Thursday, June 23, 2022

Apa saja najis yang dimaafkan (dimakfu)?

Apa saja najis yang dimaafkan (dimakfu)?

saya mau bertanya beberapa pertanyaan ini, semoga dibantu ๐Ÿ™๐Ÿป

1. Najis apa saja yang dimaafkan ya? Dan jika najis yg dimaafkan itu terkena air/baju/tempat lainnya tetap dimaafkan? soalnya saya kadang ragu² ustadz ๐Ÿ™๐Ÿป

2. Pas kelas 7 8 saya ada was-was, jadi kaya pas wudu, mandi, dll diulang-ulang gitu sampe abis air banyak, bahkan pas saya lagi kena najis misal tai cicak saya malah megang baju, kasur, alat didapur dll, pas ada najis kecing di kaki saya malah oleskan ke sprei, kasur, alat² mandi, otomatis kan itu jadi najis semua ya, dan sampe skrng saya jadi ragu kalo mau pegang alat² yg dulu saya kotori karena kan ngga dibersihkan sama sekali, takut solat saya jadi ngga sah dan bahkan saya berpikir buat apa saya solat klo ngga sah karena najis itu. Jadi solusinya gimana ya ustadz kalo sudah terlanjur begini? apalagi saya masih kelas 1 SMA dan sangat mengganggu aktivitas sehari-hari karena ya mikirin itu tadi

3. Sucinya tangan yang terkena najis kan sudah hilang bau, warna, dll itu ya tadz. tapi setiap abis cebok dari BAB, tangan saya masih bau dengan kotoran BAB terus pegang sabun, apakah sabunnya ikut najis? Dulu saya anggap sabunnya itu najis sama halnya dengan air kencing dan saya terus malah pegang sikat gigi, sampo, jadi alat2 mandi itu terkena najis kencing tadi. Terus gimana ya jika sudah terlanjur begini, soalnya saya dulu pas waktu itu kelas 7/8 sudah tau mana najis mana bukan๐Ÿ˜ญ

Mohon bimbingannya ustadz, maaf jika pertanyaan saya panjang lebar karena ya saya tiap hari itu ragu-ragu sehingga saya terkadang males untuk ibadah

JAWABAN

1. Najis yang dimaafkan:
a) Najis yang sedikit
b) Najis bangkai hewan yang tidak mengalir darahnya.
c) Najis darah dan nanah yg terdapat pada bisul atau luka
Baca detail:
- Bangkai hewan yang tidak najis / dimaafkan
- Najis yang Dimaafkan (Makfu)
- Ukuran Najis Makfu menurut Mazhab Hanafi

2. Tai cicak termasuk najis yang dimaafkan. Jadi, tidak perlu was-was. Baca detail: Kotoran dan Bangkai Cicak

3. Kalau suda dicuci air baunya masih ada, maka itu juga dimaafkan. Baca detail: Menyucikan Najis Masih Ada Warna dan Bau

Sunday, June 19, 2022

Mengabaikan Dugaan Keluar Air Kencing

MENGABAIKAN DUGAAN KELUAR AIR KENCING

Assalamualaikum wr wb pak saya pernah selesai berwudhu terasa seperti ada air kencing jadi saya abaykan saja, jadi saya lanjut tadarus Al-Qur’an,setelah saya selesai membaca Alquran, saya memeriksanya dan saya hirup bau dari celana dalam saya dan ada bau seperti air kencing.maka apa hukum tadarus Al-Qur’an saya ?

JAWABAN

Anda mengabaikan rasa keluarnya kencing itu sudah benar. Dan hendaknya terus diabaikan. Tidak ada kewajiban untuk memeriksa kondisi kemaluan setelahnya. Para ulama bahkan menganjurkan agar setiap selesai kencing kemaluan kita diciprati air untuk menghilangkan rasa was-was. Baca detail: Cara Sembuh Was-was Najis, Wudhu, Mandi, Shalat

Adapun bau seperti air kencing, apabila tidak ada bukti air kencingnya, maka itu tidak otomatis menunjukkan ada kaitannya dengan keluarnya kencing. Dan dalam kondisi yang bersifat asumsi, maka dianggap tidak ada air kencing. Dengan demikian, maka wudhu anda dianggap tidak batal. Baca detail: Kaidah: Suci tidak hilang karena Asumsi Najis

IKUT MAZHAB LAIN

Assalaamu'alaikum Kyai, saya Arista di Malang.

1. Saya ingin bertanya, karena sering membaca di website Al Khoirot atau di web milik Al Khoirot juga seperti Islamy dll saya jadi mengetahui apabila dalam kitab Risalah Ahlus Sunnah wal Jama'ah ada keterangan orang awam tidak wajib konsisten dalam satu Mahdzab. Pertanyaan saya, apakah boleh misalnya saya dalam hal najis hukmiah ikut Maliki atau dalam menyucikan kasur terkena ompol dengan dijemur? Kan saya ini awam berarti saya boleh memakai pendapat Mahdzab lain.

2. Nabi tidak berkenan menyulitkan ummat, bahkan Nabi intinya lebih kurang mengatakan permudah jangan dipersulit. Lantas kenapa ada yang melarang mencampur Mahdzab jika mencampur dirasa memudahkan? Padahal KH Hasyim Asy'ari yang sekaliber itu saja mengatakan orang awam tidak wajib konsisten dalam satu mahdzab. Lalu bagaimana pertengahannya jika ada yang melarang mencampur dan ada yang memperbolehkan? Jujur saja, tidak semua keadaan memungkinkan untuk memakai satu mahdzab terlebih jika berkumpul dengan orang banyak. Terima kasih Kyai. Wassalaamu'alaikum wr wb

JAWABAN

1. Ya, boleh. Baca detail: Orang Awam Tidak Wajib Ikut Satu Madzhab

2. Kalau ada dua pendapat dari ulama yang sama-sama kredibel di bidang syariah, maka kita bisa memilih pendapat yang manapun yang sekiranya dapat memberi solusi pada kehidupan kita. Bolehnya ikut berbagai mazhab pada dasarnya bukan hanya pendapat KH Hasyim Asy'ari, tapi juga banyak ulama lain. Seperti Wahbah Zuhaili, ulama Suriah, penulis dua kitab ensiklopedi fikih. Baca detail: Hukum Ikut Beberapa Madzhab

CARA MEMBERSIHKAN NAJIS SETELAH KENCING DI KERAN MASJID

Assalamualaikum pak ustadz saya ada beberapa pertanyaan yang masih membingungkan saya saat kencing

1.apa hukumnya kencing sambil berdiri karena ada banyak fasilitas kencing bahkan di mesjid yang menyediakan tempat kencing nya itu berdiri.

2.bagaimana cara membersikan kemaluan setelah kencing Berdiri tersebut ,saya baca dibeberapa website katanya kemaluan kita harus di siram air mengalir , bolehkan membersihkan kemaluan kita dengan cara mengambil air dari keran ke tangan kemudian kita basuhkan dengan cara diusap kan ke kemaluan kita apa kah sah bersucinya.

