Saturday, July 09, 2016

ISIS Agen Zionis Yahudi dan Amerika?


ISIS Agen Zionis Yahudi dan Amerika?

ISIS ADALAH ANAK KANDUNG SALAFI (WAHABI)

Syaikh Adil bin Salim Al-Kilbani, eks Imam Masjidil Haram Makkah Arab Saudi dengan tegas menyatakan: Daesh (nama lain ISIS) adalah gerakan Islam yang terinspirasi dari ajaran Salafi (Wahabi) baik dari segi akidah maupun kitab-kitab yang menjadi rujukannya. (lihat detailnya di bawah). Jadi, ISIS bukan buatan Yahudi Zionis Israel dan Amerika, walaupun mereka diuntungkan dengan adanya ISIS. ISIS adalah produk dari ajaran ekstrim Salafi Wahabi yang dengan doktrin Tauhid Rububiyah Uluhiyah-nya telah mengkafirkan sesama muslim yang tidak mengikuti konsepnya. Doktrin ini menjadi alat yang ampuh kalangan Salafi Wahabi Jihadi untuk membunuh sesama muslim di Suriah, Irak, Yaman, Turki dan negara-negara Islam lain tanpa merasa berdosa sedikitpun.

GERAKAN ISIS DAN PENDAPAT PARA ULAMA DUNIA TENTANGNYA

Ada beberapa nama yang dipakai gerakan ini yaitu ISIS, ISIL, dan DAESH. Saat ini ISIS lebih suka menyebut dirinya dengan IS (Islamic State), atau Daulah Islamiyah (DI) saja.

ISIS adalah gerakan Negara Islam (NI) yang juga dikenal dengan Negara Islam Irak dan Suriah (NIIS). Kata Suriah dalam singkatan bahasa Arabnya diganti dengan Syam yaitu nama klasik yang meliputi Suriah, Libanon, Palestina. ISIS adalah singkatan bahasa Inggris yang berarti Islamic State of Iraq and Syria. Nama lain adala ISIL kepanjangan dari Islamic State of Iraq and the Levant sebagimana terjemahan dari nama Arabnya yaitu الدولة الإسلامية في العراق والشام. Nama pendek dalam bahasa Arab Ad-Dawlah al-Islamiyah. Di Indonesia gerakan ini dikenal dengan sebutan bahasa Inggrisnya yaitu ISIS karena mudah terdengar mudah diingat dan diucapkan oleh lidah Indonesia. Dalam bahasa Jawa kata "isis" bermakna angin sepoi-sepoi basa yang menyebabkan rasa sejuk yang nyaman. Bagi mayoritas umat Islam Indonesia, gerakan ISIS sama sekali tidak "isis". Bagi pemerintah Indonesia, gerakan ISIS justru terkesan menakutkan dan menimbulkan kepanikan. Termasuk bagi media mainstream. Mereka menganggap gerakan militan ini bisa memecah belah NKRI karena pengikutnya mendeklarasikan kesetiannya bukan pada negaranya tapi justru pada suatu ideologi luar sehingga berpotensi menciptakan situasi negara dalam negara.

DAFTAR ISI
  1. ASAL USUL GERAKAN ISIS
  2. PUTUSNYA HUBUNGAN DENGAN AL-QAIDAH
  3. TUJUAN ASAL ISIS: KHILAFAH DI IRAK
  4. NAMA ORGANISASI YANG BERUBAH-UBAH
  5. IDEOLOGI DAN KEYAKINAN
  6. PROFIL KETUA ISIS ABU BAKAR AL-BAGHDADI
  7. PENDAPAT ORMAS ISLAM INDONESIA TENTANG ISIS
  8. FATWA DAN PENDAPAT ULAMA DUNIA TENTANG ISIS
    1. PANDANGAN ULAMA ARAB SAUDI TENTANG ISIS
      1. PANDANGAN MUFTI ARAB SAUDI ALUSY SYAIKH
      2. PANDANGAN IMAM MASJIDIL HARAM ADIL AL-KALBANI
    2. PANDANGAN ULAMA MESIR DAN AL-AZHAR
  9. CARA KONSULTASI SYARIAH ISLAM

