Konsultasi Syariah Islam

Konsultasi syariah hanya akan dilayani apabila dikirim via email ke: alkhoirot@gmail.com

Subscribe Us

Suka artikel kami? Dapatkan update terbaru langsung ke email Anda!

ATAU
Feed KSIA

Friday, February 24, 2017

Mengambil Barang yang Rusak
MENGAMBIL BARANG YANG SUDAH RUSAK

Assalamualaikum wr.wb
Pak ustadz saya ada pertanyaan begini pak kakak saya kan bekerja di sebuah pabrik lensa kamera pak. beberapa waktu yang lalu kakak saya pulang kerumah membawa beberapa lensa kecil yang sudah rusak atau kata kakak saya istilahnya NG untuk ditunjukan kepada keluarga pak.

1. pertanyaan saya apakah yang dilakukan kakak saya itu dosa pak .
Saya sempat bertanya kepada kakak saya apa boleh mengambil lensa tersebut kata kakak saya itu lensa lensa yang NG istilahnya jadi dalam proses pembuatan lensa nya ada lensa yang jadi Dan kebanyakan lensa yang lain itu rusak atau NG.

TOPIK SYARIAH ISLAM
  1. MENGAMBIL BARANG YANG SUDAH RUSAK
  2. HARTA UNTUK ANAK SUAMI PERTAMA DAN KEDUA
  3. HUKUM WASIAT BAPAK PADA ANAK
  4. HARTA WARISAN DIBAGI TIDAK BERDASARKAN SYARIAH
  5. BAGIAN WARIS CUCU
  6. WAKTU SHALAT HAJAT DAN SHALAT TAUBAT
  7. CARA KONSULTASI AGAMA

2. Apa lensa lensa kecil yang rusak itu wajib dikembalikan karena kata kakak saya kalau tidak salah lensa seperti itu akan dihancurkan nanti pak. Dan lensa lensa kecil itu pun sepertinya sudah tidak dibutuhkan lagi oleh pabriknya. Dan sekarang pun lensa nya sepertinya pada hilang dirumah pak. Karena jarang saya temui lagi...
Mohon jawabannya pak??


JAWABAN MENGAMBIL BARANG YANG SUDAH RUSAK

1. Cara terbaik untuk menanyakan boleh tidaknya mengambil barang pabrik yang rusak itu adalah dengan bertanya pada pemilik pabrik atau pada pihak manajemen yang punya otoritas dalam soal ini. Apabila menurut pihak terkait dibolehkan, maka hukumnya boleh.

2. Lihat poin 1. Baca detail: Bisnis dalam Islam


HARTA UNTUK ANAK SUAMI PERTAMA DAN KEDUA

Assalamualaikum
maaf misalkan ada seorang nenek yang menikah 2 kali karena bercerai dengan suami yang pertama, lalu nenek ini menikah lagi. nenek ini memiliki 1 orang anak perempuan dari pernikahan yang pertama, dan 4 orang anak, 1 anak laki laki dan 3 anak perempuan dari pernikahan yang ke 2. nenek ini memiliki harta warisan dari suami yang ke 2. yang saya ingin tanyakan,

1. apakah anak nenek dari suami yang pertama mempunyai hak atas warisan nenek tersebut?
2. jika ada, seperti apa perhitungan nya ya?
terima kasih sebelumnya.

JAWABAN

1. Kalau harta itu sudah menjadi hak milik dari nenek tersebut, maka seluruh anak kandungnya berhak mendapatkan warisan. Baik dari suami pertama maupun dari suami kedua.

2. Jumlah total anak kandung nenek 5 orang. Keempat anak perempuan masing-masing mendapat 1/6, sedangkan 1 anak lelaki mendapat 2/6. Baca detail: Hukum Waris Islam


HUKUM WASIAT BAPAK PADA ANAK

Assalamu'alaikum.. Pak saya mau Tanya ttg
pembagian harta warisan bapak saya.
Bapak saya meninggal pada 13 Feb 2015. Ahi waris yang masih hidup ibu saya Dan anak 5 org. 1 lelaki Dan 4 perempuan. Kami semua sudah berumah tangga. Yang no 1, ada 2org anak, 1lelaki 1 perempuan. No. 2, tidak ada anak. No 3, ada 1 anak ( perempuan). No 4 ( lelaki), tidak ada anak. No. 5, ada 3 org anak. (semua perempuan).

Bapak saya ada 2 Buah rumah. 1 besar 1 kecil. Wasiatnya (tapi hanya ucapan), Rumah kecil untuk anak lelaki. Dan Rumah besar untuk kami perempuan di bagi sama. Dan seandainya dijual berilah uang sedikit untuk anak lelaki. Lebihnya kita perempuan bagi. Untuk pengetahuan bapak depan Rumah kami ada 2 toko.

Yang jadi masalah semua berebut mau toko itu. 2 Buah toko itu terjadi adanya Dana keuangan Dari anak. ( 2 toko 2 org anak). Bapak saya masih mempunyai 2 org saudara. Kakak perempuan. Dan 1 adik lelaki. Masalah Sekarang ada anak perempuan yang menuntut hak. Ada yang mau rumah dijual, ada yang tak mau rumah dijual. Mohon bantuannya pak.. Terimakasih.. Wassalam.

JAWABAN

Pertama yg perlu diketahui bahwa wasiat almarhum bapak kepada ahli waris itu tidak berlaku. Wasiat hanya sah apabila diwasiatkan pada non-ahli waris. Oleh karena itu, seluruh harta harus diwariskan menurut pembagian waris Islam yang berlaku. Baca detail: Wasiat dalam Islam

Kedua, ahli waris dalam kasus di atas adalah istri dan anak-anak kandung. Sedangkan cucu tidak mendapat warisan karena terhalang adanya anak kandung.

Ketiga, cara pembagian warisan adalah sbb:
(a) Istri mendapat 1/8
(b) Sisa yang 7/8 diberikan kepada seluruh anak kandung di mana anak lelaki mendapat bagian dua kali lipat dibanding anak perempuan. Dalam kasus di atas, 1 anak lelaki mendapat 2/6, sedangkan keempat anak perempuan masing2 mendapat 1/6. Baca detail: Hukum Waris Islam


HARTA WARISAN DIBAGI TIDAK BERDASARKAN SYARIAH

Yth : Dewan Pengasuh dan Majelis Fatwa Pondok Pesantren Al-Khoirot Malang

Assalamu'alaikum Wr.Wb,

kepada kyai, ustadz, ustadzah yg saya hormati, ada yang ingin saya ketahui mengenai Syariat Islam dari hak waris anak yang selama ini membuat saya tidak tenang.

Saya adalah anak laki-laki mempunyai saudara perempuan, bapak saya sudah meninggal. Setelah bapak meninggal rumah dijual dan dibelikan masing2 anak 1 rumah dan ibu membeli rumah paling besar dan sisa uang dari penjualan rumah disimpan ibu yang pada akhirnya uang tersebut habis. Saya anak laki2 memang mendapatkan sebuah rumah tapi karena tidak bekerja akhirnya rumah dijual untuk modal dan saya tinggal bersama ibu, pada akhirnya usaha yg saya jalankan tidak sukses dan bangkrut. Pada akhirnya saya menyalahkan ibu yang tidak membagikan harta waris sesuai syariat islam yg saya ketahui bahwa anak laki2 2/3 anak perempuan 1/3 dan ibu 1/8 .

1. Jadi sebenarnya harusnya gimana ya saya bersikap, karena selama ini sy menyalahkan ibu walaupun tidak sy ungkapkan kepada ibu.

mohon bimbingannya supaya hati saya lega dan tenang. Terima kasih. Wassalamu'alaikum Wr.Wb

JAWABAN

1. Pada dasarnya, memang harta warisan harus dibagikan menurut syariat Islam. Dalam kasus di atas (a) istri mendapat 1/8; (b) sisanya yang 7/8 diberikan pada kedua anak di mana anak lelaki mendapat 2/3, dan anak perempuan mendapat 1/3.

Namun demikian, apabila seluruh ahli waris rela dan menerima untuk dibagi secara merata atau rela dibagi menurut kemauan ibu anda, maka itu juga tidak masalah. Ibu anda tidak berdosa. Baca: Membagi Warisan secara Merata

Namun, kalau salah satu ahli waris ada yang tidak rela atas pembagian non-syariah, maka pelaku pembagian -- ibu anda dalam kasus di atas -- berdosa karena dia telah merampas bagian hak ahli waris yang lain. Baca detail: Hukum Waris Islam

Sekarang nasi sudah jadi bubur, maka sebaiknya anda relakan saja cara ibu anda membagi warisan tersebut agar beliau tidak terbebani dosa. Itu menjadi salah satu cara kedua anaknya untuk berbakti pada ibu yang telah berjasa besar membesarkannya dengan penuh kasih sayang.
Baca detail: Hukum Taat Orang Tua


BAGIAN WARIS CUCU

saya ingin bertanya
saya punya kakek yg mempunyai 3 orang anak perempuan dan 2 orang anak laki laki. kakek saya sudah meninggal
status saya adalah cucu perempuan dari anak laki laki
apakah saya sebagai cucu punya hak waris dalam hukum agama maupun perdata jika ayah atau paman saya tidak ada ..
terima kasih

JAWABAN

Menurut hukum waris Islam, cucu tidak mendapat warisan selagi masih ada anak kandung. Baca detail: Hukum Waris Islam

Namun, menurut KHI (Kompilasi Hukum Islam) yang dipakai sebagai panduan oleh Pengadilan Agama, cucu mendapat warisan walaupun masih ada anak kandung. Baca: Bagin Cucu menurut KHI


WAKTU SHALAT HAJAT DAN SHALAT TAUBAT

Selamat sore maaf mau menanyakan untuk pelaksanaan sholat hajat dan taubat yang benar dilaksanakan tepatnya jam berapa?terimakasih

JAWABAN

Shalat hajat, lihat: Shalat Hajat
Shalat taubat, lihat di sini.
Read More...

Bisnis Haram Ayah Ibu
IBU JUALAN BARANG HARAM

Assalamualaikum Ustadz,

Saya ingin bertanya, sebelumnya saya ingin menjelaskan sedikit hal. Begini pak ustadz, ibu saya mencari uang untuk kebutuhan sehari-hari namun saya tahu caranya tidak halal yaitu membuka usaha karaoke dan menjual barang-barang haram seperti miras. Hasil dari usahanya itu di belanjakan untuk makanan dll, tapi dalam hal ini saya juga memberikan uang kepada ibu saya per-bulannya dengan hasil kerja saya di pabrik meubel. Saya juga sudah minta ibu saya berhenti melakukan usahanya tersebut tapi ibu saya tidak mendengarkan. Sedangkan saya punya 3 adik dan saya selalu kepikiran soal ini. Saya tidak bermaksud memojokkan ibu saya tapi saya sangat bimbang.

