Trauma Pelecehan Pacar, Tapi Masih Cinta

Trauma Pelecehan Pacar, Tapi Masih Cinta
PACAR LAKUKAN PELECEHAN SEKSUAL, IBADAH TERGANGGU

Assalamualaikum wr wb.

Langsung saja ke masalah saya, saya wanita 30 thn. Sampai diumur saya sekarang saya belum pernah menjalani yang namanya pacaran, karena orang tua melarang saya pacaran dan saya sendiri tidak mau menjalani suatu hubungan tanpa adanya suatu kepastian (menuju pernikahan). Dan saya tidak suka menjalin hubungan sampai bertahun-tahun tanpa ada kepastian. Pada bulan 11 tahun 2013 Saya berkenalan dengan laki-laki (sebut saja C ) seorang PNS, punya rumah dan mobil, punya usaha sampingan. Si C bekerja diluar kota. perkenalan kami melalui perantara. Kakak (teman pimpinan/atasan saya) C melalui pimpinan saya menanyakan apakah saya mau kalau dikenalkan dengan adiknya.

TOPIK KONSULTASI ISLAM
  1. PACAR LAKUKAN PELECEHAN SEKSUAL, TAPI MASIH MENCINTAINYA
  2. BAGIAN WARIS ISTRI DAN 4 ANAK KANDUNG
  3. CARA KONSULTASI SYARIAH ISLAM

Dan pimpinan saya menyuruh saya menerimanya. Awalnya saya ragu menerima perkenalan seperti itu karena perkenalannya lewat sms, dan saya belum tahu ataupun mengenal kakak C, walaupuun sering ada acara yang melibatkan antara kepala lembaga dan staf admin, tapi saya belum tau wajah dan suara kakak C. Dan pimpinan saya bilang, C sama seperti saya belum pernah pacaran dan kakaknya bilang ke pimpinan saya kalau saya dan adiknya sudah saling kenal kami akan dinikahkan secepatnya. Karena permintaan pimpinan saya akhirnya saya menerima perkenalan tersebut. Dari orang tua saya terutama ayah sebenarnya sudah ragu dengan C, ayah saya khawatir kalau saya menikah dengan dia kalau ditengah-tengah kehidupan rumah tangga saya ada pertengkaran dia akan mengungkit-ungkit saya masuk ke rumah itu bawa apa, kamu kesini gak bawa apa-apa, itu yang ayah saya khawatirkan, tapi saya yakinkan kepada ayah saya insya allah dia tidak seperti itu.

Mungkin karena kebodohan saya yang terlalu percaya kepada orang, saya justru jadi korban pelecehan seksual yang dilakukan oleh C. Saya dan C tidak melakukan hubungan suami istri tapi C berbuat tidak baik ke saya dan semua yang terjadi karena paksaan dari C, mulai mengajak saya ketemuan diluar, mengajak saya membicarakan hal-hal yang belum waktunya dibicarakan. Sebenarnya setiap C mengajak saya membicarakan hal-hal yang tidak baik melalui tlp dan sms saya selalu menolak tapi C terus memburu dan merayu saya bahkan berjanji akan menikahi saya. Bahkan didalam sms dan tlp dia pernah mengajak saya melakukan hubungan suami istri jika dia pulang kerumah orang tuanya, walaupun Cuma ajakan melalui sms dan tlp ajakan itupun saya tolak.

Karena rayuan, janji dan seringnya C menghubungi saya, saya jadi suka sama C . Hampir setiap hari C menghubungi saya melalui tlp dan sms, sms dan tlp si C lah yang membuat saya dan keluarga yakin bahwa C benar-benar serius. Setelah pertemuan saya yang ketiga dengan C saya jadi murung, melihat keadaan saya yang murung bahkan saya sampai jatuh sakit, orang tua saya terus menerus tanya ke saya apa yang terjadi saat saya keluar dengan C, apa yang dibicarakan dengan C setiap kali C tlp, kenapa C tidak bertandang lagi kerumah setelah pertemuan ketiga dengan C.

Semua pertanyaan-pertanyaan itu hampir setiap hari ditanyakan ke saya tapi saya jawab tidak terjadi apa-apa dan tidak ada hal penting yang kami bicarakan dan saya bilang ke orang tua saya kalau setelah dari rumah C sakit. Saya tidak mau memberitahukan yang terjadi karena saya menunggu itikad baik dari C. Tapi sepertinya orang tua saya terus curiga kepada saya karena saya tetap murung dan selalu menghindar dari keluarga. Maaf, setidaknya ustadz/ustadzah tahu bagaimana psikologis korban pelecehan seksual. Itu yang saya alami, mau cerita apa yang terjadi saya takut tapi kalau tidak cerita saya stres dengan apa yang sudah saya alami.

Orang tua saya sempat ingin menemui pimpinan saya menanyakan bagaimana kepastian dari keluarga C tapi saya larang karena saya tidak mau keluarga C berpikiran orang tua saya menginginkan pernikahan secepatnya karena harta. Dari perkenalan saya dengan C terus terang saya yang paling tertekan, pertama apa yang sudah C lakukan ke saya seakan-akan bagi C adalah hal yang biasa, kedua saya menghadapi oang tua yang terus menerus menanyakan bagaimana kepastian dari C dan dari keluarga C, ketiga hampir semua orang mengira bahwa perkenalan saya dengan C sudah ada pertemuan 2 keluarga padahal belum, dan orang-orang taunya justru dari kakak C yang bilang ke orang-orang terdekatnya bahwa saya dengan C dijodohkan, yang keempat kakak C melalui pimpinan saya hanya menanyakan “ bagaimana anak-anak apakah masih sambung”, seakan-akan hubungan yang putus nyambung adalah hal yang biasa bagi C dan keluarga, terus terang saya merasa dipermainkan dengan perkenalan ini. Saudara saya yang dengar perkenalan saya dengan C menemui orang pintar, jawaban dari orang orang pintar bahwa C sebenarnya sudah punya pacar dan dia mendekati saya tapi dia tidak bisa melepaskan pacarnya yang sekota dengan dia, orang tua saya juga melakukan hal yang sama, hasilnya bahwa C punya pacar di kota tempat dia bekerja.

saya tidak percaya dengan apa yang dikatakan saudara dan orang tua saya tapi hati saya seprti membenarkan apa yang dikatakan orang tua dan saudara saya ke saya. Saya lihat di facebooknya C pada bulan januari 2013 C makan bareng dengan perempuan, saya tanyakan ke dia siapa perempuan itu si C tidak mau menjawab dengan alasan tidak mau membuat saya tidak nyaman, akhirnya saya diam. Sampai dibulan keenam kepastian dari C dan keluarganya tidak ada.

Akhirnya saya coba menghubungi C, dari percakapan kami C mengeluarkan kalimat yang membuat saya tidak bisa menahan emosi saya. Saya sudah tidak bisa menahan marah saya, akhirnya saya memberitahukan kakaknya dan orang tua saya apa yang C lakukan ke saya, tujuan saya memberitahukan perbuatan C adalah supaya keluarganya bisa secepatnya menikahkan saya dengan C dan supaya C tidak seenaknya mempermainkan perempuan. Orang tua saya datang ke keluarganya C dan memberi 2 pilihan ke keluarganya C menikahkan saya dengan C atau C akan dituntut secara hukum.

Tapi keluarganya minta diberi waktu dan akan mendiskusikan dengan keluarga besarnya. Tapi C tidak mengakui perbuatannya. Dia menyuruh saya sms kakaknya bahwa tidak terjadi apa-apa antara saya dengan C dan kalau saya tidak mau melakukan yang dia perintahkan dia mau mutusin saya, akhirnya saya iyakan permintaannya. Dan 2 hari sebelum puasa ramadhan 2014 C datang menemui orang tua saya dan bilang tidak terjadi apa-apa antara saya dengan C dan dia juga bilang bahwa dia menderita penyakit diabetes dan kemungkinan dia tidak bisa memberi nafkah batin jika dia menikahi saya, terus terang saya kecewa dengan apa yang dia katakan didepan kedua orang tua saya dan saya, yang membuat saya kecewa kenapa dia tidak jujur waktu diawal perkenalan, dan kenapa dulu dia membicarakan hal-hal yang tidak perlu . Dia juga bilang ke orang tua saya dia meminta waktu sebulan untuk menyelesaiakn urusannya.

Sampai waktu yang dia tentukan dia tidak menghubungi saya maupun orang tua saya. Sampai 3 bulan lebih waktu yang dijanjikan dia tidak menghubungi saya dan orang tua saya tentang urusan yang dia katakan itu. Orang tua saya sangat marah karena merasa dipermainkan, orang tua saya menemui keluarga C lagi, saya tidak tahu apa yang terjadi dirumah keluarga C, tapi penjelsan yang ditrima orang tua saya dari keluarga C dan penjelasan yang saya terima dari C berbeda.

