibadah haji yang terpisah antara ibadah haji dan ibadah umrah. Dalam ritual ibadah haji Ifrad, yaitu melaksanakan ibadah haji terlebih dahulu kemudian dilanjutkan dengan ibadah umrah. Dalam pelaksanaannya waktu memakai ihram dari miqat dengan niat haji saja, kemudian tetap dalam keadaan ihram sampai selesai haji (hari raya kurban). Setelah selesai melaksanakan ibadah haji baru dilanjutkan dengan melaksanakan ibadah umrah. Yang melaksanakan haji ifrad tidak diharuskan
membayar dam.

CARA HAJI IFRAD BAGI JAMAAH HAJI INDONESIA

Pelaksanaannya
- Bagi jamaah haji gelombang I ihram haji ifradnya mengambil miqot di Zul Hulaifah ( Bir Ali ) Madinah. Bagi jamaah haji gelombang II ihram haji ifradnya mengambil miqot di bandara King Abdul Azis Jeddah.

Urutan kegiatan haji ifrad sebagai berikut :
* Bersuci, mandi berwudhu
* Berpakaian ihrom
* Sholat sunnah ihrom
* Niat ihrom haji dari miqot dengan mengucapkan: " Aku penuhi panggilan Mu Ya Allah untuk berhaji. "
atau

" Aku niat haji dengan berihrom karena Allah Ta'ala.
* Berangkat ke Makkah dengan memperbanyak membaca talbiyah .

Di Makkah

* Masuk kota Makkah, berdo'a
* Masuk Masjidil Haram, berdo'a
* Melihat Ka'bah dan berdo'a
* Melakukan thawaf qudum 7 kali putaran
* Boleh melaksanakan sa'i 7 perjalanan antara bukit Shofa dan bukit Marwah tapi tidak diakhiri dengan gunting/cukur rambut.
* Selesai sa'i masih berihrom
* Selama di Makkah menunggu waktu wukuf tetap dalam keadaan berpakaian ihrom dan tetap mematuhi larangan bagi orang berihrom.
* Tanggal 8 Zulhijjah berangkat ke Arafah.

Di Arafah

* Sampai di Arafah menempati kemah masing masing.
* Menunggu waktu wukuf dengan memperbanyak membaca Al Qur'an, beristighfar, berdzikir.
* Pada tanggal 9 Zulhijjah siang wukuf di Arafah dengan mendengarkan khutbah wukuf
* Sholat dzuhur dan ashar jama' taqdim
* Berdo'a, berdzikir, beristighfar, membaca Al Qur'an.
* Sholat maghrib dan isya jama' taqdim.
* Berangkat ke Muzdalifah membaca talbiyah.

Di Muzdalifah

* Mabit di Muzdalifah sampai tengah malam.
* Mencari kerikil di Muzdalifah untuk melontar jumroh sebanyak 7, 49 atau 70 butir.
* Setelah lewat tengah malam berangkat ke Mina.

Di Mina

* Tanggal 10 Zulhijjah melontar jumroh Aqobah .
* Menggunting / mencukur rambut.
* Tahallul awal.
* Setelah tahallul awal berganti pakaian biasa.
* Tanggal 11 Zulhijjah mabit di Mina dan melontar jumroh Ula, Wustho dan Aqobah masing masing 7 kali lontaran.
* Tanggal 12 Zulhijjah mabit di Mina dan melontar jumroh Ula, Wustho dan Aqobah. Bagi yang ambil Nafar Awal setelah melontar jumroh langsung meninggalkan Mina sebelum maghrib.
* Tanggal 13 Zulhijjah bagi yang ambil Nafar Tsani melontar jumroh Ula, Wustho dan Aqobah. Setelah melontar jumroh meninggalkan Mina.
* Kembali ke Makkah

Di Makkah

* Thawaf ifadhah dan sa'i. Bagi yang sudah melaksanakan sa'i ketika thawaf qudum tidak usah lagi sa'i.
* Potong rambut / bercukur
* Tahallul tsani
* Setelah lewat hari hari tasyriq dapat melaksanakan umroh dengan mengambil miqot dari Tan'im, Ji'ronah atau Hudaibiyah
* Thawaf wada' ketika akan meninggalkan Makkah.
* Setelah thawaf wada' pelaksanaan haji selesai, jamaah haji gelombang I pulang ke tanah air sedangkan jamaah haji gelombang ke II ke Madinah .


PERBUATAN YANG HARAM/DILARANG SAAT HAJI

Orang yang sedang melaksanakan ihram, baik ihram haji atau umrah, dilarang melakukan 10 (sepuluh) perbuatan berikut:

1. Mengenakan pakaian berjahit.
2. Menutup wajah dan tangan bagi perempuan.
3. Menutup kepala dengan sorban atau dengan semisalnya bagi kaum laki-laki.
4. Memakai wangi-wangian.
5. Memotong kuku dan menghilangkan rambut dengan cara dicukur atau digunting, dan atau semisalnya.
6. Jima’ dan pendahuluannya
7. Mendekati perbuatan maksiat
8. Melamar dan melaksanakan akad nikah.
9. Berupaya untuk memburu binatang buruan darat dengan cara membunuh atau menyembelih, atau menunjuk atau memberi isyarat ke tempat binatang buruan
10. Makan sebagian dari daging binatang buruan yang ia ikut andil dalam pemburuannya.


TEMPAT BERSEJARAH

Tempat-tempat bersejarah yang memiliki nilai historis dalam Islam di Makkah dan Madinah adalah sebagai berikut:

DI MAKKAH:

1. Rumah tempat kelahiran Nabi Muhammad SAW, yang berada di kampung Suqelleil. Sekarang rumnah tersebut digunakan sebagai perpustakaan.

2. Rumah bekas kediaman Siti Khadijah binti Khuwallid, yang terletak di gang Al-Hajar di lingkungan pasar kota Mekkah.

3. Jabal Nur (Gua Hira’). Terletak 8 km sebelah utara Masjid Al-Haram. Di gunung inilah Rasulullah SAW menerima wahyu pertama dari Allah SWT melalui malaikat jibril.

4. Jabal Tsur. Terletak 6 km sebelah selatan Mekkah. Di gunung ini Rasulullah saw. bersama sahabat beliau, Abu Bakar r.a., berlindung ketika dikejar oleh kaum Quraisy dalam perjalanan hijrah ke Madinah.

5. Makam Ma’ala. Kuburan umum yang terletak di kampung Ma’ala. Menurut riwayat, di Ma’ala ini terdapat kuburan Khadijah r.a., istri Rasulullah SAW dan sahabat-sahabat beliau yang lain.

6. Ji’ronah. Tempat ini adalah suatu tempat yang terletak di 16 km dari Kota Mekkah. Di tempat ini terdapat sebuah masjid dan sumur yang bernama Bir Thoflah.

7. Jabal Rahmah/Arafah. Bukit ini berada di Padang Arafah. Menurut kisah, di sinilah Adam dan Hawa bertemu setelah keluar dari Taman Firdaus.

8. Mina. adalah nama sebuah kota tua yang terletak di luar kota Mekkah sekitar 5 km. Di tempat ini jama’ah haji melaksanakan salah satu dari wajib haji, yaitu mabit dan melontar tiga jumrah (Aqabah, Ula, dan Wusta).

DI MADINAH:

1. Masjid Quba’
2. Masjid Jum’ah
3. Masjid al-Fateh
4. Masjid al-Kiblatain
5. Masjid al-Royah
6. Masjid al-Ghamamah
7. Masjid al-Syams
8. Masjid al-Maaidah
9. Masjid al-Ijaabah
10. Bi’r Aries
11. Pemakaman Al Baqi’
12. Jabal Uhud
13. Badar
14. Dar Abi Ayyub al Anshary


IBADAH UMRAH

Ibadah umrah disebut juga dengan haji kecil. Ia merupakan ibadah yang tak terpisahkan dengan ibadah haji. Ibadah umrah dapat jufa dilakukan sendiri baik di luar musim haji atau di dalam musim haji.


SYARAT UMROH

Syarat adalah perkara yang harus terpenuhi sebelum melakukan umroh (umrah). Syarat umrah ada 4 (empat)

1. Berakal sehat.
Tidak wajib kepada orang tidak berakal (gila) dan tidak sah jika dilakukan.

2. Baligh. Tidak wajib bagi kanak-kanak. Sah jika dilakukan tetapi tidak mengugurkan kewajipannya mengerjakan umrah setelah dewasa kelak.

3. Mampu. Mampu untuk menunaikannya sendiri ataupun mampu mengerjakannya dengan pertolongan orang lain (badal umrah).

4. Islam. Tidak wajib dan tidak sah bagi orang kafir dan juga orang murtad.


RUKUN UMRAH

Rukun adalah perkara yang harus dilakukan saat beribadah umrah dan tidak sah umrahnya apabila meninggalkan salah satu rukun. Rukun umrah ada 5 (lima) yaitu:

1. Niat.
2. Tawaf. Yaitu mengelilingi Ka'bah sebanyak 7 kali.
3. Sa'i. Lari-lari kecil antara shafa dan marwah 7x
4. Tahallul artinya melepaskan diri dari larangan ihram. Caranya dengan menggunting minimal 3 helai atau memotong rambut setelah selesai tawaf dan sa'i.
5. Tertib. Seluruh prosesi 1 sampai 4 harus urut.


NIAT UMRAH

Niat umrah adalah:

نويت العمرة وأحرمت بها لله تعالى
Teks latin: Nawaitul umrota wa ahromtu biha lillahi ta'ala
Artinya: Saya niat umrah dan ihram umrah karena Allah Ta’ala.

Catatan:

- Saat akan ihram umrah, harus memakai pakaian ihram bagi laki-laki yaitu 2 (dua) helai kain tanpa jahitan.
- Setelah tahallul boleh melepaskan baju ihramnya dan kembali berpakaian normal seperti biasa.


