Konsultasi Syariah Islam

Konsultasi syariah hanya akan dilayani apabila dikirim via email ke: alkhoirot@gmail.com

Subscribe Us

Suka artikel kami? Dapatkan update terbaru langsung ke email Anda!

ATAU
Feed KSIA

Wednesday, April 27, 2016

Konsultasi Keluarga Islami
RUMAH TANGGA: SUAMI SELINGKUH DAN TIDAK MENAFKAHI

Keadaan keluarga dalam suatu rumah tangga Islam tidak jarang terjadi jarak antara harapan dan kenyataan. Apa yang harus dilakukan dalam situasi demikian? Haruskah berakhir dalam perceraian atau tetap dipertahankan? Konsultasikan problema keluarga dan rumah tangga anda dengan mengirim email ke: alkhoirot@gmail.com. Ikuti tatacara bertanya di sini.

Assalamualaikum... maaf ustadz saya mau bertanya. Saya rumahtangga sudah Kurang lebih 25th, Saya menikah ingin membahagiakan kedua org tua, karena sebetulnya saya tidak mau menikah karena trauma melihat latar belakang ayah saya yang poligami, setelah menikah saya berusaha untuk mencintai dan menyayangi suami, setelah 5 tahun menikah saya di karuniai 2 orang anak wanita, dalam perjalanan rumahtangga saya sering menerima kekerasan dari suami, tapi saya berusaha untuk bersabar dan diam tidak pernah cerita pada siapapun sekalipun kedua orgtua saya,

Tahun 2000 saya mendapat musibah di selingkuhi oleh suami berulang kali, tapi saya masih bersabar dan diam, Tahun 2009 saya mendapat musibah lagi di poligami oleh suami dengan selingkuhan yang berbeda yang tidak di ketahui, dalam perjalanan rumahtangga di poligami, saya sering menerima kekerasan dalam rumahtangga dan juga cacian dari suami, tetapi saya masih tetap bersabar dan diam demi kedua org tua.

TOPIK SYARIAH ISLAM
  1. SUAMI SELINGKUH DAN TIDAK MENAFKAHI
  2. RUMAH TANGGA TIDAK HARMONIS KARENA BERJAUHAN
  3. RUMAH TANGGA: UCAPAN TALAK KARENA SANGAT EMOSI
  4. ANTARA BERKARIR DAN JADI IBU RUMAH TANGGA
  5. RUMAH TANGGA: GUGAT CERAI, BOLEHKAH RUJUK?
  6. CARA KONSULTASI AGAMA

Thn 2014 suami menikah lagi dengan istri yang ke 3, dan sikap terhadap saya tetap tidak berubah, bahkan saya sudah tidak mendapatkn nafkah lahir batin sudah satu tahun lebih. Lantas saya mengajukan gugatan cerai sampai dua kali sidang namun suami tidak mau menceraikn saya, akhirnya saya cabut gugatan cerai tersebut karena suami berjanji akan berubah. tetapi sampai saat ini tetap tak ada perubahan, bahkan saat ini saya hidup menafkahi diri sendiri dan bahkan membantu membiayai anak kuliah. karena kalau tidak membantunya suami bersikap kasar terhadap saya. Saat ini saya hanya bisa berdoa sambil menangis memohon jalan keluar yang terbaik untuk saya dan kedua putri saya. Namun belum ada solusi nya. Utk itu saya mohon solusi dari Ustadz apa yang harus saya lakukan sekarang? Mohon jawaban nya Ustadz. Trimakasih. Salam Hormat (Muslimah )


JAWABAN SUAMI SELINGKUH DAN TIDAK MENAFKAHI

Tidak mendapat nafkah lahir batin selama setahun lebih, suami sering selingkuh dan istri sering mendapat perlakuan KDRT (kekerasan dalam rumah tangga) adalah beban yang terlalu berat bagi seorang istri. Derita yang tidak berkesudahan itu bertentangan dengan tujuan rumah tangga untuk mencapai ketenangan jiwa. Oleh karena itu, meminta cerai atau melakukan gugat cerai adalah solusi terakhir yang paling tepat. Baca detail: Cerai dalam Islam

Selanjutnya, setelah habis masa iddah, anda hendaknya tidak menutup mata hati untuk pria lain. Namun, harus selektif dan hati-hati. Kepribadian yang baik dan taat agama hendaknya menjadi prioritas utama dalam memilih calon pasangan selanjutnya. Baca juga: Cara Memilih Jodoh

______________________


RUMAH TANGGA TIDAK HARMONIS KARENA BERJAUHAN

Assalamu'alaikum, saya seorang perempuan sudah menikah 2x pernikahan pertama saya rasa telah gagal tapi suami yang pertama sudah meninggal dunia, pernikahan yang kedua sudah berjalan tiga tahun selama itu hubungan kami tidak harmonis, masalah utama suami bekerja di jakarta sementara saya tinggal di bandung. suami pulang dua munggu sekali, di malam pertama menikah tiba tiba hp nya berbunyi, dia langsung menindih badan saya agar saya tidak membuka sms yang masuk ke hpnya, saya diam dan bertanya dalam hati mengapa ada sms tengah malam.tapi saya tidak berani bertanya.

paginya saya lihat pesan dari siapa yang masuk semalam ternyata sudah suami saya hapus, saya mulai curiga padanya, karena setiap dia pulang srpertinya suami saya ketakutan bila saya buka buka hp nya, kalau suami saya pulang dia pulang sabtu malam , kadang saya dengar suka ada miscol, kesini nya lagi suami saya berhubungan drngan perempuan lewat media sosial, saya sakit hati olehnya bukan karena di khianati tapi suami saya selalu berdusta , dia bilang yang internetan dengan perempuan temannya, bukan dirinya, sudah dua kali kami ribut , dan sekarang terjadi lagi,

dia tidak bisa mengelak malah balik menghinaku dan mengatakan saya yang tidak - tidak,

1. pertanyaan saya bagaimana menghadapi suami seperti ini karena saya sudah tidak tahan di bohongi terus, di sini bukan masalah cemburu tapi masalah kejujurannya terhadap saya, saya mohon secepatnya di balas.
Wassalamu'alaikum.

JAWABAN

1. Kalau anda tidak keberatan dengan suami yang selingkuh tapi hanya keberatan pada kebiasaannya berbohong, maka anda dapat komunikasikan hal itu padanya. Katakan terus terang bahwa anda tidak keberatan dia selingkuh asal jujur. Baca: Menyikapi Suami Istri Selingkuh http://www.alkhoirot.net/2012/03/hukum-menceraikan-istri-selingkuh.html

Kalau seandainya anda keberatan dengan perilakunya, maka anda mempunyai pilihan untuk melakukan gugat cerai. Baca detail: Cerai dalam Islam

______________________


RUMAH TANGGA: UCAPAN TALAK KARENA SANGAT EMOSI

saya ingin bertanya masalah pada rumah tangga saya.. seperti ini cerita nya.. saya bertengkar hebat dengan orang tua saya.. dikarenakan istri saya bercerita tentang hutang piutang yang sedang saya hadapi.. dan pada akhirnya saya marah.. amarah saya meledak tanpa kendali.. disaat amarah saya mulai memuncak saya berteriak dan mengucapkan kata cerai lebih dari 3 kali kepada istri saya..

1.apakah talak telah jatuh ketika saya mengucapkan kata cerai berkali kali dengan emosi kepada istri saya?
2.apakah kami sudah cerai dimata agama?
3.apakah kami bisa merujuk kembali atau tidak?
4.bagaimanakah proses jatuh nya talak?
5.rumah tangga saya termasuk talak ke berapa? 1,2,atau 3?

JAWABAN

1. Talak yang diucapkan pada saat sangat marah tak terkontrol tidak jatuh talak. Baca detail: Cerai Saat Marah Tak Terkontrol

Baca juga: Cara Harmonis dalam Rumah Tangga

______________________


ANTARA BERKARIR DAN JADI IBU RUMAH TANGGA

Assalamualaikum wr wb
saya ingin menanyakan antara wanita kerja dan jadi ibu rumah tangga, saya punya problem rumah tangga yaitu suami saya menyuruh saya berhenti bekerja dengan alasan kasihan anak saya (dulu suami juga ditinggal ibunya kerja) sedangkan ibu saya yang dari saya kecil sudah ditinggal meninggal ayah saya menyuruh tetap bekerja mumpung kesempatan masih ada dengan alasan dulu waktu sekolahin saya sangat penuhperjuangan (bekerja sendirian)

1. Yang saya tanyakan saya harus menurut yang mana, soalnya surga saya di suami saya tapi saya tidak mau membuat sakit hati ibu saya.

Mohon penjelasanya dan terima kasih atas penjelasanya
Wassalamualaikum wr wb

JAWABAN

1. Kalau suami sudah mencukupi kebutuhan nafkah anda, maka sebaiknya mengikuti perintah suami. Tapi apabila kebutuhan sehari-hari tidak tercukupi oleh suami, maka hendaknya dikomunikasikan kembali dengannya.

Walaupun kondisi pertama yang terjadi, namun untuk tidak menyakiti hati ibu, maka sebaiknya melakukan perjanjian dengan suami bahwa anda akan berhenti bekerja asalkan ia juga bisa memberikan nafkah setiap bulan untuk ibu anda sebagaimana anda memberikan dia sewaktu anda masih bekerja. Kalau dia tidak mau, maka komunikasikan hal ini lebih dulu dengan ibu. Baca juga: Cara Harmonis dalam Rumah Tangga

______________________


RUMAH TANGGA: GUGAT CERAI, BOLEHKAH RUJUK?

Assalamualaikum wr.wb

Saya menggugat cerai suami secara terpaksa karena permintaan orang tua. Sebelumnya saya dan suami bertengkar hebat karena saya membaca sms dari selingkuhannya, hingga sempat saat emosi memukul kepala saya. Orang tua akhirnya meminta saya bercerai dengan suami. Sebenarnya saya tidak menginginkan perceraian karena saat itu anak kami masih kecil. Saya terpaksa melakukan gugat cerai hingga ke pengadilan agama.
Setelah gugat cerai, beberapa tahun kemudian saya mengetahui ia menikah lagi. Ia mengaku dijebak dan terpaksa menikah karena alasan tertentu.

Pertanyaan saya:
1. Apakah sah gugat cerai saya kepada suami karena dalam hati saya idak menginginkan perceraian namun saya harus memenuhi permintaan orangtua setelah kejadian suami memukul saya?
2. Bagaimana jika nantinya saya dan mantan suami muncul keinginan untuk rujuk kembali, apakah sudah tidak diperbolehkan?

Mohon solusi dari ustadz apa yang harus saya lakukan untuk bisa menjalankan ajaran Islam dengan baik.
Terimakasih banyak sebelumnya, wassalamualaikum wr.wb.

JAWABAN

1. Sah. Kalau sudah diputuskan pengadilan, hukumnya sah.
2. Boleh kalau memang belum terjadi talak 3. Baca detail: Cerai dalam Islam
Read More...

Hukum Mengangkat Pemimpin Non-Muslim
HUKUM MENGANGKAT DAN MEMILIH PEMIMPIN NON-MUSLIM

Assamulaikum wr wb

Saya ingin bertanya tentang suatu hal yang mengganjal di pikiran saya, kurang lebih sebagai berikut

Dalam islam, tidak boleh mengangkat non muslim sebagai seorang pemimpin, dan skarang di salah satu provinsi besar di Indonesia seorang non muslim terangkat menjadi seorang gubernur,
1. bagaimana sikap kita sebagai muslim di negara yang memiliki sistem demokratis ini ? apakah harus menentangnya secara anarkis atau mendukungnya memimpin sebagai seorang pemimpin ?
2. Lalu bagaimana hukum seorang muslim yang tinggal di wilayah yang dipimpin oleh seorang non muslim atau pun pernah memilihny sebagai pemimpin ?

