Orang Tua Kurang Peduli Syariat

Orang Tua Kurang Peduli Syariat


ORANG TUA LEBIH CENDERUNG KE HUKUM ADAT DARIPADA SYARIAH

Assalamualaikum wr wb.

Ada yang mau saya sampaikan dan saya tanyakan kepada ustadz terkait permasalahan saya beberapa waktu lalu tentang sepupu saya yang pecandu narkoba. Saya sudah memberitahukan kepada orang tua bahwa saya dan sepupu saya bukan muhrim dan saya juga sudah menyampaikan rasa tidak nyaman saya kepada orang tua. Tapi bukannya mengerti justru yang saya dapat kalimat yang tidak mengenakan hati. Mereka bilang semua adalah tanggungjawab mereka (orang tua saya), mereka bilang saya sebagai anak tidak usah ikut campur. Yang dijadikan pegangan orang tua saya adalah hukum adat dan menyalahkan saya yang belum menikah. Bukan sekali ini saja saya menyampaikan tentang agama kepada orang tua, saya juga pernah menyampaikan tentang kewajiban umat muslim jika puasa ramadhan tidak bisa melaksanakannya sebulan penuh (terutama perempuan) maka wajib mengganti (nyaur)di lain hari. Orang tua saya ikut-ikutan saudara saya yang bilang kita nyaur puasa kepada siapa. Bukannya saya ingin sok pintar, ingin menggurui dan sok suci didepan orang tua tapi saya hanya ingin menyampaikan apa yang belum diketahui orang tua tentang agama. Bukannya orang tua saya tidak mengerti agama, Orang tua saya mengerti agama tetapi ada beberapa hal yang belum diketahui. Saya tahu bahwa hukum agama dan hukum adat tidak sama.

TOPIK KONSULTASI ISLAM
  1. ORANG TUA LEBIH CENDERUNG KE HUKUM ADAT DARIPADA SYARIAH
  2. SAAT PROSES CERAI DI PENGADILAN APA SUDAH JATUH TALAK?
  3. BACA QURAN VIA HP TANPA WUDHU
  4. INGIN PINDAH SEKOLAH AGAMA, ORANG TUA TAK SETUJU
  5. CARA KONSULTASI SYARIAH ISLAM
Tentang kesalahan yang dilimpahkan kepada saya bahwa saya belum menikah, jujur saya kecewa dan sakit hati mendengar kalimat itu. Orang tua saya terlalu pilih-pilih untuk kriteria laki-laki yang akan menjadi pendamping hidup saya. Dulu teman ayah saya ingin menjodohkan saya dengan keponakannya, tapi karena tempat tugasnya diluar propinsi dan pangkatnya lebih rendah dari ayah saya orang tua saya tidak setuju, saya nurut apa mereka. Saya pernah menyukai laki-laki, teman sekantor ayah saya, seusia dengan saya, tapi setelah tahu status sosial keluarganya lebih tinggi dari keluarga saya, ayah saya melarang saya meneruskan hubungan saya dengan orang itu, ya sudah saya turuti lagi. Teman saya ingin memperkenalkan saya dengan temannya, PNS, tapi kedua orang tuanya sudah meninggal, lagi-lagi orang tua tidak merestui karena orang tuanya sudah meninggal, itupun saya turuti. Saya bingung dengan sikap orang tua saya, saya turuti perkataan mereka, salah, tidak dituruti, salah. Sekarang saya belum menikah saya disalahkan, saya memberi tahu tentang agama begini begini begini yang ada justru kesalah pahaman. Setiap saya menyampaikan pendapat saya, tidak pernah diterima. Saya capek kalau begitu terus.

Yang saya tanyakan

1. Apa yang harus saya lakukan untuk memberi pengertian kepada orang tua saya? Saya tidak ingin orang tua saya mengutamakan hukum adat dan mengenyampingkan hukum agama.
2. Bagaimana sikap saya selanjutnya, terus terang saya amat sangat tidak nyaman dengan keberadaan sepupu saya?
3. Apakah benar diusia saya yang sekarang saya belum menikah adalah kesalahan saya, padahal saya sudah menuruti semua perkataan/larangan orang tua saya ?
4. Apa benar jika kita memberi pengertian/nasehat kepada seseorang, dan orang yang kita nasehati tersinggung, marah justru kita lah yang berdosa?

Mohon penjelasannya dan sebelumnya saya sampaikan terima kasih atas jawaban dan solusinya. Maaf jika ada kata-kata/kalimat yang kurang berkenan.

Wassalamu'alaikum wa rahmatullah wa barakatuh


JAWABAN

1. Orang tua anda termasuk kategori 'orang kuno' yang tidak mau dinasihati oleh orang yang lebih muda apalagi kalau yang menasihatinya itu anaknya sendiri. Oleh karena itu, sebaiknya minta bantuan pada orang lain dalam soal ini. Misalnya ustadz atau kyai yang dihormati. Nasihat anda pada orang tua justru akan counter productive yakni niatnya baik tapi hasilnya justru sebaliknya: anda akan selalu diserang karena dianggap 'nyebelin'.

2. Penguasa di rumah adalah ayah. Kalau dia berkehendak maka anda tidak bisa melakukan apapun. Untuk menghindari suasana yang tidak kondusif tersebut, maka kalau anda sudah bekerja bisa saja anda tinggal di luar mengontrak rumah dan kalau belum bekerja anda bisa belajar di pesantren.

3. Tidak benar. Namun kalau apapun selalu disalahkan oleh orang tua, maka lebih baik anda mengambil keputusan sendiri memilih pria yang pantas menjadi imam dan menikah dengannya baik disetujui atau tidak oleh orang tua. Karena ketika seorang wanita sudah ingin menikah, maka dia berhak untuk meminta dinikahkan pada orang tuanya. Dan apabila orangtuanya tidak setuju tanpa alasan yang dibenarkan syariah, maka putrinya bisa meminta wali hakim untuk menikahkannya. Baca detail: Pernikahan Islam

4. Tidak berdosa, tapi sebaiknya dihindari memberi nasihat yang frontal. Memberi nasihat yang efektif itu ada seninya. Nasihat adalah ibarat memberikan pil pahit, umumnya orang tidak suka. Kalau terpaksa memberi nasihat maka perhatikan hal berikut: (a) meminta maaf lebih dulu pada yang akan dinasihati; (b) jangan di depan orang lain; (c) jangan terlalu sering memberi nasihat, pilih topik yang paling urgen.

_________________________


SAAT PROSES CERAI DI PENGADILAN APA SUDAH JATUH TALAK?

Assalamualaikum wr.
Ustad Yth. Mohon penjelasan mengenai kasus saya. Saya pria PNS telah mengajukan permohonan izin untuk menceraikan istri saya kepada atasan saya dan sudah dikabulkan dengan keluarnya surat izin cerai, tapi belum diajukan ke PA. Selama proses izin saya selalu mengatakan bahwa saya belum menjatuhkan talak,dan kepada istri saya katakan ia masih istri saya karena saya belum menjatuhkan talak. Talak akan saya jatuhkan di PA. Tetapi banyak orang mengatakan bahwa saya sudah menjatuhkan talak satu.
1) Apakah benar talak sudah sah?
2) Dalam proses mediasi saya sepakat untuk mencabut permohonan. Apakah saya harus melangsungkan akad nikah lagi untuk rujuk?
3) Kalau talak dianggap sah berapa lama waktu idah yang harus saya tunggu agar dapat rujuk kembali?
Terima kasih atas penjelasan ustad. Wassalam.

