Konsultasi Syariah Islam

Konsultasi syariah hanya akan dilayani apabila dikirim via email ke: alkhoirot@gmail.com

Subscribe Us

Suka artikel kami? Dapatkan update terbaru langsung ke email Anda!

ATAU
Feed KSIA

Tuesday, January 17, 2017

Cara Mencabut Kutukan Ibu
SUMPAH SEORANG IBU

Assalamualaikum Ustad,

Saya anak ke 2 dari empat bersaudara yang semuanya laki2. Saya menikah sejak tahun 1997. Dan selama pernikahan kami, hampir 80% biaya rumah tangga, saya yang menanggung, karena suami saya tidak mempunyai pekerjaan tetap. Tahun 1999 ayah saya meninggal dan ibu saya ikut dengan saya, dan saya harus juga menanggung hidup adik2 saya sampai mereka menikah. Sementara kakak saya yang tertua tidak mau tau walau secara financial dia lebih baik dari saya.

TOPIK SYARIAH ISLAM
  1. SUMPAH SEORANG IBU
  2. TAK MAU MEMAAFKAN KESALAHAN
  3. CARA KONSULTASI AGAMA

Saya coba jalani ini semua, karena kalau bukan saya, siapa lagi yang akan menopang kehidupan mereka. Namun yang membuat saya sedih dan merasa tak berdaya adalah, ibu saya sering sekali menyumpahi saya dengan kata2 yang sebenarnya tidak pantas diucapkan oleh seorang ibu, hanya karena saya tidak bisa memberikan sesuai dengan apa yang diminta, karena keterbatasan kemampuan saya, maka sumpah serapah itu akan keluar dari ibu saya,padahal saya selalu berusaha untuk menuruti semua kemauannya dan ibu saya tahu kalo suami saya penghasilannya tidak tetap dan tidak seberapa, dan saya kerja sendiri dari pagi sampai malam.

Pernah suatu hari istri adik saya cerita bahwa ibu saya marah2 dan menyumpahi saya dengan kalimat "biarin gue sumpahin dia mati ketabrak bis/truk". Subhanallah pak ustad.. betapa perihnya hati saya. Saya bekerja memang menggunakan motor untuk transportasi. Dan alhamdulillah walau sudah beberapa kali saya mengalami kecelakaan, namun tidak berakibat fatal pada diri saya. Allah masih melindungi saya pak ustad. Sering kali saya mengeluh kepada suami tentang sikap ibu saya, suami saya sering kali bilang untuk bersabar karena itu merupakan sumur/ladang amal kita diakhirat nanti.

Seiring berjalannya waktu, saya mencoba untuk mengikhlasankan apa yang sudah ibu saya lakukan kepada saya, bukan hanya seringnya menyumpahi saya, tapi banyak hal lainnya yang tidak mungkin saya ungkapkan disini. Saya mohon maaf pak ustad, bukan maksud saya untuk membuka kejelekan ibu saya sendiri, tapi saya tidak kuat menahan ini semua, jujur saya takut dosa dan menjadi anak durhaka,

Namun puncak permasalahannya adalah 3 tahun yang lalu saat saya mengundurkan diri dari tempat saya bekerja, karena kondisi saya yang sudah tidak sekuat dulu dan sering sakit sakitan. Waktu itu saya dapat uang pesangon yang saya simpan dirumah karena belum sempat disimpan di bank.Pada saat saya mau setor ke Bank, ternyata uangnya berkurang, memang tidak banyak, sekitar 200 ribuan. Saya coba menanyakan hal ini baik2 ke ibu saya. saya bilang "mah, uangnya mama ambil ya? ga apa2 kalo memamg mama ambil yang penting mama ngomong aja. (sebelumnya uang saya juga memang sering kali hilang dari dompet atau tas padahal itu bukan murni uang saya pribadi, sementara setiap hari saya selalu kasih uang untuk mama jajan, dan bulanan juga saya kasih, tapi saya tidak mau meributkan soal itu). Namun karena ini uang terakhir yang saya punya dan saya sudah tidak bekerja, jadi saya menayakan hal ini ke ibu saya. Dan seperti yang sudah saya duga, ibu saya marahnya gak karuan, dan akhirnya keluarlah sumpah itu "kamu nuduh2 orang tua ngambil duit, gue sumpahin loe belangsak seumur hidup", dan saat itu karena saya juga sudah merasa sakit, saat mendengar sumpah itu saya mengucapkan kata Aamiin ya allah (dengan kesungguhan hati), gak apa mama nyumpahin saya belangsak, asal mamah jangan nyesel aja nanti, karena mama tinggal dengan saya, jadi kalau hidup saya belangsak karena sumpah mama, berarti mama juga akan belangsak hidupnya.

Yang ingin saya tanyakan adalah :

1. Sampai saat ini ekonomi keluarga saya belum juga membaik, bahkan lebih buruk dari saat saya masih bekerja, Apakah ini dikarenakan dari sumpah ibu saya terhadap saya 3 tahun yang lalu pak ustad?

2. Saya sudah memohom ampun pada Allah dan meminta maaf kepada ibu saya, dan beliau juga sudah memaafkan dan sudah memohon kepada allah untuk mencabut sumpahnya. Ibu saya juga mengakui kalau dia memang sering mengambil uang saya. Apakah sumpah yang sudah dilontarkan dapat dicabut kembali ustad?

3. Setiap selesai sholat, saya selalu berdoa agar suami saya dilancarkan rizkinya, sehingga dia bisa selalu menafkahi kami, istri dan anak2 nya.Apakah ada doa dan amalan lain yang dapa saya lakukan agar Allah dapat mengangkat kesulitan ekonomi kami pak ustad.

4. Apa yang harus saya lakukan, agar saya bisa kuat menjalani kehidupan ini dengan segala cobaan yang datang, Saya tahu bahwa Allah tidak akan pernah meninggalkan saya, namun saat berhadapan dengan kenyataan, sering kali iman saya rapuh pak ustad. Kami memang bukan dari keluarga yang taat beragama, karena ibu saya seorang mualaf yang masuk islam karena menikah dengan ayah saya yang juga tidak paham agama.

Demikian pertanyaan saya, mohon kiranya pak ustad dapat memberikan nasehat untuk saya agar saya tidak salah jalan. Terima kasih atas perhatiannya..

Wassalamualaikum wr wb,


JAWABAN SUMPAH SEORANG IBU


1. Bisa iya bisa tidak. Allah Maha Tahu. Namun yang terpenting dalam hal ini adalah memastikan hal seperti itu (melawan orang tua, walaupun orang tua mungkin salah) adalah dilarang dalam Islam. Ada hadits yang membuat kita harus betul-betul hati-hati dalam bersikap pada orang tua di mana Nabi bersabda:

كل الذنوب يؤخر الله ما شاء منها إلى يوم القيامة إلا عقوق الوالدين فإن الله تعالى يعجل لصاحبه في الحياة قبل الممات

Artinya, “Allah SWT akan mengakhirkan balasan setiap dosa hingga hari kiamat kelak, kecuali dosa durhaka kepada orang tua. Dia mempercepat balasannya pada waktu masih hidup atau sebelum meninggal,” (HR Al-Baihaqi).

Jadi, dalam hadis tersebut ditegaskan bahwa sikap anak menyakiti orang tua itu sudah cukup bagi Allah untuk menghukum si anak dengan atau tanpa sumpah kutukan orang tua yang disakiti. Baca detail: Hukum Taat Orang Tua

2. Meminta maaf yang anda lakukan sudah benar tapi harus ditambah dengan taubat pada Allah. Baca detail: Cara Taubat Nasuha

Dan langkah ibu memaafkan itu sangat bijaksana. InsyaAllah hukuman Allah pada Anda sudah dicabut. Kalau sekarang rejeki anda masih sulit, maka itu bukanlah musibah bagi anda, tapi sebagai cobaan untuk menguji kesabaran anda. Teruslah berdoa dan mencoba mencari jalan rejeki alternatif yang lain. Akan tiba waktunya anda akan menemukan jalan yang mudah.

3. Baca: Doa Lancar Rejeki http://www.alkhoirot.net/2015/09/doa-lancar-rejeki.html

4. (a) Selalu berusaha taat perintah Allah dan menjauhi larangannya; (b) selalu penuh harap akan rahmat Allah dengan berusaha dan berdoa. Termasuk berusaha untuk meningkatkan kemampuan anda dan suami di bidang-bidang yang sekiranya dapat membuka lapangan kerja baru; (c) Membandingkan keadaan diri dengan mereka yang lebih tidak beruntung akan membantu kita untuk bersyukur dan termotivasi dalam menempuh kesulitan hidup.

