Hukum Tarekat Tasawwuf Sufi

Hukum Tarekat Tasawwuf Sufi
SUFI TARKET ITU SESAT ATAU BAIK?

Assalamu alaikum warahmatullah
saya mau tanya nih pak
1. apa sih itu sufi?
2. Dan bagaimana pandangan islam tentang Sufi? Terutama menurut 4 madzab karena diinternet ada yg bilang sufi itu sesat ada juga yang bilang sufi itu baik
terimakasih wassalam.

TOPIK KONSULTASI ISLAM
  1. SUFI ITU SESAT ATAU BAIK?
  2. ANAK PERTAMA KAWIN DENGAN ANAK KETIGA BOLEHKAH?
  3. SUAMI SUKA MAIN JUDI
  4. SAHABAT MENJAUH TANPA SEBAB JELAS
  5. MENEMUKAN UANG 50.000 DI JALAN
  6. CARA KONSULTASI SYARIAH ISLAM


JAWABAN

RINGKASAN:

Ada dua pendapat tentang sufi, tasawuf atau tarekat. Pendapat pertama, sufi dengan arti ihsan atau ikhlas dalam beramal ibadah. Pendapat kedua, sufi dalam arti suatu gerakan aliran agama dalam Islam Sunni yang terorganisir. Semua ulama sepakat bahwa sufi dengan pengertian pertama adalah baik dan justru menjadi bagian dari salah satu dari tiga rukun Islam (Iman, Islam, Ihsan). Adapun sufi dalam pengertian kedua, maka jawabannya dirinci: (a) tarekat yang muktabarah dianggap tidak sesat; (b) tarekat yang ghair muktabarah dianggap sesat atau minimal melenceng.

URAIAN

Sufi (bahasa Arab: الصوفية‎; bahasa Persia تصوف 'tashawuf') adalah sebuah konsep dalam Islam yang secara terminologis dimaknai sebagai dimensi batin (esoteris) dari Islam.

Ada beberapa pendapat tentang definisi sufi atau tasawuf.

Pendapat pertama, sufi bukanlah aliran atau gerakan, tapi ia adalah bagian dari 3 (tiga) rukun Islam, yaitu ihsan. Ihsan artinya ikhlas dalam beramal ibadah. Sufi dalam konteks ini menjadi hal penting bagi seorang muslim dalam beramal ibadah dan tak terpisahkan dengan Islam.

Dalam sebuah hadits riwayat Bukhari Nabi menjelaskan 3 hal pokok bagi seorang muslim dalam berislam: yaitu iman, Islam dan ihsan.

كان النبي صلى الله عليه وسلم بارزا يوما للناس فأتاه جبريل فقال ما الإيمان قال الإيمان أن تؤمن بالله وملائكته وكتبه وبلقائه ورسله وتؤمن بالبعث قال ما الإسلام قال الإسلام أن تعبد الله ولا تشرك به شيئا وتقيم الصلاة وتؤدي الزكاة المفروضة وتصوم رمضان قال ما الإحسان قال أن تعبد الله كأنك تراه فإن لم تكن تراه فإنه يراك

Artinya: Suatu hari Nabi berada di tengah para Sahabat lalu datanglah Malaikat Jibril dan bertanya, "Apa itu iman?" Nabi menjawab, "Iman adalah kamu beriman pada Allah, malaikatnya, bertemu dengan-Nya, para Rasul, percaya pada Hari Kebangkitan." Jibril bertanya, "Apa itu Islam?" Nabi menjawab, "Islam adalah engkau menyembah Allah dan tidak menyekutukannya dengan apapun, mendirikan shalat, menunaikan zakat wajib, puasa Ramadan." Jibril bertanya, "Apa itu ihsan?" Nabi menjawab, "Kamu menyembah Allah seakan kamu melihat-Nya. Seandainya kamu tidak melihatNya, sesungguhnya Dia melihatmu."

Apabila kita mengikuti definisi sufi atau tasawuf versi pertama ini, maka pada dasarnya semua umat Islam yang taat dan berusaha ikhlas dalam bertingkah laku dan beramal ibadah adalah seorang sufi. Sufi dalam makna ini jelas sangatlah baik dan dianjurkan untuk dimiliki setiap muslim.

Pendapat kedua, sufisme merupakan filosofi eksistensi perenial yang ada sebelum Islam. Artinya, sufisme adalah budaya tersendiri yang asalnya tidak ada kaitannya dengan Islam. Setelah datangnya Islam ia melebur dan berkembang dalam Islam mirip seperti budaya Wayang di Indonesia yang ada sebelum Islam datang lalu diadopsi oleh salah satu Wali Songo dan isinya disesuaikan dengan Islam sebagai media dakwah. Oleh karena itu, sufi tidak hanya ada dalam Islam, tapi juga dapat ditemukan dalam agama lain seperti Hindu dan Nasrani.

Sufi tipe kedua ini disebut juga dengan tarekat (Arab, الطريقة). Dalam konteks ini sufi menjadi suatu ajaran atau gerakan atau organisasi spiritual yang memiliki ciri-ciri khas berbeda dengan penganut Islam umumnya. Ciri-ciri mereka sebagai berikut:
(a) Sufi tarekat berbentuk dalam format organisasi.
(b) Dalam organisasi sufi terdiri dari mursyid (guru spiritual) dan murid (pengikut). Di mana murid harus mendapat baiat dari mursyid.
(c) Mursyid sufi memiliki otoritas spiritual yang sangat tinggi di mata muridnya. Ia disebut mahfudz atau bebas dari kesalahan dan dosa.
(d) Murid harus taat secara total pada perintah dan kehendak mursyid walaupun seandainya perintah itu akan berlawanan dengan syariah. (Penjelasan detail hubungan mursyid - murid, lihat Al-Kurdi dalam kitab Tanwirul Qulub https://archive.org/details/TawiirulQuluub)
(e) Ada bacaan wiridan dan dzikir khusus yang harus dibaca setiap hari (riyadhoh). (f) Bacaan dzikir dan wirid tersebut harus mendapat ijazah dari mursyid.
(g) Ada riyadhah dan ritual tarekat yang menjadi metode untuk memperoleh kesaktian seperti ilmu kebal, dan lain-lain.
(h) Dalam tarekat ada gelar Wali yaitu orang-orang yang ketakwaannya mencapai derajat tertentu. Tentu saja yang berpeluang menjadi wali adalah para mursyid. Wali dalam tarekat ada bermacam-macam tingkatan sebagai berikut (dari yang tertinggi sampai terendah): Wali Qutub, Imam, Autad, Nujabak, Abdal.

TAREKAT MUKTABARAH DAN N0N-MUKTABAROH

Tarekat (ejaan lain: toriqot, tariqah) terbagi menjadi dua kategori. Tarekat mu'tabarah (diakui) dan non-mu'tabarah (tidak diakui).

Tarekat muktabarah adalah organisasi tarekat yang ajaran tarekatnya dianggap tidak sesat. Alasan tidak sesatnya antara lain karena bacaan dzikirnya konon bersambung (muttasil) sampai pada Nabi. Sedangkan tarekat ghairu mu'tabarah (tidak diakui) dianggap sesat karena dianggap menyimpang dari syariah.

Tarekat mu'tabarah yang ada di Indonesia antara lain: Tarekat Qadiriyah, Naqsyabandiyah, Syathariyah, Syadziliyah

HUKUM MENGIKUTI TAREKAT

Masuk tarekat tidak wajib, juga tidak sunnah. Tapi, tidak ada masalah mengikuti tarekat mu'tabarah, karena bacaan dzikir dan wirid mereka umumnya tidak berlawanan dengan syariah, asalkan dengan adaptasi seperlunya. Maksudnya, apabila ada doktrin-doktrin dalam tarekat yang tidak sesuai dengan ajaran syariah Islam, maka tidak perlu diikuti seperti (a) ketaatan pada guru secara total itu jelas doktrin yang tidak benar. Karena ketaatan total itu hanya pada Allah. (b) tarekat menyatakan ketaatan pada guru lebih tinggi daripada orang tua, ini juga doktrin yang salah. Yang benar, ketaatan pada orang tua lebih tinggi nilainya dari guru selagi tidak berlawanan dengan syariah berdasarkan pada QS An-Nisa' 4:36; Al-An'am 6:151; Al-Isra' 17:23; Al-Ankabut 29:8; Al-Ahqaf 46:15. Segala perintah orang tua maupun guru harus dilanggar apabila bertentangan dengan syariah sebagaimana firman Allah dalam QS Al-Ankabut 29:8. (c) Tarekat berpendapat bahwa ikut tarekat itu wajib. Pendapat ini juga tidak benar. Tarekat secara organisasi baru ada ratusan tahun setelah Nabi wafat, tidak ada satupun entitas selain Allah dan Rasulnya yang berhak mewajibkan sesuatu secara agama; (d) cari organisasi tarekat yang praktik ritualnya atau wiridnya tidak menggunakan media tarian, alat musik dan nyanyian karena mazhab empat sepakat atas haramnya cara ini.

HUKUM MENGIKUTI TAREKAT NON-MUKTABARAH

Tarekat ghairu mu'tabarah atau tarekat yang tidak diakui adalah sesat dan menyesatkan. Oleh karena itu haram mengikuti tarekat non-mu'tabarah karena banyak praktik dan doktrin yang bertentangan dengan syariah Islam seperti kewajiban syariah seperti shalat, puasa, zakat dan haji tidak perlu dilaksanakan, tapi cukup dengan niat saja, dll.

PENDAPAT MAZHAB EMPAT TENTANG KAUM SUFI

Perlu dicatat bahwa keempat imam mazhab bukanlah sufi atau pengikut tasawuf. Mazhab yang empat tidak keberatan dengan tasawuf dan kaum sufi namun mereka mengharamkan ritual sufi yang disertai dengan tarian, nyanyian dan alat musik.

Berikut pendapat mereka tentang haramnya praktek ritual sufi yang memakai tarian dan lagu:

MAZHAB HANAFI

Al-Bazzazi dalam Al-Fatawa Al-Bazzaziyah, hlm. 4/349 menyatakan:

و غرضُه استماع الدف و المزمار واللعب بالرقص الذي أحدثه أولاً السامري حين أخرج لهم عجلاً جسداً له خوار، وقد نقلَ صاحبُ الهداية (المرغيناني) فيها: أنّ المغنّي للناس، إنما لا يَقْبَل شهادَتَه؛ لأنّه يجمَعُهم على كبيرة، والقرطبي: على أنّ هذا الغناء وضرب القضيب والرقص حرام بالإجماع عند مالك وأبي حنيفة والشافعي وأحمد. ذكر ذلك في مواضعَ من كتابه.

Tahawi dalam Al-Muraqi, hlm. 2/311 menyatakan:

وفي حاشية الطحاوي على المراقي 2/311:
(وأما الرقص والتصفيق والصريخ وضرب الأوتار والصنج والبوق الذي يفعله بعض من يدعي التصوف فإنه حرام بالإجماع؛ لأنها زيُّ الكفار) انتهى.

MAZHAB SYAFI'I

Aziz bin Abdussalam dalam Qawaid al-Ahkam fi Mashalih al-Anam, hlm. 2/186:


وأما الرقص و التصفيق فَخِفَّةٌ ورعونة، مُشْبِهَةٌ لرعونة الإناث، لا يفعلها إلا راعن أو متصنع كذّاب، كيف يتأتى الرقص المتَّزن بأوزان الغناء، ممن طاش لُبُّه وذهب قلبه، وقد قال عليه الصلاة والسلام: (خير الناس قرني، ثمّ الذين يلونهم، ثم الذين يلونهم) متفق عليه. ولم يكن واحد من هؤلاء الذين يقلّدونهم يفعل شيئاً من ذلك.

MAZHAB MALIKI

Abul Abbas Al-Qurtubi dalam Al-Mufhim fi Syarh Sahih Muslim


وأمّا ما ابتدعته الصوفيّة في ذلك، فمِن قَبيل ما لا يُخْتَلفُ في تحريمه، لكنّ النفوس الشهوانيّة غلَبَت على كثيرٍ ممن يُنسَبُ إلى الخير، حتى لقد ظهَرَتْ من كثير منهم فَعَلاتُ المجانين والصبيان، حتى رَقَصوا بحركاتٍ متطابقة، وتقطيعاتٍ متلاحقة، وانتهى التَّواقُحُ بقومٍ منهم إلى أن جعلوها مِنْ بابِ القُرَب وصالحِ الأعمال، وأنَّ ذلك يُثمِرُ سَنِيَّ الأحوال، وهذا على التحقيق مِنْ آثار الزندقة، وقول أهل المَخْرَقَة، والله المُستعان

MAZHAB HANBALI

Ibnu Qudamah dalam Al-Mugni, 14/159-160, menyatakan:
اء في كتاب المغني لابن قُدامة المقدسي الحنبلي ج14 / 159-160

فصلٌ في الملاهي: وهي على ثلاثة أَضْرُبٍ؛ محرّم وضربٌ مباح وهو الدُّف فإن النبي صلى الله عليه وسلم قال: (( أعلنوا النكاح واضربوا عليه بالدف )) أخرجه مسلم


REKOMENDASI

Bagi anak muda yang masih dalam masa produktif untuk belajar, bekerja keras dan berkarya, kami menganggap tidak perlu masuk tarekat. Karena semua perilaku dan pekerjaan yang dilakukan itu sendiri adalah ibadah asalkan diniati ibadah. Bagi kalangan tua yang sudah tidak produktif lagi, tidak ada salahnya ikut tarekat daripada nganggur dan ngerumpi di rumah. Tapi jangan salah milih tarekat, pilih yang mu'tabarah.

REFERENSI:

- Al-Kurdi dalam Tanwirul Qulub
- Abdul Qadir Isa, Haqaiq an At-Tashawwuf
- Ahmad Zuruq Al-Qasi, Tamhid Qawaid At-Tasawwuf wa Ushulih
- Dr. Abdullah As-Shali, At-Turuq As-Shufiyah: Nash'atuha, wa Haqiqatuha, wa Atharuha

___________________________


ANAK PERTAMA KAWIN DENGAN ANAK KETIGA BOLEHKAH?

Assalamualaikum wr wb

saya mau tanya ustad :
1. Apakah kita boleh percaya yang namanya mitos?
2. Apakah anak pertama itu tidak boleh menikah dengan anak yang ketiga?
3. Apakah ada hukum islam yang mendasari anak pertama tidak boleh menikah dengan anak ketiga?
4. Dan kata orang anak pertama menikah dengan anak ketiga itu nanti kelak akan ada yang meninggal hanya karena mitos apakah itu benar ustad?

