Konsultasi Syariah Islam

Konsultasi syariah hanya akan dilayani apabila dikirim via email ke: alkhoirot@gmail.com

Subscribe Us

Suka artikel kami? Dapatkan update terbaru langsung ke email Anda!

ATAU
Feed KSIA

Hukum Memakai Kaos Bergambar Salib

Hukum Memakai Kaos Bergambar Salib
HUKUM DAN BATASAN TASYABUH (SERUPA) DENGAN ORANG KAFIR (NON-MUSLIM)

assalamualaikum pak ustadz, saya mau bertanya

1. kalau tidak salah saya pernah baca katanya golongan hanafiah, yang sahih bagi mereka, malikiyyah dan juga jumhur syafiiyyah bahwa barang siapa bertasyabbuh dengan orang kafir dalam hal pakaian yang merupakan syi'ar mereka yang dengannya membedakan diri dari kaum muslimin dihukumi kafir secara dzahir yakni dalam hukum hukum dunia.. pertanyaannya
A. apakah benar jumhur syafiiyyah berpendapat begitu ?
B. apa ada pendapat ulama syafiiyyah dan ulama mazhab lain berpendapat tidak mengatakan kafir kalau bertasyabbuh seperti orang kafir dalam hal pakaian, misalnya memakai baju yang ada gambar salib ?

TOPIK SYARIAH ISLAM
  1. HUKUM DAN BATASAN TASYABUH
    1. HUKUM TASYABUH (SERUPA) DENGAN KAFIR
    2. HUKUM MEMAKAI KAOS BERGAMBAR SALIB
    3. PENDAPAT MADZHAB SYAFI'I SOAL TASYABUH PAKAIAN DENGAN KAFIR
    4. KESIMPULAN
  2. MENGOLOK MUSLIM APA BERARTI MENGHINA AGAMA?
  3. CARA KONSULTASI AGAMA

2. tidur siang merupakan sunah rassul, kalau kita menggangu orang yang sedang tidur siang sampai terbangun. apakah kita sudah mengganggu orang yang sedang melakukan sunnah rasul yang bisa membuat kita murtad ?

3. kalau kita tertawa mendengar kata atau kalimat yang berasal dari ayat alquran atau hadits misalnya kita tertawa mendengar kata TA'UN yang terdapat dalam hadits orang yang mati syahid karena penyakit ta'un atau kalimat lainnya dalam alquran,,, tapi kita tertawa karena asing saja mendengar kalimat tersebut bukan untuk mengolok dan dalam hati tidak ada sedikitpun untuk melecehkannya..apakah bisa membuat murtad tertawa seperti itu ?

4.kalau orang tua menasehati kita atau mengingatkan kita suapaya tidak meninggalkan sholat lima waktu, terus kita lawan orang tua kita yang sedang menasehati kita tadi, "seperti bilang ibu jangan sok sok ngatur " apakah kita bisa murtad gara2 melawan waktu ibu sedang menasehati kita untuk sholat ?

5. dalam hadits ada dikatakan orang mati karena sakit perut dikatakan mati syahid, pertanyaannya misalnya ada teman yang sedang sakit perut, terus kita bilang sama teman yang sakit perut tadi seperti bilang "kok gak mati kamu waktu sakit perut' kita bilang seperti itu dengan nada sindiran, apakah kita bisa murtad bicara kok gak mati waktu sakit perut sama teman yang sedang sakit perut seperti itu ?

6. apakah bisa murtad mengolok bentuk jenggot yang jelas bukan mengolok sunnahnya tapi mengolok bentuknya saja ?

7.A. apa hukum memakan ikan hiu ?
B. dan hukum darah yang masih melekat pada daging sebelum dimasak kan masih ada darahnya apalagi disekitar tulangnya, apakah itu najis pak ustadz ?

terima kasih sebelumnya pak ustadz...


JAWABAN


HUKUM TASYABUH (SERUPA) DENGAN KAFIR

1A. Tidak benar. Tasyabuh atau menyerupai kafir itu antara makruh dan haram, yang paling maksimal adalah haram (lihat uraian di bawah). Tidak sampai pada tingkat murtad kafir. Kecuali apabila sampai level membenarkan ajaran kafir dan menyalahkan Islam. Masalah ini sudah dibahas secara rinci. Lihat detail: Hukum Menyerupai Orang Kafir


HUKUM MEMAKAI KAOS BERGAMBAR SALIB

1B. Memakai baju yang ada gambar salib hukumnya berbeda di kalangan ulama ada yang menyatakan makruh ada juga yang mengatakan haram:

(a) Al-Rahibani, seorang ulama mazhab Hanbali, menyatakan haram karena keserupaannya kuat, tapi bukan murtad. dalam Matalib Ulin Nuha fi Syarhi Ghayah Al-Muntaha, hlm. 2/607, Al-Rahibani menyatakan:

وقولهم فيما تقدم : يكره تشبه بهم إذا لم يقو كشد الزنار ، ولبس الفاختي ، والعسلي ، لأنه ليس بتشبه محض ، وكثير من المسلمين يفعلونه في هذه الأزمنة من غير نكير ، وأما المختص بهم كالعمامة الزرقاء والقلوصة ، وتعليق الصليب في الصدر فهذا لا ريب في تحريمه ، ويكون قولهم فيما تقدم مخصوصا بما هنا ، والفرق ما في هذه من شدة المشابهة ، وما ورد في الخبر فهو محمول على ما إذا قويت المشابهة

Artinya: Ucapan ulama bahwa makruh menyerupai orang kafir itu apabila serupanya itu tidak kuat seperti ikatan sabuk di perut, memakai gesper,.. karena itu tidak serupa secara murni. Banyak umat Islam melakukan itu pada zaman ini tanpa ada ingkar. Adapun pakaian yang khusus untuk mereka seperti sorban biru, cincin, menggantung salib di dada maka ini tidak diragukan keharamannya. Ucapan mereka (ulama) itu khusus dalam konteks ini. Adapun beda antara sangat serupa dan tidak (dalam segi hukum) itu terletak pada kuat (atau lemahnya) keserupaan.

Dalam keterangan di atas, Al-Rahibani membagi keserupaan (tasyabuh / musyabahah) dengan orang kafir dalam dua kategori yaitu lemah dan kuat. Keserupaan yang kuat hukumnya haram, kalau serupanya lemah hukumnya makruh. Maknanya, serupa yang kuat pun tidak sampai tingkat murtad.

(b) Al-Mardawi, seorang ulama madzhab Hanbali, menyatakan pemakaian salib adalah haram apabila berupa kalung dan makruh apabila dalam bentuk gambar di baju. Dalam Al-Inshof fi Makrifat Ar-Rajih minal Khilaf, hlm. 3/257, Al-Mardawi menyatakan:

التشبه بالنصارى -مع بغضهم والبراءة من ملتهم-في خصوصيتهم الدينية المحضة بلبس شعارهم: (الصليب) محرم، وأما جعل صفة صليب في ثوب ونحوه فمكروه على المشهور

Artinya: Menyerupai orang Nasrani -- dengan tetap tidak menyukai mereka dan terbebas dari agama mereka -- dalam kekhususan agama mereka yang murni dengan memakai baju syiar mereka: yakni salib itu haram. Adapun menjadikan bentuk salib di pakaian dan lainnya maka itu makruh menurut pendapat yang masyhur.

Abul Khattab Al-Kalwadzani (madzhab Hanbali) dalam Al-Intishar fil Masail Al-Kibar, menyatakan lebih tegas bahwa memakai kalung salib itu haram tapi tidak kufur:

من تزيا بزي كفر، من لبس غيار وشـد زنار وتعليق صليب بصدره: حرم ولم يكفـر" .

Artinya: Barangsiapa berhias dengan hiasan orang kafir seperti memakai sabuk ala Majusi dan ikat pinggang khas Nasrani dan memakai kalung salib di dada, maka itu haram tapi tidak kafir.

(c) Makruh memakai kalung salib atau baju bergambar salib:
Al-Buhuti dalam Syarah Al-Muntaha, hlm. 1/313, menyatakan:

(و) كره (مطلقا) في صلاة وغيرها (تشبه بكفار)...(و) كره أيضا مطلقا جعل صفة (صليب في ثوب ونحوه) كعمامة وخاتم؛ لأنه من التشبه بالنصارى وظاهر نقل صالح: تحريمه، وصوبه في: الإنصاف

Artinya: Makruh secara mutlak saat shalat atau lainnya menyerupai orang kafir .. dan makruh mutlak gambar salib di baju dan lainnya seperti surban dan cincin karena itu termasuk menyerupai Nasrani. Menurut zhahirnya kutipan Saleh: haram. Ini dibenarkan oleh Al-Mardawi dalam Al-Inshaf.


PENDAPAT MADZHAB SYAFI'I SOAL TASYABUH PAKAIAN DENGAN KAFIR

(d) Ibnu Hajar Al-Asqalani dari madzhab Syafi'i dalam Fathul Bari Syarah Sahih Bukhari, hlm. 1/484, menyatakan:

باب إن صلى في ثوب مصلب أو تصاوير هل تفسد صلاته وما ينهى عن ذلك

قوله : ( باب إن صلى في ثوب مصلب ) بفتح اللام المشددة ، أي فيه صلبان منسوجة أو منقوشة أو تصاوير ، أي في ثوب ذي تصاوير ، كأنه حذف المضاف لدلالة المعنى عليه . وقال الكرماني : هو عطف على ثوب لا على مصلب ، والتقدير أو صلى في تصاوير . ووقع عند الإسماعيلي " أو بتصاوير " وهو يرجح الاحتمال الأول ، وعند أبي نعيم " في ثوب مصلب أو مصور "

قوله : ( هل تفسد صلاته ) جرى المصنف على قاعدته في ترك الجزم فيما فيه اختلاف ، وهذا من المختلف فيه . وهذا مبني على أن النهي هل يقتضي الفساد أم لا ؟ والجمهور إن كان لمعنى في نفسه اقتضاه ، وإلا فلا .

