Friday, January 22, 2021

SIKAP ANAK PADA ORANG TUA YANG IKUT ALIRAN SESAT

SIKAP ANAK PADA ORANG TUA YANG IKUT ALIRAN SESAT
SIKAP PADA ORANG TUA YANG IKUT ALIRAN SESAT

Assalamu'alaikum pak ustad.
Sebelumnya saya putri jawa timur. Email (kisah) saya mungkin terlalu panjang ,jadi sekiranya saya mohon dibaca dan sekiranya ada solusi ataupun masukan, apa yang sebaiknya saya lakukan.

Suatu kesyukuran bagi saya pak ustad, saya dibesarkan dilingkungan kelurga yang baik, serta alhamdulillah saya masih bisa berkumpul dengan ibu, bapak serta adik saya. Saya anak pertama dari dua bersaudara .

Pak ustad saya ada permasalahan dengan ibu saya. Ibu saya lebih mengutamakan lebih mempercayai serta lbh menjalankan pertintah kepercayaannya, yaitu ibu saya lebih mementingkan kepercayaannya kepada seseorang yng di percayanya bahwa masalah didunia ini, keapesan, kematin, dn hal yang lain karena arah berlawanan seseorang dari hari, tanggal, bulan serta tahun orang lahir, bila mengikuti kepercayaannya tersebut tdak terjadi masalah ataupun keapesan dn jga yng lainnya ..

Kemudian saya semenjak dari TK hingga SMA saya dituntut untuk mengikuti kepercayaannya lalu saya merasa tertekan waktu saya menginjak diperkuliahan, hati saya tertekan, fikiran saya menjadi tdk jernih hingga saya kurus karena memikirkan kepercayaan ibu saya tersebut pak ustad. Hingga ibu saya bilang kalau saya tdak mengikuti kepercayaan ibu saya, saya akan dibiarin, lalu saya bilang ke ibu saya, mngkin saya dulu mengikuti kepercayaan ibu belum berpikiran luas apakah yang saya percaya itu mendapatkan pahala atau tidak, serta terjerumus dalam hal benar atau tidak dan yang lainnya, namun ibu saya ttap marah2 pak ustad, apakah saya salah bila saya tidak mengikuti kepercayaan tersebut pak ustad ?,

Ibu saya tidak pernah shalat, namun ibu saya sepenuhnya mempercayai seperti itu, hingga saya tertekan hati saya, fikiran saya hingga saya kurus mengikuti seperti itu, saya berpikiran saya ingin kerja ataupun hal yang lain tnpa arah2 sperti itu pak ustad. Dan saya mempunyai kekasih, sudah 3 thun lbih saya berhubungan, dia anak mandiri, anak baik, dn dari keluarga2 baik jga , bpak serta keluarga yang lain pun tau akan hubungan kami. Dan dari keluarga pihak laki2 jga ada niatan untuk meminta atau meminang saya.

Saya dalam hati karna Allah saya mencintai serta menyanyangi dia pak ustad, lahir dan batin tulus dalam hati karna Allah saya siap jga untuk menikah, dn berumah tangga. Saya shalat tahajud dan berdoa meminta diberi petunjuk serta menceritakan semua yang terpendam dalam hati ke Allah . Dengan berjalannya wktu saya yakin akan hati saya pak ustad .

Namun dalam hal ini ada kendala dari ibu saya, ibu saya tidak merestui bila saya dengan kekasih saya, dikarenakana menurut kepercayaannya saya berlawanan dan saya akan mendapatkan masalah serta yang lain pas ustad, namun saya mencoba untuk bilang bahwa semua masalah, keapesan dan yang lain dtang dri Allah bkan dri kepercayaannya tersebut, ibu saya marah2 pak ustad dan blang kalau saya tdk menuruti apa yng dipercayanya tersebut akan dibiarin, saya tertekan pak ustad, seakan akan saya mau berkarir dan yang lain jga terhalang krna kepercayaan ibu saya, sedangkan bpak saya merestui hubungan kami .. Kenapa ibu saya tidak memahami akan perasaan saya. Dan ibu saya lebih mementingkan kepercayaannya sedangkan ibu saya tidak pernah shalat.
Pertanyaan saya dari terusan di atas,

1. Durhaka kah saya pak ustad bila saya tidak mempercayai serta mengikuti kepercayaan ibu saya?

2. Apakah doa ibu saya akan di jabah oleh Allah pak ustad, yang mngkin saya durhaka dengan ibu saya?

3. Apakah kami boleh menikah dengan niatan kami karna Allah, bila kami tidak direstui ibu saya ?

Terima kasih atas waktu dan kesediaan pak ustad untuk membaca dan membantu kami dalam mencari solusi terbaik untuk masalah ini. Semoga ada pencerahan untuk kami dan demi tercapainya niatan2 kami untuk bersama membina keluarga yang sakinah, mawadah dan warohmah.

JAWABAN

1. Tidak dianggap durhaka. Bahkan anda berdosa kalau mengikuti kepercayaan ibu yang berlawanan dg syariat Islam yang sudah disepakati ulama atas wajibnya seperti wajibnya shalat, dll. Dalam hal seperti ini, anak justru wajib tidak taat pada orangtuanya. Karena, hak Allah lebih tinggi untuk diikuti daripada hak orang tua. Baca detail: Hukum Taat dan Berbakti pada Orang Tua

2. Tidak akan ijabah. Namun demikian, anda harus tetap hormat dan patuh pada orang tua dalam bidang yang tidak berlawanan dengan syariat. Dan harus tetap menjalin silaturahmi. Mintalah saran pada ayah bagaimana baiknya menghadapi sikap ibu. Baca detail: http://www.alkhoirot.net/2015/12/agar-mendapat-restu-ibu.html

3. Boleh, apalagi anda sudah direstui oleh ayah. Yang terpenting dalam pernikahan adalah restu bapak karena dia yang akan menikahkan anda kelak. Di samping itu, ibu wajib merestui pilihan anaknya apabila pilihan itu baik. Baca detail: http://www.alkhoirot.net/2014/12/menikah-tanpa-restu-ibu-apakah-durhaka.html


ANAK PEREMPUAN APA DAPAT WARISAN?

Assalamualaikum..
Saya ingin tanya mengenai warisan..saya mempunyai ibu (masihh hidup) yang telah memiliki warisan dari ayahnya namun ibu saya hanya memiliki 3 anak perempuan dan suami..

pertanyaan saya jika ibu saya tiada warisannya apakah anak perempuannya dapat??karena kata bukde saya (ipar ibu) warisan ibu saya akan jatuh ke anak laki2 dari sodara laki2 kandung ibu saya (anak laki2 pakde)
Apakah benar??

JAWABAN

Anak perempuan dapat warisan juga. Dalam kasus anda, karena tidak ada saudara laki-laki, maka ketiga anak perempuan mendapat 2/3 (untuk tiga orang). Sedangkan sisanya yg 1/3 diwariskan untuk ahli waris lain. Sayangnya anda tidak menyebut siapa saja ahli waris lain yg ada (misalnya saudara dari ibu, dan jenis kelaminnya). Baca detail: Hukum Waris Islam

WARISAN

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,,

Saya anak laki-dari 5 bersaudara:
1. Kakak Perempuan
2. Kakak Perempuan
3. Kakak Perempuan
4. Kakak Laki-laki
5. Saya (Laki-laki)

Kedua orang tua saya sudah meninggal dan akan segera dibagikan Peninggalan dari kedua orang tua saya tersebut yaitu berupa Tanah dan Rumah,

Pertanyaan:
Berapakah persen hak mutlak yang akan saya terima menurut ajaran Agama Islam?

Terima kasih atas bantuannya,

Wassalam,,,,

JAWABAN

Dengan asumsi bahwa kakek nenek anda dari kedua pihak sudah meninggal, maka seluruh warisan jatuh ke anak-anak kandung dg rincian sbb:

(a) Kedua anak laki-laki masing-masing mendapat 2/7
(b) Ketiga anak perempuan masing-masing mendapat 1/7
Baca detail: Hukum Waris Islam

CARA TAUBAT SYIRIK BESAR

Assalamualaikum ustadz

1. Apakah yang pernah terjerumus dalam dosa syirik besar dapat diampuni Allah SWT dengan cara taubat nasuha?
2. Apakah pelakunya harus syahadat ulang ustadz? Kalau iya, sah tidak kalau syahadatnya itu tidak ada saksinya?

Terimakasih ustadz.
Wassalamualaikum

JAWABAN

1. Dapat. Semua dosa akan diampuni asalkan bertaubat nasuha saat masih hidup dan nyawa belum sampai ditenggorokan (dalam arti belum sekarat). Baca detail: Cara Taubat Nasuha

2. Ya, baca syahadat ulang dan tidak perlu ada saksi. Baca detail: Cara Masuk Islam bagi Kafir dan Murtad

TAAT SUAMI ATAU ORANG TUA

Assalamualaikum, nama saya novi saya menikah diusia 19tahun dan kini usia pernikahan saya genap satu tahun. Jujur pada mulanya pernikahan saya bersama suami memang tak direstui orang tua saya tapi kami tetap berkomitmen untuk menikah. Hingga kini hubungan suami dengan orang tua saya memang tidak begitu baik. Tampak ketidaksukaan suami saya bilang orang tua saya datang berkunjung terlebih kepada ibu saya suami sangat menunjukan rasa benci. Saya bingung, sering kali saya disudutkan pada pilihan oleh mereka jika terjadi suatu permasalahan. Saya harus memilih antara bertahan dengan suami atau kembali pada orang tua yg sebenarnya saya amat sangat menyayangi mereka semua. Hubungan saya dengan suami memang berjalan cenderung kurang harmonis. Pertanyaan saya:
1.bagaimana saya harus bersikap?
2.mana yang harus saya utamakan sedangkan saya inginkan menjadi istri sholeha tapi juga tak ingin menjadi anak yang durhaka?
Mohon penjelasannya, wasalamualaikum wr.wb

JAWABAN

1. Dalam hal urusan rumah tangga, termasuk soal hubungan intim, urusan anak, belanja dll, taatlah kepada suami. Baca detail: Hak dan Kewajiban Suami Istri

2. Orang tua harus didahulukan ketaatannya dari suami dalam bidang yang di luar masalah rumah tangga. Baca detail: Hukum Taat dan Berbakti pada Orang Tua

Sunday, January 17, 2021

RUMAH TANGGA: BOLEHKAH MENGANCAM ISTRI SUPAYA DIA TAAT SUAMI?

Bolehkah mengancam istri biar taat suami?
RUMAH TANGGA: BOLEHKAH MENGANCAM ISTRI SUPAYA DIA TAAT SUAMI?

Assalaamu'alaikam WR WB

Ustadz,

Semoga selalu dalam Lindungan, Rahmat Allah dan dalam Keberkahan Usia, Harta dan Ilmu

Saya mau bertanya mohon pencerahannya.

Saya seorang suami berusia 29 tahun dan Alhamdulillah telah dikarunia anak perempuan berusia 4 Tahun.

Didalam Rumah Tangga telah kita ketahui banyak sekali rintangan dan cobaan terlebih perselisihan antara suami dan istri.

Kondisinya , Saya dan Istri sangat sering berselisih dan bertengkar dikarenakan hal yang sepele. Setiap pertengkaran sebagai suami selalu berusaha meredam dan instropeksi diri karena tidak lain tujuan saya menikah yaitu sakinah. Namun tidak jarang istri sangat keras kepala dan egois bahkan secara pelan pelan sering dilakukan dialog agar ada solusi untuk kerukunan.

