Hukum Karma dalam Islam

Hukum Karma dalam Islam

Bagaimana pandangan Islam mengenai hukum karma dan reinkarnasi?

PERTANYAAN
Assalamualaykum
Ustadz,,,saya mau tanya nih... Bagaimana sih pandangan Islam mengenai hukum karma ? Menurut saya sih dalam Islam tidak ada yang namanya hukum karma, tapi sekarang ini masih banyak orang muslim yang mempercayai hukum karma ?
Mohon penjelasannya... Hendry Ramadhani Tia Maulidya

DAFTAR ISI
  1. Apa itu Hukum Karma
  2. Bagian Waris Anak dan Istri
  3. CARA KONSULTASI SYARIAH ISLAM

JAWABAN

PENGERTIAN KARMA

Istilah karma berasal dari ajaran agama Budha and Hindu. Arti sederhana dari karma adalah segala perbuatan yang dilakukan akan memiliki akibat pada pelaku di masa selanjutnya. Tindakan buruk saat ini akan berakibat keburukan di masa datang. Perilaku baik akan berakibat kebaikan.

Dalam kitab Abhidamma dikatakan bahwa setiap impresi rasa, yakni seluruh perilaku manusia, dapat dianggap sebagai akibat dari karma. Dalam doktrin ini, apabila seseorang terlahir sebagai orang miskin, maka itu terjadi karena akibat perilaku orang tersebut pada kehidupan sebelumnya.

Itu artinya, kehidupan manusia di dunia itu bukan hanya sekali tetapi berulang-ulang. Kehidupan sekarang adalah akibat dari kehidupan sebelumnya dan akan berdampak pada kehidupan masa datang.

Jadi doktrin karma dalam agama Budha adalah: (a) Adanya hukum sebab akibat dan itu terjadi di dunia; (b) adanya reinkarnasi yakni bahwa kehidupan saat ini adalah titisan kehidupan masa lalu dan akan menitis pada kehidupan (orang lain) di masa datang.


PANDANGAN ISLAM TENTANG KARMA

Islam juga mengenal doktrin sebab akibat bahwa perbuatan baik akan berakibat baik dan perilaku buruk akan berakibat buruk.

- Akibat dari perbuatan manusia terkadang akan dirasakan di dunia ini saat kita masih hidup. Ini mirip dengan karma

Dalam QS Ar-Rum 30:41 Allah berfirman:

ظَهَرَ الْفَسَادُ فِى الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِى النَّاسِ لِيُذِيقَهُم بَعْضَ الَّذِى عَمِلُوا۟ لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ
Artinya: Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).

Dalam QS As-Sajdah 32:21 Allah berfirman:

وَلَنُذِيقَنَّهُم مِّنَ الْعَذَابِ الْأَدْنَىٰ دُونَ الْعَذَابِ الْأَكْبَرِ لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ
Artinya: Dan Sesungguhnya Kami merasakan kepada mereka sebahagian azab yang dekat (di dunia) sebelum azab yang lebih besar (di akhirat), mudah-mudahan mereka kembali (ke jalan yang benar).

Namun, mayoritas balasan dari tindakan kita akan terjadi di akhirat, pada kehidupan setelah mati. Tepatnya setelah kiamat tiba.

Dalam QS An-Nahl 16:61 Allah berfirman:

وَلَوْ يُؤَاخِذُ اللَّـهُ النَّاسَ بِظُلْمِهِم مَّا تَرَكَ عَلَيْهَا مِن دَآبَّةٍ وَلٰكِن يُؤَخِّرُهُمْ إِلَ أَجَلٍ مُّسَمًّى ۖ فَإِذَا جَآءَ أَجَلُهُمْ لَا يَسْتَـْٔخِرُونَ سَاعَةً ۖ وَلَا يَسْتَقْدِمُونَ
Artinya: Jikalau Allah menghukum manusia karena kezalimannya, niscaya tidak akan ditinggalkan-Nya di muka bumi sesuatupun dari makhluk yang melata, tetapi Allah menangguhkan mereka sampai kepada waktu yang ditentukan. Maka apabila telah tiba waktunya (yang ditentukan) bagi mereka, tidaklah mereka dapat mengundurkannya barang sesaatpun dan tidak (pula) mendahulukannya.

