Hukum Gaji PNS yang Diterima Karena KKN

Hukum Gaji PNS yang Diterima Karena KKN

Selalu merasa was-was apakah gaji saya halal atao tidak. karena proses masuknya saya PNS itu karena ada saudara di dalam departemen itu.

PERTANYAAN

Assalamu'alaikum Ustadz , mohon maaf sebelumnya karena sudah memberanikan diri untuk berkonsultasi. semoga menjadi bagian amal shaleh.

Saya ini seorang PNS, sudah 1.5 tahun saya bekerja di sebuah departemen . yang jadi masalah selama ini saya selalu tidak tenang dalam bekerja, selalu merasa was-was apakah gaji saya halal atao tidak. karena proses masuknya saya PNS itu karena ada saudara di dalam departemen itu. jadi intinya saya telah melakukan nepotisme. awalnya saya menolak tetapi karena mungkin saat saya telah kalah dengan bisikan syethan dan juga pengaruh keluarga, jadi saya terima tawaran itu. walaupun sebenarnya hati menolak, tanpa ada uang sogok murni karena ada saudara di departemen yg berada di pusat. Akhirnya saya pun masuk meski dengan perasaan penuh dosa. yang saya tanyakan mengenai hukum gaji yang saya terima apakah halal atau haram? atau mungkin ustadz bisa merekomendasikan kemana saya harus bertanya mengenai hal ini, apakah ada emailnya.

Setelah berjalan 1.5 tahun ini saya masih terus memikirkan tentang kesalahan kesalahan saya ini, meski saya berusaha untuk memperbaiki diri lebih dekat kepada Allah dan mohon Ampunannya, tetapi jiwa ini selalu diliputi perasaan bersalah. apa yang harus saya perbuat keika saya terus di bayangi oleh dosa-dosa saya, padahal saya juga tidak bisa serta merta keluar dari pekerjaan ini (PNS) karena pasti keluarga besar akan kecewa.

Selanjutnya, disamping goncangnya pikiran karena bayang-bayang tersebut saya pun merasa kecewa dengan sistem kerja PNS ini, yang kadang ada pekerjaan kadang ngak, cenderung santai, dan TUPOKSI nya ga terlalu jelas dan ada beberapa hal yang kadang tidak sesuai dengan hati nurani, sehingga berpikir bahwa saya ini hanyalah pengangguran terselubung dan ikhtilat dengan ghair muhrim. bagaimanakah saya harus bersikap dengan sistem kerja seperti ini, mungkin saya ingin mengubah sistem menjadi lebih baik, tapi sbg org baru tentu kita hanya bisa diam, karena itulah selemah-lemah iman, dan saya pun harus kritis untuk tidak terpengaruh oleh lingkungan budaya kerja disini. Salahnya mungkin saya sebelumnya tidak mengetahui bahwa begitulah ritme kerja PNS di kantor. Meski mungkin ada yang baik. Jadi di point ini intinya saya ngerasa ga berkembang kalo kerja seperti ini terus, gaji mengalir, tapi apa yg telah saya perbuat. saya merasa kesalahan saya berlipat ganda...saya telah mendzalimi peserta CPNS yg dulu sama2 tes..dan sekarang saya kerja nyantai....sangatlah sedih buat saya. dan saya bener2 kalut.

Meski ada rencana untuk pindah ke guru karena kebetulan saya dari pendidikan, tapi itu juga nunggu 5 th dulu, karena sebenarnya saya sangat senang dengan dunia mengajar, mendidik anak2, karena ritme kerjanya jelas dan dinamis menurut saya. lebih jauhnya saya pun kalau nanti menikah dan punya anak bisa mengurus suami dan anak lebih leluasa.

