Konsultasi Syariah Islam

Konsultasi syariah hanya akan dilayani apabila dikirim via email ke: alkhoirot@gmail.com

Subscribe Us

Suka artikel kami? Dapatkan update terbaru langsung ke email Anda!

ATAU
Feed KSIA

Saturday, July 23, 2016

Menantu Mendapat Bagian Hak Waris?
APAKAH MENANTU MENDAPAT BAGIAN HAK WARISAN?

PERTANYAAN

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Yth Majelis Fatwa Pondok Pesantren Al-Khoirot Malang

Saya memiliki beberapa pertanyaan terkait wasiat, infaq, dan hukum waris. Sebelumnya saya mohon izin untuk menjelaskan situasinya. Saya memiliki seorang nenek yang baru saja wafat pada hari Selasa, 19 Juli 2016. Kakek saya sendiri sudah wafat jauh sebelumnya, 10 tahun yang lalu pada tanggal 26 September 2006. Almarhumah nenek saya meninggalkan dua orang anak, yaitu Anak Pertama Perempuan (Ibu saya) dan Anak Kedua Laki-laki (Paman saya). Selain itu, Ibu Kandung Almarhumah Nenek saya juga masih hidup sementara Ayahnya sudah wafat. Almarhumah nenek saya juga meninggalkan sedikit harta warisan dalam bentuk uang dan deposito syariah. Yang ingin saya tanyakan adalah sebagai berikut:

TOPIK SYARIAH ISLAM
  1. BAGIAN WARIS UNTUK MENANTU
  2. SUAMI TIDAK MAU BEKERJA KERAS
  3. HUKUM SUAMI ISTRI PISAH 7 TAHUN TANPA CERAI
  4. ANTARA ISTRI, ANAK DAN ADIK KANDUNG YANG YATIM PIATU
  5. CARA KONSULTASI AGAMA

1. Beberapa hari sebelum wafatnya, Almarhumah nenek sempat menyampaikan amanah/wasiat.
1.a. Beliau berpesan bahwa sebagian harta warisannya tolong dibelikan rumah sebagai bekal/investasi hari tua bagi kedua anaknya (perempuan dan laki-laki).

1.b. Akan tetapi Suami dari Anak Pertama Perempuan (Menantu laki-laki Almarhumah nenek / Ayah Saya) memiliki pendapat lain. Beliau bilang alangkah baiknya apabila harta tersebut dikeluarkan sebagai infaq misalnya ke masjid atau panti asuhan agar pahala nya sampai kepada Almarhumah nenek sebagai pahala sodaqoh jariyah. Hal ini membuat Ibu dan Paman saya menjadi bingung. Yang ingin saya tanyakan, manakah yang sebaiknya kami dahulukan lakukan? Menjalankan amanah/wasiat terakhir Almarhumah nenek atau mengeluarkan harta tersebut sebagai infaq seperti yang dibilang Ayah saya?

2. Semasa Almarhumah nenek saya hidup, Paman saya masih tinggal bersama Almarhumah nenek karena Paman saya seorang lajang dan belum menikah. Almarhumah nenek saya memiliki rumah sendiri, Ayah dan Ibu saya juga memiliki rumah sendiri. Beberapa bulan sebelum wafatnya nenek, Almarhumah nenek baru saja menjual rumahnya sehingga Almarhumah nenek dan Paman saya tinggal di rumah Ayah dan Ibu saya. Setelah nenek saya wafat, otomatis Paman saya akan tinggal di rumah Ayah dan Ibu (tinggal bersama keluarga kami) karena rumah Almarhumah nenek sudah dijual. Di luar budget untuk membeli rumah pada poin pertanyaan 1, nenek saya juga meninggalkan sejumlah uang.

2.a. Setelah melalui pembicaraan, dengan rendah hati dan tanpa paksaan dari kedua belah pihak, sejumlah uang tersebut sepakat untuk dibagi dua antara Ibu saya dengan Paman saya. Kemudian satu pembicaraan timbul lagi ke permukaan. Karena Paman saya akan tinggal bersama kami, maka rumah akan direnovasi untuk menambah kamar. Untuk biaya renovasi itu, Ayah saya bersikeras untuk memakai uang warisan milik Ibu dan Paman saya. Pertanyaan saya,

2.b. apakah Ayah saya yang notabene adalah Menantu Laki-laki Almarhumah nenek memiliki persentase hak dalam harta waris tersebut?

2.c. Juga apakah Ayah saya memiliki hak untuk mengatur penggunaan serta menggunakan harta waris milik Ibu dan Paman saya yang merupakan Anak Kandung Almarhumah nenek? Karena jujur saja, Ayah saya adalah orang yang cukup keras dan pendapatnya agak sulit untuk dibantah. Saya sebagai cucu paling dewasa dari Almarhumah jadi terbawa bingung karena saya dianggap sudah cukup dewasa untuk terlibat dalam pendiskusian masalah ini dan pengetahuan saya sangat rendah terkait hal ini.

Saya mohon penjelasannya dari Bapak/Ibu Majelis Fatwa Pondok Pesantren Al Khoirot untuk solusi permasalahan ini agar mencegah timbulnya konflik. Atas perhatian dan penjelasannya, saya ucapkan terima kasih.

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh


JAWABAN APAKAH MENANTU MENDAPAT BAGIAN HAK WARISAN?

1.a. Wasiat terkait harta peninggalan yang diwasiatkan oleh pewaris hukumnya tidak sah apabila penerima wasiat adalah salah satu ahli waris sebagaimana dalam kasus di atas. Kecuali kalau (a) pewaris lain tidak keberatan, dan (b) tidak boleh lebih dari 1/3 dari nilai total harta waris. Baca detail: Wasiat dalam Islam

1.b. Menantu tidak punya hak untuk ikut campur dalam urusan harta warisan mertuanya kalau hanya sekedar mengemukakan pendapat saja tidak masalah. Karena, menantu bukan ahli waris.

Oleh karena itu, maka seluruh harta peninggalan hendaknya diwariskan kepada seluruh ahli waris yang berhak. Setelah pembagian warisan selesai dan seluruh ahli waris menerima warisan, maka tidak ada masalah apabila masing-masing penerima warisan mempunyai inisiatif agar sebagian hartanya diinfakkan dan pahalanya dihadiahkan kepada pewaris sebagai amal jariyah pewaris. Baca detail: Sampainya Hadiah Pahala pada yang Mati

Menurut syariah Islam ahli waris dalam kasus di atas ada tiga yaitu ibu, anak laki-laki dan anak perempuan dengan rincian prosentase sebagai berikut:

(a) Ibu mendapat 1/6
(b) Sisanya yang 5/6 diberikan pada kedua anak kandung di mana anak laki-laki mendapat 2/3 sedangkan anak perempuan mendapat 1/3.
(c) Cucu tidak mendapat warisan karena terhalang adanya anak kandung.
(d) Menantu tidak mendapat warisan secara mutlak dalam keadaan apapun.

2.a. Membagi warisan berdua tanpa ijin ahli waris lain (yakni ibu almarhumah) adalah tidak tepat dan haram hukumnya. Karena ahli waris dalam kasus ini ada tiga (ibu, dua anak kandung) maka pembagian yang di luar cara Islam harus atas persetujuan ketiganya. Baca: Hukum Membagi Warisan Tidak Mengikuti Hukum Waris Islam

2.b. Menantu tidak mendapat warisan apapun.

2.c. Menantu juga tidak berhak untuk mengatur penggunaan harta waris mertuanya. Namun tentu saja boleh sekedar berpendapat atau usul.

Baca detail: Hukum Waris Islam
______________________


SUAMI TIDAK MAU BEKERJA KERAS

Sy memiliki suami yang tidak berusaha keras memenuhi kebutuhan rumah tangga. Pekerjaannya sebagai calo sarang burung walet, penghubung antara petani sarang burung waket dengan pembeli. 70-80% kebutuhan Rumah Tangga saya kah sebagai istri yg harus mencukupinya. Pekerjaan saya dokter umum. Saya tidak mampu menyadarkannya. pertanyaan sy:
1. Apa hukum agama thd suami saya yg tdk berupaya keras memenuhi kebutuhan RT yg seharusnya mjd tanggungjwbnya?
2. Sbg istri saya merasa tidak memiliki kebanggaan pd suami. Apa saran pembina Alkhoirot pd saya?
3. Hati saya spt angin, kadang saya mencoba sabar, tp kadang saya mencoba utk berpisah karena saya merasa tidak bahagia. Apa yg harus saya lakukan agar saya tdk dipenuhi kegalauan?
4. Suami merasa canggung dlm urusan Hubungan intim suami istri dan tidak berani meminta hubungan intim, hubungan hy terjadi jika saya yg memulai. To di hati kecil saya merasa sangat gengsi memulai, apalg ditambah dg perasaan yg galau dan tak adanya kebanggaan pdnya, saya pun jadi malas meminta. Apa saya berdosa jika tidak memulai hubungan intim, krn saya sudah sampai pd rasa tidak membutuhkan hubungan intin dg suami lg?
Mohon jangan dipublikasikan nama dan alamat email saya. jika saya mdpt jawaban, apakah jawaban itu dikirim ke alamat email saya atau dimana sy bisa mendapatkan jawaban atas permasalahan RT saya. Ayas jawaban dr Alkhoirot, sy mengucapkan banyak terimakasih.

JAWABAN

1. Selagi suami sudah bekerja dan memberi nafkah pada keluarga, maka dia tidak berdosa. Kalau penghasilannya tidak mencukupi kebutuhan, maka itu di luar kemampuannya. Istri harus bersabar. Karena memang kemampuan mencari rejeki dan keberuntungan selalu berbeda pada setiap individu.
Baca:
- Kewajiban Suami Menafkahi Istri dan Anak
- Kewajiban Ayah Menafkahi Anak
- Hak dan Kewajiban Suami Istri

2. Kalau anda tidak lagi mencintai suami, maka Islam membolehkan anda untuk meminta cerai. Baca: Minta Cerai karena Tidak Cinta
3. Lihat poin 2.

4. Kalau suami tidak meminta, maka tidak berdosa. Kalau suami meminta dan anda menolak, maka hukumnya berdosa. Baca: Kriteria Istri Nusyuz (Membangkang)

______________________


HUKUM SUAMI ISTRI PISAH 7 TAHUN TANPA CERAI

Assalamualaikum wr.wb

Saya seorang anak yang ingin bertanya tentang status pernikahan orang tua saya dalam agama islam. Ayah dan ibu saya sudah berpisah selama 7 tahun tanpa perceraian, bermula dari ibu saya yang pergi dari rumah tanpa pamit kepada ayah saya. Sampai sekarang ayah saya masih menunggu ibu, sedangkan kabar terakhir yang saya dengar ibu saya sudah menikah lagi dan memiliki anak.

1)Apakah pernikahan Ayah dan ibu saya masih sah secara agama? Jika nantinya mereka ingin kembali rujuk.

2)Apakah pernikahan ibu saya dengan suami sekarang sah secara agama? dan juga bagaimana status anak tersebut.

3)Jika Ayah saya pada akhirnya menikah lagi, apakah diperbolehkan secara agama? karena ibu saya tidak juga kembali

JAWABAN

1. Masih sah selagi (a) suami belum menceraikannya dan/atau (b) tidak ada keputusan pengadilan yang menceraikan suami dan istri. Kalau ada unsur (a) atau (b), maka perceraian terjadi. Baca detail: Cerai dalam Islam

2. Kalau unsur (a) atau (b) pada poin no.1 di atas tidak terjadi, maka berarti ibu anda masih berstatus sebagai istri yang sah dari ayah anda. Pernikahan wanita yang masih bersuami tidak sah. Status anak adalah anak dari ayah anda kalau ayah anda mau mengakui anak tersebut sebagai anaknya.