قوله : ( وما ينهى من ذلك ) أي وما ينهى عنه من ذلك ، وفي رواية غير أبي ذر " وما ينهى عن ذلك " وظاهر حديث الباب لا يوفي بجميع ما تضمنته الترجمة إلا بعد التأمل ; لأن الستر وإن كان ذا تصاوير لكنه لم يلبسه ولم يكن مصلبا ولا نهي عن الصلاة فيه صريحا . والجواب أما أولا فإن منع لبسه بطريق الأولى ، وأما ثانيا فبإلحاق المصلب بالمصور لاشتراكهما في أن كلا منهما قد عبد من دون الله تعالى . وأما ثالثا فالأمر بالإزالة مستلزم للنهي عن الاستعمال . ثم ظهر لي أن المصنف أراد بقوله مصلب الإشارة إلى ما ورد في بعض طرق هذا الحديث كعادته ، وذلك فيما أخرجه في اللباس من طريق عمران عن عائشة قالت " لم يكن رسول الله - صلى الله عليه وسلم - يترك في بيته شيئا فيه تصليب إلا نقضه " . وللإسماعيلي " سترا أو ثوبا "

Artinya: Apabila seseorang shalat di baju yang ada gambar salib atau gambar apakah batal shalatnya dan sesuatu yang dilarang

Kalimat "Apabila shalat memakai baju gambar salib" maksudnya pada baju itu terdapat tanda salib yang bermotif atau gambar, yakni dalam baju bergambar ...

Kalimat "Apakah shalatnya batal" penulis (yakni Bukhari) tidak memastikan (batal tidaknya shalat) dalam masalah yang menjadi perbedaan ulama. Sedangkan masalah ini, yakni masalah gambar salib, termasuk masalah khilafiyah. Asumsi ini berdasarkan pada apakah larangan (atau perkara haram) itu berakibat batalnya shalat atau tidak? Jumhur ulama menyatakan apabila larangan itu pada makna itu sendiri maka membatalkan shalat, kalau tidak maka tidak batal.

Kalimat "Sesuatu yang dilarang" .... pertama, apabila dijadikan penutup saja dilarang apalagi memakainya; kedua, menyamakan salib dengan gambar karena samanya keduanya dalam segi sama-sama disembah selain Allah; ketiga, perintah untuk menghilangkan itu menetapkan larangan memakainya...

Penjelasan dari Ibnu Hajar ini intinya adalah bahwa memakai pakaian bergambar salib saat shalat hukumnya haram. Tapi tidak sampai berakibat murtad.

Bahkan di bab lain Ibnu Hajar menyatakan bahwa memakai sesuatu yang menjadi ciri khas agama non-muslim itu hukumnya makruh apabila di luar shalat. Dan apabila sesuatu itu sudah tidak lagi menjadi ciri khas agama tertentu maka kemakruhannya hilang. Dalam Fathul Bari, hlm. 1/307, Ibnu Hajar menyatakan dalam soal 'mayasir dan arjuwan' yaitu alas kecil yang dipakai penunggang kuda yang merupakan tradisi orang non-Arab yang kafir :

: وإن قلنا النهي عنها من أجل التشبه بالأعاجم ، فهو لمصلحة دينية ، لكن كان ذلك شعارهم حينئذ وهم كفار ، ثم لما لم يصر الآن يختص بشعارهم زال المعنى ، فتزول الكراهة . والله أعلم

Artinya: Apabila kita berpendapat haram memakainya karena serupa dengan non-Arab, maka itu untuk kepentingan agama. Akan tetapi itu terjadi ketika alas tersebut masih menjadi ciri khas mereka saat mereka kafir. Lalu ketika alas itu tidak lagi menjadi ciri khas mereka maka hilangkan maknanya dan hilang juga hukum makruhnya.

Ibnu Hajar Al-Asqalani juga menanggapi soal thailasan atau thayalisah, yaitu pakaian orang Yahudi yang bentuknya seperti surban, apakah termasuk tasyabuh yang haram atau tidak. Dalam Fathul Bari, hlm. 10/274, Ibnu Hajar menyatakan:

وإنما يصلح الاستدلال بقصة اليهود في الوقت الذي تكون الطيالسة من شعارهم ، وقد ارتفع ذلك في هذه الأزمنة فصار داخلا في عموم المباح

Artinya: Argumen bahwa memakai thayalisah itu hukumnya haram karena tasyabuh pantas diajukan pada waktu ketika thayalisah menjadi ciri khas agama mereka. Sedangkan saat ini ciri khas itu sudah hilang, maka baju ini masuk dalam kategori umum yang dibolehkan.


KESIMPULAN

- Serupa dengan orang kafir dalam soal pakaian di luar shalat itu makruh apabila pakaian itu masih menjadi ciri khas dan syiar agama mereka. Dan kemakruhan itu hilang apabila pakaian itu sudah tidak lagi menjadi ciri khas keagamaan.

- Memakai baju bergambar saat shalat hukumnya makruh; memakai baju bergambar salib atau pakain ciri khas non-muslim hukumnya haram tapi shalatnya tetap sah.

Baca juga:

- Shalat dengan Pakaian Bergambar
- Hukum Menyerupai Orang Kafir
- Tubuh Orang Kafir Suci atau Najis?
- Hukum Ucapan Selamat Natal

***


MENGOLOK MUSLIM APA BERARTI MENGHINA AGAMA?

2. Tidak murtad karena konteksnya mengganggu orang tidur, bukan mengolok-olok sunah Rasul.

3. Tidak murtad karena tidak mengolok ajaran dan kebenaran Al-Quran.

4. Berdosa besar karena melawan orang tua. Tapi tidak murtad selagi masih mengakui kewajiban shalat. Baca detail: Hukum Taat Orang Tua

5. Tidak murtad karena tidak dalam konteks menghina agama tapi dalam konteks bercanda dengan teman.

6. Tidak murtad. Sama dengan alasan di atas karena konteksnya bukan mengolok syariah tapi menghina personal. Perlu juga diketahui bahwa mengolok sesama muslim adalah haram.

7.A. Ikan hiu halal. Semua hewan laut hukumnya halal. Berdasarkan hadits sahih Nabi bersabda:

هو الطهور ماؤه ، الحل ميتته
Artinya: Laut itu airnya suci dan bangkai (ikan)-nya halal.

7.B. Darahnya najis. Maka hendaknya dibuang dulu darahnya baru dimasak. Baca juga: Ayam Goreng Ada Darahnya, Bolehkah Dimakan?
Read More...

Wali Nikah Anak Dari Perkawinan Hamil Zina

WALI NIKAH ANAK DARI PERKAWINAN HAMIL ZINA

Assalamu'alaykum.

Dari Hamba Allah.

Maaf pertanyaan ini diajukan dari salah satu teman saya. Pertanyaan ini kebalikan dengan pertanyaan yang pernah dimuat di Al Khoirot.

Jika ada kasus seperti ini: A (pria) dan B (perempuan) menikah dalam keadaan B hamil duluan (A adalah ayah biologis dari anak yg dikandung). Beberapa bulan kemudian lahirlah C (perempuan). Setelah B melahirkan, A dan B tdk mengulang pernikahan lagi. Setelah belasan tahun kemudian A dan B bercerai. Yang jadi pertanyaan adalah:

TOPIK SYARIAH ISLAM
  1. HUKUM NIKAH HAMIL ZINA DAN STATUS ANAK
    1. HUKUM PERNIKAHAN WANITA HAMIL ZINA
    2. STATUS ANAK SAH DINASABKAN PADA AYAH BIOLOGIS YANG MENIKAHI IBUNYA
  2. ISTRI SERING MIMPI SUAMI YANG HILANG
  3. MIMPI HARI KIAMAT BERSAMA TEMAN LAKI-LAKI
  4. KAKAK TIDAK RELA ADIKNYA TINGGAL NUMPANG SERUMAH
  5. CARA KONSULTASI AGAMA

1. Apakah A boleh menjadi wali nikah bagi C? Jika tidak, siapakah yg boleh menjadi wali nikah bagi C agar pernikahan C menjadi sah sesuai syariat Agama Islam? Terus bagaimana untuk masalah hak warisnya?

2. Apabila C telah menikah dengan wali nikah A, apakah pernikahan C harus diulang? Kalau diulang siapakah yang berhak menjadi wali nikahnya?
Terima kasih.


JAWABAN HUKUM NIKAH HAMIL ZINA DAN STATUS ANAK


HUKUM PERNIKAHAN WANITA HAMIL ZINA

1. Pernikahan yang dilakukan oleh A dan B saat B sedang hamil karena zina hukumnya sah menurut madzhab Syafi'i dan Hanafi (yang tidak sah menurut madzhab Hanbali dan Maliki). As-Syairazi dalam Al-Muhadzab 2/113 menyatakan:

وَيَجُوزُ نِكَاحُ الحَامِلِ مِنَ الزِّنَا لأَنَّ حَمْلَهَا لاَيَلْحَقُ بِأَحَدٍ فَكَانَ وُجُودُهُ كَعَدَمِهِ

Artinya: Boleh menikahi wanita hamil dari perzinahan, karena sesungguhnya kehamilannya itu tidak dapat dinasabkan kepada siapapun, sehingga wujud dari kehamilan tersebut adalah seperti tidak ada.

- Al-Jaziri dalam Al-Fiqh alal Madzahibil Arbaah juz 4/533 menyatakan:

أَمَّا وَطْءِ الزِّنَا فَإنَّهُ لاَ عِدَّةَ فِيْهِ وَيَحِلُّ التَّزْوِيْجُ بِالحَامِلِ مِنَ الزِّنَا وَوَطْءِهَا وَهِيَ حَامِلٌ عَلَى الأصَحِّ وَهَذَا عِنْدَ الشَّافِعِى

Artinya: Adapun hubungan seksual dari perzinahan, maka sesungguhnya tidak ada 'iddah padanya. Halal mengawini wanita yang hamil dari perzinaan dan halal menyetubuhinya sedangkan wanita tersebut dalam keadaan hamil menurut pendapat yang lebih kuat. Pendapat ini adalah pendapat Syafii.

2. Akad nikah C tidak perlu diulang karena A adalah wali sah dari C.


STATUS ANAK SAH DINASABKAN PADA AYAH BIOLOGIS YANG MENIKAHI IBUNYA

Status anak dinasabkan pada ayah biologis yang menikahi ibu si anak sebelum anak lahir.

