Tuesday, October 29, 2013

Hukum Menikah dengan Wanita Tidak Perawan (Pernah Berzina)

perempuan zina nakal

Hukum boleh tidaknya menurut syariah Islam menikah dengan Wanita/perempuan yang statusnya belum menikah tapi sudah tidak perawan lagi alias pernah berzina atau atau pernah jadi perempuan nakal baik komersil atau pergaulan bebas.

PERTANYAAN
Assalamualaikum Wr.Wb

Izinkan saya berkonsultasi, Sebelumnya perkenalkan nama saya Iwan (bukan nama sebenarnya-red), saya ingin bertanya apakah hukum dalam agama islam menikah dengan wanita yang pernah berzina atau sudah tidak perawan lagi, akibat pergaulan bebas.?

Jadi begini ceritanya, saya baru menjalin hubungan dengan seorang wanita sekitar 3 bulan dan saya berniat untuk menikahinya.karena saya ingin serius. Cuma yang jadi masalah adalah dia pernah cerita kalau kehidupannya dulu rusak banget akibat pergaulan yang kelewat batas, dia pernah melakukan hubungan seks dengan 3 mantan pacarnya dulu.. dan itu sering dilakukannya dengan mantan pacarnya terdahulu ketika masih berpacaran..

DAFTAR ISI
  1. Hukum Menikahi Wanita Pezina
  2. Hukum Pernikahan Pria Pernah Zina tapi Taubat

Menurut agama Apakah boleh saya menikah dengan wanita yang sudah pernah berzina tersebut. Dan apa yang harus saya lakukan…saya bingung.. dan pada tanggal 7 januari nanti orang tuanya mengundang orang tua saya untuk datang?
Terima Kasih

Pertanyaan dikirim via email ke info@alkhoirot.com dan alkhoirot@gmail.com

JAWABAN

JAWABAN HUKUM MENIKAHI WANITA YANG PERNAH BERZINA
Ada dua pendapat dalam hal ini.

1. Haram, kecuali setelah bertobat. Maka, menikahi wanita pezina yang sudah bertobat hukumnya boleh.[1]

Haramnya menikahi perempuan atau lelaki pezina itu berdasarkan pada dzahir dan keumuman firman Allah dalam QS An Nur 24:3

الزاني لا ينكح إلا زانية أو مشركة والزانية لا ينكحها إلا زان أو مشرك وحرم ذلك علي المؤمنين

Artinya: Seorang lelaki pezina tidak boleh menikah kecuali dengan wanita pezina atau wanita musyrik. Seorang wanita pezina tidak boleh menikah kecuali dengan lelaki pezina atau lelaki musyrik. Hal itu diharamkan bagi seorang mukmin.

2. Boleh dan sah nikahnya. Ini pendapat Imam Syafi'i dalam kitab Al Umm[2]

Imam Syafi'i berbeda pendapat dalam menafsiri surat An Nur 24:13 di atas. Menurut Syafi'i, ayat di atas memiliki konteks khusus. Selain itu, ada pendapat yang menyatakan bahwa ayat di atas sudah di-naskh (diganti) oleh ayat lain.

Pendapat Syafi'i ini diperkuat dengan sebuah hadits di mana salah seorang mengeluh pada Nabi karena istrinya genit (baca, suka selingkuh). Nabi menjawab, "Ceraikan." Orang itu berkata, "Tapi saya masih mencintainya." Jawab Nabi, "Kalau begitu, jangan cerai dia." Kata Syafi'i, seandainya haram menikahi wanita pezina, niscaya Sahabat tadi akan disuruh menceraikan istrinya yang selingkuh itu.

Teks asli hadits tersebut demikian:

أتى رجل إلى رسول الله [ ص: 13 ] صلى الله عليه وسلم فقال يا رسول الله إن لي امرأة لا ترد يد لامس فقال النبي صلى الله عليه وسلم فطلقها قال إني أحبها قال فأمسكها إذا

Pendapat Syafi'i disetujui oleh Al Bishri dalam Al Hawi al-Kabir[2]

Dalam Al-Majmuk, Imam Nawawi mengatakan

(فرع) وإن زنى رجل بزوجة رجل لم ينفسخ نكاحها، وبه قال عامة العلماء ، وقال على بن أبى طالب: ينفسخ نكاحها وبه قال الحسن البصري. دليلنا حديث ابن عباس في الرجل الذى قال للنبى صلى الله عليه وسلم: إن امرأتي لا ترد يد لامس)
Artinya: Apabila seorang lelaki berzina dengan istri orang lain, maka nikah perempuan itu tidak rusak (tidak batal). Ini pendapat kebanyakan ulama. Ali bin Abi Talib berkata: nikahnya rusak (batal) pendapat ini diikuti Al-Hasan Al-Bishri. Dalil kita adalah hadits Ibnu Abbas di mana seorang laki-laki yang istrinya berzina diberi pilihan oleh Nabi untuk mentalak atau tidak.