Baca:

- Menghamili Istri Orang Dan Status Anak
- Wanita Bersuami Berzina dan Hamil

3. Laki-laki boleh menikah lebih dari satu sampai empat. Baca: Poligami dalam Islam

______________________


ANTARA ISTRI, ANAK DAN ADIK KANDUNG YANG YATIM PIATU

Assalamualaikum Wr.Wb

Saya ingin bertanya tentang solusi masalah keluarga dalam Islam.
Langsung saja ke permasalahan.
Saya sudah menikah dan berumur 28 tahun, memiliki anak satu berumur 1 tahun. Saya memiliki dua adik perempuan, satu sudah menikah dan yang satu lagi masih sekolah kelas 6 SD. Rencana dan keinginan adik saya yang kecil ingin tinggal dan bersekolah dengan saya karena orang tua kami sudah meninggal dunia, tetapi istri saya tidak menyukai kalau adik saya tinggal bersama. Banyak upaya untuk meyakinkan istri agar melapangkan hati agar adik saya yang kecil bisa tinggal bersama, tapi istri saya selalu menolak dan bahkan kami sering berselisih.
Pertanyaan saya adalah:
1. Apakah saya harus menuruti istri saya untuk tidak mengizinkan adik saya tinggal bersama, sedangkan saya sebagai kakak laki-laki tertua bertanggung jawab terhadap adik-adik, terutama yang masih perlu dibimbing.
2. Keinginan saya untuk mengasuh dan menyekolahkan adik karena kami tidak punya orang tua (yatim piatu), tetapi saya rasa istri saya egois tidak mau memahami itu. Cara apa yang dapat dilakukan agar istri mengerti?
3. Bila istri saya terus bersikukuh dengan ego nya bahkan tidak mau mendengar dan melawan saya sebagai suaminya, apakah saya boleh untuk mengorbankan hubungan pernikahan kami dengan berpisah? walau pun berat karena saya pasti juga kehilangan anak saya.

Saya sangat berharap segera jawabannya.

JAWABAN

1. Suami tidak harus menuruti istrinya, sebaliknya istri yang harus menuruti suaminya. Jadi, berlakukan seperti komandan. Begitu keputusan diambil, maka seisi rumah harus patuh dan taat. Baca detail: Hak dan Kewajiban Suami Istri

2. Bersikaplah tegas padanya. Katakan bahwa ini adalah keputusan anda dan tidak boleh dibantah. Istri yang membangkang hukumnya dosa besar.

Baca detail:

- Hukum Istri Durhaka Tidak Taat Suami (Nusyuz)
- Kriteria Istri Nusyuz (Membangkang)

3. Boleh. Baca detail: Cerai dalam Islam
Read More...

Friday, July 22, 2016

Sulit Jodoh dan Cara Meminta Maaf pada Ibu yang Meninggal
CARA MINTA MAAF PADA IBU YANG SUDAH WAFAT

Assalamualaikum ustad. Saya mau bertanya dulu ketika ibu saya masih hidup (sekarang sudah mati) saya suka melawan ibu kemudian ibu saya menyumpahi saya menjadi perawan tua seumur hidup. Sekarang saya sudah cukup umur dan masih tetap belom punya pacar apalagi calon suami. Batin saya suka menangis ustad kalo lihat teman sudah menikah bahkan adik kelas pun sudah menikah. sekarang ibu sudah meninggal dan saya sangat menyesal ustad.

Yang saya mau tanyakan
1. Bagaimana saya meminta maaf ke ibu saya yang sudah meninggal agar sumpah ibu tidak menjadi nyata pak ustad?
2. apakah amalan amalan yang bisa saya lakukan agar ibu saya ridho kepada saya sehingga saya bisa bertemu jodoh saya pa ustad?
3. apakah ibu saya termasuk dzolim kepada saya karna menghalangi jodoh saya ustad?
4. apakah sumpah ibu saya bisa dihapuskan sehingga saya bisa menikah seperti orang orang usad?

TOPIK SYARIAH ISLAM
  1. CARA MINTA MAAF PADA IBU YANG SUDAH MENINGGAL
  2. SUAMI MALAS BEKERJA DAN TIDAK SHALAT
  3. SUAMI MENOLAK PERMINTAAN CERAI ISTRI
  4. ANTARA IBU DAN SUAMI
  5. CARA KONSULTASI AGAMA
ustad mohon jawabannya pak. jujur saya suka menangis dan putus asa bila mengingat masalah ini pak.saya tak sanggup jika menjadi perawan tua dan jadi bahan omongan orang. saya pun ingin merasakan rumah tangga dan memiliki keturunan ustad. saya gak mau menjadi perawan tua
pak.trimakasih jawabannya pak.


JAWABAN

1. Cara meminta maaf pada orang tua, baik ibu atau ayah, yang sudah wafat atau meninggal adalah dengan memperbanyak istighfar (memohonkan ampun pada Allah) untuknya, mendoakannya, dan memperbanyak berbuat kebaikan.

Imam Nawawi dalam kitab Al-Adzkar, hlm. 1/346, menyatakan dalam kasus dosa pada orang yang meninggal:

فإن كان صاحب الغيبة ميتاً أو غائباً ، فقد تعذر تحصيل البراءة منها ، لكن قال العلماء : ينبغي أن يكثر الاستغفار له ، والدعاء ، ويكثر من الحسنات .

Artinya: Apabila orang yang pernah digosipi itu mati atau tidak diketahui keberadaannya sehingga tidak bisa meminta maaf padanya, maka ulama berpendapat: Hendaknya penggosip memperbanyak istighfar padanya, mendoakannya, dan memperbanyak berbuat kebaikan.
Baca detail: Cara Meminta Maaf pada Orang yang Sudah Mati atau Hilang

2. Baca doa-doa berikut setiap selesai shalat agar mudah dapat jodoh:
-

رَبِّ هَبْ لِي مِنْ لَدُنْكَ زَوْجًا طَيِّبًا وَيَكُوْنُ صَاحِبًا لِى فِى الدِّيْنِ وَالدُنْيَا وَالْأَخِرَة

Artinya: Ya Tuhan, berikanlah kepadaku suami yang terbaik dari sisi-Mu, suami yang juga menjadi sahabatku dalam urusan agama, urusan dunia & akhirat.

-

رَبِّ لَا تَذَرْنِى فَرْدًا وَأَنتَ خَيْرُ ٱلْوَٰرِثِينَ

Artinya: Ya Tuhanku janganlah Engkau membiarkan aku hidup seorang diri dan Engkaulah Waris Yang Paling Baik.

-

رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَٰجِنَا وَذُرِّيَّٰتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَٱجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا

Artinya: Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami jodoh (isteri-isteri) kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang2 yang bertakwa.

3. Yang menentukan jodoh itu bukan ibu anda, tapi Allah. Oleh karena itu, mintalah pada Allah dengan doa dan berusaha.

4. Tentu saja bisa kalau Allah berkehendak. Maka, mintalah ampun pada Allah, doakan ibu agar diampuni segala dosanya dan mintalah jodoh yang diridhoi Allah yang akan membawa kebaikan bagi anda dunia dan akhirat.

Baca juga:

- Cara Memilih Jodoh
- Cara Mudah Mendapat Jodoh
- Mengapa Sulit Dapat Jodoh?
- Rejeki, Jodoh, Mati Sudah Ditentukan?
- Dilema Wanita Menentukan Jodoh

______________________


SUAMI MALAS BEKERJA DAN TIDAK SHALAT

Assalamualaikum Wr. Wb.
Pak ustadz yang saya hormati, Saya mohon izin meminta nasihat.
Setelah menikah keluarga kami mendapat ujian, yaitu suami saya berhenti bekerja.
Sejak menikah sampai satu tahun perjalanan rumah tangga, saya tidak pernah mendapatkan nafkah dari suami. Untuk memenuhi kebutuhan di rumah, mengandalkan uang kerja saya sebagai honor yang kurang lebih 500 ribu sebulan.
Terkadang orang tua saya merasa kasihan dan rutin memberikan sedekah untuk kami. Pernah orang tua saya membantu suami mencarikan pekerjaan, tapi suami saya tidak mau dan saya tidak tahu alasannya kenapa karena jika ditanya dia hanya diam saja.
Beda halnya dengan mertua saya, ibu suami tidak pernah peduli bahkan beliau rutin meminta uang untuk berobat kepada saya, yang biayanya tidak sedikit. Padahal mertua saya tahu bahwa anaknya belum bekerja.

Baru saya tahu bahwa suami mempunyai banyak hutang, sampai biaya pernikahan saya ternyata juga hutang, bahkan sekarang bunganya bertambah setiap hari, untuk membayar bunganya saja sulit. Padahal saat menikah dulu, maharnya pun seikhlas pihak laki laki saja, begitu pinta orang tua ulun. Kondisi saya sekarang sedang kurang sehat, saya sudah berkali kali pingsan saat bekerja.

Saya sedih ketika suami tidak pernah memberi nafkah tetapi sering meminta uang. Tapi lebih sedih lagi melihat suami yang jauh dari Allah, tidak sholat, dan tidak membimbing saya dalam urusan agama. Saya sering dan hampir setiap kali selalu mengingatkan tetapi jawabnya hanya nanti nanti dan ujung ujungnya tidak dikerjakan.
1. Saya tidak ingin cerai ustadz. Apa yang harus saya lakukan. Saya ingin sabar, tetapi ada kalanya saya seringkali menangis karena tidak kuat menahan beban. Saya ingin meminta nasihat, terima kasih pak ustadz.
Wassalamualaikum Wr. Wb

JAWABAN

1. Dalam kasus Anda, maka sudah terpenuhi syarat bagi anda untuk meminta cerai atau melakukan gugat cerai. Baik menurut sudut pandang negara maupun agama. Baca detail: Cerai dalam Islam

Namun, kalau anda masih mencintainya dan masih ingin berumah tangga dengannya, maka anda harus banyak bersabar dan selalu mendoakan dia agar bisa berubah. Tentu saja usaha-usaha nyata harus dilakukan seperti mengajak suami bersilaturahmi ke ulama, ustadz, kyai dan lain-lain dan meminta nasihat mereka agar aura ulama yang dikunjungi bisa menular pada suami dan anda.

______________________


SUAMI MENOLAK PERMINTAAN CERAI ISTRI

assalamualaikum..
semoga ustad dan kita smua mendapat nikmat dan rizki islam dari allah..

ustad..saya ingin menanyakan beberapa hal..
terutama untuk perubahan diri saya..

saya seorang laki2 usia 26 tahun.saya sudah menikah sekitar 4 tahun dan di beri 1 orang anak..

saat ini rumah tangga saya dilanda masalah yg berat..istri saya meminta kita pisah.dan saya tidak menyanggupi nya..
semua berawal dari keributan saya dengan istri,dan mertua saya menjadi andil kepada istri saya dan berkata ia tidak akan ridha kalau saya tetap melangsungkan hubungan pernikahan..
dan istri saya menerima..

jujur saya pribadi sangat sayang akan istri dan anak saya dan tidak siap untuk berpisah.

saya pribadi bukanlah org yg taat agama pd awal nya..dan mungkin bs dikatakan jauh dari agama..
tapi saat ini saya siap merubah smua dengan niat ikhlas dan tulus,saya siap menjalankan syariat islam demi keselamatan saya dan demi keutuhan keluarga saya.

saya mhon ustad..beri saya pencerahan..
saya sangat berat menghadapi smua ini dan saya sangat menyayangi istri saya..

terima kasih atas tanggapan nya.
wassalamualaikum.

JAWABAN

______________________


ANTARA IBU DAN SUAMI

Assalamualaikum ustadz..
Bapak saya sudah meninggal,dan ibu meminta saya untuk menemaninya selama masa iddah 4 bulan 10 hari,padahal ibu tidak sendiri ada kakak laki-laki saya dan istrinya tinggal bersama ibu,namun kaka ipar saya tidak menemani ibu saya,dia memilih untuk diam di kamar bersama anaknya,sementara ibu saya hanya di temani adik saya yang autis..bagaimana ya ustadz sementara suami saya hanya mengizinkan saya sampai 7 hari ayah meninggal untuk menemani ibu.

Pertanyaan saya :
1. Apa sajakah yang di perbolehkan istri keluar rumah selama masa iddah mati?
2. Apakah kaka ipar saya salah tidak menemani,mengajak ngobrol ibu saya dan memilih diam di kamar,karna kaka ipar saya tidak betah tinggal di rumah bersama ibu mertua?
3. Apakah anak laki-laki lebih wajib taat kepada ibu daripada anak perempuan yang sudah menikah.?
4. Apakah saya harus menuruti keinginan ibu untuk menemaninya slama masa iddah,sementara suami saya hanya mengizinkan slama 7 hari saja?
5. Ketika ibu memaksa anak perempuannya yang sudah menikah untuk menuruti keinginannya,sementara anak perempuannya lebih mentaati suaminya dan membiarkan keinginan ibunya. Apakah anaknya berdosa atau tidak?
6. Lebih wajib mana anak perempuan yang sedang menuntut ilmu di pesantren dan anak perempuan yang sudah menikah untuk mentaati ibunya?
7. Apakah saya salah lebih mengutamakan hak suami saya daripada ibu saya?
8. Apa yang harus saya lakukan sekarang,saya sangat cape,batin saya sakit..karna keluarga yang tidak mengerti kondisiku bersama suami,selalu menuntut saya untuk menemani ibu saya di sana..padahal banyak yang menemani ibu saya..sementara saya disini harus nurut sama suami dan banyak urusan yang harus saya dan suami urusi..?

