Konsultasi Syariah Islam

Konsultasi syariah hanya akan dilayani apabila dikirim via email ke: alkhoirot@gmail.com

Subscribe Us

Suka artikel kami? Dapatkan update terbaru langsung ke email Anda!

ATAU
Feed KSIA

Saturday, August 27, 2016

Hukum Air Sedikit yang Terkena Najis menurut Madzhab Maliki
AIR SUCI SEDIKIT YANG TERKENA NAJIS

Assalamualikum pak ustadz

1. A. Apakah benar ulama mazhab maliki tidak menajiskan kalau najis kering masuk kedalam air suci, air yg suci tersebut tidak menjadi najis ?
B. Apakah bulu kucing yang lepas dari badannya hukumnya najis ?
2. A. Apakah berdosa kalau kita sedang duduk terus berdiri memberikan penghormatan kepada orang ?
B. Berdosakah kalau berfoto di candi borobodur ?
C. apakah lambang plus rumah sakit itu sama dengan lambang salib ?

TOPIK SYARIAH ISLAM
  1. HUKUM AIR SEDIKIT YANG TERKENA NAJIS TETAP SUCI MENURUT MADZHAB MALIKI
  2. NAJIS HUKMIYAH KERING TERKENA BENDA BASAH MENURUT MADZHAB MALIKI
  3. HUKUM BULU KUCING SUCI
  4. BERDIRI UNTUK MENGHORMATI ORANG YANG DATANG
  5. HUKUM MENGOLOK ORANG YANG BELUM HAJI
  6. CARA KONSULTASI AGAMA

3. Apakah merayakan ulang tahun merupakan bentuk tasyabuh dengan orang kafir ??
4. Berdosakah seperti bilang, Neraka bocor pantas hari ini panas ??

JAWABAN

HUKUM AIR SEDIKIT YANG TERKENA NAJIS TETAP SUCI MENURUT MADZHAB MALIKI

1a. Benar. Rinciannya sbb: Air yang kemasukan najis ada dua jenis yaitu air banyak (dua kulah atau lebih) dan air sedikit (kurang dari dua kulah). Baca: Ukuran Air Dua Kulah

Untuk air yang lebih dari dua kulah yang terkena najis maka ulama dari empat madzhab sepakat air itu tetap suci asalkan sifat air (warna, rasa, bau) tidak berubah. Baca: Najis dan Cara Menyucikan

Sedangkan untuk air yang sedikit (kurang dari dua kulah) yang terkena najis, maka hanya madzhab Maliki yang menyatakan tetap suci alias tidak najis apabila tidak berubah. Syihabuddin Al-Maliki dalam Irsyadus Salik ila Asyrafil Masalik, hlm. 1/8 menyatakan:

يكره الوضوء بالماء القليل الذي فيه نجاسة لم تغيره فإذا غيرته لم يصح به الوضوء

Artinya: Makruh wudhu dengan air sedikit yang mengandung najis tapi tidak berubah. Apabila najis itu merubah sifat air (warna, rasa, bau) maka tidak sah dibuat wudhu.

Dalam keterangan di atas, air sedikit yang terkena najis asalkan tidak berubah hukumnya suci dan boleh dipakai wudhu walaupun hukumnya makruh.

Namun tidak semua ulama madzhab Maliki berpendapat demikian. Sebagian ulama Maliki Mesir berbeda pendapat. Mereka menyatakan air sedikit yang terkena najis hukumnya najis. Ibnu Abdil Barr Al-Qurtubi dalam Al-Kafi fi Fiqh Ahlil Madinah menyatakan:

وذهب المصريون من أصحاب مالك إلى أن الماء القليل يفسد بقليل النجاسة والماء الكثير لا يفسده إلا ما غير لونه أو طعمه او ريحه ولم يحدوا في ذلك حدا يجعلونه فرقا بين القليل والكثير

Artinya: Ulama madzhab Maliki di Mesir berpendapat bahwa air sedikit hukumnya najis apabila terkena najis yang sedikit sedangkan air banyak tidak najis kecuali kalau berubah warna atau rasa atau baunya. Namun mereka tidak memberi batasan yang jelas antara air sedikit dan air banyak.

Sedangkan madzhab lain yaitu madzhab Hanafi, Syafi'i dan sebagian ulama Hanbali menyatakan najis. Hanya saja ada perbedaan pendapat dari ketiga madzhab terakhir tentang ukuran air sedikit.

Dalam madzhab Syafi'i sendiri, walaupun mayoritas menyatakan bahwa air sedikit (kurang dua kulah) itu hukumnya najis kalau terkena najis, namun ada pendapat dari Imam Ghazali yang menyatakan tidak najis asalkan sifat air tidak berubah.

Dalam Ihya Ulumiddin, hlm. 1/129, Al-Ghazali menyatakan:

وكنت أود أن يكون مذهبه كمذهب مالك رضي الله عنه في أن الماء وإن قل لا ينجس إلا بالتغير إذ الحاجة ماسة إليه ومثار الوسواس اشترط القلتين ولأجله شق على الناس ذلك وهو لعمري سبب المشقة ويعرفه من يجربه ويتأمله

Artinya: Saya ingin madzhab Syafi'i seperti madzhab Maliki dalam arti bahwa air yang sedikit (kurang dua qulah) tidak najis (kalau terkena najis) kecuali kalau berubah (warna, bau, rasa). Karena, hukum seperti ini (tidak najis kecuali berubah) sangat dibutuhkan. Disyaratkannya air dua qullah itu menjadi penyebab was-was dan menyulitkan banyak orang dan hanya bisa dipahami oleh orang yang menelitinya. Baca juga: Hukum Air Suci yang Terkena Air Mustakmal


NAJIS HUKMIYAH KERING TERKENA BENDA BASAH MENURUT MADZHAB MALIKI

Menurut madzhab Maliki suatu najis kering bila mengenai benda suci yang basah, benda suci yang basah itu tidak menjadi najis dengan syarat benda najis tersebut sudah tidak berbekas dan berubah statusnya menjadi najis hukmiyah. Dalam kitab Al-Muyassar Inda Qauli Khalil, hlm. 1/51, dikatakan:

ولو زال عين النجاسة... لم يتنجس ملاقي محلها، قال: لأنه لم يبق إلا الحكم وهو لا ينتقل، ولذا لو جف البول حتى لم يبق له أثر ولاقى محله طعام مبلول لم ينجس لأن البول لا عين له،

Artinya: Apabila benda najis sudah hilang .. maka tidak menjadi najis dengan menyentuh tempat najis tersebut. Karena, tidak ada yang tersisa kecuali hukum (yakni najis hukmiyah) sedangkan najis hukmiah tidak menularkan najis. Oleh karena itu, apabila kencing mengering sampai tidak ada lagi bekasnya lalu tempat tersebut ditempati makanan basah, maka makanan itu tidak najis karena kencing itu tidak ada bendanya.


***


HUKUM BULU KUCING SUCI

1b. Bulu kucing hukumnya suci. Berdasarkan pada hadits sahih riwayat Imam hadits yang empat Nabi bersabda:

إنها ليست بنجس، إنما هي من الطوافين عليكم والطوافات

Artinya: Kucing tidak najis. Karena sesungguhnya kucing itu termasuk binatang rumah yang senantiasa mengelilingi kamu.


BERDIRI UNTUK MENGHORMATI ORANG YANG DATANG

2a. Tidak apa-apa berdiri untuk menghormati orang.

Ibnu Hajar Asqalani dalam Fathul Bari Syarah Sahih Bukhari, hlm. 14/207, menyatakan:

القيام على أربعة أوجه:
الأول: محظور، وهو: أن يقع لمن يريد أن يقام إليه تكبراً وتعاظماً على القائمين إليه.
الثاني: مكروه، وهو: أن يقع لمن لا يتكبر ولا يتعاظم على القائمين، ولكن يخشى أن يدخل نفسه بسبب ذلك ما يحذر، ولما فيه من التشبه بالجبابرة.
الثالث: جائز، وهو: أن يقع على سبيل البر والإكرام لمن لا يريد ذلك، ويؤمَن معه التشبه بالجبابرة.
الرابع: مندوب، وهو: أن يقوم لمن قدِم من سفر فرحاً بقدومه ليُسلم عليه، أو إلى من تجددت له نعمة فيهنئه بحصولها، أو مصيبة فيعزيه بسببها.

Artinya: Berdiri ada empat macam. ... Ketiga, berdiri itu boleh yaitu apabila itu dilakukan untuk kebaikan dan penghormatan bagi orang yang tidak menghendaki itu...

Baca juga:
- Hukum Hormat Membungkuk ala Jepang
- Hukum Olahraga Bela Diri

2b. Hukum asal dari berfoto itu boleh. Baca detail: Hukum Gambar dan Foto dalam Islam

2c. Dulu mungkin iya. Tapi sekarang sudah tidak lagi karena sudah dipakai oleh semua bangsa tanpa melihat agamanya sehingga ia tidak lagi menjadi simbol agama tertentu. Hukum sesuatu bisa berubah kalau status sesuatu itu berubah. Baca detail: Halal Haram Tasyabuh Orang Kafir

Baca juga:
- Hukum Memakai Kaos Bergambar Salib

3. Merayakan ulang tahun hukumnya boleh karena itu bukan bentuk tasyabuh dengan orang kafir. Namun demikian, merayakan ultah anak sebaiknya dihindari karena itu tidak mendidik, tapi justru men-discourage dan mendemotivasi anak. Baca detail: Hukum Merayakan Ulang Tahun

4. Tidak karena tidak ada unsur mengolok-ngolok di situ.


HUKUM MENGOLOK ORANG YANG BELUM HAJI

6. A. Kalau teman kita belum Haji, terus kita becandain teman kita seperti, apa kabar pak haji sambil tertawa, apakah perbuatan sperti itu sudah termasuk mengolok haji yang mengakibatkan murtad ?

B. Kalau kita bercanda sama teman pak ustadz, seperti bilang Ya Allah semoga teman saya ini cepat dapat pacar agar dia bisa ngerasaian pacaran.. padahal kalau tidak salah pacaran itu dilarang oleh Allah... apakah becanda sambil tertawa-tawa berdoa minta pacar kepada Allah seperti itu sudah menggolok-olok Allah yang mengakibatkan murtad ?

JAWABAN

6a. Tidak termasuk.
6b. Tidak termasuk, kecuali kalau kita menganggap pacaran itu halal. Karena, menghalalkan perkara haram atau sebaliknya mengharamkan perkara halal menyebabkan murtad.

Baca juga:
- Pacaran dalam Islam
- Pacaran via Dunia Maya
Read More...

Wednesday, August 24, 2016

Cara Taubat Dosa Zina
CARA TAUBAT ZINA

assalamualaikum ustadz
1. saya mau bertanya mengenai bagaimana cara bertaubat atas zina yang pernah seseorang lakukan,
2. dan bagaimana jika zina tersebut membuat si wanitanya hamil. langkah tepat apa yang harus dilakukan untuk menyelesaikan masalah tersebut. terimakasih atas jawabannya
wassalam

TOPIK SYARIAH ISLAM
  1. Cara Taubat Zina
  2. Harta Waris Peninggalan Adiknya Nenek
  3. Suami Muslim Masuk Kristen Lalu Masuk Islam Lagi
  4. Sikap Anak Terhadap Orang Tua Yang Malas
  5. Menyucikan Najis Anjing Di Air Keruh Dan Pakai Deterjen
  6. Mimpi Tali Bra Putus Semua
  7. Apakah Amal Keburukan Akan Diazab?
  8. Cara Sembuh Dari Penyakit Gay Atau Homo
  9. Hukum Membantah Ibu Soal Mitos Kehamilan
  10. Hukum Peringatan Hari Besar Nasional Internasional
  11. Cara Agar Cepat Hafal Dan Tahan Lama
  12. Status Surat Pernyataan Cerai Tanpa Melalui Pengadilan Agama
  13. CARA KONSULTASI AGAMA


JAWABAN

1. Lakukan taubat nasuha. Lihat detail: Cara Taubat Nasuha.
2. Apabila wanita yang dizinahi hamil, maka sebaiknya dinikahi untuk menjaga status anak agar tidak menjadi anak zina. Uraian detail soal ini lihat link di bawah:

>> Pernikahan Wanita Hamil Zina dan Status Anak
>> Hukum Menikahi Wanita Tidak Perawan Karena Zina
>> Status Anak dari Perkawinan Hamil Zina

____________________________


HARTA WARIS PENINGGALAN ADIKNYA NENEK

Asalamualikum warohmatulloh wabarokatu

Pertama-tama saya mengucapkan salam kenal.
saya mempunyai pertanyaan seputar harta warisan dari nenek namanya C (bukan nenek asli tetapi almarhumah adalah adik dari nenek saya/Nenek A), cerita sebagai berikut :

nenek C (almarhumah) meninggal dunia tidak mempunyai anak kandung dan suaminya (kakek) lebih dulu wafat. nenek C dan kakek tersebut memelihara anak dari kecil sampai anak angkat tersebut wafat mendahului nenek tsb.
sekarang harta almarhum tersebut di kuasai oleh istri dari anak angkat beliau,

1. yang jadi pertanyaan apakah kami (cucu)-- tapi bukan cucu asli karena kami dilahirkan dari keturunan kakaknya (nenek A) almarhum tersebut-- mempunyai hak atas harta nenek C tersebut yang mana harta warisnya sekarang dikuasai oleh istri anak angkatnya tersebut?

Nenek C (almarhumah) tersebut mempunyai kakak kandung 2 orang yakni Nenek A dan nenek B (semuanya sudah wafat) meninggalkan keturunan anak laki-laki dan perempuan.
nenek A, B, C, mempunyai saudara kandung se ayah yakni kakek D dari pernikahan orang tua dengan ibu tiri. dari pihak keluarga kakek D sudah mendapatkan harta nenek tersebut (gonogini),

2. tetapi yg jadi pertanyaan kami dan penasaran kami adalah harta warisan nenek C tersebut dari warisan eyang kami (harta bawaan) apakah dapat kami ambil sebagai harta warisan kami?

atas perhatian dan pencerahannya kami ucapkan trima kasih
Salam hormat

JAWABAN

Sebelum menjawab pertanyaan Anda perlu diketahui bahwa anak angkat nenek tersebut tidak berhak mendapat harta waris sama sekali. Akan tetapi, nenek C dapat memberinya hibah saat nenek C masih hidup. Dengan hibah maka nenek C dapat memberikan semua hartanya kepada anak angkatnya tersebut. Apabila demikian, maka tidak ada kerabat nenek C yang akan mendapatkan warisan karena hartanya nenek C sudah habis. Hibah seperti ini sering terjadi dalam kasus anak angkat.

Seandainya tidak ada hibah dari nenek C pada anak angkatnya maka hartanya harus diwaris. Aturan warisnya sbb:

1. Saudara-saudara kandung dari nenek C --yakni nenek A dan B -- berhak atas warisan tersebut. Sedangkan nenek D tidak mendapat warisan karena saudara terhalang oleh saudara kandung.
2. Apabila nenek A dan B tidak ada alias sudah wafat, maka hak waris jatuh ke bawahnya yakni anak dari nenek A dan B. Apabila anak dari nenek A dan B sudah wafat, maka warisan jatuh ke cucunya. Lebih detail lihat: Panduan Hukum Waris Islam.