Menurut Ibnu Katsir dalam Tafsir Ibnu Katsir hlm. III/273 yang dimaksud kata 'yankihu' dalam QS An-Nur ayat 3 di atas bermakna 'melakukan hubungan zina'. Bukan menikah. Jadi, ayat tersebut berupa kalimat berita, bukan larangan, bahwa "pria pezina akan melakukan hubungan zina dengan wanita pezina." Teks Arab dari penjelasan Ibnu Katsir sbb:
هذا خبر من الله تعالى بأن الزاني لا يطأ إلا زانية أو مشركة، أي: لا يطاوعه على مراده من الزنا إلا زانية عاصية، أو مشركة لا ترى حرمة ذلك، وكذلك (الزانية لا ينكحها إلا زان) أي: عاص بزناه، (أو مشرك) لا يعتقد تحريمه

KESIMPULAN

Hukum menikahi wanita yang pernah berzina adalah sah dan boleh. Asalkan wanita itu sudah bertaubat. Namun, Rasulullah mengingatkan bahwa menikah bukan hanya persoalan hukum atau chnta saja. Menikah hendaknya bertujuan untuk membentuk keluarga sakinah mawaddah warahmah (tenang, harmonis dan penuh sayang) serta untuk membentuk keturunan generasi muda muslim yang salih dan berkualitas.

Untuk itu, dalam sebuah hadits yang lain, Nabi menyerukan seorang muslim atau muslimah agar dalam menikahi seseorang hendaknya menjadikan kesalihan sebagai faktor pertimbangan prioritas. Bukan karena faktor kecantikan atau kekayaan.[3]


SUMBER RUJUKAN:

[1] علي بن أحمد بن سعيد بن حزم dalam kitab المحلى بالآثار mengatakan:

مسألة : ولا يحل للزانية أن تنكح أحدا ، لا زانيا ولا عفيفا حتى تتوب ، فإذا تابت حل لها الزواج من عفيف حينئذ .
ولا يحل للزاني المسلم أن يتزوج مسلمة لا زانية ولا عفيفة حتى يتوب ، فإذا تاب حل له نكاح العفيفة المسلمة حينئذ .

[2] Lihat Al Umm jilid V, bab نكاح المحدثين. Pendapat ini disetujui oleh Abul Hasan Al Bishri (أبو الحسن علي بن محمد بن حبيب الماوردي البصري) dalam Al Hawi al-Kabir (الحاوي الكبير في فقه مذهب الإمام الشافعي)

[3] Teks Arab hadits sahih riwayat Bukhari dan Muslim adalah sebagai berikut:

أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال تنكح المرأة لأربع : لمالها ولحسبها ولجمالها ولدينها ، فاظفر بذات الدين تربت يداك

Artinya: Wanita dinikahi karena (salah satu dari) empat faktor: hartanya, status sosialnya, cantinya, agamanya. Maka carilah perempuan salihah, niscaya kamu akan beruntung.

Lebih detail lihat: Hukum Menikahi Wanita Tidak Perawan Karena Zina

________________________________


STATUS PERNIKAHAN PRIA PERNAH BERZINA TAPI SUDAH TAUBAT

Assalamualaikum Warrohmatullahiwabarokatuh.
Ustadz Yang dimuliakan Allah SWT.

Saya adalah seorang lelaki (suami), yang telah memiliki Istri, yang Alhamdulillah Sholehah, yang tinggal dilingkungan yang taat agama (saya merasa keluarga kami termasuk sakinah, mawadah warohmah). Namun perlu diketahui sebelum menikah saya pernah beberapa kali melakukan zina dengan wanita-wanita lain, namun saya berjanji dalam hati jika sudah menikah nanti saya tidak akan mengulangi lagi perbuatan keji (zina), dan Alhamdulillah selama kurang lebih 15 tahun kami menikah saya benar-benar tidak pernah melakukan perbuatan keji (berzina dengan wanita lain), dan saya pun mulai mendalami agama dan Alhamdulillah karena pengaruh lingkungan semenjak menikah saya lebih condong bergaul dengan orang-orang yang sholeh dilingkungan saya, sholat 5(lima) waktu tidak pernah ketinggalan (hampir bisa dipastikan selalu berjamaah di masjid), puasa Ramadhan juga full/ tidak pernah batal, (yang sebelumnya bolong-bolong saat belum menikah), dan baca qur’an juga hampir setiap malam, mengaji fiqih (dengan Ustadz/guru) juga minimal seminngu 1 kali atau bisa lebih, sholat tahajjud dan sholat sunah ba’diyah dan kobilayah senantiasa saya kerjakan, sehingga wawasan agama saya semakin luas,

namun pada saat saya membaca bab tentang kewajiban Taubat nasuha bagi pezina, perkawinan pezina dengan wanita baik-baik, dimana ada yang memfatwakan haram dan makruh maka saya menjadi ketakutan, selalu di bayang-bayangi dosa-dosa saya saat belum menikah, saya baru benar-benar menyesal dan berazam (barnita - red) untuk tidak melakukan lagi, dan saya sudah melakukan sholat taubat dan beristighfar namun sudah terlambat (setelah 15 tahun kami menikah),

pertanyaannya adalah :
1. bagaimana status pernikahan saya dengan istri saya apakah harus diulang ? agar status perkawinan kami tidak haram atau makruh.
2. mengingat sholat taubat baru saya lakukan setelah sekian tahun menikah. Walaupun selama 15 tahun menjadi suami yang baik buat istri dan anak-anak saya.?
Syukron Ustadz
Wassalamualaikum Wr Wb

