Tuesday, October 26, 2021

Suami mengancam talak kalau tidak lulus kuliah

SUAMI MENGANCAM TALAK KALAU TIDAK LULUS KULIAH

Assalamualaikum wr wb ustad Dalam rumah tangga saya dengan suami ada pertengkaran dimana suami mengancam saya dengan kalimatnya ( kamu tuh kuliah sudah mau selesai malah mau bubar !!! Kalo kamu bubar kuliahnya ya sudah kita bubar )

Ustad, saya sebelum nikah dengan suami memang saya sudah kuliah , dan awalanya saya masuk kuliah di perguruan tinggi yang memang hanya sampai 2 tahun saja, serta hanya dapat sertifikat saja . Di semester 3 saya kuliah , kampus saja pindah managemen menjadi politeknik dimana kuliah harus sampai 3 tahun serta nama saya pun sudah di daftarkan oleh pihak kampus untuk melanjutkan ke D3 nya, Tidak lama saya menikah dengan suami akhirnya saya hamil dan mengajukan cuti di semester ke 4 ,

setelah masa cuti habis saya diberikan pilihan oleh pihak kampus mau meneruskan kuliah yang hanya sampai 2 tahun saja atau mau melanjutkan kuliah pada managemen yang sekarang kuliah sampai D3 .

Dan saya pun bingung mau memilih yang mana , jika saya memilih untuk melanjutkan kuliah yang hanya 2 tahun itu ,saya hanya dapat sertifikat saja dan tidak mempunyai ijasah , saya pun memilih managemen kampus politeknik yang kuliah sampai D3 . Tetapi pada managemen kampus yang pertama saya masuk itu, dimana saya kuliah hanya sampai 2 tahun saja , saya dinyatakan TIDAK LULUS. karna saya kuliah hanya sampai semester 3 .

Pertanyaan

1. Bagaimana hukumnya ustad , karna ternyata saya tidak lulus pada kuliah saya yang pertama itu , dimana kuliah saya yang pertama harus menempuh pendidikan selama 2 tahun tetapi saya tidak sampai 2 tahun dan dinyatakan tidak lulus , apakah ancaman suami saya kepada saya itu sudah jatuh talak ?

2. Setelah masa cuti berakhir saya sudah bilang kepada managemen kampus saya yang sekarang bahwa saya lebih baik mundur , tetapi akhirnya tidak jadi karna saya mendapatkan keringanan agar dapat lulus bareng dengan teman teman saya , dimana awalnya pihak kampus politeknik menyuruh saya untuk mengulang kembali pada semester 3 .karna saya takut sudah jatuh talak akhirnya saya meminta suami untuk bilang rujuk kepada saya . Saya khawatir tindakan saya yang bilang ingin keluar kepada pihak kampus mengakibatkan jatuh talak . Apakah tindakan saya itu mengakibatkan jatuh talak ?

3. Bagaimana hukum ucapan rujuk suami pada pertanyaan ke dua itu ustad ?

Mohon dijawab atas semua pertanyaan saya yang di atas , ustad 🙏🙏🙏

Wassalamu'alaikum wr wb.
JAWABAN

1. Tidak jatuh talak. Ancaman itu hanya berupa janji talak. Dan janji talak tidak berdampak cerai. Baca detail: Janji talak, perintah talak, talak masa depan
2. Tidak jatuh talka.

3. Karena tidak terjadi talak, maka rujuknya sia-sia.

Sunday, October 24, 2021

Solusi agar sembuh was-was mandi wudhu dan bersuci dari najis

OCD WAS-WAS TOHAROH

Assalamualaikum ustadz

Saat ini saya masih terkena penyakit waswaw berat OCD thoharoh

Saya kalau mandi minimal 1-2 jam saat ini padahal dulu maksimal paling lama 30 menit. Dikarenakan saya sebelum mandi selalu cuci tangan berkali-kali dengan air kemudian sabun cair sebelum menyentuh shower dan alat mandi lainnya. Kemudian saya siram ke dinding tembok bahkan kloset duduk dikarenakan takut cipratannya memantul ke badan. Ukuran kamar mandi saya juga kecil 2 m x 2.5 m dengan kloset duduk + bidetnya dan hand shower saja yang jarak keduanya sangat dekat.

1. Mohon maaf pertanyaannya agak kotor tapi bagaimana cebok setelah BAB yang sebenarnya dalam islam. Apakah harus dengan sabun karena biasanya saya cebok dengan tangan kosong + bidet kemudian tangan diberi sabun lagi kemudian cebok lagi setelah itu cuci tangan sabun lagi sampai baunya hilang. Bau ini biasanya lama sekali hilangnya berkali-kali saya cuci baru hilang hingga tangan hampir iritasi.

2. Saya jatuh di kamar mandi karena ceroboh kemudian teriak minta tolong. Untung ada saudara laki-laki saya mendobrak pintu saya dan membantu mendirikan saya. Kemudian setelah normal saya selesaikan mandi saya kemudian kepikiran tadi saya cuci tangan setelah cebok di dekat dinding tepat dimana saudara saya menolong saya dan waswas akan cipratannya bakalan menempel di dinding dan terinjak kaki saudara saya yang kemungkinan juga celananya kena. Dan lantainya belum sempat dibilas tapi kloset dan dindingnya kemungkinan sudah saya bilas. Kata suadara perempuan saya itu tidak apa-apa alias suci karena keluarga saya menggunakan paham selama airnya tidak berubah meskipun kena najis sedikit maka masih suci. Apakah benar begitu ustadz?

3. Ketika mandi saya siram dinding, kloset duduk, dan lain sebagainya sehingga jatuhnya berlebihan. Bagaimana cara saya mengatasinya udtadz, kaidah mana yang saya harus pakai apakah seperti kasus nomor 2 selama tidak berubah maka tetap suci jadi cipratannya juga suci atau adakah dasar lainnya untuk menghancurkan pikiran waswas ini ya ustadz?

JAWABAN

1. Yang prinsip dalam menghilangkan najis ada dua: membuang benda najisnya (sampai tidak terlihat atau diduga kuat sudah hilang) dan siram dengan air satu kali saja. Membuang benda najis bisa dengan tisu atau air.

Dalam kasus cebok setelah BAB, maka cara yang umum adalah:

a) bilas/siram tempat najis sekitar dubur dengan air dan tangan sekaligus.

b) setelah tangan tidak merasakan adanya kotoran di bagian luar dubur, maka status najis berubah menjadi najis hukmiyah.

c) maka tambah satu kali lagi siraman. Selesai. Lokasi sekitar dubur sudah suci dan air bekas basuhan terakhir juga suci.

Adapun bau yang tersisa itu tidak masalah. Baca detail: Menyucikan Najis Masih Ada Warna dan Bau

2. Benar. Dalam mazhab Syafi'i sendiri ada pendapat dari Al-Ghazali yang menyatakan bahwa air suci yang terkena najis tetap suci selagi tidak berubah warnanya. Pendapat ini umum di mazhab Maliki. Baca detail: Najis menurut Imam Ghazali

3. Ikuti tiga kaidah fikih ini:

a) Hukum asal sesuatu adalah suci. Seperti lantai, dinding, dll. Maka, harus dihukumi suci kecuali ada bukti sebaliknya. Misalnya, anda masuk ke toilet. Maka hukum lantai adalah suci sesuai hukum asalnya. Kecuali kalau di lantai terlihat mata ada kencing atau kotoran (feses).

b) Sesuatu yang asalnya suci tidak berubah jadi najis kecuali oleh bukti yang pasti. Contoh: Manusia baik muslim atau non-muslim hukumnya suci. Maka, anda tidak perlu ragu untuk bersalaman dengan non-muslim pemilik anjing sekalipun. Walaupun ada dugaan tangannya najis karena megang anjing, tapi selagi tidak ada bukti otentik, maka dugaan kita dianggap tidak ada. Baca detail: Menyentuh Non Muslim Ragu Najis Anjing

c) Dugaan najis pada sesuatu yang suci tidak dianggap. Baca detail: Kaidah: Suci tidak hilang karena Asumsi Najis

Semoga cepat sembuh was-wasnya. Oh ya, berikut tips dari Ibnu Hajar Al-Haitami tentang cara sembuh dari was-was. Termasuk was-was najis. Baca detail: Cara Sembuh Was-was Najis, Wudhu, Mandi, Shalat

Friday, October 22, 2021

Bimbang batal iman dan takut murtad

Bimbang batal iman dan takut murtad

Assalamu'alaikum. Mohon maaf yang sebesar-besarnya ustadz, saya kembali ingin pencerahan tentang penyakit OCD saya. Sekarang ini juga saya masih dalam terapi medis, tapi saya tetap butuh terapi (penjelasan) agama agar saya bisa tenang dalam proses penyembuhan OCD. Sebetulnya sangat ingin sekali langsung berkunjung ke pesantren ustadz, tapi karena beberapa keterbatasan saya sehingga belum bisa.