TOPIK SYARIAH ISLAM
  1. IBU JUALAN BARANG HARAM
  2. SAAT MENIKAH SUDAH HAMIL 1 BULAN
  3. NIKAH DENGAN WALI HAKIM
  4. PERSIAPAN PERNIKAHAN
  5. ISTRI TIDAK SETUJU SUAMI POLIGAMI
  6. CARA KONSULTASI AGAMA
Pertanyaan :

1. Apa saran pak ustadz untuk masalah saya ini?
2. Apakah dibenarkan jika saya meninggalkan rumah karena ibu saya masih menjalankan bisnisnya itu? dengan catatan berarti saya juga meninggalkan adik-adik saya yang tidak tahu apa-apa.
3. Apakah do'a - do'a saya tidak akan diterima jika saya masih makan makanan yang saya sudah tahu dari mana hasilnya?
4. Apa yang harus saya lakukan pada barang-barang yang telah ibu saya berikan?
5. Apakah saya harus memberitahu adik-adik saya tentang masalah ini? (adk 22thn, 6thn, 4thn)

Terimakasih Ustadz untuk jawabannya.


JAWABAN IBU BISNIS BARANG HARAM

1. Kewajiban anda adalah mengingatkan ibu. Apabila hal itu sudah dilakukan, maka anda tidak lagi berdosa. Namun demikian, tidak ada salahnya apabila anda selalu mengingatkan dia setiap kali dianggap tepat waktunya. Cara lain adalah anda coba meminta tolong pada seorang ustadz atau kyai agar menasihati ibu anda dalam soal ini terutama jangan sampai anak-anak menjadi korban. Baca detail: Dosa Besar dalam Islam

2. Sebaiknya rencana meninggalkan rumah itu dimusyawarahkan dengan ibu dan dijadikan senjata untuk "merayu" ibu agar berhenti dari bisnis haramnya. Kalau cara ini tidak berhasil, maka tidak masalah anda tinggal terpisah dengan ibu untuk menghindari makanan haram. Karena, ketaatan pada orang tua itu sebatas tidak disuruh berbuat dosa. Namun demikian, silaturahmi tetap harus dijaga. Baca detail: Hukum Taat Orang Tua

3. Ya. Baca: Agar Doa Terkabul

4. Berikan pada fakir miskin. Baca: Harta Campuran Halal Haram

5. Yang usia 22tahun perlu diberitahu.


SAAT MENIKAH SUDAH HAMIL 1 BULAN

Assallamualaikum wr.wb.
Dari pertanyaan saya kemarin saya masih belum jelas...Pasangan itu tadinya sudah acara lamaran dan kurang 1bulan lagi menikah tapi kemudian mereka berzina..dan tiba di saat hari H pernikahan si cwek tidak tau kalo dirinya belum dapet haid..bagaimana nasab anak trb

JAWABAN

Anak tsb tetap sah menjadi anak dari ayah biologisnya yg menikah dg
ibunya secara sah. Baca detail: Pernikahan
Wanita Hamil Zina dan Status Anak



NIKAH DENGAN WALI HAKIM

Assalamualaikum pak ustad

Saya bertanya secara syariah mengenai
Pernikahan dengan seorang janda tanpa diwali dan sebelum pernikahan sang anak
Minta restu dan di walikan. jawab ayahnya dengan suka rela "karena kamu sudah dewasa terserah kamu.dan direstui cuman tdk mau hadir sebagai wali.dan pernikahan di pakai wali hakim serta 2 saksi.
Apa kah syah pernikahan tersebut.
Sebelum dan sesudahnya banyak terima kasih atas bantuannya dan jawaban pak ustad

Wassalamualaikum

JAWABAN

Hukum nikahnya sah dengan wali hakim. Statusnya bisa sebagai wakil dari wali asli. Baca detail: Wali Hakim dalam Pernikahan


PERSIAPAN PERNIKAHAN

Assalamualaikum ustadz ,

Saya mau konsultasi perihal persiapan pernikahan saya , jadi begini ceritanya ustadz , calon istri saya merupakan anak hasil hamil diluar nikah (menurut cerita calon istri saya) sedangkan orang tuanya status pernikahannya nikah siri ustadz , sejak kecil calon istri saya diakui di akte kelahiran oleh kakeknya dari pihak bapaknya, sedangkan kakeknya ini sudah meninggal ustadz beberapa waktu yang lalu , yang mau saya tanyakan :

1. Nanti waktu saya melangsungkan akad nikah , yang disebutkan / yang dijadikan wali itu siapa ya ustadz ?
2. Apakah boleh bapak biologisnya itu dijadikan wali atau disebutkan saat akad nikah ?

Terima kasih atas waktunya .

JAWABAN

1. Kalau ayah biologisnya itu menikahi ibunya saat hamil, maka nikah sirinya itu sah. Dan ayah biologis sah menjadi ayahnya secara agama. Baca detail: Pernikahan Wanita Hamil Zina dan Status Anak

2. Boleh.


ISTRI TIDAK SETUJU SUAMI POLIGAMI

Ustadz saya mau tanya. Saat ini istri balik kerumah orang tuanya (di Makassar) untuk kedua kalinya, karena saya mempunyai niat untuk berpoligami. saat ini pihak keluarga istri & keluarga saya menolak
rencana poligami ini. pihak keluarga istri bahkan mendatangi pihak perempuan calon istri ke2 dengan mencaci maki. pihak keluarga istri bahkan meminta jangan ada komunikasi antara istri & anak-anak saya
sampai saya berjanji tidak akan poligami. saya mengingatkan yang paling berhak terhadap istri adalah suaminya. tapi keluarga istri & istri mengajukan syarat kalau mau balikan sama istri harus berjanji tidak poligami. Kalau poligami istri lebih memilih cerai. saya sangat ingin mempertahankan rumah tangga saya.

1. kalau saya berjanji saat ini untuk tidak poligami, tapi suatu saat saya poligami bagaimana hukum pernikahan kami.

Mohon di jawab

Terimakasih

JAWABAN

1. Itu tidak akan berpengaruh pada status pernikahan anda baik dengan istri pertama maupun dengan istri kedua kelak. Dalam pernikahan yang terpenting adalah terpenuhinya syarat dan rukun nikah yakni adanya wali, dua saksi dan ijab kabul. Baca detail: Pernikahan Islam

Namun demikian, kalau memang anda sangat kuat keinginan untuk menjaga keutuhan rumah tangga yang sekarang, maka sebaiknya niat poligami itu diurungkan.
Read More...

Saturday, February 18, 2017

Gaji Pegawai IT Bank Konvensional
GAJI PEGAWAI BANK BIDANG IT

Ass Wr Wb , ustadz.

Perkenankan , ada seseorang yang saat ini sangat membutuhkan pandangan , perspektiv , bahkan saran , berkaitan pekerjaannya . Yang bersangkutan bekerja di bidang IT (information technology) service di bank konvensional, apa gaji yang diterimanya itu berkategori haram ato halal ?.

Hal ini menimbulkan ada kebimbangan (keraguan) , karena apa yang bersangkutan kerjaan itu tidak terkait langsung dengan bunga bank dan itu berbeda dengan pekerjaan treasury, atau fund manager, dan lain-lain, sedangkan pekerjaan yang bersangkutan itu memberikan jasa Information Technology Service , dan dibayar oleh bank dari sebagian besar pendapatan bunga dan sedikit dari pendapatan lain-lain

TOPIK SYARIAH ISLAM
  1. GAJI PEGAWAI BANK BIDANG IT
  2. TALAK TAKLIK OTOMATIS SECARA TERTULIS
  3. WARISAN UNTUK 1 ANAK LELAKI DAN 2 ANAK PEREMPUAN
  4. WARISAN UNTUK 9 ANAK KANDUNG 5 PEREMPUAN DAN 4 LAKI-LAKI
  5. BAGIAN WARIS SAUDARA KANDUNG
  6. CARA KONSULTASI AGAMA

Demikian, masalah yang bersangkutan dan berharap dari ustadz ada pandangan atau saran terhadap masalah ini Sebelumnya kami ucapan terimakasih.


JAWABAN

Bagi ulama yang mengharamkan bank konvensional, maka hukum gaji pegawai bank terbagi dua: haram dan halal. Gaji haram apabila bekerja di bagian yang haram seperti layanan kredit. Dan Hukum gajinya halal apabila bekerja di bagian layanan yang tidak mengandung unsur riba seperti layanan transfer, penyimpanan barang, informatika, dll. Baca: Hukum Gaji Pegawai Bank

Adapun bagi ulama yang menghalalkan bank konvensional, maka hukum gaji pegawai bank halal secara mutlak. Baca: Bank Konvensional dalam Islam


TALAK TAKLIK OTOMATIS SECARA TERTULIS

Assallamualaikum.wrwb ...
Saya ingin menanyakan apakah sah suatu talak cerai yg tertulis dan ditandatangani diatas materai oleh suami ??

Dalam surat pernyataan yg di ttd oleh suami intinya adalah .." bila saya melakukan (zina , selingkuh dan sejenisnya) maka secara otomatis jatuhlah talak cerai saya kepada istri saya "
Dan apakah semua yg tertulis di dalam surat pernyataan tsb juga dianggap sah? Seperti mengenai hak atas kekayaan rumah tangga dan hak asuh anak ? , yg sudah ditentukan dalam surat pernyataan tsb

Mohon jawaban ustadz .. terimakasih
Wassalamualaikum.wrwb ..

JAWABAN

Taklik talak atau talak kondisional di mana suami akan menjatuhkan talak apabila istri atau suami melakukan sesuatu di masa depan, maka hukum talaknya jatuh saat kondisi itu terjadi. Seperti dalam kasus di atas. Imam Syairozi dalam kitab Al-Muhadzab menyatakan:

إذا عُلِّق الطلاقُ بشرط لا يستحيل ؛ كدخول الدار ، ومجيء الشهر ، تعلّق به ، فإذا وجد الشرط وقع، وإذا لم يوجد لم يقع

Artinya: Apabila talak digantungkan pada syarat yang tidak mustahil, seperti masuk rumah, datangnya bulan, apabila syarat itu ada maka talak terjadi. Apabila kondisi itu tidak ada maka talak tidak terjadi.

Namun demikian, ucapan talak yang dilakukan secara tertulis hukumnya sama dengan talak kinayah. Artinya, talak baru terjadi apabila disertai niat dari suami. Baca: Talak Secara Tertulis


WARISAN UNTUK 1 ANAK LELAKI DAN 2 ANAK PEREMPUAN

Warisan dari saudara

Assalamualaikum w.w.
Dengan hormat bersama ini saya mohon bantuan Bpk ustad berkenan menjawab pertanyaan saya sehubungan dengan pembagian harta waris yg berasal dari saudara perempuan saya yg telah wafat setahun yg lalu.beliau Meninggalkan sebidang Tanah yang ditaksir bernilai 1milyar rupiah. Sedangkan kedua orang tua kami telah lama wafat, adapun pertanyaan saya sebagai berikut:

1. Berapa Bagian untuk saya anak laki ? Menurut syariat islam :
2. Berapa Bagian untuk saudara perempuan saya(masih hidup) ?
3. Berapa Bagian untuk dua (2) saudara laki-laki (Sudah wafat) ? Tapi beliau
Mempunyai ahliwaris
Demikianlah pertanyaan Dari saya terima kasih atas jawaban dari pak ustad
Semoga Allah slalu merahmati Kita semua Amien

Wasalam

JAWABAN

Kami kurang mengerti penjelasan anda tentang status ahli warisnya. Asumsi kami, ahli warisnya adalah 1 anak lelaki dan 2 anak perempuan. Kalau ini betul, maka dalam kasus di atas, pembagiannya sbb:

(a) 1 anak laki-laki mendapat 2/4
(b) 2 anak perempuan masing-masing mendapat 1/4
Baca detail: Hukum Waris Islam

Kalau asumsi ahli waris di atas tidak benar, harap dijelaskan lagi.