3.selama ini biasanya saya membersihkan bekas kencing dengan cara mengusap kan air ke kemaluan beberapa kali sampai saya rasa bersih,kalau hal ini ternyata salah bagaimana cara bertaubat nya ya pak ustadz saya jadi takut dan was was sholat saya selama ini tidak sah karena saya membersihkan bekas kencing dengan cara demikian ,padahal menurut saya kemaluan saya sudah bersih karena saya mengusap kadang berkali kali sampai saya rasa bersih

Terimakasih jawabannya pak ustadz wassalamu'alaikum warahmatullahi wa barokatuh

JAWABAN

1. Tidak masalah. Baca detail: Kencing Berdiri atau Duduk?

2. Ambil air di keran dan taruh di telapak tangan yang ditekuk sehingga bisa diisi air. Lalu alirkan air tersebut ke kemaluan. Bukan diusapkan.

3. Kalau dilakukan karena tidak tahu tidak masalah. Baca detail: Ibadah Masa Lalu yang Tidak Sah, Harus Diulangi?

Karena, perbuatan salah yang terjadi karena tidak sengaja itu dimaafkan. Baca detail: Hukum Melakukan Perkara Haram karena Tidak Tahu atau Lupa

Tuesday, June 14, 2022

Foto Muhammad bin Abdul Wahab Pendiri Wahabi Asli atau Palsu?

FOTO MUH BIN ABDUL WAHAB Yth. Pengurus Alkhoirot Di Tempat Saya ingin menanyakan beberapa hal di bawah ini :

1. Saya mengamati bahwa halaman pada https://www.alkhoirot.net/2011/12/nama-ulama-wahabi-salafi.html?m=1#1a terdapat foto yang dianggap "Muhammad bin Abdul Wahhab". Padahal, foto baru ada setelah Muhammad bin Abdul Wahhab . Apakah hal itu termasuk kesalahan?

2. Tanpa mengurangi kehormatan dan kecintaan saya kepada Yayasan Alkhoirot, saya jadi ragu apakah boleh menggunakan jawaban dari permasalahan syariat yang diberikan oleh Alkhoirot.com karena di Alkhoirot.com telah memasukkan Foto yang dianggap MBAW tadi.

3. Apa hukum bermain saham?

Saya sendiri Alhamdulillah masih mengikuti paham NU. Mohon maaf sebesar-besarnya apabila terdapat kesalahan. Nuwun

JAWABAN

1. Foto yang terdapat di halaman tersebut adalah foto yang diduga Muhammad bin Abdul Wahab. Beliau lahir pada 1703 masehi bertepatan dengan 1115 hijriyah dan wafat pada 1792 atau abad ke-18 masehi bertepatan dengan 1206 hijriyah dalam usia 88 atau 89 tahun (versi wikipedia). Kalau anda tidak memercayai foto tersebut sebagai fotonya dengan alasan teknologi fotografi belum ditemukan saat itu, maka itu tidak benar. Teknologi fotografi sudah ditemukan jauh sebelum itu. Walaupun tidak secanggih saat ini. Lihat info di sini: https://www.ripeinsurance.co.uk/photography/the-edit/when-was-photography-invented/

Namun demikian, kami juga tidak menjamin bahwa itu adalah foto Bin Abdul Wahab yang asli. Beberapa situs berbahasa Arab yang kami kutip hanya menyertakan foto tersebut sebagai ilustrasi saat menulis tentang Muhammad bin Abdul Wahab. Berikut beberapa situs tersebut:

- islamion.com . Link: shorturl.at/rtDJU
- mawdoo3.com . Link: shorturl.at/bnFGU
- www.msf-online.com . Link: shorturl.at/rBEVZ

Pada ketiga link tersebut, tampak penulisnya membahas MBAW dengan penuh hormat dan pujian atas pemikiran beliau yang menunjukkan bahwa penulisnya adalah orang yang punya kecenderungan bermanhaj Salafi/Wahabi. Atau, kalau bukan Salafi/wahabi, penulisnya adalah orang terpelajar yang netral dan menghargai ulama. Namun pada saat yang sama, ketiga halaman tersebut sama-sama menampilkan ilustrasi foto MBAW sebagaimana yang terdapat di halaman alkhoirot.net.

Kesimpulan dan poin terpenting adalah:
1. Kalangan orang Arab yang condong ke manhaj Salafi/Wahabi pun banyak yang menganggap foto tersebut adalah foto MBAW.
2. Foto adalah ilustrasi yang tidak begitu signifikan terhadap suatu tokoh pemikir. Yang terpenting adalah pemikirannya. Mempermasalahkan fotonya, bukan pemikirannya, sama dengan sibuk mengurusi sekam dari berasnya. Mementingkan ranting dari pohonnya.

2. Tidak ada kewajiban untuk ikut pendapat dan jawaban yang diberikan oleh alkhoirot.net. Jawaban yang kami berikan berdasarkan pandangan mazhab empat dan ulama muashirin bilaman perlu. Kami hanya membantu umat Islam untuk mendapat akses pada ilmu-ilmu dari para ulama syariah mazhab empat dan lainnya. Boleh diikuti dan boleh juga diabaikan. Dalam Islam, fatwa syariah itu tidak mengikat. Terutama terkait masalah ikhtilaf.

3. Tergantung jenis usaha yang akan dibeli sahamnya. Boleh kalau bisnis yang dibeli sahamnya itu adalah bisnis halal. Dan haram kalau produknya produk haram. Baca detail: Hukum Bursa Saham

Bagi kami tidak penting apakah penanya itu NU, MU, PERSIS, HTI atau Salafi/Wahabi. Kami akan menjawab setiap pertanyaan yang diajukan berdasarkan metode yang kami miliki. Baca detail: Cara Tanya Hukum

Sunday, June 12, 2022

Hukum bisnis dengan non-muslim

BISNIS DENGAN NON MUSLIM

Assalamuallaikum warahmatullahi wabarakatuh

Mohon izin bertanya ustadz. Saya seorang PNS yang ditempatkan di wilayah mayoritas orang kafir nasrani.

Kebetulan di kantor saya merupakan seorang operator yang mengurusi multimedia. Salah satu senior saya disana adalah seorang pendeta di salah satu gereja di desa. Beliau meminta tolong kepada saya untuk berlangganan zoom untuk keperluan gereja karena sedang pandemi. Saya pribadi tidak tahu diperuntukan untuk apa, namun ya saya menerima saja dengan alasan membantu. Adapun dalam penyewaan zoom ini menggunakan rekening debit saya sebagai media pembayaran berlangganan, si pendeta menyerahkan uangnya. Jika diibaratkan saya dan rekening saya hanya sebagai media pembayaran berlangganan zoom untuknya.