Terima kasih Wasslamualaikum wr wb

JAWABAN

1. Tidak boleh. Karena itu sama dengan percaya ramalan. Syariah Islam mengharamkan seorang muslim percaya ramalan. Baca dalil: Hukum Percaya Ramalan
2. Boleh. Yang tidak membolehkan hanya adat Jawa, bukan syariah Islam.
3. Tidak ada, justru berdosa percaya itu. Lihat poin 1.
4. Tidak benar. Semua orang akan mati, termasuk anda, baik menikah dengan dia atau menikahi orang lain.

Menikah dalam Islam itu mudah, tidak perlu ramalan dan pantangan. Yang penting kedua pasangan bukan mahram atau muhrim dan si wanita bukan istri orang, maka boleh menikah. Idealnya, carilah pasangan karena ketaatannya pada agama dan kebaikan pribadinya. Baca detail: Pernikahan Islam

___________________________


SUAMI SUKA MAIN JUDI

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
saya mohon petunjuknya pak ustadz. saya sudah menikah 11 tahun. masuk tahun ke 5 sampai sekarang pernikahan kami tak lagi baik. suami suka berjudi online, malas bekerja, suka berbohong, sering tidak menafkahi saya lahir dan bathin, dulu suami pernah saya tinggal 10 bulan pulang ke rumah ibu saya dengan maksud memberi pelajaran setelah saya dan anak2 letih sering di telantarkan. tapi beliau malah tergoda dan tinggal serumah dengan mantan pacar nya waktu sekolah dulu. saya sakit hati sampai sekarang pak ustadz. sekarang kami tinggal bersama lagi dan suami berjanji tidak ada lagi wanita lain. tapi judi dan malas kerjanya masih bertahan pak ustadz. Saya mohon petunjuk nya pak

1. Apa yang harus saya buat untuk menyadarkan suami saya.
2. Bagaimana cara menghilangkan luka dihati karena perselingkuhan nya.
3. Bagaimana cara nya agar saya bisa percaya lagi pada suami.
4. Amalan apa yang harus saya lakukan biar suami saya tidak tergoda dengan wanita lain, karena wanita tersebut masih berusaha mengganggu rumah tangga saya pak ustadz.

saya mohon bantuan pak ustad,saya juga mohon maaf kalau ada kata yang salah. السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

JAWABAN

1. Cobalah nasihati dia. Kalau tidak mempan, cobalah minta tolong pada orang yang dihormati suami anda. Kalau itu juga tidak berhasil, maka itulah usaha maksimal yang bisa anda lakukan.

2. Bercerai dan menikah dengan pria lain hanyalah satu-satunya cara untuk menghilangkan sakit hati. Kalau anda masih sayang padanya dan tidak ingin bercerai, maka buatlah kesibukan dan ikutlah kegiatan di luar seperti majelis taklim dll yang positif.

3. Kalau suami tidak berubah, maka sulit untuk percaya lagi.

4. Rajin shalat 5 waktu dan doakan suami agar menjadi orang salih. Berdoa cukup dengan bahasa sendiri.

___________________________


SAHABAT MENJAUH TANPA SEBAB JELAS

Assalammu'alaikum pak ustad,

langsung saja, saya punya sahabat dulu kami dekat. dan entah karena suatu hal apa dia jadi menjauh dari saya. saya sudah hubungi melalui sms, bbm juga email tapi tidak pernah dijawab dan dibalas. sampai saya telfon berkali2 juga tidak pernah diangkat. padahal saya ingin kami kembali seperti dulu. saya sudah katakan bila saya salah, saya mohon maaf. namun bila dia merasa bersalah saya sudah maafkan.

1. bagaimana menghadapi orang seperti ini?
2. apakah hal yg dilakukan sahabat saya termasuk memutuskan tali silaturahmi??

mohon dibantu ya ustad. terima kasih

JAWABAN

1. Tidak ada yang bisa anda lakukan. Kalau semua pintu komunikasi diputuskan, maka anda tidak melakukan apapun lagi. Namun, kalau anda masih tetap ingin bersahabat dengannya, tetaplah kirim pesan secara berkala. Mungkin sebulan sekali atau lebih.

2. Iya.

___________________________


MENEMUKAN UANG 50.000 DI JALAN

Assalamu'alaikum ya ustadz..

Kemarin saya menemukan uang di pinggir jalan , uangnya sebesar 50 ribu.. Saya tau kalo uang itu bukan hak saya, sedangkan untuk mengembalikannya jelas saya tidak tau pemiliknya.. Pada akhirnya uang itu saya taruh di kotak amal masjid..

Pertanyaan saya,
1. apakah sudah benar dan tepat hal yg saya lakukan itu
ya ustadz..?? Ataukah hal yg saya lakukan itu salah dan kurang tepat ya ustadz..??

JAWABAN

1. Dalam aturan Islam, (a) apabila barang temuan (Arab, luqotoh لقطة) itu kurang berharga maka ia bisa dipakai dengan catatan apabila ada pemiliknya, maka kita harus menggantinya. (b) apabila barang temuan itu berharga, maka harus diumumkan dan disimpan selama 1 tahun. Kalau tidak ada yang mengklaim, maka boleh dipakai. Namun kalau setelah itu ada yang mengklaim, maka kita harus menggantinya. Baca detail dengan dalil: Hukum Luqatah dalam Islam
Selengkapnya ...

Hukum Ucapan Selamat Natal

Hukum Ucapan Selamat Natal

Mayoritas ulama kontemporer yang ahli di bidang fiqih, tafsir dan hadits membolehkan ucapan selamat Natal. Sementara hanya minoritas ulama yang melarang (mengharamkan) yaitu kelompok Wahabi. Namun, suara yang mengharamkan terkesan lebih nyaring.

Ada dua hal yang menjadi kontroversi seputar Natal bagi muslim yaitu hukum (a) mengucapkan selamat Natal; dan (b) mengikuti ritual sakramen Natal.

Mayoritas ulama kontemporer sepakat bahwa mengucapkan Selamat Natal itu boleh. Yang tidak sepakat dengan pandangan ini adalah para ulama Wahabi dan pendukungnya. Apabla anda melihat komentar yang tidak setuju dengan ucapan selamat Natal di artikel ini, maka hampir dapat dipastikan mereka para aktifis Wahabi di Indonesia.

Masalah kedua adalah mengikuti perayaan atau sakramen ritual Natal. Untuk hal ini, hampir semua ulama kontemporer sepakat bahwa itu haram hukumnya.

DAFTAR ISI

  1. Dalil Quran Hadits Tentang Ucapan Selamat Natal
  2. Ulama yang Membolehkan Ucapan Selamat Natal
  3. Ulama Wahabi Mengharamkan Ucapan Selamat Natal
  4. Haram Mengikuti Sakramen Ritual Natal
  5. Pendapat Ulama dan Dalil Dasar
    1. Fatwa Yusuf Qardhawi Ahli Fikih asal Mesir
    2. Fatwa Wahbah Zuhaili Ahli Fiqih
    3. Fatwa Ali Jumah Mufti Mesir
    4. Fatwa Syaraf Qudhat Ahli Hadits Yordania
    5. Fatwa MUI dan Buya Hamka
    6. Fatwa MUI Menurut Din Syamsudin
  6. Kesimpulan Hukum Selamat Natal

Islam sangat menganjurkan para ahli agama di bidangnya untuk melakukan ijtihad. Muadz bin Jabal dipuji Nabi dengan ijtihadnya saat dikirim Nabi ke Yaman sebagai Hakim.[1] Tetapi, ijtihad adalah aktivitas para ahli di bidang hukum agama yang disebut fiqih atau syariah. Sebagaimana juga undang-undang negara yang hanya dapat dibuat oleh para ahli hukum. Ada yang bermimpi bahwa ijtihad hukum Islam dapat dilakukan oleh siapa saja termasuk oleh mereka yang hanya modal membaca hadits terjemahan. Pendapat ini tidak logis bahkan bagi kalangan awam sekalipun. Kalau hanya ahli hukum pidana yang dapat membuat perundang-undangan atau keputusan hukum pidana umum, maka mengapa hukum Islam yang jauh lebih penting dapat dilakukan oleh sembarang orang? Tokoh Ulama Wahabi sendiri mewajibkan kalangan muslim yang awam ilmu agama untuk taqlid kepada keputusan hukum yang diambil ulama mereka.

Kembali pada soal Natal, yang menjadi perbedaan (ikhtilaf) ulama adalah seputar mengucapkan Selamat Natal. Sedangkan mengikuti ritual natal hukumnya haram secara ijmak (mufakat ulama fiqh). Sebagaimana haramnya orang Nasrani mengikuti ritual solat Idul Fitri atau Idul Adha. Namun dipersilahkan untuk ikut acara makan-mak`n setelah acara salat Ied selesai.

CATATAN: Artikel ini bertujuan untuk memberi pencerahan pada umat Islam terhadap persoalan seputar Natal. Karena itu, kami memuat dua pendapat yang berbeda. Baik yang menghalalkan atau yang mengharamkan mengucapkan Selamat Natal atau ucapan selamat yang lain pada pengikut agama lain. Adanya arus besar dua perbedaan pendapat seputar hal ini penting. Karena dapat dipakai oleh umat Islam sesuai dengan situasi dan kondisi yang dihadapi. Pendapat diambil dengan memakai sumber rujukan dari kedua kubu. Dengan mengesampingkan preferensi pribadi.

Umat Islam akan menjadi rahmat bagi diri sendiri dan bagi seluruh alam apabila (a) tidak memaksakan kehendaknya sendiri; (b) menghargai perbedaan pendapat ulama yang berdasarkan pada argumen ilmiah; (c) boleh setuju atau tidak setuju dengan suatu pendapat dengan tetap menjaga perilaku Islami. Yakni, santun, logis dan tidak emosional.

Alkhoirot.net akan terus memberikan pencerahan pada umat yang bertanya pada kami dengan berusaha memberi jawaban terbaik (mengemukakan berbagai pendapat ul`ma) dan tanpa bias. Yang ingin bertanya seputar agama, silahkan kirim ke alkhoirot@gmail.com dan info@alkhoirot.com. Arsip konsultasi agama sebelumnya lihat di Konsultasi Agama Islam.


DALIL AL-QURAN HADITS TENTANG MENGUCAPKAN SELAMAT NATAL

Dalil-dalil yang dipakai sebagai dasar hukum dari keputusan ulama tentang halal dan haramnya mengucapkan Selamat Natal pada kaum Kristiani dan ucapan selamat pada non-muslim lainnya adalah sbb:

DALIL QURAN DAN HADITS ULAMA YANG MENGHALALKAN UCAPAN SELAMAT NATAL

- QS Al-Mumtahanah 60:8 "Allah tidak melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil."

- QS Al-Baqarah 2:83: "...serta ucapkanlah kata-kata yang baik kepada manusia"

- QS An-Nahl 16:90: "Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan..."

- QS An-Nisa' 4:86 "Apabila kamu diberi penghormatan dengan sesuatu penghormatan, maka balaslah penghormatan itu dengan yang lebih baik dari padanya, atau balaslah penghormatan itu (dengan yang serupa)."

DALIL QURAN DAN HADITS ULAMA YANG MENGHRAMKAN UCAPAN SELAMAT NATAL

Berdasarkan fatwa dari Ibnu Taimiyah dan ulama Wahabi Muhammad bin Shalih Al Uthaimin

- QS Al-Furqon 25:72 "Dan orang-orang yang tidak memberikan persaksian palsu, dan apabila mereka bertemu dengan (orang-orang) yang mengerjakan perbuatan-perbuatan yang tidak berfaedah, mereka lalui (saja) dengan menjaga kehormatan dirinya."

- QS Az-Zumar 39:7: "Jika kamu kafir maka sesungguhnya Allah tidak memerlukan (iman)mu dan Dia tidak meridhai kekafiran bagi hamba-Nya; dan jika kamu bersyukur, niscaya Dia meridhai bagimu kesyukuranmu itu."

- QS Al-Maidah 5:48 "Untuk tiap-tiap umat diantara kamu, Kami berikan aturan dan jalan yang terang."

- QS Al-Maidah 5:3 "Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu."

- QS Ali Imran 3:85 "Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu)daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi."

- Hadits مَنْ تشبّه بقوم فهو منهم (Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka ia menjadi bagian darinya).


PENDAPAT BOLEHNYA MENGUCAPKAN SELAMAT NATAL

Selain Ulama Wahabi yang dikenal ekstrim, ulama non-Wahabi umumnya menghalalkan atau membolehkan mengucapkan selamat pada perayaan umat non-Muslim termasuk Natal. Dalil dasar yang menjadi landasan hukumnya antara lain QS Al Mumtahanah 60:8; Al-Baqarah 2:83; An-Nahl 16:90. Landasan Quran dan analisa hukumnya lebih detail lihat: Fatwa Qardawi dan Ali Jum'ah seputar Ucapan Selamat Natal.

1. Dr. Yusuf Al-Qaradawi (Ahli Fiqih asal Mesir paling berpengaruh saat ini).
2. Dr. Ali Jumah (Mufti Mesir saat ini)
3. Dr. Ali Tantawi (Syekh Universitas Al Azhar Mesir)
4. Dr. Mahmud Hamdi Zaqzuq (mantan Menteri Wakaf Mesir)
5. Dr. Mustafa Ahmad Zarqa'
6. Dr. Wahbah Zuhayli (Ahli Fiqih asal Syria)
7. Dr. M. Quraish Shihab (Ahli Tafsir asal Indonesia)
8. Fatwa MUI (Majlis Ulama Indonesia) dan Buya Hamka
9. Dr. Din Syamsuddin
10. Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah
11. Isi Fatwa MUI 1981 Seperti Dikutip Eramuslim.com
12. Dr. Syaraf Qudhat pakar hadits dari Fakultas Syariah Universitas Yordania

Lebih detail lihat: Fatwa Ulama tentang Bolehnya Ucapan Selamat Natal


ULAMA WAHABI MENGHARAMKAN UCAPAN SELAMAT NATAL

Umumnya yang mengharamkan ucapan selamat Natal adalah ulama Wahabi yang terinspirasi dari fatwa Ibnu Taimiyah dan muridnya Ibnul Qayyim. Inti alasan dari ulama yang mengharamkan adalah karena mengucapkan selamat pada perayaan orang non-muslim sama dengan mengakui kebenaran agama mereka dan itu bertentangan dengan Quran QS. Al-Zumar: 7; QS. Al-Maidah: 3.

1. Ibnu Taimiyah
2. Ibnul Qayyim dalam kitabnya Ahkamu Ahlidz Dzimmah
3. Fatwa Syeikh Al-'Utsaimin (ulama Wahabi)
4. Seluruh ulama Wahabi Salafi.
5. Seluruh aktifis dan simpatisan Wahabi Salafi di Indonesia.