Oleh karena itu, dalam Islam orang jahat bisa saja memiliki kehidupan yang tenang di dunia bersama anak dan istrinya. Namun, jelas ia akan mendapat hukuman yang setimpal kelak di akhirat.

Perilaku yang baik di dunia akan mendapat pahala yang setimpal di akhirat. Tindakan jahat dan buruk di dunia akan berakibat hukuman yang setimpal di akhirat kelak.

Dalam QS An-Sajdah 32:21 Allah berfirman:

وَلَنُذِيقَنَّهُم مِّنَ الْعَذَابِ الْأَدْنَىٰ دُونَ الْعَذَابِ الْأَكْبَرِ لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ

Artinya: Dan Sesungguhnya Kami merasakan kepada mereka sebahagian azab yang dekat (di dunia) sebelum azab yang lebih besar (di akhirat), mudah-mudahan mereka kembali (ke jalan yang benar).


ISLAM TIDAK MENGENAL REINKARNASI

Hukum karma dalam Budha juga berkaitan dengan reinkarnasi--penitisan kehidupan seseorang yang sudah mati pada orang lain yang masih hidup. Artinya, nasib yang dialami saat ini sebagai akibat dari kehidupan (orang lain( di masa lalu. Dan perilaku sekarang akan berakibat pada kehidupan (orang lain) selanjutnya.

Dalam Islam, reinkarnasi tidak dikenal. Manusia hidup di dunia hanya sekali. Dan setiap orang bertanggung jawab dan memikul akibat dari apa yang dia lakukan sendiri.

Dalam QS An Najm 53:39-41 Allah berfirman:

وَأَنْ لَيْسَ لِلْإِنْسَانِ إِلَّا مَا سَعَى (*) وَأَنَّ سَعْيَهُ سَوْفَ يُرَى (*) ثُمَّ يُجْزَاهُ الْجَزَاءَ الْأَوْفَى
Artinya: Bahwasanya seorang manusia tiada memperoleh selain apa yang telah diusahakannya. Bahwasanya usaha itu kelak akan diperlihatkan (kepadanya), kemudian akan diberi balasan kepadanya dengan balasan yang paling sempurna.

________________________


BAGIAN WARIS ISTRI DAN ANAK

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Kenalkan Saya Rahman Saya ingin mendapatkan pegangan dalam pembagian warisan berdasarkan dalil-dalil yang ada berdasarkan syariat islam agar kelak tidak salah dalam mengambil hak-hak yang seharusnya milik kami.

Kronologisnya…
Kami memiliki 3 saudara Kandung dari istri pertama ayah kami.. sejak Ibu dan ayah kami menikah mereka telah memiliki harta berupa rumah dan beberapa kebun.
Ketika Ibu Kami meninggal dunia, Ayah kami menikah kembali dengan seorang gadis.. dari hasil perkawinan dengan istri ke-2 mempunyai 4 orang anak. Dan menempati rumah yang sebelumnya dibangun bersama dengan ibu kami.

Sekarang Ayah kami telah meninggal.

Belum sehari ayah kami di liang lahat dari pihak istri ke-2 sudah membicarakan pembagian warisan bersama anak-anak mereka. Takutnya ada hak kami yang notabenenya harta yang sudah ada bersama ibu kami (istri pertama) di ambil sebelah pihak. Hanya saya yang kerja di kebun bersama ayah kami, anak-anak dari istri ke-2 hanya mengambil hasil dari kerja keras ayah kami.

1. Mohon kiranya Bapak/ibu memberikan pencerahan masalah pembagian ahli waris, biar menjadi pegangan kami dan akan kami musyawarahkan dengan tetua-tetua desa kami agar dapat diterima oleh kedua belah pihak.

2. Mohon di jabarkan dasar-dasar hukum pada hukum perdata dan dalil-dalil pada hukum islam, agar nanti di print dan didiskusikan sebagai pegangan dari pihak kami. Informasi yang dibutuhkan sangat kami harapkan. Atas bantuannya saya ucapkan banyak terima kasih

Waassalmualaikum Warahmatullahi Wabarkatuh..

