Konsultasi Syariah Islam

Konsultasi syariah hanya akan dilayani apabila dikirim via email ke: alkhoirot@gmail.com

Subscribe Us

Suka artikel kami? Dapatkan update terbaru langsung ke email Anda!

ATAU
Subscribe Our RSS Feed

Pendosa Jadi Imam Shalat

Pendosa Jadi Imam Shalat
HUKUM ORANG FASIQ (PEZINA, PEMABUK, PENJUDI) JADI IMAM SHALAT

asslmu'alaikum wr wb.

ustad, di daerah saya ada seorang imam musholah yg berzinah dgn istri tetangganya dan kasusnya hanya sampe di balai desa imam tersebut mengakuinya kemudian selesai secara kekeluargaan tapi sampai saat ini masih aktif jadi imam musholah.

1. yang saya ingin tanyakan apakah di perbolehkan orang seperti itu jadi imam ??

TOPIK KONSULTASI ISLAM
  1. HUKUM ORANG FASIQ (PEZINA, PEMABUK, PENJUDI) JADI IMAM SHALAT
  2. ATAF DAN MAKTUF ALAIH FI'IL APAKAH HARUS SAMA?
  3. MAHABBAH PELULUH SUKMA
  4. CARA KONSULTASI SYARIAH ISLAM


JAWABAN

1. Orang yang fasiq atau pelaku dosa besar hukumnya tetap sah menjadi imam hanya saja makruh baginya menjadi imam. Makruh artinya tidak dianjurkan, artinya lebih baik tidak menjadi imam dan tidak dijadikan imam, namun tetap sah shalatnya. Kalau memungkinkan, petugas masjid atau musholla terkait mencari gantinya. Adapun jamaah yang bermakmum padanya tetap sah dan mendapat fadhilah shalat berjamaah.

URAIAN

Imam Syafi'i dalam Al-Umm 1/ 295 menyatakan:

(وكذلك أكره إمامة الفاسق، والمظهر البدع. ومن صلى خلف واحد منهم أجزأته صلاته، ولم تكن عليه إعادة، إذا أقام الصلاة

Artinya: Makruh imamnya orang fasiq dan pelaku bid'ah yang ditampakkan. Orang yang bermakmum pada mereka hukumnya sah shalatnya dan tidak perlu mengulangi lagi.

Al-Aitah dalam Fiqh Al-Ibadat ala Mazhab al-Syafi'i 1/ 407 menyatakan:

والعدل أولى من الفاسق، وإن كان الفاسق أفقه، على أن الصلاة خلفه تصح

Artinya: Adil itu lebih utama dari orang fasiq walaupun yang fasiq itu lebih pintar agama namun shalat di belakang imam yang fasiq hukumnya sah.

Sementara pada halaman 1/411 disebutkan, walaupun makruh akan tetapi makmum tetap mendapat pahala dan keutamaan shalat berjamaah.

Khatib As-Syarbini dalam Mughnil Muhtaj 1/ 237 menyatakan:

(والعدل أولى بالإمامة من الفاسق، وإن اختص الفاسق بصفات مرجحة، ككونه أفقه أو أقرأ

Artinya: Orang yang adil lebih utama menjadi imam walaupun yang fasiq memiliki kelebihan seperti lebih pintar agama atau lebih fasih bacaannya.

Al-Syairozi dalam Al-Muhadzab 1/ 183 menyatakan:

وتجوز الصلاة خلف الفاسق

Artinya: Boleh shalat bermakmum pada orang fasiq.

Al-Muzani dalam Muktashor Al-Muzani 1/ 26 berkata:

وأكره إمامة الفاسق، والمظهر للبدع. ولا يعيد من ائتم بهما

Artinya: Makruh orang fasiq (pendosa) dan pelaku bid'ah menjadi imam tapi makmum yang bermakmum pada mereka tidak perlu mengulangi shalatnya.

As-Suyuti dalam Ashbah wan Nadzair 1/ 685 menyebutkan siapa saja yang makruh untuk menjadi imam:
من تكره إمامته وهم: ولد الزنا، والفاسق، والمبتدع، واللاحن، والتمتام، والفأفاء، وغير الحر

Artinya: Orang yang makruh menjadi imam adalah: anak zina, fasiq, pelaku bid'ah, tidak fasih, timtam, fakfak, tidak merdeka.

_____________________


ATAF DAN MAKTUF ALAIH FI'IL APAKAH HARUS SAMA?

Sebelumnya saya ucapkan terima kasih atas jawabannya.

Mohon ma’af bukan bermasud mendebat, hanya ingin lebih tahu saja. Saya dapat penjelasan link yang ditunjukkan kepada saya seperti ini:

وَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ وَآتُوا الزَّكَاةَ ثُمَّ تَوَلَّيْتُمْ إِلَّا قَلِيلًا مِنْكُمْ وَأَنْتُمْ مُعْرِضُونَ

Contoh diatas menunjukkan bahwa antara fi’il yang menjadi ma’thuf tidak harus sama dengan fiil yang menjadi ma’thuf alaih. Misalnya saja fiil madhi bisa ma’thuf kepada fiil amr atau fiil mudhari.

Jadi fiil madhi تَوَلَّيْتُمْ menjadi ma’thuf kepada fi'il amr آتُوا yang menjadi ma’thuf alaih.

Sedangkan menurut jawaban Tim Alkhoirot bahwa fi’il yang menjadi ma’thuf harus sama dengan ma’thuf alaih.

1. Apakah lantas dengan keterangan diatas fi'il amr "barik" boleh athaf kepada fi'il madhi "sholla"?

Mohon penjelasan.

JAWABAN

1. Aturan dasarnya tetap seperti itu dalam soal ataf yakni bahwa ataf harus sama dengan maktuf alaih (yang diikuti) dalam segi i'rab dan jenis kata (isim atau fi'il)-nya. Dalam segi fi'il, maka kesamaan itu harus meliputi zaman dan jenis. Hasan Abbas dalam Al-Nahw Al-Wafi 1/62 menyatakan:

ويشترط لعطف الفعل على الفعل أمران:
أولهما: اتحادهما في الزمن؛ بأن يكون زمنهما معا ماضيا، أو حالا، أو مستقبلا؛ سواء أكانا متحدين في النوع "أي: ماضيين، أو: مضارعين" أم مختلفين: فلا يمنع من عطف أحدهما على الآخر تخالفهما في النوع. وإذا اتحدا زمانا.

ثانيهما: اتحادهما إن كان مضارعين في العلامة الدالة على الإعراب -"من حركة أو سكون، أو غيرهما"- ويتبع هذا اتحاد معنيهما في النفي والإثبات؛ فإذا كان المعطوف عليه" مضارعا مرفوعا، أو منصوبا، أو مجزوما، وجب أن يكون المضارع "المعطوف". كذلك وأن يكون معنى المعطوف كالمعطوف عليه في النفي والإثبات؛ فكما يتبعه في علامات الإعراب يتبعه فيهما معنى

Artinya: Syarat dalam ataf fi'il pada fi'il ada dua. Pertama, harus sama dalam zamannya yakni sama-sama madhi (past tense), hal (present tense), mustaqbal (future tense). Baik sama dalam segi jenisnya yakni sama-sama madhi, mudharik atau berbeda. Maka tidak terlarang atafnya salah satunya pada yang lain yang berbeda dalam segi jenis asalkan sama dari segi zaman.

Kedua, apabila mudharik harus sama dalam segi i'rabnya, yakni harkat, sukun atau lainnya, dan mengikuti kesamaan makna keduanya dalam segi positif atau negatif. Apabila maktuf alaih mudharik rafak, atau nashab, atau jazm, maka wajib mudharik yang ataf begitu juga. Dan makna ataf harus seperti maktuf alaih dalam segi nafi (negatif) dan isbat (positif).

Kalau ternyata tidak sama, misalnya fi'il madhi ataf pada fi'il mudharik atau sebaliknya, maka ataf harus ditakwil supaya sama dengan maktuf alaih dalam segi zaman.

Adapun ketidaksamaan antara ataf dan maktuf alaih yang fi'il - yakni penakwilan dan ketidaksamaan- hanya terjadi pada Al-Quran, sedangkan dalam grammatika umum kesamaan itu harus dan biasa diberlakukan secara pasti sesuai aturan yang berlaku.