Dalil dan argumen ulama Wahabi soal ucapan selamat Natal lihat: Ulama Wahabi Haramkan Ucapan Natal


HARAM MENGIKUTI SAKRAMEN (RITUAL) NATAL

Mengikuti perayaan ritual (sakramen) Natal haram hukumnya secara mutlak. Larangan ini difatwakan baik oleh ulama yang membolehkan ucapan selamat natal maupun menurut ulama yang mengharamkannya.


PENDAPAT ULAMA DAN DALIL DASAR ARGUMEN

Berikut rujukan dan dasar dari pendapat ulama seputar mengucapkan selamat Natal dan ucapan selamat pada nonmuslim lainnya.

A. Bahasa Indonesia

1. sites.google.com/site/ppmenetherlands/syariah/hukummengucapkanselamatnatal
2. ustsarwat.com/web/ust.php?id=1198564259

B. Bahasa Arab


FATWA WAHBAH ZUHAILI SOAL NATAL

1. http://www.fikr.com/zuhayli/fatawa_p54.htm#26 (pendapat Wahbah Zuhayli yang membolehkan).
Zuhayli mengatakan:

لا مانع من مجاملة النصارى في رأي بعض الفقهاء في مناسباتهم على ألا يكون من العبارات ما يدل على إقرارهم على معتقداتهم.

Artinya: Tidak ada halangan dalam bersopan santun (mujamalah) dengan orang Nasrani menurut pendapat sebagian ahli fiqh berkenaan hari raya mereka asalkan tidak bermaksud sebagai pengakuan atas (kebenaran) ideologi mereka.

2. islamqa.info/ar/cat/2021 (Ibnu Taymiyyah yang mengharamkan)
3. majdah.maktoob.com/vb/majdah14478/ (Al Uthaimin yang mengharamkan)
4. alanba.com.kw/AbsoluteNMNEW/templates/local2010.aspx?articleid=159838&zoneid=14&m=0
5. http://goo.gl/J7aRD (fatwa Syaraf Qudhat)


FATWA YUSUF QARDHAWI SOAL NATAL

Pada link no. 4 mengutip fatwa Qardhawi yang membolehkan mengucapkan Selamat Natal pada hari raya umat Nasrani dan hari-hari raya nonmuslim lain. Berikut pendapat Yuruf Qaradawi:

يرى جمهور من العلماء المعاصرين جواز تهنئة النصارى بأعيادهم ومن هؤلاء العلامة د.يوسف القرضاوي حيث يرى ان تغير الاوضاع العالمية هو الذي جعله يخالف شيخ الاسلام ابن تيمية في تصريحه بجواز تهنئة النصارى وغيرهم بأعيادهم واجيز ذلك اذا كانوا مسالمين للمسلمين وخصوصا من كان بينه وبين المسلم صلة خاصة، كالأقارب والجيران في السكن والزملاء في الدراسة والرفقاء في العمل ونحوها، وهو من البر الذي لم ينهنا الله عنه، بل يحبه كما يحب الإقساط إليهم (ان الله يحب المقسطين) ولاسيما اذا كانوا هم يهنئون المسلمين بأعيادهم والله تعالى يقول (وإذا حييتم بتحية فحيوا بأحسن منها أو ردوها)».

ويرى د.يوسف الشراح انه لا مانع من تهنئة غير المسلمين بأعيادهم ولكن لا نشاركهم مناسبتهم الدينية ولا في طريقة الاحتفالات، ويبقى الأمر ان نتعايش معهم بما لا يخالف شرع الله، فلا مانع اذن من ان يهنئهم المسلم بالكلمات المعتادة للتهنئة والتي لا تشتمل على اي اقرار لهم على دينهم أو رضا بذلك انما هي كلمات جاملة تعارفها الناس.

Artinya: Mayoritas ulama kontemporer membolehkan mengucapkan selamat Natal pada umat Nasrani termasuk di antaranya adalah Dr. Yusuf Qardhawi di mana dia mengatakan bahwa perbedaan situasi dan kondisi dunia telah membuat Qardhawi berbeda pendapat dengan Ibnu Taimiyah atas bolehnya mengucapkan selamat pada hari raya Nasrani. Ucapan selamat dibolehkan apabila berdamai dengan umat Islam khsusnya bagi umat Kristen yang memiliki hubungan khusus dengan seorang muslim seperti hubungan kekerabatan, bertetangga, berteman di kampus atau sekolah, kolega kerja, dan lain-lain. Mengucapkan selamat termasuk kebaikan yang tidak dilarang oleh Allah bahkan termasuk perbuatan yang disenangi Allah sebagaimana sukanya pada sikap adil (Allah memyukai orang-orang yang bersikap adil). Apalagi, apabila mereka juga memberi ucapan selamat pada hari raya umat Islam. Allah berfirman: Apabila kalian dihormati dengan suatu penghormatan, maka berilah penghormatan yang lebih baik.

Qardhawi juga menjelaskan bahwa tidak ada hal yang mencegah untuk mengucapkan selamat pada perayaan non-muslim akan tetapi jangan ikut memperingati ritual agama mereka juga jangan ikut merayakan. Kita boleh hidup bersama mereka (nonmuslim) dengan melakukan sesuatu yang tidak bertentangan dengan syariah Allah. Maka tidak ada larangan bagi muslim mengucapkan selamat pada nonmuslim dengan kalimat yang biasa yang tidak mengandung pengakuan atas agama mereka atau rela dengan hal itu. Ucapan selamat itu hanya kalimat keramahtamahan yang biasa dikenal.

Lebih detail lihat: Fatwa Qardawi dan Ali Jum'ah seputar Ucapan Selamat Natal.


FATWA ALI JUMAH SOAL UCAPAN SELAMAT NATAL

Ali Jum'ah adalah mufti Mesir saat ini (2012). Pada 2008 ia mengeluarkan fatwa terkait mengucapkan selamat pada perayaan non-Muslim. Intinya: ucapana selamat itu boleh dan baik. Berikut teks Arabnya yang dibuat dalam bentuk reporting seperti dimuat dalam Islamonline.net pada 12 Januari 2008:
مفتي مصر: تهنئة غير المسلمين بأعيادهم بر جائز

القاهرة- أكد الدكتور علي جمعة مفتي مصر أن تهنئة النصارى وغيرهم من أهل الكتاب بأعيادهم جائزة، معتبرا أنها "من البر" الذي لم ينه الله عنه، شريطة ألا يشارك مقدم التهنئة فيما تتضمنه الاحتفالات بتلك الأعياد من "أمور تتعارض مع العقيدة الإسلامية".
وردا على سؤال في هذا الشأن لـ"إسلام أون لاين.نت" قال الدكتور جمعة: "إن تهنئة غير المسلمين بالمناسبات الاجتماعية والأعياد الدينية الخاصة بهم، كعيد ميلاد السيد المسيح، ورأس السنة الميلادية جائز... باعتبار أن ذلك داخل في مفهوم البر، وتأليف القلوب".

واعتبر أن هذه التهنئة داخلة في قول الله تعالى: {لا يَنْهَاكُمُ اللَّهُ عَنِ الَّذِينَ لَمْ يُقَاتِلُوكُمْ فِي الدِّينِ وَلَمْ يُخْرِجُوكُمْ مِنْ دِيَارِكُمْ أَنْ تَبَرُّوهُمْ وَتُقْسِطُوا إِلَيْهِمْ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُقْسِطِينَ}
Artinya:

Mufti Mesir: Ucapan Selamat pada Hari Raya Non-Muslim itu Boleh dan Baik

Kairo (Mesir) - Mufti Mesir Dr. Ali Jum'ah menegaskan bahwa mengucapkan selamat pada umat Kristiani dan ahli kitab lain itu boleh. Bahkan menganggap itu hal yang baik yang tidak dilarang oleh Allah dengan syarat tidak ikut bergabung dalam perayaannya terutama yang terkait dengan perkara yang bertentangan dengan akidah Islam.

Menjawab pertanyaan dari islam-online.net, Ali Jumah berkata: "Mengucapkan selamat pada non-muslim berkenaan dengan perayaan sosial dan agama mereka seperti Natal Nabi Isa dan Tahun Baru masehi itu boleh." Hal itu masuk dalam kategori baik dan melunakkan hati.

Ali Jumah menganggap mengucapkan selamat termasuk dalam firman Allah dalam QS Al-Mumtahanah 60:8 (yang artinya): "Allah tidak melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil."

Lebih detail lihat: Fatwa Qardawi dan Ali Jum'ah seputar Ucapan Selamat Natal.


FATWA DR. SYARAF QUDHAT AHLI HADITS YORDANIA

Syaraf Qudhat adalah ahli hadits Fakultas Syariah di Universitas Yordania. Dalam fatwanya pada 22 Desember 2011 yang berjudul "Ucapan Selamat pada Hari Raya Kristen". Berikut detailnya dalam bahasa Arab:
تهنئة المسيحيين بأعيادهم

"يكثر السؤال في هذه الأيام عن حكم تهنئة المسيحيين بأعيادهم، وللجواب عن ذلك أقول: إن الأصل في هذا الإباحة، ولم يرد ما ينهى عن ذلك، وكل ما سمعته أو قرأته لمن يحرمون هذه التهنئة أن في التهنئة إقرارًا لهم على دينهم الذي نعتقد أنه محرف، ولكن الصحيح أنه لا يوجد في التهنئة أي إقرار، لما يلي:

1- لأننا لا نَعُدُّ تهنئتهم لنا بأعيادنا إقرارًا منهم بأن الإسلام هو الصحيح، فالمسلم لا يقصد بالتهنئة إقرارًا على الدين، ولا هم يفهمون منا ذلك.

2- لأن الله تعالى أمرنا بمعاملتهم بالحسنى، فقال تعالى: (لا يَنْهَاكُمْ اللَّهُ عَنْ الَّذِينَ لَمْ يُقَاتِلُوكُمْ فِي الدِّينِ وَلَمْ يُخْرِجُوكُمْ مِنْ دِيَارِكُمْ أَنْ تَبَرُّوهُمْ وَتُقْسِطُوا إِلَيْهِمْ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُقْسِطِينَ (8))(الممتحنة) والبر هو الخير عمومًا، فقد أمرنا الله تعالى بمعاملتهم بالخير كله، فتكون معاملتهم بالخير ليست جائزة فقط بل هي مستحبة، فكيف يحرم بعد ذلك تهنئتهم بنحو قولك: كل عام وأنتم بخير، فإننا لا شك نحب لهم الخير، وقد أمرنا الله بذلك.

3- لأن الله تعالى شرع لنا التحالف معهم كما فعل النبي صلى الله عليه وسلم لما قدم المدينة المنورة.

4- لأن الله تعالى شرع لنا زيارتهم في بيوتهم واستقبالهم في بيوتنا، والأكل من طعامهم، بل والزواج منهم، مع ما في الزواج من مودة ورحمة، ولا يقال: إن في ذلك كله نوعًا من الإقرار لهم بأن دينهم هو الحق، فكيف يجوز ذلك كله ولا تجوز تهنئتهم!!!".

Artinya: Banyak pertanyaan akhir-akhir ini tentang hukum mengucapkan selamat (tahniah) pada hari raya umat Kristiani, sebagai jawaban dari hal tersebut inilah jawaban saya: Hukum asal dalam hal ini adalah boleh. Tidak ada dalil teks (Quran dan hadits Nabi) yang melarang hal itu. Seluruh pendapat yang saya dengar dan baca dari mereka yang melarang ucapan selamat Natal bahwa dalam ucapan selamat itu terkandung pengakuan pada agama mereka. Padahal yang benar adalah bahwa dalam ucapan selamat tidak terkandung pengakuan apapun dengan dasar sebagai berikut:

Pertama, karena kita tidak pernah menganggap ucapan selamat Hari Raya mereka pada kita sebagai pengakuan mereka atas kebenaran Islam. Ucapan selamat Natal seorang Muslim tidak bermaksud sebagai pengakuan yang terkait agama. Juga bukan berarti mereka faham pada agama kita.

Kedua, karena Allah menyuruh kita untuk memperlakukan mereka dengan baik seperti tersebut dengan jelas dalam QS Al-Mumthanah 60:8. Makna al-birr adalah berbuat baik secara umum. Artinya, Allah memerintahkan kita untuk memperlakukan mereka dengan kebaikan. Maka, perlakukan baik kepada non-Muslim bukan hanya boleh bahkan dianjurkan. Bagaimana mungkin mengucapkan selamat saja dilarang? Sudah pasti kita berharap mereka dalam keadaan baik-baik saja. Dan Allah menyuruh kita melakukan hal itu.

Ketiga, karena Allah mensyariatkan kita untuk tahaluf (berkoalisi) dengan mereka sebagaimana yang dilakukan Nabi saat beliau datang ke Madinah Al-Munawwaroh.

Keempat, karena Allah memerintahkan kita untuk mengunjungi rumah mereka dan menyambut kedatangan mereka di rumah kita. Memakan makanan mereka dan menikahi perempuan mereka padahal dalam perkawinan terdapat mawaddah wa rahmah (rasa kasih dan sayang). Tidak ada yang mengatakan hal itu sebagai ikrar atau pengakuan bahwa agama mereka itu benar. Bagaimana semua hal itu dibolehkan sedangkan mengucapkan selamat saja dilarang?


5. FATWA MUI DAN BUYA HAMKA

Ada pembaca yang memprotes di kotak komentar bahwa MUI sebenarnya mengharamkan ucapan selamat Natal sejak era Buya Hamka berdasarkan sumber dari Hidayatullah.com dengan mengutip ucapan salah satu tokoh MUI saat ini yaitu H. Aminuddin Ya`qub. Ucapan Aminuddin Ya'qub--kalau itu benar ucapan dia-- bahwa MUI mengharamkan ucapan Natal sejak era Buya Hamka jadi ketua MUI adalah tidak akurat.

Saya adalah pembaca setia majalah Panji Masyarakat di mana Buya Hamka adalah pemrednya. Saya ingat persis tulisannya dalam kolom "Dari Hati ke Hati" yang mengatakan bahwa dia mengharamkan umat Islam mengikuti upacara sakramen (ritual) Natal. Tapi, kalau sekedar mengucapkan selamat Natal atau mengikuti perayaan non-ritual tidak masalah (tidak haram).

Saya kesulitan mencari berkas majalah Panji Masyarakat tersebut, tapi untungnya ada berkas seputar fatwa MUI dan HAMKA tersebut yang masih tersimpan di arsip Majalah TEMPO 16 Mei 1981 demikian:

Pada dasarnya menghadiri perayaan antaragama adalah wajar, terkecuali yang bersifat peribadatan . . . "

Pada 30 Mei 1981 Majalah Tempo melaporkan:

Mengapa Hamka mengundurkan diri? Hamka sendiri pekan lalu mengungkapkan pada pers, pengunduran dirinya disebabkan oleh fatwa MUI 7 Maret 1981. Fatwa yang dibuat Komisi Fatwa MUI tersebut pokok isinya mengharapkan (sic!; maksudnya mungkin mengharamkan -red) umat Islam mengikuti upacara Natal, meskipun tujuannya merayakan dan menghormati Nabi Isa.