Kira-kira tentang perkara tersebut bagaimana hukumnya? Dan apabila hukumnya haram, mohon agar membantu solusi agar menghentikan hal tersebut karena rutin setiap bulan sementara saya pribadi tidak enak menolak karena yang bersangkutan adalah senior saya di kantor.

Terima Kasih Wassalamuallaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

JAWABAN

Tidak ada larangan untuk bermuamalah atau berbisnis dengan nonmuslim. Bahkan Rasulullah sendiri dikenal memiliki hutang pada seorang Yahudi di akhir hidupnya. Baca detail: Hukum Bisnis dengan Non Muslim

GAJI BEKERJA

Assalamualaikum wr wb. Perkenalkan nama saya fajar, saya mau menanyakan perihal pekerjaan. Saya kan buta warna persial, tetapi hal itu tidak mempengaruhi penglihatan saya.

Nah kebetulan saya tahun ini lulus dari smk, saya mau melamar pekerjaan tetapi persyaratan yang dicantumkan tidak boleh buta warna, saya bisa saja menghafal buku yang dibuat tes nantinya agar bisa lolos.

Jadi pertanyaan saya adalah apakah hukumnya halal untuk gaji yang diterima mengingat walaupun saya buta warna tetapi bidang yang saya lamar mampu saya kerjakan.

JAWABAN

Gaji anda halal asalkan anda bekerja di perusahaan yang membidangi bisnis halal dan anda memang mampu di bidang di mana anda bekerja.

Adapun soal berbohong saat interview itu hukumnya berdosa. Baca detail: Bohong dalam Islam

Tapi itu tidak mempengaruhi kehalalalan gaji anda. Sebagaimana PNS yang masuk dengan KKN. Baca detail: Hukum Masuk PNS karena Suap

APAKAH SAYA MURTAD?

Assalamualaikum wr. wb.

Saya mau tanya, apakah saya sudah menjadi murtad? Karena beberapa tindakan saya sebelumnya menurut saya sudah kurang ajar, dan sangat melanggar. Saya pernah memaki ingin keluar dari agama islam jika listrik tidak segera menyala (permintaan mengancam) karena saya waktu itu lagi emosi sebab listrik padam, kemungkinan waktu saya masih duduk di bangku SMP/SMA. Kemudian saya sering bergurau, kalau temen ngajak sholat, saya suka nyeletuk "Apa itu sholat?" Dengan niat bercanda padahal saya tetep ikutan sholat.

Saya melakukan semua yang diterangkan diatas karena ketidaktahuan, dan sekarang saya menjadi merasa tidak tenang atas perbuatan saya tersebut. Apa yang mesti saya lakukan? Apakah dosa-dosa saya diatas masih dapat diampuni?

Sekian pertanyaan dari saya, saya sangat berterima kasih jikalau ada ustadz atau ahli agama dari Alkhoirot ingin membantu jawab.

Wassalamu'alaikum wr.wb.

JAWABAN

Kalau yang anda lakukan karena ketidaktahuan, maka anda dimaafkan. Baca detail: Hukum Melakukan Perkara Haram karena Tidak Tahu atau Lupa

Yang perlu anda lakukan, cobalah belajar agama sedikit-sedikit. Minimal yang terkait dengan rukun Islam.

Baca detail:
- Dasar Agama Islam
- Ilmu Agama Dasar yg Wajib Dipelajari
- Tiga Jenis Ilmu Agama

Dan hindari membaca artikel agama dari kalangan radikal seperti Salafi/Wahabi. Baik di internet atau di dunia nyata. Dan hindari belajar dari situs-situs berikut: Daftar Situs Wahabi Salafi

Wednesday, May 18, 2022

Cara penularan najis ke benda suci

Cara penularan najis ke benda suci

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh pak Ustadz saya Dian Aryani.

Tadi pagi saya melihat ada kencing kucing pada motor suami saya di bagian tempat menaruh kaki (motor matic),lalu saya bersihkan motor suami saya yg terkena najis tsb. Suami saya mungkin tidak tahu ada najis pada motornya. Yang saya ingin tanyakan adalah :

1. Apakah sendal yg dipakai suami saya termasuk terkena najis karena pasti sendal tsb menempel pada najis tsb?

2. Apakah lantai yg diinjak oleh suami saya menjadi najis karena sendal tsb menginjak lantai teras rumah?

3. Apakah kaki saya menjadi terkena najis karena saya menginjak lantai teras rmh saya tsb dalam keadaan basah dan kaki saya sudah menginjak kemana mana?

Mohon jawabannya pak Ustadz...terimakasih... Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh...

JAWABAN

1. Perlu juga dilihat, apakah najis kencing itu masih terlihat (yang berarti najis ainiyah) atau sudah hilang bekasnya tapi belum dibasuh air (yang berarti najis hukmiyah).

Apabila najis ainiyah, maka kalau salah satu dari sandal atau kencing itu basah, maka najis. Najis bisa menular kalau salah satu pihak ada yang basah. atau basah kedua-duanya.

Perlu juga dipertimbangkan pandangan mazhab Hanafi, di mana najis yang sedikit yang tidak lebih dari sebesar koin itu dimaafkan. Kalau ikut pendapat ini maka hukumnya dimakfu walaupun ainiyah dan basah.

Apabila najis hukmiyah, maka menurut mazhab Maliki, najisnya tidak menular walaupun basah. Baca detail: Najis Hukmiyah Madzhab Maliki

2. Lihat jawaban 1.

3. Lihat jawaban 1. Baca detail: Najis dan Cara Menyucikan

WAS-WAS KENCING NAJIS

Assalamualaikum ustad. Saya mau bertanya. Saya ini termasuk orang yang sangat was was ustad. Saya punya keponakan yang kalau kencing meskipun pake pempers itu suka tembus ke lantai rumah ustad, karena saya waktu itu tidak tahu cara membersihkan najis itu saya hanya mengepelnya dengan lap basah dan saya pikir sudah suci.

Tapi ketika saya sedang membaca kajian di internet harusnya najis kencing membersihkannya dikeringkan dulu lalu disiram air. Saya langsung kaget, saya waswas. Berarti selama ini najisnya menyebar seluruh lantai, kasur, dan lainnya karena kan sudah terinjak kaki basah.

Saya bingung, apakah rumah saya harus disiram semua menggunakan air? Lalu bagaimana kasur yang terkena apakah harus disiram juga? Tapi saya takut dianggap gila karena orang tua saya sudah biasa membersihkan najis kencing hanya di lap katanya sudah suci, sedangkan saya sholat pakai mahzab imam syafi'i dan menurut mahzab tersebut najis hukmiyah bisa berpindah bila diinjak kaki basah.

Saya harus bagaimana sungguh was was sampai sering menangis. Ibadah tidak tenang. Tapi lihat komen di youtube katanya jika was was boleh mengambil pendapat mahzab lain yaitu mahzab maliki yang menyebutkan najis hukmiyah tidak menyebar jika diinjak kaki basah.