Suatu ketika terjadi pertengkaran dan saya diamkan istri (Tidak Bicara) tetapi sikap istri semakin menjadi bahkan meninggalkan kewajibannya sebagai istri yang akhirnya saya merasa sangat cape dengan sikap dan ego istri.

Dengan maksud supaya istri berpikir dan merubah sikapnya menjadi baik saya menuliskan pesan kepada istri lewat WA yang isinya sebagai berikut :

"Maaf, saya maunya bicara langsung tapi, takut jadi emosi yang akhirnya kurang maslahat
Saya mau sampaikan yang ada di pikiran dan hati mudah mudahan mengerti. Jelek-jelek juga saya suamimu yang Wajib kamu taati.

Semakin hari kamu semakin keterlaluan , semakin menyiksa. Sebelum kita saling menyakiti saya mau benar benar bertanya bukan dasar emosi tapi ini hasil pemikiran dan pertimbangan

Rumah tangga kita kelanjutannya mau seperti apa ?

Kalau masih berharap panjang tolong rubah sikap dan jangan keras kepala hanya itu yang diminta suami

Kalau Sudah Tidak ada harapan untuk panjang mohon dengan saling menghormati, jangan saling menghina, jangan saling menyalahkan, undang orang tua dan bawa acaranya ke pangadilam agar benar secara aturan

Apapun bentuknya sebagai seorang lelaki tidak akan menghindar dan akan dihadapi."

Seteleh itu istri saya balas yang intinya semua terserah dan tergantung saya.
Saya pastikan dan yakinkan lagi akhirnya istri saya ngajak baikan dan bilang dia cape juga didiamkan. Dan akhirnya kita dialog dan kita baikan Alhamdulillah.

Ustadz,
Saya sebagai seorang suami menuliskan pesan WA tersebut bertujuan untuk supaya istri berpikir dan mau berubah agar tidak gampang marah dan keras kepala sehingga kita bisa rukun.

Pertanyaannya :

1. Dari kronologi tersebut apakah saya sebagai suami berdosa dan salah langkah memberikan seolah ancaman kepada istri dengan salah satu pilihannya menyakitkan hatinya ?

2. Dari redaksi kalimat pertanyaan dan tujuan pasan saya kepada istri apakah termasuk cerai atau bukan dari segi syari'at ?

Mohon pencerahhnya dari ustadz , akan sangat bermanfaat dan menjadi ilmu bagi saya

Terima kasih

Semog Allah Balas semua kebaikan yang diberikan Amiiin

JAWABAN

1. Sikap anda dalam pesan WA sudah termasuk sikap yang bijaksana sebagai suami dan sekaligus tegas. Sikap tegas diperlukan terutama dalam menghadapi istri yang masih kekanak-kanakan. Dan cara berkomunikasi via WA untuk menghindari hal yang buruk itu juga pilihan cara yang baik. Intinya, tidak ada masalah dengan cara anda berkomunikasi maupun isi pesan yang disampaikan. Baca juga: Cara Harmonis dalam Rumah Tangga

2. Isi pesan tersebut tidak berakibat cerai. Walaupun secara implisit ada unsur mengajak cerai. Karena, ucapan cerai yang jatuh talak itu apabila diucapkan dalam bentuk kalimat yang berefek sekarang (present tense). Sedangkan kalimat anda itu berefek pada masa yang akan datang (future tense). Dan perbedaan tense ini menyebabkan perbedaan dalam segi akibat hukumnya. Baca detail: Cerai dalam Islam

HUKUM WARIS: BAGIAN ANAK, ISTRI DAN IBU

Assalamualaikum Wr. Wb. Ustad Pengasuh Ponpes Alkhoirot.

Saya ingin bertanya dan meminta penjelasan tentang pembagian harta waris keluarga saya.

Ibu saya sudah meninggal tahun 2015, meninggalkan Suami (Ayah saya), 1 anak perempuan, 1 anak laki-laki, Ibu kandung, 1 Adik kandung laki-laki (dengan 1 anak laki-laki, 2 anak perempuan).

4 bulan kemudian Ayah saya menikah lagi dengan seorang janda (punya 3 anak yg masih kecil-kecil) yg berstatus mantan istri dari Paman saya (Adik tiri satu Ibu lain Bapak dengan Almh. Ibu saya). Sebelum beliau menikah saya meminta kejelasan status warisan untuk saya dan adik saya (saya meminta hal tersebut atas dasar diberi pesan oleh Almh.Ibu saya melalui mimpi), tetapi yg saya dapat hanya sepucuk surat dari Ayah saya yg isinya harta A untuk saya, Harta B untuk adik saya, Harta C untuk istri baru dan 3 anaknya, sedangkan ada 1 harta lagi yg tidak dijelaskan untuk siapa? Ditambah beberapa kendaraan pun tidak dijelaskan untuk siapa? Surat tersebut dibuat sebelum ayah saya menikah, tanpa saksi, namun ditandatangani di atas Materai.

Pertanyaan saya adalah:

1. Apakah sah di mata hukum negara maupun hukum Islam sepucuk surat yg diberikan ayah saya tersebut yg dibuat sebelum beliau menikah dan tanpa saksi sama sekali?

2. Mohon maaf sebesar-besarnya, saya tidak ada maksud sama sekali untuk mendahului takdir, sampai saat ini Alhamdulillah Ayah saya masih hidup namun menderita sakit jantung. Beliau seorang PNS yg tahun depan akan pensiun, apakah dana pensiunannya nanti termasuk harta waris?

3. Semasa hidup Ibu saya bersama Ayah, Alhamdulillah Ayah saya meraih kesuksesan, ada beberapa aset yg sampai sekarang atas nama Ibu saya. Bagaimanakah statusnya dalam Islam?

4. Bagaimana pembagian harta waris yg sebenarnya dalam hukum Islam untuk istri kedua dari ayah saya?

5. Apakah ketiga anak tiri berhak mendapatkan harta waris dari ayah saya?

6. Setelah ayah saya menikah, beliau hanya memberi perhatian kepada istri dan anak tirinya yg masih kecil-kecil, apapun keinginan mereka dipenuhi sedangkan saya yg saat itu mau menikah justru tidak dipedulikan, tidak lagi diajak berbicara kalau tidak ada kepentingan, hingga saya dan adik saya yg merasa di-anak tiri-kan. Bagaimana seandainya semua harta yg masih atas nama ibu saya hanya diberikan kepada istri baru dan anak tirinya? Apakah Ayah saya berdosa?

7. Kapankah seharusnya harta atas nama Almh. Ibu saya dibagikan kepada ahli warisnya? Karna saya takut ayah saya mencampurkan harta tersebut dengan harta barunya (yg didapat setelah menikah lagi), atau dibalik nama menjadi nama istrinya?

Mohon jawaban dan penjelasannya atas pertanyaan saya. Sebelumnya saya ucapkan terimakasih kepada Bapak Ustad Pengurus Ponpes Al Khoirot.

Wassalamualaikum Wr. Wb.

JAWABAN

1. Penyerahan aset dari pemilik pada orang lain itu disebut hibah. Dan hibah yang dilakukan oleh ayah anda itu hukumnya sah menurut agama. Namun demikian, agar ia memiliki legitimasi hukum yang lebih kuat, maka sebaiknya aset yang diberikan pada anak dibalik nama menjadi atas nama anda segera. Konsekuensi dari hibah adalah anda sebagai penerima hibah dapat mengambil alih aset tersebut sekarang dan juga memanfaatkannya. Baca detail: Hibah dalam Islam

2. Semua harta milik pewaris, termasuk dari hasil pensiun, adalah harta warisan yang diwariskan kepada seluruh ahli waris yang berhak.

3. Harta yang diusahakan oleh suami, maka tetap menjadi hak milik suami. Terkait aset suami yang sertifikatnya atas nama istri, maka itu tergantung dari niat suami. Apakah itu bermakna sudah dihibahkan pada istri? Kalau iya, maka menjadi hak milik istri sepenuhnya. Kalau istri meninggal menjadi hak dari ahli warisnya. Apabila suami tidak berniat memberikan harta tersebut, dengan alasan baliknama hanya dilakukan untuk formalitas saja, maka berarti harta tersebut masih milik suami sebagai pihak yang mengusahakan harta tersebut. Jadi, tanyakan pada ayah anda: apakah harta yang atas nama ibu anda itu menjadi milik ibu anda?

4. Kalau ayah anda wafat kelak, maka istri mendapat 1/8 saja, sisanya yang 7/8 untuk ahli waris lain. Tidak ada harta gono-gini dalam Islam. Baca detail: Harta Gono gini

5. Anak tiri pewaris tidak mendapatkan warisan.

6. Tergantung dari niat ayah anda sebagaimana disebut dalam poin 3.

7. Harta waris harus dibagikan sesegera mungkin. Baca detail: Hukum Waris Islam

Wednesday, January 13, 2021

BETULKAH ANAK PEREMPUAN TIDAK DAPAT WARISAN?

Betulkah anak perempuan tidak dapat warisan?
BETULKAH ANAK PEREMPUAN TIDAK DAPAT WARISAN?

Assalamualaikum..
Saya ingin tanya mengenai warisan..saya mempunyai ibu (masihh hidup) yang telah memiliki warisan dari ayahnya namun ibu saya hanya memiliki 3 anak perempuan dan suami..

pertanyaan saya jika ibu saya tiada warisannya apakah anak perempuannya dapat??karena kata bukde saya (ipar ibu) warisan ibu saya akan jatuh ke anak laki2 dari sodara laki2 kandung ibu saya (anak laki2 pakde)
Apakah benar??

JAWABAN

Tidak benar. Anak perempuan dapat warisan juga. Dalam kasus anda, karena tidak ada saudara laki-laki, maka ketiga anak perempuan mendapat 2/3 (untuk tiga orang). Sedangkan sisanya yg 1/3 diwariskan untuk ahli waris lain. Sayangnya anda tidak menyebut siapa saja ahli waris lain yg ada (misalnya saudara dari ibu, dan jenis kelaminnya). Baca detail: Hukum Waris Islam

WARISAN

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,,

Saya anak laki-dari 5 bersaudara:
1. Kakak Perempuan
2. Kakak Perempuan
3. Kakak Perempuan
4. Kakak Laki-laki
5. Saya (Laki-laki)

Kedua orang tua saya sudah meninggal dan akan segera dibagikan Peninggalan dari kedua orang tua saya tersebut yaitu berupa Tanah dan Rumah,

Pertanyaan:
Berapakah persen hak mutlak yang akan saya terima menurut ajaran Agama Islam?

