Ingin Anak Salih Baik dan Sehat

Ingin Anak Salih Baik dan Sehat
INGIN ANAK SALIH BAIK DAN SEHAT

assalamu'alaikum,,,, ma'af dan terimakasih atas jawabannya.

begini,, sekarang istriku sedang hamil muda, lalu apa yang harus kami lakukan agar anak kami menjadi anak yang baik dan berbakti kepada orang tua. dan menjadi anak yng sehat dan sempurna...?
HR

DAFTAR ISI
  1. Cara Mendidik Anak Salih Baik dan Sehat
  2. Poligami Sebagai Syarat Pernikahan
  3. Pekerjaan Halal dari Harta Syubhat


JAWABAN

Agar janin yang dikandung menjadi anak salih dan menyenangkan hati (qurrota a'yun), lakukan hal-hal berikut:

1. Orang tua hendaknya semakin taat pada Allah. Frekuensi ibadah ditambah. Perilaku yang baik juga ditingkatkan.
2. Baca do'a untuk janin setiap seselai shalat lima waktu. Doanya dapat dilihat di sini..
3. Baca buku panduan mendidik anak (parenting) yang islami. Seperti buku terbitan Pustaka Alkhoirot berjudul Pendidikan Islam: Cara mendidik anak salih, smart dan pekerja keras yang dapat Anda dapatkan di Toko Santri Ponpes Al-Khoirot Malang.

Dalam buku itu dibahas secara detail cara mendidik anak sejak berada dalam kandungan, tahun pertama kelahiran, tahun kedua, tahun ketiga, tahun keempat, dan seterusnya.

Kalau Anda jauh dari kawasan pesantren kami, Anda dapat membacanya secara gratis secara online di sini!

_______________________________________________


POLIGAMI SEBAGAI SYARAT PERNIKAHAN

Calon suami membuat syarat aneh: ia akan berpoligami. Pantaskah dia mengajukan syarat itu dan apa yang sebaiknya dilakukan oleh calon istri?

PERTANYAAN

assalamualaikum

yang mau saya tanyakan,apakah pantas seorang pria yg ingin menikahi wanita mengajukan syarat keinginan untuk berpoligami, sedangkan pernikahan pun blm dilaksanakan? lalu apa yang sebaiknya dilakukan?

JAWABAN

Tidak pantas bagi seorang lelaki yang hendak menikah mengajukan syarat hendak berpoligami kepada calon istrinya sebelum akad nikah itu sendiri dilakukan. Ketidakpantasan itu ditinjau dari sudut etika sosial maupun etika akhlakul karimah (keluhuran budi pekerti). Saat hendak menikah, sepasang calon suami istri hendaknya bertujuan untuk mencapai keluarga sakinah mawaddah wa rahmah (tenang, cinta dan kasih sayang). Allah berfirman:

وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِنْ أَنفُسِكُمْ أَزْوَاجًا لِتَسْكُنُوا إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَوَدَّةً وَرَحْمَةً إِنَّ فِي ذَلِكَ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ

Artinya: Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari jenismu sendiri, agar kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan Dia menjadikan di antaramu rasa kasih dan sayang. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berpikir. (QS Ar-Rum 30:21)

Tujuan itu dapat tercapai dengan cara saling pengertian dan komunikasi yang baik. Salah satunya dengan saling menghindari perilaku dan kata-kata yang dapat merusak tujuan mulia tersebut.

Apabila belum apa-apa sudah mengajukan syarat untuk berpoligami, maka calon suami patut dicurigai memiliki tujuan yang kurang baik dalam menikah.

Sekarang, tergantung dari pihak calon mempelai perempaun. Apabila calon pengantin dan kedua orang tuanya tidak keberatan dengan syarat tersebut silahkan diteruskan. Apabila keberatan, jangan dilanjutkan.

____________________________________


Pekerjaan Halal dari Modal Syubhat

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, bapak ustad terhormat, perkenalkan nama saya abas kurniawan saya ingin bertanya, apakah hukumnya sebuah Rencana yang didapatkan dengan cara haram dan syubhat tetapi di Realisasikan dengan cara yang halal misalnya :

1. saya pergi ke warung internet untuk mencari informasi, ide, inspirasi. tetapi membayar paket internet tersebut dengan uang syubhat, apakah informasi, ide, inspirasi tersebut ikut menjadi syubhat apabila kita gunakan dan kita terapkan di kemudian hari sedangkan saat menggunakan informasi, ide, inspirasi tersebut kita menggunakan uang halal .contoh : A pergi ke warung internet untuk mencari berbagai informasi, ide, inspirasi untuk membangun usahanya kelak tetapi saat mencari informasi, ide, inspirasi tersebut abas menggunakan uang syubhat untuk membayar biaya internetnya di warung internet. apakah saat A membangun usahanya berdasarkan informasi, ide, inspirasi yang didapatkanya dari internet yang dibayar dengan uang syubhat ,usahanya itu akan ikut menjadi syubhat padahal A membangun usahanya dengan uang halal ?

2. saat A bekerja di sebuah perusahaan yang cara bekerjanya diharamkan ( pekerjaan mubah tetapi dikerjakan dengan cara yang diharamkan ) oleh syariat, A mendapat banyak pelajaran dan ide mubah yang bisa ditiru dalam membangun usahanya di masa mendatang, bagaimana hukum inspirasi dan ide yang di dapatkan oleh abas apabila diterapkan pada usahanya kelak padahal pelajaran dan ide tersebut didapatkanya saat melakukan pekerjaan yang dilarang syariat ?

3. apakah apabila ide tersebut diterapkan usahanya ikut menjadi haram karena sudah menggunakan inspirasi dan-ide yang didapatkannya saat melakukan pekerjaan yang dilarang syariat padahal modal dari usaha abas berasal dari uang halal ?

4. apakah sesuatu yang halal dan mubah akan menjadi haram apabila bersentuhan dengan sesuatu yang diharamkan ?

sekian pertanyaan dari saya ,terimakasih atas jawaban yang pak ustad akan berikan ,

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh .

JAWABAN

1. Uang syubhat boleh dan halal dibelanjakan menurut sebagian ulama. Detailnya lihat di sini. Kalau yang syubhat, yang notabene campuran halal dan haram saja boleh, maka apalagi harta yang berasal dari pekerjaan yang halal. Intinya, harta dari pekerjaan halal hukumnya halal, walaupun idenya didapat dari browsing yang biaya internetnya berasal dari harta syubhat. Karena dalam soal harta, Islam tidak memandang terlalu jauh ke masa lalu. Yang dipentingkan dan dianggap dalam Islam adalah harta itu berasal dari pekerjaan yang halal, maka hukumnya halal. Sama dengan seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang saat masuknya memakai uang suap, gaji PNS tersebut tetap halal karena dia digaji dari hasil pekerjaan halal yaitu sebagai PNS. Lihat detailnya di sini

2. Tidak apa-apa. Usahanya halal dan hartanya pun halal. Kecuali kalau harta yang dipakai untuk usaha halal itu berasal dari modal yang 100% haram. Lebih detail: Hukum Harta Syubhat Campuran Halal Haram

3. Tidak ikut haram. Usaha yang halal menghasilkan harta yang halal pula. Lihat poin 1 dan 2 di atas.

4. Status harta halal yang bercampur dengan harta haram akan menjadi syubhat. Dan hukum harta syubhat itu boleh dibelanjakan. Walaupun ada sebagian ulama yang menyatakan bahwa bolehnya menggunakan harta syubhat itu tergantung prosentase antara jumlah harta yang haram dan yang halal namun intinya masih ditolerr oleh ulama. Lihat poin 1.

