Hukum Aji Pelet dan Pakai Surban di Bahu Kanan Kiri

Hukum Aji Pelet dan Pakai Surban di Bahu Kanan Kiri
Apakah pelet/pengasihan yang di tirakati oleh orang lain untuk diri saya bagaimana hukumnya.

HUKUM AJI PELET PENGASIHAN UNTUK CALON ISTRI

PERTANYAAN
assalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh.. semoga kita semua dalam lindungan Allah SWT. langsung aja deh,,

saya mau bertanya kepada pengasuh tentang pengasihan atau pelet kepada wanita yang kita sukai untuk niat di nikahi, padahal saya sudah tau bahwa dia juga suka kepada saya, tetapi yang jadi pertimbangan adalah saya sudah mempunyai satu anak dan istri dan anak istri sayapun sangat akrab dengan wanita tersebut, dan bisa di bilang ketergantungan terhadap wanita tersebut terkadang kalau saya tinggal keluar kota istri saya tidak mau kalau tidak di temani wanita yang saya maksud.


DAFTAR ISI
  1. Hukum Aji Pelet Pengasihan Untuk Calon Istri
  2. Hukum Pacaran Jarak Jauh Dengan Istri Orang
  3. Hukum Memakai Surban Di Pundak Kanan Atau Kiri
saya bermaksud untuk sekalian menikahinya, selain dia dari keluarga yang kurang mampu, juga sangat berpengaruh dalam kehidupan keluarga saya. namun istri saya sendiri masih belum mau kalau hal itu saya lakukan. sedangkan perasaan saya pun terhadap keduanya sudah tidak ada bedanya, tetap sayang kepada keduanya. walaupun saya sadar saya egois kalau memaksakan hal ini terjadi.

dengan gambaran demikian mungkin cukup untuk mewakili permasalahan yang saya hadapi dan Pengasuh memahami maksud saya apakah pelet/pengasihan yang di tirakati oleh orang lain untuk diri saya bagaimana hukumnya. (saya membayar jasa orang lain yang melakukan tirakat Pengasihan/pelet) yang katanya orang tersebut melakukannya tetap dengan syari'at islam

mohon bimbingan dan jawaban dari pengasuh, agar saya tidak termasuk orang yang melanggar. dan musrik. sebelum dan sesudahnya saya sampaikan terima kasih

wassalamualaikum..


JAWABAN HUKUM AJI PELET PENGASIHAN UNTUK CALON ISTRI

Sebelum menjawab pertanyaan Anda, saya ingin mengajak untuk untuk berkontemplasi sejenak bahwa Anda saat ini berada dalam kondisi rumah tangga yang berbahagia dengan istri yang memercayai Anda. Kalau Anda ingin menikah lagi atau berpoligami sangat disarankan agar hal itu dilakukan atas persetujuan istri pertama supaya rumah tangga dengan istri pertama tetap harmonis.

Berkaitan dengan ilmu aji pelet untuk menarik hati perempuan agar suka dengan tujuan dinikah di sini ada dua pertanyaan yang memerlukan 2 jawaban.

Pertama, bolehkan membuat pendekatan pada seorang wanita dengan tujuan dinikahi? Jawabnya boleh asal tidak bertentangan dengan syariah selama proses pendekatan tersebut. Yang bertentangan dengan syariah seperti berduaan (khalwat), bersentuhan, dll.

Pertanyaan kedua, bolehkan menggunakan aji pelet dalam proses pendekatan tersebut?
Jawabnya tergantung ilmu pelet yang digunakan. Karena, ilmu pelet ada 2 (a) ilmu sihir; (b) ilmu ruqyah atau wirid (الأوراد الشرعية)

Apabila ilmu pelet yang digunakan adalah ilmu sihir dan metodenya bertentangan dengan syariah seperti memuja setan, menginjak-nginjak Quran, dll, maka hal itu dilarang dan menyebabkan kufur (syirik) menurut ijmak (kesepaktan ulama). Namun apabila ilmu magic yang digunakan tidak bertentangan dengan syariah, maka hal itu tidak menyebabkan kufur akan tetapi tetap haram (berdosa) menurut madzhab Syafi'i. Sedangkan menurut madzhab yang lain seperti Hanafi, Maliki dan Hanbali berakibat kufur (syirik). Imam Syafi'i dalam Al-Umm I/293 menyatakan :

