Konsultasi Syariah Islam

Konsultasi syariah hanya akan dilayani apabila dikirim via email ke: alkhoirot@gmail.com

Subscribe Us

Suka artikel kami? Dapatkan update terbaru langsung ke email Anda!

ATAU
Feed KSIA

Hukum Membawa Anak Kecil ke Masjid

Hukum Membawa Anak Kecil ke Masjid
MEMBAWA ANAK KECIL KE DALAM MASJID, BOLEHKAH?

assalamualaikum pak ustadz, saya mau menyakan


2. bolehkah bawa anak kecil ke masjid, kita tidak tau entah anak tersebut bersih dari najis atau tidak ?
1. A. apakah air PDAM yang mengandung kaporit bisa digunakan untuk bersuci dan berwudhu, soalnya air yang mengandung kaporit bau airnya sudah berubah, tapi air nya tetap jernih mungkin karena campuran kaporit tersebut ?
B. apakah air sungai atau air sumur yang keruh, warna airnya kekuningan dan tidak jernih ?
3.kalau meliburkan diri dihari minggu atau hari natal, misalnya kita punya warung kita tutup pada hari minggu dan hari natal itu tujuannya memang untuk liburan, apakah perbutan seperti menyerupai atau tasyabuh dengan orang kafir ?

TOPIK SYARIAH ISLAM
  1. ANAK KECIL DI MASJID DAN AIR PDAM BAU KAFORIT
  2. MEMBAWA ANAK KECIL KE DALAM MASJID, BOLEHKAH?
  3. AIR PDAM YANG BERUBAH BAUNYA APAKAH SUCI?
  4. CARA KONSULTASI AGAMA

4. kalau ada tulisan yang namanya muhammad, terus kita buang ketempat sampah, yang pasti nama muhammad tersebut bukan nabi muhammad, tapi cuma nama orang yang kebetulan namanya muhammad, apakah berdosa ?
5. apakah bisa murtad kalau ada teman yang namanya muhammad terus kita panggil ahmid yang nama ahmid itu memang jadi nama panggilannya ? bukan menghina nama nabi muhammad pastinya
7. apakah bisa murtad kalau ribut atau berbicara dibelakang orang yang sedang sholat, yang membuat orang tertanggu dalam mengerjakan sholatnya dan jadi tidak khusyuk ?

10. kalau kita mengidolakan artis yang kafir, terus kita memajang atau menempelkan fotonya didinding kamar yang sedang memakai kalung SALIB, apakah perbuatan seperti itu sama dengan hukumnya kita yang lagi memakai kalung salib ? kita cuma memajang foto artis kafir tadi yang sedang memakai kalung salib bukan kita yang memakai kalung salibnya ?

11. A. apa hukum seperti mengatakan anakku malaikatku dan istriku bidadariku , apakah berdosa ?
B. apakah diet OCD yang diet cuma makan sekali sehari itu dan boleh minum sama dengan menyerupai puasa orang kafir ?

12. apakah bisa murtad kalau bilang masakan ini rasanya kayak neraka, sambil tertawa dan bercanda mengatakan masakan itu rasa neraka ?

13. A. apakah bisa murtad mencaci atau menghina penyakit, contohnya bilang penyakit batuk ini kayak anjing atau kata kata kasar lain yang menghina penyakit ?
B. apa hukum hormat pada atasan seperti mengangkat tangan seperti hormat bendera ?
C. apa hukum menunduk badan bila bertemu pada orang , apakah menundukkan badan itu bisa membuat kita murtad ?

14. pak ustadz bolehkah belajar agama dipondok pesantren ALKHOIROT, tapi cuma sekitar seminggu atau 2 minggu, masalahnya belum punya banyak waktu luang ?

terima kasih sebelumnya pak ustadz, maaf kalau banyak tanya karena saya pengen banyak tau tentang masalah agama...


JAWABAN

Hukumnya boleh membawa anak kecil ke dalam masjid Rasulullah pernah melakukan hal itu. Adapun air PDAM yang berubah baunya tetap dianggap suci karena perubahan itu terjadi bukan karena perkara najis.


MEMBAWA ANAK KECIL KE DALAM MASJID, BOLEHKAH?

2. Boleh membawa anak kecil ke dalam masjid selagi tidak jelas najis atau tidaknya. Rasulullah biasa membawa cucunya Umamah putri dari Zainab ke dalam masjid saat shalat fardhu dan menjadi imam. Dalam sebuah hadis sahih riwayat Muslim dari Abu Qatadah ia berkata:

عن أبي قتادة أن رسول الله صلى الله عليه وسلم كان يصلي وهو حامل أمامة بنت زينب بنت رسول الله صلى الله عليه وسلم ولأبي العاص بن الربيع فإذا قام حملها وإذا سجد وضعها

Artinya: Rasulullah pernah shalat membawa Umamah putrinya Zainab binti Rasulullah dari suaminya Abul Ash bin Rabi'. Apabila Nabi berdiri beliau menggendongnya, apabila Nabi sujud beliau meletakkannya.

Dari hadits ini Imam Nawawi dalam Syarah Muslim, hlm. 5/31-32, menjelaskan unsur hukumnya:

فيه حديث حمل أمامة رضي الله عنها ، ففيه دليل لصحة صلاة من حمل آدميا أو حيوانا طاهرا من طير وشاة وغيرهما ، وأن ثياب الصبيان وأجسادهم طاهرة حتى تتحقق نجاستها ، وأن الفعل القليل لا [ ص: 199 ] يبطل الصلاة ، وأن الأفعال إذا تعددت ولم تتوال ، بل تفرقت لا تبطل الصلاة .

وقوله : ( رأيت النبي - صلى الله عليه وسلم - يؤم الناس وأمامة على عاتقه ) هذا يدل لمذهب الشافعي - رحمه الله تعالى - ومن وافقه أنه يجوز حمل الصبي والصبية وغيرهما من الحيوان الطاهر في صلاة الفرض وصلاة النفل ، ويجوز ذلك للإمام والمأموم ، والمنفرد

Artinya: Hadits ini menjadi dalil atas sahnya shalatnya orang yang membawa manusia atau hewan yang suci seperti burung, kambing dan lainnya. Adapun baju anak kecil dan tubuhnya itu suci kecuali kalau jelas najisnya. Dan bahwa gerakan kecil tidak membatalkan shalat. Dan bahwa gerakan-gerakan yang banyak yang tidak berturut-turut tapi terpisah tidak membatalkan shalat.

Adapun hadis "Aku melihat Nabi menjadi imam shalat sedang Umamah berada di bahunya" ini menjadi dalil bagi madzhab Syafi'i dan yang setuju dengannya bahwa boleh membawa (menggendong) anak kecil laki-laki atau perempuan dan lainnya seperti hewan yang suci pada saat shalat fardhu dan shalat sunnah. Dan hal itu boleh dilakukan oleh imam dan makmum atau shalat sendirian.


AIR PDAM YANG BERUBAH BAUNYA APAKAH SUCI?

1.A. Air PDAM hukumnya suci dan menyucikan (tahir mutahhir) dan bisa digunakan untuk bersuci dan berwudhu karena ia masuk dalam kategori air mutlak yaitu air yang tanpa terikat oleh nama. Berbeda dengan air non-mutlak yang terikat dengan nama tertentu seperti air es, air sirup, air kolak. Adapun soal berubahnya bau air, maka itu tidak masalah selagi perubahan itu bukan karena perkara najis. Misalnya, kalau air yang sampai dua kulah kejatuhan bangkai kucing, lalu air itu berubah baunya, maka hukumnya najis. Namun kalau perubahannya itu karena dirinya sendiri atau karena perkara suci maka air tetap suci. Imam Syafi'i dalam Al-Umm, hlm. 1/18, menyatakan:

والماء الراكد ماءان ماء لا ينجس بشيء خالطه من المحرم إلا أن يكون لونه فيه أو ريحه أو طعمه قاتما وإذا كان شيء من المحرم فيه موجودا بأحد ما وصفنا تنجس كله قل أو كثر

Artinya: Air diam itu ada dua macam: air yang tidak najis walaupun bercampur dengan perkara najis kecuali apabila ada warna, bau dan rasanya. Apabila ada perkara najis dalam air dan air itu mengandung salah satu unsur yang tiga maka air itu menjadi najis baik airnya sedikit (kurang dua kulah) atau banyak (dua kulah atau lebih).

1.B. Hukumnya air sumur atau sungai yang keruh tetap suci selagi perubahan itu tidak disebabkan oleh perkara najis. Misalnya berubah karena lumut, kayu, daun atau lainnya. Lihat poin 1A.

3. Tidak termasuk tasyabuh. Menyerupai itu kalau ikut merayakan. Bahkan mengucapkan selamat Natal pun dibolehkan oleh ulama kontemporer asal tidak membenarkan ajaran mereka dan tidak sampai ikut acara ritualnya. Baca detail: Hukum Mengucapkan Selamat Natal

4. Tidak berdosa karena bukan Muhammad Rasulullah.

5. Tidak berdosa, karena tidak ada kaitannya dengan Rasulullah.

7. Mengganggu kekhusyukan orang shalat hukumnya haram tapi tidak sampai membuat murtad. Larangan ini berdasarkan pada hadits riwayat Ahmad dan Malik dari Al-Bayyad Nabi bersabda:

إن المصلي يناجي ربه عز وجل فلينظر ما يناجيه، ولا يجهر بعضكم على بعض بالقرآن

Artinya: Orang yang shalat itu sudah berbisik pada Tuhannya maka hendaknya ia melihat pada apa yang dibisikkannya. Dan hendaknya tidak mengeraskan suara satu sama lain dengan bacaan Al-Quran.

Dalam menjelaskan hadits tersebut Al-Baji dalam Syarah Muwatha' menjelaskan:

ولا يجهر بعضكم على بعض بالقرآن لأن في ذلك إيذاء بعضهم لبعض، ومنعاً من الإقبال على الصلاة، وتفريغ السر لها، وتأمل ما يناجي به ربه من القرآن، وإذا كان رفع الصوت بقراءة القرآن ممنوعاً حينئذ لإذاية المصلين، فإن منع رفع الصوت بالحديث وغيره أولى وأحرى لما ذكرناه، ولأن في ذلك استخفافاً بالمساجد، واطراحاً لتوقيرها وتنزيهها الواجب، وإفرادها لما بنيت له من ذكر الله تعالى

Artinya: Hendaknya tidak saling mengeraskan suara dengan bacaan Al-Quran karena hal itu saling menyakiti dan mencegah kekhusyuan shalat... Apabila mengeraskan suara bacaan Al-Quran dilarang karena mengganggu orang shalat, maka mengeraskan suara dengan percakapan dan lainnya itu lebih utama. Selain itu, bersuara keras di masjid termasuk meremehkan masjid ...

10. Tidak sama. Mengidolakan artis atau teman yang kafir kalau dalam arti condong pada agamanya maka itu dilarang (tapi tidak murtad, karena baru dianggap murtad kalau menyatakan diri keluar dari Islam). Adapun kalau menyukai secara personal tapi tidak condong pada agamanya, maka tidak apa-apa. Walaupun demikian, tetap dianjurkan agar seorang muslim memilih idola yang sama muslimnya dan yang baik kepribadiannya dalam rangka meningkatkan kualitas diri. Baca detail: Hukum Mengagumi Artis Non-Muslim dalam Islam

11a. Tidak berdosa karena itu hanyalah bahasa kiasan untuk menunjukkan rasa sayang.
11b. Diet hukumnya boleh secara mutlak.