WARISAN UNTUK 9 ANAK KANDUNG 5 PEREMPUAN DAN 4 LAKI-LAKI

Kami keluarga besar.
anak ada 9 orang. Ibu dan Bapak sudah meninggal dunia.
Ibu meninggalkan warisan berupa tanah (sertifikat milik Ibu)
Ibu meninggal bulan 10, 1983
Bpk meninggal bulan 11, 1999

Anak2 ahli waris :
1. laki-laki meninggal tahun 1997 (istri masih hidup, anak 3 perempuan semua)
2 perempuan, masih hidup
3. perempuan, masih hidup
4. laki-laki masih hidup
5. perempuan, meninggal tahun 2014 (suami meninggal, anak: 2 wanita, 1 laki2)
6. perempuan masih hidup
7. perempuan masih hidup
8. laki-laki masih hidup
9. laki-laki masih hidup

mohon penjelasan berapa bagian dari masing2 ahli waris tersebut.

JAWABAN

Pembagian warisan dalam kasus di atas sbb:

(a) Seluruh anak kandung dari no. 1 sampai 9 mendapatkan warisan karena keadaannya masih hidup saat pewaris (ibu) wafat. Di mana keempat anak lelaki masing-masing mendapat 2/13, sedangkan kelima anak perempuan masing-masing mendapat 1/13.

(b) Anak ke-1 karena saat ini sudah meninggal, maka bagiannya yang 2/13 itu diwariskan kepada ahli warisnya dengan pembagian sbb:
(i) istri mendapat 1/8 = 3/24;
(ii) 3 anak perempuan mendapat 2/3 (untuk tiga orang) = 16/24;
(ii) Sisanya yang 5/24 diberikan kepada seluruh saudara kandung pewaris yang masih hidup baik lelaki maupun saudara perempuan, di mana saudara lelaki mendapat dua kalipat dari saudara perempuan.

(c) Anak ke-5 karena saat ini sudah wafat, maka bagiannya yang 1/13 diwariskan kepada ahli warisnya dengan rincian sbb:
(i) 1 anak lelaki mendapat 2/4
(ii) 2 anak perempuan masing-masing mendapat 1/4.

Penting: Rincian pembagian di atas apabila ayah dan ibu pewaris (yakni kakek dan nenek anda) sudah meninggal semua.

Baca detail: Hukum Waris Islam


BAGIAN WARIS SAUDARA KANDUNG

Terima kasih atas di balasnya surat saya, melanjutkan penjelasan saya,
Saya (laki laki) adalah saudara atau Adik kandung dari almarhumah/pewaris.
A. Ayah dan ibu Sudah meninggal.
B. Pewaris tidak punya suami karena belum menikah.
C. Jumlah saudara kandung pewaris 5 orang, 3 laki-laki Dan 2 orang perempuan
2 laki-laki dan 1 orang perempuan sudah meninggal sebelumnya pewaris.
D. Anak tidak punya.

Yang menjadi pertanyaan saya adalah :
1. Berapa bagian saya sebagai adik almarhumah?
2. Berapa bagian kakak perempuan saya yang masih hidup?
3. Apakah keponakan-keponakan saya dari kakak saya laki-laki dan kakak perempuan saya yang sudah meninggal sebelumnya pewaris juga mendapat bagian ?
a. Jika masih ada haknya sebagai ahli waris berapa bagiannya?
b. Jika tidak ada haknya bagaimana solusinya, karena keponakan meminta bagian juga ?

Terima kasih atas jawaban dari pak ustad, mudah mudahan pertanyaan saya
Jelas dan tak membingungkan, sebelum dan sesudahnya saya haturkan terima
Kasih atas jawabannya.

JAWABAN

1. Apabila demikian kasusnya, maka ahli waris dan pembagiannya sbb:
(a) 1 saudara kandung laki-laki mendapat 2/3
(b) 1 saudara kandung perempuan mendapat 1/3
Baca detail: Hukum Waris Islam

2. Keponakan atau anak dari saudara kandung tidak mendapat warisan sama sekali karena terhalang oleh adanya saudara kandung. Lihat: Bagian Waris Keponakan

Namun demikian, tidak ada salahnya apabila anda dan kakak anda menghibahkan sebagian harta waris tersebut kepada para keponakan sesuai keikhlasan ahli waris. Baca: Hibah
Read More...

Thursday, February 09, 2017

Cari Jodoh Gadis Pesantren
PRIA NON-SANTRI INGIN MENIKAHI GADIS PESANTREN

Ringkasan: Umumnya kebijakan

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh pak ustad yang di rahmati Allah swt.
Saya mau minta wejangan ke pak ustad.Jadi 4 bulan yang lalu saya di perkenalkan dengan seorang gadis pesantren oleh saudaraku.Terus sayapun saling kontek satu sama lain.Setelah itu saya di suruh untuk menemui orang tuanya,lalu sayapun menemui orang tuanya dan saya di suruh untuk melamarnya.Jauh-jauh hari sebelum proses lamaran saya menemui dia untuk membicarakan lamaran tersebut apakah dia mau atau tidak di lamar saya,terus dia menjawab mau.dan mau menerima kekurangan saya.Keesokan harinya sayapun melamar dia dan untuk pernikahnnya `harus menunggu ibunya pulang dari luar negeri dulu sekitar setahun lagi.

TOPIK SYARIAH ISLAM
  1. MENIKAHI GADIS PESANTREN
  2. HUKUM WASIAT PEWARIS UNTUK PUTRINYA
  3. SUAMI PERNAH SELINGKUH, ISTRI INGIN CERAI
  4. CARA KONSULTASI AGAMA

Nah selama menunggu ibunya pulang dia ingin melanjutkan lagi mondoknya.Setelah beberapa hari dia mondok lagi dia bikin status di salah satu sosmed dia yaitu calon imamku harus lebih pinter ilmu agamanya dariku minimal sebanding denganku dan imam itu di depan bukan dibelakang,sontak saja saya pun tersindir dengan setatus itu karena aku merasa kurang dalam ilmu agama.Saya pun menghubungi dia tapi tanggapan dia keliatan malas sekali ngobrol dengan saya sampai sekarangpu saya loss kontak..Saya minta saran pak ustad apakah pertunangan ini di putus sekarang atau nunggu mendekati hari h atau di lanjutkan saja.Padahal waktu sebelum lamaran saya sudah ngasih tau dia kalo saya ini ilmu agamanya kurang di banding dia yang udah mondok selama 5 tahun.kalo saya lanjutkan apakah saya bisa mengimbangi ilmu agamanya karena saya sendiri bukan anak pondok.mohon sarannya pak ustad..


JAWABAN MENIKAHI GADIS PESANTREN

1. Kalau anda merasa cocok dengan dia, maka perlu anda klarifikasi ke dia apa dia suka dengan anda. Kalau jawabnya positif, maka statusnya itu maknanya sebagai motivasi bagi anda agar belajar ilmu agama. Maka, ikuti saja kemauannya. Belajarlah ke pesantren. Setidaknya, pelajari ilmu agama dasar yakni ilmu fikih tentang ibadah seperti shalat, puasa, zakat, dan haji. Dan belajarlah membaca Al-Quran dengan baik dan hafalkan Al-Fatihah dan surat-surat pendek mulai dari Surah Ad-Duha sampai An-Nas sebagai syarat minimal menjadi imam. Itu sudah cukup menjadi modal bagi anda untuk menjadi imam yang baik. Dan itu bisa dilakukan dalam waktu yang tidak terlalu lama. Selebihnya, 6 bulan atau 1 tahun sudah cukup. Baca: Pesantren Santri Dewasa

Tapi kalau umpamanya jawaban dia negatif (dalam arti tidak menyukai anda), maka sebaiknya diputus dan mencari calon lain yang sama-sama saling menyukai. Baca: Mencari Jodoh


HUKUM WASIAT PEWARIS UNTUK PUTRINYA

Assalamualaikum,

Permasalahan :
Ayah saya (wafat Nov 2015) meninggalkan harta warisan dengan ahli waris Ibu/Istri (hidup) dan 4 anak perempuan kandung(hidup) serta 3 anak laki-laki kandung (hidup) Semasa hidup ayah beramanah kepada 2 orang anak perempuan kandung jika sepeninggal ayah harta warisan ayah dibagi rata kepada ahli waris supaya adil. Anak laki-laki tidak setuju karena menurut hukum waris anak laki-laki berhak 2/3 dan anak perempuan 1/3,Sedangkan anak perempuan memegang amanah dari ayah supaya dibagi rata.

Pertanyaan:

1 Bagaimana menyingkapi hal ini?

2 Apabila harta warisan dibagi menurut hukum waris setelah itu kelebihan pembagian anak laki-laki yang 2/3 dikembalikan kepada anak perempuan sehingga menjadi sama rata pembagiannya, apakah diperbolehkan dalam islam?

3 Zakat harta warisan baiknya dibayarkan sebelum dibagikan atau setelah dibagikan kepada ahli waris?

Terima kasih

JAWABAN

1. Pesan ayah anda itu namanya wasiat. Dan wasiat pada ahli waris itu hukumnya tidak sah kecuali apabila disetuju oleh ahli waris yang lain. Jadi, wasiat itu tidak perlu dilaksanakan. Baca detail: Wasiat dalam Islam

2. Pembagian yang benar dalam kasus di atas adalah sbb:
(a) Istri mendapat 1/8
(b) Sisanya yang 7/8 dibagikan kepada seluruh anak kandung di mana anak lelaki mendapat dua kali lipat dari anak perempuan. Baca detail: Hukum Waris Islam

Penting: pembagian di atas apabila ayah dan ibu dari almarhum pewaris sudah wafat semua.


SUAMI PERNAH SELINGKUH, ISTRI INGIN CERAI

Assalamualaikum Ustadz,

Perkenalkan saya ibu rumah tangga non karir berumur 34th, menikah 8th, memiliki suami usia 36th dan 2 anak 7th & 5th. Alhamdulillah pernikahan kami awalnya harmonis, secara ekonomi juga sangat baik, saya sangat bersyukur memiliki suami yang giat sekali bekerja, sehingga menunjang karirnya di kantor.

Suami rutin dinas mulai dari dalam kota hingga luar negri, normalnya pergi 1 hingga 1.5 bulan. Sebagai istri saya tahu persis setiap dinas suami tidak pernah macam-macam, sepulangnya dinas kehidupan kami selalu berjalan seperti biasa.

Badai datang setahun lalu. Singkat cerita saya merasa ada yang ganjil setelah suami dinas di kota D. Semula suami membantah, bahkan balik menuduh saya berhalusinasi dan berlebihan, lambat laun akhirnya suami mengakui bahwa memang terjadi "perselingkuhan hati" yang akhirnya berbuntut panjang pada pernikahan kami. Mulai saat itu kami "rutin" bertengkar setiap waktu, terlebih setelah ada "jejak" tertinggal yaitu 3 lembar surat yang diberikan suami sebagai kenang2an pertemuan mereka, ngilu sekali setiap ingat isinya kata per kata. Di satu sisi saya lega suami jujur, saya merasa puas karena kecurigaan saya terbukti tapi di sisi lain kondisi saya menjadi amat sangat terpuruk. Saya depresi berat, mood berubah-ubah, sangat labil.