Keterangan Ahli Waris :
Anak kandung dari istri pertama:

1. Perempuan
2. Laki-Laki
3. Perempuan

4. Istri Ke-2

Anak kandung dari istri kedua

5. Laki-Laki
6. Laki-Laki
7. Laki-Laki
8. Perempuan

JAWABAN


Hal pertama yang harus diketahui adalah bahwa warisan harus dibagikan kepada ahli waris segera setelah pewaris meninggal dunia setelah urusan biaya pemakaman dan hutang-hutang almarhum diselesaikan.

Dalam kasus di atas, telah terjadi dua kematian tanpa adanya pembagian warisan pada kematian yang pertama yakni kematian wanita yang menjadi istri pertama dari almarhum ayah anda. Oleh karena itu, sebelum harta peninggalan bapak dibagikan, terlebih dahulu harus dilakukan pembagian warisan atas harta peninggalan istri pertama / ibu anda; kalau almarhumah meninggalkan warisan harta. Kami tidak tahu berapa harta milik almarhumah ibu Anda, yang jelas pembagiannya adalah sebagai berikut:

PEMBAGIAN HARTA WARISAN PENINGGALAN ALMARHUMAH ISTRI PERTAMA

(a) Suami mendapat bagian 1/4 (seperempat). Suami mendapat bagian karena pada waktu istrinya wafat, suami masih hidup.
(b) Sisanya yang 3/4 dibagikan kepada ketiga anak almarhumah di mana anak laki-laki mendapat bagian dua kali lipat dibanding anak perempuan. Cara mudahnya, bagi harta tersebut menjadi empat bagian. Anak laki-laki mendapat 2 (dua), sedang anak perempuan masing-masing mendapat 1.

Setelah harta almarhumah istri pertama dibagikan, maka sekarang menjadi jelas, mana harta milik almarhum ayah. Harta almarhum ayah dibagikan pada istri kedua dan semua anak almarhum baik dari istri pertama maupun istri kedua dengan pembagian sebagai berikut:

PEMBAGIAN HARTA PENINGGALAN ALMARHUM SUAMI / AYAH

(a) Istri kedua mendapat bagian 1/8 (seperdelapan)
(b) Sisanya yang 7/8 dibagikan kepada semua anak almarhum dari istri pertama dan kedua dengan cara anak laki-laki mendapat bagian dua kali lipat dibanding anak perempuan.

Baca lebih detail dan dalilnya: Hukum Waris Islam (Panduan Lengkap)

Catatan:

- Kalau istri pertama meninggalkan harta warisan dan ternyata belum dibagi pada ahli warisnya, lalu harta tersebut berkembang karena dibuat modal dagang atau pertanian, maka ahli warisnya juga berhak atas keuntungan yang didapat dari dagang atau hasil pertanian tersebut.

- Kami hanya memberi konsultasi terkait dengan hukum waris menurut hukum syariah Islam. Kami tidak memberi konsultasi terkait hukum perdata.

Untuk langganan artikel Alkhoirot Net via Email gratis, klik di sini!

5 comments:

  1. Mohon untuk dijawab dengan jujur..

    Jika seandainya Tuhan memberikan kita kesempatan untuk kita memilih menjadi siapa bagaimana dan dimana dilahirkan ke dunia yang HANYA sekali ini saja, Apakah kita mau memilih untuk dilahirkan di negara atau wilayah yang sedang berperang? setiap harinya diliputi rasa kekhawatiran? atau dilahirkan menjadi orang yang miskin, sengsara, hidup yang sungguh sulit, harus menjadi pemulung atau pengemis, melihat anak kita sakit dan tidak memiliki biaya berobat? Atau dilahirkan dengan cacat fisik, bodoh, buta, atau anggota tubuh yang tidak lengkap?

    Atau kita ingin dilahirkan di tempat yang sejuk dengan alam yang masih indah, di wilayah yang damai tidak ada peperangan, atau dilahirkan di keluarga orang yang berada atau kaya dengan lahir sempurna, memiliki paras cantik atau tampan, pintar? JUJUR yang mana akan kita pilih?

