Friday, March 22, 2019

Panduan Haji dan Umrah

Panduan Haji dan Umrah

Ibadah haji adalah pilar kelima Islam. Ia wajib dilakukan sekali seumur hidup bagi seorang muslim laki-laki dan perempuan yang mampu melakukannya secara fisik dan finansial. Karena dilakukan sekali seumur hidup dengan biaya yang cukup mahal, maka muslim yang hendak haji sebaiknya mengetahui tata caranya secara detail terutama terkait syarat dan rukunnya agar tidak salah dalam melakukannya dan menjadi sempurna ibadahnya.

DAFTAR ISI
  1. Definisi Haji
  2. Dalil Dasar Hukum Haji
  3. Syarat Haji
  4. Niat Haji
  5. Wajibnya Haji
  6. Rukun/Fardhu Haji
  7. Sunnah Haji
  8. Jenis Haji
    1. Haji Tamattu'
    2. Haji Qiran
    3. Haji Ifrad
  9. Perbuatan Yang Haram/Dilarang Saat Haji
  10. Tempat Bersejarah Saat Haji
  11. Umrah
    1. Syarat Umrah
    2. Rukun Umroh
    3. Niat Umroh
  12. Proses Haji Jamaah Haji Indonesia
    1. Proses Haji Jamaah Gelombang Pertama
    2. Proses Haji Jamaah Gelombang Kedua
  13. Doa-doa Haji dan Umrah
    1. Doa Berangkah Haji & Umroh
    2. Doa Pulang Haji & Umroh
    3. Doa Pulang Haji Saat Kendaraan Tiba/Sampai
    4. Bacaan Niat Haji
    5. Bacaan Doa Tawaf (Keliling Ka'bah)
    6. Bacaan Doa Sai
    7. Bacaan Doa di Padang Arafah
  14. Tempat Miqat Haji dan Umrah
  15. Tempat Ibadah Haji dan Umrah
  16. Istilah dalam Ibadah Haji
  17. Nama 4 (Empat) Pojok Ka'bah
  18. Jadwal Ibadah Haji
  19. CARA KONSULTASI AGAMA

DEFINISI HAJI

Secara literal, haji adalah maksud atau tujuan. Secara terminologi syariah haji adalah bermaksud pergi ke Baitullah di Makkah untuk melaksanakan ibadah haji (قصد البيت الحرام للنسك)

DALIL DASAR HUKUM HAJI

Hukum haji adalah wajib sekali seumur hidup bagi setiap muslim (fardhu 'ain) yang mampu melaksanakannya secara finansial dan fisikal.

Dalil dasar Quran dan hadits terkait ibadah haji: kewajiban haji, macam-macam haji, syarat rukun haji.

- QS Ali Imron 3:97
ولله على الناس حج البيت من استطاع إليه سبيلا
Artinya: mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah.

- Hadits sahih riwayat Bukhori dan Muslim (muttafaq alaih)
بني الإسلام على خمس : شهادة أن لا إله إلا الله وأن محمداً رسول الله وإقام الصلاة وإيتاء الزكاة وصوم رمضان وحج البيت من استطاع إليه سبيلا
Artinya: Islam dibangun atas lima hal: Dua kalimat syahadat, mendirikan shalat, menunaikan zakat, puasa Ramadan, haji ke Baitullah bagi yang mampu.


SYARAT HAJI

Haji menjadi wajib dilaksanakan bagi seorang muslim apabila memenuhi syarat di bawah. Apabila tidak terpenuhi syarat ini, hajinya tetap sah. Misalnya, anak kecil naik haji.

1. Islam
2. Berakal sehat (tidak gila)
3. Baligh (dewasa)
4. Merdeka
5. Mampu


NIAT HAJI

Bacaan niat haji adalah sebagai berikut: لَبَيْكَ اللَهُمَ حَجًا
Labbaik Allahumma Hajjan
Artinya: Ya Allah kupenuhi panggilanMu untuk berhaji.


WAJIBNYA HAJI

Yaitu pekerjaan dalam ibadah haji yang harus dikerjakan serta wajib membayar dam jika meninfgalkan. Wajibnya haji ada 7 (tujuh)

1. Niat Ihram, untuk haji atau umrah dari Miqat Makani, dilakukan setelah berpakaian ihram.
2. Mabit (bermalam) di Muzdalifah, pada tanggal 9 Zulhijah (dalam perjalanan dari Arafah ke Mina).
3. Melontar Jumrah Aqabah, pada tanggal 10 Zulhijah yaitu dengan cara melontarkan tujuh butir kerikil berturut-turut.
4. Mabit di Mina, pada hari Tasyrik (tanggal 11, 12 dan 13 Zulhijah).
5. Melontar Jumrah Ula, Wustha dan Aqabah, pada hari Tasyrik (tanggal 11, 12 dan 13 Zulhijah).
6. Tawaf Wada', yaitu melakukan tawaf perpisahan sebelum meninggalkan kota Mekah.
7. Meninggalkan perbuatan yang dilarang saat ihram.


RUKUN ATAU FADHU HAJI

Yaitu pekerjaan dalam ibadah haji yang harus dilakukan dan tidak boleh diwakilkan dan tidak sah hajinya apabila ditinggalkan. Fardhu/rukun haji ada 4 (empat):

1- Ihram yaitu pernyataan mulai mengerjakan ibadah haji atau umroh dengan memakai pakaian ihram disertai niat haji atau umroh di miqat.
2- Wuquf di Arafah yaitu berdiam diri, dzikir dan berdo'a di Arafah pada tanggal 9 Zulhijah
3- Tawaf Ifadhah yaitu mengelilingi Ka'bah sebanyak 7 kali, dilakukan sesudah melontar jumrah Aqabah pada tanggal 10 Zulhijah.
4- Sa'i di antara Safa dan Marwah yaitu berjalan atau berlari-lari kecil antara Shafa dan Marwah sebanyak 7 Kali, dilakukan sesudah Tawaf Ifadah.
5- Tahallul yaitu bercukur atau menggunting rambut setelah melaksanakan Sa'i.
6. Tertib yaitu mengerjakan kegiatan sesuai dengan urutan dan tidak ada yang tertinggal.


SUNNAHNYA HAJI

Perbuatan yang disunnahkan dalam ibadah haji adalah sbb:

1- Mandi sunat Ihram.
2- Bertalbiah.
3- Melakukan tawaf qudum bagi orang yang mengerjakan haji ifrad dan haji qiran.
4- Bermalam di Mina pada malam Arafah.
5- Berlari-lari kecil dan sopan-santun ketika melakukan Tawaf Qudum.

JENIS IBADAH HAJI

Ada 3 (tiga) tipe haji. Yaitu tamattu', qiran dan ifrad. Muslim boleh memilih salah satu jenis haji ini. Semuanya sah dan boleh dilaksanakan. dan seorang muslim bebas memilih tipe haji mana yang hendak dilaksanakan.


A. HAJI TAMATTU' DAN CARA PELAKSANAANNYA

Haji Tamattuk (tamatu') adalah mendahulukan umrah dari ibadah haji. Yaitu memakai ihram dari miqat dengan niat umrah pada musim haji, setelah tahallul, memakai ihram lagi dengan niat haji pada hari Tarwiah (8 Zulhijah). Bagi yang melaksanakan haji Tamattu' diwajibkan membayar dam.

Bagi jamaah haji Indonesia, mereka umumnya melaksanakan haji dengan cara haji tamatu'. Detail haji tamatu' adalah sebagai berikut:

CARA HAJI TAMATTUK BAGI JEMAAH INDONESIA GELOMBANG 1 DAN 2

Pelaksanaan Umroh Jamaah Haji Gelombang I

Jamaah haji Indonesia gelombang I ke Madinah dulu baru kemudian ke Makkah untuk itu pelaksanaan umrohnya dimulai dari Madinah dengan mengambil miqot makani di Zul Hulaifah ( Bir Ali ) .

Urutan kegiatannya sebagai berikut :

* Bersuci, mandi, berwudhu di pemondokan.
* Memakai wangi wangian sebelum memakai pakaian ihrom.
* Memakai pakaian ihrom.
* Berangkat ke Zul Hulaifah ( Bir Ali ).
* Wudhu bagi yang batal.
* Sholat sunnat ihrom 2 rokaat.
* Niat ihrom umroh dengan membaca talbiyah : "Aku penuhi panggilanmu Ya Allah untuk berumroh". (Labbaikallohumma umrotan)
atau
" Aku niat umroh dengan berihrom karena Allah Ta'ala. " (Nawaitul Umrota wa Ahromtu biha lillahi ta'ala)
* Berangkat ke Makkah dengan memperbanyak membaca talbiyah (Labbaikallohumma labbaik dst)
* Sampai di kota Makkah dan berdo'a
* Sampai di pemondokan Makkah menempati kamar masing masing.
* Berangkat ke Masjidil Haram
* Masuk Masjidil Haram dan berdo'a
* Melihat Ka'bah dan berdo'a
* Thawaf 7 kali putaran dimulai dari rukun Hajar Aswad
* Dilanjutkan dengan berdo'a di Multazam dan sholat sunnat thawaf 2 rokaat di belakang Maqom Ibrahim .
* Minum air zam zam ( sebelum minum berdo'a )
* Sa'i 7 kali perjalanan antara bukit Shofa dan bukit Marwah dimulai dari bukit Shofa berakhir di bukit Marwah.
* Potong/cukur rambut
* Tahallul

Setelah tahallul selesai pelaksanaan umroh dan diperbolehkan berganti pakaian biasa.

Pelaksanaan Umroh Jamaah Haji Gelombang II

Jamaah haji Indonesia gelombang II mendarat di bandara King Abdul Azis Jeddah dan langsung ke Makkah untuk itu pelaksanaan umrohnya dimulai dari Jeddah dengan mengambil miqot makani di bandara King Abdul Azis Jeddah.

Urutan kegiatannya sebagai berikut :

* Bersuci, mandi, berwudhu di pemondokan.
* Memakai wangi wangian sebelum memakai pakaian ihrom.
* Memakai pakaian ihrom.
* Sholat sunnat ihrom 2 rokaat.
* Niat ihrom umroh dengan membaca : "Aku penuhi panggilan Mu Ya Allah untuk berumroh." (Labbaikallohumma umrotan)
atau
" Aku niat umroh dengan berihrom karena Allah Ta'ala." (Nawaitul Umrota wa Ahromtu biha lillahi ta'ala)
* Berangkat ke Makkah dengan memperbanyak membaca talbiyah .
* Sampai di kota Makkah berdo'a .
* Sampai di pemondokan Makkah menempati kamar masing masing.
* Berangkat ke Masjidil Haram
* Masuk Masjidil Haram dan berdo'a
* Melihat Ka'bah, berdo'a
* Thawaf 7 kali putaran dimulai dari rukun sejajar dengan Hajar Aswad
* Dilanjutkan dengan berdo'a di Multazam dan sholat sunnat thawaf 2 rokaat di belakang Maqom Ibrahim .
* Minum air zam zam ( sebelum minum berdo'a ).
* Sai 7 kali perjalanan antara bukit Shofa dan bukit Marwah dimulai dari bukit Shofa berakhir di bukit Marwah.
* Potong / cukur rambut
* Tahallul

Setelah tahallul pelaksanaan umrah selesai dan diperbolehkan berganti pakaian biasa.

Palaksanaan Haji

Seluruh jamaah haji Indonesia gelombang I dan II setelah melaksanakan umroh , melaksanakan haji dimulai dari Makkah pada tanggal 8 Zulhijjah.

Urutan kegiatan ibadah haji sebagai berikut :

* Bersuci, mandi, berwudhu di pemondokan.
* Memakai wangi wangian sebelum berpakaian ihrom.
* Berpakaian ihrom
* Sholat sunnat ihrom haji 2 rokaat.
* Niat ihrom haji dengan mengucapkan :" Aku penuhi panggilan Mu Ya Allah untuk berhaji." (Labbaikallohumma hajjan)
atau
" Aku niat haji dengan berihrom karena Allah Ta'ala. (Nawaitul hajja wa ahromtu bihi lillahi ta'ala)
* Berangkat ke Arafah dengan memperbanyak membaca talbiyah

Di Arafah

* Sampai di Arafah menempati kemah masing masing.
* Menunggu waktu wukuf dengan memperbanyak membaca Al Qur'an, beristighfar, berdzikir.
* Pada tanggal 9 Zulhijjah siang wukuf di Arafah. dengan mendengarkan khutbah wukuf.
* Sholat dzuhur dan ashar jama' taqdim
* Berdo'a, berdzikir, beristighfar, membaca Al Qur'an.
* Sholat maghrib dan isya jama' taqdim.
* Berangkat ke Muzdalifah membaca talbiyah .

Di Muzdalifah

* Mabit di Muzdalifah sampai tengah malam.
* Mencari kerikil di Muzdalifah untuk melontar jumroh sebanyak 7, 49 atau 70 butir.
* Setelah lewat tengah malam berangkat ke Mina.

Di Mina

* Tanggal 10 Zulhijjah melontar jumroh Aqobah .
* Menggunting / mencukur rambut.
* Tahallul awal .
* Setelah tahallul awal berganti pakaian biasa.
* Memotong dam tamattu' seekor kambing
* Tanggal 11 Zulhijjah mabit di Mina dan melontar jumroh Ula, Wustho dan Aqobah masing masing 7 kali lontaran.
* Tanggal 12 Zulhijjah mabit di Mina dan melontar jumroh Ula, Wustho dan Aqobah masing masing 7 kali lontaran. Bagi yang ambil Nafar Awal setelah melontar jumroh langsung harus meninggalkan Mina sebelum maghrib.
* Tanggal 13 Zulhijjah bagi yang ambil Nafar Tsani mabit dan melontar jumroh Ula, Wustho dan Aqobah masing masing 7 kali lontaran. Setelah melontar jumroh tanggal 13 Zulhijjah meninggalkan Mina.
* Kembali ke Makkah

Di Makkah

* Memotong dam tamattu' bagi yang belum
* Thawaf ifadhah dan sa'i
* Thawaf wada' ketika akan meninggalkan Makkah.
* Setelah thawaf wada' pelaksanaan haji selesai, jamaah haji gelombang I pulang ke tanah air sedangkan jamaah haji gelombang ke II ke Madinah .