ASAL USUL GERAKAN ISIS

Kelompok ini pada mulanya terdiri dari dan didukung oleh berbagai kelompok pemberontak dan perlawanan Sunni termasuk organisasi pendahulunya yaitu Al-Qaidah di Irak (AI) pada tahun 2003-2006, Dewan Syura Mujahidin (Mujahideen Shura Council) pada tahun 2006 dan Negara Islam Irak (NIS) atau Islamic State of Iraq (ISI). Grup ini juga didukung oleh kelompok militan lain seperti Jaish al-Taifa Al-Mansura (Pasukan Golongan Mansura - جيش الطائفة المنصورة), Jaish Al-Fatihin (Kelompok Pemenang - جيش الفاتحين), Jund al-Sahabah (Tentara Sahabat - جند الصحابة) dan Katbiyan Anshar al-Tauhid wal Sunnah (كتبيان أنصار التوحيد والسنة), dan sejumlah suku-suku Irak yang mengaku sebagai aliran Sunni (Ahlussunnah Wal Jamaah).

ISIS tumbuh dan berkembang dengan pesat sebagai organisasi karena keikutsertaannya dalam perang saudara di Suriah dan kekuatan pemimpinnya, Abu Bakar Al-Baghdadi. Diskriminasi politik dan ekonomi atas kalangan Sunni Irak pasca jatuhnya Saddam Hussein juga membantu gerakan ini mendapat dukungan. Pada puncak perang Irak tahun 2003–2011, gerakan ini memiliki pengaruh besar di kawasan Irak di Al-Anbar, Nineveh, Kirkuk, sebagian besar kawasan Salahuddin, bagian Babil, Diyalah dan Baghdad dan mengklaim Bagubah sebagai ibukotanya. Pada saat berkecamuknya perang saudara Suriah, ISIS juga punya pengaruh signifikan di kawasan Ar-Raqqah, Idlib dan Aleppo.


PUTUSNYA HUBUNGAN DENGAN AL-QAIDAH

ISIS dikenal karena penafsirannya pada akidah dan syariah Islam yang sangat radikal dan memiliki catatan kekerasan yang sangat brutal terutama pada kalangan muslim Syiah dan Nasrani. ISIS memiliki sedikitnya 4.000 pejuang di Irak yang, selain menyerang pemerintah dan target militer, juga telah bertanggung jawab atas tewasnya ribuan warga sipil. ISIS memiliki hubungan dekat dengan Al-Qaidah sampai tahun 2014. Akan tetapi pada bulan Februari 2014, setelah perebutan kekuasan selama delapan bulan, Al-Qaidah memutuskan seluruh hubungan dengan kelompok ini. Konon, penyebabnya adalah karena kebrutalannya yang luar biasa bahkan di mata gerakan Al-Qaidah yang dikenal tak kalah radikalnya.


TUJUAN ASAL ISIS: KHILAFAH DI IRAK

Tujuan asal dari ISIS adalah untuk mendirikan sebuah sistem khilafah di kawasan mayoritas Sunni di Irak. Menyusul keterlibatannya di Perang Saudara Syria, tujuan ini kemudian meluas untuk juga bisa mengontrol dan menguasai kawasan mayoritas Sunni di Suriah. Sebuah negara dengan sistem khilafah diproklamasikan pada 29 Juni 2014. Abu Bakar Al-Baghdadi yang saat ini dikenal sebagai Amirul Mukminin Khalifah Ibrahim dideklarasikan dan dilantik sebagai Khalifah. Kelompok ISIS ini lalu berganti nama menjadi Negara Islam (Arab, Ad-Daulah al-Islamiyah الدولة الإسلامية).


NAMA ORGANISASI YANG BERUBAH-UBAH

Grup ini mempunyai sejumlah nama yang berbeda dan berubah-ubah. Pada awal pendiriannya pada awal 2004 ia dikenal sebagai Jamaah al-Tauhid wal Jihad (JTJ).