Kalau kita merasa ragu dan kuatir atas adanya sebagian harta kita yang haram, misalnya dalam kasus anda adanya penipuan pada pembeli, maka anda dapat menyucikan harta yang haram tersebut dengan cara menyedekahkan sejumlah harta kepada fakir miskin atau yayasan sosial (sekolah, pesantren, yatim piatu). Nilai harta yang disedekahkan itu jumlahnya sekiranya sama dengan jumlah harta haram yang ada pada harta Anda. Misalnya, dalam harta anda terdapat 1.000.000 (sejuta) uang yang berasal dari hasil judi. Maka, untuk membersihkannya adalah dengan cara memberikan harta senilah 1 juta pada fakir miskin atau lembaga sosial. Namun tidak boleh diberikan untuk masjid, membeli Quran, atau ibadah-ibadah lain yang bersifat ibadah murni karena ibadah murni itu untuk Allah dan Allah tidak menerima harta kecuali dari yang baik dan halal. Lebih detail lihat di sini (bahasa Arab)
Selengkapnya ...

Hukum Makan Gaji Bolos Kerja

Hukum Makan Gaji Bolos Kerja
HUKUM MAKAN GAJI BOLOS KERJA

Assalamualaikum WW

Saya mohon bantuan untuk masyalah yang saya hadapi. Saya seorang Manager di sebuah perusahaan Electronick Jepang. Diperusahaan tempat saya bekerja ini, ada peraturan kalau izin gak masuk kerja berarati gajinya harus dipotong.

Ada salah seorang anak buah saya punya kenalan seorang pengusaha diluar dan pengusaha ini dekat dengan pemerintah. Beberapa kali pengusaha ini mendapat proyek dari pemerintah dan untuk mengerjakan proyek yang didapatnya dia mengajak anak buah saya untuk mengerjakannya.

DAFTAR ISI
  1. HUKUM MAKAN GAJI BOLOS KERJA
  2. MEMAKAN MAKANAN PERUSAHAAN TANPA IJIN
  3. MINTA NOMOR TOGEL APA SYIRIK?
  4. IPAR SUKA MINTA UANG
  5. CARA KONSULTASI SYARIAH ISLAM

Yang jadi masyalah pengusaha ini meminta pihak pemerintah untuk membuat surat permohonan izin untuk bawahan saya agar bisa gak masuk kerja dengan alasan membantu pemerintah (kabupaten). Dan bawahan saya ini karena ada surat dari pemerintah, lalu merasa itu tugas negara dan dia tidak mau gajinya dipotong. Jadi dia minta dispensasi khusus izin gak masuk kerja tapi gaji gak dipotong. Sementara diperusaahaan tempat saya bekerja ini tidak ada peraturan yang mengatur izin seperti ini. Setahu saya pun untuk tugas negara yang diizinkan dan gajinya dibayar adalah naik haji atau negara dalam keadaan darurat perang atau bencana alam, dan tidak untuk kegiatan pemerintah seperti ini.

Pada akhirnya saya izinkan 3 hari dari 8 hari yang diminta izin. Jadi 3 hari bawahan saya gak masuk kerja dan gajinya utuh tidak dipotong..Dan peristiwa ini tidak diketahui pihak Jepang sebagai pemilik perusahaan.

Yang jadi pertanyaan saya :
1. Halalkah uang yang didapat bawahan saya untuk 3 hari yang saya izinkan? Saya meragukan status uang tersebut karena tanpa sepengetahuan pihak jepang sebagai pemilik perusahaan. Perusahaan sangat dirugikan karena harus membayar orang yang tidak bekerja. Disamping itu bawahan saya yang lain juga dirugikan karena harus menggantikan pekerjaan bawahan saya yang mangkir ini.

2. Berdosakah saya yang mengizinkan bawahan saya gak masuk kerja dan gajinya tidak dipotong, sementara pemilik perusahaan tidak mengetahui keputusan saya ini. Saya merasa telah mengkhianati amanah yang diberikan perusahaan kepada saya.

3. Bagaimana cara saya menebus kesalahan saya ?

Saya mohon penjelasannya. Semoga penjelasan bapak juga bermanfaat bagi orang2 yang mempunyai jabatan baik di perusahaan swasta maupun pemerintah.

Assalamualaikum WW

Pertanyaan diajukan via email ke alkhoirot@gmail.com dan info@alkhoirot.com


JAWABAN

1. Status uang tersebut adalah haram karena itu bukan haknya pekerja yang bolos sesuai dengan aturan perusahaan. Selain itu, adalah wajib bagi pekerja untuk bekerja sesuai isi kontrak agar ia berhak menerima gaji. Allah berfirman dalam Qur'an Surah Al Ma'idah 5:1:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ أَوْفُواْ بِالْعُقُودِ
Artinya: Wahai orang yang beriman, penuhilah janji-janjimu.

2. Iya. Anda sebagai atasan bertanggung jawab dalam hal ini. Secara syariah itu artinya Anda berdosa karena berkongsi dalam melakukan perilaku dosa (mungkar) berdasarkan Qur'an Surat Al Maidah 5:2.

وَلاَ تَعَاوَنُواْ عَلَى الإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ وَاتَّقُواْ اللّهَ إِنَّ اللّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ
Artinya: .. dan jangan tolong menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan. Bertakwalah pada Allah sungguh Allah sangat berat siksanya.

3. Cara menebus kesalahan adalah dengan (a) mengganti gaji yang dibayarkan saat bawahan bolos atau minta maaf kepada atasan kalau dia mau memaafkan; (b) berotobat pada Allah dan tidak melakukannya lagi.

Poind 3.a. adalah hak antarmanusia. Artinya, hanya pemilik perusahaan yang dapat memaafkan. Poin 3.b. hak Allah. Anda berdosa pada Allah karena membantu orang lain berbuat dosa.

____________________________________________


MEMAKAN MAKANAN PERUSAHAAN TANPA IJIN

Bagaimana hukumnya memakan makanan milik perusahaan tempat saya bekerja tanpa ijin dari yang berhak?

Assalamu"alaikum...
Saya bekerja di pabrik makanan. seringkali saat produksi jumlah di lebihkan dari yg di perintah atasan, makanan lebih tersebut kami makan bersama. apa hukumnya pak ustd? terkadang stok makanan tersebut rusak,sehingga stok kurang.lalu kami membeli "langsung" agar produksi di lebihkan untuk menutup stok kurang tsb.apa hukum makanan stok tsb?

syukron,wassalam.

JAWABAN

Hukumnya haram memakan makanan yang bukan haknya. Kecuali atas seijin yang punya atau ijin dari atasan yang berwenang untuk memberi ijin. Berdasarkan hadits sahih riwayat Muslim:

إن دماءكم وأموالكم وأعراضكم حرام عليكم كحرمة يومكم هذا في شهركم هذا... رواه مسلم
Artinya: Sesungguhnya hartamu, dan jiwamu adalah haram (dilindungi) sebagaimana haramnya harimu di bulan ini. (HR Muslim)

Dengan kata lain, apa yang Anda lakukan masuk dalam kategori mencuri. Dan pencurian hukumnya haram baik sedikit atau banyak.[1]

Oleh karena itu, dianjurkan agar memberitahu kepada yang punya atau atasan yang berwenang sebelum hal-hal tersebut di atas.

