Friday, February 09, 2018

Hukum Korupsi dalam Islam

Hukum Korupsi dalam Islam
Korupsi adalah kejahatan luar biasa (extraordinary crime) yang diakui secara universal sebanding dengan narkoba dan terorisme atau pembunuhan massal. Karena ia merupakan kejahatan yang dampaknya berakibat tidak hanya pada pelaku, tapi juga pada masyarakat luas secara keseluruhan. Dalam Islam, korupsi adalah haram dan dosa besar. Keharamannya adalah pasti berdasarkan Quran, hadits dan ijmak ulama. Korupsi ada berbagai macam bentuk dan istilah antara lain gratifikasi, suap menyuap, komitmen fee, hadiah, KKN.

TOPIK KONSULTASI ISLAM
  1. HUKUM KORUPSI: DALIL QURAN
    1. DALIL HADITS
    2. PENDAPAT SAHABAT DAN TABI'IN
    3. MENYUAP BOLEH DALAM KEADAAN DARURAT
    4. AKIBAT MEMAKAN MAKANAN HARAM
  2. CARA KONSULTASI SYARIAH ISLAM


DALIL QURAN

QS An-Nisa' 4:29 Allah berfirman:

يا أيها الذين آمنوا لا تأكلوا أموالكم بينكم بالباطل إلا أن تكون تجارة عن تراض منكم
Artinya: Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama-suka di antara kamu.

QS Al-Maidah :42 Allah berfirman:

سماعون للكذب أكّالون للسحت
Artinya: Mereka itu adalah orang-orang yang suka mendengar berita bohong, banyak memakan yang haram.
Menurut Ibnu Mas'ud dan Ali bin Abi Talib, makna suht adalah suap.

QS Al-Maidah :2
تعاونوا على البر والتقوى , ولا تعاونوا على الإثم والعدوان

Artinya: Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran.


DALIL HADITS

Hadits sahih riwayat Imam Lima Nabi bersabda
لعن رسول الله صلى الله عليه وسلم الراشي والمرتشي والرائش يعني الذي يمشي بينهما
Artinya: Rasulullah melaknat penyuap dan penerima suap dan yang terlibat di dalamnya.


PENDAPAT SAHABAT DAN TABI'IN

Ibnu Mas'ud berkata: السحت أن يقضي الرجل لأخيه حاجة فيهدي إليه هدية فيقبلها
Artinya: Suap itu adalah apabila seorang memiliki keperluan pada yang lain dan memberinya hadiah dan hadih itu diterima.

Umar bin Abdul Aziz berkata: كانت الهدية في زمن رسول الله هدية واليوم رشوة
Artinya: Hadiah pada zaman Nabi adalah hadiah. Pada zaman sekarang adalah suap.


MENYUAP BOLEH DALAM KEADAAN DARURAT

Ulama membolehkan perbuatan suap dalam situasi darurat dalam situasi pabila penyuap tidak bisa mendapatkan haknya kecuali dengan menyuap. Dalam situasi ini, maka yang berdosa adalah yang menerima suap. Bukan penyuap. Dalil dasar yang dipakai adalah

(a) Hadits riwayat Ahmad (#10739) dari Umar bin Khatab di mana Nabi bersabda:
إِنَّ أَحَدَهُمْ لَيَسْأَلُنِي الْمَسْأَلَةَ فَأُعْطِيهَا إِيَّاهُ فَيَخْرُجُ بِهَا مُتَأَبِّطُهَا ، وَمَا هِيَ لَهُمْ إِلا نَارٌ ، قَالَ عُمَرُ : يَا رَسُولَ اللَّهِ ، فَلِمَ تُعْطِيهِمْ ؟ قَالَ : إِنَّهُمْ يَأْبَوْنَ إِلا أَنْ يَسْأَلُونِي ، وَيَأْبَى اللَّهُ لِي الْبُخْلَ

Artinya: Sesungguhnya salah satu dari kalian akan meminta sesuatu padaku dan aku mengabulkan permohonannya. Lalu dia keluar. Tidak ada perkara yang dia minta itu kecuali neraka. Umar bertanya: Ya Rasulullah mengapa engkau memberinya? Nabi menjawab: Mereka selalu datang untuk meminta padaku sedang Allah melarangku untuk pelit.

(b) Diriwayatkan dari Ibnu Mas'ud

أنه لما أتى أرض الحبشة أخذ بشيء فتعلق به فأعطى دينارين حتى خلي سبيله

Artinya: Saat Ibnu Mas'ud datang ke negara Habasyah, ia mengambil sesuatu dan menggantungnya. Lalu dia memberikan dua dinar sampai orang itu memberinya jalan.

(c) Imam Nawawi dalam Al-Majmuk menyatakan
فأما الراشي فإن كان يطلب بما دفعه أن يحكم بغير الحق حرم عليه ذلك، وإن كان يطلب بما يدفعه وصوله إلى حقه لم يحرم عليه ذلك

Artinya: Adapun orang yang menyuap apabila dia mengharap sesuatu atas apa yang dia berikan agar diberi putusan yang tidak benar maka haram baginya hal itu. Akan tetapi suap itu bertujuan agar dia bisa mendapatkan haknya maka hal itu tidak haram.

(d) Ibnu Hazm Adz-Dzahiri dalam Al-Muhalla menyatakan
من قدر على دفع الظلم عن نفسه دون أن يدفع لم يحل له إعطاء فلس فما فوقه في ذلك، وأما من عجز فالله تعالى يقول:( لا يكلف الله نفسا إلا وسعها )، والرسول صلى الله عليه وسلم يقول:(إذا أمرتكم بأمر فأتوا منه ما استطعتم ) رواه مسلم وصار في حد الإكراه وقد قال الرسول صلى الله عليه وآله وسلم: (رفع عن أمتي الخطأ والنسيان وما استكرهوا عليه).

Artinya: Barang siapa yang mampu menolak kezaliman dari dirinya tanpa harus menyuap, maka memberi sesen uang atau lebih itu haram baginya. Adapun orang yang tidak mampu menolak kezaliman, maka Allah berfirman "Allah tidak memaksa seseorang kecuali menurut kemampuannya." Nabi bersabda: "Apabila aku memerintahkan kalian, maka lakukan semampumu" Hadits riwayat Muslim dan hadits ini menjadi batasan pemaksaan. Nabi bersabda: "Umatku dibebaskan (dari dosa, apabila) salah, lupa dan dipaksa.

(e) Ibnu Taimiyah. yang menyatakan:

فأما إذا أهدى له هدية ليكف ظلمه عنه أو ليعطيه حقه الواجب كانت هذه الهدية حراما على الآخذ , وجاز للدافع أن يدفعها إليه

Artinya: Apabila penyuap memberi hadiah agar supaya yang disuap tidak berlaku zalim, atau supaya yang disuap mendapatkan haknya, maka hadiah ini haram bagi yang disuap dan boleh (halal) bagi penyuap untuk memberikan hadiah itu.

Syarat bolehnya memberi suap, uang komitmen/komisi, atau fee ada dua: (a) menyuap untuk mendapatkan hak yang memang seharusnya diterima atau untuk menolak kezaliman yang akan menimpa diri kita; (b) Tidak ada jalan lain untuk mencapai tujuan halal yang dimaksud selain dengan menyuap.

Pendapat di atas disetujui antara lain oleh Ata' bin Rabah, Hasan Al-Basri, Imam Nawawi, Ibnu Hazm Az-Dzahiri dan Ibnu Taimiyah seperti diuraikan di atas.


AKIBAT MEMAKAN MAKANAN HARAM

- Harta tidak berkah
- Tidak diterima doanya
- Masyarakat akan terkena dampak musibah. Sebagaimana firman Allah QS Al-Anfal :25 واتقوا فتنة لا تصيبن الذين ظلموا منكم خاصة
(Dan peliharalah dirimu dari pada siksaan yang tidak khusus menimpa orang-orang yang zalim saja di antara kamu.)

Monday, January 08, 2018

Hukum Merokok dalam Islam

Hukum Merokok dalam Islam
Hukum Merokok rokok kretek, filter atau elektronik dalam Islam

Bagi ulama yang berpendapat rokok itu boleh, maka hukumnya bervariasi antara makruh dan haram. Makruh apabila perokok secara fisik sehat dan tidak menderita penyakit tertentu yang apabila merokok akan membahayakan jiwanya. Merokok baru haram apabila dapat membahayakan jiwa perokok itu terjadi bagi penderita penyakit tertentu seperti penyakit jantung yang kronis. Bagi ulama yang berpandangan bahwa rokok itu haram secara mutlak, mereka beralasan karena rokok itu membahayakan bagi siapapun, yang sehat atau yang sakit, serta menghamburkan uang.

DAFTAR ISI
  1. Ringkasan Hukum Rokok
  2. Pendapat yang Membolehkan Rokok
    1. Dalil Rokok Makruh/Boleh
    2. Alasan Makruh/Bolehnya Rokok
  3. Pendapat yang Mengharamkan Rokok
    1. Dalil Haramnya Rokok
    2. Alasan Haramnya Rokok
    3. Ulama/Lembaga yang Mengharamkan Rokok
  4. Ulama/Lembaga yang Berfatwa Rokok itu Makruh/Boleh

Assalamualaikum wr wb.mohon penjelasanya tentang hukum rokok dan merokok dalam Islam? Syukron hanifan
JAWABAN

Dalam bahasa Arab, rokok disebut dukhan (الدخان), tabagh (التبغ), tambak (التمباك), natan (التتن), sijarah (سيجارة). Sedangkan perbuatan merokok itu disebut dengan tadkhin (التدخين) yang berasal dari fi'il tsulasi mazid ruba'i dakhkhana yudakhkhinu tadkhinan (دخن يدخن تدخينا ). Penghisap rokok atau perokok disebut dengan mudakhkhin (المدخن)


RINGKASAN HUKUM ROKOK

Pada dasarnya tidak ada pembahasan eksplisit di dalam Al-Quran dan hadits tentang status rokok dan merokok. Dalil-dalil nash yang dipakai cenderung tidak persis dan eksplisit mengarah pada rokok. Oleh karena itu, tidak heran kalau ulama klasik dan kontemporer berselisih (ikhtilaf) pendapat tentang halal dan haramnya. Inti dari pendapat ulama tentang rokok terbagi dua: pertama, haram secara mutlak. Kedua, mubah (boleh) atau makruh (tidak dianjurkan tapi tidak haram). Tapi bisa berubah menjadi haram dalam kasus khusus seperti pada orang yang kalau merokok akan menyebabkan penyakitnya tambah parah.



PENDAPAT ROKOK ITU MAKRUH / BOLEH

Berikut dalil, argumen dan ulama yang membolehkan merokok


DALIL ATAS MAKRUH / BOLEH-NYA ROKOK

- Kaidah fiqih (الأصل فى الأشياء الاباحة segala sesuatu pada asalnya adalah mubah

ALASAN ULAMA ROKOK MAKRUH / BOLEH (MUBAH)

Abdur Rahman ibn Muhammad ibn Husain ibn 'Umar Ba'alawiy di dalam Bughyatul Mustarsyidin (hal.260) menyatakan:


لم يرد في التنباك حديث عنه ولا أثر عن أحد من السلف، ....... والذي يظهر أنه إن عرض له ما يحرمه بالنسبة لمن يضره في عقله أو بدنه فحرام، كما يحرم العسل على المحرور والطين لمن يضره، وقد يعرض له ما يبيحه بل يصيره مسنوناً، كما إذا استعمل للتداوي بقول ثقة أو تجربة نفسه بأنه دواء للعلة التي شرب لها، كالتداوي بالنجاسة غير صرف الخمر، وحيث خلا عن تلك العوارض فهو مكروه، إذ الخلاف القوي في الحرمة يفيد الكراهة

Artinya: Tidak ada hadits mengenai tembakau dan tidak ada atsar (ucapan dan tindakan) dari seorang pun di antara para shahabat Nabi SAW. … Jelasnya, jika terdapat unsur-unsur yang membawa mudarat bagi seseorang pada akal atau badannya, maka hukumnya adalah haram sebagaimana madu itu haram bagi orang yang sedang sakit demam, dan lumpur itu haram bila membawa mudarat bagi seseorang. Namun kadangkala terdapat unsur-unsur yang mubah tetapi berubah menjadi sunnah sebagaimana bila sesuatu yang mubah itu dimaksudkan untuk pengobatan berdasarkan keterangan terpercaya atau pengalaman dirinya bahwa sesuatu itu dapat menjadi obat untuk penyakit yang diderita sebagaimana berobat dengan benda najis selain khamr. Sekiranya terbebas dari unsur-unsur haram dan mubah, maka hukumnya makruh karena bila terdapat unsur-unsur yang bertolak belakang dengan unsur-unsur haram itu dapat difahami makruh hukumnya.

Mahmud Syaltut di dalam Al-Fatawa (hal.383-384) menyatakan:

إن التبغ ..... فحكم بعضهم بحله نظرا إلى أنه ليس مسكرا ولا من شأنه أن يسكر ونظرا إلى أنه ليس ضارا لكل من يتناوله, والأصل في مثله أن يكون حلالا ولكن تطرأ فيه الحرمة بالنسبة فقط لمن يضره ويتأثر به. .... وحكم بعض أخر بحرمته أوكراهته نظرا إلى ما عرف عنه من أنه يحدث ضعفا فى صحة شاربه يفقده شهوة الطعام ويعرض أجهزته الحيوية أو أكثرها للخلل والإضطراب.

Artinya: Tentang tembakau … sebagian ulama menghukumi halal karena memandang bahwasanya tembakau tidaklah memabukkan, dan hakikatnya bukanlah benda yang memabukkan, disamping itu juga tidak membawa mudarat bagi setiap orang yang mengkonsumsi. ...Pada dasarnya semisal tembakau adalah halal, tetapi bisa jadi haram bagi orang yang memungkinkan terkena mudarat dan dampak negatifnya. Sedangkan sebagian ulama' lainnya menghukumi haram atau makruh karena memandang tembakau dapat mengurangi kesehatan, nafsu makan, dan menyebabkan organ-organ penting terjadi infeksi serta kurang stabil.

