Ragu Kesetiaan Calon Istri yang Pernah Selingkuh

Ragu Kesetiaan Calon Istri Taubat Pezina Dan Penggugur Kandungan Apakah Diterima? hati kecil saya kembali ragu dan bimbang. Ini dikarenakan beberapa bacaan dan masukan dari internet dan teman sahabat saya mengenai hubungan perselingkuhan. Kenungkinan untuk terulang kembali masih ada
Ragu Kesetiaan Calon Istri karena pernah selingkuh

RAGU KESETIAAN CALON ISTRI

Assalamu'alaikum Wr.Wb

Nama saya D,,berasal dari kota S. Saya memiliki hubungan pacar dengan A. Dia bekerja di kota S namun beda kota beda pulau (hubungan jaraak jauh). Kami telah menjalin hubungan selama 1,5 tahun. Saya berumur 27 tahun,,si A berumur 23 tahun Dari awal hubungan ini kami sepakat kalau ini adalah hubungan yang serius untuk menuju ke pernikahan (pacaran serius) Hubungan kami ini telah mendapat persetujuan kedua belah pihak orang tua.

DAFTAR ISI
  1. Ragu Kesetiaan Calon Istri
  2. Taubat Pezina Dan Penggugur Kandungan Apakah Diterima?
  3. Ikut Suami atau Taat Perintah Ibu?

Tepat pada bulan kemarin saya menemui pacar saya di kota S untuk melepas rindu Belakangan saya ketahui melalui BBM (Blackberry Messengger) di handphone miliknya,,kalau dia rupanya menjalin hubungan dengan seorang lelaki sebut saja R. Dalam BBM dengan R,,terlihat bahwa A yg lebih "aggresif" dalam berkomunikasi..bahkan sempat mengajak bertemu dengan lelaki tsb.
Di pembicaraan lain juga terlihat si R menanyakan apakah si A sdh memiliki calon? Namun A mengatakan tidak memiliki alias single. Saya sempat terbawa emosi dan langsung menginterogasi si A

Dari "pengakuan" si A saya ketahui jika lelaki tsb adalah teman kuliah si A dulu,,bekerja di kota B yg dekat dengan kota saya,,dan sudah berhubungan via BBM sekitar 2 bulan (yg saya tahu). Seketika itu juga kepercayaan saya hilang di depan si A dan langsung merujuk kepada kekecewaan yg teramat sangat.. Itu karena saya memendam harapan yg besar untuk si A,,menjadi istri saya nantinya. Saya sudah berkorban hampir segalanya untuk si A (waktu, materi,tenaga, pikiran) Bahkan orang tua saya sudah menganggap si A seperti anaknya sendiri karena sudah mempercayai si A Namun karena kejadian ini,,kepercayaan saya dan orang tua saya seketika lenyap..

Saya menyadari saat saya menjalani hubungan dengan A banyak kekurangan,,diantaranya saya sering kurang sabar,,emosi,,tanpa sadar sering berkata kasar dan terbawa emosi. Komunikasi juga tidak berjalan dengan lancar dikarenakan kesibukan saya dan si A yg bekerja. Di satu sisi si A menginginkan untuk menikah di tahun ini sedangkan saya masih bisa memberikan kepastian. Si A juga merasa dirinya perawan tua di desanya dan mendapatkan tekanan dari adiknya untuk menikah karena adat di desanya Adik tidak boleh mendahului sang kakak untuk menikah lebih dahulu... Inilah salah satu faktor mengapa si A melakukan tindakan ini.
namun yang sampai sekarang saya sesalkan adalah saya tidak melihat bentuk penyesalan dari si A atas tindakan nyaa ini..

Singkat cerita,,setelah melalui perenungan berhari2,,sholat istikharah dan tahajud,,saya ajak si A untuk berbicara. Saya memutuskan untuk memberikan kesempatan lagi namun saya tegaskan bahwa ini adalah kesempatan yang TERAKHIR. Jika misalnya terjadi lagi,,maka saya tegaskan saya akan seketika mengakhiri hubungan ini,,tanpa perduli

Si A seketika itu sujud syukur di hadapan saya dan berjanji tidak akan mengulangi lagi
Kami sepakat memperbaharui komitmen hubungan kami,,termasuk menghentikan dan menghapus semua kontak dan laki2 "aneh" yg berniat mendekati si A melalui sosial media maupun telepon. (Saya diberi kuasa penuh oleh A untuk memantau dan menggunakan semua account sosial medianya)
Saya pun (pada saat itu) dengan pikiran yg ikhlas menerima jika si A ingin menikah di tahun ini walaupun hati kecil saya merasa ada hal yg masih ditutup2i oleh si A dari saya

Beberapa hari kemudian,,pada suatu kesempatan,,orang tua dari A datang ke kota saya di S.
Pada kesempatan ini saya manfaatkan untuk mengutarakan niat saya untuk melamar si A.
Ortunya setuju dan keesokan harinya ortu si A "bersilahturahmi" ke rumah saya. Ortu si A langsung menetapkan tanggal akad nikah dsb. Jujur pada saat itu saya tidak berkomunikasi dengan orang tua saya,,karena saya merasa mereka tentu kecewa dan berharap saya tidak melanjutkan hubungan dengan si A. Namun mereka sepeenuhnya menyerahkan keputusan pada saya dan saya menyatakan Insya Allah siap.