Hanya saat melihat anak-anaklah saya bisa sedikit bersabar... sedikit sekali. Karena jauh dilubuk hati, saya selalu punya rencana ingin mengakhiri pernikahan ini suatu saat nanti, saya sangat dendam jika mengingat kejadian setahun lalu. Suami bukan main usahanya menjaga perasaan saya, dia sangat menyesal, itu dibuktikannya dengan menghentikan semua akses komunikasi dengan perempuan itu, tapi hati saya seperti tidak bisa diajak kompromi. Bayangan pengkhianatan itu tidak bisa hilang dari kepala saya. Ingin rasanya suami merasakan apa yang saya rasakan bahwa perbuatannya amat sangat menjatuhkan harga diri dan rasa percaya diri saya.

Dari dulu prinsip saya memang bukan type yang bisa mentolerir hal-hal seperti ini. Saya sudah minta berpisah, lebih karena tidak terima dengan apa yang menimpa sy, bukan karena tidak rela suami misalkan memilih perempuan lain. Saya selalu bilang ke suami agar bercerai saja baik-baik, saya tidak akan menuntut apapun dari pernikahan kami, saya hanya ingin suami mencari pendamping lain dan biarkan saya hidup tenang, berat sekali memendam rasa benci terlebih pada suami sendiri.

1. Bagaimana islam memandang pernikahan yang tidak sehat, yang saat ini terjadi pada kami.

2. Apakah saya berdosa jika menyimpan rencana ingin berpisah secara baik-baik dari suami suatu saat nanti jika anak-anak telah cukup umur, yang tujuannya semata-mata agar saya dan suami bisa melanjutkan hidup masing-masing dengan tenang tanpa bayang-bayang pengkhianatan. Karena saya juga tidak tega melihat suami terus menerus tersakiti dengan kebencian saya.

3. Apakah salah jika mendo'akan suami agar kelak berbahagia dengan orang lain?.

JAWABAN

1. Tujuan paling dasar dan minimal dari pernikahan adalah untuk menghindari zina. Agar hasrat nafsu libido yang ada pada laki-laki dan perempuan tersalurkan dengan cara yang halal dan sehat. Nabi bersabda hadits sahih riwayat muttafaq alaih (Bukhari dan Muslim):

يا معشر الشباب من استطاع منكم الباءة فليتزوج فإنه أغض للبصر وأحصن للفرج

Artinya: Wahai anak muda, barangsiapa yang mampu, maka menikahlah. Karena, nikah itu dapat lebih menutup mata (dari melihat maksiat) dan memelihara kemaluan (agar tidak berzina).

Namun dalam jangka panjang, pemenuhan kebutuhan libido saja tidak cukup. Diperlukan rasa sayang yang tulus, kecocokan, keharmonisan dan kesalingpercayaan. Apabila hal ini tidak ada, maka sulit untuk menjaga rumah tangga agar tetap sakinah mawaddah wa rahmah sebagaimana diimpikan setiap keluarga. Dalam konteks ini, maka Rasulullah memberi pilihan pada seorang Sahabat perempuan istri dari Sahabat Tsabit bin Qais yang tidak bisa lagi mencintai suaminya. Nabi memberi ijin si istri untuk bercerai dan memerintahkan suaminya untuk menceraikan suaminya. Baca detail: Istri Minta Cerai karena Tak Lagi Mencintai Suami

2. Itu tidak dilarang dalam Islam. Namun harus diingat, selagi anda masih menjadi istri, maka anda harus tetap taat pada suami. Baca detail: Hak dan Kewajiban Suami Istri
Read More...

Kerja Di Bank Konvensional Karena Darurat
HUKUM KERJA DI BANK KONVENSIONAL KARENA DARURAT

Ringkasan: Bagi ulama yang mengharamkan bank konvensional, maka bekerja di bank konvensional itu halal apabila (a) tidak ada alternatif kerja di tempat lain; atau (b) bekerja di bagian layanan yang halal. Bagi ulama yang menghalalkan bank konvensonal, maka kerja di bank non-syariah itu boleh secara mutlak dan gajinya juga halal.

Assalamualaikum Wr,Wb.
Ustad yang dimuliakan Allah.
Dulu saya bekerja di bank konvensional. Karena alasan haram, maka saya resign dr pekerjaan. 3 bulan lamanya saya menganggur, Alhamdullilah saya diberikan istri yang solehah tidak pernah mengeluh. Alhamdulilah saat ini saya bekerja di perusahaan IT. Namun penghasilan setiap bulan yg saya terima jauh dari kata cukup. Selalu kurang.
Saya memiliki kolega yg menawarkan bekerja di perusahaan asuransi yg bekerja sama dengan bank ribawi. Saya percaya bila bekerja di perusahan tersebut perekonomian akan membaik seperti saat saya dulu kerja di bank. Namun para ulama mengharamkan asuransi.

TOPIK SYARIAH ISLAM
  1. KERJA DI BANK KONVENSIONAL KARENA DARURAT
  2. HUKUM JUAL BELI DENGAN PELACUR
  3. SUAMI TERLILIT HUTANG, MERTUA TIDAK SUKA
  4. CARA KONSULTASI AGAMA

Saya bingung, apakah saya harus bertahan di perusahan IT ini dengan segala kekurangan setiap bulannya, atau saya ambil pekerjaan ini dengan niat ingin membahagiakan istri dan anak serta kedua orang tua serta mertua yg sudah tua renta yg menjadi tanggung jawab saya. Hati kecil saya ingin bekerja di bank syariah/atau lembaga lembaga syariah lainnya, namun usia saya 29 tahun. Bank syariah membatasi usia pelamarnya hanya sampai 26 tahun. Sehingga tidak ada pilihan lain selain pilihan di atas. Saya juga sudah melamar ke perusahaan yg tidak ribawi namun seringkali gagal, berbeda bila di bank, tanpa melamar juga banyak sekali penawaran datang. Mohon pencerahannya. Terima kasih, Wassalamualaikum Wr.Wb.


JAWABAN KERJA DI BANK KONVENSIONAL KARENA DARURAT

Perlu diketahui bahwa haramnya bank konvensional masih menjadi kontroversi di kalangan ulama kontemporer antara yang menghalalkan dan yang mengharamkan.
Baca:
- Yang mengharamkan:
- Yang menghalalkan

Di kalangan yang mengharamkan bank itu sendiri ada rincian bahwa bekerja di bank apabila di bagian layanan yang selain kredit, maka hukum gajinya halal. Ini pendapat Dr. Yusuf Qardhawi. Bahkan, ulama yang mengharamkan bank konvensional secara totalpun masih membolehkan seseorang untuk bekerja di bank konvensional apabila tidak ada alternatif pekerjaan lain karena termasuk darurat dan darurat itu membolehkan perkara yang haram (الضرورة تبيح المحظورات), menurut kaidah fikih.

Dalam QS Al-Baqarah 2:173 Allah berfirman:

فَمَنِ اضْطُرَّ غَيْرَ بَاغٍ وَلَا عَادٍ فَلَا إِثْمَ عَلَيْهِ إِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ

Artinya: Tetapi barangsiapa dalam keadaan terpaksa (memakannya) sedang dia tidak menginginkannya dan tidak (pula) melampaui batas, maka tidak ada dosa baginya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Juga, dalam Al-An'am 6:119 Allah berfirman:

وَقَدْ فَصَّلَ لَكُمْ مَا حَرَّمَ عَلَيْكُمْ إِلَّا مَا اضْطُرِرْتُمْ

Artinya: Sesungguhnya Allah telah menjelaskan kepada kamu apa yang diharamkan-Nya atasmu, kecuali apa yang terpaksa kamu memakannya.

Intinya, tidak ada masalah bagi anda kalau hendak kembali bekerja di bank konvensional karena dalam kondisi darurat tidak ada alternatif pekerjaan lain yang dapat mencukupi keluarga. Atau, anda bisa mengikuti pendapat ulama yang membolehkan bank konvensional kalau itu akan membuat hati anda lebih tenang. Baca: Hukum Bank non-Syariah


HUKUM JUAL BELI DENGAN PELACUR

Saya mw bertanya ustat, sebelumnya saya memperkenalkan diri nama saya g saya seorang ibu rumah tangga dan saya mempunyai usaha,
Usaha saya solon kecantikan saya hanya menerima wanita saja, tpi yg dtang kesalon saya bukan hanya orang2 biasa tpi pelacur juga ada, saya mau bertanya haram atau tidakkah saya menerima uang dari pelacur tersebut ustat.. terimakasih

JAWABAN

Usaha salon kecantikan adalah usaha yang halal. Oleh karena itu, maka hukum uang yang anda dapat dari salon kecantikan itu juga halal. Termasuk apabila uang itu berasal dari pelacur juga halal (kecuali kalau si pelacur itu menyatakan bahwa uang yang dipakai untuk membayar itu hasil dari melacur). Karena, ada kemungkinan uang pelacur itu tidak hanya berasal dari hasil jual diri; bisa juga berasal dari usaha lain yang halal. Baca detail: Bisnis dalam Islam

Apabila ada ketidakpastian seperti itu, maka kembali pada hukum yang asal dari status uang yakni halal. Dalam kaidah fikih dikatakan "Keyakinan tidak hilang karena keraguan" (اليقين لا يزول بالشك) dan "Hukum asal adalah tetapnya sesuatu pada hukum asalnya" (الأصل بقاء ما كان علي ما كان). Lihat: Kaidah Fiqih


SUAMI TERLILIT HUTANG, MERTUA TIDAK SUKA

Assalamualaikum.. bpk/ibu ustad perkenalkan nama saya t asal dr Bg. Maap sblmnya saya mau mencurahkan isi hati saya yg sedang di Landa kebingungan. Bisa di bilang mgkin saat ini saya sdang stress.sdang di bawah tekanan, Allah sdang memberikan ujian ini kepada saya. Tp Aya bngung dlm menghadapi semua nya. Bpk/ibu, ak gtau hrs memulai cerita ini dri mana.. Saya garis besarkan saja ya..

1. Permasalahan suami, suami sdang telilit utang piutang dgan ttga saya, dn uang untuk membayar nya pun suami sya masih ada di tgan org lain.tp blm tau kapan pencairan uang nya, sdgkan si tetangga trs menekan,mengancam kehidupan saya pa/ibu ustad

2. Di lain sisi org tua saya terutama ibu saya selalu ikut campur dlm sgala hal, mgkin di karenakan saya anak satu2nya dan tinggal satu rumah jadi segala tau.. org tua saya pun merasa tertekan dgan masalah utang piutang ini. Dia selalu menekan saya sma suami. Dan yg paling saya bingung kan..ibu saya sudah sangat membenci suami saya.

