Konsultasi Syariah Islam

Konsultasi syariah hanya akan dilayani apabila dikirim via email ke: alkhoirot@gmail.com

Subscribe Us

Suka artikel kami? Dapatkan update terbaru langsung ke email Anda!

ATAU
Feed KSIA

Pernyataan Cerai Secara Tertulis

Pernyataan Cerai Secara Tertulis
PERNYATAAN CERAI SECARA TERTULIS

Ass. Wr. Wb.
Pak ustadz yang baik

Saya telah menikah dengan isteri saya secara siri 10 tahun yang lalu sebagai isteri kedua. Selama ini kami berhubungan secara sembunyi2 tanpa diketahui oleh isteri pertama saya. Saya tidak memperoleh keturunan darinya, dan ia sebelum menikah dengan saya telah memiliki seorang anak lelaki.

Tujuh tahun yang lalu isteri saya meminta saya untuk mengikrarkan taklik bahwa apabila saya selingkuh maka akan jatuh talak tiga. setahun setelah itu karena posisi saya terpuruk dari sisi karier lantas tanpa saya sadari saya telah melakukan perselingkuhan dan isteri saya mengetahui hal itu. Kemudian kesalahan saya itu dimaafkan olehnya dan setelah mencari referensi kesana kemari akhirnya kami memperoleh pandangan bahwa taklik itu tidak sah, dan kami berhubungan kembali.

TOPIK KONSULTASI ISLAM
  1. PERNYATAAN CERAI SECARA TERTULIS
  2. CARA KONSULTASI SYARIAH ISLAM

Dalam perjalanannya isteri saya minta agar saya berlaku adil kepadanya, namun setelah sekian lama saya belum sanggup berterus terang kepada isteri pertama saya. Sehingga pada saat pernikahan anaknya, saya tidak hadir dalam acara tersebut. Isteri saya sangat kecewa dengan ketidakhadiran saya.

Meskipun demikian isteri saya masih bersedia memaafkan dan meminta saya untuk membuat pernyataan tertulis di atas meterai, yang isinya menyatakan bahwa apabila saya tidak berlaku adil maka akan jatuh talak. Kata berlaku adil yang dimaksud adalah kesepakatan bahwa saya akan datang selama tiga hari setiap dua minggu sekali, karena kami tinggal di kota yang berjauhan.

Sekitar dua minggu setelah kesepakatan dibuat, saya mendatanginya, dan pada saat itu isteri pertama saya datang menyusul, sehingga saya hanya satu malam saja tinggal bersamanya. Meskipun demikian pada waktu itu saya masih belum berterus terang kepada isteri pertama saya.

Isteri saya marah (28 Juni 2015) dan ia menganggap telah jatuh talak berdasar surat pernyataan yang telah saya buat. Ia tidak bersedia dihubungi apalagi didatangi, karena merasa telah jatuh talak tiga, meskipun dalam pernyataan yang saya buat hanya menyebut kata talak (tanpa ada kata satu, dua dst). Selain itu dalam pernyataan tersebut juga ditandatangani oleh saksi2 yang orangnya tidak hadir pada saat pernyataan itu saya buat.

Dengan kejadian di atas saya kemudian mengumpulkan isteri pertama dan anak2 kami, untuk berkata terus terang bahwa saya telah menikah lagi sepuluh tahun yang lalu. Mereka terpukul dengan kejadian tersebut, dan mereka merasa kecewa, namun demikian secara garis besar mereka berpendapat karena hal itu sudah terjadi, lantas mau bagaimana lagi. Mereka diam dan tidak berperilaku reaktif.

Meskipun isteri pertama saya sudah mengetahui pernikahan saya dan ia mendiamkan saya kalau bepergian ke kota isteri saya, namun isteri saya tetap beranggapan bahwa kami sudah bercerai talak tiga. Sehingga saya menjadi bingung dibuatnya, apakah kami memang benar2 sudah bercerai atau belum. Kalaupun telah sah bercerai apakah sudah jatuh talak tiga.

Menurut pandangan kami bercerai itu mesti diikrarkan seperti saat menikah, dan dihadiri oleh 2 orang saksi hadir, dan bukan saksi administratif. Sehingga menurut kami perceraian itu belumlah sah. Meskipun demikian, apabila isteri saya memang benar2 menghendaki adanya perceraian, maka saya bersedia untuk melafaskan cerai itu tetapi secara baik2, tidak dengan cara menghindar seperti yang dilakukannya sekarang ini. Meskipun saya sebenarnya tidak menginginkan adanya perceraian.

Pertanyaan kami adalah,
1. apakah dalam kasus di atas kami memang sudah bercerai berdasarkan pernyataan tertulis di atas?

2. Kalau memang sudah bercerai terhitungnya mulai kapan? Karena ini berkaitan dengan masa iddah.

Jawaban ini akan saya kirimkan kepada isteri saya sebagai bahan untuk menentukan langkah selanjutnya, dan untuk itu mohon kiranya jawaban dilengkapi dengan dalil2nya.

Terima kasih
Wass. Wr wb.


JAWABAN

1. (a) Dalam kasus perceraian secara tertulis, maka hukumnya ada dua pendapat. Pertama, ia sama dengan talak kinayah dan baru terjadi cerai apabila ada niat dari suami. Pendapat kedua, tidak terjadi talak secara mutlak karena sama dengan isyarat.

Imam Nawawi dalam kitab Al-Majmuk 17/349 menyatakan:

إذا كتب طلاق امرأته بلفظ صريح ولم ينو لم يقع الطلاق، لأن الكتابة تحتمل ايقاع الطلاق وتحتمل امتحان الخط، فلم يقع الطلاق بمجردها، وإن نوى بها الطلاق ففيه قولان، قال في الإملاء: لا يقع به الطلاق لأنه فعل ممن يقدر على القول فلم يقع به الطلاق كالإشارة، وقال في الأم هو طلاق وهو الصحيح

Artinya: Apabila suami menulis kata talak pada istrinya dengan lafadz yang sharih (eksplisit) tapi tidak berniat talak maka perceraian tidak terjadi. Karena tulisan itu ada kemungkinan untuk bercerai dan hanya berlatih menulis, maka talak tidak terjadi hanya karena tulisan saja. Apabila niat talak, maka ada dua pendapat. Pertama, tidak jatuh talak karena itu perbuatan orang yang mampu berbicara maka tidak terjadi talak sebagaimana talak dengan isyarat. Kedua, Imam Syafi'i dalam berkata dalam kitab Al-Umm bahwa talaknya sah. Ini pendapat yang sahih (dalam mazhab Syafi'i).

2. Kalau mengikuti pendapat pertama yakni dianggap talak kinayah dan itu disertai niat maka berarti jatuh talak 1. Dan iddahnya itu dimulai ketika taklik talak itu terjadi yakni 28 Juni 2015. Mengapa jatuh talak 1 karena (a) suami belum pernah mengucapkan talak sebelumnya; (b) ucapan talak yang diucapkan tanpa menyebut angka menjadi talak 1 untuk pertama kali. Dan menjadi talak 2, kalau itu ucapan talak yang kedua dalam majelis atau tempat yang berbeda. Dan menjadi talak 3 kalau itu ucapan talak ketiga dari suami sebagaimana tersirat dalam QS Al-Baqarah 2:229.

Jadi, talak yang terjadi antara anda dan istri kedua maksimal talak 1 itupun kalau (a) anda mengikuti pendapat yang pertama yang menyatakan itu talak kinayah dan (b) anda ada niat menceraikannya. Adapun kalau ikut pendapat kedua maka tidak terjadi talak sama sekali karena talak tertulis tidak sah.

Selain itu, anggapan anda bahwa
"Menurut pandangan kami bercerai itu mesti diikrarkan seperti saat menikah, dan dihadiri oleh 2 orang saksi hadir, dan bukan saksi administratif. Sehingga menurut kami perceraian itu belumlah sah."

Anggapan ini menunjukkan bahwa anda tidak tahu hukum Islam dalam soal talak. Sebagian ulama menyatakan bahwa suami yang awam atas hukum soal talak, maka ucapan talaknya tidak terjadi. Ibnu Hazm dalam Maratibul Ijmak hlm. 1/72 menyatakan:

وَاخْتلفُوا فِي طلاق الْجَاهِل، فكرهه الْحسن". والمسألة فيها ثلاثة أقوال: القول الأول: يقع طلاقه. القول الثاني: لا يقع طلاقه. القول الثالث: يقع طلاقه قضاءً، إلا أن تظهر قرينة على عدم إرادته الطلاق، فيقضي بها.

Artinya: Ulama berbeda pendapat dalam soal talaknya orang bodoh. Pendapat pertama: talak terjadi. Pendapat kedua, talak tidak terjadi. Pendapat ketiga, talak terjadi secara hukum kecuali ada bukti atas tidak adanya maksud suami untuk bercerai maka dihukumi tidak terjadi talak.

KESIMPULAN

Status suami-istri antara anda dan istri kedua masih sah dan bahkan tidak terjadi talak kalau (a) tidak ada niat cerai saat buat pernyataan tertulis itu kalau ikut pendapat pertama; atau (b) mengikuti pendapat kedua; dan (c) ketidaktahuan anda pada konsekuensi hukum ucapan talak.

Baca detail: Cerai dalam Islam
Read More...

Nazar Berkali-kali dan Tidak Sanggup Melaksanakan

Nazar Berkali-kali dan Tidak Sanggup Melaksanakan
NAZAR BERKALI-KALI DAN TAK SANGGUNG MELAKSANAKAN

Assalamualaikum Ustad,
Saya mau tanya, ada teman saya yang sering bernazar, contoh nazarnya adalah "Bila saya membatalkan shalat lagi maka saya akan infak senilai 1 juta." atau "Bila saya tidak membeli pakaian di toko A saya akan infak senilai satu juta." "Bila saya membicarakan suatu hal saya akan infaq senilai 1 juta.".

Dia sendiri banyak yg lupa apa yg dinazarkan. Memang kondisi kejiwaan teman saya ini agak terganggu, tapi bukan hilang akal. Dia ini suka was was, suka tiba2 marah dan tiba2 sedih (dalam kedokteran disebut bipolar).