    Apakah Tuhan itu adil?? mengapa ada orang yang dilahirkan dengan penderitaan? dan sebagian lainya dengan kondisi yang berbeda?.. mengapa Tuhan memberikan penderitaan di dunia ini kepada orang-orang tersebut dan yang lainnya mendapatkan kebahagiaan di dunia ini? Apakah alasan dari Tuhan mengapa kita dilahirkan dengan keadaan kita sekarang?

    Tuhan maha adil akan seluruh ciptaanNya, tidak melihat apa agamanya, apa suku bangsanya, siapapun dia tidak terkecuali. Tuhan tidak menciptakan mahluknya dengan sengaja agar masuk neraka, surga tidak diciptakan khusus untuk agama tertentu. Kasihan sekali jika orang-orang non muslim (kafir) walaupun misalnya semasa hidupnya banyak berbuat baik tetapi hanya karena ia tidak beragama islam kemudian ia masuk neraka? jika memang benar demikian mengapa Tuhan menciptakan orang-orang tersebut? yang "sudah pasti" akan masuk neraka? dimana keadilan Tuhan?

    Segala sesuatu mengenai kelahiran dan keadaan kita ke dunia ini adalah hasil dari perbuatan kita sendiri dikehidupan kita kita terdahulu dan bukan karena takdir Tuhan, banyaknya dosa atau perbuatan baik yang dilakukan selama menjalani kehidupan akan diperhitungkan ketika kita meninggal, apabila dosa yang diperbuat lebih besar dari pahala kita, maka kita akan masuk neraka, begitu pula sebaliknya apabila pahala kita lebih besar dari dosa maka kita akan masuk surga, berapa lama kita akan menikmati hasil kita di surga atau neraka? tergantung besar kecilnya dosa atau pahala kita, namun selama kita masih memiliki dosa, Tuhan akan memberikan kesempatan untuk kita dilahirkan kembali ke dunia untuk memperbaiki dosa-dosa kita tersebut tentunya dengan membawa serta karma dari kehidupan kita sebelumnya, jadi inilah hakekat TUJUAN HIDUP di dunia ini, memperbaiki dosa-dosa yang pernah kita perbuat dengan berbuat sebaik-baiknya dengan harapan kelak menjadi manusia dengan derajat yang lebih tinggi.

    Konsep reinkarnarsi adalah yang paling logis kenapa kita dilahirkan ke dunia.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Masih orang yang sama dengan komen ke 2. Jikala kamu pintar maka taulah kamu tentang apakah itu TUHAN. Kita tak bisa sebutkan Tuhan sebagai pria/wanita. Masih kah kau tertipu dengan dunia yang fana ini?

      Tuhan ciptakan kita umat beragama dan banyak berpendapat kenapa kita beragama karna untuk saling menghormati satu sama lain(toleransi) karna kita manusia yang berpendidikan dan adapun yang berpendapat untuk menguji iman kita bagaimana menghadapi dunia ini dengan fananya.

      Ada tuhan yang berbentuk? Ada. Kenapa ia ada asal usulnya? Kenapa ia sama seperti manusia? Berarti kita pun bisa menjadi tuhan sekarang juga karna kita berwujud dan punya asal usul.

      Kenapa harus ada permusuhan diantara kita? Toleransi lah landasan awal kenapa kita harus saling berdamai. Toh kita punya keyakinan sendiri2 kan? Udah dewasa pasti tau mana benar mana salah. Itu pilihan mu untuk memeluk agama itu berkeyakinan itu. Dan inilah pilihanku untuk berpeluk pada apa yang kuyakini.

      Tuhan itu baik, baik sekali. Kala ada sebagian orang yang tak menyembahNya Tuhan tetap beri ia Nafas, jantung berdetak dan kehidupan yang baik. Jika tuhan jahat maka Ia akan basmi semua orang yang tak menyembahNya.

      Begitu baik sampai Ia beri rezeki orang2 kafir yang berlebih dan mungkin kebanyakan penyembahnya lah yang diberi cobaan KARENA TUHAN BUTUH PRAJURIT TANGGUH UNTUK BISA MASUK SURGANYA. Terima kasih saya akhiri karna tak akan ada ujungnya jika kita membahas agama.

      Peace for One world One love.