Saya selama proses penyembuhan ini masih sering dilanda was-was batal iman, dan saya selalu berupaya mengabaikannya, tapi sangat sulit sekali, kadang saya bisa langsung mengabaikan tapi lebih sering saya berupaya melawannya.

Pertanyaan :

1. Kenapa pikiran saya selalu tergiring/mengarah pada subjek was-was tersebut, dan seakan tarikan untuk memikirkannya sangat kuat ?

2. Sesaat saya bisa mengabaikan pikiran tersebut, dalam hitungan menit/jam pikiran tersebut kembali terulang (seperti mau mengkonfirmasi, apakah saya sudah betul menolak pikiran tersebut) sehingga saya terjebak lagi memikirkan ke subjek was-was tesebut dan terjadi lagi saya berupaya melawannya (dalam hitungan menit sampai hitungan jam), dan sampai saya dalam posisi gagal melawannya, tidak bisa berbuat apa-apa lagi (seperti putus asa) dan ada saatnya membenarkan was-was tersebut, apakah dalam kondisi seperti ini membuat batal iman saya ?

Terimakasih sebelumnya dan mohon doanya ustadz

JAWABAN

1. Salah satu ciri khas penyakit OCD adalah sering terbawa pada sesuatu yang ingin dihindari. Oleh karena itu, dalam rangka proses penyembuhan, maka tidak masalah bagi anda untuk mengikuti arus yang biasanya ingin dilawan tersebut. Walaupun bagi orang normal bisa berakibat batal iman, misalnya, tapi dalam konteks terapi itu dibolehkan.

2. Tidak batal iman anda. Sekali lagi kami tegaskan, bahwa batal iman bisa terjadi apabila kita melakukan perbuatan yang batal iman itu dengan penuh kesadaran dan kesengajaan. Bukan dalam konteks dalam kondisi sakit psikis seperti yang sedang alami.

Wahbah Zuhaili dalam kitab Al-Fiqhul Islami wa Adillatuhu, hlm. 7/5579, menjelaskan:

شروط صحة الردة: اتفق العلماء على اشتراط شرطين لصحة الردة: الأول ـ العقل: فلا تصح ردة المجنون والصبي الذي لا يعقل؛ لأن العقل من شرائط الأهلية في الاعتقادات وغيرها الشرط الثاني: الاختيار أو الطواعية: فلا تصح ردة المكره اتفاقاً إذا كان قلبه مطمئناً بالإيمان، كما سبق ذكره في بحث الإكراه

Artinya: Ulama sepakat atas dua syarat sahnya murtad. Pertama, berakal sehat. Maka tidak sah murtadnya orang gila, anak kecil yang tidak berkal. Karena akal termasuk syarat keahlian dalam akidah dan lainnya. Kedua, sukarela. Maka, tidak sah murtadnya orang dipaksa sedangkan hatinya tetap beriman.

Jadi, tidak mudah menghukumi murtad pada seorang muslim. Baik diri sendiri maupun orang lain.

Dari penjelasan Wahab Zuhaili di atas, maka kasus anda bisa masuk dalam kategori tidak akan jatuh murtad karena tidakadanya rasa sukarela dalam melakukannya. Juga, ada faktor psikis yang menjadi sebabnya. Yang hal itu berlawanan dengan syarat sah yang pertama. Baca detail: Penyebab Murtad

MENYUCIKAN NAJIS

Assalamualaikum ustadz

Melanjutkan beberapa pertanyaan berkaitan penyakit saya ocd thoharoh

1.Saya dulu pernah bertanya tentang kondisi barang dirumah saya setelah tersentuh oleh orang lain hingga saya pakai sandal. Meskipun sudah saya pel lantainya dan tidak pakai sandal lagi namun ada beberapa lantai yg dulunya saya lewati dengan sandal tersebut tidak saya pel, kata saudara saya itu suci karena memang tidak ada apa-apa di lantai tersebut dan sandalnya juga sandal khusus dipakai dalam rumah tidak pernah dibawa keluar. Apakah dengan tidak mengepelnya dan menganggap itu tetap suci seperti kata saudara saya itu sudah tepat?

2. Saya waswas kalu sekedar rebahan atau tiduran di sofa maupun di karpet karena bekas mohon maaf pantat duduk orang lain sehingga khawatir dengan kesucian baju saya. Sehingga setiap saya tidak sengaja rebahan di tempat tersebut saya harus mandi dan ganti baju semuanya sehingga saya menjadi waswas dengan tempat tersebut kecuali sekedar duduk saja tidak berpikiran jauh seperti itu, mohon solusinya

3. Sya telah berobat ke psikiater, obat dan suntikan medis psikolog, ruqyah, hingga sekarang masih belum sembuh. Saya mohon sekali ustadz agar para ustadz dan para santri sekalian sudi kiranya mendoakan kesembuhan dan diberikan Taufiq yang sebenarnya meskipun nama saya Taufiq tapi kosong tidak ada Taufiqnya sama sekali.

Terima kasih banyak ustadz.

JAWABAN

1. Sudah tepat. Berdasar kaidah fikih bahwa: Sesuatu yang suci tidak berubah jadi najis hanya karena dugaan (اليقين لا يزول بالشك). Baca detail: Kaidah: Suci tidak hilang karena Asumsi Najis

2. Menganggap najis bekas duduk orang lain itu tidak benar. Karena, manusia itu hukum asalnya adalah suci. Sama saja beragama Islam atau non-muslim. Maka, kita harus menganggapnya tetap suci selagi tidak ada bukti yang menunjukkan sebaliknya. Berbeda halnya kalau kita melihat bahwa di bekas duduk orang lain itu ada kotoran yang terlihat mata.

Kaidah fikih yang bisa jadi pegangan terkait soal ini adalah: Status asal sesuatu itu adalah tetap seperti asalnya kecuali ada bukti sebaliknya (الأصل بقاء ما كان على ما كان)

3. InsyaAllah anda akan segera sembuh selagi anda memiliki keinginan untuk itu. Amin. Was-was anda salahsatunya terkait dengan kekurangpahaman dalam soal hukum najis. Di samping ada unsur OCD-nya. Banyaklah membaca isti'adzah (a'udzubillahi minas syaitonir rojim) setiap kali merasa muncul rasa was-was.

Baca juga doa berikut setiap selesai shalat: Doa Hati Tenang dan Cerdas

Najis anjing: mengapa di saudi ada anjing?

Najis anjing: mengapa di saudi ada anjing?

Assalamualaikum

Saya mau bertanya pak

Didekat rumah ayah saya ada orang yang memelihara anjing. Sering sekali saya mendengar gonggongannya dari dalam rumah. Tapi jarang sekali saya melihat / berpapasan dengan anjing tersebut. Sepertinya anjing tsb sering dikurung didalam rumah

Suatu hari saat saya mau keluar pake motor, masih didekat rumah, saya berpapasan dengan anjing, entah anjing tetangga atau bukan. Saat itu sedikit gerimis dan ada genangan air di jalan. Saya liat dengan mata saya sendiri, genangan tsb dilewati oleh anjing.

Saya kan orangnya waswas. Jadi saat itu saya panik bingung. Saya pelanin laju motor, nunggu anjingnya minggir. Setelah dia minggir lalu saya lewat genangan air itu.

Saya menyesal kenapa waktu itu saya nggak putar arah saja cari jalan lain.

Pertanyaan saya

1. Apakah genangan air yang saya lewati pake motor saat gerimis tsb najis karena telah dilalui anjing, ataukah di mafu karena letaknya di jalan, walaupun bukan jalan raya tapi jalan di perumahan. Sebenarnya saya lebih condong ke pendapat bahwa yang najis liurnya saja. Tapi bisa saja pada saat anjing tsb lewat air liurnya ada yang jatuh ke genangan air. Saya tau di mazhab maliki anjing itu suci dan itu bisa mengobati waswas saya. Tapi saya belum berani untuk pakai hukum itu, karena saya jarang sekali berpapasan dengan anjing.

2. Kalau di mafu, apakah berbahaya kalau motornya saya masukan ke rumah dan kena lantai. Maksudnya najis mafu yang melekat di ban motor itu apakah bisa menyebar kedalam rumah. Begitu juga dengan genangan air yang memercik ke celana saya tadi, apakah bisa menyebar kalau posisi saya sudah ada di dalam rumah.