JAWABAN

1. Ketika suami sedang terlilit masalah, maka idealnya istri mendukung suami secara total baik secara moral maupun materi. Dengan cara berusaha membantu menyelesaikan masalah tersebut semampunya. Minimal, istri memberi dukungan moral dengan memberinya semangat agar tetap tenang dan tidak gelisah. Salah satu caranya dengan berusaha tenang dan tidak menampakkan kegelisahan. Selain itu, tidak ada salahnya melakukan solusi jangka pendek dengan cara gali lobang tutup lobang. Yakni, dengan cara mencari pinjaman ke orang lain untuk membayar hutang yang sudah jatuh tempo. Baca: Hutang

Dalam jangka panjang, mencoba membuka usaha baru yang halal dengan perhitungan yang cermat dan tidak beresiko tinggi. Semoga berhasil dan dapat menempuh hidup yang lebih tenang. Baca: Baca detail: Bisnis dalam Islam

2. Kalau mertua membenci menantu yang sedang dililit masalah, itu tidak heran. Yang terpenting, jangan sampai istri ikut-ikutan membenci suaminya. Selagi suami baik, maka istri hendaknya tetap berada di sisi suami dalam suka dan duka. Baca detail: Hak dan Kewajiban Suami Istri
Read More...

Tuesday, February 07, 2017

Cara Menyucikan Kasur yang Najis
ISTINJAK DENGAN TISU DAN CARA MENYUCIKAN KASUR YANG TERKENA NAJIS

Assalamualaikum,

Maaf sebelum nya saya sudah mengganggu, saya ingin bertanya masalah thoharoh yaitu tentang cara menghilangkan najis mutawasitoh yg ada pada benda yang apabila terkena air pasti dapat merusak benda tersebut.seperti handpone.sertifikat dan yang lain nya. bulan lalu sy melakukan operasi hemoroid,yg menyebabkan selama sebulan sy melakukan sholat dalam keadaan najis, karna pasca operasi selalu keluar kotoran dari anus, yg sy ingin tanyakan

TOPIK SYARIAH ISLAM
  1. CARA MENYUCIKAN KASUR YANG TERKENA NAJIS
  2. JAMAK SHALAT KARENA ANTRI, BOLEHKAH?
  3. MENYENTUH ISTRI BATAL WUDHU ATAU TIDAK?
  4. DIAJAK UMROH TAPI BELUM SIAP
  5. TAUBAT MENCELA RASUL
  6. MUHAMMADIYAH TERMASUK AHLUSSUNNAH?
  7. CARA KONSULTASI AGAMA
1. Apakah tidak apa2 dengan kondisi seperti ini sy beristinja memakai tisu sebagai pengganti air, karna kalau beristinja menggunakan air di takut kan terjadi infeksi pada bekas jahitan di anus nya

2. apakah sholat yg sy lakukan selama kondisi seperti ini ( memakai pampers ) wajib di qhoda pada saat nanti saya sudah sembuh total

3. bagaimana membersih kan kasur yg terkena kotoran dari dalam anus hingga kembali suci. apakah cukup di hilangkan kotoran nya. terus di lap sama kain basah. atau setelah di hilangkan kotoran nya lalu mencipratkan air kedalam area yg terkena kotoran tersebut. agar status kasur tersebut bisa kembali suci. soalna kalau d basuh sama air itu akan merusak kasur.

Demikian pertanyaan dari saya, semoga tim konsultasi islam al-khoirot berkenan membalas pertanyaan yg saya ajukan. Terima kasih


JAWABAN CARA MENYUCIKAN KASUR YANG TERKENA NAJIS

1. Istinjak dengan selain air memang dibolehkan dalam syariah Islam. Termasuk dengan tisu. Perlu diketahui, bahwa tisu atau semacamnya hanya dapat menyucikan najis dalam konteks untuk istinjak / cebok saja, tidak bisa menyucikan benda najis yang lain. Baca: Najis dan Cara Menyucikan

SYARAT SHALATNYA ORANG BESER ATAU SELALU NAJIS

2. Tidak perlu qadha karena shalatnya sudah sah karena mengingat kasus anda sama dengan orang beser kencing asal terpenuhi syarat-syaratnya yang berlaku bagi orang beser.

Adapun syarat-syaratnya (bagi yang terkena beser) sebagai berikut:

(a) Saat masuk waktu shalat fardhu, sebelum mengambil air wudhu, terlebih dahulu siapkan baju dan pakaian dalam yang suci.
(b) bersihkan jalan keluar air kencing (cebok) dengan bersih.
(c) jalan keluar air kencing disumbat dengan kapas bagi wanita atau gunakan kain seperti kain perban untuk laki-laki atau yang lebih praktis gunakan pampers untuk dewasa, barulah menggunakan pakaian dalam yang bersih dan suci.
(d) Mengambil air wudhu secara sempurna.
(e) Segera lakukan shalat.
Baca: Shalatnya Orang Beser

CARA MENYUCIKAN KASUR YANG NAJIS

3. Cara menyucikan (a) dihilangkan kotorannya; (b) dibasuh dengan air. Tidak ada cara lain selain cara tersebut. Imam Syafi'i dalam Al-Umm, hlm. 1/70, menyatakan:

وإذا صب على الأرض شيئا من الذائب كالبول والخمر والصديد وما أشبهه ثم ذهب أثره ولونه وريحه فكان في شمس أو غير شمس فسواء ولا يطهره إلا أن يصب عليه الماء

Artinya: Apabila tanah terkena sesuatu yang najis seperti kencing, khamar, kotoran dan sejenisnya lalu bekasnya, warnanya dan baunya hilang baik karena matahari atau bukan, maka hukumnya sama: tetap tidak suci kecuali disiram dengan air.

Baca juga: Najis dan Cara Menyucikan

Supaya najisnya tidak mengenai kasur, maka sebaiknya kasurnya diberi alas plastik seperti yang biasa dipakai bayi supaya mudah menyucikan dan najisnya tidak tembus ke kasur.

Kalau kasurnya sudah terlanjur terkena najis dan merasa sayang kalau dicuci karena takut rusak kasurnya, maka bisa saja tidak dicuci asal tidak dipakai untuk shalat. Kalau anda akan shalat di atas kasur yang najis tersebut maka shalatnya tetap sah asalkan memakai sajadah atau kain yang suci yang ditaruh di atas kasur tersebut. Imam Syafi'i dalam Al-Umm, hlm. 1/70, menyatakan:

والبساط وما صلى عليه مثل الأرض إذا قام منه على موضع طاهر وإن كان الباقي منه نجسا أجزأته صلاته

Artinya: Alas yang dibuat shalat itu seperti bumi: apabila berada di tempat yang suci. Apabila bagian lain dari alas itu najis (misalnya, di bagian bawah), maka shalatnya tetap sah (asal najisnya tidak menyentuh orang yang shalat).


JAMAK SHALAT KARENA ANTRI, BOLEHKAH?

ada teman saya, pada saat itu dia sedang antri untuk pendaftaran di perusahaan ojek online, dan dia tidak dapat keluar karna ditutup gerbangnya dan harus antri lagi besok hari. itu berlangsung dari jam 11 pagi sampai jam 5 sore. pertanyaan saya apakah shalat dzuhurnya bisa dijamak dengan shalat ashar?
jazakallah

JAWABAN

Tidak boleh. Karena, shalat jamak itu baru bisa dilakukan apabila terjadi salah satu dari dua kondisi yaitu (a) musafir dengan jarak tertentu; dan (b) hujan. Lihat: Shalat Jamaak dan Qashar


MENYENTUH ISTRI BATAL WUDHU ATAU TIDAK?

Assalaamuálaikum......

Saya mau menanyakan masalah yg membatalkan wudhu bahwasannya bersentuhan dengan istri sendiri dapat membatalkan wudhu apakah benar apa tidak? sedangkan saya pernah baca ada beberapa pendapat yg satu membatalkan yg satu tidak.
Mohon penjelasannya manakah yg benar?
Terima kasih atas jawabannya.

Wassalaamuálaikum......

JAWABAN

1. Menyentuh istri dan semua wanita bukan mahram itu membatalkan wudhu menurut madzhab Syafi'i. Lihat: Wudhu dan yang Membatalkan

2. Pendapat yg menyatakan tidak batal wudhunya adalah pendapat madzhab selain Syafi'i yaitu madzhab Hanafi dan Hanbali. Lihat: Pembatal Wudhu menurut Madzhab Empat

3. Semua pendapat adalah benar. Namun, dianjurkan ikut pendapat yang kita biasa mengikutinya. Di Indonesia umumnya muslim ikut madzhab Syafi'i maka sebaiknya ikut madzhab Syafi'i dalam semua masalah fiqih kecuali dalam keadaan yg diperlukan. Baca: Talfiq dalam Islam


DIAJAK UMROH TAPI BELUM SIAP

Assalamualaikum wr. Wb
Ustad,, saya rencana mau di ajak umroh.. Tapi saya merasa belum siap..belum siap batin nya dan belum bisa tinggalin anak saya yang masih kecil. Karena saya jarang sholat dan ngaji juga kadang2 tapi saya bisa baca alquran. Saya pernah menolak, tapi saya malah di marahi dan dibilang tidak bersyukur.
Yang mau saya tanyakan...
1. Kalau hati merasa berat apakah saya tetap harus menerima?
2. Apakah umroh ada hukum alam seperti halnya saat ibadah haji... Amal baik dan buruk di tanah Air akan dibalas ditanah suci?
Mohon penjelasannya ya ustad...

JAWABAN

1. Sebaiknya menerima. Umroh hukumnya wajib dilakukan sekali seumur hidup sebagaimana haji. perkara wajib tidak perlu mempertimbangkan siap atau tidak siap. Sama dg sholat, siap tidak siap harus sholat, bukan? Baca: Shalat 5 Waktu

Muslim harus bertaubat atas dosa masa lalu. Dan umroh ini jadi kesempatan momentum untuk memulai taubat. jangan tunggu kematian memanggil anda dan terlambat untuk bertaubat. Baca detail: Cara Taubat Nasuha

2. Tidak ada hukum alam. Itu hanya mitos. Baca detail: Panduan Haji dan Umroh


TAUBAT MENCELA RASUL

assalamu'alaikum wr wb. pak Kyai/Syekh Dsb.
saya mau berkonsultasi, bagaimana caranya saya bertaubat setelah saya entah itu disengaja atau tidak, menghina atau tidak. saya waktu itu sedang masak mie tuk makan saya, lalu saya entah apa yg terjadi saya berkata "paye!" (para yesus atau sebutan tuk orang yg menyembah yesus) sambil membentangkan tangan saya dan seketika itu saya langsung sadar dan meminta maaf serta meminta taubat, dan sebelumnya dulu juga saya memplesetkan salah satu ayat alqur'an. apakah dosa saya terampuni dng sholat taubat?, dan apa yg harus dilakukan tuk mengampuni dosa saya?, dan bisakah hukum bunuh diri sebagai penebus dosa saya?. dan bagaimana saya bisa kembali ke islam setelah melakukan hal terkutuk itu?. sampai2 saya tidak bisa tidur akibat menyesal perbuatan hina tersebut. terima kasih

JAWABAN

Mencela Rasul hukumnya murtad. Cara taubatnya adalah dengan membaca syahadat dan mohon ampun pada Allah untuk tidak mengulangi lagi. Baca detail: Cara Taubat Nasuha

Perkara penyebab murtad lihat di sini

Namun kalau ucapan/perilaku murtad itu disebabkan oleh penyakit yang di luar kemampuannya untuk menghindari, maka dimaafkan alias tidak apa-apa. Lihat di sini.


MUHAMMADIYAH TERMASUK AHLUSSUNNAH?

