Wednesday, January 08, 2014

Ahlul Bait dalam Islam

Tags

Ahlul Bait itu siapa?

Ahlul Bait secara harfiah berarti orang rumah atau penghuni rumah. Dalam terminologi Islam, banyak pendapat yang berbeda. Sebagian pendapat mengatakan bahwa ahlul bait adalah seluruh keluarga Nabi Muhammad keturunan Fatimah dan Ali yakni anak cucu Hasan dan Husain sampai sekarang. Dari istilah ini, maka para habib, syarif di Indonesia dan sayyid di negara lain adalah kalangan ahlul bait karena memiliki darah keturunan dari Hasan atau Husain. Sebagian pendapat mengatakan ahlul bait dalam Al Quran adalah spesifik pada keluarga dekat Nabi seperti istri-istri Nabi, Ali bin Abi Talib, Fatimah Az Zahra, Hasan dan Husain.

  1. Ahlul Bait dalam Al-Quran
  2. Ahlul Bait dalam Hadits
  3. Ahlul Bait menurut Ulama Sunni
  4. Ahlul Bait menurut Ulama Syiah

AHLUL BAIT DALAM AL-QURAN

Kata ahlul bait banyak disebut dalam Quran, sebagai berikut:

1. QS Al-Ahzab 33:33

وَقَرْنَ فِي بُيُوتِكُنَّ وَلا تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الْجَاهِلِيَّةِ الأُولَى وَأَقِمْنَ الصَّلاةَ وَآتِينَ الزَّكَاةَ وَأَطِعْنَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ إِنَّمَا يُرِيدُ اللَّهُ لِيُذْهِبَ عَنْكُمُ الرِّجْسَ أَهْلَ الْبَيْتِ وَيُطَهرَكُمْ تَطْهِيرًا
Artinya: dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah yang dahulu dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan taatilah Allah dan Rasul-Nya. Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, hai ahlul bait dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya.

Yang dimaksud ahlul bait dalam ayat di atas adalah para istri Nabi Muhammad.

2. QS Hud 11:73

قَالُواْ أَتَعْجَبِينَ مِنْ أَمْرِ اللّهِ رَحْمَتُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ عَلَيْكُمْ أَهْلَ الْبَيْتِ إِنَّهُ حَمِيدٌ مَّجِيدٌ
Artinya: Para malaikat itu berkata: "Apakah kamu merasa heran tentang ketetapan Allah? (Itu adalah) rahmat Allah dan keberkatan-Nya, dicurahkan atas kamu, hai ahlulbait! Sesungguhnya Allah Maha Terpuji lagi Maha Pemurah".

Yang dimaksud ahlul bait dalam ayat di atas adalah Nabi Ibrahim dan istri.

Kata "ahl" dengan variasi kata dan perbedaan i'rab seperti ahlika (بأهلك), li-ahlihi (لأهله) dan ahlahu (وأهله) terdapat dalam ayat-ayat berikut:

3. QS Yusuf 12:25

وَاسْتَبَقَا الْبَابَ وَقَدَّتْ قَمِيصَهُ مِن دُبُرٍ وَأَلْفَيَا سَيِّدَهَا لَدَى الْبَابِ قَالَتْ مَا جَزَاء مَنْ أَرَادَ بِأَهْلِكَ سُوءًا إِلاَّ أَن يُسْجَنَ أَوْ عَذَابٌ أَلِيمٌ
Artinya: Dan keduanya berlomba-lomba menuju pintu dan wanita itu menarik baju gamis Yusuf dari belakang hingga koyak dan kedua-duanya mendapati suami wanita itu di muka pintu. Wanita itu berkata: "Apakah pembalasan terhadap orang yang bermaksud berbuat serong dengan isterimu, selain dipenjarakan atau (dihukum) dengan azab yang pedih?"

Kata "ahlika" dalam ayat di atas bermakna istri penguasa Mesir bernama Aziz.

