Sujud Sahwi

Sujud Sahwi
Sujud sahwi yang secara literal berarti sujud karena lupa adalah dua sujud yang dilakukan karena lupa melakukan sunnah ab'adh atau ragu pada jumlah rakaat atau meninggalkan sebagian shalat tanpa sengaja dan sujud sahwi dilakukan setelah tahiyat akhir dan sebelum salam. Hukumnya sunnah kecuali bagi makmum yang imamnya melakukan sujud sahwi maka wajib.

TOPIK ISLAM
  1. PENGERTIAN SUJUD SAHWI
  2. DALIL DASAR SUJUD SAHWI
  3. HUKUM SUJUD SAHWI
  4. SEBAB-SEBAB SUJUD SAHWI
  5. WKATU SUJUD SAHWI: SEBELUM ATAU SESUDAH SALAM?
  6. CARA KONSULTASI SYARIAH ISLAM


PENGERTIAN SUJUD SAHWI

Secara Bahasa (Etimologi)

Makna sujud (Arab, السجود) secara etimologis (lughawi) adalah penundukan diri secara umum baik dengan meletakkan dahi pada bumi atau dengan tanda yang lain dari tanda-tanda tunduk seperti taat. Adapun makna 'sahwi' (Arab, السهو) atau lupa secara bahasa adalah meninggalkan tanpa menyadari. Apabila dikatakan 'Seseorang lupa' maka artinya ia tidak melakukan sesuatu tanpa sepengetahuannya atau tanpa disadarinya. Kata sahwi dalam bahasa Arab merupakan sinonim dengan kata nis-yan yakni berarti lupa. Kalangan ahli fikih juga tidak membedakan kata 'sahwi' dengan 'nis-yan', bahkan menurut mereka kata 'sahwi', 'nis-yan' dan 'syak' bermakna sama.

Dalam Istilah Syariah

Dalam istilah ahli fikih mazhab Syafi'i, sujud sahwi adalah dua sujud seperti sujud shalat yang dilakukan oleh orang yang sholat yang dilaksanakan sebelum salam tapi setelah tahiyat (tasyahud) dan membaca shalawat pada Nabi dan keluarganya dengan suatu niat, yang mana niat itu dilakukan dengan hati tidak dengan lisan. Kalau dilafalkan maka batal shalatnya.

Hal ini dikarenakan karena waktu sujud sahwi itu sebelum salam itu artinya masih dalam bagian ibadah shalat jadi kalau berbicara maka batal shalatnya. Niat sujud sahwi hukumnya wajib, kalau sujud sahwi tanpa niat secara sengaja maka batal shalatnya. Niat sujud sahwi disyaratkan bagi imam untuk shalat berjamaah dan bagi orang yang shalat sendirian (munfarid). Adapun makmum maka ia tidak wajib niat karena sudah cukup dengan niat bermakmum pada imam.

Sujud sahwi dilakukan tidak hanya karena lupa, tetapi juga karena meninggalan sebagian dari shalat baik secara sengaja atau karena lupa. Disebut sujud sahwi karena umumnya manusia tidak meninggalkan sebagian shalatnya secara sengaja. Kalau disebabkan karena lupa, maka saat sujud hendaknya membaca (سبحان الذي لا ينام ولا يسهو) Subhanalladzi layanamu wala yas-hu. Apabila karena disengaja, maka hendaknya saat sujud membaca istighfar.


DALIL DASAR SUJUD SAHWI

- Hadits sahih riwayat Bukhari Abdullah bin Buhainah

صلى لنا رسول الله صلى الله عليه وسلم ركعتين من بعض الصلوات ثم قام فلم يجلس فقام الناس معه فلما قضى صلاته ونظرنا تسليمه كبر قبل التسليم فسجد سجدتين وهو جالس ثم سلم

Artinya: Kami sholat bersama Rasulullah dua rakaat dari sebagian shalat. Lalu Nabi langsung bangun tanpa duduk (untuk tahiyat awal), para makmum juga ikut berdiri. Setelah salat selesai dan kami melihat salamnya, Nabi lalu bertakbir sebelum salam lalu sujud dua kali dalam keadaan duduk lalu mengucapkan salam.

- Hadits sahih riwayat Bukhari dari Abu Hurairah
صلى بنا النبي صلى الله عليه وسلم الظهر أو العصر فسلم فقال له ذو اليدين الصلاة يا رسول الله أنقصت فقال النبي صلى الله عليه وسلم لأصحابه أحق ما يقول قالوا نعم فصلى ركعتين أخريين ثم سجد سجدتين قال سعد ورأيت عروة بن الزبير صلى من المغرب ركعتين فسلم وتكلم ثم صلى ما بقي وسجد سجدتين وقال هكذا فعل النبي صلى الله عليه وسلم

Artinya: Kami shalat Dhuhur atau Ashar bersama Rasulullah. Dzul Yadain berkata: Apakah engkau mengurangi rakaat, wahai Nabi? Nabi bertanya (pada jamaah shalat): Apakah dia berkata benar? Jamaah menjawab: Benar. Lalu Nabi menambah shalat dua rakaat lagi lalu sujud dua kali. Sa'ad berkata: Aku melihat Urwah bin Zubair shalat Maghrib dua rakaat, lalu salam, dan berbicara lalu ia menambah shalat yang kurang dan sujud dua kali. Sa'ad berkata: Seperti inilah yang dilakukan Nabi.


HUKUM SUJUD SAHWI

Hukum sujud sahwi menurut mazhab Syafi'i adalah adakalanya wajib dan adakalanya sunnah.

Sujud sahwi wajib bagi seorang makmum yang imamnya melakukan sujud sahwi. Dalam situasi ini maka wajib bagi makmum untuk sujud sahwi karena ikut imam. Apabila tidak melakukan secara sengaja maka batal shalatnya dan wajib mengulangi salatnya apabila makmum tidak berniat mufaraqah (pisah dari imam) sebelum imam melakukan sujud sahwa. Apabila imam tidak melakukan sujud sahwi, maka makmum tidak wajib sujud sahwi, hanya sunnah.

Sujud sahwi hukumnya sunnah bagi imam atau bagi orang yang shalat sendirian (munfarid) alias tidak berjamaah.

Orang yang tidak melalukan sujud sahwi, baik shalat berjamaah atau shalat sendirian, hukumnya tidak apa-apa dan salatnya tidak batal. Adapun makmum apabila lupa saat bermakmum maka tidak perlu sujud sahwi karena sudah ditanggung imam. Adapun apabila makmum lupa saat sudah sendirian atau berpisah dari imam, seperti ia lupa dalam keadaan mengqadha perkara yang terlupa, maka ia seperti munfarid, yakni sunnah baginya melakukan sujud sahwi apabila ada sebab.


SEBAB-SEBAB SUJUD SAHWI

Sebab-sebab dilakukannya sujud sahwi ada enam perkara:

Sebab pertama, Orang yang shalat meninggalkan sunnah ab'ad seperti tahiyat awal, qunut subuh (bukan qunut nazilah). Sedangkan apabila tidak melakukan sunnah haiat seperti membaca Surat, baik karena lupa atau sengaja, maka tidak perlu melakukan sujud sahwi.

Apabila seseorang meninggalkan perkara fardhu (wajib) seperti sujud atau rukuk, maka (a) apabila mengingatnya sebelum melakukan perbuatan serupa maka hendaknya melakukannya segera; (b) apabila tidak mengingatnya kecuali setelah melakukan perbuatan serupa maka perbuatan yang dilakukan saat ini menjadi pengganti perbuatan sebelumnya yang dilupakan dan gerakan-gerakan shalat yang dilakukan di antaranya tidak dianggap. Misalnya, apabila ia tidak rukuk lalu ingat sebelum melakukan rukuk kedua maka hendaknya melakukan rukuk, dan gerakan yang dilakukan sebelumnya tidak dianggap. Setelah itu teruskan menyempurnakan shalat dan lakukan sujud sahwi sebelum salam. Apabila ingat kalau tidak rukuk setelah melakukan rukuk yang kedua, maka rukuk kedua itu menjadi pengganti rukuk pertama, begitu seterusnya gerakan yang akhir menjadi ganti dari gerakan pertama yang terlupa sedangkan gerakan lain di antara keduanya tidak dianggap apabila ingat sebelum salam.

Apabla ingat (perkara wajib yang terlupa itu) setelah salam, maka (a) apabila masanya tidak lama menurut kebiasaan, tidak terkena najis, tidak berbicara lebih dari enam kata dan tidak melakukan banyak gerakan yang membatalkan shalat, maka wajib berdiri, lalu rukuk dan melakukan penyempurnaan, lalu tahiyat, sujud sahwi lalu ditutup dengan salam.

Apabila ia lupa melakukan sunnah ab'ad seperti tahiyat awal lalu ia berdiri, maka apabila ia lebih dekat ke posisi berdiri, maka tidak perlu mengulangi. Kalau ia mengulangi dengan sengaja dan tahu maka batal shalatnya; apabila ia mengulangi karena lupa atau tidak tahu maka tidak batal shalatnya hanya saja ia disunnahkan untuk sujud. Apabila ia meninggalkan qunut subuh, lalu ia turun untuk duduk sampai mencapai batas rukuk, maka ia tidak perlu mengulangi. Apabila ia mengulangi secara sengaja dan tahu maka batal shalatnya, apabila tidak tahu dan tak sengaja maka tidak batal sebagaimana hukum yang berlaku untuk lupa tahiyat awal. Ini apabila ia bukan makmum. Apabila makmum tidak tahiyat dan qunut dengan sengaja maka ia dapat memilih antara (a) mengulanginya karena ikut imam atau (b) menunggu imam sampai tersusul oleh imam lalu meneruskan shalat bersama imam.

Apabila makmum meninggalkan tahiyat dan qunut karena lupa maka wajib mengulangi bersama imam, apabila tidak mengulangi maka batal shalatnya kecuali apabila berniat mufaraqah (pisah dari imam) dalam dua kasus di atas. Dalam kasus ini maka ia berstatus munfarid (shalat sendirian).

Apabila imam dan makmum tidak melakkan tahiyat awal atau qunut secara sengaja sedangkan keduanya lebih dekat ke posisi berdiri dalam kasus pertama dan sampai pada posisi batas rukuk dalam kasus kedua lalu imam mengulangi, maka wajib bagi makmum untuk tidak mengulangi bersama imam. Makmum harus mufaraqah dengan niat dalam hati atau menunggu imam pada posisi berdiri atau posisi sujud. Apabila makmum mengulangi secara sadar dan sengaja maka batal shalat, apabila tidak sengaja maka tidak batal.

Apabila imam tidak melakukan tahiyat awal lalu berdiri maka wajib bagi makmum berdiri bersama imam. Apabila imam mengulangi, maka makmum tidak boleh ikut mengulangi bersama imam.

Sebab kedua, ragu atas kelebihan rakaat. Apabila ragu atas jumlah rokaat yang telah dilakukan, maka hendaknya meneruskan pada yang diyakini dan wajib menyempurnakan shalat lalu sujud sahwi karena adanya kemungkinan melakukan kelebihan.

Orang yang ragu tidak boleh merujuk pada praduganya dan pada berita orang yang memberitahunya kecuali pada jumlahnya mencapai tingkat mutawatir maka ucapan mereka dianggap dan menjadi rujukan.

Sebab ketiga, melakukan sesuatu karena lupa yang batal kalau disengaja seperti memperpanjang rukun yang pendek seperti lama dalam i'tidal atau duduk di antara dua sujud. Begitu juga berbicara sedikit karena lupa. Ia tidak perlu sujud kecuali apabila yakin betul. Apabila ragu maka tidak perlu sujud. Adapun gerakan yang tidak batal dilakukan secara sengaja atau lupa seperti menoleh dengan leher dan berjalan dua langkah maka tidak perlu sujud karena lupa atau sengaja. Adapun perkara yang batal kalau dilakukan secara sengaja ataupun lupa seperti berbicara banyak dan makan maka tidak perlu sujud sama sekali karena shalatnya batal.

Sebab keempat, pindah rukun qauli (verbal) yang tidak membatalkan shalat di luar tempatnya seperti mengulangi membaca Al-Fatihah semuanya atau sebagian pada saat duduk. Begitu juga memindah sunnah qauliyah seperti membaca Surah dari tempatnya ke tempat lain seperti membacanya di saat rukuk maka ia hendaknya melakukan sujud sahwi. Dikecualikan dari itu apabila ia membaca Surah Quran sebelum Al-Fatihah maka tiak perlu sujud.

Sebab kelima, ragu dalam meninggalan sesuatu seperti ragu dalam meninggalkan qunut subuh atau meninggalkan sebagian perkara penting seperti tidak tahu apakah ia meninggalkan qunut atau shalawat pada Nabi saat qunut. Apabila ragu apakah melakukan sunnah ab'ad atau meninggalkannya maka tidak perlu sujud sahwi.

Sebab keenam, bermakmum pada imam yang dalam shalatnya terdapat kesalahan walaupun dalam keyakinan makmum seperti bermakmum pada imam yang tidak qunut shalat subuh atau pada imam yang qunut sebelum rukuk maka ia hendaknya sujud setelah salamnya imam dan sebelum salamnya dirinya sendiri. Begitu juga apabila ia bermakmum pada imam yang tidak membaca sholawat pada Nabi pada tahiyat awal maka ia hendaknya sujud sahwi.