Assalamualaikum. Pak, bagaimana dengan Islam Muhamadiyah yang sering berkata tahlil dan tawasul pada waliullah adalah bid'ah/sesat, apakah muhamadiyah tergolong ahli sunah wal jamaah atau bukan.

JAWABAN

Dalam segi akidah, Muhammadiyah tergolong kelompok Wahabi Salafi karena menganut teologi Ibnu Taimiyah dan Muhammad bin Abdil Wahab. Namun termasuk Wahabi yg garis lunak. Baca Beda Wahabi dan Ahlussunnah

Dalam definisi umum di mana aliran besar Islam terbagi dua yakni Ahlussunnah dan Syiah, maka Muhammadiyah dan Wahabi termasuk Ahlussunnah.

Namun dalam pengertian yang lebih khusus - yakni antara lain bahwa Ahlussunnah itu berakidah Asy'ariyah dan/atau Maturidiyah -- maka Wahabi tidak termasuk Ahlussunnah menurut hasil muktamar ulama Ahlussunnah di Chechnya tahun 2016 karena akidah yang dipakai adalah Ibnu Taimiyah dan Muhamad bin Abdil Wahab. Baca: Wahabi Salafi bukan Ahlussunnah

Read More...

Monday, February 06, 2017

Doa Agar Disayang Ayah Ibu
DOA SUPAYA DISAYANG AYAH IBU AGAR MERESTUI PERJODOHAN

Doa Agar Disayang orang tua Ayah Ibu, papa mama, bapak emak, abah ummi supaya direstui hubungan perjodohan dengan calon yang disuka

Assalamualaikum wr wb

saya sangat ingin menceritakan ini semua ke Pak Ustad, karena saya memang butuh masukan dr pak Ustad. karena Pasangan saya sudah ingin mengajak hubungan kita ke yang lebih serius untuk menikah. Saya akan bercerita,

Saya sudah lama menjalin hubungan selama 4thn, kami menjalin hubungan jarak jauh antara jakarta dengan kalimantan. dan jarak saya dengan pasangan saya adalah 2thn,dia lebih tua dari saya.tetapi orang tua saya mempunyai anggapan bahwa mereka belum tau kalo sy sudah memiliki pasangan karna selama ini hanya diharuskan berteman dengan siapapun. awalnya saya membawa pacar saya kerumah bertemu dgn kedua orang tua saya. saya sebelumnya udah bilang pak ustad tapi tanggepan orang tua saya sudah negatif duluan. dan akhirnya pacar saya datang kerumah terus dicuekin tidak diajak ngobrol sama sekali sedangkan tujuan saya ingin memperkenalkan pasangan saya kepada orang tua saya.

TOPIK SYARIAH ISLAM
  1. DOA SUPAYA DISAYANG AYAH IBU AGAR MERESTUI PERJODOHAN
  2. SUAMI MEMAKSA BER-KB
  3. CARA KONSULTASI AGAMA
sudah berkali-kali kerumah,dan kami menjalin hubungan. Dan ternyata hubungan kami tidak mendapat restu dari orang tua saya. alasannya karena dia belum tau disana bekerja apa, faktor jauh dan orang kalimantan (karna menurut orang tua saya kalo orang jawa sudah kesana tidak akan pernah balik balik lagi pak ustad. dan dr fisik dia tidak pantas dengan saya. itu jawaban orang tua saya. lalu kami disruh putus,karena sy tidak mau akhirnya kami menjalin hubungan secara diam-diam. dan kalo saya masih menjalin hubungan dengan pasangan saya pak ustad, kata ibu saya ''gak usah panggil mamah sama bapak lagi, jangan inget sodara, susah seneng rasain sendiri'', gitu pak ustad. mereka marah besar. sampe-sampe ibu saya bilang seperti itu.

watak ibu saya emg dari bicara sangat kasar, saya tidak begitu suka dgn watak ibu saya seperti itu. Dan ibu saya bilang klo dia bukan jodoh saya. Saat itu saya cm bisa menangis dan menangis.

tp klo emg sy jodoh dgn dia, sy yakin tdk akan terjadi apapun.
akhirnya sy tetap menjalin hubungan dgn dia hingga saat ini. Kini pasangan saya sudah sangat ingin serius dan mau menghadap ke orang tua saya lagi nantinya. Dia ingin tau kenapa orang tua saya tidak merestui.

Pak Ustad, saya sangat mencintai pasangan saya ini,sy tidak pernah memilih pasangan harus bagus secara fisik,harus kaya,harus berada. karena itu semua sudah kehendak Allah,dulu saya memang pemilih dalam mencari pasangan harus bagus scr fisik, tp setelah kenal dgn Dia sy sadar klo semua sdh diatur oleh Allah SWT, semua hrs disyukuri. Dia sngat sederhana, dan sangat baik terhadap siapa pun,dari dia saya lebih menghargai orang2 yang ada disekeliling saya. Dan dia alhamdulillah punya usaha dikalimantan pak ustad tapi ibu saya gak percaya menganggap dia seoraang penipu dan pembohong atas usahanya dia, selama kenal saya yakin itu usahanya pak ustad. dia punya penghasilan dari usaha tetapnya, saya sangat mensyukuri itu. Saya yakin kalo kami mempunyai niat baik untuk maju ke pernikahan, pasti Allah memberikan kemudahan pada kami, dan jika sudah menikah pintu rezeki selalu terbuka, bukan begitu Pak Ustad?

Maka dari itu saya yakin dia adalah yang terbaik buat saya.

Pertanyaan saya adalah
1. Bagaimana caranya meyakinkan ke kedua orangtua saya klo dia memang yg terbaik untuk saya dan keluarga?
2. Apa ada Doa untuk meluluhkan hati orangtua?
3. Apa memilih pasangan (laki-laki) harus baik secara fisik,kekayaan.dll?

Terima kasih sebelumnya Pak Ustad telah meluangkan waktunya untuk membaca dan menjawab pertanyaan saya.

Wassalamualaikum wr. wb


JAWABAN DOA SUPAYA DISAYANG AYAH IBU AGAR MERESTUI PERJODOHAN

1. Ada beberapa cara untuk meyakinkan orang tua: (a) minta pacar anda untuk membuktikan bahwa dia memang punya usaha sendiri di Kalimantan, kalau perlu ajak ayah/ibu anda ke Kalimantan agar melihat secara langsung; (b) minta bantuan pada tokoh yang dipercaya orang tua untuk meyakinkan orang tua anda.

2. DOA AGAR DISAYANG DAN DIRESTUI IBU

رَبِّ زِدْنِيْ عِلْمًا، وَوَسِّعْ لِيْ فِيْ رِزْقِيْ، وَبَاِرِكْ لِيْ فِيْمَا رَزَقْتَنِيْ، وَاجْعَلْنِيْ مَحْبُوْبًا فِيْ قُلُوْبِ عِبَادِكَ، وَعَزِيْزًا فِيْ عُيُوْنِهِمْ، وَاجْعَلْنِيْ وَجِيْهًا فِي الدُّنْيَا وَاْلآخِرَةِ َمِنَ الْمُقُرَّبِيْنَ، يَاكَثِيْرَ النَّوَالِ، يَاحَسَنَ الْفِعَالِ، يَاقَائِمًا بِلاَ زَوَالٍ، يَامُبْدِئًا بِلاَ مِثَالٍ، فَلَكَ الْحَمْدُ، و الْمِنَّةُ، والشَّرَفُ عَلَى كُلِّ حَالٍ.

Artinya: Ya Allah berilah aku tambahan ilmu. Luaskanlah rizkiku. Dan berkahilah harta yang Engkau berikukan padaku. Jadikan aku disenangi di hati hamba-hambu-Mu. Dan mulia di mata mereka. Jadikan aku di dunia dan akhirat termasuk orang-orang yang dekat (kepada Allah).

Perhatian: Pada kalimat "وَاجْعَلْنِيْ مَحْبُوْبًا فِيْ قُلُوْبِ عِبَادِكَ" tambahkan setelah kata عِبَادِكَ dengan وَ قلب أًمي (wa qalbi ummi) menjadi "fi qulubi ibadika wa qalbi ummi" (disenangi di hati hamba-hambamu dan di hati ibuku).

Baca juga: Agar Hubungan Direstui Orang Tua

3. Yang harus baik adalah agama dan akhlaknya. Sedangkan fisik dan harta tidak harus. Baca: Memilih Jodoh


SUAMI MEMAKSA BER-KB

Suami memaksa ber-KB. saya ibu muda dengan satu orang anak berusia 2,5 tahun. karena saya dan suami memang ingin fokus dengan anak saya itu. Agar bisa mencurahkan kasih sayang & mendidik anak kami itu sepenuhnya, kami memilih ber-KB.

Sampai suatu ketika, badan saya berubah menjadi lebih gemuk dan muka saya pun jauh lebih tidak sedap dipandang seperti dulu. berbagai cara sudah saya lakukan untuk memperbaiki penampilan saya demi suami tapi tidak berhasil karena semua yg saya alami adalah pengaruh hormon. sampai suatu saat suami saya tidak betah dirumah. menhabiskan waktu di kantor. saya sakit pun, saya dibiarkan menjaga anak sendiri, dia memilih bersama temannya. anak saya pun kurang perhatian. sampai berkata merindukan ayahnya.

saya sekarang dia menyuruh saya tinggal bersama orangtua saya sementara saat dia sibuk. saya menurut, sejak saya dirumah orangtua,dia jarang menelpon. jarang menanyakan anak. tp untuk kebutuhan langsung ditransfer tanpa diminta.

akhirnya saya mendapat bukti bahwa selama tiada saya, dia menghabiskan waktu luangnya untuk menonton video porno.d an menelpon perempuan2. saya begitu hancur. saya bertanya kepadanya dengan nada sangat halus, tapi dia menyangkal semuanya dengan amarah yang meledak ledak.

dengan tangisan saya memberi solusi agar saya berhenti kb atau ubah metode kb yg tidak merusak saya jika penyebab dia berubah adalah kondisi fisik saya.tapi dia menolak, dia memaksa saya harus mengikuti kb sperti biasanya.karena sperti apapun saya, cuma dia yang berhak memutuskan.

sejak saat itu saya hidup tidak bahagia. saya dan anak merasa tidak diperhatikan dg kasih sayang. saya ingin berpisah, saya juga kasihan ini tidak baik untuk perkembangan anak yang merasa seperti tidak dicintai ayahnya. tapi niat untuk berpisah dilarang orangtua saya karena orangtua saya takut tidak bisa menanggung saya dan anak saya. sebelumnya, kakak saya diceraikn suaminya dan membawa 3 orang anak tanpa di pedulikan lagi kebutuhannya oleh ayahnya.

Pertanyaan saya, apakah yg harus saya perbuat Ustadz? Saya dan anak sudah merasa tidak disayangi oleh suami.

JAWABAN

Pilihan anda dalam hal ini ada dua: pertama, anda meminta cerai darinya dan itu dibolehkan oleh agama apabila tidak saling mencintai. Baca: Minta Cerai karena Tak Cinta

Meminta cerai karena suami selingkuh atau sering melakukan dosa besar yang lain juga dibolehkan dalam Islam. Baca; Menyikapi Suami Selingkuh

Kedua, anda dapat merubah cara ber-KB. Anda bisa konsultasi ke dokter perihal obat KB yang aman dan tidak menimbulkan gemuk atau merubah cara ber-KB misalnya dari suntik ke obat, dst. Kalau hal ini pernah didiskusikan pada suami dan dia tidak setuju, maka lebih baik anda konsultasi diam-diam ke dokter. Karena, yang terpenting dalam hal ini adalah KB-nya, bukan soal pakai suntik atau obat. Jadi, tidak masalah apabila cara ber-KBnya tidak sama dengan yang dikehendaki suami asalkan tujuan tercapai dan tidak mengganggu hubungan intim. Baca juga: Hak dan Kewajiban Suami Istri
Read More...

