Sunnatullah: Pengertian, Jenis, dan Karakteristik

Sunnatullah: Pengertian, Jenis, dan Karakteristik Sunnatullah adalah sistem dan hukum tetap yang ditetapkan oleh Allah SWT untuk mengatur jalannya al

 
Sunnatullah: Pengertian, Jenis, dan Karakteristik

Sunnatullah: Pengertian, Jenis, dan Karakteristik

Definisi Sunnatullah menurut Pakar Bahasa

 يقول الفيروز آبادي: "السنة - بضم السين - السيرة والطبيعة، ومن الله حكمه وأمره ونهيه"، ويأتي صاحب المعجم بشاهد من الآية ٥٥ من سورة الكهف في قوله تعالى: {وَمَا مَنَعَ ٱلنَّاسَ أَن يُؤۡمِنُوٓاْ إذ جَآءَهُمُ ٱلۡهُدَىٰ وَيَسۡتَغۡفِرُواْ رَبَّهُمۡ إِلَّآ أَن تَأۡتِيَهُمۡ سُنَّةُ ٱلۡأَوَّلِينَ} [الكهف: ٥٥]، أي معاينة العذاب، وسنن الطريق -مثلثة وبضمتين- نهجه ووجهته [القاموس المحيط مادة سنن الجزء الثالث طبعة مصطفى البابي الحلبي].

Al-Fairuzabadi berkata:

    "Al-Sunnah—dengan huruf Sin yang dibaca dhammah—berarti jalan hidup (al-siirah) dan tabiat (al-thabii’ah). Sedangkan jika disandarkan kepada Allah (Sunnatullah), maknanya adalah hukum, perintah, dan larangan-Nya."

Penulis kamus ini menyertakan bukti dari ayat 55 Surat Al-Kahfi dalam firman Allah Ta'ala:

    “Dan tidak ada sesuatu pun yang menghalangi manusia untuk beriman ketika petunjuk datang kepada mereka, dan memohon ampunan kepada Tuhannya, kecuali (keinginan mereka) menanti datangnya sunnah (hukum/ketetapan Allah) yang telah berlaku pada orang-orang terdahulu.” (QS. Al-Kahfi: 55).

Maksud "Sunnah" dalam ayat tersebut adalah menyaksikan azab secara langsung. Adapun kata Sunan al-thariiq—dengan tiga variasi harakat atau dengan dua dhammah—berarti metode/jalur dan arah jalan. [Dikutip dari: Al-Qamus al-Muhith, materi S-N-N, Jilid 3, cetakan Musthafa Al-Babi Al-Halabi].


ويقول الراغب الأصفهاني: "السنن جمع سُنة، وسنة الوجه طريقته، وسنة الله تعالى قد تقال لطريق حكمته نحو: {ٱسۡتِكۡبَارٗا فِي ٱلۡأَرۡضِ وَمَكۡرَ ٱلسيئ وَلَا يَحِيقُ ٱلۡمَكۡرُ ٱلسَّيِّئُ إِلَّا بِأَهۡلِهِۦۚ فَهَلۡ يَنظُرُونَ إِلَّا سُنَّتَ ٱلۡأَوَّلِينَۚ فَلَن تَجِدَ لِسُنَّتِ ٱللَّهِ تَبۡدِيلٗاۖ وَلَن تَجِدَ لِسُنَّتِ ٱللَّهِ تحۡويلا} [الآية ٤٣ من سورة فاطر]، وهو تنبيه أن فروع الشرائع وإن اختلفت صورها، فالغرض المقصود منها لا يختلف ولا يتبدل - وهو تطهير النفس وترشيحها للوصول إلى ثواب الله تعالى وجواره". [المفردات في غريب القرآن من مادة السين مع النون طبعة الأنجلو المصرية].

 Al-Raghib al-Ashfahani berkata:

    "Al-Sunan adalah bentuk jamak dari Sunnah. Sunnatul wajh berarti aliran wajah (garis/bentuknya). Sedangkan Sunnatullah Ta'ala terkadang bermakna 'Jalan Kebijaksanaan-Nya', seperti dalam firman-Nya:

    "...karena kesombongan (mereka) di bumi dan karena rencana mereka yang jahat. Rencana yang jahat itu tidak akan menimpa selain orang yang merencanakannya sendiri. Mereka hanyalah menunggu sunnah (ketentuan) orang-orang yang terdahulu. Maka kamu tidak akan mendapatkan perubahan bagi Sunnatullah, dan tidak (pula) akan menemui penyimpangan bagi Sunnatullah itu." (QS. Fatir: 43).

Hal ini merupakan peringatan bahwa meskipun cabang-cabang syariat bentuknya bisa berbeda-beda, namun tujuan pokoknya tidak akan pernah berbeda dan tidak akan pernah berubah, yaitu: menyucikan jiwa dan mempersiapkannya untuk mencapai pahala Allah Ta'ala serta berada di sisi-Nya." [Dikutip dari: Al-Mufradat fi Gharib al-Qur'an, materi huruf Sin dan Nun, cetakan Al-Anglo Al-Misriyah].