Apakah boleh perihal najis ini mengikuti mahzab maliki dan saya sholat dengan tatacara mahzab syafi'i? Mohon bantuannya ustad saya benar benar ingin sembuh. Saya benar benar lelah. Saya ingin ibadah saya tenang ustad. Terimakasih. Waalaikumsalam Wr.Wbm

JAWABAN

Boleh. Tidak ada kewajiban bagi orang awam untuk ikut satu mazhab saja. Baca detail: Orang Awam Tidak Wajib Ikut Satu Madzhab

Monday, May 09, 2022

Setelah mandi terasa ada yang keluar dari kemaluan apa wajib dicek?

Setelah mandi terasa ada yang keluar dari kemaluan apa wajib dicek?

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh saya mau bertanya tentang penyakit was was. Ketika saya habis mandi dan saya memakai baju terasa ada yg keluar dari kemaluan, menurut saya keluar nya di tengah" Kemaluan tapi saya menghiraukan itu apakan pakaian saya terkena najis sholat saya diterima? Apakah itu was was?

JAWABAN

Tidak ada keharusan bagi kita untuk melihat kemaluan kita setelah mandi atau setelah istinjak (cebok, bersuci). Kalau terasa ada sesuatu yang keluar, maka hendaknya diabaikan saja. Tidak perlu dilihat. Ini untuk menghindari was-was dan merupakan cara sembuh dari was-was.

Dalam Mauqi Sual wa Jawab, hlm. 5/591, dijelaskan:

ู„ุง ูŠุคู…ุฑ ุงู„ู…ุณู„ู… ุจุนุฏ ุงู„ูˆุถูˆุก ุฃู† ูŠูุชุด ุนู† ู†ูุณู‡ ู‡ู„ ุฎุฑุฌ ู…ู†ู‡ ุดูŠุก ุฃู… ู„ุง؟ุจู„ ุนู„ูŠู‡ ุฃู† ูŠุณุชู†ุฌูŠ ุซู… ูŠุฑุด ุนู„ู‰ ูุฑุฌู‡ ุดูŠุฆุงً ู…ู† ุงู„ู…ุงุก، ุญุชู‰ ู„ุง ูŠูุชุญ ุนู„ู‰ ู†ูุณู‡ ุจุงุจ ุงู„ูˆุณูˆุงุณ، ุซู… ูŠุชูˆุถุฃ ูˆูŠุตู„ูŠ، ูˆู„ุง ูŠู„ุชูุช ู„ู…ุง ูŠู„ู‚ูŠู‡ ุงู„ุดูŠุทุงู† ููŠ ู†ูุณู‡ ุฃู†ู‡ ุฎุฑุฌ ู…ู†ู‡ ุดูŠุก.ูˆู‚ุฏ ุณุฆู„ ุงู„ุญุณู† ุงู„ุจุตุฑูŠ ุฑุญู…ู‡ ุงู„ู„ู‡ ุนู…ุง ูŠุฌุฏู‡ ุงู„ุฑุฌู„ ู…ู† ุงู„ุจู„ุฉ ุจุนุฏ ุงู„ูˆุถูˆุก ูˆุงู„ุงุณุชู†ุฌุงุก ูู‚ุงู„: (ุงู„ْู‡ُ ุนู†ู‡) ุฃูŠ: ู„ุง ุชุดุชุบู„ ุจู‡ ูˆู„ุง ุชู‡ุชู… ุจู‡.

Artinya: Muslim tidak diperintah setelah wudhu untuk memeriksa dirinya apakah keluar sesuatu atau tidak (dari kemaluannya). Bahkan hendaknya ia melakukan istinjak (cebok) lalu disiram kemaluannya dengan sedikit air sehingga tidak membuka diri pada perilaku was-was (artinya, kalau di kemaluan ada air, maka air itu bisa dianggap sebagai air yang kita siramkan. dan itu tidak najis dan tidak membatalkan wudhu - admin). Lalu wudhu dan shalat. Dan hendaknya tidak menoleh pada bisikan setan bahwa ada sesuatu yang keluar (baik berupa kentut atau kencing). Al-Hasan al-Bishri pernah ditanya tentang perkara basah yang ditemukan seseorang setelah wudhu dan istinjak. Ia menjawab: abaikan. Yakni, jangan menyibukkan diri dengan itu. Baca detail: Cara Sembuh Was-was Najis, Wudhu, Mandi, Shalat

Terkait adanya air setelah mandi itu bisa dianggap sebagai air dari sisa mandi yang hukumnya suci dan tidak membatalkan wudhu. Dengan demikian maka shalat anda sah. Baca detail: Shalat 5 Waktu

Shalat di atas najis hukmiyah

Assalamualaikim akh. Saya mau nanya, apa hukumnya sholat di atas najis hukmiyah menurut mazhab imam malik? Karna saya ketemu tulisan ini akh "Najis hukmiyah menurut madzhab Maliki tidak menular najisnya. dengan kata lain sudah dianggap suci.

JAWABAN

Menurut salah satu pendapat dalam mazhab Maliki, adanya najis saat shalat itu tetap sah shalatnya. Baca detail: Ada najis saat Shalat

Sunday, May 01, 2022

Mengambil uang Bos karena Kerja Tidak Dibayar

GAJI TIDAK TENTU

Asalammualaikum ustadz saya mau bertanya

Ustadz temen saya bekerja di lapak buah sebagai pedagang namun bos buah tempat dia bekerja ini tidak menentu memberi dia gaji kadang 3 bulan kerja cuma di kasih gaji 600.000 karna sepeti itu gajinya teman saya punya pemikiran untuk mengambil uang jatah rokok dari hasil penjual buah tadi untuk di tabungnya padahal dia tidak merokok misalnya satu hari dia menyisihkan uang sebesar 50.000 dari hasil penjualan buah tadi untuk dia tabung karna teman''nya yang lain merokok dan membeli rokok dengan uang penjualan tersebut Sedangkan dia tidak merokok karna meraka makan,minum serta membeli rokok menggunakan uang hasil penjualan itu.

yang saya mau tanyakan bagaimana dengan uang yang teman saya tabung itu apakah uang tersebut halal atau haram karna dia menyishkan uang tersebut tanpa sepengetahuan bosnya

JAWABAN

Gaji karyawan tentunya berdasarkan pada kesepakatan yang dibuat sebelumnya. Kalau juragan tidak menepati kesepakatan itu, maka karyawan berhak untuk meminta atau menuntutnya karena itu haknya. Dan bos harus memenuhi kewajibannya. Kalau bos tetap tidak memenuhi hak karyawan, maka karyawan boleh mengambil sebesar haknya. Sebagaimana istri boleh mengambil / mencuri uang suami yang tidak memberi nafkah pada istrinya.