Sesampai dirumah orang tua saya bilang ke saya hubungan saya dengan C tidak usah diteruskan karena C tidak jujur dan kalaupun diteruskan rumah tangga saya dengan C tidak akan tentram.. Beberapa minggu yang lalu saya menanyakan kembali tentang perempuan yang makan bareng dengan C, akhirnya C mengaku bahwa perempuan itu memang pacarnya dan selama C berkenalan dengan saya, dia masih berhubungan dengan perempuan itu tanpa sepengetahuan keluarganya.

Saya sebenarnya masih berharap bisa bersatu dengan C karena saya masih suka C, bahkan sampai sekarang pun saya masih suka Tapi kalau ingat dengan semua perbuatan dan perkataan C hati saya sakit. Kalau stres sampai sekarang saya masih stres, sering saya menangis dan terus terang semenjak saya kenal C ibadah saya turun. Walaupun sholat 5 waktu dan puasa sunnah masih saya laksanakan tapi saya tidak bisa merasakan kenyamanan dalam beribadah. Saya selalu ingat semua yang terjadi. Sering terlintas dalam pikiran saya, saya ingin menempuh jalur hukum untuk menuntut C supaya dia dipecat, saya punya bukti rekaman percakapan saya dengan C dan didalam rekaman itu C mengakui kesalahannya dan apa yang dilakukan ke saya karena khilaf. Disisi lain saya kasihan sama C, saya tidak mau menghancurkan karirnya walaupun dia sudah mempermainkan saya, dia jadi PNS diusianya hampir 40 thn dan saya juga tidak mau kakaknya menanggung malu didepan teman-teman seprofesinya jika tahu bahwa adiknya adalah pelaku pelecehan.

3 bulan pertama mengenal C, C banyak bercerita tentang gaya berpacaran teman-temannya dan pergaulan teman seprofesinya, mayoritas teman-teman C bahkan yang seprofesi dengan C menghalalkan hubungan yang belum/tidak halal. Pandangan saya dan C tentang pernikahan berbeda. Bagi saya laki-laki dan perempuan menikah tidak dihitung dari seberapa lama sebuah perkenalan, tidak dihitung dari seberapa sering laki-laki bertandang kerumah siperempuan dan tidak dihitung dari seberapa sering jalan bareng. Bagi saya jika memang sudah meniatkan diri untuk melaksanakan ibadah(menikah) perkenalan sesingkat apapun pasti kedepannya akan membawa kebaikan asalkan keduanya saling jujur diawal perkenalan. Tapi bagi C tidak, bagi C untuk menikah diperlukan hubungan/perkenalan yang lama, bahkan bagi C hubungan yang putus nyambung adalah hal yang biasa. Orang tua saya selalu menekankan untuk berbuat jujur, dimanapun kami tinggal kami harus jujur. Orang tua saya tidak ingin anak-anaknya bermain petak umpet dibelakang orang tua.

Dari penjelasan diatas yang ingin saya tanyakan:

1. Apa yang harus saya lakukan untuk memperbaiki ibadah saya??

2. Apa yang harus saya lakukan agar saya benar-benar bisa melupakan kejadian buruk yang menimpa saya?? Terus terang semua kejadian itu masih teringat terus dalam pikiran saya, bahkan dalam sholat pun saya sering tidak bisa menahan air mata saya.

3. Apakah salah jika saya menuntut C melalui jalur hukum??

4. Apakah saya salah jika memberitahukan keluarganya tentang pergaulan C dikota tempat dia bekerja?? saya ingin memberitahukan ke keluarganya dengan tujuan supaya keluarganya bisa menasehati C dan supaya C bisa menghormati suatu hubungan yang terjalin dan bisa menghormati perempuan.

5. apakah larangan orang tua saya untuk tidak meneruskan hubungan saya dengan C karena ketidakjujuran C harus saya patuhi?? Dan apakah saya berdosa dan durhaka jika saya tetap minta dinikahkan dengan C??

6. Apakah saya salah dan berdosa memberitahukan perbuatan C ke kakaknya dan ke orang tua saya?? Alasan saya memberitahukan perbuatan C ke kakanya dan ke orang tua saya adalah supaya saya cepat dinikahkan dengan C supaya C tidak berpikiran macam-macam lagi.

7. اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَحَبِيْبِنَا وَرَسُولِكَ الكَرِيْمِ وَبِأَلْفِ أَلْفٍ لاَحَولَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ العَلِيِّ العَظِيْمِ وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ وَالحَمْدُ للهِ رَبِّ العَالَمِيْنَ

Saya menemukan ayat tersebut diinternet, kalau boleh tahu arti dari ayat tersebut apa dan bagaimana cara mengamalkannya???

8. Apakah salah Jika saya meminta C untuk meminta maaf ke kedua orang tua saya?

Mohon solusi dan penjelasannya, terima kasih


JAWABAN

1. Karena problema yang sedang anda hadapi disebabkan oleh kasus pelecehan yang dilakukan C dan tidak jelasnya pernikahan anda dengan C, maka solusinya adalah apabila anda sudah menemukan pengganti C dan menikah dengannya. Idealnya, pengganti C adalah pria yang taat dan seimbang dengan status sosial keluarga anda. Agar kepercayaan diri anda dan keluarga lebih terjaga.

2. Itu tak lepas dari kesalahan anda juga yang telah melanggar aturan syariah dengan berpacaran secara fisikal dan berduaan dengannya ke beberapa tempat. Jadikan itu pelajaran dari Allah dan ambil hikmahnya dengan tidak mengulangi cara pacaran seperti itu lagi di masa depan. Baca: Kholwat dalam Islam

3. Menuntut itu tidak salah itu hak anda, tapi itu tidak perlu. Itu tidak akan membuat trauma anda hilang. Sebaliknya, aib anda yang seharusnya tersimpan rapi malah jadi terbuka lebar.

4. Itu kurang tepat. Bagaimanapun keluarga C akan lebih mempercayai C daripada anda. Seandainya pun mereka percaya cerita anda, mereka akan menilai buruk pada anda sebagai wanita yang tidak bisa menjaga nama baik orang lain.

5. Perintah orang tua anda dalam hal ini sebaiknya ditaati. Dalam hal ini mereka benar. Justru kalau anda melawan dan bersikeras menikah dengannya, anda akan sangat mengecewakan orang tua dan akan dianggap sangat negatif. Baca: Huku Taat Orang Tua

6. Kurang tepat, itu namanya membuka aib orang lain. Dan itu yang dinilai oleh mereka.

7. Itu sholawat kepada Rasulullah, bukan ayat Al-Quran. Sebagaimana umumnya sholawat, isinya adalah doa kepada Allah supaya memberi rahmat dan keselataman pada Nabi Muhammad. Baca: Sholawat Nabi

8. Tidak salah kalau anda meminta C meminta maaf.

Baca juga: Cara Memilih Jodoh

____________________________


BAGIAN WARIS ISTRI DAN 4 ANAK KANDUNG

Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Pada saat meninggal orang tua saya (laki2) meninggalkan ahli waris sbb :

1. Istri
2. 2 (dua) anak laki2
3. 2 (dua) anak perempuan

Meninggalkan harta warisan berupa sebuah rumah dengan luas lebih kurang 96 meter.

Pasa saat ini ibu saya ingin menjual rumah tersebut kepada adik saya yang laki-laki sebesar 220 juta rupiah.

Akan tetapi adik saya yang perempuan mau meminta tanah saja selebar 18 meter.

Jadi dari uang yang 220 juta tersebut akan di bagi kepada : saya (anak laki2), ibu saya dan adik saya (prempuan), yang jadi permasalahan adalah bahwa ibu saya akan membaginya sebagai berikut : saya anak-laki dapat 75 juta, adik saya yang perempuan dapat 35 juta dan sisanya untuk ibu saya .

pertanyaan :

1. Apakah pembagian warisan tersebut dapat dibenarkan dalam hukum Islam.
2. Berapakah masing-masing Bagian menurut Hukum Islam (sekiranya uang 220 juta di bagi untuk saya, ibu dan adik saya).
3. Bagaimana sekiranya saya menolak tanah tersebut di jual kepada adik saya apakah saya ber dosa kepada orang tua saya.

Demikian pertanyaan saya mohon dapat jawaban segera tks

Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

JAWABAN

1. Tidak benar menurut hukum waris Islam.

2. Pembagian yang benar adalah sebagai berikut:
(a) Istri dapat bagian 1/8 (seperdelapan) x 220 juta = 27.500.000.
(b) Sisanya yang 7/8 (atau 192.500.000) dibagikan kepada 2 anak kandung laki-laki dan 2 anak kandung perempuan di mana anak lelaki mendapat bagian dua kali lipat dari anak perempuan. Jadi, bagikan harta yang 7/8 (atau 192.500.000) menjadi 6 bagian. 2 anak lelaki masing-masing mendapat 2 (dua) bagian, sedangkan kedua anak perempuan masing-masing mendapat 1 (satu) bagian. Baca detail: Hukum Waris Islam

3. Tidak berdosa. Anda berhak menolak atau menerima karena anda bagian dari ahli waris. Status anda dan ibu anda sama dalam hal ini. Baca: Hukum Taat Orang Tua

CATATAN: Pembagian di atas apabila ayah atau ibu dari ayah anda (berarti kakek/nenek anda) sudah meninggal. Kalau ada salah satu yang masih hidup, maka masing-masing mereka dapat bagian 1/6 (seperenam)
Selengkapnya ...