____________________________


SUAMI MUSLIM MASUK KRISTEN LALU MASUK ISLAM LAGI

Salam sejahtera bapak/ibu,
Saya ingin berkonsultasi mengenai pernikahan saya menurut pandangan Islam.
- Saya dan suami menikah secara agama Kristen. Sebelumnya suami beragama Islam, karena saya terlanjur hamil duluan, dia mengalah untuk jadi nasrani dan menikah secara Kristen dan catatan sipil.

- Setelah lebih 2 tahun pernikahan.. Seperti pada umumnya tidak ada rumah tangga yang berjalan mulus pasti ada problematikanya. Suami ketahuan oleh keluarga saya dekat dengan perempuan bahkan pernah main perempuan. Saya yang syok dan terus cek cok dengan suami memutuskan untuk pulang ke rumah orang tua untuk menenangkan diri.

- Suami yang merasa sakit hati, memutuskan untuk kembali jadi muslim. Dan mau menceraikan saya dengan alasan sudah kembali muslim, kalau dia masih berumah tangga dengan saya katanya dia berzinah. Saya memaafkan kesalahannya karena saya sadar sebagai istri saya juga tidak sempurna pasti juga ada kesalahan. Jadi saya tidak mau bercerai, karena bagi saya menikah hanya sekali seumur hidup dan saya menyayangi dia.

1. Bagaimana menurut alkhoirot menurut Islam pernikahan, status dan jalan keluar untuk permasalahan kami ini?
2. Karena saya sendiri tidak mempermasalahkan dia pindah kembali muslim bila itu mendatangkan kebaikan buat dia karena keyakinan bukan paksaan. Asalkan dia tetap jadi suami yang baik, setia dan bertanggung jawab terhadap keluarga istri n anaknya. Tapi saya tetap nasrani.

Demikian email saya ini, atas perhatian bapak/ibu saya ucapkan terima kasih.
(mohon dijawab via email saja)

JAWABAN

1. Pernikahan pertama Anda dengan suami berada di luar jurisdiksi hukum Islam. Karena Anda Kristen dan suami sudah masuk Kristen. Adapun status suami adalah seorang murtad.

2. Kalau dia masuk Islam lagi, maka harus diadakan akad nikah baru secara Islam. Istri boleh tetap Nasrani karena pria muslim boleh menikahi wanita Nasrani atau Yahudi. Lihat: Pernikahan Beda Agama dalam Islam.

____________________________


SIKAP ANAK MENANTU TERHADAP MERTUA YANG MALAS DAN TIDAK SHALAT

assalamu'alaikum wrohmatullohi wabarokatuh..

saya ingin bertanya, tapi sebelumnya saya mohon maaf, dan kpd Allah saya mohon ampun, karena bukan maksud ingin membuka aib orangtua.

saya suami, usia 27th, memiliki seorang bpk mertua yg kena stroke, beliau tinggal serumah dgn saya. ibu mertua saya sdh meninggal lama. tapi beliau menikah lagi.

saya sedikit cerita riwayat sakitnya bpk mertua saya dulu, beliau sdh sakit stroke lama, kurang lebih 6 tahun yg lalu. dgn kondisi tangan kanan tdk bisa bergerak. tapi masih mampu utk berdiri, berjalan, bicara, dan aktifitas lainnya seperti makan, mandi, buang air, dll. sebelum beliau kena stroke, beliau pernah menikah lagi, dan punya dua org anak, tapi sejak sakitnya itu istrinya "membuang" dia, tidak lg mau mengurusi dia. maka sayalah sbg menantu yg merawat beliau dirumah selama 2 tahun belakangan ini.

yang menjadi problem saya adalah, beliau dirumah sangat malas, padahal sebelumnya saat tinggal bersama istri mudanya itu beliau suka disuruh-suruh, dan bisa beraktifitas seperti biasa. sikap malas yg saya maksudkan adalah beliau tidak pernah mau ibadah, tidak mau mandi kalau tidak saya paksa, suka buang air kecil maupun buang air besar dikamar, padahal kondisinya masih bisa berdiri dan berjalan (untuk ke kamar mandi).

awalnya saya memang suka memanjakan beliau, apabila ada waktu senggang saya sering memandikan beliau, menyuapi makan beliau, sampai-sampai (maaf) nyebokin/membersihkan kotorannya saat buang air besar.
tapi karena sering saya manjakan begitu, beliau menjadi sangat malas. yang akhirnya beliau selalu menunggu saya yang melayani, padahal saya juga punya pekerjaan diluar, dan kadang-kadang saya suka dinas keluar kota.

akhirnya karena melihat sikap malas itu, istri saya suka marah-marah dengan bapaknya itu, malah saya jadi ikut emosi dengan beliau. dalam bathin saya sangat berkecamuk, karena saya tidak mau menjadi anak yg durhaka (walaupun posisinya beliau adalah bapak mertua saya).

sampai saat ini, saya serba salah menghadapi beliau, karena sejujurnya saya ingin beliau bisa menjaga kebersihan dirinya sendiri. karena saking malasnya beliau sering buang air kecil dan buang air besar dikamarnya sendiri, dengan sikap cuek dan tidak memberitahukannya kepada istri saya ataupun kepada saya, sehingga kotorannya itu terkadang terinjak dan terbawa kakinya, yang mana akan membawa najis ketempat (ruang) ibadah (sholat), dll.

istri saya pun angkat tangan, menyerah dalam merawat beliau karena kejorokannya itu, apalagi istri saya saat ini sedang dalam kondisi hamil, dan sangat sensitif terhadap bau-bau yg kurang sedap seperti itu.
akhirnya belakangan ini saya jadi suka kasar (membentak) beliau karena sikapnya itu, malah pernah saya lap bekas kencingnya itu dan saya lempar ke muka beliau.. saya benar-benar merasa berdosa saat itu. saya sangat merasa bersalah.

saya sudah sering bicarakan hal ini baik-baik kpd beliau, saya sering menasehati beliau utk selalu menjaga kebersihan. tapi tidak pernah mau digubris. dan selalu terulang seperti itu lagi.
pernah juga saya pakaikan pampers dewasa agar tidak buang air sembarangan, tapi saya agak kesulitan dalam biayanya, karena mesti setiap hari menggunakan pampers dan memakan biaya cukup banyak..

tolong sekiranya ada saran dan kritikan untuk saya dalam menghadapi bapak mertua saya itu, saya sangat berharap masukkannya. karena sejujurnya saya sangat menyayangi orang tua (mertua) saya itu, apalagi dalam kondisinya yang kena stroke seperti itu.

mohon maaf jikalau terlalu panjang penjelasan dari pertanyaan saya ini, sebelum dan sesudahnya saya ucapkan banyak terima kasih. dan kepada Allah saya mohon ampun.

wassalamu'alaikum warohmatullohi wabarokatuh.

JAWABAN

Anda orang yang baik karena mau melayani mertua sampai sejauh itu. Dan kebaikan itu dibalas dengan sikap manja darinya. Sehingga membuat kesabaran Anda menipis. Saya sarankan agar Anda dan terutama istri anda agar berusaha sekuat tenaga untuk bersabar dan tidak mengeluarkan kata-kata yang menyakiti beliau. Anda dan istri boleh menasihati beliau baik dalam sola shalat, menjaga kebersihan, dll. Tapi tidak boleh dengan cara membentak sampai menyakiti hati. Karena itu termasuk dosa besar terutama bagi putrinya. Lihat: Dosa Besar dalam Islam.

Kalau Anda tetap tidak tahan bersabar, maka jalan keluar satu-satunya adalah tinggal di rumah yang berbeda dengan mertua. Tentu saja tidak harus berjauhan. Ini bertujuan agar dia lebih mandiri dan Anda dan istri merasa lebih tenang dalam keseharaian hidup anda.


____________________________


MENYUCIKAN NAJIS ANJING DI AIR KERUH DAN PAKAI DETERJEN

assalamu'alaikum wr wb.
Saya adalah pemilik e-mail asef.hidayatulloh@yahoo.co.id tapi karena saya lupa kata sandi e-mail tersebut maka saya putuskan buat yang baru.
Gini ustadz saya mau bertanya lagi masalah najis mugholadoh bulu anjing,
1. pertama, bolehkah mensucikan najis mugoladoh di sungai yang keruh dan cara pensuciannya 7x basuhan langsung disungai tersebut. Maksud saya berendam terus naik ke darat berendam lagi dan seterusnya sampai 7x.

2. Kedua, ketika suatu pakaian terkena najis mugholadoh misal bulu, dan hanya mencucinya biasa menggunakan deterjen sampai tidak terlihat wujud, rasa maupun bau.
Yang menjadi pertanyaan saya, ketika pakaian yang belum suci itu karna selesai digunakan, suatu ketika dicuci bersamaan dengan pakaian yang asal mulanya suci . Apakah pakaian yg suci itu ikut menjadi najis?

Sekian dulu ustadz hanya itu yang saya tanyakan, mohon penjelasannya.
Wassalamu'alaikum wr wb

JAWABAN

1. Boleh.
2. Iya.
Lebih detail lihat: Najis dalam Islam.

____________________________


MIMPI TALI BRA PUTUS SEMUA

Maaf pak uztad saya mau nanya ini mimpi teman saya. Kemarin teman saya bermimpi (maaf) tali bra nya terputus kedua-duanya. Artinya apa ? Syukron

JAWABAN

Keimanan dia sedang diuji dan tampaknya dia tidak lulus. Kalau dia belum sampai berbuat dosa besar, cepatlah sadar dan bertaubat serta mencari lingkungan yang baik. Kalau dia sudah melakukan dosa besar, maka lakukan taubat nasuha sesegera mungkin dan tinggalkan lingkungan yang menjadi faktor perbuatan dosa itu. Lihat: Dosa Besar dalam Islam.
____________________________


APAKAH AMAL KEBURUKAN AKAN DIAZAB?

Assalamualaikum ustadz,,,apakah kalau timbangan amal kebaikan kita lebih berat daripada timbangan amal keburukan, maka amal keburukan tidak akan dibalas dengan azab ???

Terima kasih

JAWABAN

Dalam menafsiri ayat QS Az-Zalzalah 99:7-8 Al Baghawi dalam Tafsir Al-Baghawi VII/[ ص: 503 ] mengutip perkataan Sahabat Ibnu Abbas sbb:

قال ابن عباس : ليس مؤمن ولا كافر عمل خيرا أو شرا في الدنيا إلا أراه الله إياه يوم القيامة ، فأما المؤمن فيرى حسناته وسيئاته فيغفر الله سيئاته ويثيبه بحسناته ، وأما الكافر فترد حسناته ويعذبه بسيئاته

Artinya: Ibnu Abbas berkata: Semua manusia, mukmin dan kafir, pada hari kiamat akan diperlihatkan oleh Allah kebaikan dan keburukan yang mereka lakukan di dunia. Adapun orang mukmin akan melihat kebaikan dan keburukannya lalu Allah akan mengampuni keburukannya dan memberi pahala atas kebaikannya. Sedangkan orang kafir maka akan ditolak kebaikannya dan disiksa dengan perbuatan buruknya.

Intinya, keburukan seorang muslim akan diampuni selagi dia memiliki amal kebaikan yang dilakukan dengan ikhlas yang
____________________________


CARA SEMBUH DARI PENYAKIT GAY ATAU HOMO

to me, me
pak ustad mohon bantu saya pak, umur sy sekarang 22th, saya menyadari bahwa saya ada ketertarikan sesama jenis pria,perasaan itu timbul lebih mendalam pada saat saya smp, tetapi msih terpendam, hanya sekedar melihat" saja, sekarang ini rasa mulai dalam dan kuat, sampai" saya searching" hal" yg berbau itu, dan mendapatkan orang" yg seperti saya juga,pada suatu saat bertemu orang tanpa d sengaja orang itu memegang tangan saya, karena saya ada rasa maka berlanjutlah rsa itu, dia ngajak ketemuan dan saya temui, dan dia menyruh saya oral, dan terjadilah hal itu, hanya sekedar itu, astaghfiruulah. saya sangaaaat menyesali perbuatan itu, karna saya tau azabnya sangad pedih, rasa ini menjadi tatkala saya rajin sholat 5 waktu mengaji, bru setelah itu bertemu sama lelaki ittu, yang saya rasakan keingnan dalam hati saya yaitu kasih sayang seorang bapak, saya pengen sekali merasakan hal tsb, karena dr usia saya 5th, ayah saya pergi meningalkan kami sekeluarga entah tak tau rimbahnya pak utadz, tolong bant saya pak agar tidak jauh lebuh dalam terjerumus dalam keadaan seperti ini.
terimaksih,

JAWABAN

Lihat: Cara Mengobati Penyakit Homoseksual
____________________________


HUKUM MEMBANTAH IBU SOAL MITOS KEHAMILAN

Assalamu'alaikum wr wb

Ustadz yang saya hormati,saya sedang hamil anak ke 3,sekarang usia kandungan saya memasuki 6 bulan..kebetulan ibu kandung saya tinggal bersama saya dirumah saya, ibu saya selalu memberi nasehat aneh seputar kehamilan, seperti,makan keong nenek biar hidung anak mancung, jangan duduk dipintu supaya tidak susah melahirkan ataupun harus makan minum di piring dan gelas yang bagus, supaya anaknya cantik..

saya menolak semua itu, dia marah-marah bilang,saya juga mengerti agama, anak kiai..dll kadang jengkel hati saya dengar ibu saya..dahulu waktu kehamilan anak pertama dan kedua saya,saya di bekali gunting dan bangley, katanya biar tidak di ganggu jin..saya ambil, tapi saya buang tanpa sepengetahuan ibu saya. Tapi ibu saya makin menjadi-jadi percaya terhadap mitos nya, ari-ari bayi harus di cuci bersih, di kasih pewangi,di kasih kaca, pensil dll baru di kubur..

Tolong Ustadz beri tahu apa yang harus saya lakukan,mengingat kalau ibu saya peringatkan akan marah-marah besar, tidak pernah mau mendengar anaknya..

Berdosakah saya membantah semua perkataan ibu saya tentang mitos-mitos itu ustadz?
Syukran..

JAWABAN

Kalau anda tidak percaya dan ingin menolak saran ibu, maka prinsipnya lakukan penolakan itu dengan cara yang elegan. Seperti, iyakan saja di depan dia, tapi tidak usah dikuti segala nasihat dan sarannya terkait hal mitos kehamilan itu. Pastikan saat anda tidak melakukan itu, sang ibu tidak tahu.

Percuma anda memberi tahu dan meyakinkan dia karena orang yang percaya pada mitos leluhur itu artinya dia orang yang tidak logis. Maka, logika yang anda sampaikan tidak akan mempan. Lebih dari itu, dia pasti akan marah pada putrinya yang dia anggap sudah "sok pintar".

Kalau ingin menasihati ibu, usahakan melalui orang lain yang dihormati oleh ibu.

____________________________



HUKUM PERINGATAN HARI BESAR NASIONAL INTERNASIONAL

Assalamualaikum wr.wb
1. Saya mau bertanya nih, bagaimana sih hukumnya hari perayaan atau peringatan seperti hari-hari nasional atau peringatan hari lainnya ? apakah haram hukumnya contohnya seperti
-memperingatkan hari guru
-memperingatkan hari rokok sedunia
-memperingatkan hari aids sedunia
-memperingatkan hari sumpah pemuda
apakah haram dan bid'ah ? menurut saya tidak karena tidak ada hukumnya yang melarang di al-quran, dan kalau ada dosa itu adalah dosa dari tindakan sang pelaku.. atau hukum memperingatkan suatu hal ?