B. HAJI QIRAN

Haji Qiran adalah haji dan umrah dilakukan secara bersamaan. Yaitu memakai ihram dengan niat umrah dan haji sekaligus. Dengan demikian segala amalan umrah sudah tercakup dalam amalan haji.

Cara pelaksanaannya adalah:

- ihram dari miqat dengan niat untuk haji dan umrah sekaligus
- melakukan seluruh amalan haji

Bagi yang melaksanakan haji Qiran diwajibkan membayar dam.

CARA PELAKSANAAN HAJI QIRAN BAGI JAMAAH HAJI INDONESIA

Miqot untuk mengerjakan haji qiran bagi jamaah haji gelombang I adalah di Zul Hulaifah ( Bir Ali ) Madinah sedangkan untuk jamaah haji gelombang II di bandara King Abdul Azis Jeddah.

Urutan kegiatan haji qiran adalah sebagai berikut :
* Bersuci, mandi berwudhu.
* Berpakaian ihrom
* Sholat sunnat ihrom
* Niat ihrom haji dan umroh sekaligus dengan mengucapkan : (bahasa Indonesia) "Aku sambut panggilan Mu ya Allah untuk berhaji dan berumroh." (Labbaikallohumma hajjan wa umrotan)
atau
"Aku niat haji dan umroh dengan berihrom karena Allah Ta'ala" (Nawaitul hajja wal umrota wa ahromtu bihima lillahi ta'ala)
* Berangkat ke Makkah dengan memperbanyak membaca talbiyah, sholawat dan do'a.

2. Di Makkah

* Masuk kota Makkah berdo'a
* Masuk Masjidil Haram berdo'a
* Melihat Ka'bah berdo'a
* Melaksanakan thawaf qudum 7 kali putaran.
* Setelah thawaf boleh melaksanakan sa'i tapi tidak dengan memotong/mencukur rambut.
* Setelah thawaf menunggu keberangkatan ke Arafah dalam keadaan tetap berihrom.
* Tanggal 8 Zulhijjah berangkat ke Arafah

3. Di Arafah

* Menunggu pelaksanaan wukuf
* Berzikir, bertasbih, membaca Al Qur'an
* Tanggal 9 Zulhijjah wukuf di Arafah
* Mendengarkan khutbah wukuf
* Sholat dzuhur dan ashar jama' taqdim
* Selama wukuf memperbanyak berdzikir, bertasbih, membaca Al Qur'an dan berdo'a.
* Sholat maghrib dan isya jama' taqdim.
* Berangkat ke Muzdalifah dengan membaca talbiyah .

4. Di Muzdalifah

* Mabit di Muzdalifah sampai tengah malam.
* Mencari kerikil untuk melontar jumroh 7, 49 atau 70 butir.
* Berangkat ke Mina setelah lewat tengah malam.

5. Di Mina

* Tanggal 10 Zulhijjah melontar jumroh Aqobah 7 kali lontaran .
* Memotong / mencukur rambut
* Tahallul awal .
* Memotong dam
* Tanggal 11 Zulhijjah mabit di Mina dan melontar jumroh Ula, Wustho dan Aqobah masing masing 7 lontaran.
* Tanggal 12 Zulhijjah mabit di Mina dan melontar jumroh Ula, Wustho dan Aqobah masing masing 7 lontaran. Bagi yang Nafar Awal setelah melontar jumroh meninggalkan Mina sebelum maghrib.
* Tanggal 13 Zulhijjah mabit di Mina dan melontar jumroh Ula, Wustho dan Aqobah masing masing 7 lontaran. Bagi yang Nafar Tsani setelah melontar jumroh meninggalkan Mina.
* Kembli ke Makkah

6. Di Makkah.

* Melaksanakan thawaf ifadhah dan sa'i. Bagi yang sudah sa'i ketika thawaf qudum tidak usah sa'i lagi.
* Tahallul tsani
* Memotong dam bagi yang belum.
* Melaksanakan thawaf wada' bagi yang akan meninggakan Makkah.
* Berangkat ke tanah air bagi jamaah haji gelombang I dan ke Madinah bagi jamaah haji gelombang II.


C. HAJI IFRAD

Haji Ifrad adalah proses melakukan ibadah haji yang terpisah antara ibadah haji dan ibadah umrah. Dalam ritual ibadah haji Ifrad, yaitu melaksanakan ibadah haji terlebih dahulu kemudian dilanjutkan dengan ibadah umrah. Dalam pelaksanaannya waktu memakai ihram dari miqat dengan niat haji saja, kemudian tetap dalam keadaan ihram sampai selesai haji (hari raya kurban). Setelah selesai melaksanakan ibadah haji baru dilanjutkan dengan melaksanakan ibadah umrah. Yang melaksanakan haji ifrad tidak diharuskan
membayar dam.

CARA HAJI IFRAD BAGI JAMAAH HAJI INDONESIA

Pelaksanaannya
- Bagi jamaah haji gelombang I ihram haji ifradnya mengambil miqot di Zul Hulaifah ( Bir Ali ) Madinah. Bagi jamaah haji gelombang II ihram haji ifradnya mengambil miqot di bandara King Abdul Azis Jeddah.

Urutan kegiatan haji ifrad sebagai berikut :
* Bersuci, mandi berwudhu
* Berpakaian ihrom
* Sholat sunnah ihrom
* Niat ihrom haji dari miqot dengan mengucapkan: " Aku penuhi panggilan Mu Ya Allah untuk berhaji. "
atau

" Aku niat haji dengan berihrom karena Allah Ta'ala.
* Berangkat ke Makkah dengan memperbanyak membaca talbiyah .

Di Makkah

* Masuk kota Makkah, berdo'a
* Masuk Masjidil Haram, berdo'a
* Melihat Ka'bah dan berdo'a
* Melakukan thawaf qudum 7 kali putaran
* Boleh melaksanakan sa'i 7 perjalanan antara bukit Shofa dan bukit Marwah tapi tidak diakhiri dengan gunting/cukur rambut.
* Selesai sa'i masih berihrom
* Selama di Makkah menunggu waktu wukuf tetap dalam keadaan berpakaian ihrom dan tetap mematuhi larangan bagi orang berihrom.
* Tanggal 8 Zulhijjah berangkat ke Arafah.

Di Arafah

* Sampai di Arafah menempati kemah masing masing.
* Menunggu waktu wukuf dengan memperbanyak membaca Al Qur'an, beristighfar, berdzikir.
* Pada tanggal 9 Zulhijjah siang wukuf di Arafah dengan mendengarkan khutbah wukuf
* Sholat dzuhur dan ashar jama' taqdim
* Berdo'a, berdzikir, beristighfar, membaca Al Qur'an.
* Sholat maghrib dan isya jama' taqdim.
* Berangkat ke Muzdalifah membaca talbiyah.

Di Muzdalifah

* Mabit di Muzdalifah sampai tengah malam.
* Mencari kerikil di Muzdalifah untuk melontar jumroh sebanyak 7, 49 atau 70 butir.
* Setelah lewat tengah malam berangkat ke Mina.

Di Mina

* Tanggal 10 Zulhijjah melontar jumroh Aqobah .
* Menggunting / mencukur rambut.
* Tahallul awal.
* Setelah tahallul awal berganti pakaian biasa.
* Tanggal 11 Zulhijjah mabit di Mina dan melontar jumroh Ula, Wustho dan Aqobah masing masing 7 kali lontaran.
* Tanggal 12 Zulhijjah mabit di Mina dan melontar jumroh Ula, Wustho dan Aqobah. Bagi yang ambil Nafar Awal setelah melontar jumroh langsung meninggalkan Mina sebelum maghrib.
* Tanggal 13 Zulhijjah bagi yang ambil Nafar Tsani melontar jumroh Ula, Wustho dan Aqobah. Setelah melontar jumroh meninggalkan Mina.
* Kembali ke Makkah

Di Makkah

* Thawaf ifadhah dan sa'i. Bagi yang sudah melaksanakan sa'i ketika thawaf qudum tidak usah lagi sa'i.
* Potong rambut / bercukur
* Tahallul tsani
* Setelah lewat hari hari tasyriq dapat melaksanakan umroh dengan mengambil miqot dari Tan'im, Ji'ronah atau Hudaibiyah
* Thawaf wada' ketika akan meninggalkan Makkah.
* Setelah thawaf wada' pelaksanaan haji selesai, jamaah haji gelombang I pulang ke tanah air sedangkan jamaah haji gelombang ke II ke Madinah .


PERBUATAN YANG HARAM/DILARANG SAAT HAJI

Orang yang sedang melaksanakan ihram, baik ihram haji atau umrah, dilarang melakukan 10 (sepuluh) perbuatan berikut:

1. Mengenakan pakaian berjahit.
2. Menutup wajah dan tangan bagi perempuan.
3. Menutup kepala dengan sorban atau dengan semisalnya bagi kaum laki-laki.
4. Memakai wangi-wangian.
5. Memotong kuku dan menghilangkan rambut dengan cara dicukur atau digunting, dan atau semisalnya.
6. Jima’ dan pendahuluannya
7. Mendekati perbuatan maksiat
8. Melamar dan melaksanakan akad nikah.
9. Berupaya untuk memburu binatang buruan darat dengan cara membunuh atau menyembelih, atau menunjuk atau memberi isyarat ke tempat binatang buruan
10. Makan sebagian dari daging binatang buruan yang ia ikut andil dalam pemburuannya.


TEMPAT BERSEJARAH

Tempat-tempat bersejarah yang memiliki nilai historis dalam Islam di Makkah dan Madinah adalah sebagai berikut:

DI MAKKAH:

1. Rumah tempat kelahiran Nabi Muhammad SAW, yang berada di kampung Suqelleil. Sekarang rumnah tersebut digunakan sebagai perpustakaan.

2. Rumah bekas kediaman Siti Khadijah binti Khuwallid, yang terletak di gang Al-Hajar di lingkungan pasar kota Mekkah.

3. Jabal Nur (Gua Hira’). Terletak 8 km sebelah utara Masjid Al-Haram. Di gunung inilah Rasulullah SAW menerima wahyu pertama dari Allah SWT melalui malaikat jibril.

4. Jabal Tsur. Terletak 6 km sebelah selatan Mekkah. Di gunung ini Rasulullah saw. bersama sahabat beliau, Abu Bakar r.a., berlindung ketika dikejar oleh kaum Quraisy dalam perjalanan hijrah ke Madinah.

5. Makam Ma’ala. Kuburan umum yang terletak di kampung Ma’ala. Menurut riwayat, di Ma’ala ini terdapat kuburan Khadijah r.a., istri Rasulullah SAW dan sahabat-sahabat beliau yang lain.

6. Ji’ronah. Tempat ini adalah suatu tempat yang terletak di 16 km dari Kota Mekkah. Di tempat ini terdapat sebuah masjid dan sumur yang bernama Bir Thoflah.

7. Jabal Rahmah/Arafah. Bukit ini berada di Padang Arafah. Menurut kisah, di sinilah Adam dan Hawa bertemu setelah keluar dari Taman Firdaus.

8. Mina. adalah nama sebuah kota tua yang terletak di luar kota Mekkah sekitar 5 km. Di tempat ini jama’ah haji melaksanakan salah satu dari wajib haji, yaitu mabit dan melontar tiga jumrah (Aqabah, Ula, dan Wusta).

DI MADINAH:

1. Masjid Quba’
2. Masjid Jum’ah
3. Masjid al-Fateh
4. Masjid al-Kiblatain
5. Masjid al-Royah
6. Masjid al-Ghamamah
7. Masjid al-Syams
8. Masjid al-Maaidah
9. Masjid al-Ijaabah
10. Bi’r Aries
11. Pemakaman Al Baqi’
12. Jabal Uhud
13. Badar
14. Dar Abi Ayyub al Anshary


IBADAH UMRAH

Ibadah umrah disebut juga dengan haji kecil. Ia merupakan ibadah yang tak terpisahkan dengan ibadah haji. Ibadah umrah dapat jufa dilakukan sendiri baik di luar musim haji atau di dalam musim haji.


SYARAT UMROH

Syarat adalah perkara yang harus terpenuhi sebelum melakukan umroh (umrah). Syarat umrah ada 4 (empat)

1. Berakal sehat.
Tidak wajib kepada orang tidak berakal (gila) dan tidak sah jika dilakukan.

2. Baligh. Tidak wajib bagi kanak-kanak. Sah jika dilakukan tetapi tidak mengugurkan kewajipannya mengerjakan umrah setelah dewasa kelak.

3. Mampu. Mampu untuk menunaikannya sendiri ataupun mampu mengerjakannya dengan pertolongan orang lain (badal umrah).

4. Islam. Tidak wajib dan tidak sah bagi orang kafir dan juga orang murtad.


RUKUN UMRAH

Rukun adalah perkara yang harus dilakukan saat beribadah umrah dan tidak sah umrahnya apabila meninggalkan salah satu rukun. Rukun umrah ada 5 (lima) yaitu:

1. Niat.
2. Tawaf. Yaitu mengelilingi Ka'bah sebanyak 7 kali.
3. Sa'i. Lari-lari kecil antara shafa dan marwah 7x
4. Tahallul artinya melepaskan diri dari larangan ihram. Caranya dengan menggunting minimal 3 helai atau memotong rambut setelah selesai tawaf dan sa'i.
5. Tertib. Seluruh prosesi 1 sampai 4 harus urut.


NIAT UMRAH

Niat umrah adalah:

نويت العمرة وأحرمت بها لله تعالى
Teks latin: Nawaitul umrota wa ahromtu biha lillahi ta'ala
Artinya: Saya niat umrah dan ihram umrah karena Allah Ta’ala.

Catatan:

- Saat akan ihram umrah, harus memakai pakaian ihram bagi laki-laki yaitu 2 (dua) helai kain tanpa jahitan.
- Setelah tahallul boleh melepaskan baju ihramnya dan kembali berpakaian normal seperti biasa.


PROSES HAJI JAMAAH HAJI INDONESIA

Bagi jamaah haji Indonesia, proses pelaksanaan ibadah haji ada 2 (dua) macam (a) Jamaah haji gelombang pertama dan (b) Jamaah haji gelombang kedua. Tidak ada perbedaan antara keduanya kecuali tempat miqat. Gelombang pertama bermiqat dari bandara Jeddah sedang gelombang kedua bermiqat dari Birr Ali Madinah.

Proses haji di bawah adalah haji tamattu' yang dilakukan oleh mayoritas jamaah haji Indonesia.

