Konsultasi Syariah Islam

Konsultasi syariah hanya akan dilayani apabila dikirim via email ke: alkhoirot@gmail.com

Subscribe Us

Suka artikel kami? Dapatkan update terbaru langsung ke email Anda!

ATAU
Feed KSIA

Pembagian Waris Harta Bersama

Pembagian Waris Harta Bersama
PEMBAGIAN WARISAN DARI HARTA BERSAMA (GONO GINI)

Dengan segala hormat, Kyai

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Tanpa mengurangi makna/isi, maksud dan tujuannya. Berhubung sebagian jawaban atas pertanyaan kami kemarin sepertinya belum/lupa memperhatikan lampiran (waris.xls) yang menyertainya; tanpa mengurangi rasa hormat kami, dan demi lebih jelasnya pemahaman kami, mohon banyak bertanya lagi Kyai.

Persoalan Menyeluruhnya.

Seorang Laki-Laki (M) meninggal pada Mei 2012, ahli waris yang hidup pada saat itu adalah: Istri (Y), 2 Anak Perempuan (N), (R) dan Anak Laki-Laki (P).

TOPIK KONSULTASI ISLAM
  1. PEMBAGIAN WARISAN DARI HARTA BERSAMA (GONO GINI)
  2. HARTA WARISAN DIMINTA ISTRI KEDUA DAN ANAKNYA
  3. CARA KONSULTASI SYARIAH ISLAM
Semasa berumah tangga (M) sebagai anak tunggal memperoleh bagian warisan 2 tanah (estimasi Rp. 100 Jt), sedangkan Ibu (Y) sebagai anak tunggal juga memperoleh bagian warisan 3 tanah (estimasi Rp. 150 Jt) dari kedua orang tuanya masing-masing yang sudah meninggal semuanya. Dan selama berumah tangga dari hasil usaha mereka bersama (M & Y) memiliki harta 4 rumah+tanah, 2 tanah dan 9 sawah (estimasi Rp. 450 Jt).

Belum sempat dilakukan pembagian harta waris, seorang Anaknya yang Perempuan (N) meninggal pada Juni 2014, ahli waris yang hidup sampai saat ini adalah: Ibu (Y), Suami (T), Adik Laki-Laki (P), dan Adik Perempuan (R).

Selama berumah tangga dari hasil usaha mereka bersama (N & T) memiliki harta 1 rumah+tanah, 2 tanah dan 2 kebun (estimasi Rp. 300 Jt).

Semua hal terkait harta warisan saya estimasikan/simulasikan kedalam “Rupiah” supaya memudahkan men-dapat gambaran pembagiannya semata. Hingga saat ini semua harta warisan belum dibagi.

Pertanyaan saya, Kyai

Sesuai syariah dan hukum Islam yang sebenarnya

1. Saat (M) meninggal, berapa besarnya harta waris​​an yang harus dibagikan kepada para ahli warisnya? (Hanya Rp. 450 Jt sajakah?!! Atau Rp. 450 Jt + Rp. 100 Jt kah?!! Atau berapa?!!) Dimanakah/apakah dalil hukumnya ?!

Tentang siapa-siapa saja yang ber-hak mendapat warisan dan berapa bagian warisannya? (Terima kasih saya sudah paham; Sudah dijelaskan kemarin)

2. Saat (N) meninggal, berapa besarnya harta warisan yang harus dibagikan kepada para ahli warisnya? (Hanya Rp. 300 Jt sajakah?!! Atau Rp. 300 Jt + Perolehan bagian warisan (N) dari (M)?!! Atau berapakah?!! Dimanakah/apakah dalil hukumnya ?!

Tentang siapa-siapa saja yang ber-hak mendapat warisan dan berapa bagian warisannya? (Terima kasih saya sudah paham; Sudah dijelaskan kemarin)

(Y) dan (R) di satu kota, (P) di lain kota, (T) dan (N) di kota yang lain lagi. Pada kala-kala kesempatan bertemu; (Y) dan (R) selalu mempertanyakan kepada (T) perihal bagian warisan gono-gini (N). Dan (T) selalu menjawab dengan tenang dan sabar, bagaimana gono-gini yang selalu dikejar-kejar!?!?; tahu anak pada susah-susah begitu!!!, harta warisan (M) masih juga tidak mau membagikannya sampai saat ini, sampai ada yang belum merasakan sudah meninggal lagi!!! Sadarlah!!! Selesaikan itu harta warisan (M), nanti semua harta warisan (N) pasti secepatnya saya selesaikan, begitulah (T) selalu berdalih

Lebaran semestinya diisi dengan keakraban kekeluargaan penuh kedamaian. Saya masih buta dan sangat hijau. Hanya dapat diam dan mendengar, tidak mengerti siapa yang benar dan tidak. Tidak dapat membantu karena tidak banyak tahu tentang hal begituan, juga tidak tahu darimana harus mengawalinya. Maka saya hanya dapat banyak minta petunjuk dulu kepada para Kyai di Ponpes Al-Khoirot; semoga saya dapat mengerti duduk permasalahan yang sebenarnya, dan bagaimana menegakkannya sesuai SYARIAH ISLAM agar dapat lebih membawa manfaat buat semuanya.

Pertanyaan saya lebih lanjut, Kyai

3. Sesuai Syariah Islam, benarkah dalih-dalih (argument/alasan) yang disampaikan (T) diatas kepada (Y) dan (R)? Atau kalau menurut pendapat Kyai bagaimana?

4. Dalam kondisi yang sudah demikian, benar ber-HAK-kah (T) memintakan hak bagian warisan almarhumah istrinya (N) atas meninggalnya (M) kepada (Y) selaku pemegang semua harta warisan (M)? Apakah/dimanakah dalil hukumnya ?!

5. Sedikit menyimpang tetapi sepertinya masih relevan, buat pemahaman kami kedepan nantinya, Kyai. Siapakah yang “Lebih ber-Hak” dan tentunya lebih pula berkewajiban dan bertanggung jawab mengurus/merawat makam orang yang meninggal? Keluarga yang ditinggalkankah?! (Suami/istri beserta anak-anaknya) atau Kerabat yang ditinggalkankah?! (Bapak/Ibu beserta kakak-adiknya) atau kalau menurut Kyai bagaimana? Atau apakah/dimanakah dalil hukumnya ?!

Demikian pertanyaan-pertanyaan saya, Kyai, dan terima kasih atas segala pencerahan, penjelasannya serta jawabannya, Kyai; semoga kami semua senantiasa didekatkan atas segala rahmat, taufik, hidayah dan inayah-NYA.

Amin Ya Robbal Alamin.


JAWABAN

1. Seperti sudah kami jelaskan bahwa dalam Islam tidak ada harta gono-gini, namun bagi anda mungkin kurang spesifik. Prinsipnya adalah harta yang dibagikan sebagai warisan adalah harta milik M; bukan harta milik Y. Berikut jawaban yang lebih teknis tentang harta yang harus diwariskan:
(a) 100 juta. Harta ini jelas milik M karena itu menjadi harta waris.
(b) Sedangkan yang Rp. 450 juta dirinci sebagai berikut:

(i) kalau memang harta ini diperoleh berdasarkan hasil joint venture antara M dan Y, maka harus dipisah lebih dulu mana harta milik M dan harta milik Y. Misalnya, harta milik M senilai 250 juta, sedang milik Y 200 juta, maka yang menjadi harta warisan adalah yang 250 juta saja. Sedangkan yang 200 juta diberikan pada Y karena itu hak milik dia.

(ii) Kalau harta senilai 450 juta itu berasal dari modal dan hasil usaha dari M seorang, sedangkan Y sebagai istri tidak ada kontribusi modal sama sekali, maka berarti harta ini 100% milik M walaupun M mendapatkannya setelah menikah dengan Y. Apabila demikian, maka harta ini juga menjadi harta waris dan harus dibagikan kepada semua ahli waris yang berhak. Baca: Harta Gono gini dalam Islam

Harta bersama yang bersifat otomatis hanya berdasarkan pada Pasal 35 ayat (1) dan (2) UU Perkawinan, bukan pada hukum syariah Islam.

2. Besarnya harta waris peninggalan N adalah:

(a) Perolehan bagian warisan N dari M. Ini sudah pasti harta milik N, karena itu menjadi harta warisan yang harus dibagikan kepada ahli waris yang berhak.
(b) Sekali lagi kami tekankan, harta yang diperoleh suami istri selama dalam pernikahan tidak otomatis menjadi milik bersama. Ini aturan syariah Islam.

Jadi, uang 300 juta yang kata anda "milik bersama" antara N dan suaminya itu apakah menjadi harta warisan atau tidak itu sangat tergantung dari apakah 300 juta itu hasil joint venture antara N dan suaminya? Kalau iya, misalnya modalnya 50:50, maka 150 juta adalah milik N dan menjadi harta waris yang harus dibagikan kepada ahli waris. Sedangkan sisanya yang 150 juta harus diberikan kepada pemiliknya yakni suami N.

Namun, kalau modal dan yang bekerja adalah suami N saja, maka berarti yang 300 juta ini adalah milik suami N sepenuhnya dan bukan harta warisan. Begitu juga sebaliknya, kalau yang 300 juta itu berasal dari modal harta N saja tanpa ada peran dari suami, maka ia menjadi harta N sepenuhnya dan dengan demikian ia menjadi harta warisan.

3. Argumen T sebagai suami almarhumah N ada benarnya. Karena, (a) Y semestinya segera membagi warisan M; (b) N belum tentu mempunyai harta gono-gini dalam arti hasil joint venture dengan suaminya. Seperti dijelaskan di atas, apabila T bekerja sendiri dan dari modal sendiri, maka harta yang diperolehnya adalah miliknya sendiri; bukan milik N (istri).