Terima kasih atas bantuannya,

Wassalam,,,,

JAWABAN

Dengan asumsi bahwa kakek nenek anda dari kedua pihak sudah meninggal, maka seluruh warisan jatuh ke anak-anak kandung dg rincian sbb:

(a) Kedua anak laki-laki masing-masing mendapat 2/7
(b) Ketiga anak perempuan masing-masing mendapat 1/7
Baca detail: Hukum Waris Islam

WARISAN DAN HIBAH

Kronologis

Tahun 1984,
Kedua orang tua masih hidup, mempunyai 11 orang anak 4l dan 7w, memiliki sebidang tanah kosong, seluas 216m2 disebut (r-1) serta sebidang tanah dan bangunan diatasnya seluas 227m (disebuit r-2)

Dengan pertimbangan bahwa,
• tanah tersebut masih kosong, jadi dapat dimanfaatkan untuk dibangun rumah,
• sebagian anak (ke 1, 7 dan 8), belum memiliki rumah sendiri, sedangkan yang lain sudah memiliki rumah sendiri dan dianggap berkecukupan.
• orangtua, tidak mampu membiayai pembangunan bangunan ditempat itu,
• disarankan secara lisan, kepada anaknya, untuk membangun rumah ditanah tsb, dimana penggunaannya diperuntukkan kepada yang membangun.

 sekitar th 1985, pembangunan rumah dilaksanakan oleh 3 orang anak, masing masing anak ke 1, 7 dan ke 8, menjadi 3(tiga) bagian dan masing masing ditempati sebagai tempat tinggal.
 anak anak yang lain, tidak ada yang menuntut atas pembangunan maupun penempatan rumah oleh ketiga anak tersebut.
 atas hal diatas, sd meninggalnya orang tua, tidak diproses secara prosedure kepemilikan melalui notaris ppat
 sertifikat sd sekarang masih atas nama. Orangtua.

Pertanyaan :
Menurut hukum waris,
1 apakah pemberian tanah yang dibangun oleh ketiga anak tsb merupakan hibah ????
2 luas tanah yang dibangun +/- 50% dari harta orang tua, apakh ini diperbolehkan sebagai hibah orang tua kepada ketiga anak tersebut.??
3 setelah kedua orangtua meninggal, apakah ada hak waris anak anak atas rumah r-1???
4 bila ada, bagaimana cara pembagiannya…..

Tahun 1994,
Orangtua laki-laki, meninggal dunia.
ibunda menghibahkan tanah dan rumah r-2, kepada anak no.1 , dimana bagian anak no.1 pada rumah r-1, diberikan kepada anak no.12.
hibah dari ibunda kepada anak no.1, disetujui oleh semua anak lainnya dan diproses pada notaris ppat dan keluarlah akte hibah, selanjutnya peralihan shm kepada anak no.1 semuanya dibuat melalui notaris ppat.
tahun 2014, ibunda meninggal dunia.

Pertanyaan ;
Menurut hukum waris,
5 apakah hibah ibunda kepada anak no.1.dan pemberian bagian rumah anak no.1 di rumah r-1, kepada anak no.12, dapat dinyatakan syah ????????
6 apakah hibah diatas, didalamnya masih ada hak waris anak yang lainnya.??
7 bila ada, bagaimana cara pembagiannya…

JAWABAN

1. Ya, bisa dianggap hibah. Karena sudah ada pernyataan lisan dari ayah terkait hal tersebut. Baca detail: Hibah dalam Islam

2. Boleh. Dalam soal hibah tidak ada batasan minimal atau maksimal. Ini beda halnya dengan wasiat yg tidak boleh melebihi 1/3 dari harta keseluruhan. Baca detail: Wasiat dalam Islam

3. Ada. Hak waris tetap melekat pada seluruh anak termasuk yang sudah mendapat hibah. Hibah adalah hak pemberi hibah. Sedangkan warisan itu diatur khusus dalam waris Islam setelah pewaris meninggal sehingga tidak terkait dengan dapat hibah atau tidak.

4. PEMBAGIAN WARISAN HARUS DILAKUKAN DUA KALI (PENINGGALAN AYAH DAN IBU)

PERTAMA: PEMBAGIAN WARISAN PENINGGALAN BAPAK YG WAFAT TAHUN 1994

Ahli waris dan bagiannya sbb:
(a) Istri (ibu anda) mendapat 1/6 (dari keseluruhan harta)
(b) 10 anak kandung mendapatkan sisanya yang 5/6.
Semua anak kandung mendapat warisan kecuali no. 11 karena meninggal lebih dulu dari pewaris (bapak). Sedangkan no. 9 (laki2) tetap dapat warisan karena masih hidup saat pewaris (bapak) meninggal. Bagian dari no.9 nantinya diwariskan pada anak istrinya.

Adapun Cara pembagiannya adalah anak lelaki mendapat 2 sedangkan anak perempuan mendapat 1. Ke-4 anak lelaki masing-masing mendapat 2/14; sedangkan ke-6 anak perempuan mendapat 1/14

KEDUA: PEMBAGIAN WARISAN PENINGGALAN IBU YG WAFAT TAHUN 2004

Istri (ibu anda) mempunyai harta waris setidaknya peninggalan dari suaminya sebesar 1/6

Ahli warisnya ada 9 yaitu 3 anak lelaki, 6 perempuan. Ketiga anak lelaki masing-masing mendapat 2/12; sedangkan ke-enam anak perempuan masing-masing mendapat bagian 1/12.

5. Hibah ibunda tidak sah apabila tidak disetujui oleh seluruh ahli waris yang lain yakni para anak kandung. Karena harta warisan yang ada bukan hanya milik ibu, tapi milik seluruh ahli waris. Yakni: ibu dan seluruh anak kandung yg 10 orang (lihat poin 4). Baca detail: Hukum Waris Islam

6. Karena tidak sah, maka harus diulang. Kembali ke sebelum dihibahkan oleh ibu (lihat poin 4:Pertama). Kecuali kalau seluruh ahli waris yang hidup saat itu (saat ibu menghibahkan) rela atas sikap ibu tersebut. Kalau disetujui oleh seluruh ahli waris yang hidup, maka hibah sah.

Baca detail: Hukum Waris Islam

Friday, January 08, 2021

RUMAH TANGGA: DICERAI SUAMI LEWAT WA (WHATSAPP)

RUMAH TANGGA: DICERAI SUAMI LEWAT WA (WHATSAPP)
RUMAH TANGGA: DICERAI SUAMI LEWAT WA (WHATSAPP)

Assalamualaikum...Ustadz rumah tangga saya sudah 14 tahun, namun akhir-akhir ini saya baru tahu kalau talak itu ada kinayah, jadi teringat beberapa tahun lalu yaitu tahun 2011 saya lagi hamil pernah cekcok sm suami, suami dalamm keadaan marah bilang "cari sana yg bs memuaskan mu", terus ada kata-kata yang lupa lagi tepat nya ngomong seperti apa karena kejadian sudah lama tapi artinya pulang ke rumah orang tua mu tapi saya ragu sprti apa dulul kata-kata nya tidak ingat betul yang ingat dia katakan "urusan hutang nti saya bayar" karena pd wkt tu kami lg terlilit hutang itu yg suami ucapkan...

beberapa jam kemudian suami nelpon minta maaf dengan apa yang sudah dikatakan nya dan berjanji akan baik dan menemani saya melahirkan. Malam nya saya melahirkan dan suami pun ikut menemani saya..tidak ada kata rujuk dan penjelasan apapun dari suami dia merasa sudah beres aja smua baik-baik lagik,

lepas tu kami berumah tangga seperti biasa karena saya juga tidak paham dikira saya talak jatuh kalau suami bilang kata cerai atau kata talak dan pisah.

Beberaa tahumn berikut nya sekitar tahun 2013 atau 2014 saya lupa tepat nya..prnah kami cekcok di WA awal nya kami WA an baik-baik saja kemudian saya iseng meng copas postingan yg isi postingan nya itu salah satu poin nya mengatakan "sayangilah istri mu karena di luar byk laki laki yg mendambakan nya" pdhal saya tidak fokus di kata itu karena postingan nya tentang nasehat untuk suami kepada istri nya tapi rupa nya suami merasa sakit hati karena itu..

kemudian dengan marah dia balas WA dari saya dengan kata- kata diantara nya menulis "saya jatuhkan talak 1".Sesampai nya ditu rumah dia masih marah dan mengatakan saya tidak pantas mengeluarkan kata itu kepada suami dan Alloh telah menjatuhkan talak kpd istri yang seperti itu ( suami tidak paham masalah talak dan rujuk) Setelah kurang lebih 3 hari kemudian kami baikan tanpa ada kata rujuk suami minta maaf dan menyesal saya pun menyesal dan minta maaf karena telah menyakiti hati suami dan sejak saat itu sayatetapkan dalam hati kami prnah jatuh talak 1.

Kemudian sekitar tahun 2016 karena hal sepele kami cekcok lagi suami waktu itu marah besar sehingga sy merasa kalau itu kemarahan suami yg terbesar dalam hidup saya, dia teriak teriak suruh sy telpon ibu saya tapi saya tidak lakukan karena merasa kalau suami sedang sangat emosi khawatir menyampaikan sesuatu kpd ibu saya kata -kata cerai yang akan membuat kami menyesal dan suami terus marah marah sambil mencuci panci sampai dia mengatakan "kalau panci ini kamu tidak membersihkan nya sampai kinclong sminggu kedepan pokoknya saya tidak mau lihat panci hitam- hitam lagi di dapur ,mau kamu beli baru atau yang lama di bersihkan kalau kamu tidak bisa bersihkan beli baru lagi, kalau tidak ya udah kamu pulang ke rumah ibu mu. Beberapa jam kemudian suami tampak menyesal dan amarah nya mereda. Alhamdulillah besok nya panci pun bisa di bersihkan kinclong dengan bantuan pembantu di rumah saya. Tetapi sejak saat itu saya menjadi takut dan kawatir apakah itu sudah jatuh talak dan saya banyak membaca dari buku dan internet soal perceraian sampai akhirnya maag saya kambuh saya takut kalau rumah tangga saya sudah berdosa di hadapan Alloh.

Suami beberapa hari kemudian melihat saya murung dan bertanya lalu saya sampaikan kepada suami apa yang saya ketahui dari buku dan internet soal talak dia kaget dan bingung, karena dia salah paham selama ini menyangka yang tidak boleh itu talak 3 dan kalau talak 1 tidak apa pa tidak maksud jatuh talak pikir nya.

kemudian semenjak itu sampai sekarang Alhamdulillah suami lebih baik karena menurut nya sekarang sudah mengerti talak dan lebih menjaga lisan nya ketika dia kesal atau marah ke saya.

Pertanyaan nya Ustad apakah pernah jatuh talak pada saya sejak tahun 2011-2016 karena suami mengatakan tidak ada niat cerai semua terjadi karena dia tidak mengerti. Apa yg harus saya lakukan ustad karena saya orang nya suka was was?

JAWABAN

Yang ada kemungkinan terjadi talak adalah peristiwa yang terjadi pada tahun 2013 atau 2014. Ucapan talak yang diucapkan secara tertulis via WA sebenarnya juga bersifat kinayah. Jadi, kalau tidak ada niat dari suami untuk mentalak istri, maka talak tidak terjadi. Baca detail: Cerai lewat SMS

Melihat dari cerita anda tampaknya suami tidak berniat untuk menceraikan anda dengan ucapannya di WA tersebut. Apabila demikian, maka tidak terjadi talak apapun. Namun seandainya pesan di WA itu disertai dg niat, maka hanya terjadi talak 1 antara 2011 sampai 2016.

Seandainya pun terjadi talak 1, maka walaupun tidak mengucapkan kata rujuk namun rujuk anda berdua sudah sah dengan adanya hubungan intim. Ini pendapat sebagian ulama. Baca detail: Cerai dalam Islam

HUKUM BEKERJA DI HOTEL

Assamualaikum Wr. Wb.


Sebelumnya saya ucapkan banyak terima kasih kepada Ustadz beserta Teamnya. Semoga selalu dalam lindungan Allah SWT.