PROSES HAJI JAMAAH HAJI INDONESIA

Bagi jamaah haji Indonesia, proses pelaksanaan ibadah haji ada 2 (dua) macam (a) Jamaah haji gelombang pertama dan (b) Jamaah haji gelombang kedua. Tidak ada perbedaan antara keduanya kecuali tempat miqat. Gelombang pertama bermiqat dari bandara Jeddah sedang gelombang kedua bermiqat dari Birr Ali Madinah.

Proses haji di bawah adalah haji tamattu' yang dilakukan oleh mayoritas jamaah haji Indonesia.

PROSES HAJI JAMAAH GELOMBANG PERTAMA

Jamaah haji gelombang pertama rute perjalanannya adalah: (a) Apabila naik Garuda: Indonesia -> bandara Jeddah -> naik bis ke Madinah untuk ibadah Arba'in selama 7 atau 8 hari -> niat umrah dari miqat Birr Ali -> menuju Makkah

TAHAP PERTAMA: UMRAH

1. Setelah selesai ibadah Arba'in di Masjid Nabawi, jamaah menuju miqat Dzul Hulaifah
2. Berpakaian baju ihram bagi laki-laki dan niat umrah.
3. Naik bis ke Makkah
4. Tawaf di Ka'bah dan sa'i antara Shafa dan Marwah.
5. Umrah selesai dengan tahallul yaitu dengan memotong atau mencukur rambut.
6. Jamaah laki-laki melepas baju ihram dan berpakaian seperti biasa.

TAHAP KEDUA: HAJI

Jamaah berangkat niat haji dari pemondokan masing-masing.

1. Pada pagi 8 Dzulhijjah, jamaah laki-laki memakai pakaian Ihram (dua lembar kain tanpa jahitan sebagai pakaian haji), kemudian berniat haji, dan membaca bacaan Talbiyah.
2. Jamaah kemudian berangkat menuju Mina, sehingga malam harinya semua jamaah haji harus bermalam di Mina.
3. 9 Dzulhijjah, pagi harinya semua jamaah haji pergi ke Arafah. Kemudian jamaah melaksanakan ibadah Wukuf, yaitu berdiam diri dan berdoa di padang luas ini hingga Maghrib datang.
4. Ketika malam datang (malam tanggal 10 Dzulhijjah), jamaah segera menuju dan bermalam di Muzdalifah.
5. 10 Dzulhijjah, setelah pagi di Muzdalifah, jamaah segera menuju Mina untuk melaksanakan ibadah Jumrah Aqabah, yaitu melempar batu sebanyak tujuh kali ke tugu pertala
6. Mmencukur rambut atau sebagian rambut (tahallul kecil). Jamaah laki-laki boleh melepas kain ihram dan berganti pakaian biasa.
7. Jamaah bisa Tawaf Haji (menyelesaikan Haji), atau bermalam di Mina dan melaksanakan jumrah sambungan (Ula dan Wustha).
8. 11 Dzulhijjah, melempar jumrah sambungan (Ula) di tugu pertama, tugu kedua, dan tugu ketiga.
10. 12 Dzulhijjah, melempar jumrah sambungan (Ula) di tugu pertama, tugu kedua, dan tugu ketiga.
11. Sebelum pulang ke negara masing-masing, jamaah melaksanakan Thawaf Wada’ (thawaf perpisahan).


PROSES HAJI JAMAAH GELOMBANG KEDUA

Jamaah berangkat niat haji dari pemondokan masing-masing.

Jamaah haji gelombang kedua rute perjalanannya adalah: dari Indonesia -> bandara Jeddah -> niat Umrah -> menuju Makkah melaksanakan ibadah umrah dan haji -> pergi ke Madinah untuk ibadah Arba'in.

TAHAP PERTAMA: UMRAH

1. Tiba di bandara Jeddah, jamaah haji mandi sunnah
2. Berpakaian baju ihram bagi laki-laki dan niat umrah.
3. Naik bis ke Makkah
4. Tawaf di Ka'bah dan sa'i antara Shafa dan Marwah.
5. Umrah selesai dengan tahallul yaitu dengan memotong atau mencukur rambut.
6. Jamaah laki-laki melepas baju ihram dan berpakaian seperti biasa.

TAHAP KEDUA: HAJI

1. Pada pagi 8 Dzulhijjah, jamaah laki-laki memakai pakaian Ihram (dua lembar kain tanpa jahitan sebagai pakaian haji), kemudian berniat haji, dan membaca bacaan Talbiyah.
2. Jamaah kemudian berangkat menuju Mina, sehingga malam harinya semua jamaah haji harus bermalam di Mina.
3. 9 Dzulhijjah, pagi harinya semua jamaah haji pergi ke Arafah. Kemudian jamaah melaksanakan ibadah Wukuf, yaitu berdiam diri dan berdoa di padang luas ini hingga Maghrib datang.
4. Ketika malam datang (malam tanggal 10 Dzulhijjah), jamaah segera menuju dan bermalam di Muzdalifah.
5. 10 Dzulhijjah, setelah pagi di Muzdalifah, jamaah segera menuju Mina untuk melaksanakan ibadah Jumrah Aqabah, yaitu melempar batu sebanyak tujuh kali ke tugu pertama
6. Mmencukur rambut atau sebagian rambut (tahallul kecil). Jamaah laki-laki boleh melepas kain ihram dan berganti pakaian biasa.
7. Jamaah bisa Tawaf Haji (menyelesaikan Haji), atau bermalam di Mina dan melaksanakan jumrah sambungan (Ula dan Wustha).
8. 11 Dzulhijjah, melempar jumrah sambungan (Ula) di tugu pertama, tugu kedua, dan tugu ketiga.
10. 12 Dzulhijjah, melempar jumrah sambungan (Ula) di tugu pertama, tugu kedua, dan tugu ketiga.
11. Sebelum pulang ke negara masing-masing, jamaah melaksanakan Thawaf Wada’ (thawaf perpisahan).


DOA-DOA HAJI DAN UMRAH

Berdoa hukumnya sunnah selama dalam proses berangkat, selama di Makkah Madinah dan setelah sampai kembali ke rumah.


DOA BERANGKAT HAJI DAN UMRAH

Saat naik kendaraan untuk berangkat haji/umrah sunnah membaca doa-doa berikut:

- Membaca bismillah
- Saat di dalam kendaraan membaca:

الحمد لله، سبحان الذي سخر لنا هذا، وما كنا له مقرنين، وإنا إلى ربنا لمنقلبون
- Membaca alhamdulillah 3x
- Membaca Allahu Akbar 3x
- Membaca doa berikut (berdasar hadits sahih):

سبحانك، اللهم إني ظلمت نفسي، فاغفر لي، فإنه لا يغفر الذنوب إلا أنت
- Ditambah dengan doa berikut:
اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ فِيْ سَفَرِنَا هَذَا الْبِرَّ وَالتَّقْوَى، وَمِنَ الْعَمَلِ مَا تَرْضَى، اللَّهُمَّ هَوِّنْ عَلَيْنَا سَفَرَنَا هَذَا وَاطْوِ عَنَّا بُعْدَهُ، اللَّهُمَّ أَنْتَ الصَّاحِبُ فِي السَّفَرِ وَالْخَلِيْفَةُ فِي اْلأَهْلِ، اللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ وَعْثَاءِ السَّفَرِ وَكَآبَةِ الْمَنْظَرِ وَسُوْءِ الْمُنْقَلَبِ فِي الْمَالِ وَاْلأَهْلِ
Artinya: Ya Allah, kami mohon kepadamu dalam perjalanan ini kebajikan katakwaan dan amal yang Engkau ridhoi Ya Allah, ringankanlah atas kami perjalanan ini, dekatkanlah jaraknya perjalanan ini, Ya Alloh Engkaulah temanku dalam perjalanan ini dan Engkaulah sebagai pengganti yang melindungi keluarga. Ya Allah, aku berlindung kepadaMu dari pada kesusahan perjalanan ini, dari pemandangan yang menyakitkan dan dari nasib yang sial dalam harta dan keluarga.


DOA PULANG/KEMBALI DARI HAJI DAN UMRAH

Bacaan doa dan tata cara berikut dapat dilakukan saat sampai di Tanah Air atau ke rumah:

- Membaca takbir 3x الله أكبر
- Membaca doa berikut (berdasar hadits sahih riwayat Bukhari):

لا إله إلا الله وحده لا شريك له، له الملك وله الحمد، وهو على كل شيء قدير، آيبون تائبون، عابدون ساجدون، لربنا حامدون، صدق الله وعده، ونصر عبده، وهزم الأحزاب وحده
Dalam teks latin: Lailaha illallah wahdahu la syarika lah. Lahulmulku walahulhamdu wahuwa 'ala kulli syai'in qadir. Ayibuna Ta'ibuna, 'abiduna sajidun. Lirabbina hamidun. Shadaqallahu wa'dah. wanashara abdah. wahazamal ahzaba wahdah.


DOA PULANG DARI HAJI/UMRAH SAAT KENDARAAN HAMPIR SAMPAI

Saat kendaraan hampir sampai ke Tanah Air atau kampung halaman, disunnahkan membaca doa berikut (berdasarkan hadits riwayat Ibnus Sunni dalam kitab Al-Adzkar:
اللهم إني أسألك خيرها، وخير أهلها، وخير ما فيها، وأعوذ بك من شرها وشر ما فيها
اللهم اجعل لنا بها قراراً أو رزقاً حسناً، اللهم ارزقنا جناها، وأعذنا من وباها، وحببنا إلى أهلها، وحبب صالحي أهلها إلينا


BACAAN NIAT HAJI

Bacaan niat haji

- Niat haji Tamattu': لبيك عمرة متمتعا بها إلى الحج
- Niat haji Qiran: لبيك عمرة في حجة
atau لبيك عمرة وحجا
- Niat haji Ifrad: لبيك حجا
- Bacaan talbiyah setelah ihram haji: لبيك اللهم لبيك، لبيك لا شريك لك لبيك إن الحمد والنعمة لك والملك لا شريك لك


BACAAN TAWAF (KELILING KA'BAH)

Ada 7 (tujuh) kali putaran tawaf untuk haji atau umrah. Setiap kali putaran ada bacaan doa tersendiri namun ini sifatnya sunnah tidak wajib. Tidak dibaca juga tidak apa-apa. Berikut doanya:

BACAAN DOA TAWAF SAAT DI RUKUN IRAQI

Doa ini dibaca di setiap putaran saat sampai ke Rukun Iraki.


