Wednesday, August 20, 2014

Kursus Bahasa Arab


Kursus Bahasa Arab

KURSUS BAHASA ARAB PRAKTIS. Bagi yang berminat belajar bahasa Arab dan sudah membaca huruf Arab, maka kursus bahasa Arab di bawah ini dapat bermanfaat untuk anda. Apa yang akan anda pelajari di sini bukanlah tatabahasa atau grammatika, tapi langsung pada bagaimana cara berbicara bahasa Arab dengan baik sedikit demiki sedikit dari yang paling sederhana sampai berbicara panjang. Tahapan proses ini kalau terus diikuti insyaAllah akan membuat anda bisa berbicara bahasa Arab secara otodidak alias tanpa guru. Untuk mempelajari gramatika bahasa Arab dasar dari kitab Ajurumiyah, lihat: Terjemah Kitab Ajurumiyah

DAFTAR PELAJARAN
  1. PELAJARAN PERTAMA: INI هَـٰذَا
  2. PELAJARAN KEDUA: ITU ذَلِكَ
  3. PELAJARAN KETIGA: KALIMAT DENGAN AL ل
  4. PELAJARAN KEEMPAT: PREPOSISI (KATA DEPAN)
  5. CARA KONSULTASI SYARIAH ISLAM


PELAJARAN PERTAMA لدَّرْسُ الأول

Pengantar - مُقَدِّمَةٌ

Kalimat Berita

1. هَـٰذَا بَيْتٌ Ini rumah
2. هَـٰذَا بَابٌ Ini pintu
3. هَـٰذَا مَسْجِدٌ Ini masjid
4. هَـٰذَا كِتَابٌ Ini buku.
5. هَـٰذَا مِفْتَاحٌ Ini kunci
6. هَـٰذَا كُرْسِىٌّ Ini kursi
7. هَـٰذَا قَلَمٌ Ini pena
8. هَـٰذَا مَكْتَبٌ Ini meja
9. هَـٰذَا سَرِيرٌ Ini tempat tidur

Pada bagian 1 Pelajaran Pertama هَـٰذَا بَيْتٌ. kita belajar bagaimana memakai kata depan هَـٰذَا yang berarti 'Ini'. Kata kedua adalah بَيْتٌ yang bermakna rumah. H\

Hafalkan kata-kata di atas dengan keras.

Kalimat Tanya

مَا هَـٰذَا؟ Apa ini?

Pada bagian ini kita akan belajar kalimat tanya مَا هَـٰذَا؟ yang bermakna "Apa ini". Kita akan menjawab pertanyaan dengan frasa yang telah dipelajari pada bagian sebelumnya, yakni hadza / هَـٰذَا.

Kita juga akan mempelajari frasa أَهَـٰذَا.....؟ artinya "Apakah ini ...?", contoh أَهَـٰذَا بَيْتٌ؟ artinya "Apakah ini rumah?".

Selain itu, kita akan mempelajari kata untuk Iya dan Tidak dalam bahasa Arab untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan ini. Kata Iya dalam bahasa Arab adalah نَعَمْ, dan kata untuk Tidak dalam bahasa Arab adalah لا.

TANYA | JAWAB

1. مَا هَـٰذَا؟ Apa ini? هَـٰذَا بَيْتٌ. Ini rumah
2. مَا هَـٰذَا؟ Apa ini? هَـٰذَا قَمِيصٌ. Ini baju.
3. أَهَـٰذَا مِفْتَاحٌ؟ Apakah ini kunci? لا، هَـٰذَا قَلَمٌ. Tidak ini pena.
4. أَهَـٰذَا بَيْتٌ؟ Apakah ini rumah? نَعَمْ، هَـٰذَا بَيْتٌ. Ya, ini rumah.
5. أَهَـٰذَا سَرِيرٌ؟ Apakah ini tempat tidur? لا، هَـٰذَا كُرْسِيٌّ Tidak, ini kursi.
6. مَا هَـٰذَا؟ Apa ini? هَـٰذَا نَجْمٌ Ini bintang.

مَنْ هَـٰذَا؟ Siapa ini?

Pada bagian ini kita akan membahas frasa مَنْ هَـٰذَا؟ yang artinya 'Siapa ini?'. Lalu kita akan jawab pertanyaan dan belajar beberapa kata lain.

1. مَنْ هَـٰذَا؟ Siapa ini? هَـٰذَا طَبِيبٌ. Ini dokter.
2. مَنْ هَـٰذَا؟ Siapa ini? هَـٰذَا وَلَدٌ. Ini anak.
3. مَنْ هَـٰذَا؟ Siapa ini? هَـٰذَا رَجُلٌ. Ini laki-laki.
4. مَنْ هَـٰذَا؟ Siapa ini? هَـٰذَا تَاجِرٌ. Ini pedagang
5. هَـٰذَا مُدَرَّسٌ Ini guru
6. هـٰذا طبيب Ini dokter
7. هـٰذا منديل. Ini saputangan

مَا هَـٰذَا؟ Apa ini?

