Hukum mencintai pria beristri

Hukum mencintai pria beristri Singkat cerita saya dan dia mulai akrab dan saling bertukar kontak sangking akrabnya saya sampai menganggap dia seperti

MENCINTAI PRIA BERISTRI

assalamu'alaikum warrahmatullahi wabarakatuh ustad..

Sebut saja namaku N aku tinggal di salah satu daerah di kota jakarta umur saya 20 tahun. Kisah ini bermula ketika saya berumur 18 tahun saya bekerja disebuah perusahaan dan kebetulan rekan-rekan kerja saya kebanyakan pria tapi alhamdulillah saya bukan orang yang mudah terpikat dengan rayuan laki-laki kemudian hampir setahun berlalu datanglah salah satu karyawan baru ya seperti biasa seorang laki-laki berusia kurang lebih 30 tahun awalanya saya biasa saja dengan dia, dia memceritakan kehidupannya yang sudah beristri dan memiliki seorang anak laki-laki namun katanya kehidupan rumah tangganya kurang bahagia karna berbagai macam masalah.

Singkat cerita saya dan dia mulai akrab dan saling bertukar kontak sangking akrabnya saya sampai menganggap dia seperti kakak saya sendiri karna dia sering melindungi saya ketika saya diganggu ataupun digodain laki-laki lain diapun mengayomi saya kalau kata orang jawa ngandani agar saya jadi wanita yang lebih baik lagi. lama-kelamaan saya dan dia terlena oleh kedekatan kami hingga akhirnya aku dan dia memutuskan untuk berpacaran tanpa ku hiraukan statusnya yang telah beristri bahkan sangking sayangnya aku padanya pertahananku bobol aku termakan rayuan dan janji-janjinya aku merelakan keperawananku untuknya katanya dia sangat sayang padaku bahkan dia rela meninggalkan istrinya demi saya setelah menyelesaikan semua masalahnya. saat dia berkata begitu saya hanya bisa diam saya bingung mau jawab apa saya sadar betul keputusan menjalin hubungan dengannya adalah sesuatu yang sangat salah karna pasti akan ada banyak orang yang tersakiti dan pastinya mereka semua menyalahkan saya.

Teman-teman saya yang mengetahui hubungan kami sudah memperingatiku mereka bilang aku bodoh karna jatuh cinta pada seorang pria beristri padahal menurut mereka aku adalah orang yang cukup taat pada aturan agama, penampilankupun cukup menarik namun tidak mudah tergoda oleh rayuan laki-laki tapi kenapa sekarang malah memilih mencintai pria yang sudah jelas-jelas berkeluarga apa kamu sudah gila kata mereka. mereka teman-temanku yang sayang padaku bahkan pernah berencana untuk memisahkan kami namun cinta kami terlalu kuat dan sama sekali tidak tergoyahkan dan akhirnya mereka menyerah tidak mau ikut campur urusanku lagi.

Enam bulan kami menjalin hubungan sampai pada akhirnya aku duduk termenung aku berfikir mau sampai kapan kami menjalani hubungan terlarang ini? benarkah hubungan ini akan berakhir bahagia? iya kalau keluarganya dan keluargaku setuju dengan hubungan kami nah kalau tidak bagaimana nasibku? lalu bagaimana nasib anaknya apa aku sejahat itu merebut kebahagiaan seorang anak kecil yang sedang tumbuh dengan ceria-cerianya? kemudian istrinya bagaimana kalau aku diposisinya saat ini mengetahui apa yang sumiku lakukan betapa hancurnya hatiku?. ya ALLAH tanpa sadar aku meneteskan air mata aku sungguh berdosa aku tidak sanggup tuhan.. aku tidak sanngup merebut kebahagiaan siapapun aku tidak sejahat itu. dengan pertimbangan yang sangat panjang dan insya ALLAH aku mantap akan mengakhiri hubunganku dengannya.

Aku mengajaknya bertemu dan ku utarakan semuanya bahwa aku ingin mengakhiri hubungan ini dan tidak ingin ada kontak sama sekali dengannya setelah ini awalnya dia tidak setuju dan memohon agar aku tetep disisinya tapi aku jawab dengan tegas aku sudah tidak sanggup lagi menyakiti siapapun aku tidak sanggup menghancurkan hidupku lebih jauh lagi kemudian aku berlari meninggalkannya yang saat itu sedang menangis dengan ekspresi wajah penuh kecewa. aku tidak sanggup tuhan aku tidak sanggup melihatnya menangis dan akupun tidak sanggup membendung tangisku yang sudah meledak semenjak di perjalanan menuju kerumah {kamipun putus tanpa ada kontak sedikitpun selanjitnya} akupun pindah kerja.

Satu tahun lebih berlalu aku sudah nyaman dengan pekerjaan dan kehidupanku saat ini tanpa memikirkan sedikitpun tentangnya lagi.

tapi tiba-tiba terlintas dalam fikiranku saat ini ustad istrinya tidak pernah tahu hubungan kami dan kesalahan suaminya apakah aku harus memberi tahu istrinya dan meminta maaf padanya atau aku simpan rapat-rapat hubungan terlarang kami ini sampai kapanpun. tapi aku tidak kuat ustad aku punya dosa besar pada seseorang bahkan dia tidak mengenalku sedikitpun rasanya tidak adil kalau aku menyembunyikan semua kesalahan suaminya tapi di sisi lain aku tidak tega melihatnya mengetahui semua ini pasti hatinya hancur berkeping-keping

mohon pencerahannya ya ustad apa yang harus aku lakukan?
terima kasih ustad sebelumnya
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

JAWABAN

Tidak perlu memberitahu istrinya tentang hubungan yang pernah terjadi. Itu akan jauh lebih bagi si istri dan juga bagi anda.

Dari sisi agama itu juga lebih baik, karena merahasiakan dosa masa lalu adalah wajib. Nabi bersabda dalam sebuah hadits sahih riwayat Bukhari dan Muslim:

كل أمتي معافى إلا المجاهرين، وإن من المجاهرة أن يعمل الرجل بالليل عملا، ثم يصبح وقد ستره الله، فيقول: يا فلان عملت البارحة كذا وكذا، وقد بات يستره ربه، ويصبح يكشف ستر الله عنه

Artinya: Seluruh umatku diampuni kecuali al-mujahirun (orang yang terang-terangan berbuat dosa), dan termasuk bentuk Mujaharoh (terang-terangan dalam berbuat dosa) adalah seseorang berbuat dosa pada malam hari, kemudian pada pagi hari dosanya telah ditutup oleh Allah, dia berkata: "Wahai fulan semalam aku telah melakukan seperti ini dan ini (menceritakan dosanya)." Allah telah menutupi dosanya di malam hari, tetapi dia membuka kembali dosa yang telah ditutup oleh Allah tersebut.

Anda sudah mengambil langkah yang sangat tepat dengan menghentikan hubungan dosa tersebut. Dua langkah yang perlu anda lakukan saat ini adalah: pertama, bertaubat nasuha. Baca detail: Cara Taubat Nasuha

Taubat nasuha atas dosa besar yang telah anda lakukan dengan sengaja. Baca detail: Dosa Besar dalam Islam

Kemudian, cobalah mencari jodoh yang baik yang akan membawa kebahagiaan bagi anda dan dia. Baca juga: Cara Memilih Jodoh
LihatTutupKomentar