JAWABAN

1. Tidak benar. Apabila cerai talak diproses di pengadilan, maka talak baru jatuh setelah keputusan hakim dan suami tanda tangan. Ini apabila suami tidak melakukan talak lisan. Apabila ada talak lisan, maka talak lisan itulah yang dianggap dan iddah istri dimulai dari sejak suami mentalak lisan tersebut. Dalam hal talak lisan, maka proses talak di pengadilan dianggap sebagai formalitas negara saja.

2. Tidak perlu karena talak belum terjadi.
3. Karena tidak ada talak, maka tidak ada idah. Baca detail: Cerai dalam Islam

_________________________


BACA QURAN VIA HP TANPA WUDHU

Asslm,wr.wb..
Saya mau tanya ini ustad,
1. kalau saya baca al qur'an di hp apakah dapat pahala apa tidak,
2. trus kalau baca al qur'an di hp tanpa wudhu dulu itu bagaimana hukumnya. Sebelumnya trima kasih ustad..wsslm..

JAWABAN

1. Dapat pahala. Baca: Hukum Membaca Al-Quran
2. Tidak apa-apa karena Quran di HP tidak termasuk mushaf. Baca detail di sini.
_________________________


INGIN PINDAH SEKOLAH AGAMA, ORANG TUA TAK SETUJU

assalamu'alaikum
saya mau konsultasi, saya salah satu siswi di SMA negeri, sekarang saya kelas 11, dari kecil saya selalu sekolah di sekolah negeri hingga saya tidak mendapat pendidikan agama yang cukup, lingkungan saya juga tidak begitu mendukung saya untuk mengerti agama, ibu dan ayah saya sibuk dengan pekerjaannya, saya saat ini berkenginan kuat untuk masuk pondok pesantren.

setelah saya banyak browsing mengenai pondok pesantren saya tertarik untuk masuk PPA, niat saya sudah saya utarakan pada ibu saya, namun ibu saya tidak mengijinkan saya pindah sekolah dia mau saya lulus SMA dulu, di lain pihak saya sudah tidak bisa menahan gejolak jiwa saya ingin memperdalam ilmu agama, saat saya disekolah saya tidak tertarik dengan ilmu yang diajarkan guru saya, saya lebih suka mengadakan diskusi kecil disaat pelajaran dengan teman sebangku saya yang pernah merasakan pendidikan Ponpes, saya sadar sikap saya ini salah. jujur saya juga tidak mau mengecewakan ibu saya, selama ini saya sudah mengikuti keinginan ibu saya mulai dari mendapat peringkat terbaik saat SD, masuk SMP dan SMA pilihan ibu saya.

perlu diketahui bahwa saya anak ke-2 dari 2 bersaudara kakak saya tidak menamatkan pendidikan SMKnya di kelas 11 dia keluar.

1. yang saya tanyakan bagaimana seharusnya sikap saya, agar saya dan ibu saya tidak ada yang kecewa.
2. salahkah jika saya memaksakan kehendak saya untuk pindah sekolah?

saya mohon jawabannya, sekian dan terimakasih
wasalamu'alaikum wr.wb

JAWABAN

1. Anda perlu meminta bantuan orang untuk memberitahu ibu anda keadaan emosional yang anda alami sekarang dan betapa inginnya anda belajar di pesantren dan bahwa sekarang sudah tak lagi konsen di sekolah. Dengan komunikasi yang baik, insyaAllah ibu dapat memahami.

2. Tidak salah memaksakan kehendak asalkan keputusan akhir tetap kita serahkan pada ibu karena dialah nantinya yang akan membiayai anda kemanapun anda memilih jalur pendidikan.
Selengkapnya ...

Pamer Ibadah di Facebook

Pamer Ibadah di Facebook

Pamer atau menampakkan ibadah di Facebook, Twitter, BBM, Instagram, Path dan medsos yang lain itu bagaimana hukumnya? Halal atau haram? Kapan boleh menampakkan amal ibadah di jejaring sosial dan kapan harus merahasiakannya?

MENAMPAKKAN IBADAH DI STATUS MEDSOS, BOLEHKAH?

Assalamu'alaikum

Ustadz, saya mau tanya. Ini kejadian yang marak akhir2 ini seiring dengan semakin menjamurnya media sosial, banyak kawan yang update statusnya baik itu di facebook, twitter, BBM atau yang lainnya, misalnya saat khatam qur'an, puasa sunnah, ceramah dengan ustadz tertentu atau setelah tahajjud (updAtenya saat jam 3 pagi), meskipun dengan ucapan "Alhamdulillah....." Beberapa mengatakan sebagai tanda syukur atau agar orang lain bisa mencontoh sementara saya sendiri melihatnya lebih dekat pada riya'. Beberapa sudah diingatkan namun masih saja muncul update2 yang seperti itu. Hal ini terkait dengan amalan apa yang memang sebaiknya dinampakkan pada orang lain sebagai "tahadduts bin ni'mat" dan amalan apa yang sebaiknya kita tutup rapat.

Itu pertanyaan saya ustadz, afwan.

Wassalamu'alaikum

JAWABAN

RINGKASAN

1. Menampakkan atau memberitahukan amal ibadah sunnah adalah haram kalau dikuatirkan riya. Kecuali bagi orang tertentu yang kuat agamanya yang hatinya tidak terpengaruh dengan hinaan dan pujian dan bertujuan agar kebaikannya diikuti orang lain maka boleh.

2. Amal ibadah wajib seperti shalat wajib, puasa Ramadan, haji, zakat itu lebih utama ditampakkan supaya ditiru orang dan tidak menimbulkan prasangka buruk (dikira tidak melakukan).

URAIAN

Izzuddin bin Abdussalam dalam kitab Qawaid al-Ahkam fi Qawaid Al-Anam hlm. 1/124 menyatakan definisi riya sebagai berikut:

الرياء إظهار عمل العبادة لينال مظهرها عرضا دنيويا إما بجلب نفع دنيوي ، أو لدفع ضرر دنيوي ، أو تعظيم أو إجلال ، فمن اقترن بعبادته شيء من ذلك أبطلها لأنه جعل عبادة الله وطاعته وسيلة إلى نيل أعراض خسيسة دنية ، فاستبدل الذي هو أدنى بالذي هو خير ، فهذا هو الرياء الخالص .

وأما رياء الشرك فهو أن يفعل العبادة لأجل الله ولأجل ما ذكر من أغراض المرائين وهو محبط للعمل أيضا ، قال تعالى : { من عمل عملا أشرك فيه غيري تركته لشريكه وفي رواية : تركته لشريكي }

Artinya: Riya' adalah menampakkan amal ibadah untuk tujuan kemanfaatan duniawi atau menolak kemudaratan (bahaya) duniawi, atau pengagungan diri. Barangsiapa yang ibadahnya bersamaan dengan salah satunya maka (pahala) ibadahnya batal. Dia telah menjadikan ibadah dan ketaatan pada Allah untuk mencapai tujuan yang rendah. Dia telah menukar yang baik dengan yang rendah. Ini adalah bentuk riya' yang murni.

Adapun riya syirik adalah melakukan ibadah karena Allah dan karena faktor-faktor yang disebut di atas. Ini juga membatalkan (pahala) amal. Nabi bersabda dalam hadits riwayat Muslim, Allah berfirman, "Barangsiapa melakukan amalan yang menyekutukan selain aku, maka aku meninggalkan amalan itu untuk sekutuku."