Jadi, dalam konteks pertanyaan anda, susunan menurut gramatika Arab yang berlaku adalah apabila kalimat pertama dimulai dengan sholla, maka kalimat berikutnya hendaknya memakai kata baaroka (sama-sama fi'il madhi). Apabila kalimat pertama adalah sholli, maka kalimat berikutnya hendaknya memakai kata baarik (sama-sama fi'il amar). Lebih detail lihat di sini

_____________________


MAHABBAH PELULUH SUKMA

Assalamu'alaikum Ustadz
Baru saja saya membaca artikel mengenai jodoh, lalu salah satu artikel yang berasal dari pesantren, menawarkan adanya " Mahabbah Peluluh Sukma" dengan pembayaran mahar sebesar Rp ...... , . Yang bisa di amalkan kepada orang yang kita tuju. Sedangkan pertanyaan saya :
1) apakah itu "Mahabbah Peluluh Sukma", karena salah satu nya ada yang berbahan garam ?
2) melakukan ini dalam islam termasukah syirik? Tapi ini dari seorang Ustadz.
3) kalau saya belum ada orang yang saya tuju, apakah boleh saya amal kan (jika diperbolehkan dalam islam), agar bisa menjadi daya tarik saya untuk mendekatkan dengan jodoh yang di ridhoi Allah.

Terima kasih

JAWABAN

1. Itu adalah semacam hizib yakni ilmu batin atau ghaib. Biasanya ilmu batin memakai khadam / bantuan jin. Baca detail: Khodam Jin

2. Tidak termasuk syirik. Tapi syirik atau tidaknya bukan karena dari ustadz atau bukan, namun karena secara hukum dibolehkan dengan syarat tidak ada ritual yang melanggar aturan syariah seperti menginjak Al-Quran, dan lain-lain.

3. Boleh, karena hukum asalnya boleh. Namun bisa menjadi haram kalau itu dijadikan alat untuk melakukan perbuatan haram.

Baca detail:
- Hukum Ruqyah, Jimat dan Susuk
- Pasugihan dalam Islam
- Hukum Hizib Dan Amalan Kesaktian
- Hukum Hipnoterapi dalam Islam
Read More...

Hubungan Muslim dan Kerabat Non-Muslim

Hubungan Silaturahmi Muslim Non-Muslim

MENJALIN HUBUNGAN SILATURRAHMI ANTARA MUSLIM DAN NON-MUSLIM

Assalamu'alaikum warahmatullah wabarakatu

ustad saya mau tanya,

1. sebenarnya apa hukum seorang mualaf terhadap keluarga yang ditinggalkan seperti orang tua dan yang lainnya..? terputuskah? atau bagaimana ustad? mohon pencerahannya.
terima kasih Wassalamu'alaikum warahmatullah wabarakatu

TOPIK KONSULTASI ISLAM
  1. MENJALIN HUBUNGAN SILATURRAHMI ANTARA MUSLIM DAN-MUSLIM
  2. MENIKAH DI GEREJA
  3. CARA KONSULTASI SYARIAH ISLAM


JAWABAN

1. Hubungan seoramg muslim dengan orang tua yang non-muslim tidak terputus dan seharusnya tetap tersambung. Usahakan tetap ada silaturrahim. Islam membagi hubungan muslim dengan non-muslim dalam dua kategori.

Kategori pertama, hubungan muslim dengan kerabat non-muslim terutama orang tua. Dalam hal ini, Allah berfirman dalam QS Luqman :15 "Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik, dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku". Ayat ini jelas menganjurkan tetap menghormati dan menyambung silaturrahmi pada kedua orang tua.

Dalam hadits sahih riwayat Bukhari dan Muslim

عن أسماء رضي الله عنها قالت: قدمت علي أمي وهي مشركة في عهد رسول الله صلى الله عليه وسلم فاستفتيت رسول الله صلى الله عليه وسلم قلت: قدمت على أمي وهي راغبة أفأصل أمي، قال نعم صلي أمك

Artinya: Dari Asma ia berkata: Aku datang ke ibu saat dia kafir pada masa Rasulullah. Aku lalu bertanya pada Nabi: Aku datang pada ibuku karena dia rindu, apakah boleh aku silaturrahim? Nabi menjawab: Iya, tetaplah berhubungan dengan ibumu.

Dalam kitab Al-Mausuah Al-Fiqhiyah 7/322 dijelaskan:

ومن الواجب على المسلم بر الوالدين وإن كانا فاسقين أو كافرين ، ويجب طاعتهما في غير معصية الله تعالى ، فإن كانا كافرين فليصاحبهما في الدنيا معروفا ، ولا يطعهما في كفر ولا في معصية الله تعالى

Artinya: Salah satu kewajiban seorang muslim adalah berbakti pada kedua orang tua walaupun dia fasiq (pendosa) atau kafir. Dan wajib taat pada mereka di selain perkara maksiat pada Allah. Apabila mereka kafir, maka perlakukan mereka dengan baik di dunia dan jangan mentaati mereka dalam soal kekufuran dan kemaksiatan.

Kategori kedua, menjalin hubungan silaturrahmi dengan non-muslim yang bukan kerabat hukumnya boleh walaupun tidak wajib asalkan mereka berbuat baik pada kita maka kita dianjurkan untuk berbuat yang sama. Dalam QS Al-Mumtahanah 60:8 Allah berfirman:

ا يَنْهَاكُمُ اللَّهُ عَنِ الَّذِينَ لَمْ يُقَاتِلُوكُمْ فِي الدِّينِ وَلَمْ يُخْرِجُوكُمْ مِنْ دِيَارِكُمْ أَنْ تَبَرُّوهُمْ وَتُقْسِطُوا إِلَيْهِمْ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُقْسِطِينَ
Artinya: Allah tidak melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil.

MENDOAKAN ORANG TUA NON-MUSLIM

Islam membolehkan anak muslim mendoakan orangtuanya yang non-muslim dalam dua perkara yaitu (a) mendoakan orang tua dapat hidayah dan masuk Islam; (b) doa berhasil dalam urusan duniawi. Adapun doa yang terkait dengan pengampunan tidak dibolehkan. Imam Nawawi dalam Al-Majmuk, hlm. ا 5/120menyatakan:

وأما الصلاة على الكافر، والدعاء له بالمغفرة فحرام بنص القرآن والإجماع. أما الدعاء له بالهداية، والدخول في الإسلام فيجوز.
وأما الدعاء له بمنافع الدنيا من مال وولد وشفاء ونحوها فلا يجوز إن كان محارباً، وإلا فلا بأس بالدعاء له بذلك، بدليل جواز تعزيته في مصابه حيث كان جاراً بالدعاء له بالإخلاف عليه، ونحو ذلك
Artinya: Mendoakan orang kafir agar diampuni adalah haram dengan dalil Quran dan ijmak ulama. Adapun mendoakan mereka agar mendapatkan hidayah dan masuk Islam maka boleh. Sedangkan mendoakan agar mendapatkan kemanfaatan duniawi seperti harta, anak, kesembuhan dan lainnya maka (a) tidak boleh apabila kafir harbi (sedang memerangi muslim); dan (b) apabila tidak memerangi Islam maka tidak apa-apa mendoakan seperti itu dengan dalil bolehnya berkunjung saat tertimpa musibah yang tentunya dengan mendoakannya..

Namun tidak dibolehkan secara mutlak mendoakan non-muslim setelah mereka wafat berdasarkan pada QS At-Taubat 9:113 "Tiadalah sepatutnya bagi Nabi dan orang-orang yang beriman memintakan ampun (kepada Allah) bagi orang-orang musyrik, walaupun orang-orang musyrik itu adalah kaum kerabat(nya), sesudah jelas bagi mereka, bahwasanya orang-orang musyrik itu adalah penghuni neraka jahanam. "

Ibnu Arabi dalam Ahkamul Quran II/591 menyatakan :

روى ابن عباس { أن رجالا من أصحاب النبي صلى الله عليه وسلم قالوا له : يا رسول الله ; إن من آبائنا من كان يحسن الجوار ، ويصل الأرحام ، أفلا نستغفر لهم ؟ فأنزل الله : { ما كان للنبي } } .
Artinya: Diriwayatkan dari Ibnu Abbas bahwa beberapa laki-laki dari Sahabat Nabi bertanya pada Nabi: Ya Rasulullah sebagian dari ayah-ayah kami adalah orang-orang yang baik pada tetangga dan menyambung silaturrahim, apakah kami tidak boleh memohonkan ampun pada mereka? Maka turunlah ayat QS At-Taubat 9:113 di atas (artinya tidak boleh).