12. Tidak, karena itu istilah kiasan hiperbola dalam bahasa.
13a. Tidak.
13b. Tidak apa-apa hormat atasan sama dengan hormat bendera. baca detail: Hukum Menghormati Bendera menurut Islam
13c. Tidak apa-apa. Baca detail: Hukum Hormat Membungkuk ala Jepang

14. Boleh.
Read More...

Istri Ingin Cerai karena Suami Ada Kelainan

Istri Ingin Cerai karena Suami Ada Kelainan
INGIN CERAI KARENA SUAMI ADA KELAINAN

Assalamu'alaikum Pak Ustad
Saya seorang ibu rumah tangga satu anak berumur 2 tahun. Umur pernikahan saya dan suami sudah 3 tahun. Kami dikenalkan oleh keluarga (masih saudara jauh). Dulu saya mau dijodohkan karena pilihan orang tua pastilah pilihan yang terbaik untuk anaknya. Karena saat itu kami juga mendapat informasi dari lingkungan saudara kami bahwa keluarga calon suami berkecukupan dan agamis.

TOPIK SYARIAH ISLAM
  1. INGIN CERAI KARENA SUAMI ADA KELAINAN
  2. SEBAB-SEBAB PERCERAIAN MENURUT KHI
  3. CARA KONSULTASI AGAMA

Setelah menikah, kami tinggal dirumah orang tua saya. Dan setelah menikah itulah, sedikit demi sedikit saya menemukan tabi'at suami yang buruk. Awal menikah, suami sering menonton video porno saat saya tidur. Bahkan dia pernah kepergok saat onani sambil nonton video porno. Kadang diam-diam saya hapus video dari laptopnya. Setelah anak kami lahir, suami masih suka nonton diam-diam. Sampai akhirnya saya tidak tahan dan memarahi suami saya untuk tidak menonton video porno apalagi disamping saya dan anak saya yang sedang tidur.

Saya pikir kebiasaannya sudah berhenti, tapi setelah saya lihat di history laptopnya, ternyata suami masih suka nonton video porno di kantornya. Mengetahui hal tersebut saya hanya bisa pasrah dengan memohon doa semoga suami diberikan hidayah karena saya tidak mungkin mengawasi 24 jam.

Dari efek tontonan tersebut, suami sering memaksa saya untuk melakukan anal sex. Saya menolak, tapi suami selalu memaksa saya. Dalam isak tangis kesakitan suami tetap melakukannya. Berulang kali dari semenjak saya hamil. Saya sering meminta untuk tidak melakukannya karena itu perbuatan orang homo dan dosa besar. Tetapi suami tetap melakukannya.

Suami saya orangnya sangat perasa/sensitif, orang tuanya pun sering didiamkan (diambekin) jika ada perlakuan/perkataan yang tidak disukai suami. Begitu pula dengan saya sebagai istrinya, sering diambekin karena masalah sepele. Jika ngambeknya kumat, suami akan diam saja jika ditanyakan, mau makan atau tidak?, mau diambilkan apa?, semua hanya dijawab tidak dengan wajah cemberut. Kalau sedang diluar, ponsel nya saya hubungi tidak diangkat, sampai tidak pulang kerumah, sehingga istri pontang-panting untuk melunakkan hatinya. Sering saya merasa tangan dan kaki saya dingin menghadapi suami yang ngambek. Saya menahan kesal saya sampai terbawa ke kesehatan fisik, mertua pun pernah hampir pingsan karena perlakuan suami saya yang ambekan dan tidak santun.

Suami sering buang-buang waktu dengan banyak tidur (lalai). Hampir tiap pagi bangun jam 9. Kadang kalau dirumah, maghrib tidur. Kalau dibangunkan untuk solat kadang marah. Pernah saya menyuruh diam-diam anak balita saya untuk membangunkan ayahnya untuk solat maghrib. Tapi beliau malah memarahi anak saya. Jika kami bertengkar, suami sering mengancam saya untuk pergi dari rumah (orang tua saya). Sudah beberapa kali pula sampai memasukkan baju ke tasnya. Tapi selalu saya bujuk sehingga beliau mengurungkan niatnya.

Karena sifat perasanya tersebut, saya sulit menasehati suami saya. Jadi saya mencoba trik lain untuk menyadarkan suami saya. Saya menunjukkan ibadah saya dengan niat agar dia juga tergugah untuk ibadah. Solat dan mengaji di depannya atau menceritakan si A sering solat di masjid, dsb. Mungkin pelan-pelan ada hasilnya.

Dari soal nafkah tidak selalu mencukupi karena kadang gaji yang diterima tidak penuh atau terlambat, tapi saya memiliki bisnis online yang bisa menutup kekurangan pengeluaran keluarga kami. Saya tidak meminta harta berlimpah, tapi setidaknya saya bisa melihat kerja keras dan kegigihan suami dalam mencari nafkah, tapi yang ada malah suami sering meminta uang belanja yang sudah dikasih kesaya walau tidak seluruhnya. Dan masih sering banyak tidur.

Sifat ngambek dan lalainya tentu terlihat oleh keluarga saya terutama kedua orang tua. Sampai suatu saat ibu saya menelpon ibunya untuk menasehati anaknya. Karena orang tua saya merasa tidak enak jika menasehati menantunya secara langsung. Pada hari itu juga suami dipanggil orang tuanya dan saat itu emosi nya langsung naik (ngambek). Sampai saat ini beliau sudah tidak pulang selama 2 minggu, karena masih marah ke saya dan orang tua saya, tapi tetap mengirimkan sebagian gaji (nafkah).

Yang ingin saya tanyakan:
1. Apakah saya berdosa jika saya menggugat cerai suami saya karena saya sudah sering diancam untuk ditinggal, jadi ketika dia tidak pulang selama 2 minggu rasanya saya sudah siap untuk pisah secara resmi. Saya pun sudah lelah dengan sikapnya selama ini yang tidak pantas untuk menjadi pemimpin bagi saya dan anak saya, mau memperbaikinya pun rasanya terlalu sulit karena sangat kompleks. Yang menjadi pengganjal di hati saya adalah soal hadist dimana wanita yang meminta cerai ke suaminya diharamkan untuk mencium bau surga. Mohon penjelasannya.

2. Alasan apa yang harus saya cantumkan saat menggugat cerai suami di pengadilan agama, karena saya malu jika harus mencantumkan perlakuan anal sexnya, walaupun benar adanya, tapi saya malu jika terdengar di depan orang tua dan mertua. Dan saya takut suami akan sangat malu nantinya, dan membenci saya seumur hidupnya. Karena saya berkeinginan walaupun kami bercerai, kami tetap kompak mengasuh anak. Akan sangat sulit untuk kompak jika suami malu permasalahan ranjang sudah saya sebarkan.

3. Sampai saat ini pihak keluarga suami berusaha mendamaikan hati suami saya agar kembali kepada saya. Tapi rasanya saya tidak bisa. Sebaiknya saya bilang ke keluarga mereka untuk meminta cerai atau langsung menggugat cerai suami ke pengadilan agama?.


JAWABAN

1. Secara syariah istri boleh melakukan gugat cerai dalam beberapa kasus berikut:

a) Istri tidak mencintai suami. Walaupun suami baik dan agamis tapi istri tidak bisa mencintai suaminya, maka syariah membolehkan istri untuk meminta cerai sebagaimana yang dilakukan oleh istri Tsabit bin Qais. Baca detail: Istri Gugat Cerai karena Tidak Cinta

b) Suami melakukan pelanggaran syariah. Istri boleh meminta cerai karena suami sering melakukan dosa. Rasulullah memberi pilihan pada seorang suami yang istrinya melakukan dosa. Hal yang sama berlaku juga pada istri yang suaminya suka berbuat dosa. Dalam kasus anda anal seks adalah haram dalam Islam dan ini bisa menjadi alasan syariah bagi anda untuk meminta cerai. Oleh karena itu istri bisa memilih antara cerai atau melanjutkan hubungan rumah tangga berdasarkan hadits sahih riwayat Nasa'i :

أن رجلا قال : يا رسول الله ، إني لي امرأة وهي لا تدفع يد لامس . قال : طلقها . قال إني أحبها قال : فاستمتع بها

Artinya: (Diriwayatkan) dari Ibnu Abbas bahwa ada seorang laki-laki melapor pada Nabi: Wahai Rasulullah aku punya istri yang tidak menolak tangan (lelaki) yang menyentuhnya. Nabi menjawab: Ceraikan dia! Laki-laki itu berkata: (Tapi) Aku masih mencintainya. Nabi bersabda: Kalau begitu tetaplah hidup dengannya. Baca juga: Menceraikan Istri yang Tidak Shalat

c) Suami tidak menafkahi. Ini juga bisa menjadi sebab istri meminta cerai walaupun ini bukan kasus yang terjadi pada anda.

Kesimpulannya adalah bahwa anda boleh melakukan gugat cerai pada suami karena secara syariah sudah memungkinkan dengan dua alasan pertama di atas. Adapun hadits yang menyatakan bahwa "istri yang meminta cerai tidak mencium bau surga" adalah dalam konteks dan kondisi yang tidak memiliki alasan yang dibenarkan oleh syariah.

2. Alasan untuk melakukan gugat cerai dalam kasus anda, berdasarkan Pasal 116 KHI (Kompilasi Hukum Islam) adalah di antara poin-poin berikut:
a) antara suami dan isteri terus menerus terjadi perselisihan dan pertengkaran dan tidak ada harapan akan hidup rukun lagi dalam rumah tangga;
b) suami melakukan kekejaman dalam rumah tangga (yang dimaksud adalah ajakaan anal seks tapi tentu tak perlu disebut secara spesifik);
c) Suami sering tidak memberi nafkah;

3. Akan lebih baik kalau suami yang menceraikan anda. Karena suami yang menceraikan istri prosesnya akan lebih mudah dan tidak diperlukan alasan-alasan yang akan membuat kedua pihak tidak nyaman. Bahkan secara syariah suami cukup mengucapkan kata "Cerai" pada istri, maka jatuhlah perceraian. Tinggal pengesahannya saja di Pengadilan Agama. Namun, kalau suami menolak menceraikan anda, maka gugat cerai juga bisa dilakukan. Baca detail: Gugat Cerai dalam Islam


SEBAB-SEBAB PERCERAIAN MENURUT KOMPILASI HUKUM ISLAM (KHI)

KHI adalah buku acuan Pengadilan Agama dalam membuat keputusan cerai talak atau gugat cerai. Dalam Pasal 116 disebutkan poin-poin yang bisa dijadikan alasan untk melakukan gugat cerai:

Pasal 116
Perceraian dapat terjadi karena alasan atau alasan-alasan:
a. salah satu pihak berbuat zina atau menjadi pemabuk, pemadat, penjudi dan lain sebagainya yang sukar disembuhkan;
b. salah satu pihak meninggalkan pihak lain selama 2 (dua) tahun berturut-turut tanpa izin pihak lain dan tanpa alasan yang sah atau karena hal lain diluar kemampuannya;
c. salah satu pihak mendapat hukuman penjara 5 (lima) tahun atau hukuman yang lebih berat setelah perkawinan berlangsung;
d. salah satu pihak melakukan kekejaman atau penganiayaan berat yang membahayakan pihak lain;
e. salah satu pihak mendapat cacat badan atau penyakit dengan akibat tidak dapat menjalankan kewajibannya sebagai suami atau isteri;
f. antara suami dan isteri terus menerus terjadi perselisihan dan pertengkaran dan tidak ada harapan akan hidup rukun lagi dalam rumah tangga;
g. Suami melanggar taklik talak;
k. peralihan agama atau murtad yang menyebabkan terjadinya ketidak rukunan dalam rumah tangga.
Read More...