اللهم أعذني من الشرك والكفر والنفاق والشقاق وسوء الأخلاق وسوء المنظر في الأهل والمال والولد

Tulisan latin:
Allahumma aidzni minas Syirki walkufri wan nifaqi was Syiqoqi wa su'il akhlaqi wa su'i mandzori fil ahli walmali walwaladi

BACAAN DOA TAWAF SAAT DI RUKUN SYAMI


اللهم اجعله حجاً مبرورا وسعيا مشكورا وذنبا مغفوراً وتجارة لن تبور. رب اغفر وارحم وتجاوز عما تعلم أنك أنت الأعز الأكرم

Tulisan latin:
Allahummaj'alhu hajjan mabruro wasa'yan masykuro wadzanban maghfuro watijarotan lan taburo. Robbighfir warham watajawaz amma taklam innaka antal a'azzul akrom.

BACAAN DOA TAWAF SAAT DI RUKUN YAMANI

Saat akan melewati pojok Rukun Yamani dianjurkan mengusapnya kalau bisa, kalau tidak cukup melambaikan tangan.


اللهم إني أعوذ بك من الكفر والفقر وعذاب القبر وأسألك العفو والعافية في الدين والدنيا والآخرة والفوز بالجنة والنجاة من النار

BACAAN DOA TAWAF SAAT BERADA DI ANTARA RUKUN YAMANI DAN HAJAR ASWAD


ربنا أتنا في الدنيا حسنة وفي الآخرة حسنة وقنا عذاب النار وأدخلنا الجنة مع الأبرار يا عزيز يا غفار يا رب العالمين

BACAAN DOA TAWAF PUTARA PERTAMA


سبحان الله والحمد لله ولا إله إلا الله والله اكبر ولا حول ولا قوة إلا بالله العلي العظيم والصلاة والسلام على رسول الله. اللهم إيمانا بك وتصديقا بكتابك ووفاء بعهدك وإتباعاً لسنة نبيك وحبيبك محمد صلى الله عليه وسلم اللهم إني أسألك العفو والعافية والمعافاة الدائمة في الدين والدنيا والآخرة والفوز بالجنة والنجاة من النار

BACAAN DOA TAWAF PUTARA KEDUA


للهم أن هذا البيت بيتك والحرم حرمك والأمن أمنك والعبد عبدك وأنا عبدك وابن عبدك وهذا مقام العائذ بك من النار فحرم لحومنا وبشرتنا على النار. اللهم حبب إلينا الإيمان وزينه في قلوبنا وكره إلينا الكفر والفسوق والعصيان واجعلنا من الراشدين. اللهم قني عذاب النار يوم تبعث عبادك. اللهم ارزقني الجنة بغير حساب

BACAAN DOA TAWAF PUTARA KETIGA


اللهم إني أعوذ بك من الشك والشرك والشقاق والنفاق وسوء الأخلاق وسوء المنظر والمنقلب في المال والأهل والولد. اللهم إني أسألك رضاك والجنة وأعوذ بك من سخطك والنار. اللهم أني أعوذ بك من فتنة القبر وأعوذ بك من فتنة المحيا والممات

BACAAN DOA TAWAF PUTARA KEEMPAT


اللهم اجعله حجاً مبرورا وسعيا مشكورا وذنبا مغفورا وعملا صالحا مقبولا وتجارة لن تبور. يا عالم ما في الصدور أخرجني يا الله من الظلمات إلي النور. اللهم إني أسألك موجبات رحمتك وعزائم مغفرتك والسلام من كل إثم والغنيمة من كل بر والفوز بالجنة والنجاة من النار. رب قنعني بما رزقتني وبارك لي فيما أعطيتني وأخلف علي كل غائبة لي منك بخير

BACAAN DOA TAWAF PUTARA KELIMA


اللهم أظلني تحت ظل عرشك يوم لا ظل إلا ظلك ولا باقي إلا وجهك واسقني من حوض نبيك سيدنا محمد صلى الله عليه وسلم شربة هنيئة مريئة لا نظمأ بعدها أبدا. اللهم إني أسألك من خير ما سألك منه نبيك سيدنا محمد صلى الله عليه وسلم وأعوذ بك من شر ما استعاذك منه نبيك سيدنا محمد عليه الصلاة والسلام. اللهم أني أسألك الجنة ونعيمها وما يقربني إليها من قول أو فعل أو عمل وأعوذ بك من النار وما يقربني إليها من قول أو فعل أو عمل

BACAAN DOA TAWAF PUTARA KEENAM


اللهم إن لك علي حقوقا كثيرة فيما بيني وبينك. وحقوقا كثيرة فيما بيني وبين خلقك اللهم ما كان لك منها فاغفره لي وما كان لخلقك فتحمله عني. وأغنني بحلالك عن حرامك وبطاعتك عن معصيتك وبفضلك عمن سواك يا واسع المغفرة. اللهم إن بيتك عظيم ووجهك كريم وأنت يا الله حليم كريم عظيم تحب العفو فاعف عني

BACAAN DOA TAWAF PUTARA KETUJUH



اللهم إني أسألك إيماناً كاملاً ويقيناً صادقا ورزقاً واسعاً وقلباً خاشعاً ولساناً ذاكرا وحلالاً طيباً وتوبة نصوحاً وتوبة قبل الموت وراحة عند الموت ومغفرة ورحمة بعد الموت والعفو عند الحساب والفوز بالجنة والنجاة من النار برحمتك يا عزيز يا غفار رب زدني علما وألحقني بالصالحين

BACAAN DOA DI MULTAZAM SETELAH TAWAF

Setelah tawaf putaran ketujuh, lalu berhenti dan menghadap ke Multazam dan membaca doa berikut:


اللهم يا رب البيت العتيق اعتق رقابنا ورقاب آبائنا وأمهاتنا وإخواننا وأولادنا من النار يا ذا الجود والكرم والفضل والمن والعطاء والإحسان. اللهم احسن عاقبتنا في الأمور كلها وأجرنا من خزي الدنيا وعذاب الآخرة. اللهم إني عبدك وابن عبدك واقف تحت بابك. ملتزم بأعتابك متذلل بين يديك أرجو رحمتك. وأخشى عذابك يا قديم الإحسان. اللهم إني أسألك أن ترفع ذكري. وتضع وزري. وتصلح أمري. وتطهر قلبي وتنور لي في قبري. وتغفر لي ذنبي وأسألك الدرجات العلى من الجنة

Ritual tawaf selesai.

SHALAT DAN BACAAN DOA DI MAQAM IBRAHIM SETELAH TAWAF

Setelah berdoa di Multazam dianjurkan menghadap Maqam Ibrahim dan membaca (واتخذوا من مقام إبراهيم مصلى) setelah itu dianjurkan shalat sunnah dua rakaat. Rakaat pertama membaca Al-Fatihah dan Surah Al-Kafirun, sedang rakaat kedua membaca Al Fatih dan Surah Al-Ikhlas setelah itu membaca doa beirkut:


اللهم إنك تعلم سري وعلانيتي فاقبل معذرتي وتعلم حاجتي فاعطني سؤلي وتعلم ما في نفسي فاغفر لي ذنوبي. اللهم إني أسألك إيمانا يباشر قلبي ويقينا صادقا حتى أعلم أنه لا يصيبني إلا ما كتبت لي رضا منك بما قسمت لي. أنت وليي في الدنيا والآخرة توفني مسلماً وألحقني بالصالحين. اللهم لا تدع لنا في مقامنا هذا ذنبا إلا غفرته ولا هماً إلا فرجته ولا حاجة إلا قضيتها ويسرتها. فيسر أمورنا وأشرح صدورنا ونور قلوبنا واختم بالصالحات أعمالنا. اللهم توفنا مسلمين وأحيينا مسلمين والحقنا بالصالحين غير خزايا ولا مفتونين

SHALAT DAN BACAAN DOA DI HIJIR ISMAIL

Hijir Ismail adalah bagian dari Ka'bah. Di sini sunnah shalat 2 rokaat dan membaca doa berikut:


اللهم أنت ربي. لا إله إلا أنت خلقتني وأنا عبدك وأنا على عهدك ووعدك ما استطعت. أعوذ بك من شر ما صنعت أبؤ لك بنعمتك علي وأبؤ بذنبي فاغفر لي فإنه لا يغفر الذنوب إلا أنت. اللهم إني أسألك من خير ما سألك به عبادك الصالحون. وأعوذ بك من شر ما إستعاذك منه عبادك الصالحون. اللهم بأسمائك الحسنى وصفاتك العليا طهر قلوبنا من كل وصف يباعدنا عن مشاهدتك ومحبتك وأمتنا على السنة والجماعة والشوق إلي لقائك يا ذا الجلال والإكرام. اللهم نور بالعلم قلبي واستعمل بطاعتك بدني وخلص من الفتن سري واشغل بالاعتبار فكري وقني شر وساوس الشيطان وأجرني منه يا رحمن حتى لا يكون له علي سلطان ربنا إننا آمنا فاغفر لنا ذنوبنا وقنا عذاب النار

BACAAN DOA SETELAH MINUM AIR ZAMZAM

Setelah dari Hijir Ismail disunnahkan pergi ke air Zamzam dan meminum air. Setelah itu berdoa sbb:

اللهم إني أسألك علما نافعاً ورزقاً واسعاً وشفاء من كل داء وسقم. برحمتك يا أرحم الراحمين