PROSES HAJI JAMAAH GELOMBANG PERTAMA

Jamaah haji gelombang pertama rute perjalanannya adalah: (a) Apabila naik Garuda: Indonesia -> bandara Jeddah -> naik bis ke Madinah untuk ibadah Arba'in selama 7 atau 8 hari -> niat umrah dari miqat Birr Ali -> menuju Makkah

TAHAP PERTAMA: UMRAH

1. Setelah selesai ibadah Arba'in di Masjid Nabawi, jamaah menuju miqat Dzul Hulaifah
2. Berpakaian baju ihram bagi laki-laki dan niat umrah.
3. Naik bis ke Makkah
4. Tawaf di Ka'bah dan sa'i antara Shafa dan Marwah.
5. Umrah selesai dengan tahallul yaitu dengan memotong atau mencukur rambut.
6. Jamaah laki-laki melepas baju ihram dan berpakaian seperti biasa.

TAHAP KEDUA: HAJI

Jamaah berangkat niat haji dari pemondokan masing-masing.

1. Pada pagi 8 Dzulhijjah, jamaah laki-laki memakai pakaian Ihram (dua lembar kain tanpa jahitan sebagai pakaian haji), kemudian berniat haji, dan membaca bacaan Talbiyah.
2. Jamaah kemudian berangkat menuju Mina, sehingga malam harinya semua jamaah haji harus bermalam di Mina.
3. 9 Dzulhijjah, pagi harinya semua jamaah haji pergi ke Arafah. Kemudian jamaah melaksanakan ibadah Wukuf, yaitu berdiam diri dan berdoa di padang luas ini hingga Maghrib datang.
4. Ketika malam datang (malam tanggal 10 Dzulhijjah), jamaah segera menuju dan bermalam di Muzdalifah.
5. 10 Dzulhijjah, setelah pagi di Muzdalifah, jamaah segera menuju Mina untuk melaksanakan ibadah Jumrah Aqabah, yaitu melempar batu sebanyak tujuh kali ke tugu pertala
6. Mmencukur rambut atau sebagian rambut (tahallul kecil). Jamaah laki-laki boleh melepas kain ihram dan berganti pakaian biasa.
7. Jamaah bisa Tawaf Haji (menyelesaikan Haji), atau bermalam di Mina dan melaksanakan jumrah sambungan (Ula dan Wustha).
8. 11 Dzulhijjah, melempar jumrah sambungan (Ula) di tugu pertama, tugu kedua, dan tugu ketiga.
10. 12 Dzulhijjah, melempar jumrah sambungan (Ula) di tugu pertama, tugu kedua, dan tugu ketiga.
11. Sebelum pulang ke negara masing-masing, jamaah melaksanakan Thawaf Wada’ (thawaf perpisahan).


PROSES HAJI JAMAAH GELOMBANG KEDUA

Jamaah berangkat niat haji dari pemondokan masing-masing.

Jamaah haji gelombang kedua rute perjalanannya adalah: dari Indonesia -> bandara Jeddah -> niat Umrah -> menuju Makkah melaksanakan ibadah umrah dan haji -> pergi ke Madinah untuk ibadah Arba'in.

TAHAP PERTAMA: UMRAH

1. Tiba di bandara Jeddah, jamaah haji mandi sunnah
2. Berpakaian baju ihram bagi laki-laki dan niat umrah.
3. Naik bis ke Makkah
4. Tawaf di Ka'bah dan sa'i antara Shafa dan Marwah.
5. Umrah selesai dengan tahallul yaitu dengan memotong atau mencukur rambut.
6. Jamaah laki-laki melepas baju ihram dan berpakaian seperti biasa.

TAHAP KEDUA: HAJI

1. Pada pagi 8 Dzulhijjah, jamaah laki-laki memakai pakaian Ihram (dua lembar kain tanpa jahitan sebagai pakaian haji), kemudian berniat haji, dan membaca bacaan Talbiyah.
2. Jamaah kemudian berangkat menuju Mina, sehingga malam harinya semua jamaah haji harus bermalam di Mina.
3. 9 Dzulhijjah, pagi harinya semua jamaah haji pergi ke Arafah. Kemudian jamaah melaksanakan ibadah Wukuf, yaitu berdiam diri dan berdoa di padang luas ini hingga Maghrib datang.
4. Ketika malam datang (malam tanggal 10 Dzulhijjah), jamaah segera menuju dan bermalam di Muzdalifah.
5. 10 Dzulhijjah, setelah pagi di Muzdalifah, jamaah segera menuju Mina untuk melaksanakan ibadah Jumrah Aqabah, yaitu melempar batu sebanyak tujuh kali ke tugu pertama
6. Mmencukur rambut atau sebagian rambut (tahallul kecil). Jamaah laki-laki boleh melepas kain ihram dan berganti pakaian biasa.
7. Jamaah bisa Tawaf Haji (menyelesaikan Haji), atau bermalam di Mina dan melaksanakan jumrah sambungan (Ula dan Wustha).
8. 11 Dzulhijjah, melempar jumrah sambungan (Ula) di tugu pertama, tugu kedua, dan tugu ketiga.
10. 12 Dzulhijjah, melempar jumrah sambungan (Ula) di tugu pertama, tugu kedua, dan tugu ketiga.
11. Sebelum pulang ke negara masing-masing, jamaah melaksanakan Thawaf Wada’ (thawaf perpisahan).


DOA-DOA HAJI DAN UMRAH

Berdoa hukumnya sunnah selama dalam proses berangkat, selama di Makkah Madinah dan setelah sampai kembali ke rumah.


DOA BERANGKAT HAJI DAN UMRAH

Saat naik kendaraan untuk berangkat haji/umrah sunnah membaca doa-doa berikut:

- Membaca bismillah
- Saat di dalam kendaraan membaca:

الحمد لله، سبحان الذي سخر لنا هذا، وما كنا له مقرنين، وإنا إلى ربنا لمنقلبون
- Membaca alhamdulillah 3x
- Membaca Allahu Akbar 3x
- Membaca doa berikut (berdasar hadits sahih):

سبحانك، اللهم إني ظلمت نفسي، فاغفر لي، فإنه لا يغفر الذنوب إلا أنت
- Ditambah dengan doa berikut:
اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ فِيْ سَفَرِنَا هَذَا الْبِرَّ وَالتَّقْوَى، وَمِنَ الْعَمَلِ مَا تَرْضَى، اللَّهُمَّ هَوِّنْ عَلَيْنَا سَفَرَنَا هَذَا وَاطْوِ عَنَّا بُعْدَهُ، اللَّهُمَّ أَنْتَ الصَّاحِبُ فِي السَّفَرِ وَالْخَلِيْفَةُ فِي اْلأَهْلِ، اللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ وَعْثَاءِ السَّفَرِ وَكَآبَةِ الْمَنْظَرِ وَسُوْءِ الْمُنْقَلَبِ فِي الْمَالِ وَاْلأَهْلِ
Artinya: Ya Allah, kami mohon kepadamu dalam perjalanan ini kebajikan katakwaan dan amal yang Engkau ridhoi Ya Allah, ringankanlah atas kami perjalanan ini, dekatkanlah jaraknya perjalanan ini, Ya Alloh Engkaulah temanku dalam perjalanan ini dan Engkaulah sebagai pengganti yang melindungi keluarga. Ya Allah, aku berlindung kepadaMu dari pada kesusahan perjalanan ini, dari pemandangan yang menyakitkan dan dari nasib yang sial dalam harta dan keluarga.


DOA PULANG/KEMBALI DARI HAJI DAN UMRAH

Bacaan doa dan tata cara berikut dapat dilakukan saat sampai di Tanah Air atau ke rumah:

- Membaca takbir 3x الله أكبر
- Membaca doa berikut (berdasar hadits sahih riwayat Bukhari):

لا إله إلا الله وحده لا شريك له، له الملك وله الحمد، وهو على كل شيء قدير، آيبون تائبون، عابدون ساجدون، لربنا حامدون، صدق الله وعده، ونصر عبده، وهزم الأحزاب وحده
Dalam teks latin: Lailaha illallah wahdahu la syarika lah. Lahulmulku walahulhamdu wahuwa 'ala kulli syai'in qadir. Ayibuna Ta'ibuna, 'abiduna sajidun. Lirabbina hamidun. Shadaqallahu wa'dah. wanashara abdah. wahazamal ahzaba wahdah.


DOA PULANG DARI HAJI/UMRAH SAAT KENDARAAN HAMPIR SAMPAI

Saat kendaraan hampir sampai ke Tanah Air atau kampung halaman, disunnahkan membaca doa berikut (berdasarkan hadits riwayat Ibnus Sunni dalam kitab Al-Adzkar:
اللهم إني أسألك خيرها، وخير أهلها، وخير ما فيها، وأعوذ بك من شرها وشر ما فيها
اللهم اجعل لنا بها قراراً أو رزقاً حسناً، اللهم ارزقنا جناها، وأعذنا من وباها، وحببنا إلى أهلها، وحبب صالحي أهلها إلينا


BACAAN NIAT HAJI

Bacaan niat haji

- Niat haji Tamattu': لبيك عمرة متمتعا بها إلى الحج
- Niat haji Qiran: لبيك عمرة في حجة
atau لبيك عمرة وحجا
- Niat haji Ifrad: لبيك حجا
- Bacaan talbiyah setelah ihram haji: لبيك اللهم لبيك، لبيك لا شريك لك لبيك إن الحمد والنعمة لك والملك لا شريك لك


BACAAN TAWAF (KELILING KA'BAH)

Ada 7 (tujuh) kali putaran tawaf untuk haji atau umrah. Setiap kali putaran ada bacaan doa tersendiri namun ini sifatnya sunnah tidak wajib. Tidak dibaca juga tidak apa-apa. Berikut doanya:

BACAAN DOA TAWAF SAAT DI RUKUN IRAQI

Doa ini dibaca di setiap putaran saat sampai ke Rukun Iraki.


اللهم أعذني من الشرك والكفر والنفاق والشقاق وسوء الأخلاق وسوء المنظر في الأهل والمال والولد

Tulisan latin:
Allahumma aidzni minas Syirki walkufri wan nifaqi was Syiqoqi wa su'il akhlaqi wa su'i mandzori fil ahli walmali walwaladi

BACAAN DOA TAWAF SAAT DI RUKUN SYAMI


اللهم اجعله حجاً مبرورا وسعيا مشكورا وذنبا مغفوراً وتجارة لن تبور. رب اغفر وارحم وتجاوز عما تعلم أنك أنت الأعز الأكرم

Tulisan latin:
Allahummaj'alhu hajjan mabruro wasa'yan masykuro wadzanban maghfuro watijarotan lan taburo. Robbighfir warham watajawaz amma taklam innaka antal a'azzul akrom.

BACAAN DOA TAWAF SAAT DI RUKUN YAMANI

Saat akan melewati pojok Rukun Yamani dianjurkan mengusapnya kalau bisa, kalau tidak cukup melambaikan tangan.


اللهم إني أعوذ بك من الكفر والفقر وعذاب القبر وأسألك العفو والعافية في الدين والدنيا والآخرة والفوز بالجنة والنجاة من النار

BACAAN DOA TAWAF SAAT BERADA DI ANTARA RUKUN YAMANI DAN HAJAR ASWAD


ربنا أتنا في الدنيا حسنة وفي الآخرة حسنة وقنا عذاب النار وأدخلنا الجنة مع الأبرار يا عزيز يا غفار يا رب العالمين

BACAAN DOA TAWAF PUTARA PERTAMA


سبحان الله والحمد لله ولا إله إلا الله والله اكبر ولا حول ولا قوة إلا بالله العلي العظيم والصلاة والسلام على رسول الله. اللهم إيمانا بك وتصديقا بكتابك ووفاء بعهدك وإتباعاً لسنة نبيك وحبيبك محمد صلى الله عليه وسلم اللهم إني أسألك العفو والعافية والمعافاة الدائمة في الدين والدنيا والآخرة والفوز بالجنة والنجاة من النار

BACAAN DOA TAWAF PUTARA KEDUA


للهم أن هذا البيت بيتك والحرم حرمك والأمن أمنك والعبد عبدك وأنا عبدك وابن عبدك وهذا مقام العائذ بك من النار فحرم لحومنا وبشرتنا على النار. اللهم حبب إلينا الإيمان وزينه في قلوبنا وكره إلينا الكفر والفسوق والعصيان واجعلنا من الراشدين. اللهم قني عذاب النار يوم تبعث عبادك. اللهم ارزقني الجنة بغير حساب

BACAAN DOA TAWAF PUTARA KETIGA


اللهم إني أعوذ بك من الشك والشرك والشقاق والنفاق وسوء الأخلاق وسوء المنظر والمنقلب في المال والأهل والولد. اللهم إني أسألك رضاك والجنة وأعوذ بك من سخطك والنار. اللهم أني أعوذ بك من فتنة القبر وأعوذ بك من فتنة المحيا والممات

BACAAN DOA TAWAF PUTARA KEEMPAT


اللهم اجعله حجاً مبرورا وسعيا مشكورا وذنبا مغفورا وعملا صالحا مقبولا وتجارة لن تبور. يا عالم ما في الصدور أخرجني يا الله من الظلمات إلي النور. اللهم إني أسألك موجبات رحمتك وعزائم مغفرتك والسلام من كل إثم والغنيمة من كل بر والفوز بالجنة والنجاة من النار. رب قنعني بما رزقتني وبارك لي فيما أعطيتني وأخلف علي كل غائبة لي منك بخير

BACAAN DOA TAWAF PUTARA KELIMA


اللهم أظلني تحت ظل عرشك يوم لا ظل إلا ظلك ولا باقي إلا وجهك واسقني من حوض نبيك سيدنا محمد صلى الله عليه وسلم شربة هنيئة مريئة لا نظمأ بعدها أبدا. اللهم إني أسألك من خير ما سألك منه نبيك سيدنا محمد صلى الله عليه وسلم وأعوذ بك من شر ما استعاذك منه نبيك سيدنا محمد عليه الصلاة والسلام. اللهم أني أسألك الجنة ونعيمها وما يقربني إليها من قول أو فعل أو عمل وأعوذ بك من النار وما يقربني إليها من قول أو فعل أو عمل

BACAAN DOA TAWAF PUTARA KEENAM


اللهم إن لك علي حقوقا كثيرة فيما بيني وبينك. وحقوقا كثيرة فيما بيني وبين خلقك اللهم ما كان لك منها فاغفره لي وما كان لخلقك فتحمله عني. وأغنني بحلالك عن حرامك وبطاعتك عن معصيتك وبفضلك عمن سواك يا واسع المغفرة. اللهم إن بيتك عظيم ووجهك كريم وأنت يا الله حليم كريم عظيم تحب العفو فاعف عني

BACAAN DOA TAWAF PUTARA KETUJUH



اللهم إني أسألك إيماناً كاملاً ويقيناً صادقا ورزقاً واسعاً وقلباً خاشعاً ولساناً ذاكرا وحلالاً طيباً وتوبة نصوحاً وتوبة قبل الموت وراحة عند الموت ومغفرة ورحمة بعد الموت والعفو عند الحساب والفوز بالجنة والنجاة من النار برحمتك يا عزيز يا غفار رب زدني علما وألحقني بالصالحين

BACAAN DOA DI MULTAZAM SETELAH TAWAF

Setelah tawaf putaran ketujuh, lalu berhenti dan menghadap ke Multazam dan membaca doa berikut:


اللهم يا رب البيت العتيق اعتق رقابنا ورقاب آبائنا وأمهاتنا وإخواننا وأولادنا من النار يا ذا الجود والكرم والفضل والمن والعطاء والإحسان. اللهم احسن عاقبتنا في الأمور كلها وأجرنا من خزي الدنيا وعذاب الآخرة. اللهم إني عبدك وابن عبدك واقف تحت بابك. ملتزم بأعتابك متذلل بين يديك أرجو رحمتك. وأخشى عذابك يا قديم الإحسان. اللهم إني أسألك أن ترفع ذكري. وتضع وزري. وتصلح أمري. وتطهر قلبي وتنور لي في قبري. وتغفر لي ذنبي وأسألك الدرجات العلى من الجنة

Ritual tawaf selesai.