_____________________


MENIKAH DI GEREJA

Assalamualaikum wr wb
Saya seorang pria muslim ,saya sudah mengahmili pacar saya yang beragama nasrani ..kami berdua sangat sayang dan cinta ..pada bulan ini kami baru memberi kabar kepada kedua orang tua kami masing-masing tentang kondisi kita berdua.
Yang saya alami sekarang ,pihak orang tua pacar saya ingin terjadi pernikahan dengan cara di geraja ,sedangkan iman saya beda ,saya takut sekali ,walaupun saya sudah berbuat dosa besar ,tp saya tidak mau menggadaikan iman saya untuk berpaling selain allah swt.karena dosanya akan lebih besar lagi dengan menjadikan saya sebagai orang yang murtad.

Setelah saya diskusikan lagi dengan pacar saya, orang tua pacar saya memberikan toleransi, dengan cara pernikahan secara nasrani, tetapi saya tidak perlu mengimani ajarannya ,intinya orang tua pacar saya hanya ingin melihat saja nikah secara nasrani di gereja . Saya dan pacar saya sangat sayang dan cinta, kami pun tidak mau terpisah, apalagi dengan kondisi kami akan mempunyai keturunan dalam 2 minggu lagi (menurut perkiraan dokter).

1. Yang saya alami sekarang tidak tau hrs bagaimana ,hanya bisa pasrah pada allah dan selalu berdoa. Saya bingung dan takut saat ini , mohon untuk memberi bantuan penjelasan kepada saya dan solusinya .
Wassalamualaikum wr.wb

JAWABAN

1. Kalau anda tetap menjadi muslim, maka upacara di gereja itu tidak ada pengaruhnya. Sama dengan orang muslim masuk ke gereja untuk sekedar jalan-jalan dan lihat-lihat. Kalau anda sayang sama dia, maka anda harus segera menikahi dia dengan cara Islam. Apabila pernikahan Islam tersebut terjadi sebelum anak lahir, maka anak itu bisa menjadi anak sah anda menurut sebagian pendapat. Namun, apabila anda belum menikah secara Islam sampai anak itu lahir, maka dalam Islam anak itu tidak diakui sebagai anak anda sebagai bapak biologisnya, hanya diakui sebagai anak ibunya yang melahirkan sama dengan anak zina pada umumnya.

Adapun hukum masuk Gereja, Ibnu Qudamah dalam Al-Mughni hlm. 8/113 menguraikan pendapat para ulama mazhab sebagai berikut:
فأما دخول منزل فيه صورة فليس بمحرم.. وهذا مذهب مالك فإنه كان يكرهها تنزيها ولا يراها محرمة، وقال أكثر أصحاب الشافعي: إذا كانت الصور على الستور أو ما ليس بموطوء لم يجز له الدخول... ولنا ما روي أن النبي صلى الله عليه وسلم دخل الكعبة فرأى فيها صور إبراهيم وإسماعيل.. رواه أبو داود، وما ذكرناه من خبر عبد الله أنه دخل بيتاً فيه تماثيل وفي شروط عمر على أهل الكتاب أن يوسعوا كنائسهم وبيعهم ليدخلها المسلمون للمبيت بها.... وروى ابن عائذ في فتوح الشام أن النصارى صنعوا لعمر حين قدم الشام طعاماً فدعوه فقال: أين هو؟ قالوا في الكنيسة فأبى أن يذهب، وقال لعلي امض بالناس فليتغدوا، فذهب علي بالناس فدخل الكنيسة وتغدى هو والمسلمون وجعل علي ينظر إلى الصور، وقال:" ما على أمير المؤمنين لو دخل فأكل، وهذا اتفاق منهم على إباحة دخولها وفيها الصور، ولأن دخول الكنائس والبيع غير محرم

Artinya: ... ini merupakan kesepakatan mereka atas bolehnya masuk ke gereja walaupun terdapat gambar dan karena masuk gereja dan melakukan transaksi bisnis tidak diharamkan.

Baca juga: Anak Zina
Read More...

Maksud Cinta karena Allah

Maksud Cinta karena Allah
MAKSUD MENCINTAI KARENA ALLAH

Assalamu'alaikum Ustadz
1. Maksud dari Mencintai seseorang karena Allah itu yang bagaimana ya Ustadz ?
Beberapa kali saya baca artikel bahwa mencintai karena Allah, hanya untuk mendapatkan keridhoan-NYA sehingga jika suatu saat kita kehilangan tidak akan merasa terpuruk sekali. Saya belum bisa memaknai arti yang sebenar nya.
Saya sudah mencoba memperdalam ibadah saya agar semakin khusyuk, agar di berikan petunjuk yang terbaik bagi saya. Namun ketika saya menyadari bahwa laki-laki yang saya harapkan (suka), ternyata tidak memperjuangkan saya, dan justru "mudah" sekali berbicara bahwa dia (sedang di luar pulau) sedang dekat dengan teman kantor nya. Perasaan saya sangat sakit sekarang ini. Hanya satu pihak saja (dari kami) yang ternyata sangat mengharapan kebersamaan. Sedangkan pihak yang lain (dia), justru sedang sibuk dengan kehidupan nya sekarang.

2. Saya harus bagaimana, untuk bisa menghilangkan perasaan suka & sakit ini ?
Iklas yang seperti apa yang bisa saya lakukan?

Terima kasih

TOPIK KONSULTASI ISLAM
  1. MAKSUD MENCINTAI KARENA ALLAH
  2. CARA MENDAPATKAN AKTA CERAI DARI PENGADILAN BAGI PELAKU NIKAH SIRI
  3. SIAPAKAH AHLI WARISNYA
  4. NAZAR MENYEDEKAHKAN GAJI PERTAMA
  5. MEMBAYAR HUTANG PUASA SECARA TERUS MENERUS
  6. WANITA MUALAF NIKAH DENGAN WALI HAKIM
  7. CARA KONSULTASI SYARIAH ISLAM


JAWABAN

1. Dalam bahasa yang sederhana, cinta karena Allah adalah cinta dan sayang pada sesama makhluk yang tidak berlawanan dengan syariah. Itu artinya, apabila wanita dan pria bukan mahram saling mencintai, maka cinta itu harus berada dalam wujud yang syar'i dalam mahligai pernikahan sehingga cinta keduanya menjadi halal. Inilah cinta karena Allah.

Adapun cinta antara dua lawan jenis yang berada di luar pernikahan, maka dirinci sebagai berikut: (a) kalau cinta itu sampai terjadi hubungan fisikal dan terjadi khalwat (berduaan dalam tempat tertutup), maka itu namanya cinta setan karena melanggar syariah; (b) kalau cinta keduanya tidak sampai menjurus ke fisik dan menjaga komunikasi hanya lewat dunia maya (SMS, Facebook) serta dalam komunikasi itu tidak ada ucapan yang melanggar syariah dan menstimulasi syahwat, maka itu bisa disebut cinta yang diridhoi Allah karena tidak ada unsur dosa di situ. Intinya, cinta karena Allah adalah cinta yang tanpa melakukan dosa.

2. Cara terbaik menghilangkan rasa sakit hati akibat ditinggal oleh orang yang dicintai adalah dengan mencari penggantinya. Dan carilah pengganti yang jauh lebih baik darinya terutama dari segi akhlak dan ketaatan beragama. Baca detail: Cara Mudah Mencari Jodoh

_____________________


CARA MENDAPATKAN AKTA CERAI DARI PENGADILAN BAGI PELAKU NIKAH SIRI

Asw ustadz, saya ingin menanyakan cara mendapatkan akta cerai dari pengadilan atas pernikahan siri dimana saya adalah istri kedua. Saya menikah pada tahun 2006, dan saya sudah bercerai sejak tahun 2011 secara agama. Saya telah mengajukan permohonan isbat nikah sekaligus cerai ke pengadilan agama setempat pada tahun 2011. Namun permohonan saya ditolak karena pada saat saya menikah tersebut, suami saya adalah suami yang sah dari seorang wanita lain. Saya bingung harus bagaimana. Pertama saya butuh sekali akta cerai itu untuk pengurusan akte kelahiran anak saya. Kedua, saya butuh akta cerai itu untuk memasukkan permohonan ke KUA jika saya akan menikah lagi secara resmi.. saya berharap ustadz punya solusi untuk masalah yang saya hadapi ini.. syukran ustadz..

JAWABAN

Anda dapat meminta bantuan pegawai PPN desa atau kelurahan tempat anda tinggal untuk mengurus hal ini. Kalau dia tidak mau, cari pegawai PPN di tempat lain atau salah satu pegawai KUA. Di negara kita, semua bisa diurus asal minta bantuan pada orang yang tepat yang punya koneksi khusus dengan kalangan internal pengadilan.