Agama dan Kesejahteraan Pengikutnya

Agama dan Kesejahteraan Pengikutnya
AGAMA DAN KESEJAHTERAAN PENGIKUTNYA

Assalamualaikum,

Salam sejahtera untuk Dewan pengasuh (Pimpinan) dan majelis Fatwa Pondok Pesantren Al-Khoirot Malang

Saya mau tanya,

1. Sebenarnya tujuan adanya Agama itu untuk apa? Karena saya melihat, masyarakat kita mayoritas berspiritual dan sekolah-sekolah Agama juga banyak dan negri kita itu sebenarnya negara yang kaya raya tetapi kenapa rakyatnya masih belum sejahtera (pada umumnya/secara keseluruhan), seolah-olah Tuhan menahan keberkahanNya. (QS 7:96)

2. Ada orang yang bilang pembelajaran Agama di Indonesia hanya sekedar teori dan dogmatis belaka? Apa ada yang salah dalam konsep pembelajaran Agama di Indonesia selama ini? (ini mungkin PR dan study kita bersama agar kehidupan kita menjadi lebih baik)

Terimakasih atas jawabannya
Waalaikum salam, wr, wb,


TOPIK KONSULTASI ISLAM
  1. AGAMA DAN KESEJAHTERAAN PENGIKUTNYA
  2. JUAL BELI MATA UANG ASING
  3. APAKAH NAZAR HARTA BISA DIGANTI PUASA?
  4. WANITA MENIKAH LAGI SEBELUM DICERAI SUAMI PERTAMA
  5. TUNANGAN BELUM MAPAN, APA DITERUSKAN NIKAHNYA?
  6. BAGIAN WARIS CUCU SEDANG ANAK MASIH HIDUP
  7. CARA KONSULTASI SYARIAH ISLAM

JAWABAN

1. QS Al-A'raf 7:96 menyatakan: "Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya."

Ibnu Katsir dalam Tafsir-nya 3/451 menyatakan maksud ayat itu sebagai berikut:

قوله تعالى : ( ولو أن أهل القرى آمنوا واتقوا ) أي : آمنت قلوبهم بما جاءتهم به الرسل ، وصدقت به واتبعته ، واتقوا بفعل الطاعات وترك المحرمات ، ( لفتحنا عليهم بركات من السماء والأرض ) أي : قطر السماء ونبات الأرض . قال تعالى : ( ولكن كذبوا فأخذناهم بما كانوا يكسبون ) أي : ولكن كذبوا رسلهم ، فعاقبناهم بالهلاك على ما كسبوا من المآثم والمحارم .

Artinya: .. keberkahan dari Allah akan turun apabila suatu kaum itu bertakwa dengan melaksanakan perintah dan menjauhi perkara haram. Akan tetapi kalau kaum tersebut tidak bertakwa, maka mereka akan disiksa oleh Allah dengan kehancuran disebabkan dosa dan keharaman yang telah mereka lakukan.

Negara kita menjadi miskin karena para penguasa yang memiliki akses terbesar untuk mengelola sumber daya alam di negeri ini bukanlah kalangan yang bertakwa. Mereka korup, dan hanya beragama untuk pencitraan saja. Itulah penyebab utama tidak berkahnya negeri ini. Kalau penguasa mulai dari eksekutif, yudikatif, legislatif dari puncak sampai bawah bertakwa kepada Allah, tidak korup dan hidup sederhana, maka kemakmuran dan kesejahteraan insyaAllah akan dinikmati bangsa Indonesia.

Perlu juga dicatat, bahwa Kemiskinan suatu bangsa itu sifatnya lintas agama. Afrika dan Amerika Latin adalah contoh negara-negara miskin yang mayoritas penduduknya non-muslim. Jadi, menyalahkan agama tertentu atas suatu kemiskinan suatu bangsa tidak tepat. Namun demikian, dalam konteks Islam, agama dapat membuat orang lebih baik secara kepribadian dan lebih sejahtera secara materi apabila seorang muslim dapat menjalankan agamanya dengan benar sebagaimana dijanjikan dalam ayat di atas.

2. Kata kuncinya ada pada penguasa negeri ini yang korup. Begitu besarnya pasukan koruptor di seluruh jajaran penguasa sehingga kalangan yang jujur akan tersingkir. Pembelajaran agama tidak bisa disalahkan, karena mayoritas yang belajar agama secara baik tidak menjadi penguasa. Bahkan departemen yang mengurus agama, seperti Kemenag, juga tidak berbeda. Yang terpilih dan dapat promosi jabatan tidak berdasarkan sistem yang transparan, tapi lebih banyak karena KKN sehingga di kementerian ini pun korupsi merajalela. Presiden bisa memulai mengatasi korupsi ini apabila ada kemauan. Tapi sayangnya sejak dulu sampai sekarang, tidak ada satupun presiden yang menyatakan perang kepada korupsi yang selaras antara ucapan dan tindakannya. Baca: Agama Islam

___________________________


JUAL BELI MATA UANG ASING

Kepada Dewan Pengasuh Pondok Pesantren Al-Khoirot Malang

Assalamualaikum
Saya membeli salah satu mata uang negara lain sebut saja negara "x" senilai 1 dengan harga Rp. 5.000,- dari lembaga A, dan di hari yang sama saya jual kembali ke lembaga B diterima seharga Rp. 5.500,-.
1. Apakah hal tersebut diperbolehkan ?

JAWABAN

1. Boleh karena mata uangnya tidak sama. Beda halnya apabila mata uang sama, seperti 100.000 rupiah dibeli dengan 120.000 rupiah, maka tidak boleh karena termasuk riba. Baca detail: Hukum Jual Beli Valas (Money Exchange)

Baca juga: Hukum Tukar Uang Lama Dengan Uang Baru

___________________________



APAKAH NAZAR HARTA BISA DIGANTI PUASA?

Assalamualaikum. Saya pernah bernazar akan membuat kenduri untuk ayah saya yang sudah meninggal serta memberi sedekah untuk anak yatim,dan memotong 1 ekor kambing, tetapi saya belum ada dana untuk itu, apakah nazar saya itu bisa diganti dengan puasa,?

JAWABAN

Nazar tidak bisa diganti, tapi nazar tidak harus langsung dilaksanakan. Anda bisa saja menyicil dalam melaksanakannya. Namun, kalau anda tidak sanggup melaksanakannya, maka anda terkena kewajiban membayar kafarat atau tebusan yang nilainya lebih ringan yakni memberi makan 10 orang miskin atau puasa tiga hari. Baca detail: Nazar dalam Islam

Baca juga: Mennyicil Nazar

___________________________


WANITA MENIKAH LAGI SEBELUM DICERAI SUAMI PERTAMA

Diskripsi masalah

Kita sabagai kepala rumah tangga mempunyai kewajiban mencari nafkah untuk mencukupi kebutuhan keluarga, sehingga sebagian besar ada yang rela jadi TKI (Tenaga Kerja Indonesia). Seperti kasus yang terjadi pada zainal, dia merantau dan anak dan istrinya rela ditinggalkan. Tapi ironisnya zainal tidak pernah memberi kabar dengan dengan rentang waktu yang cukup lama (13) tahun. Seiring dengan waktu yang terus berjalan si istri merasa kewalahan untuk membiayai kebutuhan anak-anaknya. Akhirnya si istri tersebut menikah lagi dan mempunyai anak dengan suaminya yang kedua bernama zahrah, setelah menikah dengan suami kedua tersebut, akhirnya si zainal si suami pertama itu datang dalam keadaan meninggal.

Pertanyaan:

1. Bagaimana hukum pernikahan tersebut dengan lelaki yang kedua?
2. Apakah zainal berdosa yang sekian lamanya tidak memberi kabar pada istrinya?
3. Jika zahrah itu telah menikah, siapakah yang berhak menjadi wali?

JAWABAN

1. Tidak sah.
2. Iya berdosa, tapi seharusnya istrinya dapat melakukan gugat cerai ke pengadilan agama sebelum nikah lagi dan hakim dapat memberi putusan cerai.
3. Wali hakim. Baca detail: Pernikahan Islam
___________________________


TUNANGAN BELUM MAPAN, APA DITERUSKAN NIKAHNYA?

assalamu'alaikum ustadz.. saya wanita umur 18thn saya punya pacar sejak usia 13thn sampai sekarang .pacar saya usia 20thn . sejak 4 tahun yang lalu saya dengan pacar banyak maksiat setiap bertemu . setahun yang lalu saya terpikir sangat menyesal melakukan smuanya . sekarang saya sadar dan saya ingin menikah dan bertaubat.. saya sudah bertunangan dengan dia baru 4 bulan itupun terpaksa karna saya meminta untuk menikah. kondisi dia belum dewasa belum mapan.. tapi kami sangat ingin menikah..

