Hukum Spa Saat Puasa dan Hukum Mengirim Fatihah pada Mayit

Bagaimana Hukum perawatan tubuh Spa Lulur Facial Saat Puasa Ramadan Apabila tidak ada perkara yang membatalkan puasa selama proses SPA, lulur dan facial, maka puasanya tidak batal.Kenapa Saya Selalu Sial? Kiriman bacaan Al-Fatihah dan bacaan-bacaan lain dari Quran dan ibadah-ibadah yang lain akan sampai ke mayit yang dituju. Baik yang dituju itu khusus atau umum (umat Islam yang meninggal). Sama saja dikubur di tempat umum atau di tempat khusus karena tidak ada dalil yang menunjukkan sebaliknya.
Hukum Spa Lulur Facial Saat Puasa Ramadan
Kiriman bacaan Al-Fatihah dan bacaan-bacaan lain dari Quran dan ibadah-ibadah yang lain akan sampai ke mayit yang dituju. Baik yang dituju itu khusus atau umum (umat Islam yang meninggal). Sama saja dikubur di tempat umum atau di tempat khusus karena tidak ada dalil yang menunjukkan sebaliknya.

Assalammualaikum wr wb

Pak Ustadz yang saya hormati,

Ada yang ingin saya tanyakan, apa hukumnya jika sedang berpuasa melakukan perawatan tubuh dan wajah seperti spa, lulur, & facial. Terima kasih atas jawabannya pak Ustadz.

Salam,
Pipit

DAFTAR ISI
  1. Hukum Spa Lulur Facial Saat Puasa Ramadan
  2. Kenapa Saya Selalu Sial?
  3. Pahala Ibadah akan Sampai Pada Orang Mati

Hukum Spa Lulur Facial Saat Puasa Ramadan

JAWABAN

Kalau yang Anda tanyakan berkaitan dengan batal atau tidaknya puasa, maka itu tergantung dari apakah ada hal-hal yang membatalkan puasa selama proses perawatan itu berlangsung. Adapun perkara yang membatalkan puasa dapat dilihat di: Perkara Yang Membatalkan Puasa antara lain:
- Masuknya suatu benda ke dalam tubuh melalui jalan terbuka seperti mulut, kuping, dll.
- Keluar sperma.
- Muntah dg sengaja.
- Masuknya suatu benda ke dalam tubuh melalui jalan yang tertutup seperti dengan cara suntik, infus, dll. Lebih detail klik di sini!

Apabila tidak ada perkara yang membatalkan puasa selama proses SPA, lulur dan facial, maka puasanya tidak batal.

Seandainya pun demikian, Anda harus pastikan bahwa yang melakukan perawatan itu adalah perempuan. Karena haram hukumnya hal itu dilakukan oleh lawan jenis dan keharaman itu dapat merusak pahala puasa.

____________________________________________


Kenapa Saya Selalu Sial?

Sebenarnya ada apa dengan diri saya kok bisa sampai begitu sialnya?
PERTANYAAN
Ass.Wr.Wb...
Begini pak Ustad...nama saya Yulianto lahir 19-7-1974.saya seorang pelaut dari tahun 1993 sampai sekarang.Saya akui islam saya dulu cuma "KTP". Kemudian pada sekitar tahun antara 2002-2003 saya merasa mendapat hidayah. Waktu itu teman saya sekamar di kapal membawa Al Qur'an terjemahan.Karena saya termasuk orang yg gemar membaca maka iseng2 saya baca buku terjemahan itu.Dan subhanallah,saya menangis membacanya,dan sejak saat itu saya mulai rajin sholat dan kemudian belajar sendiri membaca Al Qur'an. Waktu di kapal saya juga sempat membaca injil dari teman nasrani,namun setelah membaca injil hampir seluruhnya justru saya makin takjub dengan Al Qur'an karena kehebatan ayat2nya,benar2 dari Allah SWT.

Kemudian pada tahun 2005-2007 saya mendapat pekerjaan di kapal lain yg gajinya jauh lebih besar,namun sayang pekerjaan itu leebih menyita waktu sehingga sholat saya mulai terbengkalai,sering saya tinggalkan.Meskipun demikian saya lebih rajin dalam membantu masjid2 soal keunagan.

