Monday, November 06, 2017

Hukum Percaya Ramalan dalam Islam

Hukum Percaya Ramalan dalam Islam

Percaya pada ramalan hukumnya haram. Termasuk ramalan nasib, ramalan bintang zodiak, ramalan jodoh dan perkawinan, dll. Baik ramalan tentang masa lalu atau masa depan. Contoh ramalan masa lalu seperti ramalan tentang siapa pencuri barang yang hilang atau berada di mana barang yang hilang tersebut. Contoh ramalan masa yang akan datang seperti apa yang akan terjadi apabila pria A menikah dengan wanita B. Apa yang akan menimpa wanita C apabila menikah dengan pria D, dan seterusnya. Dosa dari percaya ramalan termasuk dalam kategori dosa besar. Az-Zahabi dalam kitab Al-Kabair memmasukkannya ke dalam dosa besar nomor 46. Oleh karena itu, tidak mempercayai ramalan adalah hal terbaik bagi seorang muslim yang ingin komitmen pada ajaran syariah Islam.

DAFTAR ISI
  1. Dalil Dasar Haramnya Percaya Ramalan
    1. Pengertian Hadits
    2. Pendapat Ulama Ahlussunnah
    3. Pendapat Ulama Wahabi
  2. Wasiat, Hibah dan Waris
  3. CARA KONSULTASI SYARIAH ISLAM

DALIL DASAR HARAMNYA PERCAYA RAMALAN

- QS An Naml :65

قُلْ لا يَعْلَمُ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضِ الْغَيْبَ إِلاَّ اللَّهُ
Artinya: Katakanlah: "Tidak ada seorangpun di langit dan di bumi yang mengetahui perkara yang ghaib, kecuali Allah", dan mereka tidak mengetahui bila mereka akan dibangkitkan.

- QS Al-Araf :188

قُلْ لا أَمْلِكُ لِنَفْسِي نَفْعاً وَلا ضَرّاً إِلَّا مَا شَاءَ اللَّهُ وَلَوْ كُنْتُ أَعْلَمُ الْغَيْبَ لَاسْتَكْثَرْتُ مِنَ الْخَيْرِ وَمَا مَسَّنِيَ السُّوءُ إِنْ أَنَا إِلَّا نَذِيرٌ وَبَشِيرٌ لِقَوْمٍ يُؤْمِنُونَ
Artinya: Katakanlah: "Aku tidak berkuasa menarik kemanfaatan bagi diriku dan tidak (pula) menolak kemudharatan kecuali yang dikehendaki Allah. Dan sekiranya aku mengetahui yang ghaib, tentulah aku membuat kebajikan sebanyak-banyaknya dan aku tidak akan ditimpa kemudharatan. Aku tidak lain hanyalah pemberi peringatan, dan pembawa berita gembira bagi orang-orang yang beriman".

- QS Al-Jin :26-27

عَالِمُ الْغَيْبِ فَلا يُظْهِرُ عَلَى غَيْبِهِ أَحَداً . إِلَّا مَنِ ارْتَضَى مِنْ رَسُولٍ فَإِنَّهُ يَسْلُكُ مِنْ بَيْنِ يَدَيْهِ وَمِنْ خَلْفِهِ رَصَداً
Artinya: (Dia adalah Tuhan) Yang Mengetahui yang ghaib, maka Dia tidak memperlihatkan kepada seorangpun tentang yang ghaib itu. Kecuali kepada rasul yang diridhai-Nya, maka sesungguhnya Dia mengadakan penjaga-penjaga (malaikat) di muka dan di belakangnya.

- QS Al Mulk :5

وَلَقَدْ زَيَّنَّا السَّمَاءَ الدُّنْيَا بِمَصَابِيحَ وَجَعَلْنَاهَا رُجُوماً لِلشَّيَاطِينِ وَأَعْتَدْنَا لَهُمْ عَذَابَ السَّعِيرِ
Artinya: Sesungguhnya Kami telah menghiasi langit yang dekat dengan bintang-bintang, dan Kami jadikan bintang-bintang itu alat-alat pelempar syaitan, dan Kami sediakan bagi mereka siksa neraka yang menyala-nyala.

- Hadits sahih riwayat sejumlah perawi hadits dalam kitab-kitab hadits mereka yaitu Sahih Muslim VII/37; Sunan Abu Daud IV/21; Musnah Ahmad IV/68; Sunan Tirmidzi I/242; Sunan Ibnu Majah I/404. Teks hadits sbb:
مَنْ أتى عَرَّافًا فَسَأَلهُ عَنْ شَئٍ لم تقْبَل لَهُ صَلاةُ أربعينَ ليلةً
Artinya: Barnagsiapa yang datang ke tukang ramal lalu mempercayai apa yang dikatakan maka shalatnya tidak diterima selama 40 hari.

Teks hadits riwayat Abu Daud sbb:

مَنْ أَتَى كَاهِنًا فَصَدَّقَهُ بِمَا يَقُولُ
Teks hadits versi Ahmad dan perawi hadits lain (Ashabus Sunan) dari Abu Hurairah sbb:

من أتى كاهنا أو عرافا فصدقه بما يقول فقد كفر بما أنزل على محمد صلى الله عليه و سلم
Artinya: Barangsiapa yang mendatangi seorang dukun atau peramal, lalu dia percaya pada apa yang dikatakan maka dia telah mengingkari (kufur) syariah Allah yang diturunkan pada Nabi Muhammad s.a.w.

- Hadits sahih riwayat Muslim no. 537

عن معاويةَ بنِ الحكم السُّلمي رضي الله عنه قال: «قُلْتُ: يَا رَسُولَ اللهِ ! أُمُورًا كُنَّا نَصْنَعُهَا فِي الجَاهِلِيَّةِ، كُنَّا نَأْتِي الكُهَّانَ قَالَ: فَلاَ تَأْتُوا الكُهَّانَ»
Artinya: Ya Rasulullah, dulu kami banyak melakukan sesuau di masa Jahiliyah. Dulu kami biasa datang ke tukang ramal. Nabi bersabda: Jangan datang ke dukun tukang ramal.

- Hadits riwayat Abu Daud dan Ibnu Majah

من اقتبس شعبة من النجوم، اقتبس شعبة من السحر، زاد ما زاد
Artinya: Barangsiapa yang mengambl bagian dari ilmu perbintangan, maka ia telah mengambil bagian dari ilmu sihir.


PENGERTIAN HADITS

As-Syaukani dalam Nailul Autar I/268 disebutkan: kata "arraf" atau dukun peramal adalah seseorang yang membahas tentang barang yang dicuri atau yang hilang dimana keberadaan barang itu dan siapa pencurinya dan apa sifatnya. Termasuk dalam kategori "arraf" adalah ahli nujum. Adapun orang yang pergi pada peramal untuk bertanya tentang sesuatu supaya dukun itu memberitahu tempat barang yang dicuri atau hilang, maka tidak diterima pahala shalatnya selama 40 hari dan malam selain dosa yang ditimpakan padanya. Baik shalat fardhu atau sunnah.

Adapun makna "lam tuqbal (tidak diterima)" artinya dia tidak mendapat pahala. Bukan tidak sah shalatnya.

Termasuk dalam kategori "arraf" adalah orang yang memakai media cangkir dan kopi atau media lain seperti kartu, dll untuk melakukan ramalan.


PENDAPAT ULAMA AHLUSSUNNAH

Ulama Ahlussunnah Wal Jamaah adalah ulama madzhab yang empat, ulama Asy'ariyah dan ulama kontemporer yang bukan Wahabi.

ADZ-DZAHABI

Az-Dzahabi dalam kitab Al-Kabair memasukkannya ke dalam dosa besar ke-46. Dengan dasar dalil dari Quran dan hadits Az-Zahaby menyatakan lihat detail: http://www.fatihsyuhud.org/2013/05/kabair-khomsun-dzahabi.html#9

PENDAPAT SEBAGIAN ULAMA SALAF

Sebagian ulama memerinci hukum dari soal ini sebagai berikut:
إن سأله معتقدا صدقه ، وأنه يعلم الغيب فإنه يكفر .
ـ فإنْ اعتقد أنَّ الجن تُلْقِي إليه ما سمعته من الملائكة أو أنه بإلهام فصدقه من هذه الجهة لا يكفر
Artinya: Apabila seseorang bertanya pada dukun ramal serta yakin atas kebenarannya bahwa dukun itu mengetahui masal gaib, maka hukumnya kafir. Apabila orang yang datang ke dukun itu meyakini bahwa adalah jin yang membisikkan pada dukun itu mendengar dari malaikat atau melalui ilham lalu percaya dari arah ini maka tidak kafir.

BA ALWI DALAM BUGHIYAH MUSTARSYIDIN

Dalam kitab Ghayatu Talkhishi Al-Murad min Fatawi ibn Ziyad, Hamisy Bughyatul Mustarsyidin, hal. 206 ; dijelaskan bahwa selagi tetap meyakini bahwa penentu untung dan sial itu Allah, maka tidak apa-apa


مسألة: إذا سأل رجل آخر: هل ليلة كذا أو يوم كذا يصلح للعقد أو النقلة؟ فلا يحتاج إلى جواب، لأن الشارع نهى عن اعتقاد ذلك وزجر عنه زجراً بليغاً، فلا عبرة بمن يفعله، وذكر ابن الفركاح عن الشافعي أنه إن كان المنجم يقول ويعتقد أنه لا يؤثر إلا الله، ولكن أجرى الله العادة بأنه يقع كذا عند كذا، والمؤثر هو الله عز وجل، فهذا عندي لا بأس به، وحيث جاء الذم يحمل على من يعتقد تأثير النجوم وغيرها من المخلوقات

Artinya: Jika seorang bertanya kepada orang lain, apakah malam tertentu atau hari tertentu cocok untuk akad nikah atau pindah rumah? Maka tidak perlu dijawab, karena syariat melarang meyakini hal yang demikian itu bahkan sangat menentang orang yang melakukannya. Ibnul Farkah menyebutkan sebuah riwayat dari Imam Syafii bahwa jika ahli astrologi berkata dan meyakini bahwa yang mempengaruhi adalah Allah, dan Allah yang menjalankan kebiasaan bahwa terjadi demikian di hari demikian sedangkan yang mempengaruhi adalah Allah. Maka hal ini menurut saya tidak apa-apa, karena yang dicela apabila meyakini bahwa yang berpengaruh adalah nujum dan makhluk-makhluk (bukan Allah).

AS-SYAUKANI

As-Syaukani dalam kitab Nailul Authar I/368 menyatakan bahwa yang dimaksud "faqod kafara" (ia menjadi kafir) adalah kufur majazi bukan kufur haqiqi menurut sebagian pendapat. Lebih detail, As-Syaukani menyatakan:
قوله: فقد كفر ظاهره أنه الكفر الحقيقي، وقيل هو الكفر المجازي، وقيل من اعتقد أن الكاهن والعراف يعرفان الغيب ويطلعان على الاسرار الإلهية كان كافرا كفرا حقيقيا، كمن اعتقد تأثير الكواكب وإلا فلا.
Artinya: Kata hadits "maka ia menjadi kafir" secara pemahaman dzahir (eksplisit) ia kufur haqiqi. Menurut satu pendapat adalah kufur majazi. Menurut pendapat lain: barangsiapa yang meyakini bahwa dukun ramal itu mengetahui urusan gaib dan melihat rahasia ilahiah (ketuhanan) maka ia menjadi kafir haqiqi sebagaimana orang yang meyakini pengaruh perbintangan. Apabila tidak seperti itu, maka tidak dianggap kafir.

YUSUF QARDHAWI

Dalam salah satu fatwanya terkait fenemona banyaknya orang yang suka membaca ramalan bintang di media, Qardhawi menyatakan:

ولو وعى الناس وفقهوا أن الغيب لا يعلمه إلا الله، وأن نفسًا لا تدري ماذا تكسب غدا، وأن التهجم على ادعاء الغيب ضرب من الكفر، وأن تصديق ذلك ضرب من الضلال، وأن العرافين والكهنة والمنجمين وأشباههم كذبة مضللون - ما نفقت سوق هذا الباطل، ولا وجد من يكتبه أو يقرؤه بين المسلمين
Seandainya umat Islam sadar dan mengerti bahwa perkara ghaib hanya bisa diketahui oleh Allah, dan bahwa seseorang tidak akan tahu apa yang akan terjadi besok, dan bahwa mengaku tahu perkara ghaib itu bagian dari kekufuran, dan bahwa mempercayai hal itu bagian dari kesesatan, dan bahwa tukang ramal, dukun dan bahwa ahli ilmu nujum dan serupa dengan itu adalah para penipu yang menyesatkan-- maka niscaya terjebak pada kebatilan ini dan niscaya tidak ada orang muslim yang akan menulis atau membaca ramalan bintang. Selengkapnya baca: http://www.qaradawi.net/fatawaahkam/30/1536--q-q.html

Intinya, Qardhawi berpendapat bahwa haram hukumnya membuat ramalan bintang (zodiak), mempercayai dan menerbitkannya.


PENDAPAT ULAMA WAHABI

Sulaiman bin Abdullah dalam kitab Taisir al-Aziz al-Hamid fi Sharh Kitab at-Tauhid I/358 menyatakan:
bahwa orang yang datang meminta ramal ke dukun tukang ramal adalah kafir apabila mempercayai ucapan peramal tersebut. Teks aslinya sebagai berikut:

"قال بعضهم لا تعارض بين هذا الخبر وبين حديث من أتى عرافا فسأله عن شيء لم تقبل له صلاة أربعين ليلة إذ الغرض في هذا الحديث أنه سأله معتقدا صدقه وأنه يعلم الغيب فإنه يكفر فإن اعتقد أن الجن تلقي اليه ما سمعته من الملائكة أو أنه بإلهام فصدقه من هذه الجهة لا يكفر كذا قال وفيه نظر وظاهر الحديث أنه يكفر متى اعتقد صدقه بأي وجه كان لاعتقاده أنه يعلم الغيب وسواء كان ذلك من قبل الشياطين أو من قبل الإلهام لا سيما وغالب الكهان في وقت النبوة إنما كانوا يأخذون عن الشياطين وفي حديث رواه الطبراني عن واثلة مرفوعا من أتى كاهنا فسأله عن شيء حجبت عنه التوبة أربعين ليلة فإن صدقه بما قال كفر قال المنذري ضعيف فهذا لو ثبت نص في المسألة لكن ما تقدم من الأحاديث يشهد له فإن الحديث الذي فيه الوعيد بعدم قبول الصلاة أربعين ليلة ليس فيه ذكر تصديقه والأحاديث التي فيها اطلاق الكفر مقيدة بتصديقه"

Abdurrahman bin Hasan dalam kitab Fathul Majid Sharh Kitab at Tauhid I/283 menyatakan: Menurut dzahirnya hadits hukumnya kafir orang yang meyakini kebenaran ramalan. Sebelum Islam datang, dahulu dukun peramal mengambil ramalan dari setan. Teks aslinya sebagai berikut:

وقال الشيخ عبد الرحمن بن حسن رحمه الله في فتح المجيد شرح كتاب التوحيد - (1 / 283)
"من أتى كاهنا قال بعضهم لا تعارض بين هذا وبين حديث من أتى عرافا فسأله عن شئ لم تقبل له صلاة أربعين ليلة هذا على قول من يقول هو كفر دون كفر أما على قول من يقول بظاهر الحديث فيسأل عن وجه الجمع بين الحديثين وظاهر الحديث أن يكفر متى اعتقد صدقه بأي وجه كان وكان غالب الكهان قبل النبوة إنما كانوا يأخذون عن الشياطين "

Friday, September 29, 2017

Hukum Puasa Bulan Muharram

Hukum Puasa Bulan Muharram
HUKUM PUASA BULAN MUHARAM

Muharram adalah bulan pertama dalam kalender Islam hijriah. Dalam bulan ini ada juga hari-hari yang disunnahkan puasa. Yang paling terkenal adalah puasa Tasu'a dan Asyura yang masing-masing dilaksanakan pada tanggal 9 dan 10 Muharram.