WKATU SUJUD SAHWI: SEBELUM ATAU SESUDAH SALAM?

Syairozi dalam Al-Muhadzab menyatakan
وَمَحَلُّهُ قَبْلَ السَّلَامِ لِحَدِيثِ أَبِي سَعِيدٍ وَحَدِيثِ ابْنِ بُحَيْنَةَ، وَلِأَنَّهُ يُفْعَلُ لِإِصْلَاحِ الصَّلَاةِ فَكَانَ قَبْلَ السَّلَامِ، كَمَا لَوْ نَسِيَ سَجْدَةً مِنْ الصَّلَاةِ.

Artinya: Letak sujud sahwi adalah sebelum salam berdasarkan pada hadits Abu Said dan hadits Ibnu Buhainah dan kaena sujud sahwi itu dilakukan untuk memperbaiki shalat maka dilakukan sebelum salam sebagaimana apabila orang lupa sujud shalat.

Imam Nawawi berpendapat bahwa sujud sahwi dilakukan sebelum salam, namun boleh dilakukan setelah salam. dalam Al-Muhadzab ia menyatakan
وَقَالَ صَاحِبُ الْحَاوِي: لَا خِلَافَ بَيْنَ الْفُقَهَاءِ، يَعْنِي جَمِيعَ الْعُلَمَاءِ أَنَّ سُجُودَ السَّهْوِ جَائِزٌ قَبْلَ السَّلَامِ وَبَعْدَهُ، وَإِنَّمَا اخْتَلَفُوا فِي الْمَسْنُونِ وَالْأَوْلَى

Artinya: Penulis kitab Al-Hawi berkata: Tidak ada perbedaan di antara ahli fikih, yakni seluruh ulama, bahwa sujud sahwi itu boleh dilakukan sebelum dan sesudah salam. Yang terjadi perbedaan adalah apakah ia sunnah atau aula (utama).

SUMBER:

Al-Jaziri, Al-Fiqh alal Mazahib al-Arbaah, hlm. 1/701 - 704
Imam Nawawi, Al-Majmuk,
Syairazi, Al-Muhazab
Selengkapnya ...

Beli Garam Saat Murah, Menjual Saat Mahal

Beli Garam Saat Murah, Menjual Saat Mahal
BELI GARAM SAAT MURAH, MENJUAL SAAT MAHAL

Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh

Saya tinggal di daerah pantura. Setiap musim kemarau, di daerah kami panen garam, dan biasanya dijual dengan harga agak rendah. Dan jika musim penghujan sudah datang, produksi garam akan berhenti dan akan mengakibatkan harga garam agak naik. Misalnya harga sewaktu panen raya di musim kemarau Rp.400/kg akan menjadi sekitar Rp.700/kg di musim penghujan.

1. Yang menjadi pertanyaan saya adalah, bolehkah saya membeli garam saat panen dengan harga agak rendah kemudian mencari keuntungan saat menjual di musim penghujan dengan harga agak tinggi?

Terima kasih Bu erna

TOPIK KONSULTASI ISLAM
  1. BELI GARAM SAAT MURAH, MENJUAL SAAT MAHAL
  2. HUKUM HYPNOTERAPI
  3. PERANG DALAM ISLAM: STATUS TAHANAN PERANG DAN EKSEKUSI PERANG
  4. MIMPI TENTANG PACAR, DARI JIN ATAU MALAIKAT?
  5. SUAMI SERING MENGANCAM CERAI ISTRI
  6. CARA KONSULTASI SYARIAH ISLAM


JAWABAN

1. Jual beli dan transaksi bisnis yang lain adalah masalah muamalah. Dan hukum asal dari muamalah adalah boleh (الأصل في الأشياء الإباحة) kecuali apabila (a) mengandung unsur riba; (b) mengandung penipuan; (c) barang yang dijual adalah barang haram seperti alkohol, daging babi, dll. Karena sistem yagn anda lakukan dan barang yang anda jual tidak termasuk dari ketiga unsur di atas, maka hukumnya boleh. Lebih detail: Bisnis dalam Islam

Baca juga: Kaidah Fikih Islam

______________________________


HUKUM HYPNOTERAPI

assamualaikum

1. saya ingin bertanya hukum dari hipnoterapi?

terima kasih waalaikum salam

JAWABAN

1. Segala macam bentuk pengobatan tidak dilarang dalam Islam karena ia termasuk dalam kategori muamalah. Bukan ibadah. Dan hukum asal dari muamalah adalah boleh (الأصل في الأشياء الإباحة). Kecuali apabila dalam pengobatan hipnoterapi itu ada praktek-praktek yang dilarang syariah seperti antara lain (a) menginjak-nginjak Al-Quran; (b) mengakui ada tuhan selain Allah; (c) mengakui ada rasul lain selain Nabi Muhammad; (d) memakan dan/atau meminum makanan atau minuman yang diharamkan kecuali darurat. Baca detail: Hukum Jimat, Ruqyah, Susuk dalam Islam

______________________________


PERANG DALAM ISLAM: STATUS TAHANAN PERANG DAN EKSEKUSI PERANG

Assalamu'alaikum warahmatullah wabaraakatuh

Kepada Yth. Ustadz dan Ustadzah sekalian,

Saya ingin bertanya tentang hukum perang dalam Islam, terutama dalam hal tawanan perang, setelah merujuk pada Kitab Al-Jihad karya Syekh Yusuf Qordhowy, Kitab Mashari Al-Ashwaq karya Ibn Nuhaas (keduanya saya baca versi bahasa Inggrisnya), serta buku The Law of War and Peace in Islam karya Majid Khadduri. Ada dua hal yang ingin saya tanyakan:

A. Terkait siapa yang bisa ditawan.
Dalam kisah perang melawan Banu Mustaliq dan Banu Qurayza, pasukan Muslim menawan keseluruhan anggota suku tersebut hingga wanita dan anak anak. Apakah hal ini khusus karena sistem kesukuan pada zaman tersebut sehingga tidak dapat berlaku pada zaman sekarang (sehingga yang boleh ditawan hanya pasukan lawan)? Ataukah sampai sekarang pun pasukan Muslim boleh juga menawan wanita dan anak-anak dari lawan perangnya asalkan mereka berasal dari satu suku dan/atau kelompok?

B. Terkait Ekekusi
Dalam Kitab Al Jihad, Yusuf Qordhowy menjelaskan bagaimana tawanan perang tidak bisa begitu saja dieksekusi hanya karena dia merupakan tawanan. Tawanan tersebut haruslah merupakan seseorang yang juga telah melakukan kejahatan yang begitu berat kepada umat Islam. Dalam menjelaskan pendapat ini, Yusuf Qordhowy lengkap memberikan dalil tentang eksekusi tawanan yang digunakan di zaman Rasulullah s.a.w. (antara lain eksekusi pasca perang Badar dan nasib Banu Qurayza), juga dari Al Qur'an misalnya di Surah Muhammad ayat 4.

Tapi dalam Kitab Mashari Al-Ashwaq, Ibn Nuhaas berkata bahwa sang pemimpin mempunyai prerogatif untuk menentukan nasib para tawanan: dieksekusi, dibebaskan begitu saja, dibebaskan dengan ransum, atau diperbudak (katanya mana yang menurut si pemimpin paling sesuai dengan kebutuhan pasukan muslim saat itu). Khadduri Majid juga menyebutkan ada perbedaan pendapat antara empat madzhab, tapi kesemuanya sepakat dalam mengatakan bahwa eksekusi tawanan adalah murni prerogatif pemimpin muslim. Dalam kedua kitab ini, sama sekali tidak ada pembahasan dalil yang melatarbelakangi.

1. Manakah pendapat yang lebih kuat? Kalau pendapat Yusuf Qordhowy lebih kuat, kenapa empat madzhab dan Ibn Nuhaas bisa memberikan pendapat yang menentang?

Jazakumullaahu khayran katheera,
Wassalamu'alaikum warahmatullah wabarakaatuh

JAWABAN

1. Semua pendapat ulama yang memiliki level keilmuan tingkat mujtahid adalah sah dan bisa dipakai dasar hukum bagi kita. Hasil ijtihad yang berbeda di antara mereka adalah keuntungan bagi kita sehingga kita bisa memakai salah satu pendapat yang sesuai dengan tuntutan keadaan yang lebih membawa kemaslahatan pada kita secara khusus dan pada umat secara umum dan lebih luas lagi pada nilai universal yang dianut bersama. Menurut kami, pendapat Yusuf Qardhawi lebih kuat dan lebih relevan untuk diaplikasikan pada saat ini, sedang pendapat dari mazhab empat dan Ibnu Nuhas dalam soal ini adalah pendapat yang relevan pada zamannya. Baca: Ijtihad dalam Islam

______________________________


MIMPI TENTANG PACAR, DARI JIN ATAU MALAIKAT?

Assalamualaikum ustad,
saya pernah mengalami kejadian spiritual pak ustad, kejadian spiritual itu
terjadi dua kali dalam satu hari dan itu untuk pertama kali dan terakhir kalinya terjadi pada saya.

kejadian 1 : saat berbicara pada teman (laki-laki) saya melihat ke matanya. Tiba-tiba pandangan saya menjadi gelap, kemudian muncul cahaya putih yang kecil di tengah. Karena cahaya itu, maka saya dapat melihat bahwa saya sedang berada di dalam terowongan/lorong. Lalu saya terbang melayang (tidak berjalan) menuju sumber cahaya tersebut, kemudian ada suara yang menyertai saya (seperti suara saya) mengatakan bahwa saya berada di dalam hati teman saya (laki-laki) itu. kemudian saya melihat sesosok atau siluet seseorang di depan cahaya tersebut,, karena penasaran saya terbang semakin cepat menuju arah cahaya tersebut. Semakin dekat kelihatan bahwa siluet itu adalah seorang wanita. saya berfikir mungkin itu adalah wanita tambatan hati teman (laki-laki) saya tersebut dan saya semakin cepat melayang menuju bayangan wanita itu.

saat saya berada di atasnya saya memutarinya sekali dan nampak bahwa cahaya putih itu berasal dari lantai yang berwarna putih sehingga mengeluarkan cahaya. wanita yang saya lihat itu berdiri diatas lantai tersebut dan dalam ruangan putih itu merupakan jalan buntu. Kemudian saya merendahkan posisi terbang saya,,, dan nampaklah wajah wanita tersebut,,, ternyata wanita tersebut adalah saya sendiri.

karena saya kaget pandangan atau kejadian spiritual itu terputus pak ustad,,, saya kembali ke dunia nyata berada di depan teman (laki-laki) saya. karena saya bingung dengan kejadian tersebut saya memutuskan untuk menyimpannya sendiri, tidak menceritakan pada teman saya itu. saat itu saya sadar pak ustad,, tidak pingsan atau sedang melamun.

kejadian 2 : terjadi pada maghribnya ( di hari yang sama) saat itu saya memikirkan kejadian spiritual 1 tersebut pak,,,dan berfikir bahwa mungkin teman saya memiliki perasaan pada saya tapi saya tepis pak ustad, karena saat itu saya sudah memiliki kekasih. saya menyayangi kekasih saya tersebut walaupun saya merasa dia banyak kekurangan (tidak sholeh) dan saya tidak punya rencana jangka panjang dengannya.

tiba-tiba pak ustad, ada semacam tangan (seperti angin) menembus dada saya (tidak ada rasa sakit) seakan-akan mengambil atau mendorong perasaan sayang saya (terhadap kekasih saya) keluar dari hati saya. sekejap perasaan saya hilang pak ustad, bahkan saya merasa jijik atau tidak suka lagi pada kekasih saya. Sejak itu saya merasa lebih mudah untuk memutuskan hubungan saya dengan kekasih saya tersebut dan memperbaiki diri saya ke jalan yang benar.

sejak itu pikiran saya selalu tertuju kepada teman (laki-laki) saya itu pak ustad. karena kejadian spiritual 1 dan 2 tersebut terjadi di hari yang sama saat saya bertemu dengannya.

yang mau saya tanyakan kepada pak ustad adalah :
1. apakah kejadian spiritual itu datangnya dari Allah? atau dari jin? karena ada sumber yang mengatakan bahwa teman laki-laki saya itu mempunyai jin dari kakeknya

2. sejak kejadian spiritual tersebut saya sulit untuk mulai menyukai pria lain lagi pak ustad dan saya mulai memperbaiki diri saya sesuai dengan perintah Allah. karena saya merasa perasaan saja begitu mudah dihilangkan bahkan bisa hilang kurang dari 1 menit atau sekejap saja, sehingga saya mulai memikirkan hal-hal yang benar, abadi dan hakiki, yaitu jalan yang diridoi Allah. tetapi saya selalu terbayang-bayang teman laki-laki saya itu pak ustad, apakah saya semacam terkena pelet?

3. menurut pak ustad, tindakan apa yang harus saya lakukan? apakah saya sebaiknya menceritakan kejadian ini kepada teman laki-laki saya itu pak ustad?

4. apakah menurut pak ustad, ada kemungkinan kejadian ini sebagai petunjuk Allah tentang jodoh saya?

terima kasih pak ustad,, semoga Allah membalas kebaikan pak ustad
wassalamualaikum wr wb

JAWABAN

1. Besar kemungkinan pengalaman yang anda alami berasal dari jin. Allah melalaui malaikatnya tidak akan sembarangan memberikan 'pengalaman gaib' pada sembarang orang kecuali dalam masalah agama dan hidayah iman. Sedangkan yang adan alami itu tidak ada kaitannya dengan masalah keimanan melainkan masalah dorongan hubungan romansa lawan jenis yang diharamkan karena di luar pernikahan.