JAWABAN
Read More...

Wednesday, July 20, 2016

Wanita Umrah Saat Iddah, Bolehkah?
ISTRI UMROH SAAT MASA IDDAH

Assalamu 'alaikum wr,wb.
Para Ustadz yang saya muliakan, saya ada masalah yaitu ada suami istri yang sudah tua, suami 68 th, istri 64 th (monophouse), suami sudah pernah menunaikan ibadah haji sedangkan istri belum. Kemudian istri akan melaksanakan ibadah umroh lalu pamit pada suami, suami pun menyetujui walaupun kondisinya sedang sakit keras. Yang jadi pertanyaan saya adalah:

1. Bagaimana kalau si suami meninggal dunia sebelum si istri pergi umroh, apakah harus menunggu masa iddah sementara peraturan pada travel yang diikutinya tidak bisa menunggu dan bila tidak sesuai jadwalnya uang biaya umrohnya tidak bisa dikembalikan (dianggap hilang)?

2. Apakah sama iddahnya wanita yg monophouse dengan yang tidak, sedangkan tujuan masa iddah itu untuk memastikan kebersihan rahim (hamil atau tidak). Sementara wanita ini sudah pasti tidak hamil karena monophouse?
TOPIK SYARIAH ISLAM
  1. ISTRI UMROH SAAT MASA IDDAH
  2. DEFINISI HARTA PENINGGALAN
  3. CINTA ALLAH DULU ATAU RASULNYA?
  4. CARA KONSULTASI AGAMA

3. Kalau istri sudah pergi umroh kemudian suami meninggal, apakah istri berdosa karena saat iddah ada di luar rumah?

Demikian pertanyaan saya kepada para Ustadz tolong dijawab.
Atas jawaban para Ustadz saya ucapkan banyak terima kasih.
Wassalamu 'alaikum wr, wb.


JAWABAN ISTRI UMROH SAAT MASA IDDAH CERAI MATI

1. Mayoritas ulama dari keempat madzhab tidak membolehkan istri yang sedang menjalani masa iddah wafat untuk melakukan haji atau umroh. Dalam kitab Al-Mausuah Al-Fiqhiyah, hlm. 29/352, dinyatakan:

ذَهَبَ جُمْهُورُ الْفُقَهَاءِ مِنْ الْحَنَفِيَّةِ وَالشَّافِعِيَّةِ وَالْحَنَابِلَةِ إلَى أَنَّهُ لا يَجُوزُ خُرُوجُ الْمُعْتَدَّةِ مِنْ وَفَاةٍ إلَى الْحَجِّ , لأَنَّ الْحَجَّ لا يَفُوتُ , وَالْعِدَّةُ تَفُوتُ.

Artinya: Mayoritas ulama dari madzhab Hanafi, Syafi'i dan Hanbali berpendapat bahwa wanita iddah karena wafat suaminya tidak boleh keluar untuk haji karena haji tidak terbatas waktu (bisa dilakukan pada tahun berikutnya) sedang iddah terbatas waktu.

Umroh adalah sunnah sedangkan tinggal di rumah selama iddah adalah wajib.

2. Iddah wanita yang ditinggal mati suami adalah 4 bulan 10 hari secara mutlak baik untuk istri yang haid atau yang monopause. Berdasarkan pada QS Al-Baqarah 2:234 di mana Allah berfirman "Orang-orang yang meninggal dunia di antaramu dengan meninggalkan isteri-isteri (hendaklah para isteri itu) menangguhkan dirinya (ber'iddah) empat bulan sepuluh hari."

Jadi, iddah wafat berbeda dengan iddah karena dicerai hidup. Baca detail: Cerai dalam Islam

3. Tidak berdosa karena saat berangkat umroh suami belum meninggal. Bahkan seandainya wafatnya suami itu dia belum selesai melaksanakan ibadah umrah, maka dia boleh meneruskan ibadahnya. Ibnu Qudamah dalam Al-Mughni, hlm. 11/303-305:

الْمُعْتَدَّة مِنْ الْوَفَاةِ لَيْسَ لَهَا أَنْ تَخْرُجَ إلَى الْحَجِّ , وَلا إلَى غَيْرِهِ . رُوِيَ ذَلِكَ عَنْ عُمَرَ , وَعُثْمَانَ , رضي الله عنهما . وَبِهِ قَالَ سَعِيدُ بْنُ الْمُسَيِّبِ , وَالْقَاسِمُ , وَمَالِكٌ , وَالشَّافِعِيُّ , وَأَبُو عُبَيْدٍ وَأَصْحَابُ الرَّأْيِ , وَالثَّوْرِيُّ .

وَإِنْ خَرَجَتْ , فَمَاتَ زَوْجُهَا فِي الطَّرِيقِ , رَجَعَتْ إنْ كَانَتْ قَرِيبَةً ; لأَنَّهَا فِي حُكْمِ الإِقَامَةِ , وَإِنْ تَبَاعَدَتْ , مَضَتْ فِي سَفَرِهَا .

Artinya: Istri yang iddah wafat tidak boleh keluar untuk haji atau umrah berdasarkan hadits dari Umar dan Utsman. Ini pendapat Said bin Musayyib, Qasim, Malik, Syafi'i, Abu Ubaid, Al-Tsauri dan kalangan Ashab Al-Ra'yi. (dalam kasus) istri yang keluar bepergian lalu suaminya meninggal di tengah jalan, maka istri hendaknya kembali apabila dekat karena itu dalam hukum mukim. (tapi) Apabila jauh maka boleh meneruskan perjalannya.

Baca juga:
- Wanita Haji dan Umroh Tanpa Mahram
- Panduan Haji dan Umroh
- Cara Haji Tanpa Antri

______________________


DEFINISI HARTA PENINGGALAN

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Seorang wanita wafat pada bulan maret 2016 meninggalkan 9 anak (6 lelaki, 3 perempuan) yang seluruhnya masih hidup. Ayah, ibu, dan suami almarhumah sudah meninggal.

Saya ingin bertanya:
1. apa sajakah yang termasuk dalam harta peninggalan? Selain uang, tanah, rumah, dan lain-lain, apakah pakaian, perabotan, uang pemberian orang-orang saat datang melayat dan benda lainnya juga termasuk dalam warisan yang dihitung?
2. Jika ya, siapa dan bagaimana cara menentukan nilai benda-benda seperti tanah, rumah, pakaian, perabotan, dan lain-lain tersebut?
3. sejak sebelum meninggal, ada 2 orang anak beliau beserta cucu-cucunya yang tinggal bersama di rumah beliau, dan rencananya mereka akan tetap tinggal disana. Apakah boleh mengambil sebagian harta peninggalan untuk biaya operasional rumah tersebut sebelum dibagikan sesuai hukum waris?
4. Apakah boleh mengambil sebagian harta waris untuk disedekahkan terlebih dahulu (dengan persetujuan anak-anak almarhumah) sebelum dibagikan sesuai hukum waris?

Terima kasih.

JAWABAN

1. Harta peninggalan adalah harta yang menjadi hak milik almarhum saat hidup berdasarkan hukum kepemilikan yang umum. Dengan demikian, maka uang, tanah, rumah, pakaian, perabotan adalah harta peninggalan apabila memang milik almarhum. Sedangkan uang pemberian orang saat melayat tidak termasuk.

2. Yang menentukan nilai harta almarhum adalah harta umum di pasaran.

3. Tidak boleh kecuali atas persetujuan seluruh ahli waris yang berhak. Harta warisan harus dibagikan segera setelah pewaris wafat setelah dipotong biaya pemakaman dan hutang pewaris.

4. Kalau semua ahli waris setuju maka boleh. Tapi kalau ada satu saja yang tidak setuju maka tidak boleh. Karena harta warisan itu pada dasarnya milik semua ahli waris. Baca detail: Hukum Waris Islam

______________________


CINTA ALLAH DULU ATAU RASULNYA?

Asalamualikum..ustad saya mau bertanya dan insya allah saya dapat jawaban yg puas..
Ustad kadang terlintas di pikiran saya mana dulu yg harus di cintai allah atau rosull nya?? Kadang saya ga mengerti apa yg saya pikirkan. saya bingung begtu banyak pertanyaan yg sesungguh nya pertanyaan bodoh dan saya aja bingung untuk merangkai pertanyan itu sendiri..

1. kadang dihati saya penuh tanda tanya mana dulu yg harus di cintai allah atau rosull nya..??
2. kadang di saat saya dzikir ada perasan gelisah dan penuh tanda tanya, seperti di saat saya dzikir tiba2 muncul pertanyan dzikir dulu apa salawat dulu??dan sebalik nya
3. trus di saat dzikir ada bisikan keraguan (misalkan minta aja ama nabi karna banyak ulama pada sahlawatan dari pada berzikir, banyak ulama lebih memuja nabi nya dari pada allah). Sedangkan kalau saya sahlawat dan mnta ke nabi yg tuhan nya aja allah yg punya sgalanya, kalau saya dzikir dan berdoa harus ada shlawat nya karna tanpa shlawat doa ga mungkin terkabul..
4.ustad saya benar benar bingung dengan sifat dan pemikiran saya, saya takut punya pikiran begini terus sampai ajal menjemput, apa yg harus saya lakukan..?
5.apakah cinta kita pada allah dan nabi nya harus sama?dan kenapa!!
6.bagaiman cara nya saya membuang pikiran itu, yg sebenar nya menyiksa saya??
7.apakah saya berdosa punya pemikiran bgtu??
8.saya minta amalan agar hati ini jauh dari ragu2 dan was2
Kira nya ustad bisa jawab pertanyan saya ini, karna pemikiran saya ini membuat saya menderita..
Akhir kata wasalammualikum

JAWABAN

1. Kedua-duanya.

2. Dzikir dulu lalu baca shalawat.

3. Siapa bilang ulama lebih banyak bershalawat daripada berdzikir? Dua-duanya (dzikir dan shalawat) sama-sama penting. Shalawat juga penting karena mengikuti perintah Allah dalam QS Al-Ahzab :56. Dua kalimat syahadat di awali dengan pengakuan keesaan Allah disusul dengan kerasulan Nabi Muhammad.

4. Cinta pada Allah dan RasulNya tak perlu dipersoalkan tapi dibuktikan dengan cara: mentaati perintah syariah dan menjauhi larangan syariah. Inilah bukti kita cinta pada Allah dan Rasul-Nya.

5. Cinta pada Allah dan Rasul berbeda dengan cinta lawan jenis. Yang terpenting dari cinta Allah dan Rasul adalah pada bukti nyata dari amal perbuatan kita. Kalau kita taat itu tanda cinta Allah dan Rasul, kalau melakukan perbuatan haram itu tanda kita tidak cinta keduanya. Baca juga: Maksud Cinta karena Allah

6. Caranya dengan fokus pada isi ajaran Islam, pada perintah dan larangan Islam.

7. Tidak, tapi sebaiknya dihilangkan supaya tidak hilang fokus. Tunjukkan bukti nyata anda cinta Allah dan Rasul seperti disebut dalma poin 5 dan 6 dan cara teratur ibadah wajib seperti shalat dan puasa wajib serta berzakat kalau memenuhi syarat serta jauhi perbuatan haram seperti berzina, bergaul bebas, minum miras, narkoba dan semacamnya. Baca detail: Dosa Besar dalam Islam

8. Baca surah An-Nas, Al-alaq dan Al-Ikhlas setiap selesai shalat lima waktu masing2 satu kali.
Read More...

Wanita Umroh Haji Tanpa Mahram
HUKUM WANITA UMROH ATAU HAJI TANPA MAHRAM

Assalamu'alaikum

1. Apa hukumnya jika seorang isteri melaksanakan ibadah umrah (atau haji) tanpa didampingi suami?
2. dan dia bermahram pada orang lain ?? Dalam Islam apakah hal tersebut dibolehkan ??
3. Suami belum mau melaksanakan ibadah umroh dengan alasan belum siap, sementara si istri sudah tidak sabar untuk pergi umroh. Mohon bantuannya....