________________


TAK MAU MEMAAFKAN KESALAHAN

Assalamu’alaikum ustadz,

A pernah membully B sewaktu sekolah dulu. B adalah orang yang baik akhlak dan agamanya. Suatu hari B pernah mengatakan sesuatu yang menyakitkan hati A. A jadi benci kepada si B. Lalu A mulai mengatakan perkataan yang menyakitkan hati B setiap hari. A juga mengatakan kejelekan B kepada orang sehingga orang-orang membenci B. B berkata kepada A apa salahnya. A kesal karena B bahkan tidak tahu salahnya apa.

Suatu hari Si A meminta maaf, namun B menolak. A makin benci kepada si B. Lalu A mengulangi perbuatannya dan bahkan lebih parah dari sebelumnya. A mulai memfitnah B, B mengelak dan bilang itu tidak benar. Namun orang percaya sama A dan B makin dibenci.

1. Apa hukum perbuatan A ini dalam islam?

2. Apakah A salah melakukan ini semua karena awalnya itu adalah salahnya B mengucap sesuatu yang menyakiti A?

3. Apakah B salah karena menolak maaf A, sehingga dendam A jadi makin dendam sama B?

4. Bagaimana dengan orang yang ikut-ikutan A untuk membenci B, apakah mereka sama dengan A?

5. Apakah wajar setelah semua yang A lakukan, si B susah memaafkan A?

6. Jika A hendak meminta maaf lagi kepada B, apa yang harus A lakukan jika B menolak lagi?

7. Apa saja yang harus A lakukan supaya B memaafkan A?

JAWABAN

1. Salah. Menyakiti sesamanya adalah berdosa.
2. Haramnya menyekiti sesama bersifat mutlak, baik karena memulai atau karena balas dendam.
3. Ya, Islam memerintahkan seorang muslim untuk memaafkan.
4. Sama-sama salah.
5. Tidak wajar. Berapapun besar kesalahan, seorang muslim tetap wajib memaafkan. Sebagaimana Allah yang selalu memaafkan hambaNya seberapapun besar dosa hamba tersebut.
6. Jalin komunikasi dengan baik dan intensif. Termasuk meminta bantuan teman yang dekat dengan B.
Read More...

Cara Waris Islam
AHLI WARIS YANG MENINGGAL LEBIH DULU DAPAT WARISAN?

Assalamualaikum saya ingin bertanya tentang pembagian harta warisan. Ibu saya masih hidup. 3kali menikah namun semua sudah bercerai. Beliau memiliki harta yg memang milik nya yg di dapat dr berdagang sblm menikah. Mempunyai 1 anak laki laki dr suami ke 2 dan 1 anak perempuan dari suami ketiga namun si anak sudah meninggal lebih dulu dan memiliki 1anak perempuan dan 2 ank laki laki
Pertanyaan saya:
1. Apa anak perempuan yg sudah meninggal lbh dulu sblm ibu mndapatkan harta waris?
2. Apa cucu dr anak perempuan yg mninggal mndapatkan bagian harta dr nenek?
3. Selama anak perempuan hidup dia sudah mnjual kebun dan hewan ternak serta mengganti sertifikat tanah dan rumah dgn atas nama dia (anak perempuan) tanpa sepengetahuan ibu dan anak laki laki.
Apakah anak laki laki berhak menuntut apa yg sudah di jual. Dan apa sertifikat itu sah?

TOPIK SYARIAH ISLAM
  1. AHLI WARIS YANG MENINGGAL LEBIH DULU DAPAT WARISAN?
  2. AHLI WARIS DARI MUSIBAH KECELAKAAN SEKELUARGA
  3. AHLI WARIS YANG WAFAT APA MENDAPAT WARISAN?
  4. AYAH DAN ANAK SIAPA LEBIH BERHAK?
  5. HARTA WARIS DARI HARTA HIBAH
  6. CARA KONSULTASI AGAMA

Mohon jawabanya terimakasih wassalamualaikum wr.wb.


JAWABAN AHLI WARIS YANG MENINGGAL LEBIH DULU DAPAT WARISAN?


1. Anak yang meninggal lebih dulu dari ibunya tidak mendapat warisan.

2. Tergantung situasi. Kalau tidak ada anak kandung lain maka dapat, kalau masih ada anak kandung yang lain maka tidak dapat. Ini menurut hukum waris Islam. Tapi kalau si cucu menggugat ke Pengadilan Agama, maka ia akan mendapat warisan. Karena, dalam kasus ini pengadilan agama mengadopsi hukum waris adat.

3. Anak laki-laki berhak menuntut apabila ada bukti-bukti yang memperkuat tuntutannya. Silahkan konsultasi pada kelurahan terdekat. Tentang keabsahan sertifikat itu, maka pemerintah -- dalam hal ini kelurahan-- yang lebih punya otoritas untuk menentukan karena mereka punya datanya. Namun secara syariah, kepemilikan harta tersebut tetap pada pemilik awal (ibu) selagi ibu saat masih hidup belum menyerahkannya kepada orang lain. Baca detail: Hukum Waris Islam

Setelah ibu meninggal, maka ia menjadi harta warisan yang diberikan pada ahli waris yang berhak. Baca detail: Hibah dalam Islam

________________


AHLI WARIS DARI MUSIBAH KECELAKAAN SEKELUARGA

Assalamualaikum wr wb

Tante saya sekeluarga meninggal sekeluarga dalam sebuah bencana besar. Beliau meninggalkan sebidang tanah sebagai harta bersama. Keluarga yang ditinggalkan sebagai berikut:
Pihak suaminya : adik laki-laki kandung 1 orang
Pihak istrinya:
Saudara perempuan kandung 3 orang
Keponakan laki-laki (anak dari saudara laki-laki) 3 orang
Keponakan perempuan (anak dari saudara laki-laki) 3 orang

Pertanyaan saya:
1. Siapa sajakah yang akan menjadi ahli waris tante?
2. Berapa persen pembagian masing-masing ahli waris?

Terima kasih atas jawaban Bapak

Hormat saya

JAWABAN

Dalam kasus di atas, maka harus dibuat jelas dan dipisah terlebih dahulu harta milik suami istri tersebut. Dalam Islam tidak ada istilah harta bersama secara otomatis. Semua harta dimiliki oleh masing-masing individu suami-istri sesuai dengan aturan kepemilikan. Baca: Harta Bersama http://www.alkhoirot.net/2014/06/hukum-harta-gono-gini.html

Setelah jelas mana saja harta suami dan apa saya harta milik istri maka dilakukan pembagian warisan kepada ahli waris masing-masing sbb:

WARISAN PENINGGALAN SUAMI

Harta peninggalan suami diberikan semuanya kepada ahli waris yang hidup yaitu adik laki-laki kandung 1 orang Baca detail: Hukum Waris Islam

WARISAN PENINGGALAN ISTRI

Harta peninggalan istri diberikan kepada dua golongan ahli waris yaitu:
(a) Saudara perempuan kandung 3 orang mendapat 2/3 (dua pertiga dibagi tiga orang).
(b) Sisanya yang 1/3 diberikan pada keponakan 6 orang keponakan dari saudara laki-laki. Yang laki-laki mendapat 2, sedang perempuan mendapat 1. Jadi, dari 1/3 harta tersebut ketiga keponakan laki-laki masing-masing mendapat 2/9, sedangkan ketiga keponakan perempuan masing-masing mendapat 1/3.

Baca detail: Bagian Waris Saudara Perempuan dan Keponakan http://www.alkhoirot.net/2017/01/bagian-waris-saudara-perempuan-dan.html

________________


AHLI WARIS YANG WAFAT APA MENDAPAT WARISAN?


Asallammualaikum....mohon pencerahannya. Saya adalah anak laki2 ke 11 dari keluarga.kakak2 saya perempuan ada 7 orang(msh hidup). 2 orang kakak laki2 (sudah meninggal).1 orang kakak laki2 msh hidup.orang tua saya keduanya telah meninggal.dan meninggalkan warisan 1 buah rmh.
Pertanyaan nya.
1. Berapakah pembagian waris menurut syariat islam untuk ahli waris nya?
2. Apakah keluarga almarhum 2 orang kakak laki2 saya dapat bagian waris juga?. Terima kasih atas perhatiannya. Wasallam....