Selanjutnya, dalam halaman yang sama Izzuddin Ibnu Abdissalam membagi orang yang pamer ibadah (Arab, sum'ah) menjadi dua golongan:
أحدهما تسميع الصادقين وهو أن يعمل الطاعة خالصة لله، ثم يظهرها ويسمع الناس بها ليعظموه ويوقروه وينفعوه ولا يؤذوه. وهذا محرم وقد جاء في الحديث الصحيح: "من سمع سمع الله به. ومن راءى راءى الله به، وهذا تسميع الصادقين".
الضرب الثاني: تسميع الكاذبين وهو أن يقول صليت ولم يصل، وزكيت ولم يزك، وصمت ولم يصم، وحججت ولم يحج، وغزوت ولم يغز. فهذا أشد ذنبا من الأول لأنه زاد على إثم التسميع إثم الكذب، فأتى بذلك معصيتين قبيحتين، بخلاف الأول فإنه آثم إثم التسميع وحده

وكذلك لو راءى بعبادات ثم سمع موهما لإخلاصها فإنه يأثم بالتسميع والرياء جميعا . وإثم هذا أشد إثما من الكاذب الذي لم يفعل ما سمع به ، لأن هذا أثم بريائه وتسميعه وكذبه ثلاثة آثام

Artinya: Golongan pertama, pamernya orang yang jujur yaitu dia melakukan ketaatan murni karena Allah, lalu memamerkannya pada orang lain supaya mereka memujinya, mengaguminya, mendapat manfaat darinya dan tidak menyakitinya. Ini hukumnya haram berdasarkan hadis sahih, "Siapa yg menampakkan amalannya agar di dengar orang lain, niscaya Allah beberkan aibnya pada hari kiamat,dan siapa yang menamapakkan amalannya agar di lihat (lalu dipuji) orang, niscaya Allah mempermalukannya pada hari kiamat." Ini sum'ah orang yang jujur.

Golongan kedua, pamernya pembohong. Yaitu ia berkata "aku shalat", tapi tidak shalat; "Aku zakat", tapi tidak zakat, "Aku puasa" tapi tidak puasa, "Aku haji" tapi tidak haji, "Aku berperang" tapi tidak berperang. Ini adalah dosa yang lebih parah karena selain pamer juga bohong sehingga dia melakukan dua dosa. Sedangkan yang pertama hanya dosa pamer saja.

Begitu juga apabila seseorang memperlihatkan amal ibadahnya (riya) lalu mengabarkannya pada orang lain (sum'ah) dengan mengira dia ikhlas, maka ia berdosa karena dua hal yaitu sum'ah dan riya' sekaligus. Dosa jenis ini lebih berat daripada bohong atas amal yang tidak dikerjakannya. Karena ini dosa karena riya, sum'ah dan bohong.

MENAMPAKKAN IBADAH YANG DIBOLEHKAN ISLAM

1. Izzuddin bin Abdissalam menyatakan ada kalanya menampakkan ibadah itu dibolehkan.
ومن أمن الرياء لقوة في دينه فأخبر بما فعله من الطاعات ليقتدي الناس به ، كان له أجر طاعته التي سمع بها وأجر تسببه إلى الاقتداء في تلك الطاعات التي سمع بها على اختلاف رتبها

Artinya: Orang yang aman dari rasa riya karena agamanya sudah sangat kuat lalu mengabarkan pada orang lain amal saleh yang telah dilakukannya dengan tujuan agar diikuti oleh orang lain, maka hukumnya boleh dan ia mendapat pahala amalnya dan pahala amal orang yang menirunya sesuai dengan perbedaan tingkatannya.

2. Imam Nawawi dalam Al-Majmuk hlm. 6/228 menyatakan bahwa amal ibadah yang wajib juga boleh dan sebaiknya ditampakkan apabila tidak takut riya:
الأفضل في الزكاة إظهار إخراجها ; ليراه غيره فيعمل عمله ، ولئلا يساء الظن به , وهذا كما أن الصلاة المفروضة يستحب إظهارها , وإنما يستحب الإخفاء في نوافل الصلاة والصوم

Artinya: Yang paling utama dalam soal zakat adalah menampakkanya supaya dilihat dan ditiru orang lain dan agar tidak timbul buruk sangka. Begitu juga shalat wajib sunnah ditampakkan. Sedangkan yang sunnah disembunyikan adalah shalat dan puasa sunnah.

Ibnu Battal dalam Syarah Bukhari hlm. 3/420 menyatakan: Tidak ada perbedaan pendapat dikalangan ulama mujtahid bahwa memberitahukan amal zakat wajib itu lebih utama daripada merahasiakannya. Dan bahwa merahasiakan sedekah sunnah itu lebih utama daripada mengumumkannya .. begitu juga semua amal ibadah wajib dan amal ibadah sunnah semuanya.

Dalam Al-Masu'ah Al-Fiqhiyah hlm. 23/301 dikatakan: Menampakkan dan memberitahukan saat mengeluarkan zakat wajib ... Tabari berkata: Ulama sepakat (ijmak) bahwa menampakkan amal ibadah yang wajib itu lebih utama. Adapun firman Allah dalam QS Al-Baqarah 2:271 maka itu relevansinya pada sedekah sunnah dan shalat sunnah.

CATATAN:

- Riya' adalah menampakkan perbuatan amal ibadah di depan orang lain seperti berzakat diliput media.
- Sum'ah atau tasmi' adalah tidak menampakkan amal ibadahnya, tapi memberitahukannya pada orang lain. Misalnya, selesai shalat tahajud lalu menulis update status di Facebook atau Twitter, "Alhamdulillah, baru saja selesai tahajud."
- Dua istilah di atas adalah istilah dalam bahasa Arab. Sedangkan dalam bahasa Indonesia keduanya disebut riya'.
Selengkapnya ...

Hukum Puasa 41 Hari

Hukum Puasa 41 Hari
HUKUM PUASA 41 HARI

Assalamualaikum wr.wb saya sebelumnya kurang tahu kalau puasa selama 41 hari itu diragukan. saat ini saya pun telah menjalani puasa tersebut. tujuan saya semata hanya ingin mendapat ridho alloh. saya memang punya hajat tapi tidak menjalani ilmu. ato kanuragan. saya berharap semoga alloh mengabulkan hajat saya.
1. bagaimana hukumnya mohon konsultasinya. trima kasih

TOPIK KONSULTASI ISLAM
  1. HUKUM PUASA 41 HARI
  2. SUAP UNTUK DAPAT PEKERJAAN
  3. 11 BULAN PISAH APAKAH JATUH TALAK?
  4. BOLEHKAH MENINGGALKAN ORANG TUA DEMI SUAMI?
  5. MIMPI MELIHAT JABAL RAHMAH
  6. MIMPI UMUR TIDAK AKAN LAMA LAGI
  7. SETELAH TUNANGAN, ORANG TUA TIDAK SUKA CALON ISTRI
  8. MENYIKAPI TRADISI JAWA DALAM PERKAWINAN
  9. CARA KONSULTASI SYARIAH ISLAM