DAFTAR ISI
  1. Dalil Dasar Puasa Muharram
  2. Hukum Puasa Bulan Muharram
    1. Hukum Puasa Tasu'a (Hari Kesembilan) Muharram
    2. Hukum Puasa Asyura (Hari Kesepuluh) Muharram
  3. Hukum Puasa Muharram se-Bulan Penuh
  4. Pendapat Ulama Wahabi Hukum Puasa Muharram se-Bulan Penuh
  5. Bacaan Niat Puasa Bulan Muharram
  6. Waktu Niat Puasa Bulan Muharram
  7. Hukum Mengusap Anak Yatim Bulan Asyuro
  8. CARA KONSULTASI SYARIAH ISLAM


DALIL DASAR HUKUM PUASA MUHARRAM

- Bulan Muharram termasuk salah satu dari bulan yang 4 (empat) yang disebut dalam QS At Taubah 36: فَلا تَظْلِمُوا فِيهِنَّ أَنْفُسَكُمْ
Artinya: Maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu.

- Hadits sahih riwayat Muslim
أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ شَهْرُ اللَّهِ الْمُحَرَّمُ وَأَفْضَلُ الصَّلَاةِ بَعْدَ الْفَرِيضَةِ صَلَاةُ اللَّيْلِ

Artinya: Puasa yang paling utama sesudah puasa Ramadlan adalah puasa pada Syahrullah (bulan Allah) Muharram. Sedangkan shalat malam merupakan shalat yang paling utama sesudah shalat fardhu.

- Hadits sahih riwayat Muslim Nabi menganjurkan untuk puasa Asyura

وَصِيَامُ يَوْمِ عَاشُورَاءَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِي قَبْلَهُ

Artinya: Puasa hari ‘Asyura, sungguh aku berharap kepada Allah agar menghapuskan dosa setahun yang telah lalu.

- Hadits sahih riwayat Bukhari Muslim (muttafaq alaih) dari Ibnu Abbas tentang sunnahnya puasa hari Asyura (hari ke-10) bulan Muharram
مَا رَأَيْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَتَحَرَّى صِيَامَ يَوْمٍ فَضَّلَهُ عَلَى غَيْرِهِ إِلَّا هَذَا
الْيَوْمَ يَوْمَ عَاشُورَاءَ وَهَذَا الشَّهْرَ يَعْنِي شَهْرَ رَمَضَانَ

Artinya: Aku tidak penah melihat Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam bersemangat puasa pada suatu hari yang lebih beliau utamakan atas selainnya kecuali pada hari ini, yaitu hari ‘Asyura dan pada satu bulan ini, yakni bulan Ramadhan.

- Hadits sahih riwayat Bukhari dari Ibnu Abbas

قَدِمَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْمَدِينَةَ فَرَأَى الْيَهُودَ تَصُومُ يَوْمَ عَاشُورَاءَ فَقَالَ مَا هَذَا ؟ قَالُوا : هَذَا يَوْمٌ صَالِحٌ ، هَذَا يَوْمٌ نَجَّى اللَّهُ بَنِي إِسْرَائِيلَ مِنْ عَدُوِّهِمْ فَصَامَهُ مُوسَى، قَالَ فَأَنَا أَحَقُّ بِمُوسَى مِنْكُمْ فَصَامَهُ وَأَمَرَ بِصِيَامِهِ

Artinya: Apabila Rasulullah S.A.W tiba di Madinah maka baginda telah melihat orang yahudi berpuasa pada hari kesepuluh (Muharram) maka baginda bertanya: Apakah ini?. Maka jawab mereka : Ini merupakan hari yang baik di mana pada hari inilah Allah SWT menyelamatkan bani Israel daripada musuh mereka maka nabi Musa berpuasa pada hari ini. Maka sabda baginda S.A.W : Maka aku lebih layak dengan nabi Musa daripada kamu maka baginda berpuasa pada hari ini. Dan baginda menyuruh untuk berpuasa pada hari ini

- Hadits sahih riwayat Muslim

” ثَلَاثٌ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ ، وَرَمَضَانُ إِلَى رَمَضَانَ ، فَهَذَا صِيَامُ الدَّهْرِ كُلِّهِ ، صِيَامُ يَوْمِ عَرَفَةَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِي قَبْلَهُ ، وَالسَّنَةَ الَّتِي بَعْدَهُ ، وَصِيَامُ يَوْمِ عَاشُورَاءَ ، أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِي قَبْلَهُ

Artinya: Puasa 3 dari setiap bulan sejak dari Ramadan ke Ramadan berikutnya dianggap berpuasa setahun penuh. Sedangkan puasa hari Arafah pahalanya di sisi Allah akan menghapuskan dosa setahun sebelumnya dan setahun sesudahnya. Adapun puasa hari Asyura, pahalanya di sisi Allah dapat menghapuskan dosa setahun sebelumnya.

- Hadits sahih riwayat Tirmidzi tentang sunnahnya puasa Asyura dari Ibnu Abbas

أمر رسول الله صلى الله عليه وسلم بصوم عاشوراء يوم العاشر

Artinya: Rasulullah menyuruh berpuasa Asyura pada hari ke-10 (bulan Muharram)

- Hadits sahih riwayat Muslim tentang sunnahnya puasa Tasu'a (hari ke-9) pada bulan Muharram. Nabi bersabda: لَئِنْ عِشْتُ إلَى قَابِلٍ لاَصُومَنَّ التَّاسِعَ
Artinya: Jika saya masih hidup di tahun depan, pasti akan berpuasa pada hari kesembilan


HUKUM PUASA BULAN MUHARRAM

Dari dalil-dalil Quran dan hadits di atas, maka ulama mengambil kesimpulan bahwa berpuasa pada bulan Muharram adalah sunnah: mendapat pahala apabila melakukan dan tidak berdosa apa tidak melaksanakannya.


HUKUM PUASA TASU'A (HARI KE-9) MUHARRAM

Berpuasa pada hari Tasu'a atau hari ke-9 (sembilan) bulan Muharram juga sunnah berdasarkan keumuman hadits sunnahnya berpuasa bulan Muharram. Menurut Imam Nawawi itu bertujuan untuk membedakan diri seorang muslim dengan umat Yahudi yang hanya berpuasa pada hari Asyura saja.


HUKUM PUASA ASYURA (HARI KE-10) MUHARRAM

Asyura adalah hari ke-10 pada bulan Muharram. Ini berdasar pada pendapat At-Taibi dalam Tuhfadzul Ahwadzi (III/379), dan pendapat Az-Zain bin Al-Munir dalam Tuhfadzul Ahwadzi (III/383) yang mengatakn

الأكثر على أن عاشوراء هو اليوم العاشر من شهر الله المحرم وهو مقتضى الاشتقاق والتسمية

Imam Nawawi dalam Syarah Muslim (VIII/12) mengatakan:
وذهب جمهور العلماء من السلف والخلف إلى أن عاشوراء هو اليوم العاشر من المحرم ... وهذا ظاهر الأحاديث ومقتضى اللفظ

Berpuasa pada tanggal 10 bulan Muharram yang umum disebut dengan puasa Asyura (Asyuro) memiliki kesunnahan yang lebih dibanding hari-hari yang lain karena disebut secara khusus oleh Rasulullah dalam salah satu hadits yang dikutip di atas.


HUKUM PUASA BULAN MUHARRAM 1 BULAN PENUH

Walaupun Nabi Muhammad tidak pernah melakukan puasa sebulan penuh pada bulan Muharram, namun sebagian ulama berpendapat bahwa berpuasa 1 bulan penuh pada bulan Muharram tidak dilarang berdasarkan pada hadits yang menganjurkan berpuasa pada bulan Muharram di atas.

Secara umum, berpuasa sunnah 1 bulan penuh ada 2 (dua) pendapat ulama. Ada yang membolehkan dan ada yang menghukumi makruh. Yang mengatakan boleh antara lain adalah Ibnu Umar. Sedang ulama yang menghukumi makruh antara lain Ibnu Abbas.

Pendapat yang membolehkan berdasarkan pada hadits sahih riwayat Muslim no. 1163 sbb:

أفضل الصيام بعد رمضان شهر الله المحرم . فإذا صامه كله فهو طيب أو صام التاسع والعاشر والحادي عشر فذلك سنة .

Artinya: Puasa yang paling utama setelah Ramadan adalah puasa bulan Muharram. Apabila berpuasa sebulan penuh maka itu baik atau puasa hari ke-9 dan ke-10 dan ke-11 maka itu sunnah.

Selain dari dalil hadits di atas, ada riwayat lain yang menyatakan bahwa Nabi pernah shalat sunnah pada bulan Sya'ban sebulan penuh. Tapi terkadang Nabi puasa sunnah Sya'ban hanya sedikit berdasar hadits dari Aisyah dan Ummu Salmah.

Adapun ulama yang berpendapat bahwa puasa sebulan penuh pada bulan Muharrom hukumnya makruh berdasarkan pada hadits sahih riwayat Bukhari dari Aisyah

ما رأيت رسول الله صلى الله عليه و سلم استكمل صيام شهر قط إلا رمضان وما رأيته في شهر أكثر صياما منه في شعبان

Artinya: Aku tidak pernah melihat Rasulullah menyempurnakan puasa sebulan kecuali Ramadan. Dan aku tidak pernah melihatnya berpuasa sunnah yang lebib banyak dari bulan Sya'ban.

Tapi dalam hadits Bukhari yang lain ada tambahan: كان يصوم شعبان كله (Nabi pernah puasa Sya'ban sebulan pemuh). Sedang hadits yang sama dari riwayat Muslim teks hadits sbb: كان يصوم شعبان كله، كان يصوم شعبان إلا قليلا (Nabi pernah puasa Sya'ban sebulan penuh dan pernah puasa Sya'ban sedikit saja).

Kesimpulan: Puasa bulan Muharram itu sunnah. Puasa 3 hari sunnah. Puasa sebulan penuh juga sunnah. Terserah pilih yang mana. Semua ada dasarnya.


BACAAN NIAT PUASA MUHARRAM

Niat puasa pada bulan Muharram sama dengan niat puasa sunnah yang lain dengan perbedaan menyebut nama Muharram, atau Tasu'a dan Asyura pada masing-masing puasa tersebut. Lebih jelasnya sbb:

NIAT PUASA HARI TASU'A (HARI KE-9)

Teks Arab: نويت الصوم في يوم تاسوعاء سنة لله تعالي
Teks latin: Nawaitus Shauma fi yaumi Tasu'a sunnatan lillahi ta'ala
Artinya: Saya niat puasa pada hari Tasu'a karena Allah Ta'ala

NIAT PUASA HARI ASYURA (HARI KE-10)

Teks Arab: نويت الصوم في يوم عاشوراء سنة لله تعالي
Teks latin: Nawaitus Shauma fi yaumi Asyura sunnatan lillahi ta'ala
Artinya: Saya niat puasa pada hari Asyuro karena Allah Ta'ala

NIAT PUASA BULAN MUHARRAM (SELAIN KEDUA HARI DI ATAS)

Teks Arab: نويت الصوم في شهر محرم سنة لله تعالي
Teks latin: Nawaitus Shauma fi syahri Muharrom sunnatan lillahi ta'ala
Artinya: Saya niat puasa pada bulan Muharrom karena Allah Ta'ala


WAKTU NIAT PUASA MUHARRAM

Karena puasa pada bulan Muharram adalah puasa sunnah maka waktu niatnya dapat dilakukan pada malam hari sampai siang hari sebelum tergelincirnya matahari (sebelum waktu dzuhur).


MENGUSAP KEPALA ANAK YATIM HARI ASYURA

Mengusap kepala anak yatim pada hari Asyuro atau hari ke-10 bulan Muharram sudah menjadi tradisi di sebagian masyarakan muslim di Indonesia.

Hukum mengusap anak yatim laki-laki atau perempuan adalah sunnah walaupun tidak harus dilakukan pada hari Asyura. Dasar hadits adalah sbb:

- Hadits riwayat Ahmad dengan sanad sahih:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَجُلاً شَكَا إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَسْوَةَ قَلْبِهِ فَقَالَ امْسَحْ رَأْسَ الْيَتِيمِ وَأَطْعِمْ الْمِسْكِي .

Artinya: Diriwayatkan dari Abu Hurairah, bahwa ada seorang laki-laki yang mengadukan kekerasan hatinya kepada Rasulullah saw, maka beliau bersabda: ‘Usaplah kepala anak yatim dan berilah makan orang miskin.

- Hadits riwayat Ahmad

مَنْ مَسَحَ رَأْسَ يَتِيمٍ لَمْ يَمْسَحْهُ إِلا لِلَّهِ , كَانَتْ لَهُ بِكُلِّ شَعَرَةٍ مَرَّتْ عَلَيْهَا يَدُهُ حَسَنَاتٍ ، وَمَنْ أَحْسَنَ إِلَى يَتِيمٍ أَوْ يَتِيمَةٍ كُنْتُ أَنَا وَهُوَ كَهَاتَيْنِ " . وَقَرَنَ بَيْنَ إِصْبَعَيْهِ .