Hukum Membaca Kitab Suci Agama Lain

Hukum Membaca Kitab Suci Agama Lain
HUKUM MEMBACA KITAB SUCI AGAMA LAIN SEPERTI INJIL, TAURAT

assalamualaikum pak ustadz, saya mau menanyakan

1. apa hukum membaca kitab agama lain apakah bisa membuat kita murtad ?
2. kalau kita mandi wajib atau berwudhu dengan benar, terus kita tidak tau kalau masih ada bahwa ada kulit yang belum tersiram, apakah sah sholat kita dalam keadaan seperti itu ?
3. kita sudah tau hukum kalau menghina Allah itu berdosa, terus kalau kita menghina Allah dalam keadaan lupa hukumnya itu perbuatan dosa, setelah terucap, baru sadar itu merupakan perbuatan dosa, apakah lupa seperti itu bisa membuat kita murtad ?

TOPIK SYARIAH ISLAM
  1. HUKUM MEMBACA KITAB SUCI AGAMA LAIN
  2. DALIL HARAMNYA MEMBACA KITAB SUCI AGAMA LAIN
  3. ULAMA BOLEH MEMBACA KITAB SUCI NON-MUSLIM UNTUK TUJUAN DAKWAH
  4. CARA KONSULTASI AGAMA

4.apakah mengatakan HALELUYA, bisa membuat kita murtad ?

5. apakah menonton acara orang kafir baik ditelivisi ataupun melihat langsung, seperti melihat acara natal, apakah bisa membuat kita murtad ?

6. apakah kita bisa murtad , kalau kita berbicara sama pacar, seperti bilang pacar kita wahai istriku, padahal kita belum menikah tapi sudah bilang istri ?

7. apakah kita bisa murtad seperti mengatakan pada pacar seperti bialng SEHARUSNYA DUNIA INI HANYA MILIK KITA ?

8. apakah jin bisa masuk kedalam tubuh manusia, dan apakah benar orang kemasukan itu kemasukan jin ?

9. berdosakah bilang desa kita ini seindah surga, apakah boleh membandingkan alam dunia dengan surga ?

10. kalau kita mengatakan teman kita seperti bilang "kamu ini berasal dari planet mars atau berasal dari bulan ya" apakah bicara seperti itu bisa buat kita murtad ?

11. kalau ada teman kita yg islam wajahnya mirip sama orang kafir, semenjak itu kita memanggil nama teman kita yang islam tadi dengan nama yang dimiliki oleh orang kafir tadi. apakah perbuatan seperti itu sama dengan mengkafirkan sesama islam ?

terimakasih sebelumnya pak ustadz


JAWABAN


1. Hukumnya haram bagi orang biasa yang ilmu Islam-nya masih dangkal. Dan boleh bagi ulama dengan tujuan untuk menerangkan pada umat Islam awam letak pemalsuan yang terjadi dalam kitab-kitab mereka seperti dalam Taurat dan Injil (Bibel). Namun, keharaman ini tidak sampai pada membuat murtad.


DALIL HARAMNYA MEMBACA KITAB SUCI AGAMA LAIN

- Hadits riwayat Ahmad, Tabrani, Hakim dari Abdullah bin Tsabit ia berkata:

أن عمر بن الخطاب جاء إلى الرسول صلى الله عليه ‏وسلم فقال: يا رسول الله إني مررت بأخ لي من بني قريظة، فكتب لي جوامع من التوراة ‏ألا أعرضها عليك؟ قال: فتغير وجه رسول الله صلى الله عليه وسلم. فقال عمر: ‏رضينا بالله رباً، وبالإسلام ديناً، وبمحمد صلى الله عليه وسلم رسولاً. قال: فسري عن ‏رسول الله صلى الله عليه وسلم، قال: والذي نفس محمد بيده. لو أصبح فيكم موسى ثم ‏اتبعتموه وتركتموني لضللتم، أنتم حظي من الأمم، وأنا حظكم من النبيين

Artinya: Umar bin Khatab pernah datang pada Nabi ia berkata: "Wahai Rasulullah aku bertemu dengan saudaraku dari kabilah Bani Quraizhah lalu ia menulis beberapa ayat dari kitab Taurat, apakah aku tunjukkan padamu?" Abdullah bin Tsabit berkata, "Maka berubahlah wajah Nabi." Umar berkata, "Aku ridha Allah sebagai Tuhan, dan Islam sebagai agamaku, Muhammad sebagai Rasulku." Abdullah bin Tsabit berkata, "Nabi gembira mendengar itu." Nabi berkata, "Demi Allah, kalau kalian bertemu Musa lalu kalian mengikutinya niscaya kalian tersesat. Kalian adalah bagian umatku. Dan aku adalah Nabi kalian."

- Hadits riwayat Ahmad dari Abu Ya'la

لا تسألوا أهل الكتاب عن شيء، فإنهم لن ‏يهدوكم وقد ضلوا. إنكم إما أن تصدقوا بباطل، وإما أن تكذبوا بحق

Artinya: Nabi bersabda, "Janganlah kalian bertanya sedikitpun pada Ahli Kitab. Mereka tidak akan memberimu petunjuk (karena) mereka telah tersesat. Kalian akan percaya pada perkara batil atau tidak percaya perkara haq."

Kedua hadits di atas secara khusus menjelaskan larangan Nabi agar umat Islam tidak lagi menambah wawasan keilmuan tentang agama lain baik melalui kitab-kitab suci mereka atau dengan cara berkomunikasi dengan penganut lain dalam soal ajaran agama mereka.

- QS Al An'am:68

وَإِذَا رَأَيْتَ الَّذِينَ يَخُوضُونَ فِي آيَاتِنَا فَأَعْرِضْ عَنْهُمْ حَتَّى يَخُوضُواْ فِي حَدِيثٍ غَيْرِهِ وَإِمَّا يُنسِيَنَّكَ الشَّيْطَانُ فَلاَ تَقْعُدْ بَعْدَ الذِّكْرَى مَعَ الْقَوْمِ الظَّالِمِينَ

Artinya: Dan apabila kamu melihat orang-orang memperolok-olokkan ayat-ayat Kami, maka tinggalkanlah mereka sehingga mereka membicarakan pembicaraan yang lain. Dan jika syaitan menjadikan kamu lupa (akan larangan ini), maka janganlah kamu duduk bersama orang-orang yang zalim itu sesudah teringat (akan larangan itu).

- QS Al-Baqarah 2:75

أفتطمعون أن يؤمنوا لكم وقد كان فريق منهم يسمعون كلام الله ثم يحرفونه من بعد ما عقلوه وهم يعلمون

Artinya: Apakah kamu masih mengharapkan mereka akan percaya kepadamu, padahal segolongan dari mereka mendengar firman Allah, lalu mereka mengubahnya setelah mereka memahaminya, sedang mereka mengetahui?

- QS Huud:113

وَلاَ تَرْكَنُواْ إِلَى الَّذِينَ ظَلَمُواْ فَتَمَسَّكُمُ النَّارُ وَمَا لَكُم مِّن دُونِ اللَّهِ مِنْ أَوْلِيَاء ثُمَّ لاَ تُنصَرُونَ

Artinya: Dan janganlah kamu cenderung kepada orang-orang yang zalim yang menyebabkan kamu disentuh api neraka, dan sekali-kali kamu tiada mempunyai seorang penolongpun selain daripada Allah, kemudian kamu tidak akan diberi pertolongan.

Dalam empat ayat di atas secara umum dijelaskan larangan untuk berkumpul dan bergaul dengan orang-orang zhalim baik zhalim dalam arti orang kafir atau muslim pelaku maksiat. Namun, larangan ini tidak sampai berakibat murtad kalau dilanggar selagi hati kita tetap beriman kepada Allah sebagaimana disebut dalam QS An-Nahl:106


ULAMA BOLEH MEMBACA KITAB SUCI NON-MUSLIM UNTUK TUJUAN DAKWAH

Sebagian ulama berpendapat bahwa larangan membaca kitab agama lain itu berlaku bagi kalangan awam. Adapun bagi kalangan ulama yang membaca dengan tujuan untuk mengetahui kelemahan dan kesalahan kitab-kitab tersebut maka itu diperbolehkan sebagai salah satu metode berdakwah kepada orang kafir agar mau masuk Islam sebagaimana yang dilakukan oleh Ahmad Deedat dari Afrika Selatan dan dr. Zakir Naik dari India. Allah berfirman dalam QS An-Nahl :125
Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.

***

2. Shalatnya sah karena ketidaktahuan itu dimaafkan sama dengan ketidaksengajaan. Baca detail: Hukum Melakukan Perkara Haram karena Tidak Tahu

3. Tidak murtad. Lupa termasuk kondisi yang dimaafkan dalam syariah. Baca detail: Hukum Melakukan Perkara Haram karena Tidak Tahu http://www.alkhoirot.net/2015/12/hukum-melakukan-perkara-haram-karena.html

4. Mengucapkan Heleluya adalah haram karena itu ucapan yang dipakai khusus untuk ibadah agama Kristen. Namun tidak berakibat murtad selagi (a) hati tetap beriman pada Islam; (b) tidak membenarkan agama Kristen. Lihat QS An-Nahl :106

5. Tidak murtad namun haram karena (a) dilarang oleh Quran dan hadits; (b) dapat berpengaruh pada keimanan. Lihat dalil-dalil pada poin 1.

6. Tidak murtad dan tidak ada efek apa-apa. Namun sekedar diketahui bahwa berpacaran secara fisik sampai berduaan (kholwat) adalah haram dalam Islam. Baca detail: Kholwat dalam Islam

7. Tidak murtad dan tidak ada efek apapun pada akidah.

8. Jin adalah makhluk halus. Ia bisa masuk ke dalam tubuh manusia. Adapun kerasukan itu ada dua kemungkinan: karena kemasukan jin atau karena faktor psikologis atau penyakit. Misalnya, sakit demam panas yang sangat tinggi, dll.

9. Tidak berdosa itu hanya ungkapan rasa syukur.

10. Tidak murtad. Namun kalau diucapkan dengan tujuan menghina maka hukumnya haram karena menghina itu dilarang.

11. Tidak murtad. Apakah haram atau tidak itu tergantung niat apakah untuk memuji atau menghina. Kalau menghina maka haram.

Baca juga:

- Mengatasi Was-Was Murtad
- Penyebab Syirik, Murtad, Kafir
- Hukum Mengkafirkan Sesama Muslim
Read More...

Istri Siri Disembunyikan Suami Dari Keluarga

Istri Siri Disembunyikan Suami Dari Keluarga
ISTRI SIRI DISEMBUNYIKAN SUAMI DARI KELUARGA

Assalamualaikum wr.wb.

Saya ingin bertanya mengenai status saya di keluarga suami saya. Saya menikah sirri dgn saksi hanya dari keluarga saya sementara dari pihaknya hanya sebatas teman2nya. Akan tetapi istri pertamanya tahu. Sampai saya melahirkan anak pertama kami dia tak pernah mengenalkan atau bahkan membiarkan saya bersuara jika keluarga nya menelpon. Saya merasa tak diperlakukan adil apalagi melihat anak saya yang tak seperti anak2 dari istri pertamanya. Bahkan lebaran pun saya lewati tanpa suami saya.

