Satu Puasa dengan Dua Niat: Qadha dan Sunnah

Satu Puasa dengan Dua Niat Qadha dan Sunnah
(Ket. gambar: Hantaran lamaran karya Santri Putri PP Al-Khoirot Malang)
SATU PUASA DENGAN DUA NIAT SEKALIGUS

Assalamualaikum Wr. Wb.
Salam silaturrahmi, semoga ustad tetap diberi kesehatan oleh Allah SWT, amien.
Ustad, sering terjadi diberbagai daerah, khususnya didaerah pedesaan, bahwa ketika pada hari-hari tertentu dimana kita disunnahkan untuk berpuasa, kita berniat puasa Qadha' sekaligus berniat puasa sunnah. Maaf, ini biasanya dilakukan oleh perempuan yang mempunyai hutang puasa. Pertanyaan saya :
1. Apakah sah, semisal pada hari arafah, kita berniat puasa qadha' sekaligus berniat puasa sunnah hari arafah?
2. Lalu, apakah sah jika kita shalat sunnah dengan dua niat sekaligus, misalnya dalam shalat sunnah kita berniat shalat ba'diyah isya' dan sekaligus berniat shalat hajat?
Trimakasih ustad atas jawabannya. Mohon juga disertai dalilnya!

DAFTAR ISI
  1. Satu Puasa Dengan Dua Niat Sekaligus
  2. Hukum Istri Meminta Semua Gaji Suami
  3. Istri Tidak Mau Diajak Tinggal Di Rumah Suami
  4. Pernikahan Beda Agama: Islam Dan Katolik
  5. Dosa Paling Besar
  6. Obat Penyakait Lemah Syahwat
  7. Pembagian Waris Peninggalan Orang Tua
  8. Nikah Siri Tanpa Wali Sedarah (Kerabat)
  9. Waktu Shalat Taubat
  10. Kewajiban Suami Pada Anak Hasil Zina Istrinya
  11. Talak Berapa Yang Telah Saya Jatuhkan Pada Istri?

JAWABAN: SATU PUASA DENGAN DUA NIAT SEKALIGUS

1. Boleh puasa qadha sekaligus diniati puasa sunnah. Seperti puasa qadha dengan puasa 6 hari bulan Syawal atau dengan puasa Arafah. Abu Zakariya Al-Anshari dalam kitab As-Syarqawi I/427 menyatakan
ولو صام فيه أي في شوال قضاء عن رمضان أو غيره أو نذرًا أو نفلا آخر حصل له ثواب تطوعها، إذ المدار على وجود الصوم في ستة أيام من شوال وإن لم يعلم بها أو صامها عن أحد (أي النذر أو النفل ) لكن لا يحصل له الثواب الكامل المترتب على المطلوب إلا بنية صومها عن خصوص الست من شوال، ولا سيما من فاته رمضان أو صام عنه شوال، لأنه لم يصدق عليه أنه صام رمضان وأتبعه ستا من شوال.
Artinya: Apabila seseorang puasa qadha Ramadan atau puasa nadzar atau puasa sunnah lain di bulan Syawal maka dia juga mendapat pahala dari sunnahnya puasa Syawal. Karena puasanya dilakukan pada bulan Syawal walaupun dia tidak tahu...

Dalam Mughnil Muhtaj 1/49 dinyatakan

ولو صام فيه -أى فى شوال - قضاء عن رمضان أو غيره أو نذرا أو نفلا آخر حصل له ثواب تطوعها ، إذ المدار على وجود الصوم فى ستة أيام من شوال .. قالوا : ويشبه هذا ما قيل فى تحية المسجد، وهى صلاة ركعتين لمن دخله ، قالوا : إنها تحصل بصلاة الفريضة أو بصلاة أى نفل وإن لم تُنو مع ذلك ، لأن المقصود وجود صلاة قبل الجلوس ، وقد وجدت بما ذكر، ويسقط بذلك طلب التحية ويحصل ثوابها الخاص وإن لم ينوها على المعتمد