1. apa yang harus kami lakukan ustadz apa terus berusaha apa sudah tinggalkan atau bagaimana? karna melihat pacar saya belum dewasa juga belum mapan. tapi saya sangat ingin menikah walau usia saya muda saya sudah siap lahir batin karna saya ingin merasakan ketenangan ketentraman dalam beribadah..

mohon jawabannya ustadz trimkasih.

JAWABAN

1. Kalau memang anda merasa siap untuk menikah sedangkan dia tampaknya belum siap, maka bisa saja anda mencari pria lain yang siap menikah dengan anda. Jangan lupa untuk calon pasangan hidup itu berbeda dengan pacar. Yang dicari sebaiknya yang taat agamanya dan baik pribadinya syukur-syukur kalau tampilan fisiknya juga sesuai dengan harapan anda. Baca juga: Cara Harmonis dalam Rumah Tangga
___________________________


BAGIAN WARIS CUCU SEDANG ANAK MASIH HIDUP

Assalammualaikumwarohmatulohiwabarokatu
saya mau berkonsultasi masalah hak waris yang saya ingin sekedar tau berikut kronologinya. saya adalah seorang anak laki-laki pertama dan memiliki seorang adik laki-laki 15th, memiliki seorang Bapak yang sudah meninggal 100 hari yg lalu, Bapak saya meninggal tanggal 24 Nov 2014. yang saya ingin tanyakan adalah bapak dari bapak saya atau kakek saya itu alhamdulilah masih hidup dan beliau belum membagikan hak-hak atas apa yang ia miliki seperti tanah, kontrakan dan rumah. kakek saya mempunyai 7 anak, 2 Perempuan dan 5 laki-laki bapak saya adalah anak kedua, tetapi anak laki-laki pertama. yg saya ingin tau..
1. saya sebagai anak dari almarhum apakah memiliki hak jika nantinya kakek saya membagikan warisannya ? berhubung karena Bapak saya sudah meninggal.
2. jika nanti kakek saya meninggal lebih dahulu sebelum ia memberikan warisannya siapa yang berhak mengatur dan membagikan warisan ?
3. jika saya masih memiliki hak warisan sebagai anak dari almarhum berapa yang saya dapatkan ?
4. bapak saya mempunyai 2 istri saya adalah anak dari istri pertama, istri keduanya tidak memiliki anak kandung hanya mempunyai anak tiri dan pernikahannya dilakukan secara sirih apakah istri alm bapak saya mendapatkan hak waris ?
5. jika ternyata kedua istri tersebut memiliki hak atas warisan bagaimana cara membaginya dari 2 anak laki-laki dan 2 istri ?

terimakasih, saya sangat berharap bisa dijawab

JAWABAN

1. Kalau menurut hukum Islam, cucu tidak berhak mendapat warisan selagi anak kandung masih ada. Kalau anda ingin mendapat bagian, maka anda bisa minta hibah atau wasiat saja pada kakek anda sekarang. Tentu saja terserah kakek mau memberi berapa. Sekedar diketahui, hibah adalah pemberian saat si pemilik masih hidup sedangkan wasiat adalah pemberian yang diberikan setelah pewasiat wafat. Baca detail: Wasiat dalam Islam

2. Yang berhak mengatur adalah semua ahli waris utama, dalam konteks di atas yaitu anak-anak kandung dan istri (kalau masih hidup).

3. Tidak dapat warisan. Lihat poin 1.

4. Semua istri mendapat hak waris dari peninggalan suami. Bukan dari peninggalan ayahnya suami (mertua).

5. Yang anda tanyakan adalah peninggalan ayah anda bukan? Kalau iya, berikut pembagiannya: (a) istri mendapat 1/8 (seperdelapan) kalau ada istri dua berarti 1/8 dibagi dua; (b) ayah almarhum [kakek anda] mendapat 1/6 (seperenam); (c) sisanya untuk anak kandung yakni anda dan adik anda dibagi rata.

Baca detail: Hukum Waris Islam
Selengkapnya ...

Cara Rujuk Talak Satu

Cara Rujuk Talak Satu

CARA RUJUK TALAK 1 (SATU)

Assalamu'alaikum wr.wb
Ustadz saya mau tanya, Saya menikah dengan suami saya yg beliau adalah mualaf.
Bukan saya yg membawanya masuk islam. Tapi ketika saya mengenalnya beliau sudah menjadi mualaf. Dalam kehidupan sehari hari suami saya orang yang sangat baik,santun dan bener-benar jujur,tapi sangat pemalu.

TOPIK KONSULTASI ISLAM
  1. CARA RUJUK TALAK 1 (SATU)
  2. PERKATAAN SUAMI 'SAYA LEPASIN KAMU' APA TERMASUK TALAK?
  3. NIKAH TANPA MEMBERITAHU IBU, BOLEHKAH?
  4. CARA KONSULTASI SYARIAH ISLAM

Tapi dalam berumahtangga, Dalam beragama memang masih nol besar,sayapun berusaha membantu mengajarkan, membimbingnya semampu saya. Dan saya merasa ini sangat sulit. Saya sudah merasa bener-bener sulit, Apalagi suami saya orangnya pemalu. jadi ketika di rumah ada orang lain, suami saya langsung ga mau belajar. Saya harus bagaimana yaa. Saya takut banget ketidaktahuan suami saya akan menjadi beban dan tanggung jawab saya di akhirat nanti, apakah benar begitu,,,? sedangkan saya merasa sudah tidak sanggup. Saya sudah meminta beliau untuk belajar di tempat lain. tapi beliau tidak mau. Saya kadang merasa ingin mengahiri pernikahan ini, Tapi saya takut,saya berpikir ini kan bukan permainan, saya juga takut akan mempermalukan orangtua saya, Tapi di sisi lain saya sungguh-sungguh ingin mempertahankan rumah tangga ini,

Suatu hari, Suami saya marah-marah, dan saya keceplosan mengucapkan apa yg selama ini menjadi beban hati saya. Saya mengatakan bahwa saya ingin berpisah tapi takut malu, takut menyakiti orang tua, takut membuat malu orang tua. Akhirnya suami saya jawab begini, "Oh jadi begitu, ya sudaahh..." Beliau tidak melanjutkan kata-katanya. Saya langsung bertanya. "Apa maksud dari kata-kata ya sudah tersebut,
Apakah kamu menjatuhkan talak" Ternyata suami saya menjawab "Tidak , makanya saya tidak melanjutkan" Kemudian suami saya minta maaf, dan pertengkaran kami berhenti di situ,,,

- Sejak saat itu saya berfikir, Apakah talak suami saya sudah jatuh pada saya ...?
dan sejak saat itu pula, Saya sering sekali menanyakan apakah saya masih sah jadi istrimu,,, Meskipun suami saya selalu menjawab masih, Tapi saya merasa takut,
Saya takut talak suami saya telah jatuh dan kami berzina, Akhirnya saya memutuskan untuk tidak tidur dalam satu kamar, Meskipun kami masih tinggal satu rumah.
Jadi yang ingin saya tanyakan sama ustadz adalah :

1. Apakah Talak suami saya telah jatuh pada saya ...?
2. apabila jawabannya "sudah atau iya" apa yg harus kami lakukan, supaya pernikahan kami tetap sah. Kejadian itu terjadi 14 feb 2015 lalu.
3. Bagaimana cara rujuk talak 1, apa harus menikah kembali dg persyaratan yg sama dg pernikahan sebelumnya...? Atau cukup dg pernikahan sirri saja, dan bagaimana syaratnya,,,?


JAWABAN

1. Suami anda belum menjatuhkan talak pada anda karena dia belum menyatakan kata talak. Oleh karena itu, anda berdua masih sah sebagai suami istri.

2. Karena belum jatuh talak, maka tidak ada yang perlu dilakukan dari segi hukum. Namun yang lebih perlu anda lakukan adalah mengevaluasi sikap anda yang ragu-ragu pada suami karena kurang taatnya pada agama. Perlu diketahui bahwa sebagai istri dan yang lebih tahu tentang Islam, maka anda memang perlu mengingatkan suami agar taat agama terutama shalat lima waktu. Namun kalau dia belum sepenuhnya mentaatinya, maka anda tidak akan menanggung dosanya. Allah berfirman dalam QS Al-An'am :164 "Dan tidaklah seorang membuat dosa melainkan kemudharatannya kembali kepada dirinya sendiri; dan seorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain." Firman Allah serupa juga terdapat dalam ayat-ayat berikut: Quran Surah (QS) Al-Isra :15; Fatir :18; Az-Zumar :7; An-Najm :38.

