Hukum Menikah dengan Wanita Tidak Perawan (Pernah Berzina)

perempuan zina nakal

Hukum boleh tidaknya menurut syariah Islam menikah dengan Wanita/perempuan yang statusnya belum menikah tapi sudah tidak perawan lagi alias pernah berzina atau atau pernah jadi perempuan nakal baik komersil atau pergaulan bebas.

PERTANYAAN
Assalamualaikum Wr.Wb

Izinkan saya berkonsultasi, Sebelumnya perkenalkan nama saya Iwan (bukan nama sebenarnya-red), saya ingin bertanya apakah hukum dalam agama islam menikah dengan wanita yang pernah berzina atau sudah tidak perawan lagi, akibat pergaulan bebas.?

Jadi begini ceritanya, saya baru menjalin hubungan dengan seorang wanita sekitar 3 bulan dan saya berniat untuk menikahinya.karena saya ingin serius. Cuma yang jadi masalah adalah dia pernah cerita kalau kehidupannya dulu rusak banget akibat pergaulan yang kelewat batas, dia pernah melakukan hubungan seks dengan 3 mantan pacarnya dulu.. dan itu sering dilakukannya dengan mantan pacarnya terdahulu ketika masih berpacaran..

DAFTAR ISI
  1. Hukum Menikahi Wanita Pezina
  2. Hukum Pernikahan Pria Pernah Zina tapi Taubat

Menurut agama Apakah boleh saya menikah dengan wanita yang sudah pernah berzina tersebut. Dan apa yang harus saya lakukan…saya bingung.. dan pada tanggal 7 januari nanti orang tuanya mengundang orang tua saya untuk datang?
Terima Kasih

Pertanyaan dikirim via email ke info@alkhoirot.com dan alkhoirot@gmail.com

JAWABAN

JAWABAN HUKUM MENIKAHI WANITA YANG PERNAH BERZINA
Ada dua pendapat dalam hal ini.

1. Haram, kecuali setelah bertobat. Maka, menikahi wanita pezina yang sudah bertobat hukumnya boleh.[1]

Haramnya menikahi perempuan atau lelaki pezina itu berdasarkan pada dzahir dan keumuman firman Allah dalam QS An Nur 24:3

الزاني لا ينكح إلا زانية أو مشركة والزانية لا ينكحها إلا زان أو مشرك وحرم ذلك علي المؤمنين

Artinya: Seorang lelaki pezina tidak boleh menikah kecuali dengan wanita pezina atau wanita musyrik. Seorang wanita pezina tidak boleh menikah kecuali dengan lelaki pezina atau lelaki musyrik. Hal itu diharamkan bagi seorang mukmin.

2. Boleh dan sah nikahnya. Ini pendapat Imam Syafi'i dalam kitab Al Umm[2]

Imam Syafi'i berbeda pendapat dalam menafsiri surat An Nur 24:13 di atas. Menurut Syafi'i, ayat di atas memiliki konteks khusus. Selain itu, ada pendapat yang menyatakan bahwa ayat di atas sudah di-naskh (diganti) oleh ayat lain.

Pendapat Syafi'i ini diperkuat dengan sebuah hadits di mana salah seorang mengeluh pada Nabi karena istrinya genit (baca, suka selingkuh). Nabi menjawab, "Ceraikan." Orang itu berkata, "Tapi saya masih mencintainya." Jawab Nabi, "Kalau begitu, jangan cerai dia." Kata Syafi'i, seandainya haram menikahi wanita pezina, niscaya Sahabat tadi akan disuruh menceraikan istrinya yang selingkuh itu.