Berdasarkan pendapat Al-Anshari di atas, Atiyah Saqar mantan ketua Fatwa Universitas Al Azhar Mesir, dalam kitab Ahsan al Kalam fil Fatwa wal Ahkam menyatakan:
يمكن لمن عليه القضاء من رمضان أن يصوم الأيام الستة من شوال بنيه القضاء، فتكفي عن القضاء ويحصل له ثواب الستة البيض في الوقت نفسه إذا قصد ذلك، فالأعمال بالنيات. وإذا جعل القضاء وحده والستة وحدها كان أفضل، بل إن علماء الشافعية قالوا: إن ثواب الستة يحصل بصومها قضاء حتى لو لم ينوها وإن كان الثواب أقل مما لو نواها.
Boleh bagi orang yang berkewajiban meng-qadha puasa Ramadhan untuk berpuasa pada 6 hari bulan Syawal dengan niat qadha. Maka puasa qadha-nya sah dan juga mendapat pahala puasa 6 hari Syawal. apabila bermaksud seperti itu. Karena amal berdasarkan niat. Apabila menjadikan qadha sendiri dan 6 hari Syawal sendiri maka itu lebih utama. Bahkan ulama madzhab Syafi'i menyatakan bahwa pahala puasa 6 hari Syawal didapat dengan berpuasa qadha Ramadan walaupun tanpa niat (puasa Syawal) walaupun pahalanya lebih sedikit dibanding kalau dengan niat puasa Syawal.

2. Boleh. Dengan dasar sama dengan poin 1 Syekh Atiyah Saqar menyatakan:
ويشبه هذا ما قيل في تحية المسجد وهي صلاة ركعتين لمن دخله، قالوا: إنها تحصل بصلاة الفريضة أو بصلاة أي نفل وإن لم تنو مع ذلك، لأن المقصود وجود صلاة قبل الجلوس وقد وجدت بما ذكر، ويسقط ذلك طلب التحية ويحصل ثوابها الخاص وإن لم ينوها على المعتمد كما قال صاحب البهجة.
Artinya: Disamakan dengan puasa dengan dua niat adalah shalat dengan dua niat. Misalnya shalat tahiyatul masjid dan shalat fardhu; atau shalat tahiyat masjid dengan shalat sunnah lain walaupun tanpa niat tersendiri... seperti pendapat pengulis kitab Al-Bahjah.
_______________________________


HUKUM ISTRI MEMINTA SEMUA GAJI SUAMI

Aku seorang suami, sudah menikah hampir 6-7 bulan, saya bekerja untuk memenuhi kebutuhan istri sehari-hari, setiap uang yang aku dapat atau peroleh itu di minta semuanya.. bahkan dompetku tidak pernah isi uang seribu pun, Tapi setiap aku minta kebutuhan untuk beli rokok atau jajanan itu di kasih... ironisnya masalah keuangan yang mengatur di daerah saya itu istri.. lantas bukan suami..! Sehingga aku tidak bisa menyimpan sedikitpun di dompet atau di tabung untuk kebutuhan jangka panjang.... jika aku menyimpan uang di dompet, dompetku di ambil dan uang itu harus ada di tangannya..!
1. bagaimana menyikapi hal tersebut??
2. bagaimana prilaku seorang istri tersebut dalam hukum islam?
3. apakah seorang istri berhak mengatur keuangan dalam pandangan agama islam?
4. apakah semua hasil jerih payah suami harus ada di tangan istri?


JAWABAN

1. Suami berkewajiban untuk memberi nafkah istri. Tapi tidak wajib memberitahu berapa gaji suami. Dan tidak wajib memberikan seluruh gaji suami pada istri. Jadi, terserah anda mau memberi semua gaji atau tidak.
2. Kurang baik. Tapi kalau itu tradisi lokal maka anda perlu memberitahu istri bahwa hal itu tidak ada dalam Islam.
3. Tidak berhak. Hak istri hanya menerima nafkah yang wajar dari suami.
4. Tidak harus.