Karena menurut saya, pasti sering dan banyak terjadi hal seperti ini, bukan hanya pemimpin yang non muslim tapi juga seorang pemimpin wanita, jadi mohon jawaban untuk penyelesaian msalah berikut ini, terima kasih

wassalamualaiku wr wb

TOPIK KONSULTASI ISLAM
  1. HUKUM MENGANGKAT DAN MEMILIH PEMIMPIN NON-MUSLIM
  2. NIKAH DULU ATAU KULIAH DULU?
  3. HUKUM PERNIKAHAN
  4. PUASA QODHO PADA BULAN HAJI, BOLEHKAH?
  5. HARTA WARIS PENINGGALAN AYAH DAN IBU
  6. HAK WARIS ISTRI SAUDARA YANG MENINGGAL
  7. CARA KONSULTASI SYARIAH ISLAM


JAWABAN

HUKUM ASAL

Pertama perlu diketahui bahwa pemerintahan yang ideal di negara yang mayoritas muslim adalah apabila dipimpin oleh seorang muslim. Sebagaimana di negara non-muslim dipimpin oleh pemimpin non-muslim. Hal ini berkaitan juga dengan firman Allah agar kita tidak menjadikan seorang kafir sebagai wali (teman, pelindung) seperti dalam QS Ali Imron 3:38; An-Nisa 4:139, 144. Ayat-ayat ini menjadi dalil para ulama atas larangan menjadikan atau mengangkat non-muslim sebagai pemimpin.

Al-Mawardi dalam Al-Ahkam Al-Sultoniyah, hlm. 5, menyatakan

الإمامة موضوعةٌ لِخلافة النُّبوة في حراسة الدِّين وسياسة الدُّنيا، وعقدها لِمن يقوم بها في الأُمَّة واجب

Artinya: Imamah atau kepemimpinan itu diletakkan sebagai ganti kenabian dalam menjaga agama dan politik dunia, mengangkat pemimpin dari individu yang dapat melaksanakan tujuan itu adalah wajib.

Dalam QS An-Nisai 4:59 Allah berfirman: "Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri (pemimpin pemerintahan - red) di antara kamu." Kata "di antara kamu" berarti dari kalangan muslim.

Qadhi Iyadh, sebagaimana dikutip Imam Nawawi dalam Syarah Muslim 6/315, menyatakan

أجمع العلماءُ على أنَّ الإمامة لا تنعقد لكافر، وعلى أنَّه لو طرأ عليه الكفر انعزل، وكذا لو ترك إقامةَ الصَّلوات والدُّعاءَ إليها
Artinya: Ulama sepakat bahwa imamah (pemimpin negara) yang kafir itu tidak sah. Dan kalau seorang pemimpin muslim murtad jadi kafir maka batal kepeimpinannya begitu juga kalau ia meninggalkan shalat wajib.

PENDAPAT YANG MEMBOLEHKAN PEMIMPIN NON-MUSLIM

Namun demikian, bukan berarti kalau terjadi ada seorang pemimpin non-muslim dalam negara mayoritas Islam bersistem demokrasi lalu dunia jadi kiamat. Apalagi kalau ia bukan kepala negara, tapi hanya pemimpin yang masuk kategori Al-Wilayah Al-Khassah atau jabatan di bawah jabatan kepala negara di mana ulama berbeda pendapat atas boleh dan tidaknya.

Ibnu Arabi dalam Tafsir Ahkamul Quran, hlm. 1/352, menyatakan:

وأقول : إن كانت في ذلك فائدة محققة فلا بأس به

Artinya: Aku berpendapat, apabila ada manfaat yang nyata maka (mengangkat pemimpin kafir) tidak masalah.

Bahkan, mufti Mesir Dr. Ali Jumah menyatakan dalam sistem demokrasi mengangkat pemimpin non-muslim itu sah-sah saja kalau memang itu kehendak mayoritas rakyat karena dalam sistem demokratis semua warga negara berstatus sama dan semua berhak untuk menjadi pegawai dan pejabat; memilih dan dipilih. Juga, sistem demokrasi adalah sistem sekuler di mana pemimpin negara bukanlah pemimpin agama. Ini berbeda dengan sistem negara Islam di mana kepala negara sekaligus sebagai kepala dalam bidang agama termasuk imam shalat. Fatwa Ali Jumah yang dikeluarkan pada tahun 2011 selengkapnya dapat dilihat di sini (bahasa Arab).

Selain itu, kepemimpinan dalam pemerintahan dibagi menjadi dua bagian yaitu Pertama: Al-Wilayah Al-Udzma atau kepemimpinan besar. Wilayah Udzma adalah pemimpin besar Islam yang kepemimpinannya meliputi seluruh dunia seperti Khalifah Abu Bakar, Umar, Usman dan Ali. Istilah ini sering juga disebut dengan Al-Wilayah Al-Ammah (kepemimpinan umum) atau Al-Imamah Al-Kubro atau Al-Khilafah Al-Ammah. Ulama sepakat bahwa jabatan ini harus dipimpin oleh seorang muslim.

Kedua Al-Wilayah Al-Khassah atau kepemimpinan khusus. Istilah ini mencakup kepemimpinan di bawah kepala negara seperti gubernur, bupati, kepala dinas, camat, lurah, kepala desa, dst.

Dalam Al-Wilayah Al-Khassah ini sebagian ulama membolehkan dipimpin oleh wanita dan non-muslim sebagaimana saat ini banyak terjadi di negara kita di mana sejumlah jabatan kepemimpinan mulai dari anggota DPR, DPD, menteri, gubernur sampai lurah diduduki oleh perempuan dan non-muslim. Sedangkan dalam Al-Wilayah Al-Ammah harus di bawah pimpinan laki-laki dan muslim. Hanya saja ulama berbeda pendapat dalam mendefinisikan Al-Wilayah Ammah apakah bermakna kepala negara yang membawahi seluruh dunia atau kepala negara seperti sekarang yang hanya membawahi bagian kecil dari dunia. Lihat: Pemimpin Wanita dalam Islam

Jadi, jawaban untuk pertanyaan anda:

1. Kita harus mendukungnya sebagai pemimpin selagi kepemimpinannya baik, tidak korupsi, adil dan membawa perbaikan pada rakyat serta tidak ada kebijakannya yang melanggar syariah Islam. Menerima pemimpin non-muslim adalah konsekuensi logis dari penerimaan kita pada sistem demokrasi yang memberi hak dan kesempatan yang sama pada seluruh rakyat untuk memilih dan dipilih tanpa melihat latarbelakang agama atau etnisnya. Perlu diketahui bahwa mayoritas ulama kontemporer menganggap sistem demokrasi itu tidak berlawanan dengan Islam. Lihat: Islam dan Demokrasi

Selain itu, orang kafir tidak mutlak musuh Islam. Mereka musuh Islam dalam keadaan perang atau apabila mereka menzalimi muslim. Dalam keadaan damai dan berlaku adil maka kita dianjurkan bersikap baik. Dalam QS Al-Mumtahanah 60:8 Allah berfirman: "Allah tidak melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang (kafir) yang tiada memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil."

Dan tidak perlu menentang apalagi secara anarkis karena itu perilaku tidak produktif dan menimbulkan kemudaratan yang besar dan berpotensi konflik yang bisa berujung pada pertumpahan darah yang dilarang Islam. Al-Qurtubi berkata dalam Al-Jamik li Ahkam Al-Quran 1/271:

رجَّح جمهورُ العلماء أنَّ فِسق الحاكم فسقًا ظاهرًا معلومًا يؤدِّي لِسُقوط ولايته، ويكون مسوِّغًا للخروج عليه عند أمن الفِتَن
Artinya: Jumhur ulama mendukung pendapat bahwa Hakim yang fasiq (pendosa besar) dengan kefasikan yang tampak maka dapat menggugurkan kekuasaannya dan hal itu dapat dilakukan dengan syarat apabila aman dari fitnah.

Yang dimaksud aman dari fitnah adalah apabila tidak akan terjadi konflik, kekacauan dan potensi pertumpahan darah, maka boleh menjatuhkan seorang pemimpin yang fasik. Kata kunci di sini adalah larangan bagi umat Islam untuk melakukan tindakan protes atau makar yang dapat menimbulkan anarkis dan konflik horizontal antar warga negara.

2. Hukumnya tetap sebagai muslim yang baik selagi dia menjalankan ajaran agamanya dengan benar yakni 5 pilar Islam dan menjauhi dosa-dosa besar. Karena hidup bernegara hanyalah bagian kecil dari kehidupan seorang muslim. Lihat: Agama Islam

Baca juga: Penyebab Syirik dan Kafir

___________________________________


NIKAH DULU ATAU KULIAH DULU?

detail dari masalah yang saya hadapi sbenar nya gini pak ustad,,
Saya lulusan SMA tahun 2011, setelah lulus saya lngsung daftar kuliah di unair tapi tidak lulus tes, terus niat saya tahun depan nya saja tapi ternyata saya ngambil kredit sepeda motor, alhamdulilah sekarang sudah lunas terus saya pengen daftar kuliah tapi orang tua saya tidak setuju, umur saya kan 21 tahun maka dari itu mereka pengen saya nikah saja tetapi saya pengen kuliah dulu, lagi pula saya belum punya calon suami alias tidak berpacaran.

Beberapa hal yang buat saya bimbang pak ustad,,
1. Saya harus nurut ortu saya agar cepat-cepat nikah atau kuliah ??
2. Kalau saya kuliah harus ngambil điploma 1 atau sarjana, karna kalau saya daftar tahun depan kan saya berumur 22 tahun,, kalau ngambil diploma 1 saya lulus berumur 23 tahun sedangkan kalau ngambil sarjana saya lulus berumur 26 tahun, umur segitu menurut orang tua saya itu terlalu tua buat seorang wanita.
3. Kalau saya nikah itu saya sekarang belum punya tabungan untuk biaya nikah, sekaligus belum punya calon suami.

Terima kasih atas perhatian beliau, mohon maaf apabila ada kesalahan baik di sengaja atau tidak sengaja, mohon di beri solusi nya pak ustad.

Wa'alaikum salam wr.wb

JAWABAN

1. Menurut anjuran atau perintah orang tua itu wajib selagi hal itu bisa dilaksanakan dan tidak bertentangan dengan syariah Islam. Akan halnya perintahnya untuk menikah tentu saja itu bukan hal yang mudah karena harus melibatkan pihak lain yaitu calon suami. Kami menduga ibu anda tentunya faham akan hal ini. Ia mengerti bahwa untuk menikah itu harus ada calon suami sementara anda belum punya. Mungkin ibu kuatir kalau anda memilih kuliah, anda akan lupa untuk menikah. Jadi, jalan tengahnya adalah yakinkan pada ibu anda bahwa (a) anda saat ini belum punya calon; (b) kuliah bertujuan selain untuk meningkatkan peluang juga untuk mencari calon; (c) kalau bisa mendapatkan calon saat kuliah maka anda bisa langsung menikah pada waktu kuliah itu.

2. Kalau jurusan life skill, seperti tata boga, tata busana, informatika dll, maka bisa saja mengambil program diploma karena bisa langsung dibuat cari kerja atau buat kerja sendiri.