Teks asli hadits tersebut demikian:

أتى رجل إلى رسول الله [ ص: 13 ] صلى الله عليه وسلم فقال يا رسول الله إن لي امرأة لا ترد يد لامس فقال النبي صلى الله عليه وسلم فطلقها قال إني أحبها قال فأمسكها إذا

Pendapat Syafi'i disetujui oleh Al Bishri dalam Al Hawi al-Kabir[2]

Dalam Al-Majmuk, Imam Nawawi mengatakan

(فرع) وإن زنى رجل بزوجة رجل لم ينفسخ نكاحها، وبه قال عامة العلماء ، وقال على بن أبى طالب: ينفسخ نكاحها وبه قال الحسن البصري. دليلنا حديث ابن عباس في الرجل الذى قال للنبى صلى الله عليه وسلم: إن امرأتي لا ترد يد لامس)
Artinya: Apabila seorang lelaki berzina dengan istri orang lain, maka nikah perempuan itu tidak rusak (tidak batal). Ini pendapat kebanyakan ulama. Ali bin Abi Talib berkata: nikahnya rusak (batal) pendapat ini diikuti Al-Hasan Al-Bishri. Dalil kita adalah hadits Ibnu Abbas di mana seorang laki-laki yang istrinya berzina diberi pilihan oleh Nabi untuk mentalak atau tidak.

Menurut Ibnu Katsir dalam Tafsir Ibnu Katsir hlm. III/273 yang dimaksud kata 'yankihu' dalam QS An-Nur ayat 3 di atas bermakna 'melakukan hubungan zina'. Bukan menikah. Jadi, ayat tersebut berupa kalimat berita, bukan larangan, bahwa "pria pezina akan melakukan hubungan zina dengan wanita pezina." Teks Arab dari penjelasan Ibnu Katsir sbb:
هذا خبر من الله تعالى بأن الزاني لا يطأ إلا زانية أو مشركة، أي: لا يطاوعه على مراده من الزنا إلا زانية عاصية، أو مشركة لا ترى حرمة ذلك، وكذلك (الزانية لا ينكحها إلا زان) أي: عاص بزناه، (أو مشرك) لا يعتقد تحريمه

KESIMPULAN

Hukum menikahi wanita yang pernah berzina adalah sah dan boleh. Asalkan wanita itu sudah bertaubat. Namun, Rasulullah mengingatkan bahwa menikah bukan hanya persoalan hukum atau chnta saja. Menikah hendaknya bertujuan untuk membentuk keluarga sakinah mawaddah warahmah (tenang, harmonis dan penuh sayang) serta untuk membentuk keturunan generasi muda muslim yang salih dan berkualitas.

Untuk itu, dalam sebuah hadits yang lain, Nabi menyerukan seorang muslim atau muslimah agar dalam menikahi seseorang hendaknya menjadikan kesalihan sebagai faktor pertimbangan prioritas. Bukan karena faktor kecantikan atau kekayaan.[3]


SUMBER RUJUKAN:

[1] علي بن أحمد بن سعيد بن حزم dalam kitab المحلى بالآثار mengatakan:

مسألة : ولا يحل للزانية أن تنكح أحدا ، لا زانيا ولا عفيفا حتى تتوب ، فإذا تابت حل لها الزواج من عفيف حينئذ .
ولا يحل للزاني المسلم أن يتزوج مسلمة لا زانية ولا عفيفة حتى يتوب ، فإذا تاب حل له نكاح العفيفة المسلمة حينئذ .

[2] Lihat Al Umm jilid V, bab نكاح المحدثين. Pendapat ini disetujui oleh Abul Hasan Al Bishri (أبو الحسن علي بن محمد بن حبيب الماوردي البصري) dalam Al Hawi al-Kabir (الحاوي الكبير في فقه مذهب الإمام الشافعي)

[3] Teks Arab hadits sahih riwayat Bukhari dan Muslim adalah sebagai berikut:

أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال تنكح المرأة لأربع : لمالها ولحسبها ولجمالها ولدينها ، فاظفر بذات الدين تربت يداك

Artinya: Wanita dinikahi karena (salah satu dari) empat faktor: hartanya, status sosialnya, cantinya, agamanya. Maka carilah perempuan salihah, niscaya kamu akan beruntung.