Singkat cerita,,hari2 berikutnya saya dan A diisi dengan agenda persiapan acara (survey tenda,,catering, undangan, souvenir,dsb) Ada beberapa barang bahkan sudah terbeli misalkan mahar dan cincin lamaran. Karena terikat dengan pekerjaan,,saat ini si A sedang bekerja di luar kota dengan rombongan kantornya Saya pun kembali ke luar pulau untuk bekerja. Rencana kami,,dengan tanggal yg ditentukan,,beberapa bulan kemudian kami akan kembali ke kota S untuk melaksanakan akad dan resepsi.

Saat ini saya hanya bissa memasrahkan keadaan ini pada Allah SWT. Namun beberapa hari ini hati kecil saya kembali ragu dan bimbang. Ini dikarenakan beberapa bacaan dan masukan dari internet dan teman sahabat saya mengenai hubungan perselingkuhan. Kenungkinan untuk terulang kembali masih ada, karena majunya perkembangan teknologi saat ini. Hal ini langsung membuat saya paaranoid akan masa depan bersama si A nantinya. Apakah si A bisa dipercaya? Apakah si A mampu dan mau menjalani komitmen berumah tangga dengan utuh? Apakah hal seperti ini tidak terjadi di masa depan? Apalagi setelah memiliki anak.. Saya merasa miris dengan nasib anak2 saya nantinya.. Saya takut hal seperti ini akan terjadi lagi di masa yg akan datang Jujur,,semakin lama hati saya semakin tidak tenang. Setiap hari saya selalu dibayang2i pikiran negatif tentang si A dengan lelaki lain,,dihantui mas depan yg akan selalu bertengkar,,dsb.

Disamping sholat 5 waktu dan sunnah,,saya selalu berdoa untuk meminta ketenangan hati,kelancaran dan petunjuk secara nyata oleh Allah SWT. Jika dia memang jodoh saya,saya berdoa agar si A diberikan ketetapan hati dan keteguhan untuk menjaaga komitmen kami,,dan selalu mencintai saya serta dijauhkan dari godaan dan gangguan yg dapat merusak hubungan ini.
namun jika dia bukan jodoh saya,,saya berdoa semoga dia dijauhkan dari saya dan saya dijauhkan dari dia dan berilah saya kekuatan dan kesabaran dalam menghadapinya.. Saya juga berdoa kepada Allah agar diberikan "petunjuk yang nyata" apabila dia bukan jodoh saya, dan dtunjukkan mana yg hak dan mana yang batil, mana yg salah dan benar.. Entah ini bisikan syeitan atau godaan menjelang pernikaahan.

Untuk jadi bahan masukan,,ortu si A adalah pengurus yayasan pesantren di kota C. Si A adalah anak pertama dari 3 saudara yg kesemuanya perempuan. Mohon diberi masukan dan petunjuk pak,,atau diberitahukan amalan apa yg dapat saya lakukan untuk kasus seperti ini.
Mohon balasannya..

Wassalamu'alaikum Wr. Wb
dicky

JAWABAN RAGU KESETIAAN CALON ISTRI

Dari uraian yang panjang, anda menyimpulkan apa yang anda rasakan dalam kalimat berikut: "Jujur, semakin lama hati saya semakin tidak tenang. Setiap hari saya selalu dibayang2i pikiran negatif tentang si A dengan lelaki lain, dihantui masa depan yg akan selalu bertengkar"

Hubungan ideal sebuah rumah tangga bagi "manusia biasa" adalah ini: suami bekerja di luar, sedang istri berada di rumah mengurus rumah tangga. Atau istri bekerja di dalam rumah untuk membantu memenuhi kebutuhan. Atau istri bekerja di luar tapi dalam lingkungan yang "aman" dari kemungkinan perselingkuhan. Di luar situasi itu, maka akan sulit bagi seorang suami biasa untuk merasa bebas dan nyaman dari rasa khawatir atas kemungkinan terjadinya perselingkuhan. Tidak peduli apakah calon istri adalah keturunan santri atau bukan. Juga, berdoa saja tidak cukup tanpa suatu usaha yang realistik untuk menghindari hal yang tidak dinginkan itu terjadi lagi.