Artinya: Siapa yang mengusap kepala anak yatim karena Allah maka ia akan mendapatkan kebaikan beberapa kali lipat dari setiap rambut anak yatim yang disentuh. Barang siapa yang berbuat baik pada anak yatim atau yatimah (perempuan) maka aku dan dia akan seperti ini (nabi mensejajarkan kedua jarinya).

- Hadits sahih riwayat Bukhari tentang menyantuni anak yatim
وَأَنَا وَكَافِلُ الْيَتِيمِ فِي الْجَنَّةِ هَكَذَا وَأَشَارَ بِالسَّبَّابَةِ وَالْوُسْطَى وَفَرَّجَ بَيْنَهُمَا شَيْئًا.
Artinya: Aku dan pemelihara anak yatim, di surga seperti ini. Lalu beliau mengisyaratkan jari telunjuk dan jari tengah dan merenggangkan di antara keduanya sedikit.


PENDAPAT ULAMA WAHABI TENTANG PUASA MUHARAM SEBULAN PENUH

Di antara ulama Wahabi Arab Saudi terdapat perbedaan pendapat tentang soal ini. Ada yang menyatakan tidak sunnah, dan ada yang menganggap sunnah.

Salah satu ulama Wahabi yang menganggap puasa Muharam sebulan penuh tidak sunnah adalah Ibnu Utsaimin. Dalam Majmuk Fatawa wa Rasail, "Kitab Shiyam" Jilid 20 Al-Utsaimin menyatakan:
بعض الفقهاء يقولون: يسنُّ صيام شهر الله المحرم كله ويستدلون بقوله صلى الله عليه وسلم: "أفضل الصيام بعد رمضان شهر الله المحرم"، ولكن لم يرد عن النبي صلى الله عليه وسلم فيما أعلم أنه يصومه كله، وأكثر ما يكون صيامه من الشهور بعد رمضان شهر شعبان، كما جاء في الحديث الصحيح عن عائشة رضي الله عنها، ولا يقال لمن صامه كله: إنه مبتدع، لأن الحديث المذكور قد يحتمل هذا، أعني صيامه كله كما ذكره بعض الفقهاء

Artinya: Sebagian fuqaha berpendapat bahwa puasa Muharam sebulan penuh itu sunnah dengan dalil hadits Nabi: "Puasa paling utama setelah Ramadan adalah puasa Muharram". Akan tetapi, sepanjang yang saya tahu tidak ada nash dari Nabi bahwa beliau pernah puasa sebulan penuh. Puasa terbanyak yang dilakukan Nabi selain Ramadan adalah puasa Sya'ban sebagaimana tersebut dalam hadits sahih dari Aiyah. Akan tetapi tidak dapat dikatakan pada orang yang puasa sebulan penuh sebagai bid'ah karena hadits Muharam di muka telah mencakup hal ini. Yakni, puasa Muharam sebulan penuh seperti yang dikatakan sebagaian fuqaha.

Sebaliknya, Muhammad Mukhtar As-Shankiti, salah satu ulama Wahabi yang lain dan anggota Haiah Kibar al-Ulama As-Saudiyah, berpendapat bahwa puasa Muharam sebulan penuh itu hukumnya boleh dan sunnah (mendapat pahala).
يجوز له أن يصوم المحرم كاملا ويجوز له أن يصوم منه يوما ويفطر يوما ، ويجوز أن يصوم بعضه، وأفضل ما فيه يوم عاشوراء لثبوت السنة فيه، وأفضل ما يكون أن يصوم يوما قبله مع عاشوراء هذا بالنسبة للأفضل في المحرم ، وأما ما يفعله بعض المتأخرين من الإنكار على من يصوم شهر المحرم كاملا فهذا أمر باطل؛ لأن النبي صلى الله عليه وسلم رغب في صيامه ، فمن صامه كاملا لا ينكر عليه بل يؤجر وتشحذ همته على ذلك ولا يثرب عليه فهو مأجور غير مأزور .

Artinya: Boleh puasa Muharam penuh dan boleh puasa selang seling (sehari puasa, sehari tidak). Boleh puasa sebagian. Puasa yang paling utama di bulan Muharam adalah hari Asyura karena ada hadits dan puasa sebelum Asyura. Adapun yang dilakukan sebagian ulama kontemporer yang mencela orang yang berpuasa penuh di bulan Muharam maka itu perkara batil karena Nabi menganjurkan puasa di bulan ini. Barangsiapa yang puasa penuh, maka ia hendaknya tidak dicela, justru diberi pahala...

Friday, September 22, 2017

Was-was Air Tidak Merata Saat Mandi Besar

Was-was Air Tidak Merata Saat Mandi Besar
WAS WAS AIR TIDAK MERATA SAAT MANDI BESAR

Assalamualaikum saya mau tanya ustadz, saya sering kali was was dalam mandi besar, dan saya sering kali bingung tentang bagian mana yang harus terkena air dan bagian mana yang tidak wajib terkena air, pertanyaan saya adalah

TOPIK SYARIAH ISLAM
  1. WAS WAS AIR TIDAK MERATA SAAT MANDI BESAR
  2. HUKUM PASANG FOTO PROFIL DI MEDSOS
  3. CALON TAK DIRESTUI KARENA ADAT
  4. APAKAH MENANTU MENERIMA WARISAN?
  5. AYAH TIDAK MAU MENJADI WALI, SIAPA WALI PENGGANTI?
  6. CARA KONSULTASI AGAMA
1.bagian mana saja yang wajib terkena air

2.apakah air wajib masuk ke dalam kulit bawah kuku yang tumbuh pada tangan dan kaki, karena saya sering was was di sini sehingga saya selalu memotong kuku sebelum mandi besar dan berusaha memasukan air ke dalam kulit bawah kuku saya, dan saya rasa terkadang agak menyulitkan saya ketika berusaha membuat air menyentuh bagian kulit bawah kuku yang tumbuh

3. Saya sering kali ragu akan apakah air sudah menyentuh bagian kulit di bawah rambut kepala ataupun kemaluan sehingga saya seringkali berlebihan dalam menggunakan air dalam membersihkan kedua bagian itu, apa solusinya

4. Apakah membersihkan bagian lubang telinga, berkumur dan memasukkan air ke hidung di wajibkan dalam mandi besar

Tolong bantuan ilmunya dalam menjawab masalah ini ustadz

JAWABAN

1. Yang wajib terkena air saat mandi junub adalah seluruh tubuh bagian luar. Al-Ghazi dalam Fathul Qorib menjelaskan tentang bagian yang wajib dibasuh:
Yang dikehendaki dengan kulit adalah kulit bagian luar.

Dan wajib membasuh bagian-bagian yang nampak dari lubang kedua telinga, hidung yang terpotong dan cela-cela badan.

Dan wajib mengalirkan air ke bagian di bawah kulupnya orang yang memiliki kulup (belum disunnat). Dan mengalirkan air ke bagian farji perempuan yang nampak saat ia duduk untuk buang hajat.

Di antara bagian badan yang wajib dibasuh adalah masrabah (tempat keluarnya kotoran (Bol : jawa). Karena sesungguhnya bagian itu nampak saat buang hajat sehingga termasuk dari badan bagian luar.

Baca detail: Cara Mandi Besar

2. Ya, tapi tidak wajib bagi anda untuk melihat apakah air sudah masuk atau belum. Asalkan anda sudah mengalirkan air ke seluruh tubuh, maka itu sudah dianggap sah dan selesai mandinya.

3. Tidak perlu ragu karena tidak ada kewajiban syariat untuk memperhatikan sampai tidaknya air ke bagian tubuh di bawah rambut dan lainnya. Selagi anda sudah menyirami seluruh tubuh dengan air maka itu sudah cukup. Tidak ada kewajiban untuk memastikan sampainya air pada seluruh tubuh. Al-Bakri dalam I'anah Al-Talibin, hlm. 1/54, menyatakan:

ولا يجب تيقن عموم الماء جميع العضو، بل يكفي غلبة الظن به
Artinya: Tidak wajib meyakini meratanya air ke seluruh anggota badan. Cukup berasumsi kuat akan sampainya air.

Maksudnya cukup berasumsi adalah asalkan anda sudah menyiramkan air ke seluruh tubuh, maka itu dianggap air sudah sampai ke seluruh tubuh. Tidak perlu diverifikasi atau dilihat secara detail dan pasti akan sampainya air tersebut.

4. Dalam soal membasuh telinga Ibnu Hajar Al-Haitami dalam Tuhfatul Muhtaj, hlm. 1/278, menyatakan:

التَّعْمِيمَ الْوَاجِبَ يُكْتَفَى فِيهِ بِغَلَبَةِ الظَّنِّ, وَيَتَأَكَّدُ ذَلِكَ فِي الْأُذُنِ, بِأَنْ يَأْخُذَ كَفًّا مِنْ مَاءٍ ثُمَّ يُمِيلَ أُذُنَهُ وَيَضَعَهَا عَلَيْهِ لِيَأْمَنَ مِنْ وُصُولِهِ لِبَاطِنِهِ
Artinya: Meratakan air yang wajib cukup dengan dugaan kuat. Cara lebih kuat dalam membasuh air pada telinga adalah dengan mengambil segenggam air lalu menyondongkan telinga dan meletakkan air padanya supaya air sampai pada dalamnya telinga dengan aman.

Namun, cara di atas tidak harus dilakukan. Bisa saja saat anda menyiramkan air ke kepala dan mengalir ke telinga lalu anda gerakkan jari-jari tangan ke dalam lubang telinga agar air siraman tadi masuk ke dalam telinga. Cara ini juga cukup.

Adapun membersihkan lubang telinga, berkumur dan mengisap air ke hidung hukumnya sunnah, tidak wajib.

Baca detail: Cara Wudhu dan Mandi Junub

HUKUM PASANG FOTO PROFIL DI MEDSOS

Assalamualaikum. Sebelumnya nama saya ariani umurnya 14 tahun mau tanya.

1. Kalau kita masang foto profil, berupa foto kita, hewan, tumbuhan, anime, atau kartun lainnya hukum nya apa?

2. cita-cita saya sebagai seorang fashion desaign muslimah. Paasti akan menggambar manusia dengan baju yamg dipadukan hukumnya boleh atau haram?

Jazakillahu khairon. Wassalamualaikum

JAWABAN

1. Boleh. Foto pada dasarnya berbeda dengan menggambar. Karena foto pada dasarnya adalah menangkap bayangan. Darul Ifta' Al-Mishriyah memfatwakan sbb:

والتصوير الفوتوغرافي وإن سمي تصويرًا فإنه ليس حرامًا ؛ لعدم وجود هذه العلة فيه ، والحكم يدور مع علته وجودًا وعدمًا ، وهو في حقيقته حبس للظل ولا يسمى تصويرًا إلا مجازًا ، والعبرة في الأحكام بالمُسَمَّيَات لا بالأسماء
Artinya: Foto, walaupun disebut gambar, tidaklah haram. Karena tidakadanya sebab keharaman di dalamnya. Hukum itu berlaku bersama ilat (sebab)-nya ada atau tidakadanya. Foto pada dasarnya menangkap bayangan. Ia dianggap gambar hanya secara majazi (kiasan). Yang dianggap dalam hukum adalah yang diberi nama, bukan nama.

Tentu saja bolehnya foto itu selagi tidak mengumbar aurat.

2. Boleh. Baca detail: Hukum Menggambar

CALON TAK DIRESTUI KARENA ADAT

Assalammualikum wr.wb

Pak ustad saya mau konsul, jadi begini saya lagi deket sama cowok terus kan kita mau serius, tapi kata ibu saya gak boleh soalnya katanya nenek saya berasal dari sana (satu kecamatan sama cowok yang deket sama saya) jadi kamu gak boleh sama cowok itu, nanti ada ada yang kalah(meninggal dunia) /bencana kalok kamu tetep sama dia .
Terus saya harus gimana pak??
Makasih
Wassalammualaikum wr.wb

JAWABAN

Dalam Islam hal seperti itu, calon dekat dengan nenek akan berakibat sial, tidak ada. Itu sama dengan percaya ramalan. Dan percaya ramalan itu hukumnya haram. Baca juga: Hukum Percaya Ramalan

Namun demikian, kalau orang tua tidak setuju atas pilihan putrinya, maka tidak ada salahnya mencari calon yang lain bisa dicocoki oleh anda dan sekaligus orang tua. Bagaimanapun orang tua adalah puncak berbakti seorang anak. Baca detail: Hukum Taat dan Berbakti pada Orang Tua

Perlu juga diketahui bahwa pacaran secara fisik adalah haram. Baca detail: Hukum Kholwat

APAKAH MENANTU MENERIMA WARISAN?

Ass wrwb... Sy ingin bertanya tenang hak waris SBB :
Bpk suratno mempunyai seorg istri dan 2 org anak laki2 bernama Santo dan heri. Heri mempunyai seorg istri tanpa ada anak dlm pernikahan . heri meninggal dunia bbrp taun yg lalu dan tidal bercerai, kemudian baru bp suratno menyusul meninggal. Kasus nya adalah saat ini rumah peninggalan bp suratno akan dijual. Pertanyaannya adalah :
1. apakah istri alm heri mempunyai hak waris ? Mengingat dia tidak punya anak mskpn status tidak prnh bercerai .
2. Bgmn porsi pembagian warisan alm bp suratno yg benar?

JAWABAN

1. Istri alm Heri tidak mendapat warisan dari peninggalan mertuanya yang bernama Suratno begitu juga Heri. Karena Heri meninggal sebelum ayahnya.

2. Ahli waris dan bagian warisan peninggalan Suratno sbb:
(a) Istri (kalau masih hidup) mendapat 1/8
(b) Sisanya yang 7/8 diberikan semuanya pada Santo.
Baca detail: Hukum Waris Islam

AYAH TIDAK MAU MENJADI WALI, SIAPA WALI PENGGANTI?

Assalamu'allaikum Wr Wb..

Saya wanita mau bertanya, orang tua saya bercerai dan papa saya mengusir saya karena saya sering singgah dirumah mama saya dan papa saya berucap tidak akan dan bertanggung jawab atas pernikahan saya.yang mau saya tanyakan, dengan case yang saya alamin apakah bisa saya menikah diwalikan oleh adik saya sendiri ?

Mohon informasinya terima kasih.

Salam,

JAWABAN

Kalau ayah sebagai wali utama tidak mau menikahkan anda, maka urutan menikahkan jatuh pada wali hakim. Baca detail: Wali Hakim dalam Pernikahan

Sunday, September 17, 2017

Putusan Gugat Cerai Jatuh Talak Berapa?