والسحر اسم جامع لمعان مختلفة فيقال للساحر صف السحر الذي تسحر به فإن كان ما يسحر به كلام كفر صريح استتيب منه فإن تاب ، وإلا قتل ، وأخذ ماله فيئا ، وإن كان ما يسحر به كلاما لا يكون كفرا وكان غير معروف ، ولم يضر به أحدا نهي عنه فإن عاد عزر ، وإن كان يعلم أنه يضر به أحدا من غير قتل فعمد أن يعمله عزر ، وإن كان يعمل عملا إذا عمله قتل المعمول به وقال عمدت قتله قتل به قودا إلا أن يشاء أولياؤه أن يأخذوا ديته حالة في ماله ، وإن قال : إنما أعمل بهذا لأقتل فيخطئ القتل ويصيب ، وقد مات مما عملت به ففيه الدية ، ولا قود ، وإن قال قد سحرته سحرا مرض منه ، ولم يمت منه أقسم أولياؤه لمات من ذلك العمل ، وكانت لهم الدية ، ولا قود لهم مال الساحر ، ولا يغنم إلا في أن يكون السحر كفرا مصرحا ، وأمر عمر أن يقتل السحار عندنا ، والله تعالى أعلم إن كان السحر كما وصفنا شركا ، وكذلك أمر حفصة ، وأما بيع عائشة الجارية ، ولم تأمر بقتلها فيشبه أن تكون لم تعرف ما السحر فباعتها لأن لها بيعها عندنا وإن لم تسحرها ، ولو أقرت عند عائشة أن السحر شرك ما تركت قتلها إن لم تتب أو دفعتها إلى الإمام ليقتلها إن شاء الله تعالى ، وحديث عائشة عن النبي صلى الله عليه وسلم على أحد هذه المعاني عندنا ، والله تعالى أعلم

Artinya: Kata sihir mengandung kata yang mengandung banyak makna berbeda. Apabila alat yang dibuat menyihir itu mengandung perkataan kufur maka ia harus disuruh bertaubat apabila mau, jika tidak maka dibunuh. Dan hartanya pun dirampas sebagai fai'. Apabila sihirnya itu mengandung kata-kata yang tidak menimbulkan kekufuran dan tidak membahayakan seorangpun maka ia (penyihir) hendaknya dicegah (mengamalkan / mempelajari ilmu sihir). Apabila mengulangi, maka dita'zir (diberi sanksi). Apabila diketahui bahwa ia dengan sihirnya telah mencelakakan seseorang tapi tidak sampai mematikan dan sengaja menalakukan itu, maka ia dita'zir (dihukum). Apabila ia menyihir seseorang yang mengakibatkan kematian dan itu sengaja ia lakukan maka penyihir itu harus dibunuh kecuali kalau kerabat si terbunuh bersedia si penyihir membayar diyat. ... Adapun perintah Umar bin Khattab untuk membunuh para tukang sihir menurut kami adalah apabila sihirnya tersebut berakibat syirik seperti yang kami urai di atas...

Sedang alasan madzhab yang mengkufurkan (mensyirikkan) ilmu magic baik yang putih atau hitam adalah sbb:
واستدل الجمهور القائلون بكفر الساحر بقوله تعالى: { وما كفر سليمان ولكن الشياطين كفروا يعلمون الناس السحر } قال الحافظ في "الفتح": " فإن ظاهرها أنهم كفروا بذلك، ولا يكفر بتعليم الشيء إلا وذلك الشيء كفر، وكذا قوله في الآية على لسان الملكين: { إنما نحن فتنة فلا تكفر } فإن فيه إشارة إلى أن تعلم السحر كفر فيكون العمل به كفرا وهذا كله واضح

Adapun apabila aji pelet itu menggunakan ruqyah atau wiridan bacaan yang berasal dari Quran atau hadits, maka hukumnya boleh kalau memang dengan niat yang baik yaitu untuk dinikahi.

اتفق الفقهاء على أن حل السحر بالرقى والأوراد الشرعية جائز ومشروع
Artinya: Ulama fikih sepakat bahwa melepas sihir dengan ruqyah dan wiridan syar'iyah itu boleh dan sesuai syariah.

BACAAN LANJUTAN

- Makna Adil dalam Poligami
- Ingin Menikahi Perempuan Janda yang Dibantu
- http://goo.gl/tL5Lb

___________________________


HUKUM PACARAN JARAK JAUH DENGAN ISTRI ORANG

Assalamua'laikum... Mau tanya tentang pacaran dengan istri orang yg mana dia sendiri udah lama pisah ranjang ama suaminya ... Jadi pertanyaannya apakah boleh saya berpacaran sama dia dan inipun pacaran jarak jauh belom pernah ketemuan... Makasi

JAWABAN

Pada dasarnya berpacaran dengan siapapun itu haram baik dengan perempuan jomblo apalagi yang sudah bersuami apabila yang dimaksud pacaran adalah pertemuan dua lawan jenis secara berduaan di ruang tertutup atau terbuka. Karena khalwat seperti itu haram hukumnya. Adapun apabila pembicaraan dua lawan jenis dilakukan secara tidak langsung seperti yang terjadi melalui dunia maya - via Facebook, SMS, BBM, Yahoo Messenger, dll-- maka itu dibolehkan asalkan kata-kata yang diucapkan tidak mengandung sesuatu yang mengundang syahwat (seperti cyber s3x) dan masih dalam etika kesopanan. Lihat juga: http://www.alkhoirot.net/2012/03/hubungan-telpon-dengan-lawan-jenis.html

Bolehnya berbicara berdua dalam dua maya -- bukan bicara langsung -- itu apabila perempuan yang diajak bicara bukan istri orang. Apabila istri orang, maka hukumnya haram karena perempuan tersebut menjadi hak dari suaminya. Dan dilarang pria lain untuk mengambil hak tersebut kecuali apabila si wanita sudah bercerai.