Oleh karena itu tidak perlu anda sampai berfikir untuk berpisah dengannya gara-gara faktor ini. Anda justru akan mendapat pahala kalau berhasil menuntut suami untuk berislam yang lebih baik dan lebih taat pada syariah. Sikapnya yang pemalu itu juga perlu dimengerti dalam arti hindari melakukan sesuatu yang bersifat personal, seperti menasihati, mengajari agama, dll, di depan orang lain. Juga, jangan membicarakan masalah pribadinya, termasuk soal sedang belajar agama, pada orang lain. Dia akan semakin mencintai anda kalau anda bisa menghargainya sebagai suami dan imam rumah tangga dengan cara selalu meminta ijin padanya kemanapun akan bepergian atau apapun yang akan dilakukan serta memberitahunya siapa saja teman-teman anda baik laki-laki maupun perempuan. Perilaku yang baik dan islami akan semakin meyakinkan suami anda bahwa Islam itu memang agama yang sempurna.

3. Cara rujuk talak 1 dirinci sebagai berikut: (a) apabila saat rujuk belum habis masa iddah istri, maka suami cukup menyatakan "Aku rujuk" tanpa harus ada nikah ulang; (b) apabila saat rujuk masa iddah sudah habis, maka harus dilakukan nikah ulang. Masa iddah adalah 3 kali masa haid, bagi istri yang dicerai tidak dalam keadaan haid, hamil atau ditinggal mati suami. Baca detail: Cerai dalam Islam

___________________________



PERKATAAN SUAMI 'SAYA LEPASIN KAMU' APA TERMASUK TALAK?

Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Pak Ustad,

saya mau tanya. saya sudah menikah dengan suami saya selama 7 tahun dan beberapa bulan ini kami ada masalah yaitu tentang perselingkuhan suami saya. pada januari kemarin kami bertengkar hebat sampai akhir nya suami saya bilang "ya sudah saya lepasin kamu" itu sampai berkali kali.
1. apa itu sudah termasuk talak dan talak berapa???

2. kemudian setelah itu suami sempat pergi dari rumah selama 3 hari pada bulan februari setelah pulang suami bilang lagi kalau dia mau lepasin saya dan mau di urus secepat nya. pada saat itu saya sedang maaf Haid. apakah itu termasuk talak juga???

3. dan apakah kami masih bisa di sebut sebagai suami istri karna sampai saat ini kami masih 1 rumah dan terkadang suami masih meminta berhubungan badan.
tolong beri penjelasan secepat nya karena kalo memang yang bulan januari itu termasuk talak 1 berarti saya sudah masuk dalam masa iddah dan ini sudah Haid ke 2 saya.

wassalamu'alaikum wr. wb.

JAWABAN

1. Ucapan suami "Saya lepasin kamu" itu termasuk talak kinayah (cerai implisit). Talaknya baru sah apabila ada niat dari suami untuk menceraikan. Silahkan tanya padanya apa dia berniat talak saat mengucapkan kalimat tersebut. Apabila iya, maka terhitung dari saat itu, masa iddah berlaku.

2. Ucapan pada Februari dari suami "Saya akan lepasin kamu" itu tidak terjadi talak karena ada kata "mau" atau "akan" yang menunjukkan zaman masa akan datang (future tense). Kalimat seperti itu tidak jatuh talak.

3. Cara rujuk suami adalah dengan menyatakan "Aku rujuk". Namun kalau anda berdua sudah melakukan hubungan intim, maka itu bisa dianggap pernyataan rujuk juga menurut mazhab fiqih lain di luar mazhab Syafi'i. Baca detail: Cerai dalam Islam

Saran kami: sebaiknya hindari bertengkar secara frontal dan ingatkan pada suami agar tidak mudah mengucapkan kata cerai atau yang serupa dengan ucapan cerai karena akan jatuh talak betulan walaupun belum disahkan oleh Pengadilan Agama.

Apabila anda masih ingin bersama dengan suami, maka cobalah sabar dan pengertian. Kalau pun tidak setuju dengan apa yang dilakukan, maka usahakan berdialog dengan kepala dingin. Baca juga: Cara Harmonis dalam Rumah Tangga


___________________________


NIKAH TANPA MEMBERITAHU IBU, BOLEHKAH?

Assalamu'alaikum..
Saya mau bertanya seputar nikah siri. umur saya 21 tahun. Saya mau menikah dengan pria yg usianya terpaut jauh dengan saya, dia berusia 50 tahun.. tapi dia sudah beristri, dan saya tidak mau dia memberi tau istri pertamanya untuk meminta ijin karena saya tidak mau menyakiti hati istrinya lebih dalam lagi. Saya sudah berhubungan selama 3 tahun lamanya. Disini saya bingung.. kakak (laki-laki) saya mau menjadi wali, karena memang ayah saya sudah meninggal sejak saya balita.. tapi kami bingung akan minta restu dari kedua orangtua (ibu kandung dan bapak tiri), saya takut dimarahi dan tidak diijinkan atas kemauan saya ini.

1. Saya harus bagaimana?
2. Jika saya melangsungkan pernikahan ini tanpa meminta restu atau memberitahu orang tua dan istri pertamanya, apakah boleh?

Mohon pencerahannya. Wassalamu'alaikum..

JAWABAN

1. Sebaiknya dicoba dulu untuk meminta restu pada orang tua anda. Kalau mereka tidak setuju itu soal lain. Minimal memberitahu lebih dulu sebagai bentuk respek dan penghargaan pada mereka yang telah menafkahi dan membersarkan anda.

2. Nikah anda sah walau tanpa memberitahu ibu dan istri pertama si pria asalkan syarat dan rukun pernikahan sudah terpenuhi seperti ada wali, dua saksi laki-laki, ijab kabul, dan mahar. Baca detail: Pernikahan Islam
Selengkapnya ...

Hukum Bayar Fee Proyek

Hukum Bayar Fee Proyek

MEMBAYAR FEE AGAR DAPAT PROYEK, APAKAH TERMASUK SUAP MENYUAP YANG HARAM?

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Saya seorang konsultan teknik ingin bertanya tentang bagaimana hukum syariah jika kita menerima paket proyek penunjukan langsung (paket penunjukan langsung adalah proyek dgn nilai dibawah 100 juta dan tidak dilelang melalui LPSE tapi merupakan hak prerogatif PPTK untuk menunjuk konsultan untuk mengerjakan perencanaan / pengawasannya)

Adapun ketika kita ingin mendapatkan paket dari PPTK maka kita disyaratkan untuk menyetorkan uang terlebih dahulu kepada instansi Dinas terkait (namun secara peraturan, setoran ini tdk ada aturannya) agar kita bisa diserahkan paket itu. selanjutnya setelah pekerjaan selesai dan uangnya sudah cair kita memberikan uang kepada PPTK (terkadang PPTK Mematok harga terkadang ada juga yg tidak menentukan)

1. Pertanyaan saya apakah hal ini dibolehkan dalam Islam, ataukah ini masuk dalam kategori suap menyuap?

Mohon penjelasannya
Assalamu'alaikum wr.wb

TOPIK KONSULTASI ISLAM
  1. MEMBAYAR AGAR DAPAT PROYEK, APAKAH HARAM?
  2. SISWA SMA INGIN BERDOA AGAR CEPAT KAYA
  3. CARA KONSULTASI SYARIAH ISLAM


JAWABAN

1. Tidak diragukan lagi bahwa segala bentuk pemberian uang kepada penyelanggara negara di luar ketentuan yang berlaku adalah gratifikasi. Dan gratifikasi adalah suap alias korupsi. Dan hukum asal korupsi adalah haram masuk dalam kategori yang disebut dalam hadits sahih riwayat Ahmad dan Abu Dawud:

لَعَنَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الرَّاشِي وَالْمُرْتَشِي

Artinya: Rasulullah melaknat penyuap dan penerima suap.

Dalam hadits lain yang serupa riwayat Tabrani, Nabi bersabda:
لَعَنَ اللَّهُ الرَّاشِيَ وَالْمُرْتَشِيَ وَالرَّائِشَ

Artinya: Allah melaknat penyuap, penerima suap dan makelar suap (mediator antara keduanya).

Dari dalil di atas maka ulama sepakat atas haramnya segala hal yang berbau gratifikasi, suap dan KKN secara umum. Dan keharaman itu berlaku bagi tiga pihak: penyuap, penerima suap dan mediator suap (kalau memakai mediator).

Namun, ada saatnya di mana keharaman itu hanya berlaku bagi penerima suap saja; tapi tidak haram bagi penyuap (Arab: Al-Rasyi). Ini terjadi apabila (a) anda sebagai konsultan memiliki kapasitas dan kemampuan untuk mendapatkan proyek itu; (b) tidak ada jalan lain untuk mendapatkan proyek tersebut kecuali memberi fee pada penyelanggara anggaran. Apabila terpenuhi dua syarat ini, maka anda boleh menyuapnya karena untuk mendapatkan hak yang pantas diterima. Namun, keharaman itu tetap berlaku bagi penerima suap. Pendapat ini berdasarkan pada hadits Nabi riwayat Ahmad

إِنَّ أَحَدَهُمْ لَيَسْأَلُنِي الْمَسْأَلَةَ فَأُعْطِيهَا إِيَّاهُ فَيَخْرُجُ بِهَا مُتَأَبِّطُهَا ، وَمَا هِيَ لَهُمْ إِلا نَارٌ ، قَالَ عُمَرُ : يَا رَسُولَ اللَّهِ ، فَلِمَ تُعْطِيهِمْ ؟ قَالَ : إِنَّهُمْ يَأْبَوْنَ إِلا أَنْ يَسْأَلُونِي ، وَيَأْبَى اللَّهُ لِي الْبُخْلَ

Artinya: Salah seorang dari mereka ada yang meminta kepadaku, kemudian aku memberinya, tetapi kemudian mereka keluar dengan mengapitnya di bawah ketiak, dan hal itu tidak lain adalah api baginya. 'Umar berkata: Wahai Rasulullah, kenapa engkau memberi mereka? Beliau bersabda: Sesungguhnya mereka tidak ingin yang lain kecuali meminta kepadaku, sedangkan Allah tidak menginginkan dariku sifat bakhil.