Saya bekerja di hotel kelas melati. di bagian office dan tidak terlibat dalam operasional pengantaran tamu. tidak menjual minuman keras ataupun makanan yang haram. akan tetapi mayoritas dari tamunya banyak yang belum suami istri dan tidak menutup kemungkinan adanya perzinahan.

yang ingin saya tanyakan bagaimana gaji yang saya terima? Apakah Haram? Jikalau haram adakah untuk memurnikan gaji tersebut? atau pindah pekerjaan baru? Mohon Jawabannya Ustadz.

Wassalam.

JAWABAN

Kalau anda bekerja di posisi yang tidak ada hubungannya dengan perbuatan haram, maka gaji anda halal. Sebagaimana bekerja di bank konvensional di posisi yang tidak ada kaitannya dengan kredit dan hutang piutang. Baca detail: Hukum Bank Konvensional

Hukum Menikah karena Syahwat, Bolehkah?

Hukum Menikah karena Syahwat
MENIKAH KARENA SYAHWAT, BOLEHKAH

Assalamualaikum pak ustadz,

ada yang ingin saya tanyakan terkait pernikahan siri.
Ada laki-laki beristri menikah siri tanpa sepengetahuan istri pertamanya dengan seorang janda cerai beranak dua. Sementara, anak-anak tersebut menjadi tanggungannya, tanpa ada bantuan nafkah dari mantan suaminya.
1. Bagaimana penjelasan dalam Islam tentang seorang suami menikah siri tanpa sepengetahuan istri pertamanya..??
2. Bagaimana laki-laki dapat berbuat adil terhadap istri-istrinya, apabila laki-laki tersebut menikah siri tanpa sepengetahuan istri pertamanya..??
3. Bagaimana hukumnya apabila pernikahan siri tersebut dilakukan dasarnya lebih ke urusan syahwat semata, tanpa ada keinginan memiliki keturunan dan tanpa memberikan nafkah lahir, sementara istri sirinya memiliki dua orang anak yang menjadi tanggungannya dari pernikahan sebelumnya yang berakhir dengan perceraian, sementara ayah kandung dari anak-anaknya tidak ada yang memberikan nafkah..?

Mohon penjelasannya pak ustadz, mohon maaf apabila pertanyaannya terlalu panjang.. terimakasih sebelumnya.
Wassalamu'alaikum warohmatulloohi wa barokatuh.

JAWABAN

1. Pernikahan kedua tidak memerlukan ijin istri pertama menurut pandangan syariat Islam. Baca detail: Poligami Tanpa Ijin Istri Pertama

Ini beda dengan aturan negara yang mewajibkan ijin tertulis dari istri pertama. Baca detail: Poligami Harus Ijin Pengadilan

2. Adil dalam pandangan Islam soal poligami ini adalah (a) sama dalam memberikan giliran menginap; (b) sama dalam nafkah dan tempat tinggal. Baca detail: Makna Adil dalam Poligami

Namun demikian, itu semua hak istri. Artinya, istri bisa saja tidak meminta haknya. Apabila demikian, maka suami tidak bersedia apabila ketiakadilannya pada salah satu istri itu atas seijin istri tersebut. Baca detail: Hak dan Kewajiban Suami Istri

3. Tidak apa-apa menikah karena syahwat. Itu artinya menikah untuk menghindari zina. Dan itu baik. Bahkan nikah itu wajib sekiranya tidak menikah akan berakibat zina. Baca detail: Pernikahan Islam

WAS-WAS KAFIR

ASSALAMUALAIKUM WR. WB.

Saya mengalami was was dalam keislaman, usia saya 16 tahun, dan dulu saya sudah terlalu melenceng jauh dari ajaran islam. Saya ingin membenahi diri tapi was was ini selalu menghinggapi hati saya. Yang mau saya tanyakan

1. Dulu waktu saya SD atau SMP (saya lupa) saya pernah berfikir "biar dikira orang kristen" lalu saya mempraktekkan kalo orang kristen berdoa. Saya tidak berniat keluar dari islam (hanya main main) Saya tidak tahu kalau itu bisa menyebabkan murtad, karena saya belum paham waktu itu tentang hukum-hukum yang menyebabkan murtad. Apakah saya tetap murtad?

2. Dalam hati saya selalu ada yang bertanya "apakah si A benar-benar islam?" Padahal mengkafirkan orang islam itu haram hukumnya dan bisa menyebabkan dirinya sendiri kafir. Bagaimana yang harus saya lakukan apabila dihinggapi pertanyaan seperti itu? Seperti contohnya bila "apakah awkarin masih islam?" Karena dia telah banyak melakukan hal-hal yang melenceng.

3. Tolong berikan nasihat untuk menghadapi penyakit was was saya, apakah saya perlu melakukan rukyah untuk diri sendiri? Bagaimana caranya?

Terimakasih, saya tunggu jawabannya. Mohon jangan di cantumkan nama saya bila di post.

WASSALAMUALAIKUM WR. WB.

JAWABAN

1. Karena anda tidak tahu kalau hal itu tidak boleh, maka anda dimaafkan. Jadi anda tetap muslim. Baca detail: Hukum Melakukan Perkara Haram karena Tidak Tahu

2. Mengkafirkan sesama muslim itu haram, tapi tidak berakibat kafir. Baca detail: http://www.alkhoirot.net/2015/12/hukum-mengkafirkan-sesama-muslim.html

3. Tidak perlu ruqyah. Yang perlu baca artikel Islam yang ditulis oleh kalangan ulama atau ustadz dari kalangan NU (seperti: nu.or.id; www.alkhoirot.net, www.alkhoirot.org) dan hindari membaca artikel yang ditulis oleh kalangan radikal Wahabi Salafi. Baca detail: Wahabi, Apa itu?

Mengapa? Karena, Islam pada hakikatnya mudah. tidak gampang mengafirkan, mensyirikkan atau memurtadkan seorang muslim. Kecuali Islam menurut kalangan Wahabi.

CERAI DENGAN UCAPAN TALAK TIGA KALI LANGSUNG

Assalamualaikum ustad. Saya seorang istri yg baru menjalani rumah tangga selama 1 thn. 5 bulan yang lalu kami memutuskan untuk berpisah karna suami bermain wanita di belakang saya. Sudah saya klarifikasi mengenai hal tersebut. Namun suami tetep kekeh dan keras kepala sampai pada akhirnya saya meminta cerai "ceraikan saya" . Dan dia mengucapkan kata thalaq "Kamu saya cerai, cerai, cerai" setelah itu kami memutuskan bulat untuk pisah dan tidak seatap lagi.

Setelah 5 bulan berlalu, Suami kembali menghubungi saya utk rujuk dia janji tidak mengulanhi lahi dan menyesal dengan semua perbuatannya. Baik, setelah itu saya mencoba memafkan. Akhirnya kami kembali rujuk dan di aqad ulang oleh KUA setempat.
Saat ini saya tinggal bersama suami seatap dengan 2 kakaknya ( 1 ipar perempuan, 2 ipar laki2). Selang tak berapa lama kami rujuk. Saya mendapati foto mesra di email suami dengan kekasihnya dulu seorang janda beranak 1.hati saya hancur ternyata mereka masih berhubungan dan berfoto mesra layaknya suami istri ketika jalan dan makan bareng. Remuk, Sakitt saya rasakan lagi ternyata suami masih berat hati fan mencintai mantan kekasihnya.

Jujur selingkuhan suami terpaut lebih dewasa. Suami berumur 28. Selingkuhannya berumur 32. Sedangkan saya berumur 21. Dia jauh lebih dewasa dan mengerti bagaimana cara melayani seorang laki2 yg baik dibandingkan saya yang masih sangat labil ilmu. Dia cantik dan kaya, kerjanya di kantor. Beda dgn saya yang hanya diam dirumah dan menunggu nafkah belas kasih dari suami. Nafkah yang dibetikan suami pun sangat kurang dari cukup perbulan saya dikasih 700ribu paling banyak 1juta. Itupun belanja bulanan utk makan dan lain2 saya habis sekitar 2,5 juta padahal sebisa mungkin saya berhemat tapi tetap kurang. Sehingga saya hutang kemana2 utk mencukupi kebutujan bulanan kami. Dan suami tidak mau tahu. Ustad yang ingin saya tanyakan

1. Apakah sah rujuk kami diatas mengingat suami telah mengucapkan ucapan talaq dengan kata cerai 3x??
2.Bersalahkah saya jika saya tidak melayani suami dengan baik karna saya sangat sakit hati berulang kali saya di dzolimi suami saya
3.Sampai saat ini pun kami masih sering bertengkar karna suami masih suka diam2 chating dgn wanitaain. Salahkah jika saya membanting hpnya? Karna sudah saya ingatkan dgn kepala dingin namun suami ttp keras kepala
4.Apakah saya termasuk wanita yang tidak bersyukur karena merasa nafkah yang diberikan suami kurang dari cukup ?
5.salahkah saya jika meminta bercerai. Karna saha merasa tidak tahan suami saya memperlakukan saya tidak adil?? Apakah semua bujuk rayu syetan. Hati saya hancurr berkeping keping.

Jazakallahu khoiro. Saya menunggu jawaban antum ustad

JAWABAN

1. Rujuk anda berdua sah. Ucapan cerai tiga kali dalam satu tempat dianggap talak 1 menurut pendapat sebagian ulama. Baca detail: http://www.alkhoirot.net/2015/01/talak-tiga-diucapkan-sekaligus.html

2. Kalau tidak melayani dalam arti menolak diajak hubungan intim maka hukumnya bersalah. Selama masih berstatus istri maka harus melayani hubungan intim selagi tidak ada halangan.

3. Membanting hp bukan cara yang baik. Bersabar adalah pilihan sikap yang semestinya diambil saat marah.

4. Kalau faktnya memang tidak cukup menurut ukuran normal, maka wajar kalau menganggap kurang. Namun idealnya, anda tidak hanya berpangku tangan. Coba cari kerja atau membuka usaha.

5. Secara syariah dan negara anda sudah boleh meminta cerai atau melakukan gugat cerai karena suami selingkuh. Sebagaimana disebut dalam perjanjian ta'lik talak saat awal menikah dulu. Baca detail: Cerai dalam Islam

Friday, January 01, 2021

Ingin Belajar agama Takut Jadi Radikal

GADIS INGIN BELAJAR AGAMA, ORANG TUA TAKUT JADI RADIKAL

Assalamualaikum KSI Alkhoirot,
Saya ingin berkonsultasi tentang masalah hijrah, saya merupakan gadis lajang yang belum menikah, sejak dulu saya suka dengan pakaian tertutup. Meskipun saat Sekolah Menengah Atas saya memakai jaket karena merasa risih bila dipandangi anak laki laki, saya juga meminta kepada ibu saya untuk bisa memakai seragam berkerudung, namun ibu saya mengatakan jangan dulu karena nanti menjahit bajunya banyak. Setelah lulus sekolah saya memakai kerudung saat kuliah, meskipun masih belajar sedikit demi sedikit, karena saya lahir di keluarga yang kurang religius, maka saya merasa tertinggal jauh dalam hal agama, bahkan membaca Alquran masih terbata-bata.