2. lalu bagaimana hukum dengan ulang tahun ? saya merasa heran dengan yang mengharamkan, karena memang tidak ada dasar hukumnya sama sekali, dan biasanya ulang tahun itu di dasari untuk mensyukuri hari lahir kita ? dan apa yang salah dengan hal itu ? jadi menurut saya kalau yang ,mengatakan haram seperti keliru. karena itu saya lebih memilih berkata boleh selama tindakannya untuk bersyukur~

JAWABAN

1. Memperingati hari nasional atau internasional itu sama dengan menghormati bendera, hukumnya boleh karena itu bukan masalah ibadah dan tidak terkait dengan ibadah. Lebih detail lihat: Hukum Menghormati Bendera menurut Islam

2. Halal haram dalam Islam itu terkait dengan hukum Islam (fiqh/syariah). Dan sebagaimana dalam hukum umum (pidana/perdata), hanya ahli hukum Islma-lah yang punya kewenangan menjawab dengan memakai logika fiqih/syariah yang berdasar pada antara lain Quran, hadits, dan ijmak ulama. Kalau Anda bukan ahli hukum Islam, maka sebaiknya jangan berspekulasi dengan jawaban yang ngawur dengan hanya memakai "perasaan". Sebab, kalau sampai salah dan anda menghalalkan perkara haram atau mengharamkan perkara halal, maka hukumnya syirik dan murtad alias keluar dari Islam. Lihat: Hukum dan defnisi Orang Murtad (bahasa Arab)

Tentang memperingati ulang tahun, menurut Syekh Yusuf Qardawi, ahli fiqih/hukum Islam ternama dan sangat moderat abad ini, hukum peringatan ulang tahun adalah haram kecuali peringatan ultah anak kecil pada usia tertentu seperti saat baru lahir bersamaan dengan aqiqah, usia 7 tahun bersamaan dengan perintah Islam untuk melatih anak shalat wajib; dan 10 tahun bersamaan dengan wajibnya orang tua memerintahkan anaknya untuk shalat dan harus disanksi apabhila tidak melakukannya dan usia 15 tahun bersamaan dengan masa akil baligh dan wajibnya seorang anak untuk melaksanakan shalat 5 waktu dan kewajiban lain . Lebih detail lihat: Hukum Peringatan Ulang Tahun (dalam bahasa Arab).

____________________________


CARA AGAR CEPAT HAFAL DAN TAHAN LAMA

Assalamualaikum wr. wb
Saya ingin bertanya , bagaimana caranya agar saya dapa tmenghapal dengan cepat dan tahan lama, saya kadang cepat hapal tetapi mudah hilang lagi, mohon dijawab
Wassalamualaikum wr. wb

JAWABAN

1. Rajin belajar, rajin ibadah dan jauhi perbuatan dosa. Lihat detail.
____________________________


STATUS SURAT PERNYATAAN CERAI TANPA MELALUI PENGADILAN AGAMA

Assalamualaikum ustadz,

saya akan menikah dgn pria yg ayah saya anggap "tidak jelas". pria ini pernah menikah,punya dua anak perempuan.
masalahnya adalah: dia menyatakan dirinya telah bercerai dgn mantan istrinya dgn berbekal SURAT PERNYATAAN CERAI saja. surat ini hanya di tandatangani oleh satu pihak saksi:pihak mantan istri.

ayah saya menerima surat itu,tetapi dinyatakan belum sah jika belum di urus ke pengadilan agama. namun mantan istrinya tdk ada niat baik dgn ttp memegang buku nikah mereka sehingga menyulitkan perceraian mereka di pengadilan.
pertanyaan saya:
1. Sah kan perceraian mereka, dgn berbekal SURAT PERNYATAAN CERAI saja?
2. Bisakah saya menikah dgn pria ini tanpa menunggu surat cerai dari pengadilan agama?
3. Apabila saya menikah dgn nya, dgn tidak ada surat nikah mereka, bgm cara mengurus surat pernikahan kami berdua di pengadilan agama?
mohon jawaban dan petunjuknya ustadz.
terimakasih. wassalamualaikum wr wb

JAWABAN

1. Dalam Islam satu kali ucapan "Aku ceraikan kamu" dari seorang suami pada istri itu sudah jatuh talak. Jadi, iya sudah sah walaupun tanpa pengesahan pengadilan agama. Pengesahan dari pengadilan itu hanya terkait hukum umum.
2. Bisa. Lagipula, pria bisa menikah dengan lebih dari satu wanita.
3. Kalau perceraian dengan istri pertama belum resmi, maka si pria masih dianggap memiliki istri. Dalam konteks ini, maka KUA akan meminta surat persetujuan menikah lagi dari istri pertama.

Baca juga:
- Perkawinan dalam Islam.
- Perceraian dalam Islam
Read More...

Cara Masuk Islam Menjadi Mualaf
TATA CARA MENJADI MUALAF DARI KRISTEN KE ISLAM

saya pria kristen, umur 28 tahun. saya mempunyai seorang kekasih seorang muslim umur 26 tahun, sudah bercerai, mempunyai anak 1. selama saya dekat dengan dia, saya banyak belajar tentang islam dan ada ketertarikan di hati saya untuk masuk islam.. pada saat saya memutuskan untuk mualaf, keluarganya meminta saya utuk tidak berhubungan lagi dengan dia..saat ini saya masih memutuskan untuk mualaf,

yang ingin saya tanyakan,
1. bagaimana saya bisa mualaf, dan tata cara untuk mualaf?
2. apakah ada situs online yang mengajarkan tentang islam dan tata cara sholat serta belajar alquran?

saya kira cukup pertanyaaan saya saat ini..
terima kasih.

DAFTAR ISI
  1. Tata Cara Menjadi Mualaf Dari Kristen Ke Islam
    1. Manfaat Masuk Islam: Dosa Masa Lalu Dihapus
    2. YANG WAJIB DAN SUNNAH KETIKA MASUK ISLAM
    3. Sunnah mandi besar
    4. Khitan bagi Laki-laki Mualaf
  2. CARA KONSULTASI AGAMA

JAWABAN TATA CARA MENJADI MUALAF DARI KRISTEN KE ISLAM

Semoga Anda terus mendapatkan hidayah untuk menjadi seorang muslim dan menerima kebenaran dengan tanpa rintangan dan halangan apapun. Amin. Jawaban pertanyaan anda sbb:

1. Menjadi seorang muslim itu mudah. Yang diperlukan hanyalah membaca dua kalimat syahadah (kesaksian) dengan penuh keyakinan.
Teks Arabnya sbb:

أشهدُ أنْ لا إلهَ إلا اللهُ وأشهدُ أنَّ محمدًا رسولُ اللهِ

Teks latin sbb: Asyhadu an La Ilaha Illa Allah wa Asyhadu anna Muhammadar Rasulullah.
Artinya: Aku bersaksi tidak ada tuhan yang patut disembah kecuali Allah. Dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad itu Utusan Allah.

Anda dapat megucapkan kata di atas sendirian dan sudah menjadi muslim. Namun akan lebih ideal apabila mengucapkannya di depan beberapa saksi. Akan lebih baik lagi kalau di sebuah masjid atau pesantren. Kalau Anda seorang Tionghoa, Anda dapat mengucapkan itu di kantor PITI terdekat supaya mendapat pengesahan formal. Atau, datang ke kantor NU (Nahdlatul Ulama) terdekat.

Imam Nawawi dalam Raudhah At-Tolibin menyatakan:

وقال الشافعي في موضع إذا أتى بالشهادتين صار مسلما

Artinya: Imam Syafi'i berkata, "Apabila seseorang mengucapkan dua kalimah syahadat, maka ia menjadi muslim."

2. Banyak situs yang mengajarkan soal Islam secara terperinci. Secara audio visual dapat anda cari di Youtube.com. Sedangkan untuk teks bacaan dapat dikunjungi situs-situs seperti pesantrenvirtual.com atau situs ini (alkhoirot.net). Silahkan cari melalui kotak cari (search box) di sebelah kanan situs ini.

SARAN: Ada baiknya anda masuk Islam dengan bantuan seorang ustadz, ulama atau kyai dari kalangan NU (Nahdlatul Ulama). Pastikan ustadz tersebut dari kalangan non-Wahabi agar anda tidak terjebak ke doktrin ekstrim mereka. Lihat: Ciri Khas Ajaran Wahabi.


KEUTAMAAN NON-MUSLIM YANG MASUK ISLAM: DOSA MASA LALU DIHAPUS

Seorang non-msulim dari agama apapun dia berasal baik dari Hindu, Buddha, Kristen, Katolik, Konghucu, Atheis, Shinta, Bahai, Zoroastrian, Yahudi, dll, maka ketika masuk Islam seluruh dosa-dosa masa lalunya akan terhapus sebagaimana bayi yang baru lahir berdasarkan dalil-dalil berikut:

- Q.S. Al-Anfaal 8: 38

Katakanlah kepada orang-orang yang kafir itu, “Jika mereka berhenti (dari kekafirannya), niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosa mereka yang sudah lalu; dan jika mereka kembali lagi, sesungguhnya akan berlaku (kepada mereka) sunnah (ketetapan Allah) terhadap orang-orang dahulu.“

- Hadits riwayat Nasai

إِذَا أَسْلَمَ الْعَبْدُ فَحَسُنَ إِسْلَامُهُ كَتَبَ اللَّهُ لَهُ كُلَّ حَسَنَةٍ كَانَ أَزْلَفَهَا وَمُحِيَتْ عَنْهُ كُلُّ سَيِّئَةٍ كَانَ أَزْلَفَهَا ثُمَّ كَانَ بَعْدَ ذَلِكَ الْقِصَاصُ الْحَسَنَةُ بِعَشْرَةِ أَمْثَالِهَا إِلَى سَبْعِ مِائَةِ ضِعْفٍ وَالسَّيِّئَةُ بِمِثْلِهَا إِلَّا أَنْ يَتَجَاوَزَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ عَنْهَا

Artinya: Jika seorang hamba masuk Islam, lalu Islamnya baik, Allah menulis semua kebaikan yang pernah dia lakukan, dan dihapus darinya semua keburukan yang pernah dia lakukan. Kemudian setelah itu ada qishash (balasan yang adil), yaitu satu kebaikan dibalas sepuluh kali lipat sampai 700 kali lipat. Adapun satu keburukan dibalas dengan sama, kecuali Allah ‘Azza wa Jalla mengampuninya.

- Hadits riwayat Muslim, Nabi bersabda kepada Amr bin Ash yang hendak masuk Islam
أَمَا عَلِمْتَ أَنَّ الْإِسْلَامَ يَهْدِمُ مَا كَانَ قَبْلَهُ وَأَنَّ الْهِجْرَةَ تَهْدِمُ مَا كَانَ قَبْلِهَا وَأَنَّ الْحَجَّ يَهْدِمُ مَا كَانَ قَبْلَهُ

Artinya: Tidakkah engkau tahu bahwa Islam menggugurkan (dosa-dosa) sebelumnya, dan bahwa hijroh menggugurkan (dosa-dosa) sebelumnya bahwa haji menggugurkan (dosa-dosa) sebelumnya.

- Hadits riwayat Muslim, Tirmidzi, Ahmad, Ibnu Majah Nabi bersabda: Sungguh telah beruntung orang yang masuk Islam dan dia diberi rezeki yang cukup, dan Allah menjadikannya qana’ah (ridha; menerima) dengan apa yang Dia berikan kepadanya.

Baca juga: Cara dan Syarat masuk Islam


YANG WAJIB DAN SUNNAH KETIKA MASUK ISLAM

Orang kafir yang baru masuk Islam diwajibkan dan disunnahkan untuk melakukan hal-hal berikut saat pertama kali masuk Islam:


1. Sunnah mandi besar

Seorang yang akan masuk Islam disunnahkan untuk mandi besar atau mandi junub dan setelah itu baru melakukan persaksian dengan membaca dua kalimah syahadat. Mandi boleh juga dilakukan setelah mengucapkan kalimah syahadat. Baca: Cara Mandi Junub

Berdasarkan dalil hadits berikut:

-

عن قيس بن عاصم قَالَ: أَتَيْتُ النَّبِيَّ صلى الله عليه و سلم أُرِيْدُ اْلإِسْلاَمَ فَأَمَرَنيِ أَنْ أَغْتَسِلَ بِمَاءٍ وَ سِدْرٍ

Artinya: Dari Qois bin Ashim radliyallahu anhu berkata, ”Aku pernah mendatangi Nabi Shallallahu alaihi wa sallam karena aku ingin (masuk) Islam. Lalu Beliau menyuruhku untuk mandi dengan air dan daun sidrah”. [HR Abu Dawud: 355, an-Nasa’iy: I/ 109 dan Ahmad: V/ 61. Berkata asy-Syaikh al-Albaniy: Shahih].

-

عن أبي هريرة يَقُوْلُ: إِنَّ ثَمَامَةَ بْنَ أُثَالٍ اْلحَنَفِيَّ انطْلَقَ إِلىَ نَجْلٍ قَرِيْبٍ مِنَ اْلمـَسْجِدِ فَاغْتَسَلَ ثُمَّ دَخَلَ إِلىَ اْلمـَسْجِدِ فَقَالَ: أَشْهَدُ أَنْ لاَّ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وُ رُسُوْلُهُ يَا مُحَمَّدُ ! وَاللهِ مَا كَانَ عَلَى اْلأَرْضِ وَجْهٌ أَبْغَضَ إِلَيَّ مِنْ وَجْهِكَ فَقَدْ أَصْبَحَ وَجْهُكَ أَحَبَّ اْلوُجُوْهِ كَلِّهَا إِلَيَّ وَ إِنَّ خَيْلَكَ أَخَذَتْنيِ وَ أَنَا أُرِيْدُ اْلعُمْرَةَ فَمَاذَا تَرَى ؟ فَبَشَّرَهُ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه و سلم وَ أَمَرَهُ أَنْ يَعْتَمِرَ -مُخْتَصَرًا-

Artinya: Dari Abu Hurairah radliyallahu anhu berkata, “Sesungguhnya Tsumamah bin Utsal al-Hanafiy pergi ke Najal [29] dekat dari masjid. Kemudian ia mandi lalu masuk menuju masjid dan berkata, "أشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له و أن محمدا عبده و رسوله"
Wahai Muhammad, demi Allah, dahulu tiada wajah di muka bumi yang lebih aku benci selain dari wajahmu. Maka sungguh sekarang wajahmu adalah yang paling aku cintai dari seluruh wajah. Sesungguhnya pasukan kudamu telah menahanku sedangkan aku ingin menunaikan umrah maka bagaimanakah pendapatmu?”. Maka Rosulullah Shallallahu alaihi wa sallam memberikan kabar gembira kepadanya dan menyuruhnya berumrah. -secara ringkas- [HR an-Nasa’i: I/ 109-110, Muslim: 1764, al-Bukhori: 469, 4372, Abu Dawud: 2679, Ibnu Khuzaimah: 252 dan Ahmad: II/ 246, 304, 452, 483. Berkata asy-Syaikh al-Albaniy: Shahih]

Ulama berbeda pendapat tentang wajib atau sunnahnya mandi junub bagi mualaf yang baru masuk Islam atau bagi orang murtad yang kembali ke Islam. Ibnu Qudamah dalam kitab Al-Mughni menjelaskan perbedaan ulama madzhab empat soal ini: bahwa Madzhab Maliki menyatakan wajib mandi; madzhab Syafi'i menyatakan sunnah mandi kecuali apabila ia mengalami junub saat sebelum masuk Islam, sedangkan madzhab Hanafi dan sebagian pendapat dalam madzhab Hanbali menyatakan tidak wajib mandi alias hanya sunnah.