هَـٰذَا كَلْبٌ. Ini anjing
هَـٰذَا قِطٌّ. Ini kucing
هَـٰذَا حِمَارٌ. Ini keledai
هَـٰذَا حِصَانٌ. Ini kuda
هَـٰذَا دِيكٌ Ini ayam jantan
هَـٰذَا جَمَلٌ Ini unta


PELAJARAN KEDUA الدَّرْسُ الثَّانِي

Itu ... ذَلِكَ

Pengantar - مُقَدِّمَةٌ

Pada bagian 1 Pelajaran Kedua kita mempelajari kata benda ذَلِكَ yang bermakna 'Itu' (dalam tata bahasa Arab disebut isim isyaroh, Inggris: demonstrative pronoun). Dzalika dipakai untuk merujuk pada obyek yang jauh sedangkan hadza dipakai untuk merujuk pada obyek yang lebih dekat.

مَا ذَلِكَ؟. Apa itu? ذَلِكَ نَجْمٌ. Itu bintang
مَا هَـٰذَا وَمَا ذَلِكَ؟ Apa ini dan apa itu? هَـٰذَا مَسْجِدٌ وَذلِكَ بَيْتٌ. Ini masjid dan itu rumah.
مَا هَـٰذَا وَمَا ذَلِكَ؟ Apa ini dan apa itu? هَـٰذَا حِصَانٌ وَذلِكَ حِمارٌ. Ini kuda dan itu keledai.
أَذَلِكَ كَلْبٌ؟ Apa itu anjing? لا، ذَلِكَ قِطٌٌ Tidak, itu kucing.
مَا ذَلِكَ؟ Apa itu? ذَلِكَ سَرِيرٌ Itu tempat tidur.
مَنْ هَـٰذَا وَمَنْ ذَلِكَ؟ Siapa ini dan siapa itu? هَـٰذَا مُدَرَّسٌ وَذَلِكَ إِِمَامٌ. Ini guru dan itu imam.
مَا ذَلِكَ؟ Apa itu? ذَلِكَ حَجَرٌ Itu batu.
مَا هَـٰذَا وَمَا ذَلِكَ؟ Apa ini dan apa itu? هَـٰذَا سُكَّرٌ وَذَلِكَ لَبَنٌ. Ini gula dan itu susu.

Baca dan tulis اِقْرَأْ وَاكْتُبْ

هَـٰذَا سُكَّرٌ وَذَلِكَ لَبَنٌ
مَنْ ذَلِكَ؟ ذَلِكَ إِمَامٌ.
أَذَلِكَ قِطٌّ؟ لا،ذَلِكَ كَلْبٌ.
مَا هَـٰذَا؟ هَـٰذَا حَجَرٌ


PELAJARAN KETIGA - الدَّرْسُ الثَّالِثُ

Pengantar - مُقَدِّمَةٌ

بَيْتٌ menjadi الْبَيْتُ
قَلَمٌ menjadi الْقَلَمُ
كِتَابٌ menjadi الْكِتَابُ
مَسْجِدٌ menjadi الْمَسْجِدُ

Kalimat dengan أل /al/
Hafalkan kalimat di bawah

الْقَلَمُ مَكْسُورٌ. Pensil/pena itu patak.
الْبَابُ مَفْتُوحٌ. Pintu itu terbuka
الْوَلَدُ جَالِسٌ وَالْمُدَرَّسُ وَاقِفٌ. Anak itu duduk sedang guru itu berdiri.
الْكِتَابُ جَدِيدٌ وَالْقَلَمُ قَدِيمٌ. Kitab itu baru. Pena itu lama.
اَلْحِمَارُ صَغِيرٌ وَالْحِصَانُ كَبِيرٌ. Keledai itu kecil. Kuda itu besar.
الْكُرْسِيٌّ مَكْسُورٌ Kursi rusak / patah.
الْمِنْدِيلُ وَسِخٌ Saputangan kotor
الْمَاءُ بَارِدٌ. Air itu dingin
الْقَمَرُ جَمِيلٌ Bulan itu indah.
الْبَيْتُ قَرِيبٌ وَالْمَسْجِدُ بَعِيدٌ. Rumah itu dekat, masjid itu jauh
حَجَرُ ثَقِيلٌ وَالْوَرَقُ خَفِيفٌ. Batu itu berat, keras itu ringan
اللَّبَنُ حَارٌّ Susu itu panas
الْقَمِيصُ نَظِيفٌ Baju itu bersih.