SHALAT DAN BACAAN DOA DI MAQAM IBRAHIM SETELAH TAWAF

Setelah berdoa di Multazam dianjurkan menghadap Maqam Ibrahim dan membaca (واتخذوا من مقام إبراهيم مصلى) setelah itu dianjurkan shalat sunnah dua rakaat. Rakaat pertama membaca Al-Fatihah dan Surah Al-Kafirun, sedang rakaat kedua membaca Al Fatih dan Surah Al-Ikhlas setelah itu membaca doa beirkut:


اللهم إنك تعلم سري وعلانيتي فاقبل معذرتي وتعلم حاجتي فاعطني سؤلي وتعلم ما في نفسي فاغفر لي ذنوبي. اللهم إني أسألك إيمانا يباشر قلبي ويقينا صادقا حتى أعلم أنه لا يصيبني إلا ما كتبت لي رضا منك بما قسمت لي. أنت وليي في الدنيا والآخرة توفني مسلماً وألحقني بالصالحين. اللهم لا تدع لنا في مقامنا هذا ذنبا إلا غفرته ولا هماً إلا فرجته ولا حاجة إلا قضيتها ويسرتها. فيسر أمورنا وأشرح صدورنا ونور قلوبنا واختم بالصالحات أعمالنا. اللهم توفنا مسلمين وأحيينا مسلمين والحقنا بالصالحين غير خزايا ولا مفتونين

SHALAT DAN BACAAN DOA DI HIJIR ISMAIL

Hijir Ismail adalah bagian dari Ka'bah. Di sini sunnah shalat 2 rokaat dan membaca doa berikut:


اللهم أنت ربي. لا إله إلا أنت خلقتني وأنا عبدك وأنا على عهدك ووعدك ما استطعت. أعوذ بك من شر ما صنعت أبؤ لك بنعمتك علي وأبؤ بذنبي فاغفر لي فإنه لا يغفر الذنوب إلا أنت. اللهم إني أسألك من خير ما سألك به عبادك الصالحون. وأعوذ بك من شر ما إستعاذك منه عبادك الصالحون. اللهم بأسمائك الحسنى وصفاتك العليا طهر قلوبنا من كل وصف يباعدنا عن مشاهدتك ومحبتك وأمتنا على السنة والجماعة والشوق إلي لقائك يا ذا الجلال والإكرام. اللهم نور بالعلم قلبي واستعمل بطاعتك بدني وخلص من الفتن سري واشغل بالاعتبار فكري وقني شر وساوس الشيطان وأجرني منه يا رحمن حتى لا يكون له علي سلطان ربنا إننا آمنا فاغفر لنا ذنوبنا وقنا عذاب النار

BACAAN DOA SETELAH MINUM AIR ZAMZAM

Setelah dari Hijir Ismail disunnahkan pergi ke air Zamzam dan meminum air. Setelah itu berdoa sbb:

اللهم إني أسألك علما نافعاً ورزقاً واسعاً وشفاء من كل داء وسقم. برحمتك يا أرحم الراحمين

BACAAN DOA SETELAH KELUAR MAASJID DAN AKAN SA'I KE SHAFA DAN MARWAH

Sebelum keluar masjid untuk bersa'i, maka disunnahkan untuk mencium Hajar Aswad atau melambaikan tangan dari jauh kalau tidak memungkinkan dan saat keluar masjid membaca doa berikut:


بسم الله والحمد لله. اللهم صلي على سيدنا محمد وعلى آله. اللهم اغفر لي ذنوبي وافتح لي أبواب فضلك

- Saat naik ke bukit Shafa dan menghadap Ka'bah membaca bacaan berikut 3x: لا إله إلا الله وحده لا شريك له له الملك وله الحمد وهو على كل شيء قدير، لا إله إلا الله وحده أنجز وعده، ونصر عبده وهزم الأحزاب وحده
- Doa di atas juga dibaca saat sampai ke bukit Marwah.
- Bacaan saat pergi dari Mina (tanggal 8 Dzulhijjah) menuju Arafah (tanggal 9 Dzulhijjah): boleh membaca talbiyah atau takbir atau keduanya.
- Bacaan saat di Arafah: لا إله إلا الله وحده لا شريك له، له الملك وله الحمد وهو على كل شيء قدي
- Bacaan saat di Masy'aril Haram: menghadap Qiblat, berdoa, bertakbir, dan baca tahlil
- Bacaan saat melempar Jumrah: bertakbir setiap melempar Jumrah setelah selesai lelau menghadap Qiblat dan berdoa pada Jumrah Ula dan Jumrah Tsani (Kedua).
- Doa saat menyembelih Qurban: بسم الله، والله أكبر


BACAAN DOA SETELAH SA'I


ربنا تقبل منا وعافنا واعف عنا وعلى طاعتك وشكرك أعنا وعلى غيرك لا تكلنا وعلى الإيمان والإسلام الكامل جمعاً توفنا وأنت راض عنا. اللهم ارحمني بترك المعاصي أبداً ما أبقيتني وارحمني أن أتكلف ما لا يعنيني وأرزقني حسن النظر فيما يرضيك عني يا أرحم الراحمين


BACAAN DOA DI PADANG ARAFAH

Wukuf atau tinggal di padang Arafah adalah salah satu rukun haji. Tanpanya haji kita tidak sah. Sedangkan berdoa hukumnya sunnah. Untuk doa di Padang Arafah silahkan lihat di sini.


TEMPAT MIQAT IBADAH HAJI DAN UMRAH

Miqat adalah tempat dimulainya jamaah melaksanakan ibadah haji atau umrah. Miqat ada 5 (lima) tempat yaitu:

1. Dzul Hulaifah 10 km dari kota Madinah berjarak 428 dari Makkah. Miqat bagi jamaah yang berasal dari Madinah atau yang mendekati Makkah dari arah ini.
2. Juhfah yang berjarak 190 km dari baratlaut Makkah. Miqat bagi jamaah dari arah Syria (Suriah) .
3. Yalamlam berjarak 50 km sebelah tenggara Makkah. Miqat jamaah dari Yaman atau dari arah ini seperti China, Jepang, India, Pakistan yang datang dengan kapal laut.
4. As-Sail al-Kabir atau Al-Qarnul Manazil berjarak 90 km sebelah timur Makkah. Miqat Jamaah dari Najd.
5. Dzatu Irq atau Ad-Darbiyah berjarak 85 km dari arah timur laut Makkah

CATATAN:

- Miqat-miqat ini berlaku bagi jamaah yang lewat di kawasan tersebut baik penduduk asli atau bukan.
- Jamaah yang tidak melewati kelima miqat di atas hendaknya berihram saat lurus dengan miqat terdekat.
- Jamaah yang berada di dalam batas-batas miqat seperti penduduk Jeddah dan Makkah maka dapat ihram dari tempat dia tinggal.


TEMPAT-TEMPAT IBADAH HAJI

1. Miqat, untuk mandi besar, berpakaian ihrom, melafadzkan niat haji
2. Arafah, untuk shalat dzuhur dan ashar, mendengarkan khutbah Arafah dan wuquf
3. Muzdalifah, untuk mabit, berzikir dan mengambil kerikil
4. Mina, untuk melempar jumroh, berqurban, bercukur, mabit dan berzikir pada hari-hari tasyriq.
5. Masjidil Haram, untuk Thawaf Ifadhah, shalat sunnah thawaf dan sa’i diantara safa dan marwah, Thawaf Wada’


ISTILAH-ISTILAH DALAM IBADAH HAJI DAN UMRAH

Aqabah adalah salah satu tempat pelemparan jumrah, dengan nama jumrah Aqabah. (Tempat pelemparan jumrah lainnya adalah : Ula dan Wustha)

Arafah Tempat jamaah haji melakukan Wukuf. Setiap tanggal 9 Zulhijah Arafah didatangi umat Islam seluruh dunia untuk melakukan Wukuf.

Arbain Kegiatan shalat wajib (5 waktu setiap hari) yang dilaksanakan berturut-turut selama 8 hari, sehingga total 40 kali sholat wajib di Masjid Nabawi Madinah

Bier Ali atau Dzul Hulaifah Merupakan tempat Miqat (mulai memakai ihram).

Dam Denda bagi mereka yang melakukan pelanggaran ketentuan saat menunaikan Ibadah Haji atau Umroh

Gua Hira Gua tempat Nabi Muhammad s.a.w menerima wahyu pertama (Surat Al-Alaq, ayat 1-5). Gua ini terletak di Bukit/Jabal Nur.Sekitar 5 km di utara kota Mekah.

Ihram ialah berniat untuk memulai mengerjakan Ibadah Haji atau Umroh, dengan mengucapkan lafazh niat (tidak hanya dalam hati)

Jamarat, merupakan kata jamak dari Jumroh.

Jumrah Tempat pelemparan kerikil di Mina.

Kiswah Penutup Ka'bah. Pada Kiswah dihiasi tulisan ayat suci Al Qu'an yang disulam.

Mabit Bermalam beberapa hari atau berhenti sejenak untuk mempersiapkan pelaksanaan melontar jumroh. Mabit dilakukan di Muzdalifah dan Mina.

Miqat adalah tempat atau waktu untuk memulai berniat ihram.

Multazam adalah dinding yang terletak diantara Hajar Aswad dan pintu Ka'bah. Merupakan tempat yang sanqat dianjurkan untuk berdoa.

Nafar Awal adalah jika jama'ah meninggalkan Mina pada tgl 12 Zulhijah. Disebuat Nafar Awal krn jamaah lebih dulu meninggalkan Mina,utk kembali ke Mekah dan hanya melontar jumroh 3 hari.Total kerikil yang dilontar jamaah Nafal Awal adalah 49 butir.

Nafar Tsani atau Nafar Akhir jika jamaah melontar jumroh selama 4 hari (tgl : 10,11,12 dan 13 Zulhijah). Sehingga jumlah batu yang dilontar 70 kerikil. Jamaah baru meninggalkan Mina tgl 13 Zulhijah.

Rukun Haji adalah kegiatan yang harus dilakukan dalam Ibadah Haji. Jika tidak dikerjakan maka Hajinya tidak sah.

Sa'i adalah berjalan kaki atau lari-lari kecil antara Bukit Safa dan Bukit Marwah. Dengan total 7.

Tahallul adalah mencukur seluruh rambut atau memotong sedikit rambut. Dengan tahalul berarti sudah bebas dari larangan-larangan saat ihram ibadah Haji atau Umroh.

Talang Emas (Mizhab) yang terdapat pada Ka'bah. Posisi Talang Emas ini terletak di atas Hijir Ismail.

Talbiyah adalah bacaan: Labbaik Allahumma labbaik, labbaik laa Syariika laka labbaik, innal hamda wan ni'mata laka wal mulk laa syariika lak.

Tawaf Mengelilingi Ka'bah sebanyak 7 putaran

Tawaf Ifadah disebut juga Tawaf Rukun adalah salah satu rukun haji yang harus dilaksanakan sendiri. Jika tidak dilaksanakan, hajinya dinyatakan batal.

Tawaf Qudum atau Tawaf Salam atau Tawaf Selamat Datang saat baru tiba di Makkah

Tawaf Wada adalah Tawaf perpisahan yang dilakukan ketika akan pulang ke tanah air masing-masing.


NAMA 4 (EMPAT) POJOK KA'BAH

Setiap pojok (bahasa Arab: rukn) Ka'bah memiliki nama sendiri-sendiri sbb:

1. Pojok sebelah timur: Hajar Aswad
2. Pojok sebelah utara: Rukun Iraqi
4. Pojok sebelah barat: Rukun Syami
5. Pojok sebelah selatan: Rukun Yamani

Monday, March 18, 2019

Cara Mengingatkan Dan Menasihati Orang Tua



CARA MENGINGATKAN DAN MENASIHATI ORANG TUA

assalamualaikum....

Bapak ustadz yg saya hormati, Saya mau bertanya.
Gimna cara menyampaikan kepada orang tua.
Terutama ibu, untuk menyuruh beliau sholat. Aku udah berusaha setiap waktu sholat aku ingetin.. "mah sholat", tapi ibuku tatep cuek diem aja. Aku sedih.. ibuku orang baik. Aku ga mau ibuku tetap seperti ini smpai ajalnya tiba. Kita kan ga ada yg tahu kapan kita mati.
Di setiap doa,aku slalu mohon sm allah biar ibuku mau menjalankan perintah Allah. Tapi smpai detik ini belum juga..