Baca detail: Korupsi dalam Islam
___________________________


SISWA SMA INGIN BERDOA AGAR CEPAT KAYA

Jadi begini, sebagai seorang murid yang hanya berstatus sebagai siswa, cuma siswa berarti 100 persen saya hidupnya masih di tanggung oleh orang tua. Jujur aja saya sangat mengharapkan kemurahan dan keridaan dari Allah swt untuk memberi saya rezeki dan kehidupan yang lebih laik, lebih mapan dan lebih baik. Saya ingin kaya, saya ingin berpenghasilan, saya mau punya uang sendiri supaya saya nggak terus terusan bergantung sama orangtua.. Saya terus terang udah solat hajat, solat sunah dhuha, solat rawatib dan berdoa sama Allah swt tapi sampai detik ini hidup saya gak ada perubahan, saya merasa sudah ratusan kilo berjalan di atas padang pasir yang terik dan panas mencari sebuah sumber mata air yang sampai sekarang saya belum dapatkan. Terus terang saya sudah cukup letih menanti pemberian rezeki dan perbaikan nasib dari Allah. Saya ingin sekali merubah nasib saya menjadi lebih baik karena saya tau kehendak Allah tidak satu pun mahluk yang bisa menghalanginya.. Namun kenapa sampai detik ini nasib saya masih begini, pengangguran elit, gk punya apa2.. saya capai dan lelah, saya ingin nasib saya berubah. Ingin bisa bahagia, bisa imroh sukur2 naik hadji, bisa beli mubil, bisa beli rumah, bisa sedekah dengan uang hasil keringat saya. Tapi kenapa saya gak bisa kayak gitu, sedangkan di sana banyak yang nggak solat boro2 solat hajat tapi hidupnya lebih baik dan lebih berkah dari saya. Itu yg pertama, yg kedua,,,

Terus terang aja ya saya udah letih, masih berhubungan sama masalah sy yg ke1 tapi ini masalah sekolah.
Saya setiap hari berangkat sekolah pagi karena sekolah saya jauh, pulang sore, kerjakan tugas, blajar dsb.. menghadapi soal matematik, akutansi yg udah kayak makanan saya sehari hari selain nasi, tapi kayaknya semua itu hanya membuat saya letih, sedangkan hasilnya...?

bukannya saya mau mengeluh ya, tapi jujur aja ya pak ya saya ini kan cuma manusia biasa yang sewajarnya bisa letih sewaktu-waktu, bukan seperti waliullah yang sanggup diberi cobaan seperti apapun. Saya juga merasa bahwa salah satu sumber masalah saya ya adalah sekolah, saya khawatir nilai jelek dan gak naik kelas sehingga saya mati2an untuk ngejar nilai pelajaran saya pak. Setiap hari ya itu rutinitas yang saya jalankan, terus terang saya bosan, saya ingin merubah nasib saya.. Saya ingin bahagia, saya ingin bisa menikmati hidup saya.

Saya juga udah sedekah, ya meskipun baru 500-1000 per hari. Ya maklum ya pak saya kan murid, gak berpenghasilan mana bisa saya sedekah banyak, itu yang saya mampu.
saya berharap suatu saat Allah mendengar doa saya dan mengangkat derajad saya, mengangkat nasib saya dan membawa saya ke tempat yang lebih baik..

1. Pak kira2 ada nggak amalan atau doa yg kalau di lakukan or di baca bisa doanya di kabulkan?

terimakasih Wassalamualaikum warahmatullah

JAWABAN

1. Doa akan selalu dikabulkan oleh Allah sebagaimana firmanNya dalam QS Ghafir :60 "Dan Tuhanmu berfirman: "Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina"."

Ayat serupa juga terdapat dalam QS Al-Baqarah :186 "Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran."

Namun, agar doa itu dikabulkan ada beberapa syarat yang harus dipenuhi yaitu: (a) harta harus halal yang meliputi pakaian, makanan, rumah; (b) tidak melakukan dosa baik dosa besar atau kecil, dan segera taubat nasuha kalau melakukannya; (c) yakin Allah akan mengabulkan doa dan berbaik sangka pada-Nya.

Terkabulnya doa tidak akan terjadi secara langsung, namun akan melalui berbagai jalan yang umum terjadi dalam hukum sebab akibat duniawi. Misalnya, kalau anda berdoa ingin kaya dan Allah mengabulkan doa anda itu, maka uang dan emas tidak akan turun bertebaran ke rumah anda atau nyelonong diam-diam ke rekening bank anda; akan tetapi anda akan mendapatkan segala jalan kelancaran untuk menuju ke arah di mana harta itu berada, misalnya diberi semangat tinggi untuk bekerja keras, diberi semangat tinggi untuk mempelajari keahlian (life skill) yang mempermudah mencari rejeki; mendapat kemudahan dalam bersosial dengan sesama manusia sehingga mudah menjalin kerja sama dan jaringan bisnis, dst.

Jadi, sambil berdoa, mulailah dari sekarang melaksanakan hal-hal baik dan positif yang bisa membuat orang menjadi berhasil seperti diterangkan di atas. Itulah sinyal-sinyal bahwa anda akan menjadi orang yang berhasil secara materi kelak. Untuk doa dan amalan mudah rejeki lihat di sini.

Selengkapnya ...

Mengusap Wajah Setelah Doa dan Shalat

Mengusap Wajah Setelah Doa dan Shalat

HUKUM MENGUSAP WAJAH SETELAH SHALAT DAN BERDOA

Assalamualaikum ustadz saya mau nanya
1. Bagaimana hukumnya mengusap wajah saat selesai sholat dan selesai berdoa? sebelum dan sesudahnya saya ucapkan terimakasih

TOPIK KONSULTASI ISLAM
  1. MENGUSAP WAJAH SETELAH SHALAT DAN BERDOA
  2. ISTRI TIDAK SHALAT APA HARUS DIPAKSA?
  3. TAKUT SAUDARA SEBAPAK MENGUASAI HARTA WARISAN
  4. WANITA INGIN BERSAHABAT DENGAN WANITA, APA NORMAL?
  5. RUMAH KELAHIRAN RASULULLAH
  6. CARA KONSULTASI SYARIAH ISLAM


JAWABAN

1. (a) Mengusap wajah setelah berdoa adalah sunnah menurut mayoritas ulama dari keempat mazhab. (b) Mengusap wajah setelah salam (selesai shalat) hukumnya boleh dan sunnah.

Imam Nawawi dalam Al-Majmuk 2/487 menyatakan

ومن آداب الدعاء ك ونه في الأوقات والأماكن والأحوال الشريفة واستقبال القبلة ورفع يديه ومسح وجهه بعد فراغه وخفض الصوت بين الجهر والمخافتة

Artinya: Sebagian dari tatacara doa adalah ia dilakukan pada waktu, tempat, dengan perilaku yang mulia, menghadap kiblat, mengangkat kedua tangan, mengusap wajah setelah selesai berdoa, merendahkan suara antara keras dan samar.

Dalam kitab Tahqiq, Imam Nawawi menetapkan sunnahnya mengusap wajah setelah berdoa sebagaimana dikutip oleh Zakaria Al-Anshari dalam Asnal Matolib 1/160, Khatib As-Syarbini dalam Mughnil Muhtaj 1/370.

Adapun mengusap wajah setelah salam dalam shalat, Imam Nawawi 4/99 dalam Al-Majmuk menyatakan

وكره السلف مسح الجبهة في الصلاة وقبل الانصراف مما يتعلق بهما من غبار ونحوه

Artinya: Ulama salaf memakruhkan mengusap dahi saat shalat dan sebelum selesai shalat (sebelum salam) dengan tujuan untuk membersihkan debu dan lainnya.

Itu artinya, kalau mengusap wajah setelah salam tidak apa-apa. Bahkan Al-Bakri dalam kitab Ianatut Tolibin 1/184-185 menyatakan: "Dalam riwayat Imam Nawawi di sebutkan: Dan kami juga meriwayatkan hadits dalam kitab Ibnus Sunni dari Sahabat Anas bahwa Rasulullah SAW apabila selesai melaksanakan shalat, beliau mengusap wajahnya dengan tangan kanannya. Lalu berdoa: 'Saya bersaksi tiada Tuhan kecuali Dia Dzat Yang maha Pengasih dan penyayang. Ya Allah Hilangkan dariku kebingungan dan kesusahan."'