4. T sebagai suami berhak meminta bagian warisan almarhumah N (istri T) karena dalam perolehan warisan N terdapat bagian T juga (sebanyak 1/2). Dan ini porsi yang tidak sedikit.

5. Tidak ada kewajiban mengurus makam. Yang wajib adalah mengurus proses pemakaman dan biayanya diambil dari harta peninggalan almarhum sebelum dibagikan kepada ahli waris.

Namun, anak-anak yang sholeh dianjurkan untuk selalu mendoakan orangtuanya yang meninggal dunia baik di dekat kuburnya atau dari jauh, beramal baik seperti sedekah pada fakir miskin, membantu pembangunan lembaga pendidikan atau masjid yang pahalanya ditujukan pada mereka yang meninggal merupakan perilaku anak-anak saleh yang akan dapat menambah pahala yang wafat atau mengurangi dosanya. Siapa yang sebaiknya berbuat ini? Anak-anaknya terutama karena merekalah yang paling berhutang budi pada orang tua dan paling pantas membalas jasa orang tuanya.

Uraian detail dan dalilnya lihat di beberapa artikel di bawah ini:

- Mengirim Pahala pada Orang Mati
- Hukum Ziarah Kubur
- Hukum Berbakti pada Orang tua

________________________________



HARTA WARISAN DIMINTA ISTRI KEDUA DAN ANAKNYA

Assalamu'alaikum Wr Wb,
Team Alkhoirot Yth,

Mohon penjelasan dan petunjuk untuk pembagian Harta Waris jika kondisinya mulai awal adalah sbb :

Ayah menikah dengan Ibu dan dikaruniai 3 orang anak kandung laki-laki, saya adalah anak yang ke 2

Kakak saya (anak ke 1) sejak kecil diasuh oleh kakek dan nenek, tetapi semua tanggung jawab finansial adalah kedua orang tua saya. Saya sendiri (anak ke 2) sejak lahir diasuh oleh kedua orang tua saya. +/- 1 minggu setelah melahirkan adik saya (anak ke 3), ibu saya meninggal ( 23 Februari 1980), dan adik saya tersebut langsung diadopsi oleh paman (kakak dari ayah) yg kebetulan tidak mempunyai anak kandung.

Selang berjalannya waktu, Ayah saya menikah lagi dengan wanita yang menjadi ibu tiri saya dan mendapatkan keturunan 1 orang anak laki2 yang sekaligus menjadi adik tiri saya sampai sekarang.

Saat ini saya sudah berkeluarga dan mempunyai 1 orang anak laki-laki, begitu juga dengan kakak saya yg juga mempunyai keturunan 2 orang anak wanita. Sedangkan adik kandung saya yang sudah diadopsi paman, juga sudah berkeluarga dengan 1 orang anak wanita dan 1 orang anak laki-laki. Dan status adik tiri saya sampai saat ini adalah masih lajang / belum menikah.

Beberapa tahun yang lalu ayah saya meninggal dunia (10 Januari 2010), dan tidak meninggalkan wasiat apapun termasuk mengenai pembagian harta waris. Sampai dengan saat ini ibu dan adik tiri saya menempati rumah yang dulunya ditempati ayah kami bersama mereka sejak ayah saya menikahinya. Saat ini mereka (ibu & adik tiri saya) minta untuk rumah tersebut diatas namakan mereka berdua, karena kami sudah mempunyai rumah sendiri - sendiri (diluar harta waris).

1. Mohon petunjuk, bagaimana status dari rumah tersebut dan bagaimana dengan tata cara pembagian warisnya menurut hukum Islam berikut dalilnya.

Demikian disampaikan, terima kasih jika sudah memberikan feedback.

Wassalamu'alaikum Wrwb

JAWABAN

1. Kalau rumah tersebut milik almarhum ayah anda, maka ia menjadi harta warisan yang harus dibagikan kepada seluruh ahli waris. Adapun ahli waris dan bagiannya dalam kasus ini adalah sebagai berikut:
(a) Istri kedua mendapat bagian 1/8 (seperdelapan)
(b) Sisanya yang 7/8 dibagi secara merata kepada keempat anak kandung baik anak kandung dari istri pertama maupun dari istri kedua.

Adapun permintaan ibu & adik tiri anda agar supaya rumah tersebut diatasnamakan mereka, maka itu tergantung kesepakatan ketiga saudara dari istri pertama. Kalau sepakat, maka tidak masalah. Kalau tidak sepakat, maka harus diwariskan sesuai dengan tatacara di atas. Baca detail dalilnya dan panduan lain: Hukum Waris Islam

Baca juga: Harta Gono gini dalam Islam
Read More...

Warisan Untuk Istri, Anak Kandung Dan Anak Angkat

Warisan Untuk Istri, Anak Kandung Dan Anak Angkat
WARISAN UNTUK ISTRI, ANAK KANDUNG DAN ANAK ANGKAT

Kepada Yth : Para Kyai/Ustad/Ustadzah
Di Al-Khoirot

Hal : Pembagian Harta Warisan

Dengan segala hormat,
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Persoalan.

Seorang laki-laki ( M ) meninggal pada Mei 2012, ahli waris yang hidup pada saat itu adalah: (TERLAMPIR silsilah keluarga serta perkiraan posisi & jumlah harta warisan yang ditinggalkan)

* Istri ( Y )
* Menantu ( T )
* 2 Anak Perempuan ( N ) , ( R )
* Anak Laki-Laki ( P )
* 2 Cucu Perempuan ( A ) , ( K )
* Cucu Laki-Laki ( B ) , ( G )
* Cucu Angkat Laki-Laki ( F ) ****

TOPIK KONSULTASI ISLAM
  1. WARISAN UNTUK ISTRI, ANAK KANDUNG DAN ANAK ANGKAT
  2. BUKA AIB MASA LALU, SUAMI TAK TERIMA
  3. CARA KONSULTASI SYARIAH ISLAM
Belum sempat dilakukan pembagian harta waris, seorang anaknya yang perempuan ( N ) meninggal pada Juni 2014, ahli waris yang hidup sampai saat ini adalah:

* Ibu ( Y )
* Suami ( T )
* Anak Angkat Laki-Laki ( F ) ****
* Adik Laki-Laki ( P )
* Adik Perempuan ( R )
* 2 Keponakan Perempuan ( A ) , ( K )
* 2 Keponakan Laki-Laki ( B ) , ( G )

Hingga saat ini harta warisan belum dibagi, dan seandainya dibagi terlihat ( Y ) akan membagi semuanya menurut kehendaknya sendiri. Ada upaya ( Y ) untuk meMASUKkan orang yang tidak semestinya ber-hak, atau mengHILANGkan orang yang seharusnya ber-hak, atau membagikan sebagiannya terlebih dahulu kepada sebagian anak/cucu yang dikehendakinya dengan dalih Hibah TANPA persetujuan ahli waris yang lain.

Pertanyaan saya.

Sesuai syariah dan hukum Islam yang sebenarnya

1. Saat (M) meninggal, siapa-siapa saja yang ber-hak mendapat warisan dan berapa bagian warisannya?

2. Saat (N) meninggal, siapa-siapa saja yang ber-hak mendapat warisan dan berapa bagian warisannya?

3. Memperhatikan “Penjelasan TERLAMPIR”; Benarkah “Cucu/Anak Angkat (F****) tidak memperoleh seberapun dan apapun juga atas harta warisan tersebut dikarenakan tidak ada Hibah atau Hadiah atasnya dari Ibunya (N) sebelum meninggal.

4. Bagaimana hukum & dalilnya (Y) membagi semua harta warisan yang ada menurut kehendaknya sendiri, dan meMASUKkan orang yang tidak semestinya ber-hak, dan mengHILANGkan orang yang seharusnya ber-hak, dan membagikan sebagiannya terlebih dahulu kepada sebagian anak/cucu yang dikehendakinya dengan dalih Hibah TANPA persetujuan ahli waris yang lain.

5. Benarkah tidak dapat dilakukan pembagian harta warisan kalau (Y) dan salah satu anaknya yang merasa akan mendapat bagian sedikit tidak menyetujuinya?

6. Apa hukum & dalilnya terhadap para pihak yang menghalangi untuk dilakukan pembagian atas harta warisan?

7. Agar semua sesuai syariah Islam, sehingga dekat akan rahmat-NYA, tidak ada haram/dosa karena warisan dan tidak menimbulkan keruwetan yang lebih rumit lagi dikemudian hari; ber-HAK-kah anaknya (P) atau (R) atau menantunya (T) mengajukan/meminta dilakukan pembagian harta warisan itu?

8. Agar terwakili rasa keadilan buat semuanya; kalau musyawarah keluarga atas pembagian harta warisan yang sesuai syariah/hukum Islam tidak dapat diterima/dilaksanakan; kemana atau instansi/lembaga apa dan di lokasi mana permintaan pembagian harta warisan harus diajukan dan diselesaikan?

Agar tidak terlalu jauh menyimpang dengan iman Islam kami karena MUNGKIN lebih mencerminkan rasa keadilan yang dapat dirasakan semuanya; dengan memperhatikan situasi, kondisi, hubungan emosional, keberadaan dan masa depan “Cucu/Anak Angkat (F****) yang saat ini masih berumur 8 th; "KALAU SEANDAINYA" pembagian harta warisan dilakukan sesuai Kompilasi Hukum Islam (KHI) yang berlaku di negara kita (Indonesia)

9. Saat (M) meninggal, siapa-siapa saja yang ber-hak mendapat warisan dan berapa bagian warisannya?

10. Saat (N) meninggal, siapa-siapa saja yang ber-hak mendapat warisan dan berapa bagian warisannya?

Demikian pertanyaan-pertanyaan saya, dan terima kasih atas segala pencerahan, penjelasannya serta jawabannya; semoga kami semua senantiasa didekatkan atas segala rahmat, taufik, hidayah dan inayah-NYA.