_____________________


SIAPAKAH AHLI WARISNYA

Assamualikum.. Wr.. wb..
Kpd YTH :Bpk/ibu kyai
Pimpinan Pesanteren Alkhoirot

Bismilahhirohman nirrohim.. bersamaan dengan ini ada permasalah yang ingin saya tanyakan, terkait siapa-siapa saja yang berhak menjadi Ahli Waris Menurut Syariat Islam, Berikut latar belakang keluarga saya:
Bapak saya S menikah untuk yang pertama dengan ibu M dah bercerai pada thn 1960 an dan dari pernikahan nya dikarunai 3 org anak,
1 tri sugiarti
2.wati
3.suprapto

dan menikah lagi ke dua dengan ibu sujinah memiliki 4 org ank
1.suparjo
2.supriyanto
3.dwi supriyo
4.novi handayani,

sebagai informasi tambahan :
1. Bapak saya menikah dengan ibu sujinah dengan status duda
2. Harga waris yang ada, diperoleh setelah menikah dengan ibu sujinah
3. Ibu sujinah telah meninggal dunia pada 15 januaari 2015
4. Anak anak dari istri pertama dinafkahi oleh Bapak Sugiyo.

Yang ingin kami tanyakan adalah:
1. siapa siapa saja yang berhak atas Ahli Waris dr bapak sugiyo
2. Berapa porsi pembagian atas Ahli Waris tersebut?
3. Mohon penjelasan dalilnya

saya ucapkan bayak terima kasih atas jawaban dan penjelasan nya

JAWABAN

1. Ahli waris dari harta warisan bapak Sugiyo adalah istri yang masih berstatus sebagai istri saat almarhum wafat yakni dan seluruh anak kandungnya baik dari istri pertama maupun istri kedua. Dalam Islam tidak ada harta bersama suami-istri. Suami dan istri dianggap sebagai individu yang kepemilikan hartanya masing-masing diakui. Jadi, harta milik Bp. Sugiyo tetap miliknya, istrinya tidak otomatis memiliki harta tersebut kecuali ada hibah. Begitu juga, kalau istri P. Sugiyo memiliki harta, maka itu tetap milik istri, suami tidak berhak atasnya. Baca detail: Harta Gono gini dalam Islam

2. Cara dan porsi pembagiannya adalah sebagai berikut:
(a) Istri kedua (ibu sujinah) mendapat 1/8
(b) Sisanya yang 7/8 untuk seluruh anak kandung bapak Sugiyo baik dari istri pertama maupun dari istri kedua dengan cara anak lelaki mendapat bagian dua kali lipat dibanding anak perempuan.

3. Dalil dan info detail lihat: Hukum Waris Islam

_____________________


NAZAR MENYEDEKAHKAN GAJI PERTAMA

Assalamualaikum
Saya mau tanya, apakah saya harus membatalkan nazar atau tidak? Saya beberapa waktu lalu bernazar jika diterima kerja, gaji pertama saya akan saya sedekahkan. Setelah saya baca-baca, ternyata bazar yang semacam itu hukumnya mubah. Saat ini saya belun mendapatkan kerja. Apakah saya tetap menunaikan nazar saya atau membatalkannya?
Wassalanualaikum

JAWABAN

1. Nazar seperti itu hukumnya sah dan wajib dilaksanakan apabila anda sudah mendapat kerja, tidak bisa dibatalkan. Kalau ternyata nanti anda mendapat kerja dan ternyata tidak melaksanakan nazar tersebut, maka anda berkewajiban membayar kafarat atau tebusan beruapa memberi makan 10 orang miskin. Baca detail: Nazar dalam Islam
_____________________


MEMBAYAR HUTANG PUASA SECARA TERUS MENERUS

Aslm alkm wr wb.
Saya heny, seorang perempuan, 27 tahun. Langsung saja saya ingin bertanya kepada pak ustad,

1. bolehkah apabila saya melaksanakan qadha puasa ramadhan secara terus menerus kecuali pada saat datangnya menstruasi bulanan (dalam hal ini ketika masa haid telah berhenti maka saya akan melanjutkan kembali membayar puasa secara terus menerus) mengingat terlalu banyak hutang puasa yang tidak pernah saya bayar selama bertahun tahun. Itu saja pak ustad, terima kasih, wslm alkm wr wb.

JAWABAN

1. Boleh membayar atau mengqadha puasa Ramadan yang ditinggalkan secara terus menerus kecuali pada hari-hari berikut ini: (a) saat haid / nifas; (b) pada hari-hari yang diharamkan untuk berpuasa yaitu hari raya idul fitri, idul adha, hari tasyriq yaitu hari tanggal 11, 12 dan 13 Zulhijah atau 3 hari setelah lebaran Idul Adha. Baca detail: Saat-saat Haram Berpuasa

_____________________


WANITA MUALAF NIKAH DENGAN WALI HAKIM

Assalamualaikum wr.wb ...
Disini saya ingin bertanya apakah nikah siri saya sah menurut agama islam ... di karenakan tidak adanya wali dari pihak saya ... karena semua keluarga saya berbeda agama .. saya menjadi mualaf 2 tahun yg lalu sedangkan semua keluarga saya beragama nasrani ... Saya agak menjadi sedikit khawatir mengenai sah atau tidaknya pernikahan siri saya karena ada yang bilang sah dan ada yang berpendapat tidak sah...

1. Saya mohon pencerahannya sehingga saya dapat dengan tenang dan tidak ragu menjalankan pernikahan ini

Sebelumnya saya ucapkan banyak terimakasih .. Wassalamualaikum wr.wb.

JAWABAN

1. Hukum nikahnya sah dan memang seharusnya anda memakai wali hakim karena seorang wanita muslimah tidak boleh dinikahkan oleh ayahnya yang non-muslim. Dalam situasi seperti ini, maka wali hakim berfungsi sebagai pengganti wali yang asal. Baca detail: Wali Hakim dalam Pernikahan
Read More...

Berobat dengan Cara Batin

Berobat dengan Cara Batin
MENGOBATI PENYAKIT IBU DENGAN CARA ZIKIR, BOLEHKAH?

Assalamualaikum ustadz/ustadzah
Saya mau bertanya, ibu saya berubah drastis sikapnya menjadi seseorang yang lebih Jahat dari sebelumnya, jahat disini terutama terhadap ayah ustadz, memang sebelumnya ibu saya sangat sabar dalam mengahadapi kondisi rumah tangga khususnya ekonomi ustadz, cuman sambil jalannya waktu ibu saya memang sedang ambil spesialis waktu itu, ketika diujung mendekati kelulusan ada pihak ke 3 muncul yg tadinya hanya ingin bekerjasama membangun/membantu klinik ibu saya.

Padahal ayah saya sudah bertahun2 mendampingi ibu sekolah dg sangat berusaha menutupi kebutuhan walaupun memang ibu ikut mengcover kebutuhan rumah tangga, ustadz ibu saya sebelumnya sempat punya rencana ketika sudah lulus akan bangun rumah bla bla bla dengan ayah saya, cuman ternyata kehendak Allah lain, menguji dg adanya pihak ketiga yg membuat keluarga saya berantakkan.

TOPIK KONSULTASI ISLAM
  1. MENGOBATI PENYAKIT IBU DENGAN CARA ZIKIR, BOLEHKAH?
  2. BELI AL-QURAN VIA ONLINE SHOP
  3. WAS-WAS NAJIS ANJING
  4. BAGIAN WARIS UNTUK AYAH DAN IBU
  5. BAGIAN WARIS ISTRI DAN ANAK LAKI DAN PEREMPUAN
  6. CARA KONSULTASI SYARIAH ISLAM

Ayah saya menemui kyai di jatim saat itu, bertanya kenapa istri saya bisa seperti itu,ternyata kyai menjawab istri bapak kena ilmu guna2 dari orang ini (orang ketiga), dia jahat pak, cuman ingin memanfaatkan uang istri bapak. Memang sebelumnya ibu saya juga sering mengeluh kenapa ayah seperti itu, menurut ibu ayah kurang maksimal mencari uang, itu yg menjadikan ibu sakit hati ditambah dengan ilmu guna2 yg membuat membenci suaminya dan melupakan anak2nya.