Pada Oktober 2004, pemimpin kelompok ini yakni Abu Musab Al-Zarqawi berbaiat setia pada Usamah bin Ladin dan berganti nama menjadi Tanzim Qaidat Al-Jihad fi Bilad al-Rafidain atau Organisasi Jihad yang berbasis di Negara Dua Sungai yang lebih umum dikenal dengan sebutan Al-Qaidah di Irak (AI) walaupun grup ini tidak pernah menyebut dirinya secara resmi sebagai Al-Qaidah di Irak.

Pada Januari 2006, AI berkolaborasi dengan sejumlah kelompok perlawanan yang lebih kecil di bawah payung organisasi bernama Mujahidin Shura Council atau Dewan Syura Mujahidin (DSM). Al-Zarqawi tewas terbunuh pada Juni 2006.

Pada 12 Oktober 2006, DSM bergabung dengan empat faksi perlawanan dan sejumlah kepala suku Irak. Mereka berbaiat bersama yang dikenal dengan Hilf Al-Muayyabin.

Pada 13 Oktober 2006, pendirian Daulah Al-Iraq Al-Islamiyah atau Negara Islam Irak (Islamic State of Iraq - ISI) diumumkan. Kabinet pun dibentuk di bawah pimpinan seorang Amir yang bernama Abu Abdullah al-Rashid al-Baghdadi. Tapi kekuasaan de fakto berada pada figur asal Mesir yaitu Abu Ayyub al-Masri. Abu Abdullah Al-Baghdadi dan Al-Masri tewas terbunuh pada April 2010 oleh pasukan AS-Irak. Kepemimpinan organisasi ISI lalu diganti oleh Abu Bakar Al-Baghdadi sampai saat ini.

Pada 9 April 2013, setelah melakukan ekspansi ke Suriah, kelompok ini mengadopsi nama Negara Islam Irak dan Syam (Inggris: Islamic State of Iraq and the Levant; Arab: الدولة الإسلامية في العراق والشام). Nama ini disingkat dalam bahasa Inggris dengan ISIS atau ISIS. Sedangkan dalam bahasa Arab disingkat dengan Daish (Teks Arab: داعش). Konon, ISIS sangat tidak menyukai singkatan bahasa Arab ini dan menghukum cambuk mereka yang mengatakannya di Suriah. Kata Sham atau Syam merujuk pada nama klasiknya yang berarti Suriah Raya (Greater Syria) meliputi Suriah, Lebanon dan Palestina. ISIS juga dikenal dengan sebutan Ad-Dawlah (Negara), atau Ad-Dawlah al-Islamiyah (Negara Islam - Islamic State).

Pada 29 Juni 2014, Abu Bakar Al-Baghdadi mendeklarasikan dirinya sebagai Khalifah. Dan kelompok ini secara resmi merubah namanya menjadi Negara Islam, "Islamic State", atau الدولة الإسلامية.


IDEOLOGI DAN KEYAKINAN

ISIS asalah kelompok ektrimis yang mengikuti ideologi garis keras Al-Qaidah-nya Usamah bin Ladin dan menganut prinsip-prinsip jihad global. Sebagaimana Al-Qaidah dan kelompok jihadis modern yang lain, ISIS muncul dari ideologi Ikhwanul Muslimin (IM), gerakan politik Islam pertama yang berdiri tahun 1920-an di Mesir. ISIS menganut penafsiran Islam yang ekstrim dan anti-Barat. Ia mempromosikan kekerasan atas nama agama dan menganggap mereka yang tidak setuju dengannya sebagai kafir atau murtad. Saat ini, ISIS ingin mendirikan sebuah negara Islam yang berorientasi Salafi Wahabi di Irak, dan Suriah Raya atau Syam.