TOPIK KONSULTASI ISLAM
  1. HUKUM WANITA UMROH ATAU HAJI TANPA MAHRAM
  2. MENGINFAKKAN HARTA SUAMI TANPA IJIN
  3. TALAK TAKLIK (KONDISIONAL)
  4. UCAPAN CERAI SHARIH DAN KINAYAH
  5. WARISAN UNTUK ANAK, ISTRI DAN BAPAK IBU
  6. CARA KONSULTASI SYARIAH ISLAM


JAWABAN

1. Seorang yang hendak bepergian umroh atau haji harus ditemani oleh suami atau laki-laki yang ada hubungan mahram (bahasa Indonesia: muhrim). Apabila tidak memungkinkan, maka wanita tersebut dapat pergi dengan ditemani perempuan lain yang dapat dipercaya.

2. Secara syariah tidak bisa bermahram pada lelaki lain yang bukan mahram. Istilah 'bermahram pada lelaki lain' mungkin dimaksudkan untuk mempermudah urusan teknis mendapatkan visa umroh/haji untuk keberangkan saja dengan kata lain untuk 'menipu' pemerintah Arab Saudi c.q. kedutaan Arab Saudi agar mengeluarkan visa. Jadi, istilah 'bermahram dengan lelaki lain' hanya untuk tujuan formalitas guna mendapatkan visa. Dengan demikian, maka selama dalam perjalanan terutama saat berada di Tanah Suci Makkah dan Madinah jangan sampai anda si wanita ini bepergian dan berduaan dengan lelaki tersebut karena itu hukumnya haram seperti disebut dalam hadits dalam uraian di bawah.

3. Istri dapat mengajak suami silaturahmi ke kyai atau ustadz atau mengikuti pengajian atau memberikan bacaan-bacaan tentang dasar agama Islam agar wawasan dan kesadaran agamanya tambah baik. InsyaAllah dengan proses waktu ia akan siap secara mental. Perlu juga dicatat bahwa umroh hukumnya sunnah, tidak wajib. Beda dengan naik haji yang harus dilaksanakan apabila mampu secara finansial; siap atau tidak siap secara mental haji adalah wajib dilaksanakan dan berdosa apabila tidak melaksanakannya sama dengan shalat dan puasa Ramadan.

URAIAN

DEFINISI MAHRAM DAN DALIL HADIS

Yang dimaksud mahram bagi wanita dalam konteks bepergian jauh seperti umroh dan haji adalah suami dan/atau lelaki mahram yakni laki-laki yang haram bagi wanita untuk menikah dengannya selamanya karena sebab kekerabatan, radha' (sesusuan) atau musaharah (mertua). Baca detail: Mahram (Muhrim) dalam Islam

Tidak hanya dalam konteks umroh atau haji wanita harus ditemani mahram saat bepergian jauh yang mencapai jarak qashar (84 km) pun harus ditemani mahram. Ini berdasarkan hadis sahih riwayat Bukhari:
لا تسافر المرأة إلا مع ذي محرم, ولا يدخل عليها رجل إِلا ومعها محرم، فقال رجل: يا رسول الله إني أريد أن أخرج في جيش كذا وكذا وامرأتي تريد الحج. فقال: اخرج معها

Artinya: Perempuan tidak boleh bepergian kecuali bersama mahramnya dan laki-laki tidak boleh masuk ke (rumah) seorang wanita kecuali wanita itu ditemani mahramnya. Seorang lelaki bertanya, "Wahai Nabi, aku ingin keluar berjihad sedangkan istriku hendak haji" Nabi menjawab, "Keluarlah engkau bersama istrimu." Baca: Shalat Musafar: Jamak dan Qashar

WANITA UMROH HAJI TANPA MAHRAM

Jumhur (mayoritas) ulama dari keempat mazhab mengharamkan seorang perempuan pergi umroh atau haji tanpa ditemani suami atau mahramnya (lihat, ). Namun ada sebagian pendapat dalam mazhab Syafi'i yang membolehkan hal tersebut dengan syarat (a) ditemani perempuan yang dapat dipercaya; (b) aman dari fitnah. Imam Nawawi dalam Al-Majmuk Syarah Muhazab hlm. 8/342 berkata:
قال الماوردي: ومن أصحابنا من جوَّز خروجها مع نساء ثقات، كسفرها للحج الواجب، قال: وهذا خلاف نص الشافعي، قال أبو حامد: ومن أصحابنا من قال: لها الخروج بغير محرم في أي سفر كان, واجبًا كان أو غيره

ولا يجوز في التطوع وسفر التجارة والزيارة ونحوهما إلا بمحرم. وقال بعض أصحابنا: يجوز بغير نساء ولا امرأة إذا كان الطريق آمنًا. وبهذا قال الحسن البصري وداود، وقال مالك : لا يجوز بامرأة ثقة : وإنما يجوز بمحرم أو نسوة ثقات
Artinya: Al-Mawardi berkata: Sebagian ulama mazhab Syafi'i membolehkan keluarnya wanita dengan beberapa perempuan yang dapat dipercaya seperti dalam perjalanan untuk haji wajib. Al-Mawardi berkata: Ini berbeda dengan pendapat Imam Syafi'i. Abu Hamid Al-Ghazali berkata: Sebagian ulama mazhab Syafi'i berpendapat: Boleh bagi wanita untuk keluar tanpa mahram dalam perjalanan apapun baik perjalanan wajib atau lainnya.

Tidak boleh dalam haji sunnah dan perjalanan bisnis, ziyarah, dan lainnya kecuali dengan mahram. Sebagian ulama mazhab Syafi'i berkata: Boleh melakukan perjalanan tanpa ditemani banyak wanita atau satu wanita apabila jalannya aman. Pendapat ini didukung oleh Hasan Al-Basri dan Dawud. Malik berkata: Tidak boleh kalau hanya dengan satu wanita. Yang boleh apabila dengan mahram atau banyak wanita.

Imam Nawawi dalam Al-Majmuk, hlm. 7/‏86, menyatakan:

إذا لم يتيسر للمرأة الخروج للحج مع زوجها أو أحد محارمها ،كان لها أن تحج مع رفقة مأمونة ، فيهم جمع من النساء موثوق بهن (اثنتان فأكثر)‏ ، ويجوز مع امرأة واحدة فى حج الفرض ، بل صرح فقهاء المذهب للمرأة أن تخرج وحدها عند الأمن فى حج الفريضة ، أما فى حج النفل ، فليس لها الخروج مع نسوة ، ولو كثرن ، ولا تسافر فى النفل إلا مع زوج أو ذى رحم لأنه سفر غير واجب

Artinya: Apabila sulit bagi istri keluar haji bersama suaminya atau salah satu mahramnya maka ia boleh berhaji dengan wanita lain yang dipercaya dua atau lebih. Dan boleh bersama satu wanita dalam haji fardhu. Bahkan ahli fiqih madzhab Syafi'i menjelaskan wanita boleh keluar sendirian apabila aman dalam melaksanakan haji wajib (haji pertama kali). Sedangkan pada haji sunnah, maka wanita tidak boleh keluar bersama sesama wanita walaupun banyak juga tidak boleh melakukan perjalanan (haji) sunnah kecuali dengan suami atau kerabat mahram karena itu perjalanan yang tidak wajib.

Baca juga:

- Panduan Haji dan Umroh
- Cara Haji Tanpa Antri

______________________


MENGINFAKKAN HARTA SUAMI TANPA IJIN

السلام عليكم والرحمة والبركة
1. Bolehkah seorang istri meng infaqkan harta suaminya tanpa sepengetahuan sang suami. tapi niatnya untuk kebaikan. misalnya memberikan sumbangan pada pembangunan Masjid tapi tetap diatas namakan suaminya. Karena suaminya itu enggan untuk menafkahkan hartanya demi kehidupan akhiratnya kelak . terimakasih
والسلام عليكم والرحمة والبركة

JAWABAN

1. Kalau harta yang dipakai adalah harta suami, maka tidak boleh tanpa memberitahu dan tanpa seijin suami. Kalau harta tersebut milik istri atau milik suami tapi sudah diberikan pada istri sebagai nafkah, maka boleh. Niat baik tidak boleh melupakan cara yang baik. Suami istri adalah dua individu yang masing-masing memiliki hak kepemilikan. Hak milik suami tidak boleh digunakan oleh istri tanpa ijin suami sebagai pemiliknya; bagitu juga hak milik istri tidak boleh digunakan suami tanpa ijin dari istri. Kecuali kalau sudah ada kesepakatan sebelumnya mana yang boleh dipakai tanpa ijin.

______________________


TALAK TAKLIK (KONDISIONAL)

Assalamualaikum ustad
Begini ustad saya sudah menjalani rumah tangga selama 15 tahun, sudah mempunyai dua orang anak .saya dulu orang yang gak pernah belajar hukum- hukum agama ustad. sholatpun jarang... jadi aku hanya tahu dalam keluarga itu tidak di perbolehkan berkata cerai .

Tapi di usia pernikahanku yang kelima tahun aku pernah baca-baca buku fiqih masalah talak aku jadi strees ustad, bahkan banyak yang bilang saya sudah gila Karena tiap hari saya hanya bengong... pikiran kembali ke masa lalu,untuk mengingat-ingat apa yg pernah aku ucapkan. Dan dalam ingatanku itu menurut pemahaman saya sewaktu baca-baca buku itu... Banyak kata yang bisa jadi jatuh talak tapi menurut saya, karena waktu itu saya malu untuk bertanya ustad.
Seperti,,
- ya sudah kalau kamu merasa berat hidup sama saya nggak usah diterusin.
- Kalo sudah nggak cocok lagi kita pisah
Dan entah berapa banyak lagi ustad saya sudah lupa,, karena saya hanya menghindari kata cerai Dan akhirnya setelah 3 bulan stress akhirnya saya bisa sembuh setelah saya tanamkan keyakinan sendiri dalam hatiku kalau orang yang nggak tau dimaafkan
Dan saat ini saya kambuh lagi saya strees lagi ustad, waktu itu temanku sedang ngomong- ngomong masalah talak. yang katanya perkataan seperti ini bisa jatuh talak.... Waktu istriku ngomel ke saya dan dia membanding- bandingkan saya dengan orang lain saya bilang
- Ya sudah sana cari yang kaya...
Terus waktu istriku cerita temanya yang kaya aku bilang
- Ya sudah kamu ikut sana....
Dan ini kemungkinan kejadianya baru2 saja, tapi saya sudah lupa kapan, menurut pemahaman saya waktu baca- baca buku itu tidak termasuk talak kalo tidak di niatkan dan contoh seperti itu nggak ada. Dan waktu aku mengatakan itu tidak ada niat apa-apa cuman pikiran saya biar dia berhenti bicara karena istriku tergolong orang yang crewet ustad ..

Pertanyaan saya
1 apakah kata2 yang saya contohkan itu termasuk kata-kata talak? Bagaimana status perkawinan saya ustad? Dengan kejadian yang sudah aku ceritakan diatas ? Jujur saja ustad„ saya memang sering bertengkar karena istriku tergolong cerewet dan pemarah tapi selama ini saya masih sabar dan belum mau berpisah karena kasihan anak2 saya...