Pertanyaan saya:
1. Apakah dosa jika suami saya menyembunyikan saya dari keluarganya?
2. Apakah saya berhak dan islam mendukung saya untuk bisa kenal dgn keluarga suami saya?
3. Apakah pernikahan kami sah tanpa adanya sepengetahuan keluarga nya?

TOPIK SYARIAH ISLAM
  1. ISTRI SIRRI DISEMBUNYIKAN SUAMI DARI KELUARGA
  2. WARISAN KAKEK
  3. WARISAN PENINGGALAN WANITA DENGAN SUAMI DAN ANAK
  4. WARISAN DAN GONO GINI
  5. MEMAKAI TOGA DAN BAJU WISUDA, SERUPA ORANG KAFIR?
  6. CARA KONSULTASI AGAMA


JAWABAN

1. Tidak berdosa. Dalam hal pernikahan, yang penting suami memberi nafkah istri dan anak maka itu sudah cukup. Namun demikian bisa saja berakibat berdosa karena istri dan anak akan terkait dengan masalah warisan dan lain-lain apabila suami meninggal nantinya. Apabila gara-gara disembunyikan ini lalu anak istri tidak mendapat warisan peninggalan suaminya, maka tentu yang berdosa adalah suami.

2. Berhak. Setidaknya agar supaya keluarga suami tahu siapa ahli waris suami anda. Istri dan anak adalah ahli waris utama dalam hukum waris Islam. Baca detail: Hukum Waris Islam

3. Sah yang penting sudah memenuhi syarat saat akad nikah yaitu dua saksi, wali dan ijab kabul. Baca detail: Pernikahan Islam

______________________


WARISAN KAKEK

Assalammualaikum,

Kakek dan Nenek saya mempunyai 6 orang anak, 3 laki-laki 3 perempuan..

- Kakek ( alm thn 1993 )
- Nenek ( alm thn 2006 )

Anak Kakek dan Nenek..

1. Laki-laki ( alm thn 1974 ). belum menikah dan tidak mempunyai keturunan.
2. Laki-laki ( alm thn 2007 ). meninggalkan 1 istri, 1 anak laki-laki dan 4 anak perempuan (cucu).
3. Perempuan. meninggalkan 6 anak laki-laki ( cucu ).
4. Perempuan. meninggalkan 1 anak laki-laki dan 3 anak perempuan ( cucu ).
5. Perempuan. meninggalkan 2 anak laki-laki ( cucu ).
6. Laki-laki ( alm thn 2004 ). meninggalkan 1 istri, 1 anak laki-laki dan 2 anak perempuan ( cucu ).
Siapa saja yang mendapat warisan dan berapa bagian warisannya..?

JAWABAN

1. Yang berhak mendapat warisan adalah anak-anak kandung yang masih hidup atau yang wafat setelah ayah (kakek anda) itu artinya anak no.1 tidak mendapat warisan karena wafat sebelum ayahnya. Jadi, harta warisan dibagikan kepada lima anak kandung yakni anak no 2, 3, 4, 5, dan 6 dengan sistem 2 banding 1 (anak laki-laki mendapat bagian dua kali lipat). Jadi, dua anak laki-laki masing-masing mendapat 2/7; sedang ketiga anak perempuan masing-masing mendapat bagian 1/7.

2. Kemudian, bagian anak laki-laki no.2 (senilai 2/7) dibagikan kepada istri (dapat 1/8), dan 7/8 diberikan pada keempat anak kandungnya dengan sistem 2 banding 1 seperti diterangkan di poin no. 1.

3. Begitu juga, bagian anak no. 6 (senilai 2/7) dibagikan kepada istri 1/8, dan sisanya yang 7/8 dibagikan pada ketiga anak kandungnya dengan sistem 2 banding 1 sebagaimana di poin 1.

4. Adapun anak no. 3, 4, 5 karena masih hidup, maka hartanya menjadi hak mereka. Sedangkan cucu tidak mendapat bagian apapun.

______________________


WARISAN PENINGGALAN WANITA DENGAN SUAMI DAN ANAK

Semua harta yang di miliki ayah dan ibu adalah hasil dari perkawinan /masing-masing tidak membawa harta dalam perkawinan , namun ayah saya berstatus perjaka ibu janda membawa anak 1 pria 2 wanita , hasil perkawinan itu lahirlah 3 pria saya yang tertua.
Sekarang ibu meninggal dunia , meninggalkan harta 2 bidang ladang , 1 unit rumah . Dalam hal ini ayah berniat untuk menjual 1 dari 2 bidang kebun , dengan harga Rp 200 jt ,pertanyaanya :

1. Berapa yang harus ayah berikan untuk ke 3 anak tirinya ? Dan berapa untuk anak kandungnya ? Dalam hal ini kami berselisih paham tentang besarnya bagian masing-masing alias tidak di dapatkan mufakat dan akhirnya belum di lakukan pembagian. Sebagai pertimbangan sdr/i pembimbing forum ini , bahwa belum ada pembagian warisan maupun penetapan ahli waris .

2. Apakah ada konsekuensi pidana maupun perdata yang menjerat ayah jika ayah tidak membagikan uang hasil penjualan tanah tersebut kepada masing-masing anaknya ? Atau semisal yang anak kandung di beri bagian sedangkan anak tiri tidak ?
Demikian terima kasih.

JAWABAN

1. Dalam Islam tidak ada harta bersama suami-istri secara otomatis. Pemilik harta dalam kasus di atas adalah pemilik saham dari harta tersebut. Kalau pemiliknya adalah suami tanpa ada saham kepemilikan istri di dalamnya, maka harta itu sepenuhnya milik suami. Kalau pemilik saham dari harta itu adalah suami, misalnya, 60% dan istri 40%, maka yang 40% yang menjadi harta waris yang perlu diwariskan kepada seluruh ahli waris sedangkan yang 60% tetap milik suami dan tidak diwariskan.

Kalau memang istri memiliki kepemilikan dalam harta tersebut berapapun nilainya, maka yang menjadi ahli waris menurut Islam adalah sebagai berikut:
(a) suami mendapat 1/4
(b) Sisanya yang 3/4 diwariskan kepada seluruh anak kandung dari almarhumah dengan sistem 2 banding 1 (anak lelaki mendapat dua kali lipat dibanding anak perempuan). Baca detail: Hukum Waris Islam

2. Kalau pemilik harta itu adalah suami, maka tidak ada harta warisan yang bisa dibagikan karena suami masih hidup. Kalau pemilik harta adalah istri sepenuhnya atau sebagian, maka yang menjadi milik istri harus dibagikan kepada seluruh ahli waris yaitu: suami dan seluruh anak kandung almarhumah. Kalau tidak melakukan ini, maka suami bisa digugat ke pengadilan. Baca juga: Harta Gono-gini dalam Islam

______________________


WARISAN DAN GONO GINI

Assalamualaikum Wr Wb

Ada beberapa pertanyaan tentang hak waris , ceritanya seperti ini:
Ayah saya sebelum menikah dengan ibu saya , menikah dengan orang lain ( cerai dengan istri pertama ) dan punya anak 2 orang laki2 semua meninggal satu, tinggal satu gono gini sudah beres. Lalu menikah dengan ibu saya punya anak 3 ( anak pertama laki2, anak kedua laki2 ( sudah meninggal), terakhir perempuan ).
Kemudian istri yang kedua ( ibu saya meninggal ). Yang perlu saya tanyakan di sini adalah :
1. Apakah hak waris itu bisa dibagikan kepada anak2nya setelah salah satu orang tua meninggal?
2. Harta yang mana yang bisa di bagi kepada anak2nya?
3. Apakah harta gono gini setelah cerai anak juga punya hak waris?

JAWABAN

1. Dalam Islam tidak ada harta bersama (gono-gini). Jadi, harta baru diwariskan kalau si pemilik harta itu meninggal. Kalau pemilik harta ayah, maka tungguh ayah meninggal baru dibagikan. Kalau pemilik harta itu ibu, maka karena dia sudah wafat, maka hartanya boleh diwariskan kepada ahli warisnya. Baca detail: Harta Gono-gini

2. Hanya harta milik ibu yang bisa diwariskan dan ahli warisnya adalah (a) suami mendapat 1/4; (b) anak-anak kandung yang masih hidup mendapat 3/4 di mana anak lelaki mendapat dua kali lipat dari anak perempuan. Baca detail: Hukum Waris Islam

3. Seperti disebut di poin no.1 dalam Islam tidak ada harta gono-gini. Jadi dalam kasus ini, apabila ayah anda wafat kelak maka ahli warisnya adalah anak kandungnya baik dari istri pertama maupun dari istri kedua. Dan harta yang diwariskan adalah seluruh harta miliknya baik yang diperoleh saat pernikahan pertama maupun saat nikah kedua.

______________________


MEMAKAI TOGA DAN BAJU WISUDA, SERUPA ORANG KAFIR?

assalamualikum pak ustadz, saya mau bertanya

1. A. apa hukum memakai toga atau topi wisuda ?
B. apa hukum memakai baju wisuda, apakah itu termasuk memakai pakaian ciri khas orang kafir ?

2. kalau kita dalam keadaan berhadats besar tapi kita tetap memasuki masjid atau pegang alquran, apakah itu bisa membuat kita murtad ?

3. kalau kita becanda seperti bilang sama teman, tahun besok saya naik haji..tapi niat hati tidak ada untuk naik haji tahun besok..kita bicara seperti itu pada teman sekedar untuk tertawa dan bercanda saja..dan tidak ada niat untuk mengolok naik haji, apakah perbuatan bercanda seperti itu bisa membuat kita murtad ?

4. kalau kita mandi wajib, setelah mandi wajib langsung melakukan aktifitas lagi, terus baru ingat bahwa ada bagian tubuh yang tidak terkena air saat mandi tadi dan kita memang meyakini bagian tersebut belum tersiram air, seperti diketiak misalnya, apakah kita wajib mengulangi mandi wajib lagi atau bagaimana hukumnya kalau seperti itu ?

5. A. apakah pekerjaan seperti berdagang, misalnya usaha jualan makanan dan lain-lain yang terkait berdagang, apakah pekerjaan seperti itu hukumnya sunnah atau mubah ?

B. apakah mengembala domba itu hukumnya sunnah atau mubah ?

c. apakah berkebun atau bercocok tanam itu pekerjaan sunnah atau mubah ?

D. kalau belajar seperti kuliah, contohhya belajar ilmu membuat pesawat atau membuat gedung, apakah belajar seperti itu termasuk dalam perkara ibadah dan syariat atau cuma hukumnya mubah saja.. ?

6. kalau kita selalu timbul rasa was was murtad pak ustadz, terus kita sering baca syahadat karena rasa was was murtad tersebut, apakah bisa membuat kita murtad kalau sering was was murtad terus langsung baca syahadat seperti itu ?

terima kasih sebelumnya pak ustadz...

JAWABAN

1.A. Tidak ada masalah. Toga atau topi wisuda bukanlah ciri khas yang dipakai untuk upacara keagamaan orang kafir. Oleh karena itu, tidak ada larangan untuk memakainya. Baca detail: Hukum Memakai Kaos Gambar Salib
1.B. Sama dengan jawaban 1.A. Baca detail: Batasan Serupa dengan Kafir

2. Itu haram tapi tidak murtad kecuali kalau kita menganggap perbuatan itu halal. Baca: Larangan untuk Orang Hadats Besar

3. Tidak murtad karena tidak ada unsur mengolok-olok ibadah haji. Baca detail: Menghina Syariah Islam Apakah Menyebabkan Murtad?
4. Ya, wajib diulangi. Baca detail: Ragu Setelah Melakukan Perbuatan
5.A. Hukum asalnya mubah. Tapi kalau diniati ibadah, maka menjadi sunnah. Baca detail: Ibadah Ritual dan Ibadah Sosial
5.B. Mubah, kecuali kalau diniati ibadah.
5.C. Mubah, kecuali kalau diniati ibadah.
5.D. Mubah.