TOPIK KONSULTASI ISLAM
  1. NAZAR BERKALI-KALI DAN TAK SANGGUNG MELAKSANAKAN
  2. SUAMI CERAIKAN ISTRI LEBIH 3 KALI, BOLEHKAN KAWIN LAGI?
  3. MENDUGA-DUGA PAKAIAN TERKENA NAJIS
  4. SUAMI ISTRI LEBARAN BERBEDA
  5. CARA KONSULTASI SYARIAH ISLAM

Yg dia tanyakan ke saya,
1. bagaimana dia harus mengganti nazarnya? Kalo dihitung2 mungkin dia tanpa sadar harus membayar nazar sekitar 100jt. Sedangkan dia tidak mampu.
2. Apakah seluruh nazarnya bisa dibayar dengan kafarat?
3. Jika bisa dibayar dengan kafarat, apakah bisa dengan 1 kali kafarat atau bagaimana?
4. Apakah nazarnya terhitung mengingat dia mengalami gangguan emosi?


JAWABAN

Kalau memang kalimat nazarnya seperti yang anda tulis di atas, maka nazarnya tidak sah dan itu masuk dalam kategori janji, bukan nadzar. Karena dalam ucapan di atas tidak ada kata "nadzar" atau "wajib bagi saya". Baca detail: Janji dalam Islam

Oleh karena itu, pelaku tidak perlu membayar kafarat apapun karena itu bukan termasuk nadzar. Namun, ia tetap berdosa karena tidak menepati janjinya kecuali kalau dia tidak mampu atau mengucapkan itu karena faktor kejiwaan. Juga, termasuk tidak sah nazarnya apabila bernazar dengan sesuatu yang di luar kemampuannya. Baca detail: Nazar dalam Islam

Baca juga: Bohong dalam Islam

_______________________


SUAMI CERAIKAN ISTRI LEBIH 3 KALI, BOLEHKAN KAWIN LAGI?

Assalamualaikum

Saya ingin bertanya ustad :

Saudara saya bercerita, 2007 dia dan suaminya bertengkar karena suaminya main judi, dipertengkaran itu dia minta dipulangkan kerumah orang tuanya, dan suaminya mengatakan YA UDAH KITA CERAI. dan mereka pergi ke kerabat mereka yang bekerja di KUA untuk bertanya apakah telah terjadi talak atau tidak, kata kerabat mereka cuma dinasehati jangan diulagi karena suami tidak boleh mengatakan cerai dan ber-istigfar. selang beberapa bulan setelah itu (3-4 bulan) ditahun yang sama terjadi pertengkaran lagi, kali ini suaminya mengatakan SAYA CERAIKAN KAMU, CERAI CERAI CERAI TALAK TIGA. tapi mereka masih satu rumah dan tetap berkumpul seperti biasanya. ahir tahun 2008 terjadi pertengkaran lagi dan kembali suaminya mengatakan YA UDAH KITA CERAI. tapi mereka tetap satu rumah dan berhubungan seperti biasa, seperti tidak terjadi apa apa, setelah 2009 dan seterusnya tetap terjadi pertengkaran tetapi tidak lagi mengatakan cerai, hanya mengatakan silakan cari laki-laki lain, silakan urus di pengadilan dan lain lain.

yang saya tanyakan,

1. bagaimana status mereka?

2. ketika istrinya mengatakan mereka sudah tidak sah lagi, suaminya mengelak, mengatakan dia menggunakan hukum Negara dan lain sebagainya, mengatakan lupa kalau sudah mengatakan kata cerai, selalu berdalih ingin mempertahankan demi anak dan lain sebagainya.
3. jika statusnya tidak sah lagi, apa yang harus dilakukan saudara saya ini?
4. bisakah dia menikah dengan laki laki lain sekarang?
terima kasih kami tunggu jawabannya.

JAWABAN

1. Ada dua pendapat dalam soal. Pendapat pertama, menurut pendapat mayoritas ulama, ucapan cerai si suami sudah sah dan sudah jatuh cerai. Karena suami telah mengucapkan kata cerai lebih dari tiga kali, maka telah jatuh talak 3 (tiga) di mana hubungan suami-istri sudah gugur dan suami tidak diijinkan untuk rujuk kecuali setelah istri menikah lagi da cerai dengan suami keduanya. Allah berfirman dalam QS Al-Baqarah 2:230
Kemudian jika si suami mentalaknya (sesudah talak yang kedua), maka perempuan itu tidak lagi halal baginya hingga dia kawin dengan suami yang lain. Kemudian jika suami yang lain itu menceraikannya, maka tidak ada dosa bagi keduanya (bekas suami pertama dan isteri) untuk kawin kembali jika keduanya berpendapat akan dapat menjalankan hukum-hukum Allah. Itulah hukum-hukum Allah, diterangkan-Nya kepada kaum yang (mau) mengetahui.

Pendapat kedua, ada pendapat sebagian kecil ulama yang menyatakan bahwa apabila suami mengucapkan cerai itu dalam keadaan marah, maka cerainya tidak terjadi. Baca detailnya di sini.

2. Dalam masalah cerai, hukum yang pertama dan utama adalah hukum syariah Islam. Bukan hukum negara. Jadi, suami tidak bisa menyatakan bahwa dia ikut hukum negara, bukan hukum agama kecuali kalau dia bukan seorang muslim.

3. Kalau memang istri masih ingin bersama suaminya, maka dia bisa mengikuti pendapat kedua yang menyatakan bahwa ucapan cerai dalam keadaan suami marah itu tidak sah.

4. Kalau si perempuan ingin menikah dengan pria lain, maka dia bisa mengikuti pendapat pertama yang menyatakan sudah terjadi talak 3. Pendapat pertama ini justru pendapat yang paling kuat. Namun demikian, kalau pilihan ini yang diambil, maka si perempuan akan mengalami kesulitan dengan masalah status pernikahannya nanti karena secara negara pernikahannya yang pertama masih sah dan belum terjadi perceraian.

Baca detail: Cerai dalam Islam

_______________________


MENDUGA-DUGA PAKAIAN TERKENA NAJIS

Begini,saya sering menduga duga pakaian saya terkena najis. saya dengar benda dikatakan najis apabila sudah ada bukti dari warna, aroma, dan rasa
1. bagaimana cara mengetahui benda tersebut terkena najis? mengingat kadang menjijikan jika harus merasakan dengan lidah untuk merasakan ada tidaknya najis
2.kalau hanya dugaan saja, menebak nebak. apakah pakaian saya sudah bisa dikatakan terkena najis?

JAWABAN

1. Suatu benda dianggap terkena najis apabila ada bukti yang terlihat. Misalnya, ada kotoran ayam di baju kita. Atau, saat kita kencing, lalu ada air kencing yang mengenai celana kita. Maka celana dan baju tersebut disebut terkena najis (mutanajjis). Jadi, untuk mengetahui najis atau tidak adalah dengan mata saja tanpa perlu dengan dijilat. Kalau kita tidak melihat najis mengenai suatu benda tapi kita menduga ada najis, maka kita bisa mencium benda itu apakah ada aroma najisnya, misalnya bau pesing kencing dll.

2. Kalau hanya menduga-duga maka tidak dihukumi najis. Dan hukumnya kepada hukum asal dari pakain yaitu suci. Berdasarkan kaidah fiqih "Keyakinan tidak hilang karena keraguan" [اليقين لا يزال بالشك].

Baca detail:
- Najis dan Cara Menyucikan
- Was-was Najis Anjing
- Hukum Cipratan Air Bekas Menyucikan Najis

_______________________


SUAMI ISTRI LEBARAN BERBEDA

Assalamu'alaikum wr.wb
Perbedaan hari raya idul fitri sudah sangat biasa di Indonesia. Saya baru menikah, saya NU dan suami saya MD (Muhammadiyah - red).
1. Bila terjadi perbedaan hari raya idul fitri saya harus bagaimana pak ustad? Apakah saya harus mengikuti suami saya?
Terima kasih sebelumnya
Wassalamu'alaikum wr.wb

JAWABAN

1. Merayakan idul fitri adalah sunnah. Bisa dilakukan bisa tidak. Yang penting dalam soal perbedaan ini adalah puasanya dan ini tergantung dari keyakinan anda keputusan siapa yang benar. Kalau Anda mayakini pendapat dari NU (biasanya sama dengan keputusan pemerintah) adalah pendapat yang benar, maka dalam soal puasa dan tidak puasa anda harus mengikuti pendapat tersebut dan pendapat suami harus diabaikan karena ketaatan pada Allah mengalahkan ketaatan pada orang tua dan suami.

Misalnya, MD menetapkan puasa 29 hari sedangkan NU menetapkan puasa 30 hari. Apabila anda yakin pada pendapat NU, maka anda harus menjalankan puasa 30 hari. Itu artinya, anda harus tetap puasa pada hari di mana suami anda sedang merayakan idul fitri. Kalau tidak puasa, berarti anda berdosa karena meninggalkan puasa pada hari yang anda yakini masih bulan Ramadhan. Baca juga: Puasa Ramadan
Read More...

Shalat Tahiyatul Masjid

Shalat Tahiyatul Masjid

DEFINISI TAHIYATUL MASJID (MENGHORMATI MASJID)

Secara bahasa tahiyatul masjid (تحية المسجد) artinya menghormati masjid. Dalam istilah syariah, tahiyatul masjid adalah shalat sunnah dua rakaat yang dilakukan ketika seorang muslim pertama kali memasuki masjid dan belum duduk.