Hari demi hari saya blm begitu percaya terhadap kyai karena saya tau org islam tidak boleh mendatangi atau mempercayai apapun selain Allah, itu termasuk syirik. Nah lalu suatu saat ayah saya dikenalin dari temennya ayah yg bisa melihat seperti itu juga, lalu bilang pak istri bapak sudah kena namanya buluh perindu, orang ini main dukun, dukunnya dari tangerang, dia mendapatkan buluh perindu dari kalimantan seharga 600rb. Lalu mencoba mendekati istri bapak dan mungkin memanfaatkannya tapi tidak untuk dijadikan istri, tapi ibu saya pun mata sudah tertutup dengan semua, menurutnya laki2 itu (org ketiga) lebih bisa membahagiakan ibu, mencukupi kebutuhan ibu, dan lain lain.

Orang itu terlihat kaya, sholeh,dan lain lain. didepan ibu, itu menjadikan hati ibu semakin luluh terhadap orang itu. Lalu temennya ayah bilang, pak istri bapak dari ujung kepala sampai kaki udh dimasukkin buluh perindu lewat media makanan, katanya orang ketiga ini sebenernya punya istri dan 1 anak.

1. Nah disini ustadz, temen ayah yg bisa melihat mencoba ingin membantu lewat media makanan, katanya akan di ritualkan dzikir sehari semalam jam 12 sampai jam 2 lah. Nah saya sebagai anak hanya menuruti perintah ayah, tapi disisi lain takut untuk menyeleweng kaidah agama, gimana baik nya ustadz? karena saya pun sebelumnya sudah berdoa untuk ibu supaya dijauhkan dari syaitan, tapi juga belum ada perkembangan. Ibu saya selalu menjelek2an ayah saya. Maaf ustadz sebelumnya, terimakasih kalo udh mau membantu mencarikan solusi dari pandangan islam.

Wassamualaikum wr wb


JAWABAN

1. Apa yang dilakukan teman ayah anda untuk mengobati ibu anda itu dibolehkan dalam agama selagi tidak ada tatacara yang melanggar atau bertentangan dengan syariah Islam. Berobat ada banyak cara, baik cara zahir maupun cara batin. Keduanya diperbolehkan dalam Islam selagi tidak ada perilaku yang menyimpang di dalamnya. Yang dimaksud perilaku menyimpang, misalnya, menginjak Al-Quran atau memaki Allah dan Rasul-Nya atau dengan cara harus berzina dengan tabibnya dll, kalau yang ini tidak boleh dan haram. Kalau cara untuk mengobati itu berupa bacaan ayat-ayat Quran atau zikir, maka tidak ada masalah dan dibolehkan. Adapun pendapat yang mengatakan bahwa pengobatan secara batin itu syirik secara mutlak itu tidaklah benar dan biasanya dihembuskan oleh kalangan Wahabi Salafi yang terkenal sempit dalam berpendapat.

Baca detail:
- Hukum Ruqyah, Jimat dan Susuk
- Pasugihan dalam Islam
- Hukum Hizib Dan Amalan Kesaktian
- Hukum Hipnoterapi dalam Islam
_______________________


BELI AL-QURAN VIA ONLINE SHOP

Bismillahirahmanirahim..

Assalamualaikum wa rahmatullahi wa barakatuh.

Saya ingin bertanya mengenai membeli alquran secara online. Apakah dosa, kalau saya membeli alquran di online shop karna mengingat barang yang dibeli melalui online shop itu akan dikirim melalui expedisi dari kota penjual ke kota pembeli. Sedangkan paket kiriman ekspedisi itu di banting-banting seenak pekerjanya. Mohon penjelasannya.

Terimakasih sebelumnya. Mudah-mudahan ustadz/ustadzah selalu dalam perlindungan ALLAH SWT. wassalamualaikum wa rahmatullahi wa barakatuh

JAWABAN

Dalam konteks dibanting-banting pekerja bongkar muat, maka tidak ada bedanya antara membeli Al-Quran di toko terdekat dengan membeli secara online karena keduanya sama-sama akan mengalami perlakuan yang serupa dari kuli bongkar muat. Intinya, pembeli tidak bertanggung jawab pada perlakuan kuli yang mengantarkan Quran tersebut. Dengan kata lain, pembeli tidak berdosa. Karena itu di luar kekuasaan pembeli. Yang terpenting dalam jual beli adalah apakah jual belinya sudah memenuhi syariah Islam? Bisnis yang memenuhi syarait Islam antara lain adalah apabila tidak ada tipuan, tidak ada riba, saling rela. Baca detail: Bisnis Islam

_______________________


WAS-WAS NAJIS ANJING

Assalamualaikum ustadz
saya ingin bertanya mengenai najis anjing sampai mana najis ini menular? Begini ustadz ditempat kerja saya terkadang ada anjing dan naik kelantai meninggalkan jejak kaki anjing, oleh cleaning servis lantai tiap hari dipel secara biasa dan jejak anjing juga sudah tidak ada lagi..

1. pertanyaan saya apakah seluruh lantai tertular najis mugholazoh karena dipel?
2. Kemudian jika kita menginjak lantai itu lalu kita masuk keruangan lain apakah ruangan lain itu tertular najis mugholazoh juga dari sepatu kita?
3. Dan jika lantai ruangan lain itu di pel akhirnya menular lagi najis itu keseluruh lantai ruangan itu? bagaimana ini ustadz?

Mohon pencerahannya karena keawaman saya, saya tidak faham ....terus terang saya jadi stress tiap kerja hati saya jadi gundah saya juga jadi khawatir karena ujung pakaian saya kadang terkena lantai apakah najis juga pakaian saya? dan harus disertu ? dan sepatu saya harus disertu juga? Apa tidak perlu? Karena sebenarnya kan tidak terkena langsung najis anjing hanya was was lantainya seluruhnya tertular najis mugholazoh gara-gara di pel dan semua yang kena lantai itu jadi tertular najis mugholazoh juga
Terimakasih ustadz mohon pencerahannya

JAWABAN

1. Iya. Najis yang belum disucikan akan menular ke tempat lain apabila basah.
2. Iya, ruangan lain juga terkena najis yang sama apabila basah. Apabila sepatu anda kering, maka najis itu tidak menular ke tempat lain.
3. Solusinya bagi anda yang berada dalam situasi yang tidak bisa memilih adalah mengikuti mazhab lain. Najisnya anjing sebagai najis berat (mugholazoh) adalah menurut mazhab Syafi'i. Sedangkan menurut mazhab Hanafi dan Hanbali, yang najis dari anjing itu hanya air liurnya. Malah menurut mazhab Maliki, anjing itu tidak najis sama sekali termasuk air liurnya. Baca detail: Najis Anjing menurut 4 Mazhab

Anda bisa pindah mazhab khusus soal najis anjing saja karena kebutuhan. Sedangkan masalah lain tetap ikut mazhab Syafi'i. Baca detail: Talfiq dalam Islam

_______________________


BAGIAN WARIS UNTUK AYAH DAN IBU

assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

seorang laki-laki meniggal dunia pada tanggal 6 mei 2015 tanpa anak.
adapun status ahli waris sebagai berikut :

1. ayah kandung masih hidup
2. ibu kandung masih hidup
3. istri
4. 4 saudara perempuan

harta yang ditinggalkan :

1. berupa tabungan 100 juta rupiah
2. 1 unit motor honda vario 2014
3. hutang cicilan motor kurang lebih 9 juta

dan salah satu kerabat berhutang uang kepada almarhum tanpa
sepengetahuan istri almarhum,

apakah jika hutang dibayarkan termasuk ke dalam harta waris dan siapa
saja yang mendapat warisan dan berapa bagian warisannya?

terima kasih

JAWABAN

1. Ahli waris dan bagian warisannya dalam kasus di atas adalah sebagai berikut:
(a) Istri mendapat 1/4 = 3/12
(b) Ayah mendapat 1/3 = 4/12
(c) Ibu mendapat 1/3 = 4/12
(d) Total = 11/12. Sisanya yang 1/12 dibagikan lagi pada a, b, c sesuai proporsinya.

Adapun keempat saudara kandung perempuan tidak mendapat bagian waris sama sekali karena terhalang oleh adanya ayah.

CATATAN:

- Harta yang dibagikan adalah harta yang masih menjadi hak milik dari almarhum baik yang berupa harta cash, barang, atau yang masih dipinjam orang lain.

- Sebelum dibagikan, harta almarhum harus dipotong lebih dulu untuk biaya pemakaman dan hutang. Baca detail: Hukum Waris Islam


_______________________


BAGIAN WARIS ISTRI DAN ANAK LAKI DAN PEREMPUAN

Ass Wr Wb.
Menanyakan tentang Waris : Berdasarkan Hukum waris secara Islam.