Lebih detail lihat: Hukum Menikahi Wanita Tidak Perawan Karena Zina

________________________________


STATUS PERNIKAHAN PRIA PERNAH BERZINA TAPI SUDAH TAUBAT

Assalamualaikum Warrohmatullahiwabarokatuh.
Ustadz Yang dimuliakan Allah SWT.

Saya adalah seorang lelaki (suami), yang telah memiliki Istri, yang Alhamdulillah Sholehah, yang tinggal dilingkungan yang taat agama (saya merasa keluarga kami termasuk sakinah, mawadah warohmah). Namun perlu diketahui sebelum menikah saya pernah beberapa kali melakukan zina dengan wanita-wanita lain, namun saya berjanji dalam hati jika sudah menikah nanti saya tidak akan mengulangi lagi perbuatan keji (zina), dan Alhamdulillah selama kurang lebih 15 tahun kami menikah saya benar-benar tidak pernah melakukan perbuatan keji (berzina dengan wanita lain), dan saya pun mulai mendalami agama dan Alhamdulillah karena pengaruh lingkungan semenjak menikah saya lebih condong bergaul dengan orang-orang yang sholeh dilingkungan saya, sholat 5(lima) waktu tidak pernah ketinggalan (hampir bisa dipastikan selalu berjamaah di masjid), puasa Ramadhan juga full/ tidak pernah batal, (yang sebelumnya bolong-bolong saat belum menikah), dan baca qur’an juga hampir setiap malam, mengaji fiqih (dengan Ustadz/guru) juga minimal seminngu 1 kali atau bisa lebih, sholat tahajjud dan sholat sunah ba’diyah dan kobilayah senantiasa saya kerjakan, sehingga wawasan agama saya semakin luas,

namun pada saat saya membaca bab tentang kewajiban Taubat nasuha bagi pezina, perkawinan pezina dengan wanita baik-baik, dimana ada yang memfatwakan haram dan makruh maka saya menjadi ketakutan, selalu di bayang-bayangi dosa-dosa saya saat belum menikah, saya baru benar-benar menyesal dan berazam (barnita - red) untuk tidak melakukan lagi, dan saya sudah melakukan sholat taubat dan beristighfar namun sudah terlambat (setelah 15 tahun kami menikah),

pertanyaannya adalah :
1. bagaimana status pernikahan saya dengan istri saya apakah harus diulang ? agar status perkawinan kami tidak haram atau makruh.
2. mengingat sholat taubat baru saya lakukan setelah sekian tahun menikah. Walaupun selama 15 tahun menjadi suami yang baik buat istri dan anak-anak saya.?
Syukron Ustadz
Wassalamualaikum Wr Wb

JAWABAN

Anda termasuk orang yang beruntung karena mendapat kesempatan untuk bertaubat dengan memiliki istri solehah dan lingkungan yang kondusif di sekitar anda. Tidak semua orang yang ingin bertaubat dapat memiliki kesempatan dan lingkungan kondisif yang sama seperti anda. Mengenai pertanyaan anda, jawabannya sebagai berikut:

1. Pernikahan Anda sah dan tidak perlu diulang berdasarkan ijmak ulama (pendapat semua ulama fiqih) karena sebelum menikah anda sudah bertaubat. Kalau seandainya saat menikah anda belum bertaubat, maka perkawinan tetap sah tapi makruh. Lihat uraian di atas atau lebih detailnya lihat: http://www.fatihsyuhud.net/2013/01/hukum-menikahi-wanita-tidak-perawan-karena-zina/

2. Shalat taubat tidak terlalu diperlukan dalam bertaubat nasuha. Yang utama dalam bertaubat adalah (a) berhenti melakukan perbuatan dosa besar yang dilakukan; (b) memohon ampun pada Allah; (c) mengganti perbuatan buruk masa lalu itu dengan perbuatan dan amal yang baik berupa ibadah wajib dan sunnah serta amal-amal ibadah-sosial yang lain seperti bersedekah pada fakir miskin atau membantu orang lain dengan apapun kemampuan yang anda miliki. Allah berfirman bahwa "Kebaikan akan menghilangkan keburukan" (QS Hud ayat 114).