Prof Dr Wahbah Az-Zuhailiy di dalam Al-Fiqh al-Islamiy wa Adillatuh, hlm. 6/166-167, menyatakan:

القهوة والدخان: سئل صاحب العباب الشافعي عن القهوة، فأجاب: للوسائل حكم المقاصد فإن قصدت للإعانة على قربة كانت قربة أو مباح فمباحة أو مكروه فمكروهة أو حرام فمحرمة وأيده بعض الحنابلة على هذا التفضيل. وقال الشيخ مرعي بن يوسف الحنبلي صاحب غاية المنتهى: ويتجه حل شرب الدخان والقهوة والأولى لكل ذي مروءة تركهما

Artinya: Masalah kopi dan rokok; penyusun kitab Al-'Ubab dari madzhab Asy-Syafi'i ditanya mengenai kopi, lalu ia menjawab: (Kopi itu sarana) hukum, setiap sarana itu sesuai dengan tujuannnya. Jika sarana itu dimaksudkan untuk ibadah maka menjadi ibadah, untuk yang mubah maka menjadi mubah, untuk yang makruh maka menjadi makruh, atau haram maka menjadi haram. Hal ini dikuatkan oleh sebagian ulama' dari madzhab Hanbaliy terkait penetapan tingkatan hukum ini. Syaikh Mar'i ibn Yusuf dari madzhab Hanbaliy, penyusun kitab Ghayah al-Muntaha mengatakan : Jawaban tersebut mengarah pada rokok dan kopi itu hukumnya mubah, tetapi bagi orang yang santun lebih utama meninggalkan keduanya.

- Shaykh Hazim Abu Ghazalah, ulama Yordania, menganggap rokok itu makruh. Berikut fatwanya:

ان حكم الاسلام في التدخين ، لم يرد فيه نص قطعي ، في كتاب الله تعالى او سنة رسوله ، محمد صلى الله عليه وسلم ، وانما ورد قوله تبارك وتعالى «يحل لهم الطيبات ويحرم عليهم الخبائث ، وكلمة الخبائث هنا كلمة عامة لا تشير الى الدخان بعينه ، وانما تشير الى ما ورد في النص من المحرمات ، كشرب الخمر والميسر ، والزنا ، والربا ، وغير ذلك.

لذلك لا نستطيع ان نحكم حكما قطعيا في تحريم الدخان ، او كراهيته التحريمية ، وانما ننصح اخواننا واخواتنا المدخنين ان يتركوا ، ويبتعدوا عن هذه النبتة الخبيثة

Artinya: Hukum Islam dalam soal merokok adalah tidak ada dalil eksplisit (qath'i) dalam Quran atau Sunnah (hadits) Nabi. Yang ada adalah firman Allah dalam QS Al-A'raf 7:157. Ayat ini sangat umum dan sama sekali tidak mengarah pada rokok. Ayat ini merujuk pada apa yang terdapat pada perkara-perkara yang diharamkan seperti minum khamr (minuman keras), judi, zina, riba, dan lain-lain.

Oleh karena itu, saya tidak bisa menetapkan hukum yang pasti untuk mengharamkan rokok, untuk menghukumi makruh tahrim. Saya hanya bisa menganjurkan saudara-saudara kita yang perokok agar meninggalkan kebiasaan buruk ini.[1]

- Pada dasarnya tidak ada nash yang shorih (jelas) yang mengatakan bahwa rokok itu haram. Dan dalam kaidah ushul fiqih Syafi’ه bahwa segala sesuatu pada asalnya adalah mubah (الأصل فى الأشياء الاباحة) kecuali jika ada dalil yang mengharamkannya. Nah, karena tidak ditemukan dalil baik dari al-Qur’an maupun al-Hadits yang mengharamkan rokok, maka pengambilan hukumnya dengan istish-hab (kembali ke hukum asalnya) yaitu mubah. Jadi hukum rokok pada asalnya adalah mubah.[2]

- Menurut Arwani, para ulama NU dalam bahtsul masail menilai tidak ada dasar yang kuat untuk mengharamkan rokok. Namun, lanjut Arwani, khusus bagi orang-orang dalam kondisi tertentu, misalnya memiliki penyakit dan penyakitnya bisa bertambah parah jika merokok, maka rokok diharamkan. "Misalnya bagi orang yang menderita diabetes dan sakit paru-paru, rokok haram bagi mereka," katanya.[3]


PENDAPAT YANG MENGHARAMKAN ROKOK

Berikut dalil dan argumen yang mengharamkan rokok

DALIL HARAMNYA ROKOK

1. QS Al-A'raf 7:157
الَّذِينَ يَتَّبِعُونَ الرَّسُولَ النَّبِيَّ الأُمِّيَّ الَّذِي يَجِدُونَهُ مَكْتُوبًا عِندَهُمْ فِي التَّوْرَاةِ وَالإِنجِيلِ يَأْمُرُهُم بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَاهُمْ عَنِ الْمُنكَرِ وَيُحِلُّ لَهُمُ الطَّيِّبَاتِ وَيُحَرِّمُ عَلَيْهِمُ الْخَبَائِثَ وَيَضَعُ عَنْهُمْ إِصْرَهُمْ وَالأَغْلالَ الَّتِي كَانَتْ عَلَيْهِمْ فَالَّذِينَ آمَنُواْ بِهِ وَعَزَّرُوهُ وَنَصَرُوهُ وَاتَّبَعُواْ النُّورَ الَّذِيَ أُنزِلَ مَعَهُ أُوْلَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ
Artinya: (Yaitu) orang-orang yang mengikut Rasul, Nabi yang ummi yang (namanya) mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada di sisi mereka, yang menyuruh mereka mengerjakan yang ma'ruf dan melarang mereka dari mengerjakan yang mungkar dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk dan membuang dari mereka beban-beban dan belenggu-belenggu yang ada pada mereka. Maka orang-orang yang beriman kepadanya. memuliakannya, menolongnya dan mengikuti cahaya yang terang yang diturunkan kepadanya (Al Quran), mereka itulah orang-orang yang beruntung.

2. QS Al-Isra 17:26-27
وَءَاتِ ذَا الْقُرْبَى حَقَّهُ وَالْمِسْكِينَ وَابْنَ السَّبِيلِ وَلاَ تُبَذِّرْ تَبْذِيراً * إِنَّ الْمُبَذِّرِينَ كَانُوا إِخْوَانَ الشَّيَاطِينِ وَكَانَ الشَّيْطَانُ لِرَبِّهِ كَفُوراً

Artinya: Dan berikanlah kepada keluarga-keluarga yang dekat akan haknya, kepada orang miskin dan orang yang dalam perjalanan dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros.

Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan dan syaitan itu adalah sangat ingkar kepada Tuhannya.

Ayat lain yang sering diajukan dalil adalah QS An-Nisa' 4:29 dan Al-Baqarah 2:195.

3. Hadits riwayat Abu Daud, Ahmad, Daruqutni, dll لا ضرر ولا ضرار
Artinya: Jangan melakukan sesuatu yang dapat mencelakakan diri sendiri dan orang lain.

4. Hadits riwayat Bukhari
من كان يؤمن بالله واليوم الآخر فلا يؤذ جاره، ومن كان يؤمن بالله واليوم الآخر فلْيُكرم ضيفه، ومن كان يؤمن بالله واليوم الآخر فليقل خيرا أو لِيصمت

Artinya: Barangsiapa beriman pada Allah dan hari akhir maka hendaknya tidak menyakiti tetangganya, menghormati tamunya, dan mengatakan sesuatu yang baik atau diam.

ALASAN KEHARAMAN ROKOK

Alasan ulama yang mengharamkan rokok antara lain adalah sbb:

1. Mengganggu kesehatan (ضرر على الجسم)
2. Pemborosan (ضرر على المال)
3. Mengganggu kesehatan masyarakat (ضررعلى المجتمع)
4. Mengganggu kesehatan lingkungan (ضرر على البيئة)

YUSUF QARDHAWI ROKOK ITU HARAM

Yusuf Qardhawi, ketua Ikatan Ulama Internasional, berfatwa bahwa merokok adalah haram karena ia membahayakan kesehatan dan harta. Sebagian isi fatwanya adalah sebagai berikut:
يس للقول بحل التدخين أي وجه في عصرنا بعد أن أفاضت الهيئات العلمية الطبية في بيان أضراره، وسيء آثاره، وعلم بها الخاص والعام، وأيدتها لغة الأرقام.

وإذا سقط القول بالإباحة المطلقة، لم يبق إلا القول بالكراهة أو القول بالتحريم. وقد اتضح لنا مما سبق أن القول بالتحريم أوجه وأقوى حجة. وهذا هو رأينا. وذلك لتحقق الضرر البدني والمالي والنفسي باعتياد التدخين. لأن كل ما يضر بصحة الإنسان يجب أن يحرم شرعا.

، فهناك ضرر بدني ثابت وهناك ضرر مالي ثابت كذلك، فتناول كل ما يضر الإنسان يحرم، لقوله تعالى ولا تقتلوا أنفسكم . من أجل هذا يجب أن نفتي بحرمة هذا التدخين في عصرنا

Artinya: Tidak ada pendapat ulama saat ini yang menghalalkan rokok setelah kalangan medis menjelaskan bahayanya dan efek negatifnya.

Apabila gugur pendapat yang membolehkan rokok secara mutlak, maka yang tersisa adalah pendapat makruh atau haram. Pendapat yang mengharamkan menurut kami lebih kuat argumennya. Dan itulah pendapat saya. Hal itu karena jelasnya bahaya fisik, harta dan diri karena kebiasaan merokok. Segala sesuatu yang membahayakan kesehatan manusia maka harus diharamkan secara syariah.

Allah berfirman dalam QS Al Baqarah 2:185 "...dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan." QS An-Nisa 4:29 "Dan janganlah kamu membunuh dirimu; sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu." QS Al An'am 6:141 "dan janganlah kamu berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan." QS Al-Isra 17:27 "Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan dan syaitan itu adalah sangat ingkar kepada Tuhannya." Rokok berbahaya pada kesehatan dan harta, maka memperoleh sesuatu yang membahayakan manusia itu haram karena firman Allah QS An-Nisa 4:29 "Dan janganlah kamu membunuh dirimu" Oleh karena itu, kami merasa wajib memfatwakan haramnya rokok pada saat ini.[6]


PROFIL ULAMA/LEMBAGA YANG MENGHARAMKAN ROKOK

Fatwa haramnya rokok berasal dari ulama Wahabi Arab Saudi. Berikut profil ulama yang mengharamkan rokok.

1. Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin
2. Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz
3. Muhammadiyah berdasarkan Fatwa Majelis Tarjih dan Tajdid bernomor 6/SM/MTT/III/2010
4. Yusuf Qadhawi


ULAMA/LEMBAGA YANG BERFATWA ROKOK MAKRUH ATAU BOLEH

- Hazim Taif Abu Ghazalah direktur Jam'iyah Darul Quran, Yordania.
- Muhammad bin Abdul Ghaffar Al-Sharif, ulama dan dosen Syariah dan Dirasah Islamiyah Universitas Kuwait[4]
- Mahmud Syaltut
- Wahbah Zuhaily
- Lembaga Bahtsul Masail (LBM) PBNU pada 25 Februari 2011 memutuskan bahwa rokok itu hukumnya makruh atau mubah.
- Jawatan kuasa Perunding Hukum Syara’ (Fatwa) Malaysia.[5]


---------
[1] http://goo.gl/h8Wah (Hazim Abu Ghazalah)
[2] http://langitan.net/?p=454
[3] http://goo.gl/fFtXL
[4] Lihat fatwanya: http://goo.gl/KbRwb
[5] Lihat fatwanya: http://goo.gl/bnR9q
[6] Selengkapnya lihat: http://www.qaradawi.net/fatawaahkam/30/1490.html

Sunday, January 07, 2018

Hukum Memakai Kartu Kredit

Hukum Memakai Kartu Kredit
HUKUM MEMAKAI KARTU KREDIT

Assalamualaikum ustadz. saya ingin bertanya. Jadi saya ingin membeli barang, lalu orang tua saya bilang ke saya jika saya hendaknya menabung setengah dari harga barangyang ingin saya beli lalu kelak orang tua saya akan menambah kekurangannya. Namun, orang tua saya menambah kekurangannya dengan cara menggunakan kartu kredit, saya yang dulu awam tentang paham agama pun meng iyakan lalu saya yang mengurus sistem kredit tersebut tetapi yang membayar per bulan tetap orang tua saya. Setelah tahu haramnya riba saya jadi was was apakah barang yang saya beli ini haram? lalu untuk menghindari dosa riba apakah saya harus ikut membayar sisa hutang tersebut dikarenakan orang tua menjalankan akad riba karena ingin membelikan barang saya,dan saya juga ikut mengurus transaksi tersebut? jujur saya takut karena ada ayat Orang-orang yang telah sampai kepadanya larangan dari Tuhannya, lalu terus berhenti (dari mengambil riba), maka baginya apa yang telah diambilnya dahulu (sebelum datang larangan); dan urusannya (terserah) kepada Allah. Orang yang kembali (mengambil riba), maka orang itu adalah penghuni-penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya.” (QS. Al Baqarah (2): 275)"

maka dari itu saya takut jika saya tergolong sepeti yang disebut di ayat. saya tidak tenang. maka dari itu mohon di jawab, terima kasih pak ustadz.

Yang ditanyakan adalah Pemakaian kartu kreditnya ustadz

JAWABAN

Kartu kredit ada dua jenis. Satu, kartu kredit yang penggunaannya bersifat terbatas (Arab: البطاقات الإئتمانية المغطاة). Dua, kartu kredit tak terbatas.

Kartu kredit terbatas adalah kartu kredit yang penggunaannya berdasarkan jumlah dana yang sudah ada di kartu debit pemilik kartu kredit yang sudah ditentukan dan disediakan untuk pembayaran transaksi kartu kredit. Hukum penggunaan kartu kredit tipe ini adalah boleh dan halal karena pemakai kartu pada dasarnya membelanjakan uangnya sendiri yang sudah ada, bukan hutang. Adapun adanya biaya administrasi atas transaksi yang dilakukan itu dibolehkan karena sama dengan jual beli biasa yang tidak ada unsur riba di dalamnya. Ulama kontemporer sepakat atas kebolehan kartu kredit sistem ini. Baca detail: Bisnis dalam Islam

Majelis Majmak Al-Fiqh Al-Islami (Akademi Fiqih Islam) dalam Sesi Ke-15 tahun 2004 M/1425 H memutuskan sbb:

أ‌- يجوز إصدار بطاقات الائتمان المغطاة ، والتعامل بها ، إذا لم تتضمن شروطها دفع الفائدة عند التأخر في السداد.