Pendapat Imam Nawawi yang dikutip Al-Bakri di atas berdasarkan hadits dari Anas bin Malik sebagai berikut:

عَنْ أَنَسٍ قَالَ: كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا انْفَتَلَ مِنْ صَلاتِهِ مَسَحَ وَجْهَهُ بِيَدِهِ الْيُمْنَى , ثُمَّ قَالَ: «بِسْمِ اللَّهِ الَّذِي لا إِلَهَ إِلا هُوَ الرَّحْمَنُ الرَّحِيمُ اللَّهُمَّ أَذْهِبْ عَنِّي الْهَمَّ وَالْحَزَنَ»

Artinya: Dari Anas ia berkata, Rasulullah apabila selesai shalat beliau mengusap wajahnya dengan tangan kanannya lalu berdoa: Dengan nama Allah yang tidak ada tuhan selain Dia yang Maha Pengasih Penyayang, Ya Allah hilangkan dariku rasa galau dan kesusahan.

Hadits ini disebut antara lain dalam kitab-kitab berikut: Mukjamul Ausat lil Tabrani, Kashful Astar Al-Haitsami, Nuskhat al-Zubair bin Adi, Amali Ibnu Sam'un Al-Waidz, Amalul Yaum wal Lailah Ibnus Sunni, dan lain-lain.

Status hadits: Hadits ini menurut Khatib Al-Baghdadi dalam kitab Tarikh Baghdad berstatus hasan. Tabrani dalam kitab Al-Dua' berkata: Sanad hadits ini muttashil dan para rawinya tsiqoh alias dapat dipercaya; statusnya hadits hasan. Ibnu Nuaim dalam kitab Hilyatul Auliya menyatakan bahwa status hadits ini hasan. Menurut Zubair bin Adi dalam Nuskhat Az-Zubair: hadis ini sanadnya muttasil dan rijalnya dapat dipercaya (siqoh). As-Syajari dalam Al-Amali Al-Khamisiyah menyatakan sama.

Kesimpulan:

Mengusap wajah dengan tangan kanan setelah shalat (setelah salam kedua) adalah sunnah berdasarkan hadits dari Anas bin Malik yang menurut para ulama hadits berstatus hasan karena sanadnya muttashil dan rijal (periwayat)-nya tsiqah.

Baca juga: Panduan Shalat 5 Waktu

Analisa detail dari tinjauan Quran, hadis dan ulama empat mazhab lihat di sini (bahasa Arab).

___________________________


ISTRI TIAK SHALAT APA HARUS DIPAKSA?

Assalamu'alaikum.. Izin bertanya seputar kewajiban suami menyuruh istri shalat. 1. Yang ingin saya tanyakan. Apa hukum nya? Kalau kita menyuruh istri untuk shalat tetapi istri kita lagi malas. Dan tidak melakukannya, terus kita diam saja, apakah kita berdosa? Sementara kita sudah menyuruh/mengingatkan.

2. Atau Apakah kita harus memaksa dia untuk shalat? Biar kita tidak berdosa. Dosa memang di tanggung masing2. Tapi setahu saya, membimbing istri adalah kewajiban suami. Mohon jawabannya. Terima kasih. Assalamu'alaikum

JAWABAN

1. Suami sebagai imam dan kepala rumah tangga berkewajiban untuk menyuruh istrinya untuk shalat dan mengingatkannya apabila dia tidak melakukannya. Ingatkan terus menerus jangan bosan. Anda bertugas mendidiknya baik dengan kata-kata maupun dengan contoh yang baik. Kalau memungkinkan ajaklah shalat berjamaah di masjid atau kalau sulit, lakukan shalat berjamaah di rumah.

2. Tidak perlu memaksa secara fisik. Tapi tunjukkan ketegasan anda sebagai suami dengan cara memberi sanksi padanya apabila tidak shalat. Misalnya dengan menunda memberi nafkah, dll.

Terlepas dari itu, Rasulullah memberi pilihan bagi seorang suami yang memiliki istri pendosa: untuk menceraikannya atau untuk tetap mempertahankan rumah tangga. Baca: Istri Tidak Shalat dan Tidak Taat Suami http://www.alkhoirot.net/2012/08/istri-tidak-shalat-dan-tidak-taat-suami.html

Baca juga: Bolehkah Istri yang Tidak Sholat Di-Ceraikan?

___________________________


TAKUT SAUDARA SEBAPAK MENGUASAI HARTA WARISAN

assalamualaikum wr wb
Maaf sebelumnya saya mengajukan pertanyaan tentang warisan..

begini ceritanya, pertama ayah saya menikah dengan seseorang yang dikaruniain 3 anak, perempuan 1 dan laki-laki 2. Tak lama kemudian istri ayah saya meninggal...
Setelah beberapa tahun berlalu, ayah saya menikahi ibu saya. Yang saat itu ibu saya masih lajang. Dipernikahan itu ibu saya dikaruniain 3 orang anak 2 perempuan, 1 laki-laki. Ibu saya seorang wanita karir, sedangkan ayah saya hanya membantu bantu pekerjaan ibu saya.

Bukan bermaksud mengharapkan harta warisan dari ke 2 orang tua saya. Saya takut saja, saudara tiri saya menguasai harta ibu saya. Yang dimana kami kurang harmonis dengan saudara tiri saya.

terimakasi telah mendengarkan keluh kesah saya. Tolong bantu saya mengatasin masalah ini...

JAWABAN

Menurut syariah Islam, kalau ayah anda meninggal, maka anda bersama saudara kandung dan saudara sebapak akan sama-sama mendapat warisan. Sedangkan kalau ibu anda yang wafat, maka yang akan mendapat warisan hanya anda dan saudara kandung saja. Jadi, tidak usah kuatir saudara tiri akan menguasai harta ibu anda.

Perlu juga diketahui, bahwa menurut Islam, tidak ada harta gono-gini. Artinya, harta ibu anda akan 100% menjadi milik ibu anda. Tidak ada harta bersama. Namun, kalau seandainya ibu anda wafat lebih dulu dari ayah, maka ayah akan mendapat bagian warisan sebagai suami sebanyak 1/4 (seperempat); sedangkan sisanya anda anak-anak kandungnya. Baca detail: Hukum Waris Islam

___________________________


WANITA INGIN BERSAHABAT DENGAN WANITA, APA NORMAL?

Assalamualaikum.wr.wb.
Pak saya mau bertanya..
1. Saya rasa saya masih normal, masih suka dengan lelaki.. Tetapi kenapa saya memiliki rasa ingin bersahabat dengan wanita yang sangat besa.? Apakah itu tidak berbahaya.?

JAWABAN

1. Kalau bersahabat dengan sesama jenis dalam arti berteman tanpa nafsu syahwat, maka tidak ada larangan dalam Islam. Justru dalam Islam pertemanan yang dibolehkan adalah pertemanan sesama jenis. Hubungan dengan lawan jenis bukan mahram (muhrim), menurut Islam, hanya dibolehkan apabila untuk tujuan pernikahan. Baca: Hukum Khalwat dan Pertemanan Lawan Jenis dalam Islam

___________________________


RUMAH KELAHIRAN RASULULLAH

Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Ustadz, saya ingin bertanya.
1. Sebenarnya sekarang, rumah Rasulullah SAW dijadikan apa di Arab? Karena saya mendengar dijadikan WC umum.

Namun, teman saya merujuk pada situs Wahaby. Katanya dijadikan perpustakaan.

JAWABAN

1. Rumah atau tempat kelahiran Nabi yang di Arab Saudi disebut dengan Maulidun Nabi (tempat lahir Nabi) saat ini dijadikan perpustakaan (Arab: Maktabah). Lokasinya terletak di dekat Masjidil Haram Makkah.
Selengkapnya ...

Membeli Barang dari Mucikari Pelacur

Membeli Barang dari Mucikari Pelacur
HUKUM MEMBELI TANAH RUMAH MOBIL MILIK MUCIKARI GERMO DAN PELACUR

Assalamualaikum,wr,wb. Ustad
Nama saya Fachrur Razy, saya mau nanya, apakah hukumnya / bolehkah kita membeli tanah / bangunan milik seseorang yang pekerjaannya (maaf)
seorang mucikari / germo,,??? mohon penjelasan/pencerahannya,,,
Jazzakumullah khairan katsiran,,,

TOPIK KONSULTASI ISLAM
  1. MEMBELI TANAH MILIK MUCIKARI GERMO
  2. HUKUM BELAJAR BAHASA ASING
  3. PACAR BERUBAH SIKAP JADI PEMARAH
  4. PERNIKAHAN TERKENDALA BEDA ALIRAN AGAMA
  5. PACAR TIDAK PERAWAN LAGI, PERLUKAH DITERUSKAN?
  6. CARA KONSULTASI SYARIAH ISLAM


JAWABAN

1. Kalau tanah atau bangunan milik mucikari itu tidak 100% dari hasil haram, berarti harta syubhat, maka dibolehkan membelinya walaupun makruh. Rasulullah biasa melakukan transaksi bisnis dengan orang Yahudi padahal mereka adalah pemakan riba dan harta haram lain.