dengan semua akumulasi pikiran saya tersebut sampai sekarang saya selalu punya perasaan ingin sekali mengundurkan diri jadi PNS ini? dan saya jadi bingung apakah saya termasuk orang yang ga bersyukur karena org2 pada ingin PNS tapi saya mudah sekali, saya jadi bingung apakah ini memang takdir-Nya atau bagaimana..?
Ustadz yang Allah berkahi, sebaiknya dengan segala yg terjadi dalam Mind Set saya tersebut saya ini harus bersikap dan berpikir bagaimana, benarkah saya harus keluar saja, dari pada dibayang-bayangi oleh dosa nepotisme yg saya lakukan?dan kalaulah pada akhirnya ini karunia dari Allah bagaimana saya harus mewujudkan rasa syukur tersebut, sedangkan saya masuknya dengan cara yang tidak terpuji?....saya sangat serius dengan masalah ini....saya harap Ustadz bisa memberikan tanggapan dan jawaban atas masalah saya ini. jadi kesimpulan pertanyaan saya

1. apakah gaji pns saya haram atau halal karena saya masuknya lewat saudara (nepotisme )

2. terkadang saya mendapatkan uang syubhat pertanyaannya apakah boleh uang syubhat/haram di berikan pada kaum dhuafa atau mesti ke mesjid saja biar tidak dimakan..saya berniat kalo dapat uang syubhat dikasihkan ke temen saya yang sangat kekurangan tp dia ingin kuliah..jadi saya suka kasih uang syubhat itu untuk bayar uang kuliahnya..atau lebih baik disodqakohkan dalam bentuk fisik seperti ke mesjid..?

3. Apa saya harus mengundurkan diri saja ustadz?

mohon kalau dimuat pertanyaan ini tidak dicantumkan nama saya cantumkan saja hamba Allah ya ustadz...dan kalau diperkenankan saya harap jawabannya dikirim ke email ini saja. dan saya pun mungkin ingin konsultasi secara via telphon..barangkali ada no telphon ustadz saya mohon dikirimkan .

Saya ucapkan terima kasih banyak Jazakumullah Khairan Kastiran. Semoga Allah memudahkan langkah ini dan memberi petunjuk pada jalan yang Allah ridhoi.

Wassalamu'alaikum. Mohon di jawab ya pak...kalo bisa lewat email,terimakasih banyak.
Hamba Allah

JAWABAN

Sikap Anda yang ingin mencari kebenaran syariah Islam dan ketenangan hati patut mendapat apresiasi. Seorang muslim yang baik adalah yang selalu berusaha untuk memperbaiki dirinya dari segala perilaku yang diharamkan Allah. Dan melaksanakan apa yang menjadi perintahnya.

Jawaban pertanyaan ke-1.
Mendapatkan pekerjaan melalui cara nepotisme dan kolusi sama dengan risywah (rasuah) yang dalam bahasa Indonesia dikenal dengan istilah KKN (korupsi, kolusi dan nepotisme). Hukum KKN jelas haram. Rasulullah melaknat pelaku dan penerima koruopsi dalam sebuah hadits sahih riwayat Abu Dawud, Tirmidzi dan Ibnu Majah dikatakan لَعَنَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الرَّاشِيَ وَالْمُرْتَشِيَ .

Oleh karena itu, Anda wajib bertaubat atas perilaku nepotisme yang Anda lakukan tersebut dengan cara taubat nasuha, dan beramal baik seperti ibadah sunnah dan bersedekah dll karena amal baik akan menghilangkan dosa perilaku yang buruk إِنَّ الْحَسَنَاتِ يُذْهِبْنَ السَّيِّئَاتِ ذَلِكَ ذِكْرَى لِلذَّاكِرِينَ (QS Hud 11:114).

Adapun tentang gaji Anda yang didapatkan setelah menjadi PNS maka statusnya sama dengan gaji-gaji dalam pekerjaan yang lain yakni hukumnya adalah halal karena gaji tersebut didapat dari pekerjaan yang Anda lakukan setiap harinya. Asalkan anda melakukan tugas dengan baik sesuai yang diamanahkan, maka gaji yang Anda dapatkan itu adalah hak Anda dan statusnya halal dengan syarat Anda memang pantas menduduki posisi tersebut dan bekerja dengan baik sesuai yang diharapkan.

Jadi, Anda tidak perlu mengundurkan diri dari pekerjaan tersebut.

