Hukum Boneka dalam Islam
Hukum Boneka dalam Islam adalah boleh dan menjadi pengecualian dari larangan soal patung dan gambar makhluk bernyawa demikian menurut Imam Nawawi dalam Syarah Muslim
Salah satu dalil yang memperbolehkan bermain boneka, yakni berasal dari Ummul Mukmin, Sayyidah Aisyah ra, yang menceritakan bagaimana Rasulullah saw memperlakukannya ketika sedang bermain boneka.
كُنْتُ أَلْعَبُ بِالْبَنَاتِ عِنْدَ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَكَانَ لِي صَوَاحِبُ يَلْعَبْنَ مَعِي؛ فَكَانَ رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم، إِذَا دَخَلَ يَتَقَمَّعْنَ مِنْهُ، فَيُسَرِّبُهُنَّ إِلَيَّ، فَيَلْعَبْنَ مَعِي
Artinya: Dahulu aku sering bermain dengan boneka anak perempuan di sisi Nabi saw. Dahulu aku juga memiliki teman-teman yang biasa bermain denganku. Ketika Rasulullah saw masuk ke rumah, teman-temanku pun berlari sembunyi. Beliau pun meminta mereka untuk keluar agar bermain lagi, maka mereka pun melanjutkan bermain bersamaku (HR. Bukhari no 6130 dan Muslim no 2440).
Dalil lain yang menyebutkan tentang bermain boneka, yakni yang diriwayatkan oleh Abu Dawud ra, yang sumbernya dari Sayyidah Aisyah juga.
قَدِمَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ غَزْوَةِ تَبُوكَ أَوْ خَيْبَرَ وَفِى سَهْوَتِهَا سِتْرٌ فَهَبَّتْ رِيحٌ فَكَشَفَتْ نَاحِيَةَ السِّتْرِ عَنْ بَنَاتٍ لِعَائِشَةَ لُعَبٍ فَقَالَ : مَا هَذَا يَا عَائِشَةُ. قَالَتْ بَنَاتِى. وَرَأَى بَيْنَهُنَّ فَرَسًا لَهُ جَنَاحَانِ مِنْ رِقَاعٍ فَقَالَ : مَا هَذَا الَّذِى أَرَى وَسْطَهُنَّ. قَالَتْ فَرَسٌ. قَالَ : وَمَا هَذَا الَّذِى عَلَيْهِ. قَالَتْ جَنَاحَانِ. قَالَ : فَرَسٌ لَهُ جَنَاحَانِ. قَالَتْ أَمَا سَمِعْتَ أَنَّ لِسُلَيْمَانَ خَيْلاً لَهَا أَجْنِحَةٌ قَالَتْ فَضَحِكَ حَتَّى رَأَيْتُ نَوَاجِذَهُ.
Artinya: Suatu hari, Rasulullah pulang dari perang Tabuk atau perang Khaibar (perawi hadits ragu, pen.) sementara di kamar (‘Aisyah) ada kain penutup. Ketika angin bertiup, tersingkaplah boneka-boneka mainan ‘Aisyah, lalu Rasulullah saw bertanya, "Apa ini wahai ‘Aisyah?". Dia (‘Aisyah) pun menjawab, "Boneka-boneka (mainan) milikku". Beliau melihat di antara boneka mainan itu ada boneka kuda yang punya dua helai sayap. Lantas beliau pun bertanya kepada ‘Aisyah, "Yang aku lihat di tengah-tengah itu apanya?" ‘Aisyah menjawab, "Kuda." Beliau bertanya lagi, "Apa itu yang ada pada bagian atasnya?". ‘Aisyah menjawab, "Kedua sayapnya." Beliau menimpali, "Kuda punya dua sayap?" ‘Aisyah menjawab, "Tidakkah Engkau pernah mendengar bahwa Nabi Sulaiman mempunyai kuda yang memiliki sayap?’ Beliau pun tertawa hingga aku melihat gigi beliau (HR. Abu Dawud no 4934).
Dalam menjelaskan hadits ini, Imam Nawawi dalam Syarah Muslim menyatakan:
، قال النووي رحمه الله : يستثنى من منع تصوير ما له ظل ومن اتخاذه لعب البنات، لما ورد من الرخصة في ذلك. أ.هـ
"Dikecualikan dari larangan pembuatan gambar (patung) yang memiliki bayangan serta larangan menyimpannya, yaitu mainan untuk anak perempuan, karena adanya keringanan (rukhsah) yang datang (dari dalil syariat) mengenai hal tersebut."
Baca detail: Gambar, Patung, Video, Foto dalam Islam