TOPIK KONSULTASI ISLAM
  1. DEFINISI TAHIYATUL MASJID (MENGHORMATI MASJID)
  2. DALIL SUNNAHNYA TAHIYATUL MASJID
  3. TATA CARA SHALAT TAHIYATUL MASJID
  4. NIAT SHALAT TAHIYATUL MASJID
  5. WAKTU PELAKSANAAN SHALAT TAHIYAT MASJID
  6. MASUK MASJID SAAT ADZAN BERKUMANDANG
  7. SHALAT TAHIYATUL MASJID SAAT IMAM KHUTBAH HARI JUM'AT
  8. SHALAT TAHIYATUL MASJID BAGI YANG HENDAK TAWAF DI MASJIDIL HARAM
  9. DAFTAR SHALAT SUNNAH
  10. CARA KONSULTASI SYARIAH ISLAM


DALIL SUNNAHNYA TAHIYATUL MASJID

Shalat Tahiyatul Masjid hukumnya sunnah menurut ijmak ulama. Adapun dalilnya adalah sebagai berikut:

- Hadits sahih riwayat Bukhari dan Muslim (muttafaq alaih) dari Abu Qotadah Nabi bersabda:

إِذَا دَخَلَ أَحَدُكُمْ الْمَسْجِدَ فَلَا يَجْلِسْ حَتَّى يُصَلِّيَ رَكْعَتَيْنِ

Artinya: Apabila kalian masuk masjid, maka jangan duduk kecuali setelah sholat dua rokaat.

Dalam mengomentari hadis di atas Imam Nawawi dalam Al-Majmuk 3/544 menyatakan:

أجمع العلماء على استحباب تحية المسجد ، ويكره أن يجلس من غير تحية بلا عذر؛ لحديث أبي قتادة المصرح بالنهي

Artinya: Ulama sepakat (ijmak) atas sunnahnya shalat tahiyatul masjid dan makruh(langsung) duduk (di masjid) tanpa shalat tahiyat tanpa ada udzur berdasarkan hadis dari Ibnu Qatadah di atas.

Ibnu Hajar Asqolani dalam Fathul Bari Syarah Sahih Bukhari hlm. 2/7 menyatakan:

وَاتَّفَقَ أَئِمَّة الْفَتْوَى عَلَى أَنَّ الْأَمْر فِي ذَلِكَ لِلنَّدْبِ, وَنَقَلَ اِبْن بَطَّالٍ عَنْ أَهْل الظَّاهِر الْوُجُوب, وَاَلَّذِي صَرَّحَ بِهِ اِبْن حَزْم عَدَمه

Artinya: Para ulama imam fatwa sepakat bahwa perintah dalam hadis di atas maksudnya adalah sunnah. (Namun) Ibnu Battal mengutip dari ulama Zhahiri berpendapat wajib. Ibnu Hazm menjelaskan tidak wajib. (Lihat juga, Ibnu Hazm dalam Al-Muhalla 1/538).


TATA CARA SHALAT TAHIYATUL MASJID

Tatacara shalat tahiyatul masjid tidak berbeda dengan shalat sunnah yang lain sebagai berikut:

- Terdiri dari dua rokaat dan satu kali salam.
- Rakaat pertama membaca Al-Fatihah (wajib) dan membaca Surah Al-Kafirun (sunnah).
- Rakaat kedua membaca Al-Fatihah (wajib) dan membaca Surah Al-Ikhlas (sunnah).
- Diakhiri dengan tahiyat (tasyahud) dan salam.


NIAT SHALAT TAHIYATUL MASJID

Niat dalam hati hukumnya wajib, sedangkan niat dengan lisan hukumnya sunnah. Adapun teks niat sebagai berikut:

Teks Arab:


أصلي تحية المسجد ركعتين سنة لله تعالي

Teks latin: Usholli tahiyyatal masjid rok'ataini sunnatan lillahi ta'ala.

Artinya: Niat shalat tahiyat masjid dua rokaat sunnah karena Allah.


WAKTU PELAKSANAAN SHALAT TAHIYAT MASJID

Sholat tahiyatul masjid dilaksanakan setiap seseorang memasuki masjid dan sebelum duduk dan sunnah dilakukan di semua waktu termasuk waktu yang dimakruhkan untuk sholat sunnah. Imam Nawawi berkata dalam Minhaj Al-Tolibin, hlm. 1/22 sbb:

وتكره الصلاة عند الاستواء إلا يوم الجمعة، وبعد الصبح حتى ترتفع الشمس كرمح، والعصر حتى تغرب إلا لسبب، كفائتة، وكسوف، وتحية، وسجدة شكر وإلا في حرم مكة على الصحيح

Artinya: Makruh hukumnya shalat (sunnah) ketika istiwa' (matahari tepat di atas kepala) kecuali hari Jumat, setelah subuh sampai matahari naik sekitar satu tombah, setelah Ashar sampai terbenam matahari kecuali karena sebab seperti ketinggalan shalat, shalat kusuf (gerhana matahari), tahiyatul masjid, sujud syukur dan juga kecuali shalat di masjidil haram Makkah menurut pendapat yang sahih.


MASUK MASJID SAAT ADZAN BERKUMANDANG

Apabila saat memasuki masjid adzan sedang berkumandang, maka sebaiknya berdiri dulu menunggu selesainya adzan. Setelah adzan selesai dan selesai doa adzan, maka baru dilakukan shalat tahiyatul masjid. Hal ini berdasarkan hadis sahih riwayat Bukhari dari Abdullah bin Amr bin Ash Nabi bersabda:

إِذَا سَمِعْتُمْ الْمُؤَذِّنَ فَقُولُوا مِثْلَ مَا يَقُولُ ثُمَّ صَلُّوا عَلَيَّ فَإِنَّهُ مَنْ صَلَّى عَلَيَّ صَلَاةً صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ بِهَا عَشْرًا ثُمَّ سَلُوا اللَّهَ لِي الْوَسِيلَةَ فَإِنَّهَا مَنْزِلَةٌ فِي الْجَنَّةِ لَا تَنْبَغِي إِلَّا لِعَبْدٍ مِنْ عِبَادِ اللَّهِ وَأَرْجُو أَنْ أَكُونَ أَنَا هُوَ فَمَنْ سَأَلَ لِي الْوَسِيلَةَ حَلَّتْ لَهُ الشَّفَاعَةُ

Artinya: Apabila kalian mendengar (suara adzan dari) muadzin, maka ucapkan seperti apa yang dikatakan muadzin lalu bacalah shalawat untukku barangsiapa membaca sholawat padaku satu kali maka Allah akan

Apabila kalian mendengar muadzin mengumandangkan adzan, maka ucapkanlah seperti apa yang diucapkannya kemudian bacalah shalawat untukku, karena sesungguhnya orang yang membaca shalawat sekali untukku, maka Allah akan menganugerahkan sepuluh shalawat (rahmat) kepadanya, lalu mohonlah kepada Allah Washilah (kedudukan yg tinggi) untukku. Karena washilah itu suatu kedudukan yang tinggi dalam surga, yang tak pantas kecuali bagi seseorang di antara hamba hamba Allah Ta'ala, dan aku berharap semoga akulah yg akan menempatinya. Barangsiapa yg memohonkan wasilah kepada Allah untukku, niscaya dia akan mendapat syafaat.


SHALAT TAHIYATUL MASJID SAAT IMAM KHUTBAH HARI JUM'AT

Shalat tahiyat masjid tetap sunnah walaupun saat masuk masjid bertepatan pada hari Jum'at dan khatib Jum'at sedang berkhutbah. Berdasarkan hadis sahih riwayat Muslim dari Jabir bin Abdullah sbb:

جَاءَ سُلَيْكٌ الْغَطَفَانِيُّ يَوْمَ الْجُمُعَةِ ، وَرَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَخْطُبُ ، فَجَلَسَ ، فَقَالَ لَهُ : ( يَا سُلَيْكُ ، قُمْ فَارْكَعْ رَكْعَتَيْنِ ، وَتَجَوَّزْ فِيهِمَا)، ثم قال: (إِذَا جَاءَ أَحَدُكُمْ يَوْمَ الْجُمُعَةِ ، وَالْإِمَامُ يَخْطُبُ ، فَلْيَرْكَعْ رَكْعَتَيْنِ ، وَلْيَتَجَوَّزْ فِيهِمَا)

Dari hadits di atas, Imam Nawawi dalam Syarah Muslim hlm. 6/164 menjelaskan sebagai berikut:

هذه الأحاديث كلها صريحة في الدلالة لمذهب الشافعي وأحمد وإسحاق وفقهاء المحدثين: أنه إذا دخل الجامع يوم الجمعة والإمام يخطب : استُحِبَّ له أن يصلي ركعتين تحية المسجد ، ويُكرَه الجلوس قبل أن يصليهما ، وأنه يُستحَبُّ أن يتجوَّز فيهما ليسمع بعدهما الخطبة

Artinya: Hadits ini menjadi dalil yang jelas bagi mazhab Syafi'i, Hanbali, Ishaq dan ahli fiqihnya muhaddits: bahwa apabila seseorang masuk masjid pada hari Jum'at saat imam sedang khutbah maka disunnahkan baginya untuk shalat tahiyyatul masjid dua rokaat dan makruh duduk sebelum shalat. Dan sunnah baginya untuk mempercepat shalat tahiyat masjid agar bisa mendengarkan khutbah.


SHALAT TAHIYATUL MASJID BAGI YANG HENDAK TAWAF DI MASJIDIL HARAM

Orang yang masuk Masjidil Haram dan hendak melaksanakan tawaf, maka dianjurkan baginya untuk melaksanakan dua tahiyat (penghormatan) yaitu tahiyatul masjid yang berupa shalat dan tahiyat baitullah yakni thawaf.

Mana yang harus didahulukan? Yang utama adalah memulai dengan towaf setelah itu melaksanakan shalat dua rokaat towaf. Dalam shalat tawaf tersebut sudah terkandung shalat tahiyatul masjid. Bisa juga setelah towaf lalu melaksanakan shalat empat rakaat (dengan dua salam): shalat pertama niat shalat tahiyatul masjid, sedangkan yang kedua niat shalat sunnah tawaf. Dan tidak sah kalau sebaliknya.

Apabila seseorang masuk masjid tanpa ada niat thawaf, maka ia hanya dianjurkan untuk shalat tahiyatul masjid saja. (Lihat, Al-Jaziri dalam Al-Fiqh alal Madzahib Al-Arba'ah, hlm. 1/513).