JAWABAN

1. Semua anak kandung mendapat warisan. Anak kandung laki-laki mendapat warisan 2, sedangkan anak perempuan mendapat 1.

2. Lihat waktu meninggalknya. Kalau wafat sebelum pewaris, maka tidak dapat warisan. Tapi kalau wafatnya setelah pewaris, maka tetap mendapat warisan. Baca detail: Hukum Waris Islam

________________


AYAH DAN ANAK SIAPA LEBIH BERHAK?

Saya Yusuf dari Kota Malang.

Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh.

Pemberi Hibah: kakek Marip Karim almarhum. Penerima hibah: Ibu kandung Sulami almarhum.

Yang masih hidup:

Ayah Moch Asyik (ayah kandung)

a. Anak laki-laki pertama (anak kandung) Yusuf.
b. Anak laki-laki kedua (anak kandung) Muhamad Yunus.
c. Anak laki-laki ketiga (anak kandung) Achmad Zainal.

1. Saya mau tanya siapa yang lebih berhak memiliki daripada harta atau tanah hibah yang di berikan kepada ibu kami Sulami almarhum. Di antara ayah atau anak kandung?

Kronologi: Ayah kami ingin menjual tanah yang di hibahkan kepada ibu kami almarhum.

Sedang kami sebagai anak kandung tidak ingin menjualnya. Di atas tanah hibah tersebut akan kami bangun rumah atau punden (istilah jawa) tempat kumpul atau pertemuan (silahtuhrohmi) tiga saudara laki-laki beserta anak istri kami, setiap hari raya idhul fitri.

"Pertanyaan saya tentang hak waris, siapa yang lebih berhak memiliki tanah hibah tersebut, atara ayah kami atau tiga anak kandung ibu kami Sulami almarhum?

Mohon bantuan dan penjelasannya menurut syariat islam.

Wassalamualaikum
warohmatullahi wabarokatuh.

JAWABAN

1. Baik suami (ayah anda) maupun ketiga anak kandung sama-sama berhak atas harta warisan tersebut dengan proporsi pembagian sebagai berikut:
(a) suami mendapat 1/4
(b) Ketiga anak kandung mendapat 3/4 (untuk tiga orang).
Baca detail: Hukum Waris Islam

________________


WARISAN UNTUK ANAK ISTRI PERTAMA DAN KEDUA APAKAH SAMA?

Assalamualaikum Wr.Wb
Pengurus pondok pesantren AlKhoirot Ditempat
Pertama kami ucapkan terima kasih,diberikan kesempatan untuk bisa bertanya di forum ini, kami sangat bahagia dan senang sekali dgn adanya sesi tanya jawab yg sangat praktis ini, memudahkan kami dlm mengenal Islam lebih dalam.

Pada kesempatan ini kami ingin mengajukan pertanyaan seputar Hak Waris secara Syariah. Kronologis sebagai berikut.

Kami 5 bersaudara(2 laki,3perempuan) dari perkawinan sah bapak yg kedua dgn ibu kami(tahun 1972) dari perkawinan yg pertama,bapak mempunyai anak 3(1 laki,2perempuan) tahun 1967 Dari perkawinan bapak yg pertama ,mempunyai rumah,yg mana rumah itu pembelian dari tiga orang(bapak mertua,istri pertama dan bapak)
singkat cerita bapak mertua dan istri pertamanya meninggal dunia dan ibu mertua bapak masih hidup dan ibu kandung bapak masih hidup.dan disini blm ada pembagian hak waris Anak laki dari perkawinan pertama bapak meninggal dunia juga

bapak menikah untuk kedua kalinya dengan ibu saya pada tahun 1984 ,bapak meninggal dunia,dan ibu masih hidup,dan masih blm ada pembagian hak waris. pada tahun 2016 ibu saya meninggal dunia.

Yang kami tanyakan dari kronologis di atas,mengenai hak warisnya bagaimana,
Mohon untuk penjelasannya.
Demikian terima kasih

JAWABAN

1. Pada prinsipnya harta yang diwariskan adalah harta yang menjadi hak milik sepenuhnya dari pewaris. Dalam kasus di atas, dari seluruh harta pewaris (bapak), yang berhak mendapat warisan adalah
(a) istri yakni ibu anda mendapat bagian 1/4 = 3/12;
(b) ibu pewaris mendapat bagian 1/6 = 2/12
(c) sisanya yang 7/12 diberikan pada seluruh anak kandung baik dari istri pertama maupun dari istri kedua yang masih hidup pada saat pewaris wafat. Untuk hal yang lebih detail tentang kepemilikan harta pewaris, silahkan anda konfirmasi pada aparat desa/lurah setempat.
Baca detail: Hukum Waris Islam
Read More...

Friday, January 13, 2017

Najis Babi menurut Madzhab Empat
BINGUNG NAJIS BABI

Assalamualaikum saya ingin bertanya tentang najis, saya bingung tentang hukum kenajisan babi, karena saya liat di google

1. ada yang mengatakan babi itu najis mugholadzoh dan ada juga sebagian ulama yang mengatakan babi itu sesuai hukum asal benda yaitu suci,
2. selain itu jika babi benar benar najis mugholadzoh apakah saya harus membersihkan tubuh saya yang menyentuh kuas lukis yang mana bulu kuasnya ketika saya selidiki terbuat dari babi,
3. dan pertanyaan terakhir apakah saya najis mugholadzoh ketika saya menduga sesuatu seperti kosmetik atau makanan mengandung babi dan saya menyentuhnya,

terima kasih. Wassalamualaikum


TOPIK SYARIAH ISLAM
  1. BINGUNG NAJIS BABI
  2. BINGUNG WALI CALON PENGANTIN
  3. WAS WAS STATUS PERNIKAHAN
  4. MENGHADIRI NATAL SAUDARA
  5. TAKUT AKAN KALIMAT YANG TELAH TERUCAP TERMASUK NADZAR
  6. APA ITU ZAKAT?
  7. LULUS PNS KARENA NYONTEK, GAJI HARAM?
  8. CARA KONSULTASI AGAMA


JAWABAN

1. Bagi dianggap najis berat (mugholazhoh) berdasarkan pada pandangan ulama fiqih madzhab Syafi'i. Kenajisan babi ini didukung oleh para ulama dari madzhab Hanafi dan Hanbali berdasarkan dalil Quran Surah Al-An'am ayat 145. Adapun pendapat yang idak menganggap najis adalah kalangan ulama fiqih dari madzhab Maliki. madzhab Maliki sepakat denga madzhab lain bahwa babi haram dimakan dagingnya berdasarkan pada Al-Maidah ayat 3, namun selagi babi masih hidup tubuhnya tidak najis. Baca juga: Najis Babi Menurut 4 Madzhab

2. Ya, sebagai langkah hati-hati sebaiknya anda mengikuti pandangan mayoritas ulama yang menyatakan najisnya babi. Baca: Kuas babi

_____________________


BINGUNG WALI CALON PENGANTIN

Wali dari Catin Perempuan yang lahir setelah empat bulan dari pernikahan orangtuanya...

Assalamu'alaikum Wr.
Ustadz Saya mau bertanya, tetangga saya meu menikahkan anak perempuannya, namun pihak kua mengatakan kalo walinya nanti wali hakim dengan alasan anak lahir kurang dari enam bulan, bukti buku nikah dari kua, padahal ayahnya ingin sekali menjadi wali dari pernikahan anaknya tersebut.
1. apakah harus ke Pengadilan Agama untuk penyelesaiannya? begitu saja ustadz... terimakasih

JAWABAN

1. Pada dasarnya, ayahnya tetap sah menjadi wali nikah asal dia mengakui (tidak mengingkari) si anak sebagai anaknya. Baca detail: Pernikahan Wanita Hamil Zina dan Status Anak

_____________________


WAS WAS STATUS PERNIKAHAN

Was was dengan status pernikahan. saya suami dengan 2 orang anak. Sejak menikah saya sering membenci istri dan sudah tiga kali pisah namun selalu saja ada jalan kembali lg. Dan terakhir terjadi perceraian sampai di putus pengadilan dengan talak satu raj'i. Dua bulan kemudian kami rujuk kembali di kua. Dan kembali hidup bersama. Namun hati saya masih was was apakah sudah terjadi talak 3 atau tidak dan sebenarnya rujuk saya sah atau tidak. di samping itu karena usia saya yg tidak muda lagi saya merasa sangat membutuhkan keluarga ini dan tidak kuat hidup sendiri lg.
1. Lalu apa yg harus saya lakukan ?

