Khusyu dalam Sholat

Cara khusyu khusyuk khusyu' dalam pelaksanaan shalat wajib 5 waktu dan shalat sunnah tahajud rawatib dhuha dll khusyu) dalam beribadah shalat fardhu yang lima waktu adalah impian setiap muslim. Karena dengan khusyu' dalam shalat, berarti seorang muslim dapat memaksimalkan komunikasinya dengan Allah untuk menyenangkan dan mencapai ridha-Nya sebagai wujud rasa syukur pada-Nya yang telah menciptakan umat manusia, memelihara dan memberi kesempatan untuk hidup dan menikmati karunia-Nya.
Khusyu dalam Sholat
CARA KHUSYUK DALAM SHOLAT

Khusyu' (khusyuk, khusyu) dalam beribadah shalat fardhu yang lima waktu adalah impian setiap muslim. Karena dengan khusyu' dalam shalat, berarti seorang muslim dapat memaksimalkan komunikasinya dengan Allah untuk menyenangkan dan mencapai ridha-Nya sebagai wujud rasa syukur pada-Nya yang telah menciptakan umat manusia, memelihara dan memberi kesempatan untuk hidup dan menikmati karunia-Nya.

DAFTAR ISI
  1. Dalil Keutamaan Khusyu Shalat
  2. Cara Agar Khusyu Shalat
    1. Konsentrasi Fikiran Sebelum Berwudhu
    2. Memahami dan Menghayati Gerakan Wudhu dan Shalat
  3. Perkara Yang Mengganggu Kekhusyuan Shalat
  4. CARA KONSULTASI SYARIAH ISLAM

DALIL KEUTAMAAN/FADHILAH KHUSYU DALAM SHALAT

1. AL Quran Surat Al Baqarah 2:238:

حَـٰفِظُواْ عَلَى ٱلصَّلَوَٲتِ وَٱلصَّلَوٰةِ ٱلۡوُسۡطَىٰ وَقُومُواْ لِلَّهِ قَـٰنِتِينَ
Artinya: Peliharalah segala shalat [mu], dan [peliharalah] shalat wusthaa. Berdirilah karena Allah [dalam shalatmu] dengan khusyu’.

2. Al Quran Surah Al Baqarah 2:45:

وَاسْتَعِينُوا۟ بِالصَّبْرِ وَالصَّلَوٰةِ وَإِنَّهَا لَكَبِيرَةٌ إِلَّا عَلَى الْخٰشِعِينَ
Artinya: Dan mohonlah pertolongan (pada Allah) dengan sabar dan shalat. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu'

3. Al Quran Surat Al Mu'minun 23:1-2:

قَدْ أَفْلَح الْمُؤْمِنُونَ الَّذِينَ هُمْ فِي صَلاتِهِمْ خاشِعُونَ
Artinya: Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman, [yaitu] orang-orang yang khusyu’ dalam shalatnya.


CARA AGAR KHUSYU DALAM SHALAT

Inti dari khusyu' adalah konsentrasi dan penghayatan atas ibadah shalat yang sedang dilakukan. Beberapa cara membantu konsentrasi pikiran kita adalah dengan memahami segala makna yang terkandung di dalam setiap gerakan wudhu dan shalat dan bacaan/doa yang sedang dibaca.


KONSENTRASIKAN PIKIRAN SEBELUM BERWUDHU DAN KELUARKAN URUSAN DUNIAWI

Tenangkan fikiran saat hendak wudhu. Hilangkan persoalan duniawi apapun yang sedang dihadapi termasuk segala macam nafsu dan dosa. Dan dengan pelan dan tenang tanpa tergesa-gesa mulailah mengambil air untuk berwudhu. Dan hayati setiap makna dari gerakan demi gerakan dalam berwudhu dan saat shalat.

HAYATI DAN PAHAMI HIKMAH SELURUH GERAKAN RITUAL WUDHU DAN SHALAT

Berikut adalah makna dari setiap gerakan yang dapat membantu anda untuk lebih konsentrasi dan fokus saat menjelang dan ketika dalam keadaan shalat untuk meningkatkan rasa khusyu'.

1. Wudhu: menyucikan tubuh dan jiwa.

a. Berkumur saat wudhu: menyucikan segala kesalahan dari mulut.
b. Membasuh muka: mengeluarkan kesalahan dari kedua mata.
c. Membasuh tangan: mengeluarkan kesalahan dari kedua tangan dan keluar dari bawah kuku.
d. Membasuh kepala: mengeluarkan kesalahan dari kepala dan keluar dari bawah telinga.
e. Membasuh kaki: mengeluarkan kesalahan dari kedua kaki sampai keluar dari bawah telapak kaki.[1]

2. Menutup aurat dan menghadap kiblat: adalah menutup aurat (aib) lahir dan memohon ampun dari aurat batin.
3. Niat: niat untuk mendirikan shalat.
4. Melepas sandal/sepatu saat masuk masjid: melepas perkara dtnia bersama sandal/sepatu.
5. Ucapan Allahu Akbar: tidak ada yang lebih besar dan agung dari Allah.
6. Mengangkat tangan: melemparkan dunia ke belakangmu.
7. Baca Al-Fatihah: hayati maknanya.
8. Ruku': condongkan dirimu pada Allah dan condongkan hatimu bersama punggungmu. Hayati makna bacaan saat ruku' yaitu سبحان ربي العظيم وبحمده Maha Suci Allah yang Maha Agung dan puji bagi-Nya (baca 3x).
9. Sujud: menaruh anggota termulia yaitu wajah di tempat yang paling rendah yaitu tanah bermakna bahwa asal manusia adalah tanah. Hayati bacaan saat sujud yaitu سبحان ربي الأعلي وبحمده Maha Suci Allah yang Maha Luhur dan segala puji bagi-Nya.
10. Duduk baca tahiyat (tasyahhud), hayati setiap makna dalam doa tahiyah/tasyahud.