Putusan Gugat Cerai Jatuh Talak Berapa?
PUTUSAN GUGAT CERAI OLEH PENGADILAN, JATUH TALAK BERAPA?

Apabila cerai talak adalah keputusan cerai oleh suami, maka gugat cerai adalah keputusan cerai oleh hakim di pengadilan agama atas permintaan istri. Gugat cerai dalam istilah fiqih disebut fasakh. Beda talak dan fasakh adalah ..

Assalamualikum
Selamat malam,,alhamdulillah atas ridho allah SWT saya F akhirnya dapat tempat untuk bertanya.

Sebelumnya saya mohon maaf apabila saya mengganggu dan mengharap bantuan agar bisa memberikan saya jawaban apa yang selama ini mengganjal di pikiran saya.
Saat ini saya dalam proses masa sidang perceraian yang gugatan tersebut digugat oleh istri saya,kami sudah melakukan sidang kurang lebih sebanyak 4 kali,dan sidang ke empat tersebut hakim memutuskan gugatan istri saya di setujui ( saya tidak mengucapkan talak ) ,diberitahukan hakim bahwa gugatan disetujui dan kami diberi waktu selama 14 hari sejak gugatan disetujui ,apabila kami mau rujuk/salah satu banding kami boleh rujuk tanpa nikah ,dan apabila di hari ke 15 kami tidak ada banding maka kalau kami mau rujuk harus nikah ulang,,

TOPIK SYARIAH ISLAM
  1. PUTUSAN GUGAT CERAI OLEH PENGADILAN
  2. SUAMI SULIT DIAJAK SILATURAHMI
  3. PETUNJUK TANDA KEMATIAN LEWAT MIMPI
  4. CARA KONSULTASI AGAMA

yang saya mau tanyakan ,,talak berapakah itu ? Karena dari pengadilan ,saya tidak pernah mendapat penjelasan tentang talak tersebut,saya mohon agar dapat diberi petunjuk.
Saat ini saya sebenarnya tidak ingin berpisah ,maka dari itu saya tidak pernah mengucapkan talak.
Terimkasih atas bantuannya
Assalamualaikum.....


JAWABAN

Gugat cerai yang disetujui oleh hakim itu disebut fasakh. Fasakh itu bukan talak karena itu tidak ada istilah talak 1, talak 2 atau talak 3. Ketika pasangan suami istri di-fasakh oleh hakim, maka semuanya kembali ke titik nol. Artinya, seandainya keduanya ingin kembali lagi, maka (a) harus dilakukan akad nikah ulang; (b) ada quota 3 kali talak.

Sekali lagi, dalam perceraian dengan cara fasakh suami tidak bisa rujuk kembali kecuali dengan akad nikah ulang.

Di samping itu, dalam fasakh tidak ada masa iddah.

URAIAN

Fasakh adalah pemisahan suami istri oleh hakim yang disebabkan oleh gugat cerai dari pihak istri. Persamaan antara talak dan fasakh adalah keduanya sama-sama memisahkan hubungan perkawinan antara suami-istri. Namun ada perbedaan mendasar antara keduanya antara lain:
(a) dalam fasakh tidak ada masa iddah; sedangkan dalam talak ada masa iddah.
(b) Karena tidak ada masa iddah dalam fasakh, maka tidak ada juga masa rujuk. Sehingga kalau kedua belah ingin kembali, maka harus dilakukan akad nikah ulang.
(c) Karena tidak masa iddah dalam fasakh, maka si perempuan juga bisa langsung menikah dengan pria lain segera setelah keluarnya keputusan hakim agama.
(d) Karena fasakh itu bukan talak, maka putusan fasakh itu tidak dianggap talak 1, atau talak 2 atau talak 3.
(e) Apabila suami istri yang cerai secara fasakh itu ingin kembali, maka (i) harus dilakukan akad nikah ulang; (ii) soal talak kembali ke titik nol, artinya

Berikut dalil-dalil dan rujukan dari para ulama empat madzhab terkait hal ini:

Imam Syafi'i dalam kitab Al-Umm, hlm. 5/199, berkata:

وكل فسخٍ كان بين الزوجين فلا يقع به طلاق ، لا واحدة ولا ما بعدها

Artinya: Setiap fasakh yang terjadi antara suami istri maka tidak terjadi talak 1 dan seterusnya.

Ibnu Abdil Barr (madzhab Maliki) dalam Al-Istidzkar, hlm. 6/181, menyatakan:

والفرق بين الفسخ والطلاق وإن كان كل واحد منهما فراقاً بين الزوجين : أنَّ الفسخ إذا عاد الزوجان بعده إلى النكاح فهما على العصمة الأولى ، وتكون المرأة عند زوجها ذلك على ثلاث تطليقات ، ولو كان طلاقاً ثم راجعها كانت عنده على طلقتين
Artinya: Perbedaan antara fasakh dan talak, walaupun keduanya sama-sama memisahkan antara suami istri, adalah bahwa fasakh itu apabila suami istri kembali menikah maka keduanya kembali ke titik nol di mana suami memiliki jatah quota tiga kali talak. Seandainya terjadi talak, lalu rujuk kembali maka masih tersisa dua kali talak.
Baca detail: Cerai dalam Islam


SUAMI SULIT DIAJAK SILATURAHMI

Assalamualaikum wr.wb.

Saya wanita berusia 27tahun.
Saya menikah sejak 6tahun yang lalu.
Sekarang saya mempunyai seorang anak laki laki berusia 4tahun.
Anak saya mengidap spectrum autis,yang menyebabkan dia mengalami lambat bicara dan hiperaktif. Emosinya sulit dikontrol dan sampai sekarang masih rutin kontrol di psikiater anak dan bersekolah di sekolah khusus tumbuh kembang anak.

Saya tahu memang suami saya tipe orang yang tidak suka keluar rumah.
Sementara saya,saya cenderung suka refresing ke tempat terbuka bersama keluarga.

Suami sangat sulit diajak keluar,meski itu untuk membantu perkembangan anaknya.
Saat hari raya ini pun dia tidak mau diajak silaturrahmi ke tetangga.Terutama tetangga di kediaman orangtua saya.
Alasannya pun sangat mencengangkan,,,katanya''kita jarang disini,apa kita punya dosa, nggak penting itu.Yang sanak famili saja sudah''.

Saya coba ingatkan bahwa kita yang lebih muda yang harusnya berkunjung silaturrahmi,tapi malah salah paham dan berujung pertengkaran.

Waktu ramadhan pun diajak taraweh bersama juga menolak.katanya anaknya masih sulit diajak ke tempat orang banyak.Tapi jika tidak dilatih,lalu kapan anak saya bisa menjadi seperti yang lainnya.

Terkadang saya bertanya pada hati,saya ini wanita bersuami ataukah janda.Saya sering merasa bersalah,saya ajak keluar tidak berkenan,tetapi saya ijin keluar juga jawabannya tidak mengenakkan,bahkan terkadang diam tidak menjawab.

Kapan hari pernah salah paham dengan orangtua saya,dia langsung mengajak saya dan anak saya pulang tanpa pamit.Dan selama 2 mingguan saya tidak boleh berkunjung.Saya pun tetpaksa berbohong pafa orangtua mencari cari alasan kenapa saya tidak kesana,karene memang biasanya setiap minggu saya berkunjung kesana. Sampai sekarang pun sikapnya dengan orangtua saya masih dingin.

Saya bingung,di satu sisi ada suami saya sementara di sisi lain ada orangtua saya.Saya tahu sebagai seorang istri saya harus mematuhi suami.

1. Ustad,bagaimana agar saya tidak menjadi istri yang durhaka jika sikap suami saya seperti itu?
2. Terkadang saya ingin berpisah,tapi saya takut berdosa. Bolehkah saya meminta cerai??

Saya bingung ustad.
Tolong beri saran untuk masalah saya.

JAWABAN

1. Dalam Islam seorang istri harus mentaati suaminya selagi suami tidak mengajaknya ke dalam perbuatan dosa. Namun, apabila sikap dan perilaku suami tidak sesuai dengan harapan istri sampai pada tahap yang tidak bisa ditolerir, maka istri dibolehkan meminta cerai pada suami atau melakukan gugat cerai ke pengadilan. Baca detail: Istri Minta Cerai karena Tidak Cinta

2. Boleh. Lihat poin 1. Baca detail: Cerai dalam Islam


PETUNJUK TANDA KEMATIAN LEWAT MIMPI

Assalamualaikum, saya ingin bertanya, artikel tanda kematian di artikel adalah hoax, namun jika pernah berdoa meminta diberikan tanda kematian sesuai yang ada di artikel tersebut sebelum mengetahui jika itu adalah artikel hoax bagaimana? Apakah dibenarkan atau tidak?

JAWABAN

Tidak dibenarkan. Apapun hasil mimpi anda atau mimpi siapapun maka hasil mimpi tidak bisa merubah hukum atau penjelasan yang ada dalam Al-Quran dan hadits serta penjelasan para ulama terkait ayat dan hadits tersebut. Baca detail: http://www.alkhoirot.net/2012/01/tanda-kematian-dalam-islam.html

Mimpi mayoritas terjadi karena khayalan diri sendiri atau bisikan jin dan sedikit sekali yang berasal dari bisikan malaikat (hanya orang tertentu yang mendapatkannya). Dan tidak ada yang bisa memverifikasi apakah mimpi seseorang itu berasal dari jin, diri sendiri atau malaikat kecuali Rasulullah pada zaman beliau masih hidup. Intinya, mimpi bukan sumber valid untuk menjadi petunjuk masalah gaib. Baca detail: Mimpi dalam Islam

Monday, September 11, 2017

Hukum Qadha Shalat

Hukum Qadha Shalat
Hukum dan cara mengqadha (qodho) shalat yang ditinggalkan karena lupa, tertidur atau ditinggal dengan sengaja beberapa bulan dan tahun sampai lupa jumlah shalat yang ditinggalkan.

Assalmu'alaikum ustad.
Ana mau brtanya...kalau ada orang lalai sholat subuhnya apa dia boleh mengqodhonya setelah dzuhur atau boleh mengerjakannya diwaktu dhuha?

Atas perhatiannya saya ucapkan jazakumulloh ahsanal jaza...

M. Ramadhan

Pertanyaan diajukan melalui email ke alkhoirot@gmail.com / info@alkhoirot.com

DAFTAR ISI

JAWABAN

Assalamualaikum War. Wab.

HUKUM MENG-QADHA SHALAT YANG DITINGGALKAN

1. Shalat fardhu yang tidak dilaksanakan pada waktunya baik karena ketiduran atau lupa, maka harus diganti pada waktu yang lain segera setelah dia ingat. Kecuali bagi wanita haid dan nifas (keluar darah setelah melahirkan). Berdasarkan hadits sahih:

مَنْ نَامَ عَنْ صَلاَةٍ أَوْ نَسِيَهَا فَلْيُصَلِّهَا إِذَا ذَكَرَهَا لاَ كَفَارَةَ لَهَا إِلاَّ ذَلِكَ

Barangsiapa yang meninggalkan shalat karena tertidur atau lupa, maka hendaknya ia melakukan salat setelah ingat dan tidak ada kafarat (pengganti) selain itu. (H.R. Bukhari dan Muslim)

Di hadits lain Nabi bersabda:

إذا نسِيَ أحدٌ صلاةً أو نام عنها فلْيَقضِها إذا ذكَرها
Artinya: Apabila seseorang tidak solat karena lupa atau tertidur, maka hendaknya dia mengqodho ketika ingat.

Berdasarkan kedua hadits di atas, mayoritas (jumhur) ulama fiqh dari keempat madzhab berpendapat bahwa (a) wajib mengqadha shalat karena meninggalkan salat itu dosa dan mengqadha (mengganti)-nya itu wajib; (b) sangat dianjurkan memohon ampun pada Allah (istighfar), bertaubat dan memperbanyak salat sunnah.

WAKTU MENG-QADHA SHALAT YANG DITINGGALKAN
2. Adapun waktu meng-qadha shalat adalah sesegera mungkin saat seseorang ingat. Kalau, misalnya tidak melakukan shalat subuh kemudian ingat pada saat solat dzuhur, maka ia harus mendahulukan shalat qadha-nya yakni solat subuh, baru kemudian shalat dhuhur. Kecuali apabila waktu shalat dhuhur-nya sangat sempit sehingga kalau mendahulukan qadha maka dhuhurnya akan ketinggalan. Dalam kasus seperti ini, maka shalat dhuhur didahulukan.

Imam Nawawi (Yahya bin Syaraf Abu Zakariya An Nawawi) dalam kitabnya Syarh an-Nawawi 'ala-l Muslim شرح النووي على مسلم mengomentari hadits seputar qodho solat demikian:

حاصل المذهب : أنه إذا فاتته فريضة وجب قضاؤها ، وإن فاتت بعذر استحب قضاؤها على الفور ويجوز التأخير على الصحيح . وحكى البغوي وغيره وجها : أنه لا يجوز وإن فاتته بلا عذر [ ص: 308 ] وجب قضاؤها على الفور على الأصح ، وقيل : لا يجب على الفور ، بل له التأخير ، وإذا قضى صلوات استحب قضاؤهن مرتبا ، فإن خالف ذلك صحت صلاته عند الشافعي ومن وافقه سواء كانت الصلاة قليلة أو كثيرة

Kesimpulan madzhab (atas hadits qadha): bahwasanya apabila tertinggal satu solat fardhu, maka wajib mengqadh-nya. Apabila tertinggal shalat karena udzur, maka disunnahkan mengqadha-nya sesegera mungkin tapi boleh mengakhirkan qadha menurut pendapat yang sahih.

Imam Baghawi dan lainnya menceritakan suatu pendapat: bahwasanya tidak boleh mengakhirkan qadha. Kalau lalainya solat tanpa udzur, maka wajib mengqadha sesegera mungkin menurut pendapat yang lebih sahih.

Menurut pendapat lain, tidak wajib menyegerakan qadha. Artinya, boleh diakhirkan. Dan apabila meng-qadha beberapa solat fardhu, maka disunnahkan mengqadha-nya secara urut. Apabila tidak dilakukan secara berurutan, maka solatnya tetap sah menurut Imam Syafi'i dan yang sepakat dengannya baik solat yang tertinggal sedikit atau banyak.


HUKUM QADHA SHALAT YANG SENGAJA DITINGGAL BERTAHUN-TAHUN

Ulama berbeda pendapat dalam kasus orang yang tidak sh`lat secara sengaja berhari-hari, berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun.