Di sisi lain, agak aneh sebenarnya mengapa Anda bisa sampai memberikan semua gaji pada istri? Bukankah anda bisa menolaknya? Atau bisa menyimpan sebagian gaji di tempat lain? Suami adalah pemimpin. Dan salah satu ciri khas pemimpin adalah harus tegas.

Lebih detail lihat:
- Bolehkah Berbohong Jumlah Gaji pada Istri?
- Suami Wajib Menafkahi Istri Walaupun Kaya
_______________________________



ISTRI TIDAK MAU DIAJAK TINGGAL DI RUMAH SUAMI

assalamu alaikum.

Dalam ruang lingkup sosial masyarakat yang sering terjadi pada pasangan suami istri di daerah saya, setelah menikah beberapa bulan, suami harus tinggal di rumah mertua..! serumah dengan mertua...! ini menjadi beban pada saya, saya harus membantu mertuaku untuk bekerja terhadap pekerjaannya... layaknya seorang raja memberikan perintah!!

pertanyaan!!

1. Bagaimana jika istri tidak mau di ajak tinggal di rumahku?
2. aku sempat bilang: seorang istri harus taat pada suaminya! istriku bilang : itu dalam tuntunannya harus taat pada suami,, kalau masalah tempat tidak ada katanya::: sehingga aku sempat bilang dalam hati "semoga allah memisahkan aku dengannnya"!! bagaimana dengan hal tersebut??
3. Apakah ada tuntunannya dalam islam taat pada mertua?
4. Apakah dalam islam membantu mertua itu harus atau wajib?


JAWABAN

1. Masalah tinggal di rumah siapa itu merupakan sesuatu yang bersifat mutual yang melihatkan kedua belah fihak. Karena itu ada baiknya suami mengkomunikasikannya dengan baik pada istri. Bujuk dia dengan cara yang baik dan cara pelan dan bertahap. Jangan memaksa. Ingat, istri harus dijadikan sebagai sahabat terbaik. Karena itu, hindari konflik sebisa mungkin.

2. Ucapan dalam hati tidak tidak ada hukumnya. Artinya, tidak dianggap apa-apa.
3. Sikap menantu pada mertua adalah: perlakukan mereka dengan baik sebagaimana kita memperlakukan istri kita (َQS An-Nisa 4:19).
4. Tidak harus dan tidak wajib. Tapi kalau itu dapat menyenangkan hati istri, tidak ada salahnya dilakukan sesekali.
_______________________________



PERNIKAHAN BEDA AGAMA: ISLAM DAN KATOLIK

selamat siang, saya A saya berasal dari tegal.. saya ingin menanyakan tentang hubungan saya dengan pacar saya. agama saya katolik dan pacar saya islam.. sekitar 2 bulan yang lalu ibu dari pacar saya bilang kepada saya bahwa tahun depan akan melamar saya.. saya bahagia mendengar keseriusan dari hubungan saya ini tapi yang saya bingungkan saya belum menganut agama islam,saya sedang belajar mendalaminya.. perlahan lahan saya di ajari oleh orangtua pacar saya dan keluarga yang lain.. keluarga ibu saya semuanya islam namun pada saat menikah dengan ayah saya, mereka pertamanya menganut islam dan nikah dengan cara islam tetapi menjadi pindah agama menjadi katolik.. dan saya pun sebenarnya tidak memilih menjadi agama katolik adapun saya menganut agama katolik karena dari dulu saya di sekolahkan oleh orangtua saya di sekolahan katolik.. saya bingung harus bagaimana untuk melanjutkan hubungan saya ini, keluarga dari ibu saya semuanya mendukung saya tetapi ayah saya yang terlalu keras kepada saya.. semuanya harus sesuai dengan kehendak beliau,saya sebagai anak jujur tidak bahagia dan saya merasa tertekan atas semua yang diperlakukan kepada saya selama ini..
1, saya mohon pendapat dan solusinya untuk hubungan saya dengan pacar saya untuk hubungan selanjutnya yang lebih serius..
2. saya dan pacar saya juga sudah memikirkan segala sesuatunya untuk pernikahan untuk ke depannya.. mohon solusinya.. terimakasih