====================
[1] Ibnu Qasim Al Ghazi dalam Fathul Qarib menjelaskan bahwa mencuri adalah mengambil harta orang lain secara diam-diam (tanpa ijin/sepengetahuan pemiliknya). Teks aslinya: السرقة وهي لغة أخذ المال خفية وشرعاً أخذه خفية ظلماً من حرز مثله. Sementara Ibnu Rushd mendefinisikan pencurian sebagai mengambil harta orang lain yang tidak dipercayakan padanya secara diam-diam (أخذ مال الغير مستترا من غير أن يؤتمن عليه).

____________________________________________


MINTA NOMOR TOGEL PADA SETAN APA SYIRIK?

Assalamualaikum. Pak ustat .
saya mau tanya .
saya dan teman2 saya pernah meminta nomor ke mahluk goib yg ada di sampink rumah saya buat judi tetapi bukan nomor togel . waktu itu sedang masa2 belajar kebatinan dan saya lepas kendali saya .
1. dan apa kah perbuatan dosa saya itu tergolonk syrik pak ustat .

saya takut akan dosa itu . moho penjelasanya pak .
sekian dan terima kasih

JAWABAN

1. Berbicara dan apalagi meminta sesuatu pada jin hukumnya haram menurut sebagian ulama. Walaupun ada juga yang tidak membolehkan alias mengharamkan asal tidak meminta sesuatu yang melanggar aturan syariah dengan alasan karena jin adalah sama-sama makhluk Allah. Sedangkan main judi adalah salah satu dari dosa besar (QS Al-Maidah 5:90). Oleh karena itu, yang perlu dilakukan adalah segera bertaubat nasuha, menyesali perbuatan, mohon ampun pada Allah dan "menambal"-nya dengan amal ibadah yang baik. Intinya, perbuatan anda masuk dalam kategori dosa tapi bukan dosa sirik. Dosanya terutama apabila nomor yang didapatkan dibuat untuk main judi.

Baca juga:

- Berbicara dengan Jin
- Dosa Besar dalam Islam

____________________________________________



IPAR SUKA MINTA UANG

Assalamu alaikum.saya ibu rumah tangga, suami yang kerja kami memiliki anak satu umur 5tahun. suamiku anak ke 2 dari 6 bersaudara baru dia yang kerja dikantoran.yang laen saudaranya ada yang sudah berkeluarga tinggal dikampung,ada juga yang masih kuliah. mertua laki kerja kepala sekolah, ibu rumah tangga. ipar iparku sering minta uang sama suamiku. biasa aku jengkel karna juta jutaan dia minta. kadang minta sejuta,lima juta.atau pulsa.baru suamiku senang membantu saudara saudaranya. sering saya jengkel sama sikap suamiku itu, kadang aku berpikir kenapa bukan aku yang dikasihnya.kalau aku dikasih paling ratusan,kalau saudara saudaranya minta diusahakan.kalau aku bicara ke suami tentang kasih uang kekeluarganya biasa dia marah katanya saya kurang pengertian dengan kondisi audaranya lah,.

pertanyaan saya.

1. saya harus bagaimana menyikapi masalah ini,
2. suami juga kalau mau mengasih ke saudaranya tidak minta persetujuanku.
3. dan adakah kewajiban suamiku membiayai saudara saudaranya. wassalamu alaikum wr.wb

JAWABAN

1. Ungkapkan dengan baik-baik pada suami bahwa anda keberatan kalau terlalu royal pada adik-adiknya. Secara syariah, pada dasarnya suami berhak memberikan uang hasil kerjanya pada siapapun selama dia tetap memberi nafkah secara teratur pada anak dan istrinya. Baca: Suami Wajib beri Nafkah Istri

2. Tidak ada kewajiban bagi seorang suami untuk memberitahu istrinya. Karena harta milik suami adalah milik suami seutuhnya. Namun tentu saja istri berhak menyatakan keberatannya pada suami karena secara sosial dan etika rumah tangga hal itu kurang pantas.

3. Tidak ada kewajiban suami menafkahi saudara-saudaranya. Namun adalah hak dia untuk menggunakan uangnya untuk apapun yang dia mau selagi hal itu halal dan tidak mengabaikan kewajiban dia menafkahi istri dan anak.

Untuk meningkatkan wawasan hidup rumah tangga, ajak suami anda membaca dua buku kami yang tersedia gratis secara online di link berikut:

- Keluarga Sakinah
- Keluarga Bahagia
Selengkapnya ...

Memilih Orang Tua atau Istri?

Memilih Orang Tua atau Istri?
MEMILIH ORANG TUA ATAU ISTRI?

Assalamu'alaikum Wr. Wb.
Langsung saja, Ustadz. Saat ini saya dihadapkan pada pilihan sulit, yang berat untuk saya pilih mana yang terbaik. Tapi izinkan saya ceritakan kronologisnya, karena saya ingin mengetahui pendapat Ustadz dari sudut pandang agama Islam.

DAFTAR ISI
  1. Memilih Orang Tua atau Istri?
  2. Berkumpul Istri Menunggu Setelah Resepsi
  3. Pria Beristri Ingin Menikahi Wanita Bersuami
  4. CARA KONSULTASI SYARIAH ISLAM

Memilih Orang Tua atau Istri?

Begini ceritanya, Ustadz. Sekitar pertengahan tahun 2008, saya mendapat SMS dari seorang sahabat yang kebetulan "khilaf". Dia melakukan hubungan badan di luar nikah dan kemudian mendapat teguran keras dari Allah yaitu berupa kehamilan. Dia sekeluarga bingung, karena laki-laki yang menghamilinya adalah seorang non muslim. Apabila mereka menikah, tentu dia dan anak yang dikandungnya akan menjadi kafir. Selain itu, karena lelaki yang menghamilinya berasal dari desa tetangga, ada kemungkinan terjadi tawuran berdarah diantara kedua desa.

Dia curhat ke saya, Ustadz. Akhirnya, dengan niat ingin menolong supaya dia dan anaknya tidak menjadi kafir, saya memutuskan pergi ke desanya lalu menikahinya secara siri. Orang tua saya tidak tahu mengenai hal ini, Ustadz. Seminggu kemudian, saya pulang ke daerah saya karena masih kuliah. Selama 3 bulan kami sama sekali tidak pernah berhubungan suami istri. Saya tahu, Ustadz, bahwa secara hukum Islam, kami bukan lagi suami istri.
Alhamdulillah, Oktober 2010, saya lulus kuliah, anak kami sudah berumur 1 tahun. Sekarang ini, saya bekerja sebagai pengusaha warnet, itupun modalnya dari orang tua saya. Yang membuat saya bingung, orang tua saya tidak ingin saya menikah dengan seseorang yang sudah punya anak, karena masih dianggap tabu di kalangan keluarga besar. Sementara, orang tua saya sepertinya ingin menjodohkan saya dengan seorang anak dari rekan kerja ayah saya.

Saya terlanjur mencintai istri dan anak saya, tapi saya juga tidak tega menolak keinginan orang tua saya, Ustadz. Saya harus bagaimana? Setiap hari saya selalu kepikiran dan rindu ingin bertemu dengan anak saya dan ibunya. Kalau saya harus bicara baik-baik dengan orang tua saya, apa yang harus saya katakan? Saya juga tidak ingin menyakiti perasaan orang tua saya. Mohon tanggapan Ustadz. Terimakasih.
Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

Pertanyaan diajukan oleh sdr AR via email alkhoirot@gmail.com dan info@alkhoirot.com

JAWABAN

KETAATAN PADA ORANG TUA ADALAH PRINSIP SENTRAL DALAM ISLAM

Apa yang Anda lakukan dengan menikahi wanita tersebut sebenarnya sudah benar: untuk membantu dia dan anaknya agar tidak menjadi kafir. Setidaknya terkandung di dalam diri Anda sifat altruisme atau karakter pemimpin yang ingin berkorban untuk orang lain. Yang kurang tepat adalah: Anda tidak memberi tahu hal itu pada orang tua. Sehingga memunculkan masalah baru di kemudian hari.