Wahbah Zuhaili dalam Al-Fiqhul Islami wa Adillatuhu, hlm. 9/140, menyatakan:

يحل بالاتفاق للزاني أن يتزوج بالزانية التي زنى بها، فإن جاءت بولد بعد مضي ستة أشهر من وقت العقد عليها، ثبت نسبه منه، وإن جاءت به لأقل من ستة أشهر من وقت العقد لا يثبت نسبه منه، إلا إذا قال: إن الولد منه، ولم يصرح بأنه من الزنا. إن هذا الإقرار بالولد يثبت به نسبه منه

Artinya: Ulama sepakat halalnya pria pezina menikahi wanita yang dizinahi. Apabila melahirkan anak setelah enam bulan akad nikah maka nasabnya ke pria itu. Apabila kurang dari 6 bulan dari waktu akad nikah maka tidak dinasabkan padanya kecuali apabila si pria membuat ikrar dengan mengatakan bahwa anak itu darinya dan tidak menjelaskan bahwa ia berasal dari zina. Maka dengan ikrar ini nasab anak tersebut tetap pada ayah biologisnya.

Imam Abu Hanifah - pendiri madzhab Hanafi - yang paling sharih (eksplisit) menegaskan sahnya status anak zina dinasabkan pada bapak biologisnya apabila kedua pezina itu menikah sebelum anak lahir. Ibnu Qudamah dalam Al-Mughni, hlm. 9/122, mengutip pandangan Abu Hanifah demikian:

لا أرى بأسا إذا زنى الرجل بالمرأة فحملت منه أن يتزوجها مع حملها, ويستر عليها, والولد ولد له

Artinya: Seorang lelaki yang berzina dengan perempuan dan hamil, maka boleh menikahi perempuan itu saat hamil. Sedangkan status anak adalah anaknya. Baca detail: Status Anak dari Pernikahan Hamil Zina
______________________


ISTRI SERING MIMPI SUAMI YANG HILANG

Assalamu'alaikum wr.wb..

Ustad, Kemarin saya menanyakan bagaimana status ibu saya. Setelah ayah saya hilang. Sekarang baru ibu saya cerita terakhir kali ayah saya sebelum hilang. Jujur saya tidak suka ibu saya menikah lagi. Tapi baru kali ini ibu saya bicara jujur sama saya. Ibu saya bilang sebelum ayah saya berlayar, ayah saya cerita kalau temannya di kejar-kejar oleh perempuan china yang ingin minta dinikahi. Sampai pacar perempuan ini ingin membunuh teman ayah saya.

Yang ibu saya curiga kalau ayah saya berbohong. Ayah saya bilang kalau itu temannya, padahal yang sebenarnya itu ayah saya yang dikejar-kejar perempuan cina menuntut untuk dinikahi. Ibu saya tau ini ketika paman saya yang cerita terus terang. Ibu saya beranggapan untuk apa perempuan mengejar laki-laki, menuntut untuk dinikahi sedangkan perempuan itu sendiri sudah Punya pacar. Dan ayah saya diancam akan di bunuh.

Setelah kejadian ini ayah saya baru hilang. Tetapi ibu saya juga tidak tau sebenarnya apakah ayah saya menikah lagi dengan perempuan cina itu atau memang hilang di bawa makhluk halus. Sampai ibu saya sering memimpikan ayah saya. Ibu saya bilang kalau ibu saya mimpi kalau "ayah saya pulang ke rumah ibunya, jalannya lurus tidak nengok-nengok padahal ada ibu saya di sebelahnya membawa adik saya ( ayah saya hilang waktu adik saya masih di kandungan). Sampai ibu saya samperin ayah saya ke rumah ibunya. Di situ ayah saya tidur-tiduran.

Maksud ibu saya kalau ayah saya pulang, seenggaknya nengok anaknya belum pernah lihat ayah saya sama sekali. Tapi ayah saya tidak mau lihat adik saya. Ibu saya tanya kenapa ayah saya tidak pulang ke rumah? Ayah saya jawab kalau ayah saya udah nikah lagi, istrinya juga udah hamil. Selama ayah saya hilang.

Ibu saya sering mimpi ayah saya yang gak enak. Semua mimpinya tentang ayah saya sudaa nikah lagi, punya anak, minta ditunggu. Juga minta untuk di sempurnakan. Tahlilan 100 juga sudah digelar. Dan semua baju-baju ayah saya sudah di bagikan ke tetangga. Ibu saya bilang ayah saya selalu bohong. Ayah saya tidak pernah jujur kalau menyangkut tentang bagaimana waktu kerja. Dia selalu berdalih kalau itu temannya.

Sekarang saya bingung. Entah siapa yang benar. Ibu saya bilang ucapan terakhir paman saya yang membuat ibu saya berpikir ulang untuk menunggu ayah saya pulang. Ibu saya merasa sudah cape. Kalau memang ayah saya ingin hidup dengan perempuan itu, kenapa ayah saya meninggalkan dompet dan semua barang-barangnya. Tapi semua habib yang ibu saya datangi bilang kalau ayah saya tidak ada di dunia. Tapi ayah saya masih hidup.

1. Entah siapa yang benar sekarang saya sudah bisa terima kalau ibu saya ingin menikah lagi.

Terimakasih wassalamu'alaikum.

JAWABAN

1. Itu langkah baik bagi Anda dan bagi ibu Anda. Soal mimpi-mimpi yang dialami ibu itu tidak perlu terlalu dijadikan bahan pertimbangan. Karena mimpi itu umumnya berasal dari dua hal yakni dari diri sendiri atau dari jin. Keduanya tidak ada makna apapun. Baca detail: Mimpi dalam Islam

______________________


MIMPI HARI KIAMAT BERSAMA TEMAN LAKI-LAKI

Assallamu'allaikum .. ustad saya ingin bertanya ; mimpi saya yang pertama:mimpi hari kiamat empat kali malahan lebih, disitu hancurlah semua nya dan saya menangis tetapi saya di gandeng oleh sahabat laki laki saya yang pintar mengaji, ia hanya memberikan isyarat senyum.. Yang ke dua dalam satu malam saya dan temen laki laki saya mimpinya sama yaitu mimpi kalau saya sebagai istrinya melahirkan anak laki laki..yang ke tiga saya mimpi di beri jubah oleh temen laki laki saya .. yang ke empat saya mimpi di beri al_quran surah Ar-rohman...

1. mengapa semua dalam mimpi saya tersebut selalu temen laki laki saya itu ustad..terima kasih.. Wassalamu'allaikum..

JAWABAN

1. Kalau laki-laki itu pria yang baik pribadinya dan baik agamanya, maka dia baik pula untuk menjadi suami anda. Apabila sudah terjadi kecocokan antara anda berdua maka segeralah dijadikan dalam bentuk pernikahan. Itu makna mimpi anda. Baca detail: Mimpi dalam Islam

______________________


KAKAK TIDAK RELA ADIKNYA TINGGAL SERUMAH

Assalaamu'alaikum wr. wb.
Pak.Ustadz, saya mau tanya. Ayah saya sudah pergi dan tidak mengurus keluarga. Ibu yang mengurus saya dan 8 kakak saya. Saya sekarang umur 27. Kakak saya sudah dapat rumah. Bahkan rumah Ibu saya yang besar sudah dipecah jadi 2 rumah untuk kakak saya. Ibu tinggal di salah satu dari 2 rumah itu. Sedangkan saya tinggal di rumah kakak saya yang lain. Tapi kakak saya merasa terganggu dengan kehadiran saya.

Kemarin juga saya sakit, dan jadi tidak bisa cari uang. Kakak saya sering cerita tentang keburukan saya pada Ibu, seperti jarang bekerja, sering di kamar, dll. Padahal saya lagi sakit. Sekarang saya sedang berusaha mencari pekerjaan. Pak.Ustadz, yang ingin saya tanyakan
1. bagaimana hukum nya tinggal bersama saudara yang kurang menerima kehadiran saya, tapi saya juga belum mapan? Ibu saya juga sudah tidak mampu bekerja. Ibu sedang berusaha membuat rumah untuk saya tapi belum jadi.
Terimakasih. Wassalaamu'alaikum, wr. wb.

JAWABAN

1. Kalau memang rumah itu milik pribadi kakak anda, maka secara hukum dia berhak untuk menerima atau menolak kehadiran anda. Walaupun secara akhlak yang luhur tidak pantas baginya untuk menolak anda numpang di situ untuk sementara.

Jalan terbaik adalah anda tinggal bersama ibu.
Read More...

Ibadah Masa Lalu yang Tidak Sah, Harus Diulangi?

Ibadah Masa Lalu yang Tidak Sah, Harus Diulangi?
MENINGGALKAN RUKUN IBADAH KARENA TIDAK TAHU, APAKAH HARUS MENGULANGI?

Assalamu’alaikum

Untuk melaksanakan fardu Sholat, seseorang harus memenuhi syarat dan rukun – rukun sholat, bagaimana hukumnya sholat yang telah lewat yang di mulai dari awal baligh, mengingat ada sebagian syarat maupun rukun yang tidak terpenuhi, sebagai contoh dalam sebagian rukun tidak tumaninah di saat rukuk, I’tidal, sujud 2, duduk di antara 2 sujud dan dalam sebagian syarat, ada suatu perkara tentang najis yang saya tidak tahu bahwa itu adalah najis dan belum mengerti pula bagaimana cara membersihkannya.

TOPIK SYARIAH ISLAM
  1. MENINGGALKAN RUKUN IBADAH KARENA TIDAK TAHU, APAKAH HARUS MENGULANGI?
  2. ISTRI SELINGKUH DAN ZINA SAAT BERTUNANGAN, APAKAH DIMAAFKAN?
  3. CARA KONSULTASI AGAMA

Namun seiring berjalannya waktu dengan di barengi saya belajar ilmu agama di pesantren, akhirnya aaya mulai mengerti bahwa sholat yang dulu pernah di lakukan itu sebagian ada yang tidak sesuai dengan pedoman kitab fiqih, dalam artian ada sebagian rukun maupun syarat yang tidak terpenuhi. Yang menjadi persoalannya

1. Bagaimana hukum sholat yang telah saya lakukan waktu dulu ketika saya belum mengerti betul ?? mengingat ketika waktu dulu saya pernah belajar kitab Safinatun Najaa fasal tentang rukun dan syarat sholat, saya tahu hanya sebatas tekstualnya saja, tetapi tidak mengerti dengan maksud sebenarnya dari fasal itu.

2. Bagaimana hukum puasa serta zakat fitrah saya dengat niat yang di ucapkan hanya sebatas di lisan, tetapi tidak di sertai dengan niat di dalam qolbu (kasusnya hampir sama, yaitu ketika waktu dulu belajar kitab Safinah fasal puasa dan zakat fitrah, hanya tahu sebatas tekstualnya saja, tetapi tidak mengerti dengan maksud sebenarnya dari fasal itu)

Wassalamu’alaikum.