3. Jangan terlalu banyak berfikir. Fokus pada satu atau dua tujuan saja yaitu kuliah dan cari calon (teman kuliah atau dosennya). Soal nikahnya tidak usah difikir sekarang karena calonnya saja belum ada. Jangan lupa, hati-hati dalam memilih calon, banyak pria yang pura-pura akan menikahi anda hanya untuk memacari saja bukan untuk menikah. Pastikan anda masih tetap perawan sampai malam pertama pernikahan. Baca juga: Cara Memilih Jodoh


___________________________________


HUKUM PERNIKAHAN

assalamu'alaikum wr. wb.

pak ustadz, sebelumnya saya minta ma'af .. mungkin saya tidak berhak bertanya seperti berikut ini. tapi saya akan menceritakan semuanya sebelum saya bertanya.

dulu waktu saya SMA saya suka sama seorang ikhwan. karena menurut penglihatan saya si ikhwan ini shalih dan bisa menjaga diri. saya mulai tertarik dengan si ihwan ini. karena sering bertemu karena satu grup shalawat kami pun mulai dekat dan dia pun ada beberapa kali menjemput saya ke rumah.

lha disini orangtua saya tau. saya sempat berpacaran dengan dia, namun hanya lewat sms. saya tidak pernah sekalipun bertemu dengan dia. hingga saya tau ternyata dia punya pacar teman saya sendiri. dan saya memutuskannya dengan sms pula.

lalu lambat laun si ihwan ini tidak pernah sms saya. dan ibu saya ingin sekali saya dekat dengan dia hingga ibu saya ini sms dia tiap malam. saya sering berganti nomor tapi, dia selalu tau dan ibu saya sering sms dia ketika saya tidur (saya tau karena waktu saya bangun sholat malam saya lihat ada pesan masuk yang isinya itu menjawab atau merespon dari sms, padahal saya tidak sms dia)

dan saya, merasa sebagai perempuan muslim yang semakin dewasa saya pun belajar memahami keinginan ibu saya. dan membiarkan dia masuk dalam kehidupan saya, singkat cerita dia datang kerumah beserta keluarganya meminta saya (bukan berarti melamar tapi, bermaksud untuk melamar dan nantinya akan di peristri).

nah, saya dalam keadaan studi, tidak terlalu memikirkan hal itu, karena saya banyak tugas. dan saya menyerahkan semuanya pada orang tua saya dengan syarat kalau si ihwan mau menunggu saya sampai lulus silahkan. (menolak secara halus, untuk menjaga malu dari lingkungan)

hari demi hari orangtua saya semakin menggantungkan saya terhadap si ihwan ini. kemana-mana kalau saya pergi, dan tidak bisa membawa sepeda motor ini tidak ada yang mau mengantar dan selalu mengkondisikan saya supaya mau diantar si ihwan ini.

dengan hati terpaksa tapi, butuh saya mau saja, tanpa berbicara apapun. alias diam.

begitu hari berlalu hingga kini berjalan dua tahun, dan saya belum lulus keluarga si ihwan ini mendesak saya supaya segera dilamar. padahal perjanjian dulu beliau mau menunggu hingga saya lulus. dan orang tua saya juga mendesak dan memaksa saya untuk segera menyeuruh dia melamar saya. padahal saya masih belum ikhlas dan tidak mau menerima dia.

apalagi sekarang saya menemukan ihwan lain yang menurut kecondongan hati saya dia lebih baik dan lebih bisa dijadikan imam. dan lebih salih daripada dia. tapi, orang tua saya tetap tidak akan memberi saya restu jika saya tidak mau menerima si ihwan yang pertama tadi. bahkan saya mendapati ancaman, jika saya sampai gagal menikah dengan si ihwan yang pertama seluruh keluarga saya mau pergi karena malu.

pertamanya saya menolak ihwan yang pertama hanya karena saya tidak berhasrat dan tidak memiliki kecondongan saja terhadap dia. dan saya juga pernah bermimpi bahwa saya digigit ular karena menyelamatkan ibu saya dari kejaran ular itu.
namun, karena saya dituntut mencari alasa kenapa saya menolak si ihwan ini, semakin terlihat bahwa si ihwan ini benar2 tidak saya inginkan. kareana (1) dia merokok, saya anti sekali dengan para perokok, (2) dia tamatan SMA saya sekarang dalam studi S1 (3) dalam agama dia mengikuti tarekat yang sholat itu tidak lagi menjadi hal penting, yang dapat diukur manusia atas keshalihannya yang penting hatinya yang beribadah menurut dia.

perspektif saya pandangan seperti itu tidak patut dilestarikan karena saya calon guru yang mengajar itu secara real alias nyata atas praktek bukan hanya teori dan pemikiran. jadi, yang namanya ngibadah sholat ya tetap lima waktu itu sujud, rukuk, bukan sekedar hati yang ingat, (4) sabar sama lelet saya tidak tau bedanya, hanya saja kesan saya atas amanat saya berikan terkesan diremehkan.

sementara, ihwan kedua yang saya temui mungkin dia lebih muda daripada saya satu tahun, tapi, jalan pemikirannya lebih dewasa. bahkan dia sempat menawarkan saya untuk membiarkan dia mendatangi orangtua saya padahal kami baru kenal beberapa bulan saja. hingga kini saya mengikat hati dengan dia bukan pacaran, hanya dengan hati. dan smsan, sesekali kami makan berdua itupun kami bawa sepeda masing2.. untuk saling menjaga.

1. saya bertanya bagaimana sikap yang harus saya lakukan untuk menjaga keikhlasan hati saya, keridhoan orangtua saya, dan menjaga hati ihwan kedua beserta ihwan pertama.

2. jujur saya berpikiran apakah saya lebih baik nikah lari dengan ihwan kedua atau nikah paksa dengan ihwan pertama???

saya harap jawaban segera, yang terbaik dan baik untuk semua yang ada dihidup saya
terimakasih wassalamu'alaikum

JAWABAN

1. Wanita dewasa berhak memilih calonnya. Dan dalam syariah Islam, orang tua dalam hal ini ayah, wajib dan tidak boleh menolak untuk menikahkan putrinya yang hendak menikah dengan calon suami pilihannya. Dalam QS Al-Baqarah 2:232 Allah berfirman: "maka janganlah kamu (para wali) menghalangi mereka kawin lagi dengan bakal suaminya, apabila telah terdapat kerelaan di antara mereka dengan cara yang ma'ruf." Wali yang menolak menikahkan putrinya disebut wali adhol (pembangkang) yang hukumnya berdosa dan si wanita boleh mencari wali selain ayahnya yang disebut dengan wali hakim. Poinnya di sini adalah: menolak permintaan atau perintah orang tua dalam kasus ini dibenarkan dalam syariah apabila anda menganggap memiliki pilihan yang lebih baik.

2. Kami lebih menganjurkan anda menikah dengan pria kedua karena agamanya lebih baik. Pria pertama adalah penganut tarekat yang sesat. Tidak semua aliran tarekat itu sesat, akan tetapi aliran tarikat yang tidak mewajibkan shalat adalah jelas-jelas sesat dan anda harus menjauhi dia.

Karena pria kedua jauh lebih baik agamanya, maka sebaiknya anda mengijinkan dia untuk melakukan pendekatan pada orang tua anda kalau perlu anda membantunya meyakinkan orang tua. Dan tidak perlu sibuk memikirkan perasaan pria pertama. Kalau pendekatan pria kedua ini tetap tidak berhasil meluluhkan hati orang tua anda, maka cara kedua adalah dengan meminta bantuan orang-orang yang dekat dengan orang tua anda untuk menjadi mediator. Kalau ini juga tidak berhasil, maka secara syariah anda bisa menikah dengan dia dengan wali hakim. Tentu saja cara ini adalah cara terakhir karena bagaimanapun menikah tanpa restu orang tua sangatlah tidak nyaman secara sosial.

Namun satu hal yang pasti, jangan pernah menikah dengan pria pertama. Penganut aliran sesat jauh lebih berbahaya dibanding pria preman karena yang pertama merasa salih sedangkan yang memang merasa pendosa.

___________________________________


PUASA QODHO PADA BULAN HAJI, BOLEHKAH?

assalamualaikum..

1. saya ingin bertanya . apakah boleh puasa qhodo di laksanakan pada bulan haji?

JAWABAN

1. Puasa qadha boleh dilakukan di bulan haji atau bulan Dzul Hijjah kecuali di hari raya Idul Adha (10 Dzulhijjah), dan hari tasyrik yakni tanggal 11, 12, 13 Dhulhijjah). Lihat: Puasa yang Diharamkan

___________________________________



HARTA WARIS PENINGGALAN AYAH DAN IBU

Assalamualaikum Wr Wb,
saya ingin menanyakan mengenai pembagian waris dalam kasus saya ..

Ayah dan ibu saya memiliki dua (2) anak laki-laki dan satu (1) anak perempuan
Pada tanggal 15 September 2004 ibu kami meninggal dunia ..

Selang beberapa tahun kemudian, pada tahun 2007/2008 (saya lupa persisnya), ayah kami menikah lagi ..

Dan pada tanggal 30 April 2009, ayah saya meninggal dunia.., tanpa memiliki anak dari istri ke-dua nya

Untuk kasus saya,

1. bagaimana pembagian waris menurut islam ?
2. Benarkah sebenarnya pada saat ibu saya meninggal ( 15 September 2004) pintu waris sebenarnya sudah terbuka ?
3, Dan (Almarhum) ayah saya hanya membawa bagian warisnya pada pernikahannya yg ke-dua ?

Demikian., mohon penjelasannya agar jelas bagi kami .. Terima Kasih ..

JAWABAN

1. Pembagian warisan harus dilakukan segera setelah pewaris meninggal setelah (a) dipotong biaya pemakaman; dan (b) kewajiban dan tanggungan duniawi almarhum dilunasi. Karena dalam kasus anda telah terjadi dua kematian tanpa ada pembagian warisan, maka pembagian warisan harus dilakukan dua kali tahapan sesuai dengan kronologi kematian, caranya sebagai berikut:

TAHAP PERTAMA: PEMBAGIAN WARIS PENINGGALAN IBU (WAFAT 15 September 2004)

Kalau ibu anda memiliki harta pribadi yang 100% miliknya, maka harus dibagikan kepada ahli waris dengan rincian sebagai berikut:

(a) Suami mendapat 1/4 (seperempat)
(b) Kalau ayah & ibu almarhumah (kakek & nenek anda) masih hidup saat itu (15 September 2004), maka mereka masing-masing mendapat 1/6 (seperenam).
(c) Sisanya diberikan pada ketiga anak dengan sistem 2 banding 1 untuk anak laki-laki. Artinya anak laki-laki mendapat dua kali lipat dari anak perempuan.

TAHAP KEDUA: PEMBAGIAN WARIS PENINGGALAN AYAH (WAFAT 30 April 2009)

(a) Istri mendapat 1/8 (seperdelapan)
(b) Orang tua almarhum (kakek & nenek anda) masing-masing mendapat 1/6 (seperenam) kalau masih hidup saat itu (30 April 2009).
(c) Sisanya diwariskan pada ketiga anak dengan cara yang sama dengan yang pertama yakni 2 banding 1 untuk anak laki-laki.

2. Betul, pintu waris sudah terbuka saat ibu anda meninggal pada 15 September 2004 namun yang diwariskan hanyalah harta benda yang 100% milik almarhumah. Perlu diketahui bahwa dalam Islam tidak ada harta bersama suami-istri (gono gini). Yang ada adalah harta individu masing-masing. Lihat: Harta Gono-gini dalam Islam

Baca juga: Kapan Harta Waris itu Dibagikan?

3. Harta waris peninggalan ayah anda adalah harta yang menjadi hak milik 100% ayah anda yang didapat sejak sebelum menikah dengan ibu anda sampai menikah lagi dengan istri kedua termasuk juga bagian 1/8 (seperdelapan) bagian yang didapat dari warisan istrinya (yakni ibu anda). Baca detail: Hukum Waris Islam

CATATAN: Sekali lagi perlu diketahui bahwa Islam mengakui harta individu. Dan tidak mengenal harta bersama suami-istri. Oleh karena itu, harta yang diwariskan adalah harta individu masing-masing suami dan istri. Kalau, misalnya, dalam harta pewaris itu ada harta orang lain hasil dari kerja kongsi atau saham, maka harta orang lain itu (baik itu milik istri atau suami atau orang lain) harus dipisah lebih dulu dan diberikan pada yang berhak.


HAK WARIS ISTRI SAUDARA YANG MENINGGAL

Assalamu’alaikum Wr Wb

Kami Sekeluarga mempunyai 6 suadara laki laki semua. Pada tahun 1990 Ayah kami meninggal, karena masih ada ibu yang menempati rumah tersebut. Maka waris dari ayah belum bisa kami bagikan.
Pada tahun 1992 kakak saya yg bernama Abdil menikah, namun pada pada tahun 1997 Kakak saya Abdil tersebut meninggal dan tanpa dikaruniai seroang anak pun.
Pada tahun 1999 Istri dari Almarhum Kakak saya Abdil tersebut menikah lagi dan diberikan Seorang Anak Laki - laki.

Tahun 2013 akhir Ibu kami meninggal, dan setelah meninggalnya Ibu kami, kami bersepakat untuk menjual rumah orang tua kami dan membagikan waris.

Pertanyaannya :

1. Apakah Istri Almarhum Kaka Saya Abdil, masih memdapatkan waris setelah dia menikah lagi ? dan dikarunia seorang anak laki - laki.
2. Berapakah Besaran jika Istri Almarhum Kaka saya Abdil, jika mendapatkan hak waris
3. Mohon diberikan Fatwa, Hadist atau dalil untuk jawaban tersebut.

Demikian Pertanyaan Saya, Mohon Bimbingan.
Jazakumullah khairon katsiron Wassalamu’alaikuam Wr Wb.

