Sunday, January 08, 2017

Membayangkan Wajah Allah, Syirik?


Membayangkan Wajah Allah, Syirik?
MEMBAYANGKAN WAJAH ALLAH, SYIRIK?

Assalamualaikum ustad..
Sejauh ini saya belum menemukan pembahasan tentang apa yg saya rasakan..semoga ustad berkenan memberikan penjelasan yg mungkin banyak orang yg mengalami seperti apa yg saya rasakan..

Di dalam pikiran manusia ada daya imajinasi..saat di ceritakan kepada kita tentang kemulyaan rosulullah..terbayang di otak kita wajah rosul..walaupun hati kita tidak meyakini itu adalah wajah rosul..bahkan ini juga terjadi saat kita d beri wejangan tentang kebesaran Allah..d otak kita juga terbayang wajah Allah..walaupun kita tidak meyakini itu adalah wajah Allah..


TOPIK SYARIAH ISLAM
  1. MEMBAYANGKAN WAJAH ALLAH, SYIRIK?
  2. BERBOHONG SAAT MELAMAR KERJA
  3. CARA KONSULTASI AGAMA

1. Yg ingin saya tanyakan..bagaimana hukum imajinasi otak ini.. apakah syirik?
2. Bagaimana cara menghilangkannya.. karna itu mungkin memang sudah sunatulloh.. karna pernah saya coba menghilangkan malah yg terjadi saya semakin jauh dari mengenal Allah.. karna saya harus berperang melawan imajinasi otak..dan tidak mendalami tentang kebesarannya..
3. Apakah ini yg disebut mencari wajah Allah?


JAWABAN

1. Memikirkan atau membayangkan wajah Allah hukumnya haram, dilarang oleh syariah. Nabi bersabda dalam sebuah hadits hasan (riwayat Tabrani dari Ibnu Umar):

تفكروا في آلاء الله، ولا تفكروا في الله

Artinya: Berfikirlah tentang ciptaan Allah, jangan berfikir tentang (wujud) Allah.

Dalam riwayat lain (status Hasan) dari Abu Nuaim Nabi bersabda:

تفكروا في خلق الله، ولا تفكروا في الله

Artinya: Pikirkan ciptaan Allah, jangan memikirkan dzat Allah.

Ibnu Abi Zaid Al-Qairuwani dalam Al-Risalah menyatakan:

لا يبلغ كنه صفته الواصفون، ولا يحيط بأمره المتفكرون.. يعتبر المتفكرون بآياته، ولا يتفكرون في ماهية ذاته

Artinya: Tidak akan ada yang mampu menyifati hakikat Allah dan memahami-Nya. Orang hendaknya mengambil pelajaran dari ayat-ayat Allah. Dan tidak berfikir tentang hakikat dzat Allah.

Abu Jafar Al-Thahawi berkata:

لا تبلغه الأوهام، ولا تدركه الأفهام، ولا يشبه الأنام

Artinya: Praduga tentang Allah tak akan pernah sampai. Pemahaman tidak akan pernah mengerti Allah.

Ibnul Jauzi dalam Talbis Iblis berkata:

ومن ذلك أن الشيطان يأتي إلى العامي فيحمله على التفكر في ذات الله وصفاته فيتشكك، وقد أخبر رسول الله صلى الله عليه وسلم عن ذلك فيما رواه أبو هريرة ـ رضي الله عنه ـ قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: تسألون حتى تقولوا هذا الله خلقنا، فمن خلق الله؟ قال أبو هريرة: فو الله إني لجالس يوماً إذ قال رجل من أهل العراق هذا الله خلقنا، فمن خلق الله؟ قال أبو هريرة: فجعلت أصبعي في أذني ثم صحت: صدق رسول الله، الله الواحد الأحد الصمد لم يلد ولم يولد ولم له كفوا أحد.