2. Iya.
3. Tidak perlu. Namun demikian, kalau anda menyukai dia dan dia seorang yang taat agama; sedangkan dia pun menyukai anda, maka sebaiknya anda minta dia melamar anda dan akhiri dalam pernikahan yang sah.
4. Jodoh itu adalah pilihan antara seorang pria dan wanita. Dia akan menjadi jodoh anda kalau anda menyukai dia dan dia menyukai anda. Baca: Mimpi dalam Islam

______________________________


SUAMI SERING MENGANCAM CERAI ISTRI

Saya yang dilanda galau, awalnya saya kenal wanita melalui media sosial, setelah beberapa bulan pacaran akhirnya kami menikah di KUA sebagaimana layaknya pernikahan umumnya.

Yang ingin saya tanyakan :
1. Saat mengurus berkas ke KUA nama saya bukan yang sebenarnya tapi itu permintaan calon istri mungkin pertimbangan dia biar gampang karna saat itu saya masih berstatus suami dari seorang istri dan 3 orang anak. Bagaimana hukumnya dg nama palsu itu padahal dari pernikahan ini kami di karuniakan seorang anak.

2. Selama pernikahan kami selalu cekcok mungkin karena trauma pernikahan istri sebelumnya yang gagal. Beberapa kali tanpa sadar saya mengancam menceraikannya tapi ancaman saya tidak mempan krn tabiat dan adatnya emang keras. Bagaimana dengan ancaman saya terhadap pernikahan ini?

3. Campur tangan keluarganya sangat dominan dipernikahan kami terutama ibunya yang sampai pernah berkata lebih baik anaknya/istri saya menjadi pelacur ketahuan hasilnya dari pada kerja ga tau hasilnya dan menikah dg saya juga hanya ribut dan ribut. Bagaimana dengan perkataan ibunya terhadap pernikahan kami sedang perkataan seseorang apalagi seorang ibu itu seperti do'a?

4. Setelah mengarungi bahtera rumah tangga selama kurang lebih 3 tahun tanpa sepengetahuan saya, istri menggugat cerai dg cara ghoib dg saksi bapak dan neneknya. Dan sudah ketok palu hakim pengadilan agama tapi selama itu pula kami tetap berhubungan intim layaknya suami istri tapi tidak tinggal satu atap lagi. Memang dia menyesal karna pengen rujuk lagi tapi palu hakim itu sudah diketok. Bagaimana ghoib di pernikahan kami ini, apakah benar atau bisa dibatalkan padahal udah ketok palu hakim?

5. Sekarang dia pengen rujuk lagi sedang tabiat dan adat nya serta campur tangan keluarganya yang buat saya ragu apakah kedepan akan lebih baik ?

Tolong dijawab, semoga Allah SWT membalas kebaikan anda. Aamiin. Terimakasih Wassalamualaikum wr wb,

JAWABAN

1. Tidak apa-apa memakai identitas palsu dalam perkawinan, dalam arti pernikahan tetap sah. Asal orangnya tidak palsu. Lihat: Pernikahan dengan Identitas Palsu http://www.alkhoirot.net/2014/07/pernikahan-dengan-identitas-palsu.html

2. Apa yang dimaksud dengan ancaman cerai? Kalau maksudnya perkataan cerai yang bermakna masa depan seperti "Nanti kamu saya cerai", maka tidak terjadi cerai. Kalau yang dimaksud ancaman adalah pernyataan cerai seperti "Kamu saya cerai sekarang", maka hukum talaknya sah.

3. Perkataan ibunya istri tidak ada pengaruhnya pada sah dan batalnya pernikahan.

4. Gugat cerai ghoib yang sudah mendapat keputusan hakim agama hukumnya sah. Kalau anda dan dia ingin rujuk lagi, maka tunggulah masa iddahnya habis dan lakukan akad nikah ulang. Baca detail: Cerai dalam Islam

5. Kalau anda ragu akan bisa harmonis, maka tetapkan hati untuk berpisah secara permanen. Dan bila demikian, jangan lagi melakukan hubungan apapun dengan dia. Karena begitu ada keputusan hakim yang meluluskan gugat cerainya, maka anda dan dia bukan lagi suami istri dan adalah berdosa zina apabila melakukan hubungan intim.
Selengkapnya ...

Sunat Khitan dalam Islam

Sunat Khitan dalam Islam

Sunat atau khitan (Arab, الختان) atau memotong kulup (kulit) yang menutupi ujung zakar kemaluan laki-laki adalah salah satu tindakan yang disyariatkan dalam Islam terutama karena sunat (Inggris, circumcision) itu mempermudah seorang muslim untuk mensucikan diri dari najis. Sedangkan suci dari najis menjadi prasyarat utama untuk sahnya salat. Di samping itu, khitan diakui secara universal memiliki manfaat kesehatan yang tidak sedikit. Ia misalnya dapat mengurangi resiko kanker pen1s dan infeksi air kencing juga membuat wanita yang menjadi pasangan pria yang sunat akan lebih kecil terkena kanker leher rahim.

DAFTAR ISI
  1. Definisi Khitan (Sunat)
  2. Dalil Quran Dan Sunnah (Hadits) Tentang Khitan
  3. Hukum Khitan Menurut Pandangan Madzhab Empat
    1. Pandangan Madzhab Syafi'i Dan Hanbali
    2. Pandangan Madzhab Hanafi Dan Maliki
  4. Cara Khitan Bagi Laki-Laki
  5. Khitan Bagi Perempuan
  6. Tujuan Khitan (Sunat) Secara Syariah
  7. Manfaat Khitan Bagi Kesehatan
  8. SETELAH KHITAN MASIH TAMPAK KULUP, APA HARUS KHITAN ULANG?
  9. CARA KONSULTASI SYARIAH ISLAM

DEFINISI KHITAN

Khitan secara etimologis (lughawi) merupakan bentuk masdar (verbal noun) dari fi'il madi khatana (خَتَن) yang berarti memotong. Dalam terminologi syariah Islam, bhitan bagi laki-laki adalah memotong seluruh kulit yang menutup hasyafah (kepala penis) kemaluan laki-laki sehingga semua hasyafah terbuka. Sedang bagi wanita khitan adalah memotong bagian bawah kulit yang disebut nawat yang berada di bagian atas faraj (kemaluan perempuan). Khitan bagi laki-laki disebut i'dzar sedang bagi perempuan disebut khifd. Jadi, khifd bagi perempuan sama dengan khitan bagi laki-laki.


DALIL QURAN DAN SUNNAH (HADITS) TENTANG KHITAN

QS An-Nahl :123

ثم أوحينا إليك أن اتبع ملة إبراهيم حنيفاً وما كان من المشركين). [النحل:123]
Artinya: Kemudian Kami wahyukan kepadamu (Muhammad): “Ikutilah agama Ibrahim seorang yang hanif” dan bukanlah dia termasuk orang-orang yang mempersekutukan Tuhan”

- QS Al Hajj 78

حَرَجٍ مِلَّةَ أَبِيكُمْ إِبْرَاهِيمَ هُوَ سَمَّاكُمُ الْمُسْلِمِينَ مِنْ قَبْلُ وَفِي هَذَا لِيَكُونَ الرَّسُولُ شَهِيدًا عَلَيْكُمْ وَتَكُونُوا شُهَدَاءَ عَلَى النَّاسِ
Artinya: Ikutilah agama orang tuamu Ibrahim. Dia (Allah) telah menamai kamu sekalian orang-orang muslim dari dahulu, dan begitu pula dalam (Al quran) ini, supaya Rasul itu menjadi saksi atas dirimu dan supaya kamu semua menjadi saksi atas segenap manusia.

- Hadits riwayat Bukhary & Muslim

الْفِطْرَةُ خَمْسٌ – أَوْ خَمْسٌ مِنَ الْفِطْرَةِ – الْخِتَانُ وَالاِسْتِحْدَادُ وَنَتْفُ الإِبْطِ وَتَقْلِيْمُ الأََظْفَارِ وَقَصُّ الشَّارِبِ
Artinya: Fithrah itu ada lima: Khitan, mencukur rambut kemaluan, mencabut bulu ketiak, memotong kuku, dan memotong kumis .

- Hadits riwayat Bukhary & Muslim. Lihat juga As-Syaukani dalam Nailul Autar 1/111

اخْتَتَنَ إِبْرَاهِيمُ عَلَيْهِ السَّلَام وَهُوَ ابْنُ ثَمَانِينَ سَنَةً بِالْقَدُومِ
Artinya: Ibrahim ‘alaihissalam telah berkhitan dengan qadum (nama sebuah alat pemotong) sedangkan beliau berumur 80 tahun

- Hadits riwayat Abu Dawud

أَلْقِ عَنْكَ شَعْرَ الْكُفْرِ وَاخْتَتِنْ
Artinya: Hilangkan darimu rambut kekafiran ( yang menjadi alamat orang kafir ) dan berkhitanlah

- Hadits riwayat Baihaqi

الْخِتَانُ سُنَّةٌ لِلرِّجَالِ ، مَكْرُمَةٌ لِلنِّسَاءِ
Artinya: Khitan itu sunnah bagi laki-laki dan kemuliaan bagi wanita.

- Hadits riwayat Ar-Rafi'i dalam At-Takwin, As-Syaukani dalam Al-Fawaid Al-Majmuah, Al-Bahiri dalam As-Sabi'

اختنوا أولادكم يوم السابع فإنه أطهر وأسرع لنبات اللحم.
Artinya: Khitanlah anak laki-lakimu pada hari ketujuh karena sesungguhnya itu lebih suci dan lebih cepat tumbuh daging (cepat besar badannya)

- Hadits riwayat As-Syaukani dalam At-Talkhis Al-Jabir
من أسلم فليختتن
Artinya: Barangsiapa yang masuk Islam maka hendaknya dia berkhitan

- Hadits riwayat Ahmad, dan Baihaqi

الختان سنة في الرجال، مكرمة في النساء
Artinya: Khitan itu sunnah bagi laki-laki dan kemuliaan bagi wanita.

- Hadits riwayat Tabrani, Baihaqi, Ibnu Adi, Daulabi, Al-Khatib, tentang khitan perempuan

إذا خفضت أَشِمِّي ولا تَنْهَكِي فإنه أحظى للزوج وأسرى للوجه
Artinya: Apabila Engkau mengkhitan wanita, sisakanlah sedikit dan jangan potong (bagian kulit klitoris) semuanya, karena itu lebih bisa membuat ceria wajah dan lebih disenangi oleh suami

- Hadits riwayat Abu Daud dari Ummu Atiyah

إن امرأة كانت تختن بالمدينة فقال لها النبي صلى الله عليه وسلم: "لا تنهكي فإن ذلك أحظى للمرأة وأحب إلى البعل
Artinya: bahwasanya di Madinah ada seorang wanita yang (pekerjaannya) mengkhitan wanita, kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: Jangan berlebihan di dalam memotong, karena yang demikian itu lebih nikmat bagi wanita dan lebih disenangi suaminya.

- Hadits riwayat Muslim

إذ جلس بين شهبها الأربع و مسّ الختان الختان فقد وجب الغسل
Artinya: Apabila seseorang laki-laki berada di empat cabang wanita (bersetubuh dengan wanita) dan khitan menyentuh khitan, maka wajib mandi

- Hadits riwayat Baihaqi

إنه عندما هاجر النساء كان فيهن أم حبيبة، وقد عرفت بختان الجواري فلما زارها رسول الله صلى الله عليه وسلم قال لها يا أم حبيبة هل الذي كان في يدك هو في يدك اليوم؟ فقالت نعم يا رسول الله إلا أن يكون حراماً فتنهانا عنه. فقال رسول الله صلى الله عليه وسلم: "بل هو حلال" وقال صلى الله عليه وسلم: " يا نساء الأنصار اختفضن (اختتن) ولا تنهكن أي لا تبالغن في الخفاض"


HUKUM KHITAN MENURUT PANDANGAN MADZHAB EMPAT

Berdasarkan sejumlah dalil dariQuran dan hadits di atas, maka ulama dari keempat madzhab yaitu Hanafi, Maliki, Syafi'i dan Hanbali memiliki pandangan yang sama dalam satu hal: bahwa khitan itu dianjurkan dalam agama (masyruk - مشروع) baik bagi laki-laki dan perempuan. Namun, apakah anjuran tersebut bersifat wajib ataukah hanya sunnah, mereka berbeda pendapat dengan rincian sebagai berikut:


PANDANGAN MADZHAB SYAFI'I DAN HANBALI

Hukum khitan adalah wajib bagi laki-laki dan perempuan menurut madzhab Syafi'i dan Hanbali. Alasan kedua madzhab adalah:
(a) ada hadits di mana Nabi berkata pada seorang pria yang baru masuk Islam: "Hilangkan darimu rambut kekafiran (yang menjadi alamat orang kafir) dan khitanlah " (HR Abu Daud - teks hadits lihat di atas.)
(b) Khitan adalah syiar umat Islam, maka ia hukumnya wajib sebagaimana syiar-syiar yang lain. Adapun dalil bahwa khitan tidak wajib bagi wanita menurut madzhab Hanbali adalah hadits: "الختان سنة للرجال، ومكرمة للنساء"

Pendapat mu'tamad (diunggulkan) dari madzhab Hanbali dan Syafi'i adalah khitan wajib bagi pria dan wanita.