JAWABAN

Anda termasuk orang yang beruntung karena mendapat kesempatan untuk bertaubat dengan memiliki istri solehah dan lingkungan yang kondusif di sekitar anda. Tidak semua orang yang ingin bertaubat dapat memiliki kesempatan dan lingkungan kondisif yang sama seperti anda. Mengenai pertanyaan anda, jawabannya sebagai berikut:

1. Pernikahan Anda sah dan tidak perlu diulang berdasarkan ijmak ulama (pendapat semua ulama fiqih) karena sebelum menikah anda sudah bertaubat. Kalau seandainya saat menikah anda belum bertaubat, maka perkawinan tetap sah tapi makruh. Lihat uraian di atas atau lebih detailnya lihat: http://www.fatihsyuhud.net/2013/01/hukum-menikahi-wanita-tidak-perawan-karena-zina/

2. Shalat taubat tidak terlalu diperlukan dalam bertaubat nasuha. Yang utama dalam bertaubat adalah (a) berhenti melakukan perbuatan dosa besar yang dilakukan; (b) memohon ampun pada Allah; (c) mengganti perbuatan buruk masa lalu itu dengan perbuatan dan amal yang baik berupa ibadah wajib dan sunnah serta amal-amal ibadah-sosial yang lain seperti bersedekah pada fakir miskin atau membantu orang lain dengan apapun kemampuan yang anda miliki. Allah berfirman bahwa "Kebaikan akan menghilangkan keburukan" (QS Hud ayat 114).

Juga, dalam QS Al-Furqon ayat 68-71 Allah berfirman: "Dan orang-orang yang tidak menyembah tuhan yang lain beserta Allah dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzina, barang siapa yang melakukan yang demikian itu, niscaya dia mendapat (pembalasan) dosa(nya), (yakni) akan dilipat gandakan azab untuknya pada hari kiamat dan dia akan kekal dalam azab itu, dalam keadaan terhina,

kecuali orang-orang yang bertaubat, beriman dan mengerjakan amal saleh; maka itu kejahatan mereka diganti Allah dengan kebajikan. Dan adalah Allah maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Dan orang-orang yang bertaubat dan mengerjakan amal saleh, maka sesungguhnya dia bertaubat kepada Allah dengan taubat yang sebenar-benarnya."

Lebih detail lihat: http://www.alkhoirot.net/2012/09/taubat-nasuha.html

Dapatkan buku-buku Islam karya A. Fatih Syuhud di sini.. Konsultasi agama, kirim via email: alkhoirot@gmail.com

55 komentar

terimakasih pak ustad,menambah pengetahuan bagi saya

ustad bagaimana jika ada seorang wanita pernah berzina dengan kekasihnya bertaubat, dan kedua orang tua wanita telah mengetahui bahwa anaknya pernah berzina, sehingga orang tua wanita ingin menikahkan anaknya tersebut dengan keluarganya sendiri, tetapi anak tersebut tidak suka dengan pilihan orang tuanya. apakah anak tersebut harus menuruti kehendak orang tuanya tersebut?

syukron pak ustadz. ane mengalaminya itu, tapi insya Allah dia sudah tobat..

anak boleh menolak.

bagaimana pendapat para pria tentang wanita yang sudah tidak virgin

Maaf sebelumnya kalau saya jawab pertanyaan bagian ini.

Jika hal itu terjadi pada saya, sungguh saya akan kecewa besar, akan tetapi level kekecewaan itu bergantung pada situasi.
contoh: saya akan merasa lebih kecewa jika ia mengatakannya setelah menikah.
dan saya masih bisa menerimanya jika ia memang benar-benar menyesali perbuatannya dan telah bertaubat.

kenapa saya kecewa ?
- karena itu larangan islam
- dan saya telah menjaga kehormatan saya demi calon istri saya yang belum saya ketahui, dan saya tinggal dilingkungan yang penuh dengan zina, itu cobaan yang berat bagi saya.

trimaksaih ... ini jg yg sedang saya alami saat ini...

seumpanya seorang akhwat yg pernah berzina dan telah bertaubat, dan ada ikhwan yang berniat untuk ta'aruf, karna si akhwat ini benar - benar bertaubat dan berubah total dari sebelumnya, mulai aktif juga dilembaga dakwah, dan ikhwannya belum tahu perihal perzinaan yang pernah dilakukan, kemudian si akhwat menolak dengan alasan pernah berzina bolehkah? karna merasa tidak pantas untuk siikhwan,tetapi si akhwat ini juga mempunyai perasaan yang sama dengan siikhwan. bagaimana??