JAWABAN

1. Kalau memang KUA memutuskan jatuh talak satu, maka ikuti putusan tersebut. Adapun ucapan talak yang anda ucapkan sebelumnya apabila itu ada dan sudah sampai 3 kali atau lebih maka anda dapat mengikuti pendapat sebagian ulama yang menyatakna bahwa ucapan talak yang diucapkan saat sedang marah tidak berakibat talak. Baca detail: Cerai dalam Islam

Setelah itu, rubahlah cara anda dalam berumah tangga dalam mengelola kemarahan kepada istri. Baca juga: Cara Harmonis dalam Rumah Tangga

_____________________


MENGHADIRI NATAL SAUDARA

Assalamu'alaikum

Ustad, keluarga besar saya ada seseorang sesepuh yg di tuakan (kakak perempuan bapak mertua), namun beragama nasrani. Setiap tahun dia mengundang kami untuk makan siang pada hari natal. Sebenarnya kami berat sekali untuk datang, namun karena kami menghormati orang tua kami, akhirnya kami datang.

Yang saya ingin tanyakan:

1. Apa hukumnya menghadiri acara undangan makan pada hari itu?

2. Anak2 saya kadang di beri kado natal dari nya. Untuk menghormati pemberian nya, kami terima. Apa hukumnya?

3. Kadang ada acara doa, nah ini yg saya sebenarnya tidak suka. Saya bilang sama istri untuk tidak ikut meng-amini. Jadi kami semua yg muslim hanya duduk saja mengitari meja sesepuh kami yg ber doa. Saya tau kami semua dalam keadaan tertekan namun tidak dapat berbuat apa-apa kecuali diam saja. Ustad bagaimana hukumnya ini?

Sesungguhnya saya malas setiap di undang, tapi demi menghormati bapak mertua saya, kami akhirnya terpaksa datang.

Terima kasih.

JAWABAN

1. Mayoritas ulama kontemporer membolehkan. Baca: Hukum Ucapan Selamat Natal

2. Diterima saja. Hukumnya boleh menerima hadiah semacam itu asal bukan barang haram. Ini pendapat mufti Mesir Dr. Ali Jumah. Baca: Menerima Hadiah Natal

3. Diam itu langkah yang baik. Yang pasti haramnya adalah menghadiri sakramen natal.

_____________________


TAKUT AKAN KALIMAT YANG TELAH TERUCAP TERMASUK NADZAR

Assalaamu'alaikum
Saya ingin bertanya

1. Saya beberapa kali pernah mengucapkan janji tidak mengulangi perbuatan A dalam rangka taubat, dan dalam hati pun juga diniatkan berjanji tidak mengulanginya. Lalu menurut artikel ini
apabila janji secara lisan dalam taubat maka tidak membayar kaffarah, apabila dengan niat dalam hati juga tidak melakukannya apakah termasuk nadzar kinayah? Karena pemahaman tentang nadzar kinayah ini masih kurang

2. Apabila saya mengucapkan dalam berdo'a "Ya Allah, tolomg berikan hamba A, Ya Allah hamba berjanji akan membelikan paman hamba motor" lalu saat saya mendapat A, saya tidak membelikan paman saya motor karena ada hal yang lebih ekonomis dan manfaatnya sama. Apakah bisa saya membatalkan nadzar tersebut? Karena menurut artikel ini Ada nadzar yang tidak bisa dibayar dengan kaffarah yamin. Mohon penjelasannya.

3. Apabila saya mengatakan kalimat "Ya Allah saya berjanji akan melakukan A, dimana A nya saya anggap mampu menjadi salah satu usaha menghindari maksiat" diiringi dengan niat dalam hati tidak melakukannya, apakah jika saya melakukan A maka termasuk nadzar kinayah

Terimakasih Wassalaamu'alaikum

JAWABAN

1. Itu bukan nadzar, tapi janji. Ingkar janji itu dosa, tapi tidak ada kewajiban kafarat. Baca: Janji dalam Islam

2. Itu bukan nadzar. Contoh nadzarh; "Kalau saya melakukan A, maka saya bernadzar puasa 1 hari" atau "Kalau saya melakukan A, maka saya wajib puasa 1 hari" Baca: Nadzar

3. Niat puasa tidak harus mengucapkan kata 'besok'. Jadi puasanya sah. Baca: Puasa Ramadan

_____________________


APA ITU ZAKAT?

Assalamualaikum Wr.Wb
Saya mau tanya kepada ustadz atau ulama yang sedianya menjawab pertanyaan saya.

Saya ingin bertanya tentang zakat yg di maksud di dalam al'quran Apakah zakat mal Sodakoh Atau zakat fitrah Smga pertanyaan saya di tanggapi terimakasih
Wasalamualaikum.

JAWABAN

- Tentang zakat, lihat infonya di sini: Zakat Harta dan Zakat Fitrah
- Beda Zakat, dan Sodaqoh

_____________________


LULUS PNS KARENA NYONTEK, GAJI HARAM?

Pak Ustad yang terhormat ..
Saya mau tanya Saya lulus PNS, tapi waktu tes PNS, ada jawaban yang saya jawab dengan cara mencontek, sehingga saya bisa lulus. status gaji saya bagaimana pak ustad, apakah gaji saya haram ?

lalu bagaimana dengan ijazah hasil mencontek yang dipakai untuk melamar perkerjaan, karena sewaktu kuliah dulu saya sering mencontek, baik itu tugas kuliah ataupun ujian.

Terima Kasih Pak Ustad.

JAWABAN

Nyontek haram. Tapi keharaman itu tidak menular ke gaji. Gaji tetap halal selagi anda melakukan pekerjaan halal sesuai yg diperintahkan oleh aturan negara. Baca: Diterima PNS karena KKN
Read More...

Thursday, January 12, 2017

Cara Membagi Harta Warisan
BAGIAN WARIS UNTUK ISTRI PERTAMA, KEDUA DAN KETIGA DAN ANAK-ANAKNYA

Assalamualaikum warohmatullahhiwabarokatuh.

Alm. Bapak meninggal tahun 2015 meninggalkan 2 istri dan 5 anak.
1. Istri pertama masih hidup dan memiliki 1 anak angkat resmi Lelaki
2. istri kedua masih hidup dan memilik anak kandung 2 perempuan dan 1 lelaki
3. Istri ketiga meninggal 1999 dan meninggalkan 1 anak kandung lelaki

TOPIK SYARIAH ISLAM
  1. BAGIAN WARIS UNTUK ISTRI PERTAMA, KEDUA DAN KETIGA DAN ANAK-ANAKNYA
  2. PEMBAGIAN WARISAN DARI ORANG TUA KANDUNG
  3. CARA MEMBAGI WARISAN
  4. ISTRI TIDAK MAU MENERIMA KEADAAN
  5. CARA KONSULTASI AGAMA
Istri pertama dan kedua tinggal di kota yang berlainan dan telah memiliki harta kekayaan masing masing (usaha) yang sempat dikelola bersama dengan alm.Bapak. Tetapi dari anak anak istri kedua menuntut harta yang ada di kota istri pertama. Sedangkan harta dari istri pertama rencananya akan diberikan kepada anaknya sendiri dan anak dari istri ketiga yang telah meninggal.
1. Bagaimana pembagian menurut syariah islam?
Terimakasih


JAWABAN

1. Harta yang diwariskan adalah harta yang menjadi milik pewaris sepenuhnya saat pewaris meninggal. Baik harta yang dikelola bersama istri pertama, kedua atau ketiga semua harus diambil, dikumpulkan dan dihitung semuanya lalu dibagi kepada seluruh ahli waris yakni para istri yang masih hidup dan anak-anak kandung. Adapun pembagiannya adalah sbb:
(a) Dia istri yang masih hidup mendapat bagian 1/8 (dibagi dua)
(b) Sisanya yang 7/8 diberikan kepada seluruh anak kandung yaitu anak istri kedua dan ketiga di mana anak lelaki mendapat 2, sedangkan anak perempuan mendapat 1. Jadi, dari 7/8 tersebut, kedua anak lelaki masing-masing mendapat 2/8, sedangkan kedua anak perempuan masing-masing mendapat 1/8.
(c) Anak angkat istri pertama tidak mendapat warisan sama sekali. Karena anak angkat tidak diakui kekerabatannya dalam Islam. Baca detail: Hukum Waris Islam

Untuk lebih jelasnya tentang kepemilikan harta pewaris, Anda perlu berkonsultasi ke pihak-pihak yang lebih tahu terkait mana harta pewaris dan mana harta yang sudah dihibahkan kepada istri atau sudah menjadi milik istri. Baca: Hukum Harta Gono-gini

Penting: Pembagian warisan di atas dengan asumsi orang tua pewaris sudah wafat. Kalau masih hidup, maka pembagiannya berbeda.