Sedangkan Ibnu Qudamah (ulama madzhab Hanbali) dalam Al-Mughni mempunya pendapat sendiri yaitu khitan itu sunnah bagi laki-laki dan kemuliaan (makromah) bagi perempuan. Adapun perbedaan antara sunnah dan mukromah adalah kesunnahan mukromah berada sedikit di bawah sunnah.


PANDANGAN MADZHAB HANAFI DAN MALIKI

Hukumnya sunnah bagi laki-laki dan dianjurkan bagi perempuan menurut madzhab Hanafi dan Maliki berdasarkan pada hadits: الختان سنة في الرجال، مكرمة في النساء Khitan itu sunnah bagi laki-laki dan kemuliaan bagi wanita. Hadits riwayat Ahmad, Baihaqi.

Dalam kitab Al-Mausuah Al-Fiqhiyah dikatakan bahwa pendapat yang muktamad (diunggulkan) dalam madzhab Hanafi, Maliki dan pendapat minoritas dari madzhab Syafi'i adalah wajib khitan bagi pria dan sunnah bagi wanita.


CARA KHITAN BAGI LAKI-LAKI

Tindakan memotong kulup (kulit) yang menutupi ujung zakar atau kepala penis (Arab, hasyafah حشفة). Secara umum, sunat adalah tindakan memotong atau menghilangkan sebagian atau seluruh kulit penutup depan dari penis. Frenulum dari penis dapat juga dipotong secara bersamaan dalam prosedur yang dinamakan frenektomi.


KHITAN BAGI PEREMPUAN

Imam Nawawi menyatakan bahwa khitan pada perempuan adalah memotong bagian bawah kulit lebih dan menutupi yang ada di atas v4gina perempuan.


TUJUAN KHITAN (SUNAT) SECARA SYARIAH

1. Tujuan utama syariah kenapa khitan itu disyariatkan adalah karena menghindari adanya najis pada anggota badan saat shalat. Karena, tidak sah shalat seseorang apabila ada najis yang melekat pada badannya. Dengan khitan, maka najis kencing yang melihat disekitar kulfa (kulub) akan jauh lebih mudah dihilangkan bersamaan dengan saat seseorang membasuh kemaluannya setelah buang air kecil.

2. Mengikuti sunnah Rasulullah.
3. Mengikuti sunnah Nabi Ibrahim.


MANFAAT KHITAN BAGI KESEHATAN

Manfaat khitan dari sudut kesehatan terutama bagi laki-laki cukup banyak. Antara lain:

1. Lebih higines (sehat) karena lebih mudah membersihkan kemaluan (p3nis) dari pada yang tidak sunat. Memang, mencuci dan membasuh kotoran yang ada di bawah kulit depan kemaluan orang yang tidak disunat itu mudah, namun khitan dapat mengurangi resiko infeksi bekas air kencing. Menurut penelitian medis, infeksi bekas urine lebih banyak diderita orang yang tidak disunat. Infeksi yang akut pada usia muda akan berakibat pada masalah ginjal di kemudian hari.

2. Mengurangi resiko infeksi yang berasal dari transmisi seksual. Pria yang dikhitan memiliki resiko lebih rendah dari infeksi akibat hubungan seksual, termasuk HIV/AIDS. Walaupun seks yang aman tetap penting.

3. Mencegah problem terkait dengan p3nis. Terkadang, kulit muka pen1s yang tidak dikhitan akan lengket yang sulit dipisah. Dan ini dapat berakibat radang pada kepala pen1s (hasyafah).

4. Mencegah kanker p3nis (penile cancer). Kanker pen1s tergolong jarang terjadi, apalagi pada pen1s yang disunat. Di samping itu, kanker leher rahim (cervical cancer) lebih jarang terjadi pada wanita yang bersuamikan pria yang dikhitan.


SETELAH KHITAN MASIH TAMPAK KULUP, APA HARUS KHITAN ULANG?

Assalamu'alaikum..
Mohon penjelasan jika seseorang sudah dikhitan, tetapi ternyata pada kondisi biasa, terkadang kepala kemaluan masih tertutup kulit kulup. Tetapi pada saat tegang, kulup tersebut bergeser dan kepala kemaluan "nongol".
1. Apakah harus dikhitan ulang atau harus bagaimana?
Assalamu'alaikum w w

JAWABAN

1. Sebaiknya dikhitan ulang kalau kepala penis masih tertutup kulup, karena itu juga dapat menimbulkan najis yang bisa menyebabkan tidak sahnya shalat.

Imam Nawawi dalam Al-Majmuk, hlm 1/352, menyatakan:

قَالَ الشَّيْخُ أَبُو مُحَمَّدٍ الْجُوَيْنِيُّ فِي كِتَابِهِ التَّبْصِرَةُ فِي الْوَسْوَسَةِ : لَوْ وُلِدَ مَخْتُونًا بِلَا قلفة فَلَا خِتَانَ لَا إيجَابًا وَلَا اسْتِحْبَابًا ، فَإِنْ كان من القلفة التى تغطي الحشفة شئ مَوْجُودٌ : وَجَبَ قَطْعُهُ ، كَمَا لَوْ خُتِنَ خِتَانًا غَيْرَ كَامِلٍ ، فَإِنَّهُ يَجِبُ تَكْمِيلُهُ ثَانِيًا حَتَّى يُبَيِّنَ جَمِيعَ الْقُلْفَةِ الَّتِي جَرَتْ الْعَادَةُ بِإِزَالَتِهَا فِي الْخِتَانِ .

Artinya: Abu Muhammad Al-Juwaini berkata dalam kitabnya At-Tabshirah fi Al-Waswasah: ‘Jika seorang anak lahir dalam keadaan telah tersunat dan tidak berkulup, maka tidak wajib dan tidak pula mustahab (sunnah) baginya khitan. Namun, jika ada sedikit kulup yang menutup ujung penis, maka itu wajib dipotong. Sebagaimana jika ia dikhitan tidak sempurna, maka wajib menyempurnakannya kedua kalinya sampai jelaslah seluruh kulup yang biasanya dihilangkan.
Selengkapnya ...

Menikahi Wanita yang Hamil dengan Pria Lain

Menikahi Wanita yang Hamil dengan Pria Lain
ISTRI HAMIL DENGAN PRIA LAIN SAAT SAYA NIKAHI

Saya laki-laki sebut saja andri,,saya mau tanya,, saya menikah dengan seorang wanita,,setelah 2 minggu pernikahan katanya dia hamil,,awalnya saya percaya kalo itu anak saya,, tapi pas sudah sebulan umur pernikahan saya menemukan sebuah surat/bon pembayaran dari RSIA ibu / anak,, kemudian saya telpon ke RSIA tersebut untuk menanyakan Pemeriksaan apa bon tersebut?

menurut data rumah sakit tersebut itu pemeriksaan kehamilan,,dan hasilnya wanita tersebut hamil 12 minggu ( seminggu sebelum nikah sama saya )

1. Saya mau tanya Apa yang harus saya lakukan?
sampai saat ini saya belum berbicara masalah ini sama istri saya

TOPIK KONSULTASI ISLAM
  1. ISTRI HAMIL DENGAN PRIA LAIN SAAT SAYA NIKAHI
  2. PRIA MENIKAH TANPA RESTU ORANG TUA
  3. IBU TIDAK SETUJU KARENA WAJAHNYA TAK MENARIK
  4. PERKAWINAN GAGAL, APA KARENA TIDAK SOWA KYAI?
  5. WANITA MUSLIMAH MENIKAH DENGAN PRIA NON MUSLIM
  6. HUKUM TALAK YANG BERULANG-ULANG DAN CARA RUJUK
  7. KONSULTASI IDDAH
  8. WANITA HAID POTONG KUKU, BOLEH ATAU TIDAK?
  9. WARISAN RUMAH PENINGGALAN IBU
  10. MEMAKAI ALAT PEMANCUNG HIDUNG (NOSE UP CLIPPER), HALAL ATAU HARAM?
  11. HARTA WARIS BAGIAN ISTRI, ANAK PEREMPUAN, DAN SAUDARA
  12. CARA KONSULTASI SYARIAH ISLAM


JAWABAN

1. Secara syariah, pernikahan anda dan dia sah walaupun dia hamil zina sebelum menikah, dan walaupun dia hamil oleh orang lain. Tentang status anak, menurut madzhab Hanafi, anak tersebut bisa dinasabkan pada anda secara syariah walaupun hakikatnya bukan benih dari anda. Ibnu Abidin dalam Al-Hasyiyah 3/547 menyatakan

أن المرأة إذا زنت وحملت من هذا الزنا ثم عقد عليها هذا الرجل الذي زنى بها –أو حتى لو عقد عليها غيره ليستر عليها –وأصبحت فراشا له ثم جاءت بالولد لأدنى مدة الحمل ستة أشهر فالولد ولده حقيقة وشرعا إن كان منه الماء وشرعا فقط إن كان من ماء غيره ويرثه ولا أثر للوطء في ثبوت النسب. ومن ثم لا يلزم معرفة انعقاد الحمل هل كان قبل العقد أو بعده. بل لا يشترط

Artinya: Seorang wanita apabila berzina dan hamil dari zina tersebut, lalu ia menikah dengan pria yang menzinahinya - atau menikah dengan pria lain untuk menutupi aibnya - lalu melahirkan anak dalam masa minimal kehamilan yakni 6 bulan, maka anak itu adalah anak pria yang menikahinya. Anak itu dianggap anak si suami secara hakiki dan syar'i apabila ia yang menzinahinya; dan secara syar'i saja apabila si suami itu adalah bukan pria yang menzinahinya (bukan ayah biologis si anak). Si anak akan menjadi ahli waris bapaknya. Tidak ada pengaruh wathi' (jimak) dalam ketetapan nasab. Oleh karena itu tidak wajib mengetahui terjadinya kehamilan apakah itu sebelum akad nikah atau setelahnya, bahkan tidak disyaratkan.

Jadi, anda punya dua pilihan: kalau anda masih sayang pada istri maka anda tetap bisa meneruskan pernikahan ini dan mengakui anak yang ada dalam kandungan itu sebagai anak anda yang sah secara agama.

Pilihan kedua adalah anda boleh menceraikannya kalau dengan kasus ini anda merasa tidak bisa lagi mengarungi hidup berumah tangga bersamanya. Walaupun menceraikan istri yang sedang hamil sah talaknya, namun kami menyarankan agar anda menceraikannya beberapa saat setelah kelahiran anaknya.

Baca juga:
- Hukum Menikahi Wanita Hamil dan status Anak menurut Empat Mazhab
- Hukum Menikahi Wanita Hamil dan status Anak menurut madzhab Syafi'i

______________________________


PRIA MENIKAH TANPA RESTU ORANG TUA

Assalamualaikum pak ustadz

Saya mau bertanya bagaimana hukum islam tentang pernikahan tanpa restu kedua orang tua karena perempuan yang ingin saya nikahi ini seorang janda beranak satu tapi orang tua saya tidak setuju
1. apakah saya berdosa dan durhaka ?

Mohon jawabannya pak ustadz Salam,walaikumsalam

JAWABAN

1. Orang tua harus dan wajib mengijinkan anaknya apabila hendak menikah kecuali apabila karena alasan yang dibenarkan oleh agama seperti calon menantunya non-muslim atau perempuan nakal. Oleh karena itu, tidak dianggap durhaka apabila si anak tetap bersikukuh untuk menikah dengan wanita pilihannya apabila wanita tersebut wanita baik-baik. Ketaatan pada orang tua itu ada batasnya yakni pada sesuatu yang tidak bertentangan dengan syariah. Baca: Hukum Taat Orang Tua

Namun demikian, idealnya komunikasikan lebih dahulu dengan orang tua secara baik-baik kalau perlu minta bantuan orang lain agar supaya mendapat restu. Karena, menikah tanpa restu itu akan berakibat terjadinya masalah sosial. Misalnya, orang tua tidak mau membuat resepsi; tidak akan menerima calon menantu; tidak mau bertemu dengan calon besannya, dll. Semua itu akan menjadi masalah yang tidak akan terjadi seandainya orang tua setuju.