Kalau suka pada si ikhwan diterima saja tidak perlu menolak. Tapi beritahu dia bahwa akhwat sudah tidak perawan. Selanjutnya terserah ikhwan akan meneruskan hubungan atau tidak.

This comment has been removed by a blog administrator.

pak ustad boleh bertanya,jika ada seorang muslimah di jodohkan dengan seorang lelaki,dan dia tau bahwa lelaki itu pernah berzina dengan pacarnya dan meninggalkan pasangan zina nya,karena lelaki itu lebih memilih yang di jodohkan orang tuanya dalam arti muslimah tadi.
apakah hukum nya pak? pada waktu yang sama pula pasangan zinanya juga menuntut untuk bertanggung jawab.

1. Pernikahan sah asal si pria bertaubat.
2. Tidak ada kewajiban bertanggungjawab bagi pria pelaku zina terhadap wanita yg dizinahi. Keduanya sama2 pezina.

apa bila saya menikahi wanita yg pernah bahkan sering melakukan zinah sama pacar-- pacarnya yang dulu,,, apa rizki saya akan tetep lancar,,,, soalnya saya pernah denger kta temenq,,, orang yg berzzinah tidak akan kaya,,,,rizki g mau sama orang penzinah daan kaya juga g mau menghampiri orang penzinaah,,,,,,,kebanyakan kehidupan orang penzinah sengsara d dunia in,,,,,,,

apa bila saya menikahi wanita yg pernah bahkan sering melakukan zinah sama pacar-- pacarnya yang dulu,,, apa rizki saya akan tetep lancar,,,, soalnya saya pernah denger kta temenq,,, orang yg berzzinah tidak akan kaya,,,,rizki g mau sama orang penzinah daan kaya juga g mau menghampiri orang penzinaah,,,,,,,kebanyakan kehidupan orang penzinah sengsara d dunia in,,,,,,,.....apakah saya bisa kaya wlopn menikah dg wanita penzinah.????????

Apabila saya berzina dengan wanita perawan dan saya perjaka. apa hukumannya mas? sehingga saya disucikan didunia..?

Saya ingin berbagi cerita,saya punya cewek,tp blm pernah ketemu.tp saya sering melakukan seks phone,apakah itu zina.?
saya msh bujang dan sekarang dia bersuami,tp dia ttp ingin melakukan seks phone dgn saya,bgamaina dan apa yg harus saya lakukan apakah itu dosa. mohon bantuannya. terima kasih

Saya tidak akan pernah menerima perempuan bekas orang karena takut kena imbasnya walaupun dia sudah tobat. Saya sangat benci kepada perempuan macam itu karena tidak punya harga diri.

tidak apa apa ..itukan hak anda ...

anda boleh menerima boleh tidak...
anda boleh tidak menerima seseorang yg bertaubat..
buat jd pasangan anda

allah swt maha menerima taubat..
jadi bagi siapa yg sudah terjerumus dalam perbuatan ini ..
jangan putus asa ya..
bertaubat nasuha lah saudaraku yg sudah terlanjur melakukan dosa besar ini

allah maha penerima taubat dan menyambut gembira umatnya yg bertaubat

benci perbuatannya jgn taubatnya ..
dan jangan sampai kebencian itu membuat kita jatuh kedalam orang yg dzalim

allahu a'alam

harus dirajam dulu baru aku puas melihatnya,, enak aja mengatakan tobat tanpa tanggung jawab, pezina harus dirajam / dijilid 100x

bener sekali brow harus di rajam dulu baru di terima tobatnya, orang yang baik tidak pernah berzina tidak boleh menikahi orang yang sudah pernah berzina....
kalau dia sudah menikah terus berzina, rajam dulu sampai mati maka logikanya maka dia tidak akan hidup lagi di dunia mana ada pernikahan setelah dia di rajam sampai mati....
kecuali yang belum menikah terus berzina lalu bertobat minta di rajam dulu bila tidak mati berarti niat pertobatannya adalah baik....
tetapi emang zaman sekarang ada yang mau ngaku sudah berzina dan minta di rajam sebagai tanda tobat?????
susah tuh, yang namanya penjahat, pezina mana mau ngaku terus mau di hukum yang ada sewa pengacara supaya bebas dari hukuman.......

Saya pasti sedih kalau misalkan nantinya menikah dengan istri yang pernah berzina sebelumnya. Tapi saya yakin, pria yang baik untuk wanita yang baik dan sebaliknya. Insya Allah pilihan Allah selalu benar dan terbaik.

This comment has been removed by a blog administrator.