Data Pewaris :
Seorang Suami Telah Meninggal dunia Th 2006. Harta yang diwariskan senilai Rp. 3.205.321.000. Berupa beberapa Tanah dan Bangunan.

Data Ahli Waris masih Hidup Saat Pewaris Meninggal Dunia thn 2006.

- Satu Orang Istri. ( Hubungan terhadap anak anak dari Pewaris adalah Ibu Tiri ).
- Tujuh Anak Laki-laki ( anak kandung Pewaris dari istri pertama ( meninggal th 1973).
- Dua anak Perempuan.( anak kandung pewaris dari istri pertama ( meninggal th 1973).
Istri ( ibu tiri ), tidak mempunyai anak, (Kerabat yang ada adalah kemenakan , anak dari almarhumah kakak perempuannya) terdiri dari Empat orang perempuan dan Dua orang Laki-laki.

Pertanyaan.

1. Berapa nilai waris yang diterima oleh para ahli waris ?
2. Ibu tiri saat ini menempati rumah tinggal ( termasuk harta waris senilai Rp. 400.665.125,- )
Ibu tiri tersebut kebetulan sudah sepuh, Bagaimana dengan asset waris yang diperolehnya tersebut jika Ibu tiri tersebut kelak meninggal dunia , bagaimana perlakuan terhadap hartanya.? ( karena anak-anak yang ada adalah anak tiri )

Terima kasih atas penjelasannya .

Wassalamualaikum Wr wb

JAWABAN

1. Dalam kasus di atas ahli waris dan nilai warisannya adalah sebagai berikut:
(a) Istri mendapat 1/8 (seperdelapan) x seluruh harta warisan
(b) Sisanya yang 7/8 dibagikan kepada seluruh anak kandung laki-laki dan perempuan di mana anak laki-laki mendapat bagian dua kali lipat dari anak perempuan. Cara sederhananya: Jadikan harta menjadi 16 bagian. Ke-7 anak lelaki masing-masing mendapat 2 bagian; sedang ke-2 anak perempuan masing-masing mendapat 1 bagian.

2. Kalau rumah yang ditempati ibu tiri itu masih menjadi milik ayah maka ia merupakan barang warisan, maka ia harus dibagikan juga kepada ahli waris lain. Namun, kalau sudah dihibahkan kepada ibu tiri saat ayah anda masih hidup, maka tidak termasuk harta warisan.

Adapun kalau ibu tiri meninggal, maka yang akan mendapat warisan adalah kerabatnya yang masih hidup yakni keponakannya (anak dari almarhumah saudaranya). Cara pembagiannya nanti adalah langsung dibagikan dengan sistem yang lelaki mendapat bagian dua kali lipat dari yang perempuan. Caranya, pecah harta tersebut menjadi 8 bagian. Kedua ponakan laki-laki masing-masing mendapat 2 bagian, sedang ke-4 anak perempuan masing-masing mendapat 1 bagian. Baca detail: Hukum Waris Islam

CATATAN:

- Sebelum dibagikan, harta almarhum harus dipotong lebih dulu untuk biaya pemakaman dan hutang.
Read More...

Hukum Istri Minta Cerai karena Tak Cinta

Hukum Istri Minta Cerai karena Tak Cinta
HUKUM ISTRI MINTA GUGAT CERAI KARENA TIDAK CINTA, HALAL ATAU HARAM?

Assalamu'alaikum ustad....saya mau tanya.
Saya ibu rumah tangga, mempunyai anak 2 yang pertama perempuan umur 16 tahun yang kedua laki-laki umur 8 tahun. Empat tahun yang lalu suami saya menikah lagi dengan seorang perempuan. Karyawannya di pabrik. 1 tahun dari pernikahan itu saya baru tau kalo suami saya menikah lagi dan ternyata sudah punya anak. Selama 3 tahun ini saya mencoba bertahan karena suami saya janji akan melepaskan istri mudanya. Tetapi janji itupun tidak kunjung dipenuhi dari 3 tahun yang lalu, hati saya sudah tidak bisa menerima lagi kondisi ini, saya meminta suami saya menceraikan saya kalau dia tidak bisa menceraikan istri mudanya, tetapi tidak pernah digubris oleh suami saya.

TOPIK KONSULTASI ISLAM
  1. HUKUM ISTRI MINTA GUGAT CERAI KARENA TIDAK CINTA, HALAL ATAU HARAM?
  2. WASIAT AYAH SUPAYA WARISAN DIBAGI RATA
  3. HARTA WARIS BUKAN GONO GINI
  4. CARA KONSULTASI SYARIAH ISLAM

Karena itulah saat ini saya mengajukan gugatan cerai ke pengadilan agama, suami saya selalu bilang wanita yang minta cerai dari suami tidak akan mencium baunya surga dan suami punya hak menikah lagi sampai 4 kali bahkan tanpa ijin istrinya.
Yang mau saya tanyakan Pak ustad :
1. Apa saya termasuk golongan wanita yang tidak akan bisa mencium baunya surga karena menggugat cerai?
2. Bagaimana hukumnya pernikahan suami saya dengan istri mudanya karena semua suratnya dipalsukan agar dia bisa menikah?
3. Bagaimana pembagian harta gono gininya nanti karena suami saya memiliki perusahaan yg sahamnya 30% milik saya dan 70% milik suami saya tetapi yang mengurus suami saya?
4. Apa betul laki-laki boleh menikah lagi tanpa seijin istrinya dan apakah itu sah?
5. Selama ini saya tidak pernah diberikan nafkah dari gaji suami saya, saya dan anak-anak saya hidup dari gaji saya dari perusahaan karena saya ada saham 30%, apakah termasuk kriteria saya tidak dinafkahi?
Mohon jawabannya Pak ustad. Terima kasih. Wassalamu'alaikum


JAWABAN

1. Ada dua hadis yang terkesan berlawanan. Pertama يalam sebuah hadits sahih riwayat Abu Dawud Tirmidzi, Ibnu Hibban dari Tsauban, Nabi bersabda:

أَيُّمَا امْرَأَةٍ سَأَلَتْ زَوْجَهَا طَلاقًا فِي غَيْرِ مَا بَأْسٍ فَحَرَامٌ عَلَيْهَا رَائِحَةُ الْجَنَّة

Artinya: Perempuan yang meminta cerai pada suaminya tanpa sebab maka haram baginya bau surga.

Hadits kedua juga hadis sahih riwayat Bukhari dari Ibnu Abbas:

عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ رضي الله عنهما أَنَّ امْرَأَةَ ثَابِتِ بْنِ قَيْسٍ أَتَتْ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَتْ : يَا رَسُولَ اللَّهِ ثَابِتُ بْنُ قَيْسٍ مَا أَعْتِبُ عَلَيْهِ فِي خُلُقٍ وَلا دِينٍ ، وَلَكِنِّي أَكْرَهُ الْكُفْرَ فِي الْإِسْلَامِ. فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : (أَتَرُدِّينَ عَلَيْهِ حَدِيقَتَهُ ؟ قَالَتْ : نَعَمْ . قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : اقْبَلْ الْحَدِيقَةَ وَطَلِّقْهَا تَطْلِيقَةً).

Artinya: Dari Ibnu Abbas r.a. diceritakan: Istri Tsabit bin Qais datang menemui Rasulullah dan ia berkata: “Wahai Rasulullah, aku tidak mencela suamiku Tsabit bin Qais baik dalam hal akhlak maupun agamanya. Hanya saja aku khawatir akan terjerumus ke dalam kekufuran setelah (memeluk) Islam (karena tidak dapat menjalankan kewajiban sebagai istri)”. Rasulullah bersabda:” Apakah kamu bersedia mengembalikan kebun itu kepada suamimu? Wanita itu menjawab: “Saya bersedia”, lalu Rasulullah berkata kepada suaminya: “Ambilah kebun itu dan ceraikan istrimu”

Dalam hadits pertama Nabi melarang istri meminta cerai tanpa sebab yang dapat dibenarkan. Sedangkan dalam hadis kedua, seorang Sahabat wanita meminta cerai dari suaminya tanpa menyebutkan sebab apapun bahkan ia memuji akhlak dan agama suaminya dan Nabi mengijinkan dan menyuruh suaminya menceraikannya.