PENDAPAT PERTAMA: TIDAK WAJIB QADHA SHALAT YANG SENGAJA DITINGGLA BERTAHUN-TAHUN

Tapi, diharuskan bertaubat nasuha dan banyak melakukan shalat sunnah apabila memungkinkan. Berdasarkan hadits:

أول ما يحاسب به العبد يوم القيامة صلاته فإن كان أتمها كتبت له تامة و أن لم يكن أتمها قال الله لملائكته : انظروا هل تجدون لعبدي من تطوع فتكملون بها فريضته ؟ ثم الزكاة كذلك ثم تؤخذ الأعمال على حسب ذلك
Artinya: Perbuatan yang pertama dihisab (dihitung untuk diminta pertanggungjawaban) pada hari kiamat adalah shalat. Apabila shalatnya seseorang sempurna, maka ditulis sempurna. Apabila tidak, maka Allah akan berkata pada malaikat: "Lihatlah apakah dia melakukan shalat sunnah yang dapat menyempurnakan kekurangan shalat fardhunya?"

Pendapat ini adalah pendapat Ibnu Hazm, Ibnu Taimiyah dan Ibnul Qayyim.

Ibnu Hazm dalam Al-Mahalli (II/235-244) berkata:

وأمّا من تعمّد ترك الصلاة حتى خرج وقتها، فهذا لا يقدر على قضائها أبدا، فليكثر من فعل الخير وصلاة التطوع، ليثقل ميزانه يوم القيامة وليستغفر الله عزّ وجلّ
Artinya: Adapun orang yang sengaja meninggalkan shalat, maka dia tidak akan mampu menggantinya selamanya, maka hendaknya dia memperbanyak berbuat baik yaitu shalat sunnah, dan mohon ampun pada Allah.

CATATAN PENTING: Pendapat ini menurut Wahbah Zuhaili termasuk pendapat syadz dan lemah.

PENDAPAT KEDUA: WAJIB QADHA SHALAT YANG DITINGGAL BERTAHUN-TAHUN

Pendapat kedua ini berdasarkan pada hadits sahih riwayat Bukhari Muslim (muttafaq alaih) فدين الله أحق أن يقضى
Artinya: Hutang kepada Allah lebih berhak untuk dibayar.

Adapun cara meng-qadha yang ditinggal begitu lama ada beberapa cara.

1. Menurut madzhab Maliki, cara mengqadha-nya adalah setiap hari mengqadha dua hari shalat yang ditinggal. Dilakukan terus menerus setiap hari sampai yakin qadha-nya sudah selesai.

2. Menurut Ibnu Qudamah, hendaknya dia mengqadha setiap hari semampunya. Waktunya terserah, boleh siang atau malam. Sampai dia yakin (menurut perkiraan) bahwa semua shalat yang ditinggalkan sudah diganti. Ibu Qudamah dalam kitab Al-Mughni berkata:

إذَا كَثُرَت الْفَوَائِتُ عَلَيْهِ يَتَشَاغَلُ بِالْقَضَاءِ, مَا لَمْ يَلْحَقْهُ مَشَقَّةٌ فِي بَدَنِهِ أَوْ مَالِهِ, أَمَّا فِي بَدَنِهِ فَأَنْ يَضْعُفَ أَوْ يَخَافَ الْمَرَضَ, وَأَمَّا فِي الْمَالِ فَأَنْ يَنْق؎طِعَ عَنْ التَّصَرُّفِ فِي مَالِهِ, بِحَيْثُ يَنْقَطِعُ عَنْ مَعَاشِهِ, أَوْ يُسْتَضَرُّ بِذَلِكَ. وَقَدْ نَصَّ أَحْمَدُ عَلَى مَعْنَى هَذَا. فَإِنْ لَمْ يَعْلَمْ قَدْرَ مَا عَلَيْهِ فَإِنَّهُ يُعِيدُ حَتَّى يَتَيَقَّنَ بَرَاءَةَ ذِمَّتِهِ. قَالَ أَحْمَدُ فِي رِوَايَةِ صَالِحٍ, فِي الرَّجُلِ يُضَيِّعُ الصَّلَاةَ: يُعِيدُ حَتَّى لَا يَشُكَّ أَنَّهُ قَدْ جَاءَ بِمَا قَدْ ضَيَّعَ. وَيَقْتَصِرُ عَلَى قَضَاءِ الْفَرَائِضِ, وَلَا يُصَلِّي بَيْنَهَا نَوَافِلَ, وَلَا سُنَنَهَا؛ لِأَنَّ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم فَاتَتْهُ أَرْبَعُ صَلَوَاتٍ يَوْمَ الْخَنْدَقِ , فَأَمَرَ بِلَالًا فَأَقَامَ فَصَلَّى الظُّهْرَ, ثُمَّ أَمَرَهُ فَأَقَامَ فَصَلَّى الْعَصْرَ, ثُمَّ أَمَرَهُ فَأَقَامَ فَصَلَّى الْمَغْرِبَ, ثُمَّ أَمَرَهُ فَأَقَامَ فَصَلَّى الْعِشَاءَ. وَلَمْ يُذْكَرْ أَنَّهُ صَلَّى بَيْنَهُمَا سُنَّةً, وَلِأَنَّ الْمَفْرُوضَةَ أَهَمُّ, فَالِاشْتِغَالُ بِهَا أَوْلَى, إلَّا أَنْ تَكُونَ الصَّلَوَاتُ يَسِيرَةً, فَلَا بَأْسَ بِقَضَاءِ سُنَنِهَا الرَّوَاتِبِ, لِأَنَّ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم فَاتَتْهُ صَلَاةُ الْفَجْرِ, فَقَضَى سُنَّتَهَا قَبْلَهَا.
Arti ringkasan: Wajib mengqodho shalat yang ditinggal secara sengaja dalam waktu lama, berbulan-bulan atau bertahun-tahun, sampai lupa hitungan persisnya. Adapun caranya adalah dengan mengqadha berturut-turut tanpa diselingi shalat sunnah seperti yang pernah dilakukan Nabi saat ketinggalan 4 waktu shalat pada perang Khandaq.

Jangan lupa untuk selalu memohon ampun atas shalat-shalat yang ditinggalkan. Karena shalat adalah pilar kedua utama dalam Islam setelah Dua Syahadat.


KESIMPULAN HUKUM QADHA SHALAT YANG DITINGGAL BERTAHUN-TAHUN

Dari uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa rang yang meninggalkan shalat dengan sengaja selama berbulan-bulan atau bertahun-tahun sampai lupa hitungan persisnya dan dia dalam keadaan sehat, maka hendaknya dia (a) bertaubat dan (b) meng-qodho seluruh shalat yang ditinggal setiap hari semampunya sampai selesai; (c) memperbanyak shalat sunnah untuk mengganti kekurangan.

Namun, apabila dia sudah tidak sehat lagi dan menimbulkan sakit kalau mengqodho semua yang ditinggalkannya, maka dia dapat mengikuti pendapat yang tidak mewajibkan qadha shalat yang ditnggal secara sengaja.


HUKUM MENGQADHA (QODHO) SHALAT ORANG SUDAH MENINGGAL DUNIA (WAFAT)

Orang yang meninggalkan shalat karena sakit kemudian dia mati, maka menurut pendapat dalam madzhab Hanafi, hukumnya wajib membayar fidyah untuk setiap shalat yang ditinggalkan. Besarnya adalah 1 mud (1 mud = 675 gram atau 0.688 liter).

Berdasarkan hadits Nabi : لَا يَصُومُ أَحَدٌ عَنْ أَحَدٍ وَلَا يُصَلِّي أَحَدٌ عَنْ أَحَدٍ وَلَكِنْ يُطْعِمُ
Artinya: Seseorang tidak harus berpuasa atau shalat untuk orang lain, akan tetapi hendaknya ia memberi makan (fidyah).

As-Sarakhsi dalam Al-Mabsuth mengatakan,

إذا مات وعليه صلوات يطعم عنه لكل صلاة نصف صاع من حنطة، وكان محمد بن مقاتل يقول أولا: يطعم عنه لصلوات كل يوم نصف صاع على قياس الصوم، ثم رجع فقال: كل صلاة فرض على حدة بمنزلة صوم يوم وهو الصحيح
Arti kesimpulan: Kalau orang meninggal punya hutang shalat, maka wajib membayar fidyah untuk setiap shalat yang ditinggalkan.

Abu Bakar Al-Ibadi Al-Hanafi mengatakan dalam Al-Jauharah

والصلاة حكمها حكم الصيام على اختيار المتأخرين، وكل صلاة بانفرادها معتبرة بصوم يوم هو الصحيح احترازا عما قاله محمد بن مقاتل أنه يطعم لصلوات كل يوم نصف صاع على قياس الصوم، ثم رجع عن هذا القول وقال: كل صلاة فرض على حدة بمنزلة صوم يوم هو الصحيح
Arti kesimpulan: Hukumnya shalat sama dengan hukumnya puasa. Yakni, harus membayar fidyah apabila ditingalkan.

Sebagian ulama madzhab Syafi'i juga berpendapat serupa. Dimyathi dalam Hasyiah I'anah at-Talibin mengatana

من مات وعليه صلاة فلا قضاء ولا فدية.. وفي وجه عليه كثيرون من أصحابنا أنه يطعم عن كل صلاة مدا
Artinya: Barangsiapa meninggal dunia dan punya hutang shalat maka tidak wajib qadha dan fidyah, akan tetapi menurut pendapat banyak ulama Syafi'i, wajib membayar fidyah 1 mud untuk setiap shalat yang ditinggalkan.

PENDAPAT YANG MEMBOLEHKAN QADHA SHALAT

Mayoritas ulama tidak membolehkan mengqadha-kan shalat orang yang meninggal. Namun sebagian ulama membolehkan berdasarkan pada hadits sahih riwayat Bukhari sbb:

أن ابن عمر رضى الله عنهما أمر امرأة جعلت أمها
على نفسها صلاة بقباء - يعنى ثم ماتت -فقال : صلى عنها

Artinya: Ibnu Umar pernah memerintahkan seorang perempuan yang bernadzar untuk shalat di Quba' kemudian meninggal (sebelum melaksanakan nadzar tersebut). Ibnu berkata: Shalatlah untuknya.


PERTANYAAN 2: BANYAK MENINGGALKAN SHOLAT BAGAIMANA CARA QODHO-NYA

Asssalamualaikum wr. wbr.
Pak Ustadz, saya waktu muda banyak meninggalkan sholat wajib. Tetapi alhamdulillah sekarang sudah bertobat dan insayaallah teratur menjalankan sholat wajib dan sholat sunat. Yang ingin saya tanyakan adalah bagaimana saya bisa mengqodho sholat wajib yang saya tinggalkan waktu dulu.
Atas jawabannya kami ucapkan terima kasih.
Wssalamualaikaum wr. wbr.
sayuti Amatkayat

JAWABAN

Kalau Anda dalam kondisi sehat secara fisik, maka Anda dapat mengqodho seluruh sholat wajib yang ditinggalkan secara mencicil setiap hari sampai Anda yakin seluruh shalat yang ditinggal sudah diganti. Info detail.

_________________________________________________________


NIAT QADHA SHALAT ORANG MATI

assalamualaikum.......

Bagaimana niat sholat untuk mengqhodokan shalat orng tua yg sudah meninggal?
jazakallah ustadz
Abdul Hakim

JAWABAN

Niatnya adalah:
- Teks Arab أصلي فرض ... لقضاء صلاة ... لله تعالي
- Teks latin: Ushalli fardho [sebutkan nama shalat] untuk mengqadha shalatnya [sebutkan nama yang mati] lillahi ta'ala.

HUKUM MENGQADHA SHALAT ORANG MATI

Jumhur (mayoritas) ulama fiqih berpendapat bahwa shalat yang ditinggalkan orang mati, baik sengaja atau tidak, tidak perlu diqadha oleh yang hidup. Tapi dianjurkan membayar fidyah 1 mud untuk setiap rakaat yang ditinggalkan. Namun ada juga pendapat yang membolehkan mengqadha shalat orang yang meninggal dunia (wafat). Lebih detail.

_________________________________________________________

Wednesday, September 06, 2017

Shalat Sunnah Rawatib

Shalat Sunnah Rawatib
SHALAT SUNNAH RAWATIB SHALAT RUTIN SEBELUM DAN SESUDAH SHALAT FARDHU

Shalat sunnah rawatib adalah shalat sunnah yang dilakukan sebelum dan/atau sesudah shalat wajib 5 waktu. Hukumnya sunnah berdasarkan hadits sahih riwayat Bukhari. Shalat sunnah yang dilakukan sebelum shalat fardhu disebut qobliyah, sedangkan sholat sunnah yang dilaksanakan setelah salat fardhu disebut solat sunnah ba'diyah.

DAFTAR ISI
  1. Definisi Shalat Rawatib
  2. Tata Cara Shalat Rawatib menurut Madzhab Syafi'i
  3. Dalil Dasar Sunnahnya Shalat Rawatib
  4. Keutamaan Melaksanakan Shalat Rawatib
  5. Waktu Shalat Rawatib
  6. Niat Shalat Rawatib
  7. Bacaan Shalat Rawatib
  8. Shalat Sunnah Lain
  9. CARA KONSULTASI SYARIAH ISLAM

DEFINISI SHALAT RAWATIB

Secara etimologis (لغة) kata rawatib (رواتب) berasal dari bahasa Arab yang merupakan bentuk jamak dari kata ratibah (راتبة) yang bermakna tetap atau abadi.

Secara terminologi shalat sunnah rawatib adalah shalat yang dilakukan beriringan dengan shalat fardhu dan dilakukan sebelum atau sesudah shalat fardhu.

Shalat sunnah rawatib ada dua macam yaitu (a) qabliyyah (قبلية) yaitu shalat sunnah yang dilakukan sebelum shalat fardhu; dan (b) ba'diyyah (بعدية) yaitu shalat sunnah yang dilakukan setelah shalat fardhu.