Sepertinya hanya perempuan yang dipojokan, ada cerita laki-laki sudah tidak perjaka, lalu perempuannya mau menerima apa adanya, eh ternyata si laki" malah mezinahi perempuan itu dengan alasan mau bertanggungjawab, gak taunya si perempuan malah ditinggalkannya,,,
Tapi alhamdullillah insaAllah dengan bertaubat si perempuan ikhlas menerima semuanya, dan perempuan menyerahkan semua urusannya pada Allah, , :) laki laki juga harus tau diri :)

Komentar beberapa orang benar2 gahar n kasar, sy pikir tegas bukan berarti demikian, Allah saja maha pengampun knpa kita sbgai manusia tidak bsa memaafkan atau menerima malah mengedepankan ego sbgai orng yg bersih. Tolong lah dlm menafsirkan satu ayat jgn dangkal, jgn dilihat dri satu pendapat atau satu guru seperti " pria yg baik untuk wanita yg baik n sebaliknya" ayat itu jika salah penafsiran akan memunculkan ego (dlm Hal ini adalh menyangkut kasus ini)

maha besar ,maha suci,serta maha pengampun Allah swt,menurut saya yg bisa menilai itu hanya allah bukan manusia,manusia hanya bisa berpendapat tanpa tau apa apa,jujur saya tidak mempermaslahkan wanita pernah zina,karna namanya manusia pernah punya salah dan dengn taubatnya yg sungguh2,saya akan terima wanita itu,karena tujuan menikah adalah membangun keluarga sakinah mawadah warahmah,bukan membangun nafsu sex

Ustad saya terlanjur brzina karna trauma masa kecil yg dilakukan sodara saya lalu berzina dengan setiap pacar saya. Saya ingin bertobat ustad saya malu bahkan saya zina dgn suami orang . Dia berjanji menikahi saya tp sepertinya bohong. Dy sudah pny anak 1 dan umurnya sama dg ibu saya. Apa yg harus saya lakukan ustad apakah saya harus jujur ttg kondisi saya sebenarnya, jika saya akan menikah nanti?saya takut dy tdk mnerima saya. Saya juga berharap mndptkn pasangan yang baik ustad.

This comment has been removed by a blog administrator.
This comment has been removed by a blog administrator.

Sekedar tambahan agar lebih jelas tentang hukuman bagi pezinan. ada dua macam pezina yaitu Mukhson (pernah melakukan pernikahan) dan Ghoiru Mukshon (belum pernah melakukan pernikahan). Dalam fikih, keduanya memiliki perbedaan dalam hukumannya. Hukuman Rajan diterapkan bagi Mukhson. Dan dijilid 100 bagi ghoiru mukhson. Syarat penetapan hukuman ketika, pelaku mengakui perbuataanya atau ketika ada 4 saksi laki-laki yang adil. Dan hukuman dijalankan oleh negara.

This comment has been removed by a blog administrator.

Terima kasih pa ustadz atas penjelasannya

Subhanallah sunggu kasihan sekali menjadi seorang wanita yg dikucilkan seperti itu .. pada dasranya semua manusia yg hidup dimuka bumi ini memeiliki kesalahan yg mungkin diluar batas kesadarannya ... BUkankah kalian para laki-laki juga wajib menjaga wanita yg engkau kasih dan sayangi ? jika kalian melakukan hubungan seks haram tersebut apa layak kalian di sebut dengan laki" bertanggung jawab ? dan apakah kalian pantas melontarkan kata cinta dan sayang kepada pasangan kalian masing" ? Berfikirlah dan saling instropeksi diri . TerimaKasih ....

Sungguh pembahasan yang sangat menarik sekali gan, saya sampai terharu membacanya, terimakasih sudah share ilmu yang sangat bermanfaat ini, salam sukses

This comment has been removed by a blog administrator.

Luarbisaaa.. semoga pembahassan seperti ini bisa bermanfaat untuk semuanya..
trimakasih..

ingin sih gan bertanya tapi nya malu banget publik banget nih

Ternyata bnyk lelaki baik yaa yg mau menerima wnita ap adanya.. ;)
Pembahasan yg menarik

makasi banget pak ustad sudah share ilmunya.. semoga bermanfaat bagi pembaca.

ustad,,sy mw ty,,,ada sodara sy wanita mw di nikahi pria yang sudah berzina dengan wanita lain,,tapi sudah bertobat. Tapi di lain pihak ternyata wanita yang pernah di zinahi itu menuntut laki laki yang mau menikahi sodara saya untuk bertanggung jawab. Tapi laki laki itu tidak mau dengan alasan wanita itu tidak baik. Yang jadi pertanyaan saya,,berdosakah sodara saya ini jika terima pinangan laki laki itu di saat ada wanita yang di zinahi menuntut? Syukron ustad

ga boleh gitu bung adi.....,
dulu pemikiran saya sama seperti kamu, saya benci mereka yang tidak perawan

tp wanita tuh kadang bodoh, mudah dirayu sama cowok bajingan
padahal wanitanya kan baik-baik, jika sudah ga virgin terus ketemu sama cowo baru ,d sakitin dan terjebak lagi seperti itu berharap pacar barunya baik, tapi sama saja cowok barunya, ujung-ujungnya malah jadi cwe ga baik

ada juga kan, karena tekanan ekonomi dan kerasnya hidup, anda ga tau susahnya hidup mereka
kamu juga kalau jadi cewek, dan di kasih ujian hidup seperti mereka belum tentu sanggup

saya selalu menasehati adik perempuan saya, dan menceritakan realitas" kehidupan cwo itu cuma mau ML nya aja,, SSI (speak-speak iblis), adik saya berhak tau pengalaman yg saya tau dari kehidupan yang bejat lingkungan sekitar, kalau pacaran jangan kasih ML, mau dia rayuaan surga kayak apa
kalau dah kasih ML, paling cwo bajingan bosen dan putusin kamu, ada juga yg setia tp itu persentasinya kecil, jgn ambil resiko