JAWABAN

1. Tujuan puasa ada dua macam. Puasa dengan tujuan ibadah dan puasa dengan tujuan non-ibadah. Puasa dengan tujuan ibadah ada dua kategori yakni puasa wajib dan puasa sunnah. Puasa wajib meliputi puasa bulan Ramadhan dan puasa nazar . Adapun puasa sunnah antara lain puasa Syawal, Senin Kamis puasa Dawud, tasu'a, asyurah, dll. Baik puasa wajib maupun sunnah semuanya harus berdasarkan dalil dari Quran atau hadits Nabi. Karena ibadah itu bersifat tauqifi (bersumber dari Quran dan hadits)

Kedua, puasa non-ibadah. Yaitu puasa bukan dengan niat mencari pahala atau ridha Allah, melainkan dengan tujuan pencapaian duniawi. Puasa non-ibadah ini contohnya seperti puasa dengan tujuan diet, puasa mutih, puasa untuk mengamalkan hizib / kanuragan, puasa untuk pengasihan, penglaris, dan lain-lain. Intinya, semua puasa yang tidak masuk dalam kategori wajib dan sunnah itu semua masuk dalam jenis puasa non-ibadah yang pelakunya tidak mendapatkan pahala. Adapun hukum puasa non-ibadah, hukum asalnya adalah boleh. Kecuali apabila ada perilaku lain yang menyebabkan haram, maka jadi haram. Berdasarkan pada kaidah fiqih "Hukum asal muamalah (non-ibadah) adalah boleh. Baca detail: Puasa dalam Islam

Baca juga: Hukum Hizib Dan Amalan Kesaktian

_________________________


SUAP UNTUK DAPAT PEKERJAAN

Assalamualaikum wr wb

Jika seseorang untuk mendapatkan pekerjaan dengan cara menyuap itu hukumnya haram.
1. Apakah uang ( gaji ) yang di peroleh setelah dia bekerja itu hukumnya juga haram?
2. Ataukah ia berdosa pada saat ia menyuap saja ?

Atas jawabanya saya ucapkan Jazakumullah Khairon Katsiro.

JAWABAN

1. Menyuap untuk dapat pekerjaan hukumnya diperinci. Apabila dia berhak dan memenuhi syarat untuk pekerjaan itu, maka hukumnya boleh. Apabila tidak memenuhi syarat, maka haram.
2. Sekalipun haram, keharamannya itu terbatas pada saat menyuap saja. Baca detail: Hukum Suap www.alkhoirot.net/2013/08/hukum-korupsi-dalam-islam.html

_________________________


11 BULAN PISAH APAKAH JATUH TALAK?

1. Bagaimana hukum suami istri yang selama sebelas bulan tidak bersatu/berpisah apakah jatuh talaq..?
2. Dan bagai mana kalau seorang istri meminta balik kerumah orangtuanya untuk selamanya dan suami mengijinkan dengan mengatakan "silahkan kamu pulang ke rumahmu kalau memang sudah tidak suka lagi dengan ku" dan perkataan tersebut apakah mengakibatkan jatuhnya talaq..?

JAWABAN

1. Tidak jatuh talak kecuali kala ada perkataan "cerai" dan semacamnya dari suami
2. Ucapan suami "silahkan kamu pulang" masuk dalam kategori talak kinayah yang baru jatuh talak apabila disertai dengan niat cerai. Baca detail: Cerai dalam Islam

_________________________


BOLEHKAH MENINGGALKAN ORANG TUA DEMI SUAMI?

Assalamualaikum warrohmatullohi ta'ala wabarokatuh. Sebelumnya terimakasih banyak untuk pak uztadz yang kapan hari sudah berkenan untuk menjawab problem saya. Tapi akhir-akhir ini saya mendapat problem lagi yang saya fikir perlu untuk saya tanyakan kembali pada uztadz. Jika pak uztadz bekenan sekiranya sudi menjawab kembali pertanyaan saya. Terimakasih sebelumnya.

Begini tadz, Mantan suami saya ingin mengajak rujuk pada saya. Tapi suami saya mengajukan satu syarat, agar saya lepaskan tanggung jawab saya untuk membantu menafkahi kedua orang tua saya. Tapi tadz, posisinya orang tua saya hingga kini belum bisa mendirikan rumah. Saya takut nanti setelah saya kembali rujuk dengan suami, dan tinggal di rumah mertua, orang tua saya "Klontang klantung" (gak jelas hidupnya) karena blum ada tempat tinggal. Selama ini orang tua saya hidup hanya ngontrak, pindah kerumah yg satu ke rumah yg lain. Walau masih ada adik laki-laki saya, tapi saya sbagai anak pertama merasa terbebani, dan merasa bersalah untuk hal ini.

1. yang saya tanyakan tadz, jika memang suami saya mengajak rujuk nantinya, harus kah saya melepas semua tanggung jawab saya pada orang tua saya.
2. Durhaka kah saya jika melakukan hal demikian uztadz???

JAWABAN

1. Anak wajib menafkahi orang tua yang miskin. Pada waktu yg sama, secara lokasi bisa saja anda tidak kumpul serumah dengan mereka.

2. Kalau sampai tidak memberi nafkah sementara anda kaya dan orang tua miskin membutuhkan bantuan, maka berdosa. Tapi kalau orang tua punya pekerjaan tetap sehingga mampu menghidupi diri sendiri, maka tidak ada kewajiban bagi anak untuk membiayai.

_________________________


MIMPI MELIHAT JABAL RAHMAH

1. Saya mau tanya nie,saya perna mimpi melihat jabal rahma apa artinya ya .?? Dan disitu saya melihat ada seorang anak yg mengendong ibunya mengelilingi jabal rahma itu, apa artinya ya..??

JAWABAN

1. Itu tanda anda akan mendapatkan kebaikan berupa harta atau popularitas.
Ini kalau mimpi anda datangnya dari malaikat, kalau dari jin atau diri sendiri maka tidak ada arti apa-apa. Baca: Mimpi dalam Islam

_________________________


MIMPI UMUR TIDAK AKAN LAMA LAGI

Assalamu'alaikum ustadz.
saya wanita saya mau tanya nih pak ustadz. Apa arti dari mimpi "mendapat whatsapp dari ibunda (di grup keluarga) yg isinya tentang ibunda diberitahu oleh tante saya (yang indigo) bahwa umurnya sudah tidak akan lama lagi. Jadi ibunda menyuruh saya dan keluarga untuk jaga diri baik2, semua keluarga harus saling menjaga, saling menyayangi jika ibunda sudah tidak ada". Setahu saya, tante saya tidak ada yang indigo.

1. Apa maksud dari mimpi itu pak ustadz? Apakah mimpi itu berasal dari setan / dari Allah?

Terimakasih,
wassalamu'alaikum wr. wb.