Juga, dalam QS Al-Furqon ayat 68-71 Allah berfirman: "Dan orang-orang yang tidak menyembah tuhan yang lain beserta Allah dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzina, barang siapa yang melakukan yang demikian itu, niscaya dia mendapat (pembalasan) dosa(nya), (yakni) akan dilipat gandakan azab untuknya pada hari kiamat dan dia akan kekal dalam azab itu, dalam keadaan terhina,

kecuali orang-orang yang bertaubat, beriman dan mengerjakan amal saleh; maka itu kejahatan mereka diganti Allah dengan kebajikan. Dan adalah Allah maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Dan orang-orang yang bertaubat dan mengerjakan amal saleh, maka sesungguhnya dia bertaubat kepada Allah dengan taubat yang sebenar-benarnya."

Lebih detail lihat: http://www.alkhoirot.net/2012/09/taubat-nasuha.html

Untuk langganan artikel Alkhoirot Net via Email gratis, klik di sini!

40 comments:

  1. terimakasih pak ustad,menambah pengetahuan bagi saya

    ReplyDelete
  2. ustad bagaimana jika ada seorang wanita pernah berzina dengan kekasihnya bertaubat, dan kedua orang tua wanita telah mengetahui bahwa anaknya pernah berzina, sehingga orang tua wanita ingin menikahkan anaknya tersebut dengan keluarganya sendiri, tetapi anak tersebut tidak suka dengan pilihan orang tuanya. apakah anak tersebut harus menuruti kehendak orang tuanya tersebut?

    ReplyDelete
    Replies
    1. alkhoirot.netAugust 15, 2012

      anak boleh menolak.

      Delete
    2. This comment has been removed by a blog administrator.

      Delete
    3. This comment has been removed by a blog administrator.

      Delete
  3. syukron pak ustadz. ane mengalaminya itu, tapi insya Allah dia sudah tobat..

    ReplyDelete
  4. bagaimana pendapat para pria tentang wanita yang sudah tidak virgin

    ReplyDelete
    Replies
    1. Maaf sebelumnya kalau saya jawab pertanyaan bagian ini.

      Jika hal itu terjadi pada saya, sungguh saya akan kecewa besar, akan tetapi level kekecewaan itu bergantung pada situasi.
      contoh: saya akan merasa lebih kecewa jika ia mengatakannya setelah menikah.
      dan saya masih bisa menerimanya jika ia memang benar-benar menyesali perbuatannya dan telah bertaubat.

      kenapa saya kecewa ?
      - karena itu larangan islam
      - dan saya telah menjaga kehormatan saya demi calon istri saya yang belum saya ketahui, dan saya tinggal dilingkungan yang penuh dengan zina, itu cobaan yang berat bagi saya.

      Delete
    2. This comment has been removed by a blog administrator.

      Delete
  5. trimaksaih ... ini jg yg sedang saya alami saat ini...

    ReplyDelete
  6. seumpanya seorang akhwat yg pernah berzina dan telah bertaubat, dan ada ikhwan yang berniat untuk ta'aruf, karna si akhwat ini benar - benar bertaubat dan berubah total dari sebelumnya, mulai aktif juga dilembaga dakwah, dan ikhwannya belum tahu perihal perzinaan yang pernah dilakukan, kemudian si akhwat menolak dengan alasan pernah berzina bolehkah? karna merasa tidak pantas untuk siikhwan,tetapi si akhwat ini juga mempunyai perasaan yang sama dengan siikhwan. bagaimana??