Assalamualaikum
pembahasan masalah ini masih dalam lingkup hukum fiqihnya saja sodaraku pemilik web,, coba dibahas juga hukum tasawufnya mengenai masalah ini ustad.
karena dalam intinya sebuah pernikahan itu bukan hanya mencari dunia tapi juga akhirat. apapun yg kita perbuat didunia semua akan diperhitungkan...
memang benar sah sah saja kalau di fiqih, tapi bagaimana di tasawufnya?
kalau saya lihat dan amati, pembahasan ini sebenarnya ada baik dan buruknya, baik jika orang yg baca memang benar" mencari jawaban, jika yg baca org yg menggampangkan bagaimana? bisa" ini menjadi cambuk bagi kita,, ahh tobatnya besok aja kalo gitu, pas mau nikah,, ah Allah kan maha pemaaf jadi besok saja saya tobatnya.. apa tidak ngeri tuh.
wal hasil anak" muda pun menggampangkan... kenapa ada hukum cambuk yg harus dilihat banyak org?? filosofinya agar jadi pelajaran yg lain, lah kalo kita bahas disini kan yg liat bermacam tujuanya... wal hasil zina adalah hal biasa yg bisa diampuni asal ngga diulangi. apa ngga negeri tuh, gimana nasib dunia ini... al hasil berkah dicabut dr dunia dan yg tidak bersalahpun ikut merasakan keringnya berkah di dunia..
jadi saran saya ustadz jika memberi penjelasan jangan hanya dari sisi satu ilmu saja,, fiqih tasawuf akhlak tauhid.. karena yg membaca disini bermacam macam background..
terimakasih
wassalamualaikum

Assalammu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh Pak Uztad & saudara saudari muslim smuanya..

Saya mau menanyakan perihal kondisi yang terjadi pada sahabat terdekat saya, apa dan bagaimana nasibnya bila istrinya berselingkuh dengan pria lain, mengenai sejauh mana hubungan tersebut, belum dapat dipastikan, diduga berdasarkan kecuriga'an2 sahabat saya, istrinya telah berzinah. Apa hukum bagi istrinya menurut islam & bagaimana nasib pernikahan mereka, serta langkah apa yang harus ditempuh sahabat saya menurut islam.

Terima kasih, wassalammu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh..

assalamu'alaikum wr. wb.
Pak ustadz... bagaimana bila sebelum menikah, si calon istri menceritakan kepada calon suami mengenai keadaannya dan keluarga. termasuk virginitasnya hanya saja, dengan niat, tidak ingin membohongi suaminya. namun, hal ini baru berani diungkapkan setelah proses lamaran. Pada saat itu calon istri sudah pasrah terhadap keputusan calon suami, apakah akan melanjutkan atau membatalkan pernikahan ini. Namun, ternyata, calon suami tetap melanjutkan pernikahan. Karena hal ini sempat calon suami ceritakan kepada keluarganya, pernikahan hampir dibatalkan. tapi akhirnya pernikahan dilanjutkan. di awal pernikahan, suami masih bersikap layak. namun tidak pernah mengajak istrinya untuk tinggal bersama dan tidak memberikan nafkah kepada istrinya. lama kelamaan suami mulai menunjukkan ketidaknyamanan dan tidak pernah mengajak istrinya berhubungan badan. komunikasi juga mulai jarang. melihat ini, istri takut bilamana telah menzalimi suaminya. akhirnya istri mengijinkan suaminya untuk menikah dengan wanita lain karena merasa takut suaminya mencari pelampiasan dengan jalan haram. suami juga melakukan hal sama, mengizinkan istrinya untuk mencari pria lain bila merasa tidak tahan dengan kelakuan suami. tapi istri tetap bersabar dan berbakti kepada suaminya. akhirnya, setelah 2 tahun menikah, suami menceraikan istrinya dengan alasan "tidak ingin menzalimi istri, "tidak ada rasa lagi", dan merasa telah salah telah menikahi istrinya yang sudah tidak perawan. istri hanya bisa pasrah menerima, karena dia sadar akan kekurangannya.

apakah pernikahan mereka memang seharusnya tidak boleh terjadi?padahal si wanita telah berusaha taubat lama sebelum menikah, dan terus memperbaiki diri.
apakah salah seorang wanita jujur kepada calon suaminya tentang aibnya?