SHALAT SUNNAH YANG LAIN

- Shalat Sunnah Rawatib
- Shalat Taubat
- Shalat Tahajud
- Shalat Dhuha
- Shalat Tasbih
- Shalat Hari Raya Idul Fitri
- Shalat Hari Raya Idul Adha
- Shalat Istikhoroh
- Shalat Tarawih
- Shalat Witir
Read More...

Puasa Orang Keluar Mani karena Berkhayal

KELUAR MANI KARENA MENGKHAYAL, APA BATAL PUASA?

Assalamualaikum pak ustadz saya ingin bertanya
1. jika seseorang memikirkan lawan jenis tanpa melakukan onani lalu keluar air mani, itu puasanya batal tidak? Jika ya? Harus diqodho saja?


TOPIK KONSULTASI ISLAM
  1. KELUAR MANI KARENA MENGKHAYAL, APA BATAL PUASA?
  2. PUASA TAPI TIDAK SHOLAT
  3. MIMPI BASAH DI SIANG HARI BULAN RAMADHAN
  4. KELOLA KEUANGAN SUAMI ISTRI
  5. WANITA PERNAH BERZINA, BERHAKKAH DAPAT PRIA SOLEH?
  6. AYAH SERING SELINGKUH DENGAN BANYAK PEREMPUAN
  7. CARA KONSULTASI SYARIAH ISLAM

JAWABAN

1. Kalau keluar mani murni karena berkhayal, tanpa onani tanpa bersentuhan kulit dengan lawan jenis dan tanpa bercumbu, maka puasanya tidak batal. Oleh karena itu tidak perlu diqodho. Ini hukumnya sama dengan orang puasa yang keluar mani karena mimpi basah, maka juga tidak batal puasanya. Dalam kitab Al-Mausuah Al-Fiqhiyah 26/267 dijelaskan:

ذهب الحنفية والشافعية إلى : أن إنزال المني أو المذي عن نظر وفِكر لا يبطل الصيام

Artinya: Mazhab Hanafi dan Syafi'i berpendapat bahwa keluar mani atau madzi karena melihat atau berfikir (berkhayal) tidak membatalkan puasa.

Baca detail: Puasa Ramadhan

______________________


PUASA TAPI TIDAK SHOLAT

Assalamualaikum ustadz, saya baru tahu bahwa puasanya orang yang tidak shalat itu tidak sah (tidak diterima) oleh Allah SWT,
1. pertanyaan saya apakah wajib bagi seorang muslim untuk mengganti puasanya karena hal tersebut? Terima kasih


JAWABAN

1. Puasa Ramadhan orang yang tidak shalat hukumnya sah asal sesuai dengan syarat dan rukun puasa dan tidak melakukan perbuatan yang membatalkan puasa seperti makan, minum, hubungan intim, dan lain-lain. Karena sah, maka tidak perlu dia mengganti puasanya. Syarat, rukun puasa dan perkara yang membatalkan puasa lihat di sini.

Shalat 5 waktu adalah rukun Islam kedua dan hukumnya fardhu ain yang diwajibkan bagi seluruh muslim yang sudah akil baligh dan hukumnya dosa (sangat) besar bagi yang meninggalkannya. Namun demikian, puasa dan shalat adalah dua hal yang berbeda. Tidak shalatnya seseorang tidak terkait dengan sah dan batalnya puasa orang tersebut. Baca juga: Shalat 5 Waktu

______________________


MIMPI BASAH DI SIANG HARI BULAN RAMADHAN

Assalamu 'alaikum. Saat puasa ramadhan, saya membayangkan hal yang dapat membangkitkan syahwat, setelah itu saya tertidur, setelah saya bangun dari tidur saya mendapati celana saya terdapat air mani, artinya saya telah mimpi basah. setelah itu sebelum mandi wajib, saya mengurut kemaluan saya dengan tujuan membersihkan sisa air mani setelah mimpi basah, yang menjadi pertanyaan
1. batalkah puasa saya, karena sebelum tertidur dan mimpi basah saya telah berpikiran hal yang dapat membangkitkan syahwat?
2. apakah mengurut kemaluan dengan tujuan membersihkan sisa air mani setelah mimpi basah disamakan dengan onani?
3. apakah saya wajib mengqadha dan membayar kafarat?
4. apakah puasa saya sah?
Terimakasih

JAWABAN

1. Keluar mani di siang hari bulan Ramadhan karena mimpi basah tidak membatalkan puasa. Dalam kitab Al-Mausuah Al-Fiqhiyah hlm. 2/115 dijelaskan sbb:

لا أثر للاحتلام في الصوم، ولا يبطل به باتفاق، لقوله عليه الصلاة والسلام: ثلاث لا يفطرن الصائم: الحجامة والقيء والاحتلام.

Artinya: Mimpi basah tidak ada konsekuensi hukumnya dalam puasa dan juga tidak membatalkan puasa menurut kesepakatan ulama berdasarkan pada sabda Nabi, "Tiga hal yang tidak membatalkan puasa yaitu bekam, muntah dan mimpi basah."

2. Tidak sama.
3. Tidak perlu qodho.
4. Sah.

Baca detail: Puasa Ramadhan
______________________


KELOLA KEUANGAN SUAMI ISTRI

Assalamualaikum.
Saya mau bertanya, apakah Islam mengatur cara suami istri dalam mengelola keuangan? Bagaimana dengan gaya pengaturan keuangan kami ini?

Suami saya tidak memberi uang belanja kepada saya secara tegas. Dia tidak memberi secara bulanan, maupun pada waktu- waktu tertentu. intinya suami saya tidak memberi saya uang. Hanya saja jika saya perlu apa-apa saya boleh (dibiarkan) mengambil uang dari laci lemari.

Sebenarnya saya takut kalau-kalau cara seperti itu salah. Saya juga sering tak bilang dulu kalau mau ambil uang. Masalahnya, suami saya susah kalau diajak kompromi untuk membeli ini itu. Kalau saya minta izin beli sesuatu seringkali tidak setuju, padahal barang yang akan dibeli itu dibutuhkan. Misalnya saya minta beli penggorengan teflon, katanya nanti aja. Tiap ditanya jawabnya nanti aja. Padahal butuh. Trus saya beli aja tanpa bilang-bilang, lha suami saya nggak protes, malah ikut memakainya. Kalau minta ijin malah cekcok yang gak perlu, jadi saya ngatur sendiri apa-apa yang dibutuhkan di rumah, suami saya tahu beres lah....

Dan, kalau dia menyuruh saya membeli apa-apa, lalu saya minta uang, dia cuma suruh saya ambil sendiri di laci. Hampir tidak pernah dia yang memberi uang ke saya. Kalau uangnya di dompet, dia suruh saya ambil dari dompet.

1. Jadi, bagaimana pandangan Islam tentang cara pengaturan keuangan rumah tangga yang seperti ini?

Wassalamualaikum.

JAWABAN

1. Islam tidak mengatur pengelolaan keuangan antara suami dan istri. Yang ada hanyalah kewajiban suami memberi nafkah pada istri sesuai dengan kemampuan suami dan kebutuhan dasar istri.

Satu hal yang perlu dicatat adalah bahwa Islam menghormati dan mengakui hak kepemilikan harta setiap individu. Harta hasil usaha suami adalah hak milik suami. Dan harta hasil usaha istri adalah hak milik istri. Tidak boleh saling mengganggu harta yang lain kecuali atas ijin pemiliknya. Oleh karena itu, kalau memang harta yang ada di rumah adalah milik suami, maka istri harus memastikan untuk selalu mendapatkan ijin suami apabila hendak menggunakan atau membelanjakan uang suami. Untuk menjamin bahwa uang suami yang anda gunakan itu halal, maka sebaiknya meminta ijin di muka pada suami untuk meminta halalnya apabila sewaktu-waktu mengambil uang suami tanpa ijin. Apabila suami mengiyakan, maka itu sudah cukup untuk memastikan kehalalan uang suami yang anda pakai.

Namun kalau memang suami telah memberi ijin anda untuk mengambil uang dari laci, maka itu sudah termasuk restu dari suami untuk menggunakan uangnya tanpa harus ijin setiap mau mengambil asal digunakan secara proporsional.

Kendatipun demikian, selalu mengkomunikasikan segala sesuatu yang hendak dilakukan dengan suami adalah hal yang baik dan meningkatkan keharmonisan rumah tangga. Baca juga: Cara Harmonis dalam Rumah Tangga

______________________


WANITA PERNAH BERZINA, BERHAKKAH DAPAT PRIA SOLEH?

Assalamu'alaikum pak ustadz. Saya Bunga (nama samaran). Saya sudah tidak virgin lagi karena pernah berhubungan badan dengan pacar saya.

1. Pak ustadz, apakah saya berhak suatu hari nanti menikah dengan pria yang sholeh? 2. Lalu bagaimana cara saya untuk jujur bahwa saya sudah tidak virgin?
3. Apakah saya harus jujur ketika sebelum menikah atau sesudah menikah? Sedangkan Allah SWT melarang umatnya membuka aib
sendiri dan orang lain.
Terima Kasih. Wassalamu'alaikum wr. wb.

JAWABAN

1. Berhak dengan syarat anda sudah melakukan taubat nasuha. Baca detail: Cara Taubat Nasuha

2. Anda tidak perlu bercerita kalau sudah pernah berzina. Yang terpenting adalah bersikap dan berperilaku baik dan mentaati perintah Allah dan menjauhi larangannya. Sehingga dengan sikap yang baik itu, akan ada pria soleh yang tertarik pada anda.

3. Seperti disebut dalam poin 2, anda tidak perlu bercerita aib anda di masa lalu. Baik sebelum atau sesudah menikah. Karena, umumnya pria tidak akan siap mentalnya ketika mendengar bahwa istrinya sudah pernah berzina. Mungkin dalam situasi mental stabil, dia akan menerima. Namun, saat suami anda sedang dalam kondisi banyak pikiran, maka aib masa lalu anda akan kembali mengemuka. Selain itu, membuka aib diri sendiri memang dilarang Allah.