Adapun waktu mandinya boleh dilakukan sebelum atau sesudah membaca kalimah syahadat atau setelah masuk islam berdasarkan hadits Muadz bin Jabal riwayat Bukhari dari Ibnu Abbas :

أن النبي صلى الله عليه وسلم لما بعث معاذاً إلى اليمن قال له: إنك تقدم على قوم هم من أهل الكتاب، فليكن أول ما تدعوهم إليه أن يوحدوا الله تعالى، فإذا عرفوا ذلك فأخبرهم أن الله قد فرض عليهم خمس صلوات في يومهم وليلتهم، فإذا صلوا فأخبرهم أن الله افترض عليهم زكاة في أموالهم...

Dalam hadits ini menunjukkan dua hal: (a) mandi besar tidak wajib bagi yang baru masuk Islam; (b) mandi besar boleh dilakukan sebelum atau setelah masuk Islam.


2. Khitan bagi Laki-laki Mualaf

Khitan hukumnya wajib bagi setiap laki-laki muslim. Karena itu, pria mualaf harus melakukan khitan. Namun, apabila ada perasaan takut khitan karena faktor usia atau membahayakan, maka dapat mengikuti pendapat yang menganggap khitan itu sunnah yaitu pendapat madzhab Hanafi. Baca detail: Khitan dalam Islam
Read More...

Tuesday, August 23, 2016

Mengatasi Was was Kufur
PERTANYAAN SEPUTAR WAS-WAS WAS WAS DALAM MURTAD/KUFUR.

saya seorang yang waswas dalam murtad/kupur.

1. Apa hukum mengucapkan syahadat ketika yakin dalam keadaan islam (tidak murtad)? Misalkan, karena khawatir takut berbuat sesuatu yang membuat murtad, tetapi tidak sadar.

2. Kalau bersahadat, APAKAH bisa dengan cukup mengucapkan 2 kalimat sahadat nya saja? tidak diresapi dengan artinya/ maknanya. Tapi tahu bahwa arti sahadat itu apa, maksud kita mengucapkan 2 kalimat syahadat itu untuk apa. maksud mengucapkan syahadat itu untuk masuk islam.

TOPIK SYARIAH ISLAM
  1. MENGATASI WAS-WAS KUFUR
  2. SARAN
    1. FOKUS BELAJAR ILMU SYARIAH
    2. HINDARI MEMBACA ARTIKEL KAUM RADIKAL
  3. CARA KONSULTASI AGAMA

Karena ketika sedang bersahadat, susah sekali diresapi dengan artinya. Jika terus dicoba dimasukan/diresapi dengan maknanya, akibatnya jadi malah terus bulak balik mengucapkan sahadatnya karena tidak masuk masuk dengan artinya. Karena terus diganngu / dikacaukan pikirannya oleh setan. Diwaswas kan. Masuk tidak masuk tidak sah tidak sah tidak, jadi terus seperti itu, yang akhirnya diulang lagi diulang lagi.

3. Ketika sedang waswas, hal yang tidak biasanya dipikairkan pun jadi dipikirkan atau muncul dengan sendirinya, jadi datang. Kadang suka berpikir seperti ini..

“Jika ada orang memberikan pilihan, misalkan:
Mending kamu kupur atau Mending ibu kamu kufur?
Misalkan aku memilih ”mending ibu kupur”
-Apakah aku menjadi kupur dengan menginginkan orang lain menjadi kufur?
Mohon dijelaskan …

4. Menyebutkan orang ” islam” dengan dipanggil “kapir”, itu kan dapat menjadi murtad. Bagaimana kalau kasus nya seperti ini., ketika melihat kendaraan, tiba tiba aku beranggapan/ menentukan seperti ini
“Itu kendaraan buatan orang jepang kafir”

Misalkan, dalam kenyataan nya, yang membuat kendaraan itu, 9 kafir dan 1 muslim.

a. APAKAH aku jadi kufur dengan menyebutkan “Itu kendaraan buatan orang jepang kafir”? Kan dalam kenyataannya ada 1 orang muslim .
Misalkan, dalam kenyataan nya,yang membuat kendaraan itu semuanya muslim.

b. APAKAH aku jadi kufur dengan menyebutkan “Itu kendaraan buatan orang jepang kafir”?

Kan dalam kenyataannya semuanya muslim.
Kesimpulan pertanyaan a & b.
APAKAH aku menadi murtad dengan menyebutkan / bicara “ itu mobil buatan kapir”

Tapi, dalam pikiran dan hati aku itu : ,” jika memang yang membuatnya kapir. jika yang membutanya ternyata muslim, ya muslim. saya tidak bermaksud menyebutkan si muslim itu kapir”. Kan tidak tahu yang membuatnya siapa orangnya, dimana orang nya, Tidak meliah orangnya. Maksudnya hanya menduga dengan dibarengi dengan keyakinan sekitar 75% kurang lebih, ini buatan kapir, ini buatan muslim.ini dibuat oleh muslim, ini dibuat oleh kapir. Hanya menduga

5. Saya suka dihinggapi dengan ketakutan murtad, jika keluar rumah maka akan terjadi murtad/ kufur. jadi terkadang terbesit dalam fikiran atau datang dengan tiba tiba,: lebiih baik saya berdiam diri dirumah/ditempat yang sepi, karena jika kupur, bisa langsung bersyahadat, jika diluar rumah, bersyahadatnya suka dinanti-nanti, karena Malu dilihat orang. Tapi tidak ada pikiran ingin kufur, baik ditempat yang sepi/dirumah atu ditempat umum. Hanya berjaga jaga, suapaya bisa langsung bersyahadat ketika sudah murtad.

Apakah punya fikiran seperti itu bisa menyebabkan murtad?

6. Kita itu YAKIN berada dalam agama islam. Trus punya pikiran seperti ini: “jika menurut Alloh saya sekarang lagi murtad atau dalam keadaan kufur, berarti saya kufur.jika menurut Alloh saya islam, ya saya islam. Apakah punya pikiran seperti itu dapat membuat kita jadi kufur seketika itu juga?

Tapi kita yakin dalam hati, bahwa menurut Alloh pun saya dalam keadaan islam. dan yakin tidak melakukan perbuatan murtad, Jadi hanya punya pikiran seperti itu.

Atau bila dicontohkan ke kasus lain. Misalkan saya lagi solat. Trus punya pikiran seperti ini, “jika menurut Alloh solat ini sah, berarti sah, jika menurut alloh solat ini batal, ya batal” Tapi yakin, solat ini menurut saya sah. Mohon dijelaskan….

7. Saya lagi dalam keadaan islam. Jika punya perasaan seperti ini apakah murtad seketika itu juga?.“ ya alloh, rasanya nanti saya akan kufur lagi-kupur lagi diganggu oleh setan, jika tidak ada pertolongan dari Mu.”(merasa tidak ada daya dan upaya tanpa bantuan Alloh) Atau “Ya alloh, sulit rasanya mempertahankan islam ini secara lama (akan kufur lagi kufur lagi), jika tidak ada pertolongan dari Mu”. TAPI tidak ada pikiran untuk ingin murtad atau bercita cita ingin murtad.

Bila dicontohkan ke kasus lain, misalkan dalam pertandingan sepak bola. Selama bertanding melawan tim A. tidak pernah menang sekali pun. 100 kali bertanding, seratus kali kalah. Kan kita jadi tidak ada keyakinan lagi untuk menang, jadi pesimis. Kurang lebih seperti itu,,,

-bagaiman kalau pesimisnya akan terus tergoda oleh setan, akan murtad lagi-murtad lagi, apakah kufur/murtad seketika itu juga?
-apakah penyataan seperti ini bisa menyebabkan kupur?
“ya Alloh mungkin saya akan terus kufur diganggu oleh setan, jika tidak ada pertolongan darimu (sambil berharap pertolongan dari Alloh)

8. Saya lagi dalam keadaan islam. Trus punya pikiran seperti ini. “Jika menurut Alloh nanti saya akan mati dalam keadaan kufur, berarti nanti saya akan mati dalam keadaan kupur” Apakah punya pikiran seperti itu membut kufur seketika itu juga? Saya mah hanya berpikir tentang sesuatu yang alloh kehendaki, pasti akan terwujud.

9. Apakah berpikir seperti ini bisa menyebabkan kupur seketika itu juga? "Ya Alloh aku pasrah akan qodho dan kodar dari Mu(Takdir mu) mau di kupurkan atau mau dikafirkan."

10. YA ALLOH..SAYA AKAN MENCOBA UNTUK SANTAI, JIKA NANTI SAYA KUFUR LAGI, SAYA AKAN BERSYAHADAT LAGI. Maksud Santai diatas, merilekskan pikiran supaya tidak tegang, Maksud “Kufur lagi, saya akan bersyahadat lagi” ­_diatas, bukan berarti menganggap remeh kufur, tapi semata mata supaya rileks ,, tidak tegang. karena biasaya kalau sedang tegang suka mudah digoda/diwaswaskan oleh setan… Apakah berfikiran seperti itu baik?atau lebih baik ditinggalkan. Mohon penjelasannya

11. Kita itu bertemu seseorang, trus berpikir, “Terserah Alloh, mau kamu mati kufur, atau islam” Apakah berfikir seperti ini bisa menjadikan kupur?.. Apakah merasa tidak perduli/masa bodo terhadap orang lain, mau mati murtad / mati membawa islam. Itu bias menyebabkan murtad/kufur? Jelaskan..

12. Bagaiman cara berprasangka baik terhadap Alloh, sesudah kita kufur?

13. Bagaimana cara ridho terhadap baik dan buruknya takdir Alloh. Misalkan takdir buruk nya, kita telah kufur/ murtad? Bagaimna cara ridho terhadap takdir bahwa kita telah kufur?

14. Bagaimanakah caranya berpikir positip berprasangka baik terhadap Alloh? kita terus bisa mengucapkan syahadat, apabila kita telah murtad.. Bila murtad, syahadat lagi, murtad, bersyahadat lagi. Karena terkadang suka berpikir, “kenapa Alloh terus membiarkan ku Murtad/kupur? Kenapa Alloh tidak menolongku? kenapa Alloh tidak menyembuhkan penyakit was was ku? karena ini semua menyebabkan aku putus asa… aku ingin disayangi oleh Alloh,

15a. Dimanakah seharusnya aku tinggal sekarang? Tetap disini menyembuhkan penyakit waswasku? atau pergi ke pesantren Alkhoirot di malang? Meninggalkan semuanya..

15b. jika SENGAJA bersahadat setelah bangun tidur hukunya bagaimna? kita takut sebelum tidur dalAm keadaan kupur misalkan lagi memikirkan takut kupur sebelum tidurnya

16. . bagaimna membedakan gangguan dari setan? apakah ini dari fikiran kita atau dari bisikan setan. soalnya ketika itu..pikiran lagi tegang. jadi sulit membedakn antara yang dari setan dan pikiran kita.

17. bagaiman hukumnya jika salah mengambil kesimpulan? misalkan, kita beranggapan yang kita simpulkan itu adalah dari bisikan setan. ternyata itu adalah dari pikiran kita. atau sebaliknya kita beranggapan yang kita simpulkan itu adalah daripikiran kita. ternyata itu adalah dari bisikan setan. misalkan : YAH! AKU SUDAH KUPUR YAH. AKU MAU KUPUR. yah..kupur. ketika itu, pikiran lagi kacau. karena takut kupur, malah terus kepikiran kupur. jika beranggapan "yah aku sudah kupur". kita anggap itu dari bisikan setan. ternyat itu dari pikiran kita. JIKA SALAH MENYIMPULAKAN, APAKAH TERMASUK KEDALAM DOSA YANG TIDAK TAHU ATAU YANG TIDAK DISENGAJA?. yang dosnya itu dimaafkan

18. jika bertemu dengan sesama muslim, terus berpikir seperti ini, “menurut saya kamu adalah seorang muslim, tapi tidak tahu menurut Alloh, jika menurut Alloh kamu kufur/ murtad, ya murtad, jika menurut Alloh muslim, ya muslim. Apakah punya pikiran seperti itu, bisa menyebabkan murtad seketika itu juga.

19. bila kita mengucapkan 2 kalimat syahadat dengan sengaja, ketika dalam keadaan islam. Misalkan ada orang lain yang ragu dengan keislaman kita, disuruh menugcapkan sahadat. Bagaimana hukumnya?boleh?

20. Sepengetahuan saya, syarat iman adalam mencintai, mencintai Alloh, mencintai rosul,mencintai ajarannya, mencintai malikat. Dsb.kalau tidak cinta, bisa kupur. Saya sebagai orang yang banyak dosa, yang suka berbuat maksiat, sangat berat sekali melaksanakan perintah Alloh, mengikuti rosul. Belum bisa sampai mencintai dalam melaksanakan ajarannya, baru bisa melaksanakan ajarannya itu karena dipaksakan, dengan tujuan kedepannya bisa timbul rasa cinta untuk semuanya… Apakah boleh seperti itu? Apakah tidak menjadi kufur melaksanakan perintah Alloh dan rosulnya tanpa dilandasi rasa cinta? Tapi dipaksakan berbuat kebaikan itu, supaya nantinya timbul rasa cinta.

21. tidak perduli dengan orang lain, mau mati kufur atau mati membawa islam. Apakah itu bisa menjadi kufur/murtad?

22. ketika belum paham terhadap suatu ilmu, terus kita mengambil kesmipulan sendiri, berijtihad, dengan tujuan kedepannya akan dicari ilmunya(menuntut ilmu).jika ijtihadnya salah, apakah berdosa?

23. jika Alloh menakdirkan saya terkena fitnah dajjal (menjadi kapir/murtad), berarti itu akan terjadi. Hanya berpikir, apa yang sudah dikehendaki Alloh, apa yang ditulis Alloh di lauhilmahpud, pasti akan terjadi. Tapi saya yakin, tidak ingin kapir,,tidak ingin terken pitnah dajal.. Apakah berpikir seperti itu bisa menjadi kupur seketika?


JAWABAN WAS WAS KUFUR

1. Mengucapkan syahadat atau kalimah tauhid adalah baik karena itu merupakan kalimah toyyibah. Sedangkan hukum mengucapkannya bisa sunnah dan bisa wajib tergantung situasinya. Hukumnya sunnah apabila dalam keadaan di luar shalat berdasarkan hadits hasan riwayat Tirmidzi, Nasai dan Ibnu Hibbah dari Jabir bin Abdullah ia berkata: Aku mendengar Nabi bersabda:

أَفْضَلُ الذِّكْرِ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ ، وَأَفْضَلُ الدُّعَاءِ الحَمْدُ لِلَّهِ

Artinya: Dzikir yang paling utama adalah kalimat LailahaillAllah, sedangkan doa yang paling utama adalah Alhamdulillah.