Ideologi ISIS berasal dari cabang Islam modern yang bermaksud untuk kembali pada masa awal Islam atau yang dikenal dengan istilah Salafus Sholeh. Gerakan Salafi dibangkitkan kembali oleh Muhammad bin Abdul Wahab asal Arab Saudi

Ideologi ISIS berasal dari cabang Islam modern yang bermaksud untuk kembali pada masa awal Islam atau yang dikenal dengan istilah Salafus Sholeh. Sebuah gerakan Salafi Ibnu Taimiyah dan dibangkitkan kembali dengan versi yang lebih ekstrim oleh Muhammad bin Abdul Wahab, Arab Saudi, sehingga ideologi ini dikenal dengan istilah Wahabi. Wahabi menolak bid'ah dalam agama yang ia percaya telah merusak spirit Islam. Namun sejumlah pengamat Sunni seperti Zaid Hamid, dan bahkan kalangan mufti Salafi dan mufti kalangan Jihadi seperti Adnan Al-Arur dan Abu Basir Al-Tartusi menyatakan bahwa ISIS dan kelompok teroris lain bukanlah kelompok Sunni tetapi Khawarij yang murtad yang mengabdi pada agenda anti Islam kaum imperialis.


PROFIL KETUA ISIS ABU BAKAR AL-BAGHDADI

Menurut Penasihat Ikhwanul Muslimin (IM), Syaikh Yusuf Qaradawi, Abu Bakar Al-Baghdadi adalah mantan aktivis IM yang mendirikan ISIS selepas ia keluar dari penjara.

Dalam pernyataannya yang dimuat Al-Arabiya.net 14 Oktober 2014 media portal terbitan Arab Saudi ini menyatakan:

اعترف الشيخ يوسف القرضاوي، في فيديو انتشر مؤخراً على مواقع التواصل الاجتماعي، أن زعيم تنظيم "داعش" الإرهابي، أبو بكر البغدادي، كان من المنتمين لجماعة الإخوان المسلمين.

وفي الفيديو نفسه، شرح القرضاوي أنه كان للبغدادي نزعة قيادية، مما حثه على الانضمام لـ"داعش" وقيادة التنظيم بعد خروجه من السجن.

Artinya: Syekh Yusuf Qardhawi, dalam sebuah video yang terbit akhir-akhir ini pada situs media sosial, menyatakan bahwa ketua organisasi teror Daesh, Abu Bakar Al-Baghdadi, pernah menjadi aktivis Ikhwanul Muslimin.

Dalam video itu juga Qardhawi menyatakan bahwa Al-Baghdadi memiliki tendensi kepemimpinan yang mendorong dia untuk bergabung dengan ISIS dan memimpin gerakan ini setelah keluar dari penjara. Lihat videonya di sini http://goo.gl/CZk42Q

Qardhawi juga menyatakan bahwa ISIS adalah gerakan radikal ekstrim.


PENDAPAT ORMAS ISLAM INDONESIA TENTANG ISIS

Front Pembela Islam (FPI)

FPI merilis maklumat Minggu (10/8/2014) di situs resmi FPI.or.id pada 8 Agustus 2014 yang intinya tidak mendukung gerakan ISIS tapi menyebut dirinya sebagai komponen Jihad Al-Qaidah. Berikut poin akhir dari maklumat FPI:

"FPI mendukung SERUAN dan NASIHAT Pimpinan Al-Qaidah Syeikh Aiman Az-Zawahiri bahwa seluruh komponen Jihad Al-Qaidah baik pasukan Muhammad Al-Jaulani di Syria maupun pasukan Abu Bakar Al-Baghdadi di Iraq, serta komponen Jihad Al-Qaidah yang lainnya agar bersatu dan bersaudara dengan segenap Mujahidin Islam di seluruh Dunia untuk melanjutkan Jihad di Syria, Iraq, Palestina dan negeri-negeri Islam lainnya yang tertindas," Pernyataan lengkap FPI terkait ISI lihat: http://goo.gl/dMAasR

Hizbut Tahrir Indonesia (HTI)

Walaupun HTI memperjuangkan sistem Khilafah sama dengan yang diperjuangkan ISIS, namun HTI tidak sepakat dengan ISIS dalam banyak hal.

Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Provinsi Jawa Barat dalam pernyataan sikapnya menyatakan bahwa deklarasi Khilafah oleh ISIS adalah ucapan yang sia-sia. Hal itu sebagaimana yang dikutip dalam pernyataan resmi Syeikh Atha Abu Rashta, Amir Hizbut Tahrir. Luthfi Afandi, Humas HTI Jawa Barat, menjelaskan deklarasi itu tidak bisa dianggap absah secara syar'i. Selengkapnya lihat: http://goo.gl/XCzeIg

Dalam kesempatan lain, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Hizbut Tahrir Indonedia (HTI) menilai Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) patut diwaspadai. Pasalnya, jaringan itu tidak memenuhi cara-cara kenabian sebagaimana yang dilakukan Nabi Muhammad SAW.