Setelah 2 tahun,saya tinggalkan pekerjaan itu utk mulai usaha di rumah agar bisa lebih leluasa beribadah. Namun saya heran, dlm kurun waktu antara 2007-2009 terjadi banyak kesialan pada diri saya yang tidak sewajarnya. Beli rumah kontan aja hilang dibohongi, usaha2 hancur dibohongi, bahkan usaha dagang pakaian istri saya yg menjadi pemasukan keluarga terakhir yg tersisa juga ludes terbakar pada waktu kebakaran pasar rejowinangun,Magelang tahun 2008 lalu. Terpaksalah saya harus berangkat ke kapal lagi.

Sebenarnya ada apa dengan diri saya kok bisa sampai begitu sialnya? Saya sangat menunggu jawaban dari pak ustad di tengah kekalutan pikiran saya ini.Dan saya sangat berterima kasih jika keluhan saya ini mendapat perhatian dari bapak..
Wassalam..
Yulianto

JAWABAN

Kesialan atau musibah yang menimpa Anda berkali-kali dalam pandangan Islam bisa disebut sebagai ujian/cobaan dari Allah atau sebagai hukuman.

1. Musibah dianggap sebagai ujian/cobaan apabila itu terjadi pada orang yang relatif taat melaksanakan perintah Allah dan menjauhi larangannya. Dalam hal ini, musibah ditimpakan untuk menguji keimanannya dan keteguhan hatinya apakah dengan cobaan itu ia akan sabar sehingga meningkat keimanannya atau malah tidak sabar dan menjauh dari Tuhannya.

Dalam QS Al-Anbiya' 21:35 Allah berfirman: ونبلوكم بالشر والخير فتنة
Artinya: Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya).

Uraian lebih detail soal ini baca: Ingin Bunuh Diri Karena Musibah

2. Musibah sebagai hukuman. Adakalanya musibah ditimpakan pada seseorang karena sebagai hukuman atas dosa-dosanya di masa lalu. Atau dalam istilah lain, sebagai hukum karma .

Dalam QS Ar-Rum 30:41 Allah berfirman:

ظَهَرَ الْفَسَادُ فِى الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِى النَّاسِ لِيُذِيقَهُم بَعْضَ الَّذِى عَمِلُوا۟ لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ
Artinya: Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).

Namun, suatu musibah yang terjadi pada seseorang juga tidak luput dari logika dan sebab-sebab yang rasional. Kalau Anda terkena tipu, kemungkinan besar itu karena Anda kurang hati-hati dan mudah percaya pada orang. Itu bisa dimaklumi karena Anda belum terbiasa berdagang dan menghadapi berbagai macam trik dan tipu daya orang-orang di dunia niaga.

Begitu juga, kebakaran pasar yang membakar toko istri Anda itu terjadi karena toko istri Anda berada dalam pasar sehingga mudah terkena imbas apabila toko lain terbakar. Artinya, itu bisa dihindari seandainya tokonya tidak berada di situ. Sudah menjadi rahasia umum bahwa kebakaran pasar menjadi modus operandi sebagian oknum pejabat apabila hendak membangun pasar agar penjual tidak protes.

Inti yang terpenting: tetaplah berkomitmen pada keimanan dan taat pada Islam apapun yang terjadi dan tetaplah memiliki harapan yang baik pada masa depan usaha Anda. Jangan peristiwa ini membuat Anda dan keluarga trauma. Banyak pengusaha yang sukses setelah berkali-kali gagal.

____________________________________________


PAHALA IBADAH AKAN SAMPAI PADA ORANG MATI

Kepada Yth Pengasuh Bahsul Masail
Assalamualaikum wr wb
Sepetak tanah kuburan keluarga berada di dekat masjid, pihak keluarga bermaksud ingin menguburkan salah seorang mayit dari keluarga tersebut, akan tetapi salah satu dari mereka melarangnya dengan alasan karena kalau dikubur ditanah keluarga (pribadi) tidak akan memperoleh fadhilah dari do'a orang muslim. karena tidak masuk kedalam katagori muslimin/muslimat 'ammah.
Pertanyaannya :
1. Benarkah mayit yang ada di kuburan pribadi itu tidak mendapat fadhilah doa dari orang muslim ?
2. Bagaimanakah dalilnya?
Demikian atas jawabannya diucapkan sukron kasir..
wassalamualaikum wr wb
Dari Alumni Ponpes Al-Khoirot Lumajang

JAWABAN

1. Tidak benar. Doa kepada mayit baik dia berada di kuburan pribadi atau di pemakaman umum pahalanya akan sampai ke mayit tersebut. Apabila tujuannya adalah seluruh mayit umat Islam, maka akan sampai pada seluruh umat Islam. Ini menurut pendapat ulama yang menyatakan bahwa kiriman doa kepada mayit pahalanya akan sampai pada mereka.