Dan hukumnya wajib apabila syahadat itu diucapkan sebagai bagian dari tahiyat akhir dalam shalat. Baca juga: Shalat Lima Waktu

2. Ketika mengucapkan syahadat dan tahu maknanya, maka itu cukup bagi seorang non-muslim untuk masuk Islam. Begitu juga bagi seorang yang murtad untuk kembali pada Islam. Imam Nawawi dalam Raudhah At-Tolibin menyatakan:

وقال الشافعي في موضع إذا أتى بالشهادتين صار مسلما

Artinya: Imam Syafi'i berkata, "Apabila seseorang mengucapkan dua kalimah syahadat, maka ia menjadi muslim."

Manshur bin Idris Al-Buhuti dalam Kasyaful Qina' an Matnil Iqna', menyatakan:

وتوبة المرتد إسلامه بأن يشهد أن لا إله إلا الله وأن محمدا رسول الله … وهذا يثبت به إسلام الكافر الأصلي فكذا المرتد

Artinya: Taubatnya orang yang murtad kembali ke Islam adalah dengan cara mengucapkan dua kalimah syahadat. Dengannya maka orang kafir menjadi Islam, begitu juga orang murtad (kembali menjadi muslim).

3. Menginginkan orang lain menjadi kufur tidak menjadikan anda kufur. Apalagi itu hanya bersifat dalam angan-angan, tidak diucapkan. Keinginan untuk berbuat dosa itu masih tidak dicatat sebagai dosa; baru dicatat sebagai dosa setelah dilakukan. Misalnya apabila anda sampai menyuruh ibu anda untuk kufur. Dalam sebuah hadits sahih riwayat Bukhari dan Muslim, Nabi bersabda:

فمن هم بحسنة فلم يعملها كتبها الله عنده حسنة كاملة ، وإن هم بها فعملها كتبها الله عز وجل عنده عشر حسنات إلى سبعمائة ضعف إلى أضعاف كثيرة ، وإن هم بسيئة فلم يعملها كتبها الله عنده حسنة كاملة ، وإن هم بها فعملها كتبها الله سيئة واحدة . رواه البخاري ومسلم .

Artinya: Barangsiapa berniat berbuat baik lalu tidak melakukan, maka Allah menulisnya satu kebaikan sempurna. Apabila berniat berbuat baik lalu mengamalkannya maka Allah menulisnya 10 kebaikan sampai 700 lipat kebaikan sampai berlipat-lipat. Apabila berniat berbuat dosa lalu tidak melakukannya maka Allah mencatatnya dengan satu kebaikan sempurna, apabila dilakukan maka Allah mencatatnya dengan satu dosa.

4. Menyebut orang Islam sebagai kafir hukumnya haram, tapi tidak berakibat kafir bagi pengucapnya. Baca detail: Hukum Mengkafirkan Sesama Muslim

5. Tidak menimbulkan murtad. Dan sebaiknya bebaskan diri amda untuk keluar dan pergi ke mana saja untuk mencari rezeki atau menuntut ilmu. Jangan hanya berdiam diri di dalam rumah. Baca detail: Penyebab Murtad

6. Apa yang anda pikirkan tidak membuat anda jadi kufur, karena itu tidak termasuk perkara yang membatalkan keislaman. Contoh yang membatalkan keislaman seperti apabila muslim tidak percaya pada Al-Quran itu berasal dari Allah. Baca detail: Penyebab Murtad

Juga, dalam soal shalat. Shalat baru batal apabila ada perbuatan yang membatalkan shalat seperti berbicara saat shalat. Baca juga: Shalat Lima Waktu

7. Itu tidak menyebabkan kufur. Anda tampaknya sedang mengalami masalah psikologis yang perlu dikonsultasikan ke psikolog. Juga, ada masalah kesalahan membaca informasi agama di internet atau buku-buku agama yang ditulis kalangan radikal.

8. Tidak menyebabkan kufur.

9. Tidak menyebabkan kufur.

10. Sebaiknya ditinggalkan. Fokus untuk mengamalkan perintah Allah dan menjauhi larangan Allah. Itulah yang penting. Jangan berfikir macam-macam.

11. Tidak menyebabkan kufur.

12. Berprasangka baik pada Allah itu mudah yakni dengan mengikuti syariahNya: melaksanakan perintahNya dan menjauhi laranganNya.

13. Kufur atau Iman itu pilihan. Kalau anda tidak ingin kufur, maka pilihlah iman kepada Allah.

14. Pada dasarnya, penyakit was-was anda timbul karena kekurangan anda dalam ilmu agama terutama ilmu fiqih. Padahal yang dominan dalam kehidupan sehari-hari adalah ilmu fiqih atau syariah. Dan dalam syariah yang ada adalah halal, haram, sunnah, makruh dan mubah. Dan fokus pada ilmu fikih, maka anda akan jarang menemui kata 'kufur' atau 'murtad'. Yang ada adalah halal atau haram. Dengan lebih fokus pada halal dan haram, maka standar dan kriterianya menjadi lebih jelas. Karena itu, mulai sekarang, fokuslah pada hukum syariah.

15a. Tidak ada salahnya anda mencoba belajar ke Al-Khoirot. Cobalah sebulan saja, siapa tahu penyakit anda dapat sembuh.

15b. Baca syahadat setelah bangun tidur hukumnya sunnah. Sebagaimana diterangkan dalam hadits Nabi di atas (poin 1)

16. Setan itu ada dua: jin dan manusia (lihat QS An-Nas :6). Dan manusia itu termasuk diri sendiri.

17. Apapun kesimpulannya, ucapan "Yah! Aku sudah kufur" tidak berakibat kufur kecuali kalau dibarengi dengan perbuatan yang berakibat kufur seperti menyembah patung.

18. Pikiran seperti itu tidak berakibat murtad.

19. Boleh. Kalimat syahadat adalah kalimat yang baik buat berdzikir seperti dijelaskan pada poin 1.

20. Tidak benar syarat iman harus dilandasi rasa cinta. Bukan mencintai, tapi mempercayai (iman) pada Allah, Rasulullah, dst. Jadi, melaksanakan yang wajib dan menjauhi yang haram semata-mata karena takut pada Allah itu sudah benar dan tepat. Itulah makna dari takwa pada Allah. Takwa artinya takut.

21. Tidak menyebabkan kufur/murtad. Namun, pikiran semacam itu juga tidak perlu.

22. Ijtihad tidak boleh dilakukan oleh orang awam ilmu agama. Mujtahid hanya berlaku bagi ulama dengan standar keilmuan tertentu. Maka, jauhi istilah ijtihad dari benak Anda. Carilah jawaban dari masalah agama dari bertanya pada ulama. Baca: Syarat Ijtihad

23. Berfikir tentang seandainya menjadi kafir tidak menyebabkan kafir. Tentang takdir, baca: Takdir dalam Islam


SARAN

Penyakit was-was kufur yang anda derita sebenarnya timbul karena ada kesalahan dalam memahami agama Islam dan itu bisa disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain:


(a) SALAH FOKUS DALAM BELAJAR AGAMA

Seorang yang pemula dalam belajar agama hendaknya memfokuskan diri pada ilmu syariah lebih dulu. Ilmu syariah meliputi 6 hukum yaitu halal, wajib, haram, sunnah, makruh, mubah. Semua perilaku kita tidak lepas dari keenam hukum ini. Dengan mengetahuinya, maka kita menjadi tahu standar yang jelas dalam bertindak.

Untuk tahap awal ini, hindari membaca ilmu yang terkait dengan soal akidah. Apalagi kalau cari ilmunya melalui Google. Karena, akidah yang ada di halaman Google sering artikel yang ditulis kalangan Wahabi Salafi yang radikal dan mudah mengkafirkan. Cari akidah yang ditulis atau berfaham Asy'ariyah / Maturidiyah yang merupakan faham Ahlussunnah Wal Jamaah.


(b) SALAH MEMBACA ARTIKEL KAUM RADIKAL

Hati-hati ketika mengunjungi website/blog dan membaca suatu artikel khususnya di internet. Karena banyak artikel kaum radikal yang muncul di halaman pertama Google ketika kita mencari suatu artikel agama dengan kata kunci tertentu.

Membaca artikel agama di bidang apapun (fikih/syariah, akidah, dll) yang ditulis oleh kalangan radikal dapat membahayakan diri sendiri dan juga orang lain. Membahayakan diri sendiri karena dapat membuat pikiran menjadi sempit (semua serba haram dan kufur), dan dapat membahayakan orang lain (orang lain dituduh syirik, kufur, murtad).
Read More...

Saturday, August 20, 2016

Akta Cerai Palsu, Apakah Jatuh Talak?
AKTA TALAK PALSU DAN SUAMI CERITA MENTALAK ISTRI, APAKAH JATUH TALAK?

Assalamualaikum wr. wb.

Sebelumnya, saya ingin menyampaikan kronologi cekcok di dalam pernikahan kami.

Tahun 2013, kami mengalami cekcok karena adanya pihak ketiga, sehingga keluar permintaan cerai dari saya (istri), karena saat itu sedang dalam keadaan emosi. Yang disambut dengan perkataan "saya akan kembalikan kamu ke orangtua kamu". Kemudian kami rujuk, dan dikaruniai anak lagi. Sepanjang kehamilan saya, dan setelah anak saya lahir, suami saya masih saja berhubungan dengan orang ketiga ini.

TOPIK SYARIAH ISLAM
  1. AKTA TALAK PALSU DAN SUAMI CERITA MENTALAK ISTRI, APAKAH JATUH TALAK?
  2. UCAPAN CERAI SAAT SUAMI SANGAT MARAH
  3. HAK WARIS SAUDARA KANDUNG DAN SAUDARA SEIBU (AKHI LIL UMMI)
  4. CARA KONSULTASI AGAMA

Sehingga di akhir tahun 2015, saya akhirnya mengetahui bahwa suami saya mengurus akta cerai palsu, dan berkata kepada orang ketiga & keluarga nya bahwa dia sudah bercerai dan bermaksud nikah dengan orang ketiga tsb. Kepada saya, suami tidak mengucap talak. Kami berusaha untuk memperbaiki rumah tangga kami.

Baru diketahui oleh saya & keluarga, kalau mereka sudah merencanakan pernikahan di bulan Maret 2016. Beberapa minggu sebelum tanggal nya, ternyata suami saya membatalkan/menunda niat menikah nya dengan orang ketiga ini, dengan alasan ada administrasi yang belum selesai.

Kami terus menjalankan pernikahan kami, dengan perasaan yang terus terombang ambing. Tidak ada perkataan dari suami bahwa dia telah mengakhiri hubungannya dengan orang ketiga itu, dan bahkan tidak merasa ada salah dengan perbuatannya.

Kemudian, saya baru saja mengetahui dari teman satu kantor nya, bahwa kepada orang2 di kantor dia mengaku sudah cerai dengan saya.

Ketika saya tanyakan hal ini ke suami, dia tidak mau menjawab, dan kemudian kami cekcok, yang berakibat dia marah dan sempat terucap bahwa dia pengen sendiri dulu.

Pertanyaan saya :
1. Apakah dengan dia mengaku dia sudah cerai dengan saya, jatuh talak kepada saya?
2. Apakah dengan dia membuat akta cerai palsu, jatuh talak kepada saya?
3. Apakah dengan mengatakan dia ingin sendiri, jatuh talak kepada saya?
4. Dengan kronologi di atas, sudah berapa talak yang jatuh kepada saya?
5. Apabila sudah jatuh talak 3 pada saya, apa yang harus saya lakukan selanjutnya?

Mohon bantuan nya..


JAWABAN AKTA TALAK PALSU

1. Kalau pengakuan suami kepada orang lain bahwa dia telah menceraikan istrinya itu diakui oleh suami sebagai kebenaran, maka jatuh talak. Namun kalau suami mengakui bahwa itu pengakuan bohong, maka tidak jatuh talak. Zakaria Al-Anshari (ulama madzhab Syafi'i) dalam Asnal Matholib, hlm. 16/191, menyatakan:

وإن أقر بالطلاق كاذباً لم تطلق زوجته باطناً وإنما تطلق ظاهراً.

Artinya: Apabila suami mengaku mentalak istrinya dengan berbohong, maka tidak terjadi talak secara batin, hanya tertalak secara zhahir.

Ibnu Hajar Al-Haitami dalam Tuhfatul Muhtaj fi Syarhil Minhaj menyatakan:

ولو قيل له استخباراً، أطلقتها؟ -أي زوجتك- فقال: نعم.. أو مرادفها.... فإقرار به (الطلاق) لأنه صريح إقرار، فإن كذب فهي زوجته باطناً.

Artinya: Apabila ditanyakan pada suami "Apakah kamu telah menceraikan istrimu?" Lalu suami menjawab, "Iya" atau kalimat yang serupa dengan itu. Maka, itu termasuk ikrar (pengakuan) talak karena termasuk ikrar yang sharih (eksplisit). (Namun) Apabila suami berbohong, maka si istri tetap menjadi istrinya secara batin (secara hakiki).

Baca detail: Suami Berkata Sudah Ceraikan Istri pada Orang Lain

2. Akta cerai palsu tidak jatuh talak karena berarti suami berbohong. Karena, suatu akta talak baru dikeluarkan oleh Pengadilan Agama setelah melalui proses panjang. Kasusnya sama dengan pengakuan bohong oleh suami.

3. Ucapan suami "Saya ingin sendiri" tidak termasuk talak.

4. (a) Kasus 2013 saat suami berkata "saya akan kembalikan kamu ke orangtua kamu" termasuk talak kinayah yang kalau tidak ada niat cerai maka tidak jatuh talak. Jadi, silahkan konfirmasi pada suami apakah ada niat atau tidak. Apabila tidak ada niat, maka tidak jatuh talak.
(b) Kasus akta palsu juga tidak jatuh talak.
(c) Kasus cerita talak pada orang lain, kasus ini tergantung apakah suami jujur atau bohong. Kalau bohong, maka tidak terjadi talak. Silahkan tanya pada suami.

5. Jadi, kalau seandainya dalam kasus (a) ada niat talak, dan dalam kasus (c) suami jujur alias tidak bohong, maka jatuh talak 2. Sebaliknya, kalau tidak ada niat talak dalam kasus (a) dan bohong dalam kasus (c), maka belum jatuh talak sama sekali. Baca detail: Cerai dalam Islam
_____________________


UCAPAN CERAI SAAT SUAMI SANGAT MARAH

Assalamualaikum
Ustadz saya mau menanyakan jatuhlah talak atas saya.
Saat pertengkaran sangat hebat dengan suami saya kami adu mulut, suami saya teriak2 di dapur tidak berapa lama suami saya melempar hp, hp jadi berhamburan (pecah) semuanya berantakan. Kami masih adu mulut, karena suami makin tidak bisa mengendalikan teriakannya saya tinggal pergi membawa anak saya mau keluar naik motor. Saya dan anak saya yang masih bayi sudah diatas motor di teras rumah lalu suami saya menuju ke arah saya dengan masih marah2 sangat mulutnya tidak henti2 bicara menyuruh saya masuk berteriak di ruang tamu kemudian dia melempar/ menghempaskan mainan anak kami lagi sampai rusak setelah itu langsung menuju pintu dan berteriak "kita cerai" dengan mata melotot dan menunjuk2 kearah saya. tetangga mungkin mendengar saat dia berteriak di teras dan saat itu mau adzan magrib. Padahal sudah di sabarkan pembantu kami tapi dia seperti hilang kontrol, sampai pembantu saya mendorong suami saya supaya jangan merusak2 barang.