      Delete
  2. Dasar bodoh, tuhan adil. Ia ciptakan orang cacat dan sgl kekurangan tak luput dari kelebihan yang ia punya. Jika ia dilahirkan hanya untuk menangisi ke cacatannya atau kekurangan, (maaf) bodohnya yang menciptakan dia.

    Tuhan tak bodoh dan Ia maha adil, Ia ciptakan orang dengan kekurangan tak luput dengan kelebihan, tinggal kitanya sendiri bagaimana atitude kita terhadap masalah yang dihadapi.

    Berbuat baik amal dan segala sikap kelakuan yg baik, hanya karna ia berbeda agama harus masuk neraka? Wajar karna dunia ini keras dan butuh orang2 yg pintar untuk menyadari siapa TUHAN mu.

    Jika sadar apa itu Tuhan, kenapa ia tak terlihat dan kenapa tak diketahui asal usulnya maka itulah Tuhan, ia maha segalanya.

    Jikala Tuhan itu ADA asal usulnya maka ia hanya manusia biasa. Tuhan tak berwujud agar tak bisa disamakan dengan manusia ganteng atau cantik. Tuhan tak tau kapan lahir atau tidak karna akan disamakan hari lahirnya dengan manusia lai

    ReplyDelete
  3. Tidak Setiap Bayi dilahirkan Dalam Kondisi Suci

    Reinkarnasi adalah sebuah keyakinan Universal dalam semua agama. Begitu juga dalam agama islam. Salah satu buktinya, tentang bayi dilahirkan tidak semuanya suci,. Memang ada hadits yang menyatakan bahwa setiap bayi yang dilahirkan dalam keadaan suci.
    Salah satu bukti lain bahwa setiap bayi yang lahir dalam kondisi tidak suci adalah status anak hasil zina, kelahirannya karena bukan dari hasil pernikahan sehingga menjadi illegal. Ada sebuah hadits:
    عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ, قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ:"لا يَدْخُلُ وَلَدُ الزِّنَا الْجَنَّةَ، وَلا شَيْءٌ مِنْ نَسْلِهِ إِلَى سَبْعَةِ آبَاءٍ".(رواه الطبرانى(
    Diceritakan dari Abu Hurairah r.a Rasulullah SAW bersabda: "Tidak masuk surga anak hasil zina dan tidak satupun dari keturunan mereka sampai tujuh turunan". (Hr. Tabrany)
    عَن ْعَبْدِ اللهِ بْنِ عُمَرَو بن العاص, قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ:"لا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ وَلَدُ زَنِيَةٍ". (رواه ابن حبان فى صحيحه)
    Diceritakan dari Abdullah bin Umar, Rasulullah SAW bersabda: "Tidak masuk surga yaitu anak dari wanita pezina ". (Hr. Ibnu Hibban)
    عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ ، قَالَ : سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، يَقُولُ : " لا يَدْخُلُ وَلَدُ زِنْيَةٍ الْجَنَّةَ " .
    Dari Abu Hurairoh berkata: Aku mendengar Raulullah Saw. Bersabda: " Tidak akan masuk surga anak zina". (Hr. An-Nasai)

    Dari hadits-hadits di atas, ternyata ada beberapa kasus bayi karena hasil zina, sehingga mendapatkan hukuman tidak bisa masuk surga, bahkan sampai tujuh turunan. Mengapa hal itu bisa terjadi, dosa apakah bayi tersebut...?
    hadits tentang anak hasil zina (illegal lahir) adalah tidak masuk surga, sungguh sangat menegaskan bahwa memang benar-benar ada dalam dunia ini jiwa yang terlahir karena mempunyai jejak rekam yang negatif, yang suka berbuat jahat dan maksiat kepada Allah, mereka yang mencari rizki, jabatan dan kedudukan dengan cara harom, maka jangan heran jika dilahirkan kembali menjadi anak illegal lahir.
    Untuk lebih lengkapnya lihat di :
    http://cahayagusti.blogspot.com/2012/09/reinkarnasi-dalam-al-quran-dan-hadits.html

    ReplyDelete
  4. Pada dasarnya allah maha adil dan allah penolong bagi semua umat muslim :-)

    ReplyDelete

Kirim konsultasi Agama ke: alkhoirot@gmail.com Cara Konsultasi lihat di sini!