Amin Ya Robbal Alamin.

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.


JAWABAN

1. Ahli waris yang berhak mendapat warisan dari pewaris M dan bagiannya adalah sebagai berikut:
(a) Istri ( Y ) mendapat bagian 1/6 (seperenam)
(b) Sisanya yang 5/6 dibagikan kepada ketiga anak kandung baik laki-laki maupun perempuan yaitu ( N ) , ( R ) dan ( P ) di mana anak lelaki mendapat bagian dua kali lipat dibanding anak perempuan. Caranya, bagi harta yang 5/6 itu menjadi empat bagian: P sebagai anak lelaki mendapat 2, sedang N dan R sebagai anak perempuan masing-masing mendapat bagian 1. Walaupun N saat ini sudah meninggal, ia tetap berhak mendapat warisan dari ayahnya karena ia masih hidup saat ayahnya wafat.

Selain kedua ahli waris di atas tidak ada yang mendapatkan warisan. Cucu tidak dapat warisan karena terhalang oleh adanya anak. Sedangkan menantu memang bukan ahli waris dalam keadaan apapun.

2. Ahli waris dan bagian masing-masing dari harta benda peninggalan N adalah sebagai berikut:
(a) Ibu ( Y ) mendapat bagian 1/6 (seperenam) = 1/6
(b) Suami ( T ) mendapat bagian 1/2 (setengah) = 3/6
(c) Dua saudara kandung lelaki dan perempuan mendapatkan sisanya yakni sebesar 2/6 di mana bagian untuk saudara lelaki dua kali lipat dibanding saudara perempuan. (Jadikan 3 bagian: saudara lelaki mendapat 2, saudara perempuan mendapat 1).

3. Benar. Anak angkat tidak diakui sebagai keluarga (nasab) dalam syariah Islam. Sedangkan ahli waris itu terjadi karena salah satu dari dua faktor yaitu nasab (kekerabatan), dan pernikahan (suami-istri). Baca juga: Anak Adopsi dalam Islam

4. Hukumnya haram bagi salah satu ahli waris untuk membagi warisan dari pewaris dengan cara yang tidak sesuai dengan syariah Islam tanpa persetujuan ahli waris yang lain. QS. An-Nisa’ 4:13 Allah berfirman "(Hukum-hukum waris tersebut) itu adalah ketentuan-ketentuan dari Allah. Barang siapa taat kepada Allah dan Rasul-Nya, niscaya Allah memasukkannya ke dalam syurga yang mengalir di dalamnya sungai-sungai, sedang mereka kekal di dalamnya; dan itulah kemenangan yang besar".

5. Kalau pembagian warisan sudah dilakukan berdasarkan hukum waris Islam, maka semua ahli waris harus setuju. Ketidaksetujuan salah satu ahli waris dalam hal ini tidak dianggap. Lihat kembali QS An-Nisa 4:13 di atas.

6. Harta warisan adalah hak setiap ahli waris sesuai dengan bagiannya. Dan pembagian warisan harus dilakukan segera setelah pewaris meninggal. Usaha menghalangi pembagian warisan adalah dosa besar karena termasuk merampas hak ahli waris. Allah berfirman dalam QS. Al-Baqarah 2:188 "Dan janganlah sebagian kamu memakan harta sebagian yang lain di antara kamu dengan jalan yang batil dan (janganlah) kamu membawa (urusan) harta itu kepada hakim (pengadilan), supaya kamu dapat memakan sebagian daripada harta benda orang lain itu dengan (jalan berbuat) dosa, padahal kamu mengetahui".

7. Berhak. Semua ahli waris memiliki kedudukan sama dan berhak meminta pada pemegang harta warisan agar segera membagi harta warisan.

8. Pengadilan Agama untuk keluarga muslim.
9 dan 10 sudah dijawab di no. 1 dan 2.

CATATAN:

Dalam Islam tidak ada harta bersama suami-istri secara otomatis. Islam mengakui harta individu. Jadi, harta milik suami tetap milik suami, dan harta milik istri tetap menjadi milik istri. Kalau sebuah rumah dibeli oleh suami, maka ia menjadi milik suami seutuhnya. Begitu juga kalau sebuah mobil dibeli dari harta istri, maka ia menjadi milik istri seutuhnya. Kalau sebuah rumah dibeli dengan uang berdua suami-istri, maka rumah itu baru milik bersama sesuai persentase saham kepemilikan. Kalau salah satu meninggal, maka rumah yang dibeli bersama itu harus dipisah dulu. Hanya yang milik yang wafat yang jadi harta waris. Baca: Harta Gono Gini dalam Islam

Baca detail: Hukum Waris Islam

___________________


BUKA AIB MASA LALU, SUAMI TAK TERIMA

Assalamu Alaikum...

Saya wanita usia 37 tahun,saat ini saya sudah menjalani rumah tangga sudah hampir 8 tahun. dan kami belum di karuniai anak. Saya kenal suami saya lewat keluarga.tapi kami sempat pacaran beberapa bulan.

Saat sebelum menikah saya mengakui sesuatu yang menjadi masa lalu saya. bahwa saya pernah melakukan hubungan pra nikah dengan seseorang. Saat itu dia mau menerima apa adanya keadaan saya.

Tapi di perjalanan rumah tangga kami,hal itu menjadi seprti bom yang selalu meledak.setiap ada masalah,selalu masa lalu saya di ungkit.dan dia bersikeras mau tau siapa orang tersebut.sedangkan saya sudah tidak tau lagi dimana orang itu berada. pernah saya bohongi kalau saya kenal orang itu lewat chatting,sampai saya tidak bisa lagi berhubungan dengan yang namanya sosial media. tapi pernah sekali saya iseng membuka chat yahooku,dan itu di ketahui oleh suamiku.sampai saat ini itu selalu di kejar pertanyaan ke saya apa tujuan saya membuka kembali chatting itu,padahal sudah di larang.

saya selalu menyembunyikan orang itu karna saya tidak mau terjadi masalah yang lebih panjang. saya juga tidak mau sampai masalah ini merembet ke adik-adikku.
setiap masalah ini muncul, saya ingin pergi jauh, menghilang dari kehidupan semua orang. karna saya selalu merasa bersalah dan tersiksa selalu di kejar dengan pertanyaan yang sama. yang ingin saya tanyakan ;

1. Apakah saya harus menceritakan semua yang sebenarnya ke suamiku walaupun akibatnya akan sangat parah. saya takut dia berbuat nekad, karna dia pernah mengancam akan menghancurkan saya dengan mempermalukan saya dan keluarga adik-adik saya. sebab orangnya agak tempramen.

2. saya ingin sekali mencari ketenangan bathin untuk sementara waktu jauh dari masalah, apakah ada pondok pesantren khusus wanita yang bisa saya datangi untuk mencari ketenangan jiwa.

3. saya tidak ingin melihat suamiku tersiksa bathin, apa kah benar tindakanku kalau saya meninggalkan dia, agar dia mendapat kehidupan yang lebih baik. selalu ada di pikiran saya untuk meninggalkan dia, tapi kadang saya kasihan, karena suamiku tidak punya penghasilan tetap. selama ini saya yang bantu biayai rumah tangga kami.

saat ini saya bingung harus bercerita kepada siapa, sementara pekerjaan di kantor juga penuh tekanan. saya jadi merasa sangat depresi dengan keadaan ini. saat saya coba cari website pondok pesantren untuk wanita dewasa, saya temukan alkhoirot.

mohon pencerahannya untuk masalah saya ini. atas masukan dan sarannya saya ucapkan terima kasih.

wassalam

JAWABAN

1. Sebaiknya jangan menambah lagi membuka kisah gelap masa lalu anda pada suami. Anda membuka rahasia ketidakperawanan anda itu saja sudah merupakan kesalahan besar karena tidak ada satupun pria -- yang nakal sekalipun -- yang rela memiliki calon istri bukan janda tapi tidak lagi perawan. Baca: Ingin Menikahi Wanita Tak Perawan Tapi Takut Menyesal

2. Pesantren Putri Al-Khoirot dapat menerima wanita segala usia termasuk yang dewasa. Baca detail: Pesantren Putri Al-Khoirot Malang

3. Kalau merasa tidak ada lagi kecocokan, maka tidak ada masalah untuk melakukan gugat cerai suami. Baca: Gugat Cerai karena Tak Cinta
Read More...

Mengiyakan Permintaan Cerai Istri

Mengiyakan Permintaan Cerai Istri
MENGIYAKAN PERMINTAAN CERAI ISTRI, APA JATUH TALAK?

Mengiyakan Permintaan Cerai Istri ketika istri berkata "ceraikan aku" Suami menjawab "iya" apakah hukumnya jatuh talak? Kalau iya, talak kinayah atau sharih?

Saya sudah menikah 8 tahun dan memiliki seorang putra berusia 6 tahun. Saya mau menanyakan beberapa hal mengenai nusyuz/permasalahan yang terjadi dalam rumah tangga saya.

Saya akan ceritakan kondisi awal nya di 4 bulan pertama pernikahan saya pada tahun 2007, saya bertengkar hebat dg istri sampai istri saya sempat meminta cerai dengan emosi yg meluap-luap, karena terpancing emosi akhirnya saya melontarkan kata talak 1 pada istri. Namun saat itu juga saya menyesal dan langsung konsultasi dg ustadz terdekat, beliau menyuruh saya agar segera menemui istri untuk rujuk. Jadi saat itu istri saya terhitung resmi dijatuhi talak 1 meski akhir nya rujuk kembali.