JAWABAN

1. Kemungkinan besar itu mimpi dari setan yang tidak ada arti apapun. Baca: Mimpi dalam Islam

_________________________


SETELAH TUNANGAN, ORANG TUA TIDAK SUKA CALON ISTRI

Assalamualaikum.wr.wb
Perkenalkan pak ustad, nama saya IP saya mau minta solusinya pak ustad,,,
Begini pak ustad saya punya masalah, saya sudah bertunangan sudah hampir 2 tahun, tapi setelah saya bertunangan orang tua saya kayaknya nggak suka dengan calon istri yang saya pilih, dengan alasan orangtua calon istri saya belum punya rumah, dan akhirnya rasa cinta saya kepada calon istri saya pun terus berkurang karena melihat eksperesi orangtua saya yang kayaknya gak terlalu setuju bila harus melanjutkan sampai ke pernikahan.
1. haruskah saya membubarkan status pertunangan kami, sementara maaf sebelumnya saya dan calon istri saya sudah pernah melakukan zina. Saya bingung pak ustad, Apa yang mesti saya lakukan,,,?
Terima kasih,,
Wassalamualaikum.wr.wb

JAWABAN

1. Sebaiknya pernikahan tetap dilanjutkan. karena alasan ketidaksukaan orang tua hanya faktor besan yang miskin tidak dapat dibenarkan. Miskin dan kaya selalu berubah. Di samping itu anda sudah wajib menikah dengannya untuk menghindari perzinahan lebih lanjut. Baca detail: Pernikahan Islam

_________________________


MENYIKAPI TRADISI JAWA DALAM PERKAWINAN

Assalamu’alaikum.
Sebelumnya Saya minta pencerahan dari anda ustad. bagaimana hukumnya kepercayaan masyarakat terhadap larangan-larangan pernikahan menurut kejawen seperti "balik kandang" dalam bahasa jawanya? Bagaimana kita menyikapi hal seperti itu bila terjadi pada saya terutama "balik kandang" itu? Apa yang harus saya lakukan?

JAWABAN

Apabila calon istri anda perempuan baik dan agamis dan pernikahan menjadi terhalang hanya karena tradisi balik kandang, maka anda bisa tetap melanjutkan pernikahan itu tanpa harus memperdulikan ramalan apapun. Karena percaya ramalan hukumnya haram dalam Islam. Baca detail: Percaya Ramalan dalam Islam

Namun, apabila calon istri anda bukan perempuan yang agamis dan karakternya kurang baik, maka tidak meneruskan perkawinan itu lebih baik. Bukan karena ramalan itu, tapi lebih pada anjuran agama. Baca juga: Cara Memilih Jodoh
Selengkapnya ...

Hukuman Orang Murtad

Hukuman Orang Murtad

Assalamu'alaikum wr.wb

saya ingin bertanya mengenai beberapa hal, yaitu:

1. apakah orang yang murtad harus dihukum mati? apabila tetangga atau teman saya ada yang murtad apakah mereka harus dibunuh? apa ada hukuman bagi orang islam yang tidak menghukum mati orang orang tersebut?

2. terkadang saya sering melihat beberapa pendapat dari website yang membuat saya meragukan keimanan saya sendiri. saya terkadang menjadi was was. bagaimana caranya meningkatkan dan menguatkan keimanan saya agar saya tidak kehilangan iman saya? saya menjadi takut dan sering dihantui pikiran yang aneh aneh. saya tidak ingin kehilangan keimanan saya.

terima kasih atas waktunya, wassalam


TOPIK KONSULTASI ISLAM
  1. ORANG MURTAD HARUSKAH DIHUKUM MATI?
  2. TALAK TAKLIK DENGAN SMS
  3. SUDAH ZINA, TAK DIRESTUI ORANG TUA
  4. MEMBATALKAN PEMBELIAN
  5. MEMAKSA PACAR BERTANGGUNG JAWAB
  6. CARA KONSULTASI SYARIAH ISLAM


JAWABAN

1. Orang yang secara terang-terangan menyatakan dirinya murtad atau keluar dari Islam memang akan dihukum mati menurut pendapat ulama empat mazhab.

Murtad (Arab, riddah) adalah memutuskan diri dari Islam. Murtad terbagi menjadi tiga bagian: perbuatan, perkataan dan keyakinan (i'tikad). Definisi ini disepakati oleh para ulama dari keempat mazhab seperti Imam Nawawi (wafat, 676 H) dan lainnya dari mazhab Syafi'i, Ibnu Abidin (w. 1252 H) dan lainnya dari mazhab Hanafi, Muhammad Ulaisy (w. 1299 H) dan lainnya dari mazhab Maliki, dan Buhuti (w. 1051 H) dan lainnya dari mazhab Hanbali.

Masing-masing jenis murtad yang tiga ini dianggap kafir (Arab, kufur). Artinya, kufur perkataan (qouli) dianggap kufur walaupun tidak bersamaan dengan kufur keyakinan dan perbuatan. Kufur perbuatan (fi'li) dianggap sudah kafir walaupun tidak bersamaan dengan kafir perbuatan dan keyakinan (i'tiqadi). Begitu juga, kafir keyakinan sudah dianggap kafir walaupun tidak bersamaan dengan kafir perkataan dan perbuatan. Kekafiran itu bisa terjadi karena sengaja, atau tidak sengaja, atau karena main-main, atau karena marah.

Allah berfirman dalam QS At-Taubah :65-66
وَلَئِنْ سَأَلْتَهُمْ لَيَقُولُنَّ إِنَّمَا كُنَّا نَخُوضُ وَنَلْعَبُ قُلْ أَبِاللهِ وَآَيَاتِهِ وَرَسُولِهِ كُنْتُمْ تَسْتَهْزِئُونَ لا تَعْتَذِرُوا قَدْ كَفَرْتُمْ بَعْدَ إِيمَانِكُمْ

Artinya: Dan jika kamu tanyakan kepada mereka (tentang apa yang mereka lakukan itu), tentulah mereka akan manjawab, "Sesungguhnya kami hanyalah bersenda gurau dan bermain-main saja". Katakanlah: "Apakah dengan Allah, ayat-ayat-Nya dan Rasul-Nya kamu selalu berolok-olok?" Tidak usah kamu minta maaf, karena kamu kafir sesudah beriman. Lebih detail: Penyebab Kafir, Syirik dan Murtad

HUKUMAN BAGI ORANG MURTAD

Hukuman bagi orang murtad adalah dibunuh berdasarkan pada sabda Nabi dalam sebuah hadits sahih riwayat Bukhari, Muslim dan lainnya:

لا يحل دم امرئ مسلم إلا بإحدى ثلاث: الثيب الزاني، والنفس بالنفس، والتارك لدينه المفارق للجماعة

Artinya: Tidak halal darah seorang muslim kecuali karena tiga: janda pezina, membunuh, meninggalkan agama berpisah dengan jamaah.

Dalam hadits sahih riwayat Bukhari Nabi bersabda: من بدل دينه فاقتلوه Artinya: Barangsiapa mengganti agama, maka bunuhlah!

Dari kedua hadits ini maka ulama mazhab empat sepakat bahwa hukuman bagi orang murtad adalah dibunuh apabila setelah disuruh bertaubat selama tiga hari tetap murtad. Referensi untuk hal ini dapat dilihat dalam literatur fiqih keempat mazhab seperti Al-Ikhtiyar lita'lil al-Mukhtar 4/145, Al-Kasani dalam Badai' al-Shanai' fi Tartib as-Syarai' 7/135, Al-Inayah Syarhul Hidayah 6/68, Al-Hawil Kabir 2/525.
Imam Syafi'i dalam Al-Umm 1/295 menyatakan:
وَإِذَا ارْتَدَّ رَجُلٌ عَنْ الْإِسْلَامِ أَوْ امْرَأَةٌ اُسْتُتِيبَ أَيُّهُمَا ارْتَدَّ، فَظَاهِرُ الْخَبَرِ فِيهِ أَنْ يُسْتَتَابَ مَكَانَهُ فَإِنْ تَابَ، وَإِلَّا قُتِلَ، وَقَدْ يَحْتَمِلُ الْخَبَرُ أَنْ يُسْتَتَابَ مُدَّةً مِنْ الْمُدَدِ

Artinya: Apabila seorang laki-laki atau perempuan murtad dari Islam maka hendaknya (hakim pengadilan) memerintahkannya untuk bertaubat. Apabila tidak mau, maka dibunuh.