JAWABAN

1. Islam tidak melarang perkawinan antar-agama antara muslim dan agama samawi lain (Nasrani dan Yahudi) asal pihak lelaki muslim. Lihat detail: Perbedaan Beda Agama dalam Islam. Namun demikian, perkawinan semacam itu sangat tidak ideal dan berpotensi konflik yang cukup tinggi di kemudian hari. Apabila perkawinan sesama agama saja masih tidak luput dari konflik, apalagi beda agama. Oleh karena itu, sebaiknya anda menikah denganya setelah masuk Islam. Perlu diketahui, bahwa apabila anda muslim, maka ayah anda tidak berhak menjadi wali nikah anda. Sebagai gantinya, wali hakim (pejabat KUA atau ulama) dapat menjadi wali anda.

2. Tidak ada solusi terbaik selain satu hal: segeralah masuk Islam. Untuk mempercepat proses keyakinan, bacalah profil dan kisah banyak orang di Barat yang masuk Islam yang bisa anda dapat dengan mudah melalui Google, khususnya yang versi Inggris.

_______________________________



DOSA PALING BESAR

Assalamualaikum..
saya mau tanya . dosa apa yang paling besar di dunia ? mohon jawaban nya.

JAWABAN

Anda dapat melihat daftar dosa besar menurut Islam di link berikut:
- Dosa Besar dalam Islam (bahasa Indonesia).
- Kitab Al-Kabair karya Adz-Dzahabi mencatat daftar 70 Dosa Besar dalam Islam (bahasa Arab)
_______________________________



OBAT PENYAKIT LEMAH SYAHWAT

assalamualaikum wr wb

ustadz aku mau nanya
saat ini saya lagi mengalami lemah syahwat, tapi saya tidak tau untuk apa yang harus saya lakukan untuk mengatasi hal tersebut, dan saya juga sudah menanyakan kepada orang-orang namun jawaban mereka berbeda-beda, saya tidak tau yang mana saya laksanakan.
jadi, saya hanya ingin memperjelas lagi kembali, hal-hal apa saja yang harus saya lakukan agar penyakit tersebut tidak terjadi lagi?

JAWABAN

- Kalau lemah syahwat yang anda derita disebabkan oleh masalah psikologis, maka anda dapat berkonsultasi pada psikiater. Karena membutuhkan terapi kejiwaan.
- Kalau penyakit yang anda derita karena faktor fisik seperti diabet (kencing manis), maka anda harus periksa ke dokter.

Intinya, penyakit lemah syahwat adalah penyakit cukup kompleks yang harus ditangani secara mendalam oleh ahlinya terutama apabila penyebabnya bersifat psikis.
_______________________________



PEMBAGIAN WARIS PENINGGALAN ORANG TUA

Assalamu alaikum.
Bagaimana cara pembagian waris atas penjualan 1 (satu) buah ruamh di atas sebidang tanah peninggalan kedua orang tua yang telah meninggal dunia kepada 11 (sebelas) orang anaknya yang terdiri 4 (empat) orang laki-laki dan 7 (tujuh) orang perempuan.
Wassalamu alaikum


JAWABAN

Kalau memang tidak ahli waris dekat yang lain seperti istri atau ayah/ibu almarhum, maka semua harta tersebut dibagi kepada semua anak di mana anak laki-laki mendapat dua kali lipat dari anak perempuan atau anak perempuan mendapat separuh dari anak laki-laki. Caranya, harta tersebut dibagi menjadi 15 bagian. Setiap anak lelaki mendapat 2 bagian, sedang anak perempuan masing-masing mendapat 1 bagian.
_______________________________