_____________________


PEMBAGIAN WARISAN DARI ORANG TUA KANDUNG

Saya anak terkecil dari 8 saudara sekandung/seibu (atau 7 saudara sebapak saja). Adapun rinciannya adalah adalah:
- Bapak kandung (WAFAT)
- Ibu kandung (WAFAT)
- No.1 Kakak laki-laki (BEDA bapak tetapi seibu, HIDUP)
- No.2 Kakak wanita (sebapak dan seibu, HIDUP)
- No.3 Kakak laki-laki (sebapak dan seibu, HIDUP)
- No.4 Kakak laki-laki (sebapak dan seibu, WAFAT)
- No.5 Kakak laki-laki (sebapak dan seibu, HIDUP)
- No.6 Kakak laki-laki (sebapak dan seibu, HIDUP)
- No.7 Kakak wanita (sebapak dan seibu, HIDUP)
- No.8 Saya laki-laki (sebapak dan seibu, HIDUP).
Pertanyaannya adalah:
1. Bagaimana tata cara pembagian warisannya dari bapak dan ibu kandung yang telah wafat menurut hukum agama Islam?
2. Bagaimana hak waris dari kakak kandung saya nomor 1 tetapi beda bapak menurut hukum agama Islam?

PS. Pemilik harta adalah kedua-duanya (bapak dan ibu)

Mohon dapat pencerahan
Terima kasih.

JAWABAN

1. Kakak no. 1 mendapat bagian harta dari peninggalan ibu saja. Sedangkan Kakak no. 2 sampai no. 8 (kecuali no. 4) mendapat bagian harta dari peninggalan keduanya.

Dengan asumsi bahwa kedua orang tua (kakek nenek anda) sudah wafat, maka yang mendapat warisan adalah seluruh anak kandung di mana anak lelaki mendapat 2, sedang anak perempuan mendapat 1. Baca detail: Hukum Waris Islam

_____________________


CARA MEMBAGI WARISAN

Assalamuallaikum wrwb.
Suami saya meninggal, anak saya satu laki laki..dr pernikahan yg dulu ada dua anak perempuan..anak perempuan yg satu belum jelas kandung ato bukan...tiga tahun sebelum meninggal suami saya menikah siri ada anak satu itupun belum jelas anak kandung suami ato bukan....
1. selama menikah dgn saya dapat rumah kecil 52 mtr itu sebelum menikah siri apakah istri siri dapat hak atas rumah itu?

2. sebelum nikah siri saya minta syarat rumah dan mobil tidak boleh diganggu itu bagaimana?

3. setelah menikah siri suami beli tanah bagaimana membaginya..

4. dan jg ada tanah yg lain yg rencananya mau bangun rumah untuk bersama istri sirinya itu tp blum dibangun apakah saya ada hak.....

5. Bagaimana jg cara pembagian uang misalnya ada uang 60jt. seandainya jg yg dua anak yg belum jelas itu bukan anak kandung dan bagaimana jg kalau anak kandung ...trimakasih...wassalam.

JAWABAN

1. Tergantung. Kalau suami anda telah memberikan rumah tersebut pada anda, maka ia menjadi hak milik anda. Yang lain tidak berhak.

2. Bisa saja. Kalau dia setuju dengan syarat tersebut, berarti rumah dan mobil itu dihibahkan ke anda dan menjadi hak milik anda.

3. Untuk siapa tanah itu? Kalau tidak disebutkan, maka berarti menjadi harta waris. Dan harus dibagikan kepada ahli waris. Sayang anda tidak menyebutkan siapa saja ahli waris utama almarhum yang hidup (istri, anak dan orang tua). Tapi kalau orang tua almarhum sudah wafat, maka ahli warisnya ada dua golongan yaitu (a) istri mendapat 1/8 (kalau istri dua berarti 1/8 dibagi 2 orang); (b) sisanya yang 7/8 untuk anak-anak kandung di mana anak lelaki mendapat 2, sedangkan anak perempuan mendapat 1.

4. Kalau memang hendak diberikan pada istri barunya, berarti itu hibah buat dia. Menjadi hak milik dia.

5. Lihat jawaban poin 3. Baca detail: Hukum Waris Islam

_____________________


ISTRI TIDAK MAU MENERIMA KEADAAN

Bissmillahirohmannirohimi.....

Assalamualaikum Warohmatullahi Wabarokatuh


Selamat pagi, saya adalah kepala keluarga dengan penghasilan pas-pasan. Saya memahami dan sangat mengerti, jika rizki itu Alloh SWT yang mengatur. Dari beberapa sahabat, saya juga sudah menerima banyak masukan. Permasalahannya, saya tidak dapat meyakinkan istri saya. Hingga setiap kali ada permasalahan keuangan, saya dan istri selalu bertengkar. Jika sepulang mencari nafkah saya tidak "bawa hasil" istri sering marah, apalagi jika uang istri saya samapai terpakai untuk biaya operasional Rumah Tangga.

O iya.... pekerjaan saya adalah wiraswasta perbaikan dan perawatan komputer, sedangkan istri saya penjual pulsa dan token listrik. Sebagai tambahan informasi, kami punya 3 orang anak.

Pada setiap kali pertengkaran, saya sering mengatakan: "Bersyukur ibu, itu yang harus kamu lakukan. Andaipun kamu sampai tidak tega sama anak2 dan memberikan bekal buat sekolah mereka, itu memang karena rizki mereka. Hanya medianya memang melalui kamu (istri saya)." Nah, biasanya, kalau sudah seperti itu, pertengkaran kami jadi semakin menghebat.

Pada akhirnya, salah satu aksi yg saya lakukan, ketika saya belum dapat rizki ("uang"), saya tidak (belum) pulang untuk menghindari pertengkaran dengan istri. Tapi itupun tetap salah, karena saya dianggap tidak bertanggung-jawab pada keluarga.

Saya mengerti permasalahan keauangan memang merupakan permasalahan klasik, hanya kasus kami beda (kami sama2 sudah tidak memiliki orangtua), juga saudara, hingga setiap permasalahan memang "harus" kami selesaikan sendiri.

Hal-hal tersebut yg membuat saya ragu untuk mengambil keputusan ekstreem. demikian, dan mohon pencerahannya.

Terima-kasih, Wassalamualaikum Warohmatullohi Wabarokatuh.

JAWABAN

Kalau anda masih mencintainya, maka kewajiban anda untuk bersabar dan terus mendidik memperbaiki karakternya yang kurang baik. Baca: Cara Harmonis dalam Rumah Tangga

Kalau anda merasa tidak tahan lagi, maka tidak ada jalan lain kecuali menceraikannya. Baca detail: Cerai dalam Islam
Read More...

Wednesday, January 11, 2017

Cara Bertaubat Dari Dosa Korupsi
CARA BERTAUBAT DARI DOSA KORUPSI DAN MENCURI

Asalamualaikum saya mohon pencerahan

1. saya dulu berpengalaman kerja di klinik saya sempat melakukan hal yg tidak baik . dengan cara mengambil uang hasil klinik blum lagi saya membesarkan biaya obat hingga uang lebihnya bisa saya ambil. Skrng sya mnyesal karna uang nyapun tidak sedikit bahkan jutaan yg ingin sya tanyakan selain dengan penyesalan dan minta ampun sama allah apa yg harus sya lakukan karna saya merasa ada uang yg tidak halal saya makan + sya kasih kepada keluarga terutama orangtua saya. Walaupun kjadian itu sudh lama saya slalu terbayang2. Sya slalu merasa bersalah

TOPIK SYARIAH ISLAM
  1. CARA BERTAUBAT DARI DOSA KORUPSI
  2. WARISAN UNTUK ANAK DAN ISTRI
  3. ISTRI TAK MAU PINDAH RUMAH
  4. CARA KONSULTASI AGAMA

2. Lain cerita lagi sya pernah meminjamkan uang kepada orang yg tidak bgtu kenal dia janji byar awal bulan pas sya tagih pda waktunya dia memberika bnyak alasan hari dmi hari masih sja bgitu akhirnya karna saya kesal sya sindir2 dia mlalui status bbm. Tapi saya tidak mnyebutkan nama dia di status. Dengar crita kata sodara sya dia sakit hati karna saya sindir2 di bbm. Pertanyaannya apa sya berlebihan cara menagihnya . awalnya saya niat agar dia tidak minjem2 ke yg lain biar dia kapok karna kata sodara2 saya dia minjem kesana kesini hanya untuk keperluan pribadinya seperti beli hp. Mohon pencerahnnya karna sekarang sya merasa dosa dngan cara menagih sampai dia sakit hati . sya sudh mlakukan sms meminta maaf tapi dia tidak tanggapi . gimna solusi baiknya saya pun sudah mengikhlaskan uang tersebut.
Tapi dia bles utang ya utang nanti saya bayar lngsung klo sudah ada uang.