BACAAN DOA SETELAH KELUAR MAASJID DAN AKAN SA'I KE SHAFA DAN MARWAH

Sebelum keluar masjid untuk bersa'i, maka disunnahkan untuk mencium Hajar Aswad atau melambaikan tangan dari jauh kalau tidak memungkinkan dan saat keluar masjid membaca doa berikut:


بسم الله والحمد لله. اللهم صلي على سيدنا محمد وعلى آله. اللهم اغفر لي ذنوبي وافتح لي أبواب فضلك

- Saat naik ke bukit Shafa dan menghadap Ka'bah membaca bacaan berikut 3x: لا إله إلا الله وحده لا شريك له له الملك وله الحمد وهو على كل شيء قدير، لا إله إلا الله وحده أنجز وعده، ونصر عبده وهزم الأحزاب وحده
- Doa di atas juga dibaca saat sampai ke bukit Marwah.
- Bacaan saat pergi dari Mina (tanggal 8 Dzulhijjah) menuju Arafah (tanggal 9 Dzulhijjah): boleh membaca talbiyah atau takbir atau keduanya.
- Bacaan saat di Arafah: لا إله إلا الله وحده لا شريك له، له الملك وله الحمد وهو على كل شيء قدي
- Bacaan saat di Masy'aril Haram: menghadap Qiblat, berdoa, bertakbir, dan baca tahlil
- Bacaan saat melempar Jumrah: bertakbir setiap melempar Jumrah setelah selesai lelau menghadap Qiblat dan berdoa pada Jumrah Ula dan Jumrah Tsani (Kedua).
- Doa saat menyembelih Qurban: بسم الله، والله أكبر


BACAAN DOA SETELAH SA'I


ربنا تقبل منا وعافنا واعف عنا وعلى طاعتك وشكرك أعنا وعلى غيرك لا تكلنا وعلى الإيمان والإسلام الكامل جمعاً توفنا وأنت راض عنا. اللهم ارحمني بترك المعاصي أبداً ما أبقيتني وارحمني أن أتكلف ما لا يعنيني وأرزقني حسن النظر فيما يرضيك عني يا أرحم الراحمين


BACAAN DOA DI PADANG ARAFAH

Wukuf atau tinggal di padang Arafah adalah salah satu rukun haji. Tanpanya haji kita tidak sah. Sedangkan berdoa hukumnya sunnah. Untuk doa di Padang Arafah silahkan lihat di sini.


TEMPAT MIQAT IBADAH HAJI DAN UMRAH

Miqat adalah tempat dimulainya jamaah melaksanakan ibadah haji atau umrah. Miqat ada 5 (lima) tempat yaitu:

1. Dzul Hulaifah 10 km dari kota Madinah berjarak 428 dari Makkah. Miqat bagi jamaah yang berasal dari Madinah atau yang mendekati Makkah dari arah ini.
2. Juhfah yang berjarak 190 km dari baratlaut Makkah. Miqat bagi jamaah dari arah Syria (Suriah) .
3. Yalamlam berjarak 50 km sebelah tenggara Makkah. Miqat jamaah dari Yaman atau dari arah ini seperti China, Jepang, India, Pakistan yang datang dengan kapal laut.
4. As-Sail al-Kabir atau Al-Qarnul Manazil berjarak 90 km sebelah timur Makkah. Miqat Jamaah dari Najd.
5. Dzatu Irq atau Ad-Darbiyah berjarak 85 km dari arah timur laut Makkah

CATATAN:

- Miqat-miqat ini berlaku bagi jamaah yang lewat di kawasan tersebut baik penduduk asli atau bukan.
- Jamaah yang tidak melewati kelima miqat di atas hendaknya berihram saat lurus dengan miqat terdekat.
- Jamaah yang berada di dalam batas-batas miqat seperti penduduk Jeddah dan Makkah maka dapat ihram dari tempat dia tinggal.


TEMPAT-TEMPAT IBADAH HAJI

1. Miqat, untuk mandi besar, berpakaian ihrom, melafadzkan niat haji
2. Arafah, untuk shalat dzuhur dan ashar, mendengarkan khutbah Arafah dan wuquf
3. Muzdalifah, untuk mabit, berzikir dan mengambil kerikil
4. Mina, untuk melempar jumroh, berqurban, bercukur, mabit dan berzikir pada hari-hari tasyriq.
5. Masjidil Haram, untuk Thawaf Ifadhah, shalat sunnah thawaf dan sa’i diantara safa dan marwah, Thawaf Wada’


ISTILAH-ISTILAH DALAM IBADAH HAJI DAN UMRAH

Aqabah adalah salah satu tempat pelemparan jumrah, dengan nama jumrah Aqabah. (Tempat pelemparan jumrah lainnya adalah : Ula dan Wustha)

Arafah Tempat jamaah haji melakukan Wukuf. Setiap tanggal 9 Zulhijah Arafah didatangi umat Islam seluruh dunia untuk melakukan Wukuf.

Arbain Kegiatan shalat wajib (5 waktu setiap hari) yang dilaksanakan berturut-turut selama 8 hari, sehingga total 40 kali sholat wajib di Masjid Nabawi Madinah

Bier Ali atau Dzul Hulaifah Merupakan tempat Miqat (mulai memakai ihram).

Dam Denda bagi mereka yang melakukan pelanggaran ketentuan saat menunaikan Ibadah Haji atau Umroh

Gua Hira Gua tempat Nabi Muhammad s.a.w menerima wahyu pertama (Surat Al-Alaq, ayat 1-5). Gua ini terletak di Bukit/Jabal Nur.Sekitar 5 km di utara kota Mekah.

Ihram ialah berniat untuk memulai mengerjakan Ibadah Haji atau Umroh, dengan mengucapkan lafazh niat (tidak hanya dalam hati)

Jamarat, merupakan kata jamak dari Jumroh.

Jumrah Tempat pelemparan kerikil di Mina.

Kiswah Penutup Ka'bah. Pada Kiswah dihiasi tulisan ayat suci Al Qu'an yang disulam.

Mabit Bermalam beberapa hari atau berhenti sejenak untuk mempersiapkan pelaksanaan melontar jumroh. Mabit dilakukan di Muzdalifah dan Mina.

Miqat adalah tempat atau waktu untuk memulai berniat ihram.

Multazam adalah dinding yang terletak diantara Hajar Aswad dan pintu Ka'bah. Merupakan tempat yang sanqat dianjurkan untuk berdoa.

Nafar Awal adalah jika jama'ah meninggalkan Mina pada tgl 12 Zulhijah. Disebuat Nafar Awal krn jamaah lebih dulu meninggalkan Mina,utk kembali ke Mekah dan hanya melontar jumroh 3 hari.Total kerikil yang dilontar jamaah Nafal Awal adalah 49 butir.

Nafar Tsani atau Nafar Akhir jika jamaah melontar jumroh selama 4 hari (tgl : 10,11,12 dan 13 Zulhijah). Sehingga jumlah batu yang dilontar 70 kerikil. Jamaah baru meninggalkan Mina tgl 13 Zulhijah.

Rukun Haji adalah kegiatan yang harus dilakukan dalam Ibadah Haji. Jika tidak dikerjakan maka Hajinya tidak sah.

Sa'i adalah berjalan kaki atau lari-lari kecil antara Bukit Safa dan Bukit Marwah. Dengan total 7.

Tahallul adalah mencukur seluruh rambut atau memotong sedikit rambut. Dengan tahalul berarti sudah bebas dari larangan-larangan saat ihram ibadah Haji atau Umroh.

Talang Emas (Mizhab) yang terdapat pada Ka'bah. Posisi Talang Emas ini terletak di atas Hijir Ismail.

Talbiyah adalah bacaan: Labbaik Allahumma labbaik, labbaik laa Syariika laka labbaik, innal hamda wan ni'mata laka wal mulk laa syariika lak.

Tawaf Mengelilingi Ka'bah sebanyak 7 putaran

Tawaf Ifadah disebut juga Tawaf Rukun adalah salah satu rukun haji yang harus dilaksanakan sendiri. Jika tidak dilaksanakan, hajinya dinyatakan batal.

Tawaf Qudum atau Tawaf Salam atau Tawaf Selamat Datang saat baru tiba di Makkah

Tawaf Wada adalah Tawaf perpisahan yang dilakukan ketika akan pulang ke tanah air masing-masing.


NAMA 4 (EMPAT) POJOK KA'BAH

Setiap pojok (bahasa Arab: rukn) Ka'bah memiliki nama sendiri-sendiri sbb:

1. Pojok sebelah timur: Hajar Aswad
2. Pojok sebelah utara: Rukun Iraqi
4. Pojok sebelah barat: Rukun Syami
5. Pojok sebelah selatan: Rukun Yamani

Puasa Syawal dan Dzulhijjah

Puasa Syawal dan Dzulhijjah
Puasa Syawal adalah puasa yang dilakukan pada bulan Syawal (setelah puasa Ramadhan) selama 6 hari. Hukum Puasa 6 Hari Bulan Syawal adalah sunnah. Bulan lain setelah Syawal yang disunnahkan berpuasa adalah bulan Dzulhijjah. Bulan Dzulhijjah disebut juga dengan Bulan Haji dan Qurban karena pada bulan inilah ibadah dan ritual haji dilaksanakan. Pada bulan Dhulhijjah ini disunnahkan melakukan puasa sunnah terutama pada tanggal 8 yang disebut dengan hari Tarwiyah dan tanggal 9 atau hari Tasu'a. Selain kedua hari tersebut, disunnahkan juga berpuasa pada tanggal 1 sampai 7 Dzulhijjah. Baik puasa Syawal maupun puasa Dzulhijjah adalah puasa sunnah yang baik dilakukan tapi boleh juga ditinggalkan. Bagi seorang istri, melakukan puasa sunnah harus atas seijin suami.