ب‌- ينطبق على البطاقة المغطاة ما جاء في القرار 108(2/12) بشأن الرسوم، والحسم على التجار ومقدمي الخدمات، والسحب النقدي بالضوابط المذكورة في القرار.

Artinya: a. Boleh menerbitkan kartu kredit terbatas dan bertransaksi dengannya apabila syaratnya tidak mengandung bunga kalau telat melunasi pembayaran.

b. Adapun biaya yang berlaku saat transaksi, sebagaimana disebut dalam keputusan 108 (2/12) adalah sebagai biaya layanan...

Lihat detail: Hukum Kartu Kredit

Sedangkan kartu kredit kedua, yakni kartu kredit tak terbatas. Dimana penggunaan kartu kredit tipe ini adalah pengguna membeli barang yang pembayarannya ditanggung bank. Dengan kata lain, pengguna kartu berhutang pada bank dan membayarnya di akhir bulan dengan waktu yang ditentukan. Yang mana apabila telat pembayarannya, maka akan dikenakan denda.

Hukumnya ulama dalam hal kartu kredit tipe kedua berbeda pendapat sbb:

Pendapat pertama, haram karena pemakaiannya bersifat hutang dan pembayarannya mengandung bunga. Dan setiap hutang yang pembayarannya mengandung atau mensyaratkan bunga adalah riba yang diharamkan menurut mayoritas ulama. Sebagaimana haramnya bunga bank. Baca detail: Hukum Bank Konvensional

Majmak Al-Islami Al-Fiqhiy, termasuk yang menyatakan haram, memutuskan sbb:

أولاً : لا يجوز إصدار بطاقة الائتمان غير المغطاة ولا التعامل بها ، إذا كانت مشروطة بزيادة فائدة ربوية ، حتى ولو كان طالب البطاقة عازماً على السداد ضمن فترة السماح المجاني .
ثانياً : يجوز إصدار البطاقة غير المغطاة إذا لم تتضمن شروط زيادة ربوية على أصل الدين .

Artinya: "Pertama, Tidak boleh menerbitkan kartu kredit tak terbatas juga tidak boleh bertransaksi dengannya apabila mensyaratkan tambahan bunga riba. Walaupun pemilik kartu berniat untuk melunasi tagihan dalam masa yang dibolehkan yang gratis.

Majelis Fatwa Kerajaan Yordania juga mengharamkan kartu kredit yang tak terbatas. Dalam fatwanya no. 935 memutuskan:

بطاقات " الفيزا " و " الماستر " غير المغطاة - إذا كانت تتضمن شرطا ربويا يقضي بدفع حامل البطاقة الربا إذا تأخر في سداد دينه (سحبه المكشوف) - فلا يجوز الاستفادة منها على هذا الوجه ولو كان العميل متأكدا من التزامه بموعد السداد؛ لأن اشتراط الربا في القرض كاف في تحريمه ابتداء، وهذا هو الحال في البطاقات التي تصدرها معظم البنوك الربوية، بخلاف البنوك الإسلامية.

Artinya: Kartu kredit Visa dan Master yang tidak terbatas, apabila mengandung syarat bunga apabila pemilik kartu menunggak hutangnya, maka tidak boleh memakainya walaupun pemilik kartu yakin untuk membayar tagihan tepat waktunya. Karena, syarat riba (bunga) dala hutang itu sudah cukup menjadi alasan atas keharamannya sejak awal. Inilah keadaan faktual terkait kartu kredit yang diterbitkan oleh mayoritas bank konvensional. Beda halnya dengan bank syariah.

Kedua, Boleh menerbitkan kartu kredit tak terbatas apabila tidak mengandung syarat tambahan bunga pada hutang pokok."

Faktanya adalah semua tipe kartu kredit tak terbatas selalu mensyaratkan bunga.

Lihat detail: Hukum Kartu Kredit

Pendapat kedua menyatakan bolehnya kartu kredit tak terbatas apabila memang diperlukan untuk memakainya sebagai alat transaksi. Karena kebutuhan itu sama dengan darurat. Dalam kaidah fiqih dikatakan:

الحاجة تنزل منزلة الضرورة، عامة كانت أو خاصة

Artinya: Kebutuhan itu sama levelnya dengan darurat, baik umum atau khusus. Baca detail: Kaidah Fikih

Sedangkan keadaan darurat itu membolehkan perkara yang dilarang. Dalam kaidah fikih dikatakan:

الضرورات تبيح المحظورات

Artinya: Darurat membolehkan perkara yang dilarang.

Lihat detail:
- Hukum Kartu Kredit
- Baca detail: Kaidah Fikih

Pendapat ketiga, penggunaan kartu kredit boleh secara mutlak. Ini adalah pendapat ulama yang menganggap bahwa bunga dalam kredit bank konvensional bukanlah riba melainkan keuntungan usaha. Baca detail: Ulama yang Menghalalkan Bank Konvensional

Kesimpulan: Kartu kredit ada dua jenis. Jenis pertama halal secara mutlak. Jenis kedua masih diperselisihkan ulama atas halal dan haramnya. Namun, apabila itu dibutuhkan, maka itu sama dengan darurat yang dibolehkan secara ijmak.

Friday, January 05, 2018

Benarkah Istri Dapat Separuh Dari Harta Bersama?

Benarkah  Istri Dapat Separuh Dari Harta Bersama?
WARISAN ISTRI BENARKAH DAPAT 1/2 DARI HARTA BERSAMA?

Assalamualaikum Wr. Wb.

Selamat malam saya ingin bertanya mengenai Hak Waris.
Begini,
Ayah saya bercerai dengan Ibu tahun 1998. Dengan Ibu, Ayah memiliki keturunan 2 orang anak kandung laki-laki. Saya umur 31 tahun dan Adik saya umur 29 tahun.
Mengenai Harta Goni Gini Ayah dan Ibu sudah ada Putusan dari Pengadilan dan sudah dipisah/dibagi pada saat Putusan Cerai.

Sampai dengan saat ini Alhamdulillah Ibu masih sehat dan belum pernah menikah sah secara Hukum. Tetapi sudah 2kali Menikah Siri namun dengan suami yg terakhir sudah 2 tahun lalu bercerai dan saat ini (2017) tinggal bersama dengan Saya.

Januari 2006 Ayah menikah lagi dengan janda yang membawa 2 anak perempuan (dari pernikahan sebelumnya). 2 anak perempuannya seumuran dengan Saya dan Adik saya.
Ayah meninggal juli 2006. (Menikah selama 6 bulan dengan istri kedua). Dan TIDAK memiliki Anak Keturunan dari Ayah sama sekali.

Ayah punya 2 rumah, 1 tanah, dan 7 mobil yang diperoleh/dibeli pada saat masih belum bercerai dengan Ibu (jauh sebelum menikah dengan istri kedua)
Dan 1 rumah lagi yang dibeli pada saat bersama dengan Istri kedua.

Pertanyaannya:
1. Istri kedua bilang, menurut Hukum Islam dia berhak menerima 1/8 dari SEMUA harta milik Ayah yang Ayah beli SEBELUM menikah dengan dia. Dan 1/2 dari harta yg Ayah beli setelah menikah dengan dia. Apakah itu benar? Sedangkan dia TIDAK memiliki anak keturunan dari Ayah.

2. Pada saat Ayah meninggal, istri kedua langsung bertindak cepat mengurus surat kematian, ahli waris dan sebagainya. Katanya, dia memasukkan ke 2 anak perempuannya juga ke dalam surat ahli warisnya itu. Padahal 2 anak perempuan itu bukan anak kandung ayah saya tetapi anak kandung dari suami sebelummya. Apakah itu bisa?
Sekarang dia tinggal bersama dengan kedua anaknya, menantu dan cucunya di salah satu rumah yang Ayah beli sebelum menikah dengan dia. Karena rumah yang Ayah beli setelah menikah dengan dia ada di luar kota.
Surat kematian Ayah dan Surat Ahli Waris semua ada di dia, dan Kami tidak punya copyannya karena kami memang tidak berkomunikasi baik.

3. Ayah seorang PNS. Pada saat meninggal Ayah belum pensiun. dan Gaji Pensiunannya jatuh ke istri keduanya sebagai istri sah. Saya dan Adik saya tidak pernah meminta sedikitpun kepada ibu tiri setelah Ayah meninggal. Padahal pada saat itu kami berdua masih kuliah. Saya disuruh meminta kerumahnya setiap bulan jika butuh uang. Tapi kami tidak melakukannya dan memilih untuk tidak bertemu sama sekali.

4. Bagaimana hitungan pembagian harta warisan yang benar menurut Hukum Islam jika hartanya sesuai dengan milik Ayah yg saya sebutkan tadi di atas?

5. Apakah nanti jawaban-jawaban yang saya terima yaitu hukum waris dalam hukum islam nantinya sama dengan putusan-putusan soal hak waris di Pengadilan Agama? (Karena saya dengar Pengadilan Agama mengambil keputusan atas dasar Hukum Islam. Tidak seperti Pengadilan Negeri yang atas dasar Hukum Negara)

6. Bolehkah saya sekalian bertanya dasar hadist/sumber jawaban dari pertanyaan saya agar nanti omongan saya atas pembagian hak waris kuat dan diterima dgn baik oleh semua pihak ? (Karena belakangan ini Ibu tiri meminta kejelasan untuk dibawa ke notaris atas hak waris miliknya)

Mohon bantuannya
Terimakasih banyak atas perhatiannya..
Wassalam ..

JAWABAN

1. Yang benar adalah: istri berhak menerima warisan 1/8 dari seluruh harta suaminya baik harta yang diperoleh sebelum menikah dengannya atau setelah menikah dengannya. Karena dalam Islam tidak ada istilah harta gono-gini. Jadi anggapan dia berhak mendapat 1/2 dari harta suami setelah menikah dengannya itu tidak benar. Baca detail: Harta Gono gini

2. Tidak benar. Anak tiri tidak mendapat warisan.

4. Pembagiannya sbb: (a) istri mendapat 1/8; (b) Sisanya yang 7/8 dibagikan kepada kedua anak kandung laki-laki (dibagi dua secara sama).

5. Ada sebagian yang tidak sama. Karena Pengadilan Agama memakai pedoman buku Kompilasi Hukum Islam (KHI). Walaupun namanya Hukum Islam, tapi ada beberapa masalah yang mengadopsi hukum adat antara lain masalah harta gono-gini. Baca detail: KHI

6. Dalil-dalilnya lihat di sini: Hukum Waris Islam

WARISAN UNTUK ISTRI, ANAK KANDUNG DAN ANAK ANGKAT

Assalamu'alaikum..
Saya dari sorong papua barat..
sekitar 4 bulan yang lalu ayah saya meninggal dunia dan meninggalkan harta dan perusahaan .
ibu kami masih ada dan kami ada 7 orang bersaudara dan 1 saudara angkat.
saya khawatir akan terjadi salah pembagian warisan karena ilmu kami yang kurang..

bagaimana cara membagi warisan kami karena orang tua mempunyai 1 rumah tinggal, 20 rumah kos-kosan, 1 truck, 1 mobil ertiga, 1 mobil honda brio, 2 hektar tanah di kampung, 3 perusahaan ( 3 perusahaan ini di amanahkan ke saya untuk menjalankannya, 1 perusahaan masih aktif dan 2 perusahaan sudah tdk aktif tapi saya berusaha akan menjalankan dan mengaktifkannya kembali).

sebelum meninggal ayah sempat menyampaikan rumah tinggal dan mobil brio untuk adik yang bungsu (apakah itu boleh).

Aatas bantuannya kami ucapkan terima kasih..

Hormat saya,

JAWABAN

1. Cara pembagian harta dalam kasus di atas sbb (dg asumsi orang tua almarhum (kakek/nenek anda) sudah wafat:
(a) Istri (ibu anda) mendapat 1/8
(b) Sisanya yang 7/8 diberikan kepada seluruh anak kandung. Di mana anak lelaki mendapat bagian dua kali lipat dari anak perempuan (2 banding 1). Sayang anda tidak menyebut jenis kelamin dari seluruh anak kandung.
(c) Anak angkat tidak mendapat warisan sama sekali.

2. Pemberian harta dari pewaris yang dikaitkan setelah meninggal disebut wasiat. Dan wasiat kepada salah satu ahli waris hukumnya tidak sah kecuali atas persetujuan dari seluruh ahli waris yang lain.

Baca detail: Hukum Waris Islam

WARISAN BAGIAN ISTRI DAN ANAK KANDUNG (PRIA DAN WANITA)

Aslm ustad..mau konsul waris..

Seorang laki2 meninggal tanggal 15 juli 2017

Meninggalkan ahli waris utama
1.ayah(sudah wafat)
2.ibu(sudah wafat)
3.istri (masih hidup)
4.anak kandung:
a.perempuan , hidup, sudah menikah,punya satu orang putra
b.perempuan, meninggal awal tahun 2015
c.laki2, meninggal juni 2010
d.perempuan, hidup

Adik kandung ibu,masih hidup 2 orang..
Adik kandung bapak,meninggal awal 2017

Ahli waris sekunder yg masih hidup:
1.cucu laki2 1 orang dari anak perempuan yg masih hidup
2.saudara laki2 kandung ,2orang
3.saudara perempuan kandung,3orang
4.saudara laki2 sebapak,1 orang

Mohon ilmu nya ustadz bagaimana pembagian warisnya..jazakallah khoir..

JAWABAN

Pembagiannya sbb:
(a) Istri mendapat 1/8 = 3/24
(b) Dua anak kandung yg masih hidup mendapat 2/3 (dibagi dua) = 16/24
(c) Sisanya yang 5/24 dibagikan kepada lima saudara kandung di mana saudara lelaki mendapat 2, saudara perempuan mendapat 1. Dalam kasus di atas, kedua saudara lelaki masing-masing mendapat 2/7, sedangkan ketiga saudara perempuan mendapat 1/7 (dari 5/24).
(d) saudara sebapak tidak dapat warisan karena terhalang saudara kandung.
Baca detail: Hukum Waris Islam

Was-Was Berapa Talak Suami Yang Jatuh?

Was-Was Berapa Talak Suami Yang Jatuh?
WAS-WAS BERAPA TALAK SUAMI YANG JATUH?