Kesimpulan yang dapat diambil dari hadis di atas adalah bahwa memang betul tidak boleh istri meminta cerai pada suami tanpa sebab yang dibenarkan syariah. Artinya, kalau istri melakukan gugat cerai karena sebab yang syar'i, maka itu dibolehkan. Dan termasuk sebab atau alasan yang dibolehkan bagi seorang istri untuk meminta cerai pada suami adalah apabila tidak ada lagi rasa cinta dan sayang yang dimiliki istri pada suaminya sebagaimana secara jelas digambarkan dalam hadis kedua. Termasuk sebab yang syar'i adalah istri tidak suka karena perilaku suami yang tidak taat agama, atau tidak suka pada kepribadiannya, atau istri merasa tidak mampu tinggal bersamanya walaupun suami bagus pekertinya dan taat pada agama. Baca detail: Cerai dalam Islam

2. Pernikahannya sah asal memenuhi syarat dan rukun nikah yakni adanya wali, dua saksi dan ijab kabul.
3. Baca detail: Pernikahan Islam
4. Betul dan sah.
5. Suami wajib memberi nafkah pada istrinya walaupun si istri kaya. Baca detail di sini.

_______________________


WASIAT AYAH SUPAYA WARISAN DIBAGI RATA

Assalamu'alaikum Warahmatullahi wabarakatuh.

Saya laki-laki, umur 41 tahun. Saya punya 2 saudara perempuan kandung. Kedua orang tua kami sudah meninggal Ibu saya meninggal April 2002 dan Ayah saya meninggal dunia pada Februari 2005. Kakek dan nenek saya dari Ayah maupun Ibu sudah meninggal dunia

Adapun status ahli waris sebagai berikut:

a. 1 anak laki-laki (saya) dan 2 anak perempuan (saudara kandung saya)
b. Wasiat disampaikan secara lisan kepada bude saya (istri dari kakaknya
ayah saya), tanpa sepengetahuan anak-anaknya (saya dan kedua saudara
perempuan saya). Isi wasiat "Harta peninggalan orang tua (rumah dan 1 buah mobil) dibagi sama rata.

1. Bagaimana pandangan Islam terhadap isi wasiat dari Ayah saya. Bagaimana
seharusnya pembagian harta warisan menurut Islam.

2. Yang mau saya tanyakan, bagaimanakah cara pembagian warisan secara Islam, karena saya buta tentang masalah ini. Mohon disertakan juga dalil-dalilnya, mengingat, kami para ahli waris ingin mengetahui lebih mendalam tentang masalah pembagian warisan ini.

Mungkin saya cerita sedikit, pada saat Bapak saya meninggal, beliau hanya mewasiatkan secara lisan kepada kakak ipar dari beliau (Bude), sehingga tidak ada bukti secara tertulis. Dan harta peninggalan dari Bapak saya adalah sebuah rumah dan sebuah mobil. Rumah saat ini ditempati oleh kakak perempuan saya yang kedua, sedangkan mobil saat ini dipegang saya. Dan pada saat Bude saya dulu menyampaikan wasiat Bapak, ada kesan bahwa kedua Saudara saya tidak yakin dengan apa yang disampaikan Bude, dan menganggap angin lalu, sampai sekarang.

Nah, saya khawatir apabila saya tidak punya dasar untuk menyampaikan hal ini ke ahli waris yang lain, maka terjadi salah paham, mengingat ilmu kami tentang warisan ini masih dangkal.

Mohon penjelasannya, terimakasih sebelumnya.

Wassalamu'alaikum Wr Wb

JAWABAN

1. Wasiat seperti itu tidak berlaku karena bertentangan dengan hukum waris Islam. Wasiat pewaris yang berlaku adalah apabila berupa pemberian harta kepada seseorang yang bukan ahli waris asalkan tidak lebih dari 1/3 harta. Baca detail: Wasiat Bukan Harta

2. Seluruh harta dibagikan kepada ketiga anak kandung di mana anak lelaki mendapat dua kali lipat dibanding anak perempuan. Cara yang sederhana adalah jadikan harta tersebut menjadi 4 bagian: anak lelaki mendapat 2, sedang kedua anak perempuan masing-masing mendapat 1 bagian. Baca detail: Hukum Waris Islam

_______________________


HARTA WARIS BUKAN GONO GINI

Assalamualaikum WrWb
Saya N 38 tahun mau bertanya. Jika seorang ayah (anak tunggal) sudah meninggal mempunyai rumah waris dari ayahnya sudah meninggal. berarti rumah itu harta bawaan dari ayah.

1. setelah berumah tangga bagaimana hukum waris dari rumah bawaan tadi karena bukan harta gono gini ayah mempunyai
- istri
- anak perempuan menikah
- anak laki (meninggal belum menikah)
- anak laki (meninggal belum menikah)
- anak perempuan menikah
- anak laki menikah
- anak laki belum menikah
- anak laki sudah menikah

Demikian terima kasih Wassalamualaikum WrWb

JAWABAN

1. Dalam Islam tidak ada harta gono gini secara otomatis. Dalam kasus di atas, rumah bawaan itu menjadi harta milik ayah sepenuhnya dan menjadi harta warisan kecuali kalau dalam merenovasi rumah itu ada harta istri yang ikut, maka apabila demikian harta istri harus dipisah lebih dulu. Adapun cara pembagian warisan adalah sebagai berikut: (a) istri mendapat 1/8 (seperdelapan); (b) sisanya yang 7/8 dibagikan kepada seluruh anak kandung yang masih hidup saat ayah meninggal di mana anak lelaki mendapat bagian dua kali lipat dibanding anak perempuan. Baca detail: Hukum Waris Islam

Baca juga: Harta Gono gini dalam Islam
Read More...

Hukum Tidak Shalat karena Malas

Tidak Shalat karena Malas
HUKUM TIDAK SHALAT DENGAN SENGAJA KARENA MALAS

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Ustadz, saya ingin bertanya, teman saya pernah bertanya tentang hadist Yang mengatakan "apabila seseorang meninggalkan sholat yang wajib dengan sengaja, maka janji allah terlepas darinya (HR AHMAD, NO. 22128) "pertanyaan saya
1. Apakah hadist tersebut benar
2. Terus untuk mengganti kesalahan tsb gimana caranya? Apakah dgn tidak mengulangi nya lagi sudah bisa selesai? Atau harus melakukan sesuatu dulu? Atau membayar denda?
Terima kasih pak ustadz assalammualaikum warohmatullahi wabarokatuh

TOPIK KONSULTASI ISLAM
  1. HUKUM TIDAK SHALAT DENGAN SENGAJA
  2. HUKUM UANG RECEH PELANGGAN YANG TIDAK DIKEMBALIKAN
  3. HIDUP SIAL KARENA DISUMPAHIN
  4. SUAMI TAK BERI NAFKAH LAHIR DAN JARANG NAFKAH BATIN
  5. CARA KONSULTASI SYARIAH ISLAM

JAWABAN

1. Benar. Versi lengkap hadits tersebut adalah sebagai berikut:

لا تترك الصلاة متعمدا ، فإنه من ترك الصلاة متعمدا فقد برئت منه ذمة الله ورسوله

Hadits ini diriwayatkan oleh Ahmad dan Tabrani. Al-Kanani dalam kitab Al-Talkhis Al-Habir, hlm. 2/811 menjelaskan bahwa hadis ini dhaif, namun ahli hadis lain menyatakan ia sahih lighairihi. Karena, banyak hadis lain yang sahih dengan nada serupa yakni bahwa meninggalkan shalat fardhu dengan sengaja adalah dosa besar.

Terkait status hukum orang yang tidak shalat dengan sengaja namun masih mengakui atas wajibnya, ulama mazhab empat berbeda pendapat: ada yang menyatakan kafir namun ada yang menyatakan dosa besar saja.

Namun, ulama sepakat bahwa orang yang meninggalkan shalat karena membangkang atau meremehkan atau ingkar atas wajibnya shalat, maka ia kafir dan dihukumi murtad karena wajibnya shalat itu hal yang sudah diketahui secara pasti oleh semua muslim. (Lihat, Ibnu Abdil Barr dalam Al-Istidzkar, hlm. 2/149)
ا
Adapun orang yang meninggalkan shalat karena malas dan secara sengaja, maka menurut mazhab Hanbali hukumnya kafir dan murtad dari Islam. Di negara Islam, orang seperti ini harus (a) dibunuh; (b) apabila meninggal maka jenazahnya tidak boleh dimandikan, tidak dikafani dan tidak dimakamkan di pemakaman muslim (Lihat, Ibnu Qudamah, Al-Mughni, hlm. 2/156, 2/444).