terima kasih ustadz, wassalam

assalamu'alaikum wr. wb.
saya mau bertanya Pak Ustadz.. dalam hal ini memang si pria kecewa karena si wanita yg sudah tidak perawan, tapi tolong lihat posisi si wanitanya yang sudah bertaubat dan ingin memperbaiki dirinya bersama si pria dengan berkata jujur dimasa lalunya. bagi seorang wanita kejujuran tentang masalalunya itu sungguh berat dan butuh keberanian. harus bagaimana si wanita menanggapi kekecewaan si pria yang berlarut-larut?
jika seandainya mereka jadi menikah dan mempunyai anak dan tiba-tiba si pria merasakan kembali kekecewan itu, apakah yg harus dilakukan? apa harus bercerai?

mohon dijawab.

terima kasih Pak Ustadz, wassalam

assalamu'alaikum wr. wb.
Tolong hati saya yang sedang bimbang,saya punya kenalan seorang cewek,dia baik,dia kalem,dia rajin sholat,pinter baca alquran juga,tidak neko2,keluarganya sederhana,insya allah dia baik hati,tapi dia suatu ketika dia berkata jujur kepada saya kalo dia pernah di perawani sama mantanya tapi cuma sekali,saya bimbang pak ustadz tapi saya insya allah bisa menerima kekurangan dia,dia berkata jujur sebab dia tidak mau membuat saya kecewa,tolong penjelasanya pak ustadz dan apa yang harus saya lakukan,terima kasih
wassalammu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh..

Kyk gtu kok pake ditanya.kalo cinta n bs trm ya nikahin aj.nikah niatny ibadh kn? Yg tw amal qt dtrm ato g kn cm Allah.mntang2 msh pjka trs g pnya dosa.n mntg2 g vrgin trs g blh mnkah..Allah mha pngasih sm hmbny yg mw btobat.n btobat hrs dbuktiin bkn ot doang..bg yg mkin ah tobat ny bsk aj,syp yg tw kl Allah bkal ambl nyawa tuh org klo niatny uda g baik...lkuin Ta'alla aj jgn mhakimi..klopun af cew yg dhkmi krn ms lluny n uda tobat.iklas aj trm hujatan org,toh cm Allah yg tw iman msg2 umatNy

jika ada wanita yang tidak perawan, maka laki lakinya juga ada yang tidak perjaka. seandainya laki laki banyak yang punya berkualitas islami mungkin takkan ada wanita perawan yang dirusaknya. namun hidup di dunia ini gak gampang. banyak ujian dan cobaan. asal kalian tahu. laki laki yang terlihat soleh belum tentu soleh, dan begitupun sebaliknya, kita tidak bisa melihat sesuatu itu dari sudut pandang yang sempit, hanya sudut KACA mata Allah Swt yang Maha melihat yang tau wanita/pria itu baik atau tidaknya. lagian menikah itu bukan hanya sekedar nafsu atau seksnya, tetapi pada menjalani kehidupan pernikahan itu yang membawa keberkahan dan keRidhoan Allah Swt. Tolong Jangan Egois kalian para lelaki. andai kualitas laki laki yang beriman dan sholeh lebih banyak dari pada yang Berengsek!!!!!!!!!!

Assalammualaikum pak ustads..saya ingin konsultasi..saya melakukan zina berkali kali dengan orang yang sama..itu kita sudah lakukan sering p ustads..hingga suatu hari saya menstop perzinahan ini..dan saya ingin melakukan hubungan yang normal dan saya nazar dan berjanji akan menikahinya..dan suatu hari diya meninggalkan saya..memutuskan hubungan saya..dan diya dengan cepatnya berpindah hati..apakah saya telah dosa besar ustad??saya sudah berzina dengannya tapi diya akhirnya meninggalkan saya..

Semoga kita selalu dilindungi dari perbuatan keji dan Zina..
dan dijauhkan dari godaan wanita2 nakal, aminnn

Kok mbak deperti pake emosi kata-katanya...

saya menerima siapa pun jodoh saya . . . .

Assalamualaikum.wr wb..saya mau tya ada seorang teman saya.berpacaran sekitar 3tahun dan sering melakukan perbuatan zina,nah di akhir cerita si lelaki pergi menikahi gadis lain.. selang setahun ada lelaki yang serius ingin menikahinya,dan dia bingung?apakah dia harus jujur bahwa dia sudah tidak Virgin lagi?atau merahasiakannya kepada si calon suami?karna di dalam AL-QUR'AN Allah berfirman "dan tutupilah aib dirimu, saudaramu maka allah akan menutup semua aibmu"..
Mohon pencerahannya pak?trimakasih

Allah swt maha pengampun sekeji2 nya makluk nya maka ia akan memaafkan nya .. Ketika anda menika sama gadis yang tidak virgin pasti itu sudah kehendak allah swt maka terimalah dengan hati yang sadar bahwa memang gadis itu berjodoh dengan mu .. Dan km di takdirkan bersama gadis yang tak virgin itu .. Mungkin itu suratan takdir buat laki2 itu krna menikah dgn gadis tidak virgin jadi trimalah apa adanya . Sejelek2an manusia se keji2 nya manusia pasty allah memaafkan nya