TOPIK KONSULTASI ISLAM
  1. MENGIYAKAN PERMINTAAN CERAI ISTRI, APA JATUH TALAK?
  2. CARA KONSULTASI SYARIAH ISLAM



Tapi selang 7 tahun kemudian kami bertengkar lagi dan ada beberapa hal yang ingin saya tanyakan:

1. Pada bulan Oktober 2014 lalu, saya bertengkar hebat dengan istri saya hingga istri saya hingga istri saya meminta cerai dari saya, saat itu saya jawab "Ok, tapi anak harus ikut saya.." dengan tujuan menakut-nakuti istri agar mengurungkan niat cerai nya. Tapi istri saya justru menjawab terserah seakan menyetujui, meski pd akhir nya kami bs mnyelesaikan masalah tersebut dengan damai.

Yang ingin saya tanyakan, apakah kalimat saya tersebut bisa mngakibatkan jatuh nya talak atau tidak..?

2. Pada bulan maret 2015 , kami bertengkar hebat lagi karena saya merasa cemburu pada rekan kerja istri saya yang akhirnya menyulut emosi saya. Hingga pada tanggal 18 maret 2015 istri saya memutuskan untuk tinggal sementara di rumah orang tua nya dengan tujuan saling menenangkan diri. Pada tanggal 22 maret 2015 saya menjemput istri saya dari rumah orang tua nya, namun istri saya bersedia pulang dengan mngajukan syarat, jika sampai sehari setelah hari jadi pernikahan kami ternyata saya membuat istri saya menangis lagi karena masalah yang sama, maka saya harus bersedia menceraikan istri saya (hari jadi pernikahan kami jatuh pd tanggal 07 april 2015, berjarak 2 minggu dari hari saya menjemput istri saya). istri saya lalu meminta untuk berjabat tangan sebagai tanda persetujuan, Saat itu saya mengiyakan syarat yg di ajukan dan menjabat tangan istri saya semata2 agar istri mau di ajak pulang, namun dalam hati sebenar nya saya tidak bersedia. Namun sebelum tanggal yg di maksud, saya menampakkan emosi dari kecemburuan saya lagi secara spontan, hingga akhir nya istri saya minta di antarkan kembali ke rumah orang tua nya.

Pertanyaan nya; apakah persyaratan tersebut bisa dianggap sah dengan mengiyakan persyaratan dari istri meskipun sebenar nya saya tdk bersedia..? Karena ada beberapa pendapat dari kerabat saya, jika kedua nya berjabat tangan, persyaratan teraebut dianggap sebuah kesepakatan/perjanjian dan hukum nya sah..
dan apakah jatuh talak karena saya sudah membuat istri saya menangis lagi bertepatan dengan tanggal yang ada dalam syarat yang dia minta..?

3. Pada bulan april 2015, setelah kejadian di point ke 2, saya dan istri sepakat untuk memberi diri masing2 waktu untuk introspeksi diri dengan mengizinkan istri saya tinggal sementara selama 3 bulan di rumah orang tua nya, saya juga sempatkan menelpon ibu nya untuk menitipkan istri saya selama disana. Namun pada saat saya mengantar istri ke rumah orang tua nya, rupanya ibu mertua saya salah paham dengan pernyataan saya yg mengira bahwa itu adalah kalimat talak kinayah/sindiran yg merujuk pd perpisahan. Hingga terjadi perdebatan yg cukup alot selama saya berada disana. Namun karena saya tidak bermaksud seperti itu, maka saya bersikeras tidak menganggap itu kalimat talak. karena saya terus2an disudutkan oleh kesalahpahaman tersebut, akhirnya saya bilang ke ibu mertua saya.. " ya sudah.. kalau itu ibu anggap talak, ok.. anggap aja itu talak.. tapi talak 1.."

Hal itu saya utarakan agar tidak memperpanjang perdebatan dg ibu mertua saya, dan ungkapan talak 1 itu agar ibu mertua saya tidak menganggap bahwa istri saya sudah benar2 lepas dari tanggung jawab saya.. dan saat itu saya sempat lupa bahwa saya pernah mentalak 1 istri saya di awal pernikahan.

Pertanyaannya; apakah ucapan tersebut bisa menyebabkan jatuh nya talak pada istri saya atau tidak? Karena melihat situasi dimana ada kesalahpahaman dan saya disudutkan untuk mengakui bahwa ucapan saya itu adalah talak kinayah..

4. Dan pertanyaan terakhir, tanggal 14 juli 2015 kemarin, saya tanpa sengaja mengucapkan talak mu'allaq pada istri saya, karena pagi itu kami bertengkar hebat lagi dan dia mngancam akan kembali lagi ke rumah orang tua nya, saat itu kami memang ada rencana utk pulang ke kampung halaman saya pada esok hari nya, agar dia mengurungkan niat nya untuk pergi, maka saya ancam akan menceraikan dia jika dia tetap berangkat ke rumah orang tua nya. Saat itu istri saya sempat berpamitan dlu sebelum berangkat. Karena saya pikir dia hanya mnggertak, jd saya berpura2 tdk dengar agar dia tdk brgkat, tp ternyata istri saya tetap berangkat karena merasa sudah mendapat izin dari saya. Selang beberapa lama saya baru tersadar bahwa istri saya telah keluar dari rumah, segera saja saya mnta dia utk segera balik ke rumah agar talak tersebut tdk jatuh.

Tapi istri saya sdh terlanjur naik kendaraan umum dengan hati masih penuh emosi. Dan besok nya saya lgsg datangi rumah orang tua nya yg saat itu sedang tidak ada orang, sehingga tidak ada saksi. pada saat itu saya untuk meminta rujuk dan mengajak nya pulang ke kampung halaman saya, disana saya berusaha merayu agar istri saya bersedia ikut sekaligus memperbaiki keharmonisan rumah tangga kami, namun istri saya tidak bersedia bahkan tetap meminta perceraian dan karena hari itu saya hanya memiliki sedikit waktu sblm jdwal kberangkatan saya ke kampung halaman jd saat itu saya merasa putus harapan untuk merayu nya, sampai akhir nya dengan sedikit emosi saya menantangnya bersalaman sambil berkata " ya sudah.. kalau memang keputusan nya sudah bulat, ayo kita salaman.. deal."

Kata2 itu bertujuan untuk mempertegas bahwa saya kesana ingin memperbaiki hubungan kami, tapi seperti nya dia enggan merespon niat baik saya. Mendengar kalimat saya istri saya terdiam dan balik bertanya " deal untuk apa..?" Dan kalau menurut istri saya, saya jawab dengan spontan "deal.. cerai..".

Karena saya sendiri lupa apakah kata cerai itu memang keluar dari mulut saya atau tidak. Yang saya ingat Istri saya memang mengingatkan kl dia bersedia bersalaman maka talak akan jatuh dan kami akan resmi cerai secara agama.. mendengar itu saya tarik kembali uluran tangan saya dan kami sama2 terdiam. Tapi akhir nya kami sama2 tau bahwa sbnr nya emosi kami berdua memang meluap2, tp perceraian apalagi sampai talak 3 bukan menjadi tujuan kami. Apalagi kami telah di karuniai seorang putra. Pertanyaan nya, apakah tawaran talak saya dengan bersalaman itu sdh termasuk jatuh talak atau tidak..? Jika iya, maka sudah masuk talak ke berapa..? Dan apakah talak 3 ada masa iddah atau tidak.

Mohon arahan nya ustadz, agar kami tidak terjebak dalam ketidak tahuan kami..

Terimakasih ustadz..

JAWABAN

1. Mengiyakan permintaan cerai istri apakah jatuh talak atau tidak, dalam mazhab Syafi'i ada dua pendapat:
(a) Dianggap talak sharih (eksplisit). Menurut pendapat ini maka terjadi talak walaupun anda tidak berniat menceraikannya.
(b) Dianggap talak kinayah (implisit). Menurut pendapat ini maka tidak terjadi talak kecuali apabila disertai niat. Karena anda tidak berniat menceraikannya, maka talak tidak terjadi.

Imam Nawawi dalam Minhaj Al-Tolibin menyatakan:

ولو قيل له استخبارا أطلقتها فقال نعم فإقرار، فإن قال أردت ماضيا وراجعت صدق بيمينه، وإن قيل ذلك التماسا لإنشاء فقال نعم فصريح وقيل كناية .
Artinya: Apabila ditanyakan pada suami "Apakah kamu menceraikan istrimu" Suami menjawab, "Iya" maka itu dianggap ikrar (pengakuan). Apabila suami berkata, "Maksud saya itu dulu, dan sekarang sudah rujuk" maka ucapan suami dibenarkan dengan sumpah. Apabila hal itu dikatakan pada suami untuk kepastian, lalu suami menjawab, "Iya" maka hukumnya menjadi talak sharih, menurut satu pendapat dianggap talak kinayah.

Khatib Al-Syarbini dalam Mughni Al-Muhtaj hlm. 4/528 menjelaskan pendapat kedua (talak kinayah) sebagai berikut:

( وقيل ) هو ( كناية ) يحتاج لنية لأن نعم ليست معدودة من صرائح الطلاق

Artinya: Ucapan "Iya" dianggap talak kinayah yang membutuhkan niat karena "iya" tidak dianggap talak sharih.

Bahkan, dalam mazhab Hanafi dikatakan bahwa mengiyakan (menjawab "Iya") atas pertanyaan 'talak" itu tidak menimbulkan talak sama sekali. Imam Ibnul Hammam dalam Al-Fatawa Al-Hindiyah 8/138 menyatakan :

ولو قاله ـ أي : نعم ـ في جواب طلقني لا تطلق وإن نوى، ولو قيل له ألست طلقتها فقال ( بلى ) طلقت أو (نعم ) لا تطلق والذي ينبغي عدم الفرق فإن أهل العرف لا يفرقون بل يفهمون منهما إيجاب المنفي

Artinya: Kalau suami mengatakan "Iya" sebagai jawaban dari (permintaan istri) "Ceraikan saya!", maka tidak terjadi talak walaupun suami berniat talak. Apabila ditanyakan pada suami, "Bukankah kamu sudah menceraikan istrimu?" Lalu suami menjawab, "Iya, aku telah menceraikannya", tidak terjadi talak karena para ahli tradisi (bahasa) tidak menganggap berpisah; mereka memahami ucapan itu sebagai menjawab pertanyaan negatif (nafi).