2. Satu lagi ustad di usia pernikahanku yang kira-kira 7 tahun waktu itu istriku membantu mencukupi ekonomi kerja di luar kota....melalui sms entah karena ingin menakut- nakuti atau apa melalui sms saya menulis demi allah kalo kamu selingkuh kamu aku cerai.... Apakah sms ini bisa jatuh talak kalo benar-benar kejadian istriku selingkuh ustad ? Dan bagaimana seandainya istriku selingkuh tapi saya tidak tau ustadz... waduh rumit sekali permasalahan ku ustad sekarang saya nyesel kenapa menulis sms ini ustad malah bikin masalah .. mohon dengan sangat pencerahanya ustad .Maaf ustad kalo tulisan saya terlalu panjang. Terimakasih

JAWABAN

1. Semua ucapan anda pada istri seperti contoh di atas tidak terjadi talak. Dalam kasus yang pertama karena anda tidak tahu hukumnya, dan dalam kasus yang kedua itu termasuk talak kinayah dan tidak terjadi cerai karena karena tidak ada niat talak. Baca detail: Cerai dalam Islam

2. Ucapan cerai apabila melalui SMS itu sama dengan cerai lewat tulisan. Cerai lewat tulisan itu termasuk talak kinayah yang baru terjadi apabila ada niat talak dari anda. Kalau ada niat saat mengirim sms itu, maka talak terjadi kalau istri anda selingkuh. Baca: Talak lewat SMS

______________________


UCAPAN CERAI SHARIH DAN KINAYAH

Assalamualaikum
Ustad,, sampai saat ini walau sering baca artikel masalah talak, saya masih belum paham betul . dan hampir semua masyarakat disini itu juga hanya paham kalo berkata cerai.maka hukumnya cerai beneran.. Semisal ada kasus begini ustad
- Sang istri marah- marah gara-gara suaminya lagi malas kerja trus sang suami bilang begini: ngomel muluk cari sana suami yang rajin ,,,
- seorang istri lagi ngomongin temenya yang suxes trus suami merasa tersinggung trus suami bilang ambil aja sebagai suami ,

Dan biasanya ngomong begini tidak ada niat cerai hanya untuk melampiaskan kekesalalanya..dan menghentikan pembicaraan istrinya
Pertanyaan saya
1) apakah kasus yang saya tulis ini bisa jatuh talak ustad
Kalo masyarakat sini dengar seperti itu sudah biasa ustad kecuali kalo mendengar kata cerai pasti diingatkan oleh tetangga sekitar .
2) sebenarnya garis besarnya itu bagaimana ustad masalah talak itu biar mudah di pahami......
3) bagaimana hukumya bila sudah terlanjur berkata seperti kasus di atas dan sudah berkali-kali

JAWABAN

1. Tidak terjadi talak kalau tidak ada niat cerai karena kalimat tersebut termasuk talak kinayah (implisit, tidak langsung) yang dalam hukum Islam baru terjadi talak kalau disertai niat.

2. Kalimat talak ada dua macam yaitu talak sharih (eksplisit, jelas, langsung) dan talak kinayah (implisit, tidak langsung, persemon). Kata talak yang sharih adalah "talak", "cerai", "pisah". Contoh talak sharih, suami berkata pada istri: "Aku cerai/pisah/talak kamu." Kata talak yang kinayah banyak antara lain seperti ucapan anda "cari sana suami yang rajin"

3. Tidak apa-apa karena tidak terjadi talak kecuali kalau disertai niat.

Baca detail: Cerai dalam Islam

______________________


WARISAN UNTUK ANAK, ISTRI DAN BAPAK IBU

Sebelumnya kami ucapkan terima kasih atas kesediaan memberi jawaban. Pewaris meninggal 2 bulan yang lalu dan mempunyai 2 anak laki-laki, anak laki-laki pertama telah meninggal dan anak kedua masih hidup, dari anak pertama meninggalkan 1 anak laki-laki, 2 anak perempuan. Anak kedua mempunyai 1 anak laki-laki, 3 org anak perempuan. istri pewaris masih hidup,
ayah dan ibu pewaris masih hidup saat pewaris wafat.

mohon bantuannya berapa besar bagian setiap ahli waris.

JAWABAN

Dalam kasus di atas para ahli waris dan pembagiannya sebagai berikut:
(a) Istri mendapat 1/8 (seperdelapan) = 3/24
(b) Ayah mendapat 1/6 (seperenam) = 4/24
(c) Ibu mendapat 1/6 (seperenam) = 4/24
(d) Sisanya yang 13/24 dibagikan kepada anak laki-laki yang hidup yaitu anak kedua.

Adapun cucu - anaknya anak pertama dan anaknya anak kedua- tidak mendapat warisan apapun karena terhalang oleh adanya anak kandung yakni anak kedua. Kalau anak kandung merasa kasihan kepada keponakannya (anak dari kakaknya), maka ia bisa saja membagikan sebagian hak warisnya kepada mereka tapi itu tidak wajib.

Baca detail: Hukum Waris Islam
Read More...

Saturday, July 16, 2016

Hukum Khalwat dan Percampuran Pria Wanita dalam Islam
Hukum Khalwat dengan perempuan lain atau berduaan antara laki-laki dan peremuan yang bukan muhrim dalam Islam. Khalwat ada dua jenis: pertama, pertemuan laki-laki dan perempuan secara berduaan tanpa adanya kehadiran orang lain. Kedua pertemuan antara pria dan wanita namun dapat terlihat oleh orang lain.

Khalwat menurut Al-Qamus al-Fiqhiy 1/122 adalah tempat untuk menyendiri baik dengan dirinya atau dengan yang lain. Secara syariah kholwat adalah laki-laki berduaan dengan istrinya dalam situasi yang memungkinkan terjadinya hubungan intim. Dalam definisi Ibnu Muflih dalam Al-Furuk 5/153 khalwat adalah di mana seorang laki-laki menutup pintu untuk berduaan dengan istrinya. Dengan demikian, khalwat terjadi di dalam rumah. Sedang khalwat di jalan tidak disebut khalwat. Dan sama dengan rumah adalah setiap tempat yang orang lain tidak boleh masuk.

Namun, pengertian khalwat yang dimaksud di sini adalah adanya dua manusia lawan jenis, pria dan wanita, yang tidak ada hubungan kerabat maupun perkawinan yang berduaan dalam suatu ruang tertutup.

DAFTAR ISI
  1. Hukum Khalwat dalam Islam
  2. Hukum Percampuran Pria dan Wanita
  3. Apa Tanda Keislaman Seseorang?
  4. CARA KONSULTASI AGAMA

HUKUM KHALWAT DALAM ISLAM

Yang dimaksud perempuan lain adalah wanita yang selain istri atau mertua, dan tidak ada hubungan keluarga (mahram) seperti dalam QS An Nisa 4:22-23. Termasuk haramnya khalwat dengan tunangan sendiri sebelum terjadinya akad nikah.

Hukumnya khalwat antara laki-laki dan perempuan lain adalah haram secara mutlak berdasarkan firman Allah QS Al Isra' 17:32.

وَلاَ تَقْرَبُواْ الزِّنَى إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاء سَبِيلاً

Janganlah kamu mendekati zina; (zina) itu sungguh suatu perbuatan keji, dan suatu jalan yang buruk.

Ayat di atas mengharamkan dua hal sekaligus: (a) zina; dan (b) segala perilaku yang mendekati perbuatan zina termasuk di antaranya adalah berduaan antara dua lawan jenis yang bukan mahram yang disebut dalam istilah bahasa Arab dengan khalwat dengan yang selain mahram.

Juga berdasarkan pada hadits riwayat Ahmad dalam kitab Musnad hadits no. 14692

من كان يؤمن بالله واليوم الآخر فلا يخلون بامرأة ليست معها ذو محرم منها فإن ثالثهما الشيطان
Artinya: Barangsiapa yang bermain pada Allah dan hari akhir maka hendaknya tidak berkhalwat dengan perempuan bukan mahram karena pihak ketiga adalah setan.]

Konsekuensi dari haramnya khalwat antara lain adalah keharusan seorang wanita yang hendak bepergian agar ditemani oleh mahramnya seperti sabda Nabi s.a.w dalam Hadits riwayat Muslim no. 1340


لا يحل لمرأة تؤمن بالله واليوم الآخر أن تسافر سفراً يكون ثلاثة أيام فصاعداً إلا ومعها أبوها أو ابنها أو زوجها أو أخوها أو ذو محرم منها
Artinya: tidak halal bagi seorang perempuan yang beriman pada Allah dan hari akhir melakukan perjalanan selama tiga hari atau lebih kecuali ditemani oleh ayahnya, atau anaknya, atau suaminya, atau saudara kandungnya atau mahramnya yang lain.

Adapun batasan dari khalwat menurut kitab Hasyiah Bujairami alal Manhaj 3/421; Hasyiah Al-Jamal 4/124 adalah:
وضابط الخلوة اجتماع لا تؤمن معه الريبة عادة بخلاف ما لو قطع بانتفائها عادة فلا يعد خلوة ع ش على م ر من كتاب العدد
Artinya: Batasan yang dinamai khalwat adalah pertemuan yang tidak diamankan terjadinya kecyrigaan kearah zina secara kebiasaan berbeda saat dipastikan tidak akan terjadi hal yang demikian secara kebiasaannya maka tidak dinamai khalwat.

KHALWAT YANG DIBOLEHKAN

Menurut Al-Mausuah Al-Fiqhiyah 17/267 disebutkan bahwa ada juga khalwat yang dibolehkan yakni dalam situasi seperti digambarkan di bawah:

ومن المباح أيضا الخلوة بمعنى انفراد رجل بامرأة في وجود الناس بحيث لا تحتجب أشخاصهما عنهم , بل بحيث لا يسمعون كلامهما فقد جاء في صحيح البخاري : { جاءت امرأة من الأنصار إلى النبي صلى الله عليه وسلم فخلا بها } وعنون ابن حجر لهذا الحديث بباب ما يجوز أن يخلو الرجل بالمرأة عند الناس , وعقب بقوله : لا يخلو بها بحيث تحتجب أشخاصهما عنهم , بل بحيث لا يسمعون كلامهما إذا كان بما يخافت به كالشيء الذي تستحي المرأة من ذكره بين الناس وتكون الخلوة حراما كالخلوة بالأجنبية على ما سيأتي تفصيله . وقد تكون الخلوة بالأجنبية واجبة في حال الضرورة , كمن وجد امرأة أجنبية منقطعة في برية , ويخاف عليها الهلاك لو تركت
Artinya:
Termasuk khalwat yang boleh adalah berduaannya seorang pria dan seorang wanita di depan banyak orang sekiranya keberadaan keduanya tidak tertutup dari mata orang banyak walaupun mereka tidak mendengar percakapan keduanya. Ada sebuah hadits dalam Sahih Bukhari yang menyatakan: "Seorang perempuan Anshar datang pada Nabi lalu Nabi berduaan dengannya." Ibnu Hajar memasukkan hadits ini dalam bab "Bolehnya lelaki dan perempuan khalwat di dekat orang banyak." Ibnu Hajar mengomentari hadits ini demikian: Pria tidak boleh berkhalwat dengan wanita apabila keberadaan keduanya tertutup (terhalang) dari pandangan orang banyak...


HUKUM PERCAMPURAN ANTARA LAKI-LAKI DAN PEREMPUAN

Hukum percampuran antara laki-laki dan perempuan dalam Al-Mausuah al-Fiqhiyah 2/290 - 291 diuraikan sebagai berikut:

اختلاط الرجال بالنساء : 4 – يختلف حكم اختلاط الرجال بالنساء بحسب موافقته لقواعد الشريعة أو عدم موافقته , فيحرم . الاختلاط إذا كان فيه : أ – الخلوة بالأجنبية , والنظر بشهوة إليها . ب – تبذل المرأة وعدم احتشامها . ج – عبث ولهو وملامسة للأبدان كالاختلاط في الأفراح والموالد والأعياد , فالاختلاط الذي يكون فيه مثل هذه الأمور حرام , لمخالفته لقواعد الشريعة –إلى أن قال- كذلك اتفق الفقهاء على حرمة لمس الأجنبية , إلا إذا كانت عجوزا لا تشتهى فلا بأس بالمصافحة . ويقول ابن فرحون : في الأعراس التي يمتزج فيها الرجال والنساء , لا تقبل شهادة بعضهم لبعض إذا كان فيه ما حرمه الشارع ; لأن بحضورهن هذه المواضع تسقط عدالتهن . ويستثنى من الاختلاط المحرم ما يقوم به الطبيب من نظر ولمس لأن ذلك موضع ضرورة , والضرورات تبيح المحظورات .

5 – ويجوز الاختلاط إذا كانت هناك حاجة مشروعة مع مراعاة قواعد الشريعة ولذلك جاز خروج المرأة لصلاة الجماعة وصلاة العيد , وأجاز البعض خروجها لفريضة الحج مع رفقة مأمونة من الرجال . كذلك يجوز للمرأة معاملة الرجال ببيع أو شراء أو إجارة أو غير ذلك . ولقد سئل الإمام مالك عن المرأة العزبة الكبيرة تلجأ إلى الرجل , فيقوم لها بحوائجها , ويناولها الحاجة , هل ترى ذلك له حسنا ؟ قال : لا بأس به , وليدخل معه غيره أحب إلي , ولو تركها الناس لضاعت , قال ابن رشد : هذا على ما قال إذا غض بصره عما لا يحل له النظر إليه

Artinya: Hukum percampuran (ikhilat) antara pria dan wanita dalam suatu tempat itu berbeda-beda berdasarkan pada sesuai tidaknya dengan kaidah syariah.