Namun demikian, kalau dia bertanya soal tersebut, maka sebaiknya anda beritahu setelah menikah, jangan sebelum menikah. Karena, umumnya pria tidak akan sanggup menerima kenyataan ini. Baca juga: Ingin Menikahi Wanita Tak Perawan Tapi Takut Menyesal

______________________


AYAH SERING SELINGKUH DENGAN BANYAK PEREMPUAN

Assalamu'alaikum Wr.Wb
Saya seorang hamba Allah dari Malang, daerah lereng G.kawi. Saya ingin bertanya sesuatu hal yang selama ini menjadi permasalahan dalam keluarga saya. Ayah saya mengkhianati ibu saya dengan beberapa wanita. Sebelumnya dengan tetangga saya. Waktu itu setelah terbongkar membuat ibu saya sangat terpukul karena selain tetangga dia adalah sahabat ibu saya. Ayah saya dengan seolah bersalah menangis memohon ampun. Ibu saya pun memaafkan. Ternyata permintaan maaf itu suatu kepura puraan. Dia dengan tidak memiliki rasa bersalah mengulangi perbuatannya. Kali ini dengan seorang wanita isteri orang. Perempuan itu masih memiliki suami dan tinggal
bersama suaminya. Awalnya ibu saya hanya sekedar curiga.

Karena saya seorang anak perempuan setelah menikah saya ikut suami, jauh dari orangtua. Mendengar hal ini sayapun hrs tau bukti bukti. Sampai suatu hari ibu saya menghubungi saya karena habis dihajar mati2an oleh ayah saya katanya karena ibu saya memergoki perselingkuhan itu. Dengan rasa kekawatiran yang ada dibenak saya hanya mengobati ibu tanpa terfikir hrs melakukan visum atau apapun juga. Setelah sembuh ibu saya memutuskan untuk pulang. Tetapi sampai rumah nauzubilah ayah saya kepergok melakukan zina. Saat suruh meninggalkan mereka berdalih merrka sudah menikah siri dan sdh punya anak.

Padahal wanita ini masih memiliki suami dan 3 orang anak. mereka bilang anak terakhir adalah anak mereka. Ibu saya sudah tidak tahan dan ingin melaporkan ke polisi.Tapi di krpolisian minta bukti. bukti pernikahan diminta ke perangkat desa. tapi mereka hanya diam seribu bahasa karena wanita itu adalah kerabat mereka. Masyarakat sekitarpun seakan tidak peduli bahkan mengucilkan ibu saya. Padahal mereka juga tau perbuatan hina itu. Bahkan mereka melihat dengan mata kepala sendiri hubungan itu saat ibu saya tidak ada dirumah. Mereka berdalih itu bukan urusan mereka. Tak satupun yang mau jadi saksi karena mereka lebih percaya dengan segala perkataan ayah saya yg penuh polesan kata2. Bahkan ayah saya mengancam akan membunuh ibu dan saya jika macam macam.

Pertanyaan saya
1. bagaimana dengan islam, bagaimana dengan kaum islam. Mengapa kaum islam yg sdh diberi dalil dalil yg shahih yang saya yakin hal inipun sdh ada ketetapannya seolah semua hanyalah teori. Kemana semua kaum islam.

2. Saya tidak ingin bertanya mengenai dalil dalil lagi tapi lebih tepatnya saya ingin menanyakan kepada anda pemilik situs keislaman masih adakah umat muslim sejati dengan amalan ketegasan Alquran. Baik saya ataupun ibu saya hanya kaum lemah. Kami tidak melakukan hal apapun tapi justru kami adalah orang yang ditindas saat kami berada dilingkungan yang mayoritas di ktp beragama islam. Bagaimana hukum buat kaum seperti ini

JAWABAN

1. Perilaku buruk yang dilakukan oleh ayah anda adalah kesalahan dia pribadi. Menyalahkan orang lain adalah tidak tepat. Apalagi menyalahkan agama yang dianutnya.

2. Anda sendiri sebagai muslim dan ber-ktp Islam tentunya. Lalu, mengapa mengapa menuntut orang lain mengerti anda? Yang terjadi adalah anda sekeluarga sedang mengalami masalah dengan lingkungan tempat anda tinggal saat ini. Oleh karena itu, saran kami adalah: sebaiknya anda pindah lokasi ke tempat lain di mana anda sekeluarga belum mengalami konflik sosial dengan masyarakat sekitar.
Read More...

Harta Warisan untuk Ayah dan Ibu

Harta Warisan untuk Ayah dan Ibu
BAGIAN WARIS UNTUK AYAH DAN IBU

Harta Warisan untuk Ayah dan Ibu di mana pewarisnya tidak punya anak dan suami hanya ada anak kandung. Apakah suami yang sudah bercerai juga mendapat warisan dari harta istrinya?

Assalamualaikum,

1. Seorang laki laki meninggal tgl 2 Mei 1998. adapun status ahli waris yang masih hidup :
a. Ayah masih hidup. (bercerai dengan ibu)
b. Ibu masih hidup
c 1 orang adik kandung laki laki masih hidup.
Bagaimana pembagian warisnya ?

TOPIK KONSULTASI ISLAM
  1. BAGIAN WARIS UNTUK AYAH DAN IBU
  2. KONGSI QURBAN SAPI KURANG DARI 7 (TUJUH) ORANG
  3. CARA KONSULTASI SYARIAH ISLAM

2. Seorang wanita meninggal tgl 14 Agustus 2015. adapun status ahli waris yang masih hidup :
a. 1 orang anak kandung laki laki masih hidup.
b. 1 orang adik kandung laki-laki masih hidup.
c. 1 orang adik kandung perempuan masih hidup.
d. 1 orang adik kandung perempuan masih hidup (non muslim).
e. 1 orang adik kandung perempuan (muslim sudah meninggal).
f. 1 orang adik kandung laki laki (non muslim sudah meninggal)
Bagimana pembagian warisnya ?

3. tambahan apakah suami yang sudah bercerai dan masih hidup mendapat juga bagian warisnya ?Mohon di sertakan referensi ayat dari al qur'an ataupun dari hadist nabi Muhammad SAW.

Jazakallah Khairan katsiro.


JAWABAN

1. Pembagian warisnya adalah sebagai berikut:
a. Ayah mendapat bagian 1/3 (sepertiga)
b. Ibu mendapat bagian 1/3 (sepertiga)
c. Sisanya yang 1/3 juga diberikan kepada ayah. Dengan kata lain, ayah mendapat bagian 2/3.

Sedangkan adik kandung laki-laki tidak mendapat warisan apapun karena terhalang (mahjub) oleh adanya ayah. Lihat: Mahjub dalam Hukum Waris Islam

Dalil dan uraian:

Dalam QS An-Nisa' 4:11 Allah berfirman,

فَإِنْ لَمْ يَكُنْ لَهُ وَلَدٌ وَوَرِثَهُ أَبَوَاهُ فَلِأُمِّهِ الثُّلُثُ

Artinya: jika orang yang meninggal tidak mempunyai anak dan ia diwarisi oleh ibu-bapanya (saja), maka ibunya mendapat sepertiga"

Dalam menjelaskan ayat di atas Ibnu Rushd Al-Qurtubi menjelaskan dalam Bidayah Al-Mujtahid wa Nihayah Al-Muqtashid 1/674 sebagai berikut:

وأجمع العلماء على أن الأب إذا انفرد كان له جميع المال ، وأنه إذا انفرد الأبوان كان للأم الثلث وللأب الباقي

Artinya: Ulama sepakat (ijmak) bahwa apabila bapak sendirian maka ia berhak menerima warisan seluruh harta. Dan bahwa apabila ayah dan ibu sendirian, maka ibu mendapat 1/3 sedangkan ayah menerima sisanya (yakni 2/3).

2. Dalam kasus di atas, semua harta waris jatuh ke tangan anak kandung laki-laki. Sedangkan saudara kandung tidak mendapat warisan karena terhalang (mahjub) oleh adanya anak kandung. Baca detail: Mahjub dalam Hukum Waris Islam

3. Tidak. Suami yang sudah bercerai tidak mendapat warisan dari istriya yang wafat. Karena ketika sudah bercerai, dia tidak lagi bernama suami. Suami mendapat warisan dari istrinya apabila masih berstatus suami (Arab: zauj); begitu juga istri yang yang mendapat warisan apabila masih berstatus istri pada saat suami meninggal. Dalam QS An-Nisa :12 Allah berfirman:
"Dan bagimu (suami-suami) seperdua dari harta yang ditinggalkan oleh isteri-isterimu, jika mereka tidak mempunyai anak. Jika isteri-isterimu itu mempunyai anak, maka kamu mendapat seperempat dari harta yang ditinggalkannya ... Para isteri memperoleh seperempat harta yang kamu tinggalkan jika kamu tidak mempunyai anak. Jika kamu mempunyai anak, maka para isteri memperoleh seperdelapan dari harta yang kamu tinggalkan.."

Baca detail: Hukum Waris Islam

________________________


KONGSI QURBAN SAPI KURANG DARI 7 (TUJUH) ORANG

Asslkm..wr.wb

Yth: pengasuh forum konsultasi alkhoirot. kami salah satu panitia kurban di Batam ingin menanyakan beberapa hal tentang kurban :

1. untuk hewan kurban sapi kongsi 7 orang , apakah boleh bila kongsi kurang dari 7 peserta, misalkan 5 0rang mengumpulkan uang masing masing 2 jt. terkumpul 10 juta, dan 10 juta tersebut cukup untuk membeli sapi yang cukup syarat untuk hewan kurban.

2.apakah ketika menyembelih sapi kurban kongsi 7 orang, boleh menyebutkan ke tujuh nama peserta, haadza 'an fulan bin fulan, wa 'an fulan bin fulan dst...?