"Gerakan Khilafah ISIS merupakan gerakan yang disusupi oleh pihak lain dengan tujuan menegakkan syariat Islam dengan memakai unsur kekerasan yang dilengkapi persenjataan," ujar Ketua DPD HTI wilayah Sulawesi Selatan dan Barat, Musdalifah Ali Sulaiman. Selengkapnya, lihat: http://goo.gl/FtGEb5

Majelis Ulama Indonesia (MUI)

Majelis Ulama Indonesia (MUI) beserta pimpinan organisasi masyarakat Islam se-Indonesia menyatakan gerakan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) sangat bertentangan dengan watak dan ajaran Islam yang berasal dari Al Quran.

Ketua MUI, Din Syamsudin, mengatakan gerakan ISIS yang melakukan berbagai cara, seperti tindak kekerasan dan pembunuhan sangat tidak sesuai dengan nilai-nilai Islam. Menurut Din, gerakan ISIS merupakan kelanjutan dari radikalisme Islami. Selengkapnya, lihat: http://goo.gl/ObOSI4

Muhammadiyah

Sekjen PP Muhammadiyah, Dr. Abdul Mu’thi menyatakan soal ISIS: “Muhammadiyah memandang apa yang dilakukan ISIS justru bisa menyulut terjadinya kekerasan dan konflik yg meluas. Di tengah realitas politik umat Islam dan negara-negara Muslim, yang diperlukan adalah kerjasama antar bangsa dan antar negara, bukan hegemoni dan utopia politik ala ISIS. Muhammadiyah menyatakan tidak menyetujui dan tidak akan mengikuti ajakan ISIS,”

Nahdlatul Ulama (NU)

Katib Aam PBNU, KH. Malik Madani juga menyatakan: “Pegangan NU dalam menanggapi perang antar sesama Muslim adalah mengupayakan ishlah, sesuai dengan perintah Allah Swt dalam Q.S. Al-Hujurat; aslihuu baynahuma… (berdamailah antara kamu semua). NU tidak mencita-citakan sebuah khilafah dan menganggap ide itu sebagai sebuah utopia, setelah umat Islam tersebar di berbagai penjuru dunia di bawah naungan negara-negara bangsa,” Selengkapnya, lihat: http://goo.gl/4iLXGZ

FATWA DAN PENDAPAT ULAMA DUNIA TENTANG ISIS

Berikut pandangan, pendapat dan fatwa para ulama terkemuka dunia tentang ISIS:


PANDANGAN ULAMA ARAB SAUDI TENTANG ISIS

Abdul Aziz bin Abdullah Alus Syaikh, Mufti Besar Kerajaan Arab Saudi: ISIS Gerakan Neo Khawarij Perusak Islam

Alus Syaikh mengatakan bahwa pemikiran ekstrim, radikal dan teror yang telah membuat kerusakan di bumi dan merusak tanam-tanaman dan binatang ternak (QS Al-Baqarah 2:205) bukanlah bagian dari Islam sama sekali. Ia justru musuh Islam utama. Dan umat Islam adalah yang menjadi korban pertama. Pernyataan ini menyinggung apa yang dilakukan Daesh/ISIS, Al-Qaidah dan gerakan varian lain.

Menurut Alus Syaikh gerakan ini adalah dapat disamakan dengan gerakan Khawarij masa dulu yakni gerakan yang merusak Islam karena mudah mengkafirkan sesama muslim pelaku dosa.