2. Dalil nash (Quran hadits) dan ikhtilaf ulama tentang sampai tidaknya bacaan Quran dan doa yang dihadiahkan kepada mayit berkisar pada hadits sahih riwayat Muslim yang terkenal yaitu:
إذا مات ابن آدم انقطع عمله إلا من ثلاث: صدقة جارية، أو علم ينتفع به، أو ولد صالح يدعو له

Dalam mengomentari hadits di atas, Imam Nawawi dalam Syarah Muslim 7/99 menyatakan
والمشهور في مذهبنا -أي مذهب الشافعي- أن قراءة القرآن للميت لا يصله ثوابها. وقال جماعة من أصحابنا: يصله ثوابها. وبه قال أحمد بن حنبل.
Artinya: Pendapat yang masyhur dari madzhab Syafi'i menyatakan bahwa membaca Quran pada mayit itu tidak sampai pahalanya. Namun sekelompok dari ulama madzhab Syafi'i berpendapat bahwa pahalanya sampai. Ahmad bin Hanbal, dari madzhab Hanbali, juga menyatakan demikian (pahala sampai pada mayit).

- Ibnu Qudamah (ulama berpengaruh madzhab Hanbali) dalam kitab Al-Mughni 2/568 mengomentari hadits di atas berkesimpulan:
وهذه أحاديث صحاح، وفيها دلالة على انتفاع الميت بسائر القرب، لأن الصوم والحج والدعاء والاستغفار عبادات بدنية قد أوصل الله نفعها إلى الميت، فكذلك ما سواها مع ما ذكرنا من الحديث في ثواب من قرأ سورة (يس) وتخفيف الله -تعالى- عن أهل المقابر بقراءته، ولأنه إجماع المسلمين، فإنهم في كل عصر ومصر يجتمعون ويقرأون القرآن ويهدون ثوابه إلى موتاهم من غير نكير

Artinya: Ini termasuk hadits-hadits yang sahih. Ini menjadi dalil atas dapatnya mayit mengambil manfaat atas berbagai macam ibadah (yang ditujukan pada mayit). Karena puasa, haji, doa dan istighfar termasuk ibadah fisik (badaniyah) yang disampaikan manfaatnya oleh Allah pada mayit. Begitu juga selain itu seperti yang kami sebut dari hadits dalam soal pahala orang yang membaca Surat Yasin dan Allah meringankan ahli kubur atas bacaan Yasin. Dan karena menjadi kesepakatan umat Islam di mana mereka di setiap masa dan kota berkumpul untuk membaca Quran dan menghadiahkan pahalanya pada orang-orang yang sudah meninggal tanpa ada yang mengingkari.

Dalam kitab Ad-Durrul Mukhtar wa Radd al-Muhtar 2/243 dinyatakan:
ويقرأ سورة (يس) لما ورد: من دخل المقابر فقرأ سورة (يس) خفف الله عنهم يومئذ، وكان له بعدد من فيها حسنات

Artinya: Surah Yasin dibaca karena ada hadits: Barangsiapa yang masuk ke pemakaman lalu membaca Surah Yasin maka Allah meringankan (hukuman) mereka saat itu. Dan bagi yang membaca akan mendapatkan kebaikan yang sama.

Kesimpulan: Kiriman bacaan Al-Fatihah dan bacaan-bacaan lain dari Quran dan ibadah-ibadah yang lain akan sampai ke mayit yang dituju. Baik yang dituju itu khusus atau umum (umat Islam yang meninggal). Sama saja dikubur di tempat umum atau di tempat khusus karena tidak ada dalil yang menunjukkan sebaliknya.

LihatTutupKomentar