JAWABAN

1. Warisan harus dibagikan segera setelah pewaris meninggal dunia. Karena telah terjadi tiga kematian tanpa ada pembagian waris, maka harus dilakukan 3 kali pembagian waris sesuai kronologi kematian:

TAHAP PERTAMA: KEMATIAN AYAH tahun 1990

Pembagian warisan sebagai berikut:

(a) Istri (yakni ibu anda) mendapat bagian 1/8 (seperdelapan). Jadi: 1/8 x nilai jual rumah = bagian waris istri.
(b) Sisanya yang 7/8 (tujuhperdelapan) dibagikan secara merata pada anak-anak almarhum, termasuk untuk Abdil, karena kebetulan semuanya laki-laki. Nah, silahkan catat berapa bagian dari Abdil yang mana bagian ini nantinya akan menjadi bagian harta peninggalan Abdil yang harus diwariskan pada ahli waris.

TAHAP KEDUA: KEMATIAN ABDIL tahun 1992

Saat Abdil wafat, harta peninggalan Abdil, antara lain warisan dari ayahnya harus dibagikan pada ahli waris. Ahli waris Abdil adalah istri, ibu dan saudara dengan rincian sebagai berikut:

(a) Istri mendapat 1/4 (seperempat) -> 3/12 x harta warisan = bagian istri
(b) Ibu mendapat 1/3 (sepertiga) -> 4/12 x harta warisan = bagian ibu
(c) Sisanya senilai 5/12 diberikan secara merata pada kelima saudaranya.

Jadi, istri Abdil mendapat warisan dari Abdil, bukan mendapat warisan dari ayah anda. Karena, saat Abdil meninggal ia masih berstatus sebagai istri, walaupun sekarang sudah menikah lagi.

TAHAP KETIGA: KEMATIAN IBU Tahun 2013

Saat ibu anda meninggal, maka ahli warisnya adalah kelima putranya yang masih hidup. Sedangkan Abdil tidak menerima warisan ibu karena sudah meninggal lebih dahulu.

Kalau orang tua ibu (yakni kakek nenek anda) sudah meninggal semua, maka harta warisan dari ibu langsung dibagi secara merata antara lima putranya.

Baca detail: Hukum Waris Islam (dalil dan analisa mendalam)
Read More...

Saturday, April 23, 2016

Bagian Waris Anak Istri Pertama dan Kedua
WARISAN UNTUK ANAK DARI ISTRI PERTAMA DAN ISTRI KEDUA

Assalamualaikum .Wr.Wb,

Kami tiga orang bersaudara, dua laki-laki dan satu perempuan (hidup semua). Ibu kami meninggal dunia 40 tahun yang lalu. Kira-kira dua tahun setelah ibu kami meninggal ayah kami menikah lagi dan dikaruniai empat orang anak yaitu tiga laki-laki dan satu perempuan (hidup semua). Dan pada tanggal 31 maret 2016 yang lalu ayah kami pun meninggal dunia sementara ibu tiri masih hidup. Yang ingin kami tanyakan yaitu :

TOPIK SYARIAH ISLAM
  1. WARISAN UNTUK ANAK DARI ISTRI PERTAMA DAN ISTRI KEDUA
  2. WARISAN UNTUK ISTRI DAN ANAK KANDUNG
  3. WARISAN PENINGGALAN SUAMI
  4. WARISAN PENINGGALAN NENEK
  5. CARA KONSULTASI AGAMA

1. Bagaimana mengenai harta peninggalan antara ibu kami yang telah meninggal dunia empat puluh tahun yang lalu dengan ayah kami yang waktu itu masih hidup, yang mana sampai ayah kami menikah lagi dengan ibu tiri kami hingga beliau (ayah kami) meninggal dunia beberapa waktu yang lalu harta tersebut belum dibagi.
1a. Apakah harta tersebut masih tercampur dengan harta sekarang
1b. dan apakah kami berhak mendapatkannya ?

2. Apakah kami masih mempunyai hak atas harta ayah kami setelah beliau (ayah kami) meninggal dunia beberapa waktu yang lalu, mengingat setelah ibu kami meninggal dunia ayah kami hidup dengan ibu tiri kami ?

Mohon penjelasan dan solusi untuk kedua pertanyaan diatas. Terima Kasih.


JAWABAN

1. Beberapa hal berikut perlu anda ketahui agar tidak bingung:
(a) Seluruh anak kandung dari almarhum (ayah anda) berhak mendapat warisan dari harta ayah baik harta yang dimiliki saat bersama istri pertama (ibu anda) maupun harta yang dimiliki ayah saat bersama istri kedua (ibu tiri anda).

(b) Harta peninggalan atau harta warisan harus dibagikan segera setelah pewaris meninggal. Semestinya, saat ibu anda meninggal, maka harta peninggalan ibu harus segera dibagikan pada saat itu juga (apabila beliau punya harta peninggalan). Namun karena sudah terlanjur belum dibagi sampai terjadi dua kematian maka perlu dilakukan dua kali pembagian warisan yaitu peninggalan ibu anda dan ayah anda.

(c) Dalam Islam tidak ada harta bersama (gono-gini). Suami-istri dianggap sebagai dua individu yang masing-masing berhak memiliki harta sendiri-sendiri sebagaimana lazimnya aturan kepemilikan harta yang berlaku. Oleh karena itu, harta yang menjadi milik suami tetap menjadi milik suami baik yang diperoleh sebelum menikah maupun setelah menikah. Begitu juga, harta milik dan hasil usaha istri tetap milik istri baik yang diperoleh sebelum atau selama berumah tangga. Baca: Harta Bersama (Gono gini) dalam Islam

2. Tentu saja anda dan saudara-saudara yang lain (saudara kandung atau saudara seayah) berhak atas warisan dari ayah anda. Seluruh anak kandung dari ayah anda baik dari istri pertama maupun dari istri kedua berhak mendapatkan bagian warisan dari harta milik ayahnya.

RINCIAN PEMBAGIAN WARISAN

WARISAN DARI IBU ANDA (MENINGGAL 40 TAHUN LALU)

Kalau almarhumah ibu anda mempunyai harta hasil usaha sendiri, maka harta tersebut harus diwariskan kepada ahli warisnya dengan rincian sebagai berikut:

(a) Suami (yakni ayah anda) mendapat bagian 1/4
(b) Sisanya yang 3/4 diwariskan kepada ketiga anak kandung almarhumah di mana anak lelaki mendapat bagian dua kali lipat dari anak perempuan. Jadi, dua anak lelaki masing-masing mendapat 2/5, sedangkan 1 anak perempuan mendapat 1/5.

WARISAN DARI HARTA AYAH (MENINGGAL 31 maret 2016)

Harta yang diwariskan adalah seluruh harta yang menjadi hak milik almarhum. Baik harta yang diperoleh saat ia menikah dengan istri pertama maupun harta yang diperoleh saat ia tidak menikah atau harta yang diperoleh saat ia menikah dengan istri kedua. Adapun ahli waris dan bagiannya adalah sbb:

(a) Istri kedua mendapat bagian 1/8 (seperdelapan).
(c) Sisanya yang 7/8 dibagikan kepada seluruh anak kandung baik dari istri pertama maupun dari istri kedua yang jumlah totalnya ada 7 (tujuh) orang. Kelima Anak laki-laki mendapat bagian masing-masing 2/12, sedangkan kedua anak perempuan masing-masing mendapat 1/12.

Baca detail: Hukum Waris Islam

______________________


WARISAN UNTUK ISTRI DAN ANAK KANDUNG

Bagaimana pembagian waris dari seorang lelaki yg meninggal dunia... Meninggalkan 1 istri, 3 anak perempuan, 1 saudara kandung laki-laki, 3 saudara kandung perempuan
Bapak ibunya sudah tidak ada,,, yang ada cuma 1 istri ,3 anak perempuan dan 1 saudara kandung laki laki

JAWABAN

Pembagiannya sebagai berikut:
(a) Istri mendapat 1/8 = 3/24
(b) 3 anak perempuan mendapat 2/3 (untuk tiga orang dibagi rata) = 16/24
(c) Sisanya yang 5/24 diberikan pada saudara kandung laki-laki dan perempuan di mana saudara lelaki mendapat dua kali lipat dari saudara perempuan.

Baca detail: Hukum Waris Islam

______________________


WARISAN PENINGGALAN SUAMI

Assalamu'alaikum wr wb. Saya mau bertanya, dulu sebelum almarhum suami meninggal ayah mertua saya sdah membagi warisanya,ayah suami saya masih hidup sementara istrinya sdah meninggal, ayah mertua saya pnya anak semuanya 8, yang 5 masih hidup yang 3 sudah meninggal termasuk almarhum suami saya, pembagian hartanya sudah ada jatahnya masing masing.tapi almarhum suami saya keburu meninggal sebulan setelah pembagian harta tersebut, sementara ayah mertua sampai sekarang masih hidup ,

1. yang jadi pertanyaan apakah bila nanti ayah mertua meninggal saya masih hidup saya punya hak waris dari bagian almarhum suami saya yang belum di berikan sampai sekarang oleh keluarga pihak suami? sebenarnya ayah mertua saya dulu sudah mrmberikan hak sepenuhnya kepada saya atas rumah bagian almarhum untuk saya kontrakan kepada orang lain, tapi sama saudara almarhum yang masih hidup harus di kembalikan lagi karena katanya ayah mertua saya masih hidup, sementara almarhum suami saya punya anak dari saya 3 orang semuanya masih hidup, anak kami dua laki laki yang satu perempuan. Saya tahu anak saya yang laki2 sudah tentu akan mendapat bagian.

2. Yang jadi pertanyaan apakah bila mertua saya meninggal bagian almarhum suami hanya jatuh kepada anak laki lakinya saja? Bagaimana dengan anak yang perempuan saya,
3. apakah saya juga masih punya hak waris itu? Karena rumah itu warisan dari ayah mertua saya, saya mohon penjelasanya.terimakasih.

JAWABAN

1. Ya, anda mendapat hak waris dari peninggalan harta suami. Nilainya, 1/8.
2. Semua anak kandung mendapat bagian baik anak lelaki maupun anak perempuan. Namun anak laki-laki mendapat bagian dua kali lipat dari anak perempuan.
3. Istri mendapat warisan dari peninggalan suaminya.

Baca detail: Hukum Waris Islam

______________________


WARISAN PENINGGALAN NENEK

Assalamualaikum ustadz...

Saya mau bertanya tentang hak waris dari harta nenek kami , nenek tsb ( sdh meninggal th 2007) dan punya anak 5 orang :

-Anak ke 1: Perempuan
-Anak ke 2: Laki2
-Anak ke 3: Perempuan ( sdh meninggal th 2013 setelah nenek meninggal ) POSISI INI ADALAH IBU SAYA DAN PUNYA ANAK 3 LAKI2 DAN 1 PEREMPUAN )

-Anak ke 4: Laki2 ( sudah meninggal th 2005 sebelum nenek meninggal )
-Anak ke 5: Laki2

Nenek meninggalkan sebidang tanah berikut bangunan diatasnya ( dimana bangunan tersebut dahulunya dibangun oleh anak no 1 dan no 3.
Setelah nenek meninggal harta warisan blm dibagi secara Faro'id tetapi rumah tersebut disewakan dan hasil nya telah disepakati utk dibagi 4 orang, setelah orang tua saya meninggal pembagian sewa bahagian ortu saya sdh tdk kami terima lagi sampai sekarang ( hanya dibagi 3 utk anak no 1,2,5 ).
Sekarang anak no 1.2 dan 5 berniat menjual rumah tersebut kepada anak no 1

Pertanyaan saya adalah :

1. Apakah benar hak sewa rmh setelah ortu /ibu kami meninggal ( anak no 3 ) juga hilang ?
2, Apakah kami sebagai anak dari ibu no 3 diatas tidak mendapatkan hak waris dari penjualan tsb ?
- Baik dari bangunanya?
- Tanah tsb ?
3. Apakah ada bahagian untuk anak no 4 ?

Sebelumnya saya ucapkan terima kasih dan mohon kiranya ustadz bisa memberikan penjelasan menurut kaidah agama islami.....

JAWABAN

1. Semestinya tidak hilang. Ahli warisnya berhak untuk mendapatkan bagian tersebut.
2. Berhak.
3. Anak no. 4 tidak mendapat bagian karena dia meninggal sebelum pewaris.

Baca detail: Hukum Waris Islam
Read More...