Huruf Qomariyah (bulan) dan huruf Syamsiyah (Matahari) اَلْحُرُوفُ الْقَمَرِيَّةُ وَالْحُرُوفُ الشَّمْسِيَّة

Pada bagian ini kita akan mempelajari kosakata baru dan kita juga akan mempelajari aturan terkait dengan huruf qomariyah dan huruf syamsiyah. Yang terpenting harus dipahami dengan aturan ini adalah ini mengatur pengucapan bahasa Arab dan bukan penulisan.

Bahasa Arab memiliki 28 huruf. 14 huruf disebut syamsiyah (matahari), dan 14 yang lain disebut huruf bulan (qomariyah). Dalam artikulasi huruf Matahari (Syamsiyah), ujung lidah terlibat di dalamnya seperti pada t, n, r, s, dll. Ujuang lidah tidak memainkan peran apapun dalam artikulasi Huruf Bulan (Qomariyah) seperti pada b, w, m, k, dll.

Apabila /alif lam/ 'al' ditaruh di kata benda yang diawali dengan huruf Matahari, maka 'l' dari 'al' digabungkan pada Huruf Mathari, contoh, al-shamsu (matahari) dibaca /ash-shamsu/.

Tidak ada perubahan dalam penulisan kata َلشَّمْسُ. Penggabungan atau asimiliasi itu ditandai dengan /tashdid/ pada huruf pertama kata benda setelah 'al'.

Asimilasi bunyi itu tidak terjadi pada Huruf Bulan, contoh, /al-qamaru/ (bulan) diucapkan /al-qamaru/ َلْقَمَرُ. Berikut beberapa contoh asimilasi huruf 'l' dari 'al' pada Huruf Matahari:

/al-najmu/ menjadi /an-najmu/
/al-raĵulu/ menjadi /ar-raĵulu/.
/al-dīku/ menjadi /ad-dīku/.
/al-samaku/ menjadi /as-samaku/.

Perlu dicatat bahwa ucapan 'a' pada 'al' itu diucapkan hanya apabila tidak diawali dengan kata lain. Apabila dimulai dengan sebuah kata maka pengucapan 'a' dibuang walaupun dalam tulisan tetap ada, contoh, /wal-baitu/. Di sini 'a' dibuang dan kata itu dibaca /wal-baitu/ bukan /wa al-baitu/.

Huruf vowel awal a, i, u yang dibuang apabila diawali dengan suatu kata disebut /hamzah wasal/.

Kita telah mempelajari bahwa /tanwin/ merupakan artikel tidak pasti dan bisa diterjemahkan menjadi 'sebuah' contoh: بَيْتٌ berarti sebuah rumah. Aturan ini tidak berlaku pada kata sifat (ajektif) seperti مَفْتُوحٌ 'terbuka', dan مَكْسُورٌ 'rusak / patah'.

Revisi مُرَاجَعَةٌ

مُرَاجَعَةُ الْمُفْرَدَاتِ Revisi Kosakata

حُلْوٌ Manis
مَرِيضٌ Sakit
الدُّكَّانُ Toko
غَنِيٌّ Kaya
طَوِيلٌ Tinggi
فَقِيرٌ Miskin
قَصِيرٌ Pendek
التُفَّاحُ Apel
بَارِدٌ Dingin
حَارٌّ Panas
جَالِسٌ Duduk
وَاقِفٌ Berdiri
جَدِيدٌ Baru
قَدِيمٌ Lama
قَرِيبٌ Dekat
بَعِيدٌ Jauh
نَظِيفٌ Bersih
وَسِخٌ Kotor
صَغِيرٌ Kecil
كَبِيرٌ Besar
خَفِيفٌ Ringan
ثَقِيلٌ Berat
اَلْوَرَقُ Kertas
الْمَاءُ Air
جَمِيلٌ Indah, cantik


PELAJARAN KEEMPAT الدَّرْسُ الرَّابِعُ

Pengantar مُقَدِّمَةٌ

Pada pelajaran ini kita akan belajar hal-hal berikut:
(a) Aturan memakai preposisi atau kata depan (kata yang dipakai untuk menghubungkan dua tau lebih kata atau kalimat) dan empat preposisi paling umum.

عَلَىٰ atas
فِي di, di dalam, pada
إِلَىٰ ke, kepada
مِنْ dari

(b) Aturan untuk menggunakan ungkapan interogatif yaitu kalimat yang dipakai untuk menanyakan pertanyaan, dan beberapa kata bertanya seperti:

أَيْنَ Di mana
أَ Apakah
مَاذَا Apakah
مَنْ Siapa


(c) Kata ganti

أَنَا Saya
أَنْتَ Kamu laki-laki
أَنْتِ Kamu perempuan
هُوَ Dia laki-laki
هِيَ Dia perempuan.

(d) Perbedaan antara kata maskulin dan feminin, dan pungtuasi (pemberian tanda baca) dan tiga cara merubah kata benda maskulin menjadi feminin.