Walaupun boleh secara syariah untuk menikah tanpa restu orang tua, tapi kalau bisa hindari situasi ini. Menikah kalau bisa untuk selamanya. Pernikahan tanpa restu ortu adalah awal yang buruk dan potensi konflik sangat tinggi karena tidak mungkin anda hanya bisa hidup berdua saja tanpa dukungan orang tua. Baca: Perkawinan Tanpa Restu Orang Tua

______________________________


IBU TIDAK SETUJU KARENA WAJAHNYA TAK MENARIK

assalamu'alaikum ustadz..
saya wanita berumur 22 tahun,, sekarang saya sedang berta'aruf dengan seseorang yang berumur 28 tahun. kendala saya menjalani hubungan dengan teman saya ini karena ibu saya tidak menyetujui nya dengan alasan karena teman saya ini wajahnya mirip dengan saudaranya yang ibu saya benci, padahal teman saya ini adalah seorang ustadz, bekerja sebagai guru. saya merasa nyaman dengan teman saya ini ustadz,, memang ibu saya melihat dari fisiknya . padahal tidak terlalu buruk, hanya orang biasa.
1. bagaimana ustadz saya menghadapinya? mohon jawabannya ustadz saat ini saya merasa bingung dan tertekan . karena saya tidak mau dijodohkan. terimakasih ustadz, saya tunggu jawabnnya.

wassalamu'alaikum.WR.WB

JAWABAN

1. Secara syariah boleh menikah dengan pria walaupun tanpa restu orang tua. Kalau ayah tidak mau menjadi wali nikah, maka bisa memakai wali hakim. Baca detail: Pernikahan Islam

Namun di sisi lain menikah tanpa restu orang tua akan berdampak negatif secara sosial dan itu harus anda pikirkan. Oleh karena itu, usahakan untuk membujuk ibu supaya mau merestui. Mintalah bantuan orang lain yang dihormati ibu untuk membujuk beliau agar merestui pernikahan anda berdua.

______________________________


PERKAWINAN GAGAL, APA KARENA TIDAK SOWA KYAI?

Ana F., Mau bertanya ustadz..

Saya dulu menikah tanpa sowan pada kiyai saya.. Dulu saya pernah mondok. Kemudian pernikahan kami gagal / cerai,.,

1. Apa ada pengaruh nya dari ketidak sowanan saya.. Sehingga mempengaruhi pernikahan saya??

Mohon, Di jawab yea ustadz..

JAWABAN

1. Tidak sowan pada kyai itu tidak ada pengaruhnya secara langsung pada sukses atau gagalnya pernikahan. Kesuksesan dan kegagalan perkawinan itu lebih kepada ketidakmampuan anda dalam memilih calon suami. Anda mungkin memilih calon suami lebih berdasarkan pada tampilan fisiknya, bukan pada ketampanan batin dan perilakunya. Itu penyebab utama. Baca juga: Cara Memilih Jodoh

Namun secara tidak langsung tidak sowannya anda pada kyai anda itu menunjukkan bahwa anda kurang memiliki rasa hormat pada sosok yang telah berjasa pada anda. Sikap itu membuat anda kurang suka mendengar pada nasihat orang lain termasuk dalam hal memilih jodoh. Jadi, lain kali, mintalah nasihat orang lain terutama yang lebih tua saat menentukan jodoh anda.

______________________________


WANITA MUSLIMAH MENIKAH DENGAN PRIA NON MUSLIM

Selamat malam ibu/bapak yang terhormat.
Saya ingin konsultasi dengan ibu/bapak yang terhormat. Saya mempunyai kakak perempuan yang beragama islam, sekarang beliau benjalin hubungan dengan orang jepang yang tentunya bukan islam. mereka ingin melanjutkan hubungannya ke jenjang pernikahan.
1. Kakak dan kekasihnya sudah sepakat untuk memegang agama masing masing.
apa boleh? harus ikut resepsi cara nasrani atau boleh 2x resepsi? bukannya imam kita adalah suami, tapi suami kita berbeda agama, lalu apa status agama putranya kelak?

Terima kasih. Mohon di jawab, dan maaf jika ada kata yang tidak merenah.
Wassalamualaikum wr.wb ^^

JAWABAN

1. Perkawinan wanita muslimah dengna pria non-muslim (kafir) adalah haram dan pernikahannya tidak sah. Lihat: Hukum Perkawinan Beda Agama dalam Islam

______________________________



HUKUM TALAK YANG BERULANG-ULANG DAN CARA RUJUK

Assalamualaikum. .
Saya kepala rumah tangga memergoki istri sama orang laen. Saya marah dan mengucapkan talak berulang ulang. Dan hari berikut di fb istri ketauan lagi sama orang lain menyebut kata2 mesra. Saya marah lagi mengucap kata talak berkali2. sesudah itu saya sadar telah mengucapkan kata talak dan menyesal.
1. Hukum talak yg saya ucapkan apa????
2. Bagaimana cara kalau ingin rujuk????

JAWABAN

1. Hukum talak yang diucapkan adalah sah menurut mayoritas ulama dari keempat madzhab. Oleh karena itu, anda telah menjatuhkan talak lebih 3 kali, maka hukumnya anda tidak boleh lagi rujuk pada istri anda kecuali apabila istri menikah dengan pria lain terlebih dahulu.

Namun ada pendapat ulama dari mazhab Hanbali seperti Ibnul Qayyim yang menyatakan bahwa talak suami yang sedang marah tidak sah dan tidak terjadi talak. Kalau mengikuti pendapat yang ini, maka talak yang anda ucapkan saat anda marah tidak terjadi. Tentu anda yang lebih tahu mana talak yang diucapkan saat marah itu. Baca: Hukum Talak Saat Suami Marah

2. Kalau memang mengikuti pendapat yang menyatakan tidak sah talak saat marah, sedangkan anda saat mengucapkan kata cerai itu sedang sangat marah, maka talak tidak terjadi dan karena itu tidak perlu rujuk karena perkawinan masih sah.

Namun demikian, untuk ke depannya kalau anda masih ingin bersama dia, anda perlu mengevaluasi ulang cara anda mendidik istri dan mengelola rumah tangga. Kalau merasa kesulitan, silahkan berkonsultasi pada teman atau tokoh agama yang dianggap mampu memberi masukan agar supaya istri anda menjadi wanita solehah dan taat pada suaminya. Baca juga: Cara Harmonis dalam Rumah Tangga

______________________________


KONSULTASI IDDAH

Saya mau berkonsultasi,,
Masa iddah dalam wanita bercerai itu hukumnya wajib. Kalau sebelum bercerai tinggal bersama. Kemudian saya mau menanyakan..
1. Bagaimana dengan wanita yang sudah berpisah lama dengan suaminya sehingga sudah jelas rahimnya bersih. Apa tetap perlu dan wajib iddah?
2. Dan apakah hukum haram menerima pinangan dari lelaki lain berlaku???

JAWABAN

1. Iddah atau masa tunggu itu berlaku bagi istri yang talak suami. Kalau suami rujuk dalam masa iddah, maka tidak diperlukan akad nikah baru, cukup suami berkata "Aku rujuk" maka rujuknya sudah sah dan kembali menjadi suami istri. Tapi kalau masa iddah sudah habis dan suami ingin rujuk, maka harus diadakan akad nikah ulang.

2. Kalau masa iddah sudah habis, maka si wanita boleh menikah dengan lelaki lain. Baca detail: Cerai dalam Islam

______________________________


WANITA HAID POTONG KUKU, BOLEH ATAU TIDAK?

Ustadz....
1. Mau bertanya manakah yg benar ketika perempuan haid? Boleh memotong rambut/kuku tidak?

JAWABAN

1. Boleh memotong rambut. Baca: Hukum Potong Rambut dan Kuku Saat Haid

Baca juga: Wanita Haid

______________________________


WARISAN RUMAH PENINGGALAN IBU

Assalamualaikum wr wb..
Ustadz/Ustadzah Ysh mohon pencerahannya mengenai hukum waris berikut :

1. Kakek dan nenek saya mempunyai 2 orang anak perempuan, anak pertama (tante) dan anak kedua adalah ibu saya. Tante saya meninggal dunia sebelum orang tuanya (kakek dan nenek), beberapa tahun kemudian nenek meninggal, lalu kakek. tante meninggalkan 6 orang anak, 2 anak laki-laki dan 4 anak perempuan.

2. Pada tanggal 12 september lalu ibu saya meninggal, dan meninggalkan anak perempuan 1 orang yaitu saya. sepeninggal ibu saya, anak2 dari tante saya menuntut hak waris dari rumah peninggalan kakek,

3. sebelumnya rumah peninggalan kakek tersebut ditempati oleh almarhumah ibu saya dan saya, rumah tersebut sudah di renovasi dengan biaya dari ibu saya, lalu di renovasi ulang dengan menggunakan biaya dari saya bagaimanakah cara membagi waris tersebut, mengingat anak2 tante saya tidak ikut serta merawat dan mengeluarkan biaya untuk renovasi rumah tsb, dan menuntut hak waris setelah ibu saya meninggal.
Mohon pencerahannya..

Wassalammualaikum. Wr wb

JAWABAN

1. Karena tante anda meninggal dunia lebih dulu dari orang tuanya (kakek anda), maka ia tidak mendapat warisan apapun dari orang tuanya. Begitu juga dengan anak-anak tante (cucu-cucu).

2. Sepupu anda atau anak-anak dari tante tidak berhak mendapat warisan dari kakeknya menurut syariah Islam baik atas nama cucu atau atas nama ibunya. Namun, kalau mereka menuntut ke Pengadilan Agama, maka mereka akan mendapatkan warisan karena Pengadilan Agama mengadopsi hukum adat dalam soal ini (cucu mendapat warisan).

3. Kalau ternyata Pengadilan Agama mengabulkan tuntutan waris mereka, maka mereka akan mendapat bagian dari hasil jual rumah itu setelah dipotong dengan biaya renovasi dll. Baca detail: Hukum Waris Islam

______________________________


MEMAKAI ALAT PEMANCUNG HIDUNG (NOSE UP CLIPPER), HALAL ATAU HARAM?

Ustadz ada yg mengatakan boleh dan ada yg mengatakan haram jika memakai alat pemancung hidung.
1. Yg benar yang mana ustadz? Itu alat penjepit hidung agar mancung namanya Nose Up. Yang mengatakan boleh karena tidak melalui operasi.
Mohon jawaban Ustadz. Wassalaam...

JAWABAN

1. Pendapat yang menyatakan haram dan halal umumnya karena terjadi perbedaan penafsiran dalam memahami hadits Nabi yang menyatakan haramnya merubah ciptaan Allah, larangan tatoo, dan larangan menyambung rambut.

Dalam hadits riwayat Tabrani Nabi bersabda
لعن رسول الله صلى الله عليه وسلم،الواشمة والمستوشمة والواشرة والمستوشرة

Artinya: Rasulullah melaknat perempuan yang mentato seseorang dan yang minta ditato, dan yang mengikir gigi dan yang minta dikikir.

Nabi bersabda dalam sebuah hadits riwayat Ahmad:

سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم،ينهى عن النامصة والواشرة
Artinya: Aku pernah mendengar Rasulullah melarang perempuan yang mencabut bulu alis dan perempuan yang mengikir gigi.

Dari kedua hadits di atas, para ulama berbeda pendapat tentang operasi plastik untuk memperbaiki tampilan tubuh. Mereka berpendapat, kalau operasi plastik bertujuan untuk memperbaiki fungsi tubuh yang cacat, seperti sumbing, maka tidak apa-apa. Tapi kalau hanya bertujuan untuk mempercantik tampilan tubuh yang berfungsi normal hanya kurang bagus, maka tidak dibolehkan. Sebagian ulama lain, seperti Yusuf Qardhawi berpendapat, asalkan tidak membahayakan maka diperbolehkan. Karena kecacatan ada dua macam yaitu cacat fisik dan cacat hati. Cacat fisik seperti sumbing dan semacamnya, sedang 'cacat hati' adalah bentuk fisik yang bisa menimbulkan tertawaan orang seperti hidup pesek, hidung terlalu besar, dan semacamnya, maka dalam hal ini boleh dilakukan perbaikan. Perbaikan yang dimaksud adalah perbaikan dengan bedah plastik. Adapun pemakaian nose up clipper, maka hukumnya boleh dan tidak dalam kategori merubah ciptaan Allah, melainkan memperbaikinya. Dalam salah satu fatwanya, Qardhawi menyatakan (Link: http://goo.gl/cjxfdS):

إنما نحن في عصرنا نرى أن الألم النفسي أحياناً قد يكون أشد من الألم الجسدي وقد قرأنا منذ فترة قريبة أن أحد التلاميذ في أمريكا أخذ مسدساً وذهب لفصله وقتل عدد من زملائه لأنهم كانوا يسخرون منه ويضحكون عليه، فتراكمت هذه التفاعلات في نفسه حتى أدت إلى هذه العملية، القتل!! الألم النفسي قد يكون أشد من الألم الجسدي ويظل مخزونا إلى أن يظهر في مثل هذه الأعمال، إذا كان الإنسان عنده عضو معين خارج عن العادة، واحدة أنفها كبير ومسبب لها مشكلة، وأحياناً قد يتسبب أن تظل في البيت ولا تظهر منه، أو مثلما ذكر الدكتور أنها رفضت الزواج لأنه قد تهيأ لها أنها غير مقبولة اجتماعياً وغير مقبولة عند الزوج، وهي واهمة ربما، وإنما تقول أن هذه أيضاً آلام ينبغي أن تدخل في الحساب، لذلك أنا أقول أن العمليات إذا كان يقصد بها العلاج، سواء كان العلاج جسدياً أو نفسياً فهي جائزة.