Dalam sebuah hadits sahih riwayat Bukhari Muslim Rasulullah mengijinkan Hindun—seorang istri yang tidak mendapatkan nafkah dari suaminya yang bernama Abu Sofyan-- untuk mengambil harta milik suami tanpa sepengetahuannya dengan catatan, mengambil seperlunya. Dalam bahasa Nabi, “Ambillah secukupnya dari harta suamimu untukmu dan anakmu.” (HR Bukhari no. 5049; Muslim no. 1714).

Teks hadits dari kitab Sahih Bukhari sbb:

ุจุงุจ ุฅุฐุง ู„ู… ูŠู†ูู‚ ุงู„ุฑุฌู„ ‏ูู„ู„ู…ุฑุฃุฉ ุฃู† ุชุฃุฎุฐ ุจุบูŠุฑ ุนู„ู…ู‡ ู…ุง ูŠูƒููŠู‡ุง ูˆูˆู„ุฏู‡ุง ุจุงู„ู…ุนุฑูˆู ุนู† ุนุงุฆุดุฉ ุฃู† ู‡ู†ุฏุง ุจู†ุช ุนุชุจุฉ ‏ู‚ุงู„ุช ูŠุงุฑุณูˆู„ ุงู„ู„ู‡ ุฅู† ุฃุจู€ุง ุณููŠุงู† ุฑุฌู€ู„ ุดุญูŠู€ุญ ูˆู„ูŠุณ ูŠุนุทูŠู†ูŠ ู…ุง ูŠูƒููŠู†ูŠ ูˆูˆู„ุฏูŠ ุฅู„ุง ู…ุง ุฃุฎุฐุช ‏ู…ู†ู‡ ูˆู‡ูˆ ู„ุง ูŠุนู„ู… . ูู‚ุงู„ ุฎุฐูŠ ู…ุง ูŠูƒููŠูƒ ูˆูˆู„ุฏูƒ ุจุงู„ู…ุนุฑูˆู

Artinya: Bab (membahas tentang) Apabila Suami tidak memberi nafkah pada istrinya maka istrinya boleh mengambil harta secukupnya untuk keperluan istri dan anak tanpa sepengetahuan suami. Dari Aisyah bahwa Hindun binti Utbah berkata Wahai Rasulullah Abu Sufyan adalah seorang lelaki yang pelit dia tidak memberiku dan anakku nafkah kecuali harta yang kuambil tanpa sepengetahuannya. Nabi bersabda, "Ambillah harta yang cukup untukmu dan anakmu secara baik." Baca detail: Bisnis dalam Islam

MUAMALAH/BISNIS:

Assalamualaikum Ustadz

1.Dulu saya pernah menjual hp bekas saya pakai, sekitar 4 kali saya melakukannya bila ingin mengganti hp, dan sekarang saya merasa pernah berbohong tentang harga awal saya beli hp tersebut, masalah kondisi barang saya yakin jujur. tetapi saya tidak benar2 yakin saya berbohong, seperti pernah tapi ragu.

Kemudian saya belikan kembali uang hasil penjualan tersebut dengan hp baru. Yang ingin saya tanyakan apakah sah jual belinya, dan apakah halal hp baru itu saya gunakan sehari-hari, dan bagaimana cara bertobatnya dengan perbuatan tersebut bila saya benar pernah berbohong?

2. Pak Ustad, bagaimana hukumnya membeli barang online tapi sinyalnya menggunakan wifi orang lain tanpa izin, atau misal membeli barang kepasar dengan menggunakan motor curian, apakah jual belinya sah, dan apakah barang yang dibeli tadi halal digunakan,,, bagai mana cara tobat dari perbuatan tersebut?

Terima kasih sebelumnya.

JAWABAN

1. Jual belinya sah apabila kedua pihak sama-sama rela dan tidak keberatan. Apalagi anda tidak yakin soal pernah bohong tersebut. Baca detail: Bisnis dalam Islam

2. Jual belinya sah. Soal pakai wifi orang lain itu haram dan sebaiknya anda meminta ijin pada pemiliknya. atau motor curian untuk beli barang, jual belinya sah. Baca detail: Bisnis dalam Islam x

Sunday, April 24, 2022

Hukum menelan ludah saat puasa apakah batal?

LUDAH SAAT PUASA RAMADAN Assalamualaikum. Saya mau bertanya, Jadi saya rada kesusahan pada saat puasa terutama wudhu karena saya harus meludah agar air tidak masuk. Nah, karena meludah itu ada sisa ludah di bibir jadinya saya juga kebingungan takutnya ludahnya masuk jadinya saya meludah lagi dan tersisa lagi di bibir dan mengulang mengulang terus seperti itu.

Akhirnya saya nanya ke mentor pengajian saya katanya lap saja pakai kain. Nah terus saya lap. Ada ujung kain yang terkena ludah didalam dan menurut Beberapa website seperti NU (https://islam.nu.or.id/post/read/90696/hukum-menelan-air-ludah-bagi-orang-yang-berpuasa) boleh menelan ludah asalkan tida merubah warna dan juga ada beberapa ulama yang bilang boleh menelan ludah sehabis siwak yang berarti ludah yang ada didalam mulut kalau terkena siwak tidak apa apa kalau ditelan (menurut pemahaman saya) jadi saya telan ludahnya.

Pertanyaan saya benarkah cara saya? Apakah membatalkan puasa apa yang saya lakukan karena saya masih bimbang batal atau tidak.

JAWABAN

Benar. Ludah yang masih di dalam mulut dan belum keluar mulut boleh ditelan saat puasa. Baca detail: Menelan Ludah dan Dahak saat Puasa

PUASA

Assalamualaikum ustadz Langsung saja saya ingin bertanya masalah ragu dalam batal nya puasa yang saya jalani: 1.saya seorang muslimah punya masalah yang mana ketika solat, saya mengeluarkan angin dpari kemaluan depan, karena itu saya sering menjepitkan celana dalam saya pada area kemaluan,agar angin dari luar tidak masuk ke rongga kemaluan sehingga menghasilkan keluarnya angin seperti kentut di kemaluan depan.

Pertanyaan: Bagaimana hukum nya ketika saya menjepitkan celana dalam saya ke area kemaluan ,apakah termasuk hukum memasukan sesuatu ke qubul yang dapat membatalkan puasa,namun saya tidak memasukan celana dalam pada lubang rongga tersebut,hanya sekedar menjepitkan di tengah lubang tersebut?

2.saya sudah terbiasa ketika beristinja buang air besar dengan memasukan jari kedalam lubang dubur ,pada saat puasa saya sudah mencoba berhati hati ketika beristinja buang air besar agar tidak memasukan jari saya ,namun entah saya kurang fokus ,dan tak sadar,benar benar tidak sengaja saya memasukan jari saya ke lubang dubur,seketika itu juga saya langsung mengeluarkan jari tersebut pada dubur.