6. Tidak murtad. Tapi was-was murtad itu sebaiknya dihindari. Termasuk juga was-was di bidang lain seperti was-was ibadah, shalat, dan lain-lain. Jangan terlalu membuat sulit masalah yang mudah sehingga perkara lain yang lebih penting jadi terbengkalai. Baca detail: Cara Mengatasi Was-was Murtad
Read More...

Hukum Dokter Mengobati Pasien Lawan Jenis

Hukum Dokter Mengobati Pasien Lawan Jenis
HUKUM DOKTER PRIA MENGOBATI PASIEN WANITA

Assalamualikum Warahmatullah Wabarakatuh pondok pesantren islam alkhoirot.

1. Saya ingin menanyakan hukum islam menyentuh, meraba bagian sensitif/pribadi wanita seperti kemaluan, dada, bawah dada, ketiak, bawah ketiak, dan lain-lainnya DALAM PENGOBATAN?
2. bagaimana hukum islam dalam melihat bagian tubuh aurat wanita/bagian tubuh pribadi wanita DALAM KONTEKS PENGOBATAN?
Tolong sertakan juga sumber ayat al-quran dan hadistnya secara lengkap. Surat apa, ayat keberapa. Hadist riwayat siapa, no berapa, berasal dari kitab apa, dllnya secara detail.

TOPIK SYARIAH ISLAM
  1. HUKUM DOKTER MENGOBATI PASIEN LAWAN JENIS
  2. TIDAK ADA DOKTER SESAMA JENIS DAN DITEMANI MAHRAM ATAU SESAMA
  3. MELIHAT DAN MENYENTUH SESUAI KEBUTUHAN
  4. PENDAPAT ULAMA MADZHAB EMPAT
  5. KESIMPULAN
  6. CARA KONSULTASI AGAMA

Di dalam buku "pengobatan cara nabi saw" karya jalaludin abdurrahman as-suyuthi halaman 188 di bagian "pengobatan oleh orang-orang berlainan jenis dan bukan kerabat". Dikatakan "Jelas halal bagi seorang lelaki merawat seorang wanita yang bukan kerabatnya dan melihat bagian - bagian yang pribadi bila sakit. Ini dikatakan al-maruzi dalam kitab al-ahaditsnya.

Ditunggu jawabannya segera... terimakasih...


JAWABAN HUKUM DOKTER PRIA MENGOBATI PASIEN WANITA

Dalam keadaan darurat, Dokter pria boleh mengobati pasien wanita begitu juga sebaliknya dokter perempuan boleh mengobati pasien laki-laki dan boleh memandang anggota tubuh yang sakit dengan syarat-syarat sebagai berikut:


TIDAK ADA DOKTER SESAMA JENIS DAN DITEMANI MAHRAM ATAU SESAMA

Pertama, tidak ada dokter yang sesama jenis.
Kedua, harus ditemani oleh mahram atau suami/istri atau sesama jenis.

Khatib Al-Syarbini dalam Mughnil Muhtaj fi Makrifati Maani Alfadz Al-Minhaj, hlm. 3/180, menyatakan:


(واعلم أن ما تقدم من حرمة النظر والمس، هو حيث لا حاجة إليهما، وأما عند الحاجة، فالنظر والمس مباحان لفصد، وحجامة، وعلاج، ولو في فرج للحاجة الملجئة إلى ذلك، لأن في التحريم حرجاً، فللرجل مداواة المرأة وعكسه، وليكن ذلك بحضرة محرم، أو زوج... ويشترط عدم امرأة يمكنها تعاطي ذلك من امرأة، وعكسه...
ولو لم نجد لعلاج المرأة إلا كافرة ومسلماً، فالظاهر كما قال الأذرعي: أن الكافرة تقدم، لأن نظرها ومسها أخف من الرجل.
إلى أن قال: ويعتبر في النظر إلى الوجه والكفين مطلق الحاجة، وفي غيرهما عدا السوأتين تأكدها... وفي السوأتين مزيد تأكدها بأن لا يعد التكشف بسببها هتكاً للمروءة، كما نقلاه عن الغزالي وأقراه). انتهى

Artinya: Penjelasan haramnya melihat dan menyentuh (lawan jenis) itu apabila tidak ada kebutuhan. Apabila diperlukan maka melihat dan menyentuh itu boleh dilakukan seperti fashad,[1] bekam, dan pengobatan walaupun pada kemaluan karena kebutuhan mendesak dst. Karena dalam keharaman itu ada dosa, maka laki-laki boleh mengobati wanita dan sebaliknya dengan syarat hal ini dilakukan dengan ditemani mahramnya, atau suami ... Dan disyaratkan tidak adanya wanita yang dapat mengobati sesama wanita dan sebaliknya. Apabila untuk mengobati wanita hanya ada wanita non-muslim dan pria muslim, maka sebagaimana dikatakan Al-Adzra'i, dokter/perawat wanita didahulukan karena pandangan dan sentuhan perempuan (pada pasien wanita) itu lebih ringan dibanding laki-laki. Adzra'i berkata: Melihat wajah dan kedua telapak tangan wanita hanya dilakukan untuk kebutuhan. Melihat selain wajah dan telapak tangan wanita (selain kemaluan) karena kebutuhan yang lebih besar... dan melihat kemaluan itu boleh dilakukan karena kebutuhan yang lebih besar lagi. Oleh karena itu membuka aurat karena darurat tidak dianggap merusak muru'ah (harga diri) sebagaimana pendapat yang dinukil dari Imam Ghazali.

[1] Fashad adalah jenis pengobatan tradisional dengan cara mengeluarkan darah dari luka untuk menghilangkan racun dan sejenisnya.

Ibnu Hajar Al-Haitami dalam Tuhfatul Muhtaj fi Syarhil Minhaj, hlm. 7/203, menjelaskan

(وَيُبَاحَانِ - أَيْ النَّظَرُ وَالْمَسُّ - لِفَصْدٍ وَحِجَامَةٍ وَعِلَاجٍ لِلْحَاجَةِ لَكِنْ بِحَضْرَةِ مَانِعِ خَلْوَةٍ كَمَحْرَمٍ ، أَوْ زَوْجٍ أَوْ امْرَأَةٍ ثِقَةٍ ...ِ وَبِشَرْطِ عَدَمِ امْرَأَةٍ تُحْسِنُ ذَلِكَ كَعَكْسِهِ، وَأَنْ لَا يَكُونَ غَيْرَ أَمِينٍ مَعَ وُجُودِ أَمِينٍ، وَلَا ذِمِّيًّا مَعَ وُجُودِ مُسْلِمٍ، أَوْ ذِمِّيَّةٍ مَعَ وُجُودِ مُسْلِمَةٍ).

Artinya: Boleh melihat dan menyentuh untuk fashad, bekam dan pengobatan lain karena kebutuhan tetapi harus ditemani orang lain supaya tidak khalwat (berduaan) seperti mahram atau suami atau perempuan yang bisa dipercaya .. Dan dengan syarat tidak adanya sesama jenis, dan hendaknya tidak memakai dokter yang tidak dipercaya kalau ada yang bisa dipercaya, dan tidak memakai dokter non-muslim kalau ada muslim.

Ibnu Muflih dalam Al-Adab Al-Syar'iyah, hlm 2/429 menyatakan:

(فإن مرضت امرأة، ولم يوجد من يطبها غير رجل جاز له منها نظر ما تدعو الحاجة إلى نظره منها حتى الفرجين، وكذا الرجل مع الرجل. قال ابن حمدان: وإن لم يوجد من يطبه سوى امرأة، فلها نظر ما تدعو الحاجة إلى نظره منه حتى فرجيه

Artinya: Apabila seorang perempuan sakit, dan tidak ada yang bisa mengobati kecuali laki-laki maka boleh bagi pria itu melihat yang perlu dilihat termasuk melihat kemaluan. Begitu juga laki-laki dengan laki-laki. Ibnu Hamdan berkata: Apabila tidak ada yang bisa mengobati (seorang pria) kecuali perempuan, maka wanita itu boleh melihat yang perlu dilihat termasuk kemaluannya.

Sayid Sabiq dalam Fiqhus Sunnah, hlm. 1/342, mengutip pendapat Al-Qadhi Abu Ya'la demikian:

يجوز للطبيب أن ينظر من المرأة إلى العورة عند الحاجة إليها نص عليه (أي الإمام أحمد) في رواية المروزي، وحرب والأثرم، وكذلك يجوز للمرأة

Artinya: Boleh bagi dokter (pria) untuk melihat wanita sampai auratnya apabila diperlukan sebagaimana pendapat Imam Ahmad bin Hanbal dalam riwayat Al-Maruzi.. Begitu juga boleh bagi dokter wanita (melihat pasien pria).


MELIHAT DAN MENYENTUH SESUAI KEBUTUHAN

Ketiga, anggota yang dilihat harus sesuai kebutuhan. Tidak boleh lebih. Misalnya, kalau yang sakit salah satu bagian dari perut, maka pada bagian itu saja yang dibuka.

Keempat, apabila bisa memakai sarung tangan maka wajib memakai sarung tangan.

Al-Khatib Al-Syarbini dalam Mughnil Muhtaj fi Makrifati Maani Alfadz Al-Minhaj, hlm. 3/179, menyatakan:

(ومتى حرم النظر حرم المس لأنه أبلغ منه في اللذة وإثارة الشهوة).

ولكن إذا كانت هناك ضرورة أو حاجة ماسة لأن يلمس الطبيب المريضة، أو الطبيبة المريض، فيجوز ذلك بقدر الحاجة، وإذا كان اللمس مع وجود القفازات يحقق المطلوب فلا يجوز اللمس المباشر، قال الإمام بدر الدين الزركشي في المنثور في القواعد الفقهية: ( قَالَ الْقَفَّالُ فِي فَتَاوِيهِ: وَالْمَرْأَةُ إذَا فَصَدَهَا أَجْنَبِيٌّ عِنْدَ فَقْدِ امْرَأَةٍ أَوْ مَحْرَمٍ لَمْ يَجُزْ لَهَا كَشْفُ جَمِيعِ سَاعِدِهَا، بَلْ عَلَيْهَا أَنْ تَلُفَّ عَلَى يَدِهَا ثَوْبًا وَلَا تَكْشِفَ إلَّا الْقَدْرَ الَّذِي لَا بُدَّ مِنْ كَشْفِهِ لِلْفَصْدِ، وَلَوْ زَادَتْ عَلَيْهِ عَصَتْ اللَّهَ تَعَالَى ) .

Artinya: Apabila haram melihat maka haram menyentuh karena sentuhan itu lebih kuat mengundang syahwat.

Namun, apabila dalam keadaan darurat atau kebutuhan mendesak maka dokter pria menyentuh pasien wanita atau dokter wanita memegang pasien pria itu dibolehkan sesuai kebutuhan. Apabila sentuhan itu dilakukan dengan sarung tanganya, maka tidak boleh melakukan sentuhan langsung. Imam Badruddin Al-Zarkasyi dalam Al-Mantsur fil Qawaid Al-Fiqhiyah berkata: Al-Qaffal berkata dalam Al-Fatawa, "Wanita apabila diobati dengan cara fashad oleh pria non-mahram dalam keadaan tidak ditemani wanita lain atau mahram maka tidak boleh membuka seluruh lengannya. Ia wajib menutup tangannya dengan kain dan tidak membukanya kecuali anggota yang harus dibuka untuk pengobatan fashad. Apabila lebih dari itu maka ia berdosa pada Allah.