Dri permasalahn ini sya khawatir dengan sikap saya . dapat mnutup rizky sya yg halal slanjutnya atau saya takut kehidupan sya tidak berkah karna saya merasa punya dosa karna sya merasa ada hak orang lain di diri saya, dan saya khawatir orng yg minjam uang saya bner2 sakit hatinya dngn cara penagihan sya takut karna itu menghalangi rizky sya selanjutnya.

Terimakasih bnyak . asalamualikum.


JAWABAN

1. Dosa korupsi / mencuri adalah perbuatan dosa yang terkait dengan sesama manusia (haqqul adami). Cara taubatnya ada dua: (a) meminta ampun pada Allah; (b) mengganti atau mengembalikan harta yang dicuri. Itu cara untuk membersihkan dosa dan harta yang anda miliki. Kalau seandainya pihak yang dicuri sudah meninggal, maka berikan harta penggantinya pada ahli warisnya. Apabila pindah alamat dan tidak diketahui tempatnya, maka berikan harta senilai yang dicuri pada fakir miskin atau kemaslahatan umum seperti masjid atau pesantren.

Baca:

- Cara Taubat Nasuha
- Cara Membersihkan Harta Haram

2. Hutang wajib dibayar. Kalau tidak mau bayar, maka terserah kreditor untuk mengingatkan atau mengikhlaskan. Baca: Hutang dalam Islam

Namun demikian, tetap harus menjaga perkataan agar tidak menyinggung perasaan orang lain. Permintaan maaf yang anda lakukan sudah benar. Dan insyaAllah tidak akan berdampak pada rezeki anda di masa depan.

___________________


WARISAN UNTUK ANAK DAN ISTRI

Assalamualaiku, ww
sebelumnya kami mendoakan semga bapak/ibu senantiasa dalam keadaan sehat sehingga menjalankan aktifitas dengan baik dan sukses selalu. perkenankan saya mengajukan pertanyaan terkait masalah waris sebagai mana berikut ini:

Kronologis :

- A (lk) menikah dengan B (pr) tahun 1970 secra sah dan tercatat pada KUA. Dari pernikahan tersebut telah dikaruniai 3 orang anak : C (lk), D (pr), E(pr).

- A (ayah CDE/suami B) kemudian meninggal pada tanggal 25 desember 2006

- C (anak laki-laki dari A dan B) kemudian meninggal tanggal 11 januari 2012 dengan meninggalkan 1 orang istri (F) dan 2 orang anak perempuan ( I & J )

- B (ibu CDE/ istri A) kemudian meninggal tanggal 29 Agustus 2012

- Setelah B (ibu CDE/istri A) meninggal kemudian diketahui ada sebidang tanah dengan surat atas nama B yang di beli tahun 2003.

- Setelah B meninggal tersebut muncul permasalahan terhadap pembagian harta warisan tersebut, dimana F (istri Alm C) saat ini menguasai dan menempati sepenuhnya sebidang tanah sebagai warisan tersebut tanpa mau menyelesaikannya secara musyawarah.

Pertanyaannya :

1. Jika selama ini belum pernah dilakukan pembagian terhadap harta warisan tersebut, siapa sajakah yang berhak dan Berapakah pembagian untuk ahli waris yang masih hidup sampai dgn saat ini sebagaimana uraian diatas.???

2. Jika sudah di ketahui pembagiannya namun salah satu pihak tidak mau menerima pembagian tersebut dan tidak mau menyerahkan bagian kepada pihak lainnya secara kekeluargaan dan sukarela, bagaimana kah upaya eksekusi dan upaya paksa terhadap pembagian tersebut.

sebelumnya kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas jawaban bapak/ibu terhadap pertanyaan kami tsb,
wassalam,

JAWABAN

1. Untuk warisan dari A, yang wafat pada 25 desember 2006, maka B (istri) dan C, D, E (anak kandung) mendapat warisan dengan rincian sbb: B mendapat 1/8, sisanya yang 7/8 untuk C,D, E di mana C sebagai anak lelaki mendapat 2/4, sedangkan D dan E masing-masing mendapat 1/4. Kalau saat pembagian C sudah wafat, maka harta bagian C diwariskan kepada istri dan kedua anaknya.

Untuk warisan dari B, yang berupa tanah atas nama B, maka yang menjadi ahli warisnya adalah kerabat B yang masih hidup saat B meninggal pada 29 Agustus 2012 yaitu D dan E (dua anak kandung perempuan) yang mendapat 2/3 (untuk keduanya). Sedangkan sisanya yang 1/3 diwariskan kepada ahli waris lain yang masih hidup. Mungkin orang tua B atau saudara kandung B. Adapun I dan J tidak mendapat bagian karena terhalang adanya D dan E. Baca detail: Hukum Waris Islam

2. Dicoba meminta bantuan aparat desa atau kelurahan untuk melakukan upaya kekeluargaan. Kalau tidak berhasil, maka perkara bisa diajukan ke Pengadilan Agama.

___________________


ISTRI TAK MAU PINDAH RUMAH

Assalamu'alaikum Wr.Wb
Mohon maaf saya mau bertanya:
Saya sudah menikah sekitar 11bulanan dan sudah memiliki anak usianya 1bulan. Disini istri saya dari pertama kali menikah itu sangat sulit untuk di ajak kerumah saya. Sampai saat ini dia kurang lebih 5 atau 6 kali mampir kerumah saya itu pun dengan terpaksa dan pernah nginap dirumah 1 kali (itu pun datang nya jam 9.malam pulang nya 9pagi). Dia tidak mau pisah sama orang tuanya .

suatu saat saya mengajak tinggal dirumah orang tua saya( karna saya tinggal dirumah mertua saya). Sebenarnya saya mau nyari rumah / kontrakkan tapi belum ada penghasilan tetap. Tetapi dia nggak mau. Katanya sampai kapan pun tak akan mau tinggal disana.. Terus sekarang saya bekerja di kota (114km atau 2,5 jam perjalanan dari saya tinggal) saya mau ngajak dia tingal bersama saya di tempat saya kerja.dia juga tak mau mengikuti saya. Jadi saya bingung harus bagaimana.

Yg saya tanyakan:
1. tindakan apa yg harus saya ambil? Apakah harus menceraikan nya (karna pihak orang tua saya lebih baik di ceraikan karna tak pernah mau menuruti perinth suami) ? Atauseperti apa karna saya memang sayang dengan dia dan saya tak ingin pisah dngan anak saya yg masih kecil? Terima kasih .wassalam

JAWABAN

1. Kesalahan dia adalah dia terlalu sayang pada rumahnya dan orang tuanya. Sehingga dia tidak siap pindah tempat ikut mertua atau tinggal berdua bersama suami. Kalau hanya ini kesalahannya, maka sebaiknya anda bersabar. Jangan berfikir untuk bercerai terutama karena anda masih sayang pada dia dan anak.

Sementara ini, walaupun bekerja jauh dari rumah, namun sebaiknya cari tempat pekerjaan yang dekat dengan rumah mertua agar tetap bisa bersama istri. Intinya, anda harus berusaha mengalah. Baca juga: Cara Harmonis dalam Rumah Tangga
Read More...

Tuesday, January 10, 2017

Kecewa Pacar Santri dan Ustadz Pesantren
KECEWA PACAR SANTRI DAN USTADZ PESANTREN

Assalaamu'alaikum, wr. wb
Salam hormat,

Pak.Ustadz, saya seorang muslimah berusia 28 tahun. saya pernah menjalin hubungan dengan seorang Santri sekaligus pengajar di Pesantren. Usianya sama dengan saya. Pada awalnya dia baik dan perhatian. namun semakin lama dia berubah. kata-kata nya kasar dan sering berkata tidak senonoh, bahkan dia mengajak saya berbuat mesum dan saya tolak. Namun dia pernah meminta saya memberi foto yang terbuka, dan saya menuruti karena dijanjikan untuk dinikahi. Belakangan dia bercerita bahwa dia sudah menerima foto dari beberapa wanita dan sudah berbuat mesum juga dengan mereka.