2. Taklik talak (cerai kondisional, bersyarat) hanya terjadi apabila yang membuat syarat itu suami, bukan istri. Namun, kalau istri yang membuat persyaratan dan itu lalu disetujui oleh suami, maka hukumnya berlaku sebagaimana hukum mengiyakan permintaan talak istri yakni ada dua pendapat (sharih dan kinayah) sebagaimana dalam jawaban poin 1. Anda bisa mengambil pendapat kedua (talak kinayah) yang mana kalau tidak disertai niat, maka tidak terjadi talak walaupun kondisi atau syarat yang disebut terjadi.

3. Tidak terjadi talak. Karena pokok bahasan utama antara anda dan ibu mertua saat itu adalah kalimat "menitipkan istri" dan pertengkaran anda dengan ibu mertua terkait dengan makna "menitipkan" itu. Jadi, ketika dalam perdebatan itu ada kata "talak" di dalamnya, maka itu tidak bermakna apapun yang berakibat pada perceraian.

4. Talak muallaq atau talak bersyarat itu terjadi kalau syaratnya terpenuhi. Dan syarat dalam kasus anda anda adalah pulangnya istri. Namun kalau istri tidak sengaja memenuhi syarat tersebut karena dia mengira sudah mendapat ijin dari suami, maka tidak terjadi talak.

Al-Bakri dalam Ianah Al-Tolibin 4/23 menyatakan:

ولو علقه بفعله شيئًا، ففعله ناسيًا للتعليق، أو جاهلًا بأنه المعلَّقُ عليه لم تطلق.

Artinya: Apabila suami mentaklik talak istrinya dengan perbuatan sesuatu. Lalu dia melakukannya karena lupa atau tidak tahu bahwa itu adalah syarat yang jadi syarat, maka tidak terjadi talak.

Berapa talak yang sudah terjadi? Setidaknya sudah terjadi talak satu. Ini menurut pendapat jumhur dalam mazhab Syafi'i atau mazhab lain yakni saat anda mengatakan talak pada tahun 2007. Inipun masih terjadi perbedaan di kalangan ulama apabila anda mengucapkannya dalam keadaan marah besar sebagaimana dijelaskan di bawah.

Namun demikian, ada pendapat dari ulama mazhab Hanbali yakni Ibnul Qoyyim dan sebagian ulama mazhab Hanafi bahwa ucapan talak dalam keadaan emosi itu tidak terjadi talak secara mutlak. Apabila mengikuti pendapat Ibnul Qoyyim ini, maka talak sama sekali belum terjadi antara anda berdua karena setiap ucapan talak yang anda keluarkan selalu dalam keadaan emosi tinggi. Lihat detail di sini.

Mungkin ini pendapat yang bisa anda pegang saat ini kalau anda masih ingin melanjutkan hubungan rumah tangga dengannya. Namun pada saat yang sama sebaiknya hindari ucapan talak sebagai sarana untuk mengancam istri; juga hindari mengikuti kemauan istri untuk mengucapkan kata talak. Hubungan rumah tangga dengan ancaman takkan pernah mencapai ketenangan dan kedamaian jiwa. Baca juga: Cara Harmonis dalam Rumah Tangga

Baca detail: Cerai dalam Islam
Read More...

Menceraikan Suami Mualaf

Menceraikan Suami Mualaf
HUKUM ISTRI MINTA CERAI PADA SUAMI MUALAF

Assalamu alaikum wr.wb
Saya mau tanya ustad
Saya wanita berumur 26tahun & suami saya berumur 50tahun,kami menikah tahun 2012 lalu, yang ingin saya tanyakan,

1. apakah jarak umur kami yang terbilang jauh, apakah di mata agama tidak apa2 atau sah?

Saya menikahi suami saya karna cinta, walaupun sudah tua,karna kasih sayang & kebaikannya yang membuat saya cinta sama dia Dan kebetulan dia tadinya beragama budha,tapi sewaktu mau menikah dia masuk islam di salah satu masjid Selama ini dia baik" saja sama saya, keluarga saya, cuma kadang mau saya ajarkan sholat dia cuma nanti2, tapi kalau waktunya saya mau sholat dia ingetin saya sudah sholat apa belum

TOPIK KONSULTASI ISLAM
  1. HUKUM ISTRI MINTA CERAI PADA SUAMI MUALAF
  2. MENIKAH DENGAN PRIA BERTATO
  3. CARA KONSULTASI SYARIAH ISLAM

Lalu waktu ramadhan tiba (ramadhan bersama dia baru 2 tahun, pernah ramadhan gak bareng, lagi keluar negri) cuma puasa saat hari minggu aja kalau libur kerja, itupun cuma 1/2 hari minum lalu disambung lagi, soalnya katanya gak kuat, tapi kalau sholat ied dia selalu ikut, namun akhir2 ini dia agak berubah selama ada bos nya, bos nya itu suka ajakin dia keluar minum2an keras, lalu lanjut pergi karaokean, di tempat karaokean ditemani perempuan, pernah juga saya mendapati di ponsel nya ada nomor perempuan yang ditempat karaoke itu Saya sangat kesal, dan dia minta maaf, namun setiap bos nya datang dari luar negri & ajak dia pergi karaokean&minum2 dia selalu ikut (sudah berlangsung 7x) sekarang dia agak susah dengarkan saya, tapi kalau abis pergi dia selalu meminta maaf, namun saya tetap kessal & tidak suka Pernah saya mengatakan mau pisah aja (tidak mengucapkan cerai) untuk mengancam, namun dia tidak mau Pertanyaan saya

2. apa saya dosa bila minta cerai pak ustad

3. kan saya yang masukin suami saya islam Lalu saya punya kewajiban membimbing nya

4. Lalu kalau saya cerai kan dia trus dia masuk agama nya lagi apa saya dosa
Karna tidak berhasil mengajarkan dia tentang agama islam?

Terima kasih


JAWABAN

1. Perbedaan umur antara suami dan istri yang terlalu jauh tidak ada masalah dalam perspektif syariah. Bahkan di era Rasulullah sendiri banyak para Sahabat Nabi yang menikah dengan perempuan dengan wanita yang usianya jauh lebih muda. Seperti Sahabat Usman bin Affan yang menikah dengan dua putri Nabi (setelah yang pertama wafat). Usia Usman dengan putri Nabi jauh berbeda. Baca: Usman bin Affan

2. Istri minta cerai karena suaminya tidak taat agama -- misalnya suka selingkuh -- hukumnya dibolehkan bukan hanya oleh syariah tapi juga oleh negara. Bahkan menurut syariah, minta cerai karena tidak ada lagi rasa cinta juga dibolehkan. Baca: Istri Gugat Cerai karena Tidak Cinta

3. Pada dasarnya dia masuk Islam bukan karena anda, tapi karena kewajiban syariah seorang pria kafir harus masuk Islam kalau ingin menikah dengan wanita muslimah. Tanpa itu, maka pernikahannya tidak sah dan anda berdua dianggap berzina. Baca detail: Hukum Nikah Beda Agama

4. Tidak berdosa. Dalam rumah tangga Islami, pemimpin rumah tangga itu adalah suami, bukan istri. Oleh karena itu anda tidak punya tanggungan dosa apapun kalau misalnya dia murtad dan kembali ke agama asal.

Hanya saja kalau dia murtad, sementara dia masih jadi suami anda, maka status suami-istri otomatis batal dan anda berdua harus cerai. Suami murtad diberi waktu untuk kembali ke Islam selama masa iddah istri, dan kalau kembali ke Islam selama masa iddah, maka boleh rujuk tanpa akad nikah baru.

Kalau suami murtad setelah terjadi perceraian, maka tidak ada konsekuensi hukum apapun bagi istri yang muslimah. Justru itu menjadi keuntungan bagi si istri karena berhasil dijauhkan dari suami yang kurang baik. Dan ini pelajaran bagi si perempuan muslimah agar tidak asal milih suami. Cinta saja tidak cukup untuk menciptakan rumah tangga yang baik dan menyenangkan. Baca juga: Cara Memilih Jodoh

_____________________



MENIKAH DENGAN PRIA BERTATO

Assalamu’alaikum Ustadz/ Ustadzah.

Dalam waktu dekat saya akan melaksanakan pernikahan dengan seorang lelaki yang kita saling menyayangi, saling mencintai, kami punya tujuan membangun keluarga sakinah, mawadah, warohmah. Kedua keluarga kami juga sudah merestui hubungan kami.

Akan tetapi ada sesuatu yang mengganjal dihati saya, dan dari keluarga saya ada hal yang mereka tidak ketahui. Calon suami tersebut mempunyai tato ditubuhnya, dia sudah membuat tato tersebut sudah lama, jauh sebelum saya bertemu dengannya, dulu pemahaman agamanya menurut saya masih sedikit.

Alhamdulillah sekarang dia sudah bertaubat akan kesalahannya tersebut, dan dia sudah lebih menjadi lebih baik lagi serta tidak akan melakukan perbuatan itu lagi. Sekarang dia sudah belajar sedikit demi sedikit tentang agama Islam lebih dalam.