Assalamu'alaikum pak ustadz, saya ingin bertanya mengenai beberapa permasalahan rumah tangga saya soal talak :

1. Pada waktu itu saya dan suami cekcok di telpon gara gara perempuan lain, saya menuduh suami saya kenal perempuan lain yang iya ceritakan, tapi saat saya menanyakan nya lagi dia berbeda jawaban malah bilang katanya tidak mengenal perempuan itu, itu hanya pura pura biar ngga gengsi depan istri dan dia hanya mengarang cerita katanya, lalu saya jadi kurang percaya sama suami karna jawaban nya berbeda jadi plin plan.. Lalu saya bersi keras mnta cerai, lalu suami saya bilang seperti ini " kalo benar saya mengenal atau perempuan itu benar benar ada, kamu minta talak 3 sekalipun aku lakonin.. Tapi setelah kamu cari tau dan kenyataan nya benar benar tidak ada, maaf saja kata itu tidak akan terlontar dari mulut saya" apa kata kata suami saya itu sudah jatuh talak apa tidak pak ustadz?? Padahal sampai saat ini keberadaan perempuan itu memang benar benar tidak ada.

2. Pada hari kedua, kami bertengkar lagi gara gara masalah itu pak ustadz, lalu saya sudah kesal karna suami masih tidak mengaku dan akhirnya saya berbicara kasar ke suami, lalu suami mengancam seperti ini " kalo sekali kali lagi kamu ngomong kasar, ngga segan segan aku pasrahin kamu" tapi saya tetap bersikukuh bilang kasar pak ustadz, dan di hari berikutnya saya ketakutan dengan ancaman suami saya, lalu saya bertanya apa maksud tentang perkataan dia yang itu, dia jawab katanya maksud nya itu dalam artian pasrahin ke orangtua saya biar di didik cara bicaranya, tanpa ada niatan menceraikan.. Tapi saya belum tau jelas benar atau tidak nya tentang niatan itu, apa itu sudah jatuh talak juga pak ustadz?

3. Masih pertengkaran yang sama, di hari berikutnya saya bertanya pada ibu ibu di daerah saya tentang permasalahan yang suami saya ucapkan, kata ibu ibu itu perkataan suami saya yang no. 2 itu sudah jatuh talak katanya, Lalu saya kebingungan dan tegang ketakutan serba salah, dan saya langsung ngobrol sama suami via telpon karna kebetulan waktu itu saya masih berada di rumah orang tua saya, saya ketakutan dan berbicara seperti ini pada suami saya, " kata ibu ibu disini kata kata ayah itu udh jatuh talak yah" lalu suami saya dengan nada kaget bilang seperti ini "wah masa sih bun, perasaan beneran deh ayah ngga ada niatan sama sekali buat menjatuhkan talak" lalu saya menjawab " aduuh gimna ini ayaah, bunda takut" ( saya berbicara dengan nada takut dan nangis pokok nya tegang) lalu suami saya menjawab " tenang buun jangan bikin ayah pusing khawatir gini doong, tenangin bisa ngga?" ( suami saya nenangin saya) lalu saya menjawab kembali "bunda ngga bisa tenaang yah, karna kata kata ayah itu udh berarti talak" lalu suami menjawab seperti ini "kalo iya nya itu jatuh talak, berarti masih ada dua kesempatan lagi buat kita perbaiki bun" lalu saya menjawab lagi, "tapi ayah udh dua kali kan ucapin nya, "dan suami saya menjawab lagi "berarti masih ada satu kali kesempatan untuk kita perbaiki sikap masing masing yah sayang, ini ujian buat kita" nah pak ustadz apakah kata kata yang keluar dari mulut suami saya itu yang menyatakan tinggal satu kali lagi kesempatan itu sudah jatuh talak 2 atau tidak jatuh talak sama sekali..? Mohon jawaban nya karna kita masih benar benar awam..

4. Masih seputar minggu minggu itu, karna saya lama tinggal di rumah orang tua selama beberapa minggu dikarnakan suami kerja diluar kota, yang biasanya saya ikut beliau kerja kesana. Lalu kami bertengkar kembali, dan suami mengucap kata kata seperti ini "ya sudahlah jangan kesini lagi aja sekalian" . Maksud beliau katanya saya disini dirumah orang tua, dan dia mencari uang diperantauan saya tidak usah ikut, apakah itu juga sudah jatuh talak pak ustadz?

5. Saat itu saya sudah kembali ikut suami ke perantauan, lalu saya dan suami bercerita tentang saudara suami yang disuruh istrinya untuk menikah lagi dan si laki laki nya itu mau saja, dan pada akhirnya menikah lagi lah si suami itu dengan wanita lain, dan si istri pertamanya malah di terlantar kan dan lebih menyayangi istri kedua, lalu saya bilang seperti ini kepada suami saya " kalo aku nih yah, diperlakukan seperti itu sama suami aku, aku tak segan segan minta cerai" lalu suami menjawab "ya iya lah, buat apa kalau disakiti kaya gitu" dan tiba tiba saya langsung marah sama suami, bilang gini " kamu apaan sih yah ko meng iya kan perkataan saya?" lalu suami kaget wajah tak tau dosa menjawab seperti ini " apaan sih bun, kan kita cuman bercerita, salah siapa ngomong kayak gitu" nah pak ustadz, apakah kata kata suami saya yang meng iya kan perkataan saya itu sudah jatuh talak? Karna mungkin bisa di bilang trauma karna saya sering baca baca mengenai talak pak ustadz..

6. Waktu itu saya berkunjung lagi ke rumah orang tua, dan di via telpon kita sering bertengkar, dan minta suami saya menjemput tapi dia bersikukuh bilang gak akan mau jemput lalu saya bilang seperti ini " jemput aku kesini awas aja kalo kamu tidak jadi jemput, disini aku mau nyari laki laki lain saja" lalu suami menjawab, "silakan kamu cari laki laki lain, berarti kamu ngga serius jalanin hubungan kita" apa itu juga sudah jatuh talak pak ustadz, karna suami mempersilakan cari yang lain, tapi saat ditanya masih sama tidak ada niatan menceraikan sama sekali kata nya..

7. Masih di waktu yang sama, emosi saya sudah memuncak dan bicara seperti ini ke suami saya "kamu baik sama saya, tapi kadang kamu licik yah sama istri, ngga peduliin istri, dan ngga bahagiain istri, emas kawin yang saya jual pun itu untuk keperluan saya ngga kamu ganti kan?" lalu suami menjawab, "ooh jadi gitu kamu, karna kamu gak bisa beli mas, aku gak bisa bahagiain kamu, gak bisa beliin kamu mas yang banyak, kalo kaya gitu saya ngga akan jemput kamu, saya ngga akan pulang pulang lagi" aku jawab sama suami " apa maksud kamu ngomong gitu? " lalu suami saya menjawab lagi "iya biar kamu senang disana, biar uang yang kita pake buat ngerantau disini kamu bisa gunain buat beli emas yang banyak, aku gak akan pulang pulang lagi biar aku bisa bahagiain kamu cari uang yang banyak buat kamu" apa perkataan itu sudah jatuh talak juga pak ustadz?

8. Masih di waktu yang sama di via telpon, suami saya membujuk saya supaya baikan tapi suami salah mengucap jadi gini "bun udh yah marahan nya, ayah teh pengen rujuk pengen baik baik aja" lalu saya menjawab, "kamu ngomong apa sih, kamu bilang rujuk emang kamu udh ceraikan aku?" lalu suami menjawab gini "eh salah bun, maksudnya kita baikan, biar kita ngga marahan lagi, gitu doang kok bun ngga lebih" apakah itu juga sudah termasuk talak pak ustadz?


Mohon dengan sangat untuk jawaban nya pak ustadz, karna saya penderita was- was kadang memikirkan ini berbulan bulan tidak bisa tidur, dan tidak bisa beraktivitas seperti selayaknya kebanyakan orang, karna kami sama sama ingin mencari ridho Allah, menjalankan pernikahan sesuai syariat islam... Yang saya tanyakan, masih tersisa berapakah talak saya dan suami? Masih tetap utuh atau sudah jatuh talak pak ustadz, terimakasih dan mohon sekali jawabannya..

Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh..

JAWABAN

1. Talak tidak jatuh. Karena suami cuma berandai-andai yang berarti mengarah ke masa depan. Talak baru jatuh apabila suami membuat pernyataan seperti "Aku cerai kamu". Baca detail: Talak Masa depan tidak terjadi cerai

2. Tidak jatuh talak karena kata "Aku pasrahin kamu" itu termasuk talak kinayah yang baru jatuh talak apabila disertai niat. Sementara suami sudah menegaskan bahwa tidak ada niat untuk menceraikan istri. Baca detail: Cerai dalam Islam

3. Yang terjadi dalam kasus no. 3 adalah bercerita tentang talak. Dan bercerita tentang talak, baik terkait orang lain atau diri sendiri, tidak jatuh cerai. Baca detail: Cerai dalam Islam

4. Tidak jatuh talak karena talak kinayah yang tidak disertai niat. Baca detail: Cerai dalam Islam

5. Tidak jatuh talak. Karena konteksnya adalah bercerita tentang talak. Baca detail: Cerita Talak Tidak Terjadi Cerai

6. Masuk talak kinayah tapi Tidak jatuh talak karena tidak ada niat.

7. Tidak jatuh talak. Alasannya sama dg no. 6.

8. Tidak jatuh talak karena tidak ada ucapan talak baik secara kinayah maupun sharih. Baca detail: Cerai dalam Islam

Saturday, December 16, 2017

Hukum Harta Gono Gini

Hukum Harta Gono Gini
HUKUM HARTA GONO GINI

Harta gono-gini atau harta bersama yang diperoleh selama suami dan istri berumah tangga tidak otomatis menjadi milik bersama menurut syariah Islam. Harta tersebut tetap menjadi milik masing-masing sesuai dengan sistem kepemilikan yang berlaku umum.

Assalamu'alaikum

Suami saya memiliki kpr rumah dengan mantan istri nya selama 15 tahun. Mereka bercerai saat cicilan tersebut baru berjalan 1 tahun. Saat ini cicilan rumah tersebut dibayar oleh suami saya yg telah terikat pernikahan dengan saya.
1. Bagaimana status rumah tersebut?
2. apakah ada hak saya sebagai istri di dalam rumah tsb? 3. Dan kalau (naudzubillah ya..bukan mendoakan) suami saya nanti meninggal, bagaimana perhitungan mengenai warisan dari rumah tsb?

Suami saya memiliki 1 putri dan 1 putra dari pernikahan terdahulu. Dan 1 anak dari sya (belum tau jenis kelaminnya. Masih di dalam perut)

TOPIK KONSULTASI ISLAM
  1. HUKUM HARTA GONO GINI
  2. SUAMI TIDAK SHALAT
  3. CARA KONSULTASI SYARIAH ISLAM


JAWABAN

1. Dalam Islam, suatu harta adalah menjadi milik masing-masing pemiliknya sesuai dengan sistem kepemilikan yang berlaku umum. Baik si pemilik itu seorang yang tak memiliki pasangan atau sudah memiliki pasangan (suami / istri). Oleh karena itu, status dari rumah KPR tersebut tinggal melihat apakah harta yang dipakai untuk membayar DP (uang muka) dan membayar cicilannya milik suami saja atau ada uang istri di situ. Kalau hanya milik suami saja, maka istri pertama atau istri kedua tidak punya hak apa-apa atas rumah tersebut. Kecuali kalau suami memberikan, itu lain soal.


Al-Mawardi dalam Al-Hawi Al-Kabir, hlm. 17/408, menyatakan:

إذا كان الزوجان في دار يسكناها، إما ملكا لهما، أو لأحدهما، أو لغيرهما، فاختلفا في متاعها الذي فيها من آلة، وبسط وفرش، ودراهم، ودنانير، وادعاه كل واحد منهما لنفسه، أو ماتا، فاختلف فيه ورثتهما، أو مات أحدهما، فاختلف فيه الباقي وورثة الميت، أو كان ذلك في أخ، أو أخت، وكانا يسكنان دارا، اختلفا في متاعها، فكل ذلك سواء: فإن كان لأحدهما بينة بملك ما ادعاه حكم بها، وإن عدما البينة مع اختلافهما فيه فهما مشتركان في اليد حكما، ويد كل واحد منهما على نصفه، فيتحالفان عليه، ويجعل بينهما بعد أيمانهما نصفين، ويشتركان فيما يختص بالرجال كالعمائم، والطيالسة، والأقبية، والسلاح، وفيما يختص بالنساء كالحلي، والمقانع، ومصبغات الثياب، وقمص النساء، وفيما يصلح للرجال والنساء، من البسط، والفرش، والآلة، ولا يختص الرجال بآلة الرجال، ولا النساء بآلة النساء

Artinya: Suami istri dalam suatu rumah yang ditinggali berdua itu ada tiga kemunginan: milik berdua, milik salahsatunya, atau bukan milik keduanya. Lalu keduanya berselisih dalam soal perabot rumah seperti tikar, kasur, uang, dll. Keduanya mengklaim milik sendiri. Atau, keduanya mati dan ahli waris berselisih terkait tersebut. Atau mati salahsatunya, lalu salahsatunya berselisih dengan ahli waris mayit. Atau perselisihan itu terjadi antara dua saudara yang menempati satu rumah. Maka, semua kasus di atas pada dasarnya sama: (a) Apabila salahsatunya mempunyai bukti kepemilikan atas klaimnya maka dia berhak memiliki itu; (b) apabila keduanya tidak mempunyai bukti atas perselisihan itu maka secara hukum keduanya adalah pemiliknya. Dan masing-masing mendapat separuhnya. Lalu keduanya bersumpah dan setelah bersumpah boleh mendapatkan separuh harta yang diklaim. Baik barang itu khusus untuk laki-laki seperti sorban, dll, atau yang khusus untuk wanita seperti perhiasan, dll; atau yang umum untuk pria dan wanita seperti kasur, dll. Jadi, laki-laki tidak dikhususkan hanya mendapatkan barang laki-laki, juga perempuan tidak dikhususkan hanya mendapat barang khusus perempuan. (Lihat juga: Al-Majmuk, hlm. 16/33 dan Nihayatul Muhtaj, hlm. 20/203).

2. Anda sebagai istri kedua, apabila anda tidak ikut membayar cicilan KPR tersebut, maka anda tidak memiliki hak apapun dari rumah tersebut. Rumah itu 100% menjadi hak milik suami. Kalau ternyata anda atau istri pertama pernah ikut nyumbang membayar cicilan, maka anda atau mantan istri pertama memiliki hak sesuai dengan prosentase yang dibayar.