___________________________


HUKUM MEMAKAI SURBAN DI PUNDAK KANAN ATAU KIRI

Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Untuk pemakaian surban, kebanyakan dari ulama kita ada yang ditaruh di pundak kanan maupun kiri. Saya sebagai orang yang awam masih bingung tentang peletakan di pundak tersebut, yang jadi pertanyaan : lebih utama mana surban di taruh di pundak kanan atau kiri ?

Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

JAWABAN

Memakai surban itu sunnah apabila dipakai di kepala baik dengan songkok atau tanpa songkok di bawah surban. Baik dipakai saat shalat atau di luar shalat agar supaya tampak bagus (tajammul). Dan panjang dari surban hendaknya disesuaikan dengan pemakainya.

Ibnu Hajar Al-Haithami dalam Tahfatul Muhtaj fi Syarhil Minhaj 3/36 menyatakan:
وتسن العمامة للصلاة ولقصد التجمل للأحاديث الكثيرة فيها واشتداد ضعف كثير منها يجبره كثرة طرقها وزعم وضع كثير منها تساهل كما هو عادة ابن الجوزي هنا والحاكم في التصحيح ألا ترى إلى حديث «اعتموا تزدادوا حلما» حيث حكم ابن الجوزي بوضعه والحاكم بصحته استرواحا منهما على عادتهما،

وتحصل السنة بكونها على الرأس أو نحو قلنسوة تحتها، وفي حديث ما يدل على أفضلية كبرها لكنه شديد الضعف وهو وحده لا يحتج به ولا في فضائل الأعمال

وينبغي ضبط طولها وعرضها بما يليق بلابسها عادة في زمانه ومكانه، فإن زاد فيها على ذلك كره وعليه يحمل إطلاقهم كراهة كبرها وتتقيد كيفيتها بعادته

Adapun memakai surban yang diletakkan di pundak kiri atau kanan atau pada kedua bahu maka hukumnya boleh dan sunnah karena Rasulullah terkadang mengenakannya dengan cara tersebut. Ibnu Hajar Al-Haithami dalam Tuhfatul Muhtaj 3/37 menyatakan
وقد استدلوا بكونه صلى الله عليه وسلم أرسلها بين الكتفين تارة وإلى الجانب الأيمن أخرى على أن كلا منهما سنة وهذا تصريح منهم بأن أصلها سنة ؛ لأن السنية في إرسالها إذا أخذت من فعله صلى الله عليه وسلم له فأولى أن تؤخذ سنية أصلها من فعله لها وأمره بها متكررا ، ثم إرسالها بين الكتفين أفضل منه على الأيمن ؛ لأن حديث الأول أصح ، وأما إرسال الصوفية لها على الجانب الأيسر لكونه جانب القلب فتذكر تفريغه مما سوى ربه فهو شيء استحسنوه والظن بهم أنهم لم يبلغهم في ذلك سنة فكانوا معذورين ، وأما بعد أن بلغتهم السنة فلا عذر لهم في مخالفتها وكان حكمة ندبها ما فيها من الجمال وتحسين الهيئة ، وأبدى بعض مجسمي الحنابلة لجعلها بين الكتفين حكمة تليق بمعتقده الباطل فاحذره ، ووقع لصاحب القاموس هنا ما ردوه عليه كقوله لم يفارقها صلى الله عليه وسلم قط

Artinya:
Rasulullah pernah melepas surban di antara kedua bahunya pernah juga menaruhnya di bagian bahu kanan. Ini menunjukkan kedua cara itu sunnah. Ini penjelasan ulama bahwa asal pemakaian sorban itu sunnah... Melepaskan surban dan menaruhnya antara kedua bahu lebih utama daripada menaruhnya di bahu kanan karena hadits yang pertama lebih sahih. Adapun perilaku kalangan Sufi yang meletakkan surban di bagian bahu kiri dengan alasan karena di situ tempatnya hati maka itu merupakan sesuatu yang mereka anggap baik namun tidak termasuk sunnah walaupun alasan para sufi itu dimaafkan. Adapun pendapat ulama madzhab Hanbali bahwa memakai surban di antara dua bahu merupakan keyakinan yang batil, maka hati-hatilah dengan pendapat itu.

Perlu diketahui bahwa memakai surban itu tidak sunnah menurut madzhab Hanbali yang dianut oleh kalangan Wahabi seperti Muhammadiyah dan Salafi Wahabi (Sawah). Lihat Wahabi: http://www.alkhoirot.net/2011/12/nama-ulama-wahabi-salafi.html
___________________________

Untuk langganan artikel Alkhoirot Net via Email gratis, klik di sini!

1 comment:

Kirim konsultasi Agama ke: alkhoirot@gmail.com Cara Konsultasi lihat di sini!