Yang saya tanyakan,
1. apakah nanti setelah saya menikah dan dia jadi suami saya apakah ibadah ibadah yang kami jalani diterima Allah SWT? Secara dia akan menjadi imam saya setelah saya menikah, dan dia yang akan menuntun saya untuk selalu dapat ridho-Nya. Karena setau saya orang yang membuat tato adalah dosa besar.

Kami sudah ada niatan untuk menghapus tato tersebut, tetapi butuh biaya yang sangat besar, sehingga belum bisa terlaksana karena kebutuhan hidup yang terus menerus dibutuhkan.

Mohon saran dari ustadz/ustadzah apa yang harus saya lakukan, supaya tidak ada yang mengganjal dari hati saya untuk menikah dengan calon suami saya.

Terimakasih, semoga amal ibadah ibadah kita diterima Allah SWT. Aamiin..

Wassalamu’alaikum

JAWABAN

1. Tato adalah dosa. Namun kalau taubat nasuha, maka insyaAllah akan diterima taubatnya dan apabila demikian, maka dia tentu saja pantas untuk menjadi imam anda asal terus menambah wawasan keilmuan agamanya dan perilaku kesehariannya. Jangan sampai ketaatannya hanya sebagai tameng untuk mendapatkan anda dan kembali ke masa lalunya setelah anda sudah berada menjadi miliknya. Sekedar mengingatkan agar berhati-hati. Baca detail: Tato dalam Islam

Baca juga: Cara Memilih Jodoh
Read More...

Rokok Mengandung Darah Babi

Rokok Mengandung Darah Babi
HUKUM ASAP ROKOK YANG MENGANDUNG DARAH BABI

assalamualaikum wr. wb.
Maaf ustad mau bertanya, ada berita menyebutkan bahwa rokok mengandung darah babi, walaupun berita tersebut masih merupakan isu tapi masih ada keraguan bagi saya tentang halal atau tidaknya mengkonsumsi rokok, yang ingin saya tanyakan adalah

1. apabila benar rokok mengandung darah babi bagaimanakah hukumnya bagi perokok pasif yang dilingkungannya memang banyak perokok?
terimakasih atas jawaban yang diberikan ustad
wassalamualaikum wr. wb.

TOPIK KONSULTASI ISLAM
  1. HUKUM ASAP ROKOK YANG MENGANDUNG DARAH BABI
  2. STATUS ANAK ZINA YANG IBUNYA TIDAK MENIKAH SAAT HAMIL
  3. NAZAR SEUMUR HIDUP?
  4. MENGHADAPI MIMPI BURUK
  5. MIMPI KE JERMAN DENGAN PRESIDEN RI
  6. MIMPI MELIHAT MASJID
  7. MIMPI MENIKAH DENGAN ARTIS
  8. MENCARI REZEKI YANG TIMBULKAN EFEK LINGKUNGAN
  9. Cara Konsultasi Syariah Islam


JAWABAN

1. Bagi perokok pasif, maka tidak ada masalah. Najis tidak menular melalui asap rokok. Karena najis itu hanya menular melalui persentuhan fisik dan itupun dalam keadaan basah. Misalnya, kalau kita menyentuh benda najis seperti tahi kambing, maka tangan kita menjadi najis apabila (a) tangan atau tahi kambing itu basah; atau (b) keduanya sama-sama basah. Baca detail: Najis dan cara menyucikan

___________________


STATUS ANAK ZINA YANG IBUNYA TIDAK MENIKAH SAAT HAMIL

Assalamualaikum ustad..

1. Saya mau tanya kalo wanita hamil di luar nikah terus tidak di nikahi apakah anaknya haram?

2. Saya sudah meminta pertanggung jawaban dari ayah biologisnya namun tidak ada respon dan saya mencari seorang yg ingin menikahi saya tapi tidak ada yg mau apakah ustad ada solusi untuk dapat membantu saya??

JAWABAN

1. Namanya anak zina. Nasab anak tersebut hanya pada ibunya saja, dan tidak ada kaitan nasab apapun pada bapak biologisnya. Kalau anak itu perempuan, maka kelak yang menjadi wali nikahnya adalah wali hakim yakni penghulu atau pegawai KUA.

Perlu dicatat, bahwa anak tersebut adalah anak tidak berdosa dan tidak memikul dosa orang tuanya. Apabila dia menjadi muslim yang baik maka dia akan mendapat pahala sebagaimana yang lain; dan apabila melakukan maksiat, maka ia akan mendapat dosa. Apabila ia kafir, maka ia akan masuk neraka. Intinya, soal nasib anak itu, maka itu tergantung pada amalnya.

2. Maaf, kami tidak bisa memberi solusi soal ini. Wanita yang masih perawan saja tidak mudah mencari jodoh, apalagi yang sudah berzina dan ada anak di luar nikah.


___________________


NAZAR SEUMUR HIDUP?

Assalamu'alaikum Ustadz...
Saya pernah bernazar dengan ketentuan saya sendiri, yaitu jika saya nonton film porno, maka saya akan sedekah sebesar Rp. 10.000. tetapi maaf saya suka nonton film action barat yang kadang - kadang tidak sengaja saya lihat di adegannya ada unsur pornografi,,,
1. apakah saya harus membayar nazar saya karena melihat adengan singkat pornografi di film tersebut???

JAWABAN

1. Nazar hanya berlaku satu kali. Kalau terjadi pelanggaran nazar, maka harus membayar kafarat atas satu kali pelanggaran nazar. Baca detail: Hukum Nazar

___________________


MENGHADAPI MIMPI BURUK

Assalaamu’alaik­um Wr. Wb.
saya seorang mahasiswa di universita brawijaya bapak saya ingin bertanya bagaimana pendapat islam tentang mimpi buruk. kemarin malam saya bermimpi sangat mngerikan saya didatangi suatu makhluk saya tidaka tahu itu jin atau bukan. dia erkata kepada saya.sambil mendekat ke tubuh saya . " saya adalah ketakutan terdalammu". saya sangat takut ustad sekalian. saya langsung mengucap al fatihah setelah mimpi tersebut. Untuk mengatasi ketakutan saya apa yang harus saya lakukan ?.
Wassalaamu’alaik­um Wr. Wb.

JAWABAN

Dalam sebuah hadits dikatakan bahwa mimpi buruk itu berasal dari syaitan. Nabi bersabda: "..mimpi buruk itu dari setan. Barangsiapa bermimpi buruk, kemudian meludah ke kiri (tanpa keluar air ludah) tiga kali dan mengucapkan ta'awwudz (yaitu, ucapan audzubillahi minasyaitanirrojim), maka syaitan tidak akan mengganggunya dan hendaknya tidak memberitahu siapapun." Baca detail: Mimpi dalam Islam
___________________


MIMPI KE JERMAN DENGAN PRESIDEN RI

Assalamualaikum Wr. Wb
Saya semalam bermimpi hendak pergi ke Jerman, lalu saya menelpon teman saya yang sudah lebih dulu kesana. Saya pergi ke Jerman dengan Presiden, tapi saya tidak tahu Presiden negara mana, sebelum kami berangkat, kami bersalaman dengan orang - orang besar diantaranya yang saya ingat, SBY, Jokowi & Prabowo. Tapi saya hanya melihat & tidak merasakan, karena saya hanya jadi penonton atas raga saya sendiri. Kami juga photo - photo dengan personel yang akan berangkat, tapi saya
cuma merasa diphoto satu kali, sisanya saya melihat raga saya yang diphoto.

1. Yang terhormat penafsir mimpi tolong tafsirkan mimpi saya.

Saya ucapkan berbanyak terima kasih.

Wassalamualaikum Wr. Wb

JAWABAN

1. Itu mimpi baik. Artinya adalah anda akan mendapat kebaikan dunia dan akhirat dan perilaku dan kondisi sosial ekonomi anda akan semakin membaik. Tentu saja penafsiran ini dengan catatan mimpi anda berasal dari bisikan malaikat, apabila berasal dari diri sendiri atau dari jin, maka tidak ada makna apapun. Baca detail: Mimpi dalam Islam

___________________


MIMPI MELIHAT MASJID

Assalamualikum ustadz, saya mau bertanya tadi malam saya bermimpi sebuah majid di suatu daerah sepertinya itu di daerah bandung, masjid itu sangat indah atap masjid itu diselimuti sebagian awan hitam lalu ada lampu di tengah atap masjid itu, ada orang yang memegang lampu itu kemudian lampu itu jatuh ustad.
mohon jawabannya. Terima kasih
wassalam

JAWABAN

Itu artinya ada seseorang yang melakukan dosa besar namun tidak aibnya tidak diketahui orang lain. Penafsiran ini dengan catatan mimpi anda berasal dari bisikan malaikat, apabila berasal dari diri sendiri atau dari jin, maka tidak ada makna apapun. Baca detail: Mimpi dalam Islam

___________________


MIMPI MENIKAH DENGAN ARTIS

Assalamu'alaikum Wr, Wb.,

Terimakasih pak ustadz atas jawabanya..
Pak ustadz, saya mau tanya lagi tentang mimpi
1."menikah di dalam mimpi dengan teman sendiri" itu artinya apa pak ustadz?
2."menikah dengan artis dalam mimpi" setelah baru saja selesai acara pernikahan, entah mengapa saya pergi meninggalkan dia sendirian, saya pergi bermain dengan teman saya (yang pernah saya impikan jg menikah dengan saya) lalu teman saya memegang tangan saya dan dia (artis) melihat saya dengan wajah yang sedih seperti rasa cemburu lalu saya menatapnya dengan wajah datar. Itu maknanya apa pak ustadz?
Mohon penjelasannya pak usdtadz :) terima kasih...

Wassalamu'alaikum...

JAWABAN

1. Mimpi menikah artinya akan mendapat kenaikan pangkat entah itu promosi jabatan atau kenaikan status sosial di masyarakat. Tingginya kenaikan itu tergantung pada status pasangan yang dinikah. Kalau artis berarti naiknya cukup tinggi. Kalau teman berarti naiknya biasa saja.