Baca: Tato dalam Islam


HARTA WARIS BAGIAN ISTRI, ANAK PEREMPUAN, DAN SAUDARA

Assalamu alaikum wr wb
Kakak laki2 seayah saya meninggal dunia pada tanggal 23 juni 2014 dengan meninggalkan 1 istri dan 1 anak perempuan, 3 saudara perempuan seayah, 6 saudara laki2 seayah dan 1 orang tante dari ibu kandungnya.
Pertanyaan saya :
1. siapa saja yg berhak atas harta warisan alm kakak dan berapa pembagiannya.
Trims

JAWABAN

1. Dalam kasus di atas, maka semua kerabat yang masih hidup yang anda sebutkan mendapat bagian warisan kecuali tante dari almarhumah dengan rincian sebagai berikut:
(a) Istri mendapat 1/8 (seperdelapan) = 1/8 x harta waris
(b) Anak perempuan mendapat 1/2 (setengah) = 4/8 x harta waris
(c) Sisanya yakni 3/8 diwariskan pada 3 saudara perempuan dan 6 saudara laki-laki seayah di mana sauara laki-laki mendapat bagian dua kali lipat dibanding saudara perempuan (2 banding 1). Cara termudah adalah sisa harta yang 3/8 dijadikan 15 (lima belas) bagian. Saudara laki-laki seayah masing-masing mendapat 2 bagian. sedamglam 3 saudara perempuan seayah masing-masing mendapat 1 bagian.

Sekali lagi, tante almarhum tidak mendapat warisan karena memang bukan ahli waris. Baca detail: Hukum Waris Islam
Selengkapnya ...

Bersetubuh dengan Istri yang Ditalak 3

Bersetubuh dengan Istri yang Ditalak 3
Melakukan hubungan intim dengan istri yang sudah ditalak 3 (tiga) hukumnya haram secara ijmak. Istri yang ditalak 3 itu sama persis dengan wanita lain. Jadi, bersetubuh dengannya sama dengan zina karena tidak ada peluang dalam hukum Islam yang membolehkan seorang suami untuk rujuk pada istri yang sudah cerai 3 yang biasa disebut dengan talak bain kubro kecuali setelah istri itu menikah dengan pria lain sebagaimana tersebut dalam QS Al-Baqarah 2:230

BERSETUBUH DENGAN ISTRI YANG DITALAK 3 (TIGA)

Assalamualaikum halal atau haramkah bersetubuh dengan istri yang di talak 3 kali?

TOPIK KONSULTASI ISLAM
  1. BERSETUBUH DENGAN ISTRI YANG DITALAK 3 (TIGA)
  2. SUAMI LEBIH MENGHARGAI KELUARGA DARIPADA ISTRI
  3. SUAMI TIDAK TERBUKA SOAL KEUANGAN
  4. KATA SUAMI: "LEBIH BAIK TIDAK PUNYA ISTRI", APAKAH TALAK?
  5. JANDA INGIN SEGERA MENIKAH, AYAH TAK SETUJU
  6. MEWARISKAN HARTA ISTRI PERTAMA KE ISTRI KEDUA
  7. IKUT UNDIAN BERHADIAH KOPI ABC
  8. MENGINGATKAN ORANG YANG SALAH
  9. KORBAN HASIL PATUNGAN ANAK SEKOLAH, BOLEHKAH?
  10. HUKUM MENGGAMBAR
  11. HASIL TANAH WAKAF BUAT MODAL USAHA DAN NGONTRAK TOKO
  12. AMALAN CARI JODOH DI INTERNET
  13. WANITA MENINGGAL, BAGIAN WARIS SUAMI, ANAK, AYAH IBU
  14. CARA KONSULTASI SYARIAH ISLAM

JAWABAN

Talak 3 (tiga) disebut juga talak ba'in kubro (makna literal, talak abadi besar) adalah talak terakhir yang dilakukan suami di mana dengan talak 3 ini suami tidak lagi boleh rujuk pada istrinya kecuali apabila istri menikah dengan pria lain lebih dulu. Hal ini tegas dikatakan oleh Allah dalam firmannya pada QS Al-Baqarah 2:230 "Kemudian jika si suami mentalaknya (sesudah talak yang kedua), maka perempuan itu tidak lagi halal baginya hingga dia kawin dengan suami yang lain. Kemudian jika suami yang lain itu menceraikannya, maka tidak ada dosa bagi keduanya (bekas suami pertama dan isteri) untuk kawin kembali jika keduanya berpendapat akan dapat menjalankan hukum-hukum Allah. Itulah hukum-hukum Allah, diterangkan-Nya kepada kaum yang (mau) mengetahui."

Dengan demikian, maka suami yang bersetubuh dengan istrinya yang sudah ditalak 3 adalah haram karena pada dasarnya istrinya adalah wanita lain. Bukan lagi berstatus sebagai istri.

Namun demikian, ada baiknya anda menceritakan lebih lengkap kepada kami kronologi terjadinya talak 3 tersebut, siapa tahu talak yang anda lakukan sebenarnya masih belum sampai 3. Misalnya, ada salah satu talak yang diucapkan dalam keadaan sangat marah, dalam kondisi ini ada ulama yang menyatakan tidak terjadi talak, dst. Baca: Talak Saat Marah

_______________________________


SUAMI LEBIH MENGHARGAI KELUARGA DARIPADA ISTRI

Bagaimana saya bersikap jika suami sering tak menghargai istri dan lebih mengutamakan keluarga dari pada anak dan istrinya?

JAWABAN

Suami mungkin tidak atau kurang menyadari kalau sikapnya kurang berkenan di hati istrinya. Cara terbaik adalah dengan melakukan komunikasi yang intensif dengan suami, katakan apa adanya tentang perasaan anda. Kalau sudah diberitahu masih tidak berubah, mintalah mediasi dengan meminta bantuan seseorang yang dihormati suami untuk menyatakan hal tersebut. Baca juga: Cara Harmonis dalam Rumah Tangga

_______________________________


SUAMI TIDAK TERBUKA SOAL KEUANGAN

Ingin mengajukan beberapa pertanyaan:


1. Apakah yang harus saya lakukan kepada suami jika tidak terbukanya dia terkait keuangannya itu yang memang tidak dosa bagi seorang suami. Tapi seorang istri juga ingin sepenuhnya tau? apakah ada dalil yang dapat membela saya? serta doa agar suami sadar?
2. Bagaimana cara alami menurut islam agar tubuh selalu sehat?
3. Apakah pandangan anda tentang acara ratiban/manakiban yg diselenggarakan sebagian umat muslim?
4. Apakah yg dimaksud dengan asnaf dan bagaimana hukumnya?
Sungguh sebuah kehormatan dan kebahagiaan bagi saya seorang muslim jika diberikan jawaban di ke 4 pertanyaan saya di atas
Akhir kata saya ucapkan
Wabillahitaufiqwalhidayah
Wassalamualaikum wr.wb

JAWABAN

1. Tidak ada kewajiban bagi suami untuk memberitahu laporan keluar masuknya keuangannya. Suami hanya berkewajiban untuk memberi nafkah istrinya dengan nilai yang sesuai dengan kemampuannya. Namun kalau istri ingin suami transaparan pada istrinya, maka istri bisa meminta hal itu langsung pada suaminya. Hanya itu yang bisa dilakukan. Diluluskan atau tidak menjadi hak suami. Menurut kami, selagi suami menafkahi istri secara cukup maka itu harus disyukuri. Dan istri yang bersyukur akan membuat suami merasa nyaman dan semakin mencintai istrinya. Poinnya: jadilah istri yang bersyukur.

2. Menjaga pola makan, olahraga teratur dan rajin ibadah.
3. Boleh dan tidak masalah selagi dia tidak melupakan hal lain yang wajib dan sunnah seperti shalat, puasa dan zakat. Lihat: Hukum Tahlilan, Selamatan dan Syukuran dalam Islam

_______________________________


KATA SUAMI: "LEBIH BAIK TIDAK PUNYA ISTRI", APAKAH TALAK?

Assalamualaikum wr.wb. saya mau tanya, saya supri dari jepara.
1. Apakah jatuh talaknya ketika suami sedang marah dan berkata : "saya tidak suka mempunyai istri yang sama sekali tidak percaya dengan suaminya, kalo begini mendingan tidak mempunyai istri".
sekian pertanyaan dari saya. sebelumnya saya ucapkan terima kasih

JAWABAN

1. Perkataan suami di atas masuk dalam kategori talak kinayah. Talak kinayah menjadi jatuh talak apabila disertai niat menceraikan istri. Apabila tidak ada niat, maka tidak terjadi talak. Baca detail: Cerai dalam Islam

_______________________________


JANDA INGIN SEGERA MENIKAH, AYAH TAK SETUJU

assalamualikum.wr.wb

pak ustadz saya R saya seorang janda anak 1 dan saya sudah ditalak suami 2X itu terjadi 2 tahun yang lalu. dan setelah itu saya melakukan pengajuan cerai resmi tapi pihak suami saya tidak mau dia minta untuk rujuk. jujur saya tidak mau rujuk karna dalam rumah tangga saya tidak pernah di kasih nafkah lahir dan batin. dia menceraikan saya karena saya tidak mau memberikan uang kepada dia sebanyak 30 juta. sampai saat ini status saya belum bercerai dalam pengadilan tapi dalam agama kami sudah tidak bersuami istri/sudah cerai dan saat ini saya kenal dengan laki-laki yang baik agamanya kami ingin menikah tapi dari pihak bapak saya masih susah mempunyai menantu lagi. tapi saya gak bisa lama-lama menjanda pak ustadz. kami mmempunyai niat untuk menikah siri karna saya takut dengan syahwat saya yang selalu muncul di benak saya pak.

1. mohon solusinya pak ustadz.trimkasih
wasalam

JAWABAN

1. Kalau suami anda sudah menceraikan anda dan tidak rujuk lagi, maka anda bisa menikah dengan pria lain setelah masa iddah habis. Baca: Masa Iddah

Apabila masa iddah sudah habis dan anda ingin menikah lagi dengan pria lain, maka ayah anda harus menyetujui permintaan anda untuk menikahkan anda. Kalau dia tidak mau, maka anda bisa memakai wali hakim yakni jajaran petugas KUA atau ustadz yang dianggap ahli agama. Baca: Kapan Wali Hakim boleh jadi Wali Nikah

_______________________________


MEWARISKAN HARTA ISTRI PERTAMA KE ISTRI KEDUA

Kepada yth Assalam mualaikum saya mau bertanya
1. Bisakah Harta istri pertama di wariskan ke istri ke 2? dan Apakah hukum nya?
Terimakasih

JAWABAN

1. Tidak bisa karena ia bukan ahli waris. Baca detail: Hukum Waris Islam
_______________________________


IKUT UNDIAN BERHADIAH KOPI ABC

Ustad Nama saya Khoirul Anam. Saya Ingin Bertanya tentang hukum Mengikuti undian Berhadiah Kopi Abc Yang setiap Pemenangnya Akan memperoleh Hadiah sepeda Motor Dan Uang 1 Miliyar Rupiah..

Mekanismenya sebagai berikut..

Kumpulkan 5 (lima) bungkus Kopi ABC (varian apa saja), masukkan ke dalam 1 (satu) amplop dilengkapi dengan data diri berupa: nama, alamat lengkap dan nomor identitas (KTP/SIM yang masih berlaku), serta nomor telepon yang dapat dihubungi lalu kirimkan ke P.O. Box Kopi ABC Jakarta 10000.
Promo undian ini berhadiah sepeda motor setiap harinya dan hadiah utama senilai Rp 1.000.000.000,- (Satu Miliar Rupiah) di akhir periode promo undian ini. see more www.kopiabc.co.id

Pertanyaannya:

1. Bagaimana hukum undian tersebut?
2. jika menang apakah uang atau sepada tersebut halal untuk di pakai?

Demikian dari saya, Terima Kasih atas respon jawaban ustad!
Wassalamu alikum Wr Wb.

JAWABAN

1. Boleh. Karena anda tidak mengeluarkan uang apapun untuk mengikuti undian tersebut jadi ini bukan judi. Ini adalah hadiah, dan hadiah itu hukumnya boleh.
2. Halal.

_______________________________


MENGINGATKAN ORANG YANG SALAH

Assalamualaikum wr.wb..
kepada yth segenap ustadz pengasuh ponpes alkhoirot, mohon bantuan solusi atas permasalahan saya. intinya adalah tentang sikap saya kepada orang yang saya pandang "beda/salah" dalam menerapkan hukum bersuci di kehidupannya. sebenarnya hal yang umum karena hal ini sepertinya wajar.yaitu tentang merawat anak kecil/bayi dan balita. jika saya (singel belum pernah merawat bayi ) melihat :
- sang ibu yang mengganti popok bayinya cukup dengan tisu basah/ kapas, kemudian tanpa mencuci tangan langsung melakukan aktivitas lainnya,.
- setelah sekian waktu memakai pampers waktu akan mandi dilepas pampersnya kemudian digendong tanpa dibasuh dulu langsung masuk bak mandi bayi,.
- membiarkan anak berumur kira-kira 5 tahun istinja' sendiri baik Buang Air Besar/Buang Air Kecil tanpa dipantau meski sudah diajari,.
-dll
1. apakah yang harus saya lakukan jika saya ikut merawat bayi dan balita tersebut, tinggal di keluarga tersebut?
2. saya kadang "merasa semuanya jadi salah dan tidak suci". apakah saya terserang was-was/ najis yang seperti ini dima'fu?
untuk mngatakan apa yg menjadi kegundahan saya kepada keluarga tadi, saya rasa tidak begitu berdampak. karena menurut keluarga tersebut itulah cara yg umum, praktis, benar..maklum, tidak apa-apa..
demikian ustadz,..terima kasih telah bersedia meluangkan waktu dan saya mohon tambahan ilmunya kepada saya..
Wassalamualaikum wr.wb

JAWABAN

1. Kalau anda ikut merawat bayi tersebut, maka lakukan cara penyucian yang benar yakni dengan (a) menyiram bayi itu di luar bak mandi lebih dulu.