Friday, April 22, 2016

Hukum Belajar Ilmu Agama
KEWAJIBAN BELAJAR MENUNTUT DAN MENCARI ILMU AGAMA

assalamualaikum warahmatullah wabarkatuh
mohon maaf sebelumnya
1. mohon di jelaskan tentang kewajiban kita mencari ilmu apa hanya wajib mencari saja sekalipun gak mendapatkannya atau gimana?..
2. kalau mendapatkannya merupakan kewajiban juga apa wajib menjaganya dengan menghafal atau mentaqrornya.
3. ini berkaitan dengan orang alim siapakah orang alim itu. kalau misal dia tau kemudian lupa apa tetap di katakan alim?

terima kasih jazaa kumullahukhairon

TOPIK SYARIAH ISLAM
  1. KEWAJIBAN MENCARI ILMU
  2. MASALAH ZINA DAN PILIHAN CALON SUAMI
  3. JODOH: MENIKAH DENGAN LELAKI PERNAH BERZINA
  4. KEMALUAN SEDIKIT BASAH SAAT BANGUN TIDUR
  5. CARA KONSULTASI AGAMA


JAWABAN

1. Kewajiban mencari ilmu ada dua macam: fardhu ain yang wajib bagi setiap individu muslim dan fardhu kifayah yang wajib bagi sebagian muslim dan tidak wajib pada sebagian yang lain.

ILMU YANG WAJIB FARDHU AIN

Mencari ilmu yang wajib ain adalah ilmu yang terkait dengan kewajiban agama dan larangan syariah. Setiap muslim harus mempunyai ilmu tentang shalat, puasa, zakat dan haji dan seluruh hal yang terkait dengannya karena semua ini wajib dalam Islam untuk dikerjakan oleh setiap individu muslim yang baligh dan berakal sehat oleh karena itu ia wajib memiliki ilmunya supaya tidak salah. Terkait dengan kewajiban shalat, maka selain harus tahu aturan shalat kita juga harus memahami wudhu, najis dan cara menyucikan, perkara yang membatalkan wudhu, dst. Begitu juga terkait puasa, zakat dan haji. Dalam kaidah fiqih dikatakan: (ما لا يتم الواجب إلا به فهو واجب) "Perkara wajib yang tidak bisa sempurna kecuali dengan adanya sesuatu, maka sesuatu itu juga menjadi wajib."

Selain kewajiban, seorang muslim juga wajib mengetahui perkara yang haram agar tahu apa yang menyebabkan dosa. Baca detail: Dosa Besar dalam Islam

Tentu saja pengetahuan agama seorang awam tidak harus mendalam seperti seorang ulama. Cukup baginya mengetahui ilmu agama dasar tentang shalat dan wudhu yang benar; memahami tatacara puasa, dan lain-lain.

Dalam konteks inilah relevansi sebuah hadits riwayat Ibnu Majah di mana Nabi bersabda:

طلب العلم فريضة على كل مسلم

Artinya: Mencari ilmu itu wajib bagi setiap muslim.

Al-Sarakhsi dalam kitab Al-Mabsuth menyatakan:

فإن أقوى الفرائض بعد الإيمان بالله تعالى طلب العلم

Artinya: Fardhu yang paling tinggi tingkat wajibnya setelah iman pada Allah adalah mencari ilmu.

Ibnu Abdil Bar dalam Jami Al-Ahkam, hlm. 1/10-11, berkata:

قد أجمع العلماء على أن من العلم ما هو فرض متعين على كل امرئ في خاصته بنفسه ومنه ما هو فرض على الكفاية إذا قام به قائم سقط فرضه على أهل ذلك الموضع واختلفوا في تلخيص ذلك والذي يلزم الجميع فرضه من ذلك ما لا يسع الإنسان جهله من جملة الفرائض المفترضة عليه نحو الشهادة باللسان والإقرار باللقب بأن الله وحده لا شريك له لا شبه له ولا مثل لم يلد ولم يولد ولم يكن له كفواً أحد خالق كل شيء وإليه مرجع كل شيء المحيي المميت الحي الذي لا يموت والذي عليه جماعة أهل السنة أنه لم يزل بصفاته وأسمائه ليس لأوليته ابتداء ولا لآخريته انقضاء وهو على العرش استوى. والشهادة بأن محمداً عبده ورسوله وخاتم أنبيائه حق وأن البعث بعد الموت للمجازاة بالأعمال والخلود في الآخرة لأهل السعادة بالإيمان والطاعة في الجنة ولأهل الشقاوة بالكفر والجحود في السعير حق، وأن القرآن كلام الله وما فيه حق من عند الله يجب الإيمان بجميعه واستعمال محكمه، وأن الصلوات الخمس فرض ويلزمه من علمها علم ما لا تتم إلا به من طهارتها وسائر أحكامها، وأن صوم رمضان فرض ويلزمه علم ما يفسد صومه ومالا يتم إلا به، وإن كان ذا مال وقدرة على الحج لزمه فرضاً أن يعرف ما تجب فيه الزكاة ومتى تجب وفي كم تجب ويلزمه أن يعلم بأن الحج عليه فرض مرة واحدة في دهره إن استطاع إليه سبيلاً، إلى أشياء يلزمه معرفة جملها ولا يعذر بجهلها نحو تحريم الزنا والربا وتحريم الخمر والخنزير وأكل الميتة والأنجاس كلها والغصب والرشوة على الحكم والشهادة بالزور وأكل أموال الناس بالباطل وبغير طيب من أنفسهم إلا إذا كان شيئاً لا يتشاح فيه ولا يرغب في مثله، وتحريم الظلم كله وتحريم نكاح الأمهات والأخوات ومن ذكر معهن وتحريم قتل النفس المؤمنة بغير حق وما كان مثل هذا كله مما قد نطق الكتاب به وأجمعت الأمة عليه

Artinya: Ulama sepakat bahwa hukum mempelajari ilmu agama ada dua jenis yaitu fardhu ain dan fardhu kifayah... Termasuk yang fardhu ain adalah ilmu terkait kewajiban yang diwajibkan seperti syahadat secara lisan dan pengakuan dengan hati bahwa Allah itu Satu tidak ada sekutu dan tidak ada yang menyerupai, tidak beranak dan diperanakkan dan tidak ada yang menyamai. Dan kepadaNya tempat kembali... Nabi Muhammad Utusan Allah. Dan bahwa shalat lima waktu itu wajib dan wajib memiliki ilmu tentangnya dan tentang perkara yang berkaitan dengan shalat. Dan bahwa puasa Ramadhan itu wajib dan wajib memiliki ilmu tentangnya dan yang berkaitan dengannya. Apabila kaya dan mampu melaksanakan haji maka wajib mengetahui apa saja yang wajib zakat dan ilmu yang terkait dengannya dan bahwa wajibnya haji itu satu kali seumur hidup... sampai pada perkara yang wajib diketahui secara global seperti haramnya zina, riba, khamar (alkohol), babi, bangkai, najis, ghasab, suap, persaksian palsu, memakan harta orang lain, .. haramnya membunuh sesama muslim tanpa hak dan lain-lain perka yang disebut dalam Quran dan Sunnah dan menjadi ijmak ulama.

ILMU YANG WAJIB FARDHU KIFAYAH

Ilmu yang wajib secara kifayah adalah mencari dan menguasai berbagai cabang ilmu agama secara mendalam dan mendetail meliputi Al-Quran dan tafsirnya, hadis dan ilmu cabangnya, fiqih dan ushulnya, aqidah, ilmu bahasa Arab, sejarah, dan lainnya. Ini adalah tugas para calon ulama. Level ini tidak wajib bagi setiap muslim.

Dalam konteks inilah relevansi firman Allah dalam QS At-Taubah 9:22

فَلَوْلَا نَفَرَ‌ مِن كُلِّ فِرْ‌قَةٍ مِّنْهُمْ طَائِفَةٌ لِّيَتَفَقَّهُوا فِي الدِّينِ وَلِيُنذِرُ‌وا قَوْمَهُمْ إِذَا رَ‌جَعُوا إِلَيْهِمْ لَعَلَّهُمْ يَحْذَرُ‌ونَ

Artinya: Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali kepadanya, supaya mereka itu dapat menjaga dirinya.

Abu Bakar Al-Rozi Al-Jashash dalam Ahkamul Qur'an, hlm. 4/374, menyatakan:

وفي هذه الآية دلالة على وجوب طلب العلم وأنه مع ذلك فرض على الكفاية ، لما تضمنت من الأمر بنفر الطائفة من الفرقة للتفقه ، وأمر الباقين بالقعود

Artinya: Ayat ini menunjukkan wajibnya mencari ilmu dan sifatnya fardhu kifayah karena dalam ayat ini terkandung perintah pada sebagian golongan untuk berangkat menuntut ilmu dan memerintahkan yang lain untuk tinggal di rumah.

STATUS HADITS
Hukum Belajar Ilmu Agama
Ulama ahli hadits berbeda pendapat tentang hadits ini. Sebagian menyatakan dhaif, sebagian hasan dan sebagian lagi berpendapat sahih.

PENDAPAT YANG MENYATAKAN DHAIF

Yang berpendapat dhaif antara lain: Al-Baihaqi ; dan Ahmad dan Ishaq, Ibnu Shalah, Imam Nawawi dan lainnya. Al-Baihaqi dalam Al-Maqashid Al-Hasanan, hlm. 276 berkata:

لـيس لها ذكـر في شـيء من طـرقـه وإن كـان معـناها صحيحاً

Artinya: Hadits ini walaupun maknanya sahih, tapi jalur sanadnya tidak pernah disebut.

Imam Nawawi dalam Al-Majmuk, hlm. 1/24, berkata:

وهذا الحديث وإن لم يكن ثابتاً فمعناه صحيح.

Artinya: Hadits ini walaupun tidak tetap (tidak sah), akan tetap maknanya sahih.

PENDAPAT YANG MENYATAKAN HASAN ATAU SAHIH LI GHAIRIHI

Sebagian ulama juga menyatakan dhaif, namun derajatnya naik ke level hasan karena terbantu dari segi matan (kandungan) hadits oleh hadits yang lain. Al-Suyuthi, Al-Sakhawi dan Al-Qari termasuk dari kalangan ini. Al-Suyuthi dalam Faidhul Qadir, hlm. 4/353, berkata:

جمعت له خمسين طريقاً وحكمت بصحته لغيره. و لم أصحح حديثاً لم أسبق لتصحيحه سواه.

Al-Sakhawi dalam Al-Maqashid, hlm. 275, berkata:

ولكن له شاهد عند ابن شاهين في الأفراد... ورجاله ثقات بل يروى عن نحو عشرين تابعياً عن أنس....

Artinya: ...akan tetapi hadits ini memiliki penguat (syahid) menurut Ibnu Syahin dalam kitab Al-Afrad.. sanadnya terpercaya bahkan diriwayatkan dari sekitar 20 Tabi'in dari Anas.

PENDAPAT YANG MENYATAKAN SAHIH

Abul Faidh Al-Ghimari dan Al-Qari termasuk ulama yang menyatakan sahih. Al-Qari dalam Al-Mirqat, hlm 1/478, berkata:

لكن كثرة الطرق تدل على ثبوته ويقوى بعضه ببعض. قال المزي تلميذ النووي إن طرقه تبلغ رتبة الحسن.

Artinya: Banyaknya jalur sanad menunjukkan bahwa hadits ini sahih dan saling menguatkan. Al-Muzi murid Imam Nawawi berkata bahwa jalur sanad hadis ini mencapai tingkat hasan.


*********

2. Yang wajib dalam ilmu agama adalah mengamalkannya.
3. Alim itu tidak harus hafal. Kalau dia lupa, maka ia bisa merujuk kembali pada kitab rujukan.

______________________


MASALAH ZINA DAN PILIHAN CALON SUAMI

Assalamu'alaikum pak ustad..
Saya ingin bertanya tentang berzina..
1. Saya pernah berzina dengan mantan pacar saya yang tidak direstui oleh orang tua saya .. dia mengaku kalau dia menyayangi saya dan ingin bertanggung jawab. tapi selama ini dia seperti tidak mau berusaha bertanggung jawab dan sekedar menemui orang tua saya pun ia seperti masih belum siap. Dia seperti tidak terlalu antusias untuk bersama dengan saya. Saya mencoba untuk meminta berpisah karena saya tidak tahan dengan keadaan seperti ini. Lalu mantan saya itu hanya bilang jika ia sakit hati dan ingin memiliki saya, tapi dia sudah menyerah untuk berusaha meminta restu kepada orang tua saya untuk bersama dengan saya. Bagaimana menurut Anda pak?