    ReplyDelete
    Replies
    1. alkhoirot.netNovember 15, 2012

      Kalau suka pada si ikhwan diterima saja tidak perlu menolak. Tapi beritahu dia bahwa akhwat sudah tidak perawan. Selanjutnya terserah ikhwan akan meneruskan hubungan atau tidak.

      Delete
  7. This comment has been removed by a blog administrator.

    ReplyDelete
  8. pak ustad boleh bertanya,jika ada seorang muslimah di jodohkan dengan seorang lelaki,dan dia tau bahwa lelaki itu pernah berzina dengan pacarnya dan meninggalkan pasangan zina nya,karena lelaki itu lebih memilih yang di jodohkan orang tuanya dalam arti muslimah tadi.
    apakah hukum nya pak? pada waktu yang sama pula pasangan zinanya juga menuntut untuk bertanggung jawab.

    ReplyDelete
    Replies
    1. alkhoirot.netDecember 07, 2012

      1. Pernikahan sah asal si pria bertaubat.
      2. Tidak ada kewajiban bertanggungjawab bagi pria pelaku zina terhadap wanita yg dizinahi. Keduanya sama2 pezina.

      Delete
  9. apa bila saya menikahi wanita yg pernah bahkan sering melakukan zinah sama pacar-- pacarnya yang dulu,,, apa rizki saya akan tetep lancar,,,, soalnya saya pernah denger kta temenq,,, orang yg berzzinah tidak akan kaya,,,,rizki g mau sama orang penzinah daan kaya juga g mau menghampiri orang penzinaah,,,,,,,kebanyakan kehidupan orang penzinah sengsara d dunia in,,,,,,,

    ReplyDelete
  10. apa bila saya menikahi wanita yg pernah bahkan sering melakukan zinah sama pacar-- pacarnya yang dulu,,, apa rizki saya akan tetep lancar,,,, soalnya saya pernah denger kta temenq,,, orang yg berzzinah tidak akan kaya,,,,rizki g mau sama orang penzinah daan kaya juga g mau menghampiri orang penzinaah,,,,,,,kebanyakan kehidupan orang penzinah sengsara d dunia in,,,,,,,.....apakah saya bisa kaya wlopn menikah dg wanita penzinah.????????

    ReplyDelete
  11. Apabila saya berzina dengan wanita perawan dan saya perjaka. apa hukumannya mas? sehingga saya disucikan didunia..?

    ReplyDelete
  12. Saya ingin berbagi cerita,saya punya cewek,tp blm pernah ketemu.tp saya sering melakukan seks phone,apakah itu zina.?
    saya msh bujang dan sekarang dia bersuami,tp dia ttp ingin melakukan seks phone dgn saya,bgamaina dan apa yg harus saya lakukan apakah itu dosa. mohon bantuannya. terima kasih

    ReplyDelete
  13. Saya tidak akan pernah menerima perempuan bekas orang karena takut kena imbasnya walaupun dia sudah tobat. Saya sangat benci kepada perempuan macam itu karena tidak punya harga diri.

    ReplyDelete
    Replies
    1. tidak apa apa ..itukan hak anda ...

      anda boleh menerima boleh tidak...
      anda boleh tidak menerima seseorang yg bertaubat..
      buat jd pasangan anda

      allah swt maha menerima taubat..
      jadi bagi siapa yg sudah terjerumus dalam perbuatan ini ..
      jangan putus asa ya..
      bertaubat nasuha lah saudaraku yg sudah terlanjur melakukan dosa besar ini

      allah maha penerima taubat dan menyambut gembira umatnya yg bertaubat

      benci perbuatannya jgn taubatnya ..
      dan jangan sampai kebencian itu membuat kita jatuh kedalam orang yg dzalim

      allahu a'alam

      Delete
    2. AnonymousJuly 15, 2014

      ga boleh gitu bung adi.....,
      dulu pemikiran saya sama seperti kamu, saya benci mereka yang tidak perawan