1. Apakah suami saya saat itu termasuk kategori marah sangat atau sampai hilang akal ustad yang saya ingin tanyakan? Apakah sudah jatuh talak saat marah seperti itu?

2. 3 bln berseling saya cuma menelpon suami saya saat dia di kantornya, saya mengajak untuk konsultasi ke ustadz untuk menanyakan apakah kita masih sah atau sudah cerai, kalau sudah cerai jatuhnya talak berapa. Lalu suami saya di telpon langsung marah2 berteriak ditelpon dia bicara" aq bosan apa lagi di bahas masalah ini, iya sudah cerai aja" saya jadi terkejut mendengar itu. Langsung saya matikan hp. Lalu suami telpon lagi, dia saat itu emosi tidak tahu lagi apa yg dibicarakan. Bicara tanpa mikir dulu, marah asal keluar aja teriakan.
Apakah jatuh talak atas saya?

Sebelumnya suami memang punya sifat mudah marah, sensitif sekali kalau marah meledak ledak berteriak, tidak terkontrol lagi. sudah beberapa kali memecahkan barang mengamuk saat bertengkar tapi tidak sampai terucap cerai. Cuma ucapan cerai keluar saat bertengkar saat 1)di teras 2) di telpon.
2 tahun sudah berlalu saya masih ingat kejadian ini, tapi suami bilang dia lupa kejadian itu, dia mengatakan sudah sangat marah sekali saat itu, jadi tidak tahu lagi apa yang keluar kata2 saat itu. Pembantu saya bilang suami saya marah seperti hilang kesadaran saat marah 1. Mohon penjelasan atas pertanyaan saya pa ustadz terima kasih. Termasuk kategori marah apa kondisi pertengkaran kami saat itu 1) dan 2)

JAWABAN

Kalau memang suami biasa hilang kontrol saat marah, maka ucapan cerainya tidak dianggap dan tidak jatuh talak. Baca detail: Cerai dalam Islam

_____________________


HAK WARIS SAUDARA KANDUNG DAN SAUDARA SEIBU (AKHI LIL UMMI)

Hak Waris untuk Kakak yang Beda Bapak tapi Satu Ibu (sekandung)

PERTANYAAN:

Assalamu'alaikum wr. wb.

Saya adalah anak terkecil dari 8 saudara sekandung (atau 7 saudara sebapak). Adapun rinciannya keluarga saya adalah:
- Bapak kandung (wafat)
- Ibu kandung (hidup)
- No.1 Kakak laki-laki (beda bapak tapi seibu, hidup)
- No.2 Kakak wanita (sebapak dan seibu, hidup)
- No.3 Kakak laki-laki (sebapak dan seibu, hidup)
- No.4 Kakak laki-laki (sebapak dan seibu, WAFAT)
- No.5 Kakak laki-laki (sebapak dan seibu, hidup)
- No.6 Kakak laki-laki (sebapak dan seibu, hidup)
- No.7 Kakak wanita (sebapak dan seibu, hidup)
- No.8 Saya laki-laki (sebapak dan seibu, hidup).
Sekarang, kakak saya nomor 4 yang wafat telah meninggalkan warisan rumah yang akan dijual.

Pertanyaannya adalah:

1. Bagaimana tata cara pembagian warisan dari kakak saya nomor 4 yang telah wafat menurut hukum agama Islam dan menurut hukum Negara RI?

- Apakah kakak saya nomor 1 yang beda bapak tetapi satu ibu (sekandung) mendapatkan hak waris dari kakak saya yang meninggal tersebut?

- Jika salah seorang kakak saya atau ibu saya tidak menerima aturan pembagian warisan menurut agama atau negara, kemana saya harus menggugat keadilan hak warisan tersebut?

- Yang wafat kakak no.4 (ayahnya wafat, ibunya hidup, status bujangan/belum menikah).
- Yang hidup: ibu, 4 saudara laki-laki sekandung, 1 saudara laki-laki beda bapak dan 2 saudara wanita sekandung.

2. Apakah boleh warisan tersebut sebelum dibagikan ke seluruh anggota keluarga sesuai hitungan diatas, warisan tsb digunakan untuk bayar hutang antar saudara kandung tanpa persetujuan semua ahli waris yang berhak?

Mohon dapat pencerahan, terima kasih.

JAWABAN

1. Dalam kasus di atas, maka ahli warisnya sebagai berikut:

(a) Ibu mendapat 1/6
(c) Saudara laki-laki seibu 1/6
(b) Sisanya yang 4/6 dibagikan kepada seluruh saudara kandung baik laki-laki dan perempuan. Dari 4/6 tersebut keempat saudara laki-laki masing-masing mendapat 2/10, sedangkan kedua saudara perempuan mendapat 1/10.

2. Tidak boleh. Harta waris harus dibagikan terlebih dahulu kepada seluruh ahli waris yang berhak. Setelah setiap ahli waris yang berhak mendapatkan bagiannya masing-masing, maka terserah ahli waris yang
bersangkutan untuk menggunakan hartanya tersebut baik untuk membayar hutang atau yang lainnya. Baca detail: Hukum Waris Islam
Read More...

Friday, August 19, 2016

Ingin Ceraikan Suami, Takut Terjerumus Zina

SUAMI BERZINA DENGAN BANYAK WANITA

Assalamu'alaikum wr. wb.

Saya wanita usia 35 tahun, telah menikah dengan pria usia 37 tahun. Menikah sejak Desember 2007.Sebelum menikah kami berpacaran selama 5 tahun. Selama pacaran kami sering melakukan (maaf) perzinahan. Walaupun saya tetap perawan. Saat itu saya sangat menyesal, gelisah, dsb ingin semua perbuatan dosa tersebut segera berakhir.

Orang tua saya sebenarnya tidak menyetujui pernikahan kami. Namun saya tetap ngotot, mengingat dosa yg telah saya lakukan. Namun orang tua saya tidak mengetahui hal ini (sebaiknya tetap begitu). Dan akhirnya kami pun diizinkan menikah. Saya pun lega dapat mengakhiri perbuatan dosa serta tidak menimpakannya pada laki-laki lain.

TOPIK SYARIAH ISLAM
  1. SUAMI BERZINA DENGAN BANYAK WANITA
  2. ORANG TIDAK SHALAT HARUS DIBUNUH?
  3. SUAMI KURANG PERHATIAN
  4. HAK WARIS DIMINTA LAGI
  5. CARA KONSULTASI AGAMA

Dua tahun sebelum menikah suami saya bekerja di luar pulau (Aceh) dengan gaji yg lumayan besar dibandingkan gaji dia sebelumnya. Saya menyadari perubahan yg terjadi padanya pada saat dia mengunjungi saya kira-kira 6 bulan kemudian. Saat itu, kami telah mengetahui bahwa orang tua saya tidak setuju dgn rencana pernikahan kami. Setahun terakhir sebelum menikah, suami saya dekat dengan wanita lain. Saat itu saya sangat marah, menganggapnya berkhianat. Namun saya menyadari, hal itu mungkin didorong rasa pesimis dia untuk bisa menikahi saya.

Akhir-akhir ini (setelah 8 tahun pernikahan), rupanya saya baru menyadari bahwa perubahan suami pada saat "pergi" keluar pulau pada saat itu terbawa sampai sekarang.

Awalnya saya mengetahui bahwa suami sering chat porno dengan teman-teman wanitanya. Kemudian mulai menggunakan video call atau skype, mereka bertukar aurat. Lama-kelamaan rupanya bertemu pula di hotel. Semua ini saya ketahui secara bertahap. Dia selalu menyembunyikan "jati diri" aslinya kepada saya. Belakangan saya menemukan pula bukti chat dengan "wanita" lengkap dengan "tarifnya".

Pada awalnya saya sangat marah. Namun sekarang ini saya sdh tidak bisa marah lagi. Mungkin ini peringatan dari Allah SWT karena saya terlalu mencintai suami dan menduakan DIA. Saya menyadari adanya kemungkinan suami saya memang seorang "player" atau dia terjebak dalam "kecanduan seks". Mengingat keluarga suami bisa dikatakan sebagai "keluarga abangan". Mereka kurang memperhatikan masalah keagamaan dan moral, yg penting tidak menimbulkan masalah kriminal dan bisa menghasilkan uang.

Apa yang sebaiknya saya lakukan?

1. Apabila saya menuntut cerai, saya takut terjerumus kembali dalam perzinahan.
Lingkungan kerja saya kebanyakan laki-laki dan sepertinya mereka juga "memaklumi" hubungan dengan selain istri, walaupun tidak semuanya. Saya PNS di Dinas Bina Marga. Saya tidak bisa begitu saja berhenti bekerja, karena saat ini saya terikat "kontrak" tugas belajar. Dan apabila benar saya mengajukan perceraian, maka inilah sumber penghasilan saya setelah perceraian.

2. Di sisi lain, apabila saya tidak menuntut cerai. saya takut tertular penyakit kotor dan menjijikkan. selain itu perasaan saya terasa tercabik-cabik dan tidak menemukan ketenangan.

3. Apabila saya memilih tidak bercerai, apakah solusi untuk masalah suami saya?
Bisakah saya menolongnya keluar dari jeratan setan, seperti saya tertolong dari jeratan yg sama dulu. Jujur, saya lebih takut terjerumus dalam perzinahan kembali. Bukan karena saya terlalu cinta dgn suami atau saya takut kehilangan nafkah.


JAWABAN

1. Menurut perspektif syariah maupun aturan negara, anda dalam posisi boleh memilih antara meneruskan rumah tangga atau memutuskan hubungan pernikahan. Baca detail: Menyikapi Suami Selingkuh

Idealnya, dalam situasi seperti itu, anda sebaiknya meminta cerai. Namun, apabila hal itu dapat menimbulkan dampak yang lebih buruk bagi anda, misalnya kuatir terjerumus pada perzinahan, maka mempertahankan pernikahan itu akan jauh lebih baik. Dalam kaidah fiqih dikatakan: احتمال أخف المفسدتين لدفع أعظمهما (Memilih resiko yang lebih ringan guna menolak / menghindari dampak kerusakan yang lebih besar).

2. Ada baiknya anda meminta dia untuk selalu memakai pengaman (kondom) apabila hubungan intim.

3. InsyaAllah bisa. Dengan usaha terus menerus yang tanpa mengenal putus asa dan dibarengi doa, serta sikap yang sabar atas perilaku suami, maka insyaAllah akan tiba suatu titik di mana suami akan berhenti dan menyadari kesalahannya. Salah satu usaha itu adalah (a) dengan mengajak suami untuk bersilaturahmi pada para ulama atau kyai yang soleh agar ketularan energi positif mereka dan meminta nasihat mereka; (b) mengajak suami untuk menghadiri pengajian / majelis taklim; (c) beribadah bersama, dll. Baca juga: Cara Harmonis dalam Rumah Tangga

______________________


ORANG TIDAK SHALAT HARUS DIBUNUH?

assalamualikum pak ustadz saya mau bertanya

1. apakah orang yang tidak sholat itu harus kita bunuh ?

2. kalau ada orang yang sudah kita peringati mengerjakan sholat, tetapi orang itu juga tidak mau mengerjakan sholat, mungkin sudah ada sekitar 30 tahun orang itu tidak pernah sholat, pertanyaannya

a.. apakah orang itu masih islam ?
b. apakah orang itu masih diterima tobatnya ?
c. apakah halal rezeki orang yang tidak pernah sholat selama 30 tahun itu ?

3.apakah boleh mengikuti pendapat ulama yang lebih sedikit dalam menghukumi suatu perkara dalam islam ?

4. apakah memakai baju yang ada gambar segitiga termasuk mengikuti simbol yahudi ?

5. apakah boleh memanggil orang tua dengan sebutan bunda ? apakah itu tidak termsuk mengikuti panggilan orang kafir ?

6.apakah ulang tahun dan menghidupkan lilin termasuk mengikuti orang kafir ?

7. apa benar menurut mazhab maliki, najis kering bila mengenai benda suci yang basah, benda suci yang basah itu tidak menjadi najis ?

8. apakah memotong rambut yang mana sebagian dibotak dan bagian atasnya dibiarkan agak panjang, apakah itu termasuk tasyabuh kepada orang kafir ?

JAWABAN

1. Tidak harus dan tidak boleh dibunuh karena urusan eksekusi itu masalah negara bukan urusan individu. Baca: Hukum Tidak Shalat

2.a. Masih Islam selagi dia masih mengakui bahwa shalat itu wajib.
b. Masih diterima. Baca detail: Cara Taubat Nasuha
c. Halal selagi pekerjaan atau bisnis yang dilakukan halal. Baca detail: Bisnis dalam Islam

3. Boleh. Terutama apabila diperlukan. Baca detail: Talfiq dalam Islam

4. Kalau gambar itu tidak khusus atau tidak identik dengan Yahudi, maka tidak termasuk mengikuti. Baca detail: Halal Haram Menyerupai Orang Kafir

5. Boleh dan tidak termasuk mengikuti istilah nonmuslim. Baca detail: Halal Haram Menyerupai Orang Kafir

6. Tidak termasuk dan karena itu boleh menurut sebagian ulama kontemporer seperti mufti Mesir Ali Jumah dan lainnya. Baca: Hukum Merayakan Hari Ulang Tahun

7. Betul menurut madzhab Maliki suatu najis kering bila mengenai benda suci yang basah, benda suci yang basah itu tidak menjadi najis dengan syarat benda najis tersebut sudah tidak berbekas dan berubah statusnya menjadi najis hukmiyah. Dalam kitab Al-Muyassar Inda Qauli Khalil, hlm. 1/51, dikatakan:

ولو زال عين النجاسة... لم يتنجس ملاقي محلها، قال: لأنه لم يبق إلا الحكم وهو لا ينتقل، ولذا لو جف البول حتى لم يبق له أثر ولاقى محله طعام مبلول لم ينجس لأن البول لا عين له،

Artinya: Apabila benda najis sudah hilang .. maka tidak menjadi najis menyentuh tempat najis tersebut. Karena, tidak ada yang tersisa kecuali hukum (yakni najis hukmiyah) sedangkan najis hukmiah tidak menularkan najis. Oleh karena itu, apabila kencing mengering sampai tidak ada lagi bekasnya lalu tempat tersebut ditempati makanan basah, maka makanan itu tidak najis karena kencing itu tidak ada bendanya.

8. Tidak tasyabuh kalau model itu bukan menjadi ciri khas agama tertentu. Baca detail: Halal Haram Menyerupai Orang Kafir

______________________


SUAMI KURANG PERHATIAN

Asalamuaikum wr.wb
Saya seorang wanita usia 27tahun sudah menikah selama 2tahun dengan pria usia 23tahun dan kami sudah mempunyai anak usia 1tahun.