2. Lalu tidak lama datang seorang yang saya kenal, dia guru saya waktu praktik kerja dulu. Dia mengaku juga menyukai saya. Dia lebih sholeh juga lebih mapan dan dia disambut dengan baik oleh keluarga saya. Saya di anjurkan bersama dengannya. Namun saya baru tau kalau dia dulu juga pernah berzina dengan orang lain dan sekarang ia sangat menyesalinya. Kami sudah dekat dan saya merasa nyaman dengan guru saya itu. Bagaimana menurut bapak? Saya harus bagaimana dan harus memilih siapa? Mendekati guru saya yg lebih sholeh dan mapan tapi juga mempunyai pengalaman buruk seperti saya? atau saya tetap menunggu mantan saya yang masih belum jelas ingin bagaimana dan belum mendapat restu dari orangtua saya?
Mohon dijawab, terimakasih banyak..
Wassalamu'alaikum..

JAWABAN

1. Tinggalkan dia dan carilah calon yang lain. Sementara itu, bertaubatlah atas dosa besar zina yang anda lakukan dengan taubat nasuha. Baca detail: Cara Taubat Nasuha

2. Menikahlah dengan guru anda ini. Dia memaklumi keadaan anda -- yang pernah berzina-- ini penting. Dan yang tak kalah penting orang tua Anda merestui. Kami menganjurkan agar anda segera menikah agar tidak lagi mengulangi dosa zina dan menjadi muslimah yang baik. Baca juga: Cara Memilih Jodoh

______________________


JODOH: MENIKAH DENGAN LELAKI PERNAH BERZINA

Assalammualaikum wr wb

Saya punya pacar dan kami sudah berniat untuk menikah,kedua orang tua tua kami sudah setuju. Tapi ternyata pacar saya selingkuh dan telah menghamili seorang janda. Dan janda tersebut sekarang sudah keguguran. Janda tersebut juga sudah melupakan semua kejadian tersebut. Sekarang pacar saya kembali pada saya dan sudah tidak ada hubungan lagi dengan janda tersebut. Saya sangat menyayangi pacar saya oleh karena itu saya menerima dia kembali dengan segala kekurangannya dan saya pun akan menutupi aib dia di depan orang tua saya maupun di depan orang lain.

Saya memberi syarat dia harus bertaubat dan sukseskan dulu karirnya, saya tidak ingin pacaran lagi jika dia benar-benar serius dengan saya langsung datang kepada orang tua saya untuk melamar saya. namun dia tidak ingin berpisah dengan saya dan tetap ingin pacaran (pacaran jarak jauh) sampai dia mapan dan melamar saya.

Pertanyaan saya :
1. Apakah boleh saya menikah dengan lelaki yang pernah berzina?
2. Salahkah saya jika menutupi aib dia terhadap orang tua saya?
3. Salahkah saya jika dia lebih memilih saya ketimbang janda tersebut karena pun janda tersebut sudah tidak mempermasalahkan lagi apa yg sudah terjadi?

Wassalammualaikum wr wb

JAWABAN

1. Boleh sama bolehnya dengan lelaki menikah dengan perempuan yang pernah berzina. Baca detail: Hukum Menikah dengan Perempuan pernah Berzina

2. Tidak salah. Bahkan wajib menutup aib diri sendiri dan orang lain kecuali darurat. Nabi bersabda dalam sebuah hadits sahih riwayat Bukhari dan Muslim:

كل أمتي معافى إلا المجاهرين، وإن من المجاهرة أن يعمل الرجل بالليل عملا، ثم يصبح وقد ستره الله، فيقول: يا فلان عملت البارحة كذا وكذا، وقد بات يستره ربه، ويصبح يكشف ستر الله عنه

Artinya: Seluruh umatku diampuni kecuali al-mujahirun (orang yang terang-terangan berbuat dosa), dan termasuk bentuk Mujaharoh (terang-terangan dalam berbuat dosa) adalah seseorang berbuat dosa pada malam hari, kemudian pada pagi hari dosanya telah ditutup oleh Allah, dia berkata: "Wahai fulan semalam aku telah melakukan seperti ini dan ini (menceritakan dosanya)." Allah telah menutupi dosanya di malam hari, tetapi dia membuka kembali dosa yang telah ditutup oleh Allah tersebut.

3. Tidak salah.

______________________


KEMALUAN SEDIKIT BASAH SAAT BANGUN TIDUR

Assalamu'alaikum Ustadz.
1. ketika bangun tidur biasanya saya sering mencheck kemaluan saya apakah ada cairan yang keluar atau tidak. dan terkadang ada sedikit cairan di sekitar lubang penis, padahal didalam tidur saya tidak bermimpi erotis dan pada saat bangun tidur pun seingat saya kemaluan saya tidak dalam kondisi tegang. apakah itu air mani atau air madzi?
2. terkadang ketika malam hari ketika mau tidur didalam keadaan stress/kelelahan, ketika bangun tidur terkadang ada cairan yang keluar dari kemaluan (kadang terasa keluarnya dan terkadang tidak terasa), apakah itu air mani atau air madzi?
Syukran Ustadz.

JAWABAN

1. Kalau tidak bermimpi dan tidak tegang tapi sebelum tidur dalam keadaan lelah, maka kemungkinan itu air madzi. Kalau sebelum tidur tidak lelah, mungkin bukan dua-duanya. Mungkin air kencing. Untuk memastikannya, lihat sifat cairan yang keluar. Baca detail: Air Mani dan Madzi

2. Kemungkinan besar air madzi. Baca detail: Air Mani dan Madzi
Read More...

Tuesday, April 19, 2016

Masa Iddah Istri yang Belum Dijimak
MASA IDDAH UNTUK ISTRI YANG BELUM DIJIMAK

Assalamualaikum,
Saya memiliki sepupu perempuan, pada awal pernikahan dia menikah karena ingin membahagiakan kedua orang tua. Setelah menjalani pernikahan ternyata dia tidak bisa menerima atau mencintai suaminya. Dan mereka tidak melakukan hubungan suami isteri. 4 bulan menjalani pernikahan sang suami mentalak istrinya dengan talak 2. Dan suami akan mengajukan gugatan pembatalan pernikahan.
Pertanyaannya:
1. Apa syarat pembatalan pernikahan itu?
2. Adakah masa iddah utk sang istri? Mengingat mereka belum sama sekali melakukan hubungan intim suami isteri.
3. Jika ada masa iddah, berapa lama masa iddahnya?
4. Jika mereka ingin rujuk, apa perlu melakukan akad nikah baru. Mengingat sudah 1 bulan lebih jangka sang isteri di talak suami.

Mohon balasannya. Terimakasih banyak.

TOPIK SYARIAH ISLAM
  1. MASA IDDAH UNTUK ISTRI YANG BELUM DIJIMAK
  2. INGIN MENIKAH LAGI, TAPI TRAUMA MASA LALU
  3. AMANAH ORANG TUA TERHADAP HARTANYA
  4. HUKUM DUA LAKI-LAKI SALING MENEMPELKAN PIPI
  5. PUTUS SILATURAHMI KERABAT NON-MUSLIM
  6. HUKUM MENGGUNAKAN DANA PENELITIAN TIDAK SESUAI PROPOSAL
  7. CARA KONSULTASI AGAMA


JAWABAN

1. Suami cukup mengajukan cerai talak ke Pengadilan Agama terdekat dengan sebab-sebab yang sesuai dengan fakta.
2. Kalau tidak terjadi hubungan intim sama sekali, maka tidak ada iddah bagi si istri yang ditalak. Statusnya langsung talak bain sughro.
3. Tidak ada iddah, lihat jawaban poin 2.
4. Ya, kalau ingin rujuk maka perlu akad nikah baru. Baca detail: Cerai dalam Islam

______________________


INGIN MENIKAH LAGI, TAPI TRAUMA MASA LALU

Assalamualikim wr.wb.
Ustad saya perempuan pernah menikah dan mengalami kegagalan dalam berumah tangga. Saat ini saya diperkenalkan dengan seorang pria dan disarankan untuk ta'aruf, tapi terkadang saya takut salah langkah lagi, takut salah pilih kembali, takut gagal kembali. Bayang-bayang masalalu itu masih ada.

Yang ingin saya tanyakan
1. Bagaimana caranya menghilangkan pikiran tersebut. Apa yang harus saya lakukan?
2. Ta'aruf yang benar itu bagaimana. Dulu saya juga ta'aruf terlebih dahulu dengan mantan suami, hanya beberapa bulan dan beberapa kali ketemu saja. Setelah itu saat sudah menikah saya sering parno sendiri, berpikiran yang aneh2 tentang dia, dan masa lalunya. Terkadang juga berpikiran yang aneh2 saat dia pamit lembur ataupun pergi bersama teman-temannya. Saya pisah karena saya yang minta diceraikan. Sebab mantan suami saya tidak mencintai saya, bahkan dia juga pernah jujur bahwa dia suka dengan wanita lain. Selain itu juga sering kali dia berkata kasar dan menyakitkan pada saya.
3. Apakah salah jika seorang istri marah/ cemburu jika diberi uang lebih sedikit dari pada ibu dan adiknya serta kebutuhan sisuami sendiri karena kebutuhan rumah tangganya minim. Apa saja hak-hak dan tanggung jawab seorang istri
Terimakasih dan wassalamualaikum wr.wb

JAWABAN

1. Berusaha berfikir positif dan tidak menggeneralisir. Anggaplah setiap pria itu unik, tidak sama satu sama lain. Namun penilaian juga harus ilmiah berdasarkan penelitian pribadi dan bantuan investigasi teman atau orang lain.

2. Taaruf bisa dilakukan secara bervariasi: pertama dengan bertemu muka lalu dilanjutkan dengan komunikasi secara maya (via Whatsapp, Facebook, SMS, dll); atau sebaliknya: komunikasi secara maya lebih dulu kalau cocok diteruskan secara nyata. Namun intinya adalah: jangan mudah percaya dengan ucapannya. Anda perlu investigasi dengan menanyakan pada sebanyak mungkin orang-orang yang pernah kenal dengannya entah itu teman kelas, tetangga, kolega kerja, dll. Kriteria ideal seorang calon suami ada 3: kepribadian baik, agamis dan pekerja keras.

3. Suami hendaknya menafkahi istri sesuai kebetuhan dasar rumah tangga dan berdasarkan kemampuan finansial suami. Pada waktu yang sama, istri juga hendaknya bersabar apabila suami berbuat salah selagi kesalahan itu tidak prinsip. Baca detail: Hak dan Kewajiban Suami Istri

Baca juga: Cara Harmonis dalam Rumah Tangga

______________________


AMANAH ORANG TUA TERHADAP HARTANYA

Ayah meninggal pada tahun 2005 dan ibu meninggal pada tahun 2009. Meninggalkan :
4 anak perempuan
2 anak laki-laki. (1 anak laki meninggal pada tahun 2010)

Pada saat ibu masih hidup ibu pernah, berkali- kali, sering mengucapkan kepada anak-anaknya bahwa rumah yg di daerah A untuk anak bungsu perempuan yang dimana anak-anak perempuan yang lain sudah dihibahkan rumah masing-masing 1.
3 rumah tersebut sudah atas namakan mereka.

Rumah di daerah A belum ada pernyataan hitam diatas putih untuk si anak bungsu perempuan. Rumah di daerah A berniat akan dijual

Yg ingin saya tanyakan,
1. apakah pemberian ibu untuk anak bungsu perempuan itu merupakan suatu amanah? 2. Kakak-kakak yang lain menganggap amanah ibu tidak serius padahal mereka tahu ibu suka berucap rumah daerah A untuk si bungsu, saat ini sibungsu bertempat tinggal dirumah daerah A. Kakak- kakak tidak pernah protes ketika ibu memberi wasiat tersebut, namum ketika ibu tidak ada lagi, mereka menyatakan bahwa wasiat ibu itu tidak serius. Dosakah kalau mengabaikan wasiat ibu?
Terimakasih

JAWABAN

1. Pemberian ibu pada si bungsu itu disebut hibah. Dan harus dilaksanakan.
2. Ya, kalau mengabaikan hibah ibu itu dosa besar. Itu sama dengan mencuri hak si bungsu. Baca detail: Hibah dalam Islam

______________________


HUKUM DUA LAKI-LAKI SALING MENEMPELKAN PIPI

Misalkan ada 2 orang laki laki yang beragama Islam, sebut saja namanya si X dan si
Y.Waktu itu si X dan si Y sedang mengobrol lalu setelah itu si X dipanggil guru, saat si X ingin menemui guru, si X menempelkan pipi kanannya ke pipi kanan si Y, dan si X menempelkan pipi kirinya ke pipi kiri si Y
1.bagaimana hukumnya di dalam Islam tentang dua orang laki laki yang saling
menempelkan pipi kanan dan kiri?