      tp wanita tuh kadang bodoh, mudah dirayu sama cowok bajingan
      padahal wanitanya kan baik-baik, jika sudah ga virgin terus ketemu sama cowo baru ,d sakitin dan terjebak lagi seperti itu berharap pacar barunya baik, tapi sama saja cowok barunya, ujung-ujungnya malah jadi cwe ga baik

      ada juga kan, karena tekanan ekonomi dan kerasnya hidup, anda ga tau susahnya hidup mereka
      kamu juga kalau jadi cewek, dan di kasih ujian hidup seperti mereka belum tentu sanggup

      saya selalu menasehati adik perempuan saya, dan menceritakan realitas" kehidupan cwo itu cuma mau ML nya aja,, SSI (speak-speak iblis), adik saya berhak tau pengalaman yg saya tau dari kehidupan yang bejat lingkungan sekitar, kalau pacaran jangan kasih ML, mau dia rayuaan surga kayak apa
      kalau dah kasih ML, paling cwo bajingan bosen dan putusin kamu, ada juga yg setia tp itu persentasinya kecil, jgn ambil resiko

      Delete
  14. harus dirajam dulu baru aku puas melihatnya,, enak aja mengatakan tobat tanpa tanggung jawab, pezina harus dirajam / dijilid 100x

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sekedar tambahan agar lebih jelas tentang hukuman bagi pezinan. ada dua macam pezina yaitu Mukhson (pernah melakukan pernikahan) dan Ghoiru Mukshon (belum pernah melakukan pernikahan). Dalam fikih, keduanya memiliki perbedaan dalam hukumannya. Hukuman Rajan diterapkan bagi Mukhson. Dan dijilid 100 bagi ghoiru mukhson. Syarat penetapan hukuman ketika, pelaku mengakui perbuataanya atau ketika ada 4 saksi laki-laki yang adil. Dan hukuman dijalankan oleh negara.

      Delete
  15. bener sekali brow harus di rajam dulu baru di terima tobatnya, orang yang baik tidak pernah berzina tidak boleh menikahi orang yang sudah pernah berzina....
    kalau dia sudah menikah terus berzina, rajam dulu sampai mati maka logikanya maka dia tidak akan hidup lagi di dunia mana ada pernikahan setelah dia di rajam sampai mati....
    kecuali yang belum menikah terus berzina lalu bertobat minta di rajam dulu bila tidak mati berarti niat pertobatannya adalah baik....
    tetapi emang zaman sekarang ada yang mau ngaku sudah berzina dan minta di rajam sebagai tanda tobat?????
    susah tuh, yang namanya penjahat, pezina mana mau ngaku terus mau di hukum yang ada sewa pengacara supaya bebas dari hukuman.......

    ReplyDelete
  16. Saya pasti sedih kalau misalkan nantinya menikah dengan istri yang pernah berzina sebelumnya. Tapi saya yakin, pria yang baik untuk wanita yang baik dan sebaliknya. Insya Allah pilihan Allah selalu benar dan terbaik.

    ReplyDelete
  17. This comment has been removed by a blog administrator.

    ReplyDelete
  18. Sepertinya hanya perempuan yang dipojokan, ada cerita laki-laki sudah tidak perjaka, lalu perempuannya mau menerima apa adanya, eh ternyata si laki" malah mezinahi perempuan itu dengan alasan mau bertanggungjawab, gak taunya si perempuan malah ditinggalkannya,,,
    Tapi alhamdullillah insaAllah dengan bertaubat si perempuan ikhlas menerima semuanya, dan perempuan menyerahkan semua urusannya pada Allah, , :) laki laki juga harus tau diri :)