3. Kalau suami meninggal, maka menurut hukum waris Islam, anda asal masih berstatus istri saat suami meninggal akan mendapatkan bagian waris 1/8 (seperdelapan) dari seluruh harta suami. Sedangkan istri pertama tidak mendapat warisan apapun karena berstatus cerai sebelum meninggal. Orang tua suami (ayah dan ibunya kalau masih hidup) juga akan mendapat bagian tertentu. Sisa dari itu akan diberikan kepada anak-anaknya almarhum baik anak dari istri pertama maupun dari istri kedua di mana anak laki-laki akan mendapatkan bagian dua kali lipat dari anak perempuan. Lihat detail: Hukum Waris Islam

__________________________


SUAMI TIDAK SHALAT

assalamualaikum..saya mau bertanya ustad..
saya sudah 5 taun menikah. nikahnya karena dijodohkan ortu..aku mau saja demi kebahagiaan mereka..tapi ustad setelah menikah baru aku tau suami saya tidak pernah shalat. .ngaji tidak bisa. tiap hari selalu saya ingetin shalat. ..tapi kadang mau kadang tidak..saya ajari ngaji meskipun jarang... dia baek tapi pemahaman agamanya kurang....

1. Bagaimana menurut islam sebuah keluarga yg pemimpin keluarganya tidak bisa kaseh contoh yg baek buat anak istri...kadang ada penyesalan. .

JAWABAN

1. Menentukan jodoh bisa dilakukan dengan banyak cara. Baik memilih sendiri atau berdasarkan pilihan orang tua. Namun satu hal yang pasti menurut Islam adalah calon kita haruslah orang yang taat beragama dan baik perilakunya serta berasal dari keluarga yang baik pula. Karena hanya dengan ketiga kriteria itu kemungkinan rumah tangga bahagia dan damai akan tercapai. Setidaknya ini pelajaran bagi anda nanti apabila mencari calon besan untuk putra putri anda.

Untuk saat ini, anda harus berkomitmen untuk "mendidik" suami agar tambah wawasan agama dan berperilaku lebih agamis. Caranya antara lain dengan memberi bacaan-bacaan buku agama, sering mengajak ke pengajian dan juga bersilaturrahmi ke tokoh agama untuk meminta nasihat. Baca detail: Menyikapi Pasangan Selingkuh

Wednesday, December 13, 2017

Hukum Qunut Subuh, Witir dan Qunut Nazilah

Hukum Qunut Subuh, Witir dan Qunut Nazilah
Hukum Qunut Subuh, Witir dan Qunut Nazilah

Qunut adalah bacaan doa yang dilakukan pada rakaat akhir setelah bangun dari rukuk. Qunut dalam mazhab Syafi'i ada tiga macam yaitu qunut ratib (jamak, rawatib), qunut witir dan qunut nazilah. Qunut rawatib adalah qunut yang dilakukan secara teratur dan terus menerus. Qunut ratib terjadi pada waktu shalat subuh. Yang kedua adalah qunut witir yaitu qunut yang dibaca setiap rakaat akhir shalat witir. Ketiga, nazilah yaitu qunut yang dilakukan saat umat Islam terimpa musibah atau bencana. Qunut nazilah sunnah di lakukan di setiap shalat fardhu. Hukumnya qunut adalah sunnah

DAFTAR ISI
  1. DOA QUNUT DAN DASAR HUKUMNYA
    1. BACAAN DOA QUNUT
    2. BACAAN DOA QUNUT UMAR BIN KHATTAB
    3. KAPAN QUNUT SUNNAH DIBACA
    4. HUKUM MENAMBAH BACAAN QUNUT DENGAN QUNUT UMAR DAN DOA LAIN
  2. QUNUT WITIR
    1. QUNUT WITIR SUNNAH PADA SEPARUH AKHIR BULAN RAMADAN
    2. QUNUT WITIR SUNNAH SELURUH BULAN RAMADHAN
    3. QUNUT WITIR SUNNAH SEPANJANG TAHUN
    4. KONSEKUENSI APABILA TIDAK QUNUT WITIR
  3. QUNUT NAZILAH
    1. DALIL SUNNAHNYA QUNUT NAZILAH
    2. QUNUT NAZILAH SUNNAH DI SETIAP SHALAT FARDHU 5 WAKTU
    3. QUNUT NAZILAH PADA HARI JUMAT
    4. QUNUT NAZILAH HARI JUMAT MENURUT MAZHAB EMPAT
  4. CARA KONSULTASI SYARIAH ISLAM

DOA QUNUT DAN DASAR HUKUMNYA

Hukum doa qunut pada shalat subuh hukumnya sunnah. Pandangan ini dianut oleh madzhab Syafi'i berdasarkan Hadits sebagai berikut:

1. Berdasarkan pada sejumlah hadits sbb:

- Hadith sahih yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad,Daruqutni dan Baihaqi dari Sahabat Anas bin Malik sebagai berikut:
ما زال رسول الله يقنت في صلاة الفجر حتى فارق الحياة
Artinya: RasuluLlah selalu berqunut pada shalat subuh ssampai beliau wafat. Untuk status hadits lihat di sini.

- Hadits sahih riwayat Muslim dari Anas.
أن رسول الله قنت شهراً يدعو على أحياء من أحياء العرب ثم ترك
Artinya: bahwa Rasulullah berqunut selama sebulan mendoakan orang-orang Arab yang masih hidup kemudian tidak melakjukannya lagi.

- Hadits sunnahnya Qunut nazilah apabila tertimpa musibah atau bencana:

أن النبي صلى الله عليه وسلم كان يقنت في الفجر والظهر والعصر والمغرب والعشاء

Artinya: Bahwasanya Nabi Muhammad melakukan qunut (nazilah) pada saat shalat subuh, dhuhur (dzuhur), ashar, maghrib, dan isya' (HR Ahmad) Diriwayatkan juga bahwa Umar bin Khattab membaca doa qunut pada shalat Subuh di hadapan para sahabat dan lainnya.

Berkenaan dengan Hadith yang diriwayatkan oleh Anas ini, menurut al Haithami, para perawinya adalah tsiqah (dapat dipercaya). Menurut Imam Nawawi ia diriwayatkan oleh sekumpulan huffadz (ahli hadith) dan mengakui kesahihannya.

Kesahihan ini dinyatakan juga oleh al Hafiz al Balkhi, Al Hakim, Al Baihaqi dan ia juga diriwayatkan oleh Ad Daruqutni melalui beberapa jalan dengan sanad yang sahih.

Dalam mazhab Syafi'i adalah sunnah hukumnya membaca doa qunut waku melaksanakan shalat subuh, baik saat turunnya bala' atau tidak.

Di antara yang berpendapat seperti ini adalah Sahabat Abu Bakar Ash Shiddiq, Umar bin Khattab, Utsman bin Affan, Ali bin Abi Talib, Ibnu Abbas, Barra’ bin Azib. Lihat: Kitab Al Majmu’ Syarah Muhadzab III halaman 504.

Syekh Nawawi Banten dalam kitab Kasyifatussaja mendefinisikan qunut sbb:
والقنوت هو ذكر مخصوص مشتمل على دعاء وثناء ويحصل بكل لفظ اشتمل عليهما بأي صيغة شاء كقوله: اللهم اغفر لي يا غفور، فالدعاء يحصل باغفر والثناء بغفور، وكذلك ارحمني يا رحيم وقوله: الطف بي يا لطيف وهكذا،

Artinya: Qunut adalah dzikir tertentu yang mengandung doa dan pujian (pada Allah). (Oleh karena itu) setiap kalimat yang mengadung kedua unsur itu dapat digunakan. Seperti kalimat: Allahumma ighfir li Ya Ghafur. Kata "ighfir" adalah doa. Sedangkan kata "ghafur" adalah pujian. Begitu juga kalimat "Irhamni Ya Rahim" dan "Ultuf bi Ya Latif" dan seterusnya.

- Karena qunut adalah suatu dzikir yang khusus maka boleh diganti dengan doa lain asal diniati untuk qunut:
ومثل الذكر المخصوص آية تتضمن ذلك كآخر سورة البقرة بشرط أن يقصد بها القنوت، وكقوله تعالى: ربنا اغفر لنا ولإخواننا الذين سبقونا بالإيمان ولا تجعل في قلوبنا غلاًّ للذين آمنوا ربنا إنك رؤوف رحيم} ((59)الحشر:10)


Artinya: Sama dengan dzikir khusus adalah ayat yang mengandung dzikir seperti akhir surat Al Baqarah dengan syarat harus diniati qunut. Seperti firman Allah dalam QS Al-Hasyr 59:10

- Qunut Umar menurut Syekh Nawawi Banten (ibid) adalah sbb:
اللهم إنا نستعينك ونستغفرك ونستهديك ونؤمن بك ونتوكل عليك ونثني عليك، الخير كله نشكرك ولا نكفرك ونخلع ونترك من يفجرك بضم الجيم أي يعصيك، اللهم إياك نعبد ولك نصلي ونسجد وإليك نسعى ونحفد بكسر الفاء أي نسرع إلى الطاعة نرجو رحمتك ونخشى عذابك إن عذابك الجد بكسر الجيم أي الحق بالكفار ملحق بكسر الحاء أي لاحق بهم ويجوز فتحها لأن الله ألحقه بهم فإن جمع بينهما فالأفضل تقديم قنوت النبي صلى الله عليه وسلّم وإن اقتصر فليقتصر عليه.

Lebih detail lihat di sini.

BACAAN DOA QUNUT (TEKS ARAB DAN LATIN)

اللّهم اهدِنا فيمَن هَديْت و عافِنا فيمَن عافيْت و تَوَلَّنا فيمَن تَوَلَّيْت و بارِك لَنا فيما أَعْطَيْت و قِنا واصْرِف عَنَّا شَرَّ ما قَضَيت فإنك تَقضي ولا يُقضى عَليك فإنَّهُ لا يَذِّلُّ مَن والَيت وَلا يَعِزُّ من عادَيت تَبارَكْتَ رَبَّنا وَتَعا ليتْ َفلكَ الحَمدُ عَلى ما قَضَيْت نَستَغفِرُكَ ونَتوبُ اليك وصلي الله علي سيدنا محمد النبي الأمي وعلي أله وصحبه وسلم


Teks doa qunut tulisan latin:

Allahummahdina fiman hadayt. Wa afina fiman afayt. watawallana fiman tawallayt. wabarik lana fima a'tayt. waqina wasrif anna syarro ma qadayt. fa innaka taqdi wala yuqdo alayk. fainnahu la yadzillu man wa layt wala yaizzu man adayt. tabarakta robbana wata'alayt. falakal hamdu ala ma qadayt. nastaghfiruka wanatubu ilaika. wasallallahu ala sayyidina Muhammadin Nabiyyil Ummiyyi wa ala alihi wasahbihi wasallam. Artinya: Ya Allah, berilah aku petunjuk seperti orang-orang yang telah Engkau beri petunjuk. BErilah aku kesehatan seperti orang yang telah Engkau beri kesehatan. Pimpinlah aku bersama-sama orang-orang yang telah Engkau pimpin. Berilah berkah pada segala apa yang telah Engkau pimpin. Berilah berkah pada segala apa yang telah Engkau berikan kepadaku. Dan peliharalah aku dari kejahatan yang Engkau pastikan. Karena, sesungguhnya Engkaulah yang menentukan dan tidak ada yang menghukum (menentukan) atas Engkau. Sesungguhnya tidaklah akan hina orang-orang yang telah Engaku beri kekuasaan. Dan tidaklah akan mulia orang yang Engkau musuhi. Maha berkahlah Engkau dan Maha Luhurl`h Engkau. Segala puji bagi-Mu atas yang telah engkau pastikan. Aku mohon ampun dan kembalilah (taubat) kepada Engkau. Semoga Allah memberi rahmat, berkah dan salam atas nabi Muhammad beserta seluruh keluarganya dan sahabatnya.


BACAAN DOA QUNUT UMAR BIN KHATTAB

Umar bin Khattab, khalifah kedua Islam, memiliki bacaan qunut berbeda sebagai berikut:
اللهم اغفر لنا وللمؤمنين والمؤمنات والمسلمين والمسلمات وألّف بين قلوبهم وأصلح ذات بينهم وانصرهم على عدوك وعدوهم. اللهم عذب الكفرة الذين يصدون عن سبيلك ويكذبون رسلك ويقاتلون أولياءك، اللهم خالف بين كلمتهم وزلزل أقدامهم وأنزل بهم بأسك الذي لا ترده عن القوم المجرمين. بسم الله الرحمن الرحيم اللهم إنا نستعينك ونستغفرك ونثني عليك ولا نكفرك ونخلع ونترك من يفجرك. بسم الله الرحمن الرحيم اللهم إياك نعبد ولك نصلي ونسجد وإليك نسعى ونحفد ونخشى عذابك ونرجو رحمتك إن عذابك الجد بالكفار ملحق


KAPAN QUNUT SUNNAH DIBACA

Doa qunut sunnah dibaca dalam beberapa situasi sebagai berikut:

1. Pada raka'at kedua (raka'at akhir) shalat subuh dibaca setelah ruku' (i'tidal).

2. Pada raka'at akhir (rakaat ketiga) shalat sunnah witir pada paruh kedua bulan Ramadhan.

3. Pada raka'at terakhir shalat fardhu apabila ada bencana. Disebut qunut nazilah.
HUKUM MENAMBAH BACAAN QUNUT DENGAN QUNUT UMAR DAN DOA LAIN

Membaca doa qunut yang biasa itu sunnah. Dan menambahnya dengan doa qunut Umar juga sunnah menurut Imam Nawawi asal dalam keadaan sendirian atau bersama makmum yang diketahui rela dengan doa yang panjang. Imam Nawawi dalam kitab Al-Adzkar lin Nawawi hlm. 88 menyatakan:

قال أصحابنا: يستحب الجمع بين قنوت عمر رضي الله عنه وبين ما سبق، فإن جمع بينهما فالأصح تأخير قنوت عمر، وفي وجه يستحب تقديمه. وإن اقتصر فليقتصر على الأول، وإنما يستحب الجمع بينهما إذا كان منفرداً أو إمامَ محصورين يرضون بالتطويل


Artinya: Ulama madzhab Syafi'i menyatakan bahwa sunnah mengumpulkan antara qunut yang biasa dengan qunut Umar. Kalau dikumpulkan, maka sebaiknya qunut Umar diakhirkan. Ada pendapat sunnah mendahulukannya. Apabila memilih salah satu, maka hendaknya memilih qunut yang biasa. Sunnahnya mengumpulkan keduanya apabila shalat sendiri atau berjemaah dengan makmum yang rela doa panjang.