خَالِدُ menjadi خَالِدَةُ dengan menambah ة /ta' marbutho/
أَقْصَٰ menjadi أَقْصَىٰ dengan menambah ىٰ /alif maqshuroh/
أَسْمَ menjadi أَسْمَاءُ dengan menambah اءُ / alif mamdudah/

(e) Perbedaan antara kalimat nominal (dimulai asalnya dengan kata benda, Arab: Jumlah Ismiyah جملة إسمية) dan kalimat verbal (dimulai asalnya dengan kata kerja, Arab: Jumlah Fi'liyah جملة فعلية)

Contoh Kalimat Nominal (Jumlah Ismiyah)
أَحْمَدُ ذَهَبَ إِلَىٰ الْجَامِعَةِ. Ahmad pergi ke universitas

Contoh Kalimat Verbal (Jumlah Fi'liyah)
ذَهَبَ أَحْمَدُ إِلَىٰ الْجَامِعَةِ (Terjemah literal: Pergi Ahmad ke kampus)

Status الإعْرَابُ

Bagian penting dari bahasa adalah mempelajari tata bahasa. Gramatika adalah kajian tentang bagaimana kata-kata berkumpul untuk membentuk kalimat. Sebagai contoh, kita dapat belajar bahwa:

Dalam bahasa Arab, sebuah kata ditulis berbeda untuk masa lalu dibanding masa depan. Ini berbeda dengan bahasa Indonesia.

Dalam bahasa Arab, sebuah kata yang merujuk pada seseorang dapat berbeda tergantung pada genetika (laki-laki atau perempuan) dari orang yang disebut. Sekali lagi, ini berbeda dengan bahasa Indonesia yang tidak mengenal perbedaan gender dalam bahasa.

Dalam bahasa Arab, kalimat yang mulai dengan kata kerja seperti lari, makan, minum, memiliki aturan yang berbeda dibanding kalimat yang diawali dengan kata benda obyek, tempat atau sesuatu seperti kucing, pintu, orang.

Contoh-contoh di atas terkesan mudah, tapi akan lebih sulit untuk memahami gramatika pada tahapan berikutnya karena ia menjadi bagian penting bahasa dan akan menjadi lebih rumit khususnya terkait dengan kata kerja bahasa Arab. Penekanan kita hendaknya terfokus pada aturan - seperti apa yang akan terjadi pada setiap situasi dan setiap kali suatu terma dipakai untuk setiap aturan akan menjadi lebih mudah.

Hal ini hendaknya lebih diseimbangkan dengan usaha untuk menambah kosakata dan pemahaman umum atas bahasa Arab. Dengan cara memahami struktur bahasa secara bertahap, sedikit demi sedikit bagaimana setiap gramatika berhubungan satu sama lain.

Status (I'rab) kata benda dalam Bahasa Arab

Kata benda dalam gramatika bahasa Arab mempunya tiga Status atau i'rob yang disebut nominatif (marfu'), akusatif (mansub), dan genitif (majrur / khafad)

Sesuatu akan menyebabkan suatu kata berada dalam salah satu Status atau i'rab. Sebagai contoh, di mana kalimat dimulai dengan subyek kata benda, maka kata benda itu akan berada dalam status nominatif (marfuk)

Kata yang berada pada status tertentu akan memiliki konsekuensi. Dalam setiap status, huruf terakhir sebuah kata akan berubah dengan harkat (vowel) yang berbeda - contoh apabila kata benda dalam status genitif (majrur) yang disebabkan oleh aturan tertentu, maka huruf akhir dari kata benda itu akan berubah dari dhammah menjadi kasrah (ini dengan asumsi apabila kata itu tidak memakai harkat yang sama sebelumnya apabila demikian maka tidak akan terjadi perubahan).

Ringkasan status dan harkat yang dipakai untuk setiap status (i'rab):

Kata dalam status nominatif (marfu') akan diakhiri (asalnya) dengan harkat dhommah atau dhommatain (dhommah dengan tanwin).

Kata dalam status akusatif (manshub) akan berakhir (asalnya) dengan harkat fathah atau fathatain (fathah dengan tanwin)

Kata dalam status genitif (majrur) akan berakhir (asalnya) dalam harkat kasrah atau kasratain (kasrah dengan tanwin).

Pada tahpa ini adalah penting memahami prinsip bahwa terdapat sejumlah penyebab atas perubahan kata pada status tertentu dan konsekuensi kata dalam status tertentu - contoh perubahan format atau akhir dari kata.

Aturan atas apa yang menyebabkan kata berada dalam status (i'rab) tertentu dan konsekuensi apa yang timbul dalam setiap status akan dibahas pada pelajaran selanjutnya.



Cari artikel lain:




Copy link berikut untuk referensi kutipan:

Jangan lupa baca yang ini juga ..