Imam Suyuti dalam Al-Asybah wan Nadzair, hlm. 108, menyatakan:
ومنها: معاملة من أكثر ماله حرام، إذا لم يعرف عينه لا يحرم في الأصح لكن يكره، وكذا الأخذ من عطايا السلطان، إذا غلب الحرام في يده، كما قال في شرح المهذب: إن المشهور فيه الكراهة لا التحريم، خلافاً للغزالي

Artinya: Transaksi dengan seseorang yang kebanyakan hartanya haram, apabila tidak diketahui harta apa yang haram, maka tidak haram menurut pendapat yang paling sahih akan tetapi hukumnya makruh. Begitu juga hukum menerima hadiah dari raja apabila mayoritas harta raja itu haram seperti pendapat Nawawi dalam Al-Majmuk Syarah Muhadzab bahwa yang masyhur dalam masalah ini adalah makruh, bukan haram. Ini berbeda dengan pendapat Al-Ghazali. Baca detail: Hukum Harta Syubhat .

Namun, kalau membeli barang yang jelas itu adalah barang curian, seperti yang biasa dilakukan para tukang tadah hasil curian, maka hukumnya haram dan jual belinya tidak sah karena itu hak milik orang lain; bukan hak milik si penjual.

___________________________


HUKUM BELAJAR BAHASA ASING

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wa barakatuh.

saya ingin bertanya soal hukum belajar bahasa asing.
1. Apa hukumnya mempelajari bahasa asing (seperti bahasa inggris, perancis atau jepang)?
2. Jika saya mendapatkan penghasilan dari bahasa asing tersebut, misalkan menjadi penerjemah atau guru bahasa asing. bagaimana hukumnya ?

Sekian pertanyaan saya, sebelumnya saya ucapkan terima kasih.
wasalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

JAWABAN

1. Hukumnya boleh belajar bahasa asing. Rasulullah menyuruh Sahabat Zaid bin Tsabit untuk belajar bahasa Suryani (Syriac Aramaic). Dalam sebuah hadits sahih dari Zaid bin Tsabit riwayat Ahmad diriwayatkan:

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: أتحسن السريانية؟ إنها تأتيني كتب، قال: قلت: لا، قال: فتعلمها، فتعلمتها في سبعة عشر يوماً.

Artinya: Nabi bersabda: Apakah kamu bisa bahasa Suryani? Zaid menjawab: Tidak. Nabi bersabda: Maka, pelajarilah! Zaid berkata: Lalu aku mempelajari bahasa Suryani dalam 17 hari.

Bahkan ada ulama yang menyatakan bahwa menguasai bahasa asing selain bahasa Arab itu fardhu kifayah apabila untuk kemaslahatan Islam.

2. Karena belajar bahasa asing itu boleh, maka harta yang didapat dari keahlian bahasa asing untuk mengajar atau menterjemah adalah halal.
___________________________



PACAR BERUBAH SIKAP JADI PEMARAH

Assalamualaikum. wr.wb...
Saya mau bertanya saya seorang gadis mempunyai seorang pacar yang sangat baik setelah menjalani 5 bulan pacaran, tiba-tiba pacar saya bikin kelakuan yang tidak jelas kerjaanya marah terus ke saya. Pada bulan november 2014 sahabat saya bermimpi tentang pacar saya ini. Di mimpinya sahabat saya ketemu dengan ustadz nya dalam mimpi nya si ustadz mengatakan ke sahabat saya bahwa di suruh katakan kepada saya katanya masih banyak laki laki lain yang di jadikan pacar selain pacaran dengan dia.
1. Pertanda apa dalam mimpi itu???? Trimakasih
WASSALAM

JAWABAN

1. Itu peringatan dari Allah kepada anda bahwa (a) pacaran itu hukumnya haram kalau dilakukan secara fisikal seperti berduaan dalam kamar, jalan berduaan, dan lain-lain; (b) tidak terlambat bagi anda untuk bertaubat dengan cara segera menikah dengan pria yang saleh yang taat agama. Lelaki yang hanya mengajak anda pacaran itu bukan pria yang taat dan tidak layak menjadi imam yang baik. Baca: Mimpi dalam Islam


___________________________


PERNIKAHAN TERKENDALA BEDA ALIRAN AGAMA

Assalamualaikum warahmatullah wabarakatuh,

bapak/ibu saya mau bertanya,
1. bagaimana sebenarnya hukumnya jika kita mau menikah tetapi beda faham
ajaran apakah boleh atau tidak? seperti ldii dengan yg lain

mohon penjelasannya ya terima kasih
wassalamualaikum warahmatullah wabarakatuh

JAWABAN

1. Aliran LDII adalah salah satu aliran sempalan yang mengandung doktrin sesat dan tidak sesuai dengan syariah Islam. Salah satu ajaran sesatnya antara lain bahwa (a) muslim selain anggota LDII dianggap najis; (b) tidak boleh menikah dengan pria di luar LDII kecuali kalau masuk LDII.

Dalam ajaran Islam yang benar, pernikahan dengan sesama muslim boleh terlepas dari apapun organisasi yang diikuti asalkan memenuhi syarat dan rukun nikah. Baca detail: Pernikahan Islam

___________________________


PACAR TIDAK PERAWAN LAGI, PERLUKAH DITERUSKAN?

Saya ingin bertanya kepada Dewan pengasuh dan Majelis Fatwa Pondok Pesantren Al-khoirot Malang

Kejadian ini sudah berlalu hampir 3 tahun lalu namun, Pada saat tanggal 1 Februari 2015 wanita yang saya cintai dan ingin saya nikahi, mengaku kepada saya tentang masalah yang dialaminya, yaitu Dia mengaku kalau dia sudah kotor ( Sudah pernah berzinah selama 2 Tahun dengan Pria yang pernah di kenal sebelumnya)

Dia mengaku bahwa, Pria yang dikenalnya dulu sudah menikah dan memiliki Istri. Namun sih pria ini terus meneror wanita yang saya sukai untuk di jadikan istri
Sih pria mengancam akan memberitahu kedua orang tuanya atas apa yang telah mereka lakukan selama 2 tahun lalu. Setelah wanita yang saya sukai ini merasa takut, dia terlebih dahulu jujur dengan saya dan itupun karna saya paksa untuk dia mengakuinya
Saya mengarahkan dia untuk mengatakan jujur kepada kedua Orang tuanya, agar masalah ini bisa cepat selesai

Dan Sampai Pada Tanggal 2 Februari 2015, Sih wanita masih belum mengatakan kepada kedua orang tuanya, dan dia bilang kesaya dia tidak ingin jujur kepada Orang Tuanya, dia memilih untuk diam dan tetap di teror oleh pria tersebut.

Pertanyaanya :

1. Apa yang harus saya lakukan? apakah meninggalkan dia, atau tetap berada di sampingnya dengan kondisi dia sudah tidak suci lagi (Perawan)
2. Atas izin Allah Swt, saya sangat mencintai wanita ini, Dosakah dan salahkah saya, apabila saya tetap mencintai dia dengan keadaannya yang sekarang

Mohon pendapat dan arahan dari Dewan pengasuh dan Majelis Fatwa Pondok Pesantren Al-khoirot Malang yang terhormat

Dan saya minta maaf sebesar-besarnya apabila ada kata-kata yang salah dan tidak berkenan di hati, Terima Kasih

Wassalammualaikum.Wr.Wb

JAWABAN

1. Kalau anda ingin menikahinya, maka tidak ada larangan menikahi seorang yang pernah berzina. Namun dianjurkan wanita itu bertaubat nasuha. Baca: Hukum Menikahi Wanita Pernah Zina

2. Mencintai seseorang itu tidak dilarang, karena cinta itu suara hati dan perbuatan hati tidak dicatat. Namun berpacaran secara fisikal tanpa pernikahan hukumnya haram. Kalau anda memang mencintainya, maka segera menikahinya. Kalau tidak dinikah, maka sebaiknya hindari bertemu secara fisik, cukup berkomunikasi secara maya melalui telpon, SMS atau perangkat maya yang lain. Baca: Hukum Pacaran dalam Islam www.alkhoirot.net/2012/01/pacaran-dalam-islam.html

Anda mengatakan "Atas izin Allah" kalimat ini tidak patut diucapkan untuk menghubungkan perbuatan dosa (yaitu pacaran) dengan Allah yang Maha Suci. Perbuatan dosa hendaknya dikaitkan ke diri anda sendiri, jangan menghubungkannya dengan Allah apalagi dengan kalimat "atas izin Allah" karena Allah melarang pacaran fisik seperti disebut dalam Al-Quran QS Al-Isra 17:32 "Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk." Pacaran adalah perbuatan mendekati zina yang dilarang.
Selengkapnya ...