4. QS Toha 20:10

إِذْ رَأَىٰ نَارًا فَقَالَ لِأَهْلِهِ امْكُثُوا إِنِّي آنَسْتُ نَارًا لَعَلِّي آتِيكُمْ مِنْهَا بِقَبَسٍ أَوْ أَجِدُ عَلَى النَّارِ هُدًى
Artinya: Ketika ia melihat api, lalu berkatalah ia kepada keluarganya: "Tinggallah kamu (di sini), sesungguhnya aku melihat api, mudah-mudahan aku dapat membawa sedikit daripadanya kepadamu atau aku akan mendapat petunjuk di tempat api itu".

Ayat-ayat lain dalam Al-Quran yang menyebut kata "ahl"

5. QS Ash-Shaffat 37:134
6. QS Al-A'raf 7:83
7. QS Al-Anbiya' 21:76
8. QS An-Naml 27:57
9. QS Asy-Syuara 26:170

Inti dari pengertian kata "ahlul bait" mencakup Nabi Muhammad, istri-istri Rasulullah, keluarga Ali dan seluruh keluarga Bani Muttalib.


AHLUL BAIT DALAM HADITS

1. Hadits sahih riwayat Muslim hadits no. 2424

قالت عائشة خرج النبي صلى الله عليه وسلم غداة وعليه مرط مرحل من شعر أسود فجاء الحسن بن علي فأدخله ثم جاء الحسين فدخل معه ثم جاءت فاطمة فأدخلها ثم جاء علي فأدخله ثم قال إنما يريد الله ليذهب عنكم الرجس أهل البيت ويطهركم تطهيرا
Artinya: Pada suatu pagi, Rasulullah saw keluar rumah menggunakan jubah (kisa) yang terbuat dari bulu domba. Hasan datang dan kemudian Rasulullah menempatkannya di bawah kisa tersebut. Kemudian Husain datang dan masuk ke dalamnya. Kemudian Fatimah ditempatkan oleh Rasulullah di sana. Kemudian Ali datang dan Rasulullah mengajaknya di bawah kisa dan berkata, "Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu wahai Ahlul Bait dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya

2. Hadits dalam Musnad Ahmad:

إن رسول الله صلى الله عليه وسلم كان يمر بباب فاطمة ستة أشهر إذا خرج إلى صلاة الفجر يقول : " الصلاة يا أهل البيت ، ( إنما يريد الله ليذهب عنكم الرجس أهل البيت ويطهركم تطهيرا
Artinya: Rasulullah biasa lewat di pintu Fatimah selama 6 bulan apabila keluar untuk shalat subuh beliau berkata, "Ayo shlat wahai Ahlul Bait (kemudian Nabi membaca QS Al Ahzab 33:33)."


AHLUL BAIT MENURUT ULAMA SUNNI

Ahlul-Bait adalah anggota keluarga Nabi Muhammad yang dalam hadits disebutkan haram menerima zakat, seperti keluarga Ali dan Fatimah beserta putra-putra mereka (Hasan dan Husain) serta keturunan mereka. Istri-istri Nabi termasuk dalam kategori Ahlul Bait.

Muhammad bin Ahmad Al-Anshari Al-Qurthubi berpendapat bahwa Ahlul Bait dalam QS Al Ahzab 33:33 adalah istri-istri Nabi dan keluarga Nabi (راد به نساء النبي صلى الله عليه وسلم . وقيل : يراد به نساؤه وأهله الذين هم أهل بيته).

Sedangkan Muhammad bin Jarir At-Thabari dalam Tafsir Thabari berpendapat bahwa Ahlul Bait dalam QS Al Ahzab 33:33 adalah Nabi Muhammad, Ali bin Abi Talib, Fatimah Az-Zahra, Hasan dan Husin (اختلف أهل التأويل في الذين عنوا بقوله ( أهل البيت ) فقال بعضهم : عني به رسول الله - صلى الله عليه وسلم - وعلي وفاطمة والحسن والحسين رضوان الله عليهم )


Ahlu Bait Rasulullah menurut Ahlussunnah Waljamaah adalah:
- Anak cucu Bani Hasyim
- Istri-istri Nabi
- Seluruh keturunan Bani Hasyim sampai saat ini yaitu:
-- Keturunan Abbas bin Abdul Muttalib
-- Keturunan Uqail bin Abu Talib
-- Keturunan Ali bin Abu Talib
-- Keturunan Ja'far bin Abu Talib
-- Keturunan Harits bin Abdul Muttalib
-- Keturunan Abu Lahab bin Abdul Muttalib

Imam Syafi'i berpendapat termasuk Ahlul Bait adalah Bani Hasyim bin Abdi Manaf, Bani Muttalib bin Abdi Manaf, berdasarkan pada hadits yang diriwayatkan Bukhari Nabi bersabda: Bahwasanya Bani Muttalib dan Bani Hasyim adalah satu.