2. Selagi anda tidak melihat langsung pada najis yang dilakukan orang lain, maka status najisnya bersifat praduga. Dan status praduga kembali pada hukum asal yaitu tetap suci. Seperti ketika seorang muslim masuk ke rumah non-muslim, hukum status rumah dan isinya termasuk minumuman dan makanan yang disuguhkan adalah suci, walaupun ada praduga najis. Lihat: Was-was Najis

Baca juga: Najis dan Cara Menyucikan

_______________________________


KORBAN HASIL PATUNGAN ANAK SEKOLAH, BOLEHKAH?

Assalamu'alaikum warahmatulahi wabarokatuh Para assatidz rakhimakumullah
Saya ada titipan pertanyaan dari seseorang
1. Bagaimana hukumnya kurban yang diselenggarakan di sekolahan sedangkan biaya kurban itu hasil patungan dari siswa sekolah tersebut?
2. Apakah hal tersebut diperbolehkan ? Dan kurbannya diatasnamakan siapa kalo boleh?
Trima kasih..
Wasalamu'alaikum warahmatulahi wabarokatuh

JAWABAN

1. Kurban adalah ibadah. Dan ibadah harus sesuai dengan tuntunan syariah. Tidak boleh dibaut-buat walaupun dengan niat baik. Hukum kurbannya sah asalkan niat kurbannya hanya ditujukan untuk 1 orang bagi kurban kambing dan untuk 7 orang bagi kurban sapi atau kerbau. Tidak boleh lebih dari itu.

2. Kalau niat kurban melebihi yang dibolehkan, maka tidak sah. Oleh karena itu, kalau guru melakukan itu dengan niat melatih anak beribadah, maka hendaknya dilakukan menurut aturan syariah. Baca detail: Kurban dalam Islam

_______________________________


HUKUM MENGGAMBAR

assalammuallaikum,
saya mau konsultasi mengenai hukum menggambar
1. bagaimana tanggungan hasil gambar yang sudah terlanjur di buat dan sudah pindah tangan (kepemilikan) atau hilang...
2. apakah dosa kita bisa dihapuskan?
3. dan bagaimana cara mengsikapi (harus di bagaimanakan) gambar yang sudah terlanjur di buat? dan apa yang harus di lakukan?
syukron, mohon pencerahannya wassalammuallaikum.

JAWABAN

1. Menggambar hukumnya masih menjadi perbedaan ulama. Ada yang mengharamkan ada yang menghalalkan.
2. Bisa, karena sebagian ulama menganggap yang haram adalah gambar tiga dimensi seperti patung, dll.
3. Tidak perlu disikapi apa-apa. Biarkan saja. Baca detail: Hukum Menggambar dalam Islam
_______________________________


HASIL TANAH WAKAF BUAT MODAL USAHA DAN NGONTRAK TOKO

As wr wb.
Semoga bapak kyai sehat walafiyah.
Maaf saya mau tanya tentang masalah wakaf. Misal ada orang mewakafkan tanah untuk dikembangkan dan hasilnya untuk pondok dan masjid, Tanah wakaf tersebut di tanemin padi, dalam jangka satu tahun sudah mempunyai saldo yang lumayan banyak,

1. Apakah saldo wakof ini bisa diperkembangkan, seperti untuk modal dagang dan ngontrak toko?
2. Dan minta maaf sama minta dalilnya

JAWABAN

1. Boleh asalkan untuk kepentingan pondok dan masjid sesuai keinginan yang mewakafkan.
2. Lihat: Wakaf dalam Islam

_______________________________


AMALAN CARI JODOH DI INTERNET

assalamualaikum ustad
saya ingin bertanya hal hal yang saya dapat dari browsing internet/google
01. untuk menggemukan badan. caranya: tulis ayat kursi dikertas bersih & lipat, kemudian dibacakan kertas tersebut ayat kursi 318x,,kemudian bakar kertas tersebut di atas dimana abu dari bakaran tersebut tidak hilang.. trus bagi abu tersebut menjadi 14 ..untuk diminum selama 14hari Pertanyaan saya,, cara itu diperbolehkan dalam agama atau tidak? soalnya saya takut itu mengarah ke musryik...

02.untuk yang sulit mendapatkan jodoh caranya: *baca surah yusuf ayat 4 (3x)
*dilanjutkan sholawat nabi (7x) Diamalkan setelah mandi &sholat 5 waktu pertanyaan saya:.itu diperbolehkan dalam agama atau tidak?

soalnya saya dapat info dari browsing internet..dan itu bisa ditulis siapa saja dan saya takut cuma perbuatan orang iseng yang tidak bertanggung jawab..
mohon penjelasannya ustad...trimakasih sebelumnya...wassalamualaikum wr.wb

JAWABAN

Doa dan amalan itu ada dua macam. Pertama, doa yang berasal dari tuntunan Rasulullah. Doa seperti ini bisa dibaca oleh siapapun tanpa harus mendapatkan ijazah dari pemberinya. Kedua, doa dan amalan yang berasal dari orang sufi. Doa seperti ini umumnya tidak bisa langsung diamalkan. Ia harus mendapatkan ijazah dari orang yang diberi otoritas, karena biasanya amalan dari orang sufi ada khadamnya yaitu jin sehingga apabila diamalkan tanpa ijazah terkadang akan berakibat buruk pada yang mengamalkannya misalnya jadi gila, atau kurang normal.

Jadi, untuk doa dan amalan yang berlaku tanpa ijazah, carilah doa dan amalan yang berasal dari hadits Rasulullah.

Terlepas dari itu, mengamalkan doa apapun tidak menyebabkan syirik selagi isi doa atau cara mengamalkannya tidak melanggar aturan syariah. Contoh yang melanggar syariah seperti isi doa menduakan atau menafikan Allah; atau cara berdoa dengan menginjak Quran, dll. Baca: Hukum Jimat, Ruqyah, Susuk dalam Islam

_______________________________



WANITA MENINGGAL, BAGIAN WARIS SUAMI, ANAK, AYAH IBU

Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Saya ingin penjelasan mengenai ahli waris dan pembagian apabila seorang isteri meninggal dunia dengan meninggalkan 2 orang anak, laki- laki dan perempuan dari suami pertama. Si suami tidak memiliki anak dengan si pewaris (isteri).
Pewaris mempunyai sebuah rumah. Selama pernikahan tidak ada penambahan harta.
Suami pertama masih ada. Pewaris masih memiliki orang tua dan saudara kandung.

1. Siapa saja ahli warisnya dan bagaimana solusinya

Demikian, terima kasih.
Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

JAWABAN

1. Dalam kasus di atas maka yang menjadi ahli waris yang mendapat warisan adalah suami terakhir, orang tua dan anak-anak dari suami pertama sedangkan suami pertama yang sudah cerai tidak mendapat bagian waris apapun. Begitu juga saudara kandung tidak mendapat warisan karena terhalang adanya anak. Adapun rincian pembagian sebagai berikut:

(a) suami terakhir mendapat 1/4 (seperempat)
(b) ayah 1/6 (seperenam)
(c) ibu 1/6 (seperenam)
(d) Sisanya diberikan semuanya untuk kedua anak di mana anak laki-laki mendapat bagian dua kali lipat dibanding anak perempuan (2 banding 1). Baca detail: Hukum Waris Islam
Selengkapnya ...

Syarat Wali dan Saksi Nikah

Syarat Wali dan Saksi Nikah
SYARAT WALI DAN SAKSI NIKAH

Assalamu'alaikum Ustadz.
Saya mau bertanya, salah satu syarat syah menikah adalah adanya wali nikah dan 2 saksi nikah untuk calon pengantin wanita. Posisi saya adalah anak pertama perempuan dari 2 bersaudara yang perempuan juga. Namun ayah saya sudah almarhum 3 tahun lalu. Saudara ayah saya, perempuan juga (budhe) namun beliau sudah almarhum. Yang tersisa dari saudara ayah adalah suami dari budhe saya (ipar nya ayah/paman saya), berikut dengan anak laki-lakinya (baligh) yaitu sepupu saya/anak dari budhe saya (dari ayah). Namun hubungan keluarga kami tidak begitu bagus, lantaran ada permasalahan antara ibu saya dengan mereka. Sehingga ibu saya tidak mengijinkan jika yang menjadi wali atau pun saksi dari pihak mereka. Yang saya tanyakan :

1. Bolehkan untuk menjadi wali nikah saya adalah seorang hakim dengan permasalahan seperti di atas?

2. Mengenai 2 saksi nikah, harusnya kan anak/orang laki-laki dari pihak perempuan. Apakah boleh saya memakai saksi, yang berasal dari orang lain, misalnya petugas KUA yang bersedia, atau meminta bantuan tetangga dekat atau teman yang bersedia?

TOPIK KONSULTASI ISLAMSYARAT WALI DAN SAKSI NIKAH
  1. SYARAT WALI DAN SAKSI NIKAH
  2. IBU PACAR TIDAK SETUJU HUBUNGAN KAMI
  3. BEDA DERAJAT SOSIAL, ORANG TUA PACAR TIDAK MERESTUI HUBUNGAN
  4. ANTARA CINTA ALLAH DAN CINTA LAWAN JENIS
  5. IBADAH DENGAN MENGGUNAKAN UANG HARAM
  6. WANITA HAID MEMEGANG DAN MEMBACA KITAB TAFSIR
  7. DOA SUPAYA WARUNG JADI RAME DAN LARIS
  8. EMAIL TERDAFTAR DI SITUS P0RNO
  9. PERBEDAAN BACAAN SETELAH SHALAT
  10. MIMPI TENTANG SHOLAT
  11. MIMPI MELIHAT PULAU INDAH
  12. CARA KONSULTASI SYARIAH ISLAM


JAWABAN

1. Boleh. Justru harus dengan wali hakim, karena dalam kasus anda tidak ada kerabat yang bisa jadi wali. Ipar dari ayah anda bukanlah kerabat menurut Islam jadi dia tidak bisa menjadi wali anda.

Sebagaimana diketahui, Wali nikah itu ada dua macam yaitu wali kerabat (nasab) dan wali hakim. Wali kerabat berdasarkan urutan prioritas adalah ayah, kakek dari ayah, saudara kandung, dan seterusnya. Baca detail: Urutan Wali Nikah

Sedangkan syarat wali menurut mazhab Syafi'i adalah muslim (kerabat non-muslim tidak sah jadi wali), berakal sehat, baligh, laki-laki, pintar (normal). Baca: Syarat Sah jadi Wali

2. Saksi tidak harus dari kerabat. Saksi bisa siapa saja asalkan laki-laki dan muslim. Jadi bisa petugas KUA atau tetangga.

Syarat Saksi: (a) harus muslim; (b) akil baligh dan normal, jadi anak kecil dan orang gila tidak boleh jadi saksi dan wali; (c) adil yaitu orang yang tidak melakukan dosa besar. Yang diaksud saksi yang normal yaitu harus normal pendengaran dan penglihatannya. Lihat: Syarat Nikah

___________________________


IBU PACAR TIDAK SETUJU HUBUNGAN KAMI

Assalamualaikum warrahmatullahi wabarakatuhu.
Saya seorang gadis usia 19 th. Sudah berpacaran dengan seorang laki-laki usianya 23th. Hubungan kami sudah berjalan selama 2 tahun. Karena hubungan kami yg sudah lama ini. Orang tua saya memutuskan untuk menanyai pacar saya, mau dibawa ke mana hubungan kami ini. Dan pacar saya menjawab, untuk dibawa ke jenjang yang lebih serius yaitu pernikahan. Lalu orang tua saya bilang pada pacar saya, untuk memberitahukan hal ini pada orang tuanya. Hubungan saya dengan keluarganya pun juga baik-baik saja. Selama dua tahun ini, kedua orang tuanya begitu baik pada saya.

Tapi pada saat hari H acara pertemuan kedua keluarga kami, ibu dari pacar saya kejang-kejang hampir seperti orang kesurupan. Alasannya beliau tidak bisa menerima saya karena arah rumahnya ke rumah saya itu ngalor ngulon. Kata beliau ini akan jadi malapetaka.

Yang saya bingungkan, mengapa tidak dari dulu saya dilarang berhubungan dengan anaknya apabila hanya karena arah saya dilarang. Saya sungguh sakit hati, kecewa. Bahkan kedua orang tua sayapun demikian. Dan pada saat hari H tersebut hanya pacar saya dan 2 perwakilan dari keluarganya yg hadir. Tapi bukan keputusan yang kami dapat. Saya hanya digantung, istilahnya kalau mau maju akan celaka mundur akan binasa. tapi sampai detik ini pacar saya belum memberi keputusan, saya masih berhubungan dengannya lewat sms dan kemarin lusa juga bertemu. Walau sebenarnya orang tua saya melarang. Saya sudah berkali kali meyakinkan dia untuk bertekat tetap melanjutkan ke jenjang pernikahan tapi dia berat pada ibunya. Saya tau diposisinya sungguh sulit. yang saya ingin tanyakan

1. bagaimana solusi untuk mengatasi masalah saya ini?
2. Apakah pacar saya durhaka pada ibunya apabila tetap menikah dengan saya?
3. Adakah doa/dzikir yg dapat meluluhkan hati ibunya?