    ReplyDelete
  19. Komentar beberapa orang benar2 gahar n kasar, sy pikir tegas bukan berarti demikian, Allah saja maha pengampun knpa kita sbgai manusia tidak bsa memaafkan atau menerima malah mengedepankan ego sbgai orng yg bersih. Tolong lah dlm menafsirkan satu ayat jgn dangkal, jgn dilihat dri satu pendapat atau satu guru seperti " pria yg baik untuk wanita yg baik n sebaliknya" ayat itu jika salah penafsiran akan memunculkan ego (dlm Hal ini adalh menyangkut kasus ini)

    ReplyDelete
  20. maha besar ,maha suci,serta maha pengampun Allah swt,menurut saya yg bisa menilai itu hanya allah bukan manusia,manusia hanya bisa berpendapat tanpa tau apa apa,jujur saya tidak mempermaslahkan wanita pernah zina,karna namanya manusia pernah punya salah dan dengn taubatnya yg sungguh2,saya akan terima wanita itu,karena tujuan menikah adalah membangun keluarga sakinah mawadah warahmah,bukan membangun nafsu sex

    ReplyDelete
  21. Ustad saya terlanjur brzina karna trauma masa kecil yg dilakukan sodara saya lalu berzina dengan setiap pacar saya. Saya ingin bertobat ustad saya malu bahkan saya zina dgn suami orang . Dia berjanji menikahi saya tp sepertinya bohong. Dy sudah pny anak 1 dan umurnya sama dg ibu saya. Apa yg harus saya lakukan ustad apakah saya harus jujur ttg kondisi saya sebenarnya, jika saya akan menikah nanti?saya takut dy tdk mnerima saya. Saya juga berharap mndptkn pasangan yang baik ustad.

    ReplyDelete
  22. Terima kasih pa ustadz atas penjelasannya

    ReplyDelete
  23. AnonymousMay 25, 2014

    Subhanallah sunggu kasihan sekali menjadi seorang wanita yg dikucilkan seperti itu .. pada dasranya semua manusia yg hidup dimuka bumi ini memeiliki kesalahan yg mungkin diluar batas kesadarannya ... BUkankah kalian para laki-laki juga wajib menjaga wanita yg engkau kasih dan sayangi ? jika kalian melakukan hubungan seks haram tersebut apa layak kalian di sebut dengan laki" bertanggung jawab ? dan apakah kalian pantas melontarkan kata cinta dan sayang kepada pasangan kalian masing" ? Berfikirlah dan saling instropeksi diri . TerimaKasih ....

    ReplyDelete
  24. Sungguh pembahasan yang sangat menarik sekali gan, saya sampai terharu membacanya, terimakasih sudah share ilmu yang sangat bermanfaat ini, salam sukses

    ReplyDelete
  25. This comment has been removed by a blog administrator.

    ReplyDelete
  26. Luarbisaaa.. semoga pembahassan seperti ini bisa bermanfaat untuk semuanya..
    trimakasih..

    ReplyDelete
  27. ingin sih gan bertanya tapi nya malu banget publik banget nih

    ReplyDelete
  28. AnonymousJuly 03, 2014

    Ternyata bnyk lelaki baik yaa yg mau menerima wnita ap adanya.. ;)
    Pembahasan yg menarik

    ReplyDelete
  29. makasi banget pak ustad sudah share ilmunya.. semoga bermanfaat bagi pembaca.

    ReplyDelete
  30. AnonymousJuly 08, 2014

    ustad,,sy mw ty,,,ada sodara sy wanita mw di nikahi pria yang sudah berzina dengan wanita lain,,tapi sudah bertobat. Tapi di lain pihak ternyata wanita yang pernah di zinahi itu menuntut laki laki yang mau menikahi sodara saya untuk bertanggung jawab. Tapi laki laki itu tidak mau dengan alasan wanita itu tidak baik. Yang jadi pertanyaan saya,,berdosakah sodara saya ini jika terima pinangan laki laki itu di saat ada wanita yang di zinahi menuntut? Syukron ustad

    ReplyDelete

Kirim konsultasi Agama ke: alkhoirot@gmail.com Cara Konsultasi lihat di sini!