Namun harus diingat, bahwa keputusan untuk membunuh atau tidaknya itu bukan keputusan individu akan tetapi keputusan pengadilan yang mengadili individu terkait dengan berbagai pertimbangan dan persyaratan. Dan itupun terjadi di pengadilan yang menganut sistem syariah Islam. Perlu diketahui bahwa saat ini tidak ada satupun negara yang menganut sistem Islam secara total dalam pengadilan mereka. Arab Saudi hanya memperlakukan hukum qisas dan pencurian. Pakistan yang menyebut dirinya sebagai Republik Islam Pakistan bahkan tidak memberlakukan hukum syariah sama sekali. Baca detail: Negara Islam Saat ini

Jadi, anda seorang individu muslim tidak perlu merisaukan sikap anda dalam kaitannya dengan perilaku muslim yang lain. Sebagai individu, tugas anda adalah berbuat kebaikan untuk diri sendiri, bermanfaat pada orang lain. Adapun perintah amar makruf nahi munkar, maka bagi individu itu sebatas lisan. Karena tugas menghukum bagi pelanggar aturan adalah tugas pemerintah. Kalau pemerintah tidak melaksanakan tugasnya, itu bukan salah kita.

2. Hati-hati membaca website dari kalangan muslim radikal. Tentang ciri khas mereka lihat di sini.

_________________________


TALAK TAKLIK DENGAN SMS

Assalamu alaikum ustad
Sebelumnya saya ucapkan banyak terima kasih atas pencerahanya ustad ,tapi maaf masih ada yang mengganjal di hati saya ustad yaitu masalah waktu saya sms demi allah seandainya kamu selingkuh aku cerai,jujur saja saya sudah lupa niat saya ustad waktu menulis itu. Dan yang saya maksud selingkuh itu adalah sampai berhubungan intim ustad ...karena kalau belum sampai berhubungan intim menurut pengertian saya belum selingkuh, baru berniat mau selingkuh ustad.

Yang saya tanyakan
1. Apakah jatuh talak kalau cuma smsan atau jalan bareng boncengan waktu ada acara ustad karena yang saya maksud selingkuh itu sampai berhubunbgan intim ustad.
2) kalo kejadian selingkuh apakah masih bisa rujuk ustad
3) dan bagaimana seandainya pernah selingkuh tapi saya tidak tau ustad, apakah yang harus saya lakukan karena istri saya juga bodoh masalah agama..apakah sekarang saya harus tanya sama istriku untuk jujur untuk mengakui pernah selingkuh apa tidak ustad?
4)seadainya pernah dan bisa rujuk apakah sms saya itu masih berlaku lagi ustad tolong ustad saya mohon pencerahanya ustad saya strees ustad mikir.masalah ini ustad

JAWABAN

1. Kalau demikian maksudnya maka tidak jatuh talak kecuali apabila dia berhubungan intim.

2. Bisa. Kalau itu talak pertama, maka berarti baru jatuh talak 1. Anda bisa rujuk padanya tanpa harus nikah ulang apabila rujuknya masih dalam masa iddah.

3. Kalau anda tahu berarti dianggap tidak terjadi. Anda tidak perlu memaksa istri untuk mengaku.

4. SMS itu hanya berlaku satu kali. Baca detail: Cerai dalam Islam

_________________________


SUDAH ZINA, TAK DIRESTUI ORANG TUA

Aslkm ustad, saya wanita berumur 27 tahun. Saya mau konsultasi soal konflik yang lagi saya alami. Saya telah berzina dengan seorang laki-laki bertahun-tahun dan kami saling menyayangi. Namun dipenghujung ini kami niat mau menikah tapi orang tua saya tidak menyetujui akan niatan itu, dengan alasan calon beda provinsi (orang tua ingin anaknya tinggal tidak jauh darinya, sedangkan orang tuanya juga ingin dia tinggal bersama mereka. Antara sumatera selatan dan sumatera utara ustad), beda adat (dalam pandangan orang tua dia tidak mau beradaftasi), kasar, suka ngomong kotor kalau lagi marah, egois, mudah tersinggung, suka mengancam dengan foto dan video yang dia rekam ketika kami berhubungan intim dan cemburuan kepada saya (beberapa poin ini yang membuat saya selalu mengalah dan menangis dibuatnya).

Saya tidak bisa mengabaikan alasan orang tua saya tersebut karna memang benar adanya. Tapi calon saya tidak mau paham akan hal itu, saya sebagai anak tidak kuasa untuk menentang orang tua walau di sisi lain saya sayang dengan laki-laki itu.
1. Ustad bagaimana saya menjelaskannya kepada orang tua, saya tidak mungkin mengungkapkan perzinahan kami karna saya tidak bisa melihat orang tua kecewa, marah dan bahkan jadi sakit. saya lebih memilih permintaan orang tua dari pada hubungan kami karna menurut saya, saya tidak akan melangkah tanpa izin dan ridha orang tua. Syukron, mohon bantuannya.

JAWABAN

1. Kalau anda ingin taat orang tua dan memilih menikah dengan pria lain, maka itu baik. Namun, kalau anda memilih tidak menikah dengan dia tapi tetap melakukan zina, maka lebih baik anda menikah dengan dia walaupun tanpa restu orang tua. Lebih baik tidak dapat restu orang tua daripada tidak dapat ridha Allah. Anda bisa memakai wali hakim kalau bapak tidak mau menjadi wali nikah. Baca detail: Pernikahan Islam

_________________________


MEMBATALKAN PEMBELIAN

Assalamualaikum Ustad..
1. Saya bertanya harga suatu barang kemudian dijawab Rp 10rb. Kemudian saya bilang saya beli satu. Tapi ternyata barang yg saya inginkan (kata si penjual) harganya berbeda yaitu sebesar Rp 35 rb. Ya saya gak jadi beli, itu hukumnya bagaimana ustad ?

2. Saya sering merasa bersalah setelah melakukan transaksi atau sekedar tegur sapa dengan orang lain, apakah was-was juga bisa dalam bentuk perasaan bersalah ?

3. Apakah kencing / berak hewan peliharaan seperti kucing termasuk najis ?
4. Jika ya maka berarti kucing mesti disediakan kandang khusus yg berbeda dengan ruangan keluarga ?.

Salah khilaf mohon maaf oak ustad, terimakasih Wassalam

JAWABAN

1. Selagi belum berpisah boleh digagalkan.
2. Seringnya timbul perasaan bersalah timbul karena rasa sensitif yang berlebihan.
3. Kencing dan kotoran hewan najis.
4. Tidak ada keharusan seperti itu. Kucing biasanya tidak kencing atau berak sembarangan. Kalau anda melihat dia kencing, maka tinggal mencuci saja.

_________________________


MEMAKSA PACAR BERTANGGUNG JAWAB

Assalamuaalaikum
Saya ingin berkonsultasi
Saya mempunyai kekasih Kami berjalan lumayan lama Sampai akhirnya kami melakukan perbuatan dosa. Sedangkan saya hanya melakukan perbutan dosa itu dengan dia Karena terlalu percaya janji manisnya Dan sekarang saya ingin tobaat Tapi saya ingin menebus pertobatan saya dengan dia Karena kita yang melakukan berdoa Kita seharusnya mempertanggubgjawabkan nya Pertanyaan saya
1. Apakah salah apabila saya sedikit memaksa tanggung jawabnya? Saya cuma ingin memperbaiki semua ke jalan yang benar Karena kita yang melakukan Seharusnya kita berdua yang memperbaikinya

JAWABAN

1. Tidak ada salahnya meminta dia bertanggung jawab. Yang jelas orang seperti anda wajib hukumnya menikah agar tidak terus bergelimang dosa dan sebagai upaya taubat. Dengan siapa menikahnya itu terserah anda. Baca detail: Cara Taubat Nasuha
Selengkapnya ...