3. Kenapa di Makkah ada anjing? Padahal tabiat anjing itu berkeliaran, mengendus dan menjilat. Bukankah beresiko menjadikan lantai dan tempat tempat lainnya disana bernajis? Setau saya penduduk disana tidak pakai mazhab Maliki.

JAWABAN

1. Genangan air di jalanan yang dilewati anjing, hukumnya dimaafkan. Dalam kitab Al-Mausuah Al-Fiqhiyah, hlm. 30/171, dijelaskan pandangan madzhab Syafi'i sbb:

يرى الشافعية والحنابلة : العفو عن يسير طين الشارع النجس لعسر تجنبه , قال الزركشي تعليقا على مذهب الشافعية في الموضوع : وقضية إطلاقهم العفو عنه ، ولو اختلط بنجاسة كلب أو نحوه ، وهو المتجه لا سيما في موضع يكثر فيه الكلاب ; لأن الشوارع معدن النجاسات

Artinya: Madzhab Syafi'i dan Hanbali berpendapat hukumnya dimaafkan (makfu) najis tanah di jalan yang sedikit karena sulitnya dihindari. Al-Zarkasyi menjelaskan pandangan madzhab Syafi'i menyatakan dalam Al-Maudhu: "Hukumnya dimaafkan. Walaupun bercampur dengan najis anjing dan lainnya. Ini pendapat yang diunggulkan terutama di tempat yang banyak anjingnya; karena jalanan itu tempat najis."

Tentang najisnya anjing itu adalah liurnya saja, itu menurut pandangan mazhab Hanafi. Dan baik juga kalau anda ikut pendapat ini untuk mengurangi was-was. Baca detail: Najis Anjing Menurut Empat Madzhab

2. Kalau najisnya dimakfu saat di jalan, maka dimafu juga ketika menyebar di rumah karena berasal dari najis yang dimakfu.

Di samping itu, dalam kasus anda, air yang menggenang bisa saja dihukumi suci secara mutlak apabila mencapai dua qulah (menurut pandangan mayoritas mazhab Syafi'i); atau kurang dari dua qulah tapi tidak berubah menurut pandangan Imam Ghazali (ulama mazhab Syafi'i). Baca detail: Najis menurut Imam Ghazali

3. Di Makkah ada anjing tapi tidak banyak. Dan itupun biasanya keluar waktu malam. Hampir tidak ada yang masuk ke rumah orang. Bisanya berkeliaran di tempat sampah.

Orang Saudi umumnya bermazhab Hanbali yang dalam soal anjing hampir sama dengan mazhab Syafi'i. Namun mereka banyak yang tahu ilmu agama dasar, dan mengikuti pendapat yang di luar mazhab mereka itu biasa. Jadi, kemungkinan dalam soal anjing mereka ikut mazhab Maliki. Dan itu dibolehkan. Anda pun dibolehkan ikut mazhab Maliki tanpa harus dalam kondisi darurat. Baca detail: Orang Awam Tidak Wajib Ikut Satu Madzhab

Wednesday, October 20, 2021

Pacar jarang shalat, hubungan tak direstui

Pacar jarang shalat, hubungan tak direstui

assalamu'alaikum pak ustad

pak ustad saya sudah ingin menikah tetapi orang tua saya tidak merestui karena kita berdua yang berbeda usia ,fisik dia, dia orang gak punya dan dia jarang sholat pak ustad tetapi sebelum bertemu dia saya pernah diperkosa mantan pacar saya. dia bisa menerima kekurangan saya semua keluarganya pun sudah menerima saya dengan berjalannya waktu saya dengan dia melakukan perzinahan dan ketika dia ingin melamar saya orang tua saya tidak setuju ya karena tadi saya udah jelaskan di atas dan saya ingin bertanya pak ustad

1. bagaimana carany agar orang tua saya bisa menerima dia ?

2. apa hukum ny jika orang tua melarang anaknya menikah padahal orang tuany tau kalo anakny sudah berzina 3. bagaimana saya mengendalikan hawa nafsu saya ?

mohon minta jawabannya pak ustad. wassalamu'alaikum wr.wb

JAWABAN

1. Sebaiknya anda cerita detail ke orang tua soal pernah berzina dll supaya mereka bisa lebih mengerti keadaan anda. Kalau masih tidak setuju, coba anda minta bantuan teman dekat orang tua untuk membujuk mereka.

2. Pada dasarnya apabila dikuatirkan akan terjadi perzinahan kalau tidak menikah, maka hukum menikah menjadi wajib. Apalagi anda berdua sudah berzina, maka untuk menghindari zina berikutnya, pernikahan anda menjadi wajib. Baca detail: Pernikahan Islam

Dan orang tua juga wajib merestui. rel="nofollow" target="_blank"Kalau mereka tetap tidak merestui, maka anda boleh meminta wali hakim untuk menikahkan. Wali hakim adalah jajaran pejabat KUA atau bawahannya. Baca detail: Wali Hakim dalam Pernikahan

Dalam situasi ini, tidak taat orang tua tidak dianggap durhaka karena ketaatan pada Allah (dg menikah) itu lebih penting daripada taat pada orang tua (dengan tidak menikah dan akhirnya berzina).

3. Dengan menikah nafsu syahwat akan terkendali.

RUMAH TANGGA: SUAMI SELINGKUH DENGAN ISTRI ORANG

Assalamualaikum..

Sy sdh berumah tangga selama 12 tahun dan memiliki suami yg shaleh yg menjaga shalat dan berkpibadian yang baik serta anak 2 yg msh kcl2.

Awalnya suami sy hanya berteman biasa dengan wanita ini (istri orang).trs sy mnt dia untuk membatasi dengannya.. Karena sy merasa suami sy dkt dengan seorang wanita sy lantas suka curiga dan menerka2 dan melihat hpnya dengan sembunyi2 hanya untuk memastikan bahwa suami saya mengikuti apa2 yg menjadi aturan sy untuk tidak mengechat dan balas komen grup yang ada wanita tersebut..memang adakalanya suami tdk bk stts wanita trsbt tp kadang jg d buka oleh suami saya dan sy menjadi sakit hati bila suami sy sk chat dan liat stts wanita tersebut dan kami pun ribut. meskipun isi chat hanya bercandaan dan komen2an biasa. Perselisihan tentang kbiasaan suami yg msh komen2an dan melihat stts sering terjadi sehingga sy pernah kabur ke rmh orang tua dan sy meminta cerai tp suami msh mengharapkan sy dan anak2 dgn berdalih suami msh sayang dan tdk pernah mau berpisah dengan sy dan anak2 akhirnya sy pulang dengan cinta yg dimiliki suami untuk sy dan anak2

Kecurigaan sy tdk pernah pudar sehingga suami merasa tidak nyaman untuk berkomunikasi tentang hal apapun ke sy karena anggapannya setiap apa yg menjadi topik perbincangan selalunya sy bw2 wanita trsebut pdhl yg dia inginkan komunikasi dan beranda dengan istrinya tp selalunya sy selipin hati2 ke wanita trsebut.dan disitu dia merasa ilfil ke sy..

Karena tdk merasa mendapat kenyamanan berokumikasi dengan istrinya akhirnya suami membatasi konunikasi demi menghindari perselisihan tetapi ternyata dengan pembatasan yg sy buat malah suami akhirnya berbalik mencurhatkan ttg kerjaannya dan apapun perselisihan kami ke wanita tersebut hingga suami sy dan wanita itu merasa mendapatkan kenyamanan dan makin intens chat ketemuan hingga berukar foto organ intim masing2 dengan sembunyi2 dan akhirnya ketika sy melihat hp suami disitu sy merasa hancur ternyata wanita yg slma ini sy mnt suami jauhin mlh semakin dkt dan bertindak asusila.

Setelah sy menemukan foto2 trsebut sy mnt penjelasan maksud semuanya dan suami sy menjelaskan alasannya itu semua karena tuduhan yg tdk pernah dia lakukan selalu sy tuduh2kan dia ada apa2 dengan wanita itu.sehingga suami berfikir drpda sy d tuduh2 trs mending sy buat sekalian ktnya bgitu.

Dan sebelum poto2 tersebut sy temukan menurut pengakuan suami sy sambil menangis menyesali dia menyadari kebodohan terfatalnya terhadap sy istrinya dan berniat berusaha menyudahi hubungan yg awalnya hanya tmn biasa menjadi teman nyaman dan sampai menarik mereka ke perbuatan yg trlarang.menuruttu semua berawal ketika suami merasa tdk mendapatkan kenyamanan Di rumah sehingga lebih bnyak menyibukan diri dengan kerjaan dan selalu pulang larut mlm di tmpt kerja dan sy dapati poto2 tersebut intens di jam kerja dan larut mlm dengan wanita tersebut.