Adil bin Salim Al-Kalbani: Eks Imam Masjidil Haram Makkah: ISIS Buah Ajaran Salafi Wahabi

Pendapat Adil Al-Kalbani yang paling menarik. Sebagai penganut Salafi (Wahabi) sendiri, dia tidak bersikap self-denial (penyangkalan diri) dan mengingkari kenyataan bahwa ajaran ekstrim Salafi (Wahabi)-lah yang telah menciptakan ISIS. Dalam berbagai kesempatan, dia menyatakan dengan tegas bahwa ISIS adalah buah dari ajaran Salafi Wahabi. Lihat video pernyataannya dalam wawancara dengan TV MBC di sini: http://goo.gl/uYVT52

Di akun Twitternya (@abuabdelelah) dia menyatakan pada 5 Agustus 2014:

داعش نبتة (سلفية) حقيقية يجب أن نواجهها بكل شفافية
Artinya: Daesh (ISIS) adalah tanaman salafiyah yang hakiki. Kita harus hadapi kenyataan ini dengan penuh keterusterangan.

Lihat Video pernyataannya di Youtube berikut:



PANDANGAN ULAMA MESIR DAN AL-AZHAR

Syaikh Al-Azhar, Dr. Ahmad Thoyyib

Syekh Al-Azhar saat ini, Dr. Ahmad Thoyyib, menyatakan bahwa bangsa Irak sedang dalam kebutuhan mendesak untuk menghentikan pertumpahan darah yang dilakukan oleh berbagai faksi dan milisi serta mengecam apa yang terjadi di sana. Terutama yang dilakukan ISIS dengan membunuh orang yang tidak bersalah, mengebom masjid dan menganiaya umat Kristiani.

Dan di kepalanya Daash membunuh orang yang tidak bersalah dan melanggar gejala pemboman masjid, dan penganiayaan dan perpindahan orang Kristen dan beberapa gerakan denominasi lainnya. Islam, menurut Syaikh Ahmad Thoyyib, menolak apa yang dilakukan ISIS, mengecam pembunuhan yang mereka lakukan sebagai menghancurkan Islam. Islam tidak ada kaitannya dengan apa yang mereka lakukan.

RUJUKAN DAN REFERENSI

^ "باقية وتتمدد" - حسام عيتاني (24)
^ ""الدولة الإسلامية" تعلن الخلافة والقوات العراقية تحاول وقف زحفها". اطلع عليه بتاريخ 30 يونيو 2014.
^ ""داعش تعلن قيام دولة "الخلافة" والبغدادي "خليفة للمسلمين"". اطلع عليه بتاريخ 30 يونيو 2014.
^ ""داعش" يعلن إقامة "الخلافة الإسلامية" ويبايع زعيمه خليفة للمسلمين". اطلع عليه بتاريخ 30 يونيو 2014.
^ "أبو بكر البغدادي... "الجهادي الخفي" الذي يحرك "داعش"". 12 يونيو 2014. اطلع عليه بتاريخ 15 يونيو 2014.
^ 4-9| دولة العراق الإسلامية : إعلان الدولة الإسلامية في العراق والشام - كلمة لأمير المؤمنين أبو بكر
^ الإعلان عن الدولة الإسلامية في العراق والشام
^ "الفلوجة تحت سيطرة "الدولة الإسلامية في العراق والشام"". صحيفة الأيام البحرينية، 4 يناير 2013. وصل لهذا المسار في 4 يناير 2013.
القاعدة بالعراق: النصرة السورية امتداد لنا
^ العربية نت - السعودية: حزب الله والإخوان وداعش جماعات إرهابية
^ سوريا نيوز - السعودية تصنف الإخوان المسلمين وحزب الله السعودي وداعش والنصرة جماعات إرهابية
^ "مسلحو داعش يقتحمون مقر محافظة نينوى بالموصل". 10 يونيو 2014. اطلع عليه بتاريخ 13 يونيو 2014.
^ "الدولة الإسلامية تسيطر على حقل "الشاعر" للغاز الطبيعي في حمص". 17 يوليو 2014. اطلع عليه بتاريخ 17 يوليو 2014.
^ ""تنظيم الدولة" يسيطر على الفرقة 17 في الرقة". 25 يوليو 2014. اطلع عليه بتاريخ 26 يوليو 2014.



Cari artikel lain:




Copy link berikut untuk referensi kutipan:

Jangan lupa baca yang ini juga ..