Al-Bakri dalam Ianah At-Tolibin, hlm. 3/ 303, menyatakan:

وقد يحرم النظر دون المس كأن أمكن الطبيب معرفة العلة بالمس فقط

Artinya: Terkadang haram melihat tapi boleh menyentuh saja seperti mungkinnya dokter mengetahui penyakit dengan cukup menyentuhnya saja.


PENDAPAT ULAMA MADZHAB EMPAT

Dalam Al-Mausuah Al-Fiqhiyah Al-Kuwaitiyah (Ensiklopedi Fiqih), hlm. 37/286 disimpulkan pendapat para ulama dari keempat madzhab sbb:

ذهب جمهور الفقهاء من الحنفية والمالكية والشافعية والحنابلة إلى أنه يجوز للطبيب المسلم إن لم توجد طبيبة أن يداوي المريضة الأجنبية المسلمة وينظر منها ويمس ما تلجئ الحاجة إلى نظره , ومسه فإن لم توجد طبيبة ولا طبيب مسلم جاز للطبيب الذمي ذلك , وتقدم المرأة الكافرة مع وجود طبيب مسلم لأن نظر الكافرة ومسها أخف من الرجل . ويجوز للطبيبة أن تنظر وتمس من المريض ما تدعو الحاجة الملجئة إلى نظره ومسه إن لم يوجد طبيب يقوم بمداواة المريض , وقد اشترط بعض الفقهاء شروطا لذلك .

فقال الشافعية : ويباحان أي النظر والمس لفصد وحجامة وعلاج للحاجة لكن بحضرة مانع خلوة كمحرم أو زوج أو امرأة ثقة لحل خلوة رجل بامرأتين ثقتين , وشرط الماوردي أن يأمن الافتنان ولا يكشف إلا قدر الحاجة .

وقال الشافعية كذلك : يحرم النظر دون المس كأن أمكن لطبيب معرفة العلة بالمس فقط . وقال الحنابلة : ولطبيب نظر ومس ما تدعو الحاجة إلى نظره ولمسه نص عليه , حتى فرجها وباطنه لأنه موضع حاجة وظاهره ولو ذميا , وليكن ذلك مع حضور محرم أو زوج , لأنه لا يأمن مع الخلوة مواقعة المحظور , ويستر منها ما عدا موضع الحاجة لأنها على الأصل في التحريم , وكالطبيب من يلي خدمة مريض أو مريضة في وضوء واستنجاء وغيرهما وكتخليصها من غرق وحرق ونحوهما , وكذا لو حلق عانة من لا يحسن حلق عانته , وكذا لمعرفة بكارة وثيوبة وبلوغ , وأما المس لغير شهوة كمس يدها ليعرف مرضها فليس بمكروه بحال .

Artinya: Mayoritas ulama fiqih dari madzhab Hanafi, Maliki, Syafi'i dan Hanbali (Hanabilah) berpendapat bahwa boleh bagi dokter muslim laki-laki, apabila tidak ada dokter perempuan, untuk mengobati pasien wanita bukan mahram yang muslimah dan melihat dan menyentuh tempat yang diperlukan untuk dilihat dan disentuh. Apabila tidak ada dokter perempuan dan tidak ada dokter muslim laki-laki maka boleh dokter non-muslim. Didahulukan dokter perempuan non-muslim dibanding dokter pria muslim karena pandangan wanita lebih ringan dibanding pria. Dan boleh bagi dokter perempuan melihat dan menyentuh pasien pria sesuai kebutuhan untuk dilihat dan disentuh apabila tidak ada dokter pria yang dapat mengobati pasien laki-laki. Ulama fikih menerapkan sejumlah syarat untuk hal ini.

Madzhab Syafi'i menyatakan: Boleh melihat dan menyentuh untuk fashd, bekam dan pengobatan karena diperlukan akan tetapi harus di depan orang (ketiga) yang mencegah khalwat (berduaan) seperti mahram, suami, atau wanita yang bisa dipercaya karena bolehnya pertemuan satu laki-laki dengan dua perempuan yang bisa dipercaya. Al-Mawardi menyaratkan harus aman dari fitnah dan tidak membuka anggota tubuh kecuali yang diperlukan saja.

Madzhab Syafi'i berkata: terkadang haram melihat tidak haram menyentuh seperti apabila memungkinkan bagi dokter mengetahui penyakit hanya dengan menyentuh saja. Madzhab Hanbali berkata: dokter boleh melihat dan menyentuh anggota tubuh yang perlu dilihat dan disentuh -- berdasar teks Imam Ahmad bin Hanbal -- sampai kemaluan dan bagian dalam karena itu tempat yang diperlukan walaupun dokternya non-muslim. Dan hal itu hendaknya ditemanioleh mahram atau suami karena khalwat tidak aman dari terjadinya perkara haram dan menutupi anggota tubuh yang selain yang diperlukan karena hukum aslanya adalah haram. Dan sama dengan dokter adalah orang yang bertugas menemani orang sakit saat wudhu dan istinja (cebok) dan lainnya dan seperti menyelamatkan orang dari tenggelam atau kebakaran dan lainnya. begitu juga apabila mencukur bulu kemaluan orang yang tidak bisa mencukurnya sendiri. Begitu juga untuk mengetahui keperawanan, janda atau baligh. Adapun menyentuh tanpa syahwat seperti menyentuh tangan untuk mengetahui penyakitnya maka itu tidak makruh (tidak dilarang) sama sekali.


KESIMPULAN

Idealnya dan seharusnya, seorang muslim yang sakit hendaknya berobat pada dokter atau perawat yang sesama jenis. Dalam keadaan tidak adanya dokter yang sesama jenis dengan pasien maka boleh pasien berobat pada dokter lawan jenis bukan mahram dengan sejumlah syarat karena ini termasuk dalam kondisi darurat.

Read More...

Hukum Memakai Kaos Bergambar Salib

Hukum Memakai Kaos Bergambar Salib
HUKUM DAN BATASAN TASYABUH (SERUPA) DENGAN ORANG KAFIR (NON-MUSLIM)

assalamualaikum pak ustadz, saya mau bertanya

1. kalau tidak salah saya pernah baca katanya golongan hanafiah, yang sahih bagi mereka, malikiyyah dan juga jumhur syafiiyyah bahwa barang siapa bertasyabbuh dengan orang kafir dalam hal pakaian yang merupakan syi'ar mereka yang dengannya membedakan diri dari kaum muslimin dihukumi kafir secara dzahir yakni dalam hukum hukum dunia.. pertanyaannya
A. apakah benar jumhur syafiiyyah berpendapat begitu ?
B. apa ada pendapat ulama syafiiyyah dan ulama mazhab lain berpendapat tidak mengatakan kafir kalau bertasyabbuh seperti orang kafir dalam hal pakaian, misalnya memakai baju yang ada gambar salib ?

TOPIK SYARIAH ISLAM
  1. HUKUM DAN BATASAN TASYABUH
    1. HUKUM TASYABUH (SERUPA) DENGAN KAFIR
    2. HUKUM MEMAKAI KAOS BERGAMBAR SALIB
    3. PENDAPAT MADZHAB SYAFI'I SOAL TASYABUH PAKAIAN DENGAN KAFIR
    4. KESIMPULAN
  2. MENGOLOK MUSLIM APA BERARTI MENGHINA AGAMA?
  3. CARA KONSULTASI AGAMA

2. tidur siang merupakan sunah rassul, kalau kita menggangu orang yang sedang tidur siang sampai terbangun. apakah kita sudah mengganggu orang yang sedang melakukan sunnah rasul yang bisa membuat kita murtad ?

3. kalau kita tertawa mendengar kata atau kalimat yang berasal dari ayat alquran atau hadits misalnya kita tertawa mendengar kata TA'UN yang terdapat dalam hadits orang yang mati syahid karena penyakit ta'un atau kalimat lainnya dalam alquran,,, tapi kita tertawa karena asing saja mendengar kalimat tersebut bukan untuk mengolok dan dalam hati tidak ada sedikitpun untuk melecehkannya..apakah bisa membuat murtad tertawa seperti itu ?

4.kalau orang tua menasehati kita atau mengingatkan kita suapaya tidak meninggalkan sholat lima waktu, terus kita lawan orang tua kita yang sedang menasehati kita tadi, "seperti bilang ibu jangan sok sok ngatur " apakah kita bisa murtad gara2 melawan waktu ibu sedang menasehati kita untuk sholat ?

5. dalam hadits ada dikatakan orang mati karena sakit perut dikatakan mati syahid, pertanyaannya misalnya ada teman yang sedang sakit perut, terus kita bilang sama teman yang sakit perut tadi seperti bilang "kok gak mati kamu waktu sakit perut' kita bilang seperti itu dengan nada sindiran, apakah kita bisa murtad bicara kok gak mati waktu sakit perut sama teman yang sedang sakit perut seperti itu ?

6. apakah bisa murtad mengolok bentuk jenggot yang jelas bukan mengolok sunnahnya tapi mengolok bentuknya saja ?

7.A. apa hukum memakan ikan hiu ?
B. dan hukum darah yang masih melekat pada daging sebelum dimasak kan masih ada darahnya apalagi disekitar tulangnya, apakah itu najis pak ustadz ?

terima kasih sebelumnya pak ustadz...


JAWABAN


HUKUM TASYABUH (SERUPA) DENGAN KAFIR

1A. Tidak benar. Tasyabuh atau menyerupai kafir itu antara makruh dan haram, yang paling maksimal adalah haram (lihat uraian di bawah). Tidak sampai pada tingkat murtad kafir. Kecuali apabila sampai level membenarkan ajaran kafir dan menyalahkan Islam. Masalah ini sudah dibahas secara rinci. Lihat detail: Hukum Menyerupai Orang Kafir


HUKUM MEMAKAI KAOS BERGAMBAR SALIB

1B. Memakai baju yang ada gambar salib hukumnya berbeda di kalangan ulama ada yang menyatakan makruh ada juga yang mengatakan haram:

(a) Al-Rahibani, seorang ulama mazhab Hanbali, menyatakan haram karena keserupaannya kuat, tapi bukan murtad. dalam Matalib Ulin Nuha fi Syarhi Ghayah Al-Muntaha, hlm. 2/607, Al-Rahibani menyatakan:

وقولهم فيما تقدم : يكره تشبه بهم إذا لم يقو كشد الزنار ، ولبس الفاختي ، والعسلي ، لأنه ليس بتشبه محض ، وكثير من المسلمين يفعلونه في هذه الأزمنة من غير نكير ، وأما المختص بهم كالعمامة الزرقاء والقلوصة ، وتعليق الصليب في الصدر فهذا لا ريب في تحريمه ، ويكون قولهم فيما تقدم مخصوصا بما هنا ، والفرق ما في هذه من شدة المشابهة ، وما ورد في الخبر فهو محمول على ما إذا قويت المشابهة

Artinya: Ucapan ulama bahwa makruh menyerupai orang kafir itu apabila serupanya itu tidak kuat seperti ikatan sabuk di perut, memakai gesper,.. karena itu tidak serupa secara murni. Banyak umat Islam melakukan itu pada zaman ini tanpa ada ingkar. Adapun pakaian yang khusus untuk mereka seperti sorban biru, cincin, menggantung salib di dada maka ini tidak diragukan keharamannya. Ucapan mereka (ulama) itu khusus dalam konteks ini. Adapun beda antara sangat serupa dan tidak (dalam segi hukum) itu terletak pada kuat (atau lemahnya) keserupaan.