Mohon solusinya..

JAWABAN

Kalau nasihat sudah tidak didengarkan, maka ada baiknya mencoba meminta bantuan orang lain yang disegani dan dihormati oleh beliau. Atau, sering-sering mengajak ibu bersilaturahmi bertemu dengan ustadz atau ustadzah dan lain-lain. Jangan lupa untuk terus berdoa untuk kebaikan ibu.
Baca detail: Hukum Taat Orang Tua

WARISAN

Assalamualaikum Wr Wb
Ustadz saya ingin menanyakan masalah warisan. Ayah saya meninggal tanggal 11 januari 2011 meninggalkan :
seorang istri dan tiga anak perempuan, karena tidak mempunyai anak laki maka warisan dibagi kepada saudara ayah saya, 1 orang saudara laki-laki dan 3 orang saudara perempuan. salah satu saudara perempuan ayah saya meninggal pada bulan july 2013 (saya tidak dapat mengingat tanggalnya), tidak memiliki anak maupun suami. kami sudah mengurus masalah proporsi pembagian harta,tetapi surat itu dibuat sebelum saudara alm meninggal jadi namanya tercantum dalam daftar ahli waris.
Yang ingin saya tanyakan adalah :
1. Bagaimana dengan pembagian warisan milik saudara perempuan alm yang telah meninggal ?
2. Dalam proses penjualan harta terdapat biaya yang dikeluarkan oleh ahli waris bagaimana proses pembagian biaya yang keluar ? apakah ditanggung bersama seluruh ahli waris ? atau hanya istri dan anak ?
2. Seluruh hutang alm telah diselesaikan secara lunas oleh istri dan ketiga anak alm. tanpa bantuan dari saudara alm. masalahnya saudara alm tidak mau dipotong hutang atau pun biaya apapun karena merasa urusan hutang telah selesai, mereka meminta harta keseluruhan (tanpa hutang) yang dibagi. apakah saya harus mengikuti kemauan mereka atau tetap dipotong dan menimbulkan konflik ?
terimakasih sebelumnya Ustadz, dan saya mohon bantuannya.
Wassalamualaikum Wr Wb

JAWABAN

MEMBAYAR HUTANG

Bersama ini saya mohon bantuan informasi terkait hutang piutang syariah, agar tidak terlibat riba di ke 2 belah pihak.

Pada tahun 1997, Ibu saya meminjam pada anak asuh beliau ( sepupu yang di asuh beliau dari kecil hingga menikah ) yang kebetulan mampu pada saat ibu saya membutuhkan pertolongan yang pada saat itu terjebak dalam hutang kepada seorang rentenir dengan jaminan rumah tinggal, dimana hutang sebesar Rp.5.000.000 harus di kembalikan 2 x lipat termasuk bunga nya.

Pada saat itu ibu saya berniat meminjam uang kepada sepupu tersebut,untuk menyelesaikan hutang tersebut, Alhamdulillah oleh sepupu ibu saya tersebut di tolong dengan menjual perhiasan emas 23 karat sebesar 26 gram pada tahun 1997 tersebut.

Entah hasil penjualan emas saat itu berapa, oleh suami sepupu ibu sy tersebut di antar ke rumah dalam bentuk uang sekitar Rp.10.000.000 dan di tahun selanjut nya untuk keperluan kuliah 2 kakak saya meminjam lagi Rp.2.500.000, sehingga total hutang adalah Rp,12.500.000.

Dan seiring waktu berjalan perekonomian ibu saya belum membaik sampai dengan tahun 2014, saya dan kakak saya mulai mampu untuk mencicil hutang tersebut dengan membayar dengan uang tunai Rp.9.000.000 dan kembali mencicil di tahun 2017 ini Rp.3.500.000, sehingga kami telah membayar sebesar Rp.12.500.000.

Akan tetapi di luar Rp.12.500.000 tersebut, sepupu saya tersebut masih menuntut ibu saya untuk membayar hutang emas sebesar 26 gram 23 karat juga di kembalikan dalam bentuk emas juga, pasti nya dengan harga per tahun ini.

Bagaimana ketentuan pembayaran emas tersebut, jika di asumsikan harga emas bulan maret 2017 26 gram 23 karat per gram seharga 510.000, jika 26 gram, seharga Rp.13.200.000.

Apakah ibu saya tetap harus memenuhi kewajiban mengganti emas tersebut sebesar Rp.13.200.000 ? Sehingga total hutang yang harus di bayar 12.500.000 + 13.200.000 = 25.700.000.

Demikian yang dapat saya sampaikan, mohon informasi penyelesaian permasalahan tersebut secara syariah.

Atas perhatiannya kami ucapkan terimakasih


JAWABAN

Itu tidak benar. Cara pembayaran secara syariah adalah dengan membayar sama persis dengan nilai hutang. Adapun metode pembayaran tentunya harus berdasarkan kesepakatan saat berhutung pertama kali. Dan itu bisa dilakukan dengan salah satu dari dua cara, yaitu (a) membayar hutang dengan nilai emas yang ada saat ini yakni sebesar 13.200.000; atau (b) membayar hutang sesuai dengan jumlah uang yang dipinjam yakni 12.500.000.

Kalau sepupu anda itu mewajibkan membayar rupiah dan emas sekaligus, maka itu melebihi cara rentenir. Baik dari segi keharamannya maupun dari segi ribanya.

Baca detail: Hukum Bunga Hutang

UCAPAN TALAK DAN URUS CERAI KE PENGADILAN

Assalamualaikum wr.wb

Suatu saat saya bertengkar dengan istri dan mengucapkan, "ya sudah kita berpisah",dengan niatan ingin bercerai. Dua hari kemudian saya antar istri ke rumah walinya,karena permintaan dari istri. Selang seminggu berlalu, saya datang kerumah menegaskan bahwa keputusannya sudah bulat, saya ingin bercerai. Selang berapa hari ibu saya tidak setuju dengan keputusan yg diambil karena kasian dengan cucunya,sy jemput kembali berniat untuk rujuk.

Setelah beberapa berlalu saya dan istri bertengkar, diujung2nya saya berucap "yasudah,senin saya ke kantor pengadilan agama" dalam artian urus perceraian. Selang beberapa kemudian dipertemukan dengan kakak saya antara istri&saya,ujungnya sama kalimatnya yasudah besok saya urus ke pengadilan agama.

Setelah kejadian terakhir malamnya istri pergi dari rumah dan membawa anak serta. Saya sudah coba untuk tahan tetapi istri gak mau diajak kembali,demi menjaga ketenangan lingkungan saya pulang. Setelah dibujuk2 istri kembali dan kami sempat berhubungan badan.

Yang saya tanyakan sudahkah jatuh talak 3? Lalu jika sudah sy harus bagaimana, khawatir dihitung berzina?
Terima kasih atas jawabannya.

Wassalam

JAWABAN

Dalam kasus yang pertama, ucapan "ya sudah kita berpisah" adalah talak sharih dan telah jatuh talak 1 (satu).

Dalam kasus kedua di mana suami mengatakan: "ya sudah,senin saya ke kantor pengadilan agama" ini tidak jatuh talak. Ucapan seperti ini tidak jatuh talak karena mengandung kalimat masa depan (future tense, Arab: mustaqbal). Baca detail: Cerai Masa yang akan Datang

Dalam kasus ketiga, di mana istri pergi dari rumah. Ini tidak jatuh talak karena suami tidak mengatakan kalimat apapun.

Dengan demikian, maka talak yang sudah jatuh baru satu. Yaitu, dalam kasus pertama saja. Baca detail: https://www.alkhoirot.net/2012/10/perceraian-dan-talak.html

Untuk kehidupan rumah tangga ke depannya, baca artikel berikut sebagai panduan: Cara Harmonis dalam Rumah Tangga

Tuesday, November 13, 2018

Hukum Peringatan Maulid Nabi

Hukum Peringatan Maulid Nabi
Peringatan Maulid Nabi Muhammad adalah masalah muamalah,bukan ibadah, demikian penjelasan Dr. Mustofa Yaqub MA dalam satu ceramahnya di TVRI, Imam Besar masjid Istiqlal dan ulama Ahli hadits Indonesia. Karena memperingati Maulid Nabi itu masalah muamalah, maka manusia dibolehkan berinovasi (Arab, bid'ah) selagi tidak ada perbuatan yang melanggar syariah. Sama dengan bolehnya manusia memakai komputer, browsing internet, naik mobil dan pesawat terbang walaupun semua ini tidak ada pada zaman Nabi dan para Sahabat. Dalam kaidah fikih dikatakan bahwa "hukum asal dari masalah muamalah adalah boleh." Sedangkan kaum Wahabi menganggap bahwa Maulid Nabi termasuk ibadah yang bersifat tauqifi dan harus berdasarkan atas Quran dan hadits. Perbedaan dasar inilah yang membuat kontroversi Maulid Nabi sulit menemukan titik temu antara kaum Wahabi yang mengharamkan dan kalangan Ahlussunnah Wal Jamaah yang membolehkan.

Memperingati atau merayakan maulid Nabi Muhammad s.a.w sudah menjadi tradisi yang mengakar di kalangan umat Islam Indonesia. Hari kelahiran Nabi Muhammad yang jatuh pada 12 Rabiul Awal ini bahkan sudah menjadi salah satu hari besar dan hari libur nasional. Hukum merayakan maulid Nabi dipertanyakan halal haramnya setelah munculnya kelompok neo Khawarij yang bernama Wahabi yang mengharamkan peringatan maulid Nabi dan menganggapnya sebagai bid'ah dhalalah (sesat).

DAFTAR ISI
  1. Sejarah Peringatan Maulid Nabi
  2. Hukum Maulid Nabi menurut Ulama Ahlus-Sunnah (Non-Wahabi)
    1. Fatwa Jalaluddin As-Suyuthi Tentang Peringatan Maulid Nabi
    2. Fatwa Abul Khattab Al Dihyah Tentang Perayaan Maulid Nabi
    3. Fatwa Yusuf Qardhawi Tentang Perayaan Maulid Nabi
    4. Fatwa Said Ramadan Al-Buthi Tentang Perayaan Maulid Nabi
    5. Fatwa Sayyid Muhammad Alwi Al-Maliki Tentang Perayaan Maulid Nabi
  3. Hukum Maulid Nabi menurut Ulama Wahabi Salafi
  4. Kesimpulan Hukum Maulid

I. SEJARAH PERINGATAN MAULID NABI

Ada berbagai macam versi mengenai waktu awal mula diadakannya peringatan atau perayaan Maulid Nabi. Jalaluddin As-Suyuthi (1445 - 1505M atau 849 - 911 H)[1] menerangkan bahwa orang yang pertama kali menyelenggarakan maulid Nabi adalah Malik Mudhaffar Abu Sa’id Kukburi (1153 - 1232 M atau 549 - 630 H).[2]

Sebagian pendapat mengatakan bahwa Shalahuddin Al Ayyubi (1138 - 1193 M), yang pertama kali melakukan peringatan Maulid Nabi secara resmi. Sementara versi lain menyatakan bahwa perayaan maulid Nabi ini dimulai pada masa dinasti Daulah Fathimiyah di Mesir pada akhir abad keempat Hijriyah atau abad keduabelas masehi.[3]

Kegiatan perayaan (ihtifal) maulid Nabi ini kemudian menyebar ke berbagai negara Islam termasuk Indonesia.

II. HUKUM MAULID NABI MENURUT ULAMA AHLUS-SUNNAH (NON-WAHABI)

Mayoritas ulama membolehkan peringatan atau perayaan Maulid Nabi Muhammad selagi tidak ada perbuatan yang melanggar syariat saat peringatan tersebut. Jalaluddin As Suyuthi berpendapat bahwa sunnah itu dapat terjadi dengan qiyas (analogi) tidak harus berdasarkan adanya dalil Quran dan hadits.


FATWA JALALUDDIN AS SUYUTHI TENTANG PERAYAAN MAULID NABI

1. Jalaluddin As-Suyuthi berpendapat bahwa memperingati maulid Nabi Muhammad adalah bid'ah hasanah (baik). As-Suyuthi mengatakan:

وبعــــد: فقد وقع السؤال عن عمل المولد النبوي في شهر ربيع الأول، ما حكمه من حيث الشرع؟ وهل هو محمود أو مذموم؟ وهل يثاب فاعله أو لا؟.

الجـــــواب:

عندي أن أصل عمل المولد الذي هو اجتماع الناس وقراءة ما تيسر من القرآن ورواية الأخبار الواردة في مبدأ أمر النبي صلى الله عليه وسلم وما وقع في مولده من الآيات ثم يمد لهم سماط يأكلونه وينصرفون من غير زيادة على ذلك هو من البدع الحسنة التي يثاب عليها صاحبها لما فيه من تعظيم قدر النبي صلى الله عليه وسلم وإظهار الفرح والاستبشار بمولده الشريف.

Arti kesimpulan: Perayaan Maulid Nabi yang berupa berkumpulnya manusia dengan membaca ayat Quran dan sejarah Nabi dan memakan hidangan makanan termasuk dari bid'ah yang baik (hasanah) yang mendapat pahala karena bertujuan mengagungkan Nabi Muhammad dan menampakkan kegembiraan terhadap kelahiran Nabi.

Alasan As-Suyuthi menganggap sunnah merayakan maulid Nabi karena hukum sunnah itu tidak harus terjadi pada era Nabi, tapi bisa karena qiyas.[4]

Istilah bid'ah hasanah (baik) dan qabihah (buruk) yang dipakai As-Suyuthi berasal dari Imam Nawawi dalam kitab تهذيب الأسماء واللغات Tahdzibul Asma' wal Lughat.