Pertanyaan: Batal kah puasa saya karena ,kurang fokus,dan tak sadar ,dalam keadaan tidak sengaja memasukan jari saya ke dubur ketika beristinja buang air besar?

3.pada suatu hari , waktu subuh saya ingin mengerjakan solat ,saat ingin mengerjakan solat saya iseng meletakan lidah saya pada sekitar gigi,dan saya merasa seperti ada sesuatu yang menyangkut di gigi, namun sulit untuk di buang jika menggunakan lidah,lalu saya memutuskan untuk solat terlebih dahulu baru setelah itu memastikan adanya sisa makanan dan membuangnya pada sela gigi,namun setelah saya solat subuh saya merasa tidak ada lagi makanan di gigi saya,apa sudah tertelan atau apa saya tidak tau,yang mana sebelum itu saya merasa ada sesuatu yang kecil ,agak keras menempel pada sela gigi.

Pertanyaan: Batal kah puasa saya ketika saya mendapati makanan tersebut sudah tidak ada lagi di sela gigi,dan mungkin tertelan?

JAWABAN

1. Tidak batal puasanya. Baca detail: Lubang kemaluan kemasukan air saat puasa

2. Tidak batal. Baca detail: Lubang kemaluan kemasukan air saat puasa

3. Tidak batal apabila tidak jelas apakah makanan itu ditelan atau tidak. Asumsi mungkin tertelan ini tidak dianggap. Baca detail: Saat Ragu, Status Benda kembali ke Hukum Asal

Friday, April 22, 2022

Tidak puasa karena dilarang perusahaan, apa bisa membayar fidyah?

Tidak puasa karena dilarang perusahaan, apa bisa membayar fidyah?

Assalamualaikum ustad saya seorang wanita yang bekerja di luar negeri saya ingin menanyakan mengenai pembayaran fidyah di tempat saya bekerja,saya tidak di perbolehkan berpuasa saya pernah mencoba sembunyi sembunyi untuk berpuasa juga ketahuan,

lalu saya pikir untuk membayar fidyah sebagai ganti puasa Ramadan yang terlewat,lalu saya mencoba konsultasi dengan teman saya, teman pertama,beliau ada di Indonesia ,menjawab kalau kondisi saya tetap harus mengganti hari puasa dan tidak di perbolehkan membayar fidyah

teman kedua,beliau ada di negara tempat saya bekerja dan mengetahui kondisi di sini, menjawab boleh membayar fidyah, daripada tidak bisa menjalankan puasa, tidak memungkinkan membayar ganti hari,dan tidak membayar fidyah urusan di terima atau tidak kita pasrah pada Allah saja

menurut Ustad,mana yang sebaiknya saya lakukan? terima kasih atas waktu nya wassalamualaikum

JAWABAN

Pendapat teman anda yang pertama adalah benar. Mayoritas ulama menyatakan wajib mengqadha puasa Ramadan yang ditinggalkan secara sengaja tanpa udzur syar'i. Sebagaimana yang terjadi dalam kasus anda.

Ibnu Abdil Bar dalam al-Istidzkar, hlm. 1/77, menyatakan:
" ูˆุฃุฌู…ุนุช ุงู„ุฃู…ุฉ ، ูˆู†ู‚ู„ุช ุงู„ูƒุงูุฉ ، ููŠู…ู† ู„ู… ูŠุตู… ุฑู…ุถุงู† ุนุงู…ุฏุงً ูˆู‡ูˆ ู…ุคู…ู† ุจูุฑุถู‡، ูˆุฅู†ู…ุง ุชุฑูƒู‡ ุฃุดุฑุงً ูˆุจุทุฑุงً، ุชุนู…َّุฏ ุฐู„ูƒ ุซู… ุชุงุจ ุนู†ู‡ : ุฃู† ุนู„ูŠู‡ ู‚ุถุงุกู‡ " ุงู†ุชู‡ู‰ ู…ู† "ุงู„ุงุณุชุฐูƒุงุฑ" (1/77).

Artinya: Ulama sepakat bahwa orang yang tidak puasa Ramadan secara sengaja, maka wajib baginya untuk mengqadha-nya. Dia tetap muslim, dalam arti tidak murtad, apabila ia tetap percaya atas wajibnya puasa dan bertaubat.

Ibnu Qudamah dalam Al-Mughni, hlm. 4/365, menyatakan:

" ู„َุง ู†َุนْู„َู…ُ ูِูŠ ุฐَู„ِูƒَ ุฎِู„َุงูًุง ؛ ู„ِุฃَู†َّ ุงู„ุตَّูˆْู…َ ูƒَุงู†َ ุซَุงุจِุชًุง ูِูŠ ุงู„ุฐِّู…َّุฉِ ، ูَู„َุง ุชَุจْุฑَุฃُ ู…ِู†ْู‡ُ ุฅู„َّุง ุจِุฃَุฏَุงุฆِู‡ِ ، ูˆَู„َู…ْ ูŠُุคَุฏِّู‡ِ ، ูَุจَู‚ِูŠَ ุนَู„َู‰ ู…َุง ูƒَุงู†َ ุนَู„َูŠْู‡ِ " ุงู†ุชู‡ู‰

Artinya: Kami tidak tahu adanya perbedaan ulama (soal wajibnya qadha puasa Ramadhan). Karena puasa tetap dalam tanggungan. Maka puasa tidak lepas dari tanggungan kecuali setelah melakukannya sedangkan dia belum melakukan itu. Maka, dia tetap berkewajiban puasa.

Baca detail:
- Puasa Ramadan
- Qadha Puasa Ramadan di Tahun Kedua

Namun ada pendapat kedua dari kalangan ulama yang menyatakan bahwa puasa Ramadan tidak wajib diqadha bagi yang meninggalkannya secara sengaja. Dengan alasan waktu wajibnya hanya pada saat bulan Ramadan saja. Tapi pelakunya tetap berdosa besar dan wajib taubat dengan cara memperbanyak ibadah sunnah dan sedekah.