.. Fatwa ini kemudian dikirim pada 27 Maret pada pengurus MU di daerah-daerah. (TEMPO, 16 Mei 1981). Bagaimanapun, harian Pelita 5 Mei lalu memuat fatwa tersebut, yang mengutipnya dari Buletin Majelis Ulama no. 3/April 1981. Buletin yang dicetak 300 eksemplar ternyata juga beredar pada mereka yang bukan pengurus MU. Yang menarik, sehari setelah tersiarnya fatwa itu, dimuat pula surat pencabutan kembali beredarnya fatwa tersebut. Surat keputusan bertanggal 30 April 1981 itu ditandatangani oleh Prof. Dr. Hamka dan H. Burhani Tjokrohandoko selaku Ketua Umum dan Sekretaris Umum MUI. Menurut SK yang sama, pada dasarnya menghadiri perayaan antar agama adalah wajar, terkecuali yang bersifat peribadatan, antara lain Misa, Kebaktian dan sejenisnya. Bagi seorang Islam tidak ada halangan untuk semata-mata hadir dalam rangka menghormati undangan pemeluk agama lain dalam upacara yang bersifat seremonial, bukan ritual.

... HAMKA juga menjelaskan, fatwa itu diolah dan ditetapkan oleh Komisi Fatwa MUI bersama ahli-ahli agama dari ormas-ormas Islam dan lembaga-lembaga Islam tingkat nasional -- termasuk Muhammadiyah, NU, SI, Majelis Dakwah Islam Golkar.

Perbedaan dalam Internal MUI

Di samping itu, rupanya masih adanya perbedaan pendapat. Misalnya yang tercermin dalam pendapat KH Misbach, Ketua MUI Jawa Timur tentang perayaan Natal. "Biarpun di situ kita tidaj ikut bernyanyi dan berdoa, tapi kehadiran kita itu berarti kita sudah ikut bernatal," katanya. M nurut pendapatnya, "Seluruh acara dalam perayaan Natal merupakan upacara ritual. (Majalah Tempo, 30 Mei 1981).

Kesimpulan Fatwa MUI dan Hamka

Inti dari fatwa MUI era Hamka tahun 1981 adalah (a) haram mengikuti ritual Natal; (b) tidak haram menghadiri perayaan Natal, bukan ritualnya; (c) MUI Jawa Timur (KH. Misbach) mengharamkan menghadiri acara Natal baik sekedar untuk mengikuti perayaannya saja atau apalagi sampai mengikuti ritualnya.

Fatwa tersebut tidak membahas soal mengucapkan ucapan Selamat Natal.

MUI Tidak Mengharamkan ucapan Selamat Natal, kata Din Syamsuddin

Dikutip dari Hidayatullah.com Selasa, Jum'at, 23 Desember 2011:

Din Syamsuddin: “MUI Tidak Larang Ucapan Selamat Natal”


Ketua Umum PP Muhammadiyah, Dr. Din Syamsuddin mengatakan, MUI tak melarang umat Islam memberikan ucapan “Selamat Natal”. Ibnu Qayyim dan Syaikh Muhammad ‘Utsaimîn mengatakan haram.
Link sumber: http://www.hidayatullah.com/read/2359/11/10/2005/kanal.php?kat_id=9


FATWA MUI 1981 DIKUTIP DARI KUMPULAN FATWA MUI 1997 OLEH ERAMUSLIM.COM
Eramuslim.com mengutip khutbah Jumat Hartono Ahmad Jaiz seputar fatwa MUI era Hamka soal Natal.

(MUI) MEMUTUSKAN

Memfatwakan

Perayaan Natal di Indonesia meskipun tujuannya merayakan dan menghormati Nabi Isa AS, akan tetapi Natal itu tidak dapat dipisahkan dari soal-soal yang diterangkan diatas.
Mengikuti upacara Natal bersama bagi ummat Islam hukumnya haram.
Agar ummat Islam tidak terjerumus kepada syubhat dan larangan Allah SWT dianjurkan untuk tidak mengikuti kegiatan-kegiatan Natal. (Jakarta, 1 Jumadil Awal 1401 H, 7 Maret 1981, Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia, Ketua K. H. M SYUKRI GHOZALI Sekretaris Drs. H. MAS‘UDI).

Sumber: Himpunan Fatwa Mejelis Ulama Indonesia 1417H/ 1997, halaman 187-193)
Sumber link: Eramuslim.com

CATATAN: Dalam fatwa di atas, jelas disebutkan HARAMNYA mengikuti kegiatan-kegiatan Natal. Bukan mengucapkan selamat Natal.


DIN SYAMSUDDIN TENTANG UCAPAN SELAMAT NATAL

Kapanlagi.com - Ada pengakuan menarik dari Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Prof DR HM Din Syamsuddin MA soal muslim memberikan ucapan selamat Natal. "Saya tiap tahun memberi ucapan selamat Natal kepada teman-teman Kristiani," katanya di hadapan ratusan umat Kristiani dalam seminarWawasan Kebangsaan X BAMAG Jatim di Surabaya (10/10/2005).

Din yang juga Sekretaris Umum MUI Pusat (sekarang ketua MUI pusat - red) itu menyatakan MUI tidak melarang ucapan selamat Natal, tapi melarang orang Islam ikut sakramen/ritual Natal.

"Kalau hanya memberi ucapan selamat tidak dilarang, tapi kalau ikut dalam ibadah memang dilarang, baik orang Islam ikut dalam ritual Natal atau orang Kristen ikut dalam ibadah orang Islam," katanya.

Link sumber: http://groups.yahoo.com/group/wanita-muslimah/message/74225


KESIMPULAN HUKUM UCAPAN SELAMAT NATAL

Seorang muslim yang mengucapkan Selamat Natal kepada pemeluk Nasrani hukumnya boleh menurut mayoritas ulama. Yang haram adalah apabila mengikuti ritual atau sakramen natal. Mengucapkan Selamat Natal itu perlu bagi umat Muslim yang memiliki tetangga, teman kuliah/sekolah, kolega kerja, atau rekan bisnis yang beragama Nasrani sebagai sikap mutual respect.

Bagi yang tidak punya hubungan apapun dengan orang Nasrani, tentu saja ucapan itu tidak diperlukan.

Adapun pendapat yang tidak membolehkan adalah pendapat sebagian kecil ulama umumnya yang berlatarbelakang faham Wahabi Salafi yang memang dikenal ekstrim dan intoleran bahkan kepada kelompok lain dalam Islam sendiri.
Selengkapnya ...

Hukum Ilmu Santet Sihir

Hukum Ilmu Santet Sihir
HUKUM MENGGUNAKAN ILMU SANTET DAN SIHIR

Assalamualaikum wr.wb.
Ustad saya punya pertanyaan tentang orang yang menggunakan ilmu santet,guna-guna & ilmu pemikat.

1. Apakah orang yang menggunakan ilmu santet, guna-guna yang digunakan untuk menyantet & mengguna-gunai orang lain karena faktor sakit hati apakah si pengguna ilmu santet itu akan dapat hukumannya/ganjaran dari ilmu yang digunakannya.

2. Pertanyaan saya yang kedua jika seorang istri memakai ilmu pemikat untuk suaminya apakah itu berdosa?

Mohon dijawab Ustad. Terima kasih

TOPIK KONSULTASI ISLAM
  1. HUKUM MENGGUNAKAN ILMU SANTET
  2. HUKUM MENIKAHI WANITA YANG PERNAH BERZINA
  3. WARISAN UNTUK 2 ISTRI DAN 4 ANAK
  4. CARA TAUBAT DAN DOANYA
  5. PERKATAAN IBU APA SELALU MENJADI DOA?
  6. REKAM VIDEO HUBUNGAN INTIM SUAMI ISTRI UNTUK KONSUMSI SENDIRI
  7. CARA KONSULTASI SYARIAH ISLAM

JAWABAN

1. Mempelajari ilmu santet itu sendiri adalah haram dan termasuk dosa besar. Dalam QS Al-Baqarah 2:102 Allah berfirman [وَلَقَدْ عَلِمُوا لَمَنْ اشْتَرَاهُ مَا لَهُ فِي الآخِرَةِ مِنْ خَلاقٍ] ayat ini menjelaskan bahwa tukang sihir itu tidak punya agama di akhirat. Rasulullah bersabda bahwa sihir termasuk 7 dosa besar, dalam hadis sahih riwayat Bukhari Muslim Nabi bersabda: [اجتنبوا السبع الموبقات". قالوا: يا رسول الله وما هن؟ قال: "الشرك بالله والسحر..]. Menggunakannya untuk menyakiti orang lain juga haram dan dosa besar.

Maka ia mendapat dua macam dosa besar. Dan setiap dosa akan ada balasannya berupa hukuman kelak di akhirat.

2. Kalau ilmu pemikat yang digunakan bukan ilmu sihir, tapi seperti ruqyah yakni dengan menggunakan perbuatan dan bacaan yang tidak menegasikan agama dan Allah, maka tidak apa-apa asal tidak membahayakan pada jiwa dan raga suami dan memang untuk membuat suami tetap sayang.

Al-Jaziri dalam Al-Mazahib Al-Arbaah hlm. 5/225 menyatakan

وقد فسر بعض الفقهاء السحر بأنه أمر خارق للعادة ينشأ عن سبب معتاد ثم إن هذا السبب إن كان هو العبارات الفاحشة التي أشرنا إليها كان ردة وإن كان بالعبارات الخالية من ذلك كالأسماء الإلهية أو استعمال معاني الأحرف التي لا تنافي الدين فإنه ينظر فيما يترتب عليه من الآثار . فإن ترتب عليه ضرر لمظلوم غافل أو إساءة إلى بريء في نفس أو مال فإنه يكون محرما

وحاصله أنه إذا كان أقوالا وأفعالا تنافي الدين وتوجب تكفير صاحبها كان كفرا بصرف النظر عما يترتب عليه من الآثار وإن كانت هذه الأقوال أو الأفعال محرمة كان حراما أما إن كانت جائزة فإنه ينظر لما يترتب عليها من الآثار . فإن كانت محرمة كان حراما وإلا فلا هذا هو حكم كثير من العلماء في حقيقة السحر .

Artinya: Sebagian ulama fikih mendefinisikan sihir atau santet sebagai sesuatu yang aneh yang timbul dari cara yang biasa. Apabila cara itu berupa kalimat yang buruk (berlawanan dengan syariah) maka si penyihir murtad, apabila memakai kalimat yang tidak melanggar syariah seperti penggunaan nama-nama Tuhan, memakai makna dari huruf-huruf Arab yang tidak menafikan agama maka hukumnya tergantung akibatnya: apabila menyebabkan kemudaratan pada yang dizalimi, atau menyebabkan sakit pada yang sembuh atau hilangnya harta maka hukumnya haram.

Kesimpulannya adalah (a) apabila perbuatan dan perkataan yang dipakai menyantet itu menafikan atau menegasikan agama dan mengafirkan pelakunya, maka hukum sihir adalah kufur terlepas dari akibat yang dihasilkan pada korban. (b) Apabila kalimat dan perbuatan sihir itu haram, maka perilaku sihir adalah haram; (c) apabila kalimat dan perbuatan yang dipakai untuk guna-guna itu tidak haram alias boleh, maka hukumnya tergantung akibat pada korban dalam arti apabila berakibat mencelakakan, maka haram; apabila tidak mencelakakan pada korban, maka tidak apa-apa.

Baca juga:
- HUKUM AJI PELET PENGASIHAN UNTUK CALON ISTRI
- Hukum Jimat, Ruqyah, Susuk dalam Islam

______________________________


HUKUM MENIKAHI WANITA YANG PERNAH BERZINA


assalamu'alaikum wr. wb.
saya mau bertanya Pak Ustadz.. mengenai hukum menikahi wanita yang pernah berzinah, dalam hal ini memang si pria kecewa karena si wanita yg sudah tidak perawan, tapi tolong lihat posisi si wanitanya yang sudah bertaubat dan ingin memperbaiki dirinya bersama si pria dengan berkata jujur dimasa lalunya. bagi seorang wanita kejujuran tentang masalalunya itu sungguh berat dan butuh keberanian.
1. harus bagaimana si wanita menanggapi kekecewaan si pria yang berlarut-larut?
2. jika seandainya mereka jadi menikah dan mempunyai anak dan tiba-tiba si pria merasakan kembali kekecewan itu, apakah yg harus dilakukan?
3. apa harus bercerai?

JAWABAN

1. Sebenarnya anda tak perlu membuka rahasia masa lalu anda, kecuali kalau ditanya. Islam menganjurkan agar manusia menutupi rahasia dosa masa lalu dan bertaubat. Lihat: Simpan Rahasia Aib Dosa Masa Lalu

Laki-laki yang baik dan tidak pernah berzina memang akan sulit menerima kenyataan bahwa istrinya ternyata tidak perawan lagi.

2. Itu adalah resiko yang harus dipikul.
3. Kalau suami ingat terus menerus dan hubungan semakin memburuk, maka tidak ada jalan lain kecuali bercerai.

______________________________


WARISAN UNTUK 2 ISTRI DAN 4 ANAK

mohon dijawab.assalamualaikum ustadz...
saya mo bertanya..
ayah saya sudah meninggal dan meninggalkan warisan berupa rumah, ayah meninggalkan 2 istri dan 4 anak, istri pertama ( ibu saya ) mempunyai 2 anak yaitu perempuan dan laki2. dari istri kedua pun mendapatkan 2 anak yaitu perempuan dan laki2. ayah saya membeli rumah sewaktu masih bersama ibu saya, dan bercerai dengan ibu saya setelah mengisi rumah itu selama 6 tahun, dan ayah setelah bercerai dengan ibu saya setahun kemudian ayah saya menikah dengan istri kedua dan menempati rumah tsb. selama kurang lebih 5 tahun, pada tahun 2010 ayah saya meninggal dan kurang lebih setahun setelah ayah saya meninggal istri kedua ayah menikah kembali. yang mo saya tanyakan,
1. bagaimana cara pembagian hak waris tersebut ?

atas jawabannya saya ucapkan terimakasih
wassalam terima kasih Pak Ustadz, wassalam

JAWABAN

1. Yang mendapat warisan dalam kasus di atas adalah istri kedua dan semua anak-anak kandung baik dari istri pertama dan istri kedua. Adapun istri pertama tidak mendapat warisan karena dia cerai dengan suami. Pembagiannya sbb:
(a) Istri kedua mendapat 1/8 (seperdelapan).
(b) Sisanya yang 7/8 dibagikan kepada keempat anak kandung almarhum di mana anak laki-laki mendapat dua kali lipat dari anak perempuan. Caranya, bagi harta yang 7/8 itu menjadi 6 (enam) bagian: kedua anak laki-laki masing-masing mendapat 2 (dua) bagian, sedang kedua anak perempuan masing-masing mendapat 1 (satu) bagian.