NIKAH SIRI TANPA WALI SEDARAH (KERABAT)

Assalamualaikum Pak Ustadz,

Saya mempunyai adik ipar yang saat ini sedang Depresi berat akibat ingin sekali dengan maksa nya ingin nikah dengan pria berpoligami dan dia mau dijadikan istri ke empat. Jelas suami saya selaku wali nikah untuk adiknya yang perempuan menolak tegas karena kami pun tidak tahu asal -usul laki - laki yang sudah beristri 3 itu. Kami menganggap itu hal terbodoh dalam hidup dia. Tetapi yang kami takutkan adalah kondisi psikis adik ipar saya yang semakin depresi atau malah nanti bisa sakit jiwa atau gila.

Mohon saran nya, jika kami membiarkan saja kalau dia mau menikah ya silakan dan suami saya tidak mau menjadi wali nikah nya, jadi kalau adik nya tetap maksa ingin nikah disuruhnya oleh suami saya cari wali sendiri atau wali hakim.

1. Bagaiman hukumnya jika itu terjadi tanpa disaksikan oleh keluarga dan bukan suami saya sebagai kakak kandung yang mejadi wali nikahnya? Mohon saran dan pendapat pak ustadz.
Terima kasih.

Wassalamualaikum wr wb.


JAWABAN

1. Hukumnya sah seorang wanita menikah dengan wali hakim apabila wali kerabat tidak setuju. Lihat detail: Wali Hakim dalam Islam.

_______________________________



WAKTU SHALAT TAUBAT

Tolong agar untuk lebih diperjelas lagi 1 per 1 karena saya kurang faham..
1. dari terbit fajar kedua sampai terbit matahari (maksudnya bagaimana)..
2. dari terbit matahari sampai matahari naik sepenggalah(maksudnya bagaimana)..
3. Dari matahari persis ditengah-tengah sampai condong (maksudnya bagaimana)..
Sekian dan terimakasih wassalam :)

JAWABAN

Poin-poin pertanyaan anda itu bukan waktu shalat taubat, tapi waktu yang dilarang melakukan shalat taubat. Penjelasannya sbb:
1. Maksudnya shalat sunnah taubat dilarang mulai sejak masuk shalat subuh sampai terbit matahari.
2. Maksudnya shalat taubat dilarang pada saat matahari terbit sampai beberapa saat kemudian.
3. Pas siang hari matahir tepat berada di atas kita. Nah saat itu dilarang melakukan shalat sunnah sampai masuk wkatu adzan dzuhur.

_______________________________



KEWAJIBAN SUAMI PADA ANAK HASIL ZINA ISTRINYA

Assalamualaikum, saya mau menanyakan ustad, apakah ada

1. kewajiban seorang suami kepada anak hasil zina istrinya dgn laki2 lain.
2. Dan anak yang lahir tadi sebaiknya ikut ibunya atau suami yg sah, apabila terjadi perceraian.
3. Dan apakah anak yg telah lahir dr hasil zina tadi, tetep masi ada hub darah dgn semua keturunan dari ayah biologisnya.
Pertanyaan kedua: jika hasil zina tadi anak perempuan maka yg hrs menikahkan apakah wali hakim atau suami sah dr perempuan yg zina tadi. Syukron atas jawabannya


JAWABAN

1. Anak tersebut dinasabkan pada suami yang sah. Kecuali kalau suami membantahnya dan tidak mengakuinya dengan cara mula'anah atau li'an.[1]
2. Kalau perceraian itu terjadi bukan karena faktor zina istrinya, maka nafkahnya menjadi tanggungan suami yang sah. Soal ikut siapa, itu terserah kesepakatan berdua.
3. Kalau tidak diakui oleh suami sah, maka nasabnya kepada ibunya. Bukan pada ayah biologis. Kalau diakui oleh suami yang sah, maka nasabnya pada suami yang sah (lihat poin 1).