JAWABAN

1. Secara umum, kalau memang kesalahan shalat masa lalu itu betul-betul perkara yang membatalkan shalat, maka ada dua pendapat dalam soal ini. Mayoritas ulama termasuk madzhab Syafi'i menyatakan wajib mengulangi shalat yang tidak terpenuhi seluruh rukun shalatnya walaupun karena tidak tahu. Menurut madzhab Hanafi tidak wajib diulangi, ini juga pendapat sebagian ulama madzhab Hanbali seperti Ibnu Taimiyah di mana dalam Majmuk Al-Fatawa, hlm. 23/38, ia menyatakan:

وأما من لم يعلم الوجوب فإذا علمه صلى الوقت وما بعدها ولا إعادة عليه، كما ثبت في الصحيحين أن النبي قال للأعرابي المسيء في صلاته: ارجع فصل فإنك لم تصل، قال: والذي بعثك بالحق لا أحسن غير هذا فعلمني ما يجزيني في صلاتي فعلمه، وقد أمره بإعادة صلاة الوقت ولم يأمره بإعادة ما مضى من الصلاة مع قوله لا أحسن غير هذا، وكذلك لم يأمر عمر وعماراً بقضاء الصلاة، وعمر لما أجنب لم يصل، وعمار تمرغ كما تتمرغ الدابة. ولم يأمر أبا ذر بما تركه من الصلاة وهو جنب، ولم يأمر المستحاضة أن تقضي ما تركت مع قولها: إني أستحاض حيضة شديدة منعتني الصوم والصلاة.

Artinya: Adapun orang yang tidak tahu lalu ketika ia mengetahuinya maka hendaknya dia shalat (dengan baik) saat ini dan setelahnya dan tidak wajib mengulangi (shalat yang lalu) berdasarkan pada hadits muttafaq alaih bahwa Nabi berkata pada seorang pedalaman yang tidak bagus salatnya: "Ulangi lalu shalat karena kamu tidak shalat." Orang itu berkata, "Demi Tuhan ini adalah shalat terbaikku." "Lalu Nabi mengajariku shalat yang benar" sehingga dia tahu. Nabi lalu menyuruhnya mengulangi shalatnya saat itu tapi tidak memerintahkan untuk mengulangi shalat-shalatnya di masa lalu padahal ia sudah berkata "Aku tidak bisa shalat lebih baik dari ini". Begitu juga Nabi tidak menyuruh Umar dan Ammar meng-qadha shalat. Umar ketika junub ia pernah tidak shalat. ....

Ibnu Taimiyah dalam Al-Fatawa Al-Kubro juga menyatakan argumennya:

والصحيح في جميع هذه المسائل عدم وجوب الإعادة لأن الله عفا عن الخطأ والنسيان ولأنه قال: وَمَا كُنَّا مُعَذِّبِينَ حَتَّى نَبْعَثَ رَسُولاً. فمن لم يبلغه أمر الرسول في شيء معين لم يثبت حكم وجوبه عليه

Artinya: Yang sahih dalam masalah ini adalah tidak wajib mengulangi karena Allah memaafkan kesalahan dan lupa dan karena Allah berfirman: "Aku tidak menyiksa kecuali setelah mengutus Rasul." Orang yang tidak sampai perintah Rasul dalam hal tertentu maka tidak berlaku hukum wajib padanya.

2. Untuk masalah niat dengan lisan saja, tidak dengan hati, di dalam masalah zakat terjadi khilaf ulama madzhab Syafi'i. Imam Nawawi dalam Al-Majmuk, hlm. 6/180, menjelaskan:

قال أصحابنا فان نوى بقلبه دون لفظ لسانه اجزأه بلا خلاف وان لفظ بلسانه ولم ينو بقلبه ففيه طريقان (أحدهما) لا يجزئه وجها واحدا وبه قطع العراقيون والسرخسي وغيره من الخراسانيين (والطريق الثاني) فيه وجهان (أحدهما) يكفيه اللفظ باللسان دون نية القلب (والثاني) لا يكفيه ويتعين القلب

Artinya: Ulama madzhab Syafi'i berkata: Apabila berniat dengan hati tanpa mengucapkan dengan lisan maka hukumnya sah tanpa khilaf. Apabila melafalkan dengan lisan tanpa niat dengan hati maka ada dua jalan: jalan pertama, tidak sah. Ini pendapat ulama Irak dan Sarakhsi dan lainnya dari kalangan ulama Khurosan. Jalan Kedua, ada dua wajah: pertama, cukup dengan lisan tanpa niat dengan hati; kedua, tidak sah dan harus dengan hati.

Jadi, zakat fitrah dan mal hanya dengan niat lisan saja itu boleh menurut sebagian pendapat.

Tentang niat di ibadah lain seperti shalat dan puasa maka wajib dilakukan dengan hati dan sunnah dengan lisan menurut madzhab Syafi'i. Diryah Al-Ghitah dalam Fiqh Al-Ibadat alal Madzhab Al-Syafi'i, hlm. 1/531, menyatakan:

محل النية : محل النية القلب وتكون بأن يستحضر حقيقة الصوم التي هي الإمساك عن المفطر جميع النهار بقلبه ولا تكفي النية باللسان دون القلب لكن يندب النطق بها ليساعد اللسان القلب

Artinya: Tempat niat itu di hati dengan cara menghadirkan niat pada hakikat puasa yaitu menahan diri dari perkara yang membatalkan sepanjang siang dengan hatinya. Tidak cukup niat dengan lisan saja tanpa dengan hati akan tetapi sunnah mengucapkan dengan lisan untuk membantu hati.

Apabila tidak sah puasanya, maka apakah wajib mengqadha atau tidak itu sama dengan jawaban poin 1 yaitu wajib mengqadha menurut jumhur ulama dan tidak wajib qadha menurut madzhab Hanafi dan Ibnu Taimiyah. Bahkan, dalam madzhab Hanafi dinyatakan bahwa niat untuk puasa Ramadan itu tidak wajib.

KESIMPULAN

Ibadah yang tidak sah di masa lalu karena tidak tahu hukumnya tetap wajib diqadha menurut jumhur ulama berdasarkan pada hadis sahih riwayat muttafaq alaih:

فدين الله أحق أن يقضى

Artinya: Hutang Allah lebih berhak dipenuhi.

Namun boleh mengikuti pendapat yang menyatakan tidak perlu mengulangi apabila dirasa sangat sulit melakukannya.

Baca juga:

- Shalat Lima Waktu
- Puasa Ramadhan
- Zakat Fitrah dan Harta

______________________


ISTRI SELINGKUH DAN ZINA SAAT BERTUNANGAN, APAKAH DIMAAFKAN?

assalamu alaikum. selamat siang Pak Ustadz.
saya adalah seorang laki-laki berumur 24 tahun yang baru saja menikah beberapa bulan yang lalu.

sebelumnya maaf kalau saya disini terpaksa menceritakan aib. saya dulu pacaran dengan pacar saya (sekarang istri) lebih dari 4 tahun. selama pacaran itu kita sering melakukan zinah. namun, ditengah jalan pernah ketahuan oleh pihak orang tua. sehingga kami akhirnya bertunangan, namun untuk pernikahannya dilakukan saat kami sudah sama-sama lulus kuliah (sekitar 2 tahun dari pertunangan kami). selama masa penantian tersebut, kami sama-sama dipesan oleh orangtua untuk menjaga diri tidak saling berhubungan. singkat cerita, akhirnya kita sudah sama-sama lulus kuliah dan dinikahkan beberapa bulan yang lalu.

namun, setelah pernikahan kami, saya mendapatkan pengakuan yang sangat mengejutkan dari istri saya, bahwa selama penantian 2 tahun itu kita saling menjaga diri, dia ternyata menjalin hubungan dengan laki-laki lain. bahkan yang lebih menyedihkan, sampai berkali-kali melakukan zinah (naudzubillah min dzalik).

sekarang hati saya bimbang ustadz, apakah saya harus melanjutkan hubungan ini atau tidak. disatu sisi, dia mengaku sudah bertaubat, saya juga sangat menyayangi dia, dan kita sudah terlanjur menikah. tapi disisi lain, saya juga sulit untuk memaafkan perbuatan dia, dia telah mengkhianati perjanjian antara keluarga kami bahwa akan saling menjaga dan tidak menjalin hubungan dengan laki/perempuan lain. dia telah mengkhianati cinta dan kepercayaan saya, saya sangat sulit untuk percaya lagi kepada dia.

1. apa yang harus saya lakukan ustadz ? apakah harus melanjutkan atau menceraikan saja ?

2. apabila saya melanjutkan hubungan ini, tolong ustadz jelaskan keutamaan bagi orang yang mau memaafkan perselingkuhan istri.
terima kasih sebelumnya.
wassalamu alaikum wr wb

JAWABAN

1. Sebaiknya dilanjutkan saja karena (a) toh dia pertama kali berzina dengan anda. Jadi anda ikut bertanggung jawab secara tidak langsung mengapa dia juga berzina dengan pria lain. Kalau seandainya anda pria suci dan menemukan istri sudah tidak perawan, maka itu lain soal; (b) Lagipula dia melakukan itu di saat masih tunangan, bukan saat sudah menikah; (c) juga, dia berusaha jujur dengan membuat pengakuan pada anda. Itu harus dihargai sebagai niat baik darinya untuk memperbaiki diri.

2. Memaafkan itu sifat mulia dan salah satu sifat Tuhan. Allah Maha Pemaaf kepada hambaNya yang telah berbuat dosa berkali-kali. Allah memaafkan Anda yang telah menzalimi syariah-Nya apabila Anda bertaubat, mengapa anda tidak mau memaafkan istri anda yang mau bertaubat atas kesalahan masa lalunya? Baca juga: Cara Harmonis dalam Rumah Tangga
Read More...