Dalam Islam, ketaatan pada orang tua dan berusaha menyenangkan mereka (ihsan) adalah prinsip dan menjadi tema sentral. Allah berfirman dalam QS Al Isra' 17:23:

"Dan Tuhanmu telah memmerintahkan agar kamu tidak menyembah selain Dia dan hendaknya berbuat baik terhadap ibu bapak."

Oleh karena itu, jika harus memilih salah satu, tentunya orang tua harus menjadi prioritas utama tanpa ada keraguan sedikitpun di hati Anda. Berapapun besarnya cinta Anda pada istri, kecintaan pada orang tua harus jauh di atas itu. Apabila demikian, saya kira Anda tidak akan sulit membuat keputusan. Satu hal yang perlu dicamkan: tanpa mereka Anda tidak ada!

Ingat, seperti saya singgung di atas, Anda adalah orang yang memiliki karakter kepemimpinan yang suka berkorban demi kepentingan di luar diri sendiri. Sekarang karakter leadership Anda diperlukan saat menghadapi pilihan sulit. Pilih istri yang berarti Anda egois. Pilih orang tua yang berarti Anda masih sesuai dengan karakter asli Anda.

Namun demikian, apabila memungkinkan solusi jalan tengah, maka tentu solusi terbaik inilah yang perlu dicoba. Caranya:

1. Menghadaplah ke orang tua Anda, katakan apa adanya. Dan bahwa Anda kalau diijinkan akan terus menikahinya.

2. Memohon maaf yang sebesar-besarnya dengan setulus hati pada mereka berdua karena tidak memberi tahu hal ini saat membuat keputusan menikahi istri Anda.

Setelah itu, apapun keputusan orang tua, Anda harus taati dengan ikhlas.

Semoga membantu.

___________________________________________________


Berkumpul Istri Menunggu Setelah Resepsi

Hukum menikah terlebih dahulu beberapa hari sebelum resepsi. Tapi baru boleh berkumpul dengan istri (menggauli) setelah resepsi.

JAWABAN

Assalamu’alaikum warahmatullah wabarakatuh...
saya fahmi,ingin bertanya, saya baru saja melaksanakan akad nikah namun untuk resepsi/ perayaan nikah akan dilaksanakan 2 minggu setelah akad nikah, saya di anjurkan keluarga untuk tidak berkumpul bersama isteri untuk sementara waktu (2 minggu tersebut)hingga selesai acara resepsi/perayaan nikah, dengan alasan rangkaian kegiatan belum selesai semuanya,
kebiasaan SEBAGIAN warga kami ada yg seperti itu, saya tinggal di banjarmasin,
yang saya ingin tanyakan: Bagaimana pandangan ajaran Islam dalam hal ini?
mhon penjelasannya,trims...

Pertanyaan diajukan oleh Fahmi melalui kolom Konsultasi Agama Islam

JAWABAN

1. Akad nikah Anda sah.
2. Menggauli istri langsung setelah akad nikah tidak wajib. Karena itu, menunggu setelah resepsi pernikahan dilaksanakan tidak apa-apa.

___________________________________________________


PRIA BERISTRI INGIN MENIKAHI WANITA BERSUAMI

Assalamu'alaikum.... Ustadz,

Sebelum ke pertanyaan, saya akan cerita terlebih dahulu. Begini Ustadz, saya dipertemukan seorang wanita dimana 14 tahun yang lalu sudah menjadi impian saya. Sayangnya sekarang dipertemukan dalam kondisi yang berbeda pada masa lalu.

Saya sendiri sudah berkeluarga. Saya sangat mencintai keluarga saya. Permasalahannya adalah semenjak 3 tahun lalu, istri saya sakit yang sangat kurang bisa melayani kebutuhan jasmani. Upaya pengobatan tentunya sudah kami lakukan maksimal.

Adapun kondisi wanita yang pernah saya idamkan adalah, Dia sendiri mencintai keluarganya, hanya saja suaminya kerja diluar kota. Jadi wanita tersebut tinggal bersama anaknya, dan mempunyai keluhan yang sama. Yaitu kebutuhan jasmani dan rohaninya sangat tidak terpenuhi.

Karena setiap hari saya dan wanita tersebut bekerja dalam satu atap, sehingga keluh kesah ini setiap hari kami ungkapkan berdua. Kami sama mencintai keluarga masing-masing, tetapi dalam hal kebutuhan jasmani sama sama sangat membutuhkan. Akhirnya timbul kesepakatan ingin NIKAH SIRI,

1. apakah hal ini bisa dilakukan dan sah terhadap syari'at agama ?
Kami juga sepakat tidak saling mengganggu keluarga masing-masing dan tidak mengharapkan untuk tinggal bersama. Kami hanya menginginkan bisa melakukan hubungan suami istri. Itupun dilakukan apabila situasinya sudah merasa tidak bisa menahannya, bukan berarti kami mengumbarnya setiap hari.Kami sangat mengharapkan tidak digolongkan berzina.

Pencerahan Ustadz sangat kami harapkan, agar kami bisa menentukan sikap bagaimana selanjutnya yang harus kami putuskan.

JAWABAN

1. Aturan syariah Islam dalam soal perkawinan ini jelas: bahwa laki-laki boleh menikah lebih dari satu sampai maksimal empat wanita. Sedangkan perempuan hanya boleh menikah dengan satu laki-laki. Perempuan hanya boleh menikah dengan pria lain setelah dicerai oleh suami pertama dan setelah habis masa iddah ia boleh menikah dengan pria kedua. Jadi, wanita tidak boleh menikah dengan dua pria dalam waktu yang sama; baik nikah resmi atau siri atau salah satunya resmi dan satunyar siri. Hal ini secara tegas dan eksplisit tersebut dalam QS An-Nisa' 4:3.

Solusi terbaik adalah:

(a) kalau memang wanita tersebut ingin menikah dengan Anda, maka dia harus bercerai dengan suaminya secara baik-baik. Kalau suami merasa keberatan untuk cerai resmi karena alasan pekerjaan, misalnya, maka si suami bisa saja melakukan cerai tidak resmi yakni dengan cara cukup mengucapkan pada istri kata "Aku ceraikan kamu", maka perceraian sudah terjadi.

(b) Kalau wanita tersebut masih sayang keluarga dan suaminya dan tidak ingin bercerai atau suaminya tidak mau menceraikannya, maka lupakan dia. Jauhi bergaul dengannya untuk menghindari zina. Silahkan anda mencari wanita lain untuk dijadikan istri yang dapat membantu melepaskan hasrat biologis anda.

Bacaan lanjutan:
- Perkawinan Islam
- Cerai dalam Islam
- Hukum Nikah Siri
- Dosa Besar dalam Isla
Selengkapnya ...

Berbicara dengan Jin dan Orang Mati dalam Islam

Berbicara dengan Jin dan Orang Mati dalam Islam
HUKUM BERBICARA DENGAN JIN DAN ORANG MATI

Aslkm Wr. Wb...

Perkenalkan nama saya Ika..