Akhirnya setelah sy mendapati poto2 itu sy suami dan wanita itu bertemu d rmh sy dan untuk meminta wanita dan suami sy berkomitmen untuk menyudahi hubungan gelap mereka.dan suami jg ingin menyudahi

Di dlm pertemuan itu si wanita terang2an akan mundur dr suami sahnya dan suami sy berlaku plinplan antara suka dengan prnyataan wanita trsbt( mundur dr suaminya) dan seolah keder menghadapi sy.wanita ini tdk memiliki penyesalan atas perbuatannya mlh sering menyalah2kan sy dengan marah marah tidak menunjukan itikad baik berdamai pdhl sy bersikap dewasa hanya berbincang baik2 tanpa niat menyalahkan mereka hanya meminta kejelasan atas hubungan mrk itu

Dlm pertemuan itu sy yg selaku korban seolah2 sy yg bersalah karena menurut mereka sy membatasi kdkatan mrka sebagai tmn biasa sehingga menjadi tmn apa apa..

Setelah pertemuan itu sy dan suami mengomunikasikan tentang masa depan keluarga mau d bw kemana dan disitu suami sy kebingungan dan meminta waktu sy untuk dia dpt keluar dari zona wanita trsebut dan ingin merajut rumah tangga kami kembali.dan jujur sy pribadi tdk siap untuk berpisah dengan suami shaleh sy sehingga harapan sy suami menyadari dan segera bertindak tegas terhadap wanita trsebut.

3 hari berlalu setelah pertemuan itu suami sy tak kunjung memberikan ketegasan atas hubungan terlarang mereka k wanita itu.bila sy tanya dan menawarkan untuk kita selesaikan bersama langkah2 mengomunikasikan ke wanita itu suami menolak biar beri sy waktu berfikir untuk mencari solusi sendiri dan tidak melibatkan sy..sy hormati keputusan suami dan sy tetap menunggu hasil ketegasan suami antara memilih sy istrinya atau wanita trsebut.

Kemarin mlm kami sempat mencurahkan cinta dan bila aku bertanya suami apakah msh bs menikmati ia menjawab kalo dia msh menikmati aktifitas ini dan nafsu dia(maaf berdiri bagi laki2) ke sy tanda dia msh sayang sy..sontak sy bahagia dan merasakan dia memang msh mencintai sy berapa persen hanya bimbang dengan perasaan baru yg muncul ke wanita lain.perlu di ketahui bila waktu tidur kami sering bergenggam tangan dan berpelukan baik dr sy maupun dr dia ini berlaku selama kami bersama hingga di d tengah2 perselisihan.

Sy hanya bersabar menunggu kputusan suami berbicara dengan wanita tersebut..

Sampai hr ini sy tahu suami msh sk chat dengan wanita trsbt dan suami tetap menyembunyikan intinya blm bnr2 terbuka dengan sy.

Maaf sy mnt solusi apa yg dpt bpk/ibu gambarkan dr sikap suami sy dan apa sy msh punya harapan untuk keutuhan keluarga dengan suami..

Apa yg dpt sy lakukan bila suami akan memilih wanita itu dan apa yg hrs sy perbaiki bila ternyata suami memilih merajut rumah tangganya kembali.

Apakah bila suami memilih sy dan anak2 tidak menutup kemungkinan kelakuan suami dengan wanita itu terulang lagi dengan sembunyi2 karena sdh tertanam rs cinta di antara mrka meski sementara.mohon pencerahannya trmksh

JAWABAN

1. Masih ada harapan bagi anda. Suami masih ada cinta di hatinya pada anda.

2. Kalau suami memilih bertahan dengan anda, maka yang perlu anda lakukan adalah lupakan masa lalu dengan cara: jangan mengungkit-ungkitnya lagi. Seakan-akan suami tidak lagi ada salah. Seakan-akan anda berdua adalah pengantin baru.

3. Masih ada kemungkinan terulang lagi, yang perlu anda lakukan bila itu terjadi, cobalah bersabar dan pura-pura tidak tahu. Cara ini pantas dicoba dan kemungkinan besar akan berhasil. Toh, cara anda yang bersikap seprti polisi pada suami ternyata tidak berhasil dan malah membuat suami bertambah dekat dengannya. Suami jangan diinterogasi apalagi diancam. Semakin diinterogasi dan diancam, apalagi kalau tidak melakukan, maka akan membuat suami semakin terobsesi untuk melakukannya. Dan akan semakin berkurang cintanya pada anda.

Baca detail: Cara Harmonis dalam Rumah Tangga

Hukum cairan putih setelah haid

HUKUM CAIRAN PUTIH SETELAH HAID

Assalaamu'aikum Warahmatullaahi Wabarakaatuh.. Saya mau bertanya, mohon maaf jika tidak satu permasalahan.. Soalnya saya sedang merasa was-was.

1. Saya kadang masih bingung dan membuat was-was soal cairan putih setelah haid yang jadi tanda suci dari haid. Di tangan sudah terlihat cairan putih, tapi ketika saya usapkan ke kapas, masih ada warna kuning mudanya, tapi jika saya perhatikan lagi, juga ada cairan yang terlihat berwarna putih dan itu hanya sedikit sekali disebagian yang lain. Dan bagian yang lain berwarna kuning muda. Saya usapkan lagi cairan yang tersisa, ternyata berwarna kuning muda. Jika seperti itu, apakah sudah selesai dari haid?

2. Ketika shalat, saya sering merasa ingin kentut. Dan itu terjadi ketika akan shalat saja, bahkan shalat selesai rasa ingin kentut itu bisa hilang. Tapi tidak semua ketika akan shalat saya merasa seperti itu. Mohon solusinya saya harus bagaimana?

3. Setiap hari mohon maaf kemaluan saya itu mengeluarkan cairan, kadang ada cairan yang berwarna kuning muda jika dilihat. Apakah itu najis? Jika najis saya seperti merasa keberatan karena hampir setiap akan shalat saya mengganti celana saya. Saya pernah baca di artikel jika cairan kuning (sufrah) di masa suci itu tidak najis. Bolehkah saya mengikuti pendapat itu?

Terimakasih atas jawabannya.!

JAWABAN

1. Tergantung waktu keluarnya. Kalau warna kuning, walaupun kuning muda, maka itu keluarnya di masa haid (dalam masa 15 hari) dianggap darah haid. Kalau keluarnya setelah 15 hari, maka dianggap keputihan. Baca detail: Cairan Warna Kuning apakah Haid

2. Diabaikan saja. Rasa ingin kentut tidak membatalkan wudhu dan karena itu tidak berdampak pada keabsahan shalat. Bahkan perasaan kentut itu sendiri tanpa bukti suara atau bisa diabaikan.

Dari Abdullah bin Zaid Al-Anshari radhiyallahu anhu:

أنه شكا إلى رسول الله صلى الله عليه وسلم الرجل الذي يخيل إليه أنه يجد الشيء في الصلاة؟ فقال: لا ينصرف حتى يسمع صوتا أو يجد ريحا

Artinya: “Bahwasanya ada seseorang yang mengadu kepada Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bahwa dia seakan-akan mengalami sesuatu ketika shalat (buang angin). Maka Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam menjawab: ‘Janganlah dia membatalkan shalatnya sampai dia mendengar suaranya atau mencium baunya’” (HR. Bukhari no. 137 dan Muslim 361)

3. Kalau itu termasuk keputihan, maka hukum keputihan (rutubatul faraj) adalah sbb:

Ibnu Hajar al-Haitami dalam Tuhfah al-Muhtaj Syarh al-Minhaj, hlm. 1/301, menjelaskan

والحاصل أن رطوبة الفرج ثلاث أقسام طاهرة قطعا وهي ما تكون في المحل الذي يظهر عند جلوسها وهو الذي يجب غسله في الغسل والاستنجاء ، ونجسة قطعا وهي ما وراء ذكر المجامع ، وطاهرة على الأصح وهي ما يصله ذكر المجامع شيخنا ا ه

Ada tiga status ruthubah al-farj dalam mazhab Syafi'i:

Pertama, ruthubah al-farj yang keluar dari kemaluan bagian luar —yaitu bagian yang wajib dibasuh saat bersuci—dihukumi suci;

Kedua, ruthubah al-farj yang keluar dari kemaluan bagian dalam dihukumi najis;

Ketiga, ruthubah al-farj yang keluar dari tempat sampainya kemaluan laki-laki saat berhubungan dengan istrinya, dihukumi suci, menurut pendapat yang ashah.