Usahakan melakukan shalat wajib 5 waktu secara berjamaah. Dan setelah shalat membaca wirid dan doa setelah shalat.


PERKARA YANG MENGGANGGU KEKHUSYU'AN SHALAT

Setiap perkara yang sekiranya dapat menggangu kekhusyu'an shalat hendaknya disingkirkan jauh-jauh dari kita shalat kita dapat khusyu'. Antara lain sebagai berikut:

1. Gambar-gambar dan ornamen yang menarik perhatian orang sholat.
2. Baju orang yang shalat yang berwarna-warni.
3. Sholat di waktu jam makan.
4. Menahan buang air besar, kecil dan angin (kentut).
5. Shalat dalam keadaan ngantuk berat.
6. Sholat di tempat yang kurang rata atau kuarng bersih
7. Membaca terlalu keras saat shalat berjamaah sehingga mengganggu orang sholat di samping kita.
8. Menoleh kanan kiri saat sholat.
9. Melihat ke arah atas.
10. Menguap (Jawa, klangopan) saat shalat.
11. Sholat seperti kebiasaan binatang[2]

Berikutnya >> Panduan Shalat 5 Waktu
==========================
CATATAN DAN RUJUKAN:

[1] Berdasarkan hadits:
قال رسول الله صلى الله علية و سلم "إذا توضأ العبد فمضمض خرجت الخطايا من فيه ، فإذا غسل وجهه خرجت الخطايا من تحت أجفان عينيه ، فإذا غسل يديه خرجت الخطايا من يديه حتى تخرج من تحت أظافر يده ، فإذا غسل رأسه خرجت الخطايا من رأسه حتى تخرج من تحت أذنيه فإذا غسل رجليه خرجت الخطايا من رجليه حتى تخرج من تحت أظافر قدميه

Artinya: Rasulullah bersabda: Apabila seorang hamba berwudhu, lalu berkumur, maka keluarlah dosa-dosanya dari mulutnya. Apabila membasuh wajahnya, maka keluarlah dosa-dosanya dari kedua tangannya sampai keluar dari bawah jari-jari tangannya. Apabila membasuh kepalanya, maka keluarlah dosa-dosanya dari kepalanya sampai keluar dari bawah kedua kupingnya. Apabila membasuh kedua kakinya, maka keluarlah dosa-dosanya dari kedua kakinya sampai keluar dari bawah jari-jari kakinya.

[2] Rasulullah s.a.w. melarang sholat seperti patukan gagak, duduknya harimau dan menjalankan ibadah di tempat yang satu seperti onta (Ahmad: sahih).

[3] هناك حديثان في صحيح البخاري اللذان يبحثان عن الخشوع في الصلاة.

الحديث الأول:عن أبي هريرة أن رسول الله صلي الله عليه وسلم قال: هل ترون قبليي هاهنا؟ والله ما يخفي علي ركوعكم ولا خشوعكم وإني لأراكم من وراء ظهري. حديث رقم 741.

الحديث الثاني: عن أنس بن مالك عن النبي صلي الله عليه وسلم قال: أقيمواالركوع والسجود. فوالله إني لأراكم من بعدي - وربم قال- من بعد ظهري إذا ركعتم وسجدتم. حديث رقم 742.

الشرح: والخشوع تارة من فعل القلب كالخشية وتارة من فعل البدن كالسكون. وقيل لا بد من اعتبارهما حكاه الفخر الرازي في تفسيره. وقال غيره هو معني يقوم بالنفس يظهر عنه سكون في الأطراف يلائم مقصود العبادة. ويدل علي أنه من عمل القلب حديث علي "الخشوع في القلب" أخرجه الحاكم. وأما حديث "لو خشع هذا خشعت جوارحه" ففيه إشارة إلي أن الظاهر عنوان الباطن. وحديث أبي هريرة من هذا الوجه سبق الكلام عليه في "باب عظة الإمام الناس في إتمام الصلاة" من أبواب القبلة. وأورد فيه أيضا حديث أنس من وجه أخر ببعض مغايرة. (المرجع: فتح الباري بشرح صحيح البخاري إبن حجر العسقلاني 2/1416)

Ada dua hadits dalam Sahih Bukhari yang membahas tentang khusyu dalam shalat:

Hadits pertama, dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah bersabda: Apakah kalian melihat hatiku di sini? Demi Allah tidak samar bagiku ruku' kalian dan kekhusyu'an kalian. Aku dapat melihat kalian dari balik punggungku.

Hadits kedua, dari Anas bin Malik Nabi bersabda: Lakukan ruku' dan sujud. Demi Allah aku melihat kalian dari setelahku atau dari balik punggungku apabila kalian rukuk dan sujud

Penjelasan: Khusyu' sebagian berasal dari perilaku hati seperti rasa takut; dan sebagian dari perilaku fisik seperti diam. Menurut satu pendapat, khusyu' harus dilakukan oleh hati dan fisik, seperti yang diceritakan oleh Fakhrur Razi dalam Tafsir Ar-Razi. Ulama lain berkata: Khusyu' adalah pergerakan hati yang tampak dari bersikap tenang secara fisik yang sesuai dari tujuan ibadah. Khusyu' termasuk perilaku hati seperti hadits "Khusyu' itu ada di hati" (HR Hakim). Adapun hadits "Apabila ini khusyu, maka khusyu' lah seluruh anggota badan" ini menunjukkan bahwa yang dzahir menunjukkan yang batin. (Sumber: Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam Fathul Bari Syarah Sahih Bukhari, hlm. II/1416)
LihatTutupKomentar