KEWAJIBAN TERHADAP AHLI BAIK MENURUT AHLUSSUNNAH


Ulama Ahlussunnah Waljamaah berpendapat bahwa wajib dilakukan pada Ahli Bait membaca shalawat pada Ahli Bait seperti yang terdapat dalam shalawat Ibrahimiyah yang dibaca setiap tahiyat akhir: اللهم صل على محمد وعلى آل محمد كما صليت على إبراهيم وعلى آل إبراهيم وبارك على محمد وعلى آل محمد كما باركت على إبراهيم وعلى آل إبراهيم في العالمين إنك حميد مجيد

Begitu juga wajib mencintai Ahli Bait dan menyayangi Ahli Bait seperti tersurat dalam QS As-Syuro: ذَلِكَ الَّذِي يُبَشِّرُ اللَّهُ عِبَادَهُ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ قُل لَّا أَسْأَلُكُمْ عَلَيْهِ أَجْرًا إِلَّا الْمَوَدَّةَ فِي الْقُرْبَى وَمَن يَقْتَرِفْ حَسَنَةً نَّزِدْ لَهُ فِيهَا حُسْنًا إِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ شَكُورٌ


AHLUL BAIT MENURUT ULAMA SYIAH

Menurut Syiah, Ahlul Bait adalah "anggota rumah tangga" Muhammad yang terdiri dari: Nabi Muhammad, Ali bin Abi Thalib, Fatimah az-Zahra, Hasan bin Ali, dan Husain bin Ali.

Menurut Syi'ah istri-istri Nabi Muhammad tidak termasuk dalam Ahlul Bait.

Menurut Syiah Dua Belas (Itsna Asyariah)--berdasarkan Kitab Al Tathir-- istilah Ahlul Bayt ada dua makna: makna umum dan makna khusus.

Ahlul Bait makna Umum adalah setiap orang yang haram menerima zakat dan sedekah dari kalangan Bani Hasyim.

Ahlul Bait makna khusus adalah orang-orang yang disebut dalam Al-Quran dalam ayat Tathir (penyucian). Di antaranya adalah Rasulullah. Jadi, Ahlul Bait adalah mereka yang mewarisi kemaksuman (lepas dari dosa). Sedangkan Tathir adalah Ahlussunnah Nabi yaitu orang yang wajib diikuti.

=======================
- فإن أهل البيت وغيرهم هم متبعين لسنة النبي وهو دين الله الحق وما بعد الحق إلا الضال
فمن أراد أن يتبع مذهب أهل البيت ومنهجهم فهاهم وهاهو منهجم الذين أتبعوا وساروا عليه وهو منهج أهل السنة والجماعة

Dapatkan buku-buku Islam karya A. Fatih Syuhud di sini.. Konsultasi agama, kirim via email: alkhoirot@gmail.com

1 komentar so far

APAKAH ADA KETURUNAN AHLUL BAIT?

Dlm Al Quran yang menyebut 'ahlulbait', rasanya ada 3 (tiga) ayat dan 3 surat.

1. QS. 11:73: Para Malaikat itu berkata: "Apakah kamu merasa heran tentang ketetapan Allah? (Itu adalah) rahmat Allah dan keberkatan-Nya, dicurahkan atas kamu, hai ahlulbait. Sesungguhnya Allah Maha Terpuji lagi Maha Pemurah".

Ayat ini jika dikaitkan dengan ayat sebelumnya, maka makna 'ahlulbait' adalah terdiri dari isteri dari Nabi Ibrahim.

2. QS. 28:12: Dan Kami cegah Musa dari menyusu kepada perempuan-perempuan yang mau menyusukan(nya) sebelum itu; maka berkatalah Saudara Musa: 'Maukahkamu aku tunjukkan kepadamu 'ahlulbait' yang akan memeliharanya untukmu, dan mereka dapat berlaku baik kepadanya?