As-Syirbini dalam Mughnil Muhtaj menyatakan:

(وليست العلقة) وهي الدم الغليظ المستحيل من الدم في الرحم، سميت بذلك لأنها تعلق لرطوبتها بما تمر عليه، (والمضغة) وهي العلقة تستحيل فتصير قطعة لحم، وسميت بذلك لأنها صغيرة بقدر ما يمضغ، قاله الزمخشري. (ورطوبة الفرج) من حيوان طاهر ولو غير مأكول من آدمي أو غيره. (بنجس) بفتح الجيم (في الأصح) بل طاهرة، لأن الأولين أصل حيوان طاهر كالمني، والثالث كعرقه

Artinya: ... rutubatul faraj yang berasal dari hewan yang suci walaupun tidak halal dimakan seperti manusia atau lainnya itu tidak najis menurut pendapat yang paling sahih. Bahkan dianggap suci.

Baca detail: Beda Mani, Madzi, dan keputihan

DARAH HAID DAN CAIRAN KUNING

Assalaamu'aikum Warahmatullaahi Wabarakaatuh.. Saya mau bertanya perihal haid..

Bulan kemarin saya mulai haid tgl 24 februari saya bersucinya tgl 7 maret.. Tgl 25 maret pagi keluar cairan kuning, siangnya keluar cairan putih.. Keesokan harinya tgl 26 maret ketika akan shalat dzuhur keluar cairan kuning lagi, pas mau maghrib keluar cairan putih, ketika akan isya' saya keluar cairan kuning.. Dan saya masih shalat karena saya ragu.. Setelah shalat subuh di tgl 27 maret keluar cairan kuning.. Seharian keluar cairan kuning. Dan saya memutuskan tidak shalat

1. Sudah dua bulan ini sebelum keluar darah haid saya selalu keluar cairan kuning. Jadi, apakah dari tgl 25 maret sejak pertama keluar cairan kuning itu sudah terhitung haid?

2. Untuk menentukan selesainya haid itu keluar cairan putih, kalau di tangan sudah terlihat putih, keliatan sekali kalau itu putih, tapi ketika saya usap di kapas, kapas masih ada noda kuning muda, kuningnya muda sekali.. Intinya masih bisa dibedakan antara kapas yang terkena noda cairan dan tidak, apakah itu sudah suci?

3. Cairan putih yang menandakan suci itu yang seperti apa? saya itu masih ragu menentukan masa suci.

Terimakasih atas jawabannya..!!

JAWABAN

1. Ya. Masa suci itu minimal 15 hari dan maksimal masa haid 15 hari. Dari masa suci tanggal 7 s/d 25 = 18 hari masa suci. Maka darah yang keluar yang berupa cairan kuning itu dianggap darah haid. Baca detail: Cairan Warna Kuning apakah Haid

2. Selama cairan itu masih warna kuning, dan waktu keluarnya masih dalam masa maksimal haid yang 15 hari, maka dianggap darah haid. Baca detail: Wanita Haid

Kalau darah haid anda tidak teratur keluarnya, maka yang terpenting anda harus tahu aturan masa maksimal darah haid. Seperti dijelaskan di poin 1, haid itu maksimal 15 hari. Misalnya anda keluar cairan tidak bening (kuning, coklat, merah) mulai tanggal 1 sampai 15 Maret, maka semua cairan dengan tiga warna tersebut dianggap darah haid karena masih dalam batas maksimal darah haid. Namun, apabila cairan tersebut keluar pada tanggal 16 sampai tanggal 30, yakni masa minimal masa suci, maka tidak dianggap darah haid melainkan dianggap darah istihadoh. Hukumnya juga najis tapi tetap wajib shalat. Baca detail: Wanita Nifas, Haid, Istihadah

Jadi, menentukan darah haid atau tidak itu bukan saja berdasarkan warna cairan yang keluar. Melainkan juga pada waktu keluarnya cairan tersebut.

HUTANG 6X RAMADAN: QADHA ATAU FIDYAH

Assalamualaikum wr.wb

Saya punya hutang puasa dalam 6x ramadhan, karena haid. Apakah harus membayar denda (fidyah) atau mengqadha dengan puasa saja?

Terimakasih Wasalamualikum wr.wb

JAWABAN

Dua-duanya: qadha dan bayar fidyah apabila sudah melewati puasa berikutnya. Baca detail: Qadha Puasa Ramadan di Tahun Kedua

Monday, October 18, 2021

Hukum meminta komisi fee

Hukum meminta komisi fee

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Saya mau bertanya tentang hukum meminta komisi. Dalam kasus saya seperti ini:

2 Bulan lalu, direktur saya meminta saya untuk meminta penawaran harga dari kantor akuntan publik, sebut saja BD. Dan Direktur saya juga sudah memilih BD untuk menjadi rekanan auditor.

Tapi yang saya lakukan adalah, ketika saya meminta proposal penawaran harga kepada BD, saya juga meminta komisi atas jasa mediator. Dan itu disetujui oleh pihak BD. Lalu sekarang setelah dipikir2 saya jadi ragu apakah itu halal atau haram.

Pertanyaannya:

1. Apakah komisi tersebut haram?

2. Jika haram, bolehkah komisi yg saya terima tersebut saya sedekahkan? Kebetulan komisinya belum saya gunakan.

Mohon bimbingannya.

Terima kasih banyak atas jawabannya.

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

JAWABAN

1. Tergantung: apakah praktik semacam itu dibolehkan oleh kantor anda. (a) Kalau dibolehkan oleh perusahaan, maka tidak masalah alias halal. Karena, anda adalah perwakilan kantor, maka yang dibolehkan oleh kantor hukumnya halal. (b) Sebaliknya, kalau tidak dibolehkan, maka haram.

2. Kalau yang terjadi adalah kasus 1a., maka uang tsb bisa anda pakai. Kalau yang terjadi adalah kasus 1b, maka uang itu sebaiknya diberikan pada fakir miskin atau disumbangkan ke masjid atau pesantren. Sebagai cara untuk menyucikan harta kita agar tidak bercampur dengan harta haram. Baca detail: Hukum Harta Syubhat dan Cara Membersihkan Harta Haram

HUKUM GHIBAH

Assalamualaikum ustadz.. Afwan, ingin bertanya.. Bagaimana hukum ghibah terhadap seseorang dalam urusan kelembagaan? Contohn ya, membicarakan aib-aib dan kekurangan seseorang untuk menempatkan tugas dan posisil orang tsb di lembaga pendidikan (pesantren).. termasuk ketika ada masalah internal dalam lembaga tsb? Mohon penjelasannya ustadz, jazakumullah khairan

JAWABAN

Setiap perbuatan yang membicarakan orang lain yang tidak disukai orang tersebut seandainya ia mendengarnya maka itu disebut ghibah. Dan ghibah adalah dosa. Baca detail: Hukum Ghibah

SERING WAS-WAS DALAM BANYAK KONDISI

Assalamu'ālaikum Warahmatullah Wabarakatuh,

Ustadz, saya seorang suami, mau menanyakan terkait tentang diri saya dengan pernyataan sebagai berikut:

1. Bila saya tidak pernah belajar tentang tata cara istibra, pasti saya akan sering ragu setiap kali sujud, apakah menetes atau tidak cairan dari maaf kemaluan, walau terkadang untuk yang sekarang saya suka mengeceknya sebelum dan setelah sholat.

2. Bila saya tidak mempelajari tentang hadits kentut, maka pasti saya akan was-was ketika sholat, apakah saya kentut atau tidak? Walaupun untuk sekarang setelah saya mempelajari hadits "keyakinan tidak akan hilang oleh keraguan", terkadang suka masih ragu, harus perlu dibuktikan setelah usai sholat, dengan cara dikeluarkan sebagai bahan perbandingan, supaya memberikan rasa lega kepada saya.

3. Ketika jalan-jalan bersama istri, saya sering menanyakan kepadanya, "apakah dompet atau tas mu ada," untuk memastikan kalau barang tersebut aman? Itu bukan sekali, dua kali, tapi lebih.