Dalam keterangan di atas, Al-Rahibani membagi keserupaan (tasyabuh / musyabahah) dengan orang kafir dalam dua kategori yaitu lemah dan kuat. Keserupaan yang kuat hukumnya haram, kalau serupanya lemah hukumnya makruh. Maknanya, serupa yang kuat pun tidak sampai tingkat murtad.

(b) Al-Mardawi, seorang ulama madzhab Hanbali, menyatakan pemakaian salib adalah haram apabila berupa kalung dan makruh apabila dalam bentuk gambar di baju. Dalam Al-Inshof fi Makrifat Ar-Rajih minal Khilaf, hlm. 3/257, Al-Mardawi menyatakan:

التشبه بالنصارى -مع بغضهم والبراءة من ملتهم-في خصوصيتهم الدينية المحضة بلبس شعارهم: (الصليب) محرم، وأما جعل صفة صليب في ثوب ونحوه فمكروه على المشهور

Artinya: Menyerupai orang Nasrani -- dengan tetap tidak menyukai mereka dan terbebas dari agama mereka -- dalam kekhususan agama mereka yang murni dengan memakai baju syiar mereka: yakni salib itu haram. Adapun menjadikan bentuk salib di pakaian dan lainnya maka itu makruh menurut pendapat yang masyhur.

Abul Khattab Al-Kalwadzani (madzhab Hanbali) dalam Al-Intishar fil Masail Al-Kibar, menyatakan lebih tegas bahwa memakai kalung salib itu haram tapi tidak kufur:

من تزيا بزي كفر، من لبس غيار وشـد زنار وتعليق صليب بصدره: حرم ولم يكفـر" .

Artinya: Barangsiapa berhias dengan hiasan orang kafir seperti memakai sabuk ala Majusi dan ikat pinggang khas Nasrani dan memakai kalung salib di dada, maka itu haram tapi tidak kafir.

(c) Makruh memakai kalung salib atau baju bergambar salib:
Al-Buhuti dalam Syarah Al-Muntaha, hlm. 1/313, menyatakan:

(و) كره (مطلقا) في صلاة وغيرها (تشبه بكفار)...(و) كره أيضا مطلقا جعل صفة (صليب في ثوب ونحوه) كعمامة وخاتم؛ لأنه من التشبه بالنصارى وظاهر نقل صالح: تحريمه، وصوبه في: الإنصاف

Artinya: Makruh secara mutlak saat shalat atau lainnya menyerupai orang kafir .. dan makruh mutlak gambar salib di baju dan lainnya seperti surban dan cincin karena itu termasuk menyerupai Nasrani. Menurut zhahirnya kutipan Saleh: haram. Ini dibenarkan oleh Al-Mardawi dalam Al-Inshaf.


PENDAPAT MADZHAB SYAFI'I SOAL TASYABUH PAKAIAN DENGAN KAFIR

(d) Ibnu Hajar Al-Asqalani dari madzhab Syafi'i dalam Fathul Bari Syarah Sahih Bukhari, hlm. 1/484, menyatakan:

باب إن صلى في ثوب مصلب أو تصاوير هل تفسد صلاته وما ينهى عن ذلك

قوله : ( باب إن صلى في ثوب مصلب ) بفتح اللام المشددة ، أي فيه صلبان منسوجة أو منقوشة أو تصاوير ، أي في ثوب ذي تصاوير ، كأنه حذف المضاف لدلالة المعنى عليه . وقال الكرماني : هو عطف على ثوب لا على مصلب ، والتقدير أو صلى في تصاوير . ووقع عند الإسماعيلي " أو بتصاوير " وهو يرجح الاحتمال الأول ، وعند أبي نعيم " في ثوب مصلب أو مصور "

قوله : ( هل تفسد صلاته ) جرى المصنف على قاعدته في ترك الجزم فيما فيه اختلاف ، وهذا من المختلف فيه . وهذا مبني على أن النهي هل يقتضي الفساد أم لا ؟ والجمهور إن كان لمعنى في نفسه اقتضاه ، وإلا فلا .

قوله : ( وما ينهى من ذلك ) أي وما ينهى عنه من ذلك ، وفي رواية غير أبي ذر " وما ينهى عن ذلك " وظاهر حديث الباب لا يوفي بجميع ما تضمنته الترجمة إلا بعد التأمل ; لأن الستر وإن كان ذا تصاوير لكنه لم يلبسه ولم يكن مصلبا ولا نهي عن الصلاة فيه صريحا . والجواب أما أولا فإن منع لبسه بطريق الأولى ، وأما ثانيا فبإلحاق المصلب بالمصور لاشتراكهما في أن كلا منهما قد عبد من دون الله تعالى . وأما ثالثا فالأمر بالإزالة مستلزم للنهي عن الاستعمال . ثم ظهر لي أن المصنف أراد بقوله مصلب الإشارة إلى ما ورد في بعض طرق هذا الحديث كعادته ، وذلك فيما أخرجه في اللباس من طريق عمران عن عائشة قالت " لم يكن رسول الله - صلى الله عليه وسلم - يترك في بيته شيئا فيه تصليب إلا نقضه " . وللإسماعيلي " سترا أو ثوبا "

Artinya: Apabila seseorang shalat di baju yang ada gambar salib atau gambar apakah batal shalatnya dan sesuatu yang dilarang

Kalimat "Apabila shalat memakai baju gambar salib" maksudnya pada baju itu terdapat tanda salib yang bermotif atau gambar, yakni dalam baju bergambar ...

Kalimat "Apakah shalatnya batal" penulis (yakni Bukhari) tidak memastikan (batal tidaknya shalat) dalam masalah yang menjadi perbedaan ulama. Sedangkan masalah ini, yakni masalah gambar salib, termasuk masalah khilafiyah. Asumsi ini berdasarkan pada apakah larangan (atau perkara haram) itu berakibat batalnya shalat atau tidak? Jumhur ulama menyatakan apabila larangan itu pada makna itu sendiri maka membatalkan shalat, kalau tidak maka tidak batal.

Kalimat "Sesuatu yang dilarang" .... pertama, apabila dijadikan penutup saja dilarang apalagi memakainya; kedua, menyamakan salib dengan gambar karena samanya keduanya dalam segi sama-sama disembah selain Allah; ketiga, perintah untuk menghilangkan itu menetapkan larangan memakainya...

Penjelasan dari Ibnu Hajar ini intinya adalah bahwa memakai pakaian bergambar salib saat shalat hukumnya haram. Tapi tidak sampai berakibat murtad.

Bahkan di bab lain Ibnu Hajar menyatakan bahwa memakai sesuatu yang menjadi ciri khas agama non-muslim itu hukumnya makruh apabila di luar shalat. Dan apabila sesuatu itu sudah tidak lagi menjadi ciri khas agama tertentu maka kemakruhannya hilang. Dalam Fathul Bari, hlm. 1/307, Ibnu Hajar menyatakan dalam soal 'mayasir dan arjuwan' yaitu alas kecil yang dipakai penunggang kuda yang merupakan tradisi orang non-Arab yang kafir :

: وإن قلنا النهي عنها من أجل التشبه بالأعاجم ، فهو لمصلحة دينية ، لكن كان ذلك شعارهم حينئذ وهم كفار ، ثم لما لم يصر الآن يختص بشعارهم زال المعنى ، فتزول الكراهة . والله أعلم

Artinya: Apabila kita berpendapat haram memakainya karena serupa dengan non-Arab, maka itu untuk kepentingan agama. Akan tetapi itu terjadi ketika alas tersebut masih menjadi ciri khas mereka saat mereka kafir. Lalu ketika alas itu tidak lagi menjadi ciri khas mereka maka hilangkan maknanya dan hilang juga hukum makruhnya.

Ibnu Hajar Al-Asqalani juga menanggapi soal thailasan atau thayalisah, yaitu pakaian orang Yahudi yang bentuknya seperti surban, apakah termasuk tasyabuh yang haram atau tidak. Dalam Fathul Bari, hlm. 10/274, Ibnu Hajar menyatakan:

وإنما يصلح الاستدلال بقصة اليهود في الوقت الذي تكون الطيالسة من شعارهم ، وقد ارتفع ذلك في هذه الأزمنة فصار داخلا في عموم المباح

Artinya: Argumen bahwa memakai thayalisah itu hukumnya haram karena tasyabuh pantas diajukan pada waktu ketika thayalisah menjadi ciri khas agama mereka. Sedangkan saat ini ciri khas itu sudah hilang, maka baju ini masuk dalam kategori umum yang dibolehkan.


KESIMPULAN

- Serupa dengan orang kafir dalam soal pakaian di luar shalat itu makruh apabila pakaian itu masih menjadi ciri khas dan syiar agama mereka. Dan kemakruhan itu hilang apabila pakaian itu sudah tidak lagi menjadi ciri khas keagamaan.

- Memakai baju bergambar saat shalat hukumnya makruh; memakai baju bergambar salib atau pakain ciri khas non-muslim hukumnya haram tapi shalatnya tetap sah.

Baca juga:

- Shalat dengan Pakaian Bergambar
- Hukum Menyerupai Orang Kafir
- Tubuh Orang Kafir Suci atau Najis?
- Hukum Ucapan Selamat Natal

***


MENGOLOK MUSLIM APA BERARTI MENGHINA AGAMA?

2. Tidak murtad karena konteksnya mengganggu orang tidur, bukan mengolok-olok sunah Rasul.

3. Tidak murtad karena tidak mengolok ajaran dan kebenaran Al-Quran.

4. Berdosa besar karena melawan orang tua. Tapi tidak murtad selagi masih mengakui kewajiban shalat. Baca detail: Hukum Taat Orang Tua

5. Tidak murtad karena tidak dalam konteks menghina agama tapi dalam konteks bercanda dengan teman.

6. Tidak murtad. Sama dengan alasan di atas karena konteksnya bukan mengolok syariah tapi menghina personal. Perlu juga diketahui bahwa mengolok sesama muslim adalah haram.

7.A. Ikan hiu halal. Semua hewan laut hukumnya halal. Berdasarkan hadits sahih Nabi bersabda:

هو الطهور ماؤه ، الحل ميتته
Artinya: Laut itu airnya suci dan bangkai (ikan)-nya halal.

7.B. Darahnya najis. Maka hendaknya dibuang dulu darahnya baru dimasak. Baca juga: Ayam Goreng Ada Darahnya, Bolehkah Dimakan?
Read More...

Wali Nikah Anak Dari Perkawinan Hamil Zina

WALI NIKAH ANAK DARI PERKAWINAN HAMIL ZINA

Assalamu'alaykum.

Dari Hamba Allah.

Maaf pertanyaan ini diajukan dari salah satu teman saya. Pertanyaan ini kebalikan dengan pertanyaan yang pernah dimuat di Al Khoirot.