3. ketika menerima pendaftaran sapi kurban kongsi, apakah wajib panitia meminta kehalalan kulit dan bagian hewan yg disembelih yang biasanya tidak di bagikan? seperti kulit, atau kaki karena jarang ada peserta yang mau, dan biasanya kami bagikan di antara panitia ataupun orang yg memintanya.?

demikian sementara pertanyaan kami, mohon pencerahan / penjelasan dari para kyai, kalau boleh beserta dasar atau dalilnya, dr quran / hadfits / ataupun pendapat para ulama.
trims wassalam wr.wb

JAWABAN

1. Boleh. Sapi kurban untuk 7 orang itu adalah batas maksimal. Adapun apabila 1 sapi diperuntukkan bagi kurang dari 7 maka itu lebih tidak apa-apa lagi. Imam Syafi'i dalam Al-Umm hlm. 2/244 berkata:

وإذا كانوا أقل من سبعة أجزأت عنهم ، وهم متطوعون بالفضل ، كما تجزي الجزور (البعير) عمن لزمته شاة ، ويكون متطوعا بفضلها عن الشاة

Artinya: Apabila pelaku kurban kurang dari tujuh, maka hukum kurbannya sah. Sedangkan kelebihannya dianggap amal sunnah. Sebagaimana yang berlaku pada unta bagi orang yang diwajibkan menyembelih biri-biri. Maka, kelebihan dari biri-biri dianggap amal sunnah.

Bukan hanya itu, pelaku qurban bahkan boleh kongsi dengan orang yang hanya ingin makan dagingnya saja bukan untuk kurban. Misalnya, ada 4 orang hendak berkurban dan 3 orang lainnya hanya ingin dagingnya, maka cara ini juga diperbolehkan. Imam Nawawi berkata dalam Al-Majmuk Syarah Muhadzab 8/355:

يجوز أن يشترك سبعة في بدنة أو بقرة للتضحية، سواء كانوا كلهم أهل بيت واحد أو متفرقين، أو بعضهم يريد اللحم فيجزئ عن المتقرب، وسواء أكان أضحية منذورة أم تطوعا،

Artinya: Boleh kongsi 7 (tujuh) orang dalam satu unta atau satu sapi untuk kurban. Baik para kongsi itu satu rumah (keluarga) atau berbeda-beda; atau sebagian hanya ingin dagingnya saja .. Baik kurban untuk nadzar atau sunnah.

Jadi, kalau kongsinya kurang, maka anda bisa saja mengajak 2 (dua) orang lagi yang mau patungan walaupun mereka berdua hanya untuk dapat dagingnya tanpa ada niat berkurban.

2. Boleh karena melafalkan niat itu hukumnya sunnah dalam mazhab Syafi'i. Sedangkan niat dalam hati itu hukumnya wajib. Imam Nawawi dalam kitab Minhajut Talibin bab "Kitabus Shalah" menyatakan:

"وَالنِّيَّةُ بِالْقَلْبِ وَيُنْدَبُ النُّطْقُ قُبَيْلَ التَّكْبِيرِ.

Artinya: Niat (shalat) itu dengan hati dan disunnahkan untuk mengucapkannya sebelum takbir.

3. Tidak wajib kalau memang tidak ada peserta yang mau walaupun tidak ada salahnya untuk menjelaskan soal ini pada setiap peserta.

Baca detail: Qurban dalam Islam
Read More...

Berdoa Bahasa Indonesia dalam Shalat

Berdoa Bahasa Indonesia dalam Shalat
BERDOA BAHASA INDONESIA SAAT TAHIYAT SHALAT

Assalamualaikum ustadz..saya mau bertanya ustadz..saya memiliki kebiasaan ketika sholat sesudah tahiyat akhir sebelum salam saya selalu menambahkan berdoa dengan bahasa indonesia meminta kepada Allah apa yang menjadi hajat saya..terkadang juga saya lakukan saat sujud terakhir dalam shalat..
Tapi kmudian saya sering membaca ada yang membolehkan dan ada yg melarang.Sehingga saya mnjadi bingung dan ragu,bukannya saat sholat itu adalah saat kita paling dekat dengan Allah SWT..

1. lalu sebenarnya boleh tidak uatadz berdoa memohon hajat sebelum salam dalam sholat maupun saat sujud terahir dlm sholat?

TOPIK KONSULTASI ISLAM
  1. BERDOA BAHASA INDONESIA SAAT TAHIYAT SHALAT
  2. JODOH: PIHAK LELAKI TIDAK SEGERA MELAMAR
  3. PERNIKAHAN WANITA HAMIL ZINA APA TIDAK SAH?
  4. SERING MERASA KENCING SAAT SHALAT
  5. HUKUM MENCIUM TANGAN BIBI IPAR
  6. JUNUB DAN BANGUN KESIANGAN APA BOLEH PUASA?
  7. CARA MENGHITUNG ZAKAT PROFESI
  8. CALON SUAMI MAU MASUK ISLAM DILARANG IBUNYA
  9. KEWALIAN ORANG YANG BERBUAT DOSA
  10. DOA UNTUK ORANG YANG DISAYANG
  11. CARA KONSULTASI SYARIAH ISLAM


JAWABAN

1. Boleh. Bacaan yang bukan dari Nabi maka boleh menambah doa dengan bahasa sendiri asal doa yang baik seperti setelah tahiyat akhir sebelum sebelum salam. Berdasarkan pada hadits sahih riwayat Bukhari: ثُمَّ يَتَخَيَّرُ مِنَ الدُّعَاءِ أَعْجَبَهُ إِلَيْهِ فَيَدْعُو [Maka ia boleh memilih doa yang ia suka] Dalam menjelaskan hadits ini, Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam Fathul Bari Syarah Bukhari hlm. 2/321 menjelaskan
"Hadits ini menjadi dalil bolehnya orang yang shalat berdoa saat shalat dengan doa pilihannya sendiri baik soal dunia maupun akhirat... asal doa yang baik. Ini pendapat mazhab Syafi'i yang berbeda dengan pendapat mazhab Hanafi yang melarang doa kecuali yang tuntunan dari Nabi."

Lebih detail lihat: Memakai Bahasa Indonesia dalam Shalat, Bolehkah?

____________________


JODOH: PIHAK LELAKI TIDAK SEGERA MELAMAR

Assalamu'alaikum,,
saya mau bertanya tentang jodoh, saya sudah punya pacar, kami sudah menjalani hubungan selama setahun lebih, dan berencana untuk menikah tahun depan, tapi dari keluarga saya ragu bahkan menyuruh saya untuk memutuskan hubungan dengannya, dengan alasan keluarga dia kurang baik dan omongannya tidak bisa di pegang, karena waktu itu dia pernah mau melamar saya tapi dibatalkan oleh dia dengan alasan tidak ada rezeki. dari situ keluarga saya tidak menyetujui hubungan saya dengan dia dan keluarga saya sudah memilihkan calon untuk saya, mereka bilang dia lebih baik dan bisa segera melamar saya,,

pertanyaan saya :
1. apa yang saya harus lakukan di sisi lain saya masih mencintai pacar saya. Tapi keluarga saya terus menyuruh saya untuk memutuskan hubungan dengannya karena kata mereka masa depan saya akan susah jika menikah dengannya ?

terima kasih sebelumnya,

JAWABAN

1. Mengikuti saran dari orang tua anda dalam hal ini lebih disarankan apabila calon pilihan dari orang tua anda itu (a) lebih soleh dari pacar anda; (b) kepribadiannya lebih baik; dan (c) orang tuanya lebih dicocoki oleh orang tua anda. Baca juga: Cara Memilih Jodoh

____________________


PERNIKAHAN WANITA HAMIL ZINA APA TIDAK SAH?

assalamualaikum wr.wb
saya perempuan berusia 26 th. saya sudah menikah dan usia perniakahan saya 4 tahun. kami memiliki satu anak perempuan. selama masa pernikahan seperti ada yang mengganjal dihati saya & suami saya. kami merasa dosa & kesalahan dimasa lalu menjadi batu sandung kami setiap melangkah. setelah menikah saya mencoba menjadi istri sekaligus ibu yang baik. semua itu saya dasarkan untuk ibadah. tapi penyesalan karena perbuatan dimasa lalu selalu menghantui kami. karena pernikahan kami sayangnya terjadi karena kecelakaan. karena saya hamil terlebih dahulu.

saya baru tahu kalau pernikahan karena hamil lebih dulu itu hukumnya tidak sah, bahkan setelah pernikahanpun.

yang ingin saya tanyakan.
1. yang pertama, apakah selama yang saya lakukan sebagai seorang istri yang harusnya niatnya karena ibadah apakah dengan pernikahan seperti itu justru yang saya lakukan malah sebaliknya ustad? kami mencoba memperbaiki apa yang salah dengan kami dan dengan pernikahan kami. kami tidak tahu mempercayakan dan meminta bimbingan dengan siapa?

2. pertanyaan kedua, karena kami terlanjur menikah dan selayaknya suami istri selama 4 tahun. apa yg harus kami lakukan ustad? kami berharap pernikahan ini tetap berlanjut dan diberkahi. kami ingin memperbaiki semuanya terutama dosa besar yg pernah kami lakukan dimasa lalu, takut berkaitan nantinya dgn anak2 kami.
trimakasih ustad mohon bimbingannya
wassalamualaikum wr.wb

JAWABAN

1. Pernikahan karena hamil zina itu hukumnya sah menurut ulama mazhab Syafi'i; mazhab yang diikuti oleh mayoritas muslim Indonesia. Memang ada pendapat yang tidak membolehkan yaitu pendapat ulama mazhab Hanbali, yaitu mazhab yang diikuti oleh kalangan Wahabi Salafi, Muhammadiyah, dan sejenisnya. Jadi, tidak ada masalah dengan pernikahan anda. Baca detail: Pernikahan Wanita Hamil Zina dan Status Anak

2. Karena pernikahan anda sudah sah, maka tidak ada yang perlu anda lakukan selain menjaga dengan baik rumah tangga ini dan bertaubat atas dosa besar yang dilakukan di masa lalu. Baca detail: Cara Taubat Nasuha

____________________


SERING MERASA KENCING SAAT SHALAT

Bagaimana setelah saya berusaha semaksimal mungkin, lalu saya juga telah beristibra tapi waktu sholat rasanya masih ada sesuatu yang keluar dari jalan depan? selama ini saya sering gonta ganti celana.