Ibnu Abdil Bar dalam Fathul Bari, hlm. 3/ 355, menyatakan:

ูˆู…ุฐู‡ุจ ุงู„ุธุงู‡ุฑูŠุฉ ุฃูˆ ุฃูƒุซุฑู‡ู… : ุฃู†ู‡ ู„ุง ู‚ุถุงุก ุนู„ู‰ ุงู„ู…ุชุนู…ุฏ، ูˆุญูƒูŠ ุนู† ุนุจุฏ ุงู„ุฑุญู…ู† ุตุงุญุจ ุงู„ุดุงูุนูŠ ุจุงู„ุนุฑุงู‚ ، ูˆุนู† ุงุจู† ุจู†ุช ุงู„ุดุงูุนูŠ ، ูˆู‡ูˆ ู‚ูˆู„ ุฃุจูŠ ุจูƒุฑ ุงู„ุญู…ูŠุฏูŠ ููŠ ุงู„ุตูˆู… ูˆุงู„ุตู„ุงุฉ ุฅุฐุง ุชุฑูƒู‡ู…ุง ุนู…ุฏุงً ، ุฃู†ู‡ ู„ุง ูŠุฌุฒุฆู‡ ู‚ุถุงุคู‡ู…ุง ، ูˆูˆู‚ุน ู…ุซู„ู‡ ููŠ ูƒู„ุงู… ุทุงุฆูุฉ ู…ู† ุฃุตุญุงุจู†ุง ุงู„ู…ุชู‚ุฏู…ูŠู† ، ู…ู†ู‡ู…: ุงู„ุฌูˆุฒุฌุงู†ูŠ ูˆุฃุจูˆ ู…ุญู…ุฏ ุงู„ุจุฑุจู‡ุงุฑูŠ ูˆุงุจู† ุจุทุฉ " . ุงู†ุชู‡ู‰


Artinya: Mazhab Zhahiriyah atau mayoritas ulamanya menyatakan bahwa tidak perlu qadha bagi yang sengaja tidak puasa Ramadan. Ada riwayat dari Abdurrahman, ulama Syafi'i di Irak dan dari Ibnu Binti Al-Syafi'i, ini adalah pendapat Abu Bakar al-Humaidi dalam soal puasa dan shalat apabila meninggalkan secara sengaja itu hukumnya tidak sah qadhanya. Dan pendapat serupa juga terjadi dari kalangan ulama mazhab Hanbali yang awal (mutaqaddimin) seperti Al-Juzjani, abu Muhammad Al-Burbahari, dan Ibnu Battah.

Kesimpulan

1. Kalau memang terpaksa tidak puasa Ramadan karena dilarang perusahaan, maka tidak perlu qadha juga tidak perlu bayar fidyah menurut sebagian pendapat. Namun dianjurkan menggantinya dengan sedekah atau ibadah sunnah sebagai bentuk taubat. Idealnya, anda pindah kerja di tempat lain kalau ada dan memungkinkan.

2. Mayoritas ulama menyatakan wajib qadha puasa.

Thursday, April 21, 2022

Hukum memaki dan mendengar kata makian

HUKUM KATA MAKIAN Assalamualaikum pak ustadz saya ingin bertanya apa hukumnya kita mendengar atau mengucapkan kata makian saya kadang saat menonton film ada adegan dimana tokoh filmnya mengucapkan kata bahasa inggris "Goddamn" pas saya cari tahu kata goddamn tersebut berbeda beda hasilnya tiap website ada yg mengartikan goddamn itu :ya tuhan ,terkutuk oleh tuhan ada juga yg mengartikan terkutuklah tuhan.pertanyaan saya

1.apa hukumnya ketika saya mendengar kata goddamn tersebut karena saya takut kata tersebut termasuk hinaan pada tuhan.

2.bagaimana cara saya menyikapi terjemahan yang berbeda beda tiap situs karena kalau saya coba translate di situs resmi seperti google terjemahan arti kata tersebut hanyalah "ya tuhan"

3.kalau saya mendegar kata tersebut di film yang saya miliki apa film tersebut harus saya hapus/buang

Terimakasih pak ustadz wassalamu'alaikum warahmatullahi wa barokatuh

JAWABAN

1. Tidak masalah kalau hanya mendengar asal tidak ikut mengucapkan. Sebagaimana lintasan hati soal dosa tidak berdampak hukum apapun. Baca detail: Hukum Lintasan Hati

Goddamn itu sendiri di negara aslinya (Amerika Utara) biasanya diucapkan dalam dua kondisi yaitu kondisi kesal yang berarti kata makian atau kondisi senang dan diucapkan pada teman akrab yang berarti kata pujian atau kegembiraan.

Hukum memaki dan mencaci adalah haram. Sama saja memaki individu atau memakai golongan atau agama tertentu yang selain Islam. Baca detail: Larangan Mencela agama lain

Baca juga: Larangan Mencela dan Melaknat

2. Itu artinya kata itu memilikii banyak makna dan itu menjadi keuntungan bagi anda dan orang lain karena berarti kata itu tidak identik dengan makian. Namun demikian, menghindari mengucapkan kata goddamn itu lebih baik.

3. Tidak perlu dibuang terutama kalau secara keseluruhan mengandung isi yang baik. Namun kalau isinya tidak baik, maka menjauhinya itu dianjurkan. Baca detail: Wajib Menjauhi Lingkungan Pergaulan Buruk

LARANGAN MEMAKI DAN MENCELA

Adapun memakai kata makian untuk bercanda. Misalnya, antara teman dan tidak menyakiti, maka tetap tidak boleh karena kemutlakan larangan memaki atau mencaci sesama.

Khatib al-Baghdadi dalam al-Jamik menyatakan bolehnya bercanda asalkan tidak melewati batas kepatutan:

ูَุฅِู†َّู…َุง ูŠُุณْุชَุฌَุงุฒُ ู…ِู†َ ุงู„ْู…ِุฒَุงุญِ ูŠَุณِูŠุฑُู‡ُ، ูˆَู†َุงุฏِุฑُู‡ُ، ูˆَุทَุฑِูŠูُู‡ُ، ุงู„َّุฐِูŠ ู„َุง ูŠَุฎْุฑُุฌُ ุนَู†ْ ุญَุฏِّ ุงู„ْุฃَุฏَุจِ، ูˆَุทَุฑِูŠู‚َุฉِ ุงู„ْุนِู„ْู…ِ، ูَุฃَู…َّุง ู…ُุชَّุตِู„ُู‡ُ، ูˆَูَุงุญِุดُู‡ُ، ูˆَุณَุฎِูŠูُู‡ُ، ูˆَู…َุง ุฃَูˆْุบَุฑَ ู…ِู†ْู‡ُ ุงู„ุตُّุฏُูˆุฑَ، ูˆَุฌَู„َุจَ ุงู„ุดَّุฑَّ؛ ูَุฅِู†َّู‡ُ ู…َุฐْู…ُูˆู…ٌ. ุงู‡ู€ู€.

Artinya: Bercanda yang sedikit itu dibolehkan asalkan dengan cara yang tidak keluar dari adab kepatutan dan jalan ilmu. Adapun canda yang buruk maka itu tercela.

Makian pada dasarnya adalah haram. dan karena itu ia tetap haram walaupun untuk bercanda. Berdasarkan hadis muttafaq alaih berikut:

ุณِุจَุงุจُ ุงู„ْู…ُุณْู„ِู…ِ ูُุณُูˆู‚ٌ. ู…ُุชَّูَู‚ٌ ุนَู„َูŠْู‡ِ.