Jawaban pertanyaan ke-2.
Tidak jelas apa yang Anda maksud dengan uang syubhat. Kalau yang dimaksud sybuhat adalah uang campuran halal dan haram, maka hukumnya makruh menggunakan uang tersebut untuk diri sendiri. Tentu saja Anda dapat memberikan uang tersebut kepada orang lain atau kepada lembaga sosial seperti masjid dan pesantren. Uraian detail, lihat artikel: Hukum Harta Syubhat.

Kalau yang dimaksud syubhat adalah uang haram, maka hendaknya Anda berusaha sekuat mungkin untuk tidak memakannya. Anda dapat memberikan uang haram tersebut kepada siapapun yang membutuhkannya. Baik kepada orang atau kepada lembaga sosial seperti masjid dan pesantren. Namun perlu diingat bahwa uang haram statusnya bukan sedekah atau zakat tapi pemberian biasa. Karena sedekah dan zakat harus berasal dari uang yang halal.

Jawaban pertanyaan ke-3.
Tidak perlu mengundurkan diri. Tetaplah bekerja dengan baik di tempat Anda sekarang selagi Anda merasa mampu melakukan pekerjaan yang diamanahkan. Kalau memang hendak mengundurkan diri, hendaknya karena masalah lain. Bukan karena masalah yang dibahas di atas.

Baca juga artikel terkait berikut:

- http://www.alkhoirot.net/2013/08/hukum-korupsi-dalam-islam.html
- http://www.alkhoirot.net/2012/09/hukum-harta-campuran-halal-haram.html
- http://www.alkhoirot.net/2012/06/korupsi-pns-pegawai-negeri-sipil.html
- http://www.alkhoirot.net/2012/08/gaji-pekerja-sinpan-pinjam-sistem-bunga.html
- http://www.alkhoirot.net/2012/06/hukum-gaji-pegawai-negeri-yang-berasal.html
- http://www.alkhoirot.net/2012/09/bisnis-hotel-dan-cara-membersihkan.html

Untuk langganan artikel Alkhoirot Net via Email gratis, klik di sini!

6 comments:

  1. Jawaban ustadz sangat sangat sangat aneh!!!!, Hukum KKN haram tapi menerima gajinya Halal!!!. Anehkan, pikirkan dengan hati nurani yang bersih, sebab jika sudah masalah uang (ekonomi) selalu saja ada alasan yang dicari-cari untuk membenarkan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. alkhoirot.netDecember 14, 2012

      Uraian lebih detail dg dalil dan pendapat ulama dalam soal ini lihat artikel: www.alkhoirot.net/2012/09/hukum-harta-campuran-halal-haram.html

      Satu hal yg perlu anda tahu, hukum Islam itu berlandaskan dalil dan logika hukum Islam. Tidak berdasarkan pada "perasaan hati". Kalau hukum islam memakai "perasaan" semua orang bodoh bisa jadi pakar hukum Islam. :) Pikirkan itu.

      Delete
  2. AnonymousMay 19, 2013

    wah nyesal banget ane dulu jadi orang jujur plus ngerjain syariat halal haram..sekarang malah miskin..kenapa ane dulu ga mau nyogok masuk PNS pas ada kesempatan ya..teman2 ane nyogok masuk PNS sekarang kaya-kaya padahal ga ada usaha lain..mending ngerjain yg haram dah tapi kaya asal taubat nasuha n kalau kaya fatwa halal pasti ada :-)

    ReplyDelete
  3. AnonymousMay 19, 2013

    intinya mas ya..walau haram sogok masuk kerja atau PNS tapi gajinya nanti halal..jadi kerjain aja yang haram itu -sogok- lalu anda taubat nasuha..setelah itu anda makan duit halal..simpel kan?

    ReplyDelete
  4. AnonymousMay 19, 2013

    uang haramnya disalurkan ke Ponpes Al Khoirot aja bro..mantap!..masuk surga nt :-)

    ReplyDelete
  5. Ada yang kurang nih dengan penjelasannya. seperti menghalalkan yang haram dan mengharamkan yang halal.

    ReplyDelete

Kirim konsultasi Agama ke: alkhoirot@gmail.com Cara Konsultasi lihat di sini!