Begini pak ustad.. kemaren saya baru pulang dari kota TEGAL. ditrempat rumah itu diadakan pengajian setiap malam kamis dan malam minggu. dari pukul jam 10 malam sampai jam 12 malam. di[engajian tersebut tidak ada acara membaca Alqur'an.. melainkan cuma mengkaji isi dari Alqur'an trsbt. Didalam pengajian trsbt diadakan mati lampu.diakhir acaranya ada namanya pembersihan diri dan renungan dosa. dimana mereka yg mengikuti pengajian trsbt masing" memukul wajah dan badan mereka sendiri... dan mereka mempelajari ilmu utk membela diri dan pernapasan.. seperti bisa berbicara dgn orang yg sudah mati dan bisa mengeluarkan dan memasukkan jin dalam tubuh mereka. bisa bapak ustad jelaskan pengajian seperti apakah itu..?? bisa bapak beri solusi cara menyelesaikan masalah tersebut.. sebab yg mengikutin pengajian ini termasuk suami saya pak ustad.. saya takut suami saya berlarut" ajaran sesat.. kami sekarang berpisah karena suami saya lebih memilih tetap menjadi anggota pengajian tersebut dari pada ikut bersama saya dengan belajar islam yg benar dan sudah nyata dan diterima dimuka bumi ini.....

mohon pencerahannya pak ustad.. terimakasih..... atas jawaban bapak sangat" membantu saya dalam keadaan seperti ini..terimakasih......
Wassalamu'alaikum Wr. Wb..

TOPIK KONSULTASI
  1. HUKUM BERBICARA DENGAN JIN DAN ORANG MATI
  2. SETELAH DILAMAR APAKAH HARUS DINAFKAHI?
  3. MELANGGAR JANJI PADA ALLAH DAN BERTAUBAT
  4. STATUS GAJI KARYAWAN YANG NGOBYEK
  5. CARA KONSULTASI SYARIAH ISLAM


JAWABAN

1. Islam adalah ajaran yang sederhana dan mudah dimengerti. Prinsip Islam hanya terfokus pada 5 (lima) pilar Islam yaitu (a) syahadat (b) shalat lima waktu; (c) puasa bulan ramadan; (d) zakat bagi yang mampu; dan (e) haji bagi yang kuasa. Di samping perintah yang lima tadi, seorang muslim juga diwajibkan menjauhi larangan Islam yang lima yaitu zina, membunuh, minum miras/narkoba, mencuri/korupsi, judi.

Orang yang melakukan lima pilar Islam dan menjauhi larangan utama Islam di atas sudah dianggap sebagai seorang muslim yang baik.

2. Ajaran murni Islam adalah ajaran yang terdapat dalam Quran dan hadits sahih. Adapun praktik atau perilaku yang mengatasnamakan Islam yang tidak terdapat dalam Quran dan hadits sahih dapat dikategorikan dalam dua kategori:

Pertama, amalan sesat. Apabila perilaku dan bacaan yang dilakukan bertentangan dengan spirit Al Quran dan Hadits.

Kedua, amalat mubah (boleh). Apabila perilaku dan bacaan yang dilakukan tidak bertentangan dengan spirit Al Quran dan Hadits.

Dalam pandangan kami, perilaku dan praktik pengajian suami anda adalah perilaku yang sesat. Disarankan pada siapapun yang ikut pengajian tersebut agar segera bertaubat dan kembali ke jalan yang benar dengan cara berkonsultasi kepada kyai atau ulama yang dikenal ketinggian ilmu dan wawasan agamanya.

BERBICARA DENGAN JIN ADALAH HARAM

Berdialog dan berbicara dengan jin adalah sangat tidak dianjurkan. Bahkan banyak ulama yang berpendapat haram karena kaum jin cenderung mengajak pada kesesatan dan menjauhkan manusia dari kebaikan berdasarkan pada firman Allah:

إِنَّ الشَّيْطَانَ لَكُمْ عَدُوٌّ فَاتَّخِذُوهُ عَدُوًّا
Artinya: Sungguh setan itu musuh bagimu, maka perlakukanlah ia sebagai musuh, karena sesungguhnya setan itu hanya mengajak golongannya agar mereka menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala.(QS Fathir 35:6)

فَأَزَلَّهُمَا الشَّيْطَانُ عَنْهَا فَأَخْرَجَهُمَا مِمَّا كَانَا فِيهِ وَقُلْنَا اهْبِطُواْ بَعْضُكُمْ لِبَعْضٍ عَدُوٌّ وَلَكُمْ فِي الأَرْضِ مُسْتَقَرٌّ وَمَتَاعٌ إِلَى حِينٍ
Artinya: Lalu setan memberdayakan keduanya dari sorga sehingga keduanya dikeluarkan dari (segala kdnikmatan) ketika keduanya di sana (surga). Dan Kami berfirman, "Turunlah kamu! Sebagian kamu menjadi musuh bagi yang lain. Dan bagi kamu ada tempat tinggal dan kesenangan di bumi sampai waktu yang ditentukan."
(QS Al Baqarah 2:36)

وَأَنَّهُ كَانَ رِجَالٌ مِّنَ الْإِنسِ يَعُوذُونَ بِرِجَالٍ مِّنَ الْجِنِّ فَزَادُوهُمْ رَهَقًا
Artinya: Dan sesungguhnya ada beberapa orang laki-laki dari kalangan manusia yang meminta perlindungan kepada beberapa laki-laki dari jin, tetapi mereka (jin) menjadikan mereka (manusia) bertambah sesat. (QS Al Jin 72:6)

وَيَوْمَ يِحْشُرُهُمْ جَمِيعًا يَا مَعْشَرَ الْجِنِّ قَدِ اسْتَكْثَرْتُم مِّنَ الإِنسِ وَقَالَ أَوْلِيَآؤُهُم مِّنَ الإِنسِ رَبَّنَا اسْتَمْتَعَ بَعْضُنَا بِبَعْضٍ وَبَلَغْنَا أَجَلَنَا الَّذِيَ أَجَّلْتَ لَنَا قَالَ النَّارُ مَثْوَاكُمْ خَالِدِينَ فِيهَا إِلاَّ مَا شَاء اللّهُ إِنَّ رَبَّكَ حَكِيمٌ عَليمٌ
Artinya: Dan (ingatlah) pada hari ketika Dia mengumpulkan mereka semua (dan Allah berfirman), "Wahai golongan jin! Kamu telah banyak (menyesatkan) manusia." Dan kawan-kawan mereka dari golongan manusia berkata, "Ya Tuhan, kami telah saling mendapatkan kesenangan dan sekarang waktu yang telah Engkau tentukan buat kami telah datang." Allah berfirman, "Nerakalah tempat kamu selama-lamanya, kecuali jika Allah menghendaki lain." Sungguh, Tuhanmu Mahabijaksana, Maha Mengetahui. (Al An'am 6:128)

DAPAT BERBICARA DENGAN ORANG MATI ADALAH TIPU DAYA JIN

Manusia hidup tidak akan mampu berbicara dengan orang yang sudah mati. Karena orang mati tidak dapat hidup kembali kecuali nanti pada hari kebangkitan atau hari kiamat. Oleh karena itu, orang yang mengklaim pernah atau dapat berbicara dengan arwah leluhur yang sudah mati ada dua kemungkinan. Pertama, dia bohong. Kedua, dia betul-betul seperti bertemu dengan orang yang sudah mati tapi itu semua karena tipu daya jin yang merubah wujud jadi seperti jasad orang yang sudah mati tersebut (lihat QS Al An'am 6:128 di atas). Berdasarkan pada firman Allah sebagai berikut:

وَيَسْأَلونَكَ عَنِ الرُّوحِ قُلِ الرُّوحُ مِنْ أَمْرِ رَبِّي وَمَا أُوتِيتُمْ مِنَ الْعِلْمِ إِلَّا قَلِيلاً