4. Saya suka wudhu berkali-kali, padahal saya sudah wudhu. Hal itu untuk memastikan bahwa saya sudah wudhu betul-betul.

5. Sering lupa jumlah rakaat sholat

6. Intensitas mengecek dompet sendiri lebih sering ketika di kostan.

7. Tak lupa bila mau pulang, setiap hari saya suka mengecek pintu mobil. Padahal sudah dikunci sebelumnya.

8. Saya mempunyai fikiran berulang.

9. Ketika saya sudah menanyakan sesuatu kepada orang, maka saya selalu tidak puas bila sumbernya kurang akurat, dan ingin terus mencari-cari kepastian kepada orang yg lebih tahu, misalnya.

10. Perasaan takut dihukum oleh Tuhan.

11. Kadang-kadang ada perasaan serangan cemas di pagi hari lebih dominan.

Yang saya ingin tanyakan ustadz,

1. Apa yang terjadi pada diri saya ?

Jazakallahu khoeron.

Wassalamu'ālaikum Warahmatullah Wabarakatuh.

JAWABAN

1. Ada unsur OCD dalam diri anda. OCD adalah was-was berlebihan. Ini penyakit psikis. Baca detail: Was-was karena OCD

Baca juga: Cara Sembuh Was-was Najis, Wudhu, Mandi, Shalat

Salah satu cara penyembuhan adalah dengan doa. Baca detail: Doa Hati Tenang dan Cerdas

Saturday, October 16, 2021

Dilamar pria beristri yang mengaku sudah cerai apa sebaiknya diterima?

PERLUKAH MENGAKUI AIB MASA LALU?

Assalamu’alaikum wr. wb

Mohon pencerahannya ustadz. Saya seorang wanita yang belum menikah. Sebelumnya beberapa tahun yang lalu saya pernah melakukan kesalahan besar karena sudah berhubungan dekat dengan suami orang yang kebetulan adalah teman dekat saya di tempat kerja pada waktu itu. Istrinya pada saat itu adalah istri keduanya, pernikahan pertamanya berakhir karena bercerai.

Kedekatan kami berdua semakin akrab sampai berujung ke saling cinta. Sang istri sempat mencurigai saya sebagai selingkuhan suaminya namun tidak ada bukti yang valid bahwa kami berselingkuh, hanya sebatas prasangka.

Pria ini mengakui bahwa pernikahannya saat itu memang sedang dalam masalah, dan dia merasa tidak dapat dipersatukan lagi. Menurutnya istrinya terlalu banyak mengeluh dengan kondisinya dari segi ekonomi, selain itu keluarga pihak istri juga terlalu banyak ikut campur dalam rumah tangganya. Dia pun sangat menginginkan saya untuk menjadi istrinya. Saya sangat bingung karena saya juga sangat mencintainya, namun saya juga merasa bersalah terhadap istrinya karena sudah mencintai suaminya.

Suatu hari saya memutuskan untuk benar-benar mengakhiri hubungan dengan pria ini dan memblokir semua akses komunikasi dan medsos dengannya. Dengan harapan pria ini bisa memperbaiki rumah tangganya, dan kalaupun harus bercerai jangan sampai sayalah yang menjadi penyebabnya. Selama masa itu saya terus mendoakan dia supaya bisa tetap mempertahankan pernikahannya, dan saya terus memohon ampun juga meminta kepada Allah, kalau memang dia suatu saat adalah jodoh saya semoga Allah pertemukan kami dalam waktu dan keadaan yang Allah ridhoi untuk kami bertemu lagi.

Ternyata si pria terus mencari cara untuk bisa menghubungi saya. Setelah hampir setahun, akhirnya saya membuka komunikasi dengannya lagi dan dia mengakui sudah menyampaikan talak kepada istrinya namun belum secara resmi ke mahkamah syariah. Dia mengaku sudah tidak bersama istrinya lagi (pisah kamar, namun terkadang masih serumah dengan alasan demi anak) selama 2 tahun lebih. Sayapun akhirnya menerimanya kembali dengan syarat pengurusan surat cerai resmi secara hukum diselesaikan terlebih dahulu, dan saya sudah mengenalkan si pria kepada orang tua saya.

Proses cerai di mahkamah pun berlangsung, namun tidak berselang lama saya mendapatkan informasi melalui seorang teman mengenai isu-isu tidak mengenakkan di masa lalunya, dan juga informasi pengakuan mantan istri yang menyatakan bahwa pisah kamar sudah berlangsung selama 2 tahun adalah kebohongan si pria, si istri mengaku bahwa mereka pisah kamar hanya beberapa minggu saja sebelum pengajuan cerai ke mahkamah. Dan sampai saat ini si istri masih mencurigai saya dan belum menemukan bukti.

Pertanyaan saya:

1. Tindakan apa yang harus saya lakukan dalam menyikapi perbedaan pernyataan antara si pria dan si mantan istri ini?

2. Apakah kedekatan saya kembali dengan pria ini masih dikategorikan selingkuh? karena yang saya tau dia sudah pisah dari istri selama 2 tahun lebih.

3. Apakah keputusan saya juga merupakan kesalahan apabila menerima si pria dengan segala kekurangan dan masa lalu nya yang buruk? (sudah beberapa kali kawin cerai). Karena saya melihat perubahan lebih baik yang dialami si pria, dari segi ibadah, lingkungan kerja yang lebih baik (menghindari kredit bank), dan hubungan baiknya dengan anak dari mantan istri sebelumnya.

4. Haruskah saya menceritakan kepada orang tua mengenai hal ini? karena selama ini yang mereka tau saya dekat dengan pria ini setelah dia pisah, dan sudah merestui.

5. Perlukah saya mengakui dan minta maaf kepada si mantan istri bahwa wanita yang selama ini dicurigai benar adalah saya?

Terimakasi banyak atas pencerahannya, dan mohon maaf sebelumnya apabila penjelasannya terlalu panjang.

Akhirul kalam saya ucapkan wassalamu’alaikum wr. wb.

JAWABAN

1. Langkah rasional adalah dengan melakukan investigasi. Tugaskan seseorang untuk menyelidiki fakta yang sebenarnya.

2. Kalau dia sudah cerai berdasarkan fakta, maka tidak dianggap selingkuh. Namun kalau ternyata belum terjadi cerai, maka perbuatan ini dianggap takhbib atau perusak rumah tangga orang. Yang hukumnya dosa besar. Baca detail: Takhbib Perusak Rumah Tangga Orang

Namun kalau anda melakukannya dengan asumsi bahwa hubungan mereka berdua sudah bubar, maka dimaafkan. Karena berarti tidak sengaja. Baca detail: Hukum Melakukan Perkara Haram karena Tidak Tahu atau Lupa

3. Kalau pun kondisinya sudah cerai dari istrinya, pilihan anda ini tidak ideal. Masih banyak pria baik tanpa masa lalu kelam yang bisa anda pilih. Apalagi kalau ternyata pengakuannya bahwa ia sudah pisah itu ternyata bohong, maka semakin tidak pantas menjadi pilihan anda. Memang, ada kemungkinan dia berubah di masa depan. Namun, dalam realitas, masa lalu kelam akan menimbulkan masa depan yang kurang lebih sama. Baca detail: Cara Harmonis dalam Rumah Tangga

Juga, perlu diingat, cara dia mendekati anda sehingga anda terpikat padanya itu sebenarnya modus operandi yang umum terjadi dan relatif usang. Yakni, cara curhat dengan mengeluhkan rumah tangganya dengan tujuan menarik hati lawan jenis. Suami yang baik tidak akan pernah curhat masalah rumah tangganya pada orang luar apalagi pada wanita yang masih sendiri kecuali ada niat buruk dari awal.

4. Kalau anda dekat dengan orang tua, maka tidak masalah bercerita pada mereka.

5. Tidak perlu mengaku. Menyimpan aib adalah wajib. Dan menceritakan aib tidak ada gunanya dan malah menambah masalah. Baca detail: Menyimpan Aib Zina

Friday, October 15, 2021

Calon suami tidak boleh melangkahi kakaknya, apa yang harus dilakukan?

Calon suami tidak boleh melangkahi kakaknya, apa yang harus dilakukan?

Assalamu'alaikum ustadz..

Saya wanita lajang berusia 28 tahun, dan tahun ini akan memasuki usia 29 tahun..

Saya mengenal seseorang selama 3 tahun dan telah berbagi banyak cerita dengannya, suka maupun duka. Keluarga kami juga telah saling mengenal kami dengan baik walaupun kedua orang tua kami belum pernah bertemu secar langsung. Kami berdua berniat untuk segera menikah, namun terkendala akan satu hal.

Dia mempunyai seorang kakak wanita satu-satunya yang juga masih lajang. Usianya sekitar 35 tahunan. Dia juga mempunyai seorang abang yang juga masih lajang.