FATWA ABUL KHATTAB AL DIHYAH TENTANG PERAYAAN MAULID NABI

2. Abul Khattab bin Dihyah pada tahun 604 H menulis kitab At Tanwir fi Maulidil Basyir an-Nadzir (التنوير في مولد البشير النذير) khusus membahas tentang bolehnya Maulid Nabi. Bin Dihyah adalah ulama ahli hadits yang bergelar Al Hafidz asal Maroko yang terkenal pada zamannya.[5]

3. Ismail bin Umar bin Katsir, penulis tafsir Al Quran Ibnu Katsir yang terkenal termasuk yang membolehkan perayaan Maulid Nabi Muhammad.[6]

4. Syed Muhammad Alwi Al Maliki Al Hasnai dalam kitabnya Hawlal Ihtifal bi Dzikral Maulid an-Nabawi [7]


FATWA YUSUF QARDHAWI TENTANG PERAYAAN MAULID NABI

- Yusuf Qardhawi menganggap perayaan Maulid Nabi Muhammad adalah baik. Qardhawi menyatakan:
فهناك لون من الاحتفال يمكن أن نقره ونعتبره نافعاً للمسلمين، ونحن نعلم أن الصحابة رضوان الله عليهم لم يكونوا يحتفلون بمولد الرسول صلى الله عليه وسلم ولا بالهجرة النبوية ولا بغزوة بدر، لماذا؟

لأن هذه الأشياء عاشوها بالفعل، وكانوا يحيون مع الرسول صلى الله عليه وسلم، كان الرسول صلى الله عليه وسلم حياً في ضمائرهم، لم يغب عن وعيهم، كان سعد بن أبي وقاص يقول: كنا نروي أبناءنا مغازي رسول الله صلى الله عليه وسلم كما نحفِّظهم السورة من القرآن، بأن يحكوا للأولاد ماذا حدث في غزوة بدر وفي غزوة أحد، وفي غزوة الخندق وفي غزوة خيبر، فكانوا يحكون لهم ماذا حدث في حياة النبي صلى الله عليه وسلم، فلم يكونوا إذن في حاجة إلى تذكّر هذه الأشياء.

ثم جاء عصر نسي الناس هذه الأحداث وأصبحت غائبة عن وعيهم، وغائبة عن عقولهم وضمائرهم، فاحتاج الناس إلى إحياء هذه المعاني التي ماتت والتذكير بهذه المآثر التي نُسيت، صحيح اتُخِذت بعض البدع في هذه الأشياء ولكنني أقول إننا نحتفل بأن نذكر الناس بحقائق السيرة النبوية وحقائق الرسالة المحمدية، فعندما أحتفل بمولد الرسول فأنا أحتفل بمولد الرسالة، فأنا أذكِّر الناس برسالة رسول الله وبسيرة رسول الله

وفي هذه المناسبة أذكِّر الناس بهذا الحدث العظيم وبما يُستفاد به من دروس، لأربط الناس بسيرة النبي صلى الله عليه وسلم (لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِّمَن كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا) [الأحزاب 21] لنضحي كما ضحى الصحابة، كما ضحى علِيّ حينما وضع نفسه موضع النبي صلى الله عليه وسلم، كما ضحت أسماء وهي تصعد إلى جبل ثور، هذا الجبل الشاق كل يوم، لنخطط كما خطط النبي للهجرة، لنتوكل على الله كما توكل على الله حينما قال له أبو بكر: والله يا رسول الله لو نظر أحدهم تحت قدميه لرآنا، فقال: "يا أبا بكر ما ظنك في اثنين الله ثالثهما، لا تحزن إن الله معنا".

نحن في حاجة إلى هذه الدروس فهذا النوع من الاحتفال تذكير الناس بهذه المعاني، أعتقد أن وراءه ثمرة إيجابية هي ربط المسلمين بالإسلام وربطهم بسيرة النبي صلى الله عليه وسلم ليأخذوا منه الأسوة والقدوة، أما الأشياء التي تخرج عن هذا فليست من الاحتفال؛ ولا نقر أحدًا عليها.
Artinya: Ada salah satu jenis perayaan/peringatan yang dapat kita anggap bermanfaat bagi umat Islam. Kita tahu bahwa para Sahabat tidak merayakan Maulid Nabi Muhammad, hijrah Nabi dan Perang Badar, kenapa?

Karena kejadian-kejadian di atas mereka lakukan dalam kehiudpan nyata. Mereka hidup bersama Nabi. Dan Nabi hidup dalam hati mereka. Tidak hilang dari kesadaran mereka. Sa'ad bin Abi Waqqas berkata: Kami mengisahkan pada anak-anak kami kisah-kisah peperangan Nabi sebagaimana kami menghafal Surah dari Al-Qur'an dengan bercerita pada anak-anak apa yang terjadi dalam Perang Badar dan Perang Uhud, Perang Khandaq, Perang Khaibar. Mereka bercerita pada anak-anak mereka apa yang terjadi pada masa hidup Nabi sehingga mereka tidak perlu memperingati perayaan-perayaan semacam ini.

Kemudian datanglah masa di mana manusia melupakan berbagai peristiwa di atas dan hilang dari kesadaran, jiwa dan hati mereka. Maka manusia perlu untuk menghidupkan kembali pemahaman yang telah mati dan mengingat peristiwa yang sudah terlupakan. Betul, terdapat hal-hal bid'ah dalam perkara ini tapi saya berpendapat bahwa kita merayakannya untuk mengingatkan manusia atas hakikat perjalanan kenabian dan risalahnya. Saat kita memperingati Maulid Nabi maka saya memperingati kelahiran terutusnya Nabi; maka saya mengingatkan manusia atas diutusnya Rasulullah dan kisah kenabian beliau.

... Kita saat ini sangat perlu untuk mempelajari (kisah Nabi) ini. Perayaan semacam ini bertujuan untuk mengingatkan manusia akan makna-makna di atas. Saya yakin bahwa di balik beberapa peringatan ini terdapat hasil yang positif yaitu mengikat umat dengan Islam dan mengikat mereka dengan sejarah Nabi untuk dimabil suri tauladan dan panutan. Adapun hal-hal yang keluar dari ini, maka itu bukanlah perayaan dan kami tidak mengakuinya.
(Sumber: http://qaradawi.net/fatawaahkam/30/1444.html).


FATWA SAID RAMADAN AL-BUTHI TENTANG PERAYAAN MAULID NABI

Said Ramadhan Al-Buthi menilai bahwa Maulid Nabi bukan bid'ah walaupun ia baru eksis setelah era Tabi'in atau Tabi'it Tabi'i. Ia berpendapat tidak semua yang baru itu bid'ah. Dalam salah satu fatwanya ia menyatakan:
ليس كل جديد بدعة
البدعة، بمعناها الاصطلاحي الشرعي، ضلالة يجب الابتعاد عنها، وينبغي التحذير من الوقوع فيها. ما في ذلك ريب ولا خلاف. وأصل ذلك قول رسول الله صلى الله علية وسلم فيما اتفق علية الشيخان (من احدث في أمرنا هذا ما ليس منه فهورد) وقوله فيما رواه مسلم : (إن خير الحديث كتاب الله، وخير الهدى هدى محمد، وشر الأمور محدثاتها، وكل بدعة ضلالة).

ولكن ما هو المعنى المراد من كلمة (بدعة) هذه ؟
هل المراد بها معناها اللغوي الذي تعارف علية الناس فيكون المقصود بها إذن، كل جديد طارئ على حياة المسلم، مما لم يفعله رسول الله صلى الله علية وسلم ولا أحد من أصحابه، ولم يكن معروفا لديهم؟
إن الحياة ما تزال تتحول بأصحابها من حال ألي حال، وتنقلهم من طور إلى آخر..

Artinya: Ditinjau dari pengertian istilah yang syar'i tidak semua yang baru itu bid'ah dhalalah (sesat) yang wajib dijauhi. Tidak ada keraguan dan perbedaan dalam soal ini. Asal dari masalah bid'ah ini adalah sabda Nabi riwayat Bukhari dan Muslim: Barangsiapa yang mengada-ada di dalam urusan agama ini dengan sesuatu yang tidak berasal darinya, maka tertolak." Dan sabda Nabi dalam sebuah hadits riwayat Muslim: "Sesungguhnya sebaik-baik perkataan adalah kitab Allah dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad, sedangkan seburuk-buruk perkara adalah perkara baru yang dibuat-buat, dan setiap yang bidah itu adalah kesesatan."

Akan tetapi apa yang dimaksud dengan kata "bid'ah" di sini? Apakah yang dimaksud dengan bid'ah secara lughawi (literal) yang umum diketahui manusia sehingga yang dimaksud adalah setiap hal yang baru pada kehidupan muslim yang tidak dilakukan Rasulullah dan para Sahabat tidak ada yang tahu? Sesungguhnya kehidupan senantiasa berubah dari waktu ke waktu dan berpindah dari masa ke masa yang lain ...

Lebih detail baca: الاحتفال بالمولد النبوي


FATWA SAYYID MUHAMMAD ALWI AL-MALIKI TENTANG PERAYAAN MAULID NABI

Sayyid Muhammad Alwi Al-Maliki, ulama terkenal Mekkah yang bukan Wahabi menulis buku khusus tentang bolehnya merayakan
Maulid Nabi Muhammad. Kitabnya berjudul Haulal Ihtifal bi Dzikrol Maulidin Nabawi as-Syarif. Berikut salah satu isinya:
أننا نقول بجواز الاحتفال بالمولد النبوي الشريف والاجتماع لسماع سيرته والصلاة والسلام عليه وسماع المدائح التي تُقال في حقه ، وإطعام الطعام وإدخال السرور على قلوب الأمة

Artinya: Saya berpendapat atas bolehnya merayakan maulid Nabi dan berkumpul untuk mendengar sejarah Nabi, membaca shalawat dan salam untuk Nabi, mendengarkan puji-pujian yang diucapan untuk beliau, memberi makan (pada yang hadir) dan menyenangkan hati umat.

Lebih detail baca: حول الاحتفال بذكرى المولد النبوي للسيد محمد علوي المالكي

- Habib Mundzir Al Musawa dalam bukunya Kenalilah Aqidahmu membuat daftar panjang kalangan ulama dulu dan kontemporer (muta'akhirin) dan kitabnya yang menghalalkan perayaan Maulid Nabi Muhammad sebagai berikut:

Imam Al hafidh Abu Syaamah rahimahullah (Guru imam Nawawi)
Syamsuddin Aljazriy dalam kitabnya ‘Urif bitta’rif Maulidissyariif
Syamsuddin bin Nashiruddin Addimasyqiy dalam kitabnya Mauridusshaadiy fii maulidil Haadiy
Assakhawiy dalam kitab Sirah Al Halabiyah
Ibn Abidin rahimahullah dalam syarahnya maulid ibn hajar
Ibnul Jauzi dengan karangan maulidnya yg terkenal al aruus
Al Qasthalaniy dalam kitabnya Al Mawahibulladunniyyah
Syamsuddin Muhammad bin Abdullah Aljuzri dg maulidnya Urfu at ta’rif bi maulid assyarif.
Al ’Iraqy dg maulidnya Maurid al hana fi maulid assana
Imam ibn hajar al haitsami dg maulidnya Itmam anni’mah alal alam bi maulid sayidi waladu adam
Ibrahim Baajuri mengarang hasiah atas maulid ibn hajar dg nama tuhfa al basyar ala maulid ibn hajar
Yusuf bin ismail An Nabhaniy dg Maulid jawahir an nadmu al badi’ fi maulid as syafi’
Asyeikh Ali Attanthowiy dg maulid nur as shofa’ fi maulid al mustofa
Muhammad Al maghribi dg Maulid at tajaliat al khifiah fi maulid khoir al bariah.


III. HUKUM MAULID NABI MENURUT ULAMA WAHABI SALAFI

Adapun pendapat ulama Wahabi Salafi hampir seragam: merayakan maulid Nabi adalah bid'ah dhalalah. Dan haram.

Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz mengatakan:

لا يجوز الاحتفال بمولد الرسول صلى الله عليه وسلم ، ولا غيره ؛ لأن ذلك من البدع المحدثة في الدين ؛ لأن الرسول صلى الله عليه وسلم لم يفعله ، ولا خلفاؤه الراشدون ، ولا غيرهم من الصحابة ـ رضوان الله على الجميع ـ ولا التابعون لهم بإحسان في القرون المفضلة ، وهم أعلم الناس بالسنة ، وأكمل حباً لرسول الله صلى الله عليه وسلم ومتابعة لشرعه ممن بعدهم .
Artinya: Tidak boleh merayakan maulid (kelahiran) Nabi dan lainnya karena termasuk bid'ah karena tidak pernah dilakukan oleh Nabi, khalifah yang empat, dan Sahabat lain dan tabi'in. Padahal mereka yang lebih tahu tentang sunnah dan lebih sempurna kecintaannya pada Rasul dan lebih mengikuti syariahnya daripada generasi setelahnya.[8]

Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin menyatakan:

فالاحتفال به يعتبر من البدعة وقد قال النبي صلى الله عليه وسلم : " كل بدعة ضلالة " قال هذه الكلمة العامة ، وهو صلى الله عليه وسلم أعلم الناس بما يقول ، وأفصح الناس بما ينطق ، وأنصح الناس فيما يرشد إليه ، وهذا الأمر لا شك فيه ، لل يستثن النبي صلى الله عليه وسلم من البدع شيئاً لا يكون ضلالة ، ومعلوم أن الضلالة خلاف الهدى ، ولهذا روى النسائي آخر الحديث : " وكل ضلالة في النار " ولو كان الاحتفال بمولده صلى الله عليه وسلم من الأمور المحبوبة إلى الله ورسوله لكانت مشروعة ، ولو كانت مشروعة لكانت محفوظة ، لأن الله تعالى تكفل بحفظ شريعته ، ولو كانت محفوظة ما تركها الخلفاء الراشدون والصحابة والتابعون لهم بإحسان وتابعوهم ، فلما لم يفعلوا شيئاً من ذل علم أنه ليس من دين الله
Arti kesimpulan: Memperingati maulid Nabi itu bid'ah dhalalah (sesat).[9]


IV. KESIMPULAN HUKUM MAULID

Peringatan atau perayaan maulid Nabi adalah bi'dah karena tidak dilakukan pada zaman Nabi. Akan tetapi termasuk daripada bid'ah hasanah (hal baru yang baik) selagi apa yang dilakukan dalam peringatan maulid itu tidak bertentangan dengan spirit Al Quran, Sunnah, atsar Sahabat dan ijma' ulama.

Pandangan Wahabi bahwa segala sesuatu yang baru yang tidak ada pada zaman Nabi dianggap bi'dah sesat (dhalalah) adalah pandangan yang sempit. Karena para Sahabat banyak melakukan bid'ah. Seperti Abu Bakar dengan pengumpulan catatan Al Quran, Umar bin Khattab dengan tarawih dan Utsman bin Affan dengan pembukuan Al Quran yang dikenal dengan mushaf Utsmani.