Ayat ini jika dikaitkan dengan ayat sebelumnya, maka makna 'ahlulbait' adalah meliputi Ibu kandung Nabi Musa As. atau ya Saudara kandung Nabi Musa As.

3. QS. 33:33: "...Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu 'ahlulbait' dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya".

Ayat ini jika dikaitkan dengan ayat sebelumnya QS. 33: 28, 30 dan 32, maka makna para ahlulbait adalah para isteri Nabi Muhammad SAW.

Sedangkan ditinjau dari sesudah ayat 33 yakni QS. 33:34, 37 dan 40 maka penggambaran ahlulbaitnya mencakup keluarga besar Nabi Muhammad SAW. yakni para isteri dan anak-anak beliau.

Jika kita kaitkan dengan makna ketiga ayat di atas dan bukan hanya QS. 33:33, maka lingkup ahlul bait tersebut sifat dan maknanya menjadi universal terdiri dari:

1. Kedua orang tua Saidina Muhammad SAW, sayangnya kedua orang tua beliau ini disaat Saidina Muhammad SAW diangkat sbg 'nabi' dan rasul sudah meninggal terlebih dahulu.

2. Saudara kandung Saidina Muhammad SAW, tapi sayangnya saudara kandung beliau ini, tak ada karena beliau 'anak tunggal' dari Bapak Abdullah dengan Ibu Aminah.

3. Isteri-isteri beliau.

4. Anak-anak beliau baik perempuan maupun laki-laki. Khusus anak lelaki beliau yang berhak menurunkan ke-'nasaban'-nya, sayang tak ada yang hidup sampai anaknya dewasa, sehingga anak lelakinya tak meninggalkan keturunan.

Bagaimana tentang pewaris tahta 'ahlul bait' dari Bunda Fatimah?. Ya jika merujuk pada QS. 33:4-5, jelas bahwa Islam tidaklah mengambil garis nasab dari perempuan kecuali bagi Nabi Isa Al Masih yakni bin Maryam.

Lalu, apakah anak-anak Bunda Fatimah dengan Saidina Ali boleh kita anggap bernasabkan kepada nasabnya Bunda Fatimah?. ya jika merujuk pada Al Quran maka anak Bunda Fatimah dengan Saidina Ali tidaklah bisa mewariskan nasab Saidina Muhammad SAW.

Kalaupun kita paksakan, bahwa anak Bunda Fatimah juga ahlul bait, artinya kita mau mengambil garis dari perempuannya (Bunda Fatimah), maka untuk selanjutnya yang dijadikan patokan nasab seharusnya pemegang waris tahta ahlul bait diambil dari anak perempuannya bukan dari anak lelakinya seperti Fatimah dan juga Zainab, bukan Hasan dan Husein sbg penerima warisnya.

Dengan demikian sistim nasab yang diterapkan itu tidan sistim nasab berzigzag, setelah nasab perempuan lalu lari atau kembali lagi ke nasab laki-laki, ya seharusnya diambil dari nasab perempuan seterusnya.

Bagaimana Saidina Ali bin Abi Thalib, anak paman Saidina Muhammad SAW, ya jika merujuk pada ayat-ayat ahlul bait pastilah beliau bukan termasuk kelompok ahlul bait. Jadi, anak Saidina Ali bin Abi Thalib baik anak lelakinya mapun perempuan, otomatis tidaklah dapat mewarisi tahta 'ahlul bait'.

Kesimpulan dari tulisan di atas, bahwa pewaris tahta 'ahlul bait' yang terakhir hanya tinggal bunda Fatimah. Berarti anaknya seperti Saidina Hasan dan Husein maupun yang perempuan bukanlah pewaris tahta AHLUL BAIT.

1. Kirim konsultasi Agama ke alkhoirot@gmail.com atau info@alhoirot.net Cara Konsultasi lihat di sini!
2. Konsultasi hukum waris Islam, lihat caranya di sini
3. Konsultasi melalui kotak komentar tidak akan dilayani.

EmoticonEmoticon