Alhamdulillah teman-teman kampus saya banyak yang alim dan saya ingin semakin taat. Saya ingin hijrah, memakai khimar, dan gamis yang panjang. Namun orang tua saya mengkritik penampilan saya, dengan alasan saya belum menikah akan terlihat tua atau seperti ibu-ibu. Orang tua saya ingin saya berpenampilan modis layaknya gadis muda yang memakai kerudung rapi (dibelitkan dibelakang kepala namun tidak menutup dada). Namun saya risih bila tidak memakai kerudung yang menutup dada. Saya merasa itu bukan diri saya. Saya merasa ingin cantik di hadapan Allah daripada di hadapan manusia.

Selain itu, saya ingin mengaji di tempat yang agak jauh(karena tempat di dekat rumah yang mengaji adalah anak-anak kecil, saya enggan ikut) , namun orang tua saya takut saya akan dicuci otak dan mengikuti ajaran sesat menjadi teroris yang sekarang marak di Indonesia. Sehingga saya terpaksa hanya mengaji sendiri di rumah dengan bantuan Alquran dan rekaman lantunan ayat suci digital. Dan belajar tajwid saya dengarkan dari video di internet.

Yang menjadi pertanyaan saya:
1. Bagaimana cara meyakinkan orang tua saya agar membiarkan saya hijrah meskipun belum menikah?
2. Apakah mengaji sendiri masih dapat diterima?
Terima kasih banyak, mohon diberikan nasehat. Wassalamualaikum

JAWABAN

1. Orang tua anda benar dan dapat dimaklumi apabila mereka kuatir hijrah anda untuk menjadi religius akan berakibat anda menjadi radikal. Karena, banyak sekali saat ini artikel dan masjid, terutama di kota, yang berisi ajaran Islam radikal. Yang dimaksud ajaran radikal adalah ajaran Salafi Wahabi dan/atau Hizbut Tahrir. Namun yang paling dominan dalam wacana Islam di internet dan masjid perkotaan adalah Salafi Wahabi. Ini gerakan yang anda harus hati-hati.
Baca detail:
- http://www.alkhoirot.com/beda-wahabi-hizbut-tahrir-jamaah-tabligh-dan-syiah/
- http://www.alkhoirot.net/2011/12/nama-ulama-wahabi-salafi.html
- http://www.konsultasisyariah.in/2017/06/sikap-fpi-atas-syiah-dan-wahabi.html

Kami yakin, kalau anda ikut belajar Islam pada kalangan Islam yang lebih moderat seperti NU (Nahdatul Ulama) orang tua anda tidak akan keberatan. NU adalah ormas Islam di Indonesia yang paling mewakili ajaran Ahlussunnah Wal Jamaah. Yakni Islam jalan tengah, tidak radikal tapi juga tidak liberal.

Kalau anda anda waktu libur kuliah, ada baiknya ikut pesantren kilat khusus santri dewasa di pondok kami. Anda bisa ikut program 1 minggu s.d. 1 bulan. Ini bagus buat permulaan belajar agama dengan melalui guru. Baca detail: http://www.alkhoirot.com/pesantren-santri-dewasa/

2. Mengaji sendiri tidak dianjurkan. Namun kalau terpaksa belajar agama secara otodidak, maka sebaiknya anda belajar Islam dari situs-situs yang berafiliasi ke NU seperti situs-situs yang dikelola oleh Pesantren Al-Khoirot yaitu:
- www.alkhoirot.org (ilmu dasar fikih, tauhid, dll)
- www.alkhoirot.net (antologi konsultasi agama dan jawabannya)
- www.konsultasisyariah.info (kumpulan artikel dalam bahasa Indo dan Arab).
- www.konsultasiagama.com
HUKUM IQOMAT JIKA SHALAT SENDIRIAN DI RUMAH

Assalamualaikum wr. wb.

Di dekat rumah saya terdapat masjid, adzan dan iqomahnya terdengar sangat jelas, tapi saya berhalangan (sakit) untuk pergi ke masjid.
Saya ingin menanyakan sesuatu.

1. Apa kah saya harus adzan dan iqomah ketika hendak melakukan sholat di rumah (sholat sendiri) meskipun sudah ada adzan dan iqomah dari masjid?

2. Jika tidak perlu adzan dan iqomah sendiri apakah hendaknya kita langsung beranjak sholat(sendiri) ketika terdengar iqomah dari masjid?

3. Jika diwajibkan iqomah, apa saya harus melafalkannya dengan jelas, atau hanya seperti berbisik?

Untuk jawabannya saya ucapkan terimakasih.

Wassalamualaikum wr. wb.

JAWABAN

1. Adzan dan iqomat sunnah dilakukan walaupun untuk shalat sendirian. Anda boleh lakukan atau ditinggalkan. Baca detail: http://www.alkhoirot.org/2017/08/sunnahnya-sholat.html

2. Kalau tidak ikut berjamaah di masjid, maka tidak perlu menunggu iqomat masjid. Anda bisa langsung shalat ketika mendengar suara adzan tanda waktu shalat sudah tiba.

3. Seperti disebut di poin 1, keduanya tidak wajib tapi sunnah. Artinya, dapat pahala kalau dilakukan, tidak berdosa kalau ditinggalkan. Lihat, yg wajib dalam shalat: http://www.alkhoirot.org/2017/08/rukun-shalat.html

RUMAH TANGGA: INGIN GUGAT CERAI SUAMI

Assalamua'laikum wr wb
Saya adalah seorang istri, saya ingin menggugat cerai suami saya. Dengan alasan saya tidak lagi mencintainya di sebabkan ada hal hal sedikit sulit jika saya jelaskan. Saya akan cerita sedikit .

Ibu mertua saya tidak suka dengan saya, saya dan suami saya telah di usir berkali kali dari rumahnya , saya bukan hanya di usir tapi juga di caci maki serta di kata katai, 10 bulan lamanya saya merasa yertekan seperti itu, tetapi suami saya tidak berbuat apa apa untuk saya. Saya merasa suami saya tidak mencintai saya, tapi ketika di tanya. Ia masih mencintai. Dan hal yg lain yg mmbuat saya tidak lagi mencintai, saya terlalu di kekang , di kurung di dalam rumah , tidak boleh bergaul. Alasanya takut saya kenapa napa. Saya tidak tahan. Akhirnya saya menggugat cerai dia, tapi ia tidak mau saya gugat. Setelah 2 bulan saya biarkan , saya tidak tahan , saya lapor semua kejadian yg menipa saya kepada kedua org tua saya. Akhirnya dengan perundingan dengan ustad , org tua saya menjemput saya. Saya tidak lagi tinggal berasama suami. Ketika saya berada di rumah org tua saya, saya sama sekali tidak pernah di jenguk oleh mertua saya. Saya merasa semakin membenci , suami juga tidak mau menelfon saya.

Bagai menurut ustad? Apa yg harus saya lakukan? Bagaimana caranya agar saya bisa menceraikannya .?

Wassalam

JAWABAN

Kalau hendak melakukan gugat cerai, maka anda dapat melakukannya dengan langsung mengajukan gugatan cerai ke Pengadilan Agama (PA) terdekat. Apabila PA meluluskan permintaan anda, maka anda sah bercerai dengan suami walaupun seandainya suami tidak setuju atau tidak hadir saat di pengadilan. Dalam hal gugat cerai, yang berkuasa adalah hakim pengadilan.
Baca detail:
- Cerai dalam Islam
- Putusan Gugat Cerai, Jatuh Talak Berapa?

Najis pada Kucing

Kucing dan najis
NAJIS PADA KUCING

Assalamualaikum.

Ada beberapa kucing liar yang kadang istirahat di halaman rumah saya. Kadang mereka juga membuang kotorannya. Saya tidak masalah. Hanya yang saya ingin tanyakan :

1. Hukum bulu kucing yang rontok menurut 4 madzhab bagaimana? Karena kadang mereka tidur di lantai rumah atau sandal. Apakah bisa dianggap najis yang dima'fu?

2. Jika kucing membawa bangkai tikus. Lalu kakinya terkena bangkai tersebut dan jalan-jalan di lantai rumah, apakah harus dianggap najis hukmiah atau ainiyah?

3. Jika kebetulan saya melihat kucing membuang kotoran lalu menggali tanah untuk menutupnya sesuai kebiasaan kucing, apakah harus dianggap kaki kucing terkena kotoran?

Terima kasih banyak.

JAWABAN

1. Ya.

2. Kalau bangkai tikus itu terlihat di lantai, maka dianggap najis ainiyah.

3. Kalau masih ada bekas najis di kakinya, maka hukumnya najis.

Kucing itu dianggap suci. Kucing adalah hewan yang mendapat dispensasi khusus dalam agama Islam. Dalam arti, ia dianggap tidak najis. Ini berdasarkan hadis sahih riwayat Abu Dawud. Aisyah berkata:

: "إِنَّهَا لَيْسَتْ بِنَجَسٍ إِنَّمَا هِيَ مِنْ الطَّوَّافِينَ عَلَيْكُمْ وَقَدْ رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَتَوَضَّأُ بِفَضْلِهَا

Artinya: Kucing itu tidak najis karena ia adalah hewan yang ada di sekitar kalian. Aku pernah melihat Rasulullah berwudhu dari air kelebihan kucing.

Namun, kalau ada perkara najis yang terlihat, seperti ada bangkai di mulut kucing atau ada kotoran di kaki kucing, maka hukumnya adalah najis ainiyah.
Baca detail: Najis dan Cara Menyucikan


MENELAN AIR LUAR DI BIBIR MEMBATALKAN PUASA?

Assalaamu’alaikum...

Pak Ustadz,
1) saya pernah membaca di internet, menelan ludah yang sudah berada di bibir bagian luar bisa membatalkan puasa. Apakah itu benar?

2) Bagaimana pendapat Imam
Asy-Syafi’i mengenai menelan ludah yang sudah berada di bibir bagian luar ketika sholat/puasa, apakah akan membatalkan?

Hal tersebut membuat saya bingung, dikarekan ada pendapat yang membatalkan dan ada yang tidak membatalkan. Mohon penjelasannya Pak Ustadz. Maaf jika saya pernah bertanya dengan pertanyaan yang serupa sebelumnya, sekian.

Wassalaamu’alaikum...

JAWABAN

1. Tidak benar.

2. Tidak batal asalkan ludah itu tidak bercampur benda lain seperti makanan dan sejenisnya.
Baca detail: Menelan Ludah dan Dahak saat Puasa

BEKAS SABUN DI PAKAIAN, APA MASIH NAJIS?

Assalamu'alaikum wr. wb. Izin bertanya, apabila kita mencuci pakaian yang ada najisnya dan membilasnya satu persatu, kemudian ternyata setelah kering ada sisa bekas sabun semisal berwarna putih (warna sabun) apakah pakaian kita najis? Terima kasih banyak atas kesediannya.

JAWABAN

Tidak najis. Saat pakaian yang ada najisnya itu dibilas, maka ia sudah suci apabila najisnya sudah tidak terlihat. Baca detail: Najis dan Cara Menyucikan


Wednesday, July 01, 2020

Pondok Pesantren Salaf

Pondok Pesantren Salaf


Pondok Pesantren Salaf, salafi atau salafiyah adalah tipe pondok pesantren tradisional di Indonesia. Kebalikan dari pesantren salaf adalah ponpes modern (kholaf, ashriyah). Istilah salaf di sini tidak ada hubungannya dengan gerakan pembaruan Islam garis keras Wahabi yang kerap disebut dengan gerakan Wahabi salafi.