Konflik Keluarga Aswaja dan Wahabi MTA

Konflik Keluarga Aswaja dan Wahabi MTA
KONFLIK KELUARGA PENGIKUT NU DAN WAHABI MTA

Assalamuálaikum Wr Wb
Selamat Pagi Ustad
Perkenalkan nama saya A tinggal di Jakarta

Saya ingin bertanya, namun sebelumnya saya akan jelaskan Saya anak ke 3 dari 4(empat) bersaudaraadik saya (laki-laki) telah meninggal dunia tahun 2012 dan 2 kakak saya adalah perempuan Ibu saya adalah kelahiran Ngawi (Jawa Timur) dan telah meninggal dunia pada tahun 2014. Saya adalah penerus Ibu dan Bapak saya (keduanya telah meninggal) dimana kedua oang tua saya adalah kaum nahdiyin..dan kakak dari Ibu saya adalah lulusan Mambauúl Ulum

TOPIK SYARIAH ISLAM
  1. KONFLIK KELUARGA PENGIKUT NU DAN WAHABI MTA
  2. SISTEM MUDARABAH BANK SYARIAH APAKAH SYAR'I?
  3. CARA KONSULTASI AGAMA

Saat ini saya merasa selalu ditentang oleh kedua kakak saya dalam saya menjalankan kegiatan kegiatan yang selama ada orang tua ada juga dilakukan..Setiap kali saya melakukan kegiatan apa yang dilakukan kedua orang tua semasa hidupnya.selalu ditentang dan disalahkan.. Kakak perempuan saya yang pertama sepertinya penganut MTA, dia tinggal di Balikpapan.. bahkan pada klimaksnya mereka Kakak kedua menulis kepada sayasbb (tulisan dipotong terlalu panjang - red)

Saya sebenarnya tidak ingin berkonfrontasi dengan sodara kandung tapi saya selalu dilecehkan dalam hal saya mengerjakan apa yang dilakukan orang tua saya semasa hidupnya

Saya melakukan tahlil walaupun tidak dalam hitungan hari yang pas sesuai dengan kebiasaansaya lakukan jika saya mampu dan ada waktu itu juga yang dilakukan oleh orang tua saya semasa hidupnya. oleh karenanya saya mohon arahan dan penjelasan :

1. Kalau saya malakukan kegiatan tahlil atau selamatan. saya harus berdalil dengan apa? apakah ada dalilnya? selama ini saya mempunyai keyakinan "dalam hal muámallah semua boleh dilakukan kecuali ada dalil yang melarangnya.." dan semua boleh dilakukan selama tidak menjadikan mandorot dan jika dilakukan justru menimbulkan kemaslahatan.

2. Saya ingin menjawab semua lecehan atau perlakuan kakak saya namun tidak dengan menyerang balik.. namun dengan suatu dalil. bahwa saya boleh melakukan apa yang selama ini saya lakukan dan tidak dilarang oleh Alquran.

3. Saya ingin lebih yakin dalam menjalankan apa yang selama ini dilakukan oleh orang tua saya. dengan mengetahui hukum dan dalilnya dalam Alquran

4. Siapakah Romo Pinandhita Sulinggih Winarno yang menjadi Mualaf/masuk Islam lalu beliau mengubah namanya menjadi Abdul Aziz apa ajaran beliau dan menganut faham apa dalam menjalankan islamnya


JAWABAN

1. Argumen yang anda miliki sudah benar dan itu sudah cukup. Untuk lebih menambah kemantapan anda silahkan artikel berikut:
- Bid'ah Baik dan bid'ah sesat
- Hukum selamatan dan tahlil

MTA sama dengan PERSIS (Persatuan Islam), Al-Irsyad, dll adalah ajaran yang bermadzhab kepada gerakan Wahabi Salafi Arab Saudi. Pandangan mereka yang sempit dan picik membuat mereka menyesatkan bahkan mengkafirkan semua orang muslim yang tidak mau ikut dan tidak sama dengannya. Tidak perlu mereka diladeni karena itu akan membuat hilangnya berkah dan rasa damai di hati. Ketika anda meyakini sesuatu itu tidak bertentangan dengan Islam maka cukuplah itu dan abaikan pendapat lain. Baca detail: Wahabi Salafi Radikal Pemecah Belah umat Islam

2. Kesalahan Wahabi dan afiliasinya yang fatal dan tidak konsisten adalah bahwa sumber hukum Islam menurut mereka hanya ada dua yaitu Quran dan hadits. Kenyataannya mereka mendasarkan pendapatnya bukan hanya pada kedua sumber utama itu tapi juga pada pendapat para ulama mereka seperti Muhammad bin Abdul Wahab, Bin Baz, Utsaimin, Al-Bani, dll. Bahkan, sebenarnya pemahaman Al-Quran dan hadits yang mereka ambil adalah berdasarkan pemahaman ulama-ulama mereka yang notabene baru ada pada abad 19 dan 20 masehi. Yang mereka ikuti bukan generasi ulama salaf, tapi mereka menyebut diri sebagai Salafi. Baca juga: Beda Pesantren Salaf, dan Ponpes Salafi

3. Kalau anda ingin mencari dalil tahlil di dalam Al-Quran maka berarti anda sudah masuk ke dalam perangkap argumentasi Wahabi sementara Wahabi sendiri tidak semua argumennya memakai dalil Quran. Perhatikan situs-situs tanya jawab milik Wahabi sebagian jawaban yang mereka berikan berdasarkan akal mereka sendiri.

Perlu diketahui bahwa dari jumlah 6666 atau 6236 ayat Al-Quran hanya 500 ayat yang membahas tentang hukum syariah sebagaimana dikatakan Imam Ghazali dalam Al-Mustashfa, hlm. 2/350. Dan hanya sekitar 4.400 (empat ribu empat ratus) atau 7.000 hadits yang terkait hukum. Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam kitab An-Nukat, hlm. 2/299-300, menyatakan:

فأما ما يتعلق بالأحكام خاصة : فقد ذكر الحافظ ابو جعفر البغدادي في كتاب التمييز له عن الثوري وشعبة ويحيى بن سعيد القطان وابن مهدي وأحمد بن حنبل وغيرهم : أن جملة الأحاديث المسندة عن النبي صلى الله عليه وسلم {يعني الصحيحة بلا تكرار}أربعة آلاف وأربعمائة حديث , وعن إسحاق بن راهوية أنه سبعة آلاف ونيف .

Artinya: Adapun hadits yang terkait hukum menurut Al-hafidz Abu Jafar Al-Baghdadi dalam kitabnya dari Tsauri, Syubah, Yahya bin Said Al-Qattan, Ibnu Mahdi, Ahmad bin Hanbal dan lainnya bahwa jumlah hadits yang diriwayatkan dari Nabi yang sahih dan tanpa diulang adalah 4.400 hadits sedangkan menurut Ishaq bin Rahawiyah sebanyak 7.000 (tujuh ribu) hadits. (Lihat juga, Shan'ani dalam Taudih Al-Afkar, hlm. 1/62).

Sedangkan masalah hukum jumlahnya ratusan ribu kalau bukan jutaan dan itu bertambah setiap harinya. Karena itu, pemberian solusi syariah sisanya, yang tidak dibahas oleh Quran dan hadits, diserahkan oleh Islam kepada para ulama mujtahid untuk mencari dan memberi solusi. Baca: Sumber Hukum Islam

Dan tentu saja tidak semua ulama memenuhi syarat untuk menjadi ulama mujtahid. Baca detail: Ijtihad dalam Islam

Dan ulama pendiri Wahabi kebanyakan tidak memenuhi syarat untuk berijtihad dan karena itu mereka tidak berhak untuk memberikan penghakiman pada apa yang dilakukan umat Islam lain. Baca detail: Wahabi menurut pendapat Ulama Ahlussunnah

Salah satu sebab pendapat mereka tidak dianggap karena mereka tidak mengakui qiyas karena kebanyakan mereka pengikut madzhab Zhahiri-nya Ibnu Hazm. Baca detail: Ibnu Hazm, Abdul Azim Badawi dan Mazhab Zahiri

4. Siapa Romo Pinandhita Sulinggih Winarno itu tidak penting dan anda bisa mencarinya sendiri di Google. Dan kalaupun seandainya tahlil berasal dari tata cara umat Hindu atau agama lain maka itu tidak masalah dalam Islam selagi isinya tidak mengandung hal-hal yang melanggar prinsip syariah Islam. Namun, memang kalau anda mendengarkan ucapan orang Wahabi, maka anda akan selalu mendengar penyesatan dan pensyirikan kepada semua muslim kecuali diri mereka sendiri sampai anda ikut dengan mereka.
Padahal Islam itu mudah dan fleksibel. Dan kemudahan Islam itu bisa dilihat dari berbagai pendapat para ulama mujtahid termasuk dalam soal bid'ah. Baca detail: Bid'ah Baik dan bid'ah sesat

Kesimpulan:

NU dan Wahabi dan antek-anteknya adalah dua entitas yang berbeda seperti api dan air. Keduanya tidak akan bisa bertemu dan keduanya ingin selalu saling mematikan. Oleh karena itu, cara terbaik adalah dengan menutup argumen dengan mengatakan: bagiku Islamku dan bagimu Islam-mu.

______________________


SISTEM MUDARABAH BANK SYARIAH APAKAH SYAR'I?

Assalammualaikum
Ustad saya pernah menjumpai bank syariah dengan prinsip bagi hasil mudarabah mutlaqah namun disamping itu ia menerapkan biaya administrasi dengan aturan "jika bagi hasil yang didapat kurang dari biaya admin maka biaya adminnya hanya dibebankan sebesar bagi hasil yang kurang tersebut"

1. apakah hal ini tidak melenceng dari syariah ?
2. apakah biaya admin tersebut termasuk atau diluar mudarabah ?

JAWABAN

1. Tidak ada masalah dengan itu.
2. Bisa termasuk atau di luar mudarabah tergantung kesepakatan bersama antara mudarib (pengelola) dan sahibul mal (pemilik modal). Baca juga: Bank Syariah
Read More...

Hukum Daging Pasar yang Tidak Diketahui Cara Sembelihannya

Hukum Daging Pasar yang Tidak Diketahui Cara Sembelihannya
HUKUM DAGING AYAM DI PASAR YANG TIDAK DIKETAHUI CARA SEMBELIHANNYA

Assalamu'alaikum
Ustadz,

1. Bagaimana hukum membeli daging ayam, kambing, sapi kerbau di pasar yang tidak diketahui cara menyembelihnya? Apakah halal atau haram atau makruh atau mubah?

Terima kasih.