Pembagian Warisan Menurut Al-Quran dan Sunnah
PEMBAGIAN WARISAN MENURUT AL-QURAN DAN HADITS

Seorang laki-laki meninggal dunia pada 16 Januari 2016.

Adapun status ahli waris sebagai berikut:
a. Ibu masih hidup ( Istri dari almarhum )
b. 4 Anak kandung perempuan masih hidup
c. 2 Anak Kandung Laki-laki masih hidup

1. Apakah Pembagian warisan harus segera dilakukan, setelah dibayar hutang almarhum dan amanah... sementara ibu kandung masih hidup ?
2. Apakah cukup dengan ikrar pembagian waris diatas hitam putih ber materai karena harta warisan harus dijual terlebih dahulu?
3. Berapa bagian masing masing ?

Terimakasih
TOPIK SYARIAH ISLAM
  1. PEMBAGIAN WARISAN MENURUT AL-QURAN DAN HADITS
  2. WARISAN BAGIAN ISTRI DAN ANAK LAKI PEREMPUAN
  3. WARISAN: KEPONAKAN SUAMI MINTA HARTA ISTRI
  4. WARISAN UNTUK ISTRI DAN ANAK KANDUNG
  5. ANAK DARI SUAMI PERTAMA DAPAT WARISAN?
  6. WARISAN BAGIAN SUAMI DAN ANAK KANDUNG
  7. WARISAN UNTUK AYAH DAN SAUDARA KANDUNG
  8. CARA KONSULTASI AGAMA


JAWABAN PEMBAGIAN WARISAN MENURUT AL-QURAN DAN HADITS

1. Ya, harus segera dilakukan. Ibu kandung pewaris juga mendapat bagian (lihat poin 3). Kenapa harus segera dibagikan? Karena harta waris adalah harta ahli waris. Menunda pembagian warisan itu sama dengan menunda hak ahli waris. Baca detail: Hukum Waris Islam

2. Soal teknis seperti itu tergantung kesepakatan semua ahli waris yang disebut pada poin 3 di bawah.

3. Kalau ibu kandung pewaris masih hidup maka pembagian warisan sbb:
(a) Istri mendapat 1/8 = 3/24
(b) Ibu kandung mendapat 1/6 = 4/24
(c) Sisanya yang 17/24 diwariskan pada keenam anak kandung di mana anak perempuan mendapat separuh dari anak lelaki. Jadi, dalam kasus di atas, keempat anak perempuan masing-masing mendapat bagian 1/8 (dari 17/24), sedangkan kedua anak laki-laki masing-masing mendapat 2/8 (dari 17/24). Baca detail: Hukum Waris Islam


WARISAN BAGIAN ISTRI DAN ANAK LAKI PEREMPUAN

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. ustadz, saya mau bertanya tentang warisan, dimana : seorang suami meninggal, ahli warisnya seorang istri, 2 anak laki-laki dan 5 anak perempuan dan meninggalkan harta warisan 30 hektar kebun. pertanyaan : bagaimana cara pembagian warisannya dan berapa bagian setiap orangnya?

JAWABAN

Pembagiannya sebagai berikut:

(a) Istri mendapat 1/8
(b) Sisanya yang 7/8 dibagikan kepada seluruh anak kandung di mana anak lelaki mendapat 2, anak perempuan mendapat 1. Jadi, dari 7/8 tersebut kedua anak lelaki masing-masing mendapat 2/9; sedang kelima anak perempuan masing-masing mendapat 1/9. Baca detail: Hukum Waris Islam

CATATAN: Pembagian tersebut di atas dengan catatan kedua orang tua pewaris sudah wafat semua.


WARISAN: KEPONAKAN SUAMI MINTA HARTA ISTRI

Assalamualaikum pak
Saya mau menanyakan perkara tentang warisan
Pertanyaan nya yaitu :
Saya punya saudara bernama sariah, sebelum dia menikah itu beliau sudah punya rumah dari warisan orang tua beliau. Lalu sariah menikah dengan bpk taryo, lalu kemudia mereka tidak di karuniai anak. Kemudian bapak taryo meninggal, kemudian keponakan bapak taryo meminta rumah itu di bagi. Padahal rumah itu bukan harta gono gini.
1. Apakah keponakan dari bapak taryo bisa mendapatkan warisan rumah itu?

JAWABAN

1. Tidak bisa. Harta yang diwariskan adalah harta milik Taryo, sedangkan rumah itu milik Sariah. jadi, keponakan Taryo tidak berhak menuntuk rumah yang bukan milik pamannya. Baca detail: Hukum Waris Islam


WARISAN UNTUK ISTRI DAN ANAK KANDUNG

assalamualaikum.
saya ingin bertanya tentang pembagian harta warisan.
ayah saya sudah meninggal dan meninggalkan seorang istri satu anak perempuan dan dua anak laki laki.
bagaimana perhitungan pembagian harta warisan nya?

JAWABAN

- istri mendapat 1/8
- sisanya yg 7/8 diberikan pada ketiga anak kandung di mana anak perempuan mendapat setengah bagian laki2. Jadi, kedua anak lelaki masing2 mendapat 2/5, 1 anak perempuan mendapat 1/5. Baca detail: Hukum Waris Islam


ANAK DARI SUAMI PERTAMA DAPAT WARISAN?

Assalamualaikum
maaf misalkan ada seorang nenek yg menikah 2 kali krn bercerai dgn suami yg pertama, lalu nenek ini menikah lg. nenek ini memiliki 1 orang anak dari pernikahan pertama, dan 4 orang anak dari pernikahan yg ke 2. dan nenek ini memiliki harta warisan dari suami yg ke 2.
1. yg saya ingin tanyakan, apakah anak nenek dari suami pertama mempunyai hak atas warisan nenek tersebut?
2. jika ada kira" seperti apa perhitungan nya ya?
terima kasih sebelumnya.

JAWABAN

1. Ya, anak pertama mendapat warisan dari harta peninggalan nenek. Namun tidak mendapat warisan dari harta suami kedua. Jadi harus diingat, ketika suami kedua meninggal, maka harta peninggalannya 1/8 untuk istrinya (yakni si nenek) sedangkan sisanya yang 7/8 untuk keempat anak kandung suami kedua. Nah, dari bagian istri yang 1/8 tersebut anak kandung dari suami pertama mendapat bagian berbagi dengan anak-anak kandung dari suami kedua. Baca detail: Hukum Waris Islam

2. Perhitungannya sama dengan anak yang lain yakni tergantung jenis kelamin. Sayangnya anda tidak menyebut jenis kelamin laki-laki atau perempuan dari semua anak kandung tersebut. Baca detail


WARISAN BAGIAN SUAMI DAN ANAK KANDUNG

Assalamualaikum wr…wb……
Sebelumnya saya ucapkan terima kasih atas kesempatan ini utk bisa menanyakan hal waris. Seorang Perempuan meninggal ( Almarhumah ) th 2001. Dg susunan sbg :
1. Ibu dan Bapak kandung/Mertua (sudah meninggal). Suami Masih Hidup Waktu meningkah dg Suami, memiliki 1 Anak laki-laki dari suami sebelumnya.
2. Suami juga memiliki 1 anak laki laki dari Istri Sebelumnya. Hasil perningkahan ini punya anak 7 dan harta yg dimiliki bersama, 7 Anak tersebut :
1.1. Anak Perempuan.(Almarhumah)
1.2. Anak Laki-laki ( Masih hidup )
1.3. Anak Laki-laki (Masih hidup )
1.4. Anak laki-laki (Masih hidup)
1.5. Anak Perempuan ( Masih hidup)
1.6. Anak laki-laki ( Masih hidup)
1.7. Anak laki-laki ( Masih hidup).

3. Ada anak laki-laki ( Masih Hidup ) tetapi hasil perkawinan Siri atau apa belum diketahui secara pasti.

4. Pertanyaan Tambahan Surat Anisa ayat 11,12,13,14 sifatnya Perintah atau gimana ?. Karena sengketa lebih cenderung ada kebutuhan dan kepentingan pribadi.
Demikian ,
Wassalamualaikum wr…wb….

JAWABAN

1. Cara pembagian warisan sbb:
(a) Suami mendapat 1/4
(b) Sisa harta yang 3/4 dibagikan kepada seluruh anak kandung yang masih hidup saat pewaris meninggal, baik anak dari suami pertama maupun suami kedua, di mana anak perempuan mendapat separuh dari anak lelaki. Baca detail: Hukum Waris Islam

2. Anak suami kedua tidak mendapat warisan karena bukan anak pewaris. Dalam Islam tidak ada harta bersama. Yang diwariskan adalah harta pribadi dari pewaris (istri) menurut aturan kepemilikan yang umum berlaku. Jadi, apabila dalam harta yang anda sebut "harta bersama" itupun terdapat harta milik istri, maka anak dari suami pertama juga berhak mendapatkan dengan nilai yang sama. Baca: Harta Bersama

3. Kalau anak itu anak dari pewaris, maka dia juga mendapatkan warisan.

4. Ya, wajib mengikuti hukum waris Islam. Namun kalau setiap individu ahli waris sepakat untuk dibagi rata, maka itu dibolehkan untuk tidak memakai waris Islam. Karena, bagian waris secara Islam itu hak. Dan ahli waris berhak untuk memberikan haknya (dalam arti tidak mengikuti aturan waris Islam). Apabila ternyata ada salah satu ahli waris yang tidak sepakat, maka aturan waris Islam harus dan wajib dilaksanakan. Baca: Pembagian Secara Islam, Wajibkah?


WARISAN UNTUK AYAH DAN SAUDARA KANDUNG

Assalaamu'alaikum warohmatullahi wabarokatuh,

Mohon maaf , saya mau menanyakan hal hukum waris dengan kondisi seperti uraian di bawah ini :

Seorang anak laki-laki usia 32 th meninggal dunia dengan meninggalkan
1. Ayah kandung
2. Saudara laki-laki 2 orang ,
3. Ibu nya sudah wafat 4bulan sebelum nya ,

Lalu untuk pembahasan bagian waris nya harus seperti apa ? , Mohon penjelasannya , jazakallaah khoiron katsiron

Wassalamu alaikum warohmatullahi wabarokatuh.

JAWABAN

Pembagiannya sbb:
(a) Ayah mendapat warisan seluruh harta.
(b) Sedangkan saudara laki-laki tidak mendapat bagian apapun karena terhalang (mahjub) oleh adanya bapak. Baca detail: Hukum Waris Islam
Read More...

Tuesday, January 24, 2017

Najis Suci-Nya Darah Menurut Madzhab Empat
NAJIS SUCI-NYA DARAH MENURUT MADZHAB EMPAT

assalamualikum pak uatads
saya mau bertanya

1. adakah ulama dari 4 mazhab yang tidak menajiskah darah baik darah manusia maupun hewan ?
2. A. apabila membersihkan bekas kencing pakai tisu saja apakah itu sudah suci tanpa menyirami air ?