Catatan: Pembagian di atas apabila almarhum ayah anda tidak mempunya orang tua (ayah, ibu) yang masih hidup. Apabila ada, maka mereka mendapat bagian warisan juga. Baca detail: Hukum Waris Islam

______________________________


CARA TAUBAT DAN DOANYA

Assalamualaikum warohmatulohi wabarokathu
1. Pak ustadz saya Mau taubat tapi saya belum tau pak doa doanya. kalau boleh saya minta doa doanya pak ustadz
Terima kasih

JAWABAN

1. Alhamdulillah anda menyadari dosa-dosa yang anda lakukan dan ingin taubat. InsyaAllah Allah akan menerima taubat anda asalkan betul-betul bertaubat atau bertaubat nasuha. Cara taubat yang betul adalah sbb: (a) Menyesali perbuatan masa lalu; (b) mohon ampun pada Allah pada setiap shalat 5 waktu; (c) tidak mengulangi lagi dosa-dosa itu di masa depan; (d) mengganti dosa-dosa itu dengan amal ibadah yang baik dan teratur; (e) menjauhi lingkungan yang menjadi penyebab anda melakukan dosa tersebut; baik lingkunan pergaulan atau lingkunan bacaan dan tontonan (video, buku, majalah, dll). Baca detail: Cara Taubat Nasuha

______________________________


PERKATAAN IBU APA SELALU MENJADI DOA?

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Perkenalkan saya Mrs. Q, sekarang saya sedang menjalankan/meneruskan usaha keluarga. Sudah beberapa bulan ini usaha kami mengalami penurunan omset yang cukup tajam. Hal ini membuat ibu saya cemas. Salahnya saya, disaat semua kebingungan dengan usaha kami yang merugi, saya meminta ke ibu agar beliau dapat menabung untuk naik haji apabila omzet sudah mulai naik. Ibu saya menjawab dengan sedikit ketus, bahwa jangankan untuk naik haji, untuk makan sehari-hari saja sulit.

Seiring berjalannya waktu usaha kami masih terus mengalami penurunan omzet, bahkan terkadang kami tidak memiliki uang untuk membeli makanan. Sejujurnya, saya takut situasi yang sedang kami alami sekarang akibat perkataan ibu saya waktu itu.

1. Bagaimana caranya agar saya yakin kalau ini adalah cobaan yang diberikan oleh Allah SWT bukan dari kata-kata ibu saya yang dikabulkan oleh Allah SWT?
2. Apakah kata-kata yang tidak sengaja terlontar saat seseorang (terutama ibu) sedang emosi dapat terkabul?

Sekian pertanyaan dari saya. Semoga bapak/ibu berkenan untuk membalas email ini.
Terima kasih.

JAWABAN

1. Semua yang menimpa pada dasarnya adalah ujian; baik keberhasilan atau kegagalan usaha, lihat firman Allah dalam QS ِ Al-Anbiya ayat 35 "Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya)". Dalam situasi ini, maka yang penting adalah bagaimana hati kita tetap sabar, tawakal dan selalu penuh harap serta tetap berusaha dan mencoba. Adapun jatuh bangun suatu usaha itu biasa dan terkait erat dengan banyak hal yang bersifat duniawi seperti adanya pesaing, harga kurang kompetitip, dan kesalahan strategi yang lain.

2. Tidak ada hubungannya. Dosa yang benar dan diucapkan dengan khusyuk saja belum tentu langsung mendapat ijabah (terkabul), apalagi sumpah serapah. Baca juga: Hukum taat Orang Tua

______________________________


REKAM VIDEO HUBUNGAN INTIM SUAMI ISTRI UNTUK KONSUMSI SENDIRI

Assalamualaikum pak ustad, saya joe umur 25 tahun, kami baru 1 tahun akhirnya menikah juga, ada yang mau saya tanyakan, kami biasanya merekam adegan hubungan seksual kami hampir setiap kami ingin melakukan hubungan badan, video-video yang sudah kami buat pun kami simpan di laptop saya dan istri, dan tidak ada yang melihat video itu kecuali saya dan istri saya, rencananya kami membuat video hanya cuma iseng dan jika suatu waktu kami lagi marahan kami sepakat saling melihat video itu agar kemarahan yang disebabkan apa saja jadi reda dengan sendirinya, yang saya masih bingung :

1. Apa hukumnya membuat video hubungan seksual tentang kami sendiri walaupun kami sudah menikah secara resmi ?
2. Apakah saya dosa membuat video hubungan seksual kami walaupun tidak ada yang bisa melihat kecuali kami ?

Terimakasih pak ustad jika berkenan membalasnya, saya pengikut setia langganan berita di alkhoirot.net

Wassalamualaikum.

JAWABAN

1. Hukum asal membuat video adalah boleh menurut para ulama kontemporer, lihat detailnya di sini.
2. Suami istri boleh melihat seluruh anggota tubuh pasangannya. Oleh karena itu, tidak ada larangan untuk merekamnya apabila betul-betul untuk konsumsi pribadi. Namun harus hati-hati menyimpan berkasnya agar tidak sampai bocor ke pihak ketiga.
Selengkapnya ...

Baju Kaos Tulisan Nama Allah

Baju Kaos Tulisan Nama Allah

HUKUM JUAL BELI BAJU KAOS BERTULISAN NAMA ALLAH

Assalamu alaikum,
Saya memiliki bisnis kaos anak yang kami beru nama "Kaos Edukatif Anak Muslim", Tulisan pada kaos kami berisi hal-hal edukatif Islam yang kami maksudkan sebagai alternatif bagi anak agar anak anak jangan hanya memakai kaos yang bergambar barbie, naruto dan super hero lain.
Namun demikian kami ingin mengkonsultasikan tentang beberapa desain yang rencana akan kami Rilis, salah satunya adalah Desain dengan tulisan : Subhanallah, Glory be to Allah, Maha Suci Allah.
1. Kami ingin mengetahui dari sisi syariah apa hukum tulisan Allah pada kaos, dan juga kami rencana membuat gantungan kunci dengan tulisan yang sama. Mohon lihat file terlampir untuk disain yang kami maksud.

Jazakumullah khair
Muhlis Balikpapan

TOPIK KONSULTASI ISLAM
  1. HUKUM JUAL BELI BAJU KAOS BERTULISAN NAMA ALLAH
  2. CARA AGAR TIDAK BOSAN PADA PASANGAN
  3. CARA KONSULTASI SYARIAH ISLAM


JAWABAN

RINGKASAN:

- Hukumnya makruh membuat, menulis dan menjual baju, kaos atau gantungan kunci yang memakai tulisan nama Allah. Adapun memakainya adalah boleh. Baca: Definisi Makruh

- Rekomendasi: Kami menyarankan untuk tidak menggunakan nama Allah karena kemungkinan besar kaus yang dipakai akan juga dipakai ke toilet dan WC. Berbeda dengan HP atau cincin, kaus tidak bisa disembunyikan dan akan selalu tampak.

- Silahkan ganti tulisan kreatif dan edukatif itu dengan tulisan lain apa saja yang baik, termasuk terjemahan dari Quran atau hadits, asalkan tidak mengandung kata Allah. Sehingga niat baik anda lebih sesuai dengan syariah.

URAIAN:

Dalam QS Al-Haj ayat 30 Allah berfirman: [ذلك ومن يعظم حرمات الله فهو خير له عند ربه] "Demikianlah (perintah Allah). Dan barangsiapa mengagungkan apa-apa yang terhormat di sisi Allah maka itu adalah lebih baik baginya di sisi Tuhannya." (Lihat juga QS Al-Haj :32).

Kata 'hurumatillah' ditafsiri oleh Al-Lais, sebagaimana dikutip Al-Baghawi dalam Tafsir Al-Baghawi 5/383, sebagai [حرمات الله ما لا يحل انتهاكها] 'Yang tidak boleh dihina'.

Ayat di atas menganjurkan agar kita selalu mengagungkan Allah dan tidak boleh menghina apapun yang berkaitan dengannya termasuk dalam hal ini terkait dengan tulisan atau ukiran yang terdapat asma atau nama Allah.

Dalam konteks ayat di atas, maka jumhur (mayoritas) ulama fikih berpendapat hukumnya makruh menulis ayat Al-Quran atau nama Allah di tempat-tempat yang dapat menimbulkan kekuranghormatan kita padanya seperti menulisnya pada tembok, kelambu, baju, sorban, dll. Dan haram hukumnya menulisnya di tempat yang pasti merendahkan seperti tikar, karpet atau apapun yang diinjak.

Zakaria Al-Anshari (mazhab Syafi'i) dalam kitab Asnal Mathalib menyatakan:

( وَيُكْرَهُ كَتْبُهُ ) أَيْ الْقُرْآنِ ( عَلَى حَائِطٍ ) وَلَوْ لِمَسْجِدٍ ( وَعِمَامَةٍ ) لَوْ قَالَ وَثِيَابٌ كَمَا فِي الرَّوْضَةِ كَانَ أَوْلَى ( وَطَعَامٌ ) وَنَحْوُهَا...( وَيَجُوزُ هَدْمُهُ ) أَيْ الْحَائِطِ ( وَلُبْسُهَا ) أَيْ الْعِمَامَةِ وَالتَّصْرِيحُ بِهِ مِنْ زِيَادَتِهِ ( وَأَكْلُهُ ) أَيْ الطَّعَامِ

Artinya: Dan makruh menulis ayat Al-Quran pada tembok, walaupun dinding masjid, dan pada sorban, dan baju sebagaimana pendapat Imam Nawawi di kitab Raudhah, dan makanan, dll. (Akan tetapi) boleh merobohkan tembok (yang ada tulisan Quran-nya) dan memakai surban dan memakan makanan (yang ada ayat Quran-nya).

Taqiuddin Al-Hashni dalam kitab Kifayatul Akkhyar (mazhab Syafi'i) menyatakan:
يكره أن يكون معه شيء فيه اسم الله تعالى كالخاتم والدراهم، وكذا ما كان فيه قرآن، وألحق باسم الله تعالى اسم رسوله تعظيما له

Artinya: Makruh hukumnya memakai cincin atau sebuah uang logam yang bertuliskan nama Allah, ketika masuk ketempat buang air besar maupun kecil (Toilet, WC, Jamban), atau sesuatu yang bertuliskan lafal Al-Quran. Begitu juga yang bertuliskan nama Rasulullah Shallallhu Alaihi Wasallam untuk memuliakannya.

Ibnu Abidin (mazhab Hanafi) berkata:
تكره كتابة القرآن وأسماء الله تعالى على الدراهم والمحاريب والجدران وما يفرش وما ذاك إلا لاحترامه وخشية وطئه ونحوه مما فيه إهانة

Artinya: Makruh menulis Al-Quran dan nama Allah pada uang koin dirham, mimbar, dinding, dll kecuali untuk menghormati dan kuatir terinjak dll yang berpotensi merendahkan. (Lihat: Ibnul Hammam dalam Fathul Qadir 1/170)

Dengan demikian, maka selagi tidak ada unsur merendahkan, maka boleh membuat tulisan asma Allah di kaos. Begitu juga, boleh menjual atau membeli baju yang terdapat tulisan ayat Al-Quran atau asma Allah.

LAFAL ALLAH PADA CINCIN DAN MATA UANG KOIN

Tulisan asma Allah dan ayat Al-Quran yang diukir pada mata cincin dan mata uang koin dirham sudah sering dilakukan pada masa pemerintahan Islam masa lalu. Hukumnya juga boleh. Bahkan boleh dibawa ke toilet atau WC asalkan benda yang ada nama Allah-nya itu disembunyikan dan tidak tampak dari luar. Ibnu Qudamah (mazhab Hanbali) dalam kitab Al-Mughni hlm. 1/109 menyatakan: "Ahmad (bin Hanbal) barkata: Cincin yang terdapat asma Allah apabila (mata cincinnya) diletakkan di bagian dalam telapak tangan maka boleh dibawa masuk WC." Teks Arab dan ulasan detail lihat di sini.

Kemakruhan membawa cincin ini karena ada hadits riwayat Abu Dawud dari Anas bin Malik sbb:
كان رسول الله صلى الله عليه وسلم إذا دخل الخلاء وضع خاتمه، لأنه كان عليه "محمد رسول الله

Artinya: Rasulullah selalu melepas cicin beliau ketika hendak masuk ketempat buang air besar maupun kecil, karena cincin beliau bertuliskan lafal "Muhammad Rasulullah". (Lihat, Azimabadi, Aunul Ma'bud)

Baca juga: MEMBAWA PONSEL PINTAR (SMART PHONE) ADA APLIKASI QURAN KE DALAM WC

______________________________


CARA AGAR TIDAK BOSAN PADA PASANGAN

Assalamualaikum,


Saya sudah berumur 23 tahun, dan sudah mulai memikirkan utuk menikah. Oleh karena itu saya sudah mulai serius dalam membina hubungan dengan pria. Namun sayangnya, saya selalu gagal dalam membina hubungan. Saya selalu merasa lama-lama tidak cocok dengan pasangan saya, ( merasa bosan dengannya ) dan akhirnya saya yang selalu memutuskan hubungan tersebut. Sudah hampir 4x saya memutuskan hubungan hanya karena menurut saya sifat dia dan sifat saya tidak cocok.

Saya tidak ingin salah pilih dalam memilih pasangan saya nanti. Oleh karena itu saya selalu sulit menerima kekurangan pasangan saya. Saya takut saya tidak bisa mendapatkan pasangan yang sesuai dengan sifat saya, namun di lain pihak saya juga sudah ingin memiliki pasangan yang bisa dijadikan imam saya nanti.

1. Mohon sarannya.
Atas saran dan nasehatnya saya ucapkan terima kasih.

Wassalamu'alaikum

JAWABAN

1. Tidak ada manusia yang sempurna. Tidak laki-laki, tidak juga wanita, termasuk Anda. Tidak mungkin anda bisa mencari pria yang cocok 100% dengan anda. Sebagaimana mustahil pria yang anda inginkan itu merasa cocok sepenuhnya dengan anda. Yang terpenting dalam mencari pasangan ada dua kriteria: Satu, dia taat dan sedikit mengerti agama. Dua, memiliki kepribadian dasar yang baik yang dapat menampung perbedaan. Yang dimaksud dasar pribadi yang baik adalah sabar dan pekerja keras. Inilah dua kepribadian yang diperlukan ada pada seorang calon suami. Dengan sabar maka dia tahan pada perbedaan yang mungkin muncul. Dengan pekerja keras, maka dia siap menjadi suami yang bertanggung jawab menafkahi anak dan istrinya kelak.