1. apakah sah sholat saya apabila saya sudah berusaha semaksimal mungkin tapi masih ada yang keluar dari jalan depan, tapi saya tidak menghiraukannya (tetap meneruskan sholat)

2. apakah saya harus ganti celana lagi? atau saya harus bagaimana?
Terimakasih

JAWABAN

1. Sesuatu yang keluar itu bisa saja hanya khayalan anda. Kalau ini yang terjadi, maka tidak ada masalah dengan shalat anda. Teruskan shalat. Kalau yang keluar itu setelah dilihat memang betul-betul air kencing, maka dalam hal ini diperinci sbb: (a) Kalau keluarnya kencing itu datangnya sekali-kali, maka shalatnya batal dan anda harus mengulangi lagi; (b) kalau keluarnya air kencingnya itu terjadi secara konstan, maka anda termasuk dalam kategori menderita penyakit beser dan termasuk udzur. Hukumnya, shalatnya sah alias tidak batal dengan syarat (a) anda harus berwudhu setelah masuk waktu shalat; (b) segera melaksanakan shalat wajib. Baca detail: Shalatnya Orang Beser

2. Lihat jawaban poin 1.

____________________


HUKUM MENCIUM TANGAN BIBI IPAR

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Maaf Ustadz saya ingin bertanya,
1, Apa hukumnya mencium tangan (sungkem) saudara atau bibi ipar yang berbeda jenis kelamin?

2. dan bagaimana cara menjelaskannya kepada ipar saya.
Terima Kasih Ustadz. Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

JAWABAN

1. Hukumnya haram karena mereka bukan mahram. Baca detail: Hukum Salaman dengan Lawan Jenis

2. Jelaskan dengan sederhana bahwa hanya dengan lawan jenis yang mahram (muhrim) dibolehkan bersalaman atau bersentuhan. Baca detail: Mahram dalam Islam

____________________


JUNUB DAN BANGUN KESIANGAN APA BOLEH PUASA?

Maaf,saya mau tanya

1. Semalam saya mimpi basah dan belum sempat mandi junub karena bangun tidur kesiangan. Apakah saya tetep boleh puasa?

2. Dan apakah boleh kalau mandi junub dilakukan siang hari?
Terima kasih.

JAWABAN

1. Boleh.
2. Boleh. Baca detail: Panduan Puasa Ramadhan

____________________


CARA MENGHITUNG ZAKAT PROFESI

Assalamualaikum Ustadz yang budiman

Perkenankan saya mau bertanya perihal zakat mal, khususnya untuk zakat penghasilan. Bagaimanakah ketentuan zakat penghasilan / profesi itu? misal, penghasilan saya 5 juta per bulan, kemudian dipakai untuk kebutuhan sehari-hari selama sebulan sisa 1 juta.

1. Apakah penghitungan zakat yang digunakan adalah penghasilan total ataukah penghasilan yang sudah dipotong untuk beaya hidup dan membayar hutang?
2. pertanyaan kedua, bolehkah menyalurkan zakat kepada tetangga kita yang kurang mampu di sekitar kita?
3. pertanyaan ketiga, baik zakat mal atau fitrah, apakah ada akad khusus (bacaan khusus) saat penyerahan zakat tersebut?
Mohon penjelasannya ustadz

Jazakumullahu khoir

JAWABAN

1. Penghasilan yang sudah dipotong untuk biaya hidup dan bayar hutang.
2. Boleh.
3. Yang prinsip adalah niat mengeluarkan zakat. Tidak ada akad khusus. Dan niat itu harus di dalam hati dan sunnah disertai ucapan lisan. Contoh niat zakat: Saya niat mengeluarkan zakat harta atau zakat fitrah untuk saya sendiri karena Allah.

Perlu diketahui, bahwa anda baru wajib zakat apabila terpenuhi dua syarat yaitu (a) nilai harta bersih anda sudah mencapai 85 gram emas; (b) harta tersebut sudah berusia 1 tahun (haul). Baca detail: Zakat Mal dan Harta

Jadi, kalau dari harta bersih gaji anda itu belum memenuhi kedua syarat di atas, maka tidak diwajibkan zakat.

____________________


CALON SUAMI MAU MASUK ISLAM DILARANG IBUNYA

Assalamualaikum Wr. Wb
Nama saya Danny Dewi. Saya sedang pacaran dengan seorang laki laki non muslim. Saya dan dia sudah merasa cocok satu sama lain. Memang usia kami berbeda jauh yaitu 20 tahun. Maka dari itu kami ingin segera menikah. Dia ingin menjadi mualaf. Tapi ibu nya melarang. Bahkan, ibu nya sampai menjauhi keluarga saya dan ingin memutus silaturahmi.

1. Apa yg harus saya lakukan?
Terima kasih. Wassalamualaikum.

JAWABAN

1. Kalau dia ingin tetap menikah dengan anda, maka tidak ada pilihan selain dia harus masuk Islam. Tanpa masuk Islam, maka pernikahan anda berdua tidak sah dan itu artinya hubungan anda sama dengan zina. Baca detail: Pernikahan Beda Agama

Masalah ibunya keberatan, maka dalam Islam boleh melanggar perintah ibu kalau bertentangan dengan syariah Islam. Baca detail: Hukum Taat Orang Tua

____________________


KEWALIAN ORANG YANG BERBUAT DOSA

assalamualaikum ustad, saya ingin bertanya,
1. apakah kewalian seseorang bisa batal apabila ia melakukan maksiat ?
2. kedua, apakah seorang wali abdal bisa mengenali wali afdal lainnya ?
3. ketiga, apakah jika seseorang itu di benci oleh banyak orang berarti ia di benci oleh Allah ?

mhon penjelasannya pak ustad, terimakasih

JAWABAN

1. Dalam mazhab Syafi'i hukumnya pelaku dosa besar tidak sah menjadi wali. Adilnya wali dan saksi menjadi syarat sahnya nikah sebagaimana disebut dalam Al-Bujairami alal Manhaj dan Hasyiyah Al-Jamal 10/68 sebagai berikut:

فإن صحة النكاح تتوقف على حضور الشهود وعدالتهم وعدالة الولي

Artinya: Sahnya nikah memerlukan hadirnya saksi dan wali yang adil.

Yang dimaksud adil adalah tidak fasik alis bukan pelaku dosa besar.

____________________


DOA UNTUK ORANG YANG DISAYANG

assalamualaikum, saya mau bertanya,

1. apakah doa yang kita panjatkan kepada Allah SWT untuk orang lain atau dengan kata lain orang yang kita sayangi tetapi dia tidak mengenal kita sama sekali dapat terkabul? mohon jawabannya terimakasih

JAWABAN

Bisa dengan kehendak Allah. Allah berjanji untuk mengabulkan doa seseorang sebagaimana disebut dalam QS Ghafir :60.

Read More...

Bagian Waris Cucu dan Saudara Kandung

Bagian Waris Cucu dan Saudara Kandung
BAGIAN WARIS CUCU DAN SAUDARA KANDUNG

Assalamualaikum,
Saya Ryan, 24 tahun. Nenek saya Almh. Nasem sampai akhir hayatnya adalah seorang janda, punya seorang anak perempuan Almh. Sodah. Almh. nenek saya punya 3 saudara yg semuanya sudah meninggal, dan sekarang adik2 ipar Almh. nenek saya masih hidup beserta anak-anaknya.

TOPIK KONSULTASI ISLAM
  1. BAGIAN WARIS CUCU DAN SAUDARA KANDUNG
  2. MIMPI JUNUB DI SIANG HARI RAMADAN
  3. AIR BEKAS ISTINJA TERKENA BAJU
  4. CARA MENYUCIKAN PERCIKAN KENCING DI CELANA
  5. SUAMI POLIGAMI TAPI TIDAK ADIL
  6. RAGU BACAAN AL-FATIHAH
  7. DOA SHALAT TAHAJUD DAN CARA MENGIRIM PAHALA BACA QURAN
  8. MAU BAYAR HUTANG TIDAK DIKETAHUI PEMILIKNYA
  9. IJAB QABUL BAHASA ARAB ATAU INDONESIA?
  10. HAID SAMPAI 10 HARI, APAKAH HAID ATAU PENYAKIT?
  11. SHALAT DEKAT KUCING
  12. CARA KONSULTASI SYARIAH ISLAM
Sedangkan saya 5 bersaudara:
Anak pertama laki-laki 34th, anak kedua perempuan 32th, anak ketiga perempuan 28th, anak ke empat saya, anak kelima laki2 18th, serta saya masih serumah dg bapak saya (menantu Almh.nenek saya) Almh. nenek saya mewariskan sebidang sawah, kebon serta tanah yang kami tempati.

pertanyaan saya,
1. dalam hal ini siapa saja yg berhak atas warisan dari Almh. nenek ?
2. Dan pantaskah jika memang saya berhak namun memintanya terlebih dulu untuk merenovasi rumah dan untuk melanjutkan pendidikan ?

CATATAN:
Saya cucu kandung Nasem, sodah adalah ibu saya Ibu saya meninggal taun 1997 dan anak satu2nya Nasem. saya 5 bersaudara, kakak sulung adalah laki2 dan sudah bekeluarga. kakak kedua dan ketigA adalah perempuan dan sudah berkeluarga. Adik saya laki2 masih sekolah.
Nenek Nasem adalah 4 bersaudara. Nasem adalah sulung, meninggal kalo gak salah tahun 2013. Adik2 nya yaitu; Nadem, meninggal tahun 2009, Mursidi meninggal tahun 2011, Asma meninggal tahun 2012.

Mohon penjelasannya. terimakasih
Wassalam.


JAWABAN

1. Karena anak satu-satunya pewaris yang bernama Sodah sudah meninggal begitu juga 3 saudara kandung pewaris sudah wafat, maka warisan jatuh kepada cucu-cucunya Nassem yang berasal dari anak Sodah. Sedangkan saudara-saudara kandung Nasem karena meninggal sebelum Nasem maka tidak mendapat warisan. Bahkan seandainya pun mereka (saudara kandung) masih hidup tidak akan mendapat warisan karena terhalang oleh adanya cucu.