JAWABAN

1. Tidak masalah asal tidak ada unsur syahwat di dalamnya. Menempelkan pipi adalah salah satu tradisi ucapan salam atau perpisahan di sebagian bangsa di Timur Tengah seperti Arab Saudi atau negara Arab Teluk lain seperti Uni Emirat Arab, Kuwait, Qatar, dll.

Ini berbeda dengan lawan jenis: laki-laki dan perempuan yang berjabatan tangan saja hukumnya haram secara mutlak baik ada syahwat atau tidak. Apalagi kalau tempel pipi atau cium pipi kiri kanan (cipika cipiki). Baca detail: Hukum Jabat Tangan Lawan Jenis

______________________


PUTUS SILATURAHMI KERABAT NON-MUSLIM

Assalaualaikum ustad/ustazah
Saya mau tanya
1. Bagaimana hukum kita bersumpah dengan orang non muslim ?
Saya sangat sakit hati dengan keluarga dari suami (nonmuslim) Lantas saya berkata dan bersumpah pada diri saya sendiri bahwa saya sudah tidak menganggapnya sebagai bagian dari keluarga saya , dan saya tidak akan menemuinya lagi , saya memutuskan hubungan saya dengan keluarga suami saya karena terlalu sering dihina hina dan di salah salahkan
2. Bagai mana uztad menurut uztad jika saya harus minta maaf atas itu ke keluarga non muslim tersebut saya tidak mau pak uztad saya tidak salah .
3. Apakah saya berdosa uztad ?

JAWABAN

1. Bersumpah tanpa memakai nama Allah tidak sah dan tidak dianggap.
2. Kalau anda dizalimi, maka mereka yang perlu meminta maaf. Namun kalau anda memaafkan itu lebih baik.
3. Memutuskan tali silaturahmi hukumnya berdosa kalau lebih dari 3 hari. Baca: Hubungan Silaturahmi dengan Kerabat Non-Muslim

______________________


HUKUM MENGGUNAKAN DANA PENELITIAN TIDAK SESUAI PROPOSAL

Assalamualaikum. Saya mau bertanya. Saya mengajukan proposal penelitian dan disetujui oleh pemerintah. Namun saya menggunakan dana tersebut tidak sesuai dengan yang di proposal. Sebagai contoh: di proposal, dana untuk membeli kertas 1,5 juta. Namun saya hanya gunakan 500 rb untuk beli kertas. Selebihnya saya gunakan untuk keperluan pribadi. Bagaimana hukumnya? Mohon penjelasannya. Terima kasih.

JAWABAN

Seluruh uang itu harus digunakan sesuai dengan perjanjian di proposal. Kalau dipakai untuk hal lain hukumnya haram dan itu termasuk menggunakan harta tanpa hak. Baca detail: Dosa Besar dalam Islam
Read More...

Monday, April 18, 2016

Siksa dan Nikmat Kubur: Ruh atau Jasad?

YANG DAPAT AZAB KUBUR ITU ROH ATAU JASADNYA?

Bagaimana hal penyiksaan azab kubur? Sedangkan si mayit sudah tidak bernyawa, bagaimana dia merasakan azab kubur? Sedangkan jasadnya saja sudah hancur.

1. Pertanyaan saya : apanyakah yang di azab? Apakah nyawanya yang sudah ada di alam ghaib?
Mohon penjelasan nya , terima kasih .

TOPIK SYARIAH ISLAM
  1. YANG DAPAT AZAB KUBUR ITU ROH ATAU JASADNYA?
  2. MATI SURI DALAM ISLAM
  3. ANTARA INFAK KE MASJID ATAU PESANTREN TAHFIDZ
  4. MENERIMA IKLAN PROMOSI GEREJA
  5. AKAD JUAL BELI DUA KALI APA BOLEH?
  6. CARA KONSULTASI AGAMA


JAWABAN

1. Alam kubur disebut juga dengan alam barzakh. Ulama berbeda pendapat soal ini. Sebagian menyatakan ruhnya saja yang disiksa. Sebagian lagi menyatakan yang disiksa roh dan jasadnya. Sebagian lagi menyatakan ruhnya saja namun terkadang jasadnya juga merasakannya.

Pendapat yang sahih di kalangan Ahlussunnah Wal Jamaah menyatakan bahwa azab atau nikmat kubur itu dirasakan oleh badan dan rohnya.

Imam Nawawi dalam Syarah Muslim, hlm. 17/201, menyatakan penggambaran siksa atau nikmat kubur sebagai berikut:

فان قيل : فنحن نشاهد الميت على حاله في قبره فكيف يُسأل ويُقعد ويضرب بمطارق من حديد ولا يظهر له أثر ، فالجواب : أن ذلك غير ممتنع بل له نظر في العادة وهو النائم ، فإنه يجد لذة وآلاما لا نحس نحن شيئا منها ، وكذا يجد اليقظان لذة وآلما لما يسمعه أو يفكر فيه ولا يشاهد ذلك جليسه منه ، وكذا كان جبرئيل يأتي النبي صلى الله عليه وسلم فيخبره بالوحي الكريم ولا يدركه الحاضرون ، وكل هذا ظاهر جلى .

Artinya: Apabila ditanyakan: "Kami melihat keadaan mayit di kuburnya, bagaimana (mungkin) ia ditanya, didudukkan, dipukul dengan pukulan besi padahal tidak ada bekas apapun?" Jawabnya adalah: "Hal itu tidak mencegah (bukan berarti tidak terjadi). Bisa saja ia melihat dalam kebiasaan ketika ia sedang tidur di mana ia merasakan kenikmatan atau tersiksa yang tidak kita rasakan sama sekali darinya. Begitu juga orang yang sadar merasa nikmat atau sakit ketika ia mendengar atau berfikir padahal teman di sekitarnya tidak melihat hal itu. Begitu juga, malaikat Jibril datang pada Nabi menurunkan wahyu dan hal itu tidak diketahui oleh orang-orang yang hadir di sekitarnya. Ini semua sangat jelas."

Dari penjelasan Imam Nawawi di atas, dapat disimpulkan bahwa adanya siksa dan nikmat kubur itu terjadi pada ruh dan jasad manusia di alam barzakh (alam kubur). Baca juga: Keadaan Di Alam Kubur Bagi Muslim Dan Kafir

______________________


MATI SURI DALAM ISLAM

Terimakasih ustadz atas jawabannya

saya mau nanya lagi tentang mati suri.
1. dalam Islam itu ada istilah mati suri atau tidak
2. dan menurut agama Islam apa itu mati suri sebenarnya?

JAWABAN

1. Tidak ada mati suri dalam Islam. Yang ada adalah hidup atau mati beneran. Dua hal ini yang membedakan orang muslim akan kewajiban agama dan akhir dari kewajiban agama. Selama orang itu masih hidup, maka ia wajib melaksanakan perintah agama dan menjauhi larangannya. Dan kewajiban itu berakhir saat seseorang itu sudah menghembuskan nafas terakhirnya dan dimakamkan di tempat terakhirnya.

Adapun mati suri dalam pengertian orang yang mengalami pengalaman seperti orang yang mati (near death experience - NDE), maka tidak ada pembahasan khusus soal itu dalam Islam. Islam hanya mengenal ajaran bahwa orang yang sudah meninggal, maka ia akan (a) mengalami nikmat atau siksa kubur di alam barzakh atau alam kubur; dan (b) ia akan dibangkitkan kembali dari alam kubur pada hari kiamat dan akan diadili amal perbuatannya dan setelah itu akan ditentukan apakah dia masuk surga atau neraka.

Namun, kalau mati suri itu dialami pada sebagian orang, maka hal itu adalah suatu kemungkinan yang bukan mustahil. Namun apakah itu terjadi atau tidak, tidak berpengaruh pada pelaksanaan syariah Islam: yakni bahwa kalau orang yang mengalami mati suri dan hidup kembali maka ia kembali harus menjalani aturan syariah Islam karena ia dianggap orang yang masih hidup. Baca juga: Karma dalam Islam

______________________


ANTARA INFAK KE MASJID ATAU PESANTREN TAHFIDZ

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakaatuh.

Yth. pak Ustad,
Saya mohon informasi, mana yang lebih baik, lebih mulia, lebih banyak pahalanya, lebih banyak manfaatnya :

Seandainya, punya uang 2.000.000,-
1. di infak-kan melalui kotak amal di masjid dekat rumah, setiap hari 20.000,- selama 100 hari berturut-turut.
Masjid tersebut untuk dalam waktu dekat ini belum ada rencana untuk dibangun,
Dana yang diperoleh digunakan untuk kebutuhan sehari-hari, seperti bayar listrik dan petugas kebersihan, dan untuk kebutuhan operasional lainnya.

2. Uang 2.000.000,- di sedekahkan ke pengelola rumah tahfidz sekaligus
misalnya ke : PPPA Daarul Qur'an (Program Pembibitan Penghafal Al-Quran Daarul Qur'an)

dari kedua pilihan itu mana yang lebih baik, lebih mulia, lebih banyak pahalanya, lebih banyak manfaatnya.

dengan hormat, mohon pula dijelaskan apa sebabnya.

JAWABAN

Menginfakkan harta untuk masjid dan untuk kalangan individu yang sangat membutuhkan, termasuk pada santri program tahfidz, adalah sama baiknya. Terkait pembangunan masjid, Allah menyebut secara khusus dalam QS An-Nur :36. Dan hadis sahih riwayat Muslim Nabi bersabda: "Barangsiapa membangun masjid, maka Allah membangun baginya masjid yang serupa di surga." Allah juga menyebut secara khusus orang yang membantu orang miskin seperti disebut dalam QS Al-Balad :16.

Oleh karena itu, akan lebih baik kalau anda membagi dua infak tersebut: untuk masjid dan untuk pesantren tahfidz. Tentu saja masjid yang disumbang tidak harus masjid yang berada di dekat anda, bisa saja masjid lain yang saat ini sedang sangat membutuhkan bantuan anda. Baca detail: Beda Infak, Sedekah dan Zakat

______________________


MENERIMA IKLAN PROMOSI GEREJA

Assalam Alaikum Wr. Wb.

Ustadz, saya ingin bertanya.
Saya ingin membuat mading untuk umum yang siapa saja boleh memasukkan poster kedalamnya dan tentu saja telah difilter. Lalu bagaimana ketika ada yang ingin menempelkan poster tentang sumbangan untuk gereja dimading saya?.
1. Apakah saya berdosa karena ikut memfasilitasi kelancaran pembangunan tempat ibadah lain atau tidak?. dan bagaimana hukumnya?.

JAWABAN

1. Ya, menurut mayoritas ulama (madzhab Syafi'i, Maliki, Hanbali), ikut terlibat dalam kelancaran pembangunan tempat ibadah umat lain itu berdosa. Imam Syafi'i dalam Al-Umm, hlm. 4/213, menyatakan:

وأكره للمسلم أن يعمل بنّاء، أو نجاراً، أو غير ذلك في كنائسهم التي لصلاتهم

Artinya: Aku tidak suka seorang muslim bekerja sebagai tukang bangunan atau tukang kayu atau lainnya untuk pembangunan gereja yang digunakan untuk ibadah mereka.

Kata "aku tidak suka" bisa bermakna dua: yakni makruh tahrim atau haram. Terlepas dari itu, kedua makna itu menunjukkan tidak baik. Baca: Makna Makruh Tahrim dan Tanzih

______________________


AKAD JUAL BELI DUA KALI APA BOLEH?

Dengan Uang senilai Rp X si A membeli sejumlah bibit pohon kepada si B (akad pertama) selaku penyedia bibit dengan beberapa fasilitas seperti :
- Pencarian lahan yg sesuai
- Pengurusan legalitas
- Perawatan (mengelola sampai panen kayunya)
- Penyedia tenaga ahli
- Jasa pelaporan perkembangan pertumbuhan pohon.