Menurut mazhab Syafi'i dan Maliki, orang tersebut harus disuruh bertaubat lebih dulu, apabila tidak mau bertaubat baru dibunuh sebagai hukuman, bukan karena kafir (Referensi mazhab Syafi'i lihat, Nawawi dalam Al-Majmuk 3/17-19; Raudah al-Tolibin, 2/146; referensi mazhab Maliki lihat, Al-Khottob, Mawahib Al-Jalil, 1/420-421, Al-Kukhurasyi alal Khalil, 1/227-228).

Menurut mazhab Hanafi, hukumnya fasiq, bukan kafir. Fasiq itu derajatnya antara iman dan kufur sebagaimana zina muhson. Hukumnya berupa penjara dan dipukul sampai taubat atau mati di penjara (Lihat, Hasyiyah Ibnu Abidin, 1/352-353). ِ Analisa detail lihat di sini (bahasa Arab).

2. Untuk mengganti kesalahan adalah dengan (a) mengqodho seluruh shalat yang ditinggalkan; dan (b) bertaubat nasuha. Baca detail: Cara Taubat Nasuha
_______________________


HUKUM UANG RECEH PELANGGAN YANG TIDAK DIKEMBALIKAN

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakkatuh. Ustasdz nama saya R. Saya bekerja diperusahaan bergerak di bidang jasa. Yaitu tempat rekreasi keluarga. Tepatnya game center yang berada di mall mall. Yang mau saya tanyakan. Perusahaan saya dalam menjalankan usahanya dengan menjual coin permainan. Dimana 1 coin harganya Rp 1.500. Kami sendiri dalam berjualan telah memasang harga. 15.000 untuk 10 coin. 30.000 untuk 20 coin.

Tapi terkadang ada custumer dengan membeli Rp 5.000 saja. Sehingga coin yang di dapat hanya 3 coin. Kembalian Rp 500. Namun zaman sekarang uang 500 sudah jarang di dapat. Sehingga terkadang hampir setiap hari banyak uang kembalian custumer bila dikumpul. 1 hari bisa sampai 100.000 s/d 200.000 perhari bila ramai. Kalau sepi kadang ada 40.000. Dalam hal ini perusahaan mengizinkan kalau uang lebih boleh dipakai buat beli gula dan teh. Dan kalau agak banyak biasa saya bagi2kan ke karyawan. Dan kadang saya ambil buat beli bensin pulsa dll.

1. Bagaimana hukumnya uang lebih ini ustadz. Dalam hal ini uang lebih hampir setiap hari ada.

Tolong jawabannya ustadz. Wassalamualakum warahmatullahi wabarakkatuh.

JAWABAN

1. Uang kembalian tersebut adalah hak milik dari konsumen. Maka, halal atau haramnya uang tersebut tergantung pada rela atau tidaknya konsumen tersebut pada uang recehannya yang tidak dikembalikan. Kalau konsumen rela uangnya tidak dikembalikan, maka uang tersebut halal. Kalau tidak rela, maka uang itu haram. Oleh karena itu, pastikan minta kerelaan customer atas uang 500 yang tidak bisa dikembalikan.

Idealnya, perusahaan seperti itu mestinya menyiapkan uang kembalian karena peristiwa seperti ini terjadi setiap hari. Atau minimal menyiapkan permen atau benda lain yang senilai 500.

_______________________


HIDUP SIAL KARENA DISUMPAHIN

Saya pernah di sumpahin sama orang. gara gara saya pernah bohong... Dan saya merasa sumpah itu seperti terjadi dalam hidup saya. Bagaimana biar hidup saya Normal kembali. Saya kerja bertahun tahun tapi tidak ada hasil. Yang ada saya malah punya hutang sama rentenir. bagaimana ustad

JAWABAN

Kalau anda didoain orang yang pernah dianiaya oleh anda, maka anda sebaiknya meminta maaf padanya karena doa orang yang teraniaya itu dikabulkan Allah. Namun kalau anda tidak salah apa-apa padanya, maka sumpahnya itu tidak akan ada pengaruh. Kalau toh anda saat ini sering sial, mungkin disebabkan oleh faktor lain seperti makan makanan haram, pernah menyakiti orang tua, shalat fardhu tidak teratur, dll. Silahkan anda evaluasi. Selain itu, rajin-rajinlah baca artikel agama atau ikut pengajian di masjid terdekat untuk menambah wawasan. Baca juga: Akhlak Mulia

_______________________


SUAMI TAK BERI NAFKAH LAHIR DAN JARANG NAFKAH BATIN

Assalamu'alaikum wr eb
Saya ibu muda umur 27 tahun.Saya sudah 3,5th menikah, bulan depan saya melahirkan anak kedua. Selama menikah saya hanya beberapa kali diberi nafkah materi oleh suami. Karena gaji saya lebih banyak dari suami dan saya tidak pernah mempermasalahkan tentang uang. Sekarang, saya menanggung hutang bank untuk pembangunan rumah dan pembelian mobil. Saya menanggung seluruh kebutuhan rumah tangga sampai hal sekecil apapun. Suami saya menanggung hutang untuk pembangunan garasi mobil. Sisa gajinya untuk dia pegang. Saya tidak pernah keberatan. Tapi yang saya permasalahkan adalah nafkah batin.

Saya tidak pernah sekalipun menolak ajakan dia bagaimanapun keadaan saya. Karena saya tau menolak sama dg dosa. Tapi ketika saya mencoba mendekati dia, selalu saja yg saya terima adalah penolakan halus. Saya memang tidak pernah gamblang 'meminta' nafkah batin secara langsung, tapi saya tau kalo dia tau saya sengaja mendekatinya untuk tujuan itu.

Saya selalu mendapat penolakan. Mulai dari dipunggungi, dijauhi, pokoknya dia sama sekali tidak merespon. Jika dia melakukan atas keinginannya pun itu buat saya hanya sekedar melampiaskan hasratnya saja. Bahkan saya tidak merasakan cinta didalamnya. Saya benar2 merasa kecewa. Saya pernah mengutarakannya, dan tanggapan dia hanyalah dia tidak mau dipaksa melakukannya jika tidak menginginkannya. Buat saya itu seolah dia tidak sadar akan kewajibannya menafkahi istri secara batin.

Saya merasa tidak adil. Saat nafkah lahir tidak pernah saya minta, saya sangat berharap dia mengerti bahwa saya mengharapkan nafkah batin dari dia. Tapi sepertinya dia tidak pernah mau mengerti. Apalagi selama 1 tahun pertama kami pisah kota, jarang bertemu. 2,5 tahun serumah dg dia tapi dia tidak pernah mau tidur sekamar dg saya dg alasan macam2. Padahal bukan seperti itu yg saya harapkan. Saya benar2 kecewa.

1. Apa yg harus saya lakukan? Saya sangat tersiksa dg perasaan ini. Apalagi keadaan saya sedang hamil dan sebentar lagi melahirkan. Saya merasa sangat tidak adil. Saya merasa nafkah batin saya diabaikan. Sedangkan saya tidak pernah ingin bercerai dg suami. Sampai kapan saya harus merasa seperti ini terus? Kadang hal ini membuat saya begitu kalut. Mohon pencerahan. Terima kasih. Wassalamu'alaikum wr wb

JAWABAN

1. Sayang anda tidak menjelaskan mengapa anda memilih menikah dengan dia? Apakah faktor dijodohkan orang tua atau pilih sendiri? Kalau memang pilih sendiri, maka tentunya anda berdua sudah saling mencintai dan saling tahu satu sama lain. Juga, apakah dinginnya dia itu sejak awal pernikahan atau setelah tidak tinggal sekota?

Kami berasumsi dia agak dingin pada anda karena beberapa faktor: (a) suami sensitif karena merasa kurang bisa memberi nafkah keluarga; (b) suami sensitif karena gaji istri lebih besar dari suami; (c) ada satu atau beberapa sikap dan/atau perkataan istri yang menyinggung perasaan suami; (d) karena faktor inferior dan minder maka suami mencari pelampiasan pada wanita lain yang di mana suami lebih merasa superior; (e) istri agak dingin dalam bersikap sementara suami tipe pria yang suka dikagumi dan dicintai secara ekspresif.

Apapun faktor yang terjadi, maka sudah selayaknya kedua belah pihak mau merubahnya agar hubungan bisa lebih baik ke depan. Baca juga: Cara Harmonis dalam Rumah Tangga
Read More...