Cara membaginya adalah seluruh harta warisan dibagikan kepada kelima cucu (anak Sodah) di mana anak laki-laki mendapat bagian dua kali lipat dari anak perempuan. Cara yang sederhana adalah jadikan harta warisan itu menjadi 8 (delapan) bagian. Masing-masing anak laki-laki mendapat 2 bagian, sedangkan kedua anak perempuan mendapat 1 bagian.

2. Boleh dan pantas karena itu hak anda dan saudara-saudara anda sebagai cucu pewaris yang notabene menjadi satu-satunya kelompok ahli waris yang berhak menerima warisan nenek. Bahkan seharusnya harta warisan tersebut dibagikan segera setelah pewaris wafat. Kalau anda merasa sungkan untuk meminta, silahkan menghubungi tokoh desa setempat (modin) atau ulama agar membantu anda berkomunikasi soal ini dengan pihak yang memegang harta warisan tersebut.

Baca detail: Hukum Waris Islam

_______________________


MIMPI JUNUB DI SIANG HARI RAMADAN

Assalamu'alaikum wr. wb.

Ustadz saya mohon bantuannya, saya baru saja mimpi junub. Apakah membatalkan puasa saya apabila saya tidak mandi junub hingga melewati waktu berbuka?

Demikian pertanyaan saya mohon jawabannya segera karena hati saya sangat resah.

Terimakasi, wassalamu'alaikum wr. wb.

JAWABAN

Mimpi junub di siang hari bulan Ramadhan tidak membatalkan puasa karena itu di luar unsur kesengajaan. Beda halnya kalau melihat gambar lalu keluar sperma maka hukumnya batal puasanya. Juga tidak batal walau anda tidak mandi junub sampai masuk maghrib, namun itu berdosa karena berarti anda tidak shalat fardhu ashar (dan mungkin zhuhur). Lihat detail: Puasa Ramadhan

_______________________


AIR BEKAS ISTINJA TERKENA BAJU

Kita beristinja dengan air yang suci, nah bagaimanakah jika air yang dibuat beristinja tadi (dengan air suci) mengenai pakaian kita? yang menjadi pertanyaannya adalah
1. apakah pakaian kita najis?
2. bagaimanakah hukum air bekas kita beristinja tadi? apakah air musta'mal atau bagaimana?
Terimakasih

JAWABAN

1. Dalam kasus anda najis atau tidaknya pakaian yang terkena cipratan air istinjak itu tergantung dari basuhan yang ke berapa. Kalau basuhan pertama, kemungkinan besar air cipratannya masih najis karena benda najisnya masih ada. Namun kalau air yang nyiprat itu berasal dari basuhan di mana benda najisnya sudah tidak ada, maka airnya suci (mustakmal) dan cipratannya juga suci.

Seperti diketahui najis ada dua yakni najis ain (ada benda najisnya) dan najis hukmi (benda najis tidak ada hanya bekas najis). Cara menyucikan najis ain harus dibersihkan dulu bendanya, baru disiram air. Cara menyucikan najis hukmi cukup disiram sekali.

Jadi, idealnya dalam beristinjak adalah dengan dua tahap (a) bersihkan tempat najis dengan tisu sampai bersih; (b) lalu siram dengan air. Sekali siraman sudah cukup.

2. Dalam mazhab Syafi'i, membasuh najis itu cukup sekali asalkan benda najisnya sudah tidak ada di tempatnya maka sudah cukup dan suci. Air bekas membasuhnya disebut air mustakmal yang artinya suci tapi tidak menyucikan.

Baca detail: Najis dan Cara Menyucikan

_______________________


CARA MENYUCIKAN PERCIKAN KENCING DI CELANA

Assalamu 'alaikum
1. bagaimanakah cara bersuci saat celana saya terkena percikan air kencing saya?apakah saya harus ganti celana kemudian dicuci?atau hanya di percikan air saja, atau bagaimana? terimakasih

JAWABAN

1. Cukup menyucikan bagian yang terkena najis saja. Baca detail: Najis dan Cara Menyucikan

_______________________


SUAMI POLIGAMI TAPI TIDAK ADIL

Suami tidak dapat berbuat adil pada istri-istrinya dalam hal kehadiran,
1. apa yang lebih baik di lakukan. Sabar atau meminta cerai ? Karna saya takut saya membiarkan suami berbuat dzolim. tapi saya memiliki 2 anak yang jadi pertimbangan. tapi jujur saya tidak tahan.

2. terkadang saya ingin meminta cerai. bagaimana sebaiknya yang harus saya lakukan ??? Tolong jawaban nya. terimakasih ...

JAWABAN

1. Suami yang tidak adil adalah berdosa. Karena wajib sama dalam menggilir istri-istrinya adalah bagian dari keadilan menurut seluruh ulama fiqih sebagaimana disebut dalam QS An-Nisa 4:3. Namun, bagi istri itu adalah hak. Jadi, kalau anda takut membiarkan suami zholim, maka bisa saja anda merelakan dan mengikhlaskan hak anda agar supaya suami tidak berdosa. Itu kalau anda masih ingin bertahan bersama dia demi kedua anak.

2. Kalau tidak tahan dan ingin cerai, maka itu juga dibolehkan baik secara agama maupun menurut negara.

Baca detail: Cerai dalam Islam

_______________________


RAGU BACAAN AL-FATIHAH

Assalamu 'alaikum
Saat saya membaca surah pendek dalam sholat, saya ragu apakah bacaan alfatihah saya sudah benar atau belum
1. bagaimana seharusnya yang saya lakukan?
2. jika saya ulang baca al fatihah lagi kemudian baca surah pendek lagi apakah saya termasuk menambah rukun shalat, dan membatalkan sholat? terimakasih

JAWABAN

1. Teruskan shalatnya tidak perlu diulangi.
2. Mengulangi bacaan al-Fatihah tidak apa-apa, tidak membatalkan shalat.

Baca detail: Shalat 5 Waktu

_______________________


DOA SHALAT TAHAJUD DAN CARA MENGIRIM PAHALA BACA QURAN

Assalamualaikum warohmatullahi wabaraku.. Bp/ibu yth saya lena ingin bertanya . 1. Gimana cara doa-doa sholat tahajud
2. dan bagaimana cara yasinan untuk mengirim kepada orang yang sudah almarhum . Terimakasih . Dan mohon di jawab

JAWABAN

1. Doa dan tata cara shalat tahajud lihat di sini.

2. (a) Sebelum baca Yasin, kirim Al-Fatihah dan tujukan pada almarhum. (b) Baca Surah Yasin; (c) Berdoa, saat berdoa sebutkan bahwa bacaan Yasin tadi untuk almarhum (sebutkan nama). Baca detail: Tahlil

_______________________


MAU BAYAR HUTANG TIDAK DIKETAHUI PEMILIKNYA

Assalamualaikum....
Ustazd yang saya hormati dalam kesempatan ini saya mohon penjelasan mengenai hutang.
Pada waktu yang lama kira kira tahun 1989 saya masih di kota Malang pernah pinjam uang sama teman namun setah itu saya merantau ke Pekanbaru sementara hingga sekarang gak pernah tahu di mana rimbanya kawan tersebut . Karena saat pinjam baru kenal, jadi intinya sudah kehilangan jejak.
Hal inilah yang menjadi beban saya. Mohon penjelasan. Sekian saya ucapkan banyak terima kasih.

JAWABAN

Kalau tidak diketahui lokasi kreditor setelah melakukan berbagai upaya, maka anda bisa memberikan uang pada fakir miskin senilai jumlah hutang anda pada kreditor tersebut. Dengan cara ini maka tidak ada lagi hak orang lain pada harta anda. Baca detail: Cara Bayar Hutang yang Krediturnya Tidak Diketahui

Baca juga: Hutang dalam Islam

_______________________


IJAB QABUL BAHASA ARAB ATAU INDONESIA?

Assalamu alaikum ustadz
Saya Mau menanyakan sesutu hal yentang pernikahan. Saya insya allah beberapa bulan kedepan berencana melaksanakan pernikahan, yang saya tanyakan lebih baik mana saat ijab qobul dengan bahasa arab atau bahasa indonesia? Secara bahasa arab kalimat untuk ijab qobul insya allah saya paham artinnya. Tapi jikalau digunakan untuk ijab qobul saya merasa kalimat itu seperti tidak bisa saya maknai, seperti saat saya coba untuk berlatih. Saya merasa seperti ucapan saja tanpa pemahaman makna secara utuh. Apakah hal tersebut nanti sah saat ijab qobul? Terimakasih. Wassalamu alaikum warrahmatullahi wabarakatuh.

JAWABAN

Ijab qabul pakai bahasa Arab dan Indonesia sama-sama sah. Anda bisa pilih salah satunya. Baca detail: Pernikahan Islam

_______________________


HAID SAMPAI 10 HARI, APAKAH HAID ATAU PENYAKIT?

Assalamualaikum. Saya ingin bertanya, kenapa saya haid sampai hari ini?
1. Hari ini saya haid yang ke 10 hari. Apakah itu penyakit?
2. Apakah saya boleh puasa di bulan ramadhan ini? Makasih

JAWABAN

1. Batas maksimal haid adalah 15 hari. Oleh karena itu, darah yang keluar pada hari ke-10 itu masih termasuk darah haid. Baca detail: Wanita Haid

2. Kalau pada hari ke-16 darah masih keluar, maka itu bukan darah haid tapi darah penyakit (istihadoh). Wanita istihadoh sama dengan wanita suci jadi wajib puasa dan wajib shalat dan boleh berhubungan intim dengan suaminya. Baca detail: Wanita Istihadoh
_______________________


SHALAT DEKAT KUCING

Apa kah boleh Shalat berdekatan dengan kucing peliharaan yang selalu di jaga kebersihan nya . misal kita shalat kucing tidur duduk di depan Sajadah sampai masuk area sejadah ... duduk di tempat sujud dan mengelus2 kaki kita saat shalat?

JAWABAN

Boleh asalkan tidak ada najis di tubuh si kucing. Baca detail: Shalat Fardhu
Read More...