TOPIK SYARIAH ISLAM
  1. HUKUM DAGING AYAM DI PASAR YANG TIDAK DIKETAHUI CARA SEMBELIHANNYA
  2. JANJI MENTALAK ISTRI KEDUA
  3. CARA KONSULTASI AGAMA


JAWABAN

Hukum dagingnya halal dan sembelihannya dianggap sah kalau memang di lingkungan Islam yang mana penyembelihnya umumnya dilakukan seorang muslim. Karena setiap muslim dianggap tahu cara menyebut nama Allah saat menyembelih.

Dalam sebuah hadits riwayat dari Aisyah ia berkata:

أن قوما قالوا للنبي صلى الله عليه وسلم : إِنَّ قَومًا ( وفي رواية مالك " من البادية " ) يَأتُونَنَا بِلَحمٍ لَا نَدرِي أَذُكِرَ اسمُ اللَّهِ عَلَيهِ أَم لَا ؟ ، فَقَالَ : سَمُّوا عَلَيهِ أَنتُم وَكُلُوهُ ) ، قَالَت : وَكَانُوا حَدِيثِي عَهدٍ بِالكُفرِ "

Artinya: Suatu kaum bertanya pada Nabi, "Suatu kaum (dari pedalaman) datang pada kami dengan membawa daging yang tidak kami ketahui apakah menyebut nama Allah atau tidak (saat menyembelih)?" Nabi bersabda, "Sebutlah nama Allah dan makanlah." Aisyah berkata, "Mereka baru dari kekufuran."

Menjelaskan hatis ini Ibnu Hajar dalam Fathul Bari, hlm. 9/786, menyatakan:

ويستفاد منه أن كل ما يوجد في أسواق المسلمين محمول على الصحة ، وكذا ما ذبحه أعراب المسلمين ؛ لأن الغالب أنهم عرفوا التسمية ، وبهذا الأخير جزم ابن عبد البر فقال : فيه أن ما ذبحه المسلم يؤكل ويحمل على أنه سمَّى ؛ لأن المسلم لا يظن به في كل شيء إلا الخير ، حتى يتبين خلاف ذلك

Artinya: Difahami dari hadis ini adalah bahwa segala sesuatu yang terdapat di pasar umat Islam dianggap sah. Begitu juga hewan yang disembelih oleh muslim pedalaman karena umumnya mereka tahu baca bismilah. Pendapat terakhir ini ditetapkan oleh Ibnu Abdil Bar di mana ia berkata: "Hewan yang disembelih oleh muslim maka boleh dimakan dan dianggap ia sudah membaca nama Allah karena muslim tidak diduga kecuali dengan dugaan kebaikan kecuali ada bukti yang menunjukkan sebaliknya.

______________________


JANJI MENTALAK ISTRI KEDUA

Ada seseorang bertanya pada saya tentang masalah hukum talaq dan saya pribadi gak tawu yang mau menjawabnya.

GAMBARAN PERMASALAHAN DAN PERTANYAAN DIA SEPERTI INI USTADZ.

dia ABDULLAH (nama suaminya) Menikah dg aisyah (istri pertama), setelah 3 th menjalani rumah tangga bersama aisyah, ABDULLAH sudah tidak cinta lagi terhadap AISYAH Akhirnya ABDULLAH Menikah lagi dengan FATIMAH tanpa sepengetahuan AISYAH. Satu tahun kemudian AISYAH tahu kalo suaminya menikah lagi dengan FATIMAH. akhirnya aisyah (istri pertamanya) minta agar abdullah mau menceraikan istri keduanya (fatimah)Kalo abdullah gak menceraikan istri keduanya maka si istri pertamanya akan mengajukan gugat cerai ke pengadilan agama supaya majlis hakim memutuskan cerai antara AISYAH (istri prtma) dg abdullah....

Bukan hanya itu aja yg diminta aisyah pada suaminya. Tapi dia mengajukan persyaratan sebagai berikut jika suaminya mau diterima lagi oleh aisyah (istri pertamanya)

Persyaratannya adalah : Jika abdullah ingin hidup bersama istri pertamanya maka abdullah harus penuhi persyaratan dari istri pertamanya yaitu :

1. Abdullah harus menjatuhkan talaq tiga untuk istri keduanya didepan istri pertama dan kluarganya.

2. Abdullah gak boleh main telp/hubugan lagi dibelakang istri pertamanya dg Aisyah (istri keduanya)

3. Abdullah gak boleh kluar kota selama 1 th ini. Kecuali ditemani istri pertamanya.

Berhubung persyaratan dari istri pertamanya berat berat maka abdullah gak mau/ gak mau memenuhi semua persyaratannya. Maka dari itu....terjadilah sidang gugat cerai di pengadilan agama antara abdullah dg istri pertamanya (aisyah)

Ketika sidang pengadilan sedang berjalan... Tiba tiba abdullah berubah fikiran...
Abdullah merasa ingin kembali hidup bersama istri pertamanya dan bersedia mau memenuhi semua persyaratan dari istri pertamanya yang tiga diatas.... dan di ruang sidang semua keluarga istri pertamanya ada... Sementara istri keduanya abdullah gak hadir dan dia juga gak tawu klo suaminya menjalani sidang dengan istri pertamanya :

Didalam proses sidang pengadilan, Abdullah terlontar SIGHAT / KATA-KATA dibawah ini didepan istri pertamanya dan semua kluarganya beserta di saksikan oleh hakim.

1). iya dik... saya AKAN PENUHI PERSYARATAN darimu. (Ada kata "AKAN" nya)
2). iya Dik saya PENUHI semua pesyaratan darimu. (Tanpa ada kata "AKAN" nya)
3). IYA dik saya AKAN ceraikan FATIMAH istri keduaku. (Ada kata kata "AKAN" nya)
4). Iya dik ... saya CERAIKAN FATIMAH (tanpa ada kata " AKAN" nya)

Dan empat kata kata diatas terulang ulang dikatakan oleh suaminya (ABDULLAH) di depan majlis hakim dan didepan istri pertamanya ( AISYAH) beserta ikut hadir semua saudara aisyah dan kluarganya diruangan sidang majlis hakim.

Namun walaupun abdullah mengucapkan empat shigat di atas...Hati aisyah sudah tertutup. Sudah tidak mau lagi dengan abdullah. Krena udah terlambat. Dan hati aisyah udaj sakit hati nan kecewa. (Nasi udah jadi bubur) kata pepatah.

Sudah lah mas... (kata aisyah) Saya gak mau menjadi istrimu lagi, saya udah terlanjur sakit hati mas. Asal mas tawu... Dulu waktu sbelum saya gugat cerai kepengadilan ini.. kamu gak mau memenuhi semua persyaratan dariku. Bahkan kamu gak peduli dengan perasaanku. Gak pduli dg semua apa yang kupinta padamu. Tapi sekarg didepan meja hakim & semua kluargaku, kamu berupah fikiran. Dg terlontar kata kata sperti sighat diatas.

Maaf.. SAYA GAK BISA BALIK LAGI ke kamu. Saya tetap minta cerai ke hakim. Hatiku udah tertutup untukmu.... Trmkash mas.... Setelah proses sidang selesai... Maka keputusan hakim pun mengabulkan permintaan cerai aisyah dengan abdullah. Maka terjadilah perceraian antara abdullah dg istri pertamanya yaitu Aisyah.
Dengan talaq satu.

Nah pertanyaanya begini pak ustadz....

1. Bagaimana dampak hukum (RENTETAN HUKUMNYA) dari kata kata abdullah yang empat diAtas? Sementara istri keduanya (Si fatimah) gak tawu kalao abdullah mengatakan kata kata di atas di depan istri pertama dan keluarganya.... bahkan fatimah gak tawu kalo abdullah menjalani sidang dipengadilan bersama istri pertamanya.
Apakah dampak dari sighat (kata kata) diatas akan jatuh talaq dengan sendirinya terhadap istri keduanya abdullah, yaitu FATIMAH ???...

2. Dan kalao kata kata itu bisa jatuh talaq pd istri keduanya lantaran abdullah terulang ulang mengatakan shighat diatas...maka apakah
TALAQ nya jatuh tiga atau cuman satu saja?

Sementara dalam persyaratan yang tertulis antara abdullah dg aisyah pada waktu sebelum aisyah gugat cerai ke pengadilan yaitu abdullah harus menjatuhkan talaq tiga untuk istri keduanya abdullah didepan ke luarga aisyah... Kebetulan semua kluarga aisyah juga pada hadir dalam sidang pengadilan...

3. Jadi.... bagaimana hukum ucapan abdullah itu? Apalah masuk janji? Jika ingin membatalkanya apa yg harus abdullah lakukan???

Trimakasih atas waktunya.
Dan jawabannya kami tunggu ya ustd
Afwan.

JAWABAN

1. Perjanjian antara suami dan istri pertama telah batal karena istri pertama ternyata bersikeras untuk tetap melakukan gugat cerai. Oleh karena itu, maka ucapan suami terkait empat sighat itu tidak ada gunanya (laghw) dalam arti tidak ada dampak hukum pada istri kedua. Dampak hukum talak tiga itu baru terjadi apabila istri pertama mengurungkan gugat cerainya.

2. Tidak jatuh talak lihat poin 1.

3. Tidak masuk apa-apa karena bersifat transaksi dengan istri pertama dan transaksi itu sudah dibatalkan sendiri oleh istri pertama sehingga deal tidak terjadi dan tidak terjadi talak pada istri kedua.

Baca juga:

- Mengiyakan Permintaan Cerai Istri
- Taklik Talak (Muallaq) dan Cara Rujuk
- Cerai dalam Islam
Read More...

Berwudhu dengan Air Musta'mal

Berwudhu dengan Air Musta'mal
MEMASUKKAN TANGAN DALAM BEJANA SAAT BERWUDHU

Pengurus Konsultasi Syariah yang berbudi, assalamu alaikum.
Seandainya saya berwudhu tanpa gayung, hanya menggunakan wadah/bejana. Tangan saya berulangkali masuk bejana untuk menciduk air dari cidukan pertama sampai terakhir secara berulang-ulang dengan mengikuti adab berwudhu, tanpa menambah atau mengganti dengan air yang baru.