Artinya: Mencaci muslim itu fasiq (berdosa)

hadis riwayat Imam Muslim dari Imran bin Hushain, dia berkisah;

ุจَูŠْู†َู…َุง ุฑَุณُูˆู„ُ ุงู„ู„َّู‡ِ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ูِูŠ ุจَุนْุถِ ุฃَุณْูَุงุฑِู‡ِ ูˆَุงู…ْุฑَุฃَุฉٌ ู…ِู†َ ุงู„ุฃَู†ْุตَุงุฑِ ุนَู„َู‰ ู†َุงู‚َุฉٍ ูَุถَุฌِุฑَุชْ ูَู„َุนَู†َุชْู‡َุง ูَุณَู…ِุนَ ุฐَู„ِูƒَ ุฑَุณُูˆู„ُ ุงู„ู„َّู‡ِ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ุจ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ูَู‚َุงู„َ :ุฎُุฐُูˆุง ู…َุง ุนَู„َูŠْู‡َุง ูˆَุฏَุนُูˆู‡َุง ูَุฅِู†َّู‡َุง ู…َู„ْุนُูˆู†َุฉٌ. ู‚َุงู„َ ุนِู…ْุฑَุงู†ُ ูَูƒَุฃَู†ِّูŠ ุฃَุฑَุงู‡َุง ุงู„ุขู†َ ุชَู…ْุดِู‰ ูِูŠ ุงู„ู†َّุงุณِ ู…َุง ูŠَุนْุฑِุถُ ู„َู‡َุง ุฃَุญَุฏٌ

“Ketika kami bersama Rasulullah dalam sebagian perjalanannya dan ada seorang perempuan dari kalangan Anshar di atas untanya. Kemudian unta tersebut keletihan dan perempuan itu melaknatnya. Rasulullah Saw mendengar hal tersebut dan beliau berkata, ‘Ambil semua barang yang ada di atasnya, dan biarkan unta ini berkeliaran karena unta ini telah dilaknat.’ Kata sahabat Imran, ‘Aku lihat unta itu berkeliaran di tengah rombongan dan tidak ada satupun yang menangkapnya.’”

kitab Jami’u al-Ahaadits, dari Sayidina Ali, dia berkata;

ุจูŠู†ู…ุง ู†ุญู† ู…ุน ุงู„ู†ุจู‰ – ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… – ูุขุฐุชู†ุง ุงู„ุจุฑุงุบูŠุซ ูุณุจุจู†ุงู‡ุง ูู‚ุงู„ ุฑุณูˆู„ ุงู„ู„ู‡ – ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… – ู„ุง ุชุณุจูˆุง ุงู„ุจุฑุงุบูŠุซ ูู†ุนู… ุงู„ุฏุงุจุฉ ุฏุงุจุฉ ุชูˆู‚ุธูƒู… ู„ุฐูƒุฑ ุงู„ู„ู‡ ูุจุชู†ุง ุชู„ูƒ ุงู„ู„ูŠู„ุฉ ู…ุชู‡ุฌุฏูŠู†


“Pada suatu malam kami bersama Nabi Saw, tiba-tiba nyamuk-nyamuk menyakiti kami dan kami menghujatnya. Kemudian Nabi Saw. berkata, ‘Janganlah kalian menghujat nyamuk-nyamuk itu karena sebaik-baik hewan adalah yang bisa mengingatkan kalian untuk zikir pada Allah.’ Pada malam itu, kami bisa bertahajud.”

dari Zaid bin Khalid, dia berkata bahwa Nabi Saw. bersabda;

ู„ุงَ ุชَุณُุจُّูˆุง ุงู„ุฏِّูŠูƒَ ، ูَุฅِู†َّู‡ُ ูŠَุฏْุนُูˆ ุฅِู„َู‰ ุงู„ุตَّู„ุงَุฉِ


“Janganlah kalian mencela ayam jantan, karena ia mengajak untuk shalat.”

Monday, April 11, 2022

Suami dipaksa mentalak istri kedua, apakah sah?

RUMAH TANGGA: TALAK TERPAKSA

Assalamualaikum

ustad..saya mau bertanya tentang kejadian dalam rumah tangga saya..

singkat cerita saya seorang istri kedua,1 tahun yang lalu istri pertama datang kerumah saya dengan keadaan marah besar karena dia tidak terima suami nya menikahi saya lalu dalam keadaan emosi yang memuncak istri pertama menarik rambut saya dan mengahancurkan semua barang2 saya dirumah,

suami memisahkan kami dan suami membawa istri pertama keluar dari rumah saya..lalu suami menelpon saya dan istri pertama memaksa suami saya untuk menceraikan saya dia mengancam kalo suami tidak menceraikan saya dia akan teriak2 dan mempermalukan suami di kantor tempat suami berkerja, suami seorang anggota polri..bahkan istri pertama mencakar2 suami saya

Karena suami dalam keadaan tertekan dan kebingungan lalu dia terpaksa menceraikan saya melalui telpon atas paksaan istri pertama tapi suami tidak berniat untuk menceraikan saya dia hanya terpaksa karena takut akan hal2 yg tidak diinginkan terjadi karena istri pertama marah besar dan istri pertama membawa pisau Pertanyaan nya ustad..sah kah ucapan cerai suami dalam keadaan terpaksa dan tertekan

JAWABAN

Talak yang dilakukan karena terpaksa tidak sah. Jadi, tidak terjadi talak. Baca detail: Talak Terpaksa

RUMAH TANGGA: ISTRI SELINGKUH DAN MINTA CERAI SETELAH 11 TAHUN BERUMAH TANGGA

Sya sdh mnikah 11th mungkin 9thun sya kurang terllu perhatian sma istri .pd akirnya istri mulai berani skarang dia mulai menxintai ke laki2 lain dan istri sya selingkuh sya mmembnaekan kjadiannitu karna sdh ada bukti dan istri sy jg mengakui ..

skarang saya sadar bahwa sy tdk bisa kehilangan dia skarang sya sdh brubh total sys sdh mnjadi ayah dan suami yg baik .ttpi skarang istri sys masih hub dg kakasihnya walauoun lewat chat dan dia meminta pisah dri saya ..ttpi saya menolak mengabulkanya ini sudah berlangsung 4bulan kami masih serumah .istri sy pun masih komunikasi dg kasihnya .

smua jalan sdah sys tempuh ttpi hati istri sy sdh terlnjur cinta sama kkasihnya ..apa mungkin ini pertnda bahwa memeng jodoh saya sampai dsini dg istri sya dan sayaa harus iklas pisah ...anak kami 3 mohon minta saranya ..mkasih

JAWABAN

Mengingat anda berdua sudah punya tiga anak, maka diusahakan sebisa mungkin untuk tetap bertahan. Silahkan baca doa berikut setiap selesai shalat wajib dan ikuti caranya. Baca detail: Doa Agar Disayang istri

Kalau ternyata istri tetap bersikeras untuk minta cerai dan dia tetap melakukan selingkuh dengan mantannya dan pada yang sama anda sudah tidak tahan dengan kondisi ini, maka bercerai adalah pilihan yang dibolehkan syariah. Baca detail: Menyikapi Pasangan Selingkuh