Pengertian As-Sunnah dalam al-Quran 

 ويعرض معجم ألفاظ القرآن الكريم المادة على النحو الآتي:

سنة الأولين: طريقهم وسيرتهم، ويردف قوله بالشاهد من القرآن الكريم في قوله تعالى في الآية ٣٨ من سورة الأنفال: {قُل لِّلَّذِينَ كَفَرُوٓاْ إِن يَنتَهُواْ يُغۡفَرۡ لَهُم مَّا قَدۡ سَلَفَ وَإِن يَعُودُواْ فَقَدۡ مَضَتۡ سُنَّتُ ٱلۡأَوَّلِينَ} [الأنفال: ٣٨].

وسنة الله نظامه يجريه في خلقه كما يريد: {مَّا كَانَ عَلَى ٱلنَّبِيِّ مِنۡ حَرَجٖ فِيمَا فَرَضَ ٱللَّهُ لَهُۥۖ سُنَّةَ ٱللَّهِ فِي ٱلَّذِينَ خَلَوۡاْ مِن قَبۡلُۚ وَكَانَ أَمۡرُ ٱللَّهِ قَدَرٗا مَّقۡدُورًا} [الأحزاب: ٣٨]، وسنة من قد أرسلنا: طريق الله فيمن أرسلهم: {سُنَّةَ مَن قَدۡ أَرۡسَلۡنَا قَبۡلَكَ مِن رُّسُلِنَاۖ وَلَا تَجِدُ لِسُنَّتِنَا تحۡويلا} [الإسراء: ٧٧] سنن: جمع سنة: سير وطرق: {قَدۡ خَلَتۡ مِن قَبۡلِكُمۡ سُنَنٞ فَسِيرُواْ فِي ٱلۡأَرۡضِ فَٱنظُرُواْ كَيۡفَ كَانَ عَٰقِبَةُ ٱلۡمُكَذِّبِينَ} [آل عمران: ١٣٧]؛ هذا عرض موجز لمعنى السنن الإلهية طبقًا لما أوردته أهم المعاجم التي عنيت بالمصطلحات القرآنية، ومن بينها بطبيعة الحال السنن الإلهية.
 Mu'jam Alfazh al-Qur'an al-Karim menyajikan materi tersebut sebagai berikut:

1. Sunnatul Awwalin (Sunnah Orang-orang Terdahulu): Maknanya adalah jalan dan garis kehidupan (sirah) mereka. Kamus ini memperkuat pendapatnya dengan dalil dari Al-Qur'an Al-Karim, yaitu firman Allah Ta'ala dalam Surat Al-Anfal ayat 38:

    "Katakanlah kepada orang-orang yang kafir itu, 'Jika mereka berhenti (dari kekafirannya), niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosa mereka yang telah lalu; dan jika mereka kembali (mendustakan), maka sesungguhnya telah berlaku sunnah (ketetapan Allah) terhadap orang-orang terdahulu'." (QS. Al-Anfal: 38).

2. Sunnatullah (Sunnah Allah): Maknanya adalah sistem-Nya yang Ia berlakukan kepada makhluk-Nya sesuai dengan kehendak-Nya:

    "Tidak ada keberatan apa pun pada Nabi tentang apa yang telah ditetapkan Allah baginya. (Allah telah menetapkan yang demikian sebagai) sunnah Allah pada orang-orang yang telah berlalu sebelum(mu). Dan ketetapan Allah itu adalah suatu ketetapan yang pasti berlaku." (QS. Al-Ahzab: 38).

3. Sunnah Man Qad Arsalna (Sunnah Orang-orang yang Telah Kami Utus): Maknanya adalah jalan (ketentuan) Allah terhadap para Rasul yang telah diutus-Nya:

    " (Kami menetapkan yang demikian) sebagai sunnah bagi rasul-rasul Kami yang telah Kami utus sebelum engkau, dan tidak akan engkau dapati perubahan bagi sunnah Kami." (QS. Al-Isra: 77).

4. Sunan (Jamak dari Sunnah): Maknanya adalah rekam jejak (siyar) dan jalan-jalan hidup:

    "Sesungguhnya telah berlalu sebelum kamu sunan (sunnah-sunnah/contoh-contoh ketetapan Allah), karena itu berjalanlah kamu di bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang mendustakan (rasul-rasul)." (QS. Ali 'Imran: 137).