TOPIK SYARIAH ISLAM
  1. KECEWA PACAR SANTRI DAN USTADZ PESANTREN
  2. SOLUSI TALAK TIGA
  3. CARA KONSULTASI AGAMA

Saya sedih sekali padahal mereka tau saya ada hubungan dengan pria tersebut. Tetapi kenapa mereka mau berbuat demikian, padahal di lingkungan pesantren. Saat saya tanya pada pacar saya, katanya mereka ikhlas saja melakukanya walaupun tidak dinikahi. Saya sangat sedih mendengar kabar tersebut. Di satu sisi saya dikhianati, juga saya sudah kehilangan sebagian kehormatan saya dengan memberi foto. Dan juga ternyata dengan wanita lain malah lebih jauh lagi. Dia mau berbuat dengan beberapa wanita. Sekarang saya jadi sulit mencari jodoh yang soleh, karena saat saya bercerita bahwa saya pernah memberi foto, jadi enggan menerima keadaan saya. Namun apabila saya tidak bercerita mereka masih bersedia. Sekarang saya jadi merasa buruk sekali. pertanyaan saya adalah:

1. Apakah dengan bertaubat saya dapat kembali seperti dulu waktu belum memberi foto? karena saat saya baca artikel ada yang berbunyi bahwa wanita kafir yang bertaubat lebih diminati untuk dinikahi dari pada wanita berzina yang bertaubat.

2. Kenapa seorang santri dapat berbuat seperti itu, saya benar-benar tidak mengerti.

3. Apa jalan keluar terbaik untuk saya agar terhindar dari sakit hati yang berkepanjangan. Saya sempat shalat istiharah, namun entah kenapa saya merasa bahwa saya harus menikah dengan dia, dan kelak dia akan melupakan semua wanita yang sebelunnya. Saya ragu karena mengingat namanya saja saya sudah trauma.

4. Saya pernah meminta kakak pria tersebut untuk menggantikan bertangungjawab untuk menikahi saya. Namun dia tidak bersedia, dengan alasan belum mapan. Padahal tadinya dia menyukai saya. Saya juga diam-diam tertarik karena dia berbeda sekali dengan adiknya yang seperti itu. Apakah tindakan saya ini benar?

5. Saya benar-benar merasa terdzalimi oleh pria ini dan beberapa wanita tersebut. Saya sempat berdoa agar kebahagiaan itu kelak menjadi milik saya bukan milik mereka. Entah dengan keadaan saya menikah dengan siapapun, saya yang akan bahagia. Karena ada wanita yang mengatakan mencintai pria tersebut apa ada nya tidak peduli kalau dia sudah berbuat mesum dengan beberapa wanita. Padahal menurut saya saya lebih berhak untuk dinikahi karena orang-orang tahu nya saya yang dekat dengan pria tersebut. Walaupun mungkin di depan wanita lain mengaku tidak punya calon. Menurut Pak.Ustadz apakah doa saya ini benar? Karena menurut saya wanita-wanita itu tidak memikirkan bagaimana perasaan saya juga pacar saya sama-sama tidak memikirkan perasaan saya.

Saya pernah bertanya pada pacar saya siapa wanita-wanita tersebut, namun dia tidak mau menjawab, dan dia bilang itu rahasia pribadi. Saya sedih sekali. Waktu saya tagih janjinya untuk menikahi saya karena saya sudah memberi foto, dia tidak mau. Dia malah memberi foto pribadinya. Saya sngat kecewa. Saya bingung Pak.Ustadz padahal dia hidup di pesantren.

Kiranya cukup sekian pertanyaan dari saya mohon maaf bila ada kata yang salah. Terimakasih banyak Pak.Ustadz.
Wassalaamu'alaikum, wr. wb.


JAWABAN

1. Anda dapat kembali seperti dulu apabila (a) bertaubat nasuha; (b) tidak perlu bercerita pada pria lain soal kasus foto tersebut, biarkan hal itu menjadi rahasia anda. Menjaga rahasia adalah wajib.

2. Santri adalah semua orang yang pernah mondok di pesantren dan belajar ilmu agama. Umumnya santri lebih bisa menjaga diri dari godaan setan dibanding yang nonsantri karena lingkungan pendidikan di pesantren relatif lebih baik dan terintegrasi selama 24 jam. Namun demikian, santri juga memiliki lingkungan lain selain pesantren yaitu lingkungan pergaulan di rumahnya. Bahkan tidak sedikit dari santri yang sebelum mondok mempunyai latarbelakang dan pengalaman yang kelam dalam lingkaran pergaulan sebelumnya. Sehingga walaupun dia sudah lama di pesantren dan sudah menjadi ustadz, kecenderungan prilaku masa lalunya masih mempengaruhinya di masa sekarang. Kami berasumsi, pacar anda itu termasuk dari kelompok terakhir ini. Oleh karena itu, ke depan, jangan gampang menaruh kepercayaan penuh pada siapapun. Lihat fakta keseharian mereka. Baru ambil kesimpulan.

Salah Niat

Kemungkinan kedua mengapa seorang santri dan ustadz menjadi pendosa, padahal ahli ilmu agama, adalah karena salah niat. Niat seorang santri ketika pertama belajar menuntut ilmu agama atau ilmu apapun hendaknya dengan tujuan untuk memperbaiki akhlak dan meningkatkan iman. Bukan hanya untuk pintar, apalagi untuk mendapat pekerjaan dan perbaikan masa depan dan untuk tujuan yang bersifat duniawi lainnya. Salah niat akan mengakibatkan si pemilik ilmu tidak memiliki motivasi dan tanggung jawab untuk menjaga maruah keilmuannya.

3. Jalan keluar terbaik adalah melupakan dia, move on dengan cara: (a) cari pria lain segera; (b) jangan terlalu lama berhubungan langsung ajak komitmen menikah. Shalat istikharah bertujuan untuk memantapkan hati pada dua pilihan yang sama-sama baik secara syariah, bukan untuk meramal masa depan. Baca: Shalat Istikharah http://www.alkhoirot.net/2012/04/shalat-istikharah.htmlhttp://www.alkhoirot.net/2012/04/shalat-istikharah.html

Sedangkan pacar anda tidak perlu di-istikharah-i, karena sudah jelas dia pelaku dosa berdasarkan pengakuannya sendiri. Jadi, lupakan dia. Buang dia jauh-jauh dari pikiran anda. Kalau anda mau melupakannya, maka insyaAllah Allah akan menunjukkan jalan pria terbaik bagi Anda. Amin.

4. Tindakan anda tidak salah. Namun, sebagian pria memang merasa kurang percaya diri untuk menikah apabila belum ada pekerjaan atau secara materi belum siap.

5. Berdoa adalah hak setiap orang. Namun bahwa anda merasa terzalimi oleh pria itu dan para wanitanya adalah kurang tepat. Karena faktanya, anda dan dia tidak atau belum terikat oleh ikatan apapun baik berupa ikatan pertunanangan apalagi perkawinan.

Sekali lagi, segera move on. Cari pria lain. Kalau anda terus berusaha, maka Allah akan memberikan anda jodoh terbaik, insyaAllah.


___________________


SOLUSI TALAK TIGA

Assalamu Alaikum Warahmatullahi Wa barakatuh.

Saya sudah pernah dua kali menalak istri saya sekaligus dua kali juga merujuknya. Saya ingin bercerita agar masalah saya dapat dimengerti dengan jelas. Kemarin saya ingin meminjam hp istri saya tapi dia tidak mengizinkan. Saya tanyakan kenapa dia cuma tersenyum, Setelah saya terus tanyakan akhirnya dia bilang dia chatting dengan teman laki-laki waktu SMA dulu. Saya bersikeras meminjam hp nya untuk melihat isi chat lewat BBM tersebut. Setelah saya dapat ternyata tidak ada. Saya bilang ke dia kok datanya dihapus? Dia bilang tidak ada menghapus. Saya sudah terlanjur jengkel karena dia terkesan merahasiakan isi chatnya terang saja saya merasa pasti isi chatnya tidak normal/macam-macam. Saya kesal dia balik kesal sama saya terus saya bilang talak ke dia..Dia lantas menangis katanya barusan dia cuma mau usil sama saya untuk mengetes saya apakah saya cemburu. Saya pun menyesal mengucapkan kalimat itu. Sederhananya Apakah kalimat talak bisa saya batalkan karena secara akal jika saya tahu kalau istri saya cuma bercanda dengan mengetes saya, saya tidak akan ucapkan kalimat itu. Mohon penjelasannya. Terima Kasih.

JAWABAN

Ada pendapat ulama yang menyatakan bahwa ucapan talak karena marah tidak jatuh talak. Anda bisa mengikuti pendapat itu agar tetap mempertahankan rumah tangga. Baca detail: Ucapan Talak Saat Marah
Read More...

