Friday, December 18, 2015

Wujud Allah Seperti Apa?


Wujud Allah Seperti Apa?
SEPERTI APAKAH WUJUD ALLAH?

11. Seperti apakah wujud ALLAH? APAKAH ada ayat al- qur'an atau hadist yang menjelaskan tentang wujudullah?

12. Manusia dan seluruh alam semesta beserta isinya sebenarnya bukanlah wujud absolut yang benar2 ada. Seluruh alam beserta isinya adalah ilusi dan bayangan , tidak benar2 ada. Yang benar2 ada dan berwujud absolut hanyalah ALLAH, kita ini dan alam semesta sebenarnya tidak ada. Ini dijelaskan dalam video harun yahya yang berjudul Rahasia Dibalik Materi :
12.1.Apakah hal tersebut benar?
12.2.Apakah ada ayat Al - Qur'an, hadist atau ahli agama islam yang menjelaskan tentang hal tersebut?

TOPIK SYARIAH ISLAM
  1. SEPERTI APAKAH WUJUD ALLAH?
  2. PIKIRKAN CIPTAAN ALLAH, JANGAN BERFIKIR TENTANG DZAT ALLAH
  3. HUKUM MEMAKAI ILMU PELET
  4. MENIKAH DENGAN MEMBOHONGI ORANG TUA
  5. CARA KONSULTASI AGAMA
13. Apakah hukum islam dalam menggunakan ilmu pelet untuk memikat semua orang atau lawan jenis? Di internet Juga banyak ditemukan ayat - ayat Al-Quran yang dijadikan mantra pelet. Jadi apakah hukum islam membolehkan penggunaan ilmu pelet?

14. Apakah hukum islam dalam menggunakan pusaka/mustika yang memiliki kekuatan gaib bertuah, seperti bertuah Kekayaan, Penglarisan, Keberuntungan, Kejayaan, Kekebalan, perlindungan, Pagar Gaib, Jabatan, Kepemimpinan dan Kewibawaan, Potensi diri, Kepercayaan Diri, Kemampuan Supranatural, Pengasihan Umum, Pengasihan Khusus, mengharmoniskan keluarga, Kesehatan, Penyembuhan fisik dan emosi, Penyembuhan Metafisik, kebijaksanaan, ketentraman batin ?


JAWABAN SEPERTI APAKAH WUJUD ALLAH?

PIKIRKAN CIPTAAN ALLAH, JANGAN BERFIKIR TENTANG DZAT ALLAH

11. Tidak ada yang tahu wujud Allah. Juga, tidak ada ayat Quran atau penjelasan Nabi soal ini. Yang ada adalah penjelasan bahwa Allah itu tidak bisa dibayangkan oleh imaginasi manusia. Dalam QS Asy-Syuro :11 Allah berfirman

لَيْسَ كَمِثْلِهِ شَيْءٌ وَهُوَ السَّمِيعُ الْبَصِير

Artinya: Tidak ada sesuatupun yang serupa dengan Dia, dan Dialah yang Maha Mendengar dan Melihat.

Karena itu, memikirkan wujud Allah hanya akan membuat kita stres karena logika kita tidak akan sampai. Selain itu, perilaku ini akan berpotensi mendegradasi iman karena watak manusia yang cenderung depresi saat dalam kondisi bingung dan rasionalnya tidak bisa menahan desakan rasa penasaran akan sesuatu. Oleh karena itu, Allah menganjurkan bahwa untuk tahu keberadaan Allah, maka hendaknya kita cukup dengan memperhatikan makhluk ciptaan-Nya agar semakin bertambah keyakinan kita pada adanya Allah dan bertambah yakin kita untuk melakukan perintahNya dan menjauhi laranganNya dan bahwa semua yang Allah nyatakan di dalam Al-Quran benar adanya. Kita percaya begitu saja pernyataan dokter ketika memberi resep padahal diagnosanya belum tentu benar dan belum tentu juga dia jujur, lalu mengapa kita meragukan adanya Allah yang Maha Perkasa dalam menciptakan segala sesuatu?

Dalam sebuah hadits riwayat Abu Nuaim, Tabrani, dan lainnya, Nabi bersabda:

تفكروا في خلق الله ولا تتفكروا في الله، فإنكم لن تَقْدُروا قدْرَه

Artinya: Berfikirlah tentang makhluk Allah, janganlah berfikir tentang Allah karena kalian tidak akan sanggup melakukannya. (hadits ini sahih secara pengertian, detailnya lihat di sini)

12.1. Secara metafor benar dalam arti (a) keberadaan makhluk itu tergantung secara total pada kehendak Al-Khaliq yaitu Allah; (b) kalau Allah berkehendak bisa saja tidak menciptakan semesta atau menghilangkan semua makhluk dan seluruh alam semesta ini.

Namun, faktanya, Allah telah menetapkan kehendakNya untuk menciptakan semesta (universe) dengan demikian maka adanya semesta, termasuk manusia dan seluruh makhluk di bumi, adalah nyata dan benar-benar ada sebagaimana yang bisa kita lihat melalui pancaindera kita dan dikuatkan oleh banyak firman Allah dalam Al-Quran. Beberapa di antaranya:

QS Al-Baqarah 2:29 "Dialah yang menjadikan untuk kalian seluruh yang ada di bumi kemudian Dia menuju langit, maka Dia menyempurnakannya menjadi tujuh langit. Dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu."