Almarhum ayahnya sempat berpesan bahwa jangan sampai melangkahi kakaknya, karena kakaknya perempuan satu-satunya. Sampai saat ini, belum ada kabar bahwa kakaknya akan menikah dlm waktu dekat. Sementara saya sudah didesak oleh berbagai pihak, terutama pihak keluarga untuk segera menikah di tahun ini..sebelum menginjak usia 30 tahun.

Apa yang harus saya lakukan? Saya sudah mengancang-ancang masa depan bersama dgn seseorang yang saya kasihi, apakah harus kandas seperti ini?

JAWABAN

Ada beberapa alternatif cara:

a) Anda bisa melakukan pernikahan secara diam-diam lebih dulu. Tanpa resepsi. Untuk menghindari menyinggung kakak anda. Pernikahan tetap dilakukan secara resmi ke KUA, namun tanpa resepsi besar.

b) Anda meminta ijin secara baik-baik pada kakak anda. Kalau dia membolehkan, maka tentunya tidak masalah anda melangkahinya.

c) Mengajak musyawarah seluruh pihak terkait (kedua besan) untuk dibahas bagaimana solusi terbaik. Baca detail: Cara Harmonis dalam Rumah Tangga

Terkait pesan atau wasiat bapaknya untuk tidak melangkahi kakak perempuannya, maka wasiat seperti itu tidak harus diikuti. Baca detail: Wasiat bukan Harta

CALON MERTUA PELAKU RIBA

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

berkeinginan untuk menikah dengan seorang wanita namun saya baru tahu kalau ayahnya menjalankan usaha sampingan berupa koperasi simpan pinjam yang akadnya adalah akad riba. Apa yang harus saya lakukan.

1. Apakah saya harus membatalkan rencana saya untuk menikahi wanita itu karena takut terjatuh juga kepada riba karena ayahnya menjalankan bisnis ribawi atau saya tetap menikahinya dengan tujuan saya ingin berdakwah kepada ayah gadis itu. Mohon pencerahannya ustadz. Terimakasih.

JAWABAN

1. Kalau wanita tersebut secara karakter baik dan secara agama taat, maka tidak ada halangan untuk diteruskan ke jenjang pernikahan. Baca juga: Cara Memilih Jodoh

Soal kekurangan dari sisi orang tuanya, maka anda bisa melepaskan diri dari lingkungan tersebut dengan berada di rumah sendiri yang terpisah. Tinggal terpisah dari rumah mertua dan orang tua adalah cara ideal dalam berumah tangga. Baca juga: Cara Harmonis dalam Rumah Tangga

DURHAKA ORANG TUA

Assalamualaikum Wr.Wb

Pak ustad sebelum saya bertanya saya akan cerita terlebih dahulu.

Jadi pada suatu malam saya dan suami bertengkar hebat yang di sebabkan kesalah pahaman. dimana suami sy memarahi saya dan saya nangis. Seketika itu saya mau keluar rumah dan di larang oleh dia, sehingga saya teriak dan di gampar olehnya. Saya lsg hub org tua saya melalui videocall. Orang tua saya marah dan meminta saya untuk cerai. Karena ini bukan yang pertama kali suami saya memukul saya. Udah beberap kali karena saya selalu melawan suami saya. selang 2 hari saya baikkan dengan suami saya, kami memutuskam untuk merubah itu semua. Tetapi dari orang tua dan saudara saya tidak setuju dan marah dengan saya karena saya memilih suami saya.

Apa yang bisa saya lakukan ustadz kepada orang tua saya? apakah menurut agama saya durhaka kepada orang tua saya?

JAWABAN

Tidak dianggap durhaka apabila anak mengambil keputusan yang berbeda dengan orangtuanya dalam urusan cerai atau rujuk atau dalam soal memilih jodoh. Baca detail: Batasan Taat Dan Durhaka Pada Orang Tua

Namun demikian, anda tetap harus komunikasikan keputusan anda ini dengan baik pada orang tua. Mohonlah maaf yang besar pada orang tua dan minta ridhonya untuk berusaha dan mencoba melanjutkan rumahtangga.

Sekaligus anda mencoba keras untuk merubah sikap pada suami. Cara terbaik menghindari KDRT adalah tidak melawan ucapan suami. Diam itu sikap terbaik saat suami marah. Baca detail: Cara Harmonis dalam Rumah Tangga

Thursday, October 14, 2021

Hukum meminta tolong pada dukun

Hukum meminta tolong pada dukun

Assalamualaikum ustadz,

Saya ingin bertanya, belakangan ini Saya mengalami kecemasan hingga membuat Saya linglung Dan fikiran Saya kosong, Lalu ibu Saya meminta tolong kepada temannya yang mempunyai ilmu untuk membantu Saya, alhasil , tidak beberapa lama linglung Serta fikiran kosong Saya hilang.

Tetapi, Saya khawatir kena hukum mendatangi dukun solatnya tidak akan diterima 40 Hari, berdasarkan kasus diatas, bagaimana hukumnya ? Lalu mungkin bisa berikan tips kepada Saya agar fikiran Saya tidak kosong ? Sekian terimakasih

JAWABAN

Tidak masalah meminta bantuan pada dukun. Asalkan cara dan bacaan yang dipakai dukun itu untuk menyembuhkan tidak berlawanan dengan syariah Islam. Contoh yang berlawanan: menginjak Al Quran atau menghina Allah, dll. Pada dasarnya, dukun itu dibantu oleh jin. Dan meminta bantuan jin itu tidak dilarang asalkan untuk keperluan yang baik. Bukan untuk mencelakakan orang lain. Baca detail: Bantuan Jin

Adapun 40 hari shalat tidak diterima itu hadis palsu (mauduk). Baca detail: Menonton film dewasa 40 hari shalat tidak diterima

Agar fikiran tenang: Baca detail: Doa Hati Tenang dan Cerdas

HUKUM NONTON FILM

Assalamualaikum pak ustadz saya ingin bertanya apa hukumnya menonton film superhero yang didalam nya ada karakter penyihirnya di film yang bernama doctor strange tersebut digambarkan bahwa dia adalah seorang penyihir yang baik yang melawan hal hal jahat. Pertanyaan adalah.

1.berdosa kah kalau kita menonton tayangan film dimana ada karakter nya yang mengandung penyihir dukun dll

2.apakah kalau kita menonton nya akan dikenakan hukum seperti orang yang datang pada dukun yaitu sholat nya tidak diterima selama 40 hari.

3.saya hanya menganggap hal tersebut sebagai hiburan semata dan tidak pernah datang ataupun mempercayai dukun apakah karena menonton film tersebut saya dihukum tidak diterima sholat nya 40 hari atau bahkan dihukumkan murtad .

Terima kasih atas waktunya pak ustadz wassalamu'alaikum warahmatullahi wa barokatuh

JAWABAN

1. Tidak berdosa. Karena itu hanya fiksi. Tidak nyata. Belajar sihir itu sendiri hukumnya masih dirinci. Baca detail: Hukum Ilmu Santet

2. Hukum shalat tidak diterima 40 hari itu tidak benar karena berdasarkan pada hadis palsu (maudhuk). Baca detail: Menonton film dewasa 40 hari shalat tidak diterima

3. Tidak dihukumi murtad. Hukum nonton film itu sendiri dirinci tergantung dari konten film. Bisa berdosa tapi tidak sampai murtad. Baca detail: Hukum Menonton Film Sinetron Drama

MENINGGALKAN SHALAT SECARA SENGAJA MENYEBABKAN KUFUR?

Assalamualaikum ustadz, saya ingin tanya. Jadi saya pernah meninggalkan sholat dan pernah bohong tentang sholat seperti masuk kamar seakan-akan sholat. Lalu belum lama saya menonton youtube disitu dikatakan bahwa jika meninggalkan sholat secara sengaja tidak sampai menyebabkan kufur tetapi jika pembangkang dan lain-lainnya itu bisa menyebabkan kufur dan harus bersyahadat kembali.

Saya was-was tentang ini, saya takut saya pernah membangkang atau melakukan hal-hal yang menyebabkan saya harus bersyahadat kembali. Bagaimana solusi yg harus saya lalukan? Apakah saya terkena was-was berlebih? Terima kasih.