DAFTAR ISI

PUASA SUNNAH BULAN SYAWAL

Puasa sunnah pada bulan Syawal adalah pada 6 (enam) hari setelah hari lebaran Idul Fitri yaitu pada tanggal 2, 3, 4, 5, 6, dan 7. Namun dapat juga melakukannya selama 6 hari pada tanggal/hari yang lain asalkan masih dalam bulan Syawal.


DALIL DASAR PUASA 6 (ENAM) HARI BULAN SYAWAL

- Hadits riwayat Muslim, Abu Dawud, Tirmidzi dan Ibnu Majah
من صام رمضان ثم أتبعه بست من شوال فكأنما صام الدهر كله

Artinya: Barangsiapa berpuasa Ramadhan kemudian diikuti dengan puasa 6 (enam) hari bulan Syawal, maka (pahalanya) seperti puasa satu tahun penuh.

- Hadits riwayat Nasa'i

جعل الله الحسنة بعشر أمثالها فشهر بعشرة أشهر وصيام ستة أيام تمام السنة
Artinya: Allah menjadikan kebaikan dengan 10 kali lipat. Maka satu bulan sama dengan 10 bulan. Dan puasa enam hari sama dengan setahun penuh.

- Hadits riwayat Ibnu Khuzaimah

صيام شهر رمضان بعشرة أمثالها وصيام ستة أيام بشهرين فذلك صيام السنة
Artinya: Puasa sebulan Ramadan pahalanya 10x lipat. Puasa enam hari bulan Syawal sama dengan dua bulan. Maka jumlahnya sama dengan setahun penuh.

HUKUM PUASA 6 HARI BULAN SYAWAL

Hukumnya sunnah yakni berpahala bagi yang melakukan tapi tidak berdosa bagi yang meninggalkan. Berdasarkan hadits-hadits di atas, maka kebanyakanاulama fiqih sepakat atas sunnahnya berpuasa selama 6 hari pada bulan Syawal setelah sebulan penuh berpuasa Ramadan.

Hanya Imam Malik yang menyatakan bahwa puasa bulan Syawal hukumnya makruh dengan alasan karena takut umat Islam berkeyakinan puasa Syawal sebagai bagian dari puasa Ramadan.

WAKTU PUASA SYAWAL ENAM HARI

Terjadi perbedaan ulama fiqih tentang waktu pelaksanaan puasa Syawal. Apakah harus berpuasa langsung sehari setelah Idul Fitri yaitu mulai tanggal 2 bulan Syawal karena ada kata [أتبعه] dalam hadits atau asalkan dilakukan pada bulan Syawal?

Yusuf Qardhawi berpendapat bahwa puasa Syawal tidak harus dilakukang langsung sehari setelah hari raya dan tidak harus berturut-turut. Yang penting dilakukan selama bulan Syawal maka akan mendapat keutamaan (fadhilah) puasa Syawal seperti disebut dalam hadits.

BACAAN NIAT PUASA SYAWAL ENAM HARI

Niat puasa Syawal dapat dilakukan pada pagi hari sampai sebelum waktu dhuhur seperti umumnya niat puasa sunnah yang lain.

Adapun lafadz/teks bacaan niat puasa Syawal sbb:
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ ِستَةٍ ِمنْ شَوَالٍ سُنَةً ِللَه تَعَالَي
Artinya: Saya niat berpuasa sunnah enam haru bulan Syawal karena Allah.

Catatan: Niat cukup diucapkan dalam hati-hati dan tidak harus dalam bahasa Arab.


PUASA BULAN DZULHIJJAH

Puasa pada hari-hari tertentu di bulan Dzulhijjah atau bulan ke-12 dalam kalender Islam hukumnya sunnah. Yaitu pada 10 hari pertama dan terutama puasa tarwiyah (tanggal 8), dan puasa Arafah (tanggal 9 Dzulhijjah).


HUKUM DAN DALIL DASAR PUASA BULAN DZULHIJJAH

- QS Al-Hajj 22:27 - 28
وَأَذِّنْ فِي النَّاسِ بِالْحَجِّ يَأْتُوكَ رِجَالاً وَعَلَى كُلِّ ضَامِرٍ يَأْتِينَ مِنْ كُلِّ فَجٍّ عَمِيقٍ * لِيَشْهَدُوا مَنَافِعَ لَهُمْ وَيَذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ فِي أَيَّامٍ مَعْلُومَاتٍ
Artinya: Dan berserulah kepada manusia untuk mengerjakan haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki, dan mengendarai unta yang kurus yang datang dari segenap penjuru yang jauh, supaya mereka menyaksikan berbagai manfaat bagi mereka dan supaya mereka menyebut nama Allah pada hari yang telah ditentukan...

Menurut Ibnu Katsir dalam Tafsir Ibnu Katsir III/239 yang dimaksud dengan kata " أَيَّامٍ مَعْلُومَاتٍ" adalah 10 hari bulan Dzulhijjah.

- QS Al-Fajr 35:1-2 وَالْفَجْرِ * وَلَيَالٍ عَشْرٍ
Artinya: Demi fajar, dan malam yang sepuluh,

Menurut Tabari dalam Tafsir Tabari VII/514 dan Tafsir Ibnu Katsir IV/535 yang dimaksud "وَلَيَالٍ عَشْرٍ" adalah 10 hari pertama bulan Dzulhijjah

- Hadits riwayat Abu Daud no. 2438

ما من أيامٍ العمل الصالح فيها أحبُّ إلى الله من هذه الأيامِ ( يعني أيامَ العشر ) . قالوا : يا رسول الله ، ولا الجهادُ في سبيل الله ؟ قال : ولا الجهادُ في سبيل الله إلا رجلٌ خرج بنفسه وماله فلم يرجعْ من ذلك بشيء
Maknanya: Tidak ada amal salih yang paling disukai Allah selain hari-hari ini (yakni 10 hari Zulhijjah). Mereka berkata: Wahai Rasulullah tidakkah (lebih disukai) jihad? Nabi bersabda: Tidak kecuali seorang lelaki yang keluar dengan diri dan hartanya lalu pulang tanpa membawa apapun.

- Hadits riwayat Abu Daud, Baihaqi, Ahmad, al-Bayhaqi, Ibn ‘Asakir dan al-Tahawi

عَنْ بَعْضِ أَزْوَاجِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، قَالَتْ : كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : ” يَصُومُ تِسْعَ ذِي الْحِجَّةِ ، وَيَوْمَ عَاشُورَاءَ ، وَثَلَاثَةَ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ أَوَّلَ اثْنَيْنِ مِنَ الشَّهْرِ ، وَخَمِيسَيْنِ
Artinya: Bahwa Rasulullah saw biasanya berpuasa 9 hari Zulhijah, hari ‘Ashuraa’, 3 hari setiap bulan iaitu Senin pertama dan 2 Kamis terawal.


WAKTU PUASA BULAN DZULHIJJAH

Puasa sunnah pada bulan Dzulhijjah yaitu sejak tanggal 1 sampai tanggal 9 Dzulhijjah (Lihat dalil hadits di atas).


NIAT PUASA BULAN DZULHIJJAH

Niat puasa sunnah Dzulhijjah, sebagaimana puasa sunnah lain, dapat dilakukan pada malam hari atau siang hari sebelum masuk waktu Dzuhur (tergelincirnya matahari).

NIAT PUASA TANGGAL 1 SAMPAI 7 DZULHIJJAH

نويت صوم شهر ذي الحجة سنة لله تعالي
Teks latin: Nawaitu shauma syahri Dzilhijjah sunnatan liLlahi ta'ala

Artinya: Saya niat puasa sunnah bulan Dzulhijjah karena Allah Ta'ala

NIAT PUASA TARWIYAH (TANGGAL 8 ZULHIJJAH)


نويت صوم التروية سنة لله تعالي
Teks latin: Nawaitu shaumat Tarwiyata sunnatan liLlahi Ta'ala
Artinya: Saya niat puasa sunnah Tarwiyah karena Allah Taala

NIAT PUASA AROFAH (TANGGAL 9 DZULHIJJAH)


نويت صوم عرفة سنة لله تعالي

Teks latin: Nawaitu shaumat Arafata sunnatan liLlahi Ta'ala
Artinya: Saya niat puasa sunnah Arafah karena Allah Taala

Friday, May 03, 2019

Puasa Ramadhan

Puasa Ramadhan
Tuntunan puasa Ramadhan (ramadlan, ramadan) dan puasa sunnah: syarat, rukun, yang membatalkan, kewajiban bagi yang tidak puasa, dll. Puasa adalah salah satu dari rukun (pilar) Islam yang lima di samping baca syahadat, shalat, zakat, dan haji. Oleh karena itu, wajib bagi setiap muslim melaksanakannya dan mengetahui serta memahami segala ilmu yang berkaitan dengan puasa Ramadhan.

DAFTAR ISI
  1. Dalil Wajib Puasa Ramadan
  2. Syarat Puasa
  3. Rukun Puasa
  4. Perkara Yang Membatalkan Puasa
  5. Niat Puasa Ramadhan
  6. Doa Setelah Buka Puasa Ramadhan
  7. Orang Yang Boleh Tidak Puasa Ramadan
  8. Kewajiban Orang yang Tidak Puasa Ramadhan
    1. Kewajiban Orang Tidak Puasa Ramadhan Karena Musafir, Sakit, Haid, Nifas
    2. Kewajiban Orang Tidak Puasa Ramadhan Karena Menyusui
    3. Kewajiban Orang Tidak Puasa Ramadhan Karena Hamil
    4. Kewajiban Orang Tidak Puasa Ramadhan Karena Hubungan Intim (Jimak)
    5. Kewajiban Orang Tidak Puasa Ramadhan Karena Tua, Jompo, Sakit Tidak Sembuh-sembuh
  9. Amalan Sunnah Saat Puasa
  10. Amalan Makruh Saat Puasa
  11. Yang Membatalkan Pahala Puasa
  12. Perkara yang Membatalkan Keabsahan Puasa
  13. Pengertian Jauf Menurut Mazhab Empat
  14. CARA KONSULTASI SYARIAH ISLAM



DASAR WAJIBNYA PUASA RAMADHAN
1. Al-Quran Surah (QS) Al-Baqarah 2:183:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
Aartinya: Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kalian berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kalian bertakwa, (QS Al-Baqarah 2:183)

2. Hadits Bukhari & Muslim (muttafaq alaih)
بني الإسلام على خمس: شهادة أن لا إله إلاالله وأن محمدا رسول الله ، وإقام الصلاة ، ةإيتاء الزكاة ، والحج ، وصوم رمضان

Artinya: Islam dibangun atas lima perkara: kesaksian tidak ada tuhan selain Allah dan bahwa Muhammad adalah utusan Allah, mendirikan shalat, menunaikan zakat, haji, puasa Ramadhan.