Artinya: Setan datang ke orang awam lalu menyuruhnya agar memikirkan dzat Allah dan sifat-Nya sehingga membuatnya menjadi ragu. Rasulullah telah memberitahu hal ini dalam hadits dari Abu Hurairah di mana Nabi bersabda: "Kalian bertanya sampai kalian berkata, 'Allah yang menjadikan kami, lalu siapa yang menciptakan Allah?'" Abu Hurairah berkata: Demi Allah aku sedang duduk di suatu hari ketika seorang lelaki penduduk Irak berkata, 'Allah ini yang menciptakan kita, lalu siapa yang menciptakan Allah?' Lalu aku jadikan jariku menutup kupingku lalu aku berteriak: Rasulullah benar. Allah Yang Maha Esa. yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan, dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia.

Walaupun haram namun tidak sampai berakibat syirik. Baca: Penyebab Syirik dan Murtad

2. Banyak berfikir tentang kebesaran ciptaan Allah.

3. Tidak termasuk. Mencari wajah Allah maksudnya mencari ridha Allah dengan melakukan perkara yang wajib dan menjaui yang haram.

___________________


BERBOHONG SAAT MELAMAR KERJA

Assalamualaikum Ustadz.

Ana kerja di pemerintahan dari hasil bantuan saudara. Dulu sebelum masuk kerja disini, saudara ana bilang ke atasan saya untuk diterima kerja disini dengan alasan karena orang tua saya susah (padahal tidak susah, masih berkecukupan harta/ berbohong).

1. Pertanyaannya bagaimana gaji saya karena diterima dengan alasan seperti itu, apakah halal atau haram?

2. Ditempat kerja saya terkadang mengadakan rapat di luar kantor sehari tetapi membuat laporan keuangannya selama 3 hari hanya untuk mendapatkan uang rapat selama tiga hari dan kegiatan ke luar kota dengan tujuan mencairkan anggaran atau ngabisin anggaran untuk pemasukan pribadi daripada harus dibalikkan ke negara?
Bagaimana hukum uangnya, halal atau haram?

3. Ana sekarang merasa Allah memberikan hidayah-Nya, karena ana dulu tidak begitu peduli dengan agama ana. Tapi sekarang ana mulai memperbaiki apa yang salah terkait agama seperti belajar membaca alquran dan berusaha memperdalam ilmu agama (dengan ikut kajian dimana aja). Sekarang ana bingung antara kerja mengejar dunia dan menuntut ilmu agama untuk bekal diakhirat, ana sudah pernah bilang ke orang tua ana terkait niat ana kalau mau berhenti kerja (karena alasan uangnya seperti kasus diatas) dan ana memang ingin bisa memperdalam ilmu agama supaya ana tidak tersesat seperti dulu tapi orang tua ana tidak setuju, ana bingung antara keinginan hati bertolak belakang dan berefek ana jadi malas-malasan karena ana tidak mau terus menerus melakukan dosa seperti itu.

Mana yang harus ana utamakan, meninggalkan kerjaan demi menuntut ilmu dan menjauhi uang haram seperti itu walaupun orang tua tidak setuju atau tetap bertahan walaupun hati bertolak belakang?

Mohon jawabannya ustadz . Terima kasih

JAWABAN

1. Bohongnya haram. Tapi pekerjaannya halal asalkan (a) jenis pekerjaannya halal; (b) anda bekerja sesuai dengan kemampuan yang diinginkan employer. Baca: Diterima PNS karena KKN

2. Yang sehari halal apabila adanya rapat itu tidak melanggar aturan. Sedangkan yang dua hari jelas haram karena fiktif. Baca: Bohong dalam Islam

3. Sebaiknya tetap bekerja mengikuti perintah orang tua, tapi carilah pekerjaan yang halal. Untuk belajar agama, anda bisa meluangkan waktu cuti 2 minggu atau sebulan untuk belajar di pesantren yang bisa menerima santri kilat seperti di Al-Khoirot. Baca: Pesantren Kilat Al-Khoirot

Yang tak kalah penting, saat mengikuti kajian agama, harap selektif dalam memilih ustadz. Jangan salah memilih pengajian yang mengajarkan radikalisme dan ekstremisme. Baca: Golongan Islam di Indonesia



Cari artikel lain:




Copy link berikut untuk referensi kutipan:

Jangan lupa baca yang ini juga ..