Imam Nawawi juga berpendapat bahwa doa qunut tidak harus berupa bacaan yang berasal dari Nabi atau dari Umar. Bacaan qunut bisa saja berupa doa apa apa saja, termasuk berupa satu ayat atau dua ayat Quran apabila mengandung doa.

Lihat: Membaca Doa Tambahan Saat Qunut.

QUNUT WITIR

Qunut witir adalah qunut yang dibaca setiap rakaat akhir shalat witir. Menurut mazhab Syafi'i, qunut witir disunnahkan pada separuh akhir bulan Ramadhan.

QUNUT WITIR SUNNAH PADA SEPARUH AKHIR BULAN RAMADAN

Sabagaimana disebutkan di muka, qunut witir sunnah dilakukan pada separuh akhir bulan Ramadan. Imam Nawawi dalam Al-Majmuk, hlm. 3/510 menyatakan:

والمذهب أن السنة أن يقنت في الركعة الآخرة من صلاة الوتر في النصف الأخير من شهر رمضان هذا هو المشهور في المذهب , ونص عليه الشافعي رحمه الله ,


Artinya: Sunnah membaca qunut pada rakaat akhir dari shalat witir pada separuh akhir dari bulan Ramadhan. Ini pendapat yang masyhur dalam mazhab Syafi'i berdasarkan nash dari Imam Syafi'i.

QUNUT WITIR SUNNAH SELURUH BULAN RAMADHAN

Imam Nawawi dalam Al-Majmuk, hlm. 3/510 menyatakan:
وفي وجه يستحب في جميع شهر رمضان , وهو مذهب مالك


Artinya: Menurut satu pendapat yang lain, sunnah qunut di seluurh bulan Ramadan. Ini adalah pendapat Imam Malik.

QUNUT WITIR SUNNAH SEPANJANG TAHUN

Imam Nawawi dalam Al-Majmuk, hlm. 3/510 menyatakan:
ووجه ثالث أنه يستحب في الوتر في جميع السنة . وهو قول أربعة من كبار أصحابنا , أبي عبد الله الزبيري وأبي الوليد النيسابوري وأبي الفضل بن عبدان وأبي منصور بن مهران وهذا الوجه قوي في الدليل لحديث الحسن بن علي رضي الله عنهما السابق في القنوت , ولكن المشهور في المذهب ما سبق , وبه قال جمهور الأصحاب قال الرافعي وظاهر كلام الشافعي رحمه الله كراهة القنوت في غير النصف الآخر من رمضان


Artinya: Pendapat ketiga, sunnah qunut witir sepanjang tahun. Ini pendapat keempat dari pembesar ulama Syafi'iyah seperti Abu Abdillah Al-Zubairi, Abul Walid An-Naisaburi, Abul Fadhal bin Abdan, Abu Manshur bin Mahran. Pendapat ini secara dalil termasuk kuat karena berdasarkan pada hadis Hasan bin Ali. Tetapi yang masyhur dalam mazhab Syafi'i adalah sebagaimana diterangkan di muka (separuh akhir Ramadhan) dan ini penapat jumhur (mayoritas) ulama mazhab Syafi'i. Imam Rofi'i berkata: Dari zhahirnya ucapan Imam Syafi'i, makruh qunut di selain separuh akhir bulan Ramadhan. KONSEKUENSI APABILA TIDAK QUNUT WITIR

Imam Nawawi dalam Al-Majmuk, hlm. 3/510 menyatakan:
قال : ولو ترك القنوت في موضع استحبه سجد للسهو , ولو قنت حيث لا يستحبه سجد للسهو , وحكى الروياني وجها أنه يقنت في جميع السنة بلا كراهة , ولا يسجد للسهو لتركه من غير النصف الآخر من رمضان قال : وهذا حسن وهو اختيار مشايخ طبرستان


Artinya: Imam Rafi'i berkata: Apabila meninggalkan qunut di tempat yang disunnahkan, maka sunnah sujud sahwai. Apabila qunut di waktu yang tidak disunnahkan, maka sunnah juga sujud sahwi. Imam Rouyani mengisahkan satu pendapat lain bahwa sunnahnya qunut witir di sepanjang tahun. Dan tidak perlu sujud sahwi karena meninggalkan qunut pada selain separuh akhir bulan Ramadhan. Rofi'i berkata: ini pendapat yang baik dan pilihan dari para ulama Tabaristan.

QUNUT NAZILAH

Qunut nazilah adalah qunut yang dilakukan pada saat terjadi sesuatu yang besar, seperti musibah epidemik, bencana alam, kekeringan, kelaparan, peperangan baik perang saudara antar sesama muslim atau perang antara muslim-nonmuslim.

DALIL SUNNAHNYA QUNUT NAZILAH

- Hadits riwayat Abu Dawud, Ahmad, al-Hakim dan al-Baihaqi dari Ibnu Abbas Nabi bersabda:
عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ: قَنَتَ رَسُوْلُ اللهِ شَهْرًا مُتَتَابِعًا فِي الظُّهْرِ وَالْعَصْرِ وَالْمَغْرِبِ وَالْعِشَاءِ وَصَلاَةِ الْصُّبْحِ فِيْ دُبُرِ كُلِّ صَلاَةٍ إِذَا قَالَ: سَمِعَ اللَّهُ لِمَنْ حَمِدَهُ مِنَ الرَّكْعَةِ اْلأَخِرَةِ يَدْعُوْ عَلَى أَحْيَاءٍ مِنْ بَنِيْ سُلَيْمٍ عَلَى رِعْلٍ وَذَكْوَانَ وَعُصَيَّةَ، وَيُؤَمِّنُ مَنْ خَلْفَهُ


Artinya: Rasulullah pernah qunut selama satu bulan secara terus-menerus pada shalat Dhuhur, Ashar, Maghrib, Isya dan Shubuh di akhir setiap shalat, (yaitu) apabila ia mengucap Sami’Allahu liman hamidah di raka’at yang akhir, beliau mendo’akan kebinasaan atas kabilah Ri’lin, Dzakwan dan ‘Ushayyah yang ada pada perkampungan Bani Sulaim, dan para makmum mengucapkan amin.

- Hadits riwayat Bukhari dan Muslim dari Anas
عَنْ أنَسٍ قَالَ: قَنَتَ رَسُوْلُ اللَّهِ شَهْرًا بَعْدَ الرُّكُوْعِ يَدْعُو عَلَى حَيٍّ مِنْ أَحْيَاءِ الْعَرَبِ ثُمَّ تَرَكَهُ


Artinya: Rasulullah pernah qunut selama satu bulan setelah bangkit dari ruku’, yakni mendo’a kebinasaan untuk satu kabilah dari kabilah-kabilah Arab, kemudian beliau meninggalkannya (tidak melakukannya lagi)

QUNUT NAZILAH SUNNAH DI SETIAP SHALAT FARDHU 5 WAKTU

Dari dua hadits di atas maka jelaslah bahwa qunut nazilah boleh dan sunnah dilakukan di setiap shalat fardhu kalau memang pada saat itu dianggap perlu melakukan qunut nazilah karena adanya musibah atau bencana yang menimpa umat Islam. Adapun waktu pelaksanaannya adalah sama dengan qunut rawatib yakni dilaksanakan pada rakaat terakhir setelah bangun dari rukuk.

QUNUT NAZILAH PADA HARI JUMAT

Berdasarkan pada hadits di atas, maka menurut para ulama mazhab Syafi'i qunut nazilah juga sunnah dilaksanakan pada shalat Jum'at. Karena, kalau Nabi pernah melakukan qunut nazilah setiap shalat fardhu sebulan penuh maka itu artinya shalat Jum'at termasuk di dalamnya. Imam Syafi'i dalam kitab Al-Umm, bab "Qunut Al-Jumah", hlm. 1/236 menyatakan :

حكى عدد صلاة النبي صلى الله عليه وسلم الجمعة فما علمت أحدا منهم حكى أنه قنت فيها إلا أن تكون دخلت في جملة قنوته في الصلوات كلهن حين قنت على قتلة أهل بئر معونة، ولا قنوت في شيء من الصلوات إلا الصبح إلا أن تنزل نازلة فيقنت في الصلوات كلهن إن شاء الإمام


Artinya: Sejumlah perawi hadits meriwayatkan shalat Jumat-nya Nabi. Tidak ada satupun dari mereka yang meriwayatkan bahwa Nabi melakukan qunut pada shalat Jum'at kecuali apabila Nabi melakukan qunut nazilah pada semua shalat fardhu ketika beliau qunut atas terbunuhnya penduduk Bir Maunah. Dan tidak disunnahkan qunut (rawatib) pada shalat fardhu selain Subuh kecuali saat turunnya bencana (nazilah) maka boleh melakukan qunut pada seluruh shalat wajib apabila imam berkehendak.

Imam Romli dalam Nihayatul Muhtaj, hlm. 1/508 menyatakan:
( ويشرع ) أي يستحب ( القنوت ) مع ما مر أيضا ( في سائر المكتوبات ) أي باقيها من الخمس في اعتدال الركعة الأخيرة ( للنازلة ) إذا نزلت بأن نزلت بالمسلمين ولو واحدا على ما بحثه جمع ، لكن اشترط فيه الإسنوي تعدي نفعه كأسر العالم والشجاع وهو ظاهر


Artinya: Disunnahkan qunut pada lima shalat fardhu yang lain pada saat i'tidal (bangun) dari rakaat akhir untuk qunut nazilah apabila terjadi musibah / bencaa pada umat Islam, walaupun satu orang, berdasarkan pendapat segolongan ulama. Namun Imam Asnawi mensyaratkan manfaatnya melebihi satu orang seperti ditahannya orang alim atau pemberani.

QUNUT NAZILAH HARI JUMAT MENURUT MAZHAB EMPAT

Walaupun ulama mazhab empat sepakat bahwa qunut nazilah hukumnya sunnah apabila dalam keadaan bencana atau musibah, namun mereka berbeda pendapat tentang apakah qunut nazilah sunnah dilakukan pada seluruh shalat fardhu dan hari Jum'at dengan rincian sbb:

1. Madzhab Syafi'i menganggap qunut nazilah adalah sunnah dilakukan di seluruh shalat fardhu termasuk shalat Jum'at sebagaimana pernyataan Imam Syafi'i dalam kitab Al-Umm 1/236 di atas.

2. Mazhab Maliki berpendapat bahwa qunut nazilah hanya sunnah dilakukan pada shalat Subuh saja.

3. Mazhab Hanbali berpendapat bahwa qunut nazilah sunnah dilakukan di seluruh shalat fardhu kecuali shalat Jum'at.

4. Mazhab Hanafi menyatakan bahwa qunut nazilah hanya sunnah dilakukan pada saat shalat subuh saja, tidak pada shalat yang lain.

CATATAN:

Kalau anda pendapat dari ustadz Indonesia yang menyatakan bahwa qunut nazilah hari Jum'at adalah bid'ah atau tidak sunnah, maka bisa dipastikan dia mengikuti pendapat mazhab Hanbali. Mazhab yang biasa diikuti oleh kalangan Salafi Wahabi.

Begitu juga pendapat yang menyatakan bahwa qunut subuh terus menerus (ratib) tidak dibolehkan adalah pendapat mazhab Hanbali yang juga diikuti oleh pengikut Wahabi Salafi.

Monday, November 27, 2017

Shalat Jumat Di Sekolah, Sah Atau Batal?

Shalat Jumat Di Sekolah, Sah Atau Batal?
SHALAT JUMAT DI SEKOLAH, SAH ATAU BATAL?

Assalamu’alaikum warohmatullohi wabarokatuh

Yang terhormat bapak Ustadz/Kyai, mohon bimbingan dan petunjuk berkaitan dengan keabsahan sholat jum’at yang dilaksanakan di lingkungan sekolah. Adapun kondisi yang ada di sekolah kami adalah sebagai berikut:

1. Alasan diadakan sholat jum’at di sekolah adalah untuk mengantisipasi para siswa yang berkeliaran pada saat pelaksanaan sholat jum’at, baik di dalam sekolah maupun di luar sekolah.

2. Sholat Jum’at dilaksanakan di dalam aula, karena sekolah belum memiliki masjid kecuali hanya mushola yang tidak begitu besar. Selain digunakan sholat jum’at, aula juga digunakan untuk kegiatan olah raga, hiburan, pertemuan, dan kadang juga digunakan kegiatan agama lain.

3. Ada -lebih kurang- 3 masjid di sekitar sekolah yang jaraknya kurang dari 1 km, dan masjid-masjid tersebut mengadakan sholat jum’at (1 masjid di dalam kampung; 1 masjid milik instansi pemerintah; 1 masjid umum di lingkungan perkantoran).

Demikian, atas bimbingan dan petunjuknya kami sampaikan terima kasih.
Wassalamu’alaikum warohmatullohi wabarokatuh

JAWABAN

Shalat Jumat di sekolah ada dua kemungkinan: pertama, para jamaah yang merupakan kalangan siswa adalah penduduk asli (mustawtin) di daerah tersebut dan jumlah penduduk aslinya mencapai 40 atau lebih. Dalam kasus ini maka hukumnya sah secara mutlak.

Kedua, kalangan siswa yang menjadi jamaah shalat Jumat bukan penduduk asli daerah tersebut atau ada yang penduduk asli tapi kurang dari 40 orang, maka dalam hal ini ada dua pendapat. Pendapat pertama menyatakan sah, pendapat kedua menyatakan tidak sah. Apabila demikian, maka tidak ada masalah mengadakan shalat Jumat di sekolah apalagi dengan alasan kemaslahatan.