Hukumnya haram apabila: (a) Terjadi kholwat antara laki-laki dan perempuan bukan mahram dan timbul syahwat saat melihatnya. (b) Perempuan berperilaku bebas dan tidak menjaga sikap santun. (c) Untuk tujuan main-main dan bersenang-senang dan terjadi persentuhan kulit seperti percampuran dalam pernikahan, festival dan pameran. Percampuran antara pria wanita seperti yang digambarkan di atas hukumnya haram karena menyalagi kaidah syariah Islam. Begitu juga ulama fiqih sepakat atas keharaman menyentuh perempuan bukan mahram kecuali apabila menyentuh wanita tua yang tidak menimbulkan syahwat maka dibolehkan untuk bersalaman (jabat tangan).

Ibnu Farhun berkata: Percampuran laki-laki dan perempuan pada acara akad nikah maka tidak diterima kesaksian satu dengan yang lain apabila terdapat sesuatu yang diharamkan syariah karena dengan kehadiran para wanita pada tempat ini maka gugurlah sikap adil mereka. Dikecualikan dari percampuran yang diharamkan apa yang dilakukan dokter atau tabib saat melihat atau menyentuh pasiennya karena termasuk darurat sedangkan darurat itu menghalalkan perkara yang dilarang.

Percampuran pria wanita dibolehkan apabila terdapat kebutuhan yang disyariatkan serta tetap menjaga prinsip syariah. Oleh karena itu, wanita boleh keluar untuk shalat berjamaah dan sholat Hari Raya (Idul Fitri atau Idul Adha). Sebagian ulama membolehkan keluarnya perempuan untuk melaksanakan ibadah haji bersama laki-laki yang dapat dipercaya. Begitu juga, boleh bagi wanita untuk bermuamalah (melakukan transaksi) dengan laki-laki dalam bentuk jual beli, perniagaan, dan lain-lain. Imam Malik pernah ditanya tentang wanita tua yang tidak kawin menemui laki-laki lalu mengutarakan keperluannya dan mendapatkan apa yang diinginkannya. Apakah hal itu baik? Imam Malik berkata: Tidak apa-apa namun seandainya dia ditemani oleh yang lain itu akan lebih baik kalau dia ditinggal oleh orang niscaya dia akan hilang. Ibnu Rushd berkata: Ini bagi yang berpendapat apabila laki-laki itu menutup penglihatannya dari sesuatu (aurat) yang tidak boleh dilihat.

Dalam konteks adanya keperluan yang dibolehkan itulah, maka Imam Nawawi dalam Al-Majmuk 4/350 menyatakan:
اخْتِلَاطَ النِّسَاءِ بِالرِّجَالِ إذَا لَمْ يَكُنْ خَلْوَةً لَيْسَ بِحَرَامٍ

Makna: Percampuran antara wanita dan pria asalkan tidak terjadi khalwat tidak diharamkan


_____________________________________________________


APA TANDA KEISLAMAN SESEORANG?

Islam itu agama yang mudah. Seorang yang akan masuk Islam cukup dengan membaca dua kalimat syahadat tanpa upacara apapun yang ruwet. Tidak perlu KTP atau tanda pengenal.

PERTANYAAN

Assalamuailaikum wr. wb
KTP yang disahkan oleh pemerintah adalah bukti nyata pengakuan bahwa kita sebagai warga dari suatu negara itu bahkan yang terkecil bahwa kita sebagai warga dari suatu desa/dusun tersebut.
pertanyaan saya, apa bukti nyata kalau kita diakui sebagai ummat nabi muhammad saw, sehingga kita bukan hanya ngaku-ngaku ummat beliau.... mohon segera dijawab.
Wassalamuailaikum wr. wb.
Hadi Rahman Ma'rifatulloh

JAWABAN

Pertanyaan tersebut pernah diajukan pada Nabi oleh malaikat Jibril yang menyamar menjadi seorang biasa. Pertanyaan Jibril dan jawaban Nabi berdasarkan sebuah Hadits Bukhari Muslim (muttafaq alaih) adalah sebagai berikut.

Jibril: Apa itu Islam?
Nabi: Islam adalah bersaksi tiada tuhan selain Allah, mendirikan salat, membayar zakat, puasa bulan Ramadan, haji ke Baitullah apabila kuasa.

Hadits di atas menjadi standar seseorang menjadi muslim. Yakni, harus memenuhi lima rukun Islam di atas.
Nabi:
Read More...

Tuesday, July 12, 2016

Rambut Rontok Saat Mandi Junub, Mandinya Sah?
RAMBUT GUGUR SAAT MANDI JUNUB APAKAH MANDINYA SAH?

Assalamualaikum alkhoirot,

Saya mau bertanya

Apakah rambut yg rontok pada saat mandi wajib sama hukumnya dengan rambut rontok pada masa haid ?

Saya sudah membaca artikel alkhoirot terkait rambut rontok pada masa haid atau junub dan pendapatnya. Kebetulan saya sudah pernah baca juga dan secara garis besar dapat disimpulkan tidak masalah dan tidak harus disucikan bersama mandi.

1.Tapi saya mau bertanya pertanyaan diatas. Apabila sedang mandi wajib kemudian keramas dan rambut rontok saat mandi bagaimana? Apakah membatalkan mandi ? Mudah-mudahan tidak.
2. Samakah hukumnya dengan rambut saat junub? Jadi dibiarkan saja. Waktu mandi niat dan meratakan ketubuh dengan air sudah, kemudian biasanya saya keramas dengan shampoo saat itu rontok banyak rambut. Apa hukumnya ?
3. Apakah wajib dibersihkan ? Saya sudah cuci setelah selesai mandi.

TOPIK SYARIAH ISLAM
  1. RAMBUT GUGUR SAAT MANDI JUNUB APAKAH MANDINYA SAH?
  2. HUKUM MENUNDA TAUBAT
  3. 10 TAHUN TIDAK SATU RUMAH TANPA ADA TALAK, APAKAH MASIH SUAMI ISTRI ?
  4. PERKATAAN SUAMI YANG MENYEBABKAN TALAK
  5. RUMAH TANGGA
  6. CARA KONSULTASI AGAMA

4. Terkait dengan haid. Saya haid selalu 15 hari sudah dari tahun lalu karena setelah 10 hari misalnya cairan kuning terus keluar (keruh lalu kuning bening). Saya pernah mendengar ada pendapat mazhab syafi'i kalau tidak salah yg memperbolehkan menghitung masa haid kebiasaan ( misal 7 hari) untuk haid berikutnya jika terjadi kasus 15 hari ini. Jadi apakah saya terus hitung 15 selamanya atau apakah pendapat yg saya pernah dengar betul boleh kembali ke kebiasaan dulu 7-10 hari ? Karena sudah dari tahun lalu saya begitu. Entah keputihan atau darah haid saya bukan ahli fiqih jd tidak bisa bedakan. Sehingga puasa tidak dapat banyak dan orang-orang jd bertanya kenapa saya haid lama sekali.


JAWABAN

1. Tidak membatalkan mandi. Yang wajib dibasuh adalah rambut atau bulu yang masih melekat pada kepala atau tubuh. Karena bulu/rambut yang jatuh/rontok itu boleh dan tidak ada pengaruhnya pada keabsahan mandi. Sebagaimana bolehnya orang junub memotong rambut atau kuku sebelum mandi wajib. Baca: Hukum Potong Rambut dan Kuku saat Haid

2. Tidak masalah. Tidak ada pengaruhnya pada keabsahan mandi. Mandinya sah. Baca: Cara Mandi Junub

3. Tidak wajib dibersihkan. Rambut yang jatuh atau rontok tidak perlu dibersihkan karena itu tidak melekat pada tubuh. Yang wajib dibasuh adalah bulu atau rambut yang masih melekat pada tubuh atau kepala. Apalagi dalam kasus anda, rontoknya rambut setelah mandi wajib selesai.

4. Kalau memang keluar darah terus menerus, walaupun warnanya berbeda, maka 15 hari pertama dihitung haid apabila belum pernah mengalami masa haid sebelumnya. Baca: Hukum Haid

Namun apabila pernah mengalami masa haid sebelumnya dan biasanya cuma 7 hari, maka kelebihan dari 7 hari tersebut (berarti hari ke-8 dan seterusnya, dihitung darah istihadoh. Sehingga setelah hari ke-7, anda bisa melakukan shalat dan aktivitas ibadah lainnya. Baca: Darah Istihadoh

Hal ini berdasarkan hadits sahih riwayat Bukhari dari Aisyah sbb:

أن فاطمة بنت أبي حبيش قالت : (يا رسول الله ني أستحاض فلا أطهر أفأدع الصلاة ؟ قال : (لا . إن ذلك عرق ، ولكن دعي الصلاة قدر الأيام التي كنت تحيضين فيها ثم اغتسلي وصلي

Artinya: Fatimah binti Abi Hubaish berkata pada Nabi: Wahai Rasulullah aku mengalami istihadah dan aku belum bersesuci, apakah aku boleh meninggalkan shalat? Nabi menjawab: Tidak. darah istihadoh itu darah dari otot. Tinggalkan shalat pada hari-hari kamu biasanya mengalami haid; setelah itu mandilah dan lakukan shalat.

Dalam riwayat lain Nabi bersabda:

وفي رواية " وليست بالحيضة ، فإذا أقبلت الحيضة : فاتركي الصلاة فيها ، فإذا ذهب قدرها فاغسلي عنك الدم وصلي

Artinya: Itu bukan darah haid. Apabila darah datang, maka tinggalkan shalat. Apabila sudah hilang perkiraan haid, maka bersihkan darah haidnya dan shalatlah.

Dalam menjelaskan hadits ini, Ibnu Daqiq Al-Ied (ulama madzhab Syafi'i) dalam kitab Ihkam Al-Ahkam Syarh Umdat Al-Ahkam, hlm. 1/41, menjelaskan:

قوله صلى الله عليه وسلم قدر الأيام التي كنت تحيضين فيها رد إلى أيام العادة

Artinya: Maksud hadits "pada hari-hari kamu biasanya mengalami haid" yakni kembali pada kebiasaan haid sebelumnya.

Pendapat yang sama dapat dilihat dalam Al-Mawardi dalam Al-Hawi Al-Kabir, hlm. 1/404 dan Imam Nawawi dalam Roudoh At-Tolibin, hlm. 1/150

______________________


HUKUM MENUNDA TAUBAT

Assalamu'alaikum

Pak ustad, saya mau bertanya.
1. Kapankah waktu terbaik untuk melakukan taubat nasuha?
2. Adakah waktu tertentu (misalnya di bulan ramadhan atau di hari jum'at) yang dianjurkan bagi seorang manusia yang berdosa untuk melakukan taubat nasuha?
3. Dan bagaimanakah hukumnya jika kita menunda nunda taubat sampai hati menjadi mantap untuk bertaubat?

Terima Kasih

JAWABAN

1. Waktu terbaik adalah sekarang.
2. Tidak ada waktu khusus untuk bertaubat. Karena bertaubat itu bukan dalam bentuk ritual, melainkan merubah kebiasaan dari kebiasaan berbuat dosa dirubah menjadi kebiasaan menjauhi dosa.
3. Karena taubat itu hukumnya wajib, maka menunda taubat berarti berdosa.
Baca detail: Hukum Waris Islam

______________________


10 TAHUN TIDAK SATU RUMAH TANPA ADA TALAK, APAKAH MASIH SUAMI ISTRI ?

Assalaamu 'alaikum ustadz ...
Semoga selalu berada dalam lindungan dan Rahmat Allah.
Kedua orang tua saya telah lama berpisah, yakni sepuluh tahun. Tetapi tidak ada kata talak dari bapak saya. Kronologisnya :
"Dahulu saat saya masih bersekolah di bangku SD ibu saya meminta izin kepada bapak saya untuk pulang kampung menemui orang tua ibu saya karena sudah lama tidak bertemu, alasan dia pulang dengan tanpa bapak saya karena bapak memang sibuk dengan pekerjaannya di Jakarta. Sebelumnya bapak saya adalah orang yang keras kepada ibu saya, bila salah sedikit suka memarahi dan bahkan memukul ibu saya.

Singkatnya, setelah beberapa waktu di kampung, saya, ibu, dan adik saya tidak lagi kembali ke Jakarta karena ibu saya berpikir bila dia kembali dia sudah tidak kuat akan tekanan batin akibat menerima kekerasan dari bapak saya. Alhasil dia memutuskan untuk tidak kembali lagi ke ayah saya. Sampai saat ini maka sudah sepuluh tahun mereka tidak lagi satu tempat tinggal, dan ayah saya tahu mengapa ibu saya tidak kembali karena alasan yang demikian tadi, dan akhirnya ayah sayapun tidak datang meminta maaf bahkan dia telah menikah lagi dengan perempuan lain, tanpa ada izin dari ibu saya, dan mereka telah mempunyai anak. Selama sepuluh tahun ini, ayah saya selalu memberikan nafkah, yakni mengirim uang setiap bulan ke kampung. Tetapi pernah satu tahun tidak pernah dia mengirim uang untuk kami saat di kampung.