Setelah itu si A selaku pemilik bibit pohon melakukan perjanjian kerjasama penggunaan lahan (akad kedua) dengan si C selaku pemilik lahan untuk menanam bibit pohon tersebut.
Tetapi si A tidak membayar lagi kepada si C karena uang Rp X tersebut sudah termasuk pembelian bibit pohon, sewa lahan, upah pekerja, perawatan, dll sampai panen pohon (kayu) nya. Semuanya dikelola oleh si B. Pembagian hasil panen adalah A : B : C = 70% : 10%
: 20%.

Pertanyaan :
1. Apakah transaksi tersebut (akad pertama dan akad kedua) sudah syar'i? Artinya apakah transaksi tersebut tidak termasuk 2 akad dalam 1 transaksi?
2. Apakah sebaiknya akad kedua itu dilakukan antara B dan C saja?
Syukran.

JAWABAN

1. Akad tersebut sah.
2. Terserah para pihak. Kalau cara itu dilakukan karena sama-sama rela maka tidak ada masalah.

DUA AKAD DALAM 1 TRANSAKSI

Istilah dua akad dalam 1 transaksi berasal dari sebuah hadis riwayat Malik dan Tirmidzi :

أنه نهى عن بيعتين في بيعة
Artinya: Nabi melarang dua akad dalam satu akad

Dalam hadis riwayat Al-Hakim Nabi bersabda:

من باع بيعتين في بيعة فله أوكسهما أو الربا
Artinya: Barangsiapa menjual dengan 2 baiah dalam 1 baiah, maka ia harus memilih harga yang paling rendah atau riba.

Madzhab Syafi'i menjelaskan maksud hadits ini gambarannya adalah: seorang menjual barang, lalu ia berkata: "Kontan harganya sekian" "Hutang harganya sekian" yakni dengan harga yang lebih tinggi dari harga pertama.

Kesimpulan: haram menetapkan dua harga (di mana harga tunai lebih rendah dari harga kredit) dan melakukan jual beli tanpa memilih salah satu dari kedua harga tersebut. Tapi, apabila penjual dan pembeli sepakat dengan salah satu harga (baik harga tunai atau harga kredit) maka jual beli seperti ini sah. Baca detail: Bisnis dalam Islam
Read More...

Saturday, April 16, 2016

Sukses Bisnis dengan Kerja dan Doa
BERBISNIS DENGAN KERJA ATAU DOA ATAU KOMBINASI

Assalaamu’alaikum.

Pak ustadz, saya mau bertanya. Dalam usaha memperoleh rezeki, pendekatan seperti apa yang harus kita jalani. Yang saya ketahui selama ini, sebutlah sebagai PENDEKATAN PERTAMA, kita bekerja keras dan “bersih”, dan melengkapi diri dengan ilmu yang dibutuhkan untuk pelaksnaan pekerjaan tersebut.

Namun, belakangan ini saya terinfokan adanya pendekatan yang berbeda, sebutlah sebagai PENDEKATAN KEDUA. Dalam pendekatan itu, kita tidak usah terlalu memikirkan pekerjaan kita. Yang dipentingkan adalah pelaksanaan ibadah-ibadah kepada Allah dilaksanakan semaksimal dan sebaik mungkin. Misalnya, sholat 5 waktu dikerjakan di awal waktu, ditambah dengan berjama’ah, tahiyatul masjid, qobliyah, ba’diah. Ditambah lagi dengan sholat tahajjud dan dhuha sebanyak mungkin, tidak sekedar 2 rakaat. Ditambah lagi dengan membaca Al Qur’an tiap hari dan sebanyak mungkin. Ditambah lagi dengan puasa sunnah. Ditambah lagi dengan infaq, yang sedapat mungkin sebesar mungkin. Dari pelaksanaan semua ini nantinya diharapkan Allah akan menurunkan rezekinya. Apalagi dengan dilakukannya infaq, maka sudah dipastikan Allah akan membalas sebanyak 700 kali lipat dari apa yang kita keluarkan. Jadi, pada pendekatan ini, dalam mencari rezeki, perilaku kita bukan ditujukan kepada mekanisme & proses pencarian rezekinya, tetapi lebih diarahkan untuk “memantaskan “ diri kita di hadapan Pemilik Rezeki.

TOPIK SYARIAH ISLAM
  1. BERBISNIS DENGAN KERJA ATAU DOA ATAU KOMBINASI
  2. WARISAN UNTUK CUCU
  3. MIMPI TEMAN MEMINTA MAAF
  4. CARA KONSULTASI AGAMA

Mungkin sebagai ilustrasi, saya mencoba membuat analogi begini. Kita ingin pergi ke bulan. Pada pendekatan pertama, kita sibuk mempelajari ilmu mekanika untuk gerak roket, astrofisika untuk memahami posisi bumi & bulan, metalurgi untuk bahan logam roket, ilmu elektronika dan komputer untuk pengendalian penerbangan roket, ilmu kimia untuk bahan bakar roket, dan sebagainya. Sementara, pada pendekatan kedua, kita berkurung diri di musholla, sibuk dengan segala macam ibadah, termasuk berinfaq sebesar-besarnya. Nantinya, tiba-tiba orang Kristen/Amerika membuat roket dengan berbekal berbagai ilmu di atas, lalu entah karena apa dan bagaimana roket tersebut diserahkan kepada kita untuk kita gunakan pergi ke bulan. Jadi di sini kita memiliki “tangan bersih”, namun dapat memanfaatkan roket tersebut. Yang “kerja kotor” biar saja orang Kristen/Amerika tersebut.

Selama ini saya condong kepada pendekatan pertama, walaupun apa yang dianjur oleh pendekatan kedua juga sudah saya lakukan. Tetapi tidak ngotot dan maksimal. Misalnya sholat 5 waktu tidak selalu di awal waktu. Qabliyah, ba’diyah, puasa sunnah, sholat tahajjud, sholat dhuha tidak selalu dan/atau tidak tiap hari saya kerjakan. Membaca Al Qur’an, juga tidak tiap hari. Jadi yang saya kerjakan selama ini lebih ‘longgar’, sementara pada pendekatan kedua dikerjakan dengan ‘ngotot’ dan semaksimal mungkin.

1. Nah, yang ingin saya tanyakan, dalam menjalani kehidupan ini, khususnya dalam mencari rezeki, pendekatan yang mana yang seharusnya kita gunakan ? Apakah dengan pola pendekatan pertama digenapi pendekatan kedua secara lebih longgar, atau pendekatan kedua yang dilaksanakan dengan ketat ? Mohon pencerahannya pak.

Terima kasih. Wassalam.


JAWABAN

1. Jelas pendekatan pertama (digenapi pendekatan kedua secara lebih longgar) yang diajarkan Islam kepada kita dalam mencari rejeki. Pertama, berdasarkan pada QS Al-Jumah 62:9 dan 10
Hai orang-orang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat Jum'at, maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.

Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung.

Dalam kedua ayat ini jelas Allah meminta kita agar berperilaku seimbang antara ibadah dan muamalah (mencari rejeki) dengan keseimbangan secara proporsional. Yang dimaksud proporsional adalah keseimbangan yang bersifat kualitatif, bukan kuantitatif (tidak harus sama dalam jumlah waktunya). Itulah sebabnya, dalam ayat Al-Jumah 62:9 dan 10 di atas, kita diperintahkan untuk berhenti sejenak -- sekitar 30 menit -- dari pekerjaan duniawi untuk melaksakan ibadah ukhrawi yaitu shalat Jumat. Setelah itu pada ayat 10 kita diperintahkan atau dibolehkan untuk melanjutkan kegiatan duniawi kita sampai selesai. Itu artinya, waktu siang selama 12 jam itu tidak sampai 10% yang digunakan untuk ibadah. Namun itu sudah cukup menurut Al-Quran. Waktu 30 menit atau paling lama 60 menit untuk ibadah Jumat itu sudah dianggap proporsional menyeimbangi kerja duniawi selama 11 jam.

Pendekatan kedua yang anda sebutkan adalah pendekatan yang dipelopori oleh Ustadz Yusuf Mansyur. Dalam pendekatan tersebut terdapat beberapa hal yang perlu dievaluasi, antara lain: (a) Memberikan infak sedekah dengan harapan mendapat balasan berlipat secara langsung di dunia; dan banyak beribadah sunnah dengan harapan lancar rejeki. Kedua hal ini (infak dan shalat sunnah) adalah ibadah murni yang semestinya dilakukan secara ikhlas untuk mendapatkan ridho Allah semata, bukan untuk tujuan duniawi. (b) Mencari rejeki duniawi dengan cara ukhrawi (shalat sunnah dan sedekah) agak sedikit bertentangan dengan sunnatullah atau pakem yang berlaku dalam masalah duniawi. Di mana Allah jelas menyuruh manusia untuk bekerja secara fisik seperti disebut dalam ayat 62:10 di atas. Ustadz YM sendiri sebagai pelopor gerakan ini juga lebih banyak bekerja (sebagai penceramah di samping berbisnis) daripada beribadah.

Kelancaran memperoleh harta bisa didapat dengan kerja keras bahkan tanpa ibadah. Dan itu nyata terjadi dalam sejarah masa lalu dan masa sekarang. Banyak orang kaya walaupun dia non-muslim; atau muslim yang fasiq. Oleh karena itu, ibadah hendaknya dijadikan sebagai penyeimbang dan penguat batin agar bisa mengontrol harta yang diperoleh dan tetap taat dalam gemerlapnya dunia, bukan dibuat untuk dijadikan alat mencari rejeki.

Dan beribadah sebagai sarana untuk penguat iman dan hati dalam rangka untuk memperbaiki akhlak pada Allah dan sesama manusia adalah tujuan utama seorang muslim. Dalam hadis sahih riwayat Al-Bazzar dari Abu Hurairah Nabi bersabda:

إنما بعثت لأتمم مكارم الأخلاق
Artinya: Aku diutus untuk menyempurnakan kemuliaan akhlak.

Dalam hadits riwayat Tirmidzi dan Hakim Nabi bersabda:

أكثر ما يدخل الناس الجنة، تقوى اللّه وحسن الخلق
Artinya: Perkara yang membuat manusia masuk surga adalah takwa dan akhlak yang baik.

Baca juga:

- Mengapa Kafir Kaya Raya Sedang Muslim Hidup Sengsara?
- Rejeki, Jodoh, Mati Sudah Ditentukan?
- Doa Lancar Rejeki

______________________


WARISAN UNTUK CUCU

Assalamu'alaikum we. wb
Maaf sebelumnya, saya ingin bertanya, saya laki-laki dari temanggung-jawa tengah, orang tua saya punya anak 4, 3 laki2 &1 perempuan, yang anak pertama laki2, kedua perempuan, ketiga laki2 (saya ), keempat laki, semua dah berkeluarga dan punya anak,

Kemudian pada tahun 1991 anak orang tua saya yang pertama meninggal dunia, dan punya anak 1 perempuan, jadi anak orang tua saya tinggal tiga orang, 1 perempuan, dua laki,

Kemudian pada tahun 2015 ayah saya meninggal , yang akan saya tanyakan adalah tentang pembagian warisan,

1. apakah cucu perempuan dari anak laki2/anak pertama yang meninggal dari orang tua saya, mendapatkan warisan atau tidak, kalau dapat, berapa bagiannya,
2. terus ibu saya dapat berapa
Mohon penjelasannya, terimakasih sebelumnya

Wassalamu alaikum wr wb.

JAWABAN

1. Cucu tidak mendapat warisan dari harta kakeknya selagi masih ada anak kandung.
2. Ibu anda dengan status sebagai istri almarhum mendapat bagian 1/8 Baca detail: Hukum Waris Islam

______________________


MIMPI TEMAN MEMINTA MAAF

bismillahirrohmanirrohim
assalamu'alaikum .

saya ingin konsultasi mengenai mimpi saya. saya bermimpi sahabat yang kini berseteru dengan saya ,ia sadar dan menyadari kesalahannya, seperti minta maaf dan meyakini saya. namun, anehnya ia tidak mengenakan hijabnya. apakah maksud dari mimpi saya ?
mohon jawabannya.

syukron.

JAWABAN

Ia ingin berbaik hati dengan anda asalkan anda melakukan pendekatan yang baik dengan dia. Baca detail: Mimpi dalam Islam

Read More...