Sunnatullah: Pengertian, Jenis, dan Karakteristik

 سنة الله هي الأنظمة والقوانين الثابتة التي وضعها الله سبحانه وتعالى لتحكم سير الكون والحياة البشرية. تتميز هذه السنن بأنها لا تتبدل ولا تتغير عبر الزمان أو المكان، كما ورد في القرآن الكريم: {فَلَن تَجِدَ لِسُنَّتِ اللَّهِ تَبْدِيلًا ۖ وَلَن تَجِدَ لِسُنَّتِ اللَّهِ تَحْوِيلًا}. 
أبرز أنواع السنن الإلهية:

    سنن كونية: وهي القوانين الفيزيائية التي تسير بها الأفلاك، والليل والنهار، والجاذبية، ولا دخل للإنسان في تغييرها.
    سنن اجتماعية (تاريخية): تتعلق بحياة المجتمعات وتطورها، مثل:
        سنة الاستبدال: أن الله يستبدل القوم المقصرين بغيرهم ممن يقومون بحق دينه.
        سنة التدافع: وهي الصراع المستمر بين الحق والباطل لضمان عمارة الأرض.
        سنة الابتلاء: اختبار البشر بالخير والشر لتمييز الصادق من الكاذب.
        سنة التغيير: {إِنَّ اللَّهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّىٰ يُغَيِّرُوا مَا بِأَنفُسِهِمْ}.
    سنة عقاب المكذبين: وهي ما يحل بالأمم التي تكذب الرسل من عقوبات عامة، وهي جارية في كل من سلك مسلكهم. 

خصائص سنة الله:

    الاطراد: أي أنها تتكرر كلما توفرت أسبابها وشروطها.
    العموم والشمول: تسري على جميع البشر دون محاباة، سواء كانوا مؤمنين أو غير مؤمنين في جوانبها الدنيوية.
    الثبات: لا تتغير بتغير الأهواء أو العصور. 


Sunnatullah atau as-sunan al-ilahiyah adalah sistem dan hukum tetap yang ditetapkan oleh Allah SWT untuk mengatur jalannya alam semesta dan kehidupan manusia. Sunnah-sunnah ini dicirikan tidak dapat berganti atau berubah sepanjang waktu dan tempat, sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur'an: "Maka kamu tidak akan mendapatkan perubahan bagi Sunnatullah, dan tidak (pula) akan menemui penyimpangan bagi Sunnatullah itu." (QS. Fatir: 43).

Jenis-Jenis Utama Sunnah Ilahi (Sunnatullah):

  1. Sunnah Kauniyah (Alam Semesta): Adalah hukum-hukum fisik yang mengatur peredaran benda langit, pergantian siang dan malam, gravitasi, dan hal-hal lain yang mana manusia tidak memiliki kendali untuk mengubahnya.
  2. Sunnah Ijtima'iyah (Sosial/Sejarah): Berkaitan dengan kehidupan dan perkembangan masyarakat, seperti:
    1. Sunnah Istibdal (Pergantian): Bahwasanya Allah akan mengganti kaum yang lalai dengan kaum lain yang lebih mampu menegakkan kebenaran agama-Nya.
    2.  Sunnah Tadafu' (Interaksi/Benturan): Adalah pergolakan terus-menerus antara kebenaran (al-haqq) dan kebatilan untuk menjamin kelangsungan peradaban di bumi.
    3.  Sunnah Ibtila' (Ujian): Pengujian manusia melalui kebaikan dan keburukan untuk membedakan siapa yang jujur dan siapa yang berdusta.
    4.  Sunnah Taghyir (Perubahan): "Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum hingga mereka mengubah apa yang ada pada diri mereka sendiri." (QS. Ar-Ra'd: 11).
    5.  Sunnah Azab bagi Pendusta: Adalah hukuman umum yang menimpa umat-umat yang mendustakan para Rasul, dan ini berlaku bagi siapa pun yang mengikuti jalan mereka.

Karakteristik Sunnatullah:

  1.  Al-Iththirad (Konsisten): Artinya, sunnah ini akan terus berulang setiap kali sebab dan syarat-syaratnya terpenuhi.
  2.  Umum dan Komprehensif: Berlaku bagi seluruh manusia tanpa pilih kasih, baik mereka beriman maupun tidak beriman dalam aspek-aspek keduniawian.
  3.  Tsabat (Tetap): Tidak berubah karena mengikuti hawa nafsu manusia atau karena bergantinya zaman.

Kesimpulan: Poin-Poin Penting:

  1. Definisi Bahasa: Sunnah tidak hanya berarti "tradisi Nabi", tetapi secara mendasar berarti pola/jalan hidup yang konsisten.
  2. Sunnatullah: Dalam Al-Qur'an, istilah ini sering merujuk pada ketetapan Allah berupa azab bagi mereka yang mendustakan Rasul, sebuah pola sejarah yang berulang.
  3. Esensi Agama: Al-Raghib menekankan bahwa meski aturan teknis (syariat) bisa berubah dari zaman Nabi Nuh hingga Nabi Muhammad ﷺ, tujuannya tetap satu: Tazkiyatun Nafs (penyucian jiwa). 
LihatTutupKomentar