Adapun kriteria-kriteria lain anda harus mentolerirnya kalau seandainya tidak dimiliki pria tersebut termasuk kekurangan dari segi tampilan fisik. Kalau anda ingin mencari pria yang sempurna luar dalam, maka anda akan menjadi perawan tua. Jadi, ubah mindset anda dalam memilih laki-laki. Dan ubah juga niat anda dalam mendekati pria hendaknya bukan untuk pacaran tapi untuk mencari calon suami. Ingat, bahwa pacaran secara fisikal adalah haram dalam Islam.

Baca juga:

- Cara Memilih Jodoh
- Pacaran dalam Islam
- Khalwat (berduaan bukan muhrim) dalam Islam
Selengkapnya ...

Hak Waris untuk Anak Murtad

Hak Waris untuk Anak Murtad

ANAK MURTAD APAKAH DAPAT WARISAN DARI IBUNYA?

Ass.Wr.Wb.

Saya ingin menanyakan mengenai hak waris dalam Islam. Kami 3 bersaudara laki2 semua. Ayah kami seorang Muslim yang menikah dg Ibu kami yang non Muslim. Ayah akhirnya mengikuti agama Ibu & telah meninggal dunia beberapa tahun lalu dalam keadaan non Muslim mengikuti agama Ibu. Ibu kami pun sudah meninggal dunia sebelum Ayah. Kami 3 bersaudara laki2 menjadi mualaf setelah masing2 menikahi perempuan muslim. Saat ini keluarga besar dari pihak Ayah akan membagikan warisan berupa tanah & bangunan peninggalan Nenek yg telah meninggal sewaktu Ayah masih hidup.

Pertanyaannya :
Apakah kami 3 bersaudara laki2 mempunyai hak waris atas warisan Nenek tsb?

Keluarga besar almarhum Ayah saat ini adalah :
- Paman yg merupakan adik laki2 Ayah, mempunyai 2 anak laki2 & 2 anak perempuan yg kesemuanya telah menikah.
- Almarhumah Tante/Bibi, yg merupakan adik perempuan Ayah, mempunyai 2 anak laki2 & 1 anak perempuan yg kesemuanya juga telah menikah. Suami dari Tante/Bibi masih hidup.
Demikian pertanyaan dari saya. Atas perhatian & bantuannya saya haturkan banyak terima kasih. Wassalammualaikum Wr Wb

TOPIK KONSULTASI ISLAM
  1. ANAK MURTAD APAKAH DAPAT WARISAN DARI IBUNYA?
  2. HUKUM PACARAN HALAL ATAU HARAM?
  3. SUAMI MENJUAL MASKAWIN ISTRI
  4. WANITA MASIH CINTA MANTAN KEKASIH YANG SUDAH MENIKAH
  5. HUKUM SELINGKUH
  6. CARA QODHO SHOLAT SAAT PERJALANAN DAN NIFAS
  7. HASIL KOMISI CLICKBANK
  8. PONPES AL-KHOIROT MALANG BUKAN CABANG AL-KHOIROT JEPARA
  9. IKUT KURSUS BAHASA ARAB
  10. HUKUM WALLPAPER HP ASMA ALLAH
  11. CARA KONSULTASI SYARIAH ISLAM

JAWABAN

1. Ayah anda tidak mendapat warisan apapun dari ibunya karena perbedaan agama. Sedangkan anda bersaudara sebagai cucu almarhumah tidak mendapat warisan karena terhalang oleh adanya anak-anak kandung almarhumah. Demikian menurut hukum waris Islam. Baca detail: Hukum Waris Islam

Namun demikian, kalau anda menuntut ke Pengadilan Agama, maka anda bersaudara akan mendapatkan warisan sebagai cucu karena dalam soal warisan ini Pengadilan Agama mengadopsi hukum adat di mana cucu berhak mendapatkan warisan.

____________________________


HUKUM PACARAN HALAL ATAU HARAM?

Assalamualaikum wr.wb
1. Pacaran itu halal atau haram?
2. Yang mana yang baik antara pacaran atau tidak pacaran?
Sebelumnya saya mengucapkan terimakasih.
Wassalamualaikum. Wr.wb.

JAWABAN

1. Pacaran adalah hubungan kasih sayang di luar nikah antara laki-laki dan perempuan bukan mahram. Kalau kasih sayang itu sebatas dalam hati dan non-fisikal, maka hukumnya halal. Maksudnya non-fisikal seperti hubungan komunikasi lewat dunia maya (BBM, SMS, dsb) dan isi pembicaraan tidak mengundang syahwat. Namun, kalau hubungan kasih sayang itu sudah mencapai tahap fisik maka hukumnya haram. Yang dimaksud hubungan fisikal mulai dari jalan berduaan, pegangan tangan, tinggal di rumah atau di kamar berduaan (walaupun tidak bercumbu), sampai pada tingkat yang lebih parah (berciuman, bercumbu, dst), semua bentuk hubungan fisik dari yang ringan apalagi yang berat adalah haram. Ini seandainya tidak terjadi zina. Kalau terjadi zina maka haramnya mencapai tingkat tertinggi. Baca: Hukum Pacaran dalam Islam

Baca juga: Dosa Besar dalam Islam

____________________________



SUAMI MENJUAL MASKAWIN ISTRI

Assalamualaikum Wr. Wb.

Bapak saya ingin bertanya mengenai hukum mas kawin .
Saya sudah menikah, akan tetapi karena suatu perkara, saya dan suami memutuskan untuk bercerai.

Pada saat kami masih menjadi suami istri, mas kawin yang suami berikan kepada saya, dijual untuk keperluan rumah tangga kami .
Pada saat bertengkar dengan suami, saya pernah berkata bahwa saya tidak akan menagih hutang mas kawin tersebut. Dan sampai sekarang pun, setelah 2 bulan lebih pisah rumah, mantan suami tidak juga mengganti mas kawin tersebut.
1. Apakah mantan suami saya tetap berkewajiban mengganti mas kawin saya meskipun kami telah bercerai dan saya pernah berucap tidak akan menagihnya ?
2. Bagaimana hukumnya bila mantan suami saya tidak mengganti mas kawin tersebut ?
Sebelum dan sesudahnya saya ucapkan terima kasih .


JAWABAN

1. Maskawin adalah harta yang menjadi hak milik istri. Maka, terserah istri untuk menggunakan uang itu, baik untuk dibelanjakan atau diberikan pada suami. Kalau maskawin itu dipinjam suami dan dibelanjakan oleh suami, maka itu adalah hutang dan suami wajib menggantinya. Namun, apabila istri sudah merelakan hutang suami itu, maka bebaslah suami dari kewajiban membayar hutang. Lihat: Hutang dalam Islam

2. Kalau anda sudah membebaskan hutang tersebut, maka tidak ada kewajiban suami untuk melunasi hutangnya.

____________________________


WANITA BERISTRI MASIH CINTA MANTAN KEKASIH

Assalamualaikum
Saya wanita yang telah menikah dengan lelaki yang usianya 13 tahun di atas saya, dia sangat baik kepada saya. tapi sampai saat ini saya belum mencintainya, bahkan saya belum siap jika harus punya anak darinya. dan saya masih selalu mengingat mantan kekasih saya yang dulu banyak berkorban, sejak smp-kuliah saya dibiayai oleh mantan tanpa dia meminta imbalan apapun. kami terpisah karna orang tua nya tidak setuju, karna saya hanyalah seorang guru tk. saya sakit hati dan akhirnya saya menerima lamaran orang lain. tapi kenapa sekarang saya menyesal meninggalkan mantan saya, bahkan dia juga menyalahkan saya, kenapa tidak memberinya waktu membujuk ibu untuk menerima saya. padahal ibu pasti akan merestui jika kita berusaha.

Tapi disisi lain saya merasa bersalah dgn suami jika masih bersamanya akan banyak kebohongan tentang perasaan saya, namun jika saya meninggalkannya. saya kasihan, karna dia orang baik

1. Mohon bimbingannya,saya harus bagaimana?
Syukron


JAWABAN

1. Anda tidak bisa memilih keduanya (suami dan mantan pacar). anda harus memutuskan untuk memilih salah satunya dan komitmen untuk setia pada pilihan anda. Sekarang anda sudah memutuskan untuk menjadi istri dari suami anda yang sekarang, maka penuhilah kewajiban anda sebagai istri. Kalau anda tidak bisa mencintainya, itu manusiawi, tapi penuhilah hak-hak dia sebagai suami yaitu melayani dia lahir dan batin dan bersiap mendapatkan keturunan darinya.

Anda sudah beruntung mendapatkan suami yang sangat baik. Dan kebaikan itu belum tentu ada pada mantan pacar anda. Oleh karena itu, kalau kebaikan suami membuat anda merasa kasihan padanya, maka teruskan hubungan ini. Suatu hari nanti, cinta itu akan timbul dengan sendirinya.

Begitu juga, kalau yang mengingatkan anda pada mantan adalah cinta, percayalah bahwa cinta itu akan hilang secara perlahan. Kalau bantuan pacar secara materi membuat anda merasa sulit melupakan, maka niatkan untuk membalas budinya suatu hari nanti kepada anak-anak atau kerabat mantan pacar anda itu. Sekarang, fokus berbakti pada suami dan putuskan hubungan dan komunikasi dengan mantan pacar.

Namun demikian, kalau anda merasa sangat sulit melupakan mantan, dan dia mau menerima anda, maka anda bisa meminta cerai pada suami dan kembali padanya. Ini adalah pilihan terakhir yang harus difikir ribuan kali untuk melakukannya. Baca juga: Cara Harmonis dalam Rumah Tangga

____________________________


HUKUM SELINGKUH

Assalamualaikum

Pak ustad saya mau tanya? bapak saya mau cerai ke pengadilan karena sang istri selingkuh sudah terbukti,untuk proses ke pengadilan apa masih perlu menunggu selama 3 bulan dulu,
1. dan bagaimana hukum selingkuh dalam islam ..
terimakasih


JAWABAN

1. Hukum selingkuh dalam Islam adalah haram. Dan kalau sampai terjadi zina maka dosa wanita bersuami yang berzina itu lebih besar dari zinanya wanita yang tidak punya suami. Baca: Dosa Besar dalam Islam

____________________________


CARA QODHO SHOLAT SAAT PERJALANAN DAN NIFAS

Assalamualaikum,

Saya masih ingin bertanya tentang
1. bagaimana cara mengkodho atau mengganti sholat bila d dalam perjalanan jauh
2. atau ketika sedang nifas seorang wanita bisakah mengganti di lain waktu? Dan tolong di beri penjelasan.
3. Tolong sebutkan waktu2 haram untuk sholat baik sholat wajib dan sholat sunnah.

Salam,
Lia

JAWABAN

1. Seorang muslim dan muslimah wajib melaksanakan shalat dalam keadaan apapun, baik saat di rumah atau ketika melakukan perjalanan jauh. Tidak ada alasan untuk meninggalkan shalat. Namun syariah Islam memberikan dispensasi bagi musafir untuk melakukan shalat Jamak dan Qashar. Baca: Shalat Jamak dan Qashar bagi Musafir

Kalau seorang muslim meninggalkan shalat, maka hukumnya berdosa. Selain itu dia wajib mengqodho shalatnya. Baca: Cara Mengqadha Shalat

2. Wanita yang sedang nifas itu sama dengan perempuan haid yakni dia tidak boleh melaksanakan shalat dan tidak perlu mengqodho shalatnya. Namun, untuk puasa Ramadan yang ditinggalkan karena nifas atau haid, maka tetap wajib mengqadha puasanya di luar waktu Ramadhan. Baca: Wanita Haid dan Nifas

Baca juga: Puasa Ramadhan

3. Tidak ada waktu haram atau makruh untuk melaksanakan shalat wajib. Semua waktu dalam 24 jam dapat dipakai untuk shalat wajib baik shalat wajib tepat waktu (ada') atau qadha.

Adapun Waktu tahrim atau makruh hanya ada untuk shalat sunnah. Waktu tahrim ada lima sebagai berikut:

a. Ketika matahari berada tepat di atas kepala (jam 12 istiwak) kecuali hari Jum’at
b. Setelah melakukan shalat Shubuh hingga terbit matahari
c. Ketika terbit matahari hingga tingginya mencapai satu tombak (tiba waktu Dluha)
d. Setelah shalat Ashar
e. Ketika matahari telah berwarna kekuning-kuningan hingga terbenam

Melaksanakan shalat sunnah pada kelima waktu di atas hukumnya makruh tahrim (sangat tidak dianjurkan). Baca: Pengertian Makruh Tahrim http://www.alkhoirot.net/2012/09/beda-makruh-tahrim-dan-makruh-tanzih.html

Referensi: Kitab Hasyiyah Bujairami alal Manhaj 1/161 menyatakan:
وكره) كراهة تحريم كما صححه في الروضة والمجموع هنا وكراهة تنزيه كما في التحقيق وفي الطهارة من المجموع (في غير حرم مكة صلاة عند استواء) للشمس حتى تزول
Artinya: Dan hukumnya makruh tahrim seperti keterangan Imam Nawawi dalam kitab Ar-Raudhah dan Al-Majmuk, dan makruh tanzih seperti dalam At-tahqiq, melakukan shalat sunnah di selain Masjidil Haram Makkah pada saat istiwak matahari sampai tergelincir... dst.

____________________________


HASIL KOMISI CLICKBANK

Assalamualaikum ustadz/ustadzah
saya mau tanya saya ini seorang affiliate di clickbank.com tugas saya adalah memasarkan produk dan mengarahkan pembeli ke website produk supaya terjadi penjualan dan saya dapat komisi. Permasalahannya adalah saya akan menjual produk latihan otot yang di websitenya itu terlihat model pria yang hanya mengenakan celana pendek dan wanita yang memakai baju bikini.
1. Bagaimana hukumnya saya mempromosikan produk tersebut ?
Terima kasih

JAWABAN

1. Hukum kerja sebagai affiliate atau makelar adalah halal. Menjual produk latihan otot juga halal. Jadi, hasil komisi yang anda peroleh adalah halal. Bahwa produser penjual barang itu mengiklankan produknya dengan memakai model yang terbuka auratnya itu adalah haram. Tapi keharaman si produser dalam memakai model itu tidak membuat barang yang dijualnya menjadi haram. Itu adalah dua hal yang berbeda. Intinya, keharaman iklan model yang terbuka itu adalah tanggungjawab produser sebagai pemilik barang, bukan tanggung jawab anda dan di luar kekuasaan anda.

