Friday, February 07, 2014

Haruskah Menjauh atau Kembali ke Wanita Mantan Pacar


Haruskah Saya Menjauh atau Kembali ke Wanita Mantan Pacar

HARUSKAH SAYA MENJAUHI WANITA MANTAN PACAR SAYA?

assalamualaikum wr wb pak ustadz..perkenalkan nama saya Danil ,,umur saya 21 tahun..
sengaja saya ingin berkonsultasi masalah ini lewat pesan, karena ini merupakan permasalahan yang pelik dan aib yang sangat besar..

saya memiliki seorang kekasih berjilbab, dan telah berpacaran selama 2 tahun lamanya..awal nya kami menjalaniny seperti biasa,,namun lama kelamaan karena terbawa nafsu, kami melakukan sesuatu yang sudah diluar batas..saya tidak menyalahkannya karena saya tau itu adalah kesalahan saya, saya yang merayu nya, hingga dia terlena saya sudah melihat apa2 yang "dimiliki" nya dan saya telah menyentuh semua bagian2 itu..tapi kami tidak pernah melakukan hubungan badan, dan kami sadari seutuhnya bahwa itu adalah sebuah dosa yang sangat besar..

dua bulan lalu, saya mulai memikirkan bahwa apa yang kami lakukan itu salah, dan saya sebisa mungkin menghindari pertemuan dengannya, agar kami tidak melakukan hal itu lagi..kami tidak bertemu selama 1 bulan saat itu..

waktu 1 bulan itu pun ternyata dimanfaatkan oleh pacar saya untuk merenungi hal yang sama, lalu dia beristkharah, dia meminta : "bila saya membawa pengaruh buruk untuk ny maka jauhkanlah, bila membawa hal yang baik maka dekatkanlah..begitu pula sebaliknya.." dan ternyata kami dijauhkan.. diwaktu yang bersamaan ada lelaki lain yang muncul,,

lelaki itu adalah rekan kerjanya, saya kurang begitu menyukai ny karena sifat nya yang tempramental dan cara nya yang kurang gentle..bahkan menurut pacar saya bahwa kepribadian saya jauh lebih baik dari pada lelaki itu..soal ibadah dia tidak begitu sempurna bahkan cenderung kurang..

akhirnya pacar saya memutuskan hubungan kami dan memilih laki2 itu..dia beralasan bahwa ketika dia bersama laki2 itu dia bisa melupakan kenangan buruk bersama saya..lelkai itu pernah berkata bahwa jilbab pacar saya itu terlalu tipis, dan celana pacar saya itu terlalu ketat, jadi gantilah..menurut saya pacar saya telah dibodohi dengan kata2 manis lelaki itu..
jujur saja, setelah diputuskan saya merasa kehilangan yang begitu besar..kemudian saya merenungi kejadian ini, lalu bersujud mohon ampun, bertaubat pada Allah dan berjanji tidak akan mengulangi dosa itu lagi..

seminggu berselang saya menghubungi pacar saya lagi, dan mengajakny beristikharah dengan doa yang sama..kemudian yang terjadi adalah lelaki itu dijauhkan, dan saya didekatkan..namun karena pacar saya masih ragu dengan saya, dia tetap saja memilih laki2 itu..
saya pun mulai belajar mengikhlaskannya..saya hapus semua kontak saya mengenai dia, mulai dari FB, HP dan sosial media lain..kemudian saya berdoa pada Allah (selesai sholat saya selalu berdoa yang sama).. singkat ny seperti ini : "Ya Allah hamba sungguh orang yang berdosa, telah melakukan ini bersamanya, untuk itu ampuni kami ya Allah, terimalah taubat hamba..ya Allah sesungguhnya hamba sangat ingin bertanggung jawab atas apa yang hamba lakukan padanya, bila engkau meridhoi kami, maka dekatkan lah kami ya Allah"
lalu selesai sholat dimalam itu, saya berbaring di kursi, lalu tiba2 pacar saya itu menelpon saya, sambil menangis ia berkata bahwa laki2 itu sudah 3 kali membuat nya menangis selama sebulan ini".. saya pun beranggapan bahwa ini adalah petunjuk Allah untuk saya agar bertanggung jawab atas semua ini..

selama 3 minggu saya berjuang terus mengejar nya..dan dia tetap bersikukuh dengan lelaki itu..hingga akhirnya ketakutan dan kecurigaan saya pada lelaki itu selama ini pun menjadi kenyataan sebuah kejadian tidak mengenakkan datang..lelaki itu tiba2 ingin mencium bibir pacar saya..lalu pacar saya menghindar, dia berkata bahwa dia tidak ingin dicium..lalu lelaki itu mencium keningnya..saat itu lah keraguan muncul di hati pacar saya itu..2 hari akhirnya saya bisa meyakinkan pacar saya untuk memutuskan hubunganny dengan lelaki itu..dan dihari jum'at kemarin mereka memutuskan hubungan mereka..namun dihari sabtu ny mereka kembali lagi..pacar saya mengatakan bahwa pria itu berjanji akan berubah..