TATA CARA SHALAT RAWATIB MENURUT MADZHAB SYAFI'I

Tata cara shalat rawatib yang disyariahkan berdasarkan madzhab Syafi'i sebagaimana diuraikan oleh Al-Syairazi dalam Al-Muhadzab 1/156 adalab sebagai berikut:

: فأما الراتبة فمنها السنن الراتبة مع الفرائض وأدنى الكمال فيها عشر ركعات غير الوتر , وهي ركعتان قبل الظهر وركعتان بعدها , وركعتان بعد المغرب , وركعتان بعد العشاء وركعتان بعد الصبح , والأصل فيه ما روى ابن عمر رضي الله عنهما قال { صليت مع رسول الله صلى الله عليه وسلم قبل الظهر سجدتين , وبعدها سجدتين , وبعد المغرب سجدتين وبعد العشاء سجدتين } وحدثتني حفصة بنت عمر رضي الله عنهما أن رسول الله صلى الله عليه وسلم { كان يصلي سجدتين خفيفتين إذا طلع الفجر } والأكمل أن يصلي ثماني عشرة ركعة غير الوتر: ركعتين قبل الفجر , وركعتين بعد المغرب , وركعتين بعد العشاء , لما ذكرناه من حديث عمر , وأربعا قبل الظهر , وأربعا بعدها [ لما ] روت أم حبيبة رضي الله عنها أن النبي صلى الله عليه وسلم قال : { من حافظ على أربع ركعات قبل الظهر وأربع بعدها حرم على النار } وأربعا قبل العصر لما روى علي رضي الله عنه أن النبي صلى الله عليه وسلم { كان يصلي قبل العصر أربعا يفصل بين كل ركعتين بالتسليم على الملائكة المقربين والنبيين ومن معهم من المؤمنين } والسنة فيها وفي الأربع قبل الظهر وبعدها أن يسلم من كل ركعتين لما روياه من حديث علي رضي الله عنه [ أنه كان يفصل بين كل ركعتين بالتسليم ] . انتهى.

Artinya: Shalat sunnah rawatib yang dilakukan berurutan dengan shalat fardhu minimal ada 10 rakaat selain witir. Yaitu, dua rokaat sebelum dzuhur dan 2 rakaat setelah Dhuhur. 2 Rakaat setelah salat maghrib, 2 rokaat setelah isya, 2 rakaat sebelum subuh. Dalil dasar adalah hadits riwayat Ibnu Umar. Sedangkan shalat sunnah rowatib yang paling sempurna adalah 18 (delapan belas) rakaat selain witir. 2 rakaat sebelum shalat subuh, 2 rakaat setelah maghrib, 2 rakaat setelah isyak berdasarkan hadits riwayat Ibnu Umar di atas. 4 rakaat sebelum Ashar karena hadits riwayat Ali bin Abi Thalib bahwa Nabi pernah shalat sebelum Ashar 4 rakaat setiap 2 rakaat dipisah dengan salam pada malaikat dan para Nabi dan orang mukmin di sekitarnya. Adapun sunnahnya dalam 4 rakaat setelah dan sebelum dhuhur adalah mengucapkan salam setiap 2 rakaat berdasarkan hadits riwayat dari Ali di atas.

Imam Nawawi dalam Al-Majmuk dalam mengomentari teks di atas menyatakan:

: ( أما حكم المسألة ) فالأكمل في الرواتب مع الفرائض غير الوتر ثمان عشرة ركعة كما ذكر المصنف , وأدنى الكمال عشر كما ذكره , منهم من قال : ثمان فأسقط سنة العشاء، قال الخضري ونص عليه وقيل: اثنتي عشرة فزاد قبل الظهر ركعتين أخريين, وقيل بزيادة ركعتين قبل العصر, وكل هذا سنة, وإنما الخلاف في المؤكد منه . انتهى.

Adapun hukum masalah, yang paling sempurna dalam shalat sunnah rawatib selain witir 18 rakaat seperti disebut oleh penulis (yakni Syairazi). Sedangkan jumlah menimal adalah 10 rakaat. Sebagian ulama madzhab Syafi'i menyatakan minimal 8 rakaat, apabila demikian maka sunnahnya shalat Isya' gugur ini pendapat dan nash dari Al-Khudri. Menurut pendapat lain minimal 12 rakaat, maka bertambah sebelum dzuhur 2 rakaat lain. Pendapat lain menyatakan dengan menambah 2 rakaat sebelum Ashar. Semua ini hukumnya sunnah. Perbedaan ulama dalam segi sunnah muakkad-nya.


DALIL DASAR SUNNAHNYA SHALAT RAWATIB

Beberapa hadits dan pendapat ulama berikut menjadi dasar atas shalat sunnah rawatib.

- Hadits riwayat Muslim

من صلى لله في يوم ثنتي عشرة ركعة بني له بيت في الجنة

Artinya: Barangsiapa yang shalat sebanyak 12 rokaat maka akan dibangun baginya rumah di surga.

- Hadits riwayat Ahmad hadits no. 26232; riwayat Abu Daud no. 1269; Tirmidzi no. 428; Nasai no.1816 menerangkan 4 rakaat rawatib sebelum dhuhur

من حافظ على أربع قبل الظهر وأربع بعدها حرمه الله على النار
Artinya: Barangsiapa yang menjaga shalat (rawatib) 4 rakaat sebelum dzuhur dan empat rakaat setelahnya maka Allah mengharamkan neraka baginya.

- Pendapat sebagian ulama Madzhab Syafi'i adalah sunnah rawatib sebelum dzuhur berjumlah 4 rakaat. Seperti dikatakan Imam Nawawi dalam kitab Al-Majmuk
والسنة فيها وفي الأربع قبل الظهر وبعدها أن يسلم من كل ركعتين لما روياه من حديث علي رضي الله عنه [ أنه كان يفصل بين كل ركعتين بالتسليم ]
Artinya: Sunnahnya dalam shalat empat rakaat sebelum dzuhur dan setelahnya adalah satu kali salam setiap dua rakaat.

Pendapat ini berdasarkan pada hadits riwayat Ahmad dll

- Pendapat Madzhab Hanbali (madzhabnya pengikut Wahabi Salafi) shalat sunnah rawatib sebelum dhuhur berjumlah 2 rakaat seperti disebutkan oleh Ibnu Qudamah dalam kitab Al-Mughni I/434
، فأما المعينة فتتنوع أنواعا ; منها السنن الرواتب مع الفرائض ، وهي عشر ركعات : ركعتان قبل الظهر ، وركعتان بعدها
Artinya: ... Salah satu shalat sunnah mu'ayyanah adalah sunnah rawatib yang jumlahnya ada 10 rakaat: 2 rakaat sebelum dzuhur, 2 rakaat setelahnya...

Pendapat ini berdasarkan pada hadits Bukhari Muslim dari Ibnu Umar.


KEUTAMAAN FADILAH MELAKSANAKAN SHALAT RAWATIB

Dalil dan keutamaan shalat sunnah rawatib adalah:

- Hadits riwayat Bukhari

سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول: ما من عبد مسلم يصلي لله كل يوم ثنتي عشرة ركعة تطوعا غير فريضة إلا بنى الله له بيتا في الجنة
Nabi bersabda: Tidak ada seorang hamba yang shalat sunnah setiap hari sebanyak 12 rakaat kecuali Allah membangun untuknya sebuah rumah di surga.

- Hadits sahih riwayat Muslim

مَنْ صَلَّى اثْنَتَيْ عَشْرَةَ رَكْعَةً فِي يَوْمٍ وَلَيْلَةٍ، بُنِيَ لَهُ بِهِنَّ بَيْتٌ فِي الجَنَّةِ
Artinya: Barang siapa yang shalat 12 rokaat sehari semalam maka dibangun baginya rumah di surga.

- Hadits sahih riwayat Bukhari Muslim (muttafaq alaih)dari Ibnu Umar

صَلَّيْتُ مَعَ رَسُولِ الله صلى الله عليه وسلم رَكْعَتَيْنِ قَبْلَ الظُّهْرِ، وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَ الظُّهْرِ، وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَ الجُمُعَةِ، وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَ المَغْرِبِ، وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَ العِشَاءِ
Artinya: Saya pernah shalat bersama Rasul dua rakaat sebelum dzuhur, 2 rakaat setelah dzuhur, 2 raka'at setelah Jum'at, 2 rakaat setelah maghrib, dua rakaat setelah isya'.


WAKTU PELAKSANAAN SHALAT RAWATIB

Ada 5 (lima) waktu shalat sunnah rawatib dengan total 12 raka'at 6 raka'at ba'diyyah dan 6 raka'at qabliyyah dengan rincian sebagai berikut:

1. Dua raka'at sebelum shalat subuh.
2. Empat roka'at sebelum shalat dhuhur (dilakukan dua rakaat-dua rakaat atau 2x salam)
3. Dua roka'at setelah shalat dhuhur.
4. Dua roka'at setelah shalat maghrib.
5. Dua raka'at setelah shalat isya'.

NIAT SHALAT RAWATIB

1. Sebelum subuh:

أُصَلِي قَبْلِيَّةَ الصُبْحِ رَكْعَتَيْنِ سُنَّةً ِللهِ تَعَاليَ

Teks latin: Ushalli qobliyatal Ashri rok'ataini sunnatan lillahi ta'ala

Artinya: Niat shalat sunnah qobliyyah subuh dua rakaat karena Allah.

2. Sebelum dzuhur:

أُصَلِي قَبْلِيَّةَ الظُهْرِ رَكْعَتَيْنِ سُنَّةً ِللهِ تَعَاليَ

Teks latin: Ushalli qobliyatal Dzuhri rok'ataini sunnatan lillahi ta'ala

Artinya: Niat shalat sunnah qobliyyah dzuhur dua rakaat karena Allah.

3. Setelah shalat dzuhur:

أُصَلِي بَعْدِبّةَ الظُهْرِ رَكْعَتَيْنِ سُنَّةً ِللهِ تَعَاليَ

Teks latin: Ushalli ba'diyatal Dzuhri rok'taini sunnatan lillahi ta'ala.
Artinya: Niat shalat sunnah ba'diyyah dzuhur dua rakaat karena Allah.

4. Setelah shalat maghrib:

أُصَلِي بَعْدِبّةَ الَمغْرِب رَكْعَتَيْنِ سُنَّةً ِللهِ تَعَاليَ

Teks latin: Ushalli ba'diyatal Maghribi rok'ataini sunnatan lillahi ta'ala.
Artinya: Niat shalat sunnah ba'diyyah maghrib dua rakaat karena Allah.

5. Setelah shalat isya':

أُصَلِي بَعْدِبّةَ الِعشَاء رَكْعَتَيْنِ سُنَّةً ِللهِ تَعَاليَ

Teks latin: Ushalli ba'diyatal Isya'i rok'ataini sunnatan lillahi ta'ala.
Artinya: Niat shalat sunnah ba'diyyah isya' dua rakaat karena Allah.


BACAAN SHALAT RAWATIB

1. Rakaat pertama membaca Al-Fatihah dan surat Al-Kafirun (قل يايها الكافرون).
2. Rakaat kedua membaca Al-Fatihah dan surat Al-Ikhlas (قل هو الله أحد).


SHALAT SUNNAH YANG LAIN

- Shalat Tahiyatul Masjid
- Shalat Taubat
- Shalat Tahajud
- Shalat Dhuha
- Shalat Tasbih
- Shalat Hari Raya Idul Fitri
- Shalat Hari Raya Idul Adha
- Shalat Istikhoroh
- Shalat Tarawih
- Shalat Witir

Hukum Qunut Subuh, Witir dan Qunut Nazilah

Hukum Qunut Subuh, Witir dan Qunut Nazilah
Hukum Qunut Subuh, Witir dan Qunut Nazilah

Qunut adalah bacaan doa yang dilakukan pada rakaat akhir setelah bangun dari rukuk. Qunut dalam mazhab Syafi'i ada tiga macam yaitu qunut ratib (jamak, rawatib), qunut witir dan qunut nazilah. Qunut rawatib adalah qunut yang dilakukan secara teratur dan terus menerus. Qunut ratib terjadi pada waktu shalat subuh. Yang kedua adalah qunut witir yaitu qunut yang dibaca setiap rakaat akhir shalat witir. Ketiga, nazilah yaitu qunut yang dilakukan saat umat Islam terimpa musibah atau bencana. Qunut nazilah sunnah di lakukan di setiap shalat fardhu. Hukumnya qunut adalah sunnah