B. apabila pakaian terkena najis, kita biarkan pakaian tersebut kering, setelah itu di rendam dengan air bersih, apakah air itu jadi najis atau tetap suci ? kalau najis apakah ada ulama mazhab 4 yang tidak menajisi air bersih itu ketika najis kering mengenai air tersebut ? tolong jawab pertanyaan 2b ini secara detail pak ustads,

TOPIK SYARIAH ISLAM
  1. NAJIS SUCI-NYA DARAH MENURUT MADZHAB EMPAT
  2. DARAH YANG SUCI MENURUT MADZHAB HANBALI
  3. TISU UNTUK MENYUCIKAN NAJIS, BOLEHKAH?
  4. BETULKAH AHOK MENISTAKAN AL-QURAN?
  5. ALLAH BERTEMPAT DI ATAS ARASY, KUFUR?
  6. MENGIKUTI FATWA ULAMA WAHABI, BOLEHKAH?
  7. CARA KONSULTASI AGAMA

C. apakah kotoran cicak yang jatuh kedalam air kurang dari kullah, apakah air satu bak air itu jadi najis semua, padahal airnya tidak berubah, warna, bau dan rasanya ? kalau najis apakah ada ulama 4 mazhab lain yang tidak menajiskannya ?

3. saya pernah membaca hadist nabi bersabda barang siapa meniru niru suatu kaum maka dia termasuk dari mereka.. pertanyannya :

A. apakah kita menjadi murtad kalau meniru kebiasaan orang kafir ?

B. apakah betul mazhab Asy-syafi'iyah, Al-malikiayah dan al-hanafiah sepakat bahwa orang muslim yang sudah tau hukumnya secara sengaja mengenakan simbol kafir seperti kalung salib bisa menjadikan kita murtad ?

C. apakah ada ulama dari 4 mazhab yang pendapatnya orang memakai simbol kafir seperti salib tidak mengakibatkan murtad ?

D. saya pernah membaca artikel katanya imam nawawi pendapatnya orang yang memakai simbol kafir tidak menjadi menjadi murtad cuma orang itu tetap islam tapi berdosa ?

4. misalkan saya duduk dengan teman teman, katakanlah sekita berempat atau lebih,,,teman2 saya itu bercanda mengolok olokan sunah nabi, seperti mengatakan orang berjenggot itu bodoh kayak kambing. pertanyaannya

A. apakah teman teman saya sudah murtad semuanya ?

B. apakah saya juga sudah murtad walaupun saya tidak ikut mengolok olok, karena saya duduk dengan mereka ?

C. apakah saya sudah murtad cuma ikut tertawa saja , tapi hati saya sangat benci dengan hal mengolok2 sunah nabi tersebut, cuma saya tidak tahan menahan lucu dan akhirnya saya ketawa juga..tolong dijelaskan secara detail pak ustadz

5. apakah Ahok (basuki cahya purnama) sudah termasuk menistakan surat Al- Maidah 51 menurut ustadz ?

6. apakah boleh mengikuti pendapat habib riziq ketua FPI ?

7. apakah boleh mengikuti pendapat buya yahya yang banyak youtube nya diinternet

8. A. apakah benar ulama wahabi mengatakan Allah berada di atas arsy
B. apakah orang wahabi sudah murtad mengatakan Allah di atas arsy ?
C. apakah boleh mengikuti pendapat ulama wahabi, apakah berdosa kalau kita mengikuti pendapat ulama wahabi ?

9. apakah boleh mengiktu pendapat ibnu taimiyah dan syaikh utsaimin dan abdul aziz bin abdullah bin baz ? mengambil sedikit saja dari pendapat mereka apakah berdosa ?

trima kasih sebelumnya pak ustadz


JAWABAN


1. Najisnya darah yang mengalir (banyak) sudah menjadi kesepakatan ulama empat madzhab (ijmak). Ini karena adanya dalil sharih dari Quran dan hadits. Dalam QS Al-An'am ayat 145 Allah berfirman "Tiadalah aku peroleh dalam wahyu yang diwahyukan kepadaku, sesuatu yang diharamkan bagi orang yang hendak memakannya, kecuali kalau makanan itu bangkai, atau darah yang mengalir atau daging babi -- karena sesungguhnya semua itu kotor -- atau binatang yang disembelih atas nama selain Allah."

Kemudian hadits sahih riwayat muttafaq alaih (Bukhari & Muslim) dari Asma sbb:

قَالَتْ: جَاءَتِ امْرَأَةٌ إِلَى النّبِيّ صلى الله عليه وسلم، فَقَالَتْ: إِحْدَانَا يُصِيبُ ثَوْبَهَا مِنْ دَمِ الْحَيْضَةِ. كَيْفَ تَصْنَعُ بِهِ؟ قَالَ: "تَحُتّهُ. ثُمّ تَقْرُصُهُ بِالْمَاءِ. ثُمّ تَنْضِحُهُ. ثُمّ تُصَلّي فِيهِ".

Artinya: Asma berkata: Seorang perempuan datang menghadap dan bertanya pada Rasulullah, "salah satu dari kami bajunya terkena darah haid, apa yang harus dilakannya?" Nabi menjawab: "Hendaknya ia mngeriknya, kemudian menggosoknya dengan air, lalu menyiramnya. (Setelah itu), silakan ia gunakan untuk shalat."

Dari kedua dalil di atas, mayoritas ulama empat madzhab menyimpulkan bahwa darah hukumnya najis, baik darah manusia atau darah binatang, dengan adanya perbedaan detailnya dalam masalah darah sedikit yang dimakfu (dimaafkan) najisnya atau yang tidak dimakfu kecuali madzhab Hanbali.


DARAH YANG SUCI MENURUT MADZHAB HANBALI

Dalam madzhab Hanbali darah dikategorikan ke dalam tiga jenis yaitu suci, najis yang tidak dimakfu dan najis yang dimakfu (dimaafkan). Darah yang suci menurut madzhab Hanbali ada 3 yaitu (a) darah nyamuk, lalat, dan semacamnya dari hewan yang tidak mengalir darahnya; (b) darah dari urat hewan yang disembelih; (c) darah orang mati syahid yang tidak terpisah dari badan.

Kedua, darah najis yang tidak dimaafkan, menurut madzhab Hanbali, adalah (a) darah yang keluar dari hewan yang najis atau (b) darah yang keluar dari dua kemaluan manusia (depan belakang). Dua jenis darah ini hukumnya najis walaupun sedikit.

Ketiga, darah yang dimakfu, menurut madzhab Hanbali, adalah darah sedikit dari darah manusia (kecuali yang keluar dari dua kemaluan) dan darah hewan yang suci. Lebih detail: Najis Darah menurut Madzhab Empat


TISU UNTUK MENYUCIKAN NAJIS, BOLEHKAH?

2A. Tisu, sebagaimana benda suci lain seperti batu, bisa dibuat untuk menyucikan najis setelah kencing atau BAB (buang air besar) sebagai hukum khusus. Namun tidak bisa dibuat untuk menyucikan najis di selain itu. Najis secara umum harus disucikan oleh air dengan cara menyiramkan air pada najis tersebut. Baca: Najis dan Cara Menyucikan

2B. Kalau benda najisnya sudah hilang (tidak terlihat oleh mata), maka statusnya menjadi najis hukmiyah (kebalikan dari najis ainiyah). Najis hukmiyah yang terkena air satu kali hukumnya menjadi suci. Sedangkan hukum air yang dibuat merendam itu adalah suci tapi tidak menyucikan (tohir ghairu mutohhir) artinya tidak bisa lagi dibuat untuk menyucikan najis yang lain. Baca: Najis dan Cara Menyucikan

2C. Mayoritas pendapat dalam madzhab Syafi'i menyatakan najis. Namun Imam Ghazali menyatakan tidak najis apabila airnya tidak berubah warna bau dan rasanya. Sedangkan madzhab lain yang menyatakan tetap suci adalah madzhab Maliki. Baca: Air Kurang Dua Kullah yang Terkena Najis

3. Ulasan lengkap tentang ini lihat artikel berikut:
- Halal Haram Menyerupai Orang Kafir
- Hukum Memakai Kaos Bergambar Salib

4. Tidak murtad, tapi berdosa. Lihat: Mengolok Sunnah Nabi


BETULKAH AHOK MENISTAKAN AL-QURAN?

5. Setelah meneliti video Ahok dan transkripnya, kami berkesimpulan bahwa Ahok tidak menistakan Al-Maidah 51. Namun ia menyindir orang-orang (politisi atau ulama) yang memakai atau menyalahgunakan Al-Maidah 51. Video dan transkripnya lihat di sini.

Ungkapan yang hampir sama juga diucapkan oleh Habib Rizieq yang menyatakan bahwa ulama su' (ulama buruk) adalah ulama yang suka nipu umat pakai Al-Quran dan hadits. Lihat video pidato habib Rizieq di sini.

Seorang muslim yang baik harus adil dalam menilai siapapun baik pada orang yang kita sukai dan orang yang kita benci. Dalam QS Al-Maidah ayat 8 Allah dengan tegas menyatakan: "Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa."

Maka, kalau kita menganggap Habib Rizieq tidak menistakan Al-Quran dalam kasus di atas, demikian juga Ahok. Kalau kita menganggap Ahok menistakan Al-Quran, maka demikian juga Rizieq. Adil adalah sikap orang yang taqwa.

6. Kalau jelas salah mengapa diikuti?

7. Dalam masalah hukum Islam, maka sebaiknya tidak bersandar kepada Buya Yahya atau siapapun. Tapi lihatlah dasar dari setiap pendapat yang dikeluarkan. Perhatikan apa dasar Buya Yahya, dan ulama yang lain, dalam membuat keputusan hukum. Apakah sudah berdasarkan pada Al Quran, hadits atau ijtihad ulama atau hanya pendapat pribadi? Kalau pendapat pribadi, maka klarifikasi pada ulama lain dengan meminta dalilnya.


ALLAH BERTEMPAT DI ATAS ARASY, KUFUR?

8A. Benar. Ibnu Taimiyah, sebagai panutan utama dari Wahabi Salafi di samping Muhammad bin Abdil Wahab, menyatakan demikian sebagaimana disebut dalam Majmuk Al-Fatawa, hlm. 2/188. Dan pandangan ini diikuti oleh semua ulama Wahabi. Lihat detail di sini

8B. Sebagian ulama Ahlussunnah menyatakan kufur, sebagian tidak. Intinya, pendapat Wahabi tidak bisa diikuti terutama dalam masalah akidah. Lihat detail di sini.


MENGIKUTI FATWA ULAMA WAHABI, BOLEHKAH?

8C. Kalau dalam masalah fikih ada pendapat mereka yang bisa diikuti karena berpijak pada madzhab Hanbali dengan syarat pandangan fikihnya memang mengutip dari madzhab Hanbali, bukan hasil tafsiran sendiri dari Al-Quran atau hadits. Namun menghindari pendapat mereka itu jauh lebih baik dan lebih berhati-hati karena banyak pandangan mereka yang berlawanan dengan ijmak ulama salaf.

9. Lihat 8C.

5. Cerita cerai tidak berdampak hukum. Baca: Cerita Cerai
Read More...