Artinya: Dan mereka bertanya kepadamu (Muhammad) tentang ruh. Katakanlah, "Ruh itu termasuk urusan Tuhanku, sedangkan kamu diberik pengetahuan hanya sedikit." (QS Al Isra' 17:85)



اللَّهُ يَتَوَفَّى الْأَنْفُسَ حِينَ مَوْتِهَا وَالَّتِي لَمْ تَمُتْ فِي مَنَامِهَا فَيُمْسِكُ الَّتِي قَضَى عَلَيْهَا الْمَوْتَ وَيُرْسِلُ الْأُخْرَى إِلَى أَجَلٍ مُسَمّىً إِنَّ فِي ذَلِكَ لَآياتٍ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ

Artinya: Allah memegang nyawa (seseorang) pada saat kematiannya dan nyawa (seseorang) yang belum mati ketika dia tidur; maka Dia tahan nyawa (orang) yang telah dia tetapkan kematiannya dan Dia lepaskan nyawa yang lain sampai waktu yang ditentukan. (QS Az Zumar 39:42)


وَهُوَ الَّذِي يَتَوَفَّاكُمْ بِاللَّيْلِ وَيَعْلَمُ مَا جَرَحْتُمْ بِالنَّهَارِ

Artinya: Dan Dialah yang menidurkan kamu pada malam hari dan Dia mengetahui apa yang kamu kerjakan pada siang hari. Kemudian Dia membangunkan kamu pada siang hari untuk disempurnakan umurmu yang telah ditetapkan. Kemudian kepada-Nya tempat kamu kembali, lalu Dia memberitahukan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan. (Al An'am 6:60)

__________________________


SETELAH DILAMAR APAKAH HARUS DINAFKAHI?

Asslamualaikum wr.wb.
Selamat pagi..
saya A destiana umur 26 tahun. saya rencana tahun sekarang mau menikah..dan sekarang sudah khitbah calon istri saya. saya akan menanyakan beberapa hal:
1.apakah sudah khitbah saya berkewajiban untuk menfakahi calon istri saya?
2.saya dari awal mau khitbah sampai sekarang banyak sekali cobaan yang datang. tidak lancar seperti teman-teman saya...dari diundurnya pernikahan kami gara-gara keluarga istri saya percaya Tahun alif..? apakah dengan banyak cobaan dan halangan berarti itu pertanda kami tidak jodoh?
3.saya harus bagaiman menyikapi hal tersebut...?

JAWABAN

1. Tidak ada kewajiban untuk memberi nafkah tunangan. Kewajiban nafkah baru dimulai setelah akad nikah dan resmi sebagai istri anda.

2. Tidak ada hubungannya dengan jodoh. Dalam soal pernikahan dan jalinan rumah tangga yang terpenting adalah kesalingpahaman antara suami dan istri dalam mengarungi hari-hari dalam suka maupun duka. Untuk ini diperlukan kemauan dan kemampuan kedua pihak untuk saling menjaga perasaan masing-masing.

Lebih detail baca buku kami yang dapat dibaca online secara gratis di link berikut:

- Keluarga Sakinah
- Keluarga Bahagia

__________________________


MELANGGAR JANJI PADA ALLAH DAN BERTAUBAT

Saya mau bertanya, saya pernah melakukan zina dengan pacar saya, dan setelah itu saya berjanji kepada Allah untuk tidak mengulanginya lagi, dan jika saya mengulanginya, saya rela masuk neraka selamanya (tapi ketika saya berjanji, pengetahuan saya ttg agama masih sangat lemah) saya berjanji kepada Allah bukan lantaran menyesal, tetapi takut pacar saya hamil, tetapi saya mengulanginya dan mengulanginya lagi, tetapi kini saya sudah benar-benar ingin meninggalkan perbuatan tersebut, kini saya sudah benar-benar bertaubat dengan taubat nasuha, dan sudah memutuskan pacar saya karena tidak mau terjerumus kembali ke perbuatan zina,
pertanyaan saya,

1. bagaimana dengan janji saya waktu itu?? Apakah janji itu berlaku?
2. Dan apakah tobat saya yang terakhir ini diterima??

JAWABAN

1. Janji anda tersebut tidak termasuk dalam kategori nadzar atau sumpah. Jadi, tidak ada kaffarah atau tebusan tertentu atas pengingkaran janji tersebut. Namun, anda tetap berdosa karena ingkar janji dan karena telah melakukan dosa besar berupa zina.

2. Tanda taubat yang diterima adalah apabila anda tidak lagi mengulangi dosa besar tersebut. Selain itu, anda menebusnya dengan selalu berbuat dan beramal ibadah yang baik. Kepada Allah dan sesama umat manusia. Lihat: Cara Taubat Nasuha

__________________________


STATUS GAJI KARYAWAN YANG NGOBYEK

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, nama saya abas pak ustad, saya bekerja di sebuah gudang distributor makanan ringan, jelly, minuman serbuk dan biskuit sebagai seorang helper ( buruh bongkar muat dan lain-lain ) dan salah satu tugas saya adalah mengantarkan barang pesanan kepada pembeli.

menurut syariat, pekerjaan saya merupakan pekerjaan yang insya allah mubah dan halal, tetapi saat bekerja saya sering di suruh senior-senior saya untuk melakukan perbuatan-perbuatan yang dilarang agama, misalnya
01. mengantarkan barang pesanan yang sesuai pesanan tetapi rasa dari barang tersebut tidak sesuai pesanan ( memesan produk A dengan rasa B tetapi diberi produk A dengan rasa C ) dengan melakukan hal tersebut ,secara langsung saya telah menipu pembeli .
02. menjual barang yang sudah rusak kepada pembeli .
03. menjual barang retur yang seharusnya dimusnahkan ( barang retur adalah barang yang dikembalikan pembeli karena tidak laku saat dijual ) .
04. menjual barang yang tidak layak makan karena hampir expired date ( hampir basi )
05. menjual barang kiriman dari pabrik yang lebih ( barang lebih bukan hak distributor, seharusnya barang tersebut dikembalikan kepada pabrik ) .
meskipun barang yang rusak dan tidak laku dapat diretur ( dikembalikan ) kepada distributor tetapi tetap saja perbuatan tersebut dilarang oleh agama ,pada awalnya perbuatan tersebut jarang saya lakukan karena takut ,tetapi lama kelamaan saya mulai terbiasa melakukan perbuatan tersebut .

yang menjadi pertanyaan saya adalah

1. apa hukum dari gaji yang saya terima karena saya telah melakukan perbuatan tersebut apakah halal, syubhat atau haram ?

sebelumnya saya ucapkan terimakasih banyak kepada pak ustad ,semoga diberikan kesehatan dan kebaikan oleh Allah subhanahu wata'ala ,terimakasih Assalamualaikum waramatullahi wabarakatuh .

JAWABAN

1. Gaji anda masuk dalam kategori syubhat karena ada percampuran antara barang halal dan haram. Walaupun menurut ulama hukum Islam membelanjakan uang syubhat itu ada yang membolehkan namun sebaiknya anda mencari alternatif pekerjaan lain apabila memungkinkan. Atau, kalau anda ingin tetap bekerja di situ, anda berusaha untuk tidak ikut-ikutan melakukan praktik penipuan pada pembeli apalagi apabila penipuan tersebut terkait dengan makanan yang sangat membahayakan pada kesehatan konsumen.

Detail tetang harta syubhat lihat di link berikut:

- Hukum Harta Syubhat Campuran Halal Haram
- Hukum Gaji Pegawai Bank Konvensional
Selengkapnya ...

Pacaran dalam Islam

Pacaran menurut Islam

PACARAN DALAM ISLAM

PERTANYAAN

Assalamu'alaikum wr. wb.