Ingin Masuk Islam dan Belajar di Pesantren

Ingin Masuk Islam dan Belajar di Pesantren

PERNIKAHAN DENGAN MUALAF DITENTANG KELUARGA

Assalamu'alaikum wr.wb
saya ingin bertanya dan meminta bantuan dari pihak PP alkhoirot terkait hubungan saya dengan seorang pria non muslim yang sudah berjalan 4 tahun dan dia berniat menikahi saya dan mau masuk islam. Namun keluarga saya sebagian besar menolak karna kisah yang mereka dengar selama ini tentang mualaf yang menikah dengan muslim banyak negatifnya. Terlebih pria yang dekat dengan saya ini berasal dari daerah pelosok yang mayoritas penduduknya non muslim.

Sekarang ini hubungan kami hanya hubungan jarak jauh dengan berkomunikasi lewat hp sekali dalam 2 atau 3 bulan karena kondisi daerahnya yang jauh dari sinyal.
Yang ingin saya tanyakan
1. sahkah keislamannya nanti jika ia masuk islam lantaran perasaan terhadap saya?
2.apabila hukum nikah sudah wajib bagi kami, sementara keluarga saya belum restu sah kah pernikahan kami?(orang tua saya merestui asalkan ia islam,namun karena mereka mempertimbangkan hubungan saya dan saudara yang tidak setuju, mereka sepertinya bimbang)
3. bisakah saya minta bantuan pihak PP alkhoirot untuk proses pengikraran syahadatain bila ia siap nanti?
4. bisakah ia mondok dan mendapat bimbingan di PP ini, sebab selain ingin hidup bahagia di dunia bersamanya tentu sebagai muslimah saya juga ingin ia menjadi imam yang baik, agar juga dapat kebahagiaan di akhirat kelak.

Maaf jika cerita dan pertanyaan saya cukup panjang. Terimakasih sebelumnya saya ucapkan.
Wassalamu'alikum wr.wb

TOPIK KONSULTASI ISLAM
  1. PERNIKAHAN DENGAN MUALAF DITENTANG KELUARGA
  2. SUAMI TIDAK MAU PULANG
  3. SUAMI SELINGKUH DAN JARANG SHALAT
  4. PERTIMBANGAN BERCERAI
  5. TERTARIK PADA PRIA TAPI MALU MENGUNGKAPKAN
  6. SUMPAH ISLAMNYA BATAL
  7. CARA KONSULTASI SYARIAH ISLAM


JAWABAN

1. Islamnya sah walaupun dia masuk Islam karena cinta. Seorang non-muslim yang menyatakan masuk Islam dengan membaca syahadat, maka dia sudah menjadi muslim apapun yang menjadi penyebabnya. Baca: Panduan Jadi Mualaf

2. Yang terpenting dalam pernikahan adalah ayah anda. Kalau dia mau menjadi wali nikah, maka pernikahan sah walaupun keluarga lain tidak setuju. Apabila ayah tidak mau menjadi wali nikah, maka wali hakim dapat menikahkan anda berdua asalkan dia sudah memeluk Islam. Baca detail: Tata Cara Masuk Islam Menjadi Mualaf Pernikahan Islam

3. Bisa saja.

4. Bisa. Belajar di pesantren merupakan jalan terbaik baginya karena beberapa hal: Pertama, agar keluarga anda lebih percaya padanya dan tidak meragukan keislamannya. Kedua, agar dia betul-betul pantas menjadi seoang imam keluarga. Ponpes Al-Khoirot menerima semua tipe calon santri baik yang mengikuti program dalam waktu lama atau program kilat. Lebih detail lihat di: www.alkhoirot.com

___________________________


SUAMI TIDAK MAU PULANG

Pak ustadz saya mau tanya. suami saya tidak mau pulang kerumah saya padahal janji nya sebelum nikah tinggal dirumah saya..tapi setelah saya melahirkan dan punya anak suami saya tidak mau pulang. saya melahirkan dirumah suami atas kemauan suami saya...sekarang saya pulang sendiri kerumah saya..saya sudah memohon agar mau pulang tapi suami saya tetap tidak mau..mohon bantuan nya pak ustadz..terima kasih

JAWABAN

Kalau itu artinya suami ingin supaya istrinya tinggal bersama suami, maka istri berkewajiban untuk patuh dan taat pada keinginan suaminya. Tapi kalau ketidakmauan suami itu dikarenakan ada kesalahan istri, maka istri hendaknya memohon maaf dan berjanji untuk tidak mengulangi kesalahannya lagi. Rumah tangga harmonis adalah apabila kedua belah pihak saling mengalah dan bersedia untuk saling berkorban. Baca juga: Cara Harmonis dalam Rumah Tangga

___________________________


SUAMI SELINGKUH DAN JARANG SHALAT

assalamukaliku wr.wb.

kepada pak ustasd.selama ini saya telah menjalani pernikahan saya selama 13 th. saya sangat mendambakan laki" yang bisa membimbing ku dunia & akherat. tapi yang saya dapatkan malah sebaliknya. suami saya kadang" dlm sehari solat kalau dia dirumah saja & kalau pun solat jum'at bisa dihitung dlm 1 th 3-4 kali.

bukan hanya itu yang membuat ku terasa tersiksa. dia selalu maen perempuan di belakang ku. sampai" dia menghamili permpuan di luar nikah.

lain dari pada itu saya memiliki 2 anak tiri . ke 3 faktor ini yang membuat hati ini tidak tenang aku jalani hari2ku. aku mampu bertahan sampai sekarang karna aku tak sanggup berpisah dengan anak"ku.

dan aku berusaha menjadi hamba utuk bisa memaapkan orang lain. tapi knapa hati ini selalu tidak ikhlas. di setiap aku lihat permpuan yang telah menyakitiku hati ini selalu benci.

pertanyaan saya:

1.apa yang harus aku lakukan. apakah aku minta cerai dengan suamiku aku tak berdosa? & di samping itu aku tak sanggup berpisah dengan anak" ku.
2. bagai mana cara aku untuk bisa memaafkan dengan ikhlas ke salahan orang lain.

mohon jawabannya / solusinya supaya aku bisa lebih tenang.
wassalamu'alikum wr.wb

JAWABAN

1. Dalam kasus di atas, anda bisa minta cerai pada suami atau kalau suami menolak anda dapat melakukan gugat cerai ke pengadilan agama. Namun itu pilihan. Kalau merasa tidak mampu pisah dengan anak-anak, maka anda harus bertahan apapun resikonya. Baca: Menyikapi Suami Istri Selingkuh

2. Cara termudah adalah apabila berpisah dengan suami. Tapi kalau ingin tetap bertahan, maka kurangi kadar cinta anda pada suami dan abaikan apapun yang dilakukan suami serta fokuskan pada mengurus dan mendidik anak.