DAFTAR ISI
  1. Definisi Pesantren Salaf
  2. Ciri Khas Pesantren Salaf
  3. Jenis Pesantren Salaf

DEFINISI PESANTREN SALAF

Kata salaf berarti dari bahasa Arab سلف secara literal bermakna yang dulu atau yang sudah lewat. Dalam kitab Al Mu'jam al Wasith terdapat sejumlah makna yang berbeda namun yang senada dengan pengertian ini adalah

سَلَفَ :
سَلَفَ سَلَفَ ُ سُلُوفًا ، وسَلَفًا : تقدَّم وسبق .
فهو سالف . والجمع : سُلاَّفٌ ، وسَلَفٌ .
وهي سالفة . والجمع : سَوالفُ .
و سَلَفَ مضى وانقضى .
و سَلَفَ السائرَ سَلْفًا : تقدُّمه وسبقَه .

Dalam pengertian istilah pesantren di Indonesia, salaf berkonotasi pada sebuah pondok pesantren tradisional yang menganut sistem pendidikan kuno yaitu sistem wetonan, bandongan dan sorogan.

Pengertian ini kemudian berkembang seiring dengan dinamika dari pesantren salaf itu sendiri. Saat ini pesantren salaf bermakna sebuah pesantren yang murni mengajarkan ilmu agama baik dengan sistem tradisional maupun sistem klasikal (jenjang kelas) yang umum disebut dengan madrasah diniyah atau menganut kedua sistem itu. Pesantren salaf dengan santri yang cukup banyak biasanya menganut kedua sistem sorogan/wetonan dan klasikal sekaligus.

Dalam perkembangan berikutnya, sebuah pesantren disebut salaf selagi terdapat sistem pendidikan di atas (tradisional dan klasikal) walaupun dikombinasikan dengan pendidikan formal (MI, MTS, MA, dst) yang mengikuti kurikulum Kemdikbud atau Kemenag. Seperti Pondok Pesantre Al-Khoirot.


CIRI KHAS PESANTREN SALAF

Ciri Khas Pondok Pesantren Salaf

Beberapa ciri khas dari pesantren salaf adalah, pertama, adanya penekanan pada penguasaan kitab klasik atau kitab kuning (kutub atturats - كتب التراث ) yang sering disebut dengan kitab gundul.

Kedua, masih diberlakukannya sistem pengajian sorogan, dan wetonan, bandongan dalam proses kegiatan belajar mengajar (KBM) santri.

Ketiga, saat ini walaupun pesantren salaf memperkenalkan sistem jenjang kelas--disebut juga dengan sistem klasikal--namun materi pelajaran tetap berfokus pada kitab-kitab kuning alias kitab klasik.

Keempat, secara umum hubungan emosional kyai-santri di pesantren salaf jauh lebih dekat dibanding pesantren modern. Hal ini karena kiai menjadi figur sentral: sebagai edukator karakter, pembimbing rohani dan pengajar ilmu agama.

Kelima, materi pelajaran umum seperti matematika atau ilmu sosial tidak atau sangat sedikit diajarkan di pondok salaf.

Keenam, pondok salaf yang murni tidak memiliki lembaga pendidikan formal SD/MI MTS/SMPSMA/MA apalagi perguruan tinggi yang kurikulumnya berada di bawah pemerintah via Kemdiknas/Diknas atau Kemenag/Depag. Kalau ada sekolah dengan jenjang MI, MTS dan MA biasanya memakai kurikulum sendiri. Sekolah semacam ini disebut dengan madrasah diniyah atau madin.

Ketujuh, pondok pesantren salaf umumnya dipimpin oleh kiai yang secara kultural berafiliasi ke organisasi NU (Nahdlatul Ulama) walaupun tidak otomatis ada keterikatan secara organisasi. Yang pasti tidak seide dengan kalangan Muhammadiyah atau Wahabi.

Kedelapan, biaya pendidikan di pesantren salaf relatif murah. Dan jauh lebih murah dibanding pesantren modern. Tidak ada sistem daftar ulang. Dan tidak ada sistem seleksi. Semua santri yang ingin masuk ke pesantren salaf umumnya langsung diterima. Ini berbeda dengan pesantren modern.

Kesembilan, akhlak yang santun. Pesantren salaf menekankan pada perilaku yang sopan dan santun terutama dalam berinteraksi dengan guru, orang tua dan masyarakat dan antara sesama santri.

Kesepuluh, Pondok pesantren salaf sebagai lembaga pendidikan memiliki karakteristik atau ciri khas, yang tidak dimiliki oleh lembaga pendidikan lainnya. Sarijo dalam Sejarah Pesantren, (t.t. : 9) mengatakan bahwa, pesantren memiliki unsur-unsur minimal:

1) kiai yang mendidik dan mengajar;
2) santri yang belajar; dan
3) masjid.

Mujamil Qomar, (t.t.:19) menganalisa bahwa, tiga unsur pesantren ini mewarnai pesantren pada awal berdirinya atau bagi pesantren-pesantren kecil yang belum mampu mengembangkan fasilitasnya. Lebih lanjut Mujammil mengatakan, unsur pesantren dalam bentuk segitiga tersebut mendeskripsikan kegiatan belajar mengajar keislaman yang sederhana. Kemudian pesantren mengembangkan fasilitas-fasilitas belajarnya sebab tuntutan perubahan sistem pendidikan sangat mendesak serta bertambahnya santri yang belajar dari kabupaten atau propinsi lain yang membutuhkan tempat tinggal. Berkenaan dengan hal tersebut, Zamakhsyari Dhofier, (1982:44-45) mengatakan, ada lima unsur pondok pesantren yang melekat atas dirinya yang meliputi: masjid, pondok, pengajaran kitab-kitab Islam klasik, santri dan kiai.

Kesebelas, Santri Mukim

Santri mukim yaitu santri yang menetap, tinggal bersama kiai dan secara aktif menuntut ilmu dari seorang kiai. Dapat juga sebagai pengurus pesantren yang ikut bertanggung jawab atas keberadaan santri lain. Menurut Nurcholis Madjid, (1997:52) santri mukim ialah santri yang berasal dari daerah yang jauh dan menetap dalam pondok pesantren.
Menurut Zamakhsyari, (1985:51) ada dua motif seorang santri menetap sebagai santri mukim, yaitu:

­ Motif menuntut ilmu; artinya santri itu datang dengan maksud menuntut ilmu dari kiainya.
­ Motif menjunjung tinggi akhlak; artinya seorang santri belajar secara tidak langsung agar santri tersebut setelah di pesantren akan memiliki akhlak terpuji sesuai dengan akhlak kiainya.

Di antara pesantren salaf terkenal yang tetap mempertahankan sistem salaf dan masih memiliki banyak santri (tiga ribu lebih) adalah Pondok Pesantren Sidogiri Pasuruan, Pondok Pesantren Langitan Tuban, Pondok Pesantren Lirboyo Kediri semuanya berada di Jawa Timur.


JENIS PONDOK PESANTREN SALAF

Jenis Pondok Pesantren Salaf

Setidaknya ada tiga jenis pesantren salaf di Indonesia:

Pertama, pesantren yang menekankan pada ilmu-ilmu agama dalam literatur bahasa Arab klasik seperti disebut di atas.

Kedua, pesantren tahfidz al-quran yaitu pesantren yang menekankan program hafalan Al-Quran 30 juz walaupun juga mengajarkan ilmu-ilmu agama sebagaimana layaknya pesantren salaf yang lain namun dengan intensitas yang lebih rendah.

Ketiga, pesantren kanuragan. Yaitu pesantren yang menekankan pada pendidikan kesaktian dan kanuragan di samping pendidikan agama. Pesantren tipe ini tidak banyak, namun masih tetap ada. Salah satu ciri khas santri dari pesantren salaf jenis ini adalah para santrinya biasanya memelihara rambut yang panjang (gondrong) walaupun memakai songkok. Alumni dari pesantren jenis ini biasanya orangnya memiliki kemampuan untuk mengobati penyakit secara ghaib, memiliki kesaktian bela diri ghaib (tenaga dalam dan jarak jauh), dan kemampuan spiritual lain. Di pesantren tipe inipun dipelajari juga ilmu agama walaupun tidak intensif.

Keempat, pesantren tarekat (toriqot, tarikat) yaitu pesantren yang menekankan pada keilmuan dan praktik tarekat. Baik tarekat yang muktabaroh atau bukan. Ilmu agama juga dipelajari.

Kelima, pesantren kombinasi. Yaitu pesantren yang mengombinasikan berbagai macam sistem yang ada di pesantren salaf atau modern. Seperti Pondok Pesantren Al-Khoirot Malang yang di dalamnya terdapat program kitab kuning, tahfidzul Qur'an, pendidikan formal, bahasa Arab intensif, soft-skill dalam bidang-bidang seperti komputer, informatika, tata busana, tata boga, dan jurnalisme.

Friday, June 26, 2020

Cara Cepat Membaca Kitab Kuning Metode 33 (Tiga tiga)

Cara Cepat Membaca Kitab Kuning Metode 33

Buku Cara Cepat dan mudah Membaca Kitab Kuning Metode 33 (tiga tiga) adalah sebuah buku karya KH. Dr. Habib Syakur pengasuh sebuah pesantren di Jogja yang menawarkan para santri untuk dapat membaca kitab kuning atau kitab gundul secara cepat dan praktis. Versi e-book (pdf) buku ini dapat didownload di sini.

DAFTAR ISI


  1. Apa itu kitab kuning
  2. Perihal buku Cara Cepat Membaca Kitab Kuning Metode 33
  3. Download Buku Metode 33 versi PDF
  4. Kitab Al-Muhadzab
  5. Kitab Fathul Wahab



I. APA ITU KITAB KUNING?

Awalnya, kitab kuning adalah istilah yang agak berbau derogatory (Jawa, ngenyek; bahasa Indonesia, menghina) pada buku literatur klasik Islam dalam bahasa Arab yang banyak dibaca dan dikaji di pesantren salaf. Namun, istilah ini di kemudian hari menjadi sangat populer dan bahkan mengalahkan istilah lain yang lebih dikenal di kalangan internal pesantren seperti kitab gundul atau kitab klasik. Saat ini, orang tidak lagi menganggap sebutan ini sebagai istilah yang mengandung penghinaan. Fenomena ini mirip dengan istilah "dangdut" istilah sinis yang kemudian justru menjadi sebutan populer untuk musik melayu.

Membaca kitab kuning itu susah bagi yang tidak memiliki dasar membaca tulisan Arab. Namun, bagi yang bisa membaca Al-Quran membaca kitab kuning itu mudah. Setidaknya, tidak sesulit mereka yang buta baca tulisan/aksara Arab sama sekali.

Membaca kitab kuning dianggap lebih sulit dibanding dengan membaca kitab modern karena beberapa hal:

Pertama, kitab kuning memakai kosa kata bahasa Arab klasik yang saat ini banyak tidak lagi dipakai dalam bahasa Arab modern atau telah berubah formatnya walaupun berasal dari akar kata yang sama.

Kedua, kitab kuning tidak memakai tanda baca standar seperti titik, koma, titik dua dan titik koma, dll berbeda dengan kitab modern. Bagi pelajar (santri) pemula ini tentu sangat menyulitkan karena terkait dengan penentuan struktur i'rab-nya.

Ketiga, paragraf sering terlalu panjang sehingga menyulitkan pembaca.

