Wednesday, November 10, 2021

Hukum pernikahan setelah berzina apakah sah?

RUMAH TANGGA:

Assalamu'alaikum ustadz, mohon pencerahannya untuk masalah rumah tangga yg sedang saya hadapi ini ustadz

Begini ustadz, saya menikah kurang lebih sudah 4 tahun.

Sebelum menikah saya sudah melakukan kesalahan besar. Saya berzina dg laki2 yg sekarang menjadi suami saya. Saat itu saya belum tau saya hamil atau tidak. Lalu kami melakukan akad nikah. Sesudah akad nikah selang 2 jam sebelum kami berhubungan lagi saya mengeluarkan darah, saat itu saya yakini itu adalah darah haid yg berarti saya tidak hamil. Selang beberapa minggu saya hamil. Tapi kok tiba2 saya Ragu darah yg keluar setelah akad itu darah haid ataukah darah implantasi (darah tanda awal hamil) sembilan bulan kemudian saya melahirkan anak perempuan.

Seiring berjalannya waktu saya sering bertengkar dg suami saya hingga suami pernah mengucapkan talak kinayah saat saya mengandung anak kedua kami. Setiap setelah dia mengucapkan talak kinayah itu saya selalu bertanya apakah dia niat mentalak saya atau tidak dia bilang tidak namun saya tidak begitu saja percaya sama dia. Dan sering kali saya meminta dia untuk bilang rujuk ke saya meskipun dia mengaku tidak pernah ada niat talak sama saya. Maksud saya menyuruhnya bilang rujuk untuk jaga2 saja.

Selang beberapa bulan saya melahirkan anak kedua saya yg berjenis kelamin laki2. Tapi suami saya sempat mengatakan kata kinayah dg maksud berandai2 dan juga becanda. Tapi saya makin2 was2 dg ucapan suami saya hingga pada akhirnya saya meminta dia untuk melakukan tajdid nikah untuk menuju rumah tangga yg lebih baik.

Saya bilang sama dia kalau tajdidun nikah yg kami lakukan untuk memberi kenyamanan dan memantapkan hati saya. Saya masih saja was2 ustadz, malah saya berfikir jangan2 saat saya mengandung anak yg pertama, suami secara tidak sadar sudah mengucapkan kalimat talak shorih, lalu saya terus mengingat- ingat.

Tapi kalau memang terjadi, mungkin yg di ucapkan suami saya bukan kalimat talak yg sempurna. Mungkin waktu itu bercerita tentang seseorang dengan bercanda dan saya bilang gini, "nak aku koyok ngono piye? (kalau aku yg seperti itu gimana?) lalu suami jawab: pegat ra (cerai), tidak menunjukkan kata "kamu". Tapi kata itu entah khayalan saya saja atau memang terjadi saya benar2 lupa. Saya tanya sama suami. Dia tidak pernah bilang seperti itu.

Dn sekarang pak ustadz, rumah tangga kami sudah mulai membaik, tenang. Tapi cuma 1 hal yg saya sampaikan kepada ustadz yg membebani pikiran saya.

Yg ingin saya tanyakan pak ustadz

1. Bagaimana status pernikahan saya dg suami saya, masihkah dia halal buat saya?

2. Bagaimana status anak2 saya? Terutama anak saya yg perempuan, nanti jika dia menikah bolehkah yg menjadi wali suami saya atau keluarga suami saya, bolehkah anak laki2 saya menjadi wali untuk anak perempuan saya itu?

3. Apakah kata rujuk dan tajdid nikah yg kami lakukan secara otomatis bisa menambah jumlah talak/ bisa menjadi sebab adanya pengakuan talak? Wassalamu'alaikum...

JAWABAN

1. Status pernikahan sah dan hubungan halal. Bahkan seandainya saat menikah anda sudah hamil karena zina, pernikahan tetap sah. Baca detail: Menikahi Wanita Hamil Zina, Bolehkah?

2. Anak-anak anda juga anak kandung anda berdua. Masalah ucapan kinayah tidak jatuh talak karena jelas suami mengatakan tidak ada niat. Ucapan suami itu yang dianggap. Dan anda harus percaya itu. Baca detail: Pengakuan Suami Soal Talak yang Dianggap

3. Tidak menambah jumlah talak. Kalau tidak terjadi talak, maka rujuk atau tajdid nikah itu sia-sia. Tidak ada efek hukum apapun. Baca detail: Akad Nikah Dua Kali

Dapatkan buku-buku Islam karya A. Fatih Syuhud di sini.. Konsultasi agama, kirim via email: alkhoirot@gmail.com

1. Kirim konsultasi Agama ke alkhoirot@gmail.com atau info@alhoirot.com Cara Konsultasi lihat di sini!
2. Cara tanya hukum waris Islam, lihat di sini
3. Situs pesantren Al-Khoirot, lihat: alkhoirot.com
4. Situs resmi tanya jawab agama KSIA: alkhoirot.net dan islamiy.com

EmoticonEmoticon

Note: Only a member of this blog may post a comment.