Masa Keemasan Islam Abad ke-8 sampai ke-13

Masa Keemasan Islam Abad ke-8 sampai ke-13 dimulai pada pertengahan abad ke-8 (sekitar 750–786 M) dengan munculnya Kekhalifahan Abbasiyah dan berdirin

Masa Keemasan Islam Abad ke-8 sampai ke-13

Zaman Keemasan Islam dimulai pada pertengahan abad ke-8 (sekitar 750–786 M) dengan munculnya Kekhalifahan Abbasiyah dan berdirinya Baghdad, berlangsung hingga pertengahan abad ke-13 (sekitar 1258 M), yang ditandai dengan Pengepungan Baghdad oleh Mongol. Periode ini umumnya diakui berlangsung dari sekitar tahun 750 hingga 1258. 

Rincian Penting Periode Tersebut:

  • Awal: Umumnya dikaitkan dengan pemerintahan khalifah Abbasiyah seperti Harun al-Rashid (786–809) dan pendirian Baitul Hikmah di Baghdad.
  • Akhir: Penghancuran Baghdad oleh Mongol pada tahun 1258 adalah tanggal akhir yang paling sering dikutip. Beberapa perspektif memperpanjangnya hingga tahun 1492, mencakup akhir Emirat Granada.
  • Signifikansi: Suatu masa pertumbuhan intelektual yang masif di bidang sains, filsafat, kedokteran, dan pendidikan yang berpusat di kota-kota seperti Baghdad, Kairo, dan Córdoba

Hal itu sering digambarkan sebagai sesuatu yang berlangsung selama kurang lebih 500 tahun. 

Masa Keemasan Islam (The Islamic Golden Age) adalah periode dalam sejarah peradaban Islam ketika para ilmuwan, filsuf, dan insinyur di dunia Islam memberikan kontribusi besar terhadap perkembangan teknologi dan kebudayaan.

Periode ini secara tradisional dimulai pada masa kekhalifahan Harun Ar-Rasyid (786–809 M) dengan peresmian Bayt al-Hikmah (Rumah Kebijaksanaan) di Bagdad, dan berakhir dengan Kehancuran Bagdad oleh bangsa Mongol pada 1258 M.

Berikut adalah poin-poin penting yang menceritakan kegemilangan era tersebut:

1. Pusat Pengetahuan: Bayt al-Hikmah


Bagdad menjadi pusat intelektual dunia. Di Bayt al-Hikmah, para sarjana dari berbagai latar belakang (Muslim, Kristen, Yahudi) berkumpul untuk menerjemahkan karya-karya besar dari Yunani, Persia, dan India ke dalam bahasa Arab. Ini dikenal sebagai Gerakan Penerjemahan Besar.

 2. Tokoh Ilmuwan dan Penemuan Utama

Dunia modern berutang budi pada para jenius di masa ini, di antaranya:

  •  Al-Khawarizmi: Bapak Aljabar. Beliau memperkenalkan angka nol dan sistem penomoran Hindu-Arab yang kita gunakan sekarang.
  •  Ibnu Sina (Avicenna): "Bapak Kedokteran Modern". Karyanya, The Canon of Medicine, menjadi buku teks standar di universitas-universitas Eropa hingga abad ke-17.
  •  Al-Haitham (Alhazen): Bapak Optik. Beliau menjelaskan bagaimana mata bekerja dan meletakkan dasar bagi penemuan kamera melalui eksperimen Camera Obscura.
  •  Al-Jazari: Insinyur luar biasa yang menciptakan mesin-mesin otomatis, termasuk jam gajah yang sangat kompleks dan sistem roda gigi mekanis.

 3. Ekonomi dan Perdagangan


Dunia Islam menciptakan jaringan perdagangan global yang membentang dari Tiongkok hingga Spanyol. Penggunaan mata uang tunggal (Dinar emas dan Dirham perak) serta sistem cek (Sakk) memudahkan perdagangan lintas benua, yang pada gilirannya mendanai riset-riset ilmiah.

 4. Revolusi Pertanian

Para ilmuwan Muslim mengembangkan teknik irigasi canggih dan memperkenalkan tanaman baru ke seluruh dunia, seperti tebu, kapas, jeruk, dan kopi. Ini meningkatkan populasi dan kualitas hidup di kota-kota besar.

 5. Kebebasan Berpikir dan Toleransi

Masa ini dicirikan oleh keterbukaan intelektual. Para khalifah sangat menghargai ilmu pengetahuan; konon, seorang penerjemah buku akan dibayar dengan emas seberat buku yang ia terjemahkan. Toleransi beragama memungkinkan orang-orang non-Muslim (seperti Maimonides, filsuf Yahudi) untuk menduduki posisi penting dalam pemerintahan dan sains.

 Mengapa Masa Ini Berakhir?

Ada beberapa faktor utama yang mengakhiri kejayaan ini:

  •  Serangan Mongol (1258): Tentara Mongol di bawah Hulagu Khan menghancurkan Bagdad, membakar perpustakaan, dan membuang jutaan buku ke Sungai Tigris hingga airnya berwarna hitam karena tinta.
  •  Ketidakstabilan Politik: Perpecahan internal di dalam kekhalifahan dan serangan dari Perang Salib di Barat.
  •  Perubahan Kurikulum: Pergeseran fokus pendidikan yang awalnya sangat rasional dan saintifik menjadi lebih sempit dan tradisional di beberapa wilayah.

Masa keemasan ini membuktikan bahwa ketika sebuah peradaban mengutamakan ilmu pengetahuan, keterbukaan, dan riset, mereka mampu memimpin dunia.
 

LihatTutupKomentar