1. Apakah cara ini dianggap sah? Terima kasih sudi menjawab.

TOPIK SYARIAH ISLAM
  1. MEMASUKKAN TANGAN DALAM BEJANA SAAT BERWUDHU
  2. SUAMI JARANG SHALAT, ISTRI MENOLAK HUBUNGAN INTIM
  3. MENGINJAK KESET YANG KENA CIPRATAN AIR MENYUCIKAN NAJIS
  4. AKSESORI KEPALA TENGKORAK TIGA DIMENSI
  5. LELUCON REAL MADRID MENJADI REAL MAGHRIB
  6. FEE KOMISI DARI BANK SYARIAH DAN KONVENSIONAL
  7. CARA KONSULTASI AGAMA


JAWABAN

1. Hukumnya tidak sah karena membuat air jadi musta'mal menurut empat madzhab fikih kecuali madzhab Maliki. Menurut Maliki, hukumnya makruh. Imam Nawawi dalam Al-Majmuk, hlm. 1/150, menyatakan:

قد ذكرنا أن المستعمل طاهر عندنا بلا خلاف وليس بمطهر على المذهب وفي المسألتين خلاف للعلماء.

Artinya: Sudah kami sebut bahwa air musta'mal itu suci menurut madzhab Syafi'i tanpa perbedaan tapi tidak menyucikan menurut pendapat yang terpilih. Dalam kedua hal ini terdapat khilaf ulama.

Dalam sebuah hadits sahih riwayat Muslim dari Abu Hurairah ia berkata:

لَا يَغْتَسِلْ أَحَدُكُمْ فِي الْمَاءِ الدَّائِمِ [الراكد]، وَهُوَ جُنُبٌ. فَقَالَ: كَيْفَ يَفْعَلُ يَا أَبَا هُرَيْرَةَ؟. قَالَ : يَتَنَاوَلُهُ تَنَاوُلًا.

Artinya: Hendaknya seseorang tidak mandi dalam air yang diam (tidak mengalir) sedang dia dalam keadaan junub. Orang bertanya: "Bagaimana caranya wahai Abu Hurairah?" Ia menjawab, "Dengan mengambil air (dengan gayung, dsb)."

Al-Hafidz Al-Iraqi dalam Tarh Al-Tatsrib fi Syarh Al-Taqrib, hlm. 2/34, menyatakan:

اسْتَدَلَّ بِهِ الشَّافِعِيُّ وَالْجُمْهُورُ عَلَى أَنَّ الْمَاءَ الْمُسْتَعْمَلَ مَسْلُوبُ الطَّهُورِيَّةِ ، فَلَا يَتَطَهَّرُ بِهِ مَرَّةً أُخْرَى ، وَلَوْلَا أَنَّ الِاغْتِسَالَ فِيهِ يُخْرِجُهُ عَنْ كَوْنِهِ يَغْتَسِلُ بِهِ مَرَّةً أُخْرَى لَمَا نَهَى عَنْهُ

Artinya: Imam Syafi'i dan jumhur (mayoritas) ulama berargumen dengan hadis ini bahwa air musta'mal tidak bisa dibuat bersuci, tidak bisa dibuat bersuci dua kali. Seandainya mandi di dalam air mengeluarkan status air dari bisa dipakai lai niscaya tidak dilarang melakukan itu.

Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam Fathul Bari, hlm. 1/347, menjelaskan maksud kalimat " يَتَنَاوَلُهُ تَنَاوُلًا" dalam hadits ini demikian:

فَدَلَّ عَلَى أَنَّ الْمَنْعَ مِنَ الِانْغِمَاسِ فِيهِ لِئَلَّا يَصِيرَ مُسْتَعْمَلًا ، فَيَمْتَنِعُ عَلَى الْغَيْرِ الِانْتِفَاعُ بِهِ ، وَهَذَا مِنْ أَقْوَى الْأَدِلَّةِ عَلَى أَنَّ الْمُسْتَعْمَلَ غَيْرُ طَهُورٍ

Artinya: Ini menunjukkan bahwa larangan untuk memasukkan anggota tubuh ke dalam air adalah agar supaya air tidak menjadi musta'mal sehingga tercegah bagi yang lain mengambil manfaat darinya. Ini adalah dalil terkuat bahwa air mustakmal tidak menyucikan.

Kondisi ini apabila air kurang dari dua kulah. Apabila air lebih dari dua kulah, maka tidak masalah memasukkan anggota badan ke dalam air untuk berwudhu atau mandi besar. Baca detail: Air Dua Qullah dan Air Musta'mal

______________________


SUAMI JARANG SHALAT, ISTRI MENOLAK HUBUNGAN INTIM

assalamualaikum al khoirot,

mau bertanya bagaimana hukumnya terhadap istri suami yg tidak sholat atau sholat tapi masih bolong-bolong, tidak pernah mengajarkan istri anak ttg agama atau sholat berjamaah? namun kepribadiannya sangat baik, sering bersedekah dan menolong orang lain..
1. Dosakah istri yang menolak suami berhubungan dikarenakan suami belum melaksanakan sholat?

Wassalamualaikum wr wb

JAWABAN

1. Tidak menolak hubungan intim selamanya maka itu dosa. Namun kalau menolaknya itu bersifat sementara dengan niat agar suami mau shalat maka itu boleh sebagai langkah amar makruf nahi munkar (memerintahkan kebaikan dan melarang keburukan).

Perlu diketahui, bahwa taat pada perintah atau keinginan suami itu wajib selagi tidak berlawanan dengan syariah. Baca detail: Hak dan Kewajiban Suami Istri

Kalau ingin suami suami semakin baik Islamnya, ajaklah dia bersilaturahmi ke kyai atau ustadz secara berkala atau mengahadiri majelis taklim sesekali.

______________________


MENGINJAK KESET YANG KENA CIPRATAN AIR MENYUCIKAN NAJIS

Assalamualaikum.....
maaf sebelumnya mau bertanya sekaligus konsultasi... ini tentang masalah fiqih khususnya di bab thoharah yang bersangkutan dengan najis.... jika ada benda ( kesed/lap kamar mandi) yang terciprat air dari bekas mencuci najis. terus saya menginjak seluruh lantai yang ada di rumah dengan kaki yang begitu (telah menginjak lap tadi)..
1. apakah seluruh lantai itu terkena najis apa tidak?
2. dan jika terkena najis bagaimana saya harus mensucikannya? apa harus di banjur seluruh lantai yang ada di rumah?

terimakasih atas jawabannya mohon maaf atas segala kekurangannya..wassalamualaikum wr. Wb.

JAWABAN

1. Tergantung najis yang disucikan. Kalau najis hukmiyah maka air yang dibuat menyucikan itu suci sejak siraman pertama. Apabila demikian, maka cipratan air itu suci. Apabila najis yang disucikan itu ainiyah (masih ada benda najisnya) maka benda baru suci setelah benda najisnya hilang. Kalau setelah dua kali siraman benda najis hilang, maka siraman kedua itu status air suci sedangkan status air siraman pertama najis. Baca detail: Najis dan Cara Menyucikan

2. Kalau najis ainiyah dan cipratannya saat najis itu masih ada, maka najis dan harus disiram semua yang terkena najis. Namun demikian, kalau cipratannya itu sedikit, maka hukumnya dimaafkan. Baca detail: Najis yang Dimaafkan

______________________


AKSESORI KEPALA TENGKORAK TIGA DIMENSI

Assalamu'alaikum Ustadz.
1. apa hukumnya memakai aksesoris (kalung, cincin, jam tangan, dsb) yang berbentuk kepala tengkorak tiga dimensi (tiga dimensi seperti patung).
Syukran Ustadz.

JAWABAN

1. Memakai benda tiga dimensi dalam bentuk kepala saja itu tidak apa-apa berbeda halnya dengan dalam bentuk sempurna kepala dan tubuh. Baca detail: Hukum Topeng Kayu dan Patung Kepala Kuda

______________________


LELUCON REAL MADRID MENJADI REAL MAGHRIB

Sebagaimana yang kita tahu "real madrid" merupakan klub sepakbola terkenal, bila kata "madrid" dihilangkan dan diganti dengan kata maghrib, akan menjadi "Real Maghrib" yang ingin saya tanyakan
1. berdosakah apabila kita mengganti kata "real madrid" menjadi "real maghrib" sebagai bahan lelucon?
2. apakah jika kita mengucapkan kata "real maghrib" untuk lelucon akan menyebabkan kita mendapat dosa murtad secara ucapan karena telah mempermainkan kata "maghrib"?

JAWABAN

1. Tidak apa-apa.
2. Tidak murtad karena itu tidak terkait dengan kekufuran atau keingkaran pada Islam. Baca detail: Penyebab Murtad
______________________


FEE KOMISI DARI BANK SYARIAH DAN KONVENSIONAL

Ass.Wr.Wb.

Ustadz,

Saya seorang Wiraswastawan.

Saya bekerja sama dengan 2 bank, yang satu Bank Konvensional & yang satunya lagi adalah Bank Syariah. Kerjasama yang dijalin adalah kerjasama dalam penjualan produk Bank khususnya Produk Kredit. Saya menjualkan produk Kredit bank & Bank membayar fee sesuai jumlah produk (Kredit Cair) yang berhasil saya jual.

Fee yg didapat adalah sbb :

1. Fee Pencairan ( 3,5% dari Total Pencairan )
2. Fee Refund Margin/ Refund Bunga per Bulan( 6% x Margin/Bunga )

Contohnya :

Kredit Cair : 1 M
Bunga/Margin per Bln : 10.000.000,-

Fee :

1. Fee Pencairan : 3,5% X 1M = 35 jt
2. Fee Refund Margin : 6% X 10.000.000,- = 600.000,- per Bulan

Pertanyaan saya,
1. Bagaimana hukumnya menerima Fee-fee tersebut, Baik Fee dari Bank Konvensional Maupun Bank Syariah ?

Atas perhatiannya saya ucapkan terima kasih yg sebanyak-banyaknya.

Wassalamualaikum Wr.Wb.

JAWABAN

1. Hukum bank konvensional adalah riba dan haram menurut mayoritas ulama dan bukan riba dan halal menurut sebagian ulama yang lain. Apabila kita mengikuti pendapat yang pertama, maka mendapat fee dari menjadi makelar (reseller) barang haram adalah haram. Sedangkan kalau mengikuti pendapat kedua, maka hukumnya halal.

Adapun menjadi reseller dari bank syariah, maka tidak masalah menurut ulama kontemporer. Baca detail: Hukum Bank Konvensional
Read More...

Wanita Haid di Teras Halaman Masjid

Wanita Haid di Teras Halaman Masjid
PEREMPUAN HAID DI TERAS DAN HALAMAN MASJID

9. A.. bolehkah kalau kita sedang ber hadats besar duduk diteras masjid dan pekarang masjid tapi tidak sampai masuk kedalam masjid ?
B.. apakah kita sudah murtad merokok dalam masjid ?