sungguh saya tidak percaya dengan perkataan lelaki itu,,karena dalam waktu 1 bulan dia sudah berani mencoba untuk mencium bibir pacar saya dan kemudian mencium keningnya padahal sudah diingatkan ..sedangkan saya baru berani melakukan nya sesudah 6 bulan kami pacaran (waktu itu di pipi) 1,2 tahun pacaran (dibibir)..

saya takut bahwa lelaki itu hanya berjanji palsu untuk mengambil simpatik saja..
pacar saya itu memiliki pikiran yang sangat lemah, disaat dia tegar memang dia bisa menghindari perbuatan hina itu..tapi disaat libido ny sedang tinggi apalagi saat menstruasi..dia gampng sekali terbawa nafsu..itu lah yang saya takutkan..saya takut dia dimafaatkan saja..

saya sudah berusaha semampu saya untuk mempertahankannya..dan sumpah demi setiap tetes darah yang mengalir dalam tubuh saya, demi keluarga saya, demi agama saya..saya berjanji untuk tidak mengulangi perbuatan itu lagi..

kemarin dia meminta saya untuk mengikhlaskannya..walaupun saya tau bahwa dia juga masih menginginkan saya untuk mempertahankannya..tapi bila itu yang dia inginkan, maka saya akan menjauh..tapi sampai sekrang pikiran saya blm bisa tenang

yang ingin saya tanyakan adalah:

1. apakah saya harus kembali padanya? karena saya takut dia akan mengulangi perbuatan itu lagi dengan lelaki itu..

2. saya takut suatu hari nanti, bila dia menikah dengan lelaki itu, dan suatu hari nanti dia menceritakan apa saja yang kami lakukan,,maka dia lah yang paling merasa tersakiti..dimata suaminya nanti dia pasti dianggap remeh, dan tidak memiliki harga diri..lalu selalu diinjak2..dan saya merasa bersalah atas itu semua..jadi menurut pak ustadz apakah saya yang lbh berhak/wajib bertanggung jawab?

3. saya lillahita'ala mencintainya dan ingin bertanggung jawab..lalu apakah petunjuk2 yang diberikan allah itu sebenarnya hanya perasaan saya saja? hanya pemikiran positif saya saja? ataukan memang itu merupakan petunjuk dari Allah..?

4. adakah sabda rasul, hadist, ayat Al-Qur'an atau firman Allah tentang hal ini?

5. apakah doa yang saya lakukan itu adalah salah?

mohon bimbingannya pak ustadz.

JAWABAN HARUSKAH SAYA MENJAUHI WANITA MANTAN PACAR SAYA?

Pertama-tama, anda dianjurkan bertaubat atas dosa-dosa yang telah anda lakukan bersama wanita itu.

Kedua, saya memaklumi perasaan anda yang dilanda dilema antara mengikuti ajaran syariah Islam dan melawan rasa cinta manusia. Anda ingin berpisah, tapi pada waktu yang sama masih menyayanginya sehingga tidak rela saat ada lelaki lain yang akan menguasaianya. Apa yang harus anda lakukan sebenarnya sederhana. Yaitu, lupakan dia dengan cara segera mencari perempuan lain yang salehah dan segera menikah. Seorang pria tidak akan bisa melupakan wanita yang disukainya sebelum ia mendapatkan yang baru.

Berikut jawaban untuk pertanyaan anda.

1. Kalau wanita itu memang mau meninggalkan pacarnya yang kedua, dan mau kembali ke anda, maka silahkan kembali dan segeralah dinikahi. Akan tetapi kenyataannya dia tidak mau kembali pada anda, maka tetapkan hati untuk meninggalkannya. Anda tidak bisa lepas dari dia karena nafsu yang terbungkus dalam sikap permisif "melindungi", "bertanggung jawab", dan lain-lain. Bukan urusan anda untuk bertanggung jawab akan perilaku dia. Orang tuanyalah yang bertanggung jawab atas segala hal terkait perilaku wanita itu. Bukan anda.

2. Sekali lagi anda tidak berhak apa-apa. Dan tidak punya sesuatu apapun untuk dipertanggungjawabkan kepada wanita itu. Apa yang telah anda lakukan dengan wanita itu adalah perbuatan dosa. Dan untuk itu anda bertanggung jawab pada Allah dan segera bertaubat nasuha.

3. Petunjuk yang datang hanya perasaan Anda saja. Bukan petunjuk Allah. Petunjuk Allah adalah jelas: jauhi perbuatan dosa, tebus dengan perbuatan dan amal yang baik. Islam itu bukan agama perdukunan yang mengandalkan petunjuk pada mimpi. Aturan Islam sudah jelas. Tentang istikharah, lihat Shalat Istikharah.

4. Dalam syariah Islam terkait dengan hubungan lawan jenis bukan mahram adalah haram melakukan khalwat. Dan haram mendekati wanita kecuali untuk tujuan dilamar dan dinikah. Lihat Hukum Khalwat dalam Islam dan Dosa-dosa Besar.

5. Berdoa boleh-boleh saja.



Cari artikel lain:




Copy link berikut untuk referensi kutipan:

Jangan lupa baca yang ini juga ..