QS Al-Baqarah 2:22 "Dialah yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu dan langit sebagai atap, dan Dia menurunkan air (hujan) dari langit, lalu Dia menghasilkan dengan hujan itu segala buah-buahan sebagai rezeki untukmu; karena itu janganlah kamu mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah, padahal kamu mengetahui."

12.2. Lihat poin 12.1.


HUKUM MEMAKAI ILMU PELET

13. Pertama, hukum ilmu peletnya itu sendiri boleh kalau proses yang digunakan tidak berlawanan dengan syariah. Misalnya memakai ayat Quran atau hadits dan semacamnya sama dengan hukum jimat dengan syarat tidak membahayakan bagi yang dipelet. Artinya, ilmu pelet yang dipakai bukan sejenis ilmu sihir yang dapat membahayakan.

Baca detail:
- Hukum Jimat dan Susuk
- Hukum Pesugihan dan Penglaris
- Hukum Ilmu Sihir

Kedua, Ilmu pelet itu hanya alat dan sarana. Sama dengan mobil, rumah, dan materi lain yang dipakai untuk menarik pasangan. Kalau ilmu pelet yang dibuat memikat wanita itu hanya untuk mempermainkan wanita, bukan untuk dinikah, maka hukumnya haram. Dalam Islam, berpacaran secara fisikal adalah haram. Baca detail: Pacaran dalam Islam

14. Boleh. Asal kita tetap menganggap bahwa Allah-lah yang memberi kekuatan pada benda-benda tersebut. Sama dengan berobat ke dokter hukumnya boleh, tapi kalau kita meyakini dokter itu yang menyembuhkan, bukan Allah, maka haram hukumnya. Baca detail: Hukum Jimat dan Susuk

______________________


MENIKAH DENGAN MEMBOHONGI ORANG TUA

Assalammuallaikum wr wb ustadz

Perkenal ustadz saya wanita, umur saya 19 thn.
Ustadz saya mau bertanya, dosa kah saya menikah dengan membohongi keluarga saya.
Jadi begini ustadz, saya saat ini bekerja menjadi sekertaris disalah satu perusahaan swasta milik suami saya. Awal saya bekerja saya belum menjadi istri suami saya ustadz, tetapi selama saya bekerja 7hari suami saya ini menyatakan suka sama saya, posisinya saat itu dia sudah memiliki istri dan 3 orang anak. Saat itu kita mejalankan kedekatan, dan sewaktu kita dekat suami saya sering bercerita tentang istri pertamanya yg seperti ini itu, tak lama kemudian dia mengajak saya menikah sirih, alasan suami saya menikahi saya itu karena saya sabar dan selalu memberi semangat dia, dan tak Lupa juga tujuan kita menikah karena kita menghindari dosa ustadz.

Dan pada akhirnya tepat tanggal 8 oktober saya menikah dengan suami saya, saya menikah dengan wali hakim. Dan tak ada satu pun masing-masing keluarga kami, rekan kami yang tau ustadz tentang pernikahan kami. Dan sampai saat ini hubungan belum ada yang tau ustadz. Sering kali istri pertama curiga pada hubungan kita ustadz. Sampai-sampai saya ditempat kerja harus berbohong agar hubungan saya tidak ada orang yang tau.

Diumur saya yang dibilang masih remaja belum dewasa saya harus menjalani semuanya sendiri ustadz, tidak ada orang tua, teman, yang tau tentang hubungan saya ustadz.
Jadi begini ustadz pertanyaan yang ingin saya tanyakan.

1. Dosakah saya menikah tanpa sepengetahuan keluarga saya? Sedangkan saya sering berbohong tentang laki-laki yg dekat dengan saya.

2. Bagaimana agar saya selalu sabar dan ikhlas menjalankan semuanya ustadz?

3. Secara materi saya belum tercukupi, saya ingin suami saya adil dalam menafkahi. Bagaimana caranya ustadz untuk mebicarakan ini kepada suami saya agar saya saat bicara tidak salah berbicara, biar tidak menimbullan rasa jengkel dari suami saya?

Demikian pertanyaan saya ustadz, mohon pengertiannya agar saya dapat belajar menjadi lebih baik.

JAWABAN

1. Tidak mengatakan yang sebenarnya pada orang tua adalah berbohong. Dan bohong itu dosa. Baca detail: Bohong dalam Islam

2. Anda harus siap secara mental atas konsekuensi nikah siri dan menjadi istri kedua. Kalau sudah siap, maka anda akan sabar dan ikhlas.

3. Kalau tidak berani bicara terus terang secara langsung, coba anda bicara via email. Itu akan lebih mudah bagi anda juga bagi suami. Jangan lupa ucapan permintaan maaf apabila ada perkataan yang kurang mengenakkan suami, dst.



Cari artikel lain:




Copy link berikut untuk referensi kutipan:

Jangan lupa baca yang ini juga ..