Sejarah masyarakat Yahudi di Hadramaut, Yaman
Sejarah masyarakat Yahudi di Hadramaut, Yaman, merupakan salah satu babak paling unik dalam diaspora Yahudi. Mereka sering disebut sebagai Yahudi Habbani (merujuk pada wilayah Habban di Hadramaut/Shabwah) dan memiliki tradisi yang berbeda dengan komunitas Yahudi di wilayah Sana'a (Yaman Utara).
Berikut adalah garis besar sejarah mereka:
1. Asal-Usul dan Kedatangan Kuno
Terdapat beberapa teori dan legenda mengenai kapan pertama kali bangsa Yahudi menginjakkan kaki di Hadramaut:
Zaman Raja Sulaiman: Legenda setempat menyebutkan bahwa leluhur mereka datang sebagai bagian dari rombongan yang dikirim Raja Sulaiman untuk mencari emas dan perak guna membangun Bait Suci pertama.
Kehancuran Bait Suci Pertama (586 SM): Teori sejarah yang lebih kuat menyatakan bahwa kelompok-kelompok Yahudi bermigrasi ke selatan setelah penaklukan Babilonia atas Yerusalem.
Kerajaan Himyar: Pada abad ke-4 hingga ke-6 M, banyak suku di Yaman (termasuk di wilayah timur) memeluk agama Yahudi di bawah kepemimpinan raja-raja Himyar (seperti Dhu Nuwas).
2. Komunitas Yahudi Habbani
Wilayah Hadramaut (khususnya kota Habban, Seiyun, dan Tarim) menjadi pusat utama mereka. Komunitas ini dikenal karena isolasi geografisnya, yang membuat mereka mempertahankan tradisi yang sangat murni dan berbeda.
Pekerjaan: Berbeda dengan Yahudi di Sana'a yang banyak menjadi perajin perak halus, Yahudi di Hadramaut dikenal sebagai tukang batu, pandai besi, penyamak kulit, dan pengolah senjata (terutama belati Janbiya).
Penampilan: Pria Yahudi Hadramaut memiliki ciri khas rambut panjang yang dikepang dan sering kali membawa senjata, menunjukkan bahwa mereka memiliki kedudukan yang cukup dihormati di antara suku-suku lokal (berstatus Dhimmi yang dilindungi).
3. Hubungan dengan Masyarakat Lokal
Secara umum, masyarakat Yahudi Hadramaut hidup berdampingan dengan suku-suku Arab Hadrami di bawah perlindungan para Sultan (seperti Sultan Qu'aiti dan Kathiri).
Mereka tunduk pada hukum Islam tetapi diberikan otonomi dalam urusan agama. Meskipun ada periode diskriminasi, mereka dianggap sebagai bagian integral dari struktur ekonomi wilayah tersebut karena keahlian teknis mereka.
4. Eksodus: Operasi Magic Carpet (1949–1950)
Berakhirnya sejarah Yahudi di Hadramaut terjadi secara masif setelah berdirinya Negara Israel pada tahun 1948.
Migrasi Besar: Antara tahun 1949 hingga 1950, hampir seluruh komunitas Yahudi Hadramaut (sekitar 450–500 orang dari Habban saja) meninggalkan Yaman menuju Israel melalui pelabuhan Aden.
Operasi Magic Carpet: Mereka diterbangkan dalam operasi rahasia ini. Banyak dari mereka yang harus berjalan kaki berhari-hari melintasi padang pasir menuju Aden sebelum bisa terbang ke Israel.
Kondisi Saat Ini: Saat ini, hampir tidak ada lagi penganut Yahudi yang tersisa di Hadramaut. Sebagian besar keturunan mereka kini tinggal di wilayah Moshav Bareket di Israel, di mana mereka tetap melestarikan dialek Arab Hadrami dan tradisi unik nenek moyang mereka.
Tapi kenapa adat habib baalwi mirip dengan yahudi mulai dari tarian, adat pernikahan bahkan dialek saat mereka membacakan buku atau kitab ritual khusus.
Bisa jadi Yahudi-yahudi yang tertinggal di tarim memeluk agama islam, sebab dahulunya Tarim adalah basis Yahudi yang ada di Yaman.