___________________________


PERTIMBANGAN BERCERAI

Salam kenal,

Saya seorang istri berusia 32tahun & telah memiliki 2orang anak. sudah 2minggu saya pisah ranjang dengan suami & dalam proses perceraian. Sekarang saya & suami sedang istikharah apakah mau melanjutkan pernikahan yang telah dibina selama enam tahun atau mengakhirinya dengan perceraian. Sebenarnya saya ingin membina rumah tangga yang bahagia dengannya tapi dia sudah memutuskan akan menikah lagi. Belum jelas dia kapan akan menikah lagi dan dengan siapa menikahnya nanti. Hanya sekarang dia sudah ikrar akan menikah lagi nanti. Kalau suatu hari nanti dia jatuh cinta lagi, dia pasti akan menikah lagi katanya. Kalau saya tidak mengizinkan, dia tetap akan menikah lagi & menceraikan saya. sakit mendengar pengakuannya.

Saya pikir daripada cerai nanti, mending cerai sekarang saja karna anak2 masih kecil (balita & bayi) dan belum mengerti apa2 sehingga tidak menimbulkan goncangan & dampak psikologis yg buruk. Hubungan saya dengan suami sangat baik. tidak pernah bertengkar hebat & suami cukup religius. Saya selalu berusaha bersikap baik & tidak ada kebutuhannya yang tidak saya penuhi. Dia mengakui kalau saya istri yang baik & tidak ada yg kurang dalam apapun.

Tapi dia bilang hatinya selalu hampa. entah kenapa dia selalu merasa tidak sakinah hidup dengan saya katanya. dia ingin ketentraman. Dia mengatakan mungkin dengan menikah lagi, dia akan bisa mengisi hatinya yang hampa & mendapat ketentraman dengan wanita lain. Dia akan menikah lagi dengan wanita lain tanpa harus bercerai. penyebab hatinya hampa karena dia belum bisa melupakan mantannya.

Dia masih mencari orang yang mirip dengan mantan kekasihnya dulu karna mantannya sudah menikah sekarang. Saya belum ikhlas dipoligami. justru dengan itu, saya takut menjadi istri yang durhaka kelak yang tidak mampu melaksanakan kewajibannya sebagai isteri. takut tidak bisa bersikap baik lagi karena hati saya sudah terluka. Bersikap buruk terhadap suami dibenci Allah. Daripada Allah murka karena perlakuan buruk saya terhadap suami, lebih baik saya bercerai. Setahu saya, rumah tangga bertujuan untuk membuat 2 orang hidup bahagia. Kalau salah satu tersakiti, tujuan berumah tangga tidak tercapai. Kami dulu menikah atas keinginan sendiri dan bukan dijodohkan. pertanyaan saya;
1. Bagaimana saya harus menyikapi permasalahan ini?
2. Adakah doa agar suami tidak berpoligami? Saya tidak mencela poligami karena itu sesuai syari'at, akan tetapi hati saya belum ikhlas.

JAWABAN

1. Hidup memang tidak pernah ideal, termasuk dalam kehidupan rumah tangga. Tentu anda merasa sakit hati diperlakukan demikian namun karena rencana dia belum terlaksana tidak ada salahnya anda bersabar bersamanya dan berusaha bersikap sebaik mungkin. Hanya dengan sikap yang baik ada kemungkinan rencana suami itu bisa gagal.

2. Poligami tidak haram dalam Islam. Berdoalah agar suami menjadi semakin sayang pada anda. Hanya itu cara agar dia tidak jadi berpoligami. Doanya agar disayang suami lihat di sini.

___________________________


TERTARIK PADA PRIA TAPI MALU MENGUNGKAPKAN

Assalamualaikum wr wb.

ada yang mau saya tanyakan,

1. Saat ini saya mengagumi/tertarik pada laki-laki, sering bertemu setiap ada acara di kantor , masalahnya, apakah dia sudah menikah, sudah punya calon istri atau masih lajang saya tidak tahu. Di Akun facebooknya pun tidak dicantumkan statusnya. Saya ingin menjalin pertemanan di facebook tapi saya tidak berani meng-add-nya, dan saya malu ingin tanya ke temannya. Apa yang harus saya lakukan untuk mengetahui status laki-laki tersebut??

2. Jika laki-laki tersebut belum menikah dan belum punya calon istri apakah saya boleh mengungkapkan ketertarikan saya kepada laki-laki tersebut?

3. Apakah ada amalan-amalan atau doa-doa untuk mendamaikan 2 keluarga yang sedang berselisih/bertikai?

Terima kasih, Wassalamu'alaikum wa rahmatullah wa barakatuh

JAWABAN

1. Langkah pertama dapat dimulai dengan request pertemanan via Facebook. Tidak perlu malu, karena dia tidak akan curiga anda tertarik. Setiap hari tentunya ada perempuan yang request menjadi temannya di Fb, dan anda hanyalah salah satunya. Langkah kedua, bertanya pada temannya dengan cara yang seakan tidak disengaja tentang statusnya. Tanyalah sambil lalu dimulai dengan membahas tentang kantor atau perusahaan pria tersebut setelah itu baru diarahkan sedikit tentang dia yang sering ikut rapat. Cara yang termudah adalah apabila anda punya teman wanita yang akrab, maka anda bisa minta tolong padanya secara terus terang untuk menyelidikinya.

2. Boleh saja. Tapi itu kurang elegan. Bahkan Khadijah, istri Nabi, ketika tertarik pada Nabi, dia meminta tolong pada perempuan lain untuk menjadi mediator. Akan lebih terhormat kalau anda meminta bantuan sahabat anda untuk menyatakan hal ini.

3. Ada. Baca doanya di sini. Doa ini asalnya untuk istri agar disayang suami atau sebaliknya. Namun bisa juga dipakai untuk dua orang yang bertikai. Kalau tidak bisa baca, gunakan Google translate, copy paste doa tersebut dan klik ikon suara.

___________________________


SUMPAH ISLAMNYA BATAL

Assalamualaikum.
Saya ingin menanyakan 3 hal terkait sumpah.

1. jika bersumpah "demi allah saya tidak melakukanny, jika saya lakukan mau batal islam saya". apa boleh bersumpah seperti ini dengan konsekuensi?

2.kemaren saya bayar kafarat sumpah dengan puasa 3 hari. sebelumnya saya kira memberi makan 10 orang miskin selama 3 hari karena itu merasa tak sanggup dan juga saya kesulitan mencari orang miskin. Apa sah pembayaran kafarat sumpah dengan puasa 3 hari tsb? Apa saya harus bayar kafarat lagi?

3. kalo bersumpah "demi allah saya tidak akan melakukanny, jika saya langgar mau batal islam saya".dan saya merasa tidak sanggup menmpertahakan sumpah tsb sehingga ingin menarik kembali sumpah tsb dengan membayar kafaratnya. Jika saya sudah bayar kafaratnya. apakah konsekuensinya juga batal?

Mohon sekali pencerahannya..Trims. wassalamualaikum.

JAWABAN

1. Islam hanya mengakui doa dengan nama Allah. Adapun ucapan "batal Islam saya" itu tidak dianggap dalam arti tidak ada dampak hukumnya. Yang pasti kalau sumpah itu dilanggar, maka akan terkena kafarat sebagaimana kafaratnya pelanggar nadzar. Baca detail: Nazar dalam Islam

2. Sah. Sekedar diketahui, kafarat memberi makan 10 orang miskin hanya satu kali dan 1 hari, bukan 3 hari.

3. Iya. Lihat jawaban 1.
Selengkapnya ...