Harap diingat, Penafsiran ini dengan catatan mimpi anda berasal dari bisikan malaikat, apabila berasal dari diri sendiri atau dari jin, maka tidak ada makna apapun. Baca detail: Mimpi dalam Islam

___________________


MENCARI REZEKI YANG TIMBULKAN EFEK LINGKUNGAN

Assalamu 'alaikum...

Saya mau bertanya tentang hukum orang yang mencari rejeki tetapi menimbulkan efek yang kurang baik bagi masyarakat, bahkan menjadi bahan omongan orang-orang di sekitarnya,..

Trimakasih...
Wassalamu 'alaikum....

JAWABAN

Kalau yang dijual barang halal dan tidak membahayakan orang lain, maka rejeki yang didapat adalah halal. Adapun faktor efek yang ditimbulkan pada masyarakat, maka itu dapat dikomunikasikan dengan mereka. Idealnya, cari tempat yang jauh dari masyarakat. Baca detail: Bisnis dalam Islam
Read More...

Ingin Berhijab Takut Dibilang Munafik

Ingin Berhijab Takut Dibilang Munafik
INGIN BERHIJAB TAPI TAKUT DIBILANG MUNAFIK

Assalamualaikum,

1. saya ingin bertanya saya ingin berhijab
2. tetapi saya ragu apakah saya bisa menjalankan larangan bagi wanita yang berjilbab seperti tidak memandang lawan jenis, bersentuhan dengan lawan jenis saat berkenalan,
3. saya takut mereka akan mengganggap saya wanita yang munafik, wanita yang sok sholeha,
4. dan saya takut mereka memandang rendah saya karena saya bersikap seperti itu.

Mohon bantuan solusi nya. Trimakasih sekali lagi wassalamualaikum wrb

TOPIK KONSULTASI ISLAM
  1. INGIN BERHIJAB TAPI TAKUT DIBILANG MUNAFIK
  2. SUDAH TUNANGAN TAPI TIDAK CINTA
  3. DITUDUH SUAMI TIDAK PERAWAN
  4. Cara Konsultasi Syariah Islam


JAWABAN

1. Itu niat yang baik. Berhijab atau berjilbab adalah kewajiban setiap muslimah untuk menutupi aurat. Aurat perempuan adalah seluruh tubuh kecuali wajah dan telapak tangan. Baca detail: Aurat Perempuan dalam Islam http://www.alkhoirot.net/2012/11/aurat-perempuan-dan-laki-laki.html

2. Larangan agama itu berlaku untuk semua muslimah baik yang berhijab atau tidak. Bersalaman dengan lawan jenis hukumnya haram bagi yang berjilbab atau tidak. Begitu juga larangan yang lain seperti berpacaran, melakukan kholwat, bergaul bebas antar lawan jenis, dan lain-lain. Salah besar anggapan bahwa pacaran itu boleh bagi yang tidak berjilab dan haram bagi yang berhijab.

Di samping itu, berhijab itu wajib bagi semua muslimah baik dia siap secara mental maupun yang belum siap. Oleh karena itu, bagi wanita yang tidak berhijab, setiap hari dia berdosa karena telah meninggalkan salah satu kewajiban agamanya.

3. Idealnya, seorang wanita berhijab memang harus menyesuaikan diri dalam segi perilaku dan teman bergaul. Kalau belum bisa merubah gaya hidup dan gaya pergaulan secara total, maka lakukan perubahan secara perlahan dan bertahap. Itu akan lebih baik daripada tidak berubah sama sekali.

4. Muslimah yang baik hendaknya memfokuskan rasa takutnya hanya pada Allah. Bukan takut pada sesama manusia. Manusia sifatnya selalu salah dan galau, mengapa takut pada orang yang salah padahal kita dalam posisi yang benar? Takutlah apabila kita melakukan kesalahan. Dan beranilah saat kita melakukan kebenaran. Dan standar benar dan salah yang paling hakiki adalah syariah Islam. Tidak yang lain. Baca detail: Hukum Jilbab dan Hijab http://www.alkhoirot.net/2014/07/hukum-isbal-hijab-dan-jilbab.html

___________________


SUDAH TUNANGAN TAPI TIDAK CINTA

assalamualaikum ustadz, saya sudah bertunangan..sebelum bertunangan saya masih dekat dengan pria lain yang saya cintai, alasan saya menerima pertunangan karena saya dengan tunangan saya pernah melakukan zina dan laki2 yang saya cintai tak kunjung datang.. jadi ketika itu saya tidak banyak berpikir panjang langsung terima saja padahal ada laki2 lain yang saya cintai sampai saat ini..

hingga sekarang sudah 8 bulan bertunangan hati saya tetap kepada pria lain itu.. padahal kami sudah jarang berkomunikasi, tapi ustadz saya merasakan kontak batin dengannya.. sementara dengan tunangan saya tidak.

sekarang saya sudah beraubat dari zina dan saya sangat ingin menikah karna ingin menjaga kehormatan saya, saya sudah malas berpacaran yang tidak ada manfaatnya.

pertanyaan saya :
1. apakah saya salah sudah menerima tunangan saya tanpa ada rasa cinta lagi melainkan hanya karna kami sudah berzina?
2. apakah saya berdosa setelah bertunangan saya masih bertaaruf dengan pria lain?
3. apa yang harus saya lakukan ustadz, saya sudah ingin menikah tapi saya tidak mencintai tunangan saya dan tunangan saya belum cukup umur untuk menikah dan belum mempunyai keahlian dalam ekonomi.?
4.saya sudah shalat istikhoroh selama beberapa puluh kali sampai saat ini tapi hati saya tetap kepada yang lain, apakah mungkin saya tidak berjodoh dengan tunangan saya?
5.saya sudah putuskan keputusan saya nanti setelah idul fitri saya akan kasih jawaban kepada tunangan saya, tapi saya bingung ustadz jika saya menyudahi pertunangan ini, apakah saya akan mendapat pria lain ustadz ? karena banyak yang bilang jika menolak laki2 yang ingin serius , wanita itu jauh dari jodoh.

6.apakah saya salah menyatakan cinta kepada pria yang saya cintai dan mengajak dia untuk menikahi saya? karena saya pun ingin kepastian dari dia. kalaupun dia menolak saya akan menunggu pria lain yang sudah siap menikah.

7. bagaimana cara meyakinkan orangtua saya jika nanti calon saya berstatus duda dan usia berbeda jauh sekali?

terimakasih ustadz atas jawabannya..

JAWABAN

1. Tidak salah. Dan sebaiknya anda meneruskan pernikahan dengannya karena pria yang anda cintai belum tentu rela kalau dia tahu sudah berzina. Lagipula, Cinta bisa hilang dan bisa muncul. Siapa tahu cinta itu akan tumbuh saat anda berdua sudah menikah. Di samping itu, kalau anda memang cinta pada pria yang satunya, maka cara terbaik adalah tidak mengharapkan dapat menikah dengannya di saat anda sudah tidak suci lagi.

2. Iya berdosa.
3. Sebaiknya diteruskan saja sampai pernikahan. Lihat poin 1.
4. Kalau sudah menikah itu namanya jodoh. Sekarang sudah tunangan, berarti dia sosok pria yang paling berjodoh dengan anda. Sementara yang lain belum jelas statusnya.

5. Lihat poin 1. Tapi kalau anda gagalkan pertunangan ini bukan berarti anda jauh dari jodoh. Bisa saja anda akan dapat jodoh yang lain. Namun demikian, pria tersebut akan merasa tertipu kalau tahu anda sudah tidak perawan karena zina. Dan kalau anda jujur mengakui perbuatan itu, maka akan sangat sedikit pria yang bersedia menerima anda sebagai calon istri. Intinya, anda tidak dalam kondisi ideal untuk memilih-milih.

Oleh karena itu, menikah dengan tunangan anda ini adalah jalan terbaik. Kalau toh anda nanti tidak cocok dan bercerai dengannya, maka status anda sebagai janda akan jauh lebih terhormat dan lebih mudah mencari pria terhormat dan soleh daripada status anda sebagai wanita belum menikah tapi sudah tidak perawan karena zina. Ini poin penting yang perlu anda diingat ketika mengambil keputusan nanti.

6. Salah. Kalau sudah tunangan mengapa mengungkapkan cinta pada pria lain?

7. Cara meyakinkan orang tua adalah dengan bercerita jujur bahwa anda sudah tidak lagi perawan supaya orang tua sadar bahwa posisi bargaining anda lemah.

Baca juga: Ingin Menikahi Wanita Tak Perawan Tapi Takut Menyesal http://www.alkhoirot.net/2012/09/hendak-menikahi-wanita-tak-perawan-tapi.html
___________________


DITUDUH SUAMI TIDAK PERAWAN

Asalamualaikum wr wb pak ustad
Saya mau bertanya saya sudah menikah dan pada malam pertama saya darah keperawanan saya tidak ada, suami saya menuduh saya sudah tidak perawan. Saya sudah bersumpah atas nama Allah bahwa saya tidak pernah berhubungan dengan siapapun sebelum saya menikah

Tapi saat saya masih kecil dan pernah terjatuh, maaf (kemaluan) saya tertusuk dan pendarahan mungkin itu penyebab nya tapi suami saya tidak percaya. Bahkan dia ber sumpah kalo kami tidak akan punya keturunan kalo saya masih berbohong. Saya ber sumpah saya tidak pernah melakukan hubungan intim sebelum saya menikah tapi saat ini saya mengandung selalu keguguran,

1. apakah itu tanda saya berbohong?
2. Saya bingung padahal saya tidak berbuat tapi seperti saya berbuat karna ada tanda2 keguguran itu

Saya mohon pencerahan nya ustad dan bagaimana cara menyikapi nya dan cara agar suami saya percaya.