Jika ada kasus seperti ini: A (pria) dan B (perempuan) menikah dalam keadaan B hamil duluan (A adalah ayah biologis dari anak yg dikandung). Beberapa bulan kemudian lahirlah C (perempuan). Setelah B melahirkan, A dan B tdk mengulang pernikahan lagi. Setelah belasan tahun kemudian A dan B bercerai. Yang jadi pertanyaan adalah:

TOPIK SYARIAH ISLAM
  1. HUKUM NIKAH HAMIL ZINA DAN STATUS ANAK
    1. HUKUM PERNIKAHAN WANITA HAMIL ZINA
    2. STATUS ANAK SAH DINASABKAN PADA AYAH BIOLOGIS YANG MENIKAHI IBUNYA
  2. ISTRI SERING MIMPI SUAMI YANG HILANG
  3. MIMPI HARI KIAMAT BERSAMA TEMAN LAKI-LAKI
  4. KAKAK TIDAK RELA ADIKNYA TINGGAL NUMPANG SERUMAH
  5. CARA KONSULTASI AGAMA

1. Apakah A boleh menjadi wali nikah bagi C? Jika tidak, siapakah yg boleh menjadi wali nikah bagi C agar pernikahan C menjadi sah sesuai syariat Agama Islam? Terus bagaimana untuk masalah hak warisnya?

2. Apabila C telah menikah dengan wali nikah A, apakah pernikahan C harus diulang? Kalau diulang siapakah yang berhak menjadi wali nikahnya?
Terima kasih.


JAWABAN HUKUM NIKAH HAMIL ZINA DAN STATUS ANAK


HUKUM PERNIKAHAN WANITA HAMIL ZINA

1. Pernikahan yang dilakukan oleh A dan B saat B sedang hamil karena zina hukumnya sah menurut madzhab Syafi'i dan Hanafi (yang tidak sah menurut madzhab Hanbali dan Maliki). As-Syairazi dalam Al-Muhadzab 2/113 menyatakan:

وَيَجُوزُ نِكَاحُ الحَامِلِ مِنَ الزِّنَا لأَنَّ حَمْلَهَا لاَيَلْحَقُ بِأَحَدٍ فَكَانَ وُجُودُهُ كَعَدَمِهِ

Artinya: Boleh menikahi wanita hamil dari perzinahan, karena sesungguhnya kehamilannya itu tidak dapat dinasabkan kepada siapapun, sehingga wujud dari kehamilan tersebut adalah seperti tidak ada.

- Al-Jaziri dalam Al-Fiqh alal Madzahibil Arbaah juz 4/533 menyatakan:

أَمَّا وَطْءِ الزِّنَا فَإنَّهُ لاَ عِدَّةَ فِيْهِ وَيَحِلُّ التَّزْوِيْجُ بِالحَامِلِ مِنَ الزِّنَا وَوَطْءِهَا وَهِيَ حَامِلٌ عَلَى الأصَحِّ وَهَذَا عِنْدَ الشَّافِعِى

Artinya: Adapun hubungan seksual dari perzinahan, maka sesungguhnya tidak ada 'iddah padanya. Halal mengawini wanita yang hamil dari perzinaan dan halal menyetubuhinya sedangkan wanita tersebut dalam keadaan hamil menurut pendapat yang lebih kuat. Pendapat ini adalah pendapat Syafii.

2. Akad nikah C tidak perlu diulang karena A adalah wali sah dari C.


STATUS ANAK SAH DINASABKAN PADA AYAH BIOLOGIS YANG MENIKAHI IBUNYA

Status anak dinasabkan pada ayah biologis yang menikahi ibu si anak sebelum anak lahir.

Wahbah Zuhaili dalam Al-Fiqhul Islami wa Adillatuhu, hlm. 9/140, menyatakan:

يحل بالاتفاق للزاني أن يتزوج بالزانية التي زنى بها، فإن جاءت بولد بعد مضي ستة أشهر من وقت العقد عليها، ثبت نسبه منه، وإن جاءت به لأقل من ستة أشهر من وقت العقد لا يثبت نسبه منه، إلا إذا قال: إن الولد منه، ولم يصرح بأنه من الزنا. إن هذا الإقرار بالولد يثبت به نسبه منه

Artinya: Ulama sepakat halalnya pria pezina menikahi wanita yang dizinahi. Apabila melahirkan anak setelah enam bulan akad nikah maka nasabnya ke pria itu. Apabila kurang dari 6 bulan dari waktu akad nikah maka tidak dinasabkan padanya kecuali apabila si pria membuat ikrar dengan mengatakan bahwa anak itu darinya dan tidak menjelaskan bahwa ia berasal dari zina. Maka dengan ikrar ini nasab anak tersebut tetap pada ayah biologisnya.

Imam Abu Hanifah - pendiri madzhab Hanafi - yang paling sharih (eksplisit) menegaskan sahnya status anak zina dinasabkan pada bapak biologisnya apabila kedua pezina itu menikah sebelum anak lahir. Ibnu Qudamah dalam Al-Mughni, hlm. 9/122, mengutip pandangan Abu Hanifah demikian:

لا أرى بأسا إذا زنى الرجل بالمرأة فحملت منه أن يتزوجها مع حملها, ويستر عليها, والولد ولد له

Artinya: Seorang lelaki yang berzina dengan perempuan dan hamil, maka boleh menikahi perempuan itu saat hamil. Sedangkan status anak adalah anaknya. Baca detail: Status Anak dari Pernikahan Hamil Zina
______________________


ISTRI SERING MIMPI SUAMI YANG HILANG

Assalamu'alaikum wr.wb..

Ustad, Kemarin saya menanyakan bagaimana status ibu saya. Setelah ayah saya hilang. Sekarang baru ibu saya cerita terakhir kali ayah saya sebelum hilang. Jujur saya tidak suka ibu saya menikah lagi. Tapi baru kali ini ibu saya bicara jujur sama saya. Ibu saya bilang sebelum ayah saya berlayar, ayah saya cerita kalau temannya di kejar-kejar oleh perempuan china yang ingin minta dinikahi. Sampai pacar perempuan ini ingin membunuh teman ayah saya.

Yang ibu saya curiga kalau ayah saya berbohong. Ayah saya bilang kalau itu temannya, padahal yang sebenarnya itu ayah saya yang dikejar-kejar perempuan cina menuntut untuk dinikahi. Ibu saya tau ini ketika paman saya yang cerita terus terang. Ibu saya beranggapan untuk apa perempuan mengejar laki-laki, menuntut untuk dinikahi sedangkan perempuan itu sendiri sudah Punya pacar. Dan ayah saya diancam akan di bunuh.

Setelah kejadian ini ayah saya baru hilang. Tetapi ibu saya juga tidak tau sebenarnya apakah ayah saya menikah lagi dengan perempuan cina itu atau memang hilang di bawa makhluk halus. Sampai ibu saya sering memimpikan ayah saya. Ibu saya bilang kalau ibu saya mimpi kalau "ayah saya pulang ke rumah ibunya, jalannya lurus tidak nengok-nengok padahal ada ibu saya di sebelahnya membawa adik saya ( ayah saya hilang waktu adik saya masih di kandungan). Sampai ibu saya samperin ayah saya ke rumah ibunya. Di situ ayah saya tidur-tiduran.

Maksud ibu saya kalau ayah saya pulang, seenggaknya nengok anaknya belum pernah lihat ayah saya sama sekali. Tapi ayah saya tidak mau lihat adik saya. Ibu saya tanya kenapa ayah saya tidak pulang ke rumah? Ayah saya jawab kalau ayah saya udah nikah lagi, istrinya juga udah hamil. Selama ayah saya hilang.

Ibu saya sering mimpi ayah saya yang gak enak. Semua mimpinya tentang ayah saya sudaa nikah lagi, punya anak, minta ditunggu. Juga minta untuk di sempurnakan. Tahlilan 100 juga sudah digelar. Dan semua baju-baju ayah saya sudah di bagikan ke tetangga. Ibu saya bilang ayah saya selalu bohong. Ayah saya tidak pernah jujur kalau menyangkut tentang bagaimana waktu kerja. Dia selalu berdalih kalau itu temannya.

Sekarang saya bingung. Entah siapa yang benar. Ibu saya bilang ucapan terakhir paman saya yang membuat ibu saya berpikir ulang untuk menunggu ayah saya pulang. Ibu saya merasa sudah cape. Kalau memang ayah saya ingin hidup dengan perempuan itu, kenapa ayah saya meninggalkan dompet dan semua barang-barangnya. Tapi semua habib yang ibu saya datangi bilang kalau ayah saya tidak ada di dunia. Tapi ayah saya masih hidup.

1. Entah siapa yang benar sekarang saya sudah bisa terima kalau ibu saya ingin menikah lagi.

Terimakasih wassalamu'alaikum.

JAWABAN

1. Itu langkah baik bagi Anda dan bagi ibu Anda. Soal mimpi-mimpi yang dialami ibu itu tidak perlu terlalu dijadikan bahan pertimbangan. Karena mimpi itu umumnya berasal dari dua hal yakni dari diri sendiri atau dari jin. Keduanya tidak ada makna apapun. Baca detail: Mimpi dalam Islam

______________________


MIMPI HARI KIAMAT BERSAMA TEMAN LAKI-LAKI

Assallamu'allaikum .. ustad saya ingin bertanya ; mimpi saya yang pertama:mimpi hari kiamat empat kali malahan lebih, disitu hancurlah semua nya dan saya menangis tetapi saya di gandeng oleh sahabat laki laki saya yang pintar mengaji, ia hanya memberikan isyarat senyum.. Yang ke dua dalam satu malam saya dan temen laki laki saya mimpinya sama yaitu mimpi kalau saya sebagai istrinya melahirkan anak laki laki..yang ke tiga saya mimpi di beri jubah oleh temen laki laki saya .. yang ke empat saya mimpi di beri al_quran surah Ar-rohman...

1. mengapa semua dalam mimpi saya tersebut selalu temen laki laki saya itu ustad..terima kasih.. Wassalamu'allaikum..

JAWABAN

1. Kalau laki-laki itu pria yang baik pribadinya dan baik agamanya, maka dia baik pula untuk menjadi suami anda. Apabila sudah terjadi kecocokan antara anda berdua maka segeralah dijadikan dalam bentuk pernikahan. Itu makna mimpi anda. Baca detail: Mimpi dalam Islam

______________________


KAKAK TIDAK RELA ADIKNYA TINGGAL SERUMAH

Assalaamu'alaikum wr. wb.
Pak.Ustadz, saya mau tanya. Ayah saya sudah pergi dan tidak mengurus keluarga. Ibu yang mengurus saya dan 8 kakak saya. Saya sekarang umur 27. Kakak saya sudah dapat rumah. Bahkan rumah Ibu saya yang besar sudah dipecah jadi 2 rumah untuk kakak saya. Ibu tinggal di salah satu dari 2 rumah itu. Sedangkan saya tinggal di rumah kakak saya yang lain. Tapi kakak saya merasa terganggu dengan kehadiran saya.

Kemarin juga saya sakit, dan jadi tidak bisa cari uang. Kakak saya sering cerita tentang keburukan saya pada Ibu, seperti jarang bekerja, sering di kamar, dll. Padahal saya lagi sakit. Sekarang saya sedang berusaha mencari pekerjaan. Pak.Ustadz, yang ingin saya tanyakan
1. bagaimana hukum nya tinggal bersama saudara yang kurang menerima kehadiran saya, tapi saya juga belum mapan? Ibu saya juga sudah tidak mampu bekerja. Ibu sedang berusaha membuat rumah untuk saya tapi belum jadi.
Terimakasih. Wassalaamu'alaikum, wr. wb.

JAWABAN

1. Kalau memang rumah itu milik pribadi kakak anda, maka secara hukum dia berhak untuk menerima atau menolak kehadiran anda. Walaupun secara akhlak yang luhur tidak pantas baginya untuk menolak anda numpang di situ untuk sementara.

Jalan terbaik adalah anda tinggal bersama ibu.

Read More...

Buku Islam Terbitan Al-Khoirot