3. Ijmak (kesepakatan) ulama. Semua ulama sejak dari kalangan Sahabat, Tabi'in, Tabi'it-tabi'in dan empat madzhab, dst sepakat atas wajibnya puasa Ramadhan.

Karena itu, orang yang ingkar atas wajibnya puasa Ramadhan dihukumi kafir.


SYARAT-SYARAT PUASA

Dalam mazhab Syafi'i, syarat puasa ada dua macam yaitu syarah wajib dan syarat sahnya puasa.

Syarat Wajibnya Puasa

1. Baligh
2. Islam
3. Berakal sehat
4. Mampu secara fisik dan syariah

Syarat Sahnya Puasa

1. Beragama Islam saat puasa
2. Tamyiz
3. Tidak sedang haid, nifas, melahirkan saat puasa walaupun tidak ada darah saat melahirkan.
4. Waktunya bisa untuk puasa (bukan waktu yang haram).

Catatan:

- Syarat sahnya puasa ini berlaku juga untuk puasa di luar Ramadhan baik puasa qadha atau puasa sunnah.
- syarat puasa adalah sesuatu yang harus terpenuhi sebelum melaksanakan puasa.


RUKUN/FARDHU-NYA PUASA

Rukun puasa dalam madzhab Syafi'i ada 4 (empat) berdasarkan kitab Fathul Qorib yaitu:

1. Niat dalam hati. Puasa dianggap tidak sah tanpa disertai dengan niat yang dilakukan di malam hari sebelum subuh (terbitnya fajar).
2. Menahan diri dari makan dan minum walaupun sedikit.
3. Menahan diri dari jimak (melakukan hubungan intim dengan suami/istri)
4. Menahan diri dari muntah yang disengaja.

Catatan: rukun puasa adalah sesuatu yang harus dilakukan saat pelaksanaan puasa.


NIAT PUASA RAMADHAN DALAM BAHASA ARAB

Niat diucapkan dalam hati tapi boleh juga sekaligus diucapkan secara lisan. Niat puara Ramadhan harus diucapkan malam hari mulai awal malam (terbenam matahari) sampai sebelum waktu Subuh.


نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ اَدآءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ هَذِهِ السَّنَةِ لِلّهِ تَعَالَى

Artinya: Saya niat puasa besok untuk melaksanakan kewajiban puasa Ramadhan tahun ini karena Allah ta'ala.


DOA SETELAH BUKA PUASA RAMADHAN

DOA I:

اَللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْت
Artinya: Ya Allah, untuk-Mu aku berpuasa dan dengan rezeki-Mu aku berbuka.

DOA II:

ذَهَبَ الظَّمَأُ، وابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ، وثَبَتَ اْلأَجْرُ إِنْ شَاءَاللهُ
Artinya: Telah hilanglah dahaga, telah basahlah kerongkongan, semoga ada pahala yang ditetapkan, jika Allah menghendaki.

DOA III:

اَللَّهُمَّ إنِّي أَسْألُكَ بِرَحْمَتِكَ الَّتِي وَسِعَتْ كُلَّ شَيْءٍ، أنْ تَغْفِرَ لِيْ

Artinya: Ya Allah, aku memohon rahmatmu yang meliputi segala sesuatu, yang dengannya engkau mengampuni aku.


YANG MEMBATALKAN PUASA

Berikut perkara-perkara yang membatalkan puasa Ramadhan atau puasa sunnah.

1. Sampainya sesuatu benda padat atau cair ke dalam perut/rongga atau kepala seperti mulut, kuping, dll atau yang tertutup
2. Sampainya sesuatu benda padat atau cair ke dalam perut/rongga yang tertutup.
3. Masuknya obat melalui jalan depan (kemaluan) atau belakang (anus).
4. Muntah secara sengaja.
5. Hubungan intim (jimak) suami istri dengan sengaja.
6. Keluar sperma selain jimak seperti onani, mengkhayal, atau mencium istrinya.
7. Haid
8. Nifas.
9. Gila
10. Murtad atau keluar dari Islam.

CATATAN:

(a) Yang dimaksud jalan/lobang/rongga terbuka (al-jauf al-munfatihi الجوف)المنفتح) dalam poin 1 adalah mulut, hidung, mata, kuping, lubang/saluran kencing, dubur (anus), jalan depan (qubul/kemaluan).

(b) Intinya adalah orang yang puasa harus menahan diri (imsak) dari masuknya sesuatu benda ke dalam sesuatu yang disebut al-jauf (perut/rongga dalam tubuh).


ORANG YANG BOLEH TIDAK PUASA RAMADAN

Puasa Ramadhan pada bulan Ramadhan itu wajib kecuali orang-orang yang berada dalam keadaan di bawah ini yang boleh tidak puasa tapi tetap wajib qadha (mengganti) di hari lain:

1. Safar/musafir (perjalanan)
2. Sakit.
3. Mengandung dan menyusui.
4. Jompo, atau usia lanjut.


AMALAN SUNNAH SELAMA PUASA

1. Sahur walaupun dengan seteguk air,
2. Menyegerakan berbuka (takjil).
3. Berdo’a ketika akan berbuka.
4. Menahan anggota tubuh untuk tidak melakukan hal hal yang bisa mengurangi pahala puasa.
5. Berusaha untuk mandi janabah atau mandi setelah haidh atau nifas sebelum
fajar, agar puasanya sejak pagi sudah dalam keadaan suci, walaupun jika mandinya dilakukan setelah fajar tetap puasanya dianggap sah.
6. Memberi makan pada orang lain untuk berbuka puasa, baik makanan ringan,
minuman atau lainnya, walaupun yang lebih utama adalah yang mengenyangkan.
7. I’tikaf, terutama pada sepuluh hari yang terakhir di bulan Ramadhan.


AMALAN MAKRUH SELAMA PUASA

1. Puasa wishol (dua hari bersambung tanpa berbuka).
2. Melakukan hubungan mesra dengan istri tanpa bersetubuh, seperti mencium, meraba, dan lain lain, karena dikhwatirkan bisa mengeluarkan air mani yang bisa membatalkan puasa, dan dikhawatirkan jatuh dalam persetubuhan yang haram untuk dilakukan, yang bisa memberatkan dalam hukuman.
3. Berlebih lebihan dalam melakukan hal yang mubah, seperti mencium wangi-wangian disiang hari bulan Ramadhan.
4. Mencicipi makanan, karena dikhawatirkan bisa tertdlan dan bisa tercampur ludah yang kemudian tertelan.
5. Berkumur dan istinsyaq (menghirup air dengan hidung) secara berlebihan, karena dikhwatirkan bisa tertelan yang mengakibatkan puasanya menjadi batal.


YANG MEMBATALKAN PAHALA PUASA

Perilaku yang membuat puasa seseorang tetapi sah, tapi tidak mendapat pahala dan fadhilah puasa

1. Ghibah (gosip)
2. Adu domba
3. Berbohong
4. Memandang lawan jenis dengan syahwat
5. Sumpah palsu.
6. Berkata jorok, porno atau jelek

Rasulullah SAW bersabda :
خمس يفطّرن الصائم الكذب والغيبة والنميمة واليمين الكاذبة والنظر بشهوة

Artinya: Lima perkara yang membatalkan (pahala) puasa: berbohong, ghibah (gosip), adu domba, sumpah palsu dan melihat dengan syahwat “ (H.R. Anas)


KEWAJIBAN BAGI YANG TIDAK PUASA RAMADAN

Orang yang tidak puasa Ramadhan baik karena sengaja atau tidak atau karena ada udzur memiliki kewajiban-kewajiban tertentu sesuai dengan sebab tidak puasanya sebagai berikut:


KEWAJIBAN ORANG TIDAK PUASA RAMADAN KARENA SAKIT, MUSAFIR, HAID, NIFAS

Orang-orang yang tidak puasa karena sebab-sebab di atas harus mengganti (qadha) puasanya pada hari lain di luar bulan Ramadhan.

Allah berfirman dalam QS. Al-Baqarah 2:185: وَمَن كَانَ مَرِيضًا أَوْ عَلَى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ أَيَّامٍ أُخَرَ يُرِيدُ اللهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلاَ يُرِيدُ بِكُمُ الْعُسْرَ

Artinya: Dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu.


KEWAJIBAN ORANG TIDAK PUASA RAMADAN KARENA MENYUSUI

Ibu yang menyusui yang tidak puasa Ramadhan ada dua tipe:
(a) Tidak puasa karena takut atas kesehatan dirinya seperti akan berakibat sakit maka boleh tidak berpuasa dan wajib meng-qadha tanpa harus membayar kafarat/fidyah.
(b) Tidap puasa karena kuatir akan kesehatan anaknya seperti takut sedikitnya ASI (Air Susu Ibu), ia boleh tidak puasa Ramadan tapi wajib mengganti (qadha) dan membayar kaffarah/fidyah 1 (satu) mud untuk setiap hari yang ditinggalkan.


KEWAJIBAN ORANG TIDAK PUASA RAMADAN KARENA HAMIL

(a) Tidak puasa karena takut atas kesehatan dirinya seperti akan berakibat sakit maka boleh tidak berpuasa dan wajib meng-qadha tanpa harus membayar kafarat/fidyah.
(b) Tidap puasa karena kuatir akan kesehatan anaknya seperti takut gugurnya kandungan, ia boleh tidak puasa Ramadan tapi wajib mengganti (qadha) dan membayar kaffarah/fidyah 1 (satu) mud untuk setiap hari yang ditinggalkan.