Pertanyaan saya ustadz :
1. Apakah mereka telah dikatakan bercerai walau tanpa talak karena melihat kondisi mereka yang telah lama tidak satu rumah

2. Apakah ibu saya salah dan berdosa karena tidak mau lagi kembali ke ayah saya ? sebelumnya dia telah izin untuk pulang kampung.

3. Apakah saya sebagai anak juga berdosa karena membiarkan keadaan mereka seperti itu tanpa saya menyatukan mereka berdua lagi ? Sebenarnya saya juga tidak mau ibu saya kembali ke ayah saya, karena saya kasihan dengan ibu saya yang suka dimarahi dan dipukuli

JAWABAN

1. Belum bercerai kecuali suami menyatakan talak atau istri mengajukan gugat cerai ke pengadilan. Jadi, silahkan istri meminta agar suami menceraikannya dengan mengucapkan kata cerai; kalau suami menolak maka istri dapat melakukan gugat cerai ke Pengadilan Agama. Baca detail: Cerai dalam Islam

2. Ya berdosa selagi statusnya sebagai istri maka dia tidak boleh meninggalkan suami begitu lama. Kalau memang tidak suka pada suami maka istri dibolehkan meminta cerai pada suami atau mengajukan gugat cerai via pengadilan agama. Baca detail: Istri Minta Cerai karena Tak cinta

3. Anak tidak ikut berdosa. Namun anak tetap wajib berbakti kepada keduanya. Baca detail: Hukum Taat Orang Tua

______________________


PERKATAAN SUAMI YANG MENYEBABKAN TALAK

Assalamualakum ustadz,
Saya ingin bertanya apakah sudah jatuh talak jika suami berkata
1. Pulanglah kerumah orang tua mu bawa semua baju mu biar aku urus semua surat-suratnya. Dengan emosinya
2. makanya sebaiknya kita "bercer" tidak dilanjutin kalimat selanjutnya
3. jangan bicara seperti itu nanti kita tambah bercerai
4. "Kamu pikir aku tidak bisa meninggalkan mu" dengan nada emosi
5. "Carilah laki-laki lain yang kaya" ketika sedang marah
6. Tinggalah di rumah orang tua mu selamanya saya akan pergi ke riau. Kata-kata ini diucapkan ketika kita sedang bertengkar dan saya sedang berada di rumah orang tua saya waktu itu.
Mohon penjelasannya ustadz. Terima kasih

JAWABAN

1. Masuk kategori talak kinayah. Jatuh talak apabila disertai niat talak. Kalau tanpa niat, maka tidak terjadi talak.
2. Tidak terjadi cerai.
3. Tidak terjadi.
4. Tidak terjadi.
5. Masuk talak kinayah. Lihat poin 1.
6. Masuk talak kinayah. Lihat poin 1. Baca detail: Cerai dalam Islam

______________________


RUMAH TANGGA: MERTUA SAKIT HATI

Assalamu'alaikum wr. wb.
Saya wanita, saya berumur 22 tahun. Saya mau konsultasi masalah pribadi saya. Pada februari 2015 saya menikah dengan suami saya yang saya sayangi dan cintai, meskipun awalnya kita dilarang oleh orang tua masing-masing tapi tetap kita jalani. Sampe akhirnya karna keegoisan kita, setiap hari kita bertengkar selalu suami saya mengatakan cerai berulang-ulang dan ibu mertua saya selalu yang nengahin.

Sampe akhirnya saya tidak kuat dan saya sakit-sakitan, saya cerita pada orang tua saya sampai orang tua saya menjemput saya dirumah mertua saya. Sebelum orang tua saya datang, suami saya mengetahui kalau orang tua saya mau menjemput saya. Dan akhirnya kita bertengkar dan slalu ibu mertua saya ada disaat saya bertengkar sampai beliau berkata "kalau kamu keluar dari rumah ini, jangan anggap aku ibumu lagi dan jangan pernah menginjakkan kaki dirumah ini lagi".

Tapi tetap saya kekeh, orang tua saya menjemput saya ikut pulang. Dan suami hanya diam, dia tidak berkata apa-apa saat keluarga saya menjemput. Sampai selang setengah bulan saya dijemput suami saya dirumah untuk pulang tapi saya tidak mau karna kata-kata ibunya itu, suami saya pun pulang. Sampai akhirnya saya merantau di jakarta selama setengah tahun tanpa tau keadaan suami, kita dipertemukan lagi di perantauan.

Sebulan kita jalan bersama bahkan satu atap disitu saya merasakan apa yang saya tidak dapatkan dulu, bahagia dan nyaman. Kita tidak pernah bertengkar, sampe suatu saat suami saya dipulangkan dari kerjaannya dan kerja di kampung. Suami saya menyuruh saya untuk bersama dia dan kembali kerumahnya. Saya dengan keberanian saya sampai dirumah mertua saya yang sampai sekarang beliau masih memendam sakitnya karna saya. Saya tidak tahu apa yang harus saya lakukan sedangkan saya sudah minta maaf kepada beliau, sampai beliau menyuruh suami saya untuk bersama perempuan yang selama ini menemani hari-hari suami saya saat saya tidak ada.

1. Apa yang harus saya lakukan dan saya perbuat ? Mohon bantuannya. Terimakasih.
Wassalamu'alaikum wr. wb.

JAWABAN

1. Kalau suami anda sudah menikah lagi, tapi anda masih ingin bersamanya, maka secara agama itu dibolehkan. Kalau anda tidak ingin dipoligami, maka sebaiknya minta cerai secara resmi agar anda dapat menikah lagi dengan pria lain. Baca detail: Cerai dalam Islam
Read More...

Sunday, July 10, 2016

Kapan Waktu Niat Mandi Wajib
WAKTU NIAT SAAT MANDI JUNUB

Saya ada pertanyaan.

1.Kapan waktu yg benar untuk niat mandi wajib ? Ada pendapat yg mengatakan air kena tubuh baru niat. Ada yg bilang juga niat dulu sebelum mengguyur badan.
2. Saya pernah baca buku fiqih katanya tidak sah kalau dibaca sebelum atau setelah mandi. Jd harus disaat bersamaan ? Jd saya payah sekali kalau mandi wajib. Ini membuat saya jd was was takut salah waktu niatnya.
3. Adakah mendapat syafii yg memperbolehkan niat dibaca dulu baru mengambil air untuk diguyur ke badan?

Karena perbedaan ini membuat saya bingung dan akhirnya lama memulai mandi karena khawatir salah niat dan waktunya.
Mohon jawabannya dan penjelasan detailnya.

TOPIK SYARIAH ISLAM
  1. WAKTU NIAT SAAT MANDI JUNUB
  2. BOLEHKAH MENGHIBAHKAN HARTA WARISAN?
  3. JODOH: SUDAH ZINA TAK DIRESTUI ORANG TUA
  4. CERAI DAN RUJUK
  5. RUMAH TANGGA: SERING MENGUCAPKAN KATA CERAI
  6. CARA KONSULTASI AGAMA


JAWABAN WAKTU NIAT SAAT MANDI JUNUB

1. Pendapat ulama madzhab Syafi'i adalah niat itu harus diucapkan (dalam hati) pada saat memulai suatu perbuatan ibadah. Jadi, niat harus bersamaan dengan awal ibadah.

Dalam soal wudhu, karena anggota pertama yang wajib dibasuh adalah wajah maka niat diucapkan (dalam hati) bersamaan dengan saat membasuh wajah. Wahbah Zuhaili dalam Al Fiqhul Islami wa Adillatuh, hlm. 1/168 mengutip pendapat madzhab Syafi'i:

وقال الشافعية: يجب قرن النية بأول غسل جزء من الوجه، لتقترن بأول الفرض

Artinya: Madzhab Syafi'i berkata: Wajib adanya niat bersamaan dengan awal membasuh bagian dari wajah agar bersamaan dengan awal fardhu.

Dalam soal mandi wajib, karena tidak ada aturan bagian tubuh mana yang harus pertama kali dibasuh, maka niat harus dimulai dari saat air menyentuh badan kita. Misalnya, kalau anggota tubuh pertama yang dibasuh adalah bagian kepala, maka saat membasuh kepala itulah niat mandi wajib harus diucapkan dalam hati.

2. Seperti disebut di jawaban no. 1, niat diucapkan bersamaan dengan awal basuhan air menyentuh salah satu anggota badan kita.

3. Ada pendapat dalam madzhab Syafi'i yang menyatakan bahwa niat boleh diucapkan (dalam hati) mendahului sedikit dari permulaan ibadah. Jadi, sebelum memulai mandi wajib, anda bisa niat lebih dulu baru kemudian mulai menyiramkan air ke tubuh. Imam Nawawi dalam Al-Majmuk, hlm. 3/243, menyatakan dalam niat shalat:

وهو قول أبي منصور بن مهران شيخ أبي بكر الأودني : يجب أن يقدم النية على أول التكبير بشيء يسير لئلا يتأخر أولها عن أول التكبير

Artinya: Ini pendapat Abu Manshur bin Mahran guru Abu Bakar Al-Audani, wajib mendahulukan niat atas awal takbir dengan jarak sedikit agar supaya awal niat tidak terlambat dari awal takbir.

Wahbah Zuhaili dalam Al Fiqhul Islami wa Adillatuh, hlm. 1/168 mengutip pendapat madzhab Syafi'i tentang bolehnya mendahulukan niat:

ويجوز تقديم النية على الطهارة بزمن يسير، فإن طال الزمن لم يجزئه ذلك

Artinya: Boleh mendahulukan niat dalam bersesuci dengan jarak sedikit. Apabila jaraknya lama / panjang maka tidak sah.

Dari pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa boleh mendahulukan niat sebelum mandi wajib. Jadi, niat dulu lalu mulai mandi wajib. Begitu juga dalam wudhu atau shalat. Dengan syarat, antara niat dan perbuatan ibadah atau bersuci itu tidak terlalu lama. Baca juga: Niat Shalat Bersamaan Takbir?

Kalau cara di atas masih juga menyulitkan anda, maka anda bisa mengikuti pendapat madzhab lain dalam soal niat ini di mana madzhab Hanafi dan Maliki yang membolehkan niat diucapkan jauh sebelum suatu ibadah dilakukan.

Baca juga:
- Pendapat Madzhab Hanafi, Maliki dan Hanbali tentang Waktu Niat Ibadah
- Cara Wudhu dan Mandi Wajib

______________________


BOLEHKAH MENGHIBAHKAN HARTA WARISAN?

Ustadz mohon bantuannya untuk penghitungan WARIS keluarga Abdul Aziz. Beliau wafat tgl 30 Mei 2014 adapun status ahli waris sebagai berikut:

a. Ayah meninggal
b. Ibu meninggal
c. Istri masih hidup
d. 4 Anak kandung laki-laki, 3 masih hidup, 1 meninggal th 2006, yg meninggalkan satu anak laki-laki) dan 3 anak kandung perempuan semua masih hidup.

Permohonan /pertanyaan kami adalah:
1. Berapa bagian masing-masing.
2. Apakah syaratnya untuk memberikan HIBAH. Bolehkah memberikan hibah kepada salah satu ahli waris, berapa jumlah yang dibolehkan.

JAWABAN

1. Dalam kasus di atas, pembagian warisnya sebagai berikut:
(a) Istri mendapat 1/8
(b) Sisanya yang 7/8 diberikan secara merata pada ketiga anak kandung. Jadi dari 7/8 tersebut ketiga anak kandung masing-masing mendapat 1/3.
(c) Anak kandung yg meninggal tahun 2006 tidak dapat warisan karena wafat lebih dari pewaris. Begitu juga, cucu-cucu pewaris tidak dapat warisan karena terhalang oleh adanya anak kandung (mahjub). Baca detail: Hukum Waris Islam

2. Warisan tidak boleh dihibahkan. Harus dibagi semua kepada pewaris setelah dipotong hutang, biaya pemakaman dan wasiat (kalau ada).

Namun, kalau para ahli waris sepakat untuk menghibahkan sebagian harta waris yang mereka dapatkan, maka itu boleh dengan syarat setelah masing-masing ahli waris mendapatkan hak dan bagiannya.