====================
[1] Jalaluddin As-Suyuthi, Husnul Maqsad fi Amalil Maulid (حسن المقصد في عمل المولد)
[2] Mudhoffar adalah penguasa kawasan Irbil pada masa Shalahuddin Al Ayyubi. Nama lengkapnya Mudhofaruddin Abu Said Kukburi bin Zainuddin Ali bin Baktakin bin Muhammad (مظفر الدين أبو سعيد كوكبري بن زين الدين علي بن بكتكين بن محمد)
[3] Dr. Sulaiman bin Salim As Suhaimi dalam Al A’yad wa Atsaruha alal Muslimin
[4] Jalaluddin As-Suyuthi, ibid. Link: almoslem.net/modules.php?name=News&file=article&sid=27
[5] Ibid
[6] ibid
[7] Termasuk ulama muta'akhirin yang berani merayakan Maulid Nabi di Arab Saudi kendati dilarang oleh ulama Wahabi. Kitabnya dapat dibaca di sini: حول الاحتفال بذكرى المولد النبوي للسيد محمد علوي المالكي
[8] Lihat http://www.khayma.com/kshf/B/Moled.htm
[9] فتاوى الشيخ محمد الصالح العثيمين " إعداد وترتيب أشرف عبد المقصود

Tuesday, September 18, 2018

Hukum Puasa Bulan Muharram

Hukum Puasa Bulan Muharram
HUKUM PUASA BULAN MUHARAM

Muharram adalah bulan pertama dalam kalender Islam hijriah. Dalam bulan ini ada juga hari-hari yang disunnahkan puasa. Yang paling terkenal adalah puasa Tasu'a dan Asyura yang masing-masing dilaksanakan pada tanggal 9 dan 10 Muharram.

DAFTAR ISI
  1. Dalil Dasar Puasa Muharram
  2. Hukum Puasa Bulan Muharram
    1. Hukum Puasa Tasu'a (Hari Kesembilan) Muharram
    2. Hukum Puasa Asyura (Hari Kesepuluh) Muharram
  3. Hukum Puasa Muharram se-Bulan Penuh
  4. Pendapat Ulama Wahabi Hukum Puasa Muharram se-Bulan Penuh
  5. Bacaan Niat Puasa Bulan Muharram
  6. Waktu Niat Puasa Bulan Muharram
  7. Hukum Mengusap Anak Yatim Bulan Asyuro
  8. CARA KONSULTASI SYARIAH ISLAM


DALIL DASAR HUKUM PUASA MUHARRAM

- Bulan Muharram termasuk salah satu dari bulan yang 4 (empat) yang disebut dalam QS At Taubah 36: فَلا تَظْلِمُوا فِيهِنَّ أَنْفُسَكُمْ
Artinya: Maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu.

- Hadits sahih riwayat Muslim
أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ شَهْرُ اللَّهِ الْمُحَرَّمُ وَأَفْضَلُ الصَّلَاةِ بَعْدَ الْفَرِيضَةِ صَلَاةُ اللَّيْلِ

Artinya: Puasa yang paling utama sesudah puasa Ramadlan adalah puasa pada Syahrullah (bulan Allah) Muharram. Sedangkan shalat malam merupakan shalat yang paling utama sesudah shalat fardhu.

- Hadits sahih riwayat Muslim Nabi menganjurkan untuk puasa Asyura

وَصِيَامُ يَوْمِ عَاشُورَاءَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِي قَبْلَهُ

Artinya: Puasa hari ‘Asyura, sungguh aku berharap kepada Allah agar menghapuskan dosa setahun yang telah lalu.

- Hadits sahih riwayat Bukhari Muslim (muttafaq alaih) dari Ibnu Abbas tentang sunnahnya puasa hari Asyura (hari ke-10) bulan Muharram
مَا رَأَيْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَتَحَرَّى صِيَامَ يَوْمٍ فَضَّلَهُ عَلَى غَيْرِهِ إِلَّا هَذَا
الْيَوْمَ يَوْمَ عَاشُورَاءَ وَهَذَا الشَّهْرَ يَعْنِي شَهْرَ رَمَضَانَ

Artinya: Aku tidak penah melihat Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam bersemangat puasa pada suatu hari yang lebih beliau utamakan atas selainnya kecuali pada hari ini, yaitu hari ‘Asyura dan pada satu bulan ini, yakni bulan Ramadhan.

- Hadits sahih riwayat Bukhari dari Ibnu Abbas

قَدِمَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْمَدِينَةَ فَرَأَى الْيَهُودَ تَصُومُ يَوْمَ عَاشُورَاءَ فَقَالَ مَا هَذَا ؟ قَالُوا : هَذَا يَوْمٌ صَالِحٌ ، هَذَا يَوْمٌ نَجَّى اللَّهُ بَنِي إِسْرَائِيلَ مِنْ عَدُوِّهِمْ فَصَامَهُ مُوسَى، قَالَ فَأَنَا أَحَقُّ بِمُوسَى مِنْكُمْ فَصَامَهُ وَأَمَرَ بِصِيَامِهِ

Artinya: Apabila Rasulullah S.A.W tiba di Madinah maka baginda telah melihat orang yahudi berpuasa pada hari kesepuluh (Muharram) maka baginda bertanya: Apakah ini?. Maka jawab mereka : Ini merupakan hari yang baik di mana pada hari inilah Allah SWT menyelamatkan bani Israel daripada musuh mereka maka nabi Musa berpuasa pada hari ini. Maka sabda baginda S.A.W : Maka aku lebih layak dengan nabi Musa daripada kamu maka baginda berpuasa pada hari ini. Dan baginda menyuruh untuk berpuasa pada hari ini

- Hadits sahih riwayat Muslim

” ثَلَاثٌ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ ، وَرَمَضَانُ إِلَى رَمَضَانَ ، فَهَذَا صِيَامُ الدَّهْرِ كُلِّهِ ، صِيَامُ يَوْمِ عَرَفَةَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِي قَبْلَهُ ، وَالسَّنَةَ الَّتِي بَعْدَهُ ، وَصِيَامُ يَوْمِ عَاشُورَاءَ ، أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِي قَبْلَهُ

Artinya: Puasa 3 dari setiap bulan sejak dari Ramadan ke Ramadan berikutnya dianggap berpuasa setahun penuh. Sedangkan puasa hari Arafah pahalanya di sisi Allah akan menghapuskan dosa setahun sebelumnya dan setahun sesudahnya. Adapun puasa hari Asyura, pahalanya di sisi Allah dapat menghapuskan dosa setahun sebelumnya.

- Hadits sahih riwayat Tirmidzi tentang sunnahnya puasa Asyura dari Ibnu Abbas

أمر رسول الله صلى الله عليه وسلم بصوم عاشوراء يوم العاشر

Artinya: Rasulullah menyuruh berpuasa Asyura pada hari ke-10 (bulan Muharram)

- Hadits sahih riwayat Muslim tentang sunnahnya puasa Tasu'a (hari ke-9) pada bulan Muharram. Nabi bersabda: لَئِنْ عِشْتُ إلَى قَابِلٍ لاَصُومَنَّ التَّاسِعَ
Artinya: Jika saya masih hidup di tahun depan, pasti akan berpuasa pada hari kesembilan


HUKUM PUASA BULAN MUHARRAM

Dari dalil-dalil Quran dan hadits di atas, maka ulama mengambil kesimpulan bahwa berpuasa pada bulan Muharram adalah sunnah: mendapat pahala apabila melakukan dan tidak berdosa apa tidak melaksanakannya.


HUKUM PUASA TASU'A (HARI KE-9) MUHARRAM

Berpuasa pada hari Tasu'a atau hari ke-9 (sembilan) bulan Muharram juga sunnah berdasarkan keumuman hadits sunnahnya berpuasa bulan Muharram. Menurut Imam Nawawi itu bertujuan untuk membedakan diri seorang muslim dengan umat Yahudi yang hanya berpuasa pada hari Asyura saja.


HUKUM PUASA ASYURA (HARI KE-10) MUHARRAM

Asyura adalah hari ke-10 pada bulan Muharram. Ini berdasar pada pendapat At-Taibi dalam Tuhfadzul Ahwadzi (III/379), dan pendapat Az-Zain bin Al-Munir dalam Tuhfadzul Ahwadzi (III/383) yang mengatakn

الأكثر على أن عاشوراء هو اليوم العاشر من شهر الله المحرم وهو مقتضى الاشتقاق والتسمية

Imam Nawawi dalam Syarah Muslim (VIII/12) mengatakan:
وذهب جمهور العلماء من السلف والخلف إلى أن عاشوراء هو اليوم العاشر من المحرم ... وهذا ظاهر الأحاديث ومقتضى اللفظ

Berpuasa pada tanggal 10 bulan Muharram yang umum disebut dengan puasa Asyura (Asyuro) memiliki kesunnahan yang lebih dibanding hari-hari yang lain karena disebut secara khusus oleh Rasulullah dalam salah satu hadits yang dikutip di atas.


HUKUM PUASA BULAN MUHARRAM 1 BULAN PENUH

Walaupun Nabi Muhammad tidak pernah melakukan puasa sebulan penuh pada bulan Muharram, namun sebagian ulama berpendapat bahwa berpuasa 1 bulan penuh pada bulan Muharram tidak dilarang berdasarkan pada hadits yang menganjurkan berpuasa pada bulan Muharram di atas.

Secara umum, berpuasa sunnah 1 bulan penuh ada 2 (dua) pendapat ulama. Ada yang membolehkan dan ada yang menghukumi makruh. Yang mengatakan boleh antara lain adalah Ibnu Umar. Sedang ulama yang menghukumi makruh antara lain Ibnu Abbas.

Pendapat yang membolehkan berdasarkan pada hadits sahih riwayat Muslim no. 1163 sbb:

أفضل الصيام بعد رمضان شهر الله المحرم . فإذا صامه كله فهو طيب أو صام التاسع والعاشر والحادي عشر فذلك سنة .

Artinya: Puasa yang paling utama setelah Ramadan adalah puasa bulan Muharram. Apabila berpuasa sebulan penuh maka itu baik atau puasa hari ke-9 dan ke-10 dan ke-11 maka itu sunnah.

Selain dari dalil hadits di atas, ada riwayat lain yang menyatakan bahwa Nabi pernah shalat sunnah pada bulan Sya'ban sebulan penuh. Tapi terkadang Nabi puasa sunnah Sya'ban hanya sedikit berdasar hadits dari Aisyah dan Ummu Salmah.

Adapun ulama yang berpendapat bahwa puasa sebulan penuh pada bulan Muharrom hukumnya makruh berdasarkan pada hadits sahih riwayat Bukhari dari Aisyah

ما رأيت رسول الله صلى الله عليه و سلم استكمل صيام شهر قط إلا رمضان وما رأيته في شهر أكثر صياما منه في شعبان

Artinya: Aku tidak pernah melihat Rasulullah menyempurnakan puasa sebulan kecuali Ramadan. Dan aku tidak pernah melihatnya berpuasa sunnah yang lebib banyak dari bulan Sya'ban.

Tapi dalam hadits Bukhari yang lain ada tambahan: كان يصوم شعبان كله (Nabi pernah puasa Sya'ban sebulan pemuh). Sedang hadits yang sama dari riwayat Muslim teks hadits sbb: كان يصوم شعبان كله، كان يصوم شعبان إلا قليلا (Nabi pernah puasa Sya'ban sebulan penuh dan pernah puasa Sya'ban sedikit saja).

Kesimpulan: Puasa bulan Muharram itu sunnah. Puasa 3 hari sunnah. Puasa sebulan penuh juga sunnah. Terserah pilih yang mana. Semua ada dasarnya.


BACAAN NIAT PUASA MUHARRAM

Niat puasa pada bulan Muharram sama dengan niat puasa sunnah yang lain dengan perbedaan menyebut nama Muharram, atau Tasu'a dan Asyura pada masing-masing puasa tersebut. Lebih jelasnya sbb:

NIAT PUASA HARI TASU'A (HARI KE-9)

Teks Arab: نويت الصوم في يوم تاسوعاء سنة لله تعالي
Teks latin: Nawaitus Shauma fi yaumi Tasu'a sunnatan lillahi ta'ala
Artinya: Saya niat puasa pada hari Tasu'a karena Allah Ta'ala

NIAT PUASA HARI ASYURA (HARI KE-10)

Teks Arab: نويت الصوم في يوم عاشوراء سنة لله تعالي
Teks latin: Nawaitus Shauma fi yaumi Asyura sunnatan lillahi ta'ala
Artinya: Saya niat puasa pada hari Asyuro karena Allah Ta'ala

NIAT PUASA BULAN MUHARRAM (SELAIN KEDUA HARI DI ATAS)

Teks Arab: نويت الصوم في شهر محرم سنة لله تعالي
Teks latin: Nawaitus Shauma fi syahri Muharrom sunnatan lillahi ta'ala
Artinya: Saya niat puasa pada bulan Muharrom karena Allah Ta'ala


WAKTU NIAT PUASA MUHARRAM

Karena puasa pada bulan Muharram adalah puasa sunnah maka waktu niatnya dapat dilakukan pada malam hari sampai siang hari sebelum tergelincirnya matahari (sebelum waktu dzuhur).


MENGUSAP KEPALA ANAK YATIM HARI ASYURA

Mengusap kepala anak yatim pada hari Asyuro atau hari ke-10 bulan Muharram sudah menjadi tradisi di sebagian masyarakan muslim di Indonesia.

Hukum mengusap anak yatim laki-laki atau perempuan adalah sunnah walaupun tidak harus dilakukan pada hari Asyura. Dasar hadits adalah sbb:

- Hadits riwayat Ahmad dengan sanad sahih:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَجُلاً شَكَا إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَسْوَةَ قَلْبِهِ فَقَالَ امْسَحْ رَأْسَ الْيَتِيمِ وَأَطْعِمْ الْمِسْكِي .

Artinya: Diriwayatkan dari Abu Hurairah, bahwa ada seorang laki-laki yang mengadukan kekerasan hatinya kepada Rasulullah saw, maka beliau bersabda: ‘Usaplah kepala anak yatim dan berilah makan orang miskin.

