Kajian Kitab Tafsir Jalalain

Pengajian Kitab Tafsir Jalalain di pondok pesantren Al-Khoirot Malang dikaji seminggu dua kali dan diikuti oleh seluruh santri Al-Khoirot putra putri

Kajian Kitab Tafsir Jalalain

PENGAJIAN TAFSIR TAHUN 2021

  1. 10/2/2021 
  2. 24/12/2021 
  3. 27/11/2021 
  4. 8/12/2021 
  5. 15/12/2021 
  6. 18/12/2021 
  7. 20/12/2021
  8. 22/12/2021 
  9. 25/12/2021 
  10. 29/12/2021 
  11. 30/3/2021 (Ibanah)
  12. 6/12/2021  (Ibanah)

2020

  1. 30/12/2020 

Profil Kitab Tafsir Jalalain (Tafsir al-Jalalayn)

Tafsir Jalalain (bahasa Arab: تفسير الجلالين) adalah salah satu kitab tafsir Al-Qur'an paling populer dan banyak digunakan di dunia Islam, khususnya di pesantren-pesantren Indonesia dan Asia Tenggara. Nama "Jalalain" berarti "Dua Jalal", karena ditulis oleh dua ulama besar yang sama-sama bernama Jalaluddin.

 Penulis

  1. Imam Jalaluddin al-Mahalli (w. 864 H / 1459 M)  Nama lengkap: Muhammad bin Ahmad bin Muhammad bin Ibrahim al-Mahalli asy-Syafi'i. Lahir di Kairo, Mesir. Beliau guru dari as-Suyuthi, ahli fiqih Syafi'i, ushul, tafsir, dan orator ulung. Ia memulai penulisan tafsir ini dari Surah al-Kahfi sampai an-Nas, kemudian Surah al-Fatihah.
  2. Imam Jalaluddin as-Suyuthi (w. 911 H / 1505 M)  Nama lengkap: Abdurrahman bin Abi Bakr as-Suyuthi. Murid al-Mahalli, seorang hafidz, ahli hadits, tafsir, dan polymath (serba bisa). Ia melanjutkan dan menyelesaikan tafsir dari Surah al-Baqarah sampai al-Isra'. Al-Mahalli wafat sebelum menyelesaikan seluruh kitab, sehingga as-Suyuthi (saat itu masih muda) melanjutkannya dengan gaya yang serupa.

Sejarah Penulisan

  1. Dimulai oleh al-Mahalli sekitar tahun 1459 M.
  2. Diselesaikan oleh as-Suyuthi sekitar tahun 1505 M.
  3. Kitab ini berupa satu jilid (ringkas), sehingga sangat praktis.

Karakteristik dan Metodologi

  1. Ringkas dan mudah dipahami — Cocok untuk pemula dan santri.
  2. Fokus pada makna literal (zhahir) ayat, i'rab (gramatika), qira'at (bacaan), dan asbabun nuzul (latar belakang turunnya ayat).
  3. Tidak bertele-tele, langsung ke inti, dan sering memilih pendapat yang rajih (kuat).
  4. Corak tafsir tahlili (analitis ayat per ayat) dengan pendekatan fiqih Syafi'i dan teologi Asy'ari.
  5. Sangat populer karena kejelasan bahasanya dan minim kontroversi.

Kelebihan

  1. Mudah dibaca dan dihafal.
  2. Menjadi kitab wajib di banyak pesantren tradisional.
  3. Dijadikan pintu masuk sebelum membaca tafsir yang lebih luas seperti Ibnu Katsir, Thabari, atau al-Azhar.
  4. Tersedia banyak terjemahan (Indonesia, Inggris, dll.).

Kekurangan (menurut sebagian ulama)

  1. Sangat ringkas, sehingga kurang mendalam untuk kajian ilmiah tingkat tinggi.
  2. Kadang hanya menyebutkan satu pendapat tanpa penjelasan panjang.

Popularitas

Tafsir Jalalain termasuk tafsir paling banyak dicetak dan dipelajari di dunia Sunni. Di Indonesia, hampir semua santri mengkajinya, baik di tingkat awal maupun menengah. Banyak aplikasi dan PDF terjemahan tersedia secara gratis.

LihatTutupKomentar