Adapun jumlah yang boleh dihibahkan tidak ada batasnya. Baca detail: Hibah dalam Islam

______________________


JODOH: SUDAH ZINA TAK DIRESTUI ORANG TUA

Assalamua'alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh Pak Ustad.

Saya mau menceritakan masalah yang sedang saya hadapi sekarang ini. Saya pria berumur 26 tahun, sebelumnya saya sempat menjalani hubungan dengan seorang wanita pada saat kami masih duduk dibangku perkuliahan disalah satu perguruan tinggi di pulau jawa, bahkan hubungan kami tersebut hampir genap berusia 6 tahun. Saya berasal dari luar pulau jawa, sedangkan wanita tersebut berasal dari salah satu daerah dipulau jawa. selepas meninggalakan bangku kuliah 2 tahun silam kami sepakat menjalani LDR dan tidak ada masalah yang berarti saat kami menjalaninya, Jujur saya orangnya agak pendiam dan Cuek sedangkan wanita itu aktif untuk berkomunikasi, saya juga percaya bahwa dia sudah paham dengan karakter saya meski terkadang sempat ada pertengkaran jika dia lagi pms :) tapi kita sudah saling mengerti dan percaya. Saya bahkan sudah sangat percaya dengan dia dan yakin bahwa suatu saat saya akan datang bersama keluarga saya untuk melamarnya sekaligus menikah. Jujur dalam pekerjaan saya tidak seberuntung teman-teman saya yang lain, karena prinsip saya ingin mempunyai pegangan dulu sebelum menikah entah itu pekerjaan ataupun hanya sebatas tabungan untuk modal setelah menikah. Hingga pada saat saya merasa mampu dan yakin ingin menikahi dia dan mungkin karena doa dan ikhtiar yang tiada hentinya kami panjatkan kepada Allah SWT lah yang memudahkan jalan tersebut.

Tapi belum saya sempat mengutarakan maksud saya tersebut saya mendengar kabar darinya bahwa dia telah dilamar seorang pria satu daerah dengannya. saya shock, panik dan emosi mendengar kabar itu dan tentunya sangat sangat terpukul, seminggu setelah kabar tersebut saya putuskan untuk datang keorang tuanya bahwa aku akan melamarnya dan berusaha agar bisa merubah keadaan tapi apapun penjelasan saya selalu dipatahkan orang tuanya, terlebih masalah perbedaan derajat ,karena keluarganya merasa keluarga saya lebih berada diatas keluarganya, padahal keluarga kami tidak pernah sedikitpun berprinsip seperti itu, dan yang menjadi alasan lain yaitu masalah jarak, karena orang tuanya takut jika sudah bersuami anaknya jauh dari orang tuanya. Sayapun sudah biacara pada wanita tersebut dan mendengarkan penjelasan bahwa di sudah tidak tahan dengan desakan dari keluarganya serta beberapa lelaki yang telah datang melamarnya, yang saya tak habis pikir sikap cuek saya yang ternyata dijadikan alasan juga padahal itu bukan masalah besar faktanya kami saling percaya dan sering kami lalui selam LDR dan itu bukan masalh berarti karena dia memang sudah paham dengan karakter saya selama 6 tahun. Dia mengatakan bahwa keadaan lah yang membuat dia terpaksa mengambil keputusan tersebut, karena sejatinya dia masih sangat mencintai saya.

Jujur selama pacaran saat duduk dibangku perkuliahan saya sudah sering melakukan hubungan layaknya suami istri dengan wanita tersebut dan itu dilakukan atas dasar suka sama suka tanpa saya memaksanya ataupun sebaliknya. kami sadar yang kami lakukan salah. Setelah lulus kuliah saya memutuskan kembali kekampung halaman saya, dan dengan keadaan tersebut saya merasa bersyukur karena hubungan ini akan menjadi hubungan yang lebih baik dan sehat karena kami akan terhindar dari dosa zina yang semakin berat, dan seiring berjalan waktu saya memutuskan tidak akan bertemu sebelum saya datang melamar sekaligus menikahinya, karena jika kami hanya sekedar bertemu melepas kangen kami pasti akan melakukan hal tersebut.

Pada akhirnya keadaan berubah seketika itu dan saya bingung bagaimana saya harus menjalaninya, karena segala daya dan upaya sudah saya lakukan untuk meyakinkan orang tuanya. tapi orang tu beserta keluarganya bersikeras tidak bisa membatalkan pernikahan karena itu akan membuat keluarganya malu. sejujurnya keluarga mereka juga menerima saya dengan baik. pernah suatu ketika saya mencoba cara extreme dengan mengatakan bahwa wanita tersebut sudah tidak virgin dan sudah sering melakukannya bersama saya,tapi nampaknya pria tersebut masih pada pendiriannya, untuk mengutarakan itupun saya harus berpikir ribuan kali karena itu sama saja dengan membuka aib wanita tersebut kepada calon suaminya.

Karena jujur saya pertama kalinya melakukan hanya dengan dia, sayapun tidak pernah dekat dengan wanita lain, karena saya merasa sudah mempunyai tanggung jawab moril serta penyesalan atas dosa-dosa yang selama ini kami lakukan Saya sudah berkomitmen pada diri saya sendiri untuk menikahinya dan menebus dosa-dosa masa lalu kami dan ingin membimbingnya menjadi lebih baik, saya pikir kami sudah melakukan kesalahan besar maka biarlah kami sendiri yang akan menangungnya serta menebusnya, karena saya tidak ingin jika suatu saat saya memang tidak bersamanya, itu akan menjadi beban saya bila saya mempunyai istri dan anak kelak.

Apakah saya boleh jujur dengan orang tua wanita tersebut bahwa kami sudah pernah melakukan zina , dan apakah cara saya tersebut "salah"jika bermaksud untuk menggagalkan pernikahan mereka, karena hal ini akan membebani saya dan mungkin juga wanita tersebut walaupun dirinya harus berusah ikhlas. Karena yang saya tahu dalam islam tidak ada istilah tunangan ataupun lamaran

Saya sempat menanyakan hal ini kepada wanita tersebut "bagaimana jika kita mengatakan yang sejujur-jujurnya kepada orang tuanya bahwa kita sudah pernah melakukan hubungan suami istri", karena mungkin itu salah satu cara membuat orang tuanya berubah pikiran.dan dia nampaknya tidak berani mengambil resiko dan ikhlas menerima lamaran pria tersebut dan akan mencoba belajar mencintainya. disitu saya semakin lemah tidak tahu lagi bagaimana saya harus memperjuangkannya. Saya sudah sering melakukan sholat Istiqharah dan memohon agar diberikan petunjuk, dan sampai sekarang saya belum yakin jika harus mengikhlaskannya, karena hati ini kuat untuk memperjuangkannya.

Dan satu lagi, yang saya maksud orang tua disini adalah orang tua angkat, dia diasuh oleh orang tua angkatnya sejak kecil tetapi dia juga masih berhubungan baik dengan orang tua kandungnya.

Mohon sekiranya pak ustad bersedia memberikan pencerahan terhadap masalah saya ini.

Termimakasih.

JAWABAN

1. Tidak boleh dan tidak seharusnya. Menutup aib adalah wajib hukumnya baik aib diri sendiri maupun aib orang lain. Nabi bersabda dalam hadits riwayat Malik dalam Al-Muwatta':

أَيُّهَا النَّاسُ قَدْ آنَ لَكُمْ أَنْ تَنْتَهُوا عَنْ حُدُودِ اللَّهِ مَنْ أَصَابَ مِنْ هَذِهِ الْقَاذُورَاتِ شَيْئًا فَلْيَسْتَتِرْ بِسِتْرِ اللَّهِ فَإِنَّهُ مَنْ يُبْدِي لَنَا صَفْحَتَهُ نُقِمْ عَلَيْهِ كِتَابَ اللَّهِ. رواه مالك في الموطأ.

Artinya: Hai manusia sudah waktunya bagi kalian untuk berhenti dari hudud Allah. Barangsiapa melakukan dosa-dosa besar ini, maka hendaknya ia menutupi aibnya. Barangsiapa yang menampakkan aibnya maka kami akan memberlakukan hukum Allah.

Hadits ini jelas melarang kita untuk membuka aib sendiri atau orang lain.

2. Upaya menggagalkan pertunangan itu salah dan jangan diteruskan. Carilah perempuan lain dan biarkan mantan anda itu mencari kebahagiannya sendiri. Baca juga: Cara Memilih Jodoh

______________________



CERAI KARENA EMOSI DAN CARA RUJUK

assalamualaikum wr, wb.

sebelumnya saya haturkan terimakasih atas waktu dan kesempatan ini.

saya menikah hampir 5 tahun dan sudah dikaruniai satu orang anak. selama menikah kami sering ribut karena isteri saya pencemburu dan hal inilah yg membuat akhirnya saya mengucapkan kata cerai. namun setelah mengucapkan kata tersebut kami baikan dan rujuk kembali. saya juga pernah mengucapkan kata cerai tersebut melalui sms. Pernah satu waktu karena tidak kuat dengan pola pikir & kelakuan isteri saya, saya menghadap ibunya dan menyerahkan isteri saya. terakhir saya ucapkan kata cerai setelah saya mengetahui kalau isteri saya punya hububgan dengan lelaki lain dan mereka siap menikah. Setelah keributan tersebut kami saling minta maaf dan berniat utk memperbaharui rumah tangga kami.
Pertanyaannya:
1. Apakah sah kata cerai yg saya ucapkapkan dalam keadaan emosi?
2. Ada dalam posisi talak berapakah kami sekarang?
3. Apakah masih bisa kami melanjutkan rumah tangga kami?
4. Apabila masih bisa rujuk bagaimanakah cara dan solusinya?

Demikian saya utarakan maksud saya. Mohon bantuan dan pencerahannya.
Atas perhatian dan waktunya saya ucapkan terimakasih.

JAWABAN

1. Ucapan cerai dalam keadaan emosi hukumnya sah dan jatuh talak kecuali kalau emosi tingkat tinggi yang sampai membuat diri suami tidak bisa mengontrol diri. Namun ada sebagian kecil ulama yang menganggap bahwa cerai dalam keadaan emosi itu tidak terjadi talak secara mutlak baik emosi tingkat tinggi atau tingkat menengah. Anda boleh ikut pendapat kedua ini.

2. Talak via sms itu talak kinayah, hukumnya jatuh talak kalau disertai niat. Begitu juga mengantarkan istri ke ibunya itu talak kinayah. Kalau kedua kasus ini disertai niat, maka telah jatuh talak 2 ditambah ucapan cerai yang pertama maka telah jatuh talak tiga. Tapi kalau ikut pendapat kedua, maka kasus pertama tidak terjadi talak.

3. Masih bisa.

4. Cara rujuk adalah: (a) apabila masih dalam masa iddah, maka suami cukup mengatakan pada istri "Aku rujuk" tanpa perlu akad nikah ulang. Tapi kalau saat ini sudah habis masa iddah, maka suami harus melakukan akad nikah ulang. Baca detail: Cerai dalam Islam

______________________


RUMAH TANGGA: SERING MENGUCAPKAN KATA CERAI

assalamualaikum ustad..
ustad sebelumnya izinkan saya memperkenalkan diri.. saya laki-laki, umur saya 32 tahun. Pak ustad saya mau bertanya tentang pernikahan.. Ustad saya dan istri ragu tentang kesahan hubungan pernikahan kami. kami ragu entah udah brapa kali saya mengucapkan kata cerai kepada istri 2 atau udah 3 kali,,,,? kami pasasangan yg masih muda pak ustad.. terakhir saya mengucapkan kata cerai karna dipaksa paman saya pak ustad, karna istri saya ngamuk2 drumah minta dceraikan... saya dan istri sering bertengkar pak ustad... dan seiap bertengkar istri saya slalu minta pisah.. dan jujur skarang kami bersama dan satu atap..
jujur pak ustad kami berdua masih ingin bersatu lagi dan kami ingin memperbaiki rumah tangga kami lagi pak ustad..

1. dan apakah masih ada jalan untuk hubungan kami berdua pak ustad...............?
saya mohn selusinya pak ustad karna kam ngak ingin melakukan perbuatan dosa seumur hidup......
besar harapan kami dapat jawan yg pasti dr pak ustad..

JAWABAN

1. Kalau ucapan cerai anda dikeluarkan karena terpaksa bukan atas kemauan sendiri, maka itu tidak jatuh talak. Baca: Cerai karena Terpaksa
Read More...