Pertama, kalau ingin tetap meneruskan pernikahan ini, maka anda dapat meminta komitmen istri untuk tinggal bersama anda dan tidak bekerja di luar rumah setidaknya untuk sementara. Ini untuk memungkinkan anda dapat mengontrol pergerakannya dan melihat seberapa kuat komitmennya.

Kedua, pastikan istri tidak melakukan komunikasi apapun dengan lelaki selain dg kerabat yang anda kenal.

Dari kedua langkah kecil ini, kalau dia menaati, maka akan terbangun kepercayaan. Dan dari situ insyaallah anda akan lebih tenang dan tahu apa yang harus dilakukan selanjutnya.

Berdoa tentu saja penting, tapi hanya berdoa saja tanpa menciptakan sistem yang baik dalam mengelola rumah tangga adalah salah menurut Islam.

_______________________________________________


TAUBAT PEZINA DAN PENGGUGUR KANDUNGAN APAKAH DITERIMA?

asalamualaikum ustad,
saya mau tanya, apakah dosa besar seperti berzinah dan menggugurkan kandungan toubat nya di ampuni oleh allah SWT.

wasalamualaikum.
boby

JAWABAN

Berzina dan aborsi adalah dosa besar. Namun Allah akan mengampuni dosa orang yang memang betul-betul melakukan taubat nasuha. Lihat: Cara Taubat Nasuha.

Terkait: Tanda Taubat yang Diterima

_______________________________________________


IKUT SUAMI ATAU IBU?

Assalamualaikum ustadz, saya saat ini sedang mengalami masalah yang rumit, usia pernikahan kami baru 2 tahun dan kami telah dikaruniai seorang anak berusia 1,5 tahun, akan tetapi pernikahan kami ini sudah tidak mendapat restu dari orang tua saya (ibu) orang tua saya hanya tinggal ibu, karena menurut penilaian beliau suami saya ke kanak-kanakan, tidak bisa memimpin keluarga, wawasan dan pengetahuan kurang luas, selalu mementingkan saudara dan orang tua kandungnya dari pada mendahulukan kepentingan anak dan istrinya.

Ibu saya menilai kepribadian suami saya setelah kami pindah dan tinggal di rumah ibu karena sebelumnya kami tinggal di bekasi. Kami tinggal di rumah orang tua selama 6 bulan, akhirnya suami saya memutuskan untuk mengontrak rumah. Semenjak kami mengontrak, saya silaturrahmi ke rumah ibu hanya bersama anak karena saya tahu ibu saya sudah tidak mau menerima suami saya lagi. Mungkin suami saya sudah tidak sabar dengan keadaan seperti ini (hubungan antara mertua sama menantu tidak harmonis) akhirnya suami saya menyuruh saya pulang ke rumah ibu.

Pada saat saya tinggal di rumah ibu, ibu semakin marah sampai ibu saya berkata "Kalau kamu masih mau hidup dengan dia mendingan saya kehilangan telor satu" selain itu ibu juga berkata "Kamu bakal terlunta-lunta hidup dengan dia, tidak bakal punya rumah, mobil, dan harta benda". Yang saya tanyakan ustadz :
1. Saya harus mengikuti siapa? Ibu atau suami? Karena suami saya mengajak saya bersatu kembali, di sisi lain saya sangat takut akan doa ibu ustadz. Mohon penjelasannya?
2. Amalan dan doa apa yang harus saya amalkan untuk kebaikan semuanya?
Mohon penjelasan dan terima kasih ustadz, Wassalamualaikum Wr. Wb.

JAWABAN

1. Anda dapat saja kembali ke suami dan memperbaiki kembali hubungan rumah tangga yang retak. Ketaatan pada ibu ada batasnya dan itu tidak termasuk harus mengikuti kemauan untuk bercerai suami. Namun, kalau anda memilih ikut perintah ibu, itupun bisa dilakukan karena hubungan rumah tangga sudah tidak harmonis. Ingat, saat suami anda menyuruh anda pulang itu adalah talak kinayah. Artinya, kalau suami berniat menceraikan anda saat itu, maka jatuhlah talak 1 pada anda. Dan apabila suami rujuk di dalam masa iddah, tidak perlu akad nikah baru. Sedang kalau rujuknya setelah masa iddah selesai, maka perlu akad nikah baru. Lihat: Perceraian dalam Islam.

2. Rajin-rajinlah shalat dan bedoa setelah shalat. Baik shalat wajib maupun shalat sunnah. Itulah ibadah yang selalu dilakukan Rasulullah.
LihatTutupKomentar