Saya seorang gadis yang duduk dibangku kelas XI MA (madrasah aliyah - red).
Saya mengalami hal seperti remaja lainnya, yaitu jatuh cinta. Sampai saat ini saya berhubungan tanpa status dengan seorang pemuda, dia shaleh, rajin, baik, dan memahami agama.
Saya mencintainya karena Allah, begitu pula sebaliknya. Namun akhir-akhir ini sikapnya berubah, jauh berbeda dengan tahun lalu. Saya selalu berdoa pada-Nya agar dapat melupakan dia (karena dia aja sudah tidak memperdulikan saya lagi), tetapi semua itu sangatlah berat.

TOPIK KONSULTASI
  1. PACARAN DALAM ISLAM
  2. NADZAR YANG SENGAJA DILANGGAR
  3. CARA GUGAT CERAI PERNIKAHAN SIRI
  4. BISAKAH WALI NIKAH BAPAK DIGANTI KE KAKAK CALON PENGANTIN
  5. SUAMI ISTRI MEMANGGIL ADIK DAN ABANG
  6. UANG TOGEL UNTUK BELI RUMAH
  7. HADITS TENTANG KEUTAMAAN KALIMAT TAUHID 70 RIBU
  8. BUKU PERCERAIAN KARYA A. FATIH SYUHUD
  9. CARA KONSULTASI SYARIAH ISLAM

Jika melepas hubungan tanpa status ini, saya khawatir tidak mendapatkan pemuda sebaik dia lagi. Setelah beristikharah, saya pun belum mendapatkan-Nya.

Yang ingin saya tanyakan , apa yang harus saya lakukan :
1. Mengakhiri hubungan ini (hubungan yang tidak menjurus kezina, dsb.) atau tidak mengakhirinya namun tetap bersabar dengan deraian airmata ?
2. Bagaimana cara melupakan segala kebaikan yang pernah dilakukan oleh orang yang kita cintai karena Allah ?

Terimakasih, semoga amalkebaikan terlimpahkan disisi-Nya, aamiin


JAWABAN

Assalamualaikum wr. wb.

Kami kurang mengerti apa yang Anda maksud dengan hubungan tanpa status itu. Apakah hubungan Anda dalam bentuk jarak jauh (online) melalui internet atau hubungan jarak dekat? Kalau hubungan jarak dekat, maka dalam Islam itu termasuk hubungan yang dilarang. Hubungan yang dibolehkan menurut syariah adalah ta'aruf (saling mengenal) antar dua lawan jenis dalam proses melamar (khitbah) dengan tujuan untuk menikah. Pertemuan ta'aruf yang dibolehkan adalah harus disertai oleh pihak ketiga. Tidak ada hubungan romantis setelah itu kecuali setelah akad pernikahan dilaksanakan.

Menjawab pertanyaan Anda:

1. Mengakhiri hubungan adalah lebih baik. Percayalah, wanita yang shalihah akan mendapat pasangan yang shalih. Dan pria yang shalih jumlahnya jutaan di dunia ini.

2. Sibukkan diri Anda dengan aktifitas yang positif. Termasuk aktifitas belajar, pelatihan, dan kursus-kursus yang sesuai dengan minat dan bakat Anda. Mengikuti aktifitas pengajian juga akan mempermatang level spiritual Anda. InsyaAllah Anda akan dapat melupakannya.

Beberapa dalil haramnya khalwat (berduaan antar lawan jenis)

- Larangan mendekati perzinahan (QS Al Isra 17:32)

وَلاَ تَقْرَبُوا الِزنىَ إنَهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلاً
Artinya: janganlah kalian mendekati zina. Sesungguhnya zina adalah seburuk-buruk perbutan.

QS Annur 24:30-31 tentang kewajiban menundukkan pandangan dan haramnya menjalin hubungan di luar nikah (pacaran)

قل للمؤمنين يغضوا من أبصارهم ويحفظوا فروجهم ذلك أزكى لهم إن الله خبير بما يصنعون . وقل للمؤمنات يغضضن من أبصارهن ويحفظن فروجهن

Artinya: Katakan pada laki-laki yang beriman, agar mereka menjaga pendangannya, dan memelihara kemaluannya, yang demikian itu lebih suci bagi mereka. Sungguh, Allah maha mengetahui apa yang mereka perbuat (ayat 30).

Dan katakan pada para perempuan yang beriman, agar mereka menjaga pandangannya, dan memelihara kemaluannya dan janganlah menampakkan perhiasannya (auratnya) kecuali yang (biasa) terlihat. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya (auratnya), kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putra-putra mereka, atau putra-putra suami mereka ... (ayat 31)


- Hadits Nabi :

إن الله كتب على ابن آدم حظه من الزنا ، أدرك ذلك لا محالة ، فزنا العين النظر ، وزنا اللسان المنطق ، والنفس تمنَّى وتشتهي ، والفرْج يصدق ذلك كله ويكذبه
Artinya: Allah telah menulis bagian umat manusia dari zina. Zina mata adalah dengan melihat. Zina lisan dengan bicara, dan nafsur berharap dan berkeinginan. Farj (bagian privat manusia) mengkonfirmasi hal itu semuanya atau tidak membenarkannya.

Baca juga: haramnya khalwat dalam Islam

__________________________


NADZAR YANG SENGAJA DILANGGAR

Assalammualaikum ustad, mohon maaf mengganggu waktunya. Mohon petunjuk arahan dan jawabannya yg sangat saya tunggu, saya mau tanya : saya pernah mempunyai janji (nadzar) di dalam diri saya kepada Allah dengan isi nadzar apabila saya melakukan dosa itu lagi maka saya minta Allah cabut nyawa saya pada waktu itu juga (ketika saya melanggar), dan setelh berapa lama saya menjalaninya ternyata saya melanggar nadzar tersebut dalam keadaan sadar kalo saya punya nadzar, tp saya tidak kuat menahan godaannya,

1. apa yg harus saya lakukan sekarang? Saya gelisah,takut, menyesal sekali.
Mohon petunjuk dan jwabanya ya pak ustad dan pa kiyai yg saya hormati. Terima kasih sebelumnya.

JAWABAN

1. Nadzar anda tidak sah karena isi nadzar terkait dengan sesuatu yang bukan sunnah atau fardhu kifayah dan berada di luar kekuasaan anda untuk melakukannya. Al Jaziri dalam Al fiqh alal Mazahib al Arba'ah menyatakan
ومنها ما يتعلق بالمنذور فيشترط فيه كونه قربة لم تتعين بأصل الشرع، سواء كانت نفلاً أو فرض كفاية، فالأولى كقراءة سورة معينة وطول قراءة صلاة، والثانية كصلاة جنازة وجماعة في الفرائض. وكذا في النوافل التي تسن فيها الجماعة، فإن نذر هذه الأشياء صحيح، فخرج ما ليس قربة أصلاً كالحرام والمكروه والمباح.

Artinya: Syarat terkait dengan perkara yang dijadikan nadzar adalah ia harus berupa ibadah ... baik itu ibadah sunnah atau fardhu kifayah. Contoh pertama seperti membaca Surah tertentu dari Quran. Contoh kedua seperti shalat janazah atau shalat berjamaah... Nadzar atas perkara ini hukumnya sah. Keluar dari nadzar yang sah adalah nadzar atas sesuatu yang bukan ibadah sama sekali seperti perkara haram, makruh atau mubah.

Jadi, nadzar anda tidak sah. Dan anda tidak perlu melakukan apa-apa alias tidak perlu membayar kafarat sumpah menurut pendapat yang rajih.