Monday, January 09, 2017

INGIN POLIGAMI, ISTRI TAK SETUJU

Saat ini saya telah menikah dengan seorang istri dan di karuniai sepasang anak. Alhamdulilah pernikahan kami bahagia namun ada hal-hal dari sifat istri yang membuat saya merasa terpenjara tidak lagi menjadi diri saya yang bebas berekspresi juga dengan sifat istri yang tidak saya sukai diantaranya. Sifat dominan, suka ngeyel/keras kepala, kurang menempatkan waktu untuk saling memperhatikan pasangan, banyak hal yang mulai mengikis perasaan dan pikiran saya pada akhirnya.

TOPIK SYARIAH ISLAM
  1. INGIN POLIGAMI, ISTRI TAK SETUJU
  2. UCAPAN SURAT TALAK
  3. IMAM MANA YANG LEBIH UTAMA
  4. CARA KONSULTASI AGAMA

Hingga sampai suatu hari saya bertemu kembali dengan seorang wanita dimasa lalu yang masih saya terus ingat sampai hari ini dengan status janda anak 2 non muslim MK. Kira-kira 16 th silam hubungan kami putus karena saya meninggalkan dia. Singkat cerita wanita ini adalah alasan utama dari semua petualangan cerita cinta saya. Begitu juga dengan harapan masa depan saya yang hilang. Sampai akhir nya saya memutuskan untuk mengakhiri penantian harapan dgn istri saya. Namun sekalipun telah menikah hati saya tidak bisa menghilangkan diri nya.

Celah hati kosong dari istri saya terisi oleh wanita masa lalu ini sampai saat ini sudah 7 bulan kami menjalin kasih.

Saya memiliki keinginan poligami dengan nya namun istri sah saya menolak dan lebih memilih untuk dicerai. Sedangkan saya tidak ingin ini terjadi. Satu sisi saya tidak bisa lepas dari anak-anak biologis saya begitupun anak-anak dengan ibu mereka, namun sisi lainnya saya pun sangat memiliki keingin besar sekali ingin memperistri wanita maasa lalu saya. Saya pun bingung memilih diantara hubungan ini.
Mohon saran dan masukannya
Terima kasih


JAWABAN

Yang ideal adalah memutuskan hubungan dengan mantan agar rumah tangga yang selama ini berjalan tetap bisa bertahan. Namun apabila itu tidak bisa, maka jalan terbaik adalah poligami karena hubungan dengan mantan sudah dan sedang terjalin demi menghindari zina. Namun, kalau istri pertama tidak setuju, maka nikah siri menjadi solusi terakhir dan satu-satunya. Setidaknya untuk sementara. agar hubungan anda berdua menjadi halal dan tidak terjadi zina. Secara agama, ijin istri pertama tidak diperlukan untuk menikah lagi. Baca detail: Pernikahan Islam
_________________


UCAPAN SURAT TALAK

assalamu alaikum
pak ustad saya mau tanya,beberapa bulan yang lalu seingat saya kronologinya begini:
saya dan suami berbincang bincang, cerita tentang keluarga orang juga,tiba tiba saya bilang gini saya mau pulang juga (ke kampung rumah orang tua saya), lalu suami jawab gini(saya tidak ingat kalimat yang jelasnya bagamana,karena waktu itu ya kami cuma anggap obrolan biasa dan berlalu begitu saja,tapi sekarang saya baru ingat dan kepikiran terus,)kalimatnya seperti in:

1.PULANGLAH, SAYA KIRIM KAMU BERSAMA SURAT TALAK,ataukah kalimatnya begini KALAU KAMU PULANG, SAYA KIRIM BERSAMA SURAT TALAK,tapi waktu itu saya tidak pulang, tapi beberapa bulan kemudian saya pulang kampung bersama dengan suami
2.saya lupa kalimatnya seperti itu atau bukan, apakah jatuh talak, kalau jatuh, talak berapa, karena seingat saya dari perbincangan kami dia sering mengucapkan surat talak, tapi tidak pernah mengatakan saya talak kamu, dan perbincangan berlalu begitu saja karena kami tidak sampai memikirkan ke talak
3.saya juga lupa pak ustad apakah dia bercanda, menawarkan, mengancam atau bagamana,tapi tanpa ada niat talak karena waktu itu benar benar cuma ngobrol ngobrol biasa saja sehingga pembahasan waktu itu berlalu begutu saja
4.bagaimana status pernikahan kami sekarang?

Tambahan:

waktu itu saya juga bilang ke suami,
1. KALAU UANG SAYA SUDAH HABIS TINGGAL TELPON MINTA UANG, LALU SUAMI JAWAB BILANG BUKAN UANG YANG SAYA KIRIM TAPI SURAT TALAK
2. waktu pulang dengan suami, sudah di kampung, suami saya telponan dengan temannya, lalu temannya nanya saya kapan balik ke kupang lagi( ke rumah saya dengan suami)lalu saya bilang tahun depan(bercanda)karena memang saya dengan suami sudah komitmen ke kampung bareng pulang ke rumah juga bareng, entah apa yang dibilang sama temannya saya kurang jelas dengarnya lalu suami saya bilang DIBUATKAN SAJA SURAT TALAK (suami saya sambil tertawa kecil) tapi bulan depan saya pulang ke rumah dengan suami juga
3. itu hukumnya bagaimana pak ustas?

wassalam

JAWABAN

Status pernikahan anda masih sah karena ucapan "PULANGLAH, SAYA KIRIM KAMU BERSAMA SURAT TALAK" itu sudah tidak berlaku lagi karena (a) anda tidak pulang pada saat itu; dan (b) anda pulang bersama suami. Baca detail: Cerai dalam Islam

_________________


IMAM MANA YANG LEBIH UTAMA

Redaksi yang terhormat

Didaerah kami ada dua model Imam shalat yaitu:

1. Di sebuah Masjid, Imam shalatnya hanya satu orang. Imam tersebut adalah satu-satunya Imam yang mengimami shalat lima waktu seorang diri. Namun jika Imam tersebut sedang berhalangan maka baru ada Imam lain yang menggantikannya.

2. Di satu Masjid lainnya, Imam shalatnya ada tiga Imam yang bergantian menjadi Imam. Yang satu mengimami Magrib sama Shubuh, yang satu mengimami isya' dan yang satunya mengimami shalat dzuhur sama ashar.

Pertanyaan saya:

Lebih utama mana model Imam diatas, Apa lebih utama model Imam yang nomor 1 atau nomor 2?

Saya mohon jawaban, alasan serta dalilnya.
Sebelumnya saya ucapkan terma kasih atas jawabannya.
Wassalamu alaikum.

JAWABAN

Sama saja, tidak prinsip. Yg prinsip adalah imam harus fasih membaca Al-Fatihah dan kalau bisa yang pintar ilmu agama. dua poin ini yg membuat shalat berjamaah menjadi ideal. Baca: Shalat Berjamaah

_________________


HUKUM MENABUNG DAN MENGGUNAKAN JASA BANK KONVENSIONAL

Assalamualaikum

Kepada para pengurus Alkhoirot, saya ingin bertanya beberapa pertanyaan yang mengganjal dipikiran saya.

1. Bagaimana hukumnya menabung di bank Konvensional untuk menyimpan uang dan memanfaatkan jasa-jasa yang terdapat pada bank tersebut ? Saya mengetahui bahwa mayoritas ulama mennganggap bahwa bunga pada bank konvensional dinilai sama dengan riba dan diharamkan, dan saya sendiri lebih sependapat dengan hal tersebut.

Namun, karena urusan perkuliahan dan pekerjaan. Saya harus membuat rekening di bank konvensional, sedangkan saya sendiri takut dengan bunga bank konvensional karena takut terkena riba. Jadi, apakah boleh saya menabung di bank konvensional dengan tujuan untuk menggunakan jasa-jasa yang terdapat dalam bank tersebut untuk mengurus keperluan saya sehari-hari tanpa mengambil bunga yang saya dapatkan dari tabungan saya ?

Jika tidak, apakah para pengurus bisa menolong saya untuk mencari jalan keluar lain dari masalah yg saya hadapi ? terima kasih.

JAWABAN

1. Hukumnya boleh. Menurut Syaikh Yusuf Qardhawi, haramnya bank konvensional adalah dalam segi jasa kredit. Adapun jasa-jasa lain yang tidak melibatkan riba seperti transfer uang, tabungan, dan semacamnya adalah boleh. Baca detail: Hukum Bank
Read More...