Saya dan suami sering sekali bertengkar berbeda argumen dan tidak searah. Awal permasalahan yang ada berawal dari saat suami pergi seharian tidak dengan saya, saya merasa suami tidak peduli dan tidak perhatian. Saya sudah sering mengeluhkan ini kepada suami, tapi suami tidak mengerti tetap saja cuek. Sedangkan suami bisa mengobrol dengan Teman temennya di BBM, tapi untuk menanyakan kabar istri tidak ada. Sehingga saat suami pulang, saya malas untuk melayani suami. Suami pun marah. Suami selalu menyalahkan saya, keburukan saya dia ungkit-ungkit.

Mulai dari situ, suami seperti melepas tanggungjawabnya sebagai kepala rumah tangga. Suami mengadukan keburukan saya kepada orangtua saya. Saya kecewa kenapa suamiku tidak menyelesaikan masalah ini sendiri? Tanpa ikut campur tangan orangtua. Suami hanya bisa mendiamkan istri, bersikap dingin, tanpa ada berusaha menyelesaikan masalah.

saya selalu bisa terima kekurangan suami, tapi suami saya tidak bisa terima kekurangan istrinya. Apapun kekurangan saya selalu saja suami adukan ke orangtua saya.

1. Harus Bagaimana saya menghadapi sikap dia seperti itu yang menurut saya tidak ada kedewasaan dan tidak bisa menerima kekurangan saya?

2. Dan apakah bijaksana suami mencurahkan permasalahan rumah tangga ke orangtua?

JAWABAN

1. Walaupun usia anda lebih muda setahun dari suami, namun tampaknya anda lebih dewasa dalam menyikapi konflik yang terjadi dalam rumah tangga. Sikap anda yang ingin mencari solusi dari permasalahan ini menunjukkan anda lebih dewasa dari suami. Yang perlu dilakukan sekarang adalah meningkatkan sikap kedewasaan anda dengan cara: (a) berusahalah berbuat kebaikan pada suami dengan tulus ikhlas tanpa mengharapkan kebaikan serupa darinya. Salah satu bentuk kebaikan itu adalah bersikap manis, ramah dan penuh perhatian; (b) fokuskan sikap anda pada suami untuk "selalu memberi" yang terbaik tanpa perlu memperhitungkan balasan apapun dari suami. Tak peduli apapun sikap suami pada anda, tunjukkan sikap terbaik, ter-ramah dan termanis padanya. Kalau tidak ada perkataan baik yang bisa diucapkan, maka diam adalah emas.

2. Tidak bijaksana suami bersikap seperti itu. Tetapi anda tidak perlu membalasnya. Kalau anda ingin tetap mempertahankan rumah tangga dan ingin merubah sikap suami, maka mulailah perubahan itu dari diri anda. Baca juga: Cara Harmonis dalam Rumah Tangga

______________________


HAK WARIS DIMINTA LAGI

Pertanyan saya...

1. Apakah dia masih berhak atas waris rumah tersebut sedangkan dia sudah sepakat diwaktu yang lalu dia tidak menerima warisan dari ayahnya atau dalam hal ini kakek nenek kami?

2. Berdosakah kami jika kami ttp menjual rumah tersebut

3. bagaimana kami menyikapi hal ini karena kami sudah berunding dgn dia dan dia bilang dia harus ttp dapat warisan....

JAWABAN

1. Kalau dia sudah sepakat untuk tidak menerima hak warisnya, itu artinya dia sudah menghibahkan haknya kepada ahli waris yang lain. Dengan demikian, maka dia tidak berhak lagi menerima harta penjualan orang tua anda. Karena, hibah tidak bisa lagi ditarik kembali kecuali pemberian ayah ke anaknya yang bisa dicabut lagi. Baca detail: Hibah dalam Islam

2. Tidak berdosa karena rumah itu bukan lagi haknya. Tapi hak dari ayah anda sesuai dengan perjanjian. Dengan demikian, maka rumah itu saat ini menjadi hak dari ahli warisnya. Yaitu kedua anak kandung dan istri (kalau ada). Baca detail: Hukum Waris Islam

3. Ada baiknya soal ini diselesaikan secara kekeluargaan dengan paman anda tersebut. Kalau anda tidak bisa menyelesaikannya sendiri, sebaiknya meminta bantuan tokoh yang dekat dengannya atau yang dikenal bijaksana untuk menjadi mediator menyelesaikan urusan ini. Kalau dia tetap memaksa, dan anda ingin mengalah, maka tentunya yang diberikan tidak harus sesuai dengan permintaannya. Bisa saja, anda memberikan sesuai dengan proporsi bagian paman anda yang ada di harta tersebut.

Terlepas dari itu semua, kalau keadaan ekonomi dia sekarang masih baik, maka tidak menutup kemungkinan bahwa sikap dia itu timbul karena ketidaksukaannya pada ayah anda atau pada anda berdua. Ini sebaiknya juga menjadi bahan evaluasi anda berdua. Kalau asumsi ini betul, maka tidak ada salahnya anda berdua meminta maaf padanya atas kesalahan di masa lalu.
Read More...

Friday, August 12, 2016

Panduan Shalat Jumat
BIMBINGAN SHALAT JUM'AT MADZHAB SYAFI'I

Shalat Jum'at adalah salat fardhu yang diwajibkan bagi seluruh muslim laki-laki sebagai ganti dari shalat Zhuhur (Dzuhur, Dhuhur). Disebut shalat Jumat karena dilakukan setiap hari Jum'at dan waktu pelaksanaannya pada waktu dhuhur tiba. Karenanya, shalat Jum'at sekaligus menjadi pengganti salat Dzuhur. Dalam arti, orang yang sudah melakukan solat Jum'at bukan hanya tidak perlu lagi melakukan sholat dhuhur, tapi tidak boleh menambah dengan shalat dhuhur..

Walaupun sebagai pengganti salat dzuhur, salat Jum'at memiliki tata cara yang khas. Diawali dengan khutbah dan diakhiri dengan salat dua rakaat yang dilakukan secara berjamaah.

Ada empat unsur penting dalam ritual salat Jumat yaitu (a) jamaah tidak boleh kurang dari 40 orang; (b) khatib dan imam; (c) bilal; (d) masjid.

DAFTAR ISI
  1. Tata Cara Shalat Jum'at
    1. Rukun Khutbah Jum'at
    2. Bacaan Bilal Shalat Jum'at
    3. Niat Shalat Jumat
    4. Bacaan Dzikir Wirid Setelah Salat Jum'at
    5. Bacaan Do'a Setelah Salat Jum'at
  2. Contoh Khutbah Jum'at Bahasa Arab
  3. Hukum Shalat Jum'at
    1. Bagi Siapa Shalat Jum'at itu Wajib?
    2. Hukum Shalat Jum'at Bagi Wanita
    3. Hukum Makmum yang Ketinggalan Rakaat Shalat Jum'at
  4. Hukum Shalat Jum'at dengan Hari Raya Idul Fitri Adha
  5. Dalil Bacaan Wirid dan Dzikir Setelah Shalat Jum'at
  6. CARA KONSULTASI AGAMA


TATA CARA SHALAT JUM'AT

Berikut panduan tata cara ritual shalat Jum'at dan bacaan khutbah dan dzikir/wirid-nya.


RUKUN KHUTBAH JUM'AT
Salat Jum'at diawali dengan khutbah Jum'at yang dapat dilakukan oleh imam salat atau oleh orang lain. Khutbah terbagi dua, khutbah pertama dan khutbah kedua yang biasanya dipisah dengan duduk sebentar. Yang prinsip, isi khutbah harus mengandung lima unsur berikut:

1. Membaca hamdalah (yaitu, alhamdulillah) disertai lafadz jalalah (lafadz Allah). Contoh:

إِنّ الْحَمْدَ ِللهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا و مِنْ َسَيّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ
Tulisan latin:

Innal hamda lillah nahmaduhu wanasta'inuhu wanastaghfiruh. Wana'udzubillahi min syururi anfusina wamin sayyi'ati a'malina. Man yahdihillahu fala mudilla lah waman yudlil fala hadiya lah.

2. Membaca shalawat. Contoh:

اَللهُمّ صَلّ وَسَلّمْ عَلى مُحَمّدٍ وَعَلى آلِهِ وِأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن

Tulisan (teks) latin: Allahumma shalli ala Muhammadad wa ala alihi wa ashabihi waman tabi'ahum bi ihsanin ila yaumiddin.

3. Berwasiat atau berpesan pada jamaah agar bertakwa. Contoh:

يَاأَيّهَا الّذَيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ حَقّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنّ إِلاّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ

Tulisan (teks) latin: Ya ayyuhalladzina amanuttaqullaha hatta taqatihi wala tamutunna wa antum muslimun.

4. Membaca ayat Al Quran pada salah satu dari dua khutbah. Contoh,

فَاسْتبَقُِوا اْلخَيْرَاتِ أَيْنَ مَا تَكُونوُا يَأْتِ بِكُمُ اللهُ جَمِيعًا إِنَّ اللهَ عَلىَ كُلِّ شَئٍ قَدِيرٌ

Tulisan (teks) latin: Fastabigulkhoirot ainama takunu ya'ti bikumullahu jami'an innallaha ala kulli syai'in qodir.

5. Berdo'a dengan segala hal yang bersifat ukhrowi (keakhiratan) pada waktu khutbah kedua.

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدّعَوَاتِ.
رَبّنَا لاَتُؤَاخِذْ نَا إِنْ نَسِيْنَا أَوْ أَخْطَأْنَا رَبّنَا وَلاَ تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلََى اّلذِيْنَ مِنْ قَبْلِنَا رَبّنَا وَلاَ تًحَمّلْنَا مَالاَ طَاقَةَ لَنَا بِهِ وَاعْفُ عَنّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا أَنْتَ مَوْلاَنَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِيْنَ.
رَبَنَا ءَاتِنَا فِي الدّنْيَا حَسَنَةً وَفِي اْلأَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النّارِ. والحمد لله رب العالمين


BACAAN BILAL JUM'AT
Sebelum khatib menaiki mimbar untuk khutbah, acara dimulai dengan majunya bilal dengan membaca bacaan berikut:



مَعَاشِرَ الُمسْلِمِين وَزُمْرَةَ المُؤْمِنِينَ رَحِمكُمُ اللَه رُوِيَ عَنُ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ الله ُعَنْه أَنَّهُ قَال قَالَ رَسُولُ اللِه صَلّيَ اللهَ عَلَيهِ وَسَلَم إذَا قُلْتَ لِصَاحِبِكَ يَوْمَ الُجمعَةِ أَنْصِتْ وَالإمَامُ يَخطُبُ فَقَدْ لَغَوت (أَنْصِتُوْا وَاسْمَعُوا وَأَطِيعُوا رَحِمَكُمُ الله
(2x
أَنْصِتُوا وَاسْمعُوا وَأطِيْعُوْا لَعَلَكُمْ تُرْحمَون

Setelah bilal selesai membaca kalimat di atas, khotib berjalan menuju mimbar. Setelah khatib sampai di mimbar, bilal kemudian menghadap qiblat dan melanjutkan dengan bacaan doa seperti di bawah ini (posisi khotib tetap berdiri menghadap jamaah):



اَللَهُمّ صَلِّ عَلَي سَيّدِنَا وَمَوْلَانَا مُحمّدٍ وَعَلَي أَلِ سَيّدِنَا مُحمَدٍ. اللَهُمَّ قَوِّ اِلاسلامَ وَالِايمَان, مِنَ المُسْلِمِينَ وَالُمسْلِمَات , والمُؤْمِنِين وَالُمؤْمِنَات , وَانْصُرْهُمْ عَلَى مُعَانِدِالِدين , وَاخْتِمْ لَنَا مِنْكَ بِالخَيْر , ويَا خَيْر النَاصِرينِ برَحْمَتِكَ يااَرْحَمَ الرَاِحِمين

Setelah bilal selesai membaca doa di at`s, khotib mengucapkan salam dan kemudian duduk di mimbar. Bilal kemudian mengumandangkan adzan.

Selesai adzannya bilal, kemudian khatib berdiri dan memulai khutbahnya.


NIAT SHALAT JUM'AT
Selesai khutbah, tiba waktunya salat Jum'at. Niatnya sebagai berikut:

a. Niat shalat Jum'at bagi makmum:

أُصَلِّي فَرْضَ الُجْمَعةِ رَكْعَتَيْن أَدَاءً مُسْتَقْبِلَ الِقبْلَةِ مَأمُومًا ِللهِ تَعاليَ

Tulisan (teks) latin: Ushalli fardal jum'ati ada'an mustaqbilal qiblati makmuman lillahi ta'ala.

b. Niat sholat Jum'at bagi Imam:


أُصَلِّي فَرْضَ الُجْمَعةِ رَكْعَتَيْن أَدَاءً مُسْتَقْبِلَ الِقبْلَةِ إمَامًا ِللهِ تَعاليَ

Tulisan (teks) latin: Ushalli fardal jum'ati ada'an mustaqbilal qiblati imaman lillahi ta'ala.


BACAAN WIRID DZIKIR SETELAH SHALAT JUM'AT
Setelah melaksanakan salat Jum'at, disunnahkan untuk membaca bacaan wirid sebagai berikut:

1. Membaca surat Al-Fatihah 7x
2. Membaca surat Al-Ikhlas 7x
3. Membaca surat Al-Falaq 7x
4. Membaca surat An-Nas 7x


BACAAN DAN DO'A SETELAH SHALAT JUM'AT

Bacaan doa setelah Jum'at terserah imam salat. Namun, dianjurkan menambah dengan bacaan doa berikut sebanyak 3x:

اَللَهُمَّ يَا غَنِيُ يَا حَمِيدُ يَا مُبْدِئُ يَا مُعِيدُ يَا رَحِيْمُ يَاوَدُوْدُ أَغْنِنِي ِبحَلاَلِكَ عَنْ حَرَامِكَ وَبِطَاعَتِكَ عَنْ مَعْصِيَتِكَ وَبِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ

Setelah membaca do'a, akhiri ritual shalat Jum'at dengan dua bait di bawah ini:

إلَهِي لَسْتُ لِلْفِرْدَوْسِ أهْلًا وَلَا أَقْوَي عَلَي النَارِ الجَحِيْمِ
فَهَبْ ِلي تَوْبَةًوَاغْفِرْ ذُنُوْبِي فَإنَكَ غَافِرُ الذَنْبِ العَظِيمِ

Artinya: Ya Tuhanku, aku bukanlah ahli surga, tapi aku juga tidak kuat berada di neraka
Karena itu, ampuni dosa-dosaku sesungguhnya Engkau maha memaafkan dosa-dosa besar.


CONTOH KHUTBAH JUM'AT BAHASA ARAB

Berikut contoh khutbah Jum'at pendek dalam Bahasa Arab yang sudah memenuhi 5 unsur rukun khutbah. Anda dapat menambahnya dengan bahasa Indonesia pada khutbah pertama setelah bacaan shalawat pada Nabi dan sebelum kata [بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ] dst.