Syairazi dalam Al-Muhadzab, hlm. 1/110, menyatakan:

وَهَلْ تَنْعَقِدُ بِمُقِيمِينَ غَيرِ مُسْتَوْطِنِينَ؟ فِيهِ وَجْهَانِ : قَالَ أَبُو عَلِيِّ بْنُ أَبِي هُرَيْرَةَ : تَنْعَقِدُ بِهِمّ؛ لأَنَّهُ تَلْزَمُهُمُ الجُمْعَةُ، فَانْعَقَدَتْ بِهِمْ؛ كَالمُسْتَوْطِنِينَ.وَقَالَ أَبُو إسْحَاقَ : لاَ تَنْعَقِدُ بِهِمْ؛ لأَنَّ النَّبِيَّ خَرَجَ إلَى عَرَفَات، وَكَانَ مَعَهُ أَهْلُ مَكَّةَ، وَهُمْ فِي ذَلِكَ المَوْضِعِ مُقِيمُونَ غَيْرُ مُسْتَوْطِنِينَ، فَلَوْ انْعَقَدَتْ بِهِمُ الجُمْعَةُ لاّقَامَهَا، فَإنْ أَحْرَمَ بِالعَدَدِ، ثُمَّ انْفَضُّوا عَنْهُ
Artinya: Apakah sah shalat Jumat mukimin yang bukan mustawtin (penduduk asli)? Ada dua pendapat: Abu Ali bin Abi Hurairah berkata: Shalatnya sah. Karena, mereka berkewajiban melaksanakan Jumat maka shat shalatnya sebagaimana penduduk asli. Abu Ishaq berkata: Tidak sah dengan alasan karena Nabi keluar ke Arafah bersama penduduk Makkah di mana mereka (pada saat di Arafah) adalah mukimin yang tidak mustawtin. Seandainya Jumatnya sah niscaya Nabi akan mendirikan Jumat.

Dalam mengomentari pernyataan Syairazi di atas, Imam Nawawi dalam Al-Majmuk, hlm. 4/420, menyatakan:

وأما قول المصنف (هل تنعقد بمقيمين غير مستوطنين ؟) فيه وجهان مشهوران أصحهما لا تنعقد، اتفقوا على تصحيحه، ممن صححه المحاملي وإمام الحرمين والبغوي والمتولي وآخرون، وسيأتي إن شاء الله تعالى في الفرع الآتي بيان محل الوجهين
Artinya: Adapun ucapan musannif (Apakah mukimin bukan mustawtin sah Jumatnya?) di sini ada dua pendapat yang masyhur. Yang paling sahih adalah tidak sah. Mereka sepakat atas kesahihannya. Termasuk yang mentashih pandangan ini adalah Al-Mahamili, Imamul Haramain, Al-Baghawi, Al-Mutawalli, dan lainnya. Argumen detail akan dijelaskan kemudian.

MAKSUD QS AN-NISA 4:160-161

Asssalamu'alaikum wr wb,

Afwan nanya ustadz...

160 - { فبظلم } أي فبسبب ظلم { من الذين هادوا } هم اليهود { حرمنا عليهم طيبات أحلت لهم } هي التي في قوله تعالى : { حرمنا كل ذي ظفر } الآية { وبصدهم } الناس { عن سبيل الله } دينه صدا { كثيرا }
161 - { وأخذهم الربا وقد نهوا عنه } في التوراة { وأكلهم أموال الناس بالباطل } بالرشا في الحكم { وأعتدنا للكافرين منهم عذابا أليما } مؤلما

An-nisa’ 160-161
Kalo tidak salah, taurat turun secara ma’ bruk
sementara dalam ayat tersebut saya menangkapnya kok pengharaman hal yang tayyib itu akibat kedzaliman yang mereka lakukan, juga karena hal lain……

Afwan mohon ijabahnya pak ustadz terhormat, syukron jazilan

JAWABAN

Arti kedua ayat itu sbb:
Maka disebabkan kezaliman orang-orang Yahudi, kami haramkan atas (memakan makanan) yang baik-baik (yang dahulunya) dihalalkan bagi mereka, dan karena mereka banyak menghalangi (manusia) dari jalan Allah, (4:160)

dan disebabkan mereka memakan riba, padahal sesungguhnya mereka telah dilarang daripadanya, dan karena mereka memakan harta benda orang dengan jalan yang batil. Kami telah menyediakan untuk orang-orang yang kafir di antara mereka itu siksa yang pedih. (4:161)

Masalah ini bisa dijelaskan dalam konteks berikut:
(a) Dihalalkannya makanan yang baik-baik itu terjadi sebelum turunnya Taurat. Yakni melalui Sahifah (semacam kitab tapi lebih kecil) yang diturunkan pada Nabi Musa sebelum Taurat; atau
(b) Dihalalkannya makanan yang baik itu terjadi bahkan sebelum Nabi Musa, yakni pada Nabi-nabi Bani Israil sebelumnya seperti Nabi Yaqub, Nabi Yusuf, Nabi Ayub, dll.
(c) Kedua poin a dan b benar semuanya.

Ibnu Hibban dalam Al-Sirah, Bab Al-Sanah Al-Asyirah, hlm. 384. meriwayatkan sebuah hadits panjang dari Abu Dzar yang sebagian kami kutip sbb:

قال : يا رسول الله ! كم أنزل الله من كتاب ؟ قال : مائة كتاب و أربعة كتب أنزل على شيث خمسين صحيفة و على إدريس ثلاثين صحيفة و أنزل على إبراهيم عشر صحائف و أنزل على موسى قبل التوراة عشر صحائف

Artinya: Abu Dzar bertanya: Wahai Rasulullah berapa Kitab suci yang diturunkan Allah? Nabi menjawab: 104 Kitab. Diturunkan pada Nabi Syis 50 shahifah, pada Nabi Idris 30 Sahifah, diturunkan pada Nabi Ibrahim 10 sahifah, diturunkan pada Musa sebelum Taurat 10 Sahifah.

Baca juga:
- Hari kelahiran dan wafat Nabi
- Putra putri Nabi
- Istri Nabi Luth dan Nuh Kafir?
- Hukum Merayakan Maulid Nabi

MENELAN SISA MAKANAN SAAT SHALAT MEMBATALKAN SHALAT?

Assalamu'alaikum ustadz. Ustadz apakah menelan sisa makanan ketika shalat membatalkan shalat?

JAWABAN

Iya. Karena salah satu perkara yang membatalkan shalat adalah makan dan minum.
Menurut Al-Ghazi dalam Fathul Qorib, kalau melakukan itu karena tidak tahu maka shalatnya tidak sah.

(والأكل والشرب) كثيراً كان المأكول والمشروب أو قليلاً إلا أن يكون الشخص في هذه الصورة جاهلاً تحريم ذلك
Artinya: (termasuk membatalkan shalat adalah) makan dan minum, baik makanan dan minuman itu banyak ataupun sedikit. Kecauli apabila seorang yang melakukannya tidak tahu akan keharaman hal tersebut.

Baca detail

Friday, November 24, 2017

Hukum Peringatan Maulid Nabi

Hukum Peringatan Maulid Nabi
Peringatan Maulid Nabi Muhammad adalah masalah muamalah,bukan ibadah, demikian penjelasan Dr. Mustofa Yaqub MA dalam satu ceramahnya di TVRI, Imam Besar masjid Istiqlal dan ulama Ahli hadits Indonesia. Karena memperingati Maulid Nabi itu masalah muamalah, maka manusia dibolehkan berinovasi (Arab, bid'ah) selagi tidak ada perbuatan yang melanggar syariah. Sama dengan bolehnya manusia memakai komputer, browsing internet, naik mobil dan pesawat terbang walaupun semua ini tidak ada pada zaman Nabi dan para Sahabat. Dalam kaidah fikih dikatakan bahwa "hukum asal dari masalah muamalah adalah boleh." Sedangkan kaum Wahabi menganggap bahwa Maulid Nabi termasuk ibadah yang bersifat tauqifi dan harus berdasarkan atas Quran dan hadits. Perbedaan dasar inilah yang membuat kontroversi Maulid Nabi sulit menemukan titik temu antara kaum Wahabi yang mengharamkan dan kalangan Ahlussunnah Wal Jamaah yang membolehkan.

Memperingati atau merayakan maulid Nabi Muhammad s.a.w sudah menjadi tradisi yang mengakar di kalangan umat Islam Indonesia. Hari kelahiran Nabi Muhammad yang jatuh pada 12 Rabiul Awal ini bahkan sudah menjadi salah satu hari besar dan hari libur nasional. Hukum merayakan maulid Nabi dipertanyakan halal haramnya setelah munculnya kelompok neo Khawarij yang bernama Wahabi yang mengharamkan peringatan maulid Nabi dan menganggapnya sebagai bid'ah dhalalah (sesat).

DAFTAR ISI
  1. Sejarah Peringatan Maulid Nabi
  2. Hukum Maulid Nabi menurut Ulama Ahlus-Sunnah (Non-Wahabi)
    1. Fatwa Jalaluddin As-Suyuthi Tentang Peringatan Maulid Nabi
    2. Fatwa Abul Khattab Al Dihyah Tentang Perayaan Maulid Nabi
    3. Fatwa Yusuf Qardhawi Tentang Perayaan Maulid Nabi
    4. Fatwa Said Ramadan Al-Buthi Tentang Perayaan Maulid Nabi
    5. Fatwa Sayyid Muhammad Alwi Al-Maliki Tentang Perayaan Maulid Nabi
  3. Hukum Maulid Nabi menurut Ulama Wahabi Salafi
  4. Kesimpulan Hukum Maulid

I. SEJARAH PERINGATAN MAULID NABI

Ada berbagai macam versi mengenai waktu awal mula diadakannya peringatan atau perayaan Maulid Nabi. Jalaluddin As-Suyuthi (1445 - 1505M atau 849 - 911 H)[1] menerangkan bahwa orang yang pertama kali menyelenggarakan maulid Nabi adalah Malik Mudhaffar Abu Sa’id Kukburi (1153 - 1232 M atau 549 - 630 H).[2]

Sebagian pendapat mengatakan bahwa Shalahuddin Al Ayyubi (1138 - 1193 M), yang pertama kali melakukan peringatan Maulid Nabi secara resmi. Sementara versi lain menyatakan bahwa perayaan maulid Nabi ini dimulai pada masa dinasti Daulah Fathimiyah di Mesir pada akhir abad keempat Hijriyah atau abad keduabelas masehi.[3]

Kegiatan perayaan (ihtifal) maulid Nabi ini kemudian menyebar ke berbagai negara Islam termasuk Indonesia.

II. HUKUM MAULID NABI MENURUT ULAMA AHLUS-SUNNAH (NON-WAHABI)

Mayoritas ulama membolehkan peringatan atau perayaan Maulid Nabi Muhammad selagi tidak ada perbuatan yang melanggar syariat saat peringatan tersebut. Jalaluddin As Suyuthi berpendapat bahwa sunnah itu dapat terjadi dengan qiyas (analogi) tidak harus berdasarkan adanya dalil Quran dan hadits.


FATWA JALALUDDIN AS SUYUTHI TENTANG PERAYAAN MAULID NABI

1. Jalaluddin As-Suyuthi berpendapat bahwa memperingati maulid Nabi Muhammad adalah bid'ah hasanah (baik). As-Suyuthi mengatakan:

وبعــــد: فقد وقع السؤال عن عمل المولد النبوي في شهر ربيع الأول، ما حكمه من حيث الشرع؟ وهل هو محمود أو مذموم؟ وهل يثاب فاعله أو لا؟.

الجـــــواب:

عندي أن أصل عمل المولد الذي هو اجتماع الناس وقراءة ما تيسر من القرآن ورواية الأخبار الواردة في مبدأ أمر النبي صلى الله عليه وسلم وما وقع في مولده من الآيات ثم يمد لهم سماط يأكلونه وينصرفون من غير زيادة على ذلك هو من البدع الحسنة التي يثاب عليها صاحبها لما فيه من تعظيم قدر النبي صلى الله عليه وسلم وإظهار الفرح والاستبشار بمولده الشريف.

Arti kesimpulan: Perayaan Maulid Nabi yang berupa berkumpulnya manusia dengan membaca ayat Quran dan sejarah Nabi dan memakan hidangan makanan termasuk dari bid'ah yang baik (hasanah) yang mendapat pahala karena bertujuan mengagungkan Nabi Muhammad dan menampakkan kegembiraan terhadap kelahiran Nabi.

Alasan As-Suyuthi menganggap sunnah merayakan maulid Nabi karena hukum sunnah itu tidak harus terjadi pada era Nabi, tapi bisa karena qiyas.[4]

Istilah bid'ah hasanah (baik) dan qabihah (buruk) yang dipakai As-Suyuthi berasal dari Imam Nawawi dalam kitab تهذيب الأسماء واللغات Tahdzibul Asma' wal Lughat.


FATWA ABUL KHATTAB AL DIHYAH TENTANG PERAYAAN MAULID NABI

2. Abul Khattab bin Dihyah pada tahun 604 H menulis kitab At Tanwir fi Maulidil Basyir an-Nadzir (التنوير في مولد البشير النذير) khusus membahas tentang bolehnya Maulid Nabi. Bin Dihyah adalah ulama ahli hadits yang bergelar Al Hafidz asal Maroko yang terkenal pada zamannya.[5]

3. Ismail bin Umar bin Katsir, penulis tafsir Al Quran Ibnu Katsir yang terkenal termasuk yang membolehkan perayaan Maulid Nabi Muhammad.[6]

4. Syed Muhammad Alwi Al Maliki Al Hasnai dalam kitabnya Hawlal Ihtifal bi Dzikral Maulid an-Nabawi [7]


FATWA YUSUF QARDHAWI TENTANG PERAYAAN MAULID NABI

- Yusuf Qardhawi menganggap perayaan Maulid Nabi Muhammad adalah baik. Qardhawi menyatakan:
فهناك لون من الاحتفال يمكن أن نقره ونعتبره نافعاً للمسلمين، ونحن نعلم أن الصحابة رضوان الله عليهم لم يكونوا يحتفلون بمولد الرسول صلى الله عليه وسلم ولا بالهجرة النبوية ولا بغزوة بدر، لماذا؟

لأن هذه الأشياء عاشوها بالفعل، وكانوا يحيون مع الرسول صلى الله عليه وسلم، كان الرسول صلى الله عليه وسلم حياً في ضمائرهم، لم يغب عن وعيهم، كان سعد بن أبي وقاص يقول: كنا نروي أبناءنا مغازي رسول الله صلى الله عليه وسلم كما نحفِّظهم السورة من القرآن، بأن يحكوا للأولاد ماذا حدث في غزوة بدر وفي غزوة أحد، وفي غزوة الخندق وفي غزوة خيبر، فكانوا يحكون لهم ماذا حدث في حياة النبي صلى الله عليه وسلم، فلم يكونوا إذن في حاجة إلى تذكّر هذه الأشياء.