DAFTAR ISI
  1. DOA QUNUT DAN DASAR HUKUMNYA
    1. BACAAN DOA QUNUT
    2. BACAAN DOA QUNUT UMAR BIN KHATTAB
    3. KAPAN QUNUT SUNNAH DIBACA
    4. HUKUM MENAMBAH BACAAN QUNUT DENGAN QUNUT UMAR DAN DOA LAIN
  2. QUNUT WITIR
    1. QUNUT WITIR SUNNAH PADA SEPARUH AKHIR BULAN RAMADAN
    2. QUNUT WITIR SUNNAH SELURUH BULAN RAMADHAN
    3. QUNUT WITIR SUNNAH SEPANJANG TAHUN
    4. KONSEKUENSI APABILA TIDAK QUNUT WITIR
  3. QUNUT NAZILAH
    1. DALIL SUNNAHNYA QUNUT NAZILAH
    2. QUNUT NAZILAH SUNNAH DI SETIAP SHALAT FARDHU 5 WAKTU
    3. QUNUT NAZILAH PADA HARI JUMAT
    4. QUNUT NAZILAH HARI JUMAT MENURUT MAZHAB EMPAT
  4. CARA KONSULTASI SYARIAH ISLAM
DOA QUNUT DAN DASAR HUKUMNYA Hukum doa qunut pada shalat subuh hukumnya sunnah. Pandangan ini dianut oleh madzhab Syafi'i berdasarkan Hadits sebagai berikut: 1. Berdasarkan pada sejumlah hadits sbb: - Hadith sahih yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad,Daruqutni dan Baihaqi dari Sahabat Anas bin Malik sebagai berikut:
ما زال رسول الله يقنت في صلاة الفجر حتى فارق الحياة
Artinya: RasuluLlah selalu berqunut pada shalat subuh ssampai beliau wafat. Untuk status hadits lihat di sini. - Hadits sahih riwayat Muslim dari Anas.
أن رسول الله قنت شهراً يدعو على أحياء من أحياء العرب ثم ترك
Artinya: bahwa Rasulullah berqunut selama sebulan mendoakan orang-orang Arab yang masih hidup kemudian tidak melakjukannya lagi. - Hadits sunnahnya Qunut nazilah apabila tertimpa musibah atau bencana:
أن النبي صلى الله عليه وسلم كان يقنت في الفجر والظهر والعصر والمغرب والعشاء
Artinya: Bahwasanya Nabi Muhammad melakukan qunut (nazilah) pada saat shalat subuh, dhuhur (dzuhur), ashar, maghrib, dan isya' (HR Ahmad) Diriwayatkan juga bahwa Umar bin Khattab membaca doa qunut pada shalat Subuh di hadapan para sahabat dan lainnya. Berkenaan dengan Hadith yang diriwayatkan oleh Anas ini, menurut al Haithami, para perawinya adalah tsiqah (dapat dipercaya). Menurut Imam Nawawi ia diriwayatkan oleh sekumpulan huffadz (ahli hadith) dan mengakui kesahihannya. Kesahihan ini dinyatakan juga oleh al Hafiz al Balkhi, Al Hakim, Al Baihaqi dan ia juga diriwayatkan oleh Ad Daruqutni melalui beberapa jalan dengan sanad yang sahih. Dalam mazhab Syafi'i adalah sunnah hukumnya membaca doa qunut waku melaksanakan shalat subuh, baik saat turunnya bala' atau tidak. Di antara yang berpendapat seperti ini adalah Sahabat Abu Bakar Ash Shiddiq, Umar bin Khattab, Utsman bin Affan, Ali bin Abi Talib, Ibnu Abbas, Barra’ bin Azib. Lihat: Kitab Al Majmu’ Syarah Muhadzab III halaman 504. Syekh Nawawi Banten dalam kitab Kasyifatussaja mendefinisikan qunut sbb:
والقنوت هو ذكر مخصوص مشتمل على دعاء وثناء ويحصل بكل لفظ اشتمل عليهما بأي صيغة شاء كقوله: اللهم اغفر لي يا غفور، فالدعاء يحصل باغفر والثناء بغفور، وكذلك ارحمني يا رحيم وقوله: الطف بي يا لطيف وهكذا،
Artinya: Qunut adalah dzikir tertentu yang mengandung doa dan pujian (pada Allah). (Oleh karena itu) setiap kalimat yang mengadung kedua unsur itu dapat digunakan. Seperti kalimat: Allahumma ighfir li Ya Ghafur. Kata "ighfir" adalah doa. Sedangkan kata "ghafur" adalah pujian. Begitu juga kalimat "Irhamni Ya Rahim" dan "Ultuf bi Ya Latif" dan seterusnya. - Karena qunut adalah suatu dzikir yang khusus maka boleh diganti dengan doa lain asal diniati untuk qunut:
ومثل الذكر المخصوص آية تتضمن ذلك كآخر سورة البقرة بشرط أن يقصد بها القنوت، وكقوله تعالى: ربنا اغفر لنا ولإخواننا الذين سبقونا بالإيمان ولا تجعل في قلوبنا غلاًّ للذين آمنوا ربنا إنك رؤوف رحيم} ((59)الحشر:10)
Artinya: Sama dengan dzikir khusus adalah ayat yang mengandung dzikir seperti akhir surat Al Baqarah dengan syarat harus diniati qunut. Seperti firman Allah dalam QS Al-Hasyr 59:10 - Qunut Umar menurut Syekh Nawawi Banten (ibid) adalah sbb:
اللهم إنا نستعينك ونستغفرك ونستهديك ونؤمن بك ونتوكل عليك ونثني عليك، الخير كله نشكرك ولا نكفرك ونخلع ونترك من يفجرك بضم الجيم أي يعصيك، اللهم إياك نعبد ولك نصلي ونسجد وإليك نسعى ونحفد بكسر الفاء أي نسرع إلى الطاعة نرجو رحمتك ونخشى عذابك إن عذابك الجد بكسر الجيم أي الحق بالكفار ملحق بكسر الحاء أي لاحق بهم ويجوز فتحها لأن الله ألحقه بهم فإن جمع بينهما فالأفضل تقديم قنوت النبي صلى الله عليه وسلّم وإن اقتصر فليقتصر عليه.
Lebih detail lihat di sini. BACAAN DOA QUNUT (TEKS ARAB DAN LATIN)
اللّهم اهدِنا فيمَن هَديْت و عافِنا فيمَن عافيْت و تَوَلَّنا فيمَن تَوَلَّيْت و بارِك لَنا فيما أَعْطَيْت و قِنا واصْرِف عَنَّا شَرَّ ما قَضَيت فإنك تَقضي ولا يُقضى عَليك فإنَّهُ لا يَذِّلُّ مَن والَيت وَلا يَعِزُّ من عادَيت تَبارَكْتَ رَبَّنا وَتَعا ليتْ َفلكَ الحَمدُ عَلى ما قَضَيْت نَستَغفِرُكَ ونَتوبُ اليك وصلي الله علي سيدنا محمد النبي الأمي وعلي أله وصحبه وسلم
Teks doa qunut tulisan latin: Allahummahdina fiman hadayt. Wa afina fiman afayt. watawallana fiman tawallayt. wabarik lana fima a'tayt. waqina wasrif anna syarro ma qadayt. fa innaka taqdi wala yuqdo alayk. fainnahu la yadzillu man wa layt wala yaizzu man adayt. tabarakta robbana wata'alayt. falakal hamdu ala ma qadayt. nastaghfiruka wanatubu ilaika. wasallallahu ala sayyidina Muhammadin Nabiyyil Ummiyyi wa ala alihi wasahbihi wasallam. Artinya: Ya Allah, berilah aku petunjuk seperti orang-orang yang telah Engkau beri petunjuk. BErilah aku kesehatan seperti orang yang telah Engkau beri kesehatan. Pimpinlah aku bersama-sama orang-orang yang telah Engkau pimpin. Berilah berkah pada segala apa yang telah Engkau pimpin. Berilah berkah pada segala apa yang telah Engkau berikan kepadaku. Dan peliharalah aku dari kejahatan yang Engkau pastikan. Karena, sesungguhnya Engkaulah yang menentukan dan tidak ada yang menghukum (menentukan) atas Engkau. Sesungguhnya tidaklah akan hina orang-orang yang telah Engaku beri kekuasaan. Dan tidaklah akan mulia orang yang Engkau musuhi. Maha berkahlah Engkau dan Maha Luhurl`h Engkau. Segala puji bagi-Mu atas yang telah engkau pastikan. Aku mohon ampun dan kembalilah (taubat) kepada Engkau. Semoga Allah memberi rahmat, berkah dan salam atas nabi Muhammad beserta seluruh keluarganya dan sahabatnya. BACAAN DOA QUNUT UMAR BIN KHATTAB Umar bin Khattab, khalifah kedua Islam, memiliki bacaan qunut berbeda sebagai berikut:
اللهم اغفر لنا وللمؤمنين والمؤمنات والمسلمين والمسلمات وألّف بين قلوبهم وأصلح ذات بينهم وانصرهم على عدوك وعدوهم. اللهم عذب الكفرة الذين يصدون عن سبيلك ويكذبون رسلك ويقاتلون أولياءك، اللهم خالف بين كلمتهم وزلزل أقدامهم وأنزل بهم بأسك الذي لا ترده عن القوم المجرمين. بسم الله الرحمن الرحيم اللهم إنا نستعينك ونستغفرك ونثني عليك ولا نكفرك ونخلع ونترك من يفجرك. بسم الله الرحمن الرحيم اللهم إياك نعبد ولك نصلي ونسجد وإليك نسعى ونحفد ونخشى عذابك ونرجو رحمتك إن عذابك الجد بالكفار ملحق
KAPAN QUNUT SUNNAH DIBACA Doa qunut sunnah dibaca dalam beberapa situasi sebagai berikut: 1. Pada raka'at kedua (raka'at akhir) shalat subuh dibaca setelah ruku' (i'tidal). 2. Pada raka'at akhir (rakaat ketiga) shalat sunnah witir pada paruh kedua bulan Ramadhan. 3. Pada raka'at terakhir shalat fardhu apabila ada bencana. Disebut qunut nazilah. HUKUM MENAMBAH BACAAN QUNUT DENGAN QUNUT UMAR DAN DOA LAIN Membaca doa qunut yang biasa itu sunnah. Dan menambahnya dengan doa qunut Umar juga sunnah menurut Imam Nawawi asal dalam keadaan sendirian atau bersama makmum yang diketahui rela dengan doa yang panjang. Imam Nawawi dalam kitab Al-Adzkar lin Nawawi hlm. 88 menyatakan:
قال أصحابنا: يستحب الجمع بين قنوت عمر رضي الله عنه وبين ما سبق، فإن جمع بينهما فالأصح تأخير قنوت عمر، وفي وجه يستحب تقديمه. وإن اقتصر فليقتصر على الأول، وإنما يستحب الجمع بينهما إذا كان منفرداً أو إمامَ محصورين يرضون بالتطويل
Artinya: Ulama madzhab Syafi'i menyatakan bahwa sunnah mengumpulkan antara qunut yang biasa dengan qunut Umar. Kalau dikumpulkan, maka sebaiknya qunut Umar diakhirkan. Ada pendapat sunnah mendahulukannya. Apabila memilih salah satu, maka hendaknya memilih qunut yang biasa. Sunnahnya mengumpulkan keduanya apabila shalat sendiri atau berjemaah dengan makmum yang rela doa panjang. Imam Nawawi juga berpendapat bahwa doa qunut tidak harus berupa bacaan yang berasal dari Nabi atau dari Umar. Bacaan qunut bisa saja berupa doa apa apa saja, termasuk berupa satu ayat atau dua ayat Quran apabila mengandung doa. Lihat: Membaca Doa Tambahan Saat Qunut. QUNUT WITIR Qunut witir adalah qunut yang dibaca setiap rakaat akhir shalat witir. Menurut mazhab Syafi'i, qunut witir disunnahkan pada separuh akhir bulan Ramadhan. QUNUT WITIR SUNNAH PADA SEPARUH AKHIR BULAN RAMADAN Sabagaimana disebutkan di muka, qunut witir sunnah dilakukan pada separuh akhir bulan Ramadan. Imam Nawawi dalam Al-Majmuk, hlm. 3/510 menyatakan:
والمذهب أن السنة أن يقنت في الركعة الآخرة من صلاة الوتر في النصف الأخير من شهر رمضان هذا هو المشهور في المذهب , ونص عليه الشافعي رحمه الله ,
Artinya: Sunnah membaca qunut pada rakaat akhir dari shalat witir pada separuh akhir dari bulan Ramadhan. Ini pendapat yang masyhur dalam mazhab Syafi'i berdasarkan nash dari Imam Syafi'i. QUNUT WITIR SUNNAH SELURUH BULAN RAMADHAN Imam Nawawi dalam Al-Majmuk, hlm. 3/510 menyatakan:
وفي وجه يستحب في جميع شهر رمضان , وهو مذهب مالك
Artinya: Menurut satu pendapat yang lain, sunnah qunut di seluurh bulan Ramadan. Ini adalah pendapat Imam Malik. QUNUT WITIR SUNNAH SEPANJANG TAHUN Imam Nawawi dalam Al-Majmuk, hlm. 3/510 menyatakan:
ووجه ثالث أنه يستحب في الوتر في جميع السنة . وهو قول أربعة من كبار أصحابنا , أبي عبد الله الزبيري وأبي الوليد النيسابوري وأبي الفضل بن عبدان وأبي منصور بن مهران وهذا الوجه قوي في الدليل لحديث الحسن بن علي رضي الله عنهما السابق في القنوت , ولكن المشهور في المذهب ما سبق , وبه قال جمهور الأصحاب قال الرافعي وظاهر كلام الشافعي رحمه الله كراهة القنوت في غير النصف الآخر من رمضان
Artinya: Pendapat ketiga, sunnah qunut witir sepanjang tahun. Ini pendapat keempat dari pembesar ulama Syafi'iyah seperti Abu Abdillah Al-Zubairi, Abul Walid An-Naisaburi, Abul Fadhal bin Abdan, Abu Manshur bin Mahran. Pendapat ini secara dalil termasuk kuat karena berdasarkan pada hadis Hasan bin Ali. Tetapi yang masyhur dalam mazhab Syafi'i adalah sebagaimana diterangkan di muka (separuh akhir Ramadhan) dan ini penapat jumhur (mayoritas) ulama mazhab Syafi'i. Imam Rofi'i berkata: Dari zhahirnya ucapan Imam Syafi'i, makruh qunut di selain separuh akhir bulan Ramadhan. KONSEKUENSI APABILA TIDAK QUNUT WITIR Imam Nawawi dalam Al-Majmuk, hlm. 3/510 menyatakan:
قال : ولو ترك القنوت في موضع استحبه سجد للسهو , ولو قنت حيث لا يستحبه سجد للسهو , وحكى الروياني وجها أنه يقنت في جميع السنة بلا كراهة , ولا يسجد للسهو لتركه من غير النصف الآخر من رمضان قال : وهذا حسن وهو اختيار مشايخ طبرستان
Artinya: Imam Rafi'i berkata: Apabila meninggalkan qunut di tempat yang disunnahkan, maka sunnah sujud sahwai. Apabila qunut di waktu yang tidak disunnahkan, maka sunnah juga sujud sahwi. Imam Rouyani mengisahkan satu pendapat lain bahwa sunnahnya qunut witir di sepanjang tahun. Dan tidak perlu sujud sahwi karena meninggalkan qunut pada selain separuh akhir bulan Ramadhan. Rofi'i berkata: ini pendapat yang baik dan pilihan dari para ulama Tabaristan. QUNUT NAZILAH Qunut nazilah adalah qunut yang dilakukan pada saat terjadi sesuatu yang besar, seperti musibah epidemik, bencana alam, kekeringan, kelaparan, peperangan baik perang saudara antar sesama muslim atau perang antara muslim-nonmuslim. DALIL SUNNAHNYA QUNUT NAZILAH - Hadits riwayat Abu Dawud, Ahmad, al-Hakim dan al-Baihaqi dari Ibnu Abbas Nabi bersabda:
عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ: قَنَتَ رَسُوْلُ اللهِ شَهْرًا مُتَتَابِعًا فِي الظُّهْرِ وَالْعَصْرِ وَالْمَغْرِبِ وَالْعِشَاءِ وَصَلاَةِ الْصُّبْحِ فِيْ دُبُرِ كُلِّ صَلاَةٍ إِذَا قَالَ: سَمِعَ اللَّهُ لِمَنْ حَمِدَهُ مِنَ الرَّكْعَةِ اْلأَخِرَةِ يَدْعُوْ عَلَى أَحْيَاءٍ مِنْ بَنِيْ سُلَيْمٍ عَلَى رِعْلٍ وَذَكْوَانَ وَعُصَيَّةَ، وَيُؤَمِّنُ مَنْ خَلْفَهُ
Artinya: Rasulullah pernah qunut selama satu bulan secara terus-menerus pada shalat Dhuhur, Ashar, Maghrib, Isya dan Shubuh di akhir setiap shalat, (yaitu) apabila ia mengucap Sami’Allahu liman hamidah di raka’at yang akhir, beliau mendo’akan kebinasaan atas kabilah Ri’lin, Dzakwan dan ‘Ushayyah yang ada pada perkampungan Bani Sulaim, dan para makmum mengucapkan amin. - Hadits riwayat Bukhari dan Muslim dari Anas
عَنْ أنَسٍ قَالَ: قَنَتَ رَسُوْلُ اللَّهِ شَهْرًا بَعْدَ الرُّكُوْعِ يَدْعُو عَلَى حَيٍّ مِنْ أَحْيَاءِ الْعَرَبِ ثُمَّ تَرَكَهُ
Artinya: Rasulullah pernah qunut selama satu bulan setelah bangkit dari ruku’, yakni mendo’a kebinasaan untuk satu kabilah dari kabilah-kabilah Arab, kemudian beliau meninggalkannya (tidak melakukannya lagi) QUNUT NAZILAH SUNNAH DI SETIAP SHALAT FARDHU 5 WAKTU Dari dua hadits di atas maka jelaslah bahwa qunut nazilah boleh dan sunnah dilakukan di setiap shalat fardhu kalau memang pada saat itu dianggap perlu melakukan qunut nazilah karena adanya musibah atau bencana yang menimpa umat Islam. Adapun waktu pelaksanaannya adalah sama dengan qunut rawatib yakni dilaksanakan pada rakaat terakhir setelah bangun dari rukuk. QUNUT NAZILAH PADA HARI JUMAT Berdasarkan pada hadits di atas, maka menurut para ulama mazhab Syafi'i qunut nazilah juga sunnah dilaksanakan pada shalat Jum'at. Karena, kalau Nabi pernah melakukan qunut nazilah setiap shalat fardhu sebulan penuh maka itu artinya shalat Jum'at termasuk di dalamnya. Imam Syafi'i dalam kitab Al-Umm, bab "Qunut Al-Jumah", hlm. 1/236 menyatakan :
حكى عدد صلاة النبي صلى الله عليه وسلم الجمعة فما علمت أحدا منهم حكى أنه قنت فيها إلا أن تكون دخلت في جملة قنوته في الصلوات كلهن حين قنت على قتلة أهل بئر معونة، ولا قنوت في شيء من الصلوات إلا الصبح إلا أن تنزل نازلة فيقنت في الصلوات كلهن إن شاء الإمام
Artinya: Sejumlah perawi hadits meriwayatkan shalat Jumat-nya Nabi. Tidak ada satupun dari mereka yang meriwayatkan bahwa Nabi melakukan qunut pada shalat Jum'at kecuali apabila Nabi melakukan qunut nazilah pada semua shalat fardhu ketika beliau qunut atas terbunuhnya penduduk Bir Maunah. Dan tidak disunnahkan qunut (rawatib) pada shalat fardhu selain Subuh kecuali saat turunnya bencana (nazilah) maka boleh melakukan qunut pada seluruh shalat wajib apabila imam berkehendak. Imam Romli dalam Nihayatul Muhtaj, hlm. 1/508 menyatakan:
( ويشرع ) أي يستحب ( القنوت ) مع ما مر أيضا ( في سائر المكتوبات ) أي باقيها من الخمس في اعتدال الركعة الأخيرة ( للنازلة ) إذا نزلت بأن نزلت بالمسلمين ولو واحدا على ما بحثه جمع ، لكن اشترط فيه الإسنوي تعدي نفعه كأسر العالم والشجاع وهو ظاهر
Artinya: Disunnahkan qunut pada lima shalat fardhu yang lain pada saat i'tidal (bangun) dari rakaat akhir untuk qunut nazilah apabila terjadi musibah / bencaa pada umat Islam, walaupun satu orang, berdasarkan pendapat segolongan ulama. Namun Imam Asnawi mensyaratkan manfaatnya melebihi satu orang seperti ditahannya orang alim atau pemberani. QUNUT NAZILAH HARI JUMAT MENURUT MAZHAB EMPAT Walaupun ulama mazhab empat sepakat bahwa qunut nazilah hukumnya sunnah apabila dalam keadaan bencana atau musibah, namun mereka berbeda pendapat tentang apakah qunut nazilah sunnah dilakukan pada seluruh shalat fardhu dan hari Jum'at dengan rincian sbb: 1. Madzhab Syafi'i menganggap qunut nazilah adalah sunnah dilakukan di seluruh shalat fardhu termasuk shalat Jum'at sebagaimana pernyataan Imam Syafi'i dalam kitab Al-Umm 1/236 di atas. 2. Mazhab Maliki berpendapat bahwa qunut nazilah hanya sunnah dilakukan pada shalat Subuh saja. 3. Mazhab Hanbali berpendapat bahwa qunut nazilah sunnah dilakukan di seluruh shalat fardhu kecuali shalat Jum'at. 4. Mazhab Hanafi menyatakan bahwa qunut nazilah hanya sunnah dilakukan pada saat shalat subuh saja, tidak pada shalat yang lain. CATATAN:
Kalau anda pendapat dari ustadz Indonesia yang menyatakan bahwa qunut nazilah hari Jum'at adalah bid'ah atau tidak sunnah, maka bisa dipastikan dia mengikuti pendapat mazhab Hanbali. Mazhab yang biasa diikuti oleh kalangan Salafi Wahabi.