- Hadits riwayat Ahmad

مَنْ مَسَحَ رَأْسَ يَتِيمٍ لَمْ يَمْسَحْهُ إِلا لِلَّهِ , كَانَتْ لَهُ بِكُلِّ شَعَرَةٍ مَرَّتْ عَلَيْهَا يَدُهُ حَسَنَاتٍ ، وَمَنْ أَحْسَنَ إِلَى يَتِيمٍ أَوْ يَتِيمَةٍ كُنْتُ أَنَا وَهُوَ كَهَاتَيْنِ " . وَقَرَنَ بَيْنَ إِصْبَعَيْهِ .

Artinya: Siapa yang mengusap kepala anak yatim karena Allah maka ia akan mendapatkan kebaikan beberapa kali lipat dari setiap rambut anak yatim yang disentuh. Barang siapa yang berbuat baik pada anak yatim atau yatimah (perempuan) maka aku dan dia akan seperti ini (nabi mensejajarkan kedua jarinya).

- Hadits sahih riwayat Bukhari tentang menyantuni anak yatim
وَأَنَا وَكَافِلُ الْيَتِيمِ فِي الْجَنَّةِ هَكَذَا وَأَشَارَ بِالسَّبَّابَةِ وَالْوُسْطَى وَفَرَّجَ بَيْنَهُمَا شَيْئًا.
Artinya: Aku dan pemelihara anak yatim, di surga seperti ini. Lalu beliau mengisyaratkan jari telunjuk dan jari tengah dan merenggangkan di antara keduanya sedikit.


PENDAPAT ULAMA WAHABI TENTANG PUASA MUHARAM SEBULAN PENUH

Di antara ulama Wahabi Arab Saudi terdapat perbedaan pendapat tentang soal ini. Ada yang menyatakan tidak sunnah, dan ada yang menganggap sunnah.

Salah satu ulama Wahabi yang menganggap puasa Muharam sebulan penuh tidak sunnah adalah Ibnu Utsaimin. Dalam Majmuk Fatawa wa Rasail, "Kitab Shiyam" Jilid 20 Al-Utsaimin menyatakan:
بعض الفقهاء يقولون: يسنُّ صيام شهر الله المحرم كله ويستدلون بقوله صلى الله عليه وسلم: "أفضل الصيام بعد رمضان شهر الله المحرم"، ولكن لم يرد عن النبي صلى الله عليه وسلم فيما أعلم أنه يصومه كله، وأكثر ما يكون صيامه من الشهور بعد رمضان شهر شعبان، كما جاء في الحديث الصحيح عن عائشة رضي الله عنها، ولا يقال لمن صامه كله: إنه مبتدع، لأن الحديث المذكور قد يحتمل هذا، أعني صيامه كله كما ذكره بعض الفقهاء

Artinya: Sebagian fuqaha berpendapat bahwa puasa Muharam sebulan penuh itu sunnah dengan dalil hadits Nabi: "Puasa paling utama setelah Ramadan adalah puasa Muharram". Akan tetapi, sepanjang yang saya tahu tidak ada nash dari Nabi bahwa beliau pernah puasa sebulan penuh. Puasa terbanyak yang dilakukan Nabi selain Ramadan adalah puasa Sya'ban sebagaimana tersebut dalam hadits sahih dari Aiyah. Akan tetapi tidak dapat dikatakan pada orang yang puasa sebulan penuh sebagai bid'ah karena hadits Muharam di muka telah mencakup hal ini. Yakni, puasa Muharam sebulan penuh seperti yang dikatakan sebagaian fuqaha.

Sebaliknya, Muhammad Mukhtar As-Shankiti, salah satu ulama Wahabi yang lain dan anggota Haiah Kibar al-Ulama As-Saudiyah, berpendapat bahwa puasa Muharam sebulan penuh itu hukumnya boleh dan sunnah (mendapat pahala).
يجوز له أن يصوم المحرم كاملا ويجوز له أن يصوم منه يوما ويفطر يوما ، ويجوز أن يصوم بعضه، وأفضل ما فيه يوم عاشوراء لثبوت السنة فيه، وأفضل ما يكون أن يصوم يوما قبله مع عاشوراء هذا بالنسبة للأفضل في المحرم ، وأما ما يفعله بعض المتأخرين من الإنكار على من يصوم شهر المحرم كاملا فهذا أمر باطل؛ لأن النبي صلى الله عليه وسلم رغب في صيامه ، فمن صامه كاملا لا ينكر عليه بل يؤجر وتشحذ همته على ذلك ولا يثرب عليه فهو مأجور غير مأزور .

Artinya: Boleh puasa Muharam penuh dan boleh puasa selang seling (sehari puasa, sehari tidak). Boleh puasa sebagian. Puasa yang paling utama di bulan Muharam adalah hari Asyura karena ada hadits dan puasa sebelum Asyura. Adapun yang dilakukan sebagian ulama kontemporer yang mencela orang yang berpuasa penuh di bulan Muharam maka itu perkara batil karena Nabi menganjurkan puasa di bulan ini. Barangsiapa yang puasa penuh, maka ia hendaknya tidak dicela, justru diberi pahala...

Monday, July 30, 2018

Shalat Hari Raya Idul Adha

Shalat Hari Raya Idul Adha
Idul ِAdha adalah hari raya kedua dalam Islam yang jatuh pada tanggal 10 Dzulhijjah setiap tahunnya. Idul Adha terjadi 2 bulan setelah lebaran Idul Fitri yang jatuh tepat pada 1 Syawal. Hari Raya Idul Adha dikenal juga dengan Idul Qurban karena pada lebaran ini umat Islam yang mampu disunnahkan untuk ber-kurban. Ia juga dikenal dengan Lebaran Haji karena bertepatan dengan bulan haji.

DAFTAR ISI

DEFINISI SHALAT IDUL ADHA

Shalat Idul Adha adalah shalat yang diadakan pada Hari Raya Idul Adha yang jatuh pada 10 Dzulhijjah yang bertepatan dengan ibadah haji di Makkah Al-Mukarramah dan kerena itu disebut juga dengan Hari Raya Haji atau Hari Raya Qurban kerena disunnahkan berkurban bagi yang mampu.

DALIL DASAR IDUL ADHA

- QS Al-Kautsar :2 فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ menurut sebagian ulama tafsir, shalat yang dimaksud adalah shalat hari raya.

- Hadits Bukhari dan Muslim
أُمِّ عَطِيَّةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْها قَالَتْ : أَمَرَنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ نُخْرِجَهُنَّ فِي الْفِطْرِ وَالأَضْحَى الْعَوَاتِقَ وَالْحُيَّضَ وَذَوَاتِ الْخُدُورِ ، فَأَمَّا الْحُيَّضُ فَيَعْتَزِلْنَ الصَّلاةَ وَيَشْهَدْنَ الْخَيْرَ وَدَعْوَةَ الْمُسْلِمِينَ . قُلْتُ : يَا رَسُولَ اللَّهِ ، إِحْدَانَا لا يَكُونُ لَهَا جِلْبَابٌ . قَالَ : لِتُلْبِسْهَا أُخْتُهَا مِنْ جِلْبَابِهَا .

Artinya: Ummu Atiyyah berkata: Rasulullah menyuruh kami perempuan untuk keluar di Idul Fitri dan Idul Adha. Baik wanita yang baru balig, wanit` sedang haid dan wanita perawan. Sementara orang yang haid dipisahkan dari (tempat) shalat. Agar mereka dapat menyaksikan kebaikan dan doa umat Islam." Saya berkata, ‘Wahai Rasulullah, ada di antara kami yang tidak mempunyai jilbab." Beliau mengatakan, "Sebaiknya saudara perempuannya memberinya jilbab."

- Hadits sahih dalam kitab Sahihul Jamik {أفضل أيام الدنيا أيام العشر
Artinya: Sebaik-baik hari dunia adalah hari kesepuluh

- Hadits sahih menurut Tirmidzi riwayat ahlussunan: {أفضل الأيام عند الله يوم النحر ثم يوم القَرّ
Artinya: Hari paling utama di sisi Allah adalah hari raya Qurban kemudian hari Qarr atau hari kesebelas Dzulhijjah.


HUKUM SHALAT IDUL ADHA

Shalat Idul Adha hukumnya sunnah. Ia merupakan bagian penting dari perayaan hari raya Idul Adha.

TATA CARA SHALAT DAN KHUTBAH IDUL ADHA
Tatacara shalat idul adha tidak berbeda dengan shalat idul Adha sbb:

NIAT SHALAT IDUL ADHA

Niat shalat Idul Adha sebagai imam dan makmum sbb:

Sebagai imam: أصلي سنة عيد الأضحي ركعتين إماما للة تعالي
Ushalli sunna idil adha rak'ataini imaman lillahi ta'ala

Artinya: Niat shalat sunnah Idul Adha dua rakaat sebagai imam karena Allah.

Sebagai makmum: أصلي سنة عيد الأضحي ركعتين مأموما للة تعالي
Ushalli sunna idil adha rak'ataini makmuman lillahi ta'ala

Artinya: Niat shalat sunnah Idul Adha dua rakaat sebagai makmum karena Allah.

TATA CARA SHALAT IDUL ADHA

Shalat sunnah idul adha terdiri dari 2 (dua) rokaat. Rokaat pertama diawali dengan takbirotul ihrom ditambah 7x takbir. Sedangkan rakaat kedua 5 (lima) kali takbir. Lebih detailnya sbb:

Bacaan Rakaat pertama:

(a) Baca takbirotul ihram (takbir permulaan shalat) dengan niat shalat idul adha.
(b) Membaca doa iftitah
(c) Membaca takbir 7 (tujuh) kali (selain takbirotul ihram)
(d) Membaca Al-Fatihah
(d) Membaca surat Al-Quran seperti Al-A'la

Rakaat kedua:

(a) Membaca takbir 5 (lima) kali.
(b) Membaca Al-Fatihah
(c) Membaca surat Al-Quran seperti Al-Ghasyiyah.

Setelah sujud rakaat kedua, diikuti dengan tahiyat (tasyahud) akhir dan diakhiri dengan salam.

Prosesi berikutnya adalah khutbah Idul Adha, bagian ini khusus untuk khatib Idul Fitri.

BACAAN TIAP TAKBIR SHALAT IDUL ADHA

Setiap takbir saat shalat Idul Adha baik rakaat pertama atau kedua disunnahkan membaca tasbih yaitu:

سُبْحَانَ اللهْ وَالْحَمْدُ لِلهْ وَلآ اِلَهَ اِلَّا اللهْ وَاللهُ اَكْبَرْ
SubhanAllah walhamdulillah walailaha illAllah wAllahu Akbar

Artinya: Mahasuci Allah dan segala puji bagi Allah dan tiada Tuhan selain Allah dan Allah Mahabesar.

TATACARA KHUTBAH IDUL ADHA

Khutbah Idul Adha terbagi dua yaitu khutbah pertama dan khutbah kedua. Di antara dua khutbah biasanya dipisah dengan duduk sebentar.

Tata cara khutbah: (a) Membaca takbir 9 (sembilan) kali terus menerus pada khutbah pertama; (b) membaca takbir 5 (lima) kali secara terus menerus (tanpa dipisah) di rakaat kedua selain takbir untuk berdiri.

Adapun selain bacaan takbir, semuanya sama dengan khutbah Jum'at dalam segi rukunnya.

TEKS BACAAN TAKBIR LEBARAN IDUL ADHA

Teks bacaan takbir untuk lebaran Idul Adha adalah sbb:
الله أكبر الله أكبر الله أكبر لا إله إلا الله والله أكبر الله أكبر ولله الحمد الله أكبر كبيراً والحمد لله كثيراً وسبحان الله بكرة وأصيلاً، لا إله إلا الله وحده صدق وعده ونصر عبده وأعز جنده وهزم الأحزاب وحده

HUKUM DAN WAKTU SUNNAH MEMBACA TAKBIR LEBARAN IDUL ADHA

Tabir yang dibaca saat hari raya Idul Adha dan hari tasyriq ada 2 (dua) macam yaitu takbir mutlak/mursal dan takbir muqoyyad. Takbir mutlak/mursal disunnahkan dibaca baik pada hari raya Idul Adha maupun Idul Adha. Sedangkan takbir muqayyad khusus dibaca pada Idul Adha saja.

Takbir mursal/mutlak adalah takbir yang membacanya tidak terika oleh waktu atau tempat. Ia boleh dibaca di rumah, masjid, jalan, siang dan malam, dll.

Sedangkan tabir muqoyyad adalah takbir yang dibaca sebelum atau sesudah shalat.

Waktu sunnah membaca takbir muqayyad adalah sejak hari Arafah tanggal 9 Dzulhijjah sampai waktu Ashar dari hari tasyriq pada tanggal 13 Dzulhijjah.

Waktu sunnah membaca takbir muqayyad yang disyariatkan adalah sebagai berikut:

a) Sebelum shalat idul adha
b) Sebelum shalat wajib 5 waktu baik yang tepat waktu (ada') atau qadha.
c) Sebelum shalat sunnah rawatib,
d) Sebelum shalat sunnah mutlak,
e) Sebelum shalat jenazah.

SUNNAH TIDAK MAKAN SEBELUM SHALAT IDUL ADHA

Pada hari raya Idul Adha, hukumnya sunnah bagi setiap muslim untuk tidak makan sampai selesai shalat Idul Adha. Ini merupakan kebalikan dari Idul Fitri yang disunnahkan makan sebelum berangkat ke masjid untuk shalat. Berdasarkan pada hadits riwayat Ahmad no. 22984

عن عبد الله بن بريدة، عن أبيه قال: كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا يَغْدُو يَوْمَ الْفِطْرِ حَتَّى يَأْكُلَ، وَلَا يَأْكُلُ يَوْمَ الْأَضْحَى حَتَّى يَرْجِعَ فَيَأْكُلَ مِنْ أُضْحِيَّتِهِ

Artinya: Dari Abdullah bin Buraidah dari ayahnya ia berkata: "Rasulullah shallallahu alaihi wasallam tidak keluar pagi pada hari Idul Fitri sehingga beliau makan, dan beliau tidak makan pada hari Idul Adha sehingga beliau pulang (dari shalatnya) kemudian memakan daging kurbannya"

-------------
REFERENSI

- Ibnu Hajar Al Asqalani dalam Fathul Bari Syarah Sahih Bukhari
- Ibnu Syaraf An-Nawawi dalam Al-Majmuk Syarah Muhadzdzab
- Subulussalam
- Al Ghazi dalam Fathul Qorib Al-Mujib.