Kecuali kalau anda menjual barang haram seperti bir, judi online, prostitusi, riba, dan semacamnya, maka komisi yang anda dapatkan adalah haram. Baca: Bisnis dalam Islam

____________________________


PONPES AL-KHOIROT MALANG BUKAN CABANG AL-KHOIROT JEPARA

Assalamu'alaikum. saya mau tanya. apa pondok pesantren Al Khoirot ini cabang dari Al Khoirat jepara? terima kasih.

JAWABAN

Bukan. Ponpes Al-Khoirot Malang bukan cabang dari pesantren manapun. Ia berdiri sendiri dan memiliki sistem sendiri yang berbeda dengan pondok pesantren yang lain baik dengan nama sama atau dengan nama berbeda. Lebih detail lihat situs resminya: Pondok Pesantren Al-Khoirot

Baca juga: 10 Pesantren Terbaik

____________________________



IKUT KURSUS BAHASA ARAB

saya ingin mendaftar kursus bahasa arab...

JAWABAN

Kursus bahasa Arab yang diadakan oleh Pondok Pesantren Al-Khoirot hanya bisa diikuti oleh santri Al-Khoirot. Dengan demikian anda harus mendaftar sebagai santri. Lebih detail kunjungi: www.alkhoirot.com

Sedangkan kursus bahasa Arab secara online dapat anda ikuti dari jarak jauh. Baca detail:

- Belajar Bahasa Arab Online Gratis
- Kursus Bahasa Arab

____________________________


HUKUM WALLPAPER HP ASMA ALLAH

1. Bagaimana hukum wallpaper hp asma Alloh?

JAWABAN

1. Kalau wallpaper itu terus menerus terlihat di layar depan HP anda, maka sebaiknya ia diperlakukan sama dengan memperlakukan asma Allah di kertas yakni dengan menaruhnya di tempat yang terhormat dan jangan membawanya ke tempat yang tidak pantas seperti WC, dll. Kalau terpaksa membawanya ke tempat yang kurang terhormat seperti toilet dan WC maka hendaknya ditaruh di dalam saku sekiranya asma Allah itu tidak terlihat. Ibnu Qudamah (mazhab Hanbali) dalam kitab Al-Mughni hlm. 1/109 menyatakan:

إذا أراد دخول الخلاء ومعه شيء فيه ذكر الله تعالى استحب وضعه ... فإن احتفظ بما معه مما فيه ذكر الله تعالى ، واحترز عليه من السقوط ، أو أدار فص الخاتم إلى باطن كفه فلا بأس . قال أحمد : الخاتم إذا كان فيه اسم الله يجعله في باطن كفه ، ويدخل الخلاء . وقال عكرمة : اقلبه هكذا في باطن كفك فاقبض عليه ، وبه قال إسحاق ، ورخص فيه ابن المسيب والحسن وابن سيرين ، وقال أحمد في الرجل يدخل الخلاء ومعه الدراهم : أرجو أن لا يكون به بأس

Artinya: Apabila seseorang akan masuk WC sedangkan dia membaca benda yang ada asma Allah maka disunnahkan untuk diletakkan (di luar)... Apabila ia menjaga sesuatu yang ada lafal Allah dan menjaga agar tidak jatuh atau memutar mata cincin ke telapan tangan bagian dalam maka tidak apa-apa. Ahmad (bin Hanbal) barkata: Cincin yang terdapat asma Allah apabila (mata cincinnya) diletakkan di bagian dalam telapak tangan maka boleh dibawa masuk WC. Ikrimah berkata: Baliklah cincin itu ke dalam telapak tangan dan genggamlah. Ini juga menurut Ishaq. Ibnul Musayib, Hasan dan Ibnu Sirin memberi rukhsoh (dispensasi) akan hal ini. Ahmad (bin Hanbal) berkata tentang seseorang yang masuk WC membawa uang dirham (yang ada nama Allah): Saya harap tidak apa-apa.

Kesimpulan: Adanya lafal atau nama Allah atau ayat Quran di layar (wallpaper) HP ponsel hukumnya boleh. Asalkan apabila anda masuk ke tempat yang kurang terhormat seperti toilet dan WC disimpan di saku atau di manapun yang penting jangan sampai tampak dari luar. Baca detail: MEMBAWA PONSEL ADA APLIKASI QURAN KE DALAM WC

Baca juga: Hukum Membaca dan Menyentuh Mushaf Al-Quran

Selengkapnya ...

Cara Gugat Cerai Nikah Siri dan Isbat Nikah

Cara Gugat Cerai Nikah Siri dan Isbat Nikah

CARA GUGAT CERAI NIKAH SIRRI DAN ISBAT NIKAH

Asw ustadz, ada tetangga saya perempuan muda baru melahirkan 2 minggu, dia sudah 4 bulan ini ditinggal suaminya karena keluarga suaminya tidak suka dengan ibu ini, dan dulunya pernikahan mereka dilakukan secar sirri. Ibu ini sedang kesulitan biaya dan ada orang yang mau menikahi dan membiayai ibu dan anak ini.
1. Apakah pernikahannya boleh dilakukan dan
2. bagaiman cara gugat cerai nikah sirri itu?

TOPIK KONSULTASI ISLAM
  1. CARA GUGAT CERAI DALAM NIKAH SIRRI
  2. HARTA WARISAN PENINGGALAN SUAMI, SIAPA SAJA YANG BERHAK?
  3. MIMPI JADI KENYATAAN, DARI ALLAH ATAU SETAN?
  4. CARA BERIBADAH DAN TAUBAT DENGAN BENAR
  5. HADITS RANTING POHON MERINGANKAN SIKSA KUBUR
  6. CARA KONSULTASI SYARIAH ISLAM


JAWABAN

RINGKASAN:

A. Kalau memang suami sudah meninggalkan istri dan tidak mau menafkahi istri dan anaknya, maka sebaiknya istri mengirim utusan ke suami agar supaya suami menceraikan saja. Setelah suami menceraikan, maka pihak istri boleh menikah lagi dengan pria lain dengan syarat masa iddah sudah habi.

B. Kalau suami menolak untuk mentalak istri, maka istri bisa melakukan gugat cerai dengan salah satu dua cara. Cara pertama: melakukan gugat cerai ke Pengadilan Agama dengan isbat nikah. Cara kedua, dengan cara hakam (mengirim utusan) dari kedua pihak untuk menentukan status pernikahan.

URAIAN

1. Selagi belum terjadi perceraian antara perempuam itu dengan suaminya, maka tidak boleh dan tidak sah menikah dengan lelaki lain. Itu sudah jelas aturannya dalam Al-Quran. Allah berfirman dalam QS An-Nisa' 4:24
وَالْمُحْصَنَاتُ مِنَ النِّسَاء إِلاَّ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ كِتَابَ اللّهِ عَلَيْكُمْ وَأُحِلَّ لَكُم مَّا وَرَاء ذَلِكُمْ أَن تَبْتَغُواْ بِأَمْوَالِكُم مُّحْصِنِينَ غَيْرَ مُسَافِحِينَ فَمَا اسْتَمْتَعْتُم بِهِ مِنْهُنَّ فَآتُوهُنَّ أُجُورَهُنَّ فَرِيضَةً وَلاَ جُنَاحَ عَلَيْكُمْ فِيمَا تَرَاضَيْتُم بِهِ مِن بَعْدِ الْفَرِيضَةِ إِنَّ اللّهَ كَانَ عَلِيمًا حَكِيمًا

Artinya: dan (diharamkan juga kamu mengawini) wanita yang bersuami, kecuali budak-budak yang kamu miliki (Allah telah menetapkan hukum itu) sebagai ketetapan-Nya atas kamu. Dan dihalalkan bagi kamu selain yang demikian (yaitu) mencari isteri-isteri dengan hartamu untuk dikawini bukan untuk berzina. Maka isteri-isteri yang telah kamu nikmati (campuri) di antara mereka, berikanlah kepada mereka maharnya (dengan sempurna), sebagai suatu kewajiban; dan tiadalah mengapa bagi kamu terhadap sesuatu yang kamu telah saling merelakannya, sesudah menentukan mahar itu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.

2. Agar urusannya lebih mudah dan status hukum istri dan anak menjadi kuat, maka sebaiknya pernikahan siri tersebut diresmikan terlebih dahulu ke pemerintah dengan cara melakukan isbat nikah dan sekaligus mengajukan gugat cerai.

Keuntungan isbat nikah adalah isbat nikah untuk pasangan nikah siri berlaku surut. Artinya jika saat isbat nikah pasangan siri tadi sudah memiliki anak, otomatis anak tersebut bisa mendapatkan akta kelahiran dan hak-hak kependudukan lainnya. Setelah dilakukan isbat nikah dan pernikahan keduanya diakui negara, maka proses perceraian pun akan menjadi lebih mudah sama dengan yang resmi.

Prosedur Cara Melakukan Isbat Nikah

Itsbat Nikah adalah permohonan pengesahan nikah yang diajukan ke pengadilan untuk dinyatakan sah-nya pernikahan dan memiliki kekuatan hukum. Itsbat Nikah hanya dapat diajukan melalui Pengadilan Agama, bukan melalui Kantor Urusan Agama (KUA).

Syarat-syarat Isbat Nikah

1. Menyerahkan Surat Permohonan Itsbat Nikah kepada Pengadilan Agama setempat;
2. Surat keterangan dari Kantor Urusan Agama (KUA) setempat yang menyatakan bahwa pernikahan tersebut belum dicatatkan;
3. Surat keterangan dari Kepala Desa / Lurah yang menerangkan bahwa Pemohon telah menikah;
4. Foto Copy KTP pemohon Itsbat Nikah;
5. Membayar biaya perkara;
6. Lain-lain yang akan ditentukan Hakim dalam persidangan.

Dasar hukum: Pasal 3 ayat (5) Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1946 tentang Pentjatatan Nikah, Talak dan Rudjuk (UU 22/1946) dan Pasal 7 KHI.

Siapa yang Dapat Mengajukan Isbat Nikah dan Berapa Biayanya?

Permohonan isbat nikah dapat di ajukan oleh suami isteri, atau salah satunya, anak, wali nikah, atau pihak lain yang berkepentingan yang ditujukan kepada Pengadilan Agama yang daerah hukumnya meliputi tempat kediaman pemohon.

Pengajuan isbat nikah dapat diajukan bersama-sama dengan gugatan/permohonan perceraian. Permohonan isbat nikah adalah termasuk perkara voluntair, tetapi jika salah seorang suami atau isteri meninggal dunia, maka permohonan perkara isbat nikah seperti ini termasuk kontentius, dan semua ahli warisnya harus dijadikan “pihak”.

Pihak Pemohon yang mengajukan isbat nikah, terlebih dahulu harus membayar panjar biaya perkara, untuk PA. Bagi yang tidak mampu membayar biaya perkara, dapat mengajukannya dengan Cuma-Cuma/prodeo.

Setelah pembayaran panjar biaya perkara dilakukan, kemudian pemohon mendaftarkan perkaranya ke Pengadilan Agama dengan melampirkan bukti slip pembayarkan lewat Bank tersebut, dan selanjutnya pemohon pulang dan menunggu panggilan sidang.

Ketua PA, membuatkan PMH dan majelis hakim yang ditetapkan harus segera membuatkan PHS/ penetapan hari sidang, yang sebelumnya diumumkan dalam waktu 14 hari melalui radio. Dan setelah 14 hari diumumkan itu, baru sidang dapat dilakukan, dan pemohon dipanggil oleh juru sita untuk menghadiri sidang itu, minimal 3 hari kerja sebelum sidang dilaksanakan.

Jika permohonan dikabulkan, Pengadilan Agama akan mengeluarkan Penetapan, salinan penetapan ini dapat diambil dalam jangka waktu setelah 14 hari dari sidang pembacaan penetapat tersebut/ sidang berakhir.

Salinan Penetapan dapat diambil sendiri atau mewakilkan kepada orang lain dengan surat kuasa, dan selanjutnya salinan penetapan ini dibawa dan diserahkan kepada Kantor KUA tempat tinggal pemohon, untuk dicatatkan dalam register dan menggantikannya dengan Buku Nikah. (Sumber: http://goo.gl/81FKWh)

Gugat Cerai Nikah Siri dengan Hakam dan Tanpa Isbat Nikah

Kalau suami / istri tidak mau melakukan isbat nikah ke Pengadilan Agama, maka gugat cerai istri pada suami dapat dilakukan melalui dua orang hakam atau muhakkam. Salah satu hakam adalah utusan dari atau mewakili suami; sedangkan hakam yang satunya mewakili istri.

Caranya, mengangkat dua orang yang statusnya sebagai hakam dari pihak suami dan istri, yang kapasitas keduanya sama dengan hakim. Kedua hakam sebaiknya orang yang mengerti agama dan dikenal adil dan tahu apa tugas-tugas yang harus dilakukan.

Tentang hakam, dalam QS An-Nisa 4:35 Allah berfirman:
وإن خفتم شقاق بينهما فابعثوا حكما من أهله وحكما من أهلها إن يريدا إصلاحا يوفق الله بينهما , إن الله كان عليما خبيرا

Artinya: Dan jika kamu khawatirkan ada persengketaan antara keduanya, maka kirimlah seorang hakam dari keluarga laki-laki dan seorang hakam dari keluarga perempuan. Jika kedua orang hakam itu bermaksud mengadakan perbaikan, niscaya Allah memberi taufik kepada suami-isteri itu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.

Kedua hakam ini berfungsi menjadi wakil dari suami dan istri apakah akan terus melanjutkan perkawinan atau akan cerai. Dengan kata lain, kedua hakam ini memiliki otoritas untuk memutuskan perkara suami-istri yang diwakili.

Kedua hakam hendaknya dipilih oleh masing-masing suami dan istri. Namun boleh tanpa pilihan suami-istri. Dan suami-istri menyerahkan keputusan kepada keduanya apakah akan bercerai atau melanjutkan pernikahan. Menurut mazhab Maliki, hakam dari pihak suami boleh menceraikan tanpa izin dari si suami; sedangkan hakam dari pihak istri boleh melakukan gugat cerai (khuluk) tanpa kerelaan pihak istri apabila semua itu dianggap yang terbaik.

Al-Baghawi dalam Tafsirnya, hlm. 2/210, menyatakan:
والقول الثاني : يجوز بعث الحكمين دون رضاهما ، ويجوز لحكم الزوج أن يطلق دون رضاه ولحكم المرأة أن يخلع دون رضاها ، إذا رأيا الصلاح ، كالحاكم يحكم بين الخصمين وإن لم يكن على وفق مرادهما ، وبه قال مالك

Artinya: Boleh mengutus dua hakam tanpa ijin pasutri. Dan boleh bagi hakamnya suami melakukan talak tanpa ridho suami; dan boleh bagi hakamnya istri melakukan gugat cerai dengan khuluk tanpa ijin pihak istri apabila keduanya menganggap itu yang baik sebagaimana keputusan hakam di antara dua orang yang berkonflik walaupun tanpa persetujuan kedua pihak. Ini adalah pendapat Imam Malik.