Terima kasih atas jawabannya. Wassalamualaikum warrahmatullahi wabarakatuhu.

JAWABAN

1. Pacara anda sebaiknya meminta bantuan kerabat atau tokoh agama yang dapat meyakinkan ibunya bahwa soal ngalor ngulon itu tidak ada masalah. Bahkan mempercayai hal seperti itu sama dengan percaya ramalan yang hukumnya haram dalam Islam. Lihat: Hukum Percaya Ramalan

2. Tidak. Seandainya dia menikah dengan anda, maka pernikahan anda berdua hukumnya sah. Dan dia tidak dianggap durhaka, sebaliknya justru ibu anda yang berdosa karena telah melarang putranya menikah tanpa alasan yang sesuai syariah. Allah melarang orang tua menolak keingina anaknya yang ingin menikah seperti disebut dalam firman Allah QS ِ Al-Baqarah 2:232. Baca: Hukum Taat Orang Tua

3. Tidak ada doa khusus kecuali rajin shalat 5 waktu berjamaah dan berdoalah setiap selesai shalat menurut bahasa anda dan mintalah pada Allah apa yang anda harapkan.

___________________________


BEDA DERAJAT SOSIAL, ORANG TUA PACAR TIDAK MERESTUI HUBUNGAN

Assalamualaikum.
Saya ingin tanya saya mempunyai cowok kita sudah berhubungan 2 tahun kita sudah sama sama serius kita juga sudah bertemu orang tua kita masing masing dan orang tua kita sama sama merestui tapi di sisi lain orang tua cowok saya tidak suka dengan hubungan kami di karenakan keluarga saya tidak sederajat dengan keluarga mereka saudara saya banyak dan pekerjaan bapak saya tidak tetap alias serabutan orang tua cowok saya takut jika kami menikah orang tua saya akan membebani rumah tangga saya tetapi ibu saya bilang ke saya kami tidak akan menganggu rumah tangga kalian ibu cuman pengen anaknya bisa bahagia. Dari crita di atas yang ingin saya tanya kan adalah.
1. apakah saya harus shalat istikharah.
2. Bagaimana caranya agar saya bisa menyakinkan ibu dari cowok saya.

JAWABAN

1. Shalat istikharah untuk apa? Istikharah itu dilakukan kalau berada dalam dua pilihan sulit. Yang semestinya istikharah dalam hal ini adalah pihak keluarga pacar anda.

2. Minta bantuan orang lain yang lebih tua dan dihormati oleh ibu pacar anda untuk meyakinkannya.

___________________________


ANTARA CINTA ALLAH DAN CINTA LAWAN JENIS

Assalamu'alaikum
Cinta yang paling sejati dan utama adalah kepada Allah SWT.
1. Jadi cinta kepada lawan jenis itu diartikan sebagai cinta yang seperti apa?
Sebelumnya saya ucapkan terimakasih
Wassalamu'alaikum

JAWABAN

1. Cinta pada Allah itu berbeda tipe dengan cinta pada lawan jenis. Orang muslim disebut cinta pada Allah apabila dia mengikuti segala perintahNya dan menjauhi segala larangan-Nya. Sementara cinta pada lawan jenis adalah cinta syahwat, walaupun anda mungkin tidak ingin menyebutnya demikian. Cinta syahwat dengan lawan jenis itu dibolehkan dalam Islam selagi hal itu dilakukan dalam koridor pernikahan. Apabila itu dilakukan, maka ia menjadi bagian dari cinta pada Allah. Tapi kalau cinta syahwat dilakukan di luar pernikahan, maka itu bertentangan dan menafikan cinta kita pada Allah. Baca detail: Pernikahan Islam

___________________________


IBADAH DENGAN MENGGUNAKAN UANG HARAM

Ustadz Saya mau bertanya
1. Bagaimana hukumnya seseorang yang melakukan ibadah contohnya hajji atau menikah yang menggunakan biaya dari uang haram. Apakah hajji atau nikahnya sah?
2. ‎Bolehkan seseorang memakai uang, contoh kita sebagai bendahara kita menggunakan uang yang kita bawa namun niat kita memakainya dan akan mengembalikannya.
Terima kasih sebelumnya atas jawabannya

JAWABAN

1. Haji dan nikahnya sah asal syarat dan rukunnya terpenuhi. Namun, ia tidak akan mendapat pahala dari ibadah haji tersebut. Baca: Hukum Naik Haji dari Uang Haram

Baca juga: Panduan Haji dan Umroh

2. Hutang itu boleh dengan syarat harus ada ijin dari pihak yang punya otoritas. Tanpa ijin itu, maka itu namanya ghasab dan hukumnya haram.

___________________________


WANITA HAID MEMEGANG DAN MEMBACA KITAB TAFSIR

Assalamu'alaikum pak ustad..
1. Jika wanita yang sedang haid lalu memegang al qur'an tafsir dan membacanya, maka itu boleh atau tidak? Trima kasih, wasalam..

JAWABAN

1. Wanita haid atau nifas boleh memegang kitab tafsir, tapi tidak boleh membaca Quran. Lihat: Hukum Menyentuh dan Membaca Al-Quran

___________________________


DOA SUPAYA WARUNG JADI RAME DAN LARIS

Assalamu'alaikum mohon pencerahan pak ustadz? Saya punya warung makanan minta ampun pak ustadz sepi bangat,
1. bagaimana supaya jualan saya laku dan apa yg harus saya lakukan? Kalau shalat 5 waktu isya'allah gk lupa

JAWABAN

1. Setiap selesai shalat, baca doa berikut:
اللَّهُمَّ فَارِجَ الْهَمِّ ، كَاشِفَ الْغَمِّ ، مُجِيبَ دَعْوَةِ المُضطَرِّينَ ، رَحْمنَ الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ وَرَحِيمَهُمَا أَنْتَ تَرْحَمُني فَارْحَمْنِي بِرَحْمَةٍ تُغْنِيني بِهَا عَنْ رَحْمَةِ مَنْ سِوَاكَ

قُلِ اللَّهُمَّ مَالِكَ المُلْكِ تُؤْتِي المُلْكَ مَنْ تَشَاءُ وَتَنْزِعُ المُلْكَ مِمَّنْ تَشَاءُ وَتُعِزُّ مَنْ تَشَاءُ وَتُذِلُّ مَنْ تَشَاءُ بِيَدِكَ الْخَيْرُ إِنَّكَ عَلى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ « تُولِجُ اللَّيْلَ في النَّهَارِ وَتُولِجُ النَّهَارَ في اللَّيْلِ وَتُخْرِجُ الْحَيَّ مِنَ المَيِّتِ وَتُخْرِجُ المَيِّتَ مِنَ الحَيِّ وَتَرْزِقُ مَنْ تَشَاءُ بِغَيْرِ حِسَابٍ » رَحْمنَ الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ وَرِحِيمَهُمَا تُعْطِي مَنْ تَشَاءُ مِنْهَا وَتَمْنَعُ مَنْ تَشَاءُ ، ارْحَمْني رَحْمَةً تُغْنِيني بِهَا عَنْ رَحْمَةِ مَنْ سِوَاكَ

Doa tersebut berasal dari Rasulullah. Lebih detail lihat di sini.
___________________________


EMAIL TERDAFTAR DI SITUS P0RNO

Assalamu'alaikumm
saya mau bertanya tentang email yang didaftarkan di situs porno tapi sudah tidak pernah kita pake lagi :
1. apakah kita masih berdosa ?
2. kalau berdosa apakah dosanya itu akan ngalir dibawa mati ? sedangkan kita sudah tidak pernah sama sekali menggunakannya lagi?
3. gimana cara menghapus dosa itu? sedangkan email susah dihapus ketika terdaftar di situs itu? mohon solusinya ya..

wassalammualaikum wr.wb.

JAWABAN

1. Tidak lagi. Selagi anda tidak lagi membuka situs tersebut, maka anda tidak berdosa.
2. Cukup bertaubat dari dosa yang lalu. Baca: Cara Taubat Nasuha
3. Lihat poin 1 & 2.

___________________________


PERBEDAAN BACAAN SETELAH SHALAT

Assalaamu'alaikum wa rahmatullah,
Adakah perbedaan antara bacaan dzikir sesudah sholat fardhu di bawah ini diikuti "YUHYIY WA YUMIYTU" & tanpa tambahan bacaan tsb?
1. Laa ilaaha illallaåh wahdahu laa syarikalah, lahul mulku, walahul hamdu,
YUHYIY WA YUMIYTU wahuwa ‘ala kulli syay-in qådiir.
2. Laa ilaaha illallaåh wahdahu laa syarikalah, lahul mulku, walahul hamdu,
wahuwa ‘ala kulli syay-in qådiir.
Terimakasih Wasalam.

JAWABAN

Sama saja. Baik yang memakai 'yuhyi wa yumitu' maupun yang tidak itu sama-sama berdasarkan pada hadits Nabi. Bacaan yang memakai 'yuhyi wa yumit' berdasarkan pada sebuah hadits riwayat Ahmad dalam Musnadnya, hlm. 4/227, sebagai berikut:

من قال قبل أن ينصرف ويثني رجليه من صلاة المغرب والصبح لا إله إلا الله وحده لا شريك له ، له الملك وله الحمد ، يحيي ويميت وهو على كل شيء قدير عشرات مرات ، كتب الله له بكل واحدة عشر حسنات ، ومحا عنه عشر سيئات ، ورفع له عشر درجات ، وكانت له حرزا من كل مكروه ، وحرزا من الشيطان الرجيم ، ولم يحل للذنب أن يدركه إلا الشرك ، وكان من أفضل الناس عملا إلا رجلا يفضله يقوله أفضل مما قال

Sedangkan yang tidak memakai 'yuhyi wa yumitu' berdasarkan pada hadits riwayat Tirmidzi dari Abu Dzar dalam Ad-Da'awat 3248 sebagai berikut:
له الملك وله الحمد ، بيده الخير وهو على كل شيء قدير ...

Hadits ini juga terdapat pada Sunan Ibnu Majah, At-Tijarat, 2235; Musnad Ahmad bin Hanbal 1/47; Sunan Ad-Darimi 2692.

___________________________


MIMPI TENTANG SHOLAT

Assalamu'alaikum wr.wb.
Ustad, saya mau bertanya... Hari ini saya bermimpi akan melakukan sholat. masih wudhu tapi. Tiba2 pas mau basuh kaki air hampir habis dan tiba2 2 orang teman menambahkan air kedalam air wudhu sehingga cukup untuk membasuh kaki. maknanya apa ya Ustad ?

Oh ya, sebelumnya saya juga pernah bermimpi, waktu untuk masih di dalam perjalanan pulang kampung (masih di dalam bis). Waktu itu saya bermimpi, saya melakukan sholat berjama'ah bersama 2 orang teman. Berarti bertiga bersama saya. Saya sebagai makmum dan berada di sebelah kiri. Waktu itu saya ingat jelas, bahwa sholat kami tidak menghadap ke arah kiblat, tapi menghadap ke arah selatan.
Mohon penjelasannya Ustad. Terimakasih

Wassalamu'alaikum wr.wb

JAWABAN

Mimpi shalat adalah mimpi yang baik baik dari sudut pandang duniawi maupun akhirat. Secara duniawi itu bisa bermakna anda akan dapat melunasi hutang, atau mendapat amanah jabatan baru, dll. Secara ukhrawi ia bermakna akan mendapat semangat lebih untuk meningkatkan keimanan.

Namun makna-makna di atas apabila mimpi ini berasal dari malaikat, bukan dari jin atau bayangan diri sendiri. Baca: Mimpi dalam Islam

___________________________


MIMPI MELIHAT PULAU INDAH

Assalamu'alaikum ustadz, saya D dari Padang. Begini ustadz saya pernah bermimpi, dalam mimpi tersebut saya berada di sebuah hutan bersama ibu saya, kemudian saya mengajak ibu saya pergi mencari seseorang, kemudian saya menemukan jembatan yang sangat panjang dgn dibawah terbentang lautan. Diujung jembatan tersebut ada sebuah pulau yang indah daripada tempat yg sedang saya huni.
1. Nah, ustadz, apakah mimpi saya itu bermakna? Atau hanya sebuah mimpi belaka ustadz? Mohon balasannya.

Terima kasih. Assalamu'alaikum

JAWABAN

1. Sebuah mimpi tidak bisa ditentukan apakah ia mimpi yang berasal dari malaikat atau dari setan atau diri sendiri karena hal itu terkait dengan waktu bermimpi dan perilaku seseorang sebelum dia tidur.

Namun kalau seandainya itu mimpi dari malaikat, maka mimpi anda itu adalah mimpi yang baik yang akan membaca kebaikan bagi anda dunia dan akhirat tentunya apabila setelah mimpi itu anda menyertainya dengan perilaku yang sesuai dengan syariah Islam: melakukan semua perintahnya dan menjauhi larangannya.

Adapun kalau mimpi itu bersal dari setan atau diri sendiri maka tidak ada makna apa-apa. Baca: Tiga Macam Sumber Mimpi

Darimanapun asal mimpi, sebaiknya hal itu tidak perlu terlalu dipikirkan karena ia tidak ada pengaruhnya secara hukum Islam.
Selengkapnya ...