3. misalkan kita mempunyai teman baru, terus pernah kita lihat teman kita itu pergi beribadah kegereja, tapi kita belum yakin apa teman kita itu benar2 orang kristen apa bukan, mungkin saja dia pergi kegereja cuma untuk main-main, pertanyaanya.

TOPIK SYARIAH ISLAM
  1. PEREMPUAN HAID DIAM DI TERAS MASJID, BOLEHKAH?
  2. ORANG HADAS BESAR DIAM DI HALAMAN MASJID, BOLEHKAH?
  3. MENYEBUT KRISTEN ORANG YANG MASUK GEREJA
  4. SEMUA AGAMA SELAIN ISLAM ITU KAFIR
  5. MEMAKAI HUKUM SELAIN ALLAH
  6. HIBAH DENGAN BERCANDA APAKAH SAH?
  7. CARA KONSULTASI AGAMA

A.. apakah kita sudah wajib mengkafirkan teman kita tadi ?
B.. kalau tidak mengkafirkan teman kita tadi apakah kita sudah murtad karena kita masih ragu dia benar kafir atau tidak ?
C.. misalnya kita melihat ada orang yang menyembah matahari, apakah kita wajib langsung mengkafirkan orang itu ? kalau kita tidak mengkafirkan orang yang menyembah matahari tadi apakah kita jadi murtad ?, kita takut saja langsung menghakimi orang itu kafir, takut nantinya salah apa yang kita hakimi.

4. A.. apa hukumnya orang yang berdoa kepada pohon besar atau berdoa meminta kepada kuburan. misalnya minta pada pohon atau kuburan tadi untuk dijaga kebun atau sawahnyanya atau meminta ditambahkan rezekinya .
B.. misalkan hari sedang hujan terus kita bilang berhenti lah hujan.,apakah kita sudah termasuk meminta pada hujan, niat hati tidak ada minta sama hujan cuma bicara saja seperti itu ?
C.. kalau kita tidak tau hukum sesuatu halal atau haram, kita diam saja mengatakan halal tidak dan mengatakan haram tidak, apakah kita bisa murtad diam seperti itu ?

5. A.. apakah semua orang selain beragama islam baik itu yahudi,kristen,hindu budha atau orang tidak beragama apakah mereka semuanya dianggap kafir ?
B.. apa beda kafir sama musyrik ?

6. kafirkah tidak berhukum dengan hukum allah ?

7. misalkan kita bercanda pada teman seperti bilang " hey teman jangan mencuri, mencuri itu dosa" kita bicara bicara seperti itu pada teman tujuannya bercanda dan sekedar untuk tertawa biasa... bukan tertawa untuk mengolok olok larangan allah, juga tidak ada niat mengolok syariat islam dan juga tidak ada niat untuk menasehati teman jangan mencuri, cuma bilang untuk bercanda dan tertawa biasa saja.. apakah perbuatan seperti itu termasuk perbuatan mengolok-olok yang dikatakan dalam surat AT Taubah 65-66 yang bisa membuat kita murtad ?

8. apa hukum menyanyikan ayat ayat alquran yang di iringi musik ?

10. kalau kita bercanda pada teman, misalnya kita bilang "hey kawan ini motor aku berikan sama kamu", tapi dalam hati tidak ingin memberikan motor itu pada teman kita tadi, apakah motor tersebut masih sah punya kita ?

11. apa arti bahasa arab yang ada disekeliling lambang Halal pada makanan dan minuman yang dibuat oleh MUI, apakah itu bahasa arab biasa atau ayat ayat allah ?

12. kalau lantai rumah kita diinjak teman yang lansung masuk memakai sepatu, kita tidak tau di sepatunya entah ada najis atau tidak, apakah boleh menganggap lantai kita masih suci ?

Mohon maaf kalau pertanyaan ini merepotkan pak ustadz, sekali lagi terima kasih karena saya sangat terbantu dengan adanya konsultasi masalah agama dari pondok pesantern Alkhoirot ini, paling tidak hati saya jadi agak tenang mendapat jawaban2 dari permasalahan agama yang tidak saya ketahui selama ini.


JAWABAN


WANITA HAID DAN HADAS BESAR DIAM DI TERAS MASJID DAN HALAMAN MASJID

9.A. Teras masjid termasuk bagian dari masjid jadi tidak boleh duduk di situ bagi orang (pria wanita) hadas besar atau wanita haid. Sedangkan pekarangan atau halaman masjid bukan termasuk masjid maka dibolehkan diam di situ bagi orang hadas besar atau haid. Imam Nawawi dalam Al-Majmuk menyatakan:

ومن المهم بيان حقيقة هذه الرحبة. قال صاحب الشامل والبيان: المراد بالرحبة ما كان مضافاً إلى المسجد محجراً عليه، قالا: والرحبة من المسجد، قال صاحب البيان وغيره: وقد نص الشافعي على صحة الاعتكاف في الرحبة. قال القاضي أبو الطيب في المجرد: قال الشافعي: يصح الاعتكاف في رحاب المسجد لأنها من المسجد. انتهى

Artinya: Termasuk yang penting adalah menjelaskan maksud sebenarnya dari teras atau tambahan mesjid ini (al-Rahbah). Penulis buku al-Syamil dan al-Bayan menyatakan: Yang dimaksud dengan teras (tambahan) adalah sesuatu yang ditambahkan pada mesjid yang ditembok padanya. Keduanya berkata: Teras (tambahan mesjid) termasuk bagian dari mesjid. Penulis kitab al-Bayan dan selainnya menyatakan: Imam al-Syafi’i telah menjelaskan bahwa i’tikaf sah (boleh) pada teras mesjid. Al-Qodhi Abu Thoyyib dalam al-Mujarrad berkata: Imam al-Syafi’i berkata: “Dianggap sah i’tikaf di teras Mesjid sebab ia termasuk dalam bagian Mesjid”

Sedangkan diam di halaman masjid tidak apa-apa. Berdasarkan sebuah hadits sahih riwayat Bukhari dari Ummu Atiyah ia berkata:

أمرنا تعني النبي صل الله عليه و سلم أن نخرج في العيدين العواتق ذوات الخدورو و أمر الخيض أن يعتزلن مصلى المسلمين
Artinya: Nabi memerintahkan kepada kami untuk keluar rumah pada dua hari raya, termasuk remaja putri dan gadis pingitan, dan beliau memerintahkan wanita yang haid untuk menjauhi tempat shalat.

Adapun dalil dilarangnya wanita haid diam di masjid adalah QS An-Nisa:43

ولا جنبا الا عابري سبيل حتى تغتسلوا

Artinya: Dan (jangan pula menghampiri masjid) sedang kamu dalam keadaan junub, kecuali sekedar berlalu saja, sampai kamu mandi.

Dan hadis riwayat Abu Daud berikut:

لا أحل المسجد لحائض ولا جنب

Artinya: Tidaklah halal masjid untuk orang yang haid dan junub

Baca detail:
- Hukum Wanita Haid
- Hukum Orang Junub (Hadas Besar)

9.B. Tidak. Karena hukum merokok itu masih menjadi perbedaan ulama antara makruh dan haram. Baca detail: Hukum Merokok dalam Islam


MENYEBUT KRISTEN ORANG YANG MASUK GEREJA

3.A. Tidak ada kewajiban kita untuk menyatakan seseorang yang pernah ke gereja itu sebagai orang Kristen; atau yang ke Vihara itu sebagai orang Buddha, dst.
3.B. Tidak murtad. Karena menilai orang lain itu bukan tugas individu muslim. Tugas seorang muslim adalah melaksanakan kewajiban dan menjauhi larangan syariah. Menyatakan seseorang itu kafir atau bukan itu tidak termasuk kewajiban.
3.C. Makanya tidak perlu memberi penilaian. Tidak memberi penilaian kepada agama seseorang itu lebih baik daripada memberi penilaian kafir lalu salah. Baca detail: Hukum Mengkafirkan Sesama Muslim

4.A. Hukumnya murtad.
4.B. Tidak apa-apa.
4.C. Tidak murtad.


SEMUA AGAMA SELAIN ISLAM ITU KAFIR

5.A. Ya. Semua agama saat ini yang selain Islam disebut kafir karena menyekutukan Allah suatu kesalahan terbesar dalam ajaran Islam. Yang dimaksud menyekutukan atau syirik adalah menyembah pada selain Allah seperti yang dilakukan Hindu, Buddha atau menyembah Allah ditambah menyembah yang lain seperti Kristen dan Yahudi, lihat QS At-Taubah 9:30

5.B. Sama. Kedua istilah ini untuk orang kafir. Hanya aliran Wahabi Salafi yang suka memberi label syirik dan musyrik pada sesama muslim. Baca: Apa itu Wahabi Salafi?


MEMAKAI HUKUM SELAIN ALLAH

6. Tergantung apa yang dimaksud dengan kalimat tersebut. Kalau itu artinya adalah menghalalkan yang haram, mengharamkan yang halal, tidak menganggap wajib perkara yang wajib, maka dianggap murtad. Baca detail: Penyebab Murtad dan Kafir

7. Tidak termasuk. Karena dalam ucapan tersebut tidak ada unsur mengolok-ngolok.
8. Boleh kalau mengikuti pendapat ulama yang tidak mengharamkan musik dan haram kalau kita ikut ulama yang berpendapat bahwa musik itu haram. Baca detail: Hukum Musik dalam Islam.


HIBAH DENGAN BERCANDA APAKAH SAH?

10. Suatu transaksi bisnis, baik itu jual beli atau hibah, itu baru terjadi kalau (a) ada kerelaan dari kedua belah pihak, lihat QS An-Nisa 4:29; (b) adanya serah terima barang. Kalau salah satu atau kedua unsur ini tidak ada maka transaksi belum terjadi. Anda bisa bilang padanya, "Saya cuma canda, kok" kalau seandainya dia menganggapnya serius. Baca detail: Bisnis dalam Islam http://www.alkhoirot.net/2014/08/bisnis-dalam-islam.html

Baca juga: Hibah dalam Islam

11. Sama dengan tulisan latinnya yaitu Majelis Ulama Indonesia. Jadi, bukan ayat Allah.

12. Boleh karena asal dari tanah itu suci kecuali jelas ada najis di sepatunya.
Read More...

Buku Islam Terbitan Al-Khoirot