Uraian detail dan mendalam lihat: Status Anak dari Perkawinan Hamil Zina

[1] Li'an atau mula'anah adalah sumpah suami yang menuduh istrinya berzina.
Dalam KHI (Kompilasi Hukum Islam) yang menjadi pedoman Pengadilan Agama pasal 126, 127, 128 disebutkan sbb:
Pasal 126
Li`an terjadi karena suami menuduh isteri berbuat zinah dan atau mengingkari anak dalam kandungan atau yang sudah lahir dari isterinya, sedangkan isteri menolak tuduhan dan atau pengingkaran tersebut.

Pasal 127
Tata cara li`an diatur sebagai berikut:
a. Suami bersumpah empat kali dengan kata tuduhan zina dan atau pengingkaran anak tersebut diikuti sumpah kelima dengan kata-kata “laknat Allah atas dirinya apabila tuduhan dan atau pengingkaran tersebut dusta”
b. Isteri menolak tuduhan dan atau pengingkaran tersebut dengan sumpah empat kali dengan kata “tuduhan dan atau pengingkaran tersebut tidak benar”, diikuti sumpah kelima dengan kata-kata murka Allah atas dirinya :tuduhan dan atau pengingkaran tersebut benar”;
c. tata cara pada huruf a dan huruf b tersebut merupakan satu kesatuan yang tak terpisahkan;
d. apabila tata cara huruf a tidak diikuti dengan tata cara huruf b, maka dianggap tidak terjadi li`an.

Pasal 128
Li`an hanya sah apabila dilakukann di hadapan sidang Pengadilan Agama.

_______________________________



TALAK BERAPA YANG TELAH SAYA JATUHKAN PADA ISTRI?

asalamualaikum wr wb..
ibu bapa pengelola, saya punya permasalahan tentang hukum talak yang selama ini membingungkan saya. percakapanya seperti ini :
A. saya : " ya sudah kita bercerai saja. nanti sore kamu bilang ibu dan bapa kamu"
istri : " diam tanpa berkata"
B. saya : "sudah kita bercerai saja"
istri : "tersenyum dan mengangguk"

selang sekitar 15 menit

C. saya : "sudah kita bercerai saja, kamu bilang sama bapa dan ibu kamu"
istri : "terdiam tanpa berkata"

1. nah, yang jadi pertanyaan apakah saya menjatuhkan talak? kalau memang iya talak ke berapa, 1, 2, atau 3?

oh ya, istri saya terdiam karena tidak ingin terjadi pertengkaran, serta mengetahui kalau saya orangnya mudah marah.
mohon ibu/bapa pengelola memberikan penjelasanya dengan sangat jelas. terima kasih.

JAWABAN

Dalam kasus di atas, maka yang terjadi adalah talak 1 (satu) karena ucapan cerai yang kedua dan ketiga masih dalam konteks sebagai penguatan (Arab, ta'kid) dari kata cerai yang pertama. Ini pendapat madzhab Syafi'i seperti dikutip Al-Jaziri dalam Al-Fiqh alal Madzahibil Arba'ah. Teks-nya sbb:
الصورة الأولى: أن يقصد بالتكرار تأكيد قوله: أنت طالق الأولى بقوله أنت طالق الثاني وأنت طالق الثالث، بمعنى أنه ينوى تأكيد اللفظ الأول باللفظين الأخيرين معاً، وفي هذه الصورة تلزمه طلقة واحدة، لأنه نوى تأكيد الأول بالثاني و الثالث فلم ينشئ طلاقاً جديداً والتأكيد مهم في جميع اللغات.
Lebih detail lihat: عدد الطلاق

Untuk langganan artikel Alkhoirot Net via Email gratis, klik di sini!

No comments:

Post a Comment

Kirim konsultasi Agama ke: alkhoirot@gmail.com Cara Konsultasi lihat di sini!