JAWABAN

Tidak shalat hukumnya dosa besar. Namun selagi masih mengakui bahwa shalat itu wajib, maka tidak berakibat kufur. Karena itu artinya masih mengimani atau meyakini perintah agama. Baca detail: Hukum Tidak Shalat

Jadi, selagi anda masih mengakui shalat itu wajib, puasa itu wajib; dan zina itu haram, mencuri itu haram, maka anda tidak dianggap kufur. Baca detail: Penyebab Murtad

Oh ya, kalau melihat informasi agama di youtube atau website, harap dilihat dulu kredibilitas yang memberi info. Jangan hanya dilihat pakaian atau popularitasnya saja. Melainkan lihat afiliasi ormasnya. Kami anjurkan anda melihat youtube atau artikel dari ustadz yang berafiliasi ke NU (Nahdatul Ulama). Umumnya, mereka berilmu tinggi dan berpaham Ahlussunnah Wal Jamaah. Ciri khas lain, tidak mudah membid'ahkan atau mengkafirkan sesama muslim. Baca detail: Kriteria Ahlussunnah Wal Jamaah

MENJUAL PAKAIAN WANITA YANG TIDAK MENUTUP AURAT

1. Apakah halal penghasilan dari menjual novel fiktif yang menceritakan kisah cinta orang yang berpacaran?

2. Apakah halal penghasilan dari menjual baju wanita yang tidak menutup aurat sesuai syariat islam?

JAWABAN

1. Tidak masalah asalkan bukan termasuk kategori pornografi. Baca detail: Hukum Menonton Film Sinetron Drama

2. Boleh dan halal. Jangankan menjual baju yang tidak menutup aurat, menjual baju dalam wanita pun tidak masalah. Yang terpenting baju itu terbuat dari bahan yang suci alias tidak najis seperti kulit babi dan semacamnya. Baca detail: Bisnis dalam Islam

Wednesday, October 13, 2021

Harta hibah apakah menjadi harta warisan saat penerima hibah meninggal?

MEMBAGI HIBAH SEBAGAI HARTA WARISAN



Assalamualaikum

Saya ingin bertanya, ibu saya meninggal tahun 1995, ayah saya masih hidup, dan kami 3 bersaudara perempuan semua.

Ibu saya diberi oleh kakek nenek saya sebuah rumah, dan diatas namakan kami ber 3 anak2nya.

Rumah tersebut kami tempati, dan seiring berjalannya waktu direnovasi oleh ayah saya. Tapi sudah 7 tahun ini rmh tersebut tdk ditempati lagi, kami pindah ke rumah lain.

Setelah kami ber 3 menikah, rmh tersebut dijual oleh ayah saya kepada anak 1 yaitu kakak saya dengan setengah harga, karna ayah saya butuh fresh money. Dengan dijualnya setengah harga maksud ayah saya hak waris kakak saya sudah diambil duluan. Dan saya dan kakak saya no 2 tdk ada lagi jatah waris di rmh warisan tersebut, tapi ada jatah di rumah Baru ortu kami sekarang. Jatah kakak saya yg 1 sdh tdk ada di rmh baru karna sudah diberikan duluan.

Yang ingin saya tanyakan, apakah hukumnya mengotak atik harta warisan tersebut?, apakah uang Yg dr kakak saya yg ayah saya terima halal?

Terima kasih sblmnya Wassalamualaikum

JAWABAN

Pertama, kalau rumah itu adalah hibah dari orang tua ibu anda kepada ibu anda, maka berarti rumah itu adalah harta warisan yang harus dibagikan kepada ahli waris saat pewaris (ibu anda) wafat. Tidak boleh suami (ayah anda) menguasai harta tersebut sendirian karena di situ ada hak ahli waris lain yaitu anak-anak kandung pewaris. Suami dalam kasus ini hanya berhak mendapat 1/4 dari total harta. Sementara 2/3 untuk seluruh anak kandung perempuan.

Kedua, menjawab pertanyaan anda, harta warisan dari ibu anda itu pembagiannya sbb: 1/4 untuk ayah anda dan 2/3 untuk anak-anak kandung. Dengan demikian, maka ayah anda boleh mengambil bagian dari harta waris tersebut tapi tidak boleh dari 1/4 plus biaya renovasi rumah. Sisanya untuk anak-anak kandung. Kalau saudara kandung ibu anda, maka mereka juga berhak mendapat bagian. Baca detail: Hukum Waris Islam
WARIS

Assalamualaikum warrakhmatullahi wabarakotuh

semoga para sepuh, para ulama, guru dan ustadz serta santri di pondok AL-Khoirot selalu dirahmati Allah, dan mendapat keberkahan ilmu serta syafa'at Rasulullah kelak, Amin yarobbal A'lamiin.

saya menemukan tentang Al-khoirot ini dari mesin pencari Google, teramat sangant berharap mendapatkan pencerahan terkait pembagian harta waris sesuai syariat Islam.

Kami 3 bersaudara, dengan 2 kakak permpuan dan bungsu lelaki 1 orang yaitu saya sendir atas nama Farid.

Ayah saya wafat dari tahun 2011, dan ibu ditahun 2019 lalu, semasa hidup ibu saya yang menanggung seluruh kebutuhannya, termasuk semua biaya yang dibutuhkan ketika ibu saya sakit-sakitan berbulan-bulan sebelum beliau wafat.

dalam hal ini kami ditinggalkan rumah warisan berupa rumah yang sebut saja berharga sekitar 500 juta, mohon bimbingan seperti apa perhitungan warisnya.

terimakasih sebelumnya,

wassalamualaikum warrakhmatullahi wabarokatuh

JAWABAN

Pembagiannya sbb:

a) 1 anak lelaki mendapat 2/4

b) 2 anak perempuan masing-masing mendapat 1/4

Baca detail: Hukum Waris Islam

HARTA PENINGGALAN YANG KURANG BERHARGA APA HARUS DIBAGI?

bagaimana cara membagikan harta warisan seperti toples, kasur bekas, lemari bekas, baju bekas, pacul, lampu bekas yang sulit diuangkan?

JAWABAN

Semua harta milik pewaris (yang meninggal) menjadi harta warisan dan kepemilikannya beralih menjadi milik ahli waris sesuai dengan ketentuan hukum waris Islam. Baca detail: Hukum Waris Islam
Dalam hal harta peninggalan yang tidak terlalu berharga seperti pakaian bekas, kasur bekas, dll, maka hal itu bisa didiskusikan dengan ahli waris yang lain tentang siapa dapat apa atau bahkan barang-barang itu dihibahkan ke orang lain, misalnya. Asal seluruh ahli waris sepakat, maka tidak masalah barang-barang tersebut dimanfaatkan untuk apapun berdasarkan hasil musyawarah mufakat dari seluruh ahli waris. Dengan syarat, (a) seluruh ahli waris sepakat atas keputusan itu; (b) seluruh ahli waris memenuhi syarat untuk berpendapat yakni sudah dewasa dan berakal sehat. Baca detail: Pembagian Waris secara Merata / Sama

AHLI WARIS TIDAK DIKETAHUI KEBERADAANNYA

assalaamu'alaikum...

saya mau bertanya, suami meninggalkan ;

1. istri



2. dua anak perempuan (yang satunya sulit ditemukan berada diluar negeri, anak dari istri kedua tapi sudah diceraikan)

3. satu anak laki-laki

kami merasa kesulitan dari pembagian harta warisan yang sulit diuangkan, seperti baju bekas, lemari bekas, jam tangan, kasur bekas, piring, sendok dll.. ahli waris yang ada sudah meridokan barang-barang tersebut kepada yang memerlukan, yang jadi pertanyaan,

1. bagaimanakah seharusnya yang harus dilakukan terhadap barang-barang tersebut? kalaupun harus disimpan, berapa lamakah? karena sulitnya untuk diuangkan.

2. cara meminta ridonya kepada hak ahli waris yang sulit ditemukan?

3. bolehkah ahli waris yang ada menganggap husnudzon akan meridoinya untuk dipakai atau diberikan kepada orang yang membutuhkan walaupun tanpa bertemu?

JAWABAN

1. Pertanyaan ini sudah dijawab di konsultasi sebelumnya.

2. Caranya, diskusikan saja dengan ahli waris yang ada. Dengan catatan, kelak kalau sudah ditemukan kontaknya dan ternyata ahli waris itu keberatan, maka pihak-pihak yang ada setuju untuk mengganti sesuai harga yang pantas.>

3. Boleh, tapi harus bersiap diri untuk menggantinya apabila kelak ternyata ahli waris yang absen itu keberatan dan meminta bagiannya.

Adapun kasus pembagian warisan dalam kasus di atas sbb:

a) Istri mendapat 1/8

b) Sisanya yang 7/8 diberikan pada ketiga anak kandung dengan rincian: 1 anak lelaki mendapat 2/4; 2 anak perempuan masing-masing mendapat 1/4.

Baca detail: Hukum Waris Islam