KEWAJIBAN ORANG TIDAK PUASA RAMADAN KARENA HUBUNGAN INTIM (JIMAK)

Pasutri (pasangan suami istri) yang melakukan hubungan seks/intim (jimak) pada siang hari bulan Ramadhan dalam keadaan berpuasa maka puasanya batal. Keduanya wajib (a) meng-qadha puasanya; dan (b) membayar kaffarah/denda berupa: (i) memerdekakan budak perempuan yang muslim; atau (ii) puasa 2 bulan berturut-turut; atau (iii) memberi makan 60 orang miskin/fakir masing-masing 1 (satu) mud atu 6.75 ons.


KEWAJIBAN ORANG TIDAK PUASA RAMADAN KARENA TUA, JOMPO, SAKIT TIDAK SEMBUH-SEMBUH

Orang-orang ini boleh tidak berpuasa apabila tidak mampu melakukannya. Tidak wajib meng-qadha (mengganti) puasa yang ditinggalkan. Tapi wajib membayar kaffarah/fidya berupa memberi makan orang miskin 1 (mud)/6.75 ons beras setiap hari.

1 (satu) mud sama dengan 6,75 ons


PERKARA YANG MEMBATALKAN KEABSAHAN PUASA

Beberapa hal yang dapat membatalkan puasa dan membuat puasa Ramadhan-nya tidak sah dan harus diulangi (diqadha) pada bulan yang lain adalah sebagai berikut:

1. Memasukkan Suatu Benda Dengan Sengaja ke Dalam Lubang (Rongga, Jauf). Seperti makan dan minum (QS. al-Baqarah, 2: 187). Masuknya benda ke dalam rongga tubuh (Arab, jauf, jawf) dapat membatalkan puasa. Yang dimaksud rongga tubuh tidak hanya hidung dan mulut, tapi mencakup juga rongga-rongga tubuh yang lain yang detailnya terjadi perbedaan pendapat antara ulama mazhab empat (lihat: Makna Jauf menurut Ulama Fikih Mazhab Empat)
2. Melakukan Hubungan Seksual dengan Sengaja.
3. Mengobati Kemaluan dan Dhubur.
Pengobatan yang dilakukan pada salah satu dari dua jalan (kemaluan dan dubur) atau kedua-duanya, bagi orang yang sakit, membatalkan puasa.
4. Muntah Disengaja
5. Keluar Air Mani Sebab Bersentuhan.
6. Haid
7. Nifas
8. Gila
9. Murtad


PENGERTIAN JAUF (RONGGA) MENURUT ULAMA FIKIH MAZHAB EMPAT

Ulama mazhab empat (Maliki, Hanafi, Syafi'i, Hanbali) sepakat bahwa masuknya benda ke dalam jauf (rongga) tubuh dapat membatalkan puasa. Namun mereka berbeda pendapat tentang rongga atau lubang tubuh apa saja yang membatalkan puasa apabila kemasukan benda dari luar.

1. Madzhab Syafi'i
Jauf itu ialah otak dan hulu kerongkongan sampai usus dan lambung. mulut bagian dalam itu sudah termasuk Jauf, yaitu tempat keluarnya huruf Ha (kecil - ح) yang berada di awal bagian tenggorokan (Ibnu Hajar Al-Haitami dalam Tuhfatul Muhtaj).

2. Mazhab Hanbali
Yang dimaksud Jauf dalam fiqih shaum itu ialah Ma'idah [معدة], yaitu lambung sebagai tempat makanan dan tempat pencernaannya. Kalau hanya masuk kedalam rongga namun tidak sampai lambung atau usus, maka tidak dikatakan membatalkan puasa. Tapi mereka juga. Otak (rongga tengkorak) [دماغ] juga termasuk jauf.

3. Madzhab Hanafi
Jauf ialah antara Lubbah [اللبة] (bagian bawah tenggorokan dan permulaan dada) sampai 'Aanah [العانة] (bagian tubuh yang ditumbuhi bulu kemaluan).

4. Madzhab Maliki
Jauf itu bukan hanya lambung akan tetapi mencakup rongga tubuh bagian dalam juga. Otak (rongga tengkorak) [دماغ] tidak termasuk Jauf. Pendapat yang masyhur ialah otak termasuk dalam Jauf

Dr. Muhammad Ali Albar

Dr. Muhammad Ali Albar dalam Al-Muftirat fi Majal al-Tadawi menyatakan:

الجهاز الهضمي من أوله إلى آخره أنبوب مجوف، إلا أنه يضيق في مواضع مثل المريء، ويتسع في مواضع مثل المعدة. وهو على حقيقة الجوف المقصود في الصيام، إذ هو موضع الطعام والشراب، وكل ما يدخل إلى الجهاز الهضمي متجاوزاً الفم والبلعوم يكون سبباً للإفطار ومفسداً للصيام، ومن المعلوم أن هناك قناة ما بين العين والأنف، فإذا وضع الإنسان قطرة في عينه فإنها تصل إلى الأنف، ومن الأنف قد تصل إلى البلعوم، ولذا اعتبرها كثير من الفقهاء مسببة للإفطار، وأما الأذن فإن وضع أي سوائل في الأذن الخارجية لا تصل إلى الأذن الوسطى (التي تصل إلى البلعوم، وتعرف بالقناة البلعومية السمعية)، وبالتالي فالسوائل لا تصل إلى القناة السمعية البلعومية، إلا إذا كانت طبلة الأذن مخروقة

SUMBER RUJUKAN DAN CATATAN:

[1] Kitab Fathul Qorib fi Alfadzit Taqrib, bab "Kitabus Shiyam"
[2] Kitab Al-Umm Imam Syafi'i.
Bada'i Al-Shona'i 2/93
Al-Khorsyi, Syarh Mukhtashor Kholil 2/249
Nawawi, Al-Minhaj 106
Ibnu Qudamah, Al-Mughni 3/36
Al-Mardawi, Al-Insof 3/212

Saturday, April 13, 2019

Istri Baik Tapi Pembangkang, Bagaimana Cara Mengatasi?

CARA MENYELAMATKAN PERKAWINAN SAYA

Assalammu alaikum wr.wb pak ustadz.

Saya seorang suami. Sy mempunyai masalah yg sangat pelik yg setiap malam sy tidak bisa tidur.

Saya ceritakan latar belakang saya. Saya dulu pernah menikah sekali. Sm perempuan di jakarta. Awalnya sy kenal dgn istri pertama sy itu krn ibu istri pertama sy itu kagum sm sy. Akhirnya sy dikenalkan dgn istri pertama sy. Awalnya istri ke 1 sy biasa aja dgn sy krn dia mempunyai pacar. Dan pacarnya itu seorang pemakai sabu2. Dan ibu nya tdk setuju kalau dgn pemakai sabu2 tsb. Singkat kata sy pacaran dgn istri 1 sy. Trus ada suatu hal sy temukan sms istri sy itu dgn mantan pacarnya . Sy marah dan istri sy itu kabur dri rmh ortunya ke pacarnya. Dan sempat nikah kampung di sana.

Sebelum kabur itu sy telah melakukan hubungan badan dgn istri 1 tsb dan hamil. Dan istri sy tsb memang sdh tdk perawan. Sy tdk mempermasalahkan nya krn sy cinta dan sayang dia. Setelah dia nikah kampung sm pacarnya. Bpk istri sy jemput istri sy tsb dan menyatakan kalau pernikahan itu cacat hukum dan syariah dan mengatakan kalau istri 1 sy tsb hamil krn sy. Akhirnya istri sy pulang ke rmh ortunya. Dan sy didamaikan dan disuruh menikah scr hukum dan agama oleh ortunya. Sy setuju krn sy cinta dan sayang sm dia apaapun kondisinya (tdk perawan) dan pengkhianatannya.
Singkat cinta kmi berumah tangga dan dikaruniai 2 anak. 1 cowok dan 1 cewek. Istri ke 1 sy itu baik. Semua kebutuhan jasmani dan rohani sy,dia penuhi. Krn dia begitu sy makin cinta. Apapun permintaannya sy turuti.

Terus sy berangkat tugas ke luar negeri pd saat sy cuti pulang ke jkt sy temukan sms istri sy dgn adik sepupu sy yg tinggal di rmh sy. Yg isinya sedikiy nakal. Sy marah dan sy kumpulkan mereka berdua. Dan mereka berdua tdk mengakuinya. Sekali lgi sy maafkan istri ke 1 sy. Selang beberapa tahun sy mendaoat musibah usaha sy kena tipu. Sy hancur. Rmh dan semuanya sy jual. Dan sy ngontrak rmh bersama mertua sy krn istri ke 1 sy anak tunggal. Setelah 2 tahun ngontrak istri sy berulah lgi dia selingkuh dgn abg honorer puskesmas yg memang ganteng dan muda. Singkat kata sy cerai dan kedua anak sy ikut saya dan sy jatuh susah. Tinggal menanggung hutang bank yg tersisa. Dan sisa 1 rmh btn utk anak2 sy kelak dan 1 motor itupun msih nyicil.

Setelah menduda sy ketemu dgn istri sy yg sekarang ini di medsos. Dia seorang janda dan memiliki masa lalu seperti sy. Yaitu pernah dikhianati sm pasangan.
Sy suka dan cocok krn dia sayang sm anak2,ibu dan adik2 sy. Semua nya dia berikan buat keluarga sy. Istri sy ini seorang janda beranak 1 (cowok)dan mempunyai 1 anak angkat (cewek) yg masih balita .Akhirnya sy pacaran. Ketika pacaran istri sy mengakui kpd sy bahwa dia :

1. Dia janda yg dikhianati mantan suaminya sebanyak 2 kali krn Dia tidak bisa punya anak.

2. Rahim istri sy tsb tdk bisa berkembang seperti wanita dewasa pada umumnya.

3. Anak cowoknya adalah anak angkat yg diambil dri orang yg tdk mampu.

4. Anak cewek nya adalah anaknya org yg melahirkan di kliniknya yg tdk mempunyai bpk krn hasil hubungan diluar nikah kebetulan istri sy tsb seorang bidan dan mempunyai klinik bersalin di rmh. Dan anak cewek ini secara hukum adalah anak sy krn aktenya menggunakan naama sy.