ثم جاء عصر نسي الناس هذه الأحداث وأصبحت غائبة عن وعيهم، وغائبة عن عقولهم وضمائرهم، فاحتاج الناس إلى إحياء هذه المعاني التي ماتت والتذكير بهذه المآثر التي نُسيت، صحيح اتُخِذت بعض البدع في هذه الأشياء ولكنني أقول إننا نحتفل بأن نذكر الناس بحقائق السيرة النبوية وحقائق الرسالة المحمدية، فعندما أحتفل بمولد الرسول فأنا أحتفل بمولد الرسالة، فأنا أذكِّر الناس برسالة رسول الله وبسيرة رسول الله

وفي هذه المناسبة أذكِّر الناس بهذا الحدث العظيم وبما يُستفاد به من دروس، لأربط الناس بسيرة النبي صلى الله عليه وسلم (لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِّمَن كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا) [الأحزاب 21] لنضحي كما ضحى الصحابة، كما ضحى علِيّ حينما وضع نفسه موضع النبي صلى الله عليه وسلم، كما ضحت أسماء وهي تصعد إلى جبل ثور، هذا الجبل الشاق كل يوم، لنخطط كما خطط النبي للهجرة، لنتوكل على الله كما توكل على الله حينما قال له أبو بكر: والله يا رسول الله لو نظر أحدهم تحت قدميه لرآنا، فقال: "يا أبا بكر ما ظنك في اثنين الله ثالثهما، لا تحزن إن الله معنا".

نحن في حاجة إلى هذه الدروس فهذا النوع من الاحتفال تذكير الناس بهذه المعاني، أعتقد أن وراءه ثمرة إيجابية هي ربط المسلمين بالإسلام وربطهم بسيرة النبي صلى الله عليه وسلم ليأخذوا منه الأسوة والقدوة، أما الأشياء التي تخرج عن هذا فليست من الاحتفال؛ ولا نقر أحدًا عليها.
Artinya: Ada salah satu jenis perayaan/peringatan yang dapat kita anggap bermanfaat bagi umat Islam. Kita tahu bahwa para Sahabat tidak merayakan Maulid Nabi Muhammad, hijrah Nabi dan Perang Badar, kenapa?

Karena kejadian-kejadian di atas mereka lakukan dalam kehiudpan nyata. Mereka hidup bersama Nabi. Dan Nabi hidup dalam hati mereka. Tidak hilang dari kesadaran mereka. Sa'ad bin Abi Waqqas berkata: Kami mengisahkan pada anak-anak kami kisah-kisah peperangan Nabi sebagaimana kami menghafal Surah dari Al-Qur'an dengan bercerita pada anak-anak apa yang terjadi dalam Perang Badar dan Perang Uhud, Perang Khandaq, Perang Khaibar. Mereka bercerita pada anak-anak mereka apa yang terjadi pada masa hidup Nabi sehingga mereka tidak perlu memperingati perayaan-perayaan semacam ini.

Kemudian datanglah masa di mana manusia melupakan berbagai peristiwa di atas dan hilang dari kesadaran, jiwa dan hati mereka. Maka manusia perlu untuk menghidupkan kembali pemahaman yang telah mati dan mengingat peristiwa yang sudah terlupakan. Betul, terdapat hal-hal bid'ah dalam perkara ini tapi saya berpendapat bahwa kita merayakannya untuk mengingatkan manusia atas hakikat perjalanan kenabian dan risalahnya. Saat kita memperingati Maulid Nabi maka saya memperingati kelahiran terutusnya Nabi; maka saya mengingatkan manusia atas diutusnya Rasulullah dan kisah kenabian beliau.

... Kita saat ini sangat perlu untuk mempelajari (kisah Nabi) ini. Perayaan semacam ini bertujuan untuk mengingatkan manusia akan makna-makna di atas. Saya yakin bahwa di balik beberapa peringatan ini terdapat hasil yang positif yaitu mengikat umat dengan Islam dan mengikat mereka dengan sejarah Nabi untuk dimabil suri tauladan dan panutan. Adapun hal-hal yang keluar dari ini, maka itu bukanlah perayaan dan kami tidak mengakuinya.
(Sumber: http://qaradawi.net/fatawaahkam/30/1444.html).


FATWA SAID RAMADAN AL-BUTHI TENTANG PERAYAAN MAULID NABI

Said Ramadhan Al-Buthi menilai bahwa Maulid Nabi bukan bid'ah walaupun ia baru eksis setelah era Tabi'in atau Tabi'it Tabi'i. Ia berpendapat tidak semua yang baru itu bid'ah. Dalam salah satu fatwanya ia menyatakan:
ليس كل جديد بدعة
البدعة، بمعناها الاصطلاحي الشرعي، ضلالة يجب الابتعاد عنها، وينبغي التحذير من الوقوع فيها. ما في ذلك ريب ولا خلاف. وأصل ذلك قول رسول الله صلى الله علية وسلم فيما اتفق علية الشيخان (من احدث في أمرنا هذا ما ليس منه فهورد) وقوله فيما رواه مسلم : (إن خير الحديث كتاب الله، وخير الهدى هدى محمد، وشر الأمور محدثاتها، وكل بدعة ضلالة).

ولكن ما هو المعنى المراد من كلمة (بدعة) هذه ؟
هل المراد بها معناها اللغوي الذي تعارف علية الناس فيكون المقصود بها إذن، كل جديد طارئ على حياة المسلم، مما لم يفعله رسول الله صلى الله علية وسلم ولا أحد من أصحابه، ولم يكن معروفا لديهم؟
إن الحياة ما تزال تتحول بأصحابها من حال ألي حال، وتنقلهم من طور إلى آخر..

Artinya: Ditinjau dari pengertian istilah yang syar'i tidak semua yang baru itu bid'ah dhalalah (sesat) yang wajib dijauhi. Tidak ada keraguan dan perbedaan dalam soal ini. Asal dari masalah bid'ah ini adalah sabda Nabi riwayat Bukhari dan Muslim: Barangsiapa yang mengada-ada di dalam urusan agama ini dengan sesuatu yang tidak berasal darinya, maka tertolak." Dan sabda Nabi dalam sebuah hadits riwayat Muslim: "Sesungguhnya sebaik-baik perkataan adalah kitab Allah dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad, sedangkan seburuk-buruk perkara adalah perkara baru yang dibuat-buat, dan setiap yang bidah itu adalah kesesatan."

Akan tetapi apa yang dimaksud dengan kata "bid'ah" di sini? Apakah yang dimaksud dengan bid'ah secara lughawi (literal) yang umum diketahui manusia sehingga yang dimaksud adalah setiap hal yang baru pada kehidupan muslim yang tidak dilakukan Rasulullah dan para Sahabat tidak ada yang tahu? Sesungguhnya kehidupan senantiasa berubah dari waktu ke waktu dan berpindah dari masa ke masa yang lain ...

Lebih detail baca: الاحتفال بالمولد النبوي


FATWA SAYYID MUHAMMAD ALWI AL-MALIKI TENTANG PERAYAAN MAULID NABI

Sayyid Muhammad Alwi Al-Maliki, ulama terkenal Mekkah yang bukan Wahabi menulis buku khusus tentang bolehnya merayakan
Maulid Nabi Muhammad. Kitabnya berjudul Haulal Ihtifal bi Dzikrol Maulidin Nabawi as-Syarif. Berikut salah satu isinya:
أننا نقول بجواز الاحتفال بالمولد النبوي الشريف والاجتماع لسماع سيرته والصلاة والسلام عليه وسماع المدائح التي تُقال في حقه ، وإطعام الطعام وإدخال السرور على قلوب الأمة

Artinya: Saya berpendapat atas bolehnya merayakan maulid Nabi dan berkumpul untuk mendengar sejarah Nabi, membaca shalawat dan salam untuk Nabi, mendengarkan puji-pujian yang diucapan untuk beliau, memberi makan (pada yang hadir) dan menyenangkan hati umat.

Lebih detail baca: حول الاحتفال بذكرى المولد النبوي للسيد محمد علوي المالكي

- Habib Mundzir Al Musawa dalam bukunya Kenalilah Aqidahmu membuat daftar panjang kalangan ulama dulu dan kontemporer (muta'akhirin) dan kitabnya yang menghalalkan perayaan Maulid Nabi Muhammad sebagai berikut:

Imam Al hafidh Abu Syaamah rahimahullah (Guru imam Nawawi)
Syamsuddin Aljazriy dalam kitabnya ‘Urif bitta’rif Maulidissyariif
Syamsuddin bin Nashiruddin Addimasyqiy dalam kitabnya Mauridusshaadiy fii maulidil Haadiy
Assakhawiy dalam kitab Sirah Al Halabiyah
Ibn Abidin rahimahullah dalam syarahnya maulid ibn hajar
Ibnul Jauzi dengan karangan maulidnya yg terkenal al aruus
Al Qasthalaniy dalam kitabnya Al Mawahibulladunniyyah
Syamsuddin Muhammad bin Abdullah Aljuzri dg maulidnya Urfu at ta’rif bi maulid assyarif.
Al ’Iraqy dg maulidnya Maurid al hana fi maulid assana
Imam ibn hajar al haitsami dg maulidnya Itmam anni’mah alal alam bi maulid sayidi waladu adam
Ibrahim Baajuri mengarang hasiah atas maulid ibn hajar dg nama tuhfa al basyar ala maulid ibn hajar
Yusuf bin ismail An Nabhaniy dg Maulid jawahir an nadmu al badi’ fi maulid as syafi’
Asyeikh Ali Attanthowiy dg maulid nur as shofa’ fi maulid al mustofa
Muhammad Al maghribi dg Maulid at tajaliat al khifiah fi maulid khoir al bariah.


III. HUKUM MAULID NABI MENURUT ULAMA WAHABI SALAFI

Adapun pendapat ulama Wahabi Salafi hampir seragam: merayakan maulid Nabi adalah bid'ah dhalalah. Dan haram.

Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz mengatakan:

لا يجوز الاحتفال بمولد الرسول صلى الله عليه وسلم ، ولا غيره ؛ لأن ذلك من البدع المحدثة في الدين ؛ لأن الرسول صلى الله عليه وسلم لم يفعله ، ولا خلفاؤه الراشدون ، ولا غيرهم من الصحابة ـ رضوان الله على الجميع ـ ولا التابعون لهم بإحسان في القرون المفضلة ، وهم أعلم الناس بالسنة ، وأكمل حباً لرسول الله صلى الله عليه وسلم ومتابعة لشرعه ممن بعدهم .
Artinya: Tidak boleh merayakan maulid (kelahiran) Nabi dan lainnya karena termasuk bid'ah karena tidak pernah dilakukan oleh Nabi, khalifah yang empat, dan Sahabat lain dan tabi'in. Padahal mereka yang lebih tahu tentang sunnah dan lebih sempurna kecintaannya pada Rasul dan lebih mengikuti syariahnya daripada generasi setelahnya.[8]

Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin menyatakan:

فالاحتفال به يعتبر من البدعة وقد قال النبي صلى الله عليه وسلم : " كل بدعة ضلالة " قال هذه الكلمة العامة ، وهو صلى الله عليه وسلم أعلم الناس بما يقول ، وأفصح الناس بما ينطق ، وأنصح الناس فيما يرشد إليه ، وهذا الأمر لا شك فيه ، لل يستثن النبي صلى الله عليه وسلم من البدع شيئاً لا يكون ضلالة ، ومعلوم أن الضلالة خلاف الهدى ، ولهذا روى النسائي آخر الحديث : " وكل ضلالة في النار " ولو كان الاحتفال بمولده صلى الله عليه وسلم من الأمور المحبوبة إلى الله ورسوله لكانت مشروعة ، ولو كانت مشروعة لكانت محفوظة ، لأن الله تعالى تكفل بحفظ شريعته ، ولو كانت محفوظة ما تركها الخلفاء الراشدون والصحابة والتابعون لهم بإحسان وتابعوهم ، فلما لم يفعلوا شيئاً من ذل علم أنه ليس من دين الله
Arti kesimpulan: Memperingati maulid Nabi itu bid'ah dhalalah (sesat).[9]


IV. KESIMPULAN HUKUM MAULID

Peringatan atau perayaan maulid Nabi adalah bi'dah karena tidak dilakukan pada zaman Nabi. Akan tetapi termasuk daripada bid'ah hasanah (hal baru yang baik) selagi apa yang dilakukan dalam peringatan maulid itu tidak bertentangan dengan spirit Al Quran, Sunnah, atsar Sahabat dan ijma' ulama.

Pandangan Wahabi bahwa segala sesuatu yang baru yang tidak ada pada zaman Nabi dianggap bi'dah sesat (dhalalah) adalah pandangan yang sempit. Karena para Sahabat banyak melakukan bid'ah. Seperti Abu Bakar dengan pengumpulan catatan Al Quran, Umar bin Khattab dengan tarawih dan Utsman bin Affan dengan pembukuan Al Quran yang dikenal dengan mushaf Utsmani.

====================
[1] Jalaluddin As-Suyuthi, Husnul Maqsad fi Amalil Maulid (حسن المقصد في عمل المولد)
[2] Mudhoffar adalah penguasa kawasan Irbil pada masa Shalahuddin Al Ayyubi. Nama lengkapnya Mudhofaruddin Abu Said Kukburi bin Zainuddin Ali bin Baktakin bin Muhammad (مظفر الدين أبو سعيد كوكبري بن زين الدين علي بن بكتكين بن محمد)
[3] Dr. Sulaiman bin Salim As Suhaimi dalam Al A’yad wa Atsaruha alal Muslimin
[4] Jalaluddin As-Suyuthi, ibid. Link: almoslem.net/modules.php?name=News&file=article&sid=27
[5] Ibid
[6] ibid
[7] Termasuk ulama muta'akhirin yang berani merayakan Maulid Nabi di Arab Saudi kendati dilarang oleh ulama Wahabi. Kitabnya dapat dibaca di sini: حول الاحتفال بذكرى المولد النبوي للسيد محمد علوي المالكي
[8] Lihat http://www.khayma.com/kshf/B/Moled.htm
[9] فتاوى الشيخ محمد الصالح العثيمين " إعداد وترتيب أشرف عبد المقصود