JAWABAN

1. Tidak. Itu bukan tanda anda berbohong. keguguran yang anda derita kaitannya karena faktor medis, tidak ada kaitannya dengan sumpah.

2. Sekali lagi, keguguran yang anda alami tidak ada kaitannya dengan sumpah anda. Kalaupun anda tidak bersumpah tetap saja anda akan keguguran karena kandungan anda lemah. Sebaiknya periksa ke dokter dan ikut nasihatnya agar saat hamil lagi tidak keguguran.

Selain itu, kalau memang ketidakperawanan anda memang karena pernah terjadi kecelakaan / terjatuh saat masih kecil, maka tentunya itulah penyebab yang sebenarnya yang membuat anda tidak perawan pada malam pertama. Kalau memang demikian, maka biarlah Allah yang akan menjadi saksi atas kejujuran anda kalau memang suami tidak percaya.
Read More...

Batasan Fakir Miskin Penerima Zakat

Batasan Fakir Miskin Penerima Zakat
BATASAN FAKIR MISKIN PENERIMA ZAKAT

Assalamualaikum. Mohon pertimbangan. Apakah kriteria seseorang disebut miskin jaman sekarang? Kasusnya adalah seorang bapak gaji 2x UMR, anak 3. Karena banyak biaya, sering berhutang. Termasuk didalamnya cicilan motor baru. Karna kalo ga beli motor dia ga bisa kerja.

1. Apakah beliau termasuk miskin?

TOPIK KONSULTASI ISLAM
  1. BATASAN FAKIR MISKIN PENERIMA ZAKAT
  2. ORANG TUA TAK MERESTUI HUBUNGAN
  3. PERNAH DICUMBU, APA MASIH PERAWAN?
  4. ISTRI MEMBERI UANG AYAH IBU TANPA IJIN SUAMI
  5. Cara Konsultasi Syariah Islam


JAWABAN

1. Termasuk fakir dan berhak dapat zakat.

Dalam Al-Mausuah Al-Fiqhiyah Al-Kuwaitiyah, hlm. 39/307 disebutkan rincian definisi fakir dan miskin yang berhak mendapat zakat menurut keempat mazhab fiqih sbb:


الفقير في اللغة ضد الغني ، وهو من قل ماله ، والفقر ضد الغنى .
وفي الاصطلاح عرفه الشافعية والحنابلة بأنه : من لا يملك شيئا ألبتة ، أو يجد شيئا يسيرا من مال أو كسب لا يقع موقعا من كفايته .

وعرفه الحنفية : بأنه من يملك دون نصاب من المال النامي ، أو قدر نصاب غير نام مستغرق في حاجته

وعرفه المالكية : بأنه من يملك شيئا لا يكفيه قوت عامه .

المسكين :
المسكين عند الحنفية والمالكية : من لا يملك شيئا .
وعند الشافعية : من قدر على مال أو كسب يقع موقعا من كفايته ولا يكفيه .

وقال قوم : إن الفقير والمسكين صنف واحد .

وعند الحنابلة : من يجد معظم الكفاية أو نصفها من كسب أو غيره

Artinya:
Fakir secara bahasa adalah kebalikan dari kaya yaitu orang yang sedikit hartanya. Kefakiran kebalikan dari kekayaan. Dalam istilah ahli fiqih, mazhab Syafi'i dan Hanbali mendefinisikan fakir sebagai "orang yang tidak memiliki sesuatu sama sekali atau memiliki harta atau pekerjaan yang sangat sedikit yang tidak dapat memenuhi kebutuhan.

Menurut mazhab Hanafi: fakir adalah orang yang memiliki harta berkembang tidak mencapai nishab atau mencapai nishob tapi tidak berkembang yang memenuhi kebutuhan.

Menurut mazhab Maliki: fakir adalah orang yang memiliki harta yang tidak mencukupi untuk membeli makanan pokok selama setahun.

MISKIN

Miskin menurut mazhab Hanafi dan Maliki adalah orang yang tidak memiliki harta sama sekali. Sedangkan menurut mazhab Syafi'i adalah orang yang mampu mencari harta atau memiliki pekerjaan yang memenuhi kebutuhannya tapi tidak mencukupi. Menurut sekelompok ulama: Fakir dan miskin sama saja.

Menurut mazhab Hanbali: miskin adalah orang yang memiliki sebagian besar atau separuh kebutuhannya dari pekerjaan atau lainnya.
___________________


ORANG TUA TAK MERESTUI HUBUNGAN

saya wanita sudah 4 tahun menjalani hubungan backstreet, saya dan pacar saya benar-benar ingin menjalani hubungan yang serius bahkan impian sudah diangan-angan sejak dulu

saya sudah coba kenalkan pacar saya kepada orang tua, tapi orang tua tidak merestui hubungan kita dengan berbagai macam alasan, karena fisik, sifat, adanya kesalahpahaman di masa lalu dan alasan lainnya seakan benar-benar tidak ingin merestui hubungan ini

saya kenal betul siapa pacar saya, dia tidak pernah menutupi siapa dirinya. bukan karena saya pacarnya, tapi saya benar-benar tahu apa kelebihan dan kekurangannya, saya nyaman dengannya dan juga semua yang akan menjalani suka dukanya itu kan saya

ada yang mengatakan bahwa "kalau kamu mau berjodoh sama yang kamu harapkan, minta sama yang punya dia. karena jodoh bukan qadha, tapi takdir yang bisa diikhtiarkan"

yang saya tanyakan
1.jika saya terus meminta pada Yang Kuasa, akankah Allah akan membukakan hati orang tua saya? Karena yang saya tahu restu Allah tergantung restu orang tua, dan murkanya Allah karena murkanya orang tua

2. jika memang tidak ada jalan dari doa saya karena tidak ada restu tersebut, maka jika pacar saya dan orang tuanya juga meminta kepada Allah agar dijodohkan dengan saya, akankah Allah akan membukakan hati orang tua saya ?

3. apakah ada cara untuk membuka hati orangtua saya yang benar-benar protektif dan tidak mau tahu dengan perasaan anaknya?

JAWABAN

1. Tidak ada jaminan doa anda akan diterima. Apalagi kalau hubungan anda dengan dia sudah terjadi hubungan yang dilarang Allah seperti kholwat (berduaan) di dalam ruangan atau di luar. Apalagi kalau sudah terjadi percumbuan walaupun belum zina. Cara hubungan seperti ini adalah berdosa. Orang yang berdosa sulit diterima doanya kecuali setelah taubat nasuha.

Di samping itu, Doa adalah salah satu bentuk dari usaha. Maka anda hendaknya tidak hanya mengandalkan doa, tapi juga usaha nyata. Usaha nyata hendaknya bervariasi, tidak hanya komunikasi antara anda, pacar anda dan orang tua. Tapi juga dapat meminta bantuan orang lain yang cukup dihormati orang tua.

2. Sama saja, lihat poin 1.

3. Ada. Senangkan hati orang tua. Ikuti semua keinginannya. Taati semua perintahnya. Jangan ada sedikitpun sikap dan perilaku memberontak pada mereka. Maka anda akan disayang mereka. Ketika mereka sayang, maka apapun akan mereka berikan termasuk restu yang anda inginkan.

Baca juga: Hukum Taat Orang Tua

___________________


PERNAH DICUMBU, APA MASIH PERAWAN?

Assalamualaikum,

saya pernah melakukan ciuman, diraba, bahkan memainkan
*maaf kelamin pacar saya. tapi kami tidak sampai melakukan Penetrasi atau masuknya penis ke dalam vagina. saya sangat menyesalinya tapi
1. apakah saya mash perawan?

JAWABAN

1. Kalau belum ada sesuatu yang masuk ke ms. V. baik jari-jari atau lainnya, maka kemungkinan besar anda masih perawan.

Baca juga:

- Tanda wanita Perawan
- Makna Janda dan Perawan dalam Islam

___________________



ISTRI MEMBERI UANG AYAH IBU TANPA IJIN SUAMI

Assalamu alaikum ustadz.

saya mau bertanya

1. Bagaimana seorang istri memberikan uang ke orangtuanya tanpa ijin suaminya, dan uang itu hasil dari kerja suami/uang bulanan?

2. bagaimanakah sikap istri yang baik kepada keluarga suami?, ustadz suami saya menuntut saya berlaku baik kepada keluarganya memberikan uang sewa pulang kalau keluarganya datang, menjamu dengan baik sedangkan suamiku kurang menghargai orangtuaku, katanya suamiku "saya ini laki-laki wajib kasih uang ke keluargaku, sedangkan kamu perempuan tidak wajib.., aku bingung ustadz dulu kami tinggal didaerahku sikapnya dengan keluargaku cuek, jarang berkunjung, sering aku dilarang kesana kerumah mamaku giliran sekarang kami tinggal di daerahnya/kampung suamiku sebulan 2-3x mengajak kerumah mertuaku... bagaimana sikapku sebaiknya?

3. apakah aku mencontoh sikap suamiku supaya dia juga tahu rasanya digituin. wassalam

JAWABAN

1. Haram memakai uang suami tanpa ijinnya untuk keperluan yang diluar kebutuhan rumah tangga.

2. Sikap yang baik adalah menjaga silaturrahmi dan memenuhi permintaan suami.

3. Tidak perlu balas dendam. Itu namanya anda merendahkan diri sendiri. Biarlah suami berbuat kurang mulia, tapi anda tetap menjaga perilaku yang baik karena itu demi anda sendiri.

Selain itu, Kalau balas dendam dan suami anda marah lalu anda dicerai, apakah anda tidak keberatan? Baca: Cara Harmonis dalam Rumah Tangga

Read More...