Baca detail: Cerai dalam Islam

__________________________


HARTA WARISAN PENINGGALAN SUAMI, SIAPA SAJA YANG BERHAK?

assalamualaikum..

suami saya meninggal sebelum anak kami lahir, kejadiannya tahun 2012 bulan 9. sekarang anak kami (perempuan) sudah berumur 2 tahun tepat di tanggal 18 bulan in.. saat suami saya meninggal, saya mendapatkan santunan dari perusahaan yang di transfer perusahan ke rekening saya. keluarga suami menuntut saya membagi-bagikan uang tersebut ke pada mereka. orang tua suami saya masih hidup dua2nya. mereka dan seluruh adik dari ayah suami saya mengklaim agar uang itu di bagi bagi ke mereka, terutama ayah suami saya.

1. pertanyaannya, apakah mereka benar?
saya menolak hal itu, akibatnya saya dikucilkan dan ayah suami saya mendatangi atasan di kantor saya, teman dekat saya dan teman dekat suami dan mengatai saya serakah. sehingga lingkungan keluarga, di luar dan dalam kantor turut menghina saya. hingga akhirnya saya putuskan berhenti bekerja dan pindah ke kota lain, sewa rumah dan berwiraswasta.

sebelum menikah suami saya memiliki 1 lahan ukuran satu pintu ruko dan 2 kebun sawit. satu belum menghasilkan, tapi kebun itu lunas. yang kedua, sudah menghasilkan, tapi masih terikat hutang. terhadap penjual, suami saya membayar lunas. uang untuk melunaskan itu di dapat dengan mengambil kredit. tapi bukan atas nama suami saya (suami saya kerja di bank, tapi belum pegawai tetap sehinga belum bisa mengambil kredit atas namanya). kredit di ambil atas nama 3 orang bibik nya. tapi pelunasan dibayarsuami saya tiap bulannya. dan setelah menikah, suami saya 2/3 gaji nya untuk menutup kredit. sepertiga lagi untuk keperluan kami.

kami punya tabungan, tapi itu uang gaji saya. suami tidak mengambil gaji saya, tiap kali gajian, uang saya dia minta untuk di tabung. setelah suami saya meninggal, ketiga bibik nya memaksa saya melunasi (saat itu uang santunan dari perusahaan belum dapat dan saya tidak tau akan dapat) di tangan yang ada uang tabungan. jadi saya lunasi. kemudian ayah suami yang mengurus panen dll. tapi seiring waktu, hasil kebun di berikan sesuka hati mereka. dan waktu panen yang mulai nggak menentu. saat suami saya meninggal dan keadaan jiwa saya nggak menentu, ayah suami saya mengambil semua surat-surat berharga tanpa izin saya dari dalam tas suami saya dan memberikan saya tas kosong. hal ini saya ketahui saat saya menyadari sikap nya. saat saya mencoba panen kebun suami saya, dia mengusir tukang panen saya. katanya kebun itu sudah ada sebelum kami menikah dan menjadi hak nya, dan tidak ada sangkut paud nya dg saya.

2. pertanyaan nya, kalo memang dia berhak atas kebun suami saya, kenapa bukan dia yang membayar segala hutang suami saya? kenapa semua hutang, biaya pemakaman dan acara adat mereka harus saya yang lunasi? apakah mereka benar? kalo memang saya tidak berhak, apa anak kami juga tidak berhak? salah kah saya jika saya menilai ini semua kezaliman pada saya yg sekarang janda anak nya dan kezaliman pada cucunya yang sekarang yatim? bagaimana seharusnya saya menyikapi ini? dan suami saya punya sepeda motor yang setelah suami saya meninggal, adik laki2nya mengambil kendaraan tsb tanpa ada bicara terlebih dulu dr saya. apakah ini benar?

dan uang santunan yang saya dapat dari perusahaan saya buat asuransi anak saya. posisi sekarang ini tidak ada yang menafkahi saya dan anak saya. saya juga masih punya keluarga, tapi baik orang tua dan saudara menganggap saya beban. sehingga saya tidak diterima di rumah manapun. selama ini saya mencoba untuk tidak memikirkan semua yang telah terjadi. tapi usaha saya masih belum cukup untuk keperluan bulanan.

3. apa saya salah jika menempuh jalur hukum?
tolong berikan saya solusi dan tolong jelaskan bagaimana yang sebenarnya ttg ini semua.. atas bantuannya saya ucapkan terimakasih banyak.

JAWABAN

1. Benar. Ahli waris dari suami anda bukan hanya istri dan anak tapi juga ayah, ibu dan saudara. Detailnya sebagai berikut:
(a) Ayah mendapat bagian waris 1/6 (seperenam) dan asabah (sisa) -> 4/24
(b) Ibu mendapat bagian waris 1/6 (seperenam). -> 4/24
(c) Anak perempuan mendapat bagian 1/2 (setengah). -> 12/24
(d) Istri mendapat bagian 1/8 (seperdelapan). -> 3/24
Total = 23/24
(e) Sisanya yakni 1/24 diberikan pada saudara-saudara dan ayah juga.

CATATAN: Pembagian warisan harus dilakukan segera setelah almarhum meninggal dengan syarat: (a) hutang-hutang harus dilunasi dari harta almarhum; (b) biaya pemakaman harus diambil dari harta almarhum.

Baca detail: Hukum Waris Islam

2. Soal pelunasan hutang dan lain-lain sudah jelas harus diambil dari harta peninggalan almarhum. Lihat jawaban poin 1. Kalau ternyata itu tidak terjadi, maka anda sebaiknya mengkomunikasikannya pada ahli waris lain. Baik secara langsung atau dengan meminta tolong orang lain untuk berbicara pada ahli waris lain.

3. Jalur hukum sebaiknya menjadi jalan terakhir. Anda sebaiknya lakukan pendekatan personal pada semua ahli waris dan terangkan semua duduk masalahnya. Kalau pendekatan kekeluargaan tidak berhasil, maka jalur hukum adalah langkah akhir terbaik.

__________________________



MIMPI JADI KENYATAAN, DARI ALLAH ATAU SETAN?

Assalamualaikum wr. wb.

Ustad perkenalkan saya gun gun dari subang, mau bertanya soal mimpi yang menjadi kenyataan. Begini, sewaktu dulu lagi sekolah di SMK saya bermimpi bertemu dengan seseorang dengan umur sebaya yang mendatangi saya, dia memperkenalkan namanya dan alamat tempat tinggalnya, setelah itu dia langsung berlalu pergi. Namun yang membuat saya kaget dan terheran-heran, selang 3 hari setelah mimpi tersebut
saya di perkenalkan oleh teman saya dengan seseorang yang nama, alamat tempat tinggalnya, dan postur tubuhnya hampir persis dengan yang saya mimpikan 3 hari sebelumnya.

Tidak cukup hanya satu kali itu saja, tiga minggu kemarin saya juga bermimpi membaca suatu nama tempat yang saya sendiri belum tau tempat itu dimana, dan lalu yang membuat saya kaget, ternyata besoknya saya mendapat rekan kerja baru yang nama tempatnya sama persis dengan nama tempat yang saya impikan tadi malamnya.

Yang mau saya tanyakan kepada Ustad,
1. apakah kedua mimpi tersebut betul-betul dari Allah Swt, ataukah mungkin dari setan yang bertujuan membuat diri saya menjadi ujub ?,
2. dan bila mimpi itu dari Allah Swt, apakah makna dan tujuan yang Allah kehendaki kepada saya.

Saya tunggu jawaban emailnya Ustad, atas perhatianya saya ucapkan terima kasih

Wassalam.

JAWABAN

1. Hanya Allah dan Rasul-Nya yang tahu bahwa suatu mimpi itu berasal dari Allah atau dari jin/setan. Kami hanya bisa mengatakan bahwa mimpi anda bisa berasal dari Allah atau dari jin. Kedua kemungkinan itu sama-sama bisa terjadi walaupun kami lebih cenderung menilai itu berasal dari jin. Namun anggaplah itu berasal dari Allah, maka itu suatu anugerah bagi anda. Namun tidak ada alasan bagi orang yang mendapat anugerah seperti itu untuk ujub atau sombong karena itu bukanlah sesuatu yang luar biasa. Dan kemampuan melihat sesuatu yang gaib itu tidak hanya diberikan pada orang muslim, tapi juga tidak jarang dianugerahkan kepada orang-orang non-muslim. Jadi, itu bukan pertanda anda menempati posisi yang istimewa di mata Allah. Itu juga bukan pertanda anda sedang dihukum oleh Allah. Karena Allah bisa memberikan suatu anugerah atau musibah kapanpun Dia suka tanpa pertimbangan apapun dalam logika manusia. Yang terpenting di sini adalah bahwa apapun yang diberikan Allah pada manusia bagaimana kita menyikapinya: apakah itu membuat kita semakin bertakwa atau semakin jauh dari-Nya? Itu yang penting.

2. Seperti disebut dalam poin 1, makna dan tujuan adalah rahasia Allah. Namun yang terpenting, jadikan itu sebagai jembatan untuk membuat kita lebih baik dalam arti lebih bertakwa dan lebih bersyukur dengan cara melaksanakan perintah Allah dan menjauhi semua laranganNya.

Baca: Mimpi dalam Islam

__________________________


CARA BERIBADAH DAN TAUBAT DENGAN BENAR

Assalammu'alaikum wr.wb.
Maaf sebelumnya, saya lelaki yang ingin kembali ke jalan Allah SWT. kalau dulu saya sering gak shalat, terkadang onani, anggota tubuh saya terkadang juga terkena air seni saya sendiri.
1. bagaimana cara mensucikan diri saya? agar saya dapat beribadah sesuai perintah Allah SWT.mohon diterangkan

JAWABAN

1. Cara bertaubat adalah, pertama, mulai sekarang laksanakan shalat 5 waktu dengan teratur setiap hari. Dan lakukan puasa Ramadan sebulan penuh. Jauhi segala larangan Allah. Baca: Panduan Shalat 5 Waktu

Kedua, anda harus mengqodho puasa Ramadan yang pernah anda tinggalkan dan mengganti shalat fardhu yang pernah tinggalkan. Ganti secara mencicil sesuai kemampuan anda. Baca: Qadha Shalat

Baca juga: Cara Taubat Nasuha

__________________________



HADITS RANTING POHON MERINGANKAN SIKSA KUBUR

Ustadz apakah benar bahwa setiap ranting pohon yg ditaruh diatas makam ketika ziarah bisa meringankan siksa kubur si mayit? Karena ada kalangan yg membantah hadist ini karena hadist ini menerangkan bahwa Nabi hanya memberikan ranting diatas 2 makam. Sebagian Ulama mengambil kesimpulan bahwa ranting pohon tidak bisa meringankan siksa si mayit karena Nabi tidak memberlakukan terhadap semua makam, hanya 2 makam itu saja (khususon). Yang benar bagaimana Ustadz? Dan jika benar bisa meringankan siksa, yang benar rantingnya ditancapkan ditanah atau cukup hanya ditaruh saja?

JAWABAN

Teks asal dari hadits sahih riwayat Bukhari dan Muslim tersebut adalah sbb:

عن عبد الله بن عباس رضي الله عنهما قال { مر النبي صلى الله عليه وسلم بقبرين ، فقال : إنهما ليعذبان ، وما يعذبان في كبير أما أحدهما : فكان لا يستتر من البول ، وأما الآخر : فكان يمشي بالنميمة فأخذ جريدة رطبة ، فشقها نصفين ، فغرز في كل قبر واحدة فقالوا : يا رسول الله ، لم فعلت هذا ؟ قال : لعله يخفف عنهما ما لم ييبسا

Artinya: Rasulullah melewati dua kuburan, lalu bersabda: Sungguh kedua penghuni kubur itu sedang disiksa. Mereka disiksa bukan karena perkara besar. Salah satu dari dua orang ini, (semasa hidupnya) tidak menjaga diri dari kencing. Sedangkan yang satunya lagi, dia keliling menebar namiimah (mengadu domba). Kemudian beliau mengambil pelepah kurma basah. Beliau membelahnya menjadi dua, lalu beliau tancapkan di atas masing-masing kubur satu potong. Para sahabat bertanya, Wahai, Rasulullah, mengapa Anda melakukan ini? Nabi menjawab: Semoga keduanya diringankan siksaannya, selama kedua pelepah ini belum kering.

Dalam memaknai hadits di atas, Ibnu Daqiq Al-Ied dalam Ihkamul Ihkam Syarah Umdatul Ahkam, hlm. 1/107-109, mengutip beberapa pandangan ulama sbb:


لخامس : قيل في أمر " الجريدة " التي شقها اثنتين ، فوضعها على القبرين ، وقوله صلى الله عليه وسلم " لعله يخفف عنهما ما لم ييبسا " إشارة إلى أن النبات يسبح ما دام رطبا فإذا حصل التسبيح بحضرة الميت حصلت له بركته ، فلهذا اختص بحالة الرطوبة .

السادس : أخذ بعض العلماء من هذا : أن الميت ينتفع بقراءة القرآن على قبره ، من حيث إن المعنى الذي ذكرناه في التخفيف عن صاحبي القبرين هو تسبيح النبات ما دام رطبا فقراءة القرآن من الإنسان أولى بذلك والله أعلم بالصواب .

Artinya: Kelima, dalam masalah "pelepah kurma yang dibelah jadi dua" dan sabda Nabi "Semoga keduanya diringankan siksaannya" sebagian ulama berpendapat bahwa tumbuh-tumbuhan itu bertasbih selagi ia masih basah. Dengan demikian, apabila tumbuhan itu bertasbih di dekat mayit, maka si mayit mendapat berkahnya. Dan itu terjadi dalam keadaan tumbuhan yang masih basah.

Keenam, dengan penafsiran tersebut di atas, sebagian ulama memaknai hadits ini demikian: bahwa mayit mendapat manfaat dari bacaan Al-Quran di atas kuburnya dari perspektif makna yang sudah disinggung di muka dalam soal bahwa yang meringankan dosa dari mayit di dua kuburan itu adalah bacaan tasbih pelepah korma selagi ia basah. Dengan demikian, maka bacaan Al-Quran dari manusia yang hidup itu lebih utama dalam hal meringankan siksa ahli kubur. Wallahu a'lam.

Kalangan ulama Wahabi, seperti Bin Baz, memiliki penafsiran berbeda. Dan biarlah mereka punya tafsiran tersendiri yang berbeda.

Baca detail:
- Sampainya Hadiah Pahala pada Orang Mati
- Cara Menghadiahkan Bacaan Al-Quran pada Orang Mati
Selengkapnya ...