Keempat, pembahasan kasus hukum tidak terstruktur dengan baik --yakni tidak terbagi dalam subjudul, sub-sub-judul, dst-- sehingga menyulitkan pembaca untuk memilah-milah antara hukum dan rincian pemecahan kasus hukum. Ini berbeda dengan kitab-kitab berbahasa Arab yang ditulis oleh ulama-ulama modern.

Sejumlah santri Pondok Pesantren Al-Khoirot Malang yang sudah relatif mampu membaca kitab kuning pernah menulis artikel di blog masing-masing seputar pengalaman pribadi mereka belajar membaca kitab kuning. Bagi yang tertarik untuk mampu membaca kitab kuning, silahkan membaca pengalaman mereka di sini!. Cari tulisan tentang "kitab kuning" di blog masing-masing.

II. Cara cepat Belajar Baca Kitab Kuning kitab klasik atau kitab gundul Metode 33

Judul buku: Cara Cepat Membaca Kitab Kuning Metode 33 (tiga tiga)
Penulis: KH. Dr. Habib Syakur pengasuh
Jabatan penulis: Pengasuh/direktur utama Pondok Pesantren al-Imdad Jogjakarta

Beberapa ciri khas (salient features) dari buku ini adalah:

Setidaknya terdapat empat maharah al-lughawiyyah (keahlian berbahasa), yaitu maharah al-istima’ (keahlian mendengar), maharah al-kalam (keahlian berbicara), maharah al-qira’ah (keahlian membaca), dan maharah al-kitabah (keahlian menulis).

Metode 33 untuk maharah al-qira’ah.

Untuk memahami dan mendalami Bahasa Arab secara komprehensif, keempat maharah itu harus dikuasai.

Syakur menegaskan, bahasa bukanlah ilmu, melainkan seni. Yang dibutuhkan hanyalah latihan dan kebiasaan.

Belajar membaca kitab kuning secara praktis harus memperhatikan tiga hal: Kosakata, kaidah, dan latihan.

Ketiga hal itu harus dibaca dan dilulang-ulang minimal sehari dalam tiga minggu.

Buku yang ditulisnya hanya menawarkan kemampuan bukan keahlian.

Sumber: mufakat.ditpdpontren.com


III. DOWNLOAD BUKU METODE 33

Yang belum ada linknya berarti file-nya belum di-upload/unggah. Silahkan datang lagi di lain waktu. Seluruh file/berkas dalam format pdf.

  1. Metode 33 Pelajaran 1
  2. Metode 33 Pelajaran 2
  3. Pelajaran 3
  4. Pelajaran 4
  5. Pelajaran 5
  6. Pelajaran 6
  7. Pelajaran 7
  8. Pelajaran 8
  9. Pelajaran 9
  10. Pelajaran 10
  11. Pelajaran 11
  12. Kosa kata

_______________________________

Al Muhadzab كتاب المهذب

Judul kitab: Al Muhazzab
Penulis: Abu Ishaq Ibrahim bin Ali bin Yusuf Al Firuzabadi Al Shairazi


TENTANG KITAB AL MUHADZDZAB

Kitab Al-Muhadzab adalah kitab kuning klasik yang membahas secara mendalam bidang studi Fiqih dengan preferensi madzhab Syafi'i. Kitab ini menarik begitu banyak perhatian kalangan fuqaha (ahli fiqih) madzhab Syafi'i. Banyak dari para ulama tersebut yang kemudian men-syarah-kannya. Syarah paling monumental dan sangat populer adalah Al-Majmuk ala Syarhil Muhadzab karya Muhamad bin Syaraf An-Nawawi yang dikenal dengan Imam Nawawi.

TENTANG PENULIS

Nama: Abu Ishaq Ibrahim bin Ali bin Yusuf Al Firuzabadi Al Shairazi
Julukan: Jamaluddin dan Asy-Syeikh
Tempat tanggal lahir: Imam As Syairoziy lahir pada tahun 393 H/ 1003 M di sebuah desa kecil di Iran, tepatnya di Fairuzzabad Kota Jur sekitar 115 Km kearah selatan Syiroz, dari nama kota inilah nisbat As Syairoziy berasal.

GURU-GURU AS SYAIROZI

Abu ‘Abdillah bin Umar As Syairozi dari Syiroz (bidang fiqih)
Ali Abi Abdillah Al Baidlowi wafat 424 H (bidang fiqih)
Abi Ahmad Abdul Wahab bin Muhammad bin Roomin Al Baghdadi wafat 430 H
Al Qhodli Abil Faraj Al Faamy As Syairozi (Imam Madzhab Dawud Adz Dzohiri)
Ali Khotibussyiroz
Al Qhodli Abi Abdillah Al Jalabi (Fiqih, Munadhoroh Jadal, Lughot)
Al Faqih Al Khursiy wafat 415 H (Fiqih)
Syaikh Abi Hatim Mahmud bin Al Hasan At Thobari “Al Kuzwaini” wafat 440 H (Ushul)
Abu Bakar Ahmad bin Muhammad bin Ahmad bin Gholib Al Khawarizmi “ Al Barqoni” wafat 425 H (Hadits)
Abi Ali bin Syadzan
Abul faraj al khorjusiy
Al Qodli Al Imam Abu Thoyib Thohir bin Abdillah bin Thohir At Thobari wafat 450 H.

KITAB-KITAB KARYA AS SYAIRAZI

Al-Muhazzab – Menjelaskan madzhab Imam Safi’i
Kitab At-Tanbih – mejelaskan tentang Fiqih
Kitab An-Nukat – menjelaskan tentang perbedaan pendapat As-Syafi’I dan Abu Hanifah
Al-Luma’ – menjelaskan tentang Usul Fiqih
At-Tabshiroh – menjelaskan tentang Usul Fiqih
Kitab Thobaqotul Fuqoha’ – menjelaskan tentang biografi ulama’
Kitab Syarh Lumma’ – penjelasan kitab Al-Luma’
Kitab At-Talkhis – tentang Usul Fiqih
Kitab Ma’munah Fi Al-Jadal
Kitab Nushi Ahli Ilmi
Kitab ‘Aqidatussalaf
Kitab Mukhlis – menjelaskan tentang Hadist
Kitab Talkhish ‘Illalil Fiqih
Kitab Al-Isyaroh Ila Madzhabi Ahlil Haq
Kitabul Qiyas
Tentang Kitab Al-Muhadzzab

DOWNLOAD AL-MUHADZAB (PDF)

  1. Book I
  2. Book II
  3. Book III
  4. Book IV
  5. Book V
  6. Book VI
  7. Book VII


كتاب المهذب هو أحد كتب التراث في الفقه الشافعي الذي يقرأه ويتعلمه طلاب معهد الخيرات مالانغ جاوا الشرقية من مرحلة الوسطي الثانية إلي العليا الثانية في محاضرة الصباحية

إسم الكتاب: كتاب المهذب في فقه الإمام الشافعي
إسم المؤمف: أبو إسحاق إبراهيم بن علي بن يوسف الفيروزابادي الشيرازي
ترجمة المؤلف: توفي سنة 476 هجرية
ترجمة الكتاب: بدأ في تصنيفه سنة 455 وفرغ كنه سنة 469.
وهو كتاب جليل إعتني بشأنه فقهاء الشافعية.

فأول من شرحه علي ما قاله الشافعي أبو إسحاق إبراهيم بن منصور العراقي الشافعي المتوفي سنة 597 هجرية في عشرة أجزاء متسوطة.

والثاني من الشراح الشيخ الإمام ضياء الدين أبو عمرو عثمان بن عيسي الهذياني الماراني المتوفي سنة 602 هجرية في قريب من عشرين مجلدا لكنه لم يكمله. بل وصل فيه إلي كتاب الشهادة وسماه "الإستقصاء لمذهب العلماء والفقهاء".

والثالث أبو الذبيح إسماعيل بن محمد الحضرمي وهما في عصر واحد ولم يعلم أيهما أسبق بالشرح.

والرابع الإمام محيي الدين أبو زكربا بن شرف النووي سنة 676 بلغ فيه إلي باب الربا ثم أخذه تقي الدين علي بن عبد الكافي السبكي المتوفي سنة 756 هجرية وأكمله فلم يوافق الأصل. ولم يكمل من الشراح سوي العراقي والحضرمي.
وشرح غريبه عماد الدين إسماعيل ابن هبة الله المعروف بابن باطيش وسماه "المغني"

ومحمد بن أحمد بن بطال اليمني المتوفي سنة 630 هجرية وسماه "المستعذب في شرح غريب المهذب"

وشرح مشكلاته الشيخ الإمام ضياء الدين عبد العزيز بن عبد الكريم الجبلي.

وشرح ما فيه من مشكلات الألفاظ الشيخ الإمام الفقيه أبو عبد الله محمد بن علي الشافعي وسماه "اللفظ المسعغرب في شواهد المهذب".

مقتطفات مي مقدمة كتاب المهذب


KITAB FATHUL WAHAB

kitab fathul wahhab

Kitab Fathul Wahhab adalah salah satu kitab fiqh madzhab Syafi'i yang sangat populer di kalangan santri senior pesantren salaf. Kitab kuning yang satu ini memiliki kerumitan bahasa tersendiri namun selalu dikaji di sejumlah pesantren salaf untuk tingkat advanced karena ditulis oleh ulama madzhab Syafi'i yang sangat berpengaruh yaitu Abu Yahya Zakaria Al-Anshari. Kitab ini juga dikaji di Ponpes Al-Khoirot Malang 2 (dua) kali seminggu bersama dengan kitab Iqna' dan Muhadzab untuk para santri senior yang terdiri dari para asatidz dan siswa madin kelas wustho 1 dan 2 serta kelas Ulya 1 dan 2.

فتح الوهاب هو أحد كتب التراث الذي يقرأ في معهد الخيراث مالانغ جاوا الشرقية. وكان أحد كتب الفقه الشافعي الذي يكون معروفا و يقرأ في معظم المعاهد الإسلامية السلفية-- يعني المعاهدالتقليدية غير عصرية وليس لها ارتباط لحركة السلفية الوهابية-- في إندونيسيا.

إسم الكتاب: فتح الوهاب بشرح منهج الطلاب

ألمؤلف: شيخ الإسلام أبو يحيي زكريا الأنصاري
مقدمة الكتاب: كان أبو يحيي زكريا الأنصاري يختصر كتابا سمي منهئج الطالبين في الفقه ألفه أبو زكربا يحيي محيي الدين النووي. وسمي الأنصاري ذلك الإختصار ب-منهج الطلاب. ثم شرح وعلق منهج الطلاب شرحا - كما قال الأنصاري نفسه - يحل ألفاظه ويحل حفاظه ويبين مراده ويتمم مفاده. وسماه ب- فتح الوهاب بشرح منهج الطلاب.

Name of fiqh book: Fathul Wahab bi Sharh Manhaj al-Tullab
Author: Abu Yahya Zakariyya Al Anshary
About this book: Al Anshari previously summarised a fiqh Shafi'i book called Minhajut Talibin and name it as Manhajut Tullab. Afterwards, there were a growing demand to make a commentary based upon Manhajut Tullab. Hence, Al Anshari wrote a commentary of Manhajut Tullab which he called Fathul Wahhab Sharh Manhaj al-Tullab.

This kitab is very popular among pondok pesantren in Indonesia. The majority of pesantren salaf -- traditional pesantren -- use it as a must read book for advanced or senior santris (students) in addition to other fiqh books such as Fathul Muin, Iqna', Muhadzdzab, etc.