Begitu juga pendapat yang menyatakan bahwa qunut subuh terus menerus (ratib) tidak dibolehkan adalah pendapat mazhab Hanbali yang juga diikuti oleh pengikut Wahabi Salafi.

Wednesday, August 16, 2017

Puasa Syawal dan Dzulhijjah

Puasa Syawal dan Dzulhijjah
Puasa Syawal adalah puasa yang dilakukan pada bulan Syawal (setelah puasa Ramadhan) selama 6 hari. Hukum Puasa 6 Hari Bulan Syawal adalah sunnah. Bulan lain setelah Syawal yang disunnahkan berpuasa adalah bulan Dzulhijjah. Bulan Dzulhijjah disebut juga dengan Bulan Haji dan Qurban karena pada bulan inilah ibadah dan ritual haji dilaksanakan. Pada bulan Dhulhijjah ini disunnahkan melakukan puasa sunnah terutama pada tanggal 8 yang disebut dengan hari Tarwiyah dan tanggal 9 atau hari Tasu'a. Selain kedua hari tersebut, disunnahkan juga berpuasa pada tanggal 1 sampai 7 Dzulhijjah. Baik puasa Syawal maupun puasa Dzulhijjah adalah puasa sunnah yang baik dilakukan tapi boleh juga ditinggalkan. Bagi seorang istri, melakukan puasa sunnah harus atas seijin suami.

DAFTAR ISI

PUASA SUNNAH BULAN SYAWAL

Puasa sunnah pada bulan Syawal adalah pada 6 (enam) hari setelah hari lebaran Idul Fitri yaitu pada tanggal 2, 3, 4, 5, 6, dan 7. Namun dapat juga melakukannya selama 6 hari pada tanggal/hari yang lain asalkan masih dalam bulan Syawal.


DALIL DASAR PUASA 6 (ENAM) HARI BULAN SYAWAL

- Hadits riwayat Muslim, Abu Dawud, Tirmidzi dan Ibnu Majah
من صام رمضان ثم أتبعه بست من شوال فكأنما صام الدهر كله

Artinya: Barangsiapa berpuasa Ramadhan kemudian diikuti dengan puasa 6 (enam) hari bulan Syawal, maka (pahalanya) seperti puasa satu tahun penuh.

- Hadits riwayat Nasa'i

جعل الله الحسنة بعشر أمثالها فشهر بعشرة أشهر وصيام ستة أيام تمام السنة
Artinya: Allah menjadikan kebaikan dengan 10 kali lipat. Maka satu bulan sama dengan 10 bulan. Dan puasa enam hari sama dengan setahun penuh.

- Hadits riwayat Ibnu Khuzaimah

صيام شهر رمضان بعشرة أمثالها وصيام ستة أيام بشهرين فذلك صيام السنة
Artinya: Puasa sebulan Ramadan pahalanya 10x lipat. Puasa enam hari bulan Syawal sama dengan dua bulan. Maka jumlahnya sama dengan setahun penuh.

HUKUM PUASA 6 HARI BULAN SYAWAL

Hukumnya sunnah yakni berpahala bagi yang melakukan tapi tidak berdosa bagi yang meninggalkan. Berdasarkan hadits-hadits di atas, maka kebanyakanاulama fiqih sepakat atas sunnahnya berpuasa selama 6 hari pada bulan Syawal setelah sebulan penuh berpuasa Ramadan.

Hanya Imam Malik yang menyatakan bahwa puasa bulan Syawal hukumnya makruh dengan alasan karena takut umat Islam berkeyakinan puasa Syawal sebagai bagian dari puasa Ramadan.

WAKTU PUASA SYAWAL ENAM HARI

Terjadi perbedaan ulama fiqih tentang waktu pelaksanaan puasa Syawal. Apakah harus berpuasa langsung sehari setelah Idul Fitri yaitu mulai tanggal 2 bulan Syawal karena ada kata [أتبعه] dalam hadits atau asalkan dilakukan pada bulan Syawal?

Yusuf Qardhawi berpendapat bahwa puasa Syawal tidak harus dilakukang langsung sehari setelah hari raya dan tidak harus berturut-turut. Yang penting dilakukan selama bulan Syawal maka akan mendapat keutamaan (fadhilah) puasa Syawal seperti disebut dalam hadits.

BACAAN NIAT PUASA SYAWAL ENAM HARI

Niat puasa Syawal dapat dilakukan pada pagi hari sampai sebelum waktu dhuhur seperti umumnya niat puasa sunnah yang lain.

Adapun lafadz/teks bacaan niat puasa Syawal sbb:
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ ِستَةٍ ِمنْ شَوَالٍ سُنَةً ِللَه تَعَالَي
Artinya: Saya niat berpuasa sunnah enam haru bulan Syawal karena Allah.

Catatan: Niat cukup diucapkan dalam hati-hati dan tidak harus dalam bahasa Arab.


PUASA BULAN DZULHIJJAH

Puasa pada hari-hari tertentu di bulan Dzulhijjah atau bulan ke-12 dalam kalender Islam hukumnya sunnah. Yaitu pada 10 hari pertama dan terutama puasa tarwiyah (tanggal 8), dan puasa Arafah (tanggal 9 Dzulhijjah).


HUKUM DAN DALIL DASAR PUASA BULAN DZULHIJJAH

- QS Al-Hajj 22:27 - 28
وَأَذِّنْ فِي النَّاسِ بِالْحَجِّ يَأْتُوكَ رِجَالاً وَعَلَى كُلِّ ضَامِرٍ يَأْتِينَ مِنْ كُلِّ فَجٍّ عَمِيقٍ * لِيَشْهَدُوا مَنَافِعَ لَهُمْ وَيَذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ فِي أَيَّامٍ مَعْلُومَاتٍ
Artinya: Dan berserulah kepada manusia untuk mengerjakan haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki, dan mengendarai unta yang kurus yang datang dari segenap penjuru yang jauh, supaya mereka menyaksikan berbagai manfaat bagi mereka dan supaya mereka menyebut nama Allah pada hari yang telah ditentukan...

Menurut Ibnu Katsir dalam Tafsir Ibnu Katsir III/239 yang dimaksud dengan kata " أَيَّامٍ مَعْلُومَاتٍ" adalah 10 hari bulan Dzulhijjah.

- QS Al-Fajr 35:1-2 وَالْفَجْرِ * وَلَيَالٍ عَشْرٍ
Artinya: Demi fajar, dan malam yang sepuluh,

Menurut Tabari dalam Tafsir Tabari VII/514 dan Tafsir Ibnu Katsir IV/535 yang dimaksud "وَلَيَالٍ عَشْرٍ" adalah 10 hari pertama bulan Dzulhijjah

- Hadits riwayat Abu Daud no. 2438

ما من أيامٍ العمل الصالح فيها أحبُّ إلى الله من هذه الأيامِ ( يعني أيامَ العشر ) . قالوا : يا رسول الله ، ولا الجهادُ في سبيل الله ؟ قال : ولا الجهادُ في سبيل الله إلا رجلٌ خرج بنفسه وماله فلم يرجعْ من ذلك بشيء
Maknanya: Tidak ada amal salih yang paling disukai Allah selain hari-hari ini (yakni 10 hari Zulhijjah). Mereka berkata: Wahai Rasulullah tidakkah (lebih disukai) jihad? Nabi bersabda: Tidak kecuali seorang lelaki yang keluar dengan diri dan hartanya lalu pulang tanpa membawa apapun.

- Hadits riwayat Abu Daud, Baihaqi, Ahmad, al-Bayhaqi, Ibn ‘Asakir dan al-Tahawi

عَنْ بَعْضِ أَزْوَاجِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، قَالَتْ : كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : ” يَصُومُ تِسْعَ ذِي الْحِجَّةِ ، وَيَوْمَ عَاشُورَاءَ ، وَثَلَاثَةَ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ أَوَّلَ اثْنَيْنِ مِنَ الشَّهْرِ ، وَخَمِيسَيْنِ
Artinya: Bahwa Rasulullah saw biasanya berpuasa 9 hari Zulhijah, hari ‘Ashuraa’, 3 hari setiap bulan iaitu Senin pertama dan 2 Kamis terawal.


WAKTU PUASA BULAN DZULHIJJAH

Puasa sunnah pada bulan Dzulhijjah yaitu sejak tanggal 1 sampai tanggal 9 Dzulhijjah (Lihat dalil hadits di atas).


NIAT PUASA BULAN DZULHIJJAH

Niat puasa sunnah Dzulhijjah, sebagaimana puasa sunnah lain, dapat dilakukan pada malam hari atau siang hari sebelum masuk waktu Dzuhur (tergelincirnya matahari).

NIAT PUASA TANGGAL 1 SAMPAI 7 DZULHIJJAH

نويت صوم شهر ذي الحجة سنة لله تعالي
Teks latin: Nawaitu shauma syahri Dzilhijjah sunnatan liLlahi ta'ala

Artinya: Saya niat puasa sunnah bulan Dzulhijjah karena Allah Ta'ala

NIAT PUASA TARWIYAH (TANGGAL 8 ZULHIJJAH)


نويت صوم التروية سنة لله تعالي
Teks latin: Nawaitu shaumat Tarwiyata sunnatan liLlahi Ta'ala
Artinya: Saya niat puasa sunnah Tarwiyah karena Allah Taala

NIAT PUASA AROFAH (TANGGAL 9 DZULHIJJAH)


نويت صوم عرفة سنة لله تعالي

Teks latin: Nawaitu shaumat Arafata sunnatan liLlahi Ta'ala
Artinya: Saya niat puasa sunnah Arafah karena Allah Taala