Namun di lain waktu, janganlah mudah melakukan nadzar. Kalau ingin menjauhi perkara maksiyat, maka lakukan dengan langkah yang tepat dan rasional yaitu dengan menjauhi lingkungan buruk seperti teman-teman dan bacaan yang dapat mengundang anda melakukan maksiyat.

Baca juga:
- Cara Taubat Nasuha
- Nadzar Islam

__________________________


CARA GUGAT CERAI PERNIKAHAN SIRI

Assalammualaikum ... Ustadz ... Saya telah menjanda selama 1 tahun, kemudian berkenalan dg akhwan, sholeh, sederhana, saya utarakan kepada orang tua utk menikah, namun ditolak karena berbeda suku, akhirnya kami menikah siri, tanpa diketahui orang tua saya, diperjalanan pernikahan yg hampir ke2 kebutuhan utk bertemu suami, saya yg menanggung, padahal utk kebutuhan pribadi saja belum cukup dan masih berhutang, masalahnya suami tdk memberikan nafkah dg alasan belum mampu
1. Apakah krn ortu tdk tahu, pernikahan ini tidak barokah?
2. Berdosakah jk saya meminta cerai?
3. Bagaimana proses perceraian jika menikah siri ?

JAWABAN

1. Kalau tidak barokah anda artikan dengan kehidupan yang sulit secara finansial, maka itu disebabkan karena suami anda tidak mau bekerja keras. Padahal kerja keras itu adalah bagian dari paket sosok pria yang shaleh. Kalau dia taat ibadah, itu adalah salah satu kesalehan. Kesalehan yang komplit adalah yang taat ibadah dan pekerja keras. Mungin orang tua anda melihat itu, sehingga mereka tidak merestui. Dalam konteks ini, maka ketidaktaatan anda pada nasihat orang tua membuat kehidupan anda tidak barokah dalam segi finansial.

2. Anda boleh meminta cerai. Tidak berdosa. Karena suami telah mengabaikan kewajibannya untuk memberi nafkah. Nafkah adalah hak istri.

3. Perceraian dari pernikahan siri adalah dengan meminta suami menceraikan istri secara lisan. Jika suami berkata pada istri: "Aku ceraikan kamu" Maka perceraian sah dan terjadi talak satu.

Baca juga:
- Cerai dalam Islam
- Kawin Siri dalam Islam
__________________________


BISAKAH WALI NIKAH BAPAK DIGANTI KE KAKAK CALON PENGANTIN

Assalamualaikum
Pak / Bu...
Saya punya masalah mendalam mau menikah.. Saya laki2 umur 23 th, calon saya wanita umur 20th,,
Orang tua dari calon wanita saya sudah bercerai lama, Saya 2 bulan lagi menikah, awalnya lancar2 saja, setelah mengurus surat2 ke KUA ternyata ibu dari calon saya marah ke mantan suaminya karena di Kartu keluarga suaminya tidak ada nama anaknya, pada intinya anak perempuan ini dari kecil ibu nya yg merawat dan sepertinya ibunya ini masih marah dan intinya tidak ingin ayah kandungnya mewalikan dan ingin ayah kandungnya memberikan hak wali ke kakak dari calon wanita saya yg notabennya adalah anak dari mantan suaminya juga tersebut..
1. ada kah solusi terbaik dan menurut hukum agama?
2. Sah kah pernikahan saya jika ternyata ayah kandungnya mengalah dan memberikan hak walinya kepada anak laki lakinya meskipun niat awalnya terjadi krn seperti itu?
3. Boleh kah untuk syarat foto copy Kartu keluarga menggunakan KK dari ibu yang sudah bercerai tapi wali nya dr ayah kandung?

Wassalam

JAWABAN

1. Ayah kandung hendaknya diminta untuk menikahkan. Kalau dia tidak mau datang, maka ada dua alternatif yaitu (a) dia bisa mewakilkan pada yang lain. (b) Kalau mewakilkan juga tidak mau, maka tugas wali nikah dapat diberikan pada pegawai PPN / KUA alias wali hakim. Lihat: Wali Nikah dalam Islam

2. Ayah kandung boleh mewakilkan hak wali nikah pada siapapun yang ditunjuk. Termasuk pada anak laki-lakinya. Jadi, itu sah.

3. Secara syariah tidak masalah alias boleh. Urusan KK itu urusan negara. Urusan prinsip dalam Islam adalah anak harus dinikahkan oleh walinya yaitu ayah kandung atau wakilnya. Kalau tidak ada, maka diganti dengan wali nikah yang lain. Lihat: Wali Nikah dalam Islam

__________________________


SUAMI ISTRI MEMANGGIL ADIK DAN ABANG

Assalammualikum wrwb...
ustdz,gmn hukumnya seorng suami memanggil istrinya adek dan sebaliknya istri memanggil suami abang?

JAWABAN

Tidak masalah. Boleh-boleh saja.

__________________________


UANG TOGEL UNTUK BELI RUMAH

assalam wr-wb,
1. kata teman kalau kita berbohong demi kebaikan itu di perbolehkan, benar kan pak ustadz.
2. Tapi bagaiman jika kita dapat uang haram dari togel tetapi uang tersebut digunakan untuk membeli barang mati seperti laptop, lemari es, atau bahkan untuk bikin rumah apakah diperbolehkan?
3. gimana hukum orang yang ikut keluarga berencana (Kb)?
Trmksh, saya tunggu jawabanya.


JAWABAN

1. Bohong itu hukumnya dosa. Memang ada pengecualian di mana bohong itu dibolehkan tapi tidak sembarang kebaikan yang dibolehkan. Lebih detail lihat: Bohong dalam Islam

2. Tidak boleh. Haram hukumnya.

3. Ikut KB atau keluarga berencana dibolehkan asal untuk menjaga jarak (menjarangkan) keturunan bukan untuk memutuskan sama sekali (vasektomi / tubektomi). Adapun memutuskan keturunan sama sekali baru dibolehkan kalau sekiranya akan membahayakan nyawa si ibu berdasarkan rekomendasi dokter.
__________________________



HADITS TENTANG KEUTAMAAN KALIMAT TAUHID 70 RIBU

Assalamualaikum Ustadz
Apakah hadits ini shahih! Barangsiapa membaca kalimat tauhid La Ilaha illAllah 70.000 (tujuh puluh ribu) kali, maka dia telah membeli dirinya sendirinya dari Allah Azza
Wajalla.Mohon penjelasannya?

JAWABAN

Hadits tersebut adalah hadits maudhu' alias hadits palsu. Demikian evaluasi (tarjih) dari Ibnu Hajar. Pendapat Ibnu Hajar ini dikutip oleh Najmuddin Al-Ghaiti dalam kitab Al-Ibtihaj fil Kalam alal Isra' wal Mi'raj hlm. 1/5

Teks asal hadits tersebut adalah sbb: من قال : لا إله إلا الله سبعين ألفاً ؛ فقد اشترى نفسه من الله تعالى

__________________________


BUKU PERCERAIAN KARYA A. FATIH SYUHUD

Assalamua'laikum,

Saya sedang mencari buku yang mengupas mengenai hukum-hukum perceraian karya A. Fatih. Kira-kira saya bisa mendapatkannya dimana ya ?
Terimakasih.

JAWABAN

Mungkin yang anda maksud adalah artikel tentang perceraian yang ditulis oleh A. Fatih Syuhud. Artikel tersebut memang menjadi bagian dari buku "Keluarga Sakinah". Dan anda dapat membacanya secara online di link berikut: Perceraian dalam Islam

__________________________

Selengkapnya ...