KHUTBAH PERTAMA


نَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهْ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ
يَا أَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُمْ مُّسْلِمُوْنَ. يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوْا رَبَّكُمُ الَّذِيْ خَلَقَكُمْ مِّنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيْرًا وَنِسَآءً وَاتَّقُوا اللهَ الَّذِيْ تَسَآءَلُوْنَ بِهِ وَاْلأَرْحَامَ إِنَّ اللهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيْبًا. يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ وَقُوْلُوْا قَوْلاً سَدِيْدًا. يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوْبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللهَ وَرَسُوْلَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيْمًا
أَمَّا بَعْدُ؛ فَإِنَّ أَصْدَقَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللهَ، وَخَيْرَ الْهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَشَّرَ الأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ وَكُلَّ ضَلاَلَةٍ فِي النَّارِ
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ. فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

KHUTBAH KEDUA



إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهْ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. أَمَّا بَعْدُ؛

إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ

اَللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ مِنَ الْخَيْرِ كُلِّهِ مَا عَلِمْنَا مِنْهُ وَمَا لَمْ نَعْلَمْ، وَنَعُوْذُ بِكَ مِنَ الشَّرِّ كُلِّهِ مَا عَلِمْنَا مِنْهُ وَمَا لَمْ نَعْلَمْ. اَللَّهُمَّ أَعْتِقْ رِقَابَنَا مِنَ النَّارِ وَأَوْسِعْ لَنَا مِنَ الرِّزْقِ فِي الْحَلاَلِ، وَاصْرِفْ عَنَّا فَسَقَةَ الْجِنِّ وَاْلإِنْسِ يَا حَيُّ يَا قَيُّوْمُ يَا ذَا الْجَلاَلِ وَاْلإِكْرَامِ. اَللَّهُمَ أَصْلِحْ أَحْوَالَ الْمُسْلِمِيْنَ وَأَرْخِصْ أَسْعَارَهُمْ وَآمِنْهُمْ فِيْ أَوْطَانِهِمْ. رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
عِبَادَ اللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُكُمْ بِالْعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيتَآئِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَآءِ وَالْمُنكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَاسْأَلُوْهُ مِنْ فَضْلِهِ يُعْطِكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ


HUKUM SHALAT JUM'AT

Melaksanakan ibadah Shalat Jum'at hukumnya fardhu 'ain (wajib bagi setiap individu) bagi laki-laki yang tidak ada udzur syar'i, karena ia sebagai ganti dari shalat dhuhur. Dan bagi yang sudah shalat Jum'at, tidak perlu melakukan shalat dhuhur.


SIAPA YANG WAJIB SHALAT JUM'AT

Yang wajib melaksanakan shalat Jum'at harus memenuhi kriteria berikut:

1. Laki-laki. Perempuan tidak wajib.
2. Normal. Orang gila tidak wajib.
3. Akil baligh. Anak kecil tidak wajib.
4. Mukim. Orang musafir (sedang dalam perjalanan) tidak wajib Jumat.
5. Sehat. Orang sakit tidak wajib shalat Jumat.

Orang yang tidak wajib melaksanakan shalat Jumat, harus melaksanakan shalat dhuhur sebagai gantinya, kecuali orang gila.
Namun, apabila mereka ikut shalat Jum'at, shalatnya sah sebagai ganti dhuhur. Dan tidak perlu shalat dhuhur lagi.


HUKUM SHALAT JUM'AT BAGI WANITA

Seperti disinggung di atas, wanita tidak wajib shalat Jum'at tapi boleh mengikuti shalat Jum'at tanpa perlu mengulangi shalat dhuhur. Bahkan, sebaiknya ikut menghadiri shalat Jum'at (Lihat kitab Bughiyatul Mustarsyidin bab Shalat Jum'at, dan kitab al-Majmuk Syarhul Muhadzdzab). Teks aslinya demikian:

مسألة يجوز لمن لا تلزمه الجمعة كعبد ومسافر وامرأة أن يصلي الجمعة بدلا عن الظهر وتجزئه بل هي أفضل لأنها فضل أهل الكمال ولا تجوز إعادتها ظهرا بعد حيث كملت ضروطها
Artinya: Bagi yang tidak wajib shalat Jum'at seperti musafir dan wanita boleh melaksanakan shalat Jum'at sebagai ganti dari shalat dzuhur. Itu sah bahkan lebih utama. Karena hal itu keutamaan bagi yang memenuhi syarat. Dan tidak boleh mengulangi shalat zhuhur.


HUKUM MAKMUM YANG KETINGGALAN RAKAAT SHALAT JUM'AT

(a) Bagi makmum yang ketinggalan satu rakaat shalat Jum'at (makmum masbuq), maka dia cukup menambah satu rak'at yang ketinggalan setelah imam mengucapkan salam.
(b) Bagi yang ketinggalan dua raka'at dan cuma kebagian sujud atau duduk tahiyat bersama imam, maka harus menyempurnakan empat raka'at seperti layaknya shalat dhuhur.
(c) Bagi yang ketinggalan shalat Jum'at sama sekali, maka harus mengganti dengan shalat dhuhur (Al Mughni wasy Syarhul Kabir 2/158).

Dasar hukum, hadits riwayat Imam Zuhri dari Abu Hurairah:

من أدرك ركعة من الجمعة فقد أدركها وليضف إليها أخرى وإن أدركهم جلوسا صلى أربعا وفى بعض الروايات صلى الظهر أربعا


HUKUM SHALAT JUM'AT BERTEPATAN DENGAN HARI RAYA IDUL FITRI ADHA

Apabila shalat Jum'at bertepatan dengan hari raya lebaran Idul Fitri atau Idul Adha apakah shalat Jum'at tetap wajib dilaksanakan? Jawabnya: Shalat Jum'at tidak wajib dilaksanakan tapi boleh dilakukan. Namun, sunnah bagi imam untuk tetap melaksanakan shalat Jum'at apabila cukup jamaah untuk melaksanakan shalat Jum'at. Bagi yang sudah melaksanakan shalat idul fitri/adha dan tidak melaksanakan shalat Jum'at, maka wajib baginya melaksanakan shalat Dzuhur. Detailnya sebagai berikut:

DASAR HUKUM DALIL HADITS

- Hadits sahih riwayat imam lima

فعن زيد بن أرقم قال: صلى النبي صلاة العيد ثم رخص في الجمعة فقال: من شاء أن يصلي فليصل"
Artinya: Dari Zaid bin Arqam ia berkata: Nabi shalat Hari Raya kemudian memberi keringanan (rukhsoh) dalam shalat Jum'at dan bersabda: Barangsiapa yang ingin shalat Jum'at, maka shalatlah.

- Hadits riwayat Abu Dawud
"قد اجتمع في يومكم هذا عيدان؛ فمن شاء أجزأه من الجمعة وإنا مُجَمّعُون

Artinya: Telah berkumpul pada hari ini 2 (dua) shalat ied (maksudnya Hari Raya dan Jum'at). Siapa yang suka, muka cukuplah dari shalat Jum'at karena kita sudah dikumpulkan.

- Hadits riwayat Abu Dawud

عيدان اجتمعا في يوم واحد؛ فجمعهما فصلاهما ركعتين بكرة، ولم يزد عليهما حتى صلى العصر

Artinya: Dua hari raya berkumpul dalam satu hari; Nabi mengumpulkannya dan shalat dalam 2 (dua) rakaat di pagi hari dan tidak menambahnya sampai tiba shalat Ashar.

PENDAPAT ULAMA FIQIH

- Ulama madzhab Syafi'i berkata
إن صلاة العيد تغني عن صلاة الجمعة لأهل القرى التي لا يوجد فيها عدد تنعقد بهم الجمعة ويسمعون الأذان من البلد الذي تقام فيه الجمعة، فيذهبون لصلاتها، ودليلهم قول عثمان في خطبته: أيها الناس إنه قد اجتمع عيدان في يومكم، فمن أراد من أهل العالية ـ قال النووي: وهي قريبة من المدينة من جهة الشرق ـ أن يصلي معنا الجمعة فليصل، ومن أراد أن ينصرف فليفعل

Artinya: (bagi yang melaksanakan) Shalat hari raya (tidak perlu melakukan) shalat Jum'at bagi ahli desa yang jamaahnya tidak cukup untuk melakukan shalat Jum'at dan mendengar suara adzan dari kota/daerah yang mendirikan shalat Jum'at. Dalilnya adalah pertakaan Utsman bin Affan: Wahai manusia dua hari raya telah berkumpul pada hari ini. Barangsiapa dari penduduk Alia --daerah sebelah timur Madinah-- yang hendak shalat Jum'at shalatlah. Barangsiapa yang tidak ingin shalat Jum'at, tidak apa-apa.

- Ulama madzhab Hanbali mengatakan:

من صلى العيد سقطت عنه الجمعة، إلا الإمام فلا تسقط عنه إذا وجد العدد الكافي لانعقاد الجمعة، أما إذا لم يوجد فلا تجب صلاة الجمعة،

Artinya: Barangsiapa yang shalat hari raya maka gugurlah shalat Jum'at kecuali imam maka tidak gugur baginya kewajiban Jum'at apabila menemukan jumlah jamaah yang cukup untuk sahnya Jum'at. Apabila tidak mencukupi, maka tidak wajib.

Imam Ahmad bin Hanbal (pendiri madzhab Hanbali) berkata:

أن الجمعة لو صليت أول النهار قبل الزوال أغنت عن العيد، بناء على أن وقتها يدخل بدخول وقت صلاة العيد

Artinya: Bahwa shalat Jumat apabila dilakukan pada awal siang sebelum tergelincir matahari maka tidak perlu melakukan shalat id (lebaran) berdasarkan pada dalil bahwa waktunya masuk dengan masuknya waktu shalat id.


DALIL BACAAN DZIKIR, WIRID DAN DOA SETELAH SHALAT JUM'AT

Membaca Surat Al-Ikhlas, Al-Alaq dan An-Nas masing-masih 7x (tujuh kali) setelah salam shalat Jum'at sebagaimana biasa dilakukan di masjid-masjid NU di Indonesia hukumnya sunnah. Berikut beberapa dalilnya:

- Sabda Rasulullah SAW yang diriwayatkan al-Hafizh al-Mundziri dari Anas bin Malik RA. Hal ini sebagaimana keterangan Sulaiman al-Bujairimi dalam Tuhfatul Habib ‘ala Syarhil Khathib, hlm. 2/422

وَرَوَى الحَافِظُ اَلْمُنْذِرِيُّ عَنْ أَنَسٍ أَنَّ النَّبِيَّ قَالَ :مَنْ قَرَأَ إذا سَلَّمَ الإمامُ يَوْمَ الجُمُعَةِ قَبْلَ أنّ يُثْنِيَ رِجْلَهُ فَاتِحَةَ الكِتَابِ وقُلْ هُوَ الله أحَدٌ وَالْمُعَوِّذَتَيْنِ سَبْعاً سبعاً غَفَرَ الله له ما تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ وما تَأخَّرَ وأُعْطِيَ مِنَ الأجْرِ بِعَدَدِ كُلّ منْ آمَنَ بالله ورَسُولِه

Artinya: Al-Hafizh al-Mundziri meriwayatkan dari Anas RA bahwa Nabi SAW bersabda, ‘Barang siapa yang membaca surat Al-Fatihah, Al-Ikhlash, Al-Falaq dan surat An-Nas (al-mu`awwidzatain) masing-masing sebanyak tujuh kali ketika imam selesai membaca salam shalat Jumat, sebelum melipat kakinya, Allah akan mengampuni dosanya yang lalu dan sekarang, dan diberi pahala sebanyak orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya

- Hadits lain yang diriwayatkan Ibnus Sunni dari hadits riwayat Aisyah RA ((Lihat Sulaiman al-Bujairimi, Tuhfah al-Habib ‘ala Syarh al-Khathib, hlm. 2/422) ).

وَرَوَى ابْنُ السُّنِّيِّ مِنْ حَدِيثِ عاَئِشَةَ أَنَّ النَّبِيِّ قَالَ : ( مَنْ قَرَأ بَعْدَ صَلاةِ الجمعة ) قُلْ هُوَ اللهُ أَحَدٌ (الاخلاص) وقُلْ أَعُوذُ بربَّ الفَلَقِ (الفلق) وقَلْ أَعُوذُ بَربَّ النَّاسِ (الناس) سَبْعَ مَرَّاتٍ أعَاذِهُ اللهُ بِهَا مِنَ السّوُّءِ إِلَى الْجُمُعَةِ الأُخْرَى

Artinya: Ibnus Sunni meriwayatkan dari hadits riwayat Aisyah ra bahwa Nabi saw bersabda: ‘Barang siapa yang membaca surat Al-Ikhlash, Al-Falaq, dan An-Nas masing-masing tujuh kali, maka Allah akan melindunginya dari kejelekan sampai hari Jumat yang lain

- Syekh Ba Alwi Al-Hadrami dalam kitab Bughiyatul Mustarsyidin, hlm. 106 menyatakan bahwa disunnahkan bagi yang shalat Jumat untuk: (a) tidak merubah posisi duduk tawarruk setelah salam sampai selesai membaca Al-Ikhlas, Al-Falaq dan An-Nas masing-masing 7 kali; (b) membaca bacaan-bacaan wirid dan dzikir seperti keterangan di atas. Berikut keterangan lengkapnya dari Ba-Alwi:

[فائدة]: ورد أن من قرأ الفاتحة والإخلاص والمعوذتين سبعاً سبعاً عقب سلامه من الجمعة قبل أن يثني رجليه غفر له ما تقدم من ذنبه وما تأخر، وأعطي من الأجر بعدد من آمن بالله ورسوله، وبوعد من السوء إلى الجمعة الأخرى، وفي رواية زيادة وقبل أن يتكلم حفظ له دينه ودنياه وأهله وولده ويقول بعدها أربع مرات: اللهم يا غني يا حميد، يا مبدىء يا معيد، يا رحيم يا ودود، أغنني بحلالك عن حرامك، وبطاعتك عن معصيتك، وبفضلك عمن سواك، اهـ باعشن. ونقل عن أبي الصيف أن من قال هذا الدعاء يوم الجمعة سبعين مرة لم تمض عليه جمعتان حتى يستغني. ونقل عن أبي طالب المكي أن من واظب على هذا الدعاء من غير عدد أغناه الله تعالى عن خلقه ورزقه من حيث لا يحتسب، اهـ كردي. ولا تفوت سنة المسبعات والأذكار المأثورة عقب صلاة الجمعة بكلام أو انتقال، نعم يفوت ثوابها المخصوص ولو بجعل يمينه للقوم، كما نقله الكردي عن ابن حجر و ق ل. وقال بعضهم: لا يفوت الثواب بل كماله، اهـ فتاوى باسودان.

[فائدة]: نقل عن الإمام الشعراني أن من واظب على هذين البيتين في كل يوم جمعة توفاه الله على الإسلام من غير شك وهما:
إلهي لست للفردوس أهلاً >< ولا أقوى على نار الجحيم فهب لي زلتي واغفر ذنوبي >< فإنك غافر الذنب العظيم ونقل عن بعضهم أنهما يقرآن خمس مرات بعد الجمعة اهـ باجوري. [فائدة]: يسن الإكثار من قراءة الكهف والصلاة على النبي يوم الجمعة وليلتها، وأقل الإكثار من الأول ثلاث ومن الثاني ثلاثمائة، اهـ مغني وكردي وباعشن.

Artinya: Ada hadits yang menyatakan bahwa siapa yang membaca Al-Fatihah, Al-Ikhlas, Al-Falaq, An-Nas masing-masing tujuh kali setelah salam shalat Jum'at sebelum melipat kedua kakinya, maka diampuni dosanya di masa lalu dan yang terakhir dan diberi pahala dengan jumlah orang yang beriman pada Allah dan RasulNya...
Read More...