Kadanh kita sebagai lelaki awalnya tidak menerima itu smua..pak ustad saya mau sharing sebelumnya..saya memiliki istri yg kategorinya masa lalu nya buruk dia pernah melakukan hub luar nikah dengan mantan pacarnya..awalnya saya kecewa lambat laun saya menerimanya karna nasihat tman saya yg menjelaskan hal itu smua hanya fisik..tp dalam hal ini setelah 1 tahun menikah saya tahu istri saya pernah memakai kb agar tidak hamil sewaktu zina dengan mantanya..itu yg membuat istri saya susah hamil.karna rahim kering menurut medis..saya berusaha sabar tp saya jg manusia sering merasa kesal dan marah karna hal itu.trutama sifat istro saya yg keras dan tidak memahami kondisinya..swaktu waktu di awal tahun 2015 kami mengalami kecekcokan rmh tangga..istri saya kabur ( memng dia setiap marah kabur) tp dlm hal ini dia menyuruh tmn2 kerjanya untuk mengusir saya dr rmh kami dan memukuli saya..keadaan saya wktu itu sedang tifus..dan saya trus mencari istri saya dmnapun..ditambah saya dituduh pencuri dan dilaporkan kepada polisi karna saya membawa mtr yg kami beli berdua oleh ibu mertua saya...disitu saya merasa di zolimi dan tidak dihargai sebagai suami..akhirnya atas permintaan istri saya di suruh pulang ke bandung dr surabaya saya di usir..smua hasil kerja saya istri saya ambil...saya hilang pekerjaan yg padahal saya membiayai adik2 saya kul..saya di suruh meninggalkan istri saya atas permintaan ibu dan bapak saya...keluarga kami tau dia pezina tp keluarga kami tidak melihatnya asalkan dia mau tobat..saya angkat dia dr sampah yg sudah hancur kemudian saya susun kembali hingga jd berlian..tp kejam sekali diaa...pak ustad maaf sebelumnya saya mau bertanya apakah saya harus tinggalkan dia..dan saya melupakan untuk selamanya??

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,.
Saya mengalami hal yang sama, yang kemudian malah membuatku frustasi...

Saya menikahi seorang wanita yang sudah tidak perawan lagi. Awalnya dia sudah berkomitmen utuk bertobat dan memperbaiki diri, sehingga membuatku tidak ragu utuk menikahinya.

Pernikahan kami berjalan baik hanya sampai tiga bulanan.

Setelah itu, tingkahnya mulai berubah. Dia dng jujur megakui bahwa dia sebenarnya blm bisa melupakan mantannya, lelaki pertama yang memerawaninya, walau dia sudah bergonta ganti pacar sampai 5 kali.

Bahkan dia sering mengaku tidak puas bersetbuh dnganku, dia sering membanding bandingkan ku dengan mantan-mantan pacarnya, yg menurutnya mereka lebih memuaskan soal seks.

Walau demikian, saya msh berusaha mempertahankan rumah tangga yg masih berumur se-jagung ini.

Sampai akhirnya, karena merasa tidak terpuaskan, dia meninggalkanku.

Saya sendiri akhirnya menemui keluarganya untuk mengutarakan keinginanku untuk menceraikannya.

Sekarang, alhamdulillah, setelah 2 tahun bercerai dengannya, saya dianugerahi isteri yang shalehah, yang masih perawan. Baik akhlaknya, ibadahnya rajin, dan yang tak kalah pentingnya adalah kenikmatan saat di tempat tidur lebih nikmat dari yang saya kira...

Alhamdulillah...

Catatan:
Saya membagikan pengalaman pribadi saya ini, agar kiranya para akhwan yang setia menjaga kehormatan dirinya, jangan sampai salah memilih istri. Keperawanan adalah jaminan kepuasan dalam hubungan sex dengannya kelak saat berumah tangga. Dia tidak pernah merasakan kenikmatan dari lelaki lain, sehingga mustahil dia membandingkan kenikmatan yg didapat dari lelaki lain itu dengan kenikmatan yang didapatnya dari antum... dia seutuhnya milik antum..

saran saya, hindari menikahi wanita yang sudah tidak perawan lagi,.. sehebat apapun dia bertobat, lelaki pertama yang menidurinya ADALAH SEGALA-GALANYA bagi dia...

Sebaik-baik istri yang kamu nikahi adalah yang masih perawan. Demikian sabda baginda Nabi SAW.

1. Kirim konsultasi Agama ke alkhoirot@gmail.com atau info@alhoirot.com Cara Konsultasi lihat di sini!
2. Konsultasi hukum waris Islam, lihat caranya di sini
3. Konsultasi melalui kotak komentar tidak akan dilayani.

EmoticonEmoticon