5. Dia pernah menikah siri dgn atlet binaraga yg masih muda dgn alasan mau membalas sakit hati sm mantan suaminya. Jdi sy suami ke 3 nya.

Sy terima pengakuan istri sy tsb dan sy sangat sayang sm anak2nya seperti anak sy sendiri. Begitu jg mereka berdua kpd saya. Yg tdk sy terima adalah pengakuan istri sy yg terakhir. Yaitu dia seorang pemakai sabu2 dan dia sdh ketergantungan selama 3 thn. Sy shock dan akhirnya memutuskan hubungan tsb. Dan sy berhubungan dgn teman sekelas sma sy tpi ibu dan anak2 sy tdk menyetujuinya.

Dgn berjalannya waktu dia terus me dekati sy dan keluarga sy dan me gatakan kalau dia sdh sembuh dri pemakaian sabu2. Akhirnya sy tertarik kembali. Krn sikapnya yg begitu santun dan sayang. Apalagi masalah sholat dia tdk pernah ketinggalan dri dulu meskipun dulu dia pemakai sabu2 dia tetap sholat dan puasa. Singkat kata akhirnya kita menikah dan sy bersumpah ini pernikahan sy yg terakhir yg akan sy jaga selamanya.

Asal pak ustadz ketahui istri sy itu seorang atlet bola volley di institusinya tingkat nasional,dia seorang abdi negara,dia bidan dan mempunyai klinik di rmh nya,dia seorang pelatih volley dan pemilik klub bola volley. Dia kaya ,mapan, cantik, bertubuh atletis dab bahkan terlihat seperti laki2 kalau tdk pakai jilbab. Dia sangat dihormati dan disegani dilingkungan kerja,masyarakat krn prestasinya,totalitasnya,kebaikannya(krn sering bantu orang). Siapapu orangnya dia bantu. Pokoknya dia sukses disegala hal.

Singkat kata. Sy nikah dan pindah ke kota dia, sdg kan kerja sy berbeda kota dan tiap hari sy tempuh pulang pergi. Jujur pak ustad gaji sy tinggal 1,5 jt setelah dipotong hutang bank. Dan ongkos kerja sy sebulan 1 jt. Dia tdk mempermasalahkannya. Setelah nikah mulai ada masalah. Yaitu :
1. sy tdk suka dia bercanda dgn laki2 lain meskipun itu rekan kerjanya. Dia marah krn sy membatasinya. Akhirnya dia nurut dan sy mempercayainya.

2. Sy membatasi dia maen volley keluar kota dgn pertimbangan siapa yg jaga anak2. Dia marah krn dia tdk mau meninggal kan volley krn itu hidup dia dan kebahagian dia. Dgn alasan dia tdk bisa punya anak. Hanya volley yg bisa mengharumkan namanya kalau dia mati.Akhirnya sy mengalah demi membahagiakan dia. Krn sy tdk bisa memberikannya harta.

3. Dia pergi pertandingan volley keluar kota kalau ijin sy sering tdk sy ijinkan krn seringnya sy ditinggal di rmh bersama anak2 dan pembatu tpi dia tetap berangkat meskipun sy marah atau tidak. Jdi ijin itu hanya sebuah formalitas. Mau tdk mau sy harus melepaskannya dia pergi buat volley. Kapan pun jam brapa pun.

4. Dia tidak pernah menyiapkan baju kerja sy dgn alasan tdk tahu memasang atributnya. Andaikata sy suruh dia balik menyuruh pembatu di rmh. Makan sy jg gitu. Tpi sekarang sering menyiapkan makan buat saya.

5. Tapi kalau dia sering menyuruh sy buat ambil bajunya . Nyiapin bajunya kalau tdk sy laksanakan katanya gak sayang.

6. Kalau di rmh dia sibuk dgn volley nya, bidannya, seminarnya, kantornya,temannya kalau sy larang dia marah2. Memebentak2 sy dan sering minta cerai.

7. Kalau sy minta berhubungan dia sering sekali engan dgn alasan capek . Sy pernah negur dia pakai dalil al quran. Dia gak mau dengar krn dia beralasan islam itu tdk kaku. Kalau istrinya capek atau sakit masa dipaksa .

8. Kalau berhubungan badan dia yg ambil inisiatif. Kalau dia sdh puas baru giliran sy.

9. Sy type nya diam kalau dia bikin salah. Sy diamkan dia. Tpi dia cuek sy jg gak ditegur. Yg akhirnya sy marah. Kalau sy marah dia makin tambah marah. Bahkan banting2 segala yg ada didekatnya sambil teriak2. Terdengar semua orang. dan selalu bilang jangan banyak nuntut ini itu,terima sy apa adanya. Sy aja terima kekurangan kmu. Jdi laki2 jgn suka ngambekan ...bisanya cuman diem dan marah aja.Memang sy tinggal di rmhnya, memakai barangnya,mobilnya,makan dri makanannya, uang transport dan sekolah anak2 sy dri dia. Smpi malu dan hancur harga diri sy.

10. Kalau dia minta cerai tdk pernah sy kabulkan krn sy sdh berjanji dihadapan allah akan menjaga pernikahan ini. dan sy sangat sayang ke empat anak sy. Begitu jg mereka. Lebih dekat dgn sy dri pada istri sy.

11. Kalau sy bertengkar sm dia. Sy tidak bisa tidur semalaman dan besoknya sy kerja tdk bisa fokus. Tapi dia tidurnya pules. Bahkan istri sy hampir tiap hari datang siang kekantornya bahkan sering gak masuk kalau urusan tanding volley dan kantornya istri sy tdk mengusik krn istri sy dibutuhka di kantornya,bahkan dia menjabat dua jabatan di kantornya. Mangkanya dia tdk diusik di kantornya.

12. Sy selalu khawatir istri sy memakai sabu2 lgi atau mengkhianati sy seperti mantan istri ke 1 sy meskipun sering sy tanya dia jawab tdk memakai sabu2 dan berakhir dgn marahnya krn sy gak percaya omongan dia.

13. Sy pernah marah besar ttg perlakuannya kpd sy dan sy sumpahi kalau nanti sy sukses dia akan merasakan apa yg sy rasakan saat ini.

Pak ustadz...apa yg harus sy lakukan. Scr agama dan psikologi.

1. Sy skrg takut nasehati istri sy krn kalau dia marah dia akan teriak2, banting2, ancam cerai,ancam bunuh diri, ancam minggat,mengungkit pengorbanan dia kpd sy dan keluarga,meminta hak nafkah dia kpd sy. Padahal semua gaji dan pendapatan diluar sy berikan utuh kpd nya. Semua hal harus atas persetujuannya. Sy sadar sy dan keluarga numpang hidup dgn istri sy.

2. Sy hanya bisa diam,smpi sekarang berat badan sy turun drastis.

3. Sy selalu ingat ttg sumpah nikah sy, nasib anak2 sy,nasib ibu dan adik2 sy. Krn kehidupan dan biaya pendidikan ibu dan adik2 sy istri sy yg tanggung istri sy. Krn ibu sy hanya penjual kue.

4. Sy tdk mau menambah beban derita anak2,ibu dan adik2 sy bila perkawinan sy tdk terselamatkan.

5. Ibu sy sangat mengaggumi dia krn istri sy memenuhi semua kebutuhan ibu sy.

6. Kalau sy nasehati, istri sy mengungkit kalau dia terima kekurangan sy. Dan sy harus meneerima semua kemauan dia.

7. Sy stress pak ustadz. Sy coba sholat dan bersabar tpi kalau sy diperlakukan seperti ini terus. hati dan otak sy gak bisa jalan.

8. Sy tetap ingin mempertahankan perkawinan ini. Krn janji sy dihadapan Allah.

9. Sy luluh kpd dia kalau dia mendengarkan ibu sy berkeluh kesah ttg uang kpd istri sy dan istri sy langsung menyanggupinya.

10. Kebaikan istri sy yaitu dia bantu semua orang siapapun dia. Kalau dia punya. Uang tidak jdi masalah buat istri sy bantu orang lain.

Mohon arahan dan wejangan pak ustadz agar sy bisa menjalani kehidupan yg sementara ini demi menjadikan keluarga sy,istri dan anak2 sy org2 yg bahagia di dunia dan akhirat.

Terima kasih sebelumnya pak ustadz

JAWABAN

Dari penjelasan anda dapat dipahami anda mengalami dilema berat antara mempertahankan rumah tangga dan bercerai. Dalam hal ini, ada beberapa solusi buat anda agar bisa damai dengan situasi ini:

Pertama, anda tetap bertahan dengan istri yang sekarang. Dan dengan adanya sikap dan sifat keras istri, maka anda biarkan saja istri melakukan apa yang dia sukai. Anda diamkan saja walaupun di hati merasa tertekan. Logikanya, seandainya pun anda melarang istri berbuat ini dan itu, toh dia akan tetap membangkang. Ini mengakibatkan ketegangan demi ketegangan dan konflik demi konflik terus terjadi dan dapat mengikis rasa sayang dan cinta yang tersisa di antara anda berdua.

Kedua, kalau anda tidak kuat mendiamkan perilaku istri karena api cemburu dan semacamnya, maka jalan keluar adalah menikah lagi secara diam-diam, entah itu nikah siri atau nikah resmi. Situasi pekerjaan anda yang jauh dan banyaknya kegiatan istri memungkinkan anda berbuat itu. Baca juga: Cara Harmonis dalam Rumah Tangga