Nama kitab: Fathul Wahhab bi Syarhi Manhajit Tullab
Penulis: Abu Yahya Zakariyya Al Anshari

PENGANTAR PENULIS FATHUL WAHAB


قال المؤلف رحمه الله عن هذا الكتاب:
كنت قد اختصرت منهاج الطالبين في الفقه تأليف الامام شيخ الاسلام أبي زكريا يحيى محيي الدين النووي رحمه الله في كتاب سميته بمنهج الطلاب. وقد سألني بعض الاعزة علي من الفضلاء المترددين إلى أن أشرحه شرحا يحل ألفاظه، ويجل حفاظه، ويبين مراده، ويتمم مفاده، فأجبته إلى ذلك بعون القادر المالك، وسميته:
بفتح الوهاب بشرح منهج الطلاب

Artinya: Saya telah meringkas kitab Minhajut Talibin dalam bidang fiqih karya Imam Syaikhul Islam Abu Zakariya Yahya Muhyiddin An-Nawawi rahimahullah di dalam sebuah kitab yang saya beri nama Manhajut Tullab.

Sebagian sahabat saya meminta saya untuk penjelasan yang dapat memperjelas analisanya. Dan syarah Manhajut Tullah ini saya beri nama Fathul Wahhab bisyarhi Manjhajit Tullab.

Untuk membaca versi website-nya, silahkan mengunjungi situs resmi PP Al-Imdad (pp-alimdad.com) atau ke blog pribadi M. Habib Syakur di: mhabibsyakur.blogspot.com

Friday, June 19, 2020

Cara Membasuh Tangan Saat Wudhu

WUDHU: MEMBASUH TANGAN SAMPAI SIKU


Assalamu'alaikum warahmatullah wabarakatuh

Teman saya selama ini sangka dalam berwudhu
Yaitu saat membasuh tangan sampai siku, pengertian dia dari pergelangan tangan sampai siku

Tapi dalam prakteknya dia tetap mengalirkan air dan membasuhnya dari telapak tangan sampai siku

Apakah sah wudhunya selama ini ustadz


Wassalamu'alaikum warahmatullah wabarakatuh

JAWABAN

Yang benar adalah membasuh mulai dari ujung jari sampai siku. Imam Nawawi dalam Al-Umm, hlm. 1/40-41, menjelaskan:

قال الله عز وجل " وأيديكم إلى المرافق) فلم أعلم مخالفا في أن المرافق مما يغسل كأنهم ذهبوا إلى أن معناها فاغسلوا وجوهكم وأيديكم إلى أن تغسل المرافق ولا يجزي في غسل اليدين ابدا إلا أن يؤتى على ما بين أطراف الأصابع إلى أن تغسل المرافق ولا يجزي إلا أن يؤتى بالغسل على ظاهر اليدين وباطنهما وحروفهما حتى ينقضى غسلهما وإن ترك من هذا شئ وإن قل. لم يجز

Artinya: ... tidak cukup dalam membasuh siku dan kedua tangan kecuali membasuh mulai dari ujung jari sampai siku dengan cara membasuh kedua tangan luar dan dalam dan seluruh sisi-sisinya sampai selesai. Apabila meninggalkan cara ini walaupun sedikit hukumnya tidak sah.

Apabila pada praktiknya membasuh sesuai dengan petunjuk Imam Syafi'i di atas, maka hukumnya sah.
Baca detail: Cara Wudhu dan Mandi Wajib

QADHA PUASA LEBIH DARI SATU TAHUN

Bagaimana caranya menqadha puasa Ramadhan yang belum diqadha lebih dari 1 tahun? Terima kasih atas perhatiannya.

JAWABAN

Caranya: a) diqadha atau diganti puasanya seperti biasa; b) pada setiap hari diwajibkan membayar fidyah berupa memberi makan orang miskin beras 1 mud (sekitar 750 gram) setiap harinya.
Baca detail: Qadha Puasa Ramadan di Tahun Kedua

KOTORAN HIDUNG ADA DARAH KERING


Assalaamu’alaikum...
Pak Ustad, saya pernah membaca, kalau darah yang tidak nampak oleh mata bila terjadi pendarahan pada bagian tubuh tertentu, termasuk yang dimaafkan.

Misalkan, ketika setelah selesai berwudhu, saya membersihkan kotoran hidung saya dengan menggunakan jari telunjuk dan ternyata terdapat darah sedikit yang menyatu dengan kotoran hidung, mungkin karena lecet, kemudian saya hanya membersihkan jari telunjuk saya. Dan saya tidak membersihkan hidung saya yang sebelumnya terdapat darah sedikit yang menyatu dengan kotoran hidung.

1) Apakah yang saya lakukan tersebut benar?

2) Apakah sholat yang saya lakukan menjadi sah?

JAWABAN

1. Benar.
2. Sah. Darah yg sedikit yang ada dalam hidung itu dimaafkan. Baca detail: Najis yang Dimaafkan (Makfu)


HUKUM NADZAR TIDAK MELAKUKAN MAKSIAT


Assalamualaikum ustad,
Saya mau bertanya,

Saya dulu pernah bernazar seperti ini,,
Jika saya bermaksiat.. (maaf saya rahasiakan), maka saya akan bersedekah 5000 rupiah atau membelikan sesuatu dg uang 5000 kmudian di berikan kpada orng lain.
Dan ternyata saya tidak bisa memnuhi nazar tersebut ustad, saya sudah banyak sekali sampai saya tidak tau berapa kalai saya sudah melakukan perbuatan tetsebut dan belum menunaikan nazar tersebut,
Pertantaanya :
1, Berapakah uang yng harus saya sedekahkan mengingat saya sudah lupa jumlah nazar yg saya langgar
2, apabila saya tidak punya uang yg cukup untuk mmbayarnya nya, apakh boleh dengan puasa?
3, kalau boleh dg puasa, kira2 berapa hari saya harus berpuasa?

Trimaskih sebelumnya
Wassalamualaikum wr wb

JAWABAN

Nadzar untuk tidak maksiat atau tidak melakukan perbuatan haram hukumnya tidak sah. Oleh karena itu, anda tidak perlu melakukan apapun apabila melanggar nadzar tersebut.

Begitu juga Nadzar yang berkaitan dengan perkara wajib.
Baca detail: Hukum Nadzar Perkara Haram dan Wajib

Namun demikian, ketika anda melakukan maksiat, maka segeralah bertaubat dg taubat nasuha. Baca detail: Cara Taubat Nasuha

Wednesday, June 17, 2020

Ibu Calon Suami Kristen Mama Tak Setuju

JODOH: ORANG TUA CALON LELAKI TIDAK SETUJU KARENA MAMA KRISTEN

Assalamu'alaikum ustadz.

Ustadz,maaf mengganggu. saya mau konsultasi,saya mempunyai masalah. Saya dan pasangan sudah tidak pacaran tetapi ingin mengkoreksi diri dan lebih ke niat baik yaitu menikah, Tetapi setelah diceritakan latar belakang keluarga saya. Orang tua pria kurang merestui.

Orang tuanya berat karna mama saya kristen. Tetapi semua keluarga saya islam termasuk saya sendiri. Hanya saja ibu saya yang sudah terlanjur keluar dari agama islam. Dan orang tua pria tersebut kembali mengingatkan bahwa mereka dari keluarga besar pesantren. Yg ditakutkan mereka adalah bagaimana nanti kata masyarakat. ibu yang disalahkan apalagi bapa sudah tiada. Bagaimana tanggung jawab ibu nantinya. Ibu bukan tidak setuju. Tapi kita ini keluarga pesantren kamu tau nanti apa kata orang2. Dan ibu sudah bilang pilih pasangan yg kesatu turunan. Kedua agamanya begitu ucap beliau.

Yang ingin saya tanyakan ustadz :

1. Apa yg harus saya lakukan? Apa saya boleh berharap pada restu tersebut atau sebaiknya tinggalkan saja ustadz?

2. Apakah aturan keluarga tersebut termasuk ke salah satu syarat wajib untuk menikah dalam islam ustadz?

3. Kemungkinan resiko apa yang bakal terjadi jika kita betul-betul menikah dg keadaan seperti itu ustadz?

4. Bagaimana Menurut ustadz, jika benar orang2 di sekitar membicarakan kita? Apa yg harus dilakukan agar menangani masalah masyarakat sekitat tersebut?

Terima kasih ustadz, semoga terjawab mohon pencerahannya dan pendapatnya ustadz.

Wassalamu'alaikum.

JAWABAN

1. Sebaiknya tinggalkan saja. Ini salah satu cara dia membalas budi pada orang tua. Baca detail: Hukum Taat dan Berbakti pada Orang Tua

2. Tidak termasuk. Baca detail: Pernikahan Islam

3. Nama baik orang tua akan akan rusak.

4. Dengan cara menghindari hal yang akan menjadi perbincangan buruk masyarakat sekitar. Baca detail: Cara Memilih Jodoh

SUAMI PEMABUK


Assalamualaikum bapak/ibu,saya ingin sharing perihal rumah tangga saya.
Saya menikah sudah hampir 7 tahun,dari awal menikah sudah suami saya sudah bermasalah,mabuk judi dan perbuatan yg menjurus ke kriminal lainnya, saya mengetahuinya setelah beberapa bulan menikah,krna beliau jarang pulang,

Setelah dirembukkan beliau berjanji akan tobat dan meninggalkan semuanya,awalnya beliau komit dengan ucapannya,namun kini hal itu terulang lagi,malah mulai tidak jujur dan sering menzolimi orang dan tindakan menjurus kekriminal,

saya harus bagaimana pak/bu untuk menyikapinya,saya sendiri juga takut dan kwtr akan masalah yg nantinya timbul krna perbuatan suami saya,keluarga saya sudah sangat melarang saya ikut dengan suami saya krna perbuatannya itu,dan saya selalu ikut dengan suami saya untuk berpindah2 tempat tinggal karna menghindari orang2 yg mencari suami saya,saya capek pak/bu dengan kondisi begini,selalu saya berharap suami bisa berubah dan dia selalu berjanji namun tidak juga di wujudkan janjinya.Mohon masukannya pak/bu.
Nb: kami belum dikarunia anak dan wkt menikah juga bukan krna di jodohkan,karna kemauan berdua.
Terima kasih

Wassalam

JAWABAN

Anda dibolehkan memilih untuk bercerai atau tetap bertahan. Baca detail: Menyikapi Pasangan Selingkuh

JUMLAH TALAK


Assalamualaikum, pada Mei 2017 suami saya meminta cerai kepada saya karena dia berselingkuh, namun akhirnya kami rujuk kembali, kemudian pada Juli 2019 Suami Saya berselingkuh lagi dan meminta cerai lg kepada saya karena suruhan selingkuhannya, kemudian kami berbaikan lg, selanjutnya Agustus 2019 keluarga saya meminta kepastian pada suami saya untuk memilih dan dia bilang " yasudah bunda lepasin ayah saja". Jadi sudah talak berapakah sebenarnya kami ini? Terimakasih

JAWABAN

Suami itu menceraikan, bukan meminta cerai. Kalau seandainya dia meminta cerai pada istri, maka itu tidak jatuh talak. Tapi kalau suami menceraikan, seperti ucapan suami "Kamu saya ceraikan", maka jatuh talak. Apabila demikian, maka tidak jatuh talak sama sekali. Kalau suami ingin menceraikan istri, maka suami hendaknya